tawarikh ester 24

Kamis, 30 Januari 2025

tawarikh ester 24


 


itu, tidak diragukan lagi, dan 


 

806 

menafsirkannya dengan keliru. Hal ini memberi Tobia alasan untuk 

mengirimkan surat untuk menakut-nakuti Nehemia, dan dengan 

demikian menjauhkannya dari pekerjaannya dan mengecilkan hatinya 

dalam pekerjaan itu. Demikianlah mereka senantiasa bermaksud jahat 

terhadap Nehemia, namun Tuhan  senantiasa bermaksud baik ter-

hadapnya. 

 

 

 

 

 

PASAL  7  

eberhasilan dari satu rancangan yang baik bagi Tuhan  dan angkatan kita 

haruslah mendorong kita untuk melanjutkan dan membuat suatu 

rancangan yang lain lagi. Demikianlah yang diperbuat Nehemia, dan sesudah 

membentengi Yerusalem dengan pintu gerbang dan tembok kota, yang 

berikutnya dia perhatikan yaitu , 

I.   Memastikan bahwa kota itu diawasi dengan baik (ay. 1-4). 

II.  Memastikan agar kota itu dihuni penduduk. Untuk mencapai tujuan itu, 

Nehemia di sini meninjau dan memeriksa kembali daftar orang-orang 

yang datang dari pembuangan, yaitu kaum-kaum keluarga yang lebih 

dahulu pulang, dan kemudian mencatatnya (ay. 5-73). Isinya 

sebenarnya sama dengan apa yang kita dapati di dalam Kitab Ezra 2. 

Kita akan melihat di kemudian hari bagaimana Nehemia menggunakan 

daftar itu, ketika ia membawa satu dari sepuluh orang untuk tinggal di 

Yerusalem (11:1). 

Tembok Kota Selesai Dibangun 

(7:1-4) 

1 Setelah tembok selesai dibangun, aku memasang pintu-pintu. Lalu diangkatlah 

penunggu-penunggu pintu gerbang, para penyanyi dan orang-orang Lewi. 2 Pengawasan 

atas Yerusalem aku serahkan kepada Hanani, saudaraku, dan kepada Hananya, panglima 

benteng, sebab  dia seorang yang dapat dipercaya dan yang takut akan Tuhan  lebih dari 

pada orang-orang lain. 3 Berkatalah aku kepada mereka: “Pintu-pintu gerbang Yerusalem 

jangan dibuka sampai matahari panas terik. Dan pintu-pintunya harus ditutup dan dipa-

langi, sementara orang masih bertugas di tempatnya. Tempatkanlah penjaga-penjaga dari 

antara penduduk Yerusalem, masing-masing pada tempat-tempat penjagaan dan di depan 

rumahnya.” 4 Adapun kota itu luas dan besar, namun  penduduknya sedikit dan rumah-

rumah belum dibangun. 

Tuhan  berkata perihal jemaat-Nya (Yes. 62:6), di atas tembok-tembokmu, hai 

Yerusalem, telah Kutempatkan pengintai-pengintai. Inilah yang menjadi 


 

810 

perhatian Nehemia di sini, sebab tembok-tembok yang mati, tanpa pengintai-

pengintai yang hidup, hanyalah pertahanan yang lemah belaka bagi sebuah kota. 

I. Nehemia mengangkat penunggu-penunggu pintu gerbang, para penyanyi dan 

orang-orang Lewi, untuk bekerja di tempat mereka masing-masing. Yang 

dimaksudkan di sini yaitu  tugas mereka secara umum, yaitu mengurus 

ibadah di rumah Tuhan . Ibadah itu telah diabaikan pada tingkat tertentu, 

namun sekarang dihidupkan kembali. Ibadah kepada Tuhan  merupakan 

pertahanan dari suatu tempat, dan hamba-hamba-Nya, apabila menjalankan 

kewajiban mereka, merupakan pengintai-pengintai di atas temboknya. Atau, 

secara khusus, Nehemia menyuruh mereka bersiap-siap di tembok yang 

hendak ditahbiskan, supaya mereka dapat melaksanakan ibadah itu dengan 

tertib dan khidmat. Dan penahbisan tembok itulah yang menjadi 

kekuatannya. Apa yang dipersembahkan kepada Tuhan  pasti akan bermanfaat 

bagi kita. 

II.  Nehemia mengangkat dua panglima atau penguasa, yang kepada mereka ia 

menyerahkan pengawasan kota itu. Dan ia memberi mereka tugas mengatur 

ketenteraman dan keamanan masyarakat. Salah satunya yaitu  Hanani, 

saudaranya, yang datang kepadanya dengan membawa berita tentang 

kehancuran Yerusalem. Ia yaitu  seorang yang terbukti hidup lurus dan 

mencintai negerinya. Yang lain yaitu  Hananya, yang pernah menjadi 

panglima benteng. Sebab orang yang telah membuktikan diri setia dalam 

perkara kecil, kepadanya akan dipercayakan perkara yang lebih besar. 

Mengenai Hananya ini dikatakan bahwa ia yaitu  seorang yang dapat 

dipercaya dan yang takut akan Tuhan  lebih dari pada orang-orang lain (ay. 2). 

Perhatikanlah, 

1. Di antara orang-orang yang sungguh-sungguh takut akan Tuhan , ada 

sebagian yang sangat takut kepada-Nya, dan melebihi sebagian yang lain 

dalam mengungkapkan dan memberikan contoh rasa takut itu. Mereka 

juga layak menerima kehormatan dua kali lipat dari yang sepatutnya 

diberikan kepada orang yang takut akan TUHAN (Mzm. 15:4). Ada 

banyak orang di Yerusalem yang takut akan Tuhan , namun orang yang 

baik ini lebih menonjol dalam hal agama dan kesalehan yang sungguh-

sungguh dibanding siapa pun. 

2. Orang-orang yang takut akan Tuhan  harus membuktikan rasa takut itu 

dengan bersikap jujur kepada semua orang dan berbuat sesuai dengan 

hati nurani setiap saat. 

Kitab Nehemia 7:1-4 

 

811 

3. Yerusalem kepunyaan Tuhan  akan berkembang dengan baik apabila 

orang-orang yang berkuasa di dalamnya, dan bertugas mengawasinya, 

unggul di dalam kebajikan serta menonjol dalam kesalehan dan 

kejujuran. Diduga oleh sebagian penafsir bahwa Nehemia sekarang akan 

kembali ke istana Persia untuk memperpanjang surat perintah yang 

diberikan kepadanya, dan bahwa ia meninggalkan kedua orang yang 

terkemuka ini untuk bertanggung jawab atas urusan kota selama dia 

pergi. Pada waktu tidak dapat bertindak sendiri, para pemimpin yang 

baik harus sangat berhati-hati dalam menentukan siapa saja yang akan 

mereka beri wewenang. 

III. Nehemia memerintahkan agar pintu-pintu gerbang ditutup dan tembok-

tembok dijaga (ay. 3-4). Lihatlah di sini, 

1. Bagaimana keadaan Yerusalem sekarang ini. Kota itu sangat luas dan 

besar. Tembok-tembok mengelilingi kawasan yang sama seperti 

sebelumnya. Namun, sebagian besar dari kawasan itu masih kosong 

sebab  rumah-rumah belum dibangun, setidaknya hanya sedikit apabila 

dibandingkan dengan rumah-rumah yang ada pada waktu dahulu. Oleh 

sebab itu, Nehemia memasang tembok di sekeliling kota itu dengan 

iman, dan dengan pandangan yang tertuju kepada janji bahwa kota itu 

akan dipenuhi kembali dengan penduduk, janji yang belum lama ini 

dibuat Tuhan  melalui seorang nabi (Za. 8:3, dst.). Walaupun penduduknya 

sekarang hanya sedikit, namun Nehemia percaya bahwa jumlah mereka 

akan berlipat kali ganda. Itulah sebabnya ia membangun tembok-tembok 

yang begitu besar hingga dapat menyediakan tempat bagi mereka. Se-

andainya ia tidak bergantung pada harapan ini, ia mungkin akan 

menganggap bahwa tembok tanpa kota yaitu  cela yang sama besarnya 

seperti kota tanpa tembok. 

2. Apa bentuk perhatian yang diberikan Nehemia terhadap kota ini. Ia 

memerintahkan para penguasa kota sendiri, 

(1) Untuk berjaga-jaga, dan memastikan agar pintu-pintu gerbang kota 

ditutup dan dipalang setiap malam. Sebab sia-sia saja mereka 

memiliki tembok apabila mereka mengabaikan pintu-pintu gerbang 

mereka. 

(2) Untuk memastikan bahwa pintu-pintu gerbang itu tidak dibuka pada 

pagi hari sampai mereka dapat melihat bahwa keadaan aman dan 

tenteram. 


 

812 

(3) Untuk menempatkan penjaga-penjaga di atas tembok, atau di tempat 

lain, dalam jarak yang dipandang baik. Apabila musuh datang, 

mereka ini harus segera menyampaikan laporan ke kota perihal 

bahaya itu. Dan, ketika giliran jaga tiba, mereka harus bertugas di 

depan rumah mereka sendiri, sebab dapat diduga bahwa mereka secara 

khusus akan berhati-hati terhadap rumah mereka sendiri. Keamanan 

bersama bergantung pada perhatian khusus dari setiap orang untuk 

menjaga diri sendiri dan keluarganya terhadap dosa, musuh bersama 

itu. Sudah merupakan kepentingan semua orang untuk berjaga-jaga, 

namun banyak orang tidak menyadari kepentingan mereka sendiri. 

Oleh sebab  itu, wajib bagi para pejabat pemerintah untuk 

menetapkan penjagaan-penjagaan. Bangsa ini belum lama ini telah 

mendapati bahwa Tuhan  menyertai mereka dalam pembangunan 

yang mereka lakukan, sebab jika tidak, mereka tentu telah 

membangun dengan sia-sia. Demikian pula sekarang sesudah 

tembok itu dibangun, tidak diragukan lagi, mereka dibuat menyadari 

bahwa jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah 

pengawal berjaga-jaga (Mzm. 127:1). 

