tawarikh ester 9
n , yang mengetahui bukan
hanya segala sesuatu yang ada di dalam hati, namun juga hati itu sendiri
dan setiap denyutannya.
288
5. Bahwa tidak ada orang yang sempurna tanpa dosa dalam kehidupan ini
(ay. 36): Tidak ada manusia yang tidak berdosa. Bahkan, tidak ada yang
berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa. Demikianlah yang ditulis
Salomo, sesuai dengan yang dikatakannya di sini (Pkh. 7:20).
II. Berikut ini beberapa pemikiran atau perkara dalam perikop ini yang perlu
diperhatikan.
1. Salomo menyatakan pemikiran bahwa jika terjadi keraguan atau
perselisihan antara orang yang satu dengan yang lain, maka kedua belah
pihak akan setuju untuk bertanya kepada Tuhan , dan mengangkat
sumpah atas orang yang kesaksiannya harus diputuskan kebenarannya
(ay. 22). Jadi, rasa hormat orang beragama terhadap sumpah, sebab
sudah ada sejak zaman dahulu, kiranya akan tetap ada selama masih ada
hati nurani dan akal sehat di antara manusia.
2. Salomo menyatakan pemikirannya bahwa, meskipun Israel pada saat itu
menikmati kedamaian dan ketentraman yang luar biasa, masa-masa sulit
akan datang. Dia tidak berpikir bahwa gunung kemakmuran mereka
begitu kuat, melainkan bahwa gunung itu dapat berpindah. Bahkan, dia
memperkirakan bahwa dosa akan memindahkannya.
3. Salomo menyatakan pikiran bahwa orang-orang yang tidak berseru
kepada Tuhan di waktu-waktu sebelumnya, dalam kesesakan mereka,
akan segera mencari Dia dengan sungguh-sungguh. “Ketika mereka
dalam kesusahan, mereka akan mengakui dosa-dosa mereka, mengakui
nama-Mu, dan memohon kepada-Mu.” Kesulitan akan menggerakkan
orang kepada Tuhan , mereka yang tadinya berkata kepada-Nya
“Enyahlah” (ay. 24, 26, 28).
4. Salomo menyatakan pikiran bahwa orang-orang asing akan datang dari
jauh untuk menyembah Tuhan Israel dan memberi hormat kepada-Nya.
Hal ini merupakan sesuatu yang wajar diharapkan akan terjadi,
mengingat betapa sia-sianya para ilah bangsa-bangsa itu, dan mengingat
bukti yang ditunjukkan Tuhan Israel bahwa Dia-lah Tuhan atas seluruh
bumi.
III. Berikut ini permohonan-permohonan yang paling penting.
1. Bahwa Tuhan mau mengakui rumah ini, mata-Nya tertuju kepada rumah
ini, sebagai tempat yang Dia katakan akan menjadi kediaman nama-Nya
(ay. 20). Salomo tidak mungkin, dalam iman, meminta Tuhan menyatakan
perkenanan yang begitu besar atas rumah ini lebih dibandingkan rumah yang
Kitab 2 Tawarikh 6:1-11
289
lain, jika Tuhan sendiri tidak berkata bahwa rumah ini akan menjadi
tempat kediaman-Nya selamanya. Doa yang akan cepat dijawab haruslah
yang didukung oleh firman Tuhan. Kita dapat berdoa kepada Tuhan
dengan penuh keyakinan dan kerendahan hati agar Dia berkenan kepada
kita di dalam Yesus Kristus, sebab Dia sendiri telah menyatakan bahwa
Dia berkenan kepada Yesus – Inilah Anak-Ku yang Kukasihi. Akan namun ,
Dia tidak berkata tentang rumah mana pun, “Inilah rumah yang
Kukasihi.”
2. Bahwa Tuhan akan mendengar dan menerima doa yang dipanjatkan di
atau yang menghadap ke tempat itu (ay. 21). Salomo tidak meminta agar
Tuhan menolong mereka entah mereka berdoa atau tidak, namun agar
Tuhan menolong mereka dengan menjawab doa-doa mereka. Bahkan doa
syafaat Kristus pun tidak meniadakan, melainkan mendukung per-
mohonan-permohonan kita. Salomo berdoa agar Tuhan mendengarkan
dari tempat kediaman-Nya, yaitu dari sorga. Sorga tetaplah tempat
kediaman-Nya, bukan Bait Tuhan ini. Dan dari sanalah pertolongan harus
datang. Apabila Engkau mendengarnya, maka Engkau akan mengampuni.
Perhatikanlah, pengampunan dosa-dosa kitalah yang membuka jalan
untuk semua jawaban lain atas doa-doa kita, Removendo prohibens –
Kejahatan yang dijauhkannya, dibuatnya tetap jauh.
3. Bahwa Tuhan akan memberi penghakiman yang adil atas semua perkara
yang diajukan kepadanya (ay. 23, 30). Kita dapat, dalam iman, berdoa
untuk hal ini, sebab kita yakin hal ini pasti digenapi. Tuhan duduk di
takhta-Nya mengadili dengan benar.
4. Bahwa Tuhan akan berbalik dalam belas kasihan-Nya kepada umat-Nya
bila mereka bertobat, dan berubah, dan mencari Dia (ay. 25, 27, 38-39).
Untuk hal ini pun kita, dalam iman, dapat berdoa, berdasarkan
pernyataan Tuhan yang berulang kali dibuat-Nya mengenai kesediaan-
Nya untuk menerima orang yang bertobat.
5. Bahwa Tuhan akan menyambut orang asing yang datang ke rumah ini,
dan akan menjawab doa-doa mereka (ay. 33). Sebab, bila demikian
halnya dengan kewajiban, mengapa tidak demikian dengan hak
istimewa, yaitu satu hukum berlaku bagi orang asing dan bagi orang
yang lahir di negeri itu (Im. 24:22).
6. Bahwa Tuhan akan, dalam segala keadaan, memperhatikan dan membela
perkara umat-Nya Israel, terhadap semua musuhnya (ay. 35, 39):
Memberi keadilan kepada mereka (KJV: Membela perkara mereka). sebab
mereka itu Israel kepunyaan Tuhan , perkara mereka yaitu perkara Tuhan ,
dan Dia akan membelanya.
290
7. Salomo menutup doanya dengan beberapa pernyataan yang
dipelajarinya dari ayahnya yang baik, dan dipinjamnya dari salah satu
mazmurnya. Kita tidak membaca pernyataan-pernyataan ini di Kitab
Raja-raja, namun di sini kita membacanya (ay. 41-42). Seluruh firman
Tuhan berguna untuk mengarahkan kita dalam doa. Sebab, bagaimana
kita dapat mengungkapkan diri kita kepada Tuhan dengan kata-kata yang
baik selain dengan bahasa yang berasal dari Roh-Nya sendiri? Namun,
kata-kata firman ini berguna, dalam cara yang khusus, untuk
mengarahkan Salomo, sebab bagian Firman ini secara khusus mengacu
pada pekerjaan yang dilakukan Salomo ini. Kita dapat membacanya di
Mazmur 132:8-10. Dia berdoa (ay. 41),
(1) Agar Tuhan bersedia mengambil alih Bait Tuhan ini, dan terus
menempatinya, bahwa Dia bersedia menjadikannya tempat
kediaman-Nya. Engkau serta tabut-Mu. Apa yang dapat diperbuat
tabut itu tanpa Tuhan atas tabut itu, apa yang dapat diperbuat
ketetapan tanpa Tuhan atas ketetapan?
(2) Agar Tuhan membuat para pelayan Bait Tuhan menjadi berkat bagi
banyak orang: Buatlah mereka berpakaian keselamatan, artinya,
jangan hanya menyelamatkan mereka, namun jadikanlah mereka alat
untuk menyelamatkan orang lain, dengan mempersembahkan
korban kebenaran.
(3) Agar pelayanan di Bait Tuhan dapat memberikan sukacita dan
kepuasan yang melimpah bagi semua umat Tuhan: Kiranya orang-
orang yang Kaukasihi bersukacita sebab kebaikan-Mu, yaitu, segala
yang baik di rumah-Mu (Mzm. 65:5). “Biarlah semua yang datang ke
sana untuk menyembah, seperti sida-sida dari ratu negeri Etiopia itu,
pulang dengan bersukaria.” Dia memohon dua hal (ay. 42),
[1] Hubungannya sendiri dengan Tuhan : “Janganlah Engkau menolak
orang yang telah Kauurapi (KJV: Janganlah Engkau memalingkan
wajah dari orang yang telah Kauurapi). Tuhan, Engkau telah
mengurapiku menjadi raja, tidakkah Engkau akan menerimaku?”
[2] Kovenan Tuhan dengan ayahnya: Ingatlah akan segala kasih setia-
Mu kepada Daud, hamba-Mu itu. Ingatlah perbuatan baik Daud
kepada Tuhan (demikianlah beberapa orang menafsirkannya dan
demikianlah kadang-kadang makna yang tersirat dalam kata itu),
perbuatan baiknya terhadap tabut perjanjian, dan perhatiannya
terhadap tabut itu (lih. Mzm. 132), atau janji-janji Tuhan kepada
Daud, yaitu janji belas kasihan kepadanya, dukungan dan
Kitab 2 Tawarikh 6:1-11
291
penghiburan kepadanya dalam segala penderitaannya. Kita
dapat meminta, seperti yang dilakukan Salomo di sini, dengan
mata yang memandang kepada Kristus: “Memang layak bagi kita
bahwa Tuhan memalingkan wajah-Nya, bahwa Dia menolak kita
dan segala doa-doa kita. Akan namun , kita datang di dalam nama
Tuhan Yesus, orang yang telah Kau urapi, Mesias-Mu
(demikianlah makna kata itu), atau Kristus-Mu dalam Alkitab
terjemahan Septuaginta. Dialah yang selalu Kau dengarkan, dan
tidak akan Engkau menolak-Nya. Kita tidak memiliki kebenaran
dari diri kita sendiri yang dapat kita ajukan, namun , Tuhan,
ingatlah akan segala kasih setia-Mu kepada Daud, hamba-Mu itu.
Kristus yaitu Hamba Tuhan (Yes. 42:1), dan Dia disebut Daud
(Hos. 3:5). “Tuhan, ingatlah akan segala kasih setia-Nya, dan
terimalah kami oleh sebab kasih setia itu. Ingatlah akan
perhatian-Nya yang sungguh terhadap kemuliaan Bapa dan kese-
lamatan manusia, dan perbuatan-Nya serta penderitaan-Nya
sebab dasar itu. Ingatlah janji akan kovenan abadi, yang secara
cuma-cuma telah disediakan oleh kasih karunia-Mu bagi kami di
dalam Kristus, yang disebut kasih setia yang teguh yang
Kujanjikan kepada Daud,” (Yes. 55:3 dan Kis. 13:34). Inilah yang
seharusnya menjadi segala kerinduan kita dan seluruh
pengharapan kita, seluruh doa kita dan seluruh permohonan
kita. Sebab itulah seluruh keselamatan kita.
PASAL 7
alam pasal ini kita membaca tentang jawaban Tuhan kepada doa Salomo.
I. Jawaban-Nya di hadapan umum melalui api dari sorga, yang
membakar habis korban (ay. 1), dan membuat terpana para imam dan
umat (ay. 2-3). Oleh tanda penerimaan Tuhan tersebut mereka
terdorong untuk melanjutkan hari-hari perayaan selama 14 hari, dan
Salomo digerakkan untuk mengerjakan semua rencananya bagi
kemuliaan Tuhan (ay. 4-11).
II. Jawaban-Nya secara pribadi melalui firman lisan, dalam sebuah mimpi
atau penglihatan malam (ay. 12-22). Kebanyakan dari semua hal ini
telah kita baca sebelumnya di dalam 1 Raja-raja 8 dan 9.
Jawaban Tuhan yang Murah Hati kepada Salomo
(7:1-11)
1 Setelah Salomo mengakhiri doanya, api pun turun dari langit memakan habis korban
bakaran dan korban-korban sembelihan itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi rumah itu.
2 Para imam tidak dapat memasuki rumah TUHAN itu, sebab kemuliaan TUHAN
memenuhi rumah TUHAN. 3 Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan
kemuliaan TUHAN meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka
mereka sampai ke tanah, lalu sujud menyembah dan menyanyikan syukur bagi TUHAN:
“Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” 4 Lalu raja bersama-
sama seluruh bangsa mempersembahkan korban sembelihan di hadapan TUHAN. 5
Sebagai korban sembelihan raja Salomo mempersembahkan dua puluh dua ribu ekor
lembu sapi dan seratus dua puluh ribu ekor kambing domba. Demikianlah raja dan
seluruh bangsa mentahbiskan rumah Tuhan . 6 Para imam telah siap berdiri pada tempat
mereka. Begitu pula orang-orang Lewi telah siap dengan alat-alat musik untuk
memuliakan TUHAN, yaitu alat-alat musik yang dibuat raja Daud untuk mengiringi
nyanyian syukur bagi TUHAN: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!”
setiap kali mereka ditugaskan Daud menyanyikan puji-pujian. Dalam pada itu para imam
berdiri berhadapan dengan mereka sambil meniup nafiri, sedang segenap orang Israel
berdiri. 7 Lalu Salomo menguduskan pertengahan pelataran yang di depan rumah TUHAN,
sebab di situlah diolahnya segala korban bakaran dan lemak korban keselamatan, sebab
mezbah tembaga yang dibuat Salomo tidak dapat memuat korban bakaran dan korban
sajian dan segala lemak korban. 8 Dan pada waktu itu juga Salomo mengadakan perayaan
D
294
Pondok Daun selama tujuh hari, bersama-sama dengan seluruh Israel, suatu jemaah yang
amat besar, dari jalan masuk ke Hamat sampai ke sungai Mesir. 9 Pada hari yang
kedelapan mereka mengadakan perkumpulan raya, sebab mereka telah merayakan
pentahbisan mezbah selama tujuh hari, dan perayaan Pondok Daun selama tujuh hari. 10
Pada hari yang kedua puluh tiga, bulan ketujuh, disuruhnya bangsa itu pulang ke kemah-
kemah mereka sambil bersukacita dan bergembira atas kebaikan yang telah dilakukan
TUHAN kepada Daud, kepada Salomo, dan kepada orang Israel, umat-Nya. 11 Demikianlah
Salomo menyelesaikan rumah TUHAN dan istana raja, dan berhasil melaksanakan dalam
rumah TUHAN dan dalam istananya segala sesuatu yang timbul dalam hatinya.
Inilah,
I. Jawaban yang penuh kemurahan hati yang segera Tuhan berikan kepada doa
Salomo: api pun turun dari langit memakan habis korban bakaran dan
korban-korban sembelihan itu (ay. 1). Dengan cara ini Tuhan menunjukkan
penerimaan-Nya kepada Musa (Im. 9:24), kepada Gideon (Hak. 6:21), kepada
Daud (1Taw. 21:26), kepada Elia (1Raj. 18:38). Dan, pada umumnya,
menerima korban bakaran, dalam bahasa Ibrani, berarti mengubahnya
menjadi abu (Mzm. 20:4). Api yang turun di sini terjadi bukan pada saat
penyembelihan korban, melainkan ketika doa dipanjatkan.
1. Api ini menyatakan bahwa Tuhan yaitu ,
(1) Mulia di dalam diri-Nya. Sebab Tuhan kita yaitu api yang
menghanguskan, mengerikan bahkan di tempat-Nya yang maha
kudus. Api ini, yang tiba-tiba datang (sepertinya) dari kegelapan
yang pekat, menjadikannya lebih mengerikan, seperti di atas gunung
Sinai (Kel. 24:16-17). Orang-orang yang berdosa terkejut di Sion, orang-
orang murtad diliputi kegentaran. Mereka berkata: “Siapakah di antara
kita yang dapat tinggal dalam api yang menghabiskan ini?” (Yes.
33:14). Akan namun ,
(2) Api itu merupakan anugerah bagi Israel. Sebab api ini, yang
seharusnya membakar habis mereka, justru melahap korban yang
dipersembahkan sebagai ganti diri mereka, yang melaluinya Tuhan
menyatakan kepada mereka bahwa Dia menerima persembahan
mereka dan murka-Nya telah dijauhkan dari mereka.
2. Mari kita menerapkan hal ini,
(1) Kepada korban Kristus. Ketika hal itu menyenangkan TUHAN untuk
menghantam-Nya, dan membuat-Nya sengsara, yang melaluinya
Tuhan menunjukkan kehendak baik-Nya kepada manusia, yang telah
menanggungkan ke atas Kristus kesalahan kita semua. Kematian-Nya
yaitu kehidupan kita, dan Dia telah dijadikan dosa dan kutuk
supaya kita dapat mewarisi kebenaran dan berkat. Korban tersebut
Kitab 2 Tawarikh 7:1-11
295
telah dibakar habis supaya kita dapat terluput. Inilah Aku, biarlah
korban ini meluputkan mereka.
(2) Kepada pengudusan oleh Roh, yang turun seperti api, membakar
habis hawa nafsu dan kerusakan hati kita. Binatang-binatang harus
dikorbankan supaya kita tidak binasa. Juga, supaya menyala di dalam
jiwa kita api kudus yang membangkitkan hati yang saleh dan penuh
ibadah, yang harus selalu dijaga tetap menyala di atas mezbah hati.
Bukti yang meyakinkan tentang penerimaan Tuhan atas doa-doa kita
yaitu turunnya api kudus ke atas kita. Bukankah hati kita berkobar-
kobar? (Luk. 24:32). Sebagai bukti lebih lanjut bahwa Tuhan telah
menerima doa Salomo, maka kemuliaan TUHAN memenuhi bait
suci. Hati yang dipenuhi dengan kekaguman dan rasa hormat yang
kudus akan kemuliaan Ilahi, hati yang mendapat penyataan Tuhan
akan kebesaran-Nya, dan (yang tidak kurang dari kemuliaan-Nya)
akan kebaikan-Nya, itulah hati yang diakui sebagai sebuah Bait Tuhan
yang hidup.
II. Ucapan syukur dikembalikan kepada Tuhan atas tanda perkenanan-Nya yang
penuh anugerah itu.
1. Segenap orang Israel sujud menyembah dan menyanyikan syukur bagi
TUHAN (ay. 3). Ketika mereka melihat api Tuhan turun dari Surga seperti
itu, mereka tidak lari ketakutan, melainkan tetap berdiri di pelataran
rumah TUHAN, dan mengambil kesempatan untuk,
(1) Dengan hormat menyembah dan memuja kemuliaan Tuhan :
berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke
tanah dan sujud menyembah, untuk mengungkapkan ketakjuban
mereka yang dahsyat terhadap keagungan Ilahi, penyerahan diri
mereka kepada kekuasaan Ilahi dengan rasa suka, dan perasaan
tidak layak mereka untuk masuk ke dalam hadirat Tuhan dan ketidak-
sanggupan mereka untuk berdiri di hadapan kekuatan murka-Nya.
(2) Dengan rasa syukur mengakui kebaikan Tuhan . Bahkan ketika api dari
TUHAN turun, mereka memuji Dia sambil berkata, Sebab Ia baik!
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Ini yaitu
sebuah lagu yang tidak pernah lekang oleh zaman, yang untuknya
hati dan lidah kita seharusnya tidak boleh kehabisan suara. Apa pun
itu, Tuhan yaitu baik. Ketika Dia menyatakan diri-Nya sebagai api
yang menghanguskan kepada orang-orang berdosa, umat-Nya dapat
bersyukur di dalam Dia sebagai terang mereka. Bahkan, mereka
296
mempunyai kesempatan untuk berkata bahwa di dalam hal ini Tuhan
itu baik. “Bahwa oleh sebab segala kemurahan Tuhan, maka tiada kita
dibinasakan sama sekali, namun korban telah menggantikan kita, yang
atas itu kita wajib untuk bersyukur.”
2. Raja dan seluruh bangsa mempersembahkan korban yang berlimpah (ay.
4-5). Dengan semuanya ini mereka merayakan api suci ini dan
menyambutnya di mezbah. Mereka telah mempersembahkan berlimpah
korban sebelumnya, namun sekarang mereka menambah lagi jumlah
korban. Perhatikanlah, tanda-tanda dari perkenanan Tuhan kepada kita
seharusnya memperbesar hati kita dalam pelayanan kepada-Nya, dan
membuat kita melipatgandakannya. Teladan raja menggerakkan bangsa.
Pekerjaan baik sepertinya akan terus berlanjut ketika para pemimpin
bangsa memimpin di dalamnya. Korban persembahan begitu banyak
sehingga mezbah tidak dapat memuat semuanya. namun , supaya jangan
ada korban dikembalikan, kendati kita dapat menduga bahwa darah dari
semua binatang korban dipercikkan ke atas mezbah, maka daging
korban bakaran dan lemak korban keselamatan dibakar di pertengahan
pelataran (ay. 7), yang telah disucikan oleh Salomo bagi pelayanan
tersebut atau disucikan oleh korban. Bila diperlukan, maka halaman atau
jalan pun dapat dijadikan sebagai mezbah.
