gereja masehi 24
arus men-
catat dengan teliti seluruh persembahan Sekolah Sabat dan menye-
rahkannya kepada bendahara jemaat secepat mungkin. Persembahan-
persembahan dari bagian lain harus ditambahkan kepada persembahan
Sekolah Sabat reguler. Banyak Sekolah Sabat yang mengambil persem-
bahan untuk pengeluaran Sekolah Sabat. Kecuali dana untuk belanja
Sekolah Sabat, maka semua persembahan Sekolah Sabat yaitu untuk
mendukung ladang misi dan harus dikirimkan semuanya oleh bendaha-
ra jemaat kepada bendahara konferens. Dana-dana ini termasuk
persembahan Sekolah Sabat setiap pekan, persembahan Sabat Tiga-
belas, Investasi Sekolah Sabat, dan persembahan Syukur Hari Lahir.
Semuanya itu merupakan dana misi, yang masing-masing harus meru-
pakan dana yang terpisah dalam sistem pencatatan keuangan jemaat.
Dana-dana misi didistribusikan sesuai ketentuan. Tidak boleh ada dana
misi yang ditahan oleh jemaat atau konferens.
Persembahan belanja Sekolah Sabat dan persembahan misi, ke mana
itu digunakan berdasarkan kalender persembahan, tidak boleh dipu-
ngut sekali saja dan kemudian dibagi menurut rumus atau presentasi
yang disetujui. Persembahan-persembahan itu boleh diambil sebagai
persembahan gabungan yang diselenggarakan jemaat di bawah rencana
persembahan gabungan yang disetujui divisi.
Sumber-sumber—Sumber-sumber untuk pelayanan Sekolah Sabat
dan Pelayanan Perorangan, lihat Catatan, #13, hlm. 241.
Pelayanan Perorangan
Pelayanan perorangan menyediakan sumber-sumber daya dan me-
latih anggota-anggota jemaat untuk menyatukan usaha-usaha mereka
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 135
dengan pendeta dan para pemimpin jemaat dalam pelayanan meme-
nangkan jiwa. Departemen ini juga memiliki tanggung jawab utama
untuk program-program membantu orang-orang yang membutuhkan
pertolongan.
Komite Pelayanan Perorangan—Komite pelayanan perorangan me-
nuntun usaha-usaha jemaat untuk jangkauan keluar (misionaris) dan
bekerja di bawah arahan dari majelis jemaat. Komite ini harus meng-
adakan rapat paling kurang sekali sebulan, yang anggotanya terdiri dari
pendeta, seorang ketua, bendahara jemaat, para pemimpin departemen
lainnya dan pelayanan-pelayanan pembantu yang berfungsi di jema-
at itu. Komite pelayanan perorangan dapat menunjuk sub-sub komi-
te untuk tugas-tugas khusus yang dipandang perlu. Semua sub komite
bertanggung jawab kepada komite pelayanan perorangan. Komite pe-
layanan perorangan dan pemimpin bertanggung jawab mengorganisasi
pelayanan kelompok kecil.
Para Pengurus Pelayanan Perorangan—Jemaat memilih para pe ng-
u rus pelayanan perorangan, termasuk pemimpin, asisten (jika diperlu-
kan), dan sekretaris.
Pemimpin melatih dan mengarahkan jemaat dalam aktivitas pelayanan
jangkauan keluar (misionaris) dan menjadi pemimpin rapat komite pela-
yanan perorangan. Pemimpin memberikan laporan kepada jemaat ten-
tang keseluruhan aktivitas jangkauan keluar (misionaris) jemaat, dalam
acara Sabat pelayanan perorangan bulanan dan di konferensi jemaat.
Sekretaris pelayanan perorangan melayani sebagai perwakilan Ba-
lai Buku Advent untuk semua departemen dalam jemaat. Sekretaris ini
bekerja sama secara erat dengan pemimpin pelayanan perorangan da-
lam mengembangkan program-program jangkauan keluar (misionaris)
jemaat.
Perkumpulan Pria Advent—Perkumpulan Pria Advent yaitu ke-
lompok pendukung lainnya di dalam Departemen Pelayanan Perorang-
an. Termasuk upaya-upaya berkhotbah kaum awam, pelayanan ke pen-
jara, dan Pelayanan Masyarakat.
136
Koordinator Kursus Alkitab—Koordinator kursus Alkitab dipilih un-
tuk mengorganisir dan mengoordinasi pelayanan jangkauan keluar dari
Kursus Alkitab jemaat kepada masyarakat sekitar. Koordinator kursus
Alkitab harus erat bekerja sama dengan pendeta, koordinator peminat
jemaat, dan pemimpin pelayanan perorangan.
Pemimpin Pelayanan Masyarakat/Perkumpulan Dorkas—Jemaat
memilih pemimpin Pelayanan Masyarakat/Perkumpulan Dorkas, asis-
ten pemimpin (jika diperlukan), dan sekretaris-bendahara. Organisasi
ini bekerja sama secara erat dengan para diaken dan diakenes jemaat
mengumpulkan dan menyediakan pakaian, makanan, dan perbekalan
lain untuk orang-orang yang membutuhkan. Namun pelayanan Dorkas
dan atau Pelayanan Masyarakat, mencakup lebih dari sekadar mem-
berikan bantuan materi; ini juga mencakup pendidikan orang dewasa,
perlawatan, pendidikan kesejahteraan keluarga, perawatan di rumah,
bimbingan, dan pelayanan lainnya.
Jika jemaat menyelenggarakan pusat Pelayanan Masyarakat, Komi-
te Pelayanan Peroranganlah yang mengatur pusat pelayanan ini .
Direkturnya ditunjuk oleh komite Pelayanan Perorangan dan merupa-
kan anggota dari komite itu.
Pelayanan bagi Penyandang Cacat—Pelayanan ini berfungsi di ba-
wah komite pelayanan perorangan dan mengembangkan program ber-
saksi kepada para penyandang cacat; membuat rekomendasi kepada
majelis jemaat mengenai kemungkinan tindakan yang dapat membuat
fasilitas gereja lebih terjangkau bagi para penyandang cacat; memban-
tu jemaat dalam memperoleh jalan keluar bagi para penyandang cacat;
dan memberi nasihat pada departemen dan kepemimpinan jemaat me-
ngenai kemungkinan keterlibatan anggota yang memiliki cacat fisik.
Koordinator Pelayanan bagi Penyandang Cacat bekerja sebagai
penghubung dengan organisasi yang memberikan pelayanan bagi pe-
nyandang cacat seperti Christian Record Services, dan mempromosi-
kan programnya di dalam jemaat setempat.
Sumber-sumber—Sumber-sumber untuk Sekolah Sabat dan Pela-
yanan Perorangan, lihat Catatan, #13, hlm. 241.
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 137
Pelayanan Penatalayanan
Pelayanan penatalayanan mendorong anggota jemaat untuk meres-
pons kasih karunia Allah dengan mendedikasikan segala yang mere-
ka miliki kepada-Nya. Tanggung jawab penatalayanan lebih daripada
uang saja. Itu termasuk pemeliharaan dan penggunaan yang baik akan
bait suci tubuh, waktu, kemampuan, karunia-karunia rohani, hubungan,
pengaruh, bahasa, lingkungan, pemilikan harta. Departemen ini mem-
bantu anggota jemaat untuk bermitra dengan Allah dalam menyelesai-
kan misi-Nya melalui penggunaan yang tepat semua karunia-Nya dan
sumber-sumber penghasilan yang diberikan-Nya.
Bilamana Roh Allah menguasai kehidupan, “mereka yang hatinya
diisi dengan kasih Kristus, akan mengikuti teladan dari Dia yang un-
tuk kepentingan kita menjadi miskin, supaya oleh kemiskinan-Nya kita
boleh dijadikan kaya. Uang, waktu, pengaruh–segala pemberian yang
telah mereka terima dari tangan Allah, mereka akan menilai hanya se-
bagai sesuatu alat untuk memajukan pekerjaan Injil.”—Alfa dan Ome-
ga, jld. 7, hlm. 60.
Pemimpin Pelayanan Penatalayanan—Pemimpin Penatalayanan
ha rus mempraktikkan prinsip-prinsip penatalayanan Kristen dan harus
memiliki pemahaman tentang pelayanan rohani dan keuangan Gereja
Masehi Advent Hari Ketujuh. Pemimpin penatalayanan harus beker-
ja sama dengan direktur pelayanan penatalayanan konferens, pendeta,
dan majelis jemaat. Pemimpin penatalayanan bertindak sebagai peng-
hubung antara departemen pelayanan penatalayanan konferens dan je-
maat.
Sumber-sumber—Untuk sumber-sumber pelayanan penatalayanan,
lihat Catatan, #14, hlm. 242.
Pelayanan Bakti Wanita Advent
Pelayanan Bakti Wanita Advent menguatkan, memberi semangat,
dan menantang kaum wanita Advent dalam perjalanan mereka sehari-
hari sebagai murid Yesus Kristus dan sebagai anggota jemaat-Nya.
138
Tujuannya yaitu untuk membantu perkembangan pertumbuhan dan
pembaruan rohani; menegaskan bahwa kaum wanita itu tidak ternilai
harganya karena penciptaan dan penebusan mereka, memperlengkapi
mereka bagi pelayanan di jemaat, dan menyajikan sudut pandang wanita
dalam urusan-urusan jemaat; melayani kebutuhan wanita dalam ru ang
lingkup yang luas sepanjang kehidupan, dengan memperhati kan pers-
pektif multi kultural dan multi etnik; bekerja sama dengan departemen-
departemen lain untuk memudahkan pelayanan kepada kaum wanita
dan oleh kaum wanita; membangun kemauan yang baik di kalangan
kaum wanita di jemaat untuk mendorong ikatan persahabatan, saling
menyokong, dan pertukaran ide-ide yang kreatif; menasihati dan men-
dorong kaum wanita dan menciptakan jalan bagi keterlibatan mereka
dalam jemaat ; mencari cara-cara dan sarana untuk menantang setiap
wanita memakai karunia-karunia mereka untuk memajukan misi
global.
Pemimpin dan Komite Bakti Wanita Advent—Pemimpin Bakti Wa-
nita Advent yang dipilih oleh jemaat mengembangkan pelayanan khu-
sus untuk memelihara kaum wanita dan memperlengkapi mereka bagi
pelayanan kepada Allah dan jemaat. Ia melayani sebagai ketua Komi-
te Bakti Wanita Advent, dan mendorong ide-ide dan rencana-rencana
yang akan memaksimalkan kontribusi kaum wanita pada misi Gereja.
Pemimpin ini membantu majelis jemaat, memasukkan aktivitas-
aktivitas dan program-program wanita ke dalam program jemaat yang
lebih luas. Dia selalu memberitahukan kepada jemaat kontribusi Bakti
Wanita Advent bagi kehidupan jemaat. Yang menjadi rekan pemimpin
untuk pelatihan dan untuk mendapatkan sumber-sumber bahan yaitu
Direktur Bakti Wanita Advent konferens.
Pemimpin Bakti Wanita Advent haruslah seorang wanita yang tang-
gap, memiliki sifat peduli, memiliki perhatian dan beban untuk pela-
yanan wanita, memiliki keseimbangan dalam cara pandangnya sehing-
ga mewakili ruang lingkup yang luas mengenai wanita, dan memiliki
suatu kesanggupan untuk memberi semangat kepada wanita lain guna
menghidupkan karunia rohani mereka. Ia harus sanggup bekerja sama
dengan para wanita di jemaat, dengan pendeta, dan majelis jemaat.
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 139
Komite Bakti Wanita Advent membantu perkembangan pelayanan
bagi wanita di jemaat. Komite ini harus terdiri dari orang-orang yang
memiliki minat terhadap luasnya ruang lingkup kebutuhan dan pela-
yanan wanita. Agar terbentuk suatu tim yang seimbang, maka para ang-
gota haruslah orang-orang yang memiliki pengalaman dan talenta yang
bermacam-macam.
Sumber-sumber— Untuk sumber-sumber pelayanan Bakti Wanita
Advent, lihat Catatan, #15, hlm. 240.
Pelayanan Pemuda Advent
Pelbagai organisasi pemuda jemaat harus bekerja erat dengan depar-
temen pelayanan pemuda konferens.
Perkumpulan Pemuda Advent—Jemaat bekerja untuk dan dengan
orang-orang mudanya melalui Perkumpulan Pemuda Advent. Di ba-
wah arahan pemimpin Perkumpulan Pemuda Advent orang muda harus
bekerja sama dalam pengembangan pelayanan yang kuat yang men-
cakup perkembangan rohani, mental, dan jasmani masing-masing in-
dividu, interaksi sosial Kristen, dan program bersaksi yang aktif yang
mendukung rencana-rencana jemaat untuk memenangkan jiwa. Tujuan
Perkumpulan Pemuda Advent haruslah untuk melibatkan semua orang
muda dalam kegiatan-kegiatan yang akan mengikat mereka lebih erat
dengan jemaat serta melatih mereka untuk pelayanan Kristiani.
Allah berkata kepada Musa, “Apa yang kuperintahkan kepadamu
pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajar-
kannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya
apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perja-
lanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah
juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan harus-
lah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskan-
nya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu” (Ul. 6:6-8).
Rasul Paulus menambahkan, “Jangan seorang pun menganggap eng-
kau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang per-
140
caya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, da-
lam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu” (1 Tim. 4:12).
“Sekarang ini kita memiliki satu pasukan pemuda yang dapat mela-
kukan banyak hal jika mereka diarahkan dan didorong dengan baik....
Kita ingin agar mereka diberkati Allah. Kita ingin mereka melakukan
satu bagian dalam rencana yang diorganisasi dengan baik untuk mem-
bantu para pemuda lainnya.”—Ellen G. White, dalam General Confe-
rence Bulletin, 29, 30 Januari 1893, hlm. 24.
“Bilamana orang muda menyerahkan hati mereka kepada Allah,
tanggung jawab kita bagi mereka tidak berhenti di situ. Mereka harus
tertarik kepada pekerjaan Tuhan, dan memimpin untuk melihat bahwa
Ia mengharapkan mereka melakukan sesuatu untuk memajukan peker-
jaan-Nya. Tidaklah cukup menunjukkan berapa banyak keperluan yang
harus dilakukan, dan mendorong orang muda untuk melakukan sebagi-
an. Mereka harus diajar bagaimana bekerja untuk Tuhan. Mereka ha-
rus dilatih, didisiplin, digembleng, dengan metode terbaik menarik jiwa
kepada Kristus. Ajarlah mereka berusaha dengan cara yang tenang dan
tidak berpura-pura untuk menolong teman-teman mereka orang muda.
Biarlah cabang-cabang usaha misionaris yang berbeda-beda dicanang-
kan dengan sistematis, di mana mereka dapat mengambil bagian, dan
biarlah mereka diberi petunjuk dan pertolongan. Dengan demikian me-
reka akan belajar bekerja untuk Allah.”—Pelayan Injil, hlm. 187, 188.
“Dengan satu tentara pekerja-pekerja sebagaimana orang-orang mu-
da kita, kalau dididik dengan betul, dapat disediakan, betapa lekas pe-
kabaran tentang Juruselamat yang sudah disalibkan, bangkit, dan akan
datang dengan segera disampaikan ke seluruh dunia!”—Amanat kepa-
da Orang Muda, hlm. 180.
Sementara kumpulan Pemuda Advent yang aktif harus ada di tiap
je maat, namun penting sekali agar program pemuda tidak terpisah dari
bagian jemaat lainnya. Sebagai tambahan atas partisipasi mereka dalam
organisasi pemuda, orang-orang muda harus dibaur ke dalam tanggung
jawab kepemimpinan dan keterlibatan dalam seluruh program jemaat.
Harus ada ketua-ketua jemaat muda, diaken dan diakenes muda, dan la-
innya, yang bekerja sama dengan para pengurus jemaat yang berpeng-
alaman.
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 141
“Supaya pekerjaan itu dapat maju di semua cabangnya, Allah memer-
lukan kekuatan, keperkasaan, dan keberanian orang muda. Ia memilih
orang muda untuk membantu memajukan pekerjaan-Nya. Merencana-
kan dengan pikiran yang jernih dan melaksanakan dengan tangan yang
berani, menuntut tenaga yang segar dan tidak lumpuh. Kaum pemu-
da dan pemudi diundang untuk menyerahkan kekuatan muda mereka
kepada Allah, sehingga melalui pengerahan kekuatan mereka, melalui
pemikiran yang tajam dan tindakan yang penuh perkasa, mereka da-
pat membawa kemuliaan pada-Nya dan keselamatan kepada sesama
manusia.”—Pelayan Injil, hlm. 58.
Komite Pelayanan Pemuda Advent—Komite Pelayanan Pemuda
Advent yaitu organisasi payung di jemaat yang bertanggung jawab
untuk perencanaan umum program pelayanan pemuda. (Lihat hlm.
127, 128). Di dalamnya termasuk para pengurus Pemuda Advent yang
terpilih ditambah dengan pemimpin Pelayanan Perorangan, pemimpin
Sekolah Sabat pemuda, pemimpin Kesehatan, direktur Klub Remaja,
direktur Klub Petualang, kepala sekolah, jika ada, sponsor, dan pende-
ta. Pemimpin Perkumpulan Pemuda Advent, yang merupakan anggota
majelis jemaat, memimpin komite ini. Komite ini harus bertemu sese-
ring yang diperlukan untuk mengembangkan tujuan jangka pendek dan
jangka panjang dan merencanakan untuk suatu pelayanan yang sukses.
(Lihat Catatan, #16, hlm. 242).
Komite Perkumpulan Pemuda Advent—Komite Perkumpulan Pe-
muda Advent bertanggung jawab untuk kegiatan-kegiatan pemuda se-
nior dan bekerja dalam koordinasi dengan kesatuan-kesatuan kepemu-
daan lainnya melalui Komite Pelayanan Pemuda. Di jemaat di mana
tidak terdapat program Klub Remaja dan Petualang, maka Perkumpulan
Pemuda Advent akan memasukkan anggota-anggota yang lebih muda
ini dalam perkumpulan PA Junior.
Para Pengurus Perkumpulan Pemuda Advent—Jemaat memilih para
pengurus Perkumpulan Pemuda Advent: Pemimpin pemuda, wakil pe-
mimpin pemuda, sekretaris-bendahara, asisten sekretaris-bendahara,
142
pemimpin nyanyi, pianis atau organis, dan penasihat yang mungkin
yaitu salah satu ketua jemaat. Karena musik memegang peran penting
dalam pembentukan karakter orang-orang muda, maka para pemusik
harus dipilih dengan hati-hati sebagaimana memilih para pengurus Per-
kumpulan Pemuda Advent lainnya. (Lihat hlm. 127, 133). Kelompok
ini membentuk komite inti Perkumpulan Pemuda Advent yang dengan
meminta pandangan dari para pemuda untuk memilih para pemimpin
lainnya. Di jemaat-jemaat yang lebih kecil satu orang akan memegang
beberapa tanggung jawab.
Pemimpin pemuda harus memberikan contoh keserupaan dan memi-
liki beban untuk memenangkan jiwa dan menularkan semangat. Dalam
membantu memotivasi para pemuda untuk bekerja sama dan memikul
tanggung jawab, maka pemimpin itu harus berada di belakang layar—
membimbing, menasihati, dan memberi semangat kepada para pemu-
da, menolong mereka mendapatkan pengalaman dan sukacita dalam
keberhasilan. yaitu penting untuk mempelajari profil para pemuda di
jemaat dan berusaha untuk melibatkan setiap orang muda dalam per-
kumpulan pemuda Advent.
Pemimpin pemuda akan terus berhubungan erat dengan pendeta dan
pe nasihat dan dengan direktur pelayanan pemuda konferens, mengam bil
keuntungan dari setiap kesempatan untuk pelatihan, memimpin perkum -
pulan itu dalam hubungan kerja sama dengan jemaat dan konferens.
Wakil pemimpin pemuda (jika diperlukan) akan membantu pemim-
pin pemuda dalam pekerjaan ini dan memimpin komite Perkumpulan
Pemuda Advent bilamana pemimpin tidak ada di tempat.
Sekretaris-bendahara akan membuat catatan tentang aktivitas-aktivi-
tas kumpulan pemuda itu dan mengirimkannya dalam laporan bulanan
pada formulir khusus yang disediakan oleh direktur pelayanan pemuda
konferens, yang juga akan mendorong para pemuda untuk melaporkan
kegiatan bersaksi mereka selama waktu pelayanan sepuluh menit.
Wakil sekretaris-bendahara (bila perlu) membantu pekerjaan sekre-
taris-bendahara seperti yang diatur bersama.
Penasihat Perkumpulan Pemuda Advent—Penasihat bisa seorang
ketua atau anggota majelis jemaat lainnya yang sesuai dan yang me-
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 143
ngerti sepenuhnya tujuan-tujuan perkumpulan pemuda Advent dan
yang bersimpati kepada orang muda dan keterlibatan mereka dalam pe-
layanan jemaat. Penasihat melayani sebagai seorang pembimbing atau
penasihat kepada para pemimpin Perkumpulan Pemuda Advent dan ru-
tin bertemu dengan mereka saat diadakannya rapat Komite Perkumpul-
an Pemuda. Penasihat akan bekerja sama dengan pemimpin pemuda
untuk menyampaikan keperluan-keperluan perkumpulan itu ke majelis
jemaat.
Penasihat haruslah dikenal oleh direktur pelayanan pemuda konfe-
rens, terus memberikan informasi kepadanya tentang perubahan dalam
personil kepemimpinan dan hal lainnya yang berhubungan dengan Per-
kumpulan Pemuda Advent. Bersama dengan para pengurus perkum-
pulan pemuda Advent, penasihat harus mengikuti lembaga pelatihan
pemuda di konferens setempat untuk terus mengikuti perkembangan
pelayanan pemuda dan dengan demikian dapat lebih efektif dalam
memberikan bimbingan.
Demi kesinambungan, yaitu baik jika penasihat pemuda melayani
untuk periode beberapa tahun.
Kegiatan-kegiatan Pemuda Advent—Untuk membantu orang mu da
bertumbuh dalam hubungan mereka dengan Yesus Kristus, Departemen
Pelayanan Pemuda berusaha mengatur program-program yang sesuai
dengan usia mereka yang menyediakan suatu suasana untuk perkem-
bangan karunia-karunia rohani.
Perkumpulan Remaja Advent—Tujuan perkumpulan remaja Ad-
vent yaitu untuk melatih para pemuda junior atau remaja untuk kepe-
mimpinan dan pelayanan Kristen dan perkembangan anggota-anggota
untuk potensi tertinggi.
Di jemaat-jemaat di mana terdapat sekolah gereja, Remaja Advent
yaitu bagian dari kurikulum sekolah dan seorang guru merupakan pe-
mimpin perkumpulan itu. Bila Perkumpulan Remaja Advent dijalan-
kan di sekolah gereja, setiap kelas dianggap satu perkumpulan, dengan
anak-anak sekolah dasar kelas satu sampai tiga sebagai anggota persi-
apan. Anak-anak sekolah dasar kelas empat sampai enam yaitu ang-
144
gota reguler.
Setiap orang yang terlibat dalam pekerjaan dengan orang muda ha-
rus memenuhi syarat-syarat dan standar resmi Gereja, seperti pedoman-
pedoman dasar dan sertifikasi. Para pemimpin jemaat setempat harus
berkonsultasi dengan konferens, yang akan menentukan dan menasi-
hatkan pedoman-pedoman dasar dan sertifikasi apa yang tersedia dan/
atau diwajibkan. (Lihat Catatan, #7, hlm. 239).
Klub Ambassador—Klub Ambassador menyediakan program-pro-
gram khusus untuk memenuhi kebutuhan orang muda, usia 16 hingga
21 tahun. Memajukan orang muda dalam organisasi dan struktur ke-
lompok usia ini, serta mempromosikan keterlibatan mereka yang ber-
semangat dalam jemaat, di tempat itu maupun sedunia. Klub itu di-
rancang untuk memperkuat pelayanan orang muda senior/orang muda
dewasa di jemaat. Menantang mereka untuk mengalami serta memba-
gikan suatu hubungan pribadi dengan Kristus, menolong mereka untuk
mengembangkan suatu pola hidup yang cocok dengan sistem keperca-
yaan dan kejuruan minat mereka, dan menyediakan bagi mereka sua-
tu tempat yang nyaman untuk perkembangan persahabatan abadi yang
sehat. Kegiatan-kegiatan klub ini diadakan sesuai dengan aturan konfe-
rens dan koordinasi dengan pelayanan pemuda/orang muda dewasa la-
innya di jemaat setempat. Klub Ambassador memiliki seorang direktur
dan wakil direktur. Wakil direktur juga boleh melayani sebagai sekre-
taris dan bendahara. Direkturnya yaitu anggota Komite Perkumpulan
Pemuda Advent.
