tawarikh ester 2

Kamis, 30 Januari 2025

tawarikh ester 2



  mereka: Ia melempar musuh di depan 

mereka sedikit demi sedikit dan memberikan tanah mereka (Kel. 23:30). 

II. Tentang suku Gad. Beberapa keluarga besar dari suku tersebut disebutkan di 

sini (ay. 12), tujuh yang menjadi anak-anak dari Abihail, yang keturunannya 

ditarik ke atas dari anak ke bapak (ay. 14-15), seperti di dalam ayat 4-5, 

ditarik ke bawah dari bapak ke anak. Silsilah ini disempurnakan di zaman 

Yotam raja Yehuda, namun  telah dimulai beberapa tahun sebelumnya, di 

dalam pemerintahan Yerobeam II, raja Israel. Apa alasan khusus untuk me-

nyampaikan catatan ini tidaklah jelas. namun  hal itu terjadi tepat sebelum 

mereka dibawa tertawan oleh orang Asyur, seperti tampak jelas di dalam 2 

Raja-raja 15:29, 31. Ketika hukuman Tuhan  sudah saatnya segera jatuh 

menimpa mereka sebab  kemerosotan dan kemurtadan mereka, maka saat 

itulah mereka mulai menyombongkan diri dengan asal-usul mereka, bahwa 

mereka yaitu  anak-anak kovenan. Seperti orang-orang Yahudi di zaman 

Juruselamat kita, yang, ketika mereka telah matang untuk dihancurkan, 

menyombongkan diri, Abraham yaitu  Bapa kami. Atau mungkin juga ada 

suatu penyelenggaraan Tuhan  yang khusus di dalamnya, bahwa kendati untuk 

sekarang ini mereka dibuang, namun tidaklah dibuang untuk selamanya. Apa 

yang kita perlukan di kemudian hari, kita simpan mulai sekarang.  

Kekalahan Orang Hagri 

(5:18-26) 

18 Dari bani Ruben, orang Gad dan setengah suku Manasye ada empat puluh empat ribu 

tujuh ratus enam puluh orang yang sanggup berperang, orang-orang yang tangkas, yang 

dapat memanggul perisai dan pedang dan melentur busur panah, yang terlatih dalam

bertempur. 19 Mereka itu melakukan perang melawan orang Hagri, Yetur, Nafish dan 

Nodab. 20 Mereka mendapat bantuan melawan orang-orang itu, sehingga orang Hagri itu 

dengan semua orang yang mengikutinya menyerahkan diri ke dalam tangan mereka, 

sebab mereka telah berseru kepada Tuhan  dalam pertempuran itu. Maka Ia mengabulkan 

permintaan mereka, sebab mereka percaya kepada-Nya. 21 Mereka mengangkut ternak 

orang-orang itu sebagai jarahan: untanya lima puluh ribu ekor, kambing domba dua ratus 

lima puluh ribu ekor dan keledai dua ribu ekor, juga manusia seratus ribu jiwa. 22 Banyak 

orang yang tewas sebab  mati terbunuh, sebab pertempuran itu yaitu  dari pada Tuhan . 

Lalu mereka menduduki tempat orang-orang itu sampai waktu pembuangan. 23 Setengah 

suku Manasye diam di negeri itu mulai dari Basan sampai Baal-Hermon, Senir dan gunung 

Hermon. Mereka sudah banyak jumlahnya. 24 Inilah para kepala puak-puak mereka: Hefer, 

Yisei, Eliel, Azriel, Yeremia, Hodawya dan Yahdiel, orang-orang pahlawan yang gagah 

perkasa, orang-orang yang kenamaan, para kepala puak-puak mereka. 25 namun  ketika 

mereka berubah setia terhadap Tuhan  nenek moyang mereka dan berzinah dengan 

mengikuti segala Tuhan  bangsa-bangsa negeri yang telah dimusnahkan Tuhan  dari depan 

mereka, 26 maka Tuhan  Israel menggerakkan hati Pul, yaitu  Tilgat-Pilneser, raja Asyur, lalu 

raja itu mengangkut mereka ke dalam pembuangan, yaitu orang Ruben, orang Gad dan 

setengah suku Manasye. Ia membawa mereka ke Halah, Habor, Hara dan sungai negeri 

Gozan; demikianlah mereka ada di sana sampai hari ini. 

Para kepala puak dari setengah suku Manasye, yang diam di sisi lain dari sungai 

Yordan, disebutkan di sini (ay. 23-24). Undian mereka, pertama-tama, hanyalah 

Basan saja. namun  sesudahnya mereka berkembang sangat pesat di dalam 

kekayaan dan kekuasaan, sehingga mereka menyebar jauh ke utara, bahkan ke 

Hermon. Hanya dua hal yang dicatat di sini mengenai suku-suku di sisi lain 

sungai Yordan ini, di mana mereka semua terkait. Mereka semua berbagi, 

I. Dalam suatu kemenangan gemilang atas orang Hagri, sebutan untuk 

keturunan Ismail saat itu, untuk mengingatkan orang-orang Ismail itu, 

bahwa mereka yaitu  anak-anak budak wanita , yaitu yang terbuang. 

Kita tidak diberi tahu kapan kemenangan ini diperoleh: entah pada waktu 

yang sama dengan kemenangan suku Ruben, yang dikatakan dalam ayat 10 

terjadi di zaman Saul, atau keberhasilan dari salah satu dari ketiga suku ini 

menghidupkan dan memberi semangat kedua suku lain untuk bergabung 

bersama mereka dalam penyerangan yang lain, tidaklah pasti. Kendati di 

zaman Saul kepentingan bersama dari kerajaan lemah dan merosot, namun 

tampaknya beberapa suku bertindak secara terpisah dan berbuat baik bagi 

diri sendiri. Kita di sini diberi tahu,  

1. Betapa beraninya tentara dari suku-suku garis depan ini terjun ke dalam 

pertempuran melawan orang-orang Hagri, 44.000 orang lebih, semuanya 

kuat, berani, dan terlatih di dalam perang, begitu banyak orang yang 

mengesankan, yang tahu bagaimana menggunakan senjata mereka (ay. 

18). Betapa Israel akan jauh lebih hebat lagi ketimbang di zaman hakim-

hakim jika semua suku bertindak bersama! 

2. Tindakan yang mereka ambil untuk melibatkan Tuhan  bagi mereka: 

Mereka berseru kepada Tuhan , dan percaya kepada-Nya (ay. 20). Kini 

mereka bertindak sebagaimana orang Israel yang semestinya.  

(1) Sebagai keturunan dari Bapak Abraham yang percaya, me-

reka percaya kepada Tuhan . Kendati mereka memiliki suatu tentara 

yang kuat, mereka tidak bersandar kepadanya, melainkan kepada 

kuasa Ilahi. Mereka bergantung pada tugas yang diemban dari Tuhan  

untuk memerangi para tetangga mereka guna memperluas daerah 

mereka, jika ada kesempatan, bahkan dengan mereka yang berada 

sangat jauh, di samping bangsa-bangsa yang telah dikhususkan untuk 

mereka tumpas (lih. Ul. 20:15). Mereka bergantung pada penye-

lenggaraan Tuhan  untuk memberi mereka keberhasilan.  

(2) Sebagai keturunan dari Yakub yang pendoa, mereka berseru kepada 

Tuhan , terutama di dalam peperangan, ketika mungkin pada awalnya 

mereka menghadapi bahaya dikalahkan. Lihat hal yang serupa di 

dalam 2 Tawarikh 13:14. Dalam kesesakan, Tuhan  berharap kita 

berseru kepada-Nya. Ia memberi upah kepada kita sebagai balasan 

atas seruan kita. Dalam pergumulan rohani, kita harus menengadah 

ke sorga untuk mendapatkan kekuatan. Dan doa yang penuh percaya 

akan menjadi doa yang penuh kemenangan. 

3. Kita diberi tahu tentang kesuksesan mereka: Tuhan  dipuaskan oleh 

mereka, kendati harus menarik mereka kepada-Nya terlebih dahulu. 

Begitu siap Dia mendengar dan menjawab doa. Mereka ditolong dalam 

melawan musuh-musuh mereka. Sebab Tuhan  tidak pernah 

mengecewakan barang siapa yang percaya kepada-Nya. Dan kemudian 

mereka mengusir tentara musuh, kendati musuh jauh lebih banyak 

jumlahnya dibandingkan  jumlah mereka, dan membunuh banyak (ay. 22), 

menangkap 100.000 orang tawanan, memperkaya diri dengan sangat 

banyak jarahan, dan menduduki negeri mereka (ay. 21-22). Dan semua-

nya ini yaitu  sebab pertempuran itu yaitu  dari pada Tuhan , yang 

diupayakan di dalam takut akan Dia dan dijalankan dalam 

kebergantungan kepada Dia. Jika pertempuran yaitu  dari TUHAN, maka 

ada alasan untuk berharap bahwa pertempuran itu akan berhasil. Dan 

kita dapat berharap untuk berhasil di dalam setiap usaha, hanya jika, 

ketika kita membawa Tuhan  beserta dengan kita.  

II. Dua setengah suku itu akhirnya berbagi dalam penawanan yang hina. 

Seandainya mereka tetap dekat dengan Tuhan  dan menjalankan tugas 

panggilan mereka, maka mereka akan terus menikmati kejayaan lama dan 

penaklukan baru mereka. namun  mereka berubah setia terhadap Tuhan  nenek 

moyang mereka (ay. 25). Mereka tinggal di daerah-daerah perbatasan dan 

berbaur dengan bangsa-bangsa tetangga, sehingga mempelajari kebiasaan 

penyembahan berhala mereka dan menularkannya ke suku-suku yang lain. 

sebab  hal inilah Tuhan  sekarang menjadi musuh mereka. Ia dahulu 

yaitu  seorang suami bagi mereka, dan tidak heran bahwa kecemburuan-

Nya menyala seperti api ketika mereka berzinah dengan Tuhan -Tuhan  

lain. Maka adil sebuah surat perceraian diberikan kepada para penyembah 

berhala. Tuhan  menggerakkan hati raja Asyur, satu demi satu melawan 

mereka, untuk melaksanakan tujuan-Nya melalui rancangan raja-raja yang 

gila kekuasaan itu, memakai mereka untuk menghajar para pemberontak ini, 

dan, ketika mereka tidak mau merendahkan diri, maka raja-raja itu akan 

menghabisi mereka semua (ay. 26). Suku-suku ini yang pertama-tama diberi 

tanah untuk bermukim, dan mereka juga yang pertama-tama dicabut 

darinya. Mereka ingin memiliki tanah yang terbaik, namun tidak menimbang 

bahwa mereka lebih terbuka terhadap bahaya. Namun pada dasarnya, orang 

yang lebih dikuasai oleh keinginan jasmani dibandingkan  oleh akal budi atau 

iman di dalam pilihan-pilihan mereka, pastilah akan membayar harga akibat 

pilihan mereka itu. 

 

PASAL  6  

endati Yusuf dan Yehuda berbagi di antara mereka kehormatan hak sulung 

yang telah hilang dari Ruben, namun Lewi yaitu  yang pertama dari semua 

suku yang dimuliakan dan dibedakan dengan suatu kehormatan yang lebih 

berharga dibandingkan  hak kesulungan atau porsi ganda, yaitu keimaman. Suku Lewi 

dikhususkan Tuhan  bagi diri-Nya. Suku Lewi yaitu  suku Musa, dan mungkin 

demi dialah maka Lewi mendapat perkenan ini. Tentang suku Lewi inilah kita 

membaca kisahnya di dalam pasal ini.  

