bahasa ibrani 5

bahasa ibrani 5


 











   terdaftar dalam BDB Lexicon sebagai [    ], tanda kurung yang terlihat ini

menunjukan bahwa ia tidak muncul dalam stem Qal dalam Alkitab Bahasa Ibrani. Akar

kata kerja ini berarti “dipisahkan”.

       Hifil Perfect 1 cs from [   ] , “ia telah memisahkan”

Terjemahan : “Aku telah memisahkan”

Terjemahan seluruh kalimat (3) : “Aku telah memisahkanmu dari

bangsa-bangsa ITU”

(4)                      

Kata kerja pada kalimat (4) adalah         . Ia memiliki sebuah Prefix     ,

yang adalah Prefix untuk Hitpa’el Perfek. Ia tidak mempunyai Suffix, jadi memberikan

indikasi bahwa ia adalah orang ketiga Maskulin tunggal ( 3 ms ). Akar kata kerja

tersebut adalah      , dan BDB Lexicon memberikan arti “pergi, datang, berjalan”.

Untuk Hitpa’el berarti “berjalan ke sana ke mari”.

        Hitpa’el Perfect 3 ms from      , “ia telah berjalan”.

Terjemahan : “Ia telah berjalan ke sana ke mari”.

Terjemahan seluruh kalimat (4) : “Dengan Elohim Nuh telah berjalan

(ke sana ke mari).

(5)                     

Kata kerja untuk kalimat (5) adalah      . Konsonan Pertama  tidak menunjukkan

sebagai sebuah Prefix, jadi ia harus dipertimbangkan sebagai salah satu konsonan akar

kata kerja. Suffix-nya adalah   , yang menunjukkan orang pertama jamak ( 1 cp ).

Dagesh Forte yang muncul pada  berarti ia digandakan, dan akar kata kerjanya adalah

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

42

    . Ketentuan yang dipakai di sini tepat sama dengan contoh-contoh yang diberikan

di atas : Tatkala Radikal Ketiga dalam akar kata itu sama dengan huruf awal Suffix,

maka dua konsonan digabungkan dengan memakai Dagesh Forte.

Sebab      tidak mempunyai Prefix, maka ia kemungkinan sebagai Qal, Pi’el, atau

Pu’al. Oleh karena ia tidak mempunyai sebuah Dagesh Forte pada Radikal Kedua, maka

sudah pasti ia adalah Qal. Kata kerja     terdaftar dalam BDB Lexicon dengan arti

“memberi”.

     Qal Perfect 1 cp from     , “ia telah memberi”.

Terjemahan : “Kami telah memberi”.

Terjemahan seluruh kalimat : “Kami telah memberi putri-putri kepada kalian”

(6)                                

Kata kerja pada kalimat (6) adalah      , memiliki sebuah Prefix   dan harus

diklasifikasi sebagai Nifal Perfek. Faktanya ia tidak memiliki Suffix, berarti ia adalah

orang ketiga Maskulin tunggal ( 3 ms ). Akar kata kerja itu adalah    terdaftar

dalam BDB Lexicon dengan arti “mendengar”.

     Nifal Perfect 3 ms, from    , “ia telah mendengar”.

Terjemahan : “Ia telah didengar”.

Terjemahan seluruh kalimat (6) : “Sebab suara TUHAN telah didengar dari

Yerusalem”.

TUGAS (8)

A. Tunjukkan tiga konsonan sebagai akar kata dari bentuk kata kerja di bawah ini !

Misalnya :            

         06         01

     07      02

        08       03

     09         04

        10       05

43

B. Berikanlah nama Stem Kata Kerja di bawah ini !

Contoh :        Qal.

     06     01

        07       02

        08        03

       09     04

        10       05

C. Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini, dengan memarsing

( menganalisa ) terlebih dahulu kata kerjanya !

               01

                     02

44

10. SUFFIX PADA KATA KERJA BENTUK PERFECT

10.1. Prinsip

Seringkali kata kerja disusul obyek dalam bentuk penanda-obyek dengan suffix

ganti orang ( Pronominal Suffixes ) atau preposisi dengan suffix ganti orang.

Contoh :

         Dia telah memelihara

saya.

        Dia telah memilih

engkau.

Namun demikian, obyek yang berbentuk suffix ganti orang dapat juga langsung

ditambahkan pada kata kerja tanpa memakai penanda-obyek atau preposisi.

Contoh :

      Dia telah

memeliharaku.

     Dia telah memilihmu.

Perhatikan, terjemahan bahasa Indonesia di atas juga memakai suffix ganti

orang pada kata kerja !

10.2. Paradigma Suffix pada kata kerja Qal Perfect adalah sebagai berikut :

3.m.t.

   

3.f.t.

     

2.m.t.

    

2.f.t.

    

1.c.t.

     

Suffix

1.c.t.                             -

2.m.t.            - -       

2.f.t.            - -       

3.m.t.     

         

 

       

     

       

     

                 

      

3.f.t.                                  

1.c.j.                             -

2.m.j. - - - -        

2.f.j. - - - -        

3.m.j.                               

3.f.j.                               

