tawarikh ester 25

Kamis, 30 Januari 2025

tawarikh ester 25



 srael. 

1. Banyak dari antara kebaikan-kebaikan ini disebutkan di sini secara 

berurutan di hadapan-Nya, dan memang sangat sesuai dengan apa yang 

menjadi tujuan pada waktu itu, sebab ,  

(1) Kita harus memanfaatkan segala kesempatan untuk menyebutkan 

kasih setia Tuhan, dan mengucap syukur dalam setiap doa. 

(2) Ketika kita sedang mengakui dosa-dosa kita, sungguh baik untuk 

memberi perhatian terhadap segala belas kasih Tuhan  sebagai hal 

yang memperparah dosa-dosa kita, supaya kita semakin rendah hati 

dan malu, serta menyebut diri kita sebagai orang yang tidak tahu 

berterima kasih, sebutan yang sangat memalukan. 

(3) Ketika kita sedang mencari Tuhan  untuk meminta belas kasihan dan 

pertolongan di tengah kesesakan, sungguh mendorong iman dan 

pengharapan kita jika kita melihat kembali pengalaman kita sendiri 

dan juga nenek moyang kita: “Tuhan, Engkau telah berbuat baik 

kepada kami pada masa lalu. Apakah semuanya ini akan ditarik 

kembali? Bukankah Engkau masih Tuhan  yang sama?” 

2. Marilah kita cermati sejenak contoh-contoh khusus dari kebaikan Tuhan  

kepada Israel yang diceritakan di sini. 

(1) Panggilan kepada Abraham (ay. 7). Perkenanan Tuhan  kepadanya 

bersifat istimewa: “Engkaulah yang telah memilih dia.” Anugerah-

Nya di dalam diri Abraham begitu kuat untuk membawanya keluar 

dari Ur-Kasdim. Dan dengan memberinya nama Abraham, Ia 

memberikan kehormatan kepadanya sebagai milik-Nya sendiri, dan 

meyakinkan dia bahwa ia akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa. 

Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu (Yes. 51:2) dan lihatlah 

anugerah yang cuma-cuma dimuliakan di dalam dirinya. 

(2) Kovenan yang dibuat Tuhan  dengannya untuk memberikan negeri 

Kanaan kepadanya dan keturunannya, sebuah perlambang dari 


 

842 

negeri yang lebih baik (ay. 8). Dan kovenan ini teguh, sebab Tuhan  

mendapati hati Abraham setia dan beriman di hadapan-Nya, dan Ia 

mendapatinya demikian sebab  Dialah yang membuatnya demikian 

(sebab iman bukan datang dari diri kita sendiri, melainkan 

pemberian dari Tuhan ) dan oleh sebab  itu Ia menggenapi perkataan-

Nya. Sebab terhadap orang yang setia Ia berlaku setia, dan di mana 

pun Ia mendapati hati yang setia, Ia akan didapati sebagai Tuhan  yang 

setia. 

(3) Pembebasan Israel dari Mesir (ay. 9-11). Sungguh pada tempatnya 

untuk mengingat hal ini sekarang, ketika mereka sedang berdoa dan 

memohon agar pembebasan mereka dari Babel disempurnakan. 

Mereka dibebaskan pada waktu itu, dalam belas kasihan terhadap 

penderitaan mereka, sebagai jawaban atas seruan mereka, dan untuk 

menentang kesombongan dan kekurangajaran para penganiaya 

mereka. Apabila mereka bertindak angkuh, Tuhan  menunjukkan diri-

Nya ada di atas mereka (Kel. 18:11), dan dengan demikian 

memasyhurkan nama-Nya. Sebab Ia berkata, terhadap Firaun Aku 

akan menyatakan kemuliaan-Ku. Bahkan sampai hari ini pun nama 

Tuhan  dimuliakan sebab  perbuatan yang ajaib itu. Pembebasan itu 

terjadi melalui mujizat. Berbagai tanda dan keajaiban diperlihatkan 

untuk mewujudkannya. Pembebasan mereka yaitu  kehancuran 

musuh-musuh mereka. Musuh-musuh dicampakkan ke air yang 

dalam, tanpa bisa naik lagi seperti batu ke air yang dahsyat. 

(4) Mereka dipimpin melewati padang gurun, dengan tiang awan dan 

tiang api, yang menunjukkan kepada mereka jalan yang harus 

mereka lalui, kapan mereka harus berpindah, serta kapan dan di 

mana mereka harus beristirahat, sehingga mereka diarahkan dalam 

setiap gerak dan langkah mereka (ay. 12). Peristiwa itu juga 

merupakan bukti yang terlihat akan kehadiran Tuhan  bersama 

mereka, untuk memandu dan menjaga mereka. Orang-orang Lewi itu 

menyebutkan peristiwa ini lagi (ay. 19), dengan mencermati bahwa 

meskipun mereka, oleh dosa-dosa mereka, telah menyebabkan Tuhan  

menarik diri dari mereka dan membiarkan mereka mengembara dan 

binasa di jalan-jalan simpangan di padang gurun, namun Ia tetap 

memimpin mereka dalam belas kasih-Nya yang besar, dan tidak 

mengambil tiang awan dan tiang api itu (ay. 19). Apabila belas kasih 

yang telah diambil dari kita sebab  perbuatan kita sendiri, kemudian 

dilanjutkan kembali, maka kita harus bersyukur dua kali lipat 

sebab nya. 

Kitab Nehemia 9 

 

843 

(5) Penyediaan makanan berlimpah yang diadakan bagi mereka di 

padang gurun, agar mereka tidak mati kelaparan: Telah Kauberikan 

kepada mereka roti dari langit dan air dari gunung batu (ay. 15), dan, 

untuk menguatkan hati mereka, sebuah janji bahwa mereka akan 

memasuki dan menduduki tanah Kanaan. Mereka mendapatkan 

makanan dan minuman, bekal yang cukup selama dalam perjalanan, 

dan tanah yang subur pada akhir perjalanan. Apalagi yang mereka 

perlukan? Hal ini juga diulangi (ay. 20-21) sebagai sesuatu yang 

tetap berlanjut, kendati dengan segala perbuatan mereka yang 

menyulut murka-Nya: Empat puluh tahun lamanya Engkau 

memberikan mereka makan. Belum pernah terjadi sebuah bangsa 

dipelihara sampai begitu lama dan dengan begitu lembut. Segala 

keperluan mereka dicukupi dengan ajaib, dan dalam kurun waktu 

selama itu, pakaian mereka tidak rusak. Dan walaupun jalanannya 

terjal dan melelahkan, kaki mereka tidak bengkak, sebab  mereka 

ditopang seperti di atas sayap rajawali. 

(6) Diberikannya hukum Taurat di atas gunung Sinai. Ini yaitu  

perkenanan terbesar dari segala sesuatu yang pernah dilakukan 

terhadap mereka, dan kehormatan terbesar yang pernah diberikan 

kepada mereka. Sang Pemberi hukum itu sangatlah mulia (ay. 13). 

“Engkau tidak saja mengutus, namun  juga turun sendiri, dan berbicara 

dengan mereka” (Ul. 4:33). Hukum yang diberikan itu sangatlah baik. 

Tidak ada bangsa di bawah langit yang mempunyai peraturan-

peraturan yang demikian adil, hukum-hukum yang demikian benar, 

serta ketetapan-ketetapan yang demikian baik (Ul. 4:8). Peraturan-

peraturannya yang menyangkut akhlak dan persoalan hukum 

sungguh benar dan tepat, sebab  didasarkan atas keadilan yang asali 

dan alasan-alasan tentang kebaikan dan keburukan yang berlaku 

selama-lamanya. Dan bahkan ketetapan-ketetapannya yang 

berkaitan dengan upacara ibadah pun sungguh baik, sebagai tanda 

dari kebaikan Tuhan  kepada mereka dan perlambang dari anugerah 

Injili. Perhatian khusus diberikan terhadap perintah keempat dalam 

hukum itu sebagai kebaikan yang besar bagi mereka: 

Kauberitahukan kepada mereka sabat-Mu yang kudus, yang 

merupakan tanda dari perkenanan Tuhan  yang khusus kepada 

mereka. Perkenanan ini membedakan mereka dari bangsa-bangsa 

yang telah memberontak terhadap Tuhan , dan yang telah sepenuhnya 

kehilangan bagian yang sudah ada sejak dulu kala dari agama wahyu 

itu, dan yang juga merupakan sarana untuk memelihara persekutuan 


 

844 

dengan-Nya. Selain itu, melalui hukum Taurat dan hari sabat, Ia 

memberikan kepada mereka Roh-Nya yang baik untuk mengajar 

mereka (ay. 20). Selain hukum Taurat yang diberikan di gunung 

Sinai, kelima kitab Musa, yang ditulisnya oleh dorongan Roh Kudus, 

merupakan pengajaran yang senantiasa ada bagi mereka, khususnya 

Kitab Ulangan, yang di dalamnya Roh Tuhan  melalui Musa mengajar 

mereka sepenuhnya. Bezaleel dipenuhi dengan Roh Tuhan  (Kel. 31:3), 

begitu juga Yosua (Bil. 27:18), dan Kaleb pun demikian. 

(7) Bagaimana mereka dibuat menduduki tanah Kanaan, tanah yang 

subur itu, serta kerajaan-kerajaan dan bangsa-bangsa (ay. 22). 

Mereka dibuat menjadi begitu banyak hingga memadati kembali 

negeri itu (ay. 23), dan begitu jaya hingga menjadi para penguasa 

atasnya (ay. 24). Penduduk asli negeri itu diserahkan ke tangan 

mereka, supaya orang-orang itu diperlakukan sekehendak hati 

mereka. Kalau mau, mereka bisa saja menginjak-injak leher para raja 

dari bangsa-bangsa itu. Demikianlah mereka memperoleh tempat 

tinggal yang membahagiakan (ay. 25). Pandanglah kota-kota mereka, 

maka akan terlihat kota-kota yang kuat dan dibentengi dengan baik. 

Pandanglah rumah-rumah mereka, maka akan didapati rumah-

rumah yang bagus dan diperlengkapi dengan perabotan, penuh 

dengan segala macam barang mewah. Pandanglah negeri itu, maka 

orang akan berkata bahwa mereka belum pernah melihat negeri 

sesubur itu, yang begitu penuh dengan kebun-kebun anggur dan 

kebun-kebun zaitun. Semuanya ini mereka dapati sudah siap untuk 

mereka gunakan. Demikianlah mereka bersuka di dalam pemberian-

pemberian dari kebaikan Tuhan  yang sangat besar. Mereka tidak bisa 

berharap akan hidup lebih tenang atau bahagia dibandingkan  kehidupan 

yang mereka jalani, atau yang bisa saja mereka jalani, di Kanaan, 

kalau bukan sebab  kesalahan mereka sendiri. 