I. Silsilah mereka, bapak-bapak leluhur dari suku Lewi (ay. 1-3), garis 

keturunan para imam, dari mulai Harun hingga penawanan (ay. 4-15), 

dan beberapa lagi dari keluarga mereka (ay. 16-30).  

II. Pekerjaan dan pelayanan dari orang-orang Lewi (ay. 31-48), dan dari 

para imam (ay. 49-53).  

III. Kota-kota yang ditetapkan bagi mereka di tanah Kanaan (ay. 54-81). 

Silsilah 

(6:1-30) 

1 Anak-anak Lewi ialah Gerson, Kehat dan Merari. 2 Anak-anak Kehat ialah Amram, Yizhar, 

Hebron dan Uziel. 3 Anak-anak Amram ialah Harun, Musa dan Miryam. Anak-anak Harun 

ialah Nadab, Abihu, Eleazar dan Itamar. 4 Eleazar memperanakkan Pinehas; Pinehas 

memperanakkan Abisua; 5 Abisua memperanakkan Buki; Buki memperanakkan Uzi; 6 Uzi 

memperanakkan Zerahya; Zerahya memperanakkan Merayot; 7 Merayot memperanakkan 

Amarya; Amarya memperanakkan Ahitub; 8 Ahitub memperanakkan Zadok; Zadok mem-

peranakkan Ahimaas; 9 Ahimaas memperanakkan Azarya; Azarya memperanakkan Yohanan; 

10 Yohanan memperanakkan Azarya; dialah yang memegang jabatan imam di Bait Suci yang 

didirikan Salomo di Yerusalem. 11 Azarya memperanakkan Amarya; Amarya 

memperanakkan Ahitub; 12 Ahitub memperanakkan Zadok; Zadok memperanakkan Salum; 

13 Salum memperanakkan Hilkia; Hilkia memperanakkan Azarya; 14 Azarya memperanakkan 

Seraya; Seraya memperanakkan Yozadak; 15 Yozadak turut diangkut ketika TUHAN mem-

biarkan orang Yehuda dan Yerusalem diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebukadnezar. 16 

Anak-anak Lewi ialah Gerson, Kehat dan Merari. 17 Inilah nama anak-anak Gerson: Libni 

dan Simei. 18 Anak-anak Kehat ialah Amram, Yizhar, Hebron dan Uziel. 19 Anak-anak 

Merari ialah Mahli dan Musi. Inilah kaum-kaum suku Lewi dalam puak-puak mereka: 20 

dari pada Gerson ialah Libni, anaknya, dan anak orang ini ialah Yahat, dan anak orang ini 

ialah Zima, 21 dan anak orang ini ialah Yoah, dan anak orang ini ialah Ido, dan anak orang 

ini ialah Zerah, dan anak orang ini ialah Yeatrai. 22 Keturunan Kehat ialah Aminadab, 

anaknya, dan anak orang ini ialah Korah, dan anak orang ini ialah Asir, 23 dan anak orang 

ini ialah Elkana, dan anak orang ini ialah Ebyasaf, dan anak orang ini ialah Asir, 24 dan 

anak orang ini ialah Tahat, dan anak orang ini ialah Uriel, dan anak orang ini ialah Uzia, 

dan anak orang ini ialah Saul. 25 Anak-anak Elkana ialah Amasai dan Ahimot, 26 dan anak 

orang ini ialah Elkana, dan anak orang ini ialah Zofai, dan anak orang ini ialah Nahat, 27 

dan anak orang ini ialah Eliab, dan anak orang ini ialah Yeroham, dan anak orang ini ialah 

Elkana. 28 Anak-anak Samuel ialah Yoël, anak sulung dan anak yang kedua ialah Abia. 29 

Keturunan Merari ialah Mahli, dan anak orang ini ialah Libni, anak orang ini ialah Simei, 

dan anak orang ini ialah Uza, 30 dan anak orang ini ialah Simea, dan anak orang ini ialah 

Hagia, dan anak orang ini ialah Asaya. 

Imam-imam dan orang-orang Lewi memiliki kepedulian dibandingkan  orang Israel 

lainnya untuk mencatat garis silsilah mereka dengan jelas dan sanggup untuk 

membuktikannya, sebab  semua kehormatan dan hak istimewa dari jabatan 

mereka bergantung pada keturunan mereka. Kita menemukan tentang mereka 

yang, kendati mungkin benar-benar anak imam, namun, sebab  mereka tidak 

dapat menemukan nama mereka dalam daftar silsilah mereka, atau menunjuk-

kan catatan asli sebagai bukti asal keturunan mereka, maka mereka dinyatakan 

tidak tahir untuk jabatan imam, dan dilarang untuk makan dari persembahan 

maha kudus (Ezr. 2:62-63). Namun demikian, sangat sedikit yang dicatat di sini 

tentang silsilah dari suku yang suci ini.  

I.  Bapak-bapak leluhur yang pertama disebutkan di sini dua kali (ay. 1, 16). 

Gersom, Kehat, dan Merari, yaitu  tiga nama yang sering kita jumpai di dalam 

Kitab Bilangan, ketika kaum-kaum Lewi berbaris dan diberikan pembagian 

tugas. Harun, Musa, dan Miryam, yang lebih kita kenal namanya, dan tidak 

dapat kita lewatkan di sini tanpa mengingat bahwa Musa dan Harun inilah 

yang dihormati Tuhan  untuk menjadi alat pembebasan dan pendudukan Is-

rael di Kanaan. Juga, keduanya menjadi gambaran dari Dia yang akan 

datang, yaitu Musa sebagai seorang nabi dan Harun seorang imam. 

Penyebutan Nadab dan Abihu, kendati, tidak memiliki anak, tidak ada 

kesempatan untuk memasukkan mereka ke dalam silsilah, tidak dapat tidak 

selain mengingatkan kita tentang kengerian yang didatangkan keadilan Ilahi 

yang menjadikan mereka tugu peringatan, sebab  mereka mengadakan 

persembahan dengan api asing. Peristiwa ini mengajarkan kita untuk selalu 

gentar di hadapan Tuhan .  

2. Garis keturunan Eleazar, penerus Harun, ditarik turun di sini hingga waktu 

penawanan (ay. 4-15). Silsilah dimulai dengan Eleazar, yang keluar dari 

rumah perbudakan di Mesir, dan berakhir dengan Yozadak, yang masuk ke 

dalam rumah perbudakan di Babel. Jadi, sebab  dosa-dosa mereka, mereka 

ditinggalkan di tempat di mana mereka ditemukan, yang dapat juga 

menyiratkan bahwa keimaman Lewi tidak menjadikan segala sesuatu sem-

purna, namun  tetap harus ada untuk membawa suatu harapan yang lebih 

baik. Semua nama yang disebutkan di sini bukanlah imam besar. Sebab, di 

zaman hakim-hakim, jabatan tersebut, pada satu atau lain kesempatan, 

diserahkan kepada keluarga Itamar, yang darinya imam Eli berasal. namun  

dalam diri imam Zadok jabatan itu dikembalikan kepada garis yang benar. 

Tentang Azarya dikatakan di sini (ay. 10), dialah yang memegang jabatan 

imam di Bait Suci yang didirikan Salomo di Yerusalem. Sepertinya inilah 

Azarya yang dengan berani menentang kesombongan Raja Uzia ketika raja 

melanggar jabatan imam (2Taw. 26:17-18), kendati leher menjadi 

taruhannya. Azarya melakukan tindakan berani ini layaknya seorang imam, 

layaknya orang yang sungguh-sungguh giat bagi Tuhan nya. Ia yang dengan 

berani mempertahankan dan membela jabatan imam, dan memagarinya 

terhadap hinaan yang kurang ajar ini, tepat untuk dikatakan yang melak-

sanakannya. Dan kehormatan ini diberikan kepadanya sebab  hal tersebut. 

sedang  Uria, salah satu dari penerusnya, sebab  dengan rendah 

bersekongkol dengan Raja Ahas, dalam membangun sebuah mezbah berhala 

bagi raja, diberi kehinaan dengan dikeluarkan dari silsilah keluarga Lewi, 

dan beberapa yang lainnya mungkin juga demikian. namun  beberapa 

penafsir menganggap bahwa catatan tentang Azarya ini seharusnya 

diperuntukkan bagi kakeknya yang memiliki nama yang sama (ay. 9), yang 

merupakan putra dari Ahimaas, dan dialah yang pertama kali menjadi imam 

di Bait Suci Salomo.  

3. Beberapa orang lain dari kaum keluarga Lewi dibicarakan di sini. Salah satu 

bani Gersom (yaitu Libni) ditarik di sini sejauh Samuel, yang kehormatannya 

sebagai seorang nabi ditambahkan kepada kehormatan seorang Lewi. Salah 

satu dari bani Merari (yaitu Mahli) juga ditarik ke bawah untuk beberapa 

generasi (ay. 29-30).  

Pekerjaan Orang Lewi 

(6:31-53) 

31 Inilah orang-orang yang ditugaskan oleh Daud memimpin nyanyian di rumah TUHAN 

sejak tabut itu mendapat tempat perhentian. 32 Di hadapan Kemah Suci, yaitu  Kemah 

Pertemuan, mereka melayani sebagai penyanyi sampai Salomo mendirikan rumah 

TUHAN di Yerusalem. Mereka melakukan tugas jabatannya sesuai dengan peraturannya. 

33 Inilah orang-orang yang memegang tugas itu dengan anak-anak mereka: dari bani 

Kehat ialah Heman, penyanyi itu, anak Yoël bin Samuel 34 bin Elkana bin Yeroham bin 

Eliel bin Toah 35 bin Zuf bin Elkana bin Mahat bin Amasai 36 bin Elkana bin Yoël bin Azaria 

bin Zefanya 37 bin Tahat bin Asir bin Ebyasaf bin Korah 38 bin Yizhar bin Kehat bin Lewi 

bin Israel. 39 Kemudian di sebelah kanannya berdiri Asaf, saudara sesukunya, yaitu Asaf 

bin Berekhya bin Simea 40 bin Mikhael bin Baaseya bin Malkia 41 bin Etai bin Zerah bin 

Adaya 42 bin Etan bin Zima bin Simei 43 bin Yahat bin Gerson bin Lewi. 44 Di sebelah kiri 

berdiri dari bani Merari, saudara-saudara sesuku mereka, Etan bin Kisi bin Abdi bin 

Malukh 45 bin Hasabya bin Amazia bin Hilkia 46 bin Amzi bin Bani bin Semer 47 bin Mahli 

bin Musi bin Merari bin Lewi. 48 Saudara-saudara sesuku mereka, orang-orang Lewi yang 

lain, diserahkan melakukan segala pekerjaan di Kemah Suci, rumah Tuhan . 49 namun  Harun 

dan anak-anaknya berkewajiban membakar korban di atas mezbah korban bakaran dan 

di atas mezbah pembakaran ukupan, dan melakukan segala pekerjaan di tempat maha 

kudus serta mengadakan pendamaian bagi orang Israel, tepat seperti yang diperintahkan 

Musa, hamba Tuhan  itu. 50 Inilah keturunan Harun: Eleazar, anaknya, dan anak orang ini 

ialah Pinehas, dan anak orang ini ialah Abisua, 51 dan anak orang ini ialah Buki, dan anak 

orang ini ialah Uzi, dan anak orang ini ialah Zerahya 52 dan anak orang ini ialah Merayot, 

dan anak orang ini ialah Amarya, dan anak orang ini ialah Ahitub, 53 dan anak orang ini 

ialah Zadok, dan anak orang ini ialah Ahimaas. 

