al-quran akhir zaman 4

al-quran akhir zaman 4



 ما لَهْ  ۚ ْ َولَد ْ لَهْ  ي ك و  و  ْ فِى َوَما الس م  ِض  َر  ى اْل  َوَكف   

َوِكي ًلْ ِباّلٰلِْ  ࣖ  

(Qur’ān, an-Niisa, 4:171) 

Wahai para pengikut Kitab Suci (yaitu, Injil)! Jangan melampaui 

batas [kebenaran] dalam keyakinan agamamu, dan jangan katakan 

tentang Allah selain kebenaran. Al Masih, Yesus, putra Mariam, 

hanyalah Rasul Allah—[penggenapan] janji-Nya yang telah Dia 

sampaikan kepada Mariam—dan Roh dari-Nya. Maka, percayalah 

kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan jangan katakan 'tiga', yaitu, 

Tuhan terdiri dari tiga pribadi. Hentikan pernyataan ini demi 

kebaikanmu sendiri. Allah hanyalah satu Tuhan; jauh sekali Dia, 

dalam kemuliaan-Nya, dari memiliki seorang anak laki-laki: bagi-

Nyalah segala yang ada di langit dan semua yang ada di bumi; dan 

tidak ada yang layak dipercaya selain Allah. 

 

al-Masīh hanyalah seorang manusia : 

ْ ه وَْ اِنْ  َنا َعب د ْ اِْل  ه ْ َعلَي هِْ اَن عَم  ْٰٓ َمثًَلْ َوَجعَل ن  َبِني  ِءي لَْ ل ِ َراٰۤ اِس   ْ ۚ  

(Qur’ān, al-Zukhruf, 43:59) 

[Adapun Isa,] dia hanyalah seorang Hamba [Kami] yang telah Kami 

beri karunia [dengan kenabian], dan yang Kami jadikan contoh (dan 

ujian atau cobaan) bagi orang Israel. 

Al-Qur’an kemudian mencela orang-orang yang menyatakan 

Yesus   السالم عليه   sebagai Tuhan. Dinyatakan bahwa mereka 

melakukan penistaan; dan ayat itu terus mengutip Yesus  السالم  عليه  

sendiri yang memperingatkan para pengikut Israelnya untuk 

menyembah Tuhan-Nya, yang yaitu  Tuhan mereka, dan untuk 

108 

 

menahan diri dari penghujatan seperti itu, yang konsekuensinya akan 

menghalangi masuk ke Surga, dan akan membawa api neraka : 

ا ال ِذي نَْ َكفَرَْ لَقَدْ  َيمَْ اب نْ  ال َمِسي حْ  ه وَْ ّللٰاَْ اِنْ  قَال و ٰٓ َوقَالَْ َمر   ۚ  

ْٰٓ ال َمِسي حْ  َبنِي  ِءي لَْ ي  َراٰۤ ب د وا اِس  اِن هْ  َوَرب ك مْ  َرب ِيْ  ّللٰاَْ اع  َمنْ  ۚ   

ِركْ  مَْ فَقَدْ  ِباّلٰلِْ يُّش  ىه ْ ال َجن ةَْ َعلَي هِْ ّللٰا ْ َحر  َوَما الن ارْ  َوَمأ و   ۚ  

اَن َصارْ  ِمنْ  ِللٰظِلِمي نَْ  

(Qur’ān, al-Maidah, 5:72) 

Sesungguhnya, mereka menghujat saat  mereka yang 

mengatakan, “Lihatlah, Al Masih, putra Mariam, yaitu  Tuhan”—

melihat bahwa Mesias [sendiri] berkata, “Hai orang Israel! 

Sembahlah Allah [saja] yang yaitu  Tuhanku dan Tuhanmu.” 

Lihatlah, siapa pun yang menganggap ketuhanan kepada makhluk 

lain selain Allah, baginya Allah akan mengingkari surga, dan 

tujuannya yaitu  api: dan orang-orang jahat seperti itu tidak akan 

ada yang menolong mereka! 

2.6 Mukjizat al-Masih 

Allah SWT mengutus Yesus  السالم عليه   disertai dengan 

banyakknya Tanda-tanda dari-Nya yang terus menerus menguji Bani 

Isrāīl. Sungguh mencengangkan bahwa orang Israel yang terus-

menerus diberkati dengan kehadiran para Nabi Allah yang hidup di 

tengah-tengah mereka, namun mereka menolak Tanda-tanda Allah 

serta mukjizat yang muncul berulang kali melalui sosok Yesus   عليه 

 . السالم

Berikut beberapa Mukjizat yang dikaruniakan kepadanya : 

ِعي َسى ّللٰا ْ قَالَْ ذْ  َيمَْ اب نَْ ي  ى َعلَي كَْ ِنع َمتِيْ  اذ ك رْ  َمر  َواِلدَِتكَْ َوَعل   

ْ ۚ حِْ اَي د تُّكَْ اِذْ  و  ْ ِبر  دِْ فِى الن اسَْ ت َكل ِمْ  ال ق د ِس  ًلْ ال َمه  َواِذْ  َوَكه   ۚ  

109 

 

ت كَْ بَْ َعل م  َمةَْ ال ِكت  ىةَْ َوال ِحك  ر  ن ِجي لَْ َوالت و  ِ َواِذْ  َواْل  ل قْ  ۚ  ِمنَْ تَخ   

نْ  فِي َها فَتَن ف خْ  ِبِاذ ِنيْ  الط ي رِْ َكَهي ـَٔةِْ ي نِْالط ِْ ِبِاذ نِيْ  َطي ًراْ  فَتَك و   

َمهَْ َوت ب ِرئْ  َك  َب َرصَْ اْل  َواِذْ  ِبِاذ نِيْ  َواْل  ِرجْ  ۚ  ت ى ت خ  ال َمو   

َواِذْ  ِبِاذ نِيْ  ِءي لَْ َبنِيْٰٓ  َكفَف تْ  ۚ  َراٰۤ مْ  اِذْ  َعن كَْ اِس  تِْ ِجئ تَه  ِبال َبي ِن   

ا ال ِذي نَْ فَقَالَْ و  مْ  َكفَر  ذَآْٰ اِنْ  ِمن ه  ْ ه  رْ  اِْل  ِبي نْ  ِسح  مُّ  

(Qur’ān, al-Maidah, 5:110) 

Lihatlah! Allah akan berfirman: “Wahai Yesus, putra Mariam! 

Ingatlah berkat-berkat yang kami berikan kepadamu dan ibumu—

bagaimana Aku menguatkanmu dengan Roh Kudus sehingga kamu 

dapat berbicara (secara ajaib) sebagai bayi dalam pangkuan, dan 

(sekali lagi secara ajaib) sebagai pria dewasa; dan bagaimana Aku 

mengajarimu Kitab, yaitu Al-Qur'an, dan kebijaksanaan, dan Taurat 

dan Injil; dan bagaimana dengan izin-Ku kamu menciptakan dari 

tanah liat, seolah-olah, bentuk burung, dan kemudian bernafas ke 

dalamnya, sehingga mereka menjadi, dengan izin-Ku, burung 

[hidup]; dan bagaimana kamu menyembuhkan orang buta dan 

kusta dengan izin-Ku, dan bagaimana kamu membangkitkan orang 

mati dengan izin-Ku; dan bagaimana Aku mencegah Bani Israil dari 

menyakitimu saat  kamu datang kepada mereka dengan semua 

bukti kebenaran, dan orang-orang kafir (yaitu, mereka yang 

menolak Kebenaran) di antara mereka menanggapi (keajaiban-

keajaiban itu dengan teriakan): 'Ini murni sihir (dan karenanya tidak 

ada apa-apa selain penipuan) 

ًْلْ ى َوَرس و  ْٰٓ اِل  ِءي لَْ َبنِي  َراٰۤ َيةْ  ِجئ ت ك مْ  قَدْ  اَن ِيْ  ە  اِس  نْ  ِبا  ب ِك مْ  ِم  ر   

ْ ۚ ل قْ  اَن ِي ْٰٓ نَْ لَك مْ  اَخ  ي نِْ م ِ نْ  فِي هِْ فَاَن ف خْ  الط ي رِْ َكَهي ـَٔةِْ الط ِ فَيَك و   

َوا ب ِرئْ  ّللٰاِْ ِبِاذ نِْ َطي ًراْ  َمهَْ ۚ  َك  َب َرصَْ اْل  يِْ َواْل  ت ى َوا ح  ِبِاذ نِْ ال َمو   

110 

 

َوا َنب ِئ ك مْ  ّللٰاِْ نَْ ِبَما ۚ  نَْ َوَما تَأ ك ل و  و  فِيْ  تَد ِخر  تِك مْ  ۚ  اِنْ  ب ي و   ۚ  

ِلكَْ فِيْ  َيةًْ ذ  ِمِني َنْ  ك ن ت مْ  اِنْ  ك مْ ل ْ َْل  ؤ  مُّ   

(Qur’ān, ali Imran, 5:49) 

Dan [akan mengutus dia] sebagai Rasul-Nabi kepada orang-orang 

Israel untuk menyatakan kepada mereka: “Aku datang kepadamu 

dengan sebuah pesan dari Tuhanmu. Aku akan menciptakan 

untukmu dari tanah liat, seolah-olah, bentuk burung, dan kemudian 

bernapas ke dalamnya, sehingga menjadi burung (hidup) dengan 

izin Allah; dan aku akan menyembuhkan orang buta dan kusta, dan 

menghidupkan kembali orang mati dengan izin Allah; dan saya akan 

memberi tahu Anda apa yang boleh Anda makan dan apa yang 

harus Anda simpan di rumah Anda. Sesungguhnya di dalam semua 

itu benar-benar ada pesan untuk kamu, jika kamu [benar-benar] 

beriman 

Al-Qur’an telah menginformasikan kepada kita bahwa Allah 

dzat Maha Tinggi menguatkan dia dengan Ruhul Kudus, yaitu 

Malaikat Jibril, yang karenanya dia dapat melakukan semua mukjizat 

itu. 

َنا تَي  َيمَْ اب نَْ ِعي َسى َوا  تِْ َمر  ه ْ ال َبي ِن  حِْ َواَي د ن  و  ْ ِبر  ال ق د ِس   

(Qur’ān, Al-Baqarah, 2:253) 

… Dan Kami berikan kepada Isa putra Mariam (mukjizat yang 

merupakan) bukti Kebenaran, dan Kami kuatkan dia dengan Roh 

Kudus … 

Ada Tanda yang sangat jelas dalam salah satu mukjizat Yesus  

السالم  عليه  yang disebutkan di atas bahwa jiwa dapat meninggalkan 

tubuh, dan karenanya mengalami apa yang tampak seperti kematian, 

namun dihidupkan kembali. Orang seperti itu tampaknya mati, 

namun tidak mati : 

111 

 

يِْ .… ت ى َوا ح  ّللٰاِْ ِبِاذ نِْ ال َمو   ْ  ۚ  …. 

(Qur’ān, Ali Imran, 3:49) 

… dan aku menghidupkan orang mati dengan izin Allah……. 

 

Pembaca harus mempertanyakan bagaimana mungkin Yesus 

السالم عليه )  ) menghidupkan kembali orang mati saat  Allah dzat 

Maha Tinggi sendiri menetapkan bahwa Dia memelihara jiwa-jiwa 

seperti itu—sehingga mencegah mereka kembali? Apakah hal seperti 

itu tidak bertentangan dengan Firman Allah  تعاىل و  سبحانه ? Jawaban 

atas pertanyaan ini ditemukan dalam Surat al-Zumar Al-Qur'an dalam 

sebuah ayat di bawah ini : 

 

َن ف سَْ َيتََوف ى ّلٰل ْ تَِها ِحي نَْ اْل  تْ  لَمْ  َوال ِتيْ  َمو  َمَناِمَها فِيْ  تَم   ْ  ۚ  

ِسكْ  ى ال تِي فَي م  تَْ َعلَي َها قَض  ِسلْ  ال َمو  ىْٰٓ َوي ر  ر  ٰٓى اْل  خ  اِل   

ىْ  اََجلْ  َسمًّ ِلكَْ فِيْ  اِنْ  مُّ تْ  ذ  ي  مْ  َْل  نَْ ِل قَو  و  ي تَفَك ر   

 

(Qur’ān, al-Zumar, 39:42) 

Ayat ini dimulai dengan pernyataan tegas bahwa Allah mengambil 

jiwa pada saat kematian. namun  Al-Qur’an kemudian melanjutkan 

dengan menyatakan bahwa ada orang-orang yang, meskipun 

jiwanya diambil dalam tidurnya, tentu saja tidak mati! Ini karena 

Allah memelihara jiwa-jiwa yang ditetapkan kematiannya dan 

mengembalikan sisanya untuk jangka waktu yang ditentukan. 

Al-Qur’an dengan demikian telah menegaskan bahwa 

saat  Allah  تعاىل و سبحانه  mengambil jiwa, dan memilih untuk 

menyimpannya, maka tidak akan ada kehidupan kembali. namun  Al-

112 

 

Qur’an juga telah mengungkapkan bahwa Allah تعاىل و سبحانه  dapat 

mengambil satu jiwa dan memilih untuk mengembalikannya, dan 

karenanya jiwa itu tidak mati! 

Oleh karena itu ada Maut yang nyata, atau kematian; dan 

ada yang tampak seperti Maut, atau kematian, namun  sebenarnya 

bukan! 

Seharusnya tidak sulit bagi seorang Kristen untuk menerima 

penjelasan tentang peristiwa-peristiwa di mana Yesus  السالم  عليه  

menghidupkan kembali orang mati. Penjelasannya yaitu  bahwa 

Allah Maha Tinggi mengambil jiwa namun  tidak menetapkan 

kematian. Dia kemudian mengizinkan Yesus  السالم عليه   untuk 

mengembalikan jiwa-jiwa itu ke tubuh mereka 

27 Perpecahan Besar Bangsa Israel 

Kelahiran Yesus  السالم عليه   yang ajaib yang diantaranya 

yaitu  : pembicaraannya saat masih bayi yang baru lahir, banyak 

mukjizat yang dia lakukan, dan pernyataan publik berikutnya bahwa 

dia yaitu  al-Masīh yang dijanjikan oleh Allah kepada orang-orang 

Israel (dan kemudian) untuk meneruskan kepemimpinan bagi 

mereka, kebangkitannya dari kematian yang nyata tak lama setelah 

mereka semua melihat dia disalibkan, merupakan ujian tertinggi bagi 

orang-orang Israel. 

Al-Qur'an mengungkapkan bahwa beberapa dari mereka 

percaya kepada Yesus  السالم عليه  sebagai al-Masīh, sementara sisanya 

menolaknya dan melemparkan tuduhan palsu perzinahan terhadap 

ibunya: 

ِلِهمْ  ِبك ف ِرِهمْ وْ  ى َوقَو  َيمَْ َعل  تَاًنا َمر  َعِظي ًماْ  ب ه   

(Qur’ān, an-Nisa, 4:156) 

113 

 

Dan karena penolakan mereka untuk mengakui kebenaran, dan 

fitnah luar biasa yang mereka ucapkan terhadap Mariam 

Pada saat itulah perpecahan besar terjadi di kalangan Bani 

Isrāīl saat  sebagian orang yang percaya Yesus   السالم عليه   sebagai al-

Masīh yang sekarang ditunjuk oleh Allah تعاىل و  سبحانه  sebagai al-

Nasārah, (yaitu, Kristen), sementara bagian lain yang menolak dia 

sebagai al-Masīh, sekarang ditunjuk dalam Al-Qur'an sebagai al-

Yahῡd, (yaitu, orang-orang Yahudi). 

Al-Qur’an tidak lagi menyebut mereka sebagai Banū Isrāīl, 

atau satu orang Israel. Sebaliknya, mereka sekarang diakui sebagai 

dua orang yang sekarang ditunjuk sebagai yaitu ahli Kitab (Ahl al-

Kitāb). 

Salah satu kemungkinan dari perubahan tanda sebutan dari 

Al-Qur’an ini dari dua kompok diatas yaitu sebagai “Banῡ Isrāīl” 

menjadi “Ahl al-Kitāb” yaitu  bahwa Allah  تعاىل و  سبحانه  mengakui 

adanya perpecahan (diantara mereka-Red) sebagai sesuatu yang 

abadi. Orang Kristen dan Yahudi tidak akan pernah berdamai 

sedemikian rupa untuk memulihkan kesatuan sebelumnya. 

2.8 Serangan Besar terhadap Kaum Kristiani 

Kelahiran ajaib Yesus  السالم عليه    dari seorang ibu perawan, 

serta mukjizat-Nya dan kebangkitan-Nya dari kematian yang nyata, 

membuka pintu kesempatan bagi mereka yang bertekad merusak 

Kebenaran. Mereka mengangkat argumen dengan alasan bahwa 

Yesus   السالم  عليه  tidak memiliki ayah di dunia, implikasinya yaitu  

bahwa dia memiliki ayah surgawi — bahwa Tuhan-Allah-Nya sendiri 

yaitu  ayahnya. Oleh karena itu, Yesus  السالم عليه   seharusnya diakui 

sebagai anak Allah; dan karena Bapanya yaitu  tuhan, Anak juga 

harus Tuhan —maka dia yaitu  Putra Tuhan! 

114 

 

Nyatanya, serangan itu tidak berhenti saat  Yesus  السالم عليه   

dibangkitkan menjadi keilahian namun  terus berlanjut sampai Roh 

Kudus juga dimasukkan sebagai Tuhan — yaitu Tuhan Roh Kudus. 

