gereja masehi 3
patah hati, tawanan, buta, dan tertindas. Ini membawa kita pada pertanyaan: bagaima-
na orang-orang ini terwakili dalam hidup saya dan di gereja saya? Bagaimana saya me-
lihat mereka, bagaimana saya melihat situasi mereka? Apakah saya melihat orang yang
putus asa sebagai seseorang untuk dicintai atau seseorang untuk dipandang rendah?
Tapi tunggu sebentar, mengapa Kristus berbicara tentang pelayanan kepada
orang-orang yang terpuruk, apakah ini sesuatu yang baru? Mari kita lihat lebih dalam.
Sebenarnya dari masuknya dosa, manusia telah digambarkan sebagai pengemba-
ra, pendatang, atau orang asing. Di Alkitab, manusia seringkali diidentifikasi dalam
kelompok pengembara, pendatang, dan orang asing. Kesedihan Kain yang berkata,
“Hukumanku lebih besar daripada yang dapat kutanggung!” (Kejadian 4: 13). Bahkan
dalam dosa dan penolakannya, Kain diberi semacam tanda sehingga tidak ada yang
akan membunuhnya. Meskipun Kain tidak disukai, Tuhan tetap melindunginya (Ke-
jadian 4: 15).
Di berbagai titik kehidupan mereka, beberapa Bapa di Perjanjian Lama digam-
barkan sebagai pengembara atau pendatang. Abraham, manusia perjanjian Allah, me-
ninggalkan Haran, melintasi banyak negara sebelum tiba di tanah perjanjian. Yakub
dan keturunannya mengungsi ke Mesir akibat kelaparan dan dilindungi oleh Firaun.
Kisah Yusuf sangat menyakitkan dan menggambarkan naik turunnya kehidupan sese-
orang yang tinggal jauh dari negara asalnya.
Sepedih apa pun kisah Yusuf, akhir kitab Kejadian mencatat penangkal ampuh
untuk perasaan negatif. sesudah Yakub meninggal, saudara laki-lakinya takut Yusuf
akan membalas dendam kepada mereka sebab menjual dia sebagai budak. “(20) Me-
mang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, namun Allah telah mereka-
rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang
ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar” (Kejadian 50: 20).
Kisah Yusuf mengilustrasikan bahwa keadaan dunia yang rusak dan meresahkan
ini bukanlah maksud Allah sepenuhnya bagi ciptaan-Nya. Keinginan Tuhan yang se-
benarnya yaitu memberi kita sukacita!
Kisah para pendatang tidak lengkap tanpa melihat kisah Keluaran saat bangsa
Israel menjadi pengembara paling terkemuka dalam Kitab Suci selama 40 tahun perja-
lanan keputusasaan mereka. saat mereka akan tiba di tanah perjanjian, mereka harus
mengingat persinggahan mereka sendiri dan mengingat bahwa ada orang lain yang ber-
gumul dalam situasi yang sama. Kitab Ulangan mencatat persembahan yang harus di-
berikan orang Israel sesudah memasuki tanah perjanjian. “Maka imam harus menerima
bakul itu dari tanganmu dan meletakkannya di depan mezbah TUHAN, Allahmu. Ke-
mudian engkau harus menyatakan di hadapan TUHAN, Allahmu, demikian: Bapaku
dahulu seorang Aram (Syrian/Suriah), seorang pengembara. Ia pergi ke Mesir dengan
sedikit orang saja dan tinggal di sana sebagai orang asing, namun di sana ia menjadi suatu
bangsa yang besar, kuat dan banyak jumlahnya” (Ulangan 26: 4–5).
Sepanjang sejarah Israel mereka mengalami bagaimana rasanya menjadi pengung-
si! Mereka mengetahui perasaan orang-orang yang kehilangan rumah, meninggalkan
keluarga, atau mengungsi sebab tekanan diktator atau situasi perang.
Akibatnya, saat Allah memberi hukum Israel kepada mereka, Dia mema-
sukkan banyak hukum keramahtamahan untuk memperlakukan orang asing dan pen-
datang seolah-olah mereka yaitu bagian dari keluarga mereka. Tuhan mengarahkan
Israel kembali ke sejarah mereka sebagai pendatang dan mengingatkan mereka akan
anugerah yang mereka alami dalam perjalanan mereka. Pendatang dan orang asing ha-
rus disambut, diperlakukan dengan baik, dan diberi makan. Keramahtamahan kepada
para musafir dan orang asing menjadi bagian penting dari Tuhan yang memancarkan
cahaya-Nya melalui mereka, semuanya ini harus diwujudkan dengan memperlakukan
orang lain dengan penuh keramahan.
sesudah Tuhan memberi Sepuluh Hukum, Dia memberi orang Israel hukum
yang dibangun di atas sepuluh ketetapan. Entah bagaimana, masing-masing dari se-
puluh ketetapan diterapkan dalam berbagai pengaturan dan cara sehingga Israel akan
menjadi bangsa yang adil, yang mewakili kebajikan dan kasih Allah kepada bangsa
lain. Berikut yaitu beberapa ketetapan yang diberikan secara khusus untuk diterap-
kan pada orang asing atau pendatang.
• “Orang asing janganlah kamu tekan, sebab kamu sendiri telah mengenal ke-
adaan jiwa orang asing, sebab kamupun dahulu yaitu orang asing di tanah
Mesir” (Keluaran 23: 9).
• “Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing, sebab kamupun da-
hulu yaitu orang asing di tanah Mesir” (Keluaran 22: 21).
• “Janganlah kautindas atau kautekan seorang orang asing, sebab kamupun da-
hulu yaitu orang asing di tanah Mesir. Seseorang janda atau anak yatim ja-
nganlah kamu tindas” (Keluaran 22: 21, 22).
• “Haruslah engkau bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu, engkau ini dan
anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hamba-
mu perempuan, dan orang Lewi yang di dalam tempatmu, dan orang asing,
anak yatim dan janda, yang di tengah-tengahmu, di tempat yang akan dipilih
TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana” (Ulangan 16:
11))
• “Sebab itu haruslah kamu menunjukkan kasihmu kepada orang asing, sebab
kamupun dahulu yaitu orang asing di tanah Mesir” (Ulangan 10: 19).
• “Orang asing yang tinggal padamu harus sama bagimu seperti orang Israel
asli dari antaramu, kasihilah dia seperti dirimu sendiri, sebab kamu juga
orang asing dahulu di tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu” (Imamat 19:
34).
• “Terkutuklah orang yang memperkosa hak orang asing, anak yatim dan janda.
Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!” (Ulangan 27: 19).
Bukankah luar biasa bahwa justru orang-orang yang sering merasa terabaikan
oleh masyarakat, justru diperintahkan oleh Tuhan untuk dilindungi ataupun dijaga?
Janda, yatim piatu, dan orang asing semuanya menjadi bagian dari rencana Tuhan.
Faktanya, hukum Israel harus menjadi hukum yang adil yang akan menarik perhatian
bangsa lain, sebab menggambarkan kebenaran dan keadilan Allah. Sungguh luar bi-
asa apa yang Tuhan katakan kepada umat-Nya dalam Ulangan 4: 6–8 tentang hukum
yang Dia sediakan untuk kesejahteraan mereka dan sebagai daya tarik bagi bangsa-
bangsa di sekitar mereka:
"(6) Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaan-
mu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala
ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini yaitu umat yang bi-
jaksana dan berakal budi." (7) Ula. Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai
allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita
memanggil kepada-Nya? (8) Dan bangsa besar manakah yang mempunyai kete-
tapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan
kepadamu pada hari ini?"
Jika Israel telah mematuhi hukum Allah dalam kelimpahannya, bangsa-bangsa
lain secara harfiah akan kagum kepada Allah Israel sebab hukum yang dihidupkan
okeh umat-Nya.
Kota perlindungan juga didirikan untuk melindungi mereka yang menyakiti se-
seorang secara tidak sengaja sehingga keadilan tidak diterapkan pada kematian yang
tidak disengaja (Bilangan 35).
Tuhan jelas melindungi orang yang terpuruk. sebab umat Tuhan dulunya yaitu
orang asing, jadi mereka harus mengingat juga mereka yang sedang dalam perjalan-
an jauh dari rumah. Ketentuan khusus itu diberikan kepada mereka sebagai ekspresi
keramahtamahan. Seringkali orang asing disebutkan dalam bagian yang sama di mana
yatim piatu dan janda disebutkan. Bahwa saat Israel menyambut orang asing maka
pada saat itulah mereka akan menjadi berkat, dan nama Tuhan akan dinyatakan kepa-
da orang asing ini . Keluarga-keluarga dalam krisis yang akan dilindungi Tuhan
yaitu sebagai berikut:
• Janda—kehilangan pasangan
• Yatim piatu—tanpa orang tua yang bisa menyediakan pendidikan mereka
• Orang asing/Orang luar—pendatang untuk bisnis, keluarga, atau kewajiban
lainnya. namun untuk mereka yang bepergian dalam perjalanan yang panjang
dan jangka waktu yang lama, dibutuhkan satu pelayanan yang ditujukan pada
pribadi-pribadi yang terasing dan kesepian. Istilah orang asing jelas menun-
juk pada mereka yang berasal dari bangsa, etnis, atau agama yang berbedai.
Lebih mudah bagi kita untuk berempati terhadap mereka yang lebih seperti kita,
namun kehendak Tuhan yaitu untuk merasakan empati terhadap orang-orang dari
latar belakang etnis dan agama lain. Alkitab mendorong orang percaya untuk baik ke-
pada mereka sebagai cara untuk menunjukkan kasih Allah kepada orang yang tidak
percaya.
Pendatang dan orang asing diizinkan untuk berpartisipasi dalam Paskah, tapi ha-
nya jika mereka disunat. Sunat yaitu tanda bahwa orang asing telah diundang menja-
di bagian dari umat perjanjian Allah dan untuk beribadah kepada Tuhan melalui hari
raya pembebasan. Sangatlah jelas bahwa orang-orang non-Yahudi diundang ke dalam
suatu hubungan dengan Allah dan untuk menikmati kemurahan-Nya bersama dengan
umat pilihan.
Hukum Israel diciptakan untuk menunjukkan karakter Allah kepada bangsa-
bangsa. Hukum Tuhan bagi Israel berfungsi untuk menunjukkan kemuliaan-Nya
kepada bangsa-bangsa melalui keadilan dan belas kasihan. Jika Israel mengikuti hu-
kum ini, mereka akan menarik bangsa lain untuk menyembah Tuhan. Sayangnya,
para nabi PL (Perjanjian Lama) berbicara secara terbuka tentang pembuangan dan
bagaimana Israel tidak mengikut Allah, dan mereka menganiaya orang miskin, jan-
da, dan yatim piatu. Tuhan menghakimi umat-Nya yang istimewa, sebagian, sebab
mereka mengabaikan hukum keadilan-Nya terhadap keluarga-keluarga yang meng-
alami krisis.
• “Melainkan jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu
dan perbuatanmu, jika kamu sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di
antara kamu masing-masing, tidak menindas orang asing, yatim dan janda,
tidak menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini dan tidak
mengikuti allah lain, yang menjadi kemalanganmu sendiri, maka Aku mau
diam bersama-sama kamu di tempat ini, di tanah yang telah Kuberikan ke-
pada nenek moyangmu, dari dahulu kala sampai selama-lamanya” (Yeremia
7: 5–7).
• “Dan kamu harus membagi-baginya menjadi milik pusaka di antara kamu
dan di antara orang-orang asing yang tinggal di antara kamu, yang melahirkan
anak di tengah-tengahmu dan mereka harus kamu anggap sama seperti orang
Israel asli; bersama-sama kamu mereka harus mendapat bagian milik pusaka
di tengah-tengah suku-suku Israel” (Yehezkiel 47: 22).
• "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar
dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing! Jangan-
lah menindas janda dan anak yatim, orang asing dan orang miskin, dan ja-
nganlah merancang kejahatan dalam hatimu terhadap masing-masing” (Za-
kharia 7: 9–10).
Bayangkan sejenak ... Mereka hanyalah keluarga pengungsi, ibu, ayah, dan bayi ...
mencari keselamatan dari seorang diktator yang kejam, dan menemukan tempat per-
lindungan itu di Mesir. sebab Israel seharusnya menyambut orang asing, meja sudah
berputar, dan bayi mungil yang lahir untuk menebus Israel terpaksa melarikan diri ke
Mesir dan disambut oleh bangsa yang tidak mengakui hukum Allah yang sempurna
atau bahkan menaatinya. Namun bangsa itu memberi perlindungan bagi Kristus
kecil.
Yesus, raja segala raja, tiba-tiba datang, tidak diketahui, untuk tinggal di sebu-
ah gua di Hulu Mesir. Dia disambut oleh orang asing dan diperlakukan dengan baik
oleh mereka yang tidak mengerti nubuatan tentang Mesias yang tidak mereka kenali.
Pada saat Yesus tiba di tempat kejadian, telah 400 tahun sejak keheningan terakhir
sejak para nabi bernubuat atau menulis. Israel memiliki perasaan terabaikan yang
nyata, namun merekalah yang tidak mengikuti cara Tuhan memperlakukan manu-
sia.
Namun sebab seorang penguasa yang kejam, bayi Mesias dibawa oleh keluarga-
Nya untuk menjadi pengembara di Mesir, peristiwa ini mengulangi persinggahan Isra-
el, bangsa yang diwakili-Nya. Dari Mesir, Yesus datang untuk menyelamatkan mereka
yang mau mengikuti Dia.
saat Kristus akhirnya tiba dan mengumumkan awal pelayanan publik-Nya. Dia
menyerukan kebebasan, keadilan, penyembuhan, dan tahun rahmat Tuhan (Yobel)
(kata di mana mendapat istilah Jubilee, kegembiraan). Jelas bahwa Yesus bermak-
sud untuk membawa kebebasan yang dimaksudkan oleh hukum Perjanjian Lama bagi
umat-Nya. Ada perasaan bahwa Allah akan menggenapi nubuatan mesianis dan mem-
bebaskan umat-Nya dan mengembalikan SUKACITA ke dunia, sedikit demi sedikit
akan menggantikan kekuasaan musuh.
saat Yesus meresmikan pelayanan-Nya, Dia menyusun kembali seluruh seja-
rah Israel yang gagal, melalui hidup-Nya, dan menghidupkannya kembali seperti yang
Tuhan maksudkan agar Israel hidup. Dengan kata-kata dan tindakannya sendiri, Yesus
menulis ulang kegagalan Israel dan menjalani kehidupan penyangkalan diri sepenuh-
nya dan kebajikan tanpa pamrih. Tapi lihat bagaimana dia melakukannya,
• Dia menyembuhkan orang sakit
• Memberi penglihatan kepada orang buta
• Memberi kebebasan kepada yang tertindas
• Memberi makan yang lapar
Sepanjang pelayanan-Nya, Kristus memberi sukacita, kedamaian, dan kebe-
basan kepada semua orang yang terpuruk yang mau memandang kepada-Nya. Dalam
dua pasal dari Matius 8 dan 9, Kristus berulang kali menyembuhkan dan mengusir
setan. Misi Kristus memberi kehidupan dan keutuhan kepada orang-orang dalam per-
jalanan keputusasaan.
Sejak awal pelayanan-Nya, Dia mengumumkan kebebasan dan secara pribadi me-
nyampaikan Yobel. Dalam Lukas 4, kita melihat kehidupan Kristus secara dramatis
menceritakan tentang kasih dan perhatian Allah bagi orang-orang yang terpuruk.
Yesus melayani semua orang: miskin, anak-anak, wanita, orang Roma, orang Ka-
naan, penderita kusta, sakit, mati, kesepian, kerasukan setan, penasaran, tidak beraga-
ma, dan bukan Yahudi. Dia dan para pengikutnya melayani siapa saja yang membu-
tuhkan, siapa saja yang ingin tahu, siapa saja yang terbuka.
Sepanjang pelayanan-Nya, Yesus membebaskan orang dari setan, masalah kese-
hatan, kritik, dan penghakiman. Menjelang akhir pelayanan-Nya, Dia memberi
perumpamaan tentang domba dan kambing, menunjukkan bahwa mereka yang akan
diselamatkan yaitu orang-orang yang peduli kepada masyarakat yang terpuruk (Ma-
tius 25: 31–46).
Dari Perjanjian Lama hingga kehidupan Yesus jelas bahwa Allah memanggil
umat-Nya untuk melayani orang lain dalam nama-Nya, dan untuk mengungkapkan
kemuliaan, kasih, dan karakter-Nya. Dengan nada kasih karunia yang jelas, Yesus
menggenapi hukum Perjanjian Lama dengan melakukan tindakan kasih kepada orang
lain, tidak peduli adanya perbedaan keyakinan, kasta, atau etnis.
Dengan sukacita penebusan, Yesus memanggil umat-Nya untuk mengikuti teladan-
Nya. Bahkan hari ini, kata-kata Perjanjian Lama dan pelayanan Kristus dirangkum dalam
Ibrani 13: 1–3 “Peliharalah kasih persaudaraan! Jangan kamu lupa memberi tumpang-
an kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketa-
huinya telah menjamu malaikat-malaikat. Ingatlah akan orang-orang hukuman, sebab
kamu sendiri juga yaitu orang-orang hukuman. Dan ingatlah akan orang-orang yang
diperlakukan sewenang-wenang, sebab kamu sendiri juga masih hidup di dunia ini.”
Ingat di mana Yesus mengutip Yesaya 61:
(1) “Roh Tuhan ALLAH ada padaku,
oleh sebab TUHAN telah mengurapi aku;
Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang seng-
sara, dan merawat orang-orang yang remuk hati,
untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada
orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara
(2) untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita,
untuk menghibur semua orang berkabung,
(3) untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak
untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pu-
dar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman
TUHAN" untuk memperlihatkan keagungan-Nya.
Yesus ingin mengganti kehancuran dunia ini dengan SUKACITA, dan Dia ingin
melakukannya melalui Anda dan saya, melalui pelayanan kepada keluarga-keluarga
yang mengalami krisis. Mungkin kita belum melihat secara mendalam topik ini sebe-
lumnya. Maukah Anda dengan penuh doa mempertimbangkan sikap, perkataan, dan
tindakan Anda sendiri tentang para pendatang, orang asing, dan pengungsi dunia ini?
Ibrani 11: 13 mengingatkan kita bahwa kita masih peziarah dan orang asing di
dunia ini: “Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang ti-
dak memperoleh apa yang dijanjikan itu, namun yang hanya dari jauh melihatnya dan
melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka yaitu orang asing
dan pendatang di bumi ini.”
Pada akhirnya Tuhan ingin kita memancarkan kemuliaan-Nya dan memberi
harapan yang kita miliki. Yesaya 60: 19–21 mengatakan:
“Bagimu matahari tidak lagi menjadi penerang pada siang hari
dan cahaya bulan tidak lagi memberi terang pada malam hari,
namun TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu dan Allahmu
akan menjadi keagunganmu.
Bagimu akan ada matahari yang tidak pernah terbenam
dan bulan yang tidak surut,
sebab TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu,
dan hari-hari perkabunganmu akan berakhir.
Pendudukmu semuanya orang-orang yang akan selalu benar,
mereka memiliki negeri untuk selama-lamanya;
mereka sebagai cangkokan yang Kutanam sendiri.
untuk memperlihatkan keagungan-Ku.”
Matius 25: 37–40 mengingatkan kita: “Maka orang-orang benar itu akan menja-
wab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi
Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami me-
lihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telan-
jang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau
dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka:
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah
seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”
Keluarga lain, tapi cerita serupa ... mereka meninggalkan Suriah dalam perjalan-
an putus asa, menyelundupkan anak-anak mereka melintasi perbatasan ke Lebanon.
Anak-anak mereka diterima di Pusat Pendidikan Advent dan tumbuh untuk melihat
kehidupan dengan pandangan baru.
Sang ayah tidak aktif dalam iman Islamnya, dia tidak pernah memiliki hubungan
pribadi dengan Allah. sesudah dia sakit parah, dia menjadi begitu putus asa sehingga
dia tidak dapat melihat cara apa pun untuk menyediakan kebutuhan keluarganya. Dia
khawatir keluarganya tidak akan memiliki makanan. Dalam penyakitnya, dia dengan
putus asa memanggil Tuhan dan menerima janji kedamaian. Sedikit demi sedikit ke-
sehatan sang ayah membaik dan dia dapat melihat Allah memintanya untuk percaya
kepada-Nya. Dia mulai berjalan dengan Allah dan tumbuh hari demi hari, percaya
dan melihat jawaban doa yang luar biasa. Dia mulai melihat kasih Allah melalui be-
berapa anggota gereja Advent dari Universitas Timur Tengah terdekat. Seorang profe-
sor universitas membawanya ke rumahnya selama tiga minggu untuk menunjukkan
kepadanya cara yang lebih baik untuk hidup sehat. Seorang Advent lain memberinya
makanan bergizi dan berdoa untuk keluarganya. Secara ajaib, Tuhan menyediakan cu-
kup uang untuk membeli makanan bagi keluarga itu. Saat iman tumbuh di hati Omar,
dia memberi hidupnya kepada Yesus dan berkomitmen untuk menunjukkan kasih
Allah kepada keluarga pengungsi lainnya. Hari ini Omar benar-benar berbakti kepada
Tuhan dan membantu orang lain mengetahui tentang Yesus dan kedatangan-Nya yang
segera. Omar belajar dengan banyak orang dari kelompok orang yang belum terjang-
kau setiap minggu, memberi Alkitab kepada mereka. Jika Anda bertanya kepada
Omar apa yang membuat perbedaan dalam hidupnya, dia akan memberitahu Anda.
“Allah menunjukkan kepada saya kasih-Nya melalui kehidupan orang Advent yang
menerima saya, membantu saya hidup sehat, membantu saya berhenti merokok, dan
membantu keluarga saya dalam banyak cara praktis.” Hari ini Omar memancarkan
cahaya yang dia lihat, dengan membantu orang lain dengan cara yang menunjukkan
kepada mereka bahwa kasih Allah itu nyata.
Keluarga mereka melakukan perjalanan dalam keputusasaan, dengan sedikit ha-
rapan akan masa depan yang cerah. Hari ini, keluarga mereka memberi harap-
an kepada keluarga lain dalam krisis. Kehidupan Omar menunjukkan bahwa sukacita
Kristus itu menular, kita hanya perlu memberi nya.
Hari ini dapatkah Anda berdoa untuk jutaan pengungsi, melintasi perbatasan un-
tuk menemukan kebebasan. Semoga mereka menemukan hasrat sejati hati mereka;
menemukan sukacita dan harapan Yesus dan kedatangan-Nya yang segera.
APLIKASI
• Dengan cara apakah Anda memberi harapan kepada seseorang yang baru
dalam komunitas Anda?
• Apakah gereja Anda saat ini terlibat dalam membantu pengungsi atau berhu-
bungan dengan orang-orang dari latar belakang agama lain?
*Ahmed bukanlah nama yang sebenarnya
Gunakan __________________________ untuk
Sabat spesial keluarga. Jangan ragu
memakai alat peraga dan bahan
yang mudah tersedia untuk Anda.
Tujuannya yaitu untuk melibatkan
anak-anak dalam keluarga gereja
Anda.
MENUMBUHKAN
ZUKINI YANG BAIK
OLEH ELAINE OLIVER
AYAT
“Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya,
dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia”—Lukas 2: 52.
ALAT PERAGA
• 1 buah zukini besar, terong, atau sayuran besar lainnya yang dapat ditanam dari
biji 1 paket benih untuk sayuran yang Anda gunakan untuk cerita ini.
• 1 buah pot tanaman berukuran kecil atau sedang dengan sedikit kotoran.
• 1 buah keranjang atau kotak kecil yang dapat menampung dan memajang alat pe-
raga lainnya.
Tanyakan kepada anak-anak apa sayuran favorit mereka. Beri 3–4 anak kesempat-
an untuk mengangkat tangan dan berbagi atau Anda bisa mendengarkan sekumpulan
suara tanggapan. lalu tanyakan apakah mereka tahu di mana sayuran tumbuh.
di kebun!
Kebun yaitu tempat orang menanam bunga, tanaman, atau tanaman yang baik
untuk dimakan. Angkat zukini Anda [atau sayuran lain] agar semua anak dapat meli-
| 63__________________________
hat. zukini ini rasanya enak, dan itu baik untuk kita. (Teruslah melihat zukini dan ber-
bicara dan cobalah untuk tidak mendorong anak-anak untuk memberi pendapat
apakah zukini enak untuk mereka!)
Adakah yang tahu dari mana zukini berasal? Apakah mereka muncul begitu saja
di taman, besar dan hijau? TIDAK! (Tersenyum atau tertawa). Untuk membuat zukini,
kita membutuhkan 4 hal: Benih (tunjukkan sebungkus benih), lingkungan yang tepat
atau tempat yang tepat untuk ditanam dan tumbuh (tunjukkan pot berisi tanah), air
(hujan), dan sinar matahari.
Ada hal lain yang dibutuhkan zukini untuk tumbuh menjadi zukini yang baik.
Apakah Anda tahu apa itu? Agar zukini tumbuh menjadi zukini yang baik, dibutuhkan
banyak cinta dan perhatian. Kita perlu bekerja di tanah dan memastikan untuk mence-
gah hal-hal buruk seperti rumput liar dan serangga lapar.
Coba tebak? Ada satu hal lagi yang dibutuhkan zukini untuk tumbuh menjadi
zukini yang baik! Adakah yang bisa menebak apa itu? IMAN! Ya, kita perlu percaya
bahwa jika kita menanam benih zukini, di tempat yang tepat, memberinya air, sinar
matahari, dan perawatan penuh kasih, ia akan tumbuh menjadi zukini yang besar dan
lezat. (Angkat zukini lagi dan tersenyum).
Hal yang sama berlaku untuk Anda dan saya. Jika kita ingin tumbuh menjadi
orang yang baik, sukses, dan menyenangkan (baik dan penyayang), kita perlu tum-
buh di tempat yang tepat, dan orang tua kita membantu menciptakan tempat yang
tepat untuk kita di rumah. Kita perlu makan makanan sehat, seperti zukini, minum
air putih, dan mendapat banyak sinar matahari dengan bermain di luar daripada
hanya menonton dan main hp. Kita perlu menjauhi kebiasaan buruk, seperti rumput
liar yang merusak tanaman zukini, dan membuat pilihan yang baik. Terakhir, kita per-
lu belajar tentang Yesus dan bagaimana Dia sebagai Seorang anak dan Seorang dewasa.
Kita juga perlu berdoa kepada Yesus dan meminta Dia membantu kita untuk memiliki
iman seperti yang kita butuhkan agar benih zukini dapat tumbuh dan untuk selalu
percaya kepada-Nya sebab Dia percaya kepada kita. Yesus mengasihi kita dan mem-
perhatikan kita. Dia akan membuat kita menjadi orang terbaik yang kita bisa!
Ayat Alkitab kita hari ini memberitahu kita,“ Dan Yesus makin bertambah besar
dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manu-
sia.” Itu berarti bahwa saat Yesus tumbuh dewasa, dia terus belajar lebih banyak lagi.
Tubuhnya tumbuh lebih besar dan lebih kuat, pikirannya menjadi lebih bijak, dan dia
menyenangkan orang tuanya, dan Tuhan.
Berdoa hari ini dan setiap hari untuk menjadi lebih seperti Yesus.
"Yesus memandang mereka dan berkata: 'Bagi manusia hal ini tidak mungkin, te-
tapi bagi Allah segala sesuatu mungkin'"—Matius 19: 26.
ALAT PERAGA
Potongan vas yang pecah (atau sesuatu yang mungkin dapat Anda gunakan se-
bagai ilustrasi), panci presto, kertas tanda berhenti dengan kata BBP di satu sisi, dan
STOP di sisi lain, Alkitab.
Saya tidak tahu tentang kamu, namun kadang-kadang saya marah. Perasaan marah
mulai muncul dalam diri saya saat seseorang mengatakan atau melakukan sesuatu
yang tidak saya sukai. Di lain waktu saya marah pada diri sendiri sebab membuat
kesalahan atau merusak sesuatu. Dan saat saya dalam suasana hati yang marah, ber-
hati-hatilah sebab saya mungkin akan mengatakan sesuatu dengan suara yang tinggi.
Kemarahan bisa seperti panci presto (tunjukkan panci presto) yang membangun pera-
saan marah ini hingga akhirnya meledak.
saat saya merasa marah, di situlah saya sering mendapat masalah, sebab saya
mungkin tidak terlalu berhati-hati dengan apa yang saya katakan atau lakukan. Mi-
salnya, kadang-kadang, sesudah saya membersihkan dapur, seseorang masuk ke dapur
| 65__________________________
dan mengeluarkan barang-barang namun tidak menyimpannya kembali. lalu ,
nanti saat saya kembali ke dapur, tidak semuanya rapih dan bersih sebagaimana ke-
tika saya rapikan. Itu membuat saya marah. Atau, suatu hari, seseorang berjalan me-
lewati lemari di ruang tamu dan menjatuhkan vas bunga (tunjukkan pecahan vas). Itu
membuat saya sangat marah sebab itu yaitu salah satu vas favorit saya.
Apa yang membuat kamu marah? Mungkin kamu telah membuat mobil Lego
keren yang dapat berubah menjadi perahu. Kamu bersenang-senang dengan maha-
karyamu. lalu adik laki-lakimu memasuki ruangan, dan dia ingin mengubah
mobil-perahu transformer kamu menjadi pesawat luar angkasa? Dan sebelum kamu
menyadarinya, dia dan kreasi Lego kamu telah lepas landas seperti roket ke luar ang-
kasa!
Mungkin kamu telah membuat gambar parade kucing yang fantastis! kamu me-
mutuskan untuk mengambil karya seni kamu untuk ditunjukkan kepada ibu dan ayah-
mu. saat kamu sedang berjalan ke ruang tamu, kamu bertabrakan dengan saudara
perempuanmu, yang sedang memegang secangkir air dingin. Secangkir air beterbang-
an di udara, kamu dan saudara perempuanmu jatuh ke lantai, dan parade kucingmu
berubah menjadi kolam kucing!
Atau bagaimana saat adik laki-lakimu sedang tidur siang, dan kamu memiliki
semua boneka binatang untuk dirimu sendiri. Kamu telah mengatur mereka dengan
rapi dalam lingkaran, dan kamu yaitu guru mereka. Mereka yaitu pendengar yang
baik! lalu adik laki-lakimu bangun dari tidur siangnya dan mama membawanya
ke kamarmu. Dia ingin bermain dengan kamu dan mulai mengambil boneka beruang
favoritmu. Bagaimana perasaanmu? Kamu mungkin merasa marah dan ingin menyu-
ruhnya pergi.
Mungkin kamu sedang berada di luar, membangun benteng terbaik yang pernah
ada! Ini LUAR BIASA! lalu Kamu mendengar ayahmu memanggil namamu dan
berkata bahwa ini yaitu "waktunya untuk membereskan barang-barang sebab ma-
kan siang sudah hampir siap." namun kamu tidak ingin berhenti bermain, dan kamu
tentu tidak ingin menyisihkan apa pun! Saya yakin kamu pernah mengalami saat
seseorang membuatmu kesal dan kamu merasa marah.
Hari ini, saya ingin berbagi senjata rahasia yang dapat kamu gunakan pada saat-
saat saat kamu kesal dan kata-kata marah ingin keluar dari mulutmu. Ini disebut
BBP* (tunjukkan tanda dengan huruf BBP*)
BERHENTI – BERDOA – PILIH*
Pikirkan huruf 'BBP*' sebagai tanda BERHENTI (tunjukkan tanda berhenti). Saat
Anda merasa marah dan ingin mengatakan sesuatu yang tidak baik atau menyakit-
kan: BERHENTI dan tarik napas dalam-dalam. lalu , BERDOA dan mintalah
Yesus untuk membantu menghilangkan pikiran tidak baik yang kamu pikirkan dan
kata-kata kasar yang ingin kamu ucapkan. Ambil napas dalam-dalam lagi. lalu ,
PILIH kata-kata baik untuk diucapkan. Yesus akan membantu kamu memakai
kata-kata yang baik. Dan saya meyakinkan kamu bahwa saat kata-kata baik keluar
dari mulut kamu, tidak akan ada perdebatan atau pertengkaran. sesudah kamu tenang,
kamu dapat membicarakan perasaan kamu sebab penting untuk memberi tahu orang
lain saat mereka membuat kamu kesal. Dengan bantuan Yesus, kamu dapat melaku-
kannya dengan tenang, dengan kasih.
Saya tidak pandai memilih respons yang baik saat saya kesal. namun Yesus (ang-
kat Alkitab) memberi kita janji yang sangat istimewa dalam Matius 19: 26. Dikatakan
bahwa "bagi Allah segala sesuatu mungkin." Meskipun saya tidak dapat mengendali-
kan apa yang orang lain katakan kepada saya, Yesus dapat membantu saya memilih
untuk menanggapi dengan kata-kata yang baik dan tindakan yang baik.
(Angkat pecahannya untuk dilihat anak-anak) Vas yang pecah ini tidak lebih pen-
ting daripada orang yang memecahkannya, bukan? Yesus tidak ingin saya menggu-
nakan kata-kata marah dan menyakitkan yang akan merusak hubungan saya hanya
sebab vas yang konyol. Jadi, ingat BBP saat Anda merasa marah atau kesal.
Mari kita minta Yesus untuk membantu kita BERHENTI, BERDOA, & PILIH*
kata-kata dan tindakan yang baik (Berdoa singkat bersama anak-anak).
*Dibuat oleh Willie dan Elaine Oliver
“(6) Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, namun nyatakanlah
dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan
ucapan syukur. (7) Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan me-
melihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus”—Filipi 4: 6, 7.
Sekilas, Wally yaitu walrus yang tampak seperti makhluk laut lainnya yang hi-
dup di Samudra Atlantik Eropa. Meskipun ukurannya sangat besar, mamalia seberat
2.000 pon ini melakukan hal-hal normal, anjing laut, seperti pesta makan ikan dan
tidur siang selama 42 jam. Namun, Wally sama sekali tidak biasa. Faktanya, dia sangat,
sangat istimewa.
Wally pertama kali terlihat tahun lalu pada Maret 2021 dan menarik banyak per-
hatian. Wisatawan akan berkerumun di sekitar Wally, mengambil foto dan membuat
video media sosial dari hewan laut yang terkenal itu. Dijuluki "Fun-gie", popularitas
Wally tumbuh dengan kejenakaan seperti menyeimbangkan bintang laut di hidung-
nya! Di Wales tempat Wally bersantai selama berminggu-minggu, restoran mulai
menyajikan minuman bermerek Wally dan menjual suvenir Wally. Dalam turnya ke
Prancis, Spanyol, dan Inggris Raya, wajah Wally yang berkumis dan sifat penyayang
membuatnya terkenal di dunia.
Namun, pada September 2021, ada yang berubah pada diri Wally. Terstimulasi
oleh kerumunan orang yang terlalu dekat, kebisingan dari klakson kabut di dekatnya,
dan keributan dari tujuan wisata, kepribadian Wally yang manis mulai berubah. Ia mu-
lai merasa kesal dan tertekan. Kedamaian batinnya terganggu, menyebabkan periode
di mana dia merasa cemas dan kesal. Dia harus pergi.
Stres dan gelisah, Wally pergi mencari tempat peristirahatan yang tenang. Dia
membutuhkan tempat di mana dia bisa tidur siang dan melarikan diri. Berenang ke
pelabuhan, Wally melihat sesuatu yang familier. Sebuah perahu! Dia ingat bahwa ma-
nusia kadang-kadang memberinya makan dari yacht yang tampak serupa. Apakah ini
tempat yang aman untuk beristirahat? memakai siripnya yang besar, Wally mena-
rik dirinya ke kapal kecil dan berbaring di bantal kulit yang lembut. Akankah perahu
ini membantunya menjauh dari orang-orang dan tekanan yang membuatnya stres?
Wally berharap begitu.
Hari demi hari, Wally berenang di perairan Pulau St. Mary, mencari tempat yang
tenang untuk mengasingkan diri. Dia tahu bahwa istirahat akan memungkinkan dia
untuk kembali menjadi "Fun-gie" seperti dulu. Namun, dengan setiap upaya untuk
mengasingkan diri ke perahu, dia menjadi semakin kesal. Siripnya terluka sebab me-
manjat ke atas kapal. Dia masih menarik perhatian orang-orang yang mengira seekor
walrus di atas perahu yaitu tontonan yang hebat. Dan, yang terpenting, bobotnya
yang sangat besar menyebabkan kerusakan pada banyak kapal dan beberapa bahkan
terbalik. Wally tahu bahwa kesabaran pemilik kapal semakin menipis, memanggilnya
'menyenangkan, tapi nakal' dan 'teror laut yang menggemaskan.' Dia membutuhkan
bantuan, namun dia tidak tahu harus berbuat apa lagi.
Akhirnya, Seal Rescue Ireland datang membantu Wally. Melihat anjing laut itu le-
bih tertekan dari sebelumnya dan sangat membutuhkan istirahat, Direktur Eksekutif
Melanie Croc membuat rencana utama. Petugas angkatan laut membangun ponton
seperti perahu khusus yang mampu menopang anjing laut seukuran Wally. Mengguna-
kan aromanya sendiri, ahli biologi kelautan membuat sofa apung terasa seperti rumah-
nya. Mereka memposisikan perahu khusus itu jauh dari orang-orang agar Wally bisa
bersantai. ini memastikan keselamatan dan perlindungan
orang lain sambil memberi Wally ruang yang dia butuhkan untuk beristirahat tanpa
gangguan.
Sekarang, enam bulan lalu , Wally kembali menjadi dirinya yang bahagia
dan menyenangkan! Dia beristirahat dan santai, membangun cadangan lemaknya se-
hingga dia bisa kembali bergabung dengan sesama anjing laut di Artika dan akhirnya
menemukan pasangan. Berkat , Wally seekor walrus me-
miliki tempat untuk dituju saat dia mulai merasa stres dan cemas sehingga dia dapat
memproses tekanan dengan cara yang sehat.
Kisah Wally membuat saya berpikir tentang orang lain yang membutuhkan
. Dalam Yohanes 6, Yesus dikenal sebagai "Raja orang
Yahudi", mendapat popularitas dengan penyembuhan ajaib dan memberi ma-
kan 5.000 orang. Orang-orang dari segala penjuru memadati lereng bukit berum-
put yang menghadap ke Laut Tiberias, dengan penuh semangat berharap untuk
melihat “Sang Nabi”. Ajaran dan tindakan ajaib Yesus telah membuat-Nya terkenal
di dunia!
Namun, tuntutan terus-menerus dari orang-orang membuat Yesus stres. Dia me-
rasakan tekanan dari penonton dan harapan untuk tampil. Terstimulasi oleh kerumu-
nan orang yang terlalu dekat, kebisingan dari anak-anak yang kelaparan, dan keributan
dari orang-orang Farisi yang marah, Yesus merasa jengkel dan tertekan. Kedamaian
batinnya terganggu, menyebabkan dia merasa cemas dan kesal. Dia harus pergi.
sebab tertekan dan gelisah, Yesus pergi mencari tempat peristirahatan yang
tenang. Dia membutuhkan tempat di mana Dia bisa beristirahat dan mengasing-
kan diri. Memandang ke pelabuhan Laut Galilea, Yesus melihat sesuatu yang tidak
asing. Sebuah perahu! Apakah ini tempat yang aman untuk beristirahat? Akankah
perahu ini membantunya menjauh dari orang-orang dan tekanan yang membuat-
nya stres? Yesus berharap demikian. Mendaki ke atas perahu, “hendak mengasing-
kan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. namun orang banyak mendengarnya
dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka” (Matius
14: 13). Dia masih menarik perhatian orang-orang yang mengira seorang tukang
kayu yang melakukan mukjizat yaitu tontonan yang luar biasa. Seperti Wally, Yesus
membutuhkan bantuan.
Akhirnya, murid-murid Yesus datang membantu-Nya. “… dan sekarang Ia
sangat letih sehingga Ia memutuskan untuk mencari tempat yang sunyi guna
beristirahat dengan menyeberangi danau itu ... Sesudah Ia membubarkan orang
banyak itu, mereka membawa “Yesus beserta dengan mereka” ke dalam perahu,
dan mereka dengan cepat bertolak (Kerinduan Segala Zaman, hlm. 358, 359).
Murid-murid itu menyediakan cara untuk membiarkan Yesus bersantai. Rencana
Menyendiri mereka memastikan keamanan dan perlindungan dari orang Fari-
si dan Saduki dan memberi Yesus ruang yang Dia butuhkan untuk beristirahat
tanpa gangguan.
Sama seperti Wally dan Yesus, kita juga bisa gelisah dan stres. Tekanan dari seko-
lah, rumah, dan teman dapat menimbulkan perasaan cemas dan jengkel. Meskipun
perasaan ini normal, terlalu banyak perasaan yang kuat dapat menyebabkan luka pada
diri sendiri dan orang lain. Itulah mengapa sangat penting bagi kita untuk mengem-
bangkan . Sama seperti Yesus yang pergi dengan perahu,
kita perlu memiliki tempat aman yang memberi kita kemampuan untuk melakukan
dekompresi dan mengatur ulang. Ini mungkin terlihat seperti tempat istirahat, sudut
yang tenang, atau "Ruang Sauna". memakai alat seperti headphone peredam bi-
sing, bola stres, dan mainan ‘fidget’ juga bisa membantu. Dan akhirnya, sama seperti
murid-murid Yesus menerima Dia ‘apa adanya,’ kita juga dapat mengandalkan teman
dan keluarga terdekat kita untuk menjadi tempat berlindung yang aman saat kita
menghadapi badai emosi.
Akhirnya, Rencana Mengasingkan Emosional Diri kita memberi kita strategi un-
tuk berdamai dengan pikiran dan perasaan kita. Janji Tuhan dalam Filipi 4: 6–7 “Ja-
nganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, namun nyatakanlah dalam segala
hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikir-
anmu dalam Kristus Yesus.”
Seminar dirancang untuk dipakai
selama Pekan Rumah Tangga dan
Pernikahan Kristen. Silakan baca
dengan saksama untuk membiasakan
diri dengan konten dan istilah teknis.
Untuk mengunduh file presentasi
PowerPoint®, kunjungi:
family.adventist.org/2023RB
72 |
Willie Oliver, Ph.D., CFLE dan Elaine Oliver, Ph.Dc., LCPC, CFLE
yaitu Direktur Departemen Pelayanan Rumah Tangga General Conference di Kantor Pusat
Gereja Masehi Advent hari Ketujuh di Silver Spring, Maryland, USA.
MEMELIHARA
KESEJAHTERAAN
EMOSIONAL
DALAM KELUARGA
OLEH WILLIE DAN ELAINE OLIVER
AYAT
"Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya
pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu"—Amsal 22: 6.
PERNYATAAN TUJUAN
Seminar ini menjelaskan bagaimana lingkungan dan interaksi keluarga dapat
memengaruhi kesejahteraan sosial, mental, emosional, dan spiritual seseorang sepan-
jang umur. Seminar ini akan memberi rekomendasi yang diambil dari perspektif
psikologis, alkitabiah, dan roh nubuat.
PENDAHULUAN
Semua orang tua ingin melihat anaknya tumbuh besar dan sukses secara fisik,
mental, intelektual, rohani, dan sosial. Sebagian besar ingin anak-anak mereka mene-
SEMINAR | 73
MEMELIHARA KESEJAHTERAAN EMOSIONAL DALAM KELUARGA
mukan pekerjaan yang memuaskan dan bertujuan serta berkontribusi di rumah, gere-
ja, dan masyarakat. Oleh sebab itu, keluarga yaitu pusat pengasuhan utama untuk
kesejahteraan holistik pribadi dalam masyarakat.
Setiap individu diharapkan menghadapi tantangan saat mereka tumbuh dan ber-
kembang sepanjang hidup mereka. Beberapa dari tantangan ini tidak terduga, seper-
ti cacat bawaan, keterlambatan perkembangan, kecelakaan, dll. Sebaliknya, yang lain
disebabkan oleh pengalaman, sikap, dan tindakan yang dihadapi anak di rumah dan
tempat lain atau pengalaman masa kanak-kanak yang merugikan, yang dikenal seba-
gai ACES (Adverse Childhood Experiences) dalam materi ini akan kita singkat menjadi
‘PKM (Pengalaman Masa Kanak-kanak yang Merugikan). Pengalaman masa kanak-
kanak, positif dan negatif, membentuk dan membangun kita masing-masing sejak la-
hir hingga dewasa.
Amsal 22: 6 mengatakan, “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut ba-
ginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”
Ayat ini sering dipakai khususnya untuk mendorong orang tua agar mendisiplin-
kan anaknya. Meskipun tujuan ini mungkin sebagian benar, ada makna yang lebih luas
dan lebih holistik di baliknya. Terjemahan dalam bahasa Ibrani untuk bagian pertama
dari ayat ini secara harfiah yaitu , “didiklah seorang anak sesuai dengan jalannya sen-
diri.”1 lalu bahkan saat dia sudah tua, dia akan “berperilaku dengan tepat.”2
Merupakan perintah untuk mempertimbangkan sifat, perangai, dan bakat anak
dalam gaya pendidikan atau pengasuhan yang diberikan sehingga saat anak tumbuh
dewasa, ia akan merasa kompeten dan percaya diri dalam mengarungi dunianya. Pen-
didikan atau pengasuhan yang memperhatikan keunikan anak ini akan berbuah se-
panjang hidupnya; itu akan menjadi sifat alamiah kedua. Jadi, bahkan saat ditentang
oleh pandangan dunia yang berbeda dan keras, sifat alamiah itu tidak akan hilang. Ada
ayat-ayat paralel dalam Alkitab yang menjunjung tinggi perintah ini:
Efesus 6:4: “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati
anak-anakmu, namun didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”
Ulangan 6:7: “haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-
anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila eng-
kau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau ba-
ngun.”
2 Timotius 3: 15: “Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab
Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada kese-
lamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.”
Ellen G. White menyatakan dalam buku Membina Anak yang Bertanggung Jawab,
“Agar orang tua dan guru dapat melakukan pekerjaan ini, mereka sendiri harus
memahami “jalan” yang harus ditempuh orang muda itu. Hal Ini mencakup le-
bih dari sekadar memiliki pengetahuan dari buku-buku. Hal ini mencakup segala
sesuatu yang baik, bernilai, benar, dan kudus. Hal ini mencakup dipraktikkan-
74 | SEMINAR
MEMELIHARA KESEJAHTERAAN EMOSIONAL DALAM KELUARGA
nya pertarakan, peribadatan, kebaikan hati antara saudara bersaudara, dan ka-
sih kepada Allah dan kepada satu dengan lainnya. Agar dapat mencapai tujuan
ini, maka pendidikan jasmani, pikirani, ahklak, dan keagamaan anak-anak harus
mendapat perhatian” (hlm. 317).3
Menjaga kesejahteraan emosional dalam keluarga merupakan isu paling kritis
dalam membangun ketahanan keluarga dan menciptakan stabilitas dalam keluarga.
Untuk mencegah atau mengurangi tantangan yang dikenal sebagai ACES atau PKM
(Pengalaman Masa Kanak-Kanak yang Merugikan), kita harus meningkatkan pemeli-
haraan dalam lingkungan rumah tangga.
PENGALAMAN MASA KANAK-KANAK YANG MERUGIKAN
(PKM)
saat seorang anak menghadapi tantangan yang sulit, entah itu akibat tekanan
emosional atau kekacauan keluarga, hal itu memengaruhi anak dalam berbagai cara.
Istilah khusus untuk pengalaman semacam itu yaitu pengalaman masa kanak-kanak
yang merugikan atau PKM. PKM yaitu situasi stres dan berpotensi traumatis yang
dihadapi anak-anak dalam 18 tahun pertama kehidupan. Pengalaman ini mencakup
berbagai bentuk pelecehan, pengabaian, dan disfungsi rumah tangga yang parah.
Berbagai penelitian di seluruh dunia mengungkapkan bahwa setidaknya sepertiga
anak-anak mengalami setidaknya satu PKM sebelum usia 18 tahun, dan sekitar 14%
mengalami dua atau lebih PKM.4, 5 Sejak pandemi COVID, setiap anak telah meng-
alami satu pengalaman masa kecil yang merugikan. Jenis PKM yang paling umum di-
laporkan yaitu kematian orang tua, diikuti oleh penganiayaan fisik, perceraian orang
tua, dan kekerasan keluarga. Sekitar seperempat, perceraian atau perpisahan bertang-
gung jawab atas PKM.6 Banyak PKM yang saling terkait, artinya memiliki satu PKM
meningkatkan kemungkinan yang jauh lebih tinggi bahwa bentuk pengalaman buruk
lainnya dapat terjadi selama masa kanak-kanak.
PKM lainnya termasuk yang berikut ini.
• Menjadi korban kekerasan, pelecehan, atau penelantaran di rumah
• Ketidakstabilan sebab perpisahan/perceraian orang tua
• Menyaksikan tindakan kekerasan di rumah atau komunitas
• Anggota keluarga mencoba atau melakukan bunuh diri
• Penyalahgunaan zat berbahaya
• Masalah kesehatan mental
• Memiliki anggota rumah tangga yang berada di penjara
• Perang atau konflik politik, menjadi pengungsi
Pengalaman buruk tidak menjamin masalah di masa depan; namun, hal itu me-
ningkatkan risiko masa depan anak terhadap masalah kesehatan mental, cedera, pe-
rilaku berisiko, penyakit menular atau kronis, dan kurangnya pendapatan atau ke-
sempatan pendidikan. Terutama, terkait dengan topik ini, PKM dapat meningkatkan
| 75SEMINAR
MEMELIHARA KESEJAHTERAAN EMOSIONAL DALAM KELUARGA
risiko depresi, kecemasan, bunuh diri, dan Gangguan Stres Pasca Trauma (Post Trau-
matic Stress Disorder) ‘PTSD’. CDC memperkirakan sebanyak 21 juta kasus depresi
dapat berpotensi dihindari dengan melindungi anak-anak dari pengalaman buruk ini.
Teori pembelajaran sosial memberitahu kita bahwa anak-anak yang mengamati
perilaku antisosial oleh orang-orang yang merupakan bagian dari lingkaran sosial
intim mereka akan meningkatkan kecenderungan memperoleh perilaku antisosial.
Penganiayaan fisik, kekerasan, penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol dan strategi
lain untuk mengelola masalah diteruskan kepada anak-anak yang menyaksikan meka-
nisme penanggulangan yang tidak berfungsi dan kurangnya pengendalian diri. Pene-
litian telah menunjukkan bahwa anak-anak yang telah terpapar kekerasan (misalnya,
paparan kekerasan dalam rumah tangga) atau yang secara langsung mengalami peng-
alaman buruk seperti pelecehan fisik atau seksual mungkin akan melakukan kejahatan
kekerasan yang sama nantinya.
Pembelajaran dan perolehan perilaku antisosial secara substansial lebih mungkin
terjadi selama tahap perkembangan awal, terutama jika perilaku yang diamati dila-
kukan oleh orang-orang yang merupakan bagian dari lingkaran sosial intim individu
(Felson & Lane, 2009). sebab anggota keluarga yaitu panutan utama selama per-
kembangan anak, kesulitan awal sangat merugikan saat terjadi di dalam unit kelu-
arga. Anak-anak dapat menganggap pengalaman kekerasan dan disfungsional (misal-
nya, pelecehan fisik, menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga, penyalahgunaan
obat-obatan oleh orang tua, atau alkohol) sebagai strategi yang valid untuk mengelola
masalah, terutama jika mereka yang bertanggung jawab atas perilaku kekerasan ter-
sebut tidak pernah dihentikan atau, lebih buruk lagi jika kekerasan ini terhadap
anak-anak diperkuat oleh anggota keluarga lainnya (Akers, 2017).
Banyak PKM dapat dicegah. Oleh sebab itu, penting untuk memahami dan
mengatasi faktor-faktor yang mengarah pada hal itu dan berkomitmen untuk melin-
dungi anak-anak dari pengalaman ini. Orang tua dapat melakukan bagian mereka
dengan menciptakan dan mempertahankan lingkungan rumah yang aman dan stabil
serta membina hubungan yang memastikan anak-anak dapat mengatasi emosi yang
sulit saat emosi itu muncul.
Dalam buku Membina Keluarga Bahagia, Ellen G. White membahas pentingnya
lingkungan rumah tangga:
“Ibu bapalah yang menciptakan sebahagian besar suasana lingkungan rumah
tangga, maka apabila ada perselisihan paham di antara ibu dan bapa, anak-anak
turut merasakan roh yang sama itu. Jadikanlah suasana rumah tanggamu itu ha-
rum semerbak dengan sikap lemah lembut. Kalau engkau telah merasa gagal dan
tidak berhasil menjadi orang Kristen yang baik, hendaklah engkau bertobat; kare-
na tabiat yang ada padamu pada masa percobaan itulah kelak yang akan padamu
pada waktu kedatangan Yesus. Kalau engkau ingin menjadi orang kudus di surga,
kamu harus dahulu menjadi orang kudus di bumi. Ciri-ciri tabiat yang engkau
sayangi saat masih hidup tidak akan berubah oleh kematian atau oleh kebang-
kitan. Engkau akan bangkit dari kubur dengan perilaku yang serupa sebagaimana
dinyatakan di dalam rumah tanggamu dan dalam masyarakat” (hlm. 14). 7
76 | SEMINAR
MEMELIHARA KESEJAHTERAAN EMOSIONAL DALAM KELUARGA
POLA ASUH DAN KESEHATAN MENTAL
Sementara beberapa orang tua bersalah sebab kurang mengasuh, fenomena baru,
atau mungkin tidak terlalu baru, yaitu pola asuh yang berlebihan, yang akan meng-
halangi perkembangan serta memengaruhi kemampuan mereka dalam menghadapi
tekanan saat mereka dewasa. Orang tua yang mengasuh secara berlebihan biasanya
mengutamakan kepentingan terbaik anak-anak mereka. Mereka sadar akan bahaya
masyarakat dan pandangan yang berbeda dan berusaha melindungi anak-anak mere-
ka dari pengaruh berbahaya ini . Namun, mengasuh secara berlebihan mungkin
memiliki efek sebaliknya, di mana anak-anak yang merasa terlalu dilindungi mung-
kin menjadi naif tentang situasi berbahaya tertentu dan mungkin menjadi ingin tahu
tentang beberapa perilaku berisiko. Ketidakmampuan seorang anak untuk menangani
situasi yang memicu stres dapat menyebabkan kekhawatiran berlebihan atau gangguan
kecemasan di lalu hari.
Sementara itu, orang tua yang kritis, merendahkan, atau meremehkan dapat me-
ngurangi harga diri anak mereka, bagaimana perasaan mereka tentang diri mereka
sendiri, dan harga diri mereka. Bagaimana seorang individu berpikir tentang dirinya
sebagai orang dewasa, apakah mereka memiliki harga diri yang tinggi atau rendah,
seringkali dimulai pada masa kanak-kanak di keluarga asalnya. Kehidupan keluarga
yang penuh dengan kritik, penghinaan, dan ketidaksetujuan dapat memengaruhi se-
seorang saat mereka menjadi dewasa. Menariknya, perilaku negatif ini juga terkait
dengan kualitas perkawinan yang buruk, kesusahan, dan perceraian di masa depan.8
Yang pasti, harga diri yang rendah juga bisa menjadi masalah sebab lingkungan seko-
lah yang buruk atau tempat kerja yang tidak berfungsi. Demikian pula, hubungan yang
tidak bahagia juga dapat mengubah harga diri seseorang.
Secara umum, orang tua termasuk dalam empat jenis gaya pengasuhan.9 Berikut
ringkasannya masing-masing.
• Otoriter. Ada aturan dan hukuman yang jelas saat aturan itu tidak di-
penuhi. Ada sedikit kehangatan atau dukungan dan kontrol yang tinggi.
Dalam lingkungan yang terstruktur ini, semuanya tentang memenuhi ke-
inginan orang tua dengan sedikit memperhatikan "siapa" anak itu dan sifat
atau kebutuhan anak (ingat, "Didiklah orang muda menurut jalan yang pa-
tut baginya"). Tanpa dukungan yang dibutuhkan, anak-anak mungkin tidak
pernah merasa cukup baik dan mengalami depresi saat dibesarkan oleh
orang tua yang otoriter.
• Permisif. Orang tua memiliki harapan yang rendah dan umumnya lebih lu-
nak dengan sedikit peraturan yang harus dipatuhi. Bahkan saat peraturan
dilanggar, orang tua yang permisif cenderung menghindari konflik. Tanpa da-
sar yang kuat, anak-anak yang dibesarkan seperti ini mungkin lebih impulsif
dan cenderung mencari risiko. Risiko kecemasan dan depresi juga berperan
penting.
• Lalai. Orang tua tidak terlibat dan tidak tertarik dan memakai sedikit
waktu untuk anak-anak mereka. Mereka tidak ada aturan dan tidak ada keha-
| 77SEMINAR
MEMELIHARA KESEJAHTERAAN EMOSIONAL DALAM KELUARGA
ngatan atau dukungan. Anak-anak dalam jenis rumah tangga ini lebih beri-
siko berjuang dalam hubungan di masa depan sebab mereka akan memiliki
kecenderungan untuk menarik diri dan takut ditinggalkan. Hubungan orang
dewasa, secara umum, mungkin menimbulkan kecemasan sebab pola asuh
mereka.
• Berwibawa. Orang tua mengembangkan standar yang jelas dan responsif ter-
hadap kebutuhan anak-anak mereka dengan cara yang demokratis. Bukan-
nya menjadi bos, mereka terbuka untuk komunikasi dan akan mendengarkan
anak-anak mereka. Tumbuh dalam rumah tangga yang berwibawa memberi
seorang anak dasar yang kuat, namun mereka juga cenderung mempertahan-
kan hubungan yang kuat dengan orang tua mereka hingga dewasa.
Meskipun gaya pengasuhan bukan satu-satunya indikator dari tipe orang dewasa
Anda nantinya, hal itu dikaitkan dengan dampak kesehatan mental dan perkembang-
an sosial-emosional. Kita melihat dalam Efesus 6: 4 bahwa Rasul Paulus memberi
petunjuk khusus bagi para orang tua,“Dan kamu, bapa-bapa [orang tua], janganlah
bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, namun didiklah mereka di dalam ajar-
an dan nasihat Tuhan.” saat anak-anak diasuh dalam lingkungan yang menantang
namun mendukung mereka dan memberi kehangatan, mereka memiliki potensi
lebih besar untuk tumbuh menjadi orang dewasa mandiri yang lebih mungkin mena-
ngani tantangan hidup dengan cara yang lebih sehat dan positif.
Penting untuk dicatat, penelitian menunjukkan bahwa riwayat keluarga dengan
kesehatan mental yang buruk atau penyakit mental dan pengalaman buruk lainnya
menyebabkan tingkat kecemasan dan depresi yang lebih tinggi. Namun, studi peneli-
tian menunjukkan bahwa orang yang tidak menyalahkan orang tua, diri sendiri, atau
orang lain atas pengalaman negatif yang mereka miliki, memiliki kesehatan mental
dan kesejahteraan emosional yang lebih baik. Dengan kata lain, bahkan jika orang tua
Anda tidak mengasuh dengan baik atau jika Anda memiliki masalah kesehatan men-
tal, carilah bantuan untuk menghadapi PKM atau trauma masa kanak-kanak dan pas-
tinya, Anda akan bertumbuh menjadi pribadi yang dewasa.
BATASAN YANG HANGAT
Penelitian mengenai pola asuh telah mengidentifikasi dua faktor yang terkait de-
ngan dinamika hubungan orang tua–anak: dukungan dan kontrol. Mungkin cara yang
lebih baik untuk mengungkapkannya yaitu kehangatan dan batasan. Setiap anak per-
lu mempunyai rasa memiliki. Arti dukungan di sini, yaitu mengacu pada tingkat
kehangatan dan kasih sayang yang berkontribusi pada perasaan anak bahwa mereka
didukung, dihargai, dan menjadi bagian dari lingkungan rumah mereka. saat ada
dukungan yang tinggi, orang tua tanggap terhadap kebutuhan anak mereka untuk di-
cintai sesuai dengan keperluan mereka.
Ingatlah bahwa tidak semua anak perlu disayang dengan cara yang sama. Jadi,
sangat penting untuk memahami temperamen dan kepribadian anak Anda, kesuka-
78 | SEMINAR
MEMELIHARA KESEJAHTERAAN EMOSIONAL DALAM KELUARGA
an mereka, dan pilihan mereka, dan untuk siapa Tuhan menciptakan mereka. Orang
tua yang mendukung, akan selalu menyampaikan cinta kepada anak-anak mereka de-
ngan cara yang membuat mereka merasa dicintai. Bersikap dengan penuh perhatian,
menunjukkan kasih sayang dengan sentuhan yang sehat, memakai keterampil-
an komunikasi yang baik, dan memberi afirmasi verbal yang positif yaitu cara
lain untuk menunjukkan dukungan. Tidak cukup hanya untuk menunjukkan cinta; itu
juga perlu diucapkan!
Kontrol yaitu kata lain untuk peraturan atau batasan. Ini bukan tentang mengen-
dalikan anak Anda.
Kenyataannya, orang tua perlu mempraktikkan seni pengendalian diri (Amsal 25:
28; 2 Timotius 1: 7) untuk memiliki pengaruh yang lebih signifikan pada anak-anak
mereka. Setiap anak membutuhkan peraturan atau batasan yang se



