darma budha 2

Tampilkan postingan dengan label darma budha 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label darma budha 2. Tampilkan semua postingan

darma budha 2


 


yaitu  kami menjadi pengingat orang lain untuk 

menjaga keutuhan rumah tangga dari orang yang telah 

melihat kami melingkar di jari manis pemilik kami 

semua. Menjaga agar jangan sampai ada orang lain 

masuk di tengah-tengah pemilik kami semua. 

Sebagian lagi berpendapat, kami kaum cincin hanyalah 

benda menjadi belenggu dan merupakan suatu simbol 

darini katan yang ‘mengikat’. Identik dengan ketidakbe-

basan, ketidaknyamanan. Sehingga banyak yang se-

ngaja atau tidak sengaja melepaskan kami yang se-

benarnya merupakan bentuk darini katan pernikahannya, 

dan akibatnya terdapat kerancuan. Banyak orang lain 

yang tidak tahu apakah seseorang telah memilikini katan 

pernikahan atau belum. Bahayanya, bila perasaan cinta 

dan sayang sudah bicara terlebih dahulu dari kenya-

taan yang ada. Permainan perasaan akan menjadi 

rumit sesudah  mengetahui sesungguhnya orang yang 

dicintai sesungguhnya telah memilikini katan dan telah 

‘terikat’ dengan orang lain. Inilah nasib kami yang 

hanya menjadi penghuni lemari pakaian atau safety box 

yang gelap.

Apakah ini menjadi dilema? Apakah kami para cincin 

yang perlu disalahkan dalam hal ini? Atau memang sym-

bol dari keterikatan itu memang sudah sangat mengikat 

dan menguasai hidup manusiakah? Atau sesungguhnya 

ketidaksetiaan dan ketidakharmonisan para manusialah 

yang menjadi pemicu dari semuanya?

Kami para Cincin hanyalah cincin, benda mati yang tidak 

bersalah. Mau dipakai atau tidak dipakai, itu yaitu  hak 

seseorang. Yang paling penting yaitu  bagaimana meli-

hat rumah tangga dapat menjadi satu keutuhan keluarga 

yang tentram, harmonis, dan serasi yang didambakan 

setiap orang. 

Kami para cincin juga yang mengingatkan para manusia 

bahwa ada kekuatan cinta kasih di dalam kami yang 

membuat dua orang yang saling mencintai melebur men-

jadi satu dalam kesetiaan. Dan, saat  rumah tangga 

sedang dalam dilema dan keributan yang besar atau 

kecil yang sedang terjadi, tataplah kami cincin kawin 

yang melekat di jari manis anda semua. Tanya pada 

diri sendiri, apakah yang mendasari sehingga kami dapat 

melingkar di jari manis anda?

Marilah wahai manusia, cobalah melihat kembali bagaima-

na proses perjalanan hidup itu sendiri. Memang sulit 

untuk mengungkapkan perasaan, khususnya perasaan 

tentang cinta, sebab  perasaan itu yaitu  sesuatu yang 

sangat abstrak dan tidak dapat dijelaskan oleh ahlinya 

sekalipun. Apapun yang terjadi dengan kalian semua, 

hanya kalian sendiri yang mampu menyelesaikannya. 

Kami hanya saksi bisu pernikahan dan pengangkatan 

janji yang diucapkan oleh kalian semua kaum manusia.

Sekali lagi, kami hanya bisa berteriak dan bercerita 

dengan kaum kami, namun  para manusia tidak pernah 

ada yang mendengarkan suara kami. sebab  mereka 

tidak akan pernah memperhatikan kami, apalagi berta-

nya tentang perasaan kami, saat  perselingkuhan ter-

jadi dan tangan mereka mengenggam lembut jemari 

orang yang bukan suami atau isterinya sendiri.

saat  aku harus berjumpa dengan yang bukan pasang-

anku sendiri, yang melingkar di jari manis orang yang 

belum aku kenal sebelumnya, namun  menjadi orang 

yang sangat aku kenal selanjutnya……… 

Ohhh… beginikah nasib para cincin di jaman ini?

Semoga tidak demikian adanya.

Biarlah kusimpan semua cerita ini, sampai alam kubur 

nanti, dan tetap akan menjadi cerita misteri bagi diriku 

sendiri. Aku yaitu  sebuah cincin dengan seribu mis-

teri. Biarkan aku bercerita kepada kalian semua…. Inilah 

‘suara hati’ kami, para cincin kawin.

Cerita ini hanyalah renungan belaka, tiada maksud lain

Janganlah iri hati melihat keberhasilan orang lain, dan som-

bong dengan kelebihan yang kita miliki. K arena kita semua 

memiliki banyak kelemahan dan kekurangan, maka kita 

perlu hidup saling melengkapi dan membantu satu dengan 

la innya, dan hidup saling berdampingan.

Seekor katak melompat ke dalam kolam dengan mu-

dahnya masuk dan berenang di air. Seekor kumbang 

melihat lompatan sang katak, menertawakannya, sebab  

katak membutuhkan banyak tenaga untuk melompat.

 

Sang katak berkata kepada si kumbang yang sombong: 

“Bila kamu memiliki badan yang ringan dan mampu 

terbang, ayo cepat lompat ke dalam air dengan cepat, 

dan tanpa perlu banyak tenaga”.

Tertawalah kumbang dengan tantangan itu. Hup. De-

ngan segera kumbang yang sedang terbang menjatuh-

kan diri dengan mudahnya ke permukaan air. namun , 

apa yang terjadi? Kumbang berhasil menceburkan diri- 

nya ke air dengan mudah, namun  membutuhkan kekuat-

an dan tenaga yang berlebihan untuk kembali terbang 

ke udara. 

Katak dan Kumbang

Sang katak yang berhati baik, segera membantunya 

untuk keluar dari permukaan air. namun , sesampainya 

di darat, kumbang jatuh dan terbalik dengan posisi 

kaki  berada di atas. Dengan sekuat tenaga, kumbang 

berusaha untuk membalikan badannya dan mengepakkan 

sayapnya, namun  tetap tidak berhasil. Sang katak menjadi 

iba dan dengan lidahnya membantu membalikan kembali 

badan sang Kumbang.

Sang Kumbang segera sadar dengan kesombongannya, 

dan ia berterima kasih kepada guru kehidupan barunya 

yaitu sang katak nan baik. Ia menjadi mengerti sesung-

guhnya segala sesuatu terjadi sesuai dengan kelebihan 

dan kekurangan masing-masing. Maka, janganlah iri hati 

melihat keberhasilan orang lain, dan sombong dengan 

kelebihan yang kita miliki. sebab  kita semua memiliki 

banyak kelemahan dan kekurangan, maka kita perlu 

hidup saling melengkapi dan membantu satu dengan 

lainnya, dan hidup saling berdampingan.

Saat kegalauan muncul, ditambah dengan persepsi dan 

bentuk-bentuk pikiran, semakin komplekslah persoalan 

yg ada. Kita mampu menjadi sutradara film action, 

sedih, maupun horor sekalipun. Diri sendiri sekaligus 

menjadi pemerannya, bisa menjadi pemain  antagonis, 

atau protagonis. 

Apapun yang dilihat orang terhadap kita, semua terka-

dang semu belum bisa mengetahuini si hati seorang 

pemain lakon ini . Semakin galau, alur film se-

makin berantakan dan berakhir menyedihkan bukan 

menjadikan hidup semakin indah melainkan semakin 

parah adanya.

Resep biar tidak galau? Banyaklah BERGAUL 

dengan orang bijaksana. Belajar akan arti kehidup-

an, dan bisa merasakan GALAU di tengah KeTidak-

Galau

GALAUan dan GAUL dalam keGALAUan agar hidup bisa 

lebih berwarna, dan bertambah bijaksana, setidaknya 

bisa lebih ceria, dan menjadi sutradara film lucu atau 

romantis. Walaupun sulit menghindari dari kegalauan 

namun  setidaknya tetap tersenyum dan tertawa mengha-

dapi si Galau itu sendiri, sampai lelah galaunya dan 

muncullah kebijaksanaan di hati.

Dahulu orang harus sakti dulu untuk melihat semesta 

alam, sekarang telah banyak teropong sakti yang 

mampu merekam pergerakan alam semesta. Melihat 

alam semesta, tak ada kata-kata yang dapat mewakili 

apapun untuk mengungkapkan sesuatu yang berada di 

luar batas pengetahuan manusia.

Melihat tanpa persepsi, mendengar tanpa telinga, bicara 

tanpa berkata. Merasakan tanpa menyentuh, menyadari 

semua itu ada dan dirasakan bahwa diri manusia juga 

yaitu  bagian dari semesta, terdiri dari milyaran sel 

yang terus bergerak hidup dan mati, peredaran udara 

dalam tubuh, proses respirasi, oksidasi, dan semua 

gerak-gerik organ tubuh, yang bekerja dengan sendi-

rinya, tanpa harus dikendalikan oleh si AKU. 

sebab  si AKU terlalu sibuk berpersepsi, terlalu sibuk 

Aku

melihat keluar, mendengar keluar, merasakan dengan 

perasaan dan sensitivitas antara suka dan tidak suka. 

AKU terlalu banyak bicara tentang diriKU, milikKU, 

PunyaKU, KekuatanKU, CintaKU, HargadiriKU, EGOKU, 

dan semua tentang AKU.

Melupakan bahwa tubuh ini berproses tanpa AKU dan 

bukan MilikKU, akan terpisah dan berubah dariKU, akan 

ditinggalkan dan terurai sebab  sakit, dan penyakit. 

Tubuh yg dibanggakan akan berubah. Tidak dapat diken-

dalikan, penyakit datang menyerang dan menggerogoti, 

sudah tak mampu dipantau lagi oleh si AKU.

sebab  AKU hanya memikirkan perasaan, persepsi, dan 

semua tentang keuntungan dan kemenanganKU.

