Spiritual Hindu 1

Tampilkan postingan dengan label Spiritual Hindu 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Spiritual Hindu 1. Tampilkan semua postingan

Spiritual Hindu 1





Bagi sebagian kalangan umat beragama yang lain, 

agama Hindu, khususnya di negara kita  akan dilihat berbeda-

beda. Bahkan Hindu di satu daerah coraknya juga bisa tampak 

berbeda. Hindu di Denpasar dengan Gianyar itu berbeda;

Hindu di Klaten dengan Solo juga bisa berbeda. Begitu juga 

dengan daerah lainnya di negara kita . Itu semua tidak salah, 

sama sekali tidak salah.  

Bagi yang belum memahami keberadaan ragam Hindu 

itu, mungkin akan melihatnya seperti parsial. Terlebih 

perbedaan itu ternyata tidak hanya di permukaan kulit, 

seperti ritual , busana, dan bentuk artifisial lainnya. Bahkan 

dalam aspek teologisnya juga bisa berbeda. Seorang Hindu 

dapat menjadikan Dewi Saraswati sebagai favoritnya, Hindu 

yang lainnya memuja Dewi Sri, Ganesha, Baruna, Wisnu, dlsb.  

Wajah Hindu yang beragam, sekali lagi, khususnya di 

negara kita  tak lepas dari perjalanannya ‘memuliakan’ agama 

dan budaya lokal yang lebih dulu tumbuh dan subur di jagat 

nusantara. Tidak ada ekspansi, juga tidak ada peng-agama-an 

untuk mereka yang sudah nyaman dengan kepercayaan yang 

terpelihara dari masa ke masa. Soal kemudian, aliran sejarah 

mempertemukan mereka dekat dengan Hindu, itu pun harus 

melalui kesepakatan bersama. Integrasi agama Kaharingan 

yang dianut warga  Dayak di Kalimantan Tengah dengan 

agama Hindu menjadi salah satu contoh. 

______________________xii

Napak tilas perjalanan Hindu yang menurut data 

sejarah diawali dari Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur, lalu 

berakhir di Bali, seolah menegaskan agama ini seperti aliran 

air yang mengikuti warna-warni daerah yang dilaluinya, 

tanpa mengubah sedikit pun substansi airnya. Maka 

tampaklah wajah Hindu Lampung yang berbeda dengan 

Hindu Jawa, Hindu Bali, Hindu Lombok, dan Hindu-Hindu 

lainnya seantero nusantara. Dalam terminologi Bali, fakta ini 

disebut sebagai pengejewantahan konsep desa (tempat), kala 

(waktu), dan patra (keadaan). Bagaimana mereka beradaptasi, 

tumbuh dan berkembang bersama dengan agama lain dan 

budaya lokal akan selalu menyesuaikan dengan konsepsi itu.  

Satu hal yang menjadi pembeda keberadaan umat 

Hindu di negara kita  yaitu  tatanan ritual nya. Di dalam 

ritual  ini ada  banyak upakara atau banten serta aktivitas 

keagamaan. Sarana ritual  ini yaitu  ekspresi emosi, jiwa 

sekaligus kreativitas manusia sehingga apa yang 

dilahirkannya juga akan berbeda-beda. Perbedaan itu bukan 

saja terlihat secara komunal namun  juga individu.  

Namun, ritual  atau ritual atau acara itu hanyalah 

bentuk terluar jika ingin mengupas saripati Hindu. Analogi 

sederhana yang sering dipakai  yaitu  telur dengan tiga 

lapisnya. Lapisan kulit yaitu  ritual ; putih telurnya yaitu  

ajaran etika atau susila; kuning telurnya yaitu  inti dan sari 

yang disebut tattwa. Ketiganya ini lalu dikonsepsikan menjadi 

Tiga Kerangka Dasar. Untuk memahami Hindu, maka 

memahami ketiga kerangka ini menjadi penting sebab  acara-

______________________xiii

susila-tattwa yaitu  sebuah tatantan holistik, saling 

melengkapi dan tidak terpisahkan.   

Memahami Tiga Kerangka Dasar itu juga harus 

berjenjang, dari yang konkrit menuju yang abstrak, dari acara 

yang tampak nyata, lalu susila (tingkah laku) untuk menuju 

tattwa, ajaran filosofis. Untuk maksud ini, Hindu memberikan 

konsep Catur Marga, yaitu empat jalan (marga) untuk 

mencapai kebenaran abadi dan kesempurnaan Tuhan dengan 

menyesuaikan kemampuan setiap umat Hindu. Ada yang 

melalui bhakti marga, karma marga, jnana marga, bahkan 

dibolehkan melalui raja marga. Keempat marga ini pun bukan 

terpisah-pisah sebab  bisa terjadi klaim, namun  lebih pada 

orientasi pencarian Tuhan. Jika dilakukan dengan totalitas, 

penuh keihklasan, masing-masing marga akan menemukan 

tujuan tertingginya. Jadi tersedia pilihan jalan yang beragam 

untuk menemukan tujuan yang sama.  

Dalam pencarian tujuan itu, selain Catur Marga, juga 

‘disediakan’ tingkatan hidup berjenjang melalui Catur 

Asrama, yaitu brahmacari (masa belajar); grahasta (hidup 

berumah tangga); wanaprastha (mulai menjauhkan bahkan 

mengasingkan diri dari keduaniawian) dan sanyasin atau 

bhiksuka (totalitas jalan rohani). Tujuannya yaitu  agar tatanan 

hidup menjadi lebih terarah dalam meraih cita-cita yang 

dikonsepsikan ke dalam Catur Purusartha yang terdiri dari 

dharma, artha, kama dan moksa. Tampaknya, dharma menjadi 

landasan utama untuk meraih harta, materi (artha) dan 

memenuhi keinginan (kama) dengan moksha sebagai tujuan 

akhir. Pendeknya, semua tujuan hidup diraih melalui dharma 

Napak tilas perjalanan Hindu yang menurut data 

sejarah diawali dari Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur, lalu 

berakhir di Bali, seolah menegaskan agama ini seperti aliran 

air yang mengikuti warna-warni daerah yang dilaluinya, 

tanpa mengubah sedikit pun substansi airnya. Maka 

tampaklah wajah Hindu Lampung yang berbeda dengan 

Hindu Jawa, Hindu Bali, Hindu Lombok, dan Hindu-Hindu 

lainnya seantero nusantara. Dalam terminologi Bali, fakta ini 

disebut sebagai pengejewantahan konsep desa (tempat), kala 

(waktu), dan patra (keadaan). Bagaimana mereka beradaptasi, 

tumbuh dan berkembang bersama dengan agama lain dan 

budaya lokal akan selalu menyesuaikan dengan konsepsi itu.  

Satu hal yang menjadi pembeda keberadaan umat 

Hindu di negara kita  yaitu  tatanan ritual nya. Di dalam 

ritual  ini ada  banyak upakara atau banten serta aktivitas 

keagamaan. Sarana ritual  ini yaitu  ekspresi emosi, jiwa 

sekaligus kreativitas manusia sehingga apa yang 

dilahirkannya juga akan berbeda-beda. Perbedaan itu bukan 

saja terlihat secara komunal namun  juga individu.  

Namun, ritual  atau ritual atau acara itu hanyalah 

bentuk terluar jika ingin mengupas saripati Hindu. Analogi 

sederhana yang sering dipakai  yaitu  telur dengan tiga 

lapisnya. Lapisan kulit yaitu  ritual ; putih telurnya yaitu  

ajaran etika atau susila; kuning telurnya yaitu  inti dan sari 

yang disebut tattwa. Ketiganya ini lalu dikonsepsikan menjadi 

Tiga Kerangka Dasar. Untuk memahami Hindu, maka 

memahami ketiga kerangka ini menjadi penting sebab  acara-

______________________xiv

dan didayagunakan sepenuhnya untuk dharma (kebenaran). 

Dengan ini, tujuan utama untuk bisa hidup bahagia di dunia 

dan bahagia di akhirat akan terwujud. Inilah yang 

dimaksudkan sebagai Moksartham Jagat Hita ya ca iti Dharma. 

Dengan demikian, Hindu akan tampak seperti mozaik, 

tidak monolitik. Jalinan perbedaan itu diikat menjadi satu 

kesatuan melalui Panca Sraddha, yaitu lima keyakinan umat 

Hindu terhadap Brahman (Tuhan), Atman, Karma Phala, 

Punarbhawa dan Moksha. Kelima sraddha ini menyatukan umat 

Hindu di seluruh dunia, sekaligus yang membedakannya 

dengan umat lainnya.  

Pertama, Hindu meyakini Tuhan yang satu namun  

dengan nama dan wajah yang berbeda (sahasra namam dan 

sahasra rupam). Tuhan itu personal God sekaligus impersonal 

God, immanen dan transenden. Jadi, Tuhan diyakini tidak 

hanya secara politheistik dan monotheistik, namun  sekaligus 

mempercayai Tuhan yang meresapi segalanya (pantheisme). 

Dalam Weda disebutkan sebagai Ekam Sat Wiprah Bahuda 

Wadanti (Tuhan itu satu namun  orang bijaksana menyebutnya 

dengan banyak nama). Mpu Tantular lalu menuliskannya ke 

dalam Kakawin Sutasoma dengan Bhinneka Tunggal Ika, Tan 

Hana Dharma Mangrwa (berbeda-beda namun  tetap satu, tidak 

ada kebenaran yang lain yang mendua). Many in one, one in 

many. 

Kedua, Hindu meyakini bahwa atma atau zat hidup 

yang ada dalam setiap makhluk hidup bersumber dari Tuhan. 

saat  memasuki badan makhluk hidup, kesempurnaannya 

dipengaruhi oleh Tri Guna, sehingga antara makhluk yang 

______________________xv

satu dengan yang lain berbeda-beda. Ada yang tamas, rajas 

maupun sattwam. Hal ini kemudian menjadikan filsafat 

ketuhanan dalam Upanisad lalu menjadi etika sosial Tat Twam 

Asi (Aku yaitu  Kamu, Kamu yaitu  Aku). Dari Tat Twam Asi 

ini, Hindu mengejewantahkannya melalui Tri Hita Karana, 

yaitu tiga hubungan yang selaras untuk menghasilkan 

kebahagiaan baik secara horizontal dengan sesama manusia 

dan lingkungan, serta vertikal dengan Tuhan. Dari konsep ini 

pula melahirkan adagium Wasudewa Kutum Bakam (Kita semua 

bersaudara; dunia ini rumah bersama yang dihuni satu 

keluarga besar). 

Ketiga, Hindu meyakini hukum karma phala. Setiap 

perbuatan akan menghasilkan pahala, sekecil apa pun itu, 

bahkan perbuatan sejak dalam pikiran dan niat. Pahala 

perbuatan akan diterima saat berbuat atau sesudah nya yang 

akan menjadi buah untuk kelahiran kembali. Kelahiran saat 

ini juga yaitu  buah perbuatan masa lalu (karma wasana). 

sebab  itu, Hindu mengajarkan untuk terus berkarma  baik 

(subhakarma) meningkatkan kualitas hidup. Keempat, Hindu 

meyakini punarbhawa atau samsara (reinkarnasi) sebagai jalan 

untuk memperbaiki diri. Lahir kembali ke dunia, apalagi 

sebagai manusia yaitu  kesempatan besar untuk memperbaiki 

kualitas hidup, dan menghasilkan benih perbuatan yang akan 

menentukan kehidupan kelak sesudah  kematian. Dan Kelima, 

Hindu meyakini Moksha sebagai tujuan akhir dan tertinggi 

sebab  membebaskan manusia dari kelahiran. Manusia lepas 

dari keterikatannya.   

dan didayagunakan sepenuhnya untuk dharma (kebenaran). 

Dengan ini, tujuan utama untuk bisa hidup bahagia di dunia 

dan bahagia di akhirat akan terwujud. Inilah yang 

dimaksudkan sebagai Moksartham Jagat Hita ya ca iti Dharma. 

Dengan demikian, Hindu akan tampak seperti mozaik, 

tidak monolitik. Jalinan perbedaan itu diikat menjadi satu 

kesatuan melalui Panca Sraddha, yaitu lima keyakinan umat 

Hindu terhadap Brahman (Tuhan), Atman, Karma Phala, 

Punarbhawa dan Moksha. Kelima sraddha ini menyatukan umat 

Hindu di seluruh dunia, sekaligus yang membedakannya 

dengan umat lainnya.  

Pertama, Hindu meyakini Tuhan yang satu namun  

dengan nama dan wajah yang berbeda (sahasra namam dan 

sahasra rupam). Tuhan itu personal God sekaligus impersonal 

God, immanen dan transenden. Jadi, Tuhan diyakini tidak 

hanya secara politheistik dan monotheistik, namun  sekaligus 

mempercayai Tuhan yang meresapi segalanya (pantheisme). 

Dalam Weda disebutkan sebagai Ekam Sat Wiprah Bahuda 

Wadanti (Tuhan itu satu namun  orang bijaksana menyebutnya 

dengan banyak nama). Mpu Tantular lalu menuliskannya ke 

dalam Kakawin Sutasoma dengan Bhinneka Tunggal Ika, Tan 

Hana Dharma Mangrwa (berbeda-beda namun  tetap satu, tidak 

ada kebenaran yang lain yang mendua). Many in one, one in 

many. 

Kedua, Hindu meyakini bahwa atma atau zat hidup 

yang ada dalam setiap makhluk hidup bersumber dari Tuhan. 

saat  memasuki badan makhluk hidup, kesempurnaannya 

dipengaruhi oleh Tri Guna, sehingga antara makhluk yang 

______________________xvi

Panca Sraddha dengan berbagai cara meyakininya, serta 

tersedianya banyak jalan, serta konsepsi yang berjenjang, 

memungkinkan umat Hindu memiliki ragam pilihan yang 

dianggapnya terbaik, tanpa merendahkan jalan yang lain. 

Ibarat makanan prasmanan, umat Hindu boleh memilih 

makanan yang menurutnya enak dan bergizi, namun tidak 

berkata-kata  makanan lainnya kurang lezat. Tidak ada klaim 

kebenaran di dalam Hindu, sebab  seperti termaktub dalam 

Bhagawadgita (IV.11): “Jalan mana pun yang ditempuh seseorang 

kepada-Ku, Aku memberinya anugerah setimpal. Semua orang 

mencari-Ku dengan berbagai jalan, wahai putera Partha (Arjuna)”.  

Tidaklah mengherankan saat  berbagai aliran, 

mazhab dan kepercayaan yang datang ke negara kita , terutama 

dari India, dapat hidup berdampingan dengan kelompok 

Hindu yang sebelumnya sudah lama hidup di negara kita . 

Sempat ada friksi, namun  tidak lama dan tidak banyak. 

Gesekan itu lebih banyak terjadi sebab  ego serta di tingkat 

bawah, bukan para pemimpinnya. Era reformasi makin 

memberikan ruang lebar kepada umat Hindu untuk memilih 

jalan terbaiknya, atau memperdalam agamanya baik dengan 

menjadi penghayat kelompok spiritual maupun kelompok 

tradisional.  

Kedua istilah ini (spiritual dan tradisional) mungkin 

terasa bias sebab  masing-masing dapat dipertukarkan. Di 

dalam kelompok tradisional juga dimaksudkan sebagai jalan 

spiritual, sebaliknya, dalam kelompok spiritual juga masih 

menggunakan beberapa cara tradisional. Cara paling moderat 

untuk memahami ciri-ciri bentuk keduanya, sebab  aspek 

______________________xvii

sraddha tidak akan jauh berbeda. Misalnya, kelompok spiritual 

lebih bersifat individual, menjadikan kitab suci sebagai 

pegangan utama. Kelompok tradisional cenderung komunal, 

ritual  menjadi penting, tradisi dan budaya lokal sebagai 

penuntun. Selebihnya sama. 

Dari berbagai alasan seperti diuraikan di atas, maka 

menyimak dengan serius hasil penelitian kedua kelompok 

keagamaan ini, tidak banyak ditemukan resistensi baik secara 

internal maupun eksternal. Kelompok spiritual lebih kuat 

membangun hubungan keagamaan dengan spirit universal 

ajaran Hindu, seperti cinta kasih (prema), pelayanan (sewaka), 

atau meditasi dan yoga. Kelompok tradisional menempatkan 

lokalitas sebagai cara untuk hidup berdampingan, seperti 

ngayah (gotong royong), simakrama (menjalinan keakraban), 

atau ngejot (saling membagi hantaran). Kedua kelompok tidak 

saja melakukannya kepada sesama umat Hindu namun  juga 

umat lain. Misalnya, SAKKHI di Lampung, SSGI (Jakarta), 

Sadhar Mapan (Klaten) dan Brahma Kumaris (Surabaya) 

anggotanya berasal dari umat lain. Hal yang sama juga 

ditemukan bagaimana umat Hindu di Cimahi, Denpasar, 

Mataram dan Palangka Raya berinteraksi intim dengan umat 

lainnya.  

Hindu di negara kita , dari kelompok spiritual dan 

kelompok tradisional sama-sama menjadikan kehidupan 

sebagai lapangan untuk berkarma dan menjalankan dharmaning 

agama (kewajiban sebagai umat beragama) dan dharmaning 

negara (kewajiban sebagai warga negara). Pada pokoknya, 

universalitas ajaran Hindu yang berangkat secara esoterik 

Panca Sraddha dengan berbagai cara meyakininya, serta 

tersedianya banyak jalan, serta konsepsi yang berjenjang, 

memungkinkan umat Hindu memiliki ragam pilihan yang 

dianggapnya terbaik, tanpa merendahkan jalan yang lain. 

Ibarat makanan prasmanan, umat Hindu boleh memilih 

makanan yang menurutnya enak dan bergizi, namun tidak 

berkata-kata  makanan lainnya kurang lezat. Tidak ada klaim 

kebenaran di dalam Hindu, sebab  seperti termaktub dalam 

Bhagawadgita (IV.11): “Jalan mana pun yang ditempuh seseorang 

kepada-Ku, Aku memberinya anugerah setimpal. Semua orang 

mencari-Ku dengan berbagai jalan, wahai putera Partha (Arjuna)”.  

Tidaklah mengherankan saat  berbagai aliran, 

mazhab dan kepercayaan yang datang ke negara kita , terutama 

dari India, dapat hidup berdampingan dengan kelompok 

Hindu yang sebelumnya sudah lama hidup di negara kita . 

Sempat ada friksi, namun  tidak lama dan tidak banyak. 

Gesekan itu lebih banyak terjadi sebab  ego serta di tingkat 

bawah, bukan para pemimpinnya. Era reformasi makin 

memberikan ruang lebar kepada umat Hindu untuk memilih 

jalan terbaiknya, atau memperdalam agamanya baik dengan 

menjadi penghayat kelompok spiritual maupun kelompok 

tradisional.  

Kedua istilah ini (spiritual dan tradisional) mungkin 

terasa bias sebab  masing-masing dapat dipertukarkan. Di 

dalam kelompok tradisional juga dimaksudkan sebagai jalan 

spiritual, sebaliknya, dalam kelompok spiritual juga masih 

menggunakan beberapa cara tradisional. Cara paling moderat 

untuk memahami ciri-ciri bentuk keduanya, sebab  aspek 

______________________xviii

(spiritual dan kemanusiaan) telah berpadu padan dengan 

adab lokalitas (tradisi dan budaya), sehingga Tat Twam Asi, Tri 

Hita Karana, Wasudewa Kutum Bakam, Bhinneka Tunggal Ika 

bertumpu penuh di atas wadah fleksibelitasnya yang disangga 

dengan desa-kala-patra dan banyaknya jalan dan jenjang (Catur 

Marga, Catur Asrama, Catur Purusartha, dlsb) menuju keesaan 

Tuhan. Ini semua demi dan untuk membangun kehidupan 

keagamaan di negara kita  yang harmonis, harapan yang 

tercermin sepenuhnya melalui hasil penelitian ini [*] 

 

Denpasar, 12 Juni 2017 

 

  

______________________xix

(spiritual dan kemanusiaan) telah berpadu padan dengan 

adab lokalitas (tradisi dan budaya), sehingga Tat Twam Asi, Tri 

Hita Karana, Wasudewa Kutum Bakam, Bhinneka Tunggal Ika 

bertumpu penuh di atas wadah fleksibelitasnya yang disangga 

dengan desa-kala-patra dan banyaknya jalan dan jenjang (Catur 

Marga, Catur Asrama, Catur Purusartha, dlsb) menuju keesaan 

Tuhan. Ini semua demi dan untuk membangun kehidupan 

keagamaan di negara kita  yang harmonis, harapan yang 

tercermin sepenuhnya melalui hasil penelitian ini [*] 

 


Prolog ini akan dimulai dengan membaca ulang 

sejarah masuknya Hindu di negara kita  sebab  dalam 

perjalanan itulah keanekaan Hindu ikut dibawa serta dan 

tumbuh berkembang sampai saat ini. Prolog ini juga akan 

membicarakan Bali, selain sebab  menjadi episentrum untuk 

membaca Hindu di negara kita , juga didasarkan atas fakta 

sejarah saat  masa keemasan Hindu di Jawa berakhir manis 

di pulau Bali. Jadi bukan menghidupkan Bali sentris, namun  

semata untuk memudahkan kita memahami keberagaman dan 

dinamika agama Hindu di negara kita . Bahkan Bali sendiri 

telah menjadi melting pot berbagai aliran dan kelompok 

keagamaan Hindu, baik yang terpaksa kita sebut “kelompok 

tradisional” maupun “kelompok spiritual”.  

berdasar  data sejarah yang dihimpun sejarawan 

negara kita , salah satunya Soekmono (1973) disebutkan 

kedatangan agama Hindu ke negara kita  sudah sejak abad 

ketiga atau tahun 400 Masehi. Bukti paling valid menurut 

Soekmono yaitu  saat  ditemukan tujuh prasasti berbentuk 

yupa peninggalan kerajaan Kutei di Kalimantan Timur 

(1973:35). Isi yupa yang ditemukan itu begitu menakjubkan 

sebab  memperlihatkan bagaimana perjalanan Hindu di 

______________________xx

negara kita  hingga mampu mendirikan kerajaan pertama di 

negara kita , dan selanjutnya berkembang pesat di Pulau Jawa 

(lihat lebih lanjut dalam ibid., hlm. 36-61). 

Puncak keemasan perkembangan Hindu di negara kita  

yaitu  saat  kerajaan Majapahit di Jawa Timur hampir 

mengusai seluruh negara kita  yang berdiri antara tahun 1293-

1309 (ibid., hlm 68). Masuknya agama Buddha ke negara kita  

makin memperkokoh anasir asing, khususnya India di 

negara kita . Agama Buddha sendiri berkembang dan hidup 

sangat harmoni dengan Hindu saat  wangsa Sanjaya dan 

Sailendra berkuasa di Jawa Tengah pada pertengahan abad ke 

Sembilan (ibid., hlm 42-46). Terminologi Siwa-Buddha lahir 

dari hubungan dekat kedua agama ini pada masa itu. Artefak 

paling mengagumkan yang pernah ada di negara kita , yaitu 

Prambanan (Hindu) dan Borobudur (Buddha) juga berdiri saat 

keduanya tumbuh dan berkembang di negara kita . 

sesudah  Majapahit mengalami masa akhir sekitar tahun 

1429 hingga 1522, banyak kerajaan-kerajaan kecil yang berada 

di bawah kekuasaannya kehilangan arah. Perang saudara dan 

konflik panjang membawa Majapahit pada kehancuran. Pada 

masa kritis itu, beberapa kerajaan Islam menghimpun diri 

untuk menaklukkan Majapahit. Rakyat Majapahit yang 

sebagian besar penganut Hindu lalu menyingkir ke wilayah 

aman, salah satu daerah yang paling terkenal pegunungan 

Tengger. Sebagian besar yang lainnya menuju Bali, 

berkembang dan bertahan kuat seperti yang dikenal saat ini 

(ibid., hlm. 79). Penduduk di beberapa wilayah negara kita  yang 

pernah mendapat pengaruh Hindu masih menjalankan tradisi 

______________________xxi

itu, meskipun mungkin secara formal mereka tidak beragama 

Hindu lagi.   

Yang menarik yaitu  perkembangan Hindu di 

negara kita  tidak dalam rangka melakukan ekspansi agama. 

Penghayat agama-agama lokal, kebudayaan asli serta tradisi 

leluhur nusantara yang telah ada tetap dipelihara, dirawat dan 

dipermulia dengan ajaran Hindu. Masuknya Hindu tidak 

untuk meng-agama-kan penganut agama lokal sebab  selain 

tidak menjadi karakteristiknya, agama-agama lokal itu 

eksistensinya telah mengakar jauh sebelum Hindu ke 

negara kita .  

Warisan Hindu di negara kita  dapat ditelusuri dari 

berbagai peninggalan sejarah terutama saat  kerajaan Hindu 

berkuasa, bahkan saat  negara kita  masih mengalami masa 

purba, saat huruf dan angka belum dikenal. Warisan sejarah 

itu bisa tampak dari berbagai wujud, meskipun pada sistem 

nilai dan sistem gagasan, Hindu juga memiliki pengaruh yang 

sangat besar. Membaca kembali pikiran Koentjaraningrat 

(2005) tentang kebudayaan, maka seluruh hasil karya manusia 

yaitu  salah satu wujud kebudayaan itu. Soekmono (op.cit., 

hlm 9) juga membedakan kebudayaan dalam dua wujud, 

yaitu segi kebendaan dan segi kerohanian. 

Merujuk pendapat dua ahli ini , maka warisan 

Hindu di negara kita  sangatlah besar. Secara kerohanian, masa-

masa perkembangan Hindu banyak dilalui dengan sistem 

kepercayaan terhadap Tuhan melalui personafikasinya 

sebagai Brahma, Wisnu dan Siwa. Pemujaan terhadap 

ketiganya diteruskan sampai saat ini melalui terminologi Tri 

______________________xxii

Murti. Namun secara khusus, Siwa mendapat perhatian yang 

sangat besar, sehingga pada saat itu Siwaisme menjadi paham 

yang dominan, selain Waisnawa yang menempatkan Wisnu 

sebagai orientasi pemujaan. Paham lain yang juga 

berkembang saat itu yaitu  Cakta dan Tantra (ibid., hlm. 28-34). 

Khusus untuk wujud kebudayaan dari kebendaannya 

sangatlah banyak. Merangkum seluruh benda bersejarah itu 

cukuplah berat sebab  selain tidak terkompilasi dengan baik, 

ada kemungkinan mengalami kehancuran dan kerusakan baik 

sebab  dimakan waktu, perubahan tempat maupun kelalaian 

manusia, serta persebarannya yang sangat luas. Beberapa 

catatan sejarah yang masih mampu dihimpun, meskipun juga 

masih terbatas yaitu  peninggalan benda sejarah dari 

kerajaan-kerajaan Hindu.  

Saat Hindu memudar di Jawa, Hindu justru 

mengalami masa emasnya di Bali meskipun peradaban Bali 

sebelum masuknya Hindu sudah mapan melalui keberadaan 

penduduk asli yang disebut Bali Aga atau Bali Mula, yang 

bahkan dianggap sudah menganut agama Hindu dengan 

berbagai variannya (Budi Utama 2015: 2), perkembangan 

agama Hindu juga merupakan hasil interaksi antarkerajaan 

Bali dan Jawa (Agus Aris Munandar 2005: 125). Persilangan 

pengaruh yang dialektis antara Bali dan Jawa menghasilkan 

keunikan dan kekhasan yang seperti kita saksikan di Bali saat 

ini.  

Kesimpulan kecil dari data sejarah itu yaitu  saat  

masuk ke negara kita , berbagai aliran ikut dibawa dari India, 

lalu berakulturasi dengan keyakinan dan peradaban lokal. 

______________________xxiii

Beberapa di antaranya malah tumbuh menjadi entitas 

tersendiri atau mengalami penyatuan baik dengan budaya 

lokal maupun terutama saat  masuknya agama Buddha di 

negara kita . Sisa-sisa sejarah itu masih terus hidup sampai saat 

ini. Tak sedikit yang berkata-kata  bahwa Hindu di negara kita  

beraliran besar Saiwa Siddhanta dan Waisanawa.  

Selanjutnya, dalam perkembangan Hindu terutama di 

awal abad 19 (lihat selengkapnya dalam Ide Anak Agung Gde 

Agung, 1989; Tim Penyusun, 1986) hingga saat ini juga 

mengalami berbagai dinamika, yang secara historis dapat 

dibaca masa awal penjajahan, kemerdekaan, pasca 

kemerdekaan hingga era reformasi awal tahun 2000an. Bali 

bahkan pernah pula mengalami masa-masa kegelapan saat  

konflik internal sempat melanda 

Dinamika Bali juga tak bisa dilepaskan dari situasi sosial-

budaya, ekonomi dan politik yang berlangsung di negara kita . 

Namun secara umum, Bali terutama oleh para ahli, khususnya 

antropolog, digambarkan sebagai wilayah yang aman, 

tenteram, dan stabil. Tumbuh subur, berkembang dan 

bertahannya agama Hindu sampai saat ini tak dapat 

dipungkiri mungkin sebab  situasi seperti itu. Misalnya, kita 

dapat menelusuri kemungkinan ini saat  kedatangan 

Belanda di awal abad 19, yang selain sebagai penjajah juga 

sebetulnya punya maksud mempertahankan keaslian Bali. 

Beberapa tulisan awal yang pernah terbit pada masa itu 

dianggap ikut mendorong Bali menjadi terkenal sampai saat 

ini.  

______________________xxiv

“Bali yaitu  Jawa Kuna yang terpelihara”, kata Thomas S. 

Raffles dan Crawfurd (dalam Nordholt, 1996) saat mereka 

berdua mencitrakan Bali yang dianggapnya sebagai kisah 

tentang kondisi dan kebiasaan-kebiasaan penduduk Jawa 

Hindu di masa lalu. Crawfurd menambahkan bahwa saat  

berada di Bali, ide besar Jawa Kuno dapat kembali ditangkap 

dengan jelas. menguatkan pendapat Raffles 

dan Crawfurd saat  dalam penelitiannya menemukan begitu 

banyak unsur Jawa Kuna masih terserak di Bali. Van Hoevel, 

seperti diceritakan kembali oleh Friedrich (1959) yang sangat 

yakin dengan kesimpulannya bahwa Bali jika dalam situasi 

yang sama yaitu  Jawa pada permulaan abad 15. Lienfrinck 

bahkan menyebut Bali sebagai “Republik Desa yang 

terisolasi”. The Real Bali yaitu  julukan yang ia berikan saat  

menemukan otonomi komunitas tradisional seperti desa dan 

subak  Namun sesungguhnya juga, 

pencitraan dari Lienfrinck, dan para peneliti Bali sebelumnya 

yaitu  pandangan yang saat  itu lazim terlihat hingga abad 

19 di mana antara Desa dan Negara yang sama sekali terpisah 

yaitu  ciri umum yang diberikan kolonialisme kepada 

negara-negara di Asia.  

sesudah  melewati abad 19, citra Bali terus digemakan 

melalui berbagai tulisan, misalnya Island of Bali oleh Miguel 

Covarrubias (1937). Bali juga dikontruksi sebagai “mimpi 

siang di musim panas”, pulau tanpa masalah dan penuh 

harmoni. Antropolog Amerika, salah satunya Jean Belo 

(1970a) juga menyimpulkan bahwa kemapanan sebuah 

warga  tradisional seperti Bali yaitu  cerita tentang 

______________________xxv

sebuah kemampuan hebat untuk menyelesaikan semua 

persoalan, di mana gambaran setiap tindakan dan 

pertentangan secara personalitas sepertinya disingkirkan. 

 juga berkata-kata  bahwa salah satu 

sifat kebudayaan dan warga  Bali yaitu  keadaannya 

yang selalu dapat stabil, saat di mana kondisi alam pikiran 

warga nya dapat dibentuk oleh keseimbangan tanpa 

disusupi perubahan yang progresif, lalu dibangun secara 

rapat dalam sebuah tata tertib secara ahistoris (lihat kembali 

Dharmayuda, 1995:76, 77).  

Citra agung tentang Bali di masa kini telah 

mewariskan Bali untuk negara kita  sebagai tujuan utama wisata 

dunia. Ini yaitu  periode yang menentukan arah 

perkembangan Hindu yang lebih terbuka pada dunia luar, 

sehingga masuk pula berbagai aliran atau mashab baru yang 

belakangan datang dari India atau umat Hindu di Bali yang 

belajar ke India, misalnya munculnya Sai Baba, Hare Krishna, 

Brahma Kumaris, dlsb. Persebaran ini juga menjadi salah satu 

komoditas pariwisata dengan munculnya banyak ashram atau 

perguruan, studi intelektual, dlsb. 

Meskipun data sejarah seperti di atas tampaknya 

mudah dipetakan, tetap saja ada kesulitan mendasar untuk 

memahami keberadaan berbagai kelompok keagamaan 

Hindu, terlebih membuat kategorisasi sebagaimana yang 

menjadi tema pokok buku ini. Beberapa hasil penelitian para 

peneliti Puslitbang Pusat Penelitian dan Pengembangan 

Bimbingan warga  Agama dan Layanan Keagamaan 

______________________xxvi

Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama yang 

terangkum dalam buku ini tampaknya masih belum cukup 

untuk menjelaskan mengapa di dalam Hindu ada  

beragam kelompok, dan bagaimana kelompok-kelompok 

keagamaan itu bisa hidup berdampingan harmonis di 

negara kita , khususnya di Bali. Kelemahan minor hasil 

penelitian dalam buku ini setidaknya dapat dimaklumi sebab  

sejak lama para peneliti asing pun mengalami hal yang 

serupa.   

Stephen J. Lansing (2006) misalnya, sempat 

berkata-kata  kebingungannya saat  meneliti Bali. Baginya 

begitu banyak simbol bertebaran di sana-sini, yang masing-

masing di antara simbol itu tak mudah segera dipahami. Jauh 

sebelumnya, Lansing (1983) juga menggambarkan bahwa di 

Bali hampir semua hal berstruktur dan bertingkat-tingkat. Ini 

dilihatnya dengan jelas pada bangunan pura di Bali. 

Pengalaman yang sama juga ditunjukkan oleh Hildred Geertz 

(1975) saat dengan berani mengatakan ada yang keliru dalam 

memahami hubungan antarorang, terutama kekerabatan di 

Bali. Misleading, begitu kesimpulannya dalam buku Kinship in 

Bali. 

Kegalauan para peneliti asing itu justru menguatkan 

tesis para peneliti Puslitbang Pusat Penelitian dan 

Pengembangan Bimbingan warga  Agama dan Layanan 

Keagamaan Badan Litbang dan Diklat yang tidak sampai 

memasuki ruh keberagaman dalam agama Hindu. Namun 

yang menggembirakan yaitu  kompilasi ini kaya data, 

______________________xxvii

beberapa di antaranya mungkin masih data mentah yang akan 

berguna untuk memantik penelitian dan kajian berikutnya, 

serta menstimulus dialektika untuk menghasilkan temuan 

baru. Semoga [*] 

 


Agama Hindu merupakan salah satu agama tertua 

yang hingga kini masih dikenal oleh warga  di dunia 

selain agama dunia lainnya. Dalam perjalanannya 

panjangnya, agama Hindu memiliki banyak kisah baik 

kosmologi, kehidupan para rsi, mitologi, para raja kuno 

hingga epos wiracarita. Agama Hindu mengalami banyak 

sinkretisme yang dibentuk dari perpaduan antara berbagai 

jenis kepercayaan dan budaya baik di India, maupun terutama 

di negara kita .  

Nama agama Hindu awalnya yaitu  ‘Sanathana 

Dharma’, yang artinya ‘kebenaran abadi’ (righteousness forever) 

dari ‘yang tidak memiliki awal dan akhir’. Hindu itu tidak 

berawal dan tidak berakhir atau anadi ananta. Dikisahkan, 

orang-orang Persia yang pernah menyerang India pada abad 6 

sebelum masehi, dianggap memberikan nama Hindu yang 

berakar dari kata ‘Indus’. Beberapa ahli mengatakan kata ini 

berasal dari satu kata Persia yang berarti ‘sungai rakyat’. 

Anggapan ini ada benarnya, sebab  pada saat itu, peradaban 

Hindu hidup di lembah sungai Shindu. Dengan nama 

‘Sanathana Dharma’, agama Hindu berkata-kata  dirinya 

kepada dunia bahwa kebenaran abadi akan ada untuk 

selamanya, dan para Reshi (Knot, 1998: 5).  

