Kutbah

Tampilkan postingan dengan label Kutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutbah. Tampilkan semua postingan

Kutbah


 




Khutbah Jumat 

 Lima Golongan yang Dikhawatirkan Su’ul Khatimah 

Oleh : Muh. Hanafi, SS, M.Sy 

 

 

ِ الّذي َهَدانَا ُسبَُل الّسالَِم، َوأَْفَهَمنَا بَِشِرْيعَِة النَّبِّي الَكريِم، أَْشَهُد أَْن الَ  اِلَهَ     ِ اْلَحْمُد  اْلَحْمُد 

ًدا َعْبُدهُ َو َرسولُه،  إِالَّ هللا َوْحَدهُ ال َشِريك لَه، ذُو اْلَجالِل َواإلْكرام، َوأَْشَهُد أَّن َسيَِّدنَا َوَنبِيَّنَا ُمَحمَّ

اللُّهمَّ َصّلِ و َسلِّْم َوباِرْك َعلَى َسيِِّدنا ُمَحّمٍد َوَعلَى اِله َوأْصحابِِه َوالتَّابِعيَن ِبإْحساِن إلَى يَْوِم 

ا بَْعدُ : فَيَاأيَُّها اِإلْخَوان، أْوُصْيكُْم َو نَْفِسْي بِتَْقَوى ِهللا َوَطاَعتِِه لَعَلَُّكْم تُْفِلُحْوْن، َقاَل هللاُ  ين، أَمَّ الّدِ

ِحْيمْ : يَا أَيَُّها  ْحَماِن الرَّ ِجْيم، بِْسِم ِهللا الرَّ ِ ِمَن الَّشْيَطاِن الرَّ تَعَالَى فِي اْلقُْراِن اْلَكِريمْ : أَعُْوذُ بِا

الَّذِ يَن آََمنُوا اتَّقُوا هللا َوقُولُوا قَْوًال َسِديًدا، يُْصِلْح لَُكْم أَْعَمالَكُْم َويَْغِفْر لَُكْم ذُنُوبَُكْم َوَمْن يُطِ عِ هللا 

َوَرُسولَهُ َفقَْد فَاَز فَْوًزا َعِظيًما وقال تعالى يَا اَيَُّها الَِّذْيَن آَمنُْوا اتَّقُْوا هللاَ َحقَّ تُقَاتِِه َوالَ  تَُمْوتُنَّ إِالَّ 

 َوأَْنتُْم ُمْسِلُمْونَ . َصَدَق هللاُ العَِظيمْ 

Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh, 

Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan oleh Allah Subhaanhu wa Ta’ala untuk 

hadir di majlis yang berbahagia ini dan bersimpuh di hadapan-Nya sebagai bentuk 

ketaatan kita kepada-Nya . Semoga shalawat dan salam tetap terlimpah kepada 

junjungan kita Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam , nabi akhir zaman yang 

menuntun kita ke jalan yang diridloi-Nya , sehingga kita tetap istiqomah dan memiliki 

kesadaran dalam melaksanakan ajaran Islam.  

Pada hari Jumat yang mulia ini, di tempat yang mulia ini, kami berwasiat kepada pribadi 

kami sendiri, juga kepada para hadirin sekalian, marilah kita tingkatkan takwa kita 

kepada Allah subhânahu wa ta’âlâ dengan selalu menjalankan perintah-perintah-Nya 

dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya.  

Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,  

Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi A-Haddad dalam kitabnya berjudul Sabîlul Iddikâr wal 

I’tibâr bimâ Yamurru bil Insân wa Yanqadli Lahu minal A’mâr (Dar Al-Hawi, Cet. II, 1998, 

hal. 56) menjelaskan tentang lima golongan orang yang dikhawatirkan meninggal dunia 

dalam keadaan su’ul khatimah sebagai berikut:  

الَِة، َواْلُمْدِمُن ِلشِ ْرِب الَخْمِر،    ِ، اَْلُمتََهاِوُن ِبالصَّ َقالُْوا: َوأَْكثَُر َمْن يُْخَشى َعلَْيِه ُسْوُء اْلَخاتَِمِة ، َواْلِعَياذُ بِا 

ْوَن َعلَى اْلَكبَائِِر َواْلَمْوبِقَاِت، اَلَِّذْيَن لَْم يَتُْوبُْوا ِالَى  والَعاقُّ ِلَواِلَدْيِه، َوالَِّذي يُْؤِذي اْلُمْسلِ ِمْيَن، َوَكَذاِلَك الُمِصرُّ

    .ِهللا ِمْنَها

Artinya: “Para ulama berkata bahwa orang-orang yang paling dikhawatirkan akan suúl 

khatimah (Semoga Allah melindungi kita dari hal itu) adalah orang-orang yang suka 

melalaikan shalat; mereka yang suka minum-minuman keras; mereka yang durhaka kepada 

kedua orang tua; mereka yang suka menyusahkan (menzaimi) Muslim lainnya; dan mereka 

yang terus-menerus melakukan perbuatan dosa besar, berbagai kekejian dan tidak mau 

bertobat.”  

Dari kutipan di atas dapat diuraikan kelima golongan orang yang dikhawatirkan hidupnya 

akan berakhir dengan suúl khatimah sebagai berikut:     

Golongan pertama, orang-orang yang suka melalaikan shalat.  

Shalat merupakan amal pertama yang akan dihisab oleh Allah subhanuahu wata’ala. Hal ini 

sebagaimana ditegaskan dalan hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang berbunyi:  

َل َما يَُحاَسُب بِِه العَْبُد يَْوَم الِقيَاَمِة ِمْن َعَمِلِه َصالَتُهُ ، َفإْن َصلَُحْت ، فَقَْد أْفلََح وأَْنَجَح ، َوإْن فََسَدْت ، فَقَْد    أَوَّ

    .َخاَب َوَخِسر◌َ 

Artinya: “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari 

kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan 

berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. (HR. Tirmidzi).  

Oleh karena itu, hendaklah kita selalu menjaga shalat kita dengan baik. Dalam keadaan 

seperti apapun, shalat lima waktu khususnya, tidak boleh kita tinggalkan. Prinsip ini 

hendaknya juga berlaku untuk orang-orang di sekitar kita khususnya keluarga kita sendiri 

sebab ada perintah dari Allah subhanu wa ta’ala untuk menjaga diri sendiri dan keluarga 

dari ancaman siksa api neraka. Shalat menjadi hal utama untuk bisa selamat dari api 

neraka. Maka barang siapa ibadah shalatnya sangat buruk, dikhawatirkan hidupnya akan 

berkahir dengan su’ul khatimah.  

Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,    

Golongan kedua, mereka yang suka mengonsumsi minuman keras.  

Minum minuman keras hukumnya haram. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam hadits 

Nabi yang diriwayatkan oleh Muslim sebagai berikut:  

    ُكلُّ ُمْسِكٍر َخْمٌر ، َوُكلُّ َخْمٍر َحَرامٌ    

Artinya: “Semua yang memabukkan adalah khamr dan semua khamr adalah haram.”    

Para pecandu minuman keras disebut juga para pemabuk. Mereka tidak hanya 

membahayakan dirinya sendiri tetapi juga orang lain. Sering kita mendengar kecelakaan 

lalu lintas akibat pengendara mabuk. Sering pula kita mendengar atau membaca berita-

berita di media bahwa seseorang tewas akibat ditikam dengan pisau oleh seorang 

pemabuk.     

Perkembangan sekarang menunjukkan bahwa tidak hanya minuman keras saja yang 

membahayakan kesehatan mental manusia tetapi juga penyalah gunaan obat-obat bius 

atau yang dikenal dengan narkoba. Hukum mengonsumsi narkoba sama dengan minum 

mimuman keras, yakni sama-sama haram. Maka barang siapa tidak bisa berhenti dari 

konsumsi minuman keras dan penyalah gunaan narkoba dikhawatirkan hidupnya akan 

berakhir dengan su’ul khatimah.    

Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,    

Golongan ketiga, mereka yang durhaka kepada kedua orang tua.  

Durhaka kepada kedua orang tua hukumnya haram dan termasuk dosa besar setelah 

syirik. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam 

yang diriwayatkan dari Anas sebagai berikut:  

ِ، َوُعقوُق اْلواِلَدْيِن، َوقَتُْل النَّْفِس، َوَشهاَدةُ الّزورِ         .ُسئَِل َرُسوُل ِهللا ملسو هيلع هللا ىلص َعِن اْلَكبائِِر قَالَ : اِإلْشراُك بِا

Artinya: Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ditanya tentang dosa-dosa besar. Beliau 

menjawab, “Menyukutukan Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh seseorang 

dan kesaksian palsu.”   Sangat masuk akal perbuatan durhaka kepada kedua orang tua 

khususnya terhadap ibu merupakan dosa besar. Hal ini disebabkan karena kelahiran anak 

manusia ke dunia ini melalui mereka dengan segala jerih payah, risiko dan tanggung jawab 

dunia akherat yang sangat berat.  

Perintah berbakti kepada orang tua merupakan wasiat dari Allah subhanahu wata’ala 

sebagaimana ditegaskan di dalam Al-Qur’an, surat Luqman, ayat 14, sebagai berikut:  

هُ َوْهنًا َعلَٰى َوْهٍن َوفَِصالُهُ فِي َعاَمْيِن أَِن اْشُكْر ِلي وَ ِلَواِلَديْ َك إِلَيَّ اْلَمِصيرُ     ْنَساَن بَِواِلَدْيِه َحَملَتْهُ أُمُّ ْينَا اْإلِ  َوَوصَّ

   

Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya, 

ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan 

menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kepada-Ku dan kepada kedua orang 

tuamu. Hanya kepada-Ku lah kalian kembali.”    

Oleh karena itu jika seseorang selalu durhaka kepada kedua orang tua dan tidak mau 

menerima nasehat dari siapapun untuk berbakti kepada duanya, maka anak atau orang 

seperti itu dikhawatirkan hidupnya akan berakhir dengan su’ul khatimah.    

Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,    

Golongan keempat, mereka yang suka menyusahkan (menzalimi) Muslim lainnya. 

Menzalimi orang lain memang bukan persoalan sepele. Allah subhanahu wata’ala sangat 

memperhitungkan perbuatan zalim yang dilakukan seseorang terhadap seseorang lainnya, 

apalagi sesama Muslim. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits marfu’ yang 

diriwayatkan dari Anas bin Malik radliyallahu ‘anh sebagai berikut:   

ا الظُّْلُم الَِّذي ال يَتُْركُهُ هللا فَُظْلُم اْلِعَباِد بَْعِضِهْم بَْعًضا َحتَّى يَُدبُِّر ِلبَْعِضِهْم ِمْن بَْعٍض       َوأَمَّ

Artinya: “Adapun kezaliman yang tidak akan dibiarkan oleh Allah adalah kezaliman manusia 

atas manusia lainnya hingga mereka menyelesaikan urusannya.”    

Di antara perbuatan-perbuatan zalim manusia kepada manusia lainnya adalah 

sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Rasulullah yang diriwayatkan dari Abu 

Hurairah tentang berbagai kezaliman yang dapat mengakibatkan kebangkrutan di akherat, 

yakni:mencaci maki orang lain, menuduh atau memfitnah orang lain, memakan harta orang 

lain atau korupsi, menumpahkan darah orang lain dan memukul orang lain.    

Oleh karena itu jika seseorang selalu menzalimi orang lain tanpa bisa diingatkan oleh 

siapapun supaya berhenti, maka orang seperti itu dikhawatirkan hidupnya akan berakhir 

dengan su’ul khatimah.    

Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,    

Golongan kelima, mereka yang terus menerus melakukan perbuatan dosa besar, berbagai 

kekejian dan tidak mau bertobat.  

Kita sering mendengar istilah “Molimo” dalam bahasa Jawa, yang maksudnya adalah 

perbuatan dosa dengan inisial 5 “M”, yakni: 1. Madon (berzina atau main perempuan), 2. 

Mendem (mabuk-mabukan), 3. Main (berjudi), 4. Madat (mencandu narkoba), dan 5. Maling 

(mencuri/korupsi). Kelima hal ini merupakan perbuatan maksiat yang keharamannya sangat 

jelas ditunjukkan di dalam Al-Qur’an.     

Dalil tentang haramnya berzina ada di dalam surat Al-Isra’, ayat 32, berbunyi:  

    َو الَ تَْقَربُوا الّزنى ِانَّه َكاَن َفاِحَشةً، َو َسآءَ  َسبِْيالً    

“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang 

keji, dan suatu jalan yang buruk”).     

Dalil tentang haramnya mabuk, madat dan judi ada di dalam surat Al-Maidah, ayat 90, 

berbunyi:   

ْيَطاِن فَاْجتَنِبُوهُ        إِنََّما اْلَخْمرُ  َواْلَمْيِسُر َواْألَْنَصاُب َواْألَْزَالُم ِرْجٌس ِمْن َعَمِل الشَّ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban 

untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka 

jauhilah perbuatan-perbuatan itu.”    

Sedang dalil tentang haramnya mencuri ada dalam surat Al-Baqarah, ayat 188, berbunyi:  

     َوَال تَأُْكلُوا أَْمَوالَُكْم بَْينَُكْم بِاْلَباِطلِ    

“Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan 

jalan yang bathil."    

Oleh karena itu barang siapa selalu melakukan dosa-dosa seperti tersebut di atas tanpa 

bisa diingatkan oleh siapapun supaya bertobat, maka orang seperti itu dikhawatirkan 

hidupnya akan berakhir dengan su’ul khatimah.    

Jamaah shalat Jumat hafidhakumullâh,    

Kita semua berdoa mudah-mudahan kita senantiasa diberi rahmat dan kekuatan oleh Allah 

subhanuahu wata’ala sehingga kita semua mampu menjauhi dosa-dosa sebagaimana 

disebutkan di atas. Siapapun dari kita tentu menginginkan dan selalu memohon kepada 

Allah subhanuahu wata’ala dengan tiada henti agar kita semua diberi-Nya husnul khatimah 

dan dijauhkan sejauh-jauhnya dari suúl khatimah. Amin... amin ya rabbal alamin.  

ِ ِمَن     َجَعلَنا هللاُ َوإيَّاكم ِمَن الَفائِِزين اآلِمنِين، َوأْدَخلَنَا وإِيَّاكم فِي ُزْمَرِة ِعبَاِدِه الُمْؤِمنِْيَن : أُعوذُ بِا

َ َوقُولُوا قَْوًال َسِديًدا    باََرَك هللاُ ِلْي  َّ ِحيمْ : َيا أَيَُّها الَِّذيَن آَمنُوا اتَّقُ وا  ْحماِن الرَّ ِجيْم، بِْسِم ِهللا الرَّ الشَّْيطاِن الرَّ

    َولكْم فِي القُْرآِن العَِظْيِم، َونَفَعَنِْي َوإِيّاُكْم ِباآلياِت وِذْكِر الَحِكْيمِ . إنّهُ تَعاَلَى َجّواٌد َكِرْيٌم َمِلٌك بَرٌّ َرُؤْوٌف َرِحْيمٌ 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Khutbah II 

ِ َعلَى إِْحَسانِِه َوالشُّْكُر لَهُ َعلَى تَْوفِْيِقِه َواِْمتِنَاِنهِ . َوأَْشَهُد أَْن الَ اِلَهَ إِالَّ هللاُ َوهللاُ َوْحَدهُ     اَْلَحْمُد 

ًدا َعْبُدهُ َوَرُسْولُهُ الدَّاِعى إلَى ِرْضَوانِهِ . اللُهمَّ َصّلِ َعلَى  الَ َشِرْيَك لَهُ َوأَْشَهُد أنَّ َسيَِّدنَا ُمَحمَّ

ا بَْعُد فَياَ اَيَُّها النَّاُس اِتَّقُوهللاَ فِْيَما أََمَر  ٍد ِوَعلَى اَِلِه َوأَْصَحابِِه َوَسلِّْم تَْسِلْيًما ِكثْيًرا   أَمَّ سَ يِِّدنَا ُمَحمَّ

ا نََهى َواْعلَُمْوا أَنَّ هللاَ أََمَرُكْم بِأَْمٍر بََدأَ فِْيِه بِنَْفِسِه َوثَـنَى بِ َمآل ِئَكتِِه بِقُْدِسِه َوقَاَل  َواْنتَُهْوا َعمَّ

تَعاَلَى إِنَّ هللاَ َوَمآلئَِكتَهُ يَُصلُّْوَن َعلَى النَّبِى يآ اَيَُّها الَِّذْيَن آَمنُْوا َصلُّْوا َعلَْيِه َوَسلُِّمْوا تَْسِلْيًما. 

ٍد َوَعلَى اَْنِبيآئَِك َوُرُسِلَك  ٍد َصلَّى هللاُ َعلَْيِه َوَسلِّْم َوَعلَى آِل َسيِِّدناَ ُمَحمَّ اللُهمَّ َصّلِ َعلَى َسيِِّدَنا ُمَحمَّ

اِشِدْيَن أَبِى بَْكٍر َوُعَمر َوُعثَْمان َوَعِلى َوعَ ْن  بِْيَن َواْرَض اللُّهمَّ َعِن اْلُخلَفَاِء الرَّ َوَمآلئَِكِة اْلُمقَرَّ

ْيِن َواْرَض َعنَّا َمعَُهْم بَِرْحَمتَِك  َحابَِة َوالتَّابِِعْيَن َوتَابِِعي التَّابِِعْيَن َلُهمْ  بِِاْحَساٍن ِالَىيَْوِم الّدِ بَِقيَِّة الصَّ

اِحِمْيَن   اَللُهمَّ اْغِفْر ِلْلُمْؤِمنِْيَن َواْلُمْؤِمنَاِت َواْلُمْسِلِمْيَن َواْلُمْسِلَماِت اَالَْحيآُء ِمْنُهْم  يَا أَْرَحَم الرَّ

ِديَّةَ  ْرَك َواْلُمْشِرِكْيَن َواْنُصْر ِعبَاَدَك اْلُمَوّحِ َواْالَْمَواِت اللُهمَّ أَِعزَّ اِْإلْسالََم وَ اْلُمْسِلِمْيَن َوأَِذلَّ الّشِ

ْيِن َواْعِل َكِلَماِتَك إِلَ ى يَْوَم  ْر أَْعَداَء الّدِ ْيَن َواْخذُْل َمْن َخَذَل اْلُمْسِلِمْيَن َو َدّمِ َواْنُصْر َمْن نََصَر الّدِ

الَِزَل َواْلِمَحَن َوسُْوَء اْلِفتَْنِة َواْلِمَحَن َما َظَهَر ِمْنَها  ْينِ . اللُهمَّ اْدفَْع عَ نَّا ْالَبالََء َواْلَوَباَء َوالزَّ الّدِ

ةً يَا َربَّ اْلَعاَلِمْينَ . َربَّنَا آِتناَ  َوَما بََطَن َعْن بَلَِدنَا اِْنُدوِنْيِسيَّا خآصَّةً َوَسائِِر اْلبُْلَداِن اْلُمْسِلِمْيَن عآمَّ

ْنيَا َحَسنَةً َوفِى اْآلِخَرِة َحَسنَةً َوِقنَا َعذَاَب النَّارِ . َربَّنَا َظلَْمَنا اَْنفَُسَنا َواإْن لَْم تَْغِفْر َلَنا  فِى الدُّ

َوتَْرَحْمنَا َلَنُكْونَنَّ ِمَن اْلَخاِسِرْينَ . ِعبَاَدِهللا ! إِنَّ هللاَ يَأُْمرُ  بِاْلعَْدِل َواِْإلْحَساِن َوإِْيتآِء ِذي اْلقُْربَى 

َويَْنَهى َعِن اْلفَْحشآِء َواْلُمْنَكِر َواْلبَْغي يَِعظُكُْم لََعلَُّكْم تََذكَُّرْوَن َواْذُكُروا هللاَ اْلعَِظْيَم يَْذكُ ْرُكْم 

 َواْشكُُرْوهُ َعلَى نِعَِمِه يَِزْدُكْم َولَِذْكُر ِهللا أَْكبَرْ