al-quran akhir zaman 6
menjaga hubungan antara umatnya sendiri (yang akan dipimpinnya)
dan umat Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل yang akan dipimpin
oleh Imam al Mahdi. Setiap umat akan memiliki hukum sucinya
sendiri (atau Syariah) dan itu akan membutuhkan upaya yang cukup
besar bagi Yesus السالم عليه untuk menavigasi di antara dua hukum
suci; dan ini yaitu pokok bahasan yang dibahas di Bab terakhir
berikutnya dari buku ini.
Kesimpulannya yaitu bahwa dua ayat Al-Qur’an ini, yaitu
Surah ali-Imrān 3:48 dan surah al-Maidah 5:110 membuktikan lebih
banyak lagi bukti tentang kembalinya Al Masih, Yesus السالم عليه
putra bunda perawan Mariam.
173
174
ntuk alasan yang seharusnya jelas bagi para pembaca yang
budiman, penulis ini berpandangan bahwa umat manusia
belum diberi informasi lengkap tentang semua peristiwa
yang akan terjadi saat al-Masīh kembali; informasi semacam itu
hanya diketahui oleh Tuhan, dan oleh mereka yang Dia pilih untuk
menginformasikannya. Oleh karena itu, semua yang bisa kita
upayakan untuk terus mencari tahu tentang subjek ini harus diambil
dari informasi yang berasal dari Al-Qur'an dan dari Hadits Nabi
Muhammad وسلم ه علي للا صل . Kami tertarik oleh berita yang
diperoleh dari informasi itu bahwa Sejarah akan berakhir (secara
spektakuler) dengan validasi Kebenaran yang datang bersama al-
Masīh dan yang ditegaskan dalam Al Qur’an.
4.1 Al-Masih akan kembali kepada Kaum yang sama yaitu Kaum
yang pertama kali Dia diutus (oleh Allah-Red)
Sekarang kita telah menyimpulan dari apa yang kita ambil
dari Al-Qur'an bahwa al-Masīh Isa putra ibu Perawan Mariam suatu
hari akan kembali ke dunia ini, dan karena al-Masīh akan kembali
sesuai dengan Nubuah Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل untuk
memerintah dengan adil, tentunya penting bagi kita untuk
menentukan : atas siapa dia akan memerintah? Dan karenanya,
kepada siapa dia kembali? Al-Qur'an telah menyatakan bahwa Nabi
Muhammad وسلم عليه للا صل diutus untuk seluruh umat manusia,
namun apa yang dikatakan tentang al-Masīh? Al-Qur’an telah dua kali
menginformasikan kepada kita bahwa al-Masīh diutus kepada
orang-orang Israel, yaitu Banu Isrāīl :
ًْلْ … ى َوَرس و ْٰٓ اِل ِءي لَْ َبِني َراٰۤ اِس
(Qur’ān, ali Imran, 3:49)
Dan aku akan mengutus dia sebagai seorang Rasul, atau Utusan
(yaitu, dari Tuhan), kepada orang-orang Israel …
U
175
َيمَْ اب نْ ِعي َسى قَالَْ َواِذْ ْٰٓ َمر َبنِي ِءي لَْ ي َراٰۤ لْ اِن ِيْ اِس اِلَي ك مْ ّللٰاِْ َرس و
(Qur’ān, as-Saff, 61:6)
Dan Yesus, putra Maryam, berkata: “Hai orang Israel!
Sesungguhnya aku yaitu utusan Allah yang diutus kepadamu
Sejak dia diutus kepada orang-orang Israel, implikasinya
yaitu dia akan kembali kepada mereka, dan bahwa dia akan
memerintah sebuah Negara yang terdiri dari orang-orang yang
kepadanya dia diutus (juga) tidak akan ada saingan bagi Negara
seperti itu; maka itu akan menjadi Negara yang berkuasa di dunia.
Al-Qur'an memang menunjukkan (lihat al-Baqarah, 2:106)
bahwa Allah تعاىل و سبحانه dapat mengubah apa yang sebelumnya
diturunkan sebagai wahyu dan menggantinya dengan yang lebih
baik atau serupa. Contoh dari perubahan ini yaitu hukum
puasa yang sebelumnya mewajibkan (dalam Taurat) bahwa puasa
harus dimulai saat matahari terbenam, yaitu saat hari berakhir
dan malam dimulai, dan berlanjut hingga matahari terbenam
berikutnya. Ini diubah dalam Al-Qur’an bagi mereka yang mengikuti
Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل menjadi puasa yang dimulai saat
fajar, dan berlanjut hingga malam, yakni hingga matahari terbenam
saat siang berakhir, dan malam dimulai.
Oleh karena itu, kecuali jika Allah Maha Tinggi mengubah
pernyataan bahwa al-Masih diutus kepada Bani Israel, dan
menggantinya dengan pernyataan lain yang lebih baik atau serupa,
dan kemudian dengan jelas menyampaikan perubahan itu melalui
wahyu, atau melalui salah satu Rasul atau Nabi-Nya. , tidak seorang
pun memiliki otoritas untuk terlibat dalam analisisnya sendiri
terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, atau interpretasi atau deduksi Hadits,
176
untuk menyatakan (secara serampangan) bahwa pernyataan Ilahi
telah diubah dan bahwa hanya akan ada satu Umat di akhir zaman
Sejarah. Orang-orang yang memegang keyakinan serampangan ini
akibatnya berpandangan bahwa al-Masīh akan kembali sebagai
anggota umat Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل daripada
memimpin umatnya sendiri.
Karena kita tidak memiliki informasi semacam itu dalam Al-
Qur'an bahwa Tuhan mengubah pernyataan-Nya bahwa Dia
mengutus al-Masīh kepada orang Israel, dan karena kita tidak
memiliki bukti bahwa Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل pernah
dengan jelas menyatakan bahwa itu telah diubah, implikasinya
yaitu bahwa saat al-Masīh kembali, dia akan kembali ke orang
yang sama kepada siapa dia pertama kali diutus. Satu-satunya
perbedaan yaitu bahwa mereka ditunjuk pada waktu itu sebagai
Bani Isrāīl, dan mereka akan ditunjuk pada saat dia kembali sebagai
Ahl al-Kitāb,. Perubahan nama ini akan memungkinkan orang-orang
yang bukan orang Israel, namun menjadi orang Yahudi dan Kristen
untuk dimasukkan ke dalam sekelompok kaum yang kepadanya al-
Masīh diutus kembali.
Justru karena al-Masīh sejati harus memerintah dunia dari
Yerusalem untuk mengembalikan zaman keemasan saat Negara
Suci Israel Sulaiman yaitu Negara penguasa di dunia (sebagaimana
Sulaiman memerintah dunia dari Yerusalem) maka Dajjal al-Masih
Palsu, akan diwajibkan untuk mendirikan Negara Israel palsunya
dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya sehingga dia (Dajjal) juga,
dapat mendirikan pemerintahannya atas dunia, yaitu Pax Judaica,
dari Yerusalem.
Buku ini tidak memberikan penjelasan yang komprehensif
tentang Dajjal Al Masih Palsu, atau Antikristus; namun kami telah
memberikan beberapa penjelasan tentang subjek ini dalam
buku-buku lain yang telah kami tulis, dan kami bermaksud untuk
177
memberikan lebih banyak informasi dan analisis tentang subjek
ini dalam buku kami yang lain yang akan mengikuti buku ini
Insya Allah.
Karena al-Masīh akan memerintah dunia dari Yerusalem
dan (karenanya) juga memerintah atas umatnya, yaitu orang-orang
Israel (dari kota suci yang sama) ia harus mendirikan Negara Suci
Israel, atau Negara Khilafah, dengan Yerusalem sebagai modal. Lalu
apa yang akan menjadi hubungan al-Masīh dengan ummat Nabi
Muhammad وسلم عليه للا صل ?
Pertama yang kita temukan yaitu bahwa subjek hubungan
al-Masīh dengan umat Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل
menjelaskan munculnya seorang Imam dan Khalfah, yang akan
dikenal sebagai Imam al-Mahdi, yang memerintah atas Umat Nabi
Muhammad وسلم عليه للا صل akan didirikan secara Ilahi sesaat
sebelum al-Masīh diutus kembali. Pembaca akan belajar bahwa
subjek ini menyampaikan manifestasi dari kebijaksanaan Ilahi dalam
segala keagunganNya.
4.2 Al-Masih dan al-Imam
Meskipun al-Masīh akan kembali ke komunitas atau ummat
Yahudi dan Nasrani, dan bukan kepada ummat Nabi Muhammad
وسلم عليه للا صل dia tetap harus berinteraksi dengan komunitas
pengikut Nabi karena baik umat Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل
, maupun umat Nabi Isa al-Masīh, akan ditempatkan dalam agama
Islam yang sama, dan Allah dzat Maha Tinggi mengajarinya Al-
Qur'an dan kemudian memberinya kebijaksanaan dengan
mengajarinya kitab-kitab kepada umatnya, yaitu Taurat dan Injil,
karena dia akan harus membimbing kedua komunitas atau ummat
Dia tidak dapat melakukan semua itu saat dunia Muslim
diorganisir sebagai segudang Negara-bangsa, yang merupakan
monarki atau negara republik. Sebaliknya, al-Masih harus kembali
178
ke dunia Muslim yang akan dipersatukan kembali dengan Khalifah,
atau penguasa yang sah, yang memerintah atas satu Negara
Khilafah, atau Negara Suci, dengan ibukotanya di Makkah. Ini akan
membuka jalan sekaligus memudahkan al-Masīh untuk kemudian
melakukan hal yang sama di Yerusalem.
