penghiburan masa hidup 4

Tampilkan postingan dengan label penghiburan masa hidup 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penghiburan masa hidup 4. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Juli 2025

penghiburan masa hidup 4


 


r dibasuh 

secara lahiriah dengan air, begitu pula kita benar-benar dibasuh secara rohani dari 

segala dosa kita. 

 

74. Pert. Haruskah anak-anak kecil juga dibaptis? 

Jaw. Harus. Mereka termasuk dalam perjanjian Allah dan dalam jemaat-Nya, sama 

seperti orang-orang dewasa. Lagi pula, melalui darah Kristus, mereka, tidak kurang 

daripada orang dewasa, menerima janji kelepasan dari dosa-dosa dan Roh Kudus 

yang bekerja menciptakan iman. Maka mereka pun perlu dimasukkan dalam Gereja 

Kristen dan dibedakan dari anak-anak orang tidak percaya, melalui Baptisan, sebagai 

tanda perjanjian itu, sebagaimana dalam Perjanjian Lama dilakukan melalui Sunat, 

yang dalam Perjanjian Baru diganti dengan Baptisan. 

 

 

KEBENARAN TENTANG BAPTISAN 

1. Air baptisan tidak membasuh dosa-dosa kita 

2. Anak-anak tidak boleh dikecualikan untuk dibaptis 

 

Pada Minggu ke-27 kita mendengar kebenaran tentang baptisan. 

 

1. AIR BAPTISAN TIDAK MEMBASUH DOSA-DOSA KITA 

 

A. Apa yang dikatakan oleh para pengajar palsu 

 

Menurut para penganut Katolik Roma, air baptisan membasuh dosa manusia. 

Bahkan beberapa pengikut Martin Luther pun berbicara seperti itu. 

 

Apa yang sebenarnya dikatakan para penganut Katolik Roma? “Baptisan 

mempunyai kuasa untuk menghapus dosa manusia. Melalui baptisan, ia lahir 

184 

 

kembali. Ia menerima anugerah Allah, dan sekarang ia mampu hidup sebagai 

orang Kristen.” 

 

Apa akibat dari ajaran ini? 

- Tanpa baptisan tak seorang pun dapat diselamatkan, menurut mereka. 

- Seorang anak harus dibaptis secepat mungkin (siapa tahu anak itu akan 

mati!). 

- Jika seseorang sedang menanti ajal dan belum dibaptis, siapa saja boleh 

membaptisnya. 

 

Dari mana ajaran semacam ini berasal? Ajaran itu sudah muncul tidak lama 

sesudah  para rasul meninggal. Sejumlah orang percaya bahwa melalui baptisan, 

dosa-dosa kita diampuni, tetapi ini hanya berlaku untuk dosa-dosa yang 

dilakukan sebelum dibaptis. Oleh sebab itu, banyak orang menunda baptisan 

mereka sampai menjelang akhir hayat mereka. 

 

B. Apa yang dikatakan Firman Allah 

 

Hanya darah Kristus dan Roh Kristuslah yang menyucikan kita dari dosa (dari 

segala dosa!). Baca 1 Yohanes 1:7 dan 1 Korintus 6:11. 

 

Baptisan sendiri tidak menyelamatkan kita: 

-  Simon si tukang sihir dibaptis oleh Filipus (orang yang sangat saleh), 

tetapi dosa-dosanya tidak dibasuh. 

-  Dalam Markus 16:16 Yesus berkata bahwa siapa yang tidak percaya 

akan dihukum (baptisan tidak disebutkan dalam ayat 16). 

 

Orang-orang pilihan Allah akan diselamatkan. Mereka yang namanya 

ditemukan di dalam kitab kehidupan akan masuk surga (Why. 21:27). Seorang 

imam Katolik Roma tidak dapat mengubah rencana Allah dengan 

melaksanakan atau menolak baptisan. 

185 

 

 

Janganlah kita menganggap baptisan sebagai sesuatu yang berbau magis. 

Sebab jika demikian, kita membuat kesalahan yang sama seperti orang-orang 

Israel yang tidak bertobat, namun membawa tabut Allah ke dalam 

pertempuran melawan orang Filistin (1Sam. 4:3-5).  

 

C. Apakah Alkitab mendukung para pengajar palsu itu? 

 

Alkitab menyebut baptisan sebagai permandian kelahiran kembali dan 

penyucian dosa-dosa (Tit. 3:5 dan Kis. 12:16). Mengapa Allah berbicara 

seperti itu? 

 

Allah mempunyai alasan yang sangat baik untuk itu! 

a) Pertama-tama, ada banyak ketidaktahuan, bahkan di antara umat 

Tuhan (Luk. 24:25). 

Oleh sebab itu, Allah menetapkan baptisan, sebagai tanda yang 

dipakai-Nya untuk meyakinkan mereka. 

 

b) Kedua, ada ketakutan yang besar dalam hati anak-anak Allah. Mereka 

sering merasa sulit untuk percaya bahwa semua dosa mereka sudah 

diampuni. Oleh sebab itu, Allah menetapkan baptisan, sebagai meterai 

yang dipakai-Nya untuk meyakinkan mereka.  

 

 

3. ANAK-ANAK TIDAK BOLEH DIKECUALIKAN UNTUK DIBAPTIS 

 

A. Sejumlah orang berkata bahwa anak-anak tidak boleh dibaptis. 

 

Orang-orang seperti itu sering disebut “Baptis.” Kita juga 

mendapati mereka dalam denominasi-denominasi gereja yang 

memakai nama “Baptis.” 

186 

 

 

Mengapa mereka berkata bahwa anak-anak tidak boleh  

dibaptis? 

a) “Anak-anak tidak memahami apa yang terjadi...” 

Tetapi bagaimana dengan anak-anak Israel yang disunat 

pada hari kedelapan? Apakah mereka memahami apa 

yang terjadi? Dan bagaimana dengan anak-anak yang 

diberkati Yesus? (Mat. 19:15). 

 

b) “Dalam Perjanjian Baru kita tidak mendapati perintah 

untuk membaptis anak-anak...” 

Tetapi kita juga tidak mendapati larangan untuk 

melakukannya! Dan harus ada larangan seperti itu, sebab 

sudah menjadi kebiasaan umat Allah (dalam Perjanjian 

Lama) bahwa anak-anak juga menerima tanda perjanjian 

Allah. Apakah Allah akan mengecualikan mereka 

sekarang, karena Juruselamat sudah  datang? 

 

c) “Dalam Markus 16:16 Yesus berbicara pertama-tama 

tentang percaya, dan baru kemudian tentang baptisan...” 

Ya, ini benar untuk orang dewasa (para misionaris tidak 

memulai pekerjaan mereka dengan membaptis anak 

kecil!). Tetapi ketika orang dewasa memeluk iman 

kepada Kristus, mereka dibaptis bersama dengan anak-

anak mereka.  

 

d) “Anak kecil terlalu muda untuk percaya kepada Yesus...” 

Tetapi bagaimana kita tahu bahwa anak kecil terlalu 

muda untuk dilahirkan kembali? (lihat Lukas 1:15). 

Lagipula, baptisan bukanlah terutama merupakan 

tindakan manusia, melainkan tindakan Allah!  

187 

 

 

B. Mengapa anak-anak kita harus dibaptis? 

 

Katekismus Heidelberg menyebutkan empat alasan mengapa anak-anak orang 

percaya harus dibaptis: 

 

a) Mereka termasuk dalam perjanjian Allah 

Baca Kejadian 17:7. Bukan hanya Abraham yang menerima tanda 

perjanjian, melainkan juga anak-anaknya (Ishak dan bahkan Ismael). 

 

b) Mereka termasuk di dalam jemaat Allah 

Baca Yoel 2:16. Anak-anak bukan hanya bagian dari Sekolah Minggu! 

 

c) Janji keselamatan diperuntukkan juga bagi mereka 

Baca Kisah Para Rasul 2:39 dan Yesaya 44:3. Jemaat bukanlah seikat 

kayu bakar, melainkan sebatang pohon dengan banyak dahan dan 

ranting! 

 

d) Mereka harus dibedakan dari anak-anak orang tidak percaya 

Mereka yaitu  kudus (1Kor. 7:14). Itu tidak berarti bahwa mereka 

semua sudah  menerima hati yang baru, tetapi mereka dipisahkan dari 

dunia. 

 

 

PELAJARAN BAGI ORANG-ORANG YANG DIBAPTIS 

 

A. Jika Saudara masih belum bertobat, ingatlah bahwa Allah 

memanggil Saudara melalui Firman-Nya dan melalui baptisan! 

 

B. Jika Saudara sudah bertobat, pandanglah baptisan dan lihatlah 

apa yang sudah  diperbuat Allah! Serahkanlah diri Saudara 

188 

 

kepada-Nya! 

 

C. Jika anak-anak Saudara dibaptis, berdoalah meminta anugerah 

agar Saudara dapat memegang janji yang sudah  Saudara buat 

kepada Allah! Baca Yehezkiel 16:20, 21. 

189 

 

Minggu ke-28 

=========== 

 

 

 APA ITU PERJAMUAN TUHAN  

 

 Baca Matius 26:17-30 atau 1 Korintus 10:14-22 

 

 

 

 

Umat Israel dulu biasa merayakan Paskah. Pada perayaan itu mereka makan daging anak 

domba (lihat Kel. 12). Anak domba ini menunjuk pada Yesus Kristus, Anak Domba Allah. 

 

Ketika Yesus datang, Ia menggantikan Paskah dengan Perjamuan Tuhan (Mat. 26:26-28). Ia 

memberi murid-murid-Nya roti dan anggur, lambang tubuh dan darah-Nya. 

 

Kapan Yesus melakukan itu? Pada malam Ia dikhianati oleh Yudas (Mat. 26:21-25). Dalam 

kegelapan malam yang teramat pekat, Ia menunjukkan kasih yang terbesar! 

 

Mari kita lihat Katekismus Heidelberg, Minggu ke-28. 

 

75. Pert. Bagaimana Saudara diingatkan dan diyakinkan dalam Perjamuan Kudus, 

bahwa Saudara mendapat bagian dalam kurban Kristus yang satu-satunya, yang 

terjadi pada kayu salib, dan dalam semua harta-Nya? 

Jaw. Kristus sudah  memerintahkan aku dan semua orang percaya, supaya makan dari 

roti yang dipecah-pecahkan dan minum dari cawan agar perbuatan itu menjadi 

peringatan akan Dia. Dia menambahkan janji-janji ini. Pertama, bahwa sebagaimana 

aku melihat dengan mata kepala sendiri bahwa roti Tuhan dipecah- pecahkan 

untukku dan cawan diberikan kepadaku, sepasti itu pula tubuh-Nya dikurbankan 

190 

 

bagiku dan darah-Nya ditumpahkan untukku di kayu salib. Kedua, sebagaimana dari 

tangan pelayan aku menerima roti dan cawan Tuhan sebagai tanda- tanda yang pasti 

dari tubuh dan darah Kristus, dan mengecapnya dengan mulutku, sepasti itu pula Dia 

sendiri memberi makan dan minum jiwaku dengan tubuh-Nya yang disalibkan dan 

darah-Nya yang ditumpahkan, supaya aku beroleh hidup yang kekal. 

 

76. Pert. Apa arti, 'makan tubuh Kristus yang disalibkan' dan 'minum darahNya yang 

ditumpahkan'? 

Jaw. Artinya, bahwa kita menerima seluruh penderitaan dan kematian Kristus 

dengan hati yang percaya, dan dengan demikian memperoleh pengampunan dosa-

dosa dan hidup yang kekal. Di samping itu, bahwa kita makin lama makin 

dipersatukan dengan tubuh-Nya yang kudus oleh Roh Kudus yang tinggal dalam 

Kristus maupun dalam kita. Memang, Kristus ada di sorga dan kita di bumi. Namun, 

persatuan itu membuat kita menjadi daging dari daging-Nya dan tulang dari tulang-

tulang-Nya, serta hidup dan diperintah oleh satu Roh untuk selama-lamanya, sama 

seperti anggota-anggota tubuh hidup dan diperintah oleh satu jiwa. 

 

77. Pert. Kristus berjanji, sebagaimana orang percaya makan dari roti yang dipecah-

pecahkan dan minum dari cawan, sepasti itu pula Dia akan mengenyangkan mereka 

dengan tubuh-Nya dan menyegarkan mereka dengan darah-Nya. Di mana janji itu 

terdapat? 

Jaw. Dalam penetapan Perjamuan Malam yang berbunyi, Sebab apa yang sudah  

kuteruskan kepadamu, sudah  aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada 

malam waktu Dia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Dia mengucap syukur 

atasnya; Dia memecah-mecahkannya dan berkata, Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan 

bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!' Demikian juga Dia 

mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata, 'Cawan ini yaitu  perjanjian baru 

yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, 

menjadi peringatan akan Aku!' Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum dari 

cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Dia datang.'  Janji ini diulang 

Rasul Paulus, katanya, 'Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita 

191 

 

ucapkan syukur, yaitu  persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita 

pecah-pecahkan yaitu  persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti yaitu  satu, 

maka kita, sekalipun banyak, yaitu  satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian 

dalam roti yang satu itu'. 

 

 

APA ITU PERJAMUAN TUHAN  

 1.  perjamuan yang sudah  ditetapkan oleh Kristus 

 2.  meterai atas apa yang sudah  dijanjikan-Nya 

 3.  persatuan dengan Juruselamat yang mati 

 4.  persatuan dengan Juruselamat yang hidup 

 

 

1.  PERJAMUAN YANG sudah  DITETAPKAN ALLAH 

 

 Ketika seorang anak dilahirkan, anak itu perlu diberi makan. Melalui baptisan, orang 

masuk ke dalam keluarga Allah. Melalui Perjamuan Tuhan, ia dikuatkan.  

 

 Perjamuan ini disebut Perjamuan Malam Tuhan: 

 a) sebab Yesus menetapkannya pada waktu malam. 

 b) sebab jamuan makan malam yaitu  jamuan yang paling penting bagi orang 

Israel (makanan terbaik dihidangkan, sahabat-sahabat terdekat hadir). 

 

 Bagaimana Yesus menetapkan perjamuan malam ini? Baca Matius 26:26-28. 

Katekismus Heidelberg mengutip kata-kata Paulus dalam 1 Korintus 11:23-26. 

 

 Para murid menerima roti dan anggur. Tetapi imam Katolik Roma tidak memberikan 

anggurnya: anggur itu hanya untuk dirinya sendiri. 

 

 Yesus memerintahkan umat-Nya untuk makan dan minum. Itu bukan sebuah 

permintaan, melainkan sebuah perintah Raja. Perintah itu yaitu  perintah kasih (Yes. 

192 

 

55:1, 2).  

 

 Makanan ini harus dimakan bagi kemuliaan-Nya. “Perbuatlah ini menjadi peringatan  

 akan Aku” (1Kor. 11:24). 

 

 

2.  METERAI ATAS APA YANG sudah  DIJANJIKAN TUHAN 

 

 Perjamuan Tuhan dimaksudkan untuk menguatkan umat-Nya. Mereka 

merayakannya bukan hanya bagi kehormatan-Nya, melainkan juga bagi penghiburan 

mereka sendiri. 

 

 Mengapa Allah menetapkan perjamuan makan ini? 

 a) untuk menguatkan iman anak-anak-Nya, 

 b) untuk menghidupkan kembali pengharapan mereka, 

 c) untuk menumbuhkan kasih mereka. 

 

 Apa yang diajarkan Allah dan diyakinkan-Nya kepadaku dalam perjamuan makan 

ini? Bahwa aku mendapat bagian dalam korban Kristus yang dipersembahkan pada 

kayu salib dan dalam semua berkat-Nya. 

 

 Aku melihat bahwa roti dipecah- pecahkan untukku dan cawan diberikan kepadaku. 

Sepasti itu pula tubuh Kristus dikurbankan bagiku dan darah-Nya ditumpahkan 

untukku.  

 

 Aku menerima roti dan cawan dari tangan pelayan. Sepasti itu pula Tuhan memberi 

makan dan minum jiwaku dengan tubuh dan darah-Nya.  

 

 Kecaplah itu dengan mulutmu, hai anak Tuhan yang gemetar! Tuhan meneguhkan 

janji-Nya dengan sumpah bahwa suatu hari engkau akan duduk di depan meja-Nya 

di surga (Mat. 26:29). 

193 

 

 

 

3.  PERSATUAN DENGAN JURUSELAMAT YANG MATI 

 

 Kristus mati untuk memperoleh pengampunan dosa bagi umat-Nya. Ia menyerahkan 

nyawa-Nya di atas kayu salib. Ia yaitu  Juruselamat yang mati! 

 

 Orang-orang yang percaya kepada Yesus sudah  menerima pengampunan dosa. Allah 

tidak mengingat dosa-dosa mereka lagi. Mereka ditutupi oleh darah Kristus.  

 

 Tetapi mereka sendiri kerap ingat akan dosa-dosa mereka. Mereka memikirkannya 

dengan rasa sakit dan sedih. Oleh sebab itu, Tuhan menetapkan Perjamuan Malam 

ini.  

 

 Mereka makan sepotong roti kecil dan minum sedikit anggur. Itu bukanlah apa-apa di 

mata dunia, tetapi bagi mereka itu sangat berarti! 

 

 Roti dan anggur yaitu  meterai perjanjian Allah, lambang kasih-Nya. Melalui 

keduanya, Allah mengingatkan mereka akan korban Kristus yang sempurna.  

 

 Mereka makan daging-Nya dan minum darah-Nya. Artinya: mereka memegang erat 

Yesus Kristus, Anak Domba Allah. Mereka tidak bisa melakukannya sendiri, mereka 

memerlukan Roh Kudus untuk memampukan mereka. Tetapi ketika melakukannya, 

mereka mendapat penghiburan. Mereka percaya pada Kristus dengan sepenuh hati. 

 

 “Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, yaitu  

persekutuan dengan darah Kristus...?” (1Kor. 10:16a). 

 

 

4.  PERSATUAN DENGAN JURUSELAMAT YANG HIDUP 

 

194 

 

 Kristus mati, tetapi Ia bangkit kembali. Ia bangkit untuk memberikan hidup kekal 

kepada umat-Nya. Dia yaitu  Juruselamat yang hidup! 

 

 Berkat Kristus itu ada dua: 

 a) Ia sudah  melakukan sesuatu bagi umat-Nya. 

 b) Ia melakukan sesuatu di dalam diri umat-Nya. 

 

 Apa yang dilakukan-Nya dalam hati umat-Nya? Ia memberi mereka hidup kekal, Ia 

memperbaharui diri mereka, dan Ia menjalankan persekutuan dengan mereka. 

 

 Persekutuan ini yaitu  persekutuan yang menakjubkan. 

 a) Kristus itu kudus, sementara mereka berdosa. 

 b) Kristus ada di surga, sementara mereka ada di bumi. 

 

 Jadi, bagaimana persekutuan ini menjadi mungkin? Persekutuan itu ditegakkan oleh 

Roh Kudus, yang hidup baik di dalam Kristus maupun dalam diri umat-Nya. 

 

 Oleh sebab itu, mereka memiliki persekutuan yang nyata dengan Kristus, terutama 

pada waktu Perjamuan Tuhan. Oleh iman, mereka makan daging-Nya dan minum 

darah-Nya.  

 

 Seberapa erat persekutuan ini? 

a) Persekutuan itu menyerupai hubungan antara kepala dan anggota-anggota  

tubuh yang lain (Ef. 1:22, 33). 

 b) Persekutuan itu menyerupai hubungan antara suami istri yang saling 

mengasihi (Ef. 5:32).  

 

 

 

 

A. Ketika orang-orang Kristen sejati datang ke meja Tuhan, 

195 

 

  - mereka bersekutu dengan Kristus (mereka yaitu  daging dari daging-Nya 

dan tulang dari tulang-Nya). 

  - Mereka bersekutu satu sama lain (mereka makan roti yang sama dan minum 

dari cawan yang sama). 

 

B. Salah seorang murid mengkhianati Yesus (Mat. 26:16). Janganlah kita melihat orang 

lain, tetapi mintalah Tuhan untuk membukakan hati kita di hadapan-Nya dengan 

pertanyaan ini, “Bukan aku, ya Tuhan...?” 

196 

 

Minggu ke-29 dan ke-30a 

================== 

 

 

 APA YANG BUKAN PERJAMUAN TUHAN 

 

 Baca Yohanes 6:47-59 atau Keluaran 12:1-13 

 

 

 

 

Dalam Yohanes 6 Yesus menyebut diri-Nya Roti hidup (ay. 51). Ia berjanji untuk memberikan 

daging-Nya untuk hidup dunia. Ia mengorbankan diri-Nya kepada Allah untuk membayar 

segala dosa orang-orang kepunyaan-Nya. 

 

Pernyataan ini disalahpahami oleh orang-orang Yahudi. Mereka berkata,”Bagaimana kita bisa 

makan daging-Nya dan minum darah-Nya?” (bandingkan dengan Im. 17:14). Tetapi bukan itu 

yang dimaksud Yesus. 

 

Makan daging-Nya dan minum darah-Nya berarti: percaya kepada Kristus dan menjadi satu 

dengan-Nya oleh kuasa Roh-Nya. 

 

Persatuan ini diungkapkan dalam Perjamuan Tuhan. Itu tidak berarti bahwa Perjanjian Tuhan 

dengan sendirinya menyatukan kita dengan Kristus. Tuhan tidak berkata, “Kecuali engkau 

ambil bagian dalam Perjamuan Tuhan, engkau tidak mempunyai hidup dalam dirimu.” Tetapi 

di mana ada kesatuan dengan Kristus, hal itu ditunjukkan dan diteguhkan dalam Perjamuan 

Tuhan. 

 

Mari kita lihat Katekismus Heidelberg, Minggu ke-29 dan Minggu ke-30, untuk mencari tahu 

apa yang bukan Perjamuan Tuhan. 

197 

 

 

78. Pert. Apakah roti dan anggur itu berubah menjadi tubuh dan darah Kristus yang 

sesungguhnya? 

Jaw. Tidak. Sebagaimana air dalam Baptisan tidak diubah menjadi darah Kristus, dan 

tidak menjadi pembasuh dari dosa-dosa itu, tetapi hanya merupakan tanda dan 

jaminan dari Allah, demikian pula roti dalam Perjamuan Malam tidak menjadi tubuh 

Kristus, meskipun, sesuai dengan sifat Sakramen-sakramen, roti itu disebut tubuh 

Yesus Kristus. 

 

79. Pert. Kalau begitu, mengapa Kristus menyebut roti itu 'tubuh-Nya' dan minuman 

dalam cawan itu 'darah-Nya' atau 'perjanjian baru di dalam darah-Nya', dan 

mengapa Paulus menyebutnya 'persekutuan dengan tubuh dan darah Kristus'? 

Jaw. Kristus berfirman demikian bukan tanpa alasan yang sangat penting. Pertama, 

dengan demikian Dia hendak mengajar kita bahwa, sama seperti roti dan anggur 

memelihara hidup kita sementara di dunia ini, demikian pula tubuh-Nya yang sudah  

disalibkan dan darah-Nya yang ditumpahkan itu merupakan makanan dan minuman 

yang sesungguhnya bagi jiwa kita untuk hidup yang kekal. Tetapi terutama, melalui 

tanda dan jaminan yang kelihatan ini Dia hendak memastikan kepada kita bahwa, 

sama seperti kita menerima tanda-tanda kudus ini dengan mulut jasmani menjadi 

peringatan akan Dia, demikian pula kita sungguh-sungguh mendapat bagian dalam 

tubuh dan darah-Nya melalui pekerjaan Roh Kudus, dan bahwa penderitaan dan 

ketaatan-Nya itu pasti menjadi milik kita, seolah-olah kita sendiri sudah  merasakan 

segala kesengsaraan itu dan melunasi utang dosa kita kepada Allah.' 

 

80. Pert. Apa beda antara Perjamuan Malam Tuhan dengan 'Misa' Gereja Katolik 

Roma? 

Jaw. Perjamuan Malam Tuhan menegaskan kepada kita, bahwa kita sudah  beroleh 

pengampunan sempurna atas segala dosa kita oleh kurban Yesus Kristus, yang satu- 

satunya, yang sudah  dipersembahkan-Nya sendiri satu kali saja di kayu salib, dan 

bahwa, oleh Roh Kudus, kita dijadikan anggota tubuh Kristus. Menurut tabiat 

kemanusiaan-Nya, sekarang Dia tidak ada lagi di atas bumi, tetapi di sorga, di 

198 

 

sebelah kanan Allah Bapa-Nya, dan Dia ingin supaya di sana kita menyembah-Nya. 

Sedangkan Misa mengajarkan bahwa orang yang hidup dan yang mati tidak 

memperoleh pengampunan dosa karena penderitaan Kristus, kecuali kalau Kristus 

tiap-tiap hari dikurbankan lagi bagi mereka oleh imam-imam Misa, dan bahwa 

Kristus dengan tubuh-Nya hadir dalam rupa roti dan anggur, dan karena itulah harus 

disembah dalam roti dan anggur itu. Itulah sebabnya Misa itu pada dasarnya tidak 

lain dan tidak bukan merupakan penyangkalan kurban dan penderitaan Yesus Kristus 

yang satu-satunya, dan penyembahan berhala yang terkutuk. 

 

 

APA YANG BUKAN PERJAMUAN TUHAN 

 1.  Perjamuan Tuhan bukanlah tubuh dan darah Kristus 

 2.  Perjamuan Tuhan bukanlah korban manusia kepada Allah 

 

 

1.  PERJAMUAN TUHAN BUKANLAH TUBUH KRISTUS 

 

A. Pertanyaan pertama berbunyi, “Apakah roti dan anggur itu berubah 

menjadi tubuh dan darah Kristus yang sesungguhnya?”  

 

Jawaban penganut Katolik Roma yaitu  “ya.” Ketika imam berkata, “Inilah 

tubuh Kristus,” roti itu benar-benar berubah menjadi daging-Nya, menurut 

kepercayaan mereka.  

 

 Katekismus Heidelberg menunjukkan bahwa kepercayaan ini salah. Apakah 

air baptisan berubah menjadi darah Yesus? Tak seorang pun akan berkata 

demikian, bahkan penganut Katolik Roma sekalipun. Lantas, mengapa 

anggur dalam Perjamuan Tuhan bisa berubah menjadi darah Yesus? 

 

 Baptisan dan Perjamuan Tuhan yaitu  sakramen, yaitu meterai dan 

lambang perjanjian Allah. 

199 

 

   - Dalam Perjanjian Lama sunat kadang-kadang disebut sebagai 

“perjanjian” (Kej. 17:10, 13), padahal sunat yaitu  sebuah tanda 

untuk perjanjian itu. 

   - Dalam Keluaran 12:11, anak domba disebut “Paskah bagi TUHAN.” 

 

 Demikian pula halnya, Yesus mengambil roti, memecah-mecahkannya dan 

berkata, inilah tubuh-Ku (Mat. 26:26). Apakah itu berarti bahwa Yesus 

mempersembahkan daging-Nya kepada para murid? Tidak mungkin. Dia 

bahkan belum mati pada waktu itu! 

 

 Alkitab sering kali menggunakan ungkapan yang kuat ketika dua hal yang 

serupa dibandingkan, misalnya: 

  -   “ketujuh ekor lembu ialah tujuh tahun” (Kej. 41:26). 

  -   “batu karang itu ialah Kristus” (1Kor. 10:4). 

 

 Tubuh Kristus sekarang ada di surga. Tubuh itu tidak berada di segala 

tempat. Yesus Kristus akan datang kembali pada akhir zaman, dan pada saat 

itulah setiap mata akan melihat Dia (Why. 1:7). 

 

 Orang-orang yang ingin melihat dan menyentuh-Nya sekarang, berlaku 

persis seperti Maria Magdalena. Mereka ingin Yesus ada bersama-sama 

dengan mereka di dunia ini. Akan tetapi, bacalah apa yang dikatakan Tuhan 

dalam Yohanes 20:17. 

 

 Jika roti dan anggur itu memang berubah secara jasmani, kita pasti mampu 

melihatnya, menciumnya, dan merasakannya! Inilah yang terjadi pada air 

dalam pesta pernikahan di Kana (Yoh. 2). 

 

 Singkat kata, para penganut Katolik Roma melakukan kesalahan yang sama 

seperti orang-orang Yahudi di Galilea (Yoh. 6:52). Mereka berpikir bahwa 

mereka memakan Allah dengan mulut mereka dan menelan Yesus Kristus. 

200 

 

Itu kesalahan yang sangat menyedihkan. 

 

B. Jadi, mengapa Kristus menyebut roti sebagai tubuh-Nya dan anggur sebagai 

darah-Nya? Kristus mempunyai alasan yang penting untuk berbicara seperti 

itu. 

 

  Perjamuan Tuhan yaitu , pertama-tama, sebuah tanda untuk mengajar  

  kita. 

  a) Sama seperti makanan memberi kekuatan pada tubuh kita, 

demikian pula Kristus memberi hidup pada hati orang-orang pilihan 

Allah.  

  b) Apalah manusia tanpa makanan? Apalah orang berdosa tanpa 

Kristus, sang Juruselamat? 

 

 Perjamuan Tuhan yaitu , kedua, meterai perjanjian Allah. Injil memberi 

tahu kita bahwa ada pengampunan dosa bagi siapa saja yang berpaling pada 

Kristus dan percaya kepada-Nya. Perjamuan Tuhan memberikan setempel 

pada janji Injili ini. Seolah-olah Allah menunjuk pada kita secara pribadi. 

 

 Perjamuan Tuhan juga merupakan meterai pada pekerjaan yang dilakukan-

Nya di dalam hati umat Allah. Yesus sudah  menjadi satu dengan mereka. Ia 

memberi mereka makan sama seperti seorang ibu memberi makan bayi 

dalam kandungannya. Hal ini diungkapkan dalam Perjamuan Tuhan. 

 

 Sekarang kita mengerti mengapa Kristus menggunakan ungkapan-ungkapan 

yang kuat seperti itu. Ungkapan itu bisa saja membuat bingung orang-orang 

yang sengaja membutakan diri, tetapi sangat menghibur bagi orang yang 

benar-benar bertobat dan memohon pengampunan dari Allah! 

 

 

2.  PERJAMUAN TUHAN BUKANLAH KORBAN KEPADA ALLAH 

201 

 

 

Perjamuan Tuhan sudah  ditetapkan oleh Raja Yesus, sedangkan misa ditetapkan oleh 

Sri Paus. Ada perbedaan besar di antara keduanya. 

 

 A. Para penganut Katolik Roma berkata bahwa misa yaitu  sebuah korban. 

 Para imam mengorbankan Yesus setiap hari. Mereka melakukannya untuk 

orang yang hidup dan yang mati. Rupa-rupanya mereka berpikir bahwa ada 

sesuatu yang harus ditambahkan pada pekerjaan Kristus. 

 

 Akan tetapi, Alkitab berkata bahwa perkerjaan Kristus sudah selesai. Baca 

terutama Ibrani 9:26, 28 dan Ibrani 10:14, 18. Perjamuan Tuhan bukanlah 

pemberian manusia kepada Allah, melainkan pemberian Allah kepada anak-

anak-Nya. 

 

 B. Para penganut Katolik Roma menunjukkan penghormatan kepada roti. 

 Mereka berlutut ketika memasuki gereja atau ketika roti diperlihatkan. 

Mereka senang dengan hal-hal yang memberikan kesan tertentu pada mata 

manusia. 

 

 Akan tetapi, Alkitab berkata bahwa Kristus sekarang ada di surga, duduk di 

sebelah kanan Bapa-Nya. Kita harus mengarahkan mata kita kepada-Nya 

dan berdoa agar Roh-Nya mempersatukan kita dengan Yesus. Terpujilah Dia 

yang menjadi satu-satunya Imam Besar kita!  

 

 

 

 

A. Misa yaitu  penyangkalan mentah-mentah terhadap satu-satunya korban Yesus 

Kristus. Kristus berkata, “Sudah selesai!” Misa yaitu  penyembahan berhala yang 

terkutuk. Orang-orang Katolik Roma berlutut di hadapan sepotong roti yang sudah  

dipanggang oleh manusia. Mereka menyembah Allah dengan cara yang sama seperti 

202 

 

orang-orang kafir menyembah berhala-berhala mereka.  

 

 Kita tidak mengutuk orang-orang Katolik Roma itu sendiri (seperti yang sudah  mereka 

lakukan terhadap kita pada lebih dari satu kesempatan). Tetapi Firman Allah sudah  

mengutuk ajaran mereka. Marilah kita berdoa bagi mereka dan bagi diri kita sendiri! 

 

B. Apakah kita percaya pada satu-satunya korban Kristus untuk memperoleh 

keselamatan? Jauh di lubuk hati kita, kita juga mungkin berpikir bahwa kita harus 

menambahkan sesuatu untuk membuat diri kita berkenan pada Allah. Berdoalah 

supaya Allah sendiri menyatakan kebenaran dalam hati kita!   

203 

 

Minggu ke-30b 

============ 

 

 

UNTUK SIAPA PERJAMUAN TUHAN DITETAPKAN? 

 

 Baca 1 Korintus 11:23-32 atau Matius 22:1-14 

 

 

 

 

Perjamuan Tuhan yaitu  perjamuan makan yang terberkati, tetapi bukan perjamuan makan 

untuk semua orang. Firman Allah berkata bahwa siapa saja makan dengan cara yang tidak 

pantas, akan mendatangkan hukuman atas dirinya (1Kor. 11:29). 

 

Kata-kata ini sudah  membuat takut banyak anak Tuhan yang sejati,  sementara orang-orang 

yang tidak menerima Roh Allah biasanya tidak takut datang ke meja Tuhan. 

 

Akibatnya yaitu  Perjamuan Tuhan sering kali diikuti oleh orang-orang Kristen KTP, 

sementara domba-domba Kristus yang sesungguhnya (terutama domba-domba kecil!) tidak 

berani maju.  

 

Marilah kita berdoa meminta terang untuk memperjelas masalah ini, dan mempelajari 

Katekismus Heidelberg, Minggu ke-30, Pertanyaan 81 dan 82. 

 

81 Pert. Untuk siapa Perjamuan Malam Tuhan ditetapkan?  

Jaw. Untuk mereka yang menyesali dirinya karena dosa-dosanya, namun tetap 

percaya bahwa dosanya itu sudah  diampuni karena Kristus dan bahwa juga segala 

kelemahan yang masih tertinggal ditutup oleh penderitaan serta kematian-Nya; 

mereka yang juga ingin makin menguatkan iman dan membenahi hidup mereka. 

204 

 

Sebaliknya, orang munafik dan mereka yang tidak bertobat kepada Allah dengan 

ikhlas, mereka itu mendatangkan hukuman atas diri mereka dengan makan dan 

minum. 

 

82. Pert. Apakah mereka yang dalam hal pengakuan iman dan perihidupnya ternyata 

bertindak sebagai orang tidak percaya dan fasik diizinkan turut serta dalam 

Perjamuan Kudus? 

Jaw. Tidak, karena dengan demikian perjanjian Allah dinajiskan dan murka-Nya 

dibangkitkan atas seluruh jemaat. Oleh karena itu, Gereja Kristen wajib mengucilkan 

mereka dengan mempergunakan kunci-kunci kerajaan sorga, sesuai dengan 

penetapan Kristus dan Rasul-rasul-Nya, sampai mereka itu terbukti sudah  membenahi 

hidupnya. 

 

 

UNTUK SIAPA PERJAMUAN TUHAN DITETAPKAN? 

 1.  untuk orang-orang percaya yang sejati 

 2.  bukan untuk orang-orang munafik 

 3.  juga bukan untuk orang-orang yang hidup dalam dosa 

 

Siapa yang diizinkan datang ke meja Tuhan? 

 - Hanya orang-orang yang sudah dibaptis (bandingkan dengan Keluaran 12:48). 

 - Bukan anak-anak kecil. Mereka masih belum mampu memahami dan mengenali 

tubuh Tuhan (1Kor. 11:29). 

 - Hanya orang-orang yang sudah menjadi anggota jemaat secara penuh, dan sudah   

 membuat pengakuan iman di depan umum. 

 - Hanya orang-orang yang melakukan apa yang mereka akui dengan mulut mereka. 

 

Namun demikian, ini tidaklah cukup. Kita bisa saja memiliki semuanya ini tanpa mengalami 

kelahiran kembali. Jadi, siapa saja yang boleh datang ke meja Tuhan?   

 

Apakah orang-orang yang tidak bercela dalam hidup mereka? Bukan, Katekismus Heidelberg 

205 

 

melihat jauh lebih dalam, yakni orang-orang yang sudah  menerima hati yang baru! 

 

 

1. PERJAMUAN TUHAN yaitu  UNTUK ORANG-ORANG PERCAYA YANG SEJATI 

 

A. Perjamuan Tuhan yaitu  untuk orang yang benar-benar berduka atas dosa-

dosa mereka 

 

 Tidak dikatakan, orang-orang yang tahu bahwa mereka sudah  berdosa 

(Yudas mengetahuinya juga, dan demikian pula Kain dan Raja Saul). Tetapi 

dikatakan, orang-orang yang merasakan dukacita yang mendalam karena 

mereka sudah  berdosa terhadap Allah. 

 

 Orang-orang seperti itu merasa sangat rendah di hadapan Tuhan. Roh 

Kudus menunjukkan kepada mereka bahwa mereka berdosa. Mereka 

mengutuk diri mereka sendiri di hadapan takhta Allah (1Kor. 11:31). Ini 

merupakan langkah pertama menuju meja Tuhan. 

 

B. Mereka percaya bahwa dosa-dosa mereka diampuni karena Kristus 

 

 Nah, ada sebagian orang yang kembali mundur pada titik ini. Mereka 

memahami butir pertama, tetapi mereka merasa sulit mengatakan bahwa 

semua dosa mereka sudah  diampuni. 

 

 Dengar! Apa yang kita perlukan yaitu  iman yang tulus. Tetapi iman umat 

Allah masih belum sempurna. Seandainya sudah sempurna, tidak perlu ada 

Perjamuan Tuhan. Iman sebagian orang mungkin sekuat batang pohon, 

tetapi iman sebagian yang lain selemah buluh yang patah terkulai (Yes. 

42:3). 

 

 Namun demikian, mereka semua tahu bahwa hanya darah Yesuslah yang 

206 

 

berkuasa untuk  menyelamatkan mereka. Sang Juruselamat dinyatakan 

kepada mereka, dan mereka menjadikan Dia sebagai tempat perlindungan. 

Mereka sangat mengasihi-Nya. Ini merupakan langkah kedua menuju meja 

Tuhan. 

 

C. Mereka sungguh-sungguh ingin agar iman mereka makin lama makin 

dikuatkan, dan hidup mereka makin kudus 

 

 Mereka tidak mampu memperbaiki diri sendiri, tetapi mereka 

menginginkannya dengan sepenuh hati. Takut akan Allah berdiam dalam 

hati mereka. Mereka menghasilkan buah bagi kemuliaan nama-Nya. Mereka 

siap untuk berdamai dengan saudara-saudara mereka, supaya tidak ada 

batu sandungan.  

 

 Orang-orang seperti itu disambut di meja Tuhan! Yesus berkata, 

“Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka 

akan dipuaskan” (Mat. 5:6). 

 

 

2. PERJAMUAN TUHAN BUKANLAH UNTUK ORANG-ORANG MUNAFIK 

 

 Katekismus Heidelberg berbicara secara terus terang. 

 a) Bagian pertama dari Minggu ke-30 ditujukan terhadap ajaran Gereja Katolik 

Roma. 

 b) Tetapi pada bagian kedua kita sendiri seperti merasa tertusuk. Orang-orang 

munafik ditemukan di antara kita sendiri! 

 

 Orang-orang munafik berpura-pura sebagai anak-anak Allah, tetapi pada 

kenyataannya mereka bukan. Sering kali kita tidak dapat melihat hal itu dari luar. 

Mereka tidak hidup dalam dosa secara terang-terangan, dan bisa jadi sangat giat 

melayani Allah. Tetapi mereka sudah  memanjat “keluar tembok” (lihat buku Pilgrim's 

207 

 

Progress oleh John Bunyan). 

 

 Orang-orang seperti itu tidak boleh ikut ambil bagian dalam Perjamuan Tuhan. Jika 

mereka ikut makan dan minum, mereka akan mendatangkan hukuman atas diri 

mereka sendiri. Allah mengenal hati manusia, sedangkan kita tidak. 

 

 Ketika Yesus kembali, orang-orang munafik akan dipisahkan dari umat Allah. Pada 

hari itu kita akan terkejut: 

  - sebagian orang yang kita sangka akan berdiri di sebelah kiri Allah, justru 

akan berdiri di sebelah kanan-Nya. 

  - sebagian yang lain yang kita sangka akan berdiri di sebelah kanan-Nya, 

malah akan berdiri di sebelah kiri-Nya (Mat. 25:31-33). 

 

 Di manakah kita akan berdiri? Itu pertanyaan bagus. Anak-anak Allah tidak siap 

menjawab pertanyaan itu dalam waktu singkat, tetapi mereka merasa tidak tenang 

sampai mengetahui jawabannya. Mereka sering mengucapkan doa Daud dalam 

Mazmur 139:23, 24. Marilah kita selidiki hati kita sendiri, dan bukan hati sesama kita 

(2Kor. 13:5).   

 

 

3. PERJAMUAN TUHAN BUKAN UNTUK ORANG-ORANG YANG TERANG-TERANGAN 

HIDUP DALAM DOSA 

 

 Siapa yang tidak boleh datang ke meja Tuhan? 

  - orang-orang yang hidup di dalam dosa. 

  - orang-orang yang berpegang pada ajaran palsu. 

 Janganlah kita melupakan butir yang terakhir! Dalam Katekismus Heidelberg mereka 

bahkan disebutkan pertama. Orang-orang yang mengikuti ajaran palsu akan 

menyimpang juga hidupnya. 

 

 Apa yang harus diperbuat terhadap orang-orang itu? Jemaat harus menjauhkan 

208 

 

mereka dari meja Tuhan. Jemaat tidak dapat menghakimi hati manusia, tetapi ia 

harus mendisiplinkan orang-orang yang terang-terangan hidup dalam dosa. “Jangan 

kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing” (Mat. 7:6a). 

 

 Apa yang akan terjadi jika tidak diperbuat demikian? 

  - Perjanjian Allah akan dinajiskan (Mzm. 50:16). 

  - Murka Allah akan menyala terhadap seluruh jemaat (1Kor. 11:30. Lihat juga 

Yosua 7). 

 

 

 

 

A. Jika engkau belum berpaling kepada Allah dengan hati yang tulus, jangan ulurkan 

tanganmu untuk mengambil makanan anak-anak Allah! Baca Matius 22:11-14 dan 2 

Samuel 6:6, 7. Berdoalah supaya engkau bertobat dengan sungguh-sungguh sebelum 

terlambat! 

 

B. Hai engkau anak Tuhan, engkau tidak boleh takut, meskipun engkau merasa jijik 

terhadap dirimu sendiri (engkau mencium sendiri bau busukmu). Yesus sedang 

memanggilmu. Mari datang dan kecaplah bahwa TUHAN itu baik!  

209 

 

Minggu ke-31 

=========== 

 

 

 KUNCI KERAJAAN ALLAH  

 

 Baca Matius 16:13-20 atau 2 Yohanes 1:1-13 

 

 

 

 

Ketika Petrus sudah  mengakui Kristus sebagai Anak Allah yang hidup, Yesus memberi tahu dia, 

“Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga” (Mat. 16:19a). 

 

Ini tidak berarti bahwa Petrus yaitu  paus pertama. Petrus menyebut dirinya sendiri teman 

penatua (1Ptr. 5:1). Kata-kata yang sama yang diucapkan Yesus kepada Petrus, diucapkan-Nya 

kepada semua rasul-Nya (lihat Mat. 18:8). Di antara hamba-hamba Kristus, jangan ada yang 

berusaha menjadi yang pertama (Mat. 23:8). 

 

Jemaat Allah hanya mempunyai satu Kepala: Yesus Kristus, yang duduk di sebelah kanan Allah. 

Kristus diwakili di dunia ini oleh Roh Kudus (Yoh. 14:16).  

 

Walaupun begitu, Yesus sudah  memberi  hamba-hamba-Nya kunci kerajaan Allah. Apa 

maksudnya? 

 

Mari kita lihat Katekismus Heidelberg, Minggu ke-31. 

 

83. Pert. Apa itu 'kunci-kunci kerajaan sorga'? 

Jaw. Pemberitaan Injil yang kudus dan pengucilan resmi atau pemutusan hubungan 

dengan jemaat Kristen. Dengan kedua sarana itulah kerajaan sorga dibuka bagi 

210 

 

orang-orang yang percaya, dan ditutup bagi orang-orang yang tidak percaya. 

 

84. Pert. Bagaimana kerajaan sorga dibuka dan ditutup melalui pemberitaan Injil 

yang kudus? 

Jaw. Menurut perintah Kristus, kepada semua orang percaya, dan kepada tiap- tiap 

orang percaya secara perseorangan, diberitakan dan ditegaskan dengan nyata 

bahwa, setiap kali mereka menerima janji Injil dengan iman yang benar, semua dosa 

mereka sungguh-sungguh diampuni oleh Allah karena jasa Kristus. Sebaliknya, 

kepada semua orang yang tidak percaya dan mereka yang tidak sungguh-sungguh 

bertobat, diberitakan dan ditegaskan bahwa mereka tetap kena murka Allah dan 

hukuman yang kekal selama mereka tidak bertobat. Allah akan menjatuhkan 

hukuman menurut kesaksian Injil ini, baik dalam hidup sekarang ini maupun dalam 

hidup yang akan datang. 

 

85. Pert. Bagaimana kerajaan sorga ditutup dan dibukakan melalui pengucilan resmi 

dari jemaat Kristen? 

Jaw. Menurut perintah Kristus, mereka yang memakai nama Kristen, namun 

membawakan ajaran bukan Kristen atau menempuh hidup yang bukan Kristen, harus 

berkali-kali dinasihati secara persaudaraan. Kalau mereka tidak mau melepaskan 

ajaran sesatnya atau cara hidupnya yang keji, namanya harus diberitahukan kepada 

jemaat, atau kepada orang-orang yang oleh jemaat diangkat untuk menangani 

perkara-perkara semacam itu. Kalau mereka tidak menghiraukan nasihat itu, orang-

orang itu akan mengucilkan mereka dari jemaat Kristen dengan cara melarang 

mereka menerima Sakramen-sakramen yang kudus, dan oleh Allah sendiri mereka 

dikucilkan pula dari kerajaan Kristus. Tetapi jika mereka berjanji akan bertobat dan 

menunjukkan pertobatan yang sungguh-sungguh, mereka akan diterima kembali 

sebagai anggota Kristus dan jemaat-Nya. 

 

 

KUNCI-KUNCI KERAJAAN ALLAH  

 1.  kunci-kunci itu yaitu  sarana untuk membuka dan menutup 

211 

 

 2.  salah satu kunci itu yaitu  pemberitaan Injil 

 3.  kunci yang lain yaitu  pendisplinan Kristiani 

 

 

1. KUNCI-KUNCI ITU yaitu  SARANA UNTUK MEMBUKA DAN MENUTUP KERAJAAN 

ALLAH 

 

 Apa itu kerajaan Allah? 

  - Kerajaan Allah bukan surga: Allah memerintah bukan hanya di surga 

melainkan juga di dunia ini. 

  - Kerajaan Allah yaitu  segala tempat di mana orang menerima Yesus Kristus 

sebagai Juruselamat dan Raja mereka. 

 

 Apa saja kunci-kunci kerajaan Allah itu? 

 a) Kunci pertama yaitu  pemberitaan Injil yang kudus. Injil ini memberi tahu 

kita, “Jika engkau percaya kepada Kristus, maka engkau merdeka. Tetapi jika 

engkau menolak tunduk kepada-Nya, maka engkau akan terus menjadi 

budak Iblis!”  

 b) Kunci kedua yaitu  pendisiplinan Kristiani. Jika kunci pertama (Firman Allah) 

tidak berhasil, maka kunci kedua harus digunakan dalam kehidupan 

anggota-anggota jemaat. 

 

 Kerajaan Allah mempunyai pintu dan kunci. Kerajaan itu bukan seperti desa yang 

terbuka, melainkan lebih seperti kota yang berkubu dengan dikelilingi tembok 

(seperti kota-kota kuno di Israel dan di tempat lain di dunia). Mengapa demikian? 

 

 Jemaat Kristus harus dilindungi dari serangan. 

 a) Ada penganiayaan dari musuh-musuh di luar. 

 b) Ada juga orang-orang munafik yang berusaha masuk ke dalam, walaupun 

mereka hidup di dalam dosa atau mengajarkan ajaran-ajaran sesat. Untuk 

orang-orang seperti itu pintu tidak boleh dibukakan! 

212 

 

 

 Siapa yang memegang kunci kerajaan Allah? 

 a) Sesungguhnya, Kristus sendirilah yang memegangnya. Baca Wahyu 3:7. 

 b) Namun demikian, Tuhan berkenan memakai orang-orang. Ia memberikan 

kunci itu kepada Petrus dan rasul-rasul lain. 

 c) Kunci itu sekarang dipercayakan kepada hamba-hamba Tuhan dan para 

penatua jemaat. Mereka seperti “pegintai-pengintai di atas tembok-tembok 

Yerusalem” (Yes. 62:6). 

 

 Para pemimpin jemaat tidak memerintah seperti raja-raja di dunia ini. Bacalah apa 

yang dikatakan Yesus kepada Petrus dalam Matius 26:52. Jemaat tidak menggunakan 

kekerasan untuk memimpin anggota-anggotanya. Ia menegur mereka oleh kuasa 

Firman dan Roh Allah (Za. 4:6). 

 

 Pemerintah diizinkan dan diberi kuasa untuk menggunakan pedang (Rm. 13:4). Ia 

akan menghukum para penjahat secara jasmani atau mengurung mereka di dalam 

penjara. Namun demikian, kepada jemaat Yesus tidak memberikan pedang, 

melainkan kunci. Jika kita dapat mengendalikan anggota-anggota jemaat hanya 

dengan denda dan sebagainya, maka itu sudah bukan jemaat namanya. 

 

 

2. SALAH SATU KUNCI ITU yaitu  PEMBERITAAN INJIL 

 

 Sebagai akibat dari dosa-dosa kita, kita semua hidup di luar kerajaan Allah, kita dan 

anak cucu kita (Kej. 3:23, 24). Kita pantas tinggal di luar selamanya. 

 

 Allah sudah  membuka pintu kembali. Ia mengutus Anak-Nya yang terkasih ke dalam 

dunia ini. Kristus menderita untuk membuka jalan kembali kepada Allah. 

 

 Injil ini perlu diberitakan. Kita harus mendengarkan para pemberita Injil. Mereka 

pergi karena Kristus memerintahkan mereka untuk pergi (Mat. 28:19). 

213 

 

 

 Apa pesan yang mereka bawa? 

 a) Barangsiapa percaya keada Anak, ia beroleh hidup yang kekal. 

 b) Tetapi barangsiapa menolak Anak tidak akan melihat hidup, sebab murka 

Allah tetap ada di atasnya (Yoh. 3:36). 

 

 Sekarang kita dapat melihat bagaimana kerajaan Allah dibuka. Pemberita Injil 

menyatakan kepada orang-orang percaya bahwa Allah sudah  mengampuni semua 

dosa mereka karena Yesus. 

 

 Untuk siapa kerajaan Allah dibuka? Untuk orang-orang berdosa yang malang, yang 

sudah  kehilangan semua harapan untuk diselamatkan dengan usaha mereka sendiri, 

tetapi menyerahkan segala kepercayaan mereka pada pekerjaan Yesus.  

 

 Kapan anak-anak Allah mendapat bagian dalam penghiburan ini? Setiap kali mereka 

menerima janji Injil dengan iman yang benar. Mereka perlu mendengar Allah 

berbicara kepada hati mereka. 

 

 Pemberita Injil tidak mengetahui hati para pendengarnya. Ia tidak dapat 

mengampuni dosa manusia, seperti yang dapat dilakukan Yesus (bandingkan dengan 

imam Katolik Roma). Tetapi ia harus menunjukkan apa tanda-tanda orang Kristen 

sejati, supaya setiap orang mau memeriksa dirinya sendiri. 

 Untuk siapa kerajaan Allah ditutup? Untuk orang-orang yang tidak percaya kepada 

Kristus, yang tidak bertobat dengan sungguh-sungguh, yang merasa benar di mata 

mereka sendiri.  

 

 Mengapa pemberitaan Injil begitu penting? Pemberita Injil itu seperti penjaga (Yeh. 

3:17). Orang-orang yang menolaknya, sudah  menolak Kristus (Yoh. 15:20). Allah akan 

menghakimi mereka sekarang dan pada akhir zaman (Rm. 2:16).  

 

 Mari kita dengarkan ajaran Firman Allah. Jangan tidur. Jangan mengkritik 

214 

 

pengkhotbah, tetapi berdoalah baginya dan bagi dirimu sendiri. Engkau perlu 

diselamatkan. Engkau berada entah di dalam atau di luar kerajaan Allah. Tidak ada 

tempat di tengah-tengah.  

 

 

3. KUNCI YANG LAIN yaitu  PENDISIPLINAN KRISTIANI 

 

 Disiplin itu penting di dalam sebuah negara, di sekolah, dan di dalam rumah. Disiplin 

juga penting di dalam Jemaat Allah. Lihat bagaimana Yesus membersihkan Bait Suci 

dari para pedagang (Yoh. 2:12-22).  

 

 Sudah menjadi kewajiban jemaat untuk mendisiplinkan para anggotanya (baca 1 

Korintus 5:12, 13). Apa yang terjadi jika jemaat lalai melaksanakannya? Baca Wahyu 

2:14-16. 

 

 Bagaimana kita harus mendisiplinkan para anggota jemaat kita? Yesus sudah 

menerangkannya dengan jelas dalam Matius 18:15-18. Pelajarilah baik-baik ayat-ayat 

ini dan terapkanlah itu! 

 

 Kita tidak boleh menyerahkan masalah pendisiplinan hanya kepada para penatua 

jemaat. Ketika melihat saudara kita berdosa, kita harus menegurnya secara empat 

mata. 

 

 Apabila segala cara tidak berhasil, atau apabila dosa tertentu diperbuat di depan 

umum, maka perkara itu harus dibawa kepada para penatua. Mereka juga pertama-

tama akan menegurnya sebagai saudara. 

 

 Kita harus bersikap lembut, terutama terhadap orang-orang yang sudah  dikalahkan 

oleh dosa dan jatuh ke dalamnya, tetapi yang kemudian benar-benar menyesal (2Tes. 

3:15). 

 

215 

 

 Terhadap orang-orang yang memelihara ajaran atau melakukan perbuatan yang 

tidak Kristiani, harus diambil tindakan yang lebih tegas. Mereka harus dilarang ikut 

ambil bagian dalam sakramen. 

 

 Jika orang-orang seperti itu tetap keras kepala, mereka harus dikucilkan pada 

akhirnya (2Yoh. 1:10, 11). Nama orang-orang seperti itu dicoret dari daftar 

keanggotaan. 

 

 Ini sangat berat! Mereka dikucilkan bukan hanya dari jemaat, melainkan juga dari 

kerajaan Kristus. Jika mereka mati dalam dosa-dosa mereka, mereka binasa 

selamanya.  

 

 Apa tujuan dari pendisiplinan jemaat? 

 a) kemuliaan dan kehormatan Allah, 

 b)  penegakan jemaat, 

 c) tetapi juga keselamatan si pendosa. 

 Disiplin itu pahit, tetapi itu yaitu  obat. Berdoalah bagi orang-orang yang dikucilkan 

dari jemaat! 

 

 Apa yang harus dilakukan jika mereka bertobat? 

 a) Hendaklah mereka jangan hanya berjanji untuk memperbaiki hidup mereka, 

tetapi juga biarlah mereka membuktikannya terlebih dahulu melalui 

perbuatan mereka. 

 b) Tetapi kemudian mereka harus diterima kembali sebagai anggota tubuh 

Kristus dan Jemaat-Nya. Makanan tidak boleh dimasak terlalu lama! 

216 

 

Minggu ke-32 

=========== 

 

 

 PERBUATAN BAIK 

 

 Baca Lukas 7:36-50 atau 2 Petrus 1:1-11 

 

 

 

 

Dalam Lukas 7 kita membaca tentang seorang perempuan yang sudah  hidup di dalam dosa. 

Allah mengampuni dosa perempuan ini (lihat ayat 47). Mengapa? Karena dia mengasihi 

Yesus? Bukan, sebab seandainya demikian, maka bagian kedua dari ayat ini seharusnya 

berbunyi, “Ia yang sedikit berbuat kasih akan sedikit diampuni.”  

 

Justru sebaliknya: kasih perempuan ini yaitu  buah dari kasih Allah. Kasihnya itu yaitu  bukti 

bahwa dosa-dosanya sudah  diampuni. Pengampunan Allah diberikan pertama-tama, dan 

kemudian kasihnya timbul sebagai hasilnya. 

 

Oleh sebab itu, perempuan ini tidak tetap tinggal sebagai orang berdosa seperti sebelumnya. 

Orang-orang yang ditebus oleh Yesus berusaha memuliakan Allah dalam hidup yang baru 

(bandingkan mereka dengan Simon si tukang sihir).  

 

Kebenaran ini juga bisa ditemukan dalam Katekismus Heidelberg, Minggu ke-32.  

 

86. Pert. Mengingat bahwa Kristus sudah  melepaskan kita dari kesengsaraan kita 

hanya oleh rahmat, tanpa jasa apa pun dari pihak kita, mengapa kita masih perlu 

melakukan perbuatan baik? 

Jaw. Karena Kristus, sesudah  menebus kita dengan darah-Nya, juga membarui kita 

217 

 

melalui Roh-Nya yang Kudus menjadi serupa dengan gambar-Nya, supaya kita 

dengan seluruh kehidupan kita memberi syukur kepada Allah karena anugerah-Nya 

dan Dia kita puji. Selanjutnya, supaya masing-masing dalam hatinya yakin tentang 

imannya karena buah-buah iman itu, dan supaya sesama kita manusia, dengan 

melihat kehidupan kita yang saleh, tertarik kepada Kristus. 

 

87. Pert. Jadi, mereka yang berkanjang dalam hidupnya yang fasik dan tidak 

mengenal syukur, dan tidak bertobat kepada Allah, tidak dapat beroleh selamat? 

Jaw. Sama sekali tidak, karena Kitab Suci berkata bahwa orang cabul, penyembah 

berhala, pezina, pencuri, orang serakah, pemabuk, pemfitnah, perampok, dan 

sejenis, tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 

 

 

PERBUATAN BAIK  

 1.  dilakukan dengan senang hati oleh orang Kristen 

 2.  mendatangkan kemuliaan bagi Allah dan berkat bagi manusia 

 3.  tidak bisa dilewatkan di jalan menuju surga 

 

 

1.    PERBUATAN BAIK DILAKUKAN DENGAN SENANG HATI OLEH ORANG KRISTEN 

 

 A. Bagian ketiga dari Katekismus Heidelberg 

 

  Sekarang kita sudah sampai pada bagian terakhir dari katekismus. 

   Bagian 1 membahas dosa manusia. 

   Bagian 2 membahas keselamatan oleh Kristus. 

   Bagian 3 membahas rasa syukur kepada Allah. 

 

 Siapakah yang bersyukur kepada Allah?  Hanya orang yang tahu bahwa ia 

bersalah di hadapan Allah dan diselamatkan oleh anugerah yang cuma-

cuma! 

218 

 

 

 B. Minggu ke-32: perbuatan baik  

 

  Bab ini ditulis dengan menimbang adanya dua macam orang: 

  a) mereka yang berkata bahwa orang Kristen tidak perlu berbuat baik, 

karena sudah diselamatkan oleh anugerah. 

  b) mereka yang berkata bahwa orang Kristen harus berbuat baik, 

sebab kalau tidak, ia tidak akan diselamatkan. 

 

 Kepada kelompok pertama katekismus berkata, jika engaku hidup di dalam 

dosa, maka imanmu bukanlah iman yang hidup (Yak. 2:14; lihat juga Roma 

6:1, 2).  

 

 Kepada kelompok kedua katekismus berkata, orang Kristen tidak melakukan 

perbuatan baik untuk diselamatkan, tetapi ia diselamatkan untuk melakukan 

perbuatan baik (Ef. 2:10). 

 

 C. Jawaban untuk pertanyaan pertama 

  

 Orang Kristen ditebus oleh darah Kristus. Ia takjub akan hal itu. Ia sudah  

mengecap pahitnya dosa. Bagaimana mungkin ia tidak mengasihi 

Juruselamatnya sekarang? 

 

 Tidak perlu memaksa orang Kristen untuk melakukan perbuatan baik. 

Kasihnya terhadap Kristus tidak dapat disembunyikan. Ia bahagia melayani 

Tuhan. 

 

  Orang Kristen sudah  menerima hidup baru. Paulus berkata, “Tuhan, apakah 

yang harus kuperbuat?” (Kis. 22:10). Daud bernyanyi, “Betapa kucintai 

Taurat-Mu!” (Mzm. 119:97). 

 

219 

 

 Kristus tidak hanya sudah  menebus umat-Nya, tetapi juga menguduskan 

mereka sebagai orang-orang kepunyaan-Nya, yang rajin berbuat baik (Tit. 

2:14). Ia membuat mereka bahagia dan kudus!  

 

 Kristus memperbaharui mereka oleh Roh Kudus-Nya, sehingga mereka mulai 

menyerupai Dia. Itulah tujuan mengapa Kristus datang dan mati! 

 

 

2.   PERBUATAN BAIK MENDATANGKAN KEMULIAAN BAGI ALLAH DAN 

BERKAT BAGI MANUSIA 

 

A. Perbuatan baik mendatangkan kemuliaan bagi Allah 

   

   umat Allah memiliki dua alasan untuk memuji Tuhan: 

   -  Allah menciptakan mereka (Why. 4:11). 

   -  Allah menyelamatkan mereka (Why. 5:9, 10). 

 

 Mereka menunjukkan rasa syukur mereka dengan seluruh hidup 

mereka. Mereka tidak hanya memberikan sesuatu kepada Allah, 

tetapi juga memberikan diri mereka sendiri kepada-Nya (Rm. 12:1, 

2). 

 

 Bacalah apa yang dikatakan Yesus dalam Matius 5:16. Ketika orang 

Kristen jatuh ke dalam dosa, nama Allah dihinakan. 

 

  B.  Perbuatan baik membawa manfaat bagi diri kita sendiri 

  

 Anak-anak Allah tidak mencari untung sendiri, tetapi ketika 

memuliakan Tuhan, mereka juga akan mendapatkan manfaatnya. 

Baca Amsal 11:24, 25. 

 

220 

 

 Salah satu manfaat itu yaitu  jaminan keselamatan. Anak Tuhan 

merasa yakin akan imannya melalui buah-buah dari iman itu. Kita 

harus berusaha yakin akan keselamatan kita (2Ptr. 1:10). 

 

 Jadi, bagaimana kita bisa yakin akan keselamatan itu? Perbuatan-

perbuatan yang kita lakukan menunjukkan siapa sesungguhnya 

kita. Kita akan mengetahui pohon dari buahnya (Mat. 7:16). 

 

 Apabila kita tidak hidup dekat dengan Tuhan, maka kita kehilangan 

sukacita atas keselamatan kita. Jadi, tidak ada gunanya mencoba 

menghibur diri dengan hal-hal yang terjadi di masa lalu. 

 

 Keyakinan bertumbuh apabila kita hidup bersekutu dengan Tuhan 

Yesus dan berbuah bagi-Nya. 

 

C. Perbuatan baik bisa menuntun orang lain kepada Kristus 

  

 Orang Kristen harus berusaha menguatkan sesama orang beriman, 

tetapi mereka juga tidak boleh melupakan orang-orang yang tidak 

percaya. Setiap orang Kristen yaitu  pekabar Injil (1Ptr. 2:9).  

 

 Kita tidak boleh memenangkan orang lain bagi diri kita sendiri, 

melainkan bagi Kristus. Sering kali kita diam saja karena takut 

kehilangan teman, saudara, atau pelanggan. 

 

   Bagaimana kita dapat memenangkan orang lain bagi Kristus? 

Melalui perkataan kita, tetapi yang terutama, melalui hidup kita. 

Orang akan memerhatikan apakah kita hidup dalam takut akan 

Tuhan atau tidak. Baca dengan cermat 1 Petrus 2:12 dan 3:1, 2. 

 

 

221 

 

3.   PERBUATAN BAIK TIDAK BISA DILEWATKAN DI JALAN MENUJU SURGA  

 

 Apakah bisa selamat orang-orang yang terus hidup dalam dosa dan tidak 

berpaling kepada Allah? Tidak, orang-orang seperti itu tidak akan mendapat 

bagian dalam kerajaan Allah. Katekismus Heidelberg membuktikan ini 

berdasarkan 1 Korintus 6:9 dan 10. Itu yaitu  Firman Allah. Janganlah sesat!  

 

 Tuhan menebus umat-Nya untuk memampukan mereka “beribadah 

kepada-Nya tanpa takut, dalam kekudusan dan kebenaran...” (Luk. 1:74, 

75). 

 

 Singkat kata, perbuatan baik kita tidak membuat kita layak masuk surga, 

tetapi merupakan jalan yang melaluinya TUHAN menuntun umat tebusan-

Nya ke alam kemuliaan. 

 

 

 

 

A. Pada akhir zaman akan ada orang-orang yang dengan sukacita memberi tahu Tuhan 

apa yang sudah  mereka lakukan bagi-Nya, tetapi Tuhan tidak tahu apa yang mereka 

katakan (Mat. 7:22, 23). 

 

B. Sebaliknya, akan ada orang-orang yang tidak menyadari perbuatan baik mereka, 

tetapi Tuhan mengingat apa yang sudah  mereka lakukan (Mat. 25:34-40). Mereka 

diselamatkan oleh anugerah untuk memuji Allah selama-lamanya.  

 

C. Termasuk kelompok manakah Saudara nanti? Usahakanlah membangun harapan  

 Saudara di atas Kristus sebagai Batu Karang yang teguh! 

222 

 

Minggu ke-33a 

============ 

 

 

 PERTOBATAN MANUSIA YANG SUNGGUH-SUNGGUH 

 

 Baca Matius 3:1-12 atau Matius 7:13-23 

 

 

  

 

Yohanes Pembaptis yaitu  seorang pemberita Injil. Ia menyatakan bahwa kerajaan Allah 

sudah dekat. Yesus akan segera datang sebagai Juruselamat dan Hakim (Mat. 3:1, 2). 

 

Oleh sebab itu, Yohanes menyerukan pesan pertobatan. Ia mempersiapkan jalan bagi Tuhan. 

Ia membaptis orang-orang yang mengaku dosa-dosa mereka (ay. 3-6).  

 

Ketika orang-orang Farisi datang kepada Yohanes, ia menyebut mereka “keturunan ular 

beludak.” Ia tidak percaya bahwa pertobatan mereka sungguh-sungguh. “Hasilkanlah buah 

yang sesuai dengan pertobatan!” (ay. 8) 

 

Kita semua memerlukan pertobatan yang sungguh-sungguh seperti itu, walaupun kita 

mengaku menyembah Allah (ay. 9). Kristus akan membersihkan tempat pengirikan-Nya (ay. 

12). 

 

Katekismus Heidelberg menggarisbawahi hal ini pada Minggu ke-33. Mari kita baca 

Pertanyaan 88. 

 

88. Pert. Pertobatan manusia yang sungguh-sungguh terdiri atas berapa bagian? 

Jaw. Dua bagian, yaitu kematian manusia lama dan kebangkitan manusia baru. 

223 

 

 

 

PERTOBATAN MANUSIA YANG SUNGGUH-SUNGGUH 

 1. Apa itu pertobatan? 

 2. Apa itu pertobatan yang sungguh-sungguh? 

 3. Apa itu pertobatan manusia yang sungguh-sungguh? 

 

 

1.  APA ITU PERTOBATAN? 

 

 Lihat kembali ketiga bagian dari Katekismus Heidelberg. 

 a) Pada bagian 1 kita sudah  mengetahui bahwa manusia sepenuhnya tersesat 

dalam dosa. Ia perlu lahir kembali. 

 b) Bagian 2 menunjukkan jalan keselamatan yang sudah  dibukakan Tuhan. Kita 

perlu percaya kepada Kristus. 

 c) Terakhir, bagian 3, berbicara tentang rasa syukur kepada Allah. Kita perlu  

  bertobat.  

 

 Ada perbedaan antara kelahiran kembali dan pertobatan. 

  - Kelahiran kembali yaitu  pekerjaan Allah, yang menjadikan orang berdosa  

  hidup oleh Roh Kudus. 

  - Pertobatan yaitu  tanggapan manusia, yang berpaling kepada Allah dan 

meninggalkan dosa. 

 

 Manusia tidak akan pernah benar-benar bertobat kecuali ia terlebih dahulu lahir 

kembali. Manusia dipanggil untuk bertobat dengan banyak cara (Yeh. 33:11), namun 

ia tidak mendengar. Ia tidak mau dan tidak mampu melakukannya. Oleh sebab itu, 

pertobatan bisa disebut juga sebagai pekerjaan Allah (Yer. 31:18 dan Flp. 2:13). 

 

 Kita lahir dengan membelakangi Allah. Wajah kita menghadap ke neraka. Kita 

berjalan di jalan yang luas menuju kepada kebinasaan (Mat. 7:13).  

224 

 

  

 Pertobatan berarti kita berputar arah. Kemudian kita mulai berjalan ke arah yang 

berlawanan. Kita masuk melalui pintu yang sesak dan menapaki jalan yang sempit 

(Mat. 7:14). 

 

 Pertobatan berarti perubahan lahir batin. “Baiklah orang fasik meninggalkan 

jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada 

TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya” (Yes. 55:7). 

 

 Perubahan batin ini diketengahkan sebagai sesuatu yang sangat penting dalam 

Alkitab. Tuhan meminta hati kita (Ams. 23:26). Ia ingin agar kita “berubah oleh 

pembaharuan budi kita” (Rm. 12:2). 

 

 Hal ini juga ditekankan dalam Katekismus Heidelberg. Kita membaca tentang 

“dukacita atas dosa,” “sukacita di dalam Tuhan,” dll. Jika jantung tidak berfungsi, 

maka tubuh mati. Gambarannya seperti jarum jam dan mesin di bagian dalamnya. 

 

 

2. APA ITU PERTOBATAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH? 

 

 Firman Allah berbicara tentang orang-orang yang menjalankan ibadah secara 

lahiriah, tetapi pada hakikatnya memungkiri kekuatannya (2Tim. 3:5). Itu tidak 

berarti bahwa semua orang yang seperti itu yaitu  penipu. Sebagian dari mereka 

mungkin berpikir bahwa mereka sungguh-sungguh orang Kristen, tetapi kemudian 

akan terlihat bahwa itu tidak benar (misalnya Mat. 13:20, 21).   

 

 Segala sesuatu yang berharga pasti ditiru, dan tiruan seperti itu disodorkan sebagai 

barang asli. Lihat saja barang-barang di pasar!  

 

 Tidak semua orang yang bertobat, dipertobatkan oleh Allah. Sebagian orang 

dipertobatkan oleh manusia, sebagian yang lain oleh diri mereka sendiri, dan yang 

225 

 

lain lagi oleh Iblis. Sekarang, mari kita lihat beberapa pertobatan palsu. 

 

 a) Pertobatan lahiriah 

 Seorang pendosa bisa saja memutuskan untuk berhenti berbuat jahat. Ia 

menjadi orang terhormat di mata manusia. Tetapi di dalam batinnya tidak 

ada yang berubah. Ia hanya membersihkan “cawan sebelah luarnya” (Mat. 

23:25-28). 

 

 b) Pertobatan sementara 

 Ingat Firaun, Ahab, dan lain-lain. Mereka merendahkan diri di hadapan Allah 

karena takut. Mereka merobek pakaian mereka, tetapi tidak hati mereka. 

Ketika rasa takut mereka hilang, mereka kembali pada kehidupan mereka 

yang dulu. Kesudahan orang-orang seperti itu sering kali lebih buruk 

daripada keadaan mereka semula (Mat. 12:43-45). 

 

 c) Pertobatan kepada jemaat 

 Sebagian orang bergabung dengan jemaat Allah seperti Simon si tukang 

sihir, Ananias dan Safira, dll. Mereka bahkan mungkin memberitakan firman 

Allah, tetapi hati mereka tidak diperbaharui. Mereka tidak bertobat kepada 

Allah. 

 

 d) Pertobatan ketika sakit 

 Orang lain mulai berdoa ketika mereka jatuh sakit. Mereka membuat 

banyak janji, namun melupakan semuanya ketika sembuh. Tolong, jangan 

tunda pertobatan Saudara sampai Saudara sakit atau mau mati! 

 

 Pertobatan umat Allah itu berbeda 

  - Yang paling mereka khawatirkan yaitu  “cawan sebelah dalamnya.” Mereka 

berdoa supaya dibersihkan oleh darah Kristus.  

  - Mereka datang kepada Allah sebagai pengemis. Mereka tidak akan pernah 

mundur kembali, sebab Tuhan sudah  menarik mereka.   

226 

 

  - Mereka tidak mendapat ketenangan sampai menemukan Juruselamat. 

  - Melalui buah-buah dalam kehidupan mereka, mereka menunjukkan bahwa 

Allah sudah  memulai pekerjaan yang baik dalam diri mereka. 

 

 

3. APA ITU PERTOBATAN MANUSIA YANG SUNGGUH-SUNGGUH 

 

 Sebelum seorang manusia bertobat, ia melangkah hanya ke satu arah. Ia mengikuti 

kehendaknya sendiri. Ketika ia menerima hati yang baru, dimulailah pergumulan 

yang sesungguhnya. Itu yaitu  pergumulan yang digambarkan Paulus dalam Roma 7. 

 

 Anak Tuhan yaitu  seperti seseorang dengan dua hati. Keduanya tidak akan pernah 

sejalan (Gal. 5:17). Ia merasa seperti Ribka, yang tahu ada anak kembar yang 

bertolak-tolakan di dalam rahimnya (Kej. 25:22). 

 

 Katekismus Heidelberg berbicara tentang “manusia lama” dan “manusia baru”: 

 a) manusia lama harus dimatikan. 

 b) manusia baru harus dibangkitkan. 

 Mengenai ungkapan ini, lihat Efesus 4:22-24. 

 

 Kristus sudah  datang untuk hidup di dalam hati umat-Nya (Gal. 2:20), tetapi mereka 

masih anak-anak Adam. Mereka masih belum bebas dari dosa. 

 

 Pertobatan (atau keinsafan) yaitu  sebuah proses: 

  - pertobatan dimulai ketika seseorang lahir kembali. 

  - pertobatan berlanjut sepanjang hidupnya. 

  - pertobatan tidak berakhir sampai ia mati. 

 

 

 

 

227 

 

A. Apakah proses itu sudah dimulai dalam hidup Saudara? Berdoalah supaya 

pertobatan Saudara sungguh-sungguh. Mintalah kepada Allah untuk membuat 

permulaan baru dalam diri Saudara! 

 

B. Apabila pertobatan itu sudah terjadi, bersyukurlah kepada Allah untuknya. Tetapi 

jangan salah: pergumulan tetap berlanjut! Saudara perlu melaksanakan apa yang 

dikatakan Yohanes Pembaptis ketika berbicara mengenai Kristus: “Ia harus makin 

besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh. 3:30). 

228 

 

Minggu ke-33a 

============ 

 

 

 DUA BAGIAN DARI PERTOBATAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH 

 

 Baca 2 Korintus 7:8-12 atau Kolose 3:1-11 

 

 

 

 

Para anggota jemaat di Korintus tidak membereskan masalah dosa yang ada di  tengah-tengah 

mereka. Oleh karena itu, Paulus menegur mereka dalam suratnya yang pertama. Surat itu 

membuat mereka sangat sedih (2Kor. 7:8). 

 

Surat kedua ditulis dengan nada yang lebih lembut. Sang rasul tidak menyesal bahwa suratnya 

yang pertama sudah  membuat mereka sedih, karena kesedihan ini sudah  menuntun mereka 

pada pertobatan (2Kor. 7:9).  

 

Dalam 2 Korintus 7:10 Paulus sampai pada nya: “Sebab dukacita menurut 

kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan 

disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.” Orang yang sungguh-

sungguh bertobat pasti merasa sedih, tetapi sesudah itu mereka akan bersukacita! 

 

Inilah ajaran Katekismus Heidelberg, Minggu ke-33, 

 

88. Pert. Pertobatan manusia yang sungguh-sungguh terdiri atas berapa bagian? 

Jaw. Dua bagian, yaitu kematian manusia lama dan kebangkitan manusia baru. 

 

 

229 

 

89. Pert. Apa itu 'kematian manusia lama'? 

Jaw. Sungguh-sungguh menyesali bahwa kita sudah  menimbulkan murka Allah karena 

dosa kita, dan semakin membenci dan menjauhi dosa itu. 

 

90. Pert. Apa itu 'kebangkitan manusia baru'? 

Jaw. Sungguh-sungguh bersukacita dalam Allah karena Kristus, dan rela suka akan 

hidup sesuai dengan kehendak Allah sambil melakukan segala perbuatan baik. 

 

91. Pert. Tetapi, apa itu 'perbuatan baik'? 

Jaw. Hanyalah perbuatan yang timbul dari iman yang sungguh-sungguh, dan yang 

seturut hukum Taurat Allah, untuk memuliakan Dia, bukan perbuatan yang 

berdasarkan kemauan kita atau aturan manusia sendiri. 

 

 

 

DUA BAGIAN DARI PERTOBATAN YANG SUNGGUH-SUNGGUH 

1. Kematian manusia lama 

2. Kebangkitan manusia baru 

 

Dalam bukunya The Pilgrim’s Progress (Perjalanan Seorang Musafir – pen.), John Bunyan 

menceritakan kepada kita seseorang yang bernama Setia, yang sedang melakukan 

perjalanan ke surga. Pada suatu hari Setia bertemu dengan seorang tua bernama Adam 

Pertama. Ia tinggal di Kota Tipu Daya. Orang tua itu meminta Setia untuk bekerja baginya 

dan menjanjikan dia upah yang layak. Rumah orang tua itu penuh dengan hiburan, dan ia 

mempunyai tiga anak perempuan cantik yang masih belum menikah. 

 

Namun demikian, Setia ingat akan firman yang sudah  diucapkan Allah, “Tanggalkan manusia 

lama serta kelakuannya” (Kol. 3:9). Ia menolak dan menjauh dari Adam Pertama. Tetapi 

orang tua itu mencengkeram dia dan menariknya kuat-kuat sehingga Setia berteriak, “Aku, 

manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” (Rm. 7:24). 

 

230 

 

Setia mengalami kesulitan untuk melepaskan cengkeraman orang tua itu, tetapi pada 

akhirnya ia memperoleh kemenangan melalui Yesus Kristus. Hidup baru yang sudah  diberikan 

Allah kepadanya ternyata lebih kuat! 

 

1. KEMATIAN MANUSIA LAMA 

 

Apa itu manusia lama? Manusia lama yaitu  pribadi yang tinggal di dalam hati kita. Oleh 

karena dosa, kita sepenuhnya bobrok. Manusia lama itu sangat kuat dan licik. Tidak ada 

gunanya membuat dia beradab atau mengajarinya perilaku yang baik. Hanya ada satu 

pemecahan: ia harus dibunuh! 

 

Manusia lama menerima pukulan yang berat ketika seseorang lahir kembali. Pada saat itu ia 

terluka begitu parah hingga tidak akan pernah sembuh sepenuhnya. Ia akan mati pada 

akhirnya. 

 

Ada tiga hal yang mempercepat kematiannya: dukacita karena dosa, kebencian terhadap 

dosa, dan lari jauh dari dosa. 

 

A. Dukacita karena dosa 

 

Dukacita ini bukan pada permukaan saja, melainkan dengan sepenuh hati. Ini 

merupakan dukacita mendalam yang dirasakan Petrus sesudah  menyangkal Tuhan 

Yesus (Mat. 26:75). 

 

Dukacita itu bukan hanya atas akibat dosa, melainkan juga atas dosa itu sendiri. 

Banyak orang merasa sedih atas diri mereka sendiri, tetapi umat Allah bersedih atas 

kenyataan bahwa mereka sudah  menyakiti hati Dia yang sudah begitu baik terhadap 

mereka. 

 

Mereka merasa bahwa mereka sudah  menyulut murka Allah yang kudus (Mzm. 51:6). 

Mereka bersedih atas semua dosa mereka, bukan atas sebagian saja. Mereka 

231 

 

mengakui bahwa mereka berdosa sejak dari kandungan dan lahir.  

 

Dukacita ini tidak dirasakan hanya ketika seseorang menjadi Kristen, melainkan di 

sepanjang hidupnya. Orang-orang dunia ini juga tahu apa arti dukacita, tetapi bukan 

jenis dukacita ini yang dimaksud. Dukacita mereka menghasilkan kematian (ingat, 

misalnya, dukacita Yudas). Sebaliknya, dukacita orang Kristen mendorongnya untuk 

datang kepada Allah (2Kor. 7:10).  

 

B. Kebencian terhadap dosa 

 

Orang munafik bisa saja menjalani hidup penuh dosa dan sesekali merasa malu atas 

hal itu, tetapi jauh di lubuk hatinya ia menikmati dosa. Orang Kristen sejati 

membenci dosa.   

 

Kita harus membenci dosa. Kita harus membencinya bukan hanya dalam diri orang 

lain, melainkan juga terutama dalam diri kita sendiri. Di situlah kebencian itu harus 

dimulai. 

 

Orang yang sungguh-sungguh bertobat makin lama makin membenci dosa. 

Pertobatan berlangsung makin lama makin dalam. Pertobatan tetap berlanjut 

sepanjang hidup. 

 

C. Lari dari dosa 

 

Ketika kita membenci dosa-dosa kita, kita akan melawannya dengan segenap hati. 

Baca, misalnya, Ibrani 12:3-5. 

 

Kita bahkan harus lari dari dosa. Lihat apa yang dilakukan Yusuf ketika digoda di 

rumah Potifar (Kej. 39:9-12). 

 

Orang yang sungguh-sungguh bertobat memutus hubungan dengan kehidupan dan 

232 

 

teman-teman mereka yang lama. Mereka tidak ingin bermain-main dengan api 

(Mzm. 1:1).  

 

Apabila dukacita ini, kebencian ini, dan lari dari dosa ini dijalankan, maka manusia 

lama menjadi kian lemah. Karena manusia itu tidak lagi menerima makanan, maka ia 

mati kelaparan. 

 

 

2. KEBANGKITAN MANUSIA BARU 

 

Apa itu manusia baru? Manusia baru yaitu  pribadi yang tinggal di dalam hati umat Allah. 

Oleh karena mereka lahir kembali, maka hal-hal yang lama sudah  berlalu. Mereka yaitu  

ciptaan baru (2Kor. 5:17). 

 

Manusia baru perlu bertumbuh. Ia tidak akan pernah mati lagi (berkat anugerah Allah yang 

memelihara), tetapi ia perlu dikuatkan.  

 

Sekali lagi, ada tiga hal yang akan mempercepat pertumbuhannya: sukacita melalui Kristus, 

kasih terhadap Alah, dan hidup dengan berbuat baik. 

 

A. Sukacita melalui Kristus 

 

Dulu manusia bersukacita di dalam Firdaus, tetapi ia berdosa dan diusir dari hadirat 

Allah. Sekarang manusia berbuat banyak supaya bisa merasa senang, tetapi ia sudah  

kehilangan kebahagiaan yang sejati.  

 

Sukacita yang sejati hanya akan datang melalui Kristus, sang Juruselamat. Ia 

membebaskan manusia dan menuntun mereka kembali kepada Allah. 

 

B. Kasih terhadap Allah 

 

233 

 

Di dalam hati orang yang sungguh-sungguh bertobat, kasih Allah sudah  dicurahkan. 

Sebagai dampaknya, mereka membalas dengan mengasihi Allah.  

 

C. Hidup dengan berbuat baik 

 

Orang Kristen sejati berusaha hidup sesuai dengan kehendak Allah sembari 

melakukan perbuatan baik. Tetapi apa itu perbuatan baik? 

 

a) Perbuatan baik dilakukan berdasarkan iman yang sejati. Lihat Ibrani 11:6, 

Roma 14:23, dan Yohanes 15:5. Iman ini haruslah menjadi akar dari segala 

sesuatu yang kita lakukan. Dua orang bisa saja melakukan hal yang sama, 

tetapi hati mereka sama sekali berbeda (sebagai contoh, Kain dan Habel). 

 

b) Perbuatan baik dilakukan untuk menjalankan hukum Allah. Kita tidak boleh 

mengikuti suara hati kita sendiri (Yer. 17:9) atau adat istiadat manusia (baca 

Matius 15:3 dan 9). Yang terpenting yaitu  kehendak Allah. 

 

c) Perbuatan baik dilakukan bagi kemuliaan Allah. Orang-orang Farisi berdoa 

dan menolong orang miskin, tetapi mereka melakukannya demi kehormatan 

mereka sendiri (lihat Matius 6:1). Kehormatan Allah haruslah menjadi tujuan 

hidup kita. 

 

Apabila sukacita ini, kasih ini, dan hidup dengan berbuat baik ini dijalankan, maka manusia 

baru akan tumbuh dan berkembang, sampai akhirnya manusia lama tidak ada lagi. Itu akan 

terjadi pada hari ketika anak Tuhan meninggal. Hari kematiannya akan menjadi hari yang 

paling membahagiakan dalam hidupnya! 

 

 

 

 

234 

 

Minggu ke-34a 

============ 

 

 

 HUKUM TAURAT TUHAN 

 

 Baca Keluaran 19:1-13 atau Yohanes 5:1-12 

 

 

 

 

Ketika umat Israel sedang dalam perjalanan dari Mesir menuju Kanaan (tanah perjanjian), 

mereka tiba pada sebuah gunung yang disebut Horeb atau Sinai. Di sana Allah turun untuk 

mengadakan perjanjian-Nya dengan mereka dan menyatakan hukum-Nya yang kudus.  

 

Hukum Taurat Allah itu sangat penting: 

-  gunung gemetar ketika Allah berfirman (Kel. 19:18). 

-  hukum Taurat ditulis dengan jari Allah (Kel. 31:18). 

-  hukum Taurat disimpan di dalam tabut perjanjian (Ibr. 9:4). 

 

Pentingnya hukum Taurat juga terlihat pada kenyataan bahwa hukum tersebut ditulis secara 

penuh dalam Katekismus Heidelberg. Lihat Minggu ke-34, Pertanyaan 92 dan 93. 

 

92. Pert. Bagaimana bunyi hukum Taurat Allah itu? 

Jaw. Allah mengucapkan semua perintah ini (Kel 20:1-17, Ula 5:6-21), Akulah 

TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat 

perbudakan. 

 

   

 

235 

 

Perintah ke-1 

Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. 

Perintah ke-2 

Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau 

yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud 

menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, yaitu  

Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak- anaknya, kepada 

keturunan yang ketiga dan keempat duri orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku 

menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan 

yang berpegang pada perintah perintah-Ku. 

Perintah ke-3 

Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan 

memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. 

Perintah ke-4 

Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan 

melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh yaitu  hari Sabat TUHAN, Allahmu: 

maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu 

perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hambamu, atau 

orang asing yang di tempat kediamanmu. 

Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan 

Ia berhenti pada hari ketujuh; 

itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. 

Perintah ke-5 

Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, 

Allahmu, kepadamu. 

236 

 

Perintah ke-6 

Jangan membunuh. 

Perintah ke-7 

Jangan berzina. 

Perintah ke-8 

Jangan mencuri. 

Perintah ke-9 

Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. 

Perintah ke-10 

Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, 

atau hambanya perempuan, atau lembunya, atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai 

sesamamu. 

 

 93. Pert. Bagaimana Kesepuluh Hukum itu dibagi? 

Jaw. Kesepuluh Hukum itu dibagi atas dua loh batu. Yang pertama mengajarkan, 

bagaimana seharusnya sikap kita terhadap Allah; yang kedua, apa kewajiban kita 

terhadap sesama kita manusia. 

 

 

HUKUM TAURAT TUHAN 

 1.  harus dipatuhi dengan rasa syukur 

 2.  tertulis di dalam hati umat Allah 

 3.  menunjukkan kewajiban kita terhadap Allah dan sesama kita manusia. 

 

 

1.  HUKUM TAURAT TUHAN HARUS DIPATUHI DENGAN RASA SYUKUR 

237 

 

 

 Pada bab sebelumnya kita mengetahui bahwa perbuatan baik hanyalah perbuatan 

yang dilakukan sesuai dengan hukum Taurat Allah. Sekarang kita akan melihat apa 

hukum Taurat Allah itu.    

 

 Katekismus Heidelberg sudah berbicara mengenai hukum Taurat sebelumnya: lihat 

Minggu ke-2. Pada minggu itu, hukum Taurat digambarkan seperti cermin, yang 

melaluinya kita menjadi tahu bahwa kita berdosa dan memerlukan Juruselamat.  

 

 Pada Minggu ke-34, hukum Taurat digambarkan seperti beban yang ringan (lihat 

Matius 12:30 dan 1 Yohanes 5:3) untuk orang-orang yang sudah  diselamatkan oleh 

Yesus dan ingin menunjukkan rasa syukur mereka. 

 

 Orang Kristen yang sedang dalam perjalanan menuju surga diperhadapkan dengan  

 hukum Taurat Allah sebanyak dua kali: 

 a) Kali pertama yaitu  ketika kakinya ditempatkan di jalan yang sempit. Roh 

Kudus menuntunnya ke Gunung Sinai. Di sana ia mendengar penghakiman 

untuknya dari mulut Allah. Kemudian ia dibawa ke Bukit Kalvari, di mana ia 

menemukan pengampunan bagi dosa-dosanya. 

 

 b) Sesudah  itu, Roh Kudus menuntunnya kembali ke Sinai. Tetapi betapa 

berbeda kali ini! Kali pertama ia berdiri di sana sebagai seorang budak di 

hadapan Tuannya. Sekarang ia berdiri di sana sebagai seorang anak di 

hadapan Bapanya yang penuh kasih sayang. 

 

 Allah tidak pernah memberikan hukum-Nya sebagai jalan bagi kita untuk 

memperoleh hidup kekal (bandingkan dengan Adam di Taman Firdaus). Orang-orang 

Farisi menyelewengkan hukum Taurat ke arah itu, tetapi itu bukanlah maksud Allah 

(lihat Keluaran 19:4, 5). 

 

 Perhatikan kalimat pembuka dari hukum Taurat: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang 

238 

 

membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.” Umat Israel 

dilepaskan dari tangan Firaun. 

 

 Umat Kristus diselamatkan dari dosa dan Iblis. Hukum Taurat Tuhan harus dipatuhi 

karena rasa syukur atas rahmat-Nya.  

 

 

2. HUKUM TAURAT TERTULIS DI DALAM HATI UMAT ALLAH 

 

 Orang Kristen dibebaskan dari kutuk hukum Taurat (Gal. 3:13), tetapi tidak dari 

hukum Taurat itu sendiri. Orang Kristen bebas seperti ikan di air, tetapi ikan perlu 

berada “di dalam air”! 

 

 Allah sangat baik karena sudah menyatakan hukum-Nya: 

  - hukum itu tertulis di dalam hati Adam. 

  - hukum itu dihancurkan sebagai akibat dosa. 

  - sekarang Allah sudah  memberikan hukum-Nya lagi. 

 

 Hukum itu ditulis pada dua loh batu. Tetapi Nabi Yeremia menyampaikan bahwa 

Allah akan menuliskan hukum-Nya dalam hati umat-Nya (Yer. 31:33). Ini terjadi pada 

Hari Pentakosta. 

 

 Ketika seseorang lahir kembali, Roh Kudus menuliskan hukum Allah di dalam hatinya. 

Akan tetapi, ia masih perlu mematuhi Sepuluh Perintah Allah, karena hidupnya yang 

lama belum berlalu sepenuhnya.  

 

 Hukum Taurat Allah mendatangkan banyak berkat. Kita mungkin mengira bahwa 

hukum-Nya seperti hukum pemungut cukai atau polisi, tetapi itu keliru. Ketika hukum 

Allah dipatuhi, maka datanglah berkat-berkat bagi kita dan negeri kita (Mzm. 19:8-

12). 

 

239 

 

 Hukum Taurat diberikan kepada Israel, tetapi dimaksudkan bagi semua orang. 

Hukum-hukum keupacaraan (berkenaan dengan korban, dll.) digenapi oleh Kristus, 

tetapi Sepuluh Perintah Allah masih mengikat bagi kita. Hukum yang satu dan sama 

berlaku bagi semua bangsa, bagi orang kaya dan orang miskin, bagi orang muda dan 

orang tua. 

 

 

3.  HUKUM TAURAT MENUNJUKKAN KEWAJIBAN KITA KEPADA ALLAH DAN SESAMA 

KITA 

 

 Kita membagi Sepuluh Perintah Allah ke dalam dua loh batu. 

  

 Loh batu pertama mengajar kita bagaimana kita harus bersikap terhadap Allah: 

terhadap diri-Nya (perintah pertama), terhadap ibadah kepada-Nya (perintah kedua), 

terhadap nama-Nya (perintah ketiga), dan terhadap hari-Nya (perintah keempat). 

 

 Loh batu kedua mengajar kita apa kewajiban kita terhadap sesama kita. Orangtua 

kita disebutkan pertama-tama (perintah kelima). Kita harus menghormati sesama 

kita berkenaan dengan hidupnya (perintah keenam), pernikahannya (perintah 

ketujuh), harta miliknya (perintah kedelapan), dan nama baiknya (perintah 

kesembilan). 

 

 Kedua loh batu hukum itu berhubungan erat. Jika ada yang berkata bahwa ia 

mengasihi Allah tetapi membenci saudaranya, maka ia yaitu  pendusta (1Yoh. 4:20). 

 

 Akan tetapi, kewajiban kita terhadap Allahlah yang utama. Kita sudah  diciptakan 

untuk memuliakan Dia. Jika tidak ada takut akan Tuhan, maka manusia akan berubah 

menjadi binatang (Luk. 18:2). 

 

 Kita biasanya lebih peduli dengan loh batu kedua. Ketika mendengar tentang 

pencurian, pembunuhan, atau perzinahan, kita menganggapnya sebagai hal yang 

240 

 

berat, tetapi bagaimana jika hari Tuhan dinajiskan?  

 

 Kita juga harus menyadari bahwa Allah akan menghakimi pikiran-pikiran kita. Hakim 

di bumi tidak akan menghukum kita karena kebencian di dalam hati kita, asalkan kita 

tidak menindaklanjutinya. Akan tetapi, Allah tidak puas dengan tindakan-tindakan 

lahiriah (lihat perintah terakhir). 

 

 

 

 

A. Ketika Allah memberikan hukum-Nya di Gunung Sinai, Ia pertama-tama 

menyampaikan kabar baik. Ia berfirman, “Akulah TUHAN Allahmu...” Perkataan ini 

menghibur bagi orang yang sungguh-sungguh bertobat. Allah yaitu