Ketika orang-orang Lewi pertama kali ditahbiskan di padang gurun, banyak 

pekerjaan yang ditetapkan bagi mereka yaitu  untuk menjaga dan mengangkut 

tabut perjanjian serta segala perkakasnya, sementara mereka berjalan melalui 

padang gurun. Di zaman Daud, jumlah mereka bertambah. Dan, kendati sebagian 

besar disebar ke seluruh negeri, untuk mengajar umat pengetahuan yang baik 

tentang TUHAN, namun jumlah mereka yang melayani rumah TUHAN tetap 

banyak sehingga tidak ada pekerjaan tetap bagi mereka semua. Oleh sebab  itu 

Daud, melalui tugas dan petunjuk khusus dari Tuhan , memperbarui pengaturan 

tugas kaum Lewi, seperti yang akan kita jumpai di dalam bagian akhir dari kitab 

ini. Di sini kita diberi tahu pekerjaan apa saja yang diberikan oleh Daud kepada 

kaum Lewi.  

I. Pekerjaan untuk menyanyi (ay. 31). Daud diangkat tinggi untuk menjadi 

seorang pemazmur yang manis bagi Israel (2Sam. 23:1), tidak hanya untuk 

menulis mazmur, namun  juga untuk menetapkan para biduan di dalam rumah 

TUHAN. Dan bukan hanya sebab  dia yaitu  musisi namun  lebih sebab  dia 

saleh, dan hal ini dilakukannya setelah tabut perjanjian mendapat tempat 

perhentian. Ketika tabut berada di dalam penawanan, tak jelas dan tidak 

menetap, semua kecapi digantung di atas pohon: sehingga menyanyi tidak 

menentu waktunya pada waktu itu (ketika sang mempelai pria diambil 

mereka akan berpuasa). namun  ketika kecapi dimainkan kembali, dan 

nyanyian dihidupkan lagi, pada waktu tabut dibawa kembali, maka tugas 

mereka dilanjutkan kembali. Sebab kita harus bersukacita ketika hak-hak 

istimewa pelayanan rohani kita diperpanjang maupun ketika dipulihkan. 

Ketika pelayanan tabut dihentikan oleh perhentiannya, mereka memiliki pe-

kerjaan yang lain, sebab orang-orang Lewi tidak boleh menganggur, dan 

dipakai dalam pelayanan menyanyi. Demikianlah ketika umat Tuhan  

beristirahat di dunia atas, mereka akan menanggalkan semua beban dan 

dipakai untuk melantunkan nyanyian-nyanyian abadi. Para penyanyi dari 

suku Lewi ini terus melayani di Kemah Pertemuan sampai Bait Suci TUHAN 

dibangun di Yerusalem, dan ketika itulah mereka melakukan tugas jabatan 

mereka di sana (ay. 32). Ketika mereka sampai di Bait Suci yang megah itu, 

mereka tetap dengan jabatan mereka dan tugas mereka seperti yang telah 

mereka lakukan di kemah pertemuan. Sayangnya, kenaikan jabatan tersebut 

membuat mereka lalai dalam urusan mereka. Kita di sini membaca sebuah 

kisah tentang tiga tokoh besar yang dipakai dalam pelayanan nyanyian suci, 

dengan keluarga mereka yang dihormati. Sebab mereka memegang tugas itu 

dengan anak-anak mereka, yaitu, yang berasal dari mereka atau yang ada 

hubungan keluarga dengan mereka (ay. 33). Heman, Asaf, dan Etan, yaitu  

tiga orang yang ditunjuk bagi pelayanan ini, masing-masing berasal dari 

kaum keluarga Lewi, supaya pemerataan dalam pembagian tugas dan 

kehormatan ini, dan supaya setiap orang mengerti kedudukannya masing-

masing. Sungguh suatu keteraturan yang mengagumkan dalam pelayanan 

biduan ini.  

1. Dari bani Kehat ada Heman dengan keluarganya (ay. 33), seseorang 

dengan jiwa yang penuh kesedihan, jika orang ini yaitu  Heman yang 

sama yang telah menulis mazmur ke-88, yang juga seorang penyanyi. Ia 

yaitu  cucu dari Samuel sang nabi, putra Yoel, yang tentangnya 

dikatakan bahwa ia tidak hidup seperti Samuel (1Sam. 8:2-3). namun  

tampaknya, kendati sang anak tidak, sang cucu hidup seperti kakeknya. 

Demikianlah, berkat yang diteruskan kepada keturunan orang yang 

benar kadang-kadang melewati satu generasi dan jatuh pada generasi 

berikutnya. Dan Heman ini, kendati cucu dari seorang pemimpin yang 

agung, tidak menganggap hal itu merendahkannya untuk menjadi 

seorang pemimpin pujian di rumah TUHAN. Daud sendiri dulu bersedia 

untuk menjadi seorang penjaga pintu. Sebaliknya, kita dapat melihat 

jabatan tinggi cucu ini di dalam jemaah sebagai balasan atas kerendahan 

hati sang kakek yang mau mengundurkan diri dari jabatan tingginya di 

kerajaan. Tuhan  punya banyak cara untuk mengganti kehilangan umat-

Nya dan menyeimbangkan kehinaan mereka. Mungkin Daud, dalam 

menjadikan Heman sebagai kepala, mau menunjukkan penghargaan 

khusus kepada teman lamanya Samuel.  

2. Dari bani Gersom ada Asaf, yang disebut saudaranya, sebab  di dalam 

jabatan yang sama dan berasal dari suku yang sama, kendati dari 

keluarga lain. Ia ditempatkan di sebelah kanan Heman di dalam 

pelayanan biduan (ay. 39). Beberapa mazmur menyandang namanya, 

entah yang ditulis olehnya atau digubah olehnya sebagai musisi kepala. 

Jelas bahwa dia yaitu  seorang penulis dari beberapa mazmur. Sebab

kita membaca tentang nama-nama orang yang memuji TUHAN itu di 

dalam perkataan Daud dan Asaf. Ia yaitu  seorang pelihat dan juga 

seorang penyanyi (2Taw. 29:30). Silsilahnya dilacak di sini, melalui 

nama-nama yang sama sekali tidak terkenal, hingga sampai pada nama 

Lewi (ay. 39-43).  

3. Dari bani Merari ada Etan (ay. 44), yang ditunjuk sebagai tangan kiri 

Heman. Silsilahnya juga dilacak hingga kepada Lewi (ay. 47). Jika kedua 

nama ini yaitu  Heman dan Etan yang menulis Mazmur ke-88 dan ke-89, 

maka sepertinya tidak ada alasan di sini mengapa mereka harus 

disebut Orang Ezrahi (lihat judul dari mazmur tersebut), seperti orang-

orang yang disebut demikian juga di dalam pasal 2:6, dan yang 

merupakan anak-anak dari Zerah. 

II. Pekerjaan untuk melayani. Ada sangat banyak pekerjaan yang harus 

dilakukan di kemah suci, rumah Tuhan  (ay. 48), untuk menyediakan air dan 

minyak, untuk bersih-bersih dan menyapu, serta membawa keluar abu, 

untuk menyembelih, menguliti, dan merebus korban persembahan. Dan 

untuk segala pekerjaan inilah orang-orang Lewi ditunjuk, dari keluarga-

keluarga lain, atau mungkin mereka yang tidak cocok untuk menjadi 

penyanyi, yang tidak punya suara bagus ataupun pendengaran yang baik. La-

yanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh 

tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Tuhan . Mereka 

yang tidak dapat menyanyi sebab nya tidak harus dikesampingkan begitu 

saja. Kendati mereka tidak cocok bagi pelayanan tersebut, ada pelayanan 

lain yang dapat saja cocok bagi mereka. 

III. Pekerjaan untuk mempersembahkan korban, yang harus dilakukan hanya 

oleh para imam (ay. 49). Mereka hanya memercikkan darah korban dan 

membakar dupa. Mengenai pekerjaan di ruang maha kudus, hal tersebut 

harus dilakukan hanya oleh imam besar. Masing-masing memiliki tugasnya, 

dan mereka membutuhkan satu sama lain dan saling menolong di dalamnya. 

Mengenai pekerjaan para imam kita diberi tahu di sini,  

1. Tujuan yang harus mereka perhatikan. Mereka harus mengadakan 

pendamaian bagi Israel, menjadi pengantara antara umat dan Tuhan . 

Bukan untuk memperbesar dan memperkaya diri sendiri, melainkan 

untuk melayani umat. Mereka ditahbiskan untuk umat.  

2. Peraturan yang harus mereka perhatikan. Mereka memimpin di dalam 

rumah Tuhan , namun  harus melakukan seperti yang diperintahkan, sesuai 


dengan segala yang diperintahkan oleh Tuhan . Hukum juga harus ditaati 

oleh imam besar.  

Kota-kota Orang Lewi 

(6:54-81) 

54 Inilah tempat-tempat kediaman mereka menurut tempat-tempat perkemahan mereka 

di daerah mereka: kepada keturunan Harun yang termasuk kaum orang Kehat – sebab  

bagi merekalah undian yang pertama – 55 kepada mereka diberikan Hebron di tanah 

Yehuda dengan tanah-tanah penggembalaan di sekelilingnya, 56 namun  tanah ladang kota 

tadi dengan desa-desanya telah diberikan kepada Kaleb bin Yefune. 57 Kepada keturunan 

Harun diberikan Hebron kota perlindungan itu, kemudian Libna dengan tanah-tanah 

penggembalaannya, dan Yatir, lalu Estemoa dengan tanah-tanah penggembalaannya; 58 

Hilen dengan tanah-tanah penggembalaannya, Debir dengan tanah-tanah 

penggembalaannya; 59 Asan dengan tanah-tanah penggembalaannya, dan Bet-Semes 

dengan tanah-tanah penggembalaannya; 60 dan dari suku Benyamin: Geba dengan tanah-

tanah penggembalaannya, Alemet dengan tanah-tanah penggembalaannya dan Anatot 

dengan tanah-tanah penggembalaannya. Seluruhnya kota-kota mereka ada tiga belas 

yang dibagikan di antara kaum-kaum mereka. 61 Dan keturunan Kehat yang selebihnya 

mendapat dengan undian sepuluh kota dari kaum suku itu, yaitu  dari suku Manasye yang 

setengah itu. 62 Kepada keturunan Gerson menurut kaum-kaum mereka diberikan tiga 

belas kota dari suku Isakhar, dari suku Asyer, dari suku Naftali dan dari suku Manasye 

yang di Basan. 63 Kepada keturunan Merari menurut kaum-kaum mereka diberikan 

dengan diundi dua belas kota dari suku Ruben, dari suku Gad dan dari suku Zebulon. 64 

Jadi orang Israel memberikan kepada orang Lewi kota-kota itu dengan tanah-tanah 

penggembalaannya. 65 Mereka memberikan juga dengan diundi kota-kota tadi, yang 

mereka sebutkan nama-namanya, dari suku bani Yehuda, dari suku bani Simeon dan dari 

suku bani Benyamin. 66 Kaum-kaum yang lain dari keturunan Kehat mendapat kota-kota 

dari suku Efraim sebagai daerah mereka. 67 Kepada mereka diberikan Sikhem, kota 

perlindungan itu, dengan tanah-tanah penggembalaannya, di pegunungan Efraim, lalu 

Gezer dengan tanah-tanah penggembalaannya, 68 Yokmeam dengan tanah-tanah 

penggembalaannya, Bet-Horon dengan tanah-tanah penggembalaannya, 69 Ayalon dengan 

tanah-tanah penggembalaannya dan Gat-Rimon dengan tanah-tanah penggembalaannya. 

