tanda akhir zaman 6
ukung GNR dan Muslim India mendukung KNB?
Banyak Muslim Trinidad mungkin akan terkejut dengan
esai ini sebab tampaknya sejak tahun 1956, saat pemilihan
umum pertama yang sebenarnya berlangsung, hanya sedikit
Muslim terpelajar di Trinidad dan Tobago yang pernah secara
serius mempertanyakan Halal atau Haram pemilihan. Ada
tanggapan sembrono yang berusaha untuk menolak keberatan
Islam untuk memberi suara dalam pemilihan berdasarkan
inkonsistensi dengan alasan, misalnya, “uang dolar di dompet”,
“SIM”, “memiliki mobil atau rumah”, dll. saat ulama
terkemuka menyamakan “Syirik” dengan “SIM” kita tahu
bahwa kita benar-benar dalam bahaya besar. Cendekiawan Islam
India terkemuka yang berbasis di AS yang terlibat dalam
kesembronoan yang tak termaafkan itu melanjutkan dengan
menyatakan bahwa yaitu Fardhu (wajib) bagi umat Islam di
Trinidad dan Tobago untuk memilih dalam pemilihan.
Namun Muslim Trinidad harus berhenti sejenak untuk
mempertimbangkan bahwa ada begitu banyak hal aneh lainnya
yang juga berteriak meminta tanggapan. Misalnya, kami telah
menyanyikan Lagu Kebangsaan Negara Trinidad dan Tobago di
mana kami telah berulang kali menyatakan, “Ini tanah air kami,
kami menjanjikan hidup kami kepadamu,” (yaitu, untuk
Republik Trinidad dan Tobago), saat Al-Qur’an secara khusus
179
meminta kita untuk menjanjikan hidup kita sepenuhnya kepada
Allah, Yang Mahatinggi:
Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan
matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam . . .”
(Al-Qur’an Surat Al-An’am, 6: 162)
Sungguh, dalam menggadaikan nyawanya kepada negara,
atau tanah kelahirannya, atau pohon mangga, dibandingkan kepada
Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang muslim melakukan perbuatan
syirik. Muslim juga akan menolak Hijrah (migrasi) Ibrahim
(‘alaihi salam) yang meninggalkan tanah kelahirannya sebab
Islam, dan Hijrah Muhammad (shala Allahu ‘alaihi wa salam) yang
melakukan hal yang sama.
Sekali lagi, Organisasi Antar-Agama Trinidad dan Tobago,
yang mencakup Muslim, telah menerapkan semboyan slogan
kebapaan Tuhan dan persaudaraan universal manusia sebagai
motonya. Padahal Al-Qur’an dengan tegas menyatakan bahwa
Tuhan bukanlah seorang bapa (lam yalid). Siapapun yang
menjadi anggota Organisasi Antar-Agama Trinidad dan Tobago
telah secara ipso facto (oleh fakta atau tindakan itu) mengakui
Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai bapa dan dengan demikian
telah melakukan Syirik!
Esai ini dimulai dengan deskripsi tatanan dunia saat ini,
termasuk pengantar negara sekuler modern dan deskripsi
asalnya. Kami menemukan bahwa fondasi negara ini berakar
kuat pada kekufuran (kekafiran) dan Syirik (menyekutukan) –
sebagai istilah-istilah yang didefinisikan dalam esai ini. Syirik,
atau menyekutukan, yaitu salah satu tanda utama Hari Kiamat,
dan itu terkait dengan Dajjal Al-Masih palsu atau Anti-Kristus.
180
Umat Islam diingatkan bahwa Islam memberi kepada
dunia suatu konsep tentang organisasi politik dan negara di
mana tidak ada kekufuran dan Syirik. Itulah Khilafah Islamiyah.
Khilafah ini dihancurkan oleh Eropa sebab merupakan
penghalang bagi Eropa dalam usahanya untuk menjerumuskan
seluruh umat manusia ke dalam Kufur dan Syirik.
Kami mengakui bahwa ada manfaat yang jelas dari negara
sekuler dan kami melanjutkan untuk memeriksa, dari perspektif
Islam, status negara sekuler modern. Ini termasuk penjelasan Al-
Qur’an untuk Syirik universal negara sekuler modern. Kami
menyimpulkan dengan menawarkan kepada umat Islam sebuah
alternatif politik elektoral negara sekuler modern. Dalam
menghadirkan alternatif itu, kami mengajak orang-orang
beriman kembali kepada Sunnah (contoh) politik Nabi
Muhammad (shala Allahu ‘alaihi wa salam) yang diberkahi.
❖ TATANAN DUNIA HARI INI
Eropa abad pertengahan yang pada dasarnya tidak bertuhan,
yang dengan mudahnya menyelubungi dirinya dalam pakaian
Kekristenan dan yang lalu dan secara misterius
membuang Kekristenan itu demi materialisme pada zaman
modern, secara aneh dipersenjatai dengan kekuatan sains dan
teknologi yang tampaknya tak tertahankan dan tak dapat
dikalahkan. Eropa menggunakan kekuatan itu untuk mengambil
kendali militer dan politik dunia Muslim sehingga Khilafah
Islam dihancurkan. Eropa lalu melanjutkan sehingga
mustahil bagi umat Islam untuk membebaskan salah satu
wilayah mereka dan menegakkan Islam otentik di mana pun di
bumi. Serangan Eropa tanpa henti dan tanpa ampun terhadap
peradaban Islam yang terus berkembang tanpa gangguan selama
lebih dari seribu tahun, dan yang menjadi saksi kehancuran
Khilafah pada tahun 1924, akhirnya mengakibatkan jatuhnya
181
umat Islam ke dalam kontrol politik Eropa. Kontrol ini dimulai
dengan Eropa dan lalu dilanjutkan dengan Amerika
Serikat sebagai Eropa baru. Peradaban Islam tidak hanya berada
dalam keadaan kekacauan politik dan budaya, tetapi juga dengan
cepat mendekati keadaan perbudakan ekonomi total melalui
Riba Eropa yang disamarkan sebagai ‘Kapitalisme’.
Hasil dari serangan ini yaitu sejumlah besar Muslim pada
dasarnya telah meninggalkan Islam dan telah menjadi bagian
dari dunia sekuler baru yang diciptakan Eropa. Hal ini sangat
tegas dalam kaitannya dengan pemerintah dalam tatanan baru
negara-bangsa Muslim. Umat Islam seperti itu sibuk
menciptakan Islam baru (yaitu modernisme Islam) yang dapat
mengakomodasi dunia modern yang sekuler. Almarhum ulama
Islam terkemuka, Maulana Dr. Muhammad Fazlur Rahman
Ansari, mencela modernisme Islam ini dan mendesak umat
Islam untuk memahami ortodoksi dinamis di mana mereka akan
mengarahkan perhatian pada Al-Qur’an untuk menemukan
penjelasan dunia modern serta cara untuk menanggapi
tantangannya yang besar.
Di tengah-tengah semua ini Eropa pertama-tama berhasil
‘membebaskan’ Tanah Suci dari kekuasaan Muslim dan
lalu ‘merestorasi’ Negara Israel di Tanah Suci. sesudah itu,
orang-orang Yahudi Bani Israel dibawa kembali ke Tanah Suci
oleh orang-orang Yahudi Eropa dalam peristiwa ‘kembalinya’
kaum yang paling aneh dan misterius yang pernah disaksikan
sejarah. Memang telah menjadi jelas bahwa kontrol Eropa
sekuler atas seluruh dunia dimaksudkan untuk memungkinkan
kembalinya orang-orang Yahudi Bani Israel ke Tanah Suci.
Fakta bahwa orang-orang Yahudi Bani Israel menerima jalan
kembali ke Yerusalem, dan menafsirkannya sebagai tindakan
pemenuhan janji ilahi tentang kembalinya zaman keemasan dan
kedatangan Al-Masih, merupakan indikasi kebutaan rohani
182
mereka. Sesungguhnya Dajjal, Al-Masih Palsu (yaitu Anti-
Kristus), menipu mereka.
Bagaimana seharusnya umat Islam menanggapi drama yang
masih berlangsung ini? Bagaimana seharusnya umat Islam
melepaskan diri dari kesulitan mereka saat ini? Jawabannya
yaitu tidak ada yang bisa menjelaskan dunia aneh saat ini dan
tidak ada yang bisa menyelamatkan umat Islam dari bahayanya
kecuali Al-Qur’an dan Sunnah Nabi (shala Allahu ‘alaihi wa salam)
yang diberkahi. Keselamatan tergantung pada rekonstruksi
warga Muslim seotentik mungkin. Keotentikan tergantung
pada kesetiaan kepada Al-Qur’an, dan kepada orang yang diutus
untuk mengajarkan Al-Qur’an dan untuk menetapkan pedoman
Al-Qur’an dalam penerapan yang konkret.
Saat ini tidak mungkin bagi umat Islam untuk mengambil
kendali atas wilayah manapun di dunia ini untuk menegakkan
Islam sebagai ‘pemerintahan umum’ atau ‘negara’ (yaitu Darul
Islam). Setiap upaya untuk melakukannya akan mengakibatkan
seluruh dunia sekuler ‘bersekongkol’ untuk mencegah
munculnya kontrol Islam atas negara. Orang-orang Muslim yang
tidak mengakui hal ini yaitu orang-orang yang tidak
memahami Pemerintah Dunia Yakjuj dan Makjuj yang sekarang
menguasai dunia. Satu-satunya pengecualian untuk ini
tampaknya yaitu wilayah Khurasan (pada zaman Nabi) yaitu
wilayah yang terletak di sebelah timur Sungai Eufrat. Penting
bahwa Eropa modern yang sekuler tidak pernah benar-benar
berhasil menaklukkan inti wilayah ini. Inggris mencoba
menaklukkan Afghanistan dan gagal. lalu Rusia mencoba
dan mereka juga gagal. Upaya Amerika saat ini merupakan
upaya tercanggih yang pernah dilancurkan oleh peradaban
Eropa untuk menaklukkan dan menguasai wilayah itu. Namun
upaya ini pun akan gagal sebab Islam perlahan-lahan
menegaskan kembali dirinya. Nabi Muhammad (shala Allahu
183
‘alaihi wa salam) menyampaikan nubuwah bahwa Islam akan
muncul kembali dari bagian dunia itu saat pasukan Muslim
mulai membebaskan setiap wilayah yang diduduki dari
Khurasan sampai ke Yerusalem:
“Abu Hurairah melaporkan bahwa Nabi bersabda:
Bendera hitam akan muncul dari Khurasan dan tidak ada
kekuatan yang dapat menghentikan mereka sampai
mereka memasuki Aelia (Yerusalem)."
(Sunan Tirmizi)
Dunia mungkin tidak perlu menunggu lama sebelum
peristiwa itu terjadi.
Bagaimana seharusnya umat Islam menanggapi serangan
yang terus meningkat terhadap Islam dan umat Muslim dalam
waktu dekat? Bagaimana mereka bisa bertahan dari sisa waktu
ini (sebelum kebebasan dan kemenangan) jika mereka tidak
dapat membangun Islam makro di mana pun sebab mereka
tidak dapat mengendalikan negara di mana pun? Kami akan
mencoba menjawab pertanyaan itu saat kami membahas
alternatif bagi umat Islam untuk politik elektoral negara sekuler
modern.
Sungguh aneh bahwa di dunia yang masih terdiri dari
banyak peradaban besar non-Eropa, beberapa di antaranya
berusia ribuan tahun, saat ini tidak ada yang memiliki kendali
atas wilayah. Di mana-mana di dunia saat ini umat manusia
tunduk pada kekuasaan peradaban Eropa. Di mana-mana di
dunia, umat manusia dipenjarakan oleh model negara sekuler
Eropa yaitu sesuatu yang benar-benar unik dalam sejarah
manusia. Itu juga sesuatu yang misterius dan tidak
menyenangkan. Sistem negara sekuler Eropa akhirnya
184
menghasilkan lembaga politik internasional baru yang disebut
(pada awalnya) ‘Liga Bangsa-Bangsa’ dan lalu
dibangkitkan lagi menjadi ‘Perserikatan Bangsa-Bangsa’.
Dalam namanya sendiri, ‘Perserikatan Bangsa-Bangsa’,
menunjukkan tujuan Tatanan Dunia Baru yang dibuat oleh
Eropa. Tujuannya yaitu untuk menyatukan dunia di bawah
pengaruh dan kendali politik Eropa sehingga Eropa pada
akhirnya dapat menguasai dunia sebagai pemerintahan dunia.
Pada saat esai ini ditulis, Eropa (yaitu tatanan dunia kulit putih)
berada di ambang keberhasilan akhir dan lengkap dari tujuan
politik ini . Semua peradaban non-Eropa di dunia tampak
tak berdaya untuk membebaskan diri dari cengkeraman Eropa
sekuler.
Arnold Toynbee, sejarawan Inggris terkenal, telah
menanggapi fenomena unik ini dengan pandangan bahwa semua
peradaban sebelumnya (yaitu, sebelum peradaban Barat
modern) telah ‘mati’ atau ‘hampir mati’, dan “tidak dapat
dielakkan bahwa peradaban Barat akan mengalami nasib yang
dialami semua peradaban sebelumnya.” (Toynbee: Peradaban
dalam Ujian, Ox. Univ. Press, London, 1957: hal. 38). Tujuan
Eropa jelas, misterius dan tidak menyenangkan. Tujuan Eropa
yaitu untuk mendirikan kekuasaan Eropa atas seluruh dunia.
Namun itu belum semuanya. Kekuasaan Eropa seharusnya
menandai ‘Akhir Zaman’ sebab tidak ada yang bisa
menggantikan kekuasaan Eropa atas dunia! Toynbee membuat
pernyataan jujur yang luar biasa dalam artikel nya yang terkenal,
“Peradaban dalam Ujian”:
“Peradaban Barat bertujuan tidak kurang dari
penggabungan seluruh umat manusia dalam satu
warga global dan kontrol segala sesuatu di darat,
udara dan laut …”
185
(Ibid. hal. 166)
Tujuan utama Eropa, meski demikin, yaitu untuk
memungkinkan kembalinya kaum Yahudi ke Tanah Suci dan
memberi kekuasaan kepada kaum Yahudi sehingga mereka
dapat menguasai dunia dari Yerusalem. artikel terbaru saya,
Yerusalem dalam Al-Qur’an menjelaskan fakta yang tidak dapat
dijelaskan dan bahkan Toynbee pun tidak mengerti! Kembalinya
kaum Yahudi ke Tanah Suci dan pendirian Negara Israel sekitar
2000 tahun, sesudah Allah Yang Maha Tinggi, menghancurkan
Israel dan mengasingkan kaum Yahudi, yaitu peristiwa paling
aneh yang pernah terjadi dalam sejarah. Hanya Al-Qur’an yang
menjelaskannya. Dan hanya Al-Qur’an yang dapat
menggambarkan takdir yang kini menanti Yerusalem dan kaum
Yahudi.
Al-Qur’an (Al-Anbiya’, 21: 96) dengan sangat jelas
menyatakan bahwa saat Yakjuj dan Makjuj dilepaskan ke dunia
oleh Allah Yang Maha Tinggi, mereka pada akhirnya akan
“turun dari setiap ketinggian, atau menyebar ke segala arah”.
Al-Qur’an menyatakan bahwa sebagai akibatnya, kaum yang
telah diasingkan dari ‘kota’ yang dihancurkan oleh Allah, Yang
Maha Tinggi, dan mereka dilarang kembali, sekarang akan
kembali ke ‘kota’ itu untuk memilikinya lagi. Melalui penulisan
artikel , saya berpendapat bahwa ‘kota’ itu yaitu Yerusalem.
Sementara itu, saat Yakjuj dan Makjuj turun dari setiap
ketinggian, atau menyebar ke segala arah, tidak mungkin bagi
bangsa manusia lainnya menandingi mereka sebab pernyataan
ilahi dalam hadits qudsi:
“Aku telah mengeluarkan dari antara hamba-hamba-Ku suatu
kaum (yaitu Yajuj dan Majuj) yang tidak akan dapat
ditandingi oleh siapa pun ..."