45

3.c.j.

    

2.j.m & f

     

     

1.c.j.

     

Suffix

1.c.t.       

       

-

2.m.t.       -       

2.f.t.       -       

3.m.t.                          

3.f.t.         

1.c.j.         

2.m.j. -  

2.f.j. -  

3.m.j.        

3.f.j.        

Penjelasan :

<a> Suffix yang ditambahkan pada kata kerja rata-rata sama dengan suffix pada kata

benda dan preposisi, namun perhatikan :

[1] Suffix untuk orang pertama tunggal selalu memakai   

[2] Suffix untuk orang ketiga tunggal maskulin dapat berupa   atau   

[3] Suffix untuk orang ketiga jamak lebih sering  dan  daripada     dan

   

<b> Bilamana kata kerja menerima Suffix, maka tekanan dalam ucapan berpindah

kepada suku kata terakhir sehingga qamets pada suku kata pertama diperingan

menjadi Shewa.

<c> Untuk orang ketiga feminin tunggal, huruf terakhir dari       diganti

dengan   bila ditambah suffix.

<d> Bentuk dasar orang kedua feminin tunggal ditambah    bila mendapat Suffix.

46

<e> Untuk orang kedua jamak yang ditambah Suffix tidak lagi dibedakan antara

feminin atau maskulin dan berubah menjadi :

        Kalian ( m/f ) telah memeliharaku.

         Kalian ( m/f ) telah memeliharanya.

<f> Bila ada bentuk-bentuk yang serupa ( misalnya orang kedua feminin tunggal dan

orang pertama maskulin/feminin tunggal ), konteks menentukan terjemahan yang

tepat.

10.3. Suffix Pada Kata Kerja Pi’el & Hifil Perfect

Hanya kata kerja yang aktif dapat memiliki suffix (= obyek ). Itulah sebabnya

konyugasi Nifal, Pu’al, Hofal, dan Hitpa’el yang bersifat pasif atau refleksif tidak

dapat memiliki suffix ganti orang. Tinggal Qal, Pi’el, dan Hifil yang dapat diberi

suffix. Bentuk-bentuk Suffix pada Pi’el dan Hifil Perfect dapat kita lihat pada

paradigma berikut di bawah ini !

Pi’el Hifil

Suffix 3.m. Tunggal

   

3.m. Tunggal

      

1.c.Tunggal                

2.m. Tunggal             

2. f. Tunggal      

3.m. Tunggal      

3.f. Tunggal      

1.c. Jamak       

47

11. SUFFIX PADA KATA KERJA BENTUK IMPERFECT

11.1. Prinsip

Prinsip yang sama seperti pada kata kerja bentuk Perfect berlaku untuk Suffix

pada Kata Kerja Bentuk Imperfect.

11.2. Paradigma Imperfect Plus Suffix

IM PERFECT IMPERATIVE

3.m.Tunggal dengan Nun

Energic

3.m. Jamak Tunggal Jamak

Suffix                       

1.c.Tunggal                                   

2.m.Tunggal               

2.f. Tunggal               

3.m. Tunggal                                       

3.f. Tunggal                             

1.c. Jamak                      

2.m. Jamak                 

2.f. Jamak                 

3.m. Jamak                   

3.f. Jamak               

Penjelasan :

(a) Suffix pada Imperfect didahului oleh vokal “e” :

Sedangkan Suffix pada Perfect tunggal didahului oleh vokal “a” :

(b) Mengingat bahwa perubahan pada kata kerja Imperfect terjadi terutama pada awal

kata, ( disebabkan Prefix khas Imperfect ), maka bentuk-bentuk Suffix Ganti Orang

pada akhir kata tetap.

(c) Baik pada Imperfect tunggal maupun Imperatif tunggal sewaktu-waktu terdapat

gejala nun energicum (  energic ) di depan Suffix yang melalui asimilasi berubah

menjadi Dagesh Forte dalam konsonan pertama Suffix.

48

Contoh :        menggantikan       

Menyangkut Suffix pada Imperatif dan lain-lain, perhatikanlah Daftar Paradigma

tersebut di atas !

TUGAS (9)

Parsinglah setiap kata & terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini !

                        1

                                    2

                     3

ynIT'b.z:[] hm'l' yliae yliae 4

WnT'b.h;a] hM'B; ~T,r>m;a]w: hw"hy> rm;a' ~k,t.a, yTib.h;a' 5

12. SUFFIX PADA INFINITIF KONSTRUK

12.1. Fungsi Infinitif Konstruk

Infinitif Konstruk adalah bentuk dari kata kerja di mana kata kerja

dibendakan. Contoh Infinitif Konstruk dan terjemahannya :

Bahasa Ibrani Bahasa Inggris Bahasa Indonesia

    Keeping Pemeliharaan

    Reigning Pemerintahan

Adalah penting untuk mengingat bahwa Infinitif Konstruk tetap memelihara

ciri kata kerja sehingga Infinitif Konstruk selalu menyatakan suatu proses,

tindakan, atau kegiatan, dengan kata lain sesuatu yang dinamis. Hal ini perlu

dicatat secara khusus sebab dalam bahasa Indonesia terjemahan seperti

“pemerintahan” dalam contoh di atas dapat dimengerti sebagai lembaga, padahal

yang dimaksud oleh Infinitif Konstruk itu adalah proses pemerintahan

sebagaimana tampak dalam terjemahan bahasa Inggris.