Daftar Para Tawanan 

(7:5-73) 

5 Maka Tuhan ku memberikan dalam hatiku rencana untuk mengumpulkan para pemuka, 

para penguasa dan rakyat, supaya mereka dicatat dalam silsilah. Lalu kudapati daftar 

silsilah orang-orang yang lebih dahulu berangkat pulang. Dalam daftar itu kudapati 

tertulis: 6 Inilah orang-orang propinsi Yehuda yang berangkat pulang dari pembuangan, 

yaitu  para tawanan, yang dahulu diangkut oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang 

kembali ke Yerusalem dan ke Yehuda, masing-masing ke kotanya. 7 Mereka datang 

bersama-sama Zerubabel, Yesua, Nehemia, Azarya, Raamya, Nahamani, Mordekhai, Bilsan, 

Misperet, Bigwai, Nehum dan Baana. Inilah daftar orang-orang bangsa Israel: 8 bani Paros: 

dua ribu seratus tujuh puluh dua orang; 9 bani Sefaca: tiga ratus tujuh puluh dua orang; 10 

bani Arakh: enam ratus lima puluh dua orang; 11 bani Pahat-Moab, yaitu  bani Yesua dan 

Yoab: dua ribu delapan ratus delapan belas orang; 12 bani Elam: seribu dua ratus lima 

puluh empat orang; 13 bani Zatu: delapan ratus empat puluh lima orang; 14 bani Zakai: 

tujuh ratus enam puluh orang; 15 bani Binui: enam ratus empat puluh delapan orang; 16 

bani Bebai: enam ratus dua puluh delapan orang; 17 bani Azgad: dua ribu tiga ratus dua 

puluh dua orang; 18 bani Adonikam: enam ratus enam puluh tujuh orang; 19 bani Bigwai: 

dua ribu enam puluh tujuh orang; 20 bani Adin: enam ratus lima puluh lima orang; 21 bani 

Ater, yaitu  bani Hizkia: sembilan puluh delapan orang; 22 bani Hasum: tiga ratus dua 

puluh delapan orang; 23 bani Bezai: tiga ratus dua puluh empat orang; 24 bani Harif: 

seratus dua belas orang; 25 bani Gibeon: sembilan puluh lima orang;  

26 orang-orang Betlehem dan Netofa: seratus delapan puluh delapan orang;  

27 orang-orang Anatot: seratus dua puluh delapan orang; 28 orang-orang Bet-Azmawet: 

empat puluh dua orang; 29 orang-orang Kiryat-Yearim, Kefira dan Beerot: tujuh ratus 

empat puluh tiga orang; 30 orang-orang Rama dan Gaba: enam ratus dua puluh satu orang; 

31 orang-orang Mikhmas: seratus dua puluh dua orang; 32 orang-orang Betel dan Ai: 

Kitab Nehemia 7:1-4 

 

813 

seratus dua puluh tiga orang; 33 orang-orang dari Nebo yang lain: lima puluh dua orang; 34 

bani Elam, yaitu  Elam yang lain: seribu dua ratus lima puluh empat orang; 35 bani Harim: 

tiga ratus dua puluh orang; 36 orang-orang Yerikho: tiga ratus empat puluh lima orang; 37 

orang-orang Lod, Hadid dan Ono: tujuh ratus dua puluh satu orang; 38 bani Senaa: tiga 

ribu sembilan ratus tiga puluh orang. 39 Inilah para imam: bani Yedaya, yaitu  kaum 

keluarga Yesua: sembilan ratus tujuh puluh tiga orang; 40 bani Imer: seribu lima puluh dua 

orang; 41 bani Pasyhur: seribu dua ratus empat puluh tujuh orang; 42 bani Harim: seribu 

tujuh belas orang.  

43 Inilah orang-orang Lewi: bani Yesua, yaitu  bani Kadmiel dan bani Hodewa; tujuh puluh 

empat orang. 44 Inilah para penyanyi: bani Asaf: seratus empat puluh delapan orang. 45 

Inilah para penunggu pintu gerbang: bani Salum, bani Ater, bani Talmon, bani Akub, bani 

Hatita, bani Sobai: seratus tiga puluh delapan orang. 46 Inilah para budak di bait Tuhan : 

bani Ziha, bani Hasufa, bani Tabaot; 47 bani Keros, bani Sia, bani Padon; 48 bani Lebana, 

bani Hagaba, bani Salmai; 49 bani Hanan, bani Gidel, bani Gahar; 50 bani Reaya, bani Rezin, 

bani Nekoda; 51 bani Gazam, bani Uza, bani Paseah; 52 bani Besai, bani Meunim, bani 

Nefusim; 53 bani Bakbuk, bani Hakufa, bani Harhur;  

54 bani Bazlit, bani Mehida, bani Harsa; 55 bani Barkos, bani Sisera, bani Temah; 56 bani 

Neziah, bani Hatifa. 57 Inilah keturunan para hamba Salomo: bani Sotai, bani Soferet, bani 

Perida; 58 bani Yaala, bani Darkon, bani Gidel; 59 bani Sefaca, bani Hatil, bani Pokheret-

Hazebaim, bani Amon. 60 Seluruh budak di bait Tuhan  dan keturunan para hamba Salomo 

ada tiga ratus sembilan puluh dua orang. 61 Inilah orang-orang yang berangkat pulang 

dari Tel-Melah, Tel-Harsa, Kerub, Adon dan Imer, namun  mereka tidak dapat menyatakan 

apakah kaum keluarga dan asal-usul mereka termasuk bangsa Israel:  

62 bani Delaya, bani Tobia, bani Nekoda: enam ratus empat puluh dua orang; 63 dan dari 

antara para imam: bani Habaya, bani Hakos, bani Barzilai. Barzilai itu memperisteri 

seorang anak wanita  Barzilai, orang Gilead itu, dan sejak itu ia dinamai menurut 

nama keluarga itu. 64 Mereka itu menyelidiki apakah nama mereka tercatat dalam silsilah, 

namun  sebab  itu tidak didapati, maka mereka dinyatakan tidak tahir untuk jabatan imam. 

65 Dan tentang mereka diputuskan oleh kepala daerah, bahwa mereka tidak boleh makan 

dari persembahan maha kudus, sampai ada seorang imam bertindak dengan memegang 

Urim dan Tumim. 66 Seluruh jemaah itu bersama-sama ada empat puluh dua ribu tiga 

ratus enam puluh orang, 67 selain dari budak mereka laki-laki dan wanita  yang 

berjumlah tujuh ribu tiga ratus tiga puluh tujuh orang. Pada mereka ada dua ratus empat 

puluh lima penyanyi laki-laki dan wanita . 68 Mereka mempunyai tujuh ratus tiga 

puluh enam ekor kuda, dua ratus empat puluh lima ekor bagal, 69 empat ratus tiga puluh 

lima ekor unta dan enam ribu tujuh ratus dua puluh ekor keledai. 70 Sebagian dari kepala 

kaum keluarga memberi sumbangan untuk pekerjaan itu, sedang kepala daerah memberi 

sumbangan untuk perbendaharaan seribu dirham emas, lima puluh buah bokor 

penyiraman, dan lima ratus tiga puluh helai kemeja imam. 71 Pula beberapa kepala kaum 

keluarga memberi sumbangan untuk perbendaharaan pekerjaan itu dua puluh ribu 

dirham emas dan dua ribu dua ratus mina perak. 72 Dan yang disumbangkan oleh orang-

orang lain yaitu : dua puluh ribu dirham emas, dua ribu mina perak dan enam puluh 

tujuh helai kemeja imam. 73 Adapun para imam dan orang-orang Lewi, para penunggu 

pintu dan para penyanyi, juga sebagian dari rakyat, para budak di bait Tuhan  dan semua 

orang Israel yang lain menetap di kota-kota mereka. 

Di dalam perikop ini kita mendapati rencana lain yang baik dari Nehemia. Sebab 

orang-orang yang bijaksana dan bersemangat akan senantiasa merencanakan 

satu atau lain hal bagi kemuliaan Tuhan  dan untuk membangun jemaat-Nya. 

Nehemia tahu betul bahwa keamanan sebuah kota, di bawah Tuhan , lebih 

bergantung pada jumlah dan keberanian penduduknya dibanding ketinggian 

atau kekuatan tembok-temboknya. Oleh sebab itu, melihat bahwa orang-orang 

yang tinggal di dalamnya hanya sedikit, ia memandang pantas untuk mencatat 


 

814 

mereka. Hal ini dilakukannya supaya ia bisa tahu keluarga siapa saja yang 

dahulu pernah tinggal di Yerusalem, namun sekarang sudah pindah ke pedesaan, 

agar ia dapat membawa mereka kembali. Dan juga keluarga siapa saja yang 

dengan satu atau lain cara dapat dipengaruhi oleh agama atau pekerjaan 

mereka, untuk datang dan membangun kembali rumah-rumah di Yerusalem 

serta tinggal di dalamnya. Betapa kita tidak mempunyai alasan untuk berharap 

bahwa kita ditempatkan seorang diri saja di bumi, atau di Yerusalem itu sendiri, 

sebab sebagian besar dari keamanan dan kenyamanan kita bergantung pada 

para tetangga dan teman kita. Semakin banyak semakin kuat, semakin ramai 

semakin meriah. Berhikmatlah bagi para pemimpin bangsa untuk menjaga 

keseimbangan antara kota dan desa, sehingga kota besar tidak berkembang 

terlalu luas hingga menguras habis dan memiskinkan desa, namun tidak pula 

begitu lemah hingga tidak sanggup melindunginya. Sekarang amatilah, 

I.   Dari mana rencana baik Nehemia ini datang. Ia mengakui, Tuhan ku 

memberikan dalam hatiku (ay. 5). Perhatikanlah, usulan baik apa pun yang 

timbul di dalam pikiran kita, entah yang sifatnya bijaksana ataupun saleh, 

haruslah kita akui datang dari Tuhan . Dialah yang memberikannya dalam hati 

kita, sebab setiap karunia yang baik dan setiap pekerjaan yang baik datang 

dari atas. Ia memberikan pengetahuan, Ia memberikan anugerah, segala se-

suatu berasal dari-Nya, dan oleh sebab itu segala sesuatu harus diberikan 

kepada-Nya. Apa yang dikerjakan oleh kebijaksanaan manusia haruslah 

dianggap berasal dari pimpinan Penyelenggaraan ilahi. Dia yang mengajarkan 

kebijaksanaan-Nya kepada para petani (Yes. 28:26), juga mengajarkannya 

kepada para pemuka negeri. 

II.  Cara apa yang digunakan Nehemia untuk melaksanakan rencana baiknya itu. 

1. Ia mengumpulkan para penguasa bersama-sama, dan juga rakyat, supaya 

ia bisa mencatat tentang keadaan keluarga mereka sekarang – yaitu 

jumlah dan kekuatan mereka, serta tempat mereka bermukim. Ada 

kemungkinan bahwa ketika memanggil mereka untuk datang 

berkumpul, ia menyuruh mereka membawa serta catatan yang demikian 

dari wilayah mereka masing-masing. Dan boleh jadi jumlah mereka tidak 

terlampau banyak sehingga hal itu dapat selesai dengan segera. 

