Spiritual Hindu 1
Bagi sebagian kalangan umat beragama yang lain,
agama Hindu, khususnya di negara kita akan dilihat berbeda-
beda. Bahkan Hindu di satu daerah coraknya juga bisa tampak
berbeda. Hindu di Denpasar dengan Gianyar itu berbeda;
Hindu di Klaten dengan Solo juga bisa berbeda. Begitu juga
dengan daerah lainnya di negara kita . Itu semua tidak salah,
sama sekali tidak salah.
Bagi yang belum memahami keberadaan ragam Hindu
itu, mungkin akan melihatnya seperti parsial. Terlebih
perbedaan itu ternyata tidak hanya di permukaan kulit,
seperti ritual , busana, dan bentuk artifisial lainnya. Bahkan
dalam aspek teologisnya juga bisa berbeda. Seorang Hindu
dapat menjadikan Dewi Saraswati sebagai favoritnya, Hindu
yang lainnya memuja Dewi Sri, Ganesha, Baruna, Wisnu, dlsb.
Wajah Hindu yang beragam, sekali lagi, khususnya di
negara kita tak lepas dari perjalanannya ‘memuliakan’ agama
dan budaya lokal yang lebih dulu tumbuh dan subur di jagat
nusantara. Tidak ada ekspansi, juga tidak ada peng-agama-an
untuk mereka yang sudah nyaman dengan kepercayaan yang
terpelihara dari masa ke masa. Soal kemudian, aliran sejarah
mempertemukan mereka dekat dengan Hindu, itu pun harus
melalui kesepakatan bersama. Integrasi agama Kaharingan
yang dianut warga Dayak di Kalimantan Tengah dengan
agama Hindu menjadi salah satu contoh.
______________________xii
Napak tilas perjalanan Hindu yang menurut data
sejarah diawali dari Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur, lalu
berakhir di Bali, seolah menegaskan agama ini seperti aliran
air yang mengikuti warna-warni daerah yang dilaluinya,
tanpa mengubah sedikit pun substansi airnya. Maka
tampaklah wajah Hindu Lampung yang berbeda dengan
Hindu Jawa, Hindu Bali, Hindu Lombok, dan Hindu-Hindu
lainnya seantero nusantara. Dalam terminologi Bali, fakta ini
disebut sebagai pengejewantahan konsep desa (tempat), kala
(waktu), dan patra (keadaan). Bagaimana mereka beradaptasi,
tumbuh dan berkembang bersama dengan agama lain dan
budaya lokal akan selalu menyesuaikan dengan konsepsi itu.
Satu hal yang menjadi pembeda keberadaan umat
Hindu di negara kita yaitu tatanan ritual nya. Di dalam
ritual ini ada banyak upakara atau banten serta aktivitas
keagamaan. Sarana ritual ini yaitu ekspresi emosi, jiwa
sekaligus kreativitas manusia sehingga apa yang
dilahirkannya juga akan berbeda-beda. Perbedaan itu bukan
saja terlihat secara komunal namun juga individu.
Namun, ritual atau ritual atau acara itu hanyalah
bentuk terluar jika ingin mengupas saripati Hindu. Analogi
sederhana yang sering dipakai yaitu telur dengan tiga
lapisnya. Lapisan kulit yaitu ritual ; putih telurnya yaitu
ajaran etika atau susila; kuning telurnya yaitu inti dan sari
yang disebut tattwa. Ketiganya ini lalu dikonsepsikan menjadi
Tiga Kerangka Dasar. Untuk memahami Hindu, maka
memahami ketiga kerangka ini menjadi penting sebab acara-
______________________xiii
susila-tattwa yaitu sebuah tatantan holistik, saling
melengkapi dan tidak terpisahkan.
Memahami Tiga Kerangka Dasar itu juga harus
berjenjang, dari yang konkrit menuju yang abstrak, dari acara
yang tampak nyata, lalu susila (tingkah laku) untuk menuju
tattwa, ajaran filosofis. Untuk maksud ini, Hindu memberikan
konsep Catur Marga, yaitu empat jalan (marga) untuk
mencapai kebenaran abadi dan kesempurnaan Tuhan dengan
menyesuaikan kemampuan setiap umat Hindu. Ada yang
melalui bhakti marga, karma marga, jnana marga, bahkan
dibolehkan melalui raja marga. Keempat marga ini pun bukan
terpisah-pisah sebab bisa terjadi klaim, namun lebih pada
orientasi pencarian Tuhan. Jika dilakukan dengan totalitas,
penuh keihklasan, masing-masing marga akan menemukan
tujuan tertingginya. Jadi tersedia pilihan jalan yang beragam
untuk menemukan tujuan yang sama.
Dalam pencarian tujuan itu, selain Catur Marga, juga
‘disediakan’ tingkatan hidup berjenjang melalui Catur
Asrama, yaitu brahmacari (masa belajar); grahasta (hidup
berumah tangga); wanaprastha (mulai menjauhkan bahkan
mengasingkan diri dari keduaniawian) dan sanyasin atau
bhiksuka (totalitas jalan rohani). Tujuannya yaitu agar tatanan
hidup menjadi lebih terarah dalam meraih cita-cita yang
dikonsepsikan ke dalam Catur Purusartha yang terdiri dari
dharma, artha, kama dan moksa. Tampaknya, dharma menjadi
landasan utama untuk meraih harta, materi (artha) dan
memenuhi keinginan (kama) dengan moksha sebagai tujuan
akhir. Pendeknya, semua tujuan hidup diraih melalui dharma
Napak tilas perjalanan Hindu yang menurut data
sejarah diawali dari Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur, lalu
berakhir di Bali, seolah menegaskan agama ini seperti aliran
air yang mengikuti warna-warni daerah yang dilaluinya,
tanpa mengubah sedikit pun substansi airnya. Maka
tampaklah wajah Hindu Lampung yang berbeda dengan
Hindu Jawa, Hindu Bali, Hindu Lombok, dan Hindu-Hindu
lainnya seantero nusantara. Dalam terminologi Bali, fakta ini
disebut sebagai pengejewantahan konsep desa (tempat), kala
(waktu), dan patra (keadaan). Bagaimana mereka beradaptasi,
tumbuh dan berkembang bersama dengan agama lain dan
budaya lokal akan selalu menyesuaikan dengan konsepsi itu.
Satu hal yang menjadi pembeda keberadaan umat
Hindu di negara kita yaitu tatanan ritual nya. Di dalam
ritual ini ada banyak upakara atau banten serta aktivitas
keagamaan. Sarana ritual ini yaitu ekspresi emosi, jiwa
sekaligus kreativitas manusia sehingga apa yang
dilahirkannya juga akan berbeda-beda. Perbedaan itu bukan
saja terlihat secara komunal namun juga individu.
Namun, ritual atau ritual atau acara itu hanyalah
bentuk terluar jika ingin mengupas saripati Hindu. Analogi
sederhana yang sering dipakai yaitu telur dengan tiga
lapisnya. Lapisan kulit yaitu ritual ; putih telurnya yaitu
ajaran etika atau susila; kuning telurnya yaitu inti dan sari
yang disebut tattwa. Ketiganya ini lalu dikonsepsikan menjadi
Tiga Kerangka Dasar. Untuk memahami Hindu, maka
memahami ketiga kerangka ini menjadi penting sebab acara-
______________________xiv
dan didayagunakan sepenuhnya untuk dharma (kebenaran).
Dengan ini, tujuan utama untuk bisa hidup bahagia di dunia
dan bahagia di akhirat akan terwujud. Inilah yang
dimaksudkan sebagai Moksartham Jagat Hita ya ca iti Dharma.
Dengan demikian, Hindu akan tampak seperti mozaik,
tidak monolitik. Jalinan perbedaan itu diikat menjadi satu
kesatuan melalui Panca Sraddha, yaitu lima keyakinan umat
Hindu terhadap Brahman (Tuhan), Atman, Karma Phala,
Punarbhawa dan Moksha. Kelima sraddha ini menyatukan umat
Hindu di seluruh dunia, sekaligus yang membedakannya
dengan umat lainnya.
Pertama, Hindu meyakini Tuhan yang satu namun
dengan nama dan wajah yang berbeda (sahasra namam dan
sahasra rupam). Tuhan itu personal God sekaligus impersonal
God, immanen dan transenden. Jadi, Tuhan diyakini tidak
hanya secara politheistik dan monotheistik, namun sekaligus
mempercayai Tuhan yang meresapi segalanya (pantheisme).
Dalam Weda disebutkan sebagai Ekam Sat Wiprah Bahuda
Wadanti (Tuhan itu satu namun orang bijaksana menyebutnya
dengan banyak nama). Mpu Tantular lalu menuliskannya ke
dalam Kakawin Sutasoma dengan Bhinneka Tunggal Ika, Tan
Hana Dharma Mangrwa (berbeda-beda namun tetap satu, tidak
ada kebenaran yang lain yang mendua). Many in one, one in
many.
Kedua, Hindu meyakini bahwa atma atau zat hidup
yang ada dalam setiap makhluk hidup bersumber dari Tuhan.
saat memasuki badan makhluk hidup, kesempurnaannya
dipengaruhi oleh Tri Guna, sehingga antara makhluk yang
______________________xv
satu dengan yang lain berbeda-beda. Ada yang tamas, rajas
maupun sattwam. Hal ini kemudian menjadikan filsafat
ketuhanan dalam Upanisad lalu menjadi etika sosial Tat Twam
Asi (Aku yaitu Kamu, Kamu yaitu Aku). Dari Tat Twam Asi
ini, Hindu mengejewantahkannya melalui Tri Hita Karana,
yaitu tiga hubungan yang selaras untuk menghasilkan
kebahagiaan baik secara horizontal dengan sesama manusia
dan lingkungan, serta vertikal dengan Tuhan. Dari konsep ini
pula melahirkan adagium Wasudewa Kutum Bakam (Kita semua
bersaudara; dunia ini rumah bersama yang dihuni satu
keluarga besar).
Ketiga, Hindu meyakini hukum karma phala. Setiap
perbuatan akan menghasilkan pahala, sekecil apa pun itu,
bahkan perbuatan sejak dalam pikiran dan niat. Pahala
perbuatan akan diterima saat berbuat atau sesudah nya yang
akan menjadi buah untuk kelahiran kembali. Kelahiran saat
ini juga yaitu buah perbuatan masa lalu (karma wasana).
sebab itu, Hindu mengajarkan untuk terus berkarma baik
(subhakarma) meningkatkan kualitas hidup. Keempat, Hindu
meyakini punarbhawa atau samsara (reinkarnasi) sebagai jalan
untuk memperbaiki diri. Lahir kembali ke dunia, apalagi
sebagai manusia yaitu kesempatan besar untuk memperbaiki
kualitas hidup, dan menghasilkan benih perbuatan yang akan
menentukan kehidupan kelak sesudah kematian. Dan Kelima,
Hindu meyakini Moksha sebagai tujuan akhir dan tertinggi
sebab membebaskan manusia dari kelahiran. Manusia lepas
dari keterikatannya.
dan didayagunakan sepenuhnya untuk dharma (kebenaran).
Dengan ini, tujuan utama untuk bisa hidup bahagia di dunia
dan bahagia di akhirat akan terwujud. Inilah yang
dimaksudkan sebagai Moksartham Jagat Hita ya ca iti Dharma.
Dengan demikian, Hindu akan tampak seperti mozaik,
tidak monolitik. Jalinan perbedaan itu diikat menjadi satu
kesatuan melalui Panca Sraddha, yaitu lima keyakinan umat
Hindu terhadap Brahman (Tuhan), Atman, Karma Phala,
Punarbhawa dan Moksha. Kelima sraddha ini menyatukan umat
Hindu di seluruh dunia, sekaligus yang membedakannya
dengan umat lainnya.
Pertama, Hindu meyakini Tuhan yang satu namun
dengan nama dan wajah yang berbeda (sahasra namam dan
sahasra rupam). Tuhan itu personal God sekaligus impersonal
God, immanen dan transenden. Jadi, Tuhan diyakini tidak
hanya secara politheistik dan monotheistik, namun sekaligus
mempercayai Tuhan yang meresapi segalanya (pantheisme).
Dalam Weda disebutkan sebagai Ekam Sat Wiprah Bahuda
Wadanti (Tuhan itu satu namun orang bijaksana menyebutnya
dengan banyak nama). Mpu Tantular lalu menuliskannya ke
dalam Kakawin Sutasoma dengan Bhinneka Tunggal Ika, Tan
Hana Dharma Mangrwa (berbeda-beda namun tetap satu, tidak
ada kebenaran yang lain yang mendua). Many in one, one in
many.
Kedua, Hindu meyakini bahwa atma atau zat hidup
yang ada dalam setiap makhluk hidup bersumber dari Tuhan.
saat memasuki badan makhluk hidup, kesempurnaannya
dipengaruhi oleh Tri Guna, sehingga antara makhluk yang
______________________xvi
Panca Sraddha dengan berbagai cara meyakininya, serta
tersedianya banyak jalan, serta konsepsi yang berjenjang,
memungkinkan umat Hindu memiliki ragam pilihan yang
dianggapnya terbaik, tanpa merendahkan jalan yang lain.
Ibarat makanan prasmanan, umat Hindu boleh memilih
makanan yang menurutnya enak dan bergizi, namun tidak
berkata-kata makanan lainnya kurang lezat. Tidak ada klaim
kebenaran di dalam Hindu, sebab seperti termaktub dalam
Bhagawadgita (IV.11): “Jalan mana pun yang ditempuh seseorang
kepada-Ku, Aku memberinya anugerah setimpal. Semua orang
mencari-Ku dengan berbagai jalan, wahai putera Partha (Arjuna)”.
Tidaklah mengherankan saat berbagai aliran,
mazhab dan kepercayaan yang datang ke negara kita , terutama
dari India, dapat hidup berdampingan dengan kelompok
Hindu yang sebelumnya sudah lama hidup di negara kita .
Sempat ada friksi, namun tidak lama dan tidak banyak.
Gesekan itu lebih banyak terjadi sebab ego serta di tingkat
bawah, bukan para pemimpinnya. Era reformasi makin
memberikan ruang lebar kepada umat Hindu untuk memilih
jalan terbaiknya, atau memperdalam agamanya baik dengan
menjadi penghayat kelompok spiritual maupun kelompok
tradisional.
Kedua istilah ini (spiritual dan tradisional) mungkin
terasa bias sebab masing-masing dapat dipertukarkan. Di
dalam kelompok tradisional juga dimaksudkan sebagai jalan
spiritual, sebaliknya, dalam kelompok spiritual juga masih
menggunakan beberapa cara tradisional. Cara paling moderat
untuk memahami ciri-ciri bentuk keduanya, sebab aspek
______________________xvii
sraddha tidak akan jauh berbeda. Misalnya, kelompok spiritual
lebih bersifat individual, menjadikan kitab suci sebagai
pegangan utama. Kelompok tradisional cenderung komunal,
ritual menjadi penting, tradisi dan budaya lokal sebagai
penuntun. Selebihnya sama.
Dari berbagai alasan seperti diuraikan di atas, maka
menyimak dengan serius hasil penelitian kedua kelompok
keagamaan ini, tidak banyak ditemukan resistensi baik secara
internal maupun eksternal. Kelompok spiritual lebih kuat
membangun hubungan keagamaan dengan spirit universal
ajaran Hindu, seperti cinta kasih (prema), pelayanan (sewaka),
atau meditasi dan yoga. Kelompok tradisional menempatkan
lokalitas sebagai cara untuk hidup berdampingan, seperti
ngayah (gotong royong), simakrama (menjalinan keakraban),
atau ngejot (saling membagi hantaran). Kedua kelompok tidak
saja melakukannya kepada sesama umat Hindu namun juga
umat lain. Misalnya, SAKKHI di Lampung, SSGI (Jakarta),
Sadhar Mapan (Klaten) dan Brahma Kumaris (Surabaya)
anggotanya berasal dari umat lain. Hal yang sama juga
ditemukan bagaimana umat Hindu di Cimahi, Denpasar,
Mataram dan Palangka Raya berinteraksi intim dengan umat
lainnya.
Hindu di negara kita , dari kelompok spiritual dan
kelompok tradisional sama-sama menjadikan kehidupan
sebagai lapangan untuk berkarma dan menjalankan dharmaning
agama (kewajiban sebagai umat beragama) dan dharmaning
negara (kewajiban sebagai warga negara). Pada pokoknya,
universalitas ajaran Hindu yang berangkat secara esoterik
Panca Sraddha dengan berbagai cara meyakininya, serta
tersedianya banyak jalan, serta konsepsi yang berjenjang,
memungkinkan umat Hindu memiliki ragam pilihan yang
dianggapnya terbaik, tanpa merendahkan jalan yang lain.
Ibarat makanan prasmanan, umat Hindu boleh memilih
makanan yang menurutnya enak dan bergizi, namun tidak
berkata-kata makanan lainnya kurang lezat. Tidak ada klaim
kebenaran di dalam Hindu, sebab seperti termaktub dalam
Bhagawadgita (IV.11): “Jalan mana pun yang ditempuh seseorang
kepada-Ku, Aku memberinya anugerah setimpal. Semua orang
mencari-Ku dengan berbagai jalan, wahai putera Partha (Arjuna)”.
Tidaklah mengherankan saat berbagai aliran,
mazhab dan kepercayaan yang datang ke negara kita , terutama
dari India, dapat hidup berdampingan dengan kelompok
Hindu yang sebelumnya sudah lama hidup di negara kita .
Sempat ada friksi, namun tidak lama dan tidak banyak.
Gesekan itu lebih banyak terjadi sebab ego serta di tingkat
bawah, bukan para pemimpinnya. Era reformasi makin
memberikan ruang lebar kepada umat Hindu untuk memilih
jalan terbaiknya, atau memperdalam agamanya baik dengan
menjadi penghayat kelompok spiritual maupun kelompok
tradisional.
Kedua istilah ini (spiritual dan tradisional) mungkin
terasa bias sebab masing-masing dapat dipertukarkan. Di
dalam kelompok tradisional juga dimaksudkan sebagai jalan
spiritual, sebaliknya, dalam kelompok spiritual juga masih
menggunakan beberapa cara tradisional. Cara paling moderat
untuk memahami ciri-ciri bentuk keduanya, sebab aspek
______________________xviii
(spiritual dan kemanusiaan) telah berpadu padan dengan
adab lokalitas (tradisi dan budaya), sehingga Tat Twam Asi, Tri
Hita Karana, Wasudewa Kutum Bakam, Bhinneka Tunggal Ika
bertumpu penuh di atas wadah fleksibelitasnya yang disangga
dengan desa-kala-patra dan banyaknya jalan dan jenjang (Catur
Marga, Catur Asrama, Catur Purusartha, dlsb) menuju keesaan
Tuhan. Ini semua demi dan untuk membangun kehidupan
keagamaan di negara kita yang harmonis, harapan yang
tercermin sepenuhnya melalui hasil penelitian ini [*]
Denpasar, 12 Juni 2017
______________________xix
(spiritual dan kemanusiaan) telah berpadu padan dengan
adab lokalitas (tradisi dan budaya), sehingga Tat Twam Asi, Tri
Hita Karana, Wasudewa Kutum Bakam, Bhinneka Tunggal Ika
bertumpu penuh di atas wadah fleksibelitasnya yang disangga
dengan desa-kala-patra dan banyaknya jalan dan jenjang (Catur
Marga, Catur Asrama, Catur Purusartha, dlsb) menuju keesaan
Tuhan. Ini semua demi dan untuk membangun kehidupan
keagamaan di negara kita yang harmonis, harapan yang
tercermin sepenuhnya melalui hasil penelitian ini [*]
Prolog ini akan dimulai dengan membaca ulang
sejarah masuknya Hindu di negara kita sebab dalam
perjalanan itulah keanekaan Hindu ikut dibawa serta dan
tumbuh berkembang sampai saat ini. Prolog ini juga akan
membicarakan Bali, selain sebab menjadi episentrum untuk
membaca Hindu di negara kita , juga didasarkan atas fakta
sejarah saat masa keemasan Hindu di Jawa berakhir manis
di pulau Bali. Jadi bukan menghidupkan Bali sentris, namun
semata untuk memudahkan kita memahami keberagaman dan
dinamika agama Hindu di negara kita . Bahkan Bali sendiri
telah menjadi melting pot berbagai aliran dan kelompok
keagamaan Hindu, baik yang terpaksa kita sebut “kelompok
tradisional” maupun “kelompok spiritual”.
berdasar data sejarah yang dihimpun sejarawan
negara kita , salah satunya Soekmono (1973) disebutkan
kedatangan agama Hindu ke negara kita sudah sejak abad
ketiga atau tahun 400 Masehi. Bukti paling valid menurut
Soekmono yaitu saat ditemukan tujuh prasasti berbentuk
yupa peninggalan kerajaan Kutei di Kalimantan Timur
(1973:35). Isi yupa yang ditemukan itu begitu menakjubkan
sebab memperlihatkan bagaimana perjalanan Hindu di
______________________xx
negara kita hingga mampu mendirikan kerajaan pertama di
negara kita , dan selanjutnya berkembang pesat di Pulau Jawa
(lihat lebih lanjut dalam ibid., hlm. 36-61).
Puncak keemasan perkembangan Hindu di negara kita
yaitu saat kerajaan Majapahit di Jawa Timur hampir
mengusai seluruh negara kita yang berdiri antara tahun 1293-
1309 (ibid., hlm 68). Masuknya agama Buddha ke negara kita
makin memperkokoh anasir asing, khususnya India di
negara kita . Agama Buddha sendiri berkembang dan hidup
sangat harmoni dengan Hindu saat wangsa Sanjaya dan
Sailendra berkuasa di Jawa Tengah pada pertengahan abad ke
Sembilan (ibid., hlm 42-46). Terminologi Siwa-Buddha lahir
dari hubungan dekat kedua agama ini pada masa itu. Artefak
paling mengagumkan yang pernah ada di negara kita , yaitu
Prambanan (Hindu) dan Borobudur (Buddha) juga berdiri saat
keduanya tumbuh dan berkembang di negara kita .
sesudah Majapahit mengalami masa akhir sekitar tahun
1429 hingga 1522, banyak kerajaan-kerajaan kecil yang berada
di bawah kekuasaannya kehilangan arah. Perang saudara dan
konflik panjang membawa Majapahit pada kehancuran. Pada
masa kritis itu, beberapa kerajaan Islam menghimpun diri
untuk menaklukkan Majapahit. Rakyat Majapahit yang
sebagian besar penganut Hindu lalu menyingkir ke wilayah
aman, salah satu daerah yang paling terkenal pegunungan
Tengger. Sebagian besar yang lainnya menuju Bali,
berkembang dan bertahan kuat seperti yang dikenal saat ini
(ibid., hlm. 79). Penduduk di beberapa wilayah negara kita yang
pernah mendapat pengaruh Hindu masih menjalankan tradisi
______________________xxi
itu, meskipun mungkin secara formal mereka tidak beragama
Hindu lagi.
Yang menarik yaitu perkembangan Hindu di
negara kita tidak dalam rangka melakukan ekspansi agama.
Penghayat agama-agama lokal, kebudayaan asli serta tradisi
leluhur nusantara yang telah ada tetap dipelihara, dirawat dan
dipermulia dengan ajaran Hindu. Masuknya Hindu tidak
untuk meng-agama-kan penganut agama lokal sebab selain
tidak menjadi karakteristiknya, agama-agama lokal itu
eksistensinya telah mengakar jauh sebelum Hindu ke
negara kita .
Warisan Hindu di negara kita dapat ditelusuri dari
berbagai peninggalan sejarah terutama saat kerajaan Hindu
berkuasa, bahkan saat negara kita masih mengalami masa
purba, saat huruf dan angka belum dikenal. Warisan sejarah
itu bisa tampak dari berbagai wujud, meskipun pada sistem
nilai dan sistem gagasan, Hindu juga memiliki pengaruh yang
sangat besar. Membaca kembali pikiran Koentjaraningrat
(2005) tentang kebudayaan, maka seluruh hasil karya manusia
yaitu salah satu wujud kebudayaan itu. Soekmono (op.cit.,
hlm 9) juga membedakan kebudayaan dalam dua wujud,
yaitu segi kebendaan dan segi kerohanian.
Merujuk pendapat dua ahli ini , maka warisan
Hindu di negara kita sangatlah besar. Secara kerohanian, masa-
masa perkembangan Hindu banyak dilalui dengan sistem
kepercayaan terhadap Tuhan melalui personafikasinya
sebagai Brahma, Wisnu dan Siwa. Pemujaan terhadap
ketiganya diteruskan sampai saat ini melalui terminologi Tri
______________________xxii
Murti. Namun secara khusus, Siwa mendapat perhatian yang
sangat besar, sehingga pada saat itu Siwaisme menjadi paham
yang dominan, selain Waisnawa yang menempatkan Wisnu
sebagai orientasi pemujaan. Paham lain yang juga
berkembang saat itu yaitu Cakta dan Tantra (ibid., hlm. 28-34).
Khusus untuk wujud kebudayaan dari kebendaannya
sangatlah banyak. Merangkum seluruh benda bersejarah itu
cukuplah berat sebab selain tidak terkompilasi dengan baik,
ada kemungkinan mengalami kehancuran dan kerusakan baik
sebab dimakan waktu, perubahan tempat maupun kelalaian
manusia, serta persebarannya yang sangat luas. Beberapa
catatan sejarah yang masih mampu dihimpun, meskipun juga
masih terbatas yaitu peninggalan benda sejarah dari
kerajaan-kerajaan Hindu.
Saat Hindu memudar di Jawa, Hindu justru
mengalami masa emasnya di Bali meskipun peradaban Bali
sebelum masuknya Hindu sudah mapan melalui keberadaan
penduduk asli yang disebut Bali Aga atau Bali Mula, yang
bahkan dianggap sudah menganut agama Hindu dengan
berbagai variannya (Budi Utama 2015: 2), perkembangan
agama Hindu juga merupakan hasil interaksi antarkerajaan
Bali dan Jawa (Agus Aris Munandar 2005: 125). Persilangan
pengaruh yang dialektis antara Bali dan Jawa menghasilkan
keunikan dan kekhasan yang seperti kita saksikan di Bali saat
ini.
