bahasa ibrani 1

Tampilkan postingan dengan label bahasa ibrani 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa ibrani 1. Tampilkan semua postingan

bahasa ibrani 1













Elohim sendiri telah berbicara dalam bahasa Ibrani, bahkan dua pertiga dari seluruh 

wahyu Elohim disampaikan kepada manusia melalui perantaraan bahasa Ibrani. Oleh 

karena itu, sepatutnyalah kita berusaha untuk mengenal bahasa ini. 

Perhatikan Tabel di bawah ini ! 

Alkitab Pasal Ayat Keterangan 

Tanakh Ibrani         929 23.203 Ditulis dalam bahasa Ibrani & Aram 

Perjanjian Baru   260   7.659 Ditulis dalam bahasa Yunani Koine 

Jumlah Total 1.189    30.862  

1. SEJARAH & SIFAT BAHASA IBRANI

Bahasa-bahasa di Timur Tengah Kuno merupakan suatu rumpun yang biasanya 

disebut rumpun bahasa Semitis, sesuai dengan nama Sem anak Nuh, yang dianggap 

nenek moyang bangsa-bangsa Timur Tengah berdasarkan Kitab Kejadian pasal 10. 

1.1. Adapun rumpun bahasa Semitis ini terbagi dalam tiga (3) cabang, yakni : 

       1.1.1. Cabang Timur  : bahasa Akadis, yang mencakup bahasa Babilonia &  

                                            Asyur. 

       1.1.2. Cabang Selatan : bahasa Arab & Etiopia. 

       1.1.3. Cabang Barat    : bahasa-bahasa Kanaan, yang mencakup bahasa Ebla,  

                                             Ugarit, Moab, Ibrani & Aram. 

       Dua dari antara bahasa-bahasa Semitis ini dipergunakan dalam Perjanjian  

       Lama, yaitu bahasa Ibrani ( hampir seluruh Tanakh Ibrani ) dan bahasa  

       Aram ( Ezra 4:8 - 6:18, 7:12-26, Yeremia 10:11, Daniel 2:4 - 7:28 ). 

1.2. Dapat dikatakan ada lima (5) lima periode dalam perkembangan bahasa Ibrani : 

       1.2.1. Sebelum Tahun 1.000 sM 

       Hanya ada beberapa tulisan dari jaman kuno tersebut, sehingga sifat bahasanya  

       kurang dapat dipastikan. 

       1.2.2. Tahun 1.000 - 500 sM

       Bahasa pada jaman ini disebut bahasa Ibrani Klasik, yang dikenal terutama  

       sekali dari bahasa Alkitab Tanakh Ibrani. 

       1.2.3. Tahun 500 sM - 500 M

       Selama seribu tahun ini bahasa Ibrani semakin kurang dipergunakan sebagai  

       bahasa sehari-hari. Bahasa Ibrani hanya dipakai sebagai bahasa agama. 

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

 3 

       1.2.4. Tahun 500 - 1.900 M 

       Selama 14 abad bahasa Ibrani hidup sebagai bahasa sastra untuk bangsa  

       Yahudi, namun tidak dipakai dalam hidup sehari-hari. Pada periode ini, para  

       sarjana Yahudi ( Kaum Masoret ) menyempurnakan sistim penulisan bahasa  

       Ibrani serta menyalin naskah-naskah Alkitab Ibrani sekaligus untuk menetapkan  

       teksnya yang resmi, yang masih dipergunakan sampai saat ini. 

 

       1.2.5. Abad XX 

       Mulai tahun 1881 bahasa Ibrani dipergunakan dalam beberapa daerah di  

       Palestina, dan sejak tanggal 14 Mei 1948 menjadi bahasa resmi dalam negara  

       Israel. 

 

       Bahasa Ibrani Modern ini pada dasarnya sama dengan bahasa Alkitab Perjanjian  

       Lama, hanya Gramatika & pengucapannya saja yang disederhanakan serta  

       banyak kata baru yang dibentuk ataupun dipinjam dari bahasa lain. 

 

2. ABJAD IBRANI 

 

Abjad Ibrani terdiri atas 22 huruf, semuanya huruf-huruf mati ( konsonan ) saja. 

Hal ini berarti huruf-huruf hidup ( vokal ) tidak muncul dalam Abjad Ibrani. 

Meskipun dalam ucapan bahasa Ibrani terdengar adanya huruf-huruf hidup, namun 

demikian huruf-huruf hidup tersebut tidak ditulis, sebab para pemakai bahasa Ibrani 

dulu sudah sedemikian terlatih dalam penggunaan bahasanya, sehingga mereka dapat 

langsung mengucapkan huruf-huruf hidup pada tempat yang tepat walaupun tidak 

ditulis. 

 

Ke-duapuluh-dua huruf Ibrani tersebut adalah sebagai berikut : 

 

Nomor 

Urut 

Nama 

Huruf 

Bentuk 

Cetak 

Bentuk 

Tulis 

Arti 

Aslinya 

Contoh 

Ucapan 

Transli

-terasi 

 Angka 

01 ‘alef a  Banteng Ke’ada’an V 1 

02 Bet b  Rumah Batu b 2 

03 Gimel g  Unta Gudang g 3 

04 Dalet d  Pintu Desa d 4 

05 He h  Jendela Hak h 5 

06 Waw w  Kaitan Voice w 6 

07 Zayin z  Senjata Zaman z 7 

08 Khet x  Pagar Khotbah Ê 8 

09 Tet j  Ular Tanah ð 9 

10 Yod y  Tangan Ya y 10 

4

11 Kaf k Telapak 

Tangan 

Kota k 20 

12 Lamed l Lembu Lunas l 30 

13 Mem m Air Mata m 40 

14 Nun n Ikan Nasehat n 50 

15 Samekh s Sandaran Singa s 60 

16  ayin [ Mata Rakyat ‘ 70 

17 Pe p Mulut Pisang p 80 

18 Tsade c Kail Nats î 90 

19 Qof q Belakang 

Kepala 

Al-Quran q 100 

20 Resy r Kepala Roda r 200 

21 Sin 

Syin 

Gigi Singa 

Syukur 

š 

300 

22 Taw t Tanda Tanah t 400 

2.1. Beberapa Petunjuk Cara Menulis Huruf Ibrani

2.1.1. Tidak ada perbedaan antara huruf besar dengan huruf kecil. 

2.1.2. Kita akan memakai bukan bentuk cetak melainkan bentuk tulis, yang lazim  

          dipakai dalam Tanakh Ibrani, walaupun sedikit lain dari bentuk tulisan yang  

          sekarang dipakai oleh bangsa Israel. 

2.1.3. Tulisan Ibrani dituliskan & dibaca dari kanan ke kiri, sama halnya dengan  

          bahasa Arab. 

2.1.4. Pada dasarnya setiap huruf Ibrani harus memenuhi sebuah kuadrat. Namun  

          perhatikan bahwa ada beberapa huruf yang lebih kecil, yang hanya mengisi                

          setengah kuadrat ( n y z w g )  dan ada pula dua huruf yang menonjol  

          keluar dari kuadrat (  q l ). 

2.1.5. Penulisan setiap huruf dimulai dari sudut kiri atas ! 

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

 5 

2.2. Huruf Dengan Bentuk Final 

 

Lima huruf berikut : c p n m k dapat diingat melalui akronim KaM Na 

PeTs  bilamana muncul pada akhir kata selalu mendapat bentuk yang khusus, yang 

disebut bentuk final/akhir. Sedangkan huruf-huruf lainnya hanya memiliki satu 

bentuk saja. 

 

No Nama Huruf Bentuk Biasa Bentuk Final 

1 Kaf k $ 

2 Mem m ~ 

3 Nun n ! 

4 Pe p @ 

5 Tsade c # 

  

2.3. Huruf-huruf Yang Mudah Dikacaukan 

 

Perhatikan ada beberapa huruf Ibrani harus ditulis dengan sangat teliti agar tidak 

dikacaukan. Temukan & rumuskan sendiri perbedaan di antara huruf-huruf yang 

dikelompokkan bersama : 

 

No Nama Huruf  Bentuk Huruf 

1 Bet, Kaf, Pe p  k  b 

2 Gimel, Nun g  n 

3 Dalet, Resy, Kaf Final,  

Pe Final @  $  r  d 

4 He, Khet, Taw t  x  h 

5 Yod, Waw, Zayin,  

Nun Final !  z  w  y 

6 Tet, Mem, Mem Final, 

Samekh s  ~  m  j 

7 ‘ayin, Tsade, Tsade Final #  c  [ 

8 Syin, Sin f  v 

 

Tulislah huruf-huruf Ibrani pada masing-masing kelompok tersebut di atas secara 

tepat dalam satu baris, sehingga anda dapat mengenal perbedaan-perbedaan mereka 

secara cermat. 

 

 

 6 

TUGAS (1) 

 

[1] Tulislah dalam satu baris seluruh huruf dari Abjad Ibrani dalam kertas miliblok. 

[2] Kenalilah & sebutkanlah nama setiap huruf Ibrani dalam Kejadian 1:1 di bawah 

      ini : 

 

#rah taw ~ymV'h ta ~yhla arB tyvarB 

[3] Tuliskan kelima huruf yang memiliki bentuk final & tuliskan pula bentuk  

      finalnya ! 

 

3. PENGUCAPAN 

 

Ciri khas pengucapan setiap huruf Ibrani dapat dilihat dengan jelas pada Daftar 

Lengkap di halaman 3 & 4. Penjelasan-penjelasan berikut hanya merupakan 

pelengkap. 

 

3.1. Huruf  Valef & ‘ayin bukanlah vokal “a”. Perlu diingat lagi bahwa Abjad Ibrani  

       hanya terdiri atas huruf-huruf mati ( konsonan ) saja. Huruf  a dan  [ tidak  

       diucapkan ketika dilafalkan ( sehingga disebut konsonan bisu ). 

 

3.2. Huruf-huruf BeGaD KeFaT 

       Untuk enam (6) huruf berikut : t p k d g b orang Ibrani mengenal  

       dua (2) cara pengucapan, yakni pengucapan keras atau pengucapan lembut.  

       Pengucapan keras ditandai oleh Titik Pengeras di tengah-tengah huruf-huruf  

       tersebut. Tanpa Titik Pengeras, huruf-huruf tersebut diucapkan lembut. 

       Namun pada masa kini ( Bahasa Ibrani Modern ) hanya tinggal tiga (3) di antara  

       enam (6) huruf tersebut di atas, di mana perbedaan antara dua (2) pengucapan  

       masih terdengar jelas, yakni : 

 

Huruf Pengucapan Huruf Pengucapan 

B b b v 

K k k kh 

P p p f 

 

       Peraturan mengenai kapan huruf BeGaD KeFaT memakai Titik Pengeras &  

       kapan tidak, akan dibahas dalam pelajaran berikutnya. 

 

 

 7 

3.3. Huruf Tenggorokan ( Gutturals ) 

       Ada lima (5) Konsonan :  [ x h a dan kadangkala r diklasifikasi  

       sebagai huruf-huruf Tenggorokan ( Gutturals ) sebab diucapkan dari dalam  

       tenggorokan. 

 

3.4. Peraturan pengucapan dalam buku-buku Tata Bahasa Ibrani tidak seragam. Kita  

       tidak mempunyai rekaman ucapan Musa, Daud, dan Ezra. Dalam perkuliahan  

       ini, kita akan mengikuti cara pengucapan menurut buku R.K. Harrison, yang  

       disusun dalam kerjasama dengan orang Yahudi ( Harrison, R.K. Teach Yourself  

       Biblical Hebrew. New York : David McKay Company, 1976 ). 

 

 

4. TRANSLITERASI 

 

Tulisan Ibrani dapat ditransliterasikan ( ditulis dengan huruf-huruf Latin ) dan 

dalam perkuliahan ini kita mengikuti pola New Bible Dictionary ( NBD ) yang 

paling konsekuen di antara pola-pola yang ada ( lihat halaman 2 & 3 ). 

Untuk huruf-huruf BeGaD KeFaT berlaku transliterasi sebagai berikut : 

 

Huruf B b G g D d K k P p T t 

Transliterasi 

 

b ḇ g ḡ d ḏ k ḵ р  t ṯ 

Garis di bawah atau di atas huruf BeGaD KeFaT menunjukkan bahwa ia diucapkan 

secara lembut dan tidak memiliki Titik Pengeras di tengah-tengah huruf tersebut. 

Perhatikan : garis pada “g” & “p” diletakkan di atasnya, semata-mata agar garis 

tersebut tidak mengganggu bagian huruf yang menonjol ke bawah. 

 

Latihan : 

 

Mari kita mulai menulis kata pertama, yang terdiri atas tiga (3) huruf, yaitu : l, m, d. 

Untuk menulis kata ini dengan huruf Ibrani, kita harus mulai menulis huruf pertama 

di sebelah kanan kertas kita dan menambahkan huruf demi huruf dari kanan ke kiri 

sebagai berikut : 

                                  

                Z      \        

d  m  l=   l m d 

 

 

8

TUGAS (2)

[1] Tulislah kelompok konsonan berikut di bawah ini dengan tulisan Ibrani ! 

1. ḥn 6. šlwm 

2. sdyn 7. dm 

3. mlḵ 8. yldḵn 

4. rš 9. lm 

5. mšpð 10. ‘bryṯ 

  

[2] Berikanlah Transliterasi Yehezkiel 38:12 

$dy  byvhl  zB  zblw  llv  llvl 

hnqm hf[ ~ywGm @sam ~[ law tbvwn twbrx l[ 

#rah  rwBj  l[  ybvy  !ynqw 

5. VOKALISASI

Sampai dengan abad-abad pertama sesudah Kristus, Tanakh Ibrani tetap ditulis 

dengan konsonan-konsonan saja, meskipun pada saat membaca selalu terdengar bunyi 

vokal sebagai penyambung di antara konsonan-konsonan tersebut. 

Selama bahasa Ibrani Klasik, yaitu bahasa Ibrani Tanakh Ibrani, dipakai dalam 

kehidupan sehari-hari, hal mengisi sendiri vokal pada saat membaca tidak menjadi 

soal. Bahasa Ibrani dibaca & dibicarakan melalui tradisi oral yang diturunkan dari 

generasi ke generasi. 

Sekitar abad VI Masehi, ketika bahasa Ibrani Klasik itu tidak lagi dipakai dalam 

percakapan sehari-hari melainkan hanya dipakai dalam bidang sastra / bahasa sastra  

& hanya dipakai dalam bidang agama, tampaklah adanya kebutuhan untuk 

menambahkan petunjuk-petunjuk mengenai vokal-vokal yang tepat, yang perlu 

diucapkan pada waktu membaca Tanakh Ibrani. 

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

9

5.1. Huruf Vokal

Untuk mendapatkan jalan keluar dari masalah tersebut di atas, maka mula-mula ada 

tiga (3) konsonan yang dipinjam untuk menunjuk tempat vokal dalam suatu kata : 

Konsonan Nama Huruf Mewakili 

Vokal 

Contoh Pengucapan 

y Yod î  ,  ê yl dapat dibaca lî

atau lê 

w Waw û  ,  ô wl dapat dibaca : lû

atau lô 

h  

( pada akhir kata )

He â  ,  ēh  ,  ōh hl dapat dibaca : 

lâ atau lēh atau lōh 

Oleh karena tiga (3) konsonan yang berfungsi sebagai huruf vokal masing-masing 

dapat mewakili lebih dari satu vokal, maka dengan sistim ini tetap perlu mengenal 

bahasa Ibrani dengan serius untuk dapat menentukan vokal yang tepat. Hal ini berarti 

Tanakh Ibrani hanya dapat dibaca secara tepat oleh orang yang mengenal bahasa 

Ibrani sebagai bahasa induknya. 

Pada saat itu makin terasa kebutuhan yang mendesak untuk melengkapi setiap kata 

dengan keterangan yang pasti mengenai vokal-vokal mana yang perlu diucapkan di 

dalamnya. 

5.2. Tanda-tanda Vokal

Penambahan vokal-vokal kepada konsonan-konsonan dalam naskah-naskah 

Tanakh Ibrani sungguh menjadi masalah dari segi teologis, sebab berdasarkan 

keyakinan orang Yahudi, teks yang suci sama sekali tidak boleh diubah ataupun 

ditambahi. Akhirnya ada para ahli naskah, yakni para Masoret yang menemukan 

jalan keluarnya. Mereka tidak menciptakan huruf-huruf hidup yang baru untuk 

ditambahkan kepada teks Tanakh Ibrani yang suci, melainkan mereka hanya 

menciptakan suatu sistim titik & tanda kecil yang mewakili huruf-huruf hidup dan 

yang dapat ditulis di dalam atau di sekitar huruf-huruf asli tanpa mengganggu 

kesucian huruf-huruf tersebut. 

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

 10 

Sistim Vokalisasi yang diciptakan para Masoret tersebut adalah sebagaimana tertera 

di dalam tabel di bawah ini : 

 

N a m a Tanda Vokal Transliterasi 

Qamets '  

ā 

Patakh ;  

Tsere e 

y  e 

 

ē 

 

 

ê 

Segol ,  

Khireq i 

y  i 

 

 

 

î 

Kholem o 

wO 

 

ō 

 

ô 

Qamets-khatuf '  

Syureq W  

û 

Qibbuts U  

 

 

 11 

Dengan demikian, vokalisasi bahasa Ibrani dapat diklasifikasi sebagai berikut di 

bawah ini : 

 

Vokal Panjang Sejarah Panjang Pendek 

a h  '  â   '   ā ;   a 

e     y  e   ê     e     ē ,    e 

i y  i   î  i    i 

o wO     ô o   ō '    o 

u W     û  ֻ       u 

 

5.2.1. Penempatan Tanda Vokal 

 

Biasanya tanda vokal ditempatkan di bawah konsonan dengan cara sebagai berikut : 

 

<a> Hampir pada semua konsonan, tanda vokal ditulis persis di bawah  

        pertengahan huruf  tersebut. 

        Contoh :  q,  ['  s;  be  ai 

 

<b> Konsonan yang memiliki hanya satu tiang saja, menerima tanda vokal persis di  

        bawah tiang yang satu itu. 

         Contoh :  rI  y"  z<  w:  d:  gI  

 

<c> Waw menerima satu titik di sebelah kirinya yang membuat Waw menjadi   

        Syureq  ( W ). 

 

<d> Kholem adalah tanda vokal yang satu-satunya selalu ditempatkan di atas  

        konsonan bagian kiri. 

         Contoh :  mo  rBo 

 

       Namun perlu diperhatikan bahwa ada tiga (3) perkecualian mengenai  

       penempatan tanda Kholem : 

 

       [1] Bila konsonan yang menyusul setelah Kholem adalah a , maka Kholem  

            meninggalkan tempatnya yang sebenarnya & berpindah ke atas huruf   

a sebelah kanan atas. 

             Contoh : lō’ ditulis bukan   a  ol melainkan   aOl 

 

       [2] Hal yang sama berlaku untuk Waw yang mempunyai vokal. 

             Contoh : lōweh ditulis   hwO<l bukan   hw< Ol 

 

 12 

       [3] Demikian pula bila Kholem berdampingan dengan f atau v , maka  

             Kholem akan ditarik oleh kedua huruf tersebut. Bahkan, Kholem menjadi  

             satu dengan titik yang telah dimiliki oleh kedua huruf tersebut ( berarti tidak  

             perlu membuat dua titik ). 

 

             Contoh :      

                 

Kata Penulisan 

Mōṡ vom 

Mōš vm 

ṡōn !f 

šōn !vo 

 

5.2.2. Pengucapan Tanda Vokal 

 

         5.2.2.1. Urutan Konsonan - Vokal 

 

         Tidak ada kata Ibrani yang dimulai dengan vokal ! Semua kata Ibrani tanpa  

         terkecuali dimulai dengan sebuah konsonan. Hal ini berpengaruh terhadap  

         pengucapan vokal Ibrani, sebab pasti setiap vokal didahului oleh sebuah  

         konsonan. 

 

         Contoh : B' diucapkan  bā, tidak mungkin menjadi āb. 

           mi diucapkan  mi, tidak mungkin menjadi im. 

 

         Sekarang perhatikan contoh berikut di bawah ini ! 

 

dwID"  !B,  yl;ae  rm;a'  -  transliterasi :   Vāmar    Vēlay  ben  Dāwiḏ. 

 

         Sekali lagi, ingat beberapa peraturan yang penting   : 

 

         <a> Setiap vokal PASTI didahului oleh konsonan. 

 

         <b>Tidak ada kata Ibrani dengan dua vokal berturut-turut tanpa dipisahkan  

                oleh konsonan. 

         <c> Tidak ada kata Ibrani dengan dua konsonan berturut-turut ( kecuali a    

                 dan [ ) tanpa dipisahkan oleh vokal. 

 

         Oleh karena itu,  ar"B' tidak dibaca  bāār’, melainkan bārā’ 

 

 

 13 

         Perkecualian : 

 

         Bilamana sebuah kata berakhir dengan huruf Tenggorokan, sewaktu-waktu  

         patakh akan muncul pada huruf tersebut, dan akan mendahuluinya dalam  

         pengucapan ( Furtive Patakh ).  

 

         Contoh :   x;Wr diucapkan  rûaḥ , bukan rûḥa. 

  

         5.2.2.2. Vokal Homogen 

 

         Di mana sudah terdapat huruf-huruf vokal dalam teks ( lihat halaman 9 ), di  

         situ para Masoret menambahkan tanda-tanda vokal untuk memastikan  

         pengucapan huruf-huruf vokal tersebut ( lihat halaman 10, 11 ). 

 

        Tulisan huruf vokal bersama vokal homogennya disebut tulisan lengkap ( Full  

        Script ) misalnya :   

                              dywID"dāwîḏ  ( khireq lengkap ) 

 

                              ba'wOyyô’āḇ  ( kholem lengkap ) 

 

                              tyBe bêṯ  ( tsere lengkap ) 

 

         Akan tetapi sewaktu-waktu kata-kata dengan tulisan lengkap itu dapat muncul  

         tanpa huruf vokal. Gejala ini disebut tulisan tidak lengkap / defective script.  

         Untuk arti kata tersebut tidak ada pengaruh. Contoh : 

 

                              dwID"dāwiḏ   

 

                              ba'Oy      yo’aḇ   

 

                              tBebēṯ   

 

         Perhatikan dalam pengucapan : bilamana Yod atau Waw didahului oleh vokal  

         homogen, maka Yod dan Waw tidak akan diucapkan sebagai konsonan,  

         melainkan akan membisu sambil memperpanjang vokal homogennya. Hal ini  

         juga tampak dalam transliterasi ( perhatikan kembali halaman 10,11 ).  

         Contoh : 

 

         ymi adalah mî, bukanlah  miy 

 

         yme adalah mê, bukanlah mēy 

 

 14 

        wOm adalah mô, bukanlah mōw 

         Wm adalah mû, bukanlah muw 

 

         Akan tetapi, bilamana huruf vokal ( Yod & Waw ) didahului oleh vokal yang  

         tidak homogen, maka huruf vokal tersebut akan berfungsi & terdengar sebagai  

         konsonan biasa. Misalnya : 

 

         ym; adalah may, bukanlah ma 

 

          ym' adalah māy, bukanlah mā 

 

          wmi   adalah miw, bukanlah  mî 

 

          wme adalah mēw, bukanlah  mê. 

 

         Perkecualian : 

 

         Susunan huruf  wy ' senantiasa diucapkan āw, bukan āyw. Sekalipun Yod  

         didahului oleh  vokal yang bukan homogen, namun demikian Yod dalam  

         kasus  ini tetap bisu. Contoh : 

 

         wyd"y" transliterasinya menjadi :  yāḏāw. 

 

 

         5.2.2.3. Huruf He Pada Akhir Kata 

 

         Konsonan He sebagai huruf terakhir sebuah kata tidak dianggap sebagai  

         konsonan, melainkan menandai bahwa kata tersebut berakhir dengan sebuah  

         vokal ( qamets, tsere, segol, kholem ). Pada posisi itu, He tidak diucapkan  

         walaupun ia dapat muncul dalam transliterasi. Misalnya : 

 

         hl'G' ( gālâ ), hleGo ( gōlēh ),hl,Go ( gōleh ), danhOlG" ( gālōh ) 

 

         Bila He pada akhir kata muncul dengan titik ( Mappiq ), berarti He harus  

         diucapkan. Misalnya : Hn"ymil . ( lemînāh, Kejadian 1:25 ),  HB;g>YIw :  

    ( wayyiḡbah, 1 Samuel 10:23 ), dan  Hc'r>a ; (  'arṣāh ). 

 

 15 

TUGAS (3) 

 

A. Transliterasikan ke dalam huruf-huruf & vokalisasi Ibrani ! 

      

01. Lēnâ 04. Bînâ 07. šōēð 10. Qôðēl 

02. Pîsô 05. Rō’š 08. Ben 11. ḥāṡîm 

03. Nôrâ 06. Gāḏôl 09.  'îš 12. ‘āpār 

 

B. Transliterasikan nama-nama di bawah ini ke dalam huruf-huruf Latin ! 

 

@l,a' 10 ~x,l,  tyBe 01 

tyje 11 bleK' 02 

aPe 12 hv,m 03 

dwOy 13 wf'[e 04 

dmel' 14 rg"h' 05 

ydEc' 15 ha'le 06 

@wOq 16 !t'n" 07 

!yI[; 17 !v,G 08 

!b'l' 18 bybia'  lTe 09 

 

6. SHEWA 

 

6.1. Shewa Bisu ( Silent Shewa ) 

 

Bilamana konsonan yang bersuara tidak disusul oleh vokal, maka konsonan tersebut 

akan mendapat tanda Shewa ( : ) yang tidak diucapkan ( disebut Shewa Bisu ) dan 

tidak muncul dalam transliterasi. 

 

Dengan demikian, nama raja Zimri ( di mana Mem adalah konsonan yang bersuara 

namun tidak diikuti oleh vokal ) harus ditulis   yrIm.zI ( Zimrî ). 

 

Pada huruf terakhir sebuah kata, Shewa Bisu tidak ditulis, kecuali : 

 

6.1.1. Pada Kaf Final, misalnya    %l,m, ( meleḵ ). 

6.1.2. Bila sebuah kata berakhir dengan dua konsonan berturut-turut, maka kedua  

          konsonan itu akan mendapat Shewa Bisu, misalnya :  j.v.q ( qōšð :  

          kebenaran ). 

 

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Shewa Bisu ini hanya muncul pada 

akhir suku kata ! 

 16 

6.2. Shewa Bersuara ( Vocal Shewa ) 

 

6.2.1. Tanda Shewa sekaligus juga dapat mewakili bunyi vokal yang paling pendek  

          dan ringan ucapannya, yakni seperti “e pepet”. 

          Contoh :   wOxyrIy> ( YerîÊô ) 

 

6.2.2. Shewa Bersuara muncul dalam transliterasi sebagai e yang diangkat setengah  

          spasi. 

 

6.2.3. Bersama konsonannya Shewa Bersuara merupakan semacam pendahuluan  

          untuk suku kata berikut & dianggap bagian utuh dari suku kata berikut itu. 

 

Dua bentuk Shewa ( Shewa Bisu & Shewa Bersuara ) disebut Shewa Biasa ( Simple 

Shewa ). 

 

6.3. Shewa Bersuara Pada Huruf Tenggorokan 

 

Untuk Shewa Bersuara pada empat huruf Tenggorokan berlaku aturan khusus. 

Huruf-huruf tersebut tidak pernah mendapat Shewa Bersuara yang biasa ( Simple 

Shewa ), melainkan salah satu dari Shewa Gabungan ( Composite Shewa / 

Augmented Shewa ) sebagaimana dapat digambarkan selengkapnya di dalam Tabel 

berikut di bawah ini : 

 

 Nama Tanda Ucapan Contoh Transliterasi 

SHEWA Shewa Bisu . tidak 

diucapkan ljoq.ni niqðōl 

BIASA Shewa 

Bersuara . “e” pepet hd"Why> Yehûḏâ 

SHEWA Khatef-

patakh ] “a” 

terpendek ~r"a]    ,arām 

GABUNGAN Khatef-segol ? “e” 

terpendek ~yhiOla/    ,elōhîm 

 Khatef-

qamets \ “o” 

terpendek ylix\ holî 

 

Catatan : 

 

(1) Dalam penulisan Shewa Gabungan, perhatikan bahwa Shewa senantiasa  

      dituliskan di  sebelah kanan vokal ! 

 

(2) Bedakan Khatef-qamets dari Qamets-khatuf secara Tata Bahasa, sekalipun  

      pengucapan kedua vokal persis sama. 

 

 17 

Membedakan Antara Shewa Bisu Dengan Shewa Bersuara 

 

SHEWA BISU SHEWA BERSUARA 

Setelah vokal pendek Setelah vokal panjang 

Dua Shewa berturut-turut pada akhir 

sebuah kata 

Di bawah konsonan pertama dari 

sebuah kata 

 

Bila ada dua Shewa berturut-turut di tengah kata, maka Shewa yang pertama 

adalah BISU, sedangkan Shewa kedua adalah Bersuara ! 

 

Latihan Membaca : Mazmur 1:1-6 

 

 

tc;[]B; %l;h' al{ rv,a] vyaih'-yrev.a;  1 

al{ ~ycile bv;Amb.W dm'[' al{ ~yaiJ'x; %r,d,b.W ~y[iv'r> 

hG<h.y< Atr'Atb.W Acp.x, hw"hy> tr;AtB. ~ai yKi 2 `bv'y" 

rv,a] ~yIm' ygEl.P;-l[; lWtv' #[eK. hy"h'w> 3 `hl'y>l'w" ~m'Ay 

hf,[]y:-rv,a] lkow> lAByI-al{ Whle['w> AT[iB. !TeyI Ayr>Pi 

WNp,D>Ti-rv,a] #MoK;-~ai yKi ~y[iv'r>h' !ke-al{ 4 `x;ylic.y: 

~yaiJ'x;w> jP'v.MiB; ~y[iv'r> Wmquy"-al{ !Ke-l[; 5 `x;Wr 

%r,d,w> ~yqiyDIc; %r,D, hw"hy> [;deAy-yKi 6 `~yqiyDIc; td;[]B; 

`dbeaTo ~y[iv'r> 

 

7. SUKU KATA ( SYLLABLE ) 

 

Yang dimaksudkan dengan suku kata adalah satuan bunyi yang diucapkan sekali 

dalam suatu kata, misalnya : Sa-ya be-la-jar ba-ha-sa. 

 

7.1. Pengertian Suku Kata Ibrani 

 

Setiap suku kata harus dimulai dengan satu konsonan yang diikuti oleh paling sedikit 

satu bunyi vokal. Berdasarkan peraturan ini, maka batas suku kata-suku kata dapat 

ditentukan. Misalnya : 

 

 ~wOlv' ~wOl - v' šā – lôm  

 hd"Why> hd" - Why> Yehû - ḏâ  

 ~yhiOla/ ~yhi - Ola/ elō – hîm  

 yn"doa] yn" - doa] aḏō - nāy  

 18 

Perhatikan, dalam semua contoh tersebut di atas tidak mungkin membuat pembagian 

suku kata yang lain, kecuali melanggar peraturan di atas. 

 

Suku Kata Ibrani diklasifikasi ke dalam dua jenis, yakni Suku Kata Terbuka  

( Open Syllable ) & Suku Kata Tertutup ( Close Syllable ). 

 

7.2. Suku Kata Terbuka ( Open Syllable ) 

 

Suku Kata terbuka adalah suatu suku kata yang diakhiri oleh sebuah vokal atau 

dengan konsonan yang tidak bersuara. Misalnya : 

 

B' _ bā 

aOl _ lō’ 

wOxyrIy> wOx - yrIy> Yerî - Êô 

aybin" aybi - n" nā - ḇî’ 

̶̶̶ 

Pada umumnya Suku Kata Terbuka mempunyai sebuah vokal panjang. Akan tetapi 

bila Suku Kata Terbuka itu mendapatkan tekanan suara, maka ia pun dapat memiliki 

vokal pendek. Contoh : ~yIm;v'  ( šā - ma - yim ) 

 

Perhatikan : 

 

[1] Suku Kata pertama terbuka dengan vokal panjang. 