Klub Remaja (Pathfinder Club)—Klub Pathfinder menyediakan
sua tu saluran bagi semangat petualangan dan penyelidikan yang dite-
mukan pada setiap pemuda remaja. Ini mencakup aktivitas-aktivitas
dalam kehidupan alam bebas, penyelidikan alam, keterampilan, hobi,
atau pekerjaan-pekerjaan lebih dari yang mungkin biasanya ada pada
Perkumpulan Remaja Advent. Dalam lingkungan ini penekanan roha-
ni diterima dengan baik, dan Klub Remaja telah membuktikan dengan
baik pengaruhnya dalam memenangkan jiwa-jiwa. Di banyak jemaat
Klub Remaja telah menggantikan Perkumpulan Remaja Advent tradi-
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 145
sional, dan di mana ada sekolah gereja Klub Remaja harus melengkapi
pekerjaan dari Perkumpulan Remaja Advent.
Direktur Klub Pathfinder dan wakil direktur dipilih oleh jemaat. (Li-
hat hlm. 144, 177). Jika dipilih dua orang wakil direktur, maka harus se-
orang pria dan seorang wanita. Satu wakil direktur dapat juga melayani
sebagai sekretaris dan bendahara klub. Direktur yaitu anggota majelis
jemaat dan juga anggota Komite Pelayanan Pemuda Advent.
Staf Klub Remaja tambahan termasuk para instruktur kelas-kelas ke-
pahaman dan alam, dan para penasihat yang bertanggung jawab untuk
sebuah regu atas enam hingga delapan anggota Klub Remaja.
Sumber-sumber bahan disediakan oleh direktur pelayanan pemuda
konferens.
Setiap orang yang terlibat dalam pekerjaan yang berhubungan de-
ngan anak-anak remaja harus memenuhi syarat-syarat dan standar resmi
Gereja, seperti pedoman-pedoman dasar dan sertifikasi. Para pemimpin
jemaat setempat harus berkonsultasi dengan konferens, yang akan me-
nentukan dan menasihatkan pedoman-pedoman dasar dan sertifikasi
apa yang tersedia dan/atau diwajibkan. (Lihat Catatan, #7, hlm. 239,
240).
Klub Petualang (Adventurer Club)—Klub Petualang menyediakan
program-program rumah dan gereja bagi orangtua yang memiliki anak-
anak usia 6 sampai 9 tahun. Program itu dirancang untuk merangsang
keingintahuan anak-anak dan termasuk aktivitas-aktivitas sesuai umur
yang melibatkan baik orangtua dan anak-anak dalam kegiatan-kegiatan
yang bersifat rekreasi, keahlian-keahlian sederhana, menghargai cipta-
an Allah, dan aktivitas-aktivitas lain yang menarik untuk usia mereka.
Semuanya dijalankan dengan fokus rohani yang dirancang untuk ting-
kat partisipasi di jemaat sebagaimana Klub Remaja.
Direktur Klub Petualang dan wakil-wakilnya dipilih oleh jemaat.
(Lihat, hlm. 144, 177). Staf tambahan dipilih oleh staf administratif
klub. Direkturnya yaitu anggota majelis jemaat dan anggota Komite
Pelayanan Pemuda Advent jemaat.
Setiap orang yang terlibat dalam pekerjaan yang berhubungan de-
ngan anak-anak yang belum dewasa harus memenuhi syarat-syarat dan
146
standar resmi Gereja, seperti pedoman-pedoman dasar dan sertifikasi.
Para pemimpin jemaat setempat harus berkonsultasi dengan konferens,
yang akan menentukan dan menasihatkan pedoman-pedoman dasar dan
sertifikasi apa yang tersedia dan/atau diwajibkan. (Lihat Catatan, #7,
hlm. 239, 240).
Sumber-sumber—Untuk sumber-sumber bahan pelayanan pemuda,
lihat Catatan, #7, hlm. 242.
Acara Pengukuhan
Semua pengurus jemaat yang baru dipilih jemaat setempat dapat di-
ikutsertakan dalam acara pengukuhan pengurus jemaat yang dilaksa-
nakan oleh seorang pendeta muda atau pendeta. Jika tidak ada pendeta
yang hadir, maka ketua jemaat yang telah diurapi dapat memimpin acara
untuk para pengurus selain ketua-ketua, diaken-diaken, dan diakenes-
diakenes. Jika jemaat mengadakan acara pengukuhan untuk para peng-
urus baru, itu harus termasuk para pemimpin dari seluruh departemen
dan organisasi lainnya.
147
BAB 9
Pemilihan-pemilihan
Pemilihan para pengurus jemaat yang akan melakukan tugas-tugas
mereka dengan penuh doa, dengan sungguh-sungguh, dan dengan tang-
kas yaitu suatu pekerjaan penting. Bab ini menguraikan prosedur pe-
milihan, mulai dari penunjukan panitia pemilih hingga mengisi keko-
songan di antara pemilihan-pemilihan tahunan.
Panitia Pemilih dan Proses Pemilihan
Para pengurus jemaat dipilih setiap satu atau dua tahun (Lihat hlm.
98) melalui panitia pemilih yang telah ditetapkan. Komite ini memberi-
kan laporan kepada jemaat, yang kemudian mengambil keputusan atas
nama-nama yang telah diajukan. Prosedur ini memungkinkan jemaat
untuk mempelajari tiap nama dengan hati-hati sebelum pemilihan, dan
menghindari persaingan umum yang dapat terjadi jika pencalonan di-
buat oleh seluruh anggota jemaat.
Panitia pemilih akan mempelajari kebutuhan-kebutuhan jemaat dan
menyelidiki dengan hati-hati kelayakan anggota untuk melayani tugas-
tugas yang berbeda. Karena alasan ini maka para pengurus jemaat tidak
boleh dipilih oleh seluruh anggota atau melalui pemungutan suara se-
cara umum.
Jumlah panitia pemilih dapat berkisar antara lima anggota di jemaat
kecil hingga jumlah yang lebih banyak di jemaat besar. Jumlah yang
tepat yang akan dipilih yaitu sesuai dengan pertimbangan masing-
148
masing jemaat dan harus dipelajari oleh majelis jemaat. Rekomendasi
yang sesuai kemudian dibawakan kepada jemaat dengan memakai
sesedikit mungkin waktu pada jam kebaktian Sabat.
Kapan dan Bagaimana Komite Pemilih Dibentuk—Panitia pemi-
lih harus dipilih tiap tahun pada awal triwulan terakhir di tahun itu dan
melaporkan paling lambat tiga minggu sebelum Sabat terakhir di tahun
itu.
Gembala atau ketua distrik atau, ketua jemaat bila gembala atau ke-
tua distrik tidak ada, harus membawakan hal ini untuk diperhatikan
oleh jemaat. Jemaat kemudian menunjuk panitia istimewa yang akan
bertanggung jawab untuk memilih panitia pemilih. Panitia istimewa ini
dapat dipilih melalui salah satu dari cara ini:
1. Melalui pencalonan, dari seluruh anggota jemaat, secara lisan atau
tertulis. Jika pencalonan lisan dibuat oleh seluruh anggota jemaat, ha-
ruslah dimengerti bahwa tidak ada anggota boleh memilih lebih dari
satu orang. Tidak diizinkan adanya usaha satu orang atau satu kelom-
pok kecil untuk mendikte seluruh anggota jemaat. Segala daya harus
dibuat untuk memastikan perwakilan yang adil dalam susunan komite
istimewa ini. Segala sesuatu yang bersifat politis harus dihindari. Pen-
deta atau ketua distrik melayani sebagai ketua dari komite istimewa ini.
