al-quran akhir zaman 1
Didedikasikan untuk Kaisar Konstantinus XI yang memilih untuk mati
sebagai pahlawan saat mempertahankan Konstantinopel pada
tahun 1453, serta kepada 7000 anak buahnya yang juga tewas
sebagai pahlawan saat berperang melawan tentara Ottoman yang
menyerang lebih dari sepuluh kali jumlah pasukan mereka. Akan
ada banyak kejutan pada Hari Penghakiman saat kedua pasukan
berdiri di hadapan Allah pada hari penghakiman.
ٰٓاَْنتُمْْ ءْ ه بُّْونَُهمْْ اُوََلۤ بُّْونَُكمْْ َوََلْ تُح نُْونَْ يُح بْ َوتُْؤم ت ب اْلك
ْ ا لَقُْوُكمْْ َوا ذَا ُكل ه َمنَّاْ قَالُْوٰٓ ْوا َخلَْوا َوا ذَا ا َعلَْيُكمُْ َعضُّ
لَْ نَْ اَْلَنَام ُكمْْ ُمْوتُْوا قُلْْ ۗ ْ اْلغَْيظْ م ْيمْ ّللٰاَْ ا نَّْ ۗ ْ ب غَْيظ َعل
ْ ۗ دُْورْ ب ذَاتْ الصُّ
Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman
kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu,
dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah
hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-
ayat Allah dengan harga murah. Mereka memperoleh pahala di
sisi Tuhannya. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
(QS Ali-Imran [3] : 199)
Al-Qur'an telah menubuatkan di atas, bahwa akan ada orang Yahudi
dan Kristen yang pada akhirnya akan menerima Al-Qur'an sebagai
Firman Tuhan Yang Maha Esa, dan karenanya menerima Muhammad
sebagai Rasul-Nya, namun tetap mempertahankan identitas mereka. sebagai
Ahl al-Kitab.
eberapa tahun yang lalu saya menelepon teman saya Dr.
Vladimir Pavicevic untuk memberi tahu dia kabar ini: “Mari
kita lihat seorang Cendikiawan Muslim, seorang Shaikh, yang
baru saja meluncurkan seruan kepada orang-orang Kristen Ortodoks”
Teman saya, dari Duta Besar Republik Federal Yugoslavia untuk PBB,
selama masa-masa konflik yaitu salah satu dari mereka yang
menghadapi seorang diri melawan dunia yang saling bermusuhan
dan (tanpa bantuan apa pun) melakukan upaya melawan bangsa-
bangsa yang arogan. Kami mendengar seruah Shaikh untuk pertama
kalinya, seruan yang selama bertahun-tahun kami nantikan, seruan
yang bisa mencegah perang di Balkan. Hari ini, saya akui bahwa
Seruan Shaikh Imran ini yaitu suatu upaya yang bagus, setelah
B
7
sekian lama tiidak ada upaya atau tidak bisa berbuat apa-apa untuk
menyelamatkan persatuan dan persaudaraan di antara orang-orang
Slavia di benua Eropa, seruan beliau yaitu bagian dari perjuangan
yang besar, sebuah perjuangan ontologis1, yang harus terjadi pada
Akhir Zaman.
saat kami bertemu Shaikh Imran Hosein, dia bercerita
tentang seorang tokoh dalam Al-Qur'an, yaitu Khidir, dan memberi
saya gambaran tentang sosoknya serta menjelaskan pentingnya
sosok Khidr. Saya heran, sosok dalam Al-Qur'an ini memiliki semua
atribut Kristus Ortodoks, kualitas pemberian kehidupan yang
dilambangkan dengan warna hijau, sifat gandanya dilambangkan
dengan persimpangan dua air, sifat iman yang dilambangkan dengan
batu, perintah atas Gereja dilambangkan dalam Al Qur'an dengan
mengambil air dalam perahu, dan yang mengacu pada janji-janji
kesengsaraan yang harus dilalui oleh orang iman yang sejati, janji
yang dibuat Kristus kepada murid-murid terdekatnya. Seseorang juga
dapat mengusulkan pendekatan Fonetis2 antara kata Khidr dan kata
Kristus. Walau saya bukan pakar dalam berbicara tentang Al-Qur'an,
pikiran saya, yang merupakan seorang Kristen Ortodoks, menemukan
di dalamnya gema iman saya yang menakjubkan.
Kami berbicara lebih jauh tentang Eskatologi Islam dan
Eskatologi Kristen. Bagi pembaca yang terasa asing dengan gagasan
ini, bahwasanya Eskatologi yaitu disiplin ilmu ketiga dari teologi
Kristen, yang diajarkan oleh Roh Kudus dan Eskatologi ini yaitu ilmu
para Nabi. Dua disiplin teologi lainnya yaitu Teologi Proper 3yang
1 Ontologi merupakan salah satu kajian filsafat yang paling kuno dan berasal dari Yunani. Studi
ini membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret. Tokoh Yunani yang memiliki
pandangan yang bersifat ontologis dikenal seperti Thales, Plato, dan Aristoteles (Wikipedia)
2 Fonetik atau fonetika yaitu ilmu yang mempelajari mengenai bunyi yang berperan sebagai
sarana atau media bahasa manusia. Ruang lingkup keilmuan fonetik meliputi pembentukan bunyi
oleh pembuat bunyi hingga pemaknaan pesan dari bunyi oleh pendengar bunyi. Wikipedia
3 Teologi proper yaitu studi tentang Allah dan sifat-sifat-Nya. Teologi proper berfokus pada Allah
Bapa. Paterologi berasal dari dua kata dalam bahasa Yunani yang berarti 'bapa' dan 'perkataan' --
8
tepat dan Soteriologi4. Teologi yang tepat dicirikan dalam Ortodoksi
dengan cara negatif, (dalam bahasa Yunani, cara apopatik): berbicara
tentang Tuhan yaitu keheningan yang terdiri dari penyucian diri di
dalam Tuhan dan dalam menolak semua representasi tentangNya.
Pribadi yang memimpin ini yaitu Bapa, Allah, dalam
ketidakterjangkauan dan ketidaktahuan-Nya yang transenden.
Teologi negatif ini ada untuk mengingatkan orang percaya bahwa dia
tidak tahu apa-apa tentang Penciptanya dan bahwa spekulasi tentang
Dia itu yaitu sesuatu yang dilarang.
Ketidaktahuan dalam perkar Ghaib yaitu status yang
bersifat mendasar dan tetap pada ajaran Kristen Ortodoks. Dalam
hal ini ia berbeda dari ajaran Katolik Roma yang membayangkan
bahwa ia mungkin mengenal Tuhan sebaik Tuhan mengenal diri-Nya
sendiri.
Disiplin teologi yang kedua yaitu soteriologi (ilmu keselamatan),
kepercayaan bahwa Tuhan mengasihi kita dan menginginkan
kebaikan kita, pembebasan kita. Disiplin ini terdiri dari pengetahuan
yang mendalam tentang pesan-pesan ilahi dan tugas-tugas orang
percaya melalui Kitab Suci dan sejarah umat Allah.
Nama lainnya yaitu Kristologi, karena istilah ini
berasal dan bersumber dari Kristus, yang telah memanifestasikan
segalanya, merekapitulasi segalanya dan menyelesaikan segalanya,
yang memimpinnya. Soteriologiatau Kristologi, sebagai ilmu tentang
pesan-pesan ilahi dan penerapannya, terdiri dari pembacaan dan
penghafalan Kitab Suci, meditasi yang terus-menerus, penggabungan
yang penuh kasih (para biarawan kadang-kadang berbicara tentang
“mandibulasi Sabda”).
yang digabung sehingga berarti 'studi tentang Sang Bapa'. Teologi proper menjawab beberapa
pertanyaan penting tentang Allah (Source : pesta.org)
4 Soteriologi secara sederhana dapat diartikan sebagai ajaran tentang keselamatan menurut
agama Kristen. atau penyelamatan (wikipedia)
9
Sekali lagi, Eskatologi selain menjadi studi tentang akhir
zaman, juga mencakup kepemimpinan ummat dan penegasan
spiritual.
Eskatologi sering dipahami sebagai disiplin ilmu interpretatif.
Kelebihan interpretasi, bagaimanapun, yaitu penyakitnya. Banyak
Nabi palsu yang dipercaya mampu mendeteksi tanda-tanda atau
tanda dari binatang-bintang, akhirnya membuat kenabian yang palsu
dan aneh dengan menurunkannya ke politik umum atau fiksi ilmiah.
Metode yang benar yaitu merujuk pada teks-teks Kitab Suci, dan
khususnya pada sabda Kristus atau kehidupannya. Memang, karena
Kristus memainkan peran sentral dalam peristiwa akhir zaman, tentu
Dia sendiri yang berbicara paling baik. Dalam Injil, bagaimanapun,
Yesus tampaknya tetap mengelak tentang peristiwa akhir zaman.
Kami akan menunjukkan di sini bahwa hal ini bukan permasalahan
utamanya.
Eskatologi dan kabar tentang kembalinya Kristus dalam Injil
Injil, dan khususnya Injil menurut Santo Yohanes, yaitu
kitab prinsip. Kata pertamanya, "in arche" dalam bahasa Yunani, atau
"in Principio" dalam bahasa Latin, memberikan kunci bacaan yang
benar: setiap peristiwa yang dijelaskan di dalamnya, seperti setiap
kata yang diucapkan Kristus, memiliki nilai prinsip, yang
penerapannya tidak terbatas. . Marilah kita segera mengilustrasikan
epistemologi5 ini dengan apa yang menjadi perhatian kita di sini:
kedatangan kembali Kristus secara tepat digambarkan dalam bab
delapan dari Injil keempat berikut ini :
“Yesus pergi ke gunung Zaitun. Dan pagi-pagi sekali dia datang lagi
ke bait suci, dan semua orang datang kepadanya; dan dia duduk
5 Epistemologi yaitu cabang dari filsafat yang berkaitan dengan hakikat atau teori
pengetahuan. Dalam bidang filsafat, epistemologi meliputi pembahasan tentang
asal mula, sumber, ruang lingkup, nilai validitas, dan kebenaran dari pengetahuan
(Wikipedia)
10
lalu mengajar mereka. Dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang Farisi
membawa kepadanya seorang wanita yang berzina; dan saat
mereka menempatkan dia di tengah-tengah, Mereka berkata
kepadanya, Guru, wanita ini diambil dalam perzinahan, pada saat
itu juga. Sekarang Musa dalam hukum memerintahkan kita, bahwa
mereka harus dilempari batu: namun apa katamu? Ini mereka
katakan, menggoda dia, bahwa mereka mungkin harus
menuduhnya. namun Yesus membungkuk, dan dengan jari-Nya
menulis di tanah, seolah-olah Dia tidak mendengar mereka. Jadi
saat mereka terus bertanya kepadanya, dia mengangkat dirinya
sendiri, dan berkata kepada mereka, Dia yang tidak berdosa di
antara kamu, biarkan dia terlebih dahulu melemparkan batu ke
arahnya. Dan lagi dia membungkuk, dan menulis di tanah. Dan
mereka yang mendengarnya, karena diyakinkan oleh hati nurani
mereka sendiri, keluar satu per satu, mulai dari yang tertua, bahkan
sampai yang terakhir: dan Yesus ditinggalkan sendirian, dan wanita
itu berdiri di tengah-tengah. saat Yesus meninggikan diri-Nya, dan
tidak melihat siapa pun kecuali wanita itu, Dia berkata kepadanya,
Wanita, di mana para penuduhmu itu? apakah tidak ada orang
yang menghukummu? Dia berkata, Tidak, Tuhan. Dan Yesus berkata
kepadanya, Aku juga tidak menghukummu: pergi, dan jangan
berbuat dosa lagi”
(Jn 8.1-11)
Sekarang pembaca yang budiman akan melihat dalam narasi
yang baru saja saya sampaikan diatas tentang kisah seorang wanita
yang tertangkap basah melakukan perzinahan. Peristiwa ini memang
terjadi, dan itu terutama menyangkut seorang wanita pendosa, yang
namanya tidak kita ketahui. Namun demikian, teologi Kristen bersifat
11
rangkap tiga, selain makna literal yang bersifat moral di sini, kita
harus mencari makna Ontologis6 dan makna Eskatologis.
Makna Eskatologis yang menarik kami yaitu sebagai berikut:
kisah ini menceritakan kembalinya Kristus di akhir zaman.
Setelah Kenaikan-Nya ke Bukit Zaitun (Kisah Para Rasul 1.4-12), Yesus
akan kembali pada pagi hari yang baru. Dia akan datang ke Yerusalem
dan duduk di Bait Suci sebagai hakim, dan semua bangsa akan datang
kepadanya untuk Penghakiman. Kemudian setan-setan itu yang
mengetahui semua dosa kita, dengan kejahatannya akan menuduh
kita melakukannya, akan membela kita. Yesus menulis di tanah.
Pertama kali mengacu pada kedatangannya yang pertama, saat ,
datang dalam bentuk anak domba, dia mengajar dengan kerendahan
hati. namun setan dan para pengikutnya tidak mendengarkannya.
Kedua kalinya Dia akan datang dengan kekuatan, dan para penuduh
akan dicerai-beraikan seperti asap oleh angin. Apa arti simbol presisi
ini: “dari yang tertua sampai yang terakhir”? Kami secara simbolis
mengidentifikasi pertama yaitu setan ("yang tertua"), dan orang-
orang yang berjanji setia kepada setan ("yang terakhir"). Apa arti
kalimat terakhir Kristus “pergi dan jangan berbuat dosa lagi”? Jika
dalam bacaan harfiah dan moral itu berarti anjuran yang kuat,
perintah kepada wanita ini untuk menghormati suaminya dan hukum
ilahi, dalam bacaan eskatologis kalimat ini harus dipahami sebagai
anugerah yang akan diberikan Tuhan kepada manusia yang layak
mendapatkan surga, sebuah kasih karunia yang akan terdiri bagi
mereka dalam hidup kekal tanpa dosa.
Gambaran tentang kembalinya Kristus ini sangat cocok
dengan semua yang telah dijelaskan oleh Shaikh Imran Hosein selama
bertahun-tahun dan yang ditemukan dalam Al-Qur'an.
6 Ontologi merupakan salah satu kajian filsafat yang paling kuno dan berasal dari
Yunani. Studi ini membahas keberadaan sesuatu yang bersifat konkret
12
namun di sini saya ingin mendorong pembaca untuk melihat
dalam Injil untuk narasi lain tentang kembalinya Kristus. Jadi saya
menawarkan satu, dengan penjelasan tentang apa yang seharusnya
menjadi anti-kristus.
Kita menemukan dalam Injil menurut Santo Matius, dalam bab
empat, kabar tentang godaan terhadap Yesus di padang gurun.
Semua narasi ini harus dikaitkan dengan narasi Quran tentang
pemberontakan Iblis. Dalam Al-Qur'an, malaikat cahaya, Lucifer,
menolak untuk sujud di hadapan manusia yang dipersembahkan
Tuhan kepadanya. namun dalam kabar tentang bujukan terhadap
Kristus, kita menemukan tema sujud bahwasanya iblislah yang
membujuk kepada Yesus untuk sujud di hadapannya, dan pada
akhirnya, kita melihat para malaikat, kecuali iblis, datang untuk
melayani Yesus. Ini akan membawa pembaca sedikit wawasan untuk
memahami bagaimana Al-Qur'an dan Injil di sini cocok satu sama lain
dan saling melengkapi secara harmonis. Saya tidak akan mengatakan
apa-apa lagi tentang hal ini. Namun, izinkan saya memberikan
interpretasi eskatologis saya tentang narasi ini .
Kemudian Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk
melawan cobaan dari iblis. Dan saat dia berpuasa empat
puluh hari empat puluh malam, dia kemudian lapar. Dan
saat si penggoda datang kepadanya, dia berkata, Jika
Engkau Anak Allah, maka perintahkan agar batu-batu ini
berubah menjadi roti. namun Yesus menjawab dan berkata,
“Manusia hidup bukan dari roti saja namun dari setiap firman
yang berasal dari Tuhan”.
Kemudian iblis membawanya ke kota suci, dan
menempatkannya di puncak kuil, Dan berkata kepadanya,
Jika engkau yaitu Anak Allah, jatuhkan dirimu dan Dia akan
memberikan tugas kepada malaikat-malaikatnya tentang
engkau: dan di tangan mereka mereka akan menopang
13
engkau, supaya jangan sewaktu-waktu engkau
membenturkan kakimu ke batu.
Yesus berkata kepadanya, Jangan menantang Tuhan,
Allahmu. Sekali lagi, iblis membawanya ke gunung yang
sangat tinggi, dan menunjukkan kepadanya semua kerajaan
dunia, dan kemuliaan mereka; dan berkata kepadanya,
Semua hal ini akan Aku berikan kepadamu, jika engkau mau
sujud dan menyembah Aku. Kemudian kata Yesus
kepadanya, Dapatkan engkau di sini, , Engkau harus
menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada-Nya
engkau harus beribadah. Kemudian iblis meninggalkan dia,
dan, lihatlah, para malaikat datang dan melayani dia.
Matt 4.1-11
Kerajaan antikristus akan berusaha untuk meniru Kerajaan
Kristus, mencemarkan kesuciannya:
saat antikristus datang, dia akan menyerah pada tiga
godaan yaitu secara terbuka sujud kepada iblis. Kemudian Roh ilahi
akan meninggalkan dia dan para pengikutnya, dia akan ditinggalkan
oleh para malaikat, dan hidupnya akan berhenti saat dia melihat
Kristus dalam kemuliaan.
Tiga tahap kedatangan antikristus
1. “Keajaiban roti”. Pada tingkat Makrokosmos7, seluruh planet
akan kagum dengan kemungkinan teknis memberi makan
seluruh dunia. Kemungkinan teknis ini disertai dengan pemikiran
materialistis yang kita identifikasikan dengan Sosialisme dan
Saintisme. Pada tingkat Mikrokosmos, kita akan melihat
pemukim pindah ke tanah tandus dan membual bahwa mereka
telah mengubahnya menjadi taman yang subur. Dalam sejarah
7 Makrokosmos atau alam raya tempat bertebaran gugusan bintang
14
Negara Israel, ini sesuai dengan periode kibbutz. Hal itu perlu,
sehubungan dengan undang-undang Romawi yang merupakan
hukum kolonial, untuk dapat mengedepankan valorisasi tanah
gurun. Memang, hukum kolonial memberikan kepemilikan
tanah kepada orang yang mendapat kekayaan paling banyak
darinya.
2. "Turunkan dirimu". Tahap kedua dari kedatangan antikristus
yaitu Mendesakralisasi dunia, menimbulkan kegelisahan
global, dan membuang dan membalikan semua nilai. Apa yang
berada di puncak peradaban, iman, keadilan, keindahan,
kesetiaan, keluarga, komunitas, penghormatan terhadap
perkataan seseorang, kehormatan, yang bagi kita yaitu
kebaikan yang diajarkan Kristus, namun semuanya akan
dianggap biadab dan ketinggalan zaman. Para pemimpin agama
akan puas berbicara tentang masalah sosial dan kebahagiaan
individu, yang sesuai dengan kerohanian yang hampa. Pada saat
yang sama, pada tingkat Negara Israel, para rabi terbesar akan
disesatkan oleh Zionisme, yang merupakan penggunaan semua
jenius spekulatif Ahli Kitab untuk kepentingan proyek politik.
Kami mengidentifikasi periode ini dengan periode di mana
orang-orang Yahudi di seluruh dunia akan berusaha untuk
menjadikan Aliya8 mereka, kembalinya mereka ke Israel,
sementara melarang orang-orang goyim yang memiliki
kemurnian spiritualitas mereka untuk mengembangkan
pandangan mereka tentang dunia. Sensor intelijen ini yaitu ciri
utama dari apa yang disebut era informasi.
3. Periode ketiga terdiri dari : kebebasan yang sebebas-bebasnya
dalam memilih segala bentuk kejahatan, ketidakpedulian
8 Aliyah (Ibrani: עלייה Translit.: ʿAliyah Diterjemahkan: "naik") yaitu sebuah
istilah yang dipergunakan luas untuk merujuk kepada imigrasi Yahudi ke Tanah
Israel.
15
terhadap ketidakadilan, kedustaan dan ilusi yang sistematis.
Periode ini yaitu apa yang Shaikh Imran sebut sebagai Pax
Judaica. Bangsa-bangsa akan tunduk pada entitas Zionis, demi
kenyamanan dan kepentingan, dengan imbalan janji untuk
mengetahui seluruh dunia dan menikmati hartanya. Pada saat
itu, satu-satunya turis yaitu mereka yang telah menerima
tanda binatang itu, dan pariwisata akan menjadi simbol
kebebasan tertinggi. Seorang penulis Prancis, Nicolas Bonnal,
menunjukkan bahwa dalam Alkitab, turis pertama yaitu Setan.
Dalam kitab Ayub, dia memberi tahu Tuhan bahwa dia
mengembara ke sana-sini di dunia yang luas:
“Dan TUHAN berkata kepada Setan, Dari manakah
engkau? Kemudian Setan menjawab TUHAN, dan
berkata, dari satu tempat ke tempat yang lain di
bumi, dan dari berjalan naik dan turun di
dalamnya”
(Job 1.7)
Tak perlu mengatakan bahwa jika kita mencoba membuat
sebuah kalimat maka harus berbicara secara Alegoris atau sebagai
kiasan, perlu ada kriteria dan batasan untuk interpretasi. Dalam
tradisi Kristen, kriteria dan batasannya yaitu "katolik" ("Sobornost"
dalam bahasa Slavonik).
Kami memperingatkan siapa pun yang memakai istilah
"Katolik" sebagai Kata Benda yang Tepat, dan atribut untuk dirinya
sendiri (dan untuk dirinya sendiri, sebagai pribadi atau sebagai
kelompok) gelar Katolik: ia melakukan kontradiksi in adjeto9.
Memang, orang-orang Kristen Barat, yang menyebut diri mereka
Katolik, hanya dapat melakukannya dengan mengorbankan distorsi
9 Kontradiksi dalam istilah.
16
makna kata ini. "Katolik" atau Kat'holikon, berarti "oleh
keseluruhan". Ini yaitu keseluruhan yang membentuk bagian. Ini
yaitu kesesuaian yang memperbaiki dan menegaskan pendapat
satu individu.
Bagi orang percaya Barat, kriteria kebenaran yaitu satu
orang, Paus Roma, yang kata-katanya sempurna. Sampai-sampai
dibayangkan bahwa Paus kadang-kadang “Katolik” sendiri!
Absurditas tak terukur!
Bagi orang percaya Ortodoks, kriteria kebenaran yaitu
keseluruhan, komunitas saudara, dan pada prinsipnya, pandangan
saudara saat dia mengucapkan dengan mulutnya kebenaran yang
telah kita terima dan pahami. Oleh karena itu, pandangan antikristus
tentu saja merupakan pandangan seorang pria bermata satu, yang
melihat hanya dengan satu mata: mata yang hilang yaitu mata
saudaranya!
Dalam kehidupan Kristus, peran saudara, saksi kebenaran,
kriteria mesias, dimainkan oleh sepupu Yesus: Yohanes Pembaptis.
Namun, fakta yang paling luar biasa tentang Yohanes
Pembaptis yaitu bahwa dia bukan dan tidak pernah menjadi
seorang Kristen. saat dia ingin dibaptis oleh Kristus, Kristus
mencegahnya:
Kemudian datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan
kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. namun
Yohanes melarangnya, dengan berkata, Aku harus
dibaptis darimu, dan engkau datang kepadaku? Dan
Yesus menjawab dengan berkata kepadanya,
Menderitalah seperti itu sekarang: karena
demikianlah seharusnya kita menggenapi segala
kebenaran. Kemudian dia menderita dia.
(Matt. 3:13-15).
17
Apa artinya hal diatas dan mengapa itu penting bagi kita?
Kami percaya bahwa Tuhan bermaksud demikian karena
waktunya akan tiba saat orang yang beriman mengalami
kesendirian dan terisolasi di negaranya sendiri, hidup di dunia tanpa
masyarakat, akan menemukan dalam pandangan dan perkataan
saudara jauhnya orang asing, manifestasi dari kasih sayang Tuhan
dan konsistensi kebenaran hidup di jalan Tuhan.
Bagi keyakinan Ortodoks serta orang yang memikiki
keimanan sejati dimana pun ia berada akan mendapat banyak
manfaat dari buku teman kita Shaikh Imran ini. Dia akan menemukan
di dalamnya karya seorang teman cendikiawan ini, kata-kata yang
akan mengkonfirmasi kebenaran imannya sendiri, menyarankan
batasannya, dan menawarkan jalan untuk membangun dan berjalan
dalam cinta untuk perjuangan akhir zaman yang dipersembahkan
untuk Tuhan. Adapun saya, dan terlepas dari semua yang telah
diberitahukan kepada saya, saya tidak menemukan apa pun yang
bertentangan dengan iman Ortodoks dalam ayat-ayat Al-Qur'an
yang menyebutkan tentang Yesus. Termasuk mereka yang
tampaknya bertentangan dengan apa yang khusus untuk iman
Ortodoks, Tuhan dalam tiga Pribadi. Tuhan itu bijaksana dan Dia tahu
apa yang Dia lakukan. Dan Dia yaitu pakar dalam mengungkapkan
kebenaran.
Berbahagialah dia yang membacakan, dan
mereka yang mendengar kata-kata nubuat ini,
dan yang menuruti apa yang tertulis di
dalamnya: karena waktunya sudah dekat.
(Ap 1.3)
lhamdulillah puji dan syukur sudah sepantasnya kita
panjatkan kepadaNya, dzat yang maha tinggi, Allah SWT yang
telah melimpahkan nikmat dan karunianya, sehingga Buku
terbaru dari Seorang Ulama Pakar Eskatologi Islam, Imran Nazar
Hosein telah telah kami cetak dalam versi bahasa Indonesia. Sesuai
dengan judul aslinya yaitu, “Messias, Al-Qur’an dan Akhir al-Zaman”,
maka dalam terjemahan bahasa Indonesianya kami beri judul “Al-
Masih, al-Qur’an dan Akhir Zaman”.
Tidak kalah dengan Buku karya sebelumnya yang membahas
subjek yang berkaitan, yaitu buku yang berjudul “Qur’an dan Jasad”
dan “Dajjal, Al-Qur’an dan awal Zaman” yang mana beliau (dengan
kecemerlangan berfikiir serta ketajaman spiritualnya) mengungkap
tentang bagaimana sosok Dajjal, sang al-Masih Palsu, maka buku ini
lebih membahas tentang bagaimana sosok “Al-Masih asli”, yakni Nabi
Isa السالم عليه yang dikenal dalam Dunia Kristen dengan nama “Yesus”.
Teruntuk para Pembaca yang budiman, sesuai buku aslinya
bahwa Penulis lebih banyak memakai penggunaan nama
“Yesus” yang biasa dipakai dalam literasi buku Kristen, dibanding
penggunaan nama “Isa” yang biasa dipakai dalam literasi buku
Islam, bukankah buku ini yaitu Buku bergenre “Tsaqofah Islam”?
Bukan Buku Kristen?, maka Penerbit dan Penerjemah tetap
memakai nama “Yesus” dalam penjelasan subjek “Al-Masih”
dalam buku ini, selain karena ‘amanah literasi’ dari Penulisnya
(Imran.N Hosein), juga merujuk pada Tujuan Penulis sendiri dalam
ditulisnya buku ini bahwa buku ini memang bukan hanya ditujukan
untuk para Pembaca Muslim, namun juga Non-Muslim, khusunya
kaum Kristiani, di kalimat Penutup Buku ini, beliau menuliskan :
Komentar terakhir kami, saat kami mengakhiri buku
ini, yaitu kami yakin bahwa tidak ada orang Kristen
yang percaya dengan pikiran dan hati nurani yang
tidak rusak yang dapat membaca buku ini sampai
akhir, terlepas dari semua propaganda Barat yang
menentang bahwa Al-Qur'an yaitu memang
Firman yang diturunkan dari Tuhan Yang Esa, dan
bahwa Muhammad (saw) yaitu memang seorang
Nabi yang benar dari Tuhan Yang Esa itu.
Tentu saja bukan tujuan kami untuk membujuk
orang-orang Kristen ini untuk menjadi
pengikut Nabi Muhammad, melainkan, yang kami
cari hanyalah agar mereka mengakui dan menerima
Kebenaran, bahwa “Tuhanmu, dan Tuhan kami,
yaitu Tuhan Yang Maha Esa.”
Maka dari itu, agar Penggunaan Nama atau Istilah lebih
familiar bagi Para Pembaca Kristen, maka kami tetap memakai
Kata atau nama atau istilah yang biasanya dipakai dalam Dunia
Kristen, yang notabene memang mengandung makna yang sama.
Terakhir, dengan mengucapkan Puji Syukur serta harapan dan doa,
semoga Buku ini bisa bermanfaat dan berkah bagi kita semua.
idak ada kalimat terindah yang bisa kami ucapkan selain puji
Syukur alhamdulillah atas diterbitkan dan diterjemahkan
buku baru karya Shaikh Imran Hosein ini kedalam Bahasa
Indonesia, berkat Kesempatan, kesehatan dan umur panjang dari
Dzat yang Maha Kuasa Allah SWT. Sholawat dan Salam semoga
tercurah kepada uswah kita semuanya, baginda Nabi Muhammad
SAW.
Para Pembaca yang budiman, suseuai dengan judul aslinya,
saya terjamahkan Judul Buku ini menjadi “Al-Masih, al-Qu’an dan
Akhir Zaman”, sebuah subjek yang sangat sakral dan krusial dalam
Kajian Eskatologi Islam, yang saya secara Priibadi akui bahwa
memang subjek ini penting, menegangkan dan substansial.
Berbeda dengan buku atau transkip ceramah Shaikh Imran
Hosein sebelumnya yang pernah saya terjemahkan, buku ini
memang agak berbeda, karena buku ini oleh Penulis memang bukan
hanya ditujukan untuk Pembaca Muslim saja, tapi juga “dispesialkan”
untuk para Pembaca non-Muslim, khususnya Pembaca dari Kristen.
Maka buku ini bisa dibilang “Buku Lintas Agama Samawi”.
Namun, meski buku ini ditujukan untuk Para Pembaca
Kristen, buku ini tidak bertujuan untuk mengangkat sebuah
Perdebatan sengit antara Teologi Kristen dengan Islam, tidak
bertujuan untuk menyelenggarakan “Ring Tinju” untuk sebuah
pertarungan antar dua pihak, yang tentu saja berbeda dengan Buku
buku Kriistologi karya Ahmed deedat, Dzkir Naik atau Irena Handono
yang membahas Perdebatan dua teologi antara Teologi Islam dan
Teologi Kristen, bukan pula ditulisnya buku ini untuk mencetak Para
Mualaf, namun sebaliknya, buku ini yaitu buku Lintas Agama yang
mencari titik temu diantara kitab-kitab Ilahi, yakni Al-Qur’an dan
Kitab Sebelumnya (Taurat dan Injiil), sebagaimana yang dijelaskan
oleh Penulis di buku ini.
Walau memang Penulis buku ini tidak sepandangan terkait
konsep Tritunggal yang dianut Dunia Kristen, namun buku ini justru
mengajak para pembaca kristen untuk menyamakan sebuah
pendangan yang agung, tentang sosok yang mulia yaitu Nabi Isa عليه
yang mana Pembaca Kristen lebih mengenal namanya dengan السالم
Yesus, untuk lebih memuliakannya dan yang terpenting yaitu
memiikiki kesamaan pandangan bahwa ia yaitu AL-MASIH yang
diutus oleh Tuhan yang Maha Esa, yang kelak akan muncul di akhir
zaman untuk membungkam segala kejahatan dan kebiadaban Dajjal
atau antikristus
Maka dari itu, penerjemah tetap lebih cenderung
memakai nama “Yesus”, atau nama nama Nabi Lainnya yang
lebih familiar terdengar di kalangan dunia kristen dan tentu saja
sebagai amanah literasi dari Penulis aslinya, yakni Shaikh Imran
Hosein, bahkan dengan tambahan gelar السالم عليه yang berarti
"Semoga keselamatan dilimpahkan kepadanya." Gelar ini
yaitu Perlarlambang Doa serta Kehormatan dan kemuliaan baginya,
yang mungkin bagi para pembaca Muslim akan terkesan asin, bila
penerjemah memakai penulisan Yesus السالم عليه di dalam buku
ini.
Selain itu, Penerjamah ingin mengingatkan kepada para
pembaca yang budiman bahwa setiap kali buku ini mengutip ayat-
ayat al-Qur’an, bahwa penerjemah tidak pernah mencantumkan
Terjemahan Bahasa Indonesia dari ayat-ayat al-Qur’an ini dari
versi Terjemahan al-Qur’an yang diresmikan Kementerian Agama RI
(Kemenag RI), namun kami camtumkan Penjelasan (bukan
Terjemahan) dari Penulis di setiap bagian bawah ayat al-Qur’an yang
disisipkan di buku ini, maka jangan terkejut jika para pembaca
menemukan ketidak-samaan terjemahan al-Qur’an antara Buku ini
dengan Terjemahan al-Qur’an Versi Kemenag atau versi yang
lainnya.
Dibuku ini juga, kami sertakan footnote atau catatan kaki
sebagai tambahan penjelasan agar para pembaca lebih bisa
memahami maksud dan pesan yang disampaikan oleh Penuliis,
karena memang di buku aslinya yakni “Messias, Qur’an and Akhir al-
Zaman” tidak disertakan catatan kakinya.
Selain itu, kami sajikan pula gambar ilustrasi pada bagian-
bagian tertentu sebagai pelengkap atas penjelasan-penjelasan yang
disampaikan Penulis, dimana di buku aslinya memang tiidak
disertakan.
aya mulai menulis buku ini pada tahun 2014-2015 saat masih
tinggal di Malaysia, namun berhenti menulisnya saat saya
menyadari bahwa ada buku lain yang harus ditulis agar
pembaca cukup siap untuk buku ini. Buku-buku ini yang ditulis
dan diterbitkan sejak saat itu diantaranya :
• Al-Qur'an dan Bintang-Bintang—Metodologi Studi Al-Qur'an;
• Al-Qur’an dan Bulan—Metodologi Pembacaan Al-Qur’an
Bulanan;
• Dajjal, Al-Qur’an, dan Awal al-Zaman;
• Al-Qur’an, Dajjal, dan Jasad;
• Konstantinopel dalam Al-Qur'an; dan
• Al-Qur'an, Perang Besar, dan Barat.
Judul asli buku ini yaitu Dari Yesus Almasih Sejati hingga
Dajjal Almasih Palsu, Sebuah Perjalanan saya dalam menulis buku
Eskatologi Islam. Saya juga kemudian memutuskan untuk
memisahkannya menjadi dua buku, yang pertama dikhususkan untuk
Al Masih dalam Al-Qur’an, dan yang kedua, dikhususkan untuk Dajjal
dan Yajuj & Majuj dalam Al-Qur’an. Setiap buku akan memiliki judul
baru yang terpisah.
Saya merasa beruntung dari lock-down virus pada tahun 2020
dan penangguhan semua perjalanan untuk kembali meneruskan
menulis buku yang pertama ini dari dua buku (Al Masih dalam Al-
Qur’an dan Dajjal dan Yajuj & Majuj dalam Al-Qur’an) untuk
menyelesaikannya. Saya bersyukur atas selesainya buku pada saat
ini, dan bukan selesai pada tahun sebelumnya, karena pembaca yang
ingin meningkatkan pemahaman mereka tentang pokok bahasan
buku ini dapat mengambil manfaat dari buku-buku ini di atas.
(Semua buku di atas, serta semua buku saya yang lain, dapat diunduh
secara gratis dari situs web saya, www.imranhosein.org atau dipesan
dari toko buku online saya www.imranhosein.com).
Seperti biasa, asisten saya yang berkewarganegaraan Singapura,
Hasbullah Syafi'iy, selalu membantu saya dalam banyak hal, selain
mencari teks-teks Arab Hadits. Saya juga berterima kasih, sekali lagi,
kepada murid saya tercinta, berkewarga-negaraan Prancis, Gregoire,
yang pakar dalam hal proofreading. Dan pada kesempatan ini juga, ia
meminta izin untuk menerjemahkan buku ini ke dalam bahasa
Prancis.
ىَِٕكة ْ قَالَتِْ َواِذْ
َيمْ ال َمل ٰۤ َمر ىكِْ ّللٰاَْ اِنْ ي َطف ىكِْ َوَطه َركِْ اص َطف َواص
ى ءِْ َعل لَِمي نَْ ِنَساٰۤ ال ع
Dan ingatlah ! Para malaikat berkata: “Wahai Mariam!
Sesungguhnya, Allah telah memilih kamu, dan menyucikan kamu,
dan mengangkat kamu di atas semua wanita di dunia.”
(Qur’ān, ali-Imran, 3:42)
Tentang Buku ini dan Eskatologi Islam
Usaha yang diperlukan untuk menulis buku ini tidak akan
mampu menghasilkan sesuatu dari semua perjalalanan dakwah
dalam eskatologi Islam. Karena subject di dalam buku Ini mencakup
jantung Eskatologi Islam. oleh karena itu, penulis tidak dapat
menjelaskan semua bagian dari subjek dalam satu buku dengan
detail yang akan memuaskan dahaga pembaca akan pengetahuan.
Oleh karena itu, kami berulang kali merujuk ke beberapa buku kami
yang lain tentang Eskatologi Islam untuk mengarahkan pembaca
pada penjelasan yang memadai tentang beberapa topik yang dibahas
dalam buku ini.
Dasar utama dari Subjek inii yang muncul dari dasar
pemikiran pembaca yaitu subjek tentang Dajjal al-Masih palsu
atau Antikristus, dan Yajuj dan Majuj, yang telah dijelaskan dalam
beberapa buku kami sebelumnya.
26
Eskatologi Islam yang bersumberkan dari Al-Qur'an telah
mengarahkan perhatian kita pada model keilmuan yang dibutuhkan
untuk mempelajari kondisi dunia di Akhir Zaman, dan juga untuk
menjawab tantangannya serta model keilmuan yang diwakili oleh
seseorang yang digambarkan sebagai sosok “Khidr” (Khidr bermakna
hijau') dan yang digambarkan sebagai sosok yang paling berillmu dari
semua manusia di Akhir Zaman:
… Musa berdiri untuk menyampaikan khotbah kepada Banῡ
Isrāīl. Dia ditanya: "Siapa yang paling berilmu di antara
manusia?" Dia berkata: "Saya yang paling terpelajar";
demikian, Allah menegurnya, karena dia tidak
menghubungkan ilmu dengan-Nya. Allah menjawabnya:
“Seorang hamba di antara hamba-Ku, di persimpangan dua
lautan, lebih berilmu darimu.”
(HR. Tirmidzi)
Al-Qur'an menggambarkan Khidir sebagai seseorang yang
menerima pengetahuan langsung dari Allah SWT, dan yang juga
diberkahi dengan kebaikan dan kasih sayang. Surah al-Kahfi yang
diabadan didala Al-Qur'an telah mengkonfirmasi bahwa orang yang
paling berilmu dari semua manusia akan ditemukan di tempat di
mana dua lautan bertemu. Kami menafsirkan ini berarti bahwa Khidir
yaitu seseorang yang profil ilmiahnya lautan pengetahuan yang
diperoleh secara eksternal terintegrasi secara harmonis dengan
lautan pengetahuan yang diterima secara internal.
Seorang teman Kristen Ortodoks Serbia yang sangat
terkasih dari penulis ini, yang telah menulis Kata Pengantar yang
indah dari buku ini, telah berkomentar kepadanya bahwa profil Khidr
sama dengan profil Yesus السالم عليه .
27
Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل pernah memberikan
perumpamaan kepada umatnya, atau komunitas pengikutnya,
dengan “hujan”, dan kemudian bernubuat :
لَُها َخي ر أَم آِخُرَها تِي َكال َمَطرِ لَ يُد َرى أَوَّ أُمَّ
“Umatku laksana hujan, tidak diketahui guyuran hujan yang baik itu
awalnya ataukah akhirnya.”
(HR. Tirmidzi)
Ilmu agama yang akan berdiri di puncak intelektual dari
kalimat “hujan terakhir” yang dinubuatkan oleh Nabi Muhammad (
tidak dapat mencapai kedudukan yang tertinggi ( صل للا عليه وسلم
kecuali ia dapat memahami dan menjelaskan pokok-pokok Dajjal al-
Masih palsu atau Antikristus, dan Yajuj dan Majuj, karena kedua
sosok ini yaitu kekuatan dominan di dunia di Akhir Zaman.
Pandangan kami yaitu bahwa tidak ada yang bisa memahami atau
menjelaskan Dajjal, serta Yajuj dan Majuj, tanpa mencari ilmu melalui
jalur ilmiah yang mengikuti jalan Khidir. Hanya para cendekiawan
seperti itu yang akan memahami dan mengenali realitas, misalnya,
dari peradaban Barat modern yang disebut peradaban Kristen yang
dikutuk oleh Tuhan Allah hingga akhirnya hidup seperti kera.
(Lihat Qur'ān, al-A'rāf,7:166 ).
Inilah pentingnya eskatologi Islam, dan metodologi yang
akan dipakai untuk mempelajarinya.
Keyakinan Kaum Kristiani yang telah menerima Yesus sebagai al-
Masih
Bab ini memberikan beberapa kalimat pendahuluan untuk
persiapan memulai perjalanan kita menuju pembahasan tentang al-
Masih.
Sementara banyak orang lain, selain orang Kristen, yang
mungkin membaca buku ini dengan harapan semoga mendapat
manfaat darinya, buku ini ditulis terutama untuk orang Kristen yang
beriman, untuk memperkenalkan kembali kepada sosok Yesus عليه
.al-masih di dalam Al-Qur’an , السالم
Ada banyak kejutan baik yang tersimpan tentang sosoknya
dalam buku itu, selain ayat Al-Qur'an yang dikutip di atas, yang
menyatakan Maria bahwasanya Ia secara ilahi diangkat kepada
kedudukan yang lebih tinggi daripada semua wanita lain di dunia.
Karena nama yang dipakai Al-Qur’an untuknya yaitu
Mariam, bukan Mary, pembaca yang baik hati mungkin ingin dengan
senang hati memanjakan preferensi penulis ini yang sangat ingin
mempertahankan nama, Mariam.
Al-Qur'an telah menegaskan bahwa Yesu memang Al-
Masih yang dijanjikan kepada Bani Isrāīl, yaitu, orang-orang Israel,
dan ketetapan ini telah beralih ke Al-Qur'an sebagai bukti bahwa
suatu hari nanti Yesus السالم عليه akan kembali untuk memerintah
dunia dari Yerusalem. Namun, sebelum dia kembali, Al-Qur’an telah
mengungkapkan bahwa Allah SWT akan mengangkat orang-orang
yang mengikutinya ke kedudukan yang dominan atas orang-orang
yang menolaknya; dan saat mereka dibangkitkan secara ilahi,
mereka akan tetap dalam posisi dominan itu sampai akhir dunia :
ٰٓى ّللٰا ْ قَالَْ اِذْ ِعي س كَْ اِلَيْ َوَرافِع كَْ تََوف ِي كَْمْ اِن ِيْ ي ر َطه ِ ِمنَْ َوم
ا ال ِذي نَْ و كَْ ال ِذي نَْ َوَجاِعلْ َكفَر قَْ ات بَع و ا ال ِذي نَْ فَو و ٰٓ ى َكفَر مِْ اِل َيو
َمةِْ ْ ال ِقي ِجع ك مْ اِلَيْ ث مْ ۚ ك مْ َمر فِي هِْ ك ن ت مْ فِي َما َبي َنك مْ فَاَح
نَْ تَِلف و تَخ
29
(Qur’ān, ali Imran, 3:55)
Lihatlah! Allah berfirman: “Wahai Yesus! Sesungguhnya, Aku akan
mengambil jiwamu, dan akan mengangkatmu kepada-Ku, dan
membersihkanmu dari [kehadiran] orang-orang yang cenderung
menyangkal kebenaran; dan Aku akan menempatkan orang-orang
yang mengikuti kamu di atas dan lebih dominan atas orang-orang
yang cenderung mengingkari kebenaran, dan hal demikian akan
tetap bertahan sampai hari kiamat. Pada akhirnya, kepada-Ku kamu
semua harus kembali, dan Aku akan menghakimi di antara kamu
tentang semua yang biasa kamu perdebatkan.”
Dari penjelasan di atas, Al-Qur'an telah menubuatkan
bahwa orang-orang Kristen yang beriman kepada Tuhan Allah, pada
akhirnya akan menjadi kekuatan dominan di dunia, dan kemudian
mereka akan tetap dalam kekuatan dominasi itu sampai akhir dunia.
Dominasi militer Rusia sebagai pusat Kristen Ortodoks di
dunia saat ini, menjelang Perang Besar, yaitu penggenapan
dramatis dari nubuatan dalam Al-Qur’an ini .
Mereka yang menolak Yesus sebagai al-Masih
Orang-orang Israel yang menolak Yesus السالم عليه sebagai
Al-Masih tetap menunggu sampai hari ini untuk kedatangan Al-Masih
versi yang mereka yakini. Harapan mereka telah dibawa ke puncak
yang menyilaukan dengan keberhasilan kembalinya orang Yahudi
untuk merebut kembali Yerusalem sebagai klaim milik mereka, dan
keberhasilan pemulihan Negara Israel di Tanah Suci. Ketetapan ini
telah beralih ke Al-Qur'an untuk menjelaskan realitas orang Yahudi
yang jahat dan berlumuran darah kembali ke Tanah Suci di Zaman
Modern, untuk memulihkannya sebagai milik mereka—sekitar 2000
tahun setelah Tuhan Allah mengusir mereka dan melarang
pengembalian seperti itu.
30
Seorang Al-Masih palsu sedang membawa orang-orang
Yahudi untuk bangkit!
Buku ini juga menjelaskan pengusiran mereka yang tak
terhindarkan dari Tanah (Yerusalem) itu saat Yesus السالم عليه
kembali dan kemudian Sejarah berakhir. Mereka akan diusir sebagai
akibat dari penindasan tanpa henti yang mereka lakukan saat ini, dan
sebagai akibat dari pelanggaran berulang-kali sejak Sulaiman عليه
meninggal, dari kondisi yang ditentukan Ilahi untuk warisan السالم
Tanah itu.
Allah SWT memperingatkan bahwa jika mereka kembali ke
Tanah Suci dengan perilaku seperti itu, Dia akan kembali lagi dengan
hukuman pengusiran-Nya dari Tanah ini :
ى َحَمك م ْ اَنْ َربُّك مْ َعس ِفِري نَْ َجَهن مَْ َوَجعَل َنا ع د َناْ ع د تُّمْ َواِنْ ي ر ِلل ك
َحِصي ًرْا
(Qur’ān, Al-Isra, 17:8)
Wahai Bani Israel, semoga Tuhanmu menunjukkan belas kasihan
kepadamu; namun jika kamu kembali (ke Tanah Suci) dengan
perbuatan dosamu, Kami akan kembali dengan hukuman Kami, dan
[ingat ini:] Kami telah menetapkan bahwa [di akhirat] Neraka akan
ditutup bagi semua orang yang menyangkal kebenaran.
Musa السالم عليه telah berbicara kepada orang Israel yang
tertindas dengan kata-kata penghiburan untuk meyakinkan mereka
tentang suatu hari yang akan datang saat mereka akan dibebaskan
dari penindasan:
وْ قَالَْ ىم ِمهِْ س ا ِلقَو تَِعي ن و اْ ِباّلٰلِْ اس و بِر ضَْ اِنْ َواص َر ِْ اْل ّلِلٰ
ْ ۚ ِرث َها ءْ َمنْ ي و ْ ِمنْ ي َشاٰۤ ت ِقي نَْ َوال عَاقَِبة ْ ِعَباِده ِلل م
(Qur’ān, Al-a’raf, 7:128)
31
Musa berkata kepada kaumnya: “Berpalinglah kepada Allah untuk
meminta pertolongan dan bersabarlah dalam kesulitan.
Sesungguhnya Tanah itu milik Allah: Dia memberikannya sebagai
warisan seperti yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya; dan
masa depan yaitu milik mereka yang takut akan Dia!” (dan siapa
yang takut akan azab yang menanti si penindas)
Sungguh ironis bahwa mereka yang kemarin tertindas, kini
menjadi penindas yang paling kejam saat ini. Dunia menunggu hari
saat kuasa Allah akan terjadi, dan matahari akan bersinar lagi untuk
orang-orang yang tertindas. Pada hari yang cerah itu, 'bumi yang
malang' hari ini, memakai frasa yang menghantui Frantz Fanon10
dari Martinik, akan mewarisi Tanah Suci.
Kami tidak berusaha untuk mempercepat hari itu, dan
tidak pula mereka, para penindas:
ىْٰٓ رْ اَت ه ْ فََلْ ّللٰاِْ اَم تَع ِجل و تَس
(Qur’ān, An-Nahl, 16:1)
Perintah Allah [pasti] akan datang: oleh karena itu, jangan
menyerukan kedatangannya yang cepat!...
Kaidah dan Etika Literasi yang sakral dalam Islam
Fungsi bahasa tidak lebih dari kendaraan untuk
mengungkapkan isi fikiran; dan bahasa Inggris tidak boleh berbeda
dari bahasa lain dalam fungsi ini. saat bahasa itu sendiri di
sekularisasi dan diberi kedudukan dan fungsi yang sangat membatasi
'pemikiran' bahwasanya seorang penulis berkewajiban untuk
mencairkan rasa hormat terhadap dunia religius untuk
mengkonfirmasi dengan tradisi atau bahasa sastra sekuler, maka
ulama Islam harus meningkatkan standar bahasa tantangannya.
Tidak ada satupun interpretasi Religius yang bertahan
dalam peradaban Barat modern yang sekuler. Segala interpretasi
religius telah dinodai dengan serangan pandangan sekuler tanpa
henti yang (pada hakikatnya) berada di luar pemahaman hati orang
yang beriman.
500 tahun yang lalu, dari tahun 1501 hingga 1504, seorang
Michelangelo muda mengukir patung David, yaitu, Nabī Daūd dalam
pose di mana dia mempersiapkan dirinya untuk melawan Goliat11.
Peradaban Barat modern yang sekuler telah berlangsung selama 500
tahun telah mengakui patung itu sebagai salah satu karya seninya
yang hebat. Tak seorang pun pernah merasa heran, atau bahkan
penasaran, bahwa patung itu telah menghadirkan seorang Nabi
Tuhan Allah, secara memalukan, telanjang bulat, dan dengan alat
kelaminnya terlihat jelas.
saat Adam السالم عليه dan Hawa sadar di Surga akan
ketelanjangan mereka, mereka mengambil daun-daunan dari
pepohonan untuk menutupi aurat mereka (Qur’ān, al-A’rāf, 7:22);
namun Michelangelo tidak dapat memikirkan hal itu dalam hatinya
yang sekuler, bahkan tidak sehelai daun ara untuk menutupi aurat
Daud. Hatinya bahkan tidak memiliki kesadaran untuk menghormati
hal yang suci.
Sangat berlawanan dengan peradaban Barat modern
sekuler, Byzantium Kristen Ortodoks di Konstantinopel, serta agama
Islam yang diterima dalam Al-Qur'an, telah menyampaikan
interpretasi spiritual tentang alam semesta di mana penghormatan
terhadap dunia yang sakral dan suci merupakan bagian integral dari
peradaban budayanya.
Dalam konteks inilah kami sekarang menawarkan sebuah
penjelasan untuk para pembaca dari sahabat kami ummat Kristen
dan Yahudi, serta yang non-Muslim, dan siapa saja yang penasaran
untuk lebih lanjut mempelajari arti dan alasan penulisan huruf Arab
yang disisipkan setelah nama-nama para Nabi seperti David, yaitu,
Nabī Daud السالم عليه di atas. Penjelasannya yaitu bahwa saat
menyebut nama Tuhan seperti Allah تعاىل و سبحانه , atau Nabi-Nya
dengan akhiran kalimat السالم عليه atau orang lain seperti Mariam عليه
penulis ini harus menjaga Kaidah dan Etika Literasi yang sakral ,”السالم
dalam Islam, meskipun Kaidah dan Etika literasi seperti itu tidak ada
lagi di Barat modern yang sekuler.
saat kita merujuk pada salah satu Nabi-nabi Allah, kita
selalu memanjatkan doa: "Semoga keselamatan dilimpahkan
kepadanya." Preferensi penulis ini yaitu untuk memunajatkan doa
ini dalam bahasa Arab; maka pembaca yang budiman akan
menemukan tulisan Arab kecil setelah nama-nama Nabi Allah SWT.
Meskipun Mariam, ibu Yesus السالم عليه bukanlah seorang Nabi,
karena Tuhan Allah tidak pernah mengangkat seorang wanita sebagai
34
seorang Nabi, etika Literasi kita yaitu berdoa untuknya juga.
Demikian pula, kita menyebut Allah sebagai Yang Maha Tinggi, atau
Maha Bijaksana, dll.
Akhirnya, penulis ini berpandangan bahwa mukjizat, Firman
Allah تعاىل و سبحانه yang dilindungi Tuhan dalam Al-Qur'an tidak dapat
diterjemahkan ke bahasa lain, melainkan upaya yang dapat dilakukan
untuk menjelaskannya. Oleh karena itu, meskipun kami selalu
mengutip teks Arab dari Al-Qur'an, semua yang kami sampaikan di
bawah teks (arab-red) ini yaitu penjelasan, bukan
terjemahan, dari teks-teks (arab-red) ini .
Demi Dia yang jiwaku di Tangan-Nya, putra Mariam akan turun di
antara kalian sebagai penguasa yang adil…
(Sahih Bukhari)
(Tidak hanya Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل yang bernubuat), di
atas, bahwa Yesus السالم عليه suatu hari nanti akan kembali, namun
juga bahwa saat dia kembali, dia akan memerintah dunia. Al-Qur'an
juga menegaskan bahwa Sejarah akan berakhir dengan orang-orang
Kristen, yang dipimpin oleh Almasih, memerintah dunia.)
1.1 Negara Suci di Episode awal sejarah
enjelasan dari Al-Qur'an yang memungkinkan kita untuk
memahami asal-usul pokok bahasan pada buku ini dimulai
dengan pernyataan Allah kepada para Malaikat bahwa Ia akan
menempatkan di bumi seseorang yang akan menjadi Khalifah, yaitu
seseorang yang akan memerintah di bumi (Qur'an, al-Baqarah, 2:30).
Al-Qur'an kemudian memerintahkan bahwa aturan ini harus
didasarkan pada Kebenaran dan karena itu harus berlaku Adil. (Al-
Qur'an, Sad, 38:26)
Kemudian Malaikat bertanya :
عَلْ … ِفكْ فِي َها يُّف ِسد ْ َمنْ فِي َها اَتَج َءْ َوَيس َماٰۤ الد ِ …
(Qur’ān, Al-Baqarah, 2:30)
… akankah Engkau menempatkan di bumi dia (yaitu, mereka) yang
akan menimbulkan kerusakan dan kehancuran, serta menumpahkan
darah …?
Pandangan kami yaitu bahwa para Malaikat hanya
merespons seperti yang mereka ungkapkan diatas, karena Allah yang
Maha Tinggi telah mengungkapkan kepada mereka (Malaikat-Red)
sebagian dari rangkaian peristiwa berlumuran darah yang akan
terjadi dalam Sejarah manusia dalam upaya untuk menegakkan
aturan palsu atas umat manusia; namun Dia tidak mengungkapkan
kepada mereka akhir dari sejarah itu. Substansi dari buku ini yaitu
dalam penjelasan yang diberikan oleh Al-Qur'an tentang aturan yang
ditetapkan oleh Tuhan atas dunia yang dengannya Sejarah akan
berakhir. Itu akan menjadi aturan yang akan ditetapkan saat Al-
Masih kembali, dan itu akan didasarkan pada Kebenaran dan
Keadilan.
1.2 Pohon terlarang
Al-Qur'an memberikan petunjuk tentang Fasad (yaitu, yang
merusak dengan cara yang dapat menghancurkan) yang akan
terungkap dalam sejarah subjek ini, yang telah diperingatkan oleh
para Malaikat dalam tanggapan mereka di atas. Hal itu terjadi saat
Allah تعاىل و سبحانه menempatkan Adam السالم عليه , (yaitu Nabī Adam
dan istrinya) di Taman Surga agar mereka harus tinggal di dalamnya;
namun Dia kemudian memperingatkan mereka untuk tidak mendekati
pohon tertentu karena itu akan menyebabkan mereka menjadi jahat
dan tidak adil pada perilaku mereka.
Perintah Illahi ini tidak dapat dipahami secara harfiah
karena pohon tidak berpotensi merusak manusia; sebaliknya, pohon
harus dimaknasi sebagai simbol (perumpaan-red). Pandangan kami
yaitu bahwa itu (Pohon-red) melambangkan aturan palsu berlumur
darah atas umat manusia yang dalam konteks bukti ini akan disajikan
dalam buku ini, kami meyakini hal itu sebagai Pax Judaica. Ada
banyak bukti tentang Fasad dan pertumpahan darah yang telah
dikeluhkan oleh para malaikat, yang bisa kita saksikan di rangkaian
Sejarah yang berlumuran darah sebagai akibat dari upaya Yahudi
yang jahat dan tersesat untuk menegakkan kekuasaan abadi mereka
atas umat manusia dari Yerusalem.
Penulis berpendapat bahwa simbol pohon terlarang
ini sebagai Pax judaica karena pengungkapan yang ditulis di Al-
Qur'an seperti apa yang Setan (yaitu, Iblis) ungkapan bisikkan kepada
Adam:
نْ اِلَي هِْ فََوس َوسَْ دَمْ قَالَْ الش ي ط ٰٓا ى اَد لُّكَْ َهلْ ي َعل
ل دِْ َشَجَرةِْ ل كْ ال خ ْ َوم ْى ْل يَب ل
(Qur’ān, Tā Hā, 20:120)
namun Setan berbisik kepadanya, mengatakan: “Wahai Adam!
Maukah aku menuntunmu ke pohon kehidupan abadi, dan ke
kerajaan yang tidak akan pernah binasa?
Oleh karena itu pohon itu terkait dengan simbol keabadian,
dan dengan simbol kerajaan yang tidak akan pernah binasa, dan
karenanya pohon terlarang itu yaitu tentang aturan yang akan
abadi. Sekarang seharusnya cukup jelas bagi pembaca yang budiman
bahwa Al-Qur'an telah memberikan informasi yang memadai bagi
kita untuk mengidentifikasi pohon terlarang dengan Negara Israel
saat ini yang siap menyatakan dirinya sebagai “Israel Suci Daud dan
Sulaiman” yaitu Negara Israel, dan tidak ada yang lain, yang ingin
memerintah dunia dengan aturan yang tidak akan pernah binasa,
yaitu aturan abadi.
Al-Qur'an telah mengungkapkan lebih banyak informasi
tentang pohon itu dan telah diungkapkan dalam sebuah perumpaan
yang cukup sulit untuk ditafsirkan. Berikut yaitu informasi tentang
apa yang terjadi saat Adam السالم عليه dan istrinya makan dari
pohon terlarang itu
َما فََبدَتْ ِمن َها فَاََكَلْ َما لَه ت ه ا نِْ َوَطِفقَا َسو ِصف ِمنْ َعلَي ِهَما َيخ
َرقِْ ى ال َجن ِةْ و دَمْ َوَعصٰٓ ى َرب هْ ا فَغَو ْ ۚ
(Qur’ān, Tā Hā, 20:121)
Maka, keduanya memakan 'pohon' itu: dan setelah itu mereka
menjadi sadar akan ketelanjangan mereka dan mulai menutupi diri
mereka dengan daun-daun yang telah dipotong-potong dari taman
surga. Dan demikianlah Adam mendurhakai Tuhannya, dan dengan
demikian dia jatuh ke dalam kesalahan yang memilukan
Bagaimana mungkin makan dari pohon terlarang
menyebabkan mereka berdua sadar akan aurat mereka? dan
kemudian mencoba menutupi aurat itu dengan daun-daunan sebagai
tindakan kearifan? Ini tidak dapat dipahami secara harfiah; maka
penulis ini menolak penjelasan atau interpretasi apapun dari
peristiwa yang berhubungan dengan hubungan seksual.
Sebaliknya, pandangan kami yaitu kesadaran
ketelanjangan yang dihasilkan dari makanan mereka dari pohon
ini harus dipahami sebagai hilangnya kepolosan; maka kami
dengan percaya diri juga menafsirkan pohon terlarang untuk
berhubungan dengan ambisi (ambisi untuk hidup yang kekal), dan
ambisi untuk memerintah yang kekal!
Al-Qur’an mengungkapkan dengan tepat tentang ambisi
Yahudi untuk hidup abadi. Itu terjadi saat membahas klaim mereka
bahwa Surga disediakan untuk mereka :
ِخَرة ْ الد ارْ لَك مْ َكاَنتْ اِنْ ق لْ نْ َخاِلَصةًْ ّللٰاِْ ِعن دَْ اْل نِْ م ِ الن اِسْ د و
ا تَْ فَتََمن و ت مْ اِنْ ال َمو ِدقِي نَْ ك ن ص
(Qur’ān, al-Baqarah, 2:94)
Katakanlah: “Jika tempat tinggal di sisi Allah di akhirat yaitu untuk
Engkau sendiri, dengan mengesampingkan semua orang lain, maka
mintalah kematian — jika apa yang Engkau katakan itu benar!
ه ْ َولَنْ ْ َعِلي مْ َوّللٰا ْ ۚ ْ اَي ِدي ِهمْ قَد َمتْ اِبمَْ اََبدًاْ ي تََمن و ِبالٰظِلِمي نَْ ۚ
(Qur’ān, al-Baqarah, 2:95)
namun mereka tidak akan pernah menghendakinya, karena [mereka
mengetahui] apa yang telah diperbuat oleh tangan mereka di dunia
ini: dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim.
مْ َرصَْ َولَتَِجدَن ه ى الن اِسْ اَح وة ْ َعل َوِمنَْ َحي ا ال ِذي نَْ ۚ َرك و اَش
ْ ۚ رْ لَوْ اََحد ه مْ َيَودُّْ ِزِحهْ ه وَْ َوَما َسَنة ْ اَل فَْ ي عَم َزح ِمنَْ بِم
َرْ اَنْ ال عَذَابِْ نَْ ِبَما َبِصي ر ْ َوّللٰا ْ يُّعَم َيع َمل و ࣖ
(Qur’ān, al-Baqarah, 2:96)
Dan Engkau pasti akan mendapatii mereka (orang-orang Yahudi)
manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia) daripada
manusia yang lainnya, bahkan lebih dari mereka menganggap
sebagai Tuhan bagi makhluk lain selain Allah: masing-masing dari
mereka ingin hidup seribu tahun, meskipun diberikan umur panjang.
tidak akan menyelamatkannya dari penderitaan [di akhirat]: karena
Allah melihat semua yang mereka lakukan.
Para Pembaca sekarang dapat menyadari apa yang Allah
تعاىل و سبحانه ketahui, dan apa yang tidak diketahui oleh para Malaikat,
yaitu ambisi orang-orang Yahudii untuk menguasai dunia secara kekal
dan juga menginginkan kehidupan yang abadi, hal ini akan membawa
41
mereka kepada pemerintahan yang jahat dan tidak adil. Bumi yang
akan menghasilkan buah yang pahit berupa kebusukan, kehancuran,
dan pertumpahan darah. Namun Allah تعاىل و سبحانه menciptakan
Tatanan moral, oleh karena itu di episode awal Sejarah manusia,
Prinsip Kebenaran ditakdirkan untuk ditegakkan dengan aturan di
bumi berdasarkan Kebenaran dan Keadilan, dan pada akhirnya
Kebenaran dan Keadilan harus menang di akhir Sejarah.
Malaikat tidak memiliki pengetahuan tentang akhir Sejarah
ini. Mereka tidak mengetahui peristiwa-peristiwa yang akan terjadi
pada saat ini (awal Sejarah) yang berhubungan dengan akhir Sejarah,
dan yang menjelaskan hubungan awal dan akhir sejarah berdasarkan
informasi dari Ilahi.
Ribuan tahun kemudian, Allah Dzat yang Maha Tinggi
membawa Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل untuk melihat pohon
terlarang yang sama dengan Pohon yang dulunya dilarang untuk
didekati oleh Nabi Adam السالم عليه , dan yang sekarang Allah
gambarkan sebagai pohon terkutuk dalam Al-Qur�

