tawarikh ester 13
pada Yoram dalam nama TUHAN, Tuhan
Daud, bapa leluhurmu (ay. 12), untuk menegur dia mengingat hubungannya
dengan Daud, yaitu meski hubungan itu merupakan kehormatannya, namun
memperparah kejahatannya akibat kebejatan perilakunya itu.
1. Kejahatannya dengan jelas dituduhkan ke atasnya, yaitu penyim-
pangannya dari jalan-jalan Tuhan yang baik, yang di dalamnya dia telah
dididik. Ia telah diarahkan serta didorong untuk berjalan dalam jalan-
jalan itu dengan mengikuti teladan ayah dan kakeknya yang baik, yang
telah hidup dan mati dalam damai dan kehormatan (ay. 12). Ia didakwa
sebab mengikuti jalan hidup keluarga Ahab, keluarga yang durjana itu.
Ia didakwa sebab menegakkan dan memajukan penyembahan berhala
dalam kerajaannya. Ia didakwa telah membunuh saudara-saudaranya
sebab mereka lebih baik dibandingkan dirinya (ay. 13). Inilah pokok-pokok
dakwaan terhadap dirinya.
2. Hukuman dijatuhkan kepadanya sebab semua kejahatan ini. Ia dengan
jelas diberi tahu bahwa dosanya sudah pasti akan mendatangkan
kehancuran,
(1) Atas kerajaan dan keluarganya (ay. 14): “Dengan suatu hantaman
yang keras, yaitu hantaman perang dan penawanan, TUHAN akan
menulahi rakyatmu, anak-anakmu, isteri-isterimu, dan atas semua
harta milikmu,” dst.. Orang-orang jahat membawa hukuman Tuhan ke
atas semua orang di sekeliling mereka. Rakyatnya sangat menderita,
sebab mereka mengikuti penyembahan berhalanya, dan istri-istri-
nya juga menderita, sebab mereka menarik dirinya kepada
penyembahan berhala.
(2) Atas kesehatan dan hidupnya: “Engkau akan terkena penyakit yang
hebat, sangat menyakitkan dan lama, sampai engkau mati,” (ay . 15).
Inilah yang diperingatkan kepadanya sebelumnya, bahwa darahnya
tertumpah ke atas kepalanya sendiri, setelah kawal jaga malam
membebaskan jiwanya. Dan ketika semua hal ini yang secara khusus
diberitahukan, terjadi nanti, semuanya tampak jelas tidak terjadi
secara kebetulan, melainkan sebagai hukuman atas dosa-dosanya,
sesuai dengan yang dimaksudkan demikian. Dan sekarang
seandainya, ketika sadar bahwa Ahab telah berlaku sangat jahat, dia
menjadi sadar dan mau merendahkan diri saat penerimaan pesan
yang mengancam dari Elia ini, seandainya, (1Raj. 21:27), dia
mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain karung, dan berpuasa,
Kitab 2 Tawarikh 21:1-11
427
siapa tahu setidaknya dia dapat beroleh suatu keringanan? Namun,
tidak tampak bahwa dia peduli dengan peringatan Elia itu. Ia
membuangnya seperti sampah. Elia tampak kepadanya sebagai
seseorang yang mencemooh. namun orang-orang yang tidak mau
percaya akan merasakannya.
II. Hukuman-hukuman yang mengancam dibawa kepadanya sebab dia
meremehkan peringatan itu. Tidak heran bahwa para pendosa yang keras
hati tidak takut berbuat dosa dan bertobat oleh ancaman penderitaan di
dunia lain, yang ada di masa depan dan tidak kelihatan, ketika suatu
ancaman penderitaan di dalam dunia ini, seperti hilangnya kekayaan mereka
dan kehancuran kesehatan mereka, tidak dapat mengekang mereka untuk
berhenti dari jalan-jalan jahat mereka.
1. Lihatlah Yoram di sini dilucuti dari semua kenyamanannya.
Tuhan menggerakkan hati orang Filistin dan orang Arab yang tinggal
berdekatan dengan orang Etiopia untuk melawan Yoram. Mereka ini
sebelumnya mengasihi dan menyegani Yosafat, namun sekarang
membenci dan merendahkan Yoram. Mereka memandang hina suatu
bangsa yang menggantikan Tuhan -Tuhan mereka. Kadang-kadang mereka
bertengkar dengan Yoram, menyerbu negerinya, namun , kelihatannya,
tidak memerangi yang kecil atau yang besar, melainkan hanya keluarga
raja saja. Mereka maju melawannya dan mengangkut segala harta milik
yang terdapat di dalam istana raja sebagai jarahan. Tidak disebutkan
mereka membawa tawanan lain selain anak-anak dan istri-istrinya (ay.
17). Maka Tuhan menjadikannya jelas bahwa perseteruan hanyalah
dengan dia dan keluarganya saja. Di sini hanya dikatakan,
mereka mengangkut anak-anaknya. namun kita mendapati (22:1) bahwa
dia membunuh mereka semua. Darah ganti darah. Ia telah membunuh
semua saudaranya, untuk memperkuat diri, dan kini semua anaknya
dibunuh kecuali satu, sehingga dirinya diperlemah. Jika dia tidak berasal
dari keturunan Daud, anaknya yang satu itu pun tidak akan dapat lolos.
Ketika keluarga Yerobeam, Baasa, dan Ahab dibinasakan, tak satu pun
yang disisakan. namun keturunan Daud tidak boleh seluruhnya
dihapuskan, kendati kadang-kadang secara hebat menjadi merosot,
sebab suatu berkat ada di dalamnya, yaitu berkat Mesias.
2. Lihatlah dia disiksa dengan penyakit yang dahsyat, suatu penyakit usus,
hingga selang beberapa waktu. Ini yaitu penyakit seperti yang
diancamkan di dalam hukum Taurat terhadap orang-orang yang
tidak takut akan TUHAN, Tuhan (Ul. 28:58-59). Penyakitnya sangat
428
menyakitkan. Penyakitnya ada di dalam ususnya, yang menghasilkan
cengkeraman terus-menerus, sehingga muncul penyakit menyedihkan
yang lainnya. Penderitaan makin hari makin parah. Dua tahun dia terus
menderita sakit dan tanpa ada kelegaan. Sebab penyakitnya tidak dapat
disembuhkan, kendati dia berada di tengah puncak kehidupan, belum 40
tahun. Asa, yang hatinya benar dan lurus dengan Tuhan kendati dalam
keadaan tertentu dia menyimpang, ditulahi penyakit hanya di kakinya
saja. namun Yoram, yang hatinya jahat, diserang di bagian dalam tubuh-
nya, dan dia yang tidak memiliki hati belas kasihan terhadap saudara-
saudaranya ditulahi sedemikian parah di dalam ususnya sampai keluar.
Bahkan orang-orang baik, dan mereka yang sangat dikasihi Tuhan , dapat
ditimpa oleh penyakit seperti ini. namun bagi orang benar, penyakit
yaitu suatu hukuman dari seorang bapak, dan mereka ditopang dengan
penghiburan Ilahi, sehingga jiwanya dapat tenang meski tubuh terbaring
kesakitan. Penyakit hebat ini menimpa Yoram persis sesudah
keluarganya dijarah dan istri serta anak-anaknya diangkut musuh.
(1) Mungkin kesedihan dan kegalauan pikirannya akibat musibah
tersebut menimbulkan penyakitnya, atau paling tidak
memperberatnya.
(2) Melalui penyakit ini dia tidak berdaya melakukan apa pun bagi
pemulihannya atau membalas kepedihan yang ditimbulkan baginya.
(3) Tambahan pula, tak diragukan, sangat hebat kesedihannya, akibat
dikucilkan dari istri dan anak-anaknya dan semua harta milik
istananya dibawa pergi. Menjadi sakit dan miskin, sakit dan terasing,
terutama sakit dan merundung di dalam dosa, sakit dan di bawah
kutuk Tuhan , sakit dan miskin anugerah untuk menanggung musibah,
dan miskin penghiburan untuk mengimbanginya. Sungguh teramat
sangat menyengsarakan.
3. Lihatlah dia terkubur dalam kehinaan. Ia memerintah hanya selama 8
tahun, lalu meninggal dengan tidak dicintai orang (ay. 20). Tak seorang
pun menghargai dia selama dia hidup, tak seorang pun meratapinya
ketika dia meninggal, namun semua berharap bahwa tidak ada kerugian
yang lebih besar yang akan menimpa Yerusalem. Untuk menunjukkan
betapa kecil kasih atau penghargaan mereka kepadanya, mereka tidak
mau menguburkannya di dalam pekuburan raja-raja, sebab menganggap
orang yang telah memerintah begitu buruk itu tidak layak untuk
dihitung di antara raja-raja itu. Dikeluarkannya tubuh jenazahnya dari
pekuburan nenek moyangnya mungkin telah ditetapkan oleh Sang
Kitab 2 Tawarikh 21:1-11
429
Penyelenggara sebagai suatu contoh akan perpisahan kekal dari jiwa
orang jahat sesudah mati, dari roh-roh orang yang benar. Setelah itu,
kehinaan lebih lanjut lagi ditimpakan kepadanya, sehingga orang tidak
menyalakan api baginya seperti yang diperbuat mereka bagi nenek
moyangnya (ay. 19). Ingatan tentang dia sangat jauh dari hal-hal yang
manis dan indah bagi mereka, sehingga mereka tidak menghormatinya
dengan bebauan yang manis atau rempah-rempah yang mahal, kendati
kita dapat menduga tubuh jenazahnya itu, setelah sekian lama mengidap
penyakit menjijikkan, pastilah perlu wewangian. Sebagian besar rakyat
Yehuda, kendati hatinya condong kepada penyembahan berhala, namun
tidak benar-benar mengasihi raja-raja mereka yang penyembah berhala.
Kejahatan dan kefanaan membuat mereka hina, bahkan di mata orang-
orang yang hanya memiliki sedikit kepedulian terhadap agama. Secara
alamiah, hati nurani biasanya sering memberi kehormatan kepada mereka
yang sungguh-sungguh saleh. Orang-orang yang menghina Tuhan akan akan
dipandang hina dan rendah, seperti halnya Yoram.
PASAL 22
alam pasal sebelumnya, kita membaca tentang anak-anak dan istri-istri
Yoram dibawa pergi oleh orang-orang yang menyerang istananya. Namun,
dalam pasal ini diceritakan bahwa salah satu putranya dan salah seorang
istrinya ditinggalkan, yaitu Ahazia, anaknya, dan Atalya, istrinya. Dua orang itu
dibiarkan untuk menjadi aib dan tulah dalam keluarga Yoram.
I. Ahazia menjadi aib keluarga sebagai orang yang turut ambil bagian,
1. Dalam berbuat dosa, dan
2. Dalam penghancuran keluarga Ahab (ay. 1-9).
II. Atalya menjadi tulah keluarga sebab ia membinasakan semua
keturunan raja dan merebut takhta (ay. 10-12).
Ahazia Dibunuh oleh Yehu
(22:1-9)
1 Lalu penduduk Yerusalem mengangkat Ahazia, anaknya yang bungsu, menjadi raja
menggantikan dia, sebab semua anaknya yang lebih tua umurnya telah dibunuh oleh
gerombolan yang datang ke tempat perkemahan bersama-sama orang-orang Arab.
Dengan demikian Ahazia, anak Yoram raja Yehuda, menjadi raja. 2 Ahazia berumur empat
puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di
Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri. 3 Iapun hidup menurut kelakuan
keluarga Ahab, sebab ibunya menasihatinya untuk melakukan yang jahat. 4 Ia melakukan
apa yang jahat di mata TUHAN sama seperti keluarga Ahab, sebab sesudah ayahnya mati
mereka menjadi penasihat-penasihatnya yang mencelakakannya. 5 Atas nasihat mereka
pula ia pergi bersama-sama Yoram bin Ahab, raja Israel, untuk berperang melawan
Hazael, raja Aram, di Ramot-Gilead. namun orang-orang Aram melukai Yoram. 6 Kemudian
pulanglah ia ke Yizreel untuk diobati oleh sebab luka-luka yang didapatnya di Rama
pada waktu ia berperang melawan Hazael, raja Aram. Dan Ahazia, anak Yoram raja
Yehuda, pergi menjenguk Yoram bin Ahab di Yizreel, sebab dia sakit. 7 Telah ditentukan
Tuhan , bahwa Ahazia akan menemui ajalnya pada waktu ia mengunjungi Yoram; maka
ketika Ahazia datang, pergilah ia bersama-sama Yoram mendapatkan Yehu, cucu Nimsi,
yang telah diurapi TUHAN, supaya dialah yang melenyapkan keluarga Ahab. 8 Sementara
Yehu melakukan penghukuman atas keluarga Ahab, ia menjumpai pembesar-pembesar
Yehuda dan anak-anak saudara-saudara Ahazia, yang melayani Ahazia. Juga mereka
D
432
dibunuhnya. 9 Lalu ia mencari Ahazia; Ahazia tertangkap ketika ia bersembunyi di
Samaria. Ia dibawa kepada Yehu, lalu dibunuh, namun dikuburkan juga, sebab kata orang:
“Dia ini cucu Yosafat, yang mencari TUHAN dengan segenap hatinya.” Dari keluarga
Ahazia tidak ada lagi yang sanggup memerintah.
Pada perikop ini terdapat catatan tentang pemerintahan Ahazia, pemerintahan
yang singkat yaitu hanya satu tahun, namun terhitung cukup lama, mengingat
pemerintahannya buruk. Ia bernama Yoahas (21:17), namun di sini dia disebut
Ahazia, nama yang sama dan arti yang sama dengan Yoahas, hanya kata-kata
yang membentuknya diubah urutannya. Dalam pasal ini, dikatakan bahwa
Ahazia berumur empat puluh dua tahun ketika ia menjadi raja (ay. 2). Hal ini
tidak mungkin, sebab ayahnya, yang langsung digantikannya, baru berusia
empat puluh tahun ketika meninggal dunia, dan lagi pula dikatakan dalam 2
Raja-raja 8:26, bahwa dia berumur dua puluh dua tahun ketika ia menjadi raja.
Sebagian penafsir mengartikan bahwa empat puluh dua tahun ini yaitu usia
ibunya, Atalya, sebab dalam teks aslinya tertulis, ia yaitu putra dari empat
puluh dua tahun, artinya anak dari seorang ibu yang berusia sekian. Dan
memang adil jika umur wanita itu disebutkan sebagai usia Ahazia, sebagai peng-
hinaan untuknya, sebab ibunyalah yang mengatur dia dan Atalya melakukan apa
yang dia mau. Pada kenyataannya, ibunyalah yang memerintah, sedang
Ahazia hanya memiliki gelar raja saja tanpa kuasa. Banyak penafsir yang baik
sepakat bahwa perkara umur ini, dengan sedikit kesulitan lainnya, timbul akibat
kekeliruan penyalin kitab yang salah menulis “empat puluh dua,” bukannya “dua
puluh dua,” dan salinan yang mengandung tulisan yang benar mungkin sudah
hilang. Banyak terjemahan kuno menuliskannya dua puluh dua. Zaman sekarang,
hanya sedikit buku yang dicetak tanpa daftar koreksi, namun penulisnya tidak
lantas menyangkal buku itu, dan kekeliruan dari salah cetak itu juga tidak
disebutkan sebagai kesalahan pengarangnya, sebaliknya pembaca yang tulus
memperbaiki kesalahan itu sesuai pengertian mereka atau dengan
membandingkannya dengan bagian lainnya dalam karya itu. Kita dapat
melakukannya dengan mudah.
Sejarah pemerintahan Ahazia dirangkumkan secara singkat dalam dua
kalimat (ay. 3-4). Ibu dan para kerabatnya menjadi penasihat untuk berbuat
jahat, dan hal itu berujung pada kebinasaannya.
I. Ahazia melakukan apa yang jahat. Oleh penyelenggaraan Tuhan secara khusus
ia dibiarkan tetap hidup ketika semua saudaranya dibantai, dan dengan
begitu ia diselamatkan untuk mendapat mahkota walaupun dia yang
termuda. Juga, meski penduduk Yerusalem sebelum ini menguburkan
ayahnya secara hina, namun mereka mengangkat dia sebagai raja, dengan
Kitab 2 Tawarikh 22:1-9
433
harapan ia menerima peringatan bagi dirinya untuk tidak mengikuti jejak
ayahnya melainkan berbuat lebih baik bagi dirinya sendiri dan kerajaannya.
Namun demikian, Ahazia tidak terpengaruh oleh semua perkenanan Tuhan
maupun manusia, dan hidup menurut kelakuan keluarga Ahab, melakukan
apa yang jahat di mata Tuhan sama seperti mereka (ay. 3-4), yaitu
menyembah Baal dan Asytoret. Ia beranggapan (menurut pemikiran
cendekiawan Uskup Patrick), bahwa melalui roh-roh jahat itu sebagai
pengantara, mereka bisa lebih mudah menjangkau Sang Ilahi yang luhur,
Tuhan Israel, atau bahwa ilah-ilah itu bisa menjadi tempat minta tolong kapan
pun dan untuk hal apapun, sebab mereka lebih mudah dijangkau, dan tidak
terlalu luhur derajatnya, melainkan berada di tengah-tengah antara Tuhan
yang abadi dan manusia yang dapat mati. Mereka itu dipandang sebagai
pahlawan-pahlawan yang dipertuhankan. Jadi, mereka pun menyembah
berhala-berhala itu. Alasan ini saja sudah sangat buruk, namun saya harap
tidak ada alasan lain lagi yang lebih buruk. Saya khawatir mereka
memandang Yehova, Tuhan nenek moyang mereka, sama seperti salah satu
dari para Baal, dan memandang para Baal sama besar dan sama baiknya
seperti Dia, bahkan, sebab satu dan lain hal, para Baal itu lebih patut dipilih
sebab mereka mendorong para pemujanya untuk melakukan segala bentuk
percabulan dan kenajizan, sesuatu yang sangat dilarang keras oleh Tuhan
Israel.
II. Ahazia dinasihati oleh ibu dan kerabat-kerabatnya untuk berbuat jahat.
Ibunya menasihatinya (ay. 3), juga keluarga Ahab, sesudah ayahnya mati (ay.
4). Selama ayahnya masih hidup, ia menjaga Ahazia tetap menyembah
berhala. Akan namun , ketika ayahnya itu mati, keluarga Ahab takut kalau-
kalau kematian Yoram yang menyedihkan itu akan menjauhkan Ahazia dari
menyembah verhala. sebab itu, mereka berusaha keras menjaga dia tetap
dekat kepada penyembahan berhala dan menjadikannya orang neraka yang
tujuh kali lebih jahat dari pada mereka sendiri. Nasihat orang fasik
mendatangkan kehancuran bagi banyak orang muda ketika mereka mulai
menampilkan diri di dunia. Raja muda itu mungkin akan mendapat nasihat
yang lebih baik seandainya dia memperolehnya dari para pemuka rakyat dan
hakim, para imam dan orang Lewi, yang terkenal pada zaman kakeknya yang
baik sebab mengajarkan rakyat untuk mengenal Tuhan . Namun, keluarga Ahab
memanjakan dia, dan ia pun hidup menurut nasihat mereka, memberi dirinya
dipimpin oleh mereka, dan melakukan tepat seperti yang mereka perintahkan.
Demikianlah orang yang menolak tuntunan ilahi merendahkan dan
mencelakakan diri mereka sendiri.
434
III. Ia dinasihati oleh mereka hingga celaka. Demikianlah yang terbukti. Orang
yang menasihati kita untuk berbuat jahat sesungguhnya menasihati kita
menuju kehancuran. Mereka menjilat, memuji, dan berlagak seperti teman,
namun sesungguhnya mereka yaitu musuh yang terjahat. Barang siapa men-
cemarkan orang-orang muda, ia menghancurkan mereka. Sudah cukup
buruk saat keluarga Ahab membahayakan nyawa Ahazia ketika memper-
hadapkan dia dengan pedang orang Aram, dengan menarik dia bergabung
dengan Yoram raja Israel untuk menyerang Ramot-Gilead, di mana Yoram
terluka. Ini sebuah pertempuran yang tidak mendatangkan kehormatan bagi
dirinya. Orang yang memberi kita nasihat buruk dalam hal-hal agama, jika
kita mengindahkannya, dapat dipakai Tuhan pula untuk menjadi penasihat
bagi kita untuk bertindak bodoh dalam segala urusan kita sendiri. Namun,
bukan hanya itu: dengan melibatkan Ahazia berteman karib dengan Yoram,
raja Israel, mereka menceburkannya ke dalam kehancuran seluruh keluarga
Ahab. Ia pergi mengunjungi Yoram (ay. 6) tepat pada waktu Yehu sedang
melaksanakan penghakiman Tuhan atas keluarga penyembah berhala itu, dan
akibatnya ia turut dibinasakan bersama mereka (ay. 7-9). Di sini,
1. Lihat dan takutlah akan akibat jahat yang ditimbulkan oleh pergaulan
dengan orang jahat, oleh persekutuan dengan orang-orang berdosa. Jika
tidak takut terkena pengaruhnya, setidaknya takutlah akan kehancuran
yang diakibatkannya. Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari Babel,
rumah yang sedang runtuh itu (Why. 18:4).
2. Lihat dan akuilah keadilan Tuhan . Penyelenggaraan-Nya membawa
Ahazia datang menjenguk Yoram tepat pada titik waktu yang genting itu,
sehingga Ahazia jatuh bersamanya dan ditangkap seperti dalam
perangkap. Tentang hal ini, tertulis dalam catatan sebelumnya, 2 Raja-
raja 9:27-28. Di sini ditambahkan bahwa ia dimakamkan dengan layak.
Tidak seperti Yoram yang mayatnya dilempar ke kebun anggur Nabot
(2Raj. 9:26), dan alasan yang dikemukakan ialah sebab ia merupakan
cucu Yosafat yang baik, yang mencari Tuhan dengan segenap hatinya.
Demikianlah Yosafat dikenang dengan rasa hormat, lama setelah ia mati,
dan demi namanya, penghormatan pun diberikan bahkan kepada
keturunannya yang bobrok dan tidak layak. Kenangan kepada orang
benar mendatangkan berkat, namun nama orang fasik menjadi busuk .
Kitab 2 Tawarikh 22:1-9
435
Atalya Merebut Takhta
(22:10-12)
10 Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia
membinasakan semua keturunan raja dari kaum Yehuda. 11 namun Yosabat, anak
wanita raja, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak
raja yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam
gudang tempat tidur. Demikianlah Yosabat, anak wanita raja Yoram, isteri imam
Yoyada, – ia yaitu saudara wanita Ahazia – menyembunyikan dia terhadap Atalya,
sehingga ia tidak dibunuh Atalya. 12 Maka tinggTuhan Yoas enam tahun lamanya bersama-
sama mereka dengan bersembunyi di rumah Tuhan , sementara Atalya memerintah negeri.
Dalam perikop di atas ini terdapat catatan yang telah kita lihat sebelumnya
dalam 2 Raja-raja 11:1. Yaitu tentang,
1. Seorang wanita jahat yang berupaya menghancurkan keluarga Daud
supaya ia dapat mendirikan takhtanya sendiri di atas reruntuhan kerajaan
Daud. Dengan biadab Atalya menghabisi semua keturunan raja (ay. 10),
mungkin dengan maksud meneruskan mahkota Yehuda setelah dirinya
kepada kaum keluarganya, sehingga meskipun keluarganya telah dibinasa-
kan oleh Yehu di Israel, ia dapat menanamkannya di Yehuda.
2. Seorang wanita baik yang berhasil menyelamatkan keluarga Daud dari
kemusnahan. Salah satu putra raja terakhir, yaitu anak berusia satu tahun,
diselamatkan dari antara yang mati dan hidup di bawah pemeliharaan istri
Yoyada (ay. 11-12), supaya pelita dapat dinobatkan bagi orang yang diurapi
Tuhan , sebab tidak ada firman Tuhan yang akan gagal.
PASAL 23
udah enam tahun lamanya Atalya yang haus darah itu memerintah Yehuda
dengan sewenang-wenang. Di dalam pasal ini kita mendapati bagaimana ia
diturunkan dari takhta lalu dibunuh, sedang Yoas, pewaris takhta yang sah,
dinobatkan menjadi raja. Sebelum ini kita sudah membaca kisah yang sangat
mirip dengan yang tercatat di sini (2Raj. 11:4, dst.)
I. Imam Yoyada mempersiapkan rakyat untuk menyambut raja mereka,
memberitahukan rancangannya, mempersenjatai mereka, dan
menentukan tempat tugas mereka (ay. 1-10).
II. Ia memperkenalkan sang raja kepada rakyat, memahkotainya, dan
mengurapinya (ay. 11).
III. Ia membunuh si perampas kekuasaan (ay. 12-15).
IV. Ia memperbaharui kerajaan, menegakkan kembali agama, dan
memulihkan pemerintahan kerajaan (ay. 16-21).
Persiapan untuk Memulihkan Yehuda
(23:1-11)
1 namun dalam tahun ketujuh Yoyada memberanikan diri dan ia mengadakan per-
sepakatan dengan para kepala pasukan seratus, yaitu : Azarya bin Yeroham, Ismael bin
Yohanan, Azarya bin Obed. Maaseya bin Adaya, dan Elisafat bin Zikhri. 2 Mereka
mengelilingi Yehuda dan mengumpulkan orang-orang Lewi dari semua kota di Yehuda
serta kepala-kepala puak orang Israel, dan mereka semua datang ke Yerusalem. 3 Lalu
seluruh jemaah itu mengikat perjanjian dengan raja di rumah Tuhan . Kata Yoyada kepada
mereka: “Lihatlah, anak raja! Biarlah ia memerintah, seperti yang telah difirmankan
TUHAN tentang anak-anak Daud! 4 Inilah yang harus kamu lakukan: sepertiga dari kamu,
yaitu yang selesai bertugas pada hari Sabat, baik imam maupun orang Lewi, haruslah
menjadi penunggu pintu, 5 sepertiga lagi haruslah berada di istana raja, dan sepertiga
pula di pintu gerbang Dasar, sedang seluruh rakyat haruslah berada di pelataran rumah
TUHAN. 6 Siapapun tidak boleh memasuki rumah TUHAN selain dari pada para imam dan
orang-orang Lewi yang bertugas. Mereka boleh masuk, sebab mereka kudus, namun selu-
ruh rakyat haruslah mentaati peraturan TUHAN. 7 Dalam pada itu orang-orang Lewi
haruslah mengelilingi raja dari segala penjuru, masing-masing dengan senjatanya di
tangannya, dan siapa yang memasuki rumah itu haruslah dibunuh. Dan baiklah kamu
S
438
menyertai raja setiap kali ia keluar atau masuk.” 8 Orang-orang Lewi dan seluruh Yehuda
melakukan tepat seperti yang diperintahkan imam Yoyada. Masing-masing mengambil
orang-orangnya yang selesai bertugas pada hari Sabat bersama-sama dengan orang-
orang yang masuk bertugas pada hari itu, sebab imam Yoyada tidak membebaskan
rombongan-rombongan itu. 9 Lalu imam Yoyada memberikan kepada para kepala
pasukan seratus itu tombak-tombak, utar-utar dan perisai-perisai kepunyaan raja Daud
yang ada di rumah Tuhan . 10 Ia menempatkan seluruh rakyat, masing-masing dengan
lembing di tangannya, di lambung kanan sampai ke lambung kiri rumah itu, dengan
mengelilingi mezbah dan rumah itu untuk melindungi raja. 11 Sesudah itu Yoyada dan
anak-anaknya membawa anak raja itu ke luar, mengenakan jejamang kepadanya dan
memberikan hukum Tuhan kepadanya. Mereka menobatkan dia menjadi raja serta
mengurapinya, lalu berserulah rakyat: “Hiduplah raja!”
Kita dapat membayangkan betapa buruknya keadaan di Yerusalem ketika Atalya
merebut kekuasaan selama enam tahun. Mungkin kita bertanya-tanya mengapa
Tuhan mengizinkan hal itu sehingga umat-Nya harus menderita selama itu.
Namun, sesudah melalui malam gelap dan membosankan seperti itu, terbitlah
fajar perubahan besar, hari yang lebih cerah dan menggembirakan. Berlanjutnya
keturunan Daud dan takhtanya yaitu apa yang telah diikrarkan Tuhan dengan
kekudusan-Nya (Mzm. 89:35), sedang gangguan bukanlah suatu kekalahan.
Aliran pemerintahan berjalan kembali di jalur yang benar. Sarana dan pelaksana
utama dari pemulihan itu yaitu Yoyada, yang muncul sebagai,
1. Orang yang sangat bijaksana, yang menjaga sang pangeran muda selama
bertahun-tahun sampai ia layak muncul di hadapan umum, sampai bangsa
itu telah merasa muak terhadap si perampas kekuasaan. Ia mempersiapkan
pekerjaan itu terlebih dahulu, kemudian melaksanakannya dengan
kerahasiaan dan kecepatan mengagumkan. Ketika ada pekerjaan yang
hendak dilaksanakan Tuhan , Ia akan memampukan dan menggerakkan
manusia untuk mengerjakannya.
2. Orang yang memiliki pengaruh besar. Para kepala pasukan bergabung
dengannya (ay. 1). Orang-orang Lewi dan para kepala puak memenuhi
panggilannya ke Yerusalem (ay. 2) dan siap menerima perintah-perintahnya.
Lihatlah betapa hikmat dan kebajikan dapat memerintah manusia. Orang-
orang Lewi dan seluruh Yehuda melakukan tepat seperti yang diperintahkan
imam Yoyada (ay. 8). Anehnya, semua orang kepada siapa rahasia itu diper-
cayakan, tetap merahasiakannya sampai rencana itu dilaksanakan. Seperti
itulah perkataan orang berhikmat yang didengar dengan tenang (Pkh. 9:17).
3. Orang yang memiliki iman yang besar. Bukan saja keadilan, apalagi
mengingat hubungan istrinya dengan keluarga kerajaan yang
menempatkannya dalam tugas ini, melainkan juga rasa hormat terhadap
firman Tuhan dan pewarisan ilahi atas makhkota kerajaan (ay. 3): Lihatlah,
anak raja! Biarlah ia memerintah, seperti yang telah difirmankan TUHAN .
Kitab 2 Tawarikh 23:12-21
439
Pandangannya kepada janji itu dan kebergantungannya pada janji itu
sungguh menambahkan kemuliaan pada tugas ini.
4. Orang yang sangat saleh. Pekerjaan itu harus dilakukan di dalam rumah
Tuhan , yang mungkin saja menyebabkan pelanggaran terhadap aturan yang
berlaku, dan bisa saja dimaafkan jika ada pelanggaran demi perkara penting
ini. Akan namun , Yoyada memberikan perintah khusus bahwa tidak seorang
pun diperkenankan memasuki rumah Tuhan, selain para imam dan orang
Lewi saja, yang sudah kudus, dengan ancaman hukuman mati bagi yang
melanggarnya (ay. 6-7). Jangan pernah membiarkan benda-benda kudus
dicemarkan. Tidak, bahkan tidak demi mendukung hak-hak rakyat
sekalipun.
5. Orang dengan kebulatan hati yang besar. Begitu ia menjalankan tugas ini, ia
melaksanakannya dengan tuntas. Ia membawa anak raja itu ke luar,
mengenakan jejamang kepadanya dan memberikan hukum Tuhan kepadanya
(ay. 11). Yoyada mempertaruhkan nyawanya, namun demi tujuan yang baik.
Oleh sebab itu ia maju dengan berani. Di sini dikatakan bahwa anak-anaknya
bergabung dengan dia dalam mengurapi raja belia itu. Salah satu dari mere-
ka mungkin yaitu Zakharia yang kemudian dihukum mati oleh Raja Yoas
sebab telah berani menegurnya (24:20). Tindakan ini menunjukkan sikap
tidak tahu berterima kasih Yoas, sebab Zakharia juga turut mengambil
bagian dalam mengurapi dirinya.
Yoas Diangkat Menjadi Raja dan Atalya Dibunuh
(23:12-21)
12 Ketika Atalya mendengar pekik rakyat yang berlari-lari menyambut raja dan memuji-
muji dia, pergilah ia mendapatkan rakyat itu ke dalam rumah TUHAN. 13 Lalu
dilihatnyalah raja berdiri dekat tiangnya pada jalan masuk, sedang para pemimpin
dengan para pemegang nafiri ada dekat raja. Dan seluruh rakyat negeri bersukaria sambil
meniup nafiri, sedang para penyanyi dengan alat-alat musik mereka, memimpin nyanyian
puji-pujian. Maka Atalya mengoyakkan pakaiannya sambil berkata: “Khianat, khianat!” 14
namun imam Yoyada menyuruh keluar para kepala pasukan seratus, yaitu orang-orang
yang mengepalai tentara, katanya kepada mereka: “Bawalah dia keluar dari antara
barisan! Siapa yang memihak kepadanya harus dibunuh dengan pedang!” Sebab imam itu
telah berkata tadinya: “Jangan kamu membunuhnya di rumah TUHAN!” 15 Lalu mereka
menangkap wanita itu. Pada waktu ia sampai ke jalan masuk istana raja pada pintu
gerbang Kuda, dibunuhlah ia di situ. 16 Kemudian Yoyada mengikat perjanjian antara dia
dengan segenap rakyat dan raja, bahwa mereka menjadi umat TUHAN. 17 Sesudah itu
masuklah seluruh rakyat ke rumah Baal, lalu merobohkannya; mereka memecahkan
mezbah-mezbahnya dan patung-patungnya dan membunuh Matan, imam Baal, di depan
mezbah-mezbah itu. 18 Kemudian Yoyada menyerahkan pengawasan atas rumah TUHAN
kepada imam-imam dan orang-orang Lewi, yang telah dibagi-bagi dalam rombongan oleh
Daud untuk bertugas di dalam rumah TUHAN, yaitu untuk mempersembahkan korban
bakaran kepada TUHAN – seperti tertulis di dalam Taurat Musa – dengan sukaria dan
dengan nyanyian menurut petunjuk Daud. 19 Juga ditempatkannya penunggu-penunggu
440
pintu pada pintu-pintu gerbang rumah TUHAN, supaya dalam hal apapun juga jangan
masuk seseorang yang najis. 20 Sesudah itu ia mengajak para kepala pasukan seratus, para
pemuka, para pemerintah rakyat dan seluruh rakyat negeri, lalu membawa raja turun dari
rumah TUHAN; mereka masuk ke istana raja melalui pintu gerbang Atas, lalu
mendudukkan raja ke atas takhta kerajaan. 21 Bersukarialah seluruh rakyat negeri dan
amanlah kota itu, setelah Atalya mati dibunuh dengan pedang.
Di sini kita mendapati,
I. Rakyat bersukacita (ay. 12-13). Ketika raja berdiri dekat tiangnya, yang
sudah menjadi haknya untuk berdiri di sana, seluruh rakyat negeri
bersukaria melihat suatu tunas keluar dari tunggul Isai (Yes. 11:1). Ketika
tampak sebatang akar layu di tanah kering, yaitu apa yang sudah sangat
ingin mereka lihat itu, yaitu seorang raja dari keluarga Daud, betapa hati
mereka diliputi kejutan yang menyenangkan! Mereka berlari-lari mendekat
dengan penuh sukacita melihat kejadian ini. Mereka menyambut raja itu dan
memuji-muji Tuhan , lalu memimpin nyanyian puji-pujian.
II. Atalya dibunuh. Dia berlari menuju ujung pedang keadilan. Sambil
membayangkan masih punya kuasa besar, ia memberanikan diri masuk ke
dalam rumah TUHAN pada waktu itu, dan berseru-seru, Khianat, khianat!
Namun, tidak seorang pun mendukungnya atau berpihak kepadanya.
Keangkuhan hatinya telah menipunya. Ia menyangka segala sesuatu yaitu
kepunyaannya, padahal tidak satu pun merupakan miliknya. Sebagai
pelindung raja yang masih belia itu, Yoyada memerintahkan agar wanita
itu dibunuh (ay. 14), yang langsung dikerjakan (ay. 15). Hanya saja,
dipastikan agar ia tidak dibunuh di rumah TUHAN. Tempat kudus itu tidak
boleh dinodai serendah itu, jangan sampai wanita jahat itu mendapat
kehormatan dengan dibunuh di situ.
III. Perjanjian awal disepakati (ay. 16). Di dalam Kitab Raja-raja disebutkan
bahwa Yoyada membuat kovenan di antara TUHAN, rakyat, dan raja (2Raj.
11:17). Di sini dikatakan bahwa kovenan itu dibuat di antara TUHAN,
segenap rakyat, dan raja, sebab sebagai imam Tuhan , ia merupakan wakil-Nya
dalam persetujuan ini, atau semacam pengantara seperti halnya Musa
dahulu. Kovenan itu melibatkan tiga pihak, namun tujuan dan makna
sesungguhnya secara keseluruhan yaitu bahwa mereka menjadi umat
TUHAN. Melalui Yoyada, Tuhan mengikat kovenan untuk menerima mereka
sebagai umat-Nya. Raja dan rakyat mengikat kovenan dengan-Nya untuk
menjadi milik-Nya. Setelah itu raja mengikat kovenan dengan rakyatnya
untuk memerintah mereka sebagai umat Tuhan . Rakyat dan raja akan tunduk
Kitab 2 Tawarikh 23:12-21
441
kepada-Nya sebagai umat TUHAN, takut kepada-Nya, dan hidup demi
kepentingan-Nya. Marilah kita memandang diri dan sesama kita sebagai
umat TUHAN, maka hal ini akan sangat berpengaruh atas kita dalam
melaksanakan semua kewajiban kita, baik kepada Tuhan maupun sesama.
IV. Baal dihancurkan (ay. 17). Mereka belum akan menyelesaikan separuh dari
pekerjaan mereka jika mereka hanya menggulingkan si perampas hak raja,
dan tidak si perampas hak Tuhan . Pekerjaan mereka belum selesai apabila
mereka hanya meneguhkan kehormatan takhta dan tidak kehormatan
mezbah. Penderitaan terbesar yang disebabkan oleh pemerintahan Atalya
yaitu dimasukkannya penyembahan kepada Baal, dan dukungan yang
diberikan untuk itu. Oleh sebab itu, kegiatan inilah yang harus pertama-tama
dibasmi. Enyahlah rumah, mezbah, dan patung-patung Baal. Enyahlah
semuanya itu, dan biarlah darah imam-imamnya bercampur dengan korban-
korban persembahannya, sebab Tuhan sudah memerintahkan agar para
penyesat yang menyesatkan rakyat untuk menyembah berhala dihukum
mati (Ul. 13:5-6).
V. Pelayanan di rumah TUHAN digiatkan kembali (ay. 18-19). Hal ini telah
dilalaikan selama pemerintahan-pemerintahan terakhir. Para imam dan
rakyat tidak punya kuasa dan gairah untuk beribadah dan melayani di
rumah TUHAN ketika mereka diperintah oleh raja-raja yang tidak menyukai
hal itu. Namun, Yoyada memulihkan pengawasan atas rumah TUHAN, yang
selama beberapa waktu belakangan telah terganggu dan dilanggar, untuk
dikembalikan ke dalam jalur dan tangan yang tepat.
1. Yoyada menunjuk para imam sesuai kelompok mereka, supaya
mempersembahkan korban seperti seharusnya, sesuai dengan hukum
Musa.
2. Ia mengangkat para biduan menurut kelompok mereka, sesuai petunjuk
Daud. Korban persembahan tampaknya dipersembahkan dengan sukaria
dan dengan nyanyian, dan dengan alasan yang baik. Kita malah bermegah
dalam Tuhan ketika kita menerima pendamaian itu (Rm. 5:11).
3. Para penunggu pintu ditempatkan pada pintu-pintu gerbang rumah
TUHAN sesuai yang diperintahkan Daud (ay. 19). Tugas mereka yaitu
menjaga supaya tidak seorang pun yang menurut hukum Taurat
dinyatakan najis diperbolehkan memasuki pelataran rumah TUHAN.
VI. Pemerintahan kerajaan diteguhkan kembali (ay. 20). Dengan penuh
kemegahan mereka membawa sang raja ke istananya sendiri, dan
442
mendudukkannya ke atas takhta kerajaan, untuk memberikan hukum dan
memberikan penghakiman, baik secara pribadi maupun melalui Yoyada,
pembimbing pribadinya. Demikianlah perubahan pemerintahan penuh
sukacita itu disempurnakan. Hampir seluruh rakyat bersukacita di dalamnya,
sedang sisanya berdiam diri tanpa mengadakan perlawanan (ay. 21).
Ketika Anak Daud bertakhta di dalam jiwa manusia, semua akan tenteram dan
mata-mata air sukacita pun terbuka.
PASAL 24
i sini diceritakan riwayat pemerintahan Yoas, kemajuannya, dan terutama
akhir pemerintahan itu, yang tidak berpadanan dengan awalnya, dan tidak
sama bersinarnya. Betapa ajaib kisah Yoas yang diselamatkan untuk menduduki
takhta kerajaan, dan ditempatkan di dalamnya, seperti yang kita baca
sebelumnya. Nah, di sini diceritakan kisah Yoas yang memulai dalam roh, namun
mengakhiri dalam daging.
I. Di awal masa pemerintahannya, saat imam Yoyada masih hidup, Yoas
melakukan yang benar. Terutama, dia berupaya agar Bait Tuhan
diperbaiki dan diurus dengan baik (ay. 1-14).
II. Di bagian akhir masa pemerintahannya, setelah kematian Imam
Yoyada, Yoas murtad dari Tuhan , dan kemurtadannya inilah yang
menjadi kehancurannya.
1. Ia menegakkan kembali penyembahan Baal (ay. 15-18) sekalipun
telah diperingatkan sungguh-sungguh untuk tidak melakukannya
(ay. 19).
2. Ia membunuh Nabi Zakharia sebab Zakharia menegurnya atas
perbuatan yang dilakukannya (ay. 20-23).