Kesimpulan kecil dari data sejarah itu yaitu saat
masuk ke negara kita , berbagai aliran ikut dibawa dari India,
lalu berakulturasi dengan keyakinan dan peradaban lokal.
______________________xxiii
Beberapa di antaranya malah tumbuh menjadi entitas
tersendiri atau mengalami penyatuan baik dengan budaya
lokal maupun terutama saat masuknya agama Buddha di
negara kita . Sisa-sisa sejarah itu masih terus hidup sampai saat
ini. Tak sedikit yang berkata-kata bahwa Hindu di negara kita
beraliran besar Saiwa Siddhanta dan Waisanawa.
Selanjutnya, dalam perkembangan Hindu terutama di
awal abad 19 (lihat selengkapnya dalam Ide Anak Agung Gde
Agung, 1989; Tim Penyusun, 1986) hingga saat ini juga
mengalami berbagai dinamika, yang secara historis dapat
dibaca masa awal penjajahan, kemerdekaan, pasca
kemerdekaan hingga era reformasi awal tahun 2000an. Bali
bahkan pernah pula mengalami masa-masa kegelapan saat
konflik internal sempat melanda
Dinamika Bali juga tak bisa dilepaskan dari situasi sosial-
budaya, ekonomi dan politik yang berlangsung di negara kita .
Namun secara umum, Bali terutama oleh para ahli, khususnya
antropolog, digambarkan sebagai wilayah yang aman,
tenteram, dan stabil. Tumbuh subur, berkembang dan
bertahannya agama Hindu sampai saat ini tak dapat
dipungkiri mungkin sebab situasi seperti itu. Misalnya, kita
dapat menelusuri kemungkinan ini saat kedatangan
Belanda di awal abad 19, yang selain sebagai penjajah juga
sebetulnya punya maksud mempertahankan keaslian Bali.
Beberapa tulisan awal yang pernah terbit pada masa itu
dianggap ikut mendorong Bali menjadi terkenal sampai saat
ini.
______________________xxiv
“Bali yaitu Jawa Kuna yang terpelihara”, kata Thomas S.
Raffles dan Crawfurd (dalam Nordholt, 1996) saat mereka
berdua mencitrakan Bali yang dianggapnya sebagai kisah
tentang kondisi dan kebiasaan-kebiasaan penduduk Jawa
Hindu di masa lalu. Crawfurd menambahkan bahwa saat
berada di Bali, ide besar Jawa Kuno dapat kembali ditangkap
dengan jelas. menguatkan pendapat Raffles
dan Crawfurd saat dalam penelitiannya menemukan begitu
banyak unsur Jawa Kuna masih terserak di Bali. Van Hoevel,
seperti diceritakan kembali oleh Friedrich (1959) yang sangat
yakin dengan kesimpulannya bahwa Bali jika dalam situasi
yang sama yaitu Jawa pada permulaan abad 15. Lienfrinck
bahkan menyebut Bali sebagai “Republik Desa yang
terisolasi”. The Real Bali yaitu julukan yang ia berikan saat
menemukan otonomi komunitas tradisional seperti desa dan
subak Namun sesungguhnya juga,
pencitraan dari Lienfrinck, dan para peneliti Bali sebelumnya
yaitu pandangan yang saat itu lazim terlihat hingga abad
19 di mana antara Desa dan Negara yang sama sekali terpisah
yaitu ciri umum yang diberikan kolonialisme kepada
negara-negara di Asia.
sesudah melewati abad 19, citra Bali terus digemakan
melalui berbagai tulisan, misalnya Island of Bali oleh Miguel
Covarrubias (1937). Bali juga dikontruksi sebagai “mimpi
siang di musim panas”, pulau tanpa masalah dan penuh
harmoni. Antropolog Amerika, salah satunya Jean Belo
(1970a) juga menyimpulkan bahwa kemapanan sebuah
warga tradisional seperti Bali yaitu cerita tentang
______________________xxv
sebuah kemampuan hebat untuk menyelesaikan semua
persoalan, di mana gambaran setiap tindakan dan
pertentangan secara personalitas sepertinya disingkirkan.
juga berkata-kata bahwa salah satu
sifat kebudayaan dan warga Bali yaitu keadaannya
yang selalu dapat stabil, saat di mana kondisi alam pikiran
warga nya dapat dibentuk oleh keseimbangan tanpa
disusupi perubahan yang progresif, lalu dibangun secara
rapat dalam sebuah tata tertib secara ahistoris (lihat kembali
Dharmayuda, 1995:76, 77).
Citra agung tentang Bali di masa kini telah
mewariskan Bali untuk negara kita sebagai tujuan utama wisata
dunia. Ini yaitu periode yang menentukan arah
perkembangan Hindu yang lebih terbuka pada dunia luar,
sehingga masuk pula berbagai aliran atau mashab baru yang
belakangan datang dari India atau umat Hindu di Bali yang
belajar ke India, misalnya munculnya Sai Baba, Hare Krishna,
Brahma Kumaris, dlsb. Persebaran ini juga menjadi salah satu
komoditas pariwisata dengan munculnya banyak ashram atau
perguruan, studi intelektual, dlsb.
Meskipun data sejarah seperti di atas tampaknya
mudah dipetakan, tetap saja ada kesulitan mendasar untuk
memahami keberadaan berbagai kelompok keagamaan
Hindu, terlebih membuat kategorisasi sebagaimana yang
menjadi tema pokok buku ini. Beberapa hasil penelitian para
peneliti Puslitbang Pusat Penelitian dan Pengembangan
Bimbingan warga Agama dan Layanan Keagamaan
______________________xxvi
Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama yang
terangkum dalam buku ini tampaknya masih belum cukup
untuk menjelaskan mengapa di dalam Hindu ada
beragam kelompok, dan bagaimana kelompok-kelompok
keagamaan itu bisa hidup berdampingan harmonis di
negara kita , khususnya di Bali. Kelemahan minor hasil
penelitian dalam buku ini setidaknya dapat dimaklumi sebab
sejak lama para peneliti asing pun mengalami hal yang
serupa.
Stephen J. Lansing (2006) misalnya, sempat
berkata-kata kebingungannya saat meneliti Bali. Baginya
begitu banyak simbol bertebaran di sana-sini, yang masing-
masing di antara simbol itu tak mudah segera dipahami. Jauh
sebelumnya, Lansing (1983) juga menggambarkan bahwa di
Bali hampir semua hal berstruktur dan bertingkat-tingkat. Ini
dilihatnya dengan jelas pada bangunan pura di Bali.
Pengalaman yang sama juga ditunjukkan oleh Hildred Geertz
(1975) saat dengan berani mengatakan ada yang keliru dalam
memahami hubungan antarorang, terutama kekerabatan di
Bali. Misleading, begitu kesimpulannya dalam buku Kinship in
Bali.
Kegalauan para peneliti asing itu justru menguatkan
tesis para peneliti Puslitbang Pusat Penelitian dan
Pengembangan Bimbingan warga Agama dan Layanan
Keagamaan Badan Litbang dan Diklat yang tidak sampai
memasuki ruh keberagaman dalam agama Hindu. Namun
yang menggembirakan yaitu kompilasi ini kaya data,
______________________xxvii
beberapa di antaranya mungkin masih data mentah yang akan
berguna untuk memantik penelitian dan kajian berikutnya,
serta menstimulus dialektika untuk menghasilkan temuan
baru. Semoga [*]
Agama Hindu merupakan salah satu agama tertua
yang hingga kini masih dikenal oleh warga di dunia
selain agama dunia lainnya. Dalam perjalanannya
panjangnya, agama Hindu memiliki banyak kisah baik
kosmologi, kehidupan para rsi, mitologi, para raja kuno
hingga epos wiracarita. Agama Hindu mengalami banyak
sinkretisme yang dibentuk dari perpaduan antara berbagai
jenis kepercayaan dan budaya baik di India, maupun terutama
di negara kita .
Nama agama Hindu awalnya yaitu ‘Sanathana
Dharma’, yang artinya ‘kebenaran abadi’ (righteousness forever)
dari ‘yang tidak memiliki awal dan akhir’. Hindu itu tidak
berawal dan tidak berakhir atau anadi ananta. Dikisahkan,
orang-orang Persia yang pernah menyerang India pada abad 6
sebelum masehi, dianggap memberikan nama Hindu yang
berakar dari kata ‘Indus’. Beberapa ahli mengatakan kata ini
berasal dari satu kata Persia yang berarti ‘sungai rakyat’.
