bahasa ibrani 5
terdaftar dalam BDB Lexicon sebagai [ ], tanda kurung yang terlihat ini
menunjukan bahwa ia tidak muncul dalam stem Qal dalam Alkitab Bahasa Ibrani. Akar
kata kerja ini berarti “dipisahkan”.
Hifil Perfect 1 cs from [ ] , “ia telah memisahkan”
Terjemahan : “Aku telah memisahkan”
Terjemahan seluruh kalimat (3) : “Aku telah memisahkanmu dari
bangsa-bangsa ITU”
(4)
Kata kerja pada kalimat (4) adalah . Ia memiliki sebuah Prefix ,
yang adalah Prefix untuk Hitpa’el Perfek. Ia tidak mempunyai Suffix, jadi memberikan
indikasi bahwa ia adalah orang ketiga Maskulin tunggal ( 3 ms ). Akar kata kerja
tersebut adalah , dan BDB Lexicon memberikan arti “pergi, datang, berjalan”.
Untuk Hitpa’el berarti “berjalan ke sana ke mari”.
Hitpa’el Perfect 3 ms from , “ia telah berjalan”.
Terjemahan : “Ia telah berjalan ke sana ke mari”.
Terjemahan seluruh kalimat (4) : “Dengan Elohim Nuh telah berjalan
(ke sana ke mari).
(5)
Kata kerja untuk kalimat (5) adalah . Konsonan Pertama tidak menunjukkan
sebagai sebuah Prefix, jadi ia harus dipertimbangkan sebagai salah satu konsonan akar
kata kerja. Suffix-nya adalah , yang menunjukkan orang pertama jamak ( 1 cp ).
Dagesh Forte yang muncul pada berarti ia digandakan, dan akar kata kerjanya adalah
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
42
. Ketentuan yang dipakai di sini tepat sama dengan contoh-contoh yang diberikan
di atas : Tatkala Radikal Ketiga dalam akar kata itu sama dengan huruf awal Suffix,
maka dua konsonan digabungkan dengan memakai Dagesh Forte.
Sebab tidak mempunyai Prefix, maka ia kemungkinan sebagai Qal, Pi’el, atau
Pu’al. Oleh karena ia tidak mempunyai sebuah Dagesh Forte pada Radikal Kedua, maka
sudah pasti ia adalah Qal. Kata kerja terdaftar dalam BDB Lexicon dengan arti
“memberi”.
Qal Perfect 1 cp from , “ia telah memberi”.
Terjemahan : “Kami telah memberi”.
Terjemahan seluruh kalimat : “Kami telah memberi putri-putri kepada kalian”
(6)
Kata kerja pada kalimat (6) adalah , memiliki sebuah Prefix dan harus
diklasifikasi sebagai Nifal Perfek. Faktanya ia tidak memiliki Suffix, berarti ia adalah
orang ketiga Maskulin tunggal ( 3 ms ). Akar kata kerja itu adalah terdaftar
dalam BDB Lexicon dengan arti “mendengar”.
Nifal Perfect 3 ms, from , “ia telah mendengar”.
Terjemahan : “Ia telah didengar”.
Terjemahan seluruh kalimat (6) : “Sebab suara TUHAN telah didengar dari
Yerusalem”.
TUGAS (8)
A. Tunjukkan tiga konsonan sebagai akar kata dari bentuk kata kerja di bawah ini !
Misalnya :
06 01
07 02
08 03
09 04
10 05
43
B. Berikanlah nama Stem Kata Kerja di bawah ini !
Contoh : Qal.
06 01
07 02
08 03
09 04
10 05
C. Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini, dengan memarsing
( menganalisa ) terlebih dahulu kata kerjanya !
01
02
44
10. SUFFIX PADA KATA KERJA BENTUK PERFECT
10.1. Prinsip
Seringkali kata kerja disusul obyek dalam bentuk penanda-obyek dengan suffix
ganti orang ( Pronominal Suffixes ) atau preposisi dengan suffix ganti orang.
Contoh :
Dia telah memelihara
saya.
Dia telah memilih
engkau.
Namun demikian, obyek yang berbentuk suffix ganti orang dapat juga langsung
ditambahkan pada kata kerja tanpa memakai penanda-obyek atau preposisi.
Contoh :
Dia telah
memeliharaku.
Dia telah memilihmu.
Perhatikan, terjemahan bahasa Indonesia di atas juga memakai suffix ganti
orang pada kata kerja !
10.2. Paradigma Suffix pada kata kerja Qal Perfect adalah sebagai berikut :
3.m.t.
3.f.t.
2.m.t.
2.f.t.
1.c.t.
Suffix
1.c.t. -
2.m.t. - -
2.f.t. - -
3.m.t.
3.f.t.
1.c.j. -
2.m.j. - - - -
2.f.j. - - - -
3.m.j.
3.f.j.
45
3.c.j.
2.j.m & f
1.c.j.
Suffix
1.c.t.
-
2.m.t. -
2.f.t. -
3.m.t.
3.f.t.
1.c.j.
2.m.j. -
2.f.j. -
3.m.j.
3.f.j.
Penjelasan :
<a> Suffix yang ditambahkan pada kata kerja rata-rata sama dengan suffix pada kata
benda dan preposisi, namun perhatikan :
[1] Suffix untuk orang pertama tunggal selalu memakai
[2] Suffix untuk orang ketiga tunggal maskulin dapat berupa atau
[3] Suffix untuk orang ketiga jamak lebih sering dan daripada dan
<b> Bilamana kata kerja menerima Suffix, maka tekanan dalam ucapan berpindah
kepada suku kata terakhir sehingga qamets pada suku kata pertama diperingan
menjadi Shewa.
<c> Untuk orang ketiga feminin tunggal, huruf terakhir dari diganti
dengan bila ditambah suffix.
<d> Bentuk dasar orang kedua feminin tunggal ditambah bila mendapat Suffix.
46
<e> Untuk orang kedua jamak yang ditambah Suffix tidak lagi dibedakan antara
feminin atau maskulin dan berubah menjadi :
Kalian ( m/f ) telah memeliharaku.
Kalian ( m/f ) telah memeliharanya.
<f> Bila ada bentuk-bentuk yang serupa ( misalnya orang kedua feminin tunggal dan
orang pertama maskulin/feminin tunggal ), konteks menentukan terjemahan yang
tepat.
10.3. Suffix Pada Kata Kerja Pi’el & Hifil Perfect
Hanya kata kerja yang aktif dapat memiliki suffix (= obyek ). Itulah sebabnya
konyugasi Nifal, Pu’al, Hofal, dan Hitpa’el yang bersifat pasif atau refleksif tidak
dapat memiliki suffix ganti orang. Tinggal Qal, Pi’el, dan Hifil yang dapat diberi
suffix. Bentuk-bentuk Suffix pada Pi’el dan Hifil Perfect dapat kita lihat pada
paradigma berikut di bawah ini !
Pi’el Hifil
Suffix 3.m. Tunggal
3.m. Tunggal
1.c.Tunggal
2.m. Tunggal
2. f. Tunggal
3.m. Tunggal
3.f. Tunggal
1.c. Jamak
47
11. SUFFIX PADA KATA KERJA BENTUK IMPERFECT
11.1. Prinsip
Prinsip yang sama seperti pada kata kerja bentuk Perfect berlaku untuk Suffix
pada Kata Kerja Bentuk Imperfect.
11.2. Paradigma Imperfect Plus Suffix
IM PERFECT IMPERATIVE
3.m.Tunggal dengan Nun
Energic
3.m. Jamak Tunggal Jamak
Suffix
1.c.Tunggal
2.m.Tunggal
2.f. Tunggal
3.m. Tunggal
3.f. Tunggal
1.c. Jamak
2.m. Jamak
2.f. Jamak
3.m. Jamak
3.f. Jamak
Penjelasan :
(a) Suffix pada Imperfect didahului oleh vokal “e” :
Sedangkan Suffix pada Perfect tunggal didahului oleh vokal “a” :
(b) Mengingat bahwa perubahan pada kata kerja Imperfect terjadi terutama pada awal
kata, ( disebabkan Prefix khas Imperfect ), maka bentuk-bentuk Suffix Ganti Orang
pada akhir kata tetap.
(c) Baik pada Imperfect tunggal maupun Imperatif tunggal sewaktu-waktu terdapat
gejala nun energicum ( energic ) di depan Suffix yang melalui asimilasi berubah
menjadi Dagesh Forte dalam konsonan pertama Suffix.
48
Contoh : menggantikan
Menyangkut Suffix pada Imperatif dan lain-lain, perhatikanlah Daftar Paradigma
tersebut di atas !
TUGAS (9)
Parsinglah setiap kata & terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini !
1
2
3
ynIT'b.z:[] hm'l' yliae yliae 4
WnT'b.h;a] hM'B; ~T,r>m;a]w: hw"hy> rm;a' ~k,t.a, yTib.h;a' 5
12. SUFFIX PADA INFINITIF KONSTRUK
12.1. Fungsi Infinitif Konstruk
Infinitif Konstruk adalah bentuk dari kata kerja di mana kata kerja
dibendakan. Contoh Infinitif Konstruk dan terjemahannya :
Bahasa Ibrani Bahasa Inggris Bahasa Indonesia
Keeping Pemeliharaan
Reigning Pemerintahan
Adalah penting untuk mengingat bahwa Infinitif Konstruk tetap memelihara
ciri kata kerja sehingga Infinitif Konstruk selalu menyatakan suatu proses,
tindakan, atau kegiatan, dengan kata lain sesuatu yang dinamis. Hal ini perlu
dicatat secara khusus sebab dalam bahasa Indonesia terjemahan seperti
“pemerintahan” dalam contoh di atas dapat dimengerti sebagai lembaga, padahal
yang dimaksud oleh Infinitif Konstruk itu adalah proses pemerintahan
sebagaimana tampak dalam terjemahan bahasa Inggris.
