paskah yahudi

Tampilkan postingan dengan label paskah yahudi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label paskah yahudi. Tampilkan semua postingan

paskah yahudi


 


paskah yahudi

Paskah merupakan perayaan terbesar dan inti  penghayatan iman orang Kristen. Paskah menjadi puncak dari sejarah keselamatan yang dimulai sejak awal penciptaan. Yesus Kristus menjadi kepenuhan dari rangkaian peristiwa bagaimana karya penyelamatan Allah kepada manusia. Dalam kaitan tersebut, peristiwa Paskah Yahudi yang termuat dalam kitab Keluaran 12:1-28 memiliki kesatuan makna teologis dengan Paskah Kristen sekarang ini. Bahkan Paskah Kristen sekarang ini merupakan penggenapan makna yang terkandung dalam Paskah Yahudi umat Israel dulu. Sejak awal semula, Allah telah memikirkan semua ini dengan merancang  rencana keselamatan yang telah dimulai terlebih dahulu dari  perjalanan bangsa Israel  sampai keluarnya dari perbudakan Mesir dan mengalami Kepenuhan pada Yesus Kristus.  Identitas sebagai orang Kristen memiliki akar dari bangsa Yahudi. Paskah Kristen yang  dirayakan  setiap tahunnya  sangat berkaitan dengan sejarah  tradisi Paskah Yahudi. Anak domba yang menjadi inti persembahan Paskah Yahudi memiliki hubungan erat  dengan Paskah Kristen di mana Yesus sebagai anak domba Paskah sejati dikurbankan di kayu salib. Orang Yahudi menghayati anak domba sebagai kurban persembahan dan orang Kristen menghayati Yesus Kristus sebagai korban anak domba Paskah.  

Paskah Yahudi merupakan bagian dari rancangan Keselamatan Allah. Sehingga Perayaan Paskah bukan hanya mengandung makna sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus,  tetapi memiliki kesatuan makna dengan Paskah Yahudi. Relasi teologis antara Gereja Kristen dan bangsa Yahudi memiliki hubungan yang sangat penting. Sebagai orang Kristen tidak boleh mengabaikan fakta historis dari bangsa Yahudi, karena itu menjadi dasar yang membentuk identitas sebagai orang Kristen sejati. Jika diskusi  teologi Paskah Kristen, bahkan  juga tema Liturgi  tidak menyinggung latar belakang Yahudi, maka hal  ini merupakan defisit dan titik buta dalam teologi Kristen.1 Maka dalam tulisan ini penulis berusaha menguraikan, mengkaji dan menganalisis kandungan makna Paskah Yahudi yang termuat dalam kitab Keluaran dalam hubungannya  dengan Paskah Kristen. Tulisan ini bersumber dari beberapa artikel yang telah dipublikasikan, namun topik yang diangkat dalam tulisan ini fokus pada makna Paskah Yahudi dan Paskah Kristen yang masih jarang dibahas dan dikaji, sehingga menjadi alasan yang tepat bagi penulis untuk berusaha membuat artikel dengan membahas tema tersebut dengan menggunakan metode dan prinsip hermeneutik.  

PENGERTIAN PASKAH Paskah berasal dari kata Ibrani "Pesah", yang dalam bahasa Yunani dikenal sebagai "pascha". Istilah "Pesah" sendiri berakar dari kata kerja "psh", yang dalam Perjanjian Lama diterjemahkan ke dalam berbagai arti seperti 

 

"melewati" (Keluaran 12:13, 27), "melindungi dan menyelamatkan" (Yesaya 31:5), serta "berjalan pincang" atau "berjingkat-jingkat" (1 Raja-raja 18:21, 26).2 Dalam konteks perayaan Paskah Yahudi, "pesah" mengacu pada perayaan itu sendiri dan juga pada hewan kurban yang harus dipersembahkan, yaitu seekor anak domba jantan yang tanpa cacat dan berusia setahun (Keluaran 12:5). Pada mulanya, "pesah" mungkin terkait dengan tarian ritual keagamaan di mana orang-orang berjalan pincang atau berjingkat-jingkat menuju altar dalam keadaan ekstase. Seiring berjalannya waktu, makna ini berkembang secara teologis. Dalam konteks Keluaran 12, "psh" berarti "melewati", menggambarkan bagaimana Tuhan melewati rumah-rumah orang Israel yang telah ditandai dengan darah anak domba, sehingga menyelamatkan mereka dari tulah maut. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa Paskah bukan hanya sebuah peringatan sejarah, tetapi juga simbol penyelamatan dan perlindungan dari Tuhan. Paskah mengingatkan umat Israel akan janji Tuhan untuk melindungi mereka yang setia dan memperingati pembebasan dari perbudakan Mesir sebagai bagian integral dari identitas keagamaan mereka. 

SIMBOL PASKAH YAHUDI DALAM KITAB KELUARAN   Menurut Budiman dan Siswanto dalam artikelnya menunjukkan Paskah Yahudi yang tercantum dalam Kitab Keluaran 12: 1- 28 , di mana Tuhan  



berfirman kepada Musa agar supaya bangsa Israel menyembelih seekor domba atau kambing, dan darahnya dibubuhkan pada tiang rumah bangsa itu. Sebab dengan melaksanakan hal ini bangsa Israel akan selamat dari tulah yang akan diberikan oleh Tuhan sebagai hukuman kepada bangsa Mesir. Dijelaskan lebih lanjut bahwa rumah-rumah yang di olesi dengan tanda darah di tiap pintunya akan selamat dari kematian. Tuhan akan melewati rumah itu karena melihat tanda darah itu.3 Simbol-simbol Paskah Yahudi dalam Kitab Keluaran 12:1-28 meliputi anak domba yang dipilih setiap keluarga (Keluaran 12:3-4, 21), domba jantan yang tidak bercela (Keluaran 12:5), dan penyembelihan anak domba pada waktu senja (Keluaran 12:6). Darah anak domba yang disapukan pada tiang pintu (Keluaran 12:7, 22) melambangkan perlindungan Tuhan, yang membuat rumah-rumah Israel dilewati oleh tulah maut (Keluaran 12:12-13, 23, 27).4  Dari penjelasan ini penulis dapat mengerti bahwa Paskah Yahudi berkaitan dengan penyembelihan domba dan darah yang dioleskan pada ambang pintu rumah orang Israel agar supaya Tuhan tidak akan menulahi atau melewati bangsa Israel.  1 Anak Domba Keluaran 12;3-4, 21 2 Domba Jantan Tidak Bercela Keluaran 12:5 3 Anak Domba Disembelih Waktu Senja Keluaran 12:6 




4 Darah Anak Domba Keluaran 12:7, 22 5 Dilewati Tulah/Maut Keluaran 12:12-13, 23, 27  MAKNA PASKAH YAHUDI DALAM KITAB KELUARAN  

 Untuk memahami makna Paskah Yahudi, khususnya dalam Kitab Keluaran 12:1-28, penulis mencoba menggalinya dalam kaitannya dengan simbol-simbol yang sudah dicantumkan di atas. Dalam perayaan Paskah Yahudi yang tercatat dalam Kitab Keluaran 12:1-28, simbol-simbol yang digunakan memiliki makna mendalam yang menggambarkan perlindungan dan penyelamatan yang diberikan oleh Tuhan kepada umat-Nya. 

Anak Domba atau Kambing yang Tidak Bercela (Keluaran 12:3-5)   

   Perintah untuk menyembelih anak domba atau kambing yang tidak bercela melambangkan kesempurnaan dan kemurnian yang diinginkan oleh Tuhan dari korban persembahan.5  Simbol ini mengingatkan umat Israel akan pentingnya ketaatan dan pengorbanan yang tulus dalam menjalankan perintah Tuhan. Kesempurnaan hewan korban mencerminkan ketulusan hati dan ketaatan tanpa cacat yang diharapkan Tuhan dari umat-Nya.  