2. Ia meninjau kembali daftar silsilah orang-orang yang lebih dahulu 

berangkat pulang, lalu membandingkannya dengan catatan sekarang. Di 

sini kita mendapati pengulangan dari apa yang sudah tertulis di dalam 

Kitab Ezra 2. Judul di dalam perikop ini sama (ay. 6-7) dengan Ezra 2:1-

2: Inilah orang-orang propinsi Yehuda, dan seterusnya. Di sini terdapat 

Kitab Nehemia 7:1-4 

 

815 

dua hal yang diulang dan dicatat kedua kalinya dari Kitab Ezra – yaitu 

nama serta jumlah berbagai keluarga mereka, dan persembahan korban 

mereka bagi ibadah di rumah Tuhan . Pengulangan catatan ini dapat 

menyatakan kepada kita betapa Tuhan  yang Mahabesar bersuka dalam 

pribadi, keluarga, dan ibadah yang dilakukan Israel rohani kepunyaan-

Nya, dan betapa Ia memberikan perhatian khusus kepada mereka. Ia 

mengenal orang-orang kepunyaan-Nya, mengenal mereka semua, 

mengenal nama mereka, mengarahkan pandangan-Nya pada daftar 

orang-orang dalam pembuangan, dan melakukan segala sesuatu sesuai 

dengan rancangan kehendak-Nya sejak dulu menyangkut diri mereka. 

(1) Di sini ada catatan tentang sejumlah kepala keluarga yang berangkat 

pulang lebih dahulu (ay. 6-69). Mengenai hal ini, 

[1] Meskipun tampak tidak ada gunanya bagi kita sekarang, namun 

catatan tersebut pada waktu itu sangat berguna, untuk 

membandingkan keadaan mereka dahulu dengan keadaan 

mereka sekarang. Dapat kita perkirakan bahwa pada saat ini 

jumlah mereka sudah bertambah banyak. Akan namun , alangkah 

baiknya apabila mereka mengingat betapa pada awalnya jumlah 

mereka sedikit saja, supaya mereka dapat mengakui bahwa Tuhan  

sendirilah yang melipatgandakan dan membangun keluarga-

keluarga mereka. Dengan cara ini pula daftar silsilah mereka 

akan terpelihara, dan pembedaan di antara keluarga-keluarga 

mereka tetap terjaga, sampai Sang Mesias datang. Sesudah itu, 

barulah akan diakhiri semua daftar silsilah mereka, yang dipeli-

hara demi Dia, namun yang setelahnya tidak lagi berguna. Akan 

namun , 

[2] Ada banyak perbedaan jumlah antara daftar ini dan daftar yang 

terdapat di dalam Kitab Ezra. Sebagian besar memang sama 

persis, sedang  sebagian yang lain lebih sedikit atau lebih 

banyak, mungkin selisihnya hanya satu atau dua. Oleh sebab itu, 

saya tidak bisa berpendapat, seperti pendapat sebagian penafsir, 

bahwa daftar di dalam Kitab Ezra yaitu  jumlah keluarga-

keluarga ini ketika pertama kali datang, sedang  daftar yang 

ada di sini yaitu  jumlah keluarga-keluarga itu sebagaimana 

adanya mereka sekarang, yaitu paling tidak empat puluh tahun 

sesudahnya. Ada juga yang berpendapat jauh lebih lama dari itu. 

Sebab kita tentu tidak dapat beranggapan bahwa keluarga 

sebanyak itu sama sekali tidak, atau hanya sedikit, mengalami 


 

816 

perubahan jumlah dalam kurun waktu selama itu. Oleh sebab  

itu, perbedaan apa pun yang ada dapat kita duga timbul entah 

sebab  kekeliruan para penyalin naskah, yang mudah terjadi bila 

menuliskan angka, atau sebab  perbedaan salinan-salinan 

naskah yang digunakan. Atau mungkin yang satu merupakan 

catatan tentang keluarga-keluarga itu ketika mereka berangkat 

dari Babel bersama Zerubabel, sedang  yang lain yaitu  

catatan ketika mereka tiba di Yerusalem. Jumlah keseluruhannya 

sama persis baik di sini maupun di dalam Kitab Ezra, kecuali 

jumlah penyanyi laki-laki dan penyanyi wanita , yang di 

dalam Kitab Ezra berjumlah 200 orang, sedang  di sini 245 

orang. Ini bukanlah hal yang sedemikian penting sehingga 

mereka harus membuat catatan yang tepat tentangnya. 

(2) Di sini ada catatan perihal persembahan-persembahan yang 

diberikan bagi pekerjaan Tuhan  (ay. 70, dst.). Isinya sangat berbeda 

dengan yang terdapat pada Ezra 2:68-69, dan patut dipertanyakan 

apakah catatan ini merujuk kepada sumbangan yang sama atau 

tidak. Di sini kepala daerah, atau bupati, yang tidak disebutkan di 

dalam Kitab Ezra, memulai persembahan itu. Dan satu-satunya 

jumlah yang disebutkan di dalam Kitab Ezra melebihi semua jumlah 

yang disebutkan di sini. Namun, ada kemungkinan bahwa jumlah 

yang dimaksudkan sebenarnya sama, namun  Kitab Ezra mengikuti 

salinan daftar yang satu, sedang  Kitab Nehemia mengikuti 

salinan daftar yang lain, sebab ayat terakhir di sini sama dengan 

yang terdapat pada Ezra 2:70, dengan menambahkan Ezra 3:1. 

Terpujilah Tuhan  sebab iman dan pengharapan kita tidak dibangun di 

atas kecermatan dalam hal nama, angka, daftar silsilah, dan riwayat, 

namun  di atas perkara-perkara besar di dalam hukum Taurat dan 

Injil. Apa pun yang diberikan bagi pekerjaan Tuhan , Ia bukanlah tidak 

adil sehingga melupakannya. Bahkan secangkir air sejuk pun, yang 

diberikan bagi kehormatan-Nya, tidak akan kehilangan upahnya. 

 

 

 

PASAL  8  

zra datang dari Babel tiga belas tahun sebelum Nehemia datang. Meski 

demikian, kita mendapati di sini sebuah pekerjaan baik yang dilakukan Ezra, 

yang sebenarnya bisa saja dikerjakan sebelumnya, namun  baru dikerjakan setelah 

Nehemia datang. Nehemia ini, meskipun bukan seorang cendekiawan atau 

seorang rohaniwan seperti Ezra, bukan pula seorang ahli dalam hukum 

Tuhan nya, namun dia yaitu  seorang yang lebih giat dan bersemangat. Semangat 

Nehemia membuat pengetahuan Ezra dapat dimanfaatkan, dan kemudian 

perkara-perkara besar pun terjadi, seperti yang kita baca di sini, di mana kita 

mendapati, 

I. Pembacaan dan penguraian hukum Taurat secara khidmat di depan 

umum (ay. 2-9). 

II. Sukacita yang harus ditunjukkan umat pada peristiwa itu (ay. 10-13). 

III. Perayaan Pondok Daun secara khidmat sesuai dengan yang 

diperintahkan hukum Taurat (ay. 14-19). 

Penjelasan Hukum Taurat 

(8:1-9) 

1 Ketika tiba bulan yang ketujuh, sedang orang Israel telah menetap di kota-kotanya, 2 

maka serentak berkumpullah seluruh rakyat di halaman di depan pintu gerbang Air. 

Mereka meminta kepada Ezra, ahli kitab itu, supaya ia membawa kitab Taurat Musa, 

yaitu  kitab hukum yang diberikan TUHAN kepada Israel. 3 Lalu pada hari pertama bulan 

yang ketujuh itu imam Ezra membawa kitab Taurat itu ke hadapan jemaah, yaitu  baik 

laki-laki maupun wanita  dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti. 4 Ia 

membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air 

dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan wanita  dan semua orang yang 

dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab 

Taurat itu. 5 Ezra, ahli kitab itu, berdiri di atas mimbar kayu yang dibuat untuk peristiwa 

itu. Di sisinya sebelah kanan berdiri Matica, Sema, Anaya, Uria, Hilkia dan Maaseya, 

sedang di sebelah kiri berdiri Pedaya, Misael, Malkia, Hasum, Hasbadana, Zakharia dan 

Mesulam. 6 Ezra membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, sebab  ia berdiri lebih 

tinggi dari semua orang itu. Pada waktu ia membuka kitab itu semua orang bangkit 


 

820 

berdiri: 7 Lalu Ezra memuji TUHAN, Tuhan  yang maha besar, dan semua orang menyambut 

dengan: “Amin, amin!”, sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud 

menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah. 8 Juga Yesua, Bani, Serebya, 

Yamin, Akub, Sabetai, Hodia, Maaseya, Kelita, Azarya, Yozabad, Hanan, Pelaya, yang 

yaitu  orang-orang Lewi, mengajarkan Taurat itu kepada orang-orang itu, sementara 

orang-orang itu berdiri di tempatnya. 9 Bagian-bagian dari pada kitab itu, yaitu  Taurat 

Tuhan , dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga 

pembacaan dimengerti. 

Dalam perikop ini kita mendapati sebuah penjelasan tentang pertemuan ibadah 

yang khidmat, dan pekerjaan baik yang dilakukan dalam pertemuan ibadah itu, 

bagi kehormatan Tuhan  dan untuk membangun jemaat. 

I. Waktu terjadinya yaitu  pada hari pertama bulan yang ketujuh (ay. 3). Hari 

itu yaitu  hari peniupan serunai, yang disebut hari perhentian penuh, dan 

yang pada hari itu mereka harus mangadakan pertemuan kudus (Im. 23:24; 

Bil. 29:1). Namun, bukan itu saja. Pada hari itulah mezbah didirikan, dan 

mereka mulai mempersembahkan korban bakaran setelah kembali dari 

pembuangan, sebuah belas kasih yang masih segar dalam ingatan banyak 

orang yang hidup saat itu. Ada kemungkinan bahwa untuk mengenang 

peristiwa itu dengan penuh syukur, mereka terus memperingati hari raya ini 

sejak saat itu dengan kekhidmatan yang lebih dari biasa. Perkenanan-

perkenanan ilahi yang masih segar dalam ingatan, dan yang telah kita 

saksikan sendiri, semestinya, dan memang biasanya, menjadi perkenanan 

yang paling menyentuh hati. 

II. Tempat terjadinya yaitu  di halaman di depan pintu gerbang Air (ay. 2), 

sebuah halaman yang besar dan luas, dapat menampung rakyat yang 

sebanyak itu, yang tidak dapat ditampung di pelataran Bait Tuhan . Sebab 

mungkin pelataran Bait Tuhan  pada saat itu tidak dibangun seluas seperti di 

masa Salomo. Korban-korban harus dipersembahkan hanya di dekat jalan 

masuk ke Bait Tuhan , namun  doa, puji-pujian, dan khotbah pada waktu itu, dan 

sekarang, yaitu  ibadah yang boleh dilakukan di mana saja. Ketika 

kumpulan jemaat ini bertemu di tanah lapang kota seperti itu, tanpa 

diragukan lagi Tuhan  ada bersama-sama dengan mereka. 

III. Orang-orang yang datang berkumpul itu yaitu  seluruh rakyat, yang tidak 

dipaksa datang, namun  secara sukarela berkumpul sendiri berdasarkan 

kesepakatan bersama, sebagai satu kesatuan. Bukan hanya kaum laki-laki 

yang datang, melainkan juga kaum wanita  dan anak-anak, bahkan 

sebanyak yang mampu memahami apa yang mereka dengar. Para kepala 

Kitab Nehemia 8:1-9 

 

821 

keluarga haruslah membawa keluarga mereka datang ke tempat ibadah 

umum di mana orang menyembah Tuhan . Kaum wanita  dan anak-anak 

pun memiliki jiwa yang harus diselamatkan, dan sebab  itu mereka 

berkepentingan untuk mengenal firman Tuhan  dan menghadiri tempat-

tempat yang menjadi sarana penyampaian pengetahuan dan anugerah. 