Anggapan ini ada benarnya, sebab pada saat itu, peradaban
Hindu hidup di lembah sungai Shindu. Dengan nama
‘Sanathana Dharma’, agama Hindu berkata-kata dirinya
kepada dunia bahwa kebenaran abadi akan ada untuk
selamanya, dan para Reshi (Knot, 1998: 5).
Secara teologis, agama Hindu tidak mengenal ‘satu
sistem kepercayaan tunggal apalagi mutlak yang disusun
______________________3
demi dan untuk menyeragamkan keyakinan’, namun Hindu
menjadikan dirinya sebagai rumah besar tumbuh suburnya
kemajemukan tradisi keagamaan di India.
Mahkamah Agung India pernah berkata-kata bahwa:
“Tidak seperti agama lainnya di dunia, agama Hindu
tidak mengklaim satu nabi saja, tidak memuja satu
dewa saja, tidak menganut satu konsep filosofis saja,
tidak mengikuti atau mengadakan satu ritus
keagamaan saja; faktanya, ciri-ciri agama Hindu itu
tidak seperti agama atau kepercayaan lain pada
umumnya. Tak lain dan tak bukan, agama Hindu itu
merupakan suatu jalan hidup”. (Klostermaier, 1994: 1;
Halbfass, 1991: 1-22)
Konsep ketuhanan dalam agama Hindu juga tidak
pernah seragam. Beberapa aliran besar yang bersifat monoteis,
dibiarkan mengagungkan Wisnu, Kresna, atau Siwa. Sementara
aliran lainnya yang bersifat monisme, yang memandang
bahwa para dewa sebagai manifestasi beragam dari Tuhan
Yang Maha Esa (ekam sat wiprah bahuda wadanti). Bahkan
Tuhan juga digambarkan dengan sahasra namam (seribu nama)
dan sahasra rupam (seribu wajah).
Beberapa aliran Hindu yang bersifat pantheistik,
sebagaimana disebutkan dalam kitab Bhagawadgita yang
meyakini bahwa Tuhan meresap ke seluruh alam semesta,
namun alam semesta bukanlah Tuhan. Beberapa filsafat
Hindu membuat postulat ontologi teistis (dalil ketuhanan)
tentang penciptaan dan peleburan alam semesta, meskipun
______________________4
beberapa umat Hindu memandang Hinduisme tak lebih dari
sebuah filsafat, bukan agama sebagaimana pengertian umum.1
Di samping itu, agama Hindu tidak mengenal satu
sistIm apalagi satu jalan yang diklaim untuk mencari
‘keselamatan’ (salvation), namun menggunkan sejumlah aliran
dan berbagai bentuk tradisi keagamaan. Sementara dalam
beberapa tradisi Hindu lainnya, juga mengandalkan ritus
tertentu sebagai hal yang sangat penting demi keselamatan.
Namun berbagai pandangan mengenai hal ini juga hadir
secara berdampingan, saling melengkapi.
Salah satu ciri pokok agama Hindu yaitu
kepercayaan terhadap reinkarnasi (samsara, punarbhawa atau
siklus lahir-mati) yang ditentukan oleh hukum karma. Dan
gagasan tentang ‘keselamatan’ yaitu kondisi saat individu
terbebas dari siklus lahir-mati yang terus berputar. Inilah yang
disebut Moksha, tujuan tertinggi setiap umat Hindu, namun
pada saat bersamaan juga menganjurkan untuk menemukan
kebahagiaan di dunia. Penggambaran tujuan ini
diinternalisisasikan melalui kalimat Mokshartam jagathita ya ca
iti dharma yang mengandung tuntunan agar umat Hindu
dapat menemukan kebahagiaan abadinya di dunia maupun
di akhirat dengan jalan dharma (kebenaran). berdasar hal-
hal seperti ini, agama Hindu dipandang sebagai agama yang
paling kompleks dari seluruh peradaban yang masih
bertahan hingga saat ini.
Namun demikian, selain beragam perbedaan yang
dapat teramati, sebenarnYa ada persamaan dalam
Hindu. Menurut tokoh spiritual Hindu Swami Wiwekananda,
1 Hasil diskusi dengan narasumber dari kalangan akademisi dan Direktorat
Jenderal Bimbingan warga Hindu, Jakarta, 25 Januari 2016.
______________________5
ada kesatuan fundamental dalam tubuh Hinduisme yang
mendasari berbagai perbedaan dalam bentuk-bentuk
pelaksanaannya. Pada umumnya, umat Hindu mengenal
berbagai nama dan gelar seperti Wisnu, Siwa,
Sakti, Hyang, Dewata, dan Batara.
Beberapa aliran memandang nama dan gelar ini
sebagai aneka manifestasi dari Yang Maha Esa atau Yang
Maha Kuasa, sehingga agama Hindu akhirnya dapat
dikatakan bersifat monisme. Agama Hindu juga dicirikan
dengan adanya kepercayaan akan makhluk ilahi atau
makhluk surgawi yang dipandang tidak setara dengan Yang
Maha Kuasa, sedang beberapa aliran juga memandangnya
sebagai manifestasi dari Yang Maha Kuasa.
Meskipun dalam Hindu meyakini Weda, namun
beberapa kelompok puritan, ingin mengembalikan ajaran
Weda seperti di masa lalu, sedang beberapa aliran yang
lain mengabaikannya. Di India, sekte Hindu
seperti Linggayata bahkan tidak mengikuti Weda, namun
masih memiliki kepercayaan akan Siwa. Sebaliknya,
sekte Ayyavazhi memiliki kitab suci tersendiri yang
disebut Akilattirattu Ammanai, namun masih meyakini Tuhan
yang sama dalam Hindu, contohnya Narayana dan Laksmi
yang memiliki sejumlah mitos yang mirip dengan mitologi
Hindu pada umumnya.
Dalam perkembangan selanjutnya, tradisi Hindu yang
mengagungkan Wisnu, Narayana atau Krishna
disebut Waisnawa, sementara yang memuja Siwa
disebut Saiwa (Saiwisme). Jika dilihat dari luar, dua aliran besar
ini, Waisnawa dan Saiwa, memiliki konsep tersendiri tentang
Tuhan yang diagungkan. Menurut Halbfass, meskipun aliran
Waisnawa dan Saiwa dipandang sebagai aliran keagamaan
______________________6
yang mandiri, sebenarnya ada kadar interaksi dan saling acu
antara para teoritikus dan pujangga dari masing-masing
tradisi. Hal ini mengindikasikan adanya rasa jati diri yang
lebih luas, koherensi dalam konteks yang sama, serta inklusi
dalam kerangka dan garis besar kepercayaan secara umum.
Aliran, jika harus terpaksa menyebutnya seperti itu,
dalam agama Hindu dapat digolongkan ke dalam beberapa
kelompok. Jika merunut pada sistem darsana atau kefilsafatan
Hindu yang dikenal dengan Nawa Darsana, maka hanya ada
dua yang popularitasnya masih bertahan saat ini, yaitu
Wedanta dan Yoga.
Saat ini, ada beberapa kelompok besar yang masih
bertahan, yaitu Waisnawa, Saiwa, Sakta, Saura (Surya) dan
Smarta. Aliran atau mazhab besar ini sebagaimana yang hidup
di India, juga dianut oleh umat Hindu yang ada di negara kita .
Dalam beberapa fase perkembangan agama Hindu di
negara kita , lalu memuncak pada masa reformasi, muncul
kelompok-kelompok spiritual yang membawa anasir baru,
terutama praktik penghayatan melalui ritual, doa, dan
pemahaman agama. Sebut saja yang terkenal Hare Krishna,
Sai Baba, dlsb. Sebelum masuknya kelompok-kelompok
spiritual seperti ini, di negara kita sudah lama juga berkembang
berbagai kelompok keagamaan yang dianggap berakar dari
tradisional, misalnya Siwa Siddhanta, Waisnawa, Bairawa,
Tantra, dlsb.
Dalam perkembangan selanjutnya, kelompok spiritual
dan kelompok tradisional pernah juga mengalami ketegangan.
Namun seiring berjalannya waktu, perjumpaan antara
kelompok spritual dan tradisional menjadi semakin baik,
meskipun letupan-letupan kecil masih sering ditemukan.
Memang munculnya kelompok spiritual awalnya
______________________7
menimbulkan reaksi negatif dari kelompok tradisional yang
umumnya sangat mengutamakan ritual dan tidak begitu
intens dengan membaca kitab suci. namun saat ini, hubungan
dua kelompok ini sudah mencair.
Untuk menggali informasi yang lebih mendalam
tentang keberadaan dari kedua kelompok ini , maka
dianggap penting untuk dilakukan penelitian lapangan
sebagai satu cara untuk membaca kembali bagaimana
keberadaan mereka dan apa dampak yang akan ditimbulkan
terhadap kehidupan keagamaan, khususnya di internal agama
Hindu maupun antar umat beragama di negara kita . Oleh
sebab itu, sesuai dengan tugas dan fungsinya, Pusat
Penelitian dan Pengembangan Kehidupan Keagamaan
berkepentingan untuk melakukan penelitian dengan fokus
studi pada kelompok spiritual dan kelompok tradisional
dalam Agama Hindu.
Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian
Keberadaan kelompok spiritual dan tradisional dalam
Hindu pernah mengalami dinamika. Ada pergulatan yang
cukup sering terjadi antara keduanya. Boleh jadi, dinamika
dalam pergulatan ini dapat berdampak terhadap kehidupan
keagaman baik intern maupun antarumat beragama di
negara kita .
Fenomena ini belum diungkap secara mendalam
melalui sebuah kajian, termasuk bagaimana kedua kelompok
ini berstrategi agar terus dapat hidup berdampingan dan
saling melengkapi, serta berkontribusi aktif dalam menjaga
harmonisasi kehidupan keagamaan. Untuk mengetahui secara
______________________8
mendalam masalah ini, pertanyaan kunci yang dirumuskan
dalam penelitian ini yaitu :
Bagaimana keberadaan kelompok spiritual dan tradisional
dalam agama Hindu saat ini?
Apa dampak keberadaan kelompok spiritual dan tradisional
dalam Agama Hindu terhadap kehidupan keagamaan?
berdasar rumusan masalah ini , penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan kembali secara lengkap
keberadaan kelompok spiritual dan tradisional dalam agama
Hindu serta mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh
keberadaan kedua kelompok terhadap kehidupan keagamaan
di negara kita . Hasil penelitian ini diharapkan dapat
dimanfaatkan oleh berbagai pihak terkait yang
berkepentingan, antara lain:
1. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama (Ditjen
Bimas Hindu, Pembimas, Penyuluh)
2. Majelis Agama (PHDI Pusat dan Daerah)
3. Lembaga Keagamaan (BPH, WHDI, Peradah)
4. Kelompok-kelompok spiritual dan tradisional.
5. Para akademisi dan pihak lain yang terkait
Metodologi Penelitian
Lokasi dan Waktu
Lokasi penelitian ini dilakukan di delapan daerah yang
dianggap mewakili penganut agama Hindu, baik dari
kelompok spiritual maupun tradisional. Penelitian kelompok
______________________9
spiritual dilakukan di Bandar Lampung, Lampung; Jakarta
Pusat, DKI Jakarta; Klaten, Jawa Tengah; dan Surabaya, Jawa
Timur. Penelitian kelompok tradisional dilakukan di Cimahi,
Jawa Barat; Denpasar, Bali; Mataram, Nusa Tenggara Barat;
dan Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Penelitian lapangan
dilakukan selama tiga bulan, dimulai dari Januari hingga
Maret 2016.
Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan pertimbangan bahwa data yang akan digali secara
naturalistik atau alamiah berasal dari para tokoh kelompok
agama Hindu baik spiritual maupun tradisional, maupun
informan lainnya, serta dalam bentuk studi kasus. Data yang
digali akan dipakai untuk mendalami, menjelaskan dan
mendeskripsikan tentang kelompok spiritual dan kelompok
tradisional dalam agama Hindu yang eksis di wilayah
penelitian, sistem pengorganisasian, jumlah penganutnya,
cara mereka mempertahankan eksistensinya, dinamikanya,
dan hubunganya dengan pemerintah dan warga
setempat dan dampak dari keberadaan kelompok-kelompok
ini .
Hasil penggalian data itu kemudian di-crosceck
sehingga didapatkan seperangkat pengetahuan tentang
keberadaan kelompok spiritual dan tradisional serta
dampaknya. Seluruh data yang diperoleh diklasifikasi dan
diinterpretasi sehingga didapatkan dekskripsi yang cukup
dan memudahkan penyusunan laporan.
______________________10
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan metode:
Wawancara, yaitu melakukan wawancara dengan
informan kunci yang dianggap memahami pokok persoalan,
seperti Pembimas dan penyelenggara Hindu Kementerian
Agama; Pandita/Pedanda, tokoh, pengurus majelis, organisasi
atau yayasan umat Hindu, pimpinan kelompok spiritual dan
tradisional, akademisi dan praktisi;
Observasi, yaitu melakukan pengamatan dengan
maksud menghimpun data tentang kegiatan obyek penelitian
baik secara terlibat maupun tidak terlibat. Dengan demikian,
peneliti dapat memahami dengan benar nuansa obyek
penelitian, serta menjaga keintiman dengan orang-orang yang
diamati;
Studi Dokumentasi, yaitu melakukan kajian terhadap
dokumen berupa tulisan, baik itu dokumen resmi, hasil
wawancara dan dokumen pribadi yang berkaitan dengan
aspek-aspek penelitian yang dihimpun sebagai sumber data
primer dalam bentuk catatan harian.
Melelui metode di atas, peneliti wajib membuat catatan
harian atau log book hasil wawancara dan observasi sebagai
bukti kegiatan penelitian lapangan. Data yang terkumpul
kemudian diolah, dan diinterpretasi sehingga dapat disajikan
secara deskriptif analitis dan komparatif. Analisis data
dilakukan secara deskriptif kualitatif, yaitu menginterpretasi
dan menganalisis hasil wawancara, dokumen, observasi
mendalam berdasar log booknya.
______________________11
Kajian Pustaka
Penjelasan Konsep
1. Kelompok
Kelompok dalam sosiologi diartikan sebagai
kumpulan orang secara fisik, misalnya, sekelompok orang
atau sejumlah orang yang mempunyai ciri-ciri tertentu
atau sejumlah orang yang memiliki pola interaksi yang
terorganisasi dan terjadi secara berulang-ulang atau setiap
kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan
keanggotaan dan saling berinteraksi kelompok diartikan sebagai sejumlah individu
yang berkomunikasi satu dengan yang lain dalam
jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu
banyak, sehingga tiap orang dapat berkomunikasi dengan
semua anggota secara langsung (lihat juga Robert Lawang,
1990).
sedang ahli sosiologi lainnya, Robert Merton
(1968) mengartikan kelompok sebagai sekelompok orang
yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang
telah mapan, sedang kolektiva merupakan orang yang
mempunyai rasa solidaritas sebab berbagai nilai bersama
dan yang telah memiliki rasa kewajiban moral untuk
menjalankan harapan peran.
Dari beberapa definisi ini dapat disimpulkan
bahwa kelompok yaitu sekumpulan orang yang
mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama
lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama
lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari
kelompok ini . Kelompok ini misalnya
______________________12
yaitu keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan
masalah, atau suatu komite yang tengah berapat
untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi
kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi.
sebab itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi
berlaku juga bagi komunikasi kelompok.
2. Teologi Hindu
Agama Hindu tidak mengenal satu sistem
kepercayaan yang tunggal, apalagi dengan maksud
menyeragamkan keyakinan. Hindu juga tidak mengenal
klaim sentral atas satu figur (nabi). Dalam filsafat
ketuhanannya, Hindu tidak memuja satu dewa, namun
meyakini Tuhan itu satu saja. Mereka tidak mengikuti atau
mengadakan satu ritus keagamaan saja, tidak mengenal
satu jalan absolut keselamatan (salvation) dan tidak
mengenal doktrin sentral atau kredo.
Oleh sebab itu, dalam agama Hindu peluang untuk
lahirnya berbagai kelompok-kelompok keagamaan dapat
melalui dua jalur utama, yaitu filsafat Ketuhanan praktik
keagamaan. Agama Hindu tidak hanya kaya akan konsep
ketuhanan namun juga kaya akan konsep filsafat atau
darsana yang identik dengan ‘visi kebenaran’ yang satu
dengan yang lainnnya saling terikat.
Filsafat Hindu memiliki karakter khusus yang
menonjol, yaitu kedalaman pembahasannya yang
mencerminkan bahwa filsafat itu telah dikembangkan
dengan sepenuh hati dalam mencari kebenaran. Apabila
kita ingin membuka karya lengkap mengenai Vedanta,
misalnya, kita akan menemukan pernyataan dari
______________________13
pandangan seluruh aliran filsafat seperti Carvaka,
Bauddha, Jaina, Saiikhya, Yoga, Mimamsa, Nyaya dan
Vaisesika, yang dibicarakan dan dipertimbangkan dengan
ketelitian penuh tanpa ada kesan menyalahkan satu
dengan yang lain. Demikian pula halnya karya agung
mengenai filsafat Buddha atau Jaina, juga membicarakan
pandangan filsafat lainnya.