Mari Mulai kenali AKU, tundukkan AKU, dan Hadapi 

AKU, sebab  AKU sesungguhnya bukan MilikKU.

Menyalahkan orang lain kita yaitu  hal yang sering 

terjadi, sebab  didasari ketidaktahuan. Menyalahkan diri 

sendiri dan larut dalam kesalahan serta menghukum 

diri sendiri, juga kurang bijaksana.

Memang faktor-faktor kesedihan, depresi, dan keke-

salan, bisa datang dari luar maupun dari dalam diri. 

namun  sesungguhnya diri sendirilah yang bertanggung 

jawab atas semua perbuatan yang telah dilakukan 

sendiri. Faktor-faktor luar hanya memberikan kondisi 

cepat masaknya bibit-bibit buruk dalam diri kita. Me-

nyebabkan semua kondisi menjadi tidak mendukung, 

menjadi negatif dan menjadi semakin parah.

namun  jangan lupa pula faktor-faktor keberhasilan, ke-

bahagiaan, dan kesuksesan juga datang dari luar dan 

dalam diri sendiri. Kita menikmati hasil kebaikan yang 

kita tanam, dan kita sendiri yang harus rajin menanam 

kembali, mengarap, dan merawatnya. 

Faktor-faktor luar membantu, mempercepat, dan memberi 

kondisi dari cepat matangnya bibit kebaikan. Memper-

indah yang kurang indah, mengurangi yang seharusnya 

parah, dan membuat sesuatu menjadi lebih baik lagi.

Kesedihan dan kebahagiaan yaitu  ibarat koin dengan 

dua sisi, saat sisi yang satunya terbuka, sesungguhnya 

di sisi lain selalu bersamanya, hanya sebab  tertutup 

maka tidak begitu terasa. Padahal sesungguhnya baik 

dan buruk berbuah selalu bersamaan, hanya intensi-

tasnya ada yang kuat dan ada yang lemah.  Dengan 

menyadari hal ini, kita jangan menjadi pesimis, melain-

kan harus optimis menjalani hidup ini apa adanya.

Bertobat, bertekad, dan bersyukur dalam hidup, mem-

praktekkan apa yang baik untuk diri sendiri dan orang 

lain, yaitu  kunci kebahagiaan untuk semua mahluk.

Membiasakan diri membantu orang lain, bila diteruskan 

akan memberikan arti dan makna tersendiri yang bisa 

dirasakan orang lain maupun diri kita sendiri. Kebaha-

giaan dari berbagini tu jauh lebih manis dari apapun 

juga. Kebahagiaan meringankan beban orang lain, juga 

lebih indah dari apapun juga. Mari sebarkan kebajikan 

kepada yang lain, agar diteruskan dan terus-menerus 

menyambung menjadi jalinan cinta kasih dan kasih 

sayang.

Nenek Moyang kita terkenal dengan sifat gotong-royong, 

tenggang rasa, tepo seliro, sebab  mereka menyadari 

ajaran Budi (budhi) menekankan pada praktek dari 

pada sekedar teori belaka.

Jaman sekarang, yang katanya semakin banyak ajar-

an agama dianut bangsa kita, namun  semakin gersang 

Berbagi

rasa kebersamaan, semakin kering batin untuk saling 

membantu sebab  kepentingan pribadi, golongan, apalagi 

bila sudah bicara SARA. Mari kita kembali pada ke-

murnian dan ketulusan jiwa. Bantulah sesamamu tanpa 

membeda-bedakan, maka SURGA akan dapat kita rasa-

kan di SINI, SEKARANG, SAAT INI, jangan tunggu kita 

meninggal dunia.

Bagaimana bisa selembar kain sutra mengosok batu 

besar sampai hancur, dan digosoknya setiap 100 ta-

hun sekali. Demikian sungguh lama usia bumini ni. Tak 

terukur dengan ukuran apapun.

Orang sibuk memikirkan terjadinya bumi dan akhir ke-

hancuran bumi. Seperti halnya seorang yang sedang 

terluka parah sebab  panah beracun, sibuk mencari 

identitas pemanah, jenis panah, jenis racun, dan mo-

tivasinya. Sebelum semua terjawab, orang itu sudah 

mati sia-sia. Alangkah bijaknya bila orang ini  

segera mencari penawar dari racun yang sangat cepat 

bekerja itu.

Usia manusia begitu singkat, namun  sibuk memikirkan 

hari kiamat. Alangkah bijaknya bila kita mengobati diri 

sendiri dari segala bentuk racun kejahatan, dan men-

cabut tiga akar kejahatan, yaitu keserakahan, kebencian, 

kebodohan bathin, juga mengatasi belenggu sumber dari 

segala penderitaan, yaitu nafsu keinginan rendah yang 

membelenggu setiap insan. Ini semua ditunjukan bagi 

praktisi yg ingin berjuang keluar dari roda samsara.

Bagi kita manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, 

minimal kita dapat mengurangi kejahatan, menambah 

kebajikan, dan belajar menetralisir bentuk-bentuk pikiran 

yang tak menentu.

Belajar untuk menjadi manusia yang jauh lebih baik, 

jauh lebih bijaksana, dan memiliki kasih sayang dan 

cinta kasih. Semua halangan yaitu  perkembangan dari 

bentuk-bentuk kemajuan batin. Jadikan setiap masalah 

sebagai bentuk pengembangan kematangan dalam pola 

berpikir dan bertindak.

Ada mereka yang senang dengan kegagalan orang 

lain, dan selalu berusaha untuk mengagalkan orang 

lain. Tidak menyadari kesenangannya itu dapat mem-

bawa penderitaan bagi dirinya dan orang lain. namun , 

saat kejadian yang sama menimpa dirinya, apakah 

dapat bersikap biasa, acuh tak acuh? Apakah masih 

dapat tertawa? Inilah kondisi dunia, dengan segala 

warna warninya.

Ada orang yang senang ber’mudita’, yaitu bahagia dan 

simpati melihat keberhasilan orang lain. Tanpa disa-

darinya, rasa mudita citta ini justru akan memperkaya 

batinnya, membuat hidupnya terasa ringan dan indah. 

Dengan mendukung orang lain untuk sukses, dan 

menyatakan bahagia atas keberhasilan orang lain, saat 

itulah kita mulai belajar menghargai jerih payah orang 

lain, dan tanpa disadari kita juga akan mudah dihargai 

orang lain.

Kata-kata mudita mudah diucapkan namun  sulit dipraktek-

kan. Mengapa? sebab  ber’mudita’ terhadap orang lain, 

yaitu  sebuah pertarungan antara EGO dan Tiada Ego. 

Saat kita sudah ber’mudita’, maka tanpa disadari Ego 

kita pun akan segera melemah, dan mulai belajar un-

tuk menghargai sebuah perjuangan, baik perjuangan diri 

sendiri atau perjuangan orang lain.

Pagi ceria, pagi nan cerah.

Mari langkahkan kaki untuk beribadah.

Dalam Kehidupan yang semakin gerah.

Tetap semangat, jangan sampai pasrah.

Apalagi tunggu sampai menyerah.

Dengan agama, segalanya pasti terarah.

Udara segar, matahari pun terang.

bunga mekar, burung-burung berdendang.

Hati harus tegar, walau badan sedang meriang.

Bila hidup bugar, wajah pun terlihat terang.

Jangan gusar, bila ingin hidup tenang.

Jangan gahar, mati pun pasti tenang.

Berjiwa besar, sampai menjadi pemenang.

Pemenang kehidupan yaitu  Ia yang telah menaklukan 

Sang Aku.

Menjalani  jalan, dengan semangat dan tidak kaku.

Perpegangan pada semangat “tanpa Aku”.

sebab  segala sesuatu sesungguhnya bukan milikKu.

Hanya numpang lewat dan semua akan berlalu.

Menyadarini ni semua, maka batin tidak akan ragu.

Untuk terus semangat dan terus melangkah maju.

Ada seorang suami yang suka mengeluh tentang se-

mua hal. Dimulai dari keluhan tentang istrinya yang sok 

ngatur, anaknya yang bandel, rumahnya yang sempit, 

ditambah mertua yang ikut dengannya. Suamini  i 

setiap hari selalu marah-marah. Sampai akhirnya, dia 

menghadap Master Zen dan mencari solusi. Master 

Zen menyuruhnya untuk membeli sepuluh ekor ayam, 

delapan betina dan dua penjantan. Lalu, ia pun mem-

beli dan memasukan ayam-ayam ini  ke dalam 

rumahnya. Apa yang terjadi kemudian? Sudah dapat 

ditebak, rumahnya semakin berantakan, bulu-bulu ber-

serakan dan bau.

Ia mencari Master Zen lagi. Master Zen menyuruhnya 

untuk membeli dua ekor kambing untuk dimasukkan 

ke rumahnya.  Wahh semakin berisik. Ayam berkotek, 

kambing mengembik, dan ia pun tidak tahan mencari 

Pencerahan

Master Zen itu lagi. Kata Master Zen,  “apa rasanya?” 

“Neraka Kuadrat,” jawab laki-lakini tu.

“Sekarang, keluarkan semua binatang itu dari rumahmu 

dan danakan kepada yang benar-benar membutuhkan,” 

ujar Sang Master. Esok harinya, laki-laki  itu datang 

dengan penuh pencerahan. Ia berkata, “benar-benar sur-

ga sekarang rumahku, lega rasanya, suara lebih tenang, 

damai, tidak kotor dan bau, isteriku ternyata jauh lebih 

hebat dalam mengerjakan semuanya, bandelnya anak-

anakku bukanlah apa-apa, dan mertuaku yaitu  orang 

yg paling sabar dan bijaksana di rumah. Saat kuberikan 

binatang-binatang ini  pada mereka yang membutuh-

kan untuk dipelihara, betapa indahnya pancaran keba-

hagiaan di wajah mereka. Aku sadar sekarang ternyata 

hatikulah yang sempit, bukannya rumahku yang sempit 

dan keluargaku yang bermasalah.

