al-quran akhir zaman 4
ما لَهْ ۚ ْ َولَد ْ لَهْ ي ك و و ْ فِى َوَما الس م ِض َر ى اْل َوَكف
َوِكي ًلْ ِباّلٰلِْ ࣖ
(Qur’ān, an-Niisa, 4:171)
Wahai para pengikut Kitab Suci (yaitu, Injil)! Jangan melampaui
batas [kebenaran] dalam keyakinan agamamu, dan jangan katakan
tentang Allah selain kebenaran. Al Masih, Yesus, putra Mariam,
hanyalah Rasul Allah—[penggenapan] janji-Nya yang telah Dia
sampaikan kepada Mariam—dan Roh dari-Nya. Maka, percayalah
kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan jangan katakan 'tiga', yaitu,
Tuhan terdiri dari tiga pribadi. Hentikan pernyataan ini demi
kebaikanmu sendiri. Allah hanyalah satu Tuhan; jauh sekali Dia,
dalam kemuliaan-Nya, dari memiliki seorang anak laki-laki: bagi-
Nyalah segala yang ada di langit dan semua yang ada di bumi; dan
tidak ada yang layak dipercaya selain Allah.
al-Masīh hanyalah seorang manusia :
ْ ه وَْ اِنْ َنا َعب د ْ اِْل ه ْ َعلَي هِْ اَن عَم ْٰٓ َمثًَلْ َوَجعَل ن َبِني ِءي لَْ ل ِ َراٰۤ اِس ْ ۚ
(Qur’ān, al-Zukhruf, 43:59)
[Adapun Isa,] dia hanyalah seorang Hamba [Kami] yang telah Kami
beri karunia [dengan kenabian], dan yang Kami jadikan contoh (dan
ujian atau cobaan) bagi orang Israel.
Al-Qur’an kemudian mencela orang-orang yang menyatakan
Yesus السالم عليه sebagai Tuhan. Dinyatakan bahwa mereka
melakukan penistaan; dan ayat itu terus mengutip Yesus السالم عليه
sendiri yang memperingatkan para pengikut Israelnya untuk
menyembah Tuhan-Nya, yang yaitu Tuhan mereka, dan untuk
108
menahan diri dari penghujatan seperti itu, yang konsekuensinya akan
menghalangi masuk ke Surga, dan akan membawa api neraka :
ا ال ِذي نَْ َكفَرَْ لَقَدْ َيمَْ اب نْ ال َمِسي حْ ه وَْ ّللٰاَْ اِنْ قَال و ٰٓ َوقَالَْ َمر ۚ
ْٰٓ ال َمِسي حْ َبنِي ِءي لَْ ي َراٰۤ ب د وا اِس اِن هْ َوَرب ك مْ َرب ِيْ ّللٰاَْ اع َمنْ ۚ
ِركْ مَْ فَقَدْ ِباّلٰلِْ يُّش ىه ْ ال َجن ةَْ َعلَي هِْ ّللٰا ْ َحر َوَما الن ارْ َوَمأ و ۚ
اَن َصارْ ِمنْ ِللٰظِلِمي نَْ
(Qur’ān, al-Maidah, 5:72)
Sesungguhnya, mereka menghujat saat mereka yang
mengatakan, “Lihatlah, Al Masih, putra Mariam, yaitu Tuhan”—
melihat bahwa Mesias [sendiri] berkata, “Hai orang Israel!
Sembahlah Allah [saja] yang yaitu Tuhanku dan Tuhanmu.”
Lihatlah, siapa pun yang menganggap ketuhanan kepada makhluk
lain selain Allah, baginya Allah akan mengingkari surga, dan
tujuannya yaitu api: dan orang-orang jahat seperti itu tidak akan
ada yang menolong mereka!
2.6 Mukjizat al-Masih
Allah SWT mengutus Yesus السالم عليه disertai dengan
banyakknya Tanda-tanda dari-Nya yang terus menerus menguji Bani
Isrāīl. Sungguh mencengangkan bahwa orang Israel yang terus-
menerus diberkati dengan kehadiran para Nabi Allah yang hidup di
tengah-tengah mereka, namun mereka menolak Tanda-tanda Allah
serta mukjizat yang muncul berulang kali melalui sosok Yesus عليه
. السالم
Berikut beberapa Mukjizat yang dikaruniakan kepadanya :
ِعي َسى ّللٰا ْ قَالَْ ذْ َيمَْ اب نَْ ي ى َعلَي كَْ ِنع َمتِيْ اذ ك رْ َمر َواِلدَِتكَْ َوَعل
ْ ۚ حِْ اَي د تُّكَْ اِذْ و ْ ِبر دِْ فِى الن اسَْ ت َكل ِمْ ال ق د ِس ًلْ ال َمه َواِذْ َوَكه ۚ
109
ت كَْ بَْ َعل م َمةَْ ال ِكت ىةَْ َوال ِحك ر ن ِجي لَْ َوالت و ِ َواِذْ َواْل ل قْ ۚ ِمنَْ تَخ
نْ فِي َها فَتَن ف خْ ِبِاذ ِنيْ الط ي رِْ َكَهي ـَٔةِْ ي نِْالط ِْ ِبِاذ نِيْ َطي ًراْ فَتَك و
َمهَْ َوت ب ِرئْ َك َب َرصَْ اْل َواِذْ ِبِاذ نِيْ َواْل ِرجْ ۚ ت ى ت خ ال َمو
َواِذْ ِبِاذ نِيْ ِءي لَْ َبنِيْٰٓ َكفَف تْ ۚ َراٰۤ مْ اِذْ َعن كَْ اِس تِْ ِجئ تَه ِبال َبي ِن
ا ال ِذي نَْ فَقَالَْ و مْ َكفَر ذَآْٰ اِنْ ِمن ه ْ ه رْ اِْل ِبي نْ ِسح مُّ
(Qur’ān, al-Maidah, 5:110)
Lihatlah! Allah akan berfirman: “Wahai Yesus, putra Mariam!
Ingatlah berkat-berkat yang kami berikan kepadamu dan ibumu—
bagaimana Aku menguatkanmu dengan Roh Kudus sehingga kamu
dapat berbicara (secara ajaib) sebagai bayi dalam pangkuan, dan
(sekali lagi secara ajaib) sebagai pria dewasa; dan bagaimana Aku
mengajarimu Kitab, yaitu Al-Qur'an, dan kebijaksanaan, dan Taurat
dan Injil; dan bagaimana dengan izin-Ku kamu menciptakan dari
tanah liat, seolah-olah, bentuk burung, dan kemudian bernafas ke
dalamnya, sehingga mereka menjadi, dengan izin-Ku, burung
[hidup]; dan bagaimana kamu menyembuhkan orang buta dan
kusta dengan izin-Ku, dan bagaimana kamu membangkitkan orang
mati dengan izin-Ku; dan bagaimana Aku mencegah Bani Israil dari
menyakitimu saat kamu datang kepada mereka dengan semua
bukti kebenaran, dan orang-orang kafir (yaitu, mereka yang
menolak Kebenaran) di antara mereka menanggapi (keajaiban-
keajaiban itu dengan teriakan): 'Ini murni sihir (dan karenanya tidak
ada apa-apa selain penipuan)
ًْلْ ى َوَرس و ْٰٓ اِل ِءي لَْ َبنِي َراٰۤ َيةْ ِجئ ت ك مْ قَدْ اَن ِيْ ە اِس نْ ِبا ب ِك مْ ِم ر
ْ ۚ ل قْ اَن ِي ْٰٓ نَْ لَك مْ اَخ ي نِْ م ِ نْ فِي هِْ فَاَن ف خْ الط ي رِْ َكَهي ـَٔةِْ الط ِ فَيَك و
َوا ب ِرئْ ّللٰاِْ ِبِاذ نِْ َطي ًراْ َمهَْ ۚ َك َب َرصَْ اْل يِْ َواْل ت ى َوا ح ِبِاذ نِْ ال َمو
110
َوا َنب ِئ ك مْ ّللٰاِْ نَْ ِبَما ۚ نَْ َوَما تَأ ك ل و و فِيْ تَد ِخر تِك مْ ۚ اِنْ ب ي و ۚ
ِلكَْ فِيْ َيةًْ ذ ِمِني َنْ ك ن ت مْ اِنْ ك مْ ل ْ َْل ؤ مُّ
(Qur’ān, ali Imran, 5:49)
Dan [akan mengutus dia] sebagai Rasul-Nabi kepada orang-orang
Israel untuk menyatakan kepada mereka: “Aku datang kepadamu
dengan sebuah pesan dari Tuhanmu. Aku akan menciptakan
untukmu dari tanah liat, seolah-olah, bentuk burung, dan kemudian
bernapas ke dalamnya, sehingga menjadi burung (hidup) dengan
izin Allah; dan aku akan menyembuhkan orang buta dan kusta, dan
menghidupkan kembali orang mati dengan izin Allah; dan saya akan
memberi tahu Anda apa yang boleh Anda makan dan apa yang
harus Anda simpan di rumah Anda. Sesungguhnya di dalam semua
itu benar-benar ada pesan untuk kamu, jika kamu [benar-benar]
beriman
Al-Qur’an telah menginformasikan kepada kita bahwa Allah
dzat Maha Tinggi menguatkan dia dengan Ruhul Kudus, yaitu
Malaikat Jibril, yang karenanya dia dapat melakukan semua mukjizat
itu.
َنا تَي َيمَْ اب نَْ ِعي َسى َوا تِْ َمر ه ْ ال َبي ِن حِْ َواَي د ن و ْ ِبر ال ق د ِس
(Qur’ān, Al-Baqarah, 2:253)
… Dan Kami berikan kepada Isa putra Mariam (mukjizat yang
merupakan) bukti Kebenaran, dan Kami kuatkan dia dengan Roh
Kudus …
Ada Tanda yang sangat jelas dalam salah satu mukjizat Yesus
السالم عليه yang disebutkan di atas bahwa jiwa dapat meninggalkan
tubuh, dan karenanya mengalami apa yang tampak seperti kematian,
namun dihidupkan kembali. Orang seperti itu tampaknya mati,
namun tidak mati :
111
يِْ .… ت ى َوا ح ّللٰاِْ ِبِاذ نِْ ال َمو ْ ۚ ….
(Qur’ān, Ali Imran, 3:49)
… dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah…….
Pembaca harus mempertanyakan bagaimana mungkin Yesus
السالم عليه ) ) menghidupkan kembali orang mati saat Allah dzat
Maha Tinggi sendiri menetapkan bahwa Dia memelihara jiwa-jiwa
seperti itu—sehingga mencegah mereka kembali? Apakah hal seperti
itu tidak bertentangan dengan Firman Allah تعاىل و سبحانه ? Jawaban
atas pertanyaan ini ditemukan dalam Surat al-Zumar Al-Qur'an dalam
sebuah ayat di bawah ini :
َن ف سَْ َيتََوف ى ّلٰل ْ تَِها ِحي نَْ اْل تْ لَمْ َوال ِتيْ َمو َمَناِمَها فِيْ تَم ْ ۚ
ِسكْ ى ال تِي فَي م تَْ َعلَي َها قَض ِسلْ ال َمو ىْٰٓ َوي ر ر ٰٓى اْل خ اِل
ىْ اََجلْ َسمًّ ِلكَْ فِيْ اِنْ مُّ تْ ذ ي مْ َْل نَْ ِل قَو و ي تَفَك ر
(Qur’ān, al-Zumar, 39:42)
Ayat ini dimulai dengan pernyataan tegas bahwa Allah mengambil
jiwa pada saat kematian. namun Al-Qur’an kemudian melanjutkan
dengan menyatakan bahwa ada orang-orang yang, meskipun
jiwanya diambil dalam tidurnya, tentu saja tidak mati! Ini karena
Allah memelihara jiwa-jiwa yang ditetapkan kematiannya dan
mengembalikan sisanya untuk jangka waktu yang ditentukan.
Al-Qur’an dengan demikian telah menegaskan bahwa
saat Allah تعاىل و سبحانه mengambil jiwa, dan memilih untuk
menyimpannya, maka tidak akan ada kehidupan kembali. namun Al-
112
Qur’an juga telah mengungkapkan bahwa Allah تعاىل و سبحانه dapat
mengambil satu jiwa dan memilih untuk mengembalikannya, dan
karenanya jiwa itu tidak mati!
Oleh karena itu ada Maut yang nyata, atau kematian; dan
ada yang tampak seperti Maut, atau kematian, namun sebenarnya
bukan!
Seharusnya tidak sulit bagi seorang Kristen untuk menerima
penjelasan tentang peristiwa-peristiwa di mana Yesus السالم عليه
menghidupkan kembali orang mati. Penjelasannya yaitu bahwa
Allah Maha Tinggi mengambil jiwa namun tidak menetapkan
kematian. Dia kemudian mengizinkan Yesus السالم عليه untuk
mengembalikan jiwa-jiwa itu ke tubuh mereka
27 Perpecahan Besar Bangsa Israel
Kelahiran Yesus السالم عليه yang ajaib yang diantaranya
yaitu : pembicaraannya saat masih bayi yang baru lahir, banyak
mukjizat yang dia lakukan, dan pernyataan publik berikutnya bahwa
dia yaitu al-Masīh yang dijanjikan oleh Allah kepada orang-orang
Israel (dan kemudian) untuk meneruskan kepemimpinan bagi
mereka, kebangkitannya dari kematian yang nyata tak lama setelah
mereka semua melihat dia disalibkan, merupakan ujian tertinggi bagi
orang-orang Israel.
Al-Qur'an mengungkapkan bahwa beberapa dari mereka
percaya kepada Yesus السالم عليه sebagai al-Masīh, sementara sisanya
menolaknya dan melemparkan tuduhan palsu perzinahan terhadap
ibunya:
ِلِهمْ ِبك ف ِرِهمْ وْ ى َوقَو َيمَْ َعل تَاًنا َمر َعِظي ًماْ ب ه
(Qur’ān, an-Nisa, 4:156)
113
Dan karena penolakan mereka untuk mengakui kebenaran, dan
fitnah luar biasa yang mereka ucapkan terhadap Mariam
Pada saat itulah perpecahan besar terjadi di kalangan Bani
Isrāīl saat sebagian orang yang percaya Yesus السالم عليه sebagai al-
Masīh yang sekarang ditunjuk oleh Allah تعاىل و سبحانه sebagai al-
Nasārah, (yaitu, Kristen), sementara bagian lain yang menolak dia
sebagai al-Masīh, sekarang ditunjuk dalam Al-Qur'an sebagai al-
Yahῡd, (yaitu, orang-orang Yahudi).
Al-Qur’an tidak lagi menyebut mereka sebagai Banū Isrāīl,
atau satu orang Israel. Sebaliknya, mereka sekarang diakui sebagai
dua orang yang sekarang ditunjuk sebagai yaitu ahli Kitab (Ahl al-
Kitāb).
Salah satu kemungkinan dari perubahan tanda sebutan dari
Al-Qur’an ini dari dua kompok diatas yaitu sebagai “Banῡ Isrāīl”
menjadi “Ahl al-Kitāb” yaitu bahwa Allah تعاىل و سبحانه mengakui
adanya perpecahan (diantara mereka-Red) sebagai sesuatu yang
abadi. Orang Kristen dan Yahudi tidak akan pernah berdamai
sedemikian rupa untuk memulihkan kesatuan sebelumnya.
2.8 Serangan Besar terhadap Kaum Kristiani
Kelahiran ajaib Yesus السالم عليه dari seorang ibu perawan,
serta mukjizat-Nya dan kebangkitan-Nya dari kematian yang nyata,
membuka pintu kesempatan bagi mereka yang bertekad merusak
Kebenaran. Mereka mengangkat argumen dengan alasan bahwa
Yesus السالم عليه tidak memiliki ayah di dunia, implikasinya yaitu
bahwa dia memiliki ayah surgawi — bahwa Tuhan-Allah-Nya sendiri
yaitu ayahnya. Oleh karena itu, Yesus السالم عليه seharusnya diakui
sebagai anak Allah; dan karena Bapanya yaitu tuhan, Anak juga
harus Tuhan —maka dia yaitu Putra Tuhan!
114
Nyatanya, serangan itu tidak berhenti saat Yesus السالم عليه
dibangkitkan menjadi keilahian namun terus berlanjut sampai Roh
Kudus juga dimasukkan sebagai Tuhan — yaitu Tuhan Roh Kudus.
Al-Qur'an mengingatkan para pengikut Yesus السالم عليه
bahwa dia, al-Masīh, hanyalah seorang Utusan Allah, dan mereka
harus berhenti mengangkatnya ke keilahian dalam dogma Allah
Tritunggal :
بِْ اَه لَْ ا َْلْ ال ِكت ل وْ َوَْلْ ِدي نِك مْ فِيْ تَغ ل و ْ ّللٰاِْ َعلَى اتَق و ال َحق ْ اِْل
َيمَْ اب نْ ِعي َسى ال َمِسي حْ اِن َما لْ َمر َوَكِلَمت هْ ّللٰاِْ َرس و ْ ۚ
َهآْٰ ى اَل ق َيمَْ اِل حْ َمر و ن ه ْ َور ا م ِ ِمن و فَا ْ ِباّلٰلِْ ۚ س ِله َوَْلْ َور
ا ل و ثَة ْ تَق و ا ثَل و اِن تَه ه ْ ّللٰا ْ اِن َما ۚ ْ ل ك مْ َخي ًرا ۚ اِحد ْ اِل ْٰٓ ۚ ْ و َنه س ب ح
نَْ اَنْ تِْ فِى َما لَهْ ۚ ْ َولَد ْ لَهْ ي ك و و ْ فِى َوَما الس م ِض َر ى اْل َوَكف
َوِكي ًلْ ِباّلٰلِْ ࣖ
(Qur’ān, an-Nisa, 4:171)
Wahai para pengikut Injil! Jangan melampaui batas [kebenaran]
dalam keyakinan agamamu, dan jangan katakan tentang Allah
selain kebenaran. al-Masīh Yesus, putra Mariam, hanyalah Rasul
Allah —[penggenapan] janji-Nya yang telah Dia sampaikan kepada
Mariam—dan jiwa yang diciptakan oleh-Nya. Maka, percayalah
kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan janganlah kamu
mengatakan, “[Allah yaitu ] trinitas”. Hentikan [dari pernyataan
ini] untuk kebaikanmu sendiri. Allah hanyalah satu Tuhan; jauh
sekali Dia, dalam kemuliaan-Nya, dari memiliki seorang anak laki-
laki: bagi-Nyalah segala yang ada di langit dan semua yang ada di
bumi; dan tidak ada yang layak dipercaya selain Allah
Al-Qur’an menyatakan bahwa al-Masīh bangga menjadi
Hamba Tuhan :
115
تَن ِكفَْ لَنْ نَْ اَنْ ال َمِسي حْ ي س ِْ َعب دًا ي ك و ٰ ىَِٕكة ْ َوَْلْ ّلل ِ
ب وْ ال َمل ٰۤ قَر َنْ ال م
تَن ِكفْ َوَمنْ بِرْ ِعَبادَِتهْ َعنْ ي س تَك ه مْ َوَيس ش ر َجِمي عًْا اِلَي هِْ فََسَيح
(Qur’ān, an-Nisa, 4:172)
al-Masīh tidak pernah merasa terlalu bangga menjadi hamba Allah,
begitu pula para malaikat yang dekat dengan-Nya. Dan mereka
yang merasa terlalu bangga untuk melayani Dia dan memuliakan
dalam kesombongan mereka [harus tahu bahwa pada Hari
Penghakiman] Dia akan mengumpulkan mereka semua untuk diri-
Nya.segala yang ada di langit dan semua yang ada di bumi; dan
tidak ada yang layak dipercaya selain Allah
Al-Qur'an memperingatkan orang-orang yang menyatakan
Yesus السالم عليه sebagai Tuhan, bahwa mereka dengan demikian
menolak Kebenaran :
ا ال ِذي نَْ َكفَرَْ لَقَدْ َيَمْ اب نْ ال َمِسي حْ ه وَْ ّللٰاَْ اِنْ قَال و ٰٓ فََمنْ ق لْ َمر
ِلكْ ِلكَْ اَنْ اََرادَْ اِنْ َشي ـًٔا ّللاِْٰ ِمنَْ ي م َيمَْ اب نَْ ال َمِسي حَْ يُّه َمر
هْ ِضْ فِْى َوَمنْ َوا م َر ِْ َجِمي عًا اْل َوّلِلٰ ل كْ ۚ تِْ م و ِضْ الس م َر َواْل
َما َوَما ل قْ ۚ ْ َبي نَه ءْ َما َيخ َوّللٰا ْ َيَشاٰۤ ى ۚ ءْ ك ل ِْ َعل قَِدي رْ َشي
(Qur’ān, al-Maidah, 5:17)
Sungguh, kebenaran menyangkal orang-orang yang mengatakan,
"Sesungguhnya, Allah yaitu Almasih, putra Mariam." Katakanlah:
“Dan siapakah yang dapat menang di sisi Allah dengan cara apa
pun seandainya Dia berkehendak untuk membinasakan Al Masih,
putra Mariam, dan ibunya, dan semua orang yang ada di bumi—
semuanya? Karena, kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi
dan apa yang ada di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang
116
Dia kehendaki: dan Allah Maha Kuasa untuk menghendaki segala
sesuatu
Al-Masih sendiri memperingatkan bahwa tidak akan masuk
syurga bagi siapa pun yang menistakan Allah dengan menyatakan
bahwa dia, al-Masīh, yaitu Tuhan :
ا ال ِذي نَْ َكفَرَْ قَدْ َيمَْ اب نْ ال َمِسي حْ ه وَْ ّللٰاَْ اِنْ قَال و ٰٓ َوقَالَْ َمر ال َمِسي حْ ۚ
بَْ ِءي لَْ نِي ْٰٓي َراٰۤ ب د وا اِس اِن هْ َوَرب ك مْ َرب ِيْ ّللٰاَْ اع ِركْ َمنْ ۚ يُّش
مَْ فَقَدْ ِباّلٰلِْ ىه ْ ال َجن ةَْ َعلَي هِْ ّللٰا ْ َحر َوَما الن ارْ َوَمأ و ِللٰظِلِمي نَْ ۚ
اَن َصارْ ِمنْ
(Qur’ān, al-Maidah, 5:72)
Sungguh, kebenaran menyangkal mereka yang mengatakan,
“Lihatlah, Allah yaitu Almasih, putra Mariam”—melihat bahwa
Almasih [sendiri] berkata, “Hai orang Israel! Sembahlah Allah [saja]
Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya, siapa pun yang
menganggap ketuhanan kepada makhluk selain Allah, baginya Allah
akan mengingkari surga, dan tempat terakhirnya yaitu neraka:
dan orang-orang jahat seperti itu tidak akan mendapat
pertolongan.
Al-Qur'an telah menyebutkan al-Masīh sambil mengingatkan
bahwa para nabi yang datang sebelum dia meninggal (seperti semua
makhluk fana akan meninggal; karenanya dia juga akan meninggal
saat dia kembali) yaitu Manusia. Sisi tabiat Kemanusiaannya
terlihat saat dia dan ibunya makan :
117
َيمَْ اب نْ ال َمِسي حْ ا ْ َمر ل ْ اِْل س ل ْ قَب ِلهِْ ِمنْ َخلَتْ قَدْ َرس و هْ الرُّ َوا مُّ
ي قَة ْ مْ ن َبي ِنْ َكي فَْ ا ن ظ رْ ۚ ْ الط عَامَْ َيأ ك َلنِْ َكاَنا ۚ ْ ِصد ِ لَه
تِْ ي نَْ اَنٰى ان ظ رْ ث مْ اْل فَك و ي ؤ
(Qur’ān, al-Maidah, 5:75)
Almasih, putra Mariam, hanyalah seorang Nabi: semua Nabi
[lainnya] telah meninggal sebelum dia; dan ibunya yaitu orang
yang tidak pernah menyimpang dari kebenaran; dan mereka berdua
makan makanan [seperti manusia lainnya]. Lihatlah betapa jelas
Kami membuat pesan-pesan ini kepada mereka; dan kemudian
lihatlah betapa sesatnya pikiran mereka
Al-Qur'an telah mengungkapkan bahwa selain orang-orang
Kristen menyebabkan murka Allah تعاىل و سبحانه dengan pernyataan
mereka bahwa Al Masih yaitu putra-Nya, orang-orang Yahudi juga
menyebabkan murka-Nya dengan pernyataan mereka bahwa Uzair
(yaitu, Ezra) yaitu putra-Nya :
د ْ َوقَالَتِْ و اب نْ ع َزي رْ ال يَه ِۚ َرى َوقَالَتِْ ّللٰاِْ ۚ ب نْ ا ال َمِسي حْ الن ص
ِلكَْ ّللٰاِْ ذ مْ ۚ ل ه نَْ ِباَف َواِهِهم ْ قَو لَْ ي َضاِهـُٔو ال ِذي نَْ قَو
ا و مْ قَب لْ ِمنْ َكفَر قَاتَلَه ْ ّللٰا ْ ۚ نَْ اَنٰى ۚ فَك و ي ؤ
(Qur’ān, at-Taubah, 9:30)
Dan orang-orang Yahudi berkata, “Ezra yaitu anak Allah”
sedangkan orang-orang Nasrani mengatakan, “Al Masih yaitu
anak Allah.” Demikianlah ucapan-ucapan yang mereka ucapkan
dengan mulut mereka, mengikuti pernyataan leluhurnya yang
dibuat di masa lalu oleh orang-orang yang mengingkari kebenaran!
[Mereka pantas mendapat teguran:] “Semoga Allah
menghancurkan mereka!” Betapa sesatnya pikiran mereka!
118
Akhirnya, Al-Qur’an mencela kepercayaan pada ketuhanan Al Masih
sebagai bentuk penistaan :
ا َبْ اِت َخذ و ٰٓ مْ اَره مْ اَح َباَنه ه َباًبا َور نْ اَر نِْ ِم َيَمْ اب نَْ َوال َمِسي حَْ ّللٰاِْ د و َمر
ا َوَمآْٰ و ٰٓ ْ ا ِمر ا اِْل ًها ِلَيع ب د و ٰٓ اِحدًاْ اِل هَْ َْلْٰٓ و ْ اِل َنهْ ه َو ْ اِْل ا س ب ح َعم
نَْ ِرك و ي ش
(Qur’ān, at-Taubah, 9:31)
Mereka menjadikan para rabi dan rahib-rahib mereka, serta
Almasih putra Mariam, sebagai Tuhan mereka selain Allah,
meskipun mereka telah diperintahkan untuk tidak menyembah
selain Tuhan Yang Maha Esa, kecuali yang tidak memiliki Tuhan:
Yang Maha Esa. jauh, dalam kemuliaan-Nya yang tak terbatas, dari
apa pun yang dapat mereka anggap sebagai bagian dalam
keilahian-Nya
2.9 Siapakah mereka yang benar-benar mengikuti al-Masīh?
Sebelum kita mengakhiri Bab ini, yang dikhususkan untuk
Al-Qur'an dan al-Masīh, sangat penting bagi kita untuk menentukan:
siapakah mereka yang sekarang mengikuti al-Masīh?
Tentunya, seharusnya Al-Qur’an yang menjawab
pertanyaan itu, bukan anak sekolah.
Al-Qur'an telah meriwayatkan sebuah peristiwa tentang
permintaan para murid yang mengikuti al-Masīh, memintanya untuk
memberikan bukti Kebenaran yang telah dia sampaikan dengan
memohon kepada Allah untuk menurunkan sesuatu dari Syurga,
yaitu sebuah meja yang tersaji masakan :
119
نَْ قَالَْ ذْ ِعي َسى ال َحَواِريُّو َيمَْ اب نَْ ي تَِطي عْ َهلْ َمر اَنْ َربُّكَْ َيس
لَْ َنا يُّنَز ِ ىِٕدَةًْ َعلَي نَْ َماٰۤ ءِْ ِم قَالَْ الس َماٰۤ ت مْ اِنْ ّللٰاَْ ات ق وا ۚ ك ن
ِمِني نَْ ؤ مُّ
(Qur’ān, al-Maidah, 5:112)
[Dan,] lihatlah, para murid berkata: “wahai Yesus, putra Mariam!
Bisakah Tuhanmu menurunkan kepada kami hidangan dari Surga?”
[Yesus] menjawab: “Bertakwalah kepada Allah, jika kamu [benar-
benar] golongan orang-orang yang beriman
Yesus السالم عليه menjawab permintaan mereka dengan
berdoa kepada Allah تعاىل و سبحانه agar meja yang penuh dengan
hidangan makanan itu diturunkan dari Surga. Sebagai tambahan
(ternyata) ia telah menyatakan bahwa acara jamuan seperti itu harus
dirayakan sebagai Hari Raya (Seperti Perayaan Hari idul Fitrii) oleh
para pengikutnya saat itu dan juga oleh para pengikutnya yang
terakhir.
َيمَْ اب نْ ِعي َسى قَالَْ َنا اَن ِزلْ َرب َنآْٰ اللهم َمر ىِٕدَةًْ َعلَي نَْ َماٰۤ ءِْ ِم الس َماٰۤ
نْ ِلَنا ِعي دًا لََنا تَك و َو ِخِرَنا ْل ِ َيةًْ َوا ن كَْ َوا َنا ِم ق ز َخي رْ َواَن تَْ َوار
الٰرِزقِي نَْ
(Qur’ān, al-Maidah, 5:114)
Kata Yesus, putra Mariam: “Ya Allah, Tuhan kami! Turunkan kepada
kami hidangan dari Surga: hal itu akan menjadi perayaan yang
selalu berulang bagi kami—untuk yang pertama dan yang terakhir
dari kami—dan sebuah tanda dari-Mu. Dan berilah kami rezeki
kami, karena Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki!”
Tanda yang diberikan oleh Al-Qur’an di mana para pengikut
sejati Yesus السالم عليه dapat dikenali di Akhir Zaman, yaitu perayaan
120
lanjutan mereka dari apa yang kemudian dikenal sebagai “Perjamuan
Terakhir”.
Al-Qur'an telah memberikan Tanda lain yang dengannya
pengikut sejati al-Masīh dapat dikenali yaitu mereka akan menjadi
orang-orang yang lemah lembut dan rendah hati :
َنا ث مْ ٰٓى قَف ي ثَاِرِهمْ َعل س ِلَنا ا َنا بِر َيمَْ اب نِْ ِبِعي َسى َوقَف ي تَْ َمر ه َْوا ي ن
ن ِجي لَْ ِ بِْ فِيْ َوَجعَل َنا ە اْل ه ْ ال ِذي نَْ ق ل و َمةًْ َرأ فَةًْ ات بَع و َرح و
ْ ۚ َباِني ةَْ َها َوَره اب تَدَع و ِۚ َها َما ۚ ْ َعلَي ِهمْ َكتَب ن ءَْ اِْل َوانِْ اب تِغَاٰۤ ّللٰاِْ ِرض
َها فََما تَي َنا ِرَعاَيتَِها َحقْ َرَعو فَا ا ال ِذي نَْ ۚ َمن و مْ ا َره مْ ِمن ه اَج ْ ۚ
مْ َوَكِثي رْ ن ه نَْ ِم ِسق و ف
(Qur’ān, al-Hadid 57:27)
Dan di sana Kami menjadikan rasul-rasul Kami [yang lain] mengikuti
jejak mereka; dan [dalam perjalanan waktu] Kami menyebabkan
mereka diikuti oleh Yesus, putra Mariam, kepada siapa Kami
menganugerahkan Injil; dan di dalam hati orang-orang yang [benar-
benar] mengikutinya Kami ciptakan kasih sayang dan rahmat.
Adapun tentang ajaran asketisme monastik14, Kami tidak
memerintahkannya kepada mereka: mereka menciptakannya
sendiri karena keinginan untuk penerimaan yang baik dari Allah.
namun kemudian, mereka tidak [selalu] mengamatinya
sebagaimana mestinya; Maka Kami berikan balasan mereka kepada
orang-orang yang beriman, padahal banyak dari mereka yang
durhaka.
Akhirnya, Al-Qur'an telah menyampaikan tanda yang benar-
benar penting dimana para pengikut Yesus السالم عليه yang sejati akan
14 Dalam tafsir disebut sebagai rahbàniyyah, yaitu hidup membujang dan
mengurung diri dalam biara, menurut tafsir jalallain : tidak mau kawin dan hidup
membaktikan diri di dalam gereja-gereja
121
diakui sampai akhir dunia. Allah Maha Tinggi menyatakan bahwa Dia
akan mengangkat mereka di atas (yaitu, mendominasi) mereka yang
menolaknya ,dan saat mereka diangkat ke posisi dominasi itu,
mereka akan tetap dalam keadaan itu sampai akhir dunia :
ٰٓى ّللٰا ْ قَالَْ اِذْ ِعي س تََوف ِي كَْ اِن ِيْ ي كَْ اِلَيْ َوَرافِع كَْ م ر َطه ِ ِمنَْ َوم
ا ال ِذي نَْ و كَْ ال ِذي نَْ َوَجاِعلْ َكفَر قَْ ات بَع و ا ال ِذي نَْ فَو و ٰٓ ى َكفَر مِْ اِل َيو
َمةِْ ْ ال ِقي ِجع ك مْ اِلَيْ ث مْ ۚ ك مْ َمر فِي هِْ ك ن ت مْ فِي َما َبي َنك مْ فَاَح
نَْ تَِلف و تَخ
(Qur’ān, ali Imran, 3:55)
Lihatlah! Allah berfirman: “Wahai Yesus! Sesungguhnya, Aku akan
mengambil jiwamu, dan akan mengangkatmu kepada-Ku, dan
membersihkanmu dari [kehadiran] orang-orang yang cenderung
menyangkal kebenaran; dan Aku akan menempatkan orang-orang
yang mengikuti kamu di atas dan lebih dominan atas orang-orang
yang cenderung mengingkari kebenaran, dan hal demikian akan
tetap bertahan sampai hari kiamat. Pada akhirnya, kepada-Ku kamu
semua harus kembali, dan Aku akan menghakimi di antara kamu
tentang semua yang biasa kamu perdebatkan.”
Dengan demikian Al-Qur'an telah menyatakan bahwa
Sejarah akan berakhir dengan kemenangan orang-orang Kristen yang
memerintah dan mendominasi dunia. Lebih lanjut dinyatakan bahwa
mereka akan menjadi lemah lembut dan rendah hati, bukan kaum
yang arogan; dan bahwa mereka akan dapat menguasai dunia karena
Allah telah menyatakan bahwa Dia akan menjadikan mereka memiliki
berbagaimacam seperangkat kekuatan dan kekuasaan yang
mendominasi atas Pax Judaica sebagai pihak yang menolak Yesus
sebagai al-Masīh.
Kami mengakhiri bab ini dengan mengingatkan pembaca
yang budiman bahwa Al-Qur'an telah menjelaskan dengan cukup
122
jelas bahwa karakteristik yang menentukan dalam kepribadian dan
cara hidup seorang Kristen sejati yaitu kelembutan, kasih sayang,
dan kecintaannya pada Monastisisme—yang mencakup cinta pada
biara dan biarawan. Orang Kristen sejati tidak pernah menjadi
agresor yang memakai perang ofensif sebagai sarana untuk
memajukan agenda apa pun. Mereka bukanlah orang-orang tamak
yang menguasai dunia dengan memaksa segala-galanya untuk
bertekuk lutut tunduk kepada mereka.
Orang-orang Kristen yang meninggalkan tipikal kelembutan
dan kerendahan hati itu harus segera memulihkannya. Kristen
Ortodoks Rusia kini telah diberkati oleh Tuhan dengan kekuatan
untuk berhasil menentang mereka yang bernafsu untuk menguasai
dunia untuk mempersiapkan jalan bagi Pax Judaica; dan Cina telah
memasuki aliansi dengan Rusia itu. Sekarang hanya masalah waktu
sebelum dunia menyaksikan Kebenaran dari apa yang telah
diwahyukan dalam Al-Qur'an tentang hal ini.
ni bukan hanya bab terpenting dari buku ini, namun juga bab di
mana kami menghadapi kesulitan paling besar dalam menjelaskan
Al-Qur'an. Kesulitannya tidak terletak di dalam Al-Qur'an,
melainkan pada penghalang jalan eksternal yang secara misterius
dibangun dari waktu ke waktu, untuk menghalangi dan merusak
pemahaman yang benar tentang Al-Qur'an. Kami menyerahkannya
kepada pembaca yang budiman untuk mencari tahu siapa yang
membangun penghalang jalan itu.
Muslim dan Kristen sama-sama percaya bahwa Yesus al-
Masīh akan kembali ke dunia di Akhir Zaman. Pandangan Kristen
yaitu bahwa al-Masīh sejati datang ke dunia dalam sosok Yesus
( السالم عليه ), ia ditolak dan disalibkan; dia bangkit dari kematian
setelah beberapa hari; dan dia naik kelangit atas kehendak Allah
تعاىل و سبحانه dan pada suatu hari dia akan kembali ke dunia dalam
bentuk daging dan darah (dalam bentuk takdirnya sebagai fisik
manusia).
Namun Orang-orang Kristen di Barat semakin menganut
pandangan bahwa al-Masīh akan kembali dalam roh, bukan dalam
bentuk daging dan darah.
Pandangan Muslim, berdasarkan Al-Qur'an (dan didukung
oleh Hadits) bahwa al-Masīh datang ke dunia dalam wujud Yesus
السالم عليه yang diterima oleh sebagian orang dan ditolak oleh
sebagian yang lainnya, bahwa Allah تعاىل و سبحانه menampakkan diri
kepada mereka yang hadir disekelilingnya bahwa dia disalibkan,
saat kenyataannya sangat berbeda; bahwa Allah تعاىل و سبحانه
mengangkatnya kepada diri-Nya sendiri, dan bahwa suatu hari dia
akan kembali ke dunia dalam daging dan darah.
Bab ini dikhususkan untuk menyajikan bukti dari Al-Qur'an
yang menetapkan kembalinya al-Masih secara ajaib.
I
Cendekiawan Islam India yang terpelajar, Anwar Shah
Kashmiri15 telah menyusun, serta menilai secara kritis, lebih dari 100
Hadits Nabi Muhammad yang menubuatkan bahwa Yesus السالم عليه
) suatu hari akan kembali ke dunia. Sementara bab ini tidak
dikhususkan untuk menyajikan bukti dari Hadits untuk menetapkan
kembalinya Al Masih, tidak ada salahnya jika kita mengutip hanya
satu Hadits ini :
(Sahīh Bukhārī)
Demi Dia yang jiwaku berada di tangan-Nya, putra Mariam akan segera
turun di antara kamu sebagai penguasa yang adil …
(Sunan Ibn Mājah)
15 Anwar Shah Kashmiri (dikenal dengan gelar kehormatan sebagai Sayyid Muḥammad Anwar
Shāh ibn Mu'aẓẓam Shāh al-Kashmīrī; 16 November 1875 – 28 Mei 1933) yaitu seorang
cendekiawan dan ahli hukum Muslim Kashmir yang menjabat sebagai kepala sekolah pertama
Madrasah Aminia dan kepala sekolah keempat Deoband Darul Uloom India. Dia yaitu murid
Mahmud Hasan Deobandi dan berpartisipasi dalam perjuangan kemerdekaan India melalui
Jamiat Ulama-e-Hind. Murid-muridnya termasuk Hifzur Rahman Seoharwi, Yousuf Banuri dan
Zayn al-Abidin Sajjad Meerthi (Wikipedia)
Hari Kiamat tidak akan terjadi sampai Yesus, Putra Mariam, turun sebagai
penguasa yang adil dan sebagai pemimpin yang adil
Sekarang mari kita beralih ke Al-Qur'an untuk menemukan
bukti yang dapat dipakai untuk membangun keyakinan akan
kembalinya Al Masih secara menakjubkan.
3.1 Penyaliban dan Kembalinya al-Masīh
Jika seseorang yang meninggalkan dunia ini lebih dari 2000
tahun yang lalu secara ajaib kembali ke dunia ini setelah jangka waktu
yang lama dan berjalan dan berbicara di antara orang-orang sambil
mengkonfirmasi identitasnya, itu akan memenuhi syarat sebagai
yang paling unik dan luar biasa yang pernah terjadi. dalam semua
sejarah manusia. Muslim dan Kristen sama-sama percaya bahwa
peristiwa seperti itu akan terjadi saat Yesus السالم عليه kembali ke
dunia ini.
Karena Al-Qur'an menyatakan bahwa Ia diturunkan oleh
Allah تعاىل و سبحانه untuk menjelaskan segala sesuatu, maka al-Qur’an
harus menjelaskan kembalinya Al Masih yang menakjubkan ini. Inilah
pernyataan yang jelas dari Al-Qur'an bahwa Al-Qur'an menjelaskan
segala sesuatu, dan karenanya harus menjelaskan subjek ini :
ل َنا .… بَْ َعلَي كَْ َونَز َياًنا ال ِكت ءْ ِل ك ل ِْ ِتب ه دًى َشي َمةًْ و َرح ى و ب ش ر و
ِلِمي نَْ س ࣖ ِلل م
(Qur’ān, an-Nahl, 16:89)
… Kami telah menganugerahkan kepadamu dari atas, selangkah
demi selangkah, Kitab ini (yaitu, Al-Qur'an), untuk menjelaskan
segala sesuatu (atau untuk membuat segala sesuatu menjadi jelas),
dan untuk memberikan bimbingan dan rahmat dan kabar gembira
bagi semua yang menyerahkan diri kepada Allah
Pembaca yang budiman, seperti yang kami sajikan dalam
Bab ini tentang bukti dari Al-Qur'an yang menegaskan kembalinya Al
Masih Yesus putra Mariam bahwa kami harus mencurahkan upaya,
kadang-kadang begitu menyedihkan, untuk membuang beberapa
penghalang jalan. Diantara maksud penghalang jalan yang paling
menyedihkan yaitu keyakinan Muslim yang salah namun populer
dikalangan muslim (yaitu pada Teori Substitusi) bahwa Allah dzat
Maha Tinggi menyebabkan orang lain yang mirip dengan rupa Yesus
السالم عليه ) dan orang tak bersalah itulah yang disalibkan, bukan
Yesus. Keyakinan ini tidak hanya palsu dan gegabah, namun juga cukup
berbahaya.
Pembaca kami akan belajar, seiring dengan membaca
sampai pada bab ini, dari beberapa hambatan misterius lainnya yang
harus kami atasi agar Al-Qur'an dapat menjelaskan subjek ini.
3.2 Bukti pertama dari Al-Qur'an bahwa Yesus akan kembali
Setiap jiwa harus merasakan kematian
(Maut). Yesus tidak mati namun dibangkitkan
kepada Allah. Karena itu ia harus kembali
mengalami kematian seperti yang lainnya.
Allah SWT telah menyatakan (dengan tegas) bahwa Yesus (
السالم عليه ) tidak disalibkan (meskipun) dengan rancangan Ilahi,
dibuat seolah-olah dia disalibkan:
ِلِهمْ قَو َنا اِن ا و َيمَْمَْ اب نَْ ِعي َسى ال َمِسي حَْ قَتَل لَْ ر َوَما ّللٰاِْ َرس و
ه ْ ه ْ َوَما قَتَل و ِكنْ َصلَب و مْ ش ب ِهَْ َول َواِنْ لَه ا ال ِذي نَْ ۚ تَلَف و اخ
ن ه ْ َشك ْ لَِفيْ فِي هِْ َما ِم مْ ۚ ْ ِعل مْ ِمنْ ِبهْ لَه َوَما الظ ن ِْ ات َِباعَْ اِْل
ه ْ ًناْ قَتَل و َيِقي ْ ۚ
(Qur’ān, an-Nisa, 4:157)
Dan mereka menyombongkan diri, 'Lihatlah, kami telah membunuh
al-Masīh Isa putra Maryam, yang mengaku sebagai rasul Allah!'
Namun, mereka tidak membunuhnya, dan mereka juga tidak
menyalibnya, namun dibuat seolah-olah mereka seperti itu; dan,
sesungguhnya, mereka yang memiliki pandangan-pandangan yang
saling bertentangan yang benar-benar membingungkan, tidak
memiliki pengetahuan yang nyata tentangnya, dan hanya
mengikuti dugaan belaka. Karena, tentu saja, mereka tidak
membunuhnya
فَعَه ْ بَلْ َوَكانَْ اِلَي هِْ ّللٰا ْ ر َحِكي ًما َعِزي ًزا ّللٰا ْ ۚ
(Qur’ān, an-Nisa, 4:158)
… sebaliknya, Allah mengangkatnya kepada diri-Nya sendiri. Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
Dua ayat Al-Qur’an di atas dengan jelas menegaskan hal-hal berikut:
1. Mereka (orang-orang Yahudi) membual bahwa mereka
telah berhasil membunuh Yesus السالم عليه —namun
sebenarnya mereka tidak berhasil membunuhnya;
2. Mereka membual bahwa hal itu telah dilakukan dengan
penyaliban—namun mereka tidak berhasil membunuhnya
dengan cara penyaliban
3. Sebaliknya, Allah Maha Tinggi memperlihatkan kepada
mereka bahwa mereka telah membunuhnya—dan oleh
karena itu kenyataannya yaitu sebaliknya
Bagaimana Allah تعاىل و سبحانه memperlihatkan kepada
orang-orang Yahudi bahwa mereka membunuh Yesus السالم عليه
dengan penyaliban, padahal sebenarnya mereka gagal
melakukannya? Karena Al-Qur’an telah menyatakan bahwa ia
129
menjelaskan segala sesuatu (Qur’an, al-Nahl, 16:89), ini bukanlah
pertanyaan yang harus dijawab melalui spekulasi atau tebakan yang
sembarangan, sebaliknya, Al-Qur’an harus menjelaskan bagaimana
Allah تعاىل و سبحانه membuat orang-orang Yahudi yakin (berdasarkan
apa yang dilihat) bahwa mereka telah berhasil menyalibkan Yesus
السالم عليه , padahal kenyataannya sebaliknya. Kami menawarkan
penjelasan, bukan terjemahan, dari beberapa ayat Al-Qur'an
tentang masalah ini.
Selain ayat-ayat Al-Qur'an di atas (al-Qur’an Surah an-Nisa
ayat 157-158), ada dua ayat Al-Qur'an lain yang memberikan
informasi tambahan yang sangat penting untuk penjelasan tentang
apa yang terjadi selama penyaliban.
Bagian pertama :
ٰٓى ّللٰا ْ قَالَْ اِذْ ِعي س تََوف ِي كَْ اِن ِيْ ي كَْ اِلَيْ َوَرافِع كَْ م ر َطه ِ ِمنَْ َوم
ا ال ِذي نَْ و كَْ ال ِذي نَْ َوَجاِعلْ َكفَر قَْ ات بَع و ا ال ِذي نَْ فَو و ٰٓ ى َكفَر مِْ اِل َيو
َمةِْ ْ ال ِقي ِجع ك مْ اِلَيْ ث مْ ۚ ك مْ َمر فِي هِْ ك ن ت مْ فِي َما َبي َنك مْ فَاَح
نَْ تَِلف و تَخ
(Qur’ān, ali Imran, 3:55)
Lihatlah! Allah berfirman: “Wahai Yesus! Sesungguhnya, Aku akan
mengambil jiwamu, dan akan mengangkatmu kepada-Ku, dan
membersihkanmu dari [kehadiran] orang-orang yang cenderung
menyangkal kebenaran; dan Aku akan menempatkan orang-orang
yang mengikuti kamu di atas dan lebih dominan atas orang-orang
yang cenderung mengingkari kebenaran, dan hal demikian akan
tetap bertahan sampai hari kiamat. Pada akhirnya, kepada-Ku kamu
semua harus kembali, dan Aku akan menghakimi di antara kamu
tentang semua yang biasa kamu perdebatkan.”
Bagian kedua :
130
ِعي َسى ّللٰا ْ قَالَْ اِذْ وَْ َيمَْ اب نَْ ي ِنيْ ِللن اِسْ ق ل تَْ َءاَن تَْ َمر ات ِخذ و
يَْ َهي نِْ َوا م ِ نِْ ِمنْ اِل قَالَْ ّللٰاِْ د و َنكَْ ۚ نْ َما س ب ح ْٰٓ يَك و لَْ اَنْ ِلي اَق و
ْ ِليْ لَي سَْ َما اِنْ ِبَحق تَهْ فَقَدْ ق ل ت هْ ك ن تْ ۚ تَع لَمْ َعِلم َنف ِسيْ فِيْ َما ۚ
لَمْ َوَْلْٰٓ اِن كَْ َنف ِسكَْ فِيْ َما اَع مْ اَن تَْ ۚ بِْ َعل ال غ ي و
(Qur’ān, al-Maidah, 5:116)
Dan lihatlah! Allah akan berfirman: “Wahai Isa putra Mariam!
Apakah kamu berkata kepada manusia, 'Sembahlah aku dan ibuku
sebagai tuhan yang merendahkan Allah'?" Dia akan berkata:
“Kemuliaan bagi-Mu! aku tidak pernah bisa mengatakan apa yang
saya tidak punya hak (untuk mengatakan). Seandainya aku
mengatakan hal seperti itu, kamu pasti sudah mengetahuinya.
Engkau tahu apa yang ada di dalam hatiku, dan aku tidak tahu apa
yang ada di dalam hatimu. Karena Engkau mengetahui sepenuhnya
semua yang tersembunyi
مْ ق ل تْ َما ْ لَه تَنِيْ َمآْٰ اِْل ْٰٓ اََمر ب د وا اَنِْ بِه َوك ن تْ َوَرب ك مْ َرب ِيْ ّللٰاَْ اع ۚ
ا َشِهي دًا َعلَي ِهمْ تْ م ا ۚ ْ فِي ِهمْ د م قِي بَْ اَن تَْ ك ن تَْ تََوف ي تَنِيْ فَلَم الر
َواَن تَْ َعلَي ِهمْ ى ۚ ءْ ك ل ِْ َعل َشِهي د ْ َشي
(Qur’ān, al-Maidah, 5:117)
“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka selain apa yang
Engkau perintahkan kepadaku untuk mengatakannya, yaitu,
'Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu'; dan aku menjadi saksi
atas mereka saat aku tinggal di antara mereka; namun saat
Engkau mengambil jiwa ku, Engkau kemudian menjadi Penjaga atas
mereka, dan Anda menjadi saksi atas segala sesuatu.
Sekarang kita tahu dari dua ayat Al-Qur'an di atas, dua hal lagi
tentang peristiwa penyaliban:
131
4. Allah Maha Tinggi mengambil jiwa Yesus السالم عليه pada
saat penyaliban.
5. Allah Maha Tinggi mengangkat Yesus السالم عليه kepada diri-
Nya sendiri.
saat Al-Qur’an menyatakan “Aku akan menghendakimu
mengalami Wafat” (bawah) :
…… تََوف ِي كَْ اِن ِيْ َوَرافِع كَْ م
yaitu, Aku akan menghendakimu mengalami Wafat dan Aku akan
membesarkan mu ….
Demiianlah konteks yang dijalaskan di dalam al-Qur’an
sehingga kita bisa memahami bahwa konteks makna “Wafat” hanya
dapat berarti satu hal, yaitu pada kalimat : “Aku akan mengambil
jiwamu!” Mereka yang menghindari teks Arab untuk menjelaskan
atau menerjemahkan makna sebaliknya, yaitu suatu kesalahan
dan itulah bentuk pengkhianatan terhadap teks Al-Qur’an. Mereka
menghindari teks (serta konteks) dari ayat Al-Qur'an, untuk dapat
memperkenalkan “teori substitusi16” palsu mereka. Ini merupakan
sikap tidak hormat terhadap Firman Tuhan-Allah, dan karena itu
kepada Tuhan-Allah itu sendiri, ia (Yesus-Red) dinaikan.
Mereka menerjemahkan kata “Wafat” (pada ayat diatas)
sebagai berikut: “Wahai Yesus, Aku akan membawamu, dan
mengangkatmu kepada-Ku!” Akibatnya, mereka mengabaikan
hubungan yang jelas dan tidak ambigu dalam beberapa ayat dalam
Al-Qur’an antara makna kata “Wafat”, yaitu Allah تعاىل و سبحانه
mengambil ruh, dan makna kata “Maut”, yaitu Allah تعاىل و سبحانه
16 Teori Substitusi yaitu teori pergantian orang yang mengalami atau menderita,
dalam konteks penyalban yesus dikatakan bahwa bukan Yesus lah yang disalibkan
namun orang lain yang DISERUPAKAN dan menggantikan dia disalib (Apologia
Historia)
132
mengambil ruh dan tidak mengembalikannya, yang mengakibatkan
kematian (Kematian yang sebenarnya-Red).
Pembaca harus hati-hati dalam memahami bahwa setiap
kali Allah تعاىل و سبحانه mengambil jiwa memang biasanya
mengakibatkan Maut atau kematian. Pembaca harus merenungkan
tiga ayat Al-Qur'an berikut di mana kata Wafat (yaitu, pengambilan
jiwa) dan Maut (yaitu, kematian) terus-menerus digabungkan :
َن ف سَْ َيتََوف ى ّللَاٰ ْ .… ِتَها ِحي نَْ اْل َمو
(Qur’ān, az-Zumar, 39:42)
Allah mengambil jiwa (wafat) pada saat kematian ...
تْ َيتََوفٰىه نْ َحتٰى عَلَْ اَوْ ال َمو َسِبي ًلْ لَه نْ ّللٰا ْ َيج …
(Qur’ān, az-Zumar, 4:15)
… sampai [Wafat] mengakibatkan kematian mereka, atau Allah
membukakan jalan bagi mereka
ءَْ اِذَا َحتٰٰٓى تْ اََحدَك مْ َجاٰۤ س ل َنا ف ت ه ْتَوَْ ال َمو نَْ َْلْ َوه مْ ر ط و ي فَر ِ …
(Qur’ān, al-An’am, 6:61)
sampai, saat kematian mendekati salah satu darimu, utusan
Kami mengambil jiwanya (Wafat), dan mereka tidak mengabaikan
[siapa pun].
Kami sekarang memiliki informasi yang menjelaskan
mengapa orang-orang Yahudi yakin bahwa mereka telah
membunuh Yesus السالم عليه dan bahwa dia wafat dengan
penyaliban. Mereka dibenarkan untuk sampai pada kesimpulan itu
karena Allah mengambil jiwa Yesus السالم عليه di depan mata mereka
saat dia dipakukan di kayu salib. Dengan kata lain, mereka melihat
133
dia dengan mata mereka sendiri 'menghembuskan nafas terakhir’
(ekspresi yang biasa untuk kematian) saat dia di kayu salib.
Ada yang keberatan dengan hal di atas sambil berargumen
bahwa Yesus السالم عليه tidak pernah disalibkan. Sebaliknya, mereka
memajukan Teori Substitusi palsu mereka bahwa orang lain yang
dibuat menyerupai dia (yang disalibkan) dan orang yang tidak
bersalah itu (bukan Yesus) yaitu orang yang disalibkan.
Yang masih harus dijelaskan yaitu bagaimana
penampakan wafatnya Yesus السالم عليه yang terjadi pada saat Allah
mencabut jiwanya berbeda dengan kenyataan yang sebaliknya?
Setiap orang Yahudi dan setiap orang Kristen akan sangat tertarik
untuk mempelajari apa yang dikatakan Al-Qur’an tentang masalah
ini; namun marilah kita terlebih dahulu menanggapi teori substitusi
palsu sebelum kita mencoba untuk menemukan di dalam Al-Qur'an
yang diberkahi yang menjelaskan penampakan dan realitas dalam
hal ini.
Sebuah Penghalang Jalan
Sangat disesalkan bahwa banyak Muslim (termasuk
Cendikiawan Muslim) telah membuat kesalahan dengan menerima
'teori substitusi' sebagai penjelasan atas apa yang terjadi pada Yesus
السالم عليه . Menurut teori ini, Allah تعاىل و سبحانه membuat seseorang
mengambil rupa fisik menjadi mirip rupa fisk Yesus السالم عليه dan
orang yang tidak bersalah itulah sebagai “al-Masīh”yang disalibkan.
Dengan demikian Teori substitusi menyatakan tanpa sedikit pun
bukti yang mendukung, sebagai berikut :
• Allah تعاىل و سبحانه menyebabkan seseorang mengambil rupa
fisik Yesus ( السالم عليه )dan orang itu (bukannya Yesus) yang
disalibkan.
• Allah تعاىل و سبحانه menyebabkan orang yang tidak bersalah,
yang tidak pernah mengaku sebagai al-Masīh, disalibkan
karena mengaku sebagai al-Masīh.
Tanggapan kami yaitu menolak teori substitusi ini
karena tidak ada referensi pendukung di dalam Al-Qur'an. Mereka
yang mencari referensi pendukung dari Kitab Allah dan berargumen
bahwa karena Al-Qur'an menyatakan bahwa Yesus السالم عليه tidak
disalibkan, lalu mereka dapat menyimpulkan dari situ bahwa Dia
(Yesus) tidak pernah disalibkan! Namun, bagi mereka yang
berpegang pada pandangan ini, mereka dipaksa untuk menganut
teori substitusi (yaitu) bahwa orang lain yang mirip dengan Yesus
السالم عليه , disalibkan sebagai ganti Yesus.
Jika ada Yesus السالم عليه yang mirip di Yerusalem, maka
itu pasti akan menjadi berita utama. Lalu, bagaimana mungkin tidak
ada orang yang pernah melihat sosok serupa ini sebelum
kemunculannya yang misterius tepat saat Yesus السالم عليه akan
disalibkan? Dari mana dia datang? Apakah dia jatuh dari langit? Para
pendukung teori substitusi menambah kesulitan mereka sendiri
saat mereka menyatakan bahwa Allah Maha Tinggi menyebabkan
seseorang menjadi serupa dengan Yesus السالم عليه sesaat sebelum
penyaliban terjadi.
Keyakinan akan Yesus السالم عليه yang mirip mungkin telah
diambil (dengan bodohnya) dari Injil Barnabas versi Italia yang
dipalsukan yang sejarahnya kembali ke abad ke-16 dan ke-17 (yang
menyatakan) bahwa Yudas diubah oleh Allah تعاىل و سبحانه untuk
dilihat seperti Yesus.
Transformasi Yudas
Yudas masuk dengan tergesa-gesa sebelum semua
orang ke dalam kamar tempat Yesus diangkat.
Dan para murid sedang tidur. Di mana Tuhan yang
luar biasa bertindak dengan luar biasa,
sedemikian rupa sehingga Yudas begitu berubah
dalam ucapan dan wajahnya menjadi seperti
Yesus sehingga kami percaya bahwa dia yaitu
Yesus.
(Doctored Gospel of Barnabas, Chapter 216)
Ini yaitu dokumen yang sama yang menyatakan
(dengan lucunya) bahwa al-Masīh akan datang dari
keturunan Ismail, bukan dari keluarga Amran. Pembaca
kami yang budiman harus mencatat bahwa 'Surat Barnabas',
yang merupakan dokumen yang jauh lebih tua (dan dalam
bahasa Yunani) tidak menyebutkan Orang yang mirip Yesus
السالم عليه disalibkan untuk menggantikannya.
Tanggapan kami yaitu ingin mengingatkan
mereka bahwa teori ini berimplikasi kepada tindakan Allah
تعاىل و سبحانه (Karena menggantikan orang yang tidak
bersalah untuk disalib-Red), oleh karena itu mereka yang
dengan keras kepala berpegang teguh pada penjelasan ini
harus bersiap untuk membela diri pada Hari Penghakiman.
Teori Substitusi ini yang telah diterima tanpa dikritik oleh
banyak Muslim (termasuk banyak cendikiawan) bahwa
teori ini bertentangan dengan standar keadilan mutlak Ilahi
yang ditetapkan dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa
tidak ada jiwa yang akan menanggung beban orang lain :
ه وَْ َربًّا اَب ِغيْ ّللٰاِْ اََغي رَْ ق لْ ء ْ ك ل ِْ َربُّْ و ِسبْ َوَْلْ َشي ك لُّْ تَك
ْ ْ َنف س رَْ َواِزَرة ْ تَِزرْ َوَْلْ َعلَي َهاْ اِْل ز ىْ ِو ر ى ث مْ ا خ َرب ِك مْ اِل
ِجع كْ ر ت مْ بَِما فَي َنب ِئ ك مْ مْ م نَْ فِي هِْ ك ن تَِلف و تَخ
(Qur’ān, al-An’am, 6:164)
136
Katakanlah: “Maka apakah aku mencari Tuhan selain Allah,
padahal Dia yaitu Tuhan segala sesuatu?” Dan apapun [salah]
yang dilakukan manusia bergantung pada dirinya sendiri; dan tidak
ada pembawa beban yang akan dibuat untuk menanggung beban
orang lain. Dan, pada waktunya, kepada Tuhanmu kamu semua
harus kembali: dan kemudian Dia akan membuat kamu [benar-
benar] mengerti semua yang kamu biasa berselisih.
(Catatan : lihat juga di Surah ayat yang lain : 17:15, 35:18, 39:7 and
53:38).
Hal ini juga menghubungkan Allah تعاىل و سبحانه sebagai
Tuhan yang melakukan tindakan ketidakadilan karena (berdasarkan
tindakan Ilahi yang diduga) seorang pria yang tidak bersalah
membayar dengan nyawanya untuk klaim yang tidak pernah
dibuatnya. Jelas tidak adil jika seseorang disalibkan karena mengaku
sebagai al-Masīh padahal dia tidak pernah membuat klaim seperti
itu. Allah dzat Maha Tinggi telah dengan tegas menyatakan bahwa
Dia tidak pernah berbuat tidak adil kepada siapa pun :
ِلمْ َْلْ ّللٰاَْ اِنْ ة ْ ِمث قَالَْ يَظ َواِنْ ذَر ِعف َها َحَسَنةًْ تَكْ ۚ تِْ يُّض َوي ؤ
ًرا ل د ن ه ْ ِمنْ َعِظي ًمْا اَج
(Qur’ān, an-Nisa, 4:40)
Sesungguhnya Allah tidak berlaku zalim bahkan seberat seekor
semut pun; dan jika ada suatu kebaikan, Dia akan
melipatgandakannya, dan akan melimpahkan dari rahmat-Nya
pahala yang besar
لْ ي َبد لْ َما مْ اََناْ َوَمآْٰ لَدَيْ ال قَو ِل ل عَِبي دِْ بَِظل ࣖ
(Qur’ān, Qaf, 50:29)
137
“Penghakiman yang telah Aku lewati tidak akan diubah; dan tidak
pernah Aku melakukan sedikit pun ketidakadilan terhadap
makhluk-makhluk-Ku!”
ِلمْ َْلْ ّللٰاَْ اِنْ ِكنْ َشي ـًٔا الن اسَْ يَظ ل مْ الن اسَْ و نَْ اَن ف َسه و ِلم َيظ
(Qur’ān, Yunus, 10:44)
Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada
siapapun, melainkan manusialah yang menzalimi dirinya sendiri
Pada Hari Penghakiman (mereka yang menyatakan
tindakan ketidakadilan Ilahi di atas) telah terjadi, mereka akan
dimintai oleh Allah تعاىل و سبحانه untuk memberikan bukti bahwa ia
pernah bertindak dengan cara yang mereka nyatakan tentang Dia
bahwa Dia menyebabkan orang lain mengambil rupa sebagai Yesus
السالم عليه dan orang itu disalibkan sebagai pengganti Yesus. saat
mereka (kemudian) memberikan bukti dalam bentuk dugaan dan
asumsi yang sembarangan (mereka akan belajar bahwa mereka
telah melakukan kesalahan), dan mereka melakukan dosa yang
mengerikan dengan membuat pernyataan yang salah dan tidak adil
tentang Allah , yaitu, mereka berbohong tentang Allah.
Sekarang setelah kita membuang teori substitusi yang
salah, kita dapat beralih ke Al-Qur’an untuk menemukan penjelasan
tentang apa yang terjadi saat Allah SWT mengambil ruh al-Masīh.
Dengan melakukan itu, kita juga akan dapat menunjukkan
kepalsuan dari setiap klaim bahwa Al-Qur'an pernah menyatakan
perihal wafatnya Yesus السالم عليه .
Yesus tidak mengalami Maut, atau kematian, di mana Allah
mengambil jiwa dan kemudian menjaga jiwa itu
Kami telah mencatat sebelumnya bahwa Al-Qur'an telah
dua kali menyatakan, dengan cukup jelas dan tanpa ambiguitas,
138
bahwa Allah SWT mengambil jiwa Yesus السالم عليه pada saat
penyaliban :
ٰٓى ّللٰا ْ قَالَْ اِذْ ِعي س تََوف ِي كَْ اِن ِيْ ي م
(Qur’ān, ali Imran, 3:55)
Lihat! Allah berfirman: “Wahai Yesus! Sesungguhnya aku akan
mengambil jiwamu….
ا قِي بَْ اَن تَْ ك ن تَْ تََوف ي تَِنيْ فَلَم َواَن تَْ َعلَي ِهمْ الر ْى ۚ ك ل ِْ َعل
ءْ َشِهي د ْ َشي
(Qur’ān, al-Maidah, 5:117)
“… namun sejak Engkau mengambil jiwaku, Engkau sendirilah yang
menjaga mereka: Engkau yaitu saksi atas segala sesuatu.”
(Terjemahan Muhammad Abdel Haleem)
Jika Allah SWT mengambil jiwa (yaitu, Wafat) Yesus ( عليه
dan kemudian menyimpannya, implikasinya yaitu dia ,( السالم
wafat (dan karenanya) orang-orang Yahudi berhasil membunuh dan
menyalibnya. namun Al-Qur’an telah dengan jelas menyatakan
bahwa hal seperti itu tidak terjadi! Sebaliknya, Al-Qur’an telah
mengungkapkan informasi mengejutkan tentang hal ini yang
sekarang memungkinkan kita untuk menemukan apa yang terjadi.
Al-Qur’an memberi tahu kita bahwa Allah dapat
mengembalikan jiwa yang diambil-Nya. saat Dia mengambil jiwa
(Wafat) dan kemudian mengembalikannya, implikasinya yaitu
bahwa orang seperti itu pasti tidak mati!
139
َن ف سَْ ىَيتََوف ْ ّلٰل ْ تَِها ِحي نَْ اْل تْ لَمْ َوال ِتيْ َمو َمَناِمَها فِيْ تَم ْ ۚ
ِسكْ ى ال تِي فَي م تَْ َعلَي َه�

