gereja masehi 23
me-
neruskan pelayanan sebagai diaken ia harus dipilih kembali.
Seseorang yang pernah diurapi sebagai ketua, jika ia dipilih menjadi
diaken di suatu jemaat, maka ia tidak perlu lagi diurapi; pengurapannya
sebagai ketua telah mencakup tugas ini.
Diaken Tidak Diberi Wewenang untuk Memimpin—Diaken tidak
diberi wewenang untuk memimpin ordinasi jemaat atau konferensi je-
maat dan tidak boleh memimpin upacara pernikahan, atau bertugas me-
nerima atau memindahkan anggota-anggota.
Di jemaat di mana tidak ada orang yang berwewenang menjalankan
tugas-tugas ini , maka jemaat harus meminta bantuan konferens.
Tugas-tugas Diaken—Tanggung jawab diaken mencakup sejumlah
besar pelayanan untuk jemaat, termasuk:
1. Membantu dalam Acara-acara dan Pertemuan-pertemuan—Para
diaken biasanya bertanggung jawab untuk menyambut anggota-ang-
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 107
gota dan para tamu sementara mereka memasuki gereja dan bila perlu,
membantu mereka untuk mendapatkan tempat duduk. Mereka juga siap
untuk bekerja sama dengan pendeta dan ketua-ketua agar pertemuan-
pertemuan di jemaat berlangsung lancar.
2. Melawat Anggota-anggota—Di banyak jemaat, perlawatan diatur
dengan membagi anggota-anggota berdasarkan distrik-distrik, dan me-
nunjuk seorang diaken untuk setiap distrik, dengan harapan agar ia akan
melawat setiap rumah tangga sekurang-kurangnya sekali satu triwulan.
3. Persiapan untuk Upacara Baptisan—Para diaken membuat persi-
apan yang perlu untuk upacara baptisan. (Lihat hlm. 65).
4. Membantu dalam Upacara Perjamuan—Dalam melaksanakan
upacara pembasuhan kaki, para diaken dan diakenes menyediakan se-
gala sesuatu yang diperlukan untuk acara itu, seperti: handuk, baskom,
air, dan ember. Setelah acara perjamuan mereka harus melihat apakah
alat-alat perjamuan termasuk taplak yang telah digunakan sudah dicuci
dan dikembalikan ke tempatnya yang tepat.
Anggur dan roti yang tersisa setelah semua orang mengambil bagian-
nya tidak boleh dikonsumsi, tetapi dibuang dengan cara yang terhormat
oleh para diaken dan diakenes yang mengikuti Perjamuan Tuhan.
5. Memperhatikan Orang Sakit dan Orang Miskin—Para diaken dan
diakenes bertanggung jawab untuk membantu orang sakit, orang mis-
kin, dan yang kurang beruntung dan harus tetap memberitahukan ke-
pada jemaat kebutuhan mereka serta memperoleh dukungan dari ang-
gota-anggota jemaat. Jemaat harus menyiapkan uang untuk pekerjaan
ini dari dana untuk orang miskin dan berkekurangan. Bendahara, atas
rekomendasi majelis jemaat, akan menyampaikan kepada para diaken
atau diakenes apa saja yang mungkin diperlukan dalam kasus itu.
6. Menjaga dan Memelihara Harta Milik Gereja—Dalam beberapa
gereja, di mana tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara harta
milik gereja tidak ditugaskan kepada sebuah komite bangunan, maka
diaken-diaken harus bertanggung jawab atasnya. (Lihat Catatan, #3,
hlm. 238).
Para Diakenes
Para diakenes termasuk staf resmi pada jemaat Kristen mula-mula.
108
“Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang mela-
yani jemaat di Kengkrea, supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan,
sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepa-
danya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan
bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri” (Roma 16:1, 2).
Para diakenes harus dipilih berdasarkan penyerahan mereka dan ke-
cakapan-kecakapan lainnya yang melayakkan mereka untuk tugas ja-
batan itu.
Komite Diakenes—Jika satu jemaat memilih beberapa diakenes,
maka harus dibentuk komite diakenes yang dipimpin oleh ketua diake-
nes dan yang lainnya sebagai sekretaris. Komite ini berwenang untuk
memberi tugas pada masing-masing diakenes, dan bekerja sama seca-
ra erat dengan komite diaken terutama dalam menyambut anggota dan
tamu dan dalam mengunjungi rumah-rumah. (Lihat hlm. 76-79). Juga
menyediakan pelatihan di mana para diakenes baru diajar untuk mela-
kukan tugas-tugas mereka.
Upacara Pengurapan bagi Para Diakenes—Upacara ini harus di-
laksanakan oleh pendeta yang sudah diurapi dan mendapatkan kredensi
dari konferens. Upacara pengurapan harus menunjukkan kesederhana-
an dan dilakukan di hadapan jemaat.
Jika mereka memelihara ______________ jemaat mereka dengan baik,
para diakenes tidak perlu diurapi lagi jika mereka pindah ke jemaat lain.
Jika masa kerja mereka telah berakhir, mereka harus dipilih kembali
jika mereka mau terus melayani sebagai diakenes.
Tugas-tugas Diakenes—Para diakenes melayani jemaat dalam ber-
bagai tugas penting, termasuk:
1. Menyambut dan Mengunjungi Para Tamu dan Anggota Jemaat—
Di banyak jemaat, para diakenes membantu menyambut para tamu dan
anggota jemaat dan melawat para anggota jemaat ke rumah mereka bi-
lamana mereka tidak dapat menghadiri kebaktian jemaat.
2. Membantu di Upacara Baptisan—Para diakenes memastikan bah-
wa para calon wanita diperhatikan baik sebelum dan sesudah baptisan.
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 109
Mereka juga memberikan nasihat dan pertolongan yang dibutuhkan da-
lam hal pakaian yang cocok untuk baptisan. Jubah dari bahan yang co-
cok harus disediakan. Bila memakai jubah, para diakenes harus mem-
perhatikan apakah jubah-jubah itu dicuci dan disimpan dengan baik
untuk digunakan lagi berikutnya. (Lihat hlm. 65).
3. Mengatur untuk Upacara Perjamuan Kudus—Para diakenes dan
diaken mengatur segala sesuatu yang diperlukan untuk acara ini, seper-
ti melihat apakah taplak meja, handuk, dan sebagainya, yang diguna-
kan dalam acara ini telah dicuci dan disimpan dengan baik. (Lihat hlm.
168).
Sebelum upacara perjamuan kudus mulai, para diakenes mengatur
meja perjamuan termasuk: menyediakan anggur dan roti, mengatur
meja, menuangkan anggur, menempatkan piring roti tidak beragi, dan
menutup meja dengan taplak khusus untuk perjamuan.
Para diakenes membantu dalam upacara pembasuhan kaki, memberi-
kan pertolongan khusus kepada para tamu wanita dan anggota-anggota
baru.
4. Memperhatikan Orang Sakit dan Orang Miskin—Para diakenes
bekerja sama dengan para diaken harus melaksanakan tugas mereka
memperhatikan orang sakit, orang yang membutuhkan pertolongan,
dan orang malang. (Lihat hlm. 79).
5. Menjaga dan Memelihara Harta Milik Gereja—Dalam beberapa
gereja, di mana tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara harta
milik gereja tidak ditugaskan kepada sebuah komite bangunan, maka
para diaken dan diakenes harus bertanggung jawab atasnya. (Lihat Ca-
tatan, #3, hlm. 238).
Sekretaris Jemaat
Banyak dari fungsi efisiensi jemaat bergantung pada sekretaris. Oleh
karena fungsi penting dan khusus dari tugas ini, maka yaitu bijaksana
untuk memilih seseorang yang dapat dipilih kembali pada masa jabat-
an yang berikut agar pencatatan dan laporan dapat berlangsung secara
berkelanjutan. Dalam jemaat besar dapat dipilih seorang asisten sekre-
taris sesuai kebutuhan. Jika karena satu hal penting sekretaris tidak bisa
110
hadir dalam konferensi jemaat, maka harus diatur agar asistennya hadir
untuk mencatat keputusan-keputusan yang dihasilkan. (Lihat Catatan,
#4, hlm. 239).
Tidak Ada Nama yang Ditambahkan atau Dikeluarkan Tanpa Pe-
mungutan Suara—Sekretaris jemaat tidak memiliki wewenang untuk
menambah atau mengeluarkan nama dari catatan ______________ tanpa
pemungutan suara dari jemaat, kecuali dalam kasus kematian. Jika se-
orang anggota meninggal dunia maka sekretaris harus secepatnya men-
catat tanggal kematian di samping nama itu dalam buku ______________.
(Lihat hlm. 74).
Perpindahan Anggota—Sekretaris jemaat menangani surat menyurat
antara anggota perorangan dan jemaat dalam perpindahan ______________
jemaat. (Lihat hlm. 47-52).
Surat Menyurat dengan Anggota—Sekretaris jemaat harus berusa-
ha untuk mengadakan kontak dengan anggota-anggota yang tidak hadir.
(Lihat Catatan #5, hlm. 238).
Memperhatikan Para Utusan Rapat Umum Konferens—Se kretaris
jemaat atas wewenang dari majelis jemaat, memberi surat resmi bagi se-
mua utusan yang dipilih untuk mewakili jemaat pada rapat umum kon-
ferens dan secepatnya mengirim nama-nama mereka kepada sekretaris
konferens. Semua blangko isian untuk catatan, laporan, kredensi, surat
jemaat, dan lainnya disediakan oleh kantor konferens. (Lihat hlm. 153).
Laporan Harus Dikirim Secepatnya—Sekretaris jemaat harus de-
ngan secepatnya melengkapi laporan-laporan yang diperlukan konfe-
rens. Sebagian laporan bersifat tahunan, yang lain triwulan. yaitu
penting agar laporan-laporan itu dikirimkan kepada sekretaris konfe-
rens pada waktu yang ditentukan, karena itu penting untuk keakuratan
laporan yang disediakan oleh organisasi-organisasi lain dari Gereja kita
sedunia. Sekretaris jemaat mengumpulkan informasi untuk laporan ini
dari ketua-ketua, bendahara dan para pemimpin departemen.
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 111
Catatan Jemaat—Sekretaris jemaat menyimpan catatan jemaat,
yang harus dijaga dengan hati-hati. Semua catatan dan buku rekening
dari semua pengurus jemaat yaitu milik jemaat; ini harus diserahkan
kepada sekretaris jemaat yang baru pada akhir masa tugas, atau kepada
jemaat kapan saja selama masa tugas sesuai permintaan pendeta atau
ketua.
Bendahara
Karena pentingnya fungsi bendahara, yaitu bijaksana untuk me-
milih seseorang yang dapat dipilih kembali pada masa jabatan yang
berikut agar pencatatan dan laporan dapat berlangsung secara berkelan-
jutan. Dalam jemaat besar dapat dipilih asisten bendahara sesuai kebu-
tuhan.
Bendahara dapat mendorong kesetiaan pengembalian persepuluhan
dan dapat memperdalam roh suka memberi dari setiap anggota jemaat.
Kata-kata nasihat yang diberikan dalam roh Guru Besar itu akan me-
nolong saudara atau saudari kita untuk menyerahkan persembahan dan
persepuluhan milik Allah dengan setia, sekalipun dalam waktu kesulit-
an keuangan.
Bendahara Penjaga Semua Dana Jemaat—Bendahara jemaat ada-
lah pemelihara atau penjaga semua dana jemaat. Dana ini meliputi
(1) dana untuk konferens, (2) dana untuk jemaat setempat, dan (3) dana
milik organisasi pembantu dalam jemaat.
Semua dana (konferens, jemaat, dan organisasi pembantu) didepo-
sitkan oleh bendahara di sebuah bank atau lembaga dana dalam reke-
ning atas nama jemaat, kecuali bila konferens setempat menentukan
cara lain.
Kelebihan dana jemaat dapat disimpan dalam rekening yang aman
ber dasarkan wewenang majelis jemaat. Bila ada dana besar yang disim -
pan untuk pembangunan atau proyek khusus, maka majelis jemaat da-
pat mengizinkan rekening bank terpisah. Tetapi rekening seperti ini
ha rus ditangani oleh bendahara jemaat dan dilaporkan kepada jemaat
bersama dengan dana jemaat lainnya.
112
Semua rekening bank jemaat yaitu semata-mata untuk dana jema-
at dan jangan pernah digabung dengan rekening pribadi atau dana apa
pun.
Dana Konferens—Dana konferens, yang meliputi persepuluhan, se-
mua dana misi rutin, dan semua dana untuk proyek khusus konferens
dan lembaga-lembaga, yaitu dana-dana yang dipercayakan. Pada akh-
ir setiap bulan, atau lebih sering bila diminta oleh konferens, bendahara
jemaat harus mengirim kepada bendahara konferens keseluruhan dana
konferens yang terkumpul untuk suatu periode waktu. Jemaat tidak bo-
leh meminjam, memakai , atau menahan dana milik konferens itu
untuk suatu tujuan apa pun.
Dana Sekolah Sabat—Semua persembahan Sekolah Sabat untuk
misi harus diserahkan oleh sekretaris-bendahara Sekolah Sabat kepada
bendahara jemaat setiap minggu, bendahara jemaat membuat catatan
yang teliti terhadap semua keuangan ini . Dana-dana misi ini diki-
rim ke kantor konferens sebagaimana dibahas pada paragraf sebelum-
nya. Dana pengeluaran Sekolah Sabat harus diserahkan kepada ben-
dahara jemaat setiap minggu, guna disimpan untuk maksud ini ,
sesuai permintaan Rapat Sekolah Sabat (lihat hlm. 185), untuk meme-
nuhi semua pengeluaran Sekolah Sabat.
Dana Jemaat Setempat—Dana jemaat setempat termasuk dana-dana
seperti pengeluaran jemaat, dana pembangunan dan perbaikan gereja,
dan dana jemaat untuk orang miskin. Dana-dana ini menjadi milik
jemaat setempat dan hanya dapat dikeluarkan oleh bendahara jemaat
bila disetujui oleh majelis jemaat atau konferensi jemaat. Namun demi-
kian, bendahara jemaat harus mengeluarkan dana dari kas jemaat untuk
semua tagihan pengeluaran jemaat yang disetujui majelis jemaat.
Dana Organisasi Pembantu—Dana organisasi pembantu mencakup
dana-dana seperti program jangkauan keluar, dana kesejahteraan, ke-
hidupan keluarga, Pemuda Advent, Perkumpulan Dorkas, pengeluaran
Sekolah Sabat, dan bagian dana kesehatan dan pertarakan yang menja-
di milik jemaat, dan dapat juga mencakup dana sekolah jemaat. Selu-
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 113
ruh uang yang diterima oleh dan untuk organisasi ini akan diserahkan
langsung oleh sekretaris organisasi pembantu ini atau oleh diaken
kepada bendahara jemaat. Dana ini yaitu milik organisasi pembantu
jemaat itu.
Dana-dana ini hanya dapat dikeluarkan atas permintaan organi-
sasi pembantu yang memiliki dana itu.
Bendahara jemaat harus memberikan kwitansi untuk semua dana
yang diterima. Setelah menerima uang dari bendahara jemaat, sekre-
taris dari organisasi bersangkutan harus memberikan tanda terima yang
tepat kepada bendahara jemaat.
Menjaga Tujuan Dana—Jika persembahan diambil untuk tujuan
misi sedunia atau untuk usaha umum atau lokal lainnya, semua uang
yang diberikan ke dalam pundi-pundi persembahan (kecuali diberi tan-
da khusus oleh si pemberi) harus dihitung sebagai bagian dari persem-
bahan khusus itu. yaitu sangat penting agar semua persembahan dan
pemberian yang diberikan oleh perorangan pada jemaat untuk dana ter-
tentu atau tujuan tertentu digunakan untuk tujuan itu. Baik bendahara
jemaat atau majelis jemaat tidak memiliki wewenang untuk mengubah
dana dari tujuan uang itu diberikan.
Dana organisasi pembantu, yang sebagian besarnya sering merupa-
kan sumbangan untuk tujuan tertentu, dikumpulkan untuk pekerjaan
khusus jemaat yang merupakan tujuan dibentuknya organisasi pemban-
tu itu. Dana ini akan disimpan oleh bendahara jemaat sebagai dana yang
dipercayakan dan ini juga tidak boleh dipinjam atau dalam cara apa pun
diubah oleh bendahara atau majelis jemaat dari tujuan pengumpulan-
nya.
