tawarikh ester 20
yang
memprihatinkan dan menderita, sebab dengan merenungkannya,
mereka akan dibantu untuk khusyuk dan bersungguh-sungguh dalam
ibadah ini dan ibadah-ibadah lainnya. Sungguh perubahan yang menye-
dihkan! Orang-orang Israel telah menjadi orang-orang tawanan, dan
sepertinya hanya terdapat orang-orang yang tersisa dari mereka, sesuai
dengan nubuatan itu (Yes. 7:3), Syear-jasyub – yang tersisa akan kembali.
2. Korban-korban yang dipersembahkan pada kesempatan ini yaitu lembu
jantan, domba jantan, dan anak domba (ay. 17), untuk korban bakaran
dan korban keselamatan. Jumlahnya memang tidak dapat dibandingkan
dengan apa yang pernah dipersembahkan pada waktu penahbisan Bait
Suci Salomo. Namun, mengingat korban-korban itu dipersembahkan
sesuai kemampuan mereka saat ini, maka korban-korban mereka itu
diterima, sebab setelah dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan,
sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun
mereka kaya dalam kemurahan (2Kor. 8:2). Jumlah korban yang hanya
ratusan ini lebih berarti bagi mereka dibanding ribuan korban Salomo
bagi dirinya. Namun, di samping hewan-hewan korban ini, mereka juga
mempersembahkan dua belas kambing jantan sebagai korban peng-
hapus dosa, seekor untuk tiap-tiap suku, guna mengadakan pendamaian
bagi dosa-dosa mereka. Mereka menganggap hal ini diperlukan, supaya
ibadah mereka diterima. Demikianlah, dengan berusaha supaya
kesalahan mereka dihapuskan, mereka hendak membebaskan diri dari
hal yang menjadi penyebab dari kesukaran-kesukaran yang menyengat
mereka belakangan ini, dan yang jika tidak dihilangkan, akan menjadi ulat
yang menggerogoti penghiburan-penghiburan mereka sekarang.
Kitab Ezra 6:1-12
667
3. Ibadah ini dilaksanakan dengan penuh sukacita. Mereka semua merasa
gembira melihat rumah Tuhan telah dibangun dan segala sesuatu
tentangnya ada dalam keadaan yang begitu baik. Marilah kita belajar
untuk menyambut ketetapan-ketetapan kudus dengan sukacita, dan
menjalankannya dengan senang hati. Marilah kita beribadah kepada
Tuhan dengan sukacita. Apa pun yang kita persembahkan kepada Tuhan ,
hendaklah itu dilakukan dengan sukacita sehingga Dia akan berkenan
menerimanya.
4. Ketika menahbiskan rumah Tuhan , mereka juga telah mengatur para
anggota keluarga di dalam rumah itu. Mereka hanya bisa memperoleh
sedikit penghiburan di dalam rumah Tuhan tanpa adanya ibadah di
dalamnya, dan oleh sebab itu mereka menempatkan para imam pada
golongan-golongannya dan orang-orang Lewi pada rombongan-
rombongannya (ay. 18). Setelah menegakkan ibadah kepada Tuhan dalam
penahbisan ini, mereka memberi perhatian untuk memeliharanya, dan
menjadikan kitab Musa sebagai pedoman mereka, yang mereka jadikan
pegangan dalam menegakkan rumah ini. Meskipun ibadah di Bait Suci
sekarang belum dapat dilaksanakan dengan begitu megah dan agung
seperti sebelumnya, akibat kemiskinan mereka, namun mungkin saja
ibadah itu dilaksanakan dengan kemurnian dan ketaatan terhadap
ketetapan ilahi yang sama besarnya seperti dahulu, yang merupakan ke-
muliaan sejati dari ibadah itu. Tidak ada yang lebih indah dibandingkan
keindahan kekudusan.
IV. Perayaan Paskah di dalam rumah Tuhan yang baru didirikan. sebab
sekarang mereka baru dibebaskan dari perhambaan di Babel, maka tepatlah
waktunya bagi mereka untuk memperingati pembebasan mereka dari
perhambaan di Mesir. Belas kasihan yang baru haruslah mengingatkan kita
akan belas kasihan yang dulu. Kita dapat menduga bahwa mereka
menjalankan semacam perayaan Paskah setiap tahun sesudah mereka
kembali, sebab mereka memiliki mezbah dan Kemah Suci. Akan namun ,
mereka sering rentan diganggu oleh musuh-musuh mereka, serba
kekurangan tempat, dan tidak memiliki kemudahan di sekitar mereka. Aki-
batnya, mereka tidak dapat beribadah dengan khidmat sebagaimana
mestinya sampai rumah Tuhan dibangun. Dan sekarang mereka
merayakannya dengan penuh sukacita, sebab Paskah jatuh pada bulan
berikutnya sesudah rumah Tuhan selesai dibangun dan ditahbiskan (ay. 19).
Di sini dicatat,
668
1. Tentang ketahiran para imam dan orang-orang Lewi yang menyembelih
anak domba Paskah (ay. 20). Pada masa pemerintahan Hizkia, banyak
imam yang bersalah sebab tidak mentahirkan diri. Namun sekarang
dicatat, bagi pujian mereka, bahwa para imam dan orang-orang Lewi
bersama-sama mentahirkan diri, sebagai satu kesatuan (demikianlah
kata-kata yang dipakai). Mereka bersuara bulat, baik dalam tekad
maupun dalam upaya mereka untuk membuat dan menjaga diri mereka
tahir bagi upacara ibadah ini. Mereka bersatu dalam membuat persiapan,
supaya dapat saling membantu, sehingga mereka semua tahir, sebagai
satu kesatuan. Kemurnian para hamba Tuhan banyak memperindah
pelayanan mereka, begitu juga dengan kesatuan mereka.
2. Tentang para penganut agama Yahudi dari bangsa-bangsa lain, yang
bergabung bersama mereka dalam ibadah ini: Setiap orang yang
memisahkan diri dari kenajisan bangsa-bangsa negeri itu, telah
meninggalkan negeri mereka termasuk takhayulnya, dan menyatukan
nasib mereka dengan Israel milik Tuhan . Mereka telah berbalik dari
kenajisan bangsa-bangsa negeri itu, baik penyembahan berhala maupun
kebejatan akhlaknya, untuk berbakti kepada TUHAN, Tuhan Israel sebagai
Tuhan mereka. Mereka ini memakan anak domba Paskah juga. Lihatlah
bagaimana para pemeluk agama Yahudi dari bangsa-bangsa lain ini di-
gambarkan. Mereka memisahkan diri dari kenajisan dosa dan
persekutuan dengan orang-orang berdosa, lalu menggabungkan diri
untuk mengikuti dan bersekutu dengan Israel milik Tuhan , dan kemudian
menetapkan hati untuk mencari Tuhan Israel. Dan orang-orang yang
melakukan hal itu dengan tulus, walaupun mereka orang asing dan
pendatang, dipersilakan mengambil bagian dalam pesta Injili, sebagai
kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga
Tuhan .
3. Tentang sukacita dan kepuasan besar yang mereka rasakan saat
merayakan hari raya Roti Tidak Beragi (ay. 22). TUHAN telah membuat
mereka bersukacita, telah memberi mereka baik alasan untuk
bersukacita maupun hati untuk bersukacita. Sekarang sudah sekitar dua
puluh tahun berlalu sejak dasar rumah Tuhan ini diletakkan. Dan dapat
kita duga bahwa sebagian besar dari orang-orang yang telah lanjut usia,
yang pernah menangis saat teringat akan Bait Suci pertama, sudah
meninggal pada saat itu, sehingga sekarang tidak ada lagi air mata yang
bercampur dengan sukacita mereka. Orang-orang yang bergembira
sebab alasan yang baik, mempunyai alasan untuk bersyukur oleh
sebab itu, sebab Tuhan sendirilah yang membuat mereka bersukacita.
Kitab Ezra 6:1-12
669
Dialah mata air yang darinya mengalir semua sungai sukacita kita. Tuhan
sudah berjanji kepada semua orang yang memegang kovenan-Nya,
bahwa Ia akan memberi mereka kesukaan di rumah doa-Nya. Alasan
khusus mengapa mereka bersukacita pada saat ini yaitu bahwa Tuhan
telah memalingkan hati raja kepada mereka, sehingga raja membantu
mereka. Apabila orang-orang yang pernah, atau yang kita khawatirkan
akan, menentang kita, ternyata justru memihak kita, maka kita patut
bersukacita di dalamnya sebagai pertanda yang baik, bahwa TUHAN
berkenan kepada jalan kita (Ams. 16:7). Dan Dialah yang harus mene-
rima kemuliaan atas hal itu.
PASAL 7
ama Ezra yang mulia menyapa kita, pertama-tama, di dalam judul kitab
ini. namun dalam isinya kita tidak menjumpai nama itu sampai pasal ini
memperkenalkan dia ke muka umum melalui tindakan yang dilakukannya untuk
orang banyak dalam pemerintahan lain, yaitu pemerintahan Artahsasta.
Zerubabel dan Yesua dapat kita duga, pada waktu ini, telah lanjut usia, kalau
belum meninggal dunia. Juga kita tidak mendengar lagi tentang Hagai dan
Zakharia. Mereka telah menyelesaikan kesaksian hidup mereka. Apa yang akan
terjadi dengan kepentingan Tuhan dan Israel ketika alat-alat yang berguna ini
dikesampingkan? Percaya saja kepada Tuhan , yang memiliki Roh, untuk
membangkitkan orang lain yang akan menggantikan mereka. Ezra di sini, dan
Nehemia di dalam kitab selanjutnya, sama bergunanya pada zaman mereka
seperti Hagai dan Zakharia pada zaman masing-masing. Dalam pasal ini kita men-
dapati,
I. Sebuah penjelasan, secara umum, tentang Ezra sendiri, dan tentang
perjalanannya ke Yerusalem untuk kepentingan bersama (ay. 1-10).
II. Sebuah salinan dari surat perintah yang diberikan Artahsasta kepada
Ezra (ay. 11-26).
III. Ucapan syukur Ezra kepada Tuhan atas surat perintah itu (ay. 27-28).
Pasal berikutnya akan memberi kita sebuah kisah yang lebih terperinci
tentang rekan-rekannya, perjalanannya, dan kedatangannya di
Yerusalem.