Oleh karena itu, kepemimpinan dunia Islam yang sangat
terpecah belah tidak dapat dibiarkan karena ditentukan oleh
keinginan dan khayalan orang-orang yang tidak pernah dapat
memulihkan persatuan dalam barisan mereka, dan yang secara
konsisten menolak untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an dalam hal
ini dari perilaku Negara.
Mereka kemungkinan kekurangan pengetahuan tentang Al-
Qur'an, serta kitab-kitab sebelumnya. Pembaca yang budiman
sekarang dapat lebih memahami kebijaksanaan dan alasan campur
tangan Tuhan untuk memastikan (pada saat kritis saat al-Masīh
akan kembali) bahwa umat Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل
dipersatukan di bawah seorang pemimpin yang sah yang akan
memimpin sesuai dengan petunjuk Tuhan yang ada dalam Al-
Qur'an, daripada pendidikan yang kurang memadai dan salah jalan
yang berasal dari Dār al-Ulm (yaitu, lembaga-lembaga kuno yang
mendidik banyak sarjana Islam kontemporer), juga kebijaksanaan
politik dan konstitusional konvensional. Dalam konteks inilah Nabi
Muhammad وسلم عليه للا صل menubuatkan kedatangan seorang
Imam dari keturunannya, yang dikenal sebagai al-Mahdi, yang akan
mendirikan pemerintahannya atas sisa-sisa umat Nabi sebagai
persiapan untuk kembalinya Al-Masih.
Abῡ Hurairah mengutip sabda Nabi sebagai berikut :
كيف أنتم إذا نازلة إبن مريم فيكم و إمامكم منكم
(Sahih Muslim)
179
Bagaimana keadaan kalian saat (betapa indahnya bagi kalian),
saat putra Maryam turun di antara kalian dan Imam Anda (atau
pemimpin) diantara kalian?
Nubuat Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل ini menunjukkan
bahwa Negara Khilafah yang sah (atau Negara Suci) yang didirikan
oleh Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل pada masa hidupnya, akan
dipulihkan sebelum kembalinya al-Masīh. Dia juga menubuatkan
bahwa Imam, atau Khalifah, yang akan memerintah umat Islam pada
saat itu, akan menjadi keturunannya, dan akan dikenal sebagai al-
Mahdi :
َمْهِدي
ْ
، ال
ِمّنِ
َ
ْجل
َ
َجْبَهِة، أ
ْ
ّنَ ال
ْ
ق
َ
ِف، أ
ْ
ن
َ ْ
اْل
أ َ
ْرَض َيْمل
َ ْ
ا اْل
ً
، ِقْسط
ا
ًل
ْ
َما َوَعد
َ
ك
ْ
ت
َ
ِلئ مأ
ًما، َجْوًرا
ْ
ل
ُ
َوظ
أ
َّ َسْبعَ َيْمِلك ِسِني
(Sunan Abu Dawud)
Al-Mahdi akan menjadi milikku dan akan memiliki dahi yang lebar
dan hidung yang menonjol. Dia akan mengisi bumi dengan keadilan
dan keadilan karena dipenuhi dengan penindasan dan tirani, dan
dia akan memerintah selama tujuh tahun.
Sejak Nabi yang diberkahi menubuatkan kedatangan Imam
dari keturunannya yang akan memerintah dunia Islam dalam
persiapan untuk kembalinya al-Masīh, kami menyimpulkan bahwa
dia akan memulihkan Negara Khilafah pada waktu itu, dengan Mekah
sebagai ibu kotanya. Namun, Nabi juga menubuatkan bahwa al-
Masīh akan menjadi penguasa yang akan memerintah dengan adil.
karenanya, al-Masih tidak akan dikirim ke selain kepada Ahl-al-Kitāb,
dia harus mendirikan “Khilafahnya” sendiri (atau Negara Suci) dengan
Yerusalem sebagai ibu kotanya. Dunia kemudian akan menyaksikan
dua Negara Khilafah, atau Negara Suci, yang berdiri berdampingan.
Salah satunya akan berfungsi sesuai dengan Syariah (atau hukum)
yang diwahyukan dalam Al-Qur’an, dan yang lainnya sesuai dengan
yang diwahyukan dalam Taurat dan Injil.
180
Pembaca kami dapat dengan mudah mengantisipasi masalah
yang akan muncul bagi mereka yang berasal dari Negara Khilafah
yang berbeda dan mengikuti Syari'ah atau hukum suci yang berbeda.
Hukum mana yang harus didahulukan dalam hal-hal (misalnya) yang
menghubungkan kedua Negara? Kita sekarang dapat mengenali
kebijaksanaan Ilahi yang bekerja saat Allah dzat Maha Tinggi
mengajarkan al-Masīh, tidak hanya Taurat dan Injil, namun juga Al-
Qur’an, dan menganugerahkan kepadanya kebijaksanaan untuk
menavigasi antara dua sistem hukum :
… ْ ۚ ت كَْ َواِذْ بَْ َعل م َمةَْ ال ِكت ىةَْ َوال ِحك ر ن ِجي لَْ َوالت و ِ َواْل …
(Qur’ān, al-Maidah, 5:110)
Dan bagaimana aku mengajarimu Kitāb, yaitu Al-Qur'an, dan
hikmah, dan aku mengajarimu Taurat dan Injil…
Seharusnya tidak sulit bagi pembaca untuk mengenali (dari
ayat Al-Qur'an di atas) rencana Ilahi di mana itu akan menjadi fungsi
al-Masīh, daripada Imam al Mahdi, yaitu untuk berfungsi sebagai
pemandu tertinggi dan hakim tertinggi dalam semua hal di mana
dua ummat yang berbeda akan berdiri membutuhkan bimbingan,
dan keputusan hukum. Mengapa lagi Allah Maha Tinggi
mengajarkan al-Masīh apa yang diajarkannya (kitab-kitabNya-Red)
dan menganugerahkan kebijaksanaan padanya?
4.3 Turunnya al-Masīh Secara Dramatis di Sebuah Masjid di
Damaskus
Sekarang kita beralih ke peristiwa aktual yang akan menjadi
saksi kembalinya al-Masīh ke dunia ini. Nabi Muhammad للا صل
وسلم عليه mengungkapkan (karena hanya seorang Nabi yang dapat
mengungkapkan) bahwa al-Masīh akan turun dari langit dengan
tangan bertumpu pada sayap dua malaikat, dan bahwa ia akan turun
181
di sebuah Masjid di Damaskus. Kami bahkan memiliki informasi
tentang warna pakaiannya dan penampilan fisiknya. Dia akan turun
ke Masjid tepat saat Imam al-Mahdi akan memimpin umat Islam
dalam shalat berjamaah :
(Sahih Muslim)
… Pada saat inilah Allah akan mengutus Yesus, putra Maryam, dan
dia akan turun di menara putih di sisi timur Damaskus dengan
mengenakan dua pakaian yang diwarnai dengan safron dan
meletakkan tangannya di atas sayap dua Malaikat. saat dia
menundukkan kepalanya, akan keluar butiran-butiran keringat dari
kepalanya, dan saat dia mengangkatnya, butiran-butiran seperti
mutiara akan berhamburan darinya. Setiap orang kafir yang
182
mencium nafas Almasih akan mati, dan nafasnya akan mencapai
sejauh yang dia bisa lihat.
Kita sekarang mengetahui hal pertama yang akan terjadi saat
al-Masīh kembali, bahwa nafasnya mencapai sejauh mata
memandang, dan nafasnya akan menyebabkan kematian bagi setiap
orang kafir yang dijangkaunya. Agar seseorang memenuhi syarat
sebagai seorang kafir (bagaimanapun) ia harus telah menerima, dan
dengan sadar menolak, Kebenaran yang diwahyukan dalam Taurat,
Injil dan Al-Qur'an, karena ini yaitu kitab suci terakhir yang
diturunkan, dan karenanya juga telah menolak Yesus السالم عليه
sebagai al-Masīh dan menolak Muhammad وسلم عليه للا صل sebagai
Nabi terakhir Allah SWT (berkah Allah atas mereka berdua).
al-Imam akan mengenali al-Masīh, dengan cara yang sama
seperti yang dilakukan Yohanes Pembaptis saat pertama kali dia
datang. Dengan demikian, implikasi pertama dari turunnya al-Masīh
di Masjid ini yaitu identifikasi positif dari al-Masīh. Allah SWT
tidak membiarkan subjek ini menjadi sebuah kebetulan, namun pada
kedua kesempatan itu Dia mengangkat seseorang yang istimewa
yang fungsinya untuk mengidentifikasi al-Masīh.
al-Imām akan mengajak al-Masīh untuk memimpin shalat
berjamaah.
Jika al-Masīh diutus kembali menjadi “Ummati”, yaitu sebagai
anggota umat Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل , maka dia wajib
menurut Syari'ah atau hukum suci yang ditetapkan untuk Ummat
Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل di mana seorang Nabi wajib selalu
memimpin shalat kecuali dalam keadaan sakit parah), menerima
ajakan memimpin shalat, atau shalat berjamaah, dengan Imam al-
Mahdi shalat di belakangnya. Implikasi dari tindakan ini yaitu
183
bahwa al-Masīh kemudian secara otomatis akan menjadi Khalifah
(atau pemimpin) umat Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل .
Sebaliknya, Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل memberi tahu
kita bahwa al-Masīh akan menolak ajakan ini , dan menasehati
Imam untuk memimpin shalat :
(Sahih Muslim)
Kemudian Yesus akan turun, dan Amir (atau pemimpin) umat Islam
akan memintanya untuk memimpin Salat, atau doa; Dia akan
menolak sambil mengatakan: Anda yaitu pemimpin satu sama
lain. Allah telah menganugerahkan Karam, yakni kemuliaan,
kepada umat ini.
Seharusnya mudah bagi pembaca kami yang baik hati untuk
memahami mengapa al-Masīh harus menolak tawaran Imam untuk
memimpin shalat. Jika dia telah menerima tawaran dan memimpin
shalat dengan al-Imam (imam mahdi-Red) shalat di belakangnya,
maka menurut hukum Syari'ah yang diturunkan bersama Al-Qur'an
dan dilaksanakan oleh Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل , dia akan
segera berasumsi posisi Amir atau pemimpin Umat Muhammad
وسلم عليه للا صل dan dengan berbuat demikian dia akan melanggar
peran yang ditetapkan oleh Tuhan yang diberikan kepadanya yang
membatasi dia (sebagai seorang Amir) untuk Bani Isrāīl saja, dengan
184
kata lain, Ahl al- Kitab (yakni Yahudi dan Nasrani) saja yang akan
mengikutinya pada saat dia kembali.
Orang jahil yang menyatakan (dengan serampangan) bahwa
al-Masīh akan diturunkan, dan tidak akan kembali sebagai seorang
Nabi, harus mempersiapkan diri untuk membela kebohongan itu di
pengadilan Allah pada Hari Penghakiman.
4.4 Implikasi al-Masīh Bergabung Melaksanakan Shalat yang
Diimami oleh al-Imām
Al-Masīh kemudian akan bergabung dengan jamaah dalam
melakukan Salat berjamaah yang dipimpin oleh Imam. Ada
beberapa Implikasi yang kami dapatkan dari peristiwa ini :
Pertama, dengan mengirimkan Al-Masīh kembali ke dunia
ini dengan turun ke Masjid pada saat shalat berjamaah, bukan ke
gereja, katedral atau sinagog, atau tempat lain. Inilah Kebijaksanaan
Ilahi yang telah mengatur tahapannya, dari saat pertama
kedatangannya, al-Masih akan meluruskan ummat Nabi
Muhammad وسلم عليه للا صل yang telah tercuci-otaknya (dengan
faham yang salah-Red) sebelum dia mengarahkan perhatiannya
kepada pengikutnya sendiri. Keterlibatan dengan umat selain
umatnya ini, akan menjadi salah satu masalah yang paling
menantang dalam misinya, dan Allah تعاىل و سبحانه menetapkan
bahwa dia harus mulai membahasnya (dengan ummat nabi
Muhammad وسلم عليه للا صل pada waktu itu-Red) sejak saat
kedatangannya. Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل (dalam suatu
hadits-Red) pernah memperingatkan suatu waktu saat tidak ada
yang tersisa dari Islam kecuali hanya namanya saja, maka tidak
mengherankan bahwa Al-Masīh harus memulai misinya
(sekembalinya) dalam keterlibatan dengan para pengikut Nabi
Muhammad وسلم عليه للا صل .
185
‘Dari ‘ali berkata, Bersabda Rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam,
“Akan segera datang kepada umat manusia saat tidak ada lagi
Islam selain namanya, dan tidak ada lagi Al-Qur’an kecuali
tulisannya. Masjid mereka (bentuk jamak dari Masjid) yaitu
bangunan-bangunan besar namun kosong dari petunjuk, Ulama
mereka (yakni para ulama Islam) yaitu orang-orang terburuk di
bawah langit, dari mulut-mulut mereka keluar fitnah dan
(sungguh, fitnah) itu akan kembali kepada mereka.”
Pembaca Kristen akan tercengang mengetahui hal-hal yang
harus diajarkan oleh al-Masīh kepada Muslim yang telah dicuci
otaknya. Dia harus menjelaskan kepada mereka (misalnya) bahwa
dia masih seorang Nabi, dan tidak ada seorang pun selain Tuhan
yang dapat membatalkan pengangkatannya sebagai seorang Nabi.
Dia juga harus menyatakan kepada mereka (dengan tegas) bahwa
al-Masīh tidak dikirim kepada mereka; melainkan Allah telah
mengirim dia kembali ke pengikutnya sendiri. Oleh karena itu,
186
Muslim yang dicuci otaknya harus menerima bahwa dia (al-Masīh)
bukan anggota Ummat Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل .
Kedua, dengan berpartisipasi dalam shalat berjamaah di
Masjid, dengan shalat yang dilakukan sesuai dengan syariat yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل , al-Masīh
memiliki pesan kepada para pengikutnya sendiri yang menegaskan
bahwa Al-Qur'an yaitu Firman Yang Diwahyukan dari Tuhan Yang
Maha Esa, dan karenanya Kebenaran mutlak ada di dalam Al-Qur'an.
Itu juga akan menyampaikan konfirmasi kepada para pengikutnya
bahwa Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل memang seorang Nabi
dari Tuhan Yang Maha Esa.
Ketiga, saat dia menegaskan (melalui partisipasi dalam
shalat berjamaah yang dipimpin oleh Imam al-Mahdi) bahwa Al-
Qur'an memang Firman Tuhan Yang Maha Esa, pesan yang dikirim
kepada para pengikutnya yaitu bahwa apa pun yang dikatakan Al-
Qur'an tentang dia yaitu benar. Oleh karena itu kepercayaan
Kristen dalam Allah Tritunggal, dan al-Masīh sebagai Anak Allah,
akan dikonfirmasi sebagai suatu kesalahan; dan begitu juga
kepercayaan yang dianut oleh semua orang Kristen tentang
penyalibannya.
Keempat, saat al-Masīh bersama para pengikut Nabi
Muhammad وسلم عليه للا صل , dia akan Shalat berjama’ah sesuai
dengan tuntunan Syari'at yang diturunkan dalam Al-Qur'an, dan
karenanya Shalatnya akan mengarah ke Makkah; namun saat dia
(al-Masih-Red) bersama para pengikutnya, dia akan Shalat
berjama’ah sesuai dengan hukum Syari’at sebelumnya yang
diturunkan dalam Taurat dan Injil, dan karenanya mengarah ke
Yerusalem. Oleh karena itu akan ada kesamaan antara perilaku al-
Masīh saat ia bersiap untuk menegakkan syariahnya, sambil
mengakui validitas syariah kedua yang berfungsi di sampingnya, dan
187
perilaku Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل saat dia tiba di Yatsrib
setelah melakukan Hijrah (atau migrasi) dari Mekah. Dia berpuasa
selama tujuh belas bulan dengan orang-orang Yahudi di Madinah
sesuai dengan syariat mereka yang diturunkan dari Taurat. Dia juga
Shalat selama tujuh belas bulan ke arah kiblat mereka yaitu
Yerusalem, Dia akan melaksanakan Shalat sesuai dengan tuntunan
syariat yang diturunkan kepadanya.
Kami membuat komentar penting ini karena kepercayaan
yang dianut oleh banyak Muslim bahwa Yesus tidak akan diutus
kembali ke orang Israel, akan namun namun mereka berpendapat
bahwa Allah akan mengirimnya kembali sebagai ummat Nabi
Muhammad وسلم عليه للا صل . pandangan ini tampaknya mengarah
ke sana karena Hadits yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad
وسلم عليه للا صل berada di awal umat, Yesus السالم عليه berada di
akhir, dan Imam al-Mahdi berada di antara mereka. Orang-orang
seperti itu yakin bahwa Sejarah akan berakhir hanya dengan satu
Din atau agama, dan akibatnya mereka menyimpulkan (secara
keliru) bahwa hanya satu ummat yang akan bertahan pada akhir
Sejarah. Memang benar, bahwa Sejarah akan berakhir dengan
hanya satu Millah, atau cara hidup kolektif, dan itu akan menjadi
cara hidup Islam, yaitu tunduk kepada Tuhan yang esa, Nabi
Muhammad menyatakan seperti ini :
188
Allah akan memusnahkan semua cara hidup kolektif (religius atau
non-religius) pada saat kembalinya al-Masih, kecuali Islam, yakni
cara hidup kolektif orang-orang yang berserah diri kepada Tuhan.
Memang, Al-Qur'an telah tiga kali menyatakan bahwa
agama Islam, yaitu agama ketundukan kepada Tuhan Allah, pada
akhirnya akan menang atas semua saingan.
َسلَْ ال ِذي ْٰٓ ه وَْ لَهْ اَر ِهَرهْ ال َحق ِْ َوِدي نِْ ِبال ه د ى َرس و ي نِْ َعلَى ِلي ظ الد ِ
ْ نَْ َكِرهَْ َولَوْ ك ل ِه ِرك و ش ال م
(Qur’ān, at-Taubah, 9:33)
Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk
dan dengan agama yang haq, agar pada akhirnya Dia
memenangkannya atas semua saingan — betapapun tidak
menyenangkannya ini bagi orang-orang yang menyembah selain
Tuhan Yang Maha Esa.
(ayat senada lihat juga di Qur’an surah so al-Fath, 48:28, and al-Saff 61:9)
Sementara Tuhan telah dengan jelas menyatakan bahwa
hanya agama Kebenaran yang akan menang, sebagai cara hidup
kolektif yaitu (sebagai pemerintahan) pada akhir Sejarah, Dia tidak
pernah menyatakan bahwa hanya akan ada satu ummat, atau
komunitas agama (pada saat kembalinya al-Masīh) di dalam agama
Kebenaran itu!
4.5 Akankah jika Al-Masih Kelak Kembali Menjadi Umat Nabi
Muhammad?
Ada banyak Muslim yang percaya bahwa hanya Ummat
Muhammad وسلم عليه للا صل (dan tidak ada yang lain) akan
189
memenuhi syarat untuk dimasukkan dalam satu agama Kebenaran,
yaitu agama Islam (Islam berarti tunduk kepada Tuhan Allah yang
esa) yang akan menang di akhir Sejarah, dan karenanya hanya akan
ada satu Umat yang ada di dunia saat Almasih kembali. Bukti dari
Al-Qur’an yang sekarang kami hadirkan, memperjelas bahwa
pandangan seperti itu salah.
Jika Yesus السالم عليه harus kembali sebagai anggota umat
Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل , itu berarti bahwa ia harus
menjadi pengikut Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل . Selain itu,
semua orang yang mengikuti Yesus السالم عليه juga harus menjadi
pengikut Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل , dan tidak lagi menjadi
pengikut al-Masīh, yang umatnya tidak akan ada lagi.
Jika Ummah al-Masīh tidak ada lagi, implikasinya yaitu
dia tidak akan memiliki pengikut di akhir Sejarah; namun hal itu akan
bertentangan dengan beberapa ayat Al-Qur'an, beberapa di
antaranya telah disebutkan sebelumnya dalam buku ini.
Pertama, jika al-Masih kembali sebagai anggota umat Nabi
Muhammad وسلم عليه للا صل , implikasinya yaitu bahwa hukum
Syariat yang diwahyukan dalam Taurat dan Injil, akan menjadi
usang. Hal ini terjadi karena hanya akan ada satu umat pada saat itu,
dan karenanya hanya satu Syariat yang akan berlaku pada akhir
Sejarah. Itu akan menjadi Syariah yang diwahyukan dalam Al-
Qur'an.
namun jika itu benar, lalu mengapa Allah Maha Tinggi
mengajarkan Al-Qur’an kepada Yesus السالم عليه , dan kemudian
memberinya kebijaksanaan, dan kemudian mengajarinya Taurat
dan Injil juga?
ت كَْ َواِذْ بَْ َعل م َمةَْ ال ِكت ىةَْ َوال ِحك ر ِْ َوالت و ن ِجي لََْواْل
(Qur’ān, al-Maidah, 5:110)
… Aku mengajarimu, ya Yesus, Kitāb, yaitu Al-Qur’an, dan
memberimu kebijaksanaan, dan mengajarimu Taurat dan Injil …
Hanya ada satu penjelasan logis bagi Allah untuk
mengajarkan Al-Qur’an kepada Yesus السالم عليه , disisi lain juga
mengajarkan Taurat dan Injil, lalu kemudian memberikan
kebijaksanaan kepadanya di antaranya. Hal itu pasti karena dia
(Yesus) akan membutuhkan pengetahuan tentang ketiga kitab suci
saat dia kembali, dan akan membutuhkan kebijaksanaan untuk
menerapkan pengetahuan itu sambil berfungsi sebagai panduan
bagi dua komunitas agama; maka saat dia kembali akan ada umat
yang akan mengikuti Taurat dan Injil — yang akan dia pimpin, dan
yang lain akan mengikuti Al-Qur'an dan akan dipimpin oleh Imam al-
Mahdi, dan Almasih akan menjadi pembimbing tertinggi sebagai
guru dan yang memiliki otoritas hukum tertinggi untuk hal-hal yang
timbul dalam setiap ummat, dan di antara dua ummat. Peran itu
tidak dapat dicapai tanpa kebijaksanaan yang dianugerahkan
kepadanya oleh Allah تعاىل و سبحانه . Tidak ada penjelasan logis dan
kredibel lain dari ayat Al-Qur'an yang diberkahi ini.
Kesimpulan kami yaitu bahwa Sejarah akan berakhir
dengan Yesus السالم عليه sebagai pembimbing tertinggi, otoritas
hukum tertinggi dan otoritas spiritual tertinggi, bagi umat Islam
yang mengikuti Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل , serta bagi para
pengikutnya yang mengikutinya.
Kedua, Alqur’an dengan jelas menegaskan bahwa al-Masīh
akan memiliki umatnya hingga akhir dunia, karena akan ada orang-
orang yang mengikutinya hingga akhir dunia:
كَْ ال ِذي نَْ َوَجاِعلْ قَْ ات َبع و ا ال ِذي نَْ فَو و ٰٓ ى َكفَر مِْ اِل َمةِْ َيو ال ِقي
(Qur’ān, ali-Imran, 3:55)
… Dan aku akan menempatkan orang-orang yang mengikutimu
[jauh] di atas dan berkuasa atas orang-orang yang menolakmu,
sampai Hari Kebangkitan…
Ayat Al-Qur’an di atas dengan jelas menyatakan bahwa para
pengikut Yesus السالم عليه akan diangkat oleh Allah تعاىل و سبحانه ke
posisi dominan di dunia; dan saat itu terjadi, mereka akan tetap
berada di posisi dominan itu sampai akhir dunia. Oleh karena itu,
pandangan bahwa mereka harus meninggalkan umat mereka dan
bergabung dengan umat Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل yaitu
bertentangan dengan Al-Qur’an, dan karenanya kami berpandangan
bahwa pendapat ini yaitu keliru.
Ketiga, Al-Qur'an telah dengan sangat jelas menyatakan
bahwa suatu kaum yang ditunjuk sebagai Ahl al-Kitāb akan tetap
menjadi Ahl al-Kitāb selama Yesus السالم هعلي hidup, karena mereka
semua harus menegaskan kepercayaan mereka kepadanya sebagai
Almasih sebelum dia (Yesus) wafat. Jika pada saat Yesus السالم عليه
kembali, orang-orang seperti itu diwajibkan untuk menjadi anggota
umat Nabi Muhammad وسلم ليهع للا صل , sudah jelas bahwa mereka
tidak lagi disebut sebagai Ahl al-Kitab:
نْ َواِنْ بِْ اَه لِْ م ِ ْ ال ِكت ِمَننْ اِْل ِتهْ قَب لَْ ِبهْ لَي ؤ مَْ َمو َوَيو َمةِْ ۚ ال ِقي
نْ َشِهي دًاْ َعلَي ِهمْ يَك و
(Qur’ān, an-Nisa, 4:159)
… Dan aku akan menempatkan orang-orang yang mengikutimu
[jauh] di atas dan berkuasa atas orang-orang yang menolakmu,
sampai Hari Kebangkitan…
Ayat Al-Qur'an di atas dengan jelas menginformasikan
kepada kita bahwa akan ada orang-orang Ahl al-Kitāb (yakni Yahudi
dan Nasrani) di dunia saat al-Masīh kembali, dan bahwa mereka
semua pada akhirnya harus beriman kepadanya sebelum
meninggal. dia (yaitu Mesias) mati. Oleh karena itu, selama al-Masīh
masih hidup akan selalu ada kemungkinan beberapa anggota Ahl
alKitāb yang tersisa di dunia harus menerima dia sebagai al-Masīh.
saat mereka menerimanya sebagai al-Masīh, mereka kemudian
harus percaya padanya dan mengikutinya. Al-Qur'an tidak pernah
mengatakan bahwa mereka harus percaya kepada al-Masīh, namun
tetap mengikuti Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل .
Keempat, Al-Qur’an telah dengan sangat jelas menyatakan
bahwa Allah SWT menciptakan beberapa komunitas ummat agama
yang berbeda di dalam Din (atau agama) Islam. Dia melanjutkan
dengan menyatakan (dengan sangat jelas) dan dalam beberapa ayat
Al-Qur’an, bahwa jika Dia menginginkannya, Dia dapat
menyebabkan seluruh umat manusia menjadi satu umat, namun Dia
tidak melakukannya! Oleh karena itu, daripada hanya satu umat
yang berlaku pada saat kembalinya al-Masīh, umat al-Masīh akan
mempertahankan identitasnya yang terpisah hingga kembali
kepada Allah SWT:
َعةًْ ِمن ك مْ َجعَل َنا ِلك ل ْ ِمن َهاًجا ِشر َولَوْ و ءَْ ۚ ةًْ لََجعَلَك مْ ّللٰا ْ َشاٰۤ ا م
اِحدَةًْ ِكنْ و ل ىك مْ َمآْٰ فِيْ ِل َيب ل َوك مْ و ت تَِبق وا ا ِتْ فَاس ّللٰاِْ اِلَى ال َخي ر
ِجع ك مْ َنْ فِي هِْ ك ن ت مْ بَِما فَي َنب ِئ ك مْ َجِمي عًا َمر تَِلف و تَخ
(Qur’ān, al-Maidah, 4:58)
Kepada masing-masing dari kamu telah Kami tetapkan hukum dan
cara hidup yang berbeda. Dan jika Allah menghendaki, Dia pasti
bisa menjadikan kalian semua satu umat, yaitu, satu komunitas
agama; namun Dia berkehendak sebaliknya untuk menguji kamu
dengan apa yang telah Dia berikan kepadamu. Bersaing,
kemudian, dengan satu sama lain dalam melakukan pekerjaan
baik! Kepada Allah kalian semua harus kembali (sebagai umat
beragama yang berbeda); dan kemudian Dia akan membuat Anda
benar-benar memahami semua yang Anda biasa berbeda
Berikut yaitu ayat-ayat Al-Qur'an lainnya yang
menyatakan bahwa Allah SWT bisa saja membuat semua umat
manusia menjadi satu ummat, atau komunitas agama, namun Dia
memilih untuk tidak melakukannya.
ءَْ َولَوْ ةًْ الن اسَْ لََجعَلَْ َربُّكَْ َشاٰۤ اِحدَةًْ ا م َْلْ و نَْ و َيَزال و
تَِلِفي َنْ خ م
(Qur’ān, Hud, 11:118)
Dan jika Tuhanmu menghendaki demikian, Dia pasti dapat
menjadikan seluruh umat manusia satu umat; namun Dia
berkehendak sebaliknya, dan akibatnya, mereka terus menganut
pandangan yang berbeda.
ءَْ َولَوْ ةًْ لََجعَلَك مْ ّللٰا ْ َشاٰۤ اِحدَةًْ ا م ِكنْ و ل ءْ َمنْ يُِّضلُّْ و ي َشاٰۤ
ِديْ ء ْ َمنْ َوَيه ـَٔل نْ ي َشاٰۤ ا َولَت س نَْ ك ن ت مْ َعم تَع َمل و
(Qur’ān, an-Nahl, 16:93)
Karena, seandainya Allah menghendaki, Dia pasti bisa menjadikan
kalian semua satu umat; namun Dia tidak melakukannya dan, oleh
karena itu, Dia membiarkan sesat dia yang ingin tersesat, dan
membimbing dengan benar dia yang ingin dibimbing; dan kamu
194
pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas semua yang pernah
kamu lakukan
ءَْ َولَوْ مْ ّللٰا ْ َشاٰۤ ةًْ لََجعَلَه اِحدَةًْ ا م ِكنْ و ل ءْ َمنْ يُّد ِخلْ و فِيْ ي َشاٰۤ
ْ َمِته نَْ َرح و مْ َما َوالٰظِلم نْ لَه ِلي ْ م ِ َْلْ و َنِصي رْ و
(Qur’ān, asy-Syura, 42:8)
Sekarang jika Allah menghendaki, Dia pasti bisa membuat mereka
semua menjadi satu umat; namun Dia tidak melakukannya, dan
karena itu Dia mengakui kepada kasih karunia-Nya dia yang ingin
diterima, sedangkan para pelaku kejahatan tidak akan memiliki
siapa pun untuk melindungi mereka dan tidak ada yang akan
membantu mereka di Hari Penghakiman.
Al-Qur'an bahkan melanjutkan penjelasannya bahwa
seluruh umat manusia akan (mungkin) telah menjadi satu umat jika
Allah menawarkan kepada orang-orang kafir rumah-rumah dengan
atap perak, dll. namun Dia tidak melakukannya justru karena bukan
kehendak-Nya bahwa mereka semua harus melakukannya menjadi
satu umat :
َْلْٰٓ نَْ اَنْ َولَو ةًْ الن اسْ ي ك و اِحدَةًْ ا م ف رْ ِلَمنْ ل َجعَل َنا و ي ك
نِْ م ح ِتِهمْ ِبالر نْ س ق فًا ِلب ي و ةْ م ِ َمعَاِرجَْ فِض َعلَي َها و
َنْ و َهر يَظ
(Qur’ān, az-Zukhruf, 43:33)
Dan seandainya tidak ada kemungkinan bahwa hal itu dapat
mengakibatkan seluruh umat manusia, terpikat oleh kekayaan
ini , menjadi satu umat, Kami mungkin benar-benar telah
menyediakan bagi mereka yang [sekarang] mengingkari Allah Yang
Maha Pemurah, atap perak untuk rumah mereka, dan tangga
[perak] untuk naik.
Implikasi dari ayat di atas cukup jelas, yaitu sebagai berikut:
karena bukan kehendak Allah bahwa seluruh umat manusia menjadi
satu umat, Dia tidak akan memberi orang-orang kafir atap dan
tangga dari perak.
Kelima, para murid meminta al-Masīh untuk meminta Allah
Maha Tinggi menurunkan bagi mereka sebuah meja yang berisi
makanan matang; mereka membuat permintaan ini agar dapat
mengkonfirmasi kebenaran pesannya kepada mereka. Ini yaitu
subjek yang sangat penting sehingga sebuah Surat Al-Qur’an diberi
nama Surat al-Māidah.
al-Masīh menjawab permintaan mereka dengan doa
kepada Tuhan yang tercatat dalam Al-Qur’an:
َيمَْ اب نْ ِعي َسى قَالَْ َنا اَن ِزلْ َرب َنآْٰ اللهم َمر ىِٕدَةًْ َعلَي نَْ َماٰۤ ءِْ ِم الس َماٰۤ
نْ ِلَنا ِعي دًا لََنا تَك و َو ِخِرَنا ْل ِ َيةًْ َوا ن كَْ َوا َنا ِم ق ز َخي رْ َواَن تَْ َوار
الٰرِزقِي نَْ
(Qur’ān, al-Maidah, 5:114)
Kata Yesus, putra Mariam: “Ya Allah, Tuhan kami! Turunkan kepada
kami hidangan dari Surga: hal itu akan menjadi perayaan yang
selalu berulang bagi kami—untuk yang pertama dan yang terakhir
196
dari kami—dan sebuah tanda dari-Mu. Dan berilah kami rezeki
kami, karena Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki!”
Kita harus mengajak para pembaca kita untuk
memperhatikan dengan seksama bahwa hanya para pengikut al-
Masīh yang, pada waktu itu, merayakan Hari Raya ini; karenanya
mereka yaitu orang-orang yang disebut dalam ayat Al-Qur’an
sebagai yang pertama dari kami. Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل
tidak pernah merayakan hari raya ini, dan karenanya tidak ada
Muslim yang dapat melakukannya tanpa melakukan dosa “bid'ah”.
Oleh karena itu, jelas bagi orang yang paling keras kepala sekalipun
bahwa Muslim tidak dapat memenuhi syarat sebagai yang terakhir
dari kita yang, menurut Al-Qur’an, akan merayakan pesta itu saat
al-Masīh kembali.
Kesimpulan kami yaitu bahwa ayat Al-Qur’an di atas telah
dengan jelas menetapkan bahwa al-Masīh akan memiliki pengikut,
saat dia kembali, yang akan merayakan hari raya yang dilarang
untuk dirayakan oleh para pengikut Nabi Muhammad عليه للا صل
Oleh karena itu al-Masīh akan memiliki pengikut yang tidak . وسلم
termasuk umat Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل .
Akhirnya, Al-Qur'an telah menubuatkan bahwa akan ada
orang Yahudi dan Kristen yang pada akhirnya akan menerima Al-
Qur'an sebagai Firman Tuhan Yang Maha Esa, dan karenanya
menerima Muhammad وسلم عليه للا صل sebagai Utusan-Nya,
namun tetap mempertahankan identitas mereka sebagai Ahl al-
Kitāb.
بِْ اَه لِْ ِمنْ َواِنْ ِمنْ لََمنْ ال ِكت َوَمآْٰ اِلَي ك مْ ا ن ِزلَْ َوَمآْٰ ِباّلٰلِْ يُّؤ
ِشِعي نَْ اِلَي ِهمْ ا ن ِزلَْ ِْ خ نَْ َْلْ ۚ ْ ّلِلٰ و تَر تِْ َيش ي قَِلي ًلْ ثََمًنا ّللٰاِْ ِبا ْ ۚ
ىِٕكَْ
مْ ا ول ٰۤ ه مْ لَه ر ال ِحَسابِْ َسِري عْ ّللٰاَْ اِنْ ۚ ْ َرب ِِهمْ ِعن دَْ اَج
197
(Qur’ān, ali-Imran, 3:199)
Dan lihatlah, di antara Ahl al-Kitab, yakni Nasrani dan Yahudi, akan
ada orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah, dan
kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu (jamak), serta Taurat
dan Injil yang diturunkan kepada mereka. Berdiri dalam
kekaguman kepada Allah, mereka tidak mengkhianati wahyu Allah
untuk keuntungan yang remeh. Mereka akan mendapatkan pahala
mereka di sisi Tuhan mereka—karena, lihatlah, Allah sangat cepat
dalam perhitungan
Ayat ini menyampaikan lebih banyak informasi saat
memakai istilah 'kamu' dalam bentuk jamak. Implikasinya
yaitu bahwa ayat ini tidak ditujukan kepada Nabi yang
kepadanya Al-Qur’an diturunkan. Melainkan ditujukan kepada
kaum yang mengikutinya; karenanya ini merupakan nubuah tentang
peristiwa di masa depan saat orang-orang yang disbut Ahl al-Kitāb
akan menerima Al-Qur’an sebagai Firman Tuhan, dan karenanya
menerima Muhammad وسلم عليه للا صل sebagai Nabi-Nya, namun
tetap menjadi Ahl al-Kitāb.
Bukti substansial dari Al-Qur'an yang disajikan di atas telah
secara efektif menyangkal keyakinan yang dipegang oleh banyak
Muslim yang dicuci otaknya bahwa hanya akan ada Satu Umat di
akhir Sejarah, dan bahwa Yesus السالم عليه akan kembali sebagai
anggota Umat Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل .
Penulis ini memperingatkan mereka yang bertahan dengan
keyakinan mereka bahwa hanya satu umat yang akan ada di dunia
saat al-Masīh kembali, dengan peringatan bahwa saat Allah dzat
Maha Tinggi telah menyatakan sesuatu dalam Al-Qur'an dan telah
melakukannya dengan cara yang jelas dan gamblang. karena
kejelasan inilah, akan menjadi tindakan kekufuran, atau
ketidakpercayaan, untuk menolaknya.
Kita sekarang dapat menyimpulkan bahwa akhir Sejarah
akan menyaksikan hanya dua komunitas (kaum) agama yang ada, di
dunia (yaitu dua umat), secara kolektif sehingga menjadi sebuah
pemerintahan, yang keduanya akan terletak di dalam Dīn (atau
agama) Islam— yang mana yaitu agama penyerahan diri kepada
Tuhan. Masing-masing umat ini memiliki kiblatnya sendiri, yaitu
arah yang harus dituju dalam shalat. Umat pertama akan dipimpin
oleh al-Masīh, dan akan berdoa ke arah kiblatnya, yaitu Yerusalem.
Al-Qur’an sendiri menegaskan bahwa kiblat di Yerusalem tidak
dibatalkan atau dibatalkan untuk umat yang diberi kiblat :
مْ ِبتَاِبعْ اَن تَْ َوَمآْٰ … ْ قِب لَتَه مْ َوَما ۚ ْ لَةَْقِبْ ِبتَاِبع ْ َبع ض ه بَع ض …
(Qur’ān, al-Baqarah, 2:145)
… dan kamu, wahai Muhammad, tidak boleh menghadap ke arah
kiblat mereka, dan tidak seorang pun harus menghadap ke arah
kiblat orang lain …
Umat kedua akan dipimpin oleh Imam al-Mahdi, dan akan
berdoa ke arah, yaitu kiblat, Mekkah.
Semua komunitas agama lainnya akan lenyap secara
kolektif sebagai komunitas agama yang mandiri. Jika ada agama-
agama di dunia pada saat itu dengan Kebenaran apa pun dalam
kitab suci mereka, seperti Hinduisme dan Budha, maka Kebenaran
itu harus membawa mereka kepada Kebenaran yang terdapat
dalam Kitab Suci terakhir yang diturunkan kepada umat manusia
dalam Taurat, Injil, dan Kitab Suci. Al-Qur'an, kepada mana mereka
harus tunduk, dan jika tidak, mereka akan lenyap sebagai komunitas
keagamaan kolektif, atau pemerintahan.
4.6 Konfrontasi antara al-Masih Asli dan al-Masih Palsu
Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل melanjutkan untuk
mengungkapkan bahwa segera setelah Salat berakhir, al-Masīh
kemudian akan memerintahkan agar gerbang (atau barikade)
Masjid dibuka, dan saat dibuka, Dajjal al-Masih palsu atau
Antikristus, akan terlihat di luar Masjid. Dia akan diikuti oleh tujuh
puluh ribu orang Yahudi dari Isfahan (Nabi Daniel 19dilaporkan
dimakamkan di suatu tempat dekat Isfahan). Karena Hadits di atas
menggambarkan Masjid di Damaskus sebagai barikade, implikasinya
yaitu bahwa pemberontakan bersenjata di Syria mungkin tidak
akan berakhir sampai kembalinya al Masih.
Kita sekarang mengetahui informasi baru yang
menjelaskan: mengapa al Masih diutus kembali pada saat ia turun
dari langit? Mengapa dia turun di Damaskus? Dan kenapa di Masjid?
Itu karena apa yang disebut Negara Suci Israel, sekarang dipimpin
oleh Dajjal al Masih palsu atau Antikristus, akan meluncurkan invasi
militer besar-besaran ke Suriah untuk menyerang dan
menghancurkan Imam al-Mahdi, yang akan menjadi pemimpin
negara baru dan memulihkan Negara Khilafah Muslim. Tujuan dari
invasi besar-besaran militer Israel ke Suriah yaitu untuk
memaksakan Pax Judaica di dunia Muslim.
Imam akan berada di dalam Masjid, dan pasukan bersenjata
Israel, yang dipimpin oleh Dajjal, akan mengepung Masjid, dan siap
untuk menghancurkan Imam yang telah mereka pojokkan, dan yang
tidak memiliki kemungkinan untuk melarikan diri.
Sejarah kemudian akan berulang dengan sendirinya persis
seperti tentara Mesir yang sombong (yang sangat kuat) dan
penindas, di bawah komando Firaun, telah memojokkan Musa عليه
dan orang Israel di Laut Merah, sehingga tidak ada ruang السالم
untuk melarikan diri. Pada saat tentara Mesir akan bergerak untuk
membunuh, Allah SWT turun tangan dan secara ajaib membelah
laut agar Musa السالم عليه dan Bani Israil dapat melarikan diri. Dan
saat Firaun beserta bala tentara Mesir berusaha mengejar mereka
melalui celah di laut, air turun ke atas mereka dan menenggelamkan
mereka semua. Dengan cara yang persis sama, Allah akan turun
tangan untuk menyelamatkan Imam dengan mengirimkan al Masih,
yang akan turun ke dalam Masjid.
al Masih akan muncul dari Masjid setelah Sholat, kemudian
mengejar Dajjal dan membunuhnya, dan dunia akan disingkirkan
dari makhluk jahat itu:
يَمَْ ب نْ ِعيَسى َعلَي ِهمْ نََزلَْ إِذْ ب َح، َمر َمامْ ذَِلكَْ فََرَجعَْ الصُّ ِ ِشي يَن ك صْ اْل قَِري يَم ال قَه
مْ :لَه ْ يَق ولْ ث مَّْ َكتِفَي هِْ بَي نَْ يََده ْ ِعيَسى فَيََضعْ بِالنَّاِس، ي َصل ِي ِعيَسى ِليَتَقَدَّمَْ فََصِلْ تَقَدَّ
مْ بِِهمْ فَي َصِل ي .أ قِيَمتْ لَكَْ فَِإنََّها ، ه اْ :َمالْ السَّْ َعلَي هِْ ِعيَسى قَالَْ ان َصَرفَْ فَِإذَا إَِمام
وا الْ َوَوَراَءه ْ فَيَف تَحْ .ال بَابَْ ف تَح مْ وِدي ْيَهْ أَل فَْ َسب ع ونَْ َمعَه ْ الدَّجَّ َحلَّى َسي فْ ذ و ك لُّه م
،َوَساج ْ
الْ إِلَي هِْ نََظرَْ فَِإذَا عِْ َويَق ولْ َهاِربًا َويَن َطِلقْ ال َماءِْ ِفي ال ِمل حْ يَذ وبْ َكَما ذَابَْ الدَّجَّ
بَةًْ فِيكَْ ِلي إِنَّْ :َمالْ السَّْ َعلَي هِْ يَسى بِقَنِي لَنْ َضر ِرك ه ْ .بَِها تَس اللُّدِْ بَابِْ ِعن دَْ فَي د
ْ ِقيِْ َزمْ فَيَق ت ل ه ْ الشَّر ءْ يَب قَى فَْ ال يَه ودَْ للا ْ فَيَه ا َشي يَه وِديْ بِهِْ يَتََواَرى للا ْ َخلَقَْ ِممَّ
ءْ ذَِلكَْ للا ْ أَن َطقَْ إِلَّْ قََدةَْ إ َدابَّة ْ وَْ َحائِطْ وَْ َشَجرْ وَْ َحَجرْ لَْ الشَّي َشَجِرهِْ ِمنْ فَِإنََّها ال غَر
ِلَم، للاِْ َعب دَْ يَا :قَالَْ إِلَّْ تَن ِطقْ مْ س اق ت ل ه ْ فَتَعَالَْ يَه وِديْ َهذَا ال م …
(Sunan Ibnu Majah)
…Yesus putra Mariam kemudian akan turun kepada mereka. Imam
akan mundur sehingga Yesus dapat maju dan memimpin orang-
orang dalam shalat, namun Yesus akan meletakkan tangannya di
antara bahunya dan berkata kepadanya: "Maju dan shalatlah,
karena Iqāmah telah diberikan untukmu." Kemudian Imam mereka
akan memimpin mereka dalam shalat. Setelah selesai, Yesus akan
berkata: "Buka gerbangnya." Maka mereka membukanya, dan di
belakangnya akan ada Dajjal bersama tujuh puluh ribu orang
Yahudi, masing-masing membawa pedang berhias dan
mengenakan jubah kehijauan. saat Dajjal melihatnya, dia akan
mulai meleleh seperti garam yang meleleh di dalam air. Dia akan
lari, dan Yesus akan berkata: "Aku hanya punya satu pukulan
untukmu, yang tidak akan bisa kamu hindari!" Dia akan
menyusulnya di gerbang timur Ludd dan membunuhnya.
Seharusnya tidak sulit bagi pembaca untuk
membayangkan pasukan penyerbu Israel yang arogan, menguasai
segalanya, sampai sekarang tak terkalahkan. Namun akan tiba suatu
masa saat Dajjal al-Masih Palsu beserta pasukannya mengepung
segala penjuru ke arah gerbang masjid, lalu mereka melarikan diri
walau Pemimpin mereka al-Masih Palsu Dajjal disertai dengan
perlengkapan persejantaan yang besar, dan Yesus sang al-Masih
sejati pun mengejarnya sampai berhasil membunuhnya,.
Pandangan kami yaitu bahwa saat al-Masih mereka melarikan
diri hanya dari satu orang yang muncul dari Masjid yang dikepung
tentara, akan segera meyakinkan seluruh pasukan bahwa mereka
telah ditipu, dan telah menerima al-masih palsu sebagai al-Masih
asli. Tentara kemudian juga akan segera menyadari bahwa
seseorang yang mengejar al-Masih palsu mereka, yaitu Almasih
sejati, dan bahwa Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل telah
mengatakan kebenaran. Oleh karena itu, penulis ini memperkirakan
bahwa seluruh tentara Israel kemudian akan hancur bersama
dengan tentara Yahudi yang melarikan diri ke segala arah untuk
menghindari kematian yang telah dinubuatkan oleh Nabi
Muhammad لموس عليه للا صل . Inilah nubuatnya:
..kalian akan berperang melawan orang-orang Yahudi dan kalian
akan membunuh mereka, sampai bahkan sebuah batu akan
berkata: "hai Muslim, ada seorang Yahudi bersembunyi di
belakang saya, jadi datang dan bunuh dia…"
Pembaca kami juga akan dengan mudah mengenali bahwa
dengan kematian Dajjal, dan dengan hancurnya elit tentara Israel
yang diperintah oleh Dajjal sendiri, sambil melarikan diri untuk
hidup mereka dalam kengerian, Negara Suci Israel palsu sekarang
akan hancur dengan cepat.
Dalam konteks inilah Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل
kemudian mengungkapkan lebih banyak informasi mengenai hal-hal
yang akan dilakukan al-Masīh saat dia kembali:
Nabi berkata: “Tidak ada nabi antara aku dan dia, yaitu Yesus. Dia
akan turun ke bumi dan saat kalian melihatnya, Kalian akan
mengenalinya sebagai pria dengan tinggi sedang, rambut
kemerahan, mengenakan dua pakaian kuning muda, tampak
seolah-olah tetesan air jatuh dari kepalanya meskipun tidak basah.
Dia akan memerangi orang-orang demi Islam. Dia akan
mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapuskan Jizyah.
Allah akan memusnahkan semua cara hidup kecuali Islam. Dia
akan membunuh Dajjal dan akan hidup di bumi selama empat
puluh tahun dan kemudian dia akan mati, dan umat Islam akan
mendoakannya
4.7 Al-Masih Akan Mengobarkan Perang Demi Islam
Di antara hal-hal yang akan dilakukan Almasih setelah
membunuh Dajjal yaitu berperang demi Islam. Besarnya jumlah
korban cuci otak yang terjadi di dunia beberapa ratus tahun terakhir
ini telah mengakibatkan sebagian besar umat manusia memahami
istilah Islam untuk merujuk pada agama baru yang dibawa ke dunia
oleh Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل . Ini sangat salah, dan hanya
anak sekolah yang benar-benar bodoh dan telah dicuci otaknya yang
akan membatasi agama Islam hanya untuk para pengikut Nabi
Muhammad وسلم عليه للا صل . Al-Qur’an dengan jelas menyatakan
bahwa hanya ada satu agama di sisi Allah; maka Islam yaitu agama
yang dibawa oleh Adam, Ibrahim, Musa, dan yang lainnya sampai
kepada Isa dan Muhammad وسلم عليه للا صل . Oleh karena itu
mereka yang akan mengikuti Almasih saat dia kembali, juga akan
termasuk dalam agama Islam.
Perang yang akan dilawan Yesus ( السالم عليه ) sekarang,
mungkin yaitu perang dengan mereka yang akan menyerang
Negara Suci-Nya untuk menghancurkannya. Bisa juga perang
dengan semua Negara di dunia yang menolak untuk menerima Pax
Dei, yaitu tatanan dunia yang didasarkan pada Kebenaran yang
diwahyukan, dan tunduk padanya. Tidak mungkin perang dengan
mereka yang tidak menyerangnya, tidak menyerang Negara yang
dipimpinnya, dan tidak menolak Kebenaran yang dengannya dia
kembali.
Pada akhir pertempuran, dia akan menghancurkan cara
hidup kolektif semua agama dan cara hidup di dunia selain dari satu
agama dan cara hidup yang benar yang ditahbiskan oleh Allah untuk
umat manusia, dan yang Dia beri nama Islam. , yaitu, penyerahan
diri kepada Allah.
4.8 Dia Akan Mematahkan salib, Membunuh babi, dan
Menghapuskan Jizyah.
saat al-Masīh kembali dan melanjutkan untuk
mematahkan salib di mana dia akan disalibkan, dia akan
menyampaikan pesan yang kuat kepada orang-orang Yahudi di
dunia (yang ingin dia disalibkan) yaitu, bahwa waktu hukuman
mereka telah tiba. saat dia membunuh babi, bahasa yang
dipakai akan mengungkapkan kemarahan Ilahi yang besar
terhadap orang-orang Yahudi yang menolak al-Masīh sejati, dan,
sebaliknya, memilih untuk mengikuti Mesias palsu. Mereka yaitu
'babi' yang sekarang akan dihukum dengan kematian dan
kehancuran total.
Karena Jizyah yaitu pajak hukuman yang dikenakan oleh
Allah SWT dalam Al-Qur'an (at-Taubah, 9:29) atas Ahl al-Kitab yang
dikalahkan dalam perang penaklukan, dan yang ingin terus tinggal di
wilayah di mana mereka tinggal sebelum perang dan yang sekarang
dikendalikan oleh tentara Muslim, pembayaran pajak harus dibayar
secara langsung (yaitu dengan tangan) untuk melambangkan
penerimaan mereka terhadap pemerintahan Muslim atas tanah itu.
Penghapusan Jizyah oleh Almasih akan menunjukkan bahwa Ahl al-
Kitab akan lenyap saat dia kembali; ini karenanya akan
mendukung pandangan mereka yang menyatakan bahwa Sejarah
akan berakhir hanya dengan satu umat.
Kami mengingatkan pembaca yang budiman bahwa hukum
yang diumumkan oleh Tuhan hanya dapat diubah oleh Tuhan
sendiri; dan Dia telah dengan jelas memberi tahu kita bahwa Dia
tidak pernah membuat perubahan seperti itu tanpa mengganti
hukum lama dengan hukum baru yang lebih baik atau serupa
(Qur’an, al-Baqarah, 2:106). Jika Allah تعاىل و بحانهس telah
menghapus Jizyah, dan ini disampaikan kepada Al-Masih, maka kita
seharusnya diberitahu tentang hukum baru yang menggantikannya,
namun Tidak ada informasi seperti itu yang pernah diberikan,
sehingga pengumuman penghapusan Jizyah tidak lengkap. Oleh
karena itu, hal itu tidak dapat diterima.
Selain itu, yang tidak kalah pentingnya yaitu implikasi
penghapusan Jizyah. Penghapusan seperti itu juga akan
menghapuskan Ahl al-Kitāb sebagai komunitas independen orang-
orang beriman yang akan mengikuti al-Masih; namun sebuah Hadits
tidak dapat bertentangan dengan bukti substansial dalam Al-Qur’an
yang diberikan dalam bab ini bahwa masyarakat yang mengikuti
Almasih akan terus melakukannya hingga akhir dunia.
Nabi Muhammad وسلم عليه للا صل telah memberikan
informasi tambahan tentang peristiwa yang akan terjadi saat
Almasih kembali; namun, informasi ini tidak berhubungan
dengan implikasi dan konsekuensi dari kepulangannya, dan oleh
karena itu kami memilih untuk tidak memasukkannya ke dalam bab
ini. Pembaca kami dapat dengan mudah mengakses informasi itu
dari sumber lain.
Komentar terakhir kami, saat kami mengakhiri buku ini,
yaitu kami yakin bahwa tidak ada orang Kristen yang percaya
dengan pikiran dan hati nurani yang tidak rusak yang dapat
membaca buku ini sampai akhir, terlepas dari semua propaganda
Barat yang menentang bahwa Al-Qur'an yaitu memang Firman
yang diturunkan dari Tuhan Yang Esa, dan bahwa Muhammad صل
وسلم عليه للا ) yaitu memang seorang Nabi yang benar dari Tuhan
Yang Esa itu.
Tentu saja bukan tujuan kami untuk membujuk orang-orang
Kristen ini untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad للا صل
��سلم عليه , melainkan, yang kami cari hanyalah agar mereka
mengakui dan menerima Kebenaran, bahwa “Tuhanmu, dan Tuhan
kami, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.”
Berikut yaitu daftar Istilah yang sering dipakai Penulis
dalam Kajiian Eskatologi Islam di banyak karya bukunya, baik dibuku
ini, maupun di buku judul yang lain.
Pax Britanica yaitu suatu masa atau Periode dimana Inggris
menjadi Negara Adidaya atau Negara Super Power yang menguasai
dunia, dengan ditandai mata uang Pounsterling sebagai standar
Kurs dunia, Penulis berpandangan bahwa Pax Britanica ini sebagai
Misi Pertama Dajjal di alam Ghaib sebelum Dajjal muncul secara
Fisik, Pax Britanica ini yaitu Simbolisme dari text Hadist sebagai
masa “Sehari bagaikan Setahun” sebagai tahapan pertama misi
Dajjal.
Pax Americana yaitu suatu masa atau Periode dimana Amerika
Serikat menjadi Negara Adidaya atau Negara Super Power yang
menguasai dunia, dengan ditandai mata uang US Dollars sebagai
standar Kurs dunia, Penulis berpandangan bahwa Pax Americana ini
sebagai Misi kedua Dajjal di alam Ghaib sebelum Dajjal muncul
secara Fisik, Pax Americana ini yaitu Simbolisme dari text Hadist
sebagai masa “Sehari bagaikan Sebulan” sebagai tahapan kedua
misi Dajjal. Tahapan ini seperti yang terjadi dewasa ini, di dunia
Geopolitik Global.
Pax Judaica yaitu suatu masa atau Periode dimana Israel menjadi
Negara Adidaya atau Negara Super Power yang menguasai dunia,
dengan ditandai Yerusalem dijadikan Ibukotanya serta memperluas
wilayah kekuasaannya, Penulis berpandangan bahwa Pax Judaica ini
sebagai Misi ketiga Dajjal di alam Ghaib menjelang Dajjal muncul
secara Fisik, Pax Americana ini yaitu Simbolisme dari text Hadist
sebagai masa “Sehari bagaikan Sepekan” sebagai tahapan ketiga
misi Dajjal.
ARMAGEDON yaitu istilah yang dipakai dalam Eskatologi
Kristen, yang menurut Pandangan Penulis memiliki arti dan maksud
yang sama dengan Malhama al-Kubra, yakni suatu Peperangan
Besar di Akhir Zaman.
PERANG BESAR yaitu istlah yang sering dipakai Penulis untuk
merujuk pada Subjek yang membahas suatu peperangan yang
sangat besar di akhir zaman, dimana dalam kajian Eskatologi Islam
disebut Malhama al-Kubra sedangkan dalam kajian Eskatologii
Kristen disebut Armagedon
ANTI-KRISTUS yaitu istilah yang dipakai dalam Eskatologi
Kristen, yang menurut Pandangan Penulis memiliki arti dan maksud
yang sama dengan Dajjal dalam kajian Eskatologi Islam, yang
memiliki arti “False Messias” atau “Anti-Christ” yang berarti Al-
Masih Palsu.
GOG AND MAGOG yaitu istilah yang dipakai dalam Eskatologi
Kristen, yang menurut Pandangan Penulis memiliki arti dan maksud
yang sama dengan Yakjuj dan Makjuj dalam kajian Eskatologi Islam.
PENGLIHATAN INTERNAL yaitu istilah khusus yang dipakai
oleh Penulis untuk menjelaskan tentang suatu metodologi kajian
dengan tidak mengacu pada makna textualnya, akan namun
mengacu pada makna simbolis dibalik makna textualnya, atau
dengan kata lain, diambil makna tersiratnya. Namun kadang
penyebutan istilah ini bermaksud pada sebuah penerawangan
spiritual dibalik apa yang nampak. Contoh, saat beliau
menjelaskan makna “Jasad” di dalam al-Qur’an, beliau tidak
memaknai Jasad sebagai Tubuh Manusia yang sudah tidak
bernyawa, akan namun i bermakna atau berkonotasi kepada Dajjal,
sang al Masih Palsu, pembahasan ini dijelaskan di buku ini, juga di
buku karya beliau berjudul “Qur’an dan Jasad”. Inilah yang disebut
dengan “Ilmu Takwil”.
PENGLIHATAN EKSTERNAL yaitu istilah yang berkebalikan
dengan PENGLIIHATAN INTERNAL, yang bermaksud memakai
atau mencari makna textualnya dalam metodologi kajian, Penulis
berpandangan bahwa Metodologi ini tidak selalu relavan jika
dipakai dalam kajian Eskatologi Islam, karena EskatologIi Islam
mengharuskan untuk mencari makna-makna simbolisme dalam
text, bahkan metododogi ini sering dikritik oleh penulis yang
ditujukan kepada kaum salafi wahabi yang selalu textual dalam
memahami text agama, bahkan penulis menjuluki mereka sebagai
“Islam Protestan”.
JASAD yang dimaksud oleh Penulis yaitu Dajjal, atau al-Masih
Palsu, atau Anti-Kristus. Sebagai hasil kajian dengan metode
takwil dari al-Qur’an, lebih jelasnya bisa dibaca buku beliau yang
berjudul “Qur’an dan Jasad”
DARUL ULUM yang dimaksud penulis yaitu Institusi Pendidikan
Modern seperti Kampus atau Sekolah.
RUM sebuah nama imperum kerjaaan yang penulis selalu tujukan
pada Rum Timur yakni Bezantium yang dulu berpusatkan di
konstatinopel, bukan Rum Barat yang diberpusatkan di
eropa/vatikan.
DEDUKSI LOGIS yaitu pengambilan kesimpulan makna diluar text
yang terlihat tapi bisa disimpulkan dengan Logika, istilah ini selalu
dipakai oleh Penulis, sebagaimana contoh saat Penulis
berkesimpulan bahwa Dajjal sudah mulai memainkan Missinya
dari alam Ghaib sejak Zaman Rasulullah SAW, darimana dalilnya?
Memang tidak ada dalil dari Qur’an atau Hadist secara textual atau
Tersurat, namun Deduksi Logis bahwa Dajjal sudah mulai
memainkan missinya di alam Ghaib sejak Zaman Rasulullah bisa
disimpulkan dari Hadist tentang Sosok Ibnu Sayyad yang pernah
dicurigai oleh Rasulullah bahwa ia yaitu sosok Dajjal atau bukan,
dalam hal ini, bisa diambil kesimpulan bahwa Dajjal sudah mulai
210
mmemainkan Missinya sejak zaman Rasulullah, karena Rasulullah
saw sendiri merasa perlu untuk memastikan apakah Ibnu Sayyad
itu Dajjal atau bukan.
METODE SALAFI yaitu istilah yang dipakai oleh penulis
terutama di dalam bukunya Qur’an dan Jasad, untuk mengkritik
mmetode kajian ala salafi yang sangat terpaku kepada makna text,
bukan makna dibalik text, menurut Penulis, metode ini yaitu
penghalang untuk berfikir dalam mengkaji ayat mutasyabihat
didalam al-Qur’an.
NEGARA KHILAFAH yaitu Negara Islam di akhir zaman yang akan
dipimpin oleh Imam al-Mahdi, kadang sebutan Negara Khilafah ini
yaitu sebuah Perumpaan bagi negara zionist Israel (khiilafahnya
Zionist).
ESKATOLOGI ISLAM yaitu nama disiplin ilmu yang mempelajari
perjalanan sejaarah akhri umat manusia dalam pandangan Islam,
atau bisa disebut dengan “ilmu akhir zaman”, dan Penulis yaitu
yang bergelut dibidang disiplin ilmu ini.