Jika organisasi pembantu dihentikan maka dalam konferensi jemaat
rutin akan diambil keputusan yang menentukan penempatan sisa dana
yang tersimpan dalam rekening organisasi pembantu itu.
Dana untuk Pesanan Bahan Literatur Perorangan—Di wilayah-
wi layah di mana tidak terdapat Balai Buku Advent, maka uang untuk
pesanan pribadi literatur, buku-buku, pamflet, majalah dan bahan ber -
langganan, diurus oleh bendahara jemaat. (Lihat Catatan, #6, hlm. 239).
114
Metode Pembayaran yang Tepat oleh Anggota Jemaat—Bendahara
harus menganjurkan agar semua uang pemberian anggota jemaat selain
persembahan jemaat biasa, harus ditempatkan di dalam amplop perse-
puluhan dan persembahan. Anggota harus diberi petunjuk untuk menu-
lis berbagai bentuk pemberian serta jumlahnya di amplop sesuai petun-
juk, dan memastikan bahwa uang yang dimasukkan sama jumlahnya
dengan total yang ditulis. Anggota harus menandatangani dan memberi
alamat mereka, dan menempatkan amplop itu di kantong persembahan
atau memberinya langsung kepada bendahara, yang akan menyimpan
amplop ini sebagai tanda bukti hingga semua catatan telah diperiksa
oleh auditor konferens.
Anggota yang mengembalikan persepuluhan dan persembahan me-
reka dengan cek atau nota pos jika diizinkan secara hukum harus mem-
buat cek atau nota pos itu untuk jemaat, bukan perorangan.
Kwitansi untuk Anggota Jemaat—Setelah menerima uang, maka
kwitansi harus segera dikeluarkan, betapa kecil pun jumlah uang itu,
dan catatan yang teliti atas semua kwitansi dan pembayaran harus di-
simpan oleh bendahara jemaat. Semua persembahan umum tanpa am-
plop harus dihitung oleh bendahara disaksikan oleh seorang pengurus
jemaat lain, sebaiknya seorang diaken, dan sebuah kwitansi diberikan
pada pengurus jemaat itu.
Cara yang Tepat Mengirimkan Uang ke Konferens—Jika memung-
kinkan, semua cek, kiriman bank, wesel pos yang dikirim ke bendahara
konferens, harus di setor ke organisasi bukan kepada pribadi. Lembar
salinan dari buku bendahara jemaat harus disertakan dengan setoran.
Blangko setoran disediakan oleh konferens. (Lihat hlm. 184, 185).
Penyimpanan Dokumen-dokumen Keuangan—Dokumen keuang-
an, tanda bukti pembayaran atau tagihan untuk semua dana yang dite-
rima dan dibayarkan harus disimpan dengan baik sesuai dengan sistem
yang disetujui oleh konferens setempat.
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 115
Buku-buku Keuangan Harus Diaudit—Bendahara konferens atau
se seorang yang ditunjuk oleh komite konferens, memeriksa catatan ke-
uangan jemaat, biasanya setiap tahun.
Buku bendahara jemaat dan semua catatan keuangan lain yang ber-
hubungan dengan pekerjaan bendahara jemaat, bendahara sekolah, dan
bendahara organisasi mana pun dapat diperiksa kapan saja oleh auditor
konferens atau oleh pendeta, ketua distrik, ketua satu di jemaat, atau oleh
seseorang yang diberi wewenang oleh majelis jemaat, tetapi tidak boleh
dilakukan oleh orang yang tidak diberi wewenang. (Lihat hlm. 190).
Laporan dari semua dana yang diterima dan dikeluarkan harus dibuat
di konferensi jemaat. Salinan laporan ini harus diberikan kepada para
pegawai jemaat utama.
Jika jumlah unit pemberi persepuluhan di jemaat dilaporkan, istri
dan anak-anak yang merupakan anggota jemaat tetapi tidak berpengha-
silan harus dihitung dalam kelompok ini, sebagai tambahan pada kepala
keluarga bila yang bersangkutan dikenal setia dalam hal ini.
Hubungan dengan Anggota Bersifat Rahasia—Bendahara harus se-
lalu mengingat bahwa hubungan dengan pribadi anggota-anggota ada-
lah sangat rahasia. Bendahara harus berhati-hati untuk tidak pernah
memberikan komentar tentang persepuluhan yang dikembalikan oleh
anggota mana pun atau tentang penghasilan atau apa pun sehubungan
dengan itu, kecuali untuk mereka yang bertanggung jawab atas peker-
jaan itu. Bahaya yang besar dapat disebabkan oleh kegagalan dalam
menaati aturan ini.
Koordinator Peminat
Seorang koordinator Peminat harus dipilih untuk memastikan bahwa
para peminat yang berkembang melalui misionaris jangkauan keluar je-
maat diurus dengan cepat. Orang ini yaitu anggota majelis jemaat dan
komite pelayanan perorangan dan bekerja langsung dengan pendeta dan
ketua komite itu. Tugas yang tercakup pada jabatan ini meliputi:
1. Membuat daftar terorganisasi dari semua peminat yang diperoleh
jemaat.
116
2. Membantu pendeta dan ketua Komite Pelayanan Perorangan da-
lam mendaftarkan dan merekrut orang-orang awam yang memenuhi
syarat untuk pelayanan lanjutan.
3. Menyampaikan kepada majelis jemaat suatu laporan bulanan ten-
tang jumlah peminat yang diperoleh dan jumlah yang telah ditindak-
lanjuti. Jika peminat telah cukup berkembang, ini harus diinformasikan
kepada pendeta.
Departemen-departemen dan Organisasi Lainnya
Struktur jemaat, di bawah tuntunan Roh Kudus, sangatlah penting
un tuk pertumbuhan rohani anggota-anggota jemaat dan untuk mengge -
napi misi gereja. Itulah kerangka dari tubuh. Dan “Dari pada-Nyalah
seluruh tubuh,—yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pela-
yanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap ang-
gota menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih”
(Ef. 4:16).
Unsur yang paling penting dalam struktur dan organisasi jemaat ada-
lah peran para pemimpin jemaat (Lihat hlm. 98-104) dan organisasi-
organisasi tambahan atau departemen-departemen. Bagian ini meng-
gambarkan tujuan-tujuan, kepemimpinan, dan fungsi-fungsi mereka.
Pekerjaan departemen-departemen dan organisasi-organisasi pendu-
kung berkaitan erat dengan pekerjaan pendeta karena keduanya sama-
sama terlibat dalam program penyebaran Injil. Pendeta bertugas seba-
gai penasihat yang akrab bagi setiap komite organisasi tambahan, dan
departemen-departemen membantu dalam hubungannya dengan jemaat
dalam melaksanakan programnya. Dalam keadaan darurat, atau di mana
keadaan menuntut tindakan-tindakan darurat, pendeta dapat mengada-
kan rapat untuk setiap komite atau organisasi.
Setiap jemaat harus memanfaatkan pelayanan departemen-depar-
temen yang digambarkan dalam pasal ini untuk memelihara anggota-
anggotanya dan melaksanakan misi yang diberikan oleh Kristus (lihat
Mat. 28:19; Why. 10:11; 14:6).
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 117
Pelayanan Anak-anak
Pelayanan anak-anak mengembangkan iman anak-anak sejak lahir
hingga usia empat belas tahun, menuntun mereka ke dalam persekutuan
dengan jemaat. Departemen ini berusaha menyediakan pelayanan gan-
da yang akan menuntun akan-anak kepada Yesus dan mendidik mereka
dalam kehidupan mereka setiap hari bersama Dia. Bekerja sama sede-
mikian rupa dengan Departemen Sekolah Sabat dan departemen-depar-
temen lainnya untuk menyediakan pendidikan agama bagi anak-anak
yakni termasuk, berorientasi pelayanan, membangun kepemimpinan,
keselamatan, dan penginjilan.
“Pendidikan anak-anak pada tahun-tahun pertama dari kehidupan
yaitu suatu hal yang amat penting. Pelajaran-pelajaran yang dipelajari
anak itu selama tujuh tahun pertama dalam hidupnya akan memiliki
pengaruh yang lebih besar terhadap pembentukan tabiatnya daripada
segala sesuatu yang dipelajarinya pada tahun-tahun berikutnya.”—
Membina Anak yang Bertanggung Jawab, hlm. 203.
“Memang benar anak-anak paling mudah terpengaruh dengan ajar-
an Injil, hati mereka terbuka terhadap pengaruh Ilahi, dan paling kuat
mengingat ajaran yang diterima. Anak-anak kecil dapat menjadi orang
Kristen, mendapat pengalaman sesuai dengan usia mereka. Mereka per-
lu dididik dalam perkara rohani, dan orangtua harus memberi mereka
kesempatan, agar mereka membentuk tabiat yang serupa dengan tabiat
Kristus.”—Alfa dan Omega, jld. 6, hlm. 131.
“Anak-anak usia delapan, sepuluh atau dua belas tahun sudah cukup
dewasa untuk diarahkan kepada pokok persoalan agama pribadi. Ja-
ngan tunggu untuk mengajar anak-anakmu hingga mereka sudah cukup
dewasa untuk bertobat dan mempercayai kebenaran. Jika diajar dengan
tepat, anak yang masih kecil bisa memiliki pandangan yang benar akan
keadaan diri mereka sebagai orang berdosa, dan jalan keselamatan me-
lalui Kristus.”—Testimonies, jld. 1, hlm. 400.
“Ketika Yesus mengatakan kepada murid-murid untuk tidak menolak
anak-anak yang datang kepada-Nya, Ia sedang berbicara kepada para
pengikut-Nya sepanjang zaman—kepada para pemimpin jemaat, kepa-
da para pendeta, para penolong, dan semua orang Kristen. Yesus sedang
118
menarik anak-anak, dan Ia meminta kita, Biarkan mereka datang; seba-
gaimana Ia berkata, mereka akan datang jika kamu tidak menghalangi
mereka.”—The Desire of Ages, hlm. 517.
Koordinator Pelayanan Anak-anak dan Komite—Jemaat memilih
seorang koordinator pelayanan anak-anak untuk mengembangkan sua-
tu pelayanan khusus untuk memelihara iman anak-anak supaya mereka
mengembangkan suatu hubungan yang mengasihi dan melayani bersa-
ma Yesus. Koordinator haruslah seorang yang memiliki moral dan etika
yang baik, yang menunjukkan kasih dan komitmen kepada Allah dan
jemaat, dan yang telah mempelajari kesanggupan kepemimpinan mem-
punyai pengalaman dan kesabaran bekerja bersama anak-anak.
Koordinator pelayanan anak-anak bekerja sama dengan pendeta dan
majelis jemaat untuk membentuk suatu komite pelayanan anak-anak
untuk menyediakan pelayanan kepada anak-anak di jemaat. Komite
itu haruslah beranggotakan orang-orang yang terpilih karena kuatnya
minat dan keahlian mereka dalam bekerja bagi anak-anak. Biasanya,
anggota-anggotanya terdiri dari para pemimpin bagian-bagian Seko-
lah Sabat, pemimpin Sekolah Alkitab Liburan, pemimpin Remaja, dan
dua atau tiga orang lain yang memiliki keinginan besar untuk melayani
anak-anak.
Dalam gereja yang memiliki Departemen Pelayanan Anak-anak,
maka Sekolah Alkitab Liburan, Sekolah Sabat cabang anak-anak, Klub
Kelompok Alkitab dan Saat untuk Cerita akan berada di bawah penga-
wasan Departemen Pelayanan Anak-anak. (Lihat hlm. 117).
Setiap orang yang terlibat dalam pekerjaan pelayanan anak-anak ha-
rus mengikuti standar dan persyaratan Gereja dan hukum, seperti peme-
riksaan latar belakang atau sertifikasi. Para pemimpin jemaat setempat
harus berkonsultasi dengan konferens, yang akan mengetahui dengan
pasti dan menasihatkan apa yang tersedia dan diwajibkan untuk pe-
meriksaan latar belakang dan sertifikasi (Lihat catatan, #7, hlm. 239,
240).
Sumber-sumber— Untuk sumber-sumber pelayanan anak-anak, li-
hat Catatan, #8, hlm. 240.
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 119
Komunikasi
Pelayanan komunikasi memerlukan dukungan setiap anggota awam,
pekerja Gereja, dan lembaga Gereja. Departemen komunikasi mem-
promosikan penggunaan program hubungan masyarakat yang baik dan
semua teknik komunikasi modern, teknologi yang sesuai, dan media
komunikasi dalam penyampaian Injil yang kekal. Ini memerlukan dipi-
lihnya seorang sekretaris komunikasi di setiap jemaat dan suatu komite
komunikasi jika diperlukan.
“Kita harus memakai setiap cara yang memungkinkan untuk
membawakan terang kepada banyak orang. Biarlah media massa digu-
nakan dan biarlah setiap agen periklanan digunakan untuk membawa
perhatian pada pekerjaan itu.”—Testimonies, jld. 6, hlm. 36.
“Banyak cara akan digunakan untuk menjangkau hati. Beberapa dari
metode yang digunakan dalam pekerjaan ini berbeda dari metode yang
digunakan di waktu lampau....”—Evangelism, hlm. 105.
Sekretaris Komunikasi—Sekretaris komunikasi jemaat harus me-
miliki kesanggupan untuk menemui orang-orang dan mewakili Gereja
dengan benar, pertimbangan yang sehat, pengaturan yang baik, kete-
rampilan menulis yang efektif, dan kerelaan untuk mengemban tugas-
tugas.
Sekretaris komunikasi mengumpulkan dan menyampaikan berita ke
media setempat, bekerja sama dengan direktur komunikasi konferens,
dan menyampaikan laporan berkala kepada konferensi jemaat. Depar-
temen komunikasi konferens menyediakan petunjuk yang tepat dan
menolong para sekretaris komunikasi.
Pendeta, yang terutama bertanggung jawab untuk program komuni-
kasi di jemaatnya, akan bekerja sama erat dengan sekretaris komunikasi
atau komite komunikasi dalam kapasitas sebagai penasihat.
Setiap departemen atau organisasi dapat menunjuk seseorang untuk
mempersiapkan informasi tentang peristiwa-peristiwa yang layak di-
beritakan dan disampaikan kepada sekretaris komunikasi.
120
Komite Komunikasi—Di jemaat yang besar mungkin lebih cocok
bila komite komunikasi menangani banyak aspek hubungan masyara-
kat dan program komunikasi jemaat. Jemaat memilih komite ini ,
dan sekretaris komunikasi melayani sebagai ketuanya. Anggota-ang-
gota komite ini boleh diberi tanggung jawab komunikasi khusus seperti
bekerja dengan pers, dengan para produser media dan personil radio
dan televisi (personil online), dan dengan media komunikasi internal
jemaat. Jika ada lembaga Gereja terdekat, anggota dari staf hubungan
ma syarakat atau komunikasi lembaga itu harus diundang untuk duduk
bersama komite ini .
Komite Komunikasi Pusat—Jika beberapa jemaat di suatu wilayah
me ngatur adanya satu komite komunikasi pusat, setiap sekretaris ko-
munikasi harus menjadi anggota dan harus bekerja selaras dengan tiap-
tiap rencana umum yang memungkinkan koordinasi yang lebih baik
dari penanganan berita dan kegiatan media lain untuk beberapa jemaat.
Pembentukan komite ini dimulai oleh direktur komunikasi konferens.
Rapat dari komite pusat ini harus diumumkan dan dipimpin oleh seo-
rang ketua yang dipilih oleh kelompok itu.
Pendidikan
Gereja menjalankan sekolah-sekolahnya sendiri mulai dari taman
kanak-kanak hingga perguruan tinggi dengan tujuan untuk menanam-
kan kepada para pelajar cita-cita, kepercayaan, sikap, nilai-nilai moral
dan kebiasaan Gereja. Sumber, sarana, dan tujuan pendidikan Advent
ada lah pengetahuan yang benar tentang Allah, persekutuan dan persa-
habatan dengan Dia dalam belajar dan melayani, serta keserupaan de-
ngan Dia dalam perkembangan tabiat.
Sekretaris Pendidikan—Jemaat memilih sekretaris pendidikan un-
tuk mempromosikan dan membangkitkan dukungan terhadap pendi-
dikan Kristen. Sekretaris pendidikan yaitu anggota komite eksekutif
Asosiasi Rumah Tangga dan Sekolah dan bekerja sama dengan asosiasi
itu.
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 121
Asosiasi Rumah Tangga dan Sekolah—Sebuah jemaat yang memi-
liki sekolah akan membentuk Asosiasi Rumah Tangga dan Sekolah,
tu juannya yaitu untuk memperlengkapi pendidikan orangtua dan
mempersatukan rumah tangga, sekolah, dan jemaat dalam usaha me-
nyediakan pendidikan Kristen bagi anak-anak. Para orangtua murid,
pa ra pelindung sekolah, dan anggota jemaat harus didorong supaya
menjadi anggota yang aktif dari asosiasi itu.
Para pengurus Asosiasi Rumah Tangga dan Sekolah terdiri dari se-
orang pemimpin, asisten pemimpin, sekretaris-bendahara, petugas per-
pustakaan, dan sekretaris pendidikan jemaat. (Lihat, hlm. 243). Agar
ada kesinambungan, dianjurkan agar beberapa pengurus dipilih kemba-
li untuk periode kedua. Semua harus anggota jemaat.
Pemimpin Asosiasi Rumah Tangga dan Sekolah haruslah seorang
anggota jemaat yang berpengalaman dan sukses dalam mendidik anak-
anak dan yang pikirannya terbuka untuk ide-ide baru, dan yang mem-
percayai pentingnya pendidikan Kristen.
Sekretaris-bendahara harus menjaga _asosiasi itu dan
melaporkannya kepada direktur Departemen Pendidikan konferens
pada pembukaan dan penutupan tahun ajaran. Dana-dana asosiasi ini
harus diberikan melalui bendahara jemaat/sekolah, dicatat dalam catat-
an yang terpisah, dan diperiksa sesuai dengan peraturan organisasi.
Kepala sekolah haruslah menjadi anggota ex officio dari Komite Aso-
siasi Rumah Tangga dan Sekolah.
Anggota Majelis Sekolah—Badan administrasi dari setiap sekolah
dasar dan sekolah menengah pertama yang dijalankan oleh satu jemaat
haruslah merupakan dewan yang dipilih oleh jemaat atau sebuah komi-
te sekolah yang ditunjuk oleh majelis jemaat. Dengan demikian badan
ini dapat merupakan majelis sekolah yang terpisah dari majelis jemaat,
atau komite sekolah dari majelis jemaat yang ditunjuk untuk keperluan
ini. Peraturan kerja divisi menerangkan fungsi-fungsi dari majelis se-
kolah.
Anggota-anggota majelis sekolah harus dipilih karena pengabdian,
kepercayaan dan kesetiaan mereka terhadap prinsip-prinsip pendidikan
Kristen, pertimbangan dan kebijaksanaan mereka yang baik, pengalam-
122
an mereka dalam urusan sekolah, serta pertimbangan dan kesanggupan
keuangan mereka. Mereka harus percaya dan rela untuk mengikuti re-
komendasi dan peraturan pendidikan organisasi.
Jika dua atau lebih jemaat bergabung untuk menjalankan satu seko-
lah, maka badan administrasinya haruslah merupakan majelis sekolah
gabungan, badan administrasi itu akan dibentuk dari para konstituante
jemaat-jemaat.
Satu atau lebih anggota majelis sekolah boleh dipilih dari antara ang-
gota-anggota majelis jemaat, dengan demikian majelis sekolah bisa
ber hubungan erat dengan majelis jemaat.
Pendeta jemaat harus menjadi anggota majelis sekolah. Bila sekolah
itu dijalankan oleh lebih dari satu jemaat, maka biasanya para pendeta
dari jemaat-jemaat itu yaitu anggota majelis sekolah.
Pada sekolah menengah pertama dan sekolah dasar, maka kepala se-
kolah harus menjadi salah satu anggota majelis sekolah.
Beberapa anggota majelis sekolah boleh dari para orangtua siswa di
sekolah itu, sehingga majelis sekolah dapat memperoleh manfaat dari
pandangan-pandangan dan nasihat orangtua yang merupakan hasil dari
pengalaman dan pengamatan jarak dekat.
Para pengurus dewan sekolah harus ada seorang ketua atau seorang
sekretaris. Jika sekolah dijalankan oleh satu jemaat, maka jemaat itu
memilih ketua majelis sekolah.
Dalam majelis sekolah gabungan, pengurus tambahan akan terma-
suk bendahara, wakil ketua, dan asisten sekretaris. Pada rapat pertama
sesudah pemilihan, majelis sekolah gabungan akan memilih ketuanya
dari anggota-anggotanya. Bila persetujuan antara jemaat-jemaat ini ti-
dak memungkinkan, maka penunjukan akan dibuat oleh komite pendi-
dikan konferens atau komite konferens. Kepala sekolah pada umumnya
ditunjuk sebagai sekretaris majelis sekolah.
Setiap keputusan majelis sekolah gabungan yang melibatkan du-
kungan jemaat-jemaat dalam kewajiban keuangan harus dibawakan ke-
pada dewan kehormatan mereka atau ke masing-masing majelis jemaat
untuk memperoleh persetujuan.
Jika majelis sekolah yang terpisah telah dipilih, maka salah satu dari
dua rencana ini dapat diikuti berkenaan dengan waktu pemilihan ang-
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 123
gota dan masa jabatannya: (1) Semua anggota dapat dipilih pada penu-
tupan tahun kalender atau tahun fiskal dan bekerja untuk satu tahun; (2)
anggota majelis yang pertama dapat dipilih untuk masa jabatan satu,
dua, atau tiga tahun, dan anggota baru dipilih tiap tahun secara berurut-
an selama masa tiga tahun. Tujuan dari rencana ini yaitu untuk mem-
peroleh anggota inti yang berpengalaman di majelis itu untuk memas-
tikan adanya suatu kesinambungan kebijakan. Bilamana kekosongan
diisi pada pertengahan masa jabatan, anggota baru itu melayani untuk
sisa masa jabatan yang semula.
Majelis sekolah atau komite sekolah harus mengadakan rapat pada
waktu dan tempat yang tetap paling kurang sekali setiap bulan selama
tahun ajaran.
Ketua mengumumkan rapat, memimpin, dan memastikan bahwa
keputusan-keputusan majelis dijalankan. Ia juga ikut menandatangani
semua permintaan keuangan yang dibuat oleh sekretaris. Ketua ada-
lah seorang anggota ex officio dari komite pengawas sekolah dasar dan
sekolah lanjutan, yang mengamati dan mengevaluasi sekolah itu dan
pekerjaan mereka.
Sekretaris menyimpan catatan dari setiap rapat dalam satu buku ca-
tatan permanen, mengajukan surat permintaan keuangan untuk memba-
yar rekening-rekening atau kewajiban-kewajiban dan membuat kores-
pondensi bagi majelis.
Bila satu jemaat saja menjalankan satu sekolah, pekerjaan bendahara
biasanya dijalankan oleh bendahara jemaat atau seorang asisten bendahara
jemaat, yang menerima uang sekolah dan uang-uang lainnya; mengeluar-
kan uang sesuai permintaan sekretaris, yang ikut ditandatangani oleh ke-
tua; menyimpan catatan yang teliti atas semua uang masuk dan keluar me-
lalui dia, membuat catatan permanen atas hal ini dalam buku catatan yang
sesuai; dan pada tiap rapat bulanan memberikan laporan yang rinci kepada
majelis. Dalam majelis gabungan di mana dua atau lebih jemaat yang terli-
bat, maka seorang bendahara ditunjuk oleh majelis gabungan itu.
Pelayanan Rumah Tangga
Tujuan utama pelayanan rumah tangga yaitu untuk memperkuat
124
pernikahan dan keluarga. Keluarga didirikan oleh penciptaan Ilahi de-
ngan lembaga pernikahan sebagai pusatnya. Sebagai pasangan permu-
laan di mana nilai-nilai dipelajari dan kapasitas untuk hubungan yang
akrab dengan Allah dan orang lain dikembangkan, kesehatan hubungan
ini sangat penting untuk misi pemuridan Gereja.
Pelayanan rumah tangga mengakui ajaran Alkitab yang berhubungan
dengan keluarga dan menjunjung tinggi teladan Allah untuk kehidup-
an keluarga. Pada waktu yang sama ini membawa pengertian terhadap
pengalaman mengecewakan yang dialami oleh perorangan dan keluar-
ga-keluarga di dunia yang berdosa ini. Departemen ini memudah kan
pengertian, persatuan, dan kasih sayang dalam rumah tangga dan dalam
keluarga Allah. Membantu perkembangan pendamaian dan pemulihan
antara generasi yang dijanjikan dalam pekabaran Elia pada Maleakhi
4:5, 6 dan memberikan pengharapan dan sokongan bagi mereka yang
terluka dan disakiti oleh perlakuan kejam, bermasalah dalam rumah
tangga, dan hubungan yang retak. Memberikan kesempatan berkem-
bang melalui pendidikan dan peningkatan kehidupan keluarga. Meno-
long individu-individu, pasangan yang menikah, dan keluarga untuk
memperoleh bimbingan profesional jika diperlukan.
Pelayanan rumah tangga di jemaat setempat berfokus pada bimbing-
an pranikah bagi pasangan-pasangan, program memperkukuh perni-
kahan, dan pendidikan para orangtua. Pelayanan rumah tangga juga
memberikan perhatian pada keperluan khusus bagi para orangtua tung-
gal dan keluarga-keluarga tiri dan menyediakan pelajaran dalam peng-
injilan dari keluarga ke keluarga.
“Pekerjaan kita bagi Kristus harus dimulai dari dalam rumah tang-
ga.... Tidak ada ladang pekerjaan Injil yang lebih penting dari rumah
tangga ini....
“Ladang rumah tangga ini telah dilalaikan banyak orang dengan sa-
ngat memalukan, dan inilah waktunya menyajikan sumber-sumber ser-
ta obat-obat Ilahi supaya keadaan yang jahat ini dapat diperbaiki.”—
Membina Keluarga Bahagia, hlm. 33.
“Allah merancang bahwa keluarga-keluarga di bumi akan menjadi
satu lambang keluarga di surga. Rumah tangga Kristen, dibentuk dan
dijalankan sesuai dengan rencana Allah, merupakan agen-agen-Nya
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 125
yang paling efektif untuk pembentukan tabiat Kristen dan untuk kema-
juan pekerjaan-Nya.”—Testimonies, jld. 6, hlm. 430.
“Misi rumah tangga itu melampaui lingkungan anggota-anggota ke-
luarga itu saja.... Jauh lebih berkuasa daripada khotbah mana pun yang
dapat dikhotbahkan yaitu pengaruh dari sebuah keluarga yang benar atas
hati dan kehidupan manusia.”—Membina Keluarga Sehat, hlm. 320.
Pemimpin Pelayanan Rumah Tangga—Seseorang atau sepasang
suami istri (Lihat hlm. 220-213) untuk definisi Gereja terhadap perni-
kahan) boleh dipilih untuk melayani sebagai pemimpin pelayanan ru-
mah tangga. Mereka harus menjadi teladan dalam hubungan rumah
tangga yang kuat dan bertumbuh, dan menunjukkan minat yang sung-
guh-sungguh untuk memperkembang kesejahteraan semua rumah tang-
ga. Agar menjadi berhasil, penting bagi pemimpin pelayanan rumah
tang ga memiliki suatu pemahaman tentang rencana penebusan Allah
untuk mengatasi keretakan hubungan yang telah diakibatkan oleh dosa.
Para pemimpin rumah tangga juga harus sanggup menjaga rahasia, dan
mengetahui waktu dan cara memberi dukungan pada orang-orang yang
berada dalam keadaan kritis dalam mencari bimbingan dari para pakar.
Komite Pelayanan Rumah—Majelis jemaat dapat membentuk Ko-
mite Pelayanan Rumah Tangga, yang diketuai oleh pemimpin Pelayan-
an Rumah Tangga.
Sumber-sumber—Untuk sumber-sumber pelayanan rumah tangga,
lihat Catatan, #9, hlm. 240.
Pelayanan Kesehatan
Jemaat menerima tanggung jawabnya untuk memperkenalkan Kris-
tus kepada dunia dan percaya bahwa dalam hal ini tercakup tanggung
jawab moral untuk mempertahankan martabat manusia dengan mempe-
roleh tingkat kesehatan fisik, mental, rohani yang optimal.
Selain melayani mereka yang sakit, tanggung jawab ini mencakup
juga pencegahan penyakit melalui pendidikan kesehatan dan kepemim-
126
pinan dalam mempromosikan kesehatan prima, bebas tembakau, alko-
hol, dan obat bius lainnya, dan makanan haram. Di mana mungkin, ang-
gota-anggota harus didorong untuk mengikuti suatu diet vegetarian.
Pemimpin Pelayanan Kesehatan—Agar program yang efisien di-
rencanakan dan dijalankan di jemaat, yaitu penting bagi jemaat untuk
memilih seorang pemimpin pelayanan kesehatan. Ia haruslah berorien-
tasi pada kesehatan dan senang dalam mempromosikan standar jemaat
tentang hidup sehat di antara anggota dan masyarakat melalui program
pelayanan kesehatan yang dijalankan oleh jemaat. Pemimpin itu harus
sanggup memilih program dan informasi yang dapat mewakili standar
dan filsafat Gereja, dan mengintegrasikannya ke dalam kesaksian roha-
ni dan fisik yang efektif.
Komite Pelayanan Kesehatan—Jika perlu, bentuklah suatu komite
pelayanan kesehatan. Komite ini dibentuk untuk menyediakan kepe-
mimpinan yang berdedikasi kepada anggota jemaat dan masyarakat da-
lam bidang hidup sehat, dan untuk membantu kegiatan penyelamatan
jiwa-jiwa yang kooperatif melalui acara penekanan kesehatan dan per-
tarakan dan kerohanian yang memungkinkan. Komite pelayanan kese-
hatan, bekerja sama dengan komite pelayanan perorangan, harus mem-
buat suatu jadwal kegiatan-kegiatan pelayanan kesehatan yang meliputi
program-program seperti rencana berhenti merokok, kelas memasak,
kelas-kelas kesehatan, program pengendalian stres, dan upaya-upaya
lain yang berhubungan dengan itu. Jika tidak melayani sebagai ketua ko-
mite, pendeta haruslah menjadi anggota ex officio dari komite ini .
Pelayanan Kesehatan dan Lembaga Pertarakan—Di beberapa tem-
pat, pelayanan kesehatan atau lembaga pertarakan dapat dibentuk seba-
gai lembaga terpisah dari organisasi-organisasi Gereja. Direktur kese-
hatan konferens harus dilibatkan dalam mendirikan lembaga-lembaga
seperti itu.
Persembahan Sabat Pelayanan Kesehatan Sedunia—Seluruh Per-
sembahan Sabat Pelayanan Kesehatan Sedunia dikirim ke konferens
untuk didistribusikan sesuai dengan peraturan. Berdasarkan permohon-
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 127
an jemaat kepada konferens, hingga 25 persen dari persembahan yang
diterima di jemaat dapat dikembalikan ke jemaat untuk program-pro-
gram pelayanan kesehatan.
Sumber-sumber—Untuk sumber-sumber pelayanan kesehatan, lihat
Catatan #10, hlm 140, 141.
Musik
Memilih Koordinator Musik—Jemaat harus memberikan perhatian
besar dalam memilih para pemimpin musik, memilih hanya orang-orang
yang berbakti dengan sepenuh hati dan menyediakan musik untuk se-
luruh acara perbaktian dan pertemuan-pertemuan jemaat. Musik-musik
sekular atau yang sifatnya masih diragukan janganlah pernah diperke-
nalkan dalam acara-acara perbaktian kita.
Para pemimpin musik harus erat bekerja sama dengan pendeta atau
para ketua jemaat agar pilihan-pilihan musik selaras dengan tema khot-
bah. Para pemimpin musik berada di bawah tuntunan pendeta atau
ketua-ketua dan tidak bekerja sendiri. Pemimpin musik harus meminta
nasihat dari mereka mengenai musik yang akan dibawakan dan para
penyanyi serta pemusik yang dipilih.
Memilih Para Pemain Musik—Musik yang kudus yaitu suatu ba-
gian penting dari kebaktian umum. Jemaat perlu berhati-hati dalam me-
milih anggota paduan suara dan para pemain musik yang akan meng-
gambarkan dengan benar prinsip-prinsip kebenaran. Mereka haruslah
anggota jemaat, anggota Sekolah Sabat, atau perkumpulan pemuda Ad-
vent. Karena mereka menduduki suatu tempat yang sangat mencolok
dalam kebaktian jemaat, mereka haruslah menjadi teladan dalam ke-
sederhanaan dan kepantasan penampilan pribadi dan cara berpakaian.
Jubah anggota paduan suara merupakan pilihan jemaat.
Jemaat-jemaat mungkin memilih memiliki banyak paduan suara. Pa-
duan suara anak-anak yaitu suatu sarana pembinaan rohani, mengikat
keluarga jemaat, dan jangkauan keluar.
128
Hubungan Kemasyarakatan dan Kebebasan Beragama
Departemen Hubungan Kemasyarakatan dan Kebebasan Beragama
(PARL) mengusahakan dan mempertahankan kebebasan beragama, de-
ngan penekanan khusus pada kebebasan hati nurani. Kebebasan beraga-
ma mencakup hak manusia untuk memiliki atau menganut agama se-
suai pilihannya; mengganti kepercayaan agama menurut kata hatinya;
menunjukkan agama secara pribadi atau di masyarakat dengan sesama
orang percaya, dalam peribadatan, penurutan, praktik, bersaksi, dan
mengajar, menghormati kesamaan hak dengan orang lain.
Pemimpin Kebebasan Beragama—Pemimpin kebebasan beraga ma
yang dipilih bekerja sama dengan pendeta dan konferens atau depar-
temen PARL uni. Pemimpin itu harus memiliki pengaruh rohani yang
positif, sanggup bertemu dengan masyarakat umum, berminat dalam
hal urusan umum, terampil dalam korespondensi, dan prihatin pada pe-
meliharaan kebebasan umat Tuhan.
Asosiasi Kebebasan Beragama—Setiap jemaat dianggap sebagai
satu asosiasi kebebasan beragama, dan setiap anggota jemaat yaitu
anggota dari asosiasi ini . Pendeta atau ketua jemaat yaitu ketua
dari asosiasi di jemaat setempat.
Sumber-sumber—Untuk sumber-sumber Hubungan Masyarakat
dan Kebebasan Beragama, lihat Catatan, #11, hlm. 241.
Pelayanan Penerbitan
Pelayanan penerbitan mengkoordinasi dan memajukan penginjilan
literatur di jemaat di bawah pengawasan komite pelayanan penerbitan
dan organisasi penerbitan yang cocok untuk wilayah itu. Departemen
ini membantu departemen-departemen di jemaat dalam mempromosi-
kan, menjual, dan membagikan majalah-majalah langganan dan litera-
tur misionaris lainnya. Departemen ini bekerja sama dengan pendeta dan
departemen-departemen di jemaat dalam merencanakan cara-cara sis-
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 129
tematis untuk melibatkan anggota jemaat dalam pelayanan penerbitan.
“Banyak tempat di mana suara para pendeta tidak bisa didengar, tem-
pat-tempat yang hanya dapat dijangkau oleh hasil penerbitan kita;—
buku-buku, majalah-majalah, dan risalah-risalah yang dipenuhi dengan
kebenaran Alkitab yang diperlukan orang banyak.”—Jurukabar Peng-
harapan, hlm. 13, 14.
Misi pelayanan penerbitan yaitu penginjilan dan pemeliharaan ang-
gota jemaat. Ellen G. White mendorong anggota jemaat untuk, “menju-
al atau memberikan secara gratis buku-buku kita.”—Jurukabar Peng-
harapan, hlm. 116.
Menjual Melalui Para Penginjil Literatur—“Allah memanggil para
pekerja dari tiap-tiap gereja kita supaya bergabung dalam pekerjaan-
Nya sebagai penginjil literatur.”—Jurukabar Pengharapan, hlm. 31,
32.
Memberikan (Membagikan) kepada Orang Lain oleh Anggota Je-
maat—“Hendaklah tiap-tiap anggota menyebarkan seluas-luasnya risa-
lah dan majalah, buku-buku kecil maupun besar yang berisi pekabaran
untuk zaman ini.”—Jurukabar Pengharapan, hlm. 32.
Koordinator Pelayanan Penerbitan—Koordinator pelayanan pe-
nerbitan dipilih oleh jemaat untuk menyiapkan kepemimpinan dalam
aktivitas-aktivitas penginjilan literatur.
Komite Pelayanan Penerbitan—Komite pelayanan penerbitan di-
tunjuk oleh majelis jemaat dan bekerja di bawah arahan majelis jema-
at. Komite ini harus dipimpin oleh koordinator pelayanan penerbitan.
Pendeta, pemimpin pelayanan perorangan, dan sekretaris pelayanan
perorangan menjadi anggota ex officio. Anggota-anggota komite harus
dipilih berdasarkan minat dan pengalaman mereka dalam penginjilan
literatur.
Sumber-sumber—Untuk sumber-sumber pelayanan penerbitan, li-
hat Catatan, #12, hlm. 241.
130
Sekolah Sabat dan Pelayanan Perorangan
Sekolah Sabat
Sekolah Sabat, program utama pendidikan rohani Gereja, memiliki
empat tujuan: mempelajari Alkitab, persahabatan, jangkauan keluar
masyarakat, dan penekanan misi sedunia. Departemen Sekolah Sabat
dan Pelayanan Perorangan General Conference membagikan Pedoman
Pendalaman Alkitab Sekolah Sabat untuk semua tingkat umur, menye-
diakan pengaturan untuk perencanaan Sekolah Sabat dalam konteks bu-
daya dari berbagai divisi, menyediakan bahan dan pelatihan bagi para
guru Sekolah Sabat, dan mempromosikan persembahan misi sedunia.
“Sekolah Sabat yaitu suatu cabang pekerjaan misionaris yang pen -
ting. Ini dikatakan bukan hanya karena memberikan pengetahuan Fir-
man Allah kepada orang tua dan yang muda, tetapi karena cabang
pe kerjaan ini melahirkan cinta akan kebenaran dan menimbulkan ke-
inginan mempelajarinya sendiri; teristimewa karena itu mendidik me-
reka dalam mengatur liku-liku kehidupan berdasarkan ajaran-ajarannya
yang kudus.”—Nasihat tentang Pekerjaan Sekolah Sabat, hlm. 12.
“Sekolah Sabat yang dijalankan dengan benar yaitu salah satu
alat besar Allah untuk membawa jiwa-jiwa kepada pengetahuan akan
kebenaran.”—Nasihat tentang Pekerjaan Sekolah Sabat, hlm. 112.
Para Pengurus Komite Sekolah Sabat—Jemaat memilih para peng-
urus Sekolah Sabat dan anggota komite Sekolah Sabat. Para pengurus
termasuk pemimpin umum, dan wakil; sekretaris, dan wakil; seorang
pemimpin untuk tiap kelas, termasuk dewasa dan kelas-kelas tambah-
an; direktur Sekolah Alkitab Liburan; dan sekretaris Proyek Usaha.
Para pengurus, guru-guru Sekolah Sabat, dan semua anggota sekolah
Sabat harus bekerja sama dengan departemen lain dalam semua peker-
jaan jangkauan keluar (misionaris), sebagaimana halnya mengadakan
penginjilan Sekolah Sabat melalui kelas-kelas Sekolah Sabat reguler
dan aktivitas-aktivitas seperti Hari Mengambil Keputusan, kelas-kelas
Alkitab pendeta, Hari Tamu, Sekolah Alkitab Liburan, termasuk Klub-
klub Alkitab Daerah Sekitar dan Saat-saat Bercerita.
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 131
Komite Sekolah Sabat yaitu badan administratif Sekolah Sabat.
Anggota-anggotanya yaitu : Pemimpin umum (bertindak sebagai pe-
mimpin komite), wakil-wakil, sekretaris (melayani sebagai sekretaris
komite), wakil sekretaris, para pemimpin kelas, sekretaris Investasi, pe-
mimpin Pelayanan Perorangan, koordinator Pelayanan Anak-anak dan/
atau direktur Sekolah Alkitab Liburan, seorang ketua (dipilih oleh ma-
jelis jemaat atau oleh komite ketua-ketua), dan pendeta.
Sesegera mungkin setelah para pengurus dipilih, pemimpin harus
mengumumkan rapat Komite Sekolah Sabat untuk menunjuk para
pengurus lain sesuai yang dibutuhkan oleh kelas-kelas masing-masing,
yaitu pengurus yang tidak merupakan anggota Komite Sekolah Sabat.
Ini dapat mencakup para wakil pemimpin kelas, sekretaris kelas, pe-
mimpin musik, pianis/organis, dan para penyambut tamu.
Sebagai tambahan atas para pengurus yang telah didaftarkan dalam
paragraf di atas, Komite Sekolah Sabat menunjuk para guru untuk se-
mua bagian. Kebutuhan semua kelompok harus diperhatikan dengan
saksama. Disarankan untuk bertukar pikiran dengan pemimpin kelas
terutama waktu sedang memilih guru untuk kelas anak-anak. Karena
pentingnya mempertahankan integritas kebenaran yang diajarkan, maka
perhatian yang besar harus diberikan dalam memilih guru-guru Sekolah
Sabat. Waktu untuk mengajar kurang lebih sama seperti waktu pendeta
di mimbar. Semua guru haruslah anggota jemaat yang sah dan setia.
Komite Sekolah Sabat bertanggung jawab untuk kesuksesan jalan-
nya Sekolah Sabat secara menyeluruh melalui kepemimpinan dari ke-
tua rapatnya, yaitu pemimpin umum. Komite itu harus mengadakan ko-
mite secara reguler sebagaimana yang dibutuhkan untuk menghasilkan
koordinasi yang tepat dari semua program dari semua kelas. Komite itu
harus memastikan bahwa program dan bahan-bahan, termasuk Buku
Pelajaran Sekolah Sabat yang disiapkan oleh General Conference, di-
bagikan dalam jumlah yang tepat.
Pemimpin Umum Sekolah Sabat dan Pengurus Sekolah Sabat La -
innya—Pemimpin umum Sekolah Sabat yaitu pengurus utama di Se-
kolah Sabat. Segera setelah dipilih ia harus mulai merencanakan jalan-
nya Sekolah Sabat yang lancar dan efektif. Pemimpin harus mengetahui
132
rencana Departemen Sekolah Sabat General Conference dan diharapkan
untuk menyokong keputusan Komite Sekolah Sabat mengenai jalannya
Sekolah Sabat. Jemaat boleh memilih satu atau lebih wakil pemimpin
umum Sekolah Sabat.
Sekretaris Sekolah Sabat harus melengkapi laporan triwulanan pada
formulir yang sudah disediakan segera setelah Sabat terakhir tiap tri-
wulan dan mengirimkannya kepada direktur Sekolah Sabat dan Pela-
yanan Perorangan konferens tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Sekretaris juga harus menyimpan salinannya sebagai arsip sekretaris,
juga memberikan salinan kepada pemimpin umum dan kepada pendeta,
dan melaporkannya pada waktu konferensi jemaat.
Sekretaris investasi mempromosikan Rencana Investasi untuk me-
nyokong misi, mendorong aktivitas investasi di semua kelas Sekolah
Sa bat, dan mengusahakan agar semua anggota mengetahui perkem-
bangan program itu.
Direktur Sekolah Alkitab Liburan memimpin dalam mengorganisa-
si, mempromosikan, dan menjalankan evangelisasi masyarakat melalui
Sekolah Alkitab Liburan tiap tahun. Jemaat boleh menyerahkan tang-
gung jawab ini kepada koordinator Pelayanan Anak-anak.
Seorang pemimpin musik dapat dipilih oleh Komite Sekolah Sabat
untuk memimpin musik dan merencanakan bersama dengan pemimpin
kelas tentang penyajian acara kebaktian ini setiap Sabat. Sebagai eks-
presi peribadatan, perhatian harus diberikan untuk menyediakan musik
atau lagu-lagu yang memuliakan Allah. Para penyanyi dan pemain mu-
sik harus dipilih secara berhati-hati sebagaimana memilih para peker-
ja untuk kelas-kelas Sekolah Sabat lainnya dan harus diukur dengan
beberapa standar. (Lihat hlm. 127, 202). Komite Sekolah Sabat boleh
memilih pianis dan organis untuk kelas-kelas masing-masing.
Para Pemimpin Kelas Sekolah Sabat—Seorang pemimpin dipilih
untuk setiap kelas Sekolah Sabat oleh majelis jemaat. Para wakil, sesuai
kebutuhan, dapat ditunjuk oleh Komite Sekolah Sabat. Informasi lebih
jauh tentang kelas-kelas sesuai umur, mulai dari pemula hingga dewa-
sa, dibicarakan secara rinci dalam Penuntun Sekolah Sabat yang dapat
diperoleh dari Balai Buku Advent atau Departemen Sekolah Sabat kon-
PARA PENGURUS JEMAAT DAN ... 133
ferens, yang memperhatikan orang-orang yang tidak bisa menghadiri
Sekolah Sabat.
Guru-guru Sekolah Sabat—Komite Sekolah Sabat memilih guru-
guru Sekolah Sabat dan disetujui oleh majelis jemaat. Orang-orang
ini harus memiliki kesanggupan untuk mengajar dan mau mem-
pelajari cara-cara untuk meningkatkan kesanggupan mengajar mereka.
Mereka harus tekun dalam persiapan mereka, hadir secara reguler dan
tepat waktu, dan memberikan teladan kepada kelas dalam belajar Pela-
jaran Sekolah Sabat setiap hari.
Komite Sekolah Sabat harus melakukan usaha khusus untuk memi-
lih para guru untuk anak-anak dan orang muda dari antara anggota-
anggota yang memiliki perhatian khusus untuk anak-anak dan orang
muda dan yang memiliki kesanggupan untuk memenuhi kebutuhan me-
reka. Semua guru yang terlibat dalam pekerjaan di bagian anak-anak
harus memenuhi persyaratan-persyaratan Gereja dan standar yang sah.
Para pemimpin jemaat setempat harus berkonsultasi dengan konferens,
yang akan memberikan penjelasan dan nasihat sehubungan dengan pe-
doman-pedoman dasar dan sertifikasi apa yang tersedia dan/atau diwa-
jibkan. (Lihat Catatan, #7, hlm. 239, 240. Seluruh guru harus didorong
untuk berpartisipasi dalam kursus pelatihan guru yang tersedia melalui
Departemen Sekolah Sabat konferens.
Setiap Sekolah Sabat harus mengadakan pertemuan guru-guru setiap
pekan.
Menyadari bahwa “hanya mereka yang telah membentengi pikiran
mereka dengan kebenaran-kebenaran Alkitab yang akan bertahan me-
lewati pertentangan besar terakhir” (Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 625),
para pemimpin departemen Sekolah Sabat harus mendorong dengan pe-
nuh semangat agar anggota sekolah Sabat belajar Firman Allah secara
teratur dan sistematis. Buku Pelajaran Sekolah Sabat dirancang untuk
meningkatkan kebiasaan makan firman Tuhan setiap hari. Kebiasaan
yang sangat mulia ini telah banyak berperan mempertahankan kesatuan
di seluruh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Semua anggota, sesuai
dengan kelompok umurnya, harus mendapatkan bahan pelajaran yang
diterbitkan oleh General Conference dan/atau divisi. Demikian pula,
134
setiap pemimpin dan guru harus mendapatkan penuntun yang cocok
bagi masing-masing kelas Sekolah Sabat yang disediakan oleh General
Conference dan atau divisi.
Para guru harus memiliki waktu sedikitnya 30 menit untuk mengajar
kelas mereka.
Persembahan Sekolah Sabat—Sekretaris Sekolah Sabat h

