Kisah pararasul 10
itu akan segera diredakan.
2. Rancangan khususnya untuk orang-orang Kristen di Damsyik.
Ke sana Injil baru-baru ini dibawa oleh mereka yang melarikan
diri dari penganiayaan waktu Stefanus mati. Dan mereka
menganggap diri aman, tenang, dan dilindungi oleh para pe-
nguasa di sana.namun Saulus tidak bisa tenang jika ia tahu
ada orang Kristen yang tenang. Dan oleh sebab itu, saat
mendengar bahwa orang-orang Kristen di Damsyik tenang,
timbullah niat dalam hatinya untuk mengganggu mereka. Un-
tuk mencapai maksud ini, ia mendatangi imam besar untuk
meminta mandat (ay. 1) pergi ke Damsyik (ay. 2). Imam besar
tidak perlu dipanas-panasi untuk menganiaya orang-orang
Kristen, ia sendiri gencar melakukannya.namun tampaknya si
penganiaya muda ini maju dengan lebih ganas dibandingkan si
penganiaya tua. Yang memimpin dalam dosa yaitu pendosa
terburuk. Orang yang masuk agama Yahudi sebab ahli-ahli
Taurat dan orang-orang Farisi sering kali menjadi anak-anak
neraka, yang tujuh kali lebih jahat dibandingkan mereka sendiri. Ia
berkata (22:5) bahwa mandat ini dia terima sepenuhnya dari
para tua-tua. Dan cukup bangga orang fanatik yang geram ini
diberi mandat, yang dibubuhi meterai Mahkamah Agama. Nah,
mandat itu memberi dia kuasa untuk menggeledah rumah-
rumah ibadat atau kumpulan-kumpulan jemaat orang-orang
Yahudi yang berada di Damsyik, untuk mencari tahu apakah
ada di antara mereka yang condong mendukung sekte baru
atau ajaran sesat ini, yang percaya kepada Kristus. Dan jika ia
menemukan orang-orang seperti itu, entah laki-laki atau pe-
rempuan, ia akan membawa mereka sebagai tahanan ke Yeru-
Kitab Kisah Para Rasul 9:1-9
357
salem, untuk ditindaklanjuti sesuai hukum oleh Mahkamah
Agama di sana. Amatilah,
(1) Orang-orang Kristen di sini dikatakan sebagai orang yang
mengikuti Jalan Tuhan, orang-orang yang mengikuti jalan
itu, begitu dalam bahasa aslinya. Mungkin itu sebab
orang-orang Kristen adakalanya menyebut diri mereka sen-
diri demikian, sebab Kristus yaitu Jalan. Atau, sebab
mereka memandang diri mereka sendiri masih sedang di ja-
lan, belum sampai rumah. Atau, musuh-musuh menggam-
barkannya demikian sebagai suatu jalan sendiri, jalan
kecil, suatu golongan, suatu kelompok pecahan kecil.
(2) Imam besar dan Mahkamah Agama mengaku memiliki
kuasa atas orang-orang Yahudi di semua bangsa, dan me-
nuntut agar wewenang mereka dalam hal agama dihormati
oleh semua rumah ibadah, sekalipun tidak berada di wila-
yah kekuasaan bangsa Yahudi. Kedaulatan seperti itu juga-
lah yang diakui oleh Gereja tertentu sekarang, seperti imam
Yahudi dulu, meskipun kuasanya tidak begitu besar lagi.
(3) Dengan mandat ini, semua orang yang menyembah Tuhan
dengan mengikuti jalan yang mereka sebut sesat itu, mes-
kipun sangat sesuai dengan ketetapan-ketetapan asli jema-
at Yahudi, harus dianiaya, entah mereka laki-laki atau pe-
rempuan. Bahkan perempuan sebagai insan yang lemah,
yang dalam kasus semacam ini patut diberi kelonggaran,
atau setidak-tidaknya belas kasihan, tidak akan diperlaku-
kan demikian oleh Saulus.
(4) Ia diperintahkan untuk menangkap mereka semua ke Yeru-
salem sebagai para penjahat kelas kakap. Dan sebab hal
itu akan membuat mereka semakin takut, maka Saulus
akan semakin dibesar-besarkan, sebagai orang yang mem-
punyai kekuatan untuk menangkap mereka, dan mendapat
kesempatan untuk mengobar-ngobarkan ancaman dan pem-
bunuhan. Itulah pekerjaan Saulus saat anugerah Tuhan
mengerjakan perubahan besar itu dalam dirinya. Maka ja-
nganlah kita berputus asa mengharapkan anugerah yang
memperbaharui, yang akan membuat bertobat orang-orang
paling berdosa. Juga, janganlah kita membiarkan orang-
orang seperti itu berputus asa mengharapkan rahmat Tuhan
yang bisa mengampuni dosa terbesar. Sebab Paulus sendiri
358
beroleh rahmat, supaya ia menjadi tugu peringatan (1Tim.
1:13).
II. Bagaimana secara tiba-tiba dan mengherankan, sebuah perubahan
yang membahagiakan dikerjakan di dalam dia, bukan dengan sa-
rana-sarana biasa, melainkan dengan mujizat-mujizat. Pertobatan
Paulus yaitu salah satu keajaiban jemaat. Inilah,
1. Tempat dan waktunya: Dalam perjalanannya ke Damsyik, saat
ia sudah dekat kota itu. Di sanalah Kristus menjumpai dia.
(1) Ia sedang di tengah jalan, sedang dalam perjalanan. Bukan
di bait Tuhan , atau di rumah ibadah, atau di pertemuan
orang-orang Kristen, melainkan di tengah jalan. Jika orang
bertobat, ia tidak harus berada di tengah-tengah jemaat,
meskipun pada umumnya jemaat mengadakan kegiatan-
kegiatan untuk mengajak orang bertobat. Sebagian orang
bertobat saat sedang berbaring di atas tempat tidur (Ayb.
33:15-17), dan sebagian lagi saat ada di tengah jalan sen-
dirian. Pada waktu kita di tempat tidur, pikiran kita bebas,
dan di situ ada kesempatan baik untuk bercakap-cakap de-
ngan hati kita sendiri. Dan di situ Roh bisa saja bekerja di
dalam diri kita, sebab angin itu bertiup ke mana ia mau.
Sebagian orang mengamati bahwa Saulus dicegat di tempat
terbuka, supaya peristiwa itu tidak dicurigai sebagai peni-
puan, atau bahwa ia diperdayai.
(2) Ia berada di dekat Damsyik, hampir tiba di tempat tujuan,
siap memasuki kota, kota utama Aram. Sebagian orang
mengamati bahwa Saulus yang akan menjadi rasul bagi
orang-orang bukan-Yahudi dipertobatkan kepada iman
Kristus di sebuah negeri bukan-Yahudi. Damsyik dulu ter-
kenal suka menganiaya umat Tuhan . Orang-orang di situ
mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi (Am. 1:3),
dan sekarang kejadian itu mungkin akan terulang kembali.
(3) Ia berjalan di jalan yang jahat, mengejar niatnya melawan
orang-orang Kristen di Damsyik, dan menghibur dirinya
dengan pikiran bahwa ia pasti akan memakan habis orang-
orang Kristen yang baru lahir itu di sana. Perhatikanlah,
adakalanya anugerah Tuhan bekerja atas orang-orang ber-
dosa saat mereka sedang melakukan pekerjaan terburuk,
Kitab Kisah Para Rasul 9:1-9
359
dan dengan hati yang membara nekat mengejar niat-niat
mereka yang penuh dosa, yang ternyata banyak membawa
kemuliaan bagi Tuhan sebab Ia menunjukkan belas kasih-
an dan kuasa-Nya kepada mereka.
(4) Maklumat dan ketetapan kejam yang dibawanya hampir
saja terlaksana.namun untung maklumat itu dicegah, yang
bisa dipandang,
[1] Sebagai kebaikan besar bagi orang-orang kudus yang
malang di Damsyik, yang mengetahui kedatangannya,
seperti yang tampak dari apa yang dikatakan Ananias
(ay. 13-14). Mereka cemas akan celaka yang ingin ditim-
pakannya kepada mereka, dan gemetar seperti domba-
domba malang saat serigala yang lapar datang men-
dekat. Jadi pertobatan Saulus membuat mereka aman
untuk sementara waktu. Kristus memiliki banyak
cara untuk melepaskan orang saleh dari pencobaan,
dan adakalanya Dia melakukan itu dengan suatu per-
ubahan yang dikerjakan dalam diri para penganiaya
mereka. Perubahan itu entah dengan menahan panas
hati mereka (Mzm. 76:11) dan meredakannya untuk se-
mentara waktu, seperti pada Saul dalam Perjanjian Lama,
yang melepaskan Daud lebih dari satu kali (1Sam. 24:17;
26:21), atau dengan memperbaharui roh mereka, dan me-
ninggalkan kesan-kesan yang mendalam padanya, seperti
pada Saulus dalam Perjanjian Baru di sini.
[2] Dan merupakan rahmat yang sangat besar bagi Saulus
sendiri bahwa ia dihalang-halangi dalam melaksanakan
niat jahatnya, yang seandainya diteruskannya, mungkin
akan membuat kejahatannya memuncak. Perhatikan-
lah, harus dihargai sebagai pertanda dari kebaikan Tuhan
jika Tuhan , entah melalui pekerjaan-pekerjaan anugerah-
Nya di dalam batin atau melalui kejadian-kejadian la-
hirah dalam pemeliharaan-Nya, mencegah kita menja-
lankan dan melaksanakan suatu tujuan dosa (1Sam.
25:32).
2. Penampakan Kristus kepada dia dalam kemuliaan-Nya. Di sini
hanya dikatakan bahwa tiba-tiba cahaya memancar dari langit
mengelilingi dia.namun tampak dari apa yang dikatakan selan-
360
jutnya (ay. 17) bahwa Tuhan Yesus berada di dalam cahaya
ini, dan menampakkan diri kepadanya di tengah jalan. Ia me-
lihat Yang Benar itu (22:14), dan lihat pasal 26:13. Entah ia
melihat-Nya dari kejauhan di langit, seperti Stefanus melihat-
nya, atau lebih dekat di udara, tidaklah pasti. Bukannya tidak
bersesuaian dengan apa yang dikatakan tentang sorga, bahwa
ia menerima Kristus untuk tetap tinggal di sana sampai akhir
zaman (3:21), bila kita menduga bahwa Kristus, pada kesem-
patan yang luar biasa seperti ini, mengadakan kunjungan pri-
badi,namun sangat singkat, ke dunia bawah ini. Penting bagi
Paulus sebagai seorang rasul untuk melihat Tuhan, dan begi-
tulah ia melihat-Nya (1Kor. 9:1; 15:8).
(1) Cahaya ini menyinari dia secara tiba-tiba exaiphnēs, tan-
pa Paulus pernah memikirkan hal seperti itu, dan tanpa
diberi peringatan terlebih dahulu. Penyataan Kristus akan
diri-Nya sendiri kepada jiwa-jiwa yang malang sering kali
dilakukan secara tiba-tiba dan sangat mengejutkan. Dan
tanpa mereka sangka, Ia mendahului mereka dengan ber-
kat-berkat kebaikan-Nya. Inilah yang dialami oleh murid-
murid yang dipanggil Kristus kepada diri-Nya. Tak sadar
diri aku (Kid. 6:12).
(2) Cahaya itu datang dari Sorga, sumber terang, dari Tuhan di
sorga, Bapa segala terang. Cahaya itu lebih terang dari ca-
haya matahari (26:13), sebab ia tampak di tengah hari, dan
melebihi matahari saat bersinar dengan amat terik dan
terang (Yes. 24:23).
(3) Cahaya itu memancar mengelilingi dia, bukan hanya pada
wajahnya, melainkan juga pada setiap sisi dari tubuhnya.
Ke mana pun ia berpaling, ia mendapati dirinya dikelilingi
oleh cahaya yang meneranginya itu. Dan ini dimaksudkan
bukan hanya untuk mengejutkan dia, dan menarik per-
hatiannya (wajar kalau ia berharap mendengar sesuatu, se-
bab ia sudah diizinkan melihat hal yang sangat luar biasa
seperti itu),namun juga untuk melambangkan diteranginya
pemahamannya dengan pengetahuan akan Kristus. Iblis
mendatangi jiwa di dalam kegelapan. Dengan cara ini ia
merenggut jiwa itu dan terus merasukinya.namun Kristus
datang kepada jiwa di dalam terang, sebab Ia sendiri ada-
lah Terang dunia, cemerlang dan mulia bagi kita, seperti
Kitab Kisah Para Rasul 9:1-9
361
cahaya. Hal yang pertama ada dalam ciptaan baru ini, se-
bagaimana dalam dunia, yaitu terang (2Kor. 4:6). Oleh
sebab itulah semua orang Kristen dikatakan sebagai anak-
anak terang dan anak-anak siang (Ef. 5:8).
3. Penangkapan Saulus, dan penugasannya: Ia rebah ke tanah
(ay. 4). Ada yang berpikir bahwa ia sedang berjalan kaki, dan
bahwa cahaya ini, yang mungkin datang disertai guruh, begitu
menakutkan dia sehingga ia tidak tahan berdiri, lalu rebah ke
tanah. Biasanya ini sikap memuja,namun di sini sikap takjub.
Ada juga kemungkinan bahwa ia naik kereta kuda, seperti
Bileam, saat hendak mengutuk Israel, dan mungkin Paulus
naik kereta kuda yang lebih bagus dibandingkan yang dinaiki Bi-
leam. Sebab Saul waktu itu sedang menjalankan tugas umum,
sedang tergesa-gesa, dan harus menempuh perjalanan jauh,
sehingga tidak mungkin ia bepergian dengan berjalan kaki.
Cahaya yang datang tiba-tiba itu membuat takut binatang
yang ditungganginya, dan membuat dia sendiri terlempar. Dan
sebab pemeliharaan Tuhan yang baik, maka tubuhnya tidak
terluka sebab jatuh.namun para malaikat memiliki tugas
khusus berkenaan dengan dia, untuk menjaga semua tulang-
tulangnya, sehingga tak satu pun yang patah. Tampak bahwa
(26:14) semua orang yang ada bersama-sama dengan dia jatuh
ke tanah juga,namun dialah yang menjadi sasaran utamanya.
Hal ini bisa dipandang,
(1) Sebagai dampak dari penampakan Kristus kepadanya, dan
cahaya yang bersinar mengelilingi dia. Perhatikanlah, pe-
nyataan Kristus akan diri-Nya kepada jiwa-jiwa yang ma-
lang yaitu pengalaman yang merendahkan. Penyataan-
Nya itu membuat mereka sangat merendah, memandang
diri mereka sendiri dengan hina, dan dengan rendah hati
berserah kepada kehendak Tuhan . Sekarang mataku sendiri
memandang Engkau, ujar Ayub, oleh sebab itu aku men-
cabut perkataanku. Aku melihat Tuhan, seru Yesaya, duduk
di atas takhta, lalu kataku, Celakalah aku! aku binasa!
(2) Sebagai langkah maju menuju pengangkatan yang sudah
dirancangkan. Ia dirancang bukan hanya sebagai seorang
Kristen, melainkan juga seorang hamba Tuhan, seorang
rasul, seorang rasul besar, dan oleh sebab itu ia harus di-
362
rendahkan seperti itu. Perhatikanlah, orang-orang yang di-
rancang Kristus untuk mendapatkan kehormatan-kehor-
matan terbesar biasanya direndahkan terlebih dahulu.
Orang-orang yang dirancang untuk unggul dalam pengeta-
huan dan karunia biasanya direndahkan terlebih dahulu,
ke dalam keadaan di mana mereka merasakan kebodohan
dan keberdosaan mereka. Orang-orang yang hendak dipa-
kai Tuhan dihantam terlebih dahulu dengan kesadaran diri
tidak layak untuk dipakai.
4. Dakwaan terhadap Saulus. Setelah jatuh dan ditawan, seolah-
olah dipenjarakan, ia mendengar sebuah suara yang berkata
kepadanya (dan suara itu hanya dikhususkan bagi dia, sebab
walaupun orang-orang yang ada bersamanya mendengar suatu
suara [ay. 7], mereka tidak tahu apa yang dikatakan [22:9])
Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Amati-
lah di sini,
(1) Saulus tidak hanya melihat cahaya dari sorga,namun juga
mendengar suara dari sorga. Di mana kemuliaan Tuhan ter-
lihat, di situ firman Tuhan terdengar (Kel. 20:18). Demikian-
lah yang terjadi pada Musa (Bil. 7:89), dan para nabi. Dalam
menyatakan diri-Nya, Tuhan tidak pernah sekadar pamer
tanpa suara, sebab Ia memuliakan firman-Nya di atas se-
mua nama-Nya, dan apa yang terlihat selalu dirancang un-
tuk membuka jalan bagi apa yang dikatakan. Saulus men-
dengar suara. Perhatikanlah, iman timbul dari pendengar-
an. sebab itulah dikatakan bahwa Roh harus diterima me-
lalui pendengaran iman (Gal. 3:2). Suara yang didengarnya
yaitu suara Kristus. saat melihat Yang Benar, ia men-
dengar suara yang keluar dari mulut-Nya (22:14). Perhati-
kanlah, firman yang kita dengar bisa membawa manfaat
besar bagi kita jika kita mendengarnya sebagai suara
Kristus (1Tes. 2:13). Dengarlah suara kekasihku. Tidak ada
suara lain selain suara-Nya yang bisa menembus hati. Me-
lihat dan mendengar yaitu dua alat indra untuk belajar.
Di sini Kristus, melalui kedua pintu ini, masuk ke dalam
hati Saulus.
(2) Apa yang didengar Saulus membuat dia terbangun.
Kitab Kisah Para Rasul 9:1-9
363
[1] Ia dipanggil dengan nama, dan itu diucapkan sebanyak
dua kali: Saulus, Saulus. Ada orang berpikir bahwa, de-
ngan memanggilnya Saulus (KJV: Saul), Kristus menun-
juk pada penganiaya Daud yang kejam yang namanya
sama dengan dia itu. Saulus memang Saul kedua, dan
menjadi musuh besar bagi Anak Daud sama seperti
Saul menjadi musuh besar Daud. Dipanggilnya Saulus
dengan nama menunjukkan perhatian khusus Kristus
terhadapnya: Aku memanggil engkau dengan namamu,
sekalipun engkau tidak mengenal Aku (Yes. 45:4). Lihat
Keluaran 33:12. Dengan dipanggil nama oleh Kristus,
hati nurani Saulus tersadar, dan sekarang tidak dapat
dibantah lagi kepada siapa suara itu berkata-kata. Per-
hatikanlah, apa yang dikatakan Tuhan secara umum
akan membawa manfaat baik bagi kita hanya jika
kita menerapkannya pada diri kita sendiri, dan bila kita
menyertakan nama kita sendiri ke dalam ajaran-ajaran
dan janji-janji yang dinyatakan secara umum itu, se-
olah-olah Tuhan berbicara kepada kita dengan memang-
gil nama kita sendiri. Dan sebelum Ia berkata, ayo, hai
semua orang, Ia terlebih dahulu berkata, Hai saudara
anu: Samuel, Samuel, atau, Saulus, Saulus. Diulanginya
panggilan itu, Saulus, Saulus, menunjukkan, pertama,
betapa Saulus sedang tertidur lelap. Ia perlu dipanggil
berkali-kali, seperti dalam Yeremia 22:29, hai negeri,
negeri, negeri! Kedua, perhatian sepenuh hati dari Yesus
yang terberkati itu terhadap dia, dan bagi kesembuhan-
nya. Ia berbicara dengan sungguh-sungguh, seperti
Marta, Marta (Luk. 10:41), atau Simon, Simon (Luk.
22:31), atau Yerusalem, Yerusalem (Mat. 23:37). Ia ber-
bicara kepadanya seperti kepada orang yang tengah ter-
ancam bahaya besar, yang berada di tepi jurang, dan
sudah mau jatuh: Saulus, Saulus, tahukah engkau ke
mana engkau pergi, atau apa yang engkau lakukan?
[2] Dakwaan yang ditujukan kepada Saulus yaitu , meng-
apakah engkau menganiaya Aku? Amatilah di sini, per-
tama, sebelum Saulus dijadikan orang kudus, ia dibuat
melihat dirinya sendiri sebagai seorang pendosa, pen-
dosa besar, pendosa melawan Kristus. Sekarang ia di-
364
buat melihat kejahatan dalam dirinya sendiri yang tidak
pernah dilihatnya sebelumnya. Dosa hidup kembali,
dan ia mati. Perhatikanlah, dengan rendah hati insaf
akan dosa kita yaitu langkah pertama menuju perto-
batan yang menyelamatkan dari dosa. Kedua, ia diinsaf-
kan akan suatu dosa tertentu, yang dilakukannya de-
ngan amat terang-terangan, dan yang di dalamnya ia
membenarkan dirinya sendiri. Dan dengan demikian,
terbukalah jalan untuk menginsafkan dia akan semua
dosanya yang lain. Ketiga, dosa yang diyakinkan kepada
dia yaitu penganiayaan: Mengapakah engkau mengani-
aya Aku? Itu merupakan pertanyaan pancingan yang
penuh belas kasihan, yang sanggup mencairkan hati
yang sekeras batu sekalipun. Amatilah,
1. Siapa yang berdosa itu: Engkaulah orangnya. Eng-
kau, yang bukan berasal dari kalangan yang tidak
berpengetahuan, yang bersifat kasar, dan berpikiran
pendek, yang tanpa pikir panjang menggilas apa saja
yang mereka dengar sebagai sesuatu yang buruk. Se-
baliknya, engkau berpendidikan tinggi, mendapat
bagian-bagian yang baik, dan meraih pencapaian-
pencapaian yang baik. Engkau mengenal Kitab Suci,
yang, jika dipertimbangkan sebagaimana semestinya,
akan menunjukkan kepadamu kebodohan dari per-
buatanmu itu. Perbuatan ini lebih buruk sebab eng-
kaulah yang melakukannya, dan bukan orang lain.
2. Kepada siapa ia berdosa: Kepada-Ku, yang tidak
pernah mencelakai kamu, yang turun dari sorga ke
bumi untuk berbuat baik kepadamu, yang belum
lama ini disalibkan bagimu. Tidakkah itu cukup, se-
hingga Aku harus disalibkan lagi olehmu?
3. Jenis dosa dan berapa lama ia melakukannya. Dosa
itu yaitu penganiayaan, dan pada saat itu ia sedang
melakukannya: Engkau tidak saja sudah mengania-
ya,namun juga masih menganiaya. Engkau kukuh
terus melakukannya. Pada waktu itu ia tidak sedang
menyeret siapa pun ke penjara, atau membunuhi me-
reka.namun itulah tugas yang sedang diembannya di
Damsyik. Sekarang ia sedang membayangkannya, dan
Kitab Kisah Para Rasul 9:1-9
365
menghibur dirinya dengan pikiran itu. Perhatikanlah,
orang-orang yang merancangkan kejahatan berarti,
dalam pandangan Tuhan , melakukan kejahatan.
4. Pertanyaan yang diajukan kepadanya sebab itu:
Mengapakah engkau melakukannya?
(1) Ungkapan ini merupakan keluhan. Mengapakah
engkau berlaku sedemikian tidak adil, sedemikian
jahat, terhadap murid-murid-Ku? Kristus tidak
pernah mengeluh begitu banyak tentang mereka
yang menganiaya Dia secara pribadi seperti yang
dikeluhkan-Nya di sini tentang mereka yang meng-
aniaya Dia melalui diri para pengikut-Nya. Ia me-
ngeluhkannya sebab itu dosa Saul: Mengapa eng-
kau begitu memusuhi dirimu sendiri, memusuhi
Tuhan mu? Perhatikanlah, dosa-dosa para pen-
dosa yaitu beban yang amat menyedihkan Tu-
han Yesus. Dia menjadi sedih sebab nya (Mrk.
3:5), Ia tergoncang sebab nya (Am. 2:13).
(2) Itu yaitu ungkapan yang mempersalahkan:
Mengapakah engkau berbuat demikian: Dapat-
kah engkau memberi alasan yang baik untuk
itu? Perhatikanlah, baik bagi kita untuk sering-
sering bertanya mengapa kita berbuat ini dan itu,
supaya kita dapat memahami betapa dosa yaitu
hal yang tidak masuk akal. Dan dari semua dosa,
tidak ada yang begitu tidak masuk akal, begitu
tidak bisa dipertanggungjawabkan, seperti dosa
menganiaya murid-murid Kristus, terutama apa-
bila itu didapati menganiaya Kristus sendiri, yang
sudah pasti demikian. Orang yang tidak memiliki
pengetahuan memakan habis umat Tuhan (Mzm.
14:4). Mengapakah engkau menganiaya Aku? Ia
menyangka bahwa ia hanya menganiaya sekelom-
pok orang miskin, lemah, dan bodoh, yang me-
nyinggung perasaan dan pandangan orang-orang
Farisi. Tak sedikit pun ia membayangkan bahwa
yang di sorgalah yang selama ini telah dihinanya.
Sebab tentu saja, kalau sekiranya ia tahu, ia
tidak akan menganiaya Tuhan segala kemuliaan.
