sirah nabi muhammad 3
n3
Slogan pasukan kaum Muslimin pada waktu itu adalah"Hancur'
han musub, bancurkan musub."t'o
Abu Dujanah Simak bin Kharasyalrtts d.r, Hamzah, paman
Rasulullah ffi (singa Allah dan Rasul-Ny, M"\, mengalami cobaan
yang berat pada perang ini. Demikian juga 'Ali bin Abi Thalib gf
serta sejumlah Sahabar dari kalangan Anshar, di antaranya an-Nadhr
bin Anas dan Sa'ad bin ar-Rabi' &. Meskipun demikian, kaum
Muslimin dapat mengatasi perlawanan musuh pada keesokan paginya.
Orang-orang kafir pun mundur hingga sampairrT ke tempat isteri-isteri
mereka.
Tatkala para Sahabat 'Abdullah bin Jubair q;' melihat
kemenangan tersebut, mereka berkata: "Hai kaum Muslimin, mari
kita ambil harta rampasan perang, mari kita ambil harta rampasan
perang!"
'Abdullah bin Jubair segera mengingatkan pesan"t Rasulullah
kepada mereka dalam pertempuran ini. Namun, mereka mengira orangorang kafir tadi tidak akan kembali. Dengan kata lain, tidak mungkin
rcrjadi penyerangan lagi sesudah itu. Akhirnya, mereka semua turun
untuk mengambil harta rampasan perang. Ternyata,pasukan berkuda
kaum musyrikin berbalik dan memanfaatkan celah (posisi) yang
ditinggalkan para pemanah tersebut. Mereka pun menyerang kaum
Muslimin dan berhasil unggul. Kaum Muslimin bertahan menghadapi
serangan balik mereka. Itulah takdir y^ng dikehendaki Allah, yang
pasti terjadi. Kaum Muslimin banyak yangdimuliakan Allah dengan
mati syahid pada hari itu. Beberapa Sahabat yangmulia turut terbunuh
pula, sedangkan sebagian besarnya melarikan diri.Kaum musyrikin pun berhasil menerobos (pertahanan kaum
Muslimin dan) menyerang Rasulullah ffi sehingga mengakibatkan
wajah beliau [yang mulia'2o] terluka dan gigi seri bagian kanan bawah
beliau retak terkena lemparan batu. Bahkan, topi besi di atas kepala
beliau yangsuci ikut hancur.r2l
Kaum musyrikin juga menghujani Rasulullah dengan batubatu salah satunya berhasil mengenai pinggang beliau sehingga
menyebabkannya terjatuh ke dalam lubang yang sengaja digali Abu
Amir al-Fasiq untuk menjebak kaum Muslimin. 'Ali bin Abi Thalib
gE langsung menarik tangan Nabi, kemudian beliau pun digendong
oleh Thalhah bin'Ubaidillah .tY, .
Yang mengomando penganiayaanterhadap Rasulullah ffi adalah
'Amr bin Qamialrrzz drr-r'Utbah bin Abi'\U7aqqash.t8 Ada riwayatyang
menyebutkan bahw a yangmelukai kepala Rasulullah adalah'Abdullah
bin Syihab az-Zuhri, ayah dari paman Muhammad bin Muslim bin
Syihab az-Zuhri.'2a Oranginilah yangmelukai kepala Rasulullah ffi.
Mushab bin'Umair #' terbunuh di hadapan beliau. Maka
dari itu, Rasulullah ffi menyerahkan panji perang kepada 'Ali bin
Abi Thalib eg .tzs Terdapat dua keping pecahan baju besi y^ng
menancap di wajah Rasulullah ffi. Segera saja Abu'Ubaidah bin alJarrah berusaha mencabut kepingan tersebut dengan menggigitnya
sehingga dua giginya tanggal. Sesudah peristiwa itu, giginya diganti
dengan gigi palsu.126 Sementara itu, Malik bin Sinan, ayah Abu Sa'id
al-Khudri gb , menyedot darah dari luka beliau *9."'
Kaum musyrikin mencoba mendekati Rasulullah lagi, tetapi
mereka dihadang oleh beberapa orang kaum Muslimin. Mereka,
yang berjumlah sekitar sepuluh orang itu, berhasil dibunuh.r28
Thalhah pun berhasil menghadang dan menghalau mereka menjauh
dari Rasulullah.'2e Adapun Abu Dujanah, Simak bin Kharasyah,
ia menjadikan punggungnya sebagai perisai bagi Rasulullah ffi.
Meskipun panah menghujani tubuhnya, ia tetap tidak bergeming
sedikit pun. Semoga Allah meridhainya."o Sa'ad bin Abi Nflaqqash eia
juga berhasil melepaskan panah dengan [jitu]131 dan tepat sasaran.Rasulullah ffi bersabda kepadanya:"Panahlah, ayahdan ibuku sebagai
tebusannya."l33
Dalam pertempuranyang sengit itu, mata Qatadah bin anNu'man azh-Zhufari"o terluka. Oleh sebab itu, dibawa ke hadapan
Rasulullah ffi. Kemudian, beliau mengembalikan (menyembuhkan)
matatersebut seperti semula dengan tangannya yangmulia. Bahkan,
kedua mata tersebut menjadi lebih tajam dan lebih baik daripada
sebelumnya."t
Syaitan-laknat Allah atasnya-pada saat itu berkata dengan
lantang: "Muhammad telah terbunuh." Teriakan itu amat berpengaruh
terhadap hati (semangat jihad) sebagian besar kaum Muslimin sehingga
beberapa dari mereka memilih melarikan diri. Demikian y^ngmenjadi
ketetapan Allah \P.t:o
Anas bin an-Nadhr lewat di hadapan beberapa orang kaum
Muslimin yarLg sudah mengangkat tangan (menyerah) . Ia bertanya:
"Ap, y^rLg kalian tunggu?" Mereka menjawab: "Rasulullah ffi telah
terbunuh." Anas berseru kepada mereka: "Kalau begitu, untuk apa
lagi kalian hidup jika beliau sudah wafat? Bangkit dan matilah demi
membela
^payangbeliau
perjuangan hingga akhir hayatl"
Setelah itu, Anas menghampiri kaum Muslimin lainnya dan
bertemu dengan Sa'ad bin Mu'adz <!b.Ia berkata: "Hai Sa'ad! Demi
AIIah, aku mencium wanginya Surga dari arah"'Gunung l-Ihud."
Sahabat itu pun berperang dan terbunuh. Sungguh, di tubuhnya terdapat
luka bekas tujuh puluh tusukan.r38 Pada hari itu juga, 'Abdurrahman
bin 'Auf gE terluka hingga mencapai dua puluh tempat pada tubuhnya
dan sebagian pada kakinya. Akibatnya, 'Abdurrahman menjadi pincang
sampai meninggal dunia-semoga Allah meridhainya."'
Beberapa saat kemudian, Rasulullah ffi kembali menemui
kaum Muslimin. Yang pertama kali mengenali beliau dari balik baju
besinya adalah Ka'ab bin Malik €5 . Ka'ab pun berteriak: "'Sil'ahai
kaum Muslimin, bergembiralah, terlyataRasulullah ffi masih hidup!"
Nabi ffi memberi isyarat kepadanya agar diam.140 Kaum Muslimin
berkumpul di dekat Rasulullah dan segera berlari bersamanya menuju
celah gunung tempat beliau singgah. Di antara mereka yangikut adalah
Abu Bakar, 'I-fmar, 'Ali, al-Haritsah bin ash-shummah a1-Anshari,'at
dan Sahabatlainnya.
Kaum Muslimin yangberupaya berlindung di gunung tersebut
berhasil dikejar oleh Ubay bin Khalaf. Ia menunggang kuda y^ng
bernama al-'Ud. Orang kafir ini mengira dapat membunuh Rasulullah
ffi. Ketika ia mendekat, Rasulullah ffi dengan sigap meraih lembing
yangadadi ftangan]ta2 al-Harits bin ash-Shummah lalu menusukkannya
ke tubuh orang tersebut sehingga menembus bagian atas tulang
belikatnya. Musuh Allah itu pun jatuh tersungkur. Kaum musyrikin
menenangkannya: "Kamu akan baik-baik saja." Ia pun mengeluh:
"Demi Al1ah, seandainya lukaku ini dirasakan oleh seluruh penghuni
Dzil Majaz,''3 pasti mereka akan mati semuanya. Sungguh, ia
(Muhammad) memberitahu bahwa luka ini akan membunuhku." I-Ibay
terus menderita karena luka itu hingga akhirnya mati di Sarif dalam
perjalanan menuju Makkah. Semoga Allah melaknatnya.'*
'Ali bin Abi Thalib gg datang menemui Rasulullah ffi dengan
membawa air untuk membersihkan darah di sekujur tubuh beliau. Ia
mendapati darah tersebut sudah berubah (aroma dan warnanya).'ot
Oleh sebab itu, 'Ali membawa kembali air tersebut.ra6
Rasulullah ffi pun bermaksud menaiki sebuah batu besar di sana,
namun tidak sanggup karena lukaJuka yang beliau derita. Selain itu,
karena pada saat itu Rasulullah ffi mengenakan dua lapis baju besi.
