alkitab digital 1

alkitab digital 1


 


Kemajuan teknologi menawarkan banyak kemudahan dalam berbagai hal. Telepon genggam kini tidak hanya bisa 

menerima dan mengirim pesan atau melakukan panggilan telepon lokal atau internasional, namun  mampu 

melakukan berbagai macam hal. Hari ini, ponsel dan perangkat serupa disesuaikan dilengkapi dengan perangkat 

lunak, akses internet, kamera digital, pemutar musik portabel, GPS dan banyak pilihan lainnya. 

Untuk melakukan transaksi pemindahan rekening tidak perlu repot-repot mengantri di Bank, dengan beberapa 

kali klik beberapa  dana telah berpindah tangan. Jual beli dilakukan oleh mesin tanpa temu atau tatap muka, 

seperti banyak penyedia jasa online yang kita ketahui lebih mirip Plaza atau Mal tapi bukan dalam bangunan 

megah, namun  sebuah benda persegi panjang dengan berbagai ukuran, smartphone dengan berbagai sistem 

operasi. 

Didalamnya bisa diinstal ragam aplikasi tergantung pengguna. Yang menariknya sebuah perpustakaan mini atau 

sedang, atau besar juga bisa dimasukkan kedalamnya disesuaikan kapasitas penyimpanan. Berbagai macam e-

book, papers, komik, jenis bacaan apapun ada didalamnya tidak ketinggalan kitab-kitab suci. 

Tidak berat dan tidak ribet dengan ukurannya yang cukup kecil, sehingga bisa dimasukkan ke dalam tas kaum 

hawa atau saku kaum Adam. Tidak hanya di hari Minggu di mana saja, kapan saja ingin membaca dan 

merenungkan firman Tuhan sepanjang ada smartphone sudah pasti bisa dilakukan. Dalam sesi-sesi 

pembelajaran Alkitab pun, sangat mudah untuk melakukan proses pencarian suatu kitab, bab dan ayat atau 

bahkan sebuah kata kunci. Hampir sama saat  kita memakai  kalkultor, untuk mendapatkan hasil tinggal 

menekan beberapa tuts dan keluarlah hasilnya. 

Begitu juga saat  hendak berbagi renungan di media sosial, dengan sentuhan aplikasi maka dalam hitungan 

detik, ayat yang ingin dibagi sudah langsung ter-share. Beberapa orang lebih memilih alkitab digital dengan 

alasan font yang lebih besar, sebab  kesulitan membaca buku alkitab dengan ukuran yang tercetak terlampau 

kecil. 

Bagaimana dengan buku Alkitab? Apakah tetap menjadi favorit? Ataukah malah ditinggalkan di rumah? sebab  

tidak seringan smartphone, atau juga mungkin sebab  bentuknya yang hampir sama dengan harga yang relatif 

sama, sebuah prestise tidak bisa dipertontonkan? Jawabannya bisa Ya, bisa juga tidak. 

Lalu apakah digital bible telah menggantikan peran buku Alkitab sepenuhnya? 

Buat sebagian orang buku Alkitab masih tetap menjadi pegangan. Menyentuh lembaran-lembaran kertasnya, 

berjelajah dari satu ayat ke ayat yang lain, dan setiap pencarian akan satu ayat dari setiap sesi saat teduh, selalu 

saja ada hal-hal baru yang ditemukan, memberikan highlight pada ayat-ayat yang menyentuh dan menjadi 

pengingat di satu atau dua atau tiga atau bahkan berapa lama tahun sepanjang ayat itu masih ada,  memberikan 

catatan kecil di pinggiran-pinggiran bukunya, sensasi yang ada saat  telapak tangan memegang stabilo atau 

sejenisnya-mulai menggaris sambil membaca dengan perlahan, menghayatinya, meresapinya, menjadikannya 

darah dan daging bagian dari diri seutuhnya, itu yaitu  sesuatu yang luar biasa meneduhkan. Rasanya tidak sama 

saat  memakai  aplikasi kitab suci. 

Keuntungan lain dari membaca buku Alkitab yaitu  diharapkan bisa menjadi contoh untuk anak-anak kita, saat  

semua orang beralih ke teknologi. Setidaknya semangat untuk menyentuh, membuka, membaca, memberikan 

highlight, merenungkan bisa meninggalkan semangat untuk membaca dan merenungkan. 

Teknologi selalu membuat hidup kita menjadi lebih mudah, semakin mudah, semakin sedikit waktu dan tenaga 

yang dipakai . Tidak ada yang salah dengan menikmati kemajuan teknologi. Jika malu menjadi alasan buku 

alkitab tidak dibawa ke gereja atau kemana saja, sebab  takut dikatakan “tidak mengikuti perkembangan jaman” 

maka iman seseorang yang merasa malu itu boleh dipertanyakan. 

Pada akhirnya diharapkan alkitab digital maupun buku alkitab bisa berjalan bersamaan, saling melengkapi 

dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Apakah aplikasi atau hasil print, dibaca, direnungkan 

intinya para pengguna Alkitab apapun bentuknya, hendaknya menjadi pelaku firman sebab  bukan alkitab yang 

menyelamatkan kita, namun  Kristus itu sendiri.   

“Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, namun  jika aku tidak 

mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.” 

Kasih yaitu  Kristus itu sendiri. 

 

Malah jadi keingat tahun 90an...saat  lagu pujian masih ditulis di buku. Kenangan berbagi buku dengan orang di 

kanan-kiri, dan juga Ibu menyanyi sekaligus mengajari saya not angka yang ada di kidung pujian. 

Beda dengan zaman sekarang, saat  semua orang terpaku pada powerpoint ataupun proyektor di depan. 

 

Agak melenceng dikit, tapi ada kesan dan memori tersendiri saat memegang buku "fisik" (dibanding yang digital). 

 

 

Apakah Anda memakai  Alkitab digital selama kebaktian? Atau apakah Anda menyadari bahwa 

memakai  sebuah aplikasi untuk membaca Alkitab selama di gereja yaitu  mengganggu? Perusahaan saya 

memproduksi sebuah platform aplikasi kustom gereja yang berpusat di sekitar interaksi digital dengan Alkitab -

- yang berarti kita mendengar orang-orang dari kedua belah pihak. Banyak pengguna yang merasa bersyukur 

Alkitab begitu mudah diakses ke smartphone dan perangkat seluler mereka; namun  yang lain sangat percaya 

Alkitab digital di gereja tidaklah tepat. 

Kritik yang paling umum tentang Alkitab digital yang kami terima yaitu  bahwa itu merupakan trend kaum 

muda, bahwa itu sangat impersonal, dan bahwa itu mengganggu. Pengkritik mengatakan bahwa kebanyakan 

orang yang memakai  aplikasi Alkitab menjadi cepat teralihkan dari khotbah pendeta dan mulai melihat 

aplikasi lain di smartphone mereka. Apakah mereka benar? 

Kritik-kritik ini selalu dapat dengan jelas kita pahami sebab  jika mereka akurat, maka membuat Alkitab bisa 

diakses dalam aplikasi mungkin malah menghalangi, bukannya membantu interaksi dengan Alkitab yang 

bermakna. Setiap minggu, ratusan ribu orang memakai  Kustom Aplikasi Gereja mereka untuk membaca 

Alkitab di gereja, dalam kelompok-kelompok kecil, dan pada studi Alkitab. Apakah kita membantu mereka 

terlibat dengan Alkitab secara lebih dekat dengan membuat Alkitab lebih mudah diakses pada smartphone 

mereka, atau kita hanya menambahkan sumber gangguan lain selama ibadah? Apakah kertas menciptakan 

pengalaman intim dengan Firman Tuhan sehingga kita harus mengubah pendekatan kita dan mengarahkan 

semua orang ke Alkitab cetak mereka? 

Pada akhirnya, sulit untuk mengetahui dengan pasti. Namun, melihat data tentang bagaimana orang 

memakai  teknologi dapat memberikan kita suatu pengertian bagaimana mereka mungkin -- atau mungkin 

tidak -- memakai  teknologi untuk terlibat dengan Firman Tuhan. 

Pertama, kita tahu bahwa orang menghargai membaca Alkitab. Sebuah studi dari Barna /American Bible Society 

baru-baru ini menemukan bahwa lebih dari setengah orang Amerika mengatakan mereka ingin lebih banyak 

membaca Alkitab mereka. 

Pew Research juga melaporkan bahwa 64% dari orang dewasa Amerika memiliki beberapa jenis smartphone. 

Penelitian tambahan menunjukkan bahwa smartphone dan aplikasi merupakan alat yang lengkap dalam 

kehidupan kebanyakan orang Amerika -- mayoritas pemilik smartphone memakai  ponsel dan aplikasi 

mereka secara teratur untuk berinteraksi dengan orang lain dan mengikuti peristiwa-peristiwa di dunia sekitar 

mereka. Perhatikan implikasi dari angka-angka ini  untuk jemaat gereja yang khas. Ini berarti mayoritas 

setiap jemaat gereja umumnya duduk di gereja masing-masing dan setiap akhir pekan dengan sebuah 

smartphone -- sebuah smartphone yang merupakan bagian integral dari cara mereka berinteraksi dengan orang 

lain dalam kehidupan sehari-hari mereka. saat  kita melihat fakta ini maka beberapa hal menjadi jelas: 

Aplikasi seluler bukan sebuah keisengan. Mereka yaitu  media komunikasi yang diinginkan untuk berhubungan 

dengan budaya saat ini. Mereka ada untuk seterusnya. 

Aplikasi seluler dipakai  oleh sebagian besar orang dewasa di Amerika setiap hari. Aplikasi seluler tidak hanya 

untuk para pemain game muda; mereka dipakai  oleh semua usia dewasa secara demografis dalam persentase 

yang semakin bertambah. 

Pertanyaannya yaitu : apakah ini hal yang baik atau buruk? 

Hanya sebab  warga  menerima aplikasi sebagai cara yang lebih disukai untuk terhubung dengan orang-

orang, bisnis, dan organisasi bukan berarti aplikasi secara otomatis baik untuk gereja. Tidak semua yang diterima 

warga  harus dipakai  di gereja. Ada banyak hal yang bermanfaat dalam jangka pendek, tapi menghasilkan 

sedikit hasil dalam jangka panjang, dan bahkan mungkin memiliki efek samping yang negatif. 

Meski begitu, bertahun-tahun penelitian dan interaksi dengan ribuan pendeta membawa kita kepada keyakinan 

ini: Alkitab digital di gereja yaitu  ide yang baik. Berikut ini alasannya: 

Alkitab Digital lebih mudah untuk diakses, di mana saja. Hampir semua pengguna smartphone membawa ponsel 

mereka ke mana-mana, termasuk banyak tempat saat  situasinya malahan akan menjadi tidak nyaman jika 

membawa atau memakai  Alkitab cetak. Pendeta memberitahu kita tidak hanya orang-orang membaca 

Alkitab di gereja, mereka juga lebih terlibat dengan itu! Pendeta memberitahu kami Alkitab digital sangat 

membantu praktek gereja mereka untuk membaca renungan setiap hari. 

Alkitab Digital memungkinkan para pengguna untuk membuat catatan yang lebih baik di gereja. Kami 

menemukan saat  orang menulis catatan dan memasukkan teks yang sebenarnya dari Kitab Suci (aplikasi digital 

memungkinkan untuk menyalin dengan cepat) dalam catatan mereka, ada potensi besar untuk meningkatkan 

ingatan dan aplikasi dari khotbah. Dan catatan-catatan itu mudah diakses di smartphone mereka. 

Alkitab Digital membawa penginjilan ke tingkat yang baru. Pendeta mampu membuat khotbah-khotbah mereka 

lebih interaktif, dan orang-orang sering menyebarkan di media sosial ayat-ayat yang mereka baca. Berbagi secara 

sosial yaitu  mudah bila Anda memakai  aplikasi digital. Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh Pew 

Research menemukan bahwa dari mereka yang disurvei, 1 dari 5 orang Amerika menyaksikan iman mereka 

secara daring dalam seminggu rata-rata di tempat-tempat seperti Facebook dan Twitter. 

Sampai beberapa tahun yang lalu, kebanyakan orang Kristen diajarkan untuk berinteraksi dengan Alkitab sebagai 

artefak fisik: mereka akan menyoroti ayat-ayat di Alkitab cetak mereka, atau menggaris bawahi dan menjelaskan 

kata-kata dan ayat-ayat yang mengena bagi mereka. Mereka didorong untuk membuat Alkitab mereka menjadi 

buku pribadi yang penuh dengan catatan, garis bawah, dan sorotan. Untuk orang yang terbiasa dengan 

pengalaman pengguna ini, sebuah Alkitab digital bisa tampak impersonal. Jelas akan ada preferensi di kedua sisi, 

namun  apakah itu benar-benar harus menjadi salah satu atau yang lain? Penelitian kami menunjukkan bahwa bagi 

orang yang bersedia menerima format digital, alkitab digital membawa keuntungan yang tidak dimiliki versi 

cetak -- namun  di atas semua itu, kami berharap orang-orang Kristen akan terus membaca Alkitab berdasarkan 

pilihan mereka, digital atau bukan, saat  mereka berkumpul untuk ibadah. (t/Jing-Jing) 

Diterjemahkan dari: 

Nama situs: Bible Gateway Blog 

URL: https://www.biblegateway.com/blog/2015/08/bible-apps-in-church-good-or-bad-idea/ 

Judul asli artikel: Bible Apps in Church: Good or Bad Idea? 

Penulis artikel: Jonathan Petersen 

Tanggal akses: 15 April 2016 

Alkitab dan Alkitab Elektronik 

 

 

BAB I 

PENDAHULUAN 

A. LATAR BELAKANG 

            Alkitab yaitu  sebuah peta untuk memperlihatkan kita jalan untuk hidup. Ada dalam Alkitab,”Aku ini orang 

asing di dunia, janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap aku” (Mazmur 119:19). Alkitab 

memberikan hikmat kepada kita. Ada dalam Alkitab,”Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab 

peringatan-peringatan-Mu kurenungkan” (Mazmur 119:99). Alkitab menawarkan pertolongan apabila jalan 

kelihatan tidak jelas. Ada dalam Alkitab, ”Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mazmur 

119:105). Alkitab memberikan kita perintah-perintah Allah, yang tidak dapat dirubah. Ada dalam Alkitab,”sebab  

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak 

akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi” (Matius 5:18). 

            Alkitab berguna untuk bersaksi tentang Allah dan Putra-Nya Yesus Kristus, Firman yang menjadi manusia, 

alkitab berisi hukum dan peraturan dari Allah yang harus ditaati dan dilaksanakan. Alkitab sebagai pedoman 

menuju pelabuhan keselamatan di sorga abadi, Sabagai referensi, sumber pengajaran, nasehat, tuntunan menuju 

keselamatan abadi, cermin bagi diri sendiri untuk mengetahui dosa dan salah diri sendiri, dan apakah sudah 

melaksanakan tanpa henti Firman Allah, sesuai iman kepada Yesus Kristus, Tuhan, Juruselamat manusia. 

Mempelajari Alkitab bukan untuk bisa menyalahkan orang lain. 

            Namun pada abad ini, dunia telah memasuki dan sedang berada dalam perubahan serta perkembangan 

cepat sebagai akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Berbagai layanan informasi, 

jaringan komunikasi, dan beberapa  peralatan canggih yang dioperasikan lewat komputer  membuat segala 

sesuatu menjadi semakin mudah untuk dijangkau. Di mana-mana setiap orang berlomba-lomba untuk 

menyesuaikan diri dengan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi melalui 

adaptasi dengan berbagai media , seperti komputer, telepon genggam, dan berbagai sarana  yang lain. 

Media  yaitu  bukti bagaimana manusia berupaya mengembangkan diri dan berusaha mengatasi kesulitan-

kesulitan hidup, menyediakan kemudahan kerja, kemudahan berbagi informasi, dan sebagainya. Hal ini 

membawa dampak bagi kehidupan warga  di berbagai bidang kehidupan, termasuk yang religius. 

Perkembangan pengetahuan dan teknologi menyebabkan banyak pemuda-pemudi kristen yang hanyut dalam 

pengaruh negatif dan mulai mengabaikan kewajibannya untuk membaca alkitab yang sebagai sarana untuk 

mengerti akan kehendak Allah 

 

 

            Alkitab yaitu  kitab suci umat Kristiani. (Kadang-kadang disebut pula dengan istilah Injil, meskipun 

sesungguhnya hanya keempat kitab pertama dalam Perjanjian Baru yang disebut dengan Injil). Alkitab dibagi 

atas dua bagian utama, yaitu Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. Bagian-bagian utama ini disebut "Perjanjian" 

sebab  Allah bangsa Israel membuat perjanjian kepada manusia. Pertama kalinya antara Musa dan bangsa Israel 

dan kedua kalinya antara Yesus Kristus dan seluruh umat manusia. Hampir semua bukuPerjanjian Lama ditulis 

dalam bahasa Ibrani, kecuali beberapa bagian yang ditulis dalam bahasa Aram contohnya 

kitab Daniel sedang  semua buku Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. 

            Istilah Alkitab berasal dari kata "Al-Kitab" (bahasa Arab: الكتاب) berarti "buku" atau "kitab".Di negeri-negeri 

berbahasa Arab sendiri, Alkitab disebut sebagai "Al-Kitab Al-Muqaddas" (bahasa Arab: المقدس الكتاب). Dalam bahasa 

Indonesia, Alkitab kadang disebut dengan istilah Bibel.Filo (20 SM – 50 M) dan Yosefus menyebut Perjanjian 

Lama sebagai bibloi hiërai. Hieronimus, seorang Bapak Gereja yang disuruh oleh Paus Damasus untuk merevisi 

Alkitab Latin, berkali-kali menyebut Alkitab dengan nama Biblia yang merupakan kata dari bahasa Latin yang 

berarti "buku". Alkitab dalam bahasa Inggris menyebut kitab suci sebagai the Bible, dan dalam bahasa Jerman 

sebagai die Bibel. 

            Alkitab terdiri dari: 

39 kitab Perjanjian Lama atau kitab-kitab bahasa Ibrani; sebab  97% isinya ditulis dalam bahasa Ibrani dan 

sisanya dalam bahasa Aramaik. 

27 kitab dan surat Perjanjian Baru atau kitab-kitab bahasa Yunani; sebab  ditulis dalam bahasa Yunani oleh para 

pengikut Kristus (disebut sebagai orang Kristen). 

Kitab-kitab Deuterokanonika atau Apokrif (hanya dipakai oleh gereja Katolik Roma dan Ortodoks dan jumlahnya 

berbeda-beda menurut denominasi. Kristen Katolik memakai 7 kitab dan 2 tambahan pada kitab-kitab Perjanjian 

Lama lainnya.) 

            Allah yaitu  sumber dari semua informasi di dalam Alkitab. Ada dalam Alkitab,”Semua yang tertulis dalam 

Alkitab, diilhami oleh Allah dan berguna untuk mengajarkan yang benar, untuk menegur dan membetulkan yang 

salah, dan untuk mengajar manusia supaya hidup menurut kemauan Allah” (2 Timotius 3:16, BIS). Alkitab 

memperkenalkan kita kepada Yesus Kristus. Ada dalam Alkitab,”Pada zaman dahulu banyak kali Allah berbicara 

kepada nenek moyang kita melalui nabi-nabi dengan memakai bermacam-macam cara. namun  pada zaman akhir 

ini Ia berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya. Melalui Anak-Nya inilah Allah menciptakan alam 

semesta. Dan Allah sudah menentukan bahwa Anak-Nya inilah juga yang berhak memiliki segala sesuatu” (Ibrani 

1:1-2, BIS). 

            Apakah yang sanggup dibuat oleh Alkitab kepada orang yang percaya pada Alkitab? Ada dalam 

Alkitab,”Ingatlah juga bahwa sejak kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat 

kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan melalui iman kepada Kristus Yesus” (2 Timotius 3:15). 

            Apakah syarat untuk mendapatkan pengertian akan perkara-perkara ilahi yang dijanjikan? Ada dalam 

Alkitab,”Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu, 

sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, ya, 

jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, jikalau engkau 

mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan 

memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah. sebab  TUHANlah 

yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian” (Amsal 2:1-6). 

B. Fungsi  Alkitab 

            Alkitab mempunyai fungsi dalam hubungan dengan kehidupan orang percaya dan pertumbuhan iman dari 

orang percaya. Sehingga Alkitab mempunyai fungsi sentral dan dominan dalam kehidupan pribadi maupun umat. 

Hal ini menjadi penting, sebab  jika orang Kristen atau jemaat telah salah memahami fungsi Alkitab bagi mereka 

maka bukan tidak mungkin nilai fungsi Alkitab akan mengalami degradasi yang luar biasa, bahwa Alkitab akan 

disepelekan. Alkitab memiliki fungsi sentral dan dominan, sebab  hidup iman seseorang dan persekutuan 

ditumbuh-kembangkan tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Alkitab. Seseorang makin mengenal Allah, karya 

Keselamatan-Nya serta menghayati makna hidup berimannya tidak dapat lepas dari tuntunan Alkitab. 

            Fungsi Alkitab selanjutnya yaitu  dalam kaitannya dengan pembangunan tubuh Kristus 

(bandingkan Kisah Para Rasul 2; Kisah Para Rasul 4; 1 Korintus 12; 1 Korintus 14; Efesus 4). Yang dimaksudkan 

di sini yaitu  Alkitab berada pada posisi sentral bukan hanya dalam hal kehidupan iman personal atau komunal, 

namun  juga posisi sentral itu berlaku, menerangi segala keputusan atau kebijakan yang diambil dalam menata dan 

membangun persekutuan orang percaya / jemaat. Segala keputusan dan kebijakan gerejawi tidak boleh lepas 

dari dasar Alkitab. Alkitab sebagai pernyataan kehendak Allah semestinya menjadi dasar pijak dan memayungi 

segala keputusan dan kebijakan gerejawi baik yang berlaku ke dalam mau pun ke luar, baik untuk tingkat di 

jemaat maupun di tingkat sinodal. Fungsi ini teramat penting, sebab  di sinilah letak perbedaan fundamental 

antara gereja dengan organisasi lainnya; antara keputusan dan kebijakan gerejawi dengan keputusan dan 

kebijakan organisasi sekuler lainnya. Hal ini juga menjadi penting dan mesti dihayati oleh setiap pribadi dalam 

gereja terutama para pelayan dan pejabatnya, segala keputusan dan kebijakan gerejawi yaitu  keputusan dan 

kebijakan yang mencerminkan citra dan kualitas wibawa Alkitab sebagai pernyataan Allah bagi umat maupun 

bagi dunia. 

 

Berikut yaitu  data dari pemahaman fungsi alkitab bagi para pemuda-pemudi Kristen: 

1.      AN, pemuda GKII PETRA: “Fungsi untuk berkomunikasi dengan Tuhan agar kita tahu mana yang baik dan 

jahat yang tidak boleh kita lakukan, dan untuk tahu Tuhan punya rencana  bagi di masa akan datang. 

2.      IR, pemudi GKII PETRA: “Fungsi alkitab sebagai sumber untuk mempelajari kebenaran firman Allah.” 

3.      RD, mahasiswa Fakultas Kesehatan warga  angkatan 2011: “Fungsi Alkitab sebagai pedoman dalam 

hidup kita, sebab  di dalamnya berisi ajaran-ajaran dan nasehat-nasehat dan perintah-perintah untuk membawa 

hidup kita kepada keselamatan 

4.      RO, mahasiswa Fakultas Keperawatan  angkatan 2009: “Fungsi alkitab buat saya yaitu  sebagai suatu 

motivasi untuk hidup saya sebab  dari alkitab saya bisa belajar untuk menghargai hidup yang Tuhan berikan. 