366
Perhatikanlah, mereka yang menganiaya orang-
orang kudus berarti menganiaya Kristus sendiri,
dan Ia memandang apa yang diperbuat melawan
mereka sebagai perbuatan melawan diri-Nya sen-
diri, dan begitu pula pada hari pembalasan nanti
(Mat. 25:45).
5. Pertanyaan Saul setelah mendapat dakwaan itu, dan jawaban
yang diberikan atas pertanyaannya itu (ay. 5).
(1) Ia bertanya kepada Kristus: Siapakah Engkau, Tuhan? Ia
tidak memberi jawaban langsung terhadap dakwaan
yang diajukan melawannya, sebab hati nuraninya sendiri
mengatakan bahwa ia bersalah, bahwa ia terkutuk. Jika
Tuhan berbantah tentang dosa-dosa kita, kita tidak akan
bisa memberi jawaban biarpun hanya untuk satu dari
antara seribu dosa, terutama untuk dosa yang berat seperti
penganiayaan. Rasa bersalah dosa, jika memukul hati
nurani dengan kuat, akan membungkam semua alasan dan
pembenaran diri. Walaupun aku benar, aku tidak mungkin
membantah Dia.namun ia ingin tahu siapa Hakimnya ini. Ia
menyapa-Nya dengan hormat: Tuhan. Dia yang sebelumnya
menghujat nama Kristus sekarang berbicara kepada Dia
sebagai Tuhannya. Pertanyaan yang diajukannya pantas:
Siapakah Engkau? Ini menandakan keadaannya pada saat
itu yang tidak mengenal Kristus. Ia tidak mengenal suara-
Nya seperti domba-domba-Nya,namun ia ingin mengenal
Dia. Ia diyakinkan oleh cahaya yang meliputinya ini bahwa
yang berbicara kepadanya yaitu Dia dari sorga, dan ia
memuja segala sesuatu yang tampak olehnya datang dari
sorga. Dan oleh sebab itu, Tuhan, siapakah Engkau? Siapa-
kah nama-Mu? (Hak. 13:17; Kej. 32:29). Perhatikanlah, ada
harapan bagi orang jika mereka mulai bertanya-tanya
tentang Yesus Kristus.
(2) Kristus segera menjawab, yang di dalamnya kita mendapati,
[1] Pewahyuan Kristus yang penuh rahmat tentang diri-Nya
kepada dia. Ia selalu siap menjawab semua pertanyaan
yang sungguh-sungguh dari orang-orang yang ingin me-
ngenal Dia: Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Nama
Yesus bukanlah nama yang tidak dia kenal. Hatinya
Kitab Kisah Para Rasul 9:1-9
367
sudah berkali-kali berkobar melawan nama itu, dan be-
tapa ingin hatinya menguburkan nama itu hingga le-
nyap. Ia tahu bahwa itu yaitu nama yang dia aniaya,
tetapi sedikit terpikir olehnya bahwa ia akan mende-
ngarnya dari sorga, atau dari tengah-tengah kemuliaan
seperti yang sekarang bersinar mengelilingi dia. Perhati-
kanlah, Kristus membawa jiwa-jiwa untuk bersekutu
dengan Dia dengan cara menyatakan diri-Nya kepada
mereka. Dia berkata, pertama, Aku Yesus, Juruselamat.
Akulah Yesus, orang Nazaret, begitu dalam pasal 22:8.
Saulus dulu menyebut-Nya demikian saat menghujat-
Nya: Akulah Yesus itu, yang dulu dengan mencemooh
engkau sebut Yesus dari Nazaret. Dan Ia ingin menun-
jukkan bahwa sekalipun sekarang ada dalam kemulia-
an, Ia tidak malu dengan keadaan-Nya dulu yang hina.
Kedua, Akulah Yesus yang kauaniaya itu, dan oleh se-
bab itu engkau akan terancam bahaya jika engkau tetap
bersikeras menapaki jalan fasik ini. Tidak ada yang le-
bih berhasil untuk menggugah dan merendahkan jiwa
dibandingkan melihat dosa sebagai sesuatu yang menentang
Kristus, yang menghina Dia, dan menentang rancang-
an-rancangan-Nya.
[2] Teguran-Nya yang lembut kepada dia: Susah bagimu
menendang duri (KJV), atau galah menyepak paku
tajam. Itu susah, dan dengan sendirinya tidak masuk
akal dan tidak baik, dan akan berakibat mematikan
bagi orang yang melakukannya. Orang yang menendang
galah yaitu orang yang melumpuhkan dan membung-
kam teguran-teguran hati nurani, yang memberontak
melawan kebenaran-kebenaran dan hukum-hukum
Tuhan , yang mempersoalkan pemeliharaan-pemeliharaan-
Nya, dan yang menganiaya serta menentang hamba-
hamba-Nya, sebab hamba-hamba-Nya menegur mereka,
yang perkataannya seperti galah dan paku. Orang yang
terus memberontak setelah dihantam oleh firman atau
tongkat Tuhan , yang geram terhadap teguran-teguran
dan secara terang-terangan menentang orang yang me-
negur mereka, berarti menendang duri dan harus mem-
pertanggungjawabkan perbuatan mereka.
368
6. Ia menyerahkan dirinya kepada Tuhan Yesus pada akhirnya
(ay. 6). Lihatlah di sini,
(1) Keadaan dan suasana hatinya, setelah Kristus berurusan
dengan dia.
[1] Dia gemetar, seperti orang yang sangat ketakutan. Per-
hatikanlah, keyakinan-keyakinan yang kuat akan ke-
berdosaan kita, yang ditunjukkan oleh Roh yang terpuji
itu, akan membuat gemetar jiwa yang tergugah. Bagai-
mana orang tidak gemetar jika mereka melihat Tuhan
yang kekal murka terhadap mereka, seluruh ciptaan ber-
perang melawan mereka, dan jiwa mereka sendiri berada
di tepi jurang kehancuran!
[2] Dia tersentak, dipenuhi dengan rasa takjub, seperti
orang yang dibawa ke sebuah dunia baru, yang tidak
tahu di mana ia berada. Perhatikanlah, pekerjaan Kris-
tus yang meyakinkan dan mempertobatkan yaitu pe-
kerjaan yang menyentakkan bagi jiwa yang tergugah,
dan memenuhinya dengan rasa kagum. Apa yang telah
diperbuat Tuhan kepadaku ini, dan apa yang akan dila-
kukan-Nya?
(2) Seruannya kepada Yesus Kristus, saat dalam suasana
hati ini: Tuhan, apa yang Engkau ingin aku lakukan? (KJV).
Hal ini bisa dipandang,
[1] Sebagai permintaan yang sungguh-sungguh untuk me-
nerima ajaran-ajaran Kristus: Tuhan, aku melihat bah-
wa sampai saat ini aku tidak berjalan di jalan yang
benar. Engkau telah menunjukkan kepadaku kesalah-
anku, dan mengarahkan aku ke jalan yang benar. Eng-
kau telah mengungkapkan dosa kepadaku, menunjuk-
kan kepadaku jalan untuk memperoleh pengampunan
dan kedamaian. Ini mirip dengan perkataan, apakah
yang harus kami perbuat, saudara-saudara? Perhati-
kanlah, keinginan yang sungguh-sungguh untuk diajar
oleh Kristus di jalan keselamatan merupakan bukti dari
pekerjaan baik yang sudah dimulai di dalam jiwa. Atau,
[2] Sebagai penyerahan dirinya yang tulus untuk dibimbing
dan diperintah Tuhan Yesus. Ini yaitu kata-kata per-
tama yang dikatakan oleh anugerah di dalam diri Pau-
Kitab Kisah Para Rasul 9:1-9
369
lus, dan dengan itu dimulailah sebuah kehidupan roha-
ni: Tuhan Yesus, apa yang Engkau ingin aku lakukan?
Tidakkah ia tahu apa yang harus dilakukannya? Bu-
kankah ia sudah diserahi mandat? Dan apa lagi yang
harus dilakukannya kecuali melaksanakannya? Tidak,
apa yang telah dilakukannya untuk pekerjaan ini sudah
cukup, dan sekarang ia memutuskan untuk mengabdi
pada tuan lain, dan mengambil pekerjaan yang lebih
baik. Sekarang yang dipertanyakan bukan, apa yang di-
inginkan oleh imam besar dan para penatua untuk aku
perbuat? Apa yang ingin dilakukan oleh keinginan-ke-
inginan dan hawa nafsuku yang jahat? Melainkan, apa
yang Engkau ingin aku lakukan? Perubahan besar di da-
lam pertobatan terjadi pada kehendak, dan menjadi
nyata dalam penyerahan kehendak itu kepada kehen-
dak Kristus.
(3) Petunjuk umum yang diberikan Kristus kepadanya, sebagai
jawaban atas pertanyaan ini: Bangunlah dan pergilah ke
dalam kota Damsyik, yang sudah dekat denganmu seka-
rang, dan di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang ha-
rus kauperbuat. Cukup membesarkan hatinya bahwa ia di-
janjikan akan menerima petunjuk lebih lanjut,namun ,
[1] Ia tidak boleh diberi petunjuk itu terlebih dahulu. Se-
bentar lagi akan dikatakan kepadanya apa yang harus
dia lakukan,namun , untuk saat ini, ia harus merenung-
kan sejenak apa yang telah dikatakan kepada dia, dan
belajar sesuatu darinya. Hendaklah dia mempertim-
bangkan sejenak apa yang telah dilakukannya dengan
menganiaya Kristus, dan betul-betul merendahkan diri
olehnya, dan barulah ia akan diberi tahu apa yang ha-
rus dia lakukan selanjutnya.
[2] Tidak seharusnya ia mendapatkan petunjuk dengan
cara ini, melalui suara dari sorga, sebab jelas bahwa ia
tidak sanggup menahannya. Ia gemetar dan tersentak.
Oleh sebab itu, ia akan diberi tahu tentang apa yang ha-
rus dilakukannya oleh seorang manusia seperti dia sen-
diri, yang tidak mengerikan sehingga membuat dia ta-
kut, dan yang tangannya tidak akan menekan dia. Hal
370
ini seperti yang diinginkan umat Israel di Gunung Sinai.
Atau, ini merupakan petunjuk bahwa Kristus akan
mengambil waktu lain untuk menyatakan diri-Nya lebih
jauh kepada dia, saat ia sudah lebih tenang, dan keta-
kutan ini sudah mereda. Kristus menyatakan diri-Nya
kepada umat-Nya secara bertahap. Dan meskipun seka-
rang mereka tidak tahu baik apa yang dilakukan-Nya
maupun apa yang Dia ingin mereka lakukan, mereka
akan mengetahui itu kelak.
7. Seberapa jauh rekan-rekan seperjalanannya terpengaruh oleh
kejadian ini, dan kesan apa yang ditimbulkan pada mereka.
Mereka jatuh ke tanah, sama seperti dia,namun mereka ba-
ngun tanpa disuruh, tidak seperti dia, yang tetap terbaring
sampai kemudian dikatakan kepadanya, bangunlah. Sebab ia
terbaring di bawah beban yang lebih berat dibandingkan mereka.
Tetapi saat mereka bangun,
(1) Mereka termangu-mangu, seperti orang yang kebingungan,
dan itu saja (ay. 7). Mereka hendak pergi untuk melaksana-
kan tugas jahat yang sama seperti Paulus, dan mungkin,
dengan segenap kekuatan, mereka sama-sama geram se-
perti dia. Namun, kita tidak mendapati seorang pun dari
mereka bertobat, sekalipun mereka melihat cahaya itu, dan
terjatuh ke tanah serta terpaku bisu sebab nya. Sarana la-
hiriah apa saja dengan sendirinya tidak akan membawa
perubahan pada jiwa tanpa Roh dan anugerah Tuhan , yang
membuat perbedaan antara sebagian orang dan sebagian
yang lain. Dari antara mereka yang bepergian bersama-
sama, yang satu dibawa, sedang yang lainnya dibiarkan.
Mereka termangu-mangu. Tak seorang pun dari mereka ber-
tanya, Siapakah Engkau, Tuhan? atau, Apa yang Engkau
ingin aku lakukan? seperti yang ditanyakan Paulus. Anak-
anak Tuhan tidak terlahir sebagai orang bisu.
