tawarikh ester 24
itu, tidak diragukan lagi, dan
806
menafsirkannya dengan keliru. Hal ini memberi Tobia alasan untuk
mengirimkan surat untuk menakut-nakuti Nehemia, dan dengan
demikian menjauhkannya dari pekerjaannya dan mengecilkan hatinya
dalam pekerjaan itu. Demikianlah mereka senantiasa bermaksud jahat
terhadap Nehemia, namun Tuhan senantiasa bermaksud baik ter-
hadapnya.
PASAL 7
eberhasilan dari satu rancangan yang baik bagi Tuhan dan angkatan kita
haruslah mendorong kita untuk melanjutkan dan membuat suatu
rancangan yang lain lagi. Demikianlah yang diperbuat Nehemia, dan sesudah
membentengi Yerusalem dengan pintu gerbang dan tembok kota, yang
berikutnya dia perhatikan yaitu ,
I. Memastikan bahwa kota itu diawasi dengan baik (ay. 1-4).
II. Memastikan agar kota itu dihuni penduduk. Untuk mencapai tujuan itu,
Nehemia di sini meninjau dan memeriksa kembali daftar orang-orang
yang datang dari pembuangan, yaitu kaum-kaum keluarga yang lebih
dahulu pulang, dan kemudian mencatatnya (ay. 5-73). Isinya
sebenarnya sama dengan apa yang kita dapati di dalam Kitab Ezra 2.
Kita akan melihat di kemudian hari bagaimana Nehemia menggunakan
daftar itu, ketika ia membawa satu dari sepuluh orang untuk tinggal di
Yerusalem (11:1).
Tembok Kota Selesai Dibangun
(7:1-4)
1 Setelah tembok selesai dibangun, aku memasang pintu-pintu. Lalu diangkatlah
penunggu-penunggu pintu gerbang, para penyanyi dan orang-orang Lewi. 2 Pengawasan
atas Yerusalem aku serahkan kepada Hanani, saudaraku, dan kepada Hananya, panglima
benteng, sebab dia seorang yang dapat dipercaya dan yang takut akan Tuhan lebih dari
pada orang-orang lain. 3 Berkatalah aku kepada mereka: “Pintu-pintu gerbang Yerusalem
jangan dibuka sampai matahari panas terik. Dan pintu-pintunya harus ditutup dan dipa-
langi, sementara orang masih bertugas di tempatnya. Tempatkanlah penjaga-penjaga dari
antara penduduk Yerusalem, masing-masing pada tempat-tempat penjagaan dan di depan
rumahnya.” 4 Adapun kota itu luas dan besar, namun penduduknya sedikit dan rumah-
rumah belum dibangun.
Tuhan berkata perihal jemaat-Nya (Yes. 62:6), di atas tembok-tembokmu, hai
Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Inilah yang menjadi
K
810
perhatian Nehemia di sini, sebab tembok-tembok yang mati, tanpa pengintai-
pengintai yang hidup, hanyalah pertahanan yang lemah belaka bagi sebuah kota.
I. Nehemia mengangkat penunggu-penunggu pintu gerbang, para penyanyi dan
orang-orang Lewi, untuk bekerja di tempat mereka masing-masing. Yang
dimaksudkan di sini yaitu tugas mereka secara umum, yaitu mengurus
ibadah di rumah Tuhan . Ibadah itu telah diabaikan pada tingkat tertentu,
namun sekarang dihidupkan kembali. Ibadah kepada Tuhan merupakan
pertahanan dari suatu tempat, dan hamba-hamba-Nya, apabila menjalankan
kewajiban mereka, merupakan pengintai-pengintai di atas temboknya. Atau,
secara khusus, Nehemia menyuruh mereka bersiap-siap di tembok yang
hendak ditahbiskan, supaya mereka dapat melaksanakan ibadah itu dengan
tertib dan khidmat. Dan penahbisan tembok itulah yang menjadi
kekuatannya. Apa yang dipersembahkan kepada Tuhan pasti akan bermanfaat
bagi kita.
II. Nehemia mengangkat dua panglima atau penguasa, yang kepada mereka ia
menyerahkan pengawasan kota itu. Dan ia memberi mereka tugas mengatur
ketenteraman dan keamanan masyarakat. Salah satunya yaitu Hanani,
saudaranya, yang datang kepadanya dengan membawa berita tentang
kehancuran Yerusalem. Ia yaitu seorang yang terbukti hidup lurus dan
mencintai negerinya. Yang lain yaitu Hananya, yang pernah menjadi
panglima benteng. Sebab orang yang telah membuktikan diri setia dalam
perkara kecil, kepadanya akan dipercayakan perkara yang lebih besar.
Mengenai Hananya ini dikatakan bahwa ia yaitu seorang yang dapat
dipercaya dan yang takut akan Tuhan lebih dari pada orang-orang lain (ay. 2).
Perhatikanlah,
1. Di antara orang-orang yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan , ada
sebagian yang sangat takut kepada-Nya, dan melebihi sebagian yang lain
dalam mengungkapkan dan memberikan contoh rasa takut itu. Mereka
juga layak menerima kehormatan dua kali lipat dari yang sepatutnya
diberikan kepada orang yang takut akan TUHAN (Mzm. 15:4). Ada
banyak orang di Yerusalem yang takut akan Tuhan , namun orang yang
baik ini lebih menonjol dalam hal agama dan kesalehan yang sungguh-
sungguh dibanding siapa pun.
2. Orang-orang yang takut akan Tuhan harus membuktikan rasa takut itu
dengan bersikap jujur kepada semua orang dan berbuat sesuai dengan
hati nurani setiap saat.
Kitab Nehemia 7:1-4
811
3. Yerusalem kepunyaan Tuhan akan berkembang dengan baik apabila
orang-orang yang berkuasa di dalamnya, dan bertugas mengawasinya,
unggul di dalam kebajikan serta menonjol dalam kesalehan dan
kejujuran. Diduga oleh sebagian penafsir bahwa Nehemia sekarang akan
kembali ke istana Persia untuk memperpanjang surat perintah yang
diberikan kepadanya, dan bahwa ia meninggalkan kedua orang yang
terkemuka ini untuk bertanggung jawab atas urusan kota selama dia
pergi. Pada waktu tidak dapat bertindak sendiri, para pemimpin yang
baik harus sangat berhati-hati dalam menentukan siapa saja yang akan
mereka beri wewenang.
III. Nehemia memerintahkan agar pintu-pintu gerbang ditutup dan tembok-
tembok dijaga (ay. 3-4). Lihatlah di sini,
1. Bagaimana keadaan Yerusalem sekarang ini. Kota itu sangat luas dan
besar. Tembok-tembok mengelilingi kawasan yang sama seperti
sebelumnya. Namun, sebagian besar dari kawasan itu masih kosong
sebab rumah-rumah belum dibangun, setidaknya hanya sedikit apabila
dibandingkan dengan rumah-rumah yang ada pada waktu dahulu. Oleh
sebab itu, Nehemia memasang tembok di sekeliling kota itu dengan
iman, dan dengan pandangan yang tertuju kepada janji bahwa kota itu
akan dipenuhi kembali dengan penduduk, janji yang belum lama ini
dibuat Tuhan melalui seorang nabi (Za. 8:3, dst.). Walaupun penduduknya
sekarang hanya sedikit, namun Nehemia percaya bahwa jumlah mereka
akan berlipat kali ganda. Itulah sebabnya ia membangun tembok-tembok
yang begitu besar hingga dapat menyediakan tempat bagi mereka. Se-
andainya ia tidak bergantung pada harapan ini, ia mungkin akan
menganggap bahwa tembok tanpa kota yaitu cela yang sama besarnya
seperti kota tanpa tembok.
2. Apa bentuk perhatian yang diberikan Nehemia terhadap kota ini. Ia
memerintahkan para penguasa kota sendiri,
(1) Untuk berjaga-jaga, dan memastikan agar pintu-pintu gerbang kota
ditutup dan dipalang setiap malam. Sebab sia-sia saja mereka
memiliki tembok apabila mereka mengabaikan pintu-pintu gerbang
mereka.
(2) Untuk memastikan bahwa pintu-pintu gerbang itu tidak dibuka pada
pagi hari sampai mereka dapat melihat bahwa keadaan aman dan
tenteram.
812
(3) Untuk menempatkan penjaga-penjaga di atas tembok, atau di tempat
lain, dalam jarak yang dipandang baik. Apabila musuh datang,
mereka ini harus segera menyampaikan laporan ke kota perihal
bahaya itu. Dan, ketika giliran jaga tiba, mereka harus bertugas di
depan rumah mereka sendiri, sebab dapat diduga bahwa mereka secara
khusus akan berhati-hati terhadap rumah mereka sendiri. Keamanan
bersama bergantung pada perhatian khusus dari setiap orang untuk
menjaga diri sendiri dan keluarganya terhadap dosa, musuh bersama
itu. Sudah merupakan kepentingan semua orang untuk berjaga-jaga,
namun banyak orang tidak menyadari kepentingan mereka sendiri.
Oleh sebab itu, wajib bagi para pejabat pemerintah untuk
menetapkan penjagaan-penjagaan. Bangsa ini belum lama ini telah
mendapati bahwa Tuhan menyertai mereka dalam pembangunan
yang mereka lakukan, sebab jika tidak, mereka tentu telah
membangun dengan sia-sia. Demikian pula sekarang sesudah
tembok itu dibangun, tidak diragukan lagi, mereka dibuat menyadari
bahwa jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah
pengawal berjaga-jaga (Mzm. 127:1).
Daftar Para Tawanan
(7:5-73)
5 Maka Tuhan ku memberikan dalam hatiku rencana untuk mengumpulkan para pemuka,
para penguasa dan rakyat, supaya mereka dicatat dalam silsilah. Lalu kudapati daftar
silsilah orang-orang yang lebih dahulu berangkat pulang. Dalam daftar itu kudapati
tertulis: 6 Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan,
yaitu para tawanan, yang dahulu diangkut oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang
kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya. 7 Mereka datang
bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Azarya, Raamya, Nahamani, Mordekhai, Bilsan,
Misperet, Bigwai, Nehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel: 8 bani Paros:
dua ribu seratus tujuh puluh dua orang; 9 bani Sefaca: tiga ratus tujuh puluh dua orang; 10
bani Arakh: enam ratus lima puluh dua orang; 11 bani Pahat-Moab, yaitu bani Yesua dan
Yoab: dua ribu delapan ratus delapan belas orang; 12 bani Elam: seribu dua ratus lima
puluh empat orang; 13 bani Zatu: delapan ratus empat puluh lima orang; 14 bani Zakai:
tujuh ratus enam puluh orang; 15 bani Binui: enam ratus empat puluh delapan orang; 16
bani Bebai: enam ratus dua puluh delapan orang; 17 bani Azgad: dua ribu tiga ratus dua
puluh dua orang; 18 bani Adonikam: enam ratus enam puluh tujuh orang; 19 bani Bigwai:
dua ribu enam puluh tujuh orang; 20 bani Adin: enam ratus lima puluh lima orang; 21 bani
Ater, yaitu bani Hizkia: sembilan puluh delapan orang; 22 bani Hasum: tiga ratus dua
puluh delapan orang; 23 bani Bezai: tiga ratus dua puluh empat orang; 24 bani Harif:
seratus dua belas orang; 25 bani Gibeon: sembilan puluh lima orang;
26 orang-orang Betlehem dan Netofa: seratus delapan puluh delapan orang;
27 orang-orang Anatot: seratus dua puluh delapan orang; 28 orang-orang Bet-Azmawet:
empat puluh dua orang; 29 orang-orang Kiryat-Yearim, Kefira dan Beerot: tujuh ratus
empat puluh tiga orang; 30 orang-orang Rama dan Gaba: enam ratus dua puluh satu orang;
31 orang-orang Mikhmas: seratus dua puluh dua orang; 32 orang-orang Betel dan Ai:
Kitab Nehemia 7:1-4
813
seratus dua puluh tiga orang; 33 orang-orang dari Nebo yang lain: lima puluh dua orang; 34
bani Elam, yaitu Elam yang lain: seribu dua ratus lima puluh empat orang; 35 bani Harim:
tiga ratus dua puluh orang; 36 orang-orang Yerikho: tiga ratus empat puluh lima orang; 37
orang-orang Lod, Hadid dan Ono: tujuh ratus dua puluh satu orang; 38 bani Senaa: tiga
ribu sembilan ratus tiga puluh orang. 39 Inilah para imam: bani Yedaya, yaitu kaum
keluarga Yesua: sembilan ratus tujuh puluh tiga orang; 40 bani Imer: seribu lima puluh dua
orang; 41 bani Pasyhur: seribu dua ratus empat puluh tujuh orang; 42 bani Harim: seribu
tujuh belas orang.
43 Inilah orang-orang Lewi: bani Yesua, yaitu bani Kadmiel dan bani Hodewa; tujuh puluh
empat orang. 44 Inilah para penyanyi: bani Asaf: seratus empat puluh delapan orang. 45
Inilah para penunggu pintu gerbang: bani Salum, bani Ater, bani Talmon, bani Akub, bani
Hatita, bani Sobai: seratus tiga puluh delapan orang. 46 Inilah para budak di bait Tuhan :
bani Ziha, bani Hasufa, bani Tabaot; 47 bani Keros, bani Sia, bani Padon; 48 bani Lebana,
bani Hagaba, bani Salmai; 49 bani Hanan, bani Gidel, bani Gahar; 50 bani Reaya, bani Rezin,
bani Nekoda; 51 bani Gazam, bani Uza, bani Paseah; 52 bani Besai, bani Meunim, bani
Nefusim; 53 bani Bakbuk, bani Hakufa, bani Harhur;
54 bani Bazlit, bani Mehida, bani Harsa; 55 bani Barkos, bani Sisera, bani Temah; 56 bani
Neziah, bani Hatifa. 57 Inilah keturunan para hamba Salomo: bani Sotai, bani Soferet, bani
Perida; 58 bani Yaala, bani Darkon, bani Gidel; 59 bani Sefaca, bani Hatil, bani Pokheret-
Hazebaim, bani Amon. 60 Seluruh budak di bait Tuhan dan keturunan para hamba Salomo
ada tiga ratus sembilan puluh dua orang. 61 Inilah orang-orang yang berangkat pulang
dari Tel-Melah, Tel-Harsa, Kerub, Adon dan Imer, namun mereka tidak dapat menyatakan
apakah kaum keluarga dan asal-usul mereka termasuk bangsa Israel:
62 bani Delaya, bani Tobia, bani Nekoda: enam ratus empat puluh dua orang; 63 dan dari
antara para imam: bani Habaya, bani Hakos, bani Barzilai. Barzilai itu memperisteri
seorang anak wanita Barzilai, orang Gilead itu, dan sejak itu ia dinamai menurut
nama keluarga itu. 64 Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah,
namun sebab itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam.
65 Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa mereka tidak boleh makan
dari persembahan maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang
Urim dan Tumim. 66 Seluruh jemaah itu bersama-sama ada empat puluh dua ribu tiga
ratus enam puluh orang, 67 selain dari budak mereka laki-laki dan wanita yang
berjumlah tujuh ribu tiga ratus tiga puluh tujuh orang. Pada mereka ada dua ratus empat
puluh lima penyanyi laki-laki dan wanita . 68 Mereka mempunyai tujuh ratus tiga
puluh enam ekor kuda, dua ratus empat puluh lima ekor bagal, 69 empat ratus tiga puluh
lima ekor unta dan enam ribu tujuh ratus dua puluh ekor keledai. 70 Sebagian dari kepala
kaum keluarga memberi sumbangan untuk pekerjaan itu, sedang kepala daerah memberi
sumbangan untuk perbendaharaan seribu dirham emas, lima puluh buah bokor
penyiraman, dan lima ratus tiga puluh helai kemeja imam. 71 Pula beberapa kepala kaum
keluarga memberi sumbangan untuk perbendaharaan pekerjaan itu dua puluh ribu
dirham emas dan dua ribu dua ratus mina perak. 72 Dan yang disumbangkan oleh orang-
orang lain yaitu : dua puluh ribu dirham emas, dua ribu mina perak dan enam puluh
tujuh helai kemeja imam. 73 Adapun para imam dan orang-orang Lewi, para penunggu
pintu dan para penyanyi, juga sebagian dari rakyat, para budak di bait Tuhan dan semua
orang Israel yang lain menetap di kota-kota mereka.
Di dalam perikop ini kita mendapati rencana lain yang baik dari Nehemia. Sebab
orang-orang yang bijaksana dan bersemangat akan senantiasa merencanakan
satu atau lain hal bagi kemuliaan Tuhan dan untuk membangun jemaat-Nya.
Nehemia tahu betul bahwa keamanan sebuah kota, di bawah Tuhan , lebih
bergantung pada jumlah dan keberanian penduduknya dibanding ketinggian
atau kekuatan tembok-temboknya. Oleh sebab itu, melihat bahwa orang-orang
yang tinggal di dalamnya hanya sedikit, ia memandang pantas untuk mencatat
814
mereka. Hal ini dilakukannya supaya ia bisa tahu keluarga siapa saja yang
dahulu pernah tinggal di Yerusalem, namun sekarang sudah pindah ke pedesaan,
agar ia dapat membawa mereka kembali. Dan juga keluarga siapa saja yang
dengan satu atau lain cara dapat dipengaruhi oleh agama atau pekerjaan
mereka, untuk datang dan membangun kembali rumah-rumah di Yerusalem
serta tinggal di dalamnya. Betapa kita tidak mempunyai alasan untuk berharap
bahwa kita ditempatkan seorang diri saja di bumi, atau di Yerusalem itu sendiri,
sebab sebagian besar dari keamanan dan kenyamanan kita bergantung pada
para tetangga dan teman kita. Semakin banyak semakin kuat, semakin ramai
semakin meriah. Berhikmatlah bagi para pemimpin bangsa untuk menjaga
keseimbangan antara kota dan desa, sehingga kota besar tidak berkembang
terlalu luas hingga menguras habis dan memiskinkan desa, namun tidak pula
begitu lemah hingga tidak sanggup melindunginya. Sekarang amatilah,
I. Dari mana rencana baik Nehemia ini datang. Ia mengakui, Tuhan ku
memberikan dalam hatiku (ay. 5). Perhatikanlah, usulan baik apa pun yang
timbul di dalam pikiran kita, entah yang sifatnya bijaksana ataupun saleh,
haruslah kita akui datang dari Tuhan . Dialah yang memberikannya dalam hati
kita, sebab setiap karunia yang baik dan setiap pekerjaan yang baik datang
dari atas. Ia memberikan pengetahuan, Ia memberikan anugerah, segala se-
suatu berasal dari-Nya, dan oleh sebab itu segala sesuatu harus diberikan
kepada-Nya. Apa yang dikerjakan oleh kebijaksanaan manusia haruslah
dianggap berasal dari pimpinan Penyelenggaraan ilahi. Dia yang mengajarkan
kebijaksanaan-Nya kepada para petani (Yes. 28:26), juga mengajarkannya
kepada para pemuka negeri.
II. Cara apa yang digunakan Nehemia untuk melaksanakan rencana baiknya itu.
1. Ia mengumpulkan para penguasa bersama-sama, dan juga rakyat, supaya
ia bisa mencatat tentang keadaan keluarga mereka sekarang – yaitu
jumlah dan kekuatan mereka, serta tempat mereka bermukim. Ada
kemungkinan bahwa ketika memanggil mereka untuk datang
berkumpul, ia menyuruh mereka membawa serta catatan yang demikian
dari wilayah mereka masing-masing. Dan boleh jadi jumlah mereka tidak
terlampau banyak sehingga hal itu dapat selesai dengan segera.
2. Ia meninjau kembali daftar silsilah orang-orang yang lebih dahulu
berangkat pulang, lalu membandingkannya dengan catatan sekarang. Di
sini kita mendapati pengulangan dari apa yang sudah tertulis di dalam
Kitab Ezra 2. Judul di dalam perikop ini sama (ay. 6-7) dengan Ezra 2:1-
2: Inilah orang-orang propinsi Yehuda, dan seterusnya. Di sini terdapat
Kitab Nehemia 7:1-4
815
dua hal yang diulang dan dicatat kedua kalinya dari Kitab Ezra – yaitu
nama serta jumlah berbagai keluarga mereka, dan persembahan korban
mereka bagi ibadah di rumah Tuhan . Pengulangan catatan ini dapat
menyatakan kepada kita betapa Tuhan yang Mahabesar bersuka dalam
pribadi, keluarga, dan ibadah yang dilakukan Israel rohani kepunyaan-
Nya, dan betapa Ia memberikan perhatian khusus kepada mereka. Ia
mengenal orang-orang kepunyaan-Nya, mengenal mereka semua,
mengenal nama mereka, mengarahkan pandangan-Nya pada daftar
orang-orang dalam pembuangan, dan melakukan segala sesuatu sesuai
dengan rancangan kehendak-Nya sejak dulu menyangkut diri mereka.