Penyembelihan pada Waktu Senja (Keluaran 12:6) 





   Penyembelihan hewan korban pada waktu senja menandakan transisi penting dari kegelapan menuju terang, yang menggambarkan harapan dan pembebasan. Waktu senja, yang menandai akhir hari dan permulaan malam, melambangkan perubahan dari perbudakan dan penderitaan di Mesir menuju kebebasan dan keselamatan.6 Ini juga mengingatkan umat Israel akan kepastian janji Tuhan bahwa pembebasan mereka sudah dekat. 

Darah yang Dioleskan pada Tiang Pintu (Keluaran 12:7, 22) 

   Darah yang dioleskan pada tiang pintu rumah adalah simbol perlindungan ilahi. Singgih dan Soesilo dalam artikelnya mengatakan bahwa dengan mengoleskan darah dari di ambang pintu umat Israel memperoleh keselamatan.7 Dalam artikel ini diterangkan lebih lanjut bahwa darah ini menjadi tanda yang terlihat oleh Tuhan, sehingga rumah-rumah tersebut dilewati oleh tulah maut yang menimpa Mesir. Dapat dilihat bahwa Simbol ini menggambarkan keselamatan dan perlindungan hanya diperoleh melalui ketaatan pada perintah Tuhan. Darah anak domba sebagai tanda perlindungan ini juga mencerminkan kekuatan dan kasih Tuhan yang menyelamatkan umat-Nya dari kehancuran. 

Dilewati oleh Tulah Maut (Keluaran 12:12-13, 23, 27)   



   Rumah-rumah yang ditandai dengan darah anak domba dilewati oleh tulah maut, yang menekankan bahwa perlindungan Tuhan adalah mutlak bagi mereka yang setia dan taat. Artikel dari Siahaan membenarkan hal ini, di mana jika ada domba yang disembelih dan darahnya dioleskan di ambang pintu maka hukuman Allah tidak tertimpa atas rumah mereka.8 Peristiwa ini menjadi lambang utama Paskah, di mana Tuhan menyelamatkan bangsa Israel dari tulah maut yang menimpa Mesir. Hal ini membuat penulis mengerti bahwa perlindungan dan keselamatan dari Allah akan nyata terjadi jika setia pada janji-Nya. 

KAJIAN TIPOLOGI: HUBUNGAN PASKAH KRISTEN DAN PASKAH YAHUDI DAN PASKAH KRISTEN  Berbicara mengenai Paskah Kristen tidak lepas dari sengsara wafat dan kebangkitan Yesus Kristus dan peristiwa Inkarnasi Allah menjadi manusia. Peristiwa yang selalu diarayakan oleh umat Kristen dan menjadi titik puncak Iman. Istilah Paskah sendiri memiliki makna historis panjang yang dipakai oleh umat Israel untuk mengenangkan Peristiwa keluarnya bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Bahkan Paskah Kristen yang menjadi inti perayaan orang Kristen memiliki hubungannya dengan Paskah Yahudi.  Paskah orang Yahudi merupakan salah satu dari tiga perayaan besar orang Israel diantara dua hari raya lain yaitu  roti tak beragi dan hari raya tujuh 

minggu.  Paskah Yahudi dapat ditelusuri dasar Biblisnya dalam Kitab Keluaran 12:1-28 yang secara ringkas menuliskan peristiwa kronologis, aturan aturan dan simbol yang terkandung dalam perayaan Paskah.  Untuk  melihat hubungan antara Paskah Yahudi dan Paskah Kristen penulis menggunakan kajian  Peristiwa tipologi. Tipologi dalam teologi Kristen mengacu pada studi mengenai simbol-simbol, pola-pola, atau peristiwa dalam Perjanjian Lama yang dianggap sebagai gambaran atau bayangan dari realitas yang akan digenapi dalam Perjanjian Baru. Tipologi dalam Peristiwa Paskah Yahudi dan Kristen  memiliki dua bagian utama. Bagian pertama yaitu Tipe yang berisikan simbol, bayangan atau lambang dalam perjanjian lama sedangkan antitipe penggenapan dari simbol tersebut. Jadi setiap peristiwa, kejadian yang terdapat dalam peristiwa Paskah Yahudi perjanjian lama merupakan tipe atau simbol, lambang atau bayangan dari antitipe pada perjanjian baru yakni Paskah Kristen yang merujuk pada sengsara wafat dan bangkit.9 Pengkajian Tipologi secara ringkas dalam bentuk tabel berikut:   Tipologi Tipe (Perjanjian Lama) Antitipe (Perjanjian Baru) 

Anak Domba Anak domba (Keluaran 12:3-4, 21) Yesus sebagai Anak Domba Allah (Yohanes 1:29, 36) dan Anak Domba Paskah (1 Kor 5:7) Domba Jantan Tidak Bercela Anak domba jantan tidak bercela (Keluaran 12:5) Yesus yang tidak bercela (Ibrani 4:15) Anak Domba Disembelih Waktu Senja 

Anak domba disembelih pada waktu senja (Keluaran 12:6) Yesus mati sekitar jam tiga petang (Matius 27:45-46, 50) 

Tipologi Tipe (Perjanjian Lama) Antitipe (Perjanjian Baru) Darah Anak Domba Darah anak domba dalam Paskah menyelamatkan umat Israel (Keluaran 12:7, 22) 

Darah Yesus menyelamatkan umat manusia (Aliyanto & Sari, 2019, p. 98) 

Dilewati Tulah/Maut Orang Israel terluput dari maut (Keluaran 12:12-13, 23, 27) 

Orang percaya dilepaskan dari hukuman maut karena pengorbanan Yesus (1 Petrus 1:18-19, Ibrani 2:14-15)  Tabel di atas menggambarkan Tipologi Paskah Yahudi dan Paskah Kristen yang  memiliki hubungan yang erat antara keduanya dalam perspektif iman Kristen. Paskah Yahudi (dalam bahasa Ibrani: Pesach) adalah perayaan untuk memperingati pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, sebagaimana tercatat dalam Keluaran 12. Domba Paskah yang tidak bercacat disembelih dan darahnya dilumurkan pada tiang pintu agar malaikat maut tidak mencelakakan anak sulung di rumah itu. Dalam tipologi Kristen, Paskah Yahudi dilihat sebagai gambaran atau tipe dari karya Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah yang mati untuk menebus dosa manusia. Yesus sendiri disalibkan pada saat Paskah Yahudi (1 Korintus 5:7). Yesus disejajarkan sebagai anti-tipe dari domba Paskah yang tidak bercacat. Darah-Nya yang ditumpahkan di kayu salib menyelamatkan manusia dari kematian kekal. Paskah Kristen atau Paskah Kebangkitan merayakan kematian dan kebangkitan Yesus yang menyelamatkan manusia dari dosa dan maut, seperti domba Paskah menyelamatkan bangsa Israel dari maut. Dalam Perjanjian Baru, rasul Paulus menyebut Yesus sebagai "Domba Paskah kita yang telah dikorbankan" (1 Korintus 5:7). Gereja mula-mula merayakan Paskah Kebangkitan sebagai penggenapan dari Paskah Yahudi, menandai 

kemenangan Kristus atas dosa dan maut. Yesus sebagai anak domba yang disembelih  dalam 1 Kor 5:7 memberi kesaksian historis bahwa pada Paskah Yahudi abad pertengahan pertama ,anak domba Paskah yang akan disembelih sebagai kurban persembahan  diinterpretasiskan secara tipologis  merupakan gambaran Yesus Kristus  yang wafat dan berkorban di kayu salib sebagai Anak Domba Paskah.10 Jadi, tipologi Paskah menunjukkan bagaimana peristiwa Paskah Yahudi dalam Perjanjian Lama menjadi gambaran awal dari karya penebusan Yesus Kristus yang lebih agung dalam Perjanjian Baru, yang dirayakan dalam Paskah Kristen atau Kebangkitan. Pemaknaan paskah orang Kristen sekarang ini melihat dan memahami  dengan  jelas bahwa semua rangkaian perjalanan perayaan Paskah yang melewati berbagai macam hal yang dari  zaman  ke  zaman  sejak  semula  merupakan  bentuk  kasih  dari  Bapa  di  surga  bagi seluruh umat manusia di dunia ini, dan hal ini sebagai bentuk rencana yang mulia dari Bapa  di  surga,  yaitu  hanya  untuk  menyelamatkan  seluruh  umat  manusia  hingga penghujung dari kesudahan zaman. Umat  Kristiani  masa kini  harus  mengingat  dan  memahami  dengan  jelas  bahwa rangkaian perjalanan perayaan Paskah dari zaman kepada zaman masa kini, dan sebagai puncaknya  pada  saat  Dia  datang  kembali  kelak  merupakan  suatu penggenapan  dari kebenaran firman Tuhan yang hidup.11  10 Stenly Vianny Pondaag, Checilia Cindy Jenifer Alida Pinedendi, and Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng, ‘MEDIA Jurnal Filsafat Dan Teologi Kesatuan Liturgi Dan Teologis Perayaan Trihari Suci’, 4.2 (2023), p. 18, doi:10.53396/medi. 

  Dalam tulisan telah membahas Kesatuan makna teologis antara Paskah Yahudi dalam Kitab Keluaran 12:1-28 dengan Paskah Kristen merupakan aspek yang sangat penting dalam penghayatan iman. Saat ini, penghayatan iman umat terkadang hanya terfokus pada sengsara, wafat, dan kebangkitan Yesus yang dirayakan setiap tahunnya. Namun, sebagai umat beriman, penting untuk melihat fakta historis ini sebagai bagian integral dari rencana keselamatan Allah bagi manusia. Dalam Kitab Keluaran, Paskah Yahudi menggambarkan pembebasan Israel dari perbudakan di Mesir melalui darah anak domba yang dilumurkan di tiang pintu rumah mereka, sehingga maut tidak menghampiri mereka. Ini mengandung makna teologis yang dalam, mengingatkan akan pentingnya perlindungan dan pembebasan yang Allah berikan kepada umat-Nya. Paskah Kristen, di sisi lain, merayakan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, yang merupakan puncak dari rencana keselamatan Allah bagi seluruh umat manusia. Dalam Perjanjian Baru, kematian dan kebangkitan Kristus diidentifikasi dengan korban Paskah, di mana darah-Nya yang ditumpahkan memberikan keselamatan kepada umat manusia dari dosa dan maut yang mengancam. Kesatuan makna teologis antara kedua Paskah ini mengarah pada pemahaman yang lebih dalam akan rencana keselamatan Allah yang mencakup kedua peristiwa tersebut. Paskah Yahudi memberikan landasan historis bagi pemahaman akan pembebasan fisik dan rohani, sementara Paskah Kristen menggenapi dan memperluas pemahaman akan pembebasan itu melalui karya Yesus Kristus. Dengan memperkuat pengertian akan hubungan 

antara Paskah Yahudi dan Kristen, penghayatan iman akan berkembang secara lebih menyeluruh dan meneguhkan keyakinan akan rencana keselamatan Allah yang meliputi seluruh sejarah umat manusia. Sebagai umat beriman, penting untuk tidak hanya merayakan peristiwa-peristiwa ini secara ritual, tetapi juga untuk merenungkan makna teologis yang mendalam di balik mereka, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.