tawarikh ester 25
srael.
1. Banyak dari antara kebaikan-kebaikan ini disebutkan di sini secara
berurutan di hadapan-Nya, dan memang sangat sesuai dengan apa yang
menjadi tujuan pada waktu itu, sebab ,
(1) Kita harus memanfaatkan segala kesempatan untuk menyebutkan
kasih setia Tuhan, dan mengucap syukur dalam setiap doa.
(2) Ketika kita sedang mengakui dosa-dosa kita, sungguh baik untuk
memberi perhatian terhadap segala belas kasih Tuhan sebagai hal
yang memperparah dosa-dosa kita, supaya kita semakin rendah hati
dan malu, serta menyebut diri kita sebagai orang yang tidak tahu
berterima kasih, sebutan yang sangat memalukan.
(3) Ketika kita sedang mencari Tuhan untuk meminta belas kasihan dan
pertolongan di tengah kesesakan, sungguh mendorong iman dan
pengharapan kita jika kita melihat kembali pengalaman kita sendiri
dan juga nenek moyang kita: “Tuhan, Engkau telah berbuat baik
kepada kami pada masa lalu. Apakah semuanya ini akan ditarik
kembali? Bukankah Engkau masih Tuhan yang sama?”
2. Marilah kita cermati sejenak contoh-contoh khusus dari kebaikan Tuhan
kepada Israel yang diceritakan di sini.
(1) Panggilan kepada Abraham (ay. 7). Perkenanan Tuhan kepadanya
bersifat istimewa: “Engkaulah yang telah memilih dia.” Anugerah-
Nya di dalam diri Abraham begitu kuat untuk membawanya keluar
dari Ur-Kasdim. Dan dengan memberinya nama Abraham, Ia
memberikan kehormatan kepadanya sebagai milik-Nya sendiri, dan
meyakinkan dia bahwa ia akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
Pandanglah Abraham, bapa leluhurmu (Yes. 51:2) dan lihatlah
anugerah yang cuma-cuma dimuliakan di dalam dirinya.
(2) Kovenan yang dibuat Tuhan dengannya untuk memberikan negeri
Kanaan kepadanya dan keturunannya, sebuah perlambang dari
842
negeri yang lebih baik (ay. 8). Dan kovenan ini teguh, sebab Tuhan
mendapati hati Abraham setia dan beriman di hadapan-Nya, dan Ia
mendapatinya demikian sebab Dialah yang membuatnya demikian
(sebab iman bukan datang dari diri kita sendiri, melainkan
pemberian dari Tuhan ) dan oleh sebab itu Ia menggenapi perkataan-
Nya. Sebab terhadap orang yang setia Ia berlaku setia, dan di mana
pun Ia mendapati hati yang setia, Ia akan didapati sebagai Tuhan yang
setia.
(3) Pembebasan Israel dari Mesir (ay. 9-11). Sungguh pada tempatnya
untuk mengingat hal ini sekarang, ketika mereka sedang berdoa dan
memohon agar pembebasan mereka dari Babel disempurnakan.
Mereka dibebaskan pada waktu itu, dalam belas kasihan terhadap
penderitaan mereka, sebagai jawaban atas seruan mereka, dan untuk
menentang kesombongan dan kekurangajaran para penganiaya
mereka. Apabila mereka bertindak angkuh, Tuhan menunjukkan diri-
Nya ada di atas mereka (Kel. 18:11), dan dengan demikian
memasyhurkan nama-Nya. Sebab Ia berkata, terhadap Firaun Aku
akan menyatakan kemuliaan-Ku. Bahkan sampai hari ini pun nama
Tuhan dimuliakan sebab perbuatan yang ajaib itu. Pembebasan itu
terjadi melalui mujizat. Berbagai tanda dan keajaiban diperlihatkan
untuk mewujudkannya. Pembebasan mereka yaitu kehancuran
musuh-musuh mereka. Musuh-musuh dicampakkan ke air yang
dalam, tanpa bisa naik lagi seperti batu ke air yang dahsyat.
(4) Mereka dipimpin melewati padang gurun, dengan tiang awan dan
tiang api, yang menunjukkan kepada mereka jalan yang harus
mereka lalui, kapan mereka harus berpindah, serta kapan dan di
mana mereka harus beristirahat, sehingga mereka diarahkan dalam
setiap gerak dan langkah mereka (ay. 12). Peristiwa itu juga
merupakan bukti yang terlihat akan kehadiran Tuhan bersama
mereka, untuk memandu dan menjaga mereka. Orang-orang Lewi itu
menyebutkan peristiwa ini lagi (ay. 19), dengan mencermati bahwa
meskipun mereka, oleh dosa-dosa mereka, telah menyebabkan Tuhan
menarik diri dari mereka dan membiarkan mereka mengembara dan
binasa di jalan-jalan simpangan di padang gurun, namun Ia tetap
memimpin mereka dalam belas kasih-Nya yang besar, dan tidak
mengambil tiang awan dan tiang api itu (ay. 19). Apabila belas kasih
yang telah diambil dari kita sebab perbuatan kita sendiri, kemudian
dilanjutkan kembali, maka kita harus bersyukur dua kali lipat
sebab nya.
Kitab Nehemia 9
843
(5) Penyediaan makanan berlimpah yang diadakan bagi mereka di
padang gurun, agar mereka tidak mati kelaparan: Telah Kauberikan
kepada mereka roti dari langit dan air dari gunung batu (ay. 15), dan,
untuk menguatkan hati mereka, sebuah janji bahwa mereka akan
memasuki dan menduduki tanah Kanaan. Mereka mendapatkan
makanan dan minuman, bekal yang cukup selama dalam perjalanan,
dan tanah yang subur pada akhir perjalanan. Apalagi yang mereka
perlukan? Hal ini juga diulangi (ay. 20-21) sebagai sesuatu yang
tetap berlanjut, kendati dengan segala perbuatan mereka yang
menyulut murka-Nya: Empat puluh tahun lamanya Engkau
memberikan mereka makan. Belum pernah terjadi sebuah bangsa
dipelihara sampai begitu lama dan dengan begitu lembut. Segala
keperluan mereka dicukupi dengan ajaib, dan dalam kurun waktu
selama itu, pakaian mereka tidak rusak. Dan walaupun jalanannya
terjal dan melelahkan, kaki mereka tidak bengkak, sebab mereka
ditopang seperti di atas sayap rajawali.
(6) Diberikannya hukum Taurat di atas gunung Sinai. Ini yaitu
perkenanan terbesar dari segala sesuatu yang pernah dilakukan
terhadap mereka, dan kehormatan terbesar yang pernah diberikan
kepada mereka. Sang Pemberi hukum itu sangatlah mulia (ay. 13).
“Engkau tidak saja mengutus, namun juga turun sendiri, dan berbicara
dengan mereka” (Ul. 4:33). Hukum yang diberikan itu sangatlah baik.
Tidak ada bangsa di bawah langit yang mempunyai peraturan-
peraturan yang demikian adil, hukum-hukum yang demikian benar,
serta ketetapan-ketetapan yang demikian baik (Ul. 4:8). Peraturan-
peraturannya yang menyangkut akhlak dan persoalan hukum
sungguh benar dan tepat, sebab didasarkan atas keadilan yang asali
dan alasan-alasan tentang kebaikan dan keburukan yang berlaku
selama-lamanya. Dan bahkan ketetapan-ketetapannya yang
berkaitan dengan upacara ibadah pun sungguh baik, sebagai tanda
dari kebaikan Tuhan kepada mereka dan perlambang dari anugerah
Injili. Perhatian khusus diberikan terhadap perintah keempat dalam
hukum itu sebagai kebaikan yang besar bagi mereka:
Kauberitahukan kepada mereka sabat-Mu yang kudus, yang
merupakan tanda dari perkenanan Tuhan yang khusus kepada
mereka. Perkenanan ini membedakan mereka dari bangsa-bangsa
yang telah memberontak terhadap Tuhan , dan yang telah sepenuhnya
kehilangan bagian yang sudah ada sejak dulu kala dari agama wahyu
itu, dan yang juga merupakan sarana untuk memelihara persekutuan
844
dengan-Nya. Selain itu, melalui hukum Taurat dan hari sabat, Ia
memberikan kepada mereka Roh-Nya yang baik untuk mengajar
mereka (ay. 20). Selain hukum Taurat yang diberikan di gunung
Sinai, kelima kitab Musa, yang ditulisnya oleh dorongan Roh Kudus,
merupakan pengajaran yang senantiasa ada bagi mereka, khususnya
Kitab Ulangan, yang di dalamnya Roh Tuhan melalui Musa mengajar
mereka sepenuhnya. Bezaleel dipenuhi dengan Roh Tuhan (Kel. 31:3),
begitu juga Yosua (Bil. 27:18), dan Kaleb pun demikian.
(7) Bagaimana mereka dibuat menduduki tanah Kanaan, tanah yang
subur itu, serta kerajaan-kerajaan dan bangsa-bangsa (ay. 22).
Mereka dibuat menjadi begitu banyak hingga memadati kembali
negeri itu (ay. 23), dan begitu jaya hingga menjadi para penguasa
atasnya (ay. 24). Penduduk asli negeri itu diserahkan ke tangan
mereka, supaya orang-orang itu diperlakukan sekehendak hati
mereka. Kalau mau, mereka bisa saja menginjak-injak leher para raja
dari bangsa-bangsa itu. Demikianlah mereka memperoleh tempat
tinggal yang membahagiakan (ay. 25). Pandanglah kota-kota mereka,
maka akan terlihat kota-kota yang kuat dan dibentengi dengan baik.
Pandanglah rumah-rumah mereka, maka akan didapati rumah-
rumah yang bagus dan diperlengkapi dengan perabotan, penuh
dengan segala macam barang mewah. Pandanglah negeri itu, maka
orang akan berkata bahwa mereka belum pernah melihat negeri
sesubur itu, yang begitu penuh dengan kebun-kebun anggur dan
kebun-kebun zaitun. Semuanya ini mereka dapati sudah siap untuk
mereka gunakan. Demikianlah mereka bersuka di dalam pemberian-
pemberian dari kebaikan Tuhan yang sangat besar. Mereka tidak bisa
berharap akan hidup lebih tenang atau bahagia dibandingkan kehidupan
yang mereka jalani, atau yang bisa saja mereka jalani, di Kanaan,
kalau bukan sebab kesalahan mereka sendiri.