(1) Di sini ada catatan tentang sejumlah kepala keluarga yang berangkat
pulang lebih dahulu (ay. 6-69). Mengenai hal ini,
[1] Meskipun tampak tidak ada gunanya bagi kita sekarang, namun
catatan tersebut pada waktu itu sangat berguna, untuk
membandingkan keadaan mereka dahulu dengan keadaan
mereka sekarang. Dapat kita perkirakan bahwa pada saat ini
jumlah mereka sudah bertambah banyak. Akan namun , alangkah
baiknya apabila mereka mengingat betapa pada awalnya jumlah
mereka sedikit saja, supaya mereka dapat mengakui bahwa Tuhan
sendirilah yang melipatgandakan dan membangun keluarga-
keluarga mereka. Dengan cara ini pula daftar silsilah mereka
akan terpelihara, dan pembedaan di antara keluarga-keluarga
mereka tetap terjaga, sampai Sang Mesias datang. Sesudah itu,
barulah akan diakhiri semua daftar silsilah mereka, yang dipeli-
hara demi Dia, namun yang setelahnya tidak lagi berguna. Akan
namun ,
[2] Ada banyak perbedaan jumlah antara daftar ini dan daftar yang
terdapat di dalam Kitab Ezra. Sebagian besar memang sama
persis, sedang sebagian yang lain lebih sedikit atau lebih
banyak, mungkin selisihnya hanya satu atau dua. Oleh sebab itu,
saya tidak bisa berpendapat, seperti pendapat sebagian penafsir,
bahwa daftar di dalam Kitab Ezra yaitu jumlah keluarga-
keluarga ini ketika pertama kali datang, sedang daftar yang
ada di sini yaitu jumlah keluarga-keluarga itu sebagaimana
adanya mereka sekarang, yaitu paling tidak empat puluh tahun
sesudahnya. Ada juga yang berpendapat jauh lebih lama dari itu.
Sebab kita tentu tidak dapat beranggapan bahwa keluarga
sebanyak itu sama sekali tidak, atau hanya sedikit, mengalami
816
perubahan jumlah dalam kurun waktu selama itu. Oleh sebab
itu, perbedaan apa pun yang ada dapat kita duga timbul entah
sebab kekeliruan para penyalin naskah, yang mudah terjadi bila
menuliskan angka, atau sebab perbedaan salinan-salinan
naskah yang digunakan. Atau mungkin yang satu merupakan
catatan tentang keluarga-keluarga itu ketika mereka berangkat
dari Babel bersama Zerubabel, sedang yang lain yaitu
catatan ketika mereka tiba di Yerusalem. Jumlah keseluruhannya
sama persis baik di sini maupun di dalam Kitab Ezra, kecuali
jumlah penyanyi laki-laki dan penyanyi wanita , yang di
dalam Kitab Ezra berjumlah 200 orang, sedang di sini 245
orang. Ini bukanlah hal yang sedemikian penting sehingga
mereka harus membuat catatan yang tepat tentangnya.
(2) Di sini ada catatan perihal persembahan-persembahan yang
diberikan bagi pekerjaan Tuhan (ay. 70, dst.). Isinya sangat berbeda
dengan yang terdapat pada Ezra 2:68-69, dan patut dipertanyakan
apakah catatan ini merujuk kepada sumbangan yang sama atau
tidak. Di sini kepala daerah, atau bupati, yang tidak disebutkan di
dalam Kitab Ezra, memulai persembahan itu. Dan satu-satunya
jumlah yang disebutkan di dalam Kitab Ezra melebihi semua jumlah
yang disebutkan di sini. Namun, ada kemungkinan bahwa jumlah
yang dimaksudkan sebenarnya sama, namun Kitab Ezra mengikuti
salinan daftar yang satu, sedang Kitab Nehemia mengikuti
salinan daftar yang lain, sebab ayat terakhir di sini sama dengan
yang terdapat pada Ezra 2:70, dengan menambahkan Ezra 3:1.
Terpujilah Tuhan sebab iman dan pengharapan kita tidak dibangun di
atas kecermatan dalam hal nama, angka, daftar silsilah, dan riwayat,
namun di atas perkara-perkara besar di dalam hukum Taurat dan
Injil. Apa pun yang diberikan bagi pekerjaan Tuhan , Ia bukanlah tidak
adil sehingga melupakannya. Bahkan secangkir air sejuk pun, yang
diberikan bagi kehormatan-Nya, tidak akan kehilangan upahnya.
PASAL 8
zra datang dari Babel tiga belas tahun sebelum Nehemia datang. Meski
demikian, kita mendapati di sini sebuah pekerjaan baik yang dilakukan Ezra,
yang sebenarnya bisa saja dikerjakan sebelumnya, namun baru dikerjakan setelah
Nehemia datang. Nehemia ini, meskipun bukan seorang cendekiawan atau
seorang rohaniwan seperti Ezra, bukan pula seorang ahli dalam hukum
Tuhan nya, namun dia yaitu seorang yang lebih giat dan bersemangat. Semangat
Nehemia membuat pengetahuan Ezra dapat dimanfaatkan, dan kemudian
perkara-perkara besar pun terjadi, seperti yang kita baca di sini, di mana kita
mendapati,
I. Pembacaan dan penguraian hukum Taurat secara khidmat di depan
umum (ay. 2-9).
II. Sukacita yang harus ditunjukkan umat pada peristiwa itu (ay. 10-13).
III. Perayaan Pondok Daun secara khidmat sesuai dengan yang
diperintahkan hukum Taurat (ay. 14-19).
Penjelasan Hukum Taurat
(8:1-9)
1 Ketika tiba bulan yang ketujuh, sedang orang Israel telah menetap di kota-kotanya, 2
maka serentak berkumpullah seluruh rakyat di halaman di depan pintu gerbang Air.
Mereka meminta kepada Ezra, ahli kitab itu, supaya ia membawa kitab Taurat Musa,
yaitu kitab hukum yang diberikan TUHAN kepada Israel. 3 Lalu pada hari pertama bulan
yang ketujuh itu imam Ezra membawa kitab Taurat itu ke hadapan jemaah, yaitu baik
laki-laki maupun wanita dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti. 4 Ia
membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air
dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan wanita dan semua orang yang
dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab
Taurat itu. 5 Ezra, ahli kitab itu, berdiri di atas mimbar kayu yang dibuat untuk peristiwa
itu. Di sisinya sebelah kanan berdiri Matica, Sema, Anaya, Uria, Hilkia dan Maaseya,
sedang di sebelah kiri berdiri Pedaya, Misael, Malkia, Hasum, Hasbadana, Zakharia dan
Mesulam. 6 Ezra membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, sebab ia berdiri lebih
tinggi dari semua orang itu. Pada waktu ia membuka kitab itu semua orang bangkit
E
820
berdiri: 7 Lalu Ezra memuji TUHAN, Tuhan yang maha besar, dan semua orang menyambut
dengan: “Amin, amin!”, sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud
menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah. 8 Juga Yesua, Bani, Serebya,
Yamin, Akub, Sabetai, Hodia, Maaseya, Kelita, Azarya, Yozabad, Hanan, Pelaya, yang
yaitu orang-orang Lewi, mengajarkan Taurat itu kepada orang-orang itu, sementara
orang-orang itu berdiri di tempatnya. 9 Bagian-bagian dari pada kitab itu, yaitu Taurat
Tuhan , dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga
pembacaan dimengerti.
Dalam perikop ini kita mendapati sebuah penjelasan tentang pertemuan ibadah
yang khidmat, dan pekerjaan baik yang dilakukan dalam pertemuan ibadah itu,
bagi kehormatan Tuhan dan untuk membangun jemaat.
I. Waktu terjadinya yaitu pada hari pertama bulan yang ketujuh (ay. 3). Hari
itu yaitu hari peniupan serunai, yang disebut hari perhentian penuh, dan
yang pada hari itu mereka harus mangadakan pertemuan kudus (Im. 23:24;
Bil. 29:1). Namun, bukan itu saja. Pada hari itulah mezbah didirikan, dan
mereka mulai mempersembahkan korban bakaran setelah kembali dari
pembuangan, sebuah belas kasih yang masih segar dalam ingatan banyak
orang yang hidup saat itu. Ada kemungkinan bahwa untuk mengenang
peristiwa itu dengan penuh syukur, mereka terus memperingati hari raya ini
sejak saat itu dengan kekhidmatan yang lebih dari biasa. Perkenanan-
perkenanan ilahi yang masih segar dalam ingatan, dan yang telah kita
saksikan sendiri, semestinya, dan memang biasanya, menjadi perkenanan
yang paling menyentuh hati.
II. Tempat terjadinya yaitu di halaman di depan pintu gerbang Air (ay. 2),
sebuah halaman yang besar dan luas, dapat menampung rakyat yang
sebanyak itu, yang tidak dapat ditampung di pelataran Bait Tuhan . Sebab
mungkin pelataran Bait Tuhan pada saat itu tidak dibangun seluas seperti di
masa Salomo. Korban-korban harus dipersembahkan hanya di dekat jalan
masuk ke Bait Tuhan , namun doa, puji-pujian, dan khotbah pada waktu itu, dan
sekarang, yaitu ibadah yang boleh dilakukan di mana saja. Ketika
kumpulan jemaat ini bertemu di tanah lapang kota seperti itu, tanpa
diragukan lagi Tuhan ada bersama-sama dengan mereka.
III. Orang-orang yang datang berkumpul itu yaitu seluruh rakyat, yang tidak
dipaksa datang, namun secara sukarela berkumpul sendiri berdasarkan
kesepakatan bersama, sebagai satu kesatuan. Bukan hanya kaum laki-laki
yang datang, melainkan juga kaum wanita dan anak-anak, bahkan
sebanyak yang mampu memahami apa yang mereka dengar. Para kepala
Kitab Nehemia 8:1-9
821
keluarga haruslah membawa keluarga mereka datang ke tempat ibadah
umum di mana orang menyembah Tuhan . Kaum wanita dan anak-anak
pun memiliki jiwa yang harus diselamatkan, dan sebab itu mereka
berkepentingan untuk mengenal firman Tuhan dan menghadiri tempat-
tempat yang menjadi sarana penyampaian pengetahuan dan anugerah.
Anak-anak kecil, begitu mereka mampu menggunakan akal budi mereka,
harus dididik dalam menjalankan kegiatan-kegiatan ibadah.
IV. Kepala dari kumpulan jemaat ini yaitu imam Ezra. Ia memimpin ibadah ini.
Tidak ada yang lebih pantas menguraikan Kitab Suci dan berkhotbah selain
dia yang sudah begitu ahli dalam hukum Tuhan nya.
1. Panggilan Ezra pada pelayanan ini sangat jelas. Sebab, sebagai orang
yang bertugas menjadi imam, dan memiliki kemampuan sebagai ahli
kitab, rakyat meminta kepada Ezra supaya ia membawa kitab Taurat dan
membacakannya bagi mereka (ay. 2). Tuhan memberinya kemampuan
dan wewenang, dan kemudian rakyat memberinya kesempatan dan
undangan. Pengetahuan yaitu amal rohani, yang harus diberikan oleh
orang-orang yang mampu kepada setiap orang yang membutuhkan, dan
kepada setiap orang yang meminta.
2. Tempat yang dipakai Ezra sangat memudahkan pekerjaannya. Ia berdiri
di atas mimbar atau menara kayu, yang dibuat untuk firman (demikian
dalam bahasa aslinya), untuk mengkhotbahkan firman, supaya apa yang
dikatakannya dapat disampaikan dengan lebih berwibawa dan dapat
didengar dengan lebih baik, dan supaya mata para pendengar dapat
tertuju kepadanya, sehingga mereka akan memusatkan perhatian
mereka, seperti di dalam Lukas 4:20.
3. Ezra memiliki sejumlah pendamping. Beberapa di antaranya berdiri
bersamanya (ay. 5), enam orang di sebelah kanannya dan tujuh orang di
sebelah kirinya. Entah mimbar itu dirancang dengan begitu rupa hingga
dapat menampung mereka semua dalam satu baris, seperti di dalam
balai (namun jika demikian mimbar itu sama sekali tidak bisa disebut
menara), atau mereka membuat panggung-panggung yang lebih rendah.
Sebagian penafsir berpendapat bahwa Ezra menunjuk mereka untuk
membaca ketika dia lelah. Paling tidak, tindakannya mengajak mereka
sebagai pengurai Kitab Suci bersamanya ini memberi mereka
kehormatan di hadapan rakyat, agar mereka dapat dipakai untuk
melakukan pelayanan yang sama di lain waktu. Orang-orang lain yang
disebut pada ayat 8 tampaknya dipakai pada waktu yang sama di
tempat-tempat lain yang berdekatan, untuk membacakan dan
822
menguraikan firman kepada mereka yang tidak dapat mendengar Ezra.
Dari antara mereka ini juga ada tiga belas imam, yang bibirnya harus me-
melihara pengetahuan (Mal. 2:8). Sungguh suatu belas kasihan yang besar
bagi rakyat bahwa mereka sedemikian diperlengkapi dengan hamba-
hamba Tuhan yang cakap untuk mengajar. Berbahagialah Ezra memiliki
para pendamping seperti ini, dan berbahagialah mereka memiliki
pembimbing seperti Ezra.
V. Kegiatan-kegiatan agama yang dilakukan dalam kumpulan jemaah ini
bukanlah upacara ibadah, melainkan pengajaran akhlak, doa, dan khotbah.
Ezra, sebagai pemimpin kumpulan jemaah, menjadi,
1. Penyambung mulut rakyat kepada Tuhan , dan mereka pun dengan
sepenuh hati mengikuti Ezra dalam kegiatan agama ini (ay. 7). Ezra
memuji Tuhan sebagai Tuhan yang maha besar, memberi-Nya
penghormatan dengan memuji kesempurnaan-kesempurnaan-Nya dan
berdoa memohon perkenanan-Nya. Dan rakyat itu, sebagai tanda
keikutsertaan mereka baik dalam doa maupun pujian, menjawab dengan
amin, amin, sambil mengangkat tangan mereka, sebagai tanda kerinduan
mereka kepada Tuhan dan segala yang mereka harapkan dari-Nya.
Mereka juga berlutut sebagai tanda penghormatan dan sikap tunduk
mereka kepada-Nya. Begitulah kita harus memuja Tuhan , dan membawa
diri kita kepada-Nya, ketika kita hendak membaca atau mendengar
firman Tuhan , seperti orang yang melihat Tuhan dalam firman-Nya sebagai
Tuhan yang sangat besar dan sangat baik.
2. Penyambung mulut Tuhan kepada rakyat, dan mereka pun menyimak
Ezra dengan penuh perhatian. Inilah hal yang terutama dalam perayaan
itu, dan amatilah,
(1) Ezra membawa kitab Taurat itu ke hadapan jemaah (ay. 3). Dia
memastikan bahwa dia telah menyiapkan salinan kitab hukum
Taurat yang terbaik dan yang paling benar. Dan apa yang telah
disimpannya untuk keperluan dan kepuasannya sendiri, kini
dikeluarkannya dari perbendaharaannya, seperti tuan rumah yang
baik, bagi kebaikan jemaat. Amatilah,
[1] Kitab Taurat tidak boleh dibatasi hanya untuk dipelajari oleh para
ahli kitab, namun harus dibawa ke hadapan jemaah dan dibacakan
kepada mereka dalam bahasa mereka sendiri.
[2] Hamba-hamba Tuhan, ketika naik ke atas mimbar, harus
membawa Alkitab. Demikianlah yang diperbuat Ezra. Dari
Kitab Nehemia 8:1-9
823
Alkitablah mereka harus memperoleh pengetahuan, dan
berdasarkan pedoman itulah mereka harus berbicara dan
menunjukkan bahwa mereka memang memperolehnya dari
Alkitab (lih. 2Taw. 17:9).
(2) Ezra membuka kitab itu dengan sangat hormat dan khidmat, di
depan mata seluruh umat (ay. 6). Dia mengeluarkannya dengan
menyadari belas kasihan Tuhan yang besar bagi mereka dalam
memberi mereka kitab itu. Dia membukanya dengan menyadari
belas kasihan-Nya bagi mereka dalam memberi mereka izin untuk
membacanya, bahwa firman itu bukanlah mata air yang disumbat
atau sumber air yang ditutup. Pengambilan gulungan kitab, dan pem-
bukaan meterai-meterainya, kita dapati dirayakan dengan sukacita
dan puji-pujian (Why. 5:9). Marilah kita belajar membawa diri kita
dalam ibadah dengan mengambil waktu untuk berhenti dan jeda
dengan penuh khidmat, dan tidak menjalankannya dengan terburu-
buru. Marilah kita merenungkan apa yang sedang kita lakukan ketika
kita mengambil kitab Tuhan ke dalam tangan kita, dan membukanya,
dan begitu pula ketika kita berlutut dalam doa. Dan apa pun yang
kita lakukan, marilah kita melakukannya dengan berhati-hati (Pkh.
4:17)
(3) Ezra dan yang lain membaca kitab Taurat itu dari pagi sampai tengah
hari (ay. 4), dan mereka membacanya dengan jelas (ay. 9). Membaca
Kitab Suci dalam pertemuan-pertemuan ibadah yaitu ketetapan
Tuhan , yang dengannya Tuhan dipermuliakan dan jemaat-Nya
dibangun. Dan, pada kesempatan-kesempatan khusus, kita harus
menyediakan waktu berjam-jam lamanya untuk membaca dan
menguraikan firman Tuhan . Orang-orang yang disebutkan di sini
menghabiskan waktu enam jam untuk melakukannya. Biarlah orang-
orang yang membacakan dan mengkhotbahkan firman Tuhan juga
belajar untuk menyampaikannya dengan jelas, sebagai orang yang
dengan sendirinya memahami apa yang mereka katakan dan
tergugah olehnya. Dan kemudian menginginkan agar mereka yang
mendengarnya dapat memahaminya, mengingatnya, dan tergugah
olehnya juga. Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir
mengatakan “Kudus”.
(4) Apa yang mereka baca mereka uraikan, mereka tunjukkan maksud
dan maknanya, dan bagaimana harus menerapkannya. Mereka
memberi keterangan-keterangan dengan kata-kata yang lain,
sehingga pembacaan dimengerti (ay. 8-9). Perhatikanlah,
824
[1] Orang yang mendengar firman harus memahaminya, sebab jika
tidak, firman itu hanyalah seperti omong kosong bagi mereka
(Mat. 24:15).
[2] Oleh sebab itu, orang-orang yang tugasnya mengajar harus
menjelaskan firman dan memberikan keterangan-keterangan
tentangnya. Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu? Dan
mengertikah kamu semuanya itu? Keduanya yaitu pertanyaan-
pertanyaan bagus untuk diajukan kepada para pendengar. Akan
namun , bagaimanakah kita dapat mengerti, kalau tidak ada yang
membimbing kita? Itu yaitu pertanyaan yang pantas mereka
ajukan kepada para pengajar mereka (Kis. 8:30-31). Membaca
firman itu bagus, dan berkhotbah juga bagus, namun menguraikan
firman menyatukan pembacaan dan khotbah, sehingga membuat
pembacaan itu lebih dipahami dan khotbah itu lebih meyakinkan
hati.
(5) Rakyat menunjukkan sikap yang sangat patut ketika firman
dibacakan dan dibukakan bagi mereka.
[1] Dengan penuh hormat. Ketika Ezra membuka kitab itu, semua
orang bangkit berdiri (ay. 6), dan dengan begitu menunjukkan
rasa hormat mereka baik kepada Ezra maupun kepada firman
yang akan dibacanya. Sudah sepatutnya para hamba berdiri
ketika tuan mereka berbicara kepada mereka, untuk
menghormati tuan mereka dan menunjukkan bahwa mereka
siap melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka.
[2] Dengan keteguhan dan ketenangan hati. Orang-orang itu berdiri
di tempatnya (ay. 8). Sejumlah hamba Tuhan membacakan dan
menguraikan firman dari jarak tertentu satu sama lain, dan
setiap orang dari antara rakyat tetap di tempatnya, tidak
mondar-mandir untuk mendengarkan hamba Tuhan yang satu
dan kemudian hamba Tuhan yang lain, untuk membuat penilaian
atas mereka. Sebaliknya, mereka berdiri di tempat masing-ma-
sing, supaya tidak mengganggu orang lain ataupun mereka
sendiri menjadi terganggu.
[3] Dengan penuh perhatian dan pikiran yang terpusat: Dengan
penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab
Taurat itu (ay. 4), bahkan terpaku padanya. Mereka
mendengarkan dengan penuh semangat, dan menyimak setiap
kata. Firman Tuhan menuntut perhatian, dan layak
Kitab Nehemia 8:1-9
825
mendapatkannya. Jika sebab kelalaian kita melewatkan banyak
hal ketika mendengarkan firman, ada bahaya bahwa sebab
kelupaan kita akan membuat semuanya hilang setelah men-
dengarkan firman itu.
Penjelasan Hukum Taurat
(8:10-13)
10 Lalu Nehemia, yaitu kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang
Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: “Hari ini yaitu
kudus bagi TUHAN Tuhan mu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!”, sebab semua
orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu. 11 Juga orang-orang Lewi
menyuruh semua orang itu supaya diam dengan kata-kata: “Tenanglah! Hari ini yaitu
kudus. Jangan kamu bersusah hati!” 12 Juga orang-orang Lewi menyuruh semua orang itu su-
paya diam dengan kata-kata: “Tenanglah! Hari ini yaitu kudus. Jangan kamu bersusah hati!”
13 Maka pergilah semua orang itu untuk makan dan minum, untuk membagi-bagi makanan
dan berpesta ria, sebab mereka mengerti segala firman yang diberitahukan kepada mereka.
Kita dapat mengamati dalam perikop ini,
I. Betapa rakyat merasa terluka mendengar perkataan hukum Taurat yang
dibacakan kepada mereka. Hukum Taurat menghasilkan kematian, dan
menyampaikan kengerian, menunjukkan kepada manusia dosa-dosa mereka,
dan penderitaan serta bahaya yang mengancam mereka sebab dosa. Hukum
Taurat juga menggelegarkan kutuk atas setiap orang yang tidak setia
melakukan segala sesuatu yang menjadi kewajibannya. Itulah sebabnya
ketika mereka mendengarnya, mereka semua menangis (ay. 10). Itu merupa-
kan suatu pertanda baik bahwa hati mereka lembut, seperti hati Yosia ketika
mendengar perkataan hukum Taurat. Mereka menangis ketika memikirkan
betapa mereka telah menyakiti hati Tuhan , dan memperhadapkan diri mereka
sendiri pada bahaya, dengan banyaknya pelanggaran mereka terhadap
hukum Taurat. Ketika sebagian orang menangis, semua orang ikut menangis,
sebab mereka semua melihat diri mereka bersalah di hadapan Tuhan .
II. Betapa mereka disembuhkan dan dihibur oleh perkataan menenangkan yang
diucapkan kepada mereka. Memang baik bahwa mereka merasa begitu
tersentuh oleh firman Tuhan , dan mendapatkan kesan-kesan yang baik
darinya. Akan namun , mereka tidak boleh membiarkan diri hanyut dalam
kesedihan secara tidak wajar, terutama pada saat ini, sebab hari itu kudus
bagi Tuhan. Hari itu yaitu salah satu perayaan ibadah, yang di dalamnya
mereka diwajibkan untuk bersukacita. Dan bahkan dukacita sebab dosa
826
sekalipun tidak boleh menghalangi sukacita kita di dalam Tuhan , namun justru
seharusnya memimpin kita kepadanya dan menyiapkan kita untuknya.
1. Para pemimpin dari kumpulan jemaah itu berusaha untuk menenangkan
dan menyemangati mereka. Pada saat itulah Nehemia dimunculkan
dalam pasal ini, dan bukan sebelumnya. Ia memberi perhatian terhadap
tangisan rakyat. Ezra senang melihat mereka begitu terharu oleh firman
Tuhan, namun Nehemia mengemukakan pemikirannya kepada Ezra, dan
Ezra sependapat dengan pemikiran itu, bahwa kesedihan itu tidak pada
tempatnya saat ini. Hari kudus itu disebut sebagai hari perhentian penuh
(Im. 23:24), dan sebab itu harus dirayakan dengan sukacita dan puji-
pujian, bukan seolah-olah hari ini yaitu hari untuk merendahkan jiwa
mereka.
(1) Para pemimpin melarang rakyat berdukacita dan menangis (ay. 10):
Jangan bersusah hati (ay. 11). Tenanglah, jangan kamu bersusah hati
(ay. 12). Segala sesuatu indah pada waktunya. Sama seperti kita
tidak boleh bersukaria ketika Tuhan menyuruh meratap, demikian
pula kita tidak boleh ketakutan dan bersusah hati ketika Tuhan
memberi kita alasan untuk bersukacita. Bahkan dukacita sebab
dosa sekalipun tidak boleh berlebih-lebihan sampai menghalangi
sukacita kita di dalam Tuhan dan kegirangan kita dalam melayani-
Nya.
(2) Para pemimpin memerintahkan rakyat untuk menunjukkan sukacita
mereka, untuk menaikkan nyanyian puji-pujian ganti semangat yang
pudar. Para pemimpin itu mengizinkan rakyat, sebagai tanda sukacita
mereka, untuk mengadakan pesta, untuk makan dan minum dengan
lebih baik dibanding hari-hari lain, untuk makan sedap-sedapan dan
minum minuman manis. Namun, itu haruslah dilakukan,
[1] Dengan beramal kepada orang miskin: “Kirimlah sebagian
kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, supaya kelimpahanmu
dapat mencukupi kekurangan mereka, supaya mereka dapat
bersukacita bersamamu dan hati mereka memberkatimu.”
Kristus mengajarkan kepada orang-orang yang mengadakan
perjamuan untuk mengundang tetangga-tetangga mereka yang
miskin (Luk. 14:13). Akan namun , sudah menjadi kewajiban
terutama dalam perayaan ibadah, seperti juga dalam ibadah pua-
sa, untuk menyerahkan kepada orang lapar apa yang kita
inginkan sendiri (Yes. 58:7, 10). Kemurahan Tuhan harus
membuat kita murah hati. Banyak orang ingin makan sedap-
Kitab Nehemia 8:1-9
827
sedapan dan minum minuman manis sendiri, bahkan sampai
berlebihan, namun mereka tidak akan mau memberikan
sebagian, atau bahkan remah-remahnya sekalipun, kepada orang
miskin. Mereka ini dapat melihat hukuman yang menanti mereka
dalam perumpamaan tentang orang kaya (Luk. 16:19, dst.).
namun orang-orang seperti itu tidak tahu, atau tidak pernah
merenungkan, apa tujuan Tuhan dalam memberi mereka harta
benda. Camkanlah, kita harus memberi bukan hanya kepada
orang-orang yang meminta ke hadapan kita, namun juga harus
mengirim kepada orang-orang yang tidak berada di hadapan
kita. Orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan
mencari mereka yang bisa diberinya amal sedekah.
[2] Dengan kesalehan dan ketaatan: Sukacita sebab TUHAN itulah
perlindunganmu. Hendaklah sukacita itu bukan sukacita yang
bersifat kedagingan dan hanya memuaskan indra, melainkan
sukacita yang kudus dan rohani, sukacita sebab TUHAN,
sukacita sebab kebaikan Tuhan , di bawah arahan dan pimpinan
anugerah Tuhan , sukacita yang timbul sebab kita mendapat bagi-
an dalam kasih dan perkenanan Tuhan serta tanda-tanda
perkenanan-Nya. “Sukacita ini akan menjadi kekuatanmu, sebab
itu bangkitkanlah sukacita itu. Sukacita itu akan menjadi
kekuatanmu, pertama, untuk melaksanakan kewajiban-
kewajiban lain dalam perayaan itu.” Semakin riang hati kita
dalam menjalankan kegiatan-kegiatan ibadah, semakin berlim-
pah kegiatan ibadah yang akan kita lakukan. Kedua, “Untuk
segala sesuatu yang harus engkau lakukan sesuai dengan hukum
Tuhan yang telah dibacakan kepadamu.” Sukacita yang kudus
akan menjadi minyak yang melumas roda ketaatan kita. Ketiga,
“Untuk menentang musuh-musuhmu yang sedang bersekongkol
melawanmu.” Sukacita sebab Tuhan akan mempersenjatai kita
dalam melawan serangan musuh-musuh rohani kita, dan
membuat kita kehilangan selera terhadap kesenangan-
kesenangan yang dipakai sebagai umpan bagi kita oleh si
pencoba.
2. Kumpulan jemaah itu mematuhi arahan-arahan yang diberikan kepada
mereka. Tangisan mereka pun dibuat diam (ay. 12) dan mereka berpesta
ria (ay. 13). Perhatikanlah, kita harus selalu dapat mengendalikan
perasaan-perasaan seperti itu. Betapapun sepertinya ingin pecah,
perasaan itu dapat segera ditahan dan ditarik kembali apabila kita yakin
828
bahwa perasaan itu tidak masuk akal atau tidak pada tempatnya. Orang
yang dapat menguasai dirinya seperti ini melebihi seorang pahlawan .
Amatilah,
(1) Setelah menangis, mereka bersukaria. Dukacita yang kudus
membuka jalan bagi kegembiraan yang kudus. Orang-orang yang
menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan
bersorak-sorai. Orang-orang yang gemetar sebab teguran firman
dapat bersorak penuh kemenangan dalam penghiburannya.
(2) Alasan sukacita mereka sangatlah baik. Mereka berpesta ria, bukan
sebab ada sedap-sedapan untuk mereka makan dan minuman
manis untuk mereka minum, serta begitu banyak teman yang baik,
melainkan sebab mereka mengerti segala firman yang
diberitahukan kepada mereka. Perhatikanlah,
[1] Sungguh rahmat yang sangat besar apabila kita memiliki Kitab Suci
di tangan kita, dan penolong-penolong untuk memahaminya, suatu
hal yang memberi kita berlimpah-limpah alasan untuk bersukacita.
Alkitab dan hamba-hamba Tuhan yaitu sukacita Israel milik
Tuhan .
[2] Semakin baik kita memahami firman Tuhan , semakin besar
penghiburan yang akan kita dapatkan di dalamnya. Sebab
gelapnya permasalahan timbul dari gelapnya ketidaktahuan dan
kekeliruan. Ketika firman itu pertama kali diberitahukan kepada
mereka, mereka menangis. Akan namun , ketika mereka
memahaminya, mereka bersukacita, sebab mereka akhirnya
mengetahui janji-janji berharga yang dibuat bagi orang-orang
yang bertobat dan memperbaiki diri, dan sebab itu ada harapan
di Israel.
