bahasa ibrani 6

Tampilkan postingan dengan label bahasa ibrani 6. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa ibrani 6. Tampilkan semua postingan

bahasa ibrani 6














 oleh dipahami secara harfiah. Kita

harus berpikir, “Apa yang mereka maksudkan dengan ungkapan

itu ?” dalam upaya eksegetis kita.

Contoh-contoh berikut adalah dari kedua macam ekspresi itu,

baik yang umum maupun yang khusus :

(1) Ekspresi-ekspresi Idiom Yang Umum

“Demi Tuhan yang hidup” seringkali dipakai untuk

menunjukkan kemauan keras dari si pembicara atau maksudnya

bahkan sering dengan sumpah ( Hakim-hakim 8:19, Rut 3:13, 2 Raja-

raja 2:2 ). Dengan kata lain, seperti

“Sehelai rambut pun dari ... tak akan jatuh ke bumi” ( 2

Samuel 14:11 ).

“Aku akan menempuh jalan segala yang fana” dipakai

untuk pengertian “Aku akan meninggal” ( Yosua 23:14, 1

Raja-raja 2:2 )

“... pergi ke pintu gerbang dan duduk di sana” atau ekspresi

yang serupa berkaitan dengan gerbang kota seperti, “tua-tua yang

sedang duduk” sering dipakai untuk menyebutkan para pemimpin

resmi seperti hakim-hakim atau pejabat kota ( Rut 4:1, Ester 2:21,

3:2-3, 9:13, Zakaria 8:16 ).

Untuk menjamin kehidupan seseorang, ungkapan “...engkau

akan makan sehidangan dengan aku” atau yang senada digunakan

( 2 Samuel 9:7,10,13, 19:28, 1 Raja-raja 2:7, 18:19, 2 Raja-raja 25:29

).

(2) Ekspresi-ekspresi Idiom Yang Khusus

Pada umumnya ungkapan-ungkapan ini dipakai dalam kitab-

kitab tertentu saja, misalnya :

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

71

Untuk membedakan seorang raja atau bangsa yang buruk

sifatnya dari yang baik sifatnya, dipakai “ ... melakukan apa

yang jahat di mata TUHAN” dan kadangkala ditambahkan

“dan hidup lebih jahat dari mereka yang mendahuluinya” serta

ekspresi yang sama, yang digunakan secara sering dalam kitab

Raja-raja ( 1 Raja-raja 14:22, 15:26, 16:25,30 ).

Seringkali dalam kitab Yehezkiel, untuk menunjukkan

kedaulatan Elohim sebagai Hakim dipakai “dan engkau/mereka

akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN” ( 6:7,13, 17:4,9 ).

Dengan latar belakang sejarah & kebudayaan ada ungkapan yang

lebih khusus lagi seperti, untuk melamar atau memaksudkan untuk

pernikahan, dipakai “Kembangkanlah sayapmu untuk

melindungi” ( Rut 3:9, Yehezkiel 16:6 ).

Sedangkan “menepuk pinggang” (tindakan simbolik) untuk

mengekspresikan rasa dukacita dan takut akan penghukuman Ilahi

( Yeremia 31:19, Yehezkiel 21:12 ).

(3) Ekspresi-ekspresi Kalimat

Misalnya, “Demikianlah Firman Tuhan” atau yang senada

begitu sering muncul dalam kitab-kitab para nabi ( Yesaya

45:11,14, Yeremia 2:5, 9:7, Yehezkiel 6:1, 7:1 ).

<c> Pendekatan Sintaksis ( Susunan Kalimat )

Pendekatan Sintaksis ini mempunyai banyak segi, namun uraian

berikut dibatasi hanya pada hal-hal yang sangat mendasar & umum.

[1] Pemahaman Eksegetis Tentang Preposisi (Kata Depan) Banyak

preposisi dalam bahasa Ibrani dapat mempunyai arti yang berbeda-

beda sesuai dengan konteks, di mana preposisi itu muncul. Oleh

sebab itu dapat terjadi bahwa dalam beberapa kasus tertentu suatu

preposisi dapat diterjemahkan dengan lebih dari satu cara saja.