(2) Mereka memang mendengar suara itu,namun tidak melihat se-
orang juga pun. Mereka mendengar Paulus berbicara,namun
tidak melihat kepada siapa ia berbicara, atau mendengar
dengan jelas apa yang dikatakan kepadanya. Itu sesuai de-
ngan apa yang dikatakan tentang kejadian ini (22:9), bahwa
mereka memang melihat cahaya itu dan takut (KJV) (mungkin
Kitab Kisah Para Rasul 9:1-9
371
mereka melihat cahaya itu,namun mereka tidak melihat
siapa-siapa di dalamnya, seperti yang dilihat Paulus), dan
bahwa suara Dia, yang berkata kepada Paulus, tidak mereka
dengar dengan jelas,namun hanya samar-samar, sehingga
mereka tidak paham apa yang dikatakan. Demikianlah, me-
reka yang datang ke sana untuk menjadi alat-alat pelaksana
kegeraman Paulus melawan jemaat dijadikan sebagai saksi-
saksi akan kuasa Tuhan atas diri Paulus.
8. Bagaimana keadaan Saulus setelah itu (ay. 8-9).
(1) Ia bangun dan berdiri, setelah Kristus menyuruhnya,namun
mungkin bukannya tanpa pertolongan orang lain. Peng-
lihatan itu membuatnya begitu lemah dan lunglai, saya
tidak akan mengatakan seperti Belsyazar, yang sendi-sendi
pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan,
tetapi seperti Daniel, yang saat melihat suatu penglihatan
tidak ada lagi kekuatan padanya (Dan. 10:16-17).
(2) saat membuka matanya, ia mendapati bahwa penglihat-
annya lenyap, dan ia tidak dapat melihat apa-apa, tidak da-
pat melihat seorang pun dari mereka yang pergi bersama-
nya, yang sekarang mulai sibuk menuntunnya. Bukan ca-
haya yang begitu menyilaukan ini yang, sebab memancar
ke matanya, membuat suram pandangannya Nimium sen-
sibile laedit sensum. Sebab jika demikian, orang-orang yang
ada bersamanya juga akan kehilangan penglihatan mereka.
Namun, sebab melihat Kristuslah, yang tidak dilihat orang
lain, maka penglihatannya hilang seperti ini. Demikianlah,
melihat kemuliaan Tuhan pada wajah Kristus dengan iman
menyilaukan mata segala sesuatu yang ada di dunia bawah
sini. Kristus, untuk mengungkapkan lebih jauh tentang
diri-Nya dan Injil-Nya kepada Paulus, menghapuskan dari-
nya pandangan tentang hal-hal lain, yang harus dijauhkan-
nya, supaya ia bisa melihat kepada Yesus, dan hanya kepa-
da Dia.
(3) Mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. Entah ke
suatu penginapan, atau ke rumah seorang teman, tidaklah
pasti.namun demikianlah dia yang menyangka sudah me-
nuntun murid-murid Kristus sebagai tahanan dan tawanan
ke Yerusalem, malah dia sendiri yang dituntun sebagai ta-
372
hanan dan tawanan kepada Kristus ke Damsyik. Dengan
demikian, ia diajar betapa perlunya dia akan anugerah Kris-
tus yang akan menuntun jiwanya (yang secara alami buta
dan condong berbuat salah) ke dalam seluruh kebenaran.
(4) Ia terbaring tanpa dapat melihat, dan tanpa makanan, ia ti-
dak makan dan minum tiga hari lamanya (ay. 9). Saya tidak
berpikir, seperti menurut sebagian orang, bahwa pada saat
itulah ia diangkat ke sorga tingkat ketiga, yang dibicara-
kannya dalam 2 Korintus 12. Yang sebenarnya terjadi jus-
tru jauh dari ini, sehingga kita memiliki alasan untuk
berpikir bahwa selama waktu itu dia lebih-lebih berada di
dalam perut neraka, menderita kengerian-kengerian dari
Tuhan atas dosa-dosanya, yang saat itu tengah diperhadap-
kan kepadanya. Ia sama sekali tidak tahu tentang keadaan
rohaninya sendiri, dan rohnya begitu terluka sebab dosa-
nya, sehingga ia tidak bisa menikmati makanan atau mi-
numan.
Ananias dan Saulus;
Saulus Memberitakan Kristus di Damsyik
(9:10-22)
10 Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan
kepadanya dalam suatu penglihatan: Ananias! Jawabnya: Ini aku, Tuhan!
11 Firman Tuhan: Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan
carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia seka-
rang berdoa, 12 dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang
bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atas-
nya, supaya ia dapat melihat lagi. 13 Jawab Ananias: Tuhan, dari banyak
orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang
dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. 14 Dan ia datang
ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap se-
mua orang yang memanggil nama-Mu. 15namun firman Tuhan kepadanya:
Pergilah, sebab orang ini yaitu alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan
nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
16 Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan
yang harus ia tanggung oleh sebab nama-Ku. 17 Lalu pergilah Ananias ke
situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus,
katanya: Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri
kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supa-
ya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus. 18 Dan se saat
itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat
lagi. Ia bangun lalu dibaptis. 19a Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatan-
nya. 19b Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di
Damsyik. 20 saat itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat,
dan mengatakan bahwa Yesus yaitu Anak Tuhan . 21 Semua orang yang
mendengar hal itu heran dan berkata: Bukankah dia ini yang di Yerusalem
Kitab Kisah Para Rasul 9:10-22
373
mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan
bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan memba-
wa mereka ke hadapan imam-imam kepala? 22 namun Saulus semakin
besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal
di Damsyik, sebab ia membuktikan, bahwa Yesus yaitu Mesias.
Adapun Tuhan , jalan-Nya sempurna. Jika Ia memulai, Ia akan meng-
akhiri. Sebuah pekerjaan yang baik sudah dimulai di dalam diri Sau-
lus, saat ia bertelut di bawah kaki Kristus, dan berkata, apa yang
Engkau ingin aku lakukan Tuhan? Dan Kristus tidak pernah mening-
galkan siapa saja yang sudah bertelut di bawah kaki-Nya seperti itu.
Meskipun Saulus sudah direndahkan secara menyedihkan saat ter-
baring buta di situ selama tiga hari, namun ia tidak ditinggalkan.
Kristus di sini menangani pekerjaan-Nya sendiri. Dia yang sudah me-
robek akan menyembuhkan, yang sudah memukul akan membalut,
yang sudah menghukum akan menghibur.
I. Ananias di sini diperintahkan untuk pergi dan menjaganya, untuk
menyembuhkan dan menolongnya. Sebab, Dia yang membawa
kesedihan juga akan menunjukkan belas kasihan.
1. Orang yang disuruh yaitu Ananias, seorang murid Tuhan di
Damsyik, bukan seorang yang akhir-akhir ini terpaksa me-
ngungsi ke sana dari Yerusalem, melainkan seorang penduduk
asli Damsyik. Sebab dikatakan (22:12) bahwa ia yaitu se-
orang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di
antara semua orang Yahudi yang ada di situ. Belum lama ini ia
memeluk Injil, dan menyerahkan namanya kepada Kristus,
dan, kelihatannya, menjabat sebagai hamba Tuhan, setidak-
tidaknya pro hac vice pada kesempatan ini, meskipun tidak
tampak bahwa ia ditahbiskan oleh para rasul.namun mengapa
sebagian rasul dari Yerusalem tidak diutus dalam kesempatan
besar ini, atau Filipus sang penginjil, yang baru-baru ini mem-
baptis si sida-sida dari Etiopia itu, dan bisa saja dilarikan ke
sana oleh Roh dalam waktu yang sebentar saja? Tentulah ini
sebab Kristus ingin memakai banyak tangan untuk melaku-
kan pelayanan-pelayanan yang penting, sehingga kehormatan-
kehormatan tidak hanya menjadi milik dari, atau dikuasai
oleh, sedikit orang saja. sebab Ia ingin memberi pekerjaan
kepada banyak tangan, dan dengan demikian memberi ke-
hormatan ke atas kepala orang-orang yang terhina dan terlu-
374
pakan, untuk membesarkan hati mereka. Juga, sebab Ia
ingin mengarahkan kita untuk memanfaatkan sebaik mungkin
hamba-hamba Tuhan yang ada di tempat kita, yang beroleh
rahmat untuk setia, meskipun mereka bukanlah orang-orang
terkemuka.
2. Perintah yang diberikan kepada Ananias yaitu pergi ke sebuah
rumah, mungkin sebuah penginapan, dan mencari Saulus dari
Tarsus. Kristus, dalam suatu penglihatan, memanggil Ananias
dengan nama (ay. 10). Ada kemungkinan bahwa ini bukan kali
pertama ia mendengar perkataan Tuhan dan melihat penglihat-
an-penglihatan dari Yang Mahakuasa. Sebab, tanpa merasa
ngeri atau bingung, ia dengan sigap menjawab, Ini aku,
Tuhan! Aku siap pergi ke mana saja Engkau mengutusku, dan
melakukan apa saja yang Engkau perintahkan kepadaku.
Mari, pergilah, kata Kristus, ke jalan yang bernama Jalan
Lurus, dan carilah di rumah Yudas (di mana orang-orang asing
biasa menginap) seorang dari Tarsus yang bernama Saulus.
Perhatikanlah, Kristus tahu betul di mana menemukan orang-
orang kepunyaan-Nya, yang sedang dalam kesusahan. Walau-
pun mungkin saudara-saudara mereka tidak tahu apa yang
terjadi pada mereka, mereka memiliki seorang Teman di
sorga, yang mengetahui di jalan apa, di rumah mana, bahkan,
terlebih lagi, dalam keadaan bagaimana mereka. Ia tahu jiwa
mereka yang sedang dilanda kesusahan.
3. Dua alasan yang diberikan kepada Ananias mengapa ia harus
pergi dan mencari orang asing ini, dan menawarkan bantuan
kepadanya:
(1) sebab orang itu sedang berdoa, dan kedatangan Ananias
kepada dia harus menjawab doanya. Ini sebagai alasan,
[1] Mengapa Ananias tidak perlu takut kepadanya. Kita me-
mang melihat Ananias memang takut menemui dia (ay.
13-14). Tidak diragukan lagi, kata Kristus, bahwa ia se-
orang petobat sejati, sebab ia sekarang berdoa (KJV:
sebab lihatlah, ia berdoa). Lihatlah menandakan kepas-
tian dari hal yang diperbincangkan. Yakinkanlah diri-
mu bahwa demikianlah adanya. Pergi dan lihatlah.
Kristus begitu senang mendapati Paulus berdoa se-
hingga Ia ingin agar orang lain memperhatikannya juga:
Kitab Kisah Para Rasul 9:10-22
375
Bersukacitalah bersama-sama dengan Aku, sebab dom-
ba-Ku yang hilang itu telah Kutemukan. Kata lihatlah
juga menandakan keajaiban dari perkara yang diperbin-
cangkan: Lihatlah, dan heranlah, bahwa dia yang hati-
nya baru kemarin berkobar-kobar untuk mengancam
dan membunuh, sekarang berkobar-kobar hanya untuk
berdoa.namun anehkah jika Saulus berdoa? Bukankah
ia seorang Farisi? Dan tidakkah kita memiliki alasan
untuk berpikir, sebagaimana dengan orang-orang Farisi
lain, bahwa ia mengucapkan doa yang panjang-panjang
di rumah-rumah ibadat dan di tikungan-tikungan jalan
raya? Ya.namun sekarang ia mulai berdoa dengan cara
lain dari yang biasa dilakukannya. Dulu ia mengucap-
kan doa-doanya keras-keras, sekarang ia mendoakannya
di dalam hati. Perhatikanlah, anugerah yang memperba-
harui membuat orang selalu berdoa. Kalau kita
bisa menemukan orang yang bisa hidup tanpa bernafas,
barulah kita bisa menemukan orang Kristen yang bisa
hidup tanpa doa. Jika orang tidak bernafas, maka ia tak
bernyawa. Jadi, tidak ada doa, tidak ada anugerah.
[2] Ini sebagai alasan mengapa Ananias harus segera me-
nemuinya. Jangan menunda-nunda waktu, sebab lihat-
lah ia sekarang berdoa. Bila anak menangis, sang ibu
yang lembut akan bergegas mendatanginya untuk mem-
beri susu. Saulus di sini, seperti Efraim, meratapi diri-
nya sendiri, seperti lembu muda yang tidak terlatih me-
mikul kuk, dan menendang-nendang galah. Oh, cepatlah
temui dia, dan katakanlah kepadanya bahwa dia anak
kesayangan-Ku, anak kesenangan-Ku, dan walaupun
Aku menghardik dia, sebab menganiaya Aku, tak putus-
putusnya Aku terkenang kepadanya (Yer. 31:18-20).
Amatilah bagaimana keadaan Saulus pada saat itu.
Hatinya berat oleh kesadaran akan keberdosaannya, ge-
metar dan tersentak. jika dosa kita diperhadapkan
kepada kita, maka kita haruslah tergerak untuk berdoa.
Ia sedang menderita penyakit tubuh, buta dan sakit.