3. Para imam melakukan bagian mereka. Mereka siap pada tempat
tugasnya masing-masing, demikian pula para penyanyi dan pemain
musik (ay. 6), dengan alat-alat musik yang telah dibuat oleh Daud,
dan nyanyian pujian yang telah diberikan oleh Daud ke dalam tangan
mereka, (seperti arti dari 1Taw. 16:7), atau sebagaimana kita
membacanya, ketika Daud memuji oleh pelayanan mereka. Daud
memakai, mengarahkan, dan mendorong mereka dalam pelayanan
memuji Tuhan ini. Dan sebab nya apa yang mereka lakukan itu diterima
sebagai tindakan Daud, dan sebab itu dikatakan bahwa dia memuji oleh
pelayanan mereka.
4. Seluruh jemaah mengungkapkan sukacita dan kepuasan besar yang tak
dapat dibayangkan. Mereka merayakan penahbisan mezbah selama
tujuh hari, dari hari kedua hingga hari kesembilan. Hari kesepuluh
yaitu hari penebusan, ketika mereka harus meratapi jiwa mereka
sebab dosa, dan hal tersebut memang tidaklah tepat di tengah-tengah
sukacita mereka. Pada hari kelima belas dimulailah hari raya Pondok
Daun, yang berlanjut hingga hari kedua puluh dua, dan mereka tidak
berpisah sebelum hari kedua puluh tiga. Kita jangan pernah
mengeluhkan waktu yang kita habiskan di dalam menyembah Tuhan dan
Kitab 2 Tawarikh 7:1-11
297
persekutuan dengan-Nya, atau berpikir waktunya terlalu lama atau
merasa bosan dengannya.
5. Salomo meneruskan pekerjaannya, dan telah berhasil melaksanakan
segala sesuatu yang timbul di hatinya untuk menghiasi baik rumah
TUHAN dan istananya (ay. 11). Orang-orang yang mulai dengan
pelayanan Tuhan akan cenderung berhasil di dalam segala urusan
mereka. Salomo bersyukur bahwa apa yang dilakukannya telah
dijalaninya, dan hanya oleh anugerah Tuhan dia menjadi sangat berhasil
di dalamnya.
Janji Tuhan kepada Salomo
(7:12-22)
12 Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Salomo pada malam hari dan berfirman
kepadanya: “Telah Kudengar doamu dan telah Kupilih tempat ini bagi-Ku sebagai rumah
persembahan. 13 Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana
Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan
penyakit sampar di antara umat-Ku, 14 dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut,
merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang
jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta
memulihkan negeri mereka. 15 Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh
perhatian kepada doa dari tempat ini. 16 Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah
ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku
akan ada di situ sepanjang masa.
17 Mengenai engkau, jika engkau hidup di hadapan-Ku sama seperti Daud, ayahmu, dan
berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan jika engkau tetap
mengikuti segala ketetapan dan peraturan-Ku, 18 maka Aku akan meneguhkan takhta
kerajaanmu sesuai dengan perjanjian yang telah Kuikat dengan Daud, ayahmu, dengan
berkata: Takkan terputus keturunanmu yang memerintah atas Israel. 19 namun jika kamu
ini berbalik dan meninggalkan segala ketetapan dan perintah-Ku yang telah Kuberikan
kepadamu, dan pergi beribadah kepada Tuhan lain dan sujud menyembah kepadanya, 20
maka Aku akan mencabut kamu dari tanah-Ku yang telah Kuberikan kepadamu, dan
rumah ini yang telah Kukuduskan bagi nama-Ku, akan Kubuang dari hadapan-Ku, dan
akan Kujadikan kiasan dan sindiran di antara segala bangsa. 21 Dan setiap orang yang
lewat rumah yang amat ditinggikan ini, akan tertegun dan berkata: Apakah sebabnya
TUHAN berbuat yang demikian kepada negeri ini dan kepada rumah ini? 22 Maka orang
akan berkata: Sebab mereka meninggalkan TUHAN, Tuhan nenek moyang mereka, yang
membawa mereka keluar dari tanah Mesir, dan sebab mereka berpegang pada Tuhan lain
dan sujud menyembah kepadanya dan beribadah kepadanya. Itulah sebabnya Ia
mendatangkan segala malapetaka ini ke atas mereka.”
Bukti bahwa Tuhan menerima doa Salomo tampak melalui api dari sorga. namun
sebuah doa dapat saja diterima, namun belum tentu langsung dijawab. sebab
itu, Tuhan menampakkan diri kepadanya di malam hari, seperti yang pernah
dilakukan-Nya sebelumnya (1:7), dan juga sehari sesudah persembahan korban,
ketika kemudian Ia memberinya sebuah jawaban yang khusus kepada doanya.
298
Kita telah membaca isi jawaban doa tersebut sebelumnya di dalam 1 Raja-raja
9:2-9.
I. Tuhan berjanji untuk mengakui rumah ini sebagai sebuah rumah persembahan
bagi Israel dan rumah doa bagi segala bangsa (Yes. 56:7): Nama-Ku tinggal di
situ untuk selama-lamanya (ay. 12, 16), yaitu, “Di sana Aku akan
memperkenalkan diri dan di sana nama-Ku akan dipanggil.”
II. Tuhan berjanji untuk menjawab doa-doa umat-Nya yang dipanjatkan kapan
saja di tempat tersebut (ay. 13-15). Sepertinya di sini ada terjadi
penghakiman atas seluruh bangsa Israel (ay. 13), berupa kelaparan dan
penyakit sampar, dan mungkin perang, sebab dengan belalang-belalang
yang melahap hasil bumi tersebut berarti para musuh sama serakahnya
seperti belalang, dan menghabiskan semuanya.
1. Pertobatan, doa, dan pembaharuan seluruh bangsa diperlukan (ay. 14).
Tuhan berharap bahwa umat-Nya yang atasnya nama-Nya dipanggil, jika
mereka telah menghina nama-Nya melalui pelanggaran mereka, harus
menghormati nama-Nya dengan menerima hukuman atas kesalahan
mereka. Mereka harus merendahkan diri di bawah tangan-Nya, harus
berdoa bagi penghapusan hukuman, harus mencari wajah dan perkenan
Tuhan . Akan namun semuanya ini tidak akan terjadi kecuali mereka
berbalik dari jalan-jalan mereka yang jahat dan kembali kepada Tuhan
kepada siapa mereka telah memberontak.
2. Sesudah itu barulah belas kasih atas seluruh bangsa dijanjikan, bahwa
Tuhan akan mengampuni dosa mereka, yang telah membawa hukuman ke
atas mereka, dan akan memulihkan tanah mereka, mengubah semua
kesedihan mereka. Belas kasih yang mengampuni membuka jalan bagi
belas kasih yang menyembuhkan (Mzm. 103:3; Mat. 9:2).
III. Tuhan berjanji untuk mengabadikan kerajaan Salomo, asalkan dia tetap
bertekun di dalam tugas panggilannya (ay. 17-18). Apabila dia berharap akan
berkat kovenan Tuhan dengan Daud, maka dia harus mencontoh teladan Daud.
namun Tuhan memperhadapkan kepada Salomo kematian dan juga kehidupan,
kutuk dan juga berkat.
1. Tuhan menganggap mungkin bahwa mereka yang telah membangun Bait
Suci ini bagi kemuliaan Tuhan , bisa saja menyimpang untuk menyembah
Tuhan -Tuhan lain (ay. 19). Ia mengenal kecenderungan hati mereka untuk
kembali kepada dosa.
Kitab 2 Tawarikh 7:1-11
299
2. Maka Ia mengancam dengan pasti bahwa, jika mereka menyimpang,
tentu akan terjadi kehancuran bagi jemaah dan kerajaan.
(1) Akan terjadi kehancuran bagi kerajaan (ay. 20). “Kendati mereka
telah berakar dalam dan lama di negeri yang baik ini, namun Aku akan
mencabut mereka sampai ke akar-akarnya, memusnahkan seluruh
bangsa, mencabut mereka seperti orang mencabut rumput dari
kebun mereka, yang kemudian dilemparkan ke tumpukan sampah.”
(2) Akan terjadi kehancuran bagi jemaah mereka. Tempat kudus ini
tidak lagi menjadi tempat kudus bagi mereka, untuk melindungi
mereka dari hukuman Tuhan , seperti yang mereka bayangkan sambil
berkata, rumah, yang atasnya nama-Ku diserukan (Yer. 7:4). “Rumah
yang tinggi ini, tidak hanya sebab keagungan bangunannya, namun
juga bagi tujuan yang telah dirancang dan bagi penggunaannya, akan
menjadi suatu keheranan, sebab sangatlah dalam ia jatuh (Rat. 1:9),
sampai mengherankan semua bangsa di sekitarnya.”
PASAL 8
Dalam pasal ini kita diberi tahu,
I. Kota-kota yang dibangun oleh Salomo (ay. 1-6).
II. Para pekerja rodi yang dipakai oleh Salomo (ay. 7-10).
III. Perhatian yang diberikan Salomo tentang tempat tinggal yang
semestinya bagi istrinya (ay. 11).
IV. Cara yang baik yang digunakan Salomo bagi pelayanan Bait Suci (ay.
12-16).
V. Perdagangan yang dilakukan Salomo dengan negeri-negeri asing (ay.
17-18).
Gedung-gedung Bangunan Salomo
(8:1-11)
1 Setelah lewat dua puluh tahun selesailah Salomo mendirikan rumah TUHAN dan
istananya sendiri. 2 Maka Salomo memperkuat kota-kota yang diberikan Huram
kepadanya, dan menyuruh orang Israel menetap di sana.
3 Lalu Salomo pergi ke Hamat-Zoba dan menaklukkannya. 4 Kemudian ia memperkuat
Tadmor di padang gurun dan semua kota perbekalan yang didirikannya di Hamat. 5 Ia
memperkuat juga Bet-Horon Hulu dan Bet-Horon Hilir menjadi kota kubu yang
bertembok, berpintu gerbang dan berpalang,
6 dan juga Baalat, dan segala kota perbekalan kepunyaan Salomo, segala kota tempat
kereta, kota-kota tempat orang berkuda dan apa saja yang Salomo ingin mendirikannya di
Yerusalem, atau di gunung Libanon, atau di segenap negeri kekuasaannya. 7 Semua orang
yang masih tinggal dari orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus,
yang tidak termasuk orang Israel, 8 yaitu keturunan bangsa-bangsa yang masih tinggal di
negeri itu dan yang tidak dibinasakan oleh orang Israel, merekalah yang dikerahkan
Salomo untuk menjadi orang rodi; demikianlah mereka sampai hari ini. 9 namun orang
Israel tidak ada yang dijadikan budak oleh Salomo untuk pekerjaannya, melainkan
mereka menjadi prajurit, atau perwira pasukan berkuda, atau panglima atas pasukan
kereta dan pasukan berkuda. 10 Dan inilah pemimpin-pemimpin umum raja Salomo: dua
ratus lima puluh orang yang memerintah rakyat. 11 Dan Salomo memindahkan anak
Firaun dari kota Daud ke rumah yang didirikannya baginya, sebab katanya: “Tidak boleh
seorang isteriku tinggal dalam istana Daud, raja Israel, sebab tempat-tempat yang telah
dimasuki tabut TUHAN yaitu kudus.”
302
Hal ini telah kita baca di dalam 1 Raja-raja 9:10-24, dan sebab nya kita hanya
akan mengamati saja di sini,
I. Kendati Salomo yaitu seorang yang penuh hikmat dan pengetahuan, dia
tetap menghabiskan hari-harinya, tidak dalam perenungan, namun dalam
tindakan. Tidak dalam belajar, namun dalam kerajaannya, dalam membangun
kota-kota dan membentenginya, di waktu damai guna persiapan untuk
waktu berperang, seperti yang harus menjadi urusan kebanyakan kaum laki-
laki di musim panas untuk menyediakan makanan bagi musim dingin.
II. Oleh sebab Salomo sendiri yaitu seorang yang sibuk dan tidak
memikirkan kenyamanannya sendiri, maka dia mempekerjakan sangat
banyak tangan, melibatkan banyak orang untuk bekerja. Merupakan
kepentingan kerajaan dengan berbagai cara untuk memajukan dan
menguatkan kerajinan rakyat dan untuk menjaga rakyatnya terhindar dari
kemalasan. Ada banyak orang asing di Israel, banyak yang tetap tinggal di
Kanaan. Dan mereka diterima baik untuk tinggal di sana, namun tidak tinggal
tanpa berbuat apa-apa. Orang-orang Lais, yang tidak punya pekerjaan,
menjadi mangsa empuk bagi penyerbu (Hak. 18:7).
III. Ketika Salomo telah mulai membangun rumah TUHAN, dan mengerjakan
pekerjaan itu dengan baik serta menyelesaikannya dengan cepat, maka dia
pun berhasil dalam semua usahanya, sehingga dia membangun apa saja yang
dia ingin mendirikannya (ay. 6). Orang-orang yang memiliki kejeniusan
membangun, menemukan bahwa satu proyek menarik proyek lain, dan yang
terakhir harus mengubah dan meningkatkan yang pertama. Kini amatilah,
1. Bagaimana penyelenggaraan Ilahi memuaskan bahkan selera Salomo dan
memberinya kesuksesan, tidak hanya dalam segala yang dibutuhkannya
untuk membangun dan merupakan keuntungannya untuk membangun,
namun juga dalam segala yang dipikirkannya untuk dibangun. Begitu
sibuknya Tuhan Bapa kadang-kadang kepada keinginan polos dari anak-
anak-Nya yang melayani Dia. Demikianlah Ia telah memuaskan Yakub
dengan janji tersebut, tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak
matamu nanti.
2. Salomo tahu bagaimana mengatur batas-batas keinginannya. Ia bukanlah
salah seorang yang memperluas keinginannya tanpa batas, dan tidak
pernah dipuaskan, melainkan tahu kapan harus menarik diri. Sebab ia
telah menyelesaikan semua keinginannya, dan tidak pernah
menginginkan lagi. Ia tidak hanya duduk dan kuatir bahwa tidak banyak
Kitab 2 Tawarikh 8:1-11
303
kota untuk dibangun, seperti yang dilakukan oleh Alexander Agung yang
merasa tidak ada dunia lagi untuk ditaklukkannya (Hab. 2:5).
IV. Satu alasan mengapa Salomo membangun dengan sengaja sebuah istana bagi
sang ratu, dan memindahkannya ke sana, yaitu sebab dia berpikir bahwa
sama sekali tidaklah tepat isterinya itu harus tinggal dalam istana Daud (ay.
11). Salomo mempertimbangkan bahwa tempat tersebut telah menjadi
tempat yang kudus, sedang rumah istrinya yaitu tempat kesombongan
yang sia-sia. Istrinya itu sepertinya telah berpindah agama ke dalam agama
Yahudi. namun masih tanda tanya apakah semua budak istrinya juga telah
berpindah agama. Mungkin mereka masih menyimpan berhala-berhala
Mesir, dan hidup dalam kecemaran dan pesta pora. Kini, kendati, Salomo
tidak punya semangat dan keberanian yang cukup untuk menekan dan
menghukum apa yang tidak beres di sana, sejauh ini dia tetap menghormati
peringatan ayahnya bahwa dia tidak akan membiarkan tempat itu dinodai,
sebab dahulu tabut Tuhan ada di situ dan di sana juga Daud yang saleh biasa
memanjatkan banyak doa yang baik dan menyanyikan banyak mazmur yang
indah. Bukan berarti semua tempat tabut pernah berada begitu suci
sehingga tidak boleh digunakan secara umum. Sebab jika demikian adanya,
maka rumah Abinadab and Obed-Edom juga tidak boleh ditinggali. namun ,
rumah Daud itu telah menjadi tempat kudus sedemikian lama, dan telah
dikunjungi oleh banyak orang, telah begitu terhormat sehingga tidak cocok
untuk menjadi tempat bagi begitu banyak keriangan, apa lagi untuk
kejahatan, seperti yang ditemukan, saya khawatir, di tempat kediaman sang
putri Firaun. Perhatikanlah, di antara hal-hal yang suci dan umum tanda-
tanda batas yang sudah ada sejak dahulu kala harus tetap dipertahankan.
Hanya pelataran luar dari Bait Suci yang menjadi pelataran untuk kaum
wanita.
Ketaatan Ibadah Salomo
(8:12-18)
12 Lalu Salomo mempersembahkan korban-korban bakaran bagi TUHAN di atas mezbah
TUHAN yang didirikannya di depan balai Bait Suci, 13 sesuai dengan apa yang menurut
perintah Musa ditetapkan sebagai korban untuk setiap hari, yaitu pada hari-hari Sabat,
pada bulan-bulan baru, dan tiga kali setahun pada hari-hari raya: pada hari raya Roti
Tidak Beragi, pada hari raya Tujuh Minggu dan pada hari raya Pondok Daun. 14 Dan
menurut peraturan Daud, ayahnya, ia menetapkan rombongan para imam dalam tugas
jabatan mereka, dan orang-orang Lewi dalam tugas menyanyikan puji-pujian dan
menyelenggarakan ibadah di hadapan para imam, setiap hari menurut yang ditetapkan
untuk hari itu, dan juga penunggu-penunggu pintu gerbang dalam rombongan mereka
untuk setiap pintu gerbang. sebab demikianlah perintah Daud, abdi Tuhan . 15 Mereka
304
tidak menyimpang dari perintah raja mengenai para imam dan orang-orang Lewi dalam
perkara apa pun, juga mengenai perbendaharaan. 16 Maka terlaksanalah segala pekerjaan
Salomo, dari hari dasar rumah TUHAN diletakkan sampai kepada hari rumah itu selesai.
Dengan demikian selesailah sudah rumah TUHAN. 17 Kemudian Salomo pergi ke Ezion-
Geber dan ke Elot, yang letaknya di tepi laut, di tanah Edom. 18 Dengan perantaraan anak
buahnya Huram mengirim kapal-kapal kepadanya dan anak buah yang tahu tentang laut.
Bersama-sama anak buah Salomo mereka sampai ke Ofir dan dari sana mereka
mengambil empat ratus lima puluh talenta emas, yang mereka bawa kepada raja Salomo.
Inilah ketaatan ibadah Salomo.
I. Pembangunan Bait Suci yaitu untuk pelayanan Bait Suci. Berapa pun harga
yang telah dibayarnya dalam mendirikan bangunan tersebut, jika Salomo
mengabaikan ibadah penyembahan yang harus dilaksanakan di sana, maka
semuanya akan menjadi sia-sia saja. Dengan membantu ketaatan orang lain
untuk beribadah tidak akan menebus kelalaian kita sendiri. Ketika Salomo
selesai membangun Bait Suci,
1. Dia meneruskan persembahan korban di sana, menurut hukum Musa
(ay. 12-13). Sia-sialah mezbah dibangun dan sia-sialah api turun dari
sorga, jika korban tidak terus-menerus dibawa sebagai santapan mezbah
dan bahan bakar dari api tersebut. Ada korban persembahan setiap
hari, sesuai dengan yang ditetapkan sebagai korban, setiap hari tiba,
korban setiap minggu pada hari Sabat, dua kali lipat dari apa yang biasa
dipersembahkan di hari-hari lain, korban setiap bulan pada bulan-bulan
baru, dan korban tahunan, tiga kali setahun pada hari-hari raya. Itulah
korban-korban rohani yang kini dituntut dari kita, yang harus kita bawa
setiap hari dan setiap minggu. Sungguh alangkah baiknya memelihara
suatu cara beribadah yang tetap.
2. Dia meneruskan lagu-lagu kudus di sana, menurut peraturan Daud, yang di
sini disebut abdi Tuhan , seperti halnya Musa, sebab dia diperintahkan dan
diberi kuasa Tuhan untuk menetapkan semuanya ini. Dan Salomo dengan
teliti memastikan semuanya dilaksanakan setiap hari menurut yang
ditetapkan untuk hari itu (ay. 14). Salomo, kendati seorang yang bijaksana
dan hebat serta pembangun Bait Suci, tidaklah berusaha untuk mengubah
atau menambah kepada apa yang telah ditetapkan oleh abdi Tuhan itu, demi
nama Tuhan , melainkan dengan sungguh-sungguh berpegang kepadanya, dan
menggunakan otoritasnya untuk mengawasi pelaksanaannya setiap hari.
Mereka tidak menyimpang dari perintah raja, dalam perkara apapun (ay. 15).