Kemudian, Thalhah €F, duduk agar beliau bisa naik dengan bertumpu
kepadanya.taT
Ketika waktu shalat tiba, Rasulullah ffi mengimami mereka
sambil duduk. Di pihak lain, kaum musyrikin kembali ke kemah
mereka, lalu pulang ke Makkah dan meninggalkan tempat tersebut.
Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu.
Pada hari itu, kaum Muslimin yangmati syahid berjumlahlO
orang,r4s diantara mereka terdapat Hamzah, paman Rasulullah W,.I^
dibunuh oleh tU7ahsy, budak yangdimerdekakan Bani Naufal untuk
tujuan tersebut. Namun, sesudah itu'\trfahsy masuk Islam, bahkania termasuk salah seorang yangmembunuh Musailamah a1-Kadzab.
Semoga Allah melaknat Musailamih.r4e
Syuhada lainnya adalah 'Abdullah bin Jahsy, sekutu Bani
'Umayyah; Mush'ab bin Umair;r50 dan'IJtsman bin'Utsman, yakni
Syammas bin 'Utsman al-Makhzumi. 'utsman dijuluki Syammas
karena wajahnya yang elok. Keempat orang tersebut berasal dari
kalangan Muhajirin, sedangkan selebihnya dari kalangan Anshar.
Semoga Allah meridhai mereka semua. Rasulullah ffi mengebumikan
para syuhada tersebut bersama darah dan pakaian mereka, namun
beliau tidak menshalatkan mereka ketika itu.rsr
Di antara sekelompok kaum Muslimin yangmelarikan diri pada
waktu itu adalah'LJtsman bin Affan gE . Meskipun demikian, Allah
ffi menegaskan bahwasanya kekeliruan mereka telah dimaafkan.
Allah lW berfirman:
"sesunggubnya orang-ord,ng yd.ng berpaling di antaramu pada hari
bertemu dua pasukan itu, banya saja mereka digelincirkan oleh syaitan,
disebabkan sebagian kesalaban yang telab mereka perbuat (pada lndsd
lampau) dan sesungguhnya Allah telab memberi maaf kepada mereka.
Sesunggubnya Allah Maba Pmgarnpun lagi Maha Penyantun " (QS. Ali
'Imran: 155;tsz
Dalam pada itu, korban perang dari kalangan kaum musyrikin
yang terbunuh berjumlah 22 orang.ts3
Sesungguhnya, Allah \H telah mengisyaratkan peristiwa ini
(Perang Uhud) pada surat Ali'Imran, sebagaimana dalam firman-Nya
berikut ini:
"Ddn (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumab)
keluargamu akan rnenernprttkan para Mukmin pada beberapa tempdt
untuk berperang. Dan Allab Maba Mendengar lagi Maha Mengetabui."
(QS. Ali'Imran: L2L)ts+
Perang Hamra-ul Asad]
Pada pagi hari Ahad, Rasulullah ffi memobilisasi [kaum
Muslimin],55 untuk bersiap-siap mengejar musuh guna menggertak
mereka. Peristiwa itulah yangdisebut dengan Perang Hamra-ul Asad.t56
Beliau memerintahkan agar tidak ikut bersama melainkan orangorang yang berjuang dalam Perang Uhud saja. Memang, yang keluar
pada saat itu, hanya mereka yangikut dalam Perang lJhud,"'kecuali
Jabir bin 'Abdullah gf . Sebab, pada Perang Uhud ia diamanatkan
ay ahny a untuk menjaga saudara-s a tdar a p erempuannya. I 58 Karena
ayahnya gugur dalam Perang Uhud, makaJabir meminta izin kepada
Rasulullah ffi untuk ikut serta ke Hamra-ul Asad. Rasulullah ffi prrn
mengizinkannya.tse
Kaum Muslimin pun berangkat seperti yang diperintahkan
Rasulullah ffi, meskipun mereka masih kepayahan karena menderita
luka-luka, hingga mereka sampai di Hamra-ul Asad yang berjarak
sekitar 8 mil dari Madinah. Kondisi mereka ketika itu digambarkan
dalam firman Allah \lM:
" (Yaitu) orttng-orctng yang mendd.ti perintah Allah dan Rasul-Nya sesudab
mereka mendapat luka (dalam Perang Ubud). Bagi orang-ora.ng yang
berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pabala ydng
besar." (QS. Ali'Imran : 172,)Di tengah perjalanan, Ma'bad bin Abi Ma'bad al-Khuza'i
berpapasan dengan Rasulullah ffi dan para Sahabatnya. Nabi ffi
membiark^nrlya berlalu. Kemudian, Ma'bad bertemu dengan Abu
Sufyan dan kaum musyrikin di ar-Rauha'.Ia pun memberitahukan
bahwa Rasulullah ffi dan para Sahabatnya sedang mengejar mereka.
Kabar itu sangat mengusik para pemimpin Quraisy, sampai-sampai
mereka hendak kembali ke Madinah. Akan tetapi, Abu Sufyan dapat
mencegah niat tersebut sehingga akhirnya mereka kembali meneruskan
perjalanan ke Makkah.
Sesudah itu, Rasulullah ffi berhasil menangkap Muawiyyah bin
al-Mughirah bin Abil'Ash. Beliau memerintahkan agar kepalanya
dipenggal dalam keadaan terikat. Ia adalah ayah kandung'Aisyah, ibu
'Abdul Malik bin Marwan. Selain dia, tidak ada lagi orang kafir yang
dibunuh.Pengiriman Delegasi Ke Ar-Raii']
Setelah Perang Uhud, Rasulullah ffi mengirim delegasi ke ar-Raji',
[yakni]'6'?pada bulan Shafar tahun 4 H. Rasulullah ffi mengutus para
Sahabatnya ke kabilah'Adhal dan Qarah,r63 berdasarkan permintaan
mereka kepada Nabi ffi melalui beberapa utusan y^ng mendatangi
beliau. Mereka menceritakan bahwa Islam sudah tersebar di sana.
Menurut Ibnu Ishaq, beliau mengutus enam orang.t6a Sementara
itu, al-Bukhari dalam Sbabiih-nyat6s menyebutkan bahwa jumlah
mereka mencapai sepuluh orang. Abul Qasim as-Suhaili berkomentar:
"Pendapat inilah yang benar."
Nabi ffi menunjuk Mansad bin Abi Mansad al-Ghanawi sebagai
pimpinan para utusan. Semoga Allah meridhai mereka.r66 Termasuk
di antara kaum Muslimin yangdiutus adalah Khubaib bin 'Adi 4r .
Kemudian, delegasi itu berangkat bersama utusan kedua kabilah tadi.
Ketika tiba di ar-Raji', yakni sumber mata air milik Bani Hudzall di
pinggiran Hijaz,t67 tepatnya di sebuah tempat bernama al-Had'ah,
terny ata para utusan' Adhal dan Qarah berkhianat. Mereka bersekongkol
dan bekerjasama dengan suku Hudzail untuk menyerbu delegasi kaum
Muslimin. Orang-orang Hudzail pun datang dan mengepung mereka.
Akibatnya, sebagian besar utusan tersebut terbunuh. Sesudah peristiwa
itu, turunlah ayat al-Qur-an sehubungan dengan musibah tersebut.
Semoga Allah meridhai mereka semua. Orang-orang kafir menahan
Khubaib bin 'Adi dan seorang lagi, yakni Zaidbin ad-Datsinnah.'u'
Mereka membawa dan menjual keduanya di Makkah. Hal itu disebabkan
keduanya banyak membunuh kaum kafir Quraisy pada Perang Badar.Adapun Khubaib tl$-' ,
ia sempat mendekam dalam penjara
di Makkah, meskipun kemudian kaum musyrikin sepakat untuk
membunuhnya. Mereka membawa sahabat itu ke Tan'imr6e dan
menyalibnya. Sebelumnya, Khubaib meminta izin untuk mengerjakan
shalat dua rakaat dan mereka pun mengizinkannya. Seusai shalat,
Khubaib berkata: "Kalau bukan karena khawatir kalian mengira
aku takut (mati), niscaya aku akan shalat lebih lama lagi." Bahkan, ia
menyenandungkan sya'ir berikut ini:
Aku tidak gentar apabila terbunuh sebagai seorang Muslim, karena
di tempat mana pun, kematianku milik Allah
Sungguh ketika Allah menghendaki segalanya
Dia akan memberkahi pada tubuh yangtercabik-cabik'7,
Abu Sufyan bertanya kepadanyai "sukakah kamu apabila
Muhammad menggantikan posisimu ini untuk dipenggal kepalanya.