49
12.2. Bentuk & Arti Suffix Pada Infinitif Konstruk
Dalam bahasa Ibrani, Infinitif Konstruk ini dapat ditambah Suffix Ganti Orang.
Suffix pada Infinitif Konstruk biasanya menyatakan subyek ( sedangkan suffix
pada Perfect & Imperfect menyatakan Obyek ). Namun perhatikan bahwa untuk
orang pertama maskulin/feminin tunggal dan orang kedua maskulin tunggal, ada
suffix khusus yang menyatakan obyek.
1.c. Tunggal ( Subyek ) ( Obyek )
2.m. Tunggal (Subyek) ( Obyek)
2.f. Tunggal
3.m. Tunggal
3.f. Tunggal
1.c. Jamak
2.m. Jamak
2.f. Jamak
3. m. Jamak
3.f. Jamak
12.3. Contoh-contoh Pemakaian Suffix Pada Infinitif Konstruk di Tanakh Ibrani :
a. Suffix Ganti Orang Sebagai Subyek Pada Infinitif Konstruk :
Saat engkau (m) berbaring, ia (f)
akan menjaga engkau ( Amsal
6:22 )
^yl,[' rmov.Ti ^B.k.v'B. .1
Ketika engkau mendekati ke
peperangan ( Ulangan 20:2 )
hm'x'l.Mih;-la, ~k,b.r'q'K. .2
b. Suffix Ganti Orang Sebagai Obyek Pada Infinitif Konstruk :
Untuk mengejarmu dan untuk
mencari jiwamu ( 1 Samuel
25:29 )
^v,p.n:-ta, vQeb;l.W ^p.d'r>li .2
Seorang raja untuk mengadili
kita, seperti semua bangsa ITU
( 1 Samuel 8:5 )
~yIAGh;-lk'K. Wnjep.v'l. %l,m, .3
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
50
12.4. Terjemahan Infinitif Konstruk Dengan Suffix Dalam Bahasa Indonesia
Ada kata kerja yang menurut bahasa Indonesia tidak dapat dibendakan
sama seperti kata kerja “memelihara” di atas yang dapat menjadi
“pemeliharaan”. Dalam kasus itu, Infinitif Konstruk dengan Suffix harus
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan cara sebagai berikut :
12.4.1. Infinitif Konstruk menjadi predikat dalam kalimat bahasa Indonesia.
12.4.2. Suffix pada Infinitif Konstruk menjadi subyek atau obyek dalam
kalimat bahasa Indonesia.
Infinitif Konstruk dari Konyugasi Pasif & Refleksif dapat pula menyandang Preposisi
yang melekat serta Suffix Ganti Orang. Contoh :
Saat saya dipermuliakan melalui Firaun
( Keluaran 14:18 - Infinitive Cstr Nifal )
Dan terjadilah saat kota itu dibakar
( Infinitive Constructus Nifal )
Dan terjadilah saat ia dibakar
( Infinitive Constructus Nifal )
Masalah Suffix pada kata kerja seakan-akan sangat rumit & membingungkan.
Namun demikian, bilamana bentuk-bentuk Suffix sudah dikenal, maka tampaklah
bahwa Suffix pada kata kerja adalah cara Ibrani yang canggih untuk menyatakan
hubungan yang erat antara predikat, obyek, dan subyek.
TUGAS (10)
Terjemahkanlah kalimat-kalimat Ibrani di bawah ini, dengan memarsing terlebih dahulu
kata kerjanya !
.1
.2
.3
!Ayci-ta, Wnrek.z"B. .4
^yk,r'D>-lk'B. ^r>m'v.li .5
51
13. TINGKAT-TINGKAT PERBANDINGAN
Dalam bahasa Ibrani tidak ada kata khusus untuk mengungkapkan tingkat
perbandingan seperti : lebih panjang atau paling panjang ( terpanjang ). Untuk
maksud tersebut, bahasa Ibrani memakai cara-cara sebagai berikut :
13.1. Tingkat Komparatif
13.1.1. Dalam bahasa Ibrani, tingkat Komparatif diungkapkan dengan menempatkan
preposisi antara kata sifat & kata yang menjadi perbandingan kata benda.
Yerusalem lebih besar daripada
Yerikho.
13.1.2. Tidak jarang ada Infinitif yang muncul sebagai “benda” yang
diperbandingkan.
Sebab lebih baik bagi kami bekerja pada orang Mesir daripada kami mati
di padang gurun ITU ( Keluaran 14:12 ).
Mendengarkan lebh baik daripada kurban sembelihan ( 1 Samuel 15:2 ).
13.1.3. Tingkat Komparatif dengan juga dipakai untuk mengutamakan
sesuatu/seseorang dari yang lain.