(8) Kesediaan Tuhan  yang luar biasa untuk mengampuni dosa-dosa 

mereka dan mengadakan pembebasan bagi mereka, setelah mereka 

mendatangkan penghukuman-penghukuman-Nya atas diri mereka 

sendiri sebab  tindakan mereka yang menyulut murka-Nya. Ketika 

masih berada di padang gurun, mereka mendapati Dia sebagai Tuhan  

yang sudi mengampuni (ay. 17), Tuhan  segala pengampunan 

(demikianlah dalam tafsiran yang agak luas), yang telah menyatakan 

nama-Nya sebagai Tuhan  yang mengampuni kesalahan, pelanggaran 

dan dosa, yang berkuasa mengampuni dosa, bersedia mengampuni, 

dan bermegah dalam mengampuni. Walaupun mereka 

Kitab Nehemia 9 

 

845 

meninggalkan-Nya, Ia tidak meninggalkan mereka, seperti yang 

pantas dilakukan-Nya, namun  tetap memberikan perhatian dan 

perkenanan-Nya kepada mereka. Di kemudian hari, ketika mereka 

telah bermukim di Kanaan dan menjual diri mereka sendiri ke 

tangan para musuh melalui dosa-dosa mereka, maka setelah mereka 

berlaku patuh dan memohon dengan rendah hati, Ia memberikan 

kepada mereka orang-orang yang menyelamatkan mereka (ay. 27). 

Orang-orang ini yaitu  para hakim, yang melaluinya Tuhan  telah 

mengadakan banyak pembebasan bagi mereka ketika mereka sudah 

di ambang kehancuran. Hal ini dilakukan-Nya bukan sebab  jasa apa 

pun dari mereka, sebab mereka tidak layak mendapatkan apa pun 

selain celaka, melainkan sebab  belas kasih-Nya, belas kasih-Nya 

yang besar. 

(9) Teguran dan peringatan keras yang diberikan-Nya kepada mereka 

melalui hamba-hamba-Nya para nabi. Ketika melepaskan mereka 

dari segala kesusahan mereka, Ia memperingatkan mereka akan 

dosa-dosa mereka (ay. 28-29), supaya mereka tidak salah 

mengartikan pembebasan mereka sebagai izin terselubung bagi 

kejahatan mereka. Apa yang dirancang dalam semua teguran yang 

disampaikan oleh para nabi terhadap mereka yaitu  untuk mem-

bawa mereka kembali ke hukum Tuhan , untuk mengenakan kuknya, 

dan hidup menurut aturannya. Tujuan pelayanan kita yaitu  

membawa orang banyak kepada Tuhan  dengan membawa mereka 

kepada hukum-Nya, bukan membawa mereka kepada diri kita 

sendiri dengan cara membawa mereka untuk tunduk di bawah 

hukum rancangan kita sendiri. Hal ini kita dapati kembali (ay. 30): 

Dengan Roh-Mu Engkau memperingatkan mereka, yaitu  dengan 

perantaraan para nabi-Mu. Kesaksian para nabi merupakan 

kesaksian Roh di dalam diri mereka, dan Roh Kristuslah yang berada 

di dalam diri mereka (1Ptr. 1:10-11). Mereka bernubuat oleh 

dorongan Roh Kudus, dan apa yang mereka katakan haruslah 

diterima seperti seharusnya. Tuhan  memberi mereka Roh-Nya yang 

baik untuk mengajar mereka (ay. 20), namun, sebab  mereka tidak 

mau menerima ajaran-Nya, Ia bersaksi melawan mereka melalui 

Roh-Nya. Apabila kita tidak mau membiarkan firman Tuhan  mengajar 

dan mengatur kita, maka firman itu akan mendakwa dan 

menghakimi kita. Tuhan  mengutus para nabi, dalam belas kasihnya 

kepada umat-Nya (2Taw. 36:15), supaya Ia tidak mengirimkan 

penghakiman-penghakiman kepada mereka. 


 

846 

(10) Panjang sabar-Nya dan lunaknya teguran-teguran-Nya: Ber-

tahun-tahun lamanya Ia melanjutkan sabar-Nya terhadap mereka (ay. 

30), sebab  enggan menghukum mereka, dan menunggu untuk 

melihat apakah mereka mau bertobat. Dan, ketika benar-benar 

menghukum mereka, Ia tidak membinasakan mereka sama sekali dan 

tidak meninggalkan mereka (ay. 31). Seandainya Ia meninggalkan 

mereka, maka mereka pasti akan binasa. Akan namun , Ia tidak mem-

bangkitkan seluruh murka-Nya, sebab Ia merancang pembaharuan 

mereka, dan bukan kebinasaan mereka. Demikianlah mereka banyak 

menyebutkan dan mengagung-agungkan contoh-contoh kebaikan 

Tuhan  terhadap Israel. Kita pun patut berbuat serupa, supaya 

kebaikan Tuhan , yang kita renungkan sebagaimana mestinya, dapat 

memimpin kita kepada pertobatan dan mengatasi keburukan kita. 

Semakin kita bersyukur atas belas kasih Tuhan , semakin kita 

merendahkan diri sebab  dosa-dosa kita. 

III. Di sini ada pengakuan dosa yang penuh penyesalan, dosa-dosa mereka 

sendiri, dan dosa-dosa nenek moyang mereka. Semuanya ini disebutkan 

secara jalin-menjalin dengan ingatan-ingatan akan perkenanan Tuhan , supaya 

kebaikan Tuhan , kendati dengan perbuatan mereka yang menyulut murka-

Nya, dapat terlihat semakin berkilau, dan dosa-dosa mereka, kendati dengan 

perkenanan-perkenanan-Nya, dapat terlihat semakin keji. Banyak penggalan 

kata dalam pengakuan dosa dan kasih setia ini diambil dari Kitab Yehezkiel 

20:5-26, seperti yang akan terlihat dengan membandingkan ayat-ayat dalam 

kitab itu dengan ayat-ayat ini. Sebab firman Tuhan  sangat bemanfaat untuk 

mengarahkan kita dalam berdoa. Dan melalui apa yang dikatakan-Nya 

kepada kita, kita dapat belajar apa yang harus kita katakan kepada-Nya. 

1. Mereka mengawali pengakuan mereka dengan dosa-dosa Israel di 

padang belantara: Mereka, yaitu nenek moyang kami (demikianlah 

pembacaan yang lebih baik untuk ayat itu), bertindak angkuh, meskipun 

mengingat bagaimana keadaan mereka dahulu, dan bagaimana mereka 

belum lama ini telah dibebaskan dari perhambaan, mereka tidak 

mempunyai alasan untuk bertindak angkuh, dan bersitegang leher (ay. 

16). Keangkuhan merupakan hal yang mendasari sifat keras kepala dan 

ketidaktaatan manusia. Mereka merasa direndahkan apabila harus 

menunduk di bawah kuk Tuhan , dan merasa begitu besar apabila mereka 

menegakkan kehendak mereka menentang kehendak Tuhan  sendiri. 

Kitab Nehemia 9 

 

847 

(1) Ada dua hal yang tidak mereka perhatikan sebagaimana mestinya, 

sebab jika tidak demikian, mereka tentu tidak bertindak seperti itu. 

Firman Tuhan  mereka dengar, namun mereka tidak mendengarkan 

perintah-perintah Tuhan . Dan pekerjaan-pekerjaan Tuhan  mereka 

lihat, namun mereka tidak mengingat perbuatan-perbuatan-Nya 

yang ajaib. Andai kata mereka memandangnya sebagai mujizat 

seperti yang seharusnya, maka mereka tentu akan berlaku taat atas 

dasar iman dan rasa takut yang kudus. Seandainya mereka 

memandangnya sebagai rahmat seperti yang seharusnya, maka 

mereka tentu akan berlaku taat atas dasar rasa syukur dan kasih 

yang kudus. Akan namun , apabila manusia tidak memanfaatkan 

dengan benar ketetapan-ketetapan Tuhan  ataupun penyelenggaraan-

penyelenggaraan-Nya, apa lagi yang dapat diharapkan dari mereka? 

(2) Ada dua dosa yang disebutkan secara khusus di sini, yang menjadi 

kesalahan mereka di padang gurun, yaitu berencana kembali, 

[1] Ke perhambaan di Mesir, yang, hanya demi bawang putih dan 

bawang merah, lebih mereka sukai dibandingkan  kemerdekaan yang 

gemilang dari Israel milik Tuhan , yang disertai dengan sedikit 

banyak kesulitan dan ketidaknyamanan. Dalam pemberontakan 

mereka, mereka menunjuk seorang pemimpin untuk kembali ke 

perbudakan di Mesir, sebab  tidak memercayai kuasa Tuhan  dan 

memandang rendah janji-Nya yang kudus (ay. 17). 

[2] Ke penyembahan berhala orang Mesir: Mereka membuat anak 

lembu tuangan, dan mereka begitu dungu hingga berkata, “Inilah 

Tuhan mu.” 

2. Mereka kemudian meratapi perbuatan-perbuatan nenek moyang mereka 

yang menyulut murka Tuhan  setelah menduduki Kanaan. Walaupun 

mereka hidup mewah sebab  kebaikan Tuhan  yang besar, namun hal itu 

tidak berhasil membuat mereka tetap dekat dengan-Nya. sebab  

meskipun demikian, mereka mendurhaka (ay. 26) dan berbuat nista yang 

besar. Sebab, 

(1) Mereka memperlakukan nabi-nabi Tuhan  dengan keji, dan membunuh 

nabi-nabi itu sebab  memperingatkan mereka dengan maksud 

membuat mereka berbalik kepada Tuhan  (ay. 26), dan dengan 

demikian mereka membalas kebaikan terbesar dengan kejahatan 

terbesar. 

(2) Mereka menyalahgunakan perkenanan-Nya: namun  begitu mereka 

mendapat keamanan, kembali mereka berbuat jahat (ay. 28). Mereka 


 

848 

tidak dibuat sadar entah oleh kesukaran mereka ataupun oleh 

pembebasan mereka dari kesukaran. Baik rasa takut maupun rasa 

cinta kasih tidak dapat membuat mereka tetap berpegang pada 

kewajiban mereka. 

3. Mereka pada akhirnya semakin mendekati masa mereka sendiri, dan 

meratapi dosa-dosa yang telah mendatangkan penghukuman-

penghukuman itu ke atas mereka. Penghukuman yang telah lama 

membuat mereka mengerang dan yang darinya mereka sekarang baru 

sebagian dibebaskan: Kamilah berbuat fasik (ay. 33). Raja-raja kami, 

pemimpin-pemimpin kami, imam-imam kami, dan nenek moyang kami, 

mereka semua telah bersalah, begitu juga kami di dalam diri mereka (ay. 

34). Ada dua hal yang mereka tuduhkan kepada diri mereka sendiri dan 

kepada nenek moyang mereka, sebagai penyebab dari kesukaran-

kesukaran yang mereka alami: 

(1) Tindakan mereka yang memandang rendah hukum yang baik yang 

telah diberikan Tuhan  kepada mereka: Mereka berdosa terhadap 

peraturan-peraturan-Mu, perintah-perintah yang keluar dari hikmat 

ilahi, dan tuntutan-tuntutan yang dibuat oleh kedaulatan ilahi. 

Meskipun sudah diberi tahu betapa demi kebaikan mereka sendiri 

untuk mengatur perilaku mereka dengan peraturan-peraturan itu, 

yang justru memberi hidup kepada orang yang melakukannya (ay. 