Secara teologis, agama Hindu tidak mengenal ‘satu 

sistem kepercayaan tunggal apalagi mutlak yang disusun 

______________________3

demi dan untuk menyeragamkan keyakinan’, namun Hindu 

menjadikan dirinya sebagai rumah besar tumbuh suburnya 

kemajemukan tradisi keagamaan di India.  

Mahkamah Agung India pernah berkata-kata  bahwa: 

“Tidak seperti agama lainnya di dunia, agama Hindu 

tidak mengklaim satu nabi saja, tidak memuja satu 

dewa saja, tidak menganut satu konsep filosofis saja, 

tidak mengikuti atau mengadakan satu ritus 

keagamaan saja; faktanya, ciri-ciri agama Hindu itu 

tidak seperti agama atau kepercayaan lain pada 

umumnya. Tak lain dan tak bukan, agama Hindu itu 

merupakan suatu jalan hidup”. (Klostermaier, 1994: 1; 

Halbfass, 1991: 1-22) 

Konsep ketuhanan dalam agama Hindu juga tidak 

pernah seragam. Beberapa aliran besar yang bersifat monoteis, 

dibiarkan mengagungkan Wisnu, Kresna, atau Siwa. Sementara 

aliran lainnya yang bersifat monisme, yang memandang 

bahwa para dewa sebagai manifestasi beragam dari Tuhan 

Yang Maha Esa (ekam sat wiprah bahuda wadanti). Bahkan 

Tuhan juga digambarkan dengan sahasra namam (seribu nama) 

dan sahasra rupam (seribu wajah).  

Beberapa aliran Hindu yang bersifat pantheistik, 

sebagaimana disebutkan dalam kitab Bhagawadgita yang 

meyakini bahwa Tuhan meresap ke seluruh alam semesta, 

namun alam semesta bukanlah Tuhan. Beberapa filsafat 

Hindu membuat postulat ontologi teistis (dalil ketuhanan) 

tentang penciptaan dan peleburan alam semesta, meskipun 

______________________4

beberapa umat Hindu memandang Hinduisme tak lebih dari 

sebuah filsafat, bukan agama sebagaimana pengertian umum.1  

Di samping itu, agama Hindu tidak mengenal satu 

sistIm apalagi satu jalan yang diklaim untuk mencari 

‘keselamatan’ (salvation), namun menggunkan sejumlah aliran 

dan berbagai bentuk tradisi keagamaan. Sementara dalam 

beberapa tradisi Hindu lainnya, juga mengandalkan ritus 

tertentu sebagai hal yang sangat penting demi keselamatan. 

Namun berbagai pandangan mengenai hal ini  juga hadir 

secara berdampingan, saling melengkapi.  

Salah satu ciri pokok agama Hindu yaitu  

kepercayaan terhadap reinkarnasi (samsara, punarbhawa atau 

siklus lahir-mati) yang ditentukan oleh hukum karma. Dan 

gagasan tentang ‘keselamatan’ yaitu  kondisi saat individu 

terbebas dari siklus lahir-mati yang terus berputar. Inilah yang 

disebut Moksha, tujuan tertinggi setiap umat Hindu, namun 

pada saat bersamaan juga menganjurkan untuk menemukan 

kebahagiaan di dunia. Penggambaran tujuan ini 

diinternalisisasikan melalui kalimat Mokshartam jagathita ya ca 

iti dharma yang mengandung tuntunan agar umat Hindu 

dapat menemukan kebahagiaan abadinya di dunia maupun  

di akhirat dengan jalan dharma (kebenaran). berdasar  hal-

hal seperti ini, agama Hindu dipandang sebagai agama yang 

paling kompleks dari seluruh peradaban  yang masih 

bertahan hingga saat ini. 

Namun demikian, selain beragam perbedaan yang 

dapat teramati, sebenarnYa ada  persamaan dalam 

Hindu. Menurut tokoh spiritual Hindu Swami Wiwekananda, 

                                                          

1 Hasil diskusi dengan narasumber dari kalangan akademisi dan Direktorat 

Jenderal Bimbingan warga  Hindu, Jakarta, 25 Januari 2016. 

______________________5

ada kesatuan fundamental dalam tubuh Hinduisme yang 

mendasari berbagai perbedaan dalam bentuk-bentuk 

pelaksanaannya. Pada umumnya, umat Hindu mengenal 

berbagai nama dan gelar seperti Wisnu, Siwa, 

Sakti, Hyang, Dewata, dan Batara.  

Beberapa aliran memandang nama dan gelar ini  

sebagai aneka manifestasi dari Yang Maha Esa atau Yang 

Maha Kuasa, sehingga agama Hindu akhirnya dapat 

dikatakan bersifat monisme. Agama Hindu juga dicirikan 

dengan adanya kepercayaan akan makhluk ilahi atau 

makhluk surgawi yang dipandang tidak setara dengan Yang 

Maha Kuasa, sedang  beberapa aliran juga memandangnya 

sebagai manifestasi dari Yang Maha Kuasa.  

Meskipun dalam Hindu meyakini Weda, namun 

beberapa kelompok puritan, ingin mengembalikan ajaran 

Weda seperti di masa lalu, sedang  beberapa aliran yang 

lain mengabaikannya. Di India, sekte Hindu 

seperti Linggayata bahkan tidak mengikuti Weda, namun 

masih memiliki kepercayaan akan Siwa. Sebaliknya, 

sekte Ayyavazhi memiliki kitab suci tersendiri yang 

disebut Akilattirattu Ammanai, namun masih meyakini Tuhan 

yang sama dalam Hindu, contohnya Narayana dan Laksmi 

yang memiliki sejumlah mitos yang mirip dengan mitologi 

Hindu pada umumnya.  

Dalam perkembangan selanjutnya, tradisi Hindu yang 

mengagungkan Wisnu, Narayana atau Krishna 

disebut Waisnawa, sementara yang memuja Siwa 

disebut Saiwa (Saiwisme). Jika dilihat dari luar, dua aliran besar 

ini, Waisnawa dan Saiwa, memiliki konsep tersendiri tentang 

Tuhan yang diagungkan. Menurut Halbfass, meskipun aliran 

Waisnawa dan Saiwa dipandang sebagai aliran keagamaan 

______________________6

yang mandiri, sebenarnya ada kadar interaksi dan saling acu 

antara para teoritikus dan pujangga dari masing-masing 

tradisi. Hal ini mengindikasikan adanya rasa jati diri yang 

lebih luas, koherensi dalam konteks yang sama, serta inklusi 

dalam kerangka dan garis besar kepercayaan secara umum.  

Aliran, jika harus terpaksa menyebutnya seperti itu, 

dalam agama Hindu dapat digolongkan ke dalam beberapa 

kelompok. Jika merunut pada sistem darsana atau kefilsafatan 

Hindu yang dikenal dengan Nawa Darsana, maka hanya ada 

dua yang popularitasnya masih bertahan saat ini, yaitu 

Wedanta dan Yoga.  

Saat ini, ada beberapa kelompok besar yang masih 

bertahan, yaitu Waisnawa, Saiwa, Sakta, Saura (Surya) dan 

Smarta. Aliran atau mazhab besar ini sebagaimana yang hidup 

di India, juga dianut oleh umat Hindu yang ada di negara kita . 

Dalam beberapa fase perkembangan agama Hindu di 

negara kita , lalu memuncak pada masa reformasi, muncul 

kelompok-kelompok spiritual yang membawa anasir baru, 

terutama praktik penghayatan melalui ritual, doa, dan 

pemahaman agama. Sebut saja yang terkenal Hare Krishna, 

Sai Baba, dlsb. Sebelum masuknya kelompok-kelompok 

spiritual seperti ini, di negara kita  sudah lama juga berkembang 

berbagai kelompok keagamaan yang dianggap berakar dari 

tradisional, misalnya Siwa Siddhanta, Waisnawa, Bairawa, 

Tantra, dlsb.  

Dalam perkembangan selanjutnya, kelompok spiritual 

dan kelompok tradisional pernah juga mengalami ketegangan. 

Namun seiring berjalannya waktu, perjumpaan antara 

kelompok spritual dan tradisional menjadi semakin baik, 

meskipun letupan-letupan kecil masih sering ditemukan. 

Memang munculnya kelompok spiritual awalnya 

______________________7

menimbulkan reaksi negatif dari kelompok tradisional yang 

umumnya sangat mengutamakan ritual  dan tidak begitu 

intens dengan membaca kitab suci. namun  saat ini, hubungan 

dua kelompok ini  sudah mencair.  

Untuk menggali informasi yang lebih mendalam 

tentang keberadaan dari kedua kelompok ini , maka 

dianggap penting untuk dilakukan penelitian lapangan 

sebagai satu cara untuk membaca kembali bagaimana 

keberadaan mereka dan apa dampak yang akan ditimbulkan 

terhadap kehidupan keagamaan, khususnya di internal agama 

Hindu maupun antar umat beragama di negara kita . Oleh 

sebab  itu, sesuai dengan tugas dan fungsinya, Pusat 

Penelitian dan Pengembangan Kehidupan Keagamaan 

berkepentingan untuk melakukan penelitian dengan fokus 

studi pada kelompok spiritual dan kelompok tradisional 

dalam Agama Hindu.  