Anak-anak kecil, begitu mereka mampu menggunakan akal budi mereka, 

harus dididik dalam menjalankan kegiatan-kegiatan ibadah. 

IV. Kepala dari kumpulan jemaat ini yaitu  imam Ezra. Ia memimpin ibadah ini. 

Tidak ada yang lebih pantas menguraikan Kitab Suci dan berkhotbah selain 

dia yang sudah begitu ahli dalam hukum Tuhan nya. 

1. Panggilan Ezra pada pelayanan ini sangat jelas. Sebab, sebagai orang 

yang bertugas menjadi imam, dan memiliki kemampuan sebagai ahli 

kitab, rakyat meminta kepada Ezra supaya ia membawa kitab Taurat dan 

membacakannya bagi mereka (ay. 2). Tuhan  memberinya kemampuan 

dan wewenang, dan kemudian rakyat memberinya kesempatan dan 

undangan. Pengetahuan yaitu  amal rohani, yang harus diberikan oleh 

orang-orang yang mampu kepada setiap orang yang membutuhkan, dan 

kepada setiap orang yang meminta.  

2. Tempat yang dipakai Ezra sangat memudahkan pekerjaannya. Ia berdiri 

di atas mimbar atau menara kayu, yang dibuat untuk firman (demikian 

dalam bahasa aslinya), untuk mengkhotbahkan firman, supaya apa yang 

dikatakannya dapat disampaikan dengan lebih berwibawa dan dapat 

didengar dengan lebih baik, dan supaya mata para pendengar dapat 

tertuju kepadanya, sehingga mereka akan memusatkan perhatian 

mereka, seperti di dalam Lukas 4:20. 

3. Ezra memiliki sejumlah pendamping. Beberapa di antaranya berdiri 

bersamanya (ay. 5), enam orang di sebelah kanannya dan tujuh orang di 

sebelah kirinya. Entah mimbar itu dirancang dengan begitu rupa hingga 

dapat menampung mereka semua dalam satu baris, seperti di dalam 

balai (namun  jika demikian mimbar itu sama sekali tidak bisa disebut 

menara), atau mereka membuat panggung-panggung yang lebih rendah. 

Sebagian penafsir berpendapat bahwa Ezra menunjuk mereka untuk 

membaca ketika dia lelah. Paling tidak, tindakannya mengajak mereka 

sebagai pengurai Kitab Suci bersamanya ini memberi mereka 

kehormatan di hadapan rakyat, agar mereka dapat dipakai untuk 

melakukan pelayanan yang sama di lain waktu. Orang-orang lain yang 

disebut pada ayat 8 tampaknya dipakai pada waktu yang sama di 

tempat-tempat lain yang berdekatan, untuk membacakan dan 


 

822 

menguraikan firman kepada mereka yang tidak dapat mendengar Ezra. 

Dari antara mereka ini juga ada tiga belas imam, yang bibirnya harus me-

melihara pengetahuan (Mal. 2:8). Sungguh suatu belas kasihan yang besar 

bagi rakyat bahwa mereka sedemikian diperlengkapi dengan hamba-

hamba Tuhan yang cakap untuk mengajar. Berbahagialah Ezra memiliki 

para pendamping seperti ini, dan berbahagialah mereka memiliki 

pembimbing seperti Ezra. 

V. Kegiatan-kegiatan agama yang dilakukan dalam kumpulan jemaah ini 

bukanlah upacara ibadah, melainkan pengajaran akhlak, doa, dan khotbah. 

Ezra, sebagai pemimpin kumpulan jemaah, menjadi,  

1. Penyambung mulut rakyat kepada Tuhan , dan mereka pun dengan 

sepenuh hati mengikuti Ezra dalam kegiatan agama ini (ay. 7). Ezra 

memuji Tuhan sebagai Tuhan  yang maha besar, memberi-Nya 

penghormatan dengan memuji kesempurnaan-kesempurnaan-Nya dan 

berdoa memohon perkenanan-Nya. Dan rakyat itu, sebagai tanda 

keikutsertaan mereka baik dalam doa maupun pujian, menjawab dengan 

amin, amin, sambil mengangkat tangan mereka, sebagai tanda kerinduan 

mereka kepada Tuhan  dan segala yang mereka harapkan dari-Nya. 

Mereka juga berlutut sebagai tanda penghormatan dan sikap tunduk 

mereka kepada-Nya. Begitulah kita harus memuja Tuhan , dan membawa 

diri kita kepada-Nya, ketika kita hendak membaca atau mendengar 

firman Tuhan , seperti orang yang melihat Tuhan  dalam firman-Nya sebagai 

Tuhan  yang sangat besar dan sangat baik.  

2. Penyambung mulut Tuhan  kepada rakyat, dan mereka pun menyimak 

Ezra dengan penuh perhatian. Inilah hal yang terutama dalam perayaan 

itu, dan amatilah, 

(1) Ezra membawa kitab Taurat itu ke hadapan jemaah (ay. 3). Dia 

memastikan bahwa dia telah menyiapkan salinan kitab hukum 

Taurat yang terbaik dan yang paling benar. Dan apa yang telah 

disimpannya untuk keperluan dan kepuasannya sendiri, kini 

dikeluarkannya dari perbendaharaannya, seperti tuan rumah yang 

baik, bagi kebaikan jemaat. Amatilah,  

[1] Kitab Taurat tidak boleh dibatasi hanya untuk dipelajari oleh para 

ahli kitab, namun  harus dibawa ke hadapan jemaah dan dibacakan 

kepada mereka dalam bahasa mereka sendiri. 

[2] Hamba-hamba Tuhan, ketika naik ke atas mimbar, harus 

membawa Alkitab. Demikianlah yang diperbuat Ezra. Dari 

Kitab Nehemia 8:1-9 

 

823 

Alkitablah mereka harus memperoleh pengetahuan, dan 

berdasarkan pedoman itulah mereka harus berbicara dan 

menunjukkan bahwa mereka memang memperolehnya dari 

Alkitab (lih. 2Taw. 17:9).  

(2) Ezra membuka kitab itu dengan sangat hormat dan khidmat, di 

depan mata seluruh umat (ay. 6). Dia mengeluarkannya dengan 

menyadari belas kasihan Tuhan  yang besar bagi mereka dalam 

memberi mereka kitab itu. Dia membukanya dengan menyadari 

belas kasihan-Nya bagi mereka dalam memberi mereka izin untuk 

membacanya, bahwa firman itu bukanlah mata air yang disumbat 

atau sumber air yang ditutup. Pengambilan gulungan kitab, dan pem-

bukaan meterai-meterainya, kita dapati dirayakan dengan sukacita 

dan puji-pujian (Why. 5:9). Marilah kita belajar membawa diri kita 

dalam ibadah dengan mengambil waktu untuk berhenti dan jeda 

dengan penuh khidmat, dan tidak menjalankannya dengan terburu-

buru. Marilah kita merenungkan apa yang sedang kita lakukan ketika 

kita mengambil kitab Tuhan  ke dalam tangan kita, dan membukanya, 

dan begitu pula ketika kita berlutut dalam doa. Dan apa pun yang 

kita lakukan, marilah kita melakukannya dengan berhati-hati (Pkh. 

4:17) 

(3) Ezra dan yang lain membaca kitab Taurat itu dari pagi sampai tengah 

hari (ay. 4), dan mereka membacanya dengan jelas (ay. 9). Membaca 

Kitab Suci dalam pertemuan-pertemuan ibadah yaitu  ketetapan 

Tuhan , yang dengannya Tuhan  dipermuliakan dan jemaat-Nya 

dibangun. Dan, pada kesempatan-kesempatan khusus, kita harus 

menyediakan waktu berjam-jam lamanya untuk membaca dan 

menguraikan firman Tuhan . Orang-orang yang disebutkan di sini 

menghabiskan waktu enam jam untuk melakukannya. Biarlah orang-

orang yang membacakan dan mengkhotbahkan firman Tuhan  juga 

belajar untuk menyampaikannya dengan jelas, sebagai orang yang 

dengan sendirinya memahami apa yang mereka katakan dan 

tergugah olehnya. Dan kemudian menginginkan agar mereka yang 

mendengarnya dapat memahaminya, mengingatnya, dan tergugah 

olehnya juga. Suatu jerat bagi manusia ialah kalau ia tanpa berpikir 

mengatakan “Kudus”. 

(4) Apa yang mereka baca mereka uraikan, mereka tunjukkan maksud 

dan maknanya, dan bagaimana harus menerapkannya. Mereka 

memberi keterangan-keterangan dengan kata-kata yang lain, 

sehingga pembacaan dimengerti (ay. 8-9). Perhatikanlah, 


 

824 

[1] Orang yang mendengar firman harus memahaminya, sebab jika 

tidak, firman itu hanyalah seperti omong kosong bagi mereka 

(Mat. 24:15). 

[2] Oleh sebab  itu, orang-orang yang tugasnya mengajar harus 

menjelaskan firman dan memberikan keterangan-keterangan 

tentangnya. Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu? Dan 

mengertikah kamu semuanya itu? Keduanya yaitu  pertanyaan-

pertanyaan bagus untuk diajukan kepada para pendengar. Akan 

namun , bagaimanakah kita dapat mengerti, kalau tidak ada yang 

membimbing kita? Itu yaitu  pertanyaan yang pantas mereka 

ajukan kepada para pengajar mereka (Kis. 8:30-31). Membaca 

firman itu bagus, dan berkhotbah juga bagus, namun  menguraikan 

firman menyatukan pembacaan dan khotbah, sehingga membuat 

pembacaan itu lebih dipahami dan khotbah itu lebih meyakinkan 

hati. 

(5) Rakyat menunjukkan sikap yang sangat patut ketika firman 

dibacakan dan dibukakan bagi mereka. 

[1] Dengan penuh hormat. Ketika Ezra membuka kitab itu, semua 

orang bangkit berdiri (ay. 6), dan dengan begitu menunjukkan 

rasa hormat mereka baik kepada Ezra maupun kepada firman 

yang akan dibacanya. Sudah sepatutnya para hamba berdiri 

ketika tuan mereka berbicara kepada mereka, untuk 

menghormati tuan mereka dan menunjukkan bahwa mereka 

siap melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka. 

[2] Dengan keteguhan dan ketenangan hati. Orang-orang itu berdiri 

di tempatnya (ay. 8). Sejumlah hamba Tuhan membacakan dan 

menguraikan firman dari jarak tertentu satu sama lain, dan 

setiap orang dari antara rakyat tetap di tempatnya, tidak 

mondar-mandir untuk mendengarkan hamba Tuhan yang satu 

dan kemudian hamba Tuhan yang lain, untuk membuat penilaian 

atas mereka. Sebaliknya, mereka berdiri di tempat masing-ma-

sing, supaya tidak mengganggu orang lain ataupun mereka 

sendiri menjadi terganggu. 