Dengan demikian, kamu dapatkembali kepada keluargamu?" Khubaib
menjawab: "Demi Allah!Aku sama sekali tidak gembira apabila dapat
kembali kepada keluargaku walaupun Muhammad hanya tertusuk
duri.DrTr
Sesudah itu, mereka menugaskan seseorang menjaga Khubaib.
Akan tetapi, 'Amr bin 'Umayyah berhasil menculik tawanan itu
dengan tipu muslihatnya pada malam hari. 'Amr pun membawanya,
lalu membunuhnya, kemudian menguburflya."'
Di pihak latn, Zaid bin ad-Datsinnah dibeli oleh Shafwan bin
'Umayyah. Akan tetapi, kemudian ia dibunuh juga oleh majikanny^
itu demi menuntut balas atas kematian ayahnya.
Delegasi Bi'r Ma'unah]
Pada bulan Shafar, Rasulullah ffi mengirim delegasi ke Bi'r
Ma'unah. Semuanya bermula dari pertemuan Rasulullah ffi dengan
Abu Bara' Amir bin Malik, orang yang dikenal ahli memainkan tombak
di Madinah. Rasul ffi pun mengajaknya masuk Islam, namun ia enggan
tapi tidak juga menjauh. LakiJaki itu malah menyarankan: "'Wahai
Rasulullah, alangkah baiknya apabila engkau mengirim utusan ke
Najed untuk mengajak mereka masuk agamamu? Aku berharap mereka
mau menerima dakwah tersebut." Beliau berkata: "Aku khawatir
penduduk Najed akan berbuat buruk terhadap para Sahabat." Abu
Bara' berseru: "Akulah yang akan melindungi mereka. " 17a
Akhirnya, Rasulullah ffi mengirim utusan, sebagaimana
dikatakan oleh Ibnu Ishaq,"' sebanyak 40 orang dari kalang n para
Sahabat. Dalam kitab asb-Shabiihainn6 disebutkan 70 orang. Pendapat
inilah yang benar. Nabi ffi menunjuk al-Mundzir bin 'Amr, salah
seorang dari Bani Sa'idah, sebagai pemimpin mereka, bahkan ia digelari
al-Mu'ni.q li Yamuut (orang yang berani mad) €5 . Anggota delegasi
ini berasal dari kalangan Muslimin yangutama,l,, para Pemuka, dan
juga para qari'.
Mereka pun berangkat dan singgah di Ma'unah, yakni sebuah
tempat yatgterletak di antara wilayah Bani 'Amir dan perkampungan
Bani Sulaim. Dari situ, mereka mengutus Flaram bin Milhan, saudara
tlmmu Sulaim, untuk membawa surat Rasulullah ffi kepada musuh
Allah,'Amir bin ath-Thufail. Sesudah disampaikan, musuh Allah itu
tidak sedikit pun membaca isi surat beliau, bahkan ia memerintahkan
supaya utusan Nabi tersebut dibunuh. Salah seorang dari mereka lantas
menusuk Haram dengan ujuk tombak. Darah pun sudah mengucur
dari tubuhnya, namun Sahabat tadi berkata: "Aku beruntung, Demi
Rabb Ka'bah.'r78
Langkah selanjutnya yang diambil musuh Allah itu, yakni
'Amir, ialah memobilisasi Bani 'Amir untuk memerangi sisa utusan
yangada. Akan tetapi, Bani 'Amir tidak bersedia membantunya karena
para utusan itu telah dilindungi oleh Abu Bara'. Akhirnya, 'Amir
berpaling dan memobilisasi Bani Sulaim. Ambisinya itu pun disambut
oleh suku Ushayyah, K'1, dan Dzakwan. Mereka lalu mengepungpara
Sahabat Nabi ffi dan memeranginya sehingga seluruhnya terbunuh,
kecuali Ka'ab binZaiddari Bani an-Najjar. Ia berhasil diselamatkant.e di
antara kurban-ku rban y anggugur dan mampu bertahan hidup, hingga
akhirnya mati syahid dalam Perang Khandaq.
Pada saat itu, 'Amr bin Umayyah adh-Dhamari dan al-Mundzir
bin Muhammad bin'Uqbah berada di dekat kaum Muslimin. Keduanya
melihat burung mengelilingi tempat kejadian tersebut. Maka dari itu,
al-Mundzir bin Muhammad mendatangi tempat itu dan ikut berperang
melawan kaum musyrikin sehingga terbunuh sebagai syahid bersama
para Sahabatnya. Sementara itu,'Amr bin'Umaryahditawan oleh
musuh. Ketika'Amr memberitahukan bahwa ia berasal dari Mudhar,
pemimpin mereka (Amir bin Thufail) langsung mencukur rambutnya
lalu membebaskannya, sebagai tebusan bagi pembebasan ibunya yang
menunrtnya pernah menjadi budak mereka @ani Mudhar).
Maka 'Amr bin 'Umayyah dapat kembali pulang.t80 Setelah
sampai di Qarqarah Shadrul Qanat,'8' ia beristirahat di bawah sebuah
pohon. Tiba-tiba, dua orang lakiJaki dari Bani Kilab menghampirinya.
Ada riwayatyangmengatakan bahwa mereka dari Bani Sulaim. Kedua
orang itu sama-sama beristirahat di tempat tersebut. Ketika keduanya
tertidur, 'Amr membunuh mereka. Menurut pandangannya, dengan
itu ia telah membalas dendam atas kemat ian paraSahabatny a. T ernyata,
kedua laki-laki tadi terikat perjan1iandamai dengan Rasulullah Myang
tidak diketahui 'Amr. Saat tiba di Madinah, ia menceritakan kejadian
yang dialaminya kepada Rasulullah lW, termasuk pembunuhan yangtelah dilakukannya. Rasulullah ffi menyesalkan perbuatan'Amr:
"Sungguh, kamu telah membunuh dua orang yang karenanya aku
harus membayar diyat."t82 Peristiwa itulah yang menjadi penyebab
pecahnya Perang Bani Nadhir, sebagaimana yangtercantum dalam
kitab asb-Shahiib.t83
Menurut az-Zuhri, Perang Bani Nadhir terjadi enam bulan
setelah Perang Badar. Akan tetapi, kenyataannya tidak demikian.
Yang berlangsung enam bulan setelah Perang Badar adalah Perang Bani
Qainuqa'. Adapun Perang Bani Nadhir, terjadi setelah Perang Uhud.
Sementara itu, Perang Bani Quraizhah berlangsung setelah Perang
Khandaq. Perang Khaibar terjadi setelah perjanjian al-Hudaibiyah.
Perang melawan Romawi berlangsungpadatahun Tabuk, yaitu setelah
penaklukan kota Makkah.
Menjelang wafatnya, Rasulullah M, memerintahkan kaum
Muslimin untuk mengusir kaum Yahudi dan Nashrani dari tanah
Arab,
Perang Bani Nadhir]
Rasulullah ffi sendiri yang pergi menemui (pemimpin) Bani
Nadhir untuk membayar diyat dua orang (dari Bani'Amir) yang
dibunuh 'Amr. Sebab, antara kedua orang itu dan Bani Nadhir
terdapat ikatan perjanjian (bersekutu).tt0 Kaum Bani Nadhir pun
menyetujuinya: "Baiklah. "
Rasulullah ffi, Abu bakar, 'I-fmar, 'Ali, dan para Sahabat yang
lainnya-semoga Allah meridhai mereka semua-sempat duduk-duduk
(beristirahat) di bawah benteng orang-orang kafir itu. Di tempat
lain, kaum musyrikin berkumpul dan berunding: "Siapa yang akan
melemparkan kayu ini kepada Muhammad hingga dia mati?" Seorang
laki-laki bernama 'Amr bin Jihasy menyanggupinya. Semoga Allah
melaknatnya.
Sebelum rencana tersebut dilaksanakan, Allah telah memberitahukan kepada Rasul-Nya tentang niat jahat mereka @ani Nadhir).
Segera saja Rasulullah ffi bangkit dan meninggalkan para Sahabat
karenanya. Belum lagi beliau sampai di Madinah, datanglah seseorang
memberitahukan bahwa ia melihat Rasulullah memasuki sebuah kebun
di dekat kota itu. Abu Bakar dan para Sahabat yang tadi bersamanya
segera berdiri dan menyusul beliau.
Rasulullah g langsung memberitahukan kepada mereka apa
yang dikabarkan A1lah mengenai niat jahat orang-orang Yahudi.
Rasulullah memobilisasi kaum Muslimin untuk memerangi mereka.
Beliau pun berangkat dan menunjuk Ibnu Ummi Maktum sebagai
amir sementara di Madinah. Peristiwa ini terjadi pada bulan Rabi'ul
Awwal. Beberapa waktu kemudian, kaum Muslimin mengepung orangorangkafir itu hingga enam malam. Pada saat itulah, minuman keras
diharamkan, I 87 sepert i yangdisebutkan oleh Ibnu Hazm. rss Akan tetapi,
aku (Ibnu Katsir) belum mendapatkan ulama lain yang berpendapat
demikian.
