doktrin dasar alkitab 4

Tampilkan postingan dengan label doktrin dasar alkitab 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doktrin dasar alkitab 4. Tampilkan semua postingan

doktrin dasar alkitab 4



 5:22, 23)—buah-buah hubungan de-

ngan Yesus, yang diberikan-Nya kepada se-

mua orang yang mau memasrahkan hidup

kepada-Nya. Siapakah yang akan menolak

pemberian yang demikian?


Allah Roh yang kekal aktif bersama Bapa dan Anak dalam Penciptaan,

Penjelmaan dan penebusan. Ia mengilhami para penulis Kitab Suci. Ia

mengisi hidup Kristus dengan kuasa. Ia menarik pada-Nya serta menya-

darkan umat kita semua ; dan barangsiapa yang menyambutnya akan

dibaharui dan diubah menjadi serupa dengan gambar Allah. Diutus

oleh Bapa dan Anak supaya Ia senantiasa dengan anak-anak-Nya, Ia

menyo-dorkan karunia rohani kepada jemaat, memberinya kuasa untuk

menjadi saksi bagi Kristus, dan selaras dengan Kitab Suci yang

menuntun kepada semua kebenaran—Fundamental Beliefs,—5.

73

Walaupun penyaliban telah membi-

ngungkan, menimbulkan kesedihan

yang mendalam, dan menggentarkan pengi-

kut-pengikut Yesus, maka kebangkitan men-

datangkan fajar kepada hidup mereka. Apa-

bila Kristus menghancurkan belenggu maut,

kerajaan Allah terbit di dalam hati mereka.

Kini bara api yang tidak diragukan lagi

berkobar-kobar dalam jiwa mereka. Perbe-

daan-perbedaan pendapat yang beberapa

minggu sebelumnya terjadi di antara mere-

ka yakni, perbedaan pendapat yang sangat

tajam dan menjadi benteng pemisah di an-

tara sesama murid menjadi luluh. Mereka

saling mengaku dosa dan membuka diri me-

reka untuk menerima Yesus dengan segenap

hati, raja mereka yang telah naik ke surga.

Rasa persatuan semakin bertumbuh di ka-

langan murid-murid yang tadinya tercerai-

berai, berkat adanya doa dari hari ke hari.

Satu hari yang tidak dapat dilupakan ialah

ketika mereka memuji-muji Tuhan terde-

ngarlah suara gemuruh bagaikan badai yang

menghentakkan mereka. Bara api yang ber-

kobar dalam hati mereka kini semakin nya-

ta, lidah-lidah api hinggap di atas kepala

mereka masing-masing. Bagaikan nyala api

yang mengamuk, Roh Kudus hinggap di atas

mereka.

Dengan hati yang dipenuhi Roh Kudus,

mereka tidak dapat menahan kasih mereka

yang baru dan kegembiraan yang penuh se-

mangat dalam Yesus. Kobaran nyala api ke-

gembiraan ini mereka nyatakan kepada orang

banyak dengan penuh semangat, mereka mu-

lai mengumumkan kabar baik tentang kese-

lamatan. sebab  gemuruh suara itu, orang-

orang yang ada di sekitar tempat itu, juga

para pendatang yang berasal dari pelbagai

bangsa yang kebetulan lewat, mengerumuni

tempat berbakti itu. Dengan rasa kagum dan

agak keheran-heranan mereka mendengar-

kan—dalam bahasa mereka masing-ma-

sing—kesaksian-kesaksian yang luar biasa

tentang pekerjaan Tuhan yang Mahakuasa

diucapkan orang-orang Galilea yang berpen-

didikan sangat sederhana itu.

"Saya tidak mengerti," kata orang yang

memperhatikannya, "Apa artinya semua

ini?" Orang-orang lain lewat sambil meng-

BAB 5

ALLAH ROH KUDUS

74Allah Roh Kudus

gerutu, "Ah, mereka itu sedang mabuk." "Bu-

kan," kata Petrus, "orang-orang ini tidak ma-

buk seperti yang kamu sangka sebab  hari

baru pukul sembilan. Apa yang telah kamu

lihat dan dengar berlangsung di tempat ini

hanyalah sebab  Yesus yang telah dibangkit-

kan itu dan kini ditinggikan serta duduk di

sebelah kanan Allah yang telah memberikan

kepada kami karunia Roh Kudus" (Kis. 2).

SIAPAKAH ROH KUDUS ITU?

Alkitab menyatakan bahwa Roh Kudus

itu satu pribadi, bukan sebuah kekuatan yang

tidak mempunyai pribadi. Perkataan yang

mengatakan "sebab  berkenan kepada Ro-

hul Kudus dan kepada kami" (Kis. 15:28,

Terjemahan Lama) menunjukkan bahwa

umat percaya yang mula-mula itu mengang-

gap Roh Kudus sebagai satu pribadi. Kris-

tus juga berbicara mengenai Dia sebagai satu

pribadi yang jelas. "Ia akan memuliakan

Aku," kata-Nya, "sebab Ia akan memberita-

kan kepadamu apa yang diterima-Nya dari

pada-Ku" (Yoh. 16:14). Kitab Suci menun-

juk kepada Allah tritunggal, menyatakan

Roh Kudus sebagai satu pribadi (Mat. 28:19;

2 Kor. 13:14).

Roh Kudus memiliki kepribadian. Ia ber-

bantah-bantah (Kej. 6:3, Terjemahan Lama),

mengajar (Luk. 12:12), menyadarkan (Yoh.

16:8), menangani masalah-masalah gereja

(Kis. 13:2), menolong dan mengantarai (Rm.

8:26), mengilhami (2 Ptr. 1:21), dan mengu-

duskan (1 Ptr. 1:2). Kegiatan ini tidak dapat

diselenggarakan oleh kuasa saja, pengaruh

atau kebijaksanaan Allah. Hanya satu priba-

dilah yang dapat melakukannya.

ROH KUDUS yaitu  ALLAH

Kitab Suci menganggap Roh Kudus seba-

gai Allah. Petrus mengatakan kepada Anani-

as bahwa, berdusta kepada Roh Kudus, ia

"bukan mendustai kita semua  namun  mendus-

tai Allah" (Kis. 5:3, 4). Yesus menyatakan

bahwa dosa yang tidak dapat diampuni ia-

lah "hujat terhadap Roh Kudus," dan menga-

takan "Apabila seorang mengucapkan sesu-

atu menentang Anak kita semua , ia akan diam-

puni, namun  jika ia menentang Roh Kudus,

ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak,

dan di dunia yang akan datang pun tidak"

(Mat. 12:31, 32). Ini benar hanya apabila

Roh Kudus itulah Allah.

Kitab Suci menghubungkan sifat-sifat

llahi kepada Roh Kudus. Ia hidup. Paulus

menyatakan Dia sebagai "Roh, yang mem-

beri hidup" (Rm. 8:2). Ia kebenaran itu. Kris-

tus menyebut-Nya "Roh Kebenaran" (Yoh.

16: 13). Ungkapan "kasih Roh" (Rm. 15:30)

dan "Roh Kudus Allah" (Ef. 4:30) menun-

jukkan bahwa kasih dan kekudusan yaitu 

bagian sifat-Nya.

Roh Kudus mahakuasa. Ia mengarunia-

kan karunia roh "kepada tiap-tiap orang se-

cara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya

(1 Kor. 12:11). Ia mahahadir. Ia akan "me-

nyertai" umat-Nya "selama-lamanya" (Yoh.

14:16). Tidak seorang pun yang dapat mele-

paskan diri dari pengaruh-Nya (Mzm. 139:7-

10). Ia juga mahatahu, sebab  "Roh menye-

lidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang

tersembunyi dalam diri Allah" dan "siapa ge-

rangan di antara kita semua  yang tahu, apa yang

ada  di dalam diri kita semua  selain Roh

Allah" (1 Korintus 2:10, 11).

Pekerjaan Allah juga ada hubungannya

dengan Roh Kudus. Penciptaan dan kebang-

kitan melibatkan-Nya. Ayub berkata, "Roh

Allah telah membuat aku, dan nafas Yang

Mahakuasa membuat aku hidup" (Ayb. 33:

4). Penulis Mazmur berkata, "Apabila Eng-

kau mengirim roh-Mu, mereka tercipta"

(Mzm. 104:30). Paulus menyatakan, "Maka

Ia, yang telah membangkitkan Kristus Ye-

75Allah Roh Kudus

sus dari antara orang mati, akan menghidup-

kan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-

Nya, yang diam di dalam kamu" (Rm. 8:11).

Hanya Allah yang mempunyai pribadi

dan hadir di mana-mana, bukan pengaruh da-

ri sesuatu yang tanpa pribadi, pun wujud

yang diciptakan, yang dapat mengadakan

mukjizat yang membawa Kristus yang Ilahi

kepada seorang individu, Maria. Pada hari

Pentakosta itu, Roh membuat Allah manu-

sia, Yesus, hadir secara universal kepada se-

mua orang yang mau menerima-Nya.

Roh Kudus dianggap setara dengan Al-

lah Bapa dan Allah Anak dalam baptisan

(Mat. 28:19), dalam doa penutup yang ber-

sifat memberkati (2 Kor. 13:14), dan karu-

nia-karunia rohani (1 Kor. 12:4-6).

ROH KUDUS DAN KEALLAHAN

Sejak abad kekekalan Allah Roh Kudus

itu hidup dalam Keallahan sebagai anggota

yang ketiga. Bapa, Anak dan Roh ada de-

ngan sendirinya, setara. Walaupun masing-

masing setara, ada pembagian tugas dalam

Tritunggal itu (baca bab 2).

Kebenaran mengenai Allah Roh Kudus

dapat dipahami dengan jelas dalam Yesus.

Apabila Roh turun kepada umat percaya, Ia

datang sebagai "Roh Kristus"—la tidak da-

tang dengan kehendak-Nya sendiri, mem-

bawa kuasa-Nya. Kegiatan-Nya dalam seja-

rah bertumpu pada misi keselamatan yang

dibawa Kristus. Roh Kudus terlibat secara

aktif dalam peristiwa kelahiran Kristus (Luk.

1:35), mengukuhkan tugas pelayanan-Nya

kepada orang banyak pada waktu pembap-

tisan-Nya (Mat. 3:16, 17), dan membawa

manfaat korban pendamaian Kristus serta

kebangkitan untuk kita semua  (Rm. 8:11).

Di dalam Keallahan, Roh tampaknya me-

laksanakan tugas pelaksanaan. Ketika Allah

Bapa memberikan Anak-Nya kepada dunia

ini (Yoh. 3:16), Ia dikandung oleh Roh Ku-

dus (Mat. 1:18-20). Roh Kudus datang un-

tuk menyelesaikan rencana itu, mewujud-

kannya.

Keterlibatan yang erat Roh Kudus dalam

penciptaan nyata dalam kehadiran-Nya pada

waktu Penciptaan (Kej. 1:2). Asal-usul dan

pemeliharaan hidup bergantung pada pelak-

sanaan tugas-Nya; jika Ia meninggalkannya

berarti maut. Alkitab berkata, jika Allah "me-

narik kembali Roh-Nya, dan mengembali-

kan nafas-Nya pada-Nya, maka binasalah

bersama-sama segala yang hidup, dan kem-

balilah kita semua  kepada debu" (Ayb. 34:14,

15; bandingkan 33:4). Kita dapat melihat re-

fleksi pekerjaan kreatif yang dilakukan Roh

dalam tugas pengolahan kembali masing-

masing orang yang terbuka bagi Allah. Al-

lah melaksanakan pekerjaan-Nya di dalam

individu-individu melalui Roh Pencipta.

Oleh sebab  itu, di dalam penjelmaan, pen-

ciptaan dan penciptaan kembali, Roh mun-

cul untuk menuntaskan tujuan Allah.

ROH YANG DIJANJIKAN

Kita direncanakan menjadi tempat ting-

gal Roh Kudus (baca 1 Kor. 3:16). Dosa

Adam dan Hawa yang memisahkan mereka

baik dari Taman Eden dan juga sebagai tem-

pat tinggal Roh. Perpisahan itu berkelanjut-

an—bejatnya kejahatan sebelum datangnya

Air Bah membuat Allah mengumumkan,

"Roh-Ku tidak akan selama-lamanya ting-

gal di dalam kita semua " (Kej. 6:3).

Pada zaman Perjanjian Lama Roh me-

lengkapi orang-orang tertentu untuk melak-

sanakan tugas-tugas khusus (Bil. 24:2; Hak.

6:34; 1 Sam. 10:6). Terkadang Dia "dalam"

orang-orang (Kel. 31:3; Yes. 63:11). Tentu

saja orang-orang yang benar-benar percaya

76Allah Roh Kudus

selalu merasakan kehadiran-Nya, bahkan nu-

buat meramalkan kecurahan Roh "atas se-

mua kita semua " (Yl. 2:28)—suatu saat bila-

mana pernyataan Roh yang lebih besar da-

lam zaman baru.

Selama dunia ini masih di tangan peram-

pas kekuasaan, kecurahan Roh itu masih di-

tangguhkan. Sebelum Roh dapat mencurah-

kannya atas semua kita semua , Kristus harus

melaksanakan tugas-Nya di dunia ini dan

mengadakan tugas melalui korban penda-

maian. Menunjuk kepada pelayanan Kristus

sebagai pelayanan Roh, Yohanes Pembaptis

berkata, "Aku membaptis kamu dengan air"

namun  Ia "akan membaptiskan kamu dengan

Roh Kudus" (Mat. 3:11). Akan namun  Injil

tidak memperlihatkan Yesus Kristus mem-

baptis dengan Roh Kudus. Beberapa jam

menjelang kematian-Nya, Yesus berjanji

kepada murid-murid-Nya, "Aku akan minta

kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepa-

damu seorang Penolong yang lain, supaya

Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu

Roh Kebenaran" (Yoh. 14:16, 17). Adakah

janji pembaptisan Roh itu diterima waktu

penyaliban? Tiada merpati yang muncul pa-

da waktu hari Jumat penyaliban itu—hanya

kegelapan belaka serta kilatan cahaya.

Beberapa waktu lalu  sesudah  ke-

bangkitan-Nya, Yesus mengembusi Roh Ku-

dus kepada murid-murid-Nya (Yoh. 20: 22).

Ia berkata, "Dan Aku akan mengirim kepa-

damu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. namun 

kamu harus tinggal di dalam kota ini sam-

pai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan

dari tempat tinggi" (Luk. 24:49). Kuasa ini

akan diterima "kalau Roh Kudus turun ke

atas kamu," untuk menjadikan umat perca-

ya menjadi saksi-saksi-Nya sampai akhir du-

nia (Kis. 1:8).

Yohanes menulis, "Sebab Roh itu belum

datang, sebab  Yesus belum dimuliakan"

(Yoh. 7:39). Penerimaan Allah Bapa atas pe-

ngorbanan Kristus yaitu  syarat kecurahan

Roh Kudus.

Abad baru mulai hanyalah apabila Tuhan

kita yang telah menang itu duduk di atas

takhta surga. Hanya dengan demikianlah Ia

dapat mengirimkan Roh Kudus secara pe-

nuh. Dan sesudah  "Ia ditinggikan oleh tangan

kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang

dijanjikan itu,"kata Petrus, "dicurahkan-

Nya" Roh Kudus (Kis. 2:33) ke atas murid-

murid-Nya yang dengan penuh harap ber-

kumpul menyambut peristiwa ini, dan "se-

mua bertekun dengan sehati dalam doa ber-

sama-sama" (Kis. 1:5, 14). Pada hari Penta-

kosta, lima puluh hari sesudah  penyaliban di

Golgota, menyambut abad baru dengan se-

gala kuasa kehadiran Roh."Tiba-tiba turun-

lah dari langit suatu bunyi seperti tiupan

angin keras yang memenuhi seluruh rumah,

di mana mereka duduk; dan tampaklah kepa-

da mereka lidah-lidah seperti nyala api yang

bertebaran dan hinggap pada mereka ma-

sing-masing. Maka penuhlah mereka dengan

Roh Kudus" (Kis. 2:2-4).

Tugas Yesus dan Roh Kudus sepenuhnya

saling bergantung. Roh Kudus dapat dicu-

rahkan sepenuhnya hanyalah apabila tugas

Yesus telah diselesaikan. Dan Yesus dikan-

dung Maria sebab  Roh Kudus (Mat. 1:8-

21), dibaptiskan oleh Roh Kudus (Mrk. 1:9,

10), dibimbing oleh Roh (Luk. 4:1), menga-

dakan mukjizat-Nya melalui Roh (Mat.

12:24-32), mempersembahkan diri-Nya di

Golgota melalui Roh (Ibr. 9:14, 15) dan ke-

mudian dibangkitkan oleh Roh (Rm. 8:11).

Yesuslah Orang yang pertama mengala-

mi kepenuhan Roh Kudus. Kebenaran yang

sangat mengherankan itu, ialah bahwa Tu-

han kita mau mencurahkan Roh-Nya kepa-

da semua orang yang sungguh-sungguh me-

rindukan-Nya.

77Allah Roh Kudus

MISI ROH KUDUS

Petang sebelum kematian Kristus Ia me-

ngucapkan kata perpisahan yang menyebab-

kan murid-murid-Nya menjadi amat gelisah.

Dengan segera Ia menjamin bahwa Roh Ku-

dus akan diterima mereka sebagai wakil-Nya

secara pribadi. Mereka tidak akan ditinggal-

kan sebagai yatim piatu (Yoh. 14:18).

Asal-usul Misi itu. Perjanjian Baru me-

nyatakan Roh Kudus dalam cara yang unik.

Ia disebut "Roh Yesus" (Kis. 16:7), "Roh

Anak-Nya" (Gal. 4:6), "Roh Allah" (Rm.

8:9), "Roh Kristus" (1 Ptr. 1:11), dan "Roh

Yesus Kristus" (Flp. 1:19). Siapa yang me-

mulai misi Roh Kudus—Yesus Kristus atau-

kah Allah Bapa?

Apabila Kristus menyatakan asal-usul

misi Roh Kudus kepada sebuah dunia yang

telah hilang, ada dua sumber yang disebut-

kan-Nya. Pertama-tama Ia menunjuk kepa-

da Bapa: "Aku akan minta kepada Bapa, dan

Ia akan memberikan kepadamu seorang Pe-

nolong yang lain" (Yoh. 14:16; bandingkan

15:26, "yang keluar dari Bapa"). Baptisan

Roh Kudus disebut-Nya "janji Bapa" (Kis.

1:4). Kedua, Kristus menunjukkan diri-Nya

sendiri: "Aku akan mengutus Dia kepada-

mu" (Yoh. 16:7). Oleh sebab  itu, Roh Ku-

dus mulai dari Allah Bapa dan Allah Anak.

Misi-Nya ke Dunia Ini. Kita dapat me-

ngakui Ketuhanan Kristus hanyalah mela-

lui pengaruh Roh Kudus. Paulus berkata,

"Tidak ada seorang pun, yang dapat meng-

aku: ‘Ye-sus yaitu  Tuhan,’ selain oleh Roh

Kudus.” (1 Kor. 12:3).

Kepada kita diberikan jaminan bahwa,

melalui Roh Kudus, Kristus, "Terang yang

sesungguhnya, “menerangi” setiap orang, se-

dang datang ke dalam dunia" (Yoh. 1:9). Mi-

si-Nya ialah untuk “menginsafkan dunia

akan dosa, kebenaran dan penghakiman”

(Yoh. 16:8).

Pertama-tama, Roh Kudus membawa

kepada kita suatu penyadaran akan dosa, te-

rutama dosa sebab  tidak menerima Kristus

(Yoh. 16:9). Kedua, Roh mendorong semua

orang supaya menerima kebenaran Kristus.

Ketiga, Roh memperingatkan kita mengenai

penghakiman, sebuah alat yang penuh kua-

sa untuk membangkitkan pikiran orang yang

digelapi dosa atas perlunya pertobatan dan

perubahan.

Apabila kita telah bertobat maka kita da-

pat dilahirkan kembali melalui baptisan air

dan Roh Kudus (Yoh. 3:5). lalu  kita

memperoleh hidup baru, sebab  kita telah

menjadi tempat kediaman Roh Kristus.

Misi-Nya bagi Orang Percaya. Sebagi-

an besar nas mengenai Roh Kudus menying-

gung hubungan-Nya dengan umat Allah. Pe-

ngaruh-Nya yang menguduskan menuntun

kepada penurutan (1 Ptr. 1:2), akan namun 

tidak seorang pun yang tetap akan menga-

lami kehadiran-Nya kalau tidak memenuhi

syarat-syarat tertentu. Petrus mengatakan Al-

lah telah mengaruniakan Roh kepada orang-

orang yang terus-menerus menurut Dia (Kis.

5:32).1 Oleh sebab  itu, orang-orang percaya

diberi amaran mengenai perlawanan, men-

dukakan, dan memadamkan Roh (Kis. 7:51;

Ef. 4:30; 1 Tes. 5:19).

Apakah yang dilakukan Roh bagi orang-

orang beriman?

1. Ia menolong orang-orang percaya.

Tatkala memperkenalkan Roh Kudus, Kris-

tus menyebut-Nya "seorang Penolong (pa-

rakletos) yang lain" (Yoh. 14:16). Kata Yu-

nani parakletos diterjemahkan menjadi "Pe-

nolong," "Penghibur," "Penasihat," dan da-

pat juga berarti "Yang Mengantarai," "Pe-

rantara," atau "Pembela."

78Allah Roh Kudus

Parakletos satu-satunya yang lain dise-

butkan dalam Kitab Suci ialah Kristus sen-

diri. Ialah yang menjadi Pembela atau Pe-

ngantara di hadapan Bapa. "Anak-anakku,

hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya

kamu jangan berbuat dosa, namun jika se-

orang berbuat dosa, kita mempunyai seorang

pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus,

yang adil" (1 Yoh. 2:1). Sebagai Pengantara,

Mediator, dan Penolong, Kristus mengha-

dapkan kita kepada Allah dan memperlihat-

kan Allah kepada kita. Nah, demikian pula

Roh memimpin kita kepada Kristus dan me-

nyatakan anugerah Kristus kepada kita. Ini

menerangkan mengapa Kristus disebut "Roh

kasih karunia" (Ibr. 10:29). Salah satu sum-

bangan-Nya yang terbesar ialah penerapan

anugerah penebusan yang dilakukan Kris-

tus terhadap kita semua  (baca 1 Kor. 15:10; 2

Kor. 9:4; Yoh. 4:5, 6).

2. Ia membawa kebenaran Kristus.

Kristus menyebut Roh Kudus "Roh Kebe-

naran" (Yoh. 14:17; 15:26; 16:13). Tugas-

Nya juga termasuk "mengingatkan kamu

akan semua yang telah Kukatakan kepada-

mu" (Yoh. 14:26) dan membimbing "kamu

ke dalam seluruh kebenaran"(Yoh 16:13).

Pekabaran yang disampaikan-Nya ialah men-

jadi saksi bagi Kristus Yesus (Yoh. 15: 26).

"Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sen-

diri, namun  segala sesuatu yang didengar-Nya

itulah yang akan dikatakan-Nya," kata Kris-

tus,"dan la akan memberitakan kepadamu

hal-hal yang akan datang. Ia akan memulia-

kan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepa-

damu apa yang diterima-Nya dari pada-Ku"

(Yoh. 16: 13,14).

3. Ia membawa hadirat Kristus. Peka-

baran yang disampaikan-Nya bukan saja me-

ngenai Kristus, namun  juga hadirat Kristus.

Yesus berkata, "yaitu  lebih berguna bagi

kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku ti-

dak pergi, Penghibur. (Roh Kudus, Yoh. 14:

16, 17) itu tidak akan datang kepadamu, te-

tapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus

Dia kepadamu" (Yoh. 16:7).

Sebagai kita semua  Yesus tidak dapat hadir

di mana-mana, oleh sebab  itu sangatlah bi-

jaksana bila Ia pergi. Melalui Roh Ia dapat

hadir di mana-mana sepanjang masa. Yesus

berkata, "Aku akan minta kepada Bapa, dan

Ia akan memberikan kepadamu seorang Pe-

nolong yang lain, supaya Ia menyertai ka-

mu, yaitu Roh Kebenaran." Ia memberikan

jaminan bahwa Roh itu "akan diam di da-

lam kamu. Aku tidak akan meninggalkan

kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kem-

bali kepadamu" (Yoh. 14:16-18). "Roh Ku-

dus yaitu  wakil Kristus, namun  bebas dari

kepribadian kita semua , dan ketergantungan-

nya."2

Pada waktu penjelmaan, Roh Kudus

menghadirkan Kristus kepada seorang—

Maria. Pada hari Pentakosta, Roh mengha-

dirkan Kristus yang telah menang itu kepa-

da dunia ini. Janji-janji Kristus ialah: "Aku

sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau"

(Ibr. 13:5) dan "Aku menyertai kamu senan-

tiasa sampai kepada akhir zaman" (Mat.

28:20)—diwujudkan melalui Roh. Oleh ka-

rena alasan itulah Perjanjian Baru memberi-

kan Roh itu sebuah nama yang belum per-

nah digunakan pada-Nya di dalam Perjanji-

an Lama, "Roh Yesus Kristus" (Flp. 1:19).

Hanya dengan demikianlah, melalui Roh,

baik Bapa maupun Anak menjadikan umat

percaya sebagai tempat tinggal Mereka (Yoh.

14:23), satu-satunya jalan bagaimana orang

beriman dapat tinggal di dalam Kristus, yak-

ni melalui Roh.

4. Ia menuntun jalannya jemaat. Kare-

na Roh Kudus menghadirkan hadirat Kris-

tus, Ia menjadi Wakil sejati Kristus di atas

79Allah Roh Kudus

dunia ini. Sebagai pusat yang kekal atas kua-

sa dalam masalah-masalah iman dan doktrin

maka cara-cara yang ditempuh-Nya untuk

menuntun jemaat sesuai dengan Alkitab. "Ci-

ri khas Protestantisme—ialah bahwa Roh

Kudus yaitu  wakil sejati atau pengganti

Kristus di atas dunia ini. Kalau bergantung

kepada organisasi, para pemimpin, atau kebi-

jaksanaan kita semua  berarti menempatkan ma-

nusia di tempat yang Ilahi.3

Roh Kudus begitu terlibat dalam peker-

jaan kerasulan jemaat yang mula-mula itu.

Melalui doa, puasa, jemaat memilih misio-

naris, atas bimbingan Roh Kudus itu (Kis.

13:1-4). Orang-orang yang dipilih sudah di-

kenal baik sebagai orang yang membuka diri

terhadap bimbingan Roh Kudus. Kitab Ki-

sah Para Rasul melukiskan mereka sebagai

orang yang "penuh dengan Roh Kudus" (Kis.

13:9, bandingkan 52). Kegiatan-kegiatan

yang dilakukan mereka berada di bawah ken-

dali-Nya (Kis. 16:6, 7). Paulus mengingat-

kan tua-tua jemaat bahwa mereka ditempat-

kan pada kedudukan mereka oleh Roh Ku-

dus (Kis. 20: 28).

Roh Kudus melakukan sebuah peran pen-

ting dalam menyelesaikan kesukaran yang

serius yang mengancam kesatuan jemaat. Se-

sungguhnya, Kitab Suci memperkenalkan

keputusan-keputusan yang dibuat majelis je-

maat yang mula-mula itu dengan kata seperti

yang berikut: "Sebab yaitu  keputusan Roh

Kudus dan keputusan kami...." (Kis. 15:28).

5. Ia melengkapi jemaat dengan karu-

nia istimewa. Roh Kudus telah mencurah-

kan karunia-karunia istimewa kepada umat

Allah. Pada zaman Perjanjian Lama "Roh

Tuhan menghinggapi dia" dan memberikan

kepada mereka kuasa istimewa untuk me-

mimpin dan melepaskan bangsa Israel (Hak.

3:10; 6:34; 11:29, dsb) dan kemampuan un-

tuk bernubuat (Bil. 11:17, 25, 26; 2 Sam.

23:2). Roh turun kepada Saul dan Daud ke-

tika mereka diurapi sebagai pemerintah umat

Tuhan (1 Sam. 10:6, 10; 16:13). Kepada se-

bagian orang, turunnya Roh itu membuat-

nya mampu melakukan karya-karya seni

yang unik (Kel. 28:3; 31:3; 35:30-35).

Pada jemaat yang mula-mula itu, Kristus

mencurahkan pelbagai karunia kepada je-

maat melalui Roh Kudus. Roh Kudus mem-

bagi-bagikan karunia ini kepada umat per-

caya untuk kemajuan jemaat, diberikan-Nya

karunia itu ketika dilihat-Nya layak untuk itu

(Kis. 2:38; 1 Kor. 12:7-11). Ia menyediakan

kuasa istimewa yang diperlukan untuk me-

nyampaikan Injil sampai ke ujung dunia (Kis.

1:8; baca bab 16 dari artikel  ini).

6. Ia mengisi hati orang percaya. Rasa

ingin tahu Paulus terhadap murid-murid yang

tinggal di Efesus dinyatakan sebagai berikut,

"Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ke-

tika kamu menjadi percaya?" (Kis. 19:2) ada-

lah sebuah pertanyaan yang sulit bagi setiap

orang percaya.

Manakala Paulus menerima jawaban

yang negatif maka ia menumpangkan tangan-

nya ke atas murid-murid itu sehingga me-

reka menerima baptisan Roh Kudus (Kis.

19:6).

Peristiwa ini menunjukkan bahwa kein-

safan akan dosa yang muncul sebab  Roh

Ku-dus dan pengisian Roh kehidupan yaitu 

dua pengalaman yang berbeda.

Yesus menyatakan perlunya lahir dari air

dan Roh (Yoh. 3:5). Sebelum Ia naik ke sur-

ga diperintahkan-Nya supaya orang-orang

yang baru percaya itu dibaptiskan dengan

"nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus"

(Mat. 28:19). Sesuai dengan perintah ini,

Petrus mengkhotbahkan bahwa "karunia

Roh Ku-dus" akan diterima pada saat bap-

tisan (Kis. 2:38). Dan Paulus mengukuhkan

pentingnya baptisan Roh Kudus (baca bab

80

14 dari artikel  ini) dengan panggilan yang

mendesak agar orang-orang percaya itu "pe-

nuh dengan Roh" (Ef. 5:18).

Dengan pemenuhan Roh Kudus, maka

kita pun diubah ke dalam citra Allah, mene-

ruskan pekerjaan penyucian yang dimulai

pada saat kelahiran baru itu. Allah telah me-

nyelamatkan kita sesuai dengan anugerah-

Nya "oleh permandian kelahiran kembali dan

oleh pembaruan yang dikerjakan oleh Roh

Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepa-

da kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita"

(Tit. 3:5, 6).

"Dengan tidak hadirnya Roh maka pe-

kerjaan Injil menjadi tidak berdaya sama se-

kali. Pengetahuan, bakat, kefasihan lidah,

atau setiap anugerah yang alamiah mungkin

dimiliki; namun , tanpa kehadiran Roh Allah,

tidak ada hati yang dapat disentuh, tidak ada

orang berdosa yang dimenangkan bagi Kris-

tus. Sebaliknya, jika mereka dihubungkan

dengan Kristus, jika karunia Roh menjadi mi-

lik mereka, murid-murid-Nya yang paling

miskin dan paling tidak berpengetahuan se-

kalipun akan memiliki kuasa yang akan ber-

bicara kepada hati mereka. Allah akan men-

jadikan mereka saluran pencurahan pengaruh

yang paling tinggi di alam semesta."4

Roh itu sangat menentukan. Semua peru-

bahan yang diakibatkan Yesus Kristus dalam

kita terjadi melalui pelayanan Roh. Sebagai

umat percaya kita harus senantiasa waspada

bahwa tanpa Roh kita tidak akan dapat mela-

kukan sesuatu (Yoh. 15:5).

Dewasa ini Roh Kudus mengarahkan per-

hatian kita kepada karunia kasih Allah ter-

besar yang diberikan dalam Anak-Nya. Ia

mengharapkan agar kita jangan menghala-

ngi permohonan-Nya, melainkan menerima

jalan satu-satunya itu, yang memungkinkan

kita diperdamaikan dengan Bapa kita yang

penuh kasih dan kemurahan.

____________________________:

1. Baca Arnold V. Wallenkampf, New by The Spirit (Mountain View, CA: Pacific Press, 1978), hlm. 49, 50.

2. White, Desire of Ages, hlm. 669.

3. LeRoy E. Froom, The Coming of the Comforter, edisi revisi (Washington, D.C.: Review and Herald, 1949), hlm. 66, 67.

4. White, Testimonies for the Church (Mountain View, CA: Pacific Press, 1948), jilid 8, hlm. 21, 22.

81

DOKTRIN TENTANG kita semua 

82

Tuhan Pencipta segala sesuatu, dan hal itu telah dinyatakan dalam

Kitab Suci, catatan autentik atas kegiatan-Nya yang kreatif Di dalam

enam hari Tuhan menjadikan “langit dan bumi” dan semua makhluk

hidup yang ada di atas bumi, dan berhenti pada hari ketujuh pada minggu

yang pertama itu. Oleh sebab  itu, Ia menjadikan Sabat sebagai pe-

ringatan yang abadi atas pekerjaan penciptaan yang sempurna yang

dilakukan-Nya itu. Leluhur kita semua  yang pertama itu, lelaki dan pe-

rempuan, yang telah dijadikan Tuhan menurut gambar-Nya sebagai

mahkota ciptaan, memerintah dunia dan diberi tugas untuk mengusa-

hakannya. Tatkala dunia ini sudah selesai diciptakan, maka segala

sesuatu itu “sungguh amat baik,” menyatakan kemuliaan Tuhan. —

Fundamental Beliefs,—6.

83

Catatan yang diberikan di dalam Alkitab

sangat sederhana. Dengan perintah Tu-

han, “langit dan bumi, laut dan segala isi-

nya” (Kel. 20:11) jadi dengan segera. Da-

lam enam hari saja tampak perubahan dari

yang “belum berbentuk dan kosong” men-

jadi planet yang penuh dan subur dengan

makhluk ciptaan dan pelbagai bentuk tanam-

an yang sudah dewasa. Planet kita dihiasi

dengan warna-warna yang cerah, bersih, se-

jati, dengan pelbagai bentuk dan keharum-

an, berbaur bersama-sama dengan selera

yang sangat baik dan ketepatan yang sem-

purna dalam segala fungsinya.

lalu  Tuhan “berhenti” untuk me-

rayakan dan menikmatinya. Kejayaan serta

keindahan yang enam hari itu akan dikenang

selama-lamanya sebab  Ia berhenti. Coba ki-

ta perhatikan sejenak bagaimana laporan Al-

kitab mengenai Permulaan itu.

“Pada mulanya Allah menjadikan langit

dan bumi.” Dunia dipenuhi dengan air dan

gelap gulita. Pada hari pertama, Allah memi-

sahkan terang dari gelap dan menamai ter-

ang itu “siang” dan gelap gulita itu “malam.”

Pada hari kedua Allah “memisahkan air,”

memisahkan air yang ada di bawah cakrawa-

la itu dari air yang ada di atasnya, untuk mem-

buat suasana nyaman bagi kehidupan. Pada

hari yang ketiga Allah menghimpun air ke

sebuah tempat, membuat bagian daratan dan

lautan. lalu  Allah menyelimuti pantai,

bukit-bukit dan lembah-lembah, “tanah itu

menumbuhkan tunas-tunas muda, segala je-

nis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan se-

gala jenis pohon-pohonan yang menghasil-

kan buah yang berbiji” (Kej. 1:12).