5.      MR, Mahasiwa Fakultas Teknik angkatan 2011: “Sebagai pelita atau petunjuk dalam kehidupan sehari-hari.” 

            Alkitab menyatakan kepada kita tentang makna dan tujuan di dalam kehidupan kita.  Dan kita menjadi kaya 

oleh sebab  kasihNya dan anugerah-Nya dan kehadiranNya yang melingkupi perjalanan kita di hari-hari 

mendatang. Sebagai pemuda dan pemudi Kristen,  kita tentunya sadar akan fakta bahwa Tuhan memberi kita 

Alkitab yaitu  bukti dan gambaran kasih-Nya kepada kita.  Dia mau agar kita dapat selalu mengerti isi hatinya 

dan agar kita mengerti betapa besar cinta-Nya pada kita 

            Fungsi Alkitab bagi kita para pemuda-pemudi kristiani yaitu  seperti yang difirmankan Tuhan melalui 

alkitab itu sendiri (2 Timotius 3 : 16 ), yaitu “Segala sesuatu yang dilhamkan Allah memamng bermanfaat untuk 

mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam 

kebenaran.” Ayat ini telah mencangkup semua fungsi kitab suci kita yaitu Alkitab. 

Berikut yaitu  data dari pendapat tentang alkitab elektronik bagi para pemuda-pemudi Kristen: 

SR, Mahasiswi Fakultas Kesehatan warga  angkatan 2011: “Hal itu tidak salah sebab  Tuhan memberikan 

kita hikmat dalam memakai  teknologi, alkitab elektronik dan manual bukan menjadi persoalan yang penting 

bagaiman firman Tuhan itu menjadikan hidup kiya menjadi berkat bagi orang lain.” 

ER, pemuda GKII PETRA : “Pendapat saya memakai  alkitab elektronik itu terkesan seakan-akan kita tidak 

menghargai alkitab lagi sehingga kurang memberikan penghayatan yang sungguh-sungguh dibandingkan saat 

kita membaca firman secara langsung dari dalam alkitab.” 

NN, pemudi GKII PETRA : “Saya kurang setuju dengan penggunaan alkitab di handphone sebab  pada saat kita 

sedang saat teduh, saat ada telepon atau sms masuk konsentrasi kita dan pikiran akan tidak terarah juga tidak 

akan mendapat kepuasan dibandingkan dengan membaca buku alkitab.” 

LO, Mahasiswa Fakultas Kesehatan warga  angkatan 2010: “saya kurang setuju sebab  hal ini  akan 

membuat orang malas membaca alkitab dan mulai mengabaikan alkitab secara perlahan.” 

JN, Mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2011: “hal itu baik, namun  saat ibadah haruslah memakai alkitab 

sebenarnya, alkitab elektronik hanya dipakai  saat mendadak saja.” 

            Alkitab Elektronik merupakan hasil penemuan manusia untuk dipakai  sebagai media penyampaian 

Firman Tuhan. Alkitab Elekronik merupakan software yang terinstal dalam handphone atau computer sehingga 

memudahkan manusia untuk memakai nya. Alkitab Elektronik merupakan perangkat lunak ciptaan LAI 

untuk mempermudah jalannya pelayanan. 

            Tujuan diciptakan Alkitab Elektronik yaitu  untuk memudahkan bukan untuk mengganti adanya peranan 

buku alkitab untuk dibawa ke tempat beribadah, hanya saja seringkali manusia sendirilah yang menyalah 

gunakan Alkitab Elektronik, contohnya sebagai alasan bermain game saat sedang beribadah dan lain-lan. Dampak 

positif dan negatif yang ditimbulkan berasal dari diri manusia itu sendiri yang mempergunakaan alkitab. Harus 

kita sadari di era globalisasi teknologi akan terus dan terus berkembang. 

Berikut yaitu  data dari pemahaman fungsi alkitab jika diletakkan di atas kepada bayi bagi para pemuda-pemudi 

Kristen: 

EC, pemudi GKII PETRA: “Tidak ada fungsi apa-apa, hanya kepercayaan dari orang tua terdahulu, maka dari itu 

terbawa sampai sekarang sebab  percuma jika diletakkan di atas kepala bayi jika tidak di baca melainkan hanya 

di gambarkan sebagai sebuah buku penjaga.” 

AN, pemuda GKII PETRA: “Ada fungsinya juga dengan meletakkan alkitab di atas kepala bayi untuk menjaganya 

tidur sampai pagi, dan untuk menjauhkan roh-roh jahat pada saat anak ini  tidur.” 

ER, pemuda GKII PETRA : “Sama sekali tidak ada gunanya, alasannya sebab  jika kita meletakkan alkitab di atas 

kepala bayi berarti kita mendewakan alkitab atau menjadi Mamon.” 

IR, pemudi GKII PETRA: “Tidak ada fungsi meletakkan alkitab di atas kepaa bayi sebab  alkitab hanyalah sebuh 

buku bukan Allah, kebanyakan orang mengira cara ini  dapat melindungi bayi ini  namun hal itu tidak 

benar sebab  Allah itu sendiri sudah melindungi kita” 

RD, mahasiswa Fakultas Kesehatan warga  angkatan 2011: “Alkitab yang diletakkan di atas kepala bayi telah 

menjadi kebiasaan sejak dulu itu dimaksudkan untuk melindungi bayi terhadap gangguan iblis.” 

RO, mahasiswa Fakultas Keperawatan  angkatan 2009: “pendapat saya hal ini  baik, sebab  walaupun bayi 

belum mengetahu tentang alkitab namun  secara tidak langsung dia bisa merasakan bahwa Tuhan akan selalu 

menjaga dan menyertainya dan orang tuanya percaya akan hal itu.” 

AP, Mahasiswa Fakultas Kesehatan warga  angkatan 2009: “Menurut saya hal itu kurang baik sebab  alkitab 

bukan yang menyembuhkan orang namun alkitab hanya mengajarkan tentang mengenal pribadi Kristus sebab  

firman itu ialah Allah sendiri, yang menyembuhkan yaitu  Tuhan Yesus sendiri bukan alkitabnya.” 

SR, Mahasiswi Fakultas Kesehatan warga  angkatan 2011: “Saya kurang setuju sebab  alkitab hanya sebuah 

buku biasa namun alkitab itu menjadi bernilai bahkan memiliki kuasa saat firman Tuhan itu hidup dalam diri 

seseorang, cukup orang tua menyerahkan bayi itu kepada Tuhan maka Tuhan akan menjaga dan menyertainya.” 

            Alkitab berisi Firman yang berasal dari mulut Allah yang diilhamkan langsung dari Roh Kudus. Alkitab 

yaitu  sebuah buku dan yang memiliki kuasa yaitu  Firman Tuhan yang berada di dalam alkitab itu sendiri. Jadi 

meletakkan alkitab di atas kepala bayi yaitu  hal yang tidak berguna sebab  hal ini  menjadikan alkitab 

sebagai jimat pelindung, yang berkuasa yaitu  firman yang ada di dalam alkitab itu sendiri. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN 

            Alkitab menyatakan kepada kita tentang makna dan tujuan di dalam kehidupan kita.  Dan kita menjadi kaya 

oleh sebab  kasihNya dan anugerahNya dan kehadiranNya yang melingkupi perjalanan kita di hari-hari 

mendatang. 

            Tujuan kitab suci ditulis untuk menyatakan fakta bahwa Tuhan memberi kita Alkitab yaitu  bukti dan 

gambaran kasih-Nya kepada kita. Istilah "wahyu" berarti Tuhan mengkomunikasikan kepada manusia siapa Dia 

dan bagaimana kita dapat memiliki relasi yang benar dengan Dia. Walaupun pewahyuan Allah dalam Alkitab 

diberikan secara progresif dalam kurun waktu kurang lebih 1.500 tahun, Alkitab selalu mengandung segala 

sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk mengenal Allah agar dapat memiliki hubungan yang benar dengan-Nya. 

Dan kita harus terus mencari Dia sampai kita melihat dan percaya. Hanya dengan iman kita terus menimba 

kekayaan-kekayaan Kristus yang dibeberkan bagi kita dalam Alkitab, kita akan bertumbuh menuju kedewasaan 

rohani dan menjadi umat milik Allah yang diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. 

            Alkitab yaitu  bagian dari kehidupan Kekristenan, namun demikian terkadang masih sulit untuk selalu 

mencintai Alkitab, membaca dan merenungkan isi Alkitab. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Untuk itu perlu 

sekali kita memahami isi Alkitab agar dapat selalu mencintai Firman Tuhan, membaca, merenungkan dan 

melakukan Firman Tuhan dalam hidup sehari-hari. 

            Alkitab elektronik merupakan sebuah proses hasil berpikir manusia untuk memenuhi kebutuhan praksis 

serta praktis mereka. Ini yaitu  sebuah revolusi terhadap Alkitab dengan melihat keseluruan konten-kontennya 

yang berada pada media ini . Alkitab elektronik versi 2.0 merupakan sebuah software (perangkat lunak) 

yang terinstal di dalam handphone, dan juga laptop serta komputer. Berbagai inovasi dilakukan oleh LAI sebagai 

pembuat serta pengelola Alkitab. LAI menerbitkan Alkitab elektronik agar bisa dikonsumsikan warga  serta 

Gereja. Untuk memudahkan pelayanan para pelayan khusus agar secara umum bisa mengetahui setiap latar 

belakang, setiap kitab dan juga nubuat, deutrokanonika, perumpamaan, ayat-ayat tematik, berbagai terjemahan 

dengan bahasa Inggris dan bahasa daerah Indonesia serta kamus Alkitab. Dengan demikian Alkitab elektronik 

memiliki perbedaan dengan Alkitab buku, sebab Alkitab buku tidak memiliki latarbelakang setiap kitab dan juga 

nubuat, deutrokanonika, periumpamaan, ayat-ayat tematik, berbagai terjemahan dengan bahasa daerah 

Indonesia secara sistematis. Alkitab Elektronik berguna dan sangat membantu tergantung dari siapa dan 

bagaimana dimanfaatkan. 

Manfaat & Dampak Buruk Alkitab Digital – Untung Rugi Alkitab Elektronik Relatif Gunakan Sesuai Konteksnya 

Kristen Sejati – “Jaman sudah modern ya….” Dimana-mana ungkapan ini sangat populer. Modernisasi di berbagai 

bidang yaitu  sebuah kebanggaan semu, sebab dampak yang diberikannya seperti pedang bermata dua, bisa 

positif dan bisa negatif. Seorang penikmat seakan-akan disajikan makanan enak dan kotoran di atas meja yang 

sama. Inilah yang kami sebut sebagai semu, artinya manfaat yang anda peroleh bisa bergerak fleksibel ke arah 

positif ataupun negatif. Bukankah semuanya itu tergantung di tangan penggunanya masing-masing? Mari 

berharap orang yang memakainya sudah dewasa dalam berpikir. 

Ditengah modernisasi yang terus terjadi akhir-akhir ini, janganlah berpikir bahwa keadaan ini  akan 

semakin membebaskan kita dari dosa. Sebab resiko dosa dan kebenaran itu selalu seimbang, artinya saat  

potensi untuk melakukan yang benar lebih banyak  maka potensi untuk melakukan yang jahat juga lebih banyak. 

Oleh sebab  itu, kedepankan prinsip kewaspadaan saat melakukan segala sesuatu. Jangan biarkan dirimu berada 

di bawah kendali modernisasi dengan mengubah kehidupan anda menjadi orang yang penuh dengan ambisi yang 

arogan. namun  injaklah moderniasasi yang berlebihan itu sebab  berpotensi membuat kita menjadi orang yang 

egois dan tidak peduli kepada orang lain. 

Kehidupan kita tidak pernah luput dari kesalahan. Seperti contohnya, kami yang sudah bertahun-tahun datang 

ke Gereja dengan rutin. Namun ada satu hal yang kerap kali lupa dibawa, yaitu Alkitab. Ini seharusnya tidak 

terjadi. Memang beberapa dari kita meyakini bahwa itu hanyalah sesuatu yang kecil-kecil. Sekalipun demikian, 

ketahuilah bahwa dosa kecil bisa saja menarik kita untuk melakukan kesalahan yang besar. namun  saat 

menyadari hal ini, kami menyesalinya dan mulai bertekad untuk kembali mengaktifkan kegiatan membawa buku 

terpopuler ini  setiap kali mengikuti ibadah baik di Gereja maupun pada persekutuan kelompok kecil. 

Pengertian 

Alkitab yaitu  (1) kitab suci agama Kristen, terdiri atas Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru; (2) Alquran (KBBI 

Luring). Bagi kami sendiri, buku ini yaitu  buku yang berisi pengajaran dalam perumpamaan tentang kebenaran 

yang hakiki/ kebenaran sejati. Mengapa kami menyebutnya sebagai buku yang berisi tentang perumpamaan? 

sebab  di dalamnya terdapat kisah-kisah pertarungan antara kebajikan dan kejahatan. Sedang sebagai pembaca 

yang budiman, kita hindari pemikiran sempit yang berusaha mengambil sisi jahatnya. Melainkan ambillah makna 

kebaikan/ kebajikan yang terkandung di dalam setiap kisah yang tersurat. 

Harap di sadari bahwa tidak semuanya isi yang terdapat di dalam Alkitab yaitu  benar adanya. Melainkan setiap 

bagian ini  harus kita sesuaikan dengan konteks kebenaran yang hakiki, yaitu kasih kepada Tuhan yang 

seutuhnya dan kasih kepada sesama seperti diri sendiri. Jikalau ada hal-hal yang bertentangan dari kedua inti 

kebenaran yang hakiki ini  maka semestinya didiamkan dan dianggap sebagai perumpamaan belaka. 

sedang  yang lainnya bisa diambil atau tidak sesuai dengan kebiasaan di Gereja masing-masing. Kedua hal ini 

telah dinyatakan Tuhan Yesus sebagai inti dari kitab suci dan kitab para nabi. Seperti ada tertulis. 

(Matius 22:36-40) “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: 

“Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal 

budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: 

Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat 

dan kitab para nabi.” 

Manfaat atau lebih tepatnya keuntungan memiliki Alkitab digital (elektronik) 

Ada beberapa  situasi saat  Alkitab digital menjadi sebuah pengembangan atas teks yang dicetak dalam berbagai 

gaya penulisan di dalam setiap LCD tepat di depan mata anda. Kita merasa bahwa ketersedian peralatan super 

canggih sekelas smartphone, tablet, laptop  dan sebagainya akan memberi solusi yang tepat bagi setiap persoalan 

yang dapat muncul. Sayang, tidak ada sedikitpun kesadaran betapa hal itu juga merupakan sebuah ancaman bagi 

kehidupan yang berlangsung secara lambat. 

Berikut manfaat (kelebihan) Kitab Suci yang berada dalam format digital. 

Alkitab digital dapat di buka dengan cepatmemberikan akses pribadi kepada siapa pun. 

Budaya serba cepat telah menjalar kemana-mana termasuk dalam hal kepemilikan Kitab. Anda tidak perlu waktu 

yang lama saat  seorang hamba Tuhan hendak mengarahkan untuk membuka bagian-bagian tertentu dalam 

Kitab Suci. Mungkin bagi mereka yang sudah terbiasa akan menyelesaikannya dalam hitungan detik. 

Alkitab digital sangat mudah dibawakapanpun, dimanapun dan apapun aktivitas kita. 

Anda dapat membawanya dalam saku, yang tentunya sangat berguna saat  bepergian. Kami lebih melihat ini 

dalam aspek yang mengutamakan kepraktisan dalam hal penggunaan. Lagian sebuah buku Kitab Suci bisa saja 

lebih berat dibandingkan dari ukuran dan bentuk smartphone yang lebih kecil dan ringan. 

Lebih murah mengunduh daripada membeli sebuah Alkitab fisik, bahkan sering kali gratis. 