[2] Suku Kata kedua terbuka namun dengan vokal pendek, sebab mendapatkan  

      tekanan suara. 

 

7.3. Suku Kata Tertutup ( Close Syllable ) 

 

Suku Kata tertutup adalah suatu suku kata yang diakhiri oleh sebuah konsonan. Dan 

pada umumnya sebuah Suku Kata Tertutup mempunyai sebuah vokal pendek. Contoh 

 

~ve - šēm 

~y"r>mi ~y" - rmi Mir - yām 

drom.ni dro - mni Nim - rōḏ 

 

Akan tetapi sewaktu-waktu suku kata tertutup dapat memiliki vokal panjang bila 

mendapat tekanan suara. Misalnya :  rb'D"  ( dā - ḇār ) 

 

 

 19 

Ada satu rumus yang penting untuk diingat : setiap Suku Kata Tertutup yang 

tidak mendapat tekanan suara, mutlak mempunyai vokal pendek. Hal ini 

berarti, bilamana Qamets muncul dalam Suku Kata Tertutup tersebut, maka Qamets 

ini harus berubah ucapannya dari “a” panjang menjadi “o” pendek ( Qamets-khatuf 

), yang bunyinya sama dengan Khatuf-qamets, meskipun tidak memakai Shewa 

Gabungan. Dengan kata lain, Qamets-khatuf hanya muncul pada suku kata 

tertutup yang tidak mendapatkan tekanan suara ! 

 

Contoh pemakaian Qamets-khatuf : 

 

hm'k.x' Êoḵ - mâ    bukan   Êā - ḵe - mâ 

laeynIt.[' ‘oṯ - nî -’ēl   bukan  ‘āṯ - nî -’ēl 

lj;q.y" yoq - ðal   bukan   yā - qe - ðal 

 

Contoh pemakaian Qamets biasa : 

 

hm'k.x' ḥā - ḵe -mâ 

~K'x' ḥā - ḵām 

 

7.4. Penekanan Dalam Pengucapan 

 

Dalam mengucapkan kata-kata Ibrani biasanya suku kata terakhir ( Latin : Ultima ) 

mendapat penekanan, sebagaimana pada kata : ~yhiOla/  aybin"  ~wOlv' 

 

Ada sebagian kata yang mendapat penekanan pada suku kata kedua dari belakang  

(Latin : Paenultima), sebagaimana tampak pada kata : %l,m,  ds,x,  #r<a, 

Semua kata dalam Daftar Kata yang tidak diberi tanda penekanan ( < ) mendapat 

penekanan sesuai dengan peraturan yang umum ( pada Ultima ). 

 

Sebagaimana dalam bahasa Indonesia, demikian juga dalam bahasa Ibrani “e” pepet  

( Shewa Bersuara ) tidak pernah mendapat penekanan dalam pengucapan. 

 

 

 20 

TUGAS (4) 

 

A. Bagikan kata-kata di bawah ini ke dalam suku kata & berikan pula nama   

     suku kata tersebut serta sebutkan vokal yang menyertainya ! 

 

~yrIb'D> 06 ryvi[' 01 

hk'l'm.m; 07 !n"[' 02 

hl'y>l; 08 ~ve 03 

laer"f.yI 09 ~wOy 04 

vwOdq' 10 hw"c.mi 05 

 

B. Salinlah tiap kata dari Mazmur 15:1b ( Teks Ibrani ), bagikanlah tiap kata  

     tersebut  ke dalam suku kata serta uraikan tiap suku kata tersebut menurut jenis  

     suku kata & vokal macam apa yang dimilikinya. 

 

^v,d>q'  rh;B.  !Kov.yI  ymi 

 

C. Latihan Membaca Teks Ibrani ( Mazmur 23 :1-6 ) 

      

` rs'x.a, al{ y[iro hw"hy> dwId'l. rAmz>mi 1 

` ynIleh]n:y> tAxnUm. yme-l[;: ynIceyBir>y: av,D, tAan>Bi 2 

` Amv. ![;m;l. qd,c,-yleG>[.m;b. ynIxen>y: bbeAvy> yvip.n: 3 

^j.b.vi ydIM'[i hT'a;-yKi [r' ar'yai-al{ tw<m'l.c; aygEB. %leae-yKi ~G: 4 

dg<n< !x'l.vu yn:p'l. %ro[]T; 5 ` ynImux]n:y> hM'he ^T,n>[;v.miW 

bAj %a; 6 ` hy"w"r> ysiAK yviaro !m,V,b; T'n>V;DI yr'r>co 

%r,aol. hw"hy>-tybeB. yTib.v;w> yY"x; ymey>-lK' ynIWpD>r>yI ds,x,w" 

` ~ymiy" 

 

8. DAGESH 

 

Istilah Dagesh dalam bahasa Ibrani berarti tusuk, berupa titik yang ditempatkan di 

tengah sebuah konsonan. 

 

Ada dua jenis Dagesh, yakni Dagesh Lene ( Latin : Lemah ) atau Titik Pengeras 

dan Dagesh Forte ( Latin : Kuat ) atau Titik Penduakalian. 

Dagesh Lene & Dagesh Forte muncul dengan penampilan yang sama, namun dengan 

tujuan berbeda. 

 

 21 

8.1. Dagesh Lene ( Titik Pengeras ) 

 

Dagesh Lene ( Titik Pengeras ) hanya dapat dimiliki oleh enam (6) huruf BeGaD 

KeFaT saja. Peraturan-peraturan berikut di bawah ini perlu diingat : 

 

Huruf-huruf BeGaD KeFaT senantiasa memiliki Dagesh Lene ( Titik Pengeras )  

8.1.1. Pada permulaan Kata.  

          Contoh :       

                

ar"B' bārā’ 

~D" dām 

~yniP' pānîm 

 

Namun perhatikan, bila kata sebelumnya berakhir dengan vokal atau huruf vokal, 

maka huruf vokal tersebut dapat menyebabkan huruf BeGaD KeFaT  pada 

permulaan kata berikut kehilangan titik pengerasnya. Contoh : 

 

~ymit'  ynIa]   ,anî  ðāmîm 

lwOdG"  yn"doa]   ,aḏōnāy  gāḏôl 

 

8.1.2. Pada permulaan suku kata, bila suku kata yang mendahuluinya tertutup. 

          Misalnya : 

          

jP'v.mi mišpāð 

x;Bez>mi mizbēaḥ 

 

8.1.3. Dalam konsonan terakhir dari sebuah kata yang berakhir dengan dua  

          konsonan berturut-turut. Contoh : 

 

T.l.j;q' qāðalt 

 

Sebaliknya, huruf-huruf BeGaD KeFaT tidak mendapat Titik Pengeras bilamana 

didahului oleh vokal ataupun Shewa Bersuara. Contoh : 

 

aybin" b didahului vokal 

td<l,wOm t ,  d didahului vokal 

hq'd"c. d didahului Shewa Bersuara 

twOdl.wOT d 

didahului Shewa Bersuara ; 

 

didahului vokal                      

 

 22 

8.2. Dagesh Forte ( Titik Penduakalian ) 

 

Dagesh Forte & Dagesh Lene muncul dengan penampilan yang sama, namun dengan 

tujuan yang berbeda. Dagesh Forte adalah sebuah titik yang diletakkan di tengah-

tengah konsonan, yang menandakan konsonan tersebut berganda ( diduakalikan ). 

Contoh : kata  Qittel harus ditulis  lJeqi 

Perhatikan : 

 

[1] Dalam transliterasi, huruf yang diduakalikan harus ditulis rangkap ( qiððēl ). 

[2] Pemisah suku kata selalu di tengah konsonan yang diduakalikan ( qið - ðēl ). 

[3] Dagesh Forte dapat diletakkan di dalam konsonan apa saja kecuali lima (5)  

      huruf Gutturals ! 

 

Huruf-huruf Gutturals sulit diduakalikan dalam ucapan, sehingga tidak pernah 

mendapat Dagesh Forte. Di mana huruf-huruf tersebut seharusnya mendapat Dagesh 

Forte, maka di situ akan terjadi Kompensasi , yakni vokal pendek yang 

mendahuluinya akan diperpanjang. 

<a> Hal ini selalu terjadi di depan  a dan  r  dan sering juga di depan  [ . 

       Contoh :  

ba'h; daripada menduakalikan  a terjadi kompensasi patakh  

                     menjadi qamets  ba'h' 

%rEBi daripada menduakalikan r terjadi kompensasi khireq menjadi  

                     tsere : %rEBe 

      ry[ih; daripada menduakalikan [ terjadi kompensasi patakh  

                       menjadi qamets :  ry[ih' 

 

<b> Di depan h dan x kompensasi ini tidak terjadi, sebab kedua huruf tersebut  

        dianggap sudah memiliki penduakalian secara implisit. Dengan demikian,  

        kedua huruf ini tidak menerima Dagesh Forte dan juga tidak mengakibatkan  

        kompensasi. 

        Contoh :   aWhh; 

 

8.3. Membedakan Dagesh Forte Dari Dagesh Lene 

 

8.3.1. Sebuah titik di tengah-tengah huruf  apa saja selain BeGaD KeFaT adalah  

          Dagesh Forte dan menandakan huruf itu digandakan. 

 

8.3.2. Sebuah titik di tengah-tengah huruf BeGaD KeFaT adalah sebuah Dagesh  

          Lene tatkala huruf tersebut TIDAK DIDAHULUI oleh sebuah vokal. 

          Misalnya : 

23

          

tyrIB. berîṯ bukan bberîṯ 

rB'd>mi miḏbār bukan miḏbbār 

8.3.3. Sebuah titik di tengah-tengah huruf BeGaD KeFaT adalah Dagesh Forte  

          ketika huruf tersebut didahului oleh sebuah vokal. 

          Misalnya : 

qyDIc; ṣaddîq 

!Beh; Habbēn 

Perlu diperhatikan bahwa Dagesh Forte pada huruf  BeGaD KeFaT ini sekaligus 

juga mengeraskan huruf tersebut. Bentuk BeGaD KeFaT yang lembut tidak dapat 

diduakalikan. 

Contoh :  ryPis; sappîr   bukan  saîr 

9. TANDA-TANDA BACA

Para sarjana ( Masoret ) yang memberikan huruf-huruf hidup pada teks Ibrani, juga 

menciptakan suatu sistem accents ( tekanan suara ) yang ditambahkan pada teks 

untuk membantu pengucapan yang tepat. Di dalam Biblica Hebraica Stuttgartensia 

( BHS )  terdapat 27 accents prosa & 21 accents puisi. Untuk accents puisi ini 

muncul terutama di dalam kitab-kitab Mazmur, Ayub, dan Amsal. 

Untuk mempelajari tanda-tanda baca selengkapnya, dapat dipelajari dalam sebuah 

buku tersendiri, "A Simplified Guide To BHS" karya William R. Scott, penerbit 

BIBAL Press and William R. Scott, Third Edition, May 1995. Dalam perkuliahan ini 

kita akan mempelajari beberapa saja di antaranya yang penting untuk diketahui. 

9.1. Silluq ( ֽ  ) 

       Silluq selalu muncul di bawah kata terakhir dari sebuah ayat. Silluq adalah  

       tanda berhenti yang terbesar dalam sebuah ayat, dan biasanya diikuti oleh  

       tanda (  ׃ ) yang disebut Soph Pasuq. 

9.2. Athnah ( = ) 

                 Athnah ini merupakan tanda berhenti kedua terbesar, dan memisahkan  

                 ayat itu ke dalam dua bagian yang logis. Nilai pemakaian Athnah &  

                 Silluq terlihat dalam terjemahan Kejadian 1:1 

~ ~` #r,a*('h' taew>  yIm;V'h; tae y=hil{a/ ar'B' tyviareB. 

                  Pada mulanya Tuhan telah menciptakan - bagian pertama dari ayat  

                                                                                        ini,  

                  Langit dan bumi                                       - bagian kedua dari ayat 

ini. 

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

 24 

                   Bagian pertama ayat ini memakai tanda Athnah (  = ), sedangkan bagian  

                   kedua memakai tanda Silluq ( ֽ  ). 

 

9.3. Sebuah kata ditandai oleh sebuah Athnah atau Silluq ( juga sama halnya dengan  

       accent kuat lainnya ) akan disebut sebagai kata yang in pause. Maksud sebutan  

       ini menunjukkan adanya suatu istirahat sejenak. Dalam kondisi demikian,  

       sebuah kata harus memiliki sebuah vokal panjang sebagai tekanan atau dengan  

       istilah lain tone syllable. Jika vokal dari tone syllable itu adalah vokal pendek,  

       maka vokal tersebut harus diperpanjang. Ketentuan yang berlaku untuk  

       memperpanjang vokal pendek tersebut adalah sebagai berikut : 

 

9.3.1. Patakh akan berubah menjadi Qamets. 

           

Reguler  Pausal Arti & Terdapat di 

  ð   Engkau ( Yesaya 44:17 ) 

 ð  Air ( Kejadian 26:32 ) 

 ð  Rumah ( 1 Tawarikh 17:12 ) 

 ð  Air Anggur ( Yeremia 35:5 ) 

       

9.3.2. Vokal Khatef berubah menjadi Vokal saja tanpa Shewa. 

 

Reguler  Pausal Arti & Terdapat di 

 ð  Saya ( Yeremia 17:18 ) 

 

9.3.3. Kata Benda Segolata ( yang memiliki dua vokal Segol ) akan berubah sebagai 

         berikut : 

 

Reguler  Pausal Arti & Terdapat di 

 ð  Roti ( Mazmur 37:25 ) 

 ð  Bumi, negeri ( Keluaran 15: 12 ) 

  ð   Habil ( Kejadian 4:7 ) 

 

 

 

 25 

10. MAQQEF 

 

Maqqef adalah garis horizontal ( garis penghubung ) yang ditempatkan di bagian 

atas, yang dipakai untuk menggabungkan dua kata atau lebih di dalam suatu ayat. 

Kata-kata yang digabungkan menjadi satu unit ucapan. Tekanan utamanya pada kata 

terakhir dalam unit itu. Untuk semua kata yang bukan terakhir dalam suatu unit itu, 

maka mereka akan kehilangan tekanan utamanya dan akan mengalami perubahan 

vokal. Contoh : 

 

menjadi  ( dengan Qamets-khatuf ) tatkala ditempatkan sebelum Maqqef 

seperti dalam   ( Kejadian 6:5 ). 

Demikian pula untuk    menjadi   ketika digabungkan dengan kata lain oleh 

Maqqef seperti dalam      ( Kejadian 2:19 ). 

Pada umumnya Maqqef muncul dengan kata-kata yang bersuku kata tunggal/satu  

( Monosyllable ) seperti berikut : 

 

 pada 07  siapa 01 

 jika 08  dari 02 

 juga 09  pada 03 

 semua 10  atas 04 

 tidak 11  dengan 05 

  apa 12  jika tidak 06 

 

11. Ketiv dan Qere 

 

Dalam naskah Alkitab bahasa Ibrani terdapat kata-kata yang menurut kebiasaan 

orang Yahudi tidak boleh diucapkan sebagaimana tertulis, sebab konsonan yang 

tertulis itu keliru atau oleh karena sebab yang lain. Berkaitan dengan susunan 

konsonan dalam naskah suci tidak boleh diubah sama sekali, walaupun ada 

kekeliruan, maka susunan konsonan yang benar ( Qere = terbaca ) ditulis di pinggir 

dan vokalisasi yang tepat ditulis di bawah konsonan yang tertulis dalam naskah  

( Ketiv = tertulis ). Sebuah lingkaran atau bintang kecil di atas Ketiv memperingatkan 

pembaca bahwa ada versi yang tepat di pinggir halaman. 

 

Contoh : Yesaya 10:6 

 





26



Kata dalam BHS mempunyai lingkaran kecil di atasnya, berarti ada 

catatan di pinggir, yang ditandai lagi dengan  , singkatan dari Qere ( “terbaca” ). 