Dan dia mengasihi bahkan Rahel lebih daripada Lea ( Kejadian 29:30 ).
13.1.4. Awalan Penentu di depan kata sifat dapat juga menyatakan tingkat
Komparatif atau Correlative Comparative seperti lebih besar, lebih kecil,
lebih tua, lebih muda, dan seterusnya.
Esau puteranya yang lebih tua ( Kejadian 27:15 ).
52
Nama yang lebih tua Lea, dan nama yang lebih muda Rahel
( Kejadian 29:16 )
13.2. Tingkat Superlatif
Bahasa Ibrani mengenal beberapa cara untuk mengungkapkan tingkat perbandingan
yang teratas ( Superlatif ).
13.2.1. Kata Sifat dengan Awalan Penentu yang menyusul setelah kata benda yang
tertentu pula, diterjemahkan sebagai Superlatif.
Putera yang tertua ( Sang putera yang tua ).
Masih tersisa yang termuda ( 1 Samuel 16:11 )
13.2.2. Kata Sifat dalam Status Constructus yang disusul oleh kata benda yang
ditentukan, diterjemahkan sebagai Superlatif.
Puteranya yang termuda ( 2 Tawarikh 21:17 ).
13.2.3. Kata Sifat yang diberi Suffix Ganti Orang diterjemahkan sebagai Superlatif.
Orang yang terbaik di antara mereka
( their good one ), Mikha 7:4.
Dari yang terbesar di antara mereka
sampai kepada yang terkecil di antara
mereka ( Yunus 3:5 ).
13.2.4. Kata Sifat dengan Awalan Penentu disusul oleh Preposisi ( di antara ) atau
( dari ) diterjemahkan sebagai Superlatif.
Yang terbesar dari seluruh bangsa ITU.
53
TUGAS (11)
A. Pilihlah pasangan jawaban yang sesuai dari kolom sebelah kiri dengan kolom
sebelah kanan dengan cara mencari lawan katanya.
Misalnya : , “Lelaki” pasangannya adalah , “Wanita”.
( ) (A)
( ) (B)
( ) (C)
( ) (D)
( ) (E)
( ) (F)
( ) (G)
( ) (H)
( ) (I)
( ) (J)
( ) (K)
( ) (L)
( ) (M)
( ) (N)
( ) (O)
( ) (P)
( ) (Q)
( ) (R)
B. Kalimat-kalimat di bawah ini berisi sebuah bentuk Perfect kata kerja Ibrani.
Berikanlah terjemahan tepat untuk bentuk kata kerja tersebut, dengan cara
mengisi tanda garis bawah di sebelah kanan.
Untuk garis bawah (a) berikan Stem kata kerjanya,
Untuk garis bawah (b) berikan Person, Gender, dan Number-nya,
Untuk garis bawah (c) berikan akar kata kerja tersebut.
54
Contoh : (a) Nifal
Dan ia akan dipotong dari umat-Nya (b) 3.m.t.
( Keluaran 30:33 ) (c)
01
Siapa telah ......... ini dari tangan kalian ? Yes. 1:12
(a) ________
(b) ________
(c) ________
02
................................................. roti ( Ulangan 9:9 ).
(a) ________
(b) ________
(c) ________
03
Sebab darinya .............................. ( Kejadian 3:19 )
(a) ________
(b) ________
(c)_________
04
Bukankah ...................... bagimu ? ( Amsal 22:30 )
(a) ________
(b) ________
(c) ________
05
Dan ...................... atas gunung ITU ? ( Ul. 10:10 ).
(a) ________
(b) ________
(c) ________
06
................................... para nabi ( Yeremia 23:21 ).
(a) ________
(b) ________
(c) ________
07
Sebab ............................... belas kasihan di mataku
( Keluaran 33:17 ).
(a) ________
(b) ________
(c) ________
08
Kata-katamu ............................. ( Yeremia 15:16 ).
(a) ________
(b) ________
(c) ________
09
Dan lihatlah, bapa-bapa kita telah ...........................
oleh pedang ITU ( 2 Tawarikh 29:9 ).
(a) ________
(b) ________
(c) ________
10
TUHAN telah ..................... umat-Nya ( Rut 1:6 ).
(a) ________
(b) ________
(c) ________
11
........................................ pada kalian perintah ITU
( Maleakhi 2:4 ).
(a) ________
(b) ________
(c) ________
12
...................... padamu di Mesir ( Keluaran 14:12 ).
(a) ________
(b) ________
(c) ________
55
C. Terjemahkanlah ayat-ayat di bawah ini, dengan memarsing terlebih dahulu kata
kerjanya !
01
02
03
04
05
06
07
08
09
10
11
12
56
14. BENTUK-BENTUK KATA BILANGAN
Sebagaimana telah diketahui dalam mata kuliah Ibrani-1 bahwa setiap huruf
Ibrani dapa mewakili sebuah bilangan ( angka ) yang disebut Cardinal Numerals. Hal
ini terjadi mengingat bahwa di dalam bahasa Ibrani tidak dikenal simbol-simbol angka.
