tanda akhir zaman 6

tanda akhir zaman 6


 


ukung GNR dan Muslim India mendukung KNB? 

 

Banyak Muslim Trinidad mungkin akan terkejut dengan 

esai ini sebab  tampaknya sejak tahun 1956, saat  pemilihan 

umum pertama yang sebenarnya berlangsung, hanya sedikit 

Muslim terpelajar di Trinidad dan Tobago yang pernah secara 

serius mempertanyakan Halal atau Haram pemilihan. Ada 

tanggapan sembrono yang berusaha untuk menolak keberatan 

Islam untuk memberi  suara dalam pemilihan berdasarkan 

inkonsistensi dengan alasan, misalnya, “uang dolar di dompet”, 

“SIM”, “memiliki mobil atau rumah”, dll. saat  ulama 

terkemuka menyamakan “Syirik” dengan “SIM” kita tahu 

bahwa kita benar-benar dalam bahaya besar. Cendekiawan Islam 

India terkemuka yang berbasis di AS yang terlibat dalam 

kesembronoan yang tak termaafkan itu melanjutkan dengan 

menyatakan bahwa yaitu  Fardhu (wajib) bagi umat Islam di 

Trinidad dan Tobago untuk memilih dalam pemilihan. 

 

Namun Muslim Trinidad harus berhenti sejenak untuk 

mempertimbangkan bahwa ada begitu banyak hal aneh lainnya 

yang juga berteriak meminta tanggapan. Misalnya, kami telah 

menyanyikan Lagu Kebangsaan Negara Trinidad dan Tobago di 

mana kami telah berulang kali menyatakan, “Ini tanah air kami, 

kami menjanjikan hidup kami kepadamu,” (yaitu, untuk 

Republik Trinidad dan Tobago), saat  Al-Qur’an secara khusus 

179 

 

meminta kita untuk menjanjikan hidup kita sepenuhnya kepada 

Allah, Yang Mahatinggi: 

 

Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan 

matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam . . .” 

 

(Al-Qur’an Surat Al-An’am, 6: 162) 

 

Sungguh, dalam menggadaikan nyawanya kepada negara, 

atau tanah kelahirannya, atau pohon mangga, dibandingkan  kepada 

Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang muslim melakukan perbuatan 

syirik. Muslim juga akan menolak Hijrah (migrasi) Ibrahim 

(‘alaihi salam) yang meninggalkan tanah kelahirannya sebab  

Islam, dan Hijrah Muhammad (shala Allahu ‘alaihi wa salam) yang 

melakukan hal yang sama. 

 

Sekali lagi, Organisasi Antar-Agama Trinidad dan Tobago, 

yang mencakup Muslim, telah menerapkan semboyan slogan 

kebapaan Tuhan dan persaudaraan universal manusia sebagai 

motonya. Padahal Al-Qur’an dengan tegas menyatakan bahwa 

Tuhan bukanlah seorang bapa (lam yalid). Siapapun yang 

menjadi anggota Organisasi Antar-Agama Trinidad dan Tobago 

telah secara ipso facto (oleh fakta atau tindakan itu) mengakui 

Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai bapa dan dengan demikian 

telah melakukan Syirik!  

 

Esai ini dimulai dengan deskripsi tatanan dunia saat ini, 

termasuk pengantar negara sekuler modern dan deskripsi 

asalnya. Kami menemukan bahwa fondasi negara ini berakar 

kuat pada kekufuran (kekafiran) dan Syirik (menyekutukan) – 

sebagai istilah-istilah yang didefinisikan dalam esai ini. Syirik, 

atau menyekutukan, yaitu  salah satu tanda utama Hari Kiamat, 

dan itu terkait dengan Dajjal Al-Masih palsu atau Anti-Kristus. 

 

180 

 

Umat Islam diingatkan bahwa Islam memberi  kepada 

dunia suatu konsep tentang organisasi politik dan negara di 

mana tidak ada kekufuran dan Syirik. Itulah Khilafah Islamiyah. 

Khilafah ini dihancurkan oleh Eropa sebab  merupakan 

penghalang bagi Eropa dalam usahanya untuk menjerumuskan 

seluruh umat manusia ke dalam Kufur dan Syirik. 

 

Kami mengakui bahwa ada manfaat yang jelas dari negara 

sekuler dan kami melanjutkan untuk memeriksa, dari perspektif 

Islam, status negara sekuler modern. Ini termasuk penjelasan Al-

Qur’an untuk Syirik universal negara sekuler modern. Kami 

menyimpulkan dengan menawarkan kepada umat Islam sebuah 

alternatif politik elektoral negara sekuler modern. Dalam 

menghadirkan alternatif itu, kami mengajak orang-orang 

beriman kembali kepada Sunnah (contoh) politik Nabi 

Muhammad (shala Allahu ‘alaihi wa salam) yang diberkahi. 

 

❖ TATANAN DUNIA HARI INI 

 

Eropa abad pertengahan yang pada dasarnya tidak bertuhan, 

yang dengan mudahnya menyelubungi dirinya dalam pakaian 

Kekristenan dan yang lalu  dan secara misterius 

membuang Kekristenan itu demi materialisme pada zaman 

modern, secara aneh dipersenjatai dengan kekuatan sains dan 

teknologi yang tampaknya tak tertahankan dan tak dapat 

dikalahkan. Eropa menggunakan kekuatan itu untuk mengambil 

kendali militer dan politik dunia Muslim sehingga Khilafah 

Islam dihancurkan. Eropa lalu  melanjutkan sehingga 

mustahil bagi umat Islam untuk membebaskan salah satu 

wilayah mereka dan menegakkan Islam otentik di mana pun di 

bumi. Serangan Eropa tanpa henti dan tanpa ampun terhadap 

peradaban Islam yang terus berkembang tanpa gangguan selama 

lebih dari seribu tahun, dan yang menjadi saksi kehancuran 

Khilafah pada tahun 1924, akhirnya mengakibatkan jatuhnya 

181 

 

umat Islam ke dalam kontrol politik Eropa. Kontrol ini dimulai 

dengan Eropa dan lalu  dilanjutkan dengan Amerika 

Serikat sebagai Eropa baru. Peradaban Islam tidak hanya berada 

dalam keadaan kekacauan politik dan budaya, tetapi juga dengan 

cepat mendekati keadaan perbudakan ekonomi total melalui 

Riba Eropa yang disamarkan sebagai ‘Kapitalisme’. 

 

Hasil dari serangan ini yaitu  sejumlah besar Muslim pada 

dasarnya telah meninggalkan Islam dan telah menjadi bagian 

dari dunia sekuler baru yang diciptakan Eropa. Hal ini sangat 

tegas dalam kaitannya dengan pemerintah dalam tatanan baru 

negara-bangsa Muslim. Umat Islam seperti itu sibuk 

menciptakan Islam baru (yaitu modernisme Islam) yang dapat 

mengakomodasi dunia modern yang sekuler. Almarhum ulama 

Islam terkemuka, Maulana Dr. Muhammad Fazlur Rahman 

Ansari, mencela modernisme Islam ini dan mendesak umat 

Islam untuk memahami ortodoksi dinamis di mana mereka akan 

mengarahkan perhatian pada Al-Qur’an untuk menemukan 

penjelasan dunia modern serta cara untuk menanggapi 

tantangannya yang besar. 

 

Di tengah-tengah semua ini Eropa pertama-tama berhasil 

‘membebaskan’ Tanah Suci dari kekuasaan Muslim dan 

lalu  ‘merestorasi’ Negara Israel di Tanah Suci. sesudah  itu, 

orang-orang Yahudi Bani Israel dibawa kembali ke Tanah Suci 

oleh orang-orang Yahudi Eropa dalam peristiwa ‘kembalinya’ 

kaum yang paling aneh dan misterius yang pernah disaksikan 

sejarah. Memang telah menjadi jelas bahwa kontrol Eropa 

sekuler atas seluruh dunia dimaksudkan untuk memungkinkan 

kembalinya orang-orang Yahudi Bani Israel ke Tanah Suci. 

Fakta bahwa orang-orang Yahudi Bani Israel menerima jalan 

kembali ke Yerusalem, dan menafsirkannya sebagai tindakan 

pemenuhan janji ilahi tentang kembalinya zaman keemasan dan 

kedatangan Al-Masih, merupakan indikasi kebutaan rohani 

182 

 

mereka. Sesungguhnya Dajjal, Al-Masih Palsu (yaitu Anti-

Kristus), menipu mereka. 

 

Bagaimana seharusnya umat Islam menanggapi drama yang 

masih berlangsung ini? Bagaimana seharusnya umat Islam 

melepaskan diri dari kesulitan mereka saat ini? Jawabannya 

yaitu  tidak ada yang bisa menjelaskan dunia aneh saat ini dan 

tidak ada yang bisa menyelamatkan umat Islam dari bahayanya 

kecuali Al-Qur’an dan Sunnah Nabi (shala Allahu ‘alaihi wa salam) 

yang diberkahi. Keselamatan tergantung pada rekonstruksi 

warga  Muslim seotentik mungkin. Keotentikan tergantung 

pada kesetiaan kepada Al-Qur’an, dan kepada orang yang diutus 

untuk mengajarkan Al-Qur’an dan untuk menetapkan pedoman 

Al-Qur’an dalam penerapan yang konkret. 

 

Saat ini tidak mungkin bagi umat Islam untuk mengambil 

kendali atas wilayah manapun di dunia ini untuk menegakkan 

Islam sebagai ‘pemerintahan umum’ atau ‘negara’ (yaitu Darul 

Islam). Setiap upaya untuk melakukannya akan mengakibatkan 

seluruh dunia sekuler ‘bersekongkol’ untuk mencegah 

munculnya kontrol Islam atas negara. Orang-orang Muslim yang 

tidak mengakui hal ini yaitu  orang-orang yang tidak 

memahami Pemerintah Dunia Yakjuj dan Makjuj yang sekarang 

menguasai dunia. Satu-satunya pengecualian untuk ini 

tampaknya yaitu  wilayah Khurasan (pada zaman Nabi) yaitu 

wilayah yang terletak di sebelah timur Sungai Eufrat. Penting 

bahwa Eropa modern yang sekuler tidak pernah benar-benar 

berhasil menaklukkan inti wilayah ini. Inggris mencoba 

menaklukkan Afghanistan dan gagal. lalu  Rusia mencoba 

dan mereka juga gagal. Upaya Amerika saat ini merupakan 

upaya tercanggih yang pernah dilancurkan oleh peradaban 

Eropa untuk menaklukkan dan menguasai wilayah itu. Namun 

upaya ini pun akan gagal sebab  Islam perlahan-lahan 

menegaskan kembali dirinya. Nabi Muhammad (shala Allahu 

183 

 

‘alaihi wa salam) menyampaikan nubuwah bahwa Islam akan 

muncul kembali dari bagian dunia itu saat  pasukan Muslim 

mulai membebaskan setiap wilayah yang diduduki dari 

Khurasan sampai ke Yerusalem: 

 

“Abu Hurairah melaporkan bahwa Nabi bersabda: 

Bendera hitam akan muncul dari Khurasan dan tidak ada 

kekuatan yang dapat menghentikan mereka sampai 

mereka memasuki Aelia (Yerusalem)." 

 

(Sunan Tirmizi) 

 

Dunia mungkin tidak perlu menunggu lama sebelum 

peristiwa itu terjadi. 

 

Bagaimana seharusnya umat Islam menanggapi serangan 

yang terus meningkat terhadap Islam dan umat Muslim dalam 

waktu dekat? Bagaimana mereka bisa bertahan dari sisa waktu 

ini (sebelum kebebasan dan kemenangan) jika mereka tidak 

dapat membangun Islam makro di mana pun sebab  mereka 

tidak dapat mengendalikan negara di mana pun? Kami akan 

mencoba menjawab pertanyaan itu saat kami membahas 

alternatif bagi umat Islam untuk politik elektoral negara sekuler 

modern. 

 

Sungguh aneh bahwa di dunia yang masih terdiri dari 

banyak peradaban besar non-Eropa, beberapa di antaranya 

berusia ribuan tahun, saat ini tidak ada yang memiliki kendali 

atas wilayah. Di mana-mana di dunia saat ini umat manusia 

tunduk pada kekuasaan peradaban Eropa. Di mana-mana di 

dunia, umat manusia dipenjarakan oleh model negara sekuler 

Eropa yaitu  sesuatu yang benar-benar unik dalam sejarah 

manusia. Itu juga sesuatu yang misterius dan tidak 

menyenangkan. Sistem negara sekuler Eropa akhirnya 

184 

 

menghasilkan lembaga politik internasional baru yang disebut 

(pada awalnya) ‘Liga Bangsa-Bangsa’ dan lalu  

dibangkitkan lagi menjadi ‘Perserikatan Bangsa-Bangsa’. 

Dalam namanya sendiri, ‘Perserikatan Bangsa-Bangsa’, 

menunjukkan tujuan Tatanan Dunia Baru yang dibuat oleh 

Eropa. Tujuannya yaitu  untuk menyatukan dunia di bawah 

pengaruh dan kendali politik Eropa sehingga Eropa pada 

akhirnya dapat menguasai dunia sebagai pemerintahan dunia. 

Pada saat esai ini ditulis, Eropa (yaitu tatanan dunia kulit putih) 

berada di ambang keberhasilan akhir dan lengkap dari tujuan 

politik ini . Semua peradaban non-Eropa di dunia tampak 

tak berdaya untuk membebaskan diri dari cengkeraman Eropa 

sekuler.  

 

Arnold Toynbee, sejarawan Inggris terkenal, telah 

menanggapi fenomena unik ini dengan pandangan bahwa semua 

peradaban sebelumnya (yaitu, sebelum peradaban Barat 

modern) telah ‘mati’ atau ‘hampir mati’, dan “tidak dapat 

dielakkan bahwa peradaban Barat akan mengalami nasib yang 

dialami semua peradaban sebelumnya.” (Toynbee: Peradaban 

dalam Ujian, Ox. Univ. Press, London, 1957: hal. 38). Tujuan 

Eropa jelas, misterius dan tidak menyenangkan. Tujuan Eropa 

yaitu  untuk mendirikan kekuasaan Eropa atas seluruh dunia. 

Namun itu belum semuanya. Kekuasaan Eropa seharusnya 

menandai ‘Akhir Zaman’ sebab  tidak ada yang bisa 

menggantikan kekuasaan Eropa atas dunia! Toynbee membuat 

pernyataan jujur yang luar biasa dalam artikel nya yang terkenal, 

“Peradaban dalam Ujian”:  

 

“Peradaban Barat bertujuan tidak kurang dari 

penggabungan seluruh umat manusia dalam satu 

warga  global dan kontrol segala sesuatu di darat, 

udara dan laut …” 

 

185 

 

(Ibid. hal. 166) 

 

Tujuan utama Eropa, meski demikin, yaitu  untuk 

memungkinkan kembalinya kaum Yahudi ke Tanah Suci dan 

memberi  kekuasaan kepada kaum Yahudi sehingga mereka 

dapat menguasai dunia dari Yerusalem. artikel  terbaru saya, 

Yerusalem dalam Al-Qur’an menjelaskan fakta yang tidak dapat 

dijelaskan dan bahkan Toynbee pun tidak mengerti! Kembalinya 

kaum Yahudi ke Tanah Suci dan pendirian Negara Israel sekitar 

2000 tahun, sesudah  Allah Yang Maha Tinggi, menghancurkan 

Israel dan mengasingkan kaum Yahudi, yaitu  peristiwa paling 

aneh yang pernah terjadi dalam sejarah. Hanya Al-Qur’an yang 

menjelaskannya. Dan hanya Al-Qur’an yang dapat 

menggambarkan takdir yang kini menanti Yerusalem dan kaum 

Yahudi.  

 

Al-Qur’an (Al-Anbiya’, 21: 96) dengan sangat jelas 

menyatakan bahwa saat Yakjuj dan Makjuj dilepaskan ke dunia 

oleh Allah Yang Maha Tinggi, mereka pada akhirnya akan 

“turun dari setiap ketinggian, atau menyebar ke segala arah”. 

Al-Qur’an menyatakan bahwa sebagai akibatnya, kaum yang 

telah diasingkan dari ‘kota’ yang dihancurkan oleh Allah, Yang 

Maha Tinggi, dan mereka dilarang kembali, sekarang akan 

kembali ke ‘kota’ itu untuk memilikinya lagi. Melalui penulisan 

artikel , saya berpendapat bahwa ‘kota’ itu yaitu  Yerusalem. 

Sementara itu, saat Yakjuj dan Makjuj turun dari setiap 

ketinggian, atau menyebar ke segala arah, tidak mungkin bagi 

bangsa manusia lainnya menandingi mereka sebab  pernyataan 

ilahi dalam hadits qudsi: 

 

“Aku telah mengeluarkan dari antara hamba-hamba-Ku suatu 

kaum (yaitu Yajuj dan Majuj) yang tidak akan dapat 

ditandingi oleh siapa pun ..."  

 

(Sahih Muslim) 

186 

 

 

Dengan demikian jelas bahwa peradaban Eropa modern 

yaitu  peradaban Yakjuj dan Makjuj. Maka, Pemerintah Dunia 

yang sekarang menguasai dunia dalam genggaman besinya dan 

yang mengobarkan perang terhadap Islam, yaitu  Pemerintah 

Dunia Yakjuj dan Makjuj. Yakjuj dan Makjuj menjelaskan 

kekuatan tak terhancurkan penguasa dunia modern yang kejam, 

korup, suka bermaksiat, dan pada dasarnya sekuler. Yakjuj dan 

Makjuj pun menjelaskan fenomena globalisasi aneh di dunia 

modern. 

 

artikel  saya, ‘Yerusalem dalam Al-Qur’an’, juga 

menjelaskan fenomena Dajjal Al-Masih Palsu. Dia merupakan, 

bersama Yakjuj dan Makjuj, tanda utama Akhir Zaman. sebab  

misinya meniru Al-Masih yang harus memerintah dunia dari 

Yerusalem, maka dia pun harus memerintah dunia dari 

Yerusalem. artikel  saya telah menjelaskan Hadits Tamim Ad-

Dari yang terkenal dalam Sahih Muslim. Hadits inilah yang 

memungkinkan kita untuk mengidentifikasi lokasi awal Dajjal, 

dari mana ia memulai misinya, yakni pulau Inggris. Dari Inggris, 

sebagai negara adikuasa, dia pindah ke Amerika Serikat, negara 

adikuasa kedua, dan dia akan segera pindah ke Israel. Negara 

Yahudi lalu  akan menggantikan Amerika Serikat sebagai 

negara adikuasa baru di dunia. Kami memperkirakan peristiwa 

itu akan segera terjadi. Jadi, tujuan utama Eropa tidak hanya 

memungkinkan kembalinya kaum Yahudi ke Tanah Suci, tetapi 

juga memberi  kepada mereka kekuasaan dunia sehingga 

mereka dapat menguasai dunia dari Yerusalem! 

 

Pembaca harus memahami bahwa negara sekuler modern 

membentuk bagian penting dalam keseluruhan strategi politik 

sehingga melaluinya Eropa berusaha mencapai kekuasaan 

politik di dunia. Dengan kata lain, negara sekuler modern secara 

khusus dirancang untuk berfungsi sebagai instrumen globalisasi 

187 

 

politik yang akan mengantarkan tatanan politik dunia kulit putih 

ke seluruh dunia. Proses globalisasi politik itu, pada akhirnya, 

berkaitan dengan Euro-Yahudi Israel menjadi negara adikuasa 

di dunia. 

 

❖ MISTERI NEGARA SEKULER MODERN 

 

Negara sekuler modern muncul sebagai konsekuensi penerapan 

sekularisme pada filsafat dan teori politik. Negara sekuler 

lalu  menguniversalkan dirinya pada era modern dalam 

tatanan dunia sekuler baru. Ini tidak terjadi secara kebetulan. 

Sekularisme muncul di Eropa sesudah  peradaban Eropa secara 

misterius diserang dari dalam dan mengalami perubahan yang 

tidak menyenangkan dan revolusioner. Revolusi itu 

menyebabkan sebuah peradaban yang seolah-olah didasarkan 

pada keyakinan Kristen dan Yahudi (dengan satu muncul dari 

yang lain) secara aneh berubah menjadi satu dengan kombinasi 

karakteristik yang mencengangkan. Berikut yaitu  beberapa 

karakteristik ini  (ada banyak lagi yang tidak disebutkan di 

sini): 

 

▪ Revolusi sains dan teknologi memberi  kekuatan yang 

belum pernah ada sebelumnya kepada Eropa. Kekuatan itu 

lalu  digunakan untuk menguasai dunia. Tidak ada 

bangsa dalam sejarah manusia yang pernah berhasil 

memaksakan kontrol total mereka kepada seluruh dunia; 

 

▪ Kekuasaan digunakan untuk menindas semua orang yang 

menentang penguasa baru di dunia; 

 

▪ Agama kehilangan substansi spiritual internalnya sehingga 

mengalami kemerosotan terus-menerus sampai warga  

pada dasarnya sekuler. Bentuk eksternal agama bertahan 

dalam keadaan lemah yang menyedihkan sehingga pada 

188 

 

akhirnya laki-laki diizinkan secara hukum menikah dengan 

laki-laki lain; 

 

▪ Cara hidup yang sekuler menyebabkan keruntuhan moral 

sedemikian rupa sehingga warga  jatuh ke dalam 

perbuatan maksiat; 

 

▪ Keserakahan dan nafsu memprovokasi warga  untuk 

menghancurkan diri sendiri; 

 

▪ Tipu daya digunakan untuk mencuri kekayaan umat 

manusia dan membuat umat manusia menjadi miskin. Itu 

pun digunakan untuk memikat umat manusia agar meniru 

cara hidup baru orang Eropa yang sekuler; 

 

▪ Globalisasi membawa seluruh dunia ke dalam cengkeraman 

kediktatoran Al-Masih Israel baru. 

 

Ini merupakan peristiwa paling unik dan penting yang 

pernah terjadi dalam sejarah Eropa dan dunia. Namun begitu 

banyak orang yang disebut sebagai cendekiawan tampaknya 

tidak pernah peduli untuk memahami bagaimana dan mengapa 

semua hal di atas terjadi. Mereka tidak melihat sesuatu yang 

misterius di dalamnya. Oleh sebab  itu, mari kita jelaskan lagi.  

 

Sekulerisme peradaban Eropa modern jelas terlihat dalam 

pilihan ‘materialisme’ untuk menggantikan interpretasi spiritual 

agama tentang realitas. Artinya, Eropa tidak lagi mengakui 

keberadaan realitas apa pun di luar realitas materi. Penggunaan 

materialisme itu sendiri merupakan puncak logis dalam 

penerapan epistemologi ‘mata satu’ baru (Dajjal melihat dengan 

satu mata) yang bersikeras bahwa pengetahuan hanya berasal 

dari satu sumber, yaitu observasi dan eksperimen eksternal. 

‘Mata’ yang lain, yaitu wawasan spiritual intuitif internal yang 

189 

 

berasal dari hati, ditolak sebagai sarana untuk memperoleh ilmu 

pengetahuan. 

 

Revolusi Eropa sekuler yaitu  fenomena yang lebih 

misterius sebab  disertai dengan revolusi ilmiah dan teknologi 

yang memberdayakan Eropa seekuler dengan ‘kekuatan’ yang 

tampaknya tak terkalahkan, dan memberinya ‘keglamoran’ yang 

membuat godaannya tak tertahankan. Mesin uap, kereta api, 

mobil, truk, tank mekanis untuk peperangan, kapal bertenaga 

uap dan minyak, pesawat terbang, dll., benar-benar mengubah 

cara dunia bepergian dan melancarkan perang, dan itu, pada 

akhirnya, mengubah cara hidup manusia. Telepon dan telegraf 

memungkinkan komunikasi instan jarak jauh dan ini, pada 

akhirnya, mengubah cara manusia hidup dan berperilaku. Dan 

sebuah revolusi emansipasi wanita mengambil ‘malam’ dan 

menjadikannya ‘siang’ dan, dengan berbuat demikian, 

memberi  kebebasan kepada wanita  untuk menjalankan 

peran fungsional laki-laki dalam warga . Ini bertentangan 

dengan perbedaan fungsional yang ditetapkan oleh Allah 

Subhanahu wa Ta’ala. (Lihat Al-Qur’an, Al-Lail, 92: 4, di mana 

analogi dibuat antara fungsi ‘malam’ dan ‘siang’ di satu sisi, dan 

penciptaan ‘laki-laki’ dan ‘wanita ’ di sisi lain.) Emansipasi 

wanita ini digembar-gemborkan sebagai pembebasan 

wanita ! Ini menghasilkan perubahan yang paling penting 

dan tidak menyenangkan dari semua cara manusia hidup. 

 

Eropa baru mengarahkan serangan berkelanjutan terhadap 

umat manusia dengan menggunakan naluri dasar keserakahan 

dan nafsu. Sebuah revolusi seksual berjanji untuk membuat seks 

- alami dan tidak alami - tersedia dengan mudah dan bebas 

seperti sinar matahari. Pornografi, homoseksualitas, 

lesbianisme, ketelanjangan publik, dan seks publik di dunia kulit 

putih kini membanjiri seluruh dunia. Pernikahan semakin 

dianggap sia-sia dan orang bisa memilih untuk hidup bersama 

190 

 

tanpa menikah namun tetap dianggap terhormat. Jacqueline 

Kennedy, istri mantan Presiden John F. Kennedy dan ikon 

Amerika pada zaman Camelot, menjalani tahun-tahun terakhir 

hidupnya dengan hidup bersama di luar nikah. saat  dia 

meninggal, ‘pasangan’ Yahudi dalam hidupnya diperkenalkan 

ke dunia sebagai ‘partner’-nya. Homoseksualitas dan 

lesbianisme dipertahankan sebagai seksualitas alternatif dan 

menjadi begitu dapat diterima dalam kesadaran populer 

sehingga seorang pendeta atau Rabi homoseksual dan lesbian 

dapat muncul mengklaim kehormatan dan terus menjalankan 

peran sebagai pendeta atau Rabi. Bahkan, istilah 

‘homoseksualitas’ pun disekularisasi untuk menghilangkan 

kebencian sosial yang melekat pada seks yang tidak wajar. Itu 

diganti dengan kata ‘gay’. Publik yang tidak curiga menerima 

perubahan nama yang tampaknya tidak bersalah. Mereka yang 

menentang homoseksualitas dituduh mengalami sesuatu yang 

disebut ‘homofobia’. 

 

Sebuah revolusi konsumen memberi  kepada umat 

manusia selera yang tak terpuaskan untuk memperoleh lebih dan 

lebih banyak lagi barang-barang konsumen baru yang 

mempesona mata. Revolusi barang-barang konsumsi merambah 

umat manusia sehingga bahkan dapur, kamar mandi, dan toilet 

di semua rumah kecuali rumah yang paling tradisional pun 

berubah total. 

 

Eropa baru yang sekuler melanjutkan dengan menggunakan 

‘kekuatan’ untuk menaklukkan dan menjajah seluruh dunia, 

lalu  menggunakan ‘glamor’ untuk merayu seluruh umat 

manusia agar meniru cara hidup Eropa penuh maksiat yang 

sekuler dengan budaya konsumen baru. Revolusi Eropa sekuler 

menyaksikan titik balik politiknya dalam revolusi Amerika, 

Prancis, dan Bolshevik pada tahun 1776, 1787-1800, dan 1917. 

Titik balik ekonomi yaitu munculnya sistem ekonomi berbasis 

191 

 

riba, (pinjam-meminjam uang dengan bunga, dan penggantian 

uang riil - yang memiliki nilai intrinsik - dengan uang kertas 

yang nilainya dapat dimanipulasi dan diubah sehingga terus 

menurun.), dan itu sepenuhnya dicapai melalui revolusi 

Protestan. (Lihat karya klasik R.W. Tawney: ‘Agama dan 

Kebangkitan Kapitalisme’.) Titik balik budaya yaitu munculnya 

revolusi emansipasi wanita dengan perjuangannya untuk 

pembebasan wanita . Tetapi tidak satu pun dari revolusi ini 

akan mungkin terjadi tanpa revolusi sains dan teknologi yang 

menyertainya. 

 

❖ MANFAAT NEGARA SEKULER MODERN 

 

Negara sekuler tidak akan dapat diterima di antara orang-orang 

Euro-Kristen dan Euro-Yahudi, atau di antara Muslim, jika tidak 

menyamarkan kekufuran dan Syiriknya dengan manfaat yang 

jelas. Apa saja manfaat itu? Negara sekuler modern muncul di 

Eropa sebagai tanggapan terhadap teokrasi Euro-Kristen yang 

dominan dan menindas dan untuk menantang kekuatan ‘fana’ 

Gereja Euro-Kristen. Ini menantang Gereja dengan 

memproklamirkan ‘Injil’ baru yang segar dan menggairahkan 

tentang kebebasan intelektual dan beragama yang lengkap dan 

tak terkekang, hak asasi manusia dan toleransi beragama untuk 

semua. Ini juga membentuk kondisi politik yang memelihara 

hubungan damai di antara agama-agama yang berbeda dalam 

wilayah yang sama. Dengan demikian mengakhiri semua perang 

agama berdarah yang telah melanda Eropa selama berabad-abad. 

 

Ia juga dengan terampil menyuap masuk ke perut dan hati 

umat manusia melalui kreativitas inventifnya. Ia menemukan 

atau menghasilkan sebagian besar apa yang telah diterima 

dengan sukacita oleh umat manusia, terlepas dari keyakinan 

agamanya, sebagai kebutuhan yang tak terpisahkan dari 

kehidupan modern, misalnya listrik, radio, telepon dan telepon 

192 

 

genggam, televisi, komputer, pesawat terbang, mobil, mesin 

faks, teknologi fotokopi, dll. Setiap kali seseorang menerima 

modernitas dengan segala penemuannya yang menakjubkan, ia 

juga menerima negara sekuler dan cara hidup sekuler. Itu bukan 

pencapaian yang berarti!  

 

Tetapi manfaat nyata dari negara sekuler ini, beberapa di 

antaranya juga ada di negara kota Madinah yang didirikan oleh 

Nabi Muhammad (shala Allahu ‘alaihi wa salam), tanpa mengubah 

fondasi dasarnya dengan kekufuran dan Syirik. Bahkan negara 

sekuler modern perlahan-lahan mulai mengungkapkan agenda 

persaingan tersembunyi yang sebenarnya saat  mulai 

mengobarkan perang tanpa henti terhadap cara hidup religius. 

saat  warga  menjadi sekuler, semakin sedikit orang pergi 

ke gereja, dan gereja-gereja kosong dan sinagoga dijual untuk 

menjadi aula ‘bingo’. Sesungguhnya agama perlahan-lahan 

menjadi kekuatan yang surut di dunia sekuler baru yang pada 

dasarnya tidak bertuhan. 

 

Demokrasi negara sekuler modern ternyata menjadi pil 

racun berlapis gula. Demokrasi ‘politik’ bekerja sedemikian 

rupa untuk mempertahankan sistem Riba dengan penindasan 

ekonomi dan eksploitasi warga  luas (sebab  ekonomi 

didasarkan pada Riba). Penindasan ekonomi sering kali 

dilengkapi dengan penindasan rasial dan etnis. warga  yang 

miskin tidak akan pernah bisa merebut kekuatan politik yang 

sebenarnya dari elit pemangsa yang kaya, dan sebab nya, tidak 

akan pernah bisa memiliki kekuatan untuk mengakhiri 

penindasan ekonomi. Ini sebab  kekayaan elit predator itulah 

yang semakin membuat perbedaan antara keberhasilan dan 

kegagalan dalam kampanye pemilu yang mahal. ‘Injil’ baru 

warga  sekuler modern yaitu  bahwa orang kaya akan 

mewarisi bumi. Dan itulah tepatnya yang telah terjadi. 

 

193 

 

Eropa baru terus menggunakan kekuatan militernya yang 

tak terkalahkan dan kekuatan penipuan yang luar biasa untuk 

mendominasi dan mencuci otak bangsa manusia non-Eropa. 

Filsafat politik sekuler baru dengan konsep tak bertuhan tentang 

negara berdaulat, sistem ekonomi eksploitatif, dan budaya 

koruptif, akhirnya mengglobalkan dirinya sendiri. Itu bukanlah 

pencapaian yang berarti! 

 

Pemerintahan kolonial Barat kini dipaksakan kepada 

seluruh umat manusia, termasuk umat Muslim, dan melalui cara 

ini sistem politik baru yang sekuler, berdasarkan Kufur dan 

Syirik, diperkenalkan secara licik dan halus. Khilafah Islam 

Utsmaniyah dihancurkan. Dari abunya muncul negara Turki 

sekuler modern yang sekuler. Darul Islam yang didirikan oleh 

Nabi (shala Allahu ‘alaihi wa salam) di jazirah Arab dihancurkan, 

dan dari abunya muncul Negara sekuler modern Arab Saudi 

(lengkap dengan semua ornamen kedaulatan teritorial, 

kewarganegaraan, dll.) sebagai negara klien dari Barat yang 

sekuler. Dengan demikian nubuwah Nabi Muhammad (shala 

Allahu ‘alaihi wa salam) yang tidak menyenangkan telah digenapi. 

Dia menyampaikan nubuwah bahwa umatnya (Muslim) akan 

meniru dan mengikuti orang-orang Yahudi dan Kristen sehingga 

bahkan jika mereka jatuh ke dalam lubang kadal, umatnya pun 

akan melakukan hal yang sama. 

 

Akibatnya, umat Yahudi, Kristen, dan Muslim masuk ke 

dalam ujian kolektif dari semua ujian (fitnah) dan gagal total 

dalam mematuhi perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala saat  Dia 

memerintahkan:  

 

“Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan 

janganlah kamu ikuti selain Dia sebagai pemimpin. Sedikit 

sekali kamu mengambil pelajaran.” 

 

(Al-Qur’an Surat Al-A’raf, 7: 3)  

194 

 

 

Negara sekuler modern merancang sistem politik elektoral 

untuk membentuk Parlemen, Pemerintah dan (kadang-kadang) 

untuk memilih Hakim. Warga negara sekuler, terlepas dari 

keyakinan agama mereka, memberi  suara dalam pemilihan 

demokratis. Bahkan jika pemerintahan terpilih terdiri dari 

mereka yang menyembah Setan sendiri sebagai Tuhan dan Tuan 

mereka, prinsip pemilihan demokratis mengharuskan orang 

Kristen, Yahudi, Muslim, dll., yang memberi  suara dalam 

pemilihan ini , wajib menerima pemerintahan seperti itu 

sebagai sah dan memiliki kewenangan untuk memerintah 

mereka. Mereka juga wajib tunduk pada otoritasnya dan patuh 

kepadanya. Jika pemilihan itu menghasilkan pemerintahan yang 

didominasi oleh umat Hindu penyembah berhala yang secara 

terbuka memusuhi mereka yang menyembah Tuhan Ibrahim, 

atau pemerintahan yang menyatakan Halal (diperbolehkan) 

segala sesuatu yang Allah Maha Tinggi telah nyatakan Haram 

(dilarang), maka prinsip pemilihan demokratis mengharuskan 

orang Yahudi, Kristen, Muslim, dll., yang merupakan warga 

negara dari negara sekuler itu, harus mengakui pemerintah itu 

sebagai pemerintahan mereka yang sah, tunduk pada 

otoritasnya, dan patuh kepadanya. 

 

Tidak ada dalam kitab suci yang diwahyukan (Taurat, Injil, 

Al-Qur’an) atau Sunnah (contoh atau cara hidup) para Nabi yang 

dapat digunakan untuk membenarkan orang Yahudi, Kristen, 

Muslim, dll., berpartisipasi dalam pemilihan semacam itu di 

mana mereka secara bebas memilih pemerintahan yang sah 

untuk memerintah mereka. Sebaliknya, ada larangan yang 

sangat jelas untuk perbuatan seperti itu! 

 

“… dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-

Nya (yakni Kedaulatan-Nya, Kekuasaan Tertinggi-Nya, 

Pemerintahan-Nya, Kerajaan-Nya, dll.) dalam menetapkan 

keputusan.” 

195 

 

 

(Al-Qur’an Surat Al-Kahfi, 18: 26) 

 

“Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak 

(pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya …”  

 

(Al-Qur’an Surat Al-Isra’, 17: 111; Al-Furqan, 25: 2) 

 

Al-Qur’an pun memperingatkan orang-orang yang 

membantu dalam perbuatan jahat itu bahwa mereka akan 

memikul dosanya: 

 

“Barangsiapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang 

baik, niscaya dia akan memperoleh bagian dari (pahala)nya. 

Dan barangsiapa memberi pertolongan dengan pertolongan 

yang buruk, niscaya dia akan memikul bagian dari (dosa)nya. 

Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” 

 

(Al-Qur’an Surat An-Nisa, 4: 8) 

 

❖ SYIRIK DAN KUFUR DI NEGARA SEKULER 

MODERN 

 

Peradaban Kristen Eropa dan Yahudi Eropa dulunya didasarkan 

pada iman kepada Tuhan dan pada Kedaulatan dan Supremasi-

Nya. Dalam Kristen Eropa hal ini dilakukan melalui teori 

Undang-undang Ketuhanan yang dikelola oleh Para Raja 

sebagai ‘wakil Tuhan di bumi’ dalam institusi Gereja Roma. 

Namun sebagai akibat dari perubahan revolusioner, peradaban 

itu tidak lagi mengakui Tuhannya Ibrahim sebagai Yang 

Berdaulat, dan tidak lagi mengakui Kekuasaan dan Hukum-Nya 

sebagai Yang Maha Tinggi. ‘Negara sekuler modern’ kini diakui 

sebagai ‘yang berdaulat’, dan itu yaitu  Syirik! (Syirik yaitu  

penyembahan selain kepada Tuhannya Ibrahim. Segala bentuk 

penyimpangan terhadap penyembahan kepada Tuhan Yang 

Maha Esa pun termasuk Syirik. Kekufuran yaitu  penolakan 

196 

 

terhadap Kebenaran.) Kekuasaan dan hukum ‘negara sekuler 

modern’ kini diakui sebagai ‘yang tertinggi’, dan itu pun Syirik. 

Negara memiliki kewenangan untuk menyatakan Halal (yaitu 

legal dan diizinkan) apa yang telah dinyatakan oleh Tuhannya 

Ibrahim sebagai Haram (ilegal dan dilarang) - dan itu terus 

berlanjut - dan itu pun termasuk Syirik. Al-Qur’an menyatakan 

Syirik sebagai satu-satunya dosa yang tidak akan pernah 

diampuni Allah. 

 

Nabi menubuwahkan bahwa umat Islam akan mengkhianati 

Islam dengan meniru dan mengikuti orang-orang Yahudi dan 

Kristen (yaitu aliansi Kristen-Yahudi) sehingga bahkan jika 

mereka jatuh ke lubang kadal, umat Islam pun akan mengikuti 

mereka jatuh ke dalam lubang: 

 

“Diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri: Nabi bersabda, 

Kamu akan mengikuti jalan kaum-kaum yang sebelum 

kamu, jengkal demi jengkal dan hasta demi hasta 

sehingga bahkan jika mereka memasuki lubang kadal 

(yang sempit sekalipun), kamu akan mengikuti mereka. 

Kami bertanya, Wahai Rasulullah (Apakah maksudmu) 

orang-orang Yahudi dan Nasrani? Dia menjawab, Siapa 

lagi?” 

 

(Sahih Bukhari) 

 

lalu  dia memperingatkan bahwa saat  umat Islam 

mengikuti orang-orang Yahudi dan Kristen (yaitu aliansi 

Yahudi-Kristen) akan ada konsekuensi yang mengerikan: 

 

“Dari Abdullah bin Amr, Rasulullah bersabda: Akan 

menimpa umatku persis (semua) kejahatan yang menimpa 

orang-orang Israel, sampai-sampai jika salah satu di antara 

mereka secara terang-terangan berzina dengan ibunya, akan 

ada di antara umatku yang akan ikut melakukan demikian. 

197 

 

Dan jika orang-orang Israel terpecah menjadi tujuh puluh dua 

golongan, umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga. 

Semua dari mereka akan berada di Api Neraka kecuali satu 

golongan. Mereka (para sahabat) bertanya: Rasulullah, yang 

mana itu? lalu  dia berkata: Ini yaitu  golongan saya 

dan sahabat-sahabat saya.” 

 

(Sunan Tirmizi) 

 

Muslim yang berjanji setia kepada negara sekuler modern, 

atau memberi  suara dalam pemilihan negara itu, tidak dapat 

berharap diakui sebagai salah satu kelompok yang akan lolos 

dari api neraka! Syirik yaitu  dosa yang sangat besar. 

Sesungguhnya dosa itu yaitu  yang terbesar dari semua dosa. Ini 

yaitu  satu dosa yang tidak diampuni oleh Allah Subhanahu wa 

Ta’ala: 

 

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) sebab  

mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni (dosa) 

yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. 

Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia 

telah berbuat dosa yang besar.”  

 

(Al-Qur’an Surat An-Nisa, 4: 48) 

 

Siapa pun yang melakukan Syirik, dan meninggal dalam 

keadaan itu, tidak akan pernah bisa masuk ke surga: 

 

“… Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu 

dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga 

baginya, dan tempatnya ialah neraka.” 

 

(Al-Qur’an Surat Al-Maidah, 5: 72)  

 

Penyembahan berhala yaitu  syirik yang paling terang-

terangan. Bentuk Syirik ini sebagian besar telah menghilang dari 

198 

 

dunia saat ini. Namun umat Hindu masih berpegang teguh pada 

itu. Jadi seorang mukmin tidak akan pernah bisa dimaafkan jika 

dia tidak bisa mengenali perbuatan Syirik umat Hindu! Al-

Qur’an dengan jelas memperingatkan orang-orang beriman 

bahwa mereka akan menemukan, berulang kali, bahwa orang-

orang Yahudi dan orang-orang yang melakukan Syirik (seperti 

menyembah berhala) akan memperlakukan mereka dengan 

kebencian dan permusuhan terbesar: 

 

“Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras 

permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu 

orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” 

 

(Al-Qur’an Surat A-Maidah, 5: 82)  

 

Namun ada bentuk-bentuk Syirik lain yang juga dijelaskan 

dalam Al-Qur’an. Firaun, misalnya, menyatakan kepada Musa: 

“Akulah Tuhanmu Yang Maha Tinggi", dan dia menyatakan 

kepada Kepala-kepala sukunya: “Wahai Para Pembesar! Tidak 

ada Tuhan yang saya izinkan untuk kalian kecuali diri saya 

sendiri . . .” Itu Syirik. Penyembahan Fir’aun oleh bangsa Mesir 

mengharuskan mereka tunduk pada otoritasnya sebagai otoritas 

tertinggi, dan hukumnya sebagai hukum tertinggi, di tanah 

Mesir. 

 

Al-Qur’an telah berulang kali memperingatkan mereka, 

seperti Firaun, yang menegakkan Hukum, yaitu pemerintahan, 

hukum dan keadilan, atas dasar ‘selain’ atau ‘bertentangan’ 

dengan otoritas Allah dan hukum Allah. Namun, saat  hidayah 

itu sampai kepada suatu kaum (seperti Yahudi, Nasrani, 

Muslim), dan mereka menerima hidayah itu, maka situasinya 

menjadi sangat berbeda. Jika orang-orang seperti itu memiliki 

kesempatan untuk membangun kontrol mereka atas wilayah, 

seperti yang dilakukan Muslim India saat  mereka mendirikan 

Pakistan, dan mereka lalu  gagal membangun hukum dan 

199 

 

otoritas berdasarkan Hukum Ilahi yang diwahyukan, maka Al-

Qur’an dengan tegas mengutuk dan menuduh mereka sebagai 

orang-orang yang kufur, zalim, dan fasik: 

 

“. . . Barangsiapa tidak memutuskan berdasarkan apa yang 

diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir.” 

 

“. . . Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa 

yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang 

zalim.” 

 

“. . . Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa 

yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang 

fasik.” 

 

(Al-Qur’an Surat Al-Maidah, 5: 44-47)  

 

sebab  pernyataan Fir’aun dan penerapan konkretnya di 

tanah Mesir yaitu  perbuatan Syirik, maka pernyataan yang 

sama oleh negara sekuler modern juga merupakan perbuatan 

Syirik. sebab  Tuhannya Ibrahim menyatakan bahwa: 

“Barangsiapa lalai memutuskan berdasarkan apa yang 

diturunkan Allah telah melakukan perbuatan Kufur, Zalim 

(ketidakadilan dan penindasan), dan Fasik (dosa besar)”, dan 

negara sekuler modern telah melakukan tepat seperti itu, maka 

orang-orang Yahudi, Kristen dan Muslim yang mendirikan 

negara sekuler sesudah  menerima Hukum Ilahi melalui Taurat, 

Zabur, Injil dan Al-Qur’an, bersalah sebab  telah melakukan 

perbuatan Kufur, Zalim dan Fasik! 

 

Jika seorang Yahudi, Kristen, atau Muslim, memberi  

suara dalam pemilihan umum nasional di negara sekuler 

modern, suara itu akan menyiratkan bahwa dia menganggap 

partai yang dia pilih layak untuk memerintah atas dirinya. Dan 

jika pihak ini  sebagai pemerintah melakukan atau 

200 

 

melakukan Syirik, Kufur, Zalim, dan Fasik, maka implikasinya 

yaitu orang Yahudi, Kristen, atau Muslim ini  mengikuti 

partai dan pemerintahannya dalam perbuatan Syirik, Kufur, 

Zalim dan Fasik! (Hal yang sama juga berlaku bagi umat Hindu, 

Buddha, dll.) Al-Qur’an pun mencela sebagai Syirik tindakan 

meng-Halalkan apa pun yang Allah telah Haramkan (atau 

sebaliknya). Maka turunlah wahyu dari Allah, Yang Maha 

Tinggi, di mana Ia mencela orang-orang Yahudi dan Nasrani 

yang melakukan dosa tepat seperti itu: 

 

“Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-

rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah, dan (juga) Al-

Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh 

menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain 

Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan.” 

 

(Al-Qur’an Surat At-Taubah, 9: 31)  

 

saat  ayat Al-Qur’an ini diturunkan, seorang pria datang 

kepada Nabi dan memprotes bahwa orang-orang Yahudi dan 

Kristen tidak menyembah pendeta dan rabi mereka. Lalu, dia 

bertanya, bagaimana mungkin Allah Yang Maha Tinggi 

menuduh mereka seperti itu? Nabi menjawab dengan bertanya 

secara retoris: Bukankah mereka menjadikan Halal apa yang 

telah Allah haramkan? Itu, sabdanya, yaitu  perbuatan Syirik. 

lalu  dia bertanya: Bukankah orang-orang (yaitu Yahudi 

dan Kristen) mengikuti mereka dalam hal itu? Itulah, sabdanya, 

perbuatan Syirik mereka! Di antara hal-hal Haram yang 

dinyatakan halal yaitu  perjudian dan lotere, konsumsi alkohol 

dan konsumsi Riba (bunga pinjaman). Dalam beberapa kasus, 

Taurat sendiri ditulis ulang untuk menjadikannya Halal. (Lihat 

artikel -artikel  saya: ‘Agama Ibrahim dan Negara Israel – Sebuah 

Pandangan Berdasarkan Al-Qur’an’, dan ‘Larangan Riba 

dalam Al-Qur’an dan Sunnah’.) 

 

201 

 

saat  orang-orang Yahudi melakukan perbuatan ini, Nabi 

Daud dan Nabi ‘Isa (‘alaihima salam) mengutuk mereka:     

 

Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan 

(ucapan) Daud dan ‘Isa putra Maryam. Yang demikian itu 

sebab  mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka 

tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu mereka 

perbuat. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat. 

 

(Al-Qur’an Surat Al-Maidah, 5: 78-79) 

 

Barangsiapa meninggal dunia dengan kutukan Nabi atas 

mereka tidak memiliki kesempatan apa pun untuk melarikan diri 

dari api neraka yang menyala-nyala! Sungguh, merupakan 

puncak kemunafikan bagi suatu kaum yang menyatakan bahwa 

mereka menyembah Tuhannya Ibrahim namun lalu  justru 

menghalalkan apa yang telah Dia haramkan dan melarang apa 

yang Dia halalkan:  

 

“Orang-orang munafik laki-laki dan wanita , satu dengan 

yang lain yaitu  (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang 

mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka 

menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah 

melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). 

Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang 

fasik.”  

 

(Al-Qur’an Surat At-Taubah, 9: 67) 

 

Jika itu merupakan perbuatan Syirik saat para pendeta dan 

rahib menjadikan Halal apa yang Allah nyatakan Haram, maka 

itu pun merupakan perbuatan Syirik saat pemerintah melakukan 

hal yang sama sekarang. Jika itu merupakan kemunafikan pada 

waktu itu, maka demikian pula sekarang. Dan jika itu 

mendapatkan kutukan para nabi pada saat itu, maka ia pun akan 

melakukan hal yang sama pada saat ini.  

202 

 

 

Metode pendekatan yang biasa digunakan untuk 

mempelajari subjek ini yaitu  dengan menimbang ‘pro’ dan 

‘kontra’ partisipasi orang-orang beriman dalam politik elektoral 

negara sekuler modern. Para pembela negara sekuler menjadi 

fasih berbicara tentang manfaatnya. Mereka berpendapat bahwa 

ini yaitu  model ‘tatanan politik’ dan ‘negara’ yang paling maju 

dan progresif yang pernah ada dalam sejarah. Beberapa 

berpendapat: “Jika kita tidak berpartisipasi dalam politik 

elektoral maka kita tidak akan memiliki perwakilan politik, dan 

tidak ada yang memperjuangkan hak-hak kita.” Pada tingkat 

pemikiran yang lebih serius, muncul argumen lain: “Partisipasi 

dalam politik elektoral yaitu  syarat yang diperlukan dalam 

setiap perjuangan yang berhasil untuk mengubah sistem politik 

yang sekuler.” Masalah Syirik ditangani dengan dalih (yaitu tipu 

daya atau alat yang menipu): “Kami akan berpartisipasi dalam 

pemilihan tetapi akan melakukannya atas dasar pendirian publik 

bahwa kami tidak menerima konstitusi sekuler dan negara 

sekuler yang dipertahankannya. Klausa pelarian ini akan 

melindungi kita dari Syirik.” 

 

Tanggapan kami yaitu  untuk menunjukkan bahwa 

partisipasi dalam politik elektoral di negara sekuler, oleh fakta 

atau tindakan itu, menandakan penerimaan sifat sekuler negara. 

Negara sekuler membuat pernyataan yang sama yang dibuat 

Fir’aun kepada Musa. Deklarasi itu yaitu : Negara itu 

berdaulat! Otoritasnya yaitu  yang tertinggi! Hukumnya yaitu  

yang tertinggi! Itulah Syirik. saat  orang memberi  suara 

dalam pemilihan umum di negara sekuler, mereka dengan 

demikian menerima klaim negara sebagai berdaulat, otoritasnya 

sebagai yang tertinggi, dan hukumnya sebagai hukum tertinggi. 

Oleh sebab  itu, saat  orang-orang beriman memberi  suara 

dalam pemilihan seperti itu, mereka tidak dapat lepas dari 

perbuatan Syirik. Sekalipun hal di atas tidak meyakinkan 

203 

 

pembaca Muslim, setidaknya ada keraguan di hati bahwa orang 

mungkin melakukan Syirik.  

 

Kedua, saat  orang beriman memilih dalam pemilu di 

negara sekuler, mereka harus memilih partai politik. Jika partai 

itu, sebagai pemerintah, menyatakan Halal apa yang Allah, 

Maha Tinggi, haramkan, atau menegakkan hukum seperti itu, 

maka pemerintah itu melakukan perbuatan Syirik. Beberapa 

tahun yang lalu di sini, di Trinidad, sebuah upaya dilakukan oleh 

seorang Menteri Muslim di pemerintahan yang didominasi 

Hindu untuk mengorganisir pemuda Muslim di negara itu. Jika 

upaya itu berhasil, akan ada manfaat politik yang signifikan bagi 

pemerintah dan partai yang berkuasa. Sekitar 600 pemuda 

Muslim diberikan transportasi gratis ke pusat konvensi. Mereka 

juga diberikan makanan gratis. Belakangan diketahui bahwa 

hibah sebesar $25.000 dari Dewan Lotere Nasional digunakan 

untuk mendanai makanan yang disediakan untuk pemuda 

Muslim di Konvensi itu. Rupanya, Menteri Muslim pasti 

menganggap halal (legal dan diperbolehkan) menggunakan 

uang lotere untuk mendanai biaya transportasi dan makan. Jika 

dia melakukannya, dan masih melakukannya, maka dia pada 

dasarnya menyatakan Halal (legal dan diperbolehkan) apa yang 

Allah nyatakan Haram (ilegal dan dilarang). 

 

Di seluruh dunia saat ini, pemerintah dan parlemen negara-

negara sekuler telah menyatakan Halal hampir semua yang 

Allah nyatakan sebagai Haram. Jika orang-orang beriman 

memberi  suara mereka untuk partai politik dan pemerintah 

yang telah melakukan Syirik di atas Syirik, suara seperti itu 

menyiratkan penerimaan orang-orang seperti itu layak untuk 

memerintah mereka. Dengan demikian orang-orang beriman 

mengikuti mereka ke dalam Syirik, Kufur, Zalim, dan Fasik. 

 

204 

 

Ketiga, metode ini merupakan pelanggaran dan pengabaian 

sunah Nabi Islam yang diberkahi.  

 

Partai-partai politik dan pemerintah di seluruh dunia saat ini 

terdiri dari orang-orang yang dengan hina bersikeras 

menyatakan Halal apa yang Allah nyatakan Haram. Esai ini 

telah memberi  banyak contoh seperti itu. Jika orang-orang 

beriman memilih partai-partai semacam itu dalam pemilihan 

nasional dan lalu  mengakui partai-partai ini  layak 

untuk memerintah mereka maka orang-orang beriman harus 

berhenti sejenak untuk mempertimbangkan implikasi praktis 

dari tindakan semacam itu. Jika suatu kaum dengan hina 

bertahan di jalan Haram maka mereka akan mendapat balasan 

yang mengerikan. Sejelas cahaya pada siang hari bahwa dunia 

sekuler modern sudah mendapat balasan tepat seperti itu. 

Balasan apa itu? 

 

Maka sesudah  mereka bersikap sombong terhadap segala apa 

yang dilarang. Kami katakan kepada mereka (Kami tetapkan 

bagi mereka), “Jadilah kamu kera yang hina.” (Ini berarti 

bahwa mereka sekarang akan hidup seperti kera, sangat tidak 

mampu menahan nafsu dan nafsu kotor mereka sehingga, 

pada ‘Akhir Zaman’, mereka akan mlakukan seks di depan 

umum.) 

 

(Al-Qur’an Surat Al-A’raf, 7: 166) 

 

Negara sekuler modern melegalkan peminjaman uang 

dengan bunga (Riba). Di seluruh dunia saat ini semakin banyak 

negara sekuler modern yang telah melegalkan perjudian (dan 

lotere), konsumsi dan penjualan minuman keras (misalnya 

alkohol) dan daging babi serta penggunaan uang kertas yang 

terus-menerus kehilangan nilainya. (Saat itu terjadi, warga  

ditipu dan akhirnya dipenjara dalam ‘kerja dengan upah 

budak’.) Aborsi, homoseksualitas, lesbianisme, perselingkuhan, 

205 

 

dan perzinahan semuanya legal saat ini. Ada bisnis di Amerika 

Serikat yang mengiklankan kepada mereka yang mau menjual 

bayi mereka. Mereka bahkan memiliki ‘layanan pengiriman 

kondom’ bagi mereka yang ingin mengambil keuntungan dari 

kesempatan tak terduga, dan kondom tersedia di SMA di 

Amerika Serikat. Gadis-gadis sekolah semakin banyak yang 

hamil dan melakukan aborsi yang, menurut hukum, boleh 

disembunyikan dari orang tua. Namun ilegal bagi seorang gadis 

yang sudah baligh di bawah usia 16 tahun untuk menikah. 

 

Di seluruh dunia saat ini sebagian besar negara sekuler 

modern tidak lagi mengakui hukum Allah bahwa anak laki-laki 

harus mewarisi dua kali lipat anak wanita . Mereka 

menyatakan hukum semacam itu diskriminatif terhadap 

wanita , dan mereka menetapkan hukum mereka sendiri 

yang, menurut mereka, lebih adil dibandingkan  hukum Allah. 

Sebenarnya hukum mereka bukanlah hukum. Seorang pria dapat 

meninggalkan seluruh hartanya untuk hewan peliharaan dan 

tidak meninggalkan apa pun untuk istri dan anak-anaknya! 

Negara sekuler modern telah melarang seorang pria menikahi 

lebih dari satu wanita pada satu waktu sebab  negara itu 

mengklaim bahwa hal itu diskriminatif terhadap wanita. 

Sebaliknya negara telah mewajibkan bagi seorang pria untuk 

memiliki tidak lebih dari satu istri pada satu waktu, dan 

demikian, klaimnya, menghilangkan ketidakadilan terhadap 

wanita  yang ada dalam hukum Allah. Alternatif monogami 

yang ketat ini telah menghasilkan revolusi seksual yang 

memperolok-olok pernikahan itu sendiri sebab  seorang pria 

dapat memiliki wanita simpanan sebanyak yang dia inginkan 

selama dia tidak menikahi mereka. Negara sekuler menyatakan 

bahwa seorang istri tidak lagi memiliki kewajiban, baik secara 

hukum maupun moral, untuk taat kepada suaminya sebab  hal 

itu akan bersifat diskriminatif bagi kesetaraan laki-laki dan 

wanita . 

206 

 

 

Penulis memperingatkan bahwa matahari belum pernah 

terbit di dunia yang lebih asing dibandingkan  dunia Eropa yang 

modern, sekuler, dan glamor. Itu pasti pertanda yang tidak 

menyenangkan. 

 

Ciri khas agama Ibrahim yaitu  bahwa tidak ada tempat 

bagi kekufuran dan Syirik (penyimpangan atau penolakan 

terhadap penyembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa) di 

dalamnya. Namun, sistem politik sekuler dalam peradaban 

Euro-Kristen baru yang pada dasarnya tidak bertuhan, kini 

dikenal sebagai peradaban barat modern, justru didasarkan pada 

Kufur dan Syirik. Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa 

didirikan di atas dasar Syirik yang sama persis. Piagam PBB 

menyatakan bahwa Allah, Yang Maha Tinggi, bukanlah Al-

Akbar (Yang Maha Besar)! Pasal 24 dan 25 dalam Piagam PBB 

menyatakan bahwa Dewan Keamanan memiliki otoritas 

tertinggi di dunia dalam segala hal yang berkaitan dengan 

perdamaian dan keamanan internasional. Dengan kata lain, 

otoritas Dewan Keamanan lebih tinggi dari otoritas Allah 

Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Itu yaitu  Syirik. 

 

Lalu bagaimana kita menjelaskan penerimaan negara 

sekuler modern oleh umat Islam di seluruh dunia, seperti 

Republik Turki, Kerajaan Arab Saudi, Republik Pakistan, 

Negara Malaysia, dll., sebagai pengganti yang sah dari 

Khilafah? Dan bagaimana kita menjelaskan Muslim India di 

Trinidad secara konsisten mengidentifikasi diri mereka secara 

rasial dan politik dengan partai politik India, dan Muslim Afrika 

melakukan hal yang sama dengan partai politik Afrika? 

Mungkin inilah saat yang tepat bagi kami untuk menjelaskan 

sistem politik Islam dan konsep Islam tentang sebuah negara, 

yaitu Khilafah dan lalu  membandingkannya dengan 

negara sekuler modern. Ketidakpedulian dunia saat ini 

207 

 

sedemikian luas sehingga bahkan umat Islam pun tidak 

menyadarinya. 

 

❖ KHILAFAH DAN NEGARA SEKULER MODERN 

 

Khilafah Islam yaitu  konsep negara dan sistem politik yang 

mengakui Kedaulatan, Kekuasaan dan Hukum Allah sebagai 

yang Tertinggi, dan menegakkan Haram (yaitu apa yang 

dilarang oleh Tuhan) sebagai Haram dan Halal (yaitu apa yang 

diizinkan oleh Tuhan) sebagai Halal. Khilafah muncul sebagai 

konsekuensi dari perintah ilahi yang menuntut ketaatan kepada 

Allah, Rasul-Nya, dan ‘penguasa di antara kaum Muslim’: 

 

Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah 

Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di 

antara kamu. lalu , jika kamu berbeda pendapat tentang 

sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan 

Rasul (sunahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari 

lalu . Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih 

baik akibatnya.  

 

(Al-Qur’an Surat An-Nisa, 4: 59) 

 

Islam menolak untuk mengakui kesetiaan yang terbagi - 

bahwa seseorang dapat memberi  kesetiaan tertinggi kepada 

negara, namun juga memberi  kesetiaan tertinggi kepada 

Allah, Yang Maha Tinggi. Keduanya (agama dan politik) tidak 

dapat dipisahkan satu sama lain sebab  Al-Qur’an menyatakan 

bahwa “Allah yaitu  Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zahir 

(Nyata) dan Yang Batin (Tersembunyi)” (Al-Qur’an Surat Al-

Hadid, 57: 3). Kesetiaan tertinggi harus disampaikan kepada 

Allah, bukan kepada negara, sebab  Al-Qur’an meminta orang-

orang beriman untuk menyatakan:  

 

“Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan 

matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam . . .”  

208 

 

 

(Al-Qur’an Surat Al-An’am, 6: 162) 

 

Eropa menghancurkan model negara dan sistem politik 

Islam itu saat  Khilafah Utsmaniyah dijadikan sebagai sasaran 

dan dihancurkan. Eropa melanjutkan untuk memastikan bahwa 

Khilafah Islam tidak akan pernah bisa dipulihkan. Mereka 

melakukannya dengan membantu pembentukan Negara sekuler 

Arab Saudi di Hijaz (yaitu Wilayah di semenanjung Arab di 

mana Mekkah dan Madinah berada), lalu  memastikan 

kelangsungan hidup negara itu dengan menjamin keamanannya. 

Khilafah tidak akan pernah bisa dipulihkan sebab  dua alasan. 

Pertama, rezim Saudi-Wahabi yang menguasai Haramain 

(wilayah suci Mekah dan Madinah di mana Ka’bah dan Masjid 

Nabawi berada), Hijaz dan Haji tidak akan pernah mengklaim 

sebagai Khilafah. Kedua, selama mereka menguasai Haramain, 

Hijaz, dan Haji, tidak ada orang lain yang bisa mengklaim 

Khilafah. (Untuk penjelasannya silakan lihat artikel  kami: 

‘Khilafah, Hijaz, dan Negara-Bangsa Saudi Wahabi’.)  

 

Ada beberapa alasan yang menjelaskan mengapa Eropa 

mengincar dan menghancurkan Khilafah Islam. Pertama, tentu 

saja, untuk memfasilitasi pencapaian tujuan pembebasan Tanah 

Suci dