bahasa ibrani 4

bahasa ibrani 4


 











       2

                        3

3. PARTISIP ( PARTICIPLE )

Yang dimaksudkan dengan Partisip dalam bahasa Ibrani adalah sebuah bentuk kata

kerja yang dipakai sebagai Kata Sifat atau Kata Benda. Atau, sebuah kata sifat

yang berasal dari kata kerja, dan oleh karena itu ia dipakai untuk melukiskan

partisipasi dalam aksi atau suatu keadaan dari kata kerja itu.

Adapun ciri-ciri Partisip Ibrani adalah sebagai berikut :

a> Tidak mempunyai “waktu” ( tense ).

b> Hanya melukiskan keadaan.

c> Dibentuk dari kata dasar dengan perubahan vokal, tanpa ditambahkan Awalan atau

Akhiran Pelaku.

11

Sebagaimana dalam bahasa Inggris, begitu pula dalam bahasa Ibrani, Partisip dapat

berada dalam bentuk Aktif dan Pasif ( misalnya : writing - written, sending - sent,

redeeming - redeemed, making - made, seeking - sought ).

3.1. Partisip Aktif

Bahasa Ibrani mempunyai bentuk khusus dari kata kerja untuk melukiskan suatu

kegiatan yang sedang atau terus-menerus berlangsung, yaitu Partisip Aktif.

Partisip ini terdiri atas tiga konsonan dasar kata kerja & memiliki urutan vokal yang

khas dalam bentuk Maskulin Tunggal, yakni : “ō ..... ē”. Misalnya :

    sedang/biasa mengadili ( judging ).

    sedang/biasa bekerja ( working ).

    sedang/biasa memberi ( giving ).

    sedang/biasa tinggal ( living ).

Sama seperti kata sifat, demikian pula Partisip Aktif memiliki beberapa bentuk yang

berbeda sesuai dengan gender & jumlah subyek/pelakunya.

                    

Maskulin

Tunggal

                    

Maskulin

Jamak

                              

Feminin

Tunggal

                         

Feminin

Jamak

                              

12

Pemakaian Partisip Aktif :

<a> Partisip Aktif sebagai Predikat

Dalam hal ini, Partisip Aktif biasanya menyusul setelah subyek. Berarti

penyimpangan dari urutan yang umum dalam kalimat Ibrani ( Predikat - Subyek -

Obyek ). Misalnya :

         Saya sedang/biasa menulis.

             Kami sedang/biasa mengingat.

            Sang ibu sedang/biasa pergi.

           Sang raja sedang/biasa mengadili

( Sang raja adalah hakim ).

          Sang putra sedang/biasa mengetahui

( Putra ITU pintar ).

                       Para putri ini sedang/biasa tinggal di situ

( Para putri ini penduduk di situ ).

                      Para putra Israel sedang/biasa memelihara (

pemelihara ) Taurat.

Tampaklah dari beberapa contoh di atas, bahwa sewaktu-waktu Partisip Aktif dapat

diterjemahkan sebagai Kata Sifat ( misalnya : pintar ), atau sebagai Kata Benda

(misalnya : hakim, penduduk, pemelihara ).

Partisip lebih sering memakai Kata Ingkar     daripada  . Misalnya :

                    Mengapa engkau (f) selalu tidak mendengar ?

                      Dan tidak ada suara dan tidak ada jawab

( 1 Raja-raja 18:26 ).

<b> Partisip Aktif Dengan Awalan Penentu

Awalan Penentu pada Partisip Aktif diterjemahkan seperti Kata Ganti Penghubung

“yang”. Misalnya :

              Sang nabi yang sedang menulis.

             Samuel yang sedang mengadili ( Samuel, sang Hakim ).

13

3.2. Partisip Pasif

Partisip Pasif menyatakan suatu keadaan atau sifat yang statis sebagai

akibat/hasil suatu perbuatan yang sudah selesai. Partisip Pasif dibentuk dari tiga

konsonan dasar kata kerja & memiliki urutan vokal yang khas dalam bentuk

Maskulin Tunggal, yakni “ā ... û”. Misalnya :

     Yang ditulis; tertulis.

     Yang dipotong; terpotong.

Sama seperti Partisip Aktif, demikian pula Partisip Pasif mempunyai beberapa

bentuk :

                   

Maskulin

Tunggal

                        

Maskulin

Jamak

                                  

Feminin

Tunggal

                                  

Feminin

Jamak

                                  

Perhatikan :

Akhiran-akhiran Partisip Pasif Maskulin Jamak & Feminin Tunggal dalam keadaan

Constructus akan mengalami perubahan sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk

kata benda. Misalnya :

            Perkataan ITU tertulis.

             Utusan ITU dikirim.

                Taurat ITU terpelihara.

                Perkataan-perkataan ITU tertulis.

             Kota-kota terbakar.

              Buku yang tertulis ITU.

14

TUGAS (3)

Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini, dengan terlebih dahulu memarsing

kata kerjanya !

                           .1

                                             .2

                                     .3

                                        .4

                                            .5

  ' '   '                          '        .6

                                  .7

15

4. INFINITIF

Infinitif adalah bentuk kata kerja yang menyatakan arti dasar sebuah kata kerja.

Misalnya :

Bahasa Inggris Bahasa Indonesia

to give memberi

to write menulis

to cut memotong

Perhatikan bahwa Infinitif tidak mengandung keterangan apapun, baik tentang

pelaku ( orang keberapa, gender, jumlah ), maupun tentang waktu ( perfek atau

imperfek ) kegiatan tersebut. Itulah sebabnya bentuk ini disebut Infinitif, yakni

tanpa pembatas atau definisi.

