gereja masehi 27
yaitu
juga menggambarkan Bapa. (Kej. 1:1; Why. 4:11; 1 Kor. 15:28; Yoh.
3:16; 1 Yoh. 4:8; 1 Tim. 1:17; Kel. 34:6, 7; Yoh. 14:9).
4. Anak
Allah Anak yang kekal menjelma di dalam Yesus Kristus. Melalui
Dia lah segala sesuatu diciptakan, tabiat Allah dinyatakan, keselamatan
umat manusia dilaksanakan, dan dunia dihakimi. Allah yang kekal telah
menjadi manusia sesungguhnya, Yesus Kristus. Ia dikandung dari Roh
Ku dus dan lahir dari perawan Maria. Ia hidup dan mengalami penco-
baan sebagai seorang manusia, tetapi dengan sempurna menunjukkan
kebenaran dan kasih Allah. Oleh mukjizat-mukjizat-Nya Ia menunjuk-
kan kuasa Allah dan terbukti sebagai Mesias yang dijanjikan Allah. Ia
menderita dan mati secara sukarela di salib menggantikan kita dan demi
dosa-dosa kita, bangkit dari kematian, dan naik ke surga untuk mela-
yani di bait suci surgawi untuk kita. Ia akan datang kembali dalam ke-
muliaan untuk kelepasan kekal umat-Nya dan untuk memulihkan sega-
la sesuatu. (Yoh. 1:1-3, 14; Kol. 1:15-19; Yoh. 10:30; 14:9; Rm. 6:23; 2
DASAR-DASAR KEPERCAYAAN GMAHK 223
Kor. 5:17-19; Yoh. 5:22; Luk. 1:35; Flp. 2:5-11; Ibr. 2:9-18; 1 Kor. 15:3,
4; Ibr. 8:1, 2; Yoh. 14:1-3).
5. Roh Kudus
Allah Roh yang kekal telah aktif bersama dengan Bapa dan Anak
pada saat penciptaan, penjelmaan, dan penebusan. Ia mengilhami para
penulis Alkitab. Ia memenuhi kehidupan Kristus dengan kuasa. Ia me-
narik dan meyakinkan manusia, dan barangsiapa yang menyambut-Nya
dibarui dan diubahkan ke dalam peta Allah. Diutus oleh Bapa dan Anak
untuk menyertai anak-anak-Nya selamanya, Ia memberikan karunia ro-
hani kepada gereja, menyanggupkan gereja bersaksi untuk Kristus, dan
memimpin gereja ke dalam seluruh kebenaran sesuai dengan Alkitab.
(Kej. 1:1, 2; Luk. 1:35; 4:18; Kisah 10:38; 2 Ptr. 1:21; 2 Kor. 3:18; Ef.
4:11, 12; Kis. 1:8; Yoh. 14:16-18, 26; 15:26, 27; 16:7-13).
6. Penciptaan
Allah yaitu Pencipta segala-galanya, dan telah menyatakan dalam
Alkitab cerita yang asli tentang perbuatan penciptaan-Nya. Dalam enam
hari Tuhan menjadikan “langit dan bumi” dan semua makhluk hidup di
atas dunia, dan berhenti pada hari ketujuh dalam minggu pertama itu.
Dengan demikian Ia menetapkan Sabat sebagai tanda peringatan kekal
terhadap selesainya pekerjaan penciptaan-Nya. Manusia laki-laki dan
perempuan pertama yang dijadikan sesuai dengan peta Allah sebagai
mahkota Penciptaan, mendapatkan kekuasaan atas seluruh dunia, dan
mendapatkan tanggung jawab untuk memeliharanya. Ketika dunia su-
dah selesai diciptakan, itu “sangat baik,” menyatakan kemuliaan Allah.
(Kej. 1; 2; Kel. 20:8-11; Mzm. 19:1-6; 33:6, 9; 104; Ibr. 11:3).
7. Keadaan Manusia
Manusia telah diciptakan menurut peta Allah dan memiliki sifat ke-
pribadian, kuasa dan kebebasan berpikir dan berbuat. Walaupun dicip-
takan sebagai makhluk yang merdeka, masing-masing yaitu kesatuan
tubuh, pikiran, dan roh yang tidak terpisahkan, napas hidup dan sega-
lanya bergantung pada Allah. Ketika nenek moyang kita yang perta-
ma tidak setia pada Allah, mereka menyangkal ketergantungan mereka
224
kepada-Nya dan jatuh dari posisi mereka yang tinggi di bawah Allah.
Peta Allah dalam diri mereka rusak dan mereka akan mati. Keturun-
an mereka juga mewarisi sifat yang telah jatuh itu dan segala akibat-
nya. Mereka dilahirkan dengan kelemahan dan kecenderungan untuk
berbuat dosa. Tetapi Allah dalam Kristus mendamaikan dunia kepada
diri-Nya sendiri dan oleh Roh Kudus memulihkan peta Pencipta dalam
diri orang berdosa yang menyesal. Diciptakan untuk kemuliaan Allah,
mereka dipanggil untuk mengasihi Dia dan sesama, dan memelihara
lingkungan mereka. (Kej. 1:26-28; 2:7; Mzm. 8:4-8; Kisah 17:24-28;
Kej. 3; Mzm. 51:5; Rm. 5:12-17; 2 Kor. 5:19, 20; Mzm. 51:10; 1 Yoh.
4:7, 8, 11, 20; Kej. 2:15).
8. Pertentangan Besar
Seluruh umat manusia sekarang ini terlibat dalam suatu pertentang-
an besar antara Kristus dan Setan sehubungan dengan karakter Allah,
hukum-Nya, dan kekuasaan-Nya atas alam semesta. Konflik ini
telah dimulaikan di surga ketika salah satu makhluk ciptaan, yang men-
dapatkan kebebasan memilih, dalam kesombongannya telah menjadi
Setan, musuh Allah, dan memimpin sebagian malaikat untuk membe-
rontak. Ia memperkenalkan roh pemberontakan kepada dunia ini ketika
ia menuntun Adam dan Hawa untuk berbuat dosa. Dosa manusia ini
mengakibatkan rusaknya peta Allah dalam diri umat manusia, kacau-
nya dunia yang telah diciptakan, dan pada akhirnya mengakibatkan ke-
hancuran dunia pada saat air bah melanda seluruh dunia. Seluruh cip-
taan menonton dunia ini menjadi arena konflik semesta, di mana kasih
Allah pada akhirnya akan terbukti benar. Untuk mendampingi umat-
Nya di dalam pertentangan ini , Kristus mengutus Roh Kudus dan
malaikat-malaikat yang setia untuk menuntun, melindungi, dan meme-
lihara mereka di jalan keselamatan. (Why. 12:4-9; Yes. 14:12-14; Yeh.
28:12-18; Kej. 3; Rm. 1:19-32; 5:12-21; 8: 19-22; Kej. 6-8; 2 Ptr 3:6; 1
Kor. 4:9; Ibr. 1:14).
9. Kehidupan, Kematian, dan Kebangkitan Kristus
Di dalam kehidupan penurutan Kristus yang sempurna terhadap ke-
hendak Allah, penderitaan, kematian, dan kebangkitan-Nya, Allah me-
DASAR-DASAR KEPERCAYAAN GMAHK 225
nyediakan satu-satunya sarana penebusan atas dosa umat manusia, agar
mereka yang menerima penebusan ini oleh iman boleh mendapatkan
hidup yang kekal, dan keseluruhan ciptaan boleh memahami dengan
lebih baik akan kesucian dan ketidakterbatasan kasih Pencipta. Pene-
busan yang sempurna ini membuktikan kebenaran hukum Allah dan ke-
agungan tabiat-Nya; karena penebusan itu menyalahkan dosa kita dan
memberikan pengampunan bagi kita. Kematian Kristus itu mengganti
dan menebus, mendamaikan dan mengubahkan. Kebangkitan Kristus
menyatakan kemenangan Allah atas kuasa kejahatan, dan bagi mereka
yang menerima penebusan maka kemenangan mereka atas dosa dan
kematian menjadi pasti. Penebusan itu menyatakan Ketuhanan Yesus
Kristus, di mana di hadapan-Nya semua lutut di surga dan di bumi akan
bertekuk menyembah. (Yoh. 3:16; Yes. 53; 1 Ptr. 2:21, 22; 1 Kor. 15:3,
4, 20- 22; 2 Kor. 5:14, 15, 19-21; Rm. 1:4; 3:25; 4:25; 8:3, 4; 1 Yoh. 2:2;
4:10; Kol. 2:15; Flp. 2:6-11).
