penghiburan masa hidup 4
r dibasuh
secara lahiriah dengan air, begitu pula kita benar-benar dibasuh secara rohani dari
segala dosa kita.
74. Pert. Haruskah anak-anak kecil juga dibaptis?
Jaw. Harus. Mereka termasuk dalam perjanjian Allah dan dalam jemaat-Nya, sama
seperti orang-orang dewasa. Lagi pula, melalui darah Kristus, mereka, tidak kurang
daripada orang dewasa, menerima janji kelepasan dari dosa-dosa dan Roh Kudus
yang bekerja menciptakan iman. Maka mereka pun perlu dimasukkan dalam Gereja
Kristen dan dibedakan dari anak-anak orang tidak percaya, melalui Baptisan, sebagai
tanda perjanjian itu, sebagaimana dalam Perjanjian Lama dilakukan melalui Sunat,
yang dalam Perjanjian Baru diganti dengan Baptisan.
KEBENARAN TENTANG BAPTISAN
1. Air baptisan tidak membasuh dosa-dosa kita
2. Anak-anak tidak boleh dikecualikan untuk dibaptis
Pada Minggu ke-27 kita mendengar kebenaran tentang baptisan.
1. AIR BAPTISAN TIDAK MEMBASUH DOSA-DOSA KITA
A. Apa yang dikatakan oleh para pengajar palsu
Menurut para penganut Katolik Roma, air baptisan membasuh dosa manusia.
Bahkan beberapa pengikut Martin Luther pun berbicara seperti itu.
Apa yang sebenarnya dikatakan para penganut Katolik Roma? “Baptisan
mempunyai kuasa untuk menghapus dosa manusia. Melalui baptisan, ia lahir
184
kembali. Ia menerima anugerah Allah, dan sekarang ia mampu hidup sebagai
orang Kristen.”
Apa akibat dari ajaran ini?
- Tanpa baptisan tak seorang pun dapat diselamatkan, menurut mereka.
- Seorang anak harus dibaptis secepat mungkin (siapa tahu anak itu akan
mati!).
- Jika seseorang sedang menanti ajal dan belum dibaptis, siapa saja boleh
membaptisnya.
Dari mana ajaran semacam ini berasal? Ajaran itu sudah muncul tidak lama
sesudah para rasul meninggal. Sejumlah orang percaya bahwa melalui baptisan,
dosa-dosa kita diampuni, tetapi ini hanya berlaku untuk dosa-dosa yang
dilakukan sebelum dibaptis. Oleh sebab itu, banyak orang menunda baptisan
mereka sampai menjelang akhir hayat mereka.
B. Apa yang dikatakan Firman Allah
Hanya darah Kristus dan Roh Kristuslah yang menyucikan kita dari dosa (dari
segala dosa!). Baca 1 Yohanes 1:7 dan 1 Korintus 6:11.
Baptisan sendiri tidak menyelamatkan kita:
- Simon si tukang sihir dibaptis oleh Filipus (orang yang sangat saleh),
tetapi dosa-dosanya tidak dibasuh.
- Dalam Markus 16:16 Yesus berkata bahwa siapa yang tidak percaya
akan dihukum (baptisan tidak disebutkan dalam ayat 16).
Orang-orang pilihan Allah akan diselamatkan. Mereka yang namanya
ditemukan di dalam kitab kehidupan akan masuk surga (Why. 21:27). Seorang
imam Katolik Roma tidak dapat mengubah rencana Allah dengan
melaksanakan atau menolak baptisan.
185
Janganlah kita menganggap baptisan sebagai sesuatu yang berbau magis.
Sebab jika demikian, kita membuat kesalahan yang sama seperti orang-orang
Israel yang tidak bertobat, namun membawa tabut Allah ke dalam
pertempuran melawan orang Filistin (1Sam. 4:3-5).
C. Apakah Alkitab mendukung para pengajar palsu itu?
Alkitab menyebut baptisan sebagai permandian kelahiran kembali dan
penyucian dosa-dosa (Tit. 3:5 dan Kis. 12:16). Mengapa Allah berbicara
seperti itu?
Allah mempunyai alasan yang sangat baik untuk itu!
a) Pertama-tama, ada banyak ketidaktahuan, bahkan di antara umat
Tuhan (Luk. 24:25).
Oleh sebab itu, Allah menetapkan baptisan, sebagai tanda yang
dipakai-Nya untuk meyakinkan mereka.
b) Kedua, ada ketakutan yang besar dalam hati anak-anak Allah. Mereka
sering merasa sulit untuk percaya bahwa semua dosa mereka sudah
diampuni. Oleh sebab itu, Allah menetapkan baptisan, sebagai meterai
yang dipakai-Nya untuk meyakinkan mereka.
3. ANAK-ANAK TIDAK BOLEH DIKECUALIKAN UNTUK DIBAPTIS
A. Sejumlah orang berkata bahwa anak-anak tidak boleh dibaptis.
Orang-orang seperti itu sering disebut “Baptis.” Kita juga
mendapati mereka dalam denominasi-denominasi gereja yang
memakai nama “Baptis.”
186
Mengapa mereka berkata bahwa anak-anak tidak boleh
dibaptis?
a) “Anak-anak tidak memahami apa yang terjadi...”
Tetapi bagaimana dengan anak-anak Israel yang disunat
pada hari kedelapan? Apakah mereka memahami apa
yang terjadi? Dan bagaimana dengan anak-anak yang
diberkati Yesus? (Mat. 19:15).
b) “Dalam Perjanjian Baru kita tidak mendapati perintah
untuk membaptis anak-anak...”
Tetapi kita juga tidak mendapati larangan untuk
melakukannya! Dan harus ada larangan seperti itu, sebab
sudah menjadi kebiasaan umat Allah (dalam Perjanjian
Lama) bahwa anak-anak juga menerima tanda perjanjian
Allah. Apakah Allah akan mengecualikan mereka
sekarang, karena Juruselamat sudah datang?
c) “Dalam Markus 16:16 Yesus berbicara pertama-tama
tentang percaya, dan baru kemudian tentang baptisan...”
Ya, ini benar untuk orang dewasa (para misionaris tidak
memulai pekerjaan mereka dengan membaptis anak
kecil!). Tetapi ketika orang dewasa memeluk iman
kepada Kristus, mereka dibaptis bersama dengan anak-
anak mereka.
d) “Anak kecil terlalu muda untuk percaya kepada Yesus...”
Tetapi bagaimana kita tahu bahwa anak kecil terlalu
muda untuk dilahirkan kembali? (lihat Lukas 1:15).
Lagipula, baptisan bukanlah terutama merupakan
tindakan manusia, melainkan tindakan Allah!
187
B. Mengapa anak-anak kita harus dibaptis?
Katekismus Heidelberg menyebutkan empat alasan mengapa anak-anak orang
percaya harus dibaptis:
a) Mereka termasuk dalam perjanjian Allah
Baca Kejadian 17:7. Bukan hanya Abraham yang menerima tanda
perjanjian, melainkan juga anak-anaknya (Ishak dan bahkan Ismael).
b) Mereka termasuk di dalam jemaat Allah
Baca Yoel 2:16. Anak-anak bukan hanya bagian dari Sekolah Minggu!
c) Janji keselamatan diperuntukkan juga bagi mereka
Baca Kisah Para Rasul 2:39 dan Yesaya 44:3. Jemaat bukanlah seikat
kayu bakar, melainkan sebatang pohon dengan banyak dahan dan
ranting!
d) Mereka harus dibedakan dari anak-anak orang tidak percaya
Mereka yaitu kudus (1Kor. 7:14). Itu tidak berarti bahwa mereka
semua sudah menerima hati yang baru, tetapi mereka dipisahkan dari
dunia.
PELAJARAN BAGI ORANG-ORANG YANG DIBAPTIS
A. Jika Saudara masih belum bertobat, ingatlah bahwa Allah
memanggil Saudara melalui Firman-Nya dan melalui baptisan!
B. Jika Saudara sudah bertobat, pandanglah baptisan dan lihatlah
apa yang sudah diperbuat Allah! Serahkanlah diri Saudara
188
kepada-Nya!
C. Jika anak-anak Saudara dibaptis, berdoalah meminta anugerah
agar Saudara dapat memegang janji yang sudah Saudara buat
kepada Allah! Baca Yehezkiel 16:20, 21.
189
Minggu ke-28
===========
APA ITU PERJAMUAN TUHAN
Baca Matius 26:17-30 atau 1 Korintus 10:14-22
Umat Israel dulu biasa merayakan Paskah. Pada perayaan itu mereka makan daging anak
domba (lihat Kel. 12). Anak domba ini menunjuk pada Yesus Kristus, Anak Domba Allah.
Ketika Yesus datang, Ia menggantikan Paskah dengan Perjamuan Tuhan (Mat. 26:26-28). Ia
memberi murid-murid-Nya roti dan anggur, lambang tubuh dan darah-Nya.
Kapan Yesus melakukan itu? Pada malam Ia dikhianati oleh Yudas (Mat. 26:21-25). Dalam
kegelapan malam yang teramat pekat, Ia menunjukkan kasih yang terbesar!
Mari kita lihat Katekismus Heidelberg, Minggu ke-28.
75. Pert. Bagaimana Saudara diingatkan dan diyakinkan dalam Perjamuan Kudus,
bahwa Saudara mendapat bagian dalam kurban Kristus yang satu-satunya, yang
terjadi pada kayu salib, dan dalam semua harta-Nya?
Jaw. Kristus sudah memerintahkan aku dan semua orang percaya, supaya makan dari
roti yang dipecah-pecahkan dan minum dari cawan agar perbuatan itu menjadi
peringatan akan Dia. Dia menambahkan janji-janji ini. Pertama, bahwa sebagaimana
aku melihat dengan mata kepala sendiri bahwa roti Tuhan dipecah- pecahkan
untukku dan cawan diberikan kepadaku, sepasti itu pula tubuh-Nya dikurbankan
190
bagiku dan darah-Nya ditumpahkan untukku di kayu salib. Kedua, sebagaimana dari
tangan pelayan aku menerima roti dan cawan Tuhan sebagai tanda- tanda yang pasti
dari tubuh dan darah Kristus, dan mengecapnya dengan mulutku, sepasti itu pula Dia
sendiri memberi makan dan minum jiwaku dengan tubuh-Nya yang disalibkan dan
darah-Nya yang ditumpahkan, supaya aku beroleh hidup yang kekal.
76. Pert. Apa arti, 'makan tubuh Kristus yang disalibkan' dan 'minum darahNya yang
ditumpahkan'?
Jaw. Artinya, bahwa kita menerima seluruh penderitaan dan kematian Kristus
dengan hati yang percaya, dan dengan demikian memperoleh pengampunan dosa-
dosa dan hidup yang kekal. Di samping itu, bahwa kita makin lama makin
dipersatukan dengan tubuh-Nya yang kudus oleh Roh Kudus yang tinggal dalam
Kristus maupun dalam kita. Memang, Kristus ada di sorga dan kita di bumi. Namun,
persatuan itu membuat kita menjadi daging dari daging-Nya dan tulang dari tulang-
tulang-Nya, serta hidup dan diperintah oleh satu Roh untuk selama-lamanya, sama
seperti anggota-anggota tubuh hidup dan diperintah oleh satu jiwa.
77. Pert. Kristus berjanji, sebagaimana orang percaya makan dari roti yang dipecah-
pecahkan dan minum dari cawan, sepasti itu pula Dia akan mengenyangkan mereka
dengan tubuh-Nya dan menyegarkan mereka dengan darah-Nya. Di mana janji itu
terdapat?
Jaw. Dalam penetapan Perjamuan Malam yang berbunyi, Sebab apa yang sudah
kuteruskan kepadamu, sudah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada
malam waktu Dia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Dia mengucap syukur
atasnya; Dia memecah-mecahkannya dan berkata, Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan
bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!' Demikian juga Dia
mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata, 'Cawan ini yaitu perjanjian baru
yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya,
menjadi peringatan akan Aku!' Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum dari
cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Dia datang.' Janji ini diulang
Rasul Paulus, katanya, 'Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita
191
ucapkan syukur, yaitu persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita
pecah-pecahkan yaitu persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti yaitu satu,
maka kita, sekalipun banyak, yaitu satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian
dalam roti yang satu itu'.
APA ITU PERJAMUAN TUHAN
1. perjamuan yang sudah ditetapkan oleh Kristus
2. meterai atas apa yang sudah dijanjikan-Nya
3. persatuan dengan Juruselamat yang mati
4. persatuan dengan Juruselamat yang hidup
1. PERJAMUAN YANG sudah DITETAPKAN ALLAH
Ketika seorang anak dilahirkan, anak itu perlu diberi makan. Melalui baptisan, orang
masuk ke dalam keluarga Allah. Melalui Perjamuan Tuhan, ia dikuatkan.
Perjamuan ini disebut Perjamuan Malam Tuhan:
a) sebab Yesus menetapkannya pada waktu malam.
b) sebab jamuan makan malam yaitu jamuan yang paling penting bagi orang
Israel (makanan terbaik dihidangkan, sahabat-sahabat terdekat hadir).
Bagaimana Yesus menetapkan perjamuan malam ini? Baca Matius 26:26-28.
Katekismus Heidelberg mengutip kata-kata Paulus dalam 1 Korintus 11:23-26.
Para murid menerima roti dan anggur. Tetapi imam Katolik Roma tidak memberikan
anggurnya: anggur itu hanya untuk dirinya sendiri.
Yesus memerintahkan umat-Nya untuk makan dan minum. Itu bukan sebuah
permintaan, melainkan sebuah perintah Raja. Perintah itu yaitu perintah kasih (Yes.
192
55:1, 2).
Makanan ini harus dimakan bagi kemuliaan-Nya. “Perbuatlah ini menjadi peringatan
akan Aku” (1Kor. 11:24).
2. METERAI ATAS APA YANG sudah DIJANJIKAN TUHAN
Perjamuan Tuhan dimaksudkan untuk menguatkan umat-Nya. Mereka
merayakannya bukan hanya bagi kehormatan-Nya, melainkan juga bagi penghiburan
mereka sendiri.
Mengapa Allah menetapkan perjamuan makan ini?
a) untuk menguatkan iman anak-anak-Nya,
b) untuk menghidupkan kembali pengharapan mereka,
c) untuk menumbuhkan kasih mereka.
Apa yang diajarkan Allah dan diyakinkan-Nya kepadaku dalam perjamuan makan
ini? Bahwa aku mendapat bagian dalam korban Kristus yang dipersembahkan pada
kayu salib dan dalam semua berkat-Nya.
Aku melihat bahwa roti dipecah- pecahkan untukku dan cawan diberikan kepadaku.
Sepasti itu pula tubuh Kristus dikurbankan bagiku dan darah-Nya ditumpahkan
untukku.
Aku menerima roti dan cawan dari tangan pelayan. Sepasti itu pula Tuhan memberi
makan dan minum jiwaku dengan tubuh dan darah-Nya.
Kecaplah itu dengan mulutmu, hai anak Tuhan yang gemetar! Tuhan meneguhkan
janji-Nya dengan sumpah bahwa suatu hari engkau akan duduk di depan meja-Nya
di surga (Mat. 26:29).
193
3. PERSATUAN DENGAN JURUSELAMAT YANG MATI
Kristus mati untuk memperoleh pengampunan dosa bagi umat-Nya. Ia menyerahkan
nyawa-Nya di atas kayu salib. Ia yaitu Juruselamat yang mati!
Orang-orang yang percaya kepada Yesus sudah menerima pengampunan dosa. Allah
tidak mengingat dosa-dosa mereka lagi. Mereka ditutupi oleh darah Kristus.
Tetapi mereka sendiri kerap ingat akan dosa-dosa mereka. Mereka memikirkannya
dengan rasa sakit dan sedih. Oleh sebab itu, Tuhan menetapkan Perjamuan Malam
ini.
Mereka makan sepotong roti kecil dan minum sedikit anggur. Itu bukanlah apa-apa di
mata dunia, tetapi bagi mereka itu sangat berarti!
Roti dan anggur yaitu meterai perjanjian Allah, lambang kasih-Nya. Melalui
keduanya, Allah mengingatkan mereka akan korban Kristus yang sempurna.
Mereka makan daging-Nya dan minum darah-Nya. Artinya: mereka memegang erat
Yesus Kristus, Anak Domba Allah. Mereka tidak bisa melakukannya sendiri, mereka
memerlukan Roh Kudus untuk memampukan mereka. Tetapi ketika melakukannya,
mereka mendapat penghiburan. Mereka percaya pada Kristus dengan sepenuh hati.
“Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, yaitu
persekutuan dengan darah Kristus...?” (1Kor. 10:16a).
4. PERSATUAN DENGAN JURUSELAMAT YANG HIDUP
194
Kristus mati, tetapi Ia bangkit kembali. Ia bangkit untuk memberikan hidup kekal
kepada umat-Nya. Dia yaitu Juruselamat yang hidup!
Berkat Kristus itu ada dua:
a) Ia sudah melakukan sesuatu bagi umat-Nya.
b) Ia melakukan sesuatu di dalam diri umat-Nya.
Apa yang dilakukan-Nya dalam hati umat-Nya? Ia memberi mereka hidup kekal, Ia
memperbaharui diri mereka, dan Ia menjalankan persekutuan dengan mereka.
Persekutuan ini yaitu persekutuan yang menakjubkan.
a) Kristus itu kudus, sementara mereka berdosa.
b) Kristus ada di surga, sementara mereka ada di bumi.
Jadi, bagaimana persekutuan ini menjadi mungkin? Persekutuan itu ditegakkan oleh
Roh Kudus, yang hidup baik di dalam Kristus maupun dalam diri umat-Nya.
Oleh sebab itu, mereka memiliki persekutuan yang nyata dengan Kristus, terutama
pada waktu Perjamuan Tuhan. Oleh iman, mereka makan daging-Nya dan minum
darah-Nya.
Seberapa erat persekutuan ini?
a) Persekutuan itu menyerupai hubungan antara kepala dan anggota-anggota
tubuh yang lain (Ef. 1:22, 33).
b) Persekutuan itu menyerupai hubungan antara suami istri yang saling
mengasihi (Ef. 5:32).
A. Ketika orang-orang Kristen sejati datang ke meja Tuhan,
195
- mereka bersekutu dengan Kristus (mereka yaitu daging dari daging-Nya
dan tulang dari tulang-Nya).
- Mereka bersekutu satu sama lain (mereka makan roti yang sama dan minum
dari cawan yang sama).
B. Salah seorang murid mengkhianati Yesus (Mat. 26:16). Janganlah kita melihat orang
lain, tetapi mintalah Tuhan untuk membukakan hati kita di hadapan-Nya dengan
pertanyaan ini, “Bukan aku, ya Tuhan...?”
196
Minggu ke-29 dan ke-30a
==================
APA YANG BUKAN PERJAMUAN TUHAN
Baca Yohanes 6:47-59 atau Keluaran 12:1-13
Dalam Yohanes 6 Yesus menyebut diri-Nya Roti hidup (ay. 51). Ia berjanji untuk memberikan
daging-Nya untuk hidup dunia. Ia mengorbankan diri-Nya kepada Allah untuk membayar
segala dosa orang-orang kepunyaan-Nya.
Pernyataan ini disalahpahami oleh orang-orang Yahudi. Mereka berkata,”Bagaimana kita bisa
makan daging-Nya dan minum darah-Nya?” (bandingkan dengan Im. 17:14). Tetapi bukan itu
yang dimaksud Yesus.
Makan daging-Nya dan minum darah-Nya berarti: percaya kepada Kristus dan menjadi satu
dengan-Nya oleh kuasa Roh-Nya.
Persatuan ini diungkapkan dalam Perjamuan Tuhan. Itu tidak berarti bahwa Perjanjian Tuhan
dengan sendirinya menyatukan kita dengan Kristus. Tuhan tidak berkata, “Kecuali engkau
ambil bagian dalam Perjamuan Tuhan, engkau tidak mempunyai hidup dalam dirimu.” Tetapi
di mana ada kesatuan dengan Kristus, hal itu ditunjukkan dan diteguhkan dalam Perjamuan
Tuhan.
Mari kita lihat Katekismus Heidelberg, Minggu ke-29 dan Minggu ke-30, untuk mencari tahu
apa yang bukan Perjamuan Tuhan.
197
78. Pert. Apakah roti dan anggur itu berubah menjadi tubuh dan darah Kristus yang
sesungguhnya?
Jaw. Tidak. Sebagaimana air dalam Baptisan tidak diubah menjadi darah Kristus, dan
tidak menjadi pembasuh dari dosa-dosa itu, tetapi hanya merupakan tanda dan
jaminan dari Allah, demikian pula roti dalam Perjamuan Malam tidak menjadi tubuh
Kristus, meskipun, sesuai dengan sifat Sakramen-sakramen, roti itu disebut tubuh
Yesus Kristus.
79. Pert. Kalau begitu, mengapa Kristus menyebut roti itu 'tubuh-Nya' dan minuman
dalam cawan itu 'darah-Nya' atau 'perjanjian baru di dalam darah-Nya', dan
mengapa Paulus menyebutnya 'persekutuan dengan tubuh dan darah Kristus'?
Jaw. Kristus berfirman demikian bukan tanpa alasan yang sangat penting. Pertama,
dengan demikian Dia hendak mengajar kita bahwa, sama seperti roti dan anggur
memelihara hidup kita sementara di dunia ini, demikian pula tubuh-Nya yang sudah
disalibkan dan darah-Nya yang ditumpahkan itu merupakan makanan dan minuman
yang sesungguhnya bagi jiwa kita untuk hidup yang kekal. Tetapi terutama, melalui
tanda dan jaminan yang kelihatan ini Dia hendak memastikan kepada kita bahwa,
sama seperti kita menerima tanda-tanda kudus ini dengan mulut jasmani menjadi
peringatan akan Dia, demikian pula kita sungguh-sungguh mendapat bagian dalam
tubuh dan darah-Nya melalui pekerjaan Roh Kudus, dan bahwa penderitaan dan
ketaatan-Nya itu pasti menjadi milik kita, seolah-olah kita sendiri sudah merasakan
segala kesengsaraan itu dan melunasi utang dosa kita kepada Allah.'
80. Pert. Apa beda antara Perjamuan Malam Tuhan dengan 'Misa' Gereja Katolik
Roma?
Jaw. Perjamuan Malam Tuhan menegaskan kepada kita, bahwa kita sudah beroleh
pengampunan sempurna atas segala dosa kita oleh kurban Yesus Kristus, yang satu-
satunya, yang sudah dipersembahkan-Nya sendiri satu kali saja di kayu salib, dan
bahwa, oleh Roh Kudus, kita dijadikan anggota tubuh Kristus. Menurut tabiat
kemanusiaan-Nya, sekarang Dia tidak ada lagi di atas bumi, tetapi di sorga, di
198
sebelah kanan Allah Bapa-Nya, dan Dia ingin supaya di sana kita menyembah-Nya.
Sedangkan Misa mengajarkan bahwa orang yang hidup dan yang mati tidak
memperoleh pengampunan dosa karena penderitaan Kristus, kecuali kalau Kristus
tiap-tiap hari dikurbankan lagi bagi mereka oleh imam-imam Misa, dan bahwa
Kristus dengan tubuh-Nya hadir dalam rupa roti dan anggur, dan karena itulah harus
disembah dalam roti dan anggur itu. Itulah sebabnya Misa itu pada dasarnya tidak
lain dan tidak bukan merupakan penyangkalan kurban dan penderitaan Yesus Kristus
yang satu-satunya, dan penyembahan berhala yang terkutuk.
APA YANG BUKAN PERJAMUAN TUHAN
1. Perjamuan Tuhan bukanlah tubuh dan darah Kristus
2. Perjamuan Tuhan bukanlah korban manusia kepada Allah
1. PERJAMUAN TUHAN BUKANLAH TUBUH KRISTUS
A. Pertanyaan pertama berbunyi, “Apakah roti dan anggur itu berubah
menjadi tubuh dan darah Kristus yang sesungguhnya?”
Jawaban penganut Katolik Roma yaitu “ya.” Ketika imam berkata, “Inilah
tubuh Kristus,” roti itu benar-benar berubah menjadi daging-Nya, menurut
kepercayaan mereka.
Katekismus Heidelberg menunjukkan bahwa kepercayaan ini salah. Apakah
air baptisan berubah menjadi darah Yesus? Tak seorang pun akan berkata
demikian, bahkan penganut Katolik Roma sekalipun. Lantas, mengapa
anggur dalam Perjamuan Tuhan bisa berubah menjadi darah Yesus?
Baptisan dan Perjamuan Tuhan yaitu sakramen, yaitu meterai dan
lambang perjanjian Allah.
199
- Dalam Perjanjian Lama sunat kadang-kadang disebut sebagai
“perjanjian” (Kej. 17:10, 13), padahal sunat yaitu sebuah tanda
untuk perjanjian itu.
- Dalam Keluaran 12:11, anak domba disebut “Paskah bagi TUHAN.”
Demikian pula halnya, Yesus mengambil roti, memecah-mecahkannya dan
berkata, inilah tubuh-Ku (Mat. 26:26). Apakah itu berarti bahwa Yesus
mempersembahkan daging-Nya kepada para murid? Tidak mungkin. Dia
bahkan belum mati pada waktu itu!
Alkitab sering kali menggunakan ungkapan yang kuat ketika dua hal yang
serupa dibandingkan, misalnya:
- “ketujuh ekor lembu ialah tujuh tahun” (Kej. 41:26).
- “batu karang itu ialah Kristus” (1Kor. 10:4).
Tubuh Kristus sekarang ada di surga. Tubuh itu tidak berada di segala
tempat. Yesus Kristus akan datang kembali pada akhir zaman, dan pada saat
itulah setiap mata akan melihat Dia (Why. 1:7).
Orang-orang yang ingin melihat dan menyentuh-Nya sekarang, berlaku
persis seperti Maria Magdalena. Mereka ingin Yesus ada bersama-sama
dengan mereka di dunia ini. Akan tetapi, bacalah apa yang dikatakan Tuhan
dalam Yohanes 20:17.
Jika roti dan anggur itu memang berubah secara jasmani, kita pasti mampu
melihatnya, menciumnya, dan merasakannya! Inilah yang terjadi pada air
dalam pesta pernikahan di Kana (Yoh. 2).
Singkat kata, para penganut Katolik Roma melakukan kesalahan yang sama
seperti orang-orang Yahudi di Galilea (Yoh. 6:52). Mereka berpikir bahwa
mereka memakan Allah dengan mulut mereka dan menelan Yesus Kristus.
200
Itu kesalahan yang sangat menyedihkan.
B. Jadi, mengapa Kristus menyebut roti sebagai tubuh-Nya dan anggur sebagai
darah-Nya? Kristus mempunyai alasan yang penting untuk berbicara seperti
itu.
Perjamuan Tuhan yaitu , pertama-tama, sebuah tanda untuk mengajar
kita.
a) Sama seperti makanan memberi kekuatan pada tubuh kita,
demikian pula Kristus memberi hidup pada hati orang-orang pilihan
Allah.
b) Apalah manusia tanpa makanan? Apalah orang berdosa tanpa
Kristus, sang Juruselamat?
Perjamuan Tuhan yaitu , kedua, meterai perjanjian Allah. Injil memberi
tahu kita bahwa ada pengampunan dosa bagi siapa saja yang berpaling pada
Kristus dan percaya kepada-Nya. Perjamuan Tuhan memberikan setempel
pada janji Injili ini. Seolah-olah Allah menunjuk pada kita secara pribadi.
Perjamuan Tuhan juga merupakan meterai pada pekerjaan yang dilakukan-
Nya di dalam hati umat Allah. Yesus sudah menjadi satu dengan mereka. Ia
memberi mereka makan sama seperti seorang ibu memberi makan bayi
dalam kandungannya. Hal ini diungkapkan dalam Perjamuan Tuhan.
Sekarang kita mengerti mengapa Kristus menggunakan ungkapan-ungkapan
yang kuat seperti itu. Ungkapan itu bisa saja membuat bingung orang-orang
yang sengaja membutakan diri, tetapi sangat menghibur bagi orang yang
benar-benar bertobat dan memohon pengampunan dari Allah!
2. PERJAMUAN TUHAN BUKANLAH KORBAN KEPADA ALLAH
201
Perjamuan Tuhan sudah ditetapkan oleh Raja Yesus, sedangkan misa ditetapkan oleh
Sri Paus. Ada perbedaan besar di antara keduanya.
A. Para penganut Katolik Roma berkata bahwa misa yaitu sebuah korban.
Para imam mengorbankan Yesus setiap hari. Mereka melakukannya untuk
orang yang hidup dan yang mati. Rupa-rupanya mereka berpikir bahwa ada
sesuatu yang harus ditambahkan pada pekerjaan Kristus.
Akan tetapi, Alkitab berkata bahwa perkerjaan Kristus sudah selesai. Baca
terutama Ibrani 9:26, 28 dan Ibrani 10:14, 18. Perjamuan Tuhan bukanlah
pemberian manusia kepada Allah, melainkan pemberian Allah kepada anak-
anak-Nya.
B. Para penganut Katolik Roma menunjukkan penghormatan kepada roti.
Mereka berlutut ketika memasuki gereja atau ketika roti diperlihatkan.
Mereka senang dengan hal-hal yang memberikan kesan tertentu pada mata
manusia.
Akan tetapi, Alkitab berkata bahwa Kristus sekarang ada di surga, duduk di
sebelah kanan Bapa-Nya. Kita harus mengarahkan mata kita kepada-Nya
dan berdoa agar Roh-Nya mempersatukan kita dengan Yesus. Terpujilah Dia
yang menjadi satu-satunya Imam Besar kita!
A. Misa yaitu penyangkalan mentah-mentah terhadap satu-satunya korban Yesus
Kristus. Kristus berkata, “Sudah selesai!” Misa yaitu penyembahan berhala yang
terkutuk. Orang-orang Katolik Roma berlutut di hadapan sepotong roti yang sudah
dipanggang oleh manusia. Mereka menyembah Allah dengan cara yang sama seperti
202
orang-orang kafir menyembah berhala-berhala mereka.
Kita tidak mengutuk orang-orang Katolik Roma itu sendiri (seperti yang sudah mereka
lakukan terhadap kita pada lebih dari satu kesempatan). Tetapi Firman Allah sudah
mengutuk ajaran mereka. Marilah kita berdoa bagi mereka dan bagi diri kita sendiri!
B. Apakah kita percaya pada satu-satunya korban Kristus untuk memperoleh
keselamatan? Jauh di lubuk hati kita, kita juga mungkin berpikir bahwa kita harus
menambahkan sesuatu untuk membuat diri kita berkenan pada Allah. Berdoalah
supaya Allah sendiri menyatakan kebenaran dalam hati kita!
203
Minggu ke-30b
============
UNTUK SIAPA PERJAMUAN TUHAN DITETAPKAN?
Baca 1 Korintus 11:23-32 atau Matius 22:1-14
Perjamuan Tuhan yaitu perjamuan makan yang terberkati, tetapi bukan perjamuan makan
untuk semua orang. Firman Allah berkata bahwa siapa saja makan dengan cara yang tidak
pantas, akan mendatangkan hukuman atas dirinya (1Kor. 11:29).
Kata-kata ini sudah membuat takut banyak anak Tuhan yang sejati, sementara orang-orang
yang tidak menerima Roh Allah biasanya tidak takut datang ke meja Tuhan.
Akibatnya yaitu Perjamuan Tuhan sering kali diikuti oleh orang-orang Kristen KTP,
sementara domba-domba Kristus yang sesungguhnya (terutama domba-domba kecil!) tidak
berani maju.
Marilah kita berdoa meminta terang untuk memperjelas masalah ini, dan mempelajari
Katekismus Heidelberg, Minggu ke-30, Pertanyaan 81 dan 82.
81 Pert. Untuk siapa Perjamuan Malam Tuhan ditetapkan?
Jaw. Untuk mereka yang menyesali dirinya karena dosa-dosanya, namun tetap
percaya bahwa dosanya itu sudah diampuni karena Kristus dan bahwa juga segala
kelemahan yang masih tertinggal ditutup oleh penderitaan serta kematian-Nya;
mereka yang juga ingin makin menguatkan iman dan membenahi hidup mereka.
204
Sebaliknya, orang munafik dan mereka yang tidak bertobat kepada Allah dengan
ikhlas, mereka itu mendatangkan hukuman atas diri mereka dengan makan dan
minum.
82. Pert. Apakah mereka yang dalam hal pengakuan iman dan perihidupnya ternyata
bertindak sebagai orang tidak percaya dan fasik diizinkan turut serta dalam
Perjamuan Kudus?
Jaw. Tidak, karena dengan demikian perjanjian Allah dinajiskan dan murka-Nya
dibangkitkan atas seluruh jemaat. Oleh karena itu, Gereja Kristen wajib mengucilkan
mereka dengan mempergunakan kunci-kunci kerajaan sorga, sesuai dengan
penetapan Kristus dan Rasul-rasul-Nya, sampai mereka itu terbukti sudah membenahi
hidupnya.
UNTUK SIAPA PERJAMUAN TUHAN DITETAPKAN?
1. untuk orang-orang percaya yang sejati
2. bukan untuk orang-orang munafik
3. juga bukan untuk orang-orang yang hidup dalam dosa
Siapa yang diizinkan datang ke meja Tuhan?
- Hanya orang-orang yang sudah dibaptis (bandingkan dengan Keluaran 12:48).
- Bukan anak-anak kecil. Mereka masih belum mampu memahami dan mengenali
tubuh Tuhan (1Kor. 11:29).
- Hanya orang-orang yang sudah menjadi anggota jemaat secara penuh, dan sudah
membuat pengakuan iman di depan umum.
- Hanya orang-orang yang melakukan apa yang mereka akui dengan mulut mereka.
Namun demikian, ini tidaklah cukup. Kita bisa saja memiliki semuanya ini tanpa mengalami
kelahiran kembali. Jadi, siapa saja yang boleh datang ke meja Tuhan?
Apakah orang-orang yang tidak bercela dalam hidup mereka? Bukan, Katekismus Heidelberg
205
melihat jauh lebih dalam, yakni orang-orang yang sudah menerima hati yang baru!
1. PERJAMUAN TUHAN yaitu UNTUK ORANG-ORANG PERCAYA YANG SEJATI
A. Perjamuan Tuhan yaitu untuk orang yang benar-benar berduka atas dosa-
dosa mereka
Tidak dikatakan, orang-orang yang tahu bahwa mereka sudah berdosa
(Yudas mengetahuinya juga, dan demikian pula Kain dan Raja Saul). Tetapi
dikatakan, orang-orang yang merasakan dukacita yang mendalam karena
mereka sudah berdosa terhadap Allah.
Orang-orang seperti itu merasa sangat rendah di hadapan Tuhan. Roh
Kudus menunjukkan kepada mereka bahwa mereka berdosa. Mereka
mengutuk diri mereka sendiri di hadapan takhta Allah (1Kor. 11:31). Ini
merupakan langkah pertama menuju meja Tuhan.
B. Mereka percaya bahwa dosa-dosa mereka diampuni karena Kristus
Nah, ada sebagian orang yang kembali mundur pada titik ini. Mereka
memahami butir pertama, tetapi mereka merasa sulit mengatakan bahwa
semua dosa mereka sudah diampuni.
Dengar! Apa yang kita perlukan yaitu iman yang tulus. Tetapi iman umat
Allah masih belum sempurna. Seandainya sudah sempurna, tidak perlu ada
Perjamuan Tuhan. Iman sebagian orang mungkin sekuat batang pohon,
tetapi iman sebagian yang lain selemah buluh yang patah terkulai (Yes.
42:3).
Namun demikian, mereka semua tahu bahwa hanya darah Yesuslah yang
206
berkuasa untuk menyelamatkan mereka. Sang Juruselamat dinyatakan
kepada mereka, dan mereka menjadikan Dia sebagai tempat perlindungan.
Mereka sangat mengasihi-Nya. Ini merupakan langkah kedua menuju meja
Tuhan.
C. Mereka sungguh-sungguh ingin agar iman mereka makin lama makin
dikuatkan, dan hidup mereka makin kudus
Mereka tidak mampu memperbaiki diri sendiri, tetapi mereka
menginginkannya dengan sepenuh hati. Takut akan Allah berdiam dalam
hati mereka. Mereka menghasilkan buah bagi kemuliaan nama-Nya. Mereka
siap untuk berdamai dengan saudara-saudara mereka, supaya tidak ada
batu sandungan.
Orang-orang seperti itu disambut di meja Tuhan! Yesus berkata,
“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka
akan dipuaskan” (Mat. 5:6).
2. PERJAMUAN TUHAN BUKANLAH UNTUK ORANG-ORANG MUNAFIK
Katekismus Heidelberg berbicara secara terus terang.
a) Bagian pertama dari Minggu ke-30 ditujukan terhadap ajaran Gereja Katolik
Roma.
b) Tetapi pada bagian kedua kita sendiri seperti merasa tertusuk. Orang-orang
munafik ditemukan di antara kita sendiri!
Orang-orang munafik berpura-pura sebagai anak-anak Allah, tetapi pada
kenyataannya mereka bukan. Sering kali kita tidak dapat melihat hal itu dari luar.
Mereka tidak hidup dalam dosa secara terang-terangan, dan bisa jadi sangat giat
melayani Allah. Tetapi mereka sudah memanjat “keluar tembok” (lihat buku Pilgrim's
207
Progress oleh John Bunyan).
Orang-orang seperti itu tidak boleh ikut ambil bagian dalam Perjamuan Tuhan. Jika
mereka ikut makan dan minum, mereka akan mendatangkan hukuman atas diri
mereka sendiri. Allah mengenal hati manusia, sedangkan kita tidak.
Ketika Yesus kembali, orang-orang munafik akan dipisahkan dari umat Allah. Pada
hari itu kita akan terkejut:
- sebagian orang yang kita sangka akan berdiri di sebelah kiri Allah, justru
akan berdiri di sebelah kanan-Nya.
- sebagian yang lain yang kita sangka akan berdiri di sebelah kanan-Nya,
malah akan berdiri di sebelah kiri-Nya (Mat. 25:31-33).
Di manakah kita akan berdiri? Itu pertanyaan bagus. Anak-anak Allah tidak siap
menjawab pertanyaan itu dalam waktu singkat, tetapi mereka merasa tidak tenang
sampai mengetahui jawabannya. Mereka sering mengucapkan doa Daud dalam
Mazmur 139:23, 24. Marilah kita selidiki hati kita sendiri, dan bukan hati sesama kita
(2Kor. 13:5).
3. PERJAMUAN TUHAN BUKAN UNTUK ORANG-ORANG YANG TERANG-TERANGAN
HIDUP DALAM DOSA
Siapa yang tidak boleh datang ke meja Tuhan?
- orang-orang yang hidup di dalam dosa.
- orang-orang yang berpegang pada ajaran palsu.
Janganlah kita melupakan butir yang terakhir! Dalam Katekismus Heidelberg mereka
bahkan disebutkan pertama. Orang-orang yang mengikuti ajaran palsu akan
menyimpang juga hidupnya.
Apa yang harus diperbuat terhadap orang-orang itu? Jemaat harus menjauhkan
208
mereka dari meja Tuhan. Jemaat tidak dapat menghakimi hati manusia, tetapi ia
harus mendisiplinkan orang-orang yang terang-terangan hidup dalam dosa. “Jangan
kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing” (Mat. 7:6a).
Apa yang akan terjadi jika tidak diperbuat demikian?
- Perjanjian Allah akan dinajiskan (Mzm. 50:16).
- Murka Allah akan menyala terhadap seluruh jemaat (1Kor. 11:30. Lihat juga
Yosua 7).
A. Jika engkau belum berpaling kepada Allah dengan hati yang tulus, jangan ulurkan
tanganmu untuk mengambil makanan anak-anak Allah! Baca Matius 22:11-14 dan 2
Samuel 6:6, 7. Berdoalah supaya engkau bertobat dengan sungguh-sungguh sebelum
terlambat!
B. Hai engkau anak Tuhan, engkau tidak boleh takut, meskipun engkau merasa jijik
terhadap dirimu sendiri (engkau mencium sendiri bau busukmu). Yesus sedang
memanggilmu. Mari datang dan kecaplah bahwa TUHAN itu baik!
209
Minggu ke-31
===========
KUNCI KERAJAAN ALLAH
Baca Matius 16:13-20 atau 2 Yohanes 1:1-13
Ketika Petrus sudah mengakui Kristus sebagai Anak Allah yang hidup, Yesus memberi tahu dia,
“Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga” (Mat. 16:19a).
Ini tidak berarti bahwa Petrus yaitu paus pertama. Petrus menyebut dirinya sendiri teman
penatua (1Ptr. 5:1). Kata-kata yang sama yang diucapkan Yesus kepada Petrus, diucapkan-Nya
kepada semua rasul-Nya (lihat Mat. 18:8). Di antara hamba-hamba Kristus, jangan ada yang
berusaha menjadi yang pertama (Mat. 23:8).
Jemaat Allah hanya mempunyai satu Kepala: Yesus Kristus, yang duduk di sebelah kanan Allah.
Kristus diwakili di dunia ini oleh Roh Kudus (Yoh. 14:16).
Walaupun begitu, Yesus sudah memberi hamba-hamba-Nya kunci kerajaan Allah. Apa
maksudnya?
Mari kita lihat Katekismus Heidelberg, Minggu ke-31.
83. Pert. Apa itu 'kunci-kunci kerajaan sorga'?
Jaw. Pemberitaan Injil yang kudus dan pengucilan resmi atau pemutusan hubungan
dengan jemaat Kristen. Dengan kedua sarana itulah kerajaan sorga dibuka bagi
210
orang-orang yang percaya, dan ditutup bagi orang-orang yang tidak percaya.
84. Pert. Bagaimana kerajaan sorga dibuka dan ditutup melalui pemberitaan Injil
yang kudus?
Jaw. Menurut perintah Kristus, kepada semua orang percaya, dan kepada tiap- tiap
orang percaya secara perseorangan, diberitakan dan ditegaskan dengan nyata
bahwa, setiap kali mereka menerima janji Injil dengan iman yang benar, semua dosa
mereka sungguh-sungguh diampuni oleh Allah karena jasa Kristus. Sebaliknya,
kepada semua orang yang tidak percaya dan mereka yang tidak sungguh-sungguh
bertobat, diberitakan dan ditegaskan bahwa mereka tetap kena murka Allah dan
hukuman yang kekal selama mereka tidak bertobat. Allah akan menjatuhkan
hukuman menurut kesaksian Injil ini, baik dalam hidup sekarang ini maupun dalam
hidup yang akan datang.
85. Pert. Bagaimana kerajaan sorga ditutup dan dibukakan melalui pengucilan resmi
dari jemaat Kristen?
Jaw. Menurut perintah Kristus, mereka yang memakai nama Kristen, namun
membawakan ajaran bukan Kristen atau menempuh hidup yang bukan Kristen, harus
berkali-kali dinasihati secara persaudaraan. Kalau mereka tidak mau melepaskan
ajaran sesatnya atau cara hidupnya yang keji, namanya harus diberitahukan kepada
jemaat, atau kepada orang-orang yang oleh jemaat diangkat untuk menangani
perkara-perkara semacam itu. Kalau mereka tidak menghiraukan nasihat itu, orang-
orang itu akan mengucilkan mereka dari jemaat Kristen dengan cara melarang
mereka menerima Sakramen-sakramen yang kudus, dan oleh Allah sendiri mereka
dikucilkan pula dari kerajaan Kristus. Tetapi jika mereka berjanji akan bertobat dan
menunjukkan pertobatan yang sungguh-sungguh, mereka akan diterima kembali
sebagai anggota Kristus dan jemaat-Nya.
KUNCI-KUNCI KERAJAAN ALLAH
1. kunci-kunci itu yaitu sarana untuk membuka dan menutup
211
2. salah satu kunci itu yaitu pemberitaan Injil
3. kunci yang lain yaitu pendisplinan Kristiani
1. KUNCI-KUNCI ITU yaitu SARANA UNTUK MEMBUKA DAN MENUTUP KERAJAAN
ALLAH
Apa itu kerajaan Allah?
- Kerajaan Allah bukan surga: Allah memerintah bukan hanya di surga
melainkan juga di dunia ini.
- Kerajaan Allah yaitu segala tempat di mana orang menerima Yesus Kristus
sebagai Juruselamat dan Raja mereka.