29), namun mereka tidak mau melakukannya. Dengan demikian, 

mereka sebenarnya berkata bahwa mereka tidak mau hidup. Mereka 

meninggalkan Dia yang mengasihi mereka dengan setia. Inti sari 

kovenan ini, yaitu siapa yang melakukannya akan hidup sebab nya, 

diambil dari Yehezkiel 20:13, dan dikutip dalam Galatia 3:12, untuk 

membuktikan bahwa dasar hukum Taurat bukanlah iman. Bukan 

demikian pada waktu dulu, tidak seperti pada waktu sekarang, yaitu 

percayalah dan hidup. Sebaliknya, mereka melintangkan bahu untuk 

melawan, demikian dalam tafsiran yang agak luas. Mereka berpura-

pura memikul beban hukum Tuhan  di atas bahu mereka, dan 

menjalankannya secara bahu-membahu, namun  mereka ternyata 

melintangkan bahu untuk melawan. Mereka segera 

meninggalkannya, tidak mau tetap berpegang padanya, dan tidak 

mau mematuhinya. Ketika tiba waktunya, sebagaimana kita berkata, 

untuk memulai, mereka pun merasa segan, dan tidak mau dengar. 

Hati mereka gemar kembali berbuat jahat, dan meskipun Tuhan  

melalui para nabi-Nya memanggil mereka untuk berbalik, mereka 

Kitab Nehemia 9 

 

849 

tidak menghiraukannya (ay. 30). Tidak ada orang yang menghiraukan 

ketika Ia mengulurkan tangan-Nya. 

(2) Tindakan mereka yang memandang rendah tanah subur yang telah 

diberikan Tuhan  kepada mereka (ay. 35): “Dalam kedudukan sebagai 

raja, raja-raja kami tidak mau beribadah kepada-Mu, tidak 

menggunakan kekuasaan mereka untuk mendukung agama. Rakyat 

kami tidak melayani-Mu dengan menggunakan karunia-karunia dari 

kebaikan-Mu yang besar, dan tidak mau melakukannya di tanah yang 

luas dan subur itu, yang tidak saja Kauberikan kepada mereka 

dengan cuma-cuma, namun  juga Kauberikan di hadapan mereka 

dengan mengenyahkan penduduk aslinya dan melalui kemenangan-

kemenangan telak yang mereka peroleh atas penduduk itu.” Orang-

orang yang tidak mau menjadi hamba kepada Tuhan  di negeri sendiri 

dibuat menjadi hamba kepada musuh-musuh mereka di negeri asing, 

seperti yang telah diancamkan (Ul. 28:47-48). Sungguh disayangkan 

bahwa negeri yang subur dihuni oleh penduduk yang jahat, namun 

demikian pula halnya dengan Sodom. Kemakmuran dan kelimpahan 

acap kali membuat manusia menjadi angkuh dan hanya mementing-

kan kesenangan indrawi. 

IV. Di sini ada gambaran yang diberikan dengan penuh kerendahan hati perihal 

penghukuman-penghukuman Tuhan , yang telah dan tengah menimpa mereka. 

1. Penghukuman-penghukuman pada masa lampau diingat sebagai hal 

yang memperparah dosa-dosa mereka, bahwa mereka tidak belajar dari 

peringatan. Pada masa pemerintahan hakim-hakim, lawan-lawan mereka 

menyesakkan mereka (ay. 27). Dan, ketika mereka berbuat jahat lagi, 

Tuhan  kembali menyerahkan mereka ke tangan lawan-lawan mereka, yang 

pasti tidak akan mampu menyentuh mereka seandainya Tuhan  tidak 

menyerahkan mereka terlebih dahulu. Akan namun , ketika Tuhan  

meninggalkan mereka, lawan-lawan mereka berhasil mengalahkan 

mereka dan tetap berkuasa atas mereka. 

2. Keadaan mereka sekarang yang celaka dibentangkan di hadapan Tuhan 

(ay. 36-37): Sekarang ini kami yaitu  budak. Orang Israel yang terlahir 

merdeka sekarang diperbudak. Mereka sudah lama menduduki negeri 

melalui hak penggunaan tanah yang lebih terhormat dibandingkan  

pemberian tanah oleh raja sendiri, yaitu bahkan melalui pemberian 

langsung dari Raja sorgawi kepada mereka sebagai umat kesayangan di 

atas segala bangsa di bumi. Namun sekarang, negeri itu mereka duduki 

melalui hak penggunaan tanah yang rendah seperti petani biasa saja, 


 

850 

yang diberikan oleh, dari, dan di bawah raja-raja Persia, yang bagi raja-

raja itu mereka menjadi budak. Sungguh perubahan yang menyedihkan! 

namun  lihatlah apa akibat dosa! Mereka terikat untuk menjadi budak. 

Raja-raja itu memerintah sekehendak hati atas diri kami. Mereka 

menggenggam segala harta milik mereka secara tak tentu, menjadi 

penyewa sesuai kehendak tuan tanah, dan pajak bumi yang harus 

mereka bayar begitu tinggi hingga sama saja dengan harga tanahnya 

sendiri. Dengan demikian semua pajak, pendapatan, dan keuntungan 

yang diperoleh dari tanah mereka sebenarnya ditambahkan bagi raja. 

Dan dengan sekuat tenaga yang dapat mereka berikan untuk 

mengerjakan tanah itu, mereka hanya bisa mendapat bahan pokok untuk 

menghidupi diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Hal ini, mereka 

akui dengan jujur, yaitu  akibat dari dosa-dosa mereka. Kemiskinan dan 

perbudakan merupakan buah dosa. Dosalah yang membawa kita ke 

dalam segala kesesakan. 

V. Di sini ada seruan mereka kepada Tuhan  di tengah semua malapetaka ini. 

1. Melalui permohonan, agar kesusahan mereka janganlah dipandang 

remeh (ay. 32). Itulah satu-satunya permohonan yang diajukan dalam 

seluruh doa ini. Kesusahan itu dialami semua orang di semua tempat. 

Kesusahan itu telah menimpa raja-raja, pemimpin-pemimpin, imam-

imam, nabi-nabi, nenek moyang, dan seluruh umat. Mereka semua telah 

sama-sama berdosa (ay. 34), dan sekarang mereka semua terkena peng-

hukuman itu. Kesusahan itu telah berlangsung lama: Sejak zaman raja-

raja Asyur, yang membawa kesepuluh suku ke dalam pembuangan, 

sampai hari ini. “Ya Tuhan, janganlah semua ini Kaupandang remeh dan 

tidak layak untuk diperhatikan, atau tidak perlu dilegakan.” Mereka tidak 

mengatur-ngatur Tuhan  tentang apa yang harus Ia lakukan bagi mereka, 

namun  menyerahkan semuanya kepada-Nya. Mereka hanya ingin agar Ia 

berkenan memerhatikan kesusahan mereka, dengan mengingat bahwa 

ketika melihat penderitaan umat-Nya di Mesir sudah sangat berat, Ia 

turun untuk membebaskan mereka (Kel. 3:7-8). Di dalam permohonan 

ini mereka mengarahkan pandangan kepada Tuhan  sebagai Tuhan  yang 

harus ditakuti sebab Ia yaitu  Tuhan  yang maha besar, kuat dan dahsyat.  

Dan sebagai Tuhan  yang dapat dipercaya, sebab Ia yaitu  Tuhan  kami yang 

mengikat perjanjian dengan kami, dan Tuhan  yang berpegang pada 

perjanjian dan kasih setia-Nya. 

2. Melalui pengakuan, kendati dengan segala kesusahan mereka, bahwa 

sebenarnya itu kurang sebanding dengan apa yang layak mereka 

Kitab Nehemia 9 

 

851 

dapatkan (ay. 33). Mereka mengakui keadilan Tuhan  dalam semua 

kesusahan mereka, bahwa Ia tidak berbuat salah kepada mereka. “Kami 

telah berbuat fasik dengan melanggar hukum-hukum-Mu, dan oleh 

sebab itu Engkau telah berbuat benar dengan mendatangkan semua 

kesengsaraan ini ke atas kami.” Perhatikanlah, apabila kita sedang 

mendapat teguran pemeliharaan ilahi, meskipun itu begitu keras dan 

begitu lama, sudah sepatutnya kita membenarkan Tuhan  dan menghakimi 

diri kita sendiri. Sebab Ia bersih dalam penghukuman-Nya (Mzm. 51:6). 

VI. Di sini ada hasil dan kesimpulan dari seluruh perkara ini. Sesudah keluhan 

panjang berkaitan dengan perkara mereka ini disampaikan, mereka pada 

akhirnya mengambil tekad ini, bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan  

dan kewajiban mereka. Dan mereka berjanji untuk tidak pernah 

meninggalkan Tuhan , namun  senantiasa menjalankan kewajiban mereka. “Oleh 

sebab  semuanya ini, kami membuat perjanjian yang teguh dengan Tuhan . 

Mengingat betapa sering kami meninggalkan Tuhan , kami sekarang akan 

mengikat diri dengan lebih erat lagi kepada-Nya. Oleh sebab  kami telah 

begitu menderita sebab  dosa, sekarang kami bertekad untuk melawannya, 

bahwa kami tidak akan melintangkan bahu lagi.” Amatilah, 

1. Kovenan ini dibuat dengan pertimbangan yang matang. Ini yaitu  hasil 

dari serangkaian pemikiran yang selaras, dan dengan demikian 

merupakan pelayanan yang masuk akal. 

2. Dengan penuh kekhidmatan. Kovenan itu tertulis in perpetuam rei 

memoriam – supaya tetap menjadi peringatan sepanjang masa. Kovenan 

itu dimeteraikan dan dicatat, supaya bisa menjadi kesaksian untuk 

menentang mereka apabila mereka berlaku curang. 

3. Dengan persetujuan bersama: “Kami mengikat perjanjian ini. Kami 

semua sepakat membuatnya, dan melakukannya dengan suara bulat, 

supaya kami bisa menguatkan satu sama lain.” 

4. Dengan keteguhan hati: “Ini merupakan perjanjian yang teguh, tanpa 

bisa dibatalkan lagi. Dengan kovenan inilah kami akan hidup dan mati, 

dan kami tidak akan pernah mundur darinya.” Sejumlah raja, imam, dan 

orang Lewi dipilih sebagai wakil jemaat, untuk menandatangani serta 

memeteraikan perjanjian itu bagi dan atas nama seluruh umat yang lain. 

Sekarang digenapilah janji menyangkut orang Yahudi itu, bahwa sesudah 

kembali dari pembuangan, mereka akan menggabungkan diri kepada 

TUHAN dalam suatu perjanjian kekal (Yer. 50:5), dan janji dalam Yesaya 

44:5 itu, bahwa mereka akan menuliskan pada tangan mereka: 

Kepunyaan TUHAN. Orang yang berhati jujur tidak akan takut terhadap 


 

852 

jaminan, tidak pula orang-orang yang mengetahui kecurangan hati 

mereka sendiri akan menganggap bahwa jaminan itu tidak perlu. 

 

 

 

PASAL  10  

alam pasal ini kita membaca sebuah penjelasan khusus tentang kovenan 

yang dalam penutupan pasal sebelumnya telah ditegaskan. Mereka tidak 

membuang-buang waktu, dan segera melaksanakan tekad yang baik itu ketika 

mereka dalam suasana hati yang baik, sebab kalau tidak, jika hal itu ditunda, 

maka bisa jadi tekad itu tidak pernah terlaksana. Di sini kita mendapati,  

I. Nama orang-orang yang menandatangani dan memeteraikan kovenan 

itu (ay. 1-27).  

II. Sebuah penjelasan tentang orang-orang yang menyatakan persetujuan 

dan kesepakatan mereka (ay. 28, 29).  

III. Kovenan itu sendiri, dan butir-butirnya secara umum, bahwa mereka 

akan “menjalankan perintah-perintah Tuhan ” (ay. 29). Secara khusus, 

bahwa mereka tidak akan menikah dengan bangsa-bangsa kafir (ay. 

30), atau mencemarkan hari Sabat, atau bersikap kejam terhadap 

orang-orang yang berutang kepada mereka (ay. 31). Dan bahwa 

mereka dengan penuh perhatian akan membayar segala iuran tempat 

ibadah mereka, untuk memelihara ibadah di Bait Suci, yang berjanji 

akan mereka ikuti dengan setia (ay. 32-39).  

Kovenan Dimeteraikan 

(10:1-31) 

1 Yang membubuhi meterai yaitu : kepala daerah Nehemia bin Hakhalya, Zedekia, 2 

Seraya, Azarya, Yeremia, 3 Pasyhur, Amarya, Malkia, 4 Hatus, Sebanya, Malukh, 5 Harim, 

Meremot, Obaja, 6 Daniel, Gineton, Barukh, 7 Mesulam, Abia, Miyamin, 8 Maazya, Bilgai dan 

Semaya. Itulah para imam. 9 Sedang dari orang-orang Lewi: Yesua bin Azanya, Binui, 

seorang dari antara anak-anak Henadad, Kadmiel. 10 Dan saudara-saudara mereka, yaitu : 

Sebanya, Hodia, Kelita, Pelaya, Hanan, 11 Mikha, Rehob, Hasabya, 12 Zakur, Serebya, 

Sebanya, 13 Hodia, Bani dan Beninu. 14 Dan dari pemimpin-pemimpin bangsa: Paros, 

Pahat-Moab, Elam, Zatu, Bani, 15 Buni, Azgad, Bebai, 16 Adonia, Bigwai, Adin, 17 Ater, 

Hizkia, Azur, 18 Hodia, Hasum, Bezai, 19 Harif, Anatot, Nebai, 20 Magpias, Mesulam, Hezir, 21 

Mesezabeel, Zadok, Yadua,  


 

856 

22 Pelaca, Hanan, Anaya, 23 Hosea, Hananya, Hasub, 24 Halohesh, Pilha, Sobek, 25 Rehum, 

Hasabna, Maaseya, 26 Ahia, Hanan, Anan, 27 Malukh, Harim dan Baana. 28 Dan orang-orang 

yang lain, yaitu : para imam dan orang-orang Lewi, para penunggu pintu gerbang, para 

penyanyi, para budak di bait Tuhan  dan segala orang yang memisahkan diri dari penduduk 

negeri untuk patuh kepada hukum Tuhan , serta isteri mereka, anak-anak lelaki dan anak-

anak wanita  mereka, begitu juga semua orang yang cukup dewasa untuk mengerti, 29 

menggabungkan diri dengan saudara-saudara mereka, yaitu  pemuka-pemuka mereka itu. 

Mereka bersumpah kutuk untuk hidup menurut hukum Tuhan  yang diberikan dengan 

perantaraan Musa, hamba Tuhan  itu, dan untuk tetap mengikuti dan melakukan segala 

perintah TUHAN, yaitu  Tuhan kami, serta segala peraturan dan ketetapan-Nya. 30 Pula 

kami tidak akan memberi anak-anak wanita  kami kepada penduduk negeri, ataupun 

mengambil anak-anak wanita  mereka bagi anak-anak lelaki kami. 31 Dan bilamana 

penduduk negeri membawa barang-barang dan berbagai-bagai gandum untuk dijual pada 

hari Sabat, kami tidak akan membelinya dari mereka pada hari Sabat atau pada hari yang 

kudus. Dan kami akan membiarkan begitu saja hasil tanah pada tahun yang ketujuh dan 

tidak akan menagih sesuatu hutang. 

Pada waktu Israel pertama kali dibawa masuk ke dalam kovenan dengan Tuhan , 

hal itu dilakukan melalui korban dan pemercikan darah (Kel. 24). namun  di sini 

ikatan kovenan itu dilakukan melalui cara yang lebih wajar dan umum, yaitu 

dengan memeteraikan dan menandatangani butir-butir tertulis dari kovenan 

tersebut, yang mengikat mereka kepada hal yang tidak lebih dibandingkan  apa yang 

memang sudah menjadi kewajiban mereka. Sekarang di sini kita mendapati, 

I. Nama para tokoh masyarakat yang, sebagai perwakilan dan kepala jemaah, 

menandatangani dan memeteraikan kovenan ini, sebab pasti tidak akan ada 

habisnya apabila setiap orang harus melakukannya. Dan, jika para pemimpin 

ini melakukan bagian mereka menurut kovenan ini, maka teladan mereka akan 

memberikan pengaruh yang baik terhadap semua orang. Sekarang amatilah,  

1. Nehemia, yang merupakan seorang bupati, menandatangani pertama-

tama, untuk menunjukkan kesungguhannya dalam pekerjaan ini dan 

untuk memberikan contoh yang baik kepada orang lain (ay. 1). Orang-

orang yang menempati kedudukan dan kekuasaan lebih tinggi dibandingkan  

orang lain harus pergi mendahului mereka di jalan Tuhan .  

2. Sesudah Nehemia, 22 orang imam memberikan tanda tangan mereka, 

yang di antaranya saya heran tidak mendapati Ezra, yang merupakan 

seorang yang giat dalam ibadah (8:3) yang baru saja diselenggarakan 

pada hari pertama bulan yang sama, dan sebab  itu kita tidak dapat 

menganggap dirinya tidak hadir. Sebaliknya, setelah melakukan 

bagiannya terlebih dahulu sebagai seorang ahli kitab, Ezra sekarang 

menyerahkan kepada orang lain untuk melakukan bagian mereka.  

3. Sesudah para imam, 17 orang Lewi menandatangani kovenan ini, yang di 

antaranya kita mendapati semua atau sebagian besar dari orang-orang 

yang menjadi juru bicara jemaah di dalam doa (9:4-5). Hal ini 

Kitab Nehemia 10:1-31 

 

857 

menunjukkan bahwa mereka sendiri tergugah oleh apa yang telah 

mereka ucapkan, dan tidak mau menimpakan beban-beban itu kepada 

orang lain seandainya mereka sendiri enggan menyentuhnya. Orang-

orang yang memimpin di dalam doa haruslah memimpin dalam setiap 

pekerjaan baik lainnya.  

4. Sesudah orang-orang Lewi, 44 pemimpin bangsa memberikan tanda 

tangan bagi diri mereka sendiri dan semua yang lain, terutama orang-

orang yang berada di bawah pengaruh mereka, agar mereka mau 

menjalankan perintah-perintah Tuhan . Nama-nama mereka dicatat di sini, 

bagi kehormatan mereka, sebagai orang-orang yang bersemangat dan 

giat dalam menghidupkan agama kembali dan berupaya untuk 

melestarikannya di negeri mereka. Jasa orang-orang yang demikian akan 

selalu dikenang. Patut diperhatikan bahwa kebanyakan dari mereka 

yang disebutkan dalam pasal 7:8, dst., sebagai kepala kaum atau puak, 

disebutkan di sini di antara para pemimpin bangsa yang memberikan 

tanda tangan, siapa pun yang menjadi kepala sekarang, yang 

menyandang nama orang yang menjadi kepala ketika mereka keluar dari 

Babel. Dan orang-orang inilah yang paling pantas untuk menandatangani 

kovenan atas nama semua orang yang ada di dalam kaum keluarga 

mereka. Di sini ada Paros, Pahat-Moab, Elam, Zatu, Bani (ay. 14), Azgad, 

Bebai, Bigwai, Adin, Ater, Hasum, Bezai, Harif, Anatot, dan beberapa yang 

lain dalam ayat-ayat berikutnya, yang kesemuanya ditemukan dalam 

daftar pada pasal 7. Orang-orang yang memiliki keperluan dalam hal ini 

harus menggunakannya bagi Tuhan .  

II. Sepakatnya semua rakyat yang lain dengan para tokoh masyarakat, dan 

dengan semua imam serta orang Lewi lainnya, yang menunjukkan 

persetujuan mereka atas apa yang dilakukan oleh para pemimpin mereka. 

Bersama mereka bergabung pula,  

1. Istri dan anak-anak mereka. Sebab mereka telah melanggar, dan mereka 

harus memperbaharui diri. Setiap orang yang tahu dan mengerti harus 

mengadakan kovenan dengan Tuhan . Segera sesudah anak-anak muda 

bertumbuh besar dan sanggup membedakan antara yang baik dan yang 

buruk, dan bertindak berdasarkan akal sehat, mereka harus mengambil 

keputusan sendiri untuk menggabungkan diri kepada TUHAN.  

2. Para petobat dari bangsa-bangsa lain, segala orang yang memisahkan diri 

dari penduduk negeri, dan dari para Tuhan  serta penyembahan kepadanya, 

untuk patuh kepada hukum Tuhan  dan memeliharanya. Lihatlah apa itu 

pertobatan. Pertobatan yaitu  memisahkan diri dari cara dan kebiasaan 


 

858 

dunia ini, dan mengabdikan diri kepada pimpinan firman Tuhan . Dan, 

sama seperti satu hukum saja berlaku, demikian pula satu kovenan saja, 

satu baptisan saja, berlaku bagi orang asing dan bagi orang asli. Amatilah 

bagaimana kesepakatan seluruh rakyat itu diungkapkan (ay. 29).  

(1) Mereka menggabungkan diri dengan saudara-saudara mereka 

semuanya. Di sini orang-orang yang diberkati oleh istana, diberkati 

juga oleh negeri! Rakyat biasa sepakat dengan para pemuka mereka 

dalam pekerjaan yang baik ini. Tokoh-tokoh besar tidak pernah 

tampak begitu besar seperti ketika mereka memajukan agama, dan 

menjadi teladan dalam agama. Dan melalui hal ini, seperti juga 

melalui hal-hal lain, mereka akan mengambil hati para bawahan 

mereka yang paling berharga. Hendaklah para pemuka dengan tulus 

hati mendukung kepentingan-kepentingan agama, maka mungkin 

saja mereka akan mendapati bahwa orang-orang melekat kepada 

mereka dengan lebih erat dibandingkan  yang dapat mereka bayangkan. 

Amatilah, para pemuka mereka disebut sebagai saudara-saudara 

mereka. Sebab, dalam perkara-perkara yang menyangkut Tuhan , kaya 

dan miskin, tinggi dan rendah, bertemu bersama.  