[3] Dengan penuh perhatian dan pikiran yang terpusat: Dengan 

penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab 

Taurat itu (ay. 4), bahkan terpaku  padanya. Mereka 

mendengarkan dengan penuh semangat, dan menyimak setiap 

kata. Firman Tuhan  menuntut perhatian, dan layak 

Kitab Nehemia 8:1-9 

 

825 

mendapatkannya. Jika sebab  kelalaian kita melewatkan banyak 

hal ketika mendengarkan firman, ada bahaya bahwa sebab  

kelupaan kita akan membuat semuanya hilang setelah men-

dengarkan firman itu. 

Penjelasan Hukum Taurat 

(8:10-13) 

10 Lalu Nehemia, yaitu  kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang 

Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: “Hari ini yaitu  

kudus bagi TUHAN Tuhan mu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!”, sebab  semua 

orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu. 11 Juga orang-orang Lewi 

menyuruh semua orang itu supaya diam dengan kata-kata: “Tenanglah! Hari ini yaitu  

kudus. Jangan kamu bersusah hati!” 12 Juga orang-orang Lewi menyuruh semua orang itu su-

paya diam dengan kata-kata: “Tenanglah! Hari ini yaitu  kudus. Jangan kamu bersusah hati!” 

13 Maka pergilah semua orang itu untuk makan dan minum, untuk membagi-bagi makanan 

dan berpesta ria, sebab  mereka mengerti segala firman yang diberitahukan kepada mereka. 

Kita dapat mengamati dalam perikop ini, 

I. Betapa rakyat merasa terluka mendengar perkataan hukum Taurat yang 

dibacakan kepada mereka. Hukum Taurat menghasilkan kematian, dan 

menyampaikan kengerian, menunjukkan kepada manusia dosa-dosa mereka, 

dan penderitaan serta bahaya yang mengancam mereka sebab  dosa. Hukum 

Taurat juga menggelegarkan kutuk atas setiap orang yang tidak setia 

melakukan segala sesuatu yang menjadi kewajibannya. Itulah sebabnya 

ketika mereka mendengarnya, mereka semua menangis (ay. 10). Itu merupa-

kan suatu pertanda baik bahwa hati mereka lembut, seperti hati Yosia ketika 

mendengar perkataan hukum Taurat. Mereka menangis ketika memikirkan 

betapa mereka telah menyakiti hati Tuhan , dan memperhadapkan diri mereka 

sendiri pada bahaya, dengan banyaknya pelanggaran mereka terhadap 

hukum Taurat. Ketika sebagian orang menangis, semua orang ikut menangis, 

sebab mereka semua melihat diri mereka bersalah di hadapan Tuhan . 

II. Betapa mereka disembuhkan dan dihibur oleh perkataan menenangkan yang 

diucapkan kepada mereka. Memang baik bahwa mereka merasa begitu 

tersentuh oleh firman Tuhan , dan mendapatkan kesan-kesan yang baik 

darinya. Akan namun , mereka tidak boleh membiarkan diri hanyut dalam 

kesedihan secara tidak wajar, terutama pada saat ini, sebab  hari itu kudus 

bagi Tuhan. Hari itu yaitu  salah satu perayaan ibadah, yang di dalamnya 

mereka diwajibkan untuk bersukacita. Dan bahkan dukacita sebab  dosa 


 

826 

sekalipun tidak boleh menghalangi sukacita kita di dalam Tuhan , namun  justru 

seharusnya memimpin kita kepadanya dan menyiapkan kita untuknya. 

1. Para pemimpin dari kumpulan jemaah itu berusaha untuk menenangkan 

dan menyemangati mereka. Pada saat itulah Nehemia dimunculkan 

dalam pasal ini, dan bukan sebelumnya. Ia memberi perhatian terhadap 

tangisan rakyat. Ezra senang melihat mereka begitu terharu oleh firman 

Tuhan, namun  Nehemia mengemukakan pemikirannya kepada Ezra, dan 

Ezra sependapat dengan pemikiran itu, bahwa kesedihan itu tidak pada 

tempatnya saat ini. Hari kudus itu disebut sebagai hari perhentian penuh 

(Im. 23:24), dan sebab  itu harus dirayakan dengan sukacita dan puji-

pujian, bukan seolah-olah hari ini yaitu  hari untuk merendahkan jiwa 

mereka. 

(1) Para pemimpin melarang rakyat berdukacita dan menangis (ay. 10): 

Jangan bersusah hati (ay. 11). Tenanglah, jangan kamu bersusah hati 

(ay. 12). Segala sesuatu indah pada waktunya. Sama seperti kita 

tidak boleh bersukaria ketika Tuhan  menyuruh meratap, demikian 

pula kita tidak boleh ketakutan dan bersusah hati ketika Tuhan  

memberi kita alasan untuk bersukacita. Bahkan dukacita sebab  

dosa sekalipun tidak boleh berlebih-lebihan sampai menghalangi 

sukacita kita di dalam Tuhan  dan kegirangan kita dalam melayani-

Nya. 

(2) Para pemimpin memerintahkan rakyat untuk menunjukkan sukacita 

mereka, untuk menaikkan nyanyian puji-pujian ganti semangat yang 

pudar. Para pemimpin itu mengizinkan rakyat, sebagai tanda sukacita 

mereka, untuk mengadakan pesta, untuk makan dan minum dengan 

lebih baik dibanding hari-hari lain, untuk makan sedap-sedapan dan 

minum minuman manis. Namun, itu haruslah dilakukan, 

[1] Dengan beramal kepada orang miskin: “Kirimlah sebagian 

kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, supaya kelimpahanmu 

dapat mencukupi kekurangan mereka, supaya mereka dapat 

bersukacita bersamamu dan hati mereka memberkatimu.” 

Kristus mengajarkan kepada orang-orang yang mengadakan 

perjamuan untuk mengundang tetangga-tetangga mereka yang 

miskin (Luk. 14:13). Akan namun , sudah menjadi kewajiban 

terutama dalam perayaan ibadah, seperti juga dalam ibadah pua-

sa, untuk menyerahkan kepada orang lapar apa yang kita 

inginkan sendiri (Yes. 58:7, 10). Kemurahan Tuhan  harus 

membuat kita murah hati. Banyak orang ingin makan sedap-

Kitab Nehemia 8:1-9 

 

827 

sedapan dan minum minuman manis sendiri, bahkan sampai 

berlebihan, namun mereka tidak akan mau memberikan 

sebagian, atau bahkan remah-remahnya sekalipun, kepada orang 

miskin. Mereka ini dapat melihat hukuman yang menanti mereka 

dalam perumpamaan tentang orang kaya (Luk. 16:19, dst.). 

namun  orang-orang seperti itu tidak tahu, atau tidak pernah 

merenungkan, apa tujuan Tuhan  dalam memberi mereka harta 

benda. Camkanlah, kita harus memberi bukan hanya kepada 

orang-orang yang meminta ke hadapan kita, namun  juga harus 

mengirim kepada orang-orang yang tidak berada di hadapan 

kita. Orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan 

mencari mereka yang bisa diberinya amal sedekah. 

[2] Dengan kesalehan dan ketaatan: Sukacita sebab  TUHAN itulah 

perlindunganmu. Hendaklah sukacita itu bukan sukacita yang 

bersifat kedagingan dan hanya memuaskan indra, melainkan 

sukacita yang kudus dan rohani, sukacita sebab  TUHAN, 

sukacita sebab  kebaikan Tuhan , di bawah arahan dan pimpinan 

anugerah Tuhan , sukacita yang timbul sebab  kita mendapat bagi-

an dalam kasih dan perkenanan Tuhan  serta tanda-tanda 

perkenanan-Nya. “Sukacita ini akan menjadi kekuatanmu, sebab  

itu bangkitkanlah sukacita itu. Sukacita itu akan menjadi 

kekuatanmu, pertama, untuk melaksanakan kewajiban-

kewajiban lain dalam perayaan itu.” Semakin riang hati kita 

dalam menjalankan kegiatan-kegiatan ibadah, semakin berlim-

pah kegiatan ibadah yang akan kita lakukan. Kedua, “Untuk 

segala sesuatu yang harus engkau lakukan sesuai dengan hukum 

Tuhan  yang telah dibacakan kepadamu.” Sukacita yang kudus 

akan menjadi minyak yang melumas roda ketaatan kita. Ketiga, 

“Untuk menentang musuh-musuhmu yang sedang bersekongkol 

melawanmu.” Sukacita sebab  Tuhan akan mempersenjatai kita 

dalam melawan serangan musuh-musuh rohani kita, dan 

membuat kita kehilangan selera terhadap kesenangan-

kesenangan yang dipakai sebagai umpan bagi kita oleh si 

pencoba. 

2. Kumpulan jemaah itu mematuhi arahan-arahan yang diberikan kepada 

mereka. Tangisan mereka pun dibuat diam (ay. 12) dan mereka berpesta 

ria (ay. 13). Perhatikanlah, kita harus selalu dapat mengendalikan 

perasaan-perasaan seperti itu. Betapapun sepertinya ingin pecah, 

perasaan itu dapat segera ditahan dan ditarik kembali apabila kita yakin 


 

828 

bahwa perasaan itu tidak masuk akal atau tidak pada tempatnya. Orang 

yang dapat menguasai dirinya seperti ini melebihi seorang pahlawan . 

Amatilah,  

(1) Setelah menangis, mereka bersukaria. Dukacita yang kudus 

membuka jalan bagi kegembiraan yang kudus. Orang-orang yang 

menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan 

bersorak-sorai. Orang-orang yang gemetar sebab  teguran firman 

dapat bersorak penuh kemenangan dalam penghiburannya. 

(2) Alasan sukacita mereka sangatlah baik. Mereka berpesta ria, bukan 

sebab  ada sedap-sedapan untuk mereka makan dan minuman 

manis untuk mereka minum, serta begitu banyak teman yang baik, 

melainkan sebab  mereka mengerti segala firman yang 

diberitahukan kepada mereka. Perhatikanlah, 

[1] Sungguh rahmat yang sangat besar apabila kita memiliki Kitab Suci 

di tangan kita, dan penolong-penolong untuk memahaminya, suatu 

hal yang memberi kita berlimpah-limpah alasan untuk bersukacita. 

Alkitab dan hamba-hamba Tuhan yaitu  sukacita Israel milik 

Tuhan . 

[2] Semakin baik kita memahami firman Tuhan , semakin besar 

penghiburan yang akan kita dapatkan di dalamnya. Sebab 

gelapnya permasalahan timbul dari gelapnya ketidaktahuan dan 

kekeliruan. Ketika firman itu pertama kali diberitahukan kepada 

mereka, mereka menangis. Akan namun , ketika mereka 

memahaminya, mereka bersukacita, sebab  mereka akhirnya 

mengetahui janji-janji berharga yang dibuat bagi orang-orang 

yang bertobat dan memperbaiki diri, dan sebab  itu ada harapan 

di Israel. 