49

12.2. Bentuk & Arti Suffix Pada Infinitif Konstruk

Dalam bahasa Ibrani, Infinitif Konstruk ini dapat ditambah Suffix Ganti Orang.

Suffix pada Infinitif Konstruk biasanya menyatakan subyek ( sedangkan suffix

pada Perfect & Imperfect menyatakan Obyek ). Namun perhatikan bahwa untuk

orang pertama maskulin/feminin tunggal dan orang kedua maskulin tunggal, ada

suffix khusus yang menyatakan obyek.

   

1.c. Tunggal     ( Subyek )      ( Obyek )

2.m. Tunggal      (Subyek)      ( Obyek) 

2.f. Tunggal     

3.m. Tunggal     

3.f. Tunggal     

1.c. Jamak      

2.m. Jamak      

2.f. Jamak      

3. m. Jamak     

3.f. Jamak     

12.3. Contoh-contoh Pemakaian Suffix Pada Infinitif Konstruk di Tanakh Ibrani :

a. Suffix Ganti Orang Sebagai Subyek Pada Infinitif Konstruk :

Saat engkau (m) berbaring, ia (f)

akan menjaga engkau ( Amsal

6:22 )

^yl,[' rmov.Ti ^B.k.v'B. .1

Ketika engkau mendekati ke

peperangan ( Ulangan 20:2 )

hm'x'l.Mih;-la, ~k,b.r'q'K. .2

b. Suffix Ganti Orang Sebagai Obyek Pada Infinitif Konstruk :

Untuk mengejarmu dan untuk

mencari jiwamu ( 1 Samuel

25:29 )

^v,p.n:-ta, vQeb;l.W ^p.d'r>li .2

Seorang raja untuk mengadili

kita, seperti semua bangsa ITU

( 1 Samuel 8:5 )

~yIAGh;-lk'K. Wnjep.v'l. %l,m, .3

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

50

12.4. Terjemahan Infinitif Konstruk Dengan Suffix Dalam Bahasa Indonesia

Ada kata kerja yang menurut bahasa Indonesia tidak dapat dibendakan

sama seperti kata kerja “memelihara” di atas yang dapat menjadi

“pemeliharaan”. Dalam kasus itu, Infinitif Konstruk dengan Suffix harus

diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan cara sebagai berikut :

12.4.1. Infinitif Konstruk menjadi predikat dalam kalimat bahasa Indonesia.

12.4.2. Suffix pada Infinitif Konstruk menjadi subyek atau obyek dalam

kalimat bahasa Indonesia.

Infinitif Konstruk dari Konyugasi Pasif & Refleksif dapat pula menyandang Preposisi

yang melekat serta Suffix Ganti Orang. Contoh :

                Saat saya dipermuliakan melalui Firaun

( Keluaran 14:18 - Infinitive Cstr Nifal )

                   

 

Dan terjadilah saat kota itu dibakar

( Infinitive Constructus Nifal )

               Dan terjadilah saat ia dibakar

( Infinitive Constructus Nifal )

Masalah Suffix pada kata kerja seakan-akan sangat rumit & membingungkan.

Namun demikian, bilamana bentuk-bentuk Suffix sudah dikenal, maka tampaklah

bahwa Suffix pada kata kerja adalah cara Ibrani yang canggih untuk menyatakan

hubungan yang erat antara predikat, obyek, dan subyek.

TUGAS (10)

Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini, dengan memarsing terlebih dahulu

kata kerjanya !

                                         .1

                                              .2

                                   .3

!Ayci-ta, Wnrek.z"B. .4

^yk,r'D>-lk'B. ^r>m'v.li .5

51

13. TINGKAT-TINGKAT PERBANDINGAN

Dalam bahasa Ibrani tidak ada kata khusus untuk mengungkapkan tingkat

perbandingan seperti : lebih panjang atau paling panjang ( terpanjang ). Untuk

maksud tersebut, bahasa Ibrani memakai cara-cara sebagai berikut :

13.1. Tingkat Komparatif

13.1.1. Dalam bahasa Ibrani, tingkat Komparatif diungkapkan dengan menempatkan

preposisi    antara kata sifat & kata yang menjadi perbandingan kata benda.

                   

 

Yerusalem lebih besar daripada

Yerikho.

13.1.2. Tidak jarang ada Infinitif yang muncul sebagai “benda” yang

diperbandingkan.

                                        

Sebab lebih baik bagi kami bekerja pada orang Mesir daripada kami mati

di padang gurun ITU ( Keluaran 14:12 ).

              

Mendengarkan lebh baik daripada kurban sembelihan ( 1 Samuel 15:2 ).

13.1.3. Tingkat Komparatif dengan    juga dipakai untuk mengutamakan

sesuatu/seseorang dari yang lain.

                         

Dan dia mengasihi bahkan Rahel lebih daripada Lea ( Kejadian 29:30 ).

13.1.4. Awalan Penentu di depan kata sifat dapat juga menyatakan tingkat

Komparatif atau Correlative Comparative seperti lebih besar, lebih kecil,

lebih tua, lebih muda, dan seterusnya.

                 

    Esau puteranya yang lebih tua ( Kejadian 27:15 ).

52

                                       

    Nama yang lebih tua Lea, dan nama yang lebih muda Rahel

( Kejadian 29:16 )

13.2. Tingkat Superlatif

Bahasa Ibrani mengenal beberapa cara untuk mengungkapkan tingkat perbandingan

yang teratas ( Superlatif ).

13.2.1. Kata Sifat dengan Awalan Penentu yang menyusul setelah kata benda yang

tertentu pula, diterjemahkan sebagai Superlatif.

            Putera yang tertua ( Sang putera yang tua ).

               Masih tersisa yang termuda ( 1 Samuel 16:11 )

13.2.2. Kata Sifat dalam Status Constructus yang disusul oleh kata benda yang

ditentukan, diterjemahkan sebagai Superlatif.

          Puteranya yang termuda ( 2 Tawarikh 21:17 ).

13.2.3. Kata Sifat yang diberi Suffix Ganti Orang diterjemahkan sebagai Superlatif.

     Orang yang terbaik di antara mereka

( their good one ), Mikha 7:4.

                 Dari yang terbesar di antara mereka

sampai kepada yang terkecil di antara

mereka ( Yunus 3:5 ).

13.2.4. Kata Sifat dengan Awalan Penentu disusul oleh Preposisi   ( di antara ) atau

  ( dari ) diterjemahkan sebagai Superlatif.

                  Yang terbesar dari seluruh bangsa ITU.

53

TUGAS (11)

A. Pilihlah pasangan jawaban yang sesuai dari kolom sebelah kiri dengan kolom

sebelah kanan dengan cara mencari lawan katanya.

Misalnya :     , “Lelaki” pasangannya adalah       , “Wanita”.

( )     (A)    

( )        (B)     

( )     (C)    

( )     (D)    

( )     (E)      

( )     (F)   

( )     (G)   

( )     (H)    

( )     (I)     

( )    (J)     

( )     (K)      

( )    (L)    

( )      (M)     

( )      (N)    

( )     (O)     

( )      (P)    

( )     (Q)     

( )    (R)    

B. Kalimat-kalimat di bawah ini berisi sebuah bentuk Perfect kata kerja Ibrani.

Berikanlah terjemahan tepat untuk bentuk kata kerja tersebut, dengan cara

mengisi tanda garis bawah di sebelah kanan.

Untuk garis bawah (a) berikan Stem kata kerjanya,

Untuk garis bawah (b) berikan Person, Gender, dan Number-nya,

Untuk garis bawah (c) berikan akar kata kerja tersebut.

54

Contoh :                          (a) Nifal

Dan ia akan dipotong dari umat-Nya (b) 3.m.t.

( Keluaran 30:33 ) (c)   

01                   

Siapa telah ......... ini dari tangan kalian ? Yes. 1:12

(a) ________

(b) ________

(c) ________

02               

................................................. roti ( Ulangan 9:9 ).

(a) ________

(b) ________

(c) ________

03                

Sebab darinya .............................. ( Kejadian 3:19 )

(a) ________

(b) ________

(c)_________

04                

Bukankah ...................... bagimu ? ( Amsal 22:30 )

(a) ________

(b) ________

(c) ________

05                   

Dan ...................... atas gunung ITU ? ( Ul. 10:10 ).

(a) ________

(b) ________

(c) ________

06                     

................................... para nabi ( Yeremia 23:21 ).

(a) ________

(b) ________

(c) ________

07                    

Sebab ............................... belas kasihan di mataku

( Keluaran 33:17 ).

(a) ________

(b) ________

(c) ________

08             

Kata-katamu ............................. ( Yeremia 15:16 ).

(a) ________

(b) ________

(c) ________

09                            

Dan lihatlah, bapa-bapa kita telah ...........................

oleh pedang ITU ( 2 Tawarikh 29:9 ).

(a) ________

(b) ________

(c) ________

10                    

TUHAN telah ..................... umat-Nya ( Rut 1:6 ).

(a) ________

(b) ________

(c) ________

11                          

     

........................................ pada kalian perintah ITU

( Maleakhi 2:4 ).

(a) ________

(b) ________

(c) ________

12                    

...................... padamu di Mesir ( Keluaran 14:12 ).

(a) ________

(b) ________

(c) ________

55

C. Terjemahkanlah ayat-ayat di bawah ini, dengan memarsing terlebih dahulu kata

kerjanya !

                                      01

                                 02

                               03

                                        04

                               05

                                           06

                                          07

        

                    08

                            09

                      10

                           11

                                          

 

12

56

14. BENTUK-BENTUK KATA BILANGAN

Sebagaimana telah diketahui dalam mata kuliah Ibrani-1 bahwa setiap huruf

Ibrani dapa mewakili sebuah bilangan ( angka ) yang disebut Cardinal Numerals. Hal

ini terjadi mengingat bahwa di dalam bahasa Ibrani tidak dikenal simbol-simbol angka.

Namun, ada cara lain untuk mengungkapkan bilangan atau angka dalam bahasa Ibrani,

baik itu Cardinal Numerals maupun Ordinal Numerals, yakni dengan menyebutkan

nama-nama bilangan tersebut.

Adapun bentuk-bentuk Kata Bilangan tersebut dapat dilihat dalam Tabel berikut di

bawah ini :

14.1. Tabel Kata Bilangan mulai dari 1 - 10 ( Cardinal Numerals ) dan Ordinal

Numerals ( pertama, kedua, ketiga, ... ).

Cardinal Numerals

Maskulin Feminin

Absolut Construct Absolut Construct

1                

2                  

3                    

4                       

5                   

6               

7                   

8                       

9                   

10                   

57

Ordinal Numerals

Maskulin Feminin

Pertama              

Kedua         

Ketiga             

Keempat             

Kelima             

Keenam         

Ketujuh             

Kedelapan             

Kesembilan             

Kesepuluh             

(1) Bilangan 1 ( m/f ) diklasifikasi sebagai Kata Sifat, yang mengikuti kata benda

yang diterangkannya dan harus sesuai dalam gender kata benda. Misalnya :

         Satu hari.

           Satu hukum.

(2) Bilangan 2 - 10 juga berfungsi sebagai Kata Sifat, walaupun mereka diklasifikasi

sebagai kata benda. Pada bentuk Absolutnya, mereka dapat berdiri sendiri sebelum

atau sesudah kata benda yang diterangkannya. Dalam bentuk Constructnya, mereka

harus berdiri sebelum kata benda yang diterangkannya.

Misalnya :

            Dua lelaki

           Dua istri

           Dua lelaki

          Dua istri

(3) Bilangan 2 harus sesuai dengan kata benda yang diterangkannya dalam gender

seperti contoh di atas. Namun, bilangan 3 - 10 mengikuti pola yang berbeda. Tatkala

mereka menerangkan kata benda Maskulin, mereka mengambil bentuk

58

Feminin. Sebaliknya, tatkala mereka menerangkan kata benda Feminin, maka

mereka mengambil bentuk Maskulin. Pada bentuk Construct, mereka harus selalu

berdiri sebelum kata benda yang diterangkannya. Misalnya :

          Dua putera Kata benda & Bilangan sesuai dalam

gendernya.

          Dua puteri Kata benda & Bilangan sesuai dalam

gendernya.

            Tiga putera Kata benda & Bilangan tidak sesuai

dalam gendernya.

           Tiga puteri Kata benda & Bilangan tidak sesuai

dalam gendernya.

(4) Bentuk-bentuk Absolut & Construct untuk Bilangan dapat dipakai SALING

BERGANTIAN, dengan tidak berbeda dalam artinya. Contoh :

            Tiga hari

             Tiga lelaki

             Empat putera

                  dan empat puteranya bersamanya

           Tiga hari

            Tiga lelaki

(5) Sebab bilangan-bilangan itu adalah kata benda, maka untuk bilangan mulai 2 hingga

10 boleh menerima Pronominal Suffixes. Suffixes hanya bisa ditambahkan kepada

bentuk Construct dari bilangan itu. Hal ini pada umumnya hanya muncul pada

bilangan 2 saja. Contoh :

      Dua dari kami ( Kejadian 31:37 ).

      Dua dari kalian ( Kejadian 27:45 ).

       Dua dari mereka ( Kejadian 2:25 ).

59

14.2. Cardinal Numerals Dari 11 Hingga 19

Dengan K.B. Maskulin Dengan K.B. Feminin

11                    

                    

12                      

                   

13                      

14                        

15                      

16                    

17                      

18                        

19                      

(1) Unit-unit ( 1,2,3, ... ) ditempatkan sebelum kata yang diterangkan. Untuk

bilangan 10, bagi Maskulin adalah     , dan bagi Feminin adalah      .

(2) Bilangan 11 - 19 harus sesuai dengan kata bendanya dalam gender. Pada umumnya

mereka muncul pada kata benda Jamak, walaupun sejumlah kata benda ( seperti

“lelaki”, “hari”, “tahun” dan “jiwa” ) boleh tetap berdiri pada bentuk tunggalnya

sesudah bilangan-bilangan ini. Misalnya :

              11 hari

              11 lelaki

                 11 tahun

60

14.3. Cardinal Numerals dari 20 Hingga 99

20 ( bentuk Jamak 10 )      

21 (m)            ,             

21 (f)            ,             

22 (m)             

23-29 ( seperti di atas )

30      

31 (m)            

32-39 ( seperti di atas )

40       

41-49 ( seperti di atas )

50      

51-59 ( seperti di atas )

60     

61-69 ( seperti di atas )

70      

71-79 ( seperti di atas )

80      

81-89 ( seperti di atas )

90      

91-99 ( seperti di atas )

61

14.4. Bilangan-bilangan Di atas 99

100 ( selalu Feminin )     , bentuk Construct :    

Bentuk Jamak :     

200 ( dual )      

300          

400           

500-900 ( seperti di atas )

1000 ( Maskulin )    , Jamak :      

2000 ( dual )      

3000            

4000             

14.5. Nilai-nilai Bilangan dari huruf-huruf Alfabet bahasa Ibrani, sebagaimana

direfleksikan di dalam Masora dari Manuskrip Leningrad ( lihat juga Biblia

Hebraica Stuttgartensia ) :

x 1 x 10 x 100 x 1000

1        

2        

3        

4        

5          

6        

7        

8        

9        

62

TUGAS (12)

A. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan menterjemahkan ungkapan

bahasa Ibrani yang diberikan !