Ia menaati hukum-hukum Tuhan dan semuanya menaati perintahnya. Ketika
pelayanan di rumah TUHAN dilaksanakan dengan baik dan teratur, maka
dikatakan Dengan demikian selesailah sudah rumah TUHAN (ay. 16).
Kitab 2 Tawarikh 8:1-11
305
Pekerjaan yaitu hal yang utama, bukan tempatnya. Bait Suci tidak
terselesaikan sebelum semua hal ini dikerjakan.
II. Perdagangan Salomo. Ia sendiri mengunjungi kota-kota pelabuhan Elot dan
Ezion-geber. Sebab orang-orang yang punya banyak urusan di dalam dunia
ini pastilah memiliki minat untuk sedapat mungkin memeriksa segala
urusan mereka langsung sendiri dan untuk melihat dengan mata kepala
sendiri (ay. 17). Kanaan yaitu sebuah negeri yang kaya, namun masih harus
mengirim orang ke Ofir untuk mendapatkan emas. Orang-orang Israel yaitu
bangsa yang bijaksana dan cendekia, namun masih harus mencari bantuan
kepada raja Tirus untuk mendapatkan anak buah yang tahu tentang laut (ay.
18). namun Kanaan yaitu tanah perjanjian Tuhan dan Israel yaitu umat
pilihan-Nya. Hal ini mengajar kita bahwa anugerah, dan bukan emas, yaitu
kekayaan yang terbaik, dan pengenalan dengan Tuhan dan hukum-hukum-
Nya, bukan dengan keahlian dan ilmu pengetahuan, yaitu pengetahuan
yang terbaik.
PASAL 9
i sini Salomo tetap terlihat agung, baik di dalam maupun di luar negeri.
Kebesarannya telah dicatat di dalam Kitab 1 Raja-raja 10. Tidak ada hal
baru ditambahkan dalam pasal ini. Namun, perihal bagaimana ia
mencondongkan hatinya kepada Tuhan -Tuhan lain menjelang akhir hayatnya yang
tercatat di 1 Raja-raja 11, dihilangkan di sini, dan akhir pasal ini membawa ia ke
kuburan dengan nama baik tanpa cacat. Mungkin tidak ada pasal di dalam Kitab
Tawarikh yang begitu mirip dengan 1 Raja-raja 10 selain pasal ini. Ayat demi
ayat sama, selain kedua ayat pertama di pasal tersebut yang di dalam pasal ini
digabung. Ayat 25 dari pasal ini diambil dari 1 Raja-raja 4:26, sedang ketiga
ayat terakhir dalam pasal ini diambil dari 1 Raja-raja 11:41-43. Nah, dalam pasal
9 dari Kitab 2 Tawarikh ini diceritakan tentang,
I. Penghormatan yang diberikan ratu negeri Syeba kepada Salomo, ketika
ia datang berkunjung untuk mendengar tentang hikmatnya (ay. 1-12).
II. Banyak contoh perihal kekayaan dan kemegahan istana Salomo (ay. 13-
28).
III. Akhir pemerintahannya (ay. 29-31).
Ratu Negeri Syeba Mengunjungi Salomo
(9:1-12)
1 Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, maka dengan pasukan
pengiring yang sangat besar dan dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah,
banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal datanglah ia ke Yerusalem hendak
menguji Salomo dengan teka-teki. Setelah ia sampai kepada Salomo,
dipercakapkannyalah segala yang ada dalam hatinya dengan dia. 2 Dan Salomo menjawab
segala pertanyaan ratu itu; bagi Salomo tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat
dijawabnya untuk ratu itu.
3 Ketika ratu negeri Syeba melihat hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya, 4
makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya
melayani dan berpakaian, juru-juru minumannya dan pakaian mereka, dan korban
bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah TUHAN, maka tercenganglah ratu itu. 5
D
308
Dan ia berkata kepada raja: “Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau
dan tentang hikmatmu, 6 namun aku tidak percaya perkataan-perkataan mereka sampai
aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh, setengah dari hikmatmu
yang besar itu belum diberitahukan kepadaku; engkau melebihi kabar yang kudengar. 7
Berbahagialah orang-orangmu, dan berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu
melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu! 8 Terpujilah TUHAN, Tuhan mu, yang telah
berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta-Nya
sebagai raja untuk TUHAN, Tuhan mu! sebab Tuhan mu mengasihi orang Israel, maka Ia
menetapkan mereka untuk selama-lamanya, dan menjadikan engkau raja atas mereka
untuk melakukan keadilan dan kebenaran.” 9 Lalu diberikan kepada raja seratus dua
puluh talenta emas, dan sangat banyak rempah-rempah dan batu permata yang mahal-
mahal; tidak pernah lagi ada rempah-rempah seperti yang diberikan ratu negeri Syeba
kepada raja Salomo itu. 10 Lagipula hamba-hamba Huram dan hamba-hamba Salomo, yang
membawa emas dari Ofir, membawa juga kayu cendana dan batu permata yang mahal-
mahal.
11 Raja mengerjakan kayu cendana itu menjadi tangga-tangga untuk rumah TUHAN dan
istana raja, dan juga menjadi kecapi dan gambus untuk para penyanyi. Hal seperti itu
tidak pernah kelihatan sebelumnya di tanah Yehuda. 12 Raja Salomo memberikan kepada
ratu negeri Syeba segala yang dikehendakinya dan yang dimintanya, melebihi yang
dibawa ratu itu untuk raja. Lalu ratu itu berangkat pulang ke negerinya bersama-sama
dengan pegawai-pegawainya.
Sebagian besar kisah ini telah diceritakan di dalam Kitab Raja-raja. Namun,
sebab Juruselamat kita memakai peristiwa ini sebagai contoh bagi kita agar
menyelidiki tentang diri-Nya (Mat. 12:42), maka janganlah kita mengabaikannya
tanpa mengamatinya sekilas terlebih dahulu,
1. Sebab siapa yang menghormati Tuhan , akan Ia hormati (1Sam. 2:30). Salomo
telah memberikan penghormatan luar biasa kepada Tuhan dengan
membangun, memperindah, dan mempersembahkan Bait Suci kepada-Nya.
Seluruh hikmat dan kekayaannya digunakan untuk membangun Bait Suci
dengan sempurna, dan sekarang Tuhan membuat hikmat dan kekayaannya
melambungkan tinggi-tinggi nama baiknya. Cara untuk mendapatkan baik
penghargaan maupun penghiburan dari semua anugerah dan kenikmatan
kita yaitu dengan mengkhususkannya bagi Tuhan dan menggunakannya
bagi Dia.
2. Orang-orang yang tahu tentang nilai hikmat sejati, tidak akan mengeluhkan
jerih payah ataupun biaya untuk memperolehnya. Ratu negeri Syeba sendiri
bersusah payah dan mengeluarkan biaya besar demi bisa mendengar hikmat
Salomo. Walaupun begitu, setelah belajar darinya untuk melayani Tuhan dan
melakukan kewajibannya, ratu beranggapan bahwa semua jerih payahnya
itu telah terbayarkan dan sangat sepadan. Hikmat sorgawi bagaikan mutiara
yang sangat berharga, sebuah tawaran yang baik untuk dibeli dengan
meninggalkan seluruh harta yang kita miliki.
3. Sama seperti setiap orang telah menerima karunia, demikian juga ia harus
melayani demi kebangunan rohani orang lain, begitu ia memperoleh
Kitab 2 Tawarikh 9:1-12
309
kesempatan untuk itu. Salomo membagikan hikmatnya dan bersedia
mengajar orang lain tentang apa yang diketahuinya. Ia telah mendapatkan
pengajaran tentang Tuhan , dengan cuma-cuma ia telah menerima pengajaran,
dengan cuma-cuma pula ia membagikannya. Hendaklah orang-orang yang
kaya dalam hikmat maupun harta, belajar berbuat baik serta suka memberi
dan membagi. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu.
4. Tata tertib di dalam keluarga, keluarga besar, terutama dalam hal-hal ilahi,
serta teratur dalam melakukan ibadah penyembahan kepada Tuhan ,
sangatlah bijaksana, dan dikagumi di mana pun. Ratu negeri Syeba sangat
tersentuh melihat tata krama yang diperlihatkan para pelayan ketika
melayani Salomo, dan juga cara mereka mempersembahkan korban bakaran
di rumah TUHAN. Naiknya Daud ke rumah TUHAN juga menyenangkan dan
menarik (Mzm. 42:5).
5. Orang-orang yang memperoleh kesempatan untuk senantiasa bergaul akrab
dengan orang bijak seperti Salomo, sungguh berbahagia, berhikmat, dan
baik. Ratu negeri Syeba berpendapat bahwa para pelayan Salomo pasti
berbahagia sebab mereka senantiasa menyaksikan hikmatnya. Sebab,
tampaknya bahkan terhadap mereka pun Salomo suka berbagi. Bisa dilihat
bahwa keturunan orang-orang yang memperoleh tempat di istananya
bersedia membiarkan nama para leluhur mereka terlupakan, dan
menganggap diri sudah cukup terhormat apabila disebut keturunan para
hamba Salomo (Ezr. 2:55; Neh. 7:57). Para hamba Salomo ini begitu terkenal
hingga sungguh merupakan kehormatan apabila disebut sebagai keturunan
mereka.
6. Kita patut bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan atas semua pemberian
serta kasih karunia-Nya, dan bisa berguna bagi orang lain. Ratu negeri Syeba
memuliakan Tuhan atas penghormatan yang diberikan-Nya kepada Salomo,
dan atas perkenan-Nya kepada Israel dengan mengangkat Salomo menjadi
raja mereka (ay. 8). Dengan memberi Tuhan pujian atas kesejahteraan orang
lain, kita juga ikut merasakan penghiburan darinya. Sebaliknya, dengan
merasa iri terhadap kesejahteraan orang lain, kita justru kehilangan
penghiburan kita sendiri. Kebahagiaan raja maupun kerajaannya ditelusuri
ratu itu sebagai berasal dari sang sumber segala kebahagiaan, yaitu
perkenanan ilahi: Oleh sebab Tuhan mu, yang telah berkenan kepadamu dan
sebab Ia mengasihi orang Israel. Belas kasihan itu berlipat ganda manisnya
sebab di dalamnya kita dapat merasakan kebaikan dan kehendak baik Tuhan
sebagai Tuhan kita.