'Abdullah bin Ubay bin Salul bersama para pengikutnya dari
kalangan kaum munafik sempat menyusup ke dalam benteng Bani
Nadhir dan berkata: "Kami berada di pihak kalian dan akan berperang
bersama kalian. Kalau kalian diusir, kami juga akan keluar bersama
kalian." Kalangan Bani Nadhir pun teperdaya oleh ucapan tersebut
sehingga mereka berusaha mempertahankan benteng mereka.
Rasulullah ffi menyuruh pasukannya untuk menebang dan
membakar pohon-pohon kurma mereka.rse Akhirnya kaum musyrikin
menyerah dan memohon agar Rasulullah ffi bersedia melepaskan
mereka, tidak menumpahkan darah mereka, dan mengizinkan mereka
membawa b aran g-ba r ang y arTgbisa diangkut oleh unta, kecuali senj at a.
Rasulullah ffi pun mengabulkan permintaan mereka.
Para pembesar kaum musyrikin Bani Nadhir, seperti Huyay
bin Akhthab dan Salam bin Abul Haqiq, pergi membawa seluruh
keluarga danharta benda mereka menuju Khaibar dan bergabung
bersama penduduk setempat. Sementara itu, sebagianlainnyapergi ke
tanah Syam. Tidak adayangmasuk Islam di antara mereka, kecuali
dua orang saja, yakni Abu Sa'ad bin \flahab dan Yamin bin'Umair
bin Ka'ab. Bahkan, mereka berjanji akan memberikan upah kepada
siapa sajayangdapat membunuh sepupunya,'Amr binJihasy. Hal ini
disebabkan'Amr berniat membunuh Rasulull ah M. Dengan demikian,
keduanya dapat melindungi hana benda mereka.
Adapun harta (ghanimah) yang tersisa dibagi-bagikan oleh
Rasulullah kepada kalangan senior Muhajirin saja. Selain itu, beliau
memberikan bagian khusus kepada Abu Dujanah dan Sahal bin
Hunaif, dua orang dari Anshar, karena keduanya miskin.te, Hartaharta kaum musyrikin itu termasuk fa-i yangdihalalkan oleh Allah
untuk Rasul-Nya. Kaum Muslimin pun tidak mengerahkan kuda dan
kendaraan (kekuatan) apa pun untuk mendapatkannya (tanpa melalui
peperangan)Dalam peperangan ini Allah \H menurunkan surat al-Hasyr.'e'
'Abdullah bin 'Abbas Si:., menyebut surat ini dengan surat Bani
Nadhir.te3
Qunut Nazilah
Rasulullah ffi membacado'aQunut selama sebulan penuh untuk
melaknat orang-orang yang telah membunuh para qurrd.', yakni para
penghafal a1-Qur-an yanggugur dalam tragedi Bi'r Ma'unah."'
Rasulull ah ffi Berpartisipasi
Dalam Perang Dzaturriqa""
Perang Dzaturriqa' adalah Perang Najed.
Rasulullah ffi keluar pada bulan Jumadil Ula tahun 4 H untuk
menyerang (B*r) Muharib dan Bani Tsa'labah bin Sa'ad bin Ghathafan.
Sebelum pergi, beliau menunjuk Abu Dzarr al-Ghifarlte6 d5 sebagai
amir sementara di Madinah. Nabi berjalan terus tanpa beristirahat
hingga tiba di Nakhl.'s? Beliau berpapasan dengan sekelompok orang
dari Ghathafan. Mereka berhenti sejenak (saling berhadapan), namun
tidak sampai terjadipertempuran. Pada hari itulah, beliau ffi melakukan
shalat Khauf, seperti halnya yangdisebutkan oleh Ibnu Ishaq dan ahli
sejarah lainnya.te8
Akan tetapi, pendapat tersebut kontroversial. Sebab, terdapat
riwayat lain dari asy-Syafi'i, Ahmad, dan an-Nasa-i dari Abu Sa'id
y angmenyebutkan bahwa Rasulull ah Mdikepung oleh pasukan kaum
musyrikin pada Perang Khandaq sehingga tertahan mengerjakan shalat
Zh:uh:ur, Ashar, Maghrib, dan 'Isya. Akibatnya, Nabi ffi terpaksa
menggabungkan (menjamak) shalat-shalat tersebut. Hal itu beliau
lakukan sebelum turunnya ayattentang shalat Khauf.te'
Mereka (para ulama) menegaskan bahwasanya perintah shalat
Khauf turun di 'Usfan, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu 'Ayyasy
az-Zarqi.zoo Ia berkata: "Kami bersama Nabi M di'IJsfan. Beliau
mengimami shalat Zhuhsr kami. Ketika itu, pasukan kaum musyrikin
dipimpin oleh Khalid bin aI-\[alid. Pasukan musyrikin bersiasat: "Kita
akan memanfaatkan kelalaian mereka.' Mereka juga berkata: 'sebentar
lagi, mereka akan mengerjakan shalat y{Lglebih dicintai daripada harta
dan anak-anak mereka.' Maka turunlah perintah mengerjakan shalat
Khauf antaraZhuhur dan Ashar. Rasulullah ffi mengimami kami shalat
Ashar dan membagi kami menjadi dua kelompok." Abu'Ayyasy Pun
menyebut kan lalazh hadits tersebut hin gga selesai.
Hadits di atas diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud,
dan an-Nasa-i.2or
Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah 4b ,
ia menceritakan
bahwa Rasulullah ffi singgah (bermukim sementara) di antara Dhajanan
dan 'Usfan.zo2 Di tempat inilah kaum Muslimin mengepung kaum
musyrikin. Orang-orang kafir berkata: "Sesungguhnya Muhammad
dan Sahabatnyamemiliki amalyanglebih dicintai203 daripada anak dan
gadis mereka. Kumpulkanlah kekuatan kalian dan serbulah mereka
dengan tiba-tiba ftetika waktunya tiba)." Maka datanglah Jibril AO;
dan memerintahkan Rasulullah ffi supaya membagi para Sahabatnya
menjadi dua kelompok. Abu Hurairah pun menyebutkan lanjutan
hadits yang diriwayatkan oleh an-Nasa-i dan at-Tirmidzi tersebut.
At-Tirmid zi berkata: "FIasan shahih.
"'*
Sebagaimana dimaklumi, tanpa adanya perbedaan pendapat,
bahwasan ya P erang'LIsfan terjadi setelah Perang Khandaq. Artinya,
Perang D zatur riqa' terjadi setelahnya, yaitu sesudah Perang Khaibar. 205
Kesimpulan ini kian diperkuat dengan tunrt sertanya Abu Musa
al-Asy'ari dan Abu Hurairah 4F, dalam perang tersebut.
Dijelaskan dalam kitab asb-Sbahiibain dari beliau bahwa Abu
Musa al-Asy'ari gE ikut PerangDzattrriqa'. Para Sahabat membungkus kaki mereka dengan sobekan kain karena luka-luka yang
diderita.'06 Oleh sebab itulah, perang ini disebut iuga dengan Perang
Dzaturriqa'.207
Diriwayatkan dari Marwan bin al-Hakam bahwa ia pernah benanya
kepada Abu Hurai rah &: "Apakah kamu pernah melaksanakan shalat
Khauf bersama Rasulullah ffi?" Abu Hurairah 45 menjawab: "Ya,
pernah." Marwan bertanya lagi: "Kapan?" Beliau menjawab: "Pada
Perang Najed." Kemudian, Abu Hurairah 4E menjelaskan tata cara
shalat Khauf.
Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan
an-Nasa-i.208
Sebagian ahli sejarah mengatakan bahwa Perang Dzaturriqa'
berlangsung lebih dari sekali, yakni sebelum Perang Khandaq dan
terjadi lagi sesudahnya.
Aku (Ibnu Katsir) menegaskan, jika demikian, maka pendapat
yang mengatakan bahwa Rasulullah ffi melaksanakan shalat Khauf
pada perang ('Usfan) yangpertama merupakan pendapat yangtidak
benar, yakni apabila hadits yang menyebutkan pensyari'atan shalat
Khauf di 'Usfan tadi shahih.