70 Dan dari suku Manasye yang setengah itu: Aner dengan tanah-tanah 

penggembalaannya dan Bileam dengan tanah-tanah penggembalaannya. Jadi kota-kota itu 

diberikan kepada kaum-kaum yang selebihnya dari keturunan Kehat. 71 Keturunan 

Gerson mendapat dari kaum suku Manasye yang setengah itu; Golan yang di Basan 

dengan tanah-tanah penggembalaannya, lalu Asytarot dengan tanah-tanah 

penggembalaannya; 72 dari suku Isakhar: Kedesh dengan tanah-tanah penggembalaannya; 

Daberat dengan tanah-tanah pengembalaannya, 73 Ramot dengan tanah-tanah penggem-

balaannya dan Anem dengan tanah-tanah penggembalaannya; 74 dari suku Asyer: Masal 

dengan tanah-tanah penggembalaannya, Abdon dengan tanah-tanah penggembalaannya, 

75 Hukok dengan tanah-tanah penggembalaannya dan Rehob dengan tanah-tanah 

penggembalaannya; 76 dari suku Naftali: Kedesh yang di Galilea dengan tanah-tanah 

penggembalaannya, Hamon dengan tanah-tanah penggembalaannya dan Kiryataim 

dengan tanah-tanah penggembalaannya. 77 Keturunan Merari yang selebihnya mendapat 

dari suku Zebulon: Rimono dengan tanah-tanah penggembalaannya dan Tabor dengan 

tanah-tanah penggembalaannya; 78 dan di seberang sungai Yordan dekat Yerikho, di 

sebelah timur sungai Yordan, diberikan dari suku Ruben: Bezer yang di padang gurun 

dengan tanah-tanah penggembalaannya, Yahas dengan tanah-tanah penggembalaannya, 

79 Kedemot dengan tanah-tanah penggembalaannya dan Mefaat dengan tanah-tanah 

penggembalaannya; 80 dan dari suku Gad: Ramot di Gilead dengan tanah-tanah penggem-

balaannya, Mahanaim dengan tanah-tanah penggembalaannya, 81 Hesybon dengan tanah-

tanah penggembalaannya dan Yaezer dengan tanah-tanah penggembalaannya. 

Kita di sini membaca kisah tentang kota-kota orang Lewi. Kota-kota tersebut 

disebut tempat-tempat kediaman mereka (ay. 54), tidak hanya sebab  

berdinding dan dibentengi, dan dijaga baik oleh negeri, sebab ini yaitu  

kewajiban dari setiap bangsa untuk melindungi para pelayannya, namun  juga 

sebab  mereka dan harta milik mereka, dengan suatu cara yang khusus, ada 

dalam penyelenggaraan ilahi: sama seperti Tuhan  yaitu  bagian mereka, 

demikian pula Tuhan  yaitu  perlindungan mereka. Sebuah pondok akan menjadi 

sebuah istana bagi mereka yang berlindung di bawah perlindungan Yang Maha-

kuasa. Kisah ini banyak kesamaannya dengan yang kita baca di dalam Yosua 21. 

Kita tidak perlu terlalu berlebihan dalam membandingkan keduanya (apa 

gunanya bagi kita?), dan juga tidak akan merugikan Kitab Suci jika nama-nama 

dari beberapa tempat tidak dieja dengan benar di sini. Kita tahu bahwa sudah 

umum bagi kota-kota untuk memiliki beberapa nama. Kota-kota di Inggris 

seperti Sarum juga disebut Salisbury, Salop juga bernama Shrewsbury, tidak 

berbeda halnya dengan nama Hilen (ay. 58) dan Holon (Yos. 21:15), Asan (ay. 59) 

dan Ain (Yos. 21:16), Alemet (ay. 60) dan Almon (Yos. 21:18). Waktu biasanya 

mengubah nama-nama. Yang perlu kita amati dengan penetapan kota-kota ini 

bagi orang Lewi yaitu  pemeliharaan Tuhan  yang menjaga penggenapan,  

1. Nubuat Yakub menjelang kematiannya mengenai suku ini, bahwa suku ini 

harus tersebar di Israel (Kej. 49:7).  

2. Penyebaran pengetahuan tentang diri-Nya dan hukum-Nya ke seluruh 

bagian negeri Israel. Setiap suku memiliki kota-kota Lewi di dalamnya. 

Demikian pula setiap ruang dilengkapi dengan sebuah pelita, supaya tak 

satupun dapat mengabaikan tugasnya, kecuali sebab  kesalahannya sendiri 

atau kesalahan orang Lewi.  

3. Pemeliharaan yang penuh penghiburan bagi orang-orang yang melayani hal-

hal kudus. Di samping mendapat bagi dalam persepuluhan dan persembahan 

yang diberikan umat, mereka juga memiliki tanah-tanah untuk dikerjakan 

dan kota-kotanya sendiri untuk tempat tinggal. Beberapa kota yang paling 

terkenal di Israel jatuh ke dalam undian orang Lewi. Setiap suku diberkati 

oleh orang Lewi, dan sebab  itu setiap suku harus memberikan sumbangan 

untuk menyokong mereka. Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran 

dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang 

memberikan pengajaran itu, dan melakukannya dengan sukacita. 

 

 

 

PASAL  7  

Pada pasal ini, kita mempunyai sejumlah silsilah dari, 

I. Isakhar (ay. 1-5). 

II. Benyamin (ay. 6-12). 

III. Naftali (ay. 13). 

IV. Manasye (ay. 14-19). 

V. Efraim (ay. 20-29). 

VI. Asyer (ay. 30-40). 

Tidak ada silsilah Zebulon atau Dan dalam pasal ini. Mengapa hanya silsilah 

mereka yang dihilangkan, kita tidak tahu alasannya. Yang pasti, kita tahu, 

merupakan aib bagi suku Dan bahwa penyembahan berhala dimulai di daerah 

milik orang Dan yang berpusat di kota Lais, yang kemudian dinamai kota Dan, 

dan di sanalah salah satu dari patung lembu emas didirikan oleh Yerobeam. 

Suku Dan pun kemudian tidak ikut diperhitungkan di dalam Kitab Wahyu 7. 

Silsilah 

(7:1-19)  

1 Anak-anak Isakhar ialah Tola dan Pua, Yasub dan Simron, empat orang.  

2 Anak-anak Tola ialah Uzi, Refaya, Yeriel, Yahmai, Yibsam dan Samuel, kepala-kepala 

puak turunan Tola, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa; menurut daftar keturunan 

mereka jumlahnya di zaman Daud ada dua puluh dua ribu enam ratus orang. 3 Keturunan 

Uzi ialah Yizrahya dan anak-anak Yizrahya ialah Mikhael, Obaja, Yoel dan Yisia, lima 

orang, semuanya mereka yaitu  kepala-kepala. 4 Di bawah mereka itu, menurut daftar 

keturunan dan menurut puak mereka, ada pasukan-pasukan tentara tiga puluh enam ribu 

orang, sebab isteri dan anak-anak mereka banyak. 5 Saudara-saudara sesuku mereka dari 

segala kaum Isakhar, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa, semuanya ada delapan 

puluh tujuh ribu orang yang terdaftar dalam silsilah. 6 Anak-anak Benyamin ialah Bela, 

Bekher dan Yediael, tiga orang. 7 Anak-anak Bela ialah Ezbon, Uzi, Uziel, Yerimot dan Iri, 

lima orang, kepala-kepala puak, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa; mereka yang 

terdaftar dalam silsilah ada dua puluh dua ribu tiga puluh empat orang. 8 Anak-anak 

Bekher ialah Zemira, Yoas, Eliezer, Elyoenai, Omri, Yeremot, Abia, Anatot dan Alemet; 

sekaliannya itu ialah anak-anak Bekher. 9 Mereka yang terdaftar dalam silsilah, menurut 


 

56 

keturunan mereka, sebagai kepala-kepala puak mereka, pahlawan-pahlawan yang gagah 

perkasa, ada dua puluh ribu dua ratus orang. 10 Keturunan Yediael ialah Bilhan dan anak-

anak Bilhan ialah Yeush, Benyamin, Ehud, Kenaana, Zetan, Tarsis dan Ahisahar. 11 

Sekaliannya itu ialah keturunan Yediael, kepala-kepala puak mereka, pahlawan-pahlawan 

yang gagah perkasa; orang-orang yang sanggup berperang ada tujuh belas ribu dua ratus. 

12 Dan Supim dan Hupim ialah keturunan Ir; Husim ialah keturunan Aher. 13 Anak-anak 

Naftali ialah Yahziel, Guni, Yezer dan Salum, anak-anaknya dari Bilha. 14 Keturunan 

Manasye ialah Asriel yang dilahirkan oleh gundiknya, wanita  Aram itu; wanita  

ini melahirkan Makhir, bapa Gilead. 15 Makhir mengambil seorang isteri bagi Hupim dan 

Supim; nama saudaranya wanita  ialah Maakha. Nama anak yang kedua ialah Zela-

fehad. Zelafehad hanya mempunyai anak-anak wanita . 16 namun  Maakha, isteri 

Makhir, melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Peresh; nama saudaranya 

laki-laki ialah Seres dan anak-anak orang ini ialah Ulam dan Rekem. 17 Keturunan Ulam 

ialah Bedan. Itulah keturunan Gilead bin Makhir bin Manasye.18 Saudaranya wanita , 

Molekhet, melahirkan Isyhod, Abiezer dan Mahla. 19 Anak-anak Semida ialah Ahyan, 

Sekhem, Likhi dan Aniam. 

Pada bagian ini, kepada kita disampaikan satu ikhtisar perihal, 

I. Suku Isakhar, yang diumpamakan oleh Yakub seperti keledai yang kuat 

tulangnya, yang meniarap diapit bebannya (Kej. 49:14), satu suku yang rajin 

bekerja, yang memperhatikan urusan negerinya dengan seksama dan 

bersukacita atas kemah-kemahnya (Ul. 33:18). Dan pada perikop di atas, 

tampak, 

1. Bahwa mereka yaitu  suku yang besar jumlahnya, sebab  orang-

orangnya mempunyai banyak istri. Begitu suburnya negeri mereka 

sehingga mereka tidak khawatir kalau-kalau mereka menanami ladang-

ladang mereka terlampau berlebihan, dan begitu terampilnya mereka 

sehingga tersedia pekerjaan bagi semua orang. Biarlah tidak ada orang 

yang mengeluhkan soal jumlah mereka, asalkan tidak ada seorang pun 

yang menganggur. 