Kedatangan Ezra di Yerusalem
(7:1-10)
1 Kemudian dari pada semuanya itu, pada zaman pemerintahan Artahsasta, raja negeri
Persia, maka berangkatlah Ezra bin Seraya bin Azarya bin Hilkia
2 bin Salum bin Zadok bin Ahitub 3 bin Amarya bin Azarya bin Merayot 4 bin Zerahya bin
Uzi bin Buki 5 bin Abisua bin Pinehas bin Eleazar bin Harun, yaitu Harun imam kepala. 6
N
672
Ezra ini berangkat pulang dari Babel. Ia yaitu seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat
Musa yang diberikan TUHAN, Tuhan Israel. Dan raja memberi dia segala yang diingininya,
oleh sebab tangan TUHAN, Tuhan nya, melindungi dia. 7 Juga berangkat pulang ke
Yerusalem beberapa rombongan orang Israel dan imam, orang Lewi, penyanyi, penunggu
pintu gerbang dan budak di bait Tuhan pada tahun ketujuh zaman raja Artahsasta. 8 Lalu
tibalah ia di Yerusalem pada bulan kelima, yaitu pada tahun ketujuh zaman raja itu. 9
Tepat pada tanggal satu bulan pertama ia memulai perjalanannya pulang dari Babel dan
tepat pada tanggal satu bulan kelima ia tiba di Yerusalem, oleh sebab tangan murah
Tuhan nya itu melindungi dia. 10 Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN
dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.
Dalam perikop ini kita mendapati,
I. Silsilah Ezra. Ia yaitu salah satu keturunan Harun, seorang imam. Ezralah
yang dipilih Tuhan untuk menjadi alat kebaikan bagi Israel, supaya dia dapat
memberikan kehormatan pada jabatan imamat, yang kemuliaannya telah
banyak memudar oleh sebab pembuangan. Ia dikatakan sebagai anak
Seraya, yaitu Seraya yang diduga telah dihukum mati oleh raja Babel ketika
sang raja menjarah Yerusalem (2Raj. 25:18, 21). Kalau kita memakai peng-
hitungan tercepat, 75 tahun telah berlalu sejak Seraya meninggal. Banyak
penafsir menghitungnya lebih lama, dan, sebab mereka menganggap Ezra
dipanggil untuk melayani semua orang pada masa terbaik dalam hidupnya,
maka mereka berpendapat bahwa Seraya bukanlah ayahnya secara
langsung, melainkan kakeknya atau buyutnya. Walaupun begitu, Seraya
yaitu orang terkemuka yang pertama yang muncul dalam silsilah Ezra,
yang di sini terus ditelusuri sampai kepada Harun, namun dengan
meninggalkan banyak orang supaya singkat, yang dapat dilengkapi dari 1
Tawarikh 6:4, dst.. Ezra yaitu seorang adik, atau ayahnya yaitu Yozadak,
ayah dari Yesua, sehingga Ezra bukanlah seorang imam besar, namun
berkerabat dekat dengan imam besar.
II. Watak Ezra. Kendati dari anggota keluarga yang lebih muda, sifat-sifat
pribadinya membuat dirinya sangat menonjol.
1. Ia yaitu seorang yang sangat terpelajar, seorang ahli kitab, yang mahir
dalam Taurat (ay. 6). Ia sangat menguasai Kitab Suci, terutama tulisan
Musa, bisa langsung mengutipnya dan memahami betul arti dan
maknanya. Dikhawatirkan bahwa kegiatan mempelajari Kitab Suci tidak
begitu hidup di kalangan orang Yahudi di Babel. namun Ezra berperan
besar dalam menghidupkannya kembali. Orang Yahudi berkata bahwa
dia mengumpulkan dan menyusun semua salinan hukum Taurat yang
dapat ditemukannya, dan membagikan terbitan yang tepat tentangnya,
bersama dengan semua kitab para nabi, baik yang berupa sejarah
Kitab Ezra 7:1-10
673
maupun puisi, yang ditulis melalui ilham ilahi. Dan dengan demikian, ia
membentuk kanon Perjanjian Lama, dengan tambahan kitab-kitab
nubuatan dan sejarah dari zamannya sendiri. Jika ia sungguh
dibangkitkan oleh Tuhan , dan dilayakkan serta dicondongkan untuk
melakukan ini, maka semua angkatan memiliki alasan untuk menyebut
dirinya diberkati, dan untuk memuji Tuhan sebab dia. Tuhan telah
mengutus nabi-nabi dan ahli-ahli Taurat kepada orang Yahudi (Mat.
23:34). Ezra termasuk ahli-ahli Taurat itu. sebab pada saat itu
nubuatan akan segera berhenti, maka inilah waktunya untuk memajukan
pengetahuan Kitab Suci, sesuai dengan nasihat Tuhan melalui nabi yang
terakhir (Mal. 4:4). Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan
kepada Musa. Para pelayan Injil disebut sebagai ahli Taurat yang mene-
rima pelajaran dari hal Kerajaan Sorga (Mat. 13:52), ahli-ahli kitab
Perjanjian Baru. Sayang sekali bahwa nama yang begitu terhormat
seperti ini harus disandang, seperti yang terjadi pada zaman kemerosot-
an jemaat Yahudi, oleh orang-orang yang mengaku sebagai musuh-
musuh Kristus dan Injil-Nya (Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan
orang-orang Farisi), yang mengetahui betul hukum Taurat secara
harfiah, namun tidak mengenal rohnya.
2. Ezra yaitu seorang yang sangat saleh dan bersungguh-sungguh dalam
kekudusan (ay. 10): Ia telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN, dst.
(1) Yang dipilih untuk dipelajarinya yaitu Taurat TUHAN. Orang-orang
Kasdim, kalangan di mana dia telah dilahirkan dan dibesarkan,
terkenal sebab kepustakaan mereka, terutama ilmu perbintangan.
Dan kita dapat menduga bahwa Ezra, sebagai orang yang suka belajar,
pernah tergoda untuk mempelajari ilmu itu. Namun dia berhasil meng-
atasi godaan itu. Hukum Tuhan nya jauh lebih berharga baginya
dibandingkan semua tulisan para ahli sihir dan ahli perbintangan mereka,
yang cukup dikenalnya sehingga ia mempunyai alasan yang baik untuk
memandang rendah mereka.
(2) Ezra bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN, yaitu, ia mencurahkan
diri sepenuhnya untuk menyelidikinya. Ia meneliti Kitab Suci, dan
mencari pengetahuan tentang Tuhan , tentang pikiran dan kehendak-
Nya, di dalam Kitab Suci, yang memang akan ditemukan di sana,
namun bukan tanpa usaha.
(3) Ezra menuruti tuntutan hati nurani untuk bertindak sesuai dengan
Taurat. Ia menjadikan Taurat sebagai pedoman hidupnya,
membiarkannya membentuk perasaan dan sikapnya, dan mengatur
seluruh perilakunya sesuai dengannya. Kita pun harus menerapkan
674
pengetahuan kita tentang Kitab Suci seperti itu. Sebab berbahagialah
kita jika kita melakukan apa yang kita ketahui sebagai kehendak
Tuhan .
(4) Ezra membulatkan hati untuk mengajar ketetapan dan peraturan
Taurat di antara orang Israel. Apa yang diketahuinya bersedia untuk
disampaikannya bagi kebaikan orang lain. Sebab kepada tiap-tiap
orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan
bersama. namun amatilah caranya: ia pertama-tama belajar, dan
kemudian mengajar, meneliti Taurat TUHAN dan dengan demikian
mengumpulkan suatu perbendaharaan yang baik. Dan baru
kemudian ia mengajar orang lain dan mengeluarkan apa yang telah
dikumpulkannya. Ia juga pertama-tama berbuat, dan kemudian
mengajar, menjalankan sendiri perintah-perintah itu, dan baru
kemudian memimpin orang lain dalam menjalankannya. Dengan
demikian, keteladanannya meneguhkan ajarannya.
(5) Ezra telah bertekad, atau menetapkan hati, untuk melakukan
semuanya ini. Ia bersusah payah untuk belajar, dan melengkapi
dirinya dengan sepenuhnya untuk apa yang telah dirancangnya.
Kemudian ia bertekad untuk melanjutkannya dan bertekun di
dalamnya, dan dengan demikian dia menjadi seorang ahli kitab yang
mahir. Musa di Mesir, Ezra di Babel, dan keduanya dalam
pembuangan, secara menakjubkan dilayakkan untuk melakukan
pelayanan-pelayanan penting bagi jemaat.
III. Perjalanan Ezra ke Yerusalem demi kebaikan negerinya: Ia berangkat pulang
dari Babel (ay. 6), dan, dalam waktu empat bulan, tiba di Yerusalem (ay. 8).
Sungguh aneh bahwa orang seperti dia tinggal begitu lama di Babel setelah
saudara-saudaranya berangkat. namun Tuhan tidak mengutus dia ke
Yerusalem sampai Ia mempunyai tugas untuk dilakukannya di sana. Dan tak
seorang pun pergi selain orang-orang yang rohnya digerakkan Tuhan untuk
berangkat. Sebagian penafsir berpendapat bahwa Artahsasta ini yaitu sama
dengan Darius yang perintahnya telah kita baca dalam pasal 6, dan bahwa
Ezra datang tepat pada tahun setelah Bait Suci selesai dibangun: Bait Suci
selesai dibangun pada tahun yang keenam, dan Ezra tiba pada tahun yang
ketujuh (ay. 8), demikian menurut Dr. Lightfoot. Teman saya yang terhormat
dan terpelajar, yang baru-baru ini telah meninggal, yaitu Tuan Talents,
dalam penanggalan yang dibuatnya, menempatkan kedatangan Ezra di
Yerusalem sekitar 57 tahun sesudah Bait Suci selesai dibangun. Orang-orang
lain menempatkannya lebih jauh lagi. Namun saya hanya ingin mengamati,
Kitab Ezra 7:1-10
675
1. Betapa baiknya sang raja kepadanya. Raja memberi dia segala yang
diingininya, apa pun yang diinginkannya untuk memampukannya
mengabdi negerinya.
2. Betapa baiknya bangsanya kepadanya. Ketika dia berangkat, banyak
orang pergi bersamanya, sebab mereka tidak ingin tinggal di Babel
ketika dia telah pergi dari sana, dan sebab mereka mau memberanikan
diri untuk tinggal di Yerusalem ketika dia telah pergi ke sana.
3. Betapa baiknya Tuhan nya kepadanya. Ia beroleh perkenanan ini dari raja
dan negerinya oleh sebab tangan murah TUHAN, Tuhan nya, melindungi dia
(ay. 6, 9). Perhatikanlah, setiap makhluk ciptaan menjadi bagi kita
sebagaimana Tuhan menjadikannya, dan dari Dialah keadilan kita akan
muncul. Sama seperti kita harus melihat bahwa kejadian-kejadian yang
akan terjadi yaitu terjadi di dalam tangan Tuhan , demikian pula kita harus
melihat tangan Tuhan di dalam kejadian-kejadian yang benar-
benar terjadi. Dan kita harus mengakui Dia dengan penuh syukur apabila
kita mempunyai alasan untuk menyebut kejadian itu terjadi
sebab tangan murah-Nya.
Surat Perintah Artahsasta
(7:11-26)
11 Inilah salinan surat, yang diberikan raja Artahsasta kepada Ezra, imam dan ahli kitab
itu, yang ahli dalam perkataan segala perintah dan ketetapan TUHAN bagi orang Israel: 12
“Artahsasta, raja segala raja, kepada Ezra, imam dan ahli Taurat Tuhan semesta langit, dan
selanjutnya. Maka sekarang,
13 olehku telah dikeluarkan perintah, bahwa setiap orang di dalam kerajaanku yang
termasuk orang Israel awam, atau para imamnya atau orang-orang Lewi, dan yang rela
pergi ke Yerusalem, boleh turut pergi dengan engkau.
14 Oleh sebab engkau disuruh raja serta ketujuh orang penasihatnya untuk mengadakan
penyelidikan mengenai Yehuda dan Yerusalem dengan berpedoman kepada hukum
Tuhan mu yang menjadi peganganmu, 15 dan untuk membawa perak dan emas, yang
diberikan raja serta para penasihatnya sebagai persembahan sukarela kepada Tuhan
Israel, yang tempat kediaman-Nya di Yerusalem, 16 beserta segala perak dan emas yang
akan kauperoleh di seluruh propinsi Babel, dengan persembahan sukarela yang akan
dipersembahkan oleh rakyat dan para imam bagi rumah Tuhan mereka yang ada di Yeru-
salem, 17 maka oleh sebab itu haruslah engkau dengan seksama memakai uang itu untuk
membeli lembu-lembu jantan, domba-domba jantan, anak-anak domba dengan korban
sajiannya dan korban curahannya, dan haruslah semuanya itu kaupersembahkan di atas
mezbah di rumah Tuhan mu yang ada di Yerusalem. 18 namun apa yang dianggap baik
olehmu dan oleh saudara-saudaramu untuk diperbuat dengan perak dan emas yang
selebihnya, boleh kamu perbuat sesuai dengan kehendak Tuhan mu. 19 Hanya perleng-
kapan-perlengkapan yang diserahkan kepadamu untuk ibadah di rumah Tuhan mu,
sampaikanlah itu ke hadapan Tuhan di Yerusalem. 20 Dan yang lain yang masih diperlukan
untuk rumah Tuhan mu, yang pembayarannya menjadi tanggunganmu, itu boleh kaubayar
dari perbendaharaan kerajaan. 21 Kemudian aku, raja Artahsasta, telah mengeluarkan
perintah kepada semua bendahara di daerah seberang sungai Efrat, begini: segala yang
diminta dari padamu oleh imam Ezra, ahli Taurat Tuhan semesta langit, haruslah dilak-
676
sanakan dengan seksama, 22 dengan memakai perak sampai jumlah seratus talenta,
gandum sampai jumlah seratus kor, anggur sampai jumlah seratus bat, minyak sampai
jumlah seratus bat, dan garam tidak terbatas. 23 Segala sesuatu yang berdasarkan
perintah Tuhan semesta langit, harus dilaksanakan dengan tekun untuk keperluan rumah
Tuhan semesta langit, supaya jangan pemerintahan raja serta anak-anaknya kena murka. 24
Lagipula kami beritahukan kepadamu, bahwa tidaklah sah bila para imam, orang Lewi,
penyanyi, penunggu pintu gerbang, budak di bait Tuhan dan para hamba rumah Tuhan
dikenakan pajak, upeti atau bea. 25 Maka engkau, hai Ezra, angkatlah pemimpin-pemimpin
dan hakim-hakim sesuai dengan hikmat Tuhan mu yang menjadi peganganmu, supaya
mereka menghakimi seluruh rakyat yang diam di daerah seberang sungai Efrat, yaitu
semua orang yang mengetahui hukum Tuhan mu; dan orang yang belum mengetahuinya
haruslah kauajar. 26 Setiap orang, yang tidak melakukan hukum Tuhan mu dan hukum raja,
harus dihukum dengan seksama, baik dengan hukuman mati, maupun dengan pem-
buangan, dengan hukuman denda atau hukuman penjara.”
Dalam perikop ini kita mendapati surat perintah yang diberikan oleh raja Persia
kepada Ezra, dengan memberinya wewenang untuk bertindak bagi kebaikan
orang Yahudi. Dan wewenang itu sangat luas dan penuh, serta melampaui apa
yang dapat diharapkan. Surat perintah itu ditulis, kita duga, dalam bentuk biasa:
Artahsasta, raja segala raja. Gelar ini bagaimanapun terlalu tinggi untuk
disandang oleh manusia fana mana pun. Ia memang raja dari beberapa raja,
namun berbicara seakan-akan dia yaitu raja segala raja berarti merampas hak
istimewa dari Dia yang memiliki segala kuasa di sorga dan di bumi. Sang raja
mengucapkan salam kepada Ezra, orang kepercayaannya dan orang yang sangat
dikasihinya, yang disebutnya sebagai seorang ahli Taurat Tuhan semesta
langit (ay. 12), sebuah gelar yang dengannya (tampak melalui salam ini) Ezra
menilai tinggi dirinya sendiri. Dan ia tidak menginginkan gelar lain, sekalipun ia
telah diangkat pada jabatan pemimpin. Ia menganggap bahwa menjadi seorang
ahli Taurat Tuhan lebih merupakan kehormatan baginya dibandingkan menjadi
seorang bangsawan atau pimpinan kerajaan. Mari kita cermati butir-butir dari
surat perintah ini.
I. Raja Artahsasta memberi Ezra izin untuk pergi ke Yerusalem, beserta
sebanyak mungkin rekan sebangsanya yang ingin pergi bersamanya (ay. 13).
Ezra dan mereka yaitu para tawanan, dan sebab itu mereka tidak mau
meninggalkan wilayah kekuasaan sang raja tanpa surat izinnya sebagai raja.
II. Raja Artahsasta memberi Ezra wewenang untuk menyelidiki perkara-
perkara tentang Yehuda dan Yerusalem (ay. 14). Penyelidikannya haruslah
berpedoman kepada hukum Tuhan nya, yang menjadi pegangannya. Ia harus
menyelidiki apakah orang-orang Yahudi, dalam agama mereka, mempunyai
dan melakukan segala sesuatu menurut hukum Tuhan itu. Apakah Bait Suci
telah dibangun, imamat ditegakkan, dan korban-korban dipersembahkan
Kitab Ezra 7:1-10
677
sesuai dengan ketentuan ilahi. Apabila, setelah penyelidikan, ada suatu
kesalahan yang ditemukannya, maka dia harus memastikan agar hal itu
diperbaiki, dan, seperti Titus di Kreta, harus mengatur apa yang masih perlu
diatur (Tit. 1:5). Demikianlah hukum Tuhan diagungkan dan dijadikan
terhormat, dan demikianlah orang-orang Yahudi dipulihkan kepada hak
istimewa mereka yang semula untuk mengatur diri mereka sendiri
berdasarkan hukum tersebut, dan tidak lagi berada di bawah ketetapan-kete-
tapan yang tidak baik, ketetapan-ketetapan para penindas mereka (Yeh.
20:25).
III. Raja Artahsasta mempercayakan kepada Ezra uang yang dengan cuma-cuma
diberikan oleh sang raja sendiri dan para penasihatnya, dan yang
dikumpulkan dari antara rakyatnya, bagi ibadah di rumah Tuhan (ay. 15-16).
1. Hendaklah hal ini diperhatikan,
(1) Bagi kehormatan Tuhan , sebagai satu-satunya Tuhan yang hidup dan
benar. Sebab bahkan orang-orang yang menyembah Tuhan -Tuhan lain
begitu diyakinkan akan kedaulatan Tuhan Israel, sehingga mereka
bersedia mengeluarkan biaya supaya mereka bisa mendapat
perkenanan-Nya (lih. Mzm. 45:13; 68:30).
(2) Sebagai pujian bagi raja kafir ini, bahwa dia menghormati Tuhan
Israel kendati para penyembah-Nya yaitu segelintir orang miskin
yang hina, yang tidak dapat menanggung biaya yang diperlukan
untuk ibadah agama mereka sendiri dan sekarang sedang memakai
lahan kepunyaannya. Dan bahwa, meskipun dia sendiri tidak dibuat
insaf sehingga meninggalkan takhayul-takhayulnya, namun dia
melindungi dan mendorong orang-orang Yahudi dalam agama
mereka, dan tidak hanya berkata, kenakanlah kain panas dan
makanlah sampai kenyang, namun juga memberi mereka segala
sesuatu yang mereka butuhkan.
(3) Sebagai cela ketika mengingat raja-raja Yehuda yang jahat. Raja-raja
yang telah dididik dalam pengetahuan dan penyembahan kepada
Tuhan Israel itu, dan yang memiliki hukum-Nya serta para nabi-Nya,
sering kali menjarah dan menguras harta Bait Suci. namun di sini
seorang raja kafir memperkayanya. Demikian pula di kemudian hari
Injil ditolak oleh orang-orang Yahudi, namun disambut oleh orang-
orang bukan Yahudi. Lihat Roma 11:11, oleh pelanggaran mereka,
keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, dan Kisah Para
Rasul 13:46.
678
2. Kita di sini diberi tahu bahwa Ezra dipercayai,
(1) Untuk menerima uang ini dan membawanya ke Yerusalem. Sebab dia
yaitu seorang yang terkenal lurus hati, orang yang dapat mereka
andalkan, bahwa dia tidak akan menyelewengkan sedikit pun dari
apa yang telah diberikan bagi kepentingan umum. Kita mendapati
Paulus pergi ke Yerusalem untuk keperluan seperti itu, untuk
membawa pemberian dan persembahan bagi bangsanya (Kis. 24:17).