Mereka (para ulama) menyebutkan bahwa di antara peristiwa
yarLg terjadi pada PerangDzaturriqa' adalah kisah unta Jabir yang
dijualnya kepada Rasulullah **.20e Namun, hal itu masih perlu ditinjau
kembali karena terdapat riwayat lain yang menyebutkan bahwa
peristiwa itu terjadi pada Perang Tabuk.", Hanya saja, riwayat pertama
tersebut lebih relevan. Sebab, ayahJabir terbunuh sebagai syahid pada
Perang Uhud dan meninggalkan beberapa orang puteri. Oleh sebab
itu, Jabir merasa harus cepat-cepat menikah agar segera mendapatkan
orang yangbisa mengurus mereka.2rr
Peristiwa lainnya ialah seperti yang disebutkan dalam hadits
Jabir, yaitu berkenaan dengan lakilaki yangisterinya ditawan kaum
Muslimin. Orang itu bersumpah untuk membunuh salah seorang
Sahabat Muhammad M. Pada malam harinya, ia melaksanakan niat
jahatnya tersebut. Sementara itu, Rasulullah ffi telah menugaskan
dua orang penjaga,2tz yait:u Abbad bin Bisyr dan Ammar bin Yasir
95, untuk melindungi kaum Muslimin dari serangan musuh. Lakilaki tadi pun melukai Abbad yang sedang shalat dengan panahnya.
Abbad mencabut panah tersebut dan melanjutkan shalatnya. Bahkan,
ketika kemudian iubuhnya tertembus tiga anak panah, ia tidak juga
berhenti shalat hingga mengucapkan salam. Setelah itu, barulah ta
membangunkan Sahabatnya. Ammar pun terkejut melihat kondisi
Abbad, seraya berseru: "Subbanallabt Mengapa kamu tidak membangunkanku tadi?" Abbad menjawab: *Tadi aku sedang membaca
surat dalam shalat, dan aku tidak suka memutusnya.'2l3
Peristiwa lain yang terjadi, disebutkan dalam hadits Ghaurats bin
al-Harits. Orang ini mencoba membunuh Rasulullah ffi ketika beliau
sedang tidur siang di bawah sebatang pohon. Ia menghunus pedang
dan berusaha menebaskannya ke tubuh Rasulullah g, namun Allah
mencegahnya dengan menahan tangannya. Rasulullah ffipun terbangun
dan langsung memanggil para Sahabatnya. Semua Sahabatnya segera
berkumpul (dan mengepung orang itu). Nabi menjelaskan kepada
mereka perihal upaya pembunuhan tersebut. Meskipun demikian,
beliau membebaskan dan memaa{kan kesalahan Ghaurats.2la
Peristiwa itu terjadi pada Perang Dzattrriqa'. Akan tetapi,
yang dimaksud ialah Perang Dzaturriqa' yang berlangsung setelah
Perang Khandaq, sebagaimana yang diriwayatkan dalam kitab ashSbabiibain,2ts dariJabir bin'Abdullah gf ,
ia bercerita: "Kami pergi
bersama Rasulullah ffi hingga tiba di Dzattrriqa'. Setiap kali berada
di sebuah pohon yangrindang, kami memberikan tempat itu kepada
beliau. Kemudian, datanglah seorang laki-laki dari kaum musyrikin.
Ketika itu, pedang beliau tergantung di pohon. Ia pun mengambil
pedang tersebut dan menghunuskannya kepada Rasulullah sambil
bertanya: "Tidakkah engkau takut kepadaku?" Rasulullah menjawab:
"Tidak." Orang itu bertanya: "Siapa yar,g mampu melindungimu
dariku?" Rasulullah menjawab' cA11ah.D216
Para Sahabat mengancam orang tersebut, sehingga ia menyarungkan kembali pedang beliau lalu menggantungkannyaditempat semula.
Setelah itu, waktu shalat pun tiba. Rasulullah ffi shalat bersama
sebagian Sahabat sebanyak dua rakaat. Kemudian ; ptraSahabat tersebut
mundur, lalu datang lagi sekelompok lain untuk shalat dua rakaat juga
bersama beliau. Dengan demikian, Rasulullah ffi shalat empat rakaat,
sedangkan kaum Muslimin lainnya shalat dua rakaat. Demikianlah
lafazh hadits riw ay at Muslim.
Badar Yang Diianiikan]
Pada Perang Uhud, Abu Sufyan pernah berseru saat akan
kembali: "Kita akan bertemu lagi di Badar tahun depan!" Rasulullah
ffi menyuruh salah seorang Sahabatnya untuk menjawab tentang
hal itu, tY^.'Pada bulan Sya'ban tahun yatgdijanjikan ini, Nabi ffi
bersama para Sahabat berangkat menuju Badar sesuai dengan janji
tersebut. Rasulullah ffi telah menunjuk'Abdullah bin'Abdullah
bin Ubay sebagai amir semerLtara di Madinah. Beliau semPat tinggal
(bermukim) di Badar selama delapan malam, namun kemudian pullg
kembali t^up^ sempat berperang. Sebenarnya, Abu Sufyan sudah
keluar bersama kaum Quraisy. Namun, di tengah perialanan, kaum
musyrikin mengubah niat sehingga memutuskan untuk kembali lagi,
karena paceklikyang melanda negeri mereka. orang-orang kafir pun
pulang. Peristiwa ini dinamakan Perang Badar ketiga atau Badaf yal.Lg
dijanjikan
Perang Daumatul Jandal]"'
Rasulullah ffi keluar menuju Daumatul Jandal pada bulan
Rabi'ul Awwal tahun 5 H. Akan tetapi,lagi-lagi beliau kembali setelah
di tengah perjalanan tidak menemui pertempuran. Sebelumnya, Nabi
menunjuk Siba' bin'Arthufah sebagai amir sementara di Madinah
Perang Khandaq]"'
Pasal ini menjelaskan Perang Khandaq secara singkat. Pada
perang ini, Allah ffi menguji hamba-hamba-Nya yang beriman
dan menimpakan kegoncangan (cobaan) atas mereka. Allah hendak
memantapkan keimanan yarLg ada dalam hati para wali-Nya; serta
menampakkan sesuatu yang selama ini disembunyikan oleh orangorang munafik, membongkar rahasia mereka, dan memberikan teguran
keras terhadap kaum tersebut. Pada akhirnya,Allah akan menurunkan
kemenangan-Nya, menolong hamba-Ny", dan menghancurkan
pasukan-pasukan musuh sendirian. Kemudian, Allah memuliakan
bala tentara-Nya dan mengusir orang-orang kafir sehingga mereka
menjadi kesal karenanya. Sebaliknya, Allah senantiasa menjaga kaum
Muslimin dari kejahatan mereka. Semua itu merupakan karunia dan
anugerah dari-Nya.
Allah mengharamkan kepada kaum musyrikin, baik berdasarkan
syar'i maupun berdasarkan ketentuan-Nya, untuk kembali memerangi
kaum Mukminin sesudah peristiwa tersebut.zzo 3r!r|.rn, Allah
menjadikan mereka pihak yartg kalah. Kebalikannya, Allah akan
menjadikan barisan pasukan-Nya sebagai Pemenang. Segala puji bagi
Allah, Rabb sekalian alam.
Peristiwa itu (Perang IGandaq) terjadipada bulan Syawwal tahun
5 H, menurut pendapat yarrg benar dari dua pendapat yang beredar
di kalangan ahli sejarah."'Sebagai buktinya, tidak ada perbedaan
pendapat tentang Perang Uhud y^ngterjadi pada bulan Syawwal3 H.
Sebelumnya jugatelah dipaparkan pendapat para ulama (ahli sejarah)
bahwa Abu Sufyan menantang kaum Muslimin untuk bertemu
berperang) kembali di Badar pada tahun depan. Ketika itu Rasulullah
ffi pun keluar untuk menemui kaum musyrikin, namun mereka ingkar
janji, disebabkan oleh paceklik yaigmelanda negeri mereka, sehingga
pertempuran tertunda sampai tahun berikutnya.
Abu Muhammad bin Hazm al-Andalusi berkata dalam kitab alMagb aazi-ny a:222 "Demikianlah pend ap at p ar a ahli sej arah. " Beliau pun
menambahkan: "Yang benar dan tidak diragukan lagi bahwa peristiwa
itu terjadi pada tahun 4 H. Inilah pendapat Musa bin'Uqbah."
Ibnu Hazm berargumentasi dengan hadits Ibnu 'LImar gE :
'Aku pernah menawarkan diri untuk ikut belperang dengan Rasulullah
ffi saat Perang Uhud. Ketika itu, aku masih berusia 14 tahun sehingga
beliau tidak mengizinkanku turut serra. Setelah itu, aku menawarkan
diri lagi untuk ikut Perang Khandaq, ketika usiaku sudah mencapai
15 tahun, dan Rasulullah ffi pun mengizinkannya."
Dengan demikian, terbuktilah bahwa jeda wakt! antara kedua
perang tersebut hanyalah satu tahun.