2. Bahwa mereka yaitu  suku yang gagah perkasa, pahlawan-pahlawan 

(ay. 2, 5), kepala-kepala (ay. 3). Orang-orang yang sudah terbiasa bekerja 

keras dibanding kebanyakan orang, dan mengerjakan urusannya, 

menjadi yang paling pantas melayani negeri mereka ketika 

kesempatannya tiba. Jumlah masing-masing kaum dari suku Isakhar ini, 

seperti yang terhitung pada masa Daud, tercatat di sini, dengan jumlah 

keseluruhan melebihi 145.000 orang yang layak untuk berperang. Angka 

ini, menurut beberapa penafsir, dicatat sewaktu Yoab mengadakan 

penghitungan terhadap rakyat Israel (2Sam. 24). Akan namun , saya 

cenderung menilai bahwa angka ini merujuk kepada sejumlah 

perhitungan lain yang dibuat mungkin di antara mereka sendiri, sebab  

dikatakan (1Taw. 27:24), bahwa perhitungan Yoab itu tidak dibukukan 

ke dalam kitab sejarah raja Daud sebab  dipandang menghina Tuhan . 


II. Suku Benyamin. Sekelumit catatan mengenai suku ini disajikan pada perikop 

di atas, namun  catatan lengkapnya termuat di dalam pasal berikutnya. Meski 

jumlah tentara yang berasal dari suku ini kurang dari 60.000 orang, namun 

mereka dikatakan sebagai pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa (ay. 7, 9, 

11). Benyamin yaitu  seperti serigala yang menerkam (Kej. 49:27). Suku ini 

beroleh kehormatan dengan memperanakkan Saul, sang raja pertama, dan 

semakin dimuliakan sebab  tetap setia kepada raja-raja yang sah dari kaum 

keluarga Daud ketika suku-suku lain memberontak. Dalam perikop di atas 

juga (ay. 12) disebutkan mengenai Husim keturunan Aher. Anak-anak Dan 

disebutkan sebagai Husim (Kej. 46:23), dan maka dari itu, beberapa penafsir 

mengartikan Aher sebagai suatu nama panggilan umum, Husim – keturunan 

yang lain (artinya, yang lain dari anak-anak Yakub) atau keturunan seorang 

asing, suatu sebutan yang tidak akan pernah merujuk kepada orang Israel, 

namun  demikianlah sebutan yang diberikan kepada orang Dan, sebab  

mereka mendirikan patung pahatan dan patung tuangan Mikha di tengah-

tengah mereka. 

III. Suku Naftali (ay. 13). Hanya nama-nama nenek moyang dari suku itu yang 

dicatat di sini, yang sama persis dengan yang telah kita jumpai sebelumnya 

(Kej. 46:24). Namun demikian, nama Syilem di Kitab Kejadian dituliskan 

sebagai Salum di sini. Tidak ada satupun nama keturunan mereka yang 

dituliskan, kemungkinan sebab  silsilah mereka hilang. 

IV. Suku Manasye, yaitu  sebagian dari suku itu yang berdiam di sisi bagian 

dalam sungai Yordan, sebab  kita telah membaca catatan tentang sebagian 

lain dari suku itu sebelumnya (5:23, dst.). Mengenai suku ini, perhatikan, 

1. Bahwa salah seorang dari mereka mengawini seorang wanita  Aram, 

yaitu  orang Siria (ay. 14). Ini terjadi sebelum masa perbudakan mereka 

di Mesir, begitu dininya mereka mulai bercampur dengan bangsa-bangsa 

lain. 

2. Bahwa, meski ayahnya mengawini seorang Siria, Makhir, anak dari 

perkawinan itu, yang mungkin menyaksikan ketidaknyamanan akibat 

perkawinan campur itu di dalam rumah ayahnya, mengambil istri 

seorang wanita  Benyamin (ay. 15). Alangkah baik bagi anak-anak 

untuk mengambil kesalahan-kesalahan ayahnya sebagai peringatan agar 

tidak tersandung batu yang sama. 

3. Di sini disebutkan mengenai Bedan (ay. 17), yang mungkin sama dengan 

Bedan yang disebutkan sebagai salah seorang penolong Israel (1Sam. 


12:11). Yair, seorang yang termasuk keturunan Manasye (Hak. 10:3), 

kemungkinan yaitu  Bedan ini. 

Silsilah  

(7:20-40)  

20 Keturunan Efraim ialah Sutelah, dan anak orang ini ialah Bered, dan anak orang ini 

ialah Tahat, dan anak orang ini ialah Elada, dan anak orang ini ialah Tahat, 21 dan anak 

orang ini ialah Zabad, dan anak orang ini ialah Sutelah, kemudian Ezer dan Elad. Mereka 

dibunuh oleh orang-orang Gat yang lahir di negeri itu, sebab mereka pergi merampas 

ternak orang-orang itu. 22 Efraim, ayah mereka, berkabung berhari-hari lamanya, 

sehingga saudara-saudaranya datang untuk menghiburkan dia. 23 Sesudah itu ia bersetu-

buh dengan isterinya, lalu mengandunglah wanita  itu dan melahirkan seorang anak 

laki-laki. Ia menamainya Beria, sebab malapetaka telah menimpa keluarganya. 24 Anaknya 

wanita  ialah Seera yang telah mendirikan Bet-Horon-Hilir dan Bet-Horon-Hulu serta 

Uzen-Seera. 25 Anak laki-laki Beria ialah Refah, lalu Resef; anak orang ini ialah Telah, dan 

anak orang ini ialah Tahan, 26 dan anak orang ini ialah Ladan, dan anak orang ini ialah 

Amihud, dan anak orang ini ialah Elisama, 27 dan anak orang ini ialah Nun, dan anak orang 

ini ialah Yosua. 28 Tanah milik mereka dan tempat kediaman mereka ialah Betel dengan 

segala anak kotanya, Naaran di sebelah timur dan Gezer dengan segala anak kotanya di 

sebelah barat, kemudian Sikhem dengan segala anak kotanya sampai Aya dengan segala 

anak kotanya, 29 dan pada perbatasan bani Manasye: Bet-Sean dengan segala anak 

kotanya, juga Taanakh dengan segala anak kotanya, Megido dengan segala anak kotanya, 

Dor dengan segala anak kotanya. Di tempat-tempat itulah keturunan Yusuf bin Israel 

diam. 30 Anak-anak Asyer ialah Yimna, Yiswa, Yiswi dan Beria; Serah ialah saudara 

wanita  mereka. 31 Anak-anak Beria ialah Heber dan Malkiel; dialah bapa Birzait. 32 

Heber memperanakkan Yaflet, Somer dan Hotam serta Sua, saudara wanita  mereka. 

33 Anak-anak Yaflet ialah Pasakh, Bimhab dan Asywat. Itulah anak-anak Yaflet. 34 Anak-

anak Semer ialah Ahi, Rohga, Yehuba dan Aram. 35 Anak-anak Helem, saudaranya laki-laki, 

ialah Zofah, Yimna, Seles dan Amal. 36 Anak-anak Zofah ialah Suah, Harnefer, Syual, Beri 

dan Yimra, 37 Bezer, Hod, Sama, Silsa, Yitran dan Beera. 38 Anak-anak Yeter ialah Yefune, 

Pispa dan Ara. 39 Anak-anak Ula ialah Arah, Haniel dan Rizya. 40 Itulah sekaliannya 

keturunan Asyer, kepala-kepala puak mereka, pahlawan-pahlawan gagah perkasa yang 

terpilih, pemimpin-pemimpin utama. Jumlah yang terdaftar dalam silsilah mereka sebagai 

pasukan perang ada dua puluh enam ribu orang. 

Pada bagian ini kita menjumpai satu catatan mengenai, 

I. Suku Efraim. Kita membaca hal-hal besar mengenai Efraim ketika suku itu 

mencapai kematangan. Pada bagian ini, kita menjumpai satu catatan 

mengenai bencana yang terjadi pada masa kanak-kanaknya, ketika mereka 

tampaknya berada di Mesir, sebab  Efraim sendiri masih hidup sewaktu 

peristiwa-peristiwa itu terjadi. Kenyataan ini tampaknya sulit untuk 

dibayangkan andai kata peristiwa itu, seperti diperhitungkan di sini, terjadi 

dengan jarak tujuh angkatan. Oleh sebab itu, saya cenderung berpikir bahwa 

entah Efraim ini yaitu  Efraim yang lain, atau bahwa yang terbunuh yaitu  

anak-anak langsung dari Efraim yang yaitu  anak Yusuf. Pada perikop ini, 

yang hanya dijelaskan di bagian ini, kita membaca, 


1. Pelanggaran besar yang dilakukan terhadap kaum Efraim. Orang-orang 

Gat, yaitu  orang Filistin, para raksasa, membinasakan banyak keturunan 

kaum itu, sebab mereka pergi merampas ternak orang-orang itu (ay. 21). 

Tidak dapat dipastikan, siapa yang menjadi pihak penyerang di sini. 

Beberapa penafsir menilai bahwa orang-orang Gat yaitu  pihak yang 

menjadi penyerang, yaitu orang-orang yang lahir di Mesir namun  yang 

kini tinggal di Gat, dengan menganggap mereka menyerang tanah 

Gosyen untuk merampas ternak orang Efraim dan membinasakan 

pemiliknya yang membela diri melawan mereka. Banyak nyawa terbuka 

pada bahaya dan dikhianati oleh kekayaannya. Kekayaan sama sekali 

bukanlah kota yang kuat. Penafsir lain berpendapat bahwa orang Efraim 

menyerang orang Gat untuk menjarah mereka, dengan menganggap bah-

wa telah tiba waktunya bagi mereka untuk merebut Kanaan. Akan namun , 

mereka membayar mahal untuk tindakan mereka yang gegabah dan 

terburu-buru. Orang yang tidak mau menantikan waktu Tuhan , tidak dapat 

mengharapkan berkat Tuhan . Saya cenderung berpikir bahwa orang-orang 

Gatlah yang menyerang orang-orang Efraim, sebab  orang Israel di tanah 

Mesir bekerja sebagai para gembala, bukan tentara, yang dikelilingi oleh 

ternak-ternak mereka sendiri, dan oleh sebab itu, mereka tidak mungkin 

membahayakan nyawa mereka untuk merampas ternak tetangga 

mereka. Dengan itu, ayat tersebut dapat dibaca demikian, orang-orang 

Gat membunuh mereka, sebab  orang Gat pergi merampas ternak-ternak 

mereka. Zabad anak Efraim, beserta Sutelah, Ezer, dan Elad cucunya, 

menurut Dr. Lightfoot, termasuk yang mati terbunuh. Yakub telah menu-

buatkan bahwa benih Efraim akan menjadi sejumlah besar bangsa-

bangsa (Kej. 48:19), namun demikian tanaman itu, dengan kejadian ini, 

dimatikan ketika masih kuncup. Penyelenggaraan Tuhan  kerap kali 

tampak berlawanan dengan janji-janji-Nya, namun  apabila memang 

seperti itu, rancangan Tuhan  itu betul-betul menambah kemuliaan dari 

janji-Nya, dan menjadikan penggenapan janji-Nya itu, tanpa 

memperhitungkan kenyataan yang sebelumnya seakan-akan bertolak 

belakang, lebih dahsyat lagi. Meski orang-orang Efraim merupakan ketu-

runan Yusuf, namun kuasa Yusuf tidak mampu melindungi mereka, 

meski beberapa penafsir menilai bahwa Efraim masih hidup pada saat 

itu terjadi. Pedang biasanya memakan siapa saja, orang ini dan itu. 