“Pencerahan yaitu  saat kau merasakan kebebasan 

yang sesungguhnya dari kebesaran hatimu” ujar Master 

Zen ini .

Sumber cerita: Kisah Bijak, Dikisahkan kembali dengan 

bahasa sendiri oleh NX.

Semaikanlah Bibit Cinta di Hatimu

saat  Kemarahan menguasaimu…

saat  Ketakutan mengancammu…

saat  Ketidakpastian menghadangmu…

saat  Kesombongan meliputimu…

Saat Keserakahan menghasut dirimu,

Saat Kekeringan melanda batinmu,

Saat Kehampaan mengisi relung bathinmu,

Saat Kegelapan menjadi bagian hidupmu,

Tidak perlu kau cemaskan semua itu.

Tidak perlu kau menghindari semua itu.

Tidak perlu kau berlarut di dalamnya.

Bila Gelap akan berubah menjadi Terang.

Bila Api tetap padam sebab  Air.

Bila emosi akan luntur dengan cinta, Sadarilah semua 

pelajaran hidup kita, yang mampu membuat kita dewasa 

dan menghargai setiap hitam putih lembaran kehidupan.

Semua itu sebab  belum tumbuhnya bibit-bibit kebajikan 

yang kau semai. Merajalelanya bibit-bibit liar yang meng-

hiasi ladang dan taman batinmu.

Bila saja kau ingat akan bibit unggul dari Cinta Kasih 

yang pernah kau tanam di hatimu. Sebuah bibit yang 

akan menjadi kekuatan dalam menghadapi hidup, bibit 

yang akan terus berkembang menjadi pohon kehidupan. 

Sampai saatnya untuk berkembang dan tumbuh, ia akan 

terus beranak-pinak, dan akan terus menyemai bibit-bibit 

baru dalam batinmu.

Hanya saja…

Mampukah kau merawatnya, menyiraminya, memupuknya, 

membersihkan sekitarnya dari rumput- yang 

akan menghalangi pertumbuhannya? Mencabut pohon-

pohon kecil dari bibit ketakutan, kejahatan, dan kesom-

bongan yang tumbuh di sekitarnya?

Berikan ruang lingkup yang besar dan perhatian penuh 

padanya, agar Ia dapat menjadi pusat dari segenap 

perhatianmu.

Maka yakinlah… hidupmu akan jauh lebih berarti saat  

Kemarahan berubah menjadi cinta,

ketakutan akan menjelma menjadi keyakinan diri, ke-

sombongan perlahan menundukkan kepalanya. Kese-

rakahan berdampingan dengan kedermawanan dan ikut 

juga mengulurkan tangannya bagi sesama. Kekeringan 

akhirnya mendapat kan hujan cinta yang selalu mem-

basahi hatimu, tiada hampa yang tidak berarti sebab  

telah mengerti hakekat dari kesunyataan dan kekosong-

an yang sejati.

Langit mendung akan berubah menjadi terang demikian 

dengan Batin yang gelap akan berangsur-angsur penuh 

dengan cahaya cinta yang tidak akan pernah padam.

Sayangilah dirimu,

Sayangilah orang disekitarmu,

Sebarkanlah bibit-bibit Cinta,

Penuhilah Bumi dengan Cinta

Dalam perjalanan panjang kehidupan, tentu ada saatnya 

stuck di jalan. Baik sebab  lelah dalam mengarungi 

hidup, atau sebab  hambatan dari luar, rintangan, dan 

jalan yg tidak mulus. Hal itu yaitu  hal-hal yang masih 

bisa diatasi.

namun , kalau stuck sebab  pikiran sendiri yang menjadi-

kan semua menjadi rusak, berantakan, yah sebab  pola 

berpikir dan pandangan kurang benar membuat semua 

menjadi kacau balau.

Pikiran ini mau baik, dibawa santai, dibawa benar 

semua akan menjadi baik. namun , juga bisa dibawa 

kacau, mumet. Bahkan hal-hal kecil saja bisa menjadi 

gempa dan perang batin. Padahal, bila semua bisa 

diselesaikan dengan baik-baik, mengapa mencari pen-

deritaan?

Ego

Pada dasarnya, ego inilah penyebab dari kekacauan di 

dunia. Tidak ada orang yang mau disalahkan. Tidak 

ada orang yang mau dikritik. namun , bila direnungkan 

kembali semua demi kebaikan kita, semua demi kema-

juan diri sendiri. Dan inilah saatnya mengalahkan dan 

menaklukan si ego.

Susah... Mang susah... Tapi lebih susah lagi kalo si ego 

yang sudah berkuasa atas pikiran ini. Penderitaan akan 

terus berkepanjangan.....

Jadi mari berdamai dengan kehidupan....

Manusia dilahirkan memiliki tugas dan misi khusus yang 

harus diselesaikannya. Semua perjalanan yang panjang 

tentu penuh dengan lika-liku serba-serbi warna hidup.

Mereka yang gagal dalam hidup akan lebih menghar-

gai kehidupan. Mereka yang pernah jatuh akan sangat 

menghargai arti kejatuhan. Mereka yang telah terkuras 

air matanya, akan semakin mengerti betapa mahal arti 

setetes air mata. Semua perasaan, pengalaman, setiap 

kondisi apapun yaitu  pupuk untuk pohon kehidupan 

yang tumbuh dalam jiwa kita.

Bila kita dapat menjadikan semua hal pahit sebagai 

obat mujarab di dalam perjalanan hidup kita, perca-

yalah suatu saat nanti kita dapat mengerti lebih jauh 

lagi tentang apa tujuan hidup ini.

Bangkitkan semangat dan jiwa ksatria kita, buka lem-

baran baru, hapuskan air mata, simpan energi untuk 

perjalanan yang masih panjang, sebab  hidup bukan 

cuma sekedar hidup. 

Bila mau hidup, maka harus bisa menerima perubahan, 

proses, dan pengorbanan.

Bila tidak dapat menghargai secangkir air yang mem-

berikan kesegaran kepada yang dahaga, apa arti dari 

berbagai hidangan mahal yang tersajini ndah?

Bila tidak dapat menghargai sepiring nasi yang meng-

hilangkan derita kelaparan, maka apa arti dari segengam 

berlian di lemari besi?

Bila tidak dapat menghargai orang yang selalu disam-

pingmu, apa arti dari seorang sahabat sejati yang selalu 

kau cari?

Bila tidak dapat menghargai mereka yang melayanimu, 

apa arti dari pengorbanan orangtua dan saudaramu?

Ternyata begitu besar hal-hal kecil yang luput kita per-

hatikan dan dibiarkan begitu saja, tercampakan dan tidak 

diperhatikan. Sesendok garam di dalam sup yang mem-

buat enak hidangan kita berasal dari garam di lautan 

luas. Mulailah memperhatikan hal-hal kecil, maka kita 

akan mendapatkan yang besar.

wanita  mudah sekali terpengaruh perasaannya, 

terutama dalam menghadapai masalah cinta. namun , 

wanita  memiliki kesanggupan dan sangat setia 

dalam mengasuh dan membesarkan anak yang dilahir-

kannya, ada atau tanpa kehadiran suaminya.

Sedangkan, pria lebih mudah dipengaruhi oleh kete-

naran dan kekuasaan. Pria sulit sekali terbebas dari 

godaan wanita  cantik, mudah untuk melupakan 

pasangan hidupnya yang telah setia mendampingi dan 

membesarkan buah hati mereka. Padahal wanita  

cantik lain pilihannya hanya tergoda dengan harta 

benda dan kedudukan, jarang sekali yang benar-benar 

menampak-an cinta kasihnya yang terdalam.

Anak-anak memiliki orang tua sebagai panutan dan 

idolanya. Siapa yang terbaik di mata seorang anak 

Peran

yaitu  motivasi dalam hidupnya. Anak-anak memiliki cita-

cita dan impiannya sendiri. Tanpa bantuan dan dorong-

an semangat dari orang yang disayanginya, mereka 

tidak akan tumbuh berhasil dan sukses. Apapun bentuk 

kehidupan yang mereka dapatkan dan terima, mereka 

tidak bisa mengeluh. Hanya merenung dan terus me-

renung untuk melanjutkan hidupnya demi orang yang 

disayangnya.

Saudara-saudaraku semua, berprestasilah. Tunjukkan se-

mangatmu. Isilah hidup ini dengan hal-hal yang berman-

faat dan berguna bagi sesama. Memberikan yang terbaik 

yang bisa kita lakukan selagi masih bisa berkarya, dan 

berprestasi.

Untuk itu perlu direnungi: Dapat mengenal diri orang 

lain yaitu  pandai. Dapat mengenal diri sendiri yaitu  

bijaksana. Dapat mengalahkan orang lain yaitu  kekuat-

an. Dapat mengalahkan diri sendiri yaitu  kemenangan 

sesungguhnya. Pada saat melihat orang lain mendapat 

kesempatan dan peluang atau perlakuan istimewa, tak 

perlu berkecil hati, iri hati, marah, atau patah semangat 

menjalani hidup, sebab  pada hakekatnya setiap orang 

MEMETIK apa yang telah DIA TANAM.

Biasanya orang yang sudah mematok “CINTA MATI” 

akan mengalami dua hal. Pertama, ia yaitu  orang 

yang paling bahagia dengan pilihannya bila dapat ber-

sama sampai mati nanti, sebab  hanya dengan pilihan-

nyalah Ia bisa benar-benar bahagia. Kedua, ia yaitu  

orang yang paling menderita bila tidak memperoleh cin-

tanya, atau seseorang yang dicintainya meninggalkan-

nya. Ia tidak akan bisa menerima kenyataan dari harga 

mati yang sudah di patoknya dari awal, bahkan kondisi 

terparah deritanya kadang terbawa sampaini a mati.