Dan, kalau ada seorang di antara kamu yang menderita,
baiklah ia berdoa! Kristus sudah berjanji kepada Saulus
bahwa kepadanya akan diberitahukan lebih jauh apa
376
yang harus dia lakukan (ay. 6), dan Saulus berdoa agar
ada seseorang yang diutus kepadanya untuk mengajar
dia. Perhatikanlah, apa yang sudah dijanjikan Tuhan
haruslah kita doakan. Tuhan ingin dimintai untuk itu,
dan khususnya untuk petunjuk Tuhan .
(2) sebab Saulus sudah melihat dalam suatu penglihatan ada
seseorang yang datang kepadanya, untuk memulihkan
penglihatannya. Dan kedatangan Ananias kepadanya pasti
merupakan jawaban bagi mimpinya, sebab mimpi itu da-
tang dari Tuhan (ay. 12): Dalam suatu penglihatan ia melihat,
bahwa seorang yang bernama Ananias, dan seorang yang
persis seperti engkau ini, masuk ke dalam tepat pada wak-
tunya untuk memberinya kelegaan, dan menumpangkan ta-
ngannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi. Nah,
penglihatan yang dialami Paulus ini bisa dianggap,
[1] Sebagai jawaban langsung atas doanya, dan untuk men-
jaga persekutuan dengan Tuhan yang sudah dimasukinya
dengan doa. Dalam doa, ia sudah membeberkan kesu-
sahannya di hadapan Tuhan , dan sekarang Tuhan menya-
takan diri-Nya serta maksud-maksud baik dari anuge-
rah-Nya kepada dia. Dan sungguh membesarkan hati
bila kita tahu apa yang dipikirkan Tuhan terhadap kita.
[2] Sebagai sesuatu yang dirancang untuk menimbulkan
semua pengharapan di dalam dirinya, dan untuk mem-
buat kedatangan Ananias lebih disambutnya. Dia akan
siap menerima Ananias sebagai utusan Tuhan bila sebe-
lumnya sudah diberitahukan demikian kepadanya, da-
lam penglihatan, bahwa seseorang yang bernama Ana-
nias akan mendatanginya. Lihatlah betapa perkara besar
untuk mempertemukan seorang tabib rohani dengan pa-
siennya: dibutuhkan dua penglihatan untuk mewujud-
kannya. jika Tuhan , dalam pemeliharaan-Nya, berbuat
demikian tanpa penglihatan, membawa seorang utusan
kepada jiwa yang menderita, seorang penafsir, satu di
antara seribu, untuk menunjukkan kesetiaan-Nya kepa-
da manusia, maka itu harus diakui dengan rasa syukur
dan pujian bagi Dia.
Kitab Kisah Para Rasul 9:10-22
377
II. Ananias berkeberatan untuk mendatanginya, dan Tuhan menang-
gapi keberatan itu. Lihatlah betapa Tuhan mau merendah dengan
memperbolehkan hamba-Nya berperkara dengan Dia.
1. Ananias membela diri dengan berkata bahwa Saulus ini ter-
kenal sebagai penganiaya murid-murid Kristus (ay. 13-14).
(1) Dia sudah dikenal seperti itu di Yerusalem: Tuhan, dari ba-
nyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa ia ada-
lah musuh yang kejam bagi Injil-Mu. Semua orang yang
tersebar sebab penganiayaan belakangan ini, yang banyak
dari antara mereka datang ke Damsyik, memberitahukan
betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap
orang-orang kudus-Mu di Yerusalem, bahwa ia seorang
penganiaya yang paling ganas, paling keras dari semuanya,
dan seorang pemimpin dalam kejahatan itu. Betapa besar
kekacauan yang sudah dibuatnya di dalam jemaat. Tidak
ada orang lain yang lebih mereka takuti, bahkan imam be-
sar pun tidak, selain Saulus. Bahkan,
(2) Tugasnya ke Damsyik pada saat itu yaitu untuk meng-
aniaya kami orang-orang Kristen: Ia datang ke mari dengan
kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap se-
mua orang yang memanggil nama-Mu, untuk memperlaku-
kan para penyembah Kristus sebagai penjahat-penjahat
yang paling bejat. Nah, mengapa Ananias berkeberatan
dengan hal ini? Dengan ini dia tidak berkata, Oleh sebab
itu, aku tidak berutang budi apa pun kepada dia sehingga
aku harus melayaninya baik-baik seperti itu. Mengapa aku
harus berbuat baik kepada dia yang sudah melakukan dan
merancangkan begitu banyak kejahatan terhadap kami?
Tidak, Kristus sudah mengajarkan kepada kita ajaran lain,
untuk membalas kejahatan dengan kebaikan, dan berdoa
bagi orang-orang yang menganiaya kita.namun jika ia ada-
lah seorang penganiaya yang sedemikian keji terhadap
orang-orang Kristen,
[1] Apakah aman bagi Ananias untuk menemui dia? Bu-
kankah itu sama saja seperti melemparkan domba ke
dalam mulut singa? Dan, jika ia sampai membawa ma-
salah bagi diri sendiri seperti itu, maka ia sendiri yang
salah sebab kecerobohannya sendiri.
378
[2] Apa ada gunanya pergi menemui dia? Bisakah hati yang
keras seperti itu dilembutkan? Bisakah kulit orang di-
ubah warnanya?
2. Kristus menepis keberatan ini (ay. 15-16): Jangan ceritakan
kepada-Ku betapa buruk dia selama ini, Aku tahu betul hal
itu.namun lekas pergilah engkau, dan berilah dia segala per-
tolongan yang bisa engkau berikan, sebab orang ini yaitu alat
pilihan, atau bejana pilihan, bagi-Ku. Aku akan meyakinkan
dia, maka engkau tidak perlu takut padanya. Ia yaitu bejana
yang di dalamnya harta karun Injil akan disimpan, untuk
disampaikan kepada banyak orang. Ia memang bejana tanah
liat (2Kor. 4:7),namun itu bejana pilihan. Bejana yang digu-
nakan Tuhan dipilih-Nya sendiri. Dan pantaslah Dia memilih
sendiri alat yang ingin digunakan-Nya (Yoh. 15:16): Bukan
kamu yang memilih Aku,namun Akulah yang memilih kamu. Dia
yaitu bejana kehormatan, dan tidak boleh diabaikan dalam
keadaannya sekarang yang menyedihkan, atau dibuang seba-
gai bejana yang sudah rusak, atau yang tidak disukai. Ia di-
rancang,
(1) Untuk melakukan pelayanan-pelayanan besar: Ia harus
memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain, harus
menjadi rasul bagi bangsa-bangsa bukan-Yahudi, dan mem-
bawa Injil ke bangsa-bangsa kafir. Nama Kristus yaitu
panji yang kepadanya jiwa-jiwa harus berkumpul, dan di
bawahnya mereka harus berdiri, dan Saulus harus menjadi
sang pembawa panji. Ia harus memikul nama Kristus, ha-
rus membawa kesaksian untuk nama-Nya di hadapan para
raja, raja Agripa dan Kaisar sendiri. Bahkan, ia harus mem-
bawa nama Kristus di hadapan anak-anak Israel, meskipun
sudah ada begitu banyak tangan yang bekerja di antara me-
reka.
(2) Untuk mengalami penderitaan-penderitaan yang dahsyat
(ay. 16): Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa
banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh sebab
nama-Ku. Dia yang sebelumnya menjadi penganiaya akan
mengalami penganiayaan itu sendiri. Dengan ditunjukkan-
nya hal ini oleh Kristus, itu berarti bahwa entah Kristus
sendiri yang akan membawanya mengalami pencobaan-
Kitab Kisah Para Rasul 9:10-22
379
pencobaan ini (seperti dalam Mzm. 60:5), Engkau telah
membuat umat-Mu mengalami penderitaan yang berat, atau
Dia memberitahukan hal ini kepadanya terlebih dahulu,
supaya ia tidak terkejut olehnya. Perhatikanlah, orang yang
membawa nama Kristus harus bersiap-siap menanggung
salib bagi nama-Nya. Dan mereka yang paling banyak ber-
buat bagi Kristus sering kali dipanggil untuk paling banyak
menderita bagi Dia. Saulus harus mengalami penderitaan-
penderitaan besar. Orang akan menyangka bahwa ini bu-
kanlah penghiburan yang hangat bagi seorang yang baru
bertobat.namun itu sama saja dengan memberitahukan
kepada seorang prajurit yang gagah berani, saat baru
terdaftar sebagai prajurit, bahwa sebentar lagi ia akan maju
ke medan perang dan bertempur di sana. Penderitaan-pen-
deritaan Saulus bagi Kristus akan banyak membawa ke-
hormatan bagi Kristus dan akan membantu jemaat. Segala
penderitaannya akan diimbangi begitu rupa dengan peng-
hiburan-penghiburan rohani, dan dibalas dengan kemuliaan-
kemuliaan kekal, sehingga ia tidak akan berkecil hati dengan
diberi tahu betapa ia harus mengalami penderitaan-pende-
ritaan besar demi nama Kristus.
III. Ananias segera menjalankan perintah Kristus untuk menemui
Saulus, dan itu berhasil dengan baik. Pada mulanya ia berkebe-
ratan untuk pergi menemui Saulus,namun , setelah keberatan itu
ditanggapi, ia merasa lega, dan tidak berbantah lagi. Bila kesulit-
an sudah disingkirkan, apalagi yang harus kita lakukan selain
melanjutkan pekerjaan kita, dan tidak terus berkutat dengan ke-
beratan kita?
1. Ananias menyampaikan pesan kepada Saulus (ay. 17). Mung-
kin ia mendapati Saulus sedang terbaring di tempat tidur, dan
memperlakukannya sebagai seorang pasien.
(1) Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus. Sudah dijan-
jikan, sebagai salah satu tanda yang akan mengikuti orang-
orang percaya, bahwa mereka akan menumpangkan tangan
atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh (Mrk. 16:18).
Dan untuk maksud itulah ia menumpangkan tangannya ke
atas Saulus. Saulus datang untuk menghujamkan tangan
380
yang keras ke atas murid-murid Kristus di Damsyik,namun
di sini seorang murid meletakkan tangan yang membantu
dan membawa kesembuhan ke atasnya. Orang yang haus
akan darah membenci orang saleh,namun orang yang jujur
mencari keselamatannya.
(2) Ia memanggil Saulus saudara, sebab Saulus sudah diikut-
sertakan untuk ambil bagian dalam anugerah Tuhan , meski-
pun belum dibaptis. Dan kesiapan Ananias untuk meng-
akui Saulus sebagai saudara menunjukkan kepada Saulus
kesiapan Tuhan untuk mengakuinya sebagai anak, sekali-
pun ia sudah menghujat Tuhan dan menganiaya anak-anak-
Nya.
(3) Ia menunjukkan bahwa yang memberinya mandat yaitu
tangan yang sama yang sudah mencegat Saulus di tengah
jalan, dan yang sekarang menahan dia. Tuhan Yesus yang
sama, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan
yang engkau lalui, dan yang telah menginsafkan engkau
akan dosamu dalam menganiaya Dia, telah menyuruh aku
kepadamu untuk menghiburmu. Una eademque manus
vulnus opemque tulit Tangan yang sudah melukai kini
menyembuhkan. Cahaya-Nya membutakan kamu se saat ,
tetapi Ia telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau
dapat melihat lagi. Sebab bukan maksud-Nya untuk mem-
butakan matamu, melainkan untuk menyilaukannya, su-
paya engkau bisa melihat segala sesuatu dengan terang yang
baru. Dia yang pada waktu itu melumuri matamu dengan
tanah sekarang menyuruh aku untuk membasuhnya,
supaya matamu bisa sembuh. Sangat pantas bila Ananias
menyampaikan pesan kepada Saulus dalam kata-kata Nabi
Hosea (Hos. 6:1-2): Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN,
sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyem-
buhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut
kita. Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada
hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan
hidup di hadapan-Nya. Yang diminum bukan lagi racun
melainkan obat.
(4) Dia meyakinkan Saulus bahwa bukan hanya penglihatan-
nya akan pulih,namun juga ia akan penuh dengan Roh
Kudus. Ia sendiri akan menjadi seorang rasul, dan sekali-
Kitab Kisah Para Rasul 9:10-22
381
kali tidak akan kurang dari seorang rasul utama, dan oleh
sebab itu ia harus menerima Roh Kudus dengan segera,
dan bukan, seperti dengan orang lain, melalui perantaraan
para rasul. Dan maksud dari Ananias menumpangkan ta-
ngan ke atas dia sebelum dia dibaptis bertujuan untuk me-
limpahkan Roh Kudus kepadanya.