 

Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian 

Keberadaan kelompok spiritual dan tradisional dalam 

Hindu pernah mengalami dinamika. Ada pergulatan yang 

cukup sering terjadi antara keduanya. Boleh jadi, dinamika 

dalam pergulatan ini dapat berdampak terhadap kehidupan 

keagaman baik intern maupun antarumat beragama di 

negara kita .  

Fenomena ini belum diungkap secara mendalam 

melalui sebuah kajian, termasuk bagaimana kedua kelompok 

ini berstrategi agar terus dapat hidup berdampingan dan 

saling melengkapi, serta berkontribusi aktif dalam menjaga 

harmonisasi kehidupan keagamaan. Untuk mengetahui secara 

______________________8

mendalam masalah ini, pertanyaan kunci yang dirumuskan 

dalam penelitian ini yaitu : 

Bagaimana keberadaan kelompok spiritual dan tradisional 

dalam agama Hindu saat ini? 

Apa dampak keberadaan kelompok spiritual dan tradisional 

dalam Agama Hindu terhadap kehidupan keagamaan? 

berdasar  rumusan masalah ini , penelitian ini 

bertujuan untuk mendeskripsikan kembali secara lengkap 

keberadaan kelompok spiritual dan tradisional dalam agama 

Hindu serta mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh 

keberadaan kedua kelompok terhadap kehidupan keagamaan 

di negara kita . Hasil penelitian ini diharapkan dapat 

dimanfaatkan oleh berbagai pihak terkait yang 

berkepentingan, antara lain: 

1. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama (Ditjen 

Bimas Hindu, Pembimas, Penyuluh) 

2. Majelis Agama (PHDI Pusat dan Daerah) 

3. Lembaga Keagamaan (BPH, WHDI, Peradah) 

4. Kelompok-kelompok spiritual dan tradisional.  

5. Para akademisi dan pihak lain yang terkait 

 

Metodologi Penelitian 

Lokasi dan Waktu 

Lokasi penelitian ini dilakukan di delapan daerah yang 

dianggap mewakili penganut agama Hindu, baik dari 

kelompok spiritual maupun tradisional. Penelitian kelompok 

______________________9

spiritual dilakukan di Bandar Lampung, Lampung; Jakarta 

Pusat, DKI Jakarta; Klaten, Jawa Tengah; dan Surabaya, Jawa 

Timur. Penelitian kelompok tradisional dilakukan di Cimahi, 

Jawa Barat; Denpasar, Bali; Mataram, Nusa Tenggara Barat; 

dan Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Penelitian lapangan 

dilakukan selama tiga bulan, dimulai dari Januari hingga 

Maret 2016.  

Pendekatan Penelitian 

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif 

dengan pertimbangan bahwa data yang akan digali secara 

naturalistik atau alamiah berasal dari para tokoh kelompok 

agama Hindu baik spiritual maupun tradisional, maupun 

informan lainnya, serta dalam bentuk studi kasus. Data yang 

digali akan dipakai  untuk mendalami, menjelaskan dan 

mendeskripsikan tentang kelompok spiritual dan kelompok 

tradisional dalam agama Hindu yang eksis di wilayah 

penelitian, sistem pengorganisasian, jumlah penganutnya, 

cara mereka mempertahankan eksistensinya, dinamikanya, 

dan hubunganya dengan pemerintah dan warga  

setempat dan dampak dari keberadaan kelompok-kelompok 

ini .  

Hasil penggalian data itu kemudian  di-crosceck 

sehingga didapatkan seperangkat pengetahuan tentang 

keberadaan kelompok spiritual dan tradisional serta 

dampaknya. Seluruh data yang diperoleh diklasifikasi dan 

diinterpretasi sehingga didapatkan dekskripsi yang cukup 

dan memudahkan penyusunan laporan. 

 

______________________10

Teknik Pengumpulan Data 

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini 

menggunakan metode:   

Wawancara, yaitu melakukan wawancara dengan 

informan kunci yang dianggap memahami pokok persoalan, 

seperti Pembimas dan penyelenggara Hindu Kementerian 

Agama; Pandita/Pedanda, tokoh, pengurus majelis, organisasi 

atau yayasan umat Hindu, pimpinan kelompok spiritual dan 

tradisional, akademisi dan praktisi; 

Observasi, yaitu melakukan pengamatan dengan 

maksud menghimpun data tentang kegiatan obyek penelitian 

baik secara terlibat maupun tidak terlibat. Dengan demikian, 

peneliti dapat memahami dengan benar nuansa obyek 

penelitian, serta menjaga keintiman dengan orang-orang yang 

diamati;  

Studi Dokumentasi, yaitu melakukan kajian terhadap 

dokumen berupa tulisan, baik itu dokumen resmi, hasil 

wawancara dan dokumen pribadi yang berkaitan dengan 

aspek-aspek penelitian yang dihimpun sebagai sumber data 

primer dalam bentuk catatan harian.  

Melelui metode di atas, peneliti wajib membuat catatan 

harian atau log book hasil wawancara dan observasi sebagai 

bukti kegiatan penelitian lapangan. Data yang terkumpul 

kemudian diolah, dan diinterpretasi sehingga dapat disajikan 

secara deskriptif analitis dan komparatif. Analisis data 

dilakukan secara deskriptif kualitatif, yaitu menginterpretasi 

dan menganalisis hasil wawancara, dokumen, observasi 

mendalam berdasar  log booknya.  

 

______________________11

Kajian Pustaka 

Penjelasan Konsep  

1. Kelompok 

Kelompok dalam sosiologi diartikan sebagai 

kumpulan orang secara fisik, misalnya, sekelompok orang 

atau sejumlah orang yang mempunyai ciri-ciri tertentu 

atau sejumlah orang yang memiliki pola interaksi yang 

terorganisasi dan terjadi secara berulang-ulang atau setiap 

kumpulan orang yang memiliki kesadaran bersama akan 

keanggotaan dan saling berinteraksi  kelompok diartikan sebagai sejumlah individu 

yang berkomunikasi satu dengan yang lain dalam 

jangka waktu tertentu yang jumlahnya tidak terlalu 

banyak, sehingga tiap orang dapat berkomunikasi dengan 

semua anggota secara langsung (lihat juga Robert Lawang, 

1990).  

sedang  ahli sosiologi lainnya, Robert Merton 

(1968) mengartikan kelompok sebagai sekelompok orang 

yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang 

telah mapan, sedang  kolektiva merupakan orang yang 

mempunyai rasa solidaritas sebab  berbagai nilai bersama 

dan yang telah memiliki rasa kewajiban moral untuk 

menjalankan harapan peran.  

Dari beberapa definisi ini  dapat disimpulkan 

bahwa kelompok yaitu  sekumpulan orang yang 

mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama 

lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama 

lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari 

kelompok ini . Kelompok ini misalnya 

______________________12

yaitu  keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan 

masalah, atau suatu komite yang tengah berapat 

untuk mengambil suatu keputusan. Dalam komunikasi 

kelompok, juga melibatkan komunikasi antarpribadi. 

sebab  itu kebanyakan teori komunikasi antarpribadi 

berlaku juga bagi komunikasi kelompok.  

 

2. Teologi Hindu 

Agama Hindu tidak mengenal satu sistem 

kepercayaan yang tunggal, apalagi dengan maksud 

menyeragamkan keyakinan. Hindu juga tidak mengenal 

klaim sentral atas satu figur (nabi). Dalam filsafat 

ketuhanannya, Hindu tidak memuja satu dewa, namun  

meyakini Tuhan itu satu saja. Mereka tidak mengikuti atau 

mengadakan satu ritus keagamaan saja, tidak mengenal 

satu jalan absolut keselamatan (salvation) dan tidak 

mengenal doktrin sentral atau kredo.  

Oleh sebab  itu, dalam agama Hindu peluang untuk 

lahirnya berbagai kelompok-kelompok keagamaan dapat 

melalui dua jalur utama, yaitu filsafat Ketuhanan praktik 

keagamaan. Agama Hindu tidak hanya kaya akan konsep 

ketuhanan namun  juga kaya akan konsep filsafat atau 

darsana yang identik dengan ‘visi kebenaran’ yang satu 

dengan yang lainnnya saling terikat.  

Filsafat Hindu memiliki karakter khusus yang 

menonjol, yaitu kedalaman pembahasannya yang 

mencerminkan bahwa filsafat itu telah dikembangkan 

dengan sepenuh hati dalam mencari kebenaran. Apabila 

kita ingin membuka karya lengkap mengenai Vedanta, 

misalnya, kita akan menemukan pernyataan dari 

______________________13

pandangan seluruh aliran filsafat seperti Carvaka, 

Bauddha, Jaina, Saiikhya, Yoga, Mimamsa, Nyaya dan 

Vaisesika, yang dibicarakan dan dipertimbangkan dengan 

ketelitian penuh tanpa ada kesan menyalahkan satu 

dengan yang lain. Demikian pula halnya karya agung 

mengenai filsafat Buddha atau Jaina, juga membicarakan 

pandangan filsafat lainnya.  