Namun, ada cara lain untuk mengungkapkan bilangan atau angka dalam bahasa Ibrani,
baik itu Cardinal Numerals maupun Ordinal Numerals, yakni dengan menyebutkan
nama-nama bilangan tersebut.
Adapun bentuk-bentuk Kata Bilangan tersebut dapat dilihat dalam Tabel berikut di
bawah ini :
14.1. Tabel Kata Bilangan mulai dari 1 - 10 ( Cardinal Numerals ) dan Ordinal
Numerals ( pertama, kedua, ketiga, ... ).
Cardinal Numerals
Maskulin Feminin
Absolut Construct Absolut Construct
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
57
Ordinal Numerals
Maskulin Feminin
Pertama
Kedua
Ketiga
Keempat
Kelima
Keenam
Ketujuh
Kedelapan
Kesembilan
Kesepuluh
(1) Bilangan 1 ( m/f ) diklasifikasi sebagai Kata Sifat, yang mengikuti kata benda
yang diterangkannya dan harus sesuai dalam gender kata benda. Misalnya :
Satu hari.
Satu hukum.
(2) Bilangan 2 - 10 juga berfungsi sebagai Kata Sifat, walaupun mereka diklasifikasi
sebagai kata benda. Pada bentuk Absolutnya, mereka dapat berdiri sendiri sebelum
atau sesudah kata benda yang diterangkannya. Dalam bentuk Constructnya, mereka
harus berdiri sebelum kata benda yang diterangkannya.
Misalnya :
Dua lelaki
Dua istri
Dua lelaki
Dua istri
(3) Bilangan 2 harus sesuai dengan kata benda yang diterangkannya dalam gender
seperti contoh di atas. Namun, bilangan 3 - 10 mengikuti pola yang berbeda. Tatkala
mereka menerangkan kata benda Maskulin, mereka mengambil bentuk
58
Feminin. Sebaliknya, tatkala mereka menerangkan kata benda Feminin, maka
mereka mengambil bentuk Maskulin. Pada bentuk Construct, mereka harus selalu
berdiri sebelum kata benda yang diterangkannya. Misalnya :
Dua putera Kata benda & Bilangan sesuai dalam
gendernya.
Dua puteri Kata benda & Bilangan sesuai dalam
gendernya.
Tiga putera Kata benda & Bilangan tidak sesuai
dalam gendernya.
Tiga puteri Kata benda & Bilangan tidak sesuai
dalam gendernya.
(4) Bentuk-bentuk Absolut & Construct untuk Bilangan dapat dipakai SALING
BERGANTIAN, dengan tidak berbeda dalam artinya. Contoh :
Tiga hari
Tiga lelaki
Empat putera
dan empat puteranya bersamanya
Tiga hari
Tiga lelaki
(5) Sebab bilangan-bilangan itu adalah kata benda, maka untuk bilangan mulai 2 hingga
10 boleh menerima Pronominal Suffixes. Suffixes hanya bisa ditambahkan kepada
bentuk Construct dari bilangan itu. Hal ini pada umumnya hanya muncul pada
bilangan 2 saja. Contoh :
Dua dari kami ( Kejadian 31:37 ).
Dua dari kalian ( Kejadian 27:45 ).
Dua dari mereka ( Kejadian 2:25 ).
59
14.2. Cardinal Numerals Dari 11 Hingga 19
Dengan K.B. Maskulin Dengan K.B. Feminin
11
12
13
14
15
16
17
18
19
(1) Unit-unit ( 1,2,3, ... ) ditempatkan sebelum kata yang diterangkan. Untuk
bilangan 10, bagi Maskulin adalah , dan bagi Feminin adalah .
(2) Bilangan 11 - 19 harus sesuai dengan kata bendanya dalam gender. Pada umumnya
mereka muncul pada kata benda Jamak, walaupun sejumlah kata benda ( seperti
“lelaki”, “hari”, “tahun” dan “jiwa” ) boleh tetap berdiri pada bentuk tunggalnya
sesudah bilangan-bilangan ini. Misalnya :
11 hari
11 lelaki
11 tahun
60
14.3. Cardinal Numerals dari 20 Hingga 99
20 ( bentuk Jamak 10 )
21 (m) ,
21 (f) ,
22 (m)
23-29 ( seperti di atas )
30
31 (m)
32-39 ( seperti di atas )
40
41-49 ( seperti di atas )
50
51-59 ( seperti di atas )
60
61-69 ( seperti di atas )
70
71-79 ( seperti di atas )
80
81-89 ( seperti di atas )
90
91-99 ( seperti di atas )
61
14.4. Bilangan-bilangan Di atas 99
100 ( selalu Feminin ) , bentuk Construct :
Bentuk Jamak :
200 ( dual )
300
400
500-900 ( seperti di atas )
1000 ( Maskulin ) , Jamak :
2000 ( dual )
3000
4000
14.5. Nilai-nilai Bilangan dari huruf-huruf Alfabet bahasa Ibrani, sebagaimana
direfleksikan di dalam Masora dari Manuskrip Leningrad ( lihat juga Biblia
Hebraica Stuttgartensia ) :
x 1 x 10 x 100 x 1000
1
2
3
4
5
6
7
8
9
62
TUGAS (12)
A. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan menterjemahkan ungkapan
bahasa Ibrani yang diberikan !