Tentu saja harga sebuah Alkitab di sini lebih murah di bandingkan dengan harga smartphone/ tablet/ laptop 

ini . Jika anda sudah membeli barang elektronik yang berkelas dan mahal ini maka secara otomatis Kitab 

Suci orang Kristen ada di dalamnya dan gratis lagi. 

Alkitab digital dapat dibaca dalam kegelapan. 

Apa ada orang yang sering membaca firman di dalam kegelapan? Jika anda pernah melakukannya maka versi 

digital ini bisa diandalkan di dalam kegelapan. Kami sendiri tidak membacanya lewat LCD di dalam kegelapan. 

Malah lebih memilih untuk membaca hardbook Alkitab di dalam kegelapan sembari menghidupkan fasilitas 

senter pada handpone/ smartphone yang dimiliki. 

Lebih mudah saat menulis konten digital. 

Apakah anda seorang operator LCD dalam sebuah kebaktian? Kitab Suci digital ini jelas membantu para operator 

LCD untuk mengkopi pastekan firman yang hendak di baca sehingga bisa langsung ditampilkan lewat proyektor. 

Kami juga yang suka menulis di blog lebih suka mengambil firman dari Alkitab elektronik yang telah diinstal di 

laptop. Ini jelas lebih cepat dan praktis daripada sekedar menyalinnya langsung dari hardbook. 

Lebih mudah saat mencari kata per kata atau kalimat. 

Pernahkah anda mengingat sebuah ayat di dalam Alkitab namun  lupa, di kitab mana hal ini  tertulis? Kami 

sering sekali mengalami hal ini. Jadi cara praktisnya untuk menemukan posisinya yaitu  dengan mencari kata/ 

kalimat ini  di seluruh Alkitab yang dilakukan secara otomatis oleh mesin. Saat anda mengalami masalah 

lupa seperti yang kami alami maka tulisan digital ini bisa membantu. 

Ada beberapa fitur pilihan. 

Harus kami akui memang bahwa ada beberapa fitur pilihan yang ditampilkan dalam versi elektronik 2.0. 

Diantaranya yaitu  kumpulan perumpamaan Tuhan Yesus Kristus selama di bumi, kumpulan penggenapan dari 

nubuatan yang ada di Perjanjian Lama yang digenapi di Perjanjian Baru dan lain sebagainya. Silahkan unduh 

sendiri Alkitab Elektronik 2.0 dari nikmati beberapa fitur spesial yang diberikannya. 

Kelemahan (kerugian) saat kita lebih suka membawa-bawa yang digital dan selalu meninggalkan versi cetaknya 

di rumah. 

Ada beberapa  alasan mengapa para pemuda dan pemudi harus segera memutuskan untuk memakai  Alkitab 

cetak untuk membaca, berkhotbah, dan diskusi kelompok. Manfaat yang dirasakan saat memakai  hardbook 

tidak akan anda temui saat memakai yang versi digital. Berikut ini, beberapa kerugian atau kekurangan 

memakai  Kitab Suci versi elektronik. 

Memiliki susunan yang tidak teratur. 

Memang dari soal kecepatan dan kepraktisan yang satu ini tidak dapat diimbangi dengan yang versi cetak. namun , 

coba amati lagi baik-baik susunan kata di dalamnya, terkesan semuanya dipisah-pisah, tidak ada rata kanan-kiri 

dan membuat mata tidak tenang saat membacanya. Mungkin memang ini bawaan software-nya yang 

memisahkan setiap ayat dengan ayat namun  keadaan ini benar-benar membuat mata tidak nyaman saat membaca 

sesuatu yang tidak bersambung. 

Judul perikop telah di pisah dari isinya. 

Kami tidak tahu apa motif dari pemisahan judul perikop dengan isinya. Memang judul itu tidak hilang namun  kita 

harus mencarinya lagi pada bagian lain untuk mengenali hal ini . Ini tergolong kelemahan yang cukup 

merepotkan dan menggugurkan manfaatnya yang praktis sebelumnya. Ini bukan saja hanya sekedar tampilan 

yang salah namun  seolah melucuti Alkitab yang asli menjadi versi dunianya sendiri. 

Menjadi alat kesombongan dan arogansi. 

Berhati-hatilah dengan sifat yang sombong sebab  anda memiliki barang-barang modern sedang  orang 

disampingmu hanya memiliki buku kuno yang dibelinya entah sudah beberapa tahun yang lalu. Saat hati anda 

yang memiliki teknologi canggih mulai menyombongkan diri maka tepat saat itu jugalah secara tidak langsung 

merendahkan orang lain di dalam hati. 

Disinilah pentingnya kesetaraan antar manusia agar sikap merasa lebih unggul dan lebih menang itu tidak 

menguasai kehidupan kita. Oleh sebab  itu, jangan fokus untuk membanggakan diri sebab  memiliki smartphone 

canggih dengan Alkitab serba praktis di dalamnya. Melainkan rendahkanlah hatimu dan sangkallah dirimu agar 

kita layak beroleh keberkahan dalam setiap ibadah/ persekutuaan yang diikuti. 

Menjadi sasaran iri hati. 

Tentu saja saat orang yang tidak anda kenal disampingmu melihat betapa lebar, besar dan bagusnya gadget itu, 

mungkin saja akan mengingininya juga. Atau bisa jadi, ada rasa minder di dalam hatinya sebab  melihat peralatan 

elektronik yang canggih dan menawan ini . 

Sikap mendengki jelas akan membuat hati menjadi tidak tenang saat di mengikut kebaktian. Oleh sebab  itu, 

katakan langsung di dalam hati, “biarkan dia menang ya Tuhan, dia memang hebat. Saya bersyukur masih bisa 

membaca firman-Mu sampai detik ini.” 

Tidak ada pemisahan paragraf dan garis baru. 

Ini jelas menjadi sebuah kendala bagi kita untuk memahami maksud dari firman ini . Sebab bisa saja kita 

masuk dalam satu paragraf tanpa sadar sudah memulai paragraf baru. Ketidak-jelasan susunan paragraf dan 

garis baru ini yaitu  sebuah kemunduran yang beresiko mengurangi pemahaman kita saat mengartikan suatu 

bagian di dalamnya. 

Berbalik menjadi penggoda mengacau fokus seseorang saat ibadah. 

Beberapa orang Kristen telah mendapati bahwa remaja begitu mudah terganggu saat  perangkat mereka 

menyala, tergoda untuk memainkan berbagai aplikasi dan tidak fokus pada firman Tuhan. 

Berefek ganda mengganggu orang lain disekitarnya. 

Seorang remaja yang terganggu sebab  melihat aplikasi lain kemudian juga akan menciptakan gangguan bagi 

para pemuda di sekitarnya. 

Mendadak habis baterai. 

Alkitab cetak tidak akan memiliki masalah kehabisan baterai. Siapa yang menduga hal ini akan terjadi tiba-tiba 

sesaat sebelum kebaktian di mulai? Keadaan ini jelas tidaklah menyehatkan dan tidak mungkin di hindari. Kecuali 

anda sudah mempersiapkan segala sesuatu sebelum berangkat ke Gereja atau persekutuan lainnya. 

Tidak dapat berbagi membaca dengan orang lain. 

Kita tidak bisa berasumsi bahwa setiap orang memiliki perangkat elektronik portabel, sehingga dengan semua 

orang memakai  Alkitab cetak tidak ada yang merasa tertinggal. Seorang jemaat atau pemuda yang baru 

bergabung, yang tidak membawa Alkitab mereka sendiri juga dapat melirik ke samping untuk melihat firman 

yang di bawa oleh teman di sebelah bangku. 

sedang  saat kita hanya memiliki perangkat elektronik di smartphone yang layarnya kecil, rasanya kurang 

enak dan kurang nyaman untuk membagikannya kepada mereka yang ada disamping namun lupa membawanya. 

Mungkin ini bisa terjadi sebab  ukurannya yang lebih kecil dari Alkitab asli sehingga hanya memungkinkan untuk 

dinikmati sendiri saja. 