3. Penghukuman Tuhan datang atas Yoas sebab perbuatannya itu.
Orang Aram menyerbunya (ay. 23-24). Ia diserang penyakit berat.
Pegawai-pegawainya sendiri mengadakan persepakatan terhadap
dia dan membunuhnya. Dan, sebagai tanda cela yang dijatuhkan
atasnya, dia tidak dikuburkan di pekuburan raja-raja (ay. 25-27).
Bait Tuhan Diperbaiki
(24:1-14)
1 Yoas berumur tujuh tahun pada waktu ia menjadi raja, dan empat puluh tahun lamanya
ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Zibya, dari Bersyeba. 2 Yoas melakukan
D
444
apa yang benar di mata TUHAN selama hidup imam Yoyada. 3 Yoyada mengambil dua
orang isteri bagi dia; dari mereka ia mendapat anak laki-laki dan anak wanita . 4
Kemudian Yoas bermaksud untuk membaharui rumah TUHAN. 5 Ia mengumpulkan para
imam dan orang Lewi dan berkata kepada mereka: “Pergilah kamu ke kota-kota Yehuda
dan kumpulkanlah uang dari seluruh orang Israel untuk memperbaiki rumah Tuhan mu
setiap tahun. Lakukanlah hal itu dengan segera!” namun orang Lewi itu tidak
melakukannya dengan segera. 6 Lalu raja memanggil imam kepala Yoyada dan bertanya
kepadanya: “Mengapa engkau tidak menuntut kepada orang-orang Lewi untuk membawa
dari Yehuda dan dari Yerusalem pajak yang dikenakan Musa, hamba Tuhan itu, kepada
jemaah Israel untuk Kemah tempat hukum Tuhan ? 7 Sebab anak-anak Atalya, wanita
fasik itu, telah membongkar rumah Tuhan , bahkan memakai barang-barang kudus rumah
TUHAN untuk para Baal.” 8 Sesudah itu raja memerintahkan supaya dibuat sebuah peti
dan ditempatkan di depan pintu gerbang rumah TUHAN, 9 lalu menyuruh mengumumkan
di Yehuda dan di Yerusalem, bahwa orang harus membawa bagi TUHAN pajak yang
dikenakan Musa, hamba Tuhan itu, kepada orang Israel di padang gurun. 10 Maka
bersukacitalah semua pemimpin dan seluruh rakyat; mereka datang membawa pajaknya
dan memasukkannya ke dalam peti itu sampai penuh. 11 Setiap kali peti itu dibawa masuk
untuk diperiksa oleh orang-orang Lewi atas nama raja, dan apabila mereka melihat
bahwa sudah banyak uang di dalamnya, maka datanglah panitera raja dan kuasa usaha
imam kepala mengeluarkan isi peti itu; kemudian mereka mengangkat peti itu, lalu
menaruhnya pula di tempatnya. Demikianlah mereka lakukan setiap kali, dan banyaklah
uang yang dikumpulkan. 12 Raja dan Yoyada menyerahkan uang itu kepada mereka yang
memanduri pekerjaan pada rumah TUHAN. Mereka ini mengupah tukang-tukang pahat
dan tukang-tukang kayu untuk membaharui rumah TUHAN; juga tukang-tukang besi dan
tembaga untuk memperbaiki rumah TUHAN. 13 Setelah itu mulailah tukang-tukang itu
bekerja; pekerjaan perbaikan maju di bawah tangan mereka. Mereka membangun
kembali rumah Tuhan menurut keadaannya semula dan mengokohkannya. 14 Setelah
mereka selesai, mereka membawa uang yang kelebihan kepada raja dan Yoyada. Uang itu
dipakai untuk membuat perkakas-perkakas rumah TUHAN, yaitu : perkakas-perkakas
untuk penyelenggaraan kebaktian, perkakas-perkakas untuk korban bakaran, juga ca-
wan-cawan dan perkakas-perkakas emas dan perak. Sepanjang umur Yoyada korban
bakaran tetap dipersembahkan dalam rumah TUHAN.
Catatan mengenai awal pemerintahan Yoas yang baik di sini sama dengan yang
diceritakan di 2 Raja-raja 12:1, dst.. namun bagian akhir pasal ini, mengenai
kemurtadannya, hanya sedikit diceritakan di Kitab 2 Raja-raja. Hal yang baik
dalam diri orang harus kita bicarakan dalam segala kesempatan dan sering kita
ulang-ulang. Sebaliknya, hal yang jahat harus kita sebutkan sejarang mungkin,
seperlunya saja. Kita di sini hanya akan mengamati,
1. Bahwa sungguh suatu hal yang membahagiakan bagi orang muda, ketika
mulai menjejakkan kaki ke dalam dunia, mereka berada di bawah arahan
orang-orang yang bijaksana, baik, dan setia kepada mereka, sebagaimana
Yoas ada di bawah pengaruh Yoyada. Semasa hidup Yoyada, Yoas melakukan
apa yang benar. Biarlah orang-orang muda melihatnya sebagai suatu berkat,
dan bukan beban atau penghalang bagi mereka, bahwa ada orang-orang
bersama mereka yang akan mengingatkan mereka terhadap hal-hal yang
jahat dan menasihati serta menyadarkan mereka untuk hal-hal yang benar.
Dan biarlah mereka tidak melihatnya sebagai tanda kelemahan atau
ketundukan, namun tanda hikmat dan kebijaksanaan, bila mereka
Kitab 2 Tawarikh 24:1-14
445
mendengarkan orang-orang seperti itu. Orang yang tidak mau dinasihati,
tidak dapat ditolong. Sangatlah bijaksana bila orang muda mau dinasihati
mengenai pernikahannya, seperti Yoas, yang mempercayakan kepada wali-
nya untuk memilihkan istri baginya, sebab Izebel dan Atalya sungguh-
sungguh sudah menjadi malapetaka sebelum ini (ay. 3). Pernikahan
merupakan titik kehidupan yang sering kali terbukti membangun atau malah
mencelakakan orang muda, dan sebab itu perlu didampingi dengan sangat
hati-hati.
2. Orang bisa saja sangat maju menjalankan kewajiban agamanya secara
lahiriah, dan bertahan lama di dalamnya oleh sebab pengaruh pendidikan
mereka atau pengaruh teman-teman mereka. Akan namun , mereka bisa saja
tidak memiliki perasaan tulus akan perkara-perkara ilahi, atau kesukaan
batiniah terhadap hal-hal itu. Pengaruh dari luar bisa saja mendorong orang
untuk melakukan hal-hal yang benar, meskipun orang itu tidak digerakkan
oleh dorongan kasih karunia yang hidup dalam hatinya.
3. Dilihat dari penampilan luar, mereka yang beribadah secara lahiriah bisa
saja sepertinya mengungguli orang yang benar-benar memiliki kuasa ibadah
itu. Yoas lebih giat dan bersemangat dalam pekerjaan perbaikan Bait Tuhan
dibandingkan Yoyada sendiri. Ia malah menegur Yoyada sebab lalai dalam
pekerjaan itu (ay. 6). Memang lebih mudah membangun Bait Tuhan dibandingkan
menjadi Bait Tuhan .
4. Pekerjaan memperbaiki gereja yaitu pekerjaan yang baik, yang harus
didukung oleh semua orang di tempat mereka masing-masing, demi
kepantasan dan kenyamanan perkumpulan ibadah. Para cendekiawan
memberi tahu kita bahwa pada masa gereja Kristen zaman dahulu, sebagian
perpuluhan dipakai untuk pekerjaan itu.
5. Ada banyak pekerjaan baik yang seharusnya dapat diselesaikan menjadi
terbengkalai, sebab tidak ada segelintir orang yang giat menggerakkannya
dan mengerahkan upaya untuk memajukannya. Ketika Yoas mendapati
bahwa uang yang diperlukannya tidak datang seperti yang diharapkannya
melalui satu cara, dia mencoba cara lain, dan cara itu menjadi jawaban atas
maksud hatinya. Ada banyak orang cukup tulus untuk mengikuti, namun tidak
cukup gigih untuk memimpin sesuatu yang baik. Melempar uang ke dalam
peti, melalui lubang di tutupnya, yaitu cara baru yang belum pernah
diterapkan sebelumnya, dan mungkin kebaruan cara itu yang membuatnya
menjadi cara yang berhasil untuk penggalangan dana. Sangat banyak uang
dilempar ke dalam peti itu, dan dengan sukacita yang sangat besar (ay. 10).
Penemuan yang menyenangkan sisi jenaka orang terkadang mendorong
446
mereka mengerjakan kewajiban. Hikmat diperlukan di sini untuk
mengarahkan.
6. Kesetiaan yaitu pujian tertinggi dan akan menjadi penghiburan terbesar
bagi mereka yang dipercayakan mengurus harta rakyat atau mengerjakan
urusan rakyat. Raja dan Yoyada dengan jujur memberikan uang itu kepada
para pekerja, yang dengan jujur melakukan pekerjaan itu (ay. 12-13).
Yoas Dibunuh Pegawai-pegawainya
(24:15-27)
15 Yoyada menjadi tua, dan lanjut umur, lalu matilah ia. Seratus tiga puluh tahun umurnya
ketika ia mati. 16 Ia dikuburkan di kota Daud di samping raja-raja, sebab perbuatan-
perbuatannya yang baik di Israel terhadap Tuhan dan rumah-Nya. 17 Sesudah Yoyada mati,
pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja
mendengarkan mereka. 18 Mereka meninggalkan rumah TUHAN, Tuhan nenek moyang
mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh ka-
rena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka. 19 Namun TUHAN mengutus
nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-
sungguh memperingatkan mereka, namun mereka tidak mau mendengarkannya. 20 Lalu
Roh Tuhan menguasai Zakharia, anak imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata
kepada mereka: “Beginilah firman Tuhan : Mengapa kamu melanggar perintah-perintah
TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh sebab kamu meninggalkan TUHAN, Iapun
meninggalkan kamu!” 21 namun mereka mengadakan persepakatan terhadap dia, dan atas
perintah raja mereka melontari dia dengan batu di pelataran rumah TUHAN. 22 Raja Yoas
tidak mengingat kesetiaan yang ditunjukkan Yoyada, ayah Zakharia itu, terhadap dirinya.
Ia membunuh anak Yoyada itu, yang pada saat kematiannya berseru: “Semoga TUHAN
melihatnya dan menuntut balas!” 23 Pada pergantian tahun tentara Aram maju menyerang
Yoas dan masuk ke Yehuda dan Yerusalem. Dari bangsa itu semua pemimpin habis
dibunuh mereka dan segala jarahan dikirim mereka kepada raja negeri Damsyik. 24
Walaupun tentara Aram itu datang dengan sedikit orang, namun TUHAN menyerahkan
tentara yang sangat besar kepada mereka, sebab orang Yehuda telah meninggalkan
TUHAN, Tuhan nenek moyang mereka. Demikianlah orang Aram melakukan penghukuman
kepada Yoas. 25 Ketika mereka pergi dari padanya, – mereka meninggalkannya dengan
luka-luka berat – pegawai-pegawainya mengadakan persepakatan terhadap dia sebab
darah anak imam Yoyada itu, lalu membunuhnya di atas tempat tidurnya. Ia mati dan
dikuburkan di kota Daud, namun tidak di pekuburan raja-raja. 26 Mereka yang mengadakan
persepakatan terhadap dia ialah: Zabad, anak Simeat wanita Amon, dan Yozabad,
anak Simrit wanita Moab. 27 Tentang anak-anaknya dan ucapan-ucapan ilahi yang
banyak terhadap dia, serta tentang perbaikan rumah Tuhan , semua itu tertulis dalam taf-
siran kitab raja-raja. Maka Amazia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
Di sini diceritakan kisah sedih kemorosotan dan kemurtadan Yoas. Tuhan telah
melakukan perkara-perkara besar baginya. Dia telah melakukan sesuatu bagi
Tuhan . Namun, kini ternyata dia tidak tahu berterima kasih kepada Tuhan nya dan
berlaku fasik terhadap perjanjian yang dibuatnya sendiri dengan Tuhan . Ah,
sungguh pudar emas itu, emas murni itu berubah! Di sini diceritakan,
Kitab 2 Tawarikh 24:1-14
447
I. Penyebab kemurtadan Yoas. Ketika melakukan hal yang benar, perbuatan itu
dilakukannya tidak dengan segenap hati. Dia tidak pernah tulus, tidak pernah
bertindak berdasarkan pegangan hati, melainkan hanya sebab mematuhi
Yoyada, yang telah menolongnya untuk naik takhta, dan sebab dia telah
dilindungi di Bait Tuhan dan diangkat di atas reruntuhan penyembahan
berhala. Dan sebab itu, ketika angin bertiup, ia pun ikut tertiup.
1. Penasihatnya yang baik meninggalkan dia, dan oleh kematian dipisahkan
darinya. Sungguh suatu belas kasihan bagi Yoas dan kerajaannya bahwa
Yoyada hidup begitu lama, sampai 130 tahun (ay. 15). Tampak di sini
Yoyada lahir di masa Salomo, dan telah melewati enam pemerintahan
penuh sebelum pemerintahan ini. Sungguh suatu dorongan bagi Yoas
untuk tetap hidup dalam jalan yang diajarkan Yoyada setelah melihat
kehormatan yang diperbuat terhadap Yoyada pada kematiannya: Ia
dikuburkan di samping raja-raja, dengan sanjungan yang penuh
penghormatan itu. Bahkan mungkin dituliskan di batu nisannya bahwa
ia melakukan perbuatan-perbuatan yang baik di Israel. Yehuda disebut
Israel, sebab , setelah suku-suku lain berbalik dari Tuhan , hanya
merekalah orang Israel yang sesungguhnya. Perhatikanlah, sungguh
suatu kehormatan bila kita dapat melakukan perbuatan baik pada zaman
kita, dan orang yang berbuat apa yang baik akan beroleh pujian dari
padanya. Yoyada telah berbuat baik kepada Tuhan , bukan berarti
kebaikan manusia dapat mencapai Tuhan , namun Yoyada telah melakukan
perbuatan-perbuatan yang baik bagi rumah-Nya, dengan menghidupkan
kembali pelayanan di Bait Tuhan (23:8). Perhatikanlah, orang-orang yang
mengusahakan yang terbaik untuk negerinya yaitu mereka
menyediakan dirinya sesuai tempatnya masing-masing untuk
memajukan agama. Nah, Yoyada menyelesaikan bagiannya dengan
penuh kehormatan. Akan namun , sedikit perkara keagamaan yang
dikerjakan Yoas semuanya ikut dikubur dalam kuburannya, dan setelah
kematiannya, baik raja maupun kerajaannya terperosok secara
mengenaskan. Lihatlah betapa besar perkara yang dapat ditopang oleh
seseorang, dan betapa besar penghakiman jatuh ke atas seorang
pemimpin atau sebuah bangsa dengan matinya seorang yang saleh,
bersemangat, dan berguna. Lihatlah betapa pentingnya kita, seperti yang
dikatakan Juruslamat kita, harus mempunyai garam dalam diri kita,
supaya kita beribadah dengan hati yang benar, supaya kita dapat
bertahan melewati segala perubahan. Dengan begitu, kepergian
orangtua, hamba Tuhan, sahabat, tidak mengakibatkan hilangnya ibadah
kita.
448
2. Para penasihat yang jahat ada di sekeliling Yoas, mencari muka untuk
mendapatkan perhatiannya, merayunya, menyanjungnya, datang
menyembah kepadanya. Bukannya berbelasungkawa, mereka malah
mengucapkan selamat kepada Yoas atas meninggalnya pembimbing
lamanya, atas bebasnya Yoas dari bimbingan ketat yang dijalaninya
selama ini, yang mengekangnya menjadi orang, raja, yang tidak layak.
Mereka memberitahu dia, supaya jangan lagi mau disetir oleh imam,
bahwa dia kini bebas dari ajaran dan kekangan mematikan, bahwa dia
boleh berbuat semaunya sekarang. Coba bayangkan, pemimpin-
pemimpin Yehudalah yang menjadi orang-orang yang begitu giat
menyesatkan Yoas (ay. 17). Ayah dan kakek Yoas memang sudah
disesatkan oleh keluarga Ahab, keluarga yang tidak bisa diharapkan
akan mendatangkan kebaikan. Namun, bila justru pemimpin-pemimpin
Yehudalah yang menjadi penyesat raja mereka, maka betapa menyedih-
kannya hal itu. Akan namun , mereka yang mencodongkan hatinya kepada
nasihat orang fasik tidak akan pernah kekurangan penasihat fasik. Mereka
datang menyembah kepada raja, menyanjung-nyanjung bahwa ia
memiliki kuasa mutlak, dan mereka berjanji akan mendukungnya dalam
setiap kehendak dan kesenangannya sebagai raja, meskipun
bertentangan dengan perintah dan ketetapan ilahi. Dan Yoas
mendengarkan mereka. Jalan pikiran mereka menyenangkan hatinya,
dan lebih berkenan baginya dibandingkan perintah Yoyada dahulu.
Demikianlah, para pemimpin dan pejabat bawahan sering kali dihasut
dan dibuai menuju kehancurannya oleh orang-orang yang menjanjikan
kebebasan dan martabat kepada mereka. Yang mereka janjikan itu
malah sungguh-sungguh menjerumuskan para pemimpin itu ke dalam
perhambaan dan aib yang terdalam.
II. Kemurtadan itu sendiri: Mereka meninggalkan rumah Tuhan, lalu beribadah
kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala (ay. 18). Para
pemimpin itu, tampaknya, mengajukan permintaan kepada raja, bahwa hal
seperti ini tidak berani mereka lakukan ketika Yoyada masih hidup. Oleh
sebab itu mereka berharap, permintaan itu tidak menyinggung raja: yaitu
supaya mereka boleh mendirikan lagi tiang-tiang dan berhala-berhala yang
diruntuhkan pada awal pemerintahan Yoas, sebab mereka merasa benci
harus terus dibatasi pada pelayanan Bait Tuhan yang kuno dan
membosankan. Yoas bukan hanya memberi izin kepada mereka untuk
melakukannya, namun juga ikut bergabung dengan mereka. Raja dan para
pemimpinnya, yang belum lama berselang memperbaiki Bait Tuhan , sekarang
Kitab 2 Tawarikh 24:1-14
449
mencampakkannya. Mereka yang tadinya meluluhlantakkan tiang-tiang dan
berhala-berhala, kini menyembahnya sendiri. Betapa tidak teguh hati
manusia itu dan betapa tidak dapat dipercayanya dia!
III. Yang memperparah kemurtadan ini dan memperberat kesalahannya. Tuhan
mengutus nabi-nabi kepada mereka (ay. 19) untuk menegur mereka atas
kejahatan mereka, dan untuk memberi tahu mereka kesudahan yang akan
menimpa mereka pada akhirnya, supaya mereka berbalik kepada Tuhan.
Tugas seorang pelayan Tuhan yaitu membawa orang, bukan kepada dirinya,
namun kepada Tuhan , untuk membawa mereka kembali kepada-Nya setelah
mereka berzinah meninggalkan Dia. Di masa-masa yang paling bobrok, Tuhan
tidak membiarkan diri-Nya sendiri tanpa saksi. Meskipun mereka telah
berlaku sangat murtad terhadap Tuhan , Dia mengutus nabi-nabi kepada
mereka untuk mengingatkan dan memberi mereka petunjuk, serta untuk
memberi jaminan bahwa mereka pasti akan mendapat perkenanan-Nya bila
mereka mau berbalik. Sebab, Tuhan lebih suka para pendosa berbalik dan
hidup dibandingkan maju terus dan mati, sebab mereka yang binasa tidak dapat
ditolong lagi. Nabi-nabi itu melakukan bagian mereka: Nabi-nabi itu
sungguh-sungguh memperingatkan mereka, namun sedikit atau tidak ada yang
mau mendengarkannya.
1. Mereka meremehkan semua nabi itu. Mereka tidak mau memberi
telinga. Begitu anehnya mereka terikat dengan berhala-berhala itu
sampai-sampai tidak ada teguran, peringatan, ancaman, atau cara apa
pun yang dipakai para nabi itu dapat menggugah dan membawa mereka
kembali. Sedikit saja yang mau mendengarkan para nabi itu, lebih sedikit
yang mengindahkan, namun jauh lebih sedikit lagi yang mau percaya dan
diubahkan oleh mereka.
2. Mereka membunuh salah seorang nabi yang paling terkemuka, Zakharia,
anak imam Yoyada, dan mungkin nabi-nabi lain juga. Mengenai Zakharia,
amatilah,
(1) Pesan yang disampaikan Zakharia kepada mereka dalam nama Tuhan (ay.
20). Rakyat sedang berkumpul di pelataran Bait Tuhan sebab mereka
belum meninggalkannya sama sekali. Mungkin hal ini terjadi pada suatu
perayaan kudus, ketika Zakharia ini, yang sedang dipenuhi roh nubuat,
dan mungkin dikenal sebagai seorang nabi, berdiri di suatu bagian yang
ada di pelataran untuk para imam. Kemudian Zakharia dengan sangat
terus terang, namun tanpa menggunakan kata-kata yang menghasut,
memberi tahu rakyat itu dosa mereka dan akibat dosa itu. Dia tidak
450
mendakwa orang tertentu, atau menubuatkan suatu penghakiman, se-
perti yang adakalanya dilakukan para nabi, namun dengan selembut
mungkin berusaha mengingatkan mereka hukum yang tertulis dalam
Taurat. Hendaknya mereka sendiri membacanya dalam Alkitab mereka,
dan di sana akan mereka temukan,
[1] Perintah yang mereka langgar: “Kamu melanggar perintah-
perintah Tuhan, kamu tahu kamu melanggarnya, dengan
menyembah tiang-tiang dan berhala-berhala: Jadi mengapa
kamu mau begitu membangkitkan murka Tuhan dan berbuat jahat
kepada dirimu sendiri?”
[2] Hukuman yang mereka datangkan atas diri mereka: “Kamu tahu,
bila firman Tuhan itu benar, kamu tidak akan bisa berhasil dalam
jalan yang jahat ini. Jangan harap setelah melakukan yang jahat,
kamu bisa berhasil dalam hidupmu. Bahkan, kamu sudah
merasakan bahwa oleh sebab kamu meninggalkan TUHAN,
Iapun meninggalkan kamu, seperti yang Dia katakan akan
melakukannya,” (Ul. 29:25; 31:16-17). Inilah pekerjaan para
pelayan Tuhan, supaya dengan firman Tuhan , sebagai pelita dan
cahaya, menelanjangi dosa manusia dan menyatakan segala
tindakan Tuhan .
(2) Perlakuan biadab mereka terhadap Zakharia sebab kebaikan dan
kesetiaannya dalam menyampaikan pesan ini kepada mereka (ay.
21). Melalui persepakatan para pemimpin itu, atau sebagian dari
kelompok mereka, dan atas perintah raja, yang menyangka
dirinyalah yang sedang dicela dalam peringatan yang baik ini,
mereka langsung merajam Zakharia dengan batu sampai mati.
Zakharia tidak diadili berdasarkan hukum, dituduh sebagai peng-
hujat, pengkhianat, atau nabi palsu, melainkan dalam suatu
kerusuhan orang banyak, di pelataran rumah Tuhan. Ini mungkin
suatu tindak kejahatan paling mengerikan yang pernah kita baca di
seluruh riwayat raja-raja. Dia orang kudus, seorang nabi, dan tempat
itu kudus, pelataran Bait Tuhan (pelataran dalam, di antara tempat
kudus dan mezbah), dan pesannya lebih kudus lagi, dan dapat kita
duga, orang-orang itu tahu pesan ini berasal dari roh nubuat.
Tegurannya benar, peringatannya baik, keduanya didukung oleh
Kitab Suci, dan penyampaiannya pun sangat lembut dan hati-hati.
Meski demikian, begitu lancang dan beraninya mereka menentang
Tuhan sendiri sampai-sampai tidak ada yang dapat meredakan kema-
Kitab 2 Tawarikh 24:1-14
451
rahan mereka terhadap nubuatan itu selain darah sang nabi.
Tertegunlah atas hal itu, hai langit, dan gemetarlah, hai bumi, bahwa
pernah ada kejahatan sekeji itu dilakukan oleh manusia, oleh orang-
orang Israel. Kejahatan ini menghina dan melanggar semua yang adil,
terhormat, dan kudus, bahwa seorang raja, raja yang mengikat
kovenan dengan Tuhan , memerintahkan pembunuhan seseorang yang
seharusnya dilindungi dan didukungnya! Menurut orang Yahudi, ada
tujuh pelanggaran di sini. Sebab, mereka membunuh seorang imam,
nabi, hakim, mereka menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,
dan mencemarkan pelataran Bait Tuhan , hari Sabat, dan hari penebusan
dosa: sebab pada hari itulah, menurut kepercayaan mereka, hal ini
terjadi.
(3) Hal yang memperparah dosa ini, bahwa Zakharia ini, yang mati
martir sebab kesetiaannya kepada Tuhan dan negerinya, yaitu anak
Yoyada, yang telah melakukan begitu banyak perbuatan baik di
Israel, dan terutama sudah seperti ayah sendiri bagi Yoas (ay. 22).
Penghinaan yang diperbuat dosa ini kepada Tuhan , dan cela yang
ditimpakannya pada agama, tidak seberapa disoroti dibandingkan
rasa tidak tahu berterima kasih yang ditunjukkannya terhadap
Yoyada sebagai kenangan akan dia. Yoas tidak mengingat kebaikan
ayah Zakharia, malah membunuh anaknya sebab melakukan
tugasnya, bayangkan, apa yang akan dilakukan sang ayah seandainya
dia ada di sana. Sebutlah seseorang tidak tahu berterima kasih, dan
tidak ada sebutan yang lebih buruk lagi dibandingkan itu.
(4) Kutuk nubuatan sang martir menjelang ajalnya mengenai
pembalasan terhadap pembunuh-pembunuhnya: Tuhan melihatnya
dan menuntut balas. Perkataan ini bukan keluar dari roh pembalasan
dendam, melainkan dari roh nubuatan: Dia akan menuntut balas.
Perkataan ini akan menjadi teriakan yang tidak putus-putusnya dari
darah yang mereka tumpahkan, seperti darah Habel yang berteriak
terhadap Kain: “Biarlah Tuhan yang memiliki hak pembalasan
menuntut darah sebagai pengganti darah. Dia akan melakukannya,
sebab Dia itu benar.” Darah yang berharga ini segera diperhitungkan
dalam penghakiman yang segera menimpa pemimpin yang murtad
ini. Darah ini diperhitungkan setelahnya dalam penghacuran
Yerusalem oleh orang Kasdim. Penganiayaan mereka terhadap para
nabilah yang membawa kehancuran yang tidak dapat dipulihkan lagi
atas mereka (36:16). Bahkan, Juruslamat kita menyatakan para
penganiaya-Nya dan para penganiaya Injil-Nya bertanggung jawab
452
atas darah Zakharia ini. Begitu kuat, begitu lama, darah para martir
berteriak (lih. Mat. 23:35). Begitu pulalah teriakan jiwa-jiwa di ba-
wah mezbah itu (Why. 6:10), berapa lamakah lagi, Engkau tidak
membalaskan darah kami? Sebab tidak selamanya darah itu dibiar-
kan tidak terbalaskan.
IV. Penghakiman Tuhan yang datang atas Yoas sebab kejahatannya yang sangat
berat ini.
1. Sepasukan kecil tentara Aram berhasil menaklukkan Yerusalem,
membinasakan para pemimpinnya, menjarah kotanya, dan mengirim
hasil jarahan ke Damsyik (ay. 23-24). Umat Tuhan , saat mereka tetap di
dalam Tuhan , sudah sering kali berhasil menjadi para pemenang
sekalipun musuh memiliki keunggulan dalam hal jumlah yang lebih
besar. Namun sekarang, kebalikannya, segelintir orang Aram yang tidak
masuk hitungan dapat mengalahkan tentara Israel yang sangat besar,
sebab mereka telah meninggalkan TUHAN, Tuhan nenek moyang mereka.
Mereka tidak hanya menjadi setara dengan musuh-musuh mereka, namun
juga melawannya dengan kelemahan yang sangat besar, sebab Tuhan
mereka bukan hanya telah meninggalkan mereka, namun juga berubah
menjadi musuh mereka dan berperang melawan mereka. Orang-orang
Aram itu dipakai sebagai alat di tangan Tuhan untuk melakukan
penghukuman kepada Yoas, walaupun mereka sendiri tidak berpikiran
demikian (Yes. 10:6-7 dan Ul. 32:30).
2. Tuhan memukulnya dengan penyakit berat, pada tubuh, atau pikiran, atau
keduanya, entah seperti kakeknya (21:18), atau seperti Saul, yang
diganggu roh jahat yang dari Tuhan . Ketika dia dihukum dengan tangan
orang Aram, dia pikir bahwa, kalau saja dia bisa terbebas dari mereka,
dia bisa sedikit tenang. Namun, belum lagi orang Aram itu pergi darinya,
Tuhan menghantamnya dengan sakit penyakit. Jika pembalasan mengejar
manusia, maka akhir masalah yang satu akan menjadi awal masalah
yang lain.
3. Pegawai-pegawai Yoas sendiri mengadakan persepakatan terhadap dia.
Mungkin Yoas mulai berharap penyakitnya bisa disembuhkan, sebab
usianya masih paruh baya dan masih bisa pulih dari penyakit. Akan
namun , dia yang naik dari dalam pelubang akan tertangkap dalam jerat.
Ketika berpikir dapat lolos dari kematian akibat penyakit, dia justru
menjumpai kematian lewat pedang. Para pegawainya membunuh dia di
atas tempat tidurnya, sebab darah anak-anak imam Yoyada itu. Ayat ini
menyiratkan bahwa Yoas bukan hanya membunuh Zakharia, namun juga
Kitab 2 Tawarikh 24:1-14
453
anak-anak Yoyada yang lain, hanya sebab Zakharia. Mungkin, orang-
orang yang membunuh Yoas bermaksud untuk menuntut balas atas
darah itu. Akan namun , entah memang itu maksud mereka atau bukan,
inilah maksud Tuhan dalam mengizinkan mereka membunuh Yoas.
Orang-orang yang meminum darah orang-orang kudus, darahnya sendiri
akan diberikan kepada mereka untuk diminum, sebab mereka pantas
untuk itu. Para pembunuh raja itu disebutkan di sini (ay. 26), dan dapat
diamati bahwa ibu mereka berdua orang asing, yang satu orang Amon
dan yang lain orang Moab. Raja-raja penyembah berhala itu, kemungkin-
an, memberi kesempatan kepada pernikahan-pernikahan itu yang
sebenarnya dilarang oleh hukum Taurat demi mencegah penyembahan
berhala. Dan lihatlah bagaimana pernikahan campur itu berakhir pada
kehancuran mereka sendiri.
4. Rakyat tidak mau menguburkan Yoas di pekuburan raja-raja, sebab ia
telah menodai kehormatannya dengan kejahatannya ketika memerintah.
Janganlah mereka tercatat bersama-sama dengan orang-orang yang
benar (Mzm. 69:29). Penghakiman ini disebut beban yang ditanggungkan
atasnya (ay. 27; KJV), sebab murka Tuhan seperti beban yang berat, terlalu
berat untuk dapat ditanggung siapa pun. Atau, ungkapan itu bisa juga
berarti ancaman-ancaman yang diucapkan melawan dia oleh para nabi,
sebab ancaman yang seperti itu disebut beban. Biasanya, Tuhan
menyatakan tanda-tanda khusus yang mengungkapkan ketidaksukaan-
Nya terhadap orang-orang yang murtad dalam hidup ini, sebagai
peringatan bagi semua orang untuk mengingat akan istri Lot.