Aku (Ibnu Katsir) menegaskan, hadits ini dikeluarkan dalam
kitab ash-Shabiibdin.zz3 Meskipun begitu, hal itu tidak menguatkan
pendapatnya itu. Sebab, izin mengikuti perang menurut beliau ffi
berdasarkan syarat, yaitu telah berusia L5 tahun. Maka dari itu, yang
belum sampai usia tersebut tidak diperbolehkan ikut. Sebaliknya,yang
sudah mencapainya diperbolehkan berperang. Karena pada saat Perang
Uhud usia Ibnu'Lfmar belum mencapai 15 tahun, Rasulullah ffi p.rrt
tidak memberinyaizin. Adapun pada Perang Khandae, usianya sudah
cukup sehingga Rasulullah ffi mengizinkannya. Pernyataan tersebut
tidaklah menafikan kemungkinan bahwa usia Ibnu 'Um arkalaitu lebih
tua satu, dua, atau tiga tahun; atau bahkan lebih dari itu. Dengan kata
lain, seolah-olah ia berkata: "Pada Perang Khandaq, aku menawarkan
diri, yaitu ketika aku sudah baligh atau sudah layak ikut berperang."
Ada pula yang menyebutkan bahwa pada Perang Uhud Ibnu
'IJmar memang baru berusia 14 tahun. Semenrara pada Perang Khandaq,
beliau sudah di penghujung usia 15 tahun. Namun, pendapat itu masih
perlu ditinjau kembali. Pendapat pertama lebih kuat secara ilmiah bagi
orang yalgmau menelaah dan bersikap netral. Vallaabu d.'ld.rn.zza
Latar belakang perang al-Khandaq adalah sebagai berikut:
sekelompok orang Yahudi dari kalangan Bani Nadhir yang sudah
diusir oleh Rasulullah ffidariMadinah ke Khaibar, sebagaimana telah
diterangkan sebelumnya, yangterdiri atas para pembesar mereka,
seperti Salam bin Abil Haqiq, Salam bin Misykam, Kinanah bin Rabi',
danyanglainnya, menemui kaum Quraisy di Makkah dan mengajak
mereka untuk berperang melawan Rasulullah ffi. Karena mereka
menjanjikan pertolongan dan bala bantuan, maka orang-orang Quraisy
menyambut baik ajakan tersebut."s Lantas mereka pergi ke Ghathafan
dan mengajak penduduknya untuk bergabung. Kaum Ghathafan pun
menyetujuinya. Setelah itu, berangkatlah Quraisy yang dipimpin
oleh Abu Sufyan bin Harb, sedangkan Ghathafan di bawah pimpinan
'Uyainah bin Hishn. Semuanya berjumlah sepuluh ribu prajurit.
Pada saat Rasulullah ffi mendengar berita tersebut, beliau
segera memerintahkan para Sahabatnya untuk menggali parit226 guna
menghalangi pasukan kaum musyrikin yang akan masuk Madinah.
Hal itu beliau lakukan berdasarkan usulan Salman al-Farisi €F, . Kaum
Muslimin pun bergegas membuat parit tersebut sebelum pasukan
Quraisy menyerang. Dalam peristiwa penggalian parit itu, banyak
terjadi tanda-tanda kebesaran Allah yang terlalu panjang apabila
dijelaskan di sini, serta berbagai mukjizat Nabi y^ngtelah mutawatir
riwayatnya. Ketika parit sudah selesai dikerjakan, kaum musyrikin
pun datang. Mereka bermukim sementara di pinggiran kota Madinah,
sebagaimana yangdisebutkan dalam firman Allah tgg :
"(Yaitu) ketika mereka datd.ng kEadamu dari atas dan dari bauabmu
...." (QS. A1-Ahzaab: 10)zzt
Rasulullah ffi keluar dan berlindung dalam parit bersama tiga
ribu prajurit Muslimin dari kalangan penduduk Madinah, menurut
pendapat yangbenar.
Ibnu Ishaq menyebutkan bahwa jumlah kaum Muslimin kala itu
tujuh ratus orang. Namun, pendapat itu keliru karena tersamar olehnya
mengenai jumlah mereka padaPerang Uhud, anllaabu a'ld7n.22s
Kaum Muslimin berada di belakang Sal'u.2'e Sebelumnya,
Rasulullah ffi memerintahkan supaya kaum wanita dan anak-anak
diungsikan ke benteng (utbum "\ Madinah. Beliau juga menunjuk
Ibnu Ummi Maktum sebagai amir sementaradi kota itu.
Huyay bin Akhthab an-Nadhari mendatangi kampung Bani
Quraizhah guna bertemu dengan Ka'ab bin Asad, pemimpin mereka.
Ia terus memaksanya, hingga akhirnyaKa'ab bin Asad melanggar
perjanjian antara dirinya dan Rasulullah. Ka'ab pun bersekongkol"'
dengan kaum musyrikin untuk memerangi RasulullahM. Tentu saja,
kaum musyrikin senang menerima bantuannya.
Rasulullah ffi mengutus dua orang y^ngbernama Sa'ad, yakni
Sa'ad bin Mu'adz dan Sa'ad bin 'Ubadah, juga Khawat bin Jubair
dan 'Abdullah bin Rawahah gf untuk menyelidiki apakah benar
Bani Quraizhah telah melanggar perjanjtan atau tidak. Tatkala para
Sahabat itu menemui kaum Yahudi tersebut, ternyata mereka secara
terang-terangan menuniukkan permusuhan dan melanggar perianiian.
Akibatnya, mereka saling mencaci. Bahkan, kaum Yahudi itu berani
menghina Rasulullah ffi sehingga Sa'ad bin Mu'adz membalas
ejekan mereka. Kaum Muslimin pun meninggalkan kampung Bani
Quraizhah.
Rasulullah ffi telah berpesan kepada utusan tersebut untuk tidak
memberitahukan kaum Muslimin yang lain, apabila mereka (Bani
Quraizhah) benar-benar mengingkari perjanjian Sebab, hal itu dapat
melemahkan semangat mereka. Akan tetapi, hendaklah diumumkan
dengan isyaratkepada mereka. Ketika para utusan kembali, Rasulullah
ffibertanya: "Apa yan1kalian lihat di sana?" Mereka menjawab: "Suku
'Udhal dan Qarah." Kedua suku itu pernah mengkhianati delegasi
ar-Raji'. Hal itu tentu saja menggemparkan kaum Muslimin sehingga
mereka semakin gelisah dan bertambah susah. Kondisi mereka saar iru
seperti yangdifirmankan Allah
Di situ diuji orang-orangMukmin dan digoncangkan (batinya) dengan
goncangan yd.ng sd.ngar." (QS. Al-Ahzaab: 11)
Kemunafikan pun semakin memuncak dan semakin banyak
jumlahnya. Sebagian orang dari kalangan Bani Haritsah meminta izin
kepada Rasulullah ffiagar dapat pulang ke Madinah untuk melindungi
rumah-rumah mereka. Mereka beralasan bahwa rumah-rumah tersebut
terbuka (tidak dijaga) sehingga tidak ada halangan bagi musuh untuk
menyerangnya. Bani Salamah juga berniat mundur dari peperangan.
Akan tetapi, Allah lH meneguhkan kembali tekad kedua golongan
tersebut.
Kaum musyrikin masih terus232 mengepung Rasulullah ffi.
Sebulan pun berlalu, namun tidak jtgaterjadi pertempuran di antara
mereka. Sebab, Allah selalu menghalangi pergerakan mereka83 dengan
parit-parit yangdigali kaum Muslimin.
Meskipun demikian, beberapa pasukan berkuda dari kalangan
Quraisy, yakni'Amr bin'Abdu \fadd al-'Amiri dan beberapa orang
lainnya, mendekati parit tersebut. Setelah sampai di depannya, mereka
berkata: "Tipu daya (siasat) semacam ini tidak dikenal oleh bangsa
Arab." Pasukan itu berusaha mencari-cari celah untuk dapat menerobos
masuk dan menyerbu Khand^q.". Namun, kuda mereka terjebak di
tanah lembek antaraparit (Khandaq) dansal'u.Akhirnya, pasukan tadi
menantang kaum Muslimin untuk perang tanding. Tantangan 'Amr
bin 'Abdu \[add dijawab oleh'Ali bin Abi Thalib gE . Mereka pun
bertarung hingga Allah membunuh 'Amr melalui tangan 'AIi. Padahal,
tidak ada y angmampu menandingi'Amr pada masa Jahiliyyah. Tidak
dapat dipungkiri |uga bahwa pada waktu itu ia sudah tua, yakni telah
berumur lebih dari 100 tahun. Oleh sebab itu, sisa pasukan tersebut
langsung berbalik kembali kepada kaumnya. Itulah pertama kali Allah
IH menampakkan [dengannya]B' kehinaan mereka.