Apa saja kunci-kunci kerajaan Allah itu?
a) Kunci pertama yaitu pemberitaan Injil yang kudus. Injil ini memberi tahu
kita, “Jika engkau percaya kepada Kristus, maka engkau merdeka. Tetapi jika
engkau menolak tunduk kepada-Nya, maka engkau akan terus menjadi
budak Iblis!”
b) Kunci kedua yaitu pendisiplinan Kristiani. Jika kunci pertama (Firman Allah)
tidak berhasil, maka kunci kedua harus digunakan dalam kehidupan
anggota-anggota jemaat.
Kerajaan Allah mempunyai pintu dan kunci. Kerajaan itu bukan seperti desa yang
terbuka, melainkan lebih seperti kota yang berkubu dengan dikelilingi tembok
(seperti kota-kota kuno di Israel dan di tempat lain di dunia). Mengapa demikian?
Jemaat Kristus harus dilindungi dari serangan.
a) Ada penganiayaan dari musuh-musuh di luar.
b) Ada juga orang-orang munafik yang berusaha masuk ke dalam, walaupun
mereka hidup di dalam dosa atau mengajarkan ajaran-ajaran sesat. Untuk
orang-orang seperti itu pintu tidak boleh dibukakan!
212
Siapa yang memegang kunci kerajaan Allah?
a) Sesungguhnya, Kristus sendirilah yang memegangnya. Baca Wahyu 3:7.
b) Namun demikian, Tuhan berkenan memakai orang-orang. Ia memberikan
kunci itu kepada Petrus dan rasul-rasul lain.
c) Kunci itu sekarang dipercayakan kepada hamba-hamba Tuhan dan para
penatua jemaat. Mereka seperti “pegintai-pengintai di atas tembok-tembok
Yerusalem” (Yes. 62:6).
Para pemimpin jemaat tidak memerintah seperti raja-raja di dunia ini. Bacalah apa
yang dikatakan Yesus kepada Petrus dalam Matius 26:52. Jemaat tidak menggunakan
kekerasan untuk memimpin anggota-anggotanya. Ia menegur mereka oleh kuasa
Firman dan Roh Allah (Za. 4:6).
Pemerintah diizinkan dan diberi kuasa untuk menggunakan pedang (Rm. 13:4). Ia
akan menghukum para penjahat secara jasmani atau mengurung mereka di dalam
penjara. Namun demikian, kepada jemaat Yesus tidak memberikan pedang,
melainkan kunci. Jika kita dapat mengendalikan anggota-anggota jemaat hanya
dengan denda dan sebagainya, maka itu sudah bukan jemaat namanya.
2. SALAH SATU KUNCI ITU yaitu PEMBERITAAN INJIL
Sebagai akibat dari dosa-dosa kita, kita semua hidup di luar kerajaan Allah, kita dan
anak cucu kita (Kej. 3:23, 24). Kita pantas tinggal di luar selamanya.
Allah sudah membuka pintu kembali. Ia mengutus Anak-Nya yang terkasih ke dalam
dunia ini. Kristus menderita untuk membuka jalan kembali kepada Allah.
Injil ini perlu diberitakan. Kita harus mendengarkan para pemberita Injil. Mereka
pergi karena Kristus memerintahkan mereka untuk pergi (Mat. 28:19).
213
Apa pesan yang mereka bawa?
a) Barangsiapa percaya keada Anak, ia beroleh hidup yang kekal.
b) Tetapi barangsiapa menolak Anak tidak akan melihat hidup, sebab murka
Allah tetap ada di atasnya (Yoh. 3:36).
Sekarang kita dapat melihat bagaimana kerajaan Allah dibuka. Pemberita Injil
menyatakan kepada orang-orang percaya bahwa Allah sudah mengampuni semua
dosa mereka karena Yesus.
Untuk siapa kerajaan Allah dibuka? Untuk orang-orang berdosa yang malang, yang
sudah kehilangan semua harapan untuk diselamatkan dengan usaha mereka sendiri,
tetapi menyerahkan segala kepercayaan mereka pada pekerjaan Yesus.
Kapan anak-anak Allah mendapat bagian dalam penghiburan ini? Setiap kali mereka
menerima janji Injil dengan iman yang benar. Mereka perlu mendengar Allah
berbicara kepada hati mereka.
Pemberita Injil tidak mengetahui hati para pendengarnya. Ia tidak dapat
mengampuni dosa manusia, seperti yang dapat dilakukan Yesus (bandingkan dengan
imam Katolik Roma). Tetapi ia harus menunjukkan apa tanda-tanda orang Kristen
sejati, supaya setiap orang mau memeriksa dirinya sendiri.
Untuk siapa kerajaan Allah ditutup? Untuk orang-orang yang tidak percaya kepada
Kristus, yang tidak bertobat dengan sungguh-sungguh, yang merasa benar di mata
mereka sendiri.
Mengapa pemberitaan Injil begitu penting? Pemberita Injil itu seperti penjaga (Yeh.
3:17). Orang-orang yang menolaknya, sudah menolak Kristus (Yoh. 15:20). Allah akan
menghakimi mereka sekarang dan pada akhir zaman (Rm. 2:16).
Mari kita dengarkan ajaran Firman Allah. Jangan tidur. Jangan mengkritik
214
pengkhotbah, tetapi berdoalah baginya dan bagi dirimu sendiri. Engkau perlu
diselamatkan. Engkau berada entah di dalam atau di luar kerajaan Allah. Tidak ada
tempat di tengah-tengah.
3. KUNCI YANG LAIN yaitu PENDISIPLINAN KRISTIANI
Disiplin itu penting di dalam sebuah negara, di sekolah, dan di dalam rumah. Disiplin
juga penting di dalam Jemaat Allah. Lihat bagaimana Yesus membersihkan Bait Suci
dari para pedagang (Yoh. 2:12-22).
Sudah menjadi kewajiban jemaat untuk mendisiplinkan para anggotanya (baca 1
Korintus 5:12, 13). Apa yang terjadi jika jemaat lalai melaksanakannya? Baca Wahyu
2:14-16.
Bagaimana kita harus mendisiplinkan para anggota jemaat kita? Yesus sudah
menerangkannya dengan jelas dalam Matius 18:15-18. Pelajarilah baik-baik ayat-ayat
ini dan terapkanlah itu!
Kita tidak boleh menyerahkan masalah pendisiplinan hanya kepada para penatua
jemaat. Ketika melihat saudara kita berdosa, kita harus menegurnya secara empat
mata.
Apabila segala cara tidak berhasil, atau apabila dosa tertentu diperbuat di depan
umum, maka perkara itu harus dibawa kepada para penatua. Mereka juga pertama-
tama akan menegurnya sebagai saudara.
Kita harus bersikap lembut, terutama terhadap orang-orang yang sudah dikalahkan
oleh dosa dan jatuh ke dalamnya, tetapi yang kemudian benar-benar menyesal (2Tes.
3:15).
215
Terhadap orang-orang yang memelihara ajaran atau melakukan perbuatan yang
tidak Kristiani, harus diambil tindakan yang lebih tegas. Mereka harus dilarang ikut
ambil bagian dalam sakramen.
Jika orang-orang seperti itu tetap keras kepala, mereka harus dikucilkan pada
akhirnya (2Yoh. 1:10, 11). Nama orang-orang seperti itu dicoret dari daftar
keanggotaan.
Ini sangat berat! Mereka dikucilkan bukan hanya dari jemaat, melainkan juga dari
kerajaan Kristus. Jika mereka mati dalam dosa-dosa mereka, mereka binasa
selamanya.
Apa tujuan dari pendisiplinan jemaat?
a) kemuliaan dan kehormatan Allah,
b) penegakan jemaat,
c) tetapi juga keselamatan si pendosa.
Disiplin itu pahit, tetapi itu yaitu obat. Berdoalah bagi orang-orang yang dikucilkan
dari jemaat!
Apa yang harus dilakukan jika mereka bertobat?
a) Hendaklah mereka jangan hanya berjanji untuk memperbaiki hidup mereka,
tetapi juga biarlah mereka membuktikannya terlebih dahulu melalui
perbuatan mereka.
b) Tetapi kemudian mereka harus diterima kembali sebagai anggota tubuh
Kristus dan Jemaat-Nya. Makanan tidak boleh dimasak terlalu lama!
216
Minggu ke-32
===========
PERBUATAN BAIK
Baca Lukas 7:36-50 atau 2 Petrus 1:1-11
Dalam Lukas 7 kita membaca tentang seorang perempuan yang sudah hidup di dalam dosa.
Allah mengampuni dosa perempuan ini (lihat ayat 47). Mengapa? Karena dia mengasihi
Yesus? Bukan, sebab seandainya demikian, maka bagian kedua dari ayat ini seharusnya
berbunyi, “Ia yang sedikit berbuat kasih akan sedikit diampuni.”
Justru sebaliknya: kasih perempuan ini yaitu buah dari kasih Allah. Kasihnya itu yaitu bukti
bahwa dosa-dosanya sudah diampuni. Pengampunan Allah diberikan pertama-tama, dan
kemudian kasihnya timbul sebagai hasilnya.
Oleh sebab itu, perempuan ini tidak tetap tinggal sebagai orang berdosa seperti sebelumnya.
Orang-orang yang ditebus oleh Yesus berusaha memuliakan Allah dalam hidup yang baru
(bandingkan mereka dengan Simon si tukang sihir).
Kebenaran ini juga bisa ditemukan dalam Katekismus Heidelberg, Minggu ke-32.
86. Pert. Mengingat bahwa Kristus sudah melepaskan kita dari kesengsaraan kita
hanya oleh rahmat, tanpa jasa apa pun dari pihak kita, mengapa kita masih perlu
melakukan perbuatan baik?
Jaw. Karena Kristus, sesudah menebus kita dengan darah-Nya, juga membarui kita
217
melalui Roh-Nya yang Kudus menjadi serupa dengan gambar-Nya, supaya kita
dengan seluruh kehidupan kita memberi syukur kepada Allah karena anugerah-Nya
dan Dia kita puji. Selanjutnya, supaya masing-masing dalam hatinya yakin tentang
imannya karena buah-buah iman itu, dan supaya sesama kita manusia, dengan
melihat kehidupan kita yang saleh, tertarik kepada Kristus.
87. Pert. Jadi, mereka yang berkanjang dalam hidupnya yang fasik dan tidak
mengenal syukur, dan tidak bertobat kepada Allah, tidak dapat beroleh selamat?
Jaw. Sama sekali tidak, karena Kitab Suci berkata bahwa orang cabul, penyembah
berhala, pezina, pencuri, orang serakah, pemabuk, pemfitnah, perampok, dan
sejenis, tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
PERBUATAN BAIK
1. dilakukan dengan senang hati oleh orang Kristen
2. mendatangkan kemuliaan bagi Allah dan berkat bagi manusia
3. tidak bisa dilewatkan di jalan menuju surga
1. PERBUATAN BAIK DILAKUKAN DENGAN SENANG HATI OLEH ORANG KRISTEN
A. Bagian ketiga dari Katekismus Heidelberg
Sekarang kita sudah sampai pada bagian terakhir dari katekismus.
Bagian 1 membahas dosa manusia.
Bagian 2 membahas keselamatan oleh Kristus.
Bagian 3 membahas rasa syukur kepada Allah.