Filsafat Hindu bukan hanya merupakan spekulasi
atau dugaan belaka, namun ia memiliki nilai yang amat
luhur, mulia, khas dan sistematis yang didasarkan oleh
pengalaman spiritual mistis dan spiritual. Filsafat ini
merupakan hasil kepekaan intuisi yang luar biasa. Sad
darsana atau enam sistem filsafat Hindu merupakan
sarana pengajaran yang benar atau enam cara pembuktian
kebenaran. Adapun bagian-bagian dari Sad Darsana
yaitu :
a. Nyaya, pendirinya yaitu Gotama dan penekanan
ajarannya ialah pada aspek logika.
b. Waisasika, pendirinya ialah Kanada dan penekanan
ajarannya pada pengetahuan yang dapat menuntun
seseorang untuk merealisasikan sang diri.
c. Samkhya, menurut tradisi pendirinya yaitu Kapita.
Penekanan ajarannya ialah tentang proses
perkembangan dan terjadinya alam semesta.
d. Yoga, pendirinya yaitu Patanjali dan penekanan
ajarannya yaitu pada pengendalian jasmani dan
pikiran untuk mencapai Samadhi.
e. Mimamsa (Purwa-Mimamsa), pendirinya ialah Jaimini
dengan penekanan ajarannya pada pelaksanaan ritual
dan susila menurut konsep weda.
______________________14
f. Wedanta (Uttara-Mimamsa), kata ini berarti akhir
Weda. Wedanta merupakan puncak dari filsafat
Hindu. Pendirinya ialah Sankara, Ramanuja, dan
Madhwa. Penekanan ajarannya yaitu pada hubungan
Atma dengan Brahma dan tentang kelepasan. Selain
itu ada beberapa filsafat yang tidak mengakui otoritas
Veda dan namun tetap mempercayai beberapa ajaran
yang ada dalam Veda yaitu Carvaka, Jaina dan
Buddha.
3. Kelompok Spiritual dan Kelompok Tradisional
Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan
kelompok yaitu kelompok spiritual dan kelompok
tradisional yang ada dalam agama Hindu. Kelompok
spiritual yaitu sekumpulan orang atau umat Hindu yang
mempelajari agama Hindu untuk mencari kesadaran akan
Tuhan dan kadangkala mencari anugerah dari para dewa
melalui mantra-mantra dan nanyian, cenderung berasal
dari anasir India, dan biasanya menganut hidup
vegetarian. sedang kelompok tradisonal yaitu
kelompok umat Hindu yang mendekatkan dirinya kepada
Tuhan dengan cara-cara lebih banyak melaksanakan ritual
keagamaan sehari-hari baik di rumah maupun pura yang
cenderung dilakukan secara komunal, kolektif.
Dalam banyak praktik keagamaan dan ritual, ada
satu ciri lain yang juga dilakukan oleh kedua kelompok,
yaitu mengucapkan mantra. Mantra yaitu seruan,
panggilan, atau doa yang membantu umat Hindu agar
dapat memusatkan pikiran kepada Tuhan atau dewa
tertentu, melalui kata-kata, suara, dan lantunan nyanyian.
______________________15
Pada kelompok spiritual, biasanya melakukan japa sebagai
praktik spiritual yang utama. Praktik spiritual Hindu lain
yang populer yaitu Yoga dan Bhajan. Yoga menjadi salah
satu ajaran Hindu yang gunanya melatih kesadaran demi
kedamaian, kesehatan, dan pandangan spiritual. Hal ini
dilakukan melalui seperangkat latihan dan pembentukan
posisi tubuh untuk mengendalikan raga dan pikiran.
sedang Bhajan merupakan praktik pelantunan lagu-
lagu pujian.
Kelompok tradisional dalam agama Hindu akan
lebih banyak melaksanakan ritual keagamaan sehari-hari
di rumah, atau di pura namun pelaksanaannya berbeda-
beda tergantung daerah, desa, dan kecenderungan umat
itu sendiri.Umat Hindu yang taat akan melaksanakan
ritual sehari-hari melalui Tri Sandhya, yaitu sembhayng
tiga kali dalam sehari (pagi-siang-sore); menyalakan dupa,
menghaturkan sesajen ke hadapan Tuhan melalui berbagai
manifestasinya, atau menyanyikan lagu-lagu pemujaan
(kidung dan kakawin).
Penelitian Terdahulu yang Relevan
Sebenarnya Puslibang Kehidupan Kagamaan telah
beberapa kali telah melakukan penelitian tentang agama
Hindu. Penelitian itu antara lain:
1. “Studi tentang Agama Hindu di Kecamatan Sausu
Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah” yang
dilakukan oleh Choirul Fuad Yusuf dan Zaenal Abidin.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
ada dua aliran sempalan yang tumbuh di daerah
ini , yaitu aliran Hare Krisna dan Sai Baba. Namun
______________________16
kedua aliran ini secara doktrinal tidak mengancam
keberadaan sistem ajaran Hindu di daerah ini dan
tidak meresahkan warga serta pola kehidupan
beragama warga Hindu di Sausu cenderung sama
dengan pola kehidupan beragama warga Hindu di
Bali. Hal ini sebab hampir seluruh pemeluk Hindu di
Sausu memiliki latar sejarah keturunan warga Bali.
2. “Aliran Sai Baba” yang dilakukan di Denpasar, Bali oleh
Mursyid Ali. Dari penelitian ini ditemukan bahwa
kelompok Sathya Sai Baba di Denpasar merupakan salah
satu cabang dari Sri Sathya Sai Centre (pusat) di Jakarta
yang mempunyai tujuan untuk mempelajari,
melaksanakan dan mengembangkan ajaran Sai Baba, dan
melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat kemanusiaan
non komersial.
3. “Ajaran Sampradaya Hare Krisna dalam Konteks Agama
Hindu di Dusun Gita Nagari Baru Kec. Menggala Timur
Kab. Tulang Bawang Propinsi Lampung” yang dilakukan
oleh Ahsanul Khalikin. Dari penelitian ini ditemukan
bahwa ajaran Sampradaya Hare Krisna mengusung
konsep ajaran Weda mulai diwahyukan, yaitu "Moksartham
Jagadhitaya ca iti Dharma", yang artinya bahwa agama
(dharma) bertujuan untuk mencapai kebahagiaan rohani
dan kesejahteraan hidup jasmani atau kebahagiaan secara
lahir dan bathin. Tujuan ini secara rinci disebutkan di
dalam Catur Purusa Artha, yaitu empat tujuan hidup
manusia, yakni Dharma, Artha, Kama dam Moksa.
Dari penelitian yang sudah dilakukan oleh Puslitbang
Kehidupan Keagamaan ini nampaknya masih sangat
minim sekali kajian tentang kelompok-kelompok keagamaan
dalam agama Hindu. Oleh sebab itu, penelitian yang
______________________17
dilakukan kali ini untuk mengembangkan lebih dalam kajian
terhadap kelompok-kelompok dalam agama Hindu secara
mendalam, serta menelusuri lebih dalam lagi tentang dampak
keberadaan kedua kelompok terhadap kehidupan keagamaan
di negara kita .
Provinsi Lampung lahir pada tanggal 18 Maret 1964
dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 31964
yang kemudian menjadi Undang-undang Nomor 14 tahun
1964. Sebelum itu Provinsi Lampung merupakan Karesidenan
yang tergabung dengan Provinsi Sumatera Selatan. Secara
administratif, Provinsi Lampung terdiri atas 14
kota/kabupaten.2
berdasar data kependudukan tahun 2014,
penduduk Provinsi Lampung telah mencapai 8.816.684 jiwa.
Adapun komposisi penduduk berdasar agama terdiri atas:
Islam (7.377.476 jiwa), Kristen (166.816 jiwa), Katolik (138.388
jiwa), Hindu (988.908 jiwa), Buddha (135.096 jiwa). sedang
rumah ibadah yang ada di Porvinsi Lampung masing-masing
terdiri atas: Masjid (10.550 Buah), Mushola (14.611), Gereja
Kristen (884), Gereja Katolik (298), Pura (1.041), Vihara (181).
(Data Kementerian Agama Provinsi Lampung Tahun 2014)
Dari data ini terlihat jelas bahwa Provinsi
Lampung merupakan salah satu provinsi di negara kita yang
begitu plural warga nya khususnya dalam hal keragaman
agama. Sebagai provinsi yang dihuni oleh penganut agama
yang beragam, kehidupan keagamaan intra dan antaragama
2 Lihat http://www.lampungprov.go.id. Diakses 8 Maret 2016.
______________________21
di wilayah Provinsi Lampung relatif berlangsung rukun
meskipun pernah terjadi peristiwa berdarah di Desa
Balinuraga, Kecamatan Waypanji, Kabupaten Lampung
Selatan. Namun demikian, sebagaimana dikemukakan oleh
Ketua Umum MUI Kabupaten Lampung Selatan, KH. Hamim
Fadhil, peristiwa ini bukanlah konflik agama antara
umat Islam dan Hindu, melainkan peristiwa konflik antar
desa yang kemudian terkesan difahami sebagai konflik
agama.3
Keberhasilan ini salah satunya disebab kan para
tokoh agama, tokoh warga , tokoh FKUB dan unsur
Forkominda di provinsi dan daerah Kota Kabupaten se-
Provinsi Lampung secara intensif bekerjasama dan bersinergi
dalam membangun dan merawat kerukunan umat beragama.