2. Kesedihan besar yang kemudian menyengsarakan bapa kaum itu: Efraim 

berkabung berhari-hari lamanya. Tidak ada satu hal pun yang 

menghantar orang-orang lanjut usia ke liang kubur dengan lebih 

menyedihkan dibandingkan  kenyataan bahwa sebentar lagi mereka 

mengikuti jejak orang-orang muda keturunan mereka yang telah terlebih 

dahulu pergi ke liang kubur, terlebih lagi jika mereka mati sebab  

terbunuh. Kerap kali, mereka yang hidup hingga lanjut usia mendapat 

beban ketika melihat orang-orang, yang tentangnya mereka berkata, 

anak ini akan memberi kepada kita penghiburan, telah mati mendahului 

mereka. Sebuah tindakan penuh kasih persaudaraan dikerjakan oleh 

saudara-saudara Efraim, yaitu  mereka datang untuk menghiburkan dia 

di bawah penderitaan besar ini, untuk mengungkapkan rasa simpati dan 

perhatian mereka kepadanya, dan untuk menyampaikan perkataan yang 

akan menguatkan dan menenangkannya di bawah takdir memilukan ini. 

Mungkin saudara-saudaranya ini mengingatkannya akan janji 

kemakmuran yang pernah diucapkan Yakub di dalam berkatnya ketika 

menumpangkan tangan kanan di atas kepalanya. Meski kaum keluarga 

Efraim tidak selalu berpaut kepada Tuhan  seperti harapannya, melainkan 

menjadi kaum keluarga yang meratap dan terpecah, janji itu tetap dan 

pasti adanya (2Sam. 23:5). 

3. Dipulihkannya luka ini, sedikit banyak, dengan ditambahkannya seorang 

anak ke dalam keluarganya di usia tuanya (ay. 23), seperti halnya Set, 

anak yang lain sebagai ganti Habel (Kej. 4:25). Ketika Tuhan  dengan 

demikian memulihkan penghiburan bagi umat-Nya yang meratap, 

membuat mereka bersukacita seimbang dengan hari-hari Ia menindas 

mereka, menetapkan belas kasihan-Nya menutupi pelanggaran-pelang-

garan, kita harus memperhatikan kebaikan dan kelembutan Pe-

nyelenggaraan ilahi di dalamnya. Hal itu terjadi sebab  Tuhan  menya-

yangkan hamba-hamba-Nya (Mzm. 90:13). Namun demikian, sukacita 

atas lahirnya seorang manusia ke dalam kaum keluarganya tidak dapat 

membuatnya melupakan kesedihannya, sebab  ia memberi sebuah nama 

yang menyiratkan kesedihan kepada anaknya, Beria – dalam masalah, 

sebab  ia lahir ketika kaum keluarga itu sedang meratap, ketika 

malapetaka menimpa keluarganya. yaitu  baik untuk mengingat 

sengsara dan derita, ipuh dan racun, agar jiwa kita tertekan dalam diri 

kita (Rat. 3:19-20, KJV: direndahkan di dalam diri kita). Nama apa yang 

lebih pantas bagi manusia yang lahir dari wanita  selain dibandingkan  

Beria, sebab  terlahir ke dalam dunia yang penuh sengsara? Sebagai 

kemuliaan lebih lanjut kepada kaum keluarga Efraim, ditambahkan, 

(1) Bahwa seorang putri dari suku itu, Seera namanya, ketika Israel 

mulai menetap di Kanaan, membangun sejumlah kota, entah melalui 

perintahnya atau usahanya sendiri. Salah satu kota itu bernama 

Uzen-Seera (ay. 24). Seorang wanita  yang cakap mendatangkan 

hormat dan berkat yang sama besarnya kepada satu kaum keluarga 

seperti oleh seorang laki-laki yang gagah berani. 

(2) Bahwa seorang anak laki-laki dari suku itu dipakai untuk 

menaklukkan Kanaan, yaitu  Yosua bin Nun (ay. 27). Dalam diri Yosua 

ini pula luka yang telah diperbuat kepada kaum keluarga Efraim 

dipulihkan lebih lanjut, dan mungkin pedihnya luka yang dahulu 

diperbuat oleh orang Kanaan kepada orang Efraim ini membuat 

Yosua semakin gagah berani berperang. 

II. Suku Asyer. Beberapa orang terkemuka dari suku itu dituliskan namanya di 

sini. Tentara mereka tidaklah sebanyak tentara suku-suku lainnya, hanya 

sejumlah 26.000 orang. Akan namun , pemimpin-pemimpin mereka yaitu  

pahlawan-pahlawan gagah perkasa yang terpilih, pemimpin-pemimpin utama 

(ay. 40), dan mungkin mereka bertindak bijaksana dengan tidak berniat 

memperbanyak jumlah orang-orang mereka yang terlatih, melainkan lebih 

memilih mempunyai sedikit orang yang terampil berperang dan siap 

melayani. 

 

 

PASAL  8  

ita mempunyai sejumlah catatan mengenai suku Benyamin pada pasal 

sebelumnya, dan di pasal ini, kita memiliki daftar orang-orang ternama dari 

suku itu yang lebih lengkap.  

1. Oleh sebab suku itu hadirlah Saul, raja pertama Israel, yang kisahnya dengan 

cepat dipaparkan oleh sang penulis kudus (10:1). 

2. Oleh sebab suku itu berpaut kepada Yehuda, lalu mendiami sebagian besar 

dari Yerusalem, dan merupakan salah satu dari dua suku yang pergi ke 

penawanan dan berhasil kembali. Sang penulis kudus juga memaparkan 

kisah ini secara khusus (9:1). Pada pasal ini, 

I. Tertulis sejumlah nama dari kepala-kepala suku itu (ay. 1-32). 

II. Terdapat catatan khusus mengenai kaum keluarga Saul (ay. 33-40). 

Silsilah  

(8:1-32)  

1 Benyamin memperanakkan Bela, anak sulungnya, Asybel, anak yang kedua, Ahrah, anak 

yang ketiga, 2 Noha, anak yang keempat dan Rafa, anak yang kelima. 3 Anak-anak Bela 

ialah Adar, Gera, Abihud, 4 Abisua, Naaman, Ahoah, 5 Gera, Sefufan dan Huram. 6 Inilah 

anak-anak Ehud; mereka ini yaitu  kepala-kepala puak penduduk Geba yang diangkut ke 

dalam pembuangan ke Manahat; 7 Naaman, Ahia dan Gera mengangkut mereka ke dalam 

pembuangan; dia memperanakkan Uza dan Ahihud. 8 Saharaim mendapat anak di daerah 

Moab, sesudah diusirnya Husim dan Baara, isteri-isterinya. 9 Ia mendapat anak dari 

Hodesh, isterinya, yaitu  Yobab, Zibya, Mesa, Malkam,  

10 Yeus, Sokhya dan Mirma; itulah anak-anaknya, kepala-kepala puak; 11 sebelum itu dari 

Husim ia telah mendapat anak, yaitu  Abitub dan Elpaal.  

12 Anak-anak Elpaal ialah Eber, Misam dan Semed; dia ini mendirikan kota Ono dan kota 

Lod dengan segala anak kotanya. 13 Beria dan Sema yaitu  kepala-kepala puak penduduk 

Ayalon; mereka telah menghalau penduduk Gat. 14 Ahyo, Sasak, Yeremot, 15 Zebaja, Arad, 

Eder, 16 Mikhael, Yispa dan Yoha ialah anak-anak Beria. 17 Zebaja, Mesulam, Hizki, Heber, 

18 Yismerai, Yizlia dan Yobab ialah anak-anak Elpaal. 19 Yakim, Zikhri, Zabdi, 20 Elyoenai, 

Ziletai, Eliel, 21 Adaya, Beraya dan Simrat ialah anak-anak Simei. 22 Yispan, Eber, Eliel, 23 

Abdon, Zikhri, Hanan, 24 Hananya, Elam, Antotia, 25 Yifdeya dan Pnuel ialah anak-anak 

Sasak. 26 Samserai, Seharya, Atalya, 27 Yaaresya, Elia dan Zikhri ialah anak-anak Yeroham. 

28 Itulah para kepala puak, para kepala menurut keturunan mereka; mereka ini diam di 

Yerusalem. 29 namun  di Gibeon diam bapa Gibeon, yaitu  Yeiel, dan nama isterinya ialah 

Maakha. 30 Anak sulungnya ialah Abdon, lalu Zur, Kish, Baal, Nadab, 31 Gedor, Ahyo, 

Zekher 32 dan Miklot yang memperanakkan Simea. Juga mereka ini pergi diam berdekatan 

dengan saudara-saudara mereka di Yerusalem bersama-sama saudara mereka yang lain. 

Hanya ada sedikit, atau bahkan tidak ada sama sekali, muatan sejarah di dalam 

seluruh ayat ini. Oleh sebab itu, tidak banyak yang dapat kita cermati. 

1. Mengenai kesulitan-kesulitan yang ada di dalam silsilah ini dan silsilah-

silsilah sebelumnya, kita tidak perlu memusingkan diri sendiri. Saya 

menduga Ezra mengambil silsilah-silsilah itu pada waktu ia menemukannya 

dalam kitab raja-raja Israel dan Yehuda (9:1, KJV), sesuai dengan keterangan 

tentang silsilah-silsilah yang diberikan oleh beberapa suku, masing-masing 

suku mengikuti cara yang mereka anggap pas. Maka dari itu, beberapa 

silsilah disajikan dengan mengikuti urutan naik, lainnya mengikuti urutan 

turun, beberapa menambahkan jumlah, lainnya menambahkan tempat, 

beberapa mencampurkan penggalan-penggalan penting bersejarah, lainnya 

tidak, beberapa lebih singkat, lainnya lebih panjang, beberapa sesuai dengan 

catatan lain, lainnya berbeda. Beberapa silsilah kemungkinan sobek, 

terhapus, dan kotor, sementara silsilah lainnya lebih dapat terbaca. Silsilah 

suku Dan serta Ruben sama sekali hilang. Orang kudus ini menulis sebagai-

mana ia digerakkan oleh Roh Kudus. Akan namun , perihal silsilah-silsilah 

yang didasari ilham ini, kekurangan yang ada tidaklah perlu direka-reka 

alasannya, tidak, begitu pula kesalahan yang ada tidak perlu diralat. 

Cukuplah bagi Ezra untuk menyalin semuanya itu begitu ia mendapatinya di 

tangannya, atau sebagian besar dari semuanya itu, sebab  silsilah itu 

memiliki kegunaan penting di zaman itu, yaitu  untuk mengarahkan para 

tawanan yang telah kembali untuk berdiam sedekat mungkin dengan kaum 

keluarga mereka sendiri, dan di tempat mereka sebelumnya tinggal. Kita 

dapat menduga bahwa banyak hal di dalam silsilah ini yang bagi kita tampak 

rumit, terputus-putus, dan kacau, begitu jelas dan mudah pada masa itu bagi 

mereka (yang tahu bagaimana caranya mengisi kekosongan yang ada) dan 

dengan jelas menjawab semua tujuan dari terbitnya silsilah-silsilah itu.  

2. Meski ada banyak bangsa besar dan perkasa kini berada di atas bumi, 

beserta orang-orang tersohor di dalamnya, yang namanya terkubur selama-

lamanya, namun nama-nama kumpulan besar orang Israel kepunyaan Tuhan  

pada bagian ini dengan cermat dilestarikan guna selama-lamanya diingat. 

Nama-nama itu yaitu  Yashar, Yesyurun, yaitu  orang benar, dan kenangan 

kepada orang benar mendatangkan berkat. Banyak nama-nama besar ini 

takutnya telah kehilangan kemuliaan abadi sebab  bahkan raja-raja Yehuda 

yang jahat pun dimasukkan ke dalam silsilah. Namun demikian, 

dilestarikannya nama-nama mereka di sini menjadi perlambang 

dituliskannya nama-nama seluruh Israel rohani milik Tuhan  di dalam kitab 

kehidupan Sang Anak Domba. 

3. Suku Benyamin ini pada satu masa pernah dibawa ke titik yang begitu 

rendah, yaitu  pada masa hakim-hakim, melalui perbuatan noda di Gibea, 

ketika hanya ada 600 orang yang selamat dari pedang keadilan. Namun 

demikian, di dalam silsilah ini, bilangan mereka hampir sebaik dengan yang 

dijumpai di suku mana pun. Inilah kemuliaan Tuhan , yang menolong yang 

paling tidak berdaya dan membangkitkan yang paling lemah dan hina. 

4. Pada bagian ini disebutkan tentang Ehud (ay. 6), di ayat sebelumnya tentang 

Gera (ay. 5) dan seorang yang diperanakkan dibandingkan nya (ay. 8), yang 

mendapat anak di daerah Moab, yang membuat saya berpikir bahwa Ehud ini 

yaitu  sosok yang menjadi hakim kedua di Israel, sebab  ia dikatakan 

sebagai anak Gera, orang Benyamin (Hak. 3:15), dan ia melepaskan Israel 

dari penindasan orang Moab dengan membunuh raja Moab. Tindakan ini 

mungkin memberinya kekuasaan lebih besar di negeri Moab dibandingkan  yang 

tampak dari bukti-bukti yang kita jumpai di dalam riwayat tentangnya, dan 

memberi kesempatan bagi beberapa keturunannya untuk tinggal di sana. 

5. Pada bagian ini disebutkan tentang beberapa orang Benyamin yang telah 

menghalau penduduk Gat (ay. 13), kemungkinan orang-orang yang telah 

membantai orang-orang Efraim (7:21) atau keturunan mereka, sebagai 

bentuk balas dendam. Dan salah seorang yang melaksanakan keadilan ini 

juga bernama Beria, nama yang mengabadikan kenangan akan kepedihan 

itu. 

6. Perhatian khusus diberikan kepada orang-orang yang diam di Yerusalem (ay. 

28, dan lagi, ay. 32), agar mereka yang nenek moyangnya dahulu kala tinggal 

di sana dengan itu dapat terdorong, sekembalinya mereka dari penawanan, 

untuk berdiam pula di sana. Tampaknya dari apa yang tertulis, hanya sedikit 

orang yang bersedia tinggal di Yerusalem, sebab  kota itu yaitu  tempat 

yang berbahaya: maka dari itu, kita menjumpai (Neh. 11:2) orang-orang 

memuji setiap orang yang rela menetap di Yerusalem, mengingat sebagian 

besar orang lebih memilih untuk tinggal di kota-kota Yehuda. Barang siapa 

memiliki orangtua yang hidup berpusat kepada Yerusalem baru, dengan itu 

harus mempersiapkan diri untuk mengarahkan wajah mereka ke sana dan 

mengejar jalan menuju ke sana, apa pun harga yang harus mereka bayar.

Keturunan Saul 

(8:33-40)  

33 Ner memperanakkan Kish; Kish memperanakkan Saul; Saul memperanakkan Yonatan, 

Malkisua, Abinadab dan Esybaal. 34 Anak Yonatan ialah Meribaal dan Meribaal 

memperanakkan Mikha. 35 Anak Mikha ialah Piton, Melekh, Tarea dan Ahas. 36 Ahas 

memperanakkan Yoada; Yoada memperanakkan Alemet, Azmawet dan Zimri; Zimri 

memperanakkan Moza. 37 Moza memperanakkan Bina; anak orang ini ialah Rafa, dan anak 

orang ini ialah Elasa, dan anak orang ini ialah Azel. 38 Azel mempunyai enam orang anak, 

dan inilah nama-nama mereka: Azrikam, Bokhru, Ismael, Searya, Obaja dan Hanan. Itulah 

sekaliannya anak-anak Azel. 39 Anak-anak Esek, saudaranya, ialah Ulam, anak sulungnya, 

lalu Yeush, anak yang kedua, dan Elifelet, anak yang ketiga. 40 Anak-anak Ulam itu yaitu  

orang-orang berani, pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa, pemanah-pemanah; anak 

dan cucu mereka banyak: seratus lima puluh orang. Mereka semuanya itu termasuk bani 

Benyamin.  

Dapat diperhatikan bahwa di antara seluruh silsilah suku-suku Israel, tidak 

disebutkan sama sekali mengenai raja-raja Israel setelah mereka membelot dari 

kaum keluarga Daud, apalagi mengenai kaum keluarga mereka. Tidak ada 

sepatah kata tertulis mengenai kaum keluarga Yerobeam atau Baesa, kaum 

keluarga Omri atau Yehu, sebab  mereka semua penyembah berhala. Akan 

namun , kita membaca sebuah catatan khusus mengenai kaum keluarga Saul, 

yaitu  kaum keluarga kerajaan sebelum diangkatnya Daud, pada bagian ini. 

1. Sebelum Saul, hanya nama Kish dan Ner, yaitu  ayahnya dan kakeknya, yang 

dituliskan (ay. 33). Garis keturunannya ditarik lebih lanjut ke atas di Kitab 1 

Samuel 9:1. Akan namun , di kitab itu, Kish dituliskan sebagai bin Abiel 

sementara di sini sebagai anak Ner. Sesungguhnya, Kish yaitu  anak Ner dan 

cucu Abiel, seperti dituliskan di Kitab 1 Samuel 14:51, yang mengatakan 

bahwa Ner yaitu  anak Abiel, dan bahwa Abner, anak Ner, yaitu  paman 

Saul, yaitu, saudara laki-laki ayah Saul. Oleh sebab itu, ayah Saul juga yaitu  

anak Ner. Di dalam semua bahasa, suatu hal yang lazim untuk menempatkan 

anak-anak sebagai cucu-cucu dan keturunan lain, dan ini lebih lazim lagi 

dijumpai di dalam bahasa Ibrani yang memiliki keterbatasannya sendiri. 

2. Setelah Saul, sejumlah nama anak-anaknya pun dituliskan, namun  nama 

keturunan dari anak-anaknya itu tidak dituliskan, kecuali keturunan 

Yonatan, yang diberkati dengan banyak anak dan dengan keturunan yang 

dimuliakan dengan diberi tempat di dalam silsilah kudus, demi kebaikan hati 

Yonatan yang tulus kepada Daud. Garis keturunan Yonatan yang berlanjut 

selama sepuluh angkatan dijelaskan di sini. Mungkin Daud secara khusus 

memastikan agar silsilah itu tetap lestari dan menetapkan satu halaman 

khusus untuknya, oleh sebab kovenan yang dibuat antara keturunannya dan 

keturunan Yonatan berlaku sampai selamanya (1Sam. 20:15, 23, 42). Silsilah 

ini berakhir di Ulam, yang keluarganya menjadi ternama di dalam suku 

Benyamin sebab  jumlah orang-orangnya yang gagah perkasa. Dari keturun-

an satu orang itu, tampaknya pada satu masa, terdapat 150 orang pemanah 

yang dibawa masuk ke dalam medan pertempuran, semuanya pahlawan-

pahlawan yang gagah perkasa (ay. 40). Satu hal yang dicermati secara 

khusus dari mereka ini, yang menjadi pujian bagi seorang manusia melebihi 

kemegahan atau kekayaannya, yaitu  bahwa mereka memenuhi syarat 

untuk melayani negeri mereka. 

 

 

 

PASAL  9  

asal ini menunjukkan kepada kita bahwa tujuan dari pencatatan seluruh 

silsilah itu ialah untuk mengarahkan orang Yahudi, yang saat itu telah 

kembali dari pembuangan, untuk bergabung dengan siapa; di mana harus 

tinggal. Sebab, di sini kita dapati penjelasan tentang orang-orang yang pertama 

kali menduduki Yerusalem sesudah kembali dari Babel, yang lalu mulai 

membangun kembali kota tersebut di atas pondasi yang lama. 

I. Orang Israel (ay. 2-9). 

II. Para imam (ay. 10-13). 

III. Orang Lewi dan para pelayan lain di Bait Tuhan   (ay. 14-26). 

IV. Tugas-tugas khusus para imam dan orang Lewi (ay. 27-34). 

V. Pengulangan silsilah Raja Saul (ay. 35-44). 

Silsilah  

(9:1-13)  

1 Seluruh orang Israel telah terdaftar dalam silsilah; mereka tertulis dalam kitab raja-raja 

Israel, sedang orang Yehuda telah diangkut ke dalam pembuangan ke Babel oleh sebab  

perbuatan mereka yang tidak setia. 2 Dan orang-orang yang mula-mula menetap kembali 

di tanah-tanah milik mereka, di kota-kota mereka, ialah orang Israel awam, para imam, 

orang-orang Lewi dan para budak di bait Tuhan . 3 Di Yerusalem tinggal orang-orang dari 

bani Yehuda, dari bani Benyamin, dari bani Efraim dan Manasye: 4 Utai bin Amihud bin 

Omri bin Imri bin Bani, dari keturunan Peres bin Yehuda. 5 Dan dari orang Syela ialah 

Asaya, anak yang sulung, dengan anak-anaknya.  

6 Dari keturunan Zerah ialah Yeuel dengan sanak saudaranya, enam ratus sembilan puluh 

orang. 7 Dari bani Benyamin ialah Salu bin Mesulam bin Hodawya bin Hasenua, 8 Yibnea 

bin Yeroham, Ela bin Uzi bin Mikhri dan Mesulam bin Sefaca bin Rehuel bin Yibnia 9 

dengan sanak saudara mereka menurut keturunan mereka, sembilan ratus lima puluh 

enam orang. Semua orang itu yaitu  kepala puak. 10 Dari para imam ialah Yedaya, 

Yoyarib, Yakhin, 11 Azarya bin Hilkia bin Mesulam bin Zadok bin Merayot bin Ahitub, 

pemuka rumah Tuhan , 12 lalu Adaya bin Yeroham bin Pasyhur bin Malkia, dan Masai bin 

Adiel bin Yahzera bin Mesulam bin Mesilemit bin Imer, 13 dengan sanak saudara mereka, 

kepala-kepala puak, seribu tujuh ratus enam puluh orang, orang-orang tangkas untuk 

menyelenggarakan ibadah di rumah Tuhan . 

Ayat pertama melihat ke belakang tentang silsilah sebelumnya dan mengatakan 

bahwa catatan itu dikumpulkan dalam kitab raja-raja Israel dan Yehuda, bukan 

catatan yang kita miliki dalam kanon Kitab Suci, melainkan dalam catatan sipil 

lain yang juga asli seperti Kitab Raja-raja yang ada pada kita. Dengan menyebut 

Israel dan Yehuda, sejarawan penulis Kitab Tawarikh ini memberi catatan 

bahwa mereka diangkut ke dalam pembuangan ke Babel oleh sebab  perbuatan 

mereka yang tidak setia. Penghakiman itu janganlah dilupakan, namun  diingat 

seterusnya sebagai peringatan bagi anak cucu untuk memperhatikan dosa-dosa 

yang mengakibatkan hal itu terhadap mereka. Setiap kali kita berbicara tentang 

malapetaka apa pun yang menimpa kita, alangkah baiknya ditambahkan, “Hal itu 

terjadi sebab  pelanggaranku,” supaya Tuhan  dibenarkan dan jelas dalam peng-

hakiman-Nya. Berikutnya, ada catatan para penduduk yang pertama setelah 

kembali dari pembuangan. Mereka tinggal di kota-kotanya, terutama Yerusalem. 

1. Orang Israel. Dipakai nama yang sifatnya umum (ay. 2), sebab  di antara 

Yehuda dan Benyamin terdapat banyak orang Efraim dan Manasye serta 

sepuluh suku lainnya (ay. 3). Mereka ini telah melarikan diri ke Yehuda 

ketika sebagian besar dari sepuluh suku itu diangkut tertawan atau kembali 

ke Yehuda pada saat terjadi revolusi di Asyur, sehingga mereka ikut ke 

dalam pembuangan, atau mungkin orang dari suku-suku lain itu bertemu 

dengan suku Yehuda saat mereka di Babel, lalu bersekutu sehingga turut 

merasa keuntungan ketika dibebaskan. Telah dinubuatkan bahwa orang 

Yehuda dan orang Israel akan berkumpul bersama-sama ... lalu mereka akan 

menduduki negeri ini (Hos. 1:11), dan bahwa mereka akan menjadi satu 

bangsa lagi (Yeh. 37:22). Masalah menyatukan kembali orang-orang yang 

telah berselisih. Potongan-potongan logam yang sudah terpisah akan 

menyatu kembali saat dilelehkan dalam tempat pembakaran yang sama. 

Banyak orang dari suku Yehuda maupun Israel tetap tinggal dalam pem-

buangan, namun  sebagian lain yang jiwanya digerakkan oleh Tuhan  mencari 

jalan kembali ke Sion. Berbagai nama disebutkan di sini, dan masih banyak 

lagi, semua orang itu yaitu  kepala puak (ay. 9) yang harus diingat dengan 

rasa hormat, seperti layaknya orang Israel. 

2. Para imam (ay. 10). Para imam patut dipuji sebab  mereka datang bersama 

rombongan pertama. Siapa yang harus memimpin pekerjaan baik jika bukan 

para imam, yaitu pelayan Tuhan? Rakyat patut dipuji sebab  tidak mau 

kembali tanpa para imam. Sebab, siapa yang semestinya menjaga 

pengetahuan jika bukan para imam? Siapa yang bisa memberkati umat 

dalam nama Tuhan jika bukan para imam? 

(1) Dikatakan bahwa salah satu dari mereka yaitu  pemuka rumah Tuhan  (ay. 

22), bukan pemimpin utama, sebab waktu itu imam besarnya yaitu  

Yosua, melainkan imam berikutnya di bawah dia, yaitu  wakilnya, yang 

kemungkinan menjalankan urusan Bait Suci itu lebih rajin dibandingkan  

imam besar sendiri. Dalam rumah Tuhan , para pemimpin wajib ada, 

bukan untuk membuat hukum-hukum baru, melainkan guna memelihara 

agar taurat Tuhan  dijalankan dengan patut oleh para imam serta umat. 

(2) Dikatakan bahwa banyak di antara mereka yaitu  orang-orang tangkas 

untuk menyelenggarakan ibadah di rumah Tuhan  (ay. 13). Dalam rumah 

Tuhan , ada pelayanan yang harus dilakukan secara tetap, dan gereja akan 

baik ketika orang-orang yang ditugaskan dalam pelayanan tersebut 

yaitu  yang memang cakap mengerjakannya, sanggup menjadi pelayan-

pelayan dari suatu perjanjian baru (2Kor. 3:6). Pelayanan Bait Suci 

seperti itu diperlukan setiap saat, terutama pada masa yang genting ini 

ketika mereka baru kembali dari Babel, sangat perlu mereka yang penuh 

keberanian dan semangat disertai tubuh jasmani yang kuat. Itu sebabnya 

mereka dipuji sebagai pahlawan yang gagah berani. 

Silsilah; Penugasan Para Imam 

(9:14-34) 

14 Dari orang-orang Lewi ialah Semaya bin Hasub bin Azrikam bin Hasabya, dari 

keturunan Merari; 15 lalu Bakbakar, Heresh, Galal dan Matanya bin Mikha bin Zikhri bin 

Asaf, 16 serta Obaja bin Semaya bin Galal bin Yedutun dan Berekhya bin Asa bin Elkana 

yang diam di desa-desa orang Netofa. 17 Penunggu-penunggu pintu gerbang ialah Salum, 

Akub, Talmon dan Ahiman, dengan sanak saudara mereka; Salum ialah kepala. 18 Sampai 

sekarang mereka ada di pintu gerbang raja di sebelah timur. Merekalah penunggupenunggu 

pintu gerbang perkemahan bani Lewi. 19 Salum bin Kore bin Ebyasaf bin Korah dan 

saudara-saudara sepuaknya, yaitu  orang-orang Korah, mempunyai tugas jabatan sebagai 

penjaga-penjaga ambang pintu Kemah, seperti bapa-bapa mereka bertugas di 

perkemahan TUHAN sebagai penjaga-penjaga pintu masuk. 20 Pinehas bin Eleazar 

mengepalai mereka sebelumnya. TUHAN kiranya menyertai dia. 21 Zakharia bin 

Meselemya yaitu  penunggu pintu Kemah Pertemuan. 22 Mereka semuanya yang terpilih 

menjadi penunggu ambang pintu ada dua ratus dua belas orang. Mereka telah terdaftar 

dalam silsilah di desa-desa mereka. Daud dan Samuel, pelihat itu, mengangkat mereka 

dalam jabatan itu. 23 Mereka dan anak-anak mereka bertugas menjaga pintu-pintu 

gerbang rumah TUHAN, yaitu  Bait Kemah itu. 24 Ke arah empat mata angin ditempatkan 

penunggu-penunggu pintu gerbang itu, yaitu  ke arah timur, barat, utara dan selatan. 25 

Dan saudara-saudara mereka yang tinggal di desa-desa mereka, pada waktu-waktu 

tertentu harus masuk selama tujuh hari untuk bekerja bersama-sama mereka, 26 sedang 

keempat kepala penunggu pintu gerbang itu memegang jabatan tetap. Mereka yaitu  

orang Lewi dan mengawasi bilik-bilik serta perbendaharaan rumah Tuhan . 27 Mereka ber-

malam di sekitar rumah Tuhan  itu sebab mereka bertanggung jawab atas penjagaan dan 

harus membuka pintu setiap pagi. 28 Sebagian dari mereka mengurus perkakas ibadah: 

mereka menghitung perkakas itu pada waktu dimasukkan dan dikeluarkan. 29 Sebagian 

dari mereka ditugaskan mengurus perabotan, yaitu  segala perabotan tempat kudus, dan 

mengurus tepung yang terbaik, anggur, minyak, kemenyan dan rempah-rempah, 30 

sedang  beberapa orang imam menyediakan campuran rempah-rempah. 31 Matica, salah 

seorang Lewi, anak sulung Salum, orang Korah itu, mendapat tugas tetap untuk mengolah 

roti. 32 Dan sebagian dari anak-anak orang Kehat, yaitu  dari sanak saudara mereka, 

mengurus roti sajian untuk disediakan setiap hari Sabat. 33 Dan inilah para penyanyi, 

kepala-kepala puak orang Lewi, yang diam di bilik-bilik dan bebas dari pekerjaan lain, 

sebab siang dan malam mereka sibuk dengan pekerjaannya. 34 Itulah para kepala puak 

orang Lewi, para kepala, menurut keturunan mereka; mereka ini diam di Yerusalem. 

Di sini, terdapat catatan lebih lanjut mengenai betapa baiknya urusan agama 

ditangani segera setelah rakyat kembali dari Babel. Mereka sudah belajar dari 

pengalaman pahit sebelumnya ketika mereka mengabaikan ketetapan Tuhan  dan 

tidak dapat merayakan ibadah dan ketetapan-Nya. Dua pertimbangan tersebut 

membuat mereka sangat giat dan sigap dalam mendirikan ibadah kepada Tuhan  

di tengah mereka. Jadi, mereka pun mulai menyembah Tuhan  pada akhir yang 

benar. Ada beberapa contoh di sini. 

I. Sebelum rumah Tuhan  dibangun, mereka memiliki kemah pertemuan, tenda 

biasa yang dapat dipindah-pindah, yang mereka pakai pada waktu masih 

kekurangan. Orang yang belum mampu memiliki Bait haruslah memiliki 

kemah, dan bersyukur untuk hal itu dan mengusahakan yang terbaik 

darinya. Jangan pernah biarkan pekerjaan Tuhan  terabaikan sebab  tidak ada 

tempat untuk melakukannya. 

II. Dalam membagikan tugas-tugas kepada para imam dan orang Lewi, mereka 

berkiblat pada model yang digambar oleh Daud dan Samuel sang pelihat (ay. 

22). Pada zamannya, Samuel telah menggambar gambarnya serta 

meletakkan dasarnya, meskipun tabut saat itu masih tersembunyi. Setelah 

itu, Daud menyelesaikannya. Mereka berdua sama-sama bertindak dengan 

petunjuk langsung dari Tuhan . Atau, segera setelah diurapi, Daud memikirkan 

perkara itu dan meminta nasihat Samuel kendati saat itu ia ada dalam 

kesulitan. Kemudian, rancangan tersebut dibentuk dengan kerja sama di 

antara mereka. Mungkin, rencana ini tidak banyak dipikirkan selama 

berabad-abad, namun  setelah lama tertunda, kini dibangkitkan kembali. 

Orang Israel membagi-bagikan tugas berdasarkan petunjuk yang lama. 

III. Sebagian besar umat diam di Yerusalem (ay. 34), namun  ada sebagian yang 

tinggal di desa-desa (ay. 16, 22), sebab kemungkinan belum ada tempat bagi 

mereka di Yerusalem. Namun, mereka tetap ditugaskan dalam pelayanan 

Kemah Suci (ay. 25): pada waktu-waktu tertentu harus masuk selama tujuh 

hari untuk bekerja bersama-sama. Mereka mendapat gi