tawarikh ester 13

Kamis, 30 Januari 2025

tawarikh ester 13


 


pada Yoram dalam nama TUHAN, Tuhan  

Daud, bapa leluhurmu (ay. 12), untuk menegur dia mengingat hubungannya 

dengan Daud, yaitu meski hubungan itu merupakan kehormatannya, namun 

memperparah kejahatannya akibat kebejatan perilakunya itu.  

1. Kejahatannya dengan jelas dituduhkan ke atasnya, yaitu penyim-

pangannya dari jalan-jalan Tuhan  yang baik, yang di dalamnya dia telah 

dididik. Ia telah diarahkan serta didorong untuk berjalan dalam jalan-

jalan itu dengan mengikuti teladan ayah dan kakeknya yang baik, yang 

telah hidup dan mati dalam damai dan kehormatan (ay. 12). Ia didakwa 

sebab  mengikuti jalan hidup keluarga Ahab, keluarga yang durjana itu. 

Ia didakwa sebab  menegakkan dan memajukan penyembahan berhala 

dalam kerajaannya. Ia didakwa telah membunuh saudara-saudaranya 

sebab  mereka lebih baik dibandingkan  dirinya (ay. 13). Inilah pokok-pokok 

dakwaan terhadap dirinya.  

2. Hukuman dijatuhkan kepadanya sebab  semua kejahatan ini. Ia dengan 

jelas diberi tahu bahwa dosanya sudah pasti akan mendatangkan 

kehancuran,  

(1) Atas kerajaan dan keluarganya (ay. 14): “Dengan suatu hantaman 

yang keras, yaitu hantaman perang dan penawanan, TUHAN akan 

menulahi rakyatmu, anak-anakmu, isteri-isterimu, dan atas semua 

harta milikmu,” dst.. Orang-orang jahat membawa hukuman Tuhan  ke 

atas semua orang di sekeliling mereka. Rakyatnya sangat menderita, 

sebab  mereka mengikuti penyembahan berhalanya, dan istri-istri-

nya juga menderita, sebab  mereka menarik dirinya kepada 

penyembahan berhala.  

(2) Atas kesehatan dan hidupnya: “Engkau akan terkena penyakit yang 

hebat, sangat menyakitkan dan lama, sampai engkau mati,” (ay . 15). 

Inilah yang diperingatkan kepadanya sebelumnya, bahwa darahnya 

tertumpah ke atas kepalanya sendiri, setelah kawal jaga malam 

membebaskan jiwanya. Dan ketika semua hal ini yang secara khusus 

diberitahukan, terjadi nanti, semuanya tampak jelas tidak terjadi 

secara kebetulan, melainkan sebagai hukuman atas dosa-dosanya, 

sesuai dengan yang dimaksudkan demikian. Dan sekarang 

seandainya, ketika sadar bahwa Ahab telah berlaku sangat jahat, dia 

menjadi sadar dan mau merendahkan diri saat penerimaan pesan 

yang mengancam dari Elia ini, seandainya, (1Raj. 21:27), dia 

mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain karung, dan berpuasa, 

Kitab 2 Tawarikh 21:1-11 

 

427 

siapa tahu setidaknya dia dapat beroleh suatu keringanan? Namun, 

tidak tampak bahwa dia peduli dengan peringatan Elia itu. Ia 

membuangnya seperti sampah. Elia tampak kepadanya sebagai 

seseorang yang mencemooh. namun  orang-orang yang tidak mau 

percaya akan merasakannya. 

II. Hukuman-hukuman yang mengancam dibawa kepadanya sebab  dia 

meremehkan peringatan itu. Tidak heran bahwa para pendosa yang keras 

hati tidak takut berbuat dosa dan bertobat oleh ancaman penderitaan di 

dunia lain, yang ada di masa depan dan tidak kelihatan, ketika suatu 

ancaman penderitaan di dalam dunia ini, seperti hilangnya kekayaan mereka 

dan kehancuran kesehatan mereka, tidak dapat mengekang mereka untuk 

berhenti dari jalan-jalan jahat mereka.  

1. Lihatlah Yoram di sini dilucuti dari semua kenyamanannya. 

Tuhan  menggerakkan hati orang Filistin dan orang Arab yang tinggal 

berdekatan dengan orang Etiopia untuk melawan Yoram. Mereka ini 

sebelumnya mengasihi dan menyegani Yosafat, namun  sekarang 

membenci dan merendahkan Yoram. Mereka memandang hina suatu 

bangsa yang menggantikan Tuhan -Tuhan  mereka. Kadang-kadang mereka 

bertengkar dengan Yoram, menyerbu negerinya, namun , kelihatannya, 

tidak memerangi yang kecil atau yang besar, melainkan hanya keluarga 

raja saja. Mereka maju melawannya dan mengangkut segala harta milik 

yang terdapat di dalam istana raja sebagai jarahan. Tidak disebutkan 

mereka membawa tawanan lain selain anak-anak dan istri-istrinya (ay. 

17). Maka Tuhan  menjadikannya jelas bahwa perseteruan hanyalah 

dengan dia dan keluarganya saja. Di sini hanya dikatakan, 

mereka mengangkut anak-anaknya. namun  kita mendapati (22:1) bahwa 

dia membunuh mereka semua. Darah ganti darah. Ia telah membunuh 

semua saudaranya, untuk memperkuat diri, dan kini semua anaknya 

dibunuh kecuali satu, sehingga dirinya diperlemah. Jika dia tidak berasal 

dari keturunan Daud, anaknya yang satu itu pun tidak akan dapat lolos. 

Ketika keluarga Yerobeam, Baasa, dan Ahab dibinasakan, tak satu pun 

yang disisakan. namun  keturunan Daud tidak boleh seluruhnya 

dihapuskan, kendati kadang-kadang secara hebat menjadi merosot, 

sebab  suatu berkat ada di dalamnya, yaitu berkat Mesias.  

2. Lihatlah dia disiksa dengan penyakit yang dahsyat, suatu penyakit usus, 

hingga selang beberapa waktu. Ini yaitu  penyakit seperti yang 

diancamkan di dalam hukum Taurat terhadap orang-orang yang 

tidak takut akan TUHAN, Tuhan  (Ul. 28:58-59). Penyakitnya sangat 


 

428 

menyakitkan. Penyakitnya ada di dalam ususnya, yang menghasilkan 

cengkeraman terus-menerus, sehingga muncul penyakit menyedihkan 

yang lainnya. Penderitaan makin hari makin parah. Dua tahun dia terus 

menderita sakit dan tanpa ada kelegaan. Sebab penyakitnya tidak dapat 

disembuhkan, kendati dia berada di tengah puncak kehidupan, belum 40 

tahun. Asa, yang hatinya benar dan lurus dengan Tuhan  kendati dalam 

keadaan tertentu dia menyimpang, ditulahi penyakit hanya di kakinya 

saja. namun  Yoram, yang hatinya jahat, diserang di bagian dalam tubuh-

nya, dan dia yang tidak memiliki hati belas kasihan terhadap saudara-

saudaranya ditulahi sedemikian parah di dalam ususnya sampai keluar. 

Bahkan orang-orang baik, dan mereka yang sangat dikasihi Tuhan , dapat 

ditimpa oleh penyakit seperti ini. namun  bagi orang benar, penyakit 

yaitu  suatu hukuman dari seorang bapak, dan mereka ditopang dengan 

penghiburan Ilahi, sehingga jiwanya dapat tenang meski tubuh terbaring 

kesakitan. Penyakit hebat ini menimpa Yoram persis sesudah 

keluarganya dijarah dan istri serta anak-anaknya diangkut musuh.  

(1) Mungkin kesedihan dan kegalauan pikirannya akibat musibah 

tersebut menimbulkan penyakitnya, atau paling tidak 

memperberatnya.  

(2) Melalui penyakit ini dia tidak berdaya melakukan apa pun bagi 

pemulihannya atau membalas kepedihan yang ditimbulkan baginya.  

(3) Tambahan pula, tak diragukan, sangat hebat kesedihannya, akibat 

dikucilkan dari istri dan anak-anaknya dan semua harta milik 

istananya dibawa pergi. Menjadi sakit dan miskin, sakit dan terasing, 

terutama sakit dan merundung di dalam dosa, sakit dan di bawah 

kutuk Tuhan , sakit dan miskin anugerah untuk menanggung musibah, 

dan miskin penghiburan untuk mengimbanginya. Sungguh teramat 

sangat menyengsarakan.  

3. Lihatlah dia terkubur dalam kehinaan. Ia memerintah hanya selama 8 

tahun, lalu meninggal dengan tidak dicintai orang (ay. 20). Tak seorang 

pun menghargai dia selama dia hidup, tak seorang pun meratapinya 

ketika dia meninggal, namun  semua berharap bahwa tidak ada kerugian 

yang lebih besar yang akan menimpa Yerusalem. Untuk menunjukkan 

betapa kecil kasih atau penghargaan mereka kepadanya, mereka tidak 

mau menguburkannya di dalam pekuburan raja-raja, sebab  menganggap 

orang yang telah memerintah begitu buruk itu tidak layak untuk 

dihitung di antara raja-raja itu. Dikeluarkannya tubuh jenazahnya dari 

pekuburan nenek moyangnya mungkin telah ditetapkan oleh Sang 

Kitab 2 Tawarikh 21:1-11 

 

429 

Penyelenggara sebagai suatu contoh akan perpisahan kekal dari jiwa 

orang jahat sesudah mati, dari roh-roh orang yang benar. Setelah itu, 

kehinaan lebih lanjut lagi ditimpakan kepadanya, sehingga orang tidak 

menyalakan api baginya seperti yang diperbuat mereka bagi nenek 

moyangnya (ay. 19). Ingatan tentang dia sangat jauh dari hal-hal yang 

manis dan indah bagi mereka, sehingga mereka tidak menghormatinya 

dengan bebauan yang manis atau rempah-rempah yang mahal, kendati 

kita dapat menduga tubuh jenazahnya itu, setelah sekian lama mengidap 

penyakit menjijikkan, pastilah perlu wewangian. Sebagian besar rakyat 

Yehuda, kendati hatinya condong kepada penyembahan berhala, namun 

tidak benar-benar mengasihi raja-raja mereka yang penyembah berhala. 

Kejahatan dan kefanaan membuat mereka hina, bahkan di mata orang-

orang yang hanya memiliki sedikit kepedulian terhadap agama. Secara 

alamiah, hati nurani biasanya sering memberi kehormatan kepada mereka 

yang sungguh-sungguh saleh. Orang-orang yang menghina Tuhan  akan akan 

dipandang hina dan rendah, seperti halnya Yoram.  

 

 

 

PASAL  22  

alam pasal sebelumnya, kita membaca tentang anak-anak dan istri-istri 

Yoram dibawa pergi oleh orang-orang yang menyerang istananya. Namun, 

dalam pasal ini diceritakan bahwa salah satu putranya dan salah seorang 

istrinya ditinggalkan, yaitu Ahazia, anaknya, dan Atalya, istrinya. Dua orang itu 

dibiarkan untuk menjadi aib dan tulah dalam keluarga Yoram. 

I. Ahazia menjadi aib keluarga sebagai orang yang turut ambil bagian,  

1. Dalam berbuat dosa, dan  

2. Dalam penghancuran keluarga Ahab (ay. 1-9). 

II. Atalya menjadi tulah keluarga sebab  ia membinasakan semua 

keturunan raja dan merebut takhta (ay. 10-12). 

Ahazia Dibunuh oleh Yehu  

(22:1-9)  

1 Lalu penduduk Yerusalem mengangkat Ahazia, anaknya yang bungsu, menjadi raja 

menggantikan dia, sebab  semua anaknya yang lebih tua umurnya telah dibunuh oleh 

gerombolan yang datang ke tempat perkemahan bersama-sama orang-orang Arab. 

Dengan demikian Ahazia, anak Yoram raja Yehuda, menjadi raja. 2 Ahazia berumur empat 

puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di 

Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri. 3 Iapun hidup menurut kelakuan 

keluarga Ahab, sebab  ibunya menasihatinya untuk melakukan yang jahat. 4 Ia melakukan 

apa yang jahat di mata TUHAN sama seperti keluarga Ahab, sebab sesudah ayahnya mati 

mereka menjadi penasihat-penasihatnya yang mencelakakannya. 5 Atas nasihat mereka 

pula ia pergi bersama-sama Yoram bin Ahab, raja Israel, untuk berperang melawan 

Hazael, raja Aram, di Ramot-Gilead. namun  orang-orang Aram melukai Yoram. 6 Kemudian 

pulanglah ia ke Yizreel untuk diobati oleh sebab  luka-luka yang didapatnya di Rama 

pada waktu ia berperang melawan Hazael, raja Aram. Dan Ahazia, anak Yoram raja 

Yehuda, pergi menjenguk Yoram bin Ahab di Yizreel, sebab  dia sakit. 7 Telah ditentukan 

Tuhan , bahwa Ahazia akan menemui ajalnya pada waktu ia mengunjungi Yoram; maka 

ketika Ahazia datang, pergilah ia bersama-sama Yoram mendapatkan Yehu, cucu Nimsi, 

yang telah diurapi TUHAN, supaya dialah yang melenyapkan keluarga Ahab. 8 Sementara 

Yehu melakukan penghukuman atas keluarga Ahab, ia menjumpai pembesar-pembesar 

Yehuda dan anak-anak saudara-saudara Ahazia, yang melayani Ahazia. Juga mereka 


 

432 

dibunuhnya. 9 Lalu ia mencari Ahazia; Ahazia tertangkap ketika ia bersembunyi di 

Samaria. Ia dibawa kepada Yehu, lalu dibunuh, namun  dikuburkan juga, sebab  kata orang: 

“Dia ini cucu Yosafat, yang mencari TUHAN dengan segenap hatinya.” Dari keluarga 

Ahazia tidak ada lagi yang sanggup memerintah. 

Pada perikop ini terdapat catatan tentang pemerintahan Ahazia, pemerintahan 

yang singkat yaitu hanya satu tahun, namun terhitung cukup lama, mengingat 

pemerintahannya buruk. Ia bernama Yoahas (21:17), namun  di sini dia disebut 

Ahazia, nama yang sama dan arti yang sama dengan Yoahas, hanya kata-kata 

yang membentuknya diubah urutannya. Dalam pasal ini, dikatakan bahwa 

Ahazia berumur empat puluh dua tahun ketika ia menjadi raja (ay. 2). Hal ini 

tidak mungkin, sebab ayahnya, yang langsung digantikannya, baru berusia 

empat puluh tahun ketika meninggal dunia, dan lagi pula dikatakan dalam 2 

Raja-raja 8:26, bahwa dia berumur dua puluh dua tahun ketika ia menjadi raja. 

Sebagian penafsir mengartikan bahwa empat puluh dua tahun ini yaitu  usia 

ibunya, Atalya, sebab  dalam teks aslinya tertulis, ia yaitu  putra dari empat 

puluh dua tahun, artinya anak dari seorang ibu yang berusia sekian. Dan 

memang adil jika umur wanita itu disebutkan sebagai usia Ahazia, sebagai peng-

hinaan untuknya, sebab ibunyalah yang mengatur dia dan Atalya melakukan apa 

yang dia mau. Pada kenyataannya, ibunyalah yang memerintah, sedang  

Ahazia hanya memiliki gelar raja saja tanpa kuasa. Banyak penafsir yang baik 

sepakat bahwa perkara umur ini, dengan sedikit kesulitan lainnya, timbul akibat 

kekeliruan penyalin kitab yang salah menulis “empat puluh dua,” bukannya “dua 

puluh dua,” dan salinan yang mengandung tulisan yang benar mungkin sudah 

hilang. Banyak terjemahan kuno menuliskannya dua puluh dua. Zaman sekarang, 

hanya sedikit buku yang dicetak tanpa daftar koreksi, namun  penulisnya tidak 

lantas menyangkal buku itu, dan kekeliruan dari salah cetak itu juga tidak 

disebutkan sebagai kesalahan pengarangnya, sebaliknya pembaca yang tulus 

memperbaiki kesalahan itu sesuai pengertian mereka atau dengan 

membandingkannya dengan bagian lainnya dalam karya itu. Kita dapat 

melakukannya dengan mudah. 

Sejarah pemerintahan Ahazia dirangkumkan secara singkat dalam dua 

kalimat (ay. 3-4). Ibu dan para kerabatnya menjadi penasihat untuk berbuat 

jahat, dan hal itu berujung pada kebinasaannya.  

I. Ahazia melakukan apa yang jahat. Oleh penyelenggaraan Tuhan  secara khusus 

ia dibiarkan tetap hidup ketika semua saudaranya dibantai, dan dengan 

begitu ia diselamatkan untuk mendapat mahkota walaupun dia yang 

termuda. Juga, meski penduduk Yerusalem sebelum ini menguburkan 

ayahnya secara hina, namun mereka mengangkat dia sebagai raja, dengan 

Kitab 2 Tawarikh 22:1-9 

 

433 

harapan ia menerima peringatan bagi dirinya untuk tidak mengikuti jejak 

ayahnya melainkan berbuat lebih baik bagi dirinya sendiri dan kerajaannya. 

Namun demikian, Ahazia tidak terpengaruh oleh semua perkenanan Tuhan  

maupun manusia, dan hidup menurut kelakuan keluarga Ahab, melakukan 

apa yang jahat di mata Tuhan sama seperti mereka (ay. 3-4), yaitu 

menyembah Baal dan Asytoret. Ia beranggapan (menurut pemikiran 

cendekiawan Uskup Patrick), bahwa melalui roh-roh jahat itu sebagai 

pengantara, mereka bisa lebih mudah menjangkau Sang Ilahi yang luhur, 

Tuhan  Israel, atau bahwa ilah-ilah itu bisa menjadi tempat minta tolong kapan 

pun dan untuk hal apapun, sebab  mereka lebih mudah dijangkau, dan tidak 

terlalu luhur derajatnya, melainkan berada di tengah-tengah antara Tuhan  

yang abadi dan manusia yang dapat mati. Mereka itu dipandang sebagai 

pahlawan-pahlawan yang dipertuhankan. Jadi, mereka pun menyembah 

berhala-berhala itu. Alasan ini saja sudah sangat buruk, namun  saya harap 

tidak ada alasan lain lagi yang lebih buruk. Saya khawatir mereka 

memandang Yehova, Tuhan  nenek moyang mereka, sama seperti salah satu 

dari para Baal, dan memandang para Baal sama besar dan sama baiknya 

seperti Dia, bahkan, sebab  satu dan lain hal, para Baal itu lebih patut dipilih 

sebab mereka mendorong para pemujanya untuk melakukan segala bentuk 

percabulan dan kenajizan, sesuatu yang sangat dilarang keras oleh Tuhan  

Israel. 

II. Ahazia dinasihati oleh ibu dan kerabat-kerabatnya untuk berbuat jahat. 

Ibunya menasihatinya (ay. 3), juga keluarga Ahab, sesudah ayahnya mati (ay. 

4). Selama ayahnya masih hidup, ia menjaga Ahazia tetap menyembah 

berhala. Akan namun , ketika ayahnya itu mati, keluarga Ahab takut kalau-

kalau kematian Yoram yang menyedihkan itu akan menjauhkan Ahazia dari 

menyembah verhala. sebab  itu, mereka berusaha keras menjaga dia tetap 

dekat kepada penyembahan berhala dan menjadikannya orang neraka yang 

tujuh kali lebih jahat dari pada mereka sendiri. Nasihat orang fasik 

mendatangkan kehancuran bagi banyak orang muda ketika mereka mulai 

menampilkan diri di dunia. Raja muda itu mungkin akan mendapat nasihat 

yang lebih baik seandainya dia memperolehnya dari para pemuka rakyat dan 

hakim, para imam dan orang Lewi, yang terkenal pada zaman kakeknya yang 

baik sebab  mengajarkan rakyat untuk mengenal Tuhan . Namun, keluarga Ahab 

memanjakan dia, dan ia pun hidup menurut nasihat mereka, memberi dirinya 

dipimpin oleh mereka, dan melakukan tepat seperti yang mereka perintahkan. 

Demikianlah orang yang menolak tuntunan ilahi merendahkan dan 

mencelakakan diri mereka sendiri. 


 

434 

III. Ia dinasihati oleh mereka hingga celaka. Demikianlah yang terbukti. Orang 

yang menasihati kita untuk berbuat jahat sesungguhnya menasihati kita 

menuju kehancuran. Mereka menjilat, memuji, dan berlagak seperti teman, 

namun  sesungguhnya mereka yaitu  musuh yang terjahat. Barang siapa men-

cemarkan orang-orang muda, ia menghancurkan mereka. Sudah cukup 

buruk saat keluarga Ahab membahayakan nyawa Ahazia ketika memper-

hadapkan dia dengan pedang orang Aram, dengan menarik dia bergabung 

dengan Yoram raja Israel untuk menyerang Ramot-Gilead, di mana Yoram 

terluka. Ini sebuah pertempuran yang tidak mendatangkan kehormatan bagi 

dirinya. Orang yang memberi kita nasihat buruk dalam hal-hal agama, jika 

kita mengindahkannya, dapat dipakai Tuhan  pula untuk menjadi penasihat 

bagi kita untuk bertindak bodoh dalam segala urusan kita sendiri. Namun, 

bukan hanya itu: dengan melibatkan Ahazia berteman karib dengan Yoram, 

raja Israel, mereka menceburkannya ke dalam kehancuran seluruh keluarga 

Ahab. Ia pergi mengunjungi Yoram (ay. 6) tepat pada waktu Yehu sedang 

melaksanakan penghakiman Tuhan  atas keluarga penyembah berhala itu, dan 

akibatnya ia turut dibinasakan bersama mereka (ay. 7-9). Di sini,  

1. Lihat dan takutlah akan akibat jahat yang ditimbulkan oleh pergaulan 

dengan orang jahat, oleh persekutuan dengan orang-orang berdosa. Jika 

tidak takut terkena pengaruhnya, setidaknya takutlah akan kehancuran 

yang diakibatkannya. Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari Babel, 

rumah yang sedang runtuh itu (Why. 18:4).  