(2) Mereka bersumpah kutuk. Sama seperti para pemuka meneguhkan 

kovenan itu dengan tanda tangan dan meterai mereka, demikian 

pula rakyat meneguhkannya dengan sumpah dan kutuk, sambil 

berseru kepada Tuhan  dengan khidmat tentang kesungguhan mereka, 

dan bersumpah supaya Tuhan  mendatangkan pembalasan-Nya yang 

adil jika mereka berlaku curang. Setiap sumpah mengandung kutuk 

bersyarat terhadap jiwa, yang membuatnya menjadi ikatan yang 

kuat atas jiwa. Sebab lidah kita sendiri, jika itu lidah yang palsu dan 

berbohong, akan membuat kita tergelincir, tergelincir sampai jatuh. 

III. Maksud umum dari kovenan ini. Mereka tidak membebani diri mereka 

sendiri dengan hal lain selain dari hal yang diperlukan ini, yang memang 

sudah diwajibkan bagi mereka melalui semua ikatan kewajiban, 

kepentingan, dan rasa syukur dalam hal-hal lain, yaitu untuk hidup menurut 

hukum Tuhan  dan melakukan segala perintah-Nya (ay. 29). Demikian pula 

Daud bersumpah bahwa dia akan berpegang pada hukum-hukum Tuhan  yang 

adil (Mzm. 119:106). Kovenan kita sendiri mengikat kita kepada hal ini de-

ngan lebih masuk akal, kalau bukan dengan lebih kuat, dibandingkan  sebelum 

kita diikat padanya, dan sebab  itu kita tidak boleh menganggap tidak perlu 

untuk mengikat diri seperti itu. Amatilah, ketika kita mengikat diri untuk 

melakukan perintah-perintah Tuhan , maka kita mengikat diri untuk 

Kitab Nehemia 10:1-31 

 

859 

melakukan semua perintah-Nya, dan di dalam hal itu untuk mengarahkan 

pandangan kita kepada-Nya sebagai Tuhan dan Tuhan kita. 

IV. Beberapa butir khusus dari kovenan ini, yang disesuaikan dengan begitu 

rupa dengan pencobaan-pencobaan yang sedang mereka alami sekarang ini.  

1. Bahwa mereka tidak akan kawin campur dengan bangsa-bangsa kafir 

(ay. 30). Banyak dari antara mereka telah bersalah atas perbuatan ini 

(Ezr. 9:1). Dalam kovenan kita dengan Tuhan , kita harus berperang secara 

khusus melawan dosa-dosa yang paling sering menguasai dan merusak 

kita. Orang-orang yang bertekad untuk memegang perintah-perintah Tuhan  

harus berkata kepada penjahat-penjahat, menjauhlah dari padaku (Mzm. 

119:115).  

2. Bahwa mereka tidak akan berjual beli pada hari Sabat, atau hari lain 

yang telah dinyatakan oleh hukum Taurat, janganlah kamu melakukan 

sesuatu pekerjaan pada hari itu. Mereka bukan hanya tidak akan menjual 

barang-barang untuk mencari untung pada hari itu, namun  juga tidak 

akan mendorong orang-orang asing untuk berjualan pada hari itu 

dengan membeli dari mereka, sekalipun itu makanan dan minuman, 

dengan alasan kebutuhan. namun  mereka akan membeli segala persedia-

an bagi keluarga mereka sehari sebelumnya (ay. 31). Perhatikanlah, 

orang-orang yang mengikat kovenan untuk menjalankan semua perintah 

Tuhan  harus secara khusus mengikat kovenan untuk memelihara hari 

Sabat dengan baik. Sebab pencemaran hari Sabat yaitu  jalan masuk 

kepada pencemaran-pencemaran yang lain. Hari Sabat yaitu  hari untuk 

memelihara jiwa kita, bukan raga kita.  

3. Bahwa mereka tidak akan berlaku keras dalam menagih utang, namun  

akan menjadikan tahun ketujuh sebagai tahun pembebasan, menurut 

hukum Taurat (ay. 31). Dalam perkara ini mereka telah bersalah (ps. 5), 

dan sebab  itu di sini mereka berjanji untuk memperbaharuinya. Inilah 

puasa yang diperkenan, yaitu membuka belenggu-belenggu kelaliman 

dan memerdekakan orang yang teraniaya (Yes. 58:6). Pada akhir hari 

pendamaianlah sangkakala Yobel dibunyikan. sebab  lalai memelihara 

tahun ketujuh sebagai tahun perhentian bagi tanah, maka Tuhan  telah 

membuat tanah itu menikmati hari Sabatnya selama tujuh puluh tahun 

(Im. 26:35). Oleh sebab itu, mereka sekarang mengikat kovenan untuk 

menjalankan hukum itu. Sungguh anak-anak yang keras kepala apabila 

mereka tidak mau memperbaiki kesalahan yang sebab nya mereka telah 

ditegur secara khusus. 


 

860 

Tata Ibadah Dijalankan Kembali 

(10:32-39) 

32 Pula kami mewajibkan diri untuk memberi tiap tahun sepertiga syikal untuk ibadah di 

rumah Tuhan  kami, yaitu : 33 untuk roti sajian, untuk korban sajian yang tetap, untuk 

korban bakaran yang tetap, untuk hari-hari Sabat, bulan-bulan baru dan masa raya yang 

tetap, untuk persembahan-persembahan kudus dan korban-korban penghapus dosa, 

untuk mengadakan pendamaian bagi orang Israel serta segala pekerjaan di rumah Tuhan  

kami.  

34 Pula dengan membuang undi kami, yaitu  para imam, orang-orang Lewi dan kaum 

awam, menetapkan suatu cara untuk menyediakan kayu api. Kayu itu harus dibawa ke 

rumah Tuhan  kami secara bergilir oleh kaum-kaum keluarga kami pada waktu-waktu 

tertentu setiap tahun, supaya di atas mezbah TUHAN Tuhan  kami ada api yang menyala, 

seperti tertulis dalam kitab Taurat. 35 Lagipula setiap tahun kami akan membawa ke 

rumah TUHAN hasil yang pertama dari tanah kami dan buah sulung segala pohon. 36 Pun 

kami akan membawa ke rumah Tuhan  kami, yaitu  kepada para imam yang menyeleng-

garakan kebaktian di rumah Tuhan  kami, anak-anak sulung kami dan anak-anak sulung 

ternak kami seperti tertulis dalam kitab Taurat, juga anak-anak sulung lembu kami dan 

kambing domba kami. 37 Dan tepung jelai kami yang mula-mula, dan persembahan-

persembahan khusus kami, dan buah segala pohon, dan anggur dan minyak akan kami 

bawa kepada para imam, ke bilik-bilik rumah Tuhan  kami, dan kepada orang-orang Lewi 

akan kami bawa persembahan persepuluhan dari tanah kami, sebab  orang-orang Lewi 

inilah yang memungut persembahan-persembahan persepuluhan di segala kota pertanian 

kami. 38 Seorang imam, anak Harun, akan menyertai orang-orang Lewi itu, bila mereka 

memungut persembahan persepuluhan. Dan orang-orang Lewi itu akan membawa 

persembahan persepuluhan dari pada persembahan persepuluhan itu ke rumah Tuhan  

kami, ke bilik-bilik rumah perbendaharaan. 39 sebab  orang Israel dan orang Lewi harus 

membawa persembahan khusus dari pada gandum, anggur dan minyak ke bilik-bilik itu. 

Di situ ada perkakas-perkakas tempat kudus, pula para imam yang menyelenggarakan 

kebaktian, para penunggu pintu gerbang dan para penyanyi. Kami tidak akan 

membiarkan rumah Tuhan  kami. 

Setelah mengikat kovenan untuk melawan dosa-dosa yang telah menjadi 

kesalahan mereka, mereka melanjutkan dengan bertekad untuk menghidupkan 

kembali dan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah mereka abaikan. 

Kita tidak hanya harus berhenti berbuat jahat, namun  juga belajar berbuat baik. 

I. Ditetapkan, secara umum, bahwa ibadah di Bait Suci harus dipelihara 

dengan penuh perhatian, sehingga pekerjaan rumah Tuhan  mereka dapat 

dilakukan pada waktunya, sesuai dengan hukum Taurat (ay. 33). Janganlah 

suatu bangsa mengharapkan berkat Tuhan  kecuali mereka, dengan kesadaran 

hati nurani, bertekad untuk melaksanakan ketetapan-ketetapan-Nya dan 

memelihara ibadah umum kepada-Nya. Rumah kita baru akan berjalan 

dengan baik apabila kita memberi perhatian agar pekerjaan rumah Tuhan  

terus berjalan dengan baik. Ditetapkan juga bahwa mereka tidak akan 

pernah membiarkan rumah Tuhan  mereka (ay. 39), seperti yang telah 

dilakukan oleh mereka dan nenek moyang mereka. Bahwa mereka tidak 

akan meninggalkannya demi rumah Tuhan  lain mana pun, atau demi bukit-

Kitab Nehemia 10:1-31 

 

861 

bukit pengorbanan, seperti yang dilakukan oleh para penyembah berhala, 

dan tidak akan meninggalkannya demi ladang dan barang dagangan mereka, 

seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak percaya akan Tuhan dan 

hidup cemar. Orang-orang yang meninggalkan ibadah kepada Tuhan  berarti 

meninggalkan Tuhan .  

II. Ditetapkan, menurut putusan ini, bahwa mereka akan memelihara ibadah di 

Bait Suci dengan penuh kemurahan hati, dan tidak akan membiarkan hamba-

hamba Tuhan kelaparan. Para imam siap untuk melakukan bagian mereka 

dalam seluruh pekerjaan rumah Tuhan , jika umat mau melakukan bagian 

mereka, yaitu menyediakan bahan-bahan untuk dikerjakan para imam. 

Sekarang di sini disepakati dan diputuskan,  

1. Bahwa akan dibuat suatu persediaan untuk melengkapi meja dan 

mezbah Tuhan  secara berlimpah. Dahulu ada perbendaharaan di rumah 

Tuhan untuk tujuan ini, namun  semuanya sudah hilang sekarang, dan 

tidak ada dana tetap untuk menutupi kekurangannya. Tugas yang harus 

dilakukan secara terus-menerus yaitu  menyediakan roti sajian untuk  

meja, dua domba untuk persembahan harian, empat domba untuk hari 

Sabat, dan korban-korban yang lebih banyak dan lebih mahal untuk 

perayaan-perayaan lain, yaitu korban penghapus dosa, korban sajian, 

dan korban curahan untuk semua perayaan itu. Mereka tidak memiliki 

raja yang kaya untuk menyediakan semuanya ini, seperti yang dilakukan 

oleh raja Hizkia. Para imam tidak mampu menyediakannya, sebab per-

sediaan untuk mereka sangatlah sedikit. Oleh sebab  itu, umat setuju 

untuk menyumbang setiap tahun, tiap-tiap orang dari mereka, sepertiga 

dari satu syikal, sekitar lima gram perak untuk menanggung pembiayaan 

ini. Apabila setiap orang mau bertindak, dan setiap orang mau memberi, 

walaupun sedikit saja, untuk suatu pekerjaan yang baik, maka jumlah 

keseluruhannya akan menjadi besar. Kepala daerah tidak membebankan 

pajak ini, namun  rakyat menjadikannya sebagai ketetapan bagi diri 

mereka sendiri, dan mereka mewajibkan diri untuk membayarnya (ay. 