Tidak bernilai saat disedekahkan. 

saat  seseorang menjadi Kristen atau meminta Alkitab, kami memberikan mereka versi cetaknya daripada 

mengatakan kepada mereka untuk mengunduh aplikasi digital di internet secara gratis. Demikianlah, kami 

mendorong mereka untuk memakai  Alkitab yang telah diberikan kepada mereka. 

Kita tidak bisa mengingat bagian-bagiannya sebab semuanya terhampar begitu saja. 

Kami sengaja ingin mengajarkan generasi muda untuk terbiasa dengan Alkitab, termasuk mengetahui urutan 

kitab-kitab dan di mana pasal-pasal berada, baik dalam konteks kitabnya maupun secara keseluruhan. 

Kami masih ingat pernah membaca sebuah kalimat yang elok dan lupa dimana letak ayat dan pasalnya. namun  

kami masih ingat persis seperti apa struktur halamannya dan perikopnya. Kemudian membolak-balik halaman 

demi halaman secara perlahan sampai kami menemukan firman yang dimaksud ini . 

Tidak bisa ditandai dan diwarnai. 

Ini yaitu  bagian yang paling kami sukai saat membaca firman yang sudah dicetak dalam sebuah buku yang 

lumayan tebal. Kita bisa menggaris bawahi beberapa bagian yang dianggap penting, baik dengan memakai  

pensil maupun dengan memakai  pensil bergambar (stabillo). Kami lebih suka memakai  pensil untuk 

mewarnai bagian spesial dalam Alkitab sebab  tintanya tidak sampai tembus ke sebelah sehingga merusak corak 

kitab ini . 

Memang di dalam versi digital ada juga yang namanya fasilitas bookmark namun  kami sendiri tidak mengetahui 

apakah ini benar-benar berfungsi di tempat anda. Kalau di laptop yang kami miliki, bookmark-nya terhapus 

begitu kita meng-close software ini . Apakah ini juga terjadi pada anda atau hanya kami yang mengalaminya 

sebab  kebetulan laptop yang dipakai  termasuk model lama? 

Membuat mata sakit bila terlalu lama dibaca. 

Ini salah satu dampak negatif memakai  versi elektronik. Mata menjadi mudah berair dan terasa perih saat  

kita membacanya lama. Oleh sebab  itu, versi cetak yaitu  pilihan terbaik untuk mempelajari firman secara 

terus-menerus. Pembelajaran dengan memakai  versi cetak ini dapat dilakukan selama beberapa jam sesuai 

dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya. 

Tidak ada kedekatan antara kita dengan yang digital. 

Saat kita memakai  Alkitab versi cetak pastilah membuat berbagai penanda di dalamnya. Seiring dengan 

semakin tingginya aktivitas membaca firman maka semakin banyak pula penanda yang dapat kita buat. Baik itu 

penanda dengan memakai  pembatas bawaan, kertas dan kartu-kartu positif maupun dengan mengarsirnya 

langsung. Kebiasaan membuat penanda seperti ini membuat kita dekat dengan firman sehingga semakin lama 

semakin di dorong untuk lebih paham dan mengerti tentang firman. 

Membuat seseorang bebas kemana saja setelah kebaktian. 

Bagi kita yang selalu membawa versi Alkitab cetak pasti akan selalu pulang ke rumah saat kebaktian atau 

persekutuan muda-mudi telah selesai. Sebab buku tebal itu harus sampai ke rumah dahulu. Kita juga bertemu 

dengan orang tua dan saudara-saudari di rumah sambil bercengkrama satu sama lain. Saat memutuskan untuk 

berkunjung ke suatu tempat pastilah akan pamitan dulu ke keluarga. 

namun  saat yang dibawa setiap kebaktian atau persekutuan yaitu  versi elektronik, anda bisa saja tidak langsung 

pulang ke rumah melainkan langsung mengikuti acara tertentu yang sedang menunggu untuk diikuti. Keadaan 

ini, membuat keberadaan anda tidak diketahui oleh anggota keluarga lainnya. Kebiasaan tidak langsung pulang 

ke rumah setelah kebaktian/ persekutuan tertentu bisa membuat seseorang menjadi liar padahal di hari minggu 

sebaiknya aktivitas di luar rumah diminimalisir (hukum Taurat: Kuduskanlah hari sabat). 

Kita seolah diajarkan untuk malas. 

Emang beratsih teman membawa-bawa buku Alkitab yang ukuran dan tebalnya lumayan besar itu. Tapi tahukah 

anda bahwa membawa-bawa ini bisa jadi suatu beban yang melepaskan kalori anda sehingga membuat lemak-

lemak yang berlebih terbakar di dalam tubuh! 

Lagipula jika kita tidak mau sedikit berlelah di dalam hidup ini, bisa-bisa mengajarkan kita untuk lebih suka yang 

cepat dan praktis saja. Padahal tidak semua yang cepat dan praktis itu baik lho teman. Terkadang hal-hal digital 

semacam itu bisa mengajarkan anda uintuk cenderung meninggalkan kebiasaan baik. Kalau mau melakukan 

sesuatu harus praktis, jika tidak malas dan enggan untuk bekerja keras. 

Sadarilah teman bahwa malas itu tidak ada obatnya namun  saat anda bertekad dan memutuskan bahwa hidup ini 

harus dilalui dengan penuh perjuangan niscaya segala sesuatu bisa dikerjakan dengan penuh semangat. 

Kita seolah diajarkan untuk terpecah-pecah/ tercerai berai. 

Mengapa kami berkata demikian? Memang ada beberapa keunggulan saat memakai  versi digital lewat 

keunggulan fiturnya yang dapat membantu kita untuk mencari kata-kata terntentu di dalam Kitab Suci. namun  

software Alkitab Elektronik 2.0 yang gratisan dan tersebar luas di internet benar-benar kacau balau. Setiap 

ayatnya tidak lagi bersambung di dalam satu paragraf sebab masing-masing ayat telah dipisahkan dari yang 

lainnya. Demikian juga dengan perikop judul yang telah dipisahkan dari isinya. 

Kami tidak mengerti mengapa hal ini bisa terjadi, mungkin saja sebab  yang kita download sehari-hari yaitu  

versi gratis sehingga bentuk dan susunan teks dalam paragraf terkesan kacau balau. Ini seperti sebuah simbol-

simbol perpecahan yang sengaja disebarkan agar orang-orang Kristen semakin membentuk banyak sekte/ aliran 

kepercayaan. Perpecahan ini telah dimulai oleh sebab  itu, waspyaitu ! 

Bolehkah kita memakai  Alkitab elektronik versi digital? Menurut kami, siapapun dia yang memilikinya 

berhak untuk memakai  versi elektronik ini. Hanya saja baiklah kita menyesuaikan semuanya itu dengan 

konteks yang sedang di hadapi. Jika memang kita sedang berurusan dengan konten digital, tulisan online, khotbah 

digital, wawancara online, pembacaan online dan lain sebagainya yang mengharuskan kita untuk memasuki 

dunia maya, gunakanlah versi digital. namun  jikalau aktivitas kita berhubungan langsung dengan dunia nyata, 

pembacaan secara langsung, khotbah langsung, persekutuan/ kebaktian langsung, diskusi dengan tatap muka 

dan lain sebagainya yang mengharuskan kita untuk melakukan komunikasi langsung di dunia nyata, gunakanlah 

versi cetak. Ingatlah pepatah yang mengatakan, “dimana tanah di pijak, disitu langit dijunjung;” saat anda sedang 

online, gunakan yang elektronik. Selama aktivitas ini  dilakukan senyatanya dan secara langsung, sebaiknya 

dan sebisa mungkin gunakanlah Alkitab cetak. 

 

 

MULTIMEDIA  (Suatu Kajian PAK Terhadap Keberadaan Alkitab Elektronik di Kalangan Pelayan Khusus 

Jemaat GPM Bethel) 

BAB I 

PENDAHULUAN 

1. A. LATAR BELAKANG 

Pada abad ini, dunia telah memasuki dan sedang berada dalam perubahan serta perkembangan cepat sebagai 

akibat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Berbagai layanan informasi, jaringan 

komunikasi, dan beberapa  peralatan canggih yang dioperasikan lewat komputer  membuat segala sesuatu 

menjadi semakin mudah untuk dijangkau. Di mana-mana setiap orang berlomba-lomba untuk menyesuaikan diri 

dengan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi melalui adaptasi dengan 

berbagai media , seperti komputer, telepon genggam, dan berbagai sarana  yang lain. Namun, disadari juga bahwa 

tidak semua orang mampu beradaptasi untuk dan menerima setiap revolusi teknologi yang terjadi dalam 

warga  dan lebih khusus secara bergereja. Pemanfaatan dan pengaruh teknologi ini terjadi di segala bidang 

kehidupan dan gereja pun tidak luput dari hal itu. Multimedia merupakan penggunaan komputer untuk 

menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi 

(link) sehingga pengguna dapat berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. 

Multimedia sering dipakai  dalam dunia hiburan. Selain dunia hiburan, multimedia juga diadopsi oleh dunia 

permainan (game). Multimedia dimanfaatkan juga dalam dunia pendidikan dan bisnis. Di dunia pendidikan, 

multimedia dipakai  sebagai media pengajaran, baik dalam kelas maupun secara sendiri-sendiri.[1] 

Media  yaitu  bukti bagaimana manusia berupaya mengembangkan diri dan berusaha mengatasi kesulitan-

kesulitan hidup, menyediakan kemudahan kerja, kemudahan berbagi informasi, dan sebagainya. Hal ini 

membawa dampak bagi kehidupan warga  di berbagai bidang kehidupan, termasuk yang religius. 

Media  telah banyak dimanfaatkan oleh gereja dalam gerak pelayanannya. Penggunaan komputer di bidang 

administrasi, penggunaan proyektor, laptop, keyboard, televisi, dll, sebagai sarana pendukung dalam ibadah 

ritual yaitu  bukti pemanfaatan itu. Sungguh sebuah perkembangan yang luar biasa jika dibandingkan dengan 

ibadah ritual yang dilakukan gereja pada abad-abad yang lalu. Satu hal yang positif yaitu  berbagai 

media  dipakai  memberikan banyak kemudahan dalam mendukung pelayanan. Secara langsung gereja 

menempatkan pemanfaatan media  pada sarana yang sebenarnya, yakni membantu manusia dalam mengatasi 

berbagai kesulitan hidup dan menikmati hidup. 

Realita yang dijumpai di dalam kehidupan berwarga  yaitu  bahwa semua orang berlomba untuk memiliki 

media  dengan berbagai motivasi yang berbeda. warga  telah menjadi pengguna media  dan telah 

memanfaatkannya untuk berbagai kemudahan dalam menunjang kelancaran aktivitas dan sebagai sarana 

rekreasi, termaksuk ibadah, baik ritual maupun sosial, meskipun  memang dalam konteks Maluku, semua orang 

belum memakai nya. 

Dalam pelayanan gereja akhir-akhir ini sering dijumpai penggunaan Alkitab  dalam proses ibadah ritual (konteks 

ibadah ritual di daerah Jawa). Alkitab  yaitu  salah satu aplikasi yang dapat beroperasi jika terintegrasi dalam 

telepon genggam atau komputer. Itu berarti penggunaan Alkitab Elektronik tidak bisa dipisahkan dari telepon 

genggam dan komputer. 

Di Maluku nilai tradisi terkait ibadah ritual dengan memakai  Alkitab buku sudah menjadi identitas. Setiap 

kali pergi beribadah, orang-orang selalu memakai  Alkitab buku. Hal ini telah berlangsung lama dan 

membentuk pemahaman yang diwariskan. Pemahaman ini  didukung oleh argumentasi yang kuat bahwa 

beribadah dengan memakai  Alkitab buku itu lebih etis dan juga kelihatan khusyuk. Tentu pandangan ini 

muncul sebagai reaksi terhadap munculnya Alkitab Elektronik. 

Sekalipun demikian, dengan positif pihak gereja juga menerima transformasi teknologi masuk di dalam gereja. 

Namun, terkait dengan kehadiran Alkitab Elektronik di dalam gereja, tidak menutup kemungkinan akan terjadi 

juga transformasi dalam memakai  Alkitab yang berbeda fisik yakni Alkitab Elektronik. Kehadiran Alkitab 

Elektronik di samping Alkitab buku memunculkan berbagai tanggapan. Ada yang kemudian merespon bahwa 

penggunaan Alkitab Elektronik boleh diterima namun penggunaannya dalam ibadah-ibadah ritual itu yang 

menjadi mungkin masih menjadi persoalan. Dengan kata lain, masih mengalami penolakan dari banyak pihak 

walaupun diketahui Alkitab Elektronik yaitu  sebuah kitab suci. Dengan demikian maka hal ini  bukan 

berarti semua orang menolaknya namun dari setiap manusia dengan prespektif pikirnya masing-masing ada 

yang menerima dan memakai nya dan ada pula yang belum menerima. 

Penggunaan Alkitab elektronik dalam ibadah ritual dilakukan dengan berbagai alasan yang sederhana, yakni 

kepraktisan dan adaptasi dengan perkembangan zaman. Dari segi kepraktisan, dapat dipastikan bahwa ke mana 

pun telepon genggam akan dibawa sebab  ukurannya kecil lagi pula banyak fungsinya sebagai telepon dan itu 

berarti Alkitab yang yaitu  salah satu aplikasi di dalamnya dibawa serta ke mana pun. Di samping itu, hal yang 

unik dari penggunaan media elektronik di kalangan pemuda erat dengan gengsi yang berkaitan dengan 

kemampuan seseorang berakses dengan kecanggihan teknologi. 

Bethel sebagai jemaat kota dengan latar belakang warga  yang berkembang dari sisi pendidikan, pekerjaan, 

maupun ekonomi membuatnya terbuka untuk menerima berbagai perkembangan teknologi termasuk Alkitab 

Elektronik. Oleh sebab itu, Alkitab elektronik sebagai sebuah media baru kiranya mampu untuk dipakai  secara 

maksimal demi pelayanan. Berbicara mengenai pelayanan gereja, maka di sana akan ditemukan keberadaan para 

pelayan khusus sebagai orang-orang yang ditahbis untuk melayani umat. Pelayan khusus (majelis jemaat) terdiri 

dari ; Pendeta dan atau penginjil, penatua-penatua dan diaken-diaken. Mereka memiliki tugas dan tanggung 

jawab untuk melayani umat. sebab  pelayanan yang dilakukan (ibadah ritual) sering sekali membutuhkan 

Alkitab dan sebagai gereja reformasi yang menekankan sola scriptura, maka Alkitab sangat penting bagi pelayan 

khusus; untuk khotbah, renungan, meditasi, mengajar, dan lain-lain. Dapat dikatakan bahwa Alkitab yaitu  

sumber pemberitaan dan pengajaran gereja. 

Memang harus diakui bahwa memakai  Alkitab Elektronik itu bukan tindakan menyimpang. Dalam arti 

sederhana yaitu  tidak melanggar hukum dan aturan gereja. [2] Namun, tidak jarang penggunaan telepon 

genggam dengan aplikasi Alkitab elektronik di dalamnya, dalam ibadah ritual cenderung mendapat penilaian 

buruk sebagai akibat dari salah tafsir banyak orang terhadapnya.  Sebab, tidak sedikit penyalahgunaan media 

elektronik yang terjadi (akses pornografi, dll), atau perbedaan pandangan antara para pemuda penggunaan 

Alkitab elektronik dengan warga jemaat yang lain. Hal ini sudah sering dijumpai dalam kehidupan bersama di 

jemaat. Padahal jika dilihat lebih luas, maka akan dijumpai bahwa sebenarnya media elektronik yang lain juga 

telah dipakai  dalam ibadah ritual, namun  mengapa telepon genggam dengan aplikasi Alkitab elektronik dalam 

penggunaannya mempunyai banyak penilaian negatif. 

Kenyataan ini menjadi menarik untuk