(8) Kesediaan Tuhan yang luar biasa untuk mengampuni dosa-dosa
mereka dan mengadakan pembebasan bagi mereka, setelah mereka
mendatangkan penghukuman-penghukuman-Nya atas diri mereka
sendiri sebab tindakan mereka yang menyulut murka-Nya. Ketika
masih berada di padang gurun, mereka mendapati Dia sebagai Tuhan
yang sudi mengampuni (ay. 17), Tuhan segala pengampunan
(demikianlah dalam tafsiran yang agak luas), yang telah menyatakan
nama-Nya sebagai Tuhan yang mengampuni kesalahan, pelanggaran
dan dosa, yang berkuasa mengampuni dosa, bersedia mengampuni,
dan bermegah dalam mengampuni. Walaupun mereka
Kitab Nehemia 9
845
meninggalkan-Nya, Ia tidak meninggalkan mereka, seperti yang
pantas dilakukan-Nya, namun tetap memberikan perhatian dan
perkenanan-Nya kepada mereka. Di kemudian hari, ketika mereka
telah bermukim di Kanaan dan menjual diri mereka sendiri ke
tangan para musuh melalui dosa-dosa mereka, maka setelah mereka
berlaku patuh dan memohon dengan rendah hati, Ia memberikan
kepada mereka orang-orang yang menyelamatkan mereka (ay. 27).
Orang-orang ini yaitu para hakim, yang melaluinya Tuhan telah
mengadakan banyak pembebasan bagi mereka ketika mereka sudah
di ambang kehancuran. Hal ini dilakukan-Nya bukan sebab jasa apa
pun dari mereka, sebab mereka tidak layak mendapatkan apa pun
selain celaka, melainkan sebab belas kasih-Nya, belas kasih-Nya
yang besar.
(9) Teguran dan peringatan keras yang diberikan-Nya kepada mereka
melalui hamba-hamba-Nya para nabi. Ketika melepaskan mereka
dari segala kesusahan mereka, Ia memperingatkan mereka akan
dosa-dosa mereka (ay. 28-29), supaya mereka tidak salah
mengartikan pembebasan mereka sebagai izin terselubung bagi
kejahatan mereka. Apa yang dirancang dalam semua teguran yang
disampaikan oleh para nabi terhadap mereka yaitu untuk mem-
bawa mereka kembali ke hukum Tuhan , untuk mengenakan kuknya,
dan hidup menurut aturannya. Tujuan pelayanan kita yaitu
membawa orang banyak kepada Tuhan dengan membawa mereka
kepada hukum-Nya, bukan membawa mereka kepada diri kita
sendiri dengan cara membawa mereka untuk tunduk di bawah
hukum rancangan kita sendiri. Hal ini kita dapati kembali (ay. 30):
Dengan Roh-Mu Engkau memperingatkan mereka, yaitu dengan
perantaraan para nabi-Mu. Kesaksian para nabi merupakan
kesaksian Roh di dalam diri mereka, dan Roh Kristuslah yang berada
di dalam diri mereka (1Ptr. 1:10-11). Mereka bernubuat oleh
dorongan Roh Kudus, dan apa yang mereka katakan haruslah
diterima seperti seharusnya. Tuhan memberi mereka Roh-Nya yang
baik untuk mengajar mereka (ay. 20), namun, sebab mereka tidak
mau menerima ajaran-Nya, Ia bersaksi melawan mereka melalui
Roh-Nya. Apabila kita tidak mau membiarkan firman Tuhan mengajar
dan mengatur kita, maka firman itu akan mendakwa dan
menghakimi kita. Tuhan mengutus para nabi, dalam belas kasihnya
kepada umat-Nya (2Taw. 36:15), supaya Ia tidak mengirimkan
penghakiman-penghakiman kepada mereka.
846
(10) Panjang sabar-Nya dan lunaknya teguran-teguran-Nya: Ber-
tahun-tahun lamanya Ia melanjutkan sabar-Nya terhadap mereka (ay.
30), sebab enggan menghukum mereka, dan menunggu untuk
melihat apakah mereka mau bertobat. Dan, ketika benar-benar
menghukum mereka, Ia tidak membinasakan mereka sama sekali dan
tidak meninggalkan mereka (ay. 31). Seandainya Ia meninggalkan
mereka, maka mereka pasti akan binasa. Akan namun , Ia tidak mem-
bangkitkan seluruh murka-Nya, sebab Ia merancang pembaharuan
mereka, dan bukan kebinasaan mereka. Demikianlah mereka banyak
menyebutkan dan mengagung-agungkan contoh-contoh kebaikan
Tuhan terhadap Israel. Kita pun patut berbuat serupa, supaya
kebaikan Tuhan , yang kita renungkan sebagaimana mestinya, dapat
memimpin kita kepada pertobatan dan mengatasi keburukan kita.
Semakin kita bersyukur atas belas kasih Tuhan , semakin kita
merendahkan diri sebab dosa-dosa kita.
III. Di sini ada pengakuan dosa yang penuh penyesalan, dosa-dosa mereka
sendiri, dan dosa-dosa nenek moyang mereka. Semuanya ini disebutkan
secara jalin-menjalin dengan ingatan-ingatan akan perkenanan Tuhan , supaya
kebaikan Tuhan , kendati dengan perbuatan mereka yang menyulut murka-
Nya, dapat terlihat semakin berkilau, dan dosa-dosa mereka, kendati dengan
perkenanan-perkenanan-Nya, dapat terlihat semakin keji. Banyak penggalan
kata dalam pengakuan dosa dan kasih setia ini diambil dari Kitab Yehezkiel
20:5-26, seperti yang akan terlihat dengan membandingkan ayat-ayat dalam
kitab itu dengan ayat-ayat ini. Sebab firman Tuhan sangat bemanfaat untuk
mengarahkan kita dalam berdoa. Dan melalui apa yang dikatakan-Nya
kepada kita, kita dapat belajar apa yang harus kita katakan kepada-Nya.
1. Mereka mengawali pengakuan mereka dengan dosa-dosa Israel di
padang belantara: Mereka, yaitu nenek moyang kami (demikianlah
pembacaan yang lebih baik untuk ayat itu), bertindak angkuh, meskipun
mengingat bagaimana keadaan mereka dahulu, dan bagaimana mereka
belum lama ini telah dibebaskan dari perhambaan, mereka tidak
mempunyai alasan untuk bertindak angkuh, dan bersitegang leher (ay.
16). Keangkuhan merupakan hal yang mendasari sifat keras kepala dan
ketidaktaatan manusia. Mereka merasa direndahkan apabila harus
menunduk di bawah kuk Tuhan , dan merasa begitu besar apabila mereka
menegakkan kehendak mereka menentang kehendak Tuhan sendiri.
Kitab Nehemia 9
847
(1) Ada dua hal yang tidak mereka perhatikan sebagaimana mestinya,
sebab jika tidak demikian, mereka tentu tidak bertindak seperti itu.
Firman Tuhan mereka dengar, namun mereka tidak mendengarkan
perintah-perintah Tuhan . Dan pekerjaan-pekerjaan Tuhan mereka
lihat, namun mereka tidak mengingat perbuatan-perbuatan-Nya
yang ajaib. Andai kata mereka memandangnya sebagai mujizat
seperti yang seharusnya, maka mereka tentu akan berlaku taat atas
dasar iman dan rasa takut yang kudus. Seandainya mereka
memandangnya sebagai rahmat seperti yang seharusnya, maka
mereka tentu akan berlaku taat atas dasar rasa syukur dan kasih
yang kudus. Akan namun , apabila manusia tidak memanfaatkan
dengan benar ketetapan-ketetapan Tuhan ataupun penyelenggaraan-
penyelenggaraan-Nya, apa lagi yang dapat diharapkan dari mereka?
(2) Ada dua dosa yang disebutkan secara khusus di sini, yang menjadi
kesalahan mereka di padang gurun, yaitu berencana kembali,
[1] Ke perhambaan di Mesir, yang, hanya demi bawang putih dan
bawang merah, lebih mereka sukai dibandingkan kemerdekaan yang
gemilang dari Israel milik Tuhan , yang disertai dengan sedikit
banyak kesulitan dan ketidaknyamanan. Dalam pemberontakan
mereka, mereka menunjuk seorang pemimpin untuk kembali ke
perbudakan di Mesir, sebab tidak memercayai kuasa Tuhan dan
memandang rendah janji-Nya yang kudus (ay. 17).
[2] Ke penyembahan berhala orang Mesir: Mereka membuat anak
lembu tuangan, dan mereka begitu dungu hingga berkata, “Inilah
Tuhan mu.”
2. Mereka kemudian meratapi perbuatan-perbuatan nenek moyang mereka
yang menyulut murka Tuhan setelah menduduki Kanaan. Walaupun
mereka hidup mewah sebab kebaikan Tuhan yang besar, namun hal itu
tidak berhasil membuat mereka tetap dekat dengan-Nya. sebab
meskipun demikian, mereka mendurhaka (ay. 26) dan berbuat nista yang
besar. Sebab,
(1) Mereka memperlakukan nabi-nabi Tuhan dengan keji, dan membunuh
nabi-nabi itu sebab memperingatkan mereka dengan maksud
membuat mereka berbalik kepada Tuhan (ay. 26), dan dengan
demikian mereka membalas kebaikan terbesar dengan kejahatan
terbesar.
(2) Mereka menyalahgunakan perkenanan-Nya: namun begitu mereka
mendapat keamanan, kembali mereka berbuat jahat (ay. 28). Mereka
848
tidak dibuat sadar entah oleh kesukaran mereka ataupun oleh
pembebasan mereka dari kesukaran. Baik rasa takut maupun rasa
cinta kasih tidak dapat membuat mereka tetap berpegang pada
kewajiban mereka.
3. Mereka pada akhirnya semakin mendekati masa mereka sendiri, dan
meratapi dosa-dosa yang telah mendatangkan penghukuman-
penghukuman itu ke atas mereka. Penghukuman yang telah lama
membuat mereka mengerang dan yang darinya mereka sekarang baru
sebagian dibebaskan: Kamilah berbuat fasik (ay. 33). Raja-raja kami,
pemimpin-pemimpin kami, imam-imam kami, dan nenek moyang kami,
mereka semua telah bersalah, begitu juga kami di dalam diri mereka (ay.
34). Ada dua hal yang mereka tuduhkan kepada diri mereka sendiri dan
kepada nenek moyang mereka, sebagai penyebab dari kesukaran-
kesukaran yang mereka alami:
(1) Tindakan mereka yang memandang rendah hukum yang baik yang
telah diberikan Tuhan kepada mereka: Mereka berdosa terhadap
peraturan-peraturan-Mu, perintah-perintah yang keluar dari hikmat
ilahi, dan tuntutan-tuntutan yang dibuat oleh kedaulatan ilahi.
Meskipun sudah diberi tahu betapa demi kebaikan mereka sendiri
untuk mengatur perilaku mereka dengan peraturan-peraturan itu,
yang justru memberi hidup kepada orang yang melakukannya (ay.
29), namun mereka tidak mau melakukannya. Dengan demikian,
mereka sebenarnya berkata bahwa mereka tidak mau hidup. Mereka
meninggalkan Dia yang mengasihi mereka dengan setia. Inti sari
kovenan ini, yaitu siapa yang melakukannya akan hidup sebab nya,
diambil dari Yehezkiel 20:13, dan dikutip dalam Galatia 3:12, untuk
membuktikan bahwa dasar hukum Taurat bukanlah iman. Bukan
demikian pada waktu dulu, tidak seperti pada waktu sekarang, yaitu
percayalah dan hidup. Sebaliknya, mereka melintangkan bahu untuk
melawan, demikian dalam tafsiran yang agak luas. Mereka berpura-
pura memikul beban hukum Tuhan di atas bahu mereka, dan
menjalankannya secara bahu-membahu, namun mereka ternyata
melintangkan bahu untuk melawan. Mereka segera
meninggalkannya, tidak mau tetap berpegang padanya, dan tidak
mau mematuhinya. Ketika tiba waktunya, sebagaimana kita berkata,
untuk memulai, mereka pun merasa segan, dan tidak mau dengar.
Hati mereka gemar kembali berbuat jahat, dan meskipun Tuhan
melalui para nabi-Nya memanggil mereka untuk berbalik, mereka
Kitab Nehemia 9
849
tidak menghiraukannya (ay. 30). Tidak ada orang yang menghiraukan
ketika Ia mengulurkan tangan-Nya.
(2) Tindakan mereka yang memandang rendah tanah subur yang telah
diberikan Tuhan kepada mereka (ay. 35): “Dalam kedudukan sebagai
raja, raja-raja kami tidak mau beribadah kepada-Mu, tidak
menggunakan kekuasaan mereka untuk mendukung agama. Rakyat
kami tidak melayani-Mu dengan menggunakan karunia-karunia dari
kebaikan-Mu yang besar, dan tidak mau melakukannya di tanah yang
luas dan subur itu, yang tidak saja Kauberikan kepada mereka
dengan cuma-cuma, namun juga Kauberikan di hadapan mereka
dengan mengenyahkan penduduk aslinya dan melalui kemenangan-
kemenangan telak yang mereka peroleh atas penduduk itu.” Orang-
orang yang tidak mau menjadi hamba kepada Tuhan di negeri sendiri
dibuat menjadi hamba kepada musuh-musuh mereka di negeri asing,
seperti yang telah diancamkan (Ul. 28:47-48). Sungguh disayangkan
bahwa negeri yang subur dihuni oleh penduduk yang jahat, namun
demikian pula halnya dengan Sodom. Kemakmuran dan kelimpahan
acap kali membuat manusia menjadi angkuh dan hanya mementing-
kan kesenangan indrawi.
IV. Di sini ada gambaran yang diberikan dengan penuh kerendahan hati perihal
penghukuman-penghukuman Tuhan , yang telah dan tengah menimpa mereka.
1. Penghukuman-penghukuman pada masa lampau diingat sebagai hal
yang memperparah dosa-dosa mereka, bahwa mereka tidak belajar dari
peringatan. Pada masa pemerintahan hakim-hakim, lawan-lawan mereka
menyesakkan mereka (ay. 27). Dan, ketika mereka berbuat jahat lagi,
Tuhan kembali menyerahkan mereka ke tangan lawan-lawan mereka, yang
pasti tidak akan mampu menyentuh mereka seandainya Tuhan tidak
menyerahkan mereka terlebih dahulu. Akan namun , ketika Tuhan
meninggalkan mereka, lawan-lawan mereka berhasil mengalahkan
mereka dan tetap berkuasa atas mereka.
2. Keadaan mereka sekarang yang celaka dibentangkan di hadapan Tuhan
(ay. 36-37): Sekarang ini kami yaitu budak. Orang Israel yang terlahir
merdeka sekarang diperbudak. Mereka sudah lama menduduki negeri
melalui hak penggunaan tanah yang lebih terhormat dibandingkan
pemberian tanah oleh raja sendiri, yaitu bahkan melalui pemberian
langsung dari Raja sorgawi kepada mereka sebagai umat kesayangan di
atas segala bangsa di bumi. Namun sekarang, negeri itu mereka duduki
melalui hak penggunaan tanah yang rendah seperti petani biasa saja,
850
yang diberikan oleh, dari, dan di bawah raja-raja Persia, yang bagi raja-
raja itu mereka menjadi budak. Sungguh perubahan yang menyedihkan!
namun lihatlah apa akibat dosa! Mereka terikat untuk menjadi budak.
Raja-raja itu memerintah sekehendak hati atas diri kami. Mereka
menggenggam segala harta milik mereka secara tak tentu, menjadi
penyewa sesuai kehendak tuan tanah, dan pajak bumi yang harus
mereka bayar begitu tinggi hingga sama saja dengan harga tanahnya
sendiri. Dengan demikian semua pajak, pendapatan, dan keuntungan
yang diperoleh dari tanah mereka sebenarnya ditambahkan bagi raja.
Dan dengan sekuat tenaga yang dapat mereka berikan untuk
mengerjakan tanah itu, mereka hanya bisa mendapat bahan pokok untuk
menghidupi diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Hal ini, mereka
akui dengan jujur, yaitu akibat dari dosa-dosa mereka. Kemiskinan dan
perbudakan merupakan buah dosa. Dosalah yang membawa kita ke
dalam segala kesesakan.
V. Di sini ada seruan mereka kepada Tuhan di tengah semua malapetaka ini.
1. Melalui permohonan, agar kesusahan mereka janganlah dipandang
remeh (ay. 32). Itulah satu-satunya permohonan yang diajukan dalam
seluruh doa ini. Kesusahan itu dialami semua orang di semua tempat.
Kesusahan itu telah menimpa raja-raja, pemimpin-pemimpin, imam-
imam, nabi-nabi, nenek moyang, dan seluruh umat. Mereka semua telah
sama-sama berdosa (ay. 34), dan sekarang mereka semua terkena peng-
hukuman itu. Kesusahan itu telah berlangsung lama: Sejak zaman raja-
raja Asyur, yang membawa kesepuluh suku ke dalam pembuangan,
sampai hari ini. “Ya Tuhan, janganlah semua ini Kaupandang remeh dan
tidak layak untuk diperhatikan, atau tidak perlu dilegakan.” Mereka tidak
mengatur-ngatur Tuhan tentang apa yang harus Ia lakukan bagi mereka,
namun menyerahkan semuanya kepada-Nya. Mereka hanya ingin agar Ia
berkenan memerhatikan kesusahan mereka, dengan mengingat bahwa
ketika melihat penderitaan umat-Nya di Mesir sudah sangat berat, Ia
turun untuk membebaskan mereka (Kel. 3:7-8). Di dalam permohonan
ini mereka mengarahkan pandangan kepada Tuhan sebagai Tuhan yang
harus ditakuti sebab Ia yaitu Tuhan yang maha besar, kuat dan dahsyat.
Dan sebagai Tuhan yang dapat dipercaya, sebab Ia yaitu Tuhan kami yang
mengikat perjanjian dengan kami, dan Tuhan yang berpegang pada
perjanjian dan kasih setia-Nya.
2. Melalui pengakuan, kendati dengan segala kesusahan mereka, bahwa
sebenarnya itu kurang sebanding dengan apa yang layak mereka
Kitab Nehemia 9
851
dapatkan (ay. 33). Mereka mengakui keadilan Tuhan dalam semua
kesusahan mereka, bahwa Ia tidak berbuat salah kepada mereka. “Kami
telah berbuat fasik dengan melanggar hukum-hukum-Mu, dan oleh
sebab itu Engkau telah berbuat benar dengan mendatangkan semua
kesengsaraan ini ke atas kami.” Perhatikanlah, apabila kita sedang
mendapat teguran pemeliharaan ilahi, meskipun itu begitu keras dan
begitu lama, sudah sepatutnya kita membenarkan Tuhan dan menghakimi
diri kita sendiri. Sebab Ia bersih dalam penghukuman-Nya (Mzm. 51:6).
VI. Di sini ada hasil dan kesimpulan dari seluruh perkara ini. Sesudah keluhan
panjang berkaitan dengan perkara mereka ini disampaikan, mereka pada
akhirnya mengambil tekad ini, bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan
dan kewajiban mereka. Dan mereka berjanji untuk tidak pernah
meninggalkan Tuhan , namun senantiasa menjalankan kewajiban mereka. “Oleh
sebab semuanya ini, kami membuat perjanjian yang teguh dengan Tuhan .
Mengingat betapa sering kami meninggalkan Tuhan , kami sekarang akan
mengikat diri dengan lebih erat lagi kepada-Nya. Oleh sebab kami telah
begitu menderita sebab dosa, sekarang kami bertekad untuk melawannya,
bahwa kami tidak akan melintangkan bahu lagi.” Amatilah,
1. Kovenan ini dibuat dengan pertimbangan yang matang. Ini yaitu hasil
dari serangkaian pemikiran yang selaras, dan dengan demikian
merupakan pelayanan yang masuk akal.
2. Dengan penuh kekhidmatan. Kovenan itu tertulis in perpetuam rei
memoriam – supaya tetap menjadi peringatan sepanjang masa. Kovenan
itu dimeteraikan dan dicatat, supaya bisa menjadi kesaksian untuk
menentang mereka apabila mereka berlaku curang.
3. Dengan persetujuan bersama: “Kami mengikat perjanjian ini. Kami
semua sepakat membuatnya, dan melakukannya dengan suara bulat,
supaya kami bisa menguatkan satu sama lain.”
4. Dengan keteguhan hati: “Ini merupakan perjanjian yang teguh, tanpa
bisa dibatalkan lagi. Dengan kovenan inilah kami akan hidup dan mati,
dan kami tidak akan pernah mundur darinya.” Sejumlah raja, imam, dan
orang Lewi dipilih sebagai wakil jemaat, untuk menandatangani serta
memeteraikan perjanjian itu bagi dan atas nama seluruh umat yang lain.
Sekarang digenapilah janji menyangkut orang Yahudi itu, bahwa sesudah
kembali dari pembuangan, mereka akan menggabungkan diri kepada
TUHAN dalam suatu perjanjian kekal (Yer. 50:5), dan janji dalam Yesaya
44:5 itu, bahwa mereka akan menuliskan pada tangan mereka:
Kepunyaan TUHAN. Orang yang berhati jujur tidak akan takut terhadap
852
jaminan, tidak pula orang-orang yang mengetahui kecurangan hati
mereka sendiri akan menganggap bahwa jaminan itu tidak perlu.
PASAL 10
alam pasal ini kita membaca sebuah penjelasan khusus tentang kovenan
yang dalam penutupan pasal sebelumnya telah ditegaskan. Mereka tidak
membuang-buang waktu, dan segera melaksanakan tekad yang baik itu ketika
mereka dalam suasana hati yang baik, sebab kalau tidak, jika hal itu ditunda,
maka bisa jadi tekad itu tidak pernah terlaksana. Di sini kita mendapati,
I. Nama orang-orang yang menandatangani dan memeteraikan kovenan
itu (ay. 1-27).
II. Sebuah penjelasan tentang orang-orang yang menyatakan persetujuan
dan kesepakatan mereka (ay. 28, 29).
III. Kovenan itu sendiri, dan butir-butirnya secara umum, bahwa mereka
akan “menjalankan perintah-perintah Tuhan ” (ay. 29). Secara khusus,
bahwa mereka tidak akan menikah dengan bangsa-bangsa kafir (ay.
30), atau mencemarkan hari Sabat, atau bersikap kejam terhadap
orang-orang yang berutang kepada mereka (ay. 31). Dan bahwa
mereka dengan penuh perhatian akan membayar segala iuran tempat
ibadah mereka, untuk memelihara ibadah di Bait Suci, yang berjanji
akan mereka ikuti dengan setia (ay. 32-39).
Kovenan Dimeteraikan
(10:1-31)
1 Yang membubuhi meterai yaitu : kepala daerah Nehemia bin Hakhalya, Zedekia, 2
Seraya, Azarya, Yeremia, 3 Pasyhur, Amarya, Malkia, 4 Hatus, Sebanya, Malukh, 5 Harim,
Meremot, Obaja, 6 Daniel, Gineton, Barukh, 7 Mesulam, Abia, Miyamin, 8 Maazya, Bilgai dan
Semaya. Itulah para imam. 9 Sedang dari orang-orang Lewi: Yesua bin Azanya, Binui,
seorang dari antara anak-anak Henadad, Kadmiel. 10 Dan saudara-saudara mereka, yaitu :
Sebanya, Hodia, Kelita, Pelaya, Hanan, 11 Mikha, Rehob, Hasabya, 12 Zakur, Serebya,
Sebanya, 13 Hodia, Bani dan Beninu. 14 Dan dari pemimpin-pemimpin bangsa: Paros,
Pahat-Moab, Elam, Zatu, Bani, 15 Buni, Azgad, Bebai, 16 Adonia, Bigwai, Adin, 17 Ater,
Hizkia, Azur, 18 Hodia, Hasum, Bezai, 19 Harif, Anatot, Nebai, 20 Magpias, Mesulam, Hezir, 21
Mesezabeel, Zadok, Yadua,
D
856
22 Pelaca, Hanan, Anaya, 23 Hosea, Hananya, Hasub, 24 Halohesh, Pilha, Sobek, 25 Rehum,
Hasabna, Maaseya, 26 Ahia, Hanan, Anan, 27 Malukh, Harim dan Baana. 28 Dan orang-orang
yang lain, yaitu : para imam dan orang-orang Lewi, para penunggu pintu gerbang, para
penyanyi, para budak di bait Tuhan dan segala orang yang memisahkan diri dari penduduk
negeri untuk patuh kepada hukum Tuhan , serta isteri mereka, anak-anak lelaki dan anak-
anak wanita mereka, begitu juga semua orang yang cukup dewasa untuk mengerti, 29
menggabungkan diri dengan saudara-saudara mereka, yaitu pemuka-pemuka mereka itu.
Mereka bersumpah kutuk untuk hidup menurut hukum Tuhan yang diberikan dengan
perantaraan Musa, hamba Tuhan itu, dan untuk tetap mengikuti dan melakukan segala
perintah TUHAN, yaitu Tuhan kami, serta segala peraturan dan ketetapan-Nya. 30 Pula
kami tidak akan memberi anak-anak wanita kami kepada penduduk negeri, ataupun
mengambil anak-anak wanita mereka bagi anak-anak lelaki kami. 31 Dan bilamana
penduduk negeri membawa barang-barang dan berbagai-bagai gandum untuk dijual pada
hari Sabat, kami tidak akan membelinya dari mereka pada hari Sabat atau pada hari yang
kudus. Dan kami akan membiarkan begitu saja hasil tanah pada tahun yang ketujuh dan
tidak akan menagih sesuatu hutang.
Pada waktu Israel pertama kali dibawa masuk ke dalam kovenan dengan Tuhan ,
hal itu dilakukan melalui korban dan pemercikan darah (Kel. 24). namun di sini
ikatan kovenan itu dilakukan melalui cara yang lebih wajar dan umum, yaitu
dengan memeteraikan dan menandatangani butir-butir tertulis dari kovenan
tersebut, yang mengikat mereka kepada hal yang tidak lebih dibandingkan apa yang
memang sudah menjadi kewajiban mereka. Sekarang di sini kita mendapati,
I. Nama para tokoh masyarakat yang, sebagai perwakilan dan kepala jemaah,
menandatangani dan memeteraikan kovenan ini, sebab pasti tidak akan ada
habisnya apabila setiap orang harus melakukannya. Dan, jika para pemimpin
ini melakukan bagian mereka menurut kovenan ini, maka teladan mereka akan
memberikan pengaruh yang baik terhadap semua orang. Sekarang amatilah,
1. Nehemia, yang merupakan seorang bupati, menandatangani pertama-
tama, untuk menunjukkan kesungguhannya dalam pekerjaan ini dan
untuk memberikan contoh yang baik kepada orang lain (ay. 1). Orang-
orang yang menempati kedudukan dan kekuasaan lebih tinggi dibandingkan
orang lain harus pergi mendahului mereka di jalan Tuhan .
2. Sesudah Nehemia, 22 orang imam memberikan tanda tangan mereka,
yang di antaranya saya heran tidak mendapati Ezra, yang merupakan
seorang yang giat dalam ibadah (8:3) yang baru saja diselenggarakan
pada hari pertama bulan yang sama, dan sebab itu kita tidak dapat
menganggap dirinya tidak hadir. Sebaliknya, setelah melakukan
bagiannya terlebih dahulu sebagai seorang ahli kitab, Ezra sekarang
menyerahkan kepada orang lain untuk melakukan bagian mereka.
3. Sesudah para imam, 17 orang Lewi menandatangani kovenan ini, yang di
antaranya kita mendapati semua atau sebagian besar dari orang-orang
yang menjadi juru bicara jemaah di dalam doa (9:4-5). Hal ini
Kitab Nehemia 10:1-31
857
menunjukkan bahwa mereka sendiri tergugah oleh apa yang telah
mereka ucapkan, dan tidak mau menimpakan beban-beban itu kepada
orang lain seandainya mereka sendiri enggan menyentuhnya. Orang-
orang yang memimpin di dalam doa haruslah memimpin dalam setiap
pekerjaan baik lainnya.
4. Sesudah orang-orang Lewi, 44 pemimpin bangsa memberikan tanda
tangan bagi diri mereka sendiri dan semua yang lain, terutama orang-
orang yang berada di bawah pengaruh mereka, agar mereka mau
menjalankan perintah-perintah Tuhan . Nama-nama mereka dicatat di sini,
bagi kehormatan mereka, sebagai orang-orang yang bersemangat dan
giat dalam menghidupkan agama kembali dan berupaya untuk
melestarikannya di negeri mereka. Jasa orang-orang yang demikian akan
selalu dikenang. Patut diperhatikan bahwa kebanyakan dari mereka
yang disebutkan dalam pasal 7:8, dst., sebagai kepala kaum atau puak,
disebutkan di sini di antara para pemimpin bangsa yang memberikan
tanda tangan, siapa pun yang menjadi kepala sekarang, yang
menyandang nama orang yang menjadi kepala ketika mereka keluar dari
Babel. Dan orang-orang inilah yang paling pantas untuk menandatangani
kovenan atas nama semua orang yang ada di dalam kaum keluarga
mereka. Di sini ada Paros, Pahat-Moab, Elam, Zatu, Bani (ay. 14), Azgad,
Bebai, Bigwai, Adin, Ater, Hasum, Bezai, Harif, Anatot, dan beberapa yang
lain dalam ayat-ayat berikutnya, yang kesemuanya ditemukan dalam
daftar pada pasal 7. Orang-orang yang memiliki keperluan dalam hal ini
harus menggunakannya bagi Tuhan .
II. Sepakatnya semua rakyat yang lain dengan para tokoh masyarakat, dan
dengan semua imam serta orang Lewi lainnya, yang menunjukkan
persetujuan mereka atas apa yang dilakukan oleh para pemimpin mereka.
Bersama mereka bergabung pula,
1. Istri dan anak-anak mereka. Sebab mereka telah melanggar, dan mereka
harus memperbaharui diri. Setiap orang yang tahu dan mengerti harus
mengadakan kovenan dengan Tuhan . Segera sesudah anak-anak muda
bertumbuh besar dan sanggup membedakan antara yang baik dan yang
buruk, dan bertindak berdasarkan akal sehat, mereka harus mengambil
keputusan sendiri untuk menggabungkan diri kepada TUHAN.
2. Para petobat dari bangsa-bangsa lain, segala orang yang memisahkan diri
dari penduduk negeri, dan dari para Tuhan serta penyembahan kepadanya,
untuk patuh kepada hukum Tuhan dan memeliharanya. Lihatlah apa itu
pertobatan. Pertobatan yaitu memisahkan diri dari cara dan kebiasaan
858
dunia ini, dan mengabdikan diri kepada pimpinan firman Tuhan . Dan,
sama seperti satu hukum saja berlaku, demikian pula satu kovenan saja,
satu baptisan saja, berlaku bagi orang asing dan bagi orang asli. Amatilah
bagaimana kesepakatan seluruh rakyat itu diungkapkan (ay. 29).
(1) Mereka menggabungkan diri dengan saudara-saudara mereka
semuanya. Di sini orang-orang yang diberkati oleh istana, diberkati
juga oleh negeri! Rakyat biasa sepakat dengan para pemuka mereka
dalam pekerjaan yang baik ini. Tokoh-tokoh besar tidak pernah
tampak begitu besar seperti ketika mereka memajukan agama, dan
menjadi teladan dalam agama. Dan melalui hal ini, seperti juga
melalui hal-hal lain, mereka akan mengambil hati para bawahan
mereka yang paling berharga. Hendaklah para pemuka dengan tulus
hati mendukung kepentingan-kepentingan agama, maka mungkin
saja mereka akan mendapati bahwa orang-orang melekat kepada
mereka dengan lebih erat dibandingkan yang dapat mereka bayangkan.
Amatilah, para pemuka mereka disebut sebagai saudara-saudara
mereka. Sebab, dalam perkara-perkara yang menyangkut Tuhan , kaya
dan miskin, tinggi dan rendah, bertemu bersama.
(2) Mereka bersumpah kutuk. Sama seperti para pemuka meneguhkan
kovenan itu dengan tanda tangan dan meterai mereka, demikian
pula rakyat meneguhkannya dengan sumpah dan kutuk, sambil
berseru kepada Tuhan dengan khidmat tentang kesungguhan mereka,
dan bersumpah supaya Tuhan mendatangkan pembalasan-Nya yang
adil jika mereka berlaku curang. Setiap sumpah mengandung kutuk
bersyarat terhadap jiwa, yang membuatnya menjadi ikatan yang
kuat atas jiwa. Sebab lidah kita sendiri, jika itu lidah yang palsu dan
berbohong, akan membuat kita tergelincir, tergelincir sampai jatuh.
III. Maksud umum dari kovenan ini. Mereka tidak membebani diri mereka
sendiri dengan hal lain selain dari hal yang diperlukan ini, yang memang
sudah diwajibkan bagi mereka melalui semua ikatan kewajiban,
kepentingan, dan rasa syukur dalam hal-hal lain, yaitu untuk hidup menurut
hukum Tuhan dan melakukan segala perintah-Nya (ay. 29). Demikian pula
Daud bersumpah bahwa dia akan berpegang pada hukum-hukum Tuhan yang
adil (Mzm. 119:106). Kovenan kita sendiri mengikat kita kepada hal ini de-
ngan lebih masuk akal, kalau bukan dengan lebih kuat, dibandingkan sebelum
kita diikat padanya, dan sebab itu kita tidak boleh menganggap tidak perlu
untuk mengikat diri seperti itu. Amatilah, ketika kita mengikat diri untuk
melakukan perintah-perintah Tuhan , maka kita mengikat diri untuk
Kitab Nehemia 10:1-31
859
melakukan semua perintah-Nya, dan di dalam hal itu untuk mengarahkan
pandangan kita kepada-Nya sebagai Tuhan dan Tuhan kita.
IV. Beberapa butir khusus dari kovenan ini, yang disesuaikan dengan begitu
rupa dengan pencobaan-pencobaan yang sedang mereka alami sekarang ini.
1. Bahwa mereka tidak akan kawin campur dengan bangsa-bangsa kafir
(ay. 30). Banyak dari antara mereka telah bersalah atas perbuatan ini
(Ezr. 9:1). Dalam kovenan kita dengan Tuhan , kita harus berperang secara
khusus melawan dosa-dosa yang paling sering menguasai dan merusak
kita. Orang-orang yang bertekad untuk memegang perintah-perintah Tuhan
harus berkata kepada penjahat-penjahat, menjauhlah dari padaku (Mzm.
119:115).
2. Bahwa mereka tidak akan berjual beli pada hari Sabat, atau hari lain
yang telah dinyatakan oleh hukum Taurat, janganlah kamu melakukan
sesuatu pekerjaan pada hari itu. Mereka bukan hanya tidak akan menjual
barang-barang untuk mencari untung pada hari itu, namun juga tidak
akan mendorong orang-orang asing untuk berjualan pada hari itu
dengan membeli dari mereka, sekalipun itu makanan dan minuman,
dengan alasan kebutuhan. namun mereka akan membeli segala persedia-
an bagi keluarga mereka sehari sebelumnya (ay. 31). Perhatikanlah,
orang-orang yang mengikat kovenan untuk menjalankan semua perintah
Tuhan harus secara khusus mengikat kovenan untuk memelihara hari
Sabat dengan baik. Sebab pencemaran hari Sabat yaitu jalan masuk
kepada pencemaran-pencemaran yang lain. Hari Sabat yaitu hari untuk
memelihara jiwa kita, bukan raga kita.
3. Bahwa mereka tidak akan berlaku keras dalam menagih utang, namun
akan menjadikan tahun ketujuh sebagai tahun pembebasan, menurut
hukum Taurat (ay. 31). Dalam perkara ini mereka telah bersalah (ps. 5),
dan sebab itu di sini mereka berjanji untuk memperbaharuinya. Inilah
puasa yang diperkenan, yaitu membuka belenggu-belenggu kelaliman
dan memerdekakan orang yang teraniaya (Yes. 58:6). Pada akhir hari
pendamaianlah sangkakala Yobel dibunyikan. sebab lalai memelihara
tahun ketujuh sebagai tahun perhentian bagi tanah, maka Tuhan telah
membuat tanah itu menikmati hari Sabatnya selama tujuh puluh tahun
(Im. 26:35). Oleh sebab itu, mereka sekarang mengikat kovenan untuk
menjalankan hukum itu. Sungguh anak-anak yang keras kepala apabila
mereka tidak mau memperbaiki kesalahan yang sebab nya mereka telah
ditegur secara khusus.
860
Tata Ibadah Dijalankan Kembali
(10:32-39)
32 Pula kami mewajibkan diri untuk memberi tiap tahun sepertiga syikal untuk ibadah di
rumah Tuhan kami, yaitu : 33 untuk roti sajian, untuk korban sajian yang tetap, untuk
korban bakaran yang tetap, untuk hari-hari Sabat, bulan-bulan baru dan masa raya yang
tetap, untuk persembahan-persembahan kudus dan korban-korban penghapus dosa,
untuk mengadakan pendamaian bagi orang Israel serta segala pekerjaan di rumah Tuhan
kami.
34 Pula dengan membuang undi kami, yaitu para imam, orang-orang Lewi dan kaum
awam, menetapkan suatu cara untuk menyediakan kayu api. Kayu itu harus dibawa ke
rumah Tuhan kami secara bergilir oleh kaum-kaum keluarga kami pada waktu-waktu
tertentu setiap tahun, supaya di atas mezbah TUHAN Tuhan kami ada api yang menyala,
seperti tertulis dalam kitab Taurat. 35 Lagipula setiap tahun kami akan membawa ke
rumah TUHAN hasil yang pertama dari tanah kami dan buah sulung segala pohon. 36 Pun
kami akan membawa ke rumah Tuhan kami, yaitu kepada para imam yang menyeleng-
garakan kebaktian di rumah Tuhan kami, anak-anak sulung kami dan anak-anak sulung
ternak kami seperti tertulis dalam kitab Taurat, juga anak-anak sulung lembu kami dan
kambing domba kami. 37 Dan tepung jelai kami yang mula-mula, dan persembahan-
persembahan khusus kami, dan buah segala pohon, dan anggur dan minyak akan kami
bawa kepada para imam, ke bilik-bilik rumah Tuhan kami, dan kepada orang-orang Lewi
akan kami bawa persembahan persepuluhan dari tanah kami, sebab orang-orang Lewi
inilah yang memungut persembahan-persembahan persepuluhan di segala kota pertanian
kami. 38 Seorang imam, anak Harun, akan menyertai orang-orang Lewi itu, bila mereka
memungut persembahan persepuluhan. Dan orang-orang Lewi itu akan membawa
persembahan persepuluhan dari pada persembahan persepuluhan itu ke rumah Tuhan
kami, ke bilik-bilik rumah perbendaharaan. 39 sebab orang Israel dan orang Lewi harus
membawa persembahan khusus dari pada gandum, anggur dan minyak ke bilik-bilik itu.
Di situ ada perkakas-perkakas tempat kudus, pula para imam yang menyelenggarakan
kebaktian, para penunggu pintu gerbang dan para penyanyi. Kami tidak akan
membiarkan rumah Tuhan kami.
Setelah mengikat kovenan untuk melawan dosa-dosa yang telah menjadi
kesalahan mereka, mereka melanjutkan dengan bertekad untuk menghidupkan
kembali dan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah mereka abaikan.
Kita tidak hanya harus berhenti berbuat jahat, namun juga belajar berbuat baik.
I. Ditetapkan, secara umum, bahwa ibadah di Bait Suci harus dipelihara
dengan penuh perhatian, sehingga pekerjaan rumah Tuhan mereka dapat
dilakukan pada waktunya, sesuai dengan hukum Taurat (ay. 33). Janganlah
suatu bangsa mengharapkan berkat Tuhan kecuali mereka, dengan kesadaran
hati nurani, bertekad untuk melaksanakan ketetapan-ketetapan-Nya dan
memelihara ibadah umum kepada-Nya. Rumah kita baru akan berjalan
dengan baik apabila kita memberi perhatian agar pekerjaan rumah Tuhan
terus berjalan dengan baik. Ditetapkan juga bahwa mereka tidak akan
pernah membiarkan rumah Tuhan mereka (ay. 39), seperti yang telah
dilakukan oleh mereka dan nenek moyang mereka. Bahwa mereka tidak
akan meninggalkannya demi rumah Tuhan lain mana pun, atau demi bukit-
Kitab Nehemia 10:1-31
861
bukit pengorbanan, seperti yang dilakukan oleh para penyembah berhala,
dan tidak akan meninggalkannya demi ladang dan barang dagangan mereka,
seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak percaya akan Tuhan dan
hidup cemar. Orang-orang yang meninggalkan ibadah kepada Tuhan berarti
meninggalkan Tuhan .
II. Ditetapkan, menurut putusan ini, bahwa mereka akan memelihara ibadah di
Bait Suci dengan penuh kemurahan hati, dan tidak akan membiarkan hamba-
hamba Tuhan kelaparan. Para imam siap untuk melakukan bagian mereka
dalam seluruh pekerjaan rumah Tuhan , jika umat mau melakukan bagian
mereka, yaitu menyediakan bahan-bahan untuk dikerjakan para imam.
Sekarang di sini disepakati dan diputuskan,
1. Bahwa akan dibuat suatu persediaan untuk melengkapi meja dan
mezbah Tuhan secara berlimpah. Dahulu ada perbendaharaan di rumah
Tuhan untuk tujuan ini, namun semuanya sudah hilang sekarang, dan
tidak ada dana tetap untuk menutupi kekurangannya. Tugas yang harus
dilakukan secara terus-menerus yaitu menyediakan roti sajian untuk
meja, dua domba untuk persembahan harian, empat domba untuk hari
Sabat, dan korban-korban yang lebih banyak dan lebih mahal untuk
perayaan-perayaan lain, yaitu korban penghapus dosa, korban sajian,
dan korban curahan untuk semua perayaan itu. Mereka tidak memiliki
raja yang kaya untuk menyediakan semuanya ini, seperti yang dilakukan
oleh raja Hizkia. Para imam tidak mampu menyediakannya, sebab per-
sediaan untuk mereka sangatlah sedikit. Oleh sebab itu, umat setuju
untuk menyumbang setiap tahun, tiap-tiap orang dari mereka, sepertiga
dari satu syikal, sekitar lima gram perak untuk menanggung pembiayaan
ini. Apabila setiap orang mau bertindak, dan setiap orang mau memberi,
walaupun sedikit saja, untuk suatu pekerjaan yang baik, maka jumlah
keseluruhannya akan menjadi besar. Kepala daerah tidak membebankan
pajak ini, namun rakyat menjadikannya sebagai ketetapan bagi diri
mereka sendiri, dan mereka mewajibkan diri untuk membayarnya (ay.
32-33).
2. Bahwa perhatian khusus harus diberikan untuk menyediakan kayu
bakar bagi mezbah, supaya api selalu menyala di atasnya, dan supaya
bisa dipakai memasak korban keselamatan. Semuanya, para imam dan
orang Lewi serta umat, setuju untuk membawa bagian mereka, dan
membuang undi bagi giliran mereka untuk membawanya, keluarga siapa
yang lebih dahulu dan siapa selanjutnya, supaya akan selalu ada per-
sediaan, dan tidak ada kekurangan pada satu waktu dan kelebihan pada
862
waktu lain (ay. 34). Demikianlah mereka menyediakan api dan kayu, dan
juga domba bagi korban bakaran.
3. Bahwa semua yang telah ditetapkan oleh hukum ilahi bagi pemeliharaan
para imam dan orang Lewi harus dibayarkan sebagaimana mestinya,
untuk menyemangati mereka agar mengurusi pekerjaan mereka, dan
agar mereka tidak tergoda untuk mengabaikannya sebab harus
memenuhi persediaan yang diperlukan bagi keluarga mereka. Pekerjaan
rumah Tuhan baru akan terus berlanjut apabila orang-orang yang melayani
di mezbah bisa hidup, dan hidup dengan nyaman, dari persembahan di
atas mezbah. Hasil pertama dan persepuluhan merupakan cabang-cabang
utama dari pendapatan hamba-hamba Tuhan pada saat itu. Dan mereka di
sini menetapkan hati,
(1) Untuk membawa hasil pertama dengan jujur, hasil pertama dari
ladang dan pohon mereka (Kel. 23:19; Im. 19:23), yang sulung dari
anak-anak mereka (bahkan uang tebusan untuk menebus anak
sulung mereka) dan dari ternak mereka (Kel. 13:2, 11-12). Semuanya
ini diberikan kepada para imam (Bil. 18:15-16). Demikian pula
dengan hasil pertama dari tepung jelai mereka (Bil. 15:21), yang
tentangnya diberikan perintah khusus di dalam nubuatan mengenai
Bait Suci yang kedua (Yeh. 44:30).
(2) Untuk membawa persepuluhan mereka juga, yang menjadi hak
orang-orang Lewi (ay. 37), dan sepersepuluh dari persepuluhan
tersebut kepada imam (ay. 38). Hukum mengenai hal ini ada tertulis
(Bil. 18:21-28). namun hak-hak ini telah ditahan, dan sebagai
akibatnya Tuhan , melalui seorang nabi, mendakwa mereka
telah merampok-Nya (Mal. 3:8-9, KJV). namun pada saat yang sama, Ia
mendorong mereka untuk berbuat lebih adil kepada-Nya dan kepada
orang-orang yang berhak menerima, dengan janji bahwa, jika
mereka membawa persepuluhan itu ke dalam rumah perben-
daharaan, maka Ia akan mencurahkan berkat kepada mereka (Mal.
3:10). Oleh sebab itu, inilah yang bertekad mereka lakukan, yaitu
agar ada makanan di rumah Tuhan , dan ada persediaan melimpah di
bilik-bilik Bait Suci, di mana perkakas-perkakas tempat kudus ber-
ada (ay. 39). “Kami akan melakukannya (kata mereka) di segala kota
pertanian kami" (ay. 37). Di segala kota perbudakan kami, demikian
dikatakan dalam Septuaginta (Perjanjian Lama terjemahan bahasa
Yunani – pen.), sebab mereka yaitu budak-budak di negeri mereka
sendiri (9:36). Namun (seperti yang dicermati dengan baik oleh
Tuan Poole), kendati mereka membayar pajak yang tinggi kepada
Kitab Nehemia 10:1-31
863
raja-raja Persia, dan dibebani dengan banyak kesusahan, mereka
tidak mau menjadikannya sebagai alasan untuk tidak membayar per-
sepuluhan mereka. Sebaliknya, mereka mau memberikan kepada
Tuhan apa yang wajib diberikan kepada Tuhan , dan juga kepada Kaisar
apa yang wajib diberikan kepada Kaisar. Kita harus melakukan apa
yang dapat kita lakukan dalam berbuat saleh dan amal, terlepas dari
pajak-pajak yang harus kita bayarkan kepada pemerintah. Dan kita
harus dengan senang hati melakukan kewajiban kita kepada Tuhan
dalam masa perhambaan, yang akan menjadi jalan paling pasti
menuju kemudahan dan kemerdekaan pada waktu yang ditetapkan
Tuhan .
PASAL 1 1
erusalem dikelilingi oleh tembok, namun kota itu masih belum dihuni
secara penuh, dan sebab itu lemah dan dianggap hina. Yang menjadi
perhatian Nehemia berikutnya yaitu membawa masuk orang-orang ke
dalamnya. Penjelasan tentang hal itu kita dapati di sini.
I. Cara-cara yang diambil untuk memenuhi kembali kota itu (ay. 1-2).
II. Orang-orang penting yang tinggal di sana, dari suku Yehuda dan suku
Benyamin (ay. 3-9), dari para imam dan orang Lewi (ay. 10-19).
III. Sejumlah kota dan desa di Yehuda dan Benyamin yang dihuni oleh
orang-orang selebihnya dari kedua kaum itu (ay. 20-36).
Yerusalem Dihuni Kembali
(11:1-19)
1 Para pemimpin bangsa menetap di Yerusalem, sedang orang-orang lain membuang undi
untuk menentukan satu dari sepuluh orang yang harus menetap di Yerusalem, kota yang
kudus itu, sedang yang sembilan orang lagi tinggal di kota-kota yang lain. 2 Orang-orang
memuji setiap orang yang rela menetap di Yerusalem. 3 Inilah kepala-kepala propinsi
Yehuda yang menetap di Yerusalem, sedang di kota-kota di Yehuda setiap orang, yaitu
orang-orang Israel awam, para imam, orang-orang Lewi, para budak di bait Tuhan dan
keturunan para hamba Salomo, tinggal di tanah miliknya, di kotanya sendiri. 4 Di
Yerusalem tinggal orang-orang dari bani Yehuda dan bani Benyamin. Dari anak-anak
Yehuda: Ataya bin Uzia bin Zakharia bin Amarya bin Sefaca bin Mahalaleel dari bani
Peres, 5 dan Maaseya bin Barukh bin Kolhoze bin Hazaya bin Adaya bin Yoyarib bin
Zakharia keturunan orang Syela. 6 Semua bani Peres yang tinggal di Yerusalem berjumlah
empat ratus enam puluh delapan orang yang gagah perkasa. 7 Dan inilah bani Benyamin:
Salu bin Mesulam bin Yoëd bin Pedaya bin Kolaya bin Maaseya bin Itiel bin Yesaya.
8 Dan sesudah dia: Gabai, Salai: sembilan ratus dua puluh delapan orang.
9 Yoël bin Zikhri yaitu pengawas mereka, sedang Yehuda bin Hasenua yaitu wakil
penguasa kota. 10 Dari para imam: Yedaya bin Yoyarib, Yakhin, 11 Seraya bin Hilkia bin
Mesulam bin Zadok bin Merayot bin Ahitub, pemuka rumah Tuhan , 12 dan saudara-saudara
mereka yang bertugas di rumah itu: delapan ratus dua puluh dua orang. Pula Adaya bin
Yeroham bin Pelalya bin Amzi bin Zakharia bin Pasyhur bin Malkia 13 dan saudara-
saudaranya, kepala-kepala kaum keluarga: dua ratus empat puluh dua orang. Dan Amasai
bin Asareel bin Ahzai bin Mesilemot bin Imer, 14 dan saudara-saudara mereka, pahlawan-
Y
866
pahlawan yang gagah perkasa, seratus dua puluh delapan orang dengan Zabdiel bin
Gedolim sebagai pengawas mereka. 15 Dari orang-orang Lewi: Semaya bin Hasub bin
Azrikam bin Hasabya bin Buni. 16 Pula Sabetai dan Yozabad, kepala-kepala orang-orang
Lewi, yang mengawasi pekerjaan di luar rumah Tuhan . 17 Lalu Matanya bin Mikha bin
Zabdi bin Asaf, pemimpin yang mengangkat nyanyian syukur dalam doa, dan Bakbukya,
orang kedua di antara saudara-saudaranya, dan Abda bin Samua bin Galal bin Yedutun. 18
Semua orang Lewi di kota kudus ada dua ratus delapan puluh empat orang. 19 Para
penunggu pintu gerbang: Akub dan Talmon dengan saudara-saudara mereka yang
mengadakan penjagaan di pintu-pintu gerbang, berjumlah seratus tujuh puluh dua orang.
Yerusalem disebut di sini sebagai kota yang kudus (ay. 1), sebab di sanalah Bait
Suci berada, dan itulah tempat yang dipilih Tuhan supaya nama-Nya tinggal di
sana. Oleh sebab itu, orang akan berpikir, benih yang kudus seharusnya memilih
untuk tinggal di sana dan berusaha mencari tempat bermukim di sana. Akan
namun , sebaliknya, sepertinya mereka menolak tinggal di sana,
1. sebab perilaku hidup yang lebih ketat diharapkan dari penduduk Yerusalem
dibandingkan dari penduduk lain, dan mereka tidak bersedia memenuhinya.
Orang-orang yang dengan sendirinya tidak ambil peduli untuk menjadi kudus,
pasti merasa enggan untuk tinggal di kota yang kudus. Mereka tidak mau
tinggal di Yerusalem Baru itu sendiri sebab alasan tersebut, sebaliknya,
mereka berharap untuk memiliki kota yang tetap di sini di atas bumi. Atau,
2. sebab Yerusalem, dari antara semua tempat, yaitu yang paling dibenci
oleh bangsa-bangsa kafir di sekitar mereka, dan segala rancangan jahat dari
bangsa-bangsa itu dilancarkan untuk melawannya, yang membuat kota itu
menjadi tempat yang berbahaya (seperti yang biasa terjadi dengan tempat
kehormatan), dan sebab nya mereka tidak bersedia untuk
memperhadapkan diri mereka sendiri pada bahaya di sana. Ketakutan akan
penganiayaan dan celaan, dan membawa diri ke dalam masalah, membuat
banyak orang tetap berada di luar Bait Suci, dan membuat mereka mundur
dan tidak mau tampil bagi Tuhan dan agama. Namun mereka tidak
mempertimbangkan bahwa, sama seperti Yerusalem diancam dan dihina
oleh musuh-musuhnya dengan suatu kebencian khusus, demikian pula kota
itu dilindungi oleh Tuhan nya dengan perhatian khusus dan dijadikan tempat
kediaman yang aman (Yes. 33:20; Mzm. 46:5-6). Atau,
3. sebab lebih menguntungkan bagi mereka secara duniawi untuk tinggal di
pedesaan. Yerusalem bukanlah kota perdagangan, dan sebab nya tidak ada
uang yang akan didapat di sana dengan berdagang, seperti yang bisa
diperoleh di desa melalui gandum dan ternak. Perhatikanlah, semuanya
mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus (Flp. 2:21).
