al-quran akhir zaman 1

Tampilkan postingan dengan label al-quran akhir zaman 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label al-quran akhir zaman 1. Tampilkan semua postingan

al-quran akhir zaman 1


 


Didedikasikan untuk Kaisar Konstantinus XI yang memilih untuk mati 

sebagai pahlawan saat mempertahankan Konstantinopel pada 

tahun 1453, serta kepada 7000 anak buahnya yang juga tewas 

sebagai pahlawan saat berperang melawan tentara Ottoman yang 

menyerang lebih dari sepuluh kali jumlah pasukan mereka. Akan 

ada banyak kejutan pada Hari Penghakiman saat  kedua pasukan 

berdiri di hadapan Allah pada hari penghakiman. 

 

 

ٰٓاَْنتُمْْ ءْ  ه  بُّْونَُهمْْ اُوََلۤ بُّْونَُكمْْ َوََلْ تُح  نُْونَْ يُح  بْ  َوتُْؤم  ت  ب اْلك   

 ْ ا لَقُْوُكمْْ َوا ذَا ُكل  ه  َمنَّاْ  قَالُْوٰٓ ْوا َخلَْوا َوا ذَا ا  َعلَْيُكمُْ َعضُّ  

لَْ نَْ اَْلَنَام  ُكمْْ ُمْوتُْوا قُلْْ ۗ ْ اْلغَْيظْ  م  ْيمْ  ّللٰاَْ ا نَّْ ۗ ْ ب غَْيظ  َعل   

ْ  ۗ دُْورْ  ب ذَاتْ  الصُّ  

Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman 

kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu, 

dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah 

hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-

ayat Allah dengan harga murah. Mereka memperoleh pahala di 

sisi Tuhannya. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.  

(QS Ali-Imran [3] : 199) 

 

Al-Qur'an telah menubuatkan di atas, bahwa akan ada orang Yahudi 

dan Kristen yang pada akhirnya akan menerima Al-Qur'an sebagai 

Firman Tuhan Yang Maha Esa, dan karenanya menerima Muhammad 

sebagai Rasul-Nya, namun tetap mempertahankan identitas mereka. sebagai 

Ahl al-Kitab. 

 

 

eberapa tahun yang lalu saya menelepon teman saya Dr. 

Vladimir Pavicevic untuk memberi tahu dia kabar ini:  “Mari 

kita lihat seorang Cendikiawan Muslim, seorang Shaikh, yang 

baru saja meluncurkan seruan kepada orang-orang Kristen Ortodoks” 

Teman saya, dari Duta Besar Republik Federal Yugoslavia untuk PBB, 

selama masa-masa konflik yaitu  salah satu dari mereka yang 

menghadapi seorang diri melawan dunia yang saling bermusuhan 

dan (tanpa bantuan apa pun) melakukan upaya melawan bangsa-

bangsa yang arogan. Kami mendengar seruah Shaikh untuk pertama 

kalinya, seruan yang selama bertahun-tahun kami nantikan, seruan 

yang bisa mencegah perang  di Balkan. Hari ini, saya akui bahwa 

Seruan Shaikh Imran ini yaitu  suatu upaya yang bagus, setelah 

 

sekian lama tiidak ada upaya atau tidak bisa berbuat apa-apa untuk 

menyelamatkan persatuan dan persaudaraan di antara orang-orang 

Slavia di benua Eropa, seruan beliau yaitu  bagian dari perjuangan 

yang besar, sebuah perjuangan ontologis1, yang harus terjadi pada 

Akhir Zaman. 

saat  kami bertemu Shaikh Imran Hosein, dia bercerita 

tentang seorang tokoh dalam Al-Qur'an, yaitu  Khidir, dan memberi 

saya gambaran tentang sosoknya serta menjelaskan pentingnya 

sosok Khidr. Saya heran, sosok dalam Al-Qur'an ini memiliki semua 

atribut Kristus Ortodoks, kualitas pemberian kehidupan yang 

dilambangkan dengan warna hijau, sifat gandanya dilambangkan 

dengan persimpangan dua air, sifat iman yang dilambangkan dengan 

batu, perintah atas Gereja dilambangkan dalam Al Qur'an dengan 

mengambil air dalam perahu, dan yang mengacu pada janji-janji 

kesengsaraan yang harus dilalui oleh orang iman yang sejati, janji 

yang dibuat Kristus kepada murid-murid terdekatnya. Seseorang juga 

dapat mengusulkan pendekatan Fonetis2 antara kata Khidr dan kata 

Kristus. Walau saya bukan pakar dalam berbicara tentang Al-Qur'an, 

pikiran saya, yang merupakan seorang Kristen Ortodoks, menemukan 

di dalamnya gema iman saya yang menakjubkan. 

Kami berbicara lebih jauh tentang Eskatologi Islam dan 

Eskatologi Kristen. Bagi pembaca yang terasa asing dengan gagasan 

ini, bahwasanya Eskatologi yaitu  disiplin ilmu ketiga dari teologi 

Kristen, yang diajarkan oleh Roh Kudus dan Eskatologi ini yaitu  ilmu 

para Nabi. Dua disiplin teologi lainnya yaitu  Teologi Proper 3yang 

 

1 Ontologi merupakan salah satu kajian filsafat yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi 

ini  membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Tokoh Yunani yang memiliki 

pandangan yang bersifat ontologis dikenal seperti Thales, Plato, dan Aristoteles (Wikipedia) 

2 Fonetik atau fonetika yaitu  ilmu yang mempelajari mengenai bunyi yang berperan sebagai 

sarana atau media bahasa manusia. Ruang lingkup keilmuan fonetik meliputi pembentukan bunyi 

oleh pembuat bunyi hingga pemaknaan pesan dari bunyi oleh pendengar bunyi. Wikipedia 

3 Teologi proper yaitu  studi tentang Allah dan sifat-sifat-Nya. Teologi proper berfokus pada Allah 

Bapa. Paterologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yang berarti 'bapa' dan 'perkataan' -- 

 

tepat dan Soteriologi4. Teologi yang tepat dicirikan dalam Ortodoksi 

dengan cara negatif, (dalam bahasa Yunani, cara apopatik): berbicara 

tentang Tuhan yaitu  keheningan yang terdiri dari penyucian diri di 

dalam Tuhan dan dalam menolak semua representasi tentangNya. 

Pribadi yang memimpin ini yaitu  Bapa, Allah, dalam 

ketidakterjangkauan dan ketidaktahuan-Nya yang transenden. 

Teologi negatif ini ada untuk mengingatkan orang percaya bahwa dia 

tidak tahu apa-apa tentang Penciptanya dan bahwa spekulasi tentang 

Dia itu yaitu  sesuatu yang dilarang. 

Ketidaktahuan dalam perkar Ghaib yaitu  status yang 

bersifat mendasar dan tetap pada ajaran  Kristen Ortodoks. Dalam 

hal ini ia berbeda dari ajaran Katolik Roma yang membayangkan 

bahwa ia mungkin mengenal Tuhan sebaik Tuhan mengenal diri-Nya 

sendiri. 

Disiplin teologi yang kedua yaitu  soteriologi (ilmu keselamatan), 

kepercayaan bahwa Tuhan mengasihi kita dan menginginkan 

kebaikan kita, pembebasan kita. Disiplin ini terdiri dari pengetahuan 

yang mendalam tentang pesan-pesan ilahi dan tugas-tugas orang 

percaya melalui Kitab Suci dan sejarah umat Allah. 

Nama lainnya yaitu  Kristologi, karena istilah ini  

berasal dan bersumber dari Kristus, yang telah memanifestasikan 

segalanya, merekapitulasi segalanya dan menyelesaikan segalanya, 

yang memimpinnya. Soteriologiatau Kristologi, sebagai ilmu tentang 

pesan-pesan ilahi dan penerapannya, terdiri dari pembacaan dan 

penghafalan Kitab Suci, meditasi yang terus-menerus, penggabungan 

yang penuh kasih (para biarawan kadang-kadang berbicara tentang 

“mandibulasi Sabda”). 

 

yang digabung sehingga berarti 'studi tentang Sang Bapa'. Teologi proper menjawab beberapa 

pertanyaan penting tentang Allah (Source : pesta.org) 

 

4 Soteriologi secara sederhana dapat diartikan sebagai ajaran tentang keselamatan menurut 

agama Kristen. atau penyelamatan (wikipedia) 

 

Sekali lagi, Eskatologi selain menjadi studi tentang akhir 

zaman, juga mencakup kepemimpinan ummat dan penegasan 

spiritual. 

Eskatologi sering dipahami sebagai disiplin ilmu interpretatif. 

Kelebihan interpretasi, bagaimanapun, yaitu  penyakitnya. Banyak 

Nabi palsu yang dipercaya mampu mendeteksi tanda-tanda atau 

tanda dari binatang-bintang, akhirnya membuat  kenabian yang palsu 

dan aneh dengan menurunkannya ke politik umum atau fiksi ilmiah. 

Metode yang benar yaitu  merujuk pada teks-teks Kitab Suci, dan 

khususnya pada sabda Kristus atau kehidupannya. Memang, karena 

Kristus memainkan peran sentral dalam peristiwa akhir zaman, tentu 

Dia sendiri yang berbicara paling baik. Dalam Injil, bagaimanapun, 

Yesus tampaknya tetap mengelak tentang peristiwa akhir zaman. 

Kami akan menunjukkan di sini bahwa hal ini bukan permasalahan 

utamanya. 

Eskatologi dan kabar tentang kembalinya Kristus dalam Injil 

Injil, dan khususnya Injil menurut Santo Yohanes, yaitu  

kitab prinsip. Kata pertamanya, "in arche" dalam bahasa Yunani, atau 

"in Principio" dalam bahasa Latin, memberikan kunci bacaan yang 

benar: setiap peristiwa yang dijelaskan di dalamnya, seperti setiap 

kata yang diucapkan Kristus, memiliki nilai prinsip, yang 

penerapannya tidak terbatas. . Marilah kita segera mengilustrasikan 

epistemologi5 ini dengan apa yang menjadi perhatian kita di sini: 

kedatangan kembali Kristus secara tepat digambarkan dalam bab 

delapan dari Injil keempat berikut ini : 

“Yesus pergi ke gunung Zaitun. Dan pagi-pagi sekali dia datang lagi 

ke bait suci, dan semua orang datang kepadanya; dan dia duduk 

 

5 Epistemologi yaitu  cabang dari filsafat yang berkaitan dengan hakikat atau teori 

pengetahuan. Dalam bidang filsafat, epistemologi meliputi pembahasan tentang 

asal mula, sumber, ruang lingkup, nilai validitas, dan kebenaran dari pengetahuan 

(Wikipedia) 

10 

 

lalu mengajar mereka. Dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang Farisi 

membawa kepadanya seorang wanita yang berzina; dan saat  

mereka menempatkan dia di tengah-tengah, Mereka berkata 

kepadanya, Guru, wanita ini diambil dalam perzinahan, pada saat 

itu juga. Sekarang Musa dalam hukum memerintahkan kita, bahwa 

mereka harus dilempari batu: namun  apa katamu? Ini mereka 

katakan, menggoda dia, bahwa mereka mungkin harus 

menuduhnya. namun  Yesus membungkuk, dan dengan jari-Nya 

menulis di tanah, seolah-olah Dia tidak mendengar mereka. Jadi 

saat  mereka terus bertanya kepadanya, dia mengangkat dirinya 

sendiri, dan berkata kepada mereka, Dia yang tidak berdosa di 

antara kamu, biarkan dia terlebih dahulu melemparkan batu ke 

arahnya. Dan lagi dia membungkuk, dan menulis di tanah. Dan 

mereka yang mendengarnya, karena diyakinkan oleh hati nurani 

mereka sendiri, keluar satu per satu, mulai dari yang tertua, bahkan 

sampai yang terakhir: dan Yesus ditinggalkan sendirian, dan wanita 

itu berdiri di tengah-tengah. saat  Yesus meninggikan diri-Nya, dan 

tidak melihat siapa pun kecuali wanita itu, Dia berkata kepadanya, 

Wanita, di mana para penuduhmu itu? apakah tidak ada orang 

yang menghukummu? Dia berkata, Tidak, Tuhan. Dan Yesus berkata 

kepadanya, Aku juga tidak menghukummu: pergi, dan jangan 

berbuat dosa lagi” 

(Jn 8.1-11) 

Sekarang pembaca yang budiman akan melihat dalam narasi 

yang baru saja saya sampaikan diatas tentang kisah seorang wanita 

yang tertangkap basah melakukan perzinahan. Peristiwa ini memang 

terjadi, dan itu terutama menyangkut seorang wanita pendosa, yang 

namanya tidak kita ketahui. Namun demikian, teologi Kristen bersifat 

11 

 

rangkap tiga, selain makna literal yang bersifat moral di sini, kita 

harus mencari makna Ontologis6 dan makna Eskatologis. 

Makna Eskatologis  yang menarik kami yaitu  sebagai berikut:  

kisah ini menceritakan kembalinya Kristus di akhir zaman. 

Setelah Kenaikan-Nya ke Bukit Zaitun (Kisah Para Rasul 1.4-12), Yesus 

akan kembali pada pagi hari yang baru. Dia akan datang ke Yerusalem 

dan duduk di Bait Suci sebagai hakim, dan semua bangsa akan datang 

kepadanya untuk Penghakiman. Kemudian setan-setan itu yang 

mengetahui semua dosa kita, dengan kejahatannya akan menuduh 

kita melakukannya, akan membela kita. Yesus menulis di tanah. 

Pertama kali mengacu pada kedatangannya yang pertama, saat , 

datang dalam bentuk anak domba, dia mengajar dengan kerendahan 

hati. namun  setan dan para pengikutnya tidak mendengarkannya. 

Kedua kalinya Dia akan datang dengan kekuatan, dan para penuduh 

akan dicerai-beraikan seperti asap oleh angin. Apa arti simbol presisi 

ini: “dari yang tertua sampai yang terakhir”? Kami secara simbolis 

mengidentifikasi pertama yaitu  setan ("yang tertua"), dan orang-

orang yang berjanji setia kepada setan ("yang terakhir"). Apa arti 

kalimat terakhir Kristus “pergi dan jangan berbuat dosa lagi”? Jika 

dalam bacaan harfiah dan moral itu berarti anjuran yang kuat, 

perintah kepada wanita ini untuk menghormati suaminya dan hukum 

ilahi, dalam bacaan eskatologis kalimat ini harus dipahami sebagai 

anugerah yang akan diberikan Tuhan kepada manusia yang layak 

mendapatkan surga, sebuah kasih karunia yang akan terdiri bagi 

mereka dalam hidup kekal tanpa dosa. 

Gambaran tentang kembalinya Kristus ini sangat cocok 

dengan semua yang telah dijelaskan oleh Shaikh Imran Hosein selama 

bertahun-tahun dan yang ditemukan dalam Al-Qur'an. 

 

6 Ontologi merupakan salah satu kajian filsafat yang paling kuno dan berasal dari 

Yunani. Studi ini  membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret 

12 

 

namun  di sini saya ingin mendorong pembaca untuk melihat 

dalam Injil untuk narasi lain tentang kembalinya Kristus. Jadi saya 

menawarkan satu, dengan penjelasan tentang apa yang seharusnya 

menjadi anti-kristus. 

Kita menemukan dalam Injil menurut Santo Matius, dalam bab 

empat, kabar  tentang godaan terhadap Yesus di padang gurun. 

Semua narasi ini harus dikaitkan dengan narasi Quran tentang 

pemberontakan Iblis. Dalam Al-Qur'an, malaikat cahaya, Lucifer, 

menolak untuk sujud di hadapan manusia yang dipersembahkan 

Tuhan kepadanya. namun  dalam kabar tentang bujukan terhadap 

Kristus, kita menemukan tema sujud bahwasanya iblislah yang 

membujuk kepada Yesus untuk sujud di hadapannya, dan pada 

akhirnya, kita melihat para malaikat, kecuali iblis, datang untuk 

melayani Yesus. Ini akan membawa pembaca sedikit wawasan untuk 

memahami bagaimana Al-Qur'an dan Injil di sini cocok satu sama lain 

dan saling melengkapi secara harmonis. Saya tidak akan mengatakan 

apa-apa lagi tentang hal ini. Namun, izinkan saya memberikan 

interpretasi eskatologis saya tentang narasi ini . 

Kemudian Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk 

melawan cobaan dari iblis. Dan saat  dia berpuasa empat 

puluh hari empat puluh malam, dia kemudian lapar. Dan 

saat  si penggoda datang kepadanya, dia berkata, Jika 

Engkau Anak Allah, maka perintahkan agar batu-batu ini 

berubah menjadi roti. namun  Yesus menjawab dan berkata,  

“Manusia hidup bukan dari roti saja namun  dari setiap firman 

yang berasal dari Tuhan”. 

Kemudian iblis membawanya ke kota suci, dan 

menempatkannya di puncak kuil, Dan berkata kepadanya, 

Jika engkau yaitu  Anak Allah, jatuhkan dirimu dan Dia akan 

memberikan tugas kepada malaikat-malaikatnya tentang 

engkau: dan di tangan mereka mereka akan menopang 

13 

 

engkau, supaya jangan sewaktu-waktu engkau 

membenturkan kakimu ke batu. 

Yesus berkata kepadanya, Jangan menantang Tuhan, 

Allahmu. Sekali lagi, iblis membawanya ke gunung yang 

sangat tinggi, dan menunjukkan kepadanya semua kerajaan 

dunia, dan kemuliaan mereka; dan berkata kepadanya, 

Semua hal ini akan Aku berikan kepadamu, jika engkau mau 

sujud dan menyembah Aku. Kemudian kata Yesus 

kepadanya, Dapatkan engkau di sini, , Engkau harus 

menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada-Nya 

engkau harus beribadah. Kemudian iblis meninggalkan dia, 

dan, lihatlah, para malaikat datang dan melayani dia. 

Matt 4.1-11 

Kerajaan antikristus akan berusaha untuk meniru Kerajaan 

Kristus, mencemarkan kesuciannya: 

saat  antikristus datang, dia akan menyerah pada tiga 

godaan yaitu secara terbuka sujud kepada iblis. Kemudian Roh ilahi 

akan meninggalkan dia dan para pengikutnya, dia akan ditinggalkan 

oleh para malaikat, dan hidupnya akan berhenti saat  dia melihat 

Kristus dalam kemuliaan. 

Tiga tahap kedatangan antikristus 

1. “Keajaiban roti”. Pada tingkat Makrokosmos7, seluruh planet 

akan kagum dengan kemungkinan teknis memberi makan 

seluruh dunia. Kemungkinan teknis ini disertai dengan pemikiran 

materialistis yang kita identifikasikan dengan Sosialisme dan 

Saintisme. Pada tingkat Mikrokosmos, kita akan melihat 

pemukim pindah ke tanah tandus dan membual bahwa mereka 

telah mengubahnya menjadi taman yang subur. Dalam sejarah 

 

7 Makrokosmos atau alam raya tempat bertebaran gugusan bintang 

14 

 

Negara Israel, ini sesuai dengan periode kibbutz. Hal itu perlu, 

sehubungan dengan undang-undang Romawi yang merupakan 

hukum kolonial, untuk dapat mengedepankan valorisasi tanah 

gurun. Memang, hukum kolonial memberikan kepemilikan 

tanah kepada orang yang mendapat kekayaan paling banyak 

darinya. 

 

2. "Turunkan dirimu". Tahap kedua dari kedatangan antikristus 

yaitu  Mendesakralisasi dunia, menimbulkan kegelisahan 

global, dan membuang dan membalikan semua nilai. Apa yang 

berada di puncak peradaban, iman, keadilan, keindahan, 

kesetiaan, keluarga, komunitas, penghormatan terhadap 

perkataan seseorang, kehormatan, yang bagi kita yaitu  

kebaikan yang diajarkan Kristus, namun semuanya akan 

dianggap biadab dan ketinggalan zaman. Para pemimpin agama 

akan puas berbicara tentang masalah sosial dan kebahagiaan 

individu, yang sesuai dengan kerohanian yang hampa. Pada saat 

yang sama, pada tingkat Negara Israel, para rabi terbesar akan 

disesatkan oleh Zionisme, yang merupakan penggunaan semua 

jenius spekulatif Ahli Kitab untuk kepentingan proyek politik. 

Kami mengidentifikasi periode ini dengan periode di mana 

orang-orang Yahudi di seluruh dunia akan berusaha untuk 

menjadikan Aliya8 mereka, kembalinya mereka ke Israel, 

sementara melarang orang-orang goyim yang memiliki 

kemurnian spiritualitas mereka untuk mengembangkan 

pandangan mereka tentang dunia. Sensor intelijen ini yaitu  ciri 

utama dari apa yang disebut era informasi. 

 

3. Periode ketiga terdiri dari : kebebasan yang sebebas-bebasnya 

dalam memilih segala bentuk kejahatan, ketidakpedulian 

 

8 Aliyah (Ibrani:  עלייה Translit.: ʿAliyah Diterjemahkan: "naik") yaitu  sebuah 

istilah yang dipergunakan luas untuk merujuk kepada imigrasi Yahudi ke Tanah 

Israel. 

15 

 

terhadap ketidakadilan, kedustaan dan ilusi yang sistematis. 

Periode ini yaitu  apa yang Shaikh Imran sebut sebagai Pax 

Judaica. Bangsa-bangsa akan tunduk pada entitas Zionis, demi 

kenyamanan dan kepentingan, dengan imbalan janji untuk 

mengetahui seluruh dunia dan menikmati hartanya. Pada saat 

itu, satu-satunya turis yaitu  mereka yang telah menerima 

tanda binatang itu, dan pariwisata akan menjadi simbol 

kebebasan tertinggi. Seorang penulis Prancis, Nicolas Bonnal, 

menunjukkan bahwa dalam Alkitab, turis pertama yaitu  Setan. 

Dalam kitab Ayub, dia memberi tahu Tuhan bahwa dia 

mengembara ke sana-sini di dunia yang luas: 

 

“Dan TUHAN berkata kepada Setan, Dari manakah 

engkau? Kemudian Setan menjawab TUHAN, dan 

berkata, dari satu tempat ke tempat yang lain di 

bumi, dan dari berjalan naik dan turun di 

dalamnya” 

(Job 1.7) 

Tak perlu mengatakan bahwa jika kita mencoba membuat 

sebuah kalimat maka harus berbicara secara Alegoris atau sebagai 

kiasan, perlu ada kriteria dan batasan untuk interpretasi. Dalam 

tradisi Kristen, kriteria dan batasannya yaitu  "katolik" ("Sobornost" 

dalam bahasa Slavonik). 

Kami memperingatkan siapa pun yang memakai  istilah 

"Katolik" sebagai Kata Benda yang Tepat, dan atribut untuk dirinya 

sendiri (dan untuk dirinya sendiri, sebagai pribadi atau sebagai 

kelompok) gelar Katolik: ia melakukan kontradiksi in adjeto9. 

Memang, orang-orang Kristen Barat, yang menyebut diri mereka 

Katolik, hanya dapat melakukannya dengan mengorbankan distorsi 

 

9 Kontradiksi dalam istilah. 

16 

 

makna kata ini. "Katolik" atau Kat'holikon, berarti "oleh 

keseluruhan". Ini yaitu  keseluruhan yang membentuk bagian. Ini 

yaitu  kesesuaian yang memperbaiki dan menegaskan pendapat 

satu individu. 

Bagi orang percaya Barat, kriteria kebenaran yaitu  satu 

orang, Paus Roma, yang kata-katanya sempurna. Sampai-sampai 

dibayangkan bahwa Paus kadang-kadang “Katolik” sendiri! 

Absurditas tak terukur! 

Bagi orang percaya Ortodoks, kriteria kebenaran yaitu  

keseluruhan, komunitas saudara, dan pada prinsipnya, pandangan 

saudara saat  dia mengucapkan dengan mulutnya kebenaran yang 

telah kita terima dan pahami. Oleh karena itu, pandangan antikristus 

tentu saja merupakan pandangan seorang pria bermata satu, yang 

melihat hanya dengan satu mata: mata yang hilang yaitu  mata 

saudaranya! 

Dalam kehidupan Kristus, peran saudara, saksi kebenaran, 

kriteria mesias, dimainkan oleh sepupu Yesus: Yohanes Pembaptis. 

Namun, fakta yang paling luar biasa tentang Yohanes 

Pembaptis yaitu  bahwa dia bukan dan tidak pernah menjadi 

seorang Kristen. saat  dia ingin dibaptis oleh Kristus, Kristus 

mencegahnya: 

Kemudian datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan 

kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. namun  

Yohanes melarangnya, dengan berkata, Aku harus 

dibaptis darimu, dan engkau datang kepadaku? Dan 

Yesus menjawab dengan berkata kepadanya, 

Menderitalah seperti itu sekarang: karena 

demikianlah seharusnya kita menggenapi segala 

kebenaran. Kemudian dia menderita dia. 

(Matt. 3:13-15). 

17 

 

Apa artinya hal diatas dan mengapa itu penting bagi kita? 

Kami percaya bahwa Tuhan bermaksud demikian karena 

waktunya akan tiba saat  orang yang beriman mengalami 

kesendirian dan terisolasi di negaranya sendiri, hidup di dunia tanpa 

masyarakat, akan menemukan dalam pandangan dan perkataan 

saudara jauhnya orang asing, manifestasi dari kasih sayang Tuhan 

dan konsistensi kebenaran hidup di jalan Tuhan. 

Bagi keyakinan Ortodoks serta orang yang memikiki 

keimanan sejati dimana pun ia berada akan mendapat banyak 

manfaat dari buku teman kita Shaikh Imran ini. Dia akan menemukan 

di dalamnya karya seorang teman cendikiawan ini, kata-kata yang 

akan mengkonfirmasi kebenaran imannya sendiri, menyarankan 

batasannya, dan menawarkan jalan untuk membangun dan berjalan 

dalam cinta untuk perjuangan akhir zaman yang dipersembahkan 

untuk Tuhan. Adapun saya, dan terlepas dari semua yang telah 

diberitahukan kepada saya, saya tidak menemukan apa pun yang 

bertentangan dengan iman Ortodoks dalam ayat-ayat Al-Qur'an 

yang menyebutkan tentang Yesus. Termasuk mereka yang 

tampaknya bertentangan dengan apa yang khusus untuk iman 

Ortodoks, Tuhan dalam tiga Pribadi. Tuhan itu bijaksana dan Dia tahu 

apa yang Dia lakukan. Dan Dia yaitu  pakar dalam mengungkapkan 

kebenaran. 

Berbahagialah dia yang membacakan, dan 

mereka yang mendengar kata-kata nubuat ini, 

dan yang menuruti apa yang tertulis di 

dalamnya: karena waktunya sudah dekat. 

(Ap 1.3) 

 

 


lhamdulillah puji  dan syukur sudah sepantasnya kita  

panjatkan kepadaNya, dzat yang maha tinggi, Allah SWT yang 

telah melimpahkan nikmat dan karunianya, sehingga Buku 

terbaru dari Seorang Ulama Pakar Eskatologi Islam, Imran Nazar 

Hosein telah telah kami cetak dalam versi bahasa Indonesia. Sesuai 

dengan judul aslinya yaitu, “Messias, Al-Qur’an dan Akhir al-Zaman”, 

maka dalam terjemahan bahasa Indonesianya kami beri judul “Al-

Masih, al-Qur’an dan Akhir Zaman”. 

Tidak kalah dengan Buku karya sebelumnya yang membahas 

subjek yang berkaitan, yaitu buku yang berjudul “Qur’an dan Jasad” 

dan “Dajjal, Al-Qur’an dan awal Zaman” yang mana beliau (dengan 

kecemerlangan berfikiir serta ketajaman spiritualnya) mengungkap 

tentang bagaimana sosok Dajjal, sang al-Masih Palsu, maka buku ini 

lebih membahas tentang bagaimana sosok “Al-Masih asli”, yakni Nabi 

Isa السالم عليه  yang dikenal dalam Dunia Kristen dengan nama “Yesus”. 

Teruntuk  para Pembaca yang  budiman, sesuai buku  aslinya 

bahwa  Penulis  lebih banyak memakai   penggunaan  nama 

“Yesus” yang biasa  dipakai  dalam literasi buku Kristen, dibanding  

penggunaan nama “Isa” yang biasa  dipakai   dalam  literasi buku  

Islam, bukankah  buku  ini yaitu   Buku  bergenre “Tsaqofah Islam”? 

Bukan  Buku Kristen?, maka Penerbit dan Penerjemah tetap  

memakai  nama “Yesus”  dalam penjelasan  subjek “Al-Masih” 

dalam buku ini, selain  karena ‘amanah literasi’  dari Penulisnya 

(Imran.N Hosein), juga  merujuk  pada Tujuan  Penulis sendiri dalam 

ditulisnya buku ini bahwa buku ini memang bukan hanya  ditujukan 

untuk  para Pembaca Muslim, namun juga Non-Muslim, khusunya  

kaum Kristiani, di kalimat Penutup  Buku ini, beliau menuliskan : 

Komentar terakhir kami, saat kami mengakhiri buku 

ini, yaitu  kami yakin bahwa tidak ada orang Kristen 

yang percaya dengan pikiran dan hati nurani yang 

tidak rusak yang dapat membaca buku ini sampai 

akhir, terlepas dari semua propaganda Barat yang 

menentang bahwa Al-Qur'an yaitu  memang 

Firman yang diturunkan dari Tuhan Yang Esa, dan 

bahwa Muhammad (saw) yaitu  memang seorang 

Nabi yang benar dari Tuhan Yang Esa itu. 

Tentu saja bukan tujuan kami untuk membujuk 

orang-orang Kristen ini  untuk menjadi 

pengikut Nabi Muhammad, melainkan, yang kami 

cari hanyalah agar mereka mengakui dan menerima 

Kebenaran, bahwa “Tuhanmu, dan Tuhan kami, 

yaitu  Tuhan Yang Maha Esa.” 

Maka dari itu, agar Penggunaan Nama atau Istilah lebih 

familiar bagi Para Pembaca Kristen, maka  kami  tetap  memakai   

Kata atau nama atau istilah yang  biasanya dipakai  dalam Dunia  

Kristen, yang notabene memang mengandung makna  yang  sama. 

 Terakhir, dengan mengucapkan Puji Syukur serta harapan  dan  doa, 

semoga Buku ini  bisa bermanfaat dan  berkah bagi kita semua. 


idak ada kalimat terindah yang bisa kami ucapkan selain puji 

Syukur alhamdulillah atas diterbitkan  dan diterjemahkan  

buku baru karya Shaikh Imran Hosein ini kedalam Bahasa 

Indonesia, berkat  Kesempatan, kesehatan dan  umur panjang dari 

Dzat yang Maha Kuasa Allah  SWT. Sholawat  dan Salam semoga 

tercurah kepada uswah kita semuanya, baginda Nabi Muhammad 

SAW. 

Para Pembaca yang budiman, suseuai dengan judul aslinya, 

saya terjamahkan Judul  Buku ini menjadi “Al-Masih, al-Qu’an  dan 

Akhir Zaman”, sebuah subjek yang sangat sakral dan krusial dalam 

Kajian  Eskatologi  Islam, yang  saya  secara Priibadi akui bahwa 

memang  subjek ini penting, menegangkan dan substansial. 

Berbeda dengan buku atau transkip ceramah Shaikh Imran 

Hosein sebelumnya yang pernah  saya terjemahkan, buku  ini  

memang agak berbeda, karena buku ini oleh  Penulis memang bukan 

hanya ditujukan untuk Pembaca Muslim saja, tapi juga “dispesialkan” 

untuk para Pembaca non-Muslim, khususnya  Pembaca dari Kristen. 

Maka buku ini bisa dibilang “Buku Lintas Agama Samawi”. 

Namun,  meski buku ini ditujukan untuk  Para Pembaca 

Kristen, buku ini tidak bertujuan untuk mengangkat sebuah 

Perdebatan sengit antara Teologi Kristen  dengan Islam, tidak 

bertujuan untuk menyelenggarakan “Ring Tinju” untuk sebuah 

pertarungan antar dua pihak, yang tentu saja berbeda dengan Buku 

buku Kriistologi karya Ahmed deedat, Dzkir Naik atau Irena Handono 

yang membahas Perdebatan dua teologi antara Teologi Islam dan 

Teologi Kristen, bukan pula ditulisnya buku ini untuk mencetak Para 

Mualaf, namun sebaliknya, buku ini yaitu  buku Lintas Agama yang 

mencari titik temu diantara kitab-kitab Ilahi, yakni Al-Qur’an dan 

 

Kitab Sebelumnya (Taurat dan Injiil), sebagaimana yang dijelaskan  

oleh Penulis di buku ini.  

Walau memang Penulis  buku ini tidak  sepandangan  terkait 

konsep  Tritunggal yang dianut Dunia Kristen, namun buku ini justru 

mengajak para pembaca kristen untuk menyamakan sebuah 

pendangan yang agung, tentang sosok yang mulia yaitu Nabi Isa  عليه 

 yang mana Pembaca Kristen lebih mengenal namanya dengan السالم

Yesus, untuk lebih memuliakannya dan  yang terpenting yaitu  

memiikiki kesamaan pandangan bahwa ia  yaitu  AL-MASIH yang  

diutus oleh Tuhan yang Maha  Esa, yang  kelak akan muncul di akhir 

zaman untuk membungkam segala kejahatan dan kebiadaban Dajjal 

atau antikristus 

Maka dari itu, penerjemah tetap lebih cenderung 

memakai  nama “Yesus”, atau nama nama Nabi Lainnya  yang 

lebih familiar terdengar di kalangan dunia kristen dan tentu saja 

sebagai amanah literasi dari Penulis aslinya, yakni Shaikh Imran 

Hosein, bahkan dengan tambahan gelar  السالم  عليه   yang berarti 

"Semoga keselamatan dilimpahkan kepadanya." Gelar ini  

yaitu  Perlarlambang Doa serta Kehormatan dan kemuliaan baginya, 

yang mungkin  bagi  para  pembaca  Muslim akan  terkesan  asin, bila 

penerjemah memakai   penulisan Yesus السالم عليه  di dalam buku 

ini. 

Selain itu, Penerjamah  ingin mengingatkan  kepada  para 

pembaca yang budiman bahwa  setiap kali  buku ini  mengutip  ayat-

ayat al-Qur’an, bahwa penerjemah tidak pernah mencantumkan 

Terjemahan Bahasa Indonesia dari ayat-ayat  al-Qur’an ini  dari 

versi  Terjemahan al-Qur’an yang diresmikan Kementerian Agama RI 

(Kemenag RI), namun   kami camtumkan Penjelasan (bukan 

Terjemahan) dari Penulis di setiap bagian bawah ayat al-Qur’an  yang 

disisipkan di buku ini, maka jangan terkejut  jika para pembaca  

menemukan ketidak-samaan terjemahan al-Qur’an antara Buku ini 

dengan  Terjemahan al-Qur’an  Versi  Kemenag  atau  versi yang 

lainnya.  

Dibuku ini  juga, kami sertakan footnote atau catatan kaki 

sebagai tambahan penjelasan agar  para pembaca  lebih bisa 

memahami maksud dan pesan yang disampaikan oleh Penuliis, 

karena memang di buku aslinya yakni “Messias, Qur’an  and Akhir al-

Zaman” tidak  disertakan catatan kakinya. 

Selain itu, kami sajikan pula  gambar  ilustrasi pada bagian-

bagian tertentu  sebagai pelengkap atas penjelasan-penjelasan yang 

disampaikan Penulis, dimana di buku aslinya memang  tiidak 

disertakan. 


 

aya mulai menulis buku ini pada tahun 2014-2015 saat masih 

tinggal di Malaysia, namun  berhenti menulisnya saat  saya 

menyadari bahwa ada buku lain yang harus ditulis agar 

pembaca cukup siap untuk buku ini. Buku-buku ini  yang ditulis 

dan diterbitkan sejak saat itu diantaranya : 

• Al-Qur'an dan Bintang-Bintang—Metodologi Studi Al-Qur'an; 

• Al-Qur’an dan Bulan—Metodologi Pembacaan Al-Qur’an 

Bulanan; 

• Dajjal, Al-Qur’an, dan Awal al-Zaman; 

• Al-Qur’an, Dajjal, dan Jasad; 

• Konstantinopel dalam Al-Qur'an; dan 

• Al-Qur'an, Perang Besar, dan Barat. 

Judul asli buku ini  yaitu  Dari Yesus Almasih Sejati hingga 

Dajjal Almasih Palsu, Sebuah Perjalanan saya dalam menulis buku 

Eskatologi Islam. Saya juga kemudian memutuskan untuk 

memisahkannya menjadi dua buku, yang pertama dikhususkan untuk 

Al Masih dalam Al-Qur’an, dan yang kedua, dikhususkan untuk Dajjal 

dan Yajuj & Majuj dalam Al-Qur’an. Setiap buku akan memiliki judul 

baru yang terpisah. 

Saya merasa beruntung dari lock-down virus pada tahun 2020 

dan penangguhan semua perjalanan untuk kembali meneruskan 

menulis buku yang pertama ini dari dua buku (Al Masih dalam Al-

Qur’an dan Dajjal dan Yajuj & Majuj dalam Al-Qur’an) untuk 

menyelesaikannya. Saya bersyukur atas selesainya buku pada saat 

ini, dan bukan selesai pada tahun sebelumnya, karena pembaca yang 

ingin meningkatkan pemahaman mereka tentang pokok bahasan 

buku ini dapat mengambil manfaat dari buku-buku ini  di atas. 

(Semua buku di atas, serta semua buku saya yang lain, dapat diunduh 

secara gratis dari situs web saya, www.imranhosein.org atau dipesan 

dari toko buku online saya www.imranhosein.com). 

Seperti biasa, asisten saya yang berkewarganegaraan Singapura, 

Hasbullah Syafi'iy, selalu membantu saya dalam banyak hal, selain 

mencari teks-teks Arab Hadits. Saya juga berterima kasih, sekali lagi, 

kepada murid saya tercinta, berkewarga-negaraan Prancis, Gregoire, 

yang pakar dalam hal proofreading. Dan pada kesempatan ini juga, ia 

meminta izin untuk menerjemahkan buku ini ke dalam bahasa 

Prancis. 


ىَِٕكة ْ قَالَتِْ َواِذْ 

َيمْ  ال َمل ٰۤ َمر  ىكِْ ّللٰاَْ اِنْ  ي  َطف  ىكِْ َوَطه َركِْ اص  َطف  َواص   

ى ءِْ َعل  لَِمي نَْ ِنَساٰۤ ال ع   

Dan ingatlah ! Para malaikat berkata: “Wahai Mariam! 

Sesungguhnya, Allah telah memilih kamu, dan menyucikan kamu, 

dan mengangkat kamu di atas semua wanita di dunia.” 

(Qur’ān, ali-Imran, 3:42) 

Tentang Buku ini dan Eskatologi Islam 

Usaha yang diperlukan untuk menulis buku ini tidak akan 

mampu menghasilkan sesuatu dari semua perjalalanan dakwah 

dalam eskatologi Islam. Karena subject di dalam buku Ini mencakup 

jantung Eskatologi Islam. oleh karena itu, penulis tidak dapat 

menjelaskan semua bagian dari subjek dalam satu buku dengan 

detail yang akan memuaskan dahaga pembaca akan pengetahuan. 

Oleh karena itu, kami berulang kali merujuk ke beberapa buku kami 

yang lain tentang Eskatologi Islam untuk mengarahkan pembaca 

pada penjelasan yang memadai tentang beberapa topik yang dibahas 

dalam buku ini. 

Dasar utama dari Subjek inii yang  muncul dari dasar 

pemikiran pembaca  yaitu   subjek tentang Dajjal al-Masih palsu 

atau Antikristus, dan Yajuj dan Majuj, yang telah dijelaskan dalam 

beberapa buku kami sebelumnya. 

26 

 

Eskatologi Islam yang bersumberkan dari Al-Qur'an telah 

mengarahkan perhatian kita pada model keilmuan yang dibutuhkan 

untuk mempelajari kondisi dunia di Akhir Zaman, dan juga untuk 

menjawab tantangannya serta model keilmuan yang diwakili oleh 

seseorang yang digambarkan sebagai sosok “Khidr”  (Khidr bermakna 

hijau') dan yang digambarkan sebagai sosok yang paling berillmu dari 

semua manusia di Akhir Zaman: 

… Musa berdiri untuk menyampaikan khotbah kepada Banῡ 

Isrāīl. Dia ditanya: "Siapa yang paling berilmu di antara 

manusia?" Dia berkata: "Saya yang paling terpelajar"; 

demikian, Allah menegurnya, karena dia tidak 

menghubungkan ilmu dengan-Nya. Allah menjawabnya: 

“Seorang hamba di antara hamba-Ku, di persimpangan dua 

lautan, lebih berilmu darimu.” 

(HR. Tirmidzi) 

Al-Qur'an menggambarkan Khidir sebagai seseorang yang 

menerima pengetahuan langsung dari Allah SWT, dan yang juga 

diberkahi dengan kebaikan dan kasih sayang. Surah al-Kahfi yang 

diabadan didala Al-Qur'an telah mengkonfirmasi bahwa orang yang 

paling berilmu dari semua manusia akan ditemukan di tempat di 

mana dua lautan bertemu. Kami menafsirkan ini berarti bahwa Khidir 

yaitu  seseorang yang profil ilmiahnya lautan pengetahuan yang 

diperoleh secara eksternal terintegrasi secara harmonis dengan 

lautan pengetahuan yang diterima secara internal. 

Seorang teman Kristen Ortodoks Serbia yang sangat 

terkasih dari penulis ini, yang telah menulis Kata Pengantar yang 

indah dari buku ini, telah berkomentar kepadanya bahwa profil Khidr 

sama dengan profil Yesus  السالم عليه . 

27 

 

Nabi Muhammad    وسلم عليه  للا  صل   pernah memberikan 

perumpamaan kepada umatnya, atau komunitas pengikutnya, 

dengan “hujan”, dan kemudian bernubuat : 

 

لَُها َخي ر   أَم   آِخُرَها  تِي   َكال َمَطرِ  لَ  يُد َرى أَوَّ  أُمَّ

“Umatku laksana hujan, tidak diketahui guyuran hujan yang baik itu 

awalnya ataukah akhirnya.”  

(HR. Tirmidzi) 

Ilmu agama yang akan berdiri di puncak intelektual dari 

kalimat “hujan terakhir” yang dinubuatkan oleh Nabi Muhammad ( 

  tidak dapat mencapai kedudukan yang tertinggi ( صل   للا عليه وسلم

kecuali ia dapat memahami dan menjelaskan pokok-pokok Dajjal al-

Masih palsu atau Antikristus, dan Yajuj dan Majuj, karena kedua 

sosok ini  yaitu  kekuatan dominan di dunia di Akhir Zaman. 

Pandangan kami yaitu  bahwa tidak ada yang bisa memahami atau 

menjelaskan Dajjal, serta Yajuj dan Majuj, tanpa mencari ilmu melalui 

jalur ilmiah yang mengikuti jalan Khidir. Hanya para cendekiawan 

seperti itu yang akan memahami dan mengenali realitas, misalnya, 

dari peradaban Barat modern yang disebut peradaban Kristen yang 

dikutuk oleh Tuhan Allah hingga akhirnya hidup seperti kera. 

(Lihat Qur'ān, al-A'rāf,7:166 ). 

Inilah pentingnya eskatologi Islam, dan metodologi yang 

akan dipakai  untuk mempelajarinya. 

 

Keyakinan Kaum Kristiani yang telah menerima Yesus sebagai  al-

Masih

 

Bab ini memberikan beberapa kalimat pendahuluan untuk 

persiapan memulai perjalanan kita menuju pembahasan tentang al-

Masih. 

Sementara banyak orang lain, selain orang Kristen, yang 

mungkin membaca buku ini dengan harapan semoga mendapat 

manfaat darinya, buku ini ditulis terutama untuk orang Kristen yang 

beriman, untuk memperkenalkan kembali kepada sosok Yesus   عليه 

 .al-masih di dalam Al-Qur’an , السالم

Ada banyak kejutan baik yang tersimpan tentang sosoknya 

dalam buku itu, selain ayat Al-Qur'an yang dikutip di atas, yang 

menyatakan Maria bahwasanya Ia secara ilahi diangkat kepada 

kedudukan yang lebih tinggi daripada semua wanita lain di dunia. 

Karena nama yang dipakai  Al-Qur’an untuknya yaitu  

Mariam, bukan Mary, pembaca yang baik hati mungkin ingin dengan 

senang hati memanjakan preferensi penulis ini yang sangat ingin 

mempertahankan nama, Mariam. 

Al-Qur'an telah menegaskan bahwa Yesu  memang Al-

Masih yang dijanjikan kepada Bani Isrāīl, yaitu, orang-orang Israel, 

dan ketetapan ini telah beralih ke Al-Qur'an sebagai bukti bahwa 

suatu hari nanti Yesus   السالم عليه    akan kembali untuk memerintah 

dunia dari Yerusalem. Namun, sebelum dia kembali, Al-Qur’an telah 

mengungkapkan bahwa Allah SWT akan mengangkat orang-orang 

yang mengikutinya ke kedudukan yang dominan atas orang-orang 

yang menolaknya; dan saat  mereka dibangkitkan secara ilahi, 

mereka akan tetap dalam posisi dominan itu sampai akhir dunia : 

ٰٓى ّللٰا ْ قَالَْ اِذْ  ِعي س  كَْ اِلَيْ  َوَرافِع كَْ تََوف ِي كَْمْ  اِن ِيْ  ي  ر  َطه ِ ِمنَْ َوم   

ا ال ِذي نَْ و  كَْ ال ِذي نَْ َوَجاِعلْ  َكفَر  قَْ ات بَع و  ا ال ِذي نَْ فَو  و ٰٓ ى َكفَر  مِْ اِل  َيو   

َمةِْ ْ ال ِقي  ِجع ك مْ  اِلَيْ  ث مْ  ۚ  ك مْ  َمر  فِي هِْ ك ن ت مْ  فِي َما َبي َنك مْ  فَاَح   

نَْ تَِلف و   تَخ 

29 

 

(Qur’ān, ali Imran, 3:55) 

Lihatlah! Allah berfirman: “Wahai Yesus! Sesungguhnya, Aku akan 

mengambil jiwamu, dan akan mengangkatmu kepada-Ku, dan 

membersihkanmu dari [kehadiran] orang-orang yang cenderung 

menyangkal kebenaran; dan Aku akan menempatkan orang-orang 

yang mengikuti kamu di atas dan lebih dominan atas orang-orang 

yang cenderung mengingkari kebenaran, dan hal demikian akan 

tetap bertahan sampai hari kiamat. Pada akhirnya, kepada-Ku kamu 

semua harus kembali, dan Aku akan menghakimi di antara kamu 

tentang semua yang biasa kamu perdebatkan.” 

Dari penjelasan di atas, Al-Qur'an telah menubuatkan 

bahwa orang-orang Kristen yang beriman kepada Tuhan Allah, pada 

akhirnya akan menjadi kekuatan dominan di dunia, dan kemudian 

mereka akan tetap dalam kekuatan dominasi itu sampai akhir dunia.  

Dominasi militer Rusia sebagai pusat Kristen Ortodoks di 

dunia saat ini, menjelang Perang Besar, yaitu  penggenapan 

dramatis dari nubuatan dalam Al-Qur’an ini . 

Mereka yang menolak Yesus sebagai al-Masih 

Orang-orang Israel yang menolak Yesus  السالم عليه    sebagai 

Al-Masih tetap menunggu sampai hari ini untuk kedatangan Al-Masih 

versi yang mereka yakini. Harapan mereka telah dibawa ke puncak 

yang menyilaukan dengan keberhasilan kembalinya orang Yahudi 

untuk merebut kembali Yerusalem sebagai klaim milik mereka, dan 

keberhasilan pemulihan Negara Israel di Tanah Suci. Ketetapan ini 

telah beralih ke Al-Qur'an untuk menjelaskan realitas orang Yahudi 

yang jahat dan berlumuran darah kembali ke Tanah Suci di Zaman 

Modern, untuk memulihkannya sebagai milik mereka—sekitar 2000 

tahun setelah Tuhan Allah mengusir mereka dan melarang 

pengembalian seperti itu. 

30 

 

Seorang Al-Masih palsu sedang membawa orang-orang 

Yahudi untuk bangkit! 

Buku ini juga menjelaskan pengusiran mereka yang tak 

terhindarkan dari Tanah (Yerusalem) itu saat  Yesus   السالم  عليه  

kembali dan kemudian Sejarah berakhir. Mereka akan diusir sebagai 

akibat dari penindasan tanpa henti yang mereka lakukan saat ini, dan 

sebagai akibat dari pelanggaran berulang-kali sejak Sulaiman  عليه 

 meninggal, dari kondisi yang ditentukan Ilahi untuk warisan  السالم

Tanah itu. 

Allah SWT memperingatkan bahwa jika mereka kembali ke 

Tanah Suci dengan perilaku seperti itu, Dia akan kembali lagi dengan 

hukuman pengusiran-Nya dari Tanah ini  : 

ى َحَمك م ْ  اَنْ  َربُّك مْ  َعس  ِفِري نَْ َجَهن مَْ َوَجعَل َنا ع د َناْ  ع د تُّمْ  َواِنْ  ي ر  ِلل ك   

 َحِصي ًرْا

(Qur’ān, Al-Isra, 17:8) 

Wahai Bani Israel, semoga Tuhanmu menunjukkan belas kasihan 

kepadamu; namun  jika kamu kembali (ke Tanah Suci) dengan 

perbuatan dosamu, Kami akan kembali dengan hukuman Kami, dan 

[ingat ini:] Kami telah menetapkan bahwa [di akhirat] Neraka akan 

ditutup bagi semua orang yang menyangkal kebenaran. 

Musa   السالم عليه   telah berbicara kepada orang Israel yang 

tertindas dengan kata-kata penghiburan untuk meyakinkan mereka 

tentang suatu hari yang akan datang saat  mereka akan dibebaskan 

dari penindasan: 

وْ  قَالَْ ىم  ِمهِْ س  ا ِلقَو  تَِعي ن و  اْ  ِباّلٰلِْ اس  و  بِر  ضَْ اِنْ  َواص  َر  ِْ اْل  ّلِلٰ  

ْ ۚ ِرث َها ءْ  َمنْ  ي و  ْ  ِمنْ  ي َشاٰۤ ت ِقي نَْ َوال عَاقَِبة ْ ِعَباِده  ِلل م   

(Qur’ān, Al-a’raf, 7:128) 

31 

 

Musa berkata kepada kaumnya: “Berpalinglah kepada Allah untuk 

meminta pertolongan dan bersabarlah dalam kesulitan. 

Sesungguhnya Tanah itu milik Allah: Dia memberikannya sebagai 

warisan seperti yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya; dan 

masa depan yaitu  milik mereka yang takut akan Dia!” (dan siapa 

yang takut akan azab yang menanti si penindas) 

Sungguh ironis bahwa mereka yang kemarin tertindas, kini 

menjadi penindas yang paling kejam saat ini. Dunia menunggu hari 

saat  kuasa Allah akan terjadi, dan matahari akan bersinar lagi untuk 

orang-orang yang tertindas. Pada hari yang cerah itu, 'bumi yang 

malang' hari ini, memakai  frasa yang menghantui Frantz Fanon10 

dari Martinik, akan mewarisi Tanah Suci. 

Kami tidak berusaha untuk mempercepat hari itu, dan 

tidak pula mereka, para penindas: 

ىْٰٓ رْ  اَت  ه ْ فََلْ ّللٰاِْ اَم  تَع ِجل و  تَس   

(Qur’ān, An-Nahl, 16:1) 

Perintah Allah [pasti] akan datang: oleh karena itu, jangan 

menyerukan kedatangannya yang cepat!... 

Kaidah dan Etika Literasi yang sakral dalam Islam 

Fungsi bahasa tidak lebih dari kendaraan untuk 

mengungkapkan isi fikiran; dan bahasa Inggris tidak boleh berbeda 

dari bahasa lain dalam fungsi ini. saat  bahasa itu sendiri di 

sekularisasi dan diberi kedudukan dan fungsi yang sangat membatasi 

'pemikiran' bahwasanya seorang penulis berkewajiban untuk 

mencairkan rasa hormat terhadap dunia religius untuk 

mengkonfirmasi dengan tradisi atau bahasa  sastra sekuler, maka 

ulama Islam harus meningkatkan standar bahasa tantangannya. 

Tidak ada satupun interpretasi Religius yang bertahan 

dalam peradaban Barat modern yang sekuler. Segala interpretasi 

religius telah dinodai dengan serangan pandangan sekuler tanpa 

henti yang (pada hakikatnya) berada di luar pemahaman hati orang 

yang beriman. 

500 tahun yang lalu, dari tahun 1501 hingga 1504, seorang 

Michelangelo muda mengukir patung David, yaitu, Nabī Daūd dalam 

pose di mana dia mempersiapkan dirinya untuk melawan Goliat11. 

Peradaban Barat modern yang sekuler telah berlangsung selama 500 

tahun telah mengakui patung itu sebagai salah satu karya seninya 

yang hebat. Tak seorang pun pernah merasa heran, atau bahkan 

penasaran, bahwa patung itu telah menghadirkan seorang Nabi 

Tuhan Allah, secara memalukan, telanjang bulat, dan dengan alat 

kelaminnya terlihat jelas. 

 

 

saat  Adam  السالم عليه   dan Hawa sadar di Surga akan 

ketelanjangan mereka, mereka mengambil daun-daunan dari 

pepohonan untuk menutupi aurat mereka (Qur’ān, al-A’rāf, 7:22); 

namun Michelangelo tidak dapat memikirkan hal itu dalam hatinya 

yang sekuler, bahkan tidak sehelai daun ara untuk menutupi aurat 

Daud. Hatinya bahkan tidak memiliki kesadaran untuk menghormati 

hal yang suci. 

Sangat berlawanan dengan peradaban Barat modern 

sekuler, Byzantium Kristen Ortodoks di Konstantinopel, serta agama 

Islam yang diterima dalam Al-Qur'an, telah menyampaikan 

interpretasi spiritual tentang alam semesta di mana penghormatan 

terhadap dunia yang sakral dan suci merupakan bagian integral dari 

peradaban budayanya. 

Dalam konteks inilah kami sekarang menawarkan sebuah 

penjelasan untuk para pembaca dari sahabat kami ummat Kristen 

dan Yahudi, serta yang non-Muslim, dan siapa saja yang penasaran 

untuk lebih lanjut mempelajari arti dan alasan penulisan huruf Arab 

yang disisipkan setelah nama-nama para Nabi seperti David, yaitu, 

Nabī Daud السالم عليه  di atas. Penjelasannya yaitu  bahwa saat  

menyebut nama Tuhan seperti Allah  تعاىل و  سبحانه , atau Nabi-Nya 

dengan akhiran kalimat  السالم عليه  atau orang lain seperti Mariam  عليه 

 penulis ini harus menjaga Kaidah dan Etika Literasi yang sakral ,”السالم

dalam Islam, meskipun Kaidah dan Etika literasi seperti itu tidak ada 

lagi di Barat modern yang sekuler. 

saat  kita merujuk pada salah satu Nabi-nabi Allah, kita 

selalu memanjatkan doa:  "Semoga keselamatan dilimpahkan 

kepadanya." Preferensi penulis ini yaitu  untuk memunajatkan doa 

ini  dalam bahasa Arab; maka pembaca yang budiman akan 

menemukan tulisan Arab kecil setelah nama-nama Nabi Allah SWT. 

Meskipun Mariam, ibu Yesus  السالم عليه   bukanlah seorang Nabi, 

karena Tuhan Allah tidak pernah mengangkat seorang wanita sebagai 

34 

 

seorang Nabi, etika Literasi kita yaitu  berdoa untuknya juga. 

Demikian pula, kita menyebut Allah sebagai Yang Maha Tinggi, atau 

Maha Bijaksana, dll. 

Akhirnya, penulis ini berpandangan bahwa mukjizat, Firman 

Allah تعاىل و سبحانه  yang dilindungi Tuhan dalam Al-Qur'an tidak dapat 

diterjemahkan ke bahasa lain, melainkan upaya yang dapat dilakukan 

untuk menjelaskannya. Oleh karena itu, meskipun kami selalu 

mengutip teks Arab dari Al-Qur'an, semua yang kami sampaikan di 

bawah teks (arab-red) ini  yaitu  penjelasan, bukan 

terjemahan, dari teks-teks (arab-red) ini . 

 

Demi Dia yang jiwaku di Tangan-Nya, putra Mariam akan  turun di 

antara kalian sebagai penguasa yang adil… 

(Sahih Bukhari) 

 

(Tidak hanya Nabi Muhammad    وسلم عليه للا صل  yang bernubuat), di 

atas, bahwa Yesus السالم عليه   suatu hari nanti akan kembali, namun  

juga bahwa saat  dia kembali, dia akan memerintah dunia. Al-Qur'an 

juga menegaskan bahwa Sejarah akan berakhir dengan orang-orang 

Kristen, yang dipimpin oleh Almasih, memerintah dunia.) 

1.1 Negara Suci di Episode awal sejarah 

enjelasan dari Al-Qur'an yang memungkinkan kita untuk 

memahami asal-usul pokok bahasan pada  buku ini dimulai 

dengan pernyataan Allah kepada para Malaikat bahwa Ia akan 

menempatkan di bumi seseorang yang akan menjadi Khalifah, yaitu 

seseorang yang akan memerintah di bumi (Qur'an, al-Baqarah, 2:30). 

Al-Qur'an kemudian memerintahkan bahwa aturan ini  harus 

didasarkan pada Kebenaran dan karena itu harus berlaku Adil. (Al-

Qur'an, Sad, 38:26) 

Kemudian Malaikat bertanya : 

 

عَلْ  … ِفكْ  فِي َها يُّف ِسد ْ َمنْ  فِي َها اَتَج  َءْ  َوَيس  َماٰۤ الد ِ  … 

 

(Qur’ān, Al-Baqarah, 2:30) 

… akankah Engkau menempatkan di bumi dia (yaitu, mereka) yang 

akan menimbulkan kerusakan dan kehancuran, serta menumpahkan 

darah …? 


 

Pandangan kami yaitu  bahwa para Malaikat hanya 

merespons seperti yang mereka ungkapkan diatas, karena Allah yang 

Maha Tinggi telah mengungkapkan kepada mereka (Malaikat-Red) 

sebagian dari rangkaian peristiwa berlumuran darah yang akan 

terjadi dalam Sejarah manusia dalam upaya untuk menegakkan 

aturan palsu atas umat manusia; namun  Dia tidak mengungkapkan 

kepada mereka akhir dari sejarah itu. Substansi dari buku ini yaitu  

dalam penjelasan yang diberikan oleh Al-Qur'an tentang aturan yang 

ditetapkan oleh Tuhan atas dunia yang dengannya Sejarah akan 

berakhir. Itu akan menjadi aturan yang akan ditetapkan saat  Al-

Masih kembali, dan itu akan didasarkan pada Kebenaran dan 

Keadilan. 

1.2 Pohon terlarang 

Al-Qur'an memberikan petunjuk tentang Fasad (yaitu, yang 

merusak dengan cara yang dapat menghancurkan) yang akan 

terungkap dalam sejarah subjek ini, yang telah diperingatkan oleh 

para Malaikat dalam tanggapan mereka di atas. Hal itu terjadi saat  

Allah تعاىل و  سبحانه  menempatkan Adam السالم عليه , (yaitu Nabī Adam 

dan istrinya) di Taman Surga agar mereka harus tinggal di dalamnya; 

namun  Dia kemudian memperingatkan mereka untuk tidak mendekati 

pohon tertentu karena itu akan menyebabkan mereka menjadi jahat 

dan tidak adil pada perilaku mereka. 

Perintah Illahi ini tidak dapat dipahami secara harfiah 

karena pohon tidak berpotensi merusak manusia; sebaliknya, pohon 

harus dimaknasi sebagai simbol (perumpaan-red). Pandangan kami 

yaitu  bahwa itu (Pohon-red) melambangkan aturan palsu berlumur 

darah atas umat manusia yang dalam konteks bukti ini akan disajikan 

dalam buku ini, kami meyakini hal itu sebagai Pax Judaica. Ada 

banyak bukti tentang Fasad dan pertumpahan darah yang telah 

dikeluhkan oleh para malaikat, yang bisa kita saksikan  di rangkaian 

Sejarah yang berlumuran darah sebagai akibat dari upaya Yahudi 

yang jahat dan tersesat untuk menegakkan kekuasaan abadi mereka 

atas umat manusia dari Yerusalem. 

Penulis berpendapat  bahwa  simbol pohon terlarang 

ini  sebagai Pax judaica karena pengungkapan yang ditulis  di Al-

Qur'an seperti  apa yang Setan (yaitu, Iblis) ungkapan bisikkan kepada 

Adam: 

نْ  اِلَي هِْ فََوس َوسَْ دَمْ  قَالَْ الش ي ط  ٰٓا  ى اَد لُّكَْ َهلْ  ي  َعل   

ل دِْ َشَجَرةِْ ل كْ  ال خ  ْ َوم  ْى ْل  يَب ل   

(Qur’ān, Tā Hā, 20:120) 

namun  Setan berbisik kepadanya, mengatakan: “Wahai Adam! 

Maukah aku menuntunmu ke pohon kehidupan abadi, dan ke 

kerajaan yang tidak akan pernah binasa? 

Oleh karena itu pohon itu terkait dengan simbol keabadian, 

dan dengan simbol kerajaan yang tidak akan pernah binasa, dan 

karenanya pohon terlarang  itu yaitu  tentang aturan yang akan 

abadi. Sekarang seharusnya cukup jelas bagi pembaca yang budiman 

bahwa Al-Qur'an telah memberikan informasi yang memadai bagi 

kita untuk mengidentifikasi pohon terlarang dengan Negara Israel 

saat ini yang siap menyatakan dirinya sebagai “Israel Suci Daud dan 

Sulaiman” yaitu Negara Israel, dan tidak ada yang lain, yang ingin 

memerintah dunia dengan aturan yang tidak akan pernah binasa, 

yaitu aturan abadi. 

Al-Qur'an telah mengungkapkan lebih banyak informasi 

tentang pohon itu dan telah diungkapkan dalam sebuah perumpaan 

yang cukup sulit untuk ditafsirkan. Berikut yaitu  informasi tentang 

apa yang terjadi saat  Adam  السالم عليه  dan istrinya makan dari 

pohon terlarang itu 

 

َما فََبدَتْ  ِمن َها فَاََكَلْ َما لَه  ت ه  ا  نِْ َوَطِفقَا َسو  ِصف  ِمنْ  َعلَي ِهَما َيخ   

َرقِْ ى ال َجن ِةْ  و  دَمْ  َوَعصٰٓ  ى َرب هْ  ا  فَغَو   ْ ۚ   

(Qur’ān, Tā Hā, 20:121) 

Maka, keduanya memakan 'pohon' itu: dan setelah itu mereka 

menjadi sadar akan ketelanjangan mereka dan mulai menutupi diri 

mereka dengan daun-daun yang telah dipotong-potong dari taman 

surga. Dan demikianlah Adam mendurhakai Tuhannya, dan dengan 

demikian dia jatuh ke dalam kesalahan yang memilukan 

Bagaimana mungkin makan dari pohon terlarang 

menyebabkan mereka berdua sadar akan aurat mereka? dan 

kemudian mencoba menutupi aurat itu dengan daun-daunan sebagai 

tindakan kearifan? Ini tidak dapat dipahami secara harfiah; maka 

penulis ini menolak penjelasan atau interpretasi apapun dari 

peristiwa yang berhubungan dengan hubungan seksual. 

Sebaliknya, pandangan kami yaitu  kesadaran 

ketelanjangan yang dihasilkan dari makanan mereka dari pohon 

ini  harus dipahami sebagai hilangnya kepolosan; maka kami 

dengan percaya diri juga menafsirkan pohon terlarang untuk 

berhubungan dengan ambisi (ambisi untuk hidup yang kekal), dan 

ambisi untuk memerintah yang kekal! 

Al-Qur’an mengungkapkan dengan tepat tentang ambisi 

Yahudi untuk hidup abadi. Itu terjadi saat  membahas klaim mereka 

bahwa Surga disediakan untuk mereka : 

ِخَرة ْ الد ارْ  لَك مْ  َكاَنتْ  اِنْ  ق لْ  نْ  َخاِلَصةًْ ّللٰاِْ ِعن دَْ اْل   نِْ م ِ الن اِسْ د و   

ا تَْ فَتََمن و  ت مْ  اِنْ  ال َمو  ِدقِي نَْ ك ن  ص   

 

 

(Qur’ān, al-Baqarah, 2:94) 

Katakanlah: “Jika tempat tinggal di sisi Allah di akhirat yaitu  untuk 

Engkau sendiri, dengan mengesampingkan semua orang lain, maka 

mintalah  kematian — jika apa yang Engkau katakan itu benar! 

 

ه ْ َولَنْ  ْ َعِلي مْ  َوّللٰا ْ ۚ ْ اَي ِدي ِهمْ  قَد َمتْ  اِبمَْ اََبدًاْ  ي تََمن و  ِبالٰظِلِمي نَْ ۚ    

(Qur’ān, al-Baqarah, 2:95)  

namun  mereka tidak akan pernah menghendakinya, karena [mereka 

mengetahui] apa yang telah diperbuat oleh tangan mereka di dunia 

ini: dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim. 

 

مْ  َرصَْ َولَتَِجدَن ه  ى الن اِسْ اَح  وة ْ َعل  َوِمنَْ َحي  ا ال ِذي نَْ ۚ  َرك و  اَش   

ْ  ۚ رْ  لَوْ  اََحد ه مْ  َيَودُّْ ِزِحهْ  ه وَْ َوَما َسَنة ْ  اَل فَْ ي عَم  َزح  ِمنَْ بِم   

َرْ  اَنْ  ال عَذَابِْ نَْ ِبَما َبِصي ر  ْ َوّللٰا ْ يُّعَم  َيع َمل و   ࣖ  

(Qur’ān, al-Baqarah, 2:96)  

Dan Engkau pasti akan mendapatii mereka (orang-orang Yahudi) 

manusia yang paling tamak akan  kehidupan (dunia)  daripada 

manusia yang lainnya, bahkan lebih dari mereka menganggap 

sebagai Tuhan  bagi makhluk lain selain Allah: masing-masing dari 

mereka ingin hidup seribu tahun, meskipun diberikan umur panjang. 

tidak akan menyelamatkannya dari penderitaan [di akhirat]: karena 

Allah melihat semua yang mereka lakukan. 

Para Pembaca sekarang dapat menyadari apa yang Allah 

تعاىل و سبحانه  ketahui, dan apa yang tidak diketahui oleh para Malaikat, 

yaitu ambisi orang-orang Yahudii untuk menguasai dunia secara kekal 

dan juga menginginkan kehidupan yang abadi, hal ini akan membawa 

41 

 

mereka kepada pemerintahan yang jahat dan tidak adil. Bumi yang 

akan menghasilkan buah yang pahit berupa kebusukan, kehancuran, 

dan pertumpahan darah. Namun Allah  تعاىل و سبحانه  menciptakan  

Tatanan moral, oleh karena itu di episode awal Sejarah manusia, 

Prinsip Kebenaran ditakdirkan untuk ditegakkan dengan aturan di 

bumi berdasarkan Kebenaran dan Keadilan, dan pada akhirnya 

Kebenaran dan Keadilan harus menang di akhir Sejarah. 

Malaikat tidak memiliki pengetahuan tentang akhir Sejarah 

ini. Mereka tidak mengetahui peristiwa-peristiwa yang akan terjadi 

pada saat ini (awal Sejarah) yang berhubungan dengan akhir Sejarah, 

dan yang menjelaskan hubungan awal dan akhir sejarah berdasarkan 

informasi dari Ilahi. 

Ribuan tahun kemudian, Allah Dzat yang Maha Tinggi 

membawa Nabi Muhammad    وسلم عليه للا صل  untuk melihat pohon 

terlarang yang sama dengan  Pohon yang dulunya dilarang untuk 

didekati oleh Nabi Adam  السالم عليه , dan yang sekarang Allah 

gambarkan sebagai pohon terkutuk dalam Al-Qur