Siapakah yang bersyukur kepada Allah? Hanya orang yang tahu bahwa ia
bersalah di hadapan Allah dan diselamatkan oleh anugerah yang cuma-
cuma!
218
B. Minggu ke-32: perbuatan baik
Bab ini ditulis dengan menimbang adanya dua macam orang:
a) mereka yang berkata bahwa orang Kristen tidak perlu berbuat baik,
karena sudah diselamatkan oleh anugerah.
b) mereka yang berkata bahwa orang Kristen harus berbuat baik,
sebab kalau tidak, ia tidak akan diselamatkan.
Kepada kelompok pertama katekismus berkata, jika engaku hidup di dalam
dosa, maka imanmu bukanlah iman yang hidup (Yak. 2:14; lihat juga Roma
6:1, 2).
Kepada kelompok kedua katekismus berkata, orang Kristen tidak melakukan
perbuatan baik untuk diselamatkan, tetapi ia diselamatkan untuk melakukan
perbuatan baik (Ef. 2:10).
C. Jawaban untuk pertanyaan pertama
Orang Kristen ditebus oleh darah Kristus. Ia takjub akan hal itu. Ia sudah
mengecap pahitnya dosa. Bagaimana mungkin ia tidak mengasihi
Juruselamatnya sekarang?
Tidak perlu memaksa orang Kristen untuk melakukan perbuatan baik.
Kasihnya terhadap Kristus tidak dapat disembunyikan. Ia bahagia melayani
Tuhan.
Orang Kristen sudah menerima hidup baru. Paulus berkata, “Tuhan, apakah
yang harus kuperbuat?” (Kis. 22:10). Daud bernyanyi, “Betapa kucintai
Taurat-Mu!” (Mzm. 119:97).
219
Kristus tidak hanya sudah menebus umat-Nya, tetapi juga menguduskan
mereka sebagai orang-orang kepunyaan-Nya, yang rajin berbuat baik (Tit.
2:14). Ia membuat mereka bahagia dan kudus!
Kristus memperbaharui mereka oleh Roh Kudus-Nya, sehingga mereka mulai
menyerupai Dia. Itulah tujuan mengapa Kristus datang dan mati!
2. PERBUATAN BAIK MENDATANGKAN KEMULIAAN BAGI ALLAH DAN
BERKAT BAGI MANUSIA
A. Perbuatan baik mendatangkan kemuliaan bagi Allah
umat Allah memiliki dua alasan untuk memuji Tuhan:
- Allah menciptakan mereka (Why. 4:11).
- Allah menyelamatkan mereka (Why. 5:9, 10).
Mereka menunjukkan rasa syukur mereka dengan seluruh hidup
mereka. Mereka tidak hanya memberikan sesuatu kepada Allah,
tetapi juga memberikan diri mereka sendiri kepada-Nya (Rm. 12:1,
2).
Bacalah apa yang dikatakan Yesus dalam Matius 5:16. Ketika orang
Kristen jatuh ke dalam dosa, nama Allah dihinakan.
B. Perbuatan baik membawa manfaat bagi diri kita sendiri
Anak-anak Allah tidak mencari untung sendiri, tetapi ketika
memuliakan Tuhan, mereka juga akan mendapatkan manfaatnya.
Baca Amsal 11:24, 25.
220
Salah satu manfaat itu yaitu jaminan keselamatan. Anak Tuhan
merasa yakin akan imannya melalui buah-buah dari iman itu. Kita
harus berusaha yakin akan keselamatan kita (2Ptr. 1:10).
Jadi, bagaimana kita bisa yakin akan keselamatan itu? Perbuatan-
perbuatan yang kita lakukan menunjukkan siapa sesungguhnya
kita. Kita akan mengetahui pohon dari buahnya (Mat. 7:16).
Apabila kita tidak hidup dekat dengan Tuhan, maka kita kehilangan
sukacita atas keselamatan kita. Jadi, tidak ada gunanya mencoba
menghibur diri dengan hal-hal yang terjadi di masa lalu.
Keyakinan bertumbuh apabila kita hidup bersekutu dengan Tuhan
Yesus dan berbuah bagi-Nya.
C. Perbuatan baik bisa menuntun orang lain kepada Kristus
Orang Kristen harus berusaha menguatkan sesama orang beriman,
tetapi mereka juga tidak boleh melupakan orang-orang yang tidak
percaya. Setiap orang Kristen yaitu pekabar Injil (1Ptr. 2:9).
Kita tidak boleh memenangkan orang lain bagi diri kita sendiri,
melainkan bagi Kristus. Sering kali kita diam saja karena takut
kehilangan teman, saudara, atau pelanggan.
Bagaimana kita dapat memenangkan orang lain bagi Kristus?
Melalui perkataan kita, tetapi yang terutama, melalui hidup kita.
Orang akan memerhatikan apakah kita hidup dalam takut akan
Tuhan atau tidak. Baca dengan cermat 1 Petrus 2:12 dan 3:1, 2.
221
3. PERBUATAN BAIK TIDAK BISA DILEWATKAN DI JALAN MENUJU SURGA
Apakah bisa selamat orang-orang yang terus hidup dalam dosa dan tidak
berpaling kepada Allah? Tidak, orang-orang seperti itu tidak akan mendapat
bagian dalam kerajaan Allah. Katekismus Heidelberg membuktikan ini
berdasarkan 1 Korintus 6:9 dan 10. Itu yaitu Firman Allah. Janganlah sesat!
Tuhan menebus umat-Nya untuk memampukan mereka “beribadah
kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran...” (Luk. 1:74,
75).
Singkat kata, perbuatan baik kita tidak membuat kita layak masuk surga,
tetapi merupakan jalan yang melaluinya TUHAN menuntun umat tebusan-
Nya ke alam kemuliaan.
A. Pada akhir zaman akan ada orang-orang yang dengan sukacita memberi tahu Tuhan
apa yang sudah mereka lakukan bagi-Nya, tetapi Tuhan tidak tahu apa yang mereka
katakan (Mat. 7:22, 23).
B. Sebaliknya, akan ada orang-orang yang tidak menyadari perbuatan baik mereka,
tetapi Tuhan mengingat apa yang sudah mereka lakukan (Mat. 25:34-40). Mereka
diselamatkan oleh anugerah untuk memuji Allah selama-lamanya.
C. Termasuk kelompok manakah Saudara nanti? Usahakanlah membangun harapan
Saudara di atas Kristus sebagai Batu Karang yang teguh!
222
Minggu ke-33a
============
PERTOBATAN MANUSIA YANG SUNGGUH-SUNGGUH
Baca Matius 3:1-12 atau Matius 7:13-23
Yohanes Pembaptis yaitu seorang pemberita Injil. Ia menyatakan bahwa kerajaan Allah
sudah dekat. Yesus akan segera datang sebagai Juruselamat dan Hakim (Mat. 3:1, 2).
Oleh sebab itu, Yohanes menyerukan pesan pertobatan. Ia mempersiapkan jalan bagi Tuhan.
Ia membaptis orang-orang yang mengaku dosa-dosa mereka (ay. 3-6).
Ketika orang-orang Farisi datang kepada Yohanes, ia menyebut mereka “keturunan ular
beludak.” Ia tidak percaya bahwa pertobatan mereka sungguh-sungguh. “Hasilkanlah buah
yang sesuai dengan pertobatan!” (ay. 8)
Kita semua memerlukan pertobatan yang sungguh-sungguh seperti itu, walaupun kita
mengaku menyembah Allah (ay. 9). Kristus akan membersihkan tempat pengirikan-Nya (ay.
12).
Katekismus Heidelberg menggarisbawahi hal ini pada Minggu ke-33. Mari kita baca
Pertanyaan 88.
88. Pert. Pertobatan manusia yang sungguh-sungguh terdiri atas berapa bagian?
Jaw. Dua bagian, yaitu kematian manusia lama dan kebangkitan manusia baru.
223
PERTOBATAN MANUSIA YANG SUNGGUH-SUNGGUH
1. Apa itu pertobatan?
2. Apa itu pertobatan yang sungguh-sungguh?
3. Apa itu pertobatan manusia yang sungguh-sungguh?
1. APA ITU PERTOBATAN?
Lihat kembali ketiga bagian dari Katekismus Heidelberg.
a) Pada bagian 1 kita sudah mengetahui bahwa manusia sepenuhnya tersesat
dalam dosa. Ia perlu lahir kembali.
b) Bagian 2 menunjukkan jalan keselamatan yang sudah dibukakan Tuhan. Kita
perlu percaya kepada Kristus.
c) Terakhir, bagian 3, berbicara tentang rasa syukur kepada Allah. Kita perlu
bertobat.
Ada perbedaan antara kelahiran kembali dan pertobatan.
- Kelahiran kembali yaitu pekerjaan Allah, yang menjadikan orang berdosa
hidup oleh Roh Kudus.
- Pertobatan yaitu tanggapan manusia, yang berpaling kepada Allah dan
meninggalkan dosa.
Manusia tidak akan pernah benar-benar bertobat kecuali ia terlebih dahulu lahir
kembali. Manusia dipanggil untuk bertobat dengan banyak cara (Yeh. 33:11), namun
ia tidak mendengar. Ia tidak mau dan tidak mampu melakukannya. Oleh sebab itu,
pertobatan bisa disebut juga sebagai pekerjaan Allah (Yer. 31:18 dan Flp. 2:13).
Kita lahir dengan membelakangi Allah. Wajah kita menghadap ke neraka. Kita
berjalan di jalan yang luas menuju kepada kebinasaan (Mat. 7:13).
224
Pertobatan berarti kita berputar arah. Kemudian kita mulai berjalan ke arah yang
berlawanan. Kita masuk melalui pintu yang sesak dan menapaki jalan yang sempit
(Mat. 7:14).
Pertobatan berarti perubahan lahir batin. “Baiklah orang fasik meninggalkan
jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada
TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya” (Yes. 55:7).
Perubahan batin ini diketengahkan sebagai sesuatu yang sangat penting dalam
Alkitab. Tuhan meminta hati kita (Ams. 23:26). Ia ingin agar kita “berubah oleh
pembaharuan budi kita” (Rm. 12:2).
Hal ini juga ditekankan dalam Katekismus Heidelberg. Kita membaca tentang
“dukacita atas dosa,” “sukacita di dalam Tuhan,” dll. Jika jantung tidak berfungsi,
maka tubuh mati. Gambarannya seperti jarum jam dan mesin di bagian dalamnya.
2. APA ITU PERTOBATAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH?
Firman Allah berbicara tentang orang-orang yang menjalankan ibadah secara
lahiriah, tetapi pada hakikatnya memungkiri kekuatannya (2Tim. 3:5). Itu tidak
berarti bahwa semua orang yang seperti itu yaitu penipu. Sebagian dari mereka
mungkin berpikir bahwa mereka sungguh-sungguh orang Kristen, tetapi kemudian
akan terlihat bahwa itu tidak benar (misalnya Mat. 13:20, 21).
Segala sesuatu yang berharga pasti ditiru, dan tiruan seperti itu disodorkan sebagai
barang asli. Lihat saja barang-barang di pasar!