Pembacaan tepat mengambil konsonan dari pinggir bersama vokal dari dalam naskah, 

sehingga kata yang tepat terbaca sebagai  bukan  

Masalah Ketiv & Qere penting bagi nama Elohim Israel, yang dianggap terlalu suci 

sehingga tidak boleh diucapkan. Susunan konsonan    dahulu mungkin 

diucapkan YHWH, namun nama ini dianggap terlalu suci sehingga tidak boleh 

diucapkan dalam bentuk aslinya. Oleh karena itu orang Yahudi mengambil kata  

 ( “Tuhan” ) yang juga memiliki empat (4) konsonan seperti 

  ditulis di pinggir dan vokal-vokalnya ditempatkan di bawah 

  menjadi    ( perhatikan bahwa shewa Gabungan yang di bawah    

menjadi Shewa Biasa di bawah     ). Dengan demikian,    selalu diucapkan 

sebagai    (  donay ) oleh orang Yahudi dan kebiasaan ini juga diikuti oleh 

Alkitab bahasa Indonesia yang menterjemahkan   sebagai  TUHAN.  

“TUHAN” ( semua huruf besar ) selalu mewakili    ( yang sama sekali tidak 

berarti “Tuhan” , melainkan merupakan Nama diri Elohim, “YHWH” ) dalam 

bahasa Ibrani. Dalam Alkitab bahasa Indonesia “Tuhan” ditulis oleh penerjemah di 

mana teks bahasa Ibrani menulis   secara langsung. 

Berhubung Nama Elohim (    ) muncul begitu sering dalam Tanakh Ibrani, 

maka para Masoret merasa tidak perlu untuk mencatat Qerenya di pinggir 

halaman. 

Hanya vokalisasi yang baru ditempatkan di bawah konsonan yang ada dalam teks  

( Ketiv ) dan pembaca diharapkan untuk langsung menggantikan konsonan-konsonan 

   dengan  yang dianggap sudah dihafal oleh setiap pembaca Tanakh 

Ibrani. Kasus ini dan kasus lain yang serupa dinamakan “Qere Tetap” atau 

“Permanent Qere” atau “Qere Perpetuum”. 

Namun rupanya pada kemudian hari, Qere Tetap ini sudah tidak diingat lagi 

sehingga menjadi bentuk Nama Elohim “Jehovah/Yehuwah”sebab pembaca 

Tanakh Ibrani menggabung konsonan-konsonan dalam teks dengan vokal-vokal di 

bawahnya. Dalam transliterasi   biasanya ditulis YHWH tanpa vokal ! 

¬ 

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

 27 

12. AWALAN PENENTU ( KATA SANDANG TERTENTU ) 

 

12.1. Peraturan Umum 

 

Bahasa Ibrani mengenal hanya satu cara untuk membuat kata benda menjadi 

tertentu, yakni dengan Awalan Penentu ( Kata Sandang Tertentu ) yang selalu 

bergabung dengan kata yang ditentukan. Awalan Penentu ( Kata Sandang Tertentu ) 

ini terdiri atas Satu Huruf Saja, yakni He dengan vokal Patakh yang disusul oleh 

Dagesh Forte dalam Huruf Pertama dari Kata yang ditentukan  (.  ). 

Contoh : 

 Air   Air ITU 

 Suara   Suara ITU 

 Raja   Raja ITU 

 

Perhatikan : Awalan Penentu paling umum diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia 

dengan kata “ITU”, yang selalu ditempatkan di belakang kata yang ditentukan. 

Jangan dikacaukan dengan pemakaian kata “itu”  sebagai Kata Ganti Penunjuk Jauh. 

Oleh karena itu, untuk menghindari kekacauan tersebut, usahakan sedapat mungkin 

menterjemahkan Awalan Penentu ke dalam bahasa Indonesia dengan kata “Sang”, 

atau “Si” yang selalu diletakkan di depan kata yang ditentukan. 

 

12.2. Awalan Penentu Di Depan Gutturals 

 

Huruf-huruf Gutturals tidak dapat diduakalikan ( lihat kembali pelajaran 8.2.[3] ), 

maka vokal Patakh dalam Awalan Penentu akan mengalami perubahan / kompensasi  

dan Dagesh Forte hilang. 

 

12.2.1. Di depan Gutturals Lemah ( ,, ), Awalan Penentu yang dipakai  

            adalah :   

          

            Contoh : 

            

 Lelaki   Lelaki ITU 

 Kota   Kota ITU 

 Kepala   Kepala ITU 

 

 

 28 

12.2.2. Di depan Gutturals Kuat (   ,  ), Awalan Penentu yang dipakai adalah :   

 Contoh :

            

  Istana    Istana ITU 

 Kegelapan   Kegelapan ITU 

 

12.2.3. Di depan   dan    yang tidak mendapat penekanan dan di depan semua   

  , Awalan Penentu yang dipakai adalah :      Contoh : 

            

  Gunung-gunung    Gunung-gunung ITU 

 Debu   Debu ITU 

 Bijaksana   Si Bijaksana 

 

12.2.4. Di depan     dan     yang mendapat penekanan, Awalan Penentu yang  

            dipakai  adalah :     Contoh : 

            

  Gunung    Gunung ITU 

 Kuat   Lelaki kuat ITU 

 

12.3. Awalan Penentu Di depan    atau    

 

Di depan    atau kadangkala diterapkan pula pada    , Awalan Penentu biasanya 

adalah :     tanpa Dagesh Forte. 

Contoh : 

 Sungai   Sungai ITU 

  Jalan raya    Jalan raya ITU 

Namun ada perkecualian untuk   ( raja-raja ) tetap mengikuti ketentuan 

umum (   , raja-raja ITU ). Begitu pula dengan ( tempat-

tempat ) menjadi   ( tempat-tempat ITU ). 

Ketentuan yang sama juga diterapkan ketika    atau    sebagai suku kata pertama 

disusul oleh     atau    maka Awalan Penentu akan tetap memakai Dagesh Forte.  

Contoh :      orang-orang Yahudi ITU 

29

12.4. Perubahan Vokal Pada Konsonan Pertama

Ada sejumlah kata benda dalam bentuk tunggalnya mengalami perpanjangan vokal 

pada konsonan pertama tatkala diberikan Awalan Penentu. Kita hanya dapat terbiasa 

dengan kata-kata benda tersebut dengan cara menghafalkannya. Kata-kata benda yang 

paling penting tersebut adalah sebagai berikut : 

Perubahan Vokal Arti Kata Asal Kata 

  Negeri ITU 

   Gunung ITU  

  Bangsa ITU 

  Si Jahat 

  Kebun ITU 

  Sapi Jantan ITU 

   Perayaan ITU  

  Tabut ITU 

12.5. Awalan Penentu Sebagai Kata Penunjuk

Sewaktu-waktu, Awalan Penentu dapat berfungsi sebagai Kata Penunjuk, misalnya : 

 berarti “hari ITU”  atau  “hari ini”. 

12.6. Awalan Penentu Untuk Hal Yang Unik

Hal atau orang yang dianggap unik, seringkali mendapat Awalan Penentu untuk dapat 

membedakannya dari pengertian yang umum, misalnya : 

12.6.1.    ( Elohim ) dibedakan dari    ( Para ilah ), 

12.6.2.     ( bumi )  dibedakan dari     ( tanah/negeri ), 

12.6.3.   ( Sang Raja ). Bila kata ini tidak disertai keterangan lain, maka   

           yang dimaksudkan adalah raja dari orang yang sedang berbicara atau penulis.  

           Dalam kitab Mazmur     berarti “Raja Israel” atau “TUHAN”, yang  

           adalah Raja Orang Israel  yang sebenarnya ( bandingkan dengan Mazmur  

           20:10 dalam teks Ibrani ). 

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

 30 

TUGAS (5) 

 

A. Tulislah dalam bahasa Ibrani ! 

 

 

01 Langit ITU 06 Si Besar 11 Petang ITU 

02 Rumah ITU 07 Sang Imam 12 Sang Nabi 

03 Bangsa ITU 08 Roh ITU 13 Tangan ITU 

04 Perjanjian ITU 09 Si Miskin 14 Api ITU 

05 Si Hamba 10 Pintu ITU 15 Sang Ibu 

 

B. Berikanlah Awalan Penentu pada setiap kata yang ada di bawah ini ! 

 

 

01   09  05  01 

02   10  06  02 

03  11  07  03 

04  12   08  04 

 

 

C. Perbaikilah kata-kata berikut sehingga Titik Pengeras ditempatkan secara  

     tepat ! 

