doktrin dasar alkitab 19

doktrin dasar alkitab 19



 ngampunan. De-

ngan cara seperti ini bait suci dibersihkan dan

bersiap untuk pelayanan tugas tahun ber-

ikutnya (Im. 16:16-20, 30-33).17 Dengan de-

mikianlah segala sesuatu diatur dengan baik

antara Allah dan umat-Nya.18

Hari Pendamaian, lalu  menggam-

barkan proses penghakiman yang berkaitan

dengan pemusnahan dosa. Pendamaian yang

diadakan pada hari ini “membayangkan tin-

dakan akhir dari jasa Kristus untuk mem-

buang kehadiran dosa untuk selama-lamanya

serta menyempurnakan rekonsiliasi yang

lengkap dari alam semesta ke dalam satu ke-

selarasan pemerintahan Allah.”19

2. Azazel, kambing jantan yang di-

halau. “Terjemahan “scapegoat” (kambing

yang dilepas) dari bahasa Ibrani ialah Azazel

yang berasal dari terjemahan Vulgate caper

emissarius, “kambing yang diusir ke tempat

yang jauh” (Im. 16:8).20 Pembahasan terinci

dari Imamat 16 menunjukkan bahwa Azazel

menggambarkan Setan, bukan Kristus, demi-

kian pandangan banyak orang. Alasan yang

menguatkan tafsiran ini ialah: “(1) kambing

jantan ini tidak disembelih sebagai satu kor-

ban dan oleh sebab  itu tidak boleh digunakan

sebagai alat untuk mendatangkan keampunan.

sebab  ‘tanpa penumpahan darah tidak ada

pengampunan’ (Ibr. 9:22); (2) bait suci diber-

sihkan sepenuhnya melalui darah kambing

untuk Tuhan sebelum kambing jantan yang

dilepas atau scapegoat itu dimasukkan ke

dalam upacara itu (Im.16:20); (3) ayat-ayat

itu menunjuk bahwa kambing itu sebagai satu

pribadi yang wujudnya bertentangan, mela-

wan Allah (Im.16:8 baca secara harfiah ‘Se-

buah undi bagi Tuhan dan sebuah bagi Aza-

zel’). Oleh sebab  itu, dalam penempatan

perumpamaan bait suci itu, yaitu  lebih

konsisten untuk melihat kambing untuk Tu-

han sebagai lambang Kristus dan kambing

jantan yang satu lagi bagi Azazel––yang

menjadi lambang Setan.”21

Pelayanan Kristus di Dalam Bait Suci di Surga 359

3. Beberapa fase penghakiman. Upa-

cara penghalauan kambing jantan pada Hari

Pendamaian menunjuk jauh ke balik Golgota,

pemusnahan akhir segala masalah dosa–

pemusnahan dosa dan Setan. “Perhitungan

lengkap atas dosa akan digulirkan kepada

Setan, yang telah memulai dan juga sebagai

penghasut. Setan beserta para pengikutnya,

dan semua akibat dosa, akan dilenyapkan dari

alam semesta. Pendamaian melalui pengha-

kiman akan menghasilkan pendamaian yang

utuh dan keharmonisan dalam alam semesta

(Ef. 1:10). Inilah tujuannya, bahwa fase ke-

dua dan terakhir pelayanan keimamatan

Kristus di bait suci surga akan diselesaikan.”22

Penghakiman ini akan memperlihatkan upa-

ya Allah yang terakhir di hadapan alam se-

mesta ini.23

Hari Pendamaian menggambarkan tiga

fase penghakiman terakhir:

a. Pemindahan dosa-dosa dari bait suci

berkaitan dengan yang pertama, atau pra-

Advent, fase pemeriksaan penghakiman.

“Fokusnya ialah pada nama-nama yang ter-

tera dalam Kitab Kehidupan seperti halnya

Hari Pendamaian berfokus kepada pemindah-

an dosa-dosa yang diakui oleh orang-orang

yang bertobat, dari dalam bait suci. Orang-

orang percaya yang palsu akan dikeluarkan;

Iman orang-orang percaya yang benar dan

persatuan mereka dengan Kristus akan diku-

kuhkan di hadapan alam semesta yang tetap

setia, sedang  catatan atas dosa-dosa me-

reka akan dihapuskan.”24

b. Pengenyahan kambing jantan ke pa-

dang gurun melambangkan masa 1000 tahun

Setan dirantai di bumi yang lengang ini, dimu-

lai pada waktu Kedatangan Kristus yang ke-

dua kali dan bersamaan waktu dengan fase

kedua penghakiman terakhir, yang berlang-

sung di surga (Why. 20:4; 1 Kor. 6:1-3). Masa

penghakiman seribu tahun ini menyangkut

suatu penghakiman pengkajian atas orang-

orang jahat dan berguna bagi orang yang di-

tebus dengan memberikan kepada mereka

cara Allah memperlakukan dosa dan orang-

orang yang berdosa yang tidak diselamatkan.

Segala pertanyaan orang yang ditebus me-

ngenai kemurahan dan keadilan Allah ter-

jawab (baca bab 26).

c. Kemah yang bersih melambangkan

akibat yang ketiga, atau pelaksanaan, fase

penghakiman, saat api neraka membinasakan

orang jahat dan bumi dibersihkan (Why.

20:11-15; Mat. 25:31-36; 2 Ptr. 3:7-13; baca

bab 26).

BAIT SUCI SURGA DALAM

NUBUATAN

Dalam pembicaraan di atas kita mem-

fokuskan perhatian atas bait suci dari sudut

pandang lambang dengan yang dilambang-

kannya. Nah, cobalah perhatikan dari sudut

nubuatan.

Penahbisan Bait Suci Surgawi. Nubuatan

tujuh puluh minggu dari kitab Daniel 9:25 me-

nunjuk kepada pelantikan Kristus dalam pe-

layanan keimamatan di dalam bait suci surga.

Salah satu dari kejadian akhir yang bakal

terjadi dalam kurun waktu 490 tahun ialah

pelantikan “Yang Mahasuci” (Dan. 9:24, li-

hat juga bab 24). Istilah Ibrani godesh go-

deshin diterjemahkan dengan “Yang Ma-

hakudus” yang arti harfiahnya ialah “kudus

dari segala yang kudus.” Maka lebih baik me-

nerjemahkan frase itu “mengurapi Yang Ku-

dus dari segala Yang Kudus” atau “untuk

mengurapi tempat yang mahakudus.”

Sebagaimana penahbisan bait suci dunia

itu, diminyaki dengan minyak yang kudus un-

360 Apa yang Anda Perlu Ketahui Tentang . . . .

tuk menyucikannya bagi tugas-tugas pela-

yanan maka begitu pulalah penyucian bait

suci surga ditahbiskan untuk pelayanan peng-

antaraan Kristus. Dengan kenaikan-Nya se-

gera sesudah  Ia bangkit dari kubur (Dan.

9:27)25 Kristus memulai pelayanan-Nya se-

bagai Imam Besar dan pengantara kita.

Penyucian Bait Suci Surga. Berbicara me-

ngenai penyucian bait suci surga, kitab Ibrani

berbicara sebagai berikut, “Dan hampir sega-

la sesuatu disucikan menurut hukum Taurat

dengan darah, dan tanpa penumpahan darah

tidak ada pengampunan. Jadi segala sesuatu

yang melambangkan apa yang ada di surga

dengan ini haruslah ditahirkan (darah bina-

tang), namun  benda-benda surgawi sendiri

(Bait Suci di surga) oleh persembahan-per-

sembahan yang lebih baik dibandingkan  itu”––

darah Kristus yang amat mulia (Ibr. 9:22, 23).

Pelbagai penafsir membahas ajaran Al-

kitab ini. Henry Alford menyatakan bahwa

surga sendiri memerlukan, dan memper-

oleh, penyucian melalui darah pendamaian

Kristus.”26 B.F. Westcott mengomentari,

“Boleh dikatakan bahwa ‘benda-benda sur-

gawi’ pun, sejauh mereka memiliki wujud

kondisi kehidupan kita semua  mendatang,  ter-

ikat oleh Kejatuhan yang mengharuskan ada-

nya pembersihan.” Ia mengatakan bahwa

darah Kristus itulah yang dapat “membersih-

kan yang asli yang ada di surga yang

,

 menjadi

contoh bait suci yang di bumi.”27

Sebagaimana dosa-dosa umat Allah oleh

iman telah ditaruh di atas korban penghapus

dosa dan lalu  melambangkan pemin-

dahannya ke dalam bait suci yang ada di du-

nia, demikianlah di bawah perjanjian yang

baru dosa-dosa orang yang bertobat melalui

iman ditaruh atas Kristus.28

Dan pada waktu Hari Pendamaian pe-

nyucian bait suci dunia dilakukan untuk mem-

buang dosa-dosa yang bertumpuk di sana,

demikian pula dengan bait suci surga diber-

sihkan melalui pembersihan terakhir dosa-

dosa yang ada  dalam kitab surga. Akan

namun  sebelum kitab catatan itu pada akhirnya

dibersihkan, maka mereka yang tercatat na-

manya di situ akan diperiksa untuk menentu-

kan siapa yang bertobat dan beriman di dalam

Kristus, yakni yang layak masuk ke dalam

kerajaan-Nya yang kekal. Pembersihan bait

suci surga berkaitan dengan pekerjaan peme-

riksaan atau penghakiman29 yang benar-be-

nar sepenuhnya membayangkan sifat Hari

Pendamaian sebagai hari penghakiman.30

Penghakiman ini, mengesahkan ketetapan

atas siapa yang akan diselamatkan dan siapa

yang akan binasa, berlangsung sebelum ke-

datangan Kristus yang kedua kali sebab 

pada waktu itulah Kristus akan kembali untuk

menjemput yang telah ditebus-Nya, membawa

upah-Nya, “untuk membalaskan kepada se-

tiap orang menurut perbuatannya” (Why.

22:12). Oleh sebab  itu, tuduhan-tuduhan Se-

tan pun akan terjawab (bandingkan Why.

12:10).

Semua orang yang benar-benar bertobat

dan dengan iman menuntut darah korban

pendamaian Kristus telah beroleh pengam-

punan. Apabila nama mereka muncul pada

hari penghakiman ini dan kepada mereka

disalutkan jubah kebenaran Kristus, maka

dosa-dosa mereka dicoret dan mereka diang-

gap layak memperoleh kehidupan yang kekal

(Luk. 20:35). “Barangsiapa menang,” kata

Yesus, “ia akan dikenakan pakaian putih

yang demikian; Aku tidak akan menghapus

namanya dari kitab kehidupan, melainkan

Aku akan mengaku namanya di hadapan Ba-

pa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya”

(Why. 3:5).

Nabi Daniel menyatakan sifat pengha-

kiman pemeriksaan ini. Sementara kuasa ke-

murtadan dilambangkan oleh tanduk kecil itu

Pelayanan Kristus di Dalam Bait Suci di Surga 361

dengan pekerjaan kutuk dan aniaya yang

terus berlangsung terhadap Allah dan umat-

Nya di atas dunia ini (Dan. 7:8, 20, 21, 25),

takhta ditegakkan pada tempatnya dan Allah

memimpin penghakiman yang terakhir.

Penghakiman ini diadakan di ruang takhta

bait suci surga yang dihadiri seribu kali be-

ribu-ribu makhluk surga. Apabila pengadilan

dimulai, kitab-kitab pun dibuka, inilah me-

nandai awal dari sebuah prosedur pemeriksaan

(Dan. 7:9, 10). Tidak lama sesudah pengha-

kiman ini, kuasa kemurtadan dihancurkan

(Dan. 7:11).31

Waktu Penghakiman. Baik Kristus maupun

Bapa terlibat dalam penghakiman pemeriksa-

an itu. Sebelum Dia kembali ke dunia ini di

atas “awan-awan di langit,” Kristus sebagai

“Anak kita semua ” datang “dengan awan-

awan dari langit” kepada “Yang Lanjut Usia-

nya itu,” yakni Allah Bapa, dan berdiri di

hadapan-Nya (Dan.7:13). sebab  sejak ke-

naikan Kristus ke surga, Ia bertugas selaku

imam besar, dan menjadi pengantara kita di

hadapan Allah (Ibr. 7:25). Akan namun  kali ini

Ia datang untuk menerima kerajaan itu (Dan.

7:14).

1. Pudarnya Pelayanan Keimamatan

Kristus. Daniel menceritakan kepada kita

dalam Daniel 8 mengenai pertentangan an-

tara yang baik dan yang jahat dan kemenang-

an akhir Tuhan. Bab ini menggambarkan

bahwa antara penahbisan pelayanan keima-

matan Kristus sebagai imam besar dengan

penyucian bait suci surga, suatu kuasa dunia

akan mengaburkan pelayanan Kristus.

Domba jantan dalam khayal ini mewakili

kerajaan Medo-Persia (Dan. 8:2)–kedua

tanduk, yang lebih tinggi muncul belakangan,

dengan jelas menggambarkan kedua fase itu,

bagian kerajaan Persia yang lebih kuat pada

akhirnya muncul. Sebagaimana diramalkan

oleh Daniel, kerajaan bagian Timur ini me-

luaskan kekuasaannya “ke barat, ke utara

dan ke selatan,” dan menjadi “membesarkan

diri” (Dan. 8:4).

Dan kambing jantan yang datang dari ba-

rat melambangkan Yunani, tanduk besar de-

ngan “rajanya yang pertama,” diwakili Alek-

sander yang Agung (Dan. 8:21). Datang

“dari barat” Aleksander melesat dengan

mengalahkan Persia. lalu , beberapa

tahun sesudah  kematiannya, kerajaannya di-

bagi ke dalam “empat kerajaan” (Dan. 8:8-

22)––kerajaan Cassander, Lysimakhus, Se-

leukus dan Ptolemy.“Pada akhir kerajaan

mereka” (Dan. 8:23), dengan kata lain, men-

jelang akhir terbaginya kerajaan Yunani

“tanduk kecil” akan bangkit (Dan. 8:9). Seba-

gian orang menganggap Antiokhus Epifanes,

raja Siria yang memerintah Palestina untuk

jangka waktu yang singkat pada abad kedua

SM, merupakan kegenapan nubuat ini. Se-

mentara yang lain, termasuk para reformis,

mengidentifikasi tanduk kecil ini yaitu  Ro-

ma pada fase kekafiran maupun kepausan.

Tafsiran yang kedua sangat cocok dengan

rincian yang diberikan Daniel, sedang 

yang lain sama sekali tidak cocok.32 Cobalah

perhatikan dengan saksama butir-butir ber-

ikut ini:

a. Tanduk kecil itu semakin berkuasa

sejak kejatuhan kerajaan Yunani sampai “ak-

hir masa” (Dan. 8:17). Hanyalah Roma ke-

kafiran dan kepausan yang memenuhi masa

yang dirinci ini.

b. Nubuatan-nubuatan Daniel 2, 7, dan 8

sejajar atau paralel (lihat peta parallel nu-

buatan, hlm. 401). Keempat patung logam

dalam Daniel 2 dan keempat binatang dalam

Daniel 7 mewakili kerajaan dunia yang sama:

Babilon, Medo-Persia, Yunani dan Roma.

Kedua kaki yang terbuat dari besi dan tanah

362 Apa yang Anda Perlu Ketahui Tentang . . . .

liat serta kesepuluh tanduk dari keempat bi-

natang mewakili atau menggambarkan pem-

bagian Roma; negara-negara yang terbagi

yang akan tetap ada sampai Kedatangan

Kristus yang kedua kali. Perhatikanlah de-

ngan baik nubuatan-nubuatan yang ditujukan

kepada Roma sebagai pengganti Yunani dan

sebagai kerajaan akhir sebelum Kedatangan

Kristus kedua kali dan penghakiman terakhir.

Tanduk kecil yang ada  di dalam Daniel 8

cocok sekali dengannya; yang mengikuti Yu-

nani dan kebinasaannya yang luar biasa atau

“tanpa perbuatan tangan kita semua , ia akan

dihancurkan” (Dan. 8:25; bandingkan Dan.

2:34).33

c. Medo-Persia dikatakan “membesarkan

diri,” sedang  Yunani dilukiskan dengan

“sangat membesarkan dirinya,” sementara

tanduk kecil “menjadi sangat besar” (Dan.

8:4, 8, 9). Roma, salah satu kerajaan terbesar

di dunia, cocok dengan rincian ini.

d. Hanya Roma yang meluaskan kera-

jaannya ke selatan (Mesir), ke Timur (Ma-

kedonia dan Asia Kecil), ke arah “Tanah Per-

mai” (Palestina), persis seperti yang telah di-

ramalkan nubuatan (Dan. 8:9).

e. Roma muncul menentang “Panglima

bala tentara” (Dan. 8:11, 25), yang tidak lain

dibandingkan  Yesus Kristus. “Melawan Dia dan

umat-Nya, sebagaimana juga terhadap bait

suci-Nya, kuasa Roma mengadakan pepe-

rangan yang mencengangkan. Penggambaran

ini mencakup fase Roma kafir maupun Roma

kepausan. Sementara Roma kafir melawan

Kristus dan menghancurkan Bait suci di Ye-

rusalem, maka Roma kepausan juga secara

efektif mengaburkan keimamatan, tugas pe-

layanan pengantaraan yang dilakukan Kristus

demi orang-orang yang berdosa di dalam bait

suci surga (baca Ibr. 8:1, 2) dengan meng-

gantikannya dengan sebuah keimamatan

yang bertujuan untuk memberikan peng-

ampunan melalui pengantaraan kita semua .34

(baca bab 13). Kuasa kemurtadan itu berja-

lan dengan sukses, sebab  “kebenaran di-

hempaskannya ke bumi, dan apa pun yang

dibuatnya, semuanya berhasil” (Dan. 8:12).

2. Waktu pemulihan, pembersihan

dan penghakiman. Allah tidak akan mem-

biarkan kebenaran pelayanan imam besar

Kristus berlangsung tanpa kejelasan. Melalui

laki-laki dan perempuan yang tetap setia dan

takut akan Tuhan, Ia memulihkan kepen-

tingan-Nya. Reformasi yang menemukan

kembali peranan Kristus sebagai Pengantara

kita mengakibatkan pembaruan besar-besar-

an dalam dunia Kristen. Namun demikian,

masih ada lagi kebenaran yang hendak diung-

kapkan dari hal pelayanan Kristus di surga.

Khayal Daniel menunjukkan bahwa pe-

ranan Kristus sebagai Imam Besar kita akan

amat menonjol pada “akhir masa” (Dan.

8:17), apabila Ia akan memulai pekerjaan-

Nya yang khusus untuk mengadakan penyu-

cian dan penghakiman sebagai tambahan

atas tugas pelayanan pengantaraan-Nya

yang terus-menerus (Ibr. 7:25).35 Khayal ter-

sebut memberikan gambaran secara rinci

saat Kristus memulai pewujudan pelayanan

hari pendamaian–pekerjaan penghakiman

pemeriksaan (Dan. 7:9) dan penyucian bait

suci–“Sampai lewat dua ribu tiga ratus pe-

tang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan

dipulihkan dalam keadaan yang wajar” (Dan.

8:14).36 sebab  khayal itu menunjuk kepada

masa akhir, maka jelaslah bahwa bait suci

yang dimaksudkan di situ tentulah bukan bait

suci yang di dunia–sebab  bait suci dunia

telah dihancurkan pada tahun 70 TM. Maka

nubuatan itu pastilah menunjuk kepada bait

Pelayanan Kristus di Dalam Bait Suci di Surga 363

suci perjanjian yang baru yang di surga–

tempat di mana Kristus melayani demi kese-

lamatan kita.

Apakah yang dimaksud dengan 2300 hari

atau “2300 petang dan pagi,” sebagaimana

tertera dalam bahasa Ibrani asli?37 Menurut

Kejadian 1 “petang dan pagi” itu yaitu  satu

hari. Sebagaimana telah kita lihat dalam bab

4 dan 13 dari artikel  ini, satu kurun waktu dalam

nubuatan yang simbolis yaitu  juga lambang;

satu hari nubuatan sama dengan satu tahun.

Demikianlah, sebagaimana banyak orang

Kristen dari zaman ke zaman yakin, bahwa

nubuatan 2300 hari dalam Daniel 8 meng-

artikan 2300 tahun harfiah.38

a. Daniel 9 kunci untuk mengungkap-

kan Daniel 8. Allah menyuruh malaikat

Gabriel untuk membuat Daniel “memahami

penglihatan itu” (Dan. 8:16). Akan namun 

dampaknya sangat mengejutkan sehingga

Daniel menjadi sakit dan Gabriel tidak melan-

jutkan penjelasannya. Pada penutup bab itu

Daniel berkata: “Dan aku tercengang-ce-

ngang tentang penglihatan itu, namun  tidak

memahaminya” (Dan. 8:27).

Akibat keadaan atau interupsi ini, Gabriel

terpaksa menunda penjelasannya sampai ku-

run waktu itu–satu-satunya aspek dari kha-

yal itu yang belum diterangkannya. Daniel 9

menggambarkan kembalinya ia untuk menye-

lesaikan tanggung jawab ini. Daniel 8 dan 9

lalu  disambungkan, yang terakhir me-

rupakan kunci yang mengungkapkan misteri

2300 hari itu.39 Pada waktu Gabriel muncul, ia

berkata kepada Daniel: “Aku datang untuk

memberitahukannya kepadamu.... Jadi cam-

kanlah firman itu dan perhatikanlah peng-

lihatan itu!” (Dan. 9:23). Kembali dinyata-

kannya di sini khayal dari hal 2300 hari itu.

Keinginannya untuk menjelaskan unsur wak-

tu dari khayal Daniel 8 membuat jelas meng-

apa ia memperkenalkan penjelasannya de-

ngan nubuatan 70 minggu.

Tujuh puluh minggu itu, atau sama dengan

490 tahun, telah “ditetapkan” atau “diumum-

kan,” bagi bangsa Yahudi dan Yerusalem

(Dan. 9:24). Kata kerja dalam bahasa Ibrani

menyebutnya chattak. Sekalipun kata kerja

ini hanya sekali saja disebutkan di dalam

Kitab Suci, maknanya dapat dipahami dari

sumber-sumber lain di dalam kitab Ibrani.40

364 Apa yang Anda Perlu Ketahui Tentang . . . .

Kamus terkenal Ibrani-Inggris yang disusun

oleh Gesenius menyatakan bahwa artinya

yang tepat ialah “memotong” atau “memba-

gi.” 41

Dengan latarbelakang ini, penjelasan Ga-

briel sangat nyata. Ia menceritakan kepada

Daniel bahwa 490 tahun akan dipotong dari

kurun waktu 2300 tahun itu. Sebagai titik

permulaan yang 490 tahun itu, Gabriel me-

nunjuk “saat firman itu keluar, yakni bahwa

Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun

kembali” (Dan. 9:25), yang terjadi tahun 457

SM, tahun ketujuh pemerintahan Artahsasta

(baca bab 4).42

Yang 490 tahun itu berakhir tahun 34 TM.

Apabila kita potong 490 tahun dari 2300 ta-

hun, maka yang sisa ialah 1810 tahun. Ka-

rena yang 2300 tahun itu akan dilanjutkan,

maka yang 1810 tahun itu berlanjut sesudah  ta-

hun 34 TM sehingga dicapailah tahun 1844.43

b. Menuju pemahaman yang lengkap

mengenai pelayanan Kristus. Pada awal

abad kesembilan belas banyak orang Kris-

ten–termasuk di dalamnya kalangan Baptis,

Presbiterian, Metodis, Luteran, Anglikan,

Episkopal, Kongregationalis dan Murid-mu-

rid Kristus–melakukan studi mendalam ten-

tang Daniel 8.44 Para penyelidik Alkitab itu

mengharapkan beberapa kejadian yang sa-

ngat penting yang berlangsung pada akhir

masa 2300 tahun itu. Menurut pemahaman

mereka tentang kuasa tanduk kecil dan bait

suci, mereka menanggapi kurun waktu

nubuat ini untuk mengakhiri pembersihan

jemaat, pembebasan Palestina dan Yerusalem,

kembalinya orang-orang Yahudi, jatuhnya

Turki atau kekuasaan Islam, kehancuran

kepausan, dan pemulihan kembali perbaktian

yang sejati, permulaan milenium di dunia, hari

penghakiman, pembersihan dunia ini dengan

turunnya api, atau kedatangan Kristus yang

kedua kali.45

Tidak ada satu pun dari ramalan ini yang

digenapi, dan semua orang yang tadinya ya-

kin akan hal itu menjadi kecewa. Betapapun

parahnya rasa kecewa mereka, namun  itu

masih dalam batas yang sesuai dengan sifat

peristiwa yang diramalkan. Jelas rasa kece-

wa orang-orang yang menantikan kedatangan

Kristus kembali tahun 1844 jauh lebih berat

dibandingkan  anggapan akan kembalinya orang

Yahudi ke Palestina.46

Akibatnya, banyak orang yang tidak mau

lagi menyelidiki nubuat atau berpaling dari

metode penafsiran Alkitab menurut sejarah

penafsiran nubuatan, yang telah membawa

mereka ke dalam kesimpulan yang seperti

ini.47  Namun demikian, masih banyak juga

yang terus mengadakan penyelidikan atas

nubuatan, begitu pula mengenai bait suci

disertai dengan doa yang sungguh-sungguh,

terus berharap kepada pelayanan Kristus di

dalam bait suci surga demi kepentingan me-

reka. Wawasan baru dan kaya atas pela-

yanan yang demikian mendatangkan hasil.

Mereka menemukan bahwa iman nubuatan

yang historis dari jemaat yang mula-mula dan

Reformasi masih tetap berlaku. Perhitungan

tahun nubuat benar-benar tepat. Masa 2300

tahun itu berakhir pada tahun 1844. Kesalah-

an mereka–bahwa semua penafsir pada

masa itu–terletak pada pemahaman mereka

atas kejadian apa yang bakal terjadi pada

penghujung kurun nubuat itu. Terang yang

baru dari pelayanan bait suci yang dilakukan

Kristus membalikkan rasa kecewa mereka

menjadi pengharapan dan kegembiraan.48

Studi yang dilakukan mereka mengenai

pengajaran Alkitab atas bait suci menunjukkan

bahwa pada tahun 1844 Kristus datang ke-

pada Yang Lanjut Usia dan mulai mengada-

kan fase terakhir tugas pelayanan-Nya se-

laku Imam Besar di dalam bait suci surga.

Pelayanan ini yaitu  kegenapan dari apa

yang dibayangkan oleh Hari Pendamaian

Pelayanan Kristus di Dalam Bait Suci di Surga 365

dengan adanya penyucian bait suci sebagai-

mana digambarkan dalam Daniel 7 sebagai

penghakiman pemeriksaan pra-Advent.

Pandangan baru ini tentang pelayanan

Kristus di surga “tidaklah menyimpang dari

iman Kristen yang historis. Justru sebaliknya,

merupakan penyempurnaan secara logis dan

tercapainya tujuan iman yang dicita-citakan

secara pasti. Ini merupakan penampakan

masa akhir dan kegenapan yang dinubuatkan

yang menekankan sifat Injil kekal...dalam ba-

gian akhir penutupan kesaksian atas du-nia.”

4 9

MAKNA DALAM PERTENTANGAN

BESAR ITU

Nubuatan-nubuatan dari Daniel 7 dan 8

membuka perspektif yang lebih luas dari hal

hasil akhir pertentangan besar antara Allah

dan Setan.

Tabiat Allah Dipertahankan. Melalui pel-

bagai kegiatan tanduk kecil itu, Setan ber-

usaha menantang kuasa Allah. Tindakan

kuasa itu telah mencela dan menginjak-injak

bait suci surga, pusat pemerintahan Tuhan.

Penglihatan-penglihatan yang diterima Daniel

menunjuk kepada penghakiman pra-Advent

di mana Tuhan akan memastikan putusan hu-

kuman yang dijatuhkan kepada tanduk kecil

itu, dan demikian pula atas Setan sendiri. Di

dalam terang Golgota itu semua tantangan

Setan akan dinyatakan salah sama sekali.

Semua orang akan memahami dan sependapat

bahwa Allah itu benar; bahwa Ia tidak ber-

tanggung jawab atas masalah dosa. Tabiat-

Nya akan muncul tanpa dapat dibantah, dan

pemerintahan-Nya yang berlandaskan cinta

kasih akan dikukuhkan.

Umat Allah Dipertahankan. Apabila peng-

hakiman menjatuhkan hukuman atas kuasa

tanduk kecil kemurtadan itu, itu yaitu  demi

kepentingan “orang-orang kudus milik Yang

Mahatinggi” (Dan. 7:22). Sesungguhnya,

penghakiman ini bukan saja memulihkan na-

ma baik Allah di hadapan alam semesta, te-

tapi juga nama baik umat-Nya. sebab 

orang-orang saleh telah dihinakan dan di-

aniaya sebab  beriman dalam Kristus dari

zaman ke zaman, maka penghakiman ini

menegakkan kebenaran. Umat Allah akan

merasakan janji Kristus: “Setiap orang yang

mengakui Aku di depan kita semua , Aku juga

akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di

surga” (Mat.10:32; bandingkan Luk. 12:8, 9;

Why. 3:5).

Penghakiman dan Keselamatan. Apakah

penghakiman pemeriksaan itu membahayakan

orang-orang yang percaya kepada Yesus

Kristus? Tidak sama sekali. Umat percaya

yang sejati hidup dalam persatuan dengan

Kristus, mereka percaya kepada-Nya seba-

gai pengantara (Rm. 8:34). Jaminan bagi me-

reka dinyatakan dalam janji bahwa “kita

mempunyai seorang pengantara pada Bapa,

yaitu Yesus Kristus, yang adil” (1 Yoh. 2:1).

Lalu kalau begitu, mengapa ada peng-

hakiman pemeriksaan pra-Advent itu? Peng-

hakiman ini bukanlah kepentingan Keallahan.

Hal ini terutama demi kepentingan alam se-

mesta, untuk menjawab tuduhan-tuduhan

yang telah dilontarkan Setan serta memberikan

jaminan kepada makhluk yang telah jatuh ke

dalam dosa bahwa Allah mengizinkan orang

masuk ke dalam kerajaan-Nya itu, hanyalah

orang-orang yang benar-benar telah bertobat.

Demikianlah Tuhan membuka kitab-kitab

catatan untuk mengadakan penelitian yang

tidak memihak (Dan. 7:9, 10).

Makhluk kita semua  dikelompokkan dalam

tiga golongan yang disebutkan berikut ini: (1)

orang jahat, yang menolak hak dan kuasa Tu-

han; (2) umat percaya yang sejati, yang ber-

366 Apa yang Anda Perlu Ketahui Tentang . . . .

harap di dalam jasa Kristus melalui iman,

hidup sesuai dengan hukum Tuhan; dan (3)

orang yang kelihatannya seperti umat perca-

ya yang sejati padahal tidak.

Makhluk yang tidak berdosa dengan mu-

dah mengenali golongan yang pertama. Akan

namun  siapakah yang boleh dikatakan orang

beriman yang sejati dan yang tidak? Kedua-

duanya dicatat dalam kitab kehidupan, yang

berisi nama-nama semua orang yang masuk

ke dalam pelayanan Tuhan (Luk. 10:20; Flp.

4:3; Dan.12:1; Why. 21:27). Di dalam gereja

itu sendiri ada  orang percaya yang sejati

dan yang palsu, gandum dan lalang (Mat.

13:28-30).

Makhluk ciptaan Tuhan yang tidak pernah

jatuh ke dalam dosa bukanlah kita semua  yang

mahatahu, mereka itu tidak dapat membaca

hati. “Oleh sebab  itu sebuah penghakiman

diperlukan–sebelum kedatangan Kristus

yang kedua kali–menyelidik dengan saksama

yang benar dari yang palsu dan menunjukkan

keadilan Allah kepada alam semesta yang

berkepentingan, dalam penyelamatan orang

beriman yang sejati. Hal ini menyangkut

Allah dengan alam semesta, bukan antara

Allah dengan anak yang sejati. Ini memerlu-

kan pembukaan kitab catatan, untuk meng-

ungkapkan orang yang beriman dan yang

namanya telah dimasukkan ke dalam kitab

kehidupan.” 50

Kristus menggambarkan penghakiman ini

di dalam perumpamaan-Nya tentang perja-

muan kawin, tamu-tamu yang datang me-

nyambut undangan Injil yang penuh kemu-

rahan itu. sebab  tidak semua orang yang

memilih menjadi orang Kristen benar-benar

menjadi murid yang sejati, maka datanglah

sang raja untuk memeriksa para tamu untuk

melihat siapa yang mengenakan pakaian

perjamuan kawin itu. Pakaian yang dimak-

sudkan di sini ialah “tabiat yang suci, tidak

bercela sebagaimana seharusnya dimiliki

pengikut Kristus yang sejati. Kepada jemaat

diberikan ‘kain lenan halus yang berkilau-

kilauan dan yang putih bersih,’ ‘tanpa cacat

atau kerut atau serupa itu.” (Why. 19:8; Ef.

5:27). Kitab Suci mengatakan bahwa kain

linen yang halus yaitu , ‘perbuatan-perbuat-

an yang benar dari orang-orang kudus’

(Why. 19:8). Kebenaran Kristus, tabiat-Nya

yang tidak bercacat-cela, dengan melalui

iman diberikan kepada semua orang yang

menerima Dia sebagai Juruselamat pribadi.”51

Apabila raja mengadakan peme-riksaan atas

para tamu, hanyalah tamu yang mengenakan

jubah kebenaran Kristus yang diberikan

murah hati dalam undangan Injil dapat

diterima sebagai umat percaya. Orang-orang

yang mengaku pengikut Tuhan namun  hidup

dalam pendurhakaan dan tidak disalut dengan

kebenaran Kristus akan di-coret dari kitab

kehidupan (baca Kel. 32:33).

Konsep penghakiman pemeriksaan semua

orang yang beriman kepada Kristus tidak

bertentangan dengan ajaran Alkitab mengenai

keselamatan oleh iman melalui anugerah.

Paulus mengetahui bahwa pada suatu ketika

kelak ia akan menghadapi penghakiman.

Itulah sebabnya ia menyatakan keinginannya

kelak “berada dalam Dia bukan dengan ke-

benaranku sendiri sebab  menaati hukum

Taurat, melainkan dengan kebenaran sebab 

kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran

yang Allah anugerahkan berdasar  keper-

cayaan” (Flp. 3:9). Semua orang yang ber-

satu dengan Kristus beroleh keselamatan

yang pasti. Dalam fase pra-Advent dari

penghakiman terakhir umat percaya yang

sejati, mereka yang memiliki hubungan yang

menyelamatkan dalam Kristus, dikukuhkan

di hadapan alam semesta yang tidak jatuh ke

dalam dosa.

Bagaimanapun, Kristus tidak dapat mem-

berikan keselamatan yang pasti kepada

orang yang hanya mengaku menjadi orang

Pelayanan Kristus di Dalam Bait Suci di Surga 367

Kristen yang berdasar  berapa banyak ke-

baikan yang telah dilakukannya (baca Mat.

7:21-23). sebab  itu, catatan surga tidaklah

sekadar alat untuk memisahkan yang asli dari

yang palsu. Catatan itu juga merupakan lan-

dasan untuk meneguhkan umat percaya yang

sejati di hadapan para malaikat.

“Doktrin mengenai bait suci mengukuhkan

orang Kristen yang dijamin dalam Kristus,

jauh dari perampasan mereka dari jaminan

Kristus itu. Pikiran orang yang percaya diberi

gambaran dan penjelasan yang jernih dari hal

rencana keselamatan. Hatinya senantiasa

gembira untuk tetap berpegang pada realitas

kematian Kristus yang menjadi pengganti

atas dosa-dosanya yang telah lebih dahulu

digambarkan dalam upacara-upacara persem-

bahan korban. Selanjutnya, imannya naik ke

atas untuk mencari makna di dalam Kristus

yang hidup, yang menjadi Pembela baginya di

hadapan hadirat Allah yang kudus.”52

Waktu untuk Bersedia. Allah bermaksud

agar kabar baik dari hal pelayanan penutup

tugas Kristus dari hal keselamatan disiarkan

ke seluruh dunia sebelum kedatangan-Nya

yang kedua kali. Inti pekabaran ini yaitu  Injil

kekal, yang harus diumumkan dengan sangat

sebab  “telah tiba saat penghakiman-Nya”

(Why. 14:7). Panggilan ini memberikan per-

ingatan kepada dunia bahwa saat pengha-

kiman-Nya sudah tiba.

Dewasa ini kita hidup pada hari pengge-

napan lambang yang besar itu, hari penda-

maian. Sebagaimana orang Israel disuruh

untuk meratapi jiwa mereka pada hari itu (Im.

23:27), demikian pula Tuhan memanggil

umat-Nya untuk mengalami pertobatan yang

sungguh-sungguh. Semua orang yang ingin

supaya nama mereka tetap tertera di dalam

kitab kehidupan harus benar di hadapan Allah

dan sesama kita semua  selama masa pengha-

kiman-Nya (Why. 14:7).

Pekerjaan Kristus selaku imam besar

sudah semakin dekat kesudahannya. Masa

pintu kasihan53 bagi kita semua  segera akan

ditutup. Tidak seorang pun yang mengetahui

kapan suara Tuhan memberikan pengumuan,

“Sudah selesai!” “Hati-hatilah,” kata Kristus,

“berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bi-

lamanakah waktunya tiba” (Mrk. 13:33).

Walaupun kita hidup pada saat yang

dahsyat atas kegenapan lambang hari pen-

damaian itu, kita tidak perlu gentar. Yesus

Kristus, dengan kapasitas ganda yang dimili-

ki-Nya sebagai Korban dan Imam, melayani

di bait suci surga demi kepentingan kita. Ka-

rena “kita sekarang mempunyai Imam Besar

Agung, yang telah melintasi semua langit,

yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh

berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab

Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam

besar yang tidak dapat turut merasakan kele-

mahan-kelemahan kita, sebaliknya sama de-

ngan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak ber-

buat dosa. Sebab itu marilah kita dengan pe-

nuh keberanian menghampiri takhta kasih

karunia, supaya kita menerima rahmat dan

menemukan kasih karunia untuk mendapat

pertolongan kita pada waktunya” (Ibr. 4:14-

16).

____________________________

1. artikel  Ibrani menyatakan bait suci yang sesungguhnya di surga. Di dalam Ibrani 8:2 kata “kemah sejati” yaitu 

terjemahan dari kata Yunani ta hagia, bentuk jamak tempat yang kudus (benda). Penggunaan tambahan dari

istilah jamak ini dapat diperoleh, misalnya, di dalam artikel  Ibr. 9:8, 12, 24, 25; 10:19; 13:11. Aneka ragam

terjemahan memberikan kesan bahwa Kristus melayani hanya di Bilik Yang Mahasuci atau bilik yang suci (baca

terjemahan KJV, NKJV, NIV dan NASB), bukanlah bait suci. Hal ini sebab  para penerjemah menganggap ta hagia

sebuah jamak intensif, dapat diterjemahkan sebagai bentuk tunggal. Akan namun  studi mengenai Septuagint dan

Josephus menunjukkan bahwa istilah ta hagia selalu menunjuk kepada “hal-hal yang kudus” atau “tempat-tempat

368 Apa yang Anda Perlu Ketahui Tentang . . . .

yang suci”—termasuk di dalamnya bait suci itu sendiri. Ini merupakan istilah umum yang digunakan untuk me-

nunjuk kepada bait suci seluruhnya, termasuk di dalamnya tempat yang suci dan mahasuci.

Pemakaian kata ta hagia dalam bahasa Ibrani menunjuk kepada bait suci itu secara keseluruhan mendapat

dukungan yang kuat dari tafsiran Injil itu sendiri. Istilah ini pertama kali digunakan (ta hagia) di dalam Ibrani 8:2

dalam bentuk keterangan tambahan atas “kemah yang sejati”) (sebab  dari Ibrani 8:5 dengan jelas dikatakan

bahwa “kemah” (skene) menunjuk kepada bait suci secara utuh, maka yang ada  dalam Ibrani 8:2 ta hagia

yang dimaksudkan haruslah bait suci di surga secara utuh. Tidak ada alasan untuk menerjemahkan ta hagia yang

dalam bentuk jamak itu, di dalam Ibrani sebagai Bilik Yang Mahasuci. Pada umumnya, dalam konteks mana pun

kebanyakan terjemahan menerjemahkan ta hagia sebagai “bait suci” (“Christ and His High Priestly Ministry,’

Ministry, Oktober 1980, hlm.49).

Dari studi mereka mengenai bait suci di dunia dan ta hagia, para pelopor MAHK menyimpulkan bahwa bait

suci surga juga mempunyai dua bagian. Pemahaman ini yaitu  dasar pengembangan pengajaran mereka mengenai

bait suci (Damsteegt, “The Historical Development of the Sanctuary Doctrine in Early Adventist Thought”

(naskah yang tidak diterbitkan, Lembaga Penelitian Alkitab GC MAHK 1983); bnd White, Great Controversy,

hlm. 413-415,423-432).

2. Baca The SDA Bible Commentary edisi revisi, Komentar E.G. White, jilid 6, hlm. 1082).

3. Tulisan-tulisan orang Yahudi kuno menunjukkan bahwa banyak rabi yakin adanya bait suci surga yang sesung-

guhnya. Mengomentari Keluaran 15:17, seorang rabi berkata, “Bait suci (mengenai kedudukan yang di dunia)

berhubungan dengan bait suci yang di surga dan (posisi dari) tabut dengan Takhta yang di surga” (Middash Rabbah.

Numbers, edisi reproduksi [London: Soncino Press, 1961] jilid 1, bab 4, bagian 13, hlm. 110). Sementara rabi yang

lain dalam Talmud Babilonia berbicara mengenai “bait suci surga dan bait suci dunia’ (Sanhedrin, 99b, I. Epstein,

editor. [London: Soncino Press, 1969]). Masih ada komentar yang lain: ‘Tidak ada perbedaan pendapat bahwa

bait suci yang di bawah merupakan pasangan dari bait suci yang di atas’ (Leon Nemoy, Editor., The Midrash on

Psalms, terjemahan William G. Braude [New Haven, Conn.: Yale University Press, 1959], Mazmur 30, bagian 1,

hlm. 386).

4. artikel  Ibrani menggambarkan bait suci yang sebenarnya yang ada  di surga: “Realitas bait suci surga lebih lanjut

dapat dikenali pentingnya dengan penggunaan kata sifat ‘kemah sejati’ dalam Ibrani 8:2. Bait suci surga itu yang

‘sejati’ atau yang lebih baik ‘adanya.’ Istilah Yunani yang digunakan di sini dan di dalam Ibrani 9:24 yang juga

digunakan pada suasana surga yaitu  alethinos. Kata sifat dalam bahasa Yunani ini berarti ‘nyata’ sebagai lawan

dari sekadar ‘kelihatannya.’ Sehubungan dengan perbedaannya yang bersifat klasik dengan kata sifat (adjektif)

dalam bahasa Yunani alethes, yang berarti ‘sejati’ sebagai lawan ‘palsu,’ dengan adjektifnya althanos, yang

digunakan dua kali mengenai bait suci surga, yang dengan jelas-jelas menunjuk kepada kebenaran adanya sebuah

bait suci di surga. Sebagaimana Allah digambarkan sebagai nyata dalam Yoh. 17:3 dan secara konsisten oleh Paulus,

sekadar contoh, dalam 1Tes. 1:9, dengan penggunaan alethinos; demikian juga yang lain itu memiliki wujud sejauh

mereka berhubungan dengan realitas-Nya. sebab  bait suci surga dihubungkan dengan realitas Allah, maka bait suci

itu pun benar ada sebagaimana Allah benar adanya” (Hasel, “Christ’s Atoning Ministry in Heaven,” Ministry,

Januari 1976, sisipan khusus, hlm. 21c).

5. Holbrook, “Sanctuary of Salvation; Ministry, Januari 1983, hlm. 14.

6. White, The Desire of Ages, hlm. 25.

7. Holbrook, “Light in the Shadows,” Journal of Adventist Education, Oktober-November 1983, hlm. 27.

8 . Ibid., hlm. 28.

9. “Sebagaimana pelayanan Kristus terdiri dari dua bagian besar, masing-masing mengambil kurun waktu serta pada

tempat yang berbeda di dalam bait suci surga, begitu pula pelayanan perlambang itu terdiri atas dua bagian,

pelayanan harian dan pelayanan tahunan, dan kepada masing-masing bagian tempat ibadah itu ditahbiskan”

(White, Patriarchs and Prophets, hlm. 357).

10. Pada waktu persembahan korban pagi dan petang, imam mewakili seluruh bangsa itu.

11. Bapa dari keluarga itu mewakili istri dan anak-anak, yang tidak turut mempersembahkan korban-korban.

12. Baca misalnya, Angel M. Rodriquez, Sacrificial Substitution and the Old Testament Sacrifice;” dalam Sanctuary

and the Atonement, hlm. 134-156; A.M. Rodriquez, ‘Transfer of Sin in Leviticus; dalam 70 Week; Leviticus, and

the Nature of Prophecy, editor F.B. Holbrook (Washington, DC.: Lembaga Penelitian Alkitab GC MAHK, 1986),

hlm. 169-197.

13. “Pendamaian, Hari,” dalam The Jewish Encyclopedia, ed. Isidore Singer (New York: Funk and Wagnelis Co.,

1903), hlm. 286. Baca juga Hasel, “Studies in Biblical Atonement I: Continual Sacrifice, Defilement/Cleansing

and Sanctuary,’ dalam Sanctuary and the Atonement, hlm. 97-99.

14. Hasel, “Studies in Biblical Atonement I,” hlm. 99-107; Alberto R. Treiyer, “The Day of Atonement as Related

to the contamination and Purification of the Sanctuary,” 70 Week; Leviticus, Nature of Prophecy, hlm. 253.

15. Holbrook, ‘Light in the Shadows,” hlm. 27.

16. Ibid., hlm. 29.

17. Lihat misalnya Hasel, “Studies in Biblical Atonement II: The Day of Atonement; dalam Sanctuary and

Atonement, hlm. 115-125.

Pelayanan Kristus di Dalam Bait Suci di Surga 369

18. Bed. Hasel, ‘The ‘Little Horn’’, the Saints, and the Santuary in Daniel 8,” dalam Sanctuary and Atonement, hlm.

252, 253.

19. Holbrook, “Light in the Shadows,’ hlm. 29.

20. Bnd. “Azazel,” SDA Bible Commentary, edisi revisi, hlm. 102.

21. Holbrook, ‘Sanctuary of Salvation,” hlm. 16. Dari abad ke abad para pengulas Alkitab mengambil kesimpulan

yang sama. Di dalam Septuaginta Azazel diterjemahkan apompaio; kata Yunani untuk dewa yang jahat. Para

penulis Yahudi zaman kuno dan Bapa-bapa Gereja yang mula-mula mengartikannya Iblis (SDA Ecyclopedia, edisi

revisi, hlm. 1291, 1292). Para pengulas abad ke-19 dan abad ke-20 mempunyai pandangan yang sama termasuk

Samuel M. Zimmer, William Milligan, James Hastings dan William Smith dari Gereja Presbiterian; E.W.

Hengstenberg, ElmerFlack dan H.C. Alleman dari Gereja Lutheran; William Jenks, Charles Beecher dan F.N.

Peloubet dari Gereja Kongregasi; John M. Clintock dan James Strong dari Gereja Metodis; James M. Gray dari

Gereja Episkopal Reformasi; J.B. Rotherhorn dari Gereja Pengikut Kristus; dan George A. Barton dari Serikat

Persahabatan. Banyak orang yang menyatakan pandangan yang serupa (Question on Doctrine, hlm. 394, 395).

Jika Azazel menggambarkan Setan, bagaimanakah Kitab Suci (lihat Imamat 16:10) menghubungkannya

dengan pendamaian? Sebagai imam besar, sesudah  membersihkan bait suci, mengalihkan dosa ke atas Azazel, yang

untuk selama-lamanya dipindahkan dari umat Tuhan, begitu pula Kristus, sesudah  membersihkan bait suci di surga,

akan menaruh dosa-dosa umat-Nya yang telah diampuni ke atas Setan, yang dienyahkan untuk selama-lamanya

dari orang yang telah diselamatkan. “Betapa pantasnya tindakan penutup dari drama yang berhubungan dengan

tindakan Allah atas dosa-dosa dengan mengembalikan semua dosa dan kesalahan itu ke atas kepala Setan, yang

menjadi asal dosa itu dan yang telah mendatangkan tragedi yang demikian terhadap hidup orang-orang yang

sekarang telah dibebaskan dari dosa melalui darah pendamaian Kristus. Maka periode itu pun lengkaplah sudah,

drama berakhir. Hanyalah apabila Setan, penganjur segala dosa, dilenyapkan pada akhirnya maka barulah dapat

dikatakan dosa benar-benar dihapuskan selama-lamanya dari alam semesta milik Tuhan ini. Di dalam hal seperti

itulah dapat kita memahami bahwa Scape-goat, kambing jantan yang dilepas ke padang belantara, menjadi satu

bagian dari ‘pendamaian’ itu (Im. 16:10). Dengan diselamatkannya orang benar itu, orang yang jahat pun dikerat,

dan Setan tidak ada lagi, maka alam semesta berada dalam keharmonisan yang sempurna sama seperti ketika dosa

belum masuk” (The SDA Bible Commentary, edisi revisi, jilid 1, hlm. 778).

22. Holbrook, “Sanctuary of Salvation; hlm. 16.

23. Treiyer, “Day of Atonement,” hlm. 245.

24. Holbrook, “Light in the Shadows,” hlm. 30.

25. Lihat bab 4.

26. Henry Alford, The Greek Testament, edisi ketiga (London: Deighton, Bell and Co., 1864), jilid 4, hlm. 179.

27. A.F. Westcott, Epistle to the Hebrew; hlm. 272, 271.

28. Dengan menaruh dosa-dosa yang diakui kepada Kristus, mereka “sesungguhnya memindahkannya ke bait suci

yang di surga” (White, The Great Controversy, hlm. 421).

29. Penghakiman ini berkaitan dengan orang-orang yang mengaku pengikut-pengikut Allah. “Dalam pelayanan

melalui lambang hanya orang-orang yang datang ke hadirat Allah dengan pengakuan dan pertobatan, yang dosa-

dosanya, melalui darah korban penghapus dosa, yang dipindahkan ke dalam bait suci, yang memiliki bagian dalam

pelayanan hari Pendamaian. Demikianlah pada hari pendamaian besar yang terakhir dan penghakiman

pemeriksaan hanya atas kasus-kasus orang-orang yang dianggap mengaku umat Allah. Penghakiman orang yang

jahat berbeda dan pekerjaan yang terpisah, dan berlangsung pada periode yang terakhir. ‘sebab  sekarang telah

tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi. Dan jika

penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil

Allah?’ (1 Ptr. 4:17).” (Ibid., hlm. 480).

30. Tradisi Yahudi sudah lama menggambarkan Yom Kippur sebagai hari penghakiman, suatu hari tatkala Allah duduk

di atas takhta-Nya dan menghakimkan dunia ini. artikel  catatan surga dibuka, setiap orang berjalan dari hadapan

Allah dan nasib mereka telah dimeteraikan.

Baca “Atonement Day of,” The Jewish Encyclopedia; Morris Silverman, penyusun dan penyunting, High

Holiday Prayer Book (Hartford Com.: Prayer Book Press, 1951), hlm. 147, 164. Yom Kippur juga membawa

penghiburan dan jaminan bagi orang-orang percaya, sebab  itulah “hari saat mana harapan yang menggentarkan

atas penghakiman yang datang pada akhirnya memberikan pengukuhan yang meyakinkan bahwa Allah bukannya

datang untuk menjatuhkan hukuman melainkan mencurahkan keampunan yang berkelimpahan bagi orang yang

menyesal, bertobat dan berpaling kepada-Nya dalam kerendahan hati” (William W. Simpson, Jewish Prayer and

Worship [New York: Seabury Press, 1965] hlm. 57, 58).

31. Lihat Arthur J. Fetch, “The judgment Scene in Daniel 7; dalam Sanctuary and Atonement, hlm. 163-166, 169.

32. Mengenai masalah penafsiran Antiokhus dalam artikel  Daniel, baca W.H. Shea, Slected Studies on Prophetic, hlm.

25-55.

33. Shea, “Unity of Daniel,” dalam Symposium on Daniel, editor F.B. Holbrook (Washington, DC.: Lembaga

Penelitian Alkitab GC MAHK, 1986), hlm. 165-219.

34. “The Amazing Prophecies of Daniel and Revelation,” These Times, April 1979, hlm. 18. Baca juga karya

Maxwell, God Care;, jilid 1, hlm. 166-173; dan bab 12.

370 Apa yang Anda Perlu Ketahui Tentang . . . .

35. Di dalam bait suci dunia, pada Hari Pendamaian imam besar memasuki Bilik Yang Mahasuci, menghentikan tugas

pelayanannya di bilik pertama. “Begitulah, apabila Kristus memenuhi tempat yang Mahakudus untuk melakukan

pekerjaan penutupan pendamaian itu, Ia menghentikan pelayanan di bilik yang pertama. Apabila pelayanan di

bilik pertama itu berakhir, maka pelayanan di bilik yang kedua pun dimulai. Demikianlah Kristus hanya tinggal

melengkapkan satu bagian pekerjaan-Nya selaku pengantara kita, untuk mengadakan tugas pelayanan yang

berikutnya, dan Ia masih memohon atas darah-Nya di hadapan Bapa selaku pengantara demi kita” (White, The

Great Controversy, hlm. 428, 429).

36. Terjemahan KJV dan NKJV menerjemahkan ke dalam istilah Ibrani nitsdag, “akan dibersihkan.” Alkitab terje-

mahan The New American Bible menerjemahkannya dengan “akan dikuduskan.” Istilah “dibersihkan” juga

ada  dalam terjemahan-terjemahan Inggris yang mendahuluinya, misalnya dalam Alkitab Bishop (1566),

Alkitab Geneva (1560), Alkitab Taverner (1551), Alkitab Agung (1539), Alkitab Matthew (1537), Coverdale

(1537) dan Wycliffe (1382). Terjemahan ini berasal dari Vulgate Latin, yang dapat dibaca dengan mundabitur,

“disucikan,” itu berakar dari pelbagai versi Yunani yang pertama, dari artikel  Perjanjian Lama—Septuaginta and

Theodotion, yang disebut Katharisthesetai, “yang akan dibersihkan.”

Pada umumnya versi-versi modern tidak memantulkan terjemahan tradisional ini. sebab  nitsdag diambil dari

akar verbal Asadag, yang mengandung arti yang lebih luas, termasuk di dalamnya “meluruskan,” “wujud benar,”

“benar,” “dibenarkan,” dan “dipulihkan kembali,” terjemahan-terjemahan ini berarti Asadag sebagai “dipulihkan

kepada keadaan yang benar” (RSV), “dipulihkan sewajarnya” (NASB), “menahbiskan kembali” (MV), dan “dipu-

lihkan” (TEV). Puisi paralelisme Perjanjian Lama memberikan bukti bahwa tsadag sama dengan taher, “akan

disucikan, dimurnikan” (Ayub 4:17; 17:9 NIV) dengan Zakah, “menjadi suci, bersih” (Ayub 15:14; 25:4), dan bor,

“kesucian” (Mzm 18:21). Nitsdag Lebih lanjut mencakup, “termasuk dalam makna semantiknya sebagai

‘membersihkan, memulihkan kembali, membenarkan, menempatkan ke tempat yang benar, memulihkan.’

Dengan arti yang bagaimanapun seorang mengartikan istilah Ibrani dalam bahasa modern, ‘pembersihan’ bait suci

mencakup pembersihan yang aktual sebagaimana halnya kegiatan-kegiatan pengukuhan kembali, pembenaran

dan pemulihan.’ (Hasel, “Little Horn, the Heavenly Sactuary and the Time of the End: A Study of Daniel &9-14,

dalam Symposium on Daniel, hlm. 453). Lihat juga Ibid., hlm. 448-458; Hasel, *The ‘Little Horn,’ the Saints,

and the Sanctuary in Daniel 8,” dalam Sanctuary and Atonement, hlm. 203-208; Niels-Erik Andreasen,

Translation of Nitsdag/Katharisthesetai dalam Daniel 8:14,” dalam Symposium on Daniel, hlm. 475-496;

Maxwell, God Cares, jilid 1, hlm. 175. “Christ and His High Priestly Ministry,’ Ministry, Oktober 1980, hlm. 34,

35.

37. Ada pula pula yang menafsirkan “2300 pagi dan petang’ hanya 1150 hari secara harfiah saja (misalnya TEV).

Akan namun  ini bertentangan dengan pemakaian dalam Ibrani. Carl F. Keil, editor dari tafsir Kell dan Delitzsch,

menulis: “Apabila orang-orang Ibrani ingin menyatakan secara terpisah hari dan malam, komponen bagian satu

hari atau satu minggu, lalu  bilangan keduanya disebutkan. Misalnya, mereka berkata 40 hari dan 40 malam

(Kej. 7:4, 12; Kel. 24:18; 1 Raj. 19:8), dan tiga hari tiga malam (Yunus 2:1; Mat. 12:40), bukannya dengan 80 atau

enam hari dan malam, apabila mereka ingin menyatakan dari hal 40 atau tiga hari penuh. Seorang pembaca Ibrani

lama sekali tidak dapat memahami masa 2300 petang dan pagi dengan 2300 separuh hari atau 1150 hari penuh,

sebab  petang dan pagi pada waktu penciptaan tidaklah terdiri dari separuh hari melainkan hari penuh.... Oleh

sebab  itu, kita harus mengartikannya sebagaimana adanya, dengan memahaminya 2300 hari penuh” (C-f. Keil,

Biblical Commentary on the Book of Daniel, terjemahan M.G., Easton, di dalam C.F. Keil dan F. Deiitzsch,

Biblical Commentary on the Old Testament [Grand Rapids: Wm. B. Eerdmans, 1959], jilid 25, hlm. 303, 304).

Untuk alasan tambahan, lihat Hasel, ‘Sanctuary of Daniel 8,’ dalam Sanctuary and Atonement, hlm. 195; Hasel,

The ‘Little Horn,’ the Heavenly Sactuary and the Time of the End,” dalam Symposium on Daniel, hlm. 430-433;

Siegfried J. Schwantes, Treks Boger of Daniel 8:14 Re-Examined; dalam Symposium on Daniel, hlm. 462-474);

Maxwell, God Cares, jilid 1, hlm. 174.

38. Froom, Prophetic Faith of Our Fathers, jilid 2, hlm. 985; jilid 3, hlm. 252, 743; jilid 4, hlm. 397, 404. Mengenai

asas bahwa sehari nubuat itu yaitu  satu tahun harfiah, baca Shea, Selective Studies on Prophetic lnterprtation,

hlm. 56-93.

39. Lihat misalnya Hasel, “Sanctuary in Daniel 8,” dalam Sanctuary and Atonement, hlm. 196, 197; Shea, “Unity of

Daniel,” dalam Symposium on Daniel; hlm. 220-230.

40. Analisis mengenai tulisan-tulisan Ibrani misalnya Mishnah menyatakan bahwa walaupun chathak dapat berarti

“menentukan; maknanya yang lebih umum ialah “berkaitan dengan gagasan pemotongan’ (Shea, ‘The

Relationship Between the Prophecies of Daniel 8 dan Daniel 9; dalam Sanctuary and Atonement, hlm. 242).