(2) Untuk menggunakan uang ini sebaik mungkin, yaitu untuk korban-
korban yang harus dipersembahkan di atas mezbah Tuhan (ay. 17),
dan untuk hal-hal lain yang dianggap pantas olehnya atau saudara-
saudaranya (ay. 18). Hanya dengan batasan ini, bahwa itu harus
sesuai dengan kehendak Tuhan mereka, yang mereka ketahui dengan
lebih baik dibandingkan sang raja. Kiranya kehendak Tuhan kita selalu
menjadi pedoman kita dalam pengeluaran uang kita, dan khususnya
dalam apa yang kita gunakan untuk melayani-Nya. Pekerjaan Tuhan
harus selalu dilakukan sesuai dengan kehendak-Nya. Di samping
uang, Ezra juga diberi perlengkapan-perlengkapan untuk ibadah di
Bait Suci (ay. 19). Koresh mengembalikan apa yang memang
semestinya menjadi milik Bait Suci, namun perlengkapan-
perlengkapan ini diberikan di luar apa yang
diharapkan. Demikianlah Bait Suci menerima apa yang memang
menjadi miliknya sendiri, beserta bunganya. Semua perlengkapan ini
harus disampaikannya ke hadapan Tuhan di Yerusalem, sebab dimak-
sudkan bagi kehormatan-Nya, tempat di mana Ia telah menegakkan
nama-Nya.
IV. Raja Artahsasta mengeluarkan surat sebaran, atau lebih tepatnya surat
kuasa, kepada semua bendahara di daerah seberang sungai Efrat, dengan
meminta mereka untuk menyediakan bagi Ezra apa yang dibutuhkannya
dari perbendaharaan raja, dan untuk menanggungkan semuanya kepada
sang raja (ay. 20, 22). Hal ini dilakukan dengan hati-hati. Sebab Ezra, yang
belum menyelidiki bagaimana keadaan di Yerusalem, tidak tahu apa yang
akan dibutuhkannya di sana, dan ia pun tidak terlalu menuntut yang macam-
macam. Hal itu juga dilakukan dengan penuh kebaikan, dan menunjukkan
rasa cinta yang besar kepada Bait Suci dan keyakinan yang besar kepada
Ezra. Sudah menjadi kepentingan para penguasa dan pembesar untuk
menggunakan kekayaan dan kekuasaan mereka untuk mendukung dan
menguatkan agama. Untuk apa lagi penghasilan yang besar kalau bukan
Kitab Ezra 7:1-10
679
untuk memampukan orang-orang melakukan banyak kebaikan semacam ini,
jika saja mereka memiliki hati untuk melakukannya?
V. Raja Artahsasta berpesan kepada Ezra supaya segala sesuatu yang perlu
dilakukan di dalam atau di seputar Bait Suci bagi kehormatan Tuhan Israel
tidak lalai dijalankan. Amatilah, dalam pesan ini (ay. 23),
1. Betapa sang raja berbicara dengan penuh hormat tentang Tuhan . Ia telah
menyebut Tuhan sebelumnya sebagai Tuhan di Yerusalem. namun di sini,
supaya jangan sampai dianggap bahwa dia memandang-Nya sebagai
Tuhan setempat, maka dia menyebut-Nya dua kali, dengan penuh
pemujaan, sebagai Tuhan semesta langit.
2. Betapa ia mengarahkan pandangan dengan cermat kepada firman dan
hukum Tuhan , yang kemungkinan telah dia baca dan kagumi: “Segala
sesuatu yang berdasarkan perintah Tuhan ” (yang ketetapan-ketetapan-
Nya tidak berani diubah atau ditambahnya sedikit pun, kendati dia
menyebut dirinya sebagai raja segala raja) “hendaklah itu dilakukan,
hendaklah itu dilakukan dengan tekun, dengan hati-hati, dan dengan
segera.” Dan,
3. Betapa dengan rasa cemas dia hendak menjauhkan murka Tuhan : Supaya
jangan pemerintahan raja serta anak-anaknya kena murka. Mengabaikan
dan memandang rendah agama akan mendatangkan penghakiman-
penghakiman Tuhan atas raja-raja dan kerajaan. Dan cara yang paling
baik untuk memalingkan murka-Nya, ketika murka itu siap tercurah
melawan suatu bangsa, yaitu dengan mendukung dan menguatkan
agama. Maukah kita menjaga kedamaian dan kesejahteraan kita? Marilah
kita ambil peduli supaya kepentingan Tuhan tidak diabaikan.
VI. Raja Artahsasta membebaskan semua pelayan di rumah Tuhan dari
membayar pajak kepada pemerintah. Dari imam-imam yang tertinggi sampai
para budak yang terendah di Bait Tuhan , tidaklah sah bagi para pejabat raja
untuk mengenakan pajak, upeti atau bea kepada mereka, yang dikenakan
kepada rakyat lain dari sang raja (ay. 24). Pembebasan pajak ini
memberikan kehormatan yang besar kepada diri mereka sebagai warga
kerajaan yang merdeka, dan akan membuat mereka dihormati sebagai
orang-orang kesayangan raja. Dan pembebasan pajak itu memberi mereka
kebebasan untuk melakukan ibadah mereka dengan lebih gembira dan lebih
bebas. Kita menduga bahwa yang dibebaskan dari pajak itu hanya barang-
barang untuk kebutuhan mereka sendiri dan keluarga mereka, dan untuk
pemeliharaan ibadah mereka. Jika ada di antara mereka yang mengambil
680
kesempatan dari hak istimewa ini dengan menggunakan barang untuk
berdagang, maka sudah sewajarnya mereka akan kehilangan keuntungan
dari hak istimewa itu.
VII. Raja Artahsasta memberi kuasa kepada Ezra untuk mengangkat dan
menetapkan pemimpin-pemimpin dan hakim-hakim bagi semua orang
Yahudi di seberang sungai Efrat (ay. 25-26). Sungguh suatu perkenanan
besar bagi orang-orang Yahudi untuk memiliki tokoh-tokoh pemimpin yang
demikian, dan terutama sebab Ezra yang mengangkat mereka.
1. Semua orang yang mengetahui hukum Tuhan Ezra, yaitu semua orang
yang mengaku beragama Yahudi, harus berada di bawah kekuasaan para
hakim ini, yang menyiratkan bahwa mereka dikecualikan dari kekuasaan
para pemimpin kafir.
2. Hakim-hakim ini diizinkan dan didorong untuk menyebarkan agama
Yahudi: Hendaklah mereka mengajarkan hukum Tuhan kepada orang yang
belum mengetahuinya. Walaupun sang raja sendiri tidak akan menjadi
orang Yahudi, namun dia tidak peduli berapa banyak rakyatnya yang
akan menjadi Yahudi.
3. Hakim-hakim itu diberi kuasa untuk menegakkan penghakiman-
penghakiman yang mereka berikan, dan perintah-perintah yang mereka
buat, yang sesuai dengan hukum Tuhan (yang dengan ini dijadikan
sebagai hukum raja), dengan ancaman hukuman berat – penjara,
pembuangan, denda, atau kematian, sebagaimana yang ditetapkan oleh
hukum mereka. Mereka tidak diizinkan untuk membuat hukum-hukum
baru, namun harus memastikan agar hukum Tuhan dilaksanakan dengan
semestinya. Dan mereka dipercayakan dengan pedang agar mereka
dapat menjadi suatu kengerian bagi orang-orang yang berbuat
jahat. Apakah yang dapat dilakukan oleh Yosafat, atau Hizkia, atau Daud
sendiri sebagai raja, yang melebihi apa yang dilakukan oleh Raja
Artahsasta ini bagi kehormatan Tuhan dan kemajuan agama?
Ucapan Syukur Ezra kepada Tuhan
(7:27-28)
27 Terpujilah TUHAN, Tuhan nenek moyang kita, yang dengan demikian menggerakkan hati
raja, sehingga ia menyemarakkan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem, 28a dan membuat
aku disenangi oleh raja dan penasihat-penasihatnya serta segala pembesar raja yang
berkuasa! 28b Maka aku menguatkan hatiku, sebab tangan TUHAN, Tuhan ku, melindungi
aku dan aku menghimpunkan dari antara orang Israel beberapa pemimpin untuk
berangkat pulang bersama-sama aku.
Kitab Ezra 7:1-10
681
Ezra tidak dapat melanjutkan kisahnya tanpa menyisipkan pengakuan
syukurnya atas kebaikan Tuhan terhadap dirinya dan bangsanya dalam perkara
ini. Segera sesudah dia mengakhiri pembacaan surat perintah raja, bukannya
menambahkan, hidup raja (meskipun itu cukup pantas untuk diucapkan), dia
malah menambahkan, terpujilah TUHAN. Sebab kita harus mengucap syukur
dalam segala hal, dan, kejadian apa pun yang menyenangkan kita, kita harus
mengakui bahwa ada tangan Tuhan di dalamnya, dan memuji nama-Nya. Dua hal
yang menjadi alasan Ezra memuji Tuhan :
1. sebab surat perintah sang raja kepadanya. Kita menduga bahwa dia
mencium tangan raja sebab nya, namun itu belum semuanya: Terpujilah
TUHAN (katanya) yang dengan demikian menggerakkan hati raja. Tuhan dapat
menaruh sesuatu ke dalam hati manusia, yang tidak akan timbul di sana
dengan sendirinya, dan ke dalam pikiran mereka juga, baik oleh
penyelenggaraan-Nya maupun oleh anugerah-Nya, menyangkut segala
sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh. Apabila ada sesuatu yang baik
timbul di dalam hati kita, atau di dalam hati orang lain, kita harus mengakui
bahwa Tuhan -lah yang telah menaruhnya di sana, dan memuji Dia sebab nya.
Sebab Dialah yang mengerjakan di dalam kita baik kemauan maupun
pekerjaan yang baik. Ketika para raja dan pemimpin bertindak untuk
memberantas kejahatan dan mendorong agama, kita harus bersyukur
kepada Tuhan yang telah menggerakkan hati mereka untuk berbuat demikian,
sama seperti apabila mereka telah memberi kita suatu kebaikan tertentu.
Ketika rumah Tuhan dibangun, Ezra bersukacita atas apa yang telah
dilakukan untuk memperindahnya. Kita tidak membaca adanya perintah
yang diberikan untuk mengecat atau menyepuhnya, atau menghiasinya
dengan batu-batu mulia. Namun, kita yakin bahwa ketetapan-ketetapan
Tuhan dilaksanakan di sana secara tetap, hati-hati, dan tepat sesuai dengan
ketentuan. Dan itulah yang sungguh-sungguh memperindah bait suci.