Filsafat Hindu bukan hanya merupakan spekulasi 

atau dugaan belaka, namun ia memiliki nilai yang amat 

luhur, mulia, khas dan sistematis yang didasarkan oleh 

pengalaman spiritual mistis dan spiritual. Filsafat ini 

merupakan hasil kepekaan intuisi yang luar biasa. Sad 

darsana atau enam sistem filsafat Hindu merupakan 

sarana pengajaran yang benar atau enam cara pembuktian 

kebenaran. Adapun bagian-bagian dari Sad Darsana 

yaitu  : 

a. Nyaya, pendirinya yaitu  Gotama dan penekanan 

ajarannya ialah pada aspek logika. 

b. Waisasika, pendirinya ialah Kanada dan penekanan 

ajarannya pada pengetahuan yang dapat menuntun 

seseorang untuk merealisasikan sang diri. 

c. Samkhya, menurut tradisi pendirinya yaitu  Kapita. 

Penekanan ajarannya ialah tentang proses 

perkembangan dan terjadinya alam semesta. 

d. Yoga, pendirinya yaitu  Patanjali dan penekanan 

ajarannya yaitu  pada pengendalian jasmani dan 

pikiran untuk mencapai Samadhi. 

e. Mimamsa (Purwa-Mimamsa), pendirinya ialah Jaimini 

dengan penekanan ajarannya pada pelaksanaan ritual 

dan susila menurut konsep weda. 

______________________14

f. Wedanta (Uttara-Mimamsa), kata ini berarti akhir 

Weda. Wedanta merupakan puncak dari filsafat 

Hindu. Pendirinya ialah Sankara, Ramanuja, dan 

Madhwa. Penekanan ajarannya yaitu  pada hubungan 

Atma dengan Brahma dan tentang kelepasan. Selain 

itu ada beberapa filsafat yang tidak mengakui otoritas 

Veda dan namun tetap mempercayai beberapa ajaran 

yang ada  dalam Veda yaitu Carvaka, Jaina dan 

Buddha.   

                      

3. Kelompok Spiritual dan Kelompok Tradisional  

Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan 

kelompok yaitu  kelompok spiritual dan kelompok 

tradisional yang ada  dalam agama Hindu. Kelompok 

spiritual yaitu  sekumpulan orang atau umat Hindu yang 

mempelajari agama Hindu untuk mencari kesadaran akan 

Tuhan dan kadangkala mencari anugerah dari para dewa 

melalui mantra-mantra dan nanyian, cenderung berasal 

dari anasir India, dan biasanya menganut hidup 

vegetarian. sedang  kelompok tradisonal yaitu  

kelompok umat Hindu yang mendekatkan dirinya kepada 

Tuhan dengan cara-cara lebih banyak melaksanakan ritual 

keagamaan sehari-hari baik di rumah maupun pura yang 

cenderung dilakukan secara komunal, kolektif.  

Dalam banyak praktik keagamaan dan ritual, ada 

satu ciri lain yang juga dilakukan oleh kedua kelompok, 

yaitu mengucapkan mantra. Mantra yaitu  seruan, 

panggilan, atau doa yang membantu umat Hindu agar 

dapat memusatkan pikiran kepada Tuhan atau dewa 

tertentu, melalui kata-kata, suara, dan lantunan nyanyian. 

______________________15

Pada kelompok spiritual, biasanya melakukan japa sebagai 

praktik spiritual yang utama. Praktik spiritual Hindu lain 

yang populer yaitu  Yoga dan Bhajan. Yoga menjadi salah 

satu ajaran Hindu yang gunanya melatih kesadaran demi 

kedamaian, kesehatan, dan pandangan spiritual. Hal ini 

dilakukan melalui seperangkat latihan dan pembentukan 

posisi tubuh untuk mengendalikan raga dan pikiran. 

sedang  Bhajan merupakan praktik pelantunan lagu-

lagu pujian.  

Kelompok tradisional dalam agama Hindu akan 

lebih banyak melaksanakan ritual keagamaan sehari-hari 

di rumah, atau di pura namun  pelaksanaannya berbeda-

beda tergantung daerah, desa, dan kecenderungan umat 

itu sendiri.Umat Hindu yang taat akan melaksanakan 

ritual sehari-hari melalui Tri Sandhya, yaitu sembhayng 

tiga kali dalam sehari (pagi-siang-sore); menyalakan dupa, 

menghaturkan sesajen ke hadapan Tuhan melalui berbagai 

manifestasinya, atau menyanyikan lagu-lagu pemujaan 

(kidung dan kakawin). 

   

Penelitian Terdahulu yang Relevan 

Sebenarnya Puslibang Kehidupan Kagamaan telah 

beberapa kali telah melakukan penelitian tentang agama 

Hindu. Penelitian itu antara lain:  

1. “Studi tentang  Agama Hindu di Kecamatan Sausu 

Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah” yang 

dilakukan oleh Choirul Fuad Yusuf dan Zaenal Abidin. 

Dari penelitian ini  dapat disimpulkan bahwa 

ada  dua aliran sempalan yang tumbuh di daerah 

ini , yaitu aliran Hare Krisna dan Sai Baba. Namun 

______________________16

kedua aliran ini secara doktrinal tidak mengancam 

keberadaan sistem ajaran Hindu di daerah ini  dan 

tidak meresahkan warga  serta pola kehidupan 

beragama warga  Hindu di Sausu cenderung sama 

dengan pola kehidupan beragama warga  Hindu di 

Bali. Hal ini sebab  hampir seluruh pemeluk Hindu di 

Sausu memiliki latar sejarah keturunan warga  Bali.  

2. “Aliran Sai Baba” yang dilakukan di Denpasar, Bali oleh 

Mursyid Ali. Dari penelitian ini  ditemukan bahwa 

kelompok Sathya Sai Baba di Denpasar merupakan salah 

satu cabang dari Sri Sathya Sai Centre (pusat) di Jakarta 

yang mempunyai tujuan untuk mempelajari, 

melaksanakan dan mengembangkan ajaran  Sai Baba, dan 

melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat kemanusiaan 

non komersial.  

3. “Ajaran Sampradaya Hare Krisna dalam Konteks Agama 

Hindu di Dusun Gita Nagari Baru Kec. Menggala Timur 

Kab. Tulang Bawang Propinsi Lampung” yang dilakukan 

oleh Ahsanul Khalikin. Dari penelitian ini  ditemukan 

bahwa ajaran Sampradaya Hare Krisna mengusung 

konsep ajaran Weda mulai diwahyukan, yaitu "Moksartham 

Jagadhitaya ca iti Dharma", yang artinya bahwa agama 

(dharma) bertujuan untuk mencapai kebahagiaan rohani 

dan kesejahteraan hidup jasmani atau kebahagiaan secara 

lahir dan bathin. Tujuan ini secara rinci disebutkan di 

dalam Catur Purusa Artha, yaitu empat tujuan hidup 

manusia, yakni Dharma, Artha, Kama dam Moksa. 

Dari penelitian yang sudah dilakukan oleh Puslitbang 

Kehidupan Keagamaan ini  nampaknya masih sangat 

minim sekali kajian tentang kelompok-kelompok keagamaan 

dalam agama Hindu. Oleh sebab  itu, penelitian yang 

______________________17

dilakukan kali ini untuk mengembangkan lebih dalam kajian 

terhadap kelompok-kelompok dalam agama Hindu secara 

mendalam, serta menelusuri lebih dalam lagi tentang dampak 

keberadaan kedua kelompok terhadap kehidupan keagamaan 

di negara kita . 

 

Provinsi Lampung lahir pada tanggal 18 Maret 1964 

dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 31964 

yang kemudian menjadi Undang-undang Nomor 14 tahun 

1964. Sebelum itu Provinsi Lampung merupakan Karesidenan 

yang tergabung dengan Provinsi Sumatera Selatan. Secara 

administratif, Provinsi Lampung terdiri atas 14 

kota/kabupaten.2  

berdasar  data kependudukan tahun 2014, 

penduduk Provinsi Lampung telah mencapai 8.816.684 jiwa. 

Adapun komposisi penduduk berdasar  agama terdiri atas: 

Islam (7.377.476 jiwa), Kristen (166.816 jiwa), Katolik (138.388 

jiwa), Hindu (988.908 jiwa), Buddha (135.096 jiwa). sedang  

rumah ibadah yang ada di Porvinsi Lampung masing-masing 

terdiri atas: Masjid (10.550 Buah), Mushola (14.611), Gereja 

Kristen (884), Gereja Katolik (298), Pura (1.041), Vihara (181). 

(Data Kementerian Agama Provinsi Lampung Tahun 2014) 

Dari data ini  terlihat jelas bahwa Provinsi 

Lampung merupakan salah satu provinsi di negara kita  yang 

begitu plural warga nya khususnya dalam hal keragaman 

agama. Sebagai provinsi yang dihuni oleh penganut agama 

yang beragam, kehidupan keagamaan intra dan antaragama 

                                                          

2 Lihat http://www.lampungprov.go.id. Diakses 8 Maret 2016. 

______________________21

di wilayah Provinsi Lampung relatif berlangsung rukun 

meskipun pernah terjadi peristiwa berdarah di Desa 

Balinuraga, Kecamatan Waypanji, Kabupaten Lampung 

Selatan. Namun demikian, sebagaimana dikemukakan oleh 

Ketua Umum MUI Kabupaten Lampung Selatan, KH. Hamim 

Fadhil, peristiwa ini  bukanlah konflik agama antara 

umat Islam dan Hindu, melainkan peristiwa konflik antar 

desa yang kemudian terkesan difahami sebagai konflik 

agama.3   

Keberhasilan ini  salah satunya disebab kan para 

tokoh agama, tokoh warga , tokoh FKUB dan unsur 

Forkominda di provinsi dan daerah Kota Kabupaten se-

Provinsi Lampung secara intensif bekerjasama dan bersinergi 

dalam membangun dan merawat kerukunan umat beragama. 