2. Ananias melihat hasil yang baik dari misinya.
(1) Dalam kebaikan Kristus kepada Saulus. Dengan perkataan
Ananias, Saulus dilepaskan dari tahanannya melalui pe-
mulihan penglihatannya. Sebab amanat Kristus untuk
membuka kurungan bagi orang-orang yang terpenjara (Yes.
61:1) diungkapkan dengan membuka mata yang buta (Luk.
4:18; Yes. 42:7). Amanat Kristus yaitu membuka mata-
mata yang buta, dan mengeluarkan orang-orang dari pen-
jara. Saulus dibebaskan dari roh perbudakan dengan men-
dapat penglihatan (ay. 18), yang ditandai dengan gugurnya
selaput dari matanya. Dan ini terjadi dengan se saat , de-
ngan segera. Penyembuhan itu terjadi dengan tiba-tiba, un-
tuk menunjukkan bahwa itu yaitu mujizat. Ini menan-
dakan pemulihan dirinya,
[1] Dari kegelapan kehidupannya yang dulu yang belum
bertobat. saat ia menganiaya jemaat Tuhan , dan ber-
jalan dalam roh dan cara orang-orang Farisi, ia buta. Ia
tidak melihat arti hukum Taurat atau Injil (Rm. 7:9).
Kristus sering kali berkata kepada orang-orang Farisi
bahwa mereka buta, namun mereka tidak pernah sadar
akan hal itu. Mereka berkata, kami melihat (Yoh. 9:41).
Saulus diselamatkan dari kebutaan Farisinya, dengan
disadarkan akan hal itu. Perhatikanlah, anugerah yang
mempertobatkan membuka mata jiwa, dan menggugur-
kan selaput darinya (26:18), membuka mata manusia,
dan membuat mereka berbalik dari kegelapan kepada
terang. Untuk maksud inilah Saulus diutus kepada
bangsa-bangsa lain, dengan memberitakan Injil, dan
sebab itu ia harus mengalaminya sendiri terlebih da-
hulu bagaimana matanya dibukakan.
[2] Dari kegelapan yang mengerikan yang tengah melanda-
nya, di bawah cengkeraman rasa bersalah yang melan-
382
da hati nuraninya, dan murka Tuhan yang melawannya.
Hal ini membuatnya bingung, selama tiga hari ia duduk
dalam kegelapan, seperti Yunus selama tiga hari ada di
dalam perut neraka.namun sekarang selaput bergugur-
an dari matanya, kabut diserakkan, dan Surya kebenar-
an terbit atas jiwanya, dengan kesembuhan pada sayap-
Nya.
(2) Dalam tunduknya Saulus kepada Kristus. Dia dibaptis, dan
dengan demikian menyerahkan dirinya untuk diperintah
Kristus, dan menempatkan dirinya dalam anugerah Kris-
tus. Demikianlah ia masuk ke dalam didikan Kristus, dipe-
kerjakan dalam keluarga-Nya, ikut serta membawa panji-
Nya, dan menggabungkan diri dengan-Nya dalam suka dan
duka. Tujuannya sudah tercapai, perkaranya sudah dipu-
tuskan. Saulus sekarang menjadi murid Kristus, dan ia
tidak saja berhenti menentang Dia,namun juga mengabdi-
kan diri sepenuhnya untuk melayani Dia dan membawa ke-
hormatan bagi-Nya.
IV. Pekerjaan baik yang sudah dimulai di dalam diri Saul terus ber-
lanjut dengan indah. Orang Kristen yang lahir baru ini, walaupun
tampak seperti orang yang lahir terlambat, langsung bertumbuh
dewasa.
1. Kekuatan raganya pulih (ay. 19). Ia sudah berpuasa tiga hari
lamanya, dan hal ini, ditambah beban amat berat yang ditang-
gung rohnya selama waktu itu, sudah membuatnya sangat
lemah.namun , setelah ia makan, pulihlah kekuatannya (ay. 19).
Tuhan yaitu untuk tubuh, dan sebab itu tubuh harus di-
rawat dengan baik, supaya ia tetap sehat, supaya ia segar un-
tuk membantu jiwa dalam melayani Tuhan , dan supaya Kristus
diagungkan di dalamnya (Flp. 1:20).
2. Dia berteman dengan murid-murid yang ada di Damsyik, meng-
akrabkan diri dengan mereka, bergaul bersama mereka, datang
ke pertemuan-pertemuan mereka, dan ikut bersekutu bersama
mereka. Belum lama ini hatinya berkobar-kobar untuk meng-
ancam dan membunuh mereka,namun sekarang hatinya berko-
bar-kobar dengan cinta dan kasih sayang terhadap mereka.
Sekarang serigala akan tinggal bersama domba dan macan tu-
Kitab Kisah Para Rasul 9:10-22
383
tul berbaring di samping kambing (Yes. 11:6). Perhatikanlah,
orang-orang yang menjadikan Tuhan sebagai Tuhan mereka akan
menjadikan umat-Nya sebagai orang-orang mereka. Saulus ber-
teman dengan murid-murid, sebab sekarang ia melihat bahwa
mereka ramah dan luar biasa, sebab ia mengasihi mereka, dan
mendapati bahwa pengetahuan dan anugerahnya bertambah de-
ngan bergaul bersama mereka. Dan dengan demikian, ia mem-
buat pengakuan iman Kristennya, dan secara terang-terangan
menyatakan dirinya sebagai seorang murid Kristus, dengan
bergaul bersama murid-murid-Nya.
3. Ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat (ay. 20). Untuk
tugas itu ia mendapat panggilan luar biasa, dan untuk menja-
lankannya ia diberi kemampuan luar biasa, sebab Tuhan sudah
secara langsung menyatakan Anak-Nya kepada dia dan di da-
lam dia, supaya ia bisa memberitakan Dia (Gal. 1:15-16). Ia
sendiri begitu penuh dengan Kristus, sehingga Roh dalam diri-
nya menahan dia untuk memberitakan Kristus kepada orang
lain, dan, seperti Elihu, ia harus berbicara supaya merasa lega
(Ayb. 32:20). Amatilah,
(1) Di mana dia berkhotbah di rumah-rumah ibadat orang
Yahudi, sebab kepada merekalah tawaran ini pertama-tama
harus diberikan. Rumah ibadat yaitu tempat mereka ber-
kumpul. Di sana ia menjumpai mereka berkumpul ber-
sama-sama, dan di sana mereka biasa berkhotbah mela-
wan Kristus dan menyiksa murid-murid-Nya, dengan cara
yang sama seperti Paulus sendiri sering menyiksa mereka
dalam rumah-rumah ibadat (26:11). Dan oleh sebab itu, di
sana ia akan menghadapi musuh-musuh Kristus yang ter-
amat berani, dan akan dengan terang-terangan mengakui
Kekristenan di tempat dulu ia paling lantang menentang-
nya.
(2) Apa yang diberitakannya: Ia memberitakan Kristus. saat
mulai menjadi seorang pekabar Injil, ia menetapkan hal ini
sebagai asasnya, yang setelah itu terus dipegangnya: Bu-
kan diri kami yang kami beritakan,namun Yesus Kristus se-
bagai Tuhan. Tiada yang lain selain Kristus, dan Dia yang
disalibkan. Dia berkhotbah tentang Kristus, bahwa Yesus
yaitu Anak Tuhan , Anak kesayangan-Nya, yang kepada-
384
Nya Ia berkenan. Tuhan juga berkenan kepada kita di dalam
Dia, dan tidak sebaliknya.
(3) Bagaimana orang-orang terpengaruh olehnya (ay. 21): Se-
mua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata, Bu-
kankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan ba-
rangsiapa yang memanggil nama Yesus ini?namun sekarang
ia sendiri memanggil nama ini, dan membujuk orang lain
untuk memanggilnya, dan menguatkan mereka yang me-
manggilnya. Quantum mutatus ab illo Oh, betapa sudah
berubah! Apa Saul juga termasuk golongan nabi? Bahkan,
bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk me-
nangkap semua orang Kristen yang bisa didapatinya, dan
membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala? Ya, me-
mang begitu. Siapa yang menyangka pada waktu itu bahwa
ia akan memberitakan Kristus seperti yang dilakukannya
sekarang ini? Tidak diragukan lagi bahwa hal ini dipandang
oleh banyak orang sebagai peneguhan yang sangat luar
biasa akan kebenaran Kekristenan, bahwa orang yang su-
dah terkenal sebagai penganiaya Kekristenan datang dan
tiba-tiba berubah menjadi orang yang mengabarkannya de-
ngan sedemikian cerdas, kuat, dan tangguh. Mujizat yang
terjadi atas akal budi manusia seperti itu bersinar me-
lampaui mujizat-mujizat yang terjadi atas tubuh manusia.
Selain itu, memberi hati seperti itu kepada seorang
manusia yaitu perbuatan yang lebih besar dibandingkan mem-
berikan karunia untuk berbicara dalam bahasa lidah ke-
pada seorang manusia.
4. Ia menyanggah dan mencengangkan orang-orang yang menen-
tang ajaran Kristus (ay. 22). Ia membuat dirinya berbeda bukan
hanya di depan mimbar,namun juga di tempat-tempat mengajar,
dan menunjukkan dirinya diberi kemampuan secara adiko-
drati bukan hanya untuk memberitakan kebenaran, melain-
kan juga untuk mempertahankan dan membelanya setelah ia
memberitakannya.
(1) Ia semakin bertambah dalam kekuatan. Ia semakin menge-
nal Injil Kristus dengan baik, dan kesalehan hatinya ber-
tambah kuat. Ia bertumbuh semakin berani, pantang mun-
dur, dan gigih dalam membela Injil: Pengaruhnya semakin
Kitab Kisah Para Rasul 9:23-31
385
besar kendati dengan celaan-celaan yang dilontarkan kepa-
danya (ay. 21). Teman-teman barunya mencela dia sebab
sudah menganiaya, dan teman-teman lamanya mencela dia
sebab sekarang dia berkhianat.namun Saulus, bukannya
menjadi kecil hati sebab berbagai macam perkataan orang
tentang petobatannya, justru menjadi semakin jauh lebih
berani, dan mendatangi sebanyak mungkin orang yang bisa
ditemuinya. Ia merasa yakin bisa menanggapi hal terburuk
yang mereka perkatakan terhadapnya.
(2) Ia mengalahkan musuh-musuhnya, dan membingungkan
orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik. Ia membung-
kam mereka dan mempermalukan mereka, dengan menja-
wab keberatan-keberatan mereka yang tidak bisa disanggah
sekalipun oleh siapa saja yang masa bodoh dengan perkara
ini. Dan ia menekan mereka dengan pernyataan-pernyataan
yang tidak bisa mereka tanggapi balik. Dalam semua per-
cakapannya dengan orang-orang Yahudi, ia tetap membuk-
tikan bahwa Yesus yaitu Mesias, yaitu Kristus, yang
diurapi Tuhan , Mesias sebenarnya yang dijanjikan kepada
nenek moyang. Ia membuktikannya, symbibazōn mene-
gaskan dan meneguhkannya, mengajar dengan membujuk
hati orang. Dan kita memiliki alasan untuk berpikir
bahwa dia sangat berperan dalam mempertobatkan banyak
orang memeluk iman kepada Kristus dan membangun je-
maat di Damsyik, yang sebelumnya ingin dikacaukannya.
Demikianlah dari yang makan keluar makanan, dari yang
kuat keluar manisan.
Ancaman terhadap Saulus; Saulus dan
Murid-murid; Jemaat dalam Kedamaian
(9:23-31)
23 Beberapa hari kemudian orang Yahudi merundingkan suatu rencana
untuk membunuh Saulus. 24namun maksud jahat itu diketahui oleh Saulus.
Siang malam orang-orang Yahudi mengawal semua pintu gerbang kota,
supaya dapat membunuh dia. 25 Sungguhpun demikian pada suatu malam
murid-muridnya mengambilnya dan menurunkannya dari atas tembok kota
dalam sebuah keranjang. 26 Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba meng-
gabungkan diri kepada murid-murid,namun semuanya takut kepadanya,
sebab mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid. 27namun
Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan mencerite-
rakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan
bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar
386
di Damsyik dalam nama Yesus. 28 Dan Saulus tetap bersama-sama dengan
mereka di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan.
29 Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang
berbahasa Yunani,namun mereka itu berusaha membunuh dia. 30 namun
setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka mem-
bawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus. 31 Selama be-
berapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam
keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan.
Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh
Kudus.
