bahasa ibrani 3

Tampilkan postingan dengan label bahasa ibrani 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa ibrani 3. Tampilkan semua postingan

bahasa ibrani 3


       











    telah menulis  

( Subyek  )   ( Predikat ) 

 Mereka         telah menulis 

( Subyek )    ( Predikat ) 

Bilamana kalimat Ibrani mempunyai sebuah subyek yang berdiri sendiri ( di luar kata 

kerja ), maka : 

<a> Kata kerja biasanya mendahului subyek itu. 

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

64

<b> Bentuk kata kerja ( yang juga mempunyai unsur subyek ) harus mutlak  

       bersesuaian dengan subyek yang berdiri sendiri, baik dalam hal gender, maupun  

       dalam hal jumlah. 

<c> Subyek dalam kata kerja itu tidak turut diterjemahkan. 

Contoh : 

   Sang bapa telah membangun.  

  Para putera telah menulis. 

   Sang ibu telah mendengar. 

18.5. Kata Penunjuk Obyek 

Untuk menjamin agar subyek dan obyek jangan dikacaukan, maka ada Kata Penunjuk 

Obyek    yang seringkali ditempatkan di depan sebuah obyek langsung yang 

tertentu. Kata Penunjuk Obyek ini tidak perlu diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. 

Contoh :  

   Sang Nabi telah mengingat sang raja. 

Seringkali Kata Penunjuk Obyek ini berbentuk Awalan yang dihubungkan dengan 

obyek melalui garis Maqqef, di mana Tsere dari  akan berubah menjadi Segol. 

Misalnya : 

   Elohim telah memanggil Musa. 

Bila ada lebih dari satu obyek langsung dalam sebuah kalimat, maka Awalan 

Penunjuk obyek harus diulangi di depan setiap obyek tersebut. Misalnya : 

    

         Salomo telah membangun rumah ITU dan mezbah ITU. 

18.6. Urutan Kata Dalam Kalimat

Telah diuraikan sebelumnya, bahwa urutan yang umum dalam kalimat Ibrani adalah  

Predikat + Subyek + Obyek. 

Kata yang berdiri pada urutan pertama sebuah kalimat dianggap unsur kalimat yang 

terpenting. Dengan demikian kalimat Ibrani biasanya memberikan tekanan khusus 

kepada kata kerja, yang merupakan unsur keaktifan dalam sebuah kalimat. 

  

Elohim telah menciptakan langit ( Kejadian 1:1 ). 

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

 65 

Akan tetapi urutan kata yang umum ini sewaktu-waktu dibalik untuk memberikan 

tekanan khusus kepada bagian kalimat yang lain. Misalnya : 

 

   Saya yang telah TUHAN kirim. 

 Saudara-saudaraku yang telah aku cari. 

  Dan engkau, engkau harus memegang 

perjanjian-Ku. 

 

18.7. Kata Kerja Dalam Bentuk Negatif 

 

Kata Ingkar    berarti “tidak” atau “bukan”. Dalam hubungan dengan kata kerja, 

maka  berdiri langsung di depan kata kerja yang bersangkutan. Perhatikan  

bahwa  dapat berdiri sendiri ataupun dihubungkan dengan kata berikutnya 

melalui garis Maqqef ( vokalisasi tidak berubah ). Misalnya : 

 

    Sang imam tidak memanggil sang 

putera. 

 

TUGAS (11) 

 

Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini ke dalam bahasa Indonesia, 

dengan terlebih dahulu menganalisa kata kerjanya ! 

 

    1 

   2 

    3 

     4 

 

  5 

 

18.8. Kata Kerja Biasa : Imperfect 

 

Sebagai kebalikan dari Perfect, maka Imperfect menyatakan perbuatan yang belum 

sempurna/selesai. Ada yang menyebutnya “Future”, Baker/Siahaan menyebutnya 

“Bentuk Berawalan”. 

 

Pola pembentukan Imperfect adalah kata kerja dasar ditambah dengan Awalan dan 

akhiran yang menyatakan subyek. 

 

 66 

Pola Pembentukan IMPERFECT Dari Strong Verbs 

 

Tunggal Bentuk Arti 

3.Maskulin  Dia (m) akan mematikan 

3. Feminin  Dia (f) akan mematikan 

2. Maskulin  Engkau (m) akan mematikan 

2. Feminin  Engkau (f) akan mematikan 

1.Maskulin/Feminin  Saya (m/f) akan mematikan 

Jamak   

3. Maskulin Mereka (m) akan mematikan 

3. Feminin  Mereka (f) akan mematikan 

2. Maskulin  Kalian (m) akan mematikan 

2. Feminin   Kalian (f) akan mematikan 

1. Maskulin/Feminin  Kami/kita (m/f) akan mematikan 

 

18.9. Terjemahan Imperfect Ibrani 

 

Rumusan “perbuatan yang belum selesai” untuk Imperfect mempunyai arti yang 

cukup luas & perlu diketahui sehingga dapat menemukan terjemahan yang paling 

tepat dalam setiap kasus. 

 

Imperfect dapat menyatakan : 

 

[1] Perbuatan yang sedang berlangsung, baik sekarang maupun pada waktu   

     lampau. 

[2] Perbuatan yang terus-menerus atau berulang-ulang dilakukan. 

[3] Perbuatan yang hendak dilakukan ( ada niat ). 

[4] Perbuatan yang akan berlangsung pada waktu yang akan datang. 

[5] Permintaan atau Perintah ( Yusif ). Arti ini muncul khususnya dalam bentuk kata  

      kerja pada orang kedua & orang ketiga. 

[6] Larangan. Imperfect yang didahului oleh  “jangan” adalah larangan  

      sementara ( temporer ). Misalnya : 

 

 Jangan memberontak ( Bilangan 14:9 ) 

 Jangan mengingat ( Mazmur 79:8 ). 

 

[7] Larangan Ilahi. Larangan yang diucapkan oleh TUHAN sendiri memakai  

      Imperfect yang didahului oleh    “tidak”. Misalnya : 

 67 

 

 Jangan mencuri ( Keluaran 20:15 ). 

 

      Inilah bentuk larangan Ibrani yang paling tegas - bila diterjemahkan secara  

      harfiah,  menjadi “Engkau tidak akan mencuri”. Bentuk ini menyatakan bahwa  

      TUHAN menantikan ketaatan yang mutlak. Dalam pandangan TUHAN,  

      mustahillah bahwa anggota umat-Nya masih akan mencuri, berdusta,  

      membunuh, dan lain-lain. Oleh sebab itulah, maka bentuk perintah yang khas  

      inilah yang dipakai untuk Dasa Titah dan larangan-larangan lain yang ditetapkan  

      oleh TUHAN sendiri. 

 

18.10. Menganalisa Bentuk Kata Kerja Ibrani 

 

Bila menganalisa/menjelaskan bentuk-bentuk kata kerja Ibrani, maka unsur-unsur 

berikut harus disebut : Akar Kata & artinya, tense, pelakunya orang keberapa, 

gender, bentuk dan terjemahannya. 

 

TUGAS (12) 

 

A. Ayat-ayat di bawah ini berisi kata kerja Imperfect. Berikanlah terjemahan tepat  

     dengan mengisi tanda garis bawah untuk : 

     (a) Person, gender, dan jumlah kata kerja itu. 

     (b) Akar kata kerja itu. 

 

01  

Dan dosa-dosamu 

.................................................

(a) ________________ 

(b)_________________ 

02  

Dan ......................................................atas 

Israel.

(a) ________________ 

(b) ________________ 

03  

Dan ........................................  dunia dengan 

adil.

(a) ________________ 

(b) ________________ 

04 

Dan perintah-perintah-Ku ....................................

(a) ________________ 

(b) ________________ 

05   

TUHAN akan .............................selama-

lamanya.

(a) ________________ 

(b) ________________ 

 

68

B. Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ke dalam bahasa Indonesia  

    dengan menganalisa/memarsing setiap katanya terlebih dahulu ! 

    01 

  02 

   03 

   04 

19. KATA BENDA BENTUK PERPENDEKAN

19.1. Pengertian Bentuk Perpendekan

Perpaduan kata benda sering dipakai untuk menyatakan pemilik ( misalnya : “kuda 

raja” ), pencipta ( misalnya “Mazmur Daud” ), asal ( misalnya “Orang Yerikho” ), 

atau sifat ( misalnya “Kepala batu” ). 

Dalam bahasa Indonesia, kata yang diterangkan ( “kuda” ) langsung disusul oleh kata 

yang menerangkannya ( “raja” ). Dalam bahasa Ibrani, urutan yang sama berlaku. 

Misalnya : 

 Kuda raja. 

Namun demikian, ada satu kekhususan pada perpaduan kata benda dalam bahasa 

Ibrani, yakni kata benda yang pertama ( yang diterangkan ) perlu diperpendek sejauh 

mungkin agar lebih terpadu dengan kata benda berikutnya. Yang dimaksudkan 

dengan “diperpendek” adalah bahwa kata benda tersebut dapat mengalami 

perubahan/kehilangan konsonan yang terakhir dan vokalisasinya akan 

berubah/diperingan agar tekanan suara lebih berpindah kepada kata benda yang 

kedua. 

Kata  pada contoh di atas termasuk jenis kata benda yang tidak dapat 

diperpendek, sehingga bentuk biasa dengan bentuk perpendekan sama. Akan tetapi, 

banyak kata benda yang lain harus mengalami perpendekan itu. Misalnya : kata  

 menjadi   bilamana dipadukan dengan kata benda yang lain. Contoh : 

  Perkataan Elohim. 

Demikian pula untuk banyak kata benda yang lain. Namun demikian bentuk 

perpendekan ini lain untuk setiap kata benda menurut jenisnya & jumlahnya. Bentuk-

bentuk perpendekan ini tidak mungkin dihafal semua, namun prinsip perpendekan 

harus dipahami secara serius. 

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

 69 

Dalam buku-buku Tata Bahasa Ibrani, bentuk perpendekan kata benda ini disebut 

“status Constructus”. Sementara itu, kata benda yang biasa dikenal dengan “status 

Absolutus”. Dalam kamus Ibrani, bentuk Constructus setiap kata benda dicatat 

secara khusus. 

 

Berikut di bawah ini ada beberapa contoh bentuk Constructus yang paling umum 

dipakai. 

 

A. MASKULIN 

Absolutus 

  

Constructus 

 





Kuda Jantan 

 

Kuda-kuda Jantan 

 

 

Kuda jantan sang 

raja. 

Kuda-kuda jantan 

sang raja 





Raja 

 

Raja-raja 



 

Raja Israel 

 

Raja-raja bumi 

ITU 





Buku 

 

Buku-buku 

 

 

Kitab Musa 

 

Kitab-kitab Musa 





Tempat kudus 

 

Tempat-tempat 

kudus 

  

  

Tempat kudus 

TUHAN 

Tempat-tempat 

kudus TUHAN 





Perkataan 

 

Perkataan-

perkataan 

  

  

Perkataan 

TUHAN 

Perkataan-

perkataan 

TUHAN 





Putera 

 

Putera-putera 

  

  

Putra Sang Imam 

 

Para putra sang 

Imam 





Rumah 

 

Rumah-rumah 





Rumah Daud 

 

Rumah-rumah 

Daud 

B. FEMININ 

Absolutus 

  

Constructus 

 

 



Kuda betina 

 

Kuda-kuda betina 

 

 

Kuda betina sang 

raja 

Kuda-kuda betina 

sang raja 

 



Keadilan 

 

Keadilan-keadilan 

  

  

Keadilan 

TUHAN 

Keadilan-keadilan 

TUHAN 

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

 70 





Jiwa 

 

 

Jiwa-jiwa 

 

 

Jiwa manusia 

ITU 

Jiwa-jiwa 

manusia ITU 

  Tahun  Tahun damai 

 Putri-putri   Para putri 

Salomo 

 

Perhatikan bahwa ada beberapa bentuk Constructus yang tetap & yang mudah untuk 

diingat : 

[a] Untuk kata benda Maskulin Jamak, yang berakhir dengan    , akhiran  

      constructus selalu  

[b] Untuk kata benda Feminin Tunggal yang berakhir dengan    , akhiran  

      constructus selalu   

[c] Untuk kata benda Feminin Jamak, yang berakhir dengan   akhiran 

     constructus tetap 

 

19.2. Constructus & Awalan Penentu 

 

Berhubung kata benda dalam status constructus harus sependek mungkin, maka kata 

tersebut tidak dapat memiliki Awalan Penentu. Dengan demikian, Awalan Penentu 

ditempatkan di depan kata benda yang kedua, yang bersifat menerangkan. Awalan 

Penentu tersebut berlaku juga untuk kata benda dalam status constructus. 

Contoh : 

 

  Kuda jantan Sang Raja 

( The Horse of The King ) 

 

19.3. Constructus & Kata Sifat 

 

[a] Sama seperti dalam bahasa Indonesia, demikian pula dalam bahasa Ibrani  

     perpaduan antara kata benda tidak boleh diganggu oleh kata lain, oleh sebab itu  

     maka kata sifat untuk kata benda dalam bentuk constructus ditempatkan setelah  

     kata benda kedua. 

 

[b] Kata sifat akan sesuai dengan kata bendanya dalam gender dan jumlah, namun  

      memakai bentuk absolutus. 

 

[c] Kata sifat tersebut memakai Awalan Penentu yang tidak dapat dipakai oleh kata  

      bendanya. Contoh : 

 

   Kuda-kuda besar Sang Raja 

( Yang besar adalah kudanya ) 

 

71

19.4. Constructus Dengan Beberapa Absolutus

Bila satu kata benda yang berada dalam status constructus diterangkan melalui lebih 

dari satu kata benda, maka dalam hal ini kata yang diterangkan ( constructus ) harus 

diulangi di depan setiap kata yang menerangkan ( absolutus ). 

Contoh : “Elohim yang empunya langit dan bumi” ( Kejadian 24:3 ) dalam  

              Bahasa Ibrani ditulis sebagai berikut : 

    

Elohim langit & Elohim bumi 

( Susunan kata ini jangan salah dimengerti seolah-olah ada dua Elohim

). 

TUGAS (13)

Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini ke dalam bahasa Indonesia, 

dengan menganalisa setiap katanya terlebih dahulu ! 

      1

  2

   3

   4

  5

  6

   7

  8

   9

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

 72 

20. AKHIRAN GANTI ( PRONOMINAL SUFFIXES ) 

 

Dalam bahasa Indonesia, kata ganti sering disingkatkan untuk dibubuhkan pada akhir 

kata benda, kata depan, atau kata kerja. Bentuk kata ganti yang dipersingkat itu dapat 

disebut “Akhiran Ganti”. Contoh : Ayahku, kepadamu, mengasihinya. 

 

20.1. Prinsip Dalam Bahasa Ibrani 

 

Dalam bahasa Ibrani, Akhiran Ganti ( Suffix ) dapat pula dibubuhkan pada kata 

benda, kata depan, dan kata kerja. Ada akhiran ganti tunggal & jamak, yang dapat 

ditambahkan kepada kata yang dalam bentuk tunggal ataupun jamak. 

 

Tatkala ditempatkan langsung pada kata benda, fungsi akhiran ganti ini sebagai 

possessive pronouns ( kata ganti milik ). Ketika ditempatkan langsung kepada kata 

depan, akhiran ganti berfungsi sebagai obyek kata depan itu. Dan, tatkala 

ditempatkan langsung kepada kata kerja, maka secara normal berfungsi sebagai 

obyek langsung ( direct object ) dari kata kerja tersebut. 

 

Perhatikan bahwa kata benda yang mendapat akhiran ganti akan senantiasa muncul 

dalam bentuk perpendekan ( constructus ), sebab fungsi akhiran ganti tersebut 

sama dengan fungsi kata benda kedua dalam perpaduan kata benda. 

 

Akhiran yang terdiri atas satu konsonan saja disebut “ringan”, dan yang terdiri atas 

dua konsonan disebut “berat” yang mengakibatkan perubahan/peringanan vokalisasi 

pada kata induk. 

 

20.2. Bentuk-bentuk Akhiran Ganti 

 

20.2.1. Pada Inseperable Prepositions    &    : 

 

TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti 

1. M/F.  saya, -ku 1. M/F.  kami/kita 

2. M.  -mu 2. M.  kalian 

2. F.  -mu 2. F.  kalian 

3. M  dia, -nya 3. M.   mereka 

3. F.  dia, -nya 3. F.   mereka 

 

Misalnya : 

 

 di dalamku  bagi kita 

 di dalammu  bagi kalian 

 bagimu  di dalam kalian 

 73 

 baginya   bagi mereka 

 di dalam kita   di dalam mereka 

 

20.2.2. Pada Inseperable Prepositions    ( Preposisi Irregular ) : 

 

TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti 

1. M/F.  sepertiku 1. M/F.  seperti kami/kita 

2. M.  sepertimu 2. M.  seperti kalian 

2. F.   2. F.    

3. M   sepertinya 3. M.   seperti mereka 

3. F.   sepertinya 3. F.   seperti mereka 

 

20.2.3. Sejumlah Kata Depan menerima Dagesh Forte pada konsonan terakhir  

            sebelum Akhiran Ganti ( sejumlah kata depan tersebut juga memiliki  

            bentuk-bentuk alternatif lain tanpa menerima Dagesh Forte ). 

 

(a)    “dengan” ( jangan dibingungkan dengan particle  , suatu tanda dari  

       Direct Object ) 

 

TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti 

1. M/F. 



denganku 1. M/F. 



dengan kami/kita 

2. M. 



denganmu 2. M. 



dengan kalian 

2. F. 



 2. F.   

3. M 



dengannya 3. M. 



dengan mereka 

3. F.   dengannya 3. F.   

 

 

 74 

(b)   “alone, by oneself, by itself”.        

 

TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti 

1. M/F.  olehku 

sendiri 

1. M/F.   

2. M.  olehmu 

sendiri 

2. M.  oleh kalian 

sendiri 

2. F.   2. F.   

3. M  olehnya 

sendiri 

3. M.  oleh mereka 

sendiri 

3. F.  olehnya 

sendiri 

3. F.   oleh mereka 

sendiri 

 

(c)   “dengan” 

 

TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti 

1. M/F. 



denganku  1. M/F.  dengan kita/kami 

2. M. 



denganmu 2. M.  dengan kalian 

2. F.   2. F.   

3. M  dengannya  3. M.  



dengan mereka 

3. F.  dengannya 3. F.    

 

(d)  Kata Depan    “dari, lebih daripada”  sebenarnya diduplikasikan di depan  

      dari sejumlah Akhiran Ganti. Sebagai contoh : bentuk tunggal umum yang  

      pertama  dibuat dari secara harfiah berarti “dari,  

      dariku”.  

 

      Dua huruf Nun Final itu diasimilasikan ke dalam huruf-huruf berikutnya dengan  

      cara memberikan dua Dagesh Forte. 

 

 75 

 

TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti 

1. M/F.   dariku 1. M/F.   dari kita/kami 

2. M.  darimu  2. M.  dari kalian  

2. F.  darimu 2. F.   dari kalian 

3. M  darinya  3. M.   dari mereka 

3. F.   darinya  3. F.   dari mereka  

 

Tidak semua bentuk itu memiliki duplikat    . Ada yang hanya sebagian saja 

diduplikasikan ( 2/M/T , 2/F/T ), sebagian lain tidak sama sekali ( 2/M/J, 2/F/J, 

3/M/J, 3/F/J ). Huruf Nun Final diasimilasi dalam semua situasi, kecuali sebelum    

( 3/M/J, 3/F/J ), sebab   adalah Gutturals dan oleh karenanya tidak dapat menerima 

Dagesh Forte. Dengan demikian, maka vokal sebelumnya harus diperpanjang dari 

Khireq ke Tsere. 

 

Perhatikan : Dua bentuk ( 3/M/T dan 1/M-F/J ) adalah persisi sama. Hanya dengan 

memperhatikan pada konteksnya saja, kita dapat membedakannya. 

 

(e) Sejumlah kecil Kata depan mengambil Akhiran Ganti yang sama dengan apa  

     yang muncul dalam kata benda jamak. Dua yang paling umum dari kata depan  

     tersebut adalah :   ( sebelum, di hadapan, di hadirat ) dan   ( kepada ). 

 

      <1>  dibentuk dari  yang adalah bentuk construct jamak dari kata  

              benda jamak  , yang diterjemahkan dalam pengertian tunggal,  

              “wajah”, ditambah dengan kata depan  ,”kepada”. “Kepada wajah”  

              berarti  “di hadapan”. 

 

TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti 

1. M/F.   di 

hadapanku 

1. M/F.   di hadapan 

kita/kami 

2. M.  di hadapan 

mu  

2. M.  di hadapan 

kalian  

2. F.  di hadapan 

mu  

2. F.   

3. M  di hadapan 

nya  

3. M.   di hadapan 

mereka 

3. F.   di hadapan 

nya  

3. F.   

 

 

 76 

      <2>   ( kepada ). 

 

TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti 

1. M/F.  kepadaku 1. M/F.   kepada 

kita/kami 

2. M.  kepadamu  2. M.  kepada kalian  

2. F.  kepadamu  2. F.  kepada kalian  

3. M  kepadanya  3. M.   kepada mereka 

3. F.   kepadanya  3. F.   kepada mereka 

 

20.2.4. Akhiran Ganti Pada Particle   ( Kata Penunjuk Obyek ) 

 

TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti 

1. M/F.  -ku 

( me ) 

1. M/F.   kita/kami ( us ) 

2. M.  -mu 

( you )  

2. M.  kalian ( you )  

2. F.  -mu  

( you ) 

2. F.  kalian ( you ) 

3. M  -nya  

( him ) 

3. M.  mereka ( them ) 

3. F.  -nya  

( her ) 

3. F.  mereka ( them ) 

 

20.2.5. Akhiran Ganti Pada Particle     ( Lihatlah ) 

 

TUNGGAL Bentuk Arti JAMAK Bentuk Arti 

1. M/F.  

 

Lihatlah, aku 1. M/F.  

 

 Lihatlah, 

kami/kita 

2. M.   Lihatlah, 

engkau  

2. M.   Lihatlah, kalian  

2. F.   Lihatlah, 

engkau  

2. F.   

3. M   Lihatlah, dia 3. M.   Lihatlah 

mereka 

 

3. F.   3. F.    

 

 

 

 

 

 77 

20.2.6. Akhiran Ganti Pada Kata Benda 

 

Akhiran Ganti bila dikenakan pada akhiran kata benda untuk menunjukkan 

kepemilikan. Hanya kata benda dalam status construct saja yang dapat menerima 

Akhiran Ganti. Demikianlah    , “kata-ku” dibentuk dari construct tunggal 

  dan Akhiran Ganti dari orang pertama ( m/f ) tunggal, secara harfiah berarti : 

“kata dariku”. Demikian pula     “kata-kataku” dibentuk dari construct jamak 

    dan Akhiran Ganti dari orang pertama ( m/f ) jamak, dan arti harfiahnya 

adalah “kata-kata dariku”. 

 

Kata benda construct dengan Akhiran Ganti akan selalu diperlakukan sebagai definite 

walaupun ia tidak pernah mengenakan Awalan Penentu. Sebab adanya alasan ini, 

maka Kata Sifat dalam posisi sebagai atributif harus menempati bentuk yang tertulis 

dengan Awalan Penentu. 

 

20.2.6.1.  Akhiran Ganti Pada Kata Benda Tunggal ( Maskulin atau Feminin ) 

 

Tunggal   Jamak   

1.M/F.  -ku 1.M/F.  kita/kami 

2.M.  -mu 2.M.  kalian 

2.F.  -mu 2.F  kalian 

3.M.  -nya 3.M.  mereka 

3.F.  -nya 3.F.  mereka 

 

Contoh : 

 

 Suaraku  Hukumku 

 Raja kami  Keadilannya 

 Kitabnya  Ratu kalian 

 Kata mereka  Tahun mereka 

 Kuda Jantanmu  Kuda betinamu 

 

 

78

20.2.6.2.  Akhiran Ganti Pada Kata Benda Jamak ( Maskulin atau Feminin ) 

Tunggal   Jamak   

1.M/F.  -ku 1.M/F.  kita/kami 

2.M.  -mu 2.M.  kalian 

2.F.  -mu 2.F  kalian 

3.M.  -nya 3.M.  



mereka 

3.F.   -nya 3.F.   mereka 

Contoh-contoh : 

   Elohimku  Hukum-hukum-Mu 

 Raja-raja kami   Keadilan-keadilannya 

 Kitab-kitabnya  Ratu-ratu kalian 

  Kata-kata mereka   Putri-putri mereka 

 Kuda-kuda Jantanmu  Kuda-kuda betinamu 

TUGAS (14)

Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini ke dalam bahasa Indonesia, 

dengan terlebih dahulu memarsing/menganalisa setiap katanya ! 

     1 

  2 

  3 

   4 

    5 

    6 

 7 

 8 

 9 

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

79

DAFTAR KATA 

Membangun   002 Ayah, Bapa  001

Putri  004 Putra, 

Keturunan  003

Menciptakan (hanya 

untuk Elohim)  006 Rumah  005

Tangan (f)  008 Daud  007

Musa   010 Tidak, Bukan  009

Damai, sejahtera, 

selamat  012 Roh, angin 

(f)  011

Berbicara, 

berfirman  014 Elohim   013

Yehuda    016 Kata, hal, 

perkara.  015

Air  018 Yerikho  017

Raja  020 Memerintah 

Menjadi raja  019

Bernubuat  022 Kerajaan   021

Nama  024 Nabi  023

Tuhanku (hanya 

untuk Elohim)  026 Tuan  025

Besar  028 Bumi, negeri, 

tanah (f)  027

Hikmat (f)   030 Hikmat, 

cakap  029

Bersifat baik  032 Baik, indah, 

bagus  031

Malam   034 Hari, siang  033

Surga, langit  036 Kota (f)  035

Berkat (f)   038 Memberkati, 

memuji  037

Menyembelih, 

mempersembahkan  040 Darah  039

Mezbah  042 Kurban 

sembelihan  041

Wajah, muka, 

permukaan  044 Menghadap, 

berpaling   043

Keadilan, kebenaran  046 Di depan, di 

hadapan  045

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

 80 

Keadilan, kebenaran 

(f)  048 Keadilan, 

kebenaran (f)   047 

Tanah   050 Manusia, 

umat manusia  049 

Perempuan, istri   052 Lelaki, 

suami, orang  051 

Begitu, demikian  054 Gunung, 

pegunungan   053 

Mesir (f)  056 Setiap ,   

Seluruh,  

Semua * 

,  055 

Mata, mata air (f)  058 Kejahatan, 

dosa  057 

Suara  060 Umat, bangsa  059 

Emas   062 Batu (f)  061 

Lurus, jujur, tulus  064 Tua, orang 

tua, tua-tua  063 

Petang  066 Pedang (f)  065 

Kudus  068 Kudus,  

kekudusan  067 

Kaki (f)  070 Kepala, 

permulaan  069 

Kejahatan, 

malapetaka   072 Jahat, jelek ,  071 

Api  074 Telinga (f)  073 

Hidup (kk)   076 Bangsa  

( non-Israel )  075 

Hidup, kehidupan 

( KB/Jamak )  078 Hidup (ks)  077 

Jantung, hati, batin 

(pusat kepribadian)  080 Jantung, hati, 

batin  079 

Kuda jantan  082 Tempat  081 

Bertambah banyak   084 Banyak, 

jumlah besar  083 

Tahun (f)   086 Fasik, orang 

fasik  085 

Perak, uang  088 Jalan  087 

Imam   090 Yerusalem  089 

Jiwa, hidup (f)  092 Padang gurun  091 

Hamba, budak  094 Bekerja, 

melayani  093 

81

Pohon, kayu  096 Tugas, 

pekerjaan (f)   095

Memanggil, 

membaca  098 Mulut, 

perintah   097

Hukum, pengajaran 

(f)   100 Lagu, 

nyanyian  099

Saudara lelaki  102 Abram  101

Yang  104 Singa  103

Perjanjian (f)  106 Masuk  105

Miskin, orang 

miskin  108 Gideon  107

Pengetahuan (f)  110 Pintu (f)  109

Apa ?   112 Roti  111

Siapa ?  114 Lagu, 

Mazmur  113

Di belakang, 

sesudah  116 ( Orang ) 

lain, berikut  115

Membedakan, 

mengerti  118 Manusia, 

umat manusia  117

Di antara  120 Pengertian (f)   119

Dalam apa ? 

Dengan apa ?   122 Bulan (baru),  121

Mengapa ? Untuk 

apa ?   124 Seperti apa ? 

Berapa ?   123

Memotong **  126 Mengingat.  125

Sangat, amat, sekali  128 Menulis.  127

Membunuh  130 Kekal, 

kekekalan.  129

Mendengarkan, 

mentaati  132 Salomo.   131

Memelihara, 

menjaga, 

memperhatikan. 

 134 Samuel  

( Elohim 

mendengar). 

 133

Lihatlah !    136 Kepada.  135

Ishak  138 Laut, danau, 

Barat.  137

Mengambil.  140 Israel.  139

Menghitung, 

menulis.  142 Klen, 

keluarga 

besar (f) 

  141

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

 82 

Di atas, melawan.  144 Surat, kitab.  143 

Mengirimkan, 

mengulurkan.  146 Membakar  145 

Keputusan, 

peraturan, keadilan.  148 Mengadili, 

memutuskan  147 

Saudara perempuan 

(f)  150 Kemah.   149 

Ibu (f)  152 Tidak ada  151 

Dengan  154 Berbicara, 

berfirman  153 

Melahirkan  156 Daging  155 

Belajar  158 Beginilah, 

demikianlah.   157 

Ucapan, Firman.  160 Ratu (f)   159 

Ladang   162 Firaun.   161 

Istana, Bait Suci.   164 Kalau, 

bilamana ?  163 

Duduk, tinggal.  166 Keluar.  165 

Kasih setia.  168 Penduduk.  167 

Sebab, bahwa.  170 Kemuliaan  169 

Meninggal.  172 Memberi, 

menaruh.  171 

Mengatur.   174 Kematian, 

maut.  173 

Mengejar, 

menganiaya.  176 Perintah, 

hukum (f)   175 

Berjalan.   178 Terjadi, 

menjadi.    177 

Dengan, dekat.  180 Kanaan (f)  179 

Kesesakan, 

kesusahan (f).   182 Musuh  181 

 

Catatan : 

 

055. <a> Diterjemahkan “setiap” bila disusul oleh kata tanpa Awalan Penentu. 

               Misalnya :  “Setiap bangsa” 

                                 “Setiap hari” 

       <b> Diterjemahkan “seluruh” bila disusul oleh Kata benda Tunggal dengan  

              Awalan Penentu. Misalnya : 

 

 83 

  “Seluruh bangsa” 

  “Sepanjang hari” 

 

       <c> Diterjemahkan “semua” bila disusul oleh Kata benda Jamak dengan  

              Awalan Penentu. Misalnya : 

 

  “Semua bangsa” 

  “Semua orang” 

 

126. Bila diikuti oleh kata  (), maka terjemahannya  

        menjadi : “mengikat perjanjian” ( dengan memotong kurban ). 

 

 

KATA GANTI ORANG 

 

 

TUNGGAL  JAMAK  

, Saya, aku (m/f)  Kami/kita (m/f) 

  Engkau (m)  Kalian (m) 

 Engkau (f) ,  Kalian (f) 

  Dia (m)  ,   Mereka (m) 

  Dia (f)  ,   Mereka (f) 

 

 

 

KATA GANTI PENUNJUK 

 

 

TUNGGAL  JAMAK  

   Ini/This (m)    Ini/These (m) 

 Ini/This (f)   Ini/These (f) 

   Itu/That (m)  ,   Itu/Those (m) 

  Itu/That (f)  ,   Itu/Those (f) 

 

 84 

Bilangan Ibrani 

 

 

 x 1 x 10 x 100 x 1000 

1    

2    

3    

4    

5      

6    

7    

8    

9    

 

 

 

 

 

 

 85 

 

DAFTAR  PUSTAKA 

 

 

 

Baker, David L. Pengantar Bahasa Ibrani. Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1994. 

 

BibleWorks for Windows, Version 3,0. USA : Computer Bible Research Software, 

     1992-1995. 

 

Biblica Hebraica Stuttgartensia. West Germany :Suttgart, 1983. 

 

Boeker, T.G.R., Bahasa Ibrani, Jilid I, Batu : Institut Injil Indonesia, 1987. 

 

Kelley, Page H. Biblical Hebrew - An Introductory Grammar.  Grand Rapids :  

     W.B. Eerdmans Publishing Company, 1992. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1

DAFTAR  ISI

Daftar Isi 1

1 Waw Konsekutif 2

2 Imperatif, Larangan, Kohortatif, & Yusif 5

3 Partisip (Participle 10

4 Infinitif 15

5 Kata Kerja Yang Menyatakan Keadaan (Stative Verbs 21

6 Suffix Penunjuk Arah 25

7 Menyatakan Milik 27

8 Pola Kunyugasi Kata Kerja Biasa 30

9 Pengenalan & Penerjemahan Kata Kerja Ibrani 39

10 Suffix Pada Kata Kerja Bentuk Perfect 44

11 Suffix Pada Kata Kerja Bentuk Imperfect 47

12 Infinitif Konstruk Dengan Suffix 48

13 Tingkat-tingkat Perbandingan 51

14 Bentuk-bentuk Kata Bilangan 56

15 Langkah-langkah Praktis Dalam Eksegese Tanakh Ibrani 64

16 Menganalisa Teks Mazmur 16:1 78

DAFTAR  KATA 83

DAFTAR  KEPUSTAKAAN 88

Bahasa Ibrani II

Oleh: Stefanus Suheru, M.Si.Teol.

Sekolah Tinggi Teologi Real, Tanjung Pinang 2015

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

2

BAHASA IBRANI 2

1. WAW KONSEKUTIF

1.1. Pengertian Waw Konsekutif

Waw Konsekutif adalah bentuk khusus dari Awalan Penghubung yang dapat

dijadikan Awalan pada bentuk-bentuk kata kerja Ibrani. Pengertian waktu pada

bentuk-bentuk kata kerja tersebut melalui Waw Konsekutif diubah menjadi

kebalikannya.

Bentuk kata kerja Perfek yang didahului oleh Waw Konsekutif disebut Perfek

Konsekutif, menyatakan pengertian Imperfek. Begitu pula sebaliknya. Bentuk kata

kerja Imperfek yang didahului oleh Waw Konsekutif ,disebut Imperfek

Konsekutif, menyatakan pengertian Perfek.

Waw Konsekutif ditulis dengan Waw, plus Patakh, plus Dagesh Forte pada

Konsonan berikutnya. Ketentuannya mirip dengan ketentuan untuk Awalan

Penentu. Bila, sebagai contoh, Waw Konsekutif di depan bentuk kata kerja

Imperfek untuk orang pertama tunggal, yang dimulai dengan Huruf 'alef, maka

Dagesh Forte dihilangkan dan vokal sebelumnya harus diperpanjang ( Patakh

menjadi Qamets ).

Contoh :

rKoz>a,w" Dan aku telah mengingat ( Kejadian 6:5 ).

bTok.a,w" Dan aku telah menulis ( Yeremia 32:10 ).

Dagesh Forte juga dihilangkan oleh huruf non-Gutturals tertentu yang ditemani

oleh sebuah vokal Shewa. Hal ini terjadi sangat sering ketika Waw Konsekutif di-

prefix-kan kepada sebuah kata kerja yang dimulai dengan Yod, didukung oleh

sebuah vokal Shewa.

1.2. Fungsi Waw Konsekutif Dalam Kalimat

1.2.1. Menyatakan Pengertian Perfek

Dalam bahasa Ibrani, suatu riwayat biasanya dimulai dengan kata kerja dalam

bentuk Perfek, yang menyatakan suatu kegiatan yang sudah selesai. Kemudian,

dalam melanjutkan riwayat ini, dipakai kata kerja ( atau sejumlah kata kerja )

dalam bentuk Imperfek Konsekutif. Inilah cara yang paling umum dan

3

merupakan keistimewaan bahasa Ibrani. Sebagai contoh, lihatlah Kejadian 1:3-4

` rAa-yhiy>w: rAa yhiy> ~yhil{a/ rm,aYOw:

~yhil{a/ lDeb.Y:w: bAj-yKi rAah'-ta, ~yhil{a/ ar>Y:w: 4

` %v,xoh; !ybeW rAah' !yBe

Dua Imperfek Konsekutif dalam contoh tersebut di atas, menyatakan pengertian

waktu yang sama seperti kata kerja pertama riwayat itu, yakni     ( Bara’ )



Sebuah riwayat dapat dilanjutkan dengan sejumlah besar ( dalam Kejadian pasal

1 ada puluhan ) kata kerja yang semuanya dirangkaikan satu dengan yang lain

menurut hukum-hukum tersebut.

1.2.2. Menyatakan Pengertian Imperfek

Uraian yang dimulai dengan kata kerja berbentuk Imperfek atau Imperatif dapat

dilanjutkan dengan kata kerja ( atau sejumlah kata kerja ) dalam bentuk Perfek

Konsekutif, yang menyatakan pengertian yang sama seperti Imperfek biasa.

Waw Konsekutif pada kata kerja bentuk Perfek memiliki vokalisasi yang sama

seperti Awalan Penghubung biasa. Sebagai contoh, lihat 2 Raja-raja 5:11 :

aceyE yl;ae yTir>m;a' hNEhi rm,aYOw: %l;YEw: !m'[]n: @coq.YIw:

~AqM'h;-la, Ady" @ynIhew> wyh'l{a/ hw"hy>-~veB. ar'q'w>

` [r'coM.h; @s;a'w> dm;['w> aAcy"

1.3. Pemakaian Bersama       dan Waw Konsekutif

Orang Ibrani senang mengawali suatu riwayat dengan kata kerja       ( terjadi ).

4

1.3.1. Uraian yang menyangkut masa lampau sering dimulai dengan bentuk Imperfek

Konsekutif dari       yang dipersingkat menjadi       ( dan terjadilah ),

kemudian disusul dengan beberapa kata kerja dalam bentuk Imperfek Konsekutif

pula. Contoh : Kejadian 11:2-3 :

` ~v' Wbv.YEw: r['n>vi #r,a,B. h['q.bi Wac.m.YIw: ~d,Q,mi ~['s.n"B. yhiy>w:

hp'ref.li hp'r>f.nIw ~ynIbel. hn"B.l.nI hb'h' Wh[ere-la, vyai Wrm.aYOw: 3

` rm,xol; ~h,l' hy"h' rm'xeh;w> !b,a'l. hn"beL.h; ~h,l' yhiT.w:>

Catatan :

     merupakan singkatan dari bentuk Imperfek Lengkap        . Bilamana dibubuhi

Waw Konsekutif, maka Yod pertama tidak menerima Dagesh Forte.

1.3.2. Uraian yang menyangkut masa depan atau kegiatan yang terus-menerus dapat

dimulai dengan Perfek Konsekutif dari     , yakni        , kemudian disusul

dengan kata-kata kerja yang berbentuk Perfek Konsekutif. Contoh : Kejadian 9:14

                          

                    

TUGAS (1)

Analisalah ( parsinglah ) kata kerjanya & terjemahkanlah !

                                         

               

1

                                           2

                    3

                                 4

                5

                   6

                     7

5

2. IMPERATIF, LARANGAN, KOHORTATIF, & YUSIF

Bahasa Ibrani mengenal berbagai cara untuk mengungkapkan perintah, permintaan,

atau himbauan.

2.1. IMPERATIF

Imperatif dalam bahasa Ibrani hanya muncul untuk bentuk orang kedua saja

(Maskulin/Feminin, Tunggal/Jamak ). Imperatif ini dipakai hanya untuk

mengekspresikan perintah positif & tidak pernah mengekspresikan sebuah

larangan.

2.1.1. Bentuk Biasa

Imperatif bentuk biasa sama dengan Imperfek Biasa orang kedua, namun

tanpa Awalan Khas Imperfek. Dalam bahasa Ibrani ada empat (4) macam

Imperatif, masing-masing sesuai dengan gender ( m/f ) dan jumlah ( t/j ) pihak

yang diperintahkan. Perhatikan tabel di bawah ini !

(1)     “Ia telah memelihara, ia telah menjaga”

Imperfek IMPERATIF

2.M.Tunggal           

2.F. Tunggal                

2.M. Jamak                

2.F. Jamak                 

6

(2)     “Ia telah menghakimi”

Imperfek IMPERATIF

2.M.Tunggal           

2.F. Tunggal                

2.M. Jamak                

2.F. Jamak                 

2.1.2. Imperatif Dengan Suffix    

Imperatif Orang Kedua Maskulin Tunggal sering ditambah dengan Suffix    ,

yang dapat mempertegas perintah ( emphatic imperative ). Misalnya :

      Peliharalah !

      Tulislah ( jangan dikacaukan dengan orang ketiga

Feminin tunggal : Dia telah menulis ).

Tambahan Suffix pada sebuah Imperatif akan menyebabkan adanya perubahan

vokalisasi, sebagaimana diperlihatkan dalam contoh-contoh berikut di bawah ini :

1                      Oh Elohim, hakimilah bumi itu ! (

Mazmur 82:8 )

2             Peliharalah hidupku ( jiwaku ) !

( Mazmur 25:20 )

3            Berbaringlah denganku !

( Kejadian 39:7 )

2.1.3. Imperatif Dengan   

Sebagaimana dalam bahasa Indonesia sebuah perintah dapat diperkuat atau

diperhalus ( untuk menghormati orang yang diperintah/diminta ) melalui

penambahan akhiran -lah; demikian pula dalam bahasa Ibrani partikel    sering

ditambahkan setelah kata perintah & tidak jarang dihubungkan dengannya

melalui Garis Maqqef.

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

7

Hanya konteks yang dapat menentukan terjemahan kata yang tepat, apakah

mempertegas atau memperhalus. Berikut di bawah ini diberikan contoh-contoh

pemakaian partikel    dengan Imperatif :

1                        Hakimilah, kumohon, antara aku dan

antara kebun anggurku ( Yesaya 5:3 ).

2                        Oh TUHAN, celikkanlah matanya

( 2 Raja-raja 6:17 ).

3                       Dan kini, berbicaralah kepada sang

raja ( 2 Samuel 13:13 ).

2.2. LARANGAN

Orang Ibrani tidak pernah memakai Imperatif untuk larangan / negative commands.

Untuk mengekspresikan larangan selalu dipakai Imperfek Biasa terutama orang

kedua dengan kata ingkar    atau   .

Ada dua macam bentuk larangan yang dibedakan :

2.2.1. Larangan Sementara ( Immediate Prohibition )

Imperfek Orang Kedua didahului Kata Ingkar    menyatakan Larangan

Sementara yang berlaku pada waktu & tempat tertentu saja. Misalnya :

1         Jangan menunda ... ( Daniel 9:19 ).

2          Jangan takut ... ( Kejadian 21:17 ).

3         Jangan dengarkan ... ( 1 Raja-raja 20:8 ).

Kata Ingkar    dapat pula ditambah dengan Partikel    , misalnya :

            Janganlah kiranya ( demikian ) tuan-tuanku !

( Kejadian 19:18 ).

8

2.2.2. Larangan Tetap ( Permanent Prohibition )

Tatkala Kata Ingkar   dipakai dengan Imperfek Orang Kedua

dalam kalimat langsung (direct speech) atau dalam konteks hukum/ketetapan,

kata ingkar   mengekpresikan sebuah Larangan Tetap (Permanent

Prohibition/Absolut Prohibition).

Larangan Tetap ini biasanya ditetapkan oleh Elohim atau raja. Larangan

ini mutlak dan tidak memiliki unsur permintaan yang masih tampak

dalam

pemakaian kata ingkar   , sehingga lebih tepat diterjemahkan “tidak boleh”

daripada “jangan”. Misalnya pada 10 Hukum Elohim (Dasa Titah).

Contoh :

1                           Tidak boleh ada bagimu illah-

illah lain ... ( Keluaran 20:3 ).

2                    Engkau tidak boleh memanggil

namanya Sarai (Kejadian 17:15)

3                    Engkau tidak boleh bernubuat

melawan Israel ( Amos 7:16 ).

2.3. KOHORTATIF

Kohortatif adalah bentuk khusus dari Imperfek Orang Pertama, untuk

mengekspresikan hasrat, perhatian, dorongan pribadi, atau penetapan diri untuk

memperlihatkan suatu aksi dari si pembicara.

Bentuk Kohortatif dihasilkan melalui penambahan Suffix     pada Imperfek

Orang Pertama, dan vokal sebelum Suffix Kohortatif selalu Shewa Bersuara.

Contoh-contoh pemakaian Kohortatif :

1                       Marilah kita membuat satu

perjanjian, aku dan engkau

( Keluaran 31:44 ).

2                    Dan aku akan memelihara

hukummu terus-menerus

( Mazmur 119:44 ).

3                       Dan aku akan membuat bagi

kalian satu perjanjian kekal

( Yesaya 55:3 ).

4                          Dan kini, marilah kita membuat

satu perjanjian dengan Tuhan kita

( Ezra 10:3 ).

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

9

2.4. YUSIF

Dalam kalimat langsung ( direct speech ) tidak jarang Imperfek Orang Ketiga

dipakai dalam arti perintah tidak langsung/permintaan, yang disebut Yusif.

Misalnya :

1              TUHAN akan menghakimi.

Atau, Kiranya TUHAN menghakimi.

2           Anakku akan menulis.

Atau, Biarlah anakku menulis.

Konteks menentukan, di mana Imperfek Orang Ketiga harus diartikan sebagai

Yusif atau diterjemahkan sebagai Imperfek biasa saja.

Yusif dipakai untuk mengekspresikan hasrat pembicara, keinginan atau perintah di

mana orang ketiga adalah subyek dari aksi itu. Yusif ini diwakili dalam terjemahan

oleh kata “kiranya”, “hendaklah”, “biarlah”.

Partikel    sering ditambahkan setelah Yusif, untuk menegaskan; more emphatic.

Dalam hal ini partikel tersebut diklarifikasi sebagai particle of entreaty,

diterjemahkan “kumohon”. Berikut di bawah ini diberikan contoh-contoh

pemakaian Yusif :

1                               

 

Mohon kiranya sang raja

mengingat TUHAN Elohimmu ( 2

Samuel 14:11 )

2             Hendaklah mereka jangan

memimpin atasku ( Mazmur

19:14 ).

3                            Kiranya TUHAN menghakimi

antara aku dan antara engkau

( Kejadian 16:5 ).

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

10

TUGAS (2)

A. Pilihlah pasangan jawaban yang tepat !

( )        ( 1 Tawarikh 28:9 ) (A) Utuslah aku !

( )       ( Mazmur 119:108 ) (B) Carilah aku !

( )      ( Ulangan 31:19 ) (C) Hakimilah aku !

( )       ( Yesaya 6:8 ) (D) Biarlah aku mendengar !

( )          ( Mazmur 143:8 ) (E) Ajarlah aku !

( )          ( Mazmur 150:1 ) (F) Ingatlah aku !

( )        ( Yesaya 45:19 ) (G) Tulislah mereka !

( )      ( Amsal 3:3 ) (H) Ajarlah dia (f) !

( )       ( Mazmur 43:1 ) (I) Tolonglah aku !

( )       ( Yeremia 17:14 ) (J) Pujilah dia !

( )       ( Yeremia 15:15 ) (K) Layanilah dia !

( )       ( Mazmur 109:26 ) (L) Sembuhkanlah aku !

B. Terjemahkanlah ke dalam bahasa Indonesia !

                   1

              