10. Pengalaman Keselamatan
Dalam kemurahan dan kasih yang tidak terbatas Allah telah membu-
at Kristus, yang tidak mengenal dosa, menjadi dosa untuk kita, supaya
di dalam Dia kita dapat dijadikan kebenaran Allah. Dengan dipimpin
oleh Roh Kudus kita merasakan kebutuhan kita mengakui keadaan kita
yang berdosa, bertobat dari pelanggaran-pelanggaran kita, dan meng-
hidupkan iman pada Yesus sebagai Tuhan dan Kristus, sebagai Peng-
ganti dan Teladan. Iman yang menerima keselamatan ini berasal dari
kuasa Firman Allah dan merupakan karunia dari rahmat Allah. Melalui
Kristus kita dibenarkan, diangkat sebagai putra dan putri Allah, dan di-
lepaskan dari kekuasaan dosa. Melalui Roh Kudus kita dilahirkan kem-
bali dan disucikan; Roh memperbarui pikiran kita, menuliskan hukum
Allah yaitu kasih di dalam hati kita, dan kita memperoleh kuasa untuk
menghidupkan suatu kehidupan yang suci. Dengan tinggal dalam Dia
kita mengambil bagian dalam sifat Ilahi dan memiliki kepastian kese-
lamatan sekarang dan pada saat penghakiman. (2 Kor. 5:17-21; Yoh.
3:16; Gal. 1:4; 4:4-7; Titus 3:3- 7; Yoh. 16:8; Gal. 3:13, 14; 1 Ptr. 2:21,
22; Rm. 10:17; Luk. 17:5; Mrk. 9:23, 24; Ef. 2:5-10; Rm. 3:21-26; Kol.
1:13, 14; Rm. 8:14-17; Gal. 3:26; Yoh. 3:3-8; 1 Ptr. 1:23; Rm. 12:2; Ibr.
226
8:7-12; Yeh. 36:25-27; 2 Ptr. 1:3, 4; Rm. 8:1-4; 5:6-10).
11. Bertumbuh di Dalam Kristus
Oleh kematian-Nya di salib Yesus mengalahkan kuasa kejahatan.
Ia yang menaklukkan roh-roh iblis selama pelayanan-Nya di dunia te-
lah menghancurkan kuasa mereka dan memastikan kebinasaan mereka
yang kekal. Kemenangan Yesus memberikan kepada kita kemenangan
atas kuasa-kuasa kejahatan yang masih terus berusaha untuk mengen-
dalikan kita, sementara kita berjalan bersama Dia dalam damai, suka-
cita, dan jaminan kasih-Nya. Sekarang Roh Kudus tinggal dalam kita
dan memberi kita kuasa. Oleh berserah secara terus-menerus kepada
Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan kita, kita dibebaskan dari beban
perbuatan kita di masa lalu. Kita tidak lagi hidup di dalam kegelap-
an, takut terhadap kuasa-kuasa kejahatan, kebodohan, dan kesia-siaan
jalan hidup kita dahulu. Dalam kebebasan baru dalam Yesus ini, kita
dipanggil untuk bertumbuh menjadi serupa dengan tabiat-Nya, berse-
kutu dengan Dia setiap hari dalam doa, makan dari Firman Allah, mere-
nungkan firman dan pemeliharaan-Nya, menyanyikan lagu-lagu pujian
bagi-Nya, berkumpul bersama untuk berbakti, dan ikut serta dalam misi
gereja. Sementara kita merelakan diri kita dalam kasih pelayanan kepa-
da orang-orang di sekitar kita dan bersaksi tentang keselamatan yang
dari pada-Nya, maka kehadiran-Nya yang tetap bersama kita melalui
Roh Kudus akan mengubah setiap saat dan setiap tugas menjadi suatu
pengalaman rohani. (Mzm. 1:1, 2; 23:4; 77:11, 12; Kol. 1:13, 14; 2:6,
14, 15; Luk. 10:17-20; Ef. 5:19, 20; 6:12-18; 1 Tes. 5:23; 2 Ptr. 2:9;
3:18; 2 Kor. 3:17, 18; Flp. 3:7-14; 1 Tes. 5:16-18; Mat. 20:25-28; Yoh.
20:21; Gal. 5:22-25; Rm. 8:38, 39; 1 Yoh. 4:4; Ibr. 10:25).
12. Gereja
Gereja yaitu persekutuan orang-orang percaya yang mengakui Ye-
sus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sebagaimana umat Allah
di masa Perjanjian Lama, kita dipanggil keluar dari dunia; dan kita ber-
kumpul untuk berbakti, untuk bersekutu, untuk mendapatkan petunjuk
Firman, untuk merayakan Perjamuan Tuhan, untuk pelayanan kepada
seluruh umat manusia, dan untuk pengabaran injil ke seluruh dunia.
DASAR-DASAR KEPERCAYAAN GMAHK 227
Gereja memperoleh wewenangnya dari Kristus, yang yaitu Firman
yang menjelma, dan dari Kitab Suci, yang merupakan Firman tertulis.
Gereja yaitu keluarga Allah; karena diangkat-Nya sebagai anak, maka
anggota-anggotanya hidup berdasarkan perjanjian baru. Gereja yaitu
tubuh Kristus, suatu masyarakat iman yang Kristus sendiri merupakan
Kepalanya. Gereja yaitu pengantin yang baginya Kristus mati agar
Ia dapat menguduskan dan menyucikannya. Pada saat Ia datang dalam
kemuliaan, Ia akan mempersembahkannya sebagai sebuah gereja yang
mulia bagi diri-Nya sendiri, orang-orang setia dari segala zaman, yang
telah dibeli dengan darah-Nya, suci dan tanpa cacat, noda atau kerut.
(Kej. 12:3; Kis. 7:38; Ef. 4:11-15; 3:8-11; Mat. 28:19, 20; 16:13-20;
18:18; Ef. 2:19-22; 1:22, 23; 5:23-27; Kol. 1:17, 18).
13. Umat yang Sisa dan Misinya
Gereja sedunia merupakan gabungan dari semua yang sungguh-
sungguh percaya pada Kristus, tetapi di hari-hari terakhir, yaitu saat
kemurtadan besar, suatu umat telah dipanggil keluar untuk menuruti
hukum-hukum Allah dan iman kepada Yesus. Umat sisa ini memaklum-
kan datangnya saat penghakiman, mengabarkan keselamatan melalui
Kristus, dan menyerukan dekatnya kedatangan Yesus kedua kali. Peka-
baran ini dilambangkan oleh tiga malaikat di Wahyu 14; pekabaran itu
bertepatan dengan pekerjaan penghakiman di surga dan menghasilkan
terjadinya pertobatan dan reformasi di dunia. Semua orang percaya di-
panggil untuk ambil bagian secara pribadi dalam kesaksian ke seluruh
dunia ini. (Why. 12:17; 14:6-12; 18:1-4; 2 Kor. 5:10; Yud. 3, 14; 1 Ptr.
1:16-19; 2 Ptr. 3:10-14; Why. 21:1-14).
14. Kesatuan dalam Tubuh Kristus
Gereja yaitu satu tubuh dengan banyak anggota, yang dipanggil
dari semua bangsa, suku, bahasa, dan kaum. Dalam Kristus kita yaitu
ciptaan baru; perbedaan ras, budaya, pendidikan, dan kebangsaan, serta
perbedaan-perbedaan antara yang tinggi dan rendah, kaya dan miskin,
laki-laki dan perempuan, tidak boleh memecah belah kita. Kita semua
sama di dalam Kristus, yang oleh satu Roh telah mengikat kita menja-
di satu persekutuan dengan Dia dan dengan satu sama lain; kita harus
228
melayani dan dilayani tanpa membeda-bedakan atau memilih muka.
Melalui ilham Yesus Kristus di dalam Alkitab kita memiliki iman dan
pengharapan yang sama, dan membagikan kesaksian yang sama kepa-
da semua orang. Kesatuan ini sumbernya yaitu kesatuan dari Allah
Tritunggal, yang telah mengangkat kita sebagai anak-anak-Nya. (Rm.
12:4, 5; 1 Kor. 12:12-14; Mat. 28:19, 20; Mzm. 133:1; 2 Kor. 5:16, 17;
Kis. 17:26, 27; Gal. 3:27, 29; Kol. 3:10-15; Ef. 4:14-16; 4:1-6; Yoh.
17:20-23).
15. Baptisan
Oleh baptisan kita mengakui iman kita pada kematian dan kebangkit-
an Yesus Kristus, dan bersaksi tentang kematian kita terhadap dosa dan
tujuan kita untuk berjalan dalam kehidupan yang baru. Demikianlah
kita mengakui Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, menjadi umat-
Nya, dan diterima sebagai anggota gereja-Nya. Baptisan yaitu lam-
bang persekutuan kita dengan Kristus, pengampunan dosa-dosa kita,
dan penerimaan kita akan Roh Kudus. Baptisan itu dilakukan dengan
cara diselamkan ke dalam air dan merupakan suatu penegasan iman di
dalam Yesus dan bukti pertobatan dari dosa. Itu mengikuti petunjuk
yang terdapat dalam Kitab Suci dan penerimaan akan ajaran-ajarannya.
(Rm. 6:1-6; Kol. 2:12, 13; Kisah 16:30-33; 22:16; 2:38; Mat. 28:19, 20).
