al-quran akhir zaman 6

al-quran akhir zaman 6




 ia harus melakukannya. 

menjaga hubungan antara umatnya sendiri (yang akan dipimpinnya) 

dan umat Nabi Muhammad   وسلم عليه للا صل  yang akan dipimpin 

oleh Imam al Mahdi. Setiap umat akan memiliki hukum sucinya 

sendiri (atau Syariah) dan itu akan membutuhkan upaya yang cukup 

besar bagi Yesus   السالم عليه   untuk menavigasi di antara dua hukum 

suci; dan ini yaitu  pokok bahasan yang dibahas di Bab terakhir 

berikutnya dari buku ini. 

Kesimpulannya yaitu  bahwa dua ayat Al-Qur’an ini, yaitu 

Surah ali-Imrān 3:48 dan surah al-Maidah 5:110 membuktikan lebih 

banyak lagi bukti tentang kembalinya Al Masih, Yesus  السالم  عليه   

putra bunda perawan Mariam. 

 

 

 

173 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

174 

 

ntuk alasan yang seharusnya jelas bagi para pembaca yang 

budiman, penulis ini berpandangan bahwa umat manusia 

belum diberi informasi lengkap tentang semua peristiwa 

yang akan terjadi saat  al-Masīh kembali; informasi semacam itu 

hanya diketahui oleh Tuhan, dan oleh mereka yang Dia pilih untuk 

menginformasikannya. Oleh karena itu, semua yang bisa kita 

upayakan untuk terus mencari tahu tentang subjek ini harus diambil 

dari informasi yang berasal dari Al-Qur'an dan dari Hadits Nabi 

Muhammad    وسلم ه علي للا صل . Kami tertarik oleh berita yang 

diperoleh dari informasi itu bahwa Sejarah akan berakhir (secara 

spektakuler) dengan validasi Kebenaran yang datang bersama al-

Masīh dan yang ditegaskan dalam Al Qur’an. 

4.1 Al-Masih akan kembali kepada Kaum yang sama yaitu Kaum 

yang pertama kali  Dia diutus (oleh Allah-Red) 

Sekarang kita telah menyimpulan dari apa yang kita ambil 

dari Al-Qur'an bahwa al-Masīh Isa putra ibu Perawan Mariam suatu 

hari akan kembali ke dunia ini, dan karena al-Masīh akan kembali 

sesuai dengan Nubuah Nabi Muhammad   وسلم عليه للا صل   untuk 

memerintah dengan adil, tentunya penting bagi kita untuk 

menentukan : atas siapa dia akan memerintah? Dan karenanya, 

kepada siapa dia kembali? Al-Qur'an telah menyatakan bahwa Nabi 

Muhammad    وسلم  عليه للا صل  diutus untuk seluruh umat manusia, 

namun  apa yang dikatakan tentang al-Masīh? Al-Qur’an telah dua kali 

menginformasikan kepada kita bahwa al-Masīh diutus kepada 

orang-orang Israel, yaitu Banu Isrāīl : 

ًْلْ … ى َوَرس و  ْٰٓ اِل  ِءي لَْ َبِني  َراٰۤ اِس   

(Qur’ān, ali Imran, 3:49) 

Dan aku akan mengutus dia sebagai seorang Rasul, atau Utusan 

(yaitu, dari Tuhan), kepada orang-orang Israel … 

175 

 

 

َيمَْ اب نْ  ِعي َسى قَالَْ َواِذْ  ْٰٓ َمر  َبنِي  ِءي لَْ ي  َراٰۤ لْ  اِن ِيْ  اِس  اِلَي ك مْ  ّللٰاِْ َرس و   

(Qur’ān, as-Saff, 61:6) 

Dan Yesus, putra Maryam, berkata: “Hai orang Israel! 

Sesungguhnya aku yaitu  utusan Allah yang diutus kepadamu 

 

Sejak dia diutus kepada orang-orang Israel, implikasinya 

yaitu  dia akan kembali kepada mereka, dan bahwa dia akan 

memerintah sebuah Negara yang terdiri dari orang-orang yang 

kepadanya dia diutus (juga) tidak akan ada saingan bagi Negara 

seperti itu; maka itu akan menjadi Negara yang berkuasa di dunia. 

Al-Qur'an memang menunjukkan (lihat al-Baqarah, 2:106) 

bahwa Allah تعاىل و سبحانه  dapat mengubah apa yang sebelumnya 

diturunkan sebagai wahyu dan menggantinya dengan yang lebih 

baik atau serupa. Contoh dari perubahan ini  yaitu  hukum 

puasa yang sebelumnya mewajibkan (dalam Taurat) bahwa puasa 

harus dimulai saat matahari terbenam, yaitu saat  hari berakhir 

dan malam dimulai, dan berlanjut hingga matahari terbenam 

berikutnya. Ini diubah dalam Al-Qur’an bagi mereka yang mengikuti 

Nabi Muhammad    وسلم عليه للا  صل  menjadi puasa yang dimulai saat 

fajar, dan berlanjut hingga malam, yakni hingga matahari terbenam 

saat siang berakhir, dan malam dimulai. 

Oleh karena itu, kecuali jika Allah Maha Tinggi mengubah 

pernyataan bahwa al-Masih diutus kepada Bani Israel, dan 

menggantinya dengan pernyataan lain yang lebih baik atau serupa, 

dan kemudian dengan jelas menyampaikan perubahan itu melalui 

wahyu, atau melalui salah satu Rasul atau Nabi-Nya. , tidak seorang 

pun memiliki otoritas untuk terlibat dalam analisisnya sendiri 

terhadap ayat-ayat Al-Qur'an, atau interpretasi atau deduksi Hadits, 

176 

 

untuk menyatakan (secara serampangan) bahwa pernyataan Ilahi 

telah diubah dan bahwa hanya akan ada satu Umat di akhir zaman 

Sejarah. Orang-orang yang memegang keyakinan serampangan ini 

akibatnya berpandangan bahwa al-Masīh akan kembali sebagai 

anggota umat Nabi Muhammad    وسلم عليه للا صل   daripada 

memimpin umatnya sendiri. 

Karena kita tidak memiliki informasi semacam itu dalam Al-

Qur'an bahwa Tuhan mengubah pernyataan-Nya bahwa Dia 

mengutus al-Masīh kepada orang Israel, dan karena kita tidak 

memiliki bukti bahwa Nabi Muhammad    وسلم عليه  للا صل   pernah 

dengan jelas menyatakan bahwa itu telah diubah, implikasinya 

yaitu  bahwa saat  al-Masīh kembali, dia akan kembali ke orang 

yang sama kepada siapa dia pertama kali diutus. Satu-satunya 

perbedaan yaitu  bahwa mereka ditunjuk pada waktu itu sebagai 

Bani Isrāīl, dan mereka akan ditunjuk pada saat dia kembali sebagai 

Ahl al-Kitāb,. Perubahan nama ini akan memungkinkan orang-orang 

yang bukan orang Israel, namun  menjadi orang Yahudi dan Kristen 

untuk dimasukkan ke dalam sekelompok kaum yang kepadanya al-

Masīh diutus kembali. 

Justru karena al-Masīh sejati harus memerintah dunia dari 

Yerusalem untuk mengembalikan zaman keemasan saat  Negara 

Suci Israel Sulaiman yaitu  Negara penguasa di dunia (sebagaimana 

Sulaiman memerintah dunia dari Yerusalem) maka Dajjal al-Masih 

Palsu, akan diwajibkan untuk mendirikan Negara Israel palsunya 

dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya sehingga dia (Dajjal) juga, 

dapat mendirikan pemerintahannya atas dunia, yaitu Pax Judaica, 

dari Yerusalem. 

Buku ini tidak memberikan penjelasan yang komprehensif 

tentang Dajjal Al Masih Palsu, atau Antikristus; namun kami telah 

memberikan beberapa penjelasan tentang subjek ini  dalam 

buku-buku lain yang telah kami tulis, dan kami bermaksud untuk 

177 

 

memberikan lebih banyak informasi dan analisis tentang subjek 

ini  dalam buku kami yang lain yang akan mengikuti buku ini 

Insya Allah. 

Karena al-Masīh akan memerintah dunia dari Yerusalem 

dan (karenanya) juga memerintah atas umatnya, yaitu orang-orang 

Israel (dari kota suci yang sama) ia harus mendirikan Negara Suci 

Israel, atau Negara Khilafah, dengan Yerusalem sebagai modal. Lalu 

apa yang akan menjadi hubungan al-Masīh dengan ummat Nabi 

Muhammad    وسلم عليه للا صل   ?  

Pertama yang kita temukan yaitu  bahwa subjek hubungan 

al-Masīh dengan umat Nabi Muhammad    وسلم  عليه للا صل  

menjelaskan munculnya seorang Imam dan Khalfah, yang akan 

dikenal sebagai Imam al-Mahdi, yang memerintah atas Umat Nabi 

Muhammad    وسلم عليه للا صل   akan didirikan secara Ilahi sesaat 

sebelum al-Masīh diutus kembali. Pembaca akan belajar bahwa 

subjek ini menyampaikan manifestasi dari kebijaksanaan Ilahi dalam 

segala keagunganNya. 

4.2 Al-Masih dan al-Imam 

Meskipun al-Masīh akan kembali ke komunitas atau ummat 

Yahudi dan Nasrani, dan bukan kepada ummat Nabi Muhammad 

وسلم عليه للا صل    dia tetap harus berinteraksi dengan komunitas 

pengikut Nabi karena baik umat Nabi Muhammad    وسلم  عليه للا صل  

, maupun umat Nabi Isa al-Masīh, akan ditempatkan dalam agama 

Islam yang sama, dan Allah dzat Maha Tinggi mengajarinya Al-

Qur'an dan kemudian memberinya kebijaksanaan  dengan 

mengajarinya kitab-kitab kepada umatnya, yaitu Taurat dan Injil, 

karena dia akan harus membimbing kedua komunitas atau  ummat 

Dia tidak dapat melakukan semua itu saat  dunia Muslim 

diorganisir sebagai segudang Negara-bangsa, yang merupakan 

monarki atau negara republik. Sebaliknya, al-Masih harus kembali 

178 

 

ke dunia Muslim yang akan dipersatukan kembali dengan Khalifah, 

atau penguasa yang sah, yang memerintah atas satu Negara 

Khilafah, atau Negara Suci, dengan ibukotanya di Makkah. Ini akan 

membuka jalan sekaligus memudahkan al-Masīh untuk kemudian 

melakukan hal yang sama di Yerusalem. 

Oleh karena itu, kepemimpinan dunia Islam yang sangat 

terpecah belah tidak dapat dibiarkan karena ditentukan oleh 

keinginan dan khayalan orang-orang yang tidak pernah dapat 

memulihkan persatuan dalam barisan mereka, dan yang secara 

konsisten menolak untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an dalam hal 

ini dari perilaku Negara. 

Mereka kemungkinan kekurangan pengetahuan tentang Al-

Qur'an, serta kitab-kitab sebelumnya. Pembaca yang budiman 

sekarang dapat lebih memahami kebijaksanaan dan alasan campur 

tangan Tuhan untuk memastikan (pada saat kritis saat  al-Masīh 

akan kembali) bahwa umat Nabi Muhammad    وسلم  عليه للا صل  

dipersatukan di bawah seorang pemimpin yang sah yang akan 

memimpin sesuai dengan petunjuk Tuhan yang ada dalam Al-

Qur'an, daripada pendidikan yang kurang memadai dan salah jalan 

yang berasal dari Dār al-Ulm (yaitu, lembaga-lembaga kuno yang 

mendidik banyak sarjana Islam kontemporer), juga kebijaksanaan 

politik dan konstitusional konvensional. Dalam konteks inilah Nabi 

Muhammad   وسلم عليه للا صل   menubuatkan kedatangan seorang 

Imam dari keturunannya, yang dikenal sebagai al-Mahdi, yang akan 

mendirikan pemerintahannya atas sisa-sisa umat Nabi sebagai 

persiapan untuk kembalinya Al-Masih. 

Abῡ Hurairah mengutip sabda Nabi sebagai berikut : 

 كيف أنتم إذا  نازلة إبن مريم فيكم و إمامكم منكم 

(Sahih Muslim) 

179 

 

Bagaimana keadaan kalian saat  (betapa indahnya bagi kalian), 

saat  putra Maryam turun di antara kalian dan Imam Anda (atau 

pemimpin) diantara kalian? 

Nubuat Nabi Muhammad    وسلم عليه  للا صل   ini menunjukkan 

bahwa Negara Khilafah yang sah (atau Negara Suci) yang didirikan 

oleh Nabi Muhammad    وسلم  عليه للا  صل   pada masa hidupnya, akan 

dipulihkan sebelum kembalinya al-Masīh. Dia juga menubuatkan 

bahwa Imam, atau Khalifah, yang akan memerintah umat Islam pada 

saat itu, akan menjadi keturunannya, dan akan dikenal sebagai al-

Mahdi : 

َمْهِدي  

ْ

،  ال  

  ِمّنِ

َ

ْجل

َ

َجْبَهِة، أ

ْ

ّنَ  ال

ْ

ق

َ

ِف،  أ

ْ

ن

َ ْ

  اْل

أ َ

ْرَض  َيْمل

َ ْ

ا اْل

ً

، ِقْسط

ا

ًل

ْ

َما َوَعد

َ

  ك

ْ

ت

َ

ِلئ مأ  

ًما،  َجْوًرا

ْ

ل

ُ

  َوظ

أ

َّ  َسْبعَ  َيْمِلك ِسِني   

(Sunan Abu Dawud) 

Al-Mahdi akan menjadi milikku dan akan memiliki dahi yang lebar 

dan hidung yang menonjol. Dia akan mengisi bumi dengan keadilan 

dan keadilan karena dipenuhi dengan penindasan dan tirani, dan 

dia akan memerintah selama tujuh tahun. 

Sejak Nabi yang diberkahi menubuatkan kedatangan Imam 

dari keturunannya yang akan memerintah dunia Islam dalam 

persiapan untuk kembalinya al-Masīh, kami menyimpulkan bahwa 

dia akan memulihkan Negara Khilafah pada waktu itu, dengan Mekah 

sebagai ibu kotanya. Namun, Nabi juga menubuatkan bahwa al-

Masīh akan menjadi penguasa yang akan memerintah dengan adil. 

karenanya, al-Masih tidak akan dikirim ke selain kepada Ahl-al-Kitāb, 

dia harus mendirikan “Khilafahnya” sendiri (atau Negara Suci) dengan 

Yerusalem sebagai ibu kotanya. Dunia kemudian akan menyaksikan 

dua Negara Khilafah, atau Negara Suci, yang berdiri berdampingan. 

Salah satunya akan berfungsi sesuai dengan Syariah (atau hukum) 

yang diwahyukan dalam Al-Qur’an, dan yang lainnya sesuai dengan 

yang diwahyukan dalam Taurat dan Injil. 

180 

 

Pembaca kami dapat dengan mudah mengantisipasi masalah 

yang akan muncul bagi mereka yang berasal dari Negara Khilafah 

yang berbeda dan mengikuti Syari'ah atau hukum suci yang berbeda. 

Hukum mana yang harus didahulukan dalam hal-hal (misalnya) yang 

menghubungkan kedua Negara? Kita sekarang dapat mengenali 

kebijaksanaan Ilahi yang bekerja saat  Allah dzat Maha Tinggi 

mengajarkan al-Masīh, tidak hanya Taurat dan Injil, namun  juga Al-

Qur’an, dan menganugerahkan kepadanya kebijaksanaan untuk 

menavigasi antara dua sistem hukum : 

 

…  ْ  ۚ ت كَْ َواِذْ  بَْ َعل م  َمةَْ ال ِكت  ىةَْ َوال ِحك  ر  ن ِجي لَْ َوالت و  ِ َواْل   … 

(Qur’ān, al-Maidah, 5:110) 

Dan bagaimana aku mengajarimu Kitāb, yaitu Al-Qur'an, dan 

hikmah, dan aku mengajarimu Taurat dan Injil… 

Seharusnya tidak sulit bagi pembaca untuk mengenali (dari 

ayat Al-Qur'an di atas) rencana Ilahi di mana itu akan menjadi fungsi 

al-Masīh, daripada Imam al Mahdi, yaitu untuk berfungsi sebagai 

pemandu tertinggi dan hakim tertinggi dalam semua hal di mana 

dua ummat yang berbeda akan berdiri membutuhkan bimbingan, 

dan keputusan hukum. Mengapa lagi Allah Maha Tinggi 

mengajarkan al-Masīh apa yang diajarkannya (kitab-kitabNya-Red) 

dan menganugerahkan kebijaksanaan padanya? 

4.3 Turunnya al-Masīh Secara Dramatis di Sebuah Masjid di 

Damaskus 

Sekarang kita beralih ke peristiwa aktual yang akan menjadi 

saksi kembalinya al-Masīh ke dunia ini. Nabi Muhammad    للا  صل  

وسلم  عليه  mengungkapkan (karena hanya seorang Nabi yang dapat 

mengungkapkan) bahwa al-Masīh akan turun dari langit dengan 

tangan bertumpu pada sayap dua malaikat, dan bahwa ia akan turun 

181 

 

di sebuah Masjid di Damaskus. Kami bahkan memiliki informasi 

tentang warna pakaiannya dan penampilan fisiknya. Dia akan turun 

ke Masjid tepat saat  Imam al-Mahdi akan memimpin umat Islam 

dalam shalat berjamaah : 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(Sahih Muslim) 

… Pada saat inilah Allah akan mengutus Yesus, putra Maryam, dan 

dia akan turun di menara putih di sisi timur Damaskus dengan 

mengenakan dua pakaian yang diwarnai dengan safron dan 

meletakkan tangannya di atas sayap dua Malaikat. saat  dia 

menundukkan kepalanya, akan keluar butiran-butiran keringat dari 

kepalanya, dan saat  dia mengangkatnya, butiran-butiran seperti 

mutiara akan berhamburan darinya. Setiap orang kafir yang 

182 

 

mencium nafas Almasih akan mati, dan nafasnya akan mencapai 

sejauh yang dia bisa lihat. 

 

Kita sekarang mengetahui hal pertama yang akan terjadi saat  

al-Masīh kembali, bahwa nafasnya mencapai sejauh mata 

memandang, dan nafasnya akan menyebabkan kematian bagi setiap 

orang kafir yang dijangkaunya. Agar seseorang memenuhi syarat 

sebagai seorang kafir (bagaimanapun) ia harus telah menerima, dan 

dengan sadar menolak, Kebenaran yang diwahyukan dalam Taurat, 

Injil dan Al-Qur'an, karena ini yaitu  kitab suci terakhir yang 

diturunkan, dan karenanya juga telah menolak Yesus  السالم عليه  

sebagai al-Masīh dan menolak Muhammad    وسلم عليه للا صل   sebagai 

Nabi terakhir Allah SWT (berkah Allah atas mereka berdua). 

al-Imam akan mengenali al-Masīh, dengan cara yang sama 

seperti yang dilakukan Yohanes Pembaptis saat pertama kali dia 

datang. Dengan demikian, implikasi pertama dari turunnya al-Masīh 

di Masjid ini  yaitu  identifikasi positif dari al-Masīh. Allah SWT 

tidak membiarkan subjek ini menjadi sebuah kebetulan, namun  pada 

kedua kesempatan itu Dia mengangkat seseorang yang istimewa 

yang fungsinya untuk mengidentifikasi al-Masīh. 

al-Imām akan mengajak al-Masīh untuk memimpin shalat 

berjamaah. 

