darma budha 2
yaitu kami menjadi pengingat orang lain untuk
menjaga keutuhan rumah tangga dari orang yang telah
melihat kami melingkar di jari manis pemilik kami
semua. Menjaga agar jangan sampai ada orang lain
masuk di tengah-tengah pemilik kami semua.
Sebagian lagi berpendapat, kami kaum cincin hanyalah
benda menjadi belenggu dan merupakan suatu simbol
darini katan yang ‘mengikat’. Identik dengan ketidakbe-
basan, ketidaknyamanan. Sehingga banyak yang se-
ngaja atau tidak sengaja melepaskan kami yang se-
benarnya merupakan bentuk darini katan pernikahannya,
dan akibatnya terdapat kerancuan. Banyak orang lain
yang tidak tahu apakah seseorang telah memilikini katan
pernikahan atau belum. Bahayanya, bila perasaan cinta
dan sayang sudah bicara terlebih dahulu dari kenya-
taan yang ada. Permainan perasaan akan menjadi
rumit sesudah mengetahui sesungguhnya orang yang
dicintai sesungguhnya telah memilikini katan dan telah
‘terikat’ dengan orang lain. Inilah nasib kami yang
hanya menjadi penghuni lemari pakaian atau safety box
yang gelap.
Apakah ini menjadi dilema? Apakah kami para cincin
yang perlu disalahkan dalam hal ini? Atau memang sym-
bol dari keterikatan itu memang sudah sangat mengikat
dan menguasai hidup manusiakah? Atau sesungguhnya
ketidaksetiaan dan ketidakharmonisan para manusialah
yang menjadi pemicu dari semuanya?
Kami para Cincin hanyalah cincin, benda mati yang tidak
bersalah. Mau dipakai atau tidak dipakai, itu yaitu hak
seseorang. Yang paling penting yaitu bagaimana meli-
hat rumah tangga dapat menjadi satu keutuhan keluarga
yang tentram, harmonis, dan serasi yang didambakan
setiap orang.
Kami para cincin juga yang mengingatkan para manusia
bahwa ada kekuatan cinta kasih di dalam kami yang
membuat dua orang yang saling mencintai melebur men-
jadi satu dalam kesetiaan. Dan, saat rumah tangga
sedang dalam dilema dan keributan yang besar atau
kecil yang sedang terjadi, tataplah kami cincin kawin
yang melekat di jari manis anda semua. Tanya pada
diri sendiri, apakah yang mendasari sehingga kami dapat
melingkar di jari manis anda?
Marilah wahai manusia, cobalah melihat kembali bagaima-
na proses perjalanan hidup itu sendiri. Memang sulit
untuk mengungkapkan perasaan, khususnya perasaan
tentang cinta, sebab perasaan itu yaitu sesuatu yang
sangat abstrak dan tidak dapat dijelaskan oleh ahlinya
sekalipun. Apapun yang terjadi dengan kalian semua,
hanya kalian sendiri yang mampu menyelesaikannya.
Kami hanya saksi bisu pernikahan dan pengangkatan
janji yang diucapkan oleh kalian semua kaum manusia.
Sekali lagi, kami hanya bisa berteriak dan bercerita
dengan kaum kami, namun para manusia tidak pernah
ada yang mendengarkan suara kami. sebab mereka
tidak akan pernah memperhatikan kami, apalagi berta-
nya tentang perasaan kami, saat perselingkuhan ter-
jadi dan tangan mereka mengenggam lembut jemari
orang yang bukan suami atau isterinya sendiri.
saat aku harus berjumpa dengan yang bukan pasang-
anku sendiri, yang melingkar di jari manis orang yang
belum aku kenal sebelumnya, namun menjadi orang
yang sangat aku kenal selanjutnya………
Ohhh… beginikah nasib para cincin di jaman ini?
Semoga tidak demikian adanya.
Biarlah kusimpan semua cerita ini, sampai alam kubur
nanti, dan tetap akan menjadi cerita misteri bagi diriku
sendiri. Aku yaitu sebuah cincin dengan seribu mis-
teri. Biarkan aku bercerita kepada kalian semua…. Inilah
‘suara hati’ kami, para cincin kawin.
Cerita ini hanyalah renungan belaka, tiada maksud lain
Janganlah iri hati melihat keberhasilan orang lain, dan som-
bong dengan kelebihan yang kita miliki. K arena kita semua
memiliki banyak kelemahan dan kekurangan, maka kita
perlu hidup saling melengkapi dan membantu satu dengan
la innya, dan hidup saling berdampingan.
Seekor katak melompat ke dalam kolam dengan mu-
dahnya masuk dan berenang di air. Seekor kumbang
melihat lompatan sang katak, menertawakannya, sebab
katak membutuhkan banyak tenaga untuk melompat.
Sang katak berkata kepada si kumbang yang sombong:
“Bila kamu memiliki badan yang ringan dan mampu
terbang, ayo cepat lompat ke dalam air dengan cepat,
dan tanpa perlu banyak tenaga”.
Tertawalah kumbang dengan tantangan itu. Hup. De-
ngan segera kumbang yang sedang terbang menjatuh-
kan diri dengan mudahnya ke permukaan air. namun ,
apa yang terjadi? Kumbang berhasil menceburkan diri-
nya ke air dengan mudah, namun membutuhkan kekuat-
an dan tenaga yang berlebihan untuk kembali terbang
ke udara.
Katak dan Kumbang
Sang katak yang berhati baik, segera membantunya
untuk keluar dari permukaan air. namun , sesampainya
di darat, kumbang jatuh dan terbalik dengan posisi
kaki berada di atas. Dengan sekuat tenaga, kumbang
berusaha untuk membalikan badannya dan mengepakkan
sayapnya, namun tetap tidak berhasil. Sang katak menjadi
iba dan dengan lidahnya membantu membalikan kembali
badan sang Kumbang.
Sang Kumbang segera sadar dengan kesombongannya,
dan ia berterima kasih kepada guru kehidupan barunya
yaitu sang katak nan baik. Ia menjadi mengerti sesung-
guhnya segala sesuatu terjadi sesuai dengan kelebihan
dan kekurangan masing-masing. Maka, janganlah iri hati
melihat keberhasilan orang lain, dan sombong dengan
kelebihan yang kita miliki. sebab kita semua memiliki
banyak kelemahan dan kekurangan, maka kita perlu
hidup saling melengkapi dan membantu satu dengan
lainnya, dan hidup saling berdampingan.
Saat kegalauan muncul, ditambah dengan persepsi dan
bentuk-bentuk pikiran, semakin komplekslah persoalan
yg ada. Kita mampu menjadi sutradara film action,
sedih, maupun horor sekalipun. Diri sendiri sekaligus
menjadi pemerannya, bisa menjadi pemain antagonis,
atau protagonis.
Apapun yang dilihat orang terhadap kita, semua terka-
dang semu belum bisa mengetahuini si hati seorang
pemain lakon ini . Semakin galau, alur film se-
makin berantakan dan berakhir menyedihkan bukan
menjadikan hidup semakin indah melainkan semakin
parah adanya.
Resep biar tidak galau? Banyaklah BERGAUL
dengan orang bijaksana. Belajar akan arti kehidup-
an, dan bisa merasakan GALAU di tengah KeTidak-
Galau
GALAUan dan GAUL dalam keGALAUan agar hidup bisa
lebih berwarna, dan bertambah bijaksana, setidaknya
bisa lebih ceria, dan menjadi sutradara film lucu atau
romantis. Walaupun sulit menghindari dari kegalauan
namun setidaknya tetap tersenyum dan tertawa mengha-
dapi si Galau itu sendiri, sampai lelah galaunya dan
muncullah kebijaksanaan di hati.
Dahulu orang harus sakti dulu untuk melihat semesta
alam, sekarang telah banyak teropong sakti yang
mampu merekam pergerakan alam semesta. Melihat
alam semesta, tak ada kata-kata yang dapat mewakili
apapun untuk mengungkapkan sesuatu yang berada di
luar batas pengetahuan manusia.
Melihat tanpa persepsi, mendengar tanpa telinga, bicara
tanpa berkata. Merasakan tanpa menyentuh, menyadari
semua itu ada dan dirasakan bahwa diri manusia juga
yaitu bagian dari semesta, terdiri dari milyaran sel
yang terus bergerak hidup dan mati, peredaran udara
dalam tubuh, proses respirasi, oksidasi, dan semua
gerak-gerik organ tubuh, yang bekerja dengan sendi-
rinya, tanpa harus dikendalikan oleh si AKU.
sebab si AKU terlalu sibuk berpersepsi, terlalu sibuk
Aku
melihat keluar, mendengar keluar, merasakan dengan
perasaan dan sensitivitas antara suka dan tidak suka.
AKU terlalu banyak bicara tentang diriKU, milikKU,
PunyaKU, KekuatanKU, CintaKU, HargadiriKU, EGOKU,
dan semua tentang AKU.
Melupakan bahwa tubuh ini berproses tanpa AKU dan
bukan MilikKU, akan terpisah dan berubah dariKU, akan
ditinggalkan dan terurai sebab sakit, dan penyakit.
Tubuh yg dibanggakan akan berubah. Tidak dapat diken-
dalikan, penyakit datang menyerang dan menggerogoti,
sudah tak mampu dipantau lagi oleh si AKU.
sebab AKU hanya memikirkan perasaan, persepsi, dan
semua tentang keuntungan dan kemenanganKU.
Mari Mulai kenali AKU, tundukkan AKU, dan Hadapi
AKU, sebab AKU sesungguhnya bukan MilikKU.
Menyalahkan orang lain kita yaitu hal yang sering
terjadi, sebab didasari ketidaktahuan. Menyalahkan diri
sendiri dan larut dalam kesalahan serta menghukum
diri sendiri, juga kurang bijaksana.
Memang faktor-faktor kesedihan, depresi, dan keke-
salan, bisa datang dari luar maupun dari dalam diri.
namun sesungguhnya diri sendirilah yang bertanggung
jawab atas semua perbuatan yang telah dilakukan
sendiri. Faktor-faktor luar hanya memberikan kondisi
cepat masaknya bibit-bibit buruk dalam diri kita. Me-
nyebabkan semua kondisi menjadi tidak mendukung,
menjadi negatif dan menjadi semakin parah.
namun jangan lupa pula faktor-faktor keberhasilan, ke-
bahagiaan, dan kesuksesan juga datang dari luar dan
dalam diri sendiri. Kita menikmati hasil kebaikan yang
kita tanam, dan kita sendiri yang harus rajin menanam
kembali, mengarap, dan merawatnya.
Faktor-faktor luar membantu, mempercepat, dan memberi
kondisi dari cepat matangnya bibit kebaikan. Memper-
indah yang kurang indah, mengurangi yang seharusnya
parah, dan membuat sesuatu menjadi lebih baik lagi.
Kesedihan dan kebahagiaan yaitu ibarat koin dengan
dua sisi, saat sisi yang satunya terbuka, sesungguhnya
di sisi lain selalu bersamanya, hanya sebab tertutup
maka tidak begitu terasa. Padahal sesungguhnya baik
dan buruk berbuah selalu bersamaan, hanya intensi-
tasnya ada yang kuat dan ada yang lemah. Dengan
menyadari hal ini, kita jangan menjadi pesimis, melain-
kan harus optimis menjalani hidup ini apa adanya.
Bertobat, bertekad, dan bersyukur dalam hidup, mem-
praktekkan apa yang baik untuk diri sendiri dan orang
lain, yaitu kunci kebahagiaan untuk semua mahluk.
Membiasakan diri membantu orang lain, bila diteruskan
akan memberikan arti dan makna tersendiri yang bisa
dirasakan orang lain maupun diri kita sendiri. Kebaha-
giaan dari berbagini tu jauh lebih manis dari apapun
juga. Kebahagiaan meringankan beban orang lain, juga
lebih indah dari apapun juga. Mari sebarkan kebajikan
kepada yang lain, agar diteruskan dan terus-menerus
menyambung menjadi jalinan cinta kasih dan kasih
sayang.
Nenek Moyang kita terkenal dengan sifat gotong-royong,
tenggang rasa, tepo seliro, sebab mereka menyadari
ajaran Budi (budhi) menekankan pada praktek dari
pada sekedar teori belaka.
Jaman sekarang, yang katanya semakin banyak ajar-
an agama dianut bangsa kita, namun semakin gersang
Berbagi
rasa kebersamaan, semakin kering batin untuk saling
membantu sebab kepentingan pribadi, golongan, apalagi
bila sudah bicara SARA. Mari kita kembali pada ke-
murnian dan ketulusan jiwa. Bantulah sesamamu tanpa
membeda-bedakan, maka SURGA akan dapat kita rasa-
kan di SINI, SEKARANG, SAAT INI, jangan tunggu kita
meninggal dunia.
Bagaimana bisa selembar kain sutra mengosok batu
besar sampai hancur, dan digosoknya setiap 100 ta-
hun sekali. Demikian sungguh lama usia bumini ni. Tak
terukur dengan ukuran apapun.
Orang sibuk memikirkan terjadinya bumi dan akhir ke-
hancuran bumi. Seperti halnya seorang yang sedang
terluka parah sebab panah beracun, sibuk mencari
identitas pemanah, jenis panah, jenis racun, dan mo-
tivasinya. Sebelum semua terjawab, orang itu sudah
mati sia-sia. Alangkah bijaknya bila orang ini
segera mencari penawar dari racun yang sangat cepat
bekerja itu.
Usia manusia begitu singkat, namun sibuk memikirkan
hari kiamat. Alangkah bijaknya bila kita mengobati diri
sendiri dari segala bentuk racun kejahatan, dan men-
cabut tiga akar kejahatan, yaitu keserakahan, kebencian,
kebodohan bathin, juga mengatasi belenggu sumber dari
segala penderitaan, yaitu nafsu keinginan rendah yang
membelenggu setiap insan. Ini semua ditunjukan bagi
praktisi yg ingin berjuang keluar dari roda samsara.
Bagi kita manusia biasa yang tak luput dari kesalahan,
minimal kita dapat mengurangi kejahatan, menambah
kebajikan, dan belajar menetralisir bentuk-bentuk pikiran
yang tak menentu.
Belajar untuk menjadi manusia yang jauh lebih baik,
jauh lebih bijaksana, dan memiliki kasih sayang dan
cinta kasih. Semua halangan yaitu perkembangan dari
bentuk-bentuk kemajuan batin. Jadikan setiap masalah
sebagai bentuk pengembangan kematangan dalam pola
berpikir dan bertindak.
Ada mereka yang senang dengan kegagalan orang
lain, dan selalu berusaha untuk mengagalkan orang
lain. Tidak menyadari kesenangannya itu dapat mem-
bawa penderitaan bagi dirinya dan orang lain. namun ,
saat kejadian yang sama menimpa dirinya, apakah
dapat bersikap biasa, acuh tak acuh? Apakah masih
dapat tertawa? Inilah kondisi dunia, dengan segala
warna warninya.
Ada orang yang senang ber’mudita’, yaitu bahagia dan
simpati melihat keberhasilan orang lain. Tanpa disa-
darinya, rasa mudita citta ini justru akan memperkaya
batinnya, membuat hidupnya terasa ringan dan indah.
Dengan mendukung orang lain untuk sukses, dan
menyatakan bahagia atas keberhasilan orang lain, saat
itulah kita mulai belajar menghargai jerih payah orang
lain, dan tanpa disadari kita juga akan mudah dihargai
orang lain.
Kata-kata mudita mudah diucapkan namun sulit dipraktek-
kan. Mengapa? sebab ber’mudita’ terhadap orang lain,
yaitu sebuah pertarungan antara EGO dan Tiada Ego.
Saat kita sudah ber’mudita’, maka tanpa disadari Ego
kita pun akan segera melemah, dan mulai belajar un-
tuk menghargai sebuah perjuangan, baik perjuangan diri
sendiri atau perjuangan orang lain.
Pagi ceria, pagi nan cerah.
Mari langkahkan kaki untuk beribadah.
Dalam Kehidupan yang semakin gerah.
Tetap semangat, jangan sampai pasrah.
Apalagi tunggu sampai menyerah.
Dengan agama, segalanya pasti terarah.
Udara segar, matahari pun terang.
bunga mekar, burung-burung berdendang.
Hati harus tegar, walau badan sedang meriang.
Bila hidup bugar, wajah pun terlihat terang.
Jangan gusar, bila ingin hidup tenang.
Jangan gahar, mati pun pasti tenang.
Berjiwa besar, sampai menjadi pemenang.