7. Sungguh layak apabila orang-orang yang berhikmat dan baik juga bermurah
hati sesuai tempat dan kemampuan masing-masing. Ratu negeri Syeba
310
bersikap seperti itu terhadap Salomo, demikian pula sikap Salomo
terhadapnya (ay. 9, 12). Keduanya sama-sama mengetahui cara menghargai
hikmat, dan oleh sebab itu tidak menginginkan kekayaan yang dimiliki
masing-masing pihak. Sebaliknya, mereka memupuk perkenalan dan
mengukuhkan persahabatan mereka dengan saling memberi hadiah. Yesus
Tuhan kita telah berjanji untuk memberi kita segala sesuatu yang kita ingin-
kan: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu. Hendaklah kita memikirkan
apa yang akan kita berikan kepada-Nya, dan tidak menyayangkan apa saja
untuk dikorbankan atau menderita atau berpisah darinya demi Dia.
Keagungan Salomo; Kematian Salomo
(9:13-31)
13 Adapun berat emas, yang dibawa kepada Salomo dalam satu tahun ialah seberat enam
ratus enam puluh enam talenta, 14 belum terhitung yang dibawa oleh saudagar-saudagar
dan pedagang-pedagang; juga semua raja Arab dan bupati-bupati di negeri itu membawa
emas dan perak kepada Salomo.
15 Raja Salomo membuat dua ratus perisai besar dari emas tempaan, enam ratus syikal
emas tempaan dipakainya untuk setiap perisai besar; 16 ia membuat juga tiga ratus perisai
kecil dari emas tempaan, tiga ratus syikal emas dipakainya untuk setiap perisai kecil; lalu
raja menaruh semuanya itu di dalam gedung “Hutan Libanon”. 17 Juga raja membuat
takhta besar dari gading, yang disalutnya dengan emas murni. 18 Takhta itu enam
tingkatnya, dan tumpuan kakinya dari emas, yang dipautkan pada takhta itu, dan pada
kedua sisi tempat duduk ada kelek-kelek. Di samping kelek-kelek itu berdiri dua singa, 19
sedang dua belas singa berdiri di atas keenam tingkat itu sebelah-menyebelah; belum
pernah diperbuat yang demikian bagi sesuatu kerajaan. 20 Segala perkakas minuman raja
Salomo dari emas dan segala barang di gedung “Hutan Libanon” itu dari emas murni;
perak tidak dianggap berharga pada zaman Salomo. 21 Sebab raja mempunyai kapal-kapal
yang berlayar ke Tarsis bersama-sama dengan orang-orang Huram; dan sekali tiga tahun
kapal-kapal Tarsis itu datang membawa emas dan perak serta gading; juga kera dan
burung merak. 22 Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan
hikmat. 23 Semua raja di bumi berikhtiar menghadap Salomo untuk menyaksikan hikmat
yang telah ditaruh Tuhan di dalam hatinya. 24 Mereka datang masing-masing membawa
persembahannya, yaitu barang-barang perak dan barang-barang emas, pakaian, senjata,
rempah-rempah, kuda dan bagal, dan begitulah tahun demi tahun. 25 Salomo mempunyai
juga empat ribu kandang untuk kuda-kudanya dan kereta-keretanya dan dua belas ribu
orang berkuda, yang ditempatkan dalam kota-kota kereta dan dekat raja di Yerusalem. 26
Dan ia memerintah atas semua raja mulai dari sungai Efrat sampai negeri orang Filistin
dan sampai ke tapal batas Mesir. 27 Raja membuat banyaknya perak di Yerusalem sama
seperti batu, dan banyaknya pohon kayu aras sama seperti pohon ara yang tumbuh di
Daerah Bukit. 28 Kuda untuk Salomo didatangkan dari Misraim dan dari segala negeri. 29
Selebihnya dari riwayat Salomo dari awal sampai akhir, bukankah semuanya itu tertulis
dalam riwayat nabi Natan dan dalam nubuat Ahia, orang Silo itu, dan dalam penglihatan-
penglihatan Ido, pelihat itu, tentang Yerobeam bin Nebat? 30 Salomo memerintah di
Yerusalem atas seluruh Israel empat puluh tahun lamanya. 31 Kemudian Salomo
mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di
kota Daud, ayahnya. Maka Rehabeam, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
Kitab 2 Tawarikh 9:1-12
311
Di sini diceritakan tentang Salomo yang duduk di takhtanya, dan tentang Salomo
di dalam kuburnya. Sebab, takhta tidak dapat mengamankannya dari kubur.
Mors sceptra ligonibus aequat – Maut merenggut baik tongkat kerajaan maupun
sekop dari tangan yang memegangnya.
I. Salomo memerintah dalam kekayaan dan kekuasaan, dalam ketenteraman
dan kepenuhan, yang sepanjang saya ketahui, tidak pernah bisa ditandingi
oleh raja mana pun. Saya tidak dapat berpura-pura bersikap mencela dalam
membandingkan kemegahan Salomo dengan kehebatan beberapa raja besar
di muka bumi. Namun, saya dapat mengamati bahwa raja-raja yang paling
terkenal di antara mereka, menjadi terkenal sebab peperangan, sedang
Salomo memerintah empat puluh tahun dalam keadaan yang damai dan
aman tenteram. Beberapa raja yang dianggap setanding dengan Salomo
memilih mengasingkan diri, atau membuat rakyat terpesona dengan cara
menjauhkan diri dari rakyat. Tidak boleh ada seorang pun melihat atau
mendekati raja mereka yang sedang menderita atau mendekati ajal.
Sebaliknya, Salomo acap kali ke luar negeri dan muncul di depan umum.
Dengan demikian, dalam segala segi, janji itu telah digenapi, yaitu bahwa
Tuhan akan memberinya kekayaan, harta benda, dan kemuliaan, seperti yang
belum pernah diperoleh raja mana pun, sebelum maupun sesudah dia (1:12).
1. Belum pernah ada raja yang tampil di depan umum dengan kemegahan
seperti yang ada pada Salomo. Bagi orang-orang yang menilai dengan
pandangan mata seperti yang dilakukan kebanyakan orang, kemegahan
semacam itu akan sangat mendatangkan kepujian baginya. Salomo
memiliki dua ratus perisai besar dan tiga ratus perisai kecil yang semua
terbuat dari emas tempaan dan dibawa ke hadapannya (ay. 15-16). Ia
duduk di atas takhta yang sangat megah (ay. 17-19). Belum pernah
diperbuat yang demikian bagi sesuatu kerajaan. Cahaya yang
melingkupinya merupakan perlambang akan kemuliaan rohani kerajaan
Mesias, namun baru merupakan sekadar gambaran sekilas saja
mengenai takhta-Nya yang jauh mengatasi semua takhta lain. Semarak
Salomo hanyalah tiruan semata. Itulah sebabnya Juruselamat kita lebih
menyukai keindahan alami bunga bakung di ladang. Salomo dalam segala
kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu
(Mat. 6:28-29).
2. Tidak pernah ada raja yang memiliki lebih banyak emas atau perak dari
dia, meskipun tidak ada tambang emas atau perak di kerajaannya
sendiri. Mungkin ia menguasai tambang-tambang emas di negeri lain,
atau sebab memiliki negeri berpenduduk padat, ia mengirimkan tenaga
312
manusia untuk menggali logam-logam mulia di negeri lain. Atau, sebab
tanah negerinya sangat subur, ia menjual hasil buminya di luar negeri
dan membawa pulang hasil penjualannya berupa emas seperti yang
dibicarakan di sini (ay. 13-21).
3. Tidak pernah ada raja yang diberi hadiah-hadiah oleh raja-raja lain
seperti yang diterima Salomo. Semua raja Arab dan bupati-bupati di
negeri itu membawa emas dan perak kepada Salomo (ay. 14). Bukan
sebagai upeti yang diperas Salomo dari mereka, melainkan sebagai
persembahan sukarela guna memperoleh perkenanannya. Atau juga
sebagai pertukaran niaga hasil bumi, gandum, atau ternak. Semua raja di
bumi, yaitu bagian-bagian dunia di situ, memberinya hadiah (ay. 24, 28),
sebab mereka sangat ingin berkenalan dan bersahabat dengannya.
Dalam hal ini Salomo menjadi gambaran Kristus, kepada siapa, tidak lama
sesudah Ia lahir, orang-orang majus dari timur membawakan hadiah
berupa emas, kemenyan dan mur (Mat. 2:11), dan kepada-Nya semua orang
di sekeliling-Nya harus menyampaikan persembahan (Mzm. 76:12; Rm.
12:1).
4. Belum pernah ada raja yang begitu terkenal sebab hikmatnya, begitu
dicari, dimintai petunjuk, dan dikagumi orang (ay. 23): Semua raja di
bumi (sebab orang biasa tidak bisa berpura-pura) berikhtiar
menghadap Salomo untuk menyaksikan hikmatnya, meminta segala
pemikirannya tentang alam, atau keahliannya dalam hal benda-benda
fisik, kebijakan pemerintahan, kebijaksanaan perilaku umat manusia,
atau asas agamanya, serta alasan untuk hal tersebut. Permohonan yang
mereka ajukan kepada Salomo untuk mendengar hikmatnya justru akan
menjengkelkan, mempermalukan, dan menghukum penghinaan manusia
terhadap Kristus dan Injil-Nya. Meskipun di dalam Dia tersembunyi
segala harta hikmat dan pengetahuan, tidak ada dari penguasa dunia ini
yang ingin mengenal Dia, sebab bagi mereka, Injil-Nya merupakan
kebodohan belaka (1Kor. 2:8, 14).
II. Di pasal ini kita dapati Salomo mendekati ajalnya, dilucuti dari
kemegahannya, dan Ia mewariskan seluruh harta kekayaan dan
kekuasaannya, bukan kepada orang yang tidak diketahuinya apakah orang
itu berhikmat atau bodoh (Pkh. 2:19), namun yang ia tahu yaitu orang yang
memang bodoh. Ini bukan saja merupakan kesia-siaan, melainkan sesuatu
yang menyakitkan jiwa (ay. 29-31). Sangat terlihat di sini, bahwa sama sekali
tidak disebutkan perihal undurnya Salomo dari Tuhan pada masa-masa akhir
Kitab 2 Tawarikh 9:1-12
313
hidupnya, dan sama sekali tidak ada sedikit petunjuk pun mengenai hal
tersebut.