Keuntungan besar dari eksegese Tanakh Ibrani bahasa Ibrani

berdasarkan konteks yang terdapat dalam aspek ini, yakni mencari

makna yang paling tepat dari Firman Elohim.

[2] Pemahaman Eksegetis Tentang Waw

Awalan Penghubung Waw ( dan ) selalu sebagai awalan

untuk kata yang berikut. Fungsinya berubah-ubah sesuai

dengan konteks.

(a) Waw Penghubung yang biasa, umumnya diterjemahkan

“dan, pula, juga”.

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

72

(b) Waw dapat menyatakan proses atau urutan kronologis,

diterjemahkan “kemudian”.

(c) Waw dapat menyatakan proses atau urutan logis,

terjemahannya “oleh sebab itu, maka”.

(d) Waw dapat juga memiliki unsur pembalikan,

khususnya setelah aksen Atnah atau Zagef Qaton,

diterjemahkan “tetapi”.

(e) Bila Waw menyusul setelah kata kerja, maka

terjemahannya hampir seperti idiom, yakni “... dan

terjadilah ... bahwa ...”, menunjukkan adanya suatu

urutan waktu atau peristiwa.

(f) Waw di depan Kohortatif atau Yusif ( Subjunctive

Waw ) menyatakan tujuan, maksud, atau niat.

[3] Pemahaman Eksegetis Tentang Partikel

   biasanya diterjemahkan “sebab; bilamana; bahwa” .

Pilihlah salah satu di antaranya sesuai dengan konteks.

Bila tiga terjemahan tersebut tidak cocok, maka arti

pembalikan “tetapi” dapat diterapkan.

Bila    pada awal kalimat, dapat diterjemahkan

sebagai penjelasan yang meyakinkan

“sesungguhnya”.

   biasanya muncul dalam kalimat pengandaian,

terjemahannya “kalau” disusul oleh kata kerja Finite

Verb dalam bentuk Perfect, Imperfect, atau Partisip.

Bilamana diulangi (    ........    ) maka

terjemahannya “apakah ... atau ...”.

Dalam konteks sumpah    mempunyai arti

“tidak” ( 2 Raja-raja 2:2, 3:14 ).

Bila dipakai bersama   , seperti       ,

maka artinya suatu penegasan “pasti” ( 1 Raja-raja

20:23 ).

73

     biasanya diterjemahkan “tetapi; bila”,

akan tetapi tampaknya paling sesuai konteks

bilamana kata majemuk ini diterjemahkan dengan

“sebaliknya; akan tetapi; kecuali” ( 1 Raja-raja

8:19, 2 Raja-raja 5:15 ).

  fungsinya sangat mirip dengan   yang berarti

“juga; bahkan; di samping; sesungguhnya”.

  diterjemahkan dengan “kemudian”dalam Tanakh 

Ibrani dipakai untuk menyatakan suatu proses waktu

( temporal ) atau sebab akibat ( logika ). Untuk

kepentingan eksegese dalam kebanyakan kasus

tampaknya pengertian kedua ( logika ) lebih cocok

daripada yang pertama. Misalnya : Keluaran 4:26

                    

   hampir selalu mengawali kesimpulan atau bagian

penutup sebuah riwayat. Terjemahannya “oleh

sebab itu”.

    biasanya dipakai dengan cara yang sama seperti

kalimat dengan dalam bahasa Yunani.

Terjemahannya “supaya ... maka ...”.

Terjemahan lain yang dapat dipakai adalah

“demi...” ; “karena ...”.

Misalnya di 2 Raja-raja 6:41, 11:12,39, 2 Raja-

raja 10:19, Yehezkiel 14:5.

[4] Pemahaman Eksegetis Tentang Infinitif

Penggunaan sebagai Subyek & Predikat merupakan dua

cara pemakaian Infinitif Absolut dengan Awalan    

             yang utama menurut Gramatika Ibrani dalam Perjanjian

Lama. Oleh karena itu, sangatlah berguna untuk

mempelajari & memahami penggunaan Infinitif ini.