Pemenang kehidupan yaitu Ia yang telah menaklukan
Sang Aku.
Menjalani jalan, dengan semangat dan tidak kaku.
Perpegangan pada semangat “tanpa Aku”.
sebab segala sesuatu sesungguhnya bukan milikKu.
Hanya numpang lewat dan semua akan berlalu.
Menyadarini ni semua, maka batin tidak akan ragu.
Untuk terus semangat dan terus melangkah maju.
Ada seorang suami yang suka mengeluh tentang se-
mua hal. Dimulai dari keluhan tentang istrinya yang sok
ngatur, anaknya yang bandel, rumahnya yang sempit,
ditambah mertua yang ikut dengannya. Suamini i
setiap hari selalu marah-marah. Sampai akhirnya, dia
menghadap Master Zen dan mencari solusi. Master
Zen menyuruhnya untuk membeli sepuluh ekor ayam,
delapan betina dan dua penjantan. Lalu, ia pun mem-
beli dan memasukan ayam-ayam ini ke dalam
rumahnya. Apa yang terjadi kemudian? Sudah dapat
ditebak, rumahnya semakin berantakan, bulu-bulu ber-
serakan dan bau.
Ia mencari Master Zen lagi. Master Zen menyuruhnya
untuk membeli dua ekor kambing untuk dimasukkan
ke rumahnya. Wahh semakin berisik. Ayam berkotek,
kambing mengembik, dan ia pun tidak tahan mencari
Pencerahan
Master Zen itu lagi. Kata Master Zen, “apa rasanya?”
“Neraka Kuadrat,” jawab laki-lakini tu.
“Sekarang, keluarkan semua binatang itu dari rumahmu
dan danakan kepada yang benar-benar membutuhkan,”
ujar Sang Master. Esok harinya, laki-laki itu datang
dengan penuh pencerahan. Ia berkata, “benar-benar sur-
ga sekarang rumahku, lega rasanya, suara lebih tenang,
damai, tidak kotor dan bau, isteriku ternyata jauh lebih
hebat dalam mengerjakan semuanya, bandelnya anak-
anakku bukanlah apa-apa, dan mertuaku yaitu orang
yg paling sabar dan bijaksana di rumah. Saat kuberikan
binatang-binatang ini pada mereka yang membutuh-
kan untuk dipelihara, betapa indahnya pancaran keba-
hagiaan di wajah mereka. Aku sadar sekarang ternyata
hatikulah yang sempit, bukannya rumahku yang sempit
dan keluargaku yang bermasalah.
“Pencerahan yaitu saat kau merasakan kebebasan
yang sesungguhnya dari kebesaran hatimu” ujar Master
Zen ini .
Sumber cerita: Kisah Bijak, Dikisahkan kembali dengan
bahasa sendiri oleh NX.
Semaikanlah Bibit Cinta di Hatimu
saat Kemarahan menguasaimu…
saat Ketakutan mengancammu…
saat Ketidakpastian menghadangmu…
saat Kesombongan meliputimu…
Saat Keserakahan menghasut dirimu,
Saat Kekeringan melanda batinmu,
Saat Kehampaan mengisi relung bathinmu,
Saat Kegelapan menjadi bagian hidupmu,
Tidak perlu kau cemaskan semua itu.
Tidak perlu kau menghindari semua itu.
Tidak perlu kau berlarut di dalamnya.
Bila Gelap akan berubah menjadi Terang.
Bila Api tetap padam sebab Air.
Bila emosi akan luntur dengan cinta, Sadarilah semua
pelajaran hidup kita, yang mampu membuat kita dewasa
dan menghargai setiap hitam putih lembaran kehidupan.
Semua itu sebab belum tumbuhnya bibit-bibit kebajikan
yang kau semai. Merajalelanya bibit-bibit liar yang meng-
hiasi ladang dan taman batinmu.
Bila saja kau ingat akan bibit unggul dari Cinta Kasih
yang pernah kau tanam di hatimu. Sebuah bibit yang
akan menjadi kekuatan dalam menghadapi hidup, bibit
yang akan terus berkembang menjadi pohon kehidupan.
Sampai saatnya untuk berkembang dan tumbuh, ia akan
terus beranak-pinak, dan akan terus menyemai bibit-bibit
baru dalam batinmu.
Hanya saja…
Mampukah kau merawatnya, menyiraminya, memupuknya,
membersihkan sekitarnya dari rumput- yang
akan menghalangi pertumbuhannya? Mencabut pohon-
pohon kecil dari bibit ketakutan, kejahatan, dan kesom-
bongan yang tumbuh di sekitarnya?
Berikan ruang lingkup yang besar dan perhatian penuh
padanya, agar Ia dapat menjadi pusat dari segenap
perhatianmu.
Maka yakinlah… hidupmu akan jauh lebih berarti saat
Kemarahan berubah menjadi cinta,
ketakutan akan menjelma menjadi keyakinan diri, ke-
sombongan perlahan menundukkan kepalanya. Kese-
rakahan berdampingan dengan kedermawanan dan ikut
juga mengulurkan tangannya bagi sesama. Kekeringan
akhirnya mendapat kan hujan cinta yang selalu mem-
basahi hatimu, tiada hampa yang tidak berarti sebab
telah mengerti hakekat dari kesunyataan dan kekosong-
an yang sejati.
Langit mendung akan berubah menjadi terang demikian
dengan Batin yang gelap akan berangsur-angsur penuh
dengan cahaya cinta yang tidak akan pernah padam.
Sayangilah dirimu,
Sayangilah orang disekitarmu,
Sebarkanlah bibit-bibit Cinta,
Penuhilah Bumi dengan Cinta
Dalam perjalanan panjang kehidupan, tentu ada saatnya
stuck di jalan. Baik sebab lelah dalam mengarungi
hidup, atau sebab hambatan dari luar, rintangan, dan
jalan yg tidak mulus. Hal itu yaitu hal-hal yang masih
bisa diatasi.
namun , kalau stuck sebab pikiran sendiri yang menjadi-
kan semua menjadi rusak, berantakan, yah sebab pola
berpikir dan pandangan kurang benar membuat semua
menjadi kacau balau.
Pikiran ini mau baik, dibawa santai, dibawa benar
semua akan menjadi baik. namun , juga bisa dibawa
kacau, mumet. Bahkan hal-hal kecil saja bisa menjadi
gempa dan perang batin. Padahal, bila semua bisa
diselesaikan dengan baik-baik, mengapa mencari pen-
deritaan?
Ego
Pada dasarnya, ego inilah penyebab dari kekacauan di
dunia. Tidak ada orang yang mau disalahkan. Tidak
ada orang yang mau dikritik. namun , bila direnungkan
kembali semua demi kebaikan kita, semua demi kema-
juan diri sendiri. Dan inilah saatnya mengalahkan dan
menaklukan si ego.
Susah... Mang susah... Tapi lebih susah lagi kalo si ego
yang sudah berkuasa atas pikiran ini. Penderitaan akan
terus berkepanjangan.....
Jadi mari berdamai dengan kehidupan....
Manusia dilahirkan memiliki tugas dan misi khusus yang
harus diselesaikannya. Semua perjalanan yang panjang
tentu penuh dengan lika-liku serba-serbi warna hidup.
Mereka yang gagal dalam hidup akan lebih menghar-
gai kehidupan. Mereka yang pernah jatuh akan sangat
menghargai arti kejatuhan. Mereka yang telah terkuras
air matanya, akan semakin mengerti betapa mahal arti
setetes air mata. Semua perasaan, pengalaman, setiap
kondisi apapun yaitu pupuk untuk pohon kehidupan
yang tumbuh dalam jiwa kita.
Bila kita dapat menjadikan semua hal pahit sebagai
obat mujarab di dalam perjalanan hidup kita, perca-
yalah suatu saat nanti kita dapat mengerti lebih jauh
lagi tentang apa tujuan hidup ini.
Bangkitkan semangat dan jiwa ksatria kita, buka lem-
baran baru, hapuskan air mata, simpan energi untuk
perjalanan yang masih panjang, sebab hidup bukan
cuma sekedar hidup.
Bila mau hidup, maka harus bisa menerima perubahan,
proses, dan pengorbanan.
Bila tidak dapat menghargai secangkir air yang mem-
berikan kesegaran kepada yang dahaga, apa arti dari
berbagai hidangan mahal yang tersajini ndah?
Bila tidak dapat menghargai sepiring nasi yang meng-
hilangkan derita kelaparan, maka apa arti dari segengam
berlian di lemari besi?
Bila tidak dapat menghargai orang yang selalu disam-
pingmu, apa arti dari seorang sahabat sejati yang selalu
kau cari?
Bila tidak dapat menghargai mereka yang melayanimu,
apa arti dari pengorbanan orangtua dan saudaramu?
Ternyata begitu besar hal-hal kecil yang luput kita per-
hatikan dan dibiarkan begitu saja, tercampakan dan tidak
diperhatikan. Sesendok garam di dalam sup yang mem-
buat enak hidangan kita berasal dari garam di lautan
luas. Mulailah memperhatikan hal-hal kecil, maka kita
akan mendapatkan yang besar.
wanita mudah sekali terpengaruh perasaannya,
terutama dalam menghadapai masalah cinta. namun ,
wanita memiliki kesanggupan dan sangat setia
dalam mengasuh dan membesarkan anak yang dilahir-
kannya, ada atau tanpa kehadiran suaminya.
Sedangkan, pria lebih mudah dipengaruhi oleh kete-
naran dan kekuasaan. Pria sulit sekali terbebas dari
godaan wanita cantik, mudah untuk melupakan
pasangan hidupnya yang telah setia mendampingi dan
membesarkan buah hati mereka. Padahal wanita
cantik lain pilihannya hanya tergoda dengan harta
benda dan kedudukan, jarang sekali yang benar-benar
menampak-an cinta kasihnya yang terdalam.
Anak-anak memiliki orang tua sebagai panutan dan
idolanya. Siapa yang terbaik di mata seorang anak
Peran
yaitu motivasi dalam hidupnya. Anak-anak memiliki cita-
cita dan impiannya sendiri. Tanpa bantuan dan dorong-
an semangat dari orang yang disayanginya, mereka
tidak akan tumbuh berhasil dan sukses. Apapun bentuk
kehidupan yang mereka dapatkan dan terima, mereka
tidak bisa mengeluh. Hanya merenung dan terus me-
renung untuk melanjutkan hidupnya demi orang yang
disayangnya.
Saudara-saudaraku semua, berprestasilah. Tunjukkan se-
mangatmu. Isilah hidup ini dengan hal-hal yang berman-
faat dan berguna bagi sesama. Memberikan yang terbaik
yang bisa kita lakukan selagi masih bisa berkarya, dan
berprestasi.
Untuk itu perlu direnungi: Dapat mengenal diri orang
lain yaitu pandai. Dapat mengenal diri sendiri yaitu
bijaksana. Dapat mengalahkan orang lain yaitu kekuat-
an. Dapat mengalahkan diri sendiri yaitu kemenangan
sesungguhnya. Pada saat melihat orang lain mendapat
kesempatan dan peluang atau perlakuan istimewa, tak
perlu berkecil hati, iri hati, marah, atau patah semangat
menjalani hidup, sebab pada hakekatnya setiap orang
MEMETIK apa yang telah DIA TANAM.
Biasanya orang yang sudah mematok “CINTA MATI”
akan mengalami dua hal. Pertama, ia yaitu orang
yang paling bahagia dengan pilihannya bila dapat ber-
sama sampai mati nanti, sebab hanya dengan pilihan-
nyalah Ia bisa benar-benar bahagia. Kedua, ia yaitu
orang yang paling menderita bila tidak memperoleh cin-
tanya, atau seseorang yang dicintainya meninggalkan-
nya. Ia tidak akan bisa menerima kenyataan dari harga
mati yang sudah di patoknya dari awal, bahkan kondisi
terparah deritanya kadang terbawa sampaini a mati.
Harga dari sebuah cinta mati sangatlah mahal, sebab
terdiri dari dua unsur. Pertama unsur kesetiaan, inilah
yang paling mulia dari sifat manusia di muka bumi.
Kedua unsur kebodohan, sebab tidak dapat menerima
perubahan dan kenyataan hidup. Hidupnya menjadi
‘mati rasa’ bila seseorang yang dicintainya mening-
Cinta Mati
galkannya, sebab harga mati yang telah ditanamkan
ternyata membuat ia ‘mati’, kecualini a bisa ‘bangkit’ dari
‘mati’.
Kehidupan yang serba pesat dan canggih di masa ini,
membuat hubungan antar manusia semakin membingung-
kan dipenuhi oleh berbagai dilema. Hubungan suami
isteri banyak yang tidak lagi harmonis, saling curiga,
saling tuding, bahkan saling menghianati. Yang dulunya
berkata “kamulah cinta sejatiku”, saat ini berkata kamu-
lah “musuh sejatiku” hanya sebab sudah tidak lagi ‘se-
hati’. Sepertinya pisah ranjang, perceraian sudah menjadi
hal biasa. Bahkan kata “Cerai” bagi mereka yang sudah
tidak lagi memikirkan masa depan anak-anak dan pe-
rasaannya sendiri merupakan “HARGA MATI.” Bayangkan
awal pernikahan disebabkan oleh CINTA MATI namun
berakhir pada CINTA yang telah MATI.
Sebenarnya bila kita mau meluangkan waktu lagi un-
tuk berpikir tentang cinta dan permasalahannya. Tiada
yang benar dan tiada yang salah. sebab semua kem-
bali pada cara berpikir dan pola pandang kita tentang
CINTA. Sudah dikatakan oleh Zhu Pat Kai bahwa “Cinta
Derita Tiada Akhir” artinya CINTA itu membawa DERITA,
namun sebab CINTA juga maka Hidup ini akan jauh
lebih hidup.
Bila kita terus-terus membawa sisi negatif tentang cinta,
maka dalam hidup ini kita tidak akan merasakan keba-
hagiaan sebab cinta. Tataplah mata anak-anak anda,
benarkah sudah tiada cinta lagi di sana?
Tataplah pasangan anda bila sedang ribut besar, apa-
kah anda ribut sebab kebencian atau sebab cinta.
“Cemburu Besar” apakah sebab benci atau sebab ia
sangat mencintai anda. “Marah Besar” apakah sebab
benci atau sebab membutuhkan perhatian dari anda?
Lalu, bila sebab CINTA mengapa harus BERPISAH?
sebab sebenarnya semua memiliki CINTA hanya ka-
rena EGO yang menutup membuat diri anda menjadi
menderita selamanya.
Sekali lagi pilihan selalu ada di tangan anda, anda
mau mempertahankan cinta mati anda, atau mati ka-
rena cinta?
Hidup yaitu proses belajar dan berjuang, berjuang me-
naklukan diri sendiri, berjuang memperbaiki diri, berjuang
menjadi yang terindah bagi orang-orang di sekitar kita dan
bagi diri sendiri. Perjuangan memang sulit, namun bukan
berarti tidak bisa dilakukan. Semua butuh pengorbanan.
Bila saja waktu dapat terulang, maka kebahagiaan
akan menyelimuti setiap insan, sebab tidak akan ada
penyesalan. Hanya saja, waktu terus bergulir dan tidak
akan pernah terulang kembali dan meninggalkan banyak
kenangan dan penyesalan. Hidup saat ini dan kemu-
dian bukan untuk ditangisi, bukan untuk disesali, bukan
untuk diratapi.
Yang dapat kita lakukan yaitu bahagiakan setiap
orang sebelum penyesalan itu terjadi. Yang dapat kita
berikan yaitu sesuatu yg terindah dan tulus kepada
orang yang kita sayangi selagi masih bersama. Yang
dapat kita rasakan yaitu bahagia saat berjalan, ber-
canda, dan tertawa bersama dalam suka dan duka
dengan orang yang berarti bagi hidup kita. Bila semua
masih sama, bila semua masih ada, bila semua masih
tersedia waktu untuk kita berbakti, berbagi, bercanda
Pejuang Kehidupan
bersama. Hal inilah merupakan kondisi yang indah untuk
ke depannya.
Hidup yaitu proses belajar dan berjuang, berjuang
menaklukan diri sendiri, berjuang memperbaiki diri, ber-
juang menjadi yang terindah bagi orang-orang di sekitar
kita dan bagi diri sendiri. Perjuangan memang sulit,
namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Semua butuh
pengorbanan.
Mari kita mengisi hidup agar lebih hidup lagi, penuh
cinta kasih, kasih sayang, kesabaran, kebijaksanaan dan
tekad mulia agar kita mampu menghadapi kehidupan
yang serba tidak pastini ni, dan menjadi pejuang yang
baik untuk diri sendiri dan orang lain.
104
Berbuat baik harus rutin dan terus menerus dilakukan,
harus sering disadari, harus dijalani, dan disemangati.
Sedangkan perbuatan jahat melalui ucapan, perbuatan
dan pikiran, tak terasa terus-menerus mengalir tanpa
disadari. Untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi baik
itu memang membutuhkan perjuangan ekstra keras.
Lucunya, semua orang ingin hidup bahagia, hidup
damai, hidup tenang, hidup penuh berkah, rejeki terus
mengalir, usaha bertambah maju, prestasi semakin ba-
gus. Padahal itu semua kan akibat dari tanaman pohon
kebajikan yang ditanamnya. Kebanyakan orang maunya
banyak, namun malas untuk menanamnya. Dipikirnya
semua berkah yang datang itu mengalir dengan sendi-
rinya, sebab beranggapan bahwa rejeki sudah diatur
dari langit. Padahal yang turun membasahi bumini tu
air hujan, nggak pernah turun hujan duit dari langit.
Berbuat Baik
Dan bila saja turun uang logam dari langit, bisa pada
hancur semuanya kali yah?
Para dewata, malaikat, Bodhisattva, hanya mampu
memberkati, memberikan kondisi agar bibit kebajikan
yang ditanam itu tumbuh subur, menjadi pohon kebajikan
yang bebas dari hama dan gangguan, agar buahnya
bisa lebat bila waktunya berbuah. Diri sendirilah yang
harus menanamnya.
Sedangkan bibit-bibit kejahatan itu seperti benalu yang
tumbuh subur, menghisap nilai-nilai baik yang ada dalam
pohon kebajikan, mengkerdilkan tanaman kebajikan di
ladang hati kita. Tugas kita yaitu mencabut semua
bibit-bibit jahat yang tidak sengaja tertanam, menjaga
bibit-bibit kebajikan yang ada. Ini yaitu tugas manusia
yang harus menjadi penggarap bagi lahan perbuatannya
sendiri. Jangan melempar tanggung jawab pada orang
lain atau makhluk lain. Bertanggungjawablah pada per-
buatan kita sendiri.
Jangan tunggu ada masalah baru sibuk mencari solusi
dan jalan keluarnya. Belajarlah Dharma yang mampu
menuntun kita menghadapi hidup yang memang tidak
pernah pastini ni, sehingga tidak limbung dalam berjalan,
tidak patah arang dalam menghadapi semua rintangan
dan buah karma buruk yang datang menghantam kita.
Semoga Semua Mahluk Berbahagia. Amitofo.
Sesuatu itu bila dicari-cari, makin tidak kecari. Saat
tidak dicari, muncul sendiri. Sesuatu itu bila dikejar
makin tak terkejar. Bila tidak mengejar, malah balik
dikejar. Sabar itu harus berkorban, namun biasanya yang
jadi korban mana bisa bersabar.
Saat Sehat apapun dimakan, begitu sakit makan enak
apapun terasa hambar. Saat kerja, bermalas-malasan.
Begitu jadi pengangguran sekalipun rajin, orang malas
kasih kerjaan. Lucunya dunia, apa dunia yang lucu?
Mentertawakan dunia, kemudian dunia mentertawakan
kita. Inilah yang disebut Dian Dao Meng Xiang.....
Sebait Pesan
Jangan menyerah di saat kesuksesan itu tinggal be-
berapa langkah lagi. Jangan sebab satu rintangan
menggagalkan semua cita-cita yang ada.
Jangan patah semangat di saat tujuanmu hampir diraih.
Terus berjuang lakukan yang terbaik, sebab mereka
yang terusik akan mengagalkan setiap langkah dan
rencanamu.
Jangan gentar hanya sebab satu suara sumbang me-
nahan langkah kakimu, sebab di sana terdapat suara-
suara indah menantimu kemudian.
Jangan sia-siakan orang tua yang selalu bersama
kita di saat senang maupun sedih. Ia akan selalu
mendorong kita menuju kebahagiaan. Selalu mendoa-
kan kita di saat kita sedang gundah. Selalu memberi
Just Do Your Best
109
motivasi terindah untuk diri kita. Dan seandainya mereka
telah tiada, mereka akan selalu memberkati dari alam
bahagia di sana.
Jangan down hanya sebab satu orang mencemarkan
namamu. Bila semua itu yaitu ketidakkebenaran, maka
pencemaran itu ibarat lumpur yang dilempar ke ham-
paran lautan luas.
Jangan sampai menghentikan langkahmu, sebab per-
jalanan masih jauh dan masih panjang. Mari berjuang
dalam langkah pasti mengarungi samudera kehidupan.
Just do Your best...
Saat semua berjalan dengan baik penuh ketenangan,
kesabaran, dan keyakinan diri, apapun yang terlihat
sulit bisa menjadi mudah.
namun , saat diri kita panik, resah dan gelisah, emosi
naik turun, perasaan terombang ambing, krisis percaya
diri, apapun yang mudah dapat terlihat sangat rumit
dan susah untuk dipecahkan.
Saat kita mengalami perasaan bahagia, semua hal
yang tidak menyenangkan hanya akan dihadapi dengan
senyuman, dan tidak menjadi beban di hati.
Saat kita mengalami perasaan galau, bimbang dan
tidak bahagia, semua hal yang menyenangkan pun bisa
menjadi masalah baru, dan salah berucap, maupun
bersikap akan menjadi beban terbesar dalam hati.
Fenomena
Menurut orang bijaksana, semua fenomena, bukanlah
fenomena, namun hanyalah fenomena. Artinya, semua
fenomena itu ada, namun bentuk-bentuk perasaan, pikiran,
dan keadaan dari kesadaran kita yang membuat semua
fenomena itu menjadi mudah, rumit, ada atau tiada. Bila
dicermati hakikatnya, sesungguhnya semua itu hanyalah
fenomena biasa.
Lalu mengapa pengaruhnya menjadi luar biasa? sebab
kemelekatan, ketidaktahuan dan keakuan.
Selama kita masih memiliki ketiga hal itu, wajar aja
semua fenomena tetap menjadi fenomena yang membuat
pusing kepala. Jadi senang, sedih, bahagia, menderita
yah wajar apa adanya...
Masalahnya, mau membuat diri kita tambah bahagia
atau menderita? Nah, pilihan ada di tangan kita sendiri.
Hayooo apa pilihanmu?
Sejak dahulu sudah memiliki karma buruk, saat ini
susah untuk membayarnya, masih berhutang karma bu-
ruk baru lagi. Hidup penuh ketidakjelasan, sebab tidak
pernah sadar untuk berubah.
Saat dahulu penuh kebencian, saat sekarang tak mau
berubah, malah terus membenci, akhirnya tidak akan
pernah bahagia.
Sejak dahulu sering berbuat jahat, sekarang banyak
berbuat baik. Saat kemalangan menimpa, tetap masih
ada orang yang membantunya, dan di sana masih ada
jalan keluar.
Sejak dahulu memiliki cinta kasih, saat ini masih terasa
penuh cinta, dan terus mengembangkan cinta kasih.
Maka tak mengherankan jika ia akan terus disayangi
Karma
Sejak dahulu selalu berbuat baik, saat ini masih berbuat
baik, selamanya akan terus terlindung oleh kebajikannya.
Tidak perlu ragu untuk bertanya tentang siapa kita di
masa lalu. Lihatlah masa sekarang dan rencanakanlah
masa depan agar menjadi lebih baik lagi, sebab apa
yang kita kerjakan sekarang pasti akan membawa per-
ubahan di masa mendatang.
Ada anak bertanya kepada ayahnya, “Papa, mengapa
aku dilahirkan?”
Papanya menjawab sebab kamu ada untuk kami.
Kamu lahir dari rahim mama sesudah melalui proses
sembilan bulan sepuluh hari di dalam kandungan. Se-
lama itulah kamu belajar bersabar, merasakan emosi
mamamu, perasaan mama, dan apa yang mama pikir-
kan. Papa telah memberikan pelajaran tidak baik ke-
padamu selagi kamu dalam kandungan. Papa jarang
pulang, menelantarkan mamamu dan sering bertengkar
hebat dengan mamamu. Papa yang sering membentak
mama, menyakiti mama. Mungkin kamu yang tidak ber-
salah mendengarkan dari dalam perut mamamu.
Apakah ini yang membuatmu lebih matang dalam men-
jalani kehidupan? sesudah kamu lahir, kamulah yang
Arti Hidup
membuat papa bertobat. Membuat papa tersadarkan.
Saat dirimu lahir, papa melihat sebuah kehidupan,
sebuah kesabaran, sebuah kemuliaan. Walau ada keke-
cewaan, ‘mengapa harus anak wanita ’?
namun sekarang papa telah sadar. Kamu sangat ma-
nis, lucu, kamulah yang telah berhasil melembutkan
hati papa, tangisanmu yaitu tangisanku juga, ceriamu
yang melenturkan semua syaraf-syarafku sesudah lelah
bekerja. Senyumanmu meluluhkan hati papamu yang
sangat keras.
Papa berterima kasih atas kelahiranmu. Kamulah yang
telah memberi pelajaran terindah bagi kehidupan ini.
Papa tidak akan pernah menyakiti mamamu lagi. Papa
tidak akan membuat susah kalian. Dan, papa akan se-
lalu memberi yang terindah untuk kalian.
Jadilah anak yang berbakti, nak, sebab kelak besar
nanti, kau akan berarti bagi kami, bagi semua dan
bagi bangsa ini. Jadilah srikandi yang tegar penuh cinta
kasih, welas asih dan kasih sayang. Jangan tiru sifat
papamu, namun lihatlah perjuangan mamamu di saat ba-
ngun dari keterpurukan, di saat bersabar dalam badai
dan rintangan yang hampir merengut nyawanya. Demi
kamu, mama bertahan sekokoh batu karang. Dan li-
hatlah, ia yaitu bunga yang tetap cantik di dalam
keluarga ini.
Anakku... berjuanglah demi kemanusiaan. Mulialah di
tengah kemunafikan, dan sabarlah di tengah ketidak-
sabaran. Berbuat untuk kebajikan yaitu arti hidupmu.
Hidup bukan mencari masalah, sebab masalah itu akan
sela lu datang sendiri, dan harus dihadapi untuk diselesai-
kan. Hidup harus mencari bahagia, sebab bahagia tidak
bisa datang sendiri. Bahagia harus dikondisikan, harus
dijaga, dan sering dirasakan.
Dikatakan cinta bisa menjadi benci, namun mengapa
benci tidak bisa menjadi cinta kembali?
sebab sewaktu cinta, semua terasa begitu indah dan
bahagia, saling menjaga, saling menghargai, saling ber-
bagi, kesannya dunia begitu indah. namun saat hukum
perubahan terjadi, cinta telah tumbuh menjadi keben-
cian. Saat itu lupa bahwa dulu pernah saling menya-
yangi, pernah bersama, pernah berjuang bersama, per-
nah menghadapi kesulitan dan kebahagiaan bersama.
namun sebab keegoisan, harga diri, dan salah paham
maka semua menjadi berubah.
Mengapa berubah?
sebab cinta tidak lagi terdapat di sana. Saling me-
nyakiti, saling menjatuhkan, saling curiga, saling mem-
buat masalah. Kemudian, rasa benci tumbuh menganti-
kan akar-akar cinta di hati. Lalu mengapa benci tidak
dapat digantikan oleh cinta yang tumbuh kembali?
sebab saat seseorang membenci, akar-akar cinta itu
dicabut, dan menjadi luka yang terdalam. Semakin kasar
kita mencabutnya, semakin membuat luka di hati.
Sebenarnya, ini semua hanyalah perumpamaan.
Tidak ada akar cinta di hati, dan tidak ada hati yg dapat
dilukai, kalau ada sakit liver namanya. namun mengapa
kita menganggapnya real? Ke’ego’an dan ke’aku’anlah
yang menjadikan semua itu terjadi.
Kikis ‘ego’. Lupakan sang ‘aku’. Mari kita berdamai
dalam kebencian.
Di saat melihat kebahagiaan, janganlah terpancing oleh
hal-hal negatif yang bisa menghancurkannya.
Di saat melihat penderitaan, cepatlah berpaling dan
menjauhinya. Jangan biarkan berlarut-larut di dalamnya.
Saatnya menyatakan tekad untuk maju, melangkah
dalam kepastian. Saatnya menyatakan selamat tinggal
pada derita.
Hidup bukan mencari masalah, sebab masalah itu akan
selalu datang sendiri, dan harus dihadapi untuk disele-
saikan. Hidup harus mencari bahagia, sebab bahagia
tidak bisa datang sendiri. Bahagia harus dikondisikan,
harus dijaga, dan sering dirasakan.
Apakah sesungguhnya yang terjadi?
Senang dan sedih yaitu satu paket kehidupan. Men-
gapa lebih banyak kesedihan yang dipertahankan diband-
ing kebahagiaan? sebab “ketidaktahuan” yang didasari
oleh kegelapan batin.
Lalu manfaat apa yg didapat dari sebuah masalah? Kita
akan semakin dewasa, matang dan bertambah kebijak-
sanaannya. Semoga demikian adanya.
Orang China jaman dahulu kebanyakan tidak sekolah,
bisa bicara namun tidak bisa baca tulis. Hanya kaum
terpelajar yang punya kesempatan belajar. Pepatah
China ada yang mengatakan, “Bagai orang bisu
menceritakan Mimpinya.” Seandainya pada jaman itu
terdapat orang bisu apalagi yang tidak bisa menu-
lis, sudah pasti akan kesulitan menyampaikan pesan,
kecuali dengan bahasa isyarat. Bila ia diminta untuk
menjelaskan mimpinya kepada orang banyak yang tak
mengerti bahasa isyarat, tentunya ia akan kesulitan
menceritakan atau mengambarkan apa yang dilihat dan
dirasakannya dalam mimpi. namun , jaman sekarang
sudah pasti tidak demikian. Banyak orang buta yang
pandai menulis, apalagi orang bisu. Mereka mampu
menjadi Penulis yang handal. Ia mampu untuk menulis
dan mendeskripsikan mimpinya.
Impian bisa disebabkan oleh empat hal:
1. Hal-hal yang sering dipikirkan.
2. Anggota fisik yang terjepit saat tidur, atau saat
sedang sakit.
3. Diberi mimpi oleh makhluk-makhluk tertentu.
4. Tidak ada sebab yang jelas, hanyalah Bunga Tidur.
Sebagai orang normal, kita sebenarnya sering bermimpi,
namun sering lupa saat terbangun dari tidur. Walau ada
juga mimpi-mimpi tertentu yang bisa diceritakan. Mimpi
indah atau mimpi buruk, semua hanyalah mimpi. Mimpi
juga bisa memberikan petunjuk, bisa juga tidak ada arti
apa-apa, jadi tak perlu melekat dengan mimpi.
Bila mimpi hanyalah mimpi, namun kita harus memiliki
IMPIAN dalam hidup ini. Bagini novator, penemu, dan
pemikir, juga seorang motivator, impian yaitu sebuah
peluang untuk menemukan hal baru dalam kehidupan.
Di Jaman Modern ini, siapa pun bisa memilikini mpian
untuk memotivasi diri dengan mengerahkan semua ke-
mampuan yang kita miliki. Mereka yang cacat pun
memilikini mpiannya sendiri. Sah-sah saja bila memiliki
impian, namun jangan sekedar menjadi pemimpi. Kita
harus mewujudkan impian dengan berusaha dan melaku-
kan terobosan baru di segala bidang. Semangat bekerja
dengan penuh disiplin, berpikir smart dan inovatif untuk
maju.
Ada anak bertanya pada kakek tua yang membawa
tongkat berjalan tertatih-tatih. Kakek ada nasihat apa
harini ni:
Kakek itu berkata, saat kau mulai berjalan, tubuhmu
belum seimbang masih sering jatuh bangun. Saat usia
seperti kakek, justru tidak boleh jatuh. Persamaannya
yaitu harus pelan-pelan berjalan. Artinya, saat muda
masih banyak harapan jatuh bangun masih semangat.
Sudah tua tinggal menyesali semua perbuatan. Kalau
jatuh, susah bangun kembali.
Saat remaja semua makanan kamu bisa memakannya.
Saat dewasa, siapa pun lawan bisnismu akan kamu
‘makan’. Saat sudah tua, banyak makanan enak pun
tak bisa semua dimakan. Artinya, keinginan dan ke-
inginan hanya menimbulkan keserakahan namun akhirnya
semua akan ditinggalkan, bagai gigi yang copot satu
per satu.
Saat anak-anak bicara apapun, pasti penuh dengan
keingintahuan dan kepolosan. Saat dewasa, bicara pe-
nuh kepalsuan dan kesombongan. Saat sudah tua, mau
bicara apa pun tak ada yang mau mendengarkan ka-
rena suara sudah tidak lagi jelas. Artinya, untuk mampu
menjadi yang terbaik, tidak perlu besar mulut, namun bi-
caralah yang berbobot hingga tanpa perlu bicara semua
orang mampu mengerti maksud kita.
Saat melihat canda tawa anak-anak, semua orang
begitu bahagia melihat keceriaannya. Saat dewasa,
banyak yang bahagia melihat kejatuhan lawan dan
musuh-musuhnya. sesudah tua, meratapi kejatuhan diri-
nya. Artinya, bahagia itu setiap saat. Jagalah sifat polos
dan ceria sepanjang jaman. Jangan menertawakan orang
lain. Tertawailah kebodohan diri sendiri, hinggga tua pun
tetap tertawa bahagia walau sudah tiada gigi.
Semasih muda banyak bersyukur. Saat dewasa jangan
takabur. Saat sudah tua, walau hanya bisa makan bubur
namun tidak perlu takut alam kubur. sebab pembuat
kebajikan akan selalu bahagia sepanjang masa. Walau
sekarang buah kebajikannya belum masak, namun minimal
tidak akan sampai benar-benar terdesak.
Mengerti sifat ‘Air’ yang selalu mengalir dari atas
ke bawah. Air tenang bukan berarti tidak bergerak.
Sesuatu yang terlihat tenang pun masih terpengaruh
oleh angin dan juga terus bergerak. Semua ada pros-
esnya. Pikiran yang tenang pun bukan berarti tidak
bergerak, sebab pikiran akan terus bergerak seperti
air.
Air memiliki kelebihan dan kekuatannya. Semakin ken-
cang tekanan yang diberikan, semakin besar kekuatan
yang dihasilkan. Mereka yang sering menyirami tana-
man paling mengerti kekuatan air yang mengalir melalui
selang. Semakin kencang tekanan, semakin jauh dan
kuat daya pancurnya. Sehingga perubahan kekuatan
dan tekanan inilah yang digunakan untuk menghibur
semua orang dengan air mancur yang bergerak dengan
indahnya.
Air di lautan dengan ombaknya yang dahsyat, menerjang
karang dengan kekuatannya dan tamparannya yang luar
biasa. Ibarat pikiran dengan emosi yang meluap-luap
dan meletup-letup, bisa menghancurkan apa saja dan
siapa saja yang menghalanginya.
Belajar dari sifat air ini, manusia juga semakin tertekan
atau ditekan, seharusnya semakin kuat daya juangnya.
namun , sayang hati dan jiwa kita terlalu lembut sering
kali tidak kuat menahan tekanan. Belum berjuang, telah
hancur dulu hatinya menghadapi segala tekanan hidup
yang beraneka ragam. namun , bukan berarti kita tidak
bisa mengatasi dan melewati tekanan ini. Dengan mem-
buka wawasan, memperluas dan membesarkan jiwa,
hati, dan pikiran kita, maka tekanan yang berat pun
semoga semakin berkurang.
Memang, tidak mudah untuk mencuci dan membersih-
kan pikiran kita sendiri. Kadang memerlukan kondisi lain
untuk membuat pikiran menjadi tenang dan bahagia,
contohnya hiburan dan rekreasi. namun , tidak sedikit pula
jenis hiburan yang malah mencemari pikiran itu sendiri.
Belajar dari air, merenungi sifat air, dan belajar ‘sambil
menyelam minum air’. Semoga dapat membuat batinmu
yang kering menjadi segar dan sejuk kembali, dibasahi
air yang memberi kedamaian.
Seorang gadis menemukan sebuah batu kusam di
jalan. Diambilnya batu itu. Setiap hari digosoknya
dengan hati-hati. Batu yang bukan permata itu, setiap
hari digosok dan terus digosok hingga bersinar gemi-
lang. Suatu saat, ia membawanya ke tukang permata
untuk digosok dan didesign sebagai liontin yang indah.
Alangkah terkejutnya ia, di tangan ahli permata batu
biasa itu berubah menyerupai batu permata, begitu
berkilau dan indah. Gembiralah hatinya. Ia memamer-
kan batunya ke siapa pun yang ditemuinya. Semua
orang mengira ia mengunakan batu permata yang
mahal harganya, dan ia semakin percaya diri.
Suatu hari, didapatkannya batu itu terlepas dari
ikatannya, tak tahu hilang di mana. Ia teramat sedih,
tak nafsu makan dan tak lagi bersemangat. Sampai
seorang kakek tua melihatnya dan bertanya kepadanya
tentang kesedihannya. Ia pun menceritakan semuanya.
Kakek itu berkata, “Anakku, sebelum kamu menemukan
batu itu, kamu yaitu gadis yang periang. Dan sesudah
kau menemukan batu kusam yang sesungguhnya bukan
milikmu, kau mengambil, merawat, dan menggosoknya,
sampai mengkilat dan digosok oleh ahlinya menjadi batu
yang sangat bagus sekali, itu yaitu proses keberha-
silanmu. Membuat batu biasa yang kusam menjadi
sebuah benda yang terlihat berharga. namun , sadariah
bahwa itu yaitu sebuah proses, batu itu tetap batu.
Batu itu juga bukan milikmu, dan batu kilat asalnya dari
sebuah batu biasa. Mengapa sebab kehilangan batu
kusam membuat wajahmu masam? Membuat cahaya
wajahmu menghilang? Dan membuatmu menyia-yiakan
waktu dengan bersedih?”
Lihatlah, di sekitarmu masih banyak batu-batu kusam
yang dapat kau jadikan batu yang berkilat indah. Dan
berbuatlah lebih banyak lagi karya indah yang akan
membuat hari-harimu berseri dan wajahmu bersinar. Itu
jauh lebih penting dibanding meratapi seonggok batu
kusam yang hilang. Sesaat cahaya terang meliputi
dirinya. Sadar akan kebodohannya, gadis itu pun ceria
kembali.
Sudah menemukan makna dari cerita ini? Bahagialah!
Guru Buddha: Sekalipun mampu mengendong kedua
orang tuamu dan mengelilingi dunia seumur hidupmu,
tetap tidak akan mampu membalas jasa-jasa kebajikan
mereka yang telah berjasa membesarkan kita.
Bagaimana kalau ada orang tua yang cuek kepada
anak-anaknya? Pada dasarnya, tidak ada orang tua
yang tidak perhatian dengan anak-anaknya. Mungkin
mereka sudah pusing dengan permasalahan hidupnya
sendiri. Memiliki pola pikir yang tidak sama, kesibukan
dan tingginya aktivitas hidupnya, sehingga terkadang
lupa bahwa anak juga membutuhkan kehadiran dan
perhatian mereka. Sebagai anak bisa saja mengeluar-
kan isi hati pada mereka.
Bila Orang Tua salah jalan, jahat dan tidak bijaksana,
apakah anak-anak juga harus menghormati dan ber-
bakti kepada mereka? Secara teori Dharma, bila ada
anak yang tidak berbakti kepada orang tuanya, maka
akan menjalani banyak kesulitan ke depannya. Hubungan
anak dan orang tua tidak akan pernah bisa putus atau
diputuskan. Bila ada yang memutuskan hubungan anak
dan orang tua, maka pintu surga pun tertutup baginya,
demikian sebaliknya.
Semua orang bisa berubah, segalanya masih bisa diper-
baiki. Hubungan yang rusak masih bisa dibenahi se-
belum semuanya jatuh dalam penderitaan yang lebih
dalam lagi. Membutuhkan kesabaran, kebijaksanaan dan
membutuhkan jembatan penghubung antara orang tua
dan anak. Anak pun bisa menjadi ‘terang’ bagi orang
tuanya, anak pun bisa menjadi Bodhisattva bagi orang
tuanya. Anak yang berbakti selain dapat memaafkan
orang tuanya mungkin juga dapat membimbing orang
tuanya.
Bila ada orang tua yang begitu benci dengan anaknya;
sebagai seorang anak, doakanlah semoga gunung es di
hati mereka dapat perlahan mencair, dan pancarkanlah
cinta kasih, doa dan kasih sayang. Sekalipun lambat,
semoga kebekuan di hatinya dapat segera mencair dan
kebahagiaan dapat dirasakan.
Mari berbakti pada orang tua kita semua, rasakanlah
surga sekarang juga. Renungilah sepanjang hari.
Siklus kehidupan manusia, masih kecil dirawat dan
disuapi. Semua kebutuhan dipenuhi orang tua. Bila
menangis segera digendong. Sentuhan ibu yaitu obat
dari segalanya. Begitu hebatnya cinta seorang ibu.
Memasuki masa menjelang remaja, semua dilakukan
sendiri. Sebagaian merasa kurang sentuhan. Disinilah
masa-masa pencarian, selain mencari jati diri, juga
mencarini lmu. Terkadang sampai jauh dari orang tua
dan sudah jarang pulang ke rumah.
sesudah lulus dan memasuki dunia kerja, sibuk de-
ngan bisnis, kerjaan, atau organisasi, sempat terlupakan
keadaan orang tua kita. Apalagi bagi yang merantau,
setahun sekali atau jarang sekali pulang mencari orang
tuanya.
Tentunya harapan orang tua yaitu anak-anak masih
bisa kembali menjenguk mereka, bercanda dengan me-
reka. Bila mereka sudah semakin tua, uang bukan lagi
segalanya. namun , perasaaan bahagia saat melihat bakti
anaknya dan sentuhan dari anak-anaknya yaitu obat
termanjur untuk mereka.
Saat mereka tua, tubuh mereka semakin rapuh, sudah
tidak gesit seperti dulu, tidak bisa teliti dan telaten lagi
seperti dulu. Semua serba terbatas. Apalagi yang orang
tuanya sudah di kursi roda dan sakit-sakitan. Mereka
hanya berharap anaknya ada yang bisa merawat dan
mengurusnya. Membuat suasana rumah kembali penuh
dengan kehangatan.
Akankah anak-anak mampu dengan sepenuh hati mera-
wat orang tua seperti mereka merawat kita saat kecil?
Setiap siang dan malam, orang tua tidak pernah hitung-
an untuk anak-anaknya. Lalu, mengapa ada anak yang
masih hitung-hitungan merawat orang tuanya?
Mari luangkan waktu untuk orang tua, selagi mereka
masih ada.
Selama mentari masih bersinar, selama itu pula ke-
hidupan akan terus bersinar. Hidup akan terus bergulir,
walau mau tidak mau harus menyadari pasang surut
kehidupan seperti pasang surut gelombang laut, sebab
perubahan terang dan gelap bulan.
Jangan terlena dengan kebahagiaan, jangan terpuruk
dalam kesedihan. Jangan pongah sebab kebohongan
yang diciptakan. Jangan sombong sebab kelebihan.
Jangan sedih sebab kukurangan. Semua yang dilaku-
kan melalui ucapan, perbuatan dan pikiran pasti akan
membuahkan hasilnya, baik atau buruk tergantung apa
yang kita lakukan.
Marilah menanam bibit-bibit bajikan, yang berbuah ke-
bahagiaan, daripada menabur bibit kejahatan, kebohong-
an, dan kemunafikan. sebab senang tidak senang,
Mentari Bersinar
suka tidak suka semua akan berbuah.
Menjaga diri dan hati tetap semangat, penuh cinta kasih,
maka kebijaksanaan akan terjaga dalam keseimbangan
bathin.
Sulit memang namun mengapa tidak mau mencoba?
Bila telah dicoba dan ternyata seiring berjalannya waktu
semua halangan dan rintangan dalam hidup ini pun
berhasil di terlewati, saat itulah baru disadari ternyata
kita memiliki kemampuan untuk mengatasi semua per-
masalahan yang ada, dan pada akhirnya kebahagiaan
telah menjadi milik kita.
Walau semua itu masih bisa berubah, namun daya
juang dan semangat hidup kita semakin hari semakin
bertambah.
Mari kita bersama berjuang! Semangat!
136
Gersangnya hati dapat memicu kita garing, ga-
rang, dan tanpa sadar bisa menjadi garong. Mencuri,
merusak, membunuh, melakukan perbuatan tercela dan
destruktif yaitu tindakan yang tak terpuji.
Bila kita atau keluarga terdekat yang menjadi korban,
sudah tentu siapapun akan mengutuk pelakunya. Bila
tiada insan manusia yang dapat menerima semua
perbuatan tercela yang dilakukan oleh siapa pun, lalu
mengapa kita tega melakukannya pada orang lain?
Bila kesejukan embun cinta kasih telah menguap
kering dan hampir sulit dirasakan oleh kita semua,
sudah saatnya kembali pada norma dan aturan yang
ada, baik peraturan negara masyarakat maupun pera-
turan negara.
Bila rasa malu dan rasa takut akibat perbuatan buruk
hampir punah, maka harus kembali lagi pada hati nu-
rani. Bila batin ini telah kering, maka harus kembali
ingat untuk mengairinya. Lalu bila agama tidak mampu
untuk mengusir kekeringan di hati kita, apa lagi yang
mampu untuk menjadi penyejuk hati?
Kedamaian dunia dan kesejukan hati yaitu kondisi
surga di dunia, mengapa kita harus menciptakan neraka
dunia, baik untuk diri sendiri atau mengkondisikan bagi
orang lain?
Semoga air amrta (Embun Surgawi) mampu menyejuk-
kan hati kita semua dengan banyak berbuat baik, tidak
berbuat kejahatan, dan mensucikan hati dan pikiran.
Berbuat yang terbaik untuk sesama, dan menjadi pem-
bimbing kegalauan bagi setiap insan.
Dunia yang membingungkan....
Kita tahu kesalahan dapat memicu ketidakpuasan
dan ketidakbahagiaan, namun kita paling sering melaku-
kan kesalahan itu. Kita tahu bahwa kebahagiaan sesaat
itu tidak abadi, dan memicu derita berkepan-
jangan, namun kita sering menikmati kebahagiaan sesaat
ini .
Kita tahu bahwa belenggu cinta dapat membuat se-
seorang semakin menderita, namun justru semakin ba-
nyak orang mengejar cinta dan terus terombang-ambing
dalam permainannya.
Kita tahu kalau emosi, pikiran negatif, kesal, sedih,
marah, dendam itu tidak akan pernah menyelesaikan
masalah, justru akan menambah panjang deretan pen-
deritaan baru. namun , sebab gengsi dan harga diri kita
terus bermain-main dalam ayunan perasaan, dan per-
mainan ego yang berkepanjangan.
Kita tahu kalau perpisahan yaitu sesuatu yang tidak
menyenangkan. Seharusnya kita menjaga dan saling
mempertahankan hubungan yang baik, namun kesalahpa-
haman, pertengkaran, dan perselisihan yang seharusnya
dihindari malah semakin dipertajam dan diperuncing.
Mengapa?
Semua sebab kebodohan batin. Memiliki kebodohan
batin memang wajar selama kita belum tercerahkan.
namun , apakah harus menunggu penyesalan datang ber-
tubi-tubi, atau sejak sekarang kita mulai belajar mence-
rahkan diri sendiri?
Mari berjuang bersama untuk menyadari kesalahan-
kesalahan yang membingungkan agar tidak semakin
tersesat dalam kebingungan.
Bila sejak awal kutahu hidup itu tidak hanya hitam
putih, maka dirini ni tidak akan terus hidup dalam ke-
gelapan dan ketidakjelasan hidup. Juga mungkin ca-
haya terang akan selalu hadir dalam setiap hari-hariku,
walau harus dimulai dari sekedar mimpi, setidaknya
harapan akan selalu ada disana.
Bila saja kutahu warna-warni hidup itu begitu indah,
maka akan kulukiskan kanvas hidupku dengan warna
yang cerah dan ceria. Setiap warna melambangkan
sifat dan karakterku, setiap warna menorehkan isi hati
dan perasaanku. Sehingga kusadari hidup itu penuh
variasi dan terdapat makna dari semua itu.
Bila hidup itu yaitu sebuah pelajaran, maka belajarlah
mewarnai dan menggambarkan hidup ini agar penuh
dengan dapat m