2. sebab dorongan yang diperolehnya untuk bertindak sesuai dengan apa
yang diperintahkan kepadanya (ay. 28, KJV): Ia telah mengulurkan rahmat-
Nya kepadaku. Sang raja, dalam kehormatan yang diberikannya kepada Ezra,
dapat kita duga, mengarahkan pandangan pada jasanya, dan mengangkatnya
sebab ia memandang Ezra sebagai seorang yang sangat cerdas dan cerdik.
namun Ezra sendiri memandang bahwa pengangkatannya semata-mata
terjadi berkat belas kasihan Tuhan . Inilah yang telah membuat Ezra disenangi
oleh rajanya. Ia sendiri yaitu seorang pemberani, namun dia memandang
keberaniannya bukan berasal dari hatinya sendiri, melainkan dari tangan
Tuhan : “Aku telah dikuatkan untuk menjalankan pelayanan-pelayanan ini,
sebab tangan TUHAN, Tuhan ku, melindungi aku untuk memimpin dan
682
menopang aku.” Apabila Tuhan mengulurkan tangan-Nya kepada kita, maka
kita menjadi berani dan riang hati. Apabila Ia menarik tangan-Nya, maka kita
akan menjadi lemah seperti air. Apa pun pelayanan yang dapat kita lakukan
bagi Tuhan dan angkatan kita, Tuhan harus menerima segala kemuliaannya.
Kekuatan untuk melakukannya yaitu berasal dari Dia, dan sebab itu
pujian untuknya harus diberikan kepada-Nya.
PASAL 8
asal ini memberi kita sebuah kisah yang lebih terperinci tentang perjalanan
Ezra ke Yerusalem, yang penjelasan umum tentangnya telah kita dapati
dalam pasal sebelumnya.
I. Rombongan yang berangkat bersamanya (ay. 1-20).
II. Puasa khusyuk yang diadakan bersama dengan rombongannya untuk
memohon kehadiran Tuhan bersama mereka dalam perjalanan ini (ay.
21-23).
III. Perhatian yang diberikannya terhadap harta benda yang ada
bersamanya, dan perintah yang diberikannya mengenai hal itu kepada
para imam, yang diserahi tugas untuk menjaganya (ay. 24-30).
IV. Perhatian yang diberikan Tuhan kepadanya dan rombongannya di
dalam perjalanan (ay. 31).
V. Kedatangan mereka dengan selamat di Yerusalem, di mana mereka
menyerahkan harta benda yang mereka bawa kepada para imam (ay.
32-34), memberikan surat perintah raja kepada wakil-wakil raja (ay.
36), mempersembahkan korban kepada Tuhan (ay. 35), dan kemudian
bersegera melakukan pekerjaan mereka.
Perjalanan Ezra dan Rombongannya
(8:1-20)
1 Inilah kepala-kepala kaum keluarga dan silsilah orang-orang yang berangkat pulang
bersama-sama aku dari Babel pada zaman pemerintahan raja Artahsasta: 2 dari bani
Pinehas: Gersom; dari bani Itamar: Daniel; dari bani Daud: Hatus 3 bin Sekhanya; dari bani
Paros: Zakharia, dan bersama-sama dia seratus lima puluh orang laki-laki tercatat di
dalam silsilah; 4 dari bani Pahat-Moab: Elyoënai bin Zerahya, dan bersama-sama dia dua
ratus orang laki-laki; 5 dari bani Zatu: Sekhanya bin Yahaziel, dan bersama-sama dia tiga
ratus orang laki-laki; 6 dan dari bani Adin: Ebed bin Yonatan, dan bersama-sama dia lima
puluh orang laki-laki; 7 dari bani Elam: Yesaya bin Atalya, dan bersama-sama dia tujuh
puluh orang laki-laki; 8 dan dari bani Sefaca: Zebaja bin Mikhael, dan bersama-sama dia
delapan puluh orang laki-laki; 9 dan dari bani Yoab: Obaja bin Yehiel, dan bersama-sama
P
686
dia dua ratus delapan belas orang laki-laki; 10 dan dari bani Bani: Selomit bin Yosifya, dan
bersama-sama dia seratus enam puluh orang laki-laki; 11 dan dari bani Bebai: Zakharia
bin Bebai, dan bersama-sama dia dua puluh delapan orang laki-laki; 12 dan dari bani
Azgad: Yohanan bin Hakatan, dan bersama-sama dia seratus sepuluh orang laki-laki; 13
dan dari bani Adonikam: yang datang kemudian, dan inilah nama mereka: Elifelet, Yehiel
dan Semaya, dan bersama-sama mereka enam puluh orang laki-laki; 14 dan dari bani
Bigwai: Utai dan Zabud dan bersama-sama dia tujuh puluh orang laki-laki. 15 Aku
menghimpunkan mereka dekat sungai yang mengalir ke Ahawa dan di sana kami
berkemah tiga hari lamanya. Ketika kuselidiki mereka, ternyata ada orang-orang Israel
awam dan imam-imam, namun tidak kudapati di antara mereka orang-orang dari bani
Lewi. 16 Sebab itu aku mengirim Eliezer, Ariel, Semaya, Elnatan, Yarib, Elnatan, Natan,
Zakharia, Mesulam, yaitu kepala-kepala kaum keluarga, dan Yoyarib dan Elnatan, yaitu
pengajar-pengajar, 17 dengan suatu pesan untuk Ido, kepala setempat di Kasifya. Aku
menaruh perkataan-perkataan ke dalam mulut mereka untuk dikatakan kepada Ido dan
saudara-saudaranya, para budak di bait Tuhan di Kasifya itu, supaya mereka
mendatangkan kepada kami orang-orang yang harus menyelenggarakan kebaktian di
rumah Tuhan kami. 18 Kemudian sebab tangan murah Tuhan kami itu melindungi kami, di-
datangkanlah oleh mereka kepada kami orang-orang yang berakal budi dari bani Mahli
bin Lewi bin Israel, yaitu Serebya dengan anak-anak dan saudara-saudaranya, delapan
belas orang; 19 dan Hasabya beserta Yesaya, dari bani Merari, dan saudara-saudaranya
dan anak-anak mereka, dua puluh orang; 20 dan dari para budak di bait Tuhan , yang
diberikan Daud dan para pembesar untuk membantu pekerjaan orang-orang Lewi, dua
ratus dua puluh orang, yang masing-masing ditunjuk dengan disebut namanya.
Ezra, setelah menerima perintah dari sang raja, segera menghimpun para
sukarelawan, seperti yang tampak dalam penggambarannya, menegakkan panji-
panji untuk mengumpulkan orang-orang Israel yang terbuang dan orang-orang
Yehuda yang terserak (Yes. 11:12). “Siapa saja dari putra-putra Sion, yang
sedang diam dengan puteri-puteri Babel, berkeinginan untuk pergi ke Yerusalem,
sebab sekarang Bait Suci di sana selesai dibangun dan ibadah di Bait Suci mulai
berjalan lagi, maka sekaranglah waktu mereka untuk berangkat.” Nah, orang
akan berpikir bahwa di bawah seorang pemimpin yang demikian, dengan
dorongan-dorongan yang demikian, maka semua orang Yahudi pada akhirnya
akan mengebaskan debu dari pada mereka dan menanggalkan ikatan-ikatan dari
leher mereka, sesuai dengan panggilan dalam Kitab Yesaya itu (Yes. 52:1-2, dst.).
Saya heran bagaimana siapa pun dari mereka dapat membaca pasal itu, namun
tetap tinggal di tempat. Akan namun , banyak orang tetap tinggal. Mereka lebih
menyukai kenyamanan mereka dibandingkan agama mereka, berpikir bahwa
keadaan mereka sudah baik-baik saja, dan entah tidak percaya bahwa Yerusalem
akan menjadikan keadaan mereka lebih baik atau tidak berani pergi ke sana
dengan melewati suatu kesukaran. namun di sini kita diberi tahu,
I. Bahwa beberapa orang menawarkan diri untuk pergi bersama Ezra. Kepala
dari sejumlah keluarga disebutkan namanya di sini, bagi kehormatan
mereka, dan jumlah laki-laki yang dibawa oleh tiap-tiap keluarga itu, yang
semuanya mencapai 1.496 orang. Dua imam disebutkan namanya (ay. 2) dan
Kitab Ezra 8:1-20
687
salah satunya yaitu keturunan Daud. Akan namun , sepertinya, mereka
datang tanpa keluarga mereka, mungkin dengan bermaksud untuk melihat
dulu apakah mereka menyukai Yerusalem atau tidak, dan baru kemudian
entah mengundang keluarga mereka atau kembali kepada keluarga mereka,
sesuai yang mereka putuskan nanti. Sejumlah keluarga atau kaum mereka,
yang disebutkan namanya di sini, telah kita baca sebelumnya dalam pasal 2.
Sebagian telah berangkat pada waktu itu, sebagian lagi berangkat sekarang,
sebagaimana Tuhan menggerakkan hati mereka. Sebagian dipanggil ke dalam
kebun anggur pada pukul sembilan pagi, sebagian yang lain baru dipanggil
pada pukul lima petang, namun bahkan mereka ini tidak ditolak. namun di
sini kita membaca tentang bani Adonikam yang datang kemudian (ay. 13),
yang oleh sebagian penafsir dipahami sebagai cela bagi mereka, bahwa
mereka yaitu yang terakhir yang mendaftarkan diri kepada Ezra. Saya lebih
memahami hal itu sebagai pujian bagi mereka, bahwa sekarang seluruh bani
keluarga tersebut kembali dan tak seorang pun yang tetap tinggal.
II. Bahwa orang-orang Lewi yang ikut dalam rombongan ini boleh dikatakan
terpaksa melakukan pelayanan ini. Ezra menetapkan sebuah pertemuan
umum bagi seluruh rombongannya di suatu tempat tertentu pada hari tahun
baru, pada tanggal satu bulan pertama (7:9). Pada waktu itu dan di tempat
itu ia bisa melihat mereka semuanya, dan mengumpulkan mereka, dan
anehnya, tidak didapatinya di antara mereka orang-orang dari bani Lewi (ay.
15). Memang ada beberapa imam, namun tidak ada yang dari suku Lewi. Di
manakah semangat dari suku yang kudus itu? Ezra, seorang imam, sama
seperti Musa menyatakan, siapa yang memihak kepada TUHAN? Mereka,
tidak seperti orang Lewi, undur dan menyembunyikan diri, dan tinggal
duduk di antara kandang-kandang sambil mendengarkan seruling pemanggil
kawanan. Kita menduga bahwa mereka memiliki tempat-tempat ibadah di
Babel, tempat mereka berdoa, berkhotbah, dan memelihara Sabat dan, ketika
mereka tidak dapat memiliki tempat yang lebih baik, beralasan bagi mereka
untuk bersyukur atas tempat-tempat ibadah itu. namun sebab sekarang Bait
Suci di Yerusalem telah dibuka, dan orang Lewi ditahbiskan untuk
melakukan ibadah di dalamnya, maka mereka seharusnya lebih memilih
pintu-pintu gerbang Sion dibandingkan semua tempat ibadah itu. Hal itu dicatat
di sini sebagai cela bagi mereka. namun janganlah kabarkan itu di Gat. Ezra,
ketika mengamati bahwa tidak ada orang Lewi dalam rombongannya,
merasa sangat kebingungan. Ia mempunyai cukup banyak uang untuk ibadah
di bait suci, namun kekurangan orang. Raja dan para pembesar telah berbuat
lebih dibandingkan yang menjadi bagian mereka, namun bani Lewi bahkan belum
688
melakukan setengah dari bagian mereka. Sebelas orang, yaitu kepala-kepala
kaum mereka, dan orang-orang yang berakal budi, dipilih Ezra dari antara
rombongannya, untuk dipakai guna mengisi kekosongan yang menyedihkan
ini. Dan di sini kita diberi tahu,
1. Tentang pengutusan mereka. Ezra mengutus mereka ke suatu tempat yang
tepat, di mana ada sekumpulan orang Lewi, yaitu Kasifya, mungkin
sebuah jalanan atau lapangan di Babel yang digunakan sebagai tempat
berkumpulnya orang Lewi – Jalan Perak, demikian kita dapat
menyebutnya, sebab kesef berarti perak. Ia mengutus mereka kepada
orang yang tepat, kepada Ido, kepala kumpulan orang Lewi itu, bukan
untuk mendesaknya supaya datang sendiri (kita dapat menduga bahwa
dia sudah tua dan tidak kuat untuk bepergian seperti itu), melainkan
untuk mengirimkan beberapa orangnya yang lebih muda, orang-orang
yang harus menyelenggarakan kebaktian di rumah Tuhan kami (ay. 17).
Dilengkapinya rumah Tuhan dengan para pelayan yang baik yaitu suatu
pekerjaan yang baik, yang akan mendatangkan penghiburan dan pujian
bagi semua orang yang ikut andil di dalamnya.
2. Tentang keberhasilan mereka. Mereka tidak kembali tanpa menjalankan
tugas. Sebaliknya, kendati pemberitahuan itu mendadak, mereka
membawa sekitar 40 orang Lewi untuk menemani Ezra, yaitu Serebya,
yang terkenal sebagai seorang yang sangat cerdas, beserta 18 orang yang
bersamanya (ay. 18), Hasabya, dan Yesaya, beserta 20 orang yang
bersama mereka (ay. 19). Melalui hal ini tampak bahwa mereka tidak
menolak untuk pergi, namun malas dan tak acuh, dan hanya mau pergi
kalau dipanggil dan didorong. Sangat disayangkan bahwa orang-orang
yang baik harus mengabaikan suatu pekerjaan yang baik, semata-mata
sebab tidak diminta melakukannya! Sangat disayangkan bahwa mereka
perlu diminta melakukannya, namun , kalau memang mereka perlu
diminta, sangat disayangkan bahwa mereka harus dibiarkan begitu saja
tanpa diminta! Dari kalangan para budak di Bait Tuhan , pelayan-pelayan
dari kumpulan suci itu, species infima – jabatan terendah dari pelayan di
Bait Suci, tampak ada lebih banyak orang yang siap pergi dibandingkan
dari kalangan orang Lewi sendiri. Dari mereka ada 220 orang, setelah
mendengar panggilan mendadak ini, yang mendaftarkan diri, dan
mendapat kehormatan untuk ditunjuk dengan disebutkan namanya
dalam pemanggilan Ezra (ay. 20). “Demikianlah,” kata Ezra, “kami di-
lengkapi dengan orang-orang Lewi, sebab tangan murah Tuhan kami itu
melindungi kami.” Apabila terjadi kekurangan hamba-hamba Tuhan, lalu
kekosongan itu segera diisi dengan baik, maka biarlah Tuhan
Kitab Ezra 8:1-20
689
dipermuliakan, dan tangan-Nya yang murah diakui sebagai yang
melayakkan mereka bagi pelayanan itu, yang mencondongkan mereka
untuk melakukan pelayanan itu, dan yang membuka pintu kesempatan
bagi mereka.
Doa Puasa Ezra
(8:21-23)
21 Kemudian di sana, di tepi sungai Ahawa itu, aku memaklumkan puasa supaya kami
merendahkan diri di hadapan Tuhan kami dan memohon kepada-Nya jalan yang aman bagi
kami, bagi anak-anak kami dan segala harta benda kami. 22 sebab aku malu meminta
tentara dan orang-orang berkuda kepada raja untuk mengawal kami terhadap musuh di
jalan; sebab kami telah berkata kepada raja, demikian: “Tangan Tuhan kami melindungi
semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka, namun kuasa murka-Nya menimpa
semua orang yang meninggalkan Dia.” 23 Jadi berpuasalah kami dan memohonkan hal itu
kepada Tuhan dan Tuhan mengabulkan permohonan kami.
Ezra telah berhasil membawa orang-orang Lewi pergi bersamanya. namun apa
gunanya itu kecuali ada Tuhan besertanya? Oleh sebab nya, itulah yang menjadi
perhatiannya yang terutama. Dalam semua jalan hidup kita, kita harus mengakui
Tuhan , khususnya ketika kita sedang berusaha untuk melayani kepentingan
kerajaan-Nya di antara manusia. Demikianlah yang diperbuat Ezra di sini.
Amatilah,
I. Keyakinan teguh yang dimilikinya kepada Tuhan dan akan perlindungan-Nya
yang penuh rahmat. Ia memberi tahu sang raja (ay. 22) apa dasar pandangan
yang dipegangnya, bahwa orang-orang yang mencari Tuhan akan aman di
bawah naungan sayap-Nya, bahkan di dalam bahaya yang terbesar
sekalipun, namun mereka yang meninggalkan Dia akan senantiasa terpapar
pada bahaya, bahkan ketika mereka merasa sangat aman. Kuasa Tuhan dike-
rahkan bagi hamba-hamba Tuhan , namun kuasa itu dikerahkan melawan
musuh-musuh-Nya. Hal ini dipercayai Ezra dengan segenap hatinya, dan
dengan mulutnya ia mengakuinya di hadapan raja. Oleh sebab itu, ia merasa
malu untuk meminta iring-iringan kepada raja, supaya jangan sampai dia
memberi alasan kepada raja dan orang-orang di sekelilingnya untuk
meragukan kuasa Tuhan untuk menolong umat-Nya, atau keyakinan Ezra
akan kuasa tersebut. Orang-orang yang percaya kepada Tuhan , dan berkeme-
nangan di dalam Dia, akan malu mencari perlindungan dari makhluk ciptaan,
terutama mencari jalan sendiri untuk aman, sebab dengan demikian
mereka menentang diri mereka sendiri dan keyakinan diri mereka. Bukan
berarti bahwa orang-orang yang bergantung kepada Tuhan tidak boleh meng-
690
gunakan sarana yang tepat untuk mempertahankan hidup mereka. Mereka
tidak perlu merasa malu berbuat demikian. Akan namun , apabila menyangkut
kehormatan Tuhan , kita akan lebih memilih membahayakan diri sendiri
dibandingkan melakukan apa saja yang merusak kehormatan-Nya, yang harus
lebih kita sayangi dibandingkan nyawa kita.
II. Permohonan sungguh-sungguh yang disampaikan oleh Ezra kepada Tuhan
dalam keyakinannya itu: Ia memaklumkan puasa (ay. 21). Tak diragukan lagi
bahwa dia sendiri telah memohon petunjuk Tuhan dalam perkara ini sejak
pertama kali hal itu terbesit dalam pikirannya. namun belas kasihan untuk
semua orang harus diminta dengan doa dari semua orang, supaya semua
orang yang akan berbagi dalam penghiburan darinya dapat bergabung di da-
lam permohonan untuknya. Puasa mereka yaitu ,
1. Untuk menyatakan kerendahan hati mereka. Hal ini disampaikan Ezra
sebagai maksud dan tujuan dari doa puasa tersebut. “Supaya kami
merendahkan diri di hadapan Tuhan sebab dosa-dosa kami, dan dengan
demikian dijadikan layak untuk menerima pengampunan atas dosa-dosa
itu.” Ketika kita tengah memasuki jalan hidup yang baru, kita harus
berupaya untuk tidak membawa satu pun kesalahan dari dosa-dosa kita
yang dulu. Ketika kita terancam bahaya besar, hendaklah kita memastikan
untuk berdamai dengan Tuhan , maka barulah kita akan aman, tidak ada
yang benar-benar dapat mencelakakan kita.
2. Untuk menggugah permohonan-permohonan mereka. Doa selalu disertai
dengan ibadah puasa. Keperluan mereka datang di hadapan takhta
anugerah yaitu untuk memohon kepada Tuhan jalan yang aman, yaitu
untuk menyerahkan diri kepada bimbingan Penyelenggaraan ilahi, untuk
menempatkan diri di bawah perlindungan ilahi, dan untuk memohon
Tuhan agar menuntun dan menjaga mereka dalam perjalanan serta mem-
bawa mereka dengan selamat sampai ke tujuan. Mereka yaitu orang-
orang asing di sepanjang jalan, harus berjalan melewati negeri-negeri
para musuh mereka, dan tidak memiliki tiang awan dan tiang api untuk
menuntun mereka, seperti yang dahulu dimiliki oleh nenek moyang
mereka. Namun mereka percaya bahwa kuasa dan perkenanan Tuhan ,
dan pelayanan para malaikat-Nya, akan menjadi pengganti tiang awan
dan tiang api itu bagi mereka. Dan melalui doa mereka berharap untuk
mendapatkan pertolongan ilahi. Perhatikanlah, sudah menjadi hikmat
dan kewajiban kita untuk menyerahkan kepada Tuhan , melalui doa,
segala kekhawatiran kita tentang diri kita sendiri, keluarga kita, dan
harta benda kita, dan menyerahkan penjagaannya kepada Dia (Flp. 4:6).
Kitab Ezra 8:1-20
691
III. Keberhasilan mereka dalam melakukan doa puasa itu (ay. 23): Kami
memohonkan hal itu kepada Tuhan melalui doa bersama, dan Ia mengabulkan
permohonan kami. Mereka memiliki suatu jaminan yang menghibur di dalam
pikiran mereka bahwa doa-doa mereka akan dijawab, dan apa yang
kemudian terjadi membuktikannya. Sebab orang yang mencari Tuhan dengan
sungguh-sungguh tidak akan pernah mencari-Nya dengan sia-sia.