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

74

Misalnya : Keluaran 3:8

                       

                       

               

                 

[5] Pemahaman Eksegetis Tentang Partisip

Begitu pula dengan pemakaian Partisip dalam bahasa Ibrani

Tanakh Ibrani perlu dipahami secara seksama. Walaupun tidak

berlaku untuk setiap kali, namun bila kita memperhatikan

konteks dengan seksama, maka secara eksegetis Partisip dapat

memiliki arti kegiatan yang berlanjut.

[6] Pemahaman Eksegetis Tentang Obyek

Bila ada dua obyek dalam satu kalimat, maka satu di antaranya

adalah obyek langsung dan yang kedua dapat menjelaskan

metode/alat/sarana atau perincian/pembatasan atau keterangan.

Gejala ini disebut “Akusatif Dua Berganda”. Misalnya di

Keluaran 6:7

                                                  

                                                    

<d> Pemahaman Eksegetis tentang Konyugasi Kata Kerja ( Nifal,

Hifil, dan Hitpa’el )

Dalam eksegese kita dapat memanfaatkan paling tidak pada batas

tertentu, fungsi-fungsi khusus dari konyugasi-konyugasi ini untuk

dapat menjelaskan arti teks secara kebih tepat.

Nifal : yang perlu diperhatikan adalah siapa yang

memprakarsai kegiatan dalam kalimat, khususnya bila

Nifal itu mempunyai arti Pasif. Misalnya : Yesaya 52:3

                       

Berarti : Kota yang kudus ( Yerusalem ) hanya dapat ditebus oleh YHWH sendiri.

Hifil : prakarsa atau pimpinan yang sebenarnya dalam satu

peristiwa dapat dicari dalam arti “penyebab”. Misalnya :

Keluaran 6:8

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

75

                                                 

                                                     

Ini menunjukkan bahwa YHWH-lah yang menyebabkan orang Israel untuk keluar dari

Mesir.

Hitpa’el : terdapat kegiatan “satu sama lain”, “refleksif” dan

“diulang-ulangi”. Misalnya : Kejadian 42:1

             

              

<e> Analisis Struktur Teks Untuk Eksegese

Sewaktu-waktu struktur teks itu sendiri dapat menunjukkan arti

sebuah teks, atau paling sedikit dapat menolong untuk

menemukannya. Hal ini sangat penting bagi orang yang meyakini

inspirasi menyeluruh Alkitab. Misalnya : Yehezkiel 34:3-4

(perhatikan tanda-tanda baca Atnah & Zagef Qaton ) :

                

              

                      

               

               

Menyangkut struktur teks, maka ada beberapa observasi eksegetis sebagai

berikut :

<1> Yang menjadi struktur secara menyeluruh dari dua ayat ini adalah sebuah

kontras yang nyata : ungkapan positif dalam ayat 3 dan ungkapan negatif

dengan  dalam ayat 4. Melalui kontras ini, kejahatan para pemimpin

waktu itu sangat ditonjolkan.

<2> Dalam dua ayat, setelah Atnah, berita utama disimpulkan secara emphatis

dengan menggunakan cara pembalikan.

<3> Dalam dua ayat nyata sekali bahwa akusatif-akusatif secara terus menerus

berada dalam urutan kata yang memberi penekanan.

76

<4> Bagian ayat 4 yang paling akhir ( setelah Atnah ) dapat dipandang sebagai

kesimpulan dan penutup dua ayat ini. Bagian ini secara langsung

mengungkapkan kejahatan-kejahatan yang dilakukan para pemimpin.

Selain daripada itu, hubungan secara konteks dengan bagian yang mendahului ayat 2

dan dengan bagian yang menyusul setelah ayat 5-6 dapat dimanfaatkan untuk eksegese.

(2) Teks Bertipe Puisi

Yang menjadi ciri khas pertama dari teks bertipe puisi adalah bahwa

struktur dasar kalimat mengikuti pola atau gaya tertentu. Secara

praktis bila kita memperhatikan 3 point berikut ini setiap kali

berhadapan dengan teks puisi, maka kita akan dapat mengeksegesekan

teks puisi sambil mengingat prinsip-prinsip pendekatan eksegetis yang

telah dibahas sebelumnya.

Sebagai pedoman umum, adalah bijaksana untuk berusaha

membedakan berita/kebenaran yang diwahyukan dari variasi- variasi

dalam gaya puitis yang menyertainya. Bagian variasi leteralis/puitis

yang ada dalam setiap teks yang bersifat puisi tidak boleh dipahami

secara harfiah, hanya bagian yang berisfat berita/kebenaran yang

diwahyukan boleh ditafsirkan secara langsung atau harfiah. Misalnya :

Mazmur 96

Ayat 1 - 10 - Berita/kebenaran yang diwahyukan,

Ayat 11-12 - Variasi puitis/sastra sebagai pelengkap,

Ayat 13 - Berita/kebenaran yang diwahyukan.

Tiga faktor penting untuk eksegese teks puisi adalah :

(a) Memberi penekanan melalui perubahan urutan kata tidak selalu

dapat diterapkan pada teks puitis, sebab perubahan urutan kata ini

dapat terjadi oleh karena sebab lain, misalnya parallelisme

akrostik, irama, dan lain-lain. Bila kita memperhatikan konteks,

tampaknya lebih cocok untuk melakukan eksegese terutama

melalui studi kata sambil memperhatikan struktur teks.

(b) Memberi penekanan melalui pengulangan tidak berlaku sama

seperti pada teks prosa, sebab yang menjadi ciri khas utama puisi

Ibrani adalah justru Paralellisme yang sebenarnya merupakan

semacam pengulangan. Dalam hal ini sekali lagi seharusnya

konteks & struktur teks-lah yang diperhatikan untuk eksegese,

dan bukan pengulangan.

77

(c) Partisip lebih sering dipakai dalam arti yang sama seperti kata

kerja yang ada pembatasan dalam teks yang bersifat puisi

daripada dalam teks prosa. Oleh sebab itu, fungsi Partisip yang

menyatakan “kegiatan yang terus berlangsung” atau “profesi

orang” tidak dapat langsung diterapkan, melainkan lebih tepat

untuk memperhatikan konteks agar menghasilkan eksegese yang

benar.

(3) Pengertian Waktu ( Tense ) Dalam Teks Prosa & Puisi

Mengingat bahwa pendekatan eksegetis kita menekankan aspek

Grammar dalam tiap teks, maka peranan waktu ( Tense ) dalam

bahasa Ibrani adalah penting untuk dipahami.

Pengertian waktu ( tense ) dalam eksegese harus sesuai dengan

unsur-unsur Grammar yang lain, termasuk konteks. Dengan demikian

jangan sampai dalam mencari makna teks melalui eksegese terhadap

tenses menghasilkan sesuatu yang melampaui dari apa yang didukung

oleh unsur Grammar yang lain.

Mengingat uraian di atas, maka perlu perhatian khusus untuk

gejala seperti “Perfek Profetis”, khususnya karena pandangan kaum

Injili tentang wahyu Elohim yang mengakui unsur supranatural baik

dalam nubuat maupun di dalam wahyu ilahi.

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

78

16. MENGANALISA TEKS MAZMUR 16:1

                                       

Mazmur ini dinyatakan selaku karya Daud ( bandingkan dengan kisah Para

Rasul 2:25, 13:35,36 ) dan memuat serangkaian ungkapan yang sangat sesuai

dengan kurun waktu ketika Daud berada dalam pengejaran.

Untuk mengetahui sejauhmana pernyataan tersebut di atas adalah benar,

maka kita akan menganalisa teks Mazmur 16:1 ini dalam bahasa Ibraninya, sebagai

berikut :

16.1. Parsing Mazmur 16:1

1      adalah kata benda Maskulin, Tunggal.

Istilah ini dipakai sebagai judul pada mazmur 16 dan

56 - 60. Ada berbagai usul terjemahan untuk istilah

ini : Syair keemasan; Doa yang penuh rahasia; Doa

yang memperingatkan suatu peristiwa yang patut

dikenang.

Arti dasar : terukir; ditekankan atau kekal.

2      adalah kata depan diikuti Nama Diri.

Artinya : kepada Daud, bagi Daud, atau tentang

Daud.

3       adalah Qal, Imperatif, Orang Kedua, Maskulin,

Tunggal, dengan Suffix Ganti Orang Pertama

Tunggal. Artinya : Jagalah aku.

4    adalah kata benda Maskulin, Tunggal.

Artinya : Elohim atau Oh, Elohim.

5          adalah kata penghubung diikuti oleh kata kerja Qal

Perfek, Orang Pertama, Tunggal.

Artinya : karena aku mencari perlindungan.

6    adalah kata depan diikuti oleh Suffix Ganti Orang

Kedua, Maskulin, Tunggal, in pause.

Artinya : di dalam Engkau.

16.2. Terjemahan Mazmur 16:1

( Berkesan secara mendalam. Berkaitan dengan Daud )

Jagalah aku, oh Elohim, karena aku mencari perlindungan di dalam Engkau.

Sebagai pembanding, penulis mengetengahkan terjemahan-terjemahan lain sebagai

berikut :

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

79

TB : Miktam. dari Daud. Jagalah aku, ya Elohim, sebab pada-Mu aku berlindung.

TL : Surat Peringatan Daud - Peliharakanlah aku, ya Elohim karena aku harap

akan Dikau.

BIS : Mazmur Daud. Jagalah aku, ya Elohim, sebab pada-Mu aku berlindung.

Bahasa Jawa : Miktam. Anggitane Prabu Dawud.

Dhuh Elohim, Paduka mugi karsaa rumeksa dhumateng

kawula, amargi kawula ngayom dhumateng Paduka.

KJV : Michtam ( graven, a permanent writing ) of David.

Preserve me, O God : for in Thee do I put my trust.

NIV : A Miktam of David

Keep me safe, O God, for in You I take refuge.

16.3. Tafsiran Mazmur 16:1

<a> Penyebutan nama daud ini dalam bahasa Ibraninya selalu didahului oleh kata

depan   , yang dapat diterjemahkan dengan : dari, kepada, untuk, tentang.

Mazmur-mazmur yang menyebut nama Daud jumlahnya terbesar

dan menduduki tempat yang cukup menonjol dalam sejarah penafsiran

Mazmur.

Daud terkenal sebagai penyanyi ( Amos 6:5 ), penyair ( 2 Samuel

1:17, 19-27, 3:33-34 ) dan pemain musik ( 1 Samuel 16:16-23, 18:10 ). Di

samping itu, ia adalah pendorong & pecinta perayaan ibadat secara meriah ( 1

Tawarikh 15-16 ). Dalam hal terakhir ini perlu diingat bahwa sang ahli tarikh,

yang menulis kitab-kitab Tawarikh, yakni Ezra & Nehemia, mengidealisir

Daud & jamannya. Mengingat semuanya ini tidaklah mengherankan bahwa

sejumlah besar Mazmur menyebut nama Daud dalam judulnya. Daud

dipandang sebagai Bapa Rohani para penyair Mazmur. Kemungkinan besar

kumpulan-kumpulan pertama

terjadi di bawah pengaruhnya. Dengan demikian, judul     

dapat berarti : Untuk ( menghormati ) Daud; Kepada Daud ( sebagai

kenangan atasnya ).

Setelah jaman pembuangan, kata depan   ini ditafsirkan sebagai

karangan (Daud), tetapi dalam arti rohani yang lebih dalam. Daud adalah

Bapa Rohani setiap jiwa yang berseru kepada Tuhan. Dalam menggunakan

mazmur-mazmur yang bersangkutan sebagai doa, orang teringat kepada

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

80

peristiwa-peristiwa yang pernah dialami oleh Daud dalam hidupnya. Dalam

kejadian-kejadian itu, Daud pasti akan mengambil mazmur-mazmur ini untuk

doanya.

Dalam perjalanan sejarah kenangan akan Daud ini cenderung lebih

kuat. Dalam Septuaginta ( LXX ) ada 83 mazmur Daud & ada banyak

tambahan keterangan yang dihubungkan dengan peristiwa hidup Daud,

misalnya : “Ketika orang mengejar dia” ( Mazmur 142 ) dan “terhadap

Goliat” ( Mazmur 143 ).

Tafsiran      tersebut di atas tidaklah bertentangan dengan

pernyataan Perjanjian Baru, yang secara eksplisit menyebut Daud sebagai

penulis Mazmur (Markus 12:36, Kisah 1:16, 2:25,34, 4:25, dan Roma 4:6 ).

Yesus & para rasul mengikuti pandangan pada jamannya bahwa mazmur-

mazmur tersebut adalah karangan Daud dan bersifat mesianis. Para pendengar

jaman itu telah menangkap pesannya. Itulah yang pokok dan yang kita terima

dengan iman.

Dari kenyataan-kenyataan tersebut di atas, dapatlah disimpulkan

bahwa judul      pada mazmur-mazmur ini tidaklah boleh ditafsirkan

sebagai menunjukkan penulis dalam arti modern.

<b> Kata kerja    dipergunakan sebanyak 420 kali dalam stem Qal,

dan 37 kali dalam stem Nifal. Kata kerja ini dapat berarti :

[1] Menjaga, melindungi - Kejadian 2:15

Tepat seperti Elohim menghendaki manusia untuk menjaga/melindungi

taman Eden itu, begitu pula Elohim akan menjaga/melindungi manusia,

dan Ia mampu untuk melakukan hal itu.

[2] Memelihara/memegang - Daniel 9:4

tepat seperti Elohim memelihara/memegang kasih setia terhadap mereka

yang mengasihi-Nya, begitu pula Elohim akan memelihara/ memegang

orang-orang yang mengasihi-Nya ( bandingkan dengan Kejadian 18:19

dan 22:27 ).

[3] Memperhatikan/melindungi - Amsal 2:20

Elohim akan memperhatikan milik-Nya untuk melindungi mereka,

sehingga mendatangkan rasa aman.

[4] Menghargai, menghormati - Amsal 27:18

Pemeliharaan menjadi lebih pasti ketika penghargaan ada di dalamnya.

Dalam hal ini, adalah penghargaan dari Elohim ( baca juga Ayub 13:27,

Mazmur 31:16, 130:3, dan Roma 4:10 ).

Dalam hal ini ( Mazmur 16:1 ), Daud memohon penjagaan kepada

Elohim.

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

81

<c> Sedangkan kata   di sini tidak memakai Awalan Penentu untuk

membatasi-Nya ( Bilangan 12:13 ). Kata ini selalu ditemukan dalam

kitab puisi, untuk memperlihatkan keunggulan & kemahakuasaan-Nya.

<d> Kata Ibrani       berasal dari kata      yang memiliki

penunjukkan yang menarik & membangkitkan semangat.

(1) Melarikan diri ke suatu tempat perlindungan dengan sebuah gagasan

tinggal di sana untuk perlindungan ( Mazmur 57:1 ). Pemazmur merasa

bahwa ia akan aman ketika dekat dengan Elohim, sehingga ia lari sampai ia

berada di bawah kepak sayap-Nya. Ia seperti seekor anak ayam yang

ketakutan, yang segera menyembunyikan diri di bawah sayap-sayap yang

kokoh dari induknya.

(2) Gagasan ini membawa kita kepada penunjukkan kedua yakni gagasan

mempercayai - Mazmur 37:40. Di dalam ayat ini dan di bagian lain di dalam

kitab Mazmur,      diterjemahkan “mempercayai”. Gagasan utamanya

adalah bahwa suatu tempat bukanlah suatu tempat perlindungan bila kita

tidak dapat mempercayainya.

(3) Penunjukkan yang lain timbul dari akar kata Ibrani ini, yakni gagasan

pengharapan sebagaimana diterjemahkan di dalam Amsal 14:32. Pengharapan

yang ditimbulkan ini mempercepat seseorang di dalam pelariannya untuk

menyelamatkan diri di bawah sayap-sayap ilahi.

Stem Qal dari      adalah dasar yang dipakai manusia untuk

mempercayakan hidupnya serta meletakkan seluruh pengharapannya kepada

Elohim saja selaku Gunung Batunya ( 2 Samuel 22:3,31, dan Mazmur 18:2,30,

118:8-9 ).

Permohonan supaya Elohim menjaga atau melindunginya ini dapat dilihat

sebagai suatu ungkapan pengharapan pemazmur, supaya ia terus menerus

dilindungi Tuhan dari tekanan-tekanan ketidak-berdayaan & kegelisahan yang

terjadi dalam hidupnya.

Iman yang sejati dengan sendirinya mendorong kita untuk terus menerus

menyerahkan dirinya ke dalam tangan Tuhan.

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

82

16.4. Kesimpulan

Mazmur 16 ini menunjukkan bagaimana Daud mencari perlindungan dan penjagaan

kepada Elohim sebagai Sumber Pertolongannya.

Mazmur ini merupakan nyanyian iman & sukacita seseorang yang memperoleh rahmat

Tuhan, yang menemukan Tuhan sebagai “Warisannya & Pialanya”

( bandingkan dengan ayat 5 ).

Setiap orang Kristen yang telah melihat dan mengalami cinta kasih Elohim yang begitu

besar kepadanya ( bandingkan dengan Yohanes 3:16, Roma 8:32, 1 Yohanes 4:9-10 )

dapat belajar menjawab cinta kasih Tuhan itu dengan nyanyian ini.

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

83

DAFTAR KATA

Berjalan      184 Ada, berada, terjadi,

menjadi ( to be )       183

Kanaan (f)      186 Yusuf      185

Musuh    188 Dengan, dekat    187

Musuh      190 Kesesakan, kesusahan

(f)      189

Demi, agar,

supaya      192 Pembebasan,

pertolongan (f)        191

Menyimpang,

menjauh     194 Perang, peperangan (f)        193

Celakalah !     196 Sampai, sejauh, selama

( Kt depan )    195

Juga, bahkan    198 Makan     197

Turun     200 Mengetahui, mengenal     199

Berdiri     202 Utusan      201

Membuat,

berbuat      204 Menjawab      203

Bertanya,

meminta     206 Melihat      205

Kebenaran,

kesetiaan (f)     208 Di situ    207

Benih,

keturunan     210 Memilih     209

Ada    212 Menambah (kan)     211

Gunung Sinai      214 Berkuasa, menguasai,

memerintah     213

Kecil, tidak

berarti     216 Sekarang      215

Sabat, istirahat     218 Kereta     217

Menjadi besar     220 Matahari     219

Menjadi tahir      222 Tahir ( Kata Sifat )       221

Takut, menjadi

takut     224 Najis, menjadi najis     223

Penuh, menjadi

penuh     226 Berat, sukar, menjadi

berat     225

Kawanan

Domba (f)     228 Putra, bujang     227

Mendekati (i)     230 Berteriak, bersungut-

sungut     229

84

Berbaring     232 Dekat ( Kata Sifat )      231

Lapar ( KS )

menjadi lapar

( KK )

    234 Genap, utuh, sempurna (

Kata Sifat )     233

Berangkat     236 Tanah kering, Negev,

Selatan     235

Naik      238 Jatuh, menjatuhkan diri     237

Utara (f)      240 Pemberontakan, dosa     239

Sheol, Dunia

orang mati (f)     242 Timur     241

Laban     244 Constructus dari Bapa     243

Jalan, jalan

hidup, cara

hidup

    246 Rahel     245

Kursi, tahta     248 Sungai Yordan      247

Menangkap,

merebut     250 Nifal : Berperang     249

Nifal/Hitpael :

Bernubuat     252 Piel/Nifal : Meloloskan

(menyelamatkan) diri     251

Qal/Piel :

Menghimpun

Nifal :

berkumpul

    254 Nifal :

Menyembunyikan diri

Hifil : menyembunyikan

    253

Nifal :

dipatahkan     256 Saul      255

Nifal : menjaga

diri, memelihara

diri

    258 Sikhem (f)     257

Piel :

memberkati,

memuji

    260 Piel : mencari, meneliti,

berusaha     259

Piel : berbicara     262 Berkat ( constructus )      261

Piel :

menghormati     264 Bisa, dapat, sanggup     263

Piel :

menutup(i)      266 Bintang      265

Piel :

menghitung,

menceritakan

    268 Maut ( constructus )     267

Pemimpin,

pemuka, pejabat    270 Piel : memberi perintah,

mengatur      269

Harun       272 Piel : meremukkan     271

Piel : memuji     274 Piel : memuji

Pual : dipuji      273

85

Mencapai,

menemukan     276 Pual : dihormati     275

Menuangkan,

menumpahkan,

mencurahkan.

Nifal :

dituangkan

    278 Menjadi kudus.

Piel : menguduskan

Hitpael : menguduskan

diri

    277

Terang     280 Tengah.    

   ( cstr )

279

Sulung, anak

sulung      282 Hifil : memisahkan,

membedakan.

Nifal : memisahkan diri

    281

Kegelapan     284 Membunuh      283

Hifil :

mengangkat

sebagai raja

    286 Hifil : menolong,

menyelamatkan     285

Hifil :

menghimpun      288

Jamak dari          287

Hifil :

menghancurkan     290 Perkumpulan, jemaat      289

Hifil :

melemparkan

Hofal :

dilemparkan

    292 Hifil :

memperdengarkan,

memberitakan

    291

Satu     294 Mencari, melawat,

memerintahkan

Hofal : dihukum

    293

Hitpael :

berjalan-jalan      296 Taman, kebun    295

Di depan,

berhadapan,

melawan ( kata

depan )

    298 Ketakutan, takut (f)       297

Masih, lagi,

terus menerus     300 Mengangkat, memikul

Hitpael : menagngkat

diri, bangkit

    299

Hitpael :

meminta,

berdoa

    302 Esau     301

Doa (f)       304 Mengumpulkan

Hitpael : berhimpun     303

Mencuri     306 Di manakah ?      305

Bermimpi     308 Mimpi      307

Mereka sendiri      310 Sendirian, saja ( ks )

di samping, kecuali

(kata depan)

    309

Melalui,

melewati,     312 Menjual, menyerahkan

Nifal : menjual diri,     311

86

melanggar dijual

Meninggalkan,

membiarkan     314 Umat, perkumpulan (f)     

    ( cstr )

313

Percaya,

mengandalkan,

hidup tenteram

    316 Nifal : dibasmi,

dihancurkan

Hifil : membasmi

    315

Kuat ( kata

sifat )     318 Menjadi kuat

Piel : menguatkan

Hifil : Berpegang pada

Hitpael : menguatkan

diri

    317

Orang Ibrani      320 Orang Mesir      319

Qal :

  menemp

atkan,

menentukan,

memasukkan.

Inf. benda :

   

    322 Menempatkan,

meletakkan, memberi,

membuat

    321

Kubur, makam     324 Lupa, melupakan     323

Yosua        326 Berbuat dosa, berdosa     325

Buah     328 Seperti     327

Hanya, saja

( kata sifat )    330 Mengasihi      329

Lembu     332 Nifal : tersisa

Hifil : menyisihkan     331

Absalom        334 Abia       333

Bersyeba         336 Asa     335

Balak     338 Babel     337

Gosyen     340 Hujan es     339

Ismael        342 Yerobeam       341

Lapidot        344 Kusy

Orang Kusy :         343

Milka       346 Moab      345

Elam      348 Nahor      347

87

 

Enak     350 Amalek

Orang Amalek :

     

     349

Membentang-

kan     352 Atalya        351

Busur     354 Zipor      353

Sarai     356 Ribka       355

 Kabar        357