Sukacita Umat 

(8:14-19) 

14 Pada hari yang kedua kepala-kepala kaum keluarga seluruh bangsa, juga para imam 

dan orang-orang Lewi berkumpul pada Ezra, ahli hukum Taurat itu, untuk menelaah 

kalimat-kalimat Taurat itu. 15 Maka didapatinya tertulis dalam hukum yang diberikan 

TUHAN dengan perantaraan Musa, bahwa orang Israel harus tinggal dalam pondok-

pondok pada hari raya bulan yang ketujuh, 16 dan bahwa di semua kota mereka dan di 

Yerusalem harus disampaikan berita dan pengumuman yang berbunyi: “Pergilah ke 

gunung, ambillah daun pohon zaitun, daun pohon minyak, daun pohon murad, daun 

pohon korma dan daun dari pohon-pohon yang rimbun guna membuat pondok-pondok 

sebagaimana tertulis.” 17 Maka pergilah orang mengambil daun-daun itu, lalu membuat 

pondok-pondok, masing-masing di atas atap rumahnya, di pekarangan mereka, juga di 

Kitab Nehemia 8:1-9 

 

829 

pelataran-pelataran rumah Tuhan , di lapangan pintu gerbang Air dan di lapangan pintu 

gerbang Efraim. 18 Seluruh jemaah yang pulang dari pembuangan itu membuat pondok-

pondok dan tinggal di situ. Memang sejak zaman Yosua bin Nun sampai hari itu orang 

Israel tidak pernah berbuat demikian. Maka diadakanlah pesta ria yang amat besar. 19 

Bagian-bagian kitab Taurat Tuhan  itu dibacakan tiap hari, dari hari pertama sampai hari 

terakhir. Tujuh hari lamanya mereka merayakan hari raya itu dan pada hari yang 

kedelapan ada pertemuan raya sesuai dengan peraturan. 

Dalam perikop ini kita mendapati, 

I. Kedatangan kembali umat itu untuk mendengarkan firman. Mereka telah 

menghabiskan sebagian besar hari itu dengan berdoa dan mendengarkan 

firman. Namun demikian, mereka sama sekali tidak lelah dengan perayaan 

bulan baru dan hari Sabat itu, sampai-sampai keesokan harinya, walaupun 

bukan hari raya, kepala-kepala kaum keluarga mereka datang berkumpul 

lagi untuk mendengarkan Ezra menguraikan Kitab Suci (ay. 14), yang mere-

ka dapati lebih menyenangkan dan bermanfaat dibanding kesenangan atau 

keuntungan duniawi apa pun. Perhatikanlah, semakin akrab kita dengan 

firman Tuhan , jika kita memahaminya dengan benar dan tergugah olehnya, 

semakin kita ingin terus bergaul dengannya, dan lebih mengenalnya lagi, 

sambil berkata, betapa manisnya janji-Mu itu bagi mulutku! Orang-orang 

yang memahami Kitab Suci dengan baik akan masih ingin memahaminya 

dengan lebih baik lagi. Sekarang para imam dan orang-orang Lewi sendiri 

datang bersama kepala-kepala kaum keluarga seluruh bangsa untuk 

berkumpul pada Ezra, sang pemimpin para pengurai Kitab Suci, untuk 

menelaah kalimat-kalimat Taurat itu. Atau, seperti dalam tafsiran yang agak 

luas, supaya mereka dapat mengajar kalimat-kalimat Taurat itu. Mereka 

sendiri datang untuk diajar, supaya mereka cakap mengajar orang lain. 

Amatilah, 

1. Pada hari pertama, Ezra dengan rendah hati menempatkan mereka di 

sebelah kanan dan kirinya, sebagai para pengajar bersamanya (ay. 5, 8). 

Namun sekarang, sebab  uji coba itu membuat mereka lebih sadar akan 

kekurangan mereka sendiri dan keunggulan Ezra, maka pada hari kedua 

mereka dengan rendah hati menempatkan diri di bawah kaki Ezra, 

sebagai orang-orang yang belajar darinya. 

2. Orang-orang yang ingin mengajar orang lain harus menerima pengajaran 

dengan sendirinya. Para imam dan orang-orang Lewi harus diajar 

terlebih dahulu, baru kemudian mengajar. 

II. Kesiapan umat untuk taat pada firman Tuhan, dalam satu contoh khusus, 

begitu mereka menyadari kewajiban mereka yang tertulis di dalamnya. Ada 


 

830 

kemungkinan bahwa Ezra, sesuai dengan hikmat Tuhan nya yang menjadi 

pegangannya (Ezr. 7:25), ketika mereka memintanya mengajarkan hukum 

Taurat pada hari kedua bulan yang ketujuh, membacakan kepada mereka 

hukum-hukum yang berkaitan dengan perayaan pada bulan itu, antara lain 

hukum hari raya Pondok Daun (Im. 23:24; Ul. 16:13). Hamba-hamba Tuhan 

harus mengkhotbahkan bukan hanya apa yang benar dan baik, melainkan 

juga apa yang sesuai dengan waktunya, dengan mengarahkan pada 

pekerjaan yang harus dilakukan pada hari itu juga. Di sini, 

1. Ketetapan ilahi mengenai hari raya Pondok Daun diulas (ay. 15-16). 

Mereka mendapati tertulis dalam hukum Taurat sebuah perintah 

mengenai hari raya itu. Orang-orang yang dengan tekun menyelidiki 

Kitab Suci akan mendapati tertulis di sana hal-hal yang telah mereka 

lupakan atau tidak mereka amalkan sebagaimana mestinya. Hari raya 

Pondok Daun ini yaitu  peringatan ketika mereka tinggal di kemah-

kemah di padang gurun, sebuah gambaran tentang keadaan kita di dunia 

ini yang seperti tinggal di dalam kemah, dan sebuah perlambang dari 

sukacita kudus yang dirasakan jemaat Injil. Pertobatan bangsa-bangsa 

dengan memeluk iman kepada Kristus dinubuatkan melalui perlambang 

hari raya ini (Za. 14:16). Mereka akan datang untuk merayakan hari raya 

Pondok Daun, sebagai orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal 

yang tetap di dunia ini. Perayaan ini harus dimaklumkan ke semua kota 

mereka. Umat itu sendiri harus mengambil dahan-dahan pohon (mereka 

yang berada di Yerusalem mengambilnya dari Bukit Zaitun) dan 

membuat pondok-pondok, atau bilik-bilik, yang terbuat dari dahan-

dahan itu. Di dalam pondok-pondok itulah mereka harus tinggal, selama 

cuaca memungkinkan, dan harus bersukaria selama perayaan itu. 

2. Ketetapan ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan agama (ay. 17-18). 

Pembacaan dan pendengaran kita akan firman Tuhan barulah akan 

berkenan dan bermanfaat apabila kita berbuat sesuai dengan apa yang 

tertulis di dalamnya, apabila yang tampak sebagai kewajiban kita 

dihidupkan kembali setelah sekian lama diabaikan. 

(1) Mereka menjalankan upacara perayaan itu: Mereka tinggal di 

pondok-pondok, yang didirikan oleh para imam dan orang-orang 

Lewi di pelataran Bait Tuhan . Orang-orang yang memiliki rumah 

sendiri, membuat pondok di atas atap rumah mereka, atau di 

pekarangan mereka. Dan orang-orang yang tidak seberuntung itu, 

membangun pondok di lapangan. Hari raya ini dahulu selalu 

dirayakan (2Taw. 5:3; Ezr. 3:4), namun  tidak dengan sedemikian 

Kitab Nehemia 8:1-9 

 

831 

khidmat sejak zaman Yosua, ketika mereka baru menetap di Kanaan, 

seperti sekarang ketika mereka baru menetap kembali di Kanaan. 

Orang terlalu berlebihan mencintai rumahnya apabila ia tidak sampai 

hati untuk meninggalkannya, walau sebentar saja, demi mematuhi 

ketetapan atau penyelenggaraan Tuhan . 

(2) Mereka memperhatikan hakikat dari ibadah itu, sebab jika tidak, 

betapapun pentingnya upacara tersebut, itu tidak akan bermakna.  

[1] Mereka melakukannya dengan gembira, dengan pesta ria yang 

amat besar, sambil bersuka di dalam Tuhan  dan kebaikan-Nya 

kepada mereka. Semua hari raya kudus mereka, namun  terutama 

hari raya ini, harus dirayakan dengan sukacita, yang akan sangat 

mendatangkan kehormatan bagi Tuhan , dan mengobarkan 

semangat mereka sendiri dalam melayani-Nya. 

[2] Mereka menghadiri pembacaan dan penguraian firman Tuhan  

setiap hari selama perayaan itu (ay. 19). Mereka memanfaatkan 

waktu senggang mereka untuk pekerjaan baik ini. Waktu luang 

paling baik dihabiskan untuk memelajari Kitab Suci dan 

mengenalnya. Pada hari raya Pondok Daun ini, Tuhan  menetapkan 

agar hukum Taurat dibacakan sekali tujuh tahun. Tidak jelas 

apakah tahun ini yaitu  tahun penghapusan utang ketika ibadah 

itu harus dilakukan (Ul. 31:10-11). Bagaimanapun juga, mereka 

menghabiskan setiap hari dalam perayaan ini dengan melakukan 

pekerjaan baik itu. Dan pada hari kedelapan, ada pertemuan raya 

seperti yang telah ditetapkan Tuhan . Dan pada hari itu mereka 

menyelesaikan perayaan pada hari kedua puluh dua dalam bulan 

itu, namun mereka tidak berpisah, sebab hari kedua puluh empat 

ditetapkan untuk dihabiskan dalam doa dan puasa. Sukacita yang 

kudus tidak akan menghalangi kita merasakan dukacita menurut 

kehendak Tuhan , sama seperti dukacita menurut kehendak Tuhan  

tidak akan menghalangi kita merasakan sukacita yang kudus. 

 

 

PASAL  9  

ari kesepuluh bulan yang ketujuh di antara hari raya peniupan serunai 

(8:3) dan hari raya Pondok Daun (8:15) ditetapkan sebagai hari 

Pendamaian. Tidak beralasan bagi kita untuk menduga hal lain selain bahwa hari 

itu dijalankan sesuai dengan ketentuan agama, meskipun tidak disebutkan di 

sini. Akan namun , di sini kita mendapati penjelasan tentang puasa yang khusus 

diadakan dua minggu sesudahnya, dalam kaitannya dengan keadaan mereka 

ketika itu. Dan hari itu, seperti hari Pendamaian, yaitu  hari perendahan diri. 