16. Perjamuan Kudus
Perjamuan Kudus merupakan keikutsertaan dalam lambang tubuh
dan darah Yesus sebagai suatu ungkapan iman kepada-Nya, sebagai Tu-
han dan Juruselamat kita. Dalam pengalaman komuni ini Kristus hadir
untuk bertemu dan menguatkan umat-Nya. Pada saat kita ambil bagian,
kita dengan sukacita mengabarkan kematian Tuhan sampai Ia datang
lagi. Persiapan perjamuan itu meliputi pemeriksaan diri, pertobatan,
dan pengakuan. Tuhan mengesahkan upacara pembasuhan kaki yang
menandakan pembersihan kembali, mengungkapkan suatu kesediaan
untuk melayani satu sama lain dengan rendah hati seperti Kristus, dan
mempersatukan hati kita dalam kasih. Upacara perjamuan terbuka bagi
semua orang Kristen yang percaya. (1 Kor. 10:16, 17; 11:23-30; Mat.
DASAR-DASAR KEPERCAYAAN GMAHK 229
26:17-30; Why. 3:20; Yoh. 6:48-63; 13:1-17).
17. Karunia Rohani dan Pelayanan
Allah mencurahkan ke atas semua anggota gereja-Nya dalam setiap
zaman karunia-karunia rohani yang harus digunakan oleh setiap ang-
gota dalam pelayanan kasih untuk kebaikan bersama jemaat dan umat
manusia. Diberikan oleh Roh Kudus yang dengan adil membagi kepada
setiap anggota sesuai kehendak-Nya, karunia-karunia itu memberikan
segala kesanggupan dan pelayanan yang dibutuhkan oleh gereja untuk
melaksanakan fungsi-fungsinya sebagaimana yang ditentukan oleh Tu-
han. Menurut Alkitab, karunia-karunia ini mencakup pelayanan-pelayan-
an seperti iman, penyembuhan, bernubuat, menginjil, mengajar, admi-
nistrasi, mendamaikan, belas kasihan, dan pelayanan pengorbanan dan
kemurahan hati untuk menolong dan menguatkan orang lain. Sebagian
anggota dipanggil oleh Allah dan dipakai oleh Roh untuk tugas-tugas
yang diakui oleh gereja seperti tugas-tugas penggembalaan, evange-
lisasi, kerasulan, dan pelayanan mengajar khususnya dibutuhkan untuk
memperlengkapi anggota-anggota bagi pelayanan, untuk membangun
jemaat kepada kedewasaan rohani, dan mendorong kesatuan iman dan
pengetahuan akan Allah. Bila anggota-anggota memakai karunia-
karunia yang bermacam-macam ini sebagai penatalayan Allah yang
setia, gereja terlindung dari pengaruh-pengaruh merusak yang ditim-
bulkan oleh doktrin-doktrin palsu, bertumbuh dengan suatu pertumbuh-
an yang berasal dari Allah, dan dibangun dalam iman dan kasih. (Rm.
12:4-8; 1 Kor. 12:9-11, 27, 28; Ef. 4:8, 11-16; Kisah 6:1-7; 1 Tim. 3:1-
13; 1 Ptr. 4:10, 11).
18. Karunia Nubuat
Salah satu karunia Roh Kudus ialah karunia bernubuat. Karunia ini
menjadi suatu tanda pengenal gereja yang sisa dan ditunjukkan dalam
pelayanan Ellen G. White. Sebagai utusan Tuhan, tulisan-tulisannya me-
rupakan sumber kebenaran yang terus-menerus dan berwenang yang
memberikan penghiburan, bimbingan, nasihat, dan perbaikan kepada
gereja. Tulisan-tulisan ini juga menjelaskan bahwa Alkitab me-
rupakan standar oleh mana semua pengajaran dan pengalaman harus
230
diuji. (Yoel 2:28, 29; Kisah 2:14-21; Ibr. 1:1-3; Why. 12:17; 19:10).
19. Hukum Allah
Prinsip-prinsip besar hukum Allah diwujudkan dalam Sepuluh Pe-
rintah dan ditunjukkan dalam kehidupan Kristus. Hukum-hukum itu
menyatakan kasih, kehendak, dan maksud Allah perihal perilaku dan
hubungan manusia dan mengikat semua orang di setiap zaman. Atur-
an ini merupakan dasar perjanjian Allah dengan umat- Nya dan stan-
dar penghakiman Allah. Melalui agen Roh Kudus hukum itu menunjuk
dosa dan menimbulkan suatu perasaan membutuhkan seorang Juruse-
lamat. Keselamatan sepenuhnya berasal dari kasih karunia dan bukan
oleh usaha, tetapi buahnya yaitu penurutan kepada hukum-hukum Al-
lah. Penurutan ini memperkembang karakter Kristen dan menghasilkan
suatu perasaan sejahtera. Itu merupakan bukti kasih kita kepada Tuhan
dan kepedulian kita kepada sesama. Penurutan iman menunjukkan ku-
asa Kristus yang mengubahkan kehidupan, dan dengan demikian me-
nguatkan kesaksian orang Kristen. (Kel. 20:1-17; Mzm. 40:7, 8; Mat.
22:36-40; Ul. 28:1-14; Mat. 5:17-20; Ibr. 8:8-10; Yoh. 15:7-10; Ef. 2:8-
10; 1 Yoh. 5:3; Rm. 8:3, 4; Mzm.19:7-14).
20. Sabat
Pencipta yang berkemurahan, setelah enam hari Penciptaan, berhenti
pada hari ketujuh dan mendirikan Sabat untuk semua orang sebagai su-
atu peringatan Penciptaan. Hukum keempat dari hukum Allah yang ti-
dak terubahkan itu menuntut pengudusan Sabat hari ketujuh itu sebagai
suatu hari perhentian, perbaktian, dan pelayanan yang sesuai dengan
ajaran dan kebiasaan Yesus, Tuhan atas hari Sabat. Sabat yaitu suatu
hari persekutuan yang sangat menyenangkan dengan Allah dan dengan
sesama. Itu merupakan suatu lambang penebusan kita di dalam Kris-
tus, suatu lambang pengudusan kita, tanda kesetiaan kita, dan merupa-
kan suatu pendahuluan terhadap masa depan kita yang kekal di dalam
kerajaan Allah. Sabat yaitu tanda yang terus-menerus dari perjanjian
kekal-Nya antara Dia dan umat- Nya. Dengan sukacita menguduskan
hari yang suci ini dari petang hingga petang berikutnya, dan masuk
matahari hingga masuk matahari, merupakan suatu perayaan dari per-
DASAR-DASAR KEPERCAYAAN GMAHK 231
buatan penciptaan dan penebusan Allah. (Kej. 2:1-3; Kel. 20:8-11; Luk.
4:16; Yes. 56:5, 6; 58:13, 14; Mat. 12:1-12; Kel. 31:13-17; Yeh. 20:12,
20; Ul. 5:12- 15; Ibr. 4:1-11; Im. 23:32; Markus 1:32).
21. Penatalayanan
Kita yaitu penatalayan Allah, yang Ia percayakan dengan waktu
dan kesempatan, kesanggupan dan harta milik, dan berkat-berkat dunia
dan segala kekayaannya. Kita bertanggung jawab kepada-Nya untuk
penggunaan yang tepat akan berkat-berkat itu. Kita mengakui kepemi-
likan Allah oleh pelayanan yang setia kepada-Nya dan kepada sesama
kita manusia, dan oleh mengembalikan persepuluhan dan memberikan
persembahan untuk pengabaran Injil-Nya dan menjadi sokongan dan
pertumbuhan gereja-Nya. Penatalayanan yaitu suatu kesempatan isti-
mewa yang diberikan oleh Allah bagi kita untuk memelihara kasih dan
kemenangan atas cinta diri dan ketamakan. Penatalayan bersukacita da-
lam berkat-berkat yang datang kepada orang-orang lain sebagai hasil
dari kesetiaannya. (Kej. 1:26-28; 2:15; 1 Taw. 29:14; Hag. 1:3-11; Mal.
3:8-12; 1 Kor. 9:9-14; Mat. 23:23; 2 Kor. 8:1-15; Rm. 15:26, 27).