Perhatian Ezra terhadap Harta Benda Bait Suci
(8:24-30)
24 Lalu aku memilih dua belas orang pemuka imam, yaitu Serebya dan Hasabya, dan
bersama-sama mereka sepuluh orang dari antara saudara-saudara mereka. 25 Aku
menimbang bagi mereka perak, emas, dan perlengkapan-perlengkapan, yaitu
persembahan-persembahan khusus bagi rumah Tuhan kami yang dikhususkan oleh raja
serta penasihat-penasihatnya dan pembesar-pembesarnya dan semua orang Israel yang
ada di sana. 26 Pula aku menimbang untuk menyerahkan ke tangan mereka: perak enam
ratus lima puluh talenta, perlengkapan perak seharga seratus talenta, emas seratus
talenta, 27 dua puluh piala emas seharga seribu dirham dan dua buah perlengkapan dari
pada tembaga murni yang mengkilat dan indah seperti emas. 28 Dan aku berkata kepada
mereka: “Kamu kudus bagi TUHAN, dan perlengkapan-perlengkapan ini pun kudus, dan
perak dan emas ini yaitu persembahan sukarela kepada TUHAN, Tuhan nenek
moyangmu; 29 rawatlah dan jagalah itu sampai kamu dapat menimbangnya di depan para
pemuka imam serta orang-orang Lewi dan para pemimpin kaum keluarga orang Israel di
Yerusalem, di dalam bilik-bilik rumah TUHAN.” 30 Lalu para imam dan orang-orang Lewi
menerima perak dan emas dan perlengkapan-perlengkapan yang telah ditimbang itu
untuk dibawa ke Yerusalem, ke rumah Tuhan kami.
Dalam perikop ini kita membaca sebuah penjelasan tentang perhatian khusus
yang diberikan Ezra terhadap harta benda yang ada padanya, yang menjadi milik
tempat kudus Tuhan . Amatilah,
1. Setelah menyerahkan pemeliharaan harta benda itu kepada Tuhan , sekarang
dia menyerahkan pemeliharaannya kepada orang-orang yang tepat, yang
bertugas untuk menjaganya, kendati tanpa Tuhan sia-sia saja mereka bekerja.
Perhatikanlah, doa-doa kita harus selalu didukung dengan usaha kita.
Perhatian terhadap Injil Kristus, jemaat-Nya, dan ketetapan-ketetapan-Nya,
tidak boleh diserahkan kepada-Nya dengan sepenuh-penuhnya, namun harus
pula dipercayakan kepada orang-orang yang dapat dipercayai (2Tim. 2:2).
2. Sesudah berdoa kepada Tuhan untuk menjaga semua barang yang ada pada
mereka, Ezra memperlihatkan dirinya peduli secara khusus terhadap bagian
yang menjadi milik rumah Tuhan dan yang akan dipersembahkan kepada-
Nya. Adakah kita berharap agar Tuhan , oleh penyelenggaraan-Nya, menjaga
apa yang menjadi milik kita? Maka dari itu marilah kita, oleh anugerah-Nya,
menjaga apa yang menjadi milik-Nya. Biarlah kehormatan dan kepentingan
692
Tuhan menjadi kepedulian kita. Maka barulah kita dapat berharap agar hidup
dan penghiburan kita menjadi kepedulian-Nya. Amatilah,
(1) Siapa orang-orang yang diserahi Ezra persembahan bagi rumah Tuhan .
Dua belas orang pemuka imam, dan orang Lewi yang sama banyaknya,
diberi kepercayaan ini (ay. 24, 30). Mereka terikat oleh jabatan mereka
untuk mengurus barang-barang persembahan bagi Tuhan , dan secara
khusus akan mendapat manfaat dari harta benda suci ini. Ezra memberi
tahu mereka mengapa dia mempercayakan barang-barang itu ke dalam
tangan mereka (ay. 28): “Kamu kudus bagi TUHAN, dan perlengkapan-
perlengkapan ini pun kudus. Dan siapakah yang begitu tepat untuk
mengurus barang-barang kudus selain orang-orang yang kudus? Orang-
orang yang memiliki martabat dan kehormatan imamat harus mau juga
menjalankan kepercayaan dan kewajiban imamat. Nabi Yesaya sedang
menubuatkan kembalinya umat Tuhan dan hamba-hamba-Nya dari Babel,
ketika dia memberikan perintah yang khidmat itu (Yes. 52:11),
sucikanlah dirimu, hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah
TUHAN!
(2) Ketepatan luar biasa yang dengannya Ezra menyerahkan kepercayaan
ini ke dalam tangan mereka: Ia menimbang bagi mereka perak, emas, dan
perlengkapan-perlengkapan (ay. 25), sebab dia berharap untuk
menerimanya kembali dari mereka menurut timbangan. Dalam semua
kepercayaan yang diberikan kepada kita, terutama dalam hal-hal yang
kudus, kita harus menimbang dengan tepat, dan menjaga pengertian
yang benar pada kedua sisi. Pada zaman Zerubabel, perlengkapan-
perlengkapan bait suci dihitung berdasarkan jumlah, di sini berdasarkan
berat timbangan, agar semua barang dapat dikeluarkan dan mudah
kelihatan jika ada yang hilang. Hal ini menyiratkan bahwa orang-orang
yang dipercayai dengan barang-barang kudus (dan memang demikian
semua orang yang dipercayakan rahasia Tuhan ) berkepentingan untuk
mengingat, baik dalam menerima kepercayaan maupun dalam menjalan-
kannya, bahwa mereka harus segera memberikan pertanggungjawaban
tentangnya dengan sangat terperinci. Ini supaya mereka dapat setia
terhadap kepercayaan yang mereka terima dan dengan demikian
memberikan pertanggungjawaban mereka dengan sukacita.
(3) Pesan yang disampaikan Ezra kepada mereka mengenai barang-barang
kudus ini (ay. 29): “Rawatlah dan jagalah itu, agar barang-barang itu
tidak hilang, atau digelapkan, atau tercampur dengan barang-barang
lain. Simpanlah sebagian secara bersama-sama, simpanlah yang lain
secara sendiri-sendiri, simpanlah dengan aman, sampai engkau menim-
Kitab Ezra 8:1-20
693
bangnya di Bait Suci, di hadapan pejabat-pejabat tinggi di sana.” Dengan
ini Ezra menyatakan betapa mereka berkepentingan untuk bersikap
hati-hati dan setia, dan betapa akan menjadi kehormatan mereka untuk
didapati demikian. Begitu pula ketika Paulus menitipkan harta kekayaan
Injil kepada Timotius, ia berpesan kepada Timotius untuk
memeliharanya hingga pada saat Yesus Kristus menyatakan diri-
Nya, dan hingga Timotius datang menghadap Dia untuk memberikan
pertanggungjawaban atas kepercayaan yang diberikan kepadanya,
ketika kesetiaannya akan menjadi mahkotanya.
Kedatangan Ezra di Yerusalem
(8:31-36)
31 Kemudian berangkatlah kami dari sungai Ahawa pergi ke Yerusalem pada tanggal dua
belas bulan pertama untuk berjalan ke Yerusalem, dan tangan Tuhan kami melindungi
kami dan menghindarkan kami dari tangan musuh dan penyamun. 32 Maka tibalah kami di
Yerusalem. Sesudah kami tinggal di sana selama tiga hari, 33 maka pada hari yang
keempat ditimbanglah perak dan emas dan perlengkapan-perlengkapan itu di dalam
rumah Tuhan kami di bawah pengawasan imam Meremot bin Uria, yang didampingi oleh
Eleazar bin Pinehas, dan mereka dibantu oleh Yozabad bin Yesua dan Noaja bin Binui,
orang-orang Lewi. 34 Semuanya dihitung dan ditimbang kembali, dan jumlah
timbangannya dibukukan. 35 Pada waktu itu juga orang-orang yang telah kembali dari
penawanan, yaitu mereka yang pulang dari pembuangan, mempersembahkan sebagai
korban bakaran kepada Tuhan Israel: lembu jantan dua belas ekor untuk seluruh Israel,
domba jantan sembilan puluh enam ekor, anak domba tujuh puluh tujuh ekor, kambing
jantan sebagai korban penghapus dosa dua belas ekor, semuanya itu sebagai korban ba-
karan bagi TUHAN. 36 Mereka menyampaikan juga surat perintah raja kepada wakil-wakil
raja dan bupati-bupati daerah sebelah barat sungai Efrat, dan orang-orang itu memberi
sokongan kepada bangsa kita dan kepada rumah Tuhan .
Kita sekarang akan mengiringi Ezra ke Yerusalem, sebuah perjalanan sekitar
empat bulan lamanya. namun rombongannya membuat perjalanannya lamban
dan perhentian-perhentiannya singkat. Sekarang dalam perikop ini kita diberi
tahu,
I. Bahwa Tuhan nya baik, dan dia mengakui kebaikan-Nya: Tangan Tuhan kami
melindungi kami, untuk menghidupkan semangat kami bagi pekerjaan kami.
Kepada Dia mereka mengakui,
1. Bahwa mereka telah dijaga dalam perjalanan mereka, sehingga tidak
seluruhnya binasa. Sebab ada musuh-musuh yang menghadang mereka di
jalan untuk berbuat jahat kepada mereka, atau paling tidak, seperti orang
Amalek, untuk menghantam barisan belakang mereka, namun Tuhan
melindungi mereka (ay. 31). Bahkan bahaya yang biasa mengintai kita di
694
perjalanan mewajibkan kita untuk menguduskan keberangkatan kita de-
ngan doa, dan kepulangan kita dalam keadaan selamat dengan pujian
dan ucapan syukur. Jauh terlebih lagi kita harus mengarahkan
pandangan kepada Tuhan dalam perjalanan yang berbahaya seperti ini.
2. Bahwa mereka telah dibawa dengan selamat sampai ke tempat tujuan
(ay. 32). Hendaklah orang-orang yang dengan teguh menghadapkan
wajah mereka ke Yerusalem Baru terus berjalan dan bertekun hingga
akhir, sampai mereka tiba di hadapan Tuhan di Sion. Maka mereka akan
mendapati bahwa Dia yang telah memulai pekerjaan baik akan
meneruskannya sampai pada akhirnya.
II. Bahwa harta benda yang ada pada Ezra tetap berjumlah sama. Ketika
mereka telah tiba di Yerusalem, mereka tidak sabar untuk menjalankan
kepercayaan yang telah diberikan kepada mereka. Oleh sebab nya, mereka
datang menghadap para pejabat di Bait Suci, yang menerima harta benda itu
dari mereka dan memberi mereka surat keterangan telah menunuaikan
tugas dengan baik (ay. 33-34). Sungguh lega apabila kita telah dilepaskan
dari tugas yang dipercayakan kepada kita. Dan suatu kehormatan besar bagi
nama kita jika kita dapat menunjukkan bahwa tugas itu telah dijalankan
dengan setia.
