bahasa ibrani 2

Tampilkan postingan dengan label bahasa ibrani 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa ibrani 2. Tampilkan semua postingan

bahasa ibrani 2












  





 ( ...kalian datang untuk melihat-lihat ... Tidak tuanku ! Melainkan hamba-hambamu 

datang untuk membeli makanan --- Kejadian 42:9-10 ) 

 

          d> Diterjemahkan “baik ... maupun ...” bila menghubungkan dua hal. Misalnya 

    

  

   

 ( ... Satu ketetapan harus berlaku bagi kalian, baik bagi orang asing, maupun  

                      bagi orang Israel asli --- Bilangan 9:14 ). 

 

13.3.2. Pada permulaan kalimat atau permulaan alenia baru, Awalan Penghubung  

            diterjemahkan dengan “maka” atau “lalu”. 

 

13.3.3. Di depan kata kerja, Awalan Penghubung dapat memiliki arti khusus, yang  

            akan dibahas kemudian. 

 

 35 

Dengan demikian, setiap kali bertemu dengan Awalan Penghubung, perlu diputuskan 

terjemahan mana yang tepat. Bila ragu-ragu, pakailah dahulu terjemahan standar 

“dan”. 

 

TUGAS (6) 

 

A. Terjemahkanlah ungkapan-ungkapan di bawah ini ! 

 

  10     01 

   11  02 

  12  03 

  13  04 

  14   05 

 15     06 

 16    07 

 17   08 

   18  09 

 

B. Terjemahkanlah ke dalam bahasa Ibrani ! 

 

01 Tangan dan kaki 07 Baik Yehuda maupun Mesir 

02 Kota ITU dan rumah ITU 08 Air ITU dan api ITU 

03 Baik siang maupun malam 09 Putera dan puteri 

04 Sang raja dan bangsa ITU 10 Bapa dan ibu 

05 Sang imam dan sang hamba 11 Nyanyian dan pengajaran 

06 Baik emas maupun perak 12 Para suami dan para istri 

 

 

14. KATA SIFAT 

 

Pada dasarnya sebuah kata sifat dapat digunakan dengan dua cara utama, yakni : 

 

<a> Kata Sifat yang berfungsi sebagai keterangan langsung ( Atributif ) untuk sebuah  

        kata benda. Misalnya :  - Lelaki yang jahat 

                                              - Sang nabi yang baik 

                                              - Rumah yang tua ITU 

 

<b> Kata Sifat yang berfungsi sebagai sebutan ( Predikatif ) sebuah kalimat. 

        Misalnya : - Lelaki ITU adalah jahat 

                          - Sang nabi adalah baik 

                          - Rumah ITU adalah tua 

 

 36 

Demikianlah pemakaian kata sifat dalam bahasa Indonesia hanya dibedakan melalui 

kata “yang” untuk pemakaian secara Atributif dan melalui kata “adalah” untuk 

pemakaian secara Predikatif. Namun dalam bahasa Ibrani, perbedaan antara dua cara 

ini lebih besar dan nyata sehingga perlu dipelajari dan  dikuasai dengan baik. 

 

14.1. Kata Sifat Sebagai Atribut 

 

14.1.1. Urutan Kata 

 

Kata Sifat yang dipakai sebagai keterangan langsung ( Atribut ), ditempatkan langsung 

di belakang kata benda yang diterangkannya. 

Contoh :      ( Lelaki yang jahat ) 

 

Perhatikan bahwa dalam bahasa Ibrani tidak perlu kata penghubung “yang”, sebab 

kata sifat menyusul langsung setelah kata bendanya. 

 

14.1.2. Kata Sifat & Awalan Penentu 

 

Bila kata sifat menerangkan kata benda yang memiliki Awalan Penentu, maka kata sifat 

tersebut harus juga dilengkapi dengan Awalan Penentu. Misalnya : 

 

   Sang nabi yang baik, atau : Nabi yang baik ITU 

   Rumah yang tua ITU 

 

Awalan Penentu di depan kata sifat menunjukkan betapa erat hubungannya dengan 

kata bendanya. Namun perhatikanlah bahwa Awalan Penentu di depan kata sifat tidak 

muncul dalam terjemahan bahasa Indonesia. 

 

14.1.3. Satu Kata Benda Dengan Beberapa Kata Sifat Atributif 

 

Bila SATU kata benda dengan Awalan Penentu diterangkan melalui lebih dari satu 

kata sifat, maka masing-masing kata sifat itu juga diberi Awalan Penentu. Misalnya : 

 

    Sang Nabi yang baik dan tua 

    Rumah yang besar dan kudus ITU 

 

14.2. Kata Sifat Sebagai Predikat 

 

Pemakaian kata sifat yang kedua disebut “predikatif” sebab dalam kasus ini kata sifat 

berfungsi sebagai predikat dalam sebuah kalimat yang kecil, yang dapat terdiri atas 

subyek dan predikat saja. Misalnya : 

 ( Rumah ITU adalah tua ) 

 

 

 

 37 

14.2.1. Urutan Dalam Kalimat 

Sebelum kita membahas penempatan kata sifat yang dipakai secara predikatif, perlu 

untuk membahas urutan dalam kalimat bahasa Ibrani, yang berbeda dengan pola 

kalimat bahasa Indonesia. 

 

 

                                           Æ                 Æ                   Æ 

Bahasa Indonesia :     Subyek (1) + Predikat (2) + Obyek (3) 

                                     Sang nabi      menulis          buku 

 

                                            Å                Å                  Å 

Bahasa Ibrani :            Obyek (3) + Subyek (2) + Predikat (1) 

                                          buku          sang nabi     menulis 

 

Dengan menempatkan predikat pada urutan pertama dalam tiap kalimat ternyata bahwa 

bahasa Ibrani menganggap unsur kegiatan yang dinyatakan melalui predikat 

adalah yang terpenting ! Dengan demikian, kita tidak perlu merasa heran bahwa kata 

sifat yang dipakai secara predikatif biasanya mendahului kata benda ( subyek ), dan 

bukan di belakangnya sebagaimana pada pemakaian atributif. 

 

Perhatikanlah contoh berikut ini ! 

  ( TUHAN adalah kudus ) 

 

Dalam terjemahan bahasa Indonesia biasanya kata “adalah” akan disisipkan di antara 

subyek dan kata sifat. Kemungkinan terjemahan lain, yang lebih mendekati cara 

ungkapan bahasa Ibrani adalah : “Kuduslah TUHAN”. 

 

14.2.2. Kata Sifat & Awalan Penentu 

 

Kata sifat yang dipakai secara predikatif tidak pernah mendapat Awalan Penentu, 

sekalipun subyek kalimat memilikinya. Contoh : 

 

  Adillah Sang Raja ( Raja ITU adalah adil ) 

  Tualah orang ITU ( Orang ITU adalah tua ) 

   Baiklah malam ITU ( Malam ITU adalah baik ) 

 

Perhatikanlah : 

Dalam contoh nomor 3, ternyata kata sifat yang dipakai secara predikatif sewaktu-

waktu dapat menyusul setelah subyek. Namun demikian, terjemahannya tidak 

membingungkan, sebab kata sifat tersebut tidak memiliki Awalan Penentu, tanda 

bahwa kata sifat tersebut dipakai secara predikatif. 

 

 38 

15.  KATA BENDA  &  KATA SIFAT 

 

15.1. Jenis ( Gender ) Kata Benda 

 

Dalam bahasa Ibrani, setiap kata benda dianggap memiliki jenis ( gender ) tertentu, 

yang mempengaruhi penggunaan kata benda tersebut. Pada umumnya kata benda 

memiliki salah satu dari dua jenis ( gender ) berikut ini : 

 

a> Kata benda jenis ( gender ) laki-laki atau Maskulin ( m ), 

b> Kata benda jenis ( gender ) perempuan atau Feminin ( f ). 

 

15.1.1. Kata Benda Feminin 

 

15.1.1.1. Kata benda yang berakhir dengan    ,   , atau   biasanya Feminin.  

               Misalnya : 

 

  Perempuan  Puteri 

  Nabiah  Pengetahuan 

  Keadilan  Pintu 

 

15.1.1.2. Nama wanita dan tentunya juga semua fungsi wanita berjenis Feminin.  

               Misalnya : 

 

 Ibu   Ratu 

 Puteri   Kuda betina 

 

15.1.1.3. Nama kota atau negeri adalah Feminin, sebab dianggap sebagai ibu para  

               penduduknya. Misalnya : 

 

 Bumi 

 Yerusalem 

 Kota 

 

15.1.1.4. Sebutan untuk anggota tubuh yang berpasangan adalah Feminin. Misalnya : 

 

 Tangan 

 Kaki 

 Mata 

 

 

 

 39 

15.1.2. Kata Benda Maskulin 

 

Kata benda Maskulin lebih banyak jumlahnya daripada kata benda Feminin. Kata benda 

Maskulin tidak memiliki ciri tertentu yang menunjukkan jenisnya. Namun sebutan 

untuk manusia dan binatang tentu mengikuti jenisnya yang alamiah. 

Misalnya : 

 

 Laki-laki ( m )  Putera ( m ) 

Perkecualian misalnya :   Malam ( m ) 

 

15.2. BENTUK  JAMAK 

 

Bilamana kata benda bahasa Ibrani muncul dalam bentuk jamak, maka lebih mudah 

untuk mengenal jenisnya ( gendernya ) sebab selalu nyata melalui akhiran-akhiran 

jamak yang khas. 

 

15.2.1. Akhiran Jamak Pada Kata Benda Maskulin 

 

Kata benda Maskulin dalam bentuk jamak mempunyai akhiran   ( full script ) atau 

( defective script ) yang langsung ditambahkan pada kata benda bentuk tunggal. 

 

Tunggal  Kuda Jantan 

Jamak ( Full Script )  Kuda-kuda Jantan 

Jamak ( Defective Script )  Kuda-kuda Jantan 

 

Perubahan Vokalisasi 

 

Melalui penambahan akhiran jamak pada kata benda dasar, maka tekanan suara 

semakin berpindah ke bagian belakang kata tersebut. Hal ini seringkali mengakibatkan 

perubahan pada suku kata pertama yang akan menjadi lebih ringan. 

 

Tunggal Jamak 

Vokal Suku Kata 

Pertama Qamets   Æ 

Vokal Suku Kata Pertama 

Shewa Bersuara 

 

 

 

Bila Konsonan pertama adalah Gutturals, yang tidak dapat menerima Shewa Biasa, 

maka Qamets akan berubah menjadi Shewa Gabungan. Misalnya : 

Æ  

( Tunggal )            ( Jamak ) 

 

 40 

Kata-kata yang memiliki Segolata ( dua segol ) mengalami perubahan vokalisasi yang 

khas sebagai berikut : 

 

Tunggal Jamak 

Vokal Suku Kata Pertama : 

Segol/Tsere 

Suku Kata Kedua    : Segol 

 

Æ  Shewa Bersuara 

Æ  Qamets  

 

 

( Gutturals ) 

 

Suku kata yang memiliki vokal penuh ( vokal plus huruf vokal ) tetap panjang dan 

tidak dapat diperingan, meskipun ditambah akhiran. Misalnya : 

 

Tunggal  Jamak 

 

 

 

 

Vokalisasi Khusus 

 

Ada beberapa kata benda Maskulin yang mengalami perubahan vokalisasi yang khusus, 

yang tidak mengikuti salah satu peraturan di atas, yakni : 

 

 Tunggal Jamak 

Lelaki (m)  

Putera (m)  

Siang/hari 

(m)  

Kepala (m)  

Bangsa (m)  

Rumah (m)  

 

15.2.2. Akhiran Jamak Pada Kata Benda Feminin 

 

Kata benda Feminin dalam bentuk jamak mempunyai akhiran khusus, yakni     

( full script ) atau   ( defective script ). 

 

 41 

15.2.2.1. Kata benda Feminin yang mempunyai akhiran    akan kehilangan  

               akhirannya dan digantikan oleh akhiran jamak   . Misalnya : 

 Tunggal Jamak 

Kuda Betina (f)   

Nabiah (f)   

Hukum (f)   

Keadilan (f)   

 

15.2.2.2. Kata benda Feminin tanpa akhiran   menerima akhiran  langsung di  

               belakang bentuk tunggalnya. Perubahan vokalisasi pada kata induknya  

               mengikuti pola yang sama seperti pada kata benda Maskulin. Contoh : 

 

 TUNGGAL JAMAK 

Tangan (f)  

Jiwa (f)  

Roh (f)  

Pintu (f)  

Mata (f)  

Negeri (f)  

 

15.2.3. Akhiran Jamak Yang Tidak Sesuai Gender Kata Benda 

 

15.2.3.1. Ada beberapa kata benda Maskulin yang bentuk jamaknya mengikuti pola  

               kata benda Feminin, misalnya : 

 

 Tunggal Jamak 

Ayah (m)  

Hati (m)  

Hati (m)  

Malam (m)   

Mezbah (m)  

Tempat (m)  

Suara (m)  

42

Nama (m)  

Dosa (m)  

15.2.3.2. Ada pula beberapa kata benda Feminin yang bentuk jamaknya mengikuti  

               pola kata benda Maskulin, misalnya : 

Tunggal Jamak 

Batu (f)  

Wanita (f)   

Kota (f)  

Tahun (f)   

15.2.4. Pengertian Bentuk Jamak

Dalam bahasa Ibrani bentuk jamak tidak hanya berarti bahwa jumlah sesuatu hal itu 

lebih dari satu. Ada beberapa kemungkinan yang lain, sebagai berikut : 

15.2.4.1. Bentuk jamak dapat mengandung pengertian luasnya ( tempat/waktu ) suatu  

               hal ( disebut Extensive Plural ). Misalnya : 

 Langit, Surga 

 Air 

 Wajah, permukaan, muka 

 Hidup, kehidupan 

15.2.4.2. Tidak jarang bentuk jamak pada kata benda abstrak mengandung pengertian  

               Intensitas hal/keadaan ( disebut Intensive Plural ), misalnya : 

  Berkat 

 Berkat besar ( Mazmur 21:7 )

15.2.4.3. Ada pula jamak keagungan, yang ada kaitan dengan jamak intensitas.  

               Pengertian ini khususnya pada nama Elohim (   ). Bila bentuk  

               tunggal tampaknya tidak cukup untuk mengekspresikan pengertian “wajah”  

               atau “langit”, apalagi untuk Tuhan. Ia melebihi segala sesuatu dalam segala  

               hal. 

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

 43 

15.3. Bentuk DUAL 

 

Bentuk akhiran Dual ini dipakai untuk benda-benda yang muncul dalam bentuk 

pasangan ( berjumlah dua ), secara khusus untuk anggota-anggota tubuh. Bentuk 

akhiran Dual ini dipakai baik untuk kata benda Maskulin, maupun kata benda Feminin. 

15.3.1. Bentuk Akhiran Dual ini biasanya ditulis  ( Patakh yang beraksen, plus  

            Yod, plus Khireq, plus Mem Final ). Contoh : 

 

Tunggal Arti Jamak DUAL Arti 

 Telinga (f)  Sepasang telinga 

 Tangan (f)  Sepasang tangan 

 Sayap (f)  Sepasang sayap 

 Mata (f)  Sepasang mata 

 Kaki (f)  Sepasang kaki 

  Bibir (f)  Sepasang bibir 

 Hari (f)  Dua hari 

 Kuda Jantan (f)  Dua ekor kuda jantan 

 

15.3.2. Bilamana kata benda yang memiliki akhiran Feminin  harus mendapatkan  

            akhiran Dual, maka dari akhiran Feminin itu akan menjadi  dan akhiran  

            Dual ditambahkan di belakangnya, misalnya : 

 

  Bibir (f)  Sepasang bibir 

  Kuda betina (f)  Dua ekor kuda betina 

 

15.3.3. Ada perkecualian yang tidak jelas alasannya, sejumlah kata benda yang  

            muncul dengan bentuk akhiran Dual, namun tanpa arti Dual ( berpasangan ).  

            Misalnya : 

 

 Air  Yerusalem 

 Langit, Surga  Mesir 

 

 

 44 

TUGAS (7) 

 

A. Berikanlah bentuk jamak untuk kata-kata di bawah ini ! Kenalilah & tuliskan  

     gender dari setiap kata tersebut !! 

 

 09  05   01 

 10  06  02 

 11  07  03 

 12   08  04 

 

B. Berikanlah akhiran Dual pada kata-kata di bawah ini ! Terjemahkan pula setiap     

     kata dalam bentuk Dual tersebut !! 

 

 06   01 

 07  02 

 08  03 

 09  04 

  10   05 

 

C. Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini ! 

 

   06  01 

   07    02 

    08    03 

   09    04 

   10    05 

 

D. Berikanlah tanda lingkaran pada kata yang tampaknya salah ditempatkan pada  

     setiap kelompok kata di bawah ini ! 

 

 06  01 

  07  02 

 08  03 

 09  04 

 10   05 

 45 

 15    11 

   16    12 

    17  13 

   18  14 

 

15.4. Gender & Jumlah Kata Sifat 

 

Bentuk Kata Sifat harus selalu sesuai dengan bentuk Kata Benda yang diterangkannya  

 

a> Dalam hal gender : Maskulin atau Feminin, dan 

b> Dalam hal jumlah : tunggal atau jamak. 

 

Peraturan ini berlaku untuk pemakaian Kata Sifat baik secara atributif maupun secara 

predikatif. 

 

Sama seperti Kata Benda, demikian pula pada Kata Sifat dapat terjadi perubahan vokal 

kata dasar atau perubahan konsonan terakhir bilamana dibubuhi akhiran Feminin atau 

jamak. 

 

15.4.1. Kata Sifat yang vokalnya tidak berubah 

 

Maskulin TUNGGAL 

Maskulin JAMAK 

Feminin TUNGGAL  

Feminin JAMAK 

 

Contoh : 

 

  Sang putera ( adalah ) baik 

atau : Baiklah sang putera. 

 Pohon-pohon yang baik   

    Sang puteri yang baik ITU. 

  Baiklah para nabiah ITU 

 

15.4.2. Kata Sifat yang terdiri atas dua suku kata, dengan Qamets dalam suku kata  

            pertama ; Qamets itu akan berubah menjadi Shewa Bersuara ( di bawah  

            Gutturals akan berubah menjadi Shewa Gabungan ) bilamana Kata Sifat  

            tersebut dibubuhi akhiran Feminin atau jamak. Perhatikan tabel berikut di  

            bawah ini ! 

 

 

 46 

 

 Besar Tua Jujur Fasik Bijaksana 

M. Tunggal     

M. Jamak     

F. Tunggal          

F. Jamak     

Contoh : 

 

  Kaki (f) yang besar. 

   Bijaksanalah perjanjian (f) ITU. 

   Bapak-bapak yang tua ITU. 

  Jujurlah para wanita ITU. 

 Nabi-nabi yang fasik. 

 

15.4.3. Beberapa Kata Sifat yang terdiri atas satu suku kata saja ; Konsonan kedua  

            akan menerima Dagesh Forte ( dalam kasus Gutturals terjadi kompensasi )  

            bilamana Kata Sifat tersebut dibubuhi akhiran Feminin atau jamak. Lihat tabel  

            berikut ! 

 

 Banyak Hidup Miskin Jahat 

M. Tunggal    

M. Jamak    

F. Tunggal        

F. Jamak    

 

Perhatikanlah : 

 

[1] Bilamana Kata Sifat menerangkan Kata Benda yang akhirannya tidak sesuai  

      dengan gendernya, maka akhiran Kata Sifat akan sesuai dengan gender Kata  

      Benda tersebut & bukan sesuai dengan bentuk akhirannya. Misalnya : 

  

  Malam (m) yang baik, Selamat Malam. 

 Istri-istri (f) yang baik. 

  Bijaksanalah para bapak (m) ITU. 

 

 

 

47

[2] Kata Benda yang hanya muncul dalam bentuk jamak, biasanya mendapat Kata  

      Sifat dalam bentuk jamak pula, meskipun pengertiannya tunggal. Misalnya : 

 Banyak air, Air yang banyak 

 Wajah yang jahat. 

[3] Kata Sifat yang menerangkan   ( Elohim ) selalu dalam bentuk  

      Tunggal. Misalnya : 

  Adillah Elohim. 

  Jahatlah para ilah ITU. 

[4] Tidak ada bentuk Dual untuk Kata Sifat ! Oleh karena itu, bila Kata Bendanya  

      menyandang akhiran Dual, maka Kata Sifat yang menerangkannya memakai  

      akhiran jamak biasa. Misalnya : 

      Sepasang tangan yang besar. 

[5] Pengertian Jamak Intensif berlaku hanya untuk beberapa Kata Benda dan tidak  

      berlaku untuk Kata Sifat. Dengan kata lain, , ,  

      tidak boleh diterjemahkan “baik-baik”, “besar-besar”, melainkan hanya  

      menunjukkan bahwa Kata Benda yang diterangkannya tersebut dalam status  

      jamak.Terjemahan Kata Sifat tersebut dalam bahasa Indonesia tetap memakai  

      bentuk tunggal, “baik”, “besar”. 

TUGAS (8)

A. Terjemahkanlah ke dalam bahasa Ibrani, kalimat-kalimat berikut di bawah ini ! 

      01. Lagu-lagu yang indah. 

      02. Fasiklah bangsa ITU. 

      03. Besarlah berkat ITU. 

      04. Bapat ITU baik. 

      05. Suami dan istri. 

      06. Langit dan bumi. 

      07. Adillah imam ITU dan benarlah sang nabiah. 

      08. Para suami yang tua dan para istri yang bijaksana. 

      09. Sepasang Kuda jantan dan sepasang kuda betina. 

      10. Elohim ITU benar dan para ilah ITU jahat. 

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

48

B. Terjemahkanlah ke dalam bahasa Indonesia, kalimat berikut di bawah ini ! 

 02  01 

  04     03 

   06     05 

 08   07 

  10    09 

16. KATA GANTI ( PRONOUNS )

16.1. Kata Ganti Orang ( Independent Personal Pronouns )

Kata Ganti Orang ditulis sebagai bentuk terpisah dan hanya dipakai untuk menyatakan 

Subyek dalam sebuah kalimat. Untuk menyatakan obyek, bahasa Ibrani memiliki 

pronominal suffixes khusus, yang ditempatkan sebagai akhiran pada kata lain ( kata 

kerja, kata depan, atau kata benda ). Bentuk-bentuk suffix ini akan dipelajari pada 

pelajaran-pelajaran selanjutnya. 

Untuk sementara ini, kita membatasi diri kepada Kata Ganti Orang, yang berdiri sendiri 

sebagai Subyek Kalimat. Bentuk-bentuk Kata Ganti Orang ( Independent Personal 

Pronouns ) ini adalah sebagai berikut : 

Tunggal  Jamak 

, Saya (m/f )  Kami/kita (m/f ) 

  Engkau (m)  Kalian (m) 

 Engkau (f) ,  Kalian (f) 

  Dia (m)  ,   Mereka (m) 

  Dia (f)  ,   Mereka (f) 

Catatan : 

[1] Kata Ganti Orang Kedua Jamak (f) jarang muncul. 

[2] Kata Ganti Orang Ketiga Tunggal (f) terdapat sepanjang kitab-kitab Pentateuch. 

Contoh : 

    Akulah Elohim YHWH. 

   Engkaulah lelaki ITU. 

    Dialah sang raja yang besar ITU. 

   Merekalah para hamba yang baik. 

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

 49 

16.2. Kata Ganti Penunjuk ( Demonstrative Pronouns ) 

 

Kata Ganti Penunjuk adalah kata ganti yang menunjukkan sesuatu benda atau 

seseorang yang khusus harus diberi perhatian. Dalam bahasa Ibrani ada dua macam 

Kata Ganti Penunjuk, yakni : 

 

a> Menunjuk pada hal-hal yang dekat : ini, 

b> Menunjuk pada hal-hal yang jauh   : itu. 

 

Dalam hal ini bisa jadi pemakaian kata “itu” membingungkan, sebab kata tersebut juga 

dipinjam sebagai Kata Sandang Tertentu ( Awalan Penentu ) yang sebenarnya tidak 

ada dalam bahasa Indonesia. 

 

Adapun bentuk-bentuk Kata Ganti Penunjuk ini adalah sebagai berikut : 

 

Tunggal  Jamak  

  Ini/This (m)   Ini/These (m) 

 Ini/This (f)   Ini/These (f) 

  Itu/that (m)  ,   Itu/Those (m) 

  Itu/that (f)  ,   Itu/Those (f) 

 

Perhatikan, Kata Ganti Orang Ketiga dipinjam untuk berfungsi sebagai Kata Ganti 

Penunjuk. 

 

Dalam bahasa Ibrani, Kata Ganti Penunjuk memiliki fungsi yang sama seperti Kata 

Sifat ( dapat dipakai secara atributif & predikatif ). Dalam hal ibi Kata Ganto Penunjuk 

harus sesuai dalam hal : gender & jumlah dengan Kata Benda yang diterangkannya. 

 

16.2.1. Kata Ganti Penunjuk yang berfungsi sebagai Keterangan Langsung ( dipakai  

            secara Atributif ) untuk sebuah Kata Benda selalu : 

 

            <a> Ditempatkan di belakang Kata Benda yang diterangkannya, 

            <b> Mendapat Awalan Penentu sama seperti Kata Bendanya. 

 

             Contoh : 

    Lelaki ini. 

    Lelaki itu. 

   Negeri ini. 

    Kota-kota ini. 

 

Bila sebuah Kata Benda dimodifikasi oleh sebuah Kata Sifat, maka Kata Ganti 

Penunjuknya akan selalu berdiri setelah Kata Sifat. Misalnya : 

 

 50 

     Hal yang besar ini. 

     Negeri yang baik ini. 

     Tahun-tahun yang baik ini. 

      Padang gurun yang besar itu. 

 

16.2.2. Kata ganti Penunjuk yang dipakai secara predikatif : 

            a. Ditempatkan di depan Kata Benda. 

            b. Tidak pernah mendapat Awalan Penentu. 

 

            Misalnya : 

   Inilah hari ITU. 

     Inilah wanita yang jujur ITU. 

     Itulah kota yang besar ITU. 

    Itulah Raja yang bijaksana ITU. 

 

16.3. Kata Ganti Tanya ( Interrogative Pronouns ) 

 

Ada dua Kata Ganti Tanya dalam bahasa Ibrani. Posisi Kata Ganti Tanya tersebut 

biasanya pada awal kalimat. 

16.3.1. Kata Ganti Tanya  ( Siapa ? ). Misalnya : 

              

  Siapa engkau ? 

    Siapa lelaki ITU ? 

 

16.3.2. Kata Ganti Tanya      ( Apa ? atau Alangkah ... ! ). 

            Biasanya  dihubungkan dengan kata berikutnya melalui garis Maqqef dan  

            huruf pertama kata berikutnya tersebut akan mendapat Dagesh Forte.  

            Misalnya : 

 

   Apa ini ? 

  Alangkah baiknya ! 

 

            Bila   bertemu dengan Gutturals dalam kata berikutnya, maka vokalisasi    

            akan berubah sesuai dengan peraturan yang telah diuraikan  

           sebelumnya sehubungan dengan Awalan Penentu, sehingga melalui  

           kompensasi akan terjadi bentuk-bentuk sebagai berikut ( tanpa Dagesh Forte ) : 

 

 51 

  Apa yang telah kaulakukan ? 

    Apakah kesalahanku dan apakah dosaku ? 

  Dan apakah yang lebih kuat dari seekor  

singa ? ( Hakim-hakim 14:18 ) 

  Apakah hambamu ? ( 2 Samuel 9:8 ) 

 

  dan    sewaktu-waktu juga diterjemahkan “barangsiapa” dan “apa saja”. 

Yang menentukan dalam hal ini adalah konteksnya. 

 

16.4. Awalan Tanya ( Interrogative “He” ) 

 

Berhubung tidak ada tanda tanya dalam bahasa Ibrani, maka kata atau hal yang 

dipertanyakan dibubuhi Awalan Tanya :    ( dalam bahasa Indonesia memakai akhiran 

-kah ). Misalnya : 

 

     Besarkah pohon-pohon ITU ? 

   Bukankah engkau laki-laki ? 

  Selamatkah ? ( Apa kabar ? ) 

Di depan Gutturals, Awalan Tanya dapat mengalami perubahan vokal sehingga menjadi 

   atau     , sama seperti Awalan Penentu. Untuk membedakan Awalan Tanya dari 

Awalan Penentu, perlu diperhatikan : 

 

<a> Vokal Awalan Tanya yang biasa adalah Khatef-patakh, sedangkan vokal  

        Awalan Penentu adalah Patakh. 

<b> Awalan Tanya tidak diikuti oleh Dagesh Forte. 

<c> Awalan Tanya agak jarang ditemukan, sedangkan Awalan Penentu amat sering  

       dipakai. 

 

16.5. Kata Keterangan Tanya ( Interrogative Adverbs ) 

 

Pertanyaan-pertanyaan dapat juga diperkenalkan dengan Interrogative Adverbs ( Kata 

Keterangan Tanya ). Interrogative Adverbs yang paling umum dipakai adalah : 

 

1  Di mana ? 6  Bagaimana ? 

2   Di mana ? 7 ,  Dimanakah ? 

Pada tempat apakah ? 

3   Di mana ? 8  ,    Mengapa ? 

4  Kapankah ? 

Dari manakah ? 

9  Mengapa ? 

5   Dari manakah ?    

 52 

Contoh : 

 

  Di manakah Habel saudaramu ? 

  Mengapa engkau sendirian ? 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

53

TUGAS (9)

A. Berikanlah tanda lingkaran untuk bentuk kata sifat yang benar untuk kalimat- 

     kalimat di bawah ini ! 

(  , )   01 

  (   ,  )   02 

(   ,  )    03 

(, ) 04 

(, ) 05 

(, ) 06 

(, ) 07 

(, )  08 

(,) 09 

(,) 10 

  

B. Pilihlah pasangan yang tepat untuk ayat-ayat di bawah ini ! 

(    )   A Di manakah Sara, istrimu  

( Kejadian 18:9 ) ? 

(    )    B Di manakah Elohimmu  

( Mazmur 42:4 ) ? 

(    )    C TUHAN Elohim bapa-bapamu  

( Ulangan 1:21 ) 

(    )    D Apakah nama puteranya ( Amsal 

30:4 ) ? 

(    )     E Adakah mereka tergolong pada 

kita ( Kejadian 34:23 ) ? 

(    )    F Pada hari bapa-bapa kalian ( Yoel 

1:2 ) 

(    )     G Bukankah ia bapamu ( Ulangan 

32:6 ) ? 

(    )     H Bukankah ini perkataanku  

( Yunus 4:2 ) ? 

(    )  I Kalian & bapa-bapa kalian  

( Yeremia 44:3 ) 

(    )    J Siapakah raja kemuliaan itu  

( Mazmur 24:8 )?  

(    )  K Di manakah Elohim mereka ( Yoel 

2:17 ) ? 

(    )    L TUHAN Elohim bapa-bapanya  

( 2 Tawarikh 30:19 ) 

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

 54 

17. KATA DEPAN ( PREPOSITIONS ) 

 

Bila dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain, maka bahasa Ibrani memiliki sedikit 

preposisi ( Kata Depan ). Ada sejumlah preposisi Ibrani yang tidak bisa dipisahkan 

dengan Kata Benda, dan ada pula yang dihubungkan dengan Awalan Penentunya. 

Sejumlah preposisi lainnya berdiri sendiri dan berfungsi hampir sama dengan preposisi 

dalam bahasa Inggris. 

 

17.1. Inseparable Prepositions 

 

Bahasa Ibrani memiliki tiga Inseperable Prepositions berbentuk Awalan yang 

dibubuhkan langsung pada awal kata berikutnya ( Kata Benda ) dan tidak pernah 

berdiri sendiri. Inseperable Prepositions ini adalah : 

 

Preposisi  Artinya 

 Dalam, di dalam, oleh, dengan 

 Seperti, bagaikan, menurut 

 Kepada, bagi, untuk 

 

Ketentuan-ketentuan Preposisi yang diberikan kepada kata-kata benda adalah sebagai 

berikut : 

 

17.1.1. Vokalisasi yang biasa untuk ketiga Preposisi ini adalah Shewa Bersuara.  

            Contoh : 

 

  Dalam Taurat. 

Menurut sebuah kata. 

 Untuk perdamaian. 

 

17.1.2. Di depan Shewa yang lain, ketiga Preposisi tersebut akan mendapat Khireq  

            dan Shewa yang kedua itu tetap bersuara. Contoh : 

 

 Menurut keadilan. 

 Dengan kata-kata. 

 Bagi Samuel. 

 

17.1.3. Di depan   , ketiga Preposisi tersebut mendapat Khireq dan Shewa di bawah  

            Yod hilang. Contoh : 

 

 Di Yerusalem. 

55

   Seperti Yehuda. 

 Untuk Yerikho. 

17.1.4. Di bawah Gutturals yang memiliki Shewa Gabungan, ketiga preposisi  

            tersebut mendapat vokal penuh dari Shewa Gabungan itu. Contoh : 

  Dalam pelayanan. 

 Seperti Edom. 

 Bagi penyakit. 

Catatan : 

Vokalisasi ketiga preposisi tersebut di atas, di depan nama Elohim memiliki 

kekhususan sebagai berikut : 

[1] Di depan kata    , ketiga preposisi tersebut mendapat Tsere ( bukan  

      Segol ) dan ‘alef kehilangan vokalnya. Contoh : 

  Seperti Elohim. 

  Bagi Elohim. 

[2] Di depan kata   ,    ketiga preposisi tersebut mendapat Patakh dan  

      ‘alef  kehilangan vokalnya. Contoh : 

   Seperti TUHAN. 

 Bagi Tuhan. 

17.1.5. Bila ketiga preposisi itu bertemu dengan kata yang mendapat tekanan pada  

            suku kata pertamanya, maka Shewa di bawah preposisi tersebut sewaktu- 

            waktu berubah menjadi Qamets. Misalnya : 

  Seperti ini. 

 Kepada kekekalan. 

 Kepada air. 

17.1.6. Ketika ketiga preposisi tersebut diberikan kepada Kata Benda yang memiliki  

            Awalan Penentu, maka   dari Awalan Penentu itu dihilangkan, dan  

            digantikan oleh Konsonan dari preposisi tersebut dengan vokalisasi dari  

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

 56 

            Awalan Penentunya. Misalnya : 

             

  Dalam tahun ITU. 

  Menurut perjanjian ITU. 

  Bagi lelaki ITU. 

 

17.1.7. Inseperable Prepositions digabung dengan    

            Dalam penggabungan antara   ,  ,  dan   perhatikan ragam-ragam  

            arti preposisi tersebut di bawah ini : 

 

1  

 

( Hakim-hakim 16:5 ) 

( Kejadian 15:8 ) 

( Hakim-hakim 6:15 ) 

Dalam hal apakah kekuatannya ? 

Melalui apakah aku tahu ? 

Dengan apa akan kuselamatkan ? 

2  

 

( Kejadian 47:8 ) 

( Ayub 7:19 ) 

( Mazmur 78:40 ) 

Berapa banyak tahun hidupmu ? 

Berapa lama Engkau tidak ..... 

Berapa kali mereka ..... 

3   ( Kejadian 4:6 ) 

( Kejadian 27:46 ) 

Mengapa hatimu panas ? 

Apa gunanya aku hidup lagi ? 

 

17.2. Independent Prepositions 

 

Ada beberapa preposisi yang berdiri sendiri, atau tanpa digabungkan langsung pada 

kata berikutnya ( kata benda ). Preposisi jenis ini berfungsi seperti preposisi dalam 

bahasa Inggris. Beberapa dari preposisi tersebut yang sangat umum dipakai adalah : 

 

 Ke, ke dalam, ke arah.  Sebelum, di hadapan. 

 Atas, tentang.  Dengan, bersama. 

 Di antara.  Kepada, sehingga. 

 Sesudah, di balik.   Di bawah, sebaliknya. 

 Di samping, di dekat.   

 

 

 57 

17.3. Kata Depan   

Sekalipun preposisi   ( dari, keluar dari ) termasuk dalam Independent 

Prepositions, namun ketentuan untuk penulisan kata depan ini berbeda, sebagaimana 

dijelaskan di bawah ini : 

 

17.3.1. Di depan kata benda yang memiliki Awalan Penentu, kata depan ini berdiri  

            sendiri dan dihubungkan dengan kata berikutnya melalui garis Maqqef. 

            Contoh : 

 

  Dari kota ITU. 

   Dari sang Imam. 

  Dari rumah ITU. 

 

17.3.2. Di depan kata benda tanpa Awalan Penentu, di mana konsonan pertama dari  

            kata benda tersebut bukan Gutturals, maka preposisi   ditulis “Mem plus 

            Khireq, plus Konsonan pertama dari Kata Benda tersebut di-Dagesh  

            Forte-kan”.  Misalnya : 

 

 Dari satu rumah. 

 Dari raja. 

 Dari nabi. 

 

            Bila konsonan pertama dari kata benda itu : 

 

17.3.2.1. Memiliki Shewa, maka Dagesh Forte dihilangkan. Contoh : 

 

  Dari Salomo. 

 

17.3.2.2. Adalah   , maka Yod itu akan membisu sebagai huruf vokal ( Shewa &  

               Dagesh Forte hilang ). Misalnya : 

 

 Dari Yerikho. 

 

17.3.3. Di depan Kata Benda tanpa Awalan Penentu, di mana konsonan pertama dari  

            kata benda tersebut adalah Gutturals, maka preposisi    ditulis “Mem  

            ditambah Tsere, Khireq diperpanjang menjadi Tsere sebagai  

            kompensasi huruf Gutturals yang tidak bisa diduakalikan”. Misalnya : 

 

 Dari kota. 

 58 

 Dari kepala. 

  Dari satu gunung. 

 

17.3.4. Preposisi   dapat pula dipakai untuk mengekspresikan suatu  

            perbandingan.  Misalnya : 

             

  Ia lebih besar daripada Samuel. 

   Terang ITU lebih baik daripada 

kegelapan ITU. 

 

17.4. Kata Ganti Penghubung ( Relative Pronoun ) 

 

Kata Ganti Penghubung ( Relative Pronoun ) dalam bahasa Ibrani adalah                       

( yang ) sering mengawali anak kalimat yang berisikan keterangan tentang kata 

terakhir sebelum . Dengan kata lain Kata Ganti Penghubung ini berfungsi 

sebagai keterangan tambahan dengan orang atau benda yang disebutkan sebelumnya. 

Misalnya : 

 

  Bangsa yang di Mesir ITU. 

  Para saudara lelaki yang dari Yerusalem. 

 

Yang seringkali menjadi kesulitan adalah terjemahan dari  , sebab kata “yang” 

dalam bahasa Indonesia tidak selalu dapat mewakili fungsi  secara tepat. 

Terjemahan  yang selalu dapat mewakili adalah ungkapan “dengan 

keterangan sebagai berikut”. Tergantung  konteks maka seringkali terjemahan di 

mana, dari mana, ke mana, paling tepat. Perhatikan cara pengungkapan khas Ibrani 

dan terjemahannya di bawah ini ! 

 

    Ibrani : Lihatlah tempat yang ia  

             tinggal di situ ! 

Indonesia : Lihatlah tempat di  

                   mana ia tinggal. 

    Ibrani : Lihatlah tempat yang ia  

              datang dari sana ! 

Indonesia : Lihatlah tempat dari  

                   mana ia datang ! 

      Ibrani : Lihatlah tempat yang ia  

              pergi ke sana ! 

Indonesia : Lihatlah tempat ke  

                   mana ia pergi ! 

 

 

 59 

Ada pula kasus, di mana cara pengungkapan Ibrani mirip dengan cara bahasa 

Indonesia. Perhatikan contoh berikut di bawah ini : 

 

   

     Lihatlah orang ITU yang bukunya telah saya ambil. 

 

Catatan : 

[a] Pada umumnya  berdiri setelah sebuah kata yang dalam status tertentu  

      ( misalnya dengan Awalan Penentu ). 

[b] Bentuk kata  tetap dan tidak terpengaruh oleh gender atau jumlah kata  

      yang diterangkannya. 

[c] Kata Sifat yang menyusul langsung setelah kata benda yang diterangkannya,  

      tidak perlu menyisipkan  di antaranya. Misalnya : 

 

 Raja yang bijaksana. 

 

 

TUGAS (10) 

 

A. Berikanlah prefiks dengan preposisi  untuk kata-kata berikut di bawah ini,  

     pertama tanpa Awalan Penentu, kemudian dengan Awalan Penentu. Terjemahkan 

     pula kedua bentuk dari setiap kata tersebut ! 

 

 7  4  1 

  8  5  2 

 9  6   3 

 

B. Berikan prefiks dengan preposisi   untuk kata-kata berikut di bawah ini ! 

 

 11  06   01 

 12  07   02 

 13   08  03 

   14   09   04 

  15   10   05 

 16     

 

 

 60 

C. Tempatkan Awalan Penghubung “Waw” untuk kata-kata atau ungkapan- 

     ungkapan  berikut di bawah ini ! Terjemahkan pula setiap bentuk kata tersebut ! 

 

1  10   05  01 

2    11  06  02 

3   12  07    03 

4   13    08  04 

5  14  09   

 

D. Terjemahkanlah kalimat-kalimat di bawah ini ! 

     Contoh :  Tidak ada buah di dalam kebun ITU. 

 

  01 

 02 

 03 

  04 

   05 

    06 

 07 

  08 

    09 

 10 

   11 

 12 

 

 

 

 61 

18. KATA KERJA BIASA ( STRONG VERBS ) 

 

Ada dua macam kata kerja dalam bahasa Ibrani. Klasifikasi pertama yakni Strong 

Verbs. Dan yang kedua adalah Weak Verbs. 

 

Disebut “kuat” ( Strong Verbs ) sebab tidak menyimpang dari pola dasar. Semua kata 

kerja “kuat” dikelompokkan dalam satu kelas. Dan Strong Verbs harus memiliki tiga 

konsonan dalam bentuk Qal Perfect Orang Ketiga Maskulin Tunggal, sebagaimana 

terlihat jelas dalam Lexicon ( Kamus ). 

 

Dengan demikian, secara otomatis, kata-kata kerja yang huruf tengahnya adalah 

vokal tergolong Weak Verbs. Lebih lanjut, kata-kata kerja yang memiliki satu atau 

dua konsonan Gutturals disebut juga Weak Verbs. Kata kerja lain dimasukkan ke 

dalam Weak Verbs bila kata kerja tersebut diawali dengan huruf Yod, Waw, atau 

Nun, atau bila huruf ketiganya sama dengan huruf keduanya. Demikian pula kata-kata 

kerja yang berakhir dengan huruf He, atau kata-kata kerja yang diawali & diakhiri 

oleh huruf ‘alef termasuk dalam Weak Verbs. 

 

Untuk sementara ini, kita akan membatasi diri pada Kata Kerja yang mengikuti pola 

dasar itu ( Strong Verbs ). 

 

18.1. Bentuk Asal Kata Kerja 

 

Kata Kerja dalam bahasa Ibrani selalu terdiri atas TIGA KONSONAN saja, misalnya  

 

 Menulis 

 Bekerja. 

 Memanggil 

 

Bentuk Asal atau Bentuk Dasar ini, yang sering dibubuhi awalan & akhiran serta 

mengalami banyak perubahan lainnya, dapat pula disebut “Kata Induk” atau “Akar 

Kata”. 

 

Pada umumnya kata kerja dihafal dalam bentuknya yang paling sederhana atau paling 

pendek. Dalam bahasa Inggris, bentuk asal kata kerja itu adalah Infinitive, misalnya : 

to write, to sing, to go. Dalam bahasa Yunani, bentuk yang biasanya dihafal adalah 

orang pertama tunggal, misalnya : λυω , φιλω , γινοµαι . 

Dalam bahasa Ibrani, bentuk asal kata kerja terdapat dalam bentuk orang ketiga, 

Maskulin, tunggal, misalnya :  ( Ia telah menulis ). Namun demikian, bilamana  

ditulis tanpa vokalisasi, maka terjemahannya adalah sebagai bentuk asal kata 

kerja : “menulis”. Bentuk ini dipakai untuk mendaftarkan kata kerja di dalam Kamus 

dan untuk penghafalan. 

 

 

 

 62 

18.2. Pengertian Waktu Pada Kata Kerja 

 

Tata bahasa Ibrani tidak membedakan antara “waktu lampau”, “waktu kini”, dan 

“waktu yang akan datang”. Yang dibedakan pada kata kerja adalah hanya dari dua 

segi 

 

[a] Perbuatan yang sudah selesai ( Perfect ), 

[b] Perbuatan yang belum selesai ( Imperfect ). 

 

Bentuk-bentuk kata kerja yang menyatakan “perbuatan yang sudah selesai” dalam 

Tata bahasa Ibrani Tradisional disebut Perfect dalam arti sudah selesai, sempurna, 

dan tidak selalu dalam arti “waktu lampau”. 

 

Dalam hal ini perlu diperhatikan bahwa Perfect dapat pula mencakup perbuatan pada 

waktu yang akan datang, bilamana yang berbicara memandang perbuatan itu sebagai 

perbuatan yang sudah selesai, sudah menjadi kenyataan pada waktu yang akan 

datang. 

 

Penggunaan Perfect seperti itu dalam bahasa Inggris disebut Future Perfect atau 

Prophetic Perfect, sebab sering ditemukan dalam ucapan para nabi. Misalnya : 700 

tahun sebelum Kristus, nabi Yesaya berkata tentang Dia dalam Yesaya 9:1-3 

 

   

 

     



 

   

 

“Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar ... 

Mereka telah bersukacita ... sebab kuk telah Kaupatahkan ... sebab seorang anak 

telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan ... 

 

Semua kata kerja yang dicetak tebal memakai Perfect biasa, namun dengan arti yang 

khusus, sebagaimana diuraikan di atas. 

 

18.3. Kata Kerja Biasa : PERFECT 

 

Perfect ini dalam beberapa buku lain disebut Preterite. Sementara itu, Baker/Siahaan 

menyebutnya bentuk berakhiran, sebab memang kata induknya ditambah akhiran-

akhiran yang khas. 

 

Berikut di bawah inilah Pola Pembentukan Perfect yang lengkap dari Kata Kerja 

Biasa ( Strong Verbs ). Biasanya Daftar bentuk-bentuk kata kerja dimulai dengan 

63

orang ketiga, Maskulin, tunggal, mengingat itulah bentuk kata kerja yang paling 

sederhana ( Tiga Konsonan yang ditemani oleh dua vokal; suku kata pertama 

memakai Qamets & suku kata kedua memakai Patakh ). 

Adapun akar kata kerja yang dipakai adalah  sebagai contoh yang cocok untuk 

melatih pola pembentukan kata kerja, meskipun kata kerja tersebut hanya muncul tiga 

kali saja di dalam Tanakh Ibrani, dan artinya memang tidak menyenangkan, yakni : 

mematikan. 

Akhiran-akhiran yang ditambahkan pada akar kata tersebut menyatakan Subyek & 

merupakan singkatan dari kata ganti orang. 

Seluruh Pola Pembentukan Perfect harus dikuasai secara mutlak sebab merupakan 

Pola Dasar yang akan diikuti oleh semua kata kerja yang lain. 

Pola Pembentukan PERFECT dari Strong Verbs

Tunggal Bentuk Arti 

3.Maskulin  Dia (m) telah mematikan 

3. Feminin   Dia (f) telah mematikan 

2. Maskulin  Engkau (m) telah mematikan 

2. Feminin  Engkau (f) telah mematikan 

1.Maskulin/Feminin  Saya (m/f) telah mematikan 

Jamak 

3. Maskulin/Feminin Mereka (m/f) telah mematikan 

2. Maskulin  Kalian (m) telah mematikan 

2. Feminin  Kalian (f) telah mematikan 

1. Maskulin/Feminin  Kami/kita (m/f) telah mematikan 

18.4. Subyek Kalimat

Sebagaimana nyata dari bentuk-bentuk kata kerja tersebut, maka kata kerja Ibrani 

selalu terdiri atas subyek & predikat sekaligus. 

 Dia