Modal utama dalam membangun dan menjaga kerukunan
yaitu senantiasa membangun kebersamaan antar pemimpin
agama dan berkomunikasi dengan warga untuk
menjaring informasi dari warga serta sering
mengundang para tokoh agama agama dalam rangka
menyosialisasikan program untuk menyebarkan spirit
kerukunan antar umat.4
Kehidupan agama yang harmonis di Provinsi
Lampung dihampir semua daerah memang sudah
berlangsung sejak lama. warga saling menghormati satu
sama lain keyakinan yang dipeluk oleh mereka. Pandangan ini
3 Lihat http://www.solopos.com, diakses 10 Maret 2016; Juga wawancara
dengan I Ketut Narya, Sekretaris PHDI Provinsi Lampung/Anggota FUKB Povinsi
Lampung, diakses 5 Maret 2016.
4 Wawancara dengan I Nyoman Sudiarsa, Pembimas Hindu Kanwil
Provinsi Lampung, tanggal 5 Mei 2015. Lihat juga
http://lampung.tribunnews.com/2015/11/26/fkbu-lampung-gelar-doa-bersama-lintas-
agama, diakses 10 Maret 2016).
______________________22
tidak hanya dikemukakan oleh para tokoh melainkan oleh
anggota warga .5 Konteks keakraban hubungan
antaragama ini misalnya tampak relasi antara umat
Hindu dan umat Islam serta lainnya pada saat pawai ogoh-ogoh
yang dilaksanakan oleh umat Hindu di Provinsi Lampung
khususnya di Kabupaten Lampung Tengah. Agenda
tahun Festival ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya
Nyepi ini dilaksanakan oleh umat Hindu Sedarma di
Kecamatan Seputihraman, Kabupaten Lampung Tengah.
Dalam perayaan ini , hadir Bupati Lampung Tengah, Dr.
Ir. H. Mustafa, utusan Gubernur Lampung, sejumlah unsur
Forkominda dan terutama warga dari berbagai latar
belakang agama dan suku. Bahkan dalam pidatonya, Bupati
Lampung Tengah menegaskan bahwa festival ini
merupakan kekayaan daerah Kabupaten Lampung yang harus
didukung oleh pemerintah.6
Sampradaya Kesadaran Krishna negara kita (SAKKHI)
dalam Lintasan Sejarah
Sebelum masuknya kelompok-kelompok spiritual, di
negara kita sudah berkembang sekte-sekte, di antaranya Siwa
Siddhanta, Waisnawa, Bairawa, dll. Dalam perkembangannya,
kelompok spiritual dan tradisional pernah mengalami
ketegangan. Seiring berjalannya waktu, muncul pula sebuah
kelompok spiritual di negara kita yakni Sampradaya Kesadaran
Krishna negara kita (SAKKHI) atau dikenal juga dengan
5 Wawancara dengan Arif Rahman, Yutet, Sopian, Andi, Ida Bagus, tanggal
5 Maret 2016.
6 Hasil observasi, tanggal 5 Maret 2016. Baca juga
http://www.jejamo.com/32-kontestan-ramaikan-festival-ogoh-ogoh-lampung-
tengah.html, diakses 10 Maret 2016.
______________________23
sebutan Hare Krishna, atau yang secara internasional dikenal
dengan nama ISKCON (International Society for Krishna
Consciousness/warga Kesadaran Krishna Internasional),
didirikan pada tahun 1966 oleh Sri Srimad A.C. Bhaktivedanta
Swami Prabhupada, biasa dikenal dengan nama Srila
Prabhupada. Perkumpulan ini melanjutkan sebuah tradisi
spiritual purba yang mengakar pada Bhagavad-Gita dan
kitab-kitab Veda. Tujuan ajaran ini yaitu untuk
membangkitkan kembali kesadaran Krishna, atau cinta kasih
rohani kepada Tuhan, yang saat ini sedang berada dalam
keadaan terpendam di hati setiap insan.7
Perjumpaan antara kelompok spritual dan tradisional
dalam perjalanannya menjadi semakin baik, meskipun
letupan-letupan kecil masih sering ditemukan. Munculnya
kelompok ini pada awalnya menimbulkan reaksi negatif dari
kelompok tradisional yang umumnya sangat mementingkan
ritual dan tidak mengenal kegiatan membaca kitab suci.
namun saat ini hubungan dua kelompok ini sudah
mencair, walaupun di beberapa tempat masih terjadi
ketegangan.
SAKKHI ini seiring waktu terus mengalami
perkembangan pesat. Kelompok spiritual ini dikenal luas
sebagai perkumpulan Hare Krishna sebab latihan utamanya
yakni pengucapan maha-mantra: Hare Krishna, Hare Krishna,
Krishna Krishna, Hare Hare, Hare Rama, Hare Rama, Rama Rama,
Hare Hare. Mantra ini berasal dari kitab Kalisantarana
Upanisad, salah satu bagian dari kitab-kitab Veda (Yajur
Veda). Hare Krishna tersebar luas ke seluruh dunia atas jasa
______________________24
Srila Prabhupada yang pada tahun 1965 meninggalkan India
menuju Amerika Serikat untuk menyampaikan ajaran ini ke
dunia Barat. Ajaran spiritual yang sangat ilmiah ini langsung
memikat banyak pemuda Amerika yang frustrasi dengan
kemapanan materialisme di Amerika Serikat.
Mereka menekuni ajaran ini di bawah bimbingan Srila
Prabhupada dan pada gilirannya mereka menyebarluaskan
ajaran ini ke seluruh pelosok dunia. Srila Prabhupada, sang
pendiri mengunjungi Jakarta pada 1973. Selama tahun 1980-
an, hanya ada dua pusat pengajaran di negara kita , satu di
Jakarta (Rawamangun) dan satu di Bali. Perkembangan pada
tahun-tahun ini tidak terlalu menggembirakan
disebab kan terjadi kekeliruan pemahaman umum terhadap
apa yang dijalani oleh para anggota sehingga mereka tidak
dapat melaksanakan praktik bhakti mereka secara terbuka.
Keadaan pemerintahan juga tidak terlalu kondusif sehingga
para anggota tidak melakukan kegiatan yang tampil di depan
publik. Namun, pasca reformasi politik pada tahun 1998
tepatnya pada tahun 2000 para anggota mengambil
kesempatan untuk menyanyikan Mahamantra Hare Krishna
di tengah khalayak umum di tempat-tempat umum, berbaur
dengan demonstrasi-demonstrasi politik yang terjadi
pada masa itu.8
Pada 1 Januari 2002, didirikan SAKKHI untuk
bertindak sebagai perantara antara pihak anggota
perkumpulan yang jumlahnya terus bertambah dengan
Dewan Hindu Dharma di negara kita (Parisada Hindu Dharma
negara kita ). Pada 2015, SAKKHI berubah menjadi sebuah
badan hukum dan terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik negara kita sebagai "Perkumpulan
8 Lihat http://www.iskconid.org/iskcon-in-negara kita , diakses 10 Maret 2016.
______________________25
International Society for Krishna Consciousness (ISKCON)".
Perkumpulan ISKCON ini yaitu Dewan Nasional untuk
ISKCON di negara kita . Dewan ini berperan untuk
mengatur dan melayani para anggota dan entitas lokal,
khususnya dengan menyediakan informasi dan sumber daya
dari dunia ISKCON global. Untuk melaksanakan kegiatan-
kegiatannya, penyembah ISKCON membentuk Unit Kegiatan
(temple/centre/nama-hatta) yang menjadi bagian dari
Perkumpulan, dan mereka mengadakan pertemuan sekali
setahun bersama Dewan Pengawas (7 penyembah dari
seluruh negara kita yang mengawasi aktivitas organisasi),
Dewan Pengurus (5 penyembah dan 7 departemen yang aktif
melayani para penyembah) dan perwakilan dari GBC
ISKCON.
Governing Body Commission atau GBC yaitu otoritas
manajerial tertinggi ISKCON, sebagaimana telah didirikan
oleh Srila Prabhupada pada 1970. Tanggungjawab utama GBC
yaitu menjaga, menyebarluaskan, dan melaksanakan
perintah-perintah Srila Prabhupada. His Holiness Kavicandra
Swami & His Holiness Ramai Swami yaitu GBC bersama
untuk negara kita .9
Asrama Prahlada: Titik Balik Berdirinya SAKKHI
Agama Hindu telah ada di Provinsi Lampung sejak
lam