Ada waktu untuk menangis dan ada waktu untuk tertawa. Dalam pasal ini 

diceritakan kepada kita tentang, 

I. Bagaimana puasa itu dijalankan (ay. 1-3).   

II. Apa pokok-pokok doa yang dipanjatkan kepada Tuhan  pada kesempatan 

itu, yang di dalamnya mereka mengakui segala belas kasih Tuhan  

dengan penuh syukur, mengaku dosa dengan penuh penyesalan, dan 

tunduk dengan rendah hati pada tangan Tuhan  yang adil dalam 

hukuman-hukuman yang dijatuhkan ke atas mereka. Kemudian mereka 

mengakhiri puasa itu dengan tekad yang sungguh-sungguh untuk taat 

kembali (ay. 4-38). 

Pertobatan Orang Israel 

(9:1-3) 

1 Pada hari yang kedua puluh empat bulan itu berkumpullah orang Israel dan berpuasa 

dengan mengenakan kain kabung dan dengan tanah di kepala. 2 Keturunan orang Israel 

memisahkan diri dari semua orang asing, lalu berdiri di tempatnya dan mengaku dosa 

mereka dan kesalahan nenek moyang mereka. 3 Sementara mereka berdiri di tempat, 

dibacakanlah bagian-bagian dari pada kitab Taurat TUHAN, Tuhan  mereka, selama 

seperempat hari, sedang seperempat hari lagi mereka mengucapkan pengakuan dan 

sujud menyembah kepada TUHAN, Tuhan  mereka. 

 


 

836 

Di dalam perikop ini kita mendapati penjelasan umum tentang puasa yang 

dijalankan seluruh umat Israel, mungkin atas perintah Nehemia, oleh dan atas 

saran serta persetujuan dari kepala-kepala kaum keluarga. Ini memang puasa 

yang ditentukan manusia, namun  puasa seperti itulah yang dikehendaki Tuhan . 

Sebab, 

 

1. Hari itu merupakan hari untuk merendahkan diri (Yes. 58:5). Ada 

kemungkinan mereka berkumpul di pelataran rumah Tuhan , dan di sana 

mereka tampil dengan mengenakan kain kabung dan dengan sikap orang 

yang sedang berkabung, dengan membubuhkan tanah di atas kepala mereka 

(ay. 1). Melalui ungkapan-ungkapan dukacita dan perendahan diri secara 

lahiriah ini mereka memuliakan Tuhan , mempermalukan diri mereka sendiri, 

dan menggugah satu sama lain agar bertobat. Sebelumnya mereka tidak 

boleh menangis (8:10), namun sekarang mereka justru diarahkan untuk 

menangis. Sukacita dari perayaan-perayaan kudus yang kita jalankan 

haruslah membuka jalan bagi dukacita dari ibadah puasa kita ketika saatnya 

tiba. Segala sesuatu indah pada waktunya. 

2. Hari itu merupakan hari untuk membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan 

itulah puasa yang dikehendaki Tuhan  (Yes. 58:6). Tanpa hal ini, 

membentangkan kain kabung dan abu di bawah kaki kita hanyalah lelucon 

belaka. sebab  keturunan Israel merupakan keturunan yang kudus, maka 

mereka dikhususkan bagi Tuhan  dan lebih unggul dibandingkan  bangsa-bangsa di 

sekitar mereka. Mereka memisahkan diri dari semua orang asing yang 

pernah bergaul dan bersekutu dengan mereka (ay. 2). Beberapa tahun 

sebelumnya, Ezra telah memisahkan mereka dari istri-istri asing mereka, 

namun  mereka kembali melakukan dosa yang sama. Mereka mengadakan 

pernikahan atau setidak-tidaknya mengikat persahabatan dengan orang-

orang asing itu, dan menjalin keakraban yang begitu rupa hingga menjadi 

jerat bagi mereka. namun  sekarang mereka memisahkan diri dari anak-anak 

dan juga istri-istri asing itu. Orang-orang yang berniat menyatukan diri 

dengan Tuhan  melalui doa dan kovenan, haruslah memisahkan diri dari dosa 

dan para pendosa. Sebab bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? 

3. Hari itu merupakan hari persekutuan dengan Tuhan . Mereka sungguh-

sungguh berpuasa untuk-Nya (Za. 7:5), sebab, 

(1) Mereka berbicara kepada-Nya dalam doa, mempersembahkan segala 

kesalehan dan ketakwaan mereka kepada-Nya dengan mengaku dosa 

dan memuja-Nya sebagai Tuhan dan Tuhan  mereka. Berpuasa tanpa 

berdoa bagaikan tubuh tanpa jiwa, hanya jasad yang tidak berharga. 

Kitab Nehemia 9 

 

837 

(2) Mereka mendengar Dia berbicara kepada mereka melalui firman-Nya. 

Sebab mereka membaca hukum Taurat, sesuatu yang memang sangat 

patut dilakukan pada hari-hari puasa, supaya, dalam cermin hukum itu, 

kita dapat melihat cacat cela kita, dan mengetahui apa yang harus diakui 

dan apa yang harus diubah. Firman Tuhan  akan menuntun dan 

mendorong doa, sebab melalui firman itu Roh akan membantu kelemah-

an-kelemahan kita dalam berdoa. Cermatilah bagaimana waktu dibagi 

rata antara firman dan doa ini. Tiga jam (sebab itulah lamanya 

seperempat hari) mereka lewatkan dengan membaca, menguraikan, dan 

menerapkan ayat-ayat Kitab Suci, dan tiga jam dengan mengaku dosa 

dan berdoa. Dengan demikian, mereka berkumpul bersama-sama selama 

enam jam, dan melewatkan seluruh waktu itu dalam kegiatan-kegiatan 

agama dengan khidmat, tanpa berkata, lihat, alangkah susah payahnya! 

Beragamnya kegiatan agama ini membuat seluruh waktu yang 

dihabiskan itu terasa tidak membosankan, dan, sama seperti firman yang 

mereka baca akan menyediakan bahan doa bagi mereka, demikian juga 

doa akan membuat firman itu lebih bermanfaat. Uskup Patrick 

berpendapat bahwa mereka melewatkan seluruh dua belas jam pada 

hari itu dalam ibadah, bahwa sejak pukul enam pagi hingga pukul 

sembilan mereka membaca firman, kemudian dari pukul sembilan 

sampai pukul dua belas mereka berdoa, dari pukul dua belas hingga 

pukul tiga sore mereka membaca firman lagi, dan dari pukul tiga sampai 

pukul enam petang mereka berdoa lagi. Pekerjaan pada hari puasa 

yaitu  pekerjaan yang baik, dan oleh sebab itu kita harus berusaha 

membuat pekerjaan untuk satu hari menjadi pekerjaan yang baik pada 

hari itu. 

Doa Orang-orang Lewi 

(9:4-38) 

4 Di atas tangga tempat orang-orang Lewi berdirilah Yesua, Bani, Kadmiel, Sebanya, Buni, 

Serebya, Bani dan Kenani. Dengan suara yang nyaring mereka berseru kepada TUHAN, 

Tuhan  mereka. 5 Dan berkatalah Yesua, Kadmiel, Bani, Hasabneya, Serebya, Hodia, Sebanya 

dan Petahya, orang-orang Lewi itu: “Bangunlah, pujilah TUHAN Tuhan mu dari selama-

lamanya sampai selama-lamanya! Terpujilah nama-Mu yang mulia, yang ditinggikan 

mengatasi segala puji dan hormat!” 6 “Hanya Engkau yaitu  TUHAN! Engkau telah 

menjadikan langit, ya langit segala langit dengan segala bala tentaranya, dan bumi dengan 

segala yang ada di atasnya, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Engkau 

memberi hidup kepada semuanya itu dan bala tentara langit sujud menyembah kepada-

Mu. 7 Engkaulah TUHAN, Tuhan  yang telah memilih Abram dan membawanya keluar dari 

Ur-Kasdim dan memberikan kepadanya nama Abraham. 8 Engkau dapati bahwa hatinya 

setia terhadap-Mu dan Engkau mengikat perjanjian dengan dia untuk memberikan tanah 

orang Kanaan, tanah orang Het, tanah orang Amori, tanah orang Feris, tanah orang Yebus 


 

838 

dan tanah orang Girgasi kepada keturunannya. Dan Engkau telah menepati janji-Mu, 

sebab  Engkau benar. 9 Engkau melihat sengsara nenek moyang kami di Mesir dan 

mendengar teriakan mereka di tepi Laut Teberau. 10 Engkau telah memperlihatkan tanda-

tanda dan mujizat-mujizat di depan Firaun dan semua pegawainya serta seluruh rakyat 

negerinya, sebab  Engkau mengetahui mereka bertindak angkuh terhadap nenek moyang 

kami. Dengan demikian Engkau telah memasyhurkan nama-Mu sebagaimana nyata hari 

ini. 11 Di hadapan mereka Engkau membelah laut, sehingga mereka dapat menyeberang 

melalui tempat yang kering di tengah-tengah laut. namun  pengejar-pengejar mereka telah 

Kaucampakkan ke air yang dalam, seperti batu ke air yang dahsyat. 12 Dengan tiang awan 

Engkau memimpin mereka pada siang hari dan dengan tiang api pada malam hari untuk 

menerangi jalan yang mereka lalui. 13 Engkau telah turun ke atas gunung Sinai dan ber-

bicara dengan mereka dari langit dan memberikan mereka peraturan-peraturan yang 

adil, hukum-hukum yang benar serta ketetapan-ketetapan dan perintah-perintah yang 

baik. 14 Juga Kauberitahukan kepada mereka sabat-Mu yang kudus dan memberikan 

kepada mereka perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan hukum-Mu dengan 

perantaraan Musa, hamba-Mu. 15 Telah Kauberikan kepada mereka roti dari langit untuk 

menghilangkan lapar dan air Kaukeluarkan bagi mereka dari gunung batu untuk 

melepaskan dahaga. Pula Engkau menyuruh mereka memasuki dan menduduki negeri 

yang dengan mengangkat sumpah telah Kaujanjikan memberikannya kepada mereka. 16 

namun  mereka, nenek moyang kami itu, bertindak angkuh dan bersitegang leher dan tidak 

patuh kepada perintah-perintah-Mu. 17 Mereka menolak untuk patuh dan tidak mengingat 

perbuatan-perbuatan yang ajaib yang telah Kaubuat di antara mereka. Mereka bersi-

tegang leher malah berkeras kepala untuk kembali ke perbudakan di Mesir. namun  Eng-

kaulah Tuhan  yang sudi mengampuni, yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar 

dan berlimpah kasih setia-Nya. Engkau tidak meninggalkan mereka. 18 Bahkan, ketika 

mereka membuat anak lembu tuangan dan berkata: ‘Inilah Tuhan mu yang menuntun 

engkau keluar dari Mesir!’, dan berbuat nista yang besar, 19 Engkau tidak meninggalkan 

mereka di padang gurun sebab  kasih sayang-Mu yang besar. Tiang awan tidak berpindah 

dari atas mereka pada siang hari untuk memimpin mereka pada perjalanan, begitu juga 

tiang api pada malam hari untuk menerangi jalan yang mereka lalui. 20 Dan Engkau mem-

berikan kepada mereka Roh-Mu yang baik untuk mengajar mereka. Juga manna-Mu tidak 

Kautahan dari mulut mereka dan Engkau memberikan air kepada mereka untuk 

melepaskan dahaga. 21 Empat puluh tahun lamanya Engkau memberikan mereka makan 

di padang gurun. Mereka tidak berkekurangan, pakaian mereka tidak rusak, dan kaki 

mereka tidak bengkak. 22 Engkau menyerahkan kepada mereka kerajaan-kerajaan dan 

bangsa-bangsa dan membagikan itu kepada mereka sebagai daerah perbatasan, sebab 

mereka duduki tanah dari Sihon, raja negeri Hesbon dan tanah dari Og, raja negeri Basan. 

23 Engkau membuat anak-anak mereka menjadi banyak seperti bintang-bintang di langit 

dan membawa mereka ke tanah yang Kausuruh kepada nenek moyang mereka untuk 

dimasuki dan diduduki. 24 Lalu anak-anak itu memasuki dan menduduki tanah itu dan 

Engkau menundukkan di hadapan mereka penduduk tanah itu, yaitu  orang-orang 

Kanaan, dan menyerahkan orang-orang itu, baik raja-raja mereka, maupun bangsa-

bangsa tanah itu, ke tangan mereka, supaya orang-orang itu diperlakukan sekehendak 

hati mereka. 25 Mereka merebut kota-kota yang berkubu dan tanah yang subur. Mereka 

merampas rumah-rumah yang penuh berisi berbagai-bagai barang baik, tempat-tempat 

air pahatan, kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun dan pohon-pohon buah-

buahan dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka makan dan menjadi kenyang dan 

gemuk. Mereka hidup mewah sebab  kebaikan-Mu yang besar. 26 namun  mereka 

mendurhaka dan memberontak terhadap-Mu. Mereka membelakangi hukum-Mu dan 

membunuh nabi-nabi-Mu yang memperingatkan mereka dengan maksud membuat 

mereka berbalik kepada-Mu. Mereka berbuat nista yang besar. 27 Lalu Engkau 

menyerahkan mereka ke tangan lawan-lawan mereka, yang menyesakkan mereka. Dan 

pada waktu kesusahan mereka berteriak kepada-Mu, lalu Engkau mendengar dari langit 

dan sebab  kasih sayang-Mu yang besar Kauberikan kepada mereka orang-orang yang 

menyelamatkan mereka dari tangan lawan mereka. 28 namun  begitu mereka mendapat 

keamanan, kembali mereka berbuat jahat di hadapan-Mu. Dan Engkau menyerahkan 

mereka ke tangan musuh-musuh mereka yang menguasai mereka. Kembali mereka ber-

Kitab Nehemia 9 

 

839 

teriak kepada-Mu, dan Engkau mendengar dari langit, lalu menolong mereka berulang 

kali, sebab  kasih sayang-Mu. 29 Engkau memperingatkan mereka dengan maksud 

membuat mereka berbalik kepada hukum-Mu. namun  mereka bertindak angkuh, mereka 

tidak patuh kepada perintah-perintah-Mu dan mereka berdosa terhadap peraturan-

peraturan-Mu, yang justru memberi hidup kepada orang yang melakukannya. Mereka 

melintangkan bahu untuk melawan, mereka bersitegang leher dan tidak mau dengar. 30 

Namun bertahun-tahun lamanya Engkau melanjutkan sabar-Mu terhadap mereka. Dengan 

Roh-Mu Engkau memperingatkan mereka, yaitu  dengan perantaraan para nabi-Mu, namun  

mereka tidak menghiraukannya, sehingga Engkau menyerahkan mereka ke tangan 

bangsa-bangsa segala negeri. 31 namun  sebab  kasih sayang-Mu yang besar Engkau tidak 

membinasakan mereka sama sekali dan tidak meninggalkan mereka, sebab  Engkaulah 

Tuhan  yang pengasih dan penyayang. 32 Sekarang, ya Tuhan  kami, Tuhan  yang maha besar, 

kuat dan dahsyat, yang berpegang pada perjanjian dan kasih setia-Nya, janganlah Kau-

pandang remeh segala kesusahan yang telah dialami oleh kami, oleh raja-raja kami, 

pemimpin-pemimpin kami, imam-imam kami, nabi-nabi kami dan nenek moyang kami, ya 

oleh seluruh umat-Mu, sejak zaman raja-raja Asyur sampai hari ini. 33 namun  Engkaulah 

yang benar dalam segala hal yang menimpa kami, sebab  Engkau berlaku setia dan 

kamilah berbuat fasik.  

34 Juga raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami, imam-imam kami, dan nenek moyang 

kami tidak melakukan hukum-Mu. Mereka tidak memperhatikan perintah-perintah-Mu 

dan peringatan-peringatan-Mu yang Kauberikan kepada mereka. 35 Dalam kedudukan 

sebagai raja mereka tidak mau beribadah kepada-Mu, walaupun Engkau telah menga-

runiakan kepada mereka banyak kebaikan dan telah menyediakan bagi mereka tanah 

yang luas dan subur. Mereka tidak berbalik dari perbuatan-perbuatan mereka yang jahat.  

36 Lihatlah, sekarang ini kami yaitu  budak. Ya, di tanah yang Kauberikan kepada nenek 

moyang kami untuk mengecap hasilnya dan segala kekayaannya kami ini yaitu  budak. 37 

Tanah itu menghasilkan banyak bagi raja-raja yang telah Kautetapkan atas kami sebab  

dosa-dosa kami. Mereka itu memerintah sekehendak hati atas diri kami dan ternak kami, 

sehingga kami dalam kesesakan besar.” 38 Berdasarkan semuanya ini kami mengikat 

perjanjian yang teguh yang kami catat dengan dibubuhi meterai para pemimpin kami, 

orang-orang Lewi kami dan para imam kami. 

Di dalam perikop ini kita mendapati penjelasan tentang bagaimana kegiatan 

pada hari puasa ini dijalankan. 

1. Nama hamba-hamba Tuhan yang ditugaskan. Mereka disebut dua kali (ay. 4-

5), hanya dengan sedikit banyak perbedaan dalam nama-namanya. Entah 

mereka berdoa silih berganti, seperti aturan yang diberikan oleh Rasul 

Paulus itu (1Kor. 14:31, kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang), 

atau seperti pendapat sebagian penafsir, ada delapan kelompok yang agak 

berjauhan satu sama lain, dan masing-masing dipimpin oleh satu orang Lewi. 

2. Kegiatan yang mereka lakukan itu sendiri. 

(1) Mereka berdoa kepada Tuhan , berseru kepada-Nya dengan suara nyaring 

(ay. 4), memohon pengampunan atas dosa-dosa Israel dan perkenanan 

Tuhan  pada mereka. Mereka berseru dengan nyaring, bukan supaya Tuhan  

bisa mendengar mereka dengan lebih jelas, seperti yang dilakukan para 

penyembah Baal, melainkan supaya umat bisa mendengarnya, dan 

dengan demikian membangkitkan semangat mereka.  


 

840 

(2) Mereka memuji Tuhan , sebab kegiatan memuji Tuhan  bukan tidak pada 

tempatnya pada hari puasa. Dalam semua kegiatan ibadah, kita harus 

menjadikan hal ini sebagai tujuan kita, yaitu memberi kepada TUHAN 

kemuliaan nama-Nya. Inti sari dari doa-doa mereka kita dapati tercatat 

di sini. Tidak jelas apakah doa-doa ini telah dibuat sebelumnya, sebagai 

pedoman bagi orang Lewi perihal apa yang harus lebih diperinci lagi, 

ataukah doa-doa itu diingat kembali sesudahnya, sebagai pokok-pokok 

bahasan yang telah mereka bicarakan dengan panjang lebar di dalam 

doa. Tidak diragukan lagi bahwa yang mereka ucapkan jauh lebih banyak 

dibandingkan  yang dicatat di sini. Jika tidak, mengaku dosa dan menyembah 

Tuhan  tidak akan memakan waktu seperempat hari lamanya, apalagi 

setengah hari. 

Di dalam seruan yang khidmat kepada Tuhan  ini kita mendapati, 

I. Pemujaan yang penuh rasa gentar kepada Tuhan , sebagai Wujud yang 

sempurna dan mulia, dan sumber dari segala yang ada (ay. 5-6). Jemaah 

diajak untuk menunjukkan persetujuan mereka dalam hal ini dengan bangkit 

berdiri, dan hamba Tuhan pun kemudian mengarahkan diri kepada Tuhan , 

terpujilah nama-Mu yang mulia. Di sini Tuhan  dipuja, 

1. Sebagai satu-satunya Tuhan  yang hidup dan benar: Hanya Engkau yaitu  

TUHAN, yang ada dari diri-Nya sendiri dan tidak bergantung pada siapa 

pun. Tidak ada Tuhan  selain Engkau. 

2. Sebagai Pencipta segala sesuatu: Engkau telah menjadikan langit, dan 

bumi, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Butir pertama dari 

Pengakuan Iman kita memang pantas dijadikan butir pertama dari puji-

pujian kita. 

3. Sebagai Pelindung yang agung atas seluruh ciptaan: “Engkau memelihara 

keberadaan semua makhluk yang telah Kaujadikan.” Penyelenggaraan 

Tuhan  meluas sampai ke makhluk-makhluk yang tertinggi, sebab  mereka 

membutuhkannya, dan sampai ke makhluk-makhluk yang paling rendah, 

sebab  mereka tidak diremehkan olehnya. Apa yang telah dijadikan 

Tuhan  akan dipelihara oleh-Nya, dan apa yang diperbuat-Nya, dikerjakan 

dengan berhasil (Pkh. 3:14). 

4. Sebagai Tuhan  yang dipuji oleh makhluk-makhluk ciptaan: “Bala tentara 

langit, alam para malaikat kudus, sujud menyembah kepada-Mu (ay. 6). 

Namun nama-Mu ditinggikan mengatasi segala puji dan hormat. Nama-

Nya tidak membutuhkan pujian makhluk-makhluk ciptaan, tidak pula 

menjadi lebih dimuliakan oleh puji-pujian itu.” Puji-pujian terhadap 

Kitab Nehemia 9 

 

841 

nama Tuhan  yang paling baik sekalipun, bahkan puji-pujian dari para 

malaikat sendiri, masih kurang secara tak terhingga untuk memenuhi 

apa yang patut didapatkan oleh nama-Nya. Nama-Nya tidak saja 

ditinggikan mengatasi hormat kita, namun  juga mengatasi segala hormat. 

Seandainya seluruh pujian langit dan bumi digabungkan sekalipun, 

seperseribu dari apa yang dapat dan yang seharusnya dikatakan tentang 

kemuliaan Tuhan  belumlah terucapkan. Tidak ada yang baik bagiku selain 

Dia. 

II. Pengakuan yang penuh syukur atas kebaikan-kebaikan Tuhan  kepada I