22. Perilaku Orang Kristen
Kita dipanggil untuk menjadi suatu umat saleh yang berpikir, me-
rasa, dan bertindak, serasi dengan prinsip-prinsip surga. Agar Roh
menciptakan kembali di dalam diri kita karakter Tuhan kita, maka kita
melibatkan diri kita hanya pada hal-hal yang akan menghasilkan ke-
murnian yang serupa dengan Kristus, kesehatan, dan sukacita di dalam
hidup kita. Ini berarti bahwa hiburan dan kesenangan kita harus sesuai
dengan standar tertinggi dari selera dan keindahan Kristen. Sementara
kita mengakui adanya perbedaan-perbedaan budaya, pakaian kita ha-
ruslah sederhana, sopan, dan rapi, merias orang yang memiliki kecan-
tikan sejati tidaklah dengan memakai perhiasan-perhiasan lahiriah
tetapi perhiasan yang tidak dapat binasa yaitu suatu roh lemah lembut
dan tenang. Itu juga berarti bahwa karena tubuh kita yaitu bait Roh
Kudus, maka kita harus merawatnya dengan hati-hati. Selain dengan
olahraga dan istirahat yang cukup, kita harus memakan makanan yang
paling menyehatkan yang bisa diperoleh dan tidak memakan makanan
232
yang haram yang dijelaskan dalam Alkitab. Karena minuman keras ber-
alkohol, tembakau, dan penggunaan obat bius dan narkotik yang tidak
bertanggung jawab merusak tubuh kita, maka kita harus juga berpan-
tang dari semuanya itu. Malahan, kita harus memakai segala se-
suatu yang membawa pikiran dan tubuh kita ke dalam disiplin Kristus,
yang menginginkan kita sehat, gembira, dan baik. (Rm. 12:1, 2; 1 Yoh.
2:6; Ef. 5:1-21; Flp. 4:8; 2 Kor. 10:5; 6:14-7:1; 1 Ptr. 3:1-4; 1 Kor. 6:19,
20; 10:31; Im. 11:1-47; 3 Yoh. 2).
23. Pernikahan dan Keluarga
Pernikahan didirikan oleh Tuhan di Eden dan diteguhkan oleh Yesus
sebagai ikatan seumur hidup antara seorang pria dan seorang wanita
dalam kebersamaan kasih. Bagi seorang Kristen suatu janji pernikahan
diucapkan kepada Allah dan juga kepada pasangannya, dan hanya dapat
dilakukan oleh pasangan yang seiman. Saling mencintai, menghormati,
menghargai, dan bertanggung jawab merupakan unsur dari hubungan
khusus ini, yang memantulkan kasih, kesucian, keintiman, dan kelang-
gengan hubungan antara Kristus dan gereja-Nya. Mengenai perceraian,
Yesus mengajarkan bahwa orang yang menceraikan pasangannya, ke-
cuali karena zina, dan menikah dengan orang lain, berarti melakukan
perzinaan. Walaupun beberapa hubungan keluarga mungkin tidak se-
perti yang diharapkan, pasangan nikah yang benar-benar saling menye-
rahkan diri satu sama lain dalam Kristus bisa saja mencapai suatu kesa-
tuan yang mengasihi melalui tuntunan Roh dan bimbingan gereja. Allah
memberkati keluarga dan bermaksud bahwa anggota-anggotanya harus
saling mendampingi satu sama lain menuju kedewasaan penuh. Orang-
tua harus mengajar anak-anak mereka untuk mengasihi dan menuruti
Tuhan. Oleh teladan dan kata-kata, mereka harus mengajar anak-anak
mereka bahwa Kristus itu pengasih yang berdisiplin, selalu lembut dan
mempedulikan, yang ingin agar mereka menjadi anggota-anggota tu-
buh-Nya, yaitu keluarga Allah. Menjadikan keluarga lebih intim meru-
pakan satu dari ciri-ciri Injil yang terakhir. (Kej. 2:18-25; Mat. 19:3-9;
Yoh. 2:1-11; 2 Kor. 6:14; Ef. 5:21-33; Mat. 5:31, 32; Markus 10:11, 12;
Luk. 16:18; 1 Kor. 7:10, 11; Kel. 20:12; Ef. 6:1-4; Ul. 6:5-9; Ams. 22:6;
Mal. 4:5, 6).
DASAR-DASAR KEPERCAYAAN GMAHK 233
24. Pelayanan Kristus di Bait Suci Surgawi
Ada sebuah bait suci di surga, tempat ibadah sejati yang didirikan
oleh Allah bukan oleh manusia. Di dalamnya Kristus melayani untuk
kepentingan kita, agar orang-orang percaya mendapatkan faedah dari
korban penebusan-Nya yang dipersembahkan sekali untuk semua di sa-
lib. Ia dilantik sebagai Imam Besar kita yang agung dan memulaikan
pelayanan pengantaraan-Nya pada saat Ia naik ke surga. Pada tahun
1844, pada akhir periode nubuatan 2300 hari, Ia memasuki fase kedua
dan terakhir dari pelayanan penebusan-Nya. Itu yaitu pekerjaan pe-
nyelidikan penghakiman yang merupakan bagian dari keputusan akhir
bagi semua dosa, ditandai dengan penyucian bait suci orang Ibrani da-
hulu kala pada hari Grafirat. Dalam pelayanan khusus ini bait suci
disucikan dengan darah hewan korban, tetapi bait suci surgawi itu di-
sucikan oleh darah korban yang sempurna yaitu Yesus. Penyelidikan
penghakiman menyatakan kepada makhluk-makhluk surgawi siapa di
antara orang-orang mati yang telah mati di dalam Kristus dan oleh se-
bab itu, di dalam Dia, mereka dianggap layak untuk mengambil bagian
dalam kebangkitan pertama. Itu juga menunjukkan dengan jelas siapa
di antara orang-orang hidup yang tinggal di dalam Kristus, memelihara
hukum-hukum Allah dan iman akan Yesus, dan oleh sebab itu, di dalam
Dia, mereka siap untuk diubahkan dan masuk ke dalam kerajaan-Nya
yang kekal. Penghakiman ini membuktikan benarnya keadilan Allah
dalam menyelamatkan orang-orang yang percaya kepada Yesus. Itu
menyatakan bahwa orang-orang yang tetap setia kepada Allah akan me-
nerima kerajaan itu. Penyelesaian pelayanan Kristus ini akan menandai
berakhirnya masa percobaan bagi manusia sebelum Kedatangan-Nya
kedua kali. (Ibr. 8:1-5; 4:14-16; 9:11-28; 10:19-22; 1:3; 2:16, 17; Dan.
7:9-27; 8:13, 14; 9:24-27; Bil. 14:34; Yeh. 4:6; Im. 16; Why. 14:6, 7;
20:12; 14:12; 22:12).
25. Kedatangan Kristus Kedua Kali
Kedatangan Kristus kedua kali merupakan pengharapan yang berba-
hagia dari gereja, puncak terbesar dari Injil. Kedatangan Juruselamat itu
literal, pribadi, dapat dilihat, dan meliputi seluruh dunia. Ketika Ia da-
tang kembali, orang-orang benar yang telah mati akan dibangkitkan dan
234
bersama-sama dengan orang-orang benar yang masih hidup diangkat ke
surga, tetapi orang-orang jahat akan mati. Penggenapan yang hampir
sempurna dari garis nubuatan, bersamaan dengan keadaan dunia seka-
rang ini, mengindikasikan bahwa kedatangan Kristus itu sudah dekat.
Saat peristiwa itu tidak dinyatakan, dan oleh sebab itu kita didesak un-
tuk bersedia setiap saat. (Tit. 2:13; Ibr. 9:28; Yoh. 14:1-3; Kis. 1:9-11;
Mat. 24:14; Why. 1:7; Mat. 24:43, 44; 1 Tes. 4:13-18; 1 Kor. 15:51-54;
2 Tes. 1:7-10; 2:8; Why. 14:14-20; 19:11- 21; Mat. 24; Mrk. 13; Luk.
21; 2 Tim. 3:1-5; 1 Tes. 5:1-6).
26. Kematian dan Kebangkitan
Upah dosa ialah maut. Tetapi Allah, yang tidak dapat mati, akan
memberikan kehidupan kekal kepada orang-orang yang ditebus-Nya.
Hingga hari itu kematian yaitu keadaan tidak sadar bagi semua orang.
Bilamana Kristus, yang yaitu kehidupan kita, nampak, orang-orang
benar yang telah dibangkitkan dan orang-orang benar yang hidup akan
dimuliakan dan bersedia untuk bertemu dengan Tuhan mereka. Kebang-
kitan kedua, yaitu kebangkitan orang-orang jahat, akan terjadi seribu ta-
hun kemudian. (Rm. 6:23; 1 Tim. 6:15, 16; Pkh. 9:5, 6; Mzm. 146:3, 4;
Yoh. 11:11- 14; Kol. 3:4; 1 Kor. 15:51-54; 1 Tes. 4:13-17; Yoh. 5:28,
29; Why. 20:1-10).
27. Milenium dan Berakhirnya Dosa
Milenium yaitu pemerintahan Kristus selama seribu tahun bersa-
ma kudus-Nya di surga, antara kebangkitan pertama dan kebangkitan
kedua. Selama masa ini orang-orang jahat yang mati akan diha-
kimi; dunia ini akan menjadi sunyi sepi, tanpa penghuni manusia yang
hidup, tetapi dihuni oleh Setan dan para malaikatnya. Pada penutup-
an masa seribu tahun itu Kristus bersama umat kesucian-Nya dan kota
suci akan turun dari surga ke bumi. Kemudian orang-orang jahat yang
mati akan dibangkitkan, dan bersama Setan dan para malaikatnya akan
mengepung kota itu; tetapi api dari Allah akan menghanguskan mere-
ka dan membersihkan dunia. Maka alam semesta akan bebas dari dosa
dan orang-orang berdosa selama-lamanya. (Why. 20; 1 Kor. 6:2, 3; Yer.
4:23-26; Why. 21:1-5; Mal. 4:1; Yeh. 28:18, 19).
235
28. Dunia Baru
Di dunia baru, di mana orang-orang benar akan tinggal, Allah akan
menyediakan rumah yang kekal bagi umat tebusan dan suasana sem-
purna untuk kehidupan kekal, kasih, sukacita, dan belajar di hadirat-
Nya. Karena di sini Allah sendiri akan tinggal bersama umat-Nya, dan
tidak akan ada lagi penderitaan serta kematian. Pertentangan besar akan
berakhir, dan tidak akan ada dosa lagi. Segala sesuatu, baik yang bernya-
wa maupun yang tidak bernyawa, akan menyatakan bahwa Allah ada-
lah kasih; dan Ia akan memerintah selama-lamanya. Amin. (2 Ptr. 3:13;
Yes. 35; 65: 17-25; Mat. 5:5; Why. 21:1-7; 22:1-5; 11:15).
236
237
Catatan
Catatan ini berisi bahan penjelasan tentang bagaimana suatu jemaat
maju dalam hal-hal tertentu. Suatu jemaat dapat meniru beberapa cara
lain dalam menangani hal-hal semacam itu. Metode-metode alternatif
semacam itu harus sesuai dengan prinsip-prinsip umum yang diterima
oleh organisasi dan kebijakan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.
_Bab 8
1. Upacara Pernikahan—(Lihat hlm. 101)—Di beberapa negara
seorang pendeta harus diangkat dan didaftarkan secara hukum untuk
dapat memimpin upacara pernikahan. Di banyak tempat pendeta bo-
leh membuat acara di gereja, tetapi perjanjian pernikahan harus disah-
kan secara hukum oleh petugas pemerintah kecamatan, yang biasanya
duduk mendengarkan deklarasi pernikahan yang bentuknya disetujui.
Di tempat-tempat lain lagi, pendeta tidak boleh menjalankan upacara
pernikahan sama sekali, karena itu dianggap sebagai tugas dari nega-
ra dan dipandang sebagai kontrak sipil. Dalam kasus-kasus seperti ini
anggota-anggota kita biasanya hadir di rumah atau tempat kebaktian, di
mana upacara khusus dijalankan oleh seorang pendeta, untuk meminta
berkat Tuhan atas pasangan itu. (Lihat hlm. 110-1118).
2. Melatih dan Memperlengkapi Ketua-ketua Jemaat—(Lihat hlm.
101)—Sementara pendeta memiliki tanggung jawab utama untuk me-
latih para ketua, konferens dianjurkan untuk menjadwalkan pertemuan
berkala untuk melatih mereka. Untuk menyokong suatu hubungan tim
pendeta-ketua maka dianjurkan agar pendeta-pendeta juga menghadiri
238
pertemuan-pertemuan ini. Para pemimpin perusahaan yang merupakan
ketua-ketua jemaat juga harus diundang untuk hadir.
3. Menjaga dan Memelihara Harta Milik Gereja—(Lihat hlm. 108,
109)—yaitu tugas diaken untuk menjaga kebersihan dan perbaikan
gereja, dan agar areal tempat berdirinya gereja itu tetap bersih dan me-
narik. Ini juga mencakup memastikan bahwa pekerjaan kostor berjalan
baik. Diaken harus menganjurkan orang yang cocok ke majelis jemaat,
yang akan memutuskan untuk mempekerjakan orang yang akan men-
jadi kostor, atau majelis jemaat dapat memberi wewenang kepada para
diaken untuk mempekerjakan seorang kostor. Persetujuan dari maje-
lis jemaat harus didapatkan untuk semua pengeluaran biaya perbaikan
besar. Semua biaya untuk perbaikan, dan juga biaya air, listrik, bahan
bakar, diminta dari bendahara jemaat.
4. Sekretaris Menjaga Catatan-catatan—(Lihat hlm. 109)—Kepu-
tusan-keputusan majelis harus dicatat di buku catatan jemaat, atau di-
catat di sistem pencatatan yang tepat yang dipraktikkan oleh jemaat,
dicantumkan waktu dan tanggal pertemuan, jumlah orang yang hadir,
dan suatu laporan dari semua keputusan yang diambil. Sekretaris jema-
at harus juga membuat sebuah daftar dari setiap komite yang ditunjuk
dalam pertemuan ini , memberikan kepada ketua rapat sebuah daf-
tar anggota-anggota dari masing-masing komite, disertai syarat-syarat
referensinya serta garis besar tugas yang akan dilakukannya. Buku ca-
tatan jemaat bisa didapatkan dari Balai Buku Advent, atau dari perce-
takan Advent.
Buku catatan jemaat ini memiliki ruang untuk mencatat ______________
jemaat, menyediakan kolom yang diperlukan untuk menunjukkan ba-
gaimana dan kapan anggota-anggota diterima atau dikeluarkan. Catat-
an ini harus dibuat secara kronologi, dan data pendukung untuk setiap
nama yang masuk harus juga dicatat di bagian mana keputusan tentang
anggota itu dicatat. Catatan ______________ jemaat haruslah akurat dan
mutakhir sehingga status ______________ di jemaat itu dapat diketahui.
5. Surat Menyurat dengan Anggota-anggota—(Lihat hlm. 110)—Se-
_239
kre taris jemaat harus mengadakan surat menyurat dengan anggota-ang-
gota yang tidak ada di tempat dan harus menyampaikan kepada mereka
hal-hal menarik tentang kemajuan jemaat, mendorong mereka untuk
melaporkan aktivitas Kekristenan mereka setiap triwulan.
6. Uang untuk Pesanan Literatur Pribadi—(Lihat hlm. 112)—Di
wi layah-wilayah yang tidak ada Balai Buku Advent, anggota-anggota
jemaat dapat menempatkan uang mereka di dalam amplop untuk pe-
sanan pribadi bahan-bahan literatur, buku-buku, pamflet, majalah, dan
langganan bahan-bahan berkala, disertai kertas pesanan yang telah diisi
dengan benar, dan diserahkan kepada sekretaris pelayanan perorangan.
Kemudian bendahara mengirimkan pesanan maupun pembayaran un-
tuk semua bahan-bahan literatur itu ke Balai Buku Advent konferens,
atau ke percetakan, sesuai dengan sistem yang dilakukan oleh konfe-
rens. Pada akhir setiap triwulan sekretaris pelayanan perorangan akan
membuat sebuah laporan kepada jemaat, pada konferensi triwulan je-
maat, perhitungan dengan Balai Buku Advent dan/atau percetakan dan
harus memberikan satu salinan kepada bendahara jemaat. (Lihat hlm.
97, 98).
7. Melindungi Anak-anak—Jemaat harus menjadi satu tempat yang
aman bagi anak-anak kita. Setiap orang yang terlibat dengan anak-anak
atau orang-orang yang belum dewasa harus memenuhi semua standar
dan persyaratan Gereja. Supaya anak-anak kita terlindungi, jemaat-je-
maat harus berusaha untuk menerapkan aturan-aturan yang akan me-
nyediakan suatu ukuran kenyamanan dan perlindungan bagi anak-anak.
Aturan-aturan seperti itu harus mencakup hal-hal berikut:
a. Kebijakan Dua Orang Dewasa—Harus ada dua orang dewasa
yang hadir dalam ruangan kelas atau kegiatan anak-anak.
b. Pintu Terbuka—Cegahlah kontak pribadi atau kontak satu-satu
dan terapkan kebijakan pintu terbuka dalam segala situasi. Kalau pintu
terbuka tidak memungkinkan, tempatkan orang dewasa kedua di pintu.
c. Penyaringan Relawan—Mintalah semua relawan melengkapi for-
mulir informasi relawan, periksa referensi mereka, dan, jika diperlukan
oleh hukum, lakukan pemeriksaan latar belakang oleh seorang polisi.
240
d. Kebijakan Enam Bulan—Perlu kebijakan masa tunggu enam bu-
lan untuk anggota yang baru dibaptis atau anggota-anggota yang baru
pindah yang telah menunjukkan kesediaan untuk bekerja dengan anak-
anak.
e. Pelatihan—Menyediakan pelatihan reguler bagi para guru dan su-
karelawan untuk membantu mereka memahami dan melindungi anak-
anak dan bagaimana untuk memelihara iman mereka.
Pemimpin jemaat setempat harus berkonsultasi dengan konferens un-
tuk memastikan prosedur dan persyaratan konferens termasuk persyarat-
an hukum setempat untuk orang-orang yang bekerja dengan anak-anak.
Sumber-sumber tambahan disediakan oleh Adventist Risk Manage-
ment di www.adventistrisk.org.
8. Sumber-sumber Pelayanan Anak-anak (Lihat hlm. 118)— Pe-
doman Pelayanan Anak-anak; Panduan Langkah demi Langkah untuk
Pimpinan Anak Seluruh Dunia, (2005); Koordinator Pelayanan Anak;
Sebuah Panduan Langkah demi Langkah untuk Mengorganisir Pela-
yanan Anak di Gereja Lokal, (2005), dan Buku Pegangan Pendeta &
Penatua untuk Departemen Anak-anak, 2005. Silver Spring MD: Chil-
drens Ministries, General Conference of Seventh-day Adventists. Un-
tuk informasi lebih lanjut, hubungi direktur pelayanan anak-anak di
konfrens Anda dan www.gcchildmin.org.
9. Sumber-sumber Pelayanan Rumah Tangga (Lihat hlm. 125)—
Caring for Families Today: A Guide for Family Ministries, 2009. Sil-
ver Spring MD: Family Ministries, General Conference of Seventh-day
Adventists. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi direktur pelayanan
rumah tangga konferens Anda dan www.adventistfamilyministries.org.
10. Sumber-sumber Pelayanan Kesehatan (Lihat hlm. 127)—
CELE BRATIONS (presentasi garis besar 12 program pelayanan kese-
hatan penting, termasuk naskah dan PowerPoints), CHARTERS (satu
seri ceramah dalam bentuk PowerPoint untuk presentasi kepada hadirin
dari kaum awam, Foundations for Health Ministry (84 ceramah tentang
kesehatan dasar untuk para pemimpin pelayanan kesehatan), Breathe
_241
Free (kurikulum berhenti merokok, Youth Alive (satu program untuk
membangun ketahanan di dalam orang muda kita), Vegetarian Cuisine
Instructor’s Course (suatu panduan komprehensif tentang “bagaimana
untuk”), Birthing Companions (untuk mendukung wanita hamil muda
dalam kehamilan mereka), Regeneration (program 12 langkah untuk
pemulihan dalam kecanduan), dan My Vegetarian Food Pyramid [Pira-
mida Makanan Vegetarian] (poster-poster besar atau kecil).
11. Sumber-sumber Hubungan Masyarakat dan Kebebasan Ber-
agama (lihat hlm. 128)—Untuk informasi lebih lanjut hubungi direktur
Hubungan Masyarakat dan Kebebasan Beragama di Konferens Anda
atau kunjungi www.parl.org and www.irla.org.
12. Sumber-sumber Pelayanan Penerbitan (Lihat hlm. 129)—Lit-
erature Ministry Training Manual (Vol. 1-3 dengan presentasi Power-
Point); The Publishing Ministry and the Church (brosur); Student Lit-
erature Evangelism Manual; Miracles of Grace (sebuah buku dengan
365 kesaksian dari para penginjil literatur di seluruh dunia); Evangelis
Literatur (majalah kuartalan dari Pelayanan Penerbitan General Confer-
ence). Untuk informasi lebih lanjut, hubungi direktur penerbitan konfe-
rens atau uni. Anda juga dapat mengunjungi publishing.gc.adventist.org.
13. Sumber-sumber Sekolah Sabat dan Pelayanan Perorangan
(Lihat hlm. 136)—Pelajaran Sekolah Sabat untuk berbagai usia (CQ,
Cornerstone Connections, Real-Time Faith, PowerPoints, Primary,
Kindergarten, dan Beginner); Penuntun Sekolah Sabat; Kunci bagi Para
Pemimpin Sekolah Sabat dan Pelayanan Perorangan (satu seri selebar-
an); Menjangkau dan Memenangkan (serangkaian brosur untuk sistem
pelayanan perorangan kepada orang-orang dari berbagai macam iman);
Adventist Community Services Handbook; The Sharing (laporan berka-
la). Untuk informasi lebih lanjut, hubungi direktur Sekolah Sabat dan
Pelayanan Perorangan konferens dan www.sabbathschoolpersonalm-
inistries.org atau yang berikut: GraceLink.net, JuniorPowerPoints.org,
RealTimeFaith.net, CornerstoneConnections.net, CQBibleStudy.org,
atau SabbathSchoolU.org.
242
14. Sumber-sumber Pelayanan Penatalayanan (Lihat hlm. 137)—
Langkah-langkah kepada Pemuridan (Steps to Discipleship), 2009. Silver
Spring, MD: Stewardship Ministries, General Conference of Seventh-
day Adventists. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi departemen pe-
layanan penatalayanan konferens, uni, atau divisi atau kunjungi www.
adventiststewardship.com.
15. Sumber-sumber Pelayanan Bakti Wanita Advent (Lihat hlm.
139)—Sertifikasi kepemimpinan tingkat 1-4; Sumber bahan-bahan Hari
Doa, Hari Penekanan Wanita, dan Hari Penekanan Pencegahan Pele-
cehan; Buku Pegangan Pendeta dan Ketua Jemaat untuk Pelayanan Bakti
Wanita Advent (Pastor’s and Elder’s Handbook for Women’s Ministries).
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi direktur Pelayanan Bakti Wanita
Advent di konferens Anda dan kunjungi www.adventistwomensminis-
tries.org.
16. Rencana Organisasi Perkumpulan Pemuda Advent (Lihat hlm.
139)—Informasi yang lebih rinci mengenai rencana organisasi Per-
kumpulan Pemuda Advent tersedia pada direktur pelayanan pemuda
konferens. Masing-masing jemaat harus mempelajari profil keluarga
dan orang muda di jemaatnya, sumber-sumber daya, personil, fasilitas,
dan hubungan sekolah, perkembanglah pelayanan pemuda yang terbaik
dengan memperhatikan faktor-faktor ini.
Di beberapa tempat istilah lain untuk “perkumpulan,” seperti “perse-
kutuan” atau “tindakan,” boleh dipilih, tetapi nama “Pemuda Advent”
harus selalu digunakan untuk mengidentifikasi organisasi dengan jelas.
17. Sumber-sumber Pelayanan Pemuda Advent (Lihat hlm. 146)—
Untuk bahan-bahan yang lebih banyak dan informasi lebih lanjut kun-
jungi website kami di www.gcyouthministries.org atau email youth@
gc.adventist.org.
_Bab 9
1. Contoh Daftar Para Pemimpin Jemaat (Lihat hlm. 147). Panitia
_243
pemilih memilih anggota-anggota untuk melayani sebagai para pengu-
rus di berbagai jabatan. Jemaat kecil mungkin memiliki daftar pengurus
yang lebih pendek. Jemaat yang besar boleh jadi memiliki daftar peng-
urus yang lebih panjang. Berikut ini yaitu daftar yang boleh diperha-
tikan:
Ketua (ketua-ketua)
Diaken (diaken-diaken
Diakenes (diakenes-diakenes)
Sekretaris
Bendahara dan asisten (asisten-asisten)
Koordinator Peminat
Majelis Jemaat
Majelis Sekolah Jemaat
Pemimpin dan Asisten Perkumpulan Remaja Advent
Pemimpin dan Wakil Perkumpulan Pemuda Advent
Penasihat Perkumpulan Pemuda Advent
Sekretaris Bendahara dan Asisten Perkumpulan Pemuda Advent
Direktur Musik Perkumpulan Pemuda Advent
Pianis atau organis Perkumpulan Pemuda Advent
Direktur Klub Adventurer (Petualang)
Direktur Klub Ambassador (Duta Besar)
Koordinator Sekolah Alkitab
Koordinator Pelayanan Anak-anak
Koordinator pemimpin koor atau pemimpin lagu, atau musik jemaat
Organis atau Pianis Jemaat
Sekretaris Komunikasi atau Komite Komunikasi
Direktur Pelayanan Masyarakat
Pemimpin Perkumpulan Dorkas
Sekretaris Bendahara Perkumpulan Dorkas
Sekretaris Pendidikan
Pemimpin Pelayanan Rumah Tangga
Pemimpin Pelayanan Kesehatan
Koordinator Pelayanan kepada Orang-orang yang Tidak Mampu (ca-
cat)
Direktur Klub Pathfinder (Remaja) dan wakil direktur
244
Pemimpin Pelayanan Perorangan
Sekretaris Pelayanan Perorangan
Direktur Pelayanan Doa
Koordinator Pelayanan Literatur
Pemimpin Kebebasan Beragama
Pemimpin dan Asisten Pemimpin Sekolah Sabat
Sekretaris dan Asisten Sekretaris Sekolah Sabat
Pemimpin Kelas-kelas Sekolah Sabat, termasuk pemimpin kelas de-
wasa dan kelas tambahan
Sekretaris Investasi Sekolah Sabat
Pemimpin Pelayanan Penatalayanan
Direktur Sekolah Alkitab Liburan
Pemimpin Bakti Wanita Advent
Personil tambahan jika dianggap penting.