Misalnya : Pada hari apakah Elohim beristirahat ?
( Kejadian 2:2 ).
Jawaban : “Pada hari ketujuh”.
P e r t a n y a a n J a w a b a n
01 Berapa total masa pemerintahan Daud ?
02 Berapa lama hujan turun ?
03 Berapa lama Adam hidup ?
04 Berapa lama Abraham hidup ?
05 Berapa lama umat Israel tinggal di Mesir ?
06 Berapa banyak orang Israel tetap setia ?
( 1 Raja-raja 19:18 ).
07 Berapa banyak putera & puteri Ayub ?
08 Berapa banyak domba Ayub ?
09 Kapankah Pasah dirayakan ?
10 Berapa banyak putera Yakub ?
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
63
B. Tiap ayat di bawah ini terdapat sebuah kata kerja dalam bentuk Qal Perfect.
Sempurnakan terjemahan bentuk-bentuk kata kerja dengan mengisi tanda garis bawah
untuk kolom (a) berikan person, gender, dan number dari bentuk itu, dan untuk kolom
(b) berikan akar kata kerjanya.
Contoh :
dan kalian akan menyebut nama illah-illah kalian (a) 2.m.j,
( 1 Raja-raja 18:24 ) (b)
01
dan dari Mesir .............................. putraku ( Hosea 11:1 ).
(a) ___________
(b) ___________
02
Maka ....................... namanya Yehuda ( Kejadian 29:35 )
(a) ___________
(b) ___________
03
Bagaimana ............ semua kata-kata ini ? Yeremia 36:17.
(a) ___________
(b) ___________
04
Mengapa ......................... denganku ? ( 2 Samuel 19:26 ).
(a) ___________
(b) ___________
05
Bagaimana ........................ dari langit ? ( Yesaya 14:12 ).
(a) ___________
(b) ___________
06
............................... dari mana mereka ( 1 Samuel 25:11 )
(a) __________
(b) __________
07
Apakah ..................................................... ? ( Ayub 15:9 )
(a) ___________
(b) ___________
08
Dan ............................... padaku, “Siapakah nama-Nya ?”
( Keluaran 3:13 )
(a) ___________
(b) ___________
09
Tidakkah ....................... apakah ini ? ( Yehezkiel 17:12 )
(a) ___________
(b) ___________
10
Dan dua dari mereka ...... di sisi Yordan itu ( 2 Raja-raja
2:7 )
(a) ___________
(b) ___________
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
64
15. LANGKAH-LANGKAH PRAKTIS DALAM EKSEGESE TANAKH
IBRANI
Mengakui bahwa ke-66 kitab dalam Alkitab, baik Tanakh Ibrani maupun
Perjanjian Baru, adalah Firman Elohim yang tidak keliru, yang diberikan kepada kita
melalui inspirasi ilahi serta merupakan satu-satunya patokan untuk iman dan hidup,
dalam pengertian Kanon, maka kita selaku orang-orang Kristen mengklaim bahwa
otoritas yang tinggi terhadap Alkitab dengan maksud untuk menerima penyataan-
Nya.
Kini, kita hidup dalam suatu jaman dengan begitu banyak terjemahan Alkitab,
dan banyak orang Kristen karena begitu banyaknya terjemahan tersebut, tampak
tertarik untuk mengetahui apa yang dikatakan oleh teks asli.
Mengingat akan hal tersebut di atas, maka pada bagian ini akan dipaparkan
secara singkat bagaimana membaca & memahami Tanakh Ibrani, bagian dari
Alkitab dalam teks bahasa Ibrani untuk maksud praktis, yakni mempersiapkan
khotbah.
Perlu dijelaskan di sini, bahwa ini bukanlah satu-satunya methode atau satu-
satunya pendekatan terhadap eksegese Tanakh Ibrani. Ada berbagai cara yang
lain. Meskipun demikian, methode/pendekatan ini adalah cara eksegese yang
praktis, logis, & benar bagi para pelayan, mahasiswa teologi, dan orang lain yang
sungguh-sungguh serius mencari berita ilahi dalam Tanakh Ibrani. Methode ini
dapat disebut TEKSTUALISME.
Methode Tekstualisme ini memperhatikan 3 gagasan berikut sebagai pra-syarat :
[1] Teks Alkitab yang tertulis, mulai dari proses tahap lisan sampai tahap tulisan,
pada dasarnya historisitas.