Sukacita Umat
(8:14-19)
14 Pada hari yang kedua kepala-kepala kaum keluarga seluruh bangsa, juga para imam
dan orang-orang Lewi berkumpul pada Ezra, ahli hukum Taurat itu, untuk menelaah
kalimat-kalimat Taurat itu. 15 Maka didapatinya tertulis dalam hukum yang diberikan
TUHAN dengan perantaraan Musa, bahwa orang Israel harus tinggal dalam pondok-
pondok pada hari raya bulan yang ketujuh, 16 dan bahwa di semua kota mereka dan di
Yerusalem harus disampaikan berita dan pengumuman yang berbunyi: “Pergilah ke
gunung, ambillah daun pohon zaitun, daun pohon minyak, daun pohon murad, daun
pohon korma dan daun dari pohon-pohon yang rimbun guna membuat pondok-pondok
sebagaimana tertulis.” 17 Maka pergilah orang mengambil daun-daun itu, lalu membuat
pondok-pondok, masing-masing di atas atap rumahnya, di pekarangan mereka, juga di
Kitab Nehemia 8:1-9
829
pelataran-pelataran rumah Tuhan , di lapangan pintu gerbang Air dan di lapangan pintu
gerbang Efraim. 18 Seluruh jemaah yang pulang dari pembuangan itu membuat pondok-
pondok dan tinggal di situ. Memang sejak zaman Yosua bin Nun sampai hari itu orang
Israel tidak pernah berbuat demikian. Maka diadakanlah pesta ria yang amat besar. 19
Bagian-bagian kitab Taurat Tuhan itu dibacakan tiap hari, dari hari pertama sampai hari
terakhir. Tujuh hari lamanya mereka merayakan hari raya itu dan pada hari yang
kedelapan ada pertemuan raya sesuai dengan peraturan.
Dalam perikop ini kita mendapati,
I. Kedatangan kembali umat itu untuk mendengarkan firman. Mereka telah
menghabiskan sebagian besar hari itu dengan berdoa dan mendengarkan
firman. Namun demikian, mereka sama sekali tidak lelah dengan perayaan
bulan baru dan hari Sabat itu, sampai-sampai keesokan harinya, walaupun
bukan hari raya, kepala-kepala kaum keluarga mereka datang berkumpul
lagi untuk mendengarkan Ezra menguraikan Kitab Suci (ay. 14), yang mere-
ka dapati lebih menyenangkan dan bermanfaat dibanding kesenangan atau
keuntungan duniawi apa pun. Perhatikanlah, semakin akrab kita dengan
firman Tuhan , jika kita memahaminya dengan benar dan tergugah olehnya,
semakin kita ingin terus bergaul dengannya, dan lebih mengenalnya lagi,
sambil berkata, betapa manisnya janji-Mu itu bagi mulutku! Orang-orang
yang memahami Kitab Suci dengan baik akan masih ingin memahaminya
dengan lebih baik lagi. Sekarang para imam dan orang-orang Lewi sendiri
datang bersama kepala-kepala kaum keluarga seluruh bangsa untuk
berkumpul pada Ezra, sang pemimpin para pengurai Kitab Suci, untuk
menelaah kalimat-kalimat Taurat itu. Atau, seperti dalam tafsiran yang agak
luas, supaya mereka dapat mengajar kalimat-kalimat Taurat itu. Mereka
sendiri datang untuk diajar, supaya mereka cakap mengajar orang lain.
Amatilah,
1. Pada hari pertama, Ezra dengan rendah hati menempatkan mereka di
sebelah kanan dan kirinya, sebagai para pengajar bersamanya (ay. 5, 8).
Namun sekarang, sebab uji coba itu membuat mereka lebih sadar akan
kekurangan mereka sendiri dan keunggulan Ezra, maka pada hari kedua
mereka dengan rendah hati menempatkan diri di bawah kaki Ezra,
sebagai orang-orang yang belajar darinya.
2. Orang-orang yang ingin mengajar orang lain harus menerima pengajaran
dengan sendirinya. Para imam dan orang-orang Lewi harus diajar
terlebih dahulu, baru kemudian mengajar.
II. Kesiapan umat untuk taat pada firman Tuhan, dalam satu contoh khusus,
begitu mereka menyadari kewajiban mereka yang tertulis di dalamnya. Ada
830
kemungkinan bahwa Ezra, sesuai dengan hikmat Tuhan nya yang menjadi
pegangannya (Ezr. 7:25), ketika mereka memintanya mengajarkan hukum
Taurat pada hari kedua bulan yang ketujuh, membacakan kepada mereka
hukum-hukum yang berkaitan dengan perayaan pada bulan itu, antara lain
hukum hari raya Pondok Daun (Im. 23:24; Ul. 16:13). Hamba-hamba Tuhan
harus mengkhotbahkan bukan hanya apa yang benar dan baik, melainkan
juga apa yang sesuai dengan waktunya, dengan mengarahkan pada
pekerjaan yang harus dilakukan pada hari itu juga. Di sini,
1. Ketetapan ilahi mengenai hari raya Pondok Daun diulas (ay. 15-16).
Mereka mendapati tertulis dalam hukum Taurat sebuah perintah
mengenai hari raya itu. Orang-orang yang dengan tekun menyelidiki
Kitab Suci akan mendapati tertulis di sana hal-hal yang telah mereka
lupakan atau tidak mereka amalkan sebagaimana mestinya. Hari raya
Pondok Daun ini yaitu peringatan ketika mereka tinggal di kemah-
kemah di padang gurun, sebuah gambaran tentang keadaan kita di dunia
ini yang seperti tinggal di dalam kemah, dan sebuah perlambang dari
sukacita kudus yang dirasakan jemaat Injil. Pertobatan bangsa-bangsa
dengan memeluk iman kepada Kristus dinubuatkan melalui perlambang
hari raya ini (Za. 14:16). Mereka akan datang untuk merayakan hari raya
Pondok Daun, sebagai orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal
yang tetap di dunia ini. Perayaan ini harus dimaklumkan ke semua kota
mereka. Umat itu sendiri harus mengambil dahan-dahan pohon (mereka
yang berada di Yerusalem mengambilnya dari Bukit Zaitun) dan
membuat pondok-pondok, atau bilik-bilik, yang terbuat dari dahan-
dahan itu. Di dalam pondok-pondok itulah mereka harus tinggal, selama
cuaca memungkinkan, dan harus bersukaria selama perayaan itu.
2. Ketetapan ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan agama (ay. 17-18).
Pembacaan dan pendengaran kita akan firman Tuhan barulah akan
berkenan dan bermanfaat apabila kita berbuat sesuai dengan apa yang
tertulis di dalamnya, apabila yang tampak sebagai kewajiban kita
dihidupkan kembali setelah sekian lama diabaikan.
(1) Mereka menjalankan upacara perayaan itu: Mereka tinggal di
pondok-pondok, yang didirikan oleh para imam dan orang-orang
Lewi di pelataran Bait Tuhan . Orang-orang yang memiliki rumah
sendiri, membuat pondok di atas atap rumah mereka, atau di
pekarangan mereka. Dan orang-orang yang tidak seberuntung itu,
membangun pondok di lapangan. Hari raya ini dahulu selalu
dirayakan (2Taw. 5:3; Ezr. 3:4), namun tidak dengan sedemikian
Kitab Nehemia 8:1-9
831
khidmat sejak zaman Yosua, ketika mereka baru menetap di Kanaan,
seperti sekarang ketika mereka baru menetap kembali di Kanaan.
Orang terlalu berlebihan mencintai rumahnya apabila ia tidak sampai
hati untuk meninggalkannya, walau sebentar saja, demi mematuhi
ketetapan atau penyelenggaraan Tuhan .
(2) Mereka memperhatikan hakikat dari ibadah itu, sebab jika tidak,
betapapun pentingnya upacara tersebut, itu tidak akan bermakna.
[1] Mereka melakukannya dengan gembira, dengan pesta ria yang
amat besar, sambil bersuka di dalam Tuhan dan kebaikan-Nya
kepada mereka. Semua hari raya kudus mereka, namun terutama
hari raya ini, harus dirayakan dengan sukacita, yang akan sangat
mendatangkan kehormatan bagi Tuhan , dan mengobarkan
semangat mereka sendiri dalam melayani-Nya.
[2] Mereka menghadiri pembacaan dan penguraian firman Tuhan
setiap hari selama perayaan itu (ay. 19). Mereka memanfaatkan
waktu senggang mereka untuk pekerjaan baik ini. Waktu luang
paling baik dihabiskan untuk memelajari Kitab Suci dan
mengenalnya. Pada hari raya Pondok Daun ini, Tuhan menetapkan
agar hukum Taurat dibacakan sekali tujuh tahun. Tidak jelas
apakah tahun ini yaitu tahun penghapusan utang ketika ibadah
itu harus dilakukan (Ul. 31:10-11). Bagaimanapun juga, mereka
menghabiskan setiap hari dalam perayaan ini dengan melakukan
pekerjaan baik itu. Dan pada hari kedelapan, ada pertemuan raya
seperti yang telah ditetapkan Tuhan . Dan pada hari itu mereka
menyelesaikan perayaan pada hari kedua puluh dua dalam bulan
itu, namun mereka tidak berpisah, sebab hari kedua puluh empat
ditetapkan untuk dihabiskan dalam doa dan puasa. Sukacita yang
kudus tidak akan menghalangi kita merasakan dukacita menurut
kehendak Tuhan , sama seperti dukacita menurut kehendak Tuhan
tidak akan menghalangi kita merasakan sukacita yang kudus.
PASAL 9
ari kesepuluh bulan yang ketujuh di antara hari raya peniupan serunai
(8:3) dan hari raya Pondok Daun (8:15) ditetapkan sebagai hari
Pendamaian. Tidak beralasan bagi kita untuk menduga hal lain selain bahwa hari
itu dijalankan sesuai dengan ketentuan agama, meskipun tidak disebutkan di
sini. Akan namun , di sini kita mendapati penjelasan tentang puasa yang khusus
diadakan dua minggu sesudahnya, dalam kaitannya dengan keadaan mereka
ketika itu. Dan hari itu, seperti hari Pendamaian, yaitu hari perendahan diri.
Ada waktu untuk menangis dan ada waktu untuk tertawa. Dalam pasal ini
diceritakan kepada kita tentang,
I. Bagaimana puasa itu dijalankan (ay. 1-3).
II. Apa pokok-pokok doa yang dipanjatkan kepada Tuhan pada kesempatan
itu, yang di dalamnya mereka mengakui segala belas kasih Tuhan
dengan penuh syukur, mengaku dosa dengan penuh penyesalan, dan
tunduk dengan rendah hati pada tangan Tuhan yang adil dalam
hukuman-hukuman yang dijatuhkan ke atas mereka. Kemudian mereka
mengakhiri puasa itu dengan tekad yang sungguh-sungguh untuk taat
kembali (ay. 4-38).
Pertobatan Orang Israel
(9:1-3)
1 Pada hari yang kedua puluh empat bulan itu berkumpullah orang Israel dan berpuasa
dengan mengenakan kain kabung dan dengan tanah di kepala. 2 Keturunan orang Israel
memisahkan diri dari semua orang asing, lalu berdiri di tempatnya dan mengaku dosa
mereka dan kesalahan nenek moyang mereka. 3 Sementara mereka berdiri di tempat,
dibacakanlah bagian-bagian dari pada kitab Taurat TUHAN, Tuhan mereka, selama
seperempat hari, sedang seperempat hari lagi mereka mengucapkan pengakuan dan
sujud menyembah kepada TUHAN, Tuhan mereka.
H
836
Di dalam perikop ini kita mendapati penjelasan umum tentang puasa yang
dijalankan seluruh umat Israel, mungkin atas perintah Nehemia, oleh dan atas
saran serta persetujuan dari kepala-kepala kaum keluarga. Ini memang puasa
yang ditentukan manusia, namun puasa seperti itulah yang dikehendaki Tuhan .
Sebab,
1. Hari itu merupakan hari untuk merendahkan diri (Yes. 58:5). Ada
kemungkinan mereka berkumpul di pelataran rumah Tuhan , dan di sana
mereka tampil dengan mengenakan kain kabung dan dengan sikap orang
yang sedang berkabung, dengan membubuhkan tanah di atas kepala mereka
(ay. 1). Melalui ungkapan-ungkapan dukacita dan perendahan diri secara
lahiriah ini mereka memuliakan Tuhan , mempermalukan diri mereka sendiri,
dan menggugah satu sama lain agar bertobat. Sebelumnya mereka tidak
boleh menangis (8:10), namun sekarang mereka justru diarahkan untuk
menangis. Sukacita dari perayaan-perayaan kudus yang kita jalankan
haruslah membuka jalan bagi dukacita dari ibadah puasa kita ketika saatnya
tiba. Segala sesuatu indah pada waktunya.
2. Hari itu merupakan hari untuk membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan
itulah puasa yang dikehendaki Tuhan (Yes. 58:6). Tanpa hal ini,
membentangkan kain kabung dan abu di bawah kaki kita hanyalah lelucon
belaka. sebab keturunan Israel merupakan keturunan yang kudus, maka
mereka dikhususkan bagi Tuhan dan lebih unggul dibandingkan bangsa-bangsa di
sekitar mereka. Mereka memisahkan diri dari semua orang asing yang
pernah bergaul dan bersekutu dengan mereka (ay. 2). Beberapa tahun
sebelumnya, Ezra telah memisahkan mereka dari istri-istri asing mereka,
namun mereka kembali melakukan dosa yang sama. Mereka mengadakan
pernikahan atau setidak-tidaknya mengikat persahabatan dengan orang-
orang asing itu, dan menjalin keakraban yang begitu rupa hingga menjadi
jerat bagi mereka. namun sekarang mereka memisahkan diri dari anak-anak
dan juga istri-istri asing itu. Orang-orang yang berniat menyatukan diri
dengan Tuhan melalui doa dan kovenan, haruslah memisahkan diri dari dosa
dan para pendosa. Sebab bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
3. Hari itu merupakan hari persekutuan dengan Tuhan . Mereka sungguh-
sungguh berpuasa untuk-Nya (Za. 7:5), sebab,
(1) Mereka berbicara kepada-Nya dalam doa, mempersembahkan segala
kesalehan dan ketakwaan mereka kepada-Nya dengan mengaku dosa
dan memuja-Nya sebagai Tuhan dan Tuhan mereka. Berpuasa tanpa
berdoa bagaikan tubuh tanpa jiwa, hanya jasad yang tidak berharga.
Kitab Nehemia 9
837
(2) Mereka mendengar Dia berbicara kepada mereka melalui firman-Nya.
Sebab mereka membaca hukum Taurat, sesuatu yang memang sangat
patut dilakukan pada hari-hari puasa, supaya, dalam cermin hukum itu,
kita dapat melihat cacat cela kita, dan mengetahui apa yang harus diakui
dan apa yang harus diubah. Firman Tuhan akan menuntun dan
mendorong doa, sebab melalui firman itu Roh akan membantu kelemah-
an-kelemahan kita dalam berdoa. Cermatilah bagaimana waktu dibagi
rata antara firman dan doa ini. Tiga jam (sebab itulah lamanya
seperempat hari) mereka lewatkan dengan membaca, menguraikan, dan
menerapkan ayat-ayat Kitab Suci, dan tiga jam dengan mengaku dosa
dan berdoa. Dengan demikian, mereka berkumpul bersama-sama selama
enam jam, dan melewatkan seluruh waktu itu dalam kegiatan-kegiatan
agama dengan khidmat, tanpa berkata, lihat, alangkah susah payahnya!
Beragamnya kegiatan agama ini membuat seluruh waktu yang
dihabiskan itu terasa tidak membosankan, dan, sama seperti firman yang
mereka baca akan menyediakan bahan doa bagi mereka, demikian juga
doa akan membuat firman itu lebih bermanfaat. Uskup Patrick
berpendapat bahwa mereka melewatkan seluruh dua belas jam pada
hari itu dalam ibadah, bahwa sejak pukul enam pagi hingga pukul
sembilan mereka membaca firman, kemudian dari pukul sembilan
sampai pukul dua belas mereka berdoa, dari pukul dua belas hingga
pukul tiga sore mereka membaca firman lagi, dan dari pukul tiga sampai
pukul enam petang mereka berdoa lagi. Pekerjaan pada hari puasa
yaitu pekerjaan yang baik, dan oleh sebab itu kita harus berusaha
membuat pekerjaan untuk satu hari menjadi pekerjaan yang baik pada
hari itu.
Doa Orang-orang Lewi
(9:4-38)
4 Di atas tangga tempat orang-orang Lewi berdirilah Yesua, Bani, Kadmiel, Sebanya, Buni,
Serebya, Bani dan Kenani. Dengan suara yang nyaring mereka berseru kepada TUHAN,
Tuhan mereka. 5 Dan berkatalah Yesua, Kadmiel, Bani, Hasabneya, Serebya, Hodia, Sebanya
dan Petahya, orang-orang Lewi itu: “Bangunlah, pujilah TUHAN Tuhan mu dari selama-
lamanya sampai selama-lamanya! Terpujilah nama-Mu yang mulia, yang ditinggikan
mengatasi segala puji dan hormat!” 6 “Hanya Engkau yaitu TUHAN! Engkau telah
menjadikan langit, ya langit segala langit dengan segala bala tentaranya, dan bumi dengan
segala yang ada di atasnya, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Engkau
memberi hidup kepada semuanya itu dan bala tentara langit sujud menyembah kepada-
Mu. 7 Engkaulah TUHAN, Tuhan yang telah memilih Abram dan membawanya keluar dari
Ur-Kasdim dan memberikan kepadanya nama Abraham. 8 Engkau dapati bahwa hatinya
setia terhadap-Mu dan Engkau mengikat perjanjian dengan dia untuk memberikan tanah
orang Kanaan, tanah orang Het, tanah orang Amori, tanah orang Feris, tanah orang Yebus
838
dan tanah orang Girgasi kepada keturunannya. Dan Engkau telah menepati janji-Mu,
sebab Engkau benar. 9 Engkau melihat sengsara nenek moyang kami di Mesir dan
mendengar teriakan mereka di tepi Laut Teberau. 10 Engkau telah memperlihatkan tanda-
tanda dan mujizat-mujizat di depan Firaun dan semua pegawainya serta seluruh rakyat
negerinya, sebab Engkau mengetahui mereka bertindak angkuh terhadap nenek moyang
kami. Dengan demikian Engkau telah memasyhurkan nama-Mu sebagaimana nyata hari
ini. 11 Di hadapan mereka Engkau membelah laut, sehingga mereka dapat menyeberang
melalui tempat yang kering di tengah-tengah laut. namun pengejar-pengejar mereka telah
Kaucampakkan ke air yang dalam, seperti batu ke air yang dahsyat. 12 Dengan tiang awan
Engkau memimpin mereka pada siang hari dan dengan tiang api pada malam hari untuk
menerangi jalan yang mereka lalui. 13 Engkau telah turun ke atas gunung Sinai dan ber-
bicara dengan mereka dari langit dan memberikan mereka peraturan-peraturan yang
adil, hukum-hukum yang benar serta ketetapan-ketetapan dan perintah-perintah yang
baik. 14 Juga Kauberitahukan kepada mereka sabat-Mu yang kudus dan memberikan
kepada mereka perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan hukum-Mu dengan
perantaraan Musa, hamba-Mu. 15 Telah Kauberikan kepada mereka roti dari langit untuk
menghilangkan lapar dan air Kaukeluarkan bagi mereka dari gunung batu untuk
melepaskan dahaga. Pula Engkau menyuruh mereka memasuki dan menduduki negeri
yang dengan mengangkat sumpah telah Kaujanjikan memberikannya kepada mereka. 16
namun mereka, nenek moyang kami itu, bertindak angkuh dan bersitegang leher dan tidak
patuh kepada perintah-perintah-Mu. 17 Mereka menolak untuk patuh dan tidak mengingat
perbuatan-perbuatan yang ajaib yang telah Kaubuat di antara mereka. Mereka bersi-
tegang leher malah berkeras kepala untuk kembali ke perbudakan di Mesir. namun Eng-
kaulah Tuhan yang sudi mengampuni, yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar
dan berlimpah kasih setia-Nya. Engkau tidak meninggalkan mereka. 18 Bahkan, ketika
mereka membuat anak lembu tuangan dan berkata: ‘Inilah Tuhan mu yang menuntun
engkau keluar dari Mesir!’, dan berbuat nista yang besar, 19 Engkau tidak meninggalkan
mereka di padang gurun sebab kasih sayang-Mu yang besar. Tiang awan tidak berpindah
dari atas mereka pada siang hari untuk memimpin mereka pada perjalanan, begitu juga
tiang api pada malam hari untuk menerangi jalan yang mereka lalui. 20 Dan Engkau mem-
berikan kepada mereka Roh-Mu yang baik untuk mengajar mereka. Juga manna-Mu tidak
Kautahan dari mulut mereka dan Engkau memberikan air kepada mereka untuk
melepaskan dahaga. 21 Empat puluh tahun lamanya Engkau memberikan mereka makan
di padang gurun. Mereka tidak berkekurangan, pakaian mereka tidak rusak, dan kaki
mereka tidak bengkak. 22 Engkau menyerahkan kepada mereka kerajaan-kerajaan dan
bangsa-bangsa dan membagikan itu kepada mereka sebagai daerah perbatasan, sebab
mereka duduki tanah dari Sihon, raja negeri Hesbon dan tanah dari Og, raja negeri Basan.