Jika al-Masīh diutus kembali menjadi “Ummati”, yaitu sebagai 

anggota umat Nabi Muhammad    وسلم عليه للا صل  , maka dia wajib 

menurut Syari'ah atau hukum suci yang ditetapkan untuk Ummat 

Nabi Muhammad   وسلم عليه للا صل  di mana seorang Nabi wajib selalu 

memimpin shalat kecuali dalam keadaan sakit parah), menerima 

ajakan memimpin shalat, atau shalat berjamaah, dengan Imam al-

Mahdi shalat di belakangnya. Implikasi dari tindakan ini  yaitu  

183 

 

bahwa al-Masīh kemudian secara otomatis akan menjadi Khalifah 

(atau pemimpin) umat Nabi Muhammad    وسلم عليه للا صل  . 

Sebaliknya, Nabi Muhammad    وسلم عليه  للا صل  memberi tahu 

kita bahwa al-Masīh akan menolak ajakan ini , dan menasehati 

Imam untuk memimpin shalat : 

 

 

 

 

 

 

(Sahih Muslim) 

Kemudian Yesus akan turun, dan Amir (atau pemimpin) umat Islam 

akan memintanya untuk memimpin Salat, atau doa; Dia akan 

menolak sambil mengatakan: Anda yaitu  pemimpin satu sama 

lain. Allah telah menganugerahkan Karam, yakni kemuliaan, 

kepada umat ini. 

Seharusnya mudah bagi pembaca kami yang baik hati untuk 

memahami mengapa al-Masīh harus menolak tawaran Imam untuk 

memimpin shalat. Jika dia telah menerima tawaran dan memimpin 

shalat dengan al-Imam (imam mahdi-Red) shalat  di belakangnya, 

maka menurut hukum Syari'ah yang diturunkan bersama Al-Qur'an 

dan dilaksanakan oleh Nabi Muhammad    وسلم عليه  للا  صل , dia akan 

segera berasumsi posisi Amir atau pemimpin Umat Muhammad  

وسلم  عليه للا  صل    dan dengan berbuat demikian dia akan melanggar 

peran yang ditetapkan oleh Tuhan yang diberikan kepadanya yang 

membatasi dia (sebagai seorang Amir) untuk Bani Isrāīl saja, dengan 

184 

 

kata lain,  Ahl al- Kitab (yakni Yahudi dan Nasrani) saja yang akan 

mengikutinya pada saat dia kembali. 

Orang jahil yang menyatakan (dengan serampangan) bahwa 

al-Masīh akan diturunkan, dan tidak akan kembali sebagai seorang 

Nabi, harus mempersiapkan diri untuk membela kebohongan itu di 

pengadilan Allah pada Hari Penghakiman. 

4.4 Implikasi al-Masīh Bergabung Melaksanakan Shalat yang    

Diimami oleh al-Imām 

 Al-Masīh kemudian akan bergabung dengan jamaah dalam 

melakukan Salat berjamaah yang dipimpin oleh Imam. Ada 

beberapa Implikasi yang kami dapatkan dari peristiwa ini : 

 Pertama, dengan mengirimkan Al-Masīh kembali ke dunia 

ini dengan turun ke Masjid pada saat shalat berjamaah, bukan ke 

gereja, katedral atau sinagog, atau tempat lain. Inilah Kebijaksanaan 

Ilahi yang telah mengatur tahapannya, dari saat pertama 

kedatangannya, al-Masih akan meluruskan ummat Nabi 

Muhammad    وسلم عليه للا صل   yang telah tercuci-otaknya (dengan 

faham yang salah-Red) sebelum dia mengarahkan perhatiannya 

kepada pengikutnya sendiri. Keterlibatan dengan umat selain 

umatnya ini, akan menjadi salah satu masalah yang paling 

menantang dalam misinya, dan Allah تعاىل  و  سبحانه  menetapkan 

bahwa dia harus mulai membahasnya (dengan ummat nabi 

Muhammad    وسلم عليه  للا صل   pada waktu itu-Red) sejak saat 

kedatangannya. Nabi Muhammad    وسلم عليه للا صل   (dalam suatu 

hadits-Red) pernah memperingatkan suatu waktu saat  tidak ada 

yang tersisa dari Islam kecuali hanya namanya saja, maka tidak 

mengherankan bahwa Al-Masīh harus memulai misinya 

(sekembalinya) dalam keterlibatan dengan para pengikut Nabi 

Muhammad    وسلم عليه للا صل  . 

 

185 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

‘Dari ‘ali berkata, Bersabda Rasulullah salallahu ‘alaihi wassalam, 

“Akan segera datang kepada umat manusia saat  tidak ada lagi 

Islam selain namanya, dan tidak ada lagi Al-Qur’an kecuali 

tulisannya. Masjid mereka (bentuk jamak dari Masjid) yaitu  

bangunan-bangunan besar namun  kosong dari petunjuk, Ulama 

mereka (yakni para ulama Islam) yaitu  orang-orang terburuk di 

bawah langit, dari mulut-mulut mereka keluar fitnah dan 

(sungguh, fitnah) itu akan kembali kepada mereka.” 

Pembaca Kristen akan tercengang mengetahui hal-hal yang 

harus diajarkan oleh al-Masīh kepada Muslim yang telah dicuci 

otaknya. Dia harus menjelaskan kepada mereka (misalnya) bahwa 

dia masih seorang Nabi, dan tidak ada seorang pun selain Tuhan 

yang dapat membatalkan pengangkatannya sebagai seorang Nabi. 

Dia juga harus menyatakan kepada mereka (dengan tegas) bahwa 

al-Masīh tidak dikirim kepada mereka; melainkan Allah telah 

mengirim dia kembali ke pengikutnya sendiri. Oleh karena itu, 

186 

 

Muslim yang dicuci otaknya harus menerima bahwa dia (al-Masīh) 

bukan anggota Ummat Nabi Muhammad    وسلم عليه للا صل  . 

 

Kedua, dengan berpartisipasi dalam shalat berjamaah di 

Masjid, dengan shalat yang dilakukan sesuai dengan syariat yang 

diturunkan kepada Nabi Muhammad    وسلم عليه للا صل  , al-Masīh 

memiliki pesan kepada para pengikutnya sendiri yang menegaskan 

bahwa Al-Qur'an yaitu  Firman Yang Diwahyukan dari Tuhan Yang 

Maha Esa, dan karenanya Kebenaran mutlak ada di dalam Al-Qur'an. 

Itu juga akan menyampaikan konfirmasi kepada para pengikutnya 

bahwa Nabi Muhammad    وسلم عليه للا صل   memang seorang Nabi 

dari Tuhan Yang Maha Esa.  

Ketiga, saat  dia menegaskan (melalui partisipasi dalam 

shalat berjamaah yang dipimpin oleh Imam al-Mahdi) bahwa Al-

Qur'an memang Firman Tuhan Yang Maha Esa, pesan yang dikirim 

kepada para pengikutnya yaitu  bahwa apa pun yang dikatakan Al-

Qur'an tentang dia yaitu  benar. Oleh karena itu kepercayaan 

Kristen dalam Allah Tritunggal, dan al-Masīh sebagai Anak Allah, 

akan dikonfirmasi sebagai suatu kesalahan; dan begitu juga 

kepercayaan yang dianut oleh semua orang Kristen tentang 

penyalibannya. 

Keempat, saat  al-Masīh bersama para pengikut Nabi 

Muhammad    وسلم عليه للا صل , dia akan Shalat berjama’ah sesuai 

dengan tuntunan Syari'at yang diturunkan dalam Al-Qur'an, dan 

karenanya Shalatnya akan mengarah ke Makkah; namun  saat  dia 

(al-Masih-Red) bersama para pengikutnya, dia akan Shalat 

berjama’ah sesuai dengan hukum Syari’at sebelumnya yang 

diturunkan dalam Taurat dan Injil, dan karenanya mengarah ke 

Yerusalem. Oleh karena itu akan ada kesamaan antara perilaku al-

Masīh saat ia bersiap untuk menegakkan syariahnya, sambil 

mengakui validitas syariah kedua yang berfungsi di sampingnya, dan 

187 

 

perilaku Nabi Muhammad    وسلم عليه للا  صل  saat  dia tiba di Yatsrib 

setelah melakukan Hijrah (atau migrasi) dari Mekah. Dia berpuasa 

selama tujuh belas bulan dengan orang-orang Yahudi di Madinah 

sesuai dengan syariat mereka yang diturunkan dari Taurat. Dia juga 

Shalat selama tujuh belas bulan ke arah  kiblat mereka yaitu 

Yerusalem, Dia akan melaksanakan Shalat sesuai dengan tuntunan 

syariat yang diturunkan kepadanya. 

Kami membuat komentar penting ini karena kepercayaan 

yang dianut oleh banyak Muslim bahwa Yesus tidak akan diutus 

kembali ke orang Israel, akan namun  namun  mereka berpendapat  

bahwa Allah akan mengirimnya kembali sebagai ummat Nabi 

Muhammad    وسلم عليه للا صل . pandangan ini tampaknya mengarah 

ke sana karena Hadits yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad  

وسلم  عليه للا  صل    berada di awal umat, Yesus   السالم عليه   berada di 

akhir, dan Imam al-Mahdi berada di antara mereka. Orang-orang 

seperti itu yakin bahwa Sejarah akan berakhir hanya dengan satu 

Din atau agama, dan akibatnya mereka menyimpulkan (secara 

keliru) bahwa hanya satu ummat yang akan bertahan pada akhir 

Sejarah. Memang benar, bahwa Sejarah akan berakhir dengan 

hanya satu Millah, atau cara hidup kolektif, dan itu akan menjadi 

cara hidup Islam, yaitu tunduk kepada Tuhan yang esa, Nabi 

Muhammad menyatakan seperti ini : 

 

 

 

 

 

188 

 

Allah akan memusnahkan semua cara hidup kolektif (religius atau 

non-religius) pada saat kembalinya al-Masih, kecuali Islam, yakni 

cara hidup kolektif orang-orang yang berserah diri kepada Tuhan. 