2. Lihat dan akuilah keadilan Tuhan . Penyelenggaraan-Nya membawa 

Ahazia datang menjenguk Yoram tepat pada titik waktu yang genting itu, 

sehingga Ahazia jatuh bersamanya dan ditangkap seperti dalam 

perangkap. Tentang hal ini, tertulis dalam catatan sebelumnya, 2 Raja-

raja 9:27-28. Di sini ditambahkan bahwa ia dimakamkan dengan layak. 

Tidak seperti Yoram yang mayatnya dilempar ke kebun anggur Nabot 

(2Raj. 9:26), dan alasan yang dikemukakan ialah sebab  ia merupakan 

cucu Yosafat yang baik, yang mencari Tuhan dengan segenap hatinya. 

Demikianlah Yosafat dikenang dengan rasa hormat, lama setelah ia mati, 

dan demi namanya, penghormatan pun diberikan bahkan kepada 

keturunannya yang bobrok dan tidak layak. Kenangan kepada orang 

benar mendatangkan berkat, namun  nama orang fasik menjadi busuk .  

Kitab 2 Tawarikh 22:1-9 

 

435 

Atalya Merebut Takhta 

(22:10-12)  

10 Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia 

membinasakan semua keturunan raja dari kaum Yehuda. 11 namun  Yosabat, anak 

wanita  raja, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak 

raja yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam 

gudang tempat tidur. Demikianlah Yosabat, anak wanita  raja Yoram, isteri imam 

Yoyada, – ia yaitu  saudara wanita  Ahazia – menyembunyikan dia terhadap Atalya, 

sehingga ia tidak dibunuh Atalya. 12 Maka tinggTuhan  Yoas enam tahun lamanya bersama-

sama mereka dengan bersembunyi di rumah Tuhan , sementara Atalya memerintah negeri. 

Dalam perikop di atas ini terdapat catatan yang telah kita lihat sebelumnya 

dalam 2 Raja-raja 11:1. Yaitu tentang,  

1. Seorang wanita  jahat yang berupaya menghancurkan keluarga Daud 

supaya ia dapat mendirikan takhtanya sendiri di atas reruntuhan kerajaan 

Daud. Dengan biadab Atalya menghabisi semua keturunan raja (ay. 10), 

mungkin dengan maksud meneruskan mahkota Yehuda setelah dirinya 

kepada kaum keluarganya, sehingga meskipun keluarganya telah dibinasa-

kan oleh Yehu di Israel, ia dapat menanamkannya di Yehuda.  

2. Seorang wanita  baik yang berhasil menyelamatkan keluarga Daud dari 

kemusnahan. Salah satu putra raja terakhir, yaitu anak berusia satu tahun, 

diselamatkan dari antara yang mati dan hidup di bawah pemeliharaan istri 

Yoyada (ay. 11-12), supaya pelita dapat dinobatkan bagi orang yang diurapi 

Tuhan , sebab tidak ada firman Tuhan  yang akan gagal. 

 

 

PASAL  23  

udah enam tahun lamanya Atalya yang haus darah itu memerintah Yehuda 

dengan sewenang-wenang. Di dalam pasal ini kita mendapati bagaimana ia 

diturunkan dari takhta lalu dibunuh, sedang  Yoas, pewaris takhta yang sah, 

dinobatkan menjadi raja. Sebelum ini kita sudah membaca kisah yang sangat 

mirip dengan yang tercatat di sini (2Raj. 11:4, dst.) 

I. Imam Yoyada mempersiapkan rakyat untuk menyambut raja mereka, 

memberitahukan rancangannya, mempersenjatai mereka, dan 

menentukan tempat tugas mereka (ay. 1-10). 

II. Ia memperkenalkan sang raja kepada rakyat, memahkotainya, dan 

mengurapinya (ay. 11). 

III. Ia membunuh si perampas kekuasaan (ay. 12-15). 

IV. Ia memperbaharui kerajaan, menegakkan kembali agama, dan 

memulihkan pemerintahan kerajaan (ay. 16-21). 

Persiapan untuk Memulihkan Yehuda 

(23:1-11) 

1  namun  dalam tahun ketujuh Yoyada memberanikan diri dan ia mengadakan per-

sepakatan dengan para kepala pasukan seratus, yaitu : Azarya bin Yeroham, Ismael bin 

Yohanan, Azarya bin Obed. Maaseya bin Adaya, dan Elisafat bin Zikhri. 2 Mereka 

mengelilingi Yehuda dan mengumpulkan orang-orang Lewi dari semua kota di Yehuda 

serta kepala-kepala puak orang Israel, dan mereka semua datang ke Yerusalem. 3 Lalu 

seluruh jemaah itu mengikat perjanjian dengan raja di rumah Tuhan . Kata Yoyada kepada 

mereka: “Lihatlah, anak raja! Biarlah ia memerintah, seperti yang telah difirmankan 

TUHAN tentang anak-anak Daud! 4 Inilah yang harus kamu lakukan: sepertiga dari kamu, 

yaitu  yang selesai bertugas pada hari Sabat, baik imam maupun orang Lewi, haruslah 

menjadi penunggu pintu, 5 sepertiga lagi haruslah berada di istana raja, dan sepertiga 

pula di pintu gerbang Dasar, sedang seluruh rakyat haruslah berada di pelataran rumah 

TUHAN. 6 Siapapun tidak boleh memasuki rumah TUHAN selain dari pada para imam dan 

orang-orang Lewi yang bertugas. Mereka boleh masuk, sebab  mereka kudus, namun  selu-

ruh rakyat haruslah mentaati peraturan TUHAN. 7 Dalam pada itu orang-orang Lewi 

haruslah mengelilingi raja dari segala penjuru, masing-masing dengan senjatanya di 

tangannya, dan siapa yang memasuki rumah itu haruslah dibunuh. Dan baiklah kamu 


 

438 

menyertai raja setiap kali ia keluar atau masuk.” 8 Orang-orang Lewi dan seluruh Yehuda 

melakukan tepat seperti yang diperintahkan imam Yoyada. Masing-masing mengambil 

orang-orangnya yang selesai bertugas pada hari Sabat bersama-sama dengan orang-

orang yang masuk bertugas pada hari itu, sebab  imam Yoyada tidak membebaskan 

rombongan-rombongan itu. 9 Lalu imam Yoyada memberikan kepada para kepala 

pasukan seratus itu tombak-tombak, utar-utar dan perisai-perisai kepunyaan raja Daud 

yang ada di rumah Tuhan . 10 Ia menempatkan seluruh rakyat, masing-masing dengan 

lembing di tangannya, di lambung kanan sampai ke lambung kiri rumah itu, dengan 

mengelilingi mezbah dan rumah itu untuk melindungi raja. 11 Sesudah itu Yoyada dan 

anak-anaknya membawa anak raja itu ke luar, mengenakan jejamang kepadanya dan 

memberikan hukum Tuhan  kepadanya. Mereka menobatkan dia menjadi raja serta 

mengurapinya, lalu berserulah rakyat: “Hiduplah raja!” 

Kita dapat membayangkan betapa buruknya keadaan di Yerusalem ketika Atalya 

merebut kekuasaan selama enam tahun. Mungkin kita bertanya-tanya mengapa 

Tuhan  mengizinkan hal itu sehingga umat-Nya harus menderita selama itu. 

Namun, sesudah melalui malam gelap dan membosankan seperti itu, terbitlah 

fajar perubahan besar, hari yang lebih cerah dan menggembirakan. Berlanjutnya 

keturunan Daud dan takhtanya yaitu  apa yang telah diikrarkan Tuhan  dengan 

kekudusan-Nya (Mzm. 89:35), sedang  gangguan bukanlah suatu kekalahan. 

Aliran pemerintahan berjalan kembali di jalur yang benar. Sarana dan pelaksana 

utama dari pemulihan itu yaitu  Yoyada, yang muncul sebagai, 

1. Orang yang sangat bijaksana, yang menjaga sang pangeran muda selama 

bertahun-tahun sampai ia layak muncul di hadapan umum, sampai bangsa 

itu telah merasa muak terhadap si perampas kekuasaan. Ia mempersiapkan 

pekerjaan itu terlebih dahulu, kemudian melaksanakannya dengan 

kerahasiaan dan kecepatan mengagumkan. Ketika ada pekerjaan yang 

hendak dilaksanakan Tuhan , Ia akan memampukan dan menggerakkan 

manusia untuk mengerjakannya. 

2. Orang yang memiliki pengaruh besar. Para kepala pasukan bergabung 

dengannya (ay. 1). Orang-orang Lewi dan para kepala puak memenuhi 

panggilannya ke Yerusalem (ay. 2) dan siap menerima perintah-perintahnya. 

Lihatlah betapa hikmat dan kebajikan dapat memerintah manusia. Orang-

orang Lewi dan seluruh Yehuda melakukan tepat seperti yang diperintahkan 

imam Yoyada (ay. 8). Anehnya, semua orang kepada siapa rahasia itu diper-

cayakan, tetap merahasiakannya sampai rencana itu dilaksanakan. Seperti 

itulah perkataan orang berhikmat yang didengar dengan tenang (Pkh. 9:17). 

3. Orang yang memiliki iman yang besar. Bukan saja keadilan, apalagi 

mengingat hubungan istrinya dengan keluarga kerajaan yang 

menempatkannya dalam tugas ini, melainkan juga rasa hormat terhadap 

firman Tuhan  dan pewarisan ilahi atas makhkota kerajaan (ay. 3): Lihatlah, 

anak raja! Biarlah ia memerintah, seperti yang telah difirmankan TUHAN . 

Kitab 2 Tawarikh 23:12-21 

 

439 

Pandangannya kepada janji itu dan kebergantungannya pada janji itu 

sungguh menambahkan kemuliaan pada tugas ini. 

4. Orang yang sangat saleh. Pekerjaan itu harus dilakukan di dalam rumah 

Tuhan , yang mungkin saja menyebabkan pelanggaran terhadap aturan yang 

berlaku, dan bisa saja dimaafkan jika ada pelanggaran demi perkara penting 

ini. Akan namun , Yoyada memberikan perintah khusus bahwa tidak seorang 

pun diperkenankan memasuki rumah Tuhan, selain para imam dan orang 

Lewi saja, yang sudah kudus, dengan ancaman hukuman mati bagi yang 

melanggarnya (ay. 6-7). Jangan pernah membiarkan benda-benda kudus 

dicemarkan. Tidak, bahkan tidak demi mendukung hak-hak rakyat 

sekalipun. 

5. Orang dengan kebulatan hati yang besar. Begitu ia menjalankan tugas ini, ia 

melaksanakannya dengan tuntas. Ia membawa anak raja itu ke luar, 

mengenakan jejamang kepadanya dan memberikan hukum Tuhan  kepadanya  

(ay. 11). Yoyada mempertaruhkan nyawanya, namun demi tujuan yang baik. 

Oleh sebab itu ia maju dengan berani. Di sini dikatakan bahwa anak-anaknya 

bergabung dengan dia dalam mengurapi raja belia itu. Salah satu dari mere-

ka mungkin yaitu  Zakharia yang kemudian dihukum mati oleh Raja Yoas 

sebab  telah berani menegurnya (24:20). Tindakan ini menunjukkan sikap 

tidak tahu berterima kasih Yoas, sebab  Zakharia juga turut mengambil 

bagian dalam mengurapi dirinya. 

Yoas Diangkat Menjadi Raja dan Atalya Dibunuh 

(23:12-21) 

12 Ketika Atalya mendengar pekik rakyat yang berlari-lari menyambut raja dan memuji-

muji dia, pergilah ia mendapatkan rakyat itu ke dalam rumah TUHAN. 13 Lalu 

dilihatnyalah raja berdiri dekat tiangnya pada jalan masuk, sedang para pemimpin 

dengan para pemegang nafiri ada dekat raja. Dan seluruh rakyat negeri bersukaria sambil 

meniup nafiri, sedang para penyanyi dengan alat-alat musik mereka, memimpin nyanyian 

puji-pujian. Maka Atalya mengoyakkan pakaiannya sambil berkata: “Khianat, khianat!” 14 

namun  imam Yoyada menyuruh keluar para kepala pasukan seratus, yaitu  orang-orang 

yang mengepalai tentara, katanya kepada mereka: “Bawalah dia keluar dari antara 

barisan! Siapa yang memihak kepadanya harus dibunuh dengan pedang!” Sebab imam itu 

telah berkata tadinya: “Jangan kamu membunuhnya di rumah TUHAN!” 15 Lalu mereka 

menangkap wanita  itu. Pada waktu ia sampai ke jalan masuk istana raja pada pintu 

gerbang Kuda, dibunuhlah ia di situ. 16 Kemudian Yoyada mengikat perjanjian antara dia 

dengan segenap rakyat dan raja, bahwa mereka menjadi umat TUHAN. 17 Sesudah itu 

masuklah seluruh rakyat ke rumah Baal, lalu merobohkannya; mereka memecahkan 

mezbah-mezbahnya dan patung-patungnya dan membunuh Matan, imam Baal, di depan 

mezbah-mezbah itu. 18 Kemudian Yoyada menyerahkan pengawasan atas rumah TUHAN 

kepada imam-imam dan orang-orang Lewi, yang telah dibagi-bagi dalam rombongan oleh 

Daud untuk bertugas di dalam rumah TUHAN, yaitu  untuk mempersembahkan korban 

bakaran kepada TUHAN – seperti tertulis di dalam Taurat Musa – dengan sukaria dan 

dengan nyanyian menurut petunjuk Daud. 19 Juga ditempatkannya penunggu-penunggu 


 

440 

pintu pada pintu-pintu gerbang rumah TUHAN, supaya dalam hal apapun juga jangan 

masuk seseorang yang najis. 20 Sesudah itu ia mengajak para kepala pasukan seratus, para 

pemuka, para pemerintah rakyat dan seluruh rakyat negeri, lalu membawa raja turun dari 

rumah TUHAN; mereka masuk ke istana raja melalui pintu gerbang Atas, lalu 

mendudukkan raja ke atas takhta kerajaan. 21 Bersukarialah seluruh rakyat negeri dan 

amanlah kota itu, setelah Atalya mati dibunuh dengan pedang. 

 

Di sini kita mendapati, 

I.   Rakyat bersukacita (ay. 12-13). Ketika raja berdiri dekat tiangnya, yang 

sudah menjadi haknya untuk berdiri di sana, seluruh rakyat negeri 

bersukaria melihat suatu tunas keluar dari tunggul Isai (Yes. 11:1). Ketika 

tampak sebatang akar layu di tanah kering, yaitu apa yang sudah sangat 

ingin mereka lihat itu, yaitu  seorang raja dari keluarga Daud, betapa hati 

mereka diliputi kejutan yang menyenangkan! Mereka berlari-lari mendekat 

dengan penuh sukacita melihat kejadian ini. Mereka menyambut raja itu dan 

memuji-muji Tuhan , lalu memimpin nyanyian puji-pujian. 

II. Atalya dibunuh. Dia berlari menuju ujung pedang keadilan. Sambil 

membayangkan masih punya kuasa besar, ia memberanikan diri masuk ke 

dalam rumah TUHAN pada waktu itu, dan berseru-seru, Khianat, khianat! 

Namun, tidak seorang pun mendukungnya atau berpihak kepadanya. 

Keangkuhan hatinya telah menipunya. Ia menyangka segala sesuatu yaitu  

kepunyaannya, padahal tidak satu pun merupakan miliknya. Sebagai 

pelindung raja yang masih belia itu, Yoyada memerintahkan agar wanita  

itu dibunuh (ay. 14), yang langsung dikerjakan (ay. 15). Hanya saja, 

dipastikan agar ia tidak dibunuh di rumah TUHAN. Tempat kudus itu tidak 

boleh dinodai serendah itu, jangan sampai wanita  jahat itu mendapat 

kehormatan dengan dibunuh di situ. 

III. Perjanjian awal disepakati (ay. 16). Di dalam Kitab Raja-raja disebutkan 

bahwa Yoyada membuat kovenan di antara TUHAN, rakyat, dan raja (2Raj. 

11:17). Di sini dikatakan bahwa kovenan itu dibuat di antara TUHAN, 

segenap rakyat, dan raja, sebab sebagai imam Tuhan , ia merupakan wakil-Nya 

dalam persetujuan ini, atau semacam pengantara seperti halnya Musa 

dahulu. Kovenan itu melibatkan tiga pihak, namun tujuan dan makna 

sesungguhnya secara keseluruhan yaitu  bahwa mereka menjadi umat 

TUHAN. Melalui Yoyada, Tuhan  mengikat kovenan untuk menerima mereka 

sebagai umat-Nya. Raja dan rakyat mengikat kovenan dengan-Nya untuk 

menjadi milik-Nya. Setelah itu raja mengikat kovenan dengan rakyatnya 

untuk memerintah mereka sebagai umat Tuhan . Rakyat dan raja akan tunduk 

Kitab 2 Tawarikh 23:12-21 

 

441 

kepada-Nya sebagai umat TUHAN, takut kepada-Nya, dan hidup demi 

kepentingan-Nya. Marilah kita memandang diri dan sesama kita sebagai 

umat TUHAN, maka hal ini akan sangat berpengaruh atas kita dalam 

melaksanakan semua kewajiban kita, baik kepada Tuhan  maupun sesama. 

IV. Baal dihancurkan (ay. 17). Mereka belum akan menyelesaikan separuh dari 

pekerjaan mereka jika mereka hanya menggulingkan si perampas hak raja, 

dan tidak si perampas hak Tuhan . Pekerjaan mereka belum selesai apabila 

mereka hanya meneguhkan kehormatan takhta dan tidak kehormatan 

mezbah. Penderitaan terbesar yang disebabkan oleh pemerintahan Atalya 

yaitu  dimasukkannya penyembahan kepada Baal, dan dukungan yang 

diberikan untuk itu. Oleh sebab itu, kegiatan inilah yang harus pertama-tama 

dibasmi. Enyahlah rumah, mezbah, dan patung-patung Baal. Enyahlah 

semuanya itu, dan biarlah darah imam-imamnya bercampur dengan korban-

korban persembahannya, sebab Tuhan  sudah memerintahkan agar para 

penyesat yang menyesatkan rakyat untuk menyembah berhala dihukum 

mati (Ul. 13:5-6).  

V. Pelayanan di rumah TUHAN digiatkan kembali (ay. 18-19). Hal ini telah 

dilalaikan selama pemerintahan-pemerintahan terakhir. Para imam dan 

rakyat tidak punya kuasa dan gairah untuk beribadah dan melayani di 

rumah TUHAN ketika mereka diperintah oleh raja-raja yang tidak menyukai 

hal itu. Namun, Yoyada memulihkan pengawasan atas rumah TUHAN, yang 

selama beberapa waktu belakangan telah terganggu dan dilanggar, untuk 

dikembalikan ke dalam jalur dan tangan yang tepat. 

1. Yoyada menunjuk para imam sesuai kelompok mereka, supaya 

mempersembahkan korban seperti seharusnya, sesuai dengan hukum 

Musa. 

2. Ia mengangkat para biduan menurut kelompok mereka, sesuai petunjuk 

Daud. Korban persembahan tampaknya dipersembahkan dengan sukaria 

dan dengan nyanyian, dan dengan alasan yang baik. Kita malah bermegah 

dalam Tuhan  ketika kita menerima pendamaian itu (Rm. 5:11). 

3. Para penunggu pintu ditempatkan pada pintu-pintu gerbang rumah 

TUHAN sesuai yang diperintahkan Daud (ay. 19). Tugas mereka yaitu  

menjaga supaya tidak seorang pun yang menurut hukum Taurat 

dinyatakan najis diperbolehkan memasuki pelataran rumah TUHAN. 

VI. Pemerintahan kerajaan diteguhkan kembali (ay. 20). Dengan penuh 

kemegahan mereka membawa sang raja ke istananya sendiri, dan 


 

442 

mendudukkannya ke atas takhta kerajaan, untuk memberikan hukum dan 

memberikan penghakiman, baik secara pribadi maupun melalui Yoyada, 

pembimbing pribadinya. Demikianlah perubahan pemerintahan penuh 

sukacita itu disempurnakan. Hampir seluruh rakyat bersukacita di dalamnya, 

sedang  sisanya berdiam diri tanpa mengadakan perlawanan (ay. 21). 

Ketika Anak Daud bertakhta di dalam jiwa manusia, semua akan tenteram dan 

mata-mata air sukacita pun terbuka. 

 

 

PASAL  24  

i sini diceritakan riwayat pemerintahan Yoas, kemajuannya, dan terutama 

akhir pemerintahan itu, yang tidak berpadanan dengan awalnya, dan tidak 

sama bersinarnya. Betapa ajaib kisah Yoas yang diselamatkan untuk menduduki 

takhta kerajaan, dan ditempatkan di dalamnya, seperti yang kita baca 

sebelumnya. Nah, di sini diceritakan kisah Yoas yang memulai dalam roh, namun  

mengakhiri dalam daging.  

I. Di awal masa pemerintahannya, saat imam Yoyada masih hidup, Yoas 

melakukan yang benar. Terutama, dia berupaya agar Bait Tuhan  

diperbaiki dan diurus dengan baik (ay. 1-14). 

II. Di bagian akhir masa pemerintahannya, setelah kematian Imam 

Yoyada, Yoas murtad dari Tuhan , dan kemurtadannya inilah yang 

menjadi kehancurannya.  

1. Ia menegakkan kembali penyembahan Baal (ay. 15-18) sekalipun 

telah diperingatkan sungguh-sungguh untuk tidak melakukannya 

(ay. 19). 

2. Ia membunuh Nabi Zakharia sebab  Zakharia menegurnya atas 

perbuatan yang dilakukannya (ay. 20-23). 

3. Penghukuman Tuhan  datang atas Yoas sebab  perbuatannya itu. 

Orang Aram menyerbunya (ay. 23-24). Ia diserang penyakit berat. 

Pegawai-pegawainya sendiri mengadakan persepakatan terhadap 

dia dan membunuhnya. Dan, sebagai tanda cela yang dijatuhkan 

atasnya, dia tidak dikuburkan di pekuburan raja-raja (ay. 25-27).  

Bait Tuhan  Diperbaiki 

(24:1-14) 

1 Yoas berumur tujuh tahun pada waktu ia menjadi raja, dan empat puluh tahun lamanya 

ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Zibya, dari Bersyeba. 2 Yoas melakukan 


 

444 

apa yang benar di mata TUHAN selama hidup imam Yoyada. 3 Yoyada mengambil dua 

orang isteri bagi dia; dari mereka ia mendapat anak laki-laki dan anak wanita . 4 

Kemudian Yoas bermaksud untuk membaharui rumah TUHAN. 5 Ia mengumpulkan para 

imam dan orang Lewi dan berkata kepada mereka: “Pergilah kamu ke kota-kota Yehuda 

dan kumpulkanlah uang dari seluruh orang Israel untuk memperbaiki rumah Tuhan mu 

setiap tahun. Lakukanlah hal itu dengan segera!” namun  orang Lewi itu tidak 

melakukannya dengan segera. 6 Lalu raja memanggil imam kepala Yoyada dan bertanya 

kepadanya: “Mengapa engkau tidak menuntut kepada orang-orang Lewi untuk membawa 

dari Yehuda dan dari Yerusalem pajak yang dikenakan Musa, hamba Tuhan  itu, kepada 

jemaah Israel untuk Kemah tempat hukum Tuhan ? 7 Sebab anak-anak Atalya, wanita  

fasik itu, telah membongkar rumah Tuhan , bahkan memakai barang-barang kudus rumah 

TUHAN untuk para Baal.” 8 Sesudah itu raja memerintahkan supaya dibuat sebuah peti 

dan ditempatkan di depan pintu gerbang rumah TUHAN, 9 lalu menyuruh mengumumkan 

di Yehuda dan di Yerusalem, bahwa orang harus membawa bagi TUHAN pajak yang 

dikenakan Musa, hamba Tuhan  itu, kepada orang Israel di padang gurun. 10 Maka 

bersukacitalah semua pemimpin dan seluruh rakyat; mereka datang membawa pajaknya 

dan memasukkannya ke dalam peti itu sampai penuh. 11 Setiap kali peti itu dibawa masuk 

untuk diperiksa oleh orang-orang Lewi atas nama raja, dan apabila mereka melihat 

bahwa sudah banyak uang di dalamnya, maka datanglah panitera raja dan kuasa usaha 

imam kepala mengeluarkan isi peti itu; kemudian mereka mengangkat peti itu, lalu 

menaruhnya pula di tempatnya. Demikianlah mereka lakukan setiap kali, dan banyaklah 

uang yang dikumpulkan. 12 Raja dan Yoyada menyerahkan uang itu kepada mereka yang 

memanduri pekerjaan pada rumah TUHAN. Mereka ini mengupah tukang-tukang pahat 

dan tukang-tukang kayu untuk membaharui rumah TUHAN; juga tukang-tukang besi dan 

tembaga untuk memperbaiki rumah TUHAN. 13 Setelah itu mulailah tukang-tukang itu 

bekerja; pekerjaan perbaikan maju di bawah tangan mereka. Mereka membangun 

kembali rumah Tuhan  menurut keadaannya semula dan mengokohkannya. 14 Setelah 

mereka selesai, mereka membawa uang yang kelebihan kepada raja dan Yoyada. Uang itu 

dipakai untuk membuat perkakas-perkakas rumah TUHAN, yaitu : perkakas-perkakas 

untuk penyelenggaraan kebaktian, perkakas-perkakas untuk korban bakaran, juga ca-

wan-cawan dan perkakas-perkakas emas dan perak. Sepanjang umur Yoyada korban 

bakaran tetap dipersembahkan dalam rumah TUHAN. 

Catatan mengenai awal pemerintahan Yoas yang baik di sini sama dengan yang 

diceritakan di 2 Raja-raja 12:1, dst.. namun  bagian akhir pasal ini, mengenai 

kemurtadannya, hanya sedikit diceritakan di Kitab 2 Raja-raja. Hal yang baik 

dalam diri orang harus kita bicarakan dalam segala kesempatan dan sering kita 

ulang-ulang. Sebaliknya, hal yang jahat harus kita sebutkan sejarang mungkin, 

seperlunya saja. Kita di sini hanya akan mengamati, 

1. Bahwa sungguh suatu hal yang membahagiakan bagi orang muda, ketika 

mulai menjejakkan kaki ke dalam dunia, mereka berada di bawah arahan 

orang-orang yang bijaksana, baik, dan setia kepada mereka, sebagaimana 

Yoas ada di bawah pengaruh Yoyada. Semasa hidup Yoyada, Yoas melakukan 

apa yang benar. Biarlah orang-orang muda melihatnya sebagai suatu berkat, 

dan bukan beban atau penghalang bagi mereka, bahwa ada orang-orang 

bersama mereka yang akan mengingatkan mereka terhadap hal-hal yang 

jahat dan menasihati serta menyadarkan mereka untuk hal-hal yang benar. 

Dan biarlah mereka tidak melihatnya sebagai tanda kelemahan atau 

ketundukan, namun  tanda hikmat dan kebijaksanaan, bila mereka 

Kitab 2 Tawarikh 24:1-14 

 

445 

mendengarkan orang-orang seperti itu. Orang yang tidak mau dinasihati, 

tidak dapat ditolong. Sangatlah bijaksana bila orang muda mau dinasihati 

mengenai pernikahannya, seperti Yoas, yang mempercayakan kepada wali-

nya untuk memilihkan istri baginya, sebab Izebel dan Atalya sungguh-

sungguh sudah menjadi malapetaka sebelum ini (ay. 3). Pernikahan 

merupakan titik kehidupan yang sering kali terbukti membangun atau malah 

mencelakakan orang muda, dan sebab  itu perlu didampingi dengan sangat 

hati-hati.   

2. Orang bisa saja sangat maju menjalankan kewajiban agamanya secara 

lahiriah, dan bertahan lama di dalamnya oleh sebab  pengaruh pendidikan 

mereka atau pengaruh teman-teman mereka. Akan namun , mereka bisa saja 

tidak memiliki perasaan tulus akan perkara-perkara ilahi, atau kesukaan 

batiniah terhadap hal-hal itu. Pengaruh dari luar bisa saja mendorong orang 

untuk melakukan hal-hal yang benar, meskipun orang itu tidak digerakkan 

oleh dorongan kasih karunia yang hidup dalam hatinya.  

3. Dilihat dari penampilan luar, mereka yang beribadah secara lahiriah bisa 

saja sepertinya mengungguli orang yang benar-benar memiliki kuasa ibadah 

itu. Yoas lebih giat dan bersemangat dalam pekerjaan perbaikan Bait Tuhan  

dibandingkan Yoyada sendiri. Ia malah menegur Yoyada sebab  lalai dalam 

pekerjaan itu (ay. 6). Memang lebih mudah membangun Bait Tuhan  dibandingkan  

menjadi Bait Tuhan . 

4. Pekerjaan memperbaiki gereja yaitu  pekerjaan yang baik, yang harus 

didukung oleh semua orang di tempat mereka masing-masing, demi 

kepantasan dan kenyamanan perkumpulan ibadah. Para cendekiawan 

memberi tahu kita bahwa pada masa gereja Kristen zaman dahulu, sebagian 

perpuluhan dipakai untuk pekerjaan itu.  

5. Ada banyak pekerjaan baik yang seharusnya dapat diselesaikan menjadi 

terbengkalai, sebab  tidak ada segelintir orang yang giat menggerakkannya 

dan mengerahkan upaya untuk memajukannya. Ketika Yoas mendapati 

bahwa uang yang diperlukannya tidak datang seperti yang diharapkannya 

melalui satu cara, dia mencoba cara lain, dan cara itu menjadi jawaban atas 

maksud hatinya. Ada banyak orang cukup tulus untuk mengikuti, namun  tidak 

cukup gigih untuk memimpin sesuatu yang baik. Melempar uang ke dalam 

peti, melalui lubang di tutupnya, yaitu  cara baru yang belum pernah 

diterapkan sebelumnya, dan mungkin kebaruan cara itu yang membuatnya 

menjadi cara yang berhasil untuk penggalangan dana. Sangat banyak uang 

dilempar ke dalam peti itu, dan dengan sukacita yang sangat besar (ay. 10). 

Penemuan yang menyenangkan sisi jenaka orang terkadang mendorong 


 

446 

mereka  mengerjakan kewajiban. Hikmat diperlukan di sini untuk 

mengarahkan. 

6. Kesetiaan yaitu  pujian tertinggi dan akan menjadi penghiburan terbesar 

bagi mereka yang dipercayakan mengurus harta rakyat atau mengerjakan 

urusan rakyat. Raja dan Yoyada dengan jujur memberikan uang itu kepada 

para pekerja, yang dengan jujur melakukan pekerjaan itu (ay. 12-13).  

Yoas Dibunuh Pegawai-pegawainya 

(24:15-27) 

15 Yoyada menjadi tua, dan lanjut umur, lalu matilah ia. Seratus tiga puluh tahun umurnya 

ketika ia mati. 16 Ia dikuburkan di kota Daud di samping raja-raja, sebab  perbuatan-

perbuatannya yang baik di Israel terhadap Tuhan  dan rumah-Nya. 17 Sesudah Yoyada mati, 

pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja 

mendengarkan mereka. 18 Mereka meninggalkan rumah TUHAN, Tuhan  nenek moyang 

mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh ka-

rena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka. 19 Namun TUHAN mengutus 

nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-

sungguh memperingatkan mereka, namun  mereka tidak mau mendengarkannya. 20 Lalu 

Roh Tuhan  menguasai Zakharia, anak imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata 

kepada mereka: “Beginilah firman Tuhan : Mengapa kamu melanggar perintah-perintah 

TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh sebab  kamu meninggalkan TUHAN, Iapun 

meninggalkan kamu!” 21 namun  mereka mengadakan persepakatan terhadap dia, dan atas 

perintah raja mereka melontari dia dengan batu di pelataran rumah TUHAN. 22 Raja Yoas 

tidak mengingat kesetiaan yang ditunjukkan Yoyada, ayah Zakharia itu, terhadap dirinya. 

Ia membunuh anak Yoyada itu, yang pada saat kematiannya berseru: “Semoga TUHAN 

melihatnya dan menuntut balas!” 23 Pada pergantian tahun tentara Aram maju menyerang 

Yoas dan masuk ke Yehuda dan Yerusalem. Dari bangsa itu semua pemimpin habis 

dibunuh mereka dan segala jarahan dikirim mereka kepada raja negeri Damsyik. 24 

Walaupun tentara Aram itu datang dengan sedikit orang, namun TUHAN menyerahkan 

tentara yang sangat besar kepada mereka, sebab  orang Yehuda telah meninggalkan 

TUHAN, Tuhan  nenek moyang mereka. Demikianlah orang Aram melakukan penghukuman 

kepada Yoas. 25 Ketika mereka pergi dari padanya, – mereka meninggalkannya dengan 

luka-luka berat – pegawai-pegawainya mengadakan persepakatan terhadap dia sebab  

darah anak imam Yoyada itu, lalu membunuhnya di atas tempat tidurnya. Ia mati dan 

dikuburkan di kota Daud, namun  tidak di pekuburan raja-raja. 26 Mereka yang mengadakan 

persepakatan terhadap dia ialah: Zabad, anak Simeat wanita  Amon, dan Yozabad, 

anak Simrit wanita  Moab. 27 Tentang anak-anaknya dan ucapan-ucapan ilahi yang 

banyak terhadap dia, serta tentang perbaikan rumah Tuhan , semua itu tertulis dalam taf-

siran kitab raja-raja. Maka Amazia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. 

Di sini diceritakan kisah sedih kemorosotan dan kemurtadan Yoas. Tuhan  telah 

melakukan perkara-perkara besar baginya. Dia telah melakukan sesuatu bagi 

Tuhan . Namun, kini ternyata dia tidak tahu berterima kasih kepada Tuhan nya dan 

berlaku fasik terhadap perjanjian yang dibuatnya sendiri dengan Tuhan . Ah, 

sungguh pudar emas itu, emas murni itu berubah! Di sini diceritakan, 

Kitab 2 Tawarikh 24:1-14 

 

447 

I. Penyebab kemurtadan Yoas. Ketika melakukan hal yang benar, perbuatan itu 

dilakukannya tidak dengan segenap hati. Dia tidak pernah tulus, tidak pernah 

bertindak berdasarkan pegangan hati, melainkan hanya sebab  mematuhi 

Yoyada, yang telah menolongnya untuk naik takhta, dan sebab  dia telah 

dilindungi di Bait Tuhan  dan diangkat di atas reruntuhan penyembahan 

berhala. Dan sebab  itu, ketika angin bertiup, ia pun ikut tertiup. 

1. Penasihatnya yang baik meninggalkan dia, dan oleh kematian dipisahkan 

darinya. Sungguh suatu belas kasihan bagi Yoas dan kerajaannya bahwa 

Yoyada hidup begitu lama, sampai 130 tahun (ay. 15). Tampak di sini 

Yoyada lahir di masa Salomo, dan telah melewati enam pemerintahan 

penuh sebelum pemerintahan ini. Sungguh suatu dorongan bagi Yoas 

untuk tetap hidup dalam jalan yang diajarkan Yoyada setelah melihat 

kehormatan yang diperbuat terhadap Yoyada pada kematiannya: Ia 

dikuburkan di samping raja-raja, dengan sanjungan yang penuh 

penghormatan itu. Bahkan mungkin dituliskan di batu nisannya bahwa 

ia melakukan perbuatan-perbuatan yang baik di Israel. Yehuda disebut 

Israel, sebab , setelah suku-suku lain berbalik dari Tuhan , hanya 

merekalah orang Israel yang sesungguhnya. Perhatikanlah, sungguh 

suatu kehormatan bila kita dapat melakukan perbuatan baik pada zaman 

kita, dan orang yang berbuat apa yang baik akan beroleh pujian dari 

padanya. Yoyada telah berbuat baik kepada Tuhan , bukan berarti 

kebaikan manusia dapat mencapai Tuhan , namun  Yoyada telah melakukan 

perbuatan-perbuatan yang baik bagi rumah-Nya, dengan menghidupkan 

kembali pelayanan di Bait Tuhan  (23:8). Perhatikanlah, orang-orang yang 

mengusahakan yang terbaik untuk negerinya yaitu  mereka 

menyediakan dirinya sesuai tempatnya masing-masing untuk 

memajukan agama. Nah, Yoyada menyelesaikan bagiannya dengan 

penuh kehormatan. Akan namun , sedikit perkara keagamaan yang 

dikerjakan Yoas semuanya ikut dikubur dalam kuburannya, dan setelah 

kematiannya, baik raja maupun kerajaannya terperosok secara 

mengenaskan. Lihatlah betapa besar perkara yang dapat ditopang oleh 

seseorang, dan betapa besar penghakiman jatuh ke atas seorang 

pemimpin atau sebuah bangsa dengan matinya seorang yang saleh, 

bersemangat, dan berguna. Lihatlah betapa pentingnya kita, seperti yang 

dikatakan Juruslamat kita, harus mempunyai garam dalam diri kita, 

supaya kita beribadah dengan hati yang benar, supaya kita dapat 

bertahan melewati segala perubahan. Dengan begitu, kepergian 

orangtua, hamba Tuhan, sahabat, tidak mengakibatkan hilangnya ibadah 

kita.  


 

448 

2. Para penasihat yang jahat ada di sekeliling Yoas, mencari muka untuk 

mendapatkan perhatiannya, merayunya, menyanjungnya, datang 

menyembah kepadanya. Bukannya berbelasungkawa, mereka malah 

mengucapkan selamat kepada Yoas atas meninggalnya pembimbing 

lamanya, atas bebasnya Yoas dari bimbingan ketat yang dijalaninya 

selama ini, yang mengekangnya menjadi orang, raja, yang tidak layak. 

Mereka memberitahu dia, supaya jangan lagi mau disetir oleh imam, 

bahwa dia kini bebas dari ajaran dan kekangan mematikan, bahwa dia 

boleh berbuat semaunya sekarang. Coba bayangkan, pemimpin-

pemimpin Yehudalah yang menjadi orang-orang yang begitu giat 

menyesatkan Yoas (ay. 17). Ayah dan kakek Yoas memang sudah 

disesatkan oleh keluarga Ahab, keluarga yang tidak bisa diharapkan 

akan mendatangkan kebaikan. Namun, bila justru pemimpin-pemimpin 

Yehudalah yang menjadi penyesat raja mereka, maka betapa menyedih-

kannya hal itu. Akan namun , mereka yang mencodongkan hatinya kepada 

nasihat orang fasik tidak akan pernah kekurangan penasihat fasik. Mereka 

datang menyembah kepada raja, menyanjung-nyanjung bahwa ia 

memiliki kuasa mutlak, dan mereka berjanji akan mendukungnya dalam 

setiap kehendak dan kesenangannya sebagai raja, meskipun 

bertentangan dengan perintah dan ketetapan ilahi. Dan Yoas 

mendengarkan mereka. Jalan pikiran mereka menyenangkan hatinya, 

dan lebih berkenan baginya dibandingkan perintah Yoyada dahulu. 

Demikianlah, para pemimpin dan pejabat bawahan sering kali dihasut 

dan dibuai menuju kehancurannya oleh orang-orang yang menjanjikan 

kebebasan dan martabat kepada mereka. Yang mereka janjikan itu 

malah sungguh-sungguh menjerumuskan para pemimpin itu ke dalam 

perhambaan dan aib yang terdalam. 

II. Kemurtadan itu sendiri: Mereka meninggalkan rumah Tuhan, lalu beribadah 

kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala (ay. 18). Para 

pemimpin itu, tampaknya, mengajukan permintaan kepada raja, bahwa hal 

seperti ini tidak berani mereka lakukan ketika Yoyada masih hidup. Oleh 

sebab  itu mereka berharap, permintaan itu tidak menyinggung raja: yaitu 

supaya mereka boleh mendirikan lagi tiang-tiang dan berhala-berhala yang 

diruntuhkan pada awal pemerintahan Yoas, sebab mereka merasa benci 

harus terus dibatasi pada pelayanan Bait Tuhan  yang kuno dan 

membosankan. Yoas bukan hanya memberi izin kepada mereka untuk 

melakukannya, namun  juga ikut bergabung dengan mereka. Raja dan para 

pemimpinnya, yang belum lama berselang memperbaiki Bait Tuhan , sekarang 

Kitab 2 Tawarikh 24:1-14 

 

449 

mencampakkannya. Mereka yang tadinya meluluhlantakkan tiang-tiang dan 

berhala-berhala, kini menyembahnya sendiri. Betapa tidak teguh hati 

manusia itu dan betapa tidak dapat dipercayanya dia! 

III. Yang memperparah kemurtadan ini dan memperberat kesalahannya. Tuhan  

mengutus nabi-nabi kepada mereka (ay. 19) untuk menegur mereka atas 

kejahatan mereka, dan untuk memberi tahu mereka kesudahan yang akan 

menimpa mereka pada akhirnya, supaya mereka berbalik kepada Tuhan. 

Tugas seorang pelayan Tuhan  yaitu  membawa orang, bukan kepada dirinya, 

namun  kepada Tuhan , untuk membawa mereka kembali kepada-Nya setelah 

mereka berzinah meninggalkan Dia. Di masa-masa yang paling bobrok, Tuhan  

tidak membiarkan diri-Nya sendiri tanpa saksi. Meskipun mereka telah 

berlaku sangat murtad terhadap Tuhan , Dia mengutus nabi-nabi kepada 

mereka untuk mengingatkan dan memberi mereka petunjuk, serta untuk 

memberi jaminan bahwa mereka pasti akan mendapat perkenanan-Nya bila 

mereka mau berbalik. Sebab, Tuhan  lebih suka para pendosa berbalik dan 

hidup dibandingkan  maju terus dan mati, sebab  mereka yang binasa tidak dapat 

ditolong lagi. Nabi-nabi itu melakukan bagian mereka: Nabi-nabi itu 

sungguh-sungguh memperingatkan mereka, namun  sedikit atau tidak ada yang 

mau mendengarkannya. 

1. Mereka meremehkan semua nabi itu. Mereka tidak mau memberi 

telinga. Begitu anehnya mereka terikat dengan berhala-berhala itu 

sampai-sampai tidak ada teguran, peringatan, ancaman, atau cara apa 

pun yang dipakai para nabi itu dapat menggugah dan membawa mereka 

kembali. Sedikit saja yang mau mendengarkan para nabi itu, lebih sedikit 

yang mengindahkan, namun  jauh lebih sedikit lagi yang mau percaya dan 

diubahkan oleh mereka. 

2. Mereka membunuh salah seorang nabi yang paling terkemuka, Zakharia, 

anak imam Yoyada, dan mungkin nabi-nabi lain juga. Mengenai Zakharia, 

amatilah, 

(1) Pesan yang disampaikan Zakharia kepada mereka dalam nama Tuhan  (ay. 