32-33).  

2. Bahwa perhatian khusus harus diberikan untuk menyediakan kayu 

bakar bagi mezbah, supaya api selalu menyala di atasnya, dan supaya 

bisa dipakai memasak korban keselamatan. Semuanya, para imam dan 

orang Lewi serta umat, setuju untuk membawa bagian mereka, dan 

membuang undi bagi giliran mereka untuk membawanya, keluarga siapa 

yang lebih dahulu dan siapa selanjutnya, supaya akan selalu ada per-

sediaan, dan tidak ada kekurangan pada satu waktu dan kelebihan pada 


 

862 

waktu lain (ay. 34). Demikianlah mereka menyediakan api dan kayu, dan 

juga domba bagi korban bakaran.  

3. Bahwa semua yang telah ditetapkan oleh hukum ilahi bagi pemeliharaan 

para imam dan orang Lewi harus dibayarkan sebagaimana mestinya, 

untuk menyemangati mereka agar mengurusi pekerjaan mereka, dan 

agar mereka tidak tergoda untuk mengabaikannya sebab  harus 

memenuhi persediaan yang diperlukan bagi keluarga mereka. Pekerjaan 

rumah Tuhan  baru akan terus berlanjut apabila orang-orang yang melayani 

di mezbah bisa hidup, dan hidup dengan nyaman, dari persembahan di 

atas mezbah. Hasil pertama dan persepuluhan merupakan cabang-cabang 

utama dari pendapatan hamba-hamba Tuhan pada saat itu. Dan mereka di 

sini menetapkan hati,  

(1) Untuk membawa hasil pertama dengan jujur, hasil pertama dari 

ladang dan pohon mereka (Kel. 23:19; Im. 19:23), yang sulung dari 

anak-anak mereka (bahkan uang tebusan untuk menebus anak 

sulung mereka) dan dari ternak mereka (Kel. 13:2, 11-12). Semuanya 

ini diberikan kepada para imam (Bil. 18:15-16). Demikian pula 

dengan hasil pertama dari tepung jelai mereka (Bil. 15:21), yang 

tentangnya diberikan perintah khusus di dalam nubuatan mengenai 

Bait Suci yang kedua (Yeh. 44:30).  

(2) Untuk membawa persepuluhan mereka juga, yang menjadi hak 

orang-orang Lewi (ay. 37), dan sepersepuluh dari persepuluhan 

tersebut kepada imam (ay. 38). Hukum mengenai hal ini ada tertulis 

(Bil. 18:21-28). namun  hak-hak ini telah ditahan, dan sebagai 

akibatnya Tuhan , melalui seorang nabi, mendakwa mereka 

telah merampok-Nya (Mal. 3:8-9, KJV). namun  pada saat yang sama, Ia 

mendorong mereka untuk berbuat lebih adil kepada-Nya dan kepada 

orang-orang yang berhak menerima, dengan janji bahwa, jika 

mereka membawa persepuluhan itu ke dalam rumah perben-

daharaan, maka Ia akan mencurahkan berkat kepada mereka (Mal. 

3:10). Oleh sebab itu, inilah yang bertekad mereka lakukan, yaitu 

agar ada makanan di rumah Tuhan , dan ada persediaan melimpah di 

bilik-bilik Bait Suci, di mana perkakas-perkakas tempat kudus ber-

ada (ay. 39). “Kami akan melakukannya (kata mereka) di segala kota 

pertanian kami" (ay. 37). Di segala kota perbudakan kami, demikian 

dikatakan dalam Septuaginta (Perjanjian Lama terjemahan bahasa 

Yunani – pen.), sebab mereka yaitu  budak-budak di negeri mereka 

sendiri (9:36). Namun (seperti yang dicermati dengan baik oleh 

Tuan Poole), kendati mereka membayar pajak yang tinggi kepada 

Kitab Nehemia 10:1-31 

 

863 

raja-raja Persia, dan dibebani dengan banyak kesusahan, mereka 

tidak mau menjadikannya sebagai alasan untuk tidak membayar per-

sepuluhan mereka. Sebaliknya, mereka mau memberikan kepada 

Tuhan  apa yang wajib diberikan kepada Tuhan , dan juga kepada Kaisar 

apa yang wajib diberikan kepada Kaisar. Kita harus melakukan apa 

yang dapat kita lakukan dalam berbuat saleh dan amal, terlepas dari 

pajak-pajak yang harus kita bayarkan kepada pemerintah. Dan kita 

harus dengan senang hati melakukan kewajiban kita kepada Tuhan  

dalam masa perhambaan, yang akan menjadi jalan paling pasti 

menuju kemudahan dan kemerdekaan pada waktu yang ditetapkan 

Tuhan . 

 

 

 

PASAL  1 1  

erusalem dikelilingi oleh tembok, namun kota itu masih belum dihuni 

secara penuh, dan sebab  itu lemah dan dianggap hina. Yang menjadi 

perhatian Nehemia berikutnya yaitu  membawa masuk orang-orang ke 

dalamnya. Penjelasan tentang hal itu kita dapati di sini.  

I. Cara-cara yang diambil untuk memenuhi kembali kota itu (ay. 1-2).  

II. Orang-orang penting yang tinggal di sana, dari suku Yehuda dan suku 

Benyamin (ay. 3-9), dari para imam dan orang Lewi (ay. 10-19).  

III. Sejumlah kota dan desa di Yehuda dan Benyamin yang dihuni oleh 

orang-orang selebihnya dari kedua kaum itu (ay. 20-36). 

Yerusalem Dihuni Kembali 

(11:1-19) 

1 Para pemimpin bangsa menetap di Yerusalem, sedang orang-orang lain membuang undi 

untuk menentukan satu dari sepuluh orang yang harus menetap di Yerusalem, kota yang 

kudus itu, sedang yang sembilan orang lagi tinggal di kota-kota yang lain. 2 Orang-orang 

memuji setiap orang yang rela menetap di Yerusalem. 3 Inilah kepala-kepala propinsi 

Yehuda yang menetap di Yerusalem, sedang di kota-kota di Yehuda setiap orang, yaitu  

orang-orang Israel awam, para imam, orang-orang Lewi, para budak di bait Tuhan  dan 

keturunan para hamba Salomo, tinggal di tanah miliknya, di kotanya sendiri. 4 Di 

Yerusalem tinggal orang-orang dari bani Yehuda dan bani Benyamin. Dari anak-anak 

Yehuda: Ataya bin Uzia bin Zakharia bin Amarya bin Sefaca bin Mahalaleel dari bani 

Peres, 5 dan Maaseya bin Barukh bin Kolhoze bin Hazaya bin Adaya bin Yoyarib bin 

Zakharia keturunan orang Syela. 6 Semua bani Peres yang tinggal di Yerusalem berjumlah 

empat ratus enam puluh delapan orang yang gagah perkasa. 7 Dan inilah bani Benyamin: 

Salu bin Mesulam bin Yoëd bin Pedaya bin Kolaya bin Maaseya bin Itiel bin Yesaya.  

8 Dan sesudah dia: Gabai, Salai: sembilan ratus dua puluh delapan orang.  

9 Yoël bin Zikhri yaitu  pengawas mereka, sedang Yehuda bin Hasenua yaitu  wakil 

penguasa kota. 10 Dari para imam: Yedaya bin Yoyarib, Yakhin, 11 Seraya bin Hilkia bin 

Mesulam bin Zadok bin Merayot bin Ahitub, pemuka rumah Tuhan , 12 dan saudara-saudara 

mereka yang bertugas di rumah itu: delapan ratus dua puluh dua orang. Pula Adaya bin 

Yeroham bin Pelalya bin Amzi bin Zakharia bin Pasyhur bin Malkia 13 dan saudara-

saudaranya, kepala-kepala kaum keluarga: dua ratus empat puluh dua orang. Dan Amasai 

bin Asareel bin Ahzai bin Mesilemot bin Imer, 14 dan saudara-saudara mereka, pahlawan-


 

866 

pahlawan yang gagah perkasa, seratus dua puluh delapan orang dengan Zabdiel bin 

Gedolim sebagai pengawas mereka. 15 Dari orang-orang Lewi: Semaya bin Hasub bin 

Azrikam bin Hasabya bin Buni. 16 Pula Sabetai dan Yozabad, kepala-kepala orang-orang 

Lewi, yang mengawasi pekerjaan di luar rumah Tuhan . 17 Lalu Matanya bin Mikha bin 

Zabdi bin Asaf, pemimpin yang mengangkat nyanyian syukur dalam doa, dan Bakbukya, 

orang kedua di antara saudara-saudaranya, dan Abda bin Samua bin Galal bin Yedutun. 18 

Semua orang Lewi di kota kudus ada dua ratus delapan puluh empat orang. 19 Para 

penunggu pintu gerbang: Akub dan Talmon dengan saudara-saudara mereka yang 

mengadakan penjagaan di pintu-pintu gerbang, berjumlah seratus tujuh puluh dua orang. 

Yerusalem disebut di sini sebagai kota yang kudus (ay. 1), sebab di sanalah Bait 

Suci berada, dan itulah tempat yang dipilih Tuhan  supaya nama-Nya tinggal di 

sana. Oleh sebab itu, orang akan berpikir, benih yang kudus seharusnya memilih 

untuk tinggal di sana dan berusaha mencari tempat bermukim di sana. Akan 

namun , sebaliknya, sepertinya mereka menolak tinggal di sana,  

1. sebab  perilaku hidup yang lebih ketat diharapkan dari penduduk Yerusalem 

dibandingkan dari penduduk lain, dan mereka tidak bersedia memenuhinya. 

Orang-orang yang dengan sendirinya tidak ambil peduli untuk menjadi kudus, 

pasti merasa enggan untuk tinggal di kota yang kudus. Mereka tidak mau 

tinggal di Yerusalem Baru itu sendiri sebab  alasan tersebut, sebaliknya, 

mereka berharap untuk memiliki kota yang tetap di sini di atas bumi. Atau,  

2. sebab  Yerusalem, dari antara semua tempat, yaitu  yang paling dibenci 

oleh bangsa-bangsa kafir di sekitar mereka, dan segala rancangan jahat dari 

bangsa-bangsa itu dilancarkan untuk melawannya, yang membuat kota itu 

menjadi tempat yang berbahaya (seperti yang biasa terjadi dengan tempat 

kehormatan), dan sebab nya mereka tidak bersedia untuk 

memperhadapkan diri mereka sendiri pada bahaya di sana. Ketakutan akan 

penganiayaan dan celaan, dan membawa diri ke dalam masalah, membuat 

banyak orang tetap berada di luar Bait Suci, dan membuat mereka mundur 

dan tidak mau tampil bagi Tuhan  dan agama. Namun mereka tidak 

mempertimbangkan bahwa, sama seperti Yerusalem diancam dan dihina 

oleh musuh-musuhnya dengan suatu kebencian khusus, demikian pula kota 

itu dilindungi oleh Tuhan nya dengan perhatian khusus dan dijadikan tempat 

kediaman yang aman (Yes. 33:20; Mzm. 46:5-6). Atau,  

3. sebab  lebih menguntungkan bagi mereka secara duniawi untuk tinggal di 

pedesaan. Yerusalem bukanlah kota perdagangan, dan sebab nya tidak ada 

uang yang akan didapat di sana dengan berdagang, seperti yang bisa 

diperoleh di desa melalui gandum dan ternak. Perhatikanlah, semuanya 

mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus (Flp. 2:21). 

Sungguh suatu keluhan yang sering terdengar dan wajar bahwa kebanyakan 

orang lebih mendahulukan kekayaan, pujian, kesenangan, kenyamanan, dan 

Kitab Nehemia 11:1-19 

 

867 

keamanan mereka sendiri dibandingkan  kemuliaan Tuhan  dan kebaikan bersama. 

sebab  orang-orang sedemikian enggan untuk tinggal di Yerusalem, yang 

sekarang ini miskin, kita diberi tahu di sini,  

I. Dengan cara apa kota itu dipenuhi kembali.  

1. Para pemimpin tinggal di sana (ay. 1). Kota itu yaitu  tempat yang tepat 

bagi mereka untuk tinggal, sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi 

pengadilan (Mzm. 122:5), dan ke sanalah, dalam segala perkara yang 

sukar, orang-orang datang dengan pengaduan mereka yang terakhir. Dan 

jika tinggal di sana pada saat ini merupakan contoh dari rasa cinta yang 

besar terhadap rumah Tuhan , semangat untuk mewujudkan kebaikan 

bersama, dan contoh dari iman, keberanian yang kudus, dan 

penyangkalan diri, maka para pemimpin ingin menjadi teladan dari 

semuanya ini bagi para bawahan mereka. Tinggalnya mereka di sana 

akan mengundang dan mendorong orang-orang lain untuk tinggal di 

sana pula. Magnates magnetes – para pembesar mempunyai daya tarik. 

Apabila tokoh-tokoh besar memilih kota suci sebagai tempat tinggal 

mereka, maka teladan mereka akan membuat kekudusan mempunyai 

nama baik, dan semangat mereka akan menggerakkan sangat banyak 

orang.  

2. Ada sebagian orang yang menawarkan diri secara sukarela untuk tinggal 

di Yerusalem, yang dengan mulia melepaskan kepentingan duniawi 

mereka sendiri demi kesejahteraan umum (ay. 2). Dicatat, bagi 

kehormatan mereka, bahwa ketika orang lain enggan memberanikan diri 

untuk menghadapi kesukaran, kerugian, dan bahaya, mereka mencari 

kebaikan Yerusalem oleh sebab  rumah TUHAN, Tuhan  mereka. Orang-

orang yang mencintai Sion seperti itu akan mendapat sentosa (Mzm. 

122:6, 9). Dikatakan (KJV), bahwa orang-orang memberkati 

mereka. Orang-orang memuji mereka, orang-orang berdoa bagi mereka, 

orang-orang memuji Tuhan  sebab  mereka. Banyak orang yang meskipun 

tidak tampak tergerak sendiri untuk mewujudkan kebaikan bersama, 

namun mau memberikan kata-kata yang baik kepada mereka yang 

tergerak untuk melakukannya. Tuhan  dan manusia akan memberkati 

orang-orang yang menjadi berkat bagi banyak orang, yang haruslah 

mendorong kita untuk bersemangat dalam melakukan kebaikan.  

3. Para pemimpin itu, sebab  mendapati bahwa sekalipun demikian masih 

ada tempat, setelah meninjau kembali seluruh kumpulan bangsa itu, 

memutuskan untuk membawa satu dari sepuluh orang untuk tinggal di 

Yerusalem. Siapa yang akan tinggal ditentukan oleh undi, yang hasilnya, 


 

868 

semua orang tahu, berasal dari Tuhan. Hal ini akan mencegah 

perselisihan, dan akan memberi kepuasan besar bagi orang-orang yang 

kena undi untuk tinggal di Yerusalem, sehingga mereka dengan jelas 

melihat bahwa Tuhan  telah menetapkan batas-batas kediaman mereka. 

Mereka menggunakan perbandingan satu dari sepuluh, seperti yang 

dapat kita duga, untuk menjaga keseimbangan yang adil dan setara 

antara kota dan desa. Jadi, hal itu tampak merujuk kepada aturan yang 

sudah ada sejak dulu tentang memberikan persepuluhan kepada Tuhan . 

Dan apa yang diberikan kepada kota kudus dipandang-Nya sebagai 

pemberian kepada diri-Nya sendiri.  

II. Dengan orang-orang seperti apa kota itu dipenuhi kembali. Sebuah 

gambaran umum diberikan di sini tentang para penduduk Yerusalem, sebab 

kaum-kaum di Yehuda memandang mereka sebagai kekuatan oleh sebab  

TUHAN semesta alam, Tuhan  mereka, dan menghargai mereka sebagaimana 

mestinya (Za. 12:5).  

1. Banyak dari keturunan Yehuda dan Benyamin tinggal di sana. Sebab, 

pada awalnya, sebagian dari kota itu termasuk milik pusaka salah satu 

suku tersebut, dan sebagian lagi termasuk milik pusaka suku yang 

lainnya. namun  bagian yang lebih besar dari kota itu termasuk milik 

pusaka suku Benyamin, dan sebab nya di sini kita mendapati keturunan 

Yehuda hanya berjumlah 468 keluarga di Yerusalem (ay. 6), sedang  

keturunan Benyamin 928 keluarga (ay. 7-8). Begitulah sedikitnya bangsa 

Israel pada permulaannya, namun  sesudahnya, sebelum zaman 

Juruselamat kita, jumlah mereka bertambah jauh lebih besar. Orang-

orang Yehuda semuanya berasal dari keturunan Peres atau Pares, anak 

Yehuda yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia. 

Dan, kendati orang-orang Benyamin lebih banyak jumlahnya, namun 

tentang orang-orang Yehuda tetap dikatakan (ay. 6) bahwa mereka ada-

lah orang-orang yang gagah perkasa, layak untuk bertugas, dan sanggup 

mempertahankan kota itu jika terjadi serangan. Yehuda tidaklah 

kehilangan citra dirinya yang sudah ada sejak dulu sebagai anak singa, 

gagah dan berani. Tentang orang-orang Benyamin yang tinggal di 

Yerusalem, kita diberi tahu di sini siapa yang menjadi pengawas 

mereka, dan siapa yang menjadi wakil penguasa kota (ay. 9). Sebab bagi 

suatu bangsa, menjaga tata tertib di antara mereka sendiri yaitu  sama 

pentingnya seperti mempunyai benteng untuk menangkis serangan 

musuh-musuh dari luar. Dan memiliki hakim-hakim yang baik sama 

pentingnya seperti memiliki prajurit-prajurit yang baik.  

Kitab Nehemia 11:1-19 

 

869 

2. Para imam dan orang-orang Lewi banyak yang tinggal di Yerusalem. 

Sebab ke mana lagi orang-orang yang kudus bagi Tuhan  harus tinggal, 

selain di kota yang kudus?  

(1) Sebagian besar imam, dapat kita duga, tinggal di sana, sebab urusan 

mereka ada di mana Bait Suci berada. Dari orang-orang yang 

melakukan pekerjaan rumah Tuhan  sesuai giliran mereka, di sini ada 

822 orang dari satu keluarga, 242 orang dari keluarga lain, dan 128 

orang dari keluarga yang lainnya lagi (ay. 12-14). Sungguh baik 

bahwa para pekerja itu tidaklah sedikit. Dikatakan tentang sebagian 

dari mereka bahwa mereka yaitu  pahlawan-pahlawan yang gagah 

perkasa (ay. 14). Memang penting bagi mereka untuk menjadi orang-

orang yang demikian, sebab imamat bukan hanya suatu pekerjaan, 

yang menuntut kekuatan, melainkan juga suatu peperangan, yang 

menuntut keberanian, terutama sekarang ini. Tentang salah satu dari 

para imam ini dikatakan bahwa dia yaitu  anak keluarga terkemuka 

(KJV). Bukan suatu penghinaan bagi seorang tokoh terbesar sekalipun 

untuk memiliki seorang anak yang menjabat sebagai imam. Ia bisa 

saja mengagungkan pekerjaannya, sebab pekerjaannya itu sama 

sekali tidak mengecilkan dirinya.  

(2) Sebagian dari orang-orang Lewi juga datang dan tinggal di 

Yerusalem, namun jumlahnya terbilang sedikit saja, 284 orang 

semuanya (ay. 18), dengan 172 para penunggu pintu gerbang (ay. 

19), sebab sebagian besar pekerjaan mereka yaitu  mengajar 

pengetahuan yang baik tentang Tuhan  di seluruh penjuru negeri, dan 

sebab  itu mereka harus tersebar di Israel. Sebanyak mungkin orang 

Lewi yang dibutuhkan tinggal di Yerusalem, sedang  yang lain 

berbuat baik di tempat-tempat lain.  

[1] Dikatakan tentang salah satu dari orang-orang Lewi bahwa dia 

mengawasi pekerjaan di luar rumah Tuhan  (ay. 16). Para imam 

yaitu  pengelola utama atas pekerjaan di dalam pintu gerbang 

Bait Suci. namun  orang Lewi ini dipercaya untuk mengatur 

urusan-urusan duniawi di rumah Tuhan , in ordine ad spiritualia – 

yang tunduk pada urusan-urusan rohaninya, untuk 

mengumpulkan sumbangan, menyediakan bahan-bahan untuk 

ibadah di bait suci, dan sejenisnya. Semuanya itu perlu diawasi, 

sebab jika tidak, maka urusan rohaninya akan terbengkalai dan 

tidak berjalan. Orang-orang yang mengurus ta exō – urusan-

urusan lahiriah jemaat, yang melayani kebutuhan meja, sama 


 

870 

pentingnya di tempat mereka seperti orang-orang yang 

mengurus ta esō – urusan-urusan batiniahnya, yang memberi diri 

untuk pelayanan firman dan doa.  

[2] Dikatakan pula tentang orang Lewi yang lain bahwa dia 

yaitu  pemimpin yang mengangkat nyanyian syukur dalam 

doa. Mungkin dia mempunyai telinga dan suara yang bagus, dan 

merupakan seorang penyanyi yang ahli, dan sebab nya dipilih 

untuk memimpin mazmur. Ia yaitu  seorang penyanyi utama di 

dalam Bait Suci. Cermatilah, ucapan syukur yaitu  hal yang perlu 

dalam doa. Keduanya harus berjalan beriringan. Mengucap 

syukur atas belas kasihan yang dulu yaitu  cara yang pantas 

untuk memohon belas kasihan lebih lanjut. Dan dalam ibadah 

umum, perhatian harus diberikan supaya segala sesuatu 

dilakukan dengan cara yang terbaik, berlangsung dengan sopan 

dan teratur. Dalam doa, harus diperhatikan supaya yang seorang 

berbicara dan yang lain mendengar. Dalam bernyanyi, harus di-

perhatikan supaya yang seorang memulai dan yang lain 

mengikuti.  