Modal utama dalam membangun dan menjaga kerukunan 

yaitu  senantiasa membangun kebersamaan antar pemimpin 

agama dan berkomunikasi dengan warga  untuk 

menjaring informasi dari warga  serta sering 

mengundang para tokoh agama agama dalam rangka 

menyosialisasikan program untuk menyebarkan spirit 

kerukunan antar umat.4  

Kehidupan agama yang harmonis di Provinsi 

Lampung dihampir semua daerah memang sudah 

berlangsung sejak lama. warga  saling menghormati satu 

sama lain keyakinan yang dipeluk oleh mereka. Pandangan ini 

                                                          

3 Lihat http://www.solopos.com, diakses 10 Maret 2016; Juga wawancara 

dengan I Ketut Narya, Sekretaris PHDI Provinsi  Lampung/Anggota FUKB Povinsi 

Lampung, diakses 5 Maret 2016. 

4 Wawancara dengan I Nyoman Sudiarsa, Pembimas Hindu Kanwil 

Provinsi Lampung, tanggal 5 Mei 2015. Lihat juga 

http://lampung.tribunnews.com/2015/11/26/fkbu-lampung-gelar-doa-bersama-lintas-

agama, diakses 10 Maret 2016). 

______________________22

tidak hanya dikemukakan oleh para tokoh melainkan oleh 

anggota warga .5 Konteks keakraban hubungan 

antaragama ini  misalnya tampak relasi antara umat 

Hindu dan umat Islam serta lainnya pada saat pawai ogoh-ogoh 

yang dilaksanakan oleh umat Hindu di Provinsi Lampung 

khususnya di Kabupaten Lampung Tengah. Agenda 

tahun  Festival ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Raya 

Nyepi ini  dilaksanakan oleh umat Hindu Sedarma  di 

Kecamatan Seputihraman, Kabupaten Lampung Tengah. 

Dalam perayaan ini , hadir Bupati Lampung Tengah, Dr. 

Ir. H. Mustafa, utusan Gubernur Lampung, sejumlah unsur 

Forkominda dan terutama warga  dari berbagai latar 

belakang agama dan suku. Bahkan dalam pidatonya, Bupati 

Lampung Tengah menegaskan bahwa festival ini  

merupakan kekayaan daerah Kabupaten Lampung yang harus 

didukung oleh pemerintah.6  

 

Sampradaya Kesadaran Krishna negara kita  (SAKKHI) 

dalam Lintasan Sejarah 

Sebelum masuknya kelompok-kelompok spiritual, di 

negara kita  sudah berkembang sekte-sekte, di antaranya Siwa 

Siddhanta, Waisnawa, Bairawa, dll. Dalam perkembangannya, 

kelompok spiritual dan tradisional pernah mengalami 

ketegangan. Seiring berjalannya waktu, muncul pula sebuah 

kelompok spiritual di negara kita  yakni Sampradaya Kesadaran 

Krishna negara kita  (SAKKHI) atau dikenal juga dengan 

                                                          

5 Wawancara dengan Arif Rahman, Yutet, Sopian, Andi, Ida Bagus, tanggal 

5 Maret 2016. 

6 Hasil observasi, tanggal 5 Maret 2016. Baca juga 

http://www.jejamo.com/32-kontestan-ramaikan-festival-ogoh-ogoh-lampung-

tengah.html, diakses 10 Maret 2016. 

______________________23

sebutan Hare Krishna, atau yang secara internasional dikenal 

dengan nama ISKCON (International Society for Krishna 

Consciousness/warga  Kesadaran Krishna Internasional), 

didirikan pada tahun 1966 oleh Sri Srimad A.C. Bhaktivedanta 

Swami Prabhupada, biasa dikenal dengan nama Srila 

Prabhupada. Perkumpulan ini melanjutkan sebuah tradisi 

spiritual purba yang mengakar pada Bhagavad-Gita dan 

kitab-kitab Veda. Tujuan ajaran ini yaitu  untuk 

membangkitkan kembali kesadaran Krishna, atau cinta kasih 

rohani kepada Tuhan, yang saat ini sedang berada dalam 

keadaan terpendam di hati setiap insan.7  

Perjumpaan antara kelompok spritual dan tradisional 

dalam perjalanannya menjadi semakin baik, meskipun 

letupan-letupan kecil masih sering ditemukan. Munculnya 

kelompok ini pada awalnya menimbulkan reaksi negatif dari 

kelompok tradisional yang umumnya sangat mementingkan 

ritual  dan tidak mengenal kegiatan membaca kitab suci. 

namun  saat ini hubungan dua kelompok ini  sudah 

mencair, walaupun di beberapa tempat masih terjadi 

ketegangan.  

SAKKHI ini seiring waktu terus mengalami 

perkembangan pesat. Kelompok spiritual ini dikenal luas 

sebagai perkumpulan Hare Krishna sebab  latihan utamanya 

yakni pengucapan maha-mantra: Hare Krishna, Hare Krishna, 

Krishna Krishna, Hare Hare, Hare Rama, Hare Rama, Rama Rama, 

Hare Hare. Mantra ini berasal dari kitab Kalisantarana 

Upanisad, salah satu bagian dari kitab-kitab Veda (Yajur 

Veda). Hare Krishna tersebar luas ke seluruh dunia atas jasa 

                                                          

______________________24

Srila Prabhupada yang pada tahun 1965 meninggalkan India 

menuju Amerika Serikat untuk menyampaikan ajaran ini ke 

dunia Barat. Ajaran spiritual yang sangat ilmiah ini langsung 

memikat banyak pemuda Amerika yang frustrasi dengan 

kemapanan materialisme di Amerika Serikat. 

Mereka menekuni ajaran ini di bawah bimbingan Srila 

Prabhupada dan pada gilirannya mereka menyebarluaskan 

ajaran ini ke seluruh pelosok dunia. Srila Prabhupada, sang 

pendiri mengunjungi Jakarta pada 1973. Selama tahun 1980-

an, hanya ada dua pusat pengajaran di negara kita , satu di 

Jakarta (Rawamangun) dan satu di Bali. Perkembangan pada 

tahun-tahun ini  tidak terlalu menggembirakan 

disebab kan terjadi kekeliruan pemahaman umum terhadap 

apa yang dijalani oleh para anggota sehingga mereka tidak 

dapat melaksanakan praktik bhakti mereka secara terbuka. 

Keadaan pemerintahan juga tidak terlalu kondusif sehingga 

para anggota tidak melakukan kegiatan yang tampil di depan 

publik. Namun, pasca reformasi politik pada tahun 1998 

tepatnya pada tahun 2000 para anggota mengambil 

kesempatan untuk menyanyikan Mahamantra Hare Krishna 

di tengah khalayak umum di tempat-tempat umum, berbaur 

dengan demonstrasi-demonstrasi politik yang terjadi          

pada masa itu.8  

Pada 1 Januari 2002, didirikan SAKKHI untuk 

bertindak sebagai perantara antara pihak anggota 

perkumpulan yang jumlahnya terus bertambah dengan 

Dewan Hindu Dharma di negara kita  (Parisada Hindu Dharma 

negara kita ). Pada 2015, SAKKHI berubah menjadi sebuah 

badan hukum dan terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak 

Asasi Manusia Republik negara kita  sebagai "Perkumpulan 

                                                          

8 Lihat http://www.iskconid.org/iskcon-in-negara kita , diakses 10 Maret 2016. 

______________________25

International Society for Krishna Consciousness (ISKCON)". 

Perkumpulan ISKCON ini yaitu  Dewan Nasional untuk 

ISKCON di negara kita . Dewan ini  berperan untuk 

mengatur dan melayani para anggota dan entitas lokal, 

khususnya dengan menyediakan informasi dan sumber daya 

dari dunia ISKCON global. Untuk melaksanakan kegiatan-

kegiatannya, penyembah ISKCON membentuk Unit Kegiatan 

(temple/centre/nama-hatta) yang menjadi bagian dari 

Perkumpulan, dan mereka mengadakan pertemuan sekali 

setahun bersama Dewan Pengawas (7 penyembah dari 

seluruh negara kita  yang mengawasi aktivitas organisasi), 

Dewan Pengurus (5 penyembah dan 7 departemen yang aktif 

melayani para penyembah) dan perwakilan dari GBC 

ISKCON.  

Governing Body Commission atau GBC yaitu  otoritas 

manajerial tertinggi ISKCON, sebagaimana telah didirikan 

oleh Srila Prabhupada pada 1970. Tanggungjawab utama GBC 

yaitu  menjaga, menyebarluaskan, dan melaksanakan 

perintah-perintah Srila Prabhupada. His Holiness Kavicandra 

Swami & His Holiness Ramai Swami yaitu  GBC bersama 

untuk negara kita .9  

 

Asrama Prahlada: Titik Balik Berdirinya SAKKHI 

Agama Hindu telah ada di Provinsi Lampung sejak 

lam