Al-Qur'an mengingatkan para pengikut Yesus  السالم  عليه   

bahwa dia, al-Masīh, hanyalah seorang Utusan Allah, dan mereka 

harus berhenti mengangkatnya ke keilahian dalam dogma Allah 

Tritunggal : 

بِْ اَه لَْ ا َْلْ ال ِكت  ل وْ  َوَْلْ ِدي نِك مْ  فِيْ  تَغ ل و  ْ ّللٰاِْ َعلَى اتَق و  ال َحق ْ  اِْل   

َيمَْ اب نْ  ِعي َسى ال َمِسي حْ  اِن َما لْ  َمر  َوَكِلَمت هْ  ّللٰاِْ َرس و   ْ  ۚ  

َهآْٰ ى اَل ق  َيمَْ اِل  حْ  َمر  و  ن ه ْ َور  ا م ِ ِمن و  فَا  ْ  ِباّلٰلِْ ۚ  س ِله  َوَْلْ َور   

ا ل و  ثَة ْ تَق و  ا ثَل  و  اِن تَه  ه ْ ّللٰا ْ اِن َما ۚ ْ ل ك مْ  َخي ًرا ۚ  اِحد ْ اِل  ْٰٓ ۚ ْ و  َنه  س ب ح   

نَْ اَنْ  تِْ فِى َما لَهْ  ۚ ْ َولَد ْ لَهْ  ي ك و  و  ْ فِى َوَما الس م  ِض  َر  ى اْل  َوَكف   

َوِكي ًلْ ِباّلٰلِْ  ࣖ 

(Qur’ān, an-Nisa, 4:171) 

Wahai para pengikut Injil! Jangan melampaui batas [kebenaran] 

dalam keyakinan agamamu, dan jangan katakan tentang Allah 

selain kebenaran. al-Masīh Yesus, putra Mariam, hanyalah Rasul 

Allah —[penggenapan] janji-Nya yang telah Dia sampaikan kepada 

Mariam—dan jiwa yang diciptakan oleh-Nya. Maka, percayalah 

kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan janganlah kamu 

mengatakan, “[Allah yaitu ] trinitas”. Hentikan [dari pernyataan 

ini] untuk kebaikanmu sendiri. Allah hanyalah satu Tuhan; jauh 

sekali Dia, dalam kemuliaan-Nya, dari memiliki seorang anak laki-

laki: bagi-Nyalah segala yang ada di langit dan semua yang ada di 

bumi; dan tidak ada yang layak dipercaya selain Allah 

Al-Qur’an menyatakan bahwa al-Masīh bangga menjadi 

Hamba Tuhan : 

115 

 

 

تَن ِكفَْ لَنْ  نَْ اَنْ  ال َمِسي حْ  ي س  ِْ َعب دًا ي ك و  ٰ ىَِٕكة ْ َوَْلْ ّلل ِ

ب وْ  ال َمل ٰۤ قَر  َنْ ال م   

تَن ِكفْ  َوَمنْ  بِرْ  ِعَبادَِتهْ  َعنْ  ي س  تَك  ه مْ  َوَيس  ش ر  َجِمي عًْا اِلَي هِْ فََسَيح   

(Qur’ān, an-Nisa, 4:172) 

al-Masīh tidak pernah merasa terlalu bangga menjadi hamba Allah, 

begitu pula para malaikat yang dekat dengan-Nya. Dan mereka 

yang merasa terlalu bangga untuk melayani Dia dan memuliakan 

dalam kesombongan mereka [harus tahu bahwa pada Hari 

Penghakiman] Dia akan mengumpulkan mereka semua untuk diri-

Nya.segala yang ada di langit dan semua yang ada di bumi; dan 

tidak ada yang layak dipercaya selain Allah 

Al-Qur'an memperingatkan orang-orang yang menyatakan 

Yesus  السالم عليه   sebagai Tuhan, bahwa mereka dengan demikian 

menolak Kebenaran : 

ا ال ِذي نَْ َكفَرَْ لَقَدْ  َيَمْ  اب نْ  ال َمِسي حْ  ه وَْ ّللٰاَْ اِنْ  قَال و ٰٓ فََمنْ  ق لْ  َمر   

ِلكْ  ِلكَْ اَنْ  اََرادَْ اِنْ  َشي ـًٔا ّللاِْٰ ِمنَْ ي م  َيمَْ اب نَْ ال َمِسي حَْ يُّه  َمر   

هْ  ِضْ فِْى َوَمنْ  َوا م  َر  ِْ َجِمي عًا اْل  َوّلِلٰ ل كْ  ۚ  تِْ م  و  ِضْ الس م  َر  َواْل   

َما َوَما ل قْ  ۚ ْ َبي نَه  ءْ  َما َيخ  َوّللٰا ْ َيَشاٰۤ ى ۚ  ءْ  ك ل ِْ َعل  قَِدي رْ  َشي   

(Qur’ān, al-Maidah, 5:17) 

Sungguh, kebenaran menyangkal orang-orang yang mengatakan, 

"Sesungguhnya, Allah yaitu  Almasih, putra Mariam." Katakanlah: 

“Dan siapakah yang dapat menang di sisi Allah dengan cara apa 

pun seandainya Dia berkehendak untuk membinasakan Al Masih, 

putra Mariam, dan ibunya, dan semua orang yang ada di bumi—

semuanya? Karena, kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi 

dan apa yang ada di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang 

116 

 

Dia kehendaki: dan Allah Maha Kuasa untuk menghendaki segala 

sesuatu 

Al-Masih sendiri memperingatkan bahwa tidak akan masuk 

syurga bagi siapa pun yang menistakan Allah dengan menyatakan 

bahwa dia, al-Masīh, yaitu  Tuhan : 

ا ال ِذي نَْ َكفَرَْ قَدْ  َيمَْ اب نْ  ال َمِسي حْ  ه وَْ ّللٰاَْ اِنْ  قَال و ٰٓ َوقَالَْ َمر  ال َمِسي حْ  ۚ   

بَْ ِءي لَْ نِي ْٰٓي  َراٰۤ ب د وا اِس  اِن هْ  َوَرب ك مْ  َرب ِيْ  ّللٰاَْ اع  ِركْ  َمنْ  ۚ  يُّش   

مَْ فَقَدْ  ِباّلٰلِْ ىه ْ ال َجن ةَْ َعلَي هِْ ّللٰا ْ َحر  َوَما الن ارْ  َوَمأ و  ِللٰظِلِمي نَْ ۚ   

اَن َصارْ  ِمنْ   

(Qur’ān, al-Maidah, 5:72) 

Sungguh, kebenaran menyangkal mereka yang mengatakan, 

“Lihatlah, Allah yaitu  Almasih, putra Mariam”—melihat bahwa 

Almasih [sendiri] berkata, “Hai orang Israel! Sembahlah Allah [saja] 

Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya, siapa pun yang 

menganggap ketuhanan kepada makhluk selain Allah, baginya Allah 

akan mengingkari surga, dan tempat terakhirnya yaitu  neraka: 

dan orang-orang jahat seperti itu tidak akan mendapat 

pertolongan. 

Al-Qur'an telah menyebutkan al-Masīh sambil mengingatkan 

bahwa para nabi yang datang sebelum dia meninggal (seperti semua 

makhluk fana akan meninggal; karenanya dia juga akan meninggal 

saat  dia kembali) yaitu  Manusia. Sisi tabiat Kemanusiaannya 

terlihat saat  dia dan ibunya makan : 

 

117 

 

َيمَْ اب نْ  ال َمِسي حْ  ا ْ َمر  ل ْ  اِْل  س ل ْ  قَب ِلهِْ ِمنْ  َخلَتْ  قَدْ  َرس و  هْ  الرُّ َوا مُّ  

ي قَة ْ مْ  ن َبي ِنْ  َكي فَْ ا ن ظ رْ  ۚ ْ الط عَامَْ َيأ ك َلنِْ َكاَنا ۚ ْ ِصد ِ لَه   

تِْ ي  نَْ اَنٰى ان ظ رْ  ث مْ  اْل   فَك و  ي ؤ   

(Qur’ān, al-Maidah, 5:75) 

Almasih, putra Mariam, hanyalah seorang Nabi: semua Nabi 

[lainnya] telah meninggal sebelum dia; dan ibunya yaitu  orang 

yang tidak pernah menyimpang dari kebenaran; dan mereka berdua 

makan makanan [seperti manusia lainnya]. Lihatlah betapa jelas 

Kami membuat pesan-pesan ini kepada mereka; dan kemudian 

lihatlah betapa sesatnya pikiran mereka 

Al-Qur'an telah mengungkapkan bahwa selain orang-orang 

Kristen menyebabkan murka Allah  تعاىل و سبحانه  dengan pernyataan 

mereka bahwa Al Masih yaitu  putra-Nya, orang-orang Yahudi juga 

menyebabkan murka-Nya dengan pernyataan mereka bahwa Uzair 

(yaitu, Ezra) yaitu  putra-Nya : 

د ْ َوقَالَتِْ و  اب نْ  ع َزي رْ  ال يَه  ِۚ َرى َوقَالَتِْ ّللٰاِْ ۚ  ب نْ ا ال َمِسي حْ  الن ص   

ِلكَْ ّللٰاِْ ذ  مْ  ۚ  ل ه  نَْ ِباَف َواِهِهم ْ  قَو  لَْ ي َضاِهـُٔو  ال ِذي نَْ قَو   

ا و  مْ  قَب لْ  ِمنْ  َكفَر  قَاتَلَه  ْ ّللٰا ْ ۚ  نَْ اَنٰى ۚ  فَك و  ي ؤ   

(Qur’ān, at-Taubah, 9:30) 

Dan orang-orang Yahudi berkata, “Ezra yaitu  anak Allah” 

sedangkan orang-orang Nasrani mengatakan, “Al Masih yaitu  

anak Allah.” Demikianlah ucapan-ucapan yang mereka ucapkan 

dengan mulut mereka, mengikuti pernyataan leluhurnya yang 

dibuat di masa lalu oleh orang-orang yang mengingkari kebenaran! 

[Mereka pantas mendapat teguran:] “Semoga Allah 

menghancurkan mereka!” Betapa sesatnya pikiran mereka! 

118 

 

Akhirnya, Al-Qur’an mencela kepercayaan pada ketuhanan Al Masih 

sebagai bentuk penistaan : 

 

ا َبْ اِت َخذ و ٰٓ مْ  اَره مْ اَح  َباَنه  ه  َباًبا َور  نْ  اَر  نِْ ِم  َيَمْ  اب نَْ َوال َمِسي حَْ ّللٰاِْ د و  َمر   

ا َوَمآْٰ و ٰٓ ْ ا ِمر  ا اِْل  ًها ِلَيع ب د و ٰٓ اِحدًاْ  اِل  هَْ َْلْٰٓ و  ْ اِل  َنهْ  ه َو ْ اِْل  ا س ب ح  َعم   

نَْ ِرك و   ي ش 

(Qur’ān, at-Taubah, 9:31) 

Mereka menjadikan para rabi dan rahib-rahib mereka, serta 

Almasih putra Mariam, sebagai Tuhan mereka selain Allah, 

meskipun mereka telah diperintahkan untuk tidak menyembah 

selain Tuhan Yang Maha Esa, kecuali yang tidak memiliki Tuhan: 

Yang Maha Esa. jauh, dalam kemuliaan-Nya yang tak terbatas, dari 

apa pun yang dapat mereka anggap sebagai bagian dalam 

keilahian-Nya 

2.9 Siapakah mereka yang benar-benar mengikuti al-Masīh? 

Sebelum kita mengakhiri Bab ini, yang dikhususkan untuk 

Al-Qur'an dan al-Masīh, sangat penting bagi kita untuk menentukan: 

siapakah mereka yang sekarang mengikuti al-Masīh? 

Tentunya, seharusnya Al-Qur’an yang menjawab 

pertanyaan itu, bukan anak sekolah. 

Al-Qur'an telah meriwayatkan sebuah peristiwa tentang 

permintaan para murid yang mengikuti al-Masīh, memintanya untuk 

memberikan bukti Kebenaran yang telah dia sampaikan dengan 

memohon kepada Allah untuk menurunkan sesuatu dari Syurga, 

yaitu sebuah meja yang tersaji masakan : 

119 

 

نَْ قَالَْ ذْ  ِعي َسى ال َحَواِريُّو  َيمَْ اب نَْ ي  تَِطي عْ  َهلْ  َمر  اَنْ  َربُّكَْ َيس   

لَْ َنا يُّنَز ِ ىِٕدَةًْ َعلَي  نَْ َماٰۤ ءِْ ِم  قَالَْ الس َماٰۤ ت مْ  اِنْ  ّللٰاَْ ات ق وا ۚ  ك ن   

ِمِني نَْ ؤ   مُّ

(Qur’ān, al-Maidah, 5:112) 

[Dan,] lihatlah, para murid berkata: “wahai Yesus, putra Mariam! 

Bisakah Tuhanmu menurunkan kepada kami hidangan dari Surga?” 

[Yesus] menjawab: “Bertakwalah kepada Allah, jika kamu [benar-

benar] golongan orang-orang yang beriman 

Yesus  السالم عليه  menjawab permintaan mereka dengan 

berdoa kepada Allah تعاىل و  سبحانه  agar meja yang penuh dengan 

hidangan makanan itu diturunkan dari Surga. Sebagai tambahan 

(ternyata) ia telah menyatakan bahwa acara jamuan seperti itu harus 

dirayakan sebagai Hari Raya (Seperti Perayaan Hari idul Fitrii) oleh 

para pengikutnya saat itu dan juga oleh para pengikutnya yang 

terakhir. 

َيمَْ اب نْ  ِعي َسى قَالَْ َنا اَن ِزلْ  َرب َنآْٰ اللهم َمر  ىِٕدَةًْ َعلَي  نَْ َماٰۤ ءِْ ِم  الس َماٰۤ  

نْ  ِلَنا ِعي دًا لََنا تَك و  َو  ِخِرَنا ْل ِ َيةًْ َوا  ن كَْ َوا  َنا ِم  ق  ز  َخي رْ  َواَن تَْ َوار   

 الٰرِزقِي نَْ

(Qur’ān, al-Maidah, 5:114) 

Kata Yesus, putra Mariam: “Ya Allah, Tuhan kami! Turunkan kepada 

kami hidangan dari Surga: hal itu akan menjadi perayaan yang 

selalu berulang bagi kami—untuk yang pertama dan yang terakhir 

dari kami—dan sebuah tanda dari-Mu. Dan berilah kami rezeki 

kami, karena Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki!” 

Tanda yang diberikan oleh Al-Qur’an di mana para pengikut 

sejati Yesus   السالم عليه   dapat dikenali di Akhir Zaman, yaitu perayaan 

120 

 

lanjutan mereka dari apa yang kemudian dikenal sebagai “Perjamuan 

Terakhir”. 

Al-Qur'an telah memberikan Tanda lain yang dengannya 

pengikut sejati al-Masīh dapat dikenali yaitu mereka akan menjadi 

orang-orang yang lemah lembut dan rendah hati : 

َنا ث مْ  ٰٓى قَف ي  ثَاِرِهمْ  َعل  س ِلَنا ا  َنا بِر  َيمَْ اب نِْ ِبِعي َسى َوقَف ي  تَْ َمر  ه َْوا  ي ن   

ن ِجي لَْ ِ بِْ فِيْ  َوَجعَل َنا ە  اْل  ه ْ ال ِذي نَْ ق ل و  َمةًْ َرأ فَةًْ ات بَع و  َرح  و   

ْ ۚ َباِني ةَْ َها َوَره  اب تَدَع و  ِۚ َها َما ۚ  ْ َعلَي ِهمْ  َكتَب ن  ءَْ اِْل  َوانِْ اب تِغَاٰۤ ّللٰاِْ ِرض   

َها فََما تَي َنا ِرَعاَيتَِها َحقْ  َرَعو  فَا  ا ال ِذي نَْ ۚ  َمن و  مْ  ا  َره مْ  ِمن ه  اَج   ْ  ۚ  

مْ  َوَكِثي رْ  ن ه  نَْ ِم  ِسق و  ف   

(Qur’ān, al-Hadid 57:27) 

Dan di sana Kami menjadikan rasul-rasul Kami [yang lain] mengikuti 

jejak mereka; dan [dalam perjalanan waktu] Kami menyebabkan 

mereka diikuti oleh Yesus, putra Mariam, kepada siapa Kami 

menganugerahkan Injil; dan di dalam hati orang-orang yang [benar-

benar] mengikutinya Kami ciptakan kasih sayang dan rahmat. 

Adapun tentang ajaran asketisme monastik14, Kami tidak 

memerintahkannya kepada mereka: mereka menciptakannya 

sendiri karena keinginan untuk penerimaan yang baik dari Allah. 

namun  kemudian, mereka tidak [selalu] mengamatinya 

sebagaimana mestinya; Maka Kami berikan balasan mereka kepada 

orang-orang yang beriman, padahal banyak dari mereka yang 

durhaka. 

Akhirnya, Al-Qur'an telah menyampaikan tanda yang benar-

benar penting dimana para pengikut Yesus السالم عليه   yang sejati akan 

 

14 Dalam tafsir disebut sebagai rahbàniyyah, yaitu hidup membujang dan 

mengurung diri dalam biara, menurut tafsir jalallain : tidak mau kawin dan hidup 

membaktikan diri di dalam gereja-gereja 

121 

 

diakui sampai akhir dunia. Allah Maha Tinggi menyatakan bahwa Dia 

akan mengangkat mereka di atas (yaitu, mendominasi) mereka yang 

menolaknya ,dan saat  mereka diangkat ke posisi dominasi itu, 

mereka akan tetap dalam keadaan itu sampai akhir dunia : 

ٰٓى ّللٰا ْ قَالَْ اِذْ  ِعي س  تََوف ِي كَْ اِن ِيْ  ي  كَْ اِلَيْ  َوَرافِع كَْ م  ر  َطه ِ ِمنَْ َوم   

ا ال ِذي نَْ و  كَْ ال ِذي نَْ َوَجاِعلْ  َكفَر  قَْ ات بَع و  ا ال ِذي نَْ فَو  و ٰٓ ى َكفَر  مِْ اِل  َيو   

َمةِْ ْ ال ِقي  ِجع ك مْ  اِلَيْ  ث مْ  ۚ  ك مْ  َمر  فِي هِْ ك ن ت مْ  فِي َما َبي َنك مْ  فَاَح   

نَْ تَِلف و   تَخ 

(Qur’ān, ali Imran, 3:55) 

Lihatlah! Allah berfirman: “Wahai Yesus! Sesungguhnya, Aku akan 

mengambil jiwamu, dan akan mengangkatmu kepada-Ku, dan 

membersihkanmu dari [kehadiran] orang-orang yang cenderung 

menyangkal kebenaran; dan Aku akan menempatkan orang-orang 

yang mengikuti kamu di atas dan lebih dominan atas orang-orang 

yang cenderung mengingkari kebenaran, dan hal demikian akan 

tetap bertahan sampai hari kiamat. Pada akhirnya, kepada-Ku kamu 

semua harus kembali, dan Aku akan menghakimi di antara kamu 

tentang semua yang biasa kamu perdebatkan.” 

Dengan demikian Al-Qur'an telah menyatakan bahwa 

Sejarah akan berakhir dengan kemenangan orang-orang Kristen yang 

memerintah dan mendominasi dunia. Lebih lanjut dinyatakan bahwa 

mereka akan menjadi lemah lembut dan rendah hati, bukan kaum 

yang arogan; dan bahwa mereka akan dapat menguasai dunia karena 

Allah telah menyatakan bahwa Dia akan menjadikan mereka memiliki 

berbagaimacam seperangkat kekuatan dan kekuasaan yang 

mendominasi atas Pax Judaica sebagai pihak yang menolak Yesus 

sebagai al-Masīh. 

Kami mengakhiri bab ini dengan mengingatkan pembaca 

yang budiman bahwa Al-Qur'an telah menjelaskan dengan cukup 

122 

 

jelas bahwa karakteristik yang menentukan dalam kepribadian dan 

cara hidup seorang Kristen sejati yaitu  kelembutan, kasih sayang, 

dan kecintaannya pada Monastisisme—yang mencakup cinta pada 

biara dan biarawan. Orang Kristen sejati tidak pernah menjadi 

agresor yang memakai  perang ofensif sebagai sarana untuk 

memajukan agenda apa pun. Mereka bukanlah orang-orang tamak 

yang menguasai dunia dengan memaksa segala-galanya untuk 

bertekuk lutut tunduk kepada mereka. 

Orang-orang Kristen yang meninggalkan tipikal kelembutan 

dan kerendahan hati itu harus segera memulihkannya. Kristen 

Ortodoks Rusia kini telah diberkati oleh Tuhan dengan kekuatan 

untuk berhasil menentang mereka yang bernafsu untuk menguasai 

dunia untuk mempersiapkan jalan bagi Pax Judaica; dan Cina telah 

memasuki aliansi dengan Rusia itu. Sekarang hanya masalah waktu 

sebelum dunia menyaksikan Kebenaran dari apa yang telah 

diwahyukan dalam Al-Qur'an tentang hal ini. 

ni bukan hanya bab terpenting dari buku ini, namun  juga bab di 

mana kami menghadapi kesulitan paling besar dalam menjelaskan 

Al-Qur'an. Kesulitannya tidak terletak di dalam Al-Qur'an, 

melainkan pada penghalang jalan eksternal yang secara misterius 

dibangun dari waktu ke waktu, untuk menghalangi dan merusak 

pemahaman yang benar tentang Al-Qur'an. Kami menyerahkannya 

kepada pembaca yang budiman untuk mencari tahu siapa yang 

membangun penghalang jalan itu. 

Muslim dan Kristen sama-sama percaya bahwa Yesus al-

Masīh akan kembali ke dunia di Akhir Zaman. Pandangan Kristen 

yaitu  bahwa al-Masīh sejati datang ke dunia dalam sosok Yesus 

( السالم عليه   ), ia ditolak dan disalibkan; dia bangkit dari kematian 

setelah beberapa hari; dan dia naik kelangit atas kehendak Allah 

تعاىل و سبحانه  dan pada suatu hari dia akan kembali ke dunia dalam 

bentuk daging dan darah (dalam bentuk takdirnya sebagai fisik 

manusia). 

Namun Orang-orang Kristen di Barat semakin menganut 

pandangan bahwa al-Masīh akan kembali dalam roh, bukan dalam 

bentuk daging dan darah. 

Pandangan Muslim, berdasarkan Al-Qur'an (dan didukung 

oleh Hadits) bahwa al-Masīh datang ke dunia dalam wujud Yesus   

السالم  عليه   yang diterima oleh sebagian orang dan ditolak oleh 

sebagian yang lainnya, bahwa Allah  تعاىل و سبحانه  menampakkan diri 

kepada mereka yang hadir disekelilingnya bahwa dia disalibkan, 

saat  kenyataannya sangat berbeda; bahwa Allah تعاىل و سبحانه  

mengangkatnya kepada diri-Nya sendiri, dan bahwa suatu hari dia 

akan kembali ke dunia dalam daging dan darah. 

Bab ini dikhususkan untuk menyajikan bukti dari Al-Qur'an 

yang menetapkan kembalinya al-Masih secara ajaib. 

 

Cendekiawan Islam India yang terpelajar, Anwar Shah 

Kashmiri15 telah menyusun, serta menilai secara kritis, lebih dari 100 

Hadits Nabi Muhammad yang menubuatkan bahwa Yesus   السالم عليه  

) suatu hari akan kembali ke dunia. Sementara bab ini tidak 

dikhususkan untuk menyajikan bukti dari Hadits untuk menetapkan 

kembalinya Al Masih, tidak ada salahnya jika kita mengutip hanya 

satu Hadits ini : 

 

 

 

 

 

(Sahīh Bukhārī) 

Demi Dia yang jiwaku berada di tangan-Nya, putra Mariam akan segera 

turun di antara kamu sebagai penguasa yang adil … 

 

 

 

 

(Sunan Ibn Mājah) 

 

15 Anwar Shah Kashmiri (dikenal dengan gelar kehormatan sebagai Sayyid Muḥammad Anwar 

Shāh ibn Mu'aẓẓam Shāh al-Kashmīrī; 16 November 1875 – 28 Mei 1933) yaitu  seorang 

cendekiawan dan ahli hukum Muslim Kashmir yang menjabat sebagai kepala sekolah pertama 

Madrasah Aminia dan kepala sekolah keempat Deoband Darul Uloom India. Dia yaitu  murid 

Mahmud Hasan Deobandi dan berpartisipasi dalam perjuangan kemerdekaan India melalui 

Jamiat Ulama-e-Hind. Murid-muridnya termasuk Hifzur Rahman Seoharwi, Yousuf Banuri dan 

Zayn al-Abidin Sajjad Meerthi (Wikipedia) 

Hari Kiamat tidak akan terjadi sampai Yesus, Putra Mariam, turun sebagai 

penguasa yang adil dan sebagai pemimpin yang adil 

Sekarang mari kita beralih ke Al-Qur'an untuk menemukan 

bukti yang dapat dipakai  untuk membangun keyakinan akan 

kembalinya Al Masih secara menakjubkan. 

3.1 Penyaliban dan Kembalinya al-Masīh 

Jika seseorang yang meninggalkan dunia ini lebih dari 2000 

tahun yang lalu secara ajaib kembali ke dunia ini setelah jangka waktu 

yang lama dan berjalan dan berbicara di antara orang-orang sambil 

mengkonfirmasi identitasnya, itu akan memenuhi syarat sebagai 

yang paling unik dan luar biasa yang pernah terjadi. dalam semua 

sejarah manusia. Muslim dan Kristen sama-sama percaya bahwa 

peristiwa seperti itu akan terjadi saat  Yesus  السالم عليه   kembali ke 

dunia ini. 

Karena Al-Qur'an menyatakan bahwa Ia diturunkan oleh 

Allah تعاىل و سبحانه  untuk menjelaskan segala sesuatu, maka al-Qur’an 

harus menjelaskan kembalinya Al Masih yang menakjubkan ini. Inilah 

pernyataan yang jelas dari Al-Qur'an bahwa Al-Qur'an menjelaskan 

segala sesuatu, dan karenanya harus menjelaskan subjek ini : 

ل َنا .… بَْ َعلَي كَْ َونَز  َياًنا ال ِكت  ءْ  ِل ك ل ِْ ِتب  ه دًى َشي  َمةًْ و  َرح  ى و  ب ش ر  و   

ِلِمي نَْ س   ࣖ ِلل م 

(Qur’ān, an-Nahl, 16:89) 

… Kami telah menganugerahkan kepadamu dari atas, selangkah 

demi selangkah, Kitab ini (yaitu, Al-Qur'an), untuk menjelaskan 

segala sesuatu (atau untuk membuat segala sesuatu menjadi jelas), 

dan untuk memberikan bimbingan dan rahmat dan kabar gembira 

bagi semua yang menyerahkan diri kepada Allah 

Pembaca yang budiman, seperti yang kami sajikan dalam 

Bab ini tentang bukti dari Al-Qur'an yang menegaskan kembalinya Al 

Masih Yesus putra Mariam bahwa kami harus mencurahkan upaya, 

kadang-kadang begitu menyedihkan, untuk membuang beberapa 

penghalang jalan. Diantara maksud penghalang jalan yang paling 

menyedihkan yaitu  keyakinan Muslim yang salah namun populer 

dikalangan muslim (yaitu pada Teori Substitusi) bahwa Allah dzat 

Maha Tinggi menyebabkan orang lain yang mirip dengan rupa Yesus 

السالم عليه )  dan orang tak bersalah itulah yang disalibkan, bukan 

Yesus. Keyakinan ini tidak hanya palsu dan gegabah, namun  juga cukup 

berbahaya. 

Pembaca kami akan belajar, seiring dengan membaca 

sampai pada bab ini, dari beberapa hambatan misterius lainnya yang 

harus kami atasi agar Al-Qur'an dapat menjelaskan subjek ini. 

3.2 Bukti pertama dari Al-Qur'an bahwa Yesus akan kembali 

Setiap jiwa harus merasakan kematian 

(Maut). Yesus tidak mati namun  dibangkitkan 

kepada Allah. Karena itu ia harus kembali 

mengalami kematian seperti yang lainnya. 

Allah SWT telah menyatakan (dengan tegas) bahwa Yesus ( 

السالم عليه  ) tidak disalibkan (meskipun) dengan rancangan Ilahi, 

dibuat seolah-olah dia disalibkan: 

ِلِهمْ  قَو  َنا اِن ا و  َيمَْمَْ اب نَْ ِعي َسى ال َمِسي حَْ قَتَل  لَْ ر  َوَما ّللٰاِْ  َرس و   

ه ْ ه ْ َوَما قَتَل و  ِكنْ  َصلَب و  مْ  ش ب ِهَْ َول  َواِنْ  لَه  ا ال ِذي نَْ ۚ  تَلَف و  اخ   

ن ه ْ َشك ْ  لَِفيْ  فِي هِْ َما ِم  مْ  ۚ  ْ ِعل مْ  ِمنْ  ِبهْ  لَه  َوَما الظ ن ِْ ات َِباعَْ اِْل   

ه ْ ًناْ  قَتَل و  َيِقي   ْ ۚ   

(Qur’ān, an-Nisa, 4:157) 

 

Dan mereka menyombongkan diri, 'Lihatlah, kami telah membunuh 

al-Masīh Isa putra Maryam, yang mengaku sebagai rasul Allah!' 

Namun, mereka tidak membunuhnya, dan mereka juga tidak 

menyalibnya, namun  dibuat seolah-olah mereka seperti itu; dan, 

sesungguhnya, mereka yang memiliki pandangan-pandangan yang 

saling bertentangan yang benar-benar membingungkan, tidak 

memiliki pengetahuan yang nyata tentangnya, dan hanya 

mengikuti dugaan belaka. Karena, tentu saja, mereka tidak 

membunuhnya 

 

فَعَه ْ بَلْ  َوَكانَْ اِلَي هِْ ّللٰا ْ ر  َحِكي ًما َعِزي ًزا ّللٰا ْ ۚ    

(Qur’ān, an-Nisa, 4:158) 

… sebaliknya, Allah mengangkatnya kepada diri-Nya sendiri. Allah 

Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana 

Dua ayat Al-Qur’an di atas dengan jelas menegaskan hal-hal berikut: 

1. Mereka (orang-orang Yahudi) membual bahwa mereka 

telah berhasil membunuh Yesus  السالم عليه   —namun  

sebenarnya mereka tidak berhasil membunuhnya; 

2. Mereka membual bahwa  hal itu telah dilakukan dengan 

penyaliban—namun  mereka tidak berhasil membunuhnya 

dengan cara penyaliban 

3. Sebaliknya, Allah Maha Tinggi memperlihatkan kepada 

mereka bahwa mereka telah membunuhnya—dan oleh 

karena itu kenyataannya yaitu  sebaliknya 

Bagaimana Allah  تعاىل و  سبحانه  memperlihatkan kepada 

orang-orang Yahudi bahwa mereka membunuh Yesus  السالم عليه  

dengan penyaliban, padahal sebenarnya mereka gagal 

melakukannya? Karena Al-Qur’an telah menyatakan bahwa ia 

129 

 

menjelaskan segala sesuatu (Qur’an, al-Nahl, 16:89), ini bukanlah 

pertanyaan yang harus dijawab melalui spekulasi atau tebakan yang 

sembarangan, sebaliknya, Al-Qur’an harus menjelaskan bagaimana 

Allah تعاىل و  سبحانه  membuat orang-orang Yahudi yakin (berdasarkan 

apa yang dilihat) bahwa mereka telah berhasil menyalibkan Yesus  

السالم عليه  , padahal kenyataannya sebaliknya. Kami menawarkan 

penjelasan, bukan terjemahan, dari beberapa ayat Al-Qur'an 

tentang masalah ini. 

Selain ayat-ayat Al-Qur'an di atas (al-Qur’an Surah an-Nisa 

ayat 157-158), ada dua ayat Al-Qur'an lain yang memberikan 

informasi tambahan yang sangat penting untuk penjelasan tentang 

apa yang terjadi selama penyaliban. 

Bagian pertama : 

ٰٓى ّللٰا ْ قَالَْ اِذْ  ِعي س  تََوف ِي كَْ اِن ِيْ  ي  كَْ اِلَيْ  َوَرافِع كَْ م  ر  َطه ِ ِمنَْ َوم   

ا ال ِذي نَْ و  كَْ ال ِذي نَْ َوَجاِعلْ  َكفَر  قَْ ات بَع و  ا ال ِذي نَْ فَو  و ٰٓ ى َكفَر  مِْ اِل  َيو   

َمةِْ ْ ال ِقي  ِجع ك مْ  اِلَيْ  ث مْ  ۚ  ك مْ  َمر  فِي هِْ ك ن ت مْ  فِي َما َبي َنك مْ  فَاَح   

نَْ تَِلف و   تَخ 

(Qur’ān, ali Imran, 3:55) 

Lihatlah! Allah berfirman: “Wahai Yesus! Sesungguhnya, Aku akan 

mengambil jiwamu, dan akan mengangkatmu kepada-Ku, dan 

membersihkanmu dari [kehadiran] orang-orang yang cenderung 

menyangkal kebenaran; dan Aku akan menempatkan orang-orang 

yang mengikuti kamu di atas dan lebih dominan atas orang-orang 

yang cenderung mengingkari kebenaran, dan hal demikian akan 

tetap bertahan sampai hari kiamat. Pada akhirnya, kepada-Ku kamu 

semua harus kembali, dan Aku akan menghakimi di antara kamu 

tentang semua yang biasa kamu perdebatkan.” 

Bagian kedua : 

130 

 

ِعي َسى ّللٰا ْ قَالَْ اِذْ وَْ َيمَْ اب نَْ ي  ِنيْ  ِللن اِسْ ق ل تَْ َءاَن تَْ َمر  ات ِخذ و   

يَْ َهي نِْ َوا م ِ نِْ ِمنْ  اِل  قَالَْ ّللٰاِْ د و  َنكَْ ۚ  نْ  َما س ب ح  ْٰٓ يَك و  لَْ اَنْ  ِلي  اَق و   

ْ  ِليْ  لَي سَْ َما اِنْ  ِبَحق  تَهْ  فَقَدْ  ق ل ت هْ  ك ن تْ  ۚ  تَع لَمْ  َعِلم  َنف ِسيْ  فِيْ  َما ۚ   

لَمْ  َوَْلْٰٓ اِن كَْ َنف ِسكَْ فِيْ  َما اَع  مْ  اَن تَْ ۚ  بِْ َعل  ال غ ي و   

(Qur’ān, al-Maidah, 5:116) 

Dan lihatlah! Allah akan berfirman: “Wahai Isa putra Mariam! 

Apakah kamu berkata kepada manusia, 'Sembahlah aku dan ibuku 

sebagai tuhan yang merendahkan Allah'?" Dia akan berkata: 

“Kemuliaan bagi-Mu! aku tidak pernah bisa mengatakan apa yang 

saya tidak punya hak (untuk mengatakan). Seandainya aku 

mengatakan hal seperti itu, kamu pasti sudah mengetahuinya. 

Engkau tahu apa yang ada di dalam hatiku, dan aku tidak tahu apa 

yang ada di dalam hatimu. Karena Engkau mengetahui sepenuhnya 

semua yang tersembunyi 

 

مْ  ق ل تْ  َما ْ لَه  تَنِيْ  َمآْٰ اِْل  ْٰٓ اََمر  ب د وا اَنِْ بِه  َوك ن تْ  َوَرب ك مْ  َرب ِيْ  ّللٰاَْ اع   ۚ  

ا َشِهي دًا َعلَي ِهمْ  تْ  م  ا ۚ ْ فِي ِهمْ  د م  قِي بَْ اَن تَْ ك ن تَْ تََوف ي تَنِيْ  فَلَم  الر   

َواَن تَْ َعلَي ِهمْ  ى ۚ  ءْ  ك ل ِْ َعل  َشِهي د ْ َشي   

(Qur’ān, al-Maidah, 5:117) 

“Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka selain apa yang 

Engkau perintahkan kepadaku untuk mengatakannya, yaitu, 

'Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu'; dan aku menjadi saksi 

atas mereka saat  aku tinggal di antara mereka; namun  saat  

Engkau mengambil jiwa ku, Engkau kemudian menjadi Penjaga atas 

mereka, dan Anda menjadi saksi atas segala sesuatu. 

Sekarang kita tahu dari dua ayat Al-Qur'an di atas, dua hal lagi 

tentang peristiwa penyaliban: 

131 

 

4. Allah Maha Tinggi mengambil jiwa Yesus  السالم عليه   pada 

saat penyaliban. 

5. Allah Maha Tinggi mengangkat Yesus  السالم عليه   kepada diri-

Nya sendiri. 

saat  Al-Qur’an menyatakan “Aku akan menghendakimu 

mengalami Wafat” (bawah) : 

…… تََوف ِي كَْ اِن ِيْ  َوَرافِع كَْ م   

yaitu, Aku akan menghendakimu mengalami Wafat dan Aku akan 

membesarkan mu …. 

Demiianlah konteks yang dijalaskan di dalam al-Qur’an 

sehingga kita bisa memahami bahwa konteks makna “Wafat” hanya 

dapat berarti satu hal, yaitu pada kalimat : “Aku akan mengambil 

jiwamu!” Mereka yang menghindari teks Arab untuk menjelaskan 

atau menerjemahkan makna sebaliknya, yaitu  suatu kesalahan 

dan itulah bentuk pengkhianatan terhadap teks Al-Qur’an. Mereka 

menghindari teks (serta konteks) dari ayat Al-Qur'an, untuk dapat 

memperkenalkan “teori substitusi16” palsu mereka. Ini merupakan 

sikap tidak hormat terhadap Firman Tuhan-Allah, dan karena itu 

kepada Tuhan-Allah itu sendiri, ia (Yesus-Red) dinaikan. 

Mereka menerjemahkan kata “Wafat” (pada ayat diatas) 

sebagai berikut: “Wahai Yesus, Aku akan membawamu, dan 

mengangkatmu kepada-Ku!” Akibatnya, mereka mengabaikan 

hubungan yang jelas dan tidak ambigu dalam beberapa ayat dalam 

Al-Qur’an antara makna kata “Wafat”, yaitu Allah تعاىل  و  سبحانه  

mengambil ruh, dan makna kata “Maut”, yaitu Allah تعاىل  و  سبحانه  

 

16 Teori Substitusi yaitu  teori pergantian orang yang mengalami atau menderita, 

dalam konteks penyalban yesus dikatakan bahwa bukan Yesus lah yang disalibkan 

namun  orang lain yang DISERUPAKAN dan menggantikan dia disalib (Apologia 

Historia) 

132 

 

mengambil ruh dan tidak mengembalikannya, yang mengakibatkan 

kematian (Kematian yang sebenarnya-Red). 

Pembaca harus hati-hati dalam memahami bahwa setiap 

kali Allah تعاىل و سبحانه  mengambil jiwa memang biasanya 

mengakibatkan Maut atau kematian. Pembaca harus merenungkan 

tiga ayat Al-Qur'an berikut di mana kata Wafat (yaitu, pengambilan 

jiwa) dan Maut (yaitu, kematian) terus-menerus digabungkan : 

َن ف سَْ َيتََوف ى ّللَاٰ ْ .… ِتَها ِحي نَْ اْل  َمو   

(Qur’ān, az-Zumar, 39:42) 

Allah mengambil jiwa (wafat) pada saat kematian ... 

تْ  َيتََوفٰىه نْ  َحتٰى عَلَْ اَوْ  ال َمو  َسِبي ًلْ لَه نْ  ّللٰا ْ َيج  … 

(Qur’ān, az-Zumar, 4:15) 

… sampai [Wafat] mengakibatkan kematian mereka, atau Allah 

membukakan jalan bagi mereka 

ءَْ اِذَا َحتٰٰٓى تْ  اََحدَك مْ  َجاٰۤ س ل َنا ف ت ه ْتَوَْ ال َمو  نَْ َْلْ َوه مْ  ر  ط و  ي فَر ِ … 

(Qur’ān, al-An’am, 6:61) 

sampai, saat  kematian mendekati salah satu darimu, utusan 

Kami mengambil jiwanya (Wafat), dan mereka tidak mengabaikan 

[siapa pun]. 

Kami sekarang memiliki informasi yang menjelaskan 

mengapa orang-orang Yahudi yakin bahwa mereka telah 

membunuh Yesus  السالم عليه   dan bahwa dia wafat dengan 

penyaliban. Mereka dibenarkan untuk sampai pada kesimpulan itu 

karena Allah mengambil jiwa Yesus  السالم عليه  di depan mata mereka 

saat dia dipakukan di kayu salib. Dengan kata lain, mereka melihat 

133 

 

dia dengan mata mereka sendiri 'menghembuskan nafas terakhir’ 

(ekspresi yang biasa untuk kematian) saat dia di kayu salib. 

Ada yang keberatan dengan hal di atas sambil berargumen 

bahwa Yesus  السالم عليه  tidak pernah disalibkan. Sebaliknya, mereka 

memajukan Teori Substitusi palsu mereka bahwa orang lain yang 

dibuat menyerupai dia (yang disalibkan) dan orang yang tidak 

bersalah itu (bukan Yesus) yaitu  orang yang disalibkan. 

Yang masih harus dijelaskan yaitu  bagaimana 

penampakan wafatnya Yesus  السالم عليه   yang terjadi pada saat Allah 

mencabut jiwanya berbeda dengan kenyataan yang sebaliknya? 

Setiap orang Yahudi dan setiap orang Kristen akan sangat tertarik 

untuk mempelajari apa yang dikatakan Al-Qur’an tentang masalah 

ini; namun  marilah kita terlebih dahulu menanggapi teori substitusi 

palsu sebelum kita mencoba untuk menemukan di dalam Al-Qur'an 

yang diberkahi yang menjelaskan penampakan dan realitas dalam 

hal ini. 

Sebuah Penghalang Jalan 

Sangat disesalkan bahwa banyak Muslim (termasuk 

Cendikiawan Muslim) telah membuat kesalahan dengan menerima 

'teori substitusi' sebagai penjelasan atas apa yang terjadi pada Yesus  

السالم عليه . Menurut teori ini, Allah تعاىل و سبحانه  membuat seseorang 

mengambil rupa fisik menjadi  mirip  rupa fisk Yesus  السالم  عليه   dan 

orang yang tidak bersalah itulah sebagai “al-Masīh”yang disalibkan. 

Dengan demikian Teori substitusi menyatakan tanpa sedikit pun 

bukti yang mendukung, sebagai berikut : 

• Allah تعاىل و  سبحانه  menyebabkan seseorang mengambil rupa 

fisik Yesus ( السالم عليه   )dan orang itu (bukannya Yesus) yang 

disalibkan. 

 

• Allah تعاىل و سبحانه  menyebabkan orang yang tidak bersalah, 

yang tidak pernah mengaku sebagai al-Masīh, disalibkan 

karena mengaku sebagai al-Masīh. 

Tanggapan kami yaitu  menolak teori  substitusi ini 

karena tidak ada referensi pendukung di dalam Al-Qur'an. Mereka 

yang mencari referensi pendukung dari Kitab Allah dan berargumen 

bahwa karena Al-Qur'an menyatakan bahwa Yesus  السالم عليه   tidak 

disalibkan, lalu mereka dapat menyimpulkan dari situ bahwa Dia 

(Yesus) tidak pernah disalibkan! Namun, bagi mereka yang 

berpegang pada pandangan ini, mereka dipaksa untuk menganut 

teori substitusi (yaitu) bahwa orang lain yang mirip dengan Yesus  

السالم عليه , disalibkan sebagai ganti Yesus. 

Jika ada Yesus  السالم عليه   yang mirip di Yerusalem, maka 

itu pasti akan menjadi berita utama. Lalu, bagaimana mungkin tidak 

ada orang yang pernah melihat sosok serupa ini sebelum 

kemunculannya yang misterius tepat saat  Yesus  السالم عليه  akan 

disalibkan? Dari mana dia datang? Apakah dia jatuh dari langit? Para 

pendukung teori substitusi menambah kesulitan mereka sendiri 

saat  mereka menyatakan bahwa Allah Maha Tinggi menyebabkan 

seseorang menjadi serupa dengan Yesus  السالم عليه   sesaat sebelum 

penyaliban terjadi. 

Keyakinan akan Yesus   السالم عليه   yang mirip mungkin telah 

diambil (dengan bodohnya) dari Injil Barnabas versi Italia yang 

dipalsukan yang sejarahnya kembali ke abad ke-16 dan ke-17 (yang 

menyatakan) bahwa Yudas diubah oleh Allah  تعاىل و سبحانه  untuk 

dilihat seperti Yesus. 

Transformasi  Yudas 

Yudas masuk dengan tergesa-gesa sebelum semua 

orang ke dalam kamar tempat Yesus diangkat. 

Dan para murid sedang tidur. Di mana Tuhan yang 

luar biasa bertindak dengan luar biasa, 

sedemikian rupa sehingga Yudas begitu berubah 

dalam ucapan dan wajahnya menjadi seperti 

Yesus sehingga kami percaya bahwa dia yaitu  

Yesus. 

(Doctored Gospel of Barnabas, Chapter 216) 

Ini yaitu  dokumen yang sama yang menyatakan 

(dengan lucunya) bahwa al-Masīh akan datang dari 

keturunan Ismail, bukan dari keluarga Amran. Pembaca 

kami yang budiman harus mencatat bahwa 'Surat Barnabas', 

yang merupakan dokumen yang jauh lebih tua (dan dalam 

bahasa Yunani) tidak menyebutkan Orang yang mirip Yesus  

السالم عليه  disalibkan untuk menggantikannya. 

Tanggapan kami yaitu  ingin mengingatkan 

mereka bahwa teori ini berimplikasi kepada tindakan Allah  

تعاىل و سبحانه  (Karena menggantikan  orang  yang  tidak 

bersalah untuk disalib-Red), oleh karena itu mereka yang 

dengan keras kepala berpegang teguh pada penjelasan ini 

harus bersiap untuk membela diri pada Hari Penghakiman. 

Teori Substitusi ini yang telah diterima tanpa dikritik oleh 

banyak Muslim (termasuk banyak cendikiawan) bahwa  

teori ini  bertentangan dengan standar keadilan mutlak Ilahi 

yang ditetapkan dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa 

tidak ada jiwa yang akan menanggung beban orang lain : 

ه وَْ َربًّا اَب ِغيْ  ّللٰاِْ اََغي رَْ ق لْ  ء ْ  ك ل ِْ َربُّْ و  ِسبْ  َوَْلْ َشي  ك لُّْ تَك   

ْ ْ َنف س  رَْ َواِزَرة ْ تَِزرْ  َوَْلْ َعلَي َهاْ  اِْل  ز  ىْ  ِو  ر  ى ث مْ  ا خ  َرب ِك مْ  اِل   

ِجع كْ  ر  ت مْ  بَِما فَي َنب ِئ ك مْ  مْ م  نَْ فِي هِْ ك ن  تَِلف و  تَخ   

(Qur’ān, al-An’am, 6:164) 

136 

 

Katakanlah: “Maka apakah aku mencari Tuhan selain Allah, 

padahal Dia yaitu  Tuhan segala sesuatu?” Dan apapun [salah] 

yang dilakukan manusia bergantung pada dirinya sendiri; dan tidak 

ada pembawa beban yang akan dibuat untuk menanggung beban 

orang lain. Dan, pada waktunya, kepada Tuhanmu kamu semua 

harus kembali: dan kemudian Dia akan membuat kamu [benar-

benar] mengerti semua yang kamu biasa berselisih. 

(Catatan : lihat juga di  Surah ayat yang lain : 17:15, 35:18, 39:7 and 

53:38). 

Hal ini juga menghubungkan Allah  تعاىل و سبحانه  sebagai 

Tuhan yang melakukan tindakan ketidakadilan karena (berdasarkan 

tindakan Ilahi yang diduga) seorang pria yang tidak bersalah 

membayar dengan nyawanya untuk klaim yang tidak pernah 

dibuatnya. Jelas tidak adil jika seseorang disalibkan karena mengaku 

sebagai al-Masīh padahal dia tidak pernah membuat klaim seperti 

itu. Allah dzat Maha Tinggi telah dengan tegas menyatakan bahwa 

Dia tidak pernah berbuat tidak adil kepada siapa pun : 

ِلمْ  َْلْ ّللٰاَْ اِنْ  ة ْ ِمث قَالَْ يَظ  َواِنْ  ذَر  ِعف َها َحَسَنةًْ تَكْ  ۚ  تِْ يُّض  َوي ؤ   

ًرا ل د ن ه ْ ِمنْ  َعِظي ًمْا اَج   

(Qur’ān, an-Nisa, 4:40) 

Sesungguhnya Allah tidak berlaku zalim bahkan seberat seekor 

semut pun; dan jika ada suatu kebaikan, Dia akan 

melipatgandakannya, dan akan melimpahkan dari rahmat-Nya 

pahala yang besar 

لْ  ي َبد لْ  َما مْ  اََناْ  َوَمآْٰ لَدَيْ  ال قَو  ِل ل عَِبي دِْ بَِظل   ࣖ  

(Qur’ān, Qaf, 50:29) 

137 

 

“Penghakiman yang telah Aku lewati tidak akan diubah; dan tidak 

pernah Aku melakukan sedikit pun ketidakadilan terhadap 

makhluk-makhluk-Ku!” 

ِلمْ  َْلْ ّللٰاَْ اِنْ  ِكنْ  َشي ـًٔا الن اسَْ يَظ  ل  مْ  الن اسَْ و  نَْ اَن ف َسه  و  ِلم  َيظ    

(Qur’ān, Yunus, 10:44) 

Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada 

siapapun, melainkan manusialah yang menzalimi dirinya sendiri 

Pada Hari Penghakiman (mereka yang menyatakan 

tindakan ketidakadilan Ilahi di atas) telah terjadi, mereka akan 

dimintai oleh Allah تعاىل و  سبحانه  untuk memberikan bukti bahwa ia 

pernah bertindak dengan cara yang mereka nyatakan tentang Dia 

bahwa Dia menyebabkan orang lain mengambil rupa sebagai Yesus  

السالم عليه   dan orang itu disalibkan sebagai pengganti Yesus. saat  

mereka (kemudian) memberikan bukti dalam bentuk dugaan dan 

asumsi yang sembarangan (mereka akan belajar bahwa mereka 

telah melakukan kesalahan), dan mereka melakukan dosa yang 

mengerikan dengan membuat pernyataan yang salah dan tidak adil 

tentang Allah , yaitu, mereka berbohong tentang Allah. 

Sekarang setelah kita membuang teori substitusi yang 

salah, kita dapat beralih ke Al-Qur’an untuk menemukan penjelasan 

tentang apa yang terjadi saat  Allah SWT mengambil ruh al-Masīh. 

Dengan melakukan itu, kita juga akan dapat menunjukkan 

kepalsuan dari setiap klaim bahwa Al-Qur'an pernah menyatakan 

perihal wafatnya  Yesus  السالم عليه . 

Yesus tidak mengalami Maut, atau kematian, di mana Allah 

mengambil jiwa dan kemudian menjaga jiwa itu 

Kami telah mencatat sebelumnya bahwa Al-Qur'an telah 

dua kali menyatakan, dengan cukup jelas dan tanpa ambiguitas, 

138 

 

bahwa Allah SWT mengambil jiwa Yesus  السالم عليه  pada saat 

penyaliban : 

ٰٓى ّللٰا ْ قَالَْ اِذْ  ِعي س  تََوف ِي كَْ اِن ِيْ  ي  م   

(Qur’ān, ali Imran, 3:55) 

Lihat! Allah berfirman: “Wahai Yesus! Sesungguhnya aku akan 

mengambil jiwamu…. 

 

ا  قِي بَْ اَن تَْ ك ن تَْ تََوف ي تَِنيْ  فَلَم  َواَن تَْ َعلَي ِهمْ  الر  ْى ۚ  ك ل ِْ َعل   

ءْ  َشِهي د ْ َشي   

(Qur’ān, al-Maidah, 5:117) 

“… namun  sejak Engkau mengambil jiwaku, Engkau sendirilah yang 

menjaga mereka: Engkau yaitu  saksi atas segala sesuatu.” 

(Terjemahan Muhammad Abdel Haleem) 

Jika Allah SWT mengambil jiwa (yaitu, Wafat) Yesus (  عليه 

 dan kemudian menyimpannya, implikasinya yaitu  dia ,( السالم

wafat (dan karenanya) orang-orang Yahudi berhasil membunuh dan 

menyalibnya. namun  Al-Qur’an telah dengan jelas menyatakan 

bahwa hal seperti itu tidak terjadi! Sebaliknya, Al-Qur’an telah 

mengungkapkan informasi mengejutkan tentang hal ini yang 

sekarang memungkinkan kita untuk menemukan apa yang terjadi. 

Al-Qur’an memberi tahu kita bahwa Allah dapat 

mengembalikan jiwa yang diambil-Nya. saat  Dia mengambil jiwa 

(Wafat) dan kemudian mengembalikannya, implikasinya yaitu  

bahwa orang seperti itu pasti tidak mati! 

 

139 

 

َن ف سَْ ىَيتََوف ْ ّلٰل ْ تَِها ِحي نَْ اْل  تْ  لَمْ  َوال ِتيْ  َمو  َمَناِمَها فِيْ  تَم   ْ  ۚ  

ِسكْ  ى ال تِي فَي م  تَْ َعلَي َه