Lukas di sini tidak menyebutkan tentang perjalanan Paulus ke tanah
Arab, yang diceritakan Paulus sendiri segera setelah dia bertobat
(Gal. 1:16-17). Segera setelah Tuhan menyatakan Anak-Nya dalam dia,
supaya ia memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan-Yahudi,
ia tidak pergi ke Yerusalem, untuk menerima ajaran-ajaran dari para
rasul (seperti yang akan dilakukan orang lain yang baru bertobat,
yang ditugaskan untuk melakukan pelayanan itu),namun ia pergi ke
tanah Arab, di mana ada tanah baru untuk diolah, dan di mana ia
akan memiliki kesempatan untuk mengajar, dan bukan untuk
belajar. Dari sana ia kembali ke Damsyik, dan di sana, tiga tahun
setelah pertobatannya, terjadilah peristiwa yang dicatat di sini.
I. Ia menemui kesulitan-kesulitan di Damsyik, dan di sana dia nya-
ris saja dibunuh. Amatilah,
1. Apa bahaya yang mengintainya (ay. 23): Orang Yahudi merun-
dingkan suatu rencana untuk membunuhnya, sebab mereka
lebih geram terhadap dia dibandingkan terhadap pekabar-pekabar
Injil lain, bukan saja sebab ia lebih hidup dan bersemangat
dalam menyampaikan khotbahnya dibandingkan mereka, dan lebih
berhasil,namun juga sebab ia sudah menjadi seorang peng-
khianat yang luar biasa, dan keberadaannya sebagai seorang
Kristen menjadi kesaksian yang melawan orang-Yahudi itu. Di-
katakan (ay. 24) bahwa siang malam orang-orang Yahudi me-
ngawal semua pintu gerbang kota, supaya dapat membunuh
dia. Mereka memanas-manasi wali negeri untuk memusuhi-
nya, sebagai orang yang berbahaya, yang sebab itu sang wali
negeri menyuruh mengawal kota Damsyik untuk menangkap
dia, pada waktu ia keluar atau masuk (2Kor. 11:32). Sekarang
Kristus menunjukkan kepada Paulus betapa banyak penderitaan
yang harus ia tanggung oleh sebab nama-Nya (ay. 16). Di sini
ada pasukan pemerintah yang bersiaga untuk menangkapnya.
Kitab Kisah Para Rasul 9:23-31
387
Ini perkara besar, dan, sama seperti semua penderitaannya
yang lain setelah itu, membantu membuatnya menjadi lebih
hebat lagi. Begitu Saulus menjadi orang Kristen, langsung ia
menjadi pekabar Injil, begitu ia menjadi pekabar Injil, lang-
sung ia mengalami penderitaan. Begitu cepat ia naik ke pun-
cak kedudukannya. Perhatikanlah, jika Tuhan memberi
anugerah besar kepada seseorang, biasanya Ia mengujinya de-
ngan pencobaan-pencobaan yang berat.
2. Bagaimana ia dilepaskan.
(1) Rencana untuk melawannya terungkap: Maksud jahat itu
diketahui oleh Saulus, melalui seorang mata-mata, entah
dari sorga atau dari manusia kita tidak diberi tahu.
(2) Murid-murid berusaha membantu dia lolos. Mungkin mere-
ka menyembunyikannya, pada siang hari. Dan pada malam
hari, sebab pintu gerbang diawasi, supaya ia tidak bisa
keluar melaluinya, mereka menurunkannya dalam sebuah
keranjang dari sebuah tingkap ke luar tembok kota, seperti
yang diceritakannya sendiri (2Kor. 11:33), dan dengan de-
mikian dia terluput dari tangan mereka. Sama seperti cerita
ini menunjukkan kepada kita bahwa saat kita masuk ke
dalam jalan Tuhan kita harus berjaga-jaga menghadapi co-
baan, dan mempersiapkan diri untuk itu, demikian pula
cerita itu menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan tahu
menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan, dan
pada waktu kita dicobai Ia akan memberi kepada kita
jalan keluar, supaya kita tidak dihambat atau dijauhkan
olehnya dari jalan Tuhan .
II. Ia menemui kesulitan-kesulitan di Yerusalem pada waktu pertama
kali ia pergi ke sana (ay. 26). Sekarang ia datang ke Yerusalem. Ini
diduga sebagai perjalanan ke Yerusalem yang diceritakannya sen-
diri itu dalam surat Galatia 1:18: Tiga tahun kemudian aku pergi
ke Yerusalem, katanya, untuk mengunjungi Kefas, dan aku me-
numpang lima belas hari di rumahnya.namun saya lebih cen-
derung berpikir bahwa ini yaitu perjalanan sebelumnya, sebab
untuk keluar masuk serta berbicara dan bersoal jawab (ay. 28-29),
tidak cukup dilakukan selama lima belas hari itu (sebab ia ting-
gal tidak lebih lama dari itu) dan butuh waktu lebih lama untuk
itu. Dan, selain itu, sekarang ia datang sebagai seorang asing, te-
388
tapi kemudian ia datang, historēsai untuk mengunjungi Kefas,
sebagai orang yang sudah akrab dengan dia.namun bagaimana-
pun juga, bisa saja ini perjalanan yang sama. Sekarang amatilah,
1. Betapa malunya teman-temannya akan dia (ay. 26): Setibanya
di Yerusalem, ia tidak mendatangi imam-imam kepala dan
orang-orang Farisi (sudah sejak lama ia meninggalkan mere-
ka),namun ia mencoba menggabungkan diri kepada murid-mu-
rid. Ke mana saja ia pergi, ia mengakui dirinya sebagai salah
satu dari orang-orang yang terhina dan teraniaya itu, dan
menggabungkan diri bersama mereka. Di matanya sekarang,
mereka yaitu orang-orang unggul di bumi, yang ia senangi.
Dia ingin mengenal mereka, dan diterima dalam persekutuan
mereka.namun mereka memandang dia dengan aneh, menutup
pintu untuknya, dan tidak mau melakukan ibadah apa pun
jika ia dekat, sebab mereka takut kepadanya. Sekarang mung-
kin Paulus tergoda untuk berpikir bahwa dia terjerat dalam
keadaan yang menyedihkan, sebab orang-orang Yahudi sudah
meninggalkan dan menganiaya dia, sementara orang-orang
Kristen tidak mau menerima dan menghiburnya. Demikianlah
ia jatuh ke dalam berbagai cobaan, dan memerlukan perisai
kebenaran, yang kita semua perlukan juga, di kedua tangan
kita, supaya kita tidak berkecil hati entah sebab perlakuan
yang tidak adil dari musuh-musuh kita atau sebab perlakuan
yang tidak baik dari teman-teman kita.
(1) Lihatlah apa yang menyebabkan mereka cemburu terha-
dapnya: Mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang
murid,namun hanya berpura-pura menjadi seorang murid,
dan mendatangi mereka sebagai seorang mata-mata atau
pengadu. Mereka tahu betapa ia sudah menjadi seorang
penganiaya yang kejam, bagaimana dengan geram ia pergi
ke Damsyik beberapa waktu lalu. Dan mereka tidak men-
dengar apa-apa lagi tentang dia semenjak itu, dan oleh
sebab nya mereka berpikir bahwa ia hanyalah seekor seri-
gala berbulu domba. Murid-murid Kristus perlu berjaga-
jaga terhadap siapa yang mereka terima dalam perseku-
tuan mereka. Janganlah percaya akan setiap roh. Dibutuh-
kan kecerdikan ular untuk menjaga keseimbangan antara
kecurigaan yang berlebihan pada satu sisi dan mudah
Kitab Kisah Para Rasul 9:23-31
389
percaya pada lain sisi. Namun, tampak bagi saya bahwa le-
bih aman untuk berbuat keliru pada sisi yang baik, sebab
sudah diputuskan bahwa lebih baik ada lalang yang ditemu-
kan di antara gandum dibandingkan ada gandum yang dicabut
dan dibuang dari ladang.
(2) Lihatlah bagaimana kecurigaan itu dihilangkan (ay. 27):
Barnabas membawanya kepada rasul-rasul sendiri. Barna-
bas tidak begitu macam-macam sifatnya seperti murid-murid
lain, yang kepada mereka Saulus pertama-tama mengga-
bungkan diri. Dan Barnabas menceritakan kepada mereka,
[1] Apa yang telah dilakukan Kristus untuk Saulus: Dia te-
lah menunjukkan diri-Nya kepada dia di tengah jalan
dan berbicara kepadanya. Dan Barnabas memberitahu-
kan juga apa yang dikatakan Kristus kepada Saulus.
[2] Apa yang telah dilakukan Saulus untuk Kristus sejak
itu: Ia sudah mengajar di Damsyik dengan berani dalam
nama Yesus. Bagaimana Barnabas sampai mengetahui
semua ini, lebih dibandingkan murid-murid lainnya, kita
tidak diberi tahu. Mungkin ia sendiri berada di Damsyik
pada saat itu, atau mendapat surat dari sana, atau ber-
bicara dengan beberapa orang dari kota itu, yang mela-
luinya ia tahu semua hal ini. Atau juga mungkin ia se-
belumnya sudah mengenal Paulus di rumah-rumah
ibadat di Yunani, atau belajar bersama-sama di bawah
kaki Gamaliel, dan mendengar cerita tentang pertobatan
Paulus dari Paulus sendiri, yang dipandangnya dapat
dipercaya.namun demikianlah, sebab ia sendiri yakin,
ia membuat para rasul juga yakin berkenaan dengan
Saulus ini. Ia tidak membawa kesaksian dari murid-
murid yang ada di Damsyik, sebab ia berpikir bahwa ia
tidak perlu, seperti orang-orang lain, menunjukkan surat
pujian (2Kor. 3:1). Perhatikanlah, diperkenalkannya orang
yang baru bertobat ke dalam persekutuan orang beriman
yaitu perbuatan yang sangat baik. Jadi, bila ada kesem-
patan, kita harus siap melakukannya.
2. Bagaimana kejamnya musuh-musuhnya terhadap dia.
(1) Ia diterima ke dalam persekutuan para murid, yang tidak
sedikit menimbulkan panas hati musuh-musuhnya. Orang-
390
orang Yahudi kesal melihat Saulus menjadi piala keme-
nangan Kristus, dan tawanan bagi anugerah-Nya, padahal
sebelum ini ia menjadi pejuang bagi kepentingan mereka.
Mereka kesal melihatnya bersama-sama dengan para rasul
(ay. 28), dan mendengar mereka merasa bangga dengan
dia, atau lebih tepatnya memegahkan Tuhan di dalam dia.
(2) Ia tampil dengan gigih memajukan kepentingan Kristus,
dan ini terlebih lagi membuat mereka panas hati (ay. 28):
Dengan keberanian ia mengajar dalam nama Tuhan. Per-
hatikanlah, orang-orang yang berbicara bagi Kristus mem-
punyai alasan untuk berbicara dengan berani. Sebab me-
reka mengusung perkara yang baik, dan berbicara bagi Dia
yang pada akhirnya akan berbicara bagi diri-Nya sendiri
dan bagi mereka juga. Orang-orang Yahudi yang berbahasa
Yunani merasa sangat terhina dengan Paulus, sebab sebe-
lumnya ia yaitu salah satu dari mereka. Dan mereka
mengajaknya berdebat, yang di dalamnya, tidak diragukan
lagi, ia terlalu tangguh bagi mereka, sama seperti ia terlalu
tangguh bagi orang-orang Yahudi di Damsyik. Salah se-
orang martir berkata bahwa meskipun ia tidak bisa bersoal
jawab untuk Kristus, ia bisa mati untuk-Nya.namun Paulus
bisa melakukan kedua-duanya. Sekarang Tuhan Yesus
membagi-bagi rampasan dari orang kuat yang bersenjata di
dalam diri Saulus. Sebab kecekatan alami dan semangat
menggebu yang sama itu, pada waktu ia dalam kebodohan
dan ketidakpercayaan, yang dulu menjadikannya pengani-
aya iman yang fanatik dan garang, sekarang menjadikan-
nya pembela iman yang amat bersemangat dan berani.
(3) Hal ini membahayakan nyawanya, yang nyaris saja tereng-
gut darinya: Orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani,
saat mendapati bahwa mereka tidak bisa menangani
Paulus dengan berdebat, berusaha membungkamnya de-
ngan cara lain. Mereka berusaha membunuh dia, seperti
yang mereka perbuat terhadap Stefanus saat mereka ti-
dak sanggup melawan Roh yang mendorong dia berbicara
(6:10). Buruklah kepentingan yang memilih penganiayaan
sebagai jalan terakhirnya.namun persekongkolan ini juga
diketahui, dan sang pejuang muda ini pun berhasil di-
amankan (ay. 30): Setelah saudara-saudara anggota jemaat
Kitab Kisah Para Rasul 9:23-31
391
mengetahui apa yang dirancang untuk melawan Saulus,
mereka membawa dia ke Kaisarea. Mereka ingat bagai-
mana penghukuman mati terhadap Stefanus, saat ia ber-
selisih dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani,
telah menjadi awal dari penganiayaan yang menyakitkan.
Dan sebab takut jalan itu terbuka lagi, maka mereka ber-
gegas membawa Paulus pergi jauh-jauh dari situ. Orang
yang melarikan diri bisa bertempur kembali. Dia yang me-
larikan diri dari Yerusalem bisa memberi pelayanan di
Tarsus, tanah kelahirannya. Dan ke sanalah mereka ingin
dia pergi dengan segala cara, sambil berharap bahwa di
sana ia bisa melanjutkan pekerjaannya dengan lebih aman
dibandingkan di Yerusalem. Namun, sesuai petunjuk dari sorga
juga bahwa ia meninggalkan Yerusalem pada saat itu, se-
bagaimana yang diceritakannya sendiri (22:17-18), bahwa
pada waktu itu Kristus menampakkan diri kepadanya, dan
menyuruhnya untuk segera meninggalkan Yerusalem, se-
bab ia harus diutus kepada bangsa-bangsa lain (ay. 15).
Orang-orang yang akan diberi tugas oleh Tuhan akan dilin-
dungi dari semua rancangan musuh-musuh mereka mela-
wan mereka sampai tugas mereka terlaksana. Para saksi
Kristus tidak bisa dibunuh sampai mereka menyelesaikan
kesaksian mereka.
III. Sekarang jemaat-jemaat memiliki secercah harapan yang
menghibur untuk bisa hidup bebas dan tenteram (ay. 31): Selama
beberapa waktu jemaat berada dalam keadaan damai. Selama
beberapa waktu, saat Saulus bertobat, begitu menurut sebagian
orang. Setelah penganiaya itu disingkirkan, orang-orang yang
dulu diresahkannya, dan yang dulu diganggunya, menjadi tenang.
Atau, selama beberapa waktu, setelah ia pergi dari Yerusalem, ke-
geraman orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani agak me-
reda, dan mereka lebih bersedia membiarkan para pekabar Injil
yang lain sebab sekarang Saulus sudah pergi. Amatilah,
1. Jemaat berada dalam keadaan damai. Setelah badai, datang
keteduhan. Walaupun kita harus selalu bersiap-siap meng-
hadapi masa-masa susah, kita bisa berharap bahwa masa-
masa itu tidak selamanya berlangsung. Sekarang mereka bo-
leh bernafas lega, untuk mempersiapkan diri bagi peristiwa
392
berikutnya. Jemaat-jemaat yang sudah ditanam sebagian be-
sar berada di Yudea, Galilea, dan Samaria, dalam batas-batas
wilayah tanah suci. Merekalah jemaat-jemaat Kristen mula-
mula, di mana Kristus sendiri sudah meletakkan dasarnya.
2. Mereka memanfaatkan dengan baik waktu peralihan yang jelas
ini. Bukannya merasa semakin aman dan ingin berbuat se-
maunya pada hari mereka makmur, mereka justru menjalan-
kan kewajiban dengan lebih lagi, dan memanfaatkan dengan
baik masa tenang mereka.
(1) Mereka dibangun, dibangun di atas dasar iman mereka
yang paling suci. Semakin bebas dan tetap penghiburan
yang mereka dapatkan dalam sarana pengetahuan dan
anugerah, semakin mereka bertambah dalam pengetahuan
dan anugerah.
(2) Mereka hidup dalam takut akan Tuhan menjadi teladan
dalam hal perilaku hidup yang sorgawi dan kudus. Mereka
hidup begitu supaya semua orang yang bergaul dengan me-
reka bisa berkata, sesungguhnya takut akan Tuhan meme-
rintah atas orang-orang itu.
(3) Mereka hidup dalam penghiburan Roh Kudus. Mereka tidak
hanya setia,namun juga ceria, dalam hidup beragama. Me-
reka melekat pada jalan-jalan Tuhan, dan bernyanyi-nyanyi
di sepanjang jalan-jalan itu. Penghiburan Roh Kudus yaitu
penghiburan mereka, dan itu mereka jadikan sebagai pun-
cak sukacita mereka. Mereka memiliki penghiburan Roh
Kudus sebagai pegangan. Dan mereka hidup di dalamnya
bukan hanya pada masa-masa susah dan menderita,namun
juga pada masa-masa tenang dan sejahtera. Penghiburan-
penghiburan di bumi, sekalipun bisa dinikmati dengan ter-
amat bebas dan penuh, tidak bisa membuat orang puas
bila tanpa penghiburan Roh Kudus. Amatilah hubungan
dari kedua hal ini: saat mereka hidup dalam takut akan
Tuhan, pada saat itulah mereka mendapat penghiburan Roh
Kudus. Yang paling bisa hidup senang yaitu mereka yang
hidup dengan penuh kehati-hatian.
3. Tuhan memberkatinya sehingga mereka makin banyak: Mereka
makin bertambah besar. Adakalanya semakin jemaat bertam-
bah besar semakin mereka dianiaya, seperti umat Israel di
Kitab Kisah Para Rasul 9:32-35
393
Mesir.namun , andaikata selalu begitu, orang-orang kudus
milik Yang Mahatinggi akan habis. Adakalanya juga ketenang-
annya membantu pertumbuhannya, sebab keadaan itu mem-
perbanyak kesempatan hamba-hamba Tuhan untuk melaku-
kan pekerjaan mereka, dan mengundang masuk orang-orang
yang pada awalnya takut menderita. Atau, selama beberapa
waktu, saat mereka hidup dalam takut akan Tuhan dan peng-
hiburan-penghiburan-Nya, mereka makin bertambah besar.
Dengan demikian, mereka yang tidak bisa dimenangkan oleh
firman bisa dimenangkan oleh perilaku hidup orang-orang per-
caya.
Penyembuhan Eneas
(9:32-35)
32 Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-
mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang
di Lida. 33 Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan
tahun terbaring di tempat tidur sebab lumpuh. 34 Kata Petrus kepadanya:
Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah
tempat tidurmu! Se saat itu juga bangunlah orang itu. 35 Semua penduduk
Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan.
Di sini kita mendapati,
I. Kunjungan Petrus kepada jemaat-jemaat yang baru ditanam oleh
para penginjil yang tersebar (ay. 32).
1. Ia berjalan keliling. Sebagai seorang rasul, ia tidak dirancang
untuk menjadi seorang penggembala yang menetap di sebuah
jemaat, melainkan sebagai seorang pengunjung keliling yang
mengunjungi banyak jemaat, untuk meneguhkan ajaran peng-
injil-penginjil di bawahnya, untuk meneruskan Roh Kudus
kepada orang-orang yang percaya, dan untuk menahbiskan
hamba-hamba Tuhan. Ia mengadakan kunjungan dia pantōn
kepada mereka semua, yang tergolong ke dalam jemaat-jemaat
di Yudea, Galilea, dan Samaria, seperti yang disebutkan dalam
pasal sebelumnya. Ia, seperti Tuannya, selalu berpindah-pin-
dah, dan berjalan berkeliling sambil berbuat baik.namun markas
besarnya tetap di Yerusalem, sebab di sana kita akan menda-
pati dia dipenjara (12:3). Ia singgah kepada orang-orang kudus
yang di Lida. Tampak bagi saya bahwa tempat ini sama de-
394
ngan Lod, sebuah kota suku Benyamin, yang disebutkan dalam
1 Tawarikh 8:12 dan Ezra 2:33. Orang-orang Kristen disebut
sebagai orang-orang kudus, bukan hanya orang-orang tertentu
yang terkemuka, seperti Rasul Petrus dan Rasul Paulus, melain-
kan juga setiap orang yang mengakui iman kepada Kristus
dengan tulus. Inilah orang-orang kudus di bumi (Mzm. 16:3).
II. Penyembuhan yang dilakukan Petrus terhadap Eneas, seorang
laki-laki yang sudah terbaring di tempat tidur selama delapan
tahun (ay. 33).
1. Keadaannya sangat mengenaskan: Ia sakit lumpuh, lumpuh
berat, dan mungkin lumpuh total. Penyakitnya parah, sebab ia
terus terbaring di tempat tidurnya. Penyakitnya sudah men-
darah daging, sebab ia terus terbaring di tempat tidurnya se-
lama delapan tahun. Dan kita bisa menduga bahwa baik dia
sendiri maupun semua orang di sekelilingnya sudah putus asa
mencari pertolongan untuk dia, dan pada akhirnya pasrah
menghadapi kenyataan bahwa ia harus terbaring di tempat
tidurnya sampai akhir hayatnya. Kristus memilih orang-orang
sakit yang penyakitnya tidak tersembuhkan oleh kekuatan
alam seperti ini, untuk menunjukkan betapa tidak tertolong-
nya umat manusia yang sudah jatuh saat Ia menyembuhkan
mereka. Saat kita tanpa kekuatan, seperti orang malang ini, Ia
mengucapkan firman-Nya untuk menyembuhkan kita.
2. Kesembuhannya sangat menakjubkan (ay. 34).
(1) Petrus membawa nama Kristus di dalam perkaranya, dan
mengikutsertakan Dia untuk memberi kelegaan kepada
orang itu: Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau.
Petrus tidak berlagak melakukan ini dengan kuasanya sen-
diri,namun menyatakannya sebagai tindakan dan perbuatan
Kristus. Ia mengarahkan Eneas untuk melihat kepada Kris-
tus untuk meminta pertolongan, dan meyakinkan dia akan
kesembuhan yang segera. Petrus tidak berkata, Ia akan
menyembuhkan engkau, melainkan, Ia menyembuhkan
engkau sekarang, dan kesembuhan itu sempurna. Ia tidak
berkata, Ia membuat engkau terasa nyaman, melainkan
Ia menyembuhkan engkau. Ia tidak menunjukkan dirinya
dengan berdoa kepada Kristus untuk menyembuhkan
Kitab Kisah Para Rasul 9:32-35
395
orang itu. Sebaliknya, ia menunjukkan diri sebagai seorang
yang mendapat wewenang dari Kristus dan yang mengenal
pikiran-Nya, dan menyatakan orang itu sembuh.
(2) Ia memerintahkan orang itu untuk bergerak-gerak sendiri,
untuk mengerahkan tenaganya sendiri: Bangunlah dan be-
reskanlah tempat tidurmu, supaya semua orang dapat me-
lihat bahwa engkau benar-benar sembuh. Janganlah sampai
orang berkata bahwa sebab Kristus dengan kuasa anu-
gerah-Nya mengerjakan semua pekerjaan kita di dalam diri
kita, maka kita tidak perlu lagi melakukan pekerjaan atau
kewajiban apa-apa. Sebab, meskipun Yesus Kristus menyem-
buhkan engkau, engkau tetap harus bangun dan mengguna-
kan kekuatan yang diberikan-Nya kepadamu: Bangunlah
dan bereskanlah tempat tidurmu, sebab tempat tidur itu tidak
lagi menjadi tempat tidur pesakitan, melainkan tempat tidur
untuk istirahat.
III. Dampak baik dari kejadian ini pada banyak orang (ay. 35): Semua
penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada
Tuhan. Tidak ada dasar bagi kita untuk berpikir bahwa setiap
orang di negeri itu melihat mujizat ini, dan dijamah olehnya.
Tetapi banyak orang melihatnya, orang-orang pada umumnya di
kota Lida dan di negeri Saron, atau lembah Saron, lembah atau
dataran yang subur itu, yang tentangnya dinubuatkan, bahwa
Saron akan menjadi padang rumput bagi kambing domba (Yes.
65:10).
1. Mereka semua mencari tahu tentang kebenaran mujizat itu.
Mereka tidak mengabaikannya,namun melihat orang yang di-
sembuhkan itu, dan melihat bahwa mujizat kesembuhanlah
yang diperbuat terhadapnya oleh kuasa Kristus, di dalam nama-
Nya, dan dengan maksud untuk meneguhkan dan menegas-
kan ajaran Kristus yang sekarang sedang diberitakan kepada
dunia itu.
2. Mereka semua tunduk dan menerima bukti yang meyakinkan
yang ada dalam kesembuhan ini, yang meneguhkan asal-usul
Tuhan dari ajaran Kristen, dan mereka pun berbalik kepada Tu-
han, kepada Tuhan Yesus. Mereka berbalik dari agama Yahudi
ke agama Kristen. Mereka memeluk ajaran Kristus, dan berse-
396
rah pada ketetapan-ketetapan-Nya, dan memalingkan diri kepa-
da-Nya untuk diperintah, diajar, dan diselamatkan oleh-Nya.
Tabita Dihidupkan Kembali
(9:36-43)
36 Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita dalam bahasa
Yunani Dor