Sungguh suatu keluhan yang sering terdengar dan wajar bahwa kebanyakan
orang lebih mendahulukan kekayaan, pujian, kesenangan, kenyamanan, dan
Kitab Nehemia 11:1-19
867
keamanan mereka sendiri dibandingkan kemuliaan Tuhan dan kebaikan bersama.
sebab orang-orang sedemikian enggan untuk tinggal di Yerusalem, yang
sekarang ini miskin, kita diberi tahu di sini,
I. Dengan cara apa kota itu dipenuhi kembali.
1. Para pemimpin tinggal di sana (ay. 1). Kota itu yaitu tempat yang tepat
bagi mereka untuk tinggal, sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi
pengadilan (Mzm. 122:5), dan ke sanalah, dalam segala perkara yang
sukar, orang-orang datang dengan pengaduan mereka yang terakhir. Dan
jika tinggal di sana pada saat ini merupakan contoh dari rasa cinta yang
besar terhadap rumah Tuhan , semangat untuk mewujudkan kebaikan
bersama, dan contoh dari iman, keberanian yang kudus, dan
penyangkalan diri, maka para pemimpin ingin menjadi teladan dari
semuanya ini bagi para bawahan mereka. Tinggalnya mereka di sana
akan mengundang dan mendorong orang-orang lain untuk tinggal di
sana pula. Magnates magnetes – para pembesar mempunyai daya tarik.
Apabila tokoh-tokoh besar memilih kota suci sebagai tempat tinggal
mereka, maka teladan mereka akan membuat kekudusan mempunyai
nama baik, dan semangat mereka akan menggerakkan sangat banyak
orang.
2. Ada sebagian orang yang menawarkan diri secara sukarela untuk tinggal
di Yerusalem, yang dengan mulia melepaskan kepentingan duniawi
mereka sendiri demi kesejahteraan umum (ay. 2). Dicatat, bagi
kehormatan mereka, bahwa ketika orang lain enggan memberanikan diri
untuk menghadapi kesukaran, kerugian, dan bahaya, mereka mencari
kebaikan Yerusalem oleh sebab rumah TUHAN, Tuhan mereka. Orang-
orang yang mencintai Sion seperti itu akan mendapat sentosa (Mzm.
122:6, 9). Dikatakan (KJV), bahwa orang-orang memberkati
mereka. Orang-orang memuji mereka, orang-orang berdoa bagi mereka,
orang-orang memuji Tuhan sebab mereka. Banyak orang yang meskipun
tidak tampak tergerak sendiri untuk mewujudkan kebaikan bersama,
namun mau memberikan kata-kata yang baik kepada mereka yang
tergerak untuk melakukannya. Tuhan dan manusia akan memberkati
orang-orang yang menjadi berkat bagi banyak orang, yang haruslah
mendorong kita untuk bersemangat dalam melakukan kebaikan.
3. Para pemimpin itu, sebab mendapati bahwa sekalipun demikian masih
ada tempat, setelah meninjau kembali seluruh kumpulan bangsa itu,
memutuskan untuk membawa satu dari sepuluh orang untuk tinggal di
Yerusalem. Siapa yang akan tinggal ditentukan oleh undi, yang hasilnya,
868
semua orang tahu, berasal dari Tuhan. Hal ini akan mencegah
perselisihan, dan akan memberi kepuasan besar bagi orang-orang yang
kena undi untuk tinggal di Yerusalem, sehingga mereka dengan jelas
melihat bahwa Tuhan telah menetapkan batas-batas kediaman mereka.
Mereka menggunakan perbandingan satu dari sepuluh, seperti yang
dapat kita duga, untuk menjaga keseimbangan yang adil dan setara
antara kota dan desa. Jadi, hal itu tampak merujuk kepada aturan yang
sudah ada sejak dulu tentang memberikan persepuluhan kepada Tuhan .
Dan apa yang diberikan kepada kota kudus dipandang-Nya sebagai
pemberian kepada diri-Nya sendiri.
II. Dengan orang-orang seperti apa kota itu dipenuhi kembali. Sebuah
gambaran umum diberikan di sini tentang para penduduk Yerusalem, sebab
kaum-kaum di Yehuda memandang mereka sebagai kekuatan oleh sebab
TUHAN semesta alam, Tuhan mereka, dan menghargai mereka sebagaimana
mestinya (Za. 12:5).
1. Banyak dari keturunan Yehuda dan Benyamin tinggal di sana. Sebab,
pada awalnya, sebagian dari kota itu termasuk milik pusaka salah satu
suku tersebut, dan sebagian lagi termasuk milik pusaka suku yang
lainnya. namun bagian yang lebih besar dari kota itu termasuk milik
pusaka suku Benyamin, dan sebab nya di sini kita mendapati keturunan
Yehuda hanya berjumlah 468 keluarga di Yerusalem (ay. 6), sedang
keturunan Benyamin 928 keluarga (ay. 7-8). Begitulah sedikitnya bangsa
Israel pada permulaannya, namun sesudahnya, sebelum zaman
Juruselamat kita, jumlah mereka bertambah jauh lebih besar. Orang-
orang Yehuda semuanya berasal dari keturunan Peres atau Pares, anak
Yehuda yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia.
Dan, kendati orang-orang Benyamin lebih banyak jumlahnya, namun
tentang orang-orang Yehuda tetap dikatakan (ay. 6) bahwa mereka ada-
lah orang-orang yang gagah perkasa, layak untuk bertugas, dan sanggup
mempertahankan kota itu jika terjadi serangan. Yehuda tidaklah
kehilangan citra dirinya yang sudah ada sejak dulu sebagai anak singa,
gagah dan berani. Tentang orang-orang Benyamin yang tinggal di
Yerusalem, kita diberi tahu di sini siapa yang menjadi pengawas
mereka, dan siapa yang menjadi wakil penguasa kota (ay. 9). Sebab bagi
suatu bangsa, menjaga tata tertib di antara mereka sendiri yaitu sama
pentingnya seperti mempunyai benteng untuk menangkis serangan
musuh-musuh dari luar. Dan memiliki hakim-hakim yang baik sama
pentingnya seperti memiliki prajurit-prajurit yang baik.
Kitab Nehemia 11:1-19
869
2. Para imam dan orang-orang Lewi banyak yang tinggal di Yerusalem.
Sebab ke mana lagi orang-orang yang kudus bagi Tuhan harus tinggal,
selain di kota yang kudus?
(1) Sebagian besar imam, dapat kita duga, tinggal di sana, sebab urusan
mereka ada di mana Bait Suci berada. Dari orang-orang yang
melakukan pekerjaan rumah Tuhan sesuai giliran mereka, di sini ada
822 orang dari satu keluarga, 242 orang dari keluarga lain, dan 128
orang dari keluarga yang lainnya lagi (ay. 12-14). Sungguh baik
bahwa para pekerja itu tidaklah sedikit. Dikatakan tentang sebagian
dari mereka bahwa mereka yaitu pahlawan-pahlawan yang gagah
perkasa (ay. 14). Memang penting bagi mereka untuk menjadi orang-
orang yang demikian, sebab imamat bukan hanya suatu pekerjaan,
yang menuntut kekuatan, melainkan juga suatu peperangan, yang
menuntut keberanian, terutama sekarang ini. Tentang salah satu dari
para imam ini dikatakan bahwa dia yaitu anak keluarga terkemuka
(KJV). Bukan suatu penghinaan bagi seorang tokoh terbesar sekalipun
untuk memiliki seorang anak yang menjabat sebagai imam. Ia bisa
saja mengagungkan pekerjaannya, sebab pekerjaannya itu sama
sekali tidak mengecilkan dirinya.
(2) Sebagian dari orang-orang Lewi juga datang dan tinggal di
Yerusalem, namun jumlahnya terbilang sedikit saja, 284 orang
semuanya (ay. 18), dengan 172 para penunggu pintu gerbang (ay.
19), sebab sebagian besar pekerjaan mereka yaitu mengajar
pengetahuan yang baik tentang Tuhan di seluruh penjuru negeri, dan
sebab itu mereka harus tersebar di Israel. Sebanyak mungkin orang
Lewi yang dibutuhkan tinggal di Yerusalem, sedang yang lain
berbuat baik di tempat-tempat lain.
[1] Dikatakan tentang salah satu dari orang-orang Lewi bahwa dia
mengawasi pekerjaan di luar rumah Tuhan (ay. 16). Para imam
yaitu pengelola utama atas pekerjaan di dalam pintu gerbang
Bait Suci. namun orang Lewi ini dipercaya untuk mengatur
urusan-urusan duniawi di rumah Tuhan , in ordine ad spiritualia –
yang tunduk pada urusan-urusan rohaninya, untuk
mengumpulkan sumbangan, menyediakan bahan-bahan untuk
ibadah di bait suci, dan sejenisnya. Semuanya itu perlu diawasi,
sebab jika tidak, maka urusan rohaninya akan terbengkalai dan
tidak berjalan. Orang-orang yang mengurus ta exō – urusan-
urusan lahiriah jemaat, yang melayani kebutuhan meja, sama
870
pentingnya di tempat mereka seperti orang-orang yang
mengurus ta esō – urusan-urusan batiniahnya, yang memberi diri
untuk pelayanan firman dan doa.
[2] Dikatakan pula tentang orang Lewi yang lain bahwa dia
yaitu pemimpin yang mengangkat nyanyian syukur dalam
doa. Mungkin dia mempunyai telinga dan suara yang bagus, dan
merupakan seorang penyanyi yang ahli, dan sebab nya dipilih
untuk memimpin mazmur. Ia yaitu seorang penyanyi utama di
dalam Bait Suci. Cermatilah, ucapan syukur yaitu hal yang perlu
dalam doa. Keduanya harus berjalan beriringan. Mengucap
syukur atas belas kasihan yang dulu yaitu cara yang pantas
untuk memohon belas kasihan lebih lanjut. Dan dalam ibadah
umum, perhatian harus diberikan supaya segala sesuatu
dilakukan dengan cara yang terbaik, berlangsung dengan sopan
dan teratur. Dalam doa, harus diperhatikan supaya yang seorang
berbicara dan yang lain mendengar. Dalam bernyanyi, harus di-
perhatikan supaya yang seorang memulai dan yang lain
mengikuti.
Penempatan Orang-orang Israel
(11:20-36)
20 Selebihnya dari orang-orang Israel awam dan dari para imam dan orang-orang Lewi
ada di semua kota Yehuda, masing-masing di tanah pusakanya. 21 namun para budak di
bait Tuhan tinggal di Ofel. Ziha dan Gispa yaitu pemimpin para budak di bait Tuhan itu. 22
Pengawas orang-orang Lewi di Yerusalem yaitu Uzi bin Bani bin Hasabya bin Matanya
bin Mikha dari bani Asaf, yaitu para penyanyi yang menyanyi sementara berlangsung
kebaktian di rumah Tuhan . 23 sebab mengenai mereka ada perintah raja yang menetap-
kan peraturan untuk para penyanyi menurut keperluan setiap hari. 24 Petahya bin
Mesezabeel dari bani Zerah bin Yehuda diperbantukan kepada raja untuk segala urusan
mengenai bangsa itu. 25 Tentang tempat-tempat kediaman di daerah perladangan,
sebagian dari bani Yehuda tinggal di Kiryat-Arba dan segala anak kotanya, di Dibon dan
segala anak kotanya dan di Yekabzeel dan desa-desanya; 26 di Yesua, di Molada dan Bet-
Pelet, 27 di Hazar-Sual, di Bersyeba dan segala anak kotanya, 28 di Ziklag, di Mekhona dan
segala anak kotanya, 29 di En-Rimon, Zora, Yarmut, 30 Zanoah, Adulam dan desa-desanya,
di Lakhis dan ladang-ladangnya, dan di Azeka dan segala anak kotanya. Demikianlah
mereka berkampung dari Bersyeba sampai lebak Hinom. 31 Dan bani Benyamin tinggal
mulai dari Geba, di Mikhmas, di Aya, di Betel dan segala anak kotanya, 32 di Anatot, Nob
dan Ananya, 33 di Hazor, Rama dan Gitaim, 34 di Hadid, Zeboim dan Nebalat, 35 di Lod dan
di Ono, Lembah Tukang-tukang. 36 Beberapa rombongan orang Lewi dari Yehuda
bergabung dengan orang Benyamin.
Sesudah memberikan sebuah penjelasan tentang orang-orang penting yang
tinggal di Yerusalem (penjelasan yang lebih banyak tentang mereka sudah kita
Kitab Nehemia 11:1-19
871
dapati sebelumnya, 1Taw. 9:2, dst.), Nehemia, dalam ayat-ayat ini, memberi kita
sedikit banyak penjelasan tentang kota-kota lain, yang di dalamnya tinggal
selebihnya dari orang-orang Israel awam (ay. 20). Sudah menjadi tuntutan
bahwa Yerusalem harus dipenuhi kembali, namun tidak dengan begitu rupa
hingga menghabiskan orang-orang di desa. Raja sendiri dihormati dan dipenuhi
kebutuhannya di daerah, maka daerah tidak akan berguna sama sekali jika tidak
ada tangan-tangan untuk mengelolanya. Oleh sebab itu, janganlah ada
perselisihan, iri hati, penghinaan, dan permusuhan di antara penduduk kota dan
penduduk desa. Keduanya diperlukan, keduanya berguna, tidak ada yang dapat
diabaikan.
1. Para budak di Bait Tuhan , yaitu keturunan orang-orang Gibeon, tinggal di
Ofel, yang berada di balik tembok Yerusalem (3:26), sebab mereka harus
melakukan pekerjaan kasar di Bait Suci. Oleh sebab itu, mereka harus
ditempatkan di dekatnya, supaya mereka dapat siap untuk datang dan
melayani (ay. 21).
2. Kendati orang-orang Lewi tersebar di seluruh kota Yehuda, namun mereka
memiliki seorang pengawas yang tinggal di Yerusalem, yang menjadi atasan
dari kaum dan daerah mereka, dan yang kepadanya mereka datang untuk
meminta petunjuk. Pengawas itu mengurusi urusan-urusan mereka dan
mengawasi perilaku mereka, apakah mereka menjalankan tugas mereka (ay.
22).
3. Sebagian dari para penyanyi ditunjuk untuk mengurus perbaikan-perbaikan
yang diperlukan di bait suci, sebab mereka orang-orang yang terampil, dan
mempunyai waktu luang di sela-sela jam kerja mereka. Mereka menyanyi
sementara berlangsung kebaktian di rumah Tuhan (ay. 22). Dan, tampaknya,
raja Persia bersikap begitu hormat terhadap jabatan mereka sehingga dia
menentukan bagian khusus untuk mereka, di samping apa yang menjadi hak
mereka sebagai orang Lewi (ay. 23).
4. Di sini ada seseorang yang menjadi wakil raja di Yerusalem. Ia berasal dari
keturunan Zerah (ay. 24). Sebab dari keluarga Yehuda tersebut ada sebagian
orang yang baru menetap di Yerusalem, dan tidak semuanya berasal dari
Peres, seperti yang tampak melalui daftar lain (1Taw. 9:6). Ia dikatakan
diperbantukan kepada raja, atau di pihak raja, untuk segala urusan mengenai
bangsa itu, untuk menyelesaikan perselisihan yang timbul antara para
pejabat raja dan rakyatnya, dan untuk memastikan bahwa apa yang menjadi
hak raja dari rakyat dibayarkan dengan semestinya, dan apa yang diizinkan
oleh raja untuk ibadah di Bait Suci diberikan dengan semestinya. Dan
sungguh berbahagia orang-orang Yahudi bahwa salah satu dari mereka
sendiri memegang jabatan ini.
872
5. Di sini ada sebuah penjelasan tentang desa-desa, atau kota-kota kecil, yang
dihuni oleh orang-orang Israel awam selebihnya, yaitu kota-kota di mana
bani Yehuda tinggal (ay. 25-30), kota-kota yang dihuni oleh bani Benyamin
(ay. 31-35), dan pembagian untuk orang-orang Lewi di antara keduanya (ay.
36). Kita anggap saja sekarang bahwa mereka hidup aman dan nyaman,
kendati jumlah mereka sedikit dan miskin. namun oleh berkat Tuhan , besar
kemungkinan bagi mereka untuk berkembang di dalam kekayaan dan
kekuasaan. Dan kemungkinan itu lebih besar lagi seandainya tidak ada
kecemaran yang dilakukan oleh semua orang di antara mereka, dan sikap
suam-suam kuku di dalam agama. sebab kedua alasan itulah mereka
didakwa dalam nama Tuhan oleh nabi Maleakhi, yang diduga bernubuat di
sekitar zaman ini, dan yang di dalam dirinya nubuatan berhenti selama
beberapa abad, sampai nubuatan itu dihidupkan kembali dalam diri Sang
Nabi besar dan seorang pendahulu-Nya.
PASAL 12
Dalam pasal ini terdapat catatan tentang,
I. Nama-nama para imam dan orang-orang Lewi yang datang bersama
Zerubabel (ay. 1-9).
II. Pergantian kepala-kepala imam secara turun-temurun (ay. 10-11).
III. Nama-nama para kepala imam yang lain dari angkatan selanjutnya (ay.
12-21).
IV. Orang-orang Lewi terkemuka yang hidup pada zaman Nehemia (ay. 22-
26).
V. Upacara penahbisan tembok Yerusalem (ay. 27-43).
VI. Penetapan tugas-tugas para imam dan orang Lewi di dalam bait suci
(ay. 44-47).
Para Imam dan Orang-orang Lewi yang Kembali Pulang
(12:1-26)
1 Inilah para imam dan orang-orang Lewi yang berangkat pulang bersama-sama
Zerubabel bin Sealtiel dan Yesua: Seraya, Yeremia, Ezra, 2 Amarya, Malukh, Hatus, 3
Sekhanya, Rehum, Meremot, 4 Ido, Ginetoi, Abia, 5 Miyamin, Maaja, Bilga, 6 Semaya,
Yoyarib, Yedaya, 7 Salu, Amok, Hilkia dan Yedaya. Itulah kepala-kepala imam dan saudara-
saudara mereka pada zaman Yesua. 8 Dari orang-orang Lewi: Yesua, Binui, Kadmiel,
Serebya, Yehuda dan Matanya. Matanya ini dan saudara-saudaranya memimpin nyanyian
syukur, 9 sementara Bakbukya dan Uni dan saudara-saudara mereka berdiri di hadapan
mereka itu menurut kelompok-kelompok tugas. 10 Yesua memperanakkan Yoyakim, dan
Yoyakim memperanakkan Elyasib, dan Elyasib memperanakkan Yoyada, 11 dan Yoyada
memperanakkan Yonatan, dan Yonatan memperanakkan Yadua. 12 Pada zaman Yoyakim
yang menjadi imam yaitu kepala-kepala kaum keluarga ini: Meraya, dari kaum keluarga
Seraya, Hananya dari kaum keluarga Yeremia, 13 Mesulam dari kaum keluarga Ezra, Yo-
hanan dari kaum keluarga Amarya, 14 Yonatan dari kaum keluarga Melikhu, Yusuf dari
kaum keluarga Sebanya, 15 Adna dari kaum keluarga Harim, Helkai dari kaum keluarga
Merayot, 16 Zakharia dari kaum keluarga Ido, Mesulam dari kaum keluarga Gineton, 17
Zikhri dari kaum keluarga Abia, dari kaum keluarga Minyamin, Piltai dari kaum keluarga
Moaja, 18 Samua dari kaum keluarga Bilga, Yonatan dari kaum keluarga Semaya, 19 Matnai
dari kaum keluarga Yoyarib, Uzi dari kaum keluarga Yedaya, 20 Kalai dari kaum keluarga
876
Salai, Heber dari kaum keluarga Amok, 21 Hasabya dari kaum keluarga Hilkia dan
Netaneel dari kaum keluarga Yedaya. 22 Tentang orang-orang Lewi, para kepala kaum
keluarga mereka tercatat pada zaman Elyasib, Yoyada, Yohanan dan Yadua, sedang para
imam tercatat sampai pemerintahan Darius, orang Persia itu. 23 Kepala-kepala kaum
keluarga anak-anak Lewi tercatat dalam kitab sejarah sampai zaman Yohanan bin Elyasib.
24 Inilah para kepala orang-orang Lewi: Hasabya, Serebya, Yesua bin Kadmiel, dan
saudara-saudara mereka yang berdiri di hadapan mereka untuk menyanyikan puji-pujian
dan syukur sesuai dengan perintah Daud, abdi Tuhan itu, kelompok di samping kelompok.
25 Matanya, Bakbukya, Obaja, Mesulam, Talmon dan Akub yaitu penunggu-penunggu
pintu gerbang yang mengadakan penjagaan di gudang-gudang perlengkapan pada pintu-
pintu gerbang. 26 Mereka itu hidup pada zaman Yoyakim bin Yesua bin Yozadak dan pada
zaman bupati Nehemia dan imam Ezra