41. Gesenius, Hebrew and Chaldee Lexicon to the Old Testament Scripture; terjemahan Samuel P. Tregellex (Grand

Rapids: W.B. Eerdmans, edisi ulang, 1950), hlm. 314.

42. Lihat Fetch, ‘Commencement Date for the Seventy Week Prophecy,” dalam 70 Week.; Leviticus, and the Nature

of Prophecy, hlm. 64-74.

43. Dari Daniel 8 jelas bahwa 2300 hari itu mencakup tahun kurun waktu yang panjang. Pertanyaan yang

dikemukakan, “Sampai berapa lama berlaku penglihatan ini?” (Dan. 8:13). Istilah “penglihatan” di sini sama

dengan yang digunakan dalam ayat 1, 2. Demikianlah apabila pertanyaan “Berapa lama penglihatan itu?” diajukan

Pelayanan Kristus di Dalam Bait Suci di Surga 371

oleh malaikat surga yang diharapkannya ialah jawaban yang mencakup seluruh penglihatan dari simbol binatang

yang pertama sampai kepada simbol binatang yang kedua terus kepada simbol tanduk hingga kepada akhir masa

sebagaimana dinyatakan dalam ayat 17 dan 19 dari Daniel 8. Bahwa 2300 petang dan pagi itu menjawab

pertanyaan ini menunjukkan dengan cara yang jelas bahwa hal yang dicakupnya ialah kurun waktu dari kerajaan

Medo-Persia sampai akhir masa, menyatakan bahwa yang dimaksudkannya ialah tahun.

44. Bnd. Damsteegt, Foundations of the Seventh-day Adventiu Message and Mission, hlm. 14,15; Froom, Prophetic

Faith of Our Fathers, jilid 4.

45. Froom, Prophetic Faith of Our Father; jilid 4, hlm. 404.

46. Lihat, misalnya, Francis D. Nichol, The Midnight Cry (Washington, D.C.: Review and Herald, 1944).

47. Lihat Froom, Prophetic Faith of Our Fathers, jilid 1-4; Damsteegt, Foundations of the Seventh-day Adventist

Message and Mision, hlm. 16-20.

48. Lihat Damsteegt, Foundations of the Seventh-day Adventist Message and Mission, hlm. 103-146; White, The

Great Controversy, hlm. 423-432.

49. Froom, Movement of Destiny, hlm. 543.

50. Holbrook, “Light in the Shadows,” hlm. 34.

51. White, Christ’s Object Lesson; hlm. 310.

52. Holbrook, “Light in the Shadows,” hlm. 35.

53. Penutupan pintu kasihan yaitu  satu masa di mana pertobatan tidak mungkin lagi terjadi. Penutupan pintu kasihan

perseorangan mungkin terjadi dalam tiga cara: (1) pada waktu meninggal dunia; (2) apabila melakukan dosa yang

tidak dapat diampuni (Mat.12:31, 32; Luk. 12:10); (3) apabila pintu kasihan ditutup bagi semua orang menjelang

kedatangan Kristus yang kedua kali. Selama Kristus bertugas selaku Imam Besar dan Pengantara antara Allah dan

kita semua , kemurahan itu masih dapat diperoleh. “Tidak ada penghakiman yang tidak mendatangkan anugerah

sampai pekerjaan Kristus berakhir selaku Imam. Akan namun  tujuh bela yang terakhir dicurahkan tanpa adanya

anugerah [Why. 14:10; 15:1], bela itu dicurahkan sesudah  Kristus mengakhiri tugas permohonan-Nya, dan pintu

kasihan ditutup” (U. Smith, dalam SDA Encyclopedia, edisi revisi, hlm. 1152).

Kedatangan Kristus yang kedua kali merupakan pengharapan

yang mengandung berkat bagi jemaat, puncak yang paling mulia dari

kabar Injil itu. Kedatangan Kristus itu secara nyata, pribadi, dapat

dilihat dan dipandang seluruh dunia. Apabila Ia kembali, orang yang

mati dalam kebenaran akan dibangkitkan, bersama-sama dengan

orang benar yang hidup pada ketika itu akan dimuliakan dan dibawa

naik ke surga, sedang  orang yang jahat akan mati. Hampir semua

nubuatan digenapi secara lengkap, ditambah lagi dengan keadaan

dunia sekarang ini, menunjukkan bahwa kedatangan Kristus sudah

dekat. Waktunya belum dinyatakan, oleh sebab  itu kita diingatkan

supaya senantiasa bersedia setiap saat.–Fundamentals Beliefs,–25

373

Mama,” kata seorang bocah cilik menje-

  lang tidur, “aku sudah sangat rindu ber-

temu dengan sahabatku Yesus. Kapan Ia

akan kembali?”

Tentu bocah itu tidak dapat mengerti de-

ngan mudah bahwa apa yang dirindukannya

itu yaitu  kerinduan orang dari abad ke abad.

Kata yang terakhir dalam Alkitab memberikan

janji tentang kedatangan-Nya: “Ya, Aku da-

tang segera.” Dan Yohanes Pewahyu, saha-

bat setia Yesus, menambahkan, “Amin, da-

tanglah, Tuhan Yesus!” (Why. 22:20).

Untuk melihat Yesus! Untuk bersama de-

ngan Dia selama-lamanya, yang mengasihi

kita lebih dari apa yang dapat kita bayangkan.

Untuk mengakhiri derita semua kita semua !

Untuk menikmati keabadian bersama-sama

dengan orang yang dibangkitkan, yang seka-

rang masih berada di tempat peristirahat-

annya, orang yang dikasihi! Itulah sebabnya

tidak mengherankan bahwa sejak kenaikan

Kristus, sahabat-sahabat-Nya menanti-nanti

hari itu.

Pada suatu waktu Ia akan kembali, wa-

laupun bagi orang-orang saleh kedatangan-

Nya itu merupakan kejutan–sebab  istirahat

mereka itu hanyalah bagaikan tidur sejenak

dalam penantian yang begitu lama (Mat.

25:5). Pada “tengah malam,” pada jam yang

paling pekat di dunia, Allah akan menyatakan

kuasa-Nya untuk melepaskan umat-Nya. Ki-

tab Suci melukiskan peristiwa ini : “Dan

dari dalam Bait Suci kedengaranlah suara

yang nyaring dari takhta itu, katanya: ‘Su-

dahlah terlaksana!’” Suara ini menggoncang

bumi, membuat “gempa bumi yang dahsyat

seperti belum pernah terjadi sejak kita semua 

ada di atas bumi” (Why. 16:17, 18). Bukit-

bukit bergoncang, bukit batu terpencar-

pencar ke mana-mana, dan seluruh bumi ber-

gerak bagaikan gelombang samudera. Per-

mukaan bumi terbelah “runtuhlah kota-kota

bangsa-bangsa. . . . Dan semua pulau hilang

lenyap, dan tidak ditemukan lagi gunung-

gunung” (ayat 19, 20). “Maka menyusutlah

langit bagaikan gulungan kitab yang digulung

dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-

pulau dari tempatnya” (Why. 6:14).

Sementara kekacauan menimpa per-

mukaan bumi ini, umat Allah berdiri dengan

BAB 25

KEDATANGAN KRISTUS YANG KEDUA KALI

374 Apa yang Perlu Anda Ketahui Tentang . . . .

berani ketika mereka melihat “Anak kita semua 

itu datang di atas awan-awan di langit” (Mat.

24:30). Sementara Ia turun dengan awan-

awan, setiap mata memandang Raja kehi-

dupan itu. Kedatangan-Nya kali ini bukanlah

sebagai kita semua  duka, melainkan sebagai pe-

menang dan penakluk yang menuntut milik-

Nya. Di tempat mahkota duri yang dahulu itu,

dikenakan-Nya mahkota kemuliaan, dan “di

atas kepala-Nya ada  banyak mahkota....

Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis

suatu nama, yaitu: RAJA SEGALA RAJA

DAN TUAN DI ATAS SEGALA TUAN”

(Why. 19:12, 16).

Pada waktu kedatangan-Nya kemalangan

besar akan menimpa orang-orang yang me-

nolak mengakui Yesus sebagai Juruselamat

dan Tuhan, dan mereka yang menolak untuk

menurut hukum-Nya. Para penolak anugerah-

Nya itu menyadari betul akan kesalahan me-

reka, seruan yang telah diberikan kepada me-

reka dengan penuh kesabaran, “Bertobatlah,

bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu!

Mengapa kamu akan mati?” (Yeh. 33:11).

“Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembe-

sar serta perwira-perwira, dan orang-orang

kaya serta orang merdeka bersembunyi ke

dalam gua-gua dan celah-celah batu karang

di gunung. Dan mereka berkata kepada gu-

nung-gunung dan kepada batu-batu karang

itu: ‘Runtuhlah meni