Tidak semua orang yang bertobat, dipertobatkan oleh Allah. Sebagian orang
dipertobatkan oleh manusia, sebagian yang lain oleh diri mereka sendiri, dan yang
225
lain lagi oleh Iblis. Sekarang, mari kita lihat beberapa pertobatan palsu.
a) Pertobatan lahiriah
Seorang pendosa bisa saja memutuskan untuk berhenti berbuat jahat. Ia
menjadi orang terhormat di mata manusia. Tetapi di dalam batinnya tidak
ada yang berubah. Ia hanya membersihkan “cawan sebelah luarnya” (Mat.
23:25-28).
b) Pertobatan sementara
Ingat Firaun, Ahab, dan lain-lain. Mereka merendahkan diri di hadapan Allah
karena takut. Mereka merobek pakaian mereka, tetapi tidak hati mereka.
Ketika rasa takut mereka hilang, mereka kembali pada kehidupan mereka
yang dulu. Kesudahan orang-orang seperti itu sering kali lebih buruk
daripada keadaan mereka semula (Mat. 12:43-45).
c) Pertobatan kepada jemaat
Sebagian orang bergabung dengan jemaat Allah seperti Simon si tukang
sihir, Ananias dan Safira, dll. Mereka bahkan mungkin memberitakan firman
Allah, tetapi hati mereka tidak diperbaharui. Mereka tidak bertobat kepada
Allah.
d) Pertobatan ketika sakit
Orang lain mulai berdoa ketika mereka jatuh sakit. Mereka membuat
banyak janji, namun melupakan semuanya ketika sembuh. Tolong, jangan
tunda pertobatan Saudara sampai Saudara sakit atau mau mati!
Pertobatan umat Allah itu berbeda
- Yang paling mereka khawatirkan yaitu “cawan sebelah dalamnya.” Mereka
berdoa supaya dibersihkan oleh darah Kristus.
- Mereka datang kepada Allah sebagai pengemis. Mereka tidak akan pernah
mundur kembali, sebab Tuhan sudah menarik mereka.
226
- Mereka tidak mendapat ketenangan sampai menemukan Juruselamat.
- Melalui buah-buah dalam kehidupan mereka, mereka menunjukkan bahwa
Allah sudah memulai pekerjaan yang baik dalam diri mereka.
3. APA ITU PERTOBATAN MANUSIA YANG SUNGGUH-SUNGGUH
Sebelum seorang manusia bertobat, ia melangkah hanya ke satu arah. Ia mengikuti
kehendaknya sendiri. Ketika ia menerima hati yang baru, dimulailah pergumulan
yang sesungguhnya. Itu yaitu pergumulan yang digambarkan Paulus dalam Roma 7.
Anak Tuhan yaitu seperti seseorang dengan dua hati. Keduanya tidak akan pernah
sejalan (Gal. 5:17). Ia merasa seperti Ribka, yang tahu ada anak kembar yang
bertolak-tolakan di dalam rahimnya (Kej. 25:22).
Katekismus Heidelberg berbicara tentang “manusia lama” dan “manusia baru”:
a) manusia lama harus dimatikan.
b) manusia baru harus dibangkitkan.
Mengenai ungkapan ini, lihat Efesus 4:22-24.
Kristus sudah datang untuk hidup di dalam hati umat-Nya (Gal. 2:20), tetapi mereka
masih anak-anak Adam. Mereka masih belum bebas dari dosa.
Pertobatan (atau keinsafan) yaitu sebuah proses:
- pertobatan dimulai ketika seseorang lahir kembali.
- pertobatan berlanjut sepanjang hidupnya.
- pertobatan tidak berakhir sampai ia mati.
227
A. Apakah proses itu sudah dimulai dalam hidup Saudara? Berdoalah supaya
pertobatan Saudara sungguh-sungguh. Mintalah kepada Allah untuk membuat
permulaan baru dalam diri Saudara!
B. Apabila pertobatan itu sudah terjadi, bersyukurlah kepada Allah untuknya. Tetapi
jangan salah: pergumulan tetap berlanjut! Saudara perlu melaksanakan apa yang
dikatakan Yohanes Pembaptis ketika berbicara mengenai Kristus: “Ia harus makin
besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh. 3:30).
228
Minggu ke-33a
============
DUA BAGIAN DARI PERTOBATAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH
Baca 2 Korintus 7:8-12 atau Kolose 3:1-11
Para anggota jemaat di Korintus tidak membereskan masalah dosa yang ada di tengah-tengah
mereka. Oleh karena itu, Paulus menegur mereka dalam suratnya yang pertama. Surat itu
membuat mereka sangat sedih (2Kor. 7:8).
Surat kedua ditulis dengan nada yang lebih lembut. Sang rasul tidak menyesal bahwa suratnya
yang pertama sudah membuat mereka sedih, karena kesedihan ini sudah menuntun mereka
pada pertobatan (2Kor. 7:9).
Dalam 2 Korintus 7:10 Paulus sampai pada nya: “Sebab dukacita menurut
kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan
disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.” Orang yang sungguh-
sungguh bertobat pasti merasa sedih, tetapi sesudah itu mereka akan bersukacita!
Inilah ajaran Katekismus Heidelberg, Minggu ke-33,
88. Pert. Pertobatan manusia yang sungguh-sungguh terdiri atas berapa bagian?
Jaw. Dua bagian, yaitu kematian manusia lama dan kebangkitan manusia baru.
229
89. Pert. Apa itu 'kematian manusia lama'?
Jaw. Sungguh-sungguh menyesali bahwa kita sudah menimbulkan murka Allah karena
dosa kita, dan semakin membenci dan menjauhi dosa itu.
90. Pert. Apa itu 'kebangkitan manusia baru'?
Jaw. Sungguh-sungguh bersukacita dalam Allah karena Kristus, dan rela suka akan
hidup sesuai dengan kehendak Allah sambil melakukan segala perbuatan baik.
91. Pert. Tetapi, apa itu 'perbuatan baik'?
Jaw. Hanyalah perbuatan yang timbul dari iman yang sungguh-sungguh, dan yang
seturut hukum Taurat Allah, untuk memuliakan Dia, bukan perbuatan yang
berdasarkan kemauan kita atau aturan manusia sendiri.
DUA BAGIAN DARI PERTOBATAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH
1. Kematian manusia lama
2. Kebangkitan manusia baru
Dalam bukunya The Pilgrim’s Progress (Perjalanan Seorang Musafir – pen.), John Bunyan
menceritakan kepada kita seseorang yang bernama Setia, yang sedang melakukan
perjalanan ke surga. Pada suatu hari Setia bertemu dengan seorang tua bernama Adam
Pertama. Ia tinggal di Kota Tipu Daya. Orang tua itu meminta Setia untuk bekerja baginya
dan menjanjikan dia upah yang layak. Rumah orang tua itu penuh dengan hiburan, dan ia
mempunyai tiga anak perempuan cantik yang masih belum menikah.
Namun demikian, Setia ingat akan firman yang sudah diucapkan Allah, “Tanggalkan manusia
lama serta kelakuannya” (Kol. 3:9). Ia menolak dan menjauh dari Adam Pertama. Tetapi
orang tua itu mencengkeram dia dan menariknya kuat-kuat sehingga Setia berteriak, “Aku,
manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” (Rm. 7:24).
230
Setia mengalami kesulitan untuk melepaskan cengkeraman orang tua itu, tetapi pada
akhirnya ia memperoleh kemenangan melalui Yesus Kristus. Hidup baru yang sudah diberikan
Allah kepadanya ternyata lebih kuat!
1. KEMATIAN MANUSIA LAMA
Apa itu manusia lama? Manusia lama yaitu pribadi yang tinggal di dalam hati kita. Oleh
karena dosa, kita sepenuhnya bobrok. Manusia lama itu sangat kuat dan licik. Tidak ada
gunanya membuat dia beradab atau mengajarinya perilaku yang baik. Hanya ada satu
pemecahan: ia harus dibunuh!
Manusia lama menerima pukulan yang berat ketika seseorang lahir kembali. Pada saat itu ia
terluka begitu parah hingga tidak akan pernah sembuh sepenuhnya. Ia akan mati pada
akhirnya.
Ada tiga hal yang mempercepat kematiannya: dukacita karena dosa, kebencian terhadap
dosa, dan lari jauh dari dosa.
A. Dukacita karena dosa
Dukacita ini bukan pada permukaan saja, melainkan dengan sepenuh hati. Ini
merupakan dukacita mendalam yang dirasakan Petrus sesudah menyangkal Tuhan
Yesus (Mat. 26:75).
Dukacita itu bukan hanya atas akibat dosa, melainkan juga atas dosa itu sendiri.
Banyak orang merasa sedih atas diri mereka sendiri, tetapi umat Allah bersedih atas
kenyataan bahwa mereka sudah menyakiti hati Dia yang sudah begitu baik terhadap
mereka.
Mereka merasa bahwa mereka sudah menyulut murka Allah yang kudus (Mzm. 51:6).
Mereka bersedih atas semua dosa mereka, bukan atas sebagian saja. Mereka
231
mengakui bahwa mereka berdosa sejak dari kandungan dan lahir.
Dukacita ini tidak dirasakan hanya ketika seseorang menjadi Kristen, melainkan di
sepanjang hidupnya. Orang-orang dunia ini juga tahu apa arti dukacita, tetapi bukan
jenis dukacita ini yang dimaksud. Dukacita mereka menghasilkan kematian (ingat,
misalnya, dukacita Yudas). Sebaliknya, dukacita orang Kristen mendorongnya untuk
datang kepada Allah (2Kor. 7:10).
B. Kebencian terhadap dosa
Orang munafik bisa saja menjalani hidup penuh dosa dan sesekali merasa malu atas
hal itu, tetapi jauh di lubuk hatinya ia menikmati dosa. Orang Kristen sejati
membenci dosa.
Kita harus membenci dosa. Kita harus membencinya bukan hanya dalam diri orang
lain, melainkan juga terutama dalam diri kita sendiri. Di situlah kebencian itu harus
dimulai.
Orang yang sungguh-sungguh bertobat makin lama makin membenci dosa.
Pertobatan berlangsung makin lama makin dalam. Pertobatan tetap berlanjut
sepanjang hidup.
C. Lari dari dosa
Ketika kita membenci dosa-dosa kita, kita akan melawannya dengan segenap hati.
Baca, misalnya, Ibrani 12:3-5.
Kita bahkan harus lari dari dosa. Lihat apa yang dilakukan Yusuf ketika digoda di
rumah Potifar (Kej. 39:9-12).
Orang yang sungguh-sungguh bertobat memutus hubungan dengan kehidupan dan
232
teman-teman mereka yang lama. Mereka tidak ingin bermain-main dengan api
(Mzm. 1:1).
Apabila dukacita ini, kebencian ini, dan lari dari dosa ini dijalankan, maka manusia
lama menjadi kian lemah. Karena manusia itu tidak lagi menerima makanan, maka ia
mati kelaparan.
2. KEBANGKITAN MANUSIA BARU
Apa itu manusia baru? Manusia baru yaitu pribadi yang tinggal di dalam hati umat Allah.
Oleh karena mereka lahir kembali, maka hal-hal yang lama sudah berlalu. Mereka yaitu
ciptaan baru (2Kor. 5:17).
Manusia baru perlu bertumbuh. Ia tidak akan pernah mati lagi (berkat anugerah Allah yang
memelihara), tetapi ia perlu dikuatkan.
