bahasa ibrani 3
telah menulis
( Subyek ) ( Predikat )
Mereka telah menulis
( Subyek ) ( Predikat )
Bilamana kalimat Ibrani mempunyai sebuah subyek yang berdiri sendiri ( di luar kata
kerja ), maka :
<a> Kata kerja biasanya mendahului subyek itu.
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
64
<b> Bentuk kata kerja ( yang juga mempunyai unsur subyek ) harus mutlak
bersesuaian dengan subyek yang berdiri sendiri, baik dalam hal gender, maupun
dalam hal jumlah.
<c> Subyek dalam kata kerja itu tidak turut diterjemahkan.
Contoh :
Sang bapa telah membangun.
Para putera telah menulis.
Sang ibu telah mendengar.
18.5. Kata Penunjuk Obyek
Untuk menjamin agar subyek dan obyek jangan dikacaukan, maka ada Kata Penunjuk
Obyek yang seringkali ditempatkan di depan sebuah obyek langsung yang
tertentu. Kata Penunjuk Obyek ini tidak perlu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.
Contoh :
Sang Nabi telah mengingat sang raja.
Seringkali Kata Penunjuk Obyek ini berbentuk Awalan yang dihubungkan dengan
obyek melalui garis Maqqef, di mana Tsere dari akan berubah menjadi Segol.
Misalnya :
Elohim telah memanggil Musa.
Bila ada lebih dari satu obyek langsung dalam sebuah kalimat, maka Awalan
Penunjuk obyek harus diulangi di depan setiap obyek tersebut. Misalnya :
Salomo telah membangun rumah ITU dan mezbah ITU.
18.6. Urutan Kata Dalam Kalimat
Telah diuraikan sebelumnya, bahwa urutan yang umum dalam kalimat Ibrani adalah
Predikat + Subyek + Obyek.
Kata yang berdiri pada urutan pertama sebuah kalimat dianggap unsur kalimat yang
terpenting. Dengan demikian kalimat Ibrani biasanya memberikan tekanan khusus
kepada kata kerja, yang merupakan unsur keaktifan dalam sebuah kalimat.
Elohim telah menciptakan langit ( Kejadian 1:1 ).
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
65
Akan tetapi urutan kata yang umum ini sewaktu-waktu dibalik untuk memberikan
tekanan khusus kepada bagian kalimat yang lain. Misalnya :
Saya yang telah TUHAN kirim.
Saudara-saudaraku yang telah aku cari.
Dan engkau, engkau harus memegang
perjanjian-Ku.
18.7. Kata Kerja Dalam Bentuk Negatif
Kata Ingkar berarti “tidak” atau “bukan”. Dalam hubungan dengan kata kerja,
maka berdiri langsung di depan kata kerja yang bersangkutan. Perhatikan
bahwa dapat berdiri sendiri ataupun dihubungkan dengan kata berikutnya
melalui garis Maqqef ( vokalisasi tidak berubah ). Misalnya :
Sang imam tidak memanggil sang
putera.
TUGAS (11)
Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini ke dalam bahasa Indonesia,
dengan terlebih dahulu menganalisa kata kerjanya !
1
2
3
4
5
18.8. Kata Kerja Biasa : Imperfect
Sebagai kebalikan dari Perfect, maka Imperfect menyatakan perbuatan yang belum
sempurna/selesai. Ada yang menyebutnya “Future”, Baker/Siahaan menyebutnya
“Bentuk Berawalan”.
Pola pembentukan Imperfect adalah kata kerja dasar ditambah dengan Awalan dan
akhiran yang menyatakan subyek.
66
Pola Pembentukan IMPERFECT Dari Strong Verbs
Tunggal Bentuk Arti
3.Maskulin Dia (m) akan mematikan
3. Feminin Dia (f) akan mematikan
2. Maskulin Engkau (m) akan mematikan
2. Feminin Engkau (f) akan mematikan
1.Maskulin/Feminin Saya (m/f) akan mematikan
Jamak
3. Maskulin Mereka (m) akan mematikan
3. Feminin Mereka (f) akan mematikan
2. Maskulin Kalian (m) akan mematikan
2. Feminin Kalian (f) akan mematikan
1. Maskulin/Feminin Kami/kita (m/f) akan mematikan
18.9. Terjemahan Imperfect Ibrani
Rumusan “perbuatan yang belum selesai” untuk Imperfect mempunyai arti yang
cukup luas & perlu diketahui sehingga dapat menemukan terjemahan yang paling
tepat dalam setiap kasus.
Imperfect dapat menyatakan :
[1] Perbuatan yang sedang berlangsung, baik sekarang maupun pada waktu
lampau.
[2] Perbuatan yang terus-menerus atau berulang-ulang dilakukan.
[3] Perbuatan yang hendak dilakukan ( ada niat ).
[4] Perbuatan yang akan berlangsung pada waktu yang akan datang.
[5] Permintaan atau Perintah ( Yusif ). Arti ini muncul khususnya dalam bentuk kata
kerja pada orang kedua & orang ketiga.
[6] Larangan. Imperfect yang didahului oleh “jangan” adalah larangan
sementara ( temporer ). Misalnya :
Jangan memberontak ( Bilangan 14:9 )
Jangan mengingat ( Mazmur 79:8 ).
[7] Larangan Ilahi. Larangan yang diucapkan oleh TUHAN sendiri memakai
Imperfect yang didahului oleh “tidak”. Misalnya :
67
Jangan mencuri ( Keluaran 20:15 ).
Inilah bentuk larangan Ibrani yang paling tegas - bila diterjemahkan secara
harfiah, menjadi “Engkau tidak akan mencuri”. Bentuk ini menyatakan bahwa
TUHAN menantikan ketaatan yang mutlak. Dalam pandangan TUHAN,
mustahillah bahwa anggota umat-Nya masih akan mencuri, berdusta,
membunuh, dan lain-lain. Oleh sebab itulah, maka bentuk perintah yang khas
inilah yang dipakai untuk Dasa Titah dan larangan-larangan lain yang ditetapkan
oleh TUHAN sendiri.
18.10. Menganalisa Bentuk Kata Kerja Ibrani
Bila menganalisa/menjelaskan bentuk-bentuk kata kerja Ibrani, maka unsur-unsur
berikut harus disebut : Akar Kata & artinya, tense, pelakunya orang keberapa,
gender, bentuk dan terjemahannya.
TUGAS (12)
A. Ayat-ayat di bawah ini berisi kata kerja Imperfect. Berikanlah terjemahan tepat
dengan mengisi tanda garis bawah untuk :
(a) Person, gender, dan jumlah kata kerja itu.
(b) Akar kata kerja itu.
01
Dan dosa-dosamu
.................................................
(a) ________________
(b)_________________
02
Dan ......................................................atas
Israel.
(a) ________________
(b) ________________
03
Dan ........................................ dunia dengan
adil.
(a) ________________
(b) ________________
04
Dan perintah-perintah-Ku ....................................
(a) ________________
(b) ________________
05
TUHAN akan .............................selama-
lamanya.
(a) ________________
(b) ________________
68
B. Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ke dalam bahasa Indonesia
dengan menganalisa/memarsing setiap katanya terlebih dahulu !
01
02
03
04
19. KATA BENDA BENTUK PERPENDEKAN
19.1. Pengertian Bentuk Perpendekan
Perpaduan kata benda sering dipakai untuk menyatakan pemilik ( misalnya : “kuda
raja” ), pencipta ( misalnya “Mazmur Daud” ), asal ( misalnya “Orang Yerikho” ),
atau sifat ( misalnya “Kepala batu” ).
Dalam bahasa Indonesia, kata yang diterangkan ( “kuda” ) langsung disusul oleh kata
yang menerangkannya ( “raja” ). Dalam bahasa Ibrani, urutan yang sama berlaku.
Misalnya :
Kuda raja.
Namun demikian, ada satu kekhususan pada perpaduan kata benda dalam bahasa
Ibrani, yakni kata benda yang pertama ( yang diterangkan ) perlu diperpendek sejauh
mungkin agar lebih terpadu dengan kata benda berikutnya. Yang dimaksudkan
dengan “diperpendek” adalah bahwa kata benda tersebut dapat mengalami
perubahan/kehilangan konsonan yang terakhir dan vokalisasinya akan
berubah/diperingan agar tekanan suara lebih berpindah kepada kata benda yang
kedua.
Kata pada contoh di atas termasuk jenis kata benda yang tidak dapat
diperpendek, sehingga bentuk biasa dengan bentuk perpendekan sama. Akan tetapi,
banyak kata benda yang lain harus mengalami perpendekan itu. Misalnya : kata
menjadi bilamana dipadukan dengan kata benda yang lain. Contoh :
Perkataan Elohim.
Demikian pula untuk banyak kata benda yang lain. Namun demikian bentuk
perpendekan ini lain untuk setiap kata benda menurut jenisnya & jumlahnya. Bentuk-
bentuk perpendekan ini tidak mungkin dihafal semua, namun prinsip perpendekan
harus dipahami secara serius.
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
69
Dalam buku-buku Tata Bahasa Ibrani, bentuk perpendekan kata benda ini disebut
“status Constructus”. Sementara itu, kata benda yang biasa dikenal dengan “status
Absolutus”. Dalam kamus Ibrani, bentuk Constructus setiap kata benda dicatat
secara khusus.
Berikut di bawah ini ada beberapa contoh bentuk Constructus yang paling umum
dipakai.
A. MASKULIN
Absolutus
Constructus
Kuda Jantan
Kuda-kuda Jantan
Kuda jantan sang
raja.
Kuda-kuda jantan
sang raja
Raja
Raja-raja
Raja Israel
Raja-raja bumi
ITU
Buku
Buku-buku
Kitab Musa
Kitab-kitab Musa
Tempat kudus
Tempat-tempat
kudus
Tempat kudus
TUHAN
Tempat-tempat
kudus TUHAN
Perkataan
Perkataan-
perkataan
Perkataan
TUHAN
Perkataan-
perkataan
TUHAN
Putera
Putera-putera
Putra Sang Imam
Para putra sang
Imam
Rumah
Rumah-rumah
Rumah Daud
Rumah-rumah
Daud
B. FEMININ
Absolutus
Constructus
Kuda betina
Kuda-kuda betina
Kuda betina sang
raja
Kuda-kuda betina
sang raja
Keadilan
Keadilan-keadilan
Keadilan
TUHAN
Keadilan-keadilan
TUHAN
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
70
Jiwa
Jiwa-jiwa
Jiwa manusia
ITU
Jiwa-jiwa
manusia ITU
Tahun Tahun damai
Putri-putri Para putri
Salomo
Perhatikan bahwa ada beberapa bentuk Constructus yang tetap & yang mudah untuk
diingat :
[a] Untuk kata benda Maskulin Jamak, yang berakhir dengan , akhiran
constructus selalu
[b] Untuk kata benda Feminin Tunggal yang berakhir dengan , akhiran
constructus selalu
[c] Untuk kata benda Feminin Jamak, yang berakhir dengan akhiran
constructus tetap
19.2. Constructus & Awalan Penentu
Berhubung kata benda dalam status constructus harus sependek mungkin, maka kata
tersebut tidak dapat memiliki Awalan Penentu. Dengan demikian, Awalan Penentu
ditempatkan di depan kata benda yang kedua, yang bersifat menerangkan. Awalan
Penentu tersebut berlaku juga untuk kata benda dalam status constructus.
Contoh :
Kuda jantan Sang Raja
( The Horse of The King )
19.3. Constructus & Kata Sifat
[a] Sama seperti dalam bahasa Indonesia, demikian pula dalam bahasa Ibrani
perpaduan antara kata benda tidak boleh diganggu oleh kata lain, oleh sebab itu
maka kata sifat untuk kata benda dalam bentuk constructus ditempatkan setelah
kata benda kedua.
[b] Kata sifat akan sesuai dengan kata bendanya dalam gender dan jumlah, namun
memakai bentuk absolutus.
[c] Kata sifat tersebut memakai Awalan Penentu yang tidak dapat dipakai oleh kata
bendanya. Contoh :
Kuda-kuda besar Sang Raja
( Yang besar adalah kudanya )
71
19.4. Constructus Dengan Beberapa Absolutus
Bila satu kata benda yang berada dalam status constructus diterangkan melalui lebih
dari satu kata benda, maka dalam hal ini kata yang diterangkan ( constructus ) harus
diulangi di depan setiap kata yang menerangkan ( absolutus ).
Contoh : “Elohim yang empunya langit dan bumi” ( Kejadian 24:3 ) dalam
Bahasa Ibrani ditulis sebagai berikut :
Elohim langit & Elohim bumi
( Susunan kata ini jangan salah dimengerti seolah-olah ada dua Elohim
).
TUGAS (13)
Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini ke dalam bahasa Indonesia,
dengan menganalisa setiap katanya terlebih dahulu !
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
72
20. AKHIRAN GANTI ( PRONOMINAL SUFFIXES )
Dalam bahasa Indonesia, kata ganti sering disingkatkan untuk dibubuhkan pada akhir
kata benda, kata depan, atau kata kerja. Bentuk kata ganti yang dipersingkat itu dapat
disebut “Akhiran Ganti”. Contoh : Ayahku, kepadamu, mengasihinya.
20.1. Prinsip Dalam Bahasa Ibrani
Dalam bahasa Ibrani, Akhiran Ganti ( Suffix ) dapat pula dibubuhkan pada kata
benda, kata depan, dan kata kerja. Ada akhiran ganti tunggal & jamak, yang dapat
ditambahkan kepada kata yang dalam bentuk tunggal ataupun jamak.
Tatkala ditempatkan langsung pada kata benda, fungsi akhiran ganti ini sebagai
possessive pronouns ( kata ganti milik ). Ketika ditempatkan langsung kepada kata
depan, akhiran ganti berfungsi sebagai obyek kata depan itu. Dan, tatkala
ditempatkan langsung kepada kata kerja, maka secara normal berfungsi sebagai
obyek langsung ( direct object ) dari kata kerja tersebut.
Perhatikan bahwa kata benda yang mendapat akhiran ganti akan senantiasa muncul
dalam bentuk perpendekan ( constructus ), sebab fungsi akhiran ganti tersebut
sama dengan fungsi kata benda kedua dalam perpaduan kata benda.
Akhiran yang terdiri atas satu konsonan saja disebut “ringan”, dan yang terdiri atas
dua konsonan disebut “berat” yang mengakibatkan perubahan/peringanan vokalisasi
pada kata induk.
20.2. Bentuk-bentuk Akhiran Ganti
20.2.1. Pada Inseperable Prepositions & :
TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F. saya, -ku 1. M/F. kami/kita
2. M. -mu 2. M. kalian
2. F. -mu 2. F. kalian
3. M dia, -nya 3. M. mereka
3. F. dia, -nya 3. F. mereka
Misalnya :
di dalamku bagi kita
di dalammu bagi kalian
bagimu di dalam kalian
73
baginya bagi mereka
di dalam kita di dalam mereka
20.2.2. Pada Inseperable Prepositions ( Preposisi Irregular ) :
TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F. sepertiku 1. M/F. seperti kami/kita
2. M. sepertimu 2. M. seperti kalian
2. F. 2. F.
3. M sepertinya 3. M. seperti mereka
3. F. sepertinya 3. F. seperti mereka
20.2.3. Sejumlah Kata Depan menerima Dagesh Forte pada konsonan terakhir
sebelum Akhiran Ganti ( sejumlah kata depan tersebut juga memiliki
bentuk-bentuk alternatif lain tanpa menerima Dagesh Forte ).
(a) “dengan” ( jangan dibingungkan dengan particle , suatu tanda dari
Direct Object )
TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F.
denganku 1. M/F.
dengan kami/kita
2. M.
denganmu 2. M.
dengan kalian
2. F.
2. F.
3. M
dengannya 3. M.
dengan mereka
3. F. dengannya 3. F.
74
(b) “alone, by oneself, by itself”.
TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F. olehku
sendiri
1. M/F.
2. M. olehmu
sendiri
2. M. oleh kalian
sendiri
2. F. 2. F.
3. M olehnya
sendiri
3. M. oleh mereka
sendiri
3. F. olehnya
sendiri
3. F. oleh mereka
sendiri
(c) “dengan”
TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F.
denganku 1. M/F. dengan kita/kami
2. M.
denganmu 2. M. dengan kalian
2. F. 2. F.
3. M dengannya 3. M.
dengan mereka
3. F. dengannya 3. F.
(d) Kata Depan “dari, lebih daripada” sebenarnya diduplikasikan di depan
dari sejumlah Akhiran Ganti. Sebagai contoh : bentuk tunggal umum yang
pertama dibuat dari secara harfiah berarti “dari,
dariku”.
Dua huruf Nun Final itu diasimilasikan ke dalam huruf-huruf berikutnya dengan
cara memberikan dua Dagesh Forte.
75
TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F. dariku 1. M/F. dari kita/kami
2. M. darimu 2. M. dari kalian
2. F. darimu 2. F. dari kalian
3. M darinya 3. M. dari mereka
3. F. darinya 3. F. dari mereka
Tidak semua bentuk itu memiliki duplikat . Ada yang hanya sebagian saja
diduplikasikan ( 2/M/T , 2/F/T ), sebagian lain tidak sama sekali ( 2/M/J, 2/F/J,
3/M/J, 3/F/J ). Huruf Nun Final diasimilasi dalam semua situasi, kecuali sebelum
( 3/M/J, 3/F/J ), sebab adalah Gutturals dan oleh karenanya tidak dapat menerima
Dagesh Forte. Dengan demikian, maka vokal sebelumnya harus diperpanjang dari
Khireq ke Tsere.
Perhatikan : Dua bentuk ( 3/M/T dan 1/M-F/J ) adalah persisi sama. Hanya dengan
memperhatikan pada konteksnya saja, kita dapat membedakannya.
(e) Sejumlah kecil Kata depan mengambil Akhiran Ganti yang sama dengan apa
yang muncul dalam kata benda jamak. Dua yang paling umum dari kata depan
tersebut adalah : ( sebelum, di hadapan, di hadirat ) dan ( kepada ).
<1> dibentuk dari yang adalah bentuk construct jamak dari kata
benda jamak , yang diterjemahkan dalam pengertian tunggal,
“wajah”, ditambah dengan kata depan ,”kepada”. “Kepada wajah”
berarti “di hadapan”.
TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F. di
hadapanku
1. M/F. di hadapan
kita/kami
2. M. di hadapan
mu
2. M. di hadapan
kalian
2. F. di hadapan
mu
2. F.
3. M di hadapan
nya
3. M. di hadapan
mereka
3. F. di hadapan
nya
3. F.
76
<2> ( kepada ).
TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F. kepadaku 1. M/F. kepada
kita/kami
2. M. kepadamu 2. M. kepada kalian
2. F. kepadamu 2. F. kepada kalian
3. M kepadanya 3. M. kepada mereka
3. F. kepadanya 3. F. kepada mereka
20.2.4. Akhiran Ganti Pada Particle ( Kata Penunjuk Obyek )
TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F. -ku
( me )
1. M/F. kita/kami ( us )
2. M. -mu
( you )
2. M. kalian ( you )
2. F. -mu
( you )
2. F. kalian ( you )
3. M -nya
( him )
3. M. mereka ( them )
3. F. -nya
( her )
3. F. mereka ( them )
20.2.5. Akhiran Ganti Pada Particle ( Lihatlah )
TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti
1. M/F.
Lihatlah, aku 1. M/F.
Lihatlah,
kami/kita
2. M. Lihatlah,
engkau
2. M. Lihatlah, kalian
2. F. Lihatlah,
engkau
2. F.
3. M Lihatlah, dia 3. M. Lihatlah
mereka
3. F. 3. F.
77
20.2.6. Akhiran Ganti Pada Kata Benda
Akhiran Ganti bila dikenakan pada akhiran kata benda untuk menunjukkan
kepemilikan. Hanya kata benda dalam status construct saja yang dapat menerima
Akhiran Ganti. Demikianlah , “kata-ku” dibentuk dari construct tunggal
dan Akhiran Ganti dari orang pertama ( m/f ) tunggal, secara harfiah berarti :
“kata dariku”. Demikian pula “kata-kataku” dibentuk dari construct jamak
dan Akhiran Ganti dari orang pertama ( m/f ) jamak, dan arti harfiahnya
adalah “kata-kata dariku”.
Kata benda construct dengan Akhiran Ganti akan selalu diperlakukan sebagai definite
walaupun ia tidak pernah mengenakan Awalan Penentu. Sebab adanya alasan ini,
maka Kata Sifat dalam posisi sebagai atributif harus menempati bentuk yang tertulis
dengan Awalan Penentu.
20.2.6.1. Akhiran Ganti Pada Kata Benda Tunggal ( Maskulin atau Feminin )
Tunggal Jamak
1.M/F. -ku 1.M/F. kita/kami
2.M. -mu 2.M. kalian
2.F. -mu 2.F kalian
3.M. -nya 3.M. mereka
3.F. -nya 3.F. mereka
Contoh :
Suaraku Hukumku
Raja kami Keadilannya
Kitabnya Ratu kalian
Kata mereka Tahun mereka
Kuda Jantanmu Kuda betinamu
78
20.2.6.2. Akhiran Ganti Pada Kata Benda Jamak ( Maskulin atau Feminin )
Tunggal Jamak
1.M/F. -ku 1.M/F. kita/kami
2.M. -mu 2.M. kalian
2.F. -mu 2.F kalian
3.M. -nya 3.M.
mereka
3.F. -nya 3.F. mereka
Contoh-contoh :
Elohimku Hukum-hukum-Mu
Raja-raja kami Keadilan-keadilannya
Kitab-kitabnya Ratu-ratu kalian
Kata-kata mereka Putri-putri mereka
Kuda-kuda Jantanmu Kuda-kuda betinamu
TUGAS (14)
Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini ke dalam bahasa Indonesia,
dengan terlebih dahulu memarsing/menganalisa setiap katanya !
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
79
DAFTAR KATA
Membangun 002 Ayah, Bapa 001
Putri 004 Putra,
Keturunan 003
Menciptakan (hanya
untuk Elohim) 006 Rumah 005
Tangan (f) 008 Daud 007
Musa 010 Tidak, Bukan 009
Damai, sejahtera,
selamat 012 Roh, angin
(f) 011
Berbicara,
berfirman 014 Elohim 013
Yehuda 016 Kata, hal,
perkara. 015
Air 018 Yerikho 017
Raja 020 Memerintah
Menjadi raja 019
Bernubuat 022 Kerajaan 021
Nama 024 Nabi 023
Tuhanku (hanya
untuk Elohim) 026 Tuan 025
Besar 028 Bumi, negeri,
tanah (f) 027
Hikmat (f) 030 Hikmat,
cakap 029
Bersifat baik 032 Baik, indah,
bagus 031
Malam 034 Hari, siang 033
Surga, langit 036 Kota (f) 035
Berkat (f) 038 Memberkati,
memuji 037
Menyembelih,
mempersembahkan 040 Darah 039
Mezbah 042 Kurban
sembelihan 041
Wajah, muka,
permukaan 044 Menghadap,
berpaling 043
Keadilan, kebenaran 046 Di depan, di
hadapan 045
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
80
Keadilan, kebenaran
(f) 048 Keadilan,
kebenaran (f) 047
Tanah 050 Manusia,
umat manusia 049
Perempuan, istri 052 Lelaki,
suami, orang 051
Begitu, demikian 054 Gunung,
pegunungan 053
Mesir (f) 056 Setiap ,
Seluruh,
Semua *
, 055
Mata, mata air (f) 058 Kejahatan,
dosa 057
Suara 060 Umat, bangsa 059
Emas 062 Batu (f) 061
Lurus, jujur, tulus 064 Tua, orang
tua, tua-tua 063
Petang 066 Pedang (f) 065
Kudus 068 Kudus,
kekudusan 067
Kaki (f) 070 Kepala,
permulaan 069
Kejahatan,
malapetaka 072 Jahat, jelek , 071
Api 074 Telinga (f) 073
Hidup (kk) 076 Bangsa
( non-Israel ) 075
Hidup, kehidupan
( KB/Jamak ) 078 Hidup (ks) 077
Jantung, hati, batin
(pusat kepribadian) 080 Jantung, hati,
batin 079
Kuda jantan 082 Tempat 081
Bertambah banyak 084 Banyak,
jumlah besar 083
Tahun (f) 086 Fasik, orang
fasik 085
Perak, uang 088 Jalan 087
Imam 090 Yerusalem 089
Jiwa, hidup (f) 092 Padang gurun 091
Hamba, budak 094 Bekerja,
melayani 093
81
Pohon, kayu 096 Tugas,
pekerjaan (f) 095
Memanggil,
membaca 098 Mulut,
perintah 097
Hukum, pengajaran
(f) 100 Lagu,
nyanyian 099
Saudara lelaki 102 Abram 101
Yang 104 Singa 103
Perjanjian (f) 106 Masuk 105
Miskin, orang
miskin 108 Gideon 107
Pengetahuan (f) 110 Pintu (f) 109
Apa ? 112 Roti 111
Siapa ? 114 Lagu,
Mazmur 113
Di belakang,
sesudah 116 ( Orang )
lain, berikut 115
Membedakan,
mengerti 118 Manusia,
umat manusia 117
Di antara 120 Pengertian (f) 119
Dalam apa ?
Dengan apa ? 122 Bulan (baru), 121
Mengapa ? Untuk
apa ? 124 Seperti apa ?
Berapa ? 123
Memotong ** 126 Mengingat. 125
Sangat, amat, sekali 128 Menulis. 127
Membunuh 130 Kekal,
kekekalan. 129
Mendengarkan,
mentaati 132 Salomo. 131
Memelihara,
menjaga,
memperhatikan.
134 Samuel
( Elohim
mendengar).
133
Lihatlah ! 136 Kepada. 135
Ishak 138 Laut, danau,
Barat. 137
Mengambil. 140 Israel. 139
Menghitung,
menulis. 142 Klen,
keluarga
besar (f)
141
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
82
Di atas, melawan. 144 Surat, kitab. 143
Mengirimkan,
mengulurkan. 146 Membakar 145
Keputusan,
peraturan, keadilan. 148 Mengadili,
memutuskan 147
Saudara perempuan
(f) 150 Kemah. 149
Ibu (f) 152 Tidak ada 151
Dengan 154 Berbicara,
berfirman 153
Melahirkan 156 Daging 155
Belajar 158 Beginilah,
demikianlah. 157
Ucapan, Firman. 160 Ratu (f) 159
Ladang 162 Firaun. 161
Istana, Bait Suci. 164 Kalau,
bilamana ? 163
Duduk, tinggal. 166 Keluar. 165
Kasih setia. 168 Penduduk. 167
Sebab, bahwa. 170 Kemuliaan 169
Meninggal. 172 Memberi,
menaruh. 171
Mengatur. 174 Kematian,
maut. 173
Mengejar,
menganiaya. 176 Perintah,
hukum (f) 175
Berjalan. 178 Terjadi,
menjadi. 177
Dengan, dekat. 180 Kanaan (f) 179
Kesesakan,
kesusahan (f). 182 Musuh 181
Catatan :
055. <a> Diterjemahkan “setiap” bila disusul oleh kata tanpa Awalan Penentu.
Misalnya : “Setiap bangsa”
“Setiap hari”
<b> Diterjemahkan “seluruh” bila disusul oleh Kata benda Tunggal dengan
Awalan Penentu. Misalnya :
83
“Seluruh bangsa”
“Sepanjang hari”
<c> Diterjemahkan “semua” bila disusul oleh Kata benda Jamak dengan
Awalan Penentu. Misalnya :
“Semua bangsa”
“Semua orang”
126. Bila diikuti oleh kata (), maka terjemahannya
menjadi : “mengikat perjanjian” ( dengan memotong kurban ).
KATA GANTI ORANG
TUNGGAL JAMAK
, Saya, aku (m/f) Kami/kita (m/f)
Engkau (m) Kalian (m)
Engkau (f) , Kalian (f)
Dia (m) , Mereka (m)
Dia (f) , Mereka (f)
KATA GANTI PENUNJUK
TUNGGAL JAMAK
Ini/This (m) Ini/These (m)
Ini/This (f) Ini/These (f)
Itu/That (m) , Itu/Those (m)
Itu/That (f) , Itu/Those (f)
84
Bilangan Ibrani
x 1 x 10 x 100 x 1000
1
2
3
4
5
6
7
8
9
85
DAFTAR PUSTAKA
Baker, David L. Pengantar Bahasa Ibrani. Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1994.
BibleWorks for Windows, Version 3,0. USA : Computer Bible Research Software,
1992-1995.
Biblica Hebraica Stuttgartensia. West Germany :Suttgart, 1983.
Boeker, T.G.R., Bahasa Ibrani, Jilid I, Batu : Institut Injil Indonesia, 1987.
Kelley, Page H. Biblical Hebrew - An Introductory Grammar. Grand Rapids :
W.B. Eerdmans Publishing Company, 1992.
1
DAFTAR ISI
Daftar Isi 1
1 Waw Konsekutif 2
2 Imperatif, Larangan, Kohortatif, & Yusif 5
3 Partisip (Participle 10
4 Infinitif 15
5 Kata Kerja Yang Menyatakan Keadaan (Stative Verbs 21
6 Suffix Penunjuk Arah 25
7 Menyatakan Milik 27
8 Pola Kunyugasi Kata Kerja Biasa 30
9 Pengenalan & Penerjemahan Kata Kerja Ibrani 39
10 Suffix Pada Kata Kerja Bentuk Perfect 44
11 Suffix Pada Kata Kerja Bentuk Imperfect 47
12 Infinitif Konstruk Dengan Suffix 48
13 Tingkat-tingkat Perbandingan 51
14 Bentuk-bentuk Kata Bilangan 56
15 Langkah-langkah Praktis Dalam Eksegese Tanakh Ibrani 64
16 Menganalisa Teks Mazmur 16:1 78
DAFTAR KATA 83
DAFTAR KEPUSTAKAAN 88
Bahasa Ibrani II
Oleh: Stefanus Suheru, M.Si.Teol.
Sekolah Tinggi Teologi Real, Tanjung Pinang 2015
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
2
BAHASA IBRANI 2
1. WAW KONSEKUTIF
1.1. Pengertian Waw Konsekutif
Waw Konsekutif adalah bentuk khusus dari Awalan Penghubung yang dapat
dijadikan Awalan pada bentuk-bentuk kata kerja Ibrani. Pengertian waktu pada
bentuk-bentuk kata kerja tersebut melalui Waw Konsekutif diubah menjadi
kebalikannya.
Bentuk kata kerja Perfek yang didahului oleh Waw Konsekutif disebut Perfek
Konsekutif, menyatakan pengertian Imperfek. Begitu pula sebaliknya. Bentuk kata
kerja Imperfek yang didahului oleh Waw Konsekutif ,disebut Imperfek
Konsekutif, menyatakan pengertian Perfek.
Waw Konsekutif ditulis dengan Waw, plus Patakh, plus Dagesh Forte pada
Konsonan berikutnya. Ketentuannya mirip dengan ketentuan untuk Awalan
Penentu. Bila, sebagai contoh, Waw Konsekutif di depan bentuk kata kerja
Imperfek untuk orang pertama tunggal, yang dimulai dengan Huruf 'alef, maka
Dagesh Forte dihilangkan dan vokal sebelumnya harus diperpanjang ( Patakh
menjadi Qamets ).
Contoh :
rKoz>a,w" Dan aku telah mengingat ( Kejadian 6:5 ).
bTok.a,w" Dan aku telah menulis ( Yeremia 32:10 ).
Dagesh Forte juga dihilangkan oleh huruf non-Gutturals tertentu yang ditemani
oleh sebuah vokal Shewa. Hal ini terjadi sangat sering ketika Waw Konsekutif di-
prefix-kan kepada sebuah kata kerja yang dimulai dengan Yod, didukung oleh
sebuah vokal Shewa.
1.2. Fungsi Waw Konsekutif Dalam Kalimat
1.2.1. Menyatakan Pengertian Perfek
Dalam bahasa Ibrani, suatu riwayat biasanya dimulai dengan kata kerja dalam
bentuk Perfek, yang menyatakan suatu kegiatan yang sudah selesai. Kemudian,
dalam melanjutkan riwayat ini, dipakai kata kerja ( atau sejumlah kata kerja )
dalam bentuk Imperfek Konsekutif. Inilah cara yang paling umum dan
3
merupakan keistimewaan bahasa Ibrani. Sebagai contoh, lihatlah Kejadian 1:3-4
` rAa-yhiy>w: rAa yhiy> ~yhil{a/ rm,aYOw:
~yhil{a/ lDeb.Y:w: bAj-yKi rAah'-ta, ~yhil{a/ ar>Y:w: 4
` %v,xoh; !ybeW rAah' !yBe
Dua Imperfek Konsekutif dalam contoh tersebut di atas, menyatakan pengertian
waktu yang sama seperti kata kerja pertama riwayat itu, yakni ( Bara’ )
Sebuah riwayat dapat dilanjutkan dengan sejumlah besar ( dalam Kejadian pasal
1 ada puluhan ) kata kerja yang semuanya dirangkaikan satu dengan yang lain
menurut hukum-hukum tersebut.
1.2.2. Menyatakan Pengertian Imperfek
Uraian yang dimulai dengan kata kerja berbentuk Imperfek atau Imperatif dapat
dilanjutkan dengan kata kerja ( atau sejumlah kata kerja ) dalam bentuk Perfek
Konsekutif, yang menyatakan pengertian yang sama seperti Imperfek biasa.
Waw Konsekutif pada kata kerja bentuk Perfek memiliki vokalisasi yang sama
seperti Awalan Penghubung biasa. Sebagai contoh, lihat 2 Raja-raja 5:11 :
aceyE yl;ae yTir>m;a' hNEhi rm,aYOw: %l;YEw: !m'[]n: @coq.YIw:
~AqM'h;-la, Ady" @ynIhew> wyh'l{a/ hw"hy>-~veB. ar'q'w>
` [r'coM.h; @s;a'w> dm;['w> aAcy"
1.3. Pemakaian Bersama dan Waw Konsekutif
Orang Ibrani senang mengawali suatu riwayat dengan kata kerja ( terjadi ).
4
1.3.1. Uraian yang menyangkut masa lampau sering dimulai dengan bentuk Imperfek
Konsekutif dari yang dipersingkat menjadi ( dan terjadilah ),
kemudian disusul dengan beberapa kata kerja dalam bentuk Imperfek Konsekutif
pula. Contoh : Kejadian 11:2-3 :
` ~v' Wbv.YEw: r['n>vi #r,a,B. h['q.bi Wac.m.YIw: ~d,Q,mi ~['s.n"B. yhiy>w:
hp'ref.li hp'r>f.nIw ~ynIbel. hn"B.l.nI hb'h' Wh[ere-la, vyai Wrm.aYOw: 3
` rm,xol; ~h,l' hy"h' rm'xeh;w> !b,a'l. hn"beL.h; ~h,l' yhiT.w:>
Catatan :
merupakan singkatan dari bentuk Imperfek Lengkap . Bilamana dibubuhi
Waw Konsekutif, maka Yod pertama tidak menerima Dagesh Forte.
1.3.2. Uraian yang menyangkut masa depan atau kegiatan yang terus-menerus dapat
dimulai dengan Perfek Konsekutif dari , yakni , kemudian disusul
dengan kata-kata kerja yang berbentuk Perfek Konsekutif. Contoh : Kejadian 9:14
TUGAS (1)
Analisalah ( parsinglah ) kata kerjanya & terjemahkanlah !
1
2
3
4
5
6
7
5
2. IMPERATIF, LARANGAN, KOHORTATIF, & YUSIF
Bahasa Ibrani mengenal berbagai cara untuk mengungkapkan perintah, permintaan,
atau himbauan.
2.1. IMPERATIF
Imperatif dalam bahasa Ibrani hanya muncul untuk bentuk orang kedua saja
(Maskulin/Feminin, Tunggal/Jamak ). Imperatif ini dipakai hanya untuk
mengekspresikan perintah positif & tidak pernah mengekspresikan sebuah
larangan.
2.1.1. Bentuk Biasa
Imperatif bentuk biasa sama dengan Imperfek Biasa orang kedua, namun
tanpa Awalan Khas Imperfek. Dalam bahasa Ibrani ada empat (4) macam
Imperatif, masing-masing sesuai dengan gender ( m/f ) dan jumlah ( t/j ) pihak
yang diperintahkan. Perhatikan tabel di bawah ini !
(1) “Ia telah memelihara, ia telah menjaga”
Imperfek IMPERATIF
2.M.Tunggal
2.F. Tunggal
2.M. Jamak
2.F. Jamak
6
(2) “Ia telah menghakimi”
Imperfek IMPERATIF
2.M.Tunggal
2.F. Tunggal
2.M. Jamak
2.F. Jamak
2.1.2. Imperatif Dengan Suffix
Imperatif Orang Kedua Maskulin Tunggal sering ditambah dengan Suffix ,
yang dapat mempertegas perintah ( emphatic imperative ). Misalnya :
Peliharalah !
Tulislah ( jangan dikacaukan dengan orang ketiga
Feminin tunggal : Dia telah menulis ).
Tambahan Suffix pada sebuah Imperatif akan menyebabkan adanya perubahan
vokalisasi, sebagaimana diperlihatkan dalam contoh-contoh berikut di bawah ini :
1 Oh Elohim, hakimilah bumi itu ! (
Mazmur 82:8 )
2 Peliharalah hidupku ( jiwaku ) !
( Mazmur 25:20 )
3 Berbaringlah denganku !
( Kejadian 39:7 )
2.1.3. Imperatif Dengan
Sebagaimana dalam bahasa Indonesia sebuah perintah dapat diperkuat atau
diperhalus ( untuk menghormati orang yang diperintah/diminta ) melalui
penambahan akhiran -lah; demikian pula dalam bahasa Ibrani partikel sering
ditambahkan setelah kata perintah & tidak jarang dihubungkan dengannya
melalui Garis Maqqef.
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
7
Hanya konteks yang dapat menentukan terjemahan kata yang tepat, apakah
mempertegas atau memperhalus. Berikut di bawah ini diberikan contoh-contoh
pemakaian partikel dengan Imperatif :
1 Hakimilah, kumohon, antara aku dan
antara kebun anggurku ( Yesaya 5:3 ).
2 Oh TUHAN, celikkanlah matanya
( 2 Raja-raja 6:17 ).
3 Dan kini, berbicaralah kepada sang
raja ( 2 Samuel 13:13 ).
2.2. LARANGAN
Orang Ibrani tidak pernah memakai Imperatif untuk larangan / negative commands.
Untuk mengekspresikan larangan selalu dipakai Imperfek Biasa terutama orang
kedua dengan kata ingkar atau .
Ada dua macam bentuk larangan yang dibedakan :
2.2.1. Larangan Sementara ( Immediate Prohibition )
Imperfek Orang Kedua didahului Kata Ingkar menyatakan Larangan
Sementara yang berlaku pada waktu & tempat tertentu saja. Misalnya :
1 Jangan menunda ... ( Daniel 9:19 ).
2 Jangan takut ... ( Kejadian 21:17 ).
3 Jangan dengarkan ... ( 1 Raja-raja 20:8 ).
Kata Ingkar dapat pula ditambah dengan Partikel , misalnya :
Janganlah kiranya ( demikian ) tuan-tuanku !
( Kejadian 19:18 ).
8
2.2.2. Larangan Tetap ( Permanent Prohibition )
Tatkala Kata Ingkar dipakai dengan Imperfek Orang Kedua
dalam kalimat langsung (direct speech) atau dalam konteks hukum/ketetapan,
kata ingkar mengekpresikan sebuah Larangan Tetap (Permanent
Prohibition/Absolut Prohibition).
Larangan Tetap ini biasanya ditetapkan oleh Elohim atau raja. Larangan
ini mutlak dan tidak memiliki unsur permintaan yang masih tampak
dalam
pemakaian kata ingkar , sehingga lebih tepat diterjemahkan “tidak boleh”
daripada “jangan”. Misalnya pada 10 Hukum Elohim (Dasa Titah).
Contoh :
1 Tidak boleh ada bagimu illah-
illah lain ... ( Keluaran 20:3 ).
2 Engkau tidak boleh memanggil
namanya Sarai (Kejadian 17:15)
3 Engkau tidak boleh bernubuat
melawan Israel ( Amos 7:16 ).
2.3. KOHORTATIF
Kohortatif adalah bentuk khusus dari Imperfek Orang Pertama, untuk
mengekspresikan hasrat, perhatian, dorongan pribadi, atau penetapan diri untuk
memperlihatkan suatu aksi dari si pembicara.
Bentuk Kohortatif dihasilkan melalui penambahan Suffix pada Imperfek
Orang Pertama, dan vokal sebelum Suffix Kohortatif selalu Shewa Bersuara.
Contoh-contoh pemakaian Kohortatif :
1 Marilah kita membuat satu
perjanjian, aku dan engkau
( Keluaran 31:44 ).
2 Dan aku akan memelihara
hukummu terus-menerus
( Mazmur 119:44 ).
3 Dan aku akan membuat bagi
kalian satu perjanjian kekal
( Yesaya 55:3 ).
4 Dan kini, marilah kita membuat
satu perjanjian dengan Tuhan kita
( Ezra 10:3 ).
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
9
2.4. YUSIF
Dalam kalimat langsung ( direct speech ) tidak jarang Imperfek Orang Ketiga
dipakai dalam arti perintah tidak langsung/permintaan, yang disebut Yusif.
Misalnya :
1 TUHAN akan menghakimi.
Atau, Kiranya TUHAN menghakimi.
2 Anakku akan menulis.
Atau, Biarlah anakku menulis.
Konteks menentukan, di mana Imperfek Orang Ketiga harus diartikan sebagai
Yusif atau diterjemahkan sebagai Imperfek biasa saja.
Yusif dipakai untuk mengekspresikan hasrat pembicara, keinginan atau perintah di
mana orang ketiga adalah subyek dari aksi itu. Yusif ini diwakili dalam terjemahan
oleh kata “kiranya”, “hendaklah”, “biarlah”.
Partikel sering ditambahkan setelah Yusif, untuk menegaskan; more emphatic.
Dalam hal ini partikel tersebut diklarifikasi sebagai particle of entreaty,
diterjemahkan “kumohon”. Berikut di bawah ini diberikan contoh-contoh
pemakaian Yusif :
1
Mohon kiranya sang raja
mengingat TUHAN Elohimmu ( 2
Samuel 14:11 )
2 Hendaklah mereka jangan
memimpin atasku ( Mazmur
19:14 ).
3 Kiranya TUHAN menghakimi
antara aku dan antara engkau
( Kejadian 16:5 ).
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
10
TUGAS (2)
A. Pilihlah pasangan jawaban yang tepat !
( ) ( 1 Tawarikh 28:9 ) (A) Utuslah aku !
( ) ( Mazmur 119:108 ) (B) Carilah aku !
( ) ( Ulangan 31:19 ) (C) Hakimilah aku !
( ) ( Yesaya 6:8 ) (D) Biarlah aku mendengar !
( ) ( Mazmur 143:8 ) (E) Ajarlah aku !
( ) ( Mazmur 150:1 ) (F) Ingatlah aku !
( ) ( Yesaya 45:19 ) (G) Tulislah mereka !
( ) ( Amsal 3:3 ) (H) Ajarlah dia (f) !
( ) ( Mazmur 43:1 ) (I) Tolonglah aku !
( ) ( Yeremia 17:14 ) (J) Pujilah dia !
( ) ( Yeremia 15:15 ) (K) Layanilah dia !
( ) ( Mazmur 109:26 ) (L) Sembuhkanlah aku !
B. Terjemahkanlah ke dalam bahasa Indonesia !
1