Syi'ar kaum Muslimin pada pertempuran itu adalah: " Haamiim,
mereka tidak akan menang
6Setelah lama kaum Muslimin berada dalam kondisi demikian
(terkepung), Rasulullah ffi berinisiatif mengajak damai Uyainah bin
Hishn dan al-Harits bin 'Auf, dua pemimpin Ghathafan, dengan
imbalan sepertiga hasil buah-buahan kota Madinah dan jaminan
mereka bahwa dapat kembali bersama kaumnya. Negosiasi perjanjian
damai itu pun dilakukan. Karena belum juga didapatkan kesepakatan,
akhirnya Rasulullah ffi meminta saran dua Sahabatnyayangbernama
Sa'ad untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Keduanya. berpendapati "'Wahai Rasulullah, apabila Allah
memang memenntahkan engkau untuk berdamai dengan mereka,
berarti kami hanya bisa mendengar dan menaatinya. Namun, jika
keputusan itu merupakan inisiatllyangengkau lakukan untuk kami,
maka ketahuilah bahwa kami pernah bersama kaum tersebut dalam
kemusyrikan dan penyembahan berhala. Dahulu, mereka tidak pernah
makan buah-buahan kami, kecuali dengan cara barter (menukar)
atau membelinya. Kemudian, Allah memuliakan kami dengan Islam,
memberikan petunjuk sehingga kami dapat memeluk Islam, serta
menganugerahkan kehormatan kepada kami dengan kehadiranmu
dan Islam. Apakah sesudah itu kami memberikanharta kami kepada
mereka? Demi Allah, kami hanya ingin mengacungkan pedang kepada
mereka." Rasulullah {S menjawab: "I-Ipaya ini adalah inisiatif yarrg
kulakukan demi kalian."
Rasulullah membenarkan pendapat mereka dalam hal ini.
Akhirnya, Rasulullah ffi tidak jadi meneruskan perundingan damai
tersebut
Segala puji bagi Allah W yangtelah menetapkan suatu kejadian
yarTgmenunjukkan kehinaan dan membuyarkan konspirasi mereka.
Beberapa waktu kemudian (yaitu setelah gagalnyaperdamaian tersebut) :
Nu'aim bin Mas'ud bin 'Amir al-Ghathafani .iM menemui Nabi ffi
dan berkata: .$flahai Rasulullah, aku telah masuk Islam. Perintahkanlah
kepadaku apa sala yangengkau mau.'
Rasulullah ffi memerintahkan: "Kamu hrnyaseorang diri. Maka
dari itu, perdayallah musuh untuk kepentingan kami semampumu.
Sesungguhnya perang adalah tipu daya.
Nu'aim segera pergi menuju kampung Bani Quraizhah. Pada
masaJahiliyyah dulu, ia (kaumnya) adalahsekutu Bani Quraizhah.Ia
menemui orang-orang yang di sana, sementara mereka belum mengeuhui
keislamannya, dan berseru: "Hai Bani Quraizhah, kalian akan memerangi Muhammad. Padahal, apabila mendapatkan kesempatan,
nanti kaum Quraisy tidak akan menyia-nyiakatnya untuk bergegas
pulang ke negeri mereka (melarikan diri dari perang)."e Akibatnya,
tinggallah kalian sendirian bersama pasukan Muhammad. Pada saat
itulah, Muhammad pasti akan membalas dendam kepada kalian!"
Kaum Bani Quraizhahbenanya: "Apa yangharus kami lakukan,
hai Nu'aim?" Nu'aim menjawab: Janganlah kalian berperang bersama
(membantu) kaum Quraisy, kecuali jika mereka menyerahkan beberapa
orang sebagai jaminannya." Orans-orang Yahudi itu memujinya:
"Kamu telah mengemukakan pendapat y artg tepat. "
Setelah itu, Nu'aim beranjak pergi menemui orang-orang Quraisy
dan bertanya kepada Abu Sufyan: 'Bukankah aku seorangyangloyal
dan suka memberikan saran yang brilian kepada kalian?" Kaum Quraisy
menjawab: "Benar." Nu'aim kembali berkata: "sesungguhnya kaum
Yahudi (Bani Quraizhah) menyesal terhadap pembatalan perjanjian
dengan Muhammad dan para Sahabatnya. Bahkan, mereka sudah
mengirim surat kepada Muhammad. Di dalam surat tersebut mereka
berencana meminta beberapa orang dari kalian sebagai jaminan untuk
kemudian diserahkan kepada Muhammad. Sesudah itu, mereka akan
bersekongkol dengan Muhammad untuk menghabisi kalian."
Nu'aim juga pergi menemui pemimpin kaum Ghathafan dan
mengatakan hal yangsenrpa, sebagaima na yargdiucapkannya kepada
kaum Bani Quraizhah.
Pada malam Sabtu bulan Syawwal, kaum Quraisy mengirim
surat kepada kaum Yahudi. Di dalamnya tercantum: "Kami tidak
akan bermukim lama di sini. Mari, besok kita sama-sama berangkat
fterjuang) untuk menghabisi laki-laki itu (Muhammad #)."
Kaum Yahudi mengirimkan surat balasan. Di dalamnya tertulis:
"Hari ini adalah hari Sabtu. Kami tidak akan berperang sebelum kalian
bersedia menyerahkan beberap a orang seb agai jaminannya
Manakala utusan kaum Quraisy telah kembali dan menyerahkan
surat balasan tersebut, mereka berkata: "Demi Allah, apayarLgdikatakan
Nu'aim bin Mas'ud kepada kita itu benar."
Orang-orang kafir segera mengirimkan utusan lagi (untuk
menanggapi surat balasan kepada orang-orang Yahudi): "Demi Allah,
kami tidak akan menyerahkan seorang pun kepada kalian sebagai
jaminan. Bergegaslah berangkat untuk berperang bersama kami."
Bani Quraizhah pun berkata: "Demi Allah, apa y angdikatakan
Nu'aim kepada kita itu benar."
Alhasil, kaum Yahudi tidak mau lagi berperang untuk kaum
Quraisy.
Tidak lama kemudian, Allah \H mengirimkan angin kencang
kepada kaum Quraisy dan bala tentaranya2a0 sehingga memporakporandakan pasukan mereka. Angin itu menyebabkan mereka tidak
dapat berdiri dengan tegak, tidak sanggup mendirikan kemah, tidak
bisa men gikat tali pen gikat tenda (atb +h unb'za' )tidak kuasa menyalakan
panci untuk memasak, dan melakukan aktivitas lainnya. Kondisi cuaca
yangtidak bersahabat itu membuat mereka memutuskan untuk siapsiap pulang pada malam itu.
Rasulullah ffi sempat mengutus Hudzaifah bin al-Yaman gB
guna menyelidiki kondisi mereka. Kenyataan yang didapatkan Sahabat
itu sama seperti yangdigambarkan tadi. Ia melihat Abu Sufyan sedang
memanaskan punggungnya dengan api unggun.2a2 Andaik ataHtdzar{ah
mau, bisa sqaiamembunuhnya. Namun, ia langsung kembali menemui
Rasulullah ffi pada malam itu juga dan memberitahukan kondisi
mereka, yaiw bahwasanya mereka akan pulang (mundur) sekarang3ot
Pada pagi harinya, Rasulullah ffi prn kembali ke Madinah,
sedangkan kaum Muslimin sudah'* meletakkan senjata. Datanglah Jibril
-DQi menemui Rasulullah ffi saat beliau sedang mandi di rumah LJmmu
Salamah. Jibril bertanya: "Apakah kalian sudah meletakkan senjata?
Sesungguhnya kami belum meletakkan senjata kami. Cepat bangkit2a5
dan datangilah mereka!" Yang dimaksud adalah Bani Quratzhah.'
Penyerangan Bani Quraizhah]
Pada saat itu juga, Rasulullah ffi bangkit dan memerinrahkan
kaum Muslimin agar tidak mengerjakan shalat Ashar hingga mereka
sampai di perkampungan Bani Quraizhah. Padahal, ketika itu sudah
masuk waktu Ashar.
Kaum Muslimin segera berangkat berombongan. Sebagian
dari mereka melaksanakan shalat Ashar di tengah perjalanan dengan
beralasan: "Rasulullah E; tidak menyuruh kita247 meninggalkan shalat,
tetapi beliau memerintahkan kita agar mempercepat perjalanan."
Sementara itu, Sahabat yang lain mengerjakan shalat setelah
matahari terbenam, yakni ketika telah sampai di tempat Bani Qurai zhah.
Rasulullah ffi tidak mengecam kedua kelompok kaum Muslimin yang
berbeda pendapat tersebut.2a8
Ibnu Hazmzae menyatakan: "Kelompok kedualah yang benar.
Ijtihad kelompok pertama salah, tetapi mereka retap mendapatkan
pahala. Allah \E mengetahui bahwa seandainya kita yangberada di
sana pada saat itu, niscaya kita juga akan shalat Ashar di tempat Bani
Quraizhah, meskipun setelah beberapa hari kemudian."