[2] Karena teks Alkitab yang tertulis adalah hasil seleksi ilahi di bawah kedaulatan
pemeliharaan Elohim, maka struktur konteks atau cara penulisan harus
ditekankan dengan jelas dalam eksegese kita.
[3] Tentu kita membutuhkan beberapa methodologi eksegese sebagai implikasi dari
fungsi & hakekat bahasa asli dalam teks demi memahami/menafsirkan teks
Alkitab yang tertulis.
15.1. Observasi Menyeluruh
15.1.1. Persiapan Rohani Untuk Eksegese Alkitab
Yang terpenting & mendasar dalam proses upaya eksegese adalah sikap rendah hati &
mencari pertolongan Roh Kudus, Sang Guru Agung,
dalam doa.
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
65
15.1.2. Studi Latar Belakang Kontekstual
Pada suatu ketika dalam sejarah, secara khusus pada jaman Tanakh Ibrani,
Elohim telah menyatakan diri-Nya & rencana-Nya dalam bentuk peristiwa atau
kadangkala dalam pribadi & pada kesempatan lain dalam Firman & visi.
Orang-orang yang dipanggil dan ditetapkan untuk menuliskannya di bawah
pengaruh inspirasi ilahi, adalah mereka yang hidup dalam realita sejarah,
waktu yang khusus itu ( termasuk kebudayaan ). Dengan kata lain, teks
Tanakh Ibrani perlu dimengerti sesuai dengan latar belakang kebudayaan
masa itu ( termasuk masalah linguistik ).
Latar belakang itu secara umum dikenal sebagai Dunia Timur Kuno
( Ancient Orient ).
Kemudian, demi tujuan praktis Eksegese Tanakh Ibrani, kita harus
memanfaatkan sedikitnya dua bidang studi sebagai suatu langkah persiapan
eksegese :
[a] Sifat & Latar Belakang Historis Alkitab
Pertanyaan pertama yang perlu diajukan pada tahap ini adalah : Teks
ini masuk dalam kelompok Kitab mana dalam Tanakh Ibrani ( Torah,
Nebhiim, atau Ketubhim - Lukas 24:44 ) ?
Di samping itu, kita dapat mengumpulkan beberapa informasi tentang
penulis kitab itu, atau bahkan tentang geografi yang berkaitan dengan kitab
itu. Sebagai alat bantu, beberapa buku referensi seperti Kamus Alkitab (
Ensiklopedi Alkitab ) dan beberapa buku pengantar, sangat berguna untuk
mendapatkan informasi yang diperlukan.
[b] Latar Belakang Kontekstual Teks
Langkah berikut adalah memberi perhatian penuh kepada teks itu
sendiri, yang telah kita pilih. Pertimbangkanlah konteks teks tersebut ( kata-
kata atau ekspresi-ekspresi khusus, kata-kata/ekspresi yang diulangi &
tempatnya, orang macam mana yang terlibat & apa sesudahnya --- apakah ada
kaitannya, dan sebagainya ).
[c] Persiapan Teks
Kini, kita harus memutuskan teks kita. Sangatlah tepat menggunakan
Teks Masoret yang pada masa kini dipergunakan secara umum yakni : BHS
( Biblia Hebraica Stuttgartensia, 1990 ).
<1> Salinlah teks Ibrani dari BHS tersebut ke atas secarik kertas &
buatlah terjemahan kata demi kata ( interlinear ).
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
66
<2> Pada saat kita menyalin teks ini, pakailah sistim “Satu ayat, satu
halaman”, menyediakan bagian yang kosong pada halaman itu
untuk tambahan kemudian dari berbagai catatan observasi. Dengan
demikian, kita dengan mudah melihat struktur itu secara
menyeluruh untuk analisis eksegesis atau analisis gramatik.
Tentu saja, di mana dalam beberapa kasus, dua atau tiga ayat
dapat secara erat dikaitkan (secara khusus terkait secara gramatik)
maka kita harus menyalin ayat-ayat itu bersama- sama pada satu
halaman dengan maksud melihat seluruh struktur ayat-ayat yang
saling terkait itu.
Akhirnya, pada tahap ini, kita harus menemukan apakah teks yang
sedang kita tangani ada dalam bentuk naratif umum atau bentuk
puisi.
15.2. Observasi Gramatik
Pada tahap ini, kita akan memberi perhatian yang utama pada struktur kalimat
( bandingkan dengan Yohanes 20:30-31, 21:25 ). Untuk maksud tersebut, dua
fase berikut perlu diperhatikan :
[a] Penelitian Istilah ( Word Studi )
Penelitian istilah ini sendiri tidak gramatikal, namun sangat berguna untuk
memperoleh makna teks dengan cara yang saling melengkapi, dalam kasus
teks itu, yang berhubungan dengan beberapa subyek teologis secara khusus.
Tentu, dalam penanganan aktual terhadap teks kita, kita tidak perlu
melakukan penyelidikan istilah atas setiap kata dalam teks. Melainkan kita
harus selektif. Kendati tidak ada peraturan khusus untuk itu, dua langkah
berikut dianjurkan di sini :
(1) Arti Kata Secara Umum
Kata apa dalam teks kita, yang dipilih untuk diselidiki ? Apakah ada
kata yang bermakna yang kita pikir penting secara teologis dan
Alkitabiah. Daftarkanlah kata-kata ini, dan carilah arti kata-kata itu
dalam Kamus/Ensiklopedi Alkitab.
(2) Arti Kata Sesuai Dengan Konteks
Setiap kata dapat dipelajari & makna dasarnya dapat diperoleh. Oleh
karena itu, dalam eksegese kita harus memperhatikan bahwa kata yang
sama itu dapat memiliki lebih dari satu arti, dalam kasus-kasus tertentu.
Kita tahu semua bahwa kurun waktu pembentukan Tanakh Ibrani
sangat panjang jika dibandingkan dengan Perjanjian Baru. Oleh karena
itu, kita perlu menemukan arti yang sangat tepat sesuai dengan konteks
Edited with the trial version of
Foxit Advanced PDF Editor
To remove this notice, visit:
www.foxitsoftware.com/shopping
67
di mana kata tertentu dipergunakan.
[b] Studi Gramatik-Eksegetik
Selanjutnya adalah langkah-langkah pendekatan konkret tahap
demi tahap dalam eksegese. Langkah-langkah Eksegetik itu sendiri,
sebenarnya adalah Tata Bahasa Ibrani, namun lebih merupakan penerapan
praktis dari beberapa tata bahasa dasar bahasa Ibrani ke dalam eksegese
(Tata Bahasa Eksegetis Praktis ).
(1) Teks Tipe Prosa Bentuk Naratif
Untuk maksud praktis, kelima aspek berikut disarankan untuk
diperhatikan dalam melakukan eksegese :
<a> Methoda Penekanan
Ada beberapa cara penekanan dalam bahasa Ibrani. Akan tetapi
demi maksud praktis di sini, khususnya untuk mempersiapkan
khotbah, maka kedelapan cara berikut didaftarkan sebagai observasi
eksegetis. Meskipun demikian, disarankan agar dalam eksegese
Alkitab perlu dilihat apakah salah satu dari cara penekanan ini serasi
dengan konteks bagian yang sedang ditangani ( konteks selalu
sangat penting ).
[1] Penekanan dengan cara mengubah posisi kata dalam kalimat.
Misalnya :
Subyek ditekankan dengan cara menempatkan subyek itu
sebelum kata kerja lengkap. Contoh : Kejadian 3:13.
Obyek ditekankan melalui penempatan obyek itu sebelum
kata kerja ( predikat ). Misalnya : Yehezkiel 3:1
Bagian lain dapat ditekankan, bila bagian itu ditempatkan
pada awal kalimat ( dengan didukung oleh konteks ).
[2] Penekanan melalui pengulangan ( repetisi ).
Pengulangan adalah cara sederhana untuk menekankan suatu
hal. Hal itu dapat dilakukan melalui mengulangi satu kata saja
68
atau pengulangan frase atau ekspresi atau bahkan satu klause
dalam beberapa kasus. Misalnya : 1 Raja-raja 2:33
[3] Penekanan melalui penggunaan Kata Ganti Orang Nominatif
bersama dengan bentuk Kata Kerja Lengkap. Misalnya :
1 Raja-raja 8:19.
[4] Penekanan melalui penggunaan bersama antara Infinitif
Absolut dengan bentuk Kata Kerja Lengkap dari kata kerja
yang sama. Misalnya : 1 Raja-raja 2:42.
[5] Penekanan melalui penggunaan Bentuk Tanya ( Interogatif )
Misalnya : Kejadian 4:9
[6}Penekanan melalui penggunaan Konyugasi Intensif ( Pi’el &
Pu’al ), meskipun kata kerja khusus ini memiliki kata dasar
Qal. Misalnya : Yehezkiel 3:3
69
[7] Penekanan melalui penggunaan bentuk negatif & Positif
secara bersama-sama. Misalnya : Yehezkiel 34:3-4
[8] Penekanan melalui penggunaan kata kerja & kata benda dari
kata dasar yang sama. Dalam kasus seperti ini, kata benda
memiliki unsur menerangkan dan kata benda ini memberikan
penekanan yang bersifat melengkapi atas tindakan kata kerja.
Misalnya : Zakaria 1:14
70
<b> Ekspresi-ekspresi Yang Bersifat Idiom
Dalam ekspresi-ekspresi Tanakh Ibrani, ada beberapa ekspresi
ungkapan atau ekspresi rumusan yang merefleksikan masa &
kebudayaan dalam sejarah. Ungkapan-ungkapan itu menunjukkan
dengan baik realitas sejarah penyataan ilahi dalam Tanakh Ibrani.
Ungkapan-ungkapan ini tidak b