Pada hari yang keempat Allah menjadi-

kan matahari, bulan dan bintang untuk “men-

jadi tanda yang menunjukkan masa-masa

yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun.”

Matahari memerintah siang, bulan memerin-

tah malam (Kej. 1:14-16).

Tuhan menjadikan burung-burung dan

makhluk yang hidup di dalam air pada hari

yang kelima. Ia menjadikan mereka “dan se-

gala jenis makhluk hidup” (Kej. 1:21), de-

ngan sebuah petunjuk bahwa makhluk yang

diciptakan-Nya akan menurunkan jenisnya.

Pada hari yang keenam Allah menjadikan

BAB 6

PENCIPTAAN

84Penciptaan

pelbagai jenis binatang yang melata. Ia ber-

kata, “Hendaklah bumi mengeluarkan sega-

la jenis makhluk yang hidup, ternak dan bi-

natang melata dan segala jenis binatang liar”

(Kej. 1:24).

sesudah  itu, sebagai tindakan yang paling

mulia dan menjadi mahkota Ciptaan, Allah

menjadikan kita semua  “menurut gambar-Nya,

menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia;

laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya me-

reka” (Kej. 1:27).Allah melihat segala sesu-

atu yang diciptakan-Nya itu, “sungguh amat

baik” (Kej. 1:31).

FIRMAN KREATIF TUHAN

“Oleh firman Tuhan,” kata penulis Maz-

mur, “langit telah dijadikan, oleh nafas dari

mulut-Nya segala tentaranya” (Mzm. 33:6).

Bagaimanakah berlangsungnya kata-kata

yang kreatif ini?

Firman Kreatif dan Benda Pra-ada.

Kata yang ada  dalam Kejadian, “Berfir-

manlah Allah,” mengenalkan perintah Ilahi

yang dinamis yang bertanggung jawab atas

peristiwa megah enam hari Penciptaan itu (Kej.

1:3, 6, 9, 11, 14, 20, 24). Setiap perintah mun-

cul dengan energi yang kreatif yang mengu-

bah planet yang “belum berbentuk dan ko-

song” (Kej. 1:2) menjadi sebuah Firdaus.

“Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi”

(Mzm. 33: 9). Sesungguhnya, “bahwa alam

semesta telah dijadikan oleh firman Allah”

(Ibrani 11:3).

Firman kreatif ini tidak bergantung pada

benda yang pra-ada (ex nihilo): “sebab 

iman kita mengerti, bahwa alam semesta te-

lah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa

yang kita lihat telah terjadi dari apa yang ti-

dak dapat kita lihat” (Ibr. 11:3). Walaupun

kadang-ladang Allah memakai  benda

pra-ada—Adam dan binatang-binatang dija-

dikan dari tanah, dan Hawa sendiri dijadi-

kan dari tulang rusuk Adam (Kej. 2:7, 19,

22)—alhasil, Allah yang menjadikan segala

sesuatu.

KISAH PENCIPTAAN

Banyak pertanyaan yang dikemukakan

mengenai catatan Kejadian yang ada  da-

lam artikel  itu, tentang Penciptaan. Apakah ke-

dua penuturan mengenai Penciptaan yang

ter-dapat dalam artikel  pertama Alkitab berisi

laporan yang bertentangan ataukah memang

catatan itu konsisten? Apakah hari-hari Pen-

ciptaan memang secara harfiah ataukah

menggambarkan suatu periode yang amat

panjang? Benarkah langit—matahari, bulan

dan bintang—benar-benar dijadikan 6000 ta-

hun yang lalu?

Catatan Penciptaan. Dua catatan Al-

kitab mengenai penciptaan, satu ada  da-

lam Kej. 1:1 sampai 2:3, sedang  yang sa-

tu lagi ada  dalam Kej. 2:4-25, selaras.

Tuturan yang pertama dilakukan secara

beruntun, yaitu deretan peristiwa penciptaan

segala sesuatu.

sedang  tuturan yang kedua dimulai

dengan kata, “Inilah daftar keturunan...,” me-

rupakan sebuah pernyataan bahwa di dalam

Kejadian diperkenalkan sejarah keluarga

(bandingkan Kej. 5:1; 6:9; 10:1). Narasi ini

melukiskan tempat kita semua  dalam Pencip-

taan. Tidak terlalu kronologis namun me-

nampakkan bahwa segala sesuatu dijadikan

untuk menjadi lingkungan kita semua  itu.l Di-

berikannya gambaran yang lebih rinci me-

ngenai penciptaan Adam dan Hawa dan ling-

kungan yang dijadikan Allah di taman Eden.

Lagi pula, kepada kita diberikan informasi

mengenai keadaan kita semua  dan pemerintah-

an Ilahi. Hanyalah dengan menerima kedua

catatan Penciptaan ini sebagaimana adanya,

85Penciptaan

harfiah dan bersifat historis, membuatnya se-

laras dengan bagian-bagian selanjutnya da-

lam Kitab Suci.

Hari-hari Penciptaan. Hari-hari pencip-

taan menurut Alkitab yaitu  memakai 

hari yang benar-benar 24 jam secara harfi-

ah. Cara khas yang digunakan orang pada

zaman Perjanjian Lama, oleh umat Allah, ia-

lah dengan mengukur waktu dengan ungkap-

an “petang dan pagi” (Kej. 1:5, 8, 13, 19,

23, 31) menetapkan hari-hari yang dimulai

dengan petang atau waktu matahari terbenam

(baca Im. 23:32; Ul. 16:6). Tidak ada pem-

benaran yang mengatakan bahwa ungkapan

satu hari yang harfiah ini, misalnya, sama

dengan ribuan atau jutaan tahun dalam Ke-

jadian.

Kata Ibrani untuk hari ialah Yom dalam

Kejadian 1. Apabila kata yom disertai kata

penunjuk bilangan tentu, maka yang dimak-

sudkannya ialah selalu yang harfiah, hari 24

jam (misalnya dalam Kej. 7:11; Kel. 16:1)

—petunjuk lain yang menyatakan bahwa ca-

tatan dalam Penciptaan berbicara mengenai

hari secara harfiah, 24 jam sehari.

Sepuluh Hukum merupakan bukti lain

bahwa Penciptaan dalam Kejadian menyang-

kut hari yang harfiah, 24 jam sehari. Dalam

hukum keempat Tuhan berkata, “Ingatlah dan

kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya

engkau akan bekerja dan melakukan segala

pekerjaanmu, namun  hari ketujuh yaitu  hari

Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan me-

lakukan sesuatu pekerjaan, ... Sebab enam

hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan

bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti

pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN

memberkati hari Sabat dan menguduskan-

nya” (Kel. 20:8-11).

Dengan ringkas, Allah menceritakan

kembali kisah Penciptaan. Setiap hari (yom)

diisi dengan kegiatan yang kreatif, dan Sa-

bat merupakan klimaks minggu Penciptaan

itu. Hari Sabat yang 24 jam itu, menjadi peri-

ngatan minggu harfiah Penciptaan. Hukum

keempat menjadi tidak bermakna apabila hari

dikendurkan menjadi masa yang beribu-ribu

tahun.2

Orang yang mengutip 2 Petrus 3:8 “bah-

wa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti

seribu tahun,” mencoba membuktikan bah-

wa hari-hari Penciptaan itu bukanlah hari

yang ditafsirkan secara harfiah 24 jam seha-

ri, melupakan fakta bahwa pada ayat yang

sama dikatakan juga “seribu tahun” yaitu 

“sama seperti satu hari.” Orang-orang yang

menafsirkan hari Penciptaan itu sama dengan

ribuan tahun atau membacanya sebagai satu

kurun waktu yang tidak terbatas menjadi juta

dan milyar tahun berarti mempertanyakan

keabsahan perkataan Allah—sama seperti

ular menggoda Hawa.

Apa itu “langit?” Banyak orang yang

bertanya-tanya, dan yang memahami pun be-

gitu, dengan adanya ayat-ayat yang menga-

takan bahwa Allah “menciptakan langit dan

bumi” (Kej. 1:1; bandingkan 2:1; Kel. 20:11)

dan bahwa Ia menjadikan matahari, bulan,

dan bintang pada hari keempat dalam ming-

gu Penciptaan 6000 tahun yang lalu (Kej.

1:14-19). Apakah semua benda-benda yang

ada  di langit diadakan pada ketika itu

juga?

Tentu saja minggu Penciptaan yang di-

bicarakan di sini tidak mencakup langit yang

didiami Tuhan Allah sejak zaman kekekal-

an. ”Langit” yang disebutkan dalam Kejadi-

an 1 dan 2 mungkin menunjuk kepada pla-

net-planet serta bintang-bintang yang paling

dekat kepada bumi.

Sesungguhnya, bumi, ganti ciptaan per-

tama Kristus, sangat mungkin yaitu  cipta-

an-Nya yang terakhir. Alkitab melukiskan

anak-anak Allah, kemungkinan yang dimak-

86Penciptaan

sud yaitu  Adam-Adam dari dunia-dunia

yang tidak pernah jatuh ke dalam dosa, ber-

jumpa dengan Allah, mengadakan pertemu-

an di sebuah sudut yang jauh di alam semes-

ta (Ayb. 1:6-12). Sebegitu jauh, belum ada

penemuan mengenai planet-planet yang di-

huni. Tampaknya tempat yang dimaksudkan

itu amat jauh di keluasan alam semesta—di

luar jangkauan sistem bimasakti kita yang

telah dicemari dosa ini, untuk menjamin su-

paya jangan sampai ditulari dosa.

ALLAH PENCIPTAAN

Allah yang bagaimanakah Allah Pencipta

kita itu? Apakah semacam Pribadi yang tia-

da batasnya yang menaruh perhatian kepada

kita—noktah kehidupan yang terpencil di ke-

jauhan alam semesta-Nya? sesudah  menja-

dikan bumi, apakah Ia menjadi semakin be-

sar dan menjadi benda yang semakin baik?

Allah yang Memelihara. Catatan Pen-

ciptaan menurut Alkitab dimulai dengan Al-

lah dan lalu  beralih kepada kita semua .

Secara tidak langsung dikatakannya bahwa

dalam menciptakan langit dan bumi Allah

menyiapkan lingkungan yang sempurna bagi

umat kita semua . Umat kita semua , lelaki dan pe-

rempuan, yaitu  karya ciptaan-Nya yang lu-

ar biasa mulianya.

Catatan itu menunjukkan Allah sebagai

perencana yang teliti sekali atas segala ke-

perluan makhluk ciptaan-Nya. Ia membuat

sebuah taman yang menjadi rumah kedia-

man khusus untuk kita semua  dan memberikan

tanggung jawab kepada kita semua  itu untuk

mengelolanya. Ia menjadikan kita semua  sede-

mikian rupa agar mereka dapat mengadakan

suatu hubungan dengan Allah. Hubungan

yang dimaksudkan bukanlah sebuah hubung-

an yang tidak alamiah, bukan yang dipaksa-

kan; Ia menjadikan mereka dengan memberi-

kan kebebasan untuk memilih dan dengan

kemampuan untuk mengasihi serta melay-

ani-Nya.

Siapakah Allah Pencipta itu? Semua

anggota Keallahan ‘terlibat dalam Pencip-

taan (Kej. 1:2, 26). Wakil yang giat yang tu-

rut serta yaitu  Anak Allah, Kristus yang su-

dah ada sejak semula (pra-ada). Di dalam

prolog mengenai catatan Penciptaan, Musa

menulis: “Pada mulanya Allah menjadikan

langit dan bumi.”Mengingat kata-kata ini,

Yohanes melukiskan secara rinci mengenai

peranan Kristus dalam Penciptaan: “Pada

mulanya yaitu  Firman; Firman itu bersa-

ma-sama dengan Allah dan Firman itu ada-

lah Allah.... Segala sesuatu dijadikan oleh

Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang

telah jadi dari segala yang telah dijadikan”

(Yoh. 1:1-3). Di dalam nas yang sama de-

ngan jelas Yohanes menuliskan siapa sebe-

narnya yang dimaksudkannya: “Firman itu

telah menjadi kita semua , dan diam di antara

kita” (Yoh. 1: 14). Yesus yaitu  Pencipta,

Seorang yang berbicara sehingga bumi pun

jadilah (baca Ef. 3:9; Ibr. 1:20).

Menunjukkan Kasih Allah. Betapa da-

lamnya kasih Allah itu! Apabila Kristus yang

penuh cinta kasih itu membuat tangan Adam,

pastilah Ia tahu bahwa tangan kita semua  pada

suatu saat nanti akan menghina dan menya-

libkan-Nya. Dalam satu pengertian yang

mendalam Penciptaan dan salib itu bersatu,

sebab  Kristus sang Pencipta itu telah di-

sembelih sejak asas dunia ini (Why. 13:8).

Kemahatahuan-Nya3 sebagai yang Ilahi ti-

dak mencegah-Nya. Di bawah bayang-ba-

yang kabut Golgota yang tidak menyenang-

kan itu, Kristus menghembuskan napas ke-

hidupan ke lubang hidung Adam, dengan pe-

ngetahuan bahwa penciptaan itu akan men-

cabut nyawa-Nya. Kasih yang sukar dipaha-

87Penciptaan

mi itulah yang menjadi dasar Penciptaan.

TUJUAN PENCIPTAAN

Kasihlah yang menjadi pendorong sega-

la tindak laku Allah sebab  Ia sendiri kasih

(1 Yoh. 4:8). Ia tidak hanya menciptakan kita

supaya mengasihi-Nya, namun  juga supaya

kita dapat mengasihi-Nya. Kasih-Nya telah

membawa Dia ikut serta dalam Penciptaan,

salah satu karunia terbesar yang dapat diberi-

kan-Nya—eksistensi. lalu , adakah Al-

kitab, menunjukkan untuk maksud apa alam

semesta dan penghuninya diadakan?

Untuk Menyatakan Kemuliaan Tuhan.

Melalui ciptaan-Nya, Allah mengungkapkan

kemuliaan-Nya: “Langit menceritakan ke-

muliaan Allah, dan cakrawala memberitakan

pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan be-

rita itu kepada hari, dan malam menyampai-

kan pengetahuan itu kepada malam. Tidak

ada berita dan tidak ada kata, suara mereka

tidak terdengar; namun  gema mereka terpen-

car ke seluruh dunia, dan perkataan mereka

sampai ke ujung bumi” (Mzm. 19:1-5).

Mengapa pertunjukan kemuliaan Allah

sedemikian rupa? Fungsi alam menyaksikan

kemuliaan Allah. Ia bermaksud menjadikan

karya ciptaan-Nya itu mengarahkan setiap in-

dividu kepada Pencipta mereka. “Sebab apa

yang tidak nampak dari pada-Nya,” kata Ra-

sul Paulus, “yaitu kekuatan-Nya yang kekal

dan Keilahian-Nya, dapat nampak kepada pi-

kiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan,

sehingga mereka tidak dapat berdalih” (Rm.

1:20).

Apabila kita ditarik kepada Tuhan melalui

alam, kita dapat mempelajari lebih dalam ten-

tang kualitas Allah, kualitas yang dapat diwu-

judkan ke dalam hidup kita. Sehingga dengan

memantulkan sifat-sifat Allah, kita memulia-

kan-Nya, dan dengan demikianlah kita men-

datangkan kemuliaan bagi-Nya, memenuhi

maksud tujuan Allah dalam menciptakan kita.

Untuk Memenuhi Bumi. Pencipta du-

nia ini tidak menjadikan dunia ini menjadi

sebuah tempat yang sunyi sepi, menjadi se-

buah planet yang kosong; dunia ini dijadi-

kan untuk dihuni (Yes. 45:8). Apabila manu-

sia pertama itu merayakan perlunya seorang

kawan pendamping, maka Tuhan menjadi-

kan seorang perempuan baginya (Kej. 2:20;

1 Kor. 11:9). Ia mendirikan lembaga perka-

winan (Kej. 2:22-25). Pencipta tidak saja

memberikan pasangan itu tempat atas dunia

yang baru dijadikan ini—namun  juga diser-

tai dengan perkataan, “Beranakcuculah dan

bertambah banyak” (Kej. 1:28), Ia memberi-

kan kepada mereka hak istimewa untuk me-

ngambil bagian dalam penciptaan itu.

MAKNA PENCIPTAAN

Orang banyak mudah tergoda untuk me-

lalaikan doktrin Penciptaan. “Siapa peduli,”

kata mereka, “bagaimana Tuhan mencipta-

kan dunia ini? Apa yang kita perlukan ialah

bagaimana mengetahui cara masuk ke dalam

surga.” Bagaimanapun doktrin bahwa dunia

ini diciptakan Tuhan membentuk “dasar yang

tidak terelakkan bagi orang Kristen dan teo-

logi Alkitabiah.”4 Sejumlah konsep Alkita-

biah yang fundamental berakar dalam Pen-

ciptaan. Sesungguhnya, sebuah pengetahu-

an bagaimana Allah menjadikan “langit dan

bumi” akan dapat membantu seseorang men-

cari jalan menuju langit dan bumi yang baru

seperti yang pernah dibicarakan Yohanes Pe-

wahyu. Apa lagikah yang ada  dalam ajar-

an mengenai Penciptaan itu?

Menghilangkan Penyembahan Berhala.

Allah yang mampu mencipta itu membedakan-

Nya dari berhala-berhala (1 Taw. 16: 24-27;

88Penciptaan

Mzm. 96:5, 6; Yes. 40:18-26; 42:5-9; 44).

Kita harus menyembah Allah yang telah

menciptakan kita, bukan menyembah berhala

yang kita buat sendiri. Dengan kebajikan

kuasa cipta-Nya, Ia patut menerima ketaat-

an kita yang utuh. Hubungan yang bagaima-

napun yang mengganggu ketaatan kita sama-

lah dengan penyembahan berhala yang ke-

lak menjadi pokok penghakiman Ilahi. Oleh

sebab  itu, kesetiaan yang penuh terhadap

Khalik yaitu  masalah hidup dan mati.

Fondasi Perbaktian yang Benar. Per-

baktian kita kepada Tuhan didasarkan atas

kenyataan bahwa Dialah Khalik kita dan kita

ciptaan-Nya (Mzm. 95:6). Pentingnya tema

ini dinyatakan oleh dimasukkannya ke da-

lam panggilan yang diulurkan kepada pen-

duduk dunia ini tepat sebelum kedatangan

Kristus kembali supaya sujud kepada Seo-

rang “yang telah menjadikan langit dan bumi

dan laut dan semua mata air” (Why. 14:7).

Sabat—sebuah Peringatan Penciptaan.

Allah mengadakan Sabat hari ketujuh supaya

kita mengingat setiap minggu bahwa kita ada-

lah makhluk ciptaan-Nya. Sabat yaitu  sebu-

ah pemberian anugerah, bukannya membica-

rakan apa yang sudah kita lakukan melainkan

mengenai apa yang telah dijadikan Tuhan. Hari

ini khusus diberkati-Nya serta disucikan-Nya

supaya kita jangan melupakannya, selain be-

kerja, hidup harus juga dimasukkan ke dalam

hubungan dengan Khalik, beristirahat seraya

merayakan karya ciptaan Tuhan yang sangat

menakjubkan itu (Kej. 2:2, 3). Untuk mene-

kankan pentingnya, Khalik menempatkan pe-

rintah untuk mengingat peringatan yang ku-

dus atas kuasa cipta-Nya di tengah-tengah hu-

kum moral sebagai sebuah tanda yang kekal

dan simbol Penciptaan (Kel. 20:8-11; 31:13-

17; Yeh. 20:20; baca bab 19 artikel  ini).

Perkawinan—Lembaga Ilahi. Selama

minggu Penciptaan itu, Allah mendirikan

perkawinan sebagai sebuah lembaga Ilahi.

Ia bermaksud agar persekutuan kudus antara

kedua insan ini janganlah dipisahkan: Lela-

ki “bersatu dengan isterinya,” dan mereka

akan “menjadi satu daging” (Kej. 2:24; baca

juga Mrk. 10:9; baca bab 22 dalam artikel  ini).

Landasan bagi Harga Diri yang Sejati.

Menurut laporan Penciptaan, kita dijadikan

atas gambar Tuhan. Pemahaman ini mem-

berikan sebuah konsep yang benar atas nilai

individual. Tidak ada tempat untuk mere-

mehkan diri kita sendiri. Sesungguhnya, kita

telah diberi sebuah tempat yang khas dalam

ciptaan, yaitu dapat mengadakan hubungan

yang tetap secara istimewa dengan Pencipta

serta memperoleh kesempatan untuk menja-

di serupa dengan Dia.

Landasan yang Sejati bagi Persekutu-

an. Daya cipta Allah itu memungkinkan Ia

menjadi bapa (Mal. 2:10) serta menyatakan

persaudaraan kepada seluruh umat kita semua .

Tanpa memandang perbedaan seks, ras, pen-

didikan, atau kedudukan, semuanya telah di-

jadikan Allah dalam gambar-Nya. Memaha-

mi dan menerapkan, maka konsep ini akan

melenyapkan rasialisme, fanatisme, dan pel-

bagai bentuk diskriminasi lainnya.

Penatalayanan Pribadi. sebab  Tuhan

Allah yang menciptakan kita maka kita men-

jadi milik-Nya. Kenyataan ini membuktikan

secara tidak langsung bahwa kita mempu-

nyai tanggung jawab yang kudus untuk men-

jadi penatalayan-penatalayan yang setia atas

tubuh, pikiran dan kemampuan rohani kita.

Bertindak lepas sama sekali dari Khalik ada-

lah pertanda tidak tahu terima kasih. (Baca

juga bab 20 artikel  ini).

89Penciptaan

Tanggung Jawab Terhadap Lingkung-

an. Pada Penciptaan, Tuhan menempatkan

leluhur kita semua  yang pertama itu, lelaki dan

perempuan, di sebuah taman (Kej. 2:8). Me-

reka diberi tanggung jawab untuk mengusa-

hakan tanah dan “taklukkanlah itu,” berkua-

sa atas seluruh kehidupan hewan (Kej. 1:28).

Oleh sebab  itu, Tuhan memberikan kepada

kita tanggung jawab untuk memelihara ling-

kungan.

Martabat Kerja Kasar. Khalik berkata

kepada Adam supaya “mengusahakan dan

memelihara” taman Eden (Kej. 2:15). Ia

memberikan tugas kepada kita semua  keduduk-

an yang amat berguna ini, di dunia yang sem-

purna, menunjukkan martabat kerja kasar

atau kerja tangan.

Harga Semesta Secara Fisik. Pada setiap

langkah Penciptaan Allah mengatakan bahwa

apa yang telah dijadikan-Nya itu “baik ada-

nya” (Kej. 1:10, 12, 17, 21, 25) Dia mengu-

mumkan ciptaan yang telah dibuat-Nya itu

“sungguh amat baik” (Kej. 1:31). Oleh sebab 

itu penciptaan benda tidaklah jahat secara in-

trinsik, melainkan baik adanya.

Obat Penawar terhadap Pesimisme,

Kesepian dan Kesia-siaan. Kisah mengenai

Penciptaan menunjukkan bahwa, bukannya

terjadi secara kebetulan seperti evolusi, sega-

la sesuatu telah diciptakan dengan sebuah

tujuan. Umat kita semua  telah direncanakan

untuk suatu hubungan yang abadi dengan

Khalik, Pencipta itu sendiri. Apabila kita me-

ngerti bahwa kita telah dijadikan untuk sua-

tu maksud tertentu, maka hidup pun akan pe-

nuh dengan makna dan sukses dan kesia-sia-

an yang menyakitkan serta ketidakpuasan

yang hampa dan tampak akan lenyap, digan-

tikan dengan cinta kasih Allah.

Kesucian Hukum Tuhan. Hukum Tu-

han Allah sudah ada sebelum kita semua  jatuh

ke dalam dosa. Dalam keadaan mereka yang

belum mengenal dosa mereka harus tunduk

pada hukum ini . Itu juga yang merupa-

kan amaran terhadap perusakan diri, untuk

menunjukkan batas-batas kebebasan (Kej.

2:17), serta untuk menjaga kebahagiaan serta

kedamaian rakyat dalam kerajaan Allah

(Kej. 3:22-24; baca bab 18 artikel  ini).

Kekudusan Hidup. Pencipta kehidupan

terus-menerus melibatkan diri dalam pem-

bentukan hidup kita semua , untuk membuat

hidup itu kudus. Daud memuji Tuhan kare-

na Ia terlibat dalam kelahirannya. “Sebab

Engkaulah yang membentuk buah pinggang-

ku, menenun aku dalam kandungan iartikel .

Aku bersyukur kepada-Mu oleh sebab  keja-

dianku dahsyat dan ajaib.... Tulang-tulangku

tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadi-

kan di tempat yang tersembunyi, dan aku

direkam di bagian-bagian bumi yang paling

bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal

anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertu-

lis” (Mzm. 139:13-16). Di dalam kitab Ye-

saya Tuhan Allah menyatakan diri-Nya se-

bagai Seorang yang telah “membentuk eng-

kau sejak dari kandungan” (Yes. 44: 24). Ka-

rena hidup itu sendiri merupakan hidup yang

diberikan Allah, kita harus menghormatinya,

sebab  itu, kita memiliki tanggung jawab

moral untuk kita pelihara.

TUGAS KREATIF ALLAH BERLAN-

JUT TERUS

Apakah Allah Telah Selesai dengan

Ciptaan-Nya? Kisah Penciptaan berakhir

dengan pernyataan “Demikianlah diselesai-

kan langit dan bumi dan segala isinya” (Kej.

2:1). Perjanjian Baru mengukuhkan bahwa

90Penciptaan

Ciptaan Allah telah lengkap “sejak dunia di-

jadikan” (Ibr. 4:3). Apakah ini berarti bah-

wa kuasa kreatif Kristus tidak berfungsi lagi?

Bukan demikian halnya. Firman yang krea-

tif masih tetap berfungsi dalam pelbagai

cara.

1. Kristus dengan Firman-Nya yang

Kreatif. Empat ribu tahun sesudah Pencip-

taan, seorang perwira datang dan berkata ke-

pada Kristus, “Katakan saja sepatah kata,

maka hambaku itu akan sembuh” (Mat. 8:8).

Sebagaimana telah dilakukan-Nya pada wak-

tu Penciptaan, Yesus berkata—maka hamba

itu pun sembuhlah. Selama pelayanan Kris-

tus di atas dunia ini, perkataan-Nya berkua-

sa dan kuasa yang sama pulalah yang telah

membuat Adam bernapas yang juga mem-

bangkitkan orang mati serta mendatangkan

hidup baru kepada orang-orang yang men-

derita yang meminta pertolongan-Nya.

2. Firman yang Kreatif Dewasa Ini.

Dunia ini dan alam semesta tidak memiliki

kuasanya sendiri yang membuatnya beker-

ja. Hanya Tuhan yang menciptakannya, me-

melihara dan mendukungnya. Dia “yang

menjadikan langit dan bumi,” “yang menye-

diakan hujan bagi bumi,” “yang membuat gu-

nung-gunung menumbuhkan rumput. Dia

yang memberi makanan kepada hewan, ke-

pada anak-anak burung gagak, yang me-

manggil-manggil” (Mzm. 147:8, 9; banding-

kan Ayb. 26:7-14). Ia meninggikan segala

sesuatu dengan firman-Nya, dan “segala se-

suatu ada di dalam Dia” (Kol. 1:17, ban-

dingkan Ibr. 1:3).

Kita bergantung kepada Tuhan atas fungsi

setiap sel yang ada  dalam tubuh kita. Se-

tiap helaan napas, setiap denyutan jantung,

setiap kedipan mata berbicara mengenai pe-

meliharaan kasih sayang Tuhan. “Sebab di

dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita

ada,” (Kis. 17:28).

Kuasa kreatif Tuhan tidak hanya dalam

Penciptaan, akan namun  juga dalam penebus-

an dan pemulihan. Allah membarui hati (Yes.

44:21-28; Mzm. 51:12). “sebab  kita ini

buatan Allah,” kata Rasul Paulus, “dicipta-

kan dalam Kristus Yesus untuk melakukan

pekerjaan baik,” (Ef. 2:10). “Jadi siapa yang

ada di dalam Kristus, Ia yaitu  ciptaan baru,”

(2 Kor. 5:17). Allah, yang melontarkan ba-

nyak galaksi ke kosmos, memakai  kua-

sa yang sama pula untuk membuat ciptaan

baru, orang yang telah berdosa itu, menjadi

serupa dengan peta-Nya.

Penebusan ini, kuasa yang memulihkan

tidak terbatas pada pengubahan hidup manu-

sia. Kuasa yang sama, yang pada mulanya

menjadikan langit dan bumi, kelak, sesudah 

penghakiman terakhir, akan mengubahkan

mereka kembali—membuat mereka menja-

di ciptaan yang baru dan perkasa, langit yang

baru dan bumi yang baru (Yes. 65:17-19,

Why. 21:22).

PENCIPTAAN DAN KESELAMATAN

Demikianlah, di dalam Kristus, Pencip-

taan dan keselamatan bertemu. Ia menjadi-

kan alam semesta yang mulia dan juga men-

ciptakan dunia yang sempurna. Baik yang

kontras maupun yang paralel antara Pen-

ciptaan dan keselamatan yaitu  bermakna.

Lamanya Penciptaan. Pada waktu pen-

ciptaan Kristus bersabda dan jadilah. Ber-

beda dengan jangka periode yang panjang

dari metamorfosis, sabda-Nya yang penuh

kuasa bertanggung jawab atas Penciptaan.

Dalam enam hari saja Ia menjadikan semua-

nya. Kalau begitu, mengapa harus menggu-

nakan waktu enam hari? Bukankah Ia dapat

91Penciptaan

bersabda dan segala sesuatu menjadi ada da-

lam seketika?

Barangkali Ia menikmati pembukaan pla-

net kita ini dalam enam hari itu. Atau ba-

rangkali “perpanjangan” waktu ini berkaitan

erat dengan nilai yang diletakkan-Nya atas

setiap ciptaan atau kerinduan-Nya untuk me-

nunjukkan tujuh hari dalam seminggu itu me-

rupakan sebuah model siklus kegiatan dan hari

istirahat yang dimaksudkan untuk kita semua .

Akan namun  yang jelas Kristus tidak me-

ngucapkan sepatah kata lantas keselamatan

itu pun jadilah. Proses penyelamatan manu-

sia membentang jangka waktu ribuan tahun.

Di dalamnya dilibatkan perjanjian yang lama

dan baru, hadirnya Kristus di dunia ini sela-

ma 33 1/2 tahun dan pengantaraan yang di-

lakukannya sudah hampir 2000 tahun. Ini

jangka waktu yang panjang—sesuai dengan

catatan yang beruntun dalam Kitab Suci,

6000 tahun sejak Penciptaan—kita semua  be-

lumlah dipulihkan ke taman Eden.

Perbedaan yang nyata antara waktu Pen-

ciptaan dengan pemulihan kembali menun-

jukkan bahwa kegiatan Tuhan senantiasa ber-

kaitan dengan kepentingan yang terbaik demi

kita semua . Pendeknya jangka waktu Pencipta-

an membayangkan keinginan-Nya menjadi-

kan kita semua  itu berkembang dengan cepat

dan lengkap untuk menikmati ciptaan-Nya.

Menunda penyempurnaan Penciptaan de-

ngan membiarkannya bergantung pada pro-

ses pertumbuhan alamiah dengan memakan

waktu yang panjang yaitu  bertentangan de-

ngan sifat Allah yang penuh kasih itu. Wak-

tu yang cukup lama yang dibiarkan Tuhan

untuk melakukan pembaruan kembali me-

nunjukkan keinginan Tuhan yang penuh ka-

sih sayang itu untuk menyelamatkan manu-

sia sebanyak-banyaknya (2 Ptr. 3:9).

Karya Kreatif Kristus. Di taman Eden,

Kristus mengucapkan Firman kreatif. Di

Betlehem, “Firman itu telah menjadi manu-

sia, dan diam di antara kita” (Yoh. 1:14)—

Pencipta menjadi bagian ciptaan itu. Beta-

pa merupakan sebuah keramahan yang luar

biasa diucapkan! Walaupun tidak seorang

pun menyaksikan Kristus menciptakan du-

nia ini, namun  banyak orang yang menyaksi-

kan kuasa yang memberikan penglihatan

kepada orang yang buta (Yoh. 9:6, 7), mem-

berikan kemampuan berbicara kepada yang

bisu (Mat. 9:32, 33), menyembuhkan orang

yang berpenyakit kusta (Mat. 8:2, 3), dan

memberikan hidup kepada orang yang mati

(Yoh. 11:14-45).

Kristus datang sebagai Adam yang ke-

dua, permulaan yang baru bagi umat kita semua 

(Rm. 5). Ia memberikan pohon kehidupan

kepada kita semua  di Eden; kita semua  menggan-

tung-Nya pada sebuah pohon di Golgota. Di

Firdaus, kita semua  berdiri dalam gambar Al-

lah; di Golgota, Anak kita semua  digantung de-

ngan gambar seorang penjahat. Pada Pen-

ciptaan hari Jumat dan penyaliban hari Ju-

mat, “Sudah selesai” mengatakan karya kre-

atif yang sudah lengkap (Kej. 2:2; Yoh. 19:

30)—satu diselesaikan Kristus sebagai Tu-

han, sedang  yang satu lagi diselesaikan-

Nya sebagai kita semua ; satu dengan kuasa

yang cepat, sedang  yang satu lagi dalam

duka sengsara kita semua ; yang satu untuk satu

ketika, sedang  yang lain untuk selama-

lamanya; satu lagi dengan kemungkinan da-

pat jatuh, sedang  yang satu lagi ialah ke-

menangan atas Setan.

Tangan Kristus yang sempurna itulah

yang pertama-tama memberikan hidup ke-

pada kita semua ; dan tangan Kristus pulalah,

yang ditikam dan berlumuran darah, yang

akan memberikan hidup kekal kepada manu-

sia. sebab  kita semua  bukan saja diciptakan;

namun  kita semua  itu pun dibarui kembali. Cip-

taan Kristus bertumbuh menurut pertumbu-

han yang alamiah.

92Penciptaan

Kita yang diciptakan dalam gambar Al-

lah, dipanggil untuk memuliakan Allah. Se-

bagai mahkota ciptaan-Nya, Allah mengun-

dang masing-masing kita supaya Dia, dari

hari ke hari mengusahakan masuk ke dalam

perhubungan dengan kuasa yang memulih-

kan kembali, yang ada pada Kristus supaya

dengan demikian, demi kemuliaan Tuhan,

kita mampu memantulkan gambar-Nya de-

ngan lengkap:

____________________________ :

1. L. Berkhof, Systematic Theology, edisi keempat (Grand Rapids, MI: Wm. B. Eerdmans, 1941), hlm. 182,

2. Kalau menganggap bahwa setiap hari Penciptaan itu sama dengan 1000 tahun maka banyaklah persoalan yang ditim-

bulkannya. Dengan skema yang demikian, maka sore hari dari “hari” keenam—”hari” pertama hidupnya—maka usia

Adam sudah lebih tua dibandingkan  jumlah yang dikatakan Alkitab mengenai usianya (Kej. 5:5). Baca Jemison Christian

Belief; hlm. 116, 117.

3. Baca bab 4 dari artikel  ini.

4. Ibid.: Arthur J. Ferch, “What Creation Means to Me, “Adventist Review, 9 Oktober 1986, hlm. 11-13.

93Penciptaan

94

Lelaki dan perempuan diciptakan dalam gambar Allah sebagai

kita semua  individu, disertai kuasa dan kebebasan berpikir dan bertindak.

Walaupun diciptakan sebagai makhluk bebas, masing-masing yaitu 

terdi