Bentuk kata kerja yang mengandung keterangan tentang pelaku dan waktu

disebut Finite Verb-form, yaitu bentuk kata kerja yang mengandung pembatas atau

definisi.

Selanjutnya perlu dibedakan di antara dua bentuk Infinitif yang dikenal dalam

bahasa Ibrani, yakni :

4.1. Infinitif Absolut

4.1.1. Ciri Khas Infinitif Absolut adalah :

<a> Vokalisasinya tetap “ ..... ” dan tidak mengalami perubahan.

<b> Infinitif Absolut tidak dapat ditambah dengan suffix atau prefix, kecuali

Awalan Penghubung Waw.

Kata Dasar Infinitif Absolut Arti

         memberi ( to give )

         menulis ( to write )

          melihat ( to see )

            menjadi ( to be )

         mengirim ( to send )

         mengetahui ( to know )

        meninggal ( to die )

        kembali ( to return )

16

Perhatikan :

[a] Kata kerja yang berakhir dengan Gutturals mendapat Patakh di bawahnya.

[b] Kata kerja yang memiliki Waw di tengah, hanya mendapat “o” tanpa “a” dalam

suku kata pertama.

4.1.2. Fungsi Infinitif Absolut

Pada dasarnya orang Ibrani memakai Infinitif Absolut sebagai Keterangan /

Adverb untuk kata kerja seperti berikut :

<a> Infinitif Absolut di depan bentuk Finite dari kata kerja yang sama,

menekankan kepastian, kesungguhan, atau kelengkapan pekerjaan/kegiatan

tersebut. Dalam menterjemahkan Infinitif Absolut ke dalam bahasa Indonesia

perlu ditambah kata keterangan : pasti, sungguh-sungguh, sama sekali, secara

sempurna. Misalnya :

                     Dari semua pohon dalam taman itu

boleh kaumakan dengan bebas

( Kejadian 2:16 ).

          Engkau pasti akan mati

( Kejadian 2:17 ).

                   Jika kalian sungguh-sungguh

mendengarkan suara-Ku

( Keluaran 19:5 ).

                           Kalian harus dengan teliti

memelihara perintah-perintah

TUHAN ( Ulangan 6:17 ).

<b> Infinitif Absolut di belakang bentuk Finite dari kata kerja yang sama,

dapat :

[1] Memberi tekanan kepada kata kerja tersebut. Terjemahannya sama seperti

pada 4.1.2.<a>.

[2] Menunjuk kepada suatu kegiatan yang berlangsung selama beberapa waktu :

         ...           

 

Dengar terus ...... dan lihat terus

( Yesaya 6:9 ).

            ...           Para imam ....... berjalan terus

( Yosua 6:13 ).

17

<c> Infinitif Absolut yang berdiri sendiri menggantikan bentuk-bentuk kata kerja

yang Finite. Konteks yang mendahului menentukan bentuk Finite yang mana

yang dimaksudkan. Misalnya :

                            

Yosua berkata, “Ingatlah perkataan itu !” ( Yosua 1:13 - Imperatif ).

         

Dan aku telah memilihnya ( 1 Samuel 2:27-28 - Perfek ).

                 

Mereka akan membeli dan mereka akan menulis dalam surat itu

( Yeremia 32:44 - Imperfek ).

4.2. Infinitif Konstruk

4.2.1. Ciri Khas Infinitif Konstruk

<a> Vokalisasinya hampir selalu “

e

...... ō” ( Qamets dari Infinitif Absolut

diperpendek menjadi Shewa Bersuara ). Secara kebetulan bentuk ini sama

dengan Imperatif, Maskulin, Tunggal, namun terjemahannya berbeda sama

sekali. Perhatikan tabel berikut di bawah ini !

Kata Dasar Infinitif Konstruk

Memberi        

Menulis        

Berdiri        

Mendengar        

Makan        

Keluar        

<b> Bentuk Infinitif Konstruk seringkali :

(1) Dirangkaikan dengan Kata Benda.

(2) Dibubuhi Kata depan :  ,  ,  .

18

4.2.2. Fungsi Infinitif Konstruk

Fungsi Infinitif Konstruk berbeda sama sekali dengan fungsi Infinitif

Absolut, yang dipakai sebagai Keterangan/Adverb. Infinitif Konstruk ini

menyatakan suatu perbuatan, tindakan, atau proses. Dalam hal ini Kata Kerja

dibendakan, sehingga dalam bahasa Inggris juga disebut sebagai Verbal Noun.

Terjemahan Infinitif Konstruk dalam bahasa Indonesia harus memilih di

antara beberapa kemungkinan yang menyatakan bentuk benda dari kata kerja,

mengingat tidak ada bentuk kata kerja yang persis sama dengan Infinitif Konstruk

itu. Misalnya :

    Penulisan ( The Writing ).

    Keluaran, Keluarnya ( The Going Out ).

    Berdirinya ( The Standing ).

    Kedatangan, Datangnya ( The Coming ).

Dalam sebuah kalimat, Infinitif Konstruk dapat memiliki beberapa fungsi :

4.2.2.1. Sebagai Nominatif ( Subyek ).

Misalnya : Hakim-hakim 9:2

                                     

                                        

                                      

Manakah lebih baik bagi kalian : Pemerintahan ( Reigning ) di atas kalian oleh 70

orang, yakni semua putra-putra Yerubaal, atau pemerintahan di atas kalian oleh

satu orang ?

4.2.2.2. Sebagai Genetif

Misalnya di Kejadian 2:4

                                  

                                   

Inilah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Pada hari penjadian

( making ) oleh TUHAN Elohim bumi dan langit. Atau... Pada hari di

mana TUHAN Elohim menjadikan bumi dan langit.

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

19

4.2.2.3. Sebagai Akusatif

Misalnya di Kejadian 21:6

                     

Elohim telah membuat bagiku hal tertawa.

Infinitif Konstuk paling sering didahului oleh preposisi ( kata depan ) :

<a>   ( Sampai ). Misalnya di Kejadian 33:14

                       

Sampai pulangnya tuannya ke rumahnya.

<b> Preposisi   di depan Infinitif Konstruk biasanya diterjemahkan : pada waktu,

pada saat, bertepatan dengan. Misalnya di 2 Samuel 11:16

                            

Dan terjadilah pada waktu Yoab menjaga kota ITU.

<c> Preposisi  di depan Infinitif Konstruk biasanya diterjemahkan : pada waktu,

namun dalam pengertian langsung sesudah, segera sesudah. Misalnya di Kejadian

27:34.

                        

Segera sesudah Esau mendengar perkataan-perkataan ayahnya ...

<d> Preposisi  di depan Infinitif Konstruk terutama menyatakan maksud/tujuan

suatu kegiatan. Misalnya di 1 Raja-raja 5:15 ( LAI : 4:34 )

                     ...

Untuk mendengarkan hikmat Salomo.

Catatan tentang     

Infinitif Konstruk dari kata    yang dibubuhi kata depan  yakni     

seringkali muncul dalam Tanakh Ibrani. Secara harfiah kata ini, seringkali mengawali

pembicaraan langsung ( direct speech ), harus diterjemahkan : dengan tujuan untuk

berkata.

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

20

Fungsi      sebagai pengantar pembicaraan langsung mirip dengan fungsi istilah

sebagai berikut atau fungsi Titik dua disusul tanda petik dalam bahasa Indonesia.

Praktisnya,      seringkali tidak perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia,

cukup diwakili dengan Titik dua & tanda petik. Misalnya di Kejadian 21:22

                                            

                             

               

Dan terjadilah pada suatu saat Abimelekh dan Pikhol, Panglima tentaranya, telah

berkata kepada Abraham :”Elohim menyertai engkau dalam segala sesuatu yang

engkau lakukan”.

TUGAS (4)

A. Terjemahkanlah ayat-ayat di bawah ini !

                      ( Ulangan 4:2 )

                                 ( Zakaria 8:22 )

                                   ( Kejadian 1:14 )

             ( 1 Raja-raja 3:9 )

                 ( Ezra 3:10 )

                     ( 1 Raja-raja 2:27 )

               ( Kejadian 50:7 )

                ( Kejadian 25:22 )

              ( Yosua 8:16 )

                      ( 2 Samuel 25:29 )

B. Analisa/parsinglah setiap kata & terjemahkanlah !

                                              1

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

21

                                    2

                                         3

                       4

                         5

5. KATA KERJA YANG MENYATAKAN KEADAAN ( STATIVE VERBS )

Di antara kata kerja biasa ( Strong Verbs ) ada tiga kelompok yang dibedakan

menurut bunyi vokal dalam suku kata kedua bentuk Perfek, yaitu :

<a> Kata kerja corak “A”, diwakili oleh    ( Qatal ),

<b> Kata kerja corak “E”, diwakili oleh    ( Kabed ),

<c> Kata kerja corak “O”, diwakili oleh     ( Qaton ).

Jumlah kata kerja corak “A” jauh lebih banyak daripada kata kerja corak “E”

ataupun corak “O”. Kata kerja corak “O” malah muncul begitu jarang sehingga

tidak akan diuraikan lebih lanjut dalam perkuliahan ini.

Pada umumnya, kata kerja corak “E” dan “O” termasuk Stative Verbs, yakni kata

kerja yang menyatakan suatu kondisi keberadaan tertentu, tidak menyatakan

suatu kegiatan atau gerakan seperti pada kata kerja-kata kerja yang lain.

Berikut di bawah ini diberikan beberapa contoh :

    Dia (m) telah menjadi tua.

     Dia (m) telah menjadi tahir.

    Dia (m) telah menjadi najis.

    Dia (m) telah menjadi takut.

    Dia (m) telah menjadi berat.

    Dia (m) telah menjadi penuh.

    Dia (m) telah menjadi utuh.

    Dia (m) telah mendekati.

22

Pada halaman berikut diperlihatkan Pola Pembentukan Stative Verbs baik bentuk

Perfek maupun Imperfek, dibandingkan dengan Pola Pembentukan Kata Kerja Active.

ACTIVE S T A T I V E

P 3.M.Tunggal            

E 3.F. Tunggal                  

R 2.M.Tunggal               

F 2.F. Tunggal               

E 1.M/F

Tunggal

                 

C 3.M/F Jamak               

T 2.M. Jamak                  

 2.F. Jamak                  

 1.M/F Jamak                 

I 3.M.Tunggal               

M 3.F. Tunggal           

P 2.M. Tunggal           

E 2.F. Tunggal             

R 1.M/F

Tunggal

          

F 3.M. Jamak             

E 3.F. Jamak                 

C 2.M. Jamak             

T 2.F. Jamak                 

 1.M/F Jamak           

23

5.2. Kata Kerja Atau Kata Sifat ?

Seringkali terdapat Kata Sifat yang erat kaitannya dengan Stative Verbs.

Bentuk kata sifat ini tidak jarang sama dengan bentuk orang ketiga Maskulin

tunggal Perfek dari Stative Verbs.

STATIVE VERBS KATA SIFAT

    Dia (m) telah menjadi tua.     Tua

     Dia (m) telah menjadi tahir.       Tahir

    Dia (m) telah menjadi najis.     Najis

    Dia (m) telah menjadi takut.     Takut

    Dia (m) telah menjadi berat.     Berat

    Dia (m) telah menjadi penuh.     Penuh

    Dia (m) telah menjadi besar.      Besar

    Dia (m) telah mendekat(i).      Dekat

    Dia (m) telah menjadi utuh.     Utuh, Genap

Contoh :           

(1) Orang itu telah menjadi tua ( sebagai Kata Kerja ).

(2) Orang itu adalah tua ( sebagai Kata Sifat ).

Kata Sifat dalam bentuk Maskulin jamak atau Feminin ( Tunggal/Jamak ) dengan

mudah dapat dibedakan dari Kata Kerja. Misalnya :

              Wanita ITU tua ( kata sifat ).

              Wanita ITU telah menjadi tua ( kata kerja ).

               Orang-orang ITU adalah tua ( kata sifat ).

              Orang-orang ITU telah menjadi tua ( kata kerja ).

Catatan :

Tiga Stative Verbs terakhir (    ,     ,     ) dalam daftar di atas, sedikit

berbeda dari Stative Verbs yang lain.

24

[a] Hanya Paradigma Imperfek saja yang mengikuti pola Stative Verb corak “O”,

yakni “A” pada suku kata kedua, menggantikan “O” dari      .

[b] Sedangkan Paradigma Perfek sesuai dengan kata kerja biasa corak “A”

(     ).

TUGAS (5)

Analisa/parsing setiap kata & terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini !

                                          

            

1

                                         

       

2

                                             

           

3

                                          4

       

hw"hy>-~[i laeWmv. r[;N:h; lD;g>YIw: 5

25

6. SUFFIX PENUNJUK ARAH

Preposisi    ( ke, kepada ) biasanya dipakai untuk menyatakan arah atau tujuan

suatu gerakan. Misalnya :

                      

Sang Nabi berjalan ke kota ITU.

Namun, ada juga cara lain untuk menyatakan arah suatu gerakan ( ke, kepada ) yakni

melalui penambahan Suffix     pada tempat yang dituju, dan terjemahannya

tidak akan berubah dari kalimat tersebut di atas.

                     

Sang Nabi berjalan ke kota ITU.

6.1. Pemakaian Suffix Penunjuk Arah

Suffix Penunjuk Arah ini tidak pernah mendapat penekanan di dalam ucapan,

sehingga dapat dibedakan dari Suffix Feminin     .

6.2. Daftar Kata Yang Dapat Menyandang Suffix Penunjuk Arah

Ada sejumlah kata benda, kata sifat, dan mata angin yang dapat menyandang Suffix

Penunjuk Arah. Yang terpenting di antaranya adalah sebagai berikut :

TEMPAT TEMPAT & SUFFIX

    Tanah, bumi       Ke tanah itu, ke negeri itu, ke

bumi.

    Rumah        

     

Ke rumah ITU.

Ke rumah.

    Gunung        

     

Ke gunung ITU

Ke gunung.

     Padang gurun        Ke padang gurun.

    Kota         Ke kota ITU.

     Surga          Ke Surga.

26

      Mesir         Ke Mesir.

        Yerusalem          Ke Yerusalem

    Negev, Selatan       Ke arah Negev, ke Selatan.

    Sheol, dunia

orang mati

      Ke Sheol, ke dunia orang

mati.

     Utara        Ke Utara.

    Timur       Ke Timur.

     Selatan        Ke Selatan.

   Laut, Barat      Ke arah laut, ke Barat.

   Di sana/situ      Ke sana/situ.

TUGAS (6)

Analisa/parsinglah kata kerjanya & terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah

ini

                                  1

                                            2

                        3

                                      

            

4

27

7. MENYATAKAN MILIK

Dalam bahasa Ibrani, tidak ada kata kerja “memiliki”, atau “mempunyai”. Untuk

mengungkapkan hal tersebut, maka dipakai cara-cara sebagai berikut :

7.1. Pemilikan Pada waktu Sekarang

Diungkapkan melalui    ( ada ) atau     ( tidak ada, konstruk dari     ) serta

preposisi   di depan Pemilik.

Dalam kalimat Ibrani, miliklah yang menjadi subyek kalimat, sedangkan dalam

kalimat Indonesia pemilik, yakni kata yang didahului oleh   menjadi Subyek.

Berikut di bawah ini diberikan beberapa contoh.

           Ada bagi saya seorang putra ( Ibrani )

Saya mempunyai seorang putra ( Indonesia )

            Tidak ada bagi saya seorang putra ( Ibrani )

Saya tidak mempunyai seorang putra ( Indonesia )

             Ada bagi saya putra-putra ( Ibrani )

Saya mempunyai putra-putra ( Indonesia )

              Tidak ada bagi saya putra-putra ( Ibrani )

Saya tidak mempunyai putra-putra ( Indonesia )

            Ada baginya sebuah rumah ( Ibrani )

Dia mempunyai sebuah rumah ( Indonesia )

              Tidak ada bagi kami sebuah rumah ( Ibrani )

Kami tidak mempunyai sebuah rumah ( Indonesia )

              Tidak ada bagi kalian seorang raja ( Ibrani )

Kalian tidak mempunyai seorang raja ( Indonesia )

              Ada bagi orang ITU uang ( Ibrani )

Orang ITU mempunyai uang ( Indonesia )

Catatan :

Bila preposisi   didahului oleh     maka    seringkali tidak ditulis !

7.2. Pemilikan Pada Waktu Lampau

Diungkapkan melalui :

a. Perfek dari      yang harus menyesuaikan diri dengan gender & jumlah dari

milik, yakni benda yang dimiliki.

b. Preposisi   di depan pemilik. Dan kata   dipakai sebagai Kata Ingkar.

28

Perhatikan contoh-contoh berikut di bawah ini !

              Pernah ada bagi saya seorang putra ( Ibrani )

Saya pernah mempunyai seorang putra ( Indonesia )

                   Tidak pernah ada bagi kami seorang putra ( Ibrani )

Kami tidak pernah mempunyai seorang putra ( Ind )

               Pernah ada bagi saya putra-putra ( Ibrani )

Saya pernah mempunyai putra-putra ( Indonesia )

7.3. Pemilikan Pada Waktu Yang Akan Datang

Diungkapkan melalui :

a. Imperfek dari      yang harus mengikuti milik dalam hal gender & jumlah.

b. Preposisi   di depan pemilik. Dan kata   dipakai sebagai Kata Ingkar.

Perhatikan contoh-contoh berikut di bawah ini !

               Akan ada bagi saya seorang putra ( Ibrani )

Saya akan mempunyai seorang putra ( Ind. )

               Akan ada bagi dia seorang putri ( Ibrani )

Dia akan mempunyai seorang putri ( Indonesia )

                   Tidak akan ada bagi saya seorang putra ( Ibrani )

Saya tidak akan mempunyai seorang putra ( Ind )

                 Akan ada bagi kami putra-putra ( Ibrani )

Kami akan mempunyai putra-putra ( Indonesia )

Paradigma     

PERFEK TUNGGAL ARTI

3.Maskulin       Ia telah menjadi/berada; itu telah terjadi

3.Feminin        Ia telah menjadi/berada; itu telah terjadi

2.Maskulin       Engkau telah menjadi/berada

2.Feminin

1.Mask./Fem.        Saya telah menjadi/berada

PERFEK JAMAK ARTI

3.Mask./Fem.      Mereka telah menjadi/berada, itu telah terjadi

29

2,Maskulin        Kalian telah menjadi/berada

2.Feminin

1,Mask./Fem.        Kami telah menjadi/berada

IMPERFEK TUNGGAL ARTI

3.Maskulin        Ia akan menjadi/berada, itu akan terjadi

3.Feminin        Ia akan menjadi/berada, itu akan terjadi

2.Mask./Fem.

1.Mask./Fem.        Saya akan menjadi/berada

IMPERFEK JAMAK ARTI

3.Maskulin       Mereka akan menjadi/berada, itu akan terjadi

3.Feminin          Mereka akan menjadi/berada, itu akan terjadi

2.Maskulin       Kalian akan menjadi/berada

2.Feminin

1.Mask./Fem.       Kami akan menjadi/berada

TUGAS (7)

Analisa/parsinglah kata kerjanya, lalu terjemahkanlah !

                                   1

                                         2

                                           

                

3

                                        4

                                           

                                            

                  

5

30

8. POLA KONYUGASI KATA KERJA BIASA

Kata Kerja dasar dalam bahasa Indonesia dapat dikembangkan melalui suku kata

yang diganti atau ditambah dengan tujuan untuk menghasilkan pengertian-

pengertian baru, sebagaimana diperlihatkan dalam contoh berikut :

men-dengar ( Aktif - kata dasar )

di-dengar ( Pasif )

memper-dengar-kan ( Kausatif Aktif )

diper-dengar-kan ( Kausatif Pasif )

dengar-dengaran ( Intensif )

Untuk pengembangan kata kerja dasar bahasa Ibrani, tersedia 7 ( tujuh ) Pola

Pembentukan ( Stems ), yang masing-masing mempunyai ciri khas tertentu.

Ketujuh stems tersebut adalah : Qal, Nifal, Piel, Pual, Hitpael, Hifil, dan

Hofal.Nama Qal (   ) berasal dari akar kata     , yang berarti ringan. Disebut

Qal, oleh karena tidak diberatkan oleh tambahan atau perubahan seperti yang

terjadi pada stem-stem lainnya. Sama persisi dengan namanya, Qal adalah Simple

Active Stem. Qal adalah konyugasi aktif biasa yang paling sederhana dan yang juga

paling sering muncul. Bentuk-bentuk kata kerja yang telah kita pelajari sampai

sekarang ini, semuanya termasuk dalam Konyugasi Qal.

Nama-nama dari stem-stem lainnya diambil dari kata     , yang berarti

membuat. Tabel berikut memberikan nama-nama Stem Kata Kerja Ibrani ( untuk

orang ketiga, Maskulin, tunggal, Perfek ) :

AKTIF PASIF REFLEKSIF

BIASA QAL

   

Mematikan

NIFAL

    

Dimatikan

INTENSIF PIEL

   

Membunuh

PUAL

   

Dibunuh

HITPAEL

      

Saling membunuh

KAUSATIF HIFIL

      

Menyuruh/membi

arkan membunuh

HOFAL

     

Disuruh/dibiarkan

membunuh

Catatan :

[1] Setiap Konyugasi/stem mempunyai bentuk Perfek & Imperfek tersendiri, seringkali

juga Imperatif, Partisip, dan Infinitif.

31

[2] Jarang ada kata kerja yang mempunyai 7 ( tujuh ) Konyugasi/stem semua ( sama

halnya dengan bahasa Indonesia ), namun sebagian besar muncul dalam Konyugasi

Qal.

[3] Untuk selanjutnya huruf Konsonan dalam kata kerja dasar ( akar kata ) disebut

radikal. Sebagai contoh :

Kata    , huruf  disebut radikal pertama,

huruf  disebut radikal kedua,

huruf  disebut radikal ketiga.

Kini, kita akan memperhatikan enam (6) Konyugasi/Stem di luar Qal ( mengingat

Konyugasi/stem Qal sudah kita pelajari sebelumnya ) :

8.1. NIFAL

8.1.1. Arti NIFAL

Pada umumnya Nifal diterjemahkan sebagai pasif dari Qal. Pada kata

kerja tertentu Nifal dapat berarti refleksif. Dan untuk beberapa kata kerja yang

bentuk dasarnya adalah Nifal, sebab tidak ada Qal-nya, maka dalam hal ini arti

Nifal adalah Aktif Intransitif.

8.1.2. Pembentukan Nifal

Awalan   merupakan ciri khas seluruh konyugasi/stem Nifal.

Awalan & akhiran yang menyatakan subyek kata kerja tersebut mengikuti

stem Qal.

32

8.1.3. Paradigma Nifal Perfek dibandingkan dengan Qal Perfek :

Qal Perfek Nifal Perfek

3.M.Tunggal     Ia (m) telah

memimpin

     Ia (m) telah

dipimpin

3.F. Tunggal       Ia (f) telah

memimpin

       Ia (f) telah

dipimpin

2.M.Tunggal      Engkau (m)

telah memimpin

      Engkau (m) telah

dipimpin

2.F. Tunggal      Engkau (f) telah

memimpin

      Engkau (f) telah

dipimpin

1.M/F

Tunggal

      Saya telah

memimpin

       Saya telah

dipimpin

3 M/F Jamak      Mereka telah

memimpin

      Mereka telah

dipimpin

2.M.Jamak       Kalian (m) telah

memimpin

       Kalian (m) telah

dipimpin

2.F. Jamak       Kalian (f) telah

memimpin

       Kalian (f) telah

dipimpin

1 M/F Jamak       Kami telah

memimpin

       Kami telah

dipimpin

Catatan :

[1] Perhatikan untuk Nifal Perfek ( orang ketiga, Maskulin, Tunggal ) persis sama

dengan vokal yang ditemukan pada nama Nifal itu sendiri.

         

[2] Prefix  digabungkan dengan stem konsonan pertama untuk membentuk sebuah

suku kata tertutup (    ) dan diteruskan dengan tanpa adanya perubahan sepanjang

formulasi Nifal Perfek untuk    .

8.2. PI’EL

8.2.1. Arti Pi’el

<a> Melalui Konyugasi Pi’el seringkali arti Qal diintensifkan ( perbuatan

tersebut dilakukan dengan lebih kuat atau secara berulang-ulang ).

Contoh :

33

Qal     Ia (m) telah mematahkan

Pi’el     Ia (m) telah meremukkan

<b> Sewaktu-waktu Pi’el bisa dalam pengertian Kausatif, misalnya :

Qal     Ia (m) telah belajar

Pi’el     Ia (m) telah mengajar

( menyebabkan orang lain belajar )

<c> Ada kata-kata kerja tertentu yang bentuk dasarnya dalam bentuk Pi’el,

sebab tidak ada bentuk Qal-nya. Misalnya :

    Ia (m) telah mencari

    Ia (m) telah berbicara

     Ia (m) telah memberi perintah

8.2.2. Pembentukan Pi’el

Seluruh Konyugasi Pi’el mempunyai ciri khas Dagesh Forte dalam

Radikal Kedua. Hal yang sama berlaku untuk semua konyugasi yang

bersifat mengintensifkan : Pi’el, Pu’al, dan Hitpa’el. Namun, sewaktu-

waktu Dagesh Forte tersebut tidak ditulis. Pembentukan Pi’el Perfek

mempunyai Khireq dalam Radikal Pertama, sedangkan bagi Pi’el Imperfek

mendapat Shewa dalam Prefix-nya.

Kecuali menggandakan Radikal Kedua dan menempatkan Khireq pada

Radikal Pertama, semua bentuk Pi’el sama persis dengan bentuk Qal Perfek.

34

8.2.3. Paradigma Pi’el Perfek dibandingkan dengan Qal Perfek

Qal Perfek Pi’el Perfek

3.M.T.     Ia (m) telah

memimpin

    Ia (m) telah memimpin

( dengan paksa )

3.F. T.       Ia (f) telah

memimpin

      Ia (f) telah memimpin

( dengan paksa )

2.M.T.      Engkau (m) telah

memimpin

     Engkau (m) telah

memimpin ( dg paksa )

2.F. T.      Engkau (f) telah

memimpin

     Engkau (f) telah

memimpin ( dg paksa )

1.M/F.T.       Saya telah

memimpin

      Saya telah memimpin

( dengan paksa )

3 M/F.J.      Mereka telah

memimpin

     Mereka telah

memimpin ( dg paksa )

2.M.J.       Kalian (m) telah

memimpin

      Kalian (m) telah

memimpin ( dg paksa )

2.F. J.       Kalian (f) telah

memimpin

      Kalian (f) telah

memimpin ( dg paksa )

1 M/F. J.       Kami telah

memimpin

      Kami telah memimpin

( dengan paksa )

8.3. Pu’al

8.3.1. Arti Pu’al

Bentuk-bentuk kata kerja Pu’al adalah Intensif Pasif, jadi tepat berlawanan

dengan Intensif Aktif ( Pi’el ). Dengan demikian Pu’al menyatakan PASIF

dari Pi’el.

8.3.2. Pembentukan Pu’al

Ciri khas seluruh Pu’al adalah vokal Qibbuts di bawah Radikal Pertama dan

Dagesh Forte dalam Radikal Kedua.

35

8.3.3. Paradigma Pu’al Perfek dibandingkan dengan Qal Perfek

Qal Perfek Pu’al Perfek

3.M.T.     Ia (m) telah

memimpin

    Ia (m) telah dipimpin

( dengan paksa )

3.F. T.       Ia (f) telah

memimpin

      Ia (f) telah dipimpin

( dengan paksa )

2.M.T.      Engkau (m) telah

memimpin

     Engkau (m) telah

dipimpin ( dg paksa )

2.F. T.      Engkau (f) telah

memimpin

     Engkau (f) telah

dipimpin ( dg paksa )

1.M/F.T.       Saya telah

memimpin

      Saya telah dipimpin

( dengan paksa )

3 M/F.J.      Mereka telah

memimpin

     Mereka telah dipimpin

( dengan paksa )

2.M.J.       Kalian (m) telah

memimpin

      Kalian (m) telah

dipimpin ( dg paksa )

2.F. J.       Kalian (f) telah

memimpin

      Kalian (f) telah

dipimpin ( dg paksa )

1 M/F. J.       Kami telah

memimpin

      Kami telah dipimpin

( dengan paksa )

8.4. HIFIL

8.4.1. Arti Hifil

Kata kerja dalam konyugasi Hifil bersifat Kausatif. Dengan kata lain, Hifil

menyatakan suatu proses sebab akibat.

8.4.2. Pembentukan Hifil

Semua Hifil Perfek di-prefix-kan oleh    ( He plus Khireq ), digabungkan

dengan stem Radikal Pertama untuk membentuk sebuah suku kata tertutup

(     ) dan Khireq lengkap ditempatkan pada Radikal Kedua pada orang

ketiga. Sedangkan Hifil Imperfek mendapat vokal Patakh dalam Prefix-nya.

36

8.4.3. Paradigma Hifil Perfek dibandingkan dengan Qal Perfek

Qal Perfek Hifil Perfek

3.M.T.     Ia (m) telah

memimpin

       Ia (m) telah

menyebabkan untuk

memimpin

3.F. T.       Ia (f) telah

memimpin

         Ia (f) telah

menyebabkan untuk

memimpin

2.M.T.      Engkau (m) telah

memimpin

       Engkau (m) telah

menyebabkan untuk

memimpin

2.F. T.      Engkau (f) telah

memimpin

       Engkau (f) telah

menyebabkan untuk

memimpin

1.M/F.T.       Saya telah

memimpin

        Saya telah

menyebabkan untuk

memimpin

3 M/F.J.      Mereka telah

memimpin

       Mereka telah

menyebabkan untuk

memimpin

2.M.J.       Kalian (m) telah

memimpin

        Kalian (m) telah

menyebabkan untuk

memimpin

2.F. J.       Kalian (f) telah

memimpin

        Kalian (f) telah

menyebabkan untuk

memimpin

1 M/F. J.       Kami telah

memimpin

        Kami telah

menyebabkan untuk

memimpin

8.5. HOFAL

8.5.1. Arti Hofal

Biasanya Hofal menyatakan Pasif dari Hifil.

8.5.2. Pembentukan Hofal

Semua Hofal Perfek di-prefix-kan oleh    ( He plus Qamets-khatuf;

diucapkan “Ho” ), digabungkan dengan stem Radikal Pertama untuk

membentuk sebuah suku kata tertutup (     ) dan diteruskan dengan tanpa

perubahan sepanjang formulasi Hofal Perfek.

37

8.5.3. Paradigma Hofal Perfek dibandingkan Qal Perfek

Qal Perfek Hofal Perfek

3.M.T.     Ia (m) telah

memimpin

      Ia (m) telah

disebabkan untuk

memimpin

3.F. T.       Ia (f) telah

memimpin

        Ia (f) telah disebabkan

untuk memimpin

2.M.T.      Engkau (m) telah

memimpin

       Engkau (m) telah

disebabkan untuk

memimpin

2.F. T.      Engkau (f) telah

memimpin

       Engkau (f) telah

disebabkan untuk

memimpin

1.M/F.T.       Saya telah

memimpin

        Saya telah disebabkan

untuk memimpin

3 M/F.J.      Mereka telah

memimpin

       Mereka telah

disebabkan untuk

memimpin

2.M.J.       Kalian (m) telah

memimpin

        Kalian (m) telah

disebabkan untuk

memimpin

2.F. J.       Kalian (f) telah

memimpin

        Kalian (f) telah

disebabkan untuk

memimpin

1 M/F. J.       Kami telah

memimpin

        Kami telah disebabkan

untuk memimpin

8.6. HITPA’EL

8.6.1. Arti Hitpa’el

Hitpa’el termasuk di antara tiga konyugasi yang bersifat intensif ( Pi’el,

Pu’al dan Hitpa’el ). Intensitas ini sering dalam arti kegiatan yang diulang-

ulangi. Arti Hitpa’el biasanya Refleksif ( diri sendiri ) atau Resiproka (timbal

balik, saling).

8.6.2. Pembentukan Hitpa’el

Yang menjadi ciri khas seluruh Hitpa’el adalah awalan     di depan akar

katanya, serta Dagesh Forte dalam Radikal Kedua.

38

Bila kata kerja dimulai dengan konsonan , ,  muncul dalam Hitpa’el

maka  dari awalan     dan Radikal Pertama kata kerja itu akan bertukar

tempat.

8.6.3. Paradigma Hitpa’el Perfek dibandingkan dengan Qal Perfek

Qal Perfek Hitpa’el Perfek

3.M.T.     Ia (m) telah

memimpin

       Ia (m) telah

memimpin dirinya

sendiri

3.F. T.       Ia (f) telah

memimpin

         Ia (f) telah

memimpin

dirinya sendiri

2.M.T.      Engkau (m) telah

memimpin

        Engkau (m) telah

memimpin dirimu

sendiri

2.F. T.      Engkau (f) telah

memimpin

        Engkau (f) telah

memimpin dirimu

sendiri

1.M/F.T.       Saya telah

memimpin

         Aku telah

memimpin diriku

sendiri

3 M/F.J.      Mereka telah

memimpin

        Mereka telah

memimpin diri

mereka sendiri.

2.M.J.       Kalian (m) telah

memimpin

         Kalian (m) telah

memimpin diri

kalian sendiri

2.F. J.       Kalian (f) telah

memimpin

         Kalian (f) telah

memimpin diri

kalian sendiri

1 M/F. J.       Kami telah

memimpin

         Kami telah

memimpin diri

kami sendiri

39

9. PENGENALAN & PENERJEMAHAN KATA KERJA IBRANI

Ada beberapa petunjuk/bimbingan untuk menolong kita dalam pengenalan dan

penerjemahan kata kerja Ibrani, yakni :

9.1. Langkah Pertama adalah mempertimbangkan ada tidaknya Prefix pada bentuk

kata kerja tersebut. Ingatlah bahwa hanya Nifal, Hitpa’el, dan Hofal yang

memiliki Prefix pada bentuk Perfek. Ingatlah pula bahwa Waw Conjunction

mungkin di-prefix-kan kepada bentuk kata kerja apapun & pada stem apapun.

9.2. Bila tidak ada Prefix apapun pada bentuk Perfek, kecuali mungkin Waw

Conjunction, maka kemungkinan bentuk tersebut adalah Qal, Pi’el, atau Pu’al,

sebab hanya tiga bentuk stem ini yang tidak memiliki prefix pada Perfeknya.

Setelah pengenalan ini, maka akan relatif mudah sekali untuk menentukan stem

kata kerja tersebut ( Qal, Pi’el, atau Pu’al ), sebab keduanya, Pi’el & Pu’al

mudah dikenal dengan adanya Dagesh Forte pada Radikal Kedua.

9.3. Bila bentuk Perfek di-prefix-kan, maka Prefix tersebut harus dipisahkan dari

tiga konsonan akar kata kerja itu, dan selanjutnya kita dapat mengenali stem

kata kerja tersebut.

1   adalah Prefix untuk Nifal Perfek

2     adalah Prefix untuk Hitpa’el Perfek

3    adalah Prefix untuk Hifil Perfek

4    adalah Prefix untuk Hofal Perfek

9.4. Setelah memisahkan dan mengenali Prefix dari suatu bentuk Perfek serta

mengenali stem kata kerja itu tergolong, maka langkah berikutnya adalah

memisahkan & menganalisa Suffix untuk mengenali Person, Gender, dan

Bentuk dari kata kerja itu. Bentuk satu-satunya dari Perfek yang TIDAK

MEMILIKI SUFFIX adalah untuk orang ketiga Maskulin tunggal.

1     3.F.Tunggal 5   3.M/F. Jamak

2   2.M. Tunggal 6    2.M.Jamak

3   2.F. Tunggal 7    2.F.Jamak

4    1.M/F.

Tunggal

8    1.M/F.Jamak

40

9.5. Langkah selanjutnya adalah merekonstruksi akar kata kerja dari konsonan-

konsonan yang tersisa setelah semua Prefix & Suffix telah disingkirkan. Pada

semua Strong Verbs, dan bahkan pada Weak Verbs, hanya ada tiga konsonan

yang ditinggalkan untuk rekonstruksi akar kata kerja itu.

9.6. Langkah terakhir adalah menemukan akar kata kerja itu pada BDB Lexicon

untuk menemukan arti kata itu. Pada bagian ini pula kita dapat menemukan arti

selengkapnya dari bentuk stem kata kerja apa saja.

Langkah-langkah tersebut di atas sudah lengkap, dan kita sudah siap untuk penempatan

ataupun penterjemahan kalimat bahasa Ibrani dengan tepat. Contoh :

(1)                             

Kata kerja dalam kalimat (1) adalah     . Ia tidak memiliki Prefix sehingga dapat

digolongkan pada Qal, Pi’el, atau stem Pu’al. Adanya Dagesh Forte pada Radikal Kedua

memberikan indikasi bahwa ia adalah intensif dan vokal yang dipakai menunjukkan

pola Pi’el. Tidak ditemukan adanya aformatif lain, maka jelaslah ia adalah bentuk untuk

orang ketiga Maskulin Tunggal, yang terdaftar dalam BDB Lexicon dengan arti

“mencari”.

   Pi’el Perfect 3 ms from (    ), “ia telah mencari”. Terjemahan seluruh

kalimat (1) adalah : “Ia telah mencari TUHAN Elohim Israel”.

(2)           

Kata kerja dalam kalimat (2) adalah      . Ia di-prefix-kan dengan Waw

Conjunction, namun tidak memiliki Prefix lainnya pada stemnya. Ini berarti ia mungkin

sebagai Qal, Pi’el, atau Pu’al. Ia tidak bisa sebagai Qal, sebab bentuk vokalnya amat

berbeda ( lagipula    tidak dipakai dalam bentuk Qal ). Tinggal dua kemungkinan

saja, yakni Pi’el atau Pu’al.

Kita mungkin berharap akan menemukan adanya Dagesh Forte pada Radikal Kedua.

Namun, dalam kasus kata kerja yang muncul, Dagesh Forte itu dihilangkan sebab

didahului oleh sebuah vokal Shewa. Adanya Khireq di bawah Radikal Pertama

menunjukkan bahwa kata kerja ini adalah Pi’el. Akhiran yang terlihat itu adalah untuk

orang ketiga jamak.

     Pi’el Perfect 3 cp. plus Waw-conjunction dari (    ) “Ia telah mencari”.

Terjemahan : “dan mereka telah mencari”.

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

41

Terjemahan seluruh kalimat (2) : “dan mereka telah mencari damai”.

(3)                          

Kata kerja pada kalimat (3) adalah         . Ia di-prefix-kan dengan    , yang

merupakan Prefix dari Hifil Perfek. Suffix-nya adalah    , yang menunjukkan Person,

gender, dan bentuk dari orang pertama tunggal ( 1 cs ). Konsonan yang tersisa adalah