III. Bahwa rombongannya yaitu orang-orang yang saleh. Segera setelah sampai
di dekat mezbah, mereka merasa wajib untuk mempersembahkan korban,
apa pun yang telah mereka lakukan di Babel (ay. 35). Jika kita tidak
mempunyai kesempatan untuk berbuat sesuatu, maka kita akan dimaklumi
apabila tidak melakukan perbuatan itu. namun ketika pintu kesempatan
terbuka kembali, maka kita diharapkan untuk melakukan perbuatan itu. Pa-
tut diperhatikan,
1. Bahwa di antara korban-korban mereka, ada korban penghapus dosa.
Sebab hanya pendamaianlah yang dapat mempermanis dan menjamin
setiap belas kasihan bagi kita, yang tidak akan sungguh-sungguh
menghibur kecuali pelanggaran dihapuskan dan kita diperdamaikan
dengan Tuhan .
2. Bahwa jumlah persembahan mereka terkait dengan jumlah suku Israel, 12
lembu jantan, 12 kambing jantan, dan 96 domba jantan (yaitu 8 kali 12),
yang menyiratkan persatuan antara dua kerajaan, sesuai dengan yang
telah dinubuatkan (Yeh. 37:22). Mereka tidak lagi berangkat dua suku ke
satu arah dan sepuluh suku ke arah lain, melainkan kedua belas suku ber-
temu melalui perwakilan-perwakilan mereka di mezbah yang sama.
Kitab Ezra 8:1-20
695
IV. Bahwa bahkan musuh-musuh orang Yahudi menjadi teman mereka, tunduk
kepada perintah Ezra, dan, bukannya menghambat umat Tuhan , mereka
justru memberikan sokongan kepada umat Tuhan (ay. 36), semata-mata
dalam ketaatan kepada raja. Ketika sang raja tampak bersikap lunak, mereka
semua juga ingin tampak demikian. Maka pada waktu itu jemaat berada
dalam keadaan damai.
PASAL 9
apat kita duga bahwa segala perkara menyangkut jemaat ada dalam
keadaan yang sangat baik sekarang, setelah Ezra memimpinnya. Dilihat
dari luar, pemerintah bersikap baik terhadap mereka. Kita tidak mendengar
keluhan perihal penganiayaan dan penindasan. Hati para musuh mereka telah
diubahkan, atau setidak-tidaknya tangan mereka diikat. Bangsa-bangsa di
sekitar mereka bersikap sopan, dan kita tidak mendengar adanya deru perang
atau kabar-kabar tentang perang. Tidak ada seorang pun yang dapat membuat
mereka takut. Segala sesuatu berjalan dengan sebaik-baiknya, mengingat bahwa
mereka berjumlah sedikit, miskin, dan menjadi bawahan raja asing. Dilihat dari
dalam, kita tidak mendengar apa-apa tentang Baal, Asytoret, ataupun Molokh.
Tidak ada patung, tiang berhala, ataupun anak lembu emas, bahkan bukit-bukit
pengorbanan pun tidak, bukan saja tidak ada mezbah penyembahan berhala,
namun juga mezbah-mezbah yang terpisah pun tidak ada. Sebaliknya, rumah Tuhan
dihormati sebagaimana mestinya, dan ibadah di dalamnya dipelihara dengan
baik. Namun, ternyata tidak seluruhnya berjalan dengan baik. Bahkan pada masa-
masa termurni jemaat pun ada kebobrokan, dan jemaat tidak akan pernah diper-
hadapkan kepada Tuhan “tanpa cacat kerut” sampai menjadi “jemaat yang cemer-
lang,” jemaat yang “menang” (Ef. 5:27). Di dalam pasal ini kita mendapati,
I. Sebuah keluhan yang disampaikan kepada Ezra perihal banyaknya
perkawinan yang telah diadakan dengan wanita -wanita asing
(ay. 1-2).
II. Kesusahan besar yang dirasakan Ezra, dan orang-orang lain yang
mengikuti teladannya, saat mendengar kabar ini (ay. 3-4).
III. Pengakuan Ezra yang sungguh-sungguh perihal dosa ini kepada Tuhan ,
yang disertai dengan dukacita dan rasa malu menurut kehendak Tuhan
(ay. 5-15).
D
698
Pembaharuan yang Dilakukan Ezra
(9:1-4)
1 Sesudah semuanya itu terlaksana datanglah para pemuka mendekati aku dan berkata:
“Orang-orang Israel awam, para imam dan orang-orang Lewi tidak memisahkan diri dari
penduduk negeri dengan segala kekejiannya, yaitu dari orang Kanaan, orang Het, orang
Feris, orang Yebus, orang Amon, orang Moab, orang Mesir dan orang Amori. 2 sebab
mereka telah mengambil isteri dari antara anak wanita orang-orang itu untuk diri
sendiri dan untuk anak-anak mereka, sehingga bercampurlah benih yang kudus dengan
penduduk negeri, bahkan para pemuka dan penguasalah yang lebih dahulu melakukan
perbuatan tidak setia itu.” 3 Ketika aku mendengar perkataan itu, maka aku mengoyakkan
pakaianku dan jubahku dan aku mencabut rambut kepalaku dan janggutku dan duduklah
aku tertegun. 4 Lalu berkumpullah kepadaku semua orang yang gemetar sebab firman
Tuhan Israel, oleh sebab perbuatan tidak setia orang-orang buangan itu, namun aku tetap
duduk tertegun sampai korban petang.
Ezra, sama seperti Barnabas ketika datang ke Yerusalem dan melihat kasih
karunia Tuhan bagi saudara-saudara seiman di sana, pasti bersukacita dan
menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan (Kis. 11:23).
Ia tidak melihat suatu apa pun yang salah (banyak kebobrokan luput dari
pandangan para penguasa yang paling waspada sekalipun). Akan namun , di sini
ada sesuatu yang merusak sukacitanya. Berita sampai ke telinganya bahwa
banyak orang, dan bahkan beberapa dari antara para pemuka, telah menikahi
wanita dari keluarga kafir, dan menjalin hubungan keluarga dengan orang
asing. Amatilah,
I. Dosa apa yang menjadi kesalahan mereka: Dosa itu yaitu bercampur
dengan penduduk negeri (ay. 2), berbaur dengan mereka baik dalam
perdagangan maupun pergaulan, membiarkan diri akrab dengan mereka,
dan, untuk melengkapi hubungan dekat itu, mengambil isteri dari antara
anak wanita orang-orang itu untuk anak-anak mereka. Kita mau
berharap bahwa mereka tidak menyembah dewa-dewa asing, namun bahwa
pembuangan itu telah menyembuhkan mereka dari penyembahan berhala.
Memang dikatakan bahwa mereka tidak memisahkan diri dari penduduk
negeri dengan segala kekejiannya. Akan namun (menurut Uskup Patrick),
yang dimaksud di sini hanyalah mencontoh orang kafir dalam kebiasaan
kawin campur dengan bangsa mana saja, yang secara perlahan-lahan akan
membawa mereka kepada penyembahan berhala. Di dalam hal ini,
1. Mereka tidak menaati perintah Tuhan yang jelas, yang melarang segala
bentuk keakraban dengan orang kafir, dan khususnya dalam ikatan
pernikahan (Ul. 7:3).
2. Mereka mencemarkan mahkota keistimewaan mereka, dan
menempatkan diri sejajar dengan bangsa-bangsa lain, padahal Tuhan ,
Kitab Ezra 9:1-4
699
melalui tanda-tanda perkenanan-Nya yang istimewa, baik belakangan ini
maupun di masa lalu, telah mengangkat mereka di atas bangsa-bangsa
itu.
3. Mereka tidak mempercayai kuasa Tuhan untuk melindungi dan
meninggikan mereka. Mereka dituntun oleh cara duniawi, dengan
harapan bisa memperkuat diri sendiri dan mempunyai pengaruh di antara
bangsa-bangsa sekitar mereka melalui ikatan-ikatan ini. Ketidakpercayaan
akan kemahacukupan Tuhan yaitu dasar dari tindakan kita dalam mencari
segala cara yang menyedihkan untuk menolong diri sendiri.
4. Mereka memperhadapkan diri mereka sendiri, dan jauh terlebih lagi
anak-anak mereka, kepada bahaya penyembahan berhala, yaitu dosa
yang pernah menjadi penyebab kehancuran jemaat dan bangsa mereka,
yang diperkenalkan persis melalui cara ini.
II. Siapa saja orang-orang yang bersalah atas dosa ini. Mereka bukan hanya
beberapa orang Israel yang tidak berpikir panjang, dan belum paham,
melainkan juga para imam dan orang-orang Lewi, yang tugasnya
mengajarkan hukum Taurat, termasuk hukum mengenai perkawinan dengan
bangsa asing ini. sebab kedudukan mereka yang lebih tinggi dibandingkan orang
Israel biasa, maka dosa ini menjadi kejahatan yang lebih besar. Sungguh
menurunkan derajat orang-orang dari suku itu apabila mereka berpasangan
dengan suku lain, dan mereka jarang melakukan hal itu kecuali dengan suku
rajawi. namun apabila mereka berpasangan dengan orang kafir, seperti orang
Kanaan, orang Het, dan entah siapa lagi, sungguh itu merupakan penghinaan
yang begitu besar, hingga orang akan menyangka bahwa kalau mereka
memang memiliki rasa hormat, meskipun bukan kesadaran akan kewajiban,
maka mereka tentu tidak akan melakukan dosa itu. Namun, ini belum yang
terburuk. Para pemuka dan penguasalah, yang dengan wewenang mereka
seharusnya dapat mencegah atau memperbaiki pelanggaran hukum yang
berat ini, yang lebih dahulu melakukan perbuatan tidak setia itu. Apabila para
penguasa melakukan pelanggaran, maka mereka akan dituduh lebih dahulu
melakukannya, oleh sebab pengaruh dari contoh buruk mereka terhadap
orang lain. Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai
hawa nafsu. namun sungguh celaka keadaan suatu bangsa, apabila para
pemimpin mereka merusak akhlak mereka dan menyesatkan mereka.
III. Kabar yang disampaikan kepada Ezra mengenai perkawinan dengan bangsa
asing ini. Kabar itu disampaikan oleh orang-orang yang paling pantas
mengeluh, yaitu para pemuka, sebagian dari mereka yang tetap menjaga
700
kelurusan hati mereka, dan bersama dengan itu martabat mereka. Mereka
tidak akan dapat menuduh orang lain apabila mereka sendiri tida