Penempatan Orang-orang Israel 

(11:20-36) 

20 Selebihnya dari orang-orang Israel awam dan dari para imam dan orang-orang Lewi 

ada di semua kota Yehuda, masing-masing di tanah pusakanya. 21 namun  para budak di 

bait Tuhan  tinggal di Ofel. Ziha dan Gispa yaitu  pemimpin para budak di bait Tuhan  itu. 22 

Pengawas orang-orang Lewi di Yerusalem yaitu  Uzi bin Bani bin Hasabya bin Matanya 

bin Mikha dari bani Asaf, yaitu  para penyanyi yang menyanyi sementara berlangsung 

kebaktian di rumah Tuhan . 23 sebab  mengenai mereka ada perintah raja yang menetap-

kan peraturan untuk para penyanyi menurut keperluan setiap hari. 24 Petahya bin 

Mesezabeel dari bani Zerah bin Yehuda diperbantukan kepada raja untuk segala urusan 

mengenai bangsa itu. 25 Tentang tempat-tempat kediaman di daerah perladangan, 

sebagian dari bani Yehuda tinggal di Kiryat-Arba dan segala anak kotanya, di Dibon dan 

segala anak kotanya dan di Yekabzeel dan desa-desanya; 26 di Yesua, di Molada dan Bet-

Pelet, 27 di Hazar-Sual, di Bersyeba dan segala anak kotanya, 28 di Ziklag, di Mekhona dan 

segala anak kotanya, 29 di En-Rimon, Zora, Yarmut, 30 Zanoah, Adulam dan desa-desanya, 

di Lakhis dan ladang-ladangnya, dan di Azeka dan segala anak kotanya. Demikianlah 

mereka berkampung dari Bersyeba sampai lebak Hinom. 31 Dan bani Benyamin tinggal 

mulai dari Geba, di Mikhmas, di Aya, di Betel dan segala anak kotanya, 32 di Anatot, Nob 

dan Ananya, 33 di Hazor, Rama dan Gitaim, 34 di Hadid, Zeboim dan Nebalat, 35 di Lod dan 

di Ono, Lembah Tukang-tukang. 36 Beberapa rombongan orang Lewi dari Yehuda 

bergabung dengan orang Benyamin. 

Sesudah memberikan sebuah penjelasan tentang orang-orang penting yang 

tinggal di Yerusalem (penjelasan yang lebih banyak tentang mereka sudah kita 

Kitab Nehemia 11:1-19 

 

871 

dapati sebelumnya, 1Taw. 9:2, dst.), Nehemia, dalam ayat-ayat ini, memberi kita 

sedikit banyak penjelasan tentang kota-kota lain, yang di dalamnya tinggal 

selebihnya dari orang-orang Israel awam (ay. 20). Sudah menjadi tuntutan 

bahwa Yerusalem harus dipenuhi kembali, namun tidak dengan begitu rupa 

hingga menghabiskan orang-orang di desa. Raja sendiri dihormati dan dipenuhi 

kebutuhannya di daerah, maka daerah tidak akan berguna sama sekali jika tidak 

ada tangan-tangan untuk mengelolanya. Oleh sebab itu, janganlah ada 

perselisihan, iri hati, penghinaan, dan permusuhan di antara penduduk kota dan 

penduduk desa. Keduanya diperlukan, keduanya berguna, tidak ada yang dapat 

diabaikan.  

1. Para budak di Bait Tuhan , yaitu keturunan orang-orang Gibeon, tinggal di 

Ofel, yang berada di balik tembok Yerusalem (3:26), sebab  mereka harus 

melakukan pekerjaan kasar di Bait Suci. Oleh sebab itu, mereka harus 

ditempatkan di dekatnya, supaya mereka dapat siap untuk datang dan 

melayani (ay. 21).  

2. Kendati orang-orang Lewi tersebar di seluruh kota Yehuda, namun mereka 

memiliki seorang pengawas yang tinggal di Yerusalem, yang menjadi atasan 

dari kaum dan daerah mereka, dan yang kepadanya mereka datang untuk 

meminta petunjuk. Pengawas itu mengurusi urusan-urusan mereka dan 

mengawasi perilaku mereka, apakah mereka menjalankan tugas mereka (ay. 

22).  

3. Sebagian dari para penyanyi ditunjuk untuk mengurus perbaikan-perbaikan 

yang diperlukan di bait suci, sebab mereka orang-orang yang terampil, dan 

mempunyai waktu luang di sela-sela jam kerja mereka. Mereka menyanyi 

sementara berlangsung kebaktian di rumah Tuhan  (ay. 22). Dan, tampaknya, 

raja Persia bersikap begitu hormat terhadap jabatan mereka sehingga dia 

menentukan bagian khusus untuk mereka, di samping apa yang menjadi hak 

mereka sebagai orang Lewi (ay. 23).  

4. Di sini ada seseorang yang menjadi wakil raja di Yerusalem. Ia berasal dari 

keturunan Zerah (ay. 24). Sebab dari keluarga Yehuda tersebut ada sebagian 

orang yang baru menetap di Yerusalem, dan tidak semuanya berasal dari 

Peres, seperti yang tampak melalui daftar lain (1Taw. 9:6). Ia dikatakan 

diperbantukan kepada raja, atau di pihak raja, untuk segala urusan mengenai 

bangsa itu, untuk menyelesaikan perselisihan yang timbul antara para 

pejabat raja dan rakyatnya, dan untuk memastikan bahwa apa yang menjadi 

hak raja dari rakyat dibayarkan dengan semestinya, dan apa yang diizinkan 

oleh raja untuk ibadah di Bait Suci diberikan dengan semestinya. Dan 

sungguh berbahagia orang-orang Yahudi bahwa salah satu dari mereka 

sendiri memegang jabatan ini.  


 

872 

5. Di sini ada sebuah penjelasan tentang desa-desa, atau kota-kota kecil, yang 

dihuni oleh orang-orang Israel awam selebihnya, yaitu kota-kota di mana 

bani Yehuda tinggal (ay. 25-30), kota-kota yang dihuni oleh bani Benyamin 

(ay. 31-35), dan pembagian untuk orang-orang Lewi di antara keduanya (ay. 

36). Kita anggap saja sekarang bahwa mereka hidup aman dan nyaman, 

kendati jumlah mereka sedikit dan miskin. namun  oleh berkat Tuhan , besar 

kemungkinan bagi mereka untuk berkembang di dalam kekayaan dan 

kekuasaan. Dan kemungkinan itu lebih besar lagi seandainya tidak ada 

kecemaran yang dilakukan oleh semua orang di antara mereka, dan sikap 

suam-suam kuku di dalam agama. sebab  kedua alasan itulah mereka 

didakwa dalam nama Tuhan  oleh nabi Maleakhi, yang diduga bernubuat di 

sekitar zaman ini, dan yang di dalam dirinya nubuatan berhenti selama 

beberapa abad, sampai nubuatan itu dihidupkan kembali dalam diri Sang 

Nabi besar dan seorang pendahulu-Nya. 

 

 

PASAL  12  

Dalam pasal ini terdapat catatan tentang, 

I. Nama-nama para imam dan orang-orang Lewi yang datang bersama 

Zerubabel (ay. 1-9). 

II. Pergantian kepala-kepala imam secara turun-temurun (ay. 10-11). 

III. Nama-nama para kepala imam yang lain dari angkatan selanjutnya (ay. 

12-21). 

IV. Orang-orang Lewi terkemuka yang hidup pada zaman Nehemia (ay. 22-

26). 

V. Upacara penahbisan tembok Yerusalem (ay. 27-43). 

VI. Penetapan tugas-tugas para imam dan orang Lewi di dalam bait suci 

(ay. 44-47). 

Para Imam dan Orang-orang Lewi yang Kembali Pulang 

(12:1-26) 

1 Inilah para imam dan orang-orang Lewi yang berangkat pulang bersama-sama 

Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua: Seraya, Yeremia, Ezra, 2 Amarya, Malukh, Hatus, 3 

Sekhanya, Rehum, Meremot, 4 Ido, Ginetoi, Abia, 5 Miyamin, Maaja, Bilga, 6 Semaya, 

Yoyarib, Yedaya, 7 Salu, Amok, Hilkia dan Yedaya. Itulah kepala-kepala imam dan saudara-

saudara mereka pada zaman Yesua. 8 Dari orang-orang Lewi: Yesua, Binui, Kadmiel, 

Serebya, Yehuda dan Matanya. Matanya ini dan saudara-saudaranya memimpin nyanyian 

syukur, 9 sementara Bakbukya dan Uni dan saudara-saudara mereka berdiri di hadapan 

mereka itu menurut kelompok-kelompok tugas. 10 Yesua memperanakkan Yoyakim, dan 

Yoyakim memperanakkan Elyasib, dan Elyasib memperanakkan Yoyada, 11 dan Yoyada 

memperanakkan Yonatan, dan Yonatan memperanakkan Yadua. 12 Pada zaman Yoyakim 

yang menjadi imam yaitu  kepala-kepala kaum keluarga ini: Meraya, dari kaum keluarga 

Seraya, Hananya dari kaum keluarga Yeremia, 13 Mesulam dari kaum keluarga Ezra, Yo-

hanan dari kaum keluarga Amarya, 14 Yonatan dari kaum keluarga Melikhu, Yusuf dari 

kaum keluarga Sebanya, 15 Adna dari kaum keluarga Harim, Helkai dari kaum keluarga 

Merayot, 16 Zakharia dari kaum keluarga Ido, Mesulam dari kaum keluarga Gineton, 17 

Zikhri dari kaum keluarga Abia, dari kaum keluarga Minyamin, Piltai dari kaum keluarga 

Moaja, 18 Samua dari kaum keluarga Bilga, Yonatan dari kaum keluarga Semaya, 19 Matnai 

dari kaum keluarga Yoyarib, Uzi dari kaum keluarga Yedaya, 20 Kalai dari kaum keluarga 


 

876 

Salai, Heber dari kaum keluarga Amok, 21 Hasabya dari kaum keluarga Hilkia dan 

Netaneel dari kaum keluarga Yedaya. 22 Tentang orang-orang Lewi, para kepala kaum 

keluarga mereka tercatat pada zaman Elyasib, Yoyada, Yohanan dan Yadua, sedang para 

imam tercatat sampai pemerintahan Darius, orang Persia itu. 23 Kepala-kepala kaum 

keluarga anak-anak Lewi tercatat dalam kitab sejarah sampai zaman Yohanan bin Elyasib. 

24 Inilah para kepala orang-orang Lewi: Hasabya, Serebya, Yesua bin Kadmiel, dan 

saudara-saudara mereka yang berdiri di hadapan mereka untuk menyanyikan puji-pujian 

dan syukur sesuai dengan perintah Daud, abdi Tuhan  itu, kelompok di samping kelompok. 

25 Matanya, Bakbukya, Obaja, Mesulam, Talmon dan Akub yaitu  penunggu-penunggu 

pintu gerbang yang mengadakan penjagaan di gudang-gudang perlengkapan pada pintu-

pintu gerbang. 26 Mereka itu hidup pada zaman Yoyakim bin Yesua bin Yozadak dan pada 

zaman bupati Nehemia dan imam Ezra