Aku (Ibnu Katsir) berkomentar: "Pendapat Ibnu Hazm bisa
dimaklumi karena ia termasuk salah seorang tokoh besar kelompok
Zhahiriyah, yang kesimpulannya tidak mungkin beranjak dari nash
tersebut."25o
Dengan demikian, mengutamakan salah satu pendapat (perbuatan
tersebut) daripada yanglainnya masih perlu ditinjau kembali. Sebab,
Rasulullah ffi tidak pernah mengecam salah satu dari kedua kelompok
tersebut. Kalau adayangmembenarkan setiap mujtahid, berarti mereka
semua benar, tidak ada yang lebih disalahkan. Adapun orang yang
berpendapat bahwa pihak yangbenar itu hanya satu, yaitu kebenaran
yang tidak diragukan dan diperdebatkan lagi berdasarkan dalil-dalil dari
Kitabullah dan as-Sunnah, maka ia harus menyimpulkan bahwa salah
satu dari kedua kelompok tersebut mendapatkan dua pahala karena
telah sesuai dengan kebenaran, sedangkan pihak yang lain mendapatkan
satu pahala (karena melakukan kekeliru^n)."'
Kami tegaskan, semoga Allah memberikan taufik, bahwasanya
para Sahab atyangshalat Ashar pada waktunya mendapatkan kelebihan
(pahala) karena telah mengikuti perintah Nabi ffi;yaitu untuk segera
berjihad dan melaksanakan shalat pada waktunya, terutama sekali
shalat Ashar yang harus betul-betul drjaga, sebagaimanayang Allah
tegaskan dalam Kitab-Nya.
Allah \iM berfirman:
"Peliharalab segala sbalat(mu) dan (pelibaralab) shalat anustba...." (QS.
Al-Baqarah:23S)
Yang dimaksud dengan shalat a)usthd adalah shalat Ashar,
menurut pendapat yang benar dan qath'i (kuat), insya Allah, dari
belasan pendapat lainnya.2s2 As-Sunnah juga telah memerintahkan
kaum Muslimin agar menjaga shalat tersebut.
Barangkali ada yangberalasan: "Bukankah mengakhirkan shalat
untuk keperluan jihad pada saat itu diperbolehkan, sebagaimana
ketika Rasulullah ffi mengakhirkan shalat Ashar dan Maghrib dalam
Perang Khandaq karena kesibukan jlhad,"'bahkan shalat Zhuhur
juga, sepeni halnya yangdisebutkan dalam riwayat an-Nasa-i2tt dari
dua jalur riwayat?"
Jawabannya: "Pendapat itu dapat diterima, apabila Rasulullah
tidak meninggalkan shalat pada saat itu karena lupa. Akan tetapi,ternyata beliau menyayangkan hal tersebut, sebagaimana saat'lJmar
bin al-Khaththab gE berkata kepada beliau: '\il7ahai Rasulullah, aku
belum shalat Ashar walaupun matahari telah terbenam?' Rasulullah
ffi berseru: 'Demi Allah, aku juga belum shalat.''25s
T anggap an tersebut men gesankan b ahwa Rasulull ah W, meman g
lupa mengerjakan shalat karena kesibukan (jihad) yangdihadapinya.
Hal ini sesuai dengan yang disebutkan dalam kitab asb-Sbabiibdinzs6
dari'Ali bin Abi Thalib €b , bahwasanya Rasulullah ffi berkata
pada Perang Ahzab: "Mereka membuat kita sibuk hingga terlambat
mengerjakan shalat u)ustba,yakni shalat Ashar. Semoga Allah mengisi
penrt kaum musyrikinzs7 dengan api di kuburan mereka."
Kesimpul anny a, orang-ora ng y ang shalat Ashar di perj alanan
telah menggabungkan berbagai dalil yang adadanberhasil memahami
maknanya sehingga mereka mendapatkan dua pahala. Adapun
kelompok yanglain betul-betul telah menjaga perintah Nabi M,yarg
khusus sehingga bagi mereka satu pahala. Semoga Allah memberikan
keridhaan kepada mereka.
Rasulullah ffi prrn memberikan panji perang kepada'Ali bin Abi
Thalib 4b .zsa Sebelumnya, beliau menunjuk Ibnu Ummi Makrum25e
sebagai amir sementaradi Madinah. Kaum Muslimin tiba fterkumpul)
di benteng Bani Quraizhahdan mengepung mereka selama 25 malam.
Pemimpin mereka, Ka'ab bin Asad, menawarkantigapilihan kepada
kaumnya:
0 Masuk Islam dan bergabung dengan pasukan Muhammad W,
dalam agamanya.
2) Membunuh anak-anak mereka kemudian keluar sebagai jaraai*60 danberperang dengan gigih hingga titik darah penghabisan,
atau meloloskan diri tapi dengan konsekuensi anak dan isteri
mereka dibunuh.
3) MenyerangRasulullahM_,danparaSahabatnyapadahari Sabtu,
yaitu ketika kaum Muslimin merasa aman dari gangguan mereka
(engah).
Akan tetapi, tidak satu pun usulan tersebut yffigmereka terima.
Huyayy bin Akhthab bergabung bersama Bani Quraidzah dalam
benteng saat kaum Quraisy memutuskan pergi. Ia melakukariltyakarena
telah berjanji untuk loyal kepada mereka, hingga akhirnya orangorang kafir itu melanggar perjanjian (damai dengan kaum Muslimin).
Mereka pun mulai mencaci Rasulullah ffidan memperdengarkannya
kepada para Sahabat. Oleh sebab itu, Rasulullah ffi ingin berbicara
langsung dengan mereka. Namun, 'Ali 4f berkata: Jangan dekati
mereka, wahai Rasulullah!" 'Ali *iE khawatir Rasulullah ffi akan
mendengarkan hal yangtidak mengenakkan dari mereka. Rasulullah
ffi berkata: "Apabila orang-orang itu melihatku, niscaya mereka tidak
akan mengatakan apa-apa."
Ketika mereka melihat Rasulullah M, tidak seorang pun di
antar a mereka y ang angkat bicar a.26'
Sesudah itu, Rasulullah iW mengutus kepada mereka Abu
Lubabah bin'Abdul Mundzir al-Ausi qi5 -karena Bani Quraidzah
adalah sekutu suku Aus. Begitu melihat Abu Lubabah, mereka semua
pun menangis di hadapannya, baik yang pria maupun wanitanya.
Mereka bertanyaz "Hai Abu Lubabah, bagaimana pendapatmu tentang
kami? Apakah kami harus mengikuti keputusan Muhammad?" Ia
menjawab: "Ya."
Abu Lubabah juga memberikan isyarat kepada kaum Bani
Quraizhah dengan tangan ke lehernya, yakni y{Lgmenandakan kepala
mereka akan dipenggal. Namun, kemudian ia menyesali perbuatan pada
saat itu sehingga langsung bangkit dan meninggalkan mereka. Ia tidak
kembali menemui Rasulullah ffi, melainkan pergi ke sebuah masjid di
Madinah. Sahabat ini pun mengikat dirinya di salah satu tiang masjid
dan bersumpah bahwa tidak seorang pun boleh melepaskan ikatannya,
kecuali Rasulullah ffi, harus dengan tangan beliau sendiri, dan bahwa
ia tidak akan pernah menginjakkan kakinyalagi di perkampungan
Bani Quraizhah, selama-lamanya. Ketika berita itu sampai kepada
Rasulullah ffi, beliau berkata: "Biarkan ia seperti itu sampai Allah
menerima taubatnya.
Demikianlah kondisi Abu Lubabah hingga Allah menerima
taubatnya. Semoga Allah meridhainya.'u'
Kemudian, [Bani]263 Quraizhah menyerahkan keputusan kepada
Rasulullah ffi.Pada malam itu, Tsa'labah dan Usaid purera Sa'yah,
serta Asad bin'Ubaid, memeluk Islam. Mereka berasal dari Bani Hadl
serta keturunan Bani Quraizhah dan Nadhir. Pada waktu itu juga,
'Amr bin Sa'di a1-Qurazhi meninggalkan kampung tersebut, tidak
seorang pun yang tahu ke mana dia pergi. Ia memang tak setuju dengan
pengingka ran perjanjian y ang dilakukan oleh Bani Quraizhah.
Setelah Bani Quraizhahmenyerah kepada Rasulullah ffi, kaum
Aus berkata: "'\tr7ahai Rasulullah, engkau telah memutuskan hukum
terhadap Bani Qait\tqa',26a sebagaimana yang engkau kehendaki,
sedangkan mereka adalah sekutu saudara kami dari kaum Khazraj.
Akan tetapi, kali ini mereka @ani Quraizhah) adalah sekutu kami."
Rasulullah ffi benanya: 'Maukah apabila aku menyerahkan
keputusan hukum mereka kepada salah seorang di antara kalian?"
Mereka menjawab: "Tentu kami mau.' Maka Nabi ffi berkata: "Aku
mempercayakan keputusan ini kepada Sa'ad bin Mu'adz qy., ."
Pada saat itu, Sa'ad menderita luka di bagian lengannya.26s
Rasulullah ffi membuatkan kemah untuknya di dalam masjid agar ia
bisa dijenguk sewaktu-waktu. Rasulullah ffi mengutus seseorang untuk
menjenguk Sa'ad dan menghadirkannya di hadapan beliau. Lantas,
mereka me