20). Rakyat sedang berkumpul di pelataran Bait Tuhan  sebab mereka 

belum meninggalkannya sama sekali. Mungkin hal ini terjadi pada suatu 

perayaan kudus, ketika Zakharia ini, yang sedang dipenuhi roh nubuat, 

dan mungkin dikenal sebagai seorang nabi, berdiri di suatu bagian yang 

ada di pelataran untuk para imam. Kemudian Zakharia dengan sangat 

terus terang, namun  tanpa menggunakan kata-kata yang menghasut, 

memberi tahu rakyat itu dosa mereka dan akibat dosa itu. Dia tidak 


 

450 

mendakwa orang tertentu, atau menubuatkan suatu penghakiman, se-

perti yang adakalanya dilakukan para nabi, namun  dengan selembut 

mungkin berusaha mengingatkan mereka hukum yang tertulis dalam 

Taurat. Hendaknya mereka sendiri membacanya dalam Alkitab mereka, 

dan di sana akan mereka temukan, 

[1] Perintah yang mereka langgar: “Kamu melanggar perintah-

perintah Tuhan, kamu tahu kamu melanggarnya, dengan 

menyembah tiang-tiang dan berhala-berhala: Jadi mengapa 

kamu mau begitu membangkitkan murka Tuhan  dan berbuat jahat 

kepada dirimu sendiri?” 

[2] Hukuman yang mereka datangkan atas diri mereka: “Kamu tahu, 

bila firman Tuhan  itu benar, kamu tidak akan bisa berhasil dalam 

jalan yang jahat ini. Jangan harap setelah melakukan yang jahat, 

kamu bisa berhasil dalam hidupmu. Bahkan, kamu sudah 

merasakan bahwa oleh sebab  kamu meninggalkan TUHAN, 

Iapun meninggalkan kamu, seperti yang Dia katakan akan 

melakukannya,” (Ul. 29:25; 31:16-17). Inilah pekerjaan para 

pelayan Tuhan, supaya dengan firman Tuhan , sebagai pelita dan 

cahaya, menelanjangi dosa manusia dan menyatakan segala 

tindakan Tuhan .  

(2) Perlakuan biadab mereka terhadap Zakharia sebab  kebaikan dan 

kesetiaannya dalam menyampaikan pesan ini kepada mereka (ay. 

21). Melalui persepakatan para pemimpin itu, atau sebagian dari 

kelompok mereka, dan atas perintah raja, yang menyangka 

dirinyalah yang sedang dicela dalam peringatan yang baik ini, 

mereka langsung merajam Zakharia dengan batu sampai mati. 

Zakharia tidak diadili berdasarkan hukum, dituduh sebagai peng-

hujat, pengkhianat, atau nabi palsu, melainkan dalam suatu 

kerusuhan orang banyak, di pelataran rumah Tuhan. Ini mungkin 

suatu tindak kejahatan paling mengerikan yang pernah kita baca di 

seluruh riwayat raja-raja. Dia orang kudus, seorang nabi, dan tempat 

itu kudus, pelataran Bait Tuhan  (pelataran dalam, di antara tempat 

kudus dan mezbah), dan pesannya lebih kudus lagi, dan dapat kita 

duga, orang-orang itu tahu pesan ini berasal dari roh nubuat. 

Tegurannya benar, peringatannya baik, keduanya didukung oleh 

Kitab Suci, dan penyampaiannya pun sangat lembut dan hati-hati. 

Meski demikian, begitu lancang dan beraninya mereka menentang 

Tuhan  sendiri sampai-sampai tidak ada yang dapat meredakan kema-

Kitab 2 Tawarikh 24:1-14 

 

451 

rahan mereka terhadap nubuatan itu selain darah sang nabi. 

Tertegunlah atas hal itu, hai langit, dan gemetarlah, hai bumi, bahwa 

pernah ada kejahatan sekeji itu dilakukan oleh manusia, oleh orang-

orang Israel. Kejahatan ini menghina dan melanggar semua yang adil, 

terhormat, dan kudus, bahwa seorang raja, raja yang mengikat 

kovenan dengan Tuhan , memerintahkan pembunuhan seseorang yang 

seharusnya dilindungi dan didukungnya! Menurut orang Yahudi, ada 

tujuh pelanggaran di sini. Sebab, mereka membunuh seorang imam, 

nabi, hakim, mereka menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, 

dan mencemarkan pelataran Bait Tuhan , hari Sabat, dan hari penebusan 

dosa: sebab pada hari itulah, menurut kepercayaan mereka, hal ini 

terjadi. 

(3) Hal yang memperparah dosa ini, bahwa Zakharia ini, yang mati 

martir sebab  kesetiaannya kepada Tuhan  dan negerinya, yaitu  anak 

Yoyada, yang telah melakukan begitu banyak perbuatan baik di 

Israel, dan terutama sudah seperti ayah sendiri bagi Yoas (ay. 22). 

Penghinaan yang diperbuat dosa ini kepada Tuhan , dan cela yang 

ditimpakannya pada agama, tidak seberapa disoroti dibandingkan 

rasa tidak tahu berterima kasih yang ditunjukkannya terhadap 

Yoyada sebagai kenangan akan dia. Yoas tidak mengingat kebaikan 

ayah Zakharia, malah membunuh anaknya sebab  melakukan 

tugasnya, bayangkan, apa yang akan dilakukan sang ayah seandainya 

dia ada di sana. Sebutlah seseorang tidak tahu berterima kasih, dan 

tidak ada sebutan yang lebih buruk lagi dibandingkan  itu.  

(4) Kutuk nubuatan sang martir menjelang ajalnya mengenai 

pembalasan terhadap pembunuh-pembunuhnya: Tuhan melihatnya 

dan menuntut balas. Perkataan ini bukan keluar dari roh pembalasan 

dendam, melainkan dari roh nubuatan: Dia akan menuntut balas. 

Perkataan ini akan menjadi teriakan yang tidak putus-putusnya dari 

darah yang mereka tumpahkan, seperti darah Habel yang berteriak 

terhadap Kain: “Biarlah Tuhan  yang memiliki hak pembalasan 

menuntut darah sebagai pengganti darah. Dia akan melakukannya, 

sebab Dia itu benar.” Darah yang berharga ini segera diperhitungkan 

dalam penghakiman yang segera menimpa pemimpin yang murtad 

ini. Darah ini diperhitungkan setelahnya dalam penghacuran 

Yerusalem oleh orang Kasdim. Penganiayaan mereka terhadap para 

nabilah yang membawa kehancuran yang tidak dapat dipulihkan lagi 

atas mereka (36:16). Bahkan, Juruslamat kita menyatakan para 

penganiaya-Nya dan para penganiaya Injil-Nya bertanggung jawab 


 

452 

atas darah Zakharia ini. Begitu kuat, begitu lama, darah para martir 

berteriak (lih. Mat. 23:35). Begitu pulalah teriakan jiwa-jiwa di ba-

wah mezbah itu (Why. 6:10), berapa lamakah lagi, Engkau tidak 

membalaskan darah kami? Sebab tidak selamanya darah itu dibiar-

kan tidak terbalaskan. 

IV. Penghakiman Tuhan  yang datang atas Yoas sebab  kejahatannya yang sangat 

berat ini. 

1. Sepasukan kecil tentara Aram berhasil menaklukkan Yerusalem, 

membinasakan para pemimpinnya, menjarah kotanya, dan mengirim 

hasil jarahan ke Damsyik (ay. 23-24). Umat Tuhan , saat mereka tetap di 

dalam Tuhan , sudah sering kali berhasil menjadi para pemenang 

sekalipun musuh memiliki keunggulan dalam hal jumlah yang lebih 

besar. Namun sekarang, kebalikannya, segelintir orang Aram yang tidak 

masuk hitungan dapat mengalahkan tentara Israel yang sangat besar, 

sebab  mereka telah meninggalkan TUHAN, Tuhan  nenek moyang mereka. 

Mereka tidak hanya menjadi setara dengan musuh-musuh mereka, namun  

juga melawannya dengan kelemahan yang sangat besar, sebab Tuhan  

mereka bukan hanya telah meninggalkan mereka, namun  juga berubah 

menjadi musuh mereka dan berperang melawan mereka. Orang-orang 

Aram itu dipakai sebagai alat di tangan Tuhan  untuk melakukan 

penghukuman kepada Yoas, walaupun mereka sendiri tidak berpikiran 

demikian (Yes. 10:6-7 dan Ul. 32:30).  

2. Tuhan  memukulnya dengan penyakit berat, pada tubuh, atau pikiran, atau 

keduanya, entah seperti kakeknya (21:18), atau seperti Saul, yang 

diganggu roh jahat yang dari Tuhan . Ketika dia dihukum dengan tangan 

orang Aram, dia pikir bahwa, kalau saja dia bisa terbebas dari mereka, 

dia bisa sedikit tenang. Namun, belum lagi orang Aram itu pergi darinya, 

Tuhan  menghantamnya dengan sakit penyakit. Jika pembalasan mengejar 

manusia, maka akhir masalah yang satu akan menjadi awal masalah 

yang lain. 

3. Pegawai-pegawai Yoas sendiri mengadakan persepakatan terhadap dia. 

Mungkin Yoas mulai berharap penyakitnya bisa disembuhkan, sebab  

usianya masih paruh baya dan masih bisa pulih dari penyakit. Akan 

namun , dia yang naik dari dalam pelubang akan tertangkap dalam jerat. 

Ketika berpikir dapat lolos dari kematian akibat penyakit, dia justru 

menjumpai kematian lewat pedang. Para pegawainya membunuh dia di 

atas tempat tidurnya, sebab  darah anak-anak imam Yoyada itu. Ayat ini 

menyiratkan bahwa Yoas bukan hanya membunuh Zakharia, namun  juga 

Kitab 2 Tawarikh 24:1-14 

 

453 

anak-anak Yoyada yang lain, hanya sebab  Zakharia. Mungkin, orang-

orang yang membunuh Yoas bermaksud untuk menuntut balas atas 

darah itu. Akan namun , entah memang itu maksud mereka atau bukan, 

inilah maksud Tuhan  dalam mengizinkan mereka membunuh Yoas. 

Orang-orang yang meminum darah orang-orang kudus, darahnya sendiri 

akan diberikan kepada mereka untuk diminum, sebab mereka pantas 

untuk itu. Para pembunuh raja itu disebutkan di sini (ay. 26), dan dapat 

diamati bahwa ibu mereka berdua orang asing, yang satu orang Amon 

dan yang lain orang Moab. Raja-raja penyembah berhala itu, kemungkin-

an, memberi kesempatan kepada pernikahan-pernikahan itu yang 

sebenarnya dilarang oleh hukum Taurat demi mencegah penyembahan 

berhala. Dan lihatlah bagaimana pernikahan campur itu berakhir pada 

kehancuran mereka sendiri. 

4. Rakyat tidak mau menguburkan Yoas di pekuburan raja-raja, sebab ia 

telah menodai kehormatannya dengan kejahatannya ketika memerintah. 

Janganlah mereka tercatat bersama-sama dengan orang-orang yang 

benar (Mzm. 69:29). Penghakiman ini disebut beban yang ditanggungkan 

atasnya (ay. 27; KJV), sebab murka Tuhan  seperti beban yang berat, terlalu 

berat untuk dapat ditanggung siapa pun. Atau, ungkapan itu bisa juga 

berarti ancaman-ancaman yang diucapkan melawan dia oleh para nabi, 

sebab ancaman yang seperti itu disebut beban. Biasanya, Tuhan  

menyatakan tanda-tanda khusus yang mengungkapkan ketidaksukaan-

Nya terhadap orang-orang yang murtad dalam hidup ini, sebagai 

peringatan bagi semua orang untuk mengingat akan istri Lot. 