 

 

Memang, Al-Qur'an telah tiga kali menyatakan bahwa 

agama Islam, yaitu agama ketundukan kepada Tuhan Allah, pada 

akhirnya akan menang atas semua saingan. 

َسلَْ ال ِذي ْٰٓ ه وَْ لَهْ  اَر  ِهَرهْ  ال َحق ِْ َوِدي نِْ ِبال ه د ى َرس و  ي نِْ َعلَى ِلي ظ  الد ِ  

 ْ نَْ َكِرهَْ َولَوْ  ك ل ِه  ِرك و  ش  ال م   

(Qur’ān, at-Taubah, 9:33) 

Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk 

dan dengan agama yang haq, agar pada akhirnya Dia 

memenangkannya atas semua saingan — betapapun tidak 

menyenangkannya ini bagi orang-orang yang menyembah selain 

Tuhan Yang Maha Esa. 

(ayat senada lihat juga di Qur’an surah so al-Fath, 48:28, and al-Saff 61:9) 

 Sementara Tuhan telah dengan jelas menyatakan bahwa 

hanya agama Kebenaran yang akan menang, sebagai cara hidup 

kolektif yaitu (sebagai pemerintahan) pada akhir Sejarah, Dia tidak 

pernah menyatakan bahwa hanya akan ada satu ummat, atau 

komunitas agama (pada saat kembalinya al-Masīh) di dalam agama 

Kebenaran itu! 

4.5 Akankah jika Al-Masih Kelak Kembali Menjadi Umat Nabi 

Muhammad? 

 Ada banyak Muslim yang percaya bahwa hanya Ummat 

Muhammad    وسلم  عليه  للا  صل  (dan tidak ada yang lain) akan 

189 

 

memenuhi syarat untuk dimasukkan dalam satu agama Kebenaran, 

yaitu agama Islam (Islam berarti tunduk kepada Tuhan Allah yang 

esa) yang akan menang di akhir Sejarah, dan karenanya hanya akan 

ada satu Umat yang ada di dunia saat  Almasih kembali. Bukti dari 

Al-Qur’an yang sekarang kami hadirkan, memperjelas bahwa 

pandangan seperti itu salah. 

 

 Jika Yesus   السالم عليه   harus kembali sebagai anggota umat 

Nabi Muhammad    وسلم عليه  للا صل , itu berarti bahwa ia harus 

menjadi pengikut Nabi Muhammad    وسلم عليه للا صل . Selain itu, 

semua orang yang mengikuti Yesus  السالم عليه   juga harus menjadi 

pengikut Nabi Muhammad    وسلم عليه للا صل  , dan tidak lagi menjadi 

pengikut al-Masīh, yang umatnya tidak akan ada lagi. 

 Jika Ummah al-Masīh tidak ada lagi, implikasinya yaitu  

dia tidak akan memiliki pengikut di akhir Sejarah; namun  hal itu akan 

bertentangan dengan beberapa ayat Al-Qur'an, beberapa di 

antaranya telah disebutkan sebelumnya dalam buku ini. 

Pertama, jika al-Masih kembali sebagai anggota umat Nabi 

Muhammad    وسلم عليه للا صل , implikasinya yaitu  bahwa hukum 

Syariat yang diwahyukan dalam Taurat dan Injil, akan menjadi 

usang. Hal ini terjadi karena hanya akan ada satu umat pada saat itu, 

dan karenanya hanya satu Syariat yang akan berlaku pada akhir 

Sejarah. Itu akan menjadi Syariah yang diwahyukan dalam Al-

Qur'an. 

namun  jika itu benar, lalu mengapa Allah Maha Tinggi 

mengajarkan Al-Qur’an kepada Yesus  السالم عليه , dan kemudian 

memberinya kebijaksanaan, dan kemudian mengajarinya Taurat 

dan Injil juga? 

ت كَْ َواِذْ  بَْ َعل م  َمةَْ ال ِكت  ىةَْ َوال ِحك  ر  ِْ َوالت و  ن ِجي لََْواْل   

 

(Qur’ān, al-Maidah, 5:110) 

… Aku mengajarimu, ya Yesus, Kitāb, yaitu Al-Qur’an, dan 

memberimu kebijaksanaan, dan mengajarimu Taurat dan Injil … 

Hanya ada satu penjelasan logis bagi Allah untuk 

mengajarkan Al-Qur’an kepada Yesus   السالم عليه  , disisi lain juga 

mengajarkan Taurat dan Injil, lalu kemudian memberikan 

kebijaksanaan kepadanya di antaranya. Hal itu pasti karena dia 

(Yesus) akan membutuhkan pengetahuan tentang ketiga kitab suci 

saat  dia kembali, dan akan membutuhkan kebijaksanaan untuk 

menerapkan pengetahuan itu sambil berfungsi sebagai panduan 

bagi dua komunitas agama; maka saat  dia kembali akan ada umat 

yang akan mengikuti Taurat dan Injil — yang akan dia pimpin, dan 

yang lain akan mengikuti Al-Qur'an dan akan dipimpin oleh Imam al-

Mahdi, dan Almasih akan menjadi pembimbing tertinggi sebagai 

guru  dan yang memiliki otoritas hukum tertinggi untuk hal-hal yang 

timbul dalam setiap ummat, dan di antara dua ummat. Peran itu 

tidak dapat dicapai tanpa kebijaksanaan yang dianugerahkan 

kepadanya oleh Allah تعاىل و سبحانه . Tidak ada penjelasan logis dan 

kredibel lain dari ayat Al-Qur'an yang diberkahi ini. 

Kesimpulan kami yaitu  bahwa Sejarah akan berakhir 

dengan Yesus   السالم عليه   sebagai pembimbing tertinggi, otoritas 

hukum tertinggi dan otoritas spiritual tertinggi, bagi umat Islam 

yang mengikuti Nabi Muhammad    وسلم عليه للا صل , serta bagi para 

pengikutnya yang mengikutinya. 

Kedua, Alqur’an dengan jelas menegaskan bahwa al-Masīh 

akan memiliki umatnya hingga akhir dunia, karena akan ada orang-

orang yang mengikutinya hingga akhir dunia: 

كَْ ال ِذي نَْ َوَجاِعلْ  قَْ ات َبع و  ا ال ِذي نَْ فَو  و ٰٓ ى َكفَر  مِْ اِل  َمةِْ َيو  ال ِقي   

(Qur’ān, ali-Imran, 3:55) 


 

… Dan aku akan menempatkan orang-orang yang mengikutimu 

[jauh] di atas dan berkuasa atas orang-orang yang menolakmu, 

sampai Hari Kebangkitan… 

 

Ayat Al-Qur’an di atas dengan jelas menyatakan bahwa para 

pengikut Yesus  السالم عليه  akan diangkat oleh Allah تعاىل و  سبحانه  ke 

posisi dominan di dunia; dan saat  itu terjadi, mereka akan tetap 

berada di posisi dominan itu sampai akhir dunia. Oleh karena itu, 

pandangan bahwa mereka harus meninggalkan umat mereka dan 

bergabung dengan umat Nabi Muhammad    وسلم عليه للا  صل   yaitu  

bertentangan dengan Al-Qur’an, dan karenanya kami berpandangan 

bahwa pendapat ini yaitu  keliru. 

Ketiga, Al-Qur'an telah dengan sangat jelas menyatakan 

bahwa suatu kaum yang ditunjuk sebagai Ahl al-Kitāb akan tetap 

menjadi Ahl al-Kitāb selama Yesus  السالم هعلي   hidup, karena mereka 

semua harus menegaskan kepercayaan mereka kepadanya sebagai 

Almasih sebelum dia (Yesus) wafat. Jika pada saat Yesus  السالم  عليه  

kembali, orang-orang seperti itu diwajibkan untuk menjadi anggota 

umat Nabi Muhammad    وسلم ليهع للا  صل , sudah jelas bahwa mereka 

tidak lagi disebut sebagai Ahl al-Kitab: 

نْ  َواِنْ  بِْ اَه لِْ م ِ ْ ال ِكت  ِمَننْ  اِْل  ِتهْ  قَب لَْ ِبهْ  لَي ؤ  مَْ َمو  َوَيو  َمةِْ ۚ  ال ِقي   

نْ  َشِهي دًاْ  َعلَي ِهمْ  يَك و   

(Qur’ān, an-Nisa, 4:159) 

… Dan aku akan menempatkan orang-orang yang mengikutimu 

[jauh] di atas dan berkuasa atas orang-orang yang menolakmu, 

sampai Hari Kebangkitan… 

Ayat Al-Qur'an di atas dengan jelas menginformasikan 

kepada kita bahwa akan ada orang-orang Ahl al-Kitāb (yakni Yahudi 

dan Nasrani) di dunia saat  al-Masīh kembali, dan bahwa mereka 

semua pada akhirnya harus beriman kepadanya sebelum 

meninggal. dia (yaitu Mesias) mati. Oleh karena itu, selama al-Masīh 

masih hidup akan selalu ada kemungkinan beberapa anggota Ahl 

alKitāb yang tersisa di dunia harus menerima dia sebagai al-Masīh. 

saat  mereka menerimanya sebagai al-Masīh, mereka kemudian 

harus percaya padanya dan mengikutinya. Al-Qur'an tidak pernah 

mengatakan bahwa mereka harus percaya kepada al-Masīh, namun 

tetap mengikuti Nabi Muhammad    وسلم عليه للا  صل . 