1. sebab Roh Kudus tidak ingin mengajar kita untuk gemar mengulang-
ulang kesalahan dan kebodohan orang lain. Jika orang-orang yang
tadinya terkenal sebab hikmat yang dimilikinya dan kemudian
berperilaku buruk, janganlah kita terlampau giat menyebut-
nyebutkannya, meskipun hal itu berguna sebagai peringatan bagi kita
dan orang lain. Membicarakannya satu kali saja sudahlah cukup, jadi
untuk apa kisah yang tidak menyenangkan itu diperdengarkan kembali?
Mengapa kita tidak bisa bersikap seperti sang sejarawan di sini, yaitu
lebih banyak memperbincangkan hal-hal dalam diri orang lain yang
layak dipuji, tanpa menyebutkan sama sekali perihal cacat cela mereka,
bahkan meski mereka telah bersikap buruk dan mencolok? Hal ini
berarti berbuat seperti yang kita ingin orang lain perbuat kepada kita.
2. sebab meskipun Salomo sempat terjatuh, ia tidak sepenuhnya
dicampakkan. Dosanya tidak dicatat kembali, sebab ia telah
menyesalinya dan diampuni, seolah-olah ia tidak pernah berbuat dosa
itu. Keheningan Kitab Suci adakalanya berbicara. Saya bersedia percaya
bahwa diamnya Kitab Suci di sini menyangkut dosa Salomo merupakan
isyarat bahwa tidak satu pun dari dosa-dosa yang pernah diperbuatnya
itu disebutkan untuk melawan dia (Yeh. 33:16). Ketika Tuhan meng-
ampuni dosa, Ia menghapus dosa itu, dan tidak mengingat-ingatnya
lagi.
PASAL 10
asal ini disalin nyaris tepat sama dari 1 Raja-raja 7:1-19 yang memiliki
pembukaan panjang. Perihal Salomo yang meninggalkan Tuhan tidak ditulis
ulang, namun pembelotan sepuluh suku dari keluarganya dicantumkan. Dalam
pasal ini terdapat,
I. Kebodohan Rehabeam dalam menghadapi sepuluh suku itu (ay.1, 5-
14).
II. Kejahatan rakyat dalam hal bersungut-sungut tentang Salomo (ay.2-4)
dan meninggalkan Rehabeam (ay.16-19).
III. Keadilan dan kebenaran Tuhan dalam semua peristiwa itu (ay.15).
Demikianlah rencana-Nya tergenapi. Pada Dialah kekuatan dan hikmat.
Dialah yang menguasai baik orang yang tersesat maupun orang yang
menyesatkan yaitu yang bodoh dan yang jahat (Ayb.12:16), artinya, Dia
memakai mereka untuk memenuhi tujuan-tujuan-Nya.
Rehabeam Menggantikan Salomo
(10:1-11)
1 Kemudian Rehabeam pergi ke Sikhem, sebab seluruh Israel telah datang ke Sikhem
untuk menobatkan dia menjadi raja. 2 Segera sesudah hal itu kedengaran kepada
Yerobeam bin Nebat – ia ada di Mesir, sebab ia melarikan diri ke sana dari hadapan raja
Salomo – maka kembalilah ia dari Mesir. 3 Orang menyuruh memanggil dia, lalu datanglah
Yerobeam dengan seluruh orang Israel dan berkata kepada Rehabeam: 4 Ayahmu telah
memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang
dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya
kami menjadi hambamu. 5 namun ia menjawab mereka: “Datanglah kembali kepadaku
lusa.” Lalu pergilah rakyat itu. 6 Sesudah itu Rehabeam meminta nasihat dari para tua-tua
yang selama hidup Salomo mendampingi Salomo, ayahnya, katanya: “Apakah nasihatmu
untuk menjawab rakyat itu?” 7 Mereka berkata kepadanya: “Jika engkau mau berlaku
ramah terhadap rakyat itu, mau menyenangkan mereka dan mengatakan kata-kata yang
baik kepada mereka, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu.” 8 namun
ia mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua itu, lalu ia meminta nasihat kepada
orang-orang muda yang sebaya dengan dia dan yang mendampinginya, 9 katanya kepada
mereka: “Apakah nasihatmu, supaya kita dapat menjawab rakyat yang mengatakan
P
316
kepadaku: Ringankanlah tanggungan yang dipikulkan kepada kami oleh ayahmu?”
10 Lalu orang-orang muda yang sebaya dengan dia itu berkata: “Beginilah harus
kaukatakan kepada rakyat yang telah berkata kepadamu: Ayahmu telah memberatkan
tanggungan kami, namun engkau ini, berilah keringanan kepada kami – beginilah harus
kaukatakan kepada mereka: Kelingkingku lebih besar dari pada pinggang ayahku! 11 Maka
sekarang, ayahku telah membebankan kepada kamu tanggungan yang berat, namun aku
akan menambah tanggungan kamu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, namun
aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi.”
Di sini dapat kita cermati bahwa,
1. Orang paling bijaksana dan terbaik pun tidak dapat memuaskan semua
orang. Salomo memperkaya dan memajukan kerajaannya, dan dapat kita
duga, ia mengerjakan segala yang bisa dilakukannya untuk membuat rakyat
bahagia dan tenang. Namun, ia juga tidak hati-hati dalam hal membebani
mereka dengan pajak dan tugas layanan, atau setidaknya ada alasan tertentu
untuk menganggapnya demikian. Tidak seorang pun yang sepenuhnya bijak-
sana. Kemungkinan, hal itu terjadi ketika Salomo telah berpaling dari Tuhan dan
tanggung jawabnya sehingga hikmatnya tidak membantu dia, sementara Tuhan
membiarkannya bertindak dengan cara yang tidak bijak seperti itu. Bahkan,
harta benda Salomo pun terkuras sebab cintanya kepada banyak wanita .
Barangkali, untuk memelihara para wanita itulah, beserta keangkuhan, keme-
wahan, dan berhala mereka, maka ia membebani rakyatnya.
2. Jiwa orang-orang pemberontak dan tidak tahu terima kasih akan mencari
kesalahan pada pemerintahan dan berkeluh kesah, meski hampir tidak ada
alasan untuk melakukannya. Tidakkah mereka mengalami damai pada
zaman Salomo? Mereka tidak pernah dijarah oleh para penyerbu seperti
sebelumnya, tidak pernah ketakutan oleh bahaya perang, tidak pula harus
membahayakan nyawa mereka di bukit-bukit pengorbanan. Tidakkah
mereka kaya, cukup daging dan cukup uang? Apa lagi yang mereka mau? O
fortunatos nimium, sua si bona norint! – Oh berbahagialah jika mereka
menyadari keadaan mereka yang bahagia! Namun demikian, orang-orang itu
mengeluh bahwa Salomo memberatkan kuk mereka. Jikalau ada orang yang
mengeluh demikian mengenai kuk Kristus, supaya mereka punya alasan
untuk mematahkan ikatan-Nya dan menyingkirkan tali-tali ikatan-Nya dari
mereka, maka kita yakin bahwa ia sama sekali tidak pernah memberi
mereka alasan untuk mengeluh, apa pun yang Salomo perbuat. Kuk yang [Ia]
pasang itu enak dan beban[-Nya] pun ringan. Ia tidak pernah memberati
engkau dengan menuntut korban sajian atau menyusahi engkau dengan
menuntut kemenyan.
3. Banyak orang menghancurkan diri sendiri dan kepentingannya dengan
menginjak-injak serta membangkitkan amarah orang-orang di bawahnya.
Rehabeam berpikir bahwa sebab dirinya raja, ia memiliki kekuasaan
Kitab 2 Tawarikh 10:1-11
317
sebesar ayahnya, ia bisa memiliki apa yang dipunyai Salomo, melakukan apa
yang pernah dilakukan Salomo, dan menguasai semua yang ada di
hadapannya. Namun, meski menyandang mahkota bapanya, Rehabeam tidak
memiliki otak seperti Salomo, dan seharusnya ia sadar, sebab pribadinya
berbeda dari ayahnya, maka ia harus menjalankan takaran berbeda. Orang
bijak seperti Salomo bisa berbuat sesuai yang ia kehendaki, namun orang
bodoh seperti Rehabeam harus melakukan sesuatu sebisanya saja. Seekor
kuda yang bertenaga besar bisa ditendang dan dipacu oleh orang yang ahli
mengendalikannya. Namun, jika seorang pemacu yang tidak terampil mela-
kukannya, ia akan menanggung akibatnya. Rehabeam membayar mahal
sebab telah mengancam, bermulut besar, dan mengira dapat bertindak
dengan tangan yang teracung tinggi. Dengan hikmat dan kebajikannya, Ayub
tidak mengabaikan hak budak[nya] laki-laki atau wanita , ketika mereka
beperkara dengan [dia] (Ayb. 31:13), sebaliknya ia mendengarkan mereka
dengan sabar, memikirkan pendapat mereka, dan memberi jawab yang
lemah lembut. Dengan cara yang sama, tanggapan yang santun terhadap
orang yang mengajukan perkara serta kesigapan untuk menenangkan
mereka akan menjadi penghiburan dan pujian bagi semua orang yang
memegang kekuasaan, baik dalam gereja, negara, maupun keluarga.
4. Umumnya, nasihat yang lunak yaitu yang paling bijaksana dan baik.
Kelemahlembutan akan memberi hasil yang tidak bisa diperoleh dengan
kekerasan. Kebanyakan orang suka diperlakukan dengan lunak. Para
penasihat Rehabeam yang telah berumur dan berpengalaman
mengarahkannya untuk melakukan cara tersebut (ay. 7), “Jika engkau mau
berlaku ramah terhadap rakyat itu, mau menyenangkan mereka dan
mengatakan kata-kata yang baik kepada mereka, maka mereka menjadi
hamba-hambamu sepanjang waktu.” Kata-kata yang baik tidak menuntut
apa-apa, hanya sedikit penyangkalan diri, namun menghasilkan hal-hal baik.
5. Sering kali, Tuhan memenuhi rancangan hikmat-Nya sendiri dengan memikat
manusia dan menyerahkan mereka kepada kebodohan mereka sendiri.
Tiada yang perlu dilakukan terhadap manusia-manusia untuk
menghancurkan mereka selain membiarkan mereka berbuat semau mereka
sendiri, menyerahkan mereka kepada keangkuhan dan hawa nafsu mereka
sendiri.