23 Engkau membuat anak-anak mereka menjadi banyak seperti bintang-bintang di langit
dan membawa mereka ke tanah yang Kausuruh kepada nenek moyang mereka untuk
dimasuki dan diduduki. 24 Lalu anak-anak itu memasuki dan menduduki tanah itu dan
Engkau menundukkan di hadapan mereka penduduk tanah itu, yaitu orang-orang
Kanaan, dan menyerahkan orang-orang itu, baik raja-raja mereka, maupun bangsa-
bangsa tanah itu, ke tangan mereka, supaya orang-orang itu diperlakukan sekehendak
hati mereka. 25 Mereka merebut kota-kota yang berkubu dan tanah yang subur. Mereka
merampas rumah-rumah yang penuh berisi berbagai-bagai barang baik, tempat-tempat
air pahatan, kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun dan pohon-pohon buah-
buahan dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka makan dan menjadi kenyang dan
gemuk. Mereka hidup mewah sebab kebaikan-Mu yang besar. 26 namun mereka
mendurhaka dan memberontak terhadap-Mu. Mereka membelakangi hukum-Mu dan
membunuh nabi-nabi-Mu yang memperingatkan mereka dengan maksud membuat
mereka berbalik kepada-Mu. Mereka berbuat nista yang besar. 27 Lalu Engkau
menyerahkan mereka ke tangan lawan-lawan mereka, yang menyesakkan mereka. Dan
pada waktu kesusahan mereka berteriak kepada-Mu, lalu Engkau mendengar dari langit
dan sebab kasih sayang-Mu yang besar Kauberikan kepada mereka orang-orang yang
menyelamatkan mereka dari tangan lawan mereka. 28 namun begitu mereka mendapat
keamanan, kembali mereka berbuat jahat di hadapan-Mu. Dan Engkau menyerahkan
mereka ke tangan musuh-musuh mereka yang menguasai mereka. Kembali mereka ber-
Kitab Nehemia 9
839
teriak kepada-Mu, dan Engkau mendengar dari langit, lalu menolong mereka berulang
kali, sebab kasih sayang-Mu. 29 Engkau memperingatkan mereka dengan maksud
membuat mereka berbalik kepada hukum-Mu. namun mereka bertindak angkuh, mereka
tidak patuh kepada perintah-perintah-Mu dan mereka berdosa terhadap peraturan-
peraturan-Mu, yang justru memberi hidup kepada orang yang melakukannya. Mereka
melintangkan bahu untuk melawan, mereka bersitegang leher dan tidak mau dengar. 30
Namun bertahun-tahun lamanya Engkau melanjutkan sabar-Mu terhadap mereka. Dengan
Roh-Mu Engkau memperingatkan mereka, yaitu dengan perantaraan para nabi-Mu, namun
mereka tidak menghiraukannya, sehingga Engkau menyerahkan mereka ke tangan
bangsa-bangsa segala negeri. 31 namun sebab kasih sayang-Mu yang besar Engkau tidak
membinasakan mereka sama sekali dan tidak meninggalkan mereka, sebab Engkaulah
Tuhan yang pengasih dan penyayang. 32 Sekarang, ya Tuhan kami, Tuhan yang maha besar,
kuat dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya, janganlah Kau-
pandang remeh segala kesusahan yang telah dialami oleh kami, oleh raja-raja kami,
pemimpin-pemimpin kami, imam-imam kami, nabi-nabi kami dan nenek moyang kami, ya
oleh seluruh umat-Mu, sejak zaman raja-raja Asyur sampai hari ini. 33 namun Engkaulah
yang benar dalam segala hal yang menimpa kami, sebab Engkau berlaku setia dan
kamilah berbuat fasik.
34 Juga raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami, imam-imam kami, dan nenek moyang
kami tidak melakukan hukum-Mu. Mereka tidak memperhatikan perintah-perintah-Mu
dan peringatan-peringatan-Mu yang Kauberikan kepada mereka. 35 Dalam kedudukan
sebagai raja mereka tidak mau beribadah kepada-Mu, walaupun Engkau telah menga-
runiakan kepada mereka banyak kebaikan dan telah menyediakan bagi mereka tanah
yang luas dan subur. Mereka tidak berbalik dari perbuatan-perbuatan mereka yang jahat.
36 Lihatlah, sekarang ini kami yaitu budak. Ya, di tanah yang Kauberikan kepada nenek
moyang kami untuk mengecap hasilnya dan segala kekayaannya kami ini yaitu budak. 37
Tanah itu menghasilkan banyak bagi raja-raja yang telah Kautetapkan atas kami sebab
dosa-dosa kami. Mereka itu memerintah sekehendak hati atas diri kami dan ternak kami,
sehingga kami dalam kesesakan besar.” 38 Berdasarkan semuanya ini kami mengikat
perjanjian yang teguh yang kami catat dengan dibubuhi meterai para pemimpin kami,
orang-orang Lewi kami dan para imam kami.
Di dalam perikop ini kita mendapati penjelasan tentang bagaimana kegiatan
pada hari puasa ini dijalankan.
1. Nama hamba-hamba Tuhan yang ditugaskan. Mereka disebut dua kali (ay. 4-
5), hanya dengan sedikit banyak perbedaan dalam nama-namanya. Entah
mereka berdoa silih berganti, seperti aturan yang diberikan oleh Rasul
Paulus itu (1Kor. 14:31, kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang),
atau seperti pendapat sebagian penafsir, ada delapan kelompok yang agak
berjauhan satu sama lain, dan masing-masing dipimpin oleh satu orang Lewi.
2. Kegiatan yang mereka lakukan itu sendiri.
(1) Mereka berdoa kepada Tuhan , berseru kepada-Nya dengan suara nyaring
(ay. 4), memohon pengampunan atas dosa-dosa Israel dan perkenanan
Tuhan pada mereka. Mereka berseru dengan nyaring, bukan supaya Tuhan
bisa mendengar mereka dengan lebih jelas, seperti yang dilakukan para
penyembah Baal, melainkan supaya umat bisa mendengarnya, dan
dengan demikian membangkitkan semangat mereka.
840
(2) Mereka memuji Tuhan , sebab kegiatan memuji Tuhan bukan tidak pada
tempatnya pada hari puasa. Dalam semua kegiatan ibadah, kita harus
menjadikan hal ini sebagai tujuan kita, yaitu memberi kepada TUHAN
kemuliaan nama-Nya. Inti sari dari doa-doa mereka kita dapati tercatat
di sini. Tidak jelas apakah doa-doa ini telah dibuat sebelumnya, sebagai
pedoman bagi orang Lewi perihal apa yang harus lebih diperinci lagi,
ataukah doa-doa itu diingat kembali sesudahnya, sebagai pokok-pokok
bahasan yang telah mereka bicarakan dengan panjang lebar di dalam
doa. Tidak diragukan lagi bahwa yang mereka ucapkan jauh lebih banyak
dibandingkan yang dicatat di sini. Jika tidak, mengaku dosa dan menyembah
Tuhan tidak akan memakan waktu seperempat hari lamanya, apalagi
setengah hari.
Di dalam seruan yang khidmat kepada Tuhan ini kita mendapati,
I. Pemujaan yang penuh rasa gentar kepada Tuhan , sebagai Wujud yang
sempurna dan mulia, dan sumber dari segala yang ada (ay. 5-6). Jemaah
diajak untuk menunjukkan persetujuan mereka dalam hal ini dengan bangkit
berdiri, dan hamba Tuhan pun kemudian mengarahkan diri kepada Tuhan ,
terpujilah nama-Mu yang mulia. Di sini Tuhan dipuja,
1. Sebagai satu-satunya Tuhan yang hidup dan benar: Hanya Engkau yaitu
TUHAN, yang ada dari diri-Nya sendiri dan tidak bergantung pada siapa
pun. Tidak ada Tuhan selain Engkau.
2. Sebagai Pencipta segala sesuatu: Engkau telah menjadikan langit, dan
bumi, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Butir pertama dari
Pengakuan Iman kita memang pantas dijadikan butir pertama dari puji-
pujian kita.
3. Sebagai Pelindung yang agung atas seluruh ciptaan: “Engkau memelihara
keberadaan semua makhluk yang telah Kaujadikan.” Penyelenggaraan
Tuhan meluas sampai ke makhluk-makhluk yang tertinggi, sebab mereka
membutuhkannya, dan sampai ke makhluk-makhluk yang paling rendah,
sebab mereka tidak diremehkan olehnya. Apa yang telah dijadikan
Tuhan akan dipelihara oleh-Nya, dan apa yang diperbuat-Nya, dikerjakan
dengan berhasil (Pkh. 3:14).
4. Sebagai Tuhan yang dipuji oleh makhluk-makhluk ciptaan: “Bala tentara
langit, alam para malaikat kudus, sujud menyembah kepada-Mu (ay. 6).
Namun nama-Mu ditinggikan mengatasi segala puji dan hormat. Nama-
Nya tidak membutuhkan pujian makhluk-makhluk ciptaan, tidak pula
menjadi lebih dimuliakan oleh puji-pujian itu.” Puji-pujian terhadap
Kitab Nehemia 9
841
nama Tuhan yang paling baik sekalipun, bahkan puji-pujian dari para
malaikat sendiri, masih kurang secara tak terhingga untuk memenuhi
apa yang patut didapatkan oleh nama-Nya. Nama-Nya tidak saja
ditinggikan mengatasi hormat kita, namun juga mengatasi segala hormat.
Seandainya seluruh pujian langit dan bumi digabungkan sekalipun,
seperseribu dari apa yang dapat dan yang seharusnya dikatakan tentang
kemuliaan Tuhan belumlah terucapkan. Tidak ada yang baik bagiku selain
Dia.
II. Pengakuan yang penuh syukur atas kebaikan-kebaikan Tuhan kepada I