 

Keempat, Al-Qur’an telah dengan sangat jelas menyatakan 

bahwa Allah SWT menciptakan beberapa komunitas ummat agama 

yang berbeda di dalam Din (atau agama) Islam. Dia melanjutkan 

dengan menyatakan (dengan sangat jelas) dan dalam beberapa ayat 

Al-Qur’an, bahwa jika Dia menginginkannya, Dia dapat 

menyebabkan seluruh umat manusia menjadi satu umat, namun  Dia 

tidak melakukannya! Oleh karena itu, daripada hanya satu umat 

yang berlaku pada saat kembalinya al-Masīh, umat al-Masīh akan 

mempertahankan identitasnya yang terpisah hingga kembali 

kepada Allah SWT: 

َعةًْ ِمن ك مْ  َجعَل َنا ِلك ل ْ  ِمن َهاًجا ِشر  َولَوْ  و  ءَْ ۚ  ةًْ لََجعَلَك مْ  ّللٰا ْ َشاٰۤ ا م   

اِحدَةًْ ِكنْ  و  ل  ىك مْ  َمآْٰ فِيْ  ِل َيب ل َوك مْ  و  ت  تَِبق وا ا  ِتْ  فَاس  ّللٰاِْ اِلَى ال َخي ر   

ِجع ك مْ  َنْ  فِي هِْ ك ن ت مْ  بَِما فَي َنب ِئ ك مْ  َجِمي عًا َمر  تَِلف و  تَخ   

(Qur’ān, al-Maidah, 4:58) 

Kepada masing-masing dari kamu telah Kami tetapkan hukum dan 

cara hidup yang berbeda. Dan jika Allah menghendaki, Dia pasti 

bisa menjadikan kalian semua satu umat, yaitu, satu komunitas 

agama; namun  Dia berkehendak sebaliknya untuk menguji kamu 

dengan apa yang telah Dia berikan kepadamu. Bersaing, 

kemudian, dengan satu sama lain dalam melakukan pekerjaan 

baik! Kepada Allah kalian semua harus kembali (sebagai umat 

beragama yang berbeda); dan kemudian Dia akan membuat Anda 

benar-benar memahami semua yang Anda biasa berbeda 

 

Berikut yaitu  ayat-ayat Al-Qur'an lainnya yang 

menyatakan bahwa Allah SWT bisa saja membuat semua umat 

manusia menjadi satu ummat, atau komunitas agama, namun  Dia 

memilih untuk tidak melakukannya. 

ءَْ َولَوْ  ةًْ الن اسَْ لََجعَلَْ َربُّكَْ َشاٰۤ اِحدَةًْ ا م  َْلْ و  نَْ و  َيَزال و   

تَِلِفي َنْ  خ   م 

(Qur’ān, Hud, 11:118) 

Dan jika Tuhanmu menghendaki demikian, Dia pasti dapat 

menjadikan seluruh umat manusia satu umat; namun  Dia 

berkehendak sebaliknya, dan akibatnya, mereka terus menganut 

pandangan yang berbeda. 

 

ءَْ َولَوْ  ةًْ لََجعَلَك مْ  ّللٰا ْ َشاٰۤ اِحدَةًْ ا م  ِكنْ  و  ل  ءْ  َمنْ  يُِّضلُّْ و  ي َشاٰۤ  

ِديْ  ء ْ  َمنْ  َوَيه  ـَٔل نْ  ي َشاٰۤ ا َولَت س  نَْ ك ن ت مْ  َعم  تَع َمل و   

(Qur’ān, an-Nahl, 16:93) 

Karena, seandainya Allah menghendaki, Dia pasti bisa menjadikan 

kalian semua satu umat; namun  Dia tidak melakukannya dan, oleh 

karena itu, Dia membiarkan sesat dia yang ingin tersesat, dan 

membimbing dengan benar dia yang ingin dibimbing; dan kamu 

194 

 

pasti akan dimintai pertanggungjawaban atas semua yang pernah 

kamu lakukan 

 

 

ءَْ َولَوْ  مْ  ّللٰا ْ َشاٰۤ ةًْ لََجعَلَه  اِحدَةًْ ا م  ِكنْ  و  ل  ءْ  َمنْ  يُّد ِخلْ  و  فِيْ  ي َشاٰۤ  

 ْ َمِته  نَْ َرح  و  مْ  َما َوالٰظِلم  نْ  لَه  ِلي  ْ م ِ َْلْ و  َنِصي رْ  و   

 

(Qur’ān, asy-Syura, 42:8) 

Sekarang jika Allah menghendaki, Dia pasti bisa membuat mereka 

semua menjadi satu umat; namun  Dia tidak melakukannya, dan 

karena itu Dia mengakui kepada kasih karunia-Nya dia yang ingin 

diterima, sedangkan para pelaku kejahatan tidak akan memiliki 

siapa pun untuk melindungi mereka dan tidak ada yang akan 

membantu mereka di Hari Penghakiman. 

Al-Qur'an bahkan melanjutkan penjelasannya bahwa 

seluruh umat manusia akan (mungkin) telah menjadi satu umat jika 

Allah menawarkan kepada orang-orang kafir rumah-rumah dengan 

atap perak, dll. namun  Dia tidak melakukannya justru karena bukan 

kehendak-Nya bahwa mereka semua harus melakukannya menjadi 

satu umat : 

 

َْلْٰٓ نَْ اَنْ  َولَو  ةًْ الن اسْ  ي ك و  اِحدَةًْ ا م  ف رْ  ِلَمنْ  ل َجعَل َنا و  ي ك   

نِْ م  ح  ِتِهمْ  ِبالر  نْ  س ق فًا ِلب ي و  ةْ  م ِ َمعَاِرجَْ فِض  َعلَي َها و   

َنْ  و  َهر   يَظ 

 

(Qur’ān, az-Zukhruf, 43:33) 

Dan seandainya tidak ada kemungkinan bahwa hal itu dapat 

mengakibatkan seluruh umat manusia, terpikat oleh kekayaan 

ini , menjadi satu umat, Kami mungkin benar-benar telah 

menyediakan bagi mereka yang [sekarang] mengingkari Allah Yang 

Maha Pemurah, atap perak untuk rumah mereka, dan tangga 

[perak] untuk naik. 

Implikasi dari ayat di atas cukup jelas, yaitu sebagai berikut: 

karena bukan kehendak Allah bahwa seluruh umat manusia menjadi 

satu umat, Dia tidak akan memberi orang-orang kafir atap dan 

tangga dari perak.  

Kelima, para murid meminta al-Masīh untuk meminta Allah 

Maha Tinggi menurunkan bagi mereka sebuah meja yang berisi 

makanan matang; mereka membuat permintaan ini agar dapat 

mengkonfirmasi kebenaran pesannya kepada mereka. Ini yaitu  

subjek yang sangat penting sehingga sebuah Surat Al-Qur’an diberi 

nama Surat al-Māidah. 

al-Masīh menjawab permintaan mereka dengan doa 

kepada Tuhan yang tercatat dalam Al-Qur’an: 

 

َيمَْ اب نْ  ِعي َسى قَالَْ َنا اَن ِزلْ  َرب َنآْٰ اللهم َمر  ىِٕدَةًْ َعلَي  نَْ َماٰۤ ءِْ ِم  الس َماٰۤ  

نْ  ِلَنا ِعي دًا لََنا تَك و  َو  ِخِرَنا ْل ِ َيةًْ َوا  ن كَْ َوا  َنا ِم  ق  ز  َخي رْ  َواَن تَْ َوار   

 الٰرِزقِي نَْ

(Qur’ān, al-Maidah, 5:114) 

Kata Yesus, putra Mariam: “Ya Allah, Tuhan kami! Turunkan kepada 

kami hidangan dari Surga: hal itu akan menjadi perayaan yang 

selalu berulang bagi kami—untuk yang pertama dan yang terakhir 

196 

 

dari kami—dan sebuah tanda dari-Mu. Dan berilah kami rezeki 

kami, karena Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki!” 

 

Kita harus mengajak para pembaca kita untuk 

memperhatikan dengan seksama bahwa hanya para pengikut al-

Masīh yang, pada waktu itu, merayakan Hari Raya ini; karenanya 

mereka yaitu  orang-orang yang disebut dalam ayat Al-Qur’an 

sebagai yang pertama dari kami. Nabi Muhammad    وسلم  عليه للا صل  

tidak pernah merayakan hari raya ini, dan karenanya tidak ada 

Muslim yang dapat melakukannya tanpa melakukan dosa “bid'ah”. 

Oleh karena itu, jelas bagi orang yang paling keras kepala sekalipun 

bahwa Muslim tidak dapat memenuhi syarat sebagai yang terakhir 

dari kita yang, menurut Al-Qur’an, akan merayakan pesta itu saat  

al-Masīh kembali. 

Kesimpulan kami yaitu  bahwa ayat Al-Qur’an di atas telah 

dengan jelas menetapkan bahwa al-Masīh akan memiliki pengikut, 

saat  dia kembali, yang akan merayakan hari raya yang dilarang 

untuk dirayakan oleh para pengikut Nabi Muhammad    عليه  للا صل  

 Oleh karena itu al-Masīh akan memiliki pengikut yang tidak . وسلم

termasuk umat Nabi Muhammad    وسلم عليه للا  صل  . 

Akhirnya, Al-Qur'an telah menubuatkan bahwa akan ada 

orang Yahudi dan Kristen yang pada akhirnya akan menerima Al-

Qur'an sebagai Firman Tuhan Yang Maha Esa, dan karenanya 

menerima Muhammad    وسلم عليه للا  صل   sebagai Utusan-Nya, 

namun tetap mempertahankan identitas mereka sebagai Ahl al-

Kitāb. 