318
Kebodohan Rehabeam
(10:12-19)
12 Lusanya datanglah Yerobeam dengan segenap rakyat kepada Rehabeam, seperti yang
dikatakan raja: “Kembalilah kepadaku lusa.” 13 Raja Rehabeam menjawab mereka dengan
keras; ia telah mengabaikan nasihat para tua-tua; 14 ia mengatakan kepada mereka
menurut nasihat orang-orang muda: “Ayahku telah memberatkan tanggungan kamu,
namun aku akan menambahnya; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, namun aku
akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi.” 15 Jadi raja tidak mendengar-
kan permintaan rakyat, sebab hal itu merupakan perubahan yang disebabkan Tuhan ,
supaya TUHAN menepati firman yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Ahia, orang
Silo, kepada Yerobeam bin Nebat. 16 Setelah seluruh Israel melihat, bahwa raja tidak
mendengarkan permintaan mereka, maka rakyat menjawab raja: “Bagian apakah kita
dapat dari pada Daud? Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu! Masing-masing
ke kemahmu, hai orang Israel! Uruslah sekarang rumahmu sendiri, hai Daud!” Maka
pergilah seluruh orang Israel ke kemahnya, 17 sehingga Rehabeam menjadi raja hanya
atas orang Israel yang diam di kota-kota Yehuda. 18 Kemudian raja Rehabeam mengutus
Hadoram yang menjadi kepala rodi, namun orang-orang Israel melontari dia dengan batu,
sehingga mati, bahkan raja Rehabeam hampir-hampir tidak dapat menaiki keretanya
untuk melarikan diri ke Yerusalem.
19 Demikianlah mulanya orang Israel memberontak terhadap keluarga Daud sampai hari
ini.
Di sini, kita mempelajari bahwa,
1. Ketika masyarakat bergejolak dalam kekerasan, hal itu hanya memperburuk
keadaan. Jawaban yang keras seperti yang Rehabeam berikan, akan
membangkitkan amarah dan menyiramkan minyak kepada kobaran api.
Seorang pilot harus mengemudi dengan tenang di tengah badai. Banyak
orang terpancing melakukan kekacauan yang tidak mereka kehendaki
sebab diperlakukan terlalu keras atas apa yang mereka mau.
2. Apa pun cara dan rancangan manusia, melalui semua itu, Tuhan
melaksanakan karya-Nya sendiri dan menggenapi firman yang telah Dia
ucapkan. Tidak setitik pun firman-Nya akan gagal. Keras kepala dan
kecerobohan sang raja disebabkan Tuhan , supaya TUHAN menepati firman
yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Ahia (ay. 15). Tuhan suka mencapai
tujuan-tujuan-Nya sendiri lewat kebodohan dan kesalahan Rehabeam, yaitu
congkak dan hawa nafsu, namun hal itu sama sekali tidak bisa menjadi alasan
untuk membenarkan Rehabeam.
3. Kekayaan, kehormatan, dan kekuasaan duniawi yaitu sesuatu yang tidak
pasti. Salomo memerintah atas seluruh Israel, dan mungkin orang beranggapan
bahwa ia telah cukup mengokohkan kerajaan itu bagi seluruh keluarganya
untuk bertahun-tahun lamanya. Namun, hampir-hampir mayatnya pun belum
membusuk dalam kuburnya saat sepuluh suku memberontak dari putranya.
Seluruh pengabdian baik yang dilakukannya bagi Israel kini dilupakan.
Bagian apakah kita dapat dari pada Daud? Demikianlah pemerintahan
Kristus dicampakkan oleh banyak orang tanpa memikirkan semua yang
Kitab 2 Tawarikh 10:1-11
319
telah Dia lakukan untuk mengikatkan anak-anak manusia kepada-Nya untuk
selamanya. Mereka berkata, “Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas
kami.” Akan namun , pemberontakan ini pasti akan menjadi kebinasaan
mereka.
4. Tuhan kerap membalaskan pelanggaran orang tua kepada anak-anak mereka.
Salomo meninggalkan Tuhan , dan sebab itu anaknya, bukan dia sendiri,
ditinggalkan oleh sebagian besar rakyatnya. Demikianlah Tuhan menyatakan
betapa jahatnya dosa dan menunjukkan bahwa hukumannya berlangsung
lama dengan cara membuat akibat dosa itu terlihat dan berlangsung terus
setelah pelakunya sudah mati. Juga mungkin di sini ada maksud hukuman
dosa itu kekal. Orang yang berdosa terhadap Tuhan bukan hanya melukai
jiwanya, namun membahayakan keturunannya lebih dibandingkan yang ia
bayangkan.
5. Ketika Tuhan menggenapi ancaman-Nya, pada saat yang sama Ia akan
memelihara janji-Nya agar tidak gugur. Ketika pelanggaran Salomo diingat
oleh Tuhan dan sebab nya, putra Salomo kehilangan sepuluh suku,
kesalehan Daud dan janji-janji Tuhan kepadanya juga tidak dilupakan. sebab
itu, demi menggenapi janji itu, cucu Daud tetap diberi dua suku. Kegagalan
orang-orang kudus tidak akan meniadakan janji yang diberikan kepada
Kristus, Kepala mereka. Mereka akan dihajar, namun kovenannya tidak
diputuskan (Mzm. 89:31-35).
PASAL 1 1
Di sini kita lanjutkan sejarah Raja Rehabeam.
I. Usahanya memulihkan sepuluh suku yang telah memisahkan diri
darinya, namun ia meninggalkan usahanya itu dalam ketaatan akan
perintah Tuhan (ay. 1-4).
II. Keberhasilannya dalam mempertahankan dua suku yang tersisa (ay. 5-
12).
III. Berkumpulnya para imam dan orang-orang Lewi kepadanya (ay. 13-
17)
IV. Sebuah catatan mengenai para istri dan anak-anaknya (ay. 18-23)
Rehabeam Dilarang Memerangi Yerobeam
(11:1-12)
1 Ketika Rehabeam datang ke Yerusalem, ia mengumpulkan kaum Yehuda dan Benyamin,
seratus delapan puluh ribu teruna yang sanggup berperang untuk memerangi orang
Israel dengan maksud mengembalikan kerajaan itu kepadanya. 2 namun datanglah firman
TUHAN kepada Semaya, abdi Tuhan , demikian 3 “Katakanlah kepada Rehabeam, anak
Salomo, raja Yehuda, dan kepada segenap orang Israel di Yehuda dan di Benyamin,
demikian 4 Beginilah firman TUHAN: Janganlah kamu maju dan janganlah kamu
berperang melawan saudara-saudaramu. Pulanglah masing-masing ke rumahnya, sebab
Akulah yang menyebabkan hal ini terjadi.” Maka mereka mendengarkan firman TUHAN
dan pulang dengan tidak pergi menyerang Yerobeam. 5 Rehabeam diam di Yerusalem dan
memperkuat kota-kota kubu di Yehuda.
6 Ia memperkuat Betlehem, Etam, Tekoa, 7 Bet-Zur, Sokho, Adulam, 8 Gat, Mares, Zif, 9
Adoraim, Lakhis, Azeka, 10 Zora, Ayalon dan Hebron, yang terletak di Yehuda dan di
Benyamin, sebagai kota-kota berkubu. 11 Ia memperkokoh kota-kota kubu itu dan
menempatkan di situ kepala-kepala pasukan dengan persediaan makanan, minyak dan
anggur; 12 perisai dan tombakpun disediakan di tiap-tiap kota. Ia membuat kota-kota itu
amat kokoh. Demikianlah Yehuda dan Benyamin menjadi daerah kekuasaannya.
Bagaimana kesepuluh suku itu meninggalkan keluarga Daud, sudah kita baca
pada pasal sebelumnya. Sebenarnya sudah sejak lama mereka tidak memiliki
hubungan erat dengan keluarga itu (2Sam. 20:1-2), dan sekarang mereka benar-
322
benar meninggalkan keluarga itu. Mereka tidak memikirkan betapa perbuatan
itu akan melemahkan kepentingan bersama dan menjatuhkan Israel dari
kejayaannya, hingga mencapai masa pemerintahan terakhirnya. Namun
demikian, kerajaan harus diperbaiki seperti halnya keluarga Daud.
1. Layaknya orang yang gagah berani, pada akhirnya, Rehabeam mengerahkan
pasukan perangnya, dengan tujuan memadamkan para pemberontak itu (ay.
1). Kaum Yehuda dan Benyamin tidak hanya bertekad untuk melanjutkan
kesetiaan mereka kepadanya, namun juga siap untuk memberikan bantuan
mereka yang terbaik guna memulihkan haknya. Yehuda yaitu kaumnya
sendiri, yang pertama-tama mengakuinya, beberapa tahun sebelum suku-
suku lainnya. Suku Benyamin yaitu suku yang tinggal di atas sebagian
besar tanah Yerusalem. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa suku itu
bergabung bersamanya.
2. Namun, layaknya orang yang berhati nurani, ketika Tuhan melarang
melaksanakan rancangannya, dengan penuh ketaatan ia membatalkannya.
Baik sebab menghormati kedaulatan ilahi, maupun sebab ia tahu bahwa ia
tidak akan berhasil jika ia menentang perintah Tuhan . Alih-alih bukannya
mendapatkan kembali apa yang hilang, ia akan berada dalam bahaya
kehilangan apa yang masih ia miliki. Sangat berbahaya untuk melakukan apa
saja, terutama perang yang bertentangan dengan kehendak Tuhan . Tuhan
memanggil dia, Rehabeam, anak Salomo (ay. 3), untuk menyatakan bahwa
kejadian ini ditetapkan sebab dosa Salomo, dan tidak akan ada gunanya
menentang keputusan yang telah diterbitkan. Mereka mematuhi firman
TUHAN (ay. 4, KJV). Walaupun tampak memalukan, dan mengundang celaan
di antara tetangga-tetangga mereka, namun , mereka tetap meletakkan senjata
mereka, sebab Tuhan menghendakinya.
3. Layaknya orang yang bijaksana, ia memperkuat pertahanan negerinya
sendiri. Ia memandang tidak ada gunanya memikirkan untuk menyerang
orang-orang yang memberontak itu. Sedikit kata-kata yang baik mungkin
tadinya dapat mencegah pembelotan mereka, namun sekarang segenap
kekuatan kerajaannya tidak dapat mengembalikan mereka. Semua sudah
terlanjur, nasi sudah menjadi bubur, jadi biarkan sajalah. Ia harus berhikmat
saja untuk berbuat yang terbaik dari kejadian itu. Mungkin para penasihat
muda yang sama yang telah menasihatinya untuk menjawab kesepuluh suku
itu dengan kata-kata kasar, mendesak dia untuk melawan sepuluh suku itu,
meskipun ada larangan ilahi. namun , ia telah membayar c