(Sahih Muslim)
186
Dengan demikian jelas bahwa peradaban Eropa modern
yaitu peradaban Yakjuj dan Makjuj. Maka, Pemerintah Dunia
yang sekarang menguasai dunia dalam genggaman besinya dan
yang mengobarkan perang terhadap Islam, yaitu Pemerintah
Dunia Yakjuj dan Makjuj. Yakjuj dan Makjuj menjelaskan
kekuatan tak terhancurkan penguasa dunia modern yang kejam,
korup, suka bermaksiat, dan pada dasarnya sekuler. Yakjuj dan
Makjuj pun menjelaskan fenomena globalisasi aneh di dunia
modern.
artikel saya, ‘Yerusalem dalam Al-Qur’an’, juga
menjelaskan fenomena Dajjal Al-Masih Palsu. Dia merupakan,
bersama Yakjuj dan Makjuj, tanda utama Akhir Zaman. sebab
misinya meniru Al-Masih yang harus memerintah dunia dari
Yerusalem, maka dia pun harus memerintah dunia dari
Yerusalem. artikel saya telah menjelaskan Hadits Tamim Ad-
Dari yang terkenal dalam Sahih Muslim. Hadits inilah yang
memungkinkan kita untuk mengidentifikasi lokasi awal Dajjal,
dari mana ia memulai misinya, yakni pulau Inggris. Dari Inggris,
sebagai negara adikuasa, dia pindah ke Amerika Serikat, negara
adikuasa kedua, dan dia akan segera pindah ke Israel. Negara
Yahudi lalu akan menggantikan Amerika Serikat sebagai
negara adikuasa baru di dunia. Kami memperkirakan peristiwa
itu akan segera terjadi. Jadi, tujuan utama Eropa tidak hanya
memungkinkan kembalinya kaum Yahudi ke Tanah Suci, tetapi
juga memberi kepada mereka kekuasaan dunia sehingga
mereka dapat menguasai dunia dari Yerusalem!
Pembaca harus memahami bahwa negara sekuler modern
membentuk bagian penting dalam keseluruhan strategi politik
sehingga melaluinya Eropa berusaha mencapai kekuasaan
politik di dunia. Dengan kata lain, negara sekuler modern secara
khusus dirancang untuk berfungsi sebagai instrumen globalisasi
187
politik yang akan mengantarkan tatanan politik dunia kulit putih
ke seluruh dunia. Proses globalisasi politik itu, pada akhirnya,
berkaitan dengan Euro-Yahudi Israel menjadi negara adikuasa
di dunia.
❖ MISTERI NEGARA SEKULER MODERN
Negara sekuler modern muncul sebagai konsekuensi penerapan
sekularisme pada filsafat dan teori politik. Negara sekuler
lalu menguniversalkan dirinya pada era modern dalam
tatanan dunia sekuler baru. Ini tidak terjadi secara kebetulan.
Sekularisme muncul di Eropa sesudah peradaban Eropa secara
misterius diserang dari dalam dan mengalami perubahan yang
tidak menyenangkan dan revolusioner. Revolusi itu
menyebabkan sebuah peradaban yang seolah-olah didasarkan
pada keyakinan Kristen dan Yahudi (dengan satu muncul dari
yang lain) secara aneh berubah menjadi satu dengan kombinasi
karakteristik yang mencengangkan. Berikut yaitu beberapa
karakteristik ini (ada banyak lagi yang tidak disebutkan di
sini):
▪ Revolusi sains dan teknologi memberi kekuatan yang
belum pernah ada sebelumnya kepada Eropa. Kekuatan itu
lalu digunakan untuk menguasai dunia. Tidak ada
bangsa dalam sejarah manusia yang pernah berhasil
memaksakan kontrol total mereka kepada seluruh dunia;
▪ Kekuasaan digunakan untuk menindas semua orang yang
menentang penguasa baru di dunia;
▪ Agama kehilangan substansi spiritual internalnya sehingga
mengalami kemerosotan terus-menerus sampai warga
pada dasarnya sekuler. Bentuk eksternal agama bertahan
dalam keadaan lemah yang menyedihkan sehingga pada
188
akhirnya laki-laki diizinkan secara hukum menikah dengan
laki-laki lain;
▪ Cara hidup yang sekuler menyebabkan keruntuhan moral
sedemikian rupa sehingga warga jatuh ke dalam
perbuatan maksiat;
▪ Keserakahan dan nafsu memprovokasi warga untuk
menghancurkan diri sendiri;
▪ Tipu daya digunakan untuk mencuri kekayaan umat
manusia dan membuat umat manusia menjadi miskin. Itu
pun digunakan untuk memikat umat manusia agar meniru
cara hidup baru orang Eropa yang sekuler;
▪ Globalisasi membawa seluruh dunia ke dalam cengkeraman
kediktatoran Al-Masih Israel baru.
Ini merupakan peristiwa paling unik dan penting yang
pernah terjadi dalam sejarah Eropa dan dunia. Namun begitu
banyak orang yang disebut sebagai cendekiawan tampaknya
tidak pernah peduli untuk memahami bagaimana dan mengapa
semua hal di atas terjadi. Mereka tidak melihat sesuatu yang
misterius di dalamnya. Oleh sebab itu, mari kita jelaskan lagi.
Sekulerisme peradaban Eropa modern jelas terlihat dalam
pilihan ‘materialisme’ untuk menggantikan interpretasi spiritual
agama tentang realitas. Artinya, Eropa tidak lagi mengakui
keberadaan realitas apa pun di luar realitas materi. Penggunaan
materialisme itu sendiri merupakan puncak logis dalam
penerapan epistemologi ‘mata satu’ baru (Dajjal melihat dengan
satu mata) yang bersikeras bahwa pengetahuan hanya berasal
dari satu sumber, yaitu observasi dan eksperimen eksternal.
‘Mata’ yang lain, yaitu wawasan spiritual intuitif internal yang
189
berasal dari hati, ditolak sebagai sarana untuk memperoleh ilmu
pengetahuan.
Revolusi Eropa sekuler yaitu fenomena yang lebih
misterius sebab disertai dengan revolusi ilmiah dan teknologi
yang memberdayakan Eropa seekuler dengan ‘kekuatan’ yang
tampaknya tak terkalahkan, dan memberinya ‘keglamoran’ yang
membuat godaannya tak tertahankan. Mesin uap, kereta api,
mobil, truk, tank mekanis untuk peperangan, kapal bertenaga
uap dan minyak, pesawat terbang, dll., benar-benar mengubah
cara dunia bepergian dan melancarkan perang, dan itu, pada
akhirnya, mengubah cara hidup manusia. Telepon dan telegraf
memungkinkan komunikasi instan jarak jauh dan ini, pada
akhirnya, mengubah cara manusia hidup dan berperilaku. Dan
sebuah revolusi emansipasi wanita mengambil ‘malam’ dan
menjadikannya ‘siang’ dan, dengan berbuat demikian,
memberi kebebasan kepada wanita untuk menjalankan
peran fungsional laki-laki dalam warga . Ini bertentangan
dengan perbedaan fungsional yang ditetapkan oleh Allah
Subhanahu wa Ta’ala. (Lihat Al-Qur’an, Al-Lail, 92: 4, di mana
analogi dibuat antara fungsi ‘malam’ dan ‘siang’ di satu sisi, dan
penciptaan ‘laki-laki’ dan ‘wanita ’ di sisi lain.) Emansipasi
wanita ini digembar-gemborkan sebagai pembebasan
wanita ! Ini menghasilkan perubahan yang paling penting
dan tidak menyenangkan dari semua cara manusia hidup.
Eropa baru mengarahkan serangan berkelanjutan terhadap
umat manusia dengan menggunakan naluri dasar keserakahan
dan nafsu. Sebuah revolusi seksual berjanji untuk membuat seks
- alami dan tidak alami - tersedia dengan mudah dan bebas
seperti sinar matahari. Pornografi, homoseksualitas,
lesbianisme, ketelanjangan publik, dan seks publik di dunia kulit
putih kini membanjiri seluruh dunia. Pernikahan semakin
dianggap sia-sia dan orang bisa memilih untuk hidup bersama
190
tanpa menikah namun tetap dianggap terhormat. Jacqueline
Kennedy, istri mantan Presiden John F. Kennedy dan ikon
Amerika pada zaman Camelot, menjalani tahun-tahun terakhir
hidupnya dengan hidup bersama di luar nikah. saat dia
meninggal, ‘pasangan’ Yahudi dalam hidupnya diperkenalkan
ke dunia sebagai ‘partner’-nya. Homoseksualitas dan
lesbianisme dipertahankan sebagai seksualitas alternatif dan
menjadi begitu dapat diterima dalam kesadaran populer
sehingga seorang pendeta atau Rabi homoseksual dan lesbian
dapat muncul mengklaim kehormatan dan terus menjalankan
peran sebagai pendeta atau Rabi. Bahkan, istilah
‘homoseksualitas’ pun disekularisasi untuk menghilangkan
kebencian sosial yang melekat pada seks yang tidak wajar. Itu
diganti dengan kata ‘gay’. Publik yang tidak curiga menerima
perubahan nama yang tampaknya tidak bersalah. Mereka yang
menentang homoseksualitas dituduh mengalami sesuatu yang
disebut ‘homofobia’.
Sebuah revolusi konsumen memberi kepada umat
manusia selera yang tak terpuaskan untuk memperoleh lebih dan
lebih banyak lagi barang-barang konsumen baru yang
mempesona mata. Revolusi barang-barang konsumsi merambah
umat manusia sehingga bahkan dapur, kamar mandi, dan toilet
di semua rumah kecuali rumah yang paling tradisional pun
berubah total.
Eropa baru yang sekuler melanjutkan dengan menggunakan
‘kekuatan’ untuk menaklukkan dan menjajah seluruh dunia,
lalu menggunakan ‘glamor’ untuk merayu seluruh umat
manusia agar meniru cara hidup Eropa penuh maksiat yang
sekuler dengan budaya konsumen baru. Revolusi Eropa sekuler
menyaksikan titik balik politiknya dalam revolusi Amerika,
Prancis, dan Bolshevik pada tahun 1776, 1787-1800, dan 1917.
Titik balik ekonomi yaitu munculnya sistem ekonomi berbasis
191
riba, (pinjam-meminjam uang dengan bunga, dan penggantian
uang riil - yang memiliki nilai intrinsik - dengan uang kertas
yang nilainya dapat dimanipulasi dan diubah sehingga terus
menurun.), dan itu sepenuhnya dicapai melalui revolusi
Protestan. (Lihat karya klasik R.W. Tawney: ‘Agama dan
Kebangkitan Kapitalisme’.) Titik balik budaya yaitu munculnya
revolusi emansipasi wanita dengan perjuangannya untuk
pembebasan wanita . Tetapi tidak satu pun dari revolusi ini
akan mungkin terjadi tanpa revolusi sains dan teknologi yang
menyertainya.
❖ MANFAAT NEGARA SEKULER MODERN
Negara sekuler tidak akan dapat diterima di antara orang-orang
Euro-Kristen dan Euro-Yahudi, atau di antara Muslim, jika tidak
menyamarkan kekufuran dan Syiriknya dengan manfaat yang
jelas. Apa saja manfaat itu? Negara sekuler modern muncul di
Eropa sebagai tanggapan terhadap teokrasi Euro-Kristen yang
dominan dan menindas dan untuk menantang kekuatan ‘fana’
Gereja Euro-Kristen. Ini menantang Gereja dengan
memproklamirkan ‘Injil’ baru yang segar dan menggairahkan
tentang kebebasan intelektual dan beragama yang lengkap dan
tak terkekang, hak asasi manusia dan toleransi beragama untuk
semua. Ini juga membentuk kondisi politik yang memelihara
hubungan damai di antara agama-agama yang berbeda dalam
wilayah yang sama. Dengan demikian mengakhiri semua perang
agama berdarah yang telah melanda Eropa selama berabad-abad.
Ia juga dengan terampil menyuap masuk ke perut dan hati
umat manusia melalui kreativitas inventifnya. Ia menemukan
atau menghasilkan sebagian besar apa yang telah diterima
dengan sukacita oleh umat manusia, terlepas dari keyakinan
agamanya, sebagai kebutuhan yang tak terpisahkan dari
kehidupan modern, misalnya listrik, radio, telepon dan telepon
192
genggam, televisi, komputer, pesawat terbang, mobil, mesin
faks, teknologi fotokopi, dll. Setiap kali seseorang menerima
modernitas dengan segala penemuannya yang menakjubkan, ia
juga menerima negara sekuler dan cara hidup sekuler. Itu bukan
pencapaian yang berarti!
Tetapi manfaat nyata dari negara sekuler ini, beberapa di
antaranya juga ada di negara kota Madinah yang didirikan oleh
Nabi Muhammad (shala Allahu ‘alaihi wa salam), tanpa mengubah
fondasi dasarnya dengan kekufuran dan Syirik. Bahkan negara
sekuler modern perlahan-lahan mulai mengungkapkan agenda
persaingan tersembunyi yang sebenarnya saat mulai
mengobarkan perang tanpa henti terhadap cara hidup religius.
saat warga menjadi sekuler, semakin sedikit orang pergi
ke gereja, dan gereja-gereja kosong dan sinagoga dijual untuk
menjadi aula ‘bingo’. Sesungguhnya agama perlahan-lahan
menjadi kekuatan yang surut di dunia sekuler baru yang pada
dasarnya tidak bertuhan.
Demokrasi negara sekuler modern ternyata menjadi pil
racun berlapis gula. Demokrasi ‘politik’ bekerja sedemikian
rupa untuk mempertahankan sistem Riba dengan penindasan
ekonomi dan eksploitasi warga luas (sebab ekonomi
didasarkan pada Riba). Penindasan ekonomi sering kali
dilengkapi dengan penindasan rasial dan etnis. warga yang
miskin tidak akan pernah bisa merebut kekuatan politik yang
sebenarnya dari elit pemangsa yang kaya, dan sebab nya, tidak
akan pernah bisa memiliki kekuatan untuk mengakhiri
penindasan ekonomi. Ini sebab kekayaan elit predator itulah
yang semakin membuat perbedaan antara keberhasilan dan
kegagalan dalam kampanye pemilu yang mahal. ‘Injil’ baru
warga sekuler modern yaitu bahwa orang kaya akan
mewarisi bumi. Dan itulah tepatnya yang telah terjadi.
193
Eropa baru terus menggunakan kekuatan militernya yang
tak terkalahkan dan kekuatan penipuan yang luar biasa untuk
mendominasi dan mencuci otak bangsa manusia non-Eropa.
Filsafat politik sekuler baru dengan konsep tak bertuhan tentang
negara berdaulat, sistem ekonomi eksploitatif, dan budaya
koruptif, akhirnya mengglobalkan dirinya sendiri. Itu bukanlah
pencapaian yang berarti!
Pemerintahan kolonial Barat kini dipaksakan kepada
seluruh umat manusia, termasuk umat Muslim, dan melalui cara
ini sistem politik baru yang sekuler, berdasarkan Kufur dan
Syirik, diperkenalkan secara licik dan halus. Khilafah Islam
Utsmaniyah dihancurkan. Dari abunya muncul negara Turki
sekuler modern yang sekuler. Darul Islam yang didirikan oleh
Nabi (shala Allahu ‘alaihi wa salam) di jazirah Arab dihancurkan,
dan dari abunya muncul Negara sekuler modern Arab Saudi
(lengkap dengan semua ornamen kedaulatan teritorial,
kewarganegaraan, dll.) sebagai negara klien dari Barat yang
sekuler. Dengan demikian nubuwah Nabi Muhammad (shala
Allahu ‘alaihi wa salam) yang tidak menyenangkan telah digenapi.
Dia menyampaikan nubuwah bahwa umatnya (Muslim) akan
meniru dan mengikuti orang-orang Yahudi dan Kristen sehingga
bahkan jika mereka jatuh ke dalam lubang kadal, umatnya pun
akan melakukan hal yang sama.
Akibatnya, umat Yahudi, Kristen, dan Muslim masuk ke
dalam ujian kolektif dari semua ujian (fitnah) dan gagal total
dalam mematuhi perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala saat Dia
memerintahkan:
“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan
janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit
sekali kamu mengambil pelajaran.”
(Al-Qur’an Surat Al-A’raf, 7: 3)
194
Negara sekuler modern merancang sistem politik elektoral
untuk membentuk Parlemen, Pemerintah dan (kadang-kadang)
untuk memilih Hakim. Warga negara sekuler, terlepas dari
keyakinan agama mereka, memberi suara dalam pemilihan
demokratis. Bahkan jika pemerintahan terpilih terdiri dari
mereka yang menyembah Setan sendiri sebagai Tuhan dan Tuan
mereka, prinsip pemilihan demokratis mengharuskan orang
Kristen, Yahudi, Muslim, dll., yang memberi suara dalam
pemilihan ini , wajib menerima pemerintahan seperti itu
sebagai sah dan memiliki kewenangan untuk memerintah
mereka. Mereka juga wajib tunduk pada otoritasnya dan patuh
kepadanya. Jika pemilihan itu menghasilkan pemerintahan yang
didominasi oleh umat Hindu penyembah berhala yang secara
terbuka memusuhi mereka yang menyembah Tuhan Ibrahim,
atau pemerintahan yang menyatakan Halal (diperbolehkan)
segala sesuatu yang Allah Maha Tinggi telah nyatakan Haram
(dilarang), maka prinsip pemilihan demokratis mengharuskan
orang Yahudi, Kristen, Muslim, dll., yang merupakan warga
negara dari negara sekuler itu, harus mengakui pemerintah itu
sebagai pemerintahan mereka yang sah, tunduk pada
otoritasnya, dan patuh kepadanya.
Tidak ada dalam kitab suci yang diwahyukan (Taurat, Injil,
Al-Qur’an) atau Sunnah (contoh atau cara hidup) para Nabi yang
dapat digunakan untuk membenarkan orang Yahudi, Kristen,
Muslim, dll., berpartisipasi dalam pemilihan semacam itu di
mana mereka secara bebas memilih pemerintahan yang sah
untuk memerintah mereka. Sebaliknya, ada larangan yang
sangat jelas untuk perbuatan seperti itu!
“… dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-
Nya (yakni Kedaulatan-Nya, Kekuasaan Tertinggi-Nya,
Pemerintahan-Nya, Kerajaan-Nya, dll.) dalam menetapkan
keputusan.”
195
(Al-Qur’an Surat Al-Kahfi, 18: 26)
“Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak
(pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya …”
(Al-Qur’an Surat Al-Isra’, 17: 111; Al-Furqan, 25: 2)
Al-Qur’an pun memperingatkan orang-orang yang
membantu dalam perbuatan jahat itu bahwa mereka akan
memikul dosanya:
“Barangsiapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang
baik, niscaya dia akan memperoleh bagian dari (pahala)nya.
Dan barangsiapa memberi pertolongan dengan pertolongan
yang buruk, niscaya dia akan memikul bagian dari (dosa)nya.
Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”
(Al-Qur’an Surat An-Nisa, 4: 8)
❖ SYIRIK DAN KUFUR DI NEGARA SEKULER
MODERN
Peradaban Kristen Eropa dan Yahudi Eropa dulunya didasarkan
pada iman kepada Tuhan dan pada Kedaulatan dan Supremasi-
Nya. Dalam Kristen Eropa hal ini dilakukan melalui teori
Undang-undang Ketuhanan yang dikelola oleh Para Raja
sebagai ‘wakil Tuhan di bumi’ dalam institusi Gereja Roma.
Namun sebagai akibat dari perubahan revolusioner, peradaban
itu tidak lagi mengakui Tuhannya Ibrahim sebagai Yang
Berdaulat, dan tidak lagi mengakui Kekuasaan dan Hukum-Nya
sebagai Yang Maha Tinggi. ‘Negara sekuler modern’ kini diakui
sebagai ‘yang berdaulat’, dan itu yaitu Syirik! (Syirik yaitu
penyembahan selain kepada Tuhannya Ibrahim. Segala bentuk
penyimpangan terhadap penyembahan kepada Tuhan Yang
Maha Esa pun termasuk Syirik. Kekufuran yaitu penolakan
196
terhadap Kebenaran.) Kekuasaan dan hukum ‘negara sekuler
modern’ kini diakui sebagai ‘yang tertinggi’, dan itu pun Syirik.
Negara memiliki kewenangan untuk menyatakan Halal (yaitu
legal dan diizinkan) apa yang telah dinyatakan oleh Tuhannya
Ibrahim sebagai Haram (ilegal dan dilarang) - dan itu terus
berlanjut - dan itu pun termasuk Syirik. Al-Qur’an menyatakan
Syirik sebagai satu-satunya dosa yang tidak akan pernah
diampuni Allah.
Nabi menubuwahkan bahwa umat Islam akan mengkhianati
Islam dengan meniru dan mengikuti orang-orang Yahudi dan
Kristen (yaitu aliansi Kristen-Yahudi) sehingga bahkan jika
mereka jatuh ke lubang kadal, umat Islam pun akan mengikuti
mereka jatuh ke dalam lubang:
“Diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri: Nabi bersabda,
Kamu akan mengikuti jalan kaum-kaum yang sebelum
kamu, jengkal demi jengkal dan hasta demi hasta
sehingga bahkan jika mereka memasuki lubang kadal
(yang sempit sekalipun), kamu akan mengikuti mereka.
Kami bertanya, Wahai Rasulullah (Apakah maksudmu)
orang-orang Yahudi dan Nasrani? Dia menjawab, Siapa
lagi?”
(Sahih Bukhari)
lalu dia memperingatkan bahwa saat umat Islam
mengikuti orang-orang Yahudi dan Kristen (yaitu aliansi
Yahudi-Kristen) akan ada konsekuensi yang mengerikan:
“Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah bersabda: Akan
menimpa umatku persis (semua) kejahatan yang menimpa
orang-orang Israel, sampai-sampai jika salah satu di antara
mereka secara terang-terangan berzina dengan ibunya, akan
ada di antara umatku yang akan ikut melakukan demikian.
197
Dan jika orang-orang Israel terpecah menjadi tujuh puluh dua
golongan, umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga.
Semua dari mereka akan berada di Api Neraka kecuali satu
golongan. Mereka (para sahabat) bertanya: Rasulullah, yang
mana itu? lalu dia berkata: Ini yaitu golongan saya
dan sahabat-sahabat saya.”
(Sunan Tirmizi)
Muslim yang berjanji setia kepada negara sekuler modern,
atau memberi suara dalam pemilihan negara itu, tidak dapat
berharap diakui sebagai salah satu kelompok yang akan lolos
dari api neraka! Syirik yaitu dosa yang sangat besar.
Sesungguhnya dosa itu yaitu yang terbesar dari semua dosa. Ini
yaitu satu dosa yang tidak diampuni oleh Allah Subhanahu wa
Ta’ala:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) sebab
mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni (dosa)
yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki.
Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia
telah berbuat dosa yang besar.”
(Al-Qur’an Surat An-Nisa, 4: 48)
Siapa pun yang melakukan Syirik, dan meninggal dalam
keadaan itu, tidak akan pernah bisa masuk ke surga:
“… Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu
dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga
baginya, dan tempatnya ialah neraka.”
(Al-Qur’an Surat Al-Maidah, 5: 72)
Penyembahan berhala yaitu syirik yang paling terang-
terangan. Bentuk Syirik ini sebagian besar telah menghilang dari
198
dunia saat ini. Namun umat Hindu masih berpegang teguh pada
itu. Jadi seorang mukmin tidak akan pernah bisa dimaafkan jika
dia tidak bisa mengenali perbuatan Syirik umat Hindu! Al-
Qur’an dengan jelas memperingatkan orang-orang beriman
bahwa mereka akan menemukan, berulang kali, bahwa orang-
orang Yahudi dan orang-orang yang melakukan Syirik (seperti
menyembah berhala) akan memperlakukan mereka dengan
kebencian dan permusuhan terbesar:
“Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras
permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu
orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.”
(Al-Qur’an Surat A-Maidah, 5: 82)
Namun ada bentuk-bentuk Syirik lain yang juga dijelaskan
dalam Al-Qur’an. Firaun, misalnya, menyatakan kepada Musa:
“Akulah Tuhanmu Yang Maha Tinggi", dan dia menyatakan
kepada Kepala-kepala sukunya: “Wahai Para Pembesar! Tidak
ada Tuhan yang saya izinkan untuk kalian kecuali diri saya
sendiri . . .” Itu Syirik. Penyembahan Fir’aun oleh bangsa Mesir
mengharuskan mereka tunduk pada otoritasnya sebagai otoritas
tertinggi, dan hukumnya sebagai hukum tertinggi, di tanah
Mesir.
Al-Qur’an telah berulang kali memperingatkan mereka,
seperti Firaun, yang menegakkan Hukum, yaitu pemerintahan,
hukum dan keadilan, atas dasar ‘selain’ atau ‘bertentangan’
dengan otoritas Allah dan hukum Allah. Namun, saat hidayah
itu sampai kepada suatu kaum (seperti Yahudi, Nasrani,
Muslim), dan mereka menerima hidayah itu, maka situasinya
menjadi sangat berbeda. Jika orang-orang seperti itu memiliki
kesempatan untuk membangun kontrol mereka atas wilayah,
seperti yang dilakukan Muslim India saat mereka mendirikan
Pakistan, dan mereka lalu gagal membangun hukum dan
199
otoritas berdasarkan Hukum Ilahi yang diwahyukan, maka Al-
Qur’an dengan tegas mengutuk dan menuduh mereka sebagai
orang-orang yang kufur, zalim, dan fasik:
“. . . Barangsiapa tidak memutuskan berdasarkan apa yang
diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.”
“. . . Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa
yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang
zalim.”
“. . . Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa
yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang
fasik.”
(Al-Qur’an Surat Al-Maidah, 5: 44-47)
sebab pernyataan Fir’aun dan penerapan konkretnya di
tanah Mesir yaitu perbuatan Syirik, maka pernyataan yang
sama oleh negara sekuler modern juga merupakan perbuatan
Syirik. sebab Tuhannya Ibrahim menyatakan bahwa:
“Barangsiapa lalai memutuskan berdasarkan apa yang
diturunkan Allah telah melakukan perbuatan Kufur, Zalim
(ketidakadilan dan penindasan), dan Fasik (dosa besar)”, dan
negara sekuler modern telah melakukan tepat seperti itu, maka
orang-orang Yahudi, Kristen dan Muslim yang mendirikan
negara sekuler sesudah menerima Hukum Ilahi melalui Taurat,
Zabur, Injil dan Al-Qur’an, bersalah sebab telah melakukan
perbuatan Kufur, Zalim dan Fasik!
Jika seorang Yahudi, Kristen, atau Muslim, memberi
suara dalam pemilihan umum nasional di negara sekuler
modern, suara itu akan menyiratkan bahwa dia menganggap
partai yang dia pilih layak untuk memerintah atas dirinya. Dan
jika pihak ini sebagai pemerintah melakukan atau
200
melakukan Syirik, Kufur, Zalim, dan Fasik, maka implikasinya
yaitu orang Yahudi, Kristen, atau Muslim ini mengikuti
partai dan pemerintahannya dalam perbuatan Syirik, Kufur,
Zalim dan Fasik! (Hal yang sama juga berlaku bagi umat Hindu,
Buddha, dll.) Al-Qur’an pun mencela sebagai Syirik tindakan
meng-Halalkan apa pun yang Allah telah Haramkan (atau
sebaliknya). Maka turunlah wahyu dari Allah, Yang Maha
Tinggi, di mana Ia mencela orang-orang Yahudi dan Nasrani
yang melakukan dosa tepat seperti itu:
“Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-
rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) Al-
Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh
menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain
Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan.”
(Al-Qur’an Surat At-Taubah, 9: 31)
saat ayat Al-Qur’an ini diturunkan, seorang pria datang
kepada Nabi dan memprotes bahwa orang-orang Yahudi dan
Kristen tidak menyembah pendeta dan rabi mereka. Lalu, dia
bertanya, bagaimana mungkin Allah Yang Maha Tinggi
menuduh mereka seperti itu? Nabi menjawab dengan bertanya
secara retoris: Bukankah mereka menjadikan Halal apa yang
telah Allah haramkan? Itu, sabdanya, yaitu perbuatan Syirik.
lalu dia bertanya: Bukankah orang-orang (yaitu Yahudi
dan Kristen) mengikuti mereka dalam hal itu? Itulah, sabdanya,
perbuatan Syirik mereka! Di antara hal-hal Haram yang
dinyatakan halal yaitu perjudian dan lotere, konsumsi alkohol
dan konsumsi Riba (bunga pinjaman). Dalam beberapa kasus,
Taurat sendiri ditulis ulang untuk menjadikannya Halal. (Lihat
artikel -artikel saya: ‘Agama Ibrahim dan Negara Israel – Sebuah
Pandangan Berdasarkan Al-Qur’an’, dan ‘Larangan Riba
dalam Al-Qur’an dan Sunnah’.)
201
saat orang-orang Yahudi melakukan perbuatan ini, Nabi
Daud dan Nabi ‘Isa (‘alaihima salam) mengutuk mereka:
Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan
(ucapan) Daud dan ‘Isa putra Maryam. Yang demikian itu
sebab mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka
tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu mereka
perbuat. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat.
(Al-Qur’an Surat Al-Maidah, 5: 78-79)
Barangsiapa meninggal dunia dengan kutukan Nabi atas
mereka tidak memiliki kesempatan apa pun untuk melarikan diri
dari api neraka yang menyala-nyala! Sungguh, merupakan
puncak kemunafikan bagi suatu kaum yang menyatakan bahwa
mereka menyembah Tuhannya Ibrahim namun lalu justru
menghalalkan apa yang telah Dia haramkan dan melarang apa
yang Dia halalkan:
“Orang-orang munafik laki-laki dan wanita , satu dengan
yang lain yaitu (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang
mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka
menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah
melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka (pula).
Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang
fasik.”
(Al-Qur’an Surat At-Taubah, 9: 67)
Jika itu merupakan perbuatan Syirik saat para pendeta dan
rahib menjadikan Halal apa yang Allah nyatakan Haram, maka
itu pun merupakan perbuatan Syirik saat pemerintah melakukan
hal yang sama sekarang. Jika itu merupakan kemunafikan pada
waktu itu, maka demikian pula sekarang. Dan jika itu
mendapatkan kutukan para nabi pada saat itu, maka ia pun akan
melakukan hal yang sama pada saat ini.
202
Metode pendekatan yang biasa digunakan untuk
mempelajari subjek ini yaitu dengan menimbang ‘pro’ dan
‘kontra’ partisipasi orang-orang beriman dalam politik elektoral
negara sekuler modern. Para pembela negara sekuler menjadi
fasih berbicara tentang manfaatnya. Mereka berpendapat bahwa
ini yaitu model ‘tatanan politik’ dan ‘negara’ yang paling maju
dan progresif yang pernah ada dalam sejarah. Beberapa
berpendapat: “Jika kita tidak berpartisipasi dalam politik
elektoral maka kita tidak akan memiliki perwakilan politik, dan
tidak ada yang memperjuangkan hak-hak kita.” Pada tingkat
pemikiran yang lebih serius, muncul argumen lain: “Partisipasi
dalam politik elektoral yaitu syarat yang diperlukan dalam
setiap perjuangan yang berhasil untuk mengubah sistem politik
yang sekuler.” Masalah Syirik ditangani dengan dalih (yaitu tipu
daya atau alat yang menipu): “Kami akan berpartisipasi dalam
pemilihan tetapi akan melakukannya atas dasar pendirian publik
bahwa kami tidak menerima konstitusi sekuler dan negara
sekuler yang dipertahankannya. Klausa pelarian ini akan
melindungi kita dari Syirik.”
Tanggapan kami yaitu untuk menunjukkan bahwa
partisipasi dalam politik elektoral di negara sekuler, oleh fakta
atau tindakan itu, menandakan penerimaan sifat sekuler negara.
Negara sekuler membuat pernyataan yang sama yang dibuat
Fir’aun kepada Musa. Deklarasi itu yaitu : Negara itu
berdaulat! Otoritasnya yaitu yang tertinggi! Hukumnya yaitu
yang tertinggi! Itulah Syirik. saat orang memberi suara
dalam pemilihan umum di negara sekuler, mereka dengan
demikian menerima klaim negara sebagai berdaulat, otoritasnya
sebagai yang tertinggi, dan hukumnya sebagai hukum tertinggi.
Oleh sebab itu, saat orang-orang beriman memberi suara
dalam pemilihan seperti itu, mereka tidak dapat lepas dari
perbuatan Syirik. Sekalipun hal di atas tidak meyakinkan
203
pembaca Muslim, setidaknya ada keraguan di hati bahwa orang
mungkin melakukan Syirik.
Kedua, saat orang beriman memilih dalam pemilu di
negara sekuler, mereka harus memilih partai politik. Jika partai
itu, sebagai pemerintah, menyatakan Halal apa yang Allah,
Maha Tinggi, haramkan, atau menegakkan hukum seperti itu,
maka pemerintah itu melakukan perbuatan Syirik. Beberapa
tahun yang lalu di sini, di Trinidad, sebuah upaya dilakukan oleh
seorang Menteri Muslim di pemerintahan yang didominasi
Hindu untuk mengorganisir pemuda Muslim di negara itu. Jika
upaya itu berhasil, akan ada manfaat politik yang signifikan bagi
pemerintah dan partai yang berkuasa. Sekitar 600 pemuda
Muslim diberikan transportasi gratis ke pusat konvensi. Mereka
juga diberikan makanan gratis. Belakangan diketahui bahwa
hibah sebesar $25.000 dari Dewan Lotere Nasional digunakan
untuk mendanai makanan yang disediakan untuk pemuda
Muslim di Konvensi itu. Rupanya, Menteri Muslim pasti
menganggap halal (legal dan diperbolehkan) menggunakan
uang lotere untuk mendanai biaya transportasi dan makan. Jika
dia melakukannya, dan masih melakukannya, maka dia pada
dasarnya menyatakan Halal (legal dan diperbolehkan) apa yang
Allah nyatakan Haram (ilegal dan dilarang).
Di seluruh dunia saat ini, pemerintah dan parlemen negara-
negara sekuler telah menyatakan Halal hampir semua yang
Allah nyatakan sebagai Haram. Jika orang-orang beriman
memberi suara mereka untuk partai politik dan pemerintah
yang telah melakukan Syirik di atas Syirik, suara seperti itu
menyiratkan penerimaan orang-orang seperti itu layak untuk
memerintah mereka. Dengan demikian orang-orang beriman
mengikuti mereka ke dalam Syirik, Kufur, Zalim, dan Fasik.
204
Ketiga, metode ini merupakan pelanggaran dan pengabaian
sunah Nabi Islam yang diberkahi.
Partai-partai politik dan pemerintah di seluruh dunia saat ini
terdiri dari orang-orang yang dengan hina bersikeras
menyatakan Halal apa yang Allah nyatakan Haram. Esai ini
telah memberi banyak contoh seperti itu. Jika orang-orang
beriman memilih partai-partai semacam itu dalam pemilihan
nasional dan lalu mengakui partai-partai ini layak
untuk memerintah mereka maka orang-orang beriman harus
berhenti sejenak untuk mempertimbangkan implikasi praktis
dari tindakan semacam itu. Jika suatu kaum dengan hina
bertahan di jalan Haram maka mereka akan mendapat balasan
yang mengerikan. Sejelas cahaya pada siang hari bahwa dunia
sekuler modern sudah mendapat balasan tepat seperti itu.
Balasan apa itu?
Maka sesudah mereka bersikap sombong terhadap segala apa
yang dilarang. Kami katakan kepada mereka (Kami tetapkan
bagi mereka), “Jadilah kamu kera yang hina.” (Ini berarti
bahwa mereka sekarang akan hidup seperti kera, sangat tidak
mampu menahan nafsu dan nafsu kotor mereka sehingga,
pada ‘Akhir Zaman’, mereka akan mlakukan seks di depan
umum.)
(Al-Qur’an Surat Al-A’raf, 7: 166)
Negara sekuler modern melegalkan peminjaman uang
dengan bunga (Riba). Di seluruh dunia saat ini semakin banyak
negara sekuler modern yang telah melegalkan perjudian (dan
lotere), konsumsi dan penjualan minuman keras (misalnya
alkohol) dan daging babi serta penggunaan uang kertas yang
terus-menerus kehilangan nilainya. (Saat itu terjadi, warga
ditipu dan akhirnya dipenjara dalam ‘kerja dengan upah
budak’.) Aborsi, homoseksualitas, lesbianisme, perselingkuhan,
205
dan perzinahan semuanya legal saat ini. Ada bisnis di Amerika
Serikat yang mengiklankan kepada mereka yang mau menjual
bayi mereka. Mereka bahkan memiliki ‘layanan pengiriman
kondom’ bagi mereka yang ingin mengambil keuntungan dari
kesempatan tak terduga, dan kondom tersedia di SMA di
Amerika Serikat. Gadis-gadis sekolah semakin banyak yang
hamil dan melakukan aborsi yang, menurut hukum, boleh
disembunyikan dari orang tua. Namun ilegal bagi seorang gadis
yang sudah baligh di bawah usia 16 tahun untuk menikah.
Di seluruh dunia saat ini sebagian besar negara sekuler
modern tidak lagi mengakui hukum Allah bahwa anak laki-laki
harus mewarisi dua kali lipat anak wanita . Mereka
menyatakan hukum semacam itu diskriminatif terhadap
wanita , dan mereka menetapkan hukum mereka sendiri
yang, menurut mereka, lebih adil dibandingkan hukum Allah.
Sebenarnya hukum mereka bukanlah hukum. Seorang pria dapat
meninggalkan seluruh hartanya untuk hewan peliharaan dan
tidak meninggalkan apa pun untuk istri dan anak-anaknya!
Negara sekuler modern telah melarang seorang pria menikahi
lebih dari satu wanita pada satu waktu sebab negara itu
mengklaim bahwa hal itu diskriminatif terhadap wanita.
Sebaliknya negara telah mewajibkan bagi seorang pria untuk
memiliki tidak lebih dari satu istri pada satu waktu, dan
demikian, klaimnya, menghilangkan ketidakadilan terhadap
wanita yang ada dalam hukum Allah. Alternatif monogami
yang ketat ini telah menghasilkan revolusi seksual yang
memperolok-olok pernikahan itu sendiri sebab seorang pria
dapat memiliki wanita simpanan sebanyak yang dia inginkan
selama dia tidak menikahi mereka. Negara sekuler menyatakan
bahwa seorang istri tidak lagi memiliki kewajiban, baik secara
hukum maupun moral, untuk taat kepada suaminya sebab hal
itu akan bersifat diskriminatif bagi kesetaraan laki-laki dan
wanita .
206
Penulis memperingatkan bahwa matahari belum pernah
terbit di dunia yang lebih asing dibandingkan dunia Eropa yang
modern, sekuler, dan glamor. Itu pasti pertanda yang tidak
menyenangkan.
Ciri khas agama Ibrahim yaitu bahwa tidak ada tempat
bagi kekufuran dan Syirik (penyimpangan atau penolakan
terhadap penyembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa) di
dalamnya. Namun, sistem politik sekuler dalam peradaban
Euro-Kristen baru yang pada dasarnya tidak bertuhan, kini
dikenal sebagai peradaban barat modern, justru didasarkan pada
Kufur dan Syirik. Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa
didirikan di atas dasar Syirik yang sama persis. Piagam PBB
menyatakan bahwa Allah, Yang Maha Tinggi, bukanlah Al-
Akbar (Yang Maha Besar)! Pasal 24 dan 25 dalam Piagam PBB
menyatakan bahwa Dewan Keamanan memiliki otoritas
tertinggi di dunia dalam segala hal yang berkaitan dengan
perdamaian dan keamanan internasional. Dengan kata lain,
otoritas Dewan Keamanan lebih tinggi dari otoritas Allah
Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Itu yaitu Syirik.
Lalu bagaimana kita menjelaskan penerimaan negara
sekuler modern oleh umat Islam di seluruh dunia, seperti
Republik Turki, Kerajaan Arab Saudi, Republik Pakistan,
Negara Malaysia, dll., sebagai pengganti yang sah dari
Khilafah? Dan bagaimana kita menjelaskan Muslim India di
Trinidad secara konsisten mengidentifikasi diri mereka secara
rasial dan politik dengan partai politik India, dan Muslim Afrika
melakukan hal yang sama dengan partai politik Afrika?
Mungkin inilah saat yang tepat bagi kami untuk menjelaskan
sistem politik Islam dan konsep Islam tentang sebuah negara,
yaitu Khilafah dan lalu membandingkannya dengan
negara sekuler modern. Ketidakpedulian dunia saat ini
207
sedemikian luas sehingga bahkan umat Islam pun tidak
menyadarinya.
❖ KHILAFAH DAN NEGARA SEKULER MODERN
Khilafah Islam yaitu konsep negara dan sistem politik yang
mengakui Kedaulatan, Kekuasaan dan Hukum Allah sebagai
yang Tertinggi, dan menegakkan Haram (yaitu apa yang
dilarang oleh Tuhan) sebagai Haram dan Halal (yaitu apa yang
diizinkan oleh Tuhan) sebagai Halal. Khilafah muncul sebagai
konsekuensi dari perintah ilahi yang menuntut ketaatan kepada
Allah, Rasul-Nya, dan ‘penguasa di antara kaum Muslim’:
Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah
Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di
antara kamu. lalu , jika kamu berbeda pendapat tentang
sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan
Rasul (sunahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari
lalu . Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih
baik akibatnya.
(Al-Qur’an Surat An-Nisa, 4: 59)
Islam menolak untuk mengakui kesetiaan yang terbagi -
bahwa seseorang dapat memberi kesetiaan tertinggi kepada
negara, namun juga memberi kesetiaan tertinggi kepada
Allah, Yang Maha Tinggi. Keduanya (agama dan politik) tidak
dapat dipisahkan satu sama lain sebab Al-Qur’an menyatakan
bahwa “Allah yaitu Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir
(Nyata) dan Yang Batin (Tersembunyi)” (Al-Qur’an Surat Al-
Hadid, 57: 3). Kesetiaan tertinggi harus disampaikan kepada
Allah, bukan kepada negara, sebab Al-Qur’an meminta orang-
orang beriman untuk menyatakan:
“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan
matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam . . .”
208
(Al-Qur’an Surat Al-An’am, 6: 162)
Eropa menghancurkan model negara dan sistem politik
Islam itu saat Khilafah Utsmaniyah dijadikan sebagai sasaran
dan dihancurkan. Eropa melanjutkan untuk memastikan bahwa
Khilafah Islam tidak akan pernah bisa dipulihkan. Mereka
melakukannya dengan membantu pembentukan Negara sekuler
Arab Saudi di Hijaz (yaitu Wilayah di semenanjung Arab di
mana Mekkah dan Madinah berada), lalu memastikan
kelangsungan hidup negara itu dengan menjamin keamanannya.
Khilafah tidak akan pernah bisa dipulihkan sebab dua alasan.
Pertama, rezim Saudi-Wahabi yang menguasai Haramain
(wilayah suci Mekah dan Madinah di mana Ka’bah dan Masjid
Nabawi berada), Hijaz dan Haji tidak akan pernah mengklaim
sebagai Khilafah. Kedua, selama mereka menguasai Haramain,
Hijaz, dan Haji, tidak ada orang lain yang bisa mengklaim
Khilafah. (Untuk penjelasannya silakan lihat artikel kami:
‘Khilafah, Hijaz, dan Negara-Bangsa Saudi Wahabi’.)
Ada beberapa alasan yang menjelaskan mengapa Eropa
mengincar dan menghancurkan Khilafah Islam. Pertama, tentu
saja, untuk memfasilitasi pencapaian tujuan pembebasan Tanah
Suci dan mengembalikan orang-orang Yahudi ke Tanah itu.
Namun alasan kedua yaitu untuk memungkinkan model baru
negara sekuler Eropa merusak seluruh umat manusia dengan
Syirik. saat Khilafah dihancurkan, Negara sekuler modern
Turki menggantikannya di pusat Khilafah. lalu muncul
‘negara’ serupa di Iran, di pusat Islam Syiah, dan ‘negara’
serupa di Arab Saudi di pusat Islam Sunni. Akhirnya Muslim
India ditipu untuk menerima Republik Pakistan yang sekuler.
Ketiga, Khilafah harus dihancurkan sebab menghalangi
realisasi tujuan akhir dalam agenda baru Eropa sekuler. Tujuan
Eropa itu yaitu untuk mendirikan Israel Yahudi sebagai 'negara
adikuasa' dunia, menguasai dunia dari Yerusalem.
209
Nabi Muhammad (shala Allahu ‘alaihi wa salam)
menubuwahkan bahwa Khilafah akan lenyap. Dia
melakukannya dalam hadits berikut:
"Betapa bahagianya kalian pada saat putra Maryam turun di
tengah-tengah kalian dan Imam kalian (yaitu Amirul
Mukminin atau Khalifah) akan berasal dari kalangan kalian
(yaitu dia yaitu seorang Muslim)?"
(Sahih, Bukhari)
Hadits ini mengungkapkan tiga hal:
Pertama, menginformasikan kepada kita bahwa Khilafah
akan hadir di dunia pada ‘Akhir Zaman’. Ini sama dengan
nubuwah bahwa Khilafah akan menghilang dari dunia tetapi
suatu hari akan dipulihkan. Kedua, sebelum restorasi Khilafah,
umat Islam akan hidup selama jangka waktu tertentu di bawah
kekuasaan, kendali, dan kekuasaan orang-orang yang bukan
Muslim. Itulah tepatnya dunia tempat kita hidup saat ini. Ketiga,
kembalinya Khilafah akan menjadi peristiwa yang akan terjadi
sezaman dengan kembalinya putra Maryam. Dan sebab kita
tahu bahwa saat Nabi ‘Isa (‘alaihi salam) kembali, dia akan
memerintah dunia dari Yerusalem sebagai penguasa yang adil
yang menegakkan Hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala,
implikasinya yaitu Negara Israel sekuler modern akan
digantikan di Tanah Suci oleh negara Islam otentik yang akan
dimerdekakan dari Syirik Israel sekuler.
Mereka yang dengan gigih mempertahankan status quo
negara-bangsa Islam sekuler harus berhenti sejenak untuk
merenungkan nubuwah Nabi Muhammad (shala Allahu ‘alaihi wa
salam) tentang pemulihan Khilafah. Berdasarkan perhitungan
kami, nubuwah itu kemungkinan besar akan segera terjadi.
210
❖ PENJELASAN AL-QUR'AN MENGENAI SYIRIK
UNIVERSAL NEGARA SEKULER MODERN
Hanya Quran yang dapat menjelaskan, dan telah menjelaskan,
perubahan politik penting yang mengambil alih dunia Kristen
dan Yahudi Eropa, dan lalu mengambil alih umat manusia
lainnya. Apa penjelasan itu? Al-Qur’an telah mengajarkan
bahwa proses sejarah suatu hari akan berakhir saat Allah,
Yang Maha Tinggi, menetapkan bahwa ‘Hari Akhir’ akan
datang kepada umat manusia dan dunia. Namun, sebelum ‘Hari
Akhir’ itu terjadi, akan ada Akhir Zaman yang akan dipenuhi
dengan banyak Tanda dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang
menunjukkan bahwa itu yaitu ‘Zaman Terakhir’. D