Bilamana pendeta atau ketua distrik belum ditetapkan untuk melayani
sebagai pemimpin jemaat, maka ketua dari komite ini harus dipilih oleh
majelis jemaat dari antara anggota-anggota komite istimewa ini. Jum-
lah anggota komite istimewa haruslah lima atau tujuh orang lebih ba-
nyak daripada jumlah anggota majelis jemaat.
2. Melalui wewenang yang diberikan jemaat kepada majelis jemaat,
ditambah lima hingga tujuh orang yang dipilih oleh jemaat (lihat para-
graf sebelumnya), untuk berfungsi sebagai panitia istimewa. Jika cara
ini digunakan, ketua majelis jemaat biasanya menjadi ketua dari panitia
istimewa ini (lihat hlm. 44).
Bagaimana Proses Pekerjaan—Langkah-langkah proses pemilihan
yaitu sebagai berikut:
1. Jemaat memilih panitia istimewa dengan pemungutan suara terha-
PEMILIHAN-PEMILIHAN 149
dap salah satu dari dua metode di atas.
2. Panitia istimewa mengajukan nama-nama kepada jemaat untuk
komite pemilih, dan juga mengusulkan seorang sekretaris. Segala usa-
ha harus dibuat untuk memastikan perwakilan yang adil dalam susunan
panitia pemilih.
3. Melalui pemungutan suara, jemaat memilih panitia pemilih dan
sekretaris.
4. Gembala atau ketua distrik yaitu anggota ex officio dari panitia
pemilih, dan bertindak selaku ketua panitia pemilih. Jika gembala atau
ketua distrik tidak dapat dipilih untuk menjadi ketua komite pemilih,
atau jikalau belum ada gembala atau ketua distrik yang ditugaskan un-
tuk jemaat itu, maka panitia istimewa mengusulkan nama anggota yang
akan menjadi ketua panitia pemilih.
5. Panitia pemilih bertemu untuk mempersiapkan susunan pengurus
jemaat, yang akan diusulkan untuk mendapatkan persetujuan jemaat.
6. Melalui pemungutan suara, jemaat menetapkan para pengurus je-
maat untuk tahun yang akan datang.
Siapa yang Boleh Menjadi Anggota Panitia Pemilih—Hanya ang-
gota resmi dan setia yang dapat dipilih untuk menjadi anggota panitia
pemilih. Mereka haruslah orang-orang yang memiliki pertimbangan
yang baik, yang di dalam batinnya selalu mengusahakan kesejahteraan
dan kemakmuran jemaat.
Tugas Panitia Pemilih—Setelah dipilih, ketua panitia pemilih harus
sesegera mungkin mengundang panitia untuk berkumpul bersama. De-
ngan doa yang sungguh-sungguh meminta tuntunan Roh Kudus, pani-
tia harus memulaikan pekerjaannya mempersiapkan daftar nama-nama
pengurus jemaat yang akan diusulkan kepada jemaat yang terdiri dari
anggota-anggota yang sah dan berstatus baik. Nama-nama ini menjadi
calon pengurus jemaat dan diusulkan kepada jemaat pada acara Sabat
atau pada konferensi istimewa jemaat. Dalam membuat pilihan, panitia
ini dapat meminta pendapat orang lain yang mengetahui dengan baik.
Panitia ini tidak memilih gembala atau wakil gembala, yang pengang-
katannya ditetapkan oleh komite eksekutif konferens.
150
Daftar para pengurus jemaat yang harus dipertimbangkan panitia pe-
milih bisa berbeda sesuai dengan ukuran ______________ jemaat. Jema-
at yang lebih besar memerlukan pengurus yang lebih banyak. Jemaat
yang lebih kecil mungkin memerlukan lebih sedikit. Panitia memilih
semua jabatan kepemimpinan kecuali guru-guru Sekolah Sabat, karena
ini akan dipilih oleh Komite Sekolah Sabat dan disetujui oleh majelis
jemaat. (Lihat Catatan, #1, hlm. 243 untuk daftar para pengurus).
Panitia Pemilih Meminta Persetujuan dari Para Calon Pengurus Je-
maat—Setelah mencalonkan nama-nama anggota yang setia dan berde-
dikasi di jemaat setempat, kecuali bilamana konferens telah menyetujui
suatu pengecualian (Lihat hlm. 100, “Pekerjaan Ketua yaitu Lokal”),
anggota panitia pemilih yang tepat harus memberitahu mereka tentang
pencalonan itu dan meminta persetujuan mereka untuk melayani.
Anggota Boleh Menghadap Panitia Pemilih—Anggota jemaat yang
ingin menghadap panitia pemilih untuk memberi saran atau penolakan,
maka ia harus diberi kesempatan. Setelah orang yang menghadap pani-
tia itu keluar dari ruang komite, saran atau penolakannya harus diper-
timbangkan selayaknya dan kemudian melaporkannya kepada jemaat.
Perbincangan Panitia Pemilih Bersifat Rahasia—Semua penyeli-
dikan dan perbincangan komite yaitu rahasia. yaitu suatu pelang-
garan etika Kristen dan roh peraturan emas jika seorang anggota pani-
tia pemilih menceritakan di luar komite, tiap laporan panitia, diskusi,
atau percakapan mengenai anggota mana pun yang namanya mungkin
dipertimbangkan untuk tugas tertentu. Melanggar hal ini merupakan
alasan yang cukup untuk mengeluarkan anggota itu dari partisipasinya
dalam tugas panitia pemilih. Jika perlu untuk mengadakan penyelidikan
di luar komite, maka ketua panitia yang harus melakukannya.
Melaporkan kepada Jemaat—Laporan panitia pemilih disampaikan
kepada jemaat secara keseluruhan, bukan hanya kepada majelis jemaat
saja. Majelis jemaat tidak memiliki kuasa Yurisdiksi dalam hal ini. La-
poran ini dapat dibawakan pada kebaktian hari Sabat atau pada konfe-
rensi istimewa jemaat.
PEMILIHAN-PEMILIHAN 151
Bila panitia pemilih telah siap untuk membawakan laporannya, maka
ketua panitia harus menyampaikan laporan yang tepat kepada jemaat.
Satu salinan laporan harus diberikan kepada tiap anggota, atau harus
dibacakan dengan keras oleh sekretaris panitia pemilih. Ketua panitia
harus mengumumkan bahwa laporan itu akan diputuskan melalui pe-
mungutan suara pada Sabat atau dua Sabat berikutnya.
Tiap anggota jemaat harus memberikan suara dalam pemilihan peng-
urus jemaat. Pemilihan yaitu berdasarkan suara terbanyak orang yang
hadir dan yang memberi suara.
Penolakan terhadap Laporan Panitia Pemilih—Anggota jemaat
ber hak untuk menolak laporan panitia pemilih dan harus menyampai-
kannya secara pribadi kepada panitia pemilih untuk dipertimbangkan
sebelum laporan itu dibacakan untuk kedua kalinya, dengan membuat
perjanjian melalui ketua panitia atau gembala. Atau, pada saat lapor-
an itu dibacakan untuk kedua kalinya, sebaiknya orang yang menolak
itu mengusulkan agar seluruh laporan itu dikembalikan kepada pani-
tia pemilih tanpa diskusi untuk dipertimbangkan lebih lanjut. Biasanya
usulan itu akan disetujui oleh ketua panitia itu. Namun, jika permintaan
itu menjadi suatu mosi maka ini tidak dapat diperbincangkan lagi dan
harus diputuskan oleh suara terbanyak.
Kemudian ketua panitia harus mengumumkan waktu dan tempat di
mana panitia itu akan bertemu untuk mendengarkan penolakan terha-
dap nama tertentu. Pada waktu itu, anggota yang membuat penolakan
terhadap nama tertentu, atau anggota lain yang juga mau melakukan-
nya, harus datang ke komite. Jika pemilihan itu ditunda karena penolak-
an seorang anggota, yaitu hal yang serius jika anggota itu tidak datang
berhadapan dengan panitia.
Panitia pemilih harus memberikan pertimbangan yang layak un-
tuk penolakan yang diberikan. Jika didapati benar, maka panitia perlu
mengganti nama yang ditolak itu dengan nama lain. Jika laporan itu
dibawakan kembali pada jemaat, jemaat selanjutnya memungut suara
atas laporan panitia itu.
Tidak boleh ada penolakan yang tidak beralasan dan tidak relevan
terhadap suatu nama; tetapi jika ada alasan yang sungguh-sungguh me-
152
ngapa suatu pencalonan harus diubah, maka alasan ini harus dinyatakan
kepada panitia pemilih.
Mengisi Kekosongan—Jika suatu jabatan di jemaat menjadi ko-
song pada pertengahan tahun disebabkan oleh kematian, perpindahan,
pemberhentian, atau alasan lain, majelis jemaat mengusulkan seorang
pengganti untuk mengisi kekosongan itu sampai berakhirnya masa pe-
layanan tahun itu dan mengusulkan pencalonan itu kepada jemaat untuk
dipilih.
Delegasi untuk Rapat Umum Konferens
Wewenang administratif dalam satu konferens bersumber dari kon-
stituensinya. Jemaat-jemaat di satu konferens memilih delegasi untuk
rapat umum konferens untuk mewakili mereka dalam dewan konferens.
Rapat umum konferens memilih para pengurus konferens, memberikan
kredensi dan izin (kecuali konstitusi konferens memberikan tanggung
jawab ini kepada komite eksekutifnya), memberlakukan atau mengu-
bah anggaran dasar dan anggaran rumah tangga jika dianggap perlu,
dan mengatur urusan-urusan lainnya. Salah satu kegiatannya yang pa-
ling penting yaitu memilih komite eksekutif, yang bekerja bagi kons-
tituensi di antara waktu rapat umum. Dalam komite ini diberi kuasa dan
wewenang kepada yang didelegasikan oleh semua jemaat di konferens
itu.
Memilih Utusan—yaitu rencana Allah agar anggota-anggota
yang terpilih menjadi utusan haruslah orang terpercaya, teruji dan ter-
bukti, “sanggup berpikir berdasarkan sebab akibat,” karena mereka
akan “menyusun rencana-rencana yang akan diikuti demi kemajuan
pekerjaan.”—Testimonies, jld. 9, hlm. 262.
Jumlah utusan dari tiap-tiap jemaat untuk suatu rapat umum diten-
tukan oleh ketetapan konstitusi (anggaran dasar) konferens. Jika tiba
waktunya untuk memilih utusan maka pendeta atau ketua yang beker-
ja sama dengan pendeta, akan menghadapkan hal ini kepada jemaat.
Sebuah komite dapat ditunjuk untuk mencalonkan utusan atau majelis
PEMILIHAN-PEMILIHAN 153
jemaat dapat diminta untuk mencalonkan mereka. Tidak ada hal bersi-
fat politik yang boleh diizinkan dalam tugas ini. Para pria dan wanita
yang dikenal berdedikasi dan setia dan yang sanggup menghadiri rapat
umum itu harus diusulkan sebagai utusan. (Lihat hlm. 110).
Bila komite atau majelis jemaat telah menyelesaikan tugas ini, itu
harus dilaporkan untuk mengusulkan calon-calon itu kepada jemaat.
Kemudian jemaat mengambil suara terhadap calon-calon itu. Tidak ada
pengurus jemaat yang karena jabatannya menjadi delegasi ex officio.
Setelah pemilihan itu sekretaris jemaat akan mengisi formulir kreden-
si utusan, yang disediakan untuk maksud ini, dan mengembalikannya
kepada sekretaris konferens. Utusan yang dipilih akan menjadi wakil
jemaat untuk bergabung dengan utusan jemaat-jemaat lain untuk segala
urusan rapat umum konferens.
Utusan ke rapat umum uni dipilih oleh konferens, bukan oleh jemaat.
Utusan ke rapat umum General Conference dipilih oleh divisi dan uni.
Tugas Para Utusan—Para utusan ke rapat umum atau rapat kons-
tituensi konferens, dipilih bukan hanya untuk mewakili jemaat atau
konferens. Mereka harus memandang pekerjaan itu secara keseluruh-
an, dengan mengingat bahwa ia bertanggung jawab untuk kesejahte-
raan pekerjaan Gereja di seluruh dunia. Utusan jemaat atau konferens
tidak diizinkan mengorganisasi atau berusaha mengarahkan hak suara
mereka sebagai satu unit. Juga tidak diizinkan utusan-utusan dari ge-
reja besar atau dari konferens untuk mendominasi dalam mengarah-
kan utusan-utusan pada rapat umum konferens. Masing-masing dele-
gasi harus peka terhadap bimbingan Roh Kudus dan memakai hak
sua ra sesuai dengan keyakinan pribadi. Pegawai atau pemimpin jemaat
atau konferens mana pun yang berusaha mengendalikan hak suara satu
kelompok delegasi harus dianggap tidak memenuhi syarat untuk me-
megang jabatan.
Tanggung Jawab Pimpinan Konferens—Jemaat setempat tidak me-
miliki wewenang di luar jemaat itu sendiri. Jemaat bersatu dengan
jemaat-jemaat lain di konferens itu dalam mendelegasikan wewenang
dan tanggung jawab kepada para pimpinan dan komite eksekutif kon-
154
ferens untuk menjalankan pekerjaan konferens di antara waktu-waktu
rapat umum. Para pimpinan ini bertanggung jawab kepada konferens
secara keseluruhan dan bukan kepada salah satu jemaat saja.
Komite Eksekutif Konferens—Anggota komite eksekutif konferens
dipilih untuk mewakili pekerjaan dalam seluruh wilayah konferens;
tidak hanya mewakili satu jemaat atau distrik, atau lembaga tertentu.
Tiap-tiap anggota harus merasakan suatu tanggung jawab yang pasti
untuk memajukan semua pekerjaan di seluruh bidang pekerjaan itu dan
membuat keputusan-keputusan hanya sesudah mempelajarinya dengan
teliti dan penuh doa. Keputusan dicapai setelah mempelajarinya dengan
penuh doa dan kewaspadaan semua aspek masalah yang datang ke ha-
dapan mereka sehubungan dengan administrasi pekerjaan itu. Keputu-
san-keputusan komite tidak boleh dikendalikan atau dipengaruhi oleh
jemaat, kelompok atau individu mana pun.
155
BAB 10
Kebaktian dan Pertemuan Lainnya
Prinsip-prinsip Umum
Rasul Yohanes menyatakan bahwa, “penyembah-penyembah benar
akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa meng-
hendaki penyembah-penyembah demikian” (Yoh. 4:23).
“Walaupun Allah tidak berdiam dalam kuil-kuil buatan tangan manu-
sia, namun Ia menghormati dengan kehadiran-Nya pada perkumpulan
umat-Nya. Ia telah berjanji bahwa apabila mereka datang beramai-ra-
mai mencari-Nya, untuk mengaku dosa-dosanya, dan berdoa satu sama
lain, Ia akan bertemu dengan mereka oleh Roh-Nya. Tetapi barangsiapa
yang berkumpul untuk menyembah Dia haruslah membuangkan setiap
kejahatan. Kecuali mereka menyembah Dia dalam roh dan kebenar-
an dan di dalam keindahan kesucian, maka perkumpulan mereka akan
percuma.”—Alfa dan Omega, jld. 3, hlm. 39.
Maksud Kebaktian dan Pertemuan Jemaat—Maksud dari semua
acara kebaktian dan pertemuan jemaat yaitu untuk menyembah Allah
karena pekerjaan penciptaan-Nya dan karena berkat keselamatan-Nya;
untuk mengerti firman-Nya, ajaran-ajaran-Nya, dan maksud-maksud-
Nya; untuk bersahabat satu sama lain dalam iman dan kasih; untuk ber-
saksi tentang iman seseorang dalam korban penebusan Kristus di sa-
lib; dan untuk mempelajari bagaimana menggenapi perintah Injil untuk
menjadikan murid di seluruh dunia (Mat. 28:19, 20).
156
Sikap Hormat terhadap Rumah Peribadatan—“Bagi jiwa yang ren-
dah hati, dan percaya, maka rumah Allah di bumi yaitu gerbang surga.
Lagu pujian, doa, firman yang diucapkan oleh para perwakilan Kristus,
yaitu perantara yang ditunjuk Allah untuk mempersiapkan suatu umat
bagi jemaat di surga, bagi kebaktian yang lebih tinggi di mana tidak ada
hal-hal hina yang dapat masuk.
“Dari kekudusan yang berhubungan dengan bait suci duniawi, orang-
orang Kristen dapat belajar bagaimana cara mereka harus menghormati
tempat di mana Tuhan bertemu dengan umat-Nya.... Allah sendiri mem-
berikan perintah untuk pelayanan-Nya, meninggikannya lebih daripada
segala yang bersifat sementara.
“Rumah yaitu bait suci bagi keluarga, dan kamar atau kebun ada-
lah tempat paling tersendiri bagi perbaktian perorangan; tetapi gereja
yaitu bait suci untuk jemaat. Harus ada peraturan dalam hal waktu,
tempat, dan cara berbakti. Tidak ada hal yang suci, tidak ada hal yang
berhubungan dengan perbaktian pada Allah yang boleh diperlakukan
dengan ceroboh atau acuh tidak acuh.”—Testimonies, jld. 5, hlm. 491.
Anak-anak Harus Diajarkan Rasa Hormat—“Para orangtua, ting-
gikanlah standar Kekristenan dalam pikiran anak-anakmu; bantu me-
reka menghubungkan Kristus dalam pengalaman mereka; ajar mereka
memiliki rasa hormat yang tertinggi bagi rumah Allah dan agar mere-
ka mengerti bahwa jika mereka masuk ke dalam rumah Tuhan maka
hati mereka harus dilembutkan dan dipenuhi oleh pemikiran seperti ini;
‘Allah ada di sini; ini yaitu rumah-Nya. Saya harus memiliki pikiran
yang murni dan maksud yang paling suci. Sekali-kali saya tidak boleh
memiliki kesombongan, keserakahan, iri hati, pikiran jahat, keben-
cian atau kepalsuan di dalam hati, karena saya sedang masuk ke da-
lam hadirat Allah yang suci. Inilah tempat di mana Allah bertemu dan
memberkati umat-Nya. Ia yang Mahatinggi dan Mahasuci yang berdi-
am dalam kekekalan memandang kepada saya, menilik hati saya, dan
membaca pikiran dan perbuatan yang paling tersembunyi dalam hidup
saya.’”—Testimonies, jld. 5, hlm. 494.
157
Sikap Sopan dan Berdiam Diri di Tempat Peribadatan—“Bila orang-
orang datang berbakti memasuki tempat pertemuan, mereka harus me-
lakukannya dengan rasa hormat, berjalan dengan diam menuju tempat
duduk mereka.... Percakapan, bisik-bisik, dan tawa tentang hal biasa ti-
dak diizinkan dalam rumah perbaktian, baik sebelum atau setelah acara.
Kesalehan yang penuh semangat dan aktif harus menjadi ciri orang-
orang yang beribadah.
“Jika ada orang yang harus menunggu beberapa menit sebelum acara
dimulai, biarlah mereka memelihara roh perbaktian yang benar melalui
meditasi secara tenang, menjaga agar hati diangkat kepada Allah mela-
lui doa agar perbaktian itu dapat memiliki manfaat khusus bagi hati dan
menuntun kepada pengakuan dosa dan pertobatan bagi jiwa yang lain.
Mereka harus ingat bahwa utusan surga berada dalam rumah itu. Kita
semua kehilangan banyak hubungan yang indah dengan Allah karena
kegelisahan kita, dan karena tidak mengambil waktu untuk bermeditasi
dan berdoa. Kondisi rohani harus sering diperiksa kembali, pikiran dan
hati harus diarahkan kepada Matahari Kebenaran itu. Jika orang banyak
yang datang ke rumah perbaktian memiliki rasa hormat yang sungguh-
sungguh pada Tuhan, dan terus mengingat bahwa mereka sedang berada
di hadirat-Nya, akan terasalah keindahan dalam keheningan. Bisik-bisik,
tawa dan percakapan yang mungkin tidak merupakan dosa di tempat ker-
ja tidak boleh diizinkan di rumah di mana Allah disembah. Pikiran harus
disiapkan untuk mendengar Firman Allah agar memiliki makna dan ke-
san yang benar pada hati.”—Testimonies, jld. 5, hlm. 492.
Keramahtamahan—“Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepa-
da orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan ti-
dak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat” (Ibr. 13:2). Setiap
jemaat harus memperkuat roh keramahtamahan, suatu unsur penting
dalam kehidupan rohani dan pengalaman umat Kristen. Tidak ada yang
lebih mematikan kehidupan rohani jemaat daripada suasana dingin dan
formal yang mengabaikan keramahtamahan dan persekutuan orang
Kristen. Teristimewa para penerima tamu yang dipilih harus menyam-
but para tamu dengan ramah, yang juga bisa disambut pada saat acara
kebaktian.
158
Tempat Musik dalam Kebaktian
Kuasa Musik—“Musik dapat menjadi suatu kuasa yang besar un-
tuk kebaikan, namun kita tidak menjadikan musik menjadi yang paling
utama dari kebaktian. Menyanyi itu umumnya dilakukan dari gerakan
hati atau untuk menghadapi persoalan-persoalan khusus, dan di waktu-
waktu yang lain orang yang menyanyi tetap membuat kesalahan besar,
dan musik kehilangan efeknya yang tepat terhadap pikiran orang-orang
yang hadir. Musik haruslah memiliki keindahan, dihayati dan memiliki
kuasa. Biarlah suara-suara diangkat dalam lagu pujian dan kesetiaan.
Jika boleh, carilah instrumen musik, dan biarlah pujian yang agung ter-
angkat kepada Allah, suatu persembahan yang berterima.”—Testimo-
nies, jld. 7, hlm. 71.
Menyanyi dengan Semangat dan Pengertian—“Dalam usaha me-
reka menjangkau orang-orang, para utusan Tuhan janganlah mengikuti
cara-cara dunia. Di kebaktian-kebaktian yang dibuat, mereka jangan
bergantung pada para penyanyi dunia dan pertunjukan teatris untuk
membangkitkan minat. Bagaimanakah bisa mereka yang tidak memi-
liki minat pada firman Allah, yang tidak pernah membaca firman-Nya de-
ngan kerinduan hati untuk memahami kebenarannya, diharapkan untuk
menyanyi dengan semangat dan pengertian?.... Bagaimanakah mungkin
penyanyi surga bergabung dalam musik yang hanya sekadar rupa?...
“Nyanyian tidak selalu harus dilakukan oleh beberapa orang. Sese-
ring mungkin, biarlah seluruh hadirin ikut menyanyi.”—Testimonies,
jld. 9, hlm. 143, 144.
Mimbar Bukan Suatu Forum
Gereja tidak memberikan hak kepada pendeta, ketua jemaat, atau sia-
pa pun yang lain untuk membuat mimbar itu menjadi satu forum untuk
menganjurkan doktrin atau peraturan-peraturan yang diragukan.
Menguji Terang Baru—Anggota-anggota yang menganggap memi-
liki terang baru yang bertentangan dengan yang bertentangan dengan
ajaran yang telah diterima oleh jemaat kita maka haruslah ia memper-
bincangkan soal itu dengan para pemimpin yang bertanggung jawab.
“Ada ribuan pencobaan tersembunyi mengintai orang-orang yang te-
lah menerima terang kebenaran; maka satu-satunya jalan agar kita sela-
mat ialah jangan menerima ajaran yang baru, pengertian yang baru ten-
tang Kitab Suci, tanpa lebih dulu membawanya kepada saudara-saudara
yang berpengalaman. Bentangkanlah hal itu di hadapan mereka dengan
roh yang rendah hati dan suka belajar, dengan doa yang tekun; dan jika
mereka melihat tidak ada terang di dalamnya, terimalah pertimbangan
mereka; karena ‘jikalau penasihat banyak, keselamatan ada.’”—Testi-
monies, jld. 5, hlm. 293 (Lihat juga Kisah 15:1-32).
Rencana ini telah diikuti dalam jemaat yang mula-mula. Ketika per-
bedaan pendapat timbul di jemaat Antiokhia tentang satu soal yang pen-
ting, maka orang-orang percaya mengirimkan utusan-utusan ke Yerusa-
lem, di mana soal itu dihadapkan kepada para rasul dan tua-tua untuk
dipertimbangkan. Putusan majelis ini telah diterima dengan senang hati
oleh orang-orang percaya di Antiokhia, dan dengan demikian persatuan
dan kasih persaudaraan telah terpelihara dalam jemaat.
Nasihat Tuhan di atas sekali-kali tidak boleh dipandang sebagai
peng halang bagi seseorang untuk menyelidiki Kitab Suci dengan rajin,
melainkan sebagai satu perlindungan terhadap ‘penyusupan teori-teori
palsu dan ajaran-ajaran yang sesat ke dalam jemaat. Allah mau supaya
anak-anak-Nya setia menyelidiki firman-Nya untuk mencari terang dan
kebenaran, tetapi tidak dikehendaki-Nya mereka itu disesatkan oleh
ajaran-ajaran palsu.
“Kita hanya melihat kerlipan kemuliaan Ilahi dan perihal pengeta-
huan serta hikmat Yang Mahakuasa; kita sudah sebagaimana adanya,
bekerja di permukaan tambang itu, sedang biji emas berada di bawah
permukaan tanah, untuk memberi pahala bagi orang yang menggalinya.
Cangkul harus menggali makin lama semakin dalam, dan hasilnya ialah
permata yang mulia. Perantaraan iman yang benar, pengetahuan Ila-
hi akan menjadi pengetahuan manusia.”—Membina Kehidupan Abadi,
hlm. 81.
“Terang baru atas Firman Allah akan terus-menerus diberikan kepada
orang yang tetap berada dalam hubungan yang hidup dengan Matahari
Kebenaran. Janganlah ada seorang pun yang mengambil kesimpulan
bahwa tidak ada lagi kebenaran yang akan dinyatakan. Pencari kebe-
naran yang selalu berdoa niscaya akan menyaksikan bahwa sinar-sinar
terang yang indah masih akan keluar dari dalam Firman Allah. Banyak-
lah permata-permata yang hingga kini masih tersebar-sebar di sana-sini
yang masih harus dihimpunkan untuk menjadi harta kekayaan umat Al-
lah yang sisa.”—Nasihat tentang Pekerjaan Sekolah Sabat, hlm. 27.
Bila terang baru bercahaya dari Kitab Suci sebagai upah orang yang
mencari kebenaran dengan sungguh-sungguh, maka terang baru itu ti-
dak meniadakan yang lama. Sebaliknya terang baru itu bercampur de-
ngan yang lama, sehingga terang itu bertambah terang dan berkilauan.
Sebab itu, “Jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertam-
bah terang sampai rembang tengah hari” (Ams. 4:18).
Meskipun seorang anak Allah harus senantiasa bersedia menerima
terang yang makin bertambah itu, ia sekali-kali tidak boleh memberi
perhatian kepada suara apa saja, betapa pun salehnya dan masuk akal
kedengarannya suara itu, jika suara itu menjauhkan dia dari ajaran-aja-
ran dasar Kitab Suci.
“Kita sekali-kali tidak boleh menerima perkataan orang-orang yang
membawa pekabaran yang berlawanan dengan dasar-dasar kepercaya-
an kita. Mereka mengumpulkan banyak sekali ayat-ayat Kitab Suci, dan
menimbunnya satu di atas yang lain sebagai bukti kepada teori yang
mereka kemukakan. Perbuatan demikian telah terjadi berulang-ulang
selama lima puluh tahun belakangan ini. Sementara ayat-ayat Kitab
Suci itu diakui sebagai Firman Allah, dan harus dihormati, cara mene-
rapkan ayat-ayat itu, jika penerapannya menggeser satu tiang saja dari
dasar yang telah dipelihara Allah selama lima puluh tahun yang lalu,
yaitu satu kesalahan besar. Orang yang melakukan hal semacam itu
tidak mengetahui kenyataan yang ajaib dari Roh Kudus yang memberi
kuasa dan kekuatan kepada pekabaran-pekabaran yang mula-mula yang
telah datang kepada umat Allah.”—Counsels to Writers and Editors,
hlm. 32.
Pentingnya Memelihara Kesatuan
yaitu penting agar kita memelihara “kesatuan iman” (Ef. 4:13);
sama pentingnya supaya kita berusaha sepanjang waktu untuk “meme-
161
lihara kesatuan Roh oleh ikatan damai” (ayat 3). Kesatuan seperti itu
memerlukan ketelitian dan perlu mendengarkan nasihat pemimpin je-
maat.
“Allah sedang memimpin satu umat keluar dan dunia ini di atas mim-
bar kebenaran yang kekal yakni hukum-hukum Allah dan iman akan
Yesus. Ia akan mendisiplin dan melayakkan umat-Nya. Mereka itu
tidak akan berselisih paham, yang satu mempercayai perkara ini dan
yang lainnya memiliki iman dan pandangan-pandangan yang sama se-
kali berlawanan, masing-masing bergerak menurut kemauannya men-
jauhi tubuh itu. Oleh karena Tuhan telah menaruh pelbagai karunia dan
pemerintahan di dalam jemaat, melalui itu mereka semua akan datang
kepada persatuan iman. Jika seseorang menuruti pandangan-pandan-
gannya tentang kebenaran Kitab Suci tanpa menghiraukan pendapat
saudara-saudaranya, serta membenarkan tindakannya itu dengan me-
ngatakan bahwa ia berhak atas pandangan-pandangan yang aneh itu,
dan kemudian memaksakan pandangannya itu kepada orang-orang lain,
bagaimanakah ia dapat menggenapi doa Kristus?....
“Walaupun kita memiliki pekerjaan sendiri-sendiri dan tanggung
jawab sendiri-sendiri di hadapan Allah, kita sekali-kali tidak boleh me-
nurut pertimbangan pikiran kita sendiri, dengan tidak mengindahkan
pendapat dan perasaan saudara-saudara kita sendiri, karena cara demi-
kian akan menimbulkan kekacauan dalam jemaat. yaitu tugas para
pendeta untuk menghormati pendapat saudara-saudaranya; tetapi hu-
bungan mereka satu sama lain, serta segala doktrin yang mereka ajar-
kan harus diuji dengan Taurat dan kesaksian; kemudian, jika hati suka
diajar, maka tidak akan timbul perpecahan-perpecahan di antara kita.
Ada orang yang cenderung bersikap tidak mau mengikuti ketertiban
dan secara lambat laun hanyut menjauhi tonggak-tonggak kepercayaan
yang besar itu; tetapi Allah mengajak pendeta-pendeta-Nya supaya satu
di dalam pengajaran dan dalam Roh.”—Nasihat kepada Pendeta dan
Pelayanan Injil, hlm. 25, 26.
Mengingat pertimbangan-pertimbangan ini , maka sudah jelas
bahwa jemaat tak dapat memberikan hak kepada seseorang untuk mem-
propagandakan pandangan-pandangan dan pendapatnya sendiri dari
atas mimbar. Podium yang suci itu haruslah semata-mata digunakan
untuk mengajarkan kebenaran-kebenaran Firman Allah yang suci dan
untuk menghadapkan rencana-rencana dan peraturan-peraturan gereja
kita untuk kemajuan pekerjaan Allah, bukan pendapat dan pandangan
pribadi.
Para Pembicara yang Tidak Berhak—Dalam keadaan apa pun, seo-
rang pendeta, ketua, atau pengurus jemaat lainnya tidak boleh mengun-
dang seorang asing atau seorang yang tidak berhak untuk melaksanakan
acara-acara di jemaat kita. Orang-orang yang telah dihentikan dari pe-
layanan, atau yang telah dikeluarkan dari persekutuan jemaat di tempat
lain, atau orang-orang yang tidak memiliki izin dari jemaat, tidak boleh
dibiarkan berbicara di mimbar kita dengan kata-kata yang menipu. Per-
hatian besar harus diberikan untuk mencegah hal ini. Setiap orang yang
layak memperoleh kepercayaan dari jemaat kita akan dapat membukti-
kan diri dengan menunjukkan surat kredensi yang sesuai.
Mungkin ada waktu-waktu di mana jemaat kita perlu mendapat we-
jangan dari pejabat-pejabat pemerintah atau para pemuka masyarakat,
tetapi selain dari mereka tidak boleh ada yang diizinkan untuk berkhot-
bah kecuali ada izin dari kantor konferens.