Para pengurus (pemimpin dan sekretaris bendahara) Asosiasi Seko-
lah dan Rumah Tangga: Jika hanya satu jemaat yang menyelenggara-
kan satu sekolah, maka komite pemilih jemaat membuat rekomendasi
ke majelis sekolah, yang kemudian membuat pengangkatan. Jika le-
bih dari satu jemaat menyelenggarakan satu sekolah, majelis sekolah
mengadakan semua proses itu. (Lihat hlm. 120, 121).
_Bab 10
1. Sekolah Sabat (Lihat hlm. 162, 163)—Lamanya waktu untuk Se-
kolah Sabat biasanya yaitu satu jam dan sepuluh 11 menit. Namun,
ini tidak mencegah satu konferens dari mengadopsi periode yang lebih
lama atau lebih pendek, meskipun penting untuk memiliki cukup waktu
untuk secara teratur mempromosikan kegiatan misionaris dan tanggung
jawab gereja sedunia, bersama dengan persembahan misi, ditambah se-
tidaknya tiga puluh menit untuk belajar Alkitab.
2. Susunan Acara (Lihat hlm. 162, 164)—Susunan acara bervariasi
dari negara ke negara dan budaya demi budaya. Berikut ini ada dua su-
sunan acara yang diusulkan:
_245
Susunan Acara Perbaktian yang Lebih Panjang
Musik Pengantar
Pengumuman
Para Partisipan Masuk
Kidung Pujian
Invokasi (Doa)
Pembacaan Alkitab
Lagu Pujian
Doa
Lagu Spesial
Persembahan
Himne Pengabdian/Penyerahan
Khotbah
Himne
Doa Berkat
Jemaat Berdiri atau Duduk Beberapa Saat untuk Doa dalam Hati
Musik Pengantar Keluar
Susunan Acara Perbaktian yang Lebih Singkat
Pengumuman
Himne
Doa
Persembahan
Himne atau Lagu Istimewa
Khotbah
Himne
Doa Berkat
Jemaat Berdiri atau Duduk untuk Doa dalam Hati
3. Bentuk Acara (Lihat hlm. 164)—Sementara para partisipan ma-
suk dan bertelut, maka dengan tunduk kepala, jemaat harus memo-
honkan kehadiran dan berkat Allah. Keheningan dalam perbaktian itu
mempersiapkan jalan bagi kegiatan berikutnya.
246
Dua bagian utama acara kebaktian yaitu :
a. Jemaat menyambut dalam pujian dan penyembahan, yang diung-
kapkan dalam lagu, doa, dan persembahan.
b. Pekabaran dari Firman Allah.
Orang yang memimpin jemaat yang sedang berbakti itu ke dalam
hadirat Allah melalui doa syafaat sedang melakukan suatu tugas yang
paling suci dalam ibadah ini dan, dengan rasa hormat, harus me-
nyadari dengan rendah hati pentingnya pekerjaan itu. Biasanya doa itu
dilakukan dengan bertelut, menghadap jemaat, dan pada gilirannya je-
maat harus menghadap mimbar dan, sedapat mungkin jemaat juga ha-
rus bertelut. Doa itu harus pendek tetapi mengandung penyembahan,
ungkapan syukur, dan menyebutkan kebutuhan-kebutuhan pribadi dari
orang-orang yang berbakti, dan juga ladang dunia yang luas.
Persembahan yaitu bagian penting dari perbaktian. Sementara kita
dinasihatkan untuk “menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan ke-
kudusan,” kita juga didesak untuk “bawalah persembahan, dan masuk-
lah ke pelataran-Nya” (Mzm. 96:9, 8). Jadi pemberian persembahan
kita kepada Allah merupakan bagian dari acara kebaktian.
Lagu istimewa atau lagu penyerahan cocok dinyanyikan sebelum
khotbah.
Kemudian tibalah bagian yang paling penting dalam ibadah—mem-
beri makan rohani kepada kawanan domba Allah. Hasil-hasil yang
indah untuk kemuliaan Allah akan selalu diperoleh bila jemaat benar-
benar kenyang dan merasakan bahwa “Allah telah melawat umat-Nya”
(Luk. 7:16).
Orang yang membawa pekabaran harus sepenuhnya menyadari ke-
sucian tugas ini dan harus mempersiapkan diri sepenuhnya.
Ketua jemaat bekerja sama dengan pendeta jemaat dalam merenca-
nakan susunan acara. Jika jemaat tidak memiliki pendeta jemaat yang
tetap, maka ketua bertanggung jawab untuk acara kebaktian dan juga
harus memimpin atau mengatur seseorang untuk melakukan tugas itu.
Dari waktu ke waktu suatu pertemuan untuk kesaksian dan pujian da-
pat dilakukan, atau boleh memberikan waktu kepada anggota-anggota
tertentu untuk menghubungkan pengalaman mereka dalam pekerjaan
jangkauan keluar.
_247
4. Waktu Pertemuan (Lihat hlm. 164)—Untuk memperkuat dan me-
ngembangkan roh jangkauan keluar di antara anggota-anggota kita, ac-
ara tambahan Pelayanan Perorangan dapat dilakukan dalam satu atau
lebih dengan cara berikut ini:
a. Sepuluh menit acara Pelayanan Perorangan setiap Sabat, biasanya
setelah acara Sekolah Sabat berakhir dan sebelum acara khotbah.
b. Acara kebaktian pertengahan pekan digabungkan dengan malam
sembahyang mingguan. Pada acara ini, bagian pertama dari acara boleh
diberikan pekabaran, diikuti oleh waktu untuk berdoa, mengingat bah-
wa kebaktian yaitu penting untuk pertumbuhan rohani dan persiapan
acara. Sisa waktu pertemuan boleh dikhususkan sebagai waktu latihan
untuk pelayanan penginjilan awam. Diberikan petunjuk-petunjuk ten-
tang cara-cara memenangkan jiwa, dan anggota-anggota mendapatkan
kesempatan untuk persoalan-persoalan umum yang mereka temukan
dalam penginjilan awam.
Rapat pelayanan perorangan harus bertemu pada waktu yang paling
cocok dengan kondisi setempat. Komite Pelayanan Perorangan secara
berhati- hati harus membuat rencana untuk menjadikan acara Pelayan-
an Perorangan gereja menjadi suatu kesempatan untuk kebangunan ro-
hani dan latihan praktis, dan usahakan agar dilaksanakan secara reguler
dan berkesinambungan sama dengan acara kebaktian gereja lainnya.
5. Pembasuhan Kaki—(Lihat hlm. 165)—Pria dan wanita harus di-
berikan tempat terpisah untuk pembasuhan kaki. Bila tempat pembasuh-
an kaki itu harus naik tangga atau jaraknya agak jauh maka harus dibuat
pengaturan khusus bagi orang-orang cacat. Di tempat di mana dapat
diterima secara sosial dan di mana pakaian tidak ada ketidaksopanan,
maka pengaturan terpisah boleh dibuat untuk suami istri atau orangtua
dan anak-anak yang telah dibaptis untuk saling membasuh kaki dalam
acara pembasuhan kaki. Untuk membesarkan hati orang yang pemalu
atau yang sensitif yang mungkin menganggap bahwa memilih pasang-
an untuk basuh kaki itu sesuatu yang memalukan, maka para pemimpin
jemaat harus menentukan siapa yang bertanggung jawab selama pem-
basuhan kaki untuk menolong orang-orang yang demikian untuk men-
dapatkan pasangan membasuh kaki.
248
Semua harus benar-benar mencuci tangan mereka sebelum kembali
untuk berpartisipasi dalam Perjamuan Tuhan. Mereka yang memimpin
upacara harus melakukan ini secara umum untuk tujuan higienis.
6. Roti dan Anggur (Lihat hlm. 167)—Sebuah nyanyian dapat di-
nyanyikan pada saat anggota-anggota berkumpul kembali setelah mem-
basuh kaki dan saat pendeta atau para ketua mengambil tempat di be-
lakang meja perjamuan di mana roti dan anggur diletakkan, dan para
diaken dan diakenes mengambil tempat mereka.
Tutup meja roti dibuka.
Ayat Alkitab yang cocok dapat dibacakan, seperti 1 Korintus 11:23,
24; Matius 26:26; Markus 14:22; atau Lukas 22:19; atau sebuah khotbah
pendek dapat diberikan pada saat itu. Ini lebih baik daripada khotbah
diberikan lebih dahulu. Hal ini akan sangat efektif bilamana khotbah
itu menekankan arti dari roti dan anggur sehingga pekabaran itu masih
segar di dalam pikiran para peserta saat roti dan anggur itu dibagikan
kepada mereka.
Mereka yang memimpin upacara perjamuan biasanya bertelut ketika
memohon berkat untuk roti. Jemaat boleh berlutut atau tetap duduk.
Biasanya kebanyakan roti yang akan dibagikan itu telah dipecah-
pecahkan sebelumnya, dengan meninggalkan sebagian kecil pada se-
tiap piring yang belum dipecahkan untuk nanti dipecah-pecahkan oleh
pendeta dan/atau ketua. (Semua yang memegang roti harus sudah be-
nar-benar mencuci tangan mereka sebelum kembali untuk perjamuan
kudus). Pendeta atau ketua menyerahkan piring roti itu kepada para dia-
ken, kemudian para diaken melayani jemaat, meskipun di jemaat kecil
pendeta atau ketua-ketua boleh melayani semua partisipan.
Selama pembagian roti itu maka dapat disajikan suatu lagu istimewa,
kesaksian, ringkasan khotbah, bacaan pilihan, jemaat menyanyi, atau
musik yang bersifat meditasi.
Masing-masing orang harus menahan roti bagiannya hingga pendeta
atau ketua yang memimpin mendapatkan pelayanan roti. Pada saat se-
mua sudah duduk, pemimpin mengundang semua untuk memakan roti
bersama-sama. Doa dalam hati dipanjatkan sementara roti dimakan.
Kemudian pendeta membacakan suatu ayat yang cocok, seperti 1 Ko-
_249
rintus 11:25, 26; Matius 26:27-29; Markus 14:23-25; atau Lukas 22:20.
Para pemimpin berlutut saat doa dilayangkan untuk anggur.
Kembali para diaken melayani jemaat. Kegiatan-kegiatan seperti yang
dilakukan pada saat roti dibagikan juga dapat diteruskan pada saat ang-
gur dibagikan. Setelah pendeta atau ketua yang memimpin telah dila-
yani, semua peserta meminum anggur bersama-sama.
Suatu metode lain agar roti diberkati dan dipecah-pecahkan; kemu-
dian roti dan anggur ditempatkan pada piring yang sama dan dibagikan
kepada jemaat. Para peserta mengambil baik roti maupun anggur dari
piring pada saat yang sama. Roti dimakan, diikuti dengan doa dalam
hati. Kemudian setelah melayangkan doa untuk anggur, anggur itu di-
minum, diikuti doa dalam hati. Bilamana bangku atau tempat duduk
memiliki rak untuk meletakkan gelas anggur, maka pengumpulan gelas
nanti dilakukan setelah acara selesai.
7. Konferensi Jemaat (Lihat hlm. 172, 173)—Laporan boleh menca-
kup aktivitas-aktivitas berikut ini:
a. Laporan dari sekretaris jemaat, menunjukkan keadaan keanggota-
an jemaat terkini dan jumlah anggota yang diterima dan mereka yang
dipindahkan ke jemaat lain. Perlu juga dilaporkan jumlah orang yang
meninggal dan mereka yang dikeluarkan dari ______________ jemaat se-
panjang tahun tetapi tanpa menyebut nama. Suatu pernyataan singkat
tentang keputusan majelis jemaat biasanya sangat menarik minat ang-
gota jemaat.
b. Laporan dari pemimpin Pelayanan Perorangan, memberikan peng-
umuman tentang kegiatan-kegiatan jangkauan keluar, termasuk kegiat-
an Pelayanan Masyarakat, disertai setiap rencana pekerjaan untuk wak-
tu mendatang. Ini harus diikuti oleh laporan dari sekretaris Pelayanan
Perorangan.
c. Laporan dari bendahara jemaat, menunjukkan jumlah persepu-
luhan yang diterima dan dikirimkan kepada bendahara konferens; juga
suatu pengumuman lengkap tentang persembahan misi yang telah di-
terima dan dikirimkan; dan pengumuman tentang keadaan keuangan
jemaat berapa yang diterima dan yang digunakan.
d. Laporan dari diaken dan diakenes, mengenai perlawatan anggota
250
jemaat, kegiatan mereka di kalangan orang miskin, dan setiap kegiatan
lain yang menjadi tanggung jawab mereka.
e. Laporan dari sekretaris perkumpulan orang muda menguraikan ke-
giatan jangkauan keluar (misionaris) dan kegiatan lain oleh orang muda
jemaat.
f. Laporan dari sekretaris Sekolah Sabat, mengungkapkan keanggo-
taan dan hal-hal lain menyangkut Sekolah Sabat.
g. Laporan dari bendahara tentang keadaan keuangan sekolah gereja,
secara terinci sampai kebutuhan-kebutuhan dalam hal perlengkapan se-
kolah dan hal-hal lainnya.
h. Laporan dari kepala sekolah atau guru sekolah gereja, mengenai
hal-hal seperti pendaftaran, kemajuan pendidikan sekolah, baptisan di
kalangan siswa-siswi, dan hasil-hasil usaha anak-anak dalam kegiatan
keagamaan.
i. Laporan dari pemimpin Asosiasi Rumah Tangga dan Sekolah, men-
ceritakan kegiatan-kegiatan dan kebutuhan-kebutuhan organisasi itu.
j. Laporan dari sekretaris komunikasi, mengenai pers, radio, televisi,
dan aktivitas-aktivitas lainnya yang melibatkan gereja dan masyarakat.
8. Komite-komite Majelis Lainnya (Lihat hlm. 176)—Para pemim-
pin komite-komite yang telah ditetapkan harus memberikan laporan
secara berkala. Misalnya, di jemaat yang besar, majelis boleh menetap-
kan komite untuk rencana penginjilan yang terdiri dari kepala-kepala
departemen jangkauan keluar jemaat, dengan seorang ketua jemaat se-
bagai pemimpinnya. Komite ini akan memberikan laporan ke majelis
dan juga akan menerima tugas dari koordinasi departemen-departemen
tentang program-program jangkauan keluar.
9. Sumber-sumber Perkumpulan Pemuda Advent (Lihat hlm.
177)—Bahan-bahan sumber untuk menolong pemimpin perkumpulan
Pemuda Advent jemaat disediakan oleh departemen pemuda divisi, uni,
dan konferens. Termasuk dalam sumber bahan-bahan ini yaitu
Youth Ministry Accent, sebuah majalah kuartalan yang diterbitkan oleh
Departemen Pelayanan Pemuda General Conference. Juga ada banyak
selebaran tersedia meliputi spektrum topik yang luas untuk menolong
_251
dalam pelayanan pemuda. Ini boleh dipesan dari departemen Pelayanan
Pemuda konferens dan Balai Buku Advent.
10. Perkumpulan Remaja Advent (Lihat hlm. 178)—Jika Perkum-
pulan Remaja Advent yaitu bagian dari program sekolah Advent se-
tempat, setiap kegiatan kelas-kelas merupakan perkumpulan terpisah,
dengan guru sebagai pemimpin dan para siswa dipilih sebagai pengurus
perkumpulan itu. Bila tidak ada sekolah gereja, ______________ remaja ha-
rus digabungkan ke dalam program pemuda keseluruhan dengan pen-
dekatan keterlibatan keluarga.
_Bab 11
1. Sumber-sumber Pelayanan Penatalayanan (Lihat hlm. 182)—
Steps to Discipleship (2009). Silver Spring, MD: Stewardship Minis-
tries, General Conference of Seventh-day Adventists. Untuk informasi
lebih lanjut, hubungi departemen penatalayanan konferens, uni, atau
divisi, atau kunjungi www.adventiststewardship.com.
2. Contoh Anggaran Belanja Tahunan* (Lihat hlm. 189).
Anggaran Belanja Jemaat yang Diusulkan
Perkiraan Pemasukan—
Persembahan Pengeluaran Sekolah Sabat Rp 15.000.000,-
Dana untuk Membantu Orang Miskin Rp 3.750.000,-
Persembahan Terpadu Rp 275.050.000,-
Dana Kesejahteraan Rp 3.000.000,-
Total Pemasukan Rp 296.800.000,-
Perkiraan Pengeluaran—
Perbaikan dan Pengecatan Gedung Gereja Rp 20.250.000,-
Bahan Bakar Rp 23.500.000,-
Kostor Gereja dan Peralatan Rp 14.750.000,-
Asuransi Bangunan dan Perlengkapan Rp 7.500.000,-
252
Dana untuk Orang Miskin Rp 14.500.000,-
Bahan-bahan Sekolah Sabat Rp 12.500.000,-
Pengeluaran Darurat Rp 20.000.000,-
Listrik Rp 32.200.000,-
Air Rp 3.600.000,-
Gas Rp 5.500.000,-
Alat Tulis dan Suplai Rp 5.000.000,-
Binatu (Laundry) Rp 7.500.000,-
Subsidi Sekolah Gereja Rp 80.000.000,-
Pengeluaran Kesejahteraan Rp 10.000.000,-
Penginjilan dan Penanaman Gereja Rp 40.000.000,-
Total Pengeluaran yang Diajukan Rp 296.800.000,-
Balans 000.000.000.-
*Kolom tambahan (seperti Anggaran Belanja Tahun Lalu dan Aktual
Tahun Lalu) harus dimasukkan untuk perbandingan, tetapi telah dihi-
langkan dari contoh ini karena keterbatasan tempat.