Misalnya : Pada hari apakah Elohim beristirahat ?

              ( Kejadian 2:2 ).

Jawaban : “Pada hari ketujuh”.

P e r t a n y a a n J a w a b a n

01 Berapa total masa pemerintahan Daud ?

            

02 Berapa lama hujan turun ?

                           

03 Berapa lama Adam hidup ?

                             

04 Berapa lama Abraham hidup ?

                              

05 Berapa lama umat Israel tinggal di Mesir ?

                          

06 Berapa banyak orang Israel tetap setia ?

            ( 1 Raja-raja 19:18 ).

07 Berapa banyak putera & puteri Ayub ?

                        

08 Berapa banyak domba Ayub ?

                

09 Kapankah Pasah dirayakan ?

                           

10 Berapa banyak putera Yakub ?

         

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

63

B. Tiap ayat di bawah ini terdapat sebuah kata kerja dalam bentuk Qal Perfect.

Sempurnakan terjemahan bentuk-bentuk kata kerja dengan mengisi tanda garis bawah

untuk kolom (a) berikan person, gender, dan number dari bentuk itu, dan untuk kolom

(b) berikan akar kata kerjanya.

Contoh :                    

dan kalian akan menyebut nama illah-illah kalian (a) 2.m.j,

( 1 Raja-raja 18:24 ) (b)   

01                     

dan dari Mesir .............................. putraku ( Hosea 11:1 ).

(a) ___________

(b) ___________

02                           

Maka ....................... namanya Yehuda ( Kejadian 29:35 )

(a) ___________

(b) ___________

03                                

Bagaimana ............ semua kata-kata ini ? Yeremia 36:17.

(a) ___________

(b) ___________

04                    

Mengapa ......................... denganku ? ( 2 Samuel 19:26 ).

(a) ___________

(b) ___________

05                 

Bagaimana ........................ dari langit ? ( Yesaya 14:12 ).

(a) ___________

(b) ___________

06                           

............................... dari mana mereka ( 1 Samuel 25:11 )

(a) __________

(b) __________

07         

Apakah ..................................................... ? ( Ayub 15:9 )

(a) ___________

(b) ___________

08                  

Dan ............................... padaku, “Siapakah nama-Nya ?”

( Keluaran 3:13 )

(a) ___________

(b) ___________

09                      

Tidakkah ....................... apakah ini ? ( Yehezkiel 17:12 )

(a) ___________

(b) ___________

10                         

Dan dua dari mereka ...... di sisi Yordan itu ( 2 Raja-raja

2:7 )

(a) ___________

(b) ___________

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

64

15. LANGKAH-LANGKAH PRAKTIS DALAM EKSEGESE TANAKH 

IBRANI

Mengakui bahwa ke-66 kitab dalam Alkitab, baik Tanakh Ibrani maupun

Perjanjian Baru, adalah Firman Elohim yang tidak keliru, yang diberikan kepada kita

melalui inspirasi ilahi serta merupakan satu-satunya patokan untuk iman dan hidup,

dalam pengertian Kanon, maka kita selaku orang-orang Kristen mengklaim bahwa

otoritas yang tinggi terhadap Alkitab dengan maksud untuk menerima penyataan-

Nya.

Kini, kita hidup dalam suatu jaman dengan begitu banyak terjemahan Alkitab,

dan banyak orang Kristen karena begitu banyaknya terjemahan tersebut, tampak

tertarik untuk mengetahui apa yang dikatakan oleh teks asli.

Mengingat akan hal tersebut di atas, maka pada bagian ini akan dipaparkan

secara singkat bagaimana membaca & memahami Tanakh Ibrani, bagian dari

Alkitab dalam teks bahasa Ibrani untuk maksud praktis, yakni mempersiapkan

khotbah.

Perlu dijelaskan di sini, bahwa ini bukanlah satu-satunya methode atau satu-

satunya pendekatan terhadap eksegese Tanakh Ibrani. Ada berbagai cara yang

lain. Meskipun demikian, methode/pendekatan ini adalah cara eksegese yang

praktis, logis, & benar bagi para pelayan, mahasiswa teologi, dan orang lain yang

sungguh-sungguh serius mencari berita ilahi dalam Tanakh Ibrani. Methode ini

dapat disebut TEKSTUALISME.

Methode Tekstualisme ini memperhatikan 3 gagasan berikut sebagai pra-syarat :

[1] Teks Alkitab yang tertulis, mulai dari proses tahap lisan sampai tahap tulisan,

pada dasarnya historisitas.

[2] Karena teks Alkitab yang tertulis adalah hasil seleksi ilahi di bawah kedaulatan

pemeliharaan Elohim, maka struktur konteks atau cara penulisan harus

ditekankan dengan jelas dalam eksegese kita.

[3] Tentu kita membutuhkan beberapa methodologi eksegese sebagai implikasi dari

fungsi & hakekat bahasa asli dalam teks demi memahami/menafsirkan teks

Alkitab yang tertulis.

15.1. Observasi Menyeluruh

15.1.1. Persiapan Rohani Untuk Eksegese Alkitab

Yang terpenting & mendasar dalam proses upaya eksegese adalah sikap rendah hati &

mencari pertolongan Roh Kudus, Sang Guru Agung,

dalam doa.

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

65

15.1.2. Studi Latar Belakang Kontekstual

Pada suatu ketika dalam sejarah, secara khusus pada jaman Tanakh Ibrani,

Elohim telah menyatakan diri-Nya & rencana-Nya dalam bentuk peristiwa atau

kadangkala dalam pribadi & pada kesempatan lain dalam Firman & visi.

Orang-orang yang dipanggil dan ditetapkan untuk menuliskannya di bawah

pengaruh inspirasi ilahi, adalah mereka yang hidup dalam realita sejarah,

waktu yang khusus itu ( termasuk kebudayaan ). Dengan kata lain, teks

Tanakh Ibrani perlu dimengerti sesuai dengan latar belakang kebudayaan

masa itu ( termasuk masalah linguistik ).

Latar belakang itu secara umum dikenal sebagai Dunia Timur Kuno

( Ancient Orient ).

Kemudian, demi tujuan praktis Eksegese Tanakh Ibrani, kita harus

memanfaatkan sedikitnya dua bidang studi sebagai suatu langkah persiapan

eksegese :

[a] Sifat & Latar Belakang Historis Alkitab

Pertanyaan pertama yang perlu diajukan pada tahap ini adalah : Teks

ini masuk dalam kelompok Kitab mana dalam Tanakh Ibrani ( Torah,

Nebhiim, atau Ketubhim - Lukas 24:44 ) ?

Di samping itu, kita dapat mengumpulkan beberapa informasi tentang

penulis kitab itu, atau bahkan tentang geografi yang berkaitan dengan kitab

itu. Sebagai alat bantu, beberapa buku referensi seperti Kamus Alkitab (

Ensiklopedi Alkitab ) dan beberapa buku pengantar, sangat berguna untuk

mendapatkan informasi yang diperlukan.

[b] Latar Belakang Kontekstual Teks

Langkah berikut adalah memberi perhatian penuh kepada teks itu

sendiri, yang telah kita pilih. Pertimbangkanlah konteks teks tersebut ( kata-

kata atau ekspresi-ekspresi khusus, kata-kata/ekspresi yang diulangi &

tempatnya, orang macam mana yang terlibat & apa sesudahnya --- apakah ada

kaitannya, dan sebagainya ).

[c] Persiapan Teks

Kini, kita harus memutuskan teks kita. Sangatlah tepat menggunakan

Teks Masoret yang pada masa kini dipergunakan secara umum yakni : BHS

( Biblia Hebraica Stuttgartensia, 1990 ).

<1> Salinlah teks Ibrani dari BHS tersebut ke atas secarik kertas &

buatlah terjemahan kata demi kata ( interlinear ).

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

66

<2> Pada saat kita menyalin teks ini, pakailah sistim “Satu ayat, satu

halaman”, menyediakan bagian yang kosong pada halaman itu

untuk tambahan kemudian dari berbagai catatan observasi. Dengan

demikian, kita dengan mudah melihat struktur itu secara

menyeluruh untuk analisis eksegesis atau analisis gramatik.

Tentu saja, di mana dalam beberapa kasus, dua atau tiga ayat

dapat secara erat dikaitkan (secara khusus terkait secara gramatik)

maka kita harus menyalin ayat-ayat itu bersama- sama pada satu

halaman dengan maksud melihat seluruh struktur ayat-ayat yang

saling terkait itu.

Akhirnya, pada tahap ini, kita harus menemukan apakah teks yang

sedang kita tangani ada dalam bentuk naratif umum atau bentuk

puisi.

15.2. Observasi Gramatik

Pada tahap ini, kita akan memberi perhatian yang utama pada struktur kalimat

( bandingkan dengan Yohanes 20:30-31, 21:25 ). Untuk maksud tersebut, dua

fase berikut perlu diperhatikan :

[a] Penelitian Istilah ( Word Studi )

Penelitian istilah ini sendiri tidak gramatikal, namun sangat berguna untuk

memperoleh makna teks dengan cara yang saling melengkapi, dalam kasus

teks itu, yang berhubungan dengan beberapa subyek teologis secara khusus.

Tentu, dalam penanganan aktual terhadap teks kita, kita tidak perlu

melakukan penyelidikan istilah atas setiap kata dalam teks. Melainkan kita

harus selektif. Kendati tidak ada peraturan khusus untuk itu, dua langkah

berikut dianjurkan di sini :

(1) Arti Kata Secara Umum

Kata apa dalam teks kita, yang dipilih untuk diselidiki ? Apakah ada

kata yang bermakna yang kita pikir penting secara teologis dan

Alkitabiah. Daftarkanlah kata-kata ini, dan carilah arti kata-kata itu

dalam Kamus/Ensiklopedi Alkitab.

(2) Arti Kata Sesuai Dengan Konteks

Setiap kata dapat dipelajari & makna dasarnya dapat diperoleh. Oleh

karena itu, dalam eksegese kita harus memperhatikan bahwa kata yang

sama itu dapat memiliki lebih dari satu arti, dalam kasus-kasus tertentu.

Kita tahu semua bahwa kurun waktu pembentukan Tanakh Ibrani

sangat panjang jika dibandingkan dengan Perjanjian Baru. Oleh karena

itu, kita perlu menemukan arti yang sangat tepat sesuai dengan konteks

Edited with the trial version of 

Foxit Advanced PDF Editor

To remove this notice, visit:

www.foxitsoftware.com/shopping

67

di mana kata tertentu dipergunakan.

[b] Studi Gramatik-Eksegetik

Selanjutnya adalah langkah-langkah pendekatan konkret tahap

demi tahap dalam eksegese. Langkah-langkah Eksegetik itu sendiri,

sebenarnya adalah Tata Bahasa Ibrani, namun lebih merupakan penerapan

praktis dari beberapa tata bahasa dasar bahasa Ibrani ke dalam eksegese

(Tata Bahasa Eksegetis Praktis ).

(1) Teks Tipe Prosa Bentuk Naratif

Untuk maksud praktis, kelima aspek berikut disarankan untuk

diperhatikan dalam melakukan eksegese :

<a> Methoda Penekanan

Ada beberapa cara penekanan dalam bahasa Ibrani. Akan tetapi

demi maksud praktis di sini, khususnya untuk mempersiapkan

khotbah, maka kedelapan cara berikut didaftarkan sebagai observasi

eksegetis. Meskipun demikian, disarankan agar dalam eksegese

Alkitab perlu dilihat apakah salah satu dari cara penekanan ini serasi

dengan konteks bagian yang sedang ditangani ( konteks selalu

sangat penting ).

[1] Penekanan dengan cara mengubah posisi kata dalam kalimat.

Misalnya :

Subyek ditekankan dengan cara menempatkan subyek itu

sebelum kata kerja lengkap. Contoh : Kejadian 3:13.

                        

                             

Obyek ditekankan melalui penempatan obyek itu sebelum

kata kerja ( predikat ). Misalnya : Yehezkiel 3:1

                              

                   

Bagian lain dapat ditekankan, bila bagian itu ditempatkan

pada awal kalimat ( dengan didukung oleh konteks ).

[2] Penekanan melalui pengulangan ( repetisi ).

Pengulangan adalah cara sederhana untuk menekankan suatu

hal. Hal itu dapat dilakukan melalui mengulangi satu kata saja

68

atau pengulangan frase atau ekspresi atau bahkan satu klause

dalam beberapa kasus. Misalnya : 1 Raja-raja 2:33

                      

                     

[3] Penekanan melalui penggunaan Kata Ganti Orang Nominatif

bersama dengan bentuk Kata Kerja Lengkap. Misalnya :

1 Raja-raja 8:19.

                    

             

[4] Penekanan melalui penggunaan bersama antara Infinitif

Absolut dengan bentuk Kata Kerja Lengkap dari kata kerja

yang sama. Misalnya : 1 Raja-raja 2:42.

                           

            

[5] Penekanan melalui penggunaan Bentuk Tanya ( Interogatif )

Misalnya : Kejadian 4:9

                  

              

[6}Penekanan melalui penggunaan Konyugasi Intensif ( Pi’el &

Pu’al ), meskipun kata kerja khusus ini memiliki kata dasar

Qal. Misalnya : Yehezkiel 3:3

                

                     

69

[7] Penekanan melalui penggunaan bentuk negatif & Positif

secara bersama-sama. Misalnya : Yehezkiel 34:3-4

            

              

                

             

                

             

             

[8] Penekanan melalui penggunaan kata kerja & kata benda dari

kata dasar yang sama. Dalam kasus seperti ini, kata benda

memiliki unsur menerangkan dan kata benda ini memberikan

penekanan yang bersifat melengkapi atas tindakan kata kerja.

Misalnya : Zakaria 1:14

         

           

              

            

70

<b> Ekspresi-ekspresi Yang Bersifat Idiom

Dalam ekspresi-ekspresi Tanakh Ibrani, ada beberapa ekspresi

ungkapan atau ekspresi rumusan yang merefleksikan masa &

kebudayaan dalam sejarah. Ungkapan-ungkapan itu menunjukkan

dengan baik realitas sejarah penyataan ilahi dalam Tanakh Ibrani.

Ungkapan-ungkapan ini tidak b