بِْ اَه لِْ ِمنْ  َواِنْ  ِمنْ  لََمنْ  ال ِكت  َوَمآْٰ اِلَي ك مْ  ا ن ِزلَْ َوَمآْٰ ِباّلٰلِْ يُّؤ   

ِشِعي نَْ اِلَي ِهمْ  ا ن ِزلَْ ِْ خ  نَْ َْلْ ۚ ْ ّلِلٰ و  تَر  تِْ َيش  ي  قَِلي ًلْ ثََمًنا ّللٰاِْ ِبا   ْ ۚ  

ىِٕكَْ

مْ  ا ول ٰۤ ه مْ  لَه  ر  ال ِحَسابِْ َسِري عْ  ّللٰاَْ اِنْ  ۚ ْ َرب ِِهمْ  ِعن دَْ اَج   

197 

 

(Qur’ān, ali-Imran, 3:199) 

Dan lihatlah, di antara Ahl al-Kitab, yakni Nasrani dan Yahudi, akan 

ada orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah, dan 

kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu (jamak), serta Taurat 

dan Injil yang diturunkan kepada mereka. Berdiri dalam 

kekaguman kepada Allah, mereka tidak mengkhianati wahyu Allah 

untuk keuntungan yang remeh. Mereka akan mendapatkan pahala 

mereka di sisi Tuhan mereka—karena, lihatlah, Allah sangat cepat 

dalam perhitungan 

Ayat ini  menyampaikan lebih banyak informasi saat  

memakai  istilah 'kamu' dalam bentuk jamak. Implikasinya 

yaitu  bahwa ayat ini  tidak ditujukan kepada Nabi yang 

kepadanya Al-Qur’an diturunkan. Melainkan ditujukan kepada 

kaum yang mengikutinya; karenanya ini merupakan nubuah tentang 

peristiwa di masa depan saat  orang-orang yang disbut Ahl al-Kitāb 

akan menerima Al-Qur’an sebagai Firman Tuhan, dan karenanya 

menerima Muhammad   وسلم عليه للا صل   sebagai Nabi-Nya, namun 

tetap menjadi Ahl al-Kitāb. 

Bukti substansial dari Al-Qur'an yang disajikan di atas telah 

secara efektif menyangkal keyakinan yang dipegang oleh banyak 

Muslim yang dicuci otaknya bahwa hanya akan ada Satu Umat di 

akhir Sejarah, dan bahwa Yesus  السالم عليه  akan kembali sebagai 

anggota Umat Nabi Muhammad    وسلم عليه للا  صل  . 

Penulis ini memperingatkan mereka yang bertahan dengan 

keyakinan mereka bahwa hanya satu umat yang akan ada di dunia 

saat  al-Masīh kembali, dengan peringatan bahwa saat  Allah dzat 

Maha Tinggi telah menyatakan sesuatu dalam Al-Qur'an dan telah 

melakukannya dengan cara yang jelas dan gamblang. karena 

kejelasan inilah,  akan menjadi tindakan kekufuran, atau 

ketidakpercayaan, untuk menolaknya.  

Kita sekarang dapat menyimpulkan bahwa akhir Sejarah 

akan menyaksikan hanya dua komunitas (kaum) agama yang ada, di 

dunia (yaitu dua umat), secara kolektif sehingga menjadi sebuah 

pemerintahan, yang keduanya akan terletak di dalam Dīn (atau 

agama) Islam— yang mana yaitu  agama penyerahan diri kepada 

Tuhan. Masing-masing umat ini memiliki kiblatnya sendiri, yaitu 

arah yang harus dituju dalam shalat. Umat pertama akan dipimpin 

oleh al-Masīh, dan akan berdoa ke arah kiblatnya, yaitu Yerusalem. 

Al-Qur’an sendiri menegaskan bahwa kiblat di Yerusalem tidak 

dibatalkan atau dibatalkan untuk umat yang diberi kiblat : 

 

مْ  ِبتَاِبعْ  اَن تَْ َوَمآْٰ … ْ قِب لَتَه  مْ  َوَما ۚ  ْ لَةَْقِبْ  ِبتَاِبع ْ َبع ض ه  بَع ض    … 

(Qur’ān, al-Baqarah, 2:145) 

… dan kamu, wahai Muhammad, tidak boleh menghadap ke arah 

kiblat mereka, dan tidak seorang pun harus menghadap ke arah 

kiblat orang lain … 

Umat kedua akan dipimpin oleh Imam al-Mahdi, dan akan 

berdoa ke arah, yaitu kiblat, Mekkah. 

Semua komunitas agama lainnya akan lenyap secara 

kolektif sebagai komunitas agama yang mandiri. Jika ada agama-

agama di dunia pada saat itu dengan Kebenaran apa pun dalam 

kitab suci mereka, seperti Hinduisme dan Budha, maka Kebenaran 

itu harus membawa mereka kepada Kebenaran yang terdapat 

dalam Kitab Suci terakhir yang diturunkan kepada umat manusia 

dalam Taurat, Injil, dan Kitab Suci. Al-Qur'an, kepada mana mereka 

harus tunduk, dan jika tidak, mereka akan lenyap sebagai komunitas 

keagamaan kolektif, atau pemerintahan. 

4.6 Konfrontasi antara al-Masih Asli dan al-Masih Palsu 

Nabi Muhammad    وسلم عليه للا صل   melanjutkan untuk 

mengungkapkan bahwa segera setelah Salat berakhir, al-Masīh 

kemudian akan memerintahkan agar gerbang (atau barikade) 

Masjid dibuka, dan saat  dibuka, Dajjal al-Masih palsu atau 

Antikristus, akan terlihat di luar Masjid. Dia akan diikuti oleh tujuh 

puluh ribu orang Yahudi dari Isfahan (Nabi Daniel 19dilaporkan 

dimakamkan di suatu tempat dekat Isfahan). Karena Hadits di atas 

menggambarkan Masjid di Damaskus sebagai barikade, implikasinya 

yaitu  bahwa pemberontakan bersenjata di Syria mungkin tidak 

akan berakhir sampai kembalinya al Masih. 

Kita sekarang mengetahui informasi baru yang 

menjelaskan: mengapa al Masih diutus kembali pada saat ia turun 

dari langit? Mengapa dia turun di Damaskus? Dan kenapa di Masjid? 

Itu karena apa yang disebut Negara Suci Israel, sekarang dipimpin 

oleh Dajjal al Masih palsu atau Antikristus, akan meluncurkan invasi 

militer besar-besaran ke Suriah untuk menyerang dan 

menghancurkan Imam al-Mahdi, yang akan menjadi pemimpin 

negara baru dan memulihkan Negara Khilafah Muslim. Tujuan dari 

invasi besar-besaran militer Israel ke Suriah yaitu  untuk 

memaksakan Pax Judaica di dunia Muslim.  

Imam akan berada di dalam Masjid, dan pasukan bersenjata 

Israel, yang dipimpin oleh Dajjal, akan mengepung Masjid, dan siap 

untuk menghancurkan Imam yang telah mereka pojokkan, dan yang 

tidak memiliki kemungkinan untuk melarikan diri. 

Sejarah kemudian akan berulang dengan sendirinya persis 

seperti tentara Mesir yang sombong (yang sangat kuat) dan 

penindas, di bawah komando Firaun, telah memojokkan Musa   عليه 

 dan orang Israel di Laut Merah, sehingga tidak ada ruang  السالم

 

untuk melarikan diri. Pada saat tentara Mesir akan bergerak untuk 

membunuh, Allah SWT turun tangan dan secara ajaib membelah 

laut agar Musa  السالم عليه   dan Bani Israil dapat melarikan diri. Dan 

saat  Firaun beserta bala tentara Mesir berusaha mengejar mereka 

melalui celah di laut, air turun ke atas mereka dan menenggelamkan 

mereka semua. Dengan cara yang persis sama, Allah akan turun 

tangan untuk menyelamatkan Imam dengan mengirimkan al Masih, 

yang akan turun ke dalam Masjid. 

al Masih akan muncul dari Masjid setelah Sholat, kemudian 

mengejar Dajjal dan membunuhnya, dan dunia akan disingkirkan 

dari makhluk jahat itu: 

يَمَْ ب نْ  ِعيَسى َعلَي ِهمْ  نََزلَْ إِذْ  ب َح، َمر  َمامْ  ذَِلكَْ فََرَجعَْ الصُّ ِ ِشي يَن ك صْ  اْل  قَِري يَم  ال قَه   

مْ  :لَه ْ يَق ولْ  ث مَّْ َكتِفَي هِْ بَي نَْ يََده ْ ِعيَسى فَيََضعْ  بِالنَّاِس، ي َصل ِي ِعيَسى ِليَتَقَدَّمَْ فََصِلْ  تَقَدَّ

مْ  بِِهمْ  فَي َصِل ي .أ قِيَمتْ  لَكَْ فَِإنََّها ، ه  اْ :َمالْ  السَّْ َعلَي هِْ ِعيَسى قَالَْ ان َصَرفَْ فَِإذَا إَِمام 

وا الْ  َوَوَراَءه ْ فَيَف تَحْ  .ال بَابَْ ف تَح  مْ  وِدي  ْيَهْ  أَل فَْ َسب ع ونَْ َمعَه ْ الدَّجَّ َحلَّى َسي فْ  ذ و ك لُّه  م   

 ،َوَساج ْ

الْ  إِلَي هِْ نََظرَْ فَِإذَا عِْ َويَق ولْ  َهاِربًا َويَن َطِلقْ  ال َماءِْ ِفي ال ِمل حْ  يَذ وبْ  َكَما ذَابَْ الدَّجَّ

بَةًْ فِيكَْ ِلي إِنَّْ :َمالْ  السَّْ َعلَي هِْ يَسى بِقَنِي لَنْ  َضر  ِرك ه ْ .بَِها تَس  اللُّدِْ بَابِْ ِعن دَْ فَي د 

 ْ ِقيِْ   َزمْ  فَيَق ت ل ه ْ الشَّر  ءْ  يَب قَى فَْ ال يَه ودَْ للا ْ فَيَه  ا َشي  يَه وِديْ  بِهِْ يَتََواَرى للا ْ َخلَقَْ ِممَّ  