PASAL 25
emerintahan Amazia yang dicatat dalam pasal ini bukan salah satu yang
buruk, namun juga jauh dari baik. Sebagian besar perikop-perikop dalam pasal
ini telah kita temukan sebelumnya dengan lebih singkat dalam 2 Raja-raja 14. Di
sini, kita melihat Amazia,
I. Membalaskan kematian ayahnya dengan adil (ay. 1-4).
II. Memelihara perintah Tuhan dengan taat (ay. 5-10).
III. Menaklukkan orang Edom dengan kejam (ay. 11-13).
IV. Menyembah dewa-dewa Edom dengan bodohnya dan tidak sabar
menerima teguran atas hal itu (ay. 14-16).
V. Dengan gegabah menantang raja Israel dan menderita sebab
kecerobohannya itu (ay. 17-24). Terakhir, ia menutup masa hidupnya
dengan tidak terhormat (ay. 25-28).
Pemerintahan dan Kemenangan Amazia
(25:1-13)
1 Amazia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh
sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem; nama ibunya ialah Yoadan, dari
Yerusalem. 2 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya tidak dengan segenap
hati. 3 Segera sesudah kuasa kerajaan itu kokoh di tangannya, dibunuhnyalah pegawai-
pegawainya yang telah membunuh raja, yaitu ayahnya. 4 namun anak-anak mereka tidak
dihukum mati olehnya, melainkan ia bertindak sesuai dengan apa yang tertulis dalam
Taurat, yaitu kitab Musa, di mana TUHAN telah memberi perintah: “Janganlah ayah mati
sebab anaknya, janganlah juga anak mati sebab ayahnya, melainkan setiap orang harus
mati sebab dosanya sendiri.” 5 Lalu Amazia mengumpulkan orang Yehuda dan menyuruh
mereka, yaitu seluruh orang Yehuda dan Benyamin, berdiri menurut puak-puaknya di
bawah kepala-kepala pasukan seribu dan kepala-kepala pasukan seratus. Ketika ia meng-
hitung mereka yang berumur dua puluh tahun ke atas, didapatinya tiga ratus ribu teruna
yang sanggup keluar berperang dengan tombak dan perisai. 6 Selain itu ia menyewa
seratus ribu pahlawan yang gagah perkasa dari Israel dengan bayaran seratus talenta
perak. 7 namun seorang abdi Tuhan datang kepadanya dan berkata: “Ya raja, janganlah
tentara Israel dibiarkan bergabung kepada tuanku, sebab TUHAN tidak menyertai Israel,
yaitu semua bani Efraim ini. 8 Dan jikalau mereka bergabung juga, bagaimanapun juga
P
456
perbuatan dan kekuatanmu di dalam perang, Tuhan akan menggelincirkan engkau di
depan musuh, sebab Tuhan mempunyai kuasa untuk menolong dan menggelincirkan!” 9
Lalu kata Amazia kepada abdi Tuhan itu: “Bagaimana dengan seratus talenta yang telah
kuberikan kepada pasukan-pasukan Israel itu?” Jawab abdi Tuhan itu: “TUHAN dapat
memberikan lebih dari pada itu kepadamu!” 10 Kemudian Amazia memisahkan pasukan
yang datang bergabung kepadanya dari Efraim, supaya mereka kembali ke tempat
tinggalnya. Maka sangat marahlah mereka terhadap Yehuda. Mereka kembali ke tempat
tinggalnya dengan marah yang menyala-nyala. 11 Amazia mendapat keberanian lalu
memimpin rakyatnya ke Lembah Asin dan memukul kalah sepuluh ribu orang dari bani
Seir. 12 Selain itu sepuluh ribu orang ditawan hidup-hidup oleh bani Yehuda dan dibawa
ke suatu puncak bukit batu, lalu mereka dicampakkan dari puncak bukit batu itu,
sehingga hancurlah mereka semua. 13 namun orang-orang dari pasukan yang dipulangkan
Amazia, dan yang tidak diperbolehkan ikut berperang dengan dia, menyerbu kota-kota di
Yehuda dari jurusan Samaria sampai ke Bet-Horon, dan menewaskan tiga ribu orang
penduduknya dan merampas banyak jarahan.
Pada bagian ini terdapat,
I. Sifat Amazia secara garis besar: Ia melakukan apa yang benar di mata
TUHAN, menyembah Tuhan yang sejati, menjaga kelangsungan ibadah di Bait
Suci, dan menegakkan agama di dalam kerajaannya. Akan namun , ia
melakukannya tidak dengan segenap hati (ay. 2), artinya, Amazia sendiri
bukan seseorang yang saleh atau beribadah dengan sungguh-sungguh, ia
juga tidak berapi-api dalam menjalani ibadah-ibadah. Ia tidak memusuhi
agama, namun menjadi kawan yang dingin dan acuh terhadapnya. Seperti
itulah sifat begitu banyak orang pada zaman Laodikia ini: mereka melakukan
yang baik, namun bukan dengan hati, tidak dengan segenap hati.
II. Sebentuk keadilan yang perlu diperbuatnya terhadap para pengkhianat yang
telah menewaskan ayahnya: Amazia membunuh mereka (ay. 3). Meskipun
dapat diduga bahwa para pegawai itu bermaksud membalaskan kematian
sang nabi terhadap raja, yaitu ayah Amazia (seperti yang tersirat dalam
24:25), namun tindakan mereka itu sama sekali tidak bisa membenarkan
kefasikan mereka, sebab orang-orang itu bukanlah pembalas, namun mereka
mengambil alih bagian Tuhan dari tangan-Nya. sebab itu, Amazia melakukan
apa yang menjadi bagiannya dengan meminta mereka
mempertanggungjawabkan perbuatan itu, namun ia tidak membiarkan anak-
anak mereka mati sebab dosa orangtuanya (ay. 4).
III. Penyerbuan Amazia terhadap orang Edom yang beberapa waktu
sebelumnya telah memberontak dari kekuasaan Yehuda. Amazia berusaha
menundukkan mereka kembali. Cermatilah,
1. Persiapan besar yang diadakannya untuk perjalanan tersebut.
Kitab 2 Tawarikh 25:1-13
457
(1) Amazia mengumpulkan pasukannya sendiri dan memimpin mereka
(ay. 5). Ia lantas mendapati bahwa seluruh Yehuda dan Benyamin
hanya ada 300.000 orang yang sanggup berperang, padahal pada
zaman Yosafat, lima puluh atau enam puluh tahun sebelumnya, ada
empat kali lipat lebih banyak. Dosa melemahkan rakyat,
memperkecil mereka, memadamkan semangat mereka, dan
mengurangi jumlah mereka.
(2) Amazia menyewa tentara bantuan dari kerajaan Israel (ay. 6).
Setelah melihat kerajaannya sendiri lemah dalam hal jumlah orang,
ia berencana menutup kekurangan itu dengan uangnya, sehingga ia
menyewa seratus ribu orang Israel. Seandainya Amazia meminta
nasihat dari salah satu nabinya sebelum melakukan hal itu, atau
mempertimbangkan betapa sedikit keuntungan yang didapat para
pendahulunya dengan bersekutu dengan Israel, mungkin ia tidak
akan melakukannya. Namun, kecerobohan membuat orang
merasakan akibatnya.
2. Perintah yang Tuhan kirimkan kepadanya melalui seorang nabi untuk
membubarkan tentara Israel dari pasukannya (ay. 7-8). Tuhan tidak
menghendaki raja memanggil bantuan sama sekali: tindakan itu tampak
seperti tidak mempercayai Tuhan . Jika ia yakin akan hadirat Tuhan ,
tentaranya sendiri yang ia miliki sudah cukup. Namun, terutama sekali,
Amazia tidak boleh menerima bantuan Israel: sebab TUHAN tidak
menyertai Israel, yaitu semua bani Efraim ini, sebab mereka tidak ber-
sama Dia, namun menyembah anak-anak lembu. Ini merupakan alasan
yang baik bagi Amazia untuk tidak memakai mereka, sebab tentara Israel
tidak dapat diandalkan untuk memberi pelayanan apa pun. Kebaikan apa
yang bisa diharapkan dari orang yang tidak disertai Tuhan dan usahanya
tidak diberkati oleh Dia? yaitu nikmat untuk mempekerjakan orang
yang kita memiliki alasan untuk berharap bahwa ia mendapat perkenan
sorga. yaitu berbahaya untuk bersekutu dengan orang yang telah
ditinggalkan Tuhan. Sang nabi memastikan kepada Amazia, bahwa jika ia
bersikeras dalam keputusannya untuk membawa orang-orang Israel
yang murtad dan menyembah berhala itu, dengan harapan untuk men-
jadikan dirinya kuat dalam pertempuran, maka hal itu akan mendatang-
kan bahaya baginya. Mereka akan terbukti sebagai beban mematikan
bagi pasukannya, akan menenggelamkannya dan mengkhianatinya:
“Tuhan akan menggelincirkan engkau di depan musuh, dan orang Israel
akan menjadi kehancuranmu. Sebab, Tuhan berkuasa untuk menolong
458
engkau tanpa mereka, dan untuk menjatuhkan engkau sekalipun ada me-
reka bersamamu.”
3. Keberatan Amazia terhadap perintah tersebut, dan jawaban memuaskan
dari sang nabi terhadap keberatan itu (ay. 9). Raja telah membayarkan
seratus talenta kepada orang-orang Israel sebagai uang muka.
“Sekarang,” katanya, “Jika aku memulangkan mereka, aku akan
kehilangan uangnya: Bagaimana dengan seratus talenta yang telah
kuberikan kepada pasukan-pasukan Israel itu?” Inilah keberatan yang
sering diajukan orang untuk mengelak dari kewajiban mereka: mereka
takut rugi sebab melakukan kewajiban. “Janganlah perhitungkan itu,”
kata nabi: “TUHAN dapat memberikan lebih dari pada itu kepadamu! Dan,
percayalah dengan perkataan ini, Dia tidak akan merugikan engkau
sebab perintah-Nya ini. Apa artinya seratus talentamu itu di mata-Nya?
Tuhan mempunyai cukup cara untuk menutup kerugianmu. Hal itu tidak
patut engkau bicarakan.” Perhatikan, keyakinan yang teguh bahwa Tuhan
maha mencukupi sehingga Ia mampu menopang kita dalam tanggung
jawab kita, dan untuk mengganti dengan berlimpah-limpah s