Sekali lagi, ada tiga hal yang akan mempercepat pertumbuhannya: sukacita melalui Kristus,
kasih terhadap Alah, dan hidup dengan berbuat baik.
A. Sukacita melalui Kristus
Dulu manusia bersukacita di dalam Firdaus, tetapi ia berdosa dan diusir dari hadirat
Allah. Sekarang manusia berbuat banyak supaya bisa merasa senang, tetapi ia sudah
kehilangan kebahagiaan yang sejati.
Sukacita yang sejati hanya akan datang melalui Kristus, sang Juruselamat. Ia
membebaskan manusia dan menuntun mereka kembali kepada Allah.
B. Kasih terhadap Allah
233
Di dalam hati orang yang sungguh-sungguh bertobat, kasih Allah sudah dicurahkan.
Sebagai dampaknya, mereka membalas dengan mengasihi Allah.
C. Hidup dengan berbuat baik
Orang Kristen sejati berusaha hidup sesuai dengan kehendak Allah sembari
melakukan perbuatan baik. Tetapi apa itu perbuatan baik?
a) Perbuatan baik dilakukan berdasarkan iman yang sejati. Lihat Ibrani 11:6,
Roma 14:23, dan Yohanes 15:5. Iman ini haruslah menjadi akar dari segala
sesuatu yang kita lakukan. Dua orang bisa saja melakukan hal yang sama,
tetapi hati mereka sama sekali berbeda (sebagai contoh, Kain dan Habel).
b) Perbuatan baik dilakukan untuk menjalankan hukum Allah. Kita tidak boleh
mengikuti suara hati kita sendiri (Yer. 17:9) atau adat istiadat manusia (baca
Matius 15:3 dan 9). Yang terpenting yaitu kehendak Allah.
c) Perbuatan baik dilakukan bagi kemuliaan Allah. Orang-orang Farisi berdoa
dan menolong orang miskin, tetapi mereka melakukannya demi kehormatan
mereka sendiri (lihat Matius 6:1). Kehormatan Allah haruslah menjadi tujuan
hidup kita.
Apabila sukacita ini, kasih ini, dan hidup dengan berbuat baik ini dijalankan, maka manusia
baru akan tumbuh dan berkembang, sampai akhirnya manusia lama tidak ada lagi. Itu akan
terjadi pada hari ketika anak Tuhan meninggal. Hari kematiannya akan menjadi hari yang
paling membahagiakan dalam hidupnya!
234
Minggu ke-34a
============
HUKUM TAURAT TUHAN
Baca Keluaran 19:1-13 atau Yohanes 5:1-12
Ketika umat Israel sedang dalam perjalanan dari Mesir menuju Kanaan (tanah perjanjian),
mereka tiba pada sebuah gunung yang disebut Horeb atau Sinai. Di sana Allah turun untuk
mengadakan perjanjian-Nya dengan mereka dan menyatakan hukum-Nya yang kudus.
Hukum Taurat Allah itu sangat penting:
- gunung gemetar ketika Allah berfirman (Kel. 19:18).
- hukum Taurat ditulis dengan jari Allah (Kel. 31:18).
- hukum Taurat disimpan di dalam tabut perjanjian (Ibr. 9:4).
Pentingnya hukum Taurat juga terlihat pada kenyataan bahwa hukum tersebut ditulis secara
penuh dalam Katekismus Heidelberg. Lihat Minggu ke-34, Pertanyaan 92 dan 93.
92. Pert. Bagaimana bunyi hukum Taurat Allah itu?
Jaw. Allah mengucapkan semua perintah ini (Kel 20:1-17, Ula 5:6-21), Akulah
TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat
perbudakan.
235
Perintah ke-1
Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
Perintah ke-2
Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau
yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud
menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, yaitu
Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak- anaknya, kepada
keturunan yang ketiga dan keempat duri orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku
menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan
yang berpegang pada perintah perintah-Ku.
Perintah ke-3
Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan
memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
Perintah ke-4
Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan
melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh yaitu hari Sabat TUHAN, Allahmu:
maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu
perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hambamu, atau
orang asing yang di tempat kediamanmu.
Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan
Ia berhenti pada hari ketujuh;
itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
Perintah ke-5
Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN,
Allahmu, kepadamu.
236
Perintah ke-6
Jangan membunuh.
Perintah ke-7
Jangan berzina.
Perintah ke-8
Jangan mencuri.
Perintah ke-9
Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
Perintah ke-10
Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki,
atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai
sesamamu.
93. Pert. Bagaimana Kesepuluh Hukum itu dibagi?
Jaw. Kesepuluh Hukum itu dibagi atas dua loh batu. Yang pertama mengajarkan,
bagaimana seharusnya sikap kita terhadap Allah; yang kedua, apa kewajiban kita
terhadap sesama kita manusia.
HUKUM TAURAT TUHAN
1. harus dipatuhi dengan rasa syukur
2. tertulis di dalam hati umat Allah
3. menunjukkan kewajiban kita terhadap Allah dan sesama kita manusia.
1. HUKUM TAURAT TUHAN HARUS DIPATUHI DENGAN RASA SYUKUR
237
Pada bab sebelumnya kita mengetahui bahwa perbuatan baik hanyalah perbuatan
yang dilakukan sesuai dengan hukum Taurat Allah. Sekarang kita akan melihat apa
hukum Taurat Allah itu.
Katekismus Heidelberg sudah berbicara mengenai hukum Taurat sebelumnya: lihat
Minggu ke-2. Pada minggu itu, hukum Taurat digambarkan seperti cermin, yang
melaluinya kita menjadi tahu bahwa kita berdosa dan memerlukan Juruselamat.
Pada Minggu ke-34, hukum Taurat digambarkan seperti beban yang ringan (lihat
Matius 12:30 dan 1 Yohanes 5:3) untuk orang-orang yang sudah diselamatkan oleh
Yesus dan ingin menunjukkan rasa syukur mereka.
Orang Kristen yang sedang dalam perjalanan menuju surga diperhadapkan dengan
hukum Taurat Allah sebanyak dua kali:
a) Kali pertama yaitu ketika kakinya ditempatkan di jalan yang sempit. Roh
Kudus menuntunnya ke Gunung Sinai. Di sana ia mendengar penghakiman
untuknya dari mulut Allah. Kemudian ia dibawa ke Bukit Kalvari, di mana ia
menemukan pengampunan bagi dosa-dosanya.
b) Sesudah itu, Roh Kudus menuntunnya kembali ke Sinai. Tetapi betapa
berbeda kali ini! Kali pertama ia berdiri di sana sebagai seorang budak di
hadapan Tuannya. Sekarang ia berdiri di sana sebagai seorang anak di
hadapan Bapanya yang penuh kasih sayang.
Allah tidak pernah memberikan hukum-Nya sebagai jalan bagi kita untuk
memperoleh hidup kekal (bandingkan dengan Adam di Taman Firdaus). Orang-orang
Farisi menyelewengkan hukum Taurat ke arah itu, tetapi itu bukanlah maksud Allah
(lihat Keluaran 19:4, 5).
Perhatikan kalimat pembuka dari hukum Taurat: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang
238
membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.” Umat Israel
dilepaskan dari tangan Firaun.
Umat Kristus diselamatkan dari dosa dan Iblis. Hukum Taurat Tuhan harus dipatuhi
karena rasa syukur atas rahmat-Nya.
2. HUKUM TAURAT TERTULIS DI DALAM HATI UMAT ALLAH
Orang Kristen dibebaskan dari kutuk hukum Taurat (Gal. 3:13), tetapi tidak dari
hukum Taurat itu sendiri. Orang Kristen bebas seperti ikan di air, tetapi ikan perlu
berada “di dalam air”!
Allah sangat baik karena sudah menyatakan hukum-Nya:
- hukum itu tertulis di dalam hati Adam.
- hukum itu dihancurkan sebagai akibat dosa.
- sekarang Allah sudah memberikan hukum-Nya lagi.
Hukum itu ditulis pada dua loh batu. Tetapi Nabi Yeremia menyampaikan bahwa
Allah akan menuliskan hukum-Nya dalam hati umat-Nya (Yer. 31:33). Ini terjadi pada
Hari Pentakosta.
Ketika seseorang lahir kembali, Roh Kudus menuliskan hukum Allah di dalam hatinya.
Akan tetapi, ia masih perlu mematuhi Sepuluh Perintah Allah, karena hidupnya yang
lama belum berlalu sepenuhnya.
Hukum Taurat Allah mendatangkan banyak berkat. Kita mungkin mengira bahwa
hukum-Nya seperti hukum pemungut cukai atau polisi, tetapi itu keliru. Ketika hukum
Allah dipatuhi, maka datanglah berkat-berkat bagi kita dan negeri kita (Mzm. 19:8-
12).
239
Hukum Taurat diberikan kepada Israel, tetapi dimaksudkan bagi semua orang.
Hukum-hukum keupacaraan (berkenaan dengan korban, dll.) digenapi oleh Kristus,
tetapi Sepuluh Perintah Allah masih mengikat bagi kita. Hukum yang satu dan sama
berlaku bagi semua bangsa, bagi orang kaya dan orang miskin, bagi orang muda dan
orang tua.
3. HUKUM TAURAT MENUNJUKKAN KEWAJIBAN KITA KEPADA ALLAH DAN SESAMA
KITA
Kita membagi Sepuluh Perintah Allah ke dalam dua loh batu.
Loh batu pertama mengajar kita bagaimana kita harus bersikap terhadap Allah:
terhadap diri-Nya (perintah pertama), terhadap ibadah kepada-Nya (perintah kedua),
terhadap nama-Nya (perintah ketiga), dan terhadap hari-Nya (perintah keempat).
Loh batu kedua mengajar kita apa kewajiban kita terhadap sesama kita. Orangtua
kita disebutkan pertama-tama (perintah kelima). Kita harus menghormati sesama
kita berkenaan dengan hidupnya (perintah keenam), pernikahannya (perintah
ketujuh), harta miliknya (perintah kedelapan), dan nama baiknya (perintah
kesembilan).
Kedua loh batu hukum itu berhubungan erat. Jika ada yang berkata bahwa ia
mengasihi Allah tetapi membenci saudaranya, maka ia yaitu pendusta (1Yoh. 4:20).
Akan tetapi, kewajiban kita terhadap Allahlah yang utama. Kita sudah diciptakan
untuk memuliakan Dia. Jika tidak ada takut akan Tuhan, maka manusia akan berubah
menjadi binatang (Luk. 18:2).
Kita biasanya lebih peduli dengan loh batu kedua. Ketika mendengar tentang
pencurian, pembunuhan, atau perzinahan, kita menganggapnya sebagai hal yang
240
berat, tetapi bagaimana jika hari Tuhan dinajiskan?
Kita juga harus menyadari bahwa Allah akan menghakimi pikiran-pikiran kita. Hakim
di bumi tidak akan menghukum kita karena kebencian di dalam hati kita, asalkan kita
tidak menindaklanjutinya. Akan tetapi, Allah tidak puas dengan tindakan-tindakan
lahiriah (lihat perintah terakhir).
A. Ketika Allah memberikan hukum-Nya di Gunung Sinai, Ia pertama-tama
menyampaikan kabar baik. Ia berfirman, “Akulah TUHAN Allahmu...” Perkataan ini
menghibur bagi orang yang sungguh-sungguh bertobat. Allah yaitu