PASAL  25  

emerintahan Amazia yang dicatat dalam pasal ini bukan salah satu yang 

buruk, namun  juga jauh dari baik. Sebagian besar perikop-perikop dalam pasal 

ini telah kita temukan sebelumnya dengan lebih singkat dalam 2 Raja-raja 14. Di 

sini, kita melihat Amazia, 

I. Membalaskan kematian ayahnya dengan adil (ay. 1-4). 

II. Memelihara perintah Tuhan  dengan taat (ay. 5-10). 

III. Menaklukkan orang Edom dengan kejam (ay. 11-13). 

IV. Menyembah dewa-dewa Edom dengan bodohnya dan tidak sabar 

menerima teguran atas hal itu (ay. 14-16). 

V. Dengan gegabah menantang raja Israel dan menderita sebab  

kecerobohannya itu (ay. 17-24). Terakhir, ia menutup masa hidupnya 

dengan tidak terhormat (ay. 25-28). 

Pemerintahan dan Kemenangan Amazia 

(25:1-13)  

1 Amazia berumur dua puluh lima tahun pada waktu ia menjadi raja dan dua puluh 

sembilan tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem; nama ibunya ialah Yoadan, dari 

Yerusalem. 2 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN, hanya tidak dengan segenap 

hati. 3 Segera sesudah kuasa kerajaan itu kokoh di tangannya, dibunuhnyalah pegawai-

pegawainya yang telah membunuh raja, yaitu ayahnya. 4 namun  anak-anak mereka tidak 

dihukum mati olehnya, melainkan ia bertindak sesuai dengan apa yang tertulis dalam 

Taurat, yaitu  kitab Musa, di mana TUHAN telah memberi perintah: “Janganlah ayah mati 

sebab  anaknya, janganlah juga anak mati sebab  ayahnya, melainkan setiap orang harus 

mati sebab  dosanya sendiri.” 5 Lalu Amazia mengumpulkan orang Yehuda dan menyuruh 

mereka, yaitu  seluruh orang Yehuda dan Benyamin, berdiri menurut puak-puaknya di 

bawah kepala-kepala pasukan seribu dan kepala-kepala pasukan seratus. Ketika ia meng-

hitung mereka yang berumur dua puluh tahun ke atas, didapatinya tiga ratus ribu teruna 

yang sanggup keluar berperang dengan tombak dan perisai. 6 Selain itu ia menyewa 

seratus ribu pahlawan yang gagah perkasa dari Israel dengan bayaran seratus talenta 

perak. 7 namun  seorang abdi Tuhan  datang kepadanya dan berkata: “Ya raja, janganlah 

tentara Israel dibiarkan bergabung kepada tuanku, sebab  TUHAN tidak menyertai Israel, 

yaitu  semua bani Efraim ini. 8 Dan jikalau mereka bergabung juga, bagaimanapun juga 


 

456 

perbuatan dan kekuatanmu di dalam perang, Tuhan  akan menggelincirkan engkau di 

depan musuh, sebab Tuhan  mempunyai kuasa untuk menolong dan menggelincirkan!” 9 

Lalu kata Amazia kepada abdi Tuhan  itu: “Bagaimana dengan seratus talenta yang telah 

kuberikan kepada pasukan-pasukan Israel itu?” Jawab abdi Tuhan  itu: “TUHAN dapat 

memberikan lebih dari pada itu kepadamu!” 10 Kemudian Amazia memisahkan pasukan 

yang datang bergabung kepadanya dari Efraim, supaya mereka kembali ke tempat 

tinggalnya. Maka sangat marahlah mereka terhadap Yehuda. Mereka kembali ke tempat 

tinggalnya dengan marah yang menyala-nyala. 11 Amazia mendapat keberanian lalu 

memimpin rakyatnya ke Lembah Asin dan memukul kalah sepuluh ribu orang dari bani 

Seir. 12 Selain itu sepuluh ribu orang ditawan hidup-hidup oleh bani Yehuda dan dibawa 

ke suatu puncak bukit batu, lalu mereka dicampakkan dari puncak bukit batu itu, 

sehingga hancurlah mereka semua. 13 namun  orang-orang dari pasukan yang dipulangkan 

Amazia, dan yang tidak diperbolehkan ikut berperang dengan dia, menyerbu kota-kota di 

Yehuda dari jurusan Samaria sampai ke Bet-Horon, dan menewaskan tiga ribu orang 

penduduknya dan merampas banyak jarahan. 

Pada bagian ini terdapat, 

I. Sifat Amazia secara garis besar: Ia melakukan apa yang benar di mata 

TUHAN, menyembah Tuhan  yang sejati, menjaga kelangsungan ibadah di Bait 

Suci, dan menegakkan agama di dalam kerajaannya. Akan namun , ia 

melakukannya tidak dengan segenap hati (ay. 2), artinya, Amazia sendiri 

bukan seseorang yang saleh atau beribadah dengan sungguh-sungguh, ia 

juga tidak berapi-api dalam menjalani ibadah-ibadah. Ia tidak memusuhi 

agama, namun  menjadi kawan yang dingin dan acuh terhadapnya. Seperti 

itulah sifat begitu banyak orang pada zaman Laodikia ini: mereka melakukan 

yang baik, namun  bukan dengan hati, tidak dengan segenap hati. 

II. Sebentuk keadilan yang perlu diperbuatnya terhadap para pengkhianat yang 

telah menewaskan ayahnya: Amazia membunuh mereka (ay. 3). Meskipun 

dapat diduga bahwa para pegawai itu bermaksud membalaskan kematian 

sang nabi terhadap raja, yaitu ayah Amazia (seperti yang tersirat dalam 

24:25), namun tindakan mereka itu sama sekali tidak bisa membenarkan 

kefasikan mereka, sebab orang-orang itu bukanlah pembalas, namun  mereka 

mengambil alih bagian Tuhan  dari tangan-Nya. sebab  itu, Amazia melakukan 

apa yang menjadi bagiannya dengan meminta mereka 

mempertanggungjawabkan perbuatan itu, namun  ia tidak membiarkan anak-

anak mereka mati sebab  dosa orangtuanya (ay. 4). 

III. Penyerbuan Amazia terhadap orang Edom yang beberapa waktu 

sebelumnya telah memberontak dari kekuasaan Yehuda. Amazia berusaha 

menundukkan mereka kembali. Cermatilah, 

1. Persiapan besar yang diadakannya untuk perjalanan tersebut.  

Kitab 2 Tawarikh 25:1-13 

 

457 

(1) Amazia mengumpulkan pasukannya sendiri dan memimpin mereka 

(ay. 5). Ia lantas mendapati bahwa seluruh Yehuda dan Benyamin 

hanya ada 300.000 orang yang sanggup berperang, padahal pada 

zaman Yosafat, lima puluh atau enam puluh tahun sebelumnya, ada 

empat kali lipat lebih banyak. Dosa melemahkan rakyat, 

memperkecil mereka, memadamkan semangat mereka, dan 

mengurangi jumlah mereka.  

(2) Amazia menyewa tentara bantuan dari kerajaan Israel (ay. 6). 

Setelah melihat kerajaannya sendiri lemah dalam hal jumlah orang, 

ia berencana menutup kekurangan itu dengan uangnya, sehingga ia 

menyewa seratus ribu orang Israel. Seandainya Amazia meminta 

nasihat dari salah satu nabinya sebelum melakukan hal itu, atau 

mempertimbangkan betapa sedikit keuntungan yang didapat para 

pendahulunya dengan bersekutu dengan Israel, mungkin ia tidak 

akan melakukannya. Namun, kecerobohan membuat orang 

merasakan akibatnya. 

2. Perintah yang Tuhan  kirimkan kepadanya melalui seorang nabi untuk 

membubarkan tentara Israel dari pasukannya (ay. 7-8). Tuhan  tidak 

menghendaki raja memanggil bantuan sama sekali: tindakan itu tampak 

seperti tidak mempercayai Tuhan . Jika ia yakin akan hadirat Tuhan , 

tentaranya sendiri yang ia miliki sudah cukup. Namun, terutama sekali, 

Amazia tidak boleh menerima bantuan Israel: sebab  TUHAN tidak 

menyertai Israel, yaitu  semua bani Efraim ini, sebab mereka tidak ber-

sama Dia, namun  menyembah anak-anak lembu. Ini merupakan alasan 

yang baik bagi Amazia untuk tidak memakai mereka, sebab tentara Israel 

tidak dapat diandalkan untuk memberi pelayanan apa pun. Kebaikan apa 

yang bisa diharapkan dari orang yang tidak disertai Tuhan  dan usahanya 

tidak diberkati oleh Dia? yaitu  nikmat untuk mempekerjakan orang 

yang kita memiliki alasan untuk berharap bahwa ia mendapat perkenan 

sorga. yaitu  berbahaya untuk bersekutu dengan orang yang telah 

ditinggalkan Tuhan. Sang nabi memastikan kepada Amazia, bahwa jika ia 

bersikeras dalam keputusannya untuk membawa orang-orang Israel 

yang murtad dan menyembah berhala itu, dengan harapan untuk men-

jadikan dirinya kuat dalam pertempuran, maka hal itu akan mendatang-

kan bahaya baginya. Mereka akan terbukti sebagai beban mematikan 

bagi pasukannya, akan menenggelamkannya dan mengkhianatinya: 

“Tuhan  akan menggelincirkan engkau di depan musuh, dan orang Israel 

akan menjadi kehancuranmu. Sebab, Tuhan  berkuasa untuk menolong 


 

458 

engkau tanpa mereka, dan untuk menjatuhkan engkau sekalipun ada me-

reka bersamamu.” 

3. Keberatan Amazia terhadap perintah tersebut, dan jawaban memuaskan 

dari sang nabi terhadap keberatan itu (ay. 9). Raja telah membayarkan 

seratus talenta kepada orang-orang Israel sebagai uang muka. 

“Sekarang,” katanya, “Jika aku memulangkan mereka, aku akan 

kehilangan uangnya: Bagaimana dengan seratus talenta yang telah 

kuberikan kepada pasukan-pasukan Israel itu?” Inilah keberatan yang 

sering diajukan orang untuk mengelak dari kewajiban mereka: mereka 

takut rugi sebab  melakukan kewajiban. “Janganlah perhitungkan itu,” 

kata nabi: “TUHAN dapat memberikan lebih dari pada itu kepadamu! Dan, 

percayalah dengan perkataan ini, Dia tidak akan merugikan engkau 

sebab  perintah-Nya ini. Apa artinya seratus talentamu itu di mata-Nya? 

Tuhan  mempunyai cukup cara untuk menutup kerugianmu. Hal itu tidak 

patut engkau bicarakan.” Perhatikan, keyakinan yang teguh bahwa Tuhan  

maha mencukupi sehingga Ia mampu menopang kita dalam tanggung 

jawab kita, dan untuk mengganti dengan berlimpah-limpah s