Harga dari sebuah cinta mati sangatlah mahal, sebab  

terdiri dari dua unsur. Pertama unsur kesetiaan, inilah 

yang paling mulia dari sifat manusia di muka bumi.

Kedua unsur kebodohan, sebab  tidak dapat menerima 

perubahan dan kenyataan hidup. Hidupnya menjadi 

‘mati rasa’ bila seseorang yang dicintainya mening-

Cinta Mati

galkannya, sebab  harga mati yang telah ditanamkan 

ternyata membuat ia ‘mati’, kecualini a bisa ‘bangkit’ dari 

‘mati’.

Kehidupan yang serba pesat dan canggih di masa ini, 

membuat hubungan antar manusia semakin membingung-

kan dipenuhi oleh berbagai dilema. Hubungan suami 

isteri banyak yang tidak lagi harmonis, saling curiga, 

saling tuding, bahkan saling menghianati. Yang dulunya 

berkata “kamulah cinta sejatiku”, saat ini berkata kamu-

lah “musuh sejatiku” hanya sebab  sudah tidak lagi ‘se-

hati’. Sepertinya pisah ranjang, perceraian sudah menjadi 

hal biasa. Bahkan kata “Cerai” bagi mereka yang sudah 

tidak lagi memikirkan masa depan anak-anak dan pe-

rasaannya sendiri merupakan “HARGA MATI.” Bayangkan 

awal pernikahan disebabkan oleh CINTA MATI namun  

berakhir pada CINTA yang telah MATI.

Sebenarnya bila kita mau meluangkan waktu lagi un-

tuk berpikir tentang cinta dan permasalahannya. Tiada 

yang benar dan tiada yang salah. sebab  semua kem-

bali pada cara berpikir dan pola pandang kita tentang 

CINTA. Sudah dikatakan oleh Zhu Pat Kai bahwa “Cinta 

Derita Tiada Akhir” artinya CINTA itu membawa DERITA, 

namun  sebab  CINTA juga maka Hidup ini akan jauh 

lebih hidup.

Bila kita terus-terus membawa sisi negatif tentang cinta, 

maka dalam hidup ini kita tidak akan merasakan keba-

hagiaan sebab  cinta. Tataplah mata anak-anak anda, 

benarkah sudah tiada cinta lagi di sana?

Tataplah pasangan anda bila sedang ribut besar, apa-

kah anda ribut sebab  kebencian atau sebab  cinta. 

“Cemburu Besar” apakah sebab  benci atau sebab  ia 

sangat mencintai anda. “Marah Besar” apakah sebab  

benci atau sebab  membutuhkan perhatian dari anda? 

Lalu, bila sebab  CINTA mengapa harus BERPISAH? 

sebab  sebenarnya semua memiliki CINTA hanya ka-

rena EGO yang menutup membuat diri anda menjadi 

menderita selamanya.

Sekali lagi pilihan selalu ada di tangan anda, anda 

mau mempertahankan cinta mati anda, atau mati ka-

rena cinta? 

Hidup yaitu  proses belajar dan berjuang, berjuang me-

naklukan diri sendiri, berjuang memperbaiki diri, berjuang 

menjadi yang terindah bagi orang-orang di sekitar kita dan 

bagi diri sendiri. Perjuangan memang sulit, namun  bukan 

berarti  tidak bisa dilakukan. Semua butuh pengorbanan.

Bila saja waktu dapat terulang, maka kebahagiaan 

akan menyelimuti setiap insan, sebab  tidak akan ada 

penyesalan. Hanya saja, waktu terus bergulir dan tidak 

akan pernah terulang kembali dan meninggalkan banyak 

kenangan dan penyesalan. Hidup saat ini dan kemu-

dian bukan untuk ditangisi, bukan untuk disesali, bukan 

untuk diratapi.

Yang dapat kita lakukan yaitu  bahagiakan setiap 

orang sebelum penyesalan itu terjadi. Yang dapat kita 

berikan yaitu  sesuatu yg terindah dan tulus kepada 

orang yang kita sayangi selagi masih bersama. Yang 

dapat kita rasakan yaitu  bahagia saat berjalan, ber-

canda, dan tertawa bersama dalam suka dan duka 

dengan orang yang berarti bagi hidup kita. Bila semua 

masih sama, bila semua masih ada, bila semua masih 

tersedia waktu untuk kita berbakti, berbagi, bercanda 

Pejuang Kehidupan

bersama. Hal inilah merupakan kondisi yang indah untuk 

ke depannya.

Hidup yaitu  proses belajar dan berjuang, berjuang 

menaklukan diri sendiri, berjuang memperbaiki diri, ber-

juang menjadi yang terindah bagi orang-orang di sekitar 

kita dan bagi diri sendiri. Perjuangan memang sulit, 

namun  bukan berarti  tidak bisa dilakukan. Semua butuh 

pengorbanan.

Mari kita mengisi hidup agar lebih hidup lagi, penuh 

cinta kasih, kasih sayang, kesabaran, kebijaksanaan dan 

tekad mulia agar kita mampu menghadapi kehidupan 

yang serba tidak pastini ni, dan menjadi pejuang yang 

baik untuk diri sendiri dan orang lain.

104

Berbuat baik harus rutin dan terus menerus dilakukan, 

harus sering disadari, harus dijalani, dan disemangati. 

Sedangkan perbuatan jahat melalui ucapan, perbuatan 

dan pikiran, tak terasa terus-menerus mengalir tanpa 

disadari. Untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi baik 

itu memang membutuhkan perjuangan ekstra keras.

Lucunya, semua orang ingin hidup bahagia, hidup 

damai, hidup tenang, hidup penuh berkah, rejeki terus 

mengalir, usaha bertambah maju, prestasi semakin ba-

gus. Padahal itu semua kan akibat dari tanaman pohon 

kebajikan yang ditanamnya. Kebanyakan orang maunya 

banyak, namun  malas untuk menanamnya. Dipikirnya 

semua berkah yang datang itu mengalir dengan sendi-

rinya, sebab  beranggapan bahwa rejeki sudah diatur 

dari langit. Padahal yang turun membasahi bumini tu 

air hujan, nggak pernah turun hujan duit dari langit. 

Berbuat Baik

Dan bila saja turun uang logam dari langit, bisa pada 

hancur semuanya kali yah?

Para dewata, malaikat,  Bodhisattva, hanya mampu 

memberkati, memberikan kondisi agar bibit kebajikan 

yang ditanam itu tumbuh subur, menjadi pohon kebajikan 

yang bebas dari hama dan gangguan, agar buahnya 

bisa lebat bila waktunya berbuah. Diri sendirilah yang 

harus menanamnya. 

Sedangkan bibit-bibit kejahatan itu seperti benalu yang 

tumbuh subur, menghisap nilai-nilai baik yang ada dalam 

pohon kebajikan, mengkerdilkan tanaman kebajikan di 

ladang hati kita. Tugas kita yaitu  mencabut semua 

bibit-bibit jahat yang tidak sengaja tertanam, menjaga 

bibit-bibit kebajikan yang ada. Ini yaitu  tugas manusia 

yang harus menjadi penggarap bagi lahan perbuatannya 

sendiri.  Jangan melempar tanggung jawab pada orang 

lain atau makhluk lain. Bertanggungjawablah pada per-

buatan kita sendiri.

Jangan tunggu ada masalah baru sibuk mencari solusi 

dan jalan keluarnya. Belajarlah Dharma yang mampu 

menuntun kita menghadapi hidup yang memang tidak 

pernah pastini ni, sehingga tidak limbung dalam berjalan, 

tidak patah arang dalam menghadapi semua rintangan 

dan buah karma buruk yang datang menghantam kita. 

Semoga Semua Mahluk Berbahagia. Amitofo. 

Sesuatu itu bila dicari-cari, makin tidak kecari. Saat 

tidak dicari, muncul sendiri. Sesuatu itu bila dikejar 

makin tak terkejar. Bila tidak mengejar, malah balik 

dikejar. Sabar itu harus berkorban, namun  biasanya yang 

jadi korban mana bisa bersabar.

Saat Sehat apapun dimakan, begitu sakit makan enak 

apapun terasa hambar. Saat kerja, bermalas-malasan. 

Begitu jadi pengangguran sekalipun rajin, orang malas 

kasih kerjaan. Lucunya dunia, apa dunia yang lucu? 

Mentertawakan dunia, kemudian dunia mentertawakan 

kita. Inilah yang disebut Dian Dao Meng Xiang.....

Sebait Pesan

Jangan menyerah di saat kesuksesan itu tinggal be-

berapa langkah lagi. Jangan sebab  satu rintangan 

menggagalkan semua cita-cita yang ada.

Jangan patah semangat di saat tujuanmu hampir diraih. 

Terus berjuang lakukan yang terbaik, sebab  mereka 

yang terusik akan mengagalkan setiap langkah dan 

rencanamu.

Jangan gentar hanya sebab  satu suara sumbang me-

nahan langkah kakimu, sebab  di sana terdapat suara-

suara indah menantimu kemudian.

Jangan sia-siakan orang tua yang selalu bersama 

kita di saat senang maupun sedih. Ia akan selalu 

mendorong kita menuju kebahagiaan. Selalu mendoa-

kan kita di saat kita sedang gundah. Selalu memberi 

Just Do Your Best

109

motivasi terindah untuk diri kita. Dan seandainya mereka 

telah tiada, mereka akan selalu memberkati dari alam 

bahagia di sana.

Jangan down hanya sebab  satu orang mencemarkan 

namamu. Bila semua itu yaitu  ketidakkebenaran, maka 

pencemaran itu ibarat lumpur yang  dilempar ke ham-

paran lautan luas.

Jangan sampai menghentikan langkahmu, sebab  per-

jalanan masih jauh dan masih panjang. Mari berjuang 

dalam langkah pasti mengarungi samudera kehidupan. 

Just do Your best...

Saat semua berjalan dengan baik penuh ketenangan, 

kesabaran, dan keyakinan diri, apapun yang terlihat 

sulit bisa menjadi mudah.

namun , saat diri kita panik, resah dan gelisah, emosi 

naik turun, perasaan terombang ambing, krisis percaya 

diri, apapun yang mudah dapat terlihat sangat rumit 

dan susah untuk dipecahkan.

Saat kita mengalami perasaan bahagia, semua hal 

yang tidak menyenangkan hanya akan dihadapi dengan 

senyuman, dan tidak menjadi beban di hati.

Saat kita mengalami perasaan galau, bimbang dan 

tidak bahagia, semua hal yang menyenangkan pun bisa 

menjadi masalah baru, dan salah berucap, maupun 

bersikap akan menjadi beban terbesar dalam hati.

Fenomena

Menurut orang bijaksana, semua fenomena, bukanlah 

fenomena, namun  hanyalah fenomena. Artinya, semua 

fenomena itu ada, namun  bentuk-bentuk perasaan, pikiran, 

dan keadaan dari kesadaran kita yang membuat semua 

fenomena itu menjadi mudah, rumit, ada atau tiada. Bila 

dicermati hakikatnya, sesungguhnya semua itu hanyalah 

fenomena biasa.

Lalu mengapa pengaruhnya menjadi luar biasa? sebab  

kemelekatan, ketidaktahuan dan keakuan.

Selama kita masih memiliki ketiga hal itu, wajar aja 

semua fenomena tetap menjadi fenomena yang membuat 

pusing kepala. Jadi senang, sedih, bahagia, menderita 

yah wajar apa adanya...

Masalahnya, mau membuat diri kita tambah bahagia 

atau menderita? Nah, pilihan ada di tangan kita sendiri. 

Hayooo apa pilihanmu?

Sejak dahulu sudah memiliki karma buruk, saat ini 

susah untuk membayarnya, masih berhutang karma bu-

ruk baru lagi. Hidup penuh ketidakjelasan, sebab  tidak 

pernah sadar untuk berubah. 

Saat dahulu penuh kebencian, saat sekarang tak mau 

berubah, malah terus membenci, akhirnya tidak akan 

pernah bahagia.

Sejak dahulu sering berbuat jahat, sekarang banyak 

berbuat baik. Saat kemalangan menimpa, tetap masih 

ada orang yang membantunya, dan di sana masih ada 

jalan keluar.

Sejak dahulu memiliki cinta kasih, saat ini masih terasa 

penuh cinta, dan terus mengembangkan cinta kasih. 

Maka tak mengherankan jika ia akan terus disayangi 

Karma

Sejak dahulu selalu berbuat baik, saat ini masih berbuat 

baik, selamanya akan terus terlindung oleh kebajikannya. 

Tidak perlu ragu untuk bertanya tentang siapa kita di 

masa lalu.  Lihatlah masa sekarang dan rencanakanlah 

masa depan agar menjadi lebih baik lagi, sebab  apa 

yang kita kerjakan sekarang pasti akan membawa per-

ubahan di masa mendatang.

Ada anak bertanya kepada ayahnya, “Papa, mengapa 

aku dilahirkan?”

Papanya menjawab sebab  kamu ada untuk kami. 

Kamu lahir dari rahim mama sesudah  melalui proses 

sembilan bulan sepuluh hari di dalam kandungan. Se-

lama itulah kamu belajar bersabar, merasakan emosi 

mamamu, perasaan mama, dan apa yang mama pikir-

kan. Papa telah memberikan pelajaran tidak baik ke-

padamu selagi kamu dalam kandungan. Papa jarang 

pulang, menelantarkan mamamu dan sering bertengkar 

hebat dengan mamamu. Papa yang sering membentak 

mama, menyakiti mama. Mungkin kamu yang tidak ber-

salah mendengarkan dari dalam perut mamamu.

Apakah ini yang membuatmu lebih matang dalam men-

jalani kehidupan? sesudah  kamu lahir, kamulah yang 

Arti Hidup

membuat papa bertobat. Membuat papa tersadarkan. 

Saat dirimu lahir,  papa melihat sebuah kehidupan, 

sebuah kesabaran, sebuah kemuliaan. Walau ada keke-

cewaan, ‘mengapa harus anak wanita ’?

namun  sekarang papa telah sadar. Kamu sangat ma-

nis, lucu, kamulah yang telah berhasil melembutkan 

hati papa, tangisanmu yaitu  tangisanku juga, ceriamu 

yang melenturkan semua syaraf-syarafku sesudah  lelah 

bekerja. Senyumanmu meluluhkan hati papamu yang 

sangat keras.

Papa berterima kasih atas kelahiranmu. Kamulah yang 

telah memberi pelajaran terindah bagi kehidupan ini. 

Papa tidak akan pernah menyakiti mamamu lagi. Papa 

tidak akan membuat susah kalian. Dan, papa akan se-

lalu memberi yang terindah untuk kalian.

Jadilah anak yang berbakti, nak, sebab  kelak besar 

nanti, kau akan berarti bagi kami, bagi semua dan 

bagi bangsa ini. Jadilah srikandi yang tegar penuh cinta 

kasih, welas asih dan kasih sayang. Jangan tiru sifat 

papamu, namun  lihatlah perjuangan mamamu di saat ba-

ngun dari keterpurukan, di saat bersabar dalam badai 

dan rintangan yang hampir merengut nyawanya. Demi 

kamu, mama bertahan sekokoh batu karang. Dan li-

hatlah, ia yaitu  bunga yang tetap cantik di dalam 

keluarga ini.

Anakku... berjuanglah demi kemanusiaan. Mulialah di 

tengah kemunafikan, dan sabarlah di tengah ketidak-

sabaran. Berbuat untuk kebajikan yaitu  arti hidupmu.

Hidup bukan mencari masalah, sebab  masalah itu akan 

sela lu datang sendiri, dan harus dihadapi untuk diselesai-

kan. Hidup harus mencari bahagia, sebab  bahagia tidak 

bisa datang sendiri. Bahagia harus dikondisikan, harus 

dijaga, dan sering dirasakan. 

Dikatakan cinta bisa menjadi benci, namun  mengapa 

benci tidak bisa menjadi cinta kembali?

sebab  sewaktu cinta, semua terasa begitu indah dan 

bahagia, saling menjaga, saling menghargai, saling ber-

bagi, kesannya dunia begitu indah. namun  saat hukum 

perubahan terjadi, cinta telah tumbuh menjadi keben-

cian. Saat itu lupa bahwa dulu pernah saling menya-

yangi, pernah bersama, pernah berjuang bersama, per-

nah menghadapi kesulitan dan kebahagiaan bersama. 

namun  sebab  keegoisan, harga diri, dan salah paham 

maka semua menjadi berubah.

Mengapa berubah? 

sebab  cinta tidak lagi terdapat di sana. Saling me-

nyakiti, saling menjatuhkan, saling curiga, saling mem-

buat masalah. Kemudian, rasa benci tumbuh menganti-

kan akar-akar cinta di hati. Lalu mengapa benci tidak 

dapat digantikan oleh cinta yang tumbuh kembali?

 

sebab  saat seseorang membenci, akar-akar cinta itu 

dicabut, dan menjadi luka yang terdalam. Semakin kasar 

kita mencabutnya, semakin membuat luka di hati. 

Sebenarnya, ini semua hanyalah perumpamaan.

Tidak ada akar cinta di hati, dan tidak ada hati yg dapat 

dilukai, kalau ada sakit liver namanya. namun  mengapa 

kita menganggapnya real? Ke’ego’an dan ke’aku’anlah 

yang menjadikan semua itu terjadi.

Kikis ‘ego’. Lupakan sang ‘aku’. Mari kita berdamai 

dalam kebencian.

Di saat melihat kebahagiaan, janganlah terpancing oleh 

hal-hal negatif yang bisa menghancurkannya.

Di saat melihat penderitaan, cepatlah berpaling dan 

menjauhinya. Jangan biarkan berlarut-larut di dalamnya. 

Saatnya menyatakan tekad untuk maju, melangkah 

dalam kepastian. Saatnya menyatakan selamat tinggal 

pada derita.

Hidup bukan mencari masalah, sebab  masalah itu akan 

selalu datang sendiri, dan harus dihadapi untuk disele-

saikan. Hidup harus mencari bahagia, sebab  bahagia 

tidak bisa datang sendiri. Bahagia harus dikondisikan, 

harus dijaga, dan sering dirasakan. 

Apakah sesungguhnya yang terjadi?

Senang dan sedih yaitu  satu paket kehidupan. Men-

gapa lebih banyak kesedihan yang dipertahankan diband-

ing kebahagiaan? sebab  “ketidaktahuan” yang didasari 

oleh kegelapan batin.

Lalu manfaat apa yg didapat dari sebuah masalah? Kita 

akan semakin dewasa, matang dan bertambah kebijak-

sanaannya. Semoga demikian adanya. 


Orang China jaman dahulu kebanyakan tidak sekolah, 

bisa bicara namun  tidak bisa baca tulis. Hanya kaum 

terpelajar yang punya kesempatan belajar. Pepatah 

China ada yang mengatakan,  “Bagai orang bisu 

menceritakan Mimpinya.” Seandainya pada jaman itu 

terdapat orang bisu apalagi yang tidak bisa menu-

lis, sudah pasti akan kesulitan menyampaikan pesan, 

kecuali dengan bahasa isyarat. Bila ia diminta untuk 

menjelaskan mimpinya kepada orang banyak yang tak 

mengerti bahasa isyarat, tentunya ia akan kesulitan 

menceritakan atau mengambarkan apa yang dilihat dan 

dirasakannya dalam mimpi. namun , jaman sekarang 

sudah pasti tidak demikian. Banyak orang buta yang 

pandai menulis, apalagi orang bisu. Mereka mampu 

menjadi Penulis yang handal. Ia mampu untuk menulis 

dan mendeskripsikan mimpinya. 

Impian bisa disebabkan oleh empat hal:

1. Hal-hal yang sering dipikirkan.

2. Anggota fisik yang terjepit saat tidur, atau saat     

  sedang sakit.

3. Diberi mimpi oleh makhluk-makhluk tertentu.

4. Tidak ada sebab yang jelas, hanyalah Bunga Tidur.

Sebagai orang normal, kita sebenarnya sering bermimpi, 

namun  sering lupa saat terbangun dari tidur. Walau ada 

juga mimpi-mimpi tertentu yang bisa diceritakan. Mimpi 

indah atau mimpi buruk, semua hanyalah mimpi. Mimpi 

juga bisa memberikan petunjuk, bisa juga tidak ada arti 

apa-apa, jadi tak perlu melekat dengan mimpi.

Bila mimpi hanyalah mimpi, namun  kita harus memiliki 

IMPIAN dalam hidup ini. Bagini novator, penemu, dan 

pemikir, juga seorang motivator, impian yaitu  sebuah 

peluang untuk menemukan hal baru dalam kehidupan.

Di Jaman Modern ini, siapa pun bisa memilikini mpian 

untuk memotivasi diri dengan mengerahkan semua ke-

mampuan yang kita miliki. Mereka yang cacat pun 

memilikini mpiannya sendiri. Sah-sah saja bila memiliki 

impian, namun  jangan sekedar menjadi pemimpi. Kita 

harus mewujudkan impian dengan berusaha dan melaku-

kan terobosan baru di segala bidang. Semangat bekerja 

dengan penuh disiplin, berpikir smart dan inovatif untuk 

maju.

Ada anak bertanya pada kakek tua yang membawa 

tongkat berjalan tertatih-tatih. Kakek ada nasihat apa 

harini ni:

Kakek itu berkata, saat kau mulai berjalan, tubuhmu 

belum seimbang masih sering jatuh bangun. Saat usia 

seperti kakek, justru tidak boleh jatuh. Persamaannya 

yaitu  harus pelan-pelan berjalan. Artinya, saat muda 

masih banyak harapan jatuh bangun masih semangat. 

Sudah tua tinggal menyesali semua perbuatan. Kalau 

jatuh, susah bangun kembali.

Saat remaja semua makanan kamu bisa memakannya. 

Saat dewasa, siapa pun lawan bisnismu akan kamu 

‘makan’. Saat sudah tua, banyak makanan enak pun 

tak bisa semua dimakan. Artinya, keinginan dan ke-

inginan hanya menimbulkan keserakahan namun  akhirnya 

semua akan ditinggalkan, bagai gigi yang copot satu 

per satu.

Saat anak-anak bicara apapun, pasti penuh dengan 

keingintahuan dan kepolosan. Saat dewasa, bicara pe-

nuh kepalsuan dan kesombongan. Saat sudah tua, mau 

bicara apa pun tak ada yang mau mendengarkan ka-

rena suara sudah tidak lagi jelas. Artinya, untuk mampu 

menjadi yang terbaik, tidak perlu besar mulut, namun  bi-

caralah yang berbobot hingga tanpa perlu bicara semua 

orang mampu mengerti maksud kita.

Saat melihat canda tawa anak-anak, semua orang 

begitu bahagia melihat keceriaannya. Saat dewasa, 

banyak yang bahagia melihat kejatuhan lawan dan 

musuh-musuhnya. sesudah  tua, meratapi kejatuhan diri-

nya. Artinya, bahagia itu setiap saat. Jagalah sifat polos 

dan ceria sepanjang jaman. Jangan menertawakan orang 

lain. Tertawailah kebodohan diri sendiri, hinggga tua pun 

tetap tertawa bahagia walau sudah tiada gigi.

Semasih muda banyak bersyukur. Saat dewasa jangan 

takabur. Saat sudah tua, walau hanya bisa makan bubur 

namun  tidak perlu takut alam kubur. sebab  pembuat 

kebajikan akan selalu bahagia sepanjang masa. Walau 

sekarang buah kebajikannya belum masak, namun  minimal 

tidak akan sampai benar-benar terdesak.

Mengerti sifat ‘Air’ yang selalu mengalir dari atas 

ke bawah. Air tenang bukan berarti tidak bergerak. 

Sesuatu yang terlihat tenang pun masih terpengaruh 

oleh angin dan juga terus bergerak. Semua ada pros-

esnya. Pikiran yang tenang pun bukan berarti tidak 

bergerak, sebab  pikiran akan terus bergerak seperti 

air. 

Air memiliki kelebihan dan kekuatannya. Semakin ken-

cang tekanan yang diberikan, semakin besar kekuatan 

yang dihasilkan. Mereka yang sering menyirami tana-

man paling mengerti kekuatan air yang mengalir melalui 

selang. Semakin kencang tekanan, semakin jauh dan 

kuat daya pancurnya. Sehingga perubahan kekuatan 

dan tekanan inilah yang digunakan untuk menghibur 

semua orang dengan air mancur yang bergerak dengan 

indahnya. 

Air di lautan dengan ombaknya yang dahsyat, menerjang 

karang dengan kekuatannya dan tamparannya yang luar 

biasa. Ibarat pikiran dengan emosi yang meluap-luap 

dan meletup-letup, bisa menghancurkan apa saja dan 

siapa saja yang menghalanginya. 

Belajar dari sifat air ini, manusia juga semakin tertekan 

atau ditekan, seharusnya semakin kuat daya juangnya. 

namun , sayang hati dan jiwa kita terlalu lembut sering 

kali tidak kuat menahan tekanan. Belum berjuang, telah 

hancur dulu hatinya menghadapi segala tekanan hidup 

yang beraneka ragam. namun , bukan berarti kita tidak 

bisa mengatasi dan melewati tekanan ini. Dengan mem-

buka wawasan,  memperluas dan membesarkan jiwa, 

hati, dan pikiran kita, maka tekanan yang berat pun 

semoga semakin berkurang. 

Memang, tidak mudah untuk mencuci dan membersih-

kan pikiran kita sendiri. Kadang memerlukan kondisi lain 

untuk membuat pikiran menjadi tenang dan bahagia, 

contohnya hiburan dan rekreasi. namun , tidak sedikit pula 

jenis hiburan yang malah mencemari pikiran itu sendiri. 

Belajar dari air, merenungi sifat air, dan belajar ‘sambil 

menyelam minum air’. Semoga dapat membuat batinmu 

yang kering menjadi segar dan sejuk kembali, dibasahi 

air yang memberi kedamaian. 

Seorang gadis menemukan sebuah batu kusam di 

jalan. Diambilnya batu itu. Setiap hari digosoknya 

dengan hati-hati. Batu yang bukan permata itu, setiap 

hari digosok dan terus digosok hingga bersinar gemi-

lang. Suatu saat, ia membawanya ke tukang permata 

untuk digosok dan didesign sebagai liontin yang indah. 

Alangkah terkejutnya ia, di tangan ahli permata batu 

biasa itu berubah menyerupai batu permata, begitu 

berkilau dan indah. Gembiralah hatinya. Ia memamer-

kan batunya ke siapa pun yang ditemuinya. Semua 

orang mengira ia mengunakan batu permata yang 

mahal harganya, dan ia semakin percaya diri.

Suatu hari, didapatkannya batu itu terlepas dari 

ikatannya, tak tahu hilang di mana. Ia teramat sedih, 

tak nafsu makan dan tak lagi bersemangat. Sampai 

seorang kakek tua melihatnya dan bertanya kepadanya 

tentang kesedihannya. Ia pun menceritakan semuanya. 

Kakek itu berkata,  “Anakku, sebelum kamu menemukan 

batu itu, kamu yaitu  gadis yang periang. Dan sesudah  

kau menemukan batu kusam yang sesungguhnya bukan 

milikmu, kau mengambil, merawat, dan menggosoknya, 

sampai mengkilat dan digosok oleh ahlinya menjadi batu 

yang sangat bagus sekali, itu yaitu  proses keberha-

silanmu. Membuat batu biasa yang kusam menjadi 

sebuah benda yang terlihat berharga. namun , sadariah 

bahwa itu yaitu  sebuah proses, batu itu tetap batu. 

Batu itu juga bukan milikmu, dan batu kilat asalnya dari 

sebuah batu biasa. Mengapa sebab  kehilangan batu 

kusam membuat wajahmu masam? Membuat cahaya 

wajahmu menghilang? Dan membuatmu menyia-yiakan 

waktu dengan bersedih?”

Lihatlah, di sekitarmu masih banyak batu-batu kusam 

yang dapat kau jadikan batu yang berkilat indah. Dan 

berbuatlah lebih banyak lagi karya indah yang akan 

membuat hari-harimu berseri dan wajahmu bersinar. Itu 

jauh lebih penting dibanding meratapi seonggok batu 

kusam yang hilang. Sesaat  cahaya terang meliputi 

dirinya. Sadar akan kebodohannya, gadis itu pun ceria 

kembali.

Sudah menemukan makna dari cerita ini? Bahagialah! 

Guru Buddha: Sekalipun mampu mengendong kedua 

orang tuamu dan mengelilingi dunia seumur hidupmu, 

tetap tidak akan mampu membalas jasa-jasa kebajikan 

mereka yang telah berjasa membesarkan kita.

Bagaimana kalau ada orang tua yang cuek kepada 

anak-anaknya? Pada dasarnya, tidak ada orang tua 

yang tidak perhatian dengan anak-anaknya. Mungkin 

mereka sudah pusing dengan permasalahan hidupnya 

sendiri. Memiliki pola pikir yang tidak sama, kesibukan 

dan tingginya aktivitas hidupnya, sehingga terkadang 

lupa bahwa anak juga membutuhkan kehadiran dan 

perhatian mereka. Sebagai anak bisa saja mengeluar-

kan isi hati pada mereka. 

Bila Orang Tua salah jalan, jahat dan tidak bijaksana, 

apakah anak-anak juga harus menghormati dan ber-

bakti kepada mereka? Secara teori Dharma, bila ada 

anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya, maka 

akan menjalani banyak kesulitan ke depannya. Hubungan 

anak dan orang tua tidak akan pernah bisa putus atau 

diputuskan. Bila ada yang memutuskan hubungan anak 

dan orang tua, maka pintu surga pun tertutup baginya, 

demikian sebaliknya.

Semua orang bisa berubah, segalanya masih bisa diper-

baiki. Hubungan yang rusak masih bisa dibenahi se-

belum semuanya jatuh dalam penderitaan yang lebih 

dalam lagi. Membutuhkan kesabaran, kebijaksanaan dan 

membutuhkan jembatan penghubung antara orang tua 

dan anak. Anak pun bisa menjadi ‘terang’ bagi orang 

tuanya, anak pun bisa menjadi Bodhisattva bagi orang 

tuanya.  Anak yang berbakti selain dapat memaafkan 

orang tuanya mungkin juga dapat membimbing orang 

tuanya.

Bila ada orang tua yang begitu benci dengan anaknya; 

sebagai seorang anak, doakanlah semoga gunung es di 

hati mereka dapat perlahan mencair, dan pancarkanlah 

cinta kasih, doa dan kasih sayang. Sekalipun lambat, 

semoga kebekuan di hatinya dapat segera mencair dan 

kebahagiaan dapat dirasakan.

Mari berbakti pada orang tua kita semua, rasakanlah 

surga sekarang juga. Renungilah sepanjang hari.

Siklus kehidupan manusia, masih kecil dirawat dan 

disuapi. Semua kebutuhan dipenuhi orang tua. Bila 

menangis segera digendong. Sentuhan ibu yaitu  obat 

dari segalanya. Begitu hebatnya cinta seorang ibu.

Memasuki masa menjelang remaja, semua dilakukan 

sendiri. Sebagaian merasa kurang sentuhan. Disinilah 

masa-masa pencarian, selain mencari jati diri, juga 

mencarini lmu. Terkadang sampai jauh dari orang tua 

dan sudah jarang pulang ke rumah.

sesudah  lulus dan memasuki dunia kerja, sibuk de-

ngan bisnis, kerjaan, atau organisasi, sempat terlupakan 

keadaan orang tua kita.  Apalagi bagi yang merantau, 

setahun sekali atau jarang sekali pulang mencari orang 

tuanya. 

Tentunya harapan orang tua yaitu  anak-anak masih 

bisa kembali menjenguk mereka, bercanda dengan me-

reka. Bila mereka sudah semakin tua, uang bukan lagi 

segalanya. namun , perasaaan bahagia saat melihat bakti 

anaknya dan sentuhan dari anak-anaknya yaitu  obat 

termanjur untuk mereka.

Saat mereka tua, tubuh mereka semakin rapuh, sudah 

tidak gesit seperti dulu, tidak bisa teliti dan telaten lagi 

seperti dulu. Semua serba terbatas. Apalagi yang orang 

tuanya sudah di kursi roda dan sakit-sakitan. Mereka 

hanya berharap anaknya ada yang bisa merawat dan 

mengurusnya. Membuat suasana rumah kembali penuh 

dengan kehangatan. 

Akankah anak-anak mampu dengan sepenuh hati mera-

wat orang tua seperti mereka merawat kita saat kecil? 

Setiap siang dan malam, orang tua tidak pernah hitung-

an untuk anak-anaknya. Lalu, mengapa ada anak yang 

masih hitung-hitungan merawat orang tuanya? 

Mari luangkan waktu untuk orang tua, selagi mereka 

masih ada.

Selama mentari masih bersinar, selama itu pula ke-

hidupan akan terus bersinar. Hidup akan terus bergulir, 

walau mau tidak mau harus menyadari pasang surut 

kehidupan seperti pasang surut gelombang laut, sebab  

perubahan terang dan gelap bulan. 

Jangan terlena dengan kebahagiaan, jangan terpuruk 

dalam kesedihan. Jangan pongah sebab  kebohongan 

yang diciptakan. Jangan sombong sebab  kelebihan. 

Jangan sedih sebab  kukurangan. Semua yang dilaku-

kan melalui ucapan, perbuatan dan pikiran pasti akan 

membuahkan hasilnya, baik atau buruk tergantung apa 

yang kita lakukan.

Marilah menanam bibit-bibit bajikan, yang berbuah ke-

bahagiaan, daripada menabur bibit kejahatan, kebohong-

an, dan kemunafikan. sebab  senang tidak senang, 

Mentari Bersinar

suka tidak suka semua akan berbuah.

Menjaga diri dan hati tetap semangat, penuh cinta kasih, 

maka kebijaksanaan akan terjaga dalam keseimbangan 

bathin.

Sulit memang namun  mengapa tidak mau mencoba? 

Bila telah dicoba dan ternyata seiring berjalannya waktu 

semua halangan dan rintangan dalam hidup ini pun 

berhasil di terlewati, saat itulah baru disadari ternyata 

kita  memiliki kemampuan untuk mengatasi semua per-

masalahan yang ada, dan pada akhirnya kebahagiaan 

telah menjadi milik kita.

Walau semua itu masih bisa berubah, namun daya 

juang dan semangat hidup kita semakin hari semakin 

bertambah.

Mari kita bersama berjuang! Semangat!

136

Gersangnya hati dapat memicu kita garing, ga-

rang, dan tanpa sadar bisa menjadi garong. Mencuri, 

merusak, membunuh, melakukan perbuatan tercela dan 

destruktif yaitu  tindakan yang tak terpuji.

Bila kita atau keluarga terdekat yang menjadi korban, 

sudah tentu siapapun akan mengutuk pelakunya. Bila 

tiada insan manusia yang dapat menerima semua 

perbuatan tercela yang dilakukan oleh siapa pun, lalu 

mengapa kita tega melakukannya pada orang lain?

Bila  kesejukan embun cinta kasih  telah menguap 

kering dan hampir sulit dirasakan oleh kita semua, 

sudah saatnya kembali pada norma dan aturan yang 

ada, baik peraturan negara masyarakat maupun pera-

turan negara.

Bila rasa malu dan rasa takut akibat perbuatan buruk 

hampir punah, maka harus kembali lagi pada hati nu-

rani. Bila batin ini telah kering, maka harus kembali 

ingat untuk mengairinya. Lalu bila agama tidak mampu 

untuk mengusir kekeringan di hati kita, apa lagi yang 

mampu untuk menjadi penyejuk hati?

Kedamaian dunia dan kesejukan hati yaitu  kondisi 

surga di dunia, mengapa kita harus menciptakan neraka 

dunia, baik untuk diri sendiri atau mengkondisikan bagi 

orang lain?

Semoga air amrta (Embun Surgawi) mampu menyejuk-

kan hati kita semua dengan banyak berbuat baik, tidak 

berbuat kejahatan, dan mensucikan hati dan pikiran. 

Berbuat yang terbaik untuk sesama,  dan menjadi pem-

bimbing kegalauan bagi setiap insan.

Dunia yang membingungkan....

Kita tahu kesalahan dapat memicu ketidakpuasan 

dan ketidakbahagiaan, namun  kita paling sering melaku-

kan kesalahan itu. Kita tahu bahwa kebahagiaan sesaat 

itu tidak abadi, dan memicu derita berkepan-

jangan, namun  kita sering menikmati kebahagiaan sesaat 

ini .

Kita tahu bahwa belenggu cinta dapat membuat se-

seorang semakin menderita, namun  justru semakin ba-

nyak orang mengejar cinta dan terus terombang-ambing 

dalam permainannya.

Kita tahu kalau emosi, pikiran negatif, kesal, sedih, 

marah, dendam itu tidak akan pernah menyelesaikan 

masalah, justru akan menambah panjang deretan pen-

deritaan baru. namun , sebab  gengsi dan harga diri kita 

terus bermain-main dalam ayunan perasaan, dan per-

mainan ego yang berkepanjangan.

Kita tahu kalau perpisahan yaitu  sesuatu yang tidak 

menyenangkan. Seharusnya kita menjaga dan saling 

mempertahankan hubungan yang baik, namun  kesalahpa-

haman, pertengkaran, dan perselisihan yang seharusnya 

dihindari malah semakin dipertajam dan diperuncing.

Mengapa? 

Semua sebab  kebodohan batin. Memiliki kebodohan 

batin memang wajar selama kita belum tercerahkan. 

namun , apakah harus menunggu penyesalan datang ber-

tubi-tubi, atau sejak sekarang kita mulai belajar mence-

rahkan diri sendiri?

Mari berjuang bersama untuk menyadari kesalahan- 

kesalahan yang membingungkan agar tidak semakin 

tersesat dalam kebingungan.

Bila sejak awal kutahu hidup itu tidak hanya hitam 

putih, maka dirini ni tidak akan terus hidup dalam ke-

gelapan dan ketidakjelasan hidup. Juga mungkin ca-

haya terang akan selalu hadir dalam setiap hari-hariku, 

walau harus dimulai dari sekedar mimpi, setidaknya 

harapan akan selalu ada disana.

Bila saja kutahu warna-warni hidup itu begitu indah, 

maka akan kulukiskan kanvas hidupku dengan warna 

yang cerah dan ceria. Setiap warna melambangkan 

sifat dan karakterku, setiap warna menorehkan isi hati 

dan perasaanku. Sehingga kusadari hidup itu penuh 

variasi dan terdapat makna dari semua itu.

Bila hidup itu yaitu  sebuah pelajaran, maka belajarlah 

mewarnai dan menggambarkan hidup ini agar penuh 

dengan dapat m

erasakan hidup dengan berbagai sudut 
pandang dari berbagai sisi kehidupan. 
Bila hidup itu yaitu  perjuangan, maka aku akan selalu 
berjuang untuk mengisi hidup dengan semangat. Penuh 
kesabaran, keuletan, dan kegigihan. Melihat halangan 
sebagai batu loncatan untuk maju. Melihat kesedihan 
sebagai kekuatan bagiku untuk meraih kebahagiaan. 
Bila hidupku terasa bagaikan mimpi, aku akan segera 
bangun dari tidurku, dan mencubit tanganku. Ternyata 
hidup ini yaitu  kenyataan, boleh meraih impian, namun  
tidak terus-terusan terlelap dalam mimpiku. Kini saatnya 
untuk bangun, bangkit dan berjuang untuk maju.
sebab  kini kusadari masa sekarang merupakan akibat 
dari masa lalu, namun  masa depan ada di tanganku 
sendiri, yaitu momen ini, saat ini, kehidupan ini.
Bila dapat melihat hidup itu penuh keindahan, maka 
indahlah hari-harimu. 
Aku yaitu  pemilik karmaku sendiri, pewaris karmaku 
sendiri, terlindung oleh karmaku sendiri, berhubungan 
dengan karmaku sendiri, maka apapun yang kulakukan 
itulah yang akan kuwarisi. Jadi jangan patah semangat 
teruslah berbuat kebajikan....
Semoga hal ini kerap kita renungkan...
Good morning with the good mood... 
Rasanya memang indah didengar namun  bagi sebagian 
orang agak sulit didapatkan. Mengapa? saat  bangun 
tidur sudah penuh dengan harapan indah. Pikirannya 
masih sama dengan kondisi di alam mimpi, namun  
begitu tersadar apa yang masih harus dilakukan, apa 
yang belum dikerjakan, rasanya semua mimpini ndah 
berubah menjadi kelabu, keceriaan berubah menjadi 
keterpaksaan. 
Jadinya Saran dan Tips Untuk harini ni:
Awali harimu dengan senyuman yang terindah. Katakan 
pada semua orang, “selamat pagi dan tetap semangat!” 
Senyumanmu akan sangat besar artinya bagi mereka 
yang membutuhkan dorongan semangat serta otomastis 
akan menjadi pemacu dalam bekerja dan belajar. Tetap 
semangat. Syukurilah apa yang telah kau kerjakan. 
Kerjakan apa yang masih belum kau kerjakan dengan 
suka cita dan penuh rasa tanggungjawab. Bersemangat-
lah dalam menjalani hidup, maka kehidupan pun akan 
memberikan kau misteri yang tidak pernah kita dapat 
bayangkan, yakni misteri hidup yang penuh makna dan 
arti tentang hidup itu sendiri.
Senang maupun sulitnya suatu hal, hadapilah dengan 
mood yang baik. Gunakan akal sehatmu daripada hanya 
sekedar mengikuti perasaan yang tidak jelas ujungnya. 
Ubah kebiasaan mengeluh menjadi kebiasaan me’luluh’. 
Artinya, luluhkan kekerasan hatimu dan kembangkan jiwa 
yang besar untuk menjadi orang Besar!
Bangunlah! Buka mata. Bangun dari tidur lelapmu. Ting-
galkan semua mimpi. Jalanilah harini ni dengan semangat 
baru, harapan baru, dan senyumanmu untuk memulai 
pekerjaanmu, membuat bunga di hatimu terus tumbuh 
dan merekah menghiasi relung hatimu. 
Yang sedang bekerja, berikanlah yang terbaik untuk 
semua. Layanilah mereka dengan sepenuh hati. Beker-
jalah dengan suka cita, maka lingkungan kerjamu akan 
bernuansa lebih ceria dengan senyuman yang merekah 
dari bibirmu. Semoga yang sedang sedih akan berubah 
menjadi lebih ceria, dan hidupnya akan berubah menjadi 
lebih berwarna dalam menjalani hari-harinya.
Seberat apapun beban yang dimiliki, tersenyumlah, 
tertawalah, dan belajar melepas semua beban itu. Se-
makin dipikirkan bukan semakin meringankan, malah 
semakin menambah beban baru.
Sedalam apa pun luka di hatimu, tersenyumlah, terta-
walah,  dan belajar untuk mengobati dan berbesar hati. 
Semakin bermain perasaan, semakin dalam lukanya, 
dan malah akan memperburuk keadaan.
Sejelek apa pun mood di harini ni, tersenyumlah, ter-
tawalah, dan belajar untuk menghargai setiap momen 
yang ada. Semakin jelek moodnya bukan semakin in-
dah dunia, malah hilang kesempatan yang baik untuk 
kita jalani.
Di dunia ini ada begitu banyak mereka yang kekurangan,
namun  selalu bersyukur, merasa puas, dan bahagia ber-
sama orang yang dicintai. Hal ini disebabkan sebab  
mereka hanyalah kekurangan materi, bukan kekurangan 
cinta.
Senyum atau tertawa bukan monopoli orang kaya atau 
orang sukses.  Senyum dan tawa yaitu  milik semua 
orang. Orang yang paling menderita sekalipun masih 
bisa tersenyum dan tertawa dengan lepas. Orang yang 
paling kaya di dunia sekali pun belum tentu bisa ter-
tawa, tersenyum lepas dan bahagia. 
Senyumlah. 
Senyumanmu dapat menghibur banyak orang, memberi-
kan dorongan dan semangat bagi orang di sekitarmu.
Tertawalah, bila dengan tertawa kita dapat melepaskan 
dan melupakan semua beban di pikiran kita. Terse-
nyumlah dan tertawalah selagi masih gratis dan belum 
dilarang...
Tiada yang tahu proses kehidupan dan kapan kematian 
itu menjelang, serta bagaimana kejadiannya. Yang jelas, 
sejak kita dilahirkan semua memiliki karmanya sendiri. 
Kita melanjutkan kehidupan dan menjalani semua pro- 
sesnya dengan sebaik-baiknya.
Semua ada jalannya. Semua ada sebab dan akibatnya. 
Siapa pembuat kebajikan, tidak perlu takut akan akibat 
dari kebajikan itu sendiri. Dan pembuat kejahatan harus 
waspada dengan perbuatannya sendiri. Cepat atau lam-
bat semua perbuatan baik atau buruk akan berbuah 
dan kembali pada pembuatnya.
Hidup memang penuh dengan fenomena, namun  tidak 
perlu melekat dengan segala fenomena. Jalani saja se-
baik-baiknya. Bahagia dan bersyukur setiap saat, terse-
nyum dan tertawa untuk menghibur hati yang lara dan 
agar semua mahluk juga ikut berbahagia. Jalani dengan 
suka cita, maka kebahagiaan akan selalu mengikuti kita.
Malulah berbuat jahat, namun  takutlah akan akibat per-
buatan jahat. Jangan malu berbuat baik,dan tidak perlu 
takut akan kekurangan jalan terang selama memperbaiki 
diri untuk arah yang lebih terang dan damai ke depan-
nya. Jangan malu untuk berubah ke arah yang lebih 
baik lagi.
Banyak berita tentang ketidakpastian hidup di harini ni. 
Ada beberapa sahabat, kerabat, saudara dan teman 
yang kehilangan orang yang dicintainya. Semoga se-
muanya diberikan ketegaran dan kekuatan untuk men-
jalani hari-hari ke depan. Dan semoga perbuatan baik 
yang dilakukan akan berbuah kebahagiaan bagi yang 
ditinggalkan dan bagi yang meninggalkan.
Jauh dibilang dekat, dekat dibilang jauh...
Sesungguhnya hanya sebab  ada kepentingan atau tidak 
ada kepentingan, menarik atau tidak menarik, senang 
atau tidak senang terhadap sesuatu, sebab  jarak tidak 
pernah menghalangi seseorang untuk berkorban menem-
puhnya. Hanya masalah mau atau tidak mau.

Sayangilah dirimu,
Sayangilah orang di sekitarmu,
Sebarkan bibit-bibit cinta,
Penuhilah bumi dengan cinta.

Mudita Center berdiri sejak 2007 dan diresmikan 10 
Oktober 2010, sebagai tempat umat Buddha melatih 
diri, pembinaan generasi muda buddhis, dan 
pendalaman Buddha Dharma. Visi dan Misinya 
bergerak di Bidang Pendidikan dan Sosial.
Kegiatan Rutin :
Kebaktian Minggu Mandarin 08.08-10.10 WIB
Kebaktian Sekolah Minggu Anak 08.08-10.10 WIB
Kebaktian Sansekerta Minggu 10.10-12.00 WIB
Kebaktian Upavasattha 19.00-20.30 WIB
Nian Fo dan Meditasi. Kamis 19.30-21.00 WIB
Dharma Class Jumat 19.30-21.00 WIB
Da Bei Zhou 21 setiap Senin-Sabtu 19.00-19.30 WIB
Dalam bidang pendidikan Mudita Center mempunyai 
misi membangun sekolah, yang dimulai dari program 
Mudita Love Children (MLC) yaitu program anak 
asuh Buddhis yang berprestasi dari mereka yang 
mengalami kesulitan dalam melanjutkan jenjang 
pendidikannya. Sampai saat ini Mudita Love 
Children Pusat sudah memiliki cabang MLC 
Tangerang, Jambi dan Jakarta Barat.
Dalam Bidang Kesehatan, misi ke depannya memiliki 
Rumah Sakit Buddhis. Dimulai dengan adanya Balai 
Pengobatan Mudita Dan kegiatan sosial kesehatan 
lainnya.
Mari ber'mudita' bersama Mudita Center
Be A Bodhisattva for Your Self and The Others