 

 

 06  01 

  07  02 

 08  03 

 09  04 

 10  05 

 

 

D. Transliterasikan Ayat berikut di bawah ini ke dalam tulisan Latin ! 

 

 



 

( Mazmur 119:105 ) 

 

 

 31 

13. AWALAN PENGHUBUNG ( THE CONJUNCTION WAW ) 

 

13.1. Bentuk Umum 

 

Kata Penghubung yang paling umum digunakan dalam banyak bahasa adalah kata 

“dan”. Dalam bahasa Ibrani kata penghubung “dan” tidak dapat berdiri sendiri, 

melainkan digabungkan   dengan   kata   berikutnya  (   merupakan    Awalan    pada    

kata  yang  akan dihubungkan  ). Biasanya ditulis dengan Waw ditambah Shewa 

Bersuara (    ). 

Contoh : 

 

  Laki-laki dan perempuan 

   Langit ITU dan bumi ITU 

 

13.2. Bentuk-bentuk Lain 

 

Di depan huruf-huruf tertentu, Shewa Bersuara di bawah Waw dapat mengalami 

perubahan sehingga timbul bentuk-bentuk Awalan Penghubung sebagai berikut : 

 

13.2.1. Di depan huruf Labials ( Konsonan yang diucapkan dengan bantuan bibir :   

              --- BuMaF ) dan di depan Shewa, Awalan Penghubung ditulis      

             ( Syureq ). Contoh : 

 

 Putera dan puteri 

  Daud dan Salomo 

 Lelaki dan perjanjian 

 

Perhatikan : Mengingat    merupakan suku kata terbuka, maka huruf BeGaD   

                      KeFaT yang menyusul kemudian kehilangan Dagesh Lene-nya. 

 

13.2.2. Di depan   ( Yod ditambah Shewa Bersuara ), maka  berubah menjadi     

            ( Waw ditambah Khireq-yod ). Contoh : 

 

 dan Yerusalem 

   dan Yehuda 

  dan terjadilah 

 

13.2.3. Di depan konsonan yang memiliki Shewa Gabungan, maka Awalan  

            Penghubung Waw mendapatkan vokal pendek dari Shewa Gabungan itu  

            ( perhatikan : sebuah Meteg selalu ditempatkan di samping vokal tepat  

            sebelum Shewa Gabungan itu ). Contoh : 

32

 dan saya ( Kejadian 6:17 ) 

 dan kebenaran ( Kejadian 24:49 ) 

 dan penyakit ( Pengkhotbah 6:2 ) 

13.2.4. Di depan kata-kata yang bersuku kata satu, atau di depan suku kata yang  

            mendapat penekanan utama dalam pengucapan, Awalan Penghubung selalu  

            ditulis :   .     selalu bergabung dengan dua kata dari kelas sama ( hampir  

            selalu berupa kata benda ) dan cenderung untuk merefleksikan relasi dekat  

            antara keduanya. Contoh : 

 baik dan jahat ( Kejadian 2:9 ) 

   tanpa bentuk dan kosong ( Kejadian 1:2 ) 

  sore dan malam  

13.2.5. Ketentuan-ketentuan Khusus diterapkan ketika Awalan Penghubung  

            merupakan Prefix ( awalan ) untuk Nama-nama Ilahi. 

            Dua Nama Ilahi yang paling sering dipakai dalam Alkitab bahasa Ibrani  

            adalah     ( Elohim ) dan      ( YHWH/TUHAN ). 

              adalah bentuk jamak, pada umumnya berfungsi sebagai kata benda  

            tunggal. Namun ia juga dapat berfungsi sebagai kata benda jamak, 

            dirangkaikan dengan kata sifat jamak dan bentuk kata kerja jamak. Ini  

            biasanya muncul tatkala referensi dibuat untuk menunjukkan “ilah-ilah” dari  

            bangsa-bangsa.    bisa muncul dengan & tanpa Awalan Penentu. 

            Ketika Awalan Penghubung  “Waw” ditambahkan pada    huruf   menjadi  

            quiescent ( hilang fungsi konsonannya ) dan hilang pula Shewa Gabungannya,  

            sehingga menjadi    . Oleh karena tidak pernah menutup sebuah suku kata,  

            maka vokal yang mendahuluinya, yang kini berdiri dalam bentuk suku kata terbuka  

            dan tanpa penekanan itu harus diperpanjang ( dari Segol ke Tsere ), sehingga bentuk  

            akhirnya menjadi    ( dan Elohim ). 

            

   adalah Nama Perjanjian untuk Elohim Israel. Pada tahun-tahun awal  

           sejarah Israel, nama   ini dinilai sangat sakral untuk diucapkan. Para  

           pembaca saleh menghindari ucapan nama tersebut dengan menggantikannya  

           dengan kata   (    donay ), yang berarti “Tuhanku”. 

            Ketika para sarjana Masoret mulai menerapkan vokal pada teks konsonan  

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

33

          Untuk kitab-kitab di dalam Alkitab, mereka menerapkan vokal dari  ini  

          kepada   Dengan modifikasi Shewa Gabungan di bawah non-guttural- 

          yod, maka bentuk akhirnya menjadi      atau       yang selalu  

          diucapkan    adonay. 

          Jika tidak perlu lagi untuk menghindari ucapan    maka vokal yang  

          dikenakan seperti    dan dibaca “Yahweh”. Usaha untuk transliterasi   

          bentuk       sebagai “Yehovah” atau ”Jehovah” tidak dipakai orang  

          hingga pada jaman Reformasi Protestan. 

          Adakalanya dua nama Ilahi       muncul bersama-sama dalam  

          teks bahasa Ibrani ( lihat misalnya di Amsal 1:8 ). Berhubung akan sangat  

          janggal untuk membacanya sebagai “  adonay   adonay”, maka para sarjana  

          Masoret memilih   dengan modifikasi vokal dari      

          sehingga terjadilah bentuk    yang kemudian disederhanakan menjadi   

              yang harus diucapkan seperti tertulis   

  memakai modifikasi vokal dari , diterjemahkan ke dalam  

           bahasa Indonesia “TUHAN”, sementara itu    dibaca “ELOHIM”  

           dan         dibaca “ADONAI ELOHIM”. 

           Ketika Awalan Penghubung “Waw” dijadikan awalan pada   , ditulis   

              ( lihat Kejadian 19:24 ), dan diucapkan seperti ia tertulis    ,  

           “wa-do-nay” ( lihat 2 Raja-raja 7:6 ). 

13.3. Terjemahan Tepat Bagi Awalan Penghubung “Waw”

Awalan Penghubung “Waw” dipakai untuk menghubungkan kata ( misalnya : “Ayah 

dan ibu” ) atau untuk menghubungkan kalimat ( misalnya : “Elohim menamai terang itu 

siang dan gelap itu malam” ). Terjemahan dasar adalah “dan”, namun demikian dapat 

juga diterjemahkan lain, tergantung konteksnya. 

13.3.1. Sebagai penghubung antar kalimat 

           

          a> Diterjemahkan “maka” , misalnya : 

               ( Kejadian 3:5 ) 

                 ( Pada hari kalian makan daripadanya maka mata kalian akan terbuka ) 

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

 34 

    

                 ( Jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, dan jika engkau ke kanan, maka  

                   aku ke kiri - Kejadian 13:9 ) 

 

          b> Diterjemahkan “atau”, bila menghubungkan dua kemungkinan. Misalnya : 

                



                ( Jikalau aku mengabaikan hak budakku laki-laki atau perempuan ... , Ayub  

                  31:13 ) 

 

          c> Diterjemahkan “tetapi” atau “melainkan”  bila mempertentangkan dua hal  

               yang saling berlawanan. Misalnya : 

     

 



 ( ... tetapi dari pohon pengetahuan ... janganlah engkau makan ... , Kejadian 2:16,17 ) 

                                                                

  

 