ءْ  ذَِلكَْ للا ْ أَن َطقَْ إِلَّْ قََدةَْ إ َدابَّة ْ وَْ َحائِطْ  وَْ َشَجرْ  وَْ َحَجرْ  لَْ الشَّي  َشَجِرهِْ ِمنْ  فَِإنََّها ال غَر 

ِلَم، للاِْ َعب دَْ يَا :قَالَْ إِلَّْ تَن ِطقْ  مْ  س  اق ت ل ه ْ فَتَعَالَْ يَه وِديْ  َهذَا ال م   … 

(Sunan Ibnu Majah) 

…Yesus putra Mariam kemudian akan turun kepada mereka. Imam 

akan mundur sehingga Yesus dapat maju dan memimpin orang-

orang dalam shalat, namun  Yesus akan meletakkan tangannya di 

antara bahunya dan berkata kepadanya: "Maju dan shalatlah, 

karena Iqāmah telah diberikan untukmu." Kemudian Imam mereka 

akan memimpin mereka dalam shalat. Setelah selesai, Yesus akan 

berkata: "Buka gerbangnya." Maka mereka membukanya, dan di 

belakangnya akan ada Dajjal bersama tujuh puluh ribu orang 

Yahudi, masing-masing membawa pedang berhias dan 

mengenakan jubah kehijauan. saat  Dajjal melihatnya, dia akan 

mulai meleleh seperti garam yang meleleh di dalam air. Dia akan 

lari, dan Yesus akan berkata: "Aku hanya punya satu pukulan 

untukmu, yang tidak akan bisa kamu hindari!" Dia akan 

menyusulnya di gerbang timur Ludd dan membunuhnya. 

Seharusnya tidak sulit bagi pembaca untuk 

membayangkan pasukan penyerbu Israel yang arogan, menguasai 

segalanya, sampai sekarang tak terkalahkan. Namun akan tiba suatu 

masa saat  Dajjal  al-Masih Palsu beserta pasukannya mengepung 

segala penjuru ke arah gerbang masjid, lalu mereka melarikan diri  

walau Pemimpin mereka al-Masih Palsu Dajjal  disertai dengan 

perlengkapan persejantaan yang besar, dan Yesus sang al-Masih 

sejati pun mengejarnya sampai berhasil membunuhnya,. 

Pandangan kami yaitu  bahwa saat  al-Masih mereka melarikan 

diri hanya dari satu orang yang muncul dari Masjid yang dikepung 

tentara, akan segera meyakinkan seluruh pasukan bahwa mereka 

telah ditipu, dan telah menerima al-masih palsu sebagai al-Masih 

asli. Tentara kemudian juga akan segera menyadari bahwa 

seseorang yang mengejar al-Masih palsu mereka, yaitu  Almasih 

sejati, dan bahwa Nabi Muhammad    وسلم  عليه للا  صل   telah 

mengatakan kebenaran. Oleh karena itu, penulis ini memperkirakan 

bahwa seluruh tentara Israel kemudian akan hancur bersama 

dengan tentara Yahudi yang melarikan diri ke segala arah untuk 

menghindari kematian yang telah dinubuatkan oleh Nabi 

Muhammad    لموس عليه للا صل  . Inilah nubuatnya: 

 

..kalian akan berperang melawan orang-orang Yahudi dan kalian 

akan membunuh mereka, sampai bahkan sebuah batu akan 

berkata: "hai Muslim, ada seorang Yahudi bersembunyi di 

belakang saya, jadi datang dan bunuh dia…" 

Pembaca kami juga akan dengan mudah mengenali bahwa 

dengan kematian Dajjal, dan dengan hancurnya elit tentara Israel 

yang diperintah oleh Dajjal sendiri, sambil melarikan diri untuk 

hidup mereka dalam kengerian, Negara Suci Israel palsu sekarang 

akan hancur dengan cepat. 

Dalam konteks inilah Nabi Muhammad   وسلم  عليه  للا صل   

kemudian mengungkapkan lebih banyak informasi mengenai hal-hal 

yang akan dilakukan al-Masīh saat  dia kembali: 

 

Nabi berkata: “Tidak ada nabi antara aku dan dia, yaitu Yesus. Dia 

akan turun ke bumi dan saat  kalian melihatnya, Kalian akan 

mengenalinya sebagai pria dengan tinggi sedang, rambut 

kemerahan, mengenakan dua pakaian kuning muda, tampak 

seolah-olah tetesan air jatuh dari kepalanya meskipun tidak basah. 

Dia akan memerangi orang-orang demi Islam. Dia akan 

mematahkan salib, membunuh babi, dan menghapuskan Jizyah. 

Allah akan memusnahkan semua cara hidup kecuali Islam. Dia 

akan membunuh Dajjal dan akan hidup di bumi selama empat 

puluh tahun dan kemudian dia akan mati, dan umat Islam akan 

mendoakannya 

4.7 Al-Masih Akan Mengobarkan Perang Demi Islam 

Di antara hal-hal yang akan dilakukan Almasih setelah 

membunuh Dajjal yaitu  berperang demi Islam. Besarnya jumlah 

korban cuci otak yang terjadi di dunia beberapa ratus tahun terakhir 

ini telah mengakibatkan sebagian besar umat manusia memahami 

istilah Islam untuk merujuk pada agama baru yang dibawa ke dunia 

oleh Nabi Muhammad   وسلم عليه للا صل  . Ini sangat salah, dan hanya 

anak sekolah yang benar-benar bodoh dan telah dicuci otaknya yang 

akan membatasi agama Islam hanya untuk para pengikut Nabi 

Muhammad    وسلم عليه للا صل  . Al-Qur’an dengan jelas menyatakan 

bahwa hanya ada satu agama di sisi Allah; maka Islam yaitu  agama 

yang dibawa oleh Adam, Ibrahim, Musa, dan yang lainnya sampai 

kepada Isa dan Muhammad    وسلم عليه للا صل . Oleh karena itu 

mereka yang akan mengikuti Almasih saat  dia kembali, juga akan 

termasuk dalam agama Islam. 

Perang yang akan dilawan Yesus ( السالم عليه  ) sekarang, 

mungkin yaitu  perang dengan mereka yang akan menyerang 

Negara Suci-Nya untuk menghancurkannya. Bisa juga perang 

dengan semua Negara di dunia yang menolak untuk menerima Pax 

Dei, yaitu tatanan dunia yang didasarkan pada Kebenaran yang 

diwahyukan, dan tunduk padanya. Tidak mungkin perang dengan 

mereka yang tidak menyerangnya, tidak menyerang Negara yang 

dipimpinnya, dan tidak menolak Kebenaran yang dengannya dia 

kembali. 

Pada akhir pertempuran, dia akan menghancurkan cara 

hidup kolektif semua agama dan cara hidup di dunia selain dari satu 

agama dan cara hidup yang benar yang ditahbiskan oleh Allah untuk 

umat manusia, dan yang Dia beri nama Islam. , yaitu, penyerahan 

diri kepada Allah. 

4.8 Dia Akan Mematahkan salib, Membunuh babi, dan 

Menghapuskan Jizyah. 

saat  al-Masīh kembali dan melanjutkan untuk 

mematahkan salib di mana dia akan disalibkan, dia akan 

menyampaikan pesan yang kuat kepada orang-orang Yahudi di 

dunia (yang ingin dia disalibkan) yaitu, bahwa waktu hukuman 

mereka telah tiba. saat  dia membunuh babi, bahasa yang 

dipakai  akan mengungkapkan kemarahan Ilahi yang besar 

terhadap orang-orang Yahudi yang menolak al-Masīh sejati, dan, 

sebaliknya, memilih untuk mengikuti Mesias palsu. Mereka yaitu  

'babi' yang sekarang akan dihukum dengan kematian dan 

kehancuran total. 

Karena Jizyah yaitu  pajak hukuman yang dikenakan oleh 

Allah SWT dalam Al-Qur'an (at-Taubah, 9:29) atas Ahl al-Kitab yang 

dikalahkan dalam perang penaklukan, dan yang ingin terus tinggal di 

wilayah di mana mereka tinggal sebelum perang dan yang sekarang 

dikendalikan oleh tentara Muslim, pembayaran pajak harus dibayar 

secara langsung (yaitu dengan tangan) untuk melambangkan 

penerimaan mereka terhadap pemerintahan Muslim atas tanah itu. 

 

Penghapusan Jizyah oleh Almasih akan menunjukkan bahwa Ahl al-

Kitab akan lenyap saat  dia kembali; ini karenanya akan 

mendukung pandangan mereka yang menyatakan bahwa Sejarah 

akan berakhir hanya dengan satu umat. 

Kami mengingatkan pembaca yang budiman bahwa hukum 

yang diumumkan oleh Tuhan hanya dapat diubah oleh Tuhan 

sendiri; dan Dia telah dengan jelas memberi tahu kita bahwa Dia 

tidak pernah membuat perubahan seperti itu tanpa mengganti 

hukum lama dengan hukum baru yang lebih baik atau serupa 

(Qur’an, al-Baqarah, 2:106).  Jika Allah  تعاىل و بحانهس  telah 

menghapus Jizyah, dan ini disampaikan kepada Al-Masih, maka kita 

seharusnya diberitahu tentang hukum baru yang menggantikannya, 

namun Tidak ada informasi seperti itu yang pernah diberikan, 

sehingga pengumuman penghapusan Jizyah tidak lengkap. Oleh 

karena itu, hal itu tidak dapat diterima. 

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya yaitu  implikasi 

penghapusan Jizyah. Penghapusan seperti itu juga akan 

menghapuskan Ahl al-Kitāb sebagai komunitas independen orang-

orang beriman yang akan mengikuti al-Masih; namun  sebuah Hadits 

tidak dapat bertentangan dengan bukti substansial dalam Al-Qur’an 

yang diberikan dalam bab ini bahwa masyarakat yang mengikuti 

Almasih akan terus melakukannya hingga akhir dunia. 

Nabi Muhammad   وسلم عليه للا  صل   telah memberikan 

informasi tambahan tentang peristiwa yang akan terjadi saat  

Almasih kembali; namun, informasi ini  tidak berhubungan 

dengan implikasi dan konsekuensi dari kepulangannya, dan oleh 

karena itu kami memilih untuk tidak memasukkannya ke dalam bab 

ini. Pembaca kami dapat dengan mudah mengakses informasi itu 

dari sumber lain. 

 


Komentar terakhir kami, saat kami mengakhiri buku ini, 

yaitu  kami yakin bahwa tidak ada orang Kristen yang percaya 

dengan pikiran dan hati nurani yang tidak rusak yang dapat 

membaca buku ini sampai akhir, terlepas dari semua propaganda 

Barat yang menentang bahwa Al-Qur'an yaitu  memang Firman 

yang diturunkan dari Tuhan Yang Esa, dan bahwa Muhammad   صل 

وسلم عليه  للا  ) yaitu  memang seorang Nabi yang benar dari Tuhan 

Yang Esa itu. 

Tentu saja bukan tujuan kami untuk membujuk orang-orang 

Kristen ini  untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad    للا  صل  

��سلم  عليه   , melainkan, yang kami cari hanyalah agar mereka 

mengakui dan menerima Kebenaran, bahwa “Tuhanmu, dan Tuhan 

kami, yaitu  Tuhan Yang Maha Esa.” 

 

 

Berikut yaitu  daftar Istilah yang sering dipakai  Penulis 

dalam Kajiian Eskatologi Islam di banyak karya bukunya, baik dibuku 

ini, maupun di buku judul yang lain. 

Pax Britanica yaitu   suatu masa atau Periode  dimana  Inggris 

menjadi  Negara  Adidaya atau Negara Super Power yang menguasai 

dunia, dengan  ditandai  mata uang Pounsterling  sebagai standar 

Kurs dunia, Penulis berpandangan bahwa Pax Britanica ini  sebagai 

Misi Pertama Dajjal  di  alam Ghaib sebelum  Dajjal  muncul  secara 

Fisik, Pax  Britanica  ini  yaitu   Simbolisme  dari text Hadist sebagai 

masa “Sehari  bagaikan Setahun” sebagai  tahapan pertama misi  

Dajjal. 

Pax Americana yaitu   suatu masa atau Periode  dimana Amerika 

Serikat menjadi  Negara  Adidaya atau Negara Super Power yang 

menguasai dunia, dengan  ditandai  mata uang US  Dollars  sebagai 

standar Kurs dunia, Penulis berpandangan bahwa Pax Americana ini  

sebagai Misi kedua Dajjal  di  alam Ghaib sebelum  Dajjal  muncul  

secara Fisik, Pax  Americana  ini  yaitu   Simbolisme  dari text Hadist 

sebagai masa “Sehari  bagaikan Sebulan” sebagai  tahapan kedua 

misi  Dajjal. Tahapan ini seperti yang terjadi dewasa ini, di dunia 

Geopolitik Global. 

Pax Judaica yaitu   suatu masa atau Periode  dimana Israel menjadi  

Negara  Adidaya atau Negara Super Power yang menguasai dunia, 

dengan  ditandai  Yerusalem dijadikan Ibukotanya serta memperluas 

wilayah kekuasaannya, Penulis berpandangan bahwa Pax Judaica ini  

sebagai Misi ketiga Dajjal  di  alam Ghaib menjelang  Dajjal  muncul  

secara Fisik, Pax  Americana  ini  yaitu   Simbolisme  dari text Hadist 

sebagai masa “Sehari  bagaikan Sepekan” sebagai  tahapan ketiga 

misi  Dajjal.  

ARMAGEDON yaitu  istilah yang dipakai  dalam Eskatologi 

Kristen, yang menurut Pandangan Penulis memiliki arti dan maksud 

yang sama dengan Malhama al-Kubra, yakni suatu Peperangan 

Besar di Akhir Zaman. 

PERANG BESAR yaitu  istlah yang sering dipakai  Penulis untuk 

merujuk pada Subjek yang membahas suatu peperangan yang 

sangat besar di akhir zaman, dimana dalam kajian Eskatologi Islam 

disebut Malhama al-Kubra sedangkan dalam kajian Eskatologii 

Kristen disebut Armagedon 

ANTI-KRISTUS yaitu  istilah yang dipakai  dalam Eskatologi 

Kristen, yang menurut Pandangan Penulis memiliki arti dan maksud 

yang sama dengan Dajjal dalam kajian Eskatologi Islam, yang 

memiliki  arti  “False Messias” atau “Anti-Christ” yang berarti  Al-

Masih Palsu. 

GOG AND MAGOG yaitu  istilah yang dipakai  dalam Eskatologi 

Kristen, yang menurut Pandangan Penulis memiliki arti dan maksud 

yang sama dengan Yakjuj dan Makjuj dalam kajian Eskatologi Islam. 

PENGLIHATAN  INTERNAL yaitu   istilah khusus yang dipakai   

oleh  Penulis untuk  menjelaskan  tentang suatu metodologi kajian 

dengan tidak mengacu pada makna textualnya, akan namun  

mengacu  pada makna simbolis dibalik makna textualnya, atau  

dengan kata lain, diambil makna tersiratnya. Namun kadang 

penyebutan  istilah  ini bermaksud  pada  sebuah  penerawangan 

spiritual dibalik apa yang  nampak. Contoh, saat  beliau 

menjelaskan  makna “Jasad”  di  dalam al-Qur’an, beliau tidak 

memaknai Jasad  sebagai Tubuh Manusia yang  sudah tidak 

bernyawa, akan  namun i  bermakna atau berkonotasi  kepada  Dajjal, 

sang  al Masih  Palsu, pembahasan  ini  dijelaskan di buku ini, juga di 

buku karya beliau berjudul “Qur’an dan  Jasad”. Inilah yang disebut 

dengan “Ilmu Takwil”. 

PENGLIHATAN EKSTERNAL yaitu   istilah  yang  berkebalikan  

dengan  PENGLIIHATAN  INTERNAL, yang bermaksud memakai   

atau mencari makna textualnya dalam metodologi kajian, Penulis 

berpandangan  bahwa  Metodologi ini  tidak selalu relavan jika 

dipakai   dalam kajian  Eskatologi  Islam, karena EskatologIi  Islam 

mengharuskan untuk mencari makna-makna simbolisme dalam 

text, bahkan metododogi ini sering dikritik oleh  penulis  yang 

ditujukan  kepada kaum salafi wahabi yang selalu textual dalam 

memahami  text  agama, bahkan  penulis  menjuluki mereka sebagai 

“Islam Protestan”. 

JASAD yang  dimaksud  oleh Penulis  yaitu   Dajjal, atau al-Masih 

Palsu, atau  Anti-Kristus. Sebagai  hasil  kajian  dengan  metode  

takwil dari al-Qur’an, lebih jelasnya bisa dibaca buku  beliau yang 

berjudul “Qur’an dan Jasad” 

DARUL ULUM yang dimaksud penulis yaitu  Institusi Pendidikan  

Modern  seperti Kampus atau Sekolah. 

RUM sebuah nama imperum kerjaaan yang penulis selalu tujukan 

pada Rum Timur yakni Bezantium yang dulu berpusatkan di 

konstatinopel, bukan Rum Barat yang diberpusatkan di 

eropa/vatikan. 

DEDUKSI LOGIS yaitu   pengambilan kesimpulan  makna  diluar text 

yang terlihat  tapi  bisa disimpulkan  dengan  Logika, istilah  ini  selalu  

dipakai  oleh  Penulis, sebagaimana contoh  saat  Penulis  

berkesimpulan  bahwa  Dajjal sudah  mulai memainkan  Missinya  

dari alam Ghaib sejak  Zaman Rasulullah SAW, darimana dalilnya? 

Memang  tidak ada dalil dari Qur’an atau Hadist secara  textual atau 

Tersurat, namun Deduksi Logis bahwa  Dajjal sudah mulai 

memainkan missinya  di  alam Ghaib  sejak Zaman Rasulullah  bisa 

disimpulkan  dari Hadist  tentang Sosok Ibnu  Sayyad  yang  pernah 

dicurigai  oleh Rasulullah bahwa ia  yaitu  sosok Dajjal atau bukan, 

dalam hal ini, bisa diambil kesimpulan bahwa Dajjal  sudah mulai 

210 

 

mmemainkan Missinya sejak  zaman Rasulullah, karena Rasulullah  

saw sendiri  merasa perlu  untuk memastikan apakah  Ibnu Sayyad  

itu Dajjal atau bukan. 

METODE SALAFI yaitu  istilah yang dipakai   oleh penulis 

terutama di dalam bukunya Qur’an  dan Jasad, untuk  mengkritik 

mmetode  kajian  ala salafi yang  sangat terpaku kepada  makna text, 

bukan makna dibalik  text, menurut  Penulis, metode ini  yaitu   

penghalang untuk berfikir dalam mengkaji ayat mutasyabihat 

didalam al-Qur’an. 

NEGARA  KHILAFAH yaitu  Negara  Islam di akhir zaman yang akan  

dipimpin oleh Imam  al-Mahdi, kadang sebutan Negara  Khilafah  ini  

yaitu   sebuah  Perumpaan bagi negara  zionist Israel (khiilafahnya  

Zionist). 

ESKATOLOGI ISLAM yaitu  nama disiplin  ilmu yang mempelajari  

perjalanan  sejaarah  akhri umat manusia  dalam  pandangan  Islam, 

atau bisa disebut  dengan “ilmu akhir  zaman”,  dan Penulis  yaitu   

yang  bergelut dibidang  disiplin  ilmu  ini.