gereja masehi 25

gereja masehi 25



  Setiap pendeta, ketua jema-

at, dan ketua konferens harus melaksanakan peraturan ini. (Lihat hlm. 

45, 158, 159).

Sekolah Sabat dan Acara Kebaktian

 

Sekolah Sabat—Sekolah sabat, tepatnya disebut jemaat belajar, ada-

lah salah satu acara kebaktian yang paling penting. Setiap hari Sabat 

sebagian besar anggota kita dan ribuan teman-teman peminat bertemu 

di Sekolah Sabat untuk belajar Firman Allah secara sistematis. Semua 

anggota jemaat harus didorong untuk hadir di Sekolah Sabat dan juga 

membawa tamu-tamu. 

Setiap Sekolah Sabat harus melakukan segala daya upaya untuk me-

nyediakan program yang sesuai dengan usia setiap orang. Bahan-bahan 

dan sumber didapatkan dari konferens, uni, divisi.

Sekolah Sabat harus mempromosikan kegiatan-kegiatan misi, lapor-

an misi, waktu yang signifikan untuk belajar Firman Tuhan, baik di je-

maat setempat maupun di seluruh dunia. 

Pengumuman dan Promosi Departemen-departemen—Haruslah di-

pertimbangkan dengan mengenai panjang serta sifat pengumuman dan 

promosi departemen selama acara kebaktian Sabat. Jika ini mencakup 

hal-hal yang tidak berkaitan langsung dengan kebaktian Sabat atau pe-

kerjaan jemaat, maka para pendeta dan pengurus jemaat harus dengan 

hati-hati meniadakannya, sambil memelihara roh perbaktian dan peme-

liharaan Sabat yang tepat.

Banyak jemaat besar kita mencetak kertas acara yang menyediakan 

susunan acara dan juga pengumuman untuk Sabat itu. Jika ini dibuat, 

maka hanya sedikit atau bahkan tidak perlu sama sekali pengumuman 

secara lisan. Jika bahan cetakan seperti ini tidak dibuat, banyak jemaat 

yang suka membuat pengumuman sebelum acara dimulai. (Lihat Catat-

an, #2, hlm. 244, 245).

Demikian juga harus diberikan kesempatan bagi semua departemen 

untuk mempromosikan program-program mereka, tetapi harus juga di-

berikan perhatian yang besar untuk menjaga waktu yang diperlukan un-

tuk mempelajari dan mengkhotbahkan Firman Allah. 

Pelayanan Ibadah—Pelayanan ibadah hari Sabat yaitu  yang paling 

penting dari semua kebaktian gereja. Di sini para anggota berkumpul 

setiap pekan untuk bersatu dalam menyembah Allah dalam semangat 

pujian dan ucapan syukur, untuk mendengarkan Firman Allah, menya-

tukan kekuatan dan karunia untuk bertempur dalam peperangan hidup, 

dan mempelajari kehendak Allah bagi mereka dalam pelayanan meme-

nangkan jiwa. Kekhidmatan, kesederhanaan, dan ketepatan waktu ha-

rus menjadi ciri seluruh acara.

Keterampilan, Penyelidikan, dan Perencanaan Diperlukan—“Bu-

kan kah tugasmu untuk memberikan keterampilan dan penyelidikan dan 

perencanaan dalam hal menjalankan acara kebaktian—bagaimana ha-

rus dijalankan agar menghasilkan kebaktian yang terbesar yang baik, 

dan meninggalkan kesan yang terbaik bagi semua yang hadir?

“Allah kita lemah lembut, Bapa yang penuh kemurahan. Bakti kita 

kepada-Nya janganlah dipandang sebagai sesuatu yang menyedihkan 

dan menyusahkan hati. Berbakti kepada-Nya haruslah menjadi satu ke-

gembiraan, demikian pula di dalam mengambil bagian di dalam pe-

kerjaan-Nya....” Kristus dan Dia yang sudah disalibkan itu haruslah 

menjadi pokok renungan, pokok percakapan, dan gelora hati yang pa-

ling penuh kesukaan.... Sementara kita mengungkapkan rasa syukur 

kita, kita sedang menyerupai perbaktian para penghuni surga. ‘Siapa 

yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku’ 

(Mzm. 50:2, 3). Marilah kita menghampiri Pencipta kita dengan suka-

cita yang khidmat, dengan “nyanyian syukur dan lagu yang nyaring’ 

(Yes. 51:3).”

Bentuk Acara—Pelayanan ibadah Sabat pagi memiliki dua bagian: 

jemaat menyambut dalam pujian dan penyembahan, diungkapkan da-

lam lagu, doa, dan persembahan, dan bagian kedua yaitu  pekabaran 

dari Firman Allah. (Lihat Catatan, #3, hlm. 245, 246).

Kita tidak memiliki satu bentuk susunan acara umum yang ditetap-

kan. Susunan acara pendek biasanya lebih sesuai dengan roh perbaktian 

yang sebenarnya. Acara pendahuluan yang panjang harus dihindari. Da-

lam keadaan apa pun, acara pembukaan tidak boleh menghabiskan waktu 

yang dibutuhkan untuk berbakti dan mengkhotbahkan firman Allah. (Un-

tuk bentuk acara yang dianjurkan Lihat Catatan, #2, hlm. 244, 245).

Pelayanan Jangkauan Keluar (Misionaris)—Sabat pertama setiap 

bulan yaitu  Sabat Jangkauan Keluar (Misionaris) Jemaat. Pelayanan 

ibadah ini berfokus pada evangelisasi awam dan boleh mengutamakan 

rencana-rencana dan kegiatan-kegiatan dari berbagai departemen. “Al-

lah telah menyerahkan ke dalam tangan kita satu pekerjaan yang le-

bih suci, dan kita perlu berkumpul untuk menerima petunjuk, agar kita 

sanggup untuk menjalankan pekerjaan ini.”—Testimonies, jld. 6, hlm. 

32. (Lihat Catatan, #4, hlm. 246, 247).

Doa Umum—“Kristus mengajarkan pada murid-murid-Nya untuk 

berdoa secara singkat, hanya menyatakan hal-hal yang mereka ingin

kan dan itu saja.... Satu atau dua menit sudah cukup panjang untuk doa 

biasa.”

“Bila engkau berdoa, lakukan secara singkat, langsung pada tuju-

an. Jangan berkhotbah kepada Tuhan dalam doamu yang panjang.”—

Testimonies, jld. 5, hlm. 201.

“Biarlah mereka yang berdoa dan berbicara menyebutkan kata-kata 

mereka dengan tepat dan berbicara dengan nada yang jelas, jernih, dan 

mantap. Doa yang dibawakan dengan baik, yaitu  kuasa bagi kebaik-

an. Ini yaitu  salah satu cara yang digunakan Tuhan untuk menyam-

paikan harta karun kebenaran kepada umat-Nya. Doa tidak menjadi 

seperti yang seharusnya karena suara yang tidak sempurna dari yang 

mengucapkannya. Setan bersukacita jika doa yang dilayangkan pada 

Allah hampir tidak terdengar. Biarlah umat Allah belajar berbicara dan 

berdoa dalam cara yang akan mewakili kebenaran agung yang mereka 

miliki. Dengan demikian Allah akan dimuliakan.”—Testimonies, jld. 6, 

hlm. 382.

Menyediakan Literatur pada Hari Sabat—Hari Sabat biasanya 

merupakan waktu terbaik bagi sekretaris Pelayanan Perorangan untuk 

membagikan literatur kepada anggota-anggota. Metode-metode yang ti-

dak sesuai dan yang cenderung mengganggu perhatian jemaat dari per-

baktian dan kekhidmatan yang benar harus dihindari pada hari Sabat.

Perjamuan Kudus

Upacara perjamuan kudus biasanya dirayakan satu kali dalam satu 

triwulan. Upacara ini terdiri dari upacara pembasuhan kaki yang kemu-

dian diikuti dengan Perjamuan Tuhan. Ini haruslah menjadi peristiwa 

paling suci dan penuh kegembiraan bagi jemaat, demikian juga bagi 

pendeta atau ketua jemaat. 

Upacara Pembasuhan Kaki—“Setelah mencuci kaki murid-murid, 

Ia berkata, ‘Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, 

supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepada-

mu.’ Dalam perkataan ini Kristus bukan saja memerintahkan kebiasaan 

suka menerima tamu. Lebih banyak yang dimaksudkan daripada hanya 

sekadar membasuh kaki para tamu untuk mengeluarkan debu karena 

perjalanan. Di sini Kristus sedang menetapkan suatu upacara agama. 

Oleh perbuatan Tuhan kita upacara kerendahan hati ini dijadikan suatu 

upacara yang disucikan. Upacara itu harus diadakan oleh murid-murid, 

agar mereka senantiasa mengingat pelajaran-pelajaran-Nya tentang ke-

rendahan hati dan pelayanan.

“Upacara ini merupakan persiapan yang ditentukan oleh Kristus un-

tuk upacara agama. Sementara kesombongan, perbedaan paham, dan 

perselisihan untuk mencapai keunggulan disimpan dalam hati, sudah 

tentu hati tidak dapat memasuki persekutuan dengan Kristus. Kita tidak 

bersedia menerima perjamuan suci dari tubuh-Nya dan darah-Nya. Itu-

lah sebabnya Yesus menentukan diadakannya peringatan kerendahan 

hati itu lebih dulu.”—Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 289, 290.

Pengalaman rohani yang terdapat pada inti acara pembasuhan kaki 

ini meninggikannya dari sekadar kebiasaan umum, menjadi upacara ku-

dus. Ini memberikan pekabaran pengampunan, penerimaan, jaminan, 

dan solidaritas, terutama dari Kristus kepada orang percaya, juga di an-

tara sesama orang percaya itu sendiri. Pekabaran ini dinyatakan dalam 

suasana rendah hati.

Perjamuan Tuhan—Para malaikat mengumumkan bahwa Yesus, 

Penebus dunia ini, yaitu  kudus. Demikian juga, lambang-lambang 

yang menggambarkan tubuh-Nya dan darah-Nya yaitu  kudus. Karena 

Tuhan sendiri telah memilih lambang yang memiliki arti sangat dalam 

pada anggur dan roti yang tak beragi dan memakai  peralatan pa-

ling sederhana untuk mencuci kaki para murid, maka harus ada kese-

ganan besar untuk mengganti lambang dan alat yang digunakan (kecua-

li dalam keadaan yang sangat darurat) karena dengan demikian makna 

sesungguhnya dari acara itu dapat hilang. Demikian juga susunan aca-

ra dan peran pendeta, ketua jemaat, diaken dan diakenes dalam acara 

Perjamuan Kudus harus dilakukan dengan hati-hati karena penggantian 

dan inovasi dapat memicu   hal yang suci menjadi hal biasa. 

Upacara Perjamuan Kudus sekarang ini sama sucinya seperti waktu 

ditetapkan oleh Yesus Kristus. Yesus masih hadir waktu upacara kudus 

167

ini dirayakan. “Pada saat inilah, pada upacara-Nya sendiri, Kristus ber-

temu dengan umat-Nya, dan menguatkan mereka oleh hadirat-Nya.”—

Roti Tidak Beragi dan Anggur yang Tidak Difermentasi (Jus Ang-

gur)—“Kristus masih di meja yang di atasnya perjamuan Paskah sudah 

disajikan. Roti tidak beragi yang digunakan pada perayaan Paskah ter-

dapat di hadapan-Nya. Anggur Paskah, yang tidak mengalami peragian, 

terdapat di atas meja. Lambang ini digunakan Kristus untuk menggam-

barkan pengorbanan-Nya sendiri yang tidak bercacat cela. Tidak ada 

sesuatu yang dinajiskan dengan peragian, lambang dosa dan kematian, 

dapat menggambarkan ‘anak domba yang tak bernoda dan bercacat’ (1 

Ptr. 1:19).” —Alfa dan Omega, jld 6, hlm. 294, 295.

Baik anggur maupun roti tidak boleh mengandung unsur-unsur fer-

mentasi karena pada malam hari pertama Paskah Ibrani semua ragi, 

atau fermentasi, harus dibuang dari tempat tinggal mereka (Kel. 12:15, 

19; 13:7). Oleh sebab itu, hanya jus anggur yang belum difermentasi 

dan roti yang tidak beragi yang cocok untuk digunakan dalam perjamu-

an kudus; menyediakan hal-hal ini harus dilakukan dengan sangat teliti. 

Di bagian dunia yang terpencil di mana anggur atau sari kismis tidak 

tersedia maka kantor konferens akan memberikan saran atau bantuan 

untuk menyediakannya bagi jemaat-jemaat. 

Peringatan Penyaliban—“Bila kita menerima roti dan anggur yang 

melambangkan tubuh Kristus yang sudah dipecah-pecahkan dan darah 

yang sudah dicurahkan, maka dalam angan-angan kita menggabungkan 

diri dalam peristiwa Perjamuan Kudus di ruangan atas. Kita tampaknya 

sedang melalui taman yang disucikan oleh sengsara-Nya yang menang-

gung dosa dunia. Kita menyaksikan pergumulan yang olehnya perda-

maian kita dengan Allah diperoleh. Kristus dinyatakan tersalib di antara 

kita.”

Pengumuman tentang Kedatangan Kedua Kali—“Upacara perja-

muan kudus menunjukkan kepada kedatangan Kristus yang kedua kali-

nya. Upacara ini direncanakan dengan maksud agar harapan ini diingat 

168 

baik-baik oleh murid-murid. Bila saja mereka berkumpul bersama-sa-

ma untuk memperingati kematian-Nya, mereka menceritakan kembali 

bagaimana ‘Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikan-

nya kepada mereka dan berkata: Minumlah kamu semua dari cawan ini; 

sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak 

orang untuk pengampunan dosa. Akan tetapi Aku berkata kepadamu: 

mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini 

sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru bersama-sama de-

ngan kamu dalam kerajaan Bapa-Ku.’ Dengan kesukaran mereka men-

dapat penghiburan dalam harapan kedatangan Tuhan. Tidak terperikan 

nilainya bagi mereka bila memikirkan ‘Sebab setiap kali kamu makan 

roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan 

sampai Ia datang’ (1 Kor. 11:26).”—Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 300, 

301.

Mengumumkan Perjamuan Kudus—Perjamuan Kudus dapat men-

jadi bagian dari pelayanan ibadah Kristen mana pun. Namun, untuk 

memberi penekanan yang sesuai dan agar perjamuan itu dapat dihadiri 

banyak orang, maka biasanya upacara ini dilakukan pada pelayanan 

ibadah Sabat, dan sebaiknya sebelum Sabat terakhir tiap triwulan.

Pada hari Sabat sebelumnya harus dibuat pengumuman tentang aca-

ra itu, dengan menekankan pentingnya Perjamuan Kudus yang akan 

datang itu, agar semua anggota dapat menyediakan hati mereka dan 

me nyelesaikan perselisihan-perselisihan yang belum diatasi antara 

satu dengan yang lain. Sewaktu mereka datang menghadap meja Tu-

han pada hari Sabat berikutnya, maka acara itu dapat membawa berkat 

yang diharapkan. Mereka yang tidak hadir pada pengumuman itu harus 

diberitahu dan diundang untuk hadir.

Melaksanakan Upacara Perjamuan Kudus—Panjangnya Acara—

Waktu bukanlah faktor paling penting dalam merencanakan upacara 

Perjamuan Kudus. Namun kehadiran dapat diperbanyak dan dampak 

rohani dapat ditingkatkan dengan: (1). Mengurangi hal-hal tambahan 

pada pelayanan ibadah di hari besar ini. (2). Menghindari keterlam-

batan sebelum dan sesudah pembasuhan kaki. (3). Agar para diakenes 

169

mengatur roti dan anggur di meja perjamuan sebelum acara dimulai.

Pendahuluan—Bagian pendahuluan dari acara itu harus mencakup 

hanya pengumuman singkat, lagu pujian, doa, persembahan, dan khot-

bah pendek sebelum berpisah untuk pembasuhan kaki dan kembali un-

tuk Perjamuan Tuhan.

Pembasuhan Kaki—Setiap jemaat harus memiliki rencana untuk 

memenuhi kebutuhan anggota-anggotanya untuk acara pembasuhan 

kaki. (Lihat Catatan, #5 , hlm. 247).

Roti dan Anggur—Setelah pembasuhan kaki, jemaat datang ber-

kumpul sekali lagi untuk mengambil bagian dari roti dan anggur. (Lihat 

Catatan, #6, hlm. 247, 248).

Perayaan—Perjamuan Kudus harus selalu merupakan pengalaman 

yang kudus, tetapi tidak boleh menjadi pengalaman yang menyedih-

kan. Kesalahan telah diluruskan, dosa telah diampuni, dan iman telah 

dikuatkan kembali; ini yaitu  waktu untuk perayaan. Biarlah musik-

nya gembira dan bersemangat. Upacara ini harus diakhiri dengan musik 

atau nyanyian jemaat, diikuti dengan iringan keluar. 

Persembahan bagi orang miskin sering kali dipungut sementara je-

maat keluar.  

Setelah acara itu para diaken dan diakenes membersihkan meja, me-

ngumpulkan gelas, dan dengan cara hormat membuang roti atau anggur 

yang sisa. Dengan alasan apa pun lambang-lambang ini janganlah di-

konsumsi atau dikembalikan kepada penggunaan biasa.

Siapa yang Boleh Ikut—Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mem-

praktikkan Perjamuan Kudus terbuka. Semua yang telah menyerahkan 

hidup mereka pada Juruselamat dapat berpartisipasi. Anak-anak belajar 

tentang arti upacara itu dengan mengamati orang lain yang berpartisipa-

si. Setelah menerima pelajaran formal dalam kelas baptisan dan mem-

buat komitmen mereka sendiri kepada Yesus melalui baptisan, maka 

mereka telah siap ikut serta dalam acara itu.

170 

“Teladan Kristus melarang sifat eksklusif pada perjamuan kudus. 

Memang benar bahwa dosa terang-terangan mengasingkan orang yang 

bersalah. Inilah yang diajarkan dengan jelas oleh Roh Kudus. (1 Kor. 

5:11). Tetapi lebih dari ini tidak seorang pun harus dihakimkan. Allah 

tidak menyerahkan hak kepada manusia untuk mengatakan siapa-siapa 

harus hadir pada peristiwa seperti ini. Karena siapakah dapat memba-

ca hati? Siapakah dapat membedakan lalang dari gandum? ‘Karena itu 

hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu 

ia makan roti dan minum dari cawan itu.’ Karena ‘barangsiapa dengan 

cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdo-

sa terhadap tubuh dan darah Tuhan.’ ‘Karena barangsiapa makan dan 

minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas 

dirinya’ (1 Kor. 11:28, 27, 29).... Mungkin ke dalam rombongan itu da-

tang juga orang-orang yang dalam hatinya bukannya hamba kebenaran 

dan kesucian, tetapi yang ingin mengambil bagian dalam upacara itu. 

Mereka tidak boleh dilarang. Ada saksi-saksi yang hadir pula ketika Ye-

sus membasuh kaki murid-murid dan Yudas. Lebih dari mata manusia 

melihat peristiwa itu.”—Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 298, 299.

Setiap Anggota Harus Mengikuti—“Jangan hendaknya seorang pun 

mengasingkan dirinya dari Perjamuan Kudus karena ada orang yang 

tidak layak mungkin hadir. Setiap murid diundang untuk mengambil 

bagian di hadapan umum, dan dengan demikian menyaksikan bahwa ia 

menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi. Pada saat inilah, pada 

upacara-Nya sendiri, Kristus bertemu dengan umat-Nya, dan menguat-

kan mereka oleh hadirat-Nya. Hati dan tangan yang tidak layak mung-

kin mengurus upacara itu, namun Kristus ada di situ untuk melayani 

anak-anak-Nya. Semua orang yang datang dengan iman pada-Nya akan 

mendapat berkat besar. Semua orang yang melalaikan upacara Ilahi ini 

akan menderita kerugian. Tentang mereka boleh dikatakan dengan te-

pat, ‘Tidak semua kamu bersih.’”—Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 299.

Siapa Boleh Memimpin Upacara Perjamuan—Perjamuan Kudus 

ha rus dipimpin oleh seorang pendeta yang telah diurapi atau seorang 

ketua jemaat yang diurapi. Para diaken, walaupun diurapi, tidak dapat 

171

memimpin upacara ini .

Perjamuan Kudus bagi Orang yang Tidak Bisa Hadir—Jika ada 

anggota yang sakit atau karena alasan lain tidak dapat meninggalkan 

rumah untuk menghadiri upacara Perjamuan Kudus, maka pendeta atau 

ketua jemaat, dengan ditemani dan dibantu oleh para diaken atau diake-

nes, boleh mengadakan upacara khusus di rumah mereka.

Pertemuan Doa

Pertemuan Doa harus Menarik—“Pertemuan-pertemuan doa harus 

menjadi pertemuan yang paling menarik, tetapi seringkali ini tidak dia-

tur dengan baik. Banyak yang menghadiri acara khotbah, tetapi meng-

abaikan acara pertemuan doa. Di sini sekali lagi dibutuhkan pemikiran. 

Kebijaksanaan harus diminta dari Allah, dan harus ada rencana untuk 

membuat pertemuan ini menarik. Orang banyak lapar akan roti hidup. 

Jika mereka menemukannya dalam pertemuan doa mereka akan pergi 

ke sana untuk menerimanya.

“Pembicaraan dan doa yang terlalu panjang dan membosankan tidak 

cocok untuk dilakukan di mana pun juga, terutama dalam pertemuan-

pertemuan sosial [doa]. Orang yang suka tampil ke depan dan selalu se-

dia untuk berbicara terlalu sering diizinkan mengambil alih kesempatan 

orang yang pemalu dan pendiam. Biasanya, orang yang paling dangkal 

kerohaniannya yaitu  yang paling suka bicara. Doa mereka panjang dan 

tanpa perasaan. Mereka membuat malaikat dan orang yang mendengar-

kan menjadi bosan. Doa kita harus pendek dan langsung pada tujuan. 

Kalaupun ada, biarlah permohonan yang panjang dan membosankan 

itu diucapkan dalam doa pribadi. Biarlah Roh Allah memasuki hatimu, 

dan ini akan membuang semua formalitas yang kering.”—Testimonies, 

jld. 4, hlm. 70, 71.

Usaha yang lebih besar harus dilakukan untuk memastikan keber-

hasilan perkumpulan doa. Pertemuan itu harus mulai tepat waktu, wa-

laupun hanya ada dua atau tiga orang yang hadir. Lima belas atau dua 

puluh menit penyelidikan Alkitab atau pelajaran dari buku Roh Nubuat, 

diikuti dengan doa, kesaksian, dan pujian syukur. 

172 

Rencanakanlah acara yang bervariasi setiap pekan. 

Jika anggota-anggota tidak dapat berkumpul pada tempat pertemuan 

doa yang biasa, maka pertemuan di rumah-rumah dapat diadakan de-

ngan tetap memiliki manfaat yang besar untuk semua yang hadir.

Konferensi Jemaat

Jemaat setempat bergerak sesuai dalam aturan-aturan tertentu dalam 

struktur Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Dalam konteks aturan-

aturan ini , konferensi jemaat merupakan badan yang memerintah 

jemaat setempat. Anggota-anggota yang aktif dan setia harus didorong 

untuk hadir dan memberikan suara. Seorang anggota yang berada di 

bawah disiplin celaan tidak berhak untuk berpartisipasi dalam membe-

rikan pengaruh ataupun suara.

Konferensi jemaat akan diadakan sedikitnya satu kali setahun. Pen-

deta, atau majelis jemaat setelah berunding dengan pendeta dan menda-

pat dukungan pendeta, mengumumkan pertemuan ini . Konferensi 

jemaat secara khusus diumumkan satu atau dua pekan pada acara ke-

baktian Sabat, dengan waktu dan tempat yang sudah ditentukan. Pende-

ta, seorang ketua yang sudah diatur oleh pendeta, atau, dalam beberapa 

kasus, ketua konferens melayani sebagai pemimpin konferensi jemaat. 

Setiap jemaat memutuskan berapa jumlah korum untuk pertemuan-

pertemuan mendatang. 

Memberikan suara melalui perwakilan atau surat tidak diizinkan.

Hal-hal utama harus diputuskan pada konferensi jemaat reguler atau 

istimewa.

Konferensi jemaat memiliki wewenang atas majelis jemaat dan bisa 

mendelegasikan tanggung jawab kepada majelis dan tambahan untuk 

itu telah diatur dalam Peraturan Jemaat. (Lihat hlm. 172-176).

Agenda konferensi jemaat haruslah termasuk laporan-laporan me-

ngenai pekerjaan jemaat. Sedikitnya sekali setahun agenda itu harus 

dimasukkan meliputi kegiatan-kegiatan jemaat. Berdasarkan laporan-

laporan itulah, penyajian rencana proposal kegiatan untuk tahun beri-

kutnya harus disampaikan untuk disetujui. Jika memungkinkan, lapor-

an dan rencana tahun berikutnya disampaikan secara tertulis. (Lihat 

173

Catatan, #7, hlm. 249, 250).

Agar terpelihara roh kerja sama yang erat antara jemaat dan kon-

ferens, maka jemaat harus meminta nasihat dari pimpinan konferens 

untuk semua hal-hal utama. 

Pimpinan konferens dan uni (ketua, sekretaris, bendahara) atau orang 

yang ditunjuk dapat hadir tanpa memberikan suara (kecuali diizinkan 

oleh jemaat) di dalam tiap konferensi jemaat di wilayah mereka. Suatu 

keputusan untuk mengikuti pemungutan suara tidak diperlukan jika pe-

mimpin itu yaitu  anggota di jemaat ini .

Majelis Jemaat dan Pertemuan-pertemuannya

Definisi dan Fungsi—Setiap jemaat pasti memiliki fungsional maje-

lis yang anggota-anggotanya telah dipilih pada waktu konferensi jema-

at. Perhatian utamanya yaitu  pemeliharaan kerohanian jemaat dan tu-

gas perencanaan dan pembinaan penginjilan dalam semua tahapannya.

Yang termasuk tanggung jawab majelis jemaat yaitu :

1. Pembinaan rohani.

2. Penginjilan dalam semua tahapannya.

3. Mempertahankan kemurnian doktrin.

4. Meninggikan standar Kristen.

5. Mengusulkan perubahan dalam ______________ jemaat.

6. Keuangan jemaat.

7. Perlindungan dan pemeliharaan harta milik jemaat.

8. Koordinasi dari semua departemen.

Perintah Injil yang diberikan Yesus membuat penginjilan, yaitu tugas 

menyampaikan kabar baik Injil itu, sebagai fungsi utama majelis jemaat 

(Mat. 28:18-20). Dengan demikian, itulah juga fungsi utama majelis je-

maat, yang melayani sebagai komite utama di jemaat. Bilamana majelis 

memberikan minat utama dan usahanya yang tertinggi bagi penginjilan 

tiap anggota, maka sebagian besar masalah dapat diatasi atau dihindari, 

dan suatu pengaruh yang kuat dan positif dirasakan dalam kehidupan 

dan pertumbuhan rohani anggota.

Majelis ini dipilih oleh anggota jemaat pada setiap waktu pemilihan 

pengurus jemaat yang rutin. (Lihat hlm. 97, 98).

174 

______________—Tambahan untuk pendeta-pendeta yang telah diang-

kat konferens, jemaat harus memilih suatu majelis perwakilan yang me-

liputi pengurus-pengurus berikut:

Ketua-ketua

Pemimpin diaken

Pemimpin diakenes

Bendahara

Sekretaris

Koordinator Peminat

Koordinator Pria Advent

Pemimpin Perkumpulan Pemuda Advent

Direktur Klub Adventurer (Petualang)

Direktur Klub Ambassador

Koordinator Sekolah Alkitab

Pemimpin Pelayanan Anak-anak

Koordinator Musik Jemaat

Pemimpin Komite Komunikasi atau Sekretaris Komunikasi

Pelayanan Masyarakat dan/atau Pemimpin Perkumpulan Dorkas

Sekretaris Pendidikan

Pemimpin Pelayanan Keluarga

Pemimpin Pelayanan Kesehatan

Pemimpin Asosiasi Rumah Tangga dan Sekolah

Pemimpin Klub Pathfinder (Remaja)

Pemimpin dan Sekretaris Pelayanan Perorangan

Koordinator Pelayanan Penerbitan

Pemimpin Kebebasan Beragama

Pemimpin Sekolah Sabat

Pemimpin Pelayanan Penatalayanan

Pemimpin Bakti Wanita Advent

Dalam beberapa kasus, tergantung pada jumlah ______________, majelis 

boleh jadi tidak termasuk semua daftar ini atau boleh menambah ang-

gota-anggota tambahan. Pendeta yang ditugaskan oleh konferens untuk 

melayani jemaat selalu merupakan anggota majelis jemaat. 

175

Para Pimpinan—Ketua majelis jemaat yaitu  pendeta yang ditugas-

kan konferens. Jika pendeta itu lebih suka untuk tidak melakukan peran 

ini, atau jika ia tidak dapat hadir, ia dapat mengatur agar ketua jemaat 

yang memimpin sebagai ketua majelis untuk sementara waktu. Sekre-

taris jemaat bertindak sebagai sekretaris majelis dan bertanggung jawab 

untuk mencatat, menyampaikan, dan menyimpan notulen rapat.

Rapat-rapat Majelis—Karena pekerjaan majelis jemaat sangat pen-

ting untuk kehidupan, kesehatan dan pertumbuhan jemaat, maka perlu 

ada rapat paling sedikit satu kali dalam satu bulan, lebih sering jika 

diperlukan. Ada baiknya untuk menetapkan waktu rapat bulanan pada 

pekan yang sama dan hari yang sama setiap bulan.

Rapat majelis jemaat diumumkan pada kebaktian Sabat, dan semua 

anggota majelis diminta untuk hadir. 

Setiap jemaat harus menentukan pada salah satu konferensi jemaat-

nya, jumlah anggota majelis jemaat yang harus hadir untuk mencapai 

korum pada rapat majelis.

Memberikan suara melalui perwakilan atau surat tidak diperkenan-

kan.

Pekerjaan Majelis Jemaat—1. Hal yang terpenting pada agenda ra-

pat haruslah merencanakan penginjilan jangkauan keluar (misionaris) 

di wilayah jemaat. Selain itu, satu kali dalam satu triwulan seluruh rapat 

majelis jemaat dapat ditetapkan untuk perencanaan penginjilan. Majelis 

akan mempelajari rekomendasi dari komite konferens setempat untuk 

program dan metode penginjilan dan menentukan cara terbaik pene-

rapannya oleh jemaat. Pendeta dan majelis jemaat akan memulai dan 

membentuk rencana ceramah umum/KKR.

2. Mengkoordinasi program jangkauan keluar dari departemen-de-

partemen. Majelis jemaat bertanggung jawab mengkoordinasi peker-

jaan semua departemen jemaat. Ini mencakup program jangkauan ke-

luar oleh Pelayanan Perorangan, Sekolah Sabat, Pelayanan Anak-anak, 

Pemuda, Pelayanan Kesehatan, dan Pendidikan. Tiap-tiap departemen 

ini  membuat rencana masing-masing untuk jangkauan keluar da-

176 

lam ruang lingkupnya. Untuk menghindari konflik waktu dan persa-

ingan dalam memperoleh penolong sukarela, dan untuk mencapai hasil 

yang maksimal, koordinasi itu sangat penting. Sebelum merampungkan 

dan mengumumkan rencana-rencana dari program mana pun, tiap de-

partemen harus memberikan rencananya kepada majelis jemaat untuk 

memperoleh persetujuan. Departemen-departemen juga melapor pada 

majelis jemaat tentang kemajuan dan hasil dari program jangkauan 

keluar mereka. Majelis jemaat dapat mengusulkan pada departemen-

departemen cara agar program mereka dapat membantu persiapan, pe-

laksanaan dan tindak lanjut dari ceramah-ceramah umum/KKR.

3. Mendorong Departemen Pelayanan Perorangan melibatkan semua 

anggota jemaat dan anak-anak di dalam suatu bentuk pelayanan jang-

kauan keluar pribadi. Kelas-kelas pelatihan harus dilaksanakan dalam 

berbagai bidang pelayanan jangkauan keluar.

4. Mendorong Koordinator Peminat memastikan bahwa laporan se-

tiap peminat segera ditindaklanjuti secara pribadi oleh seorang awam 

yang ditugaskan. 

5. Mendorong setiap departemen untuk memberikan laporan paling 

kurang setiap triwulan kepada majelis jemaat dan kepada seluruh ang-

gota saat konferensi jemaat dan/atau pada kebaktian Sabat.

6. Menerima laporan-laporan rutin. Majelis jemaat harus memperha-

tikan rincian urusan-urusan jemaat dan menerima laporan-laporan rutin 

dari bendahara sehubungan dengan keuangan jemaat. Majelis jemaat 

harus menyelidiki laporan ______________ dan keadaan rohani dari semua 

anggota dan harus diatur agar ada perlawatan bagi anggota yang sakit, 

yang kecewa, dan yang telah murtad. Para pengurus jemaat lainnya ha-

rus memberikan laporan secara berkala. 

Komite-komite Tambahan—Majelis jemaat tidak boleh membiar-

kan urusan lain mengganggu perencanaan penginjilan. Jika urusan lain 

terlalu memakan waktu, maka majelis dapat menunjuk komite-komite 

tambahan untuk memperhatikan bidang khusus urusan jemaat seper-

ti keuangan atau pembangunan. Komite-komite seperti itu kemudian 

akan membuat rekomendasi-rekomendasi kepada majelis jemaat. (Li-

hat Catatan, #8, hlm. 250).

177

Rapat Majelis Sekolah

Sekolah gereja biasanya diawasi oleh suatu dewan sekolah gereja. 

Seorang ketua dipilih untuk memimpin rapat dewan sekolah ini dan 

seorang sekretaris dipilih untuk menyimpan _rapat dan 

keputusan dewan sekolah. Dewan ini harus mengadakan rapat secara 

teratur. Rapat-rapat khusus dapat diumumkan oleh ketua pada waktu 

dibutuhkan. Beberapa jemaat memilih majelis jemaat atau suatu sub-

komite dari majelis jemaat, yang juga melayani sebagai dewan sekolah. 

(Lihat juga hlm. 121, 122).

Rapat Asosiasi Rumah Tangga dan Sekolah

Asosiasi Rumah Tangga dan Sekolah harus bertemu setiap bulan dan 

mengkoordinasi aktivitas-aktivitas rumah tangga, sekolah, dan jemaat. 

Harus diberikan perhatian untuk pendidikan orangtua dan juga mem-

bantu sekolah untuk memperoleh sumber-sumber daya yang diperlu-

kan, seperti ruangan untuk para orangtua, buku-buku, bahan pelajaran, 

dan peralatan.

Materi untuk membantu para pemimpin Rumah Tangga dan Sekolah 

tersedia melalui Departemen Pendidikan konferens. (Lihat juga hlm. 

120, 121).

Pertemuan-pertemuan Orang Muda

 

Para pemimpin dari berbagai kelompok orang muda harus menjad-

walkan pertemuan-pertemuan rutin yang melibatkan orang-orang muda 

jemaat dalam kegiatan-kegiatan yang bermanfaat yang akan mengikat 

mereka lebih dekat dengan jemaat dan melatih mereka untuk pelayanan 

yang berguna. (Lihat juga hlm. 139-145).

Pertemuan-pertemuan Perkumpulan Pemuda Advent—Perte muan-

pertemuan Perkumpulan Pemuda Advent harus diadakan pada jadwal 

rutin dan berfokus pada pengembangan sifat-sifat rohani, mental, dan 

jasmani pemuda jemaat. Pertemuan-pertemuan itu juga menyediakan 

178 

interaksi sosial Kristiani dan program-program bersaksi mendukung 

rencana-rencana jemaat dalam memenangkan jiwa. Komite Pelayan-

an Pemuda Advent mendorong dan mengkoordinasi kegiatan-kegiatan 

Perkumpulan Pemuda Advent dan organisasi-organisasi pemuda lain-

nya. (Lihat hlm. 141). Untuk sumber-sumber, lihat Catatan, #9, hlm. 

250.

Perkumpulan Pemuda Advent Junior—Pertemuan-pertemuan Per-

kumpulan Pemuda Advent Junior mirip dengan tujuan pertemuan-per-

temuan Perkumpulan Pemuda Advent Senior tetapi melibatkan orang 

muda junior. Jika ada satu sekolah gereja, maka Perkumpulan Pemuda 

Advent Junior biasanya menjadi bagian dari kurikulum rohani sekolah. 

(Lihat Catatan, #10, hlm. 251). 

Pertemuan-pertemuan Klub Ambassador—Pertemuan-pertemu an 

Klub Ambassador menyediakan program-program khusus untuk me-

menuhi keperluan orang-orang muda usia 16 hingga 21 tahun, dan me-

ningkatkan keterlibatan mereka dalam Gereja. Pertemuan-pertemuan-

nya dan kegiatan-kegiatannya yang lain dijalankan sesuai dengan 

aturan-aturan konferens dan koordinasi dengan pelayanan pemuda/

orang muda dewasa di jemaat setempat. 

Pertemuan-pertemuan Klub Remaja (Pathfinder Club)—Pertemuan-

pertemuan Klub Remaja (Pathfinder Club) menyediakan program-pro-

gram khusus untuk pemuda remaja dan di beberapa wilayah telah di-

gantikan dengan pertemuan-pertemuan Perkumpulan Pemuda Advent 

Junior. Jemaat-jemaat di mana keduanya berfungsi harus mengkoordina-

si kegiatan-kegiatan mereka. Klub Remaja (Pathfinder Club) akan berte-

mu sesuai dengan aturan-aturan departemen konferens. 

Pertemuan-pertemuan Klub Petualang (Adventurer Club)—Per-

temuan-pertemuan Klub Petualang (Adventurer Club) menyediakan 

program-program khusus untuk anak-anak usia sekolah dasar/permu-

laan yang dirancang untuk memperlengkapi dan memperkuat keterli-

179

batan orangtua dalam perkembangan anak-anak pemula. Pertemuan-

pertemuan dan kegiatan-kegiatan lainnya dilaksanakan sesuai dengan 

aturan-aturan konferens sebagaimana diuraikan dalam pedoman-pedo-

man klub dan koordinasi dengan organisasi-organisasi pemuda dan ke-

luarga terkait lainnya di jemaat. 

180 

181

BAB 11

Keuangan

Rencana Alkitabiah untuk mendukung pekerjaan Allah yaitu  mela-

lui persepuluhan dan persembahan umat-Nya. Tuhan berfirman, “Ba-

walah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perben-

daharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku” (Mal. 3:10). 

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh telah mengikuti rencana ini dari 

sejak hari-hari permulaannya.

“Sistem persepuluhan dan persembahan ini dimaksudkan untuk 

mengingatkan satu kebenaran besar kepada pikiran mereka—bahwa 

Allah yaitu  sumber segala berkat kepada makhluk-makhluk-Nya—

dan kepada-Nyalah rasa syukur manusia harus disampaikan atas segala 

pemberian-pemberian yang baik dari pemeliharaan-Nya.”—Alfa dan 

Omega, jld. 2, hlm. 140.

“Persepuluhan dan persembahan kepada Allah yaitu  suatu penga-

kuan akan kekuasaan-Nya atas kita melalui penciptaan, dan itu juga 

me rupakan suatu pengakuan akan kekuasaan-Nya melalui penebusan. 

Karena semua kekuatan kita berasal dari Kristus, maka persembahan 

dan persepuluhan ini harus mengalir dari kita kepada Allah. Ini sela-

manya mengingatkan kita akan tuntutan penebusan, yang merupakan 

tuntutan terbesar, dan yang mencakup semua yang lain.”—Testimonies, 

jld. 6, hlm. 479.

“Persepuluhan itu kudus, dipisahkan oleh Allah bagi diri-Nya. Ini ha-

rus dibawa ke perbendaharaan-Nya untuk digunakan menyokong para 

pekerja Injil dalam pekerjaan mereka.”—Testimonies, jld. 9, hlm. 249.

182 

“Ia telah memberikan kepada umat-Nya sebuah rencana untuk me-

ningkatkan jumlah yang cukup untuk menjalankan kegiatan. Rencana 

Allah dalam sistem persepuluhan itu indah dalam kesederhanaan dan 

kesamaannya. Semua orang dapat melaksanakannya dengan iman dan 

keberanian, karena itu berasal dari Allah. Di dalamnya tergabung ke-

sederhanaan dan kegunaan, dan itu tidak sulit untuk dipahami dan di-

laksanakan. Semua dapat merasakan bahwa mereka dapat melakukan 

suatu bagian dalam memajukan pekerjaan penyelamatan yang mulia. 

Semua orang, baik pria, maupun wanita, dan orang muda boleh menja-

di bendaharawan bagi Tuhan dan boleh menjadi agen untuk memenuhi 

tuntutan perbendaharaan. Rasul berkata: ‘Hendaklah kamu masing-

masing—sesuai dengan apa yang kamu peroleh—menyisihkan sesuatu 

dan menyimpannya di rumah.’”—Testimonies, jld. 3, hlm. 388, 389.

“Allah telah menjadikan pemasyhuran Injil itu bergantung kepada 

pekerjaan dan pemberian umat-Nya. Persembahan sukarela dan perse-

puluhan membentuk penghasilan dari pekerjaan Allah. Dari harta yang 

dipercayakan kepada manusia, Allah menuntut sebagian yang terten-

tu—persepuluhan. Ia membiarkan semuanya bebas untuk mengatakan 

apakah mereka akan memberikan lebih daripada ini.”— Alfa dan Ome-

ga, jld. 7, hlm. 62.

“Allah telah memberikan petunjuk khusus tentang penggunaan perse-

puluhan. Ia tidak merancang bahwa pekerjaan-Nya akan lumpuh kare-

na kekurangan dana.... Bagian yang telah Allah siapkan untuk diri-Nya 

sendiri tidak boleh dialihkan untuk maksud lain daripada yang Ia telah 

tentukan. Jangan ada orang yang merasa bebas menahan persepuluh-

an mereka, memakai  sesuai kehendak dan pertimbangan mereka. 

Mereka tidak boleh memakai nya untuk diri mereka sendiri dalam 

keadaan darurat, dan juga tidak boleh digunakan kepada hal-hal yang 

mereka pandang cocok, bahkan dalam apa yang mereka anggap sebagai 

pekerjaan Tuhan.”—Testimonies, jld. 9, hlm. 247.

Penatalayanan

Umat Kristen yaitu  para penatalayan Allah, yang dipercayakan de-

ngan harta milik-Nya, dan sebagai rekan kerja-Nya, bertanggung jawab 

KEUANGAN 183

untuk menatanya selaras dengan garis pedoman dan prinsip-prinsip-

Nya. Nasihat Ilahi yaitu  bahwa sebagai para penatalayan-Nya, kita 

harus, “dapat dipercayai” (1 Kor. 4:2). Walaupun pertanyaan tentang 

penatalayanan dalam bentuknya yang tertinggi meliputi banyak aspek 

kehidupan dan pengalaman orang Kristen, tidak diragukan lagi bah-

wa penatalayanan keuangan kita yaitu  hal yang sangat penting. Ini 

menyangkut seluruh keluarga Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan 

melibatkan pengakuan kita akan kekuasaan Allah, kepemilikan-Nya 

atas segala sesuatu, dan pemberian kasih karunia-Nya pada hati kita.

Meskipun aspek penatalayanan Kristiani ini menyangkut materi mi-

lik kita, namun itu memberi reaksi pada pengalaman Kekristenan kita. 

Tuhan menuntut hal-hal tertentu dari kita, agar ia dapat melakukan hal-

hal tertentu bagi kita. Penurutan kita terhadap apa yang dituntut Bapa 

surgawi kita menempatkan fase penatalayanan ini pada tingkat kero-

hanian yang tinggi. Allah kita tidak memaksa. Ia tidak semaunya me-

nuntut agar kita melayani Dia atau mengakui Dia dengan pemberian-

pemberian kita. Tetapi Ia telah mengatur sedemikian rupa bahwa jika 

kita bekerja sejalan dengan Dia dalam hal ini maka akan mengalir ke 

dalam hati kita berkat-berkat rohani yang besar. 

“Allah menginginkan agar semua penatalayan-Nya menurut rancang-

an Ilahi dengan saksama. Mereka tidak boleh menggantikan rencana-

rencana Tuhan dengan melakukan bantuan bagi orang lain atau membe-

rikan pemberian-pemberian pada waktu dan cara yang dianggap sesuai 

menurut pemandangan manusia. yaitu  kebijakan yang sangat salah 

bagi manusia untuk berusaha memperbaiki rencana Allah dan menca-

ri cara lain, puas dengan dorongan kebaikan hati mereka pada waktu-

waktu tertentu, dan menjadikannya sebagai pengganti tuntutan Allah. 

Allah menuntut agar semua memberikan pengaruh mereka ke dalam 

pengaturan-Nya sendiri.”—Testimonies, jld. 9, hlm. 248.

Persepuluhan

Dengan mengakui rencana Alkitabiah dan hak istimewa yang suci 

pada anggota-anggota jemaat sebagai anak-anak Allah dan anggota 

tubuh-Nya, yaitu Gereja, seluruh jemaat didorong untuk mengembali-

184 

kan persepuluhan dengan setia, sepersepuluh dari pendapatan atau gaji 

mereka ke dalam perbendaharaan gereja.

Persepuluhan itu bukan untuk digunakan atau dikeluarkan oleh jemaat 

setempat tetapi untuk diserahkan kembali kepada bendahara konferens. 

Jadi persepuluhan dari semua jemaat mengalir ke dalam perbendahara-

an konferens setempat, yang kemudian menyerahkan sepersepuluh dari 

total persepuluhan yang diterima itu kepada uni. Uni kemudian mene-

ruskan kepada tingkat yang lebih tinggi sesuai dengan aturan-aturan 

kerja General Conference dan divisi, untuk memenuhi pengeluaran da-

lam menjalankan pekerjaan Allah dalam lingkup tanggung jawab dan 

kegiatan mereka.

Kebijakan ini telah dibuat dalam pengumpulan dan penggunaan da-

na-dana di seluruh dunia, dan dalam menjalankan urusan-urusan peker-

jaan ini . Aspek keuangan dan usaha dari pekerjaan itu sangatlah 

penting. Hal itu tidak dapat dipisahkan dari penyampaian kabar kese-

lamatan; bahkan merupakan bagian mendasar dari penyampaian kabar 

keselamatan.

Pemberian Sistematis dan Kesatuan—Rencana keuangan gereja me-

nyokong tujuan yang lebih besar daripada yang nampak dalam laporan 

keuangan dan statistiknya. Sistem gereja untuk membagikan dana de-

ngan ladang pekerjaan sedunia, sebagaimana diuraikan oleh Peratur-

an Kerja General Conference, menjadi cara yang mengagumkan dalam 

mempersatukan pekerjaan rohani Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh 

di seluruh dunia. 

Bagaimana Persepuluhan Digunakan—Persepuluhan harus diku-

duskan untuk pekerjaan pelayanan, untuk mengajar Alkitab dan untuk 

menyokong administrasi konferens dalam memelihara jemaat-jemaat 

dan usaha-usaha jangkauan keluar (misionaris) di ladang. Persepuluh-

an itu tidak boleh digunakan untuk pekerjaan lain, untuk membayar 

utang jemaat atau lembaga, atau program pembangunan, kecuali dise-

tujui dalam Peraturan Kerja General Conference. Untuk informasi lebih 

lanjut tentang penggunaan persepuluhan, lihat Catatan, #1, hlm. 251. 

“Suatu pekabaran yang sangat jelas dan pasti telah diberikan kepada 

KEUANGAN 185

saya untuk umat kita. Saya diperintahkan untuk memberitahukan ke-

pada mereka bahwa mereka sedang membuat kesalahan dalam mene-

rapkan persepuluhan untuk berbagai tujuan yang walaupun baik, bu-

kanlah merupakan tujuan penggunaan persepuluhan yang telah Tuhan 

perintahkan. Mereka yang memakai  persepuluhan dengan cara ini 

sedang menarik diri dari rencana Tuhan. Allah akan menghakimi akan 

hal ini”—Testimonies, jld. 9, hlm. 248.

Bagaimana Persepuluhan Diperlakukan—Persepuluhan yaitu  mi-

lik Tuhan dan harus dibawa sebagai suatu tindakan perbaktian ke dalam 

perbendaharaan konferens melalui jemaat di mana ______________ sese-

orang berada. Dalam keadaan yang tidak biasa, maka anggota jemaat 

harus berkonsultasi dengan para pimpinan konferens mereka.

        

Para Pemimpin Jemaat dan Konferens Harus Menjadi Teladan—

Ke tua-ketua, serta para pemimpin lainnya, sebagaimana para pendeta 

dan para pekerja konferens, diharapkan menunjukkan teladan yang baik 

dengan mengembalikan persepuluhan. Tidak seorang pun boleh terus 

menjadi pengurus jemaat atau pekerja konferens jika tidak melakukan 

standar kepemimpinan ini.

Persembahan

Selain persepuluhan, Alkitab menekankan tugas kita untuk mem-

bawa persembahan kepada Tuhan. Menahan persembahan disamakan 

dengan menahan persepuluhan dan disebut dengan perampokan (Mal. 

3:8). Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sejak permulaannya telah 

mengikuti praktik pemberian persembahan secara berlimpah bagi pe-

kerjaan Allah. 

Tambahan kepada kalender tradisional program persembahan, di 

mana setiap persembahan dikumpulkan untuk tujuan khusus, General 

Conference telah menyetujui sistem persembahan terpadu dan rencana 

pemberian pribadi. Komite divisi diberi wewenang untuk menentukan 

rencana-rencana yang mana akan digunakan di wilayahnya.

186 

Persembahan Sekolah Sabat—Metode pemberian sistematis dan 

rutin yang paling banyak digunakan gereja kita  yaitu  melalui persem-

bahan Sekolah Sabat, yang digunakan untuk pekerjaan misi sedunia.

Persembahan Lain—Persembahan lain telah dikumpulkan dari 

waktu ke waktu untuk pekerjaan misi sedunia dan untuk proyek-proyek 

yang bersifat menyeluruh dan lokal. Jika persembahan dikumpulkan, 

semua uang yang dimasukkan pada kantong persembahan harus dihi-

tung sebagai bagian dari persembahan khusus ini , kecuali ada in-

dikasi lain dari pemberinya.

Pemberian Khusus untuk Ladang Penginjilan—Sokongan keuang-

an untuk pekerjaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh sedunia dida-

sarkan pada sistem anggaran. Dana bantuan diberikan untuk berbagai 

lapangan pekerjaan berdasarkan kebutuhan yang dianggarkan. Ini ada-

lah cara yang adil dan seimbang untuk mendistribusikan dana. 

Jika ada pemberian khusus yang diberikan untuk ladang pekerjaan 

khusus di luar rencana anggaran reguler, maka tercipta ketidakseim-

bangan yang merugikan semua ladang pekerjaan lain. Jika pemberian 

seperti ini diberikan untuk tujuan memulai pekerjaan yang baru, peker-

jaan yang dimulai dengan cara ini akan menurun jika pemberian khusus 

ini habis, atau harus dimasukkan ke dalam anggaran untuk pendanaan 

di masa depan. Dengan demikian ladang pekerjaan lain, yang mungkin 

memiliki  keperluan lebih besar tetapi tidak memiliki  kesempatan 

memberitahukannya, akan berkurang bagiannya dari dana umum, yang 

telah diberikan untuk memelihara pekerjaan yang dimulai dengan pem-

berian khusus.

Sejarah telah membuktikan kebijaksanaan dalam memiliki anggo-

ta yang memberikan persembahan dan pemberian-pemberian mereka 

secara limpah dan dengan sukacita melalui saluran yang disetujui, dan 

mengetahui bahwa setiap ladang pekerjaan memperoleh bagian dan 

manfaat dari pemberian mereka.

Membantu yang Miskin dan Berkekurangan—Persembahan untuk 

orang miskin dan yang berkekurangan dikumpulkan untuk memban-

KEUANGAN 187

tu anggota jemaat yang mungkin membutuhkan pertolongan. Sedapat 

mungkin harus dibuat simpanan dari dana ini untuk digunakan dalam 

keadaan darurat. Namun jemaat harus bersikap kasih kepada semua 

yang berkekurangan, dan majelis jemaat dapat membuat pendanaan 

yang diambil dari dana jemaat untuk orang miskin untuk membantu 

pekerjaan kesehatan dan kesejahteraan yang dijalankan jemaat bagi 

keluarga-keluarga di masyarakat.

Dana dan Pengeluaran Jemaat Setempat—Cara yang paling me-

muaskan untuk menyediakan dana bagi pengeluaran jemaat yaitu  

membuat anggaran belanja. Sebelum permulaan tahun yang baru, ma-

jelis jemaat harus membuat anggaran belanja dari semua pengeluaran 

yang dirancang dengan hati-hati untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan 

jemaat hingga tahun berikutnya. Anggaran belanja ini harus termasuk 

semua pemasukan dan pengeluaran, yang berhubungan dengan seluruh 

departemen. Itu harus menyediakan dana untuk seluruh perbaikan, pen-

dingin udara, listrik, kostor jemaat, pengeluaran sekolah gereja. (Lihat 

Catatan, #2, hlm. 251, 252.

Anggaran belanja harus dihadapkan kepada jemaat untuk dipelajari 

dan disetujui, dan kemudian diseimbangkan dengan dana yang tersedia 

hingga tahun yang akan datang. Untuk mengisi dana anggaran belanja 

dapat dikumpulkan melalui persembahan dan para penyumbang. Setiap 

anggota harus turut menyokong jemaat setempat dan pekerjaan secara 

umum sesuai dengan keadaan keuangannya.

Nasihat tentang Keuangan Secara Umum

Peraturan Pengumpulan Dana—Berikut yaitu  peraturan-peraturan 

untuk pengumpulan dana:

1. Tidak ada konferens, jemaat, atau lembaga yang tanpa persetujuan 

dan aturan khusus yang dapat merencanakan pekerjaan yang membu-

tuhkan sumbangan dari luar wilayahnya sendiri. Sumbangan di wila-

yahnya harus sesuai dengan kebijakan wilayah setempat, uni, dan Ge-

neral Conference.

2. Untuk melindungi jemaat-jemaat dari pengumpulan dana yang ti-

188 

dak resmi dan menipu, diberlakukan prinsip-prinsip dan metode-me-

tode berikut:

a. Para gembala dan pengurus jemaat tidak boleh memberikan ke-

sempatan di mimbar kepada orang yang mengumpulkan sumbangan 

tanpa pengakuan atau rekomendasi dari konferens. (Lihat hlm. 160, 

161). Tidak ada izin yang dapat diberikan untuk mengumpulkan dana 

baik secara umum atau pribadi tanpa pengakuan ini.

b. Semua dana yang disumbangkan untuk maksud apa pun sebagai 

sambutan atas permohonan yang dibuat, harus diberikan melalui salur-

an reguler gereja.

c. Para pengurus jemaat dan konferens harus mengambil langkah 

yang mungkin diperlukan untuk menghindari pemungutan sumbangan 

umum yang tak resmi dan tidak sah.

3. Tidak ada kampanye selain Pengumpulan Derma (Ingathering or 

equivalent appeal), yang memakai  daftar dan kotak berlabel Pe-

ngumpulan Derma, yang dapat dijalankan untuk pengumpulan uang 

untuk pekerjaan daerah setempat atau daerah lain. Uni dan konferens 

setempat harus mengambil langkah yang diperlukan untuk mencegah 

pelanggaran peraturan ini.

4. Para pekerja antar divisi yang sedang mengunjungi jemaat asal-

nya atau yang berhubungan melalui surat dimohon untuk meminta 

sumbangan hanya untuk kegiatan yang dicakup dalam dana bantuan 

anggaran belanja, dengan bekerja sama dengan jemaat-jemaat dan dae-

rah untuk mengumpulkan dana yang dibutuhkan untuk memenuhi dana 

bantuan yang kepadanya pekerjaan misi sedunia kita bergantung. Se-

mua dana seperti ini harus disampaikan melalui cara yang biasa.

Cara-cara Pengumpulan Dana Jemaat yang Dipertanyakan—Je -

maat setempat harus memegang pendirian yang kuat menentang semua 

cara yang sifatnya dipertanyakan untuk mengumpulkan uang.

“Bila mengumpulkan uang bagi tujuan keagamaan, cara-cara apakah 

yang telah digunakan oleh banyak gereja? Melalui bazar, makan malam, 

pasar malam yang mewah, bahkan melalui lotre dan cara lain. Sering-

kali tempat yang diasingkan untuk kebaktian Allah dihinakan dengan 

pesta pora, dan minum-minum, berjual beli dan hiburan. Kehormatan 

KEUANGAN 189

bagi rumah Allah dan kekhidmatan perbaktian-Nya telah berkurang 

dalam pikiran orang-orang muda. Penghalang untuk pengendalian diri 

menjadi lemah. Mementingkan diri, selera, dan cinta akan penonjolan 

diri, didorong dan diperkuat serta dimanjakan.”—Testimonies, jld. 9, 

hlm. 91.

“Sementara pekerjaan Allah menjadi lebih luas, panggilan untuk per-

tolongan akan datang lebih dan lebih sering lagi.... Jika orang-orang 

yang mengaku Kristen akan dengan setia membawa kepada Tuhan per-

sepuluhan dan persembahan mereka, perbendaharaan-Nya akan penuh. 

Tidak akan ada kesempatan untuk terpaksa memakai  pasar amal, 

lotre, atau pesta kesukaan untuk mendapatkan dana guna menunjang 

Injil.”—Alfa dan Omega, jld. 7, hlm. 284.

Persepuluhan dan Persembahan Bukan Dana Simpanan Priba-

di—Persepuluhan dan persembahan yang diberikan kepada gereja ti-

dak menciptakan suatu dana cadangan untuk kepentingan pemberinya 

di masa depan. Dana ini akan digunakan untuk tujuan masa sekarang 

sesuai dengan tujuan pemberian ini . 

Rencana Pembiayaan Pembangunan—Jemaat-jemaat yang memi-

kirkan untuk membeli atau mendirikan bangunan gereja, atau berutang 

dalam bentuk apa pun, harus meminta nasihat dari para pemimpin kon-

ferens sebelum  melakukan obligasi keuangan seperti itu. Dalam mem-

beli atau membangun gedung gereja, tidak boleh dibuat komitmen atau 

memulai pembangunan sebelum ada persetujuan komite konferens dan 

uni. Komite ini menyetujuinya hanya bila mereka sudah memastikan 

bahwa pengaturan keuangan telah sesuai dengan kebijakan yang ada. 

Dalam memberikan saran keuangan, komite konferens harus memper-

hatikan besar jemaat, kemampuan keuangannya, dan lokasi bangunan.

Menangani dan Mempertanggungjawabkan Dana—Pengumpulan 

dan penanganan dana bagi pekerjaan Tuhan yaitu  tanggung jawab 

yang suci. Saluran pertama yang selalu mengalir yaitu  dari anggota 

perorangan kepada jemaat setempat. Bendahara jemaat menerima dana 

ini. (Lihat hlm. 111-115). Bendahara mengeluarkan dana yang dimak-

190 

sudkan untuk kebutuhan jemaat setempat. Bendahara menyampaikan 

kepada bendahara konferens dana yang dimaksudkan untuk pengguna-

an konferens atau hal-hal umum. Bendahara jemaat setempat bekerja di 

bawah petunjuk majelis jemaat. Bendahara-bendahara di semua tingkat 

(jemaat, konferens, uni, divisi/General Conference) tidak boleh bertin-

dak sendiri. Mereka mengeluarkan dana hanya atas persetujuan komite.

Pemeriksaan Keuangan—Tiap buku catatan keuangan, mulai dari 

bendahara-bendahara jemaat setempat sampai ke General Conference, 

harus diperiksa oleh para pemeriksa keuangan yang ditunjuk untuk ke-

perluan itu. Peraturan ini yang juga berlaku untuk setiap buku lembaga 

yang dijalankan oleh gereja, memberikan keamanan maksimal dalam 

penanganan dana. (Lihat hlm. 114).

191

BAB 12

Standar Kehidupan Orang Kristen

Panggilan Allah yang Mulia dalam Kristus Yesus

Kehidupan orang Kristen bukanlah satu modifikasi atau perbaikan 

yang kecil, tetapi suatu perubahan yang lengkap dari sifat alamiahnya. 

Ini berarti satu kematian atas diri sendiri dan dosa dan satu kebangkitan 

kepada satu kehidupan yang baru sebagai seorang yang baru di dalam 

Yesus Kristus. 

Hati seorang Kristen akan menjadi tempat tinggal Yesus melalui iman. 

Hal ini akan terjadi dengan “merenungkan Kristus, memandang Kris-

tus, senantiasa mengasihi Juruselamat yang kekasih itu sebagai Sahabat 

kita yang terbaik dan terhormat, sehingga kita tidak akan melakukan 

tindakan apa pun yang mendukakan dan menyakiti hati-Nya.”—Nasi-

hat kepada Pendeta dan Pelayan Injil, hlm. 378. Jadi seorang Kristen 

akan “memiliki keakraban dengan hadirat Ilahi,” dan hanya bila kita 

menyadari hadirat itu baru “pikiran kita ditawan kepada Yesus Kristus” 

(Nasihat kepada Pendeta dan Pelayan Injil, hlm. 379) dan kebiasaan 

hidup kita akan menjadi sesuai dengan standar Ilahi.

Kita harus ingat bahwa “sebagai perisai menghadapi pencobaan dan 

sebagai suatu ilham terhadap kesucian dan kebenaran, tidak ada pe-

ngaruh lain yang dapat menyamai perasaan akan kehadiran Allah.”—

Membina Pendidikan Sejati, hlm. 241. 

“Tidak ada satu pun dari segala perbuatan kita yang terlepas dari 

pengamatan-Nya. Kita tidak dapat menyembunyikan jalan-jalan kita 

192 

dari Yang Mahatinggi itu.... Setiap perbuatan, setiap kata, setiap pikir-

an dicatat dengan jelas seolah-olah di seluruh dunia ini hanya ada satu 

orang saja, dan perhatian surga dipusatkan ke atas dirinya.”—Alfa dan 

Omega, jld 1, hlm. 250

Kasih Allah tersedia bagi setiap orang, dan khususnya kepada anak-

anak-Nya. Telinganya senantiasa terbuka kepada permohonan umat-

Nya, yaitu mereka yang telah meninggalkan dunia dan menyerahkan 

hidup mereka kepada-Nya. Dari hubungan yang kudus ini bertumbuh-

lah satu rasa hormat dan hikmat yang terwujud setiap hari dan di mana 

saja. 

Sebagai orang Kristen, kita yaitu  anggota keluarga kerajaan, anak-

anak dari Raja Surgawi. Oleh sebab itu, kita tidak boleh mengucap-

kan kata-kata, melakukan tindakan, yang akan mempermalukan “Nama 

yang mulia yang oleh-Nya kamu menjadi milik Allah” (Yak. 2:7). Kita 

yaitu  para pembaru. Di dalam setiap tahap kehidupan kita harus mem-

pelajari” dengan saksama tabiat manusia Ilahi, dan bertanyalah selalu, 

‘Apakah yang akan Yesus lakukan sekiranya Ia berada di tempat saya?’ 

Inilah seharusnya tolok ukur tugas kita.”—Membina Keluarga Sehat, 

hlm. 455.

Melalui jemaat yang sisa inilah Allah untuk terakhir kalinya akan 

memperagakan kepada alam semesta betapa ampuhnya kabar Injil yang 

lengkap ini untuk menyelamatkan para pria dan wanita dari kuasa dosa. 

Ada kebutuhan sekarang ini bahwa sebagai anggota-anggota gereja kita 

harus menekankan kembali standar perilaku Kristen yang besar itu, dan 

memperbarui ketaatan kita kepada prinsip-prinsip yang telah Tuhan 

berikan itu. Semua harus melangkah kepada standar yang tinggi dari 

kehidupan Kristen dan memisahkan diri dari dunia. Pada akhir zaman 

ini kita harus menandaskan seruan Tuhan: “Janganlah kamu mengasihi 

dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, 

maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu” (1 Yoh. 2:15). 

Belajar Alkitab dan Berdoa

Kehidupan rohani terpelihara oleh makanan rohani. Kebiasaan be-

lajar Alkitab dan berdoa secara pribadi harus dipertahankan bila kita 

STANDAR KEHIDUPAN ORANG KRISTEN 193

hendak mencapai kesucian yang sempurna. Pada zaman di mana banjir 

besar akan bahan-bahan bacaan keluar dari berbagai percetakan, saat 

lingkungan sekitar penuh dengan ribuan suara yang meminta untuk di-

dengarkan, yaitu  satu keharusan bagi kita untuk menutup mata dan 

telinga dari kebanyakan hal yang berupaya hendak memasuki pikiran 

kita, dan menyerahkan diri kepada buku Tuhan yaitu Buku di atas Se-

gala Buku, Buku Kehidupan. Apabila kita berhenti menjadi umat dari 

Buku itu, kita akan hilang, dan misi kita telah gagal. Hanya bila seti-

ap hari kita berbicara dengan Tuhan di dalam doa dan mendengarkan 

suara-Nya berbicara kepada kita melalui Alkitab, kita dapat berharap 

untuk mengalami hidup yang “tersembunyi bersama Kristus di dalam 

Tuhan” (Kol. 3:3), atau menyelesaikan pekerjaan-Nya.

Doa yaitu  percakapan dua arah di mana kita mendengarkan Allah 

dan berbicara kepada-Nya. “Doa yaitu  membuka hati kepada Allah 

seperti kepada seorang sahabat.”—Kebahagiaan Sejati, hlm. 104. “Me-

lalui doa yang sungguh kita dibawa berhubungan dengan pikiran Yang 

Tiada Batasnya itu,” dan  “tanpa doa yang tekun dan tetap kita berada 

dalam bahaya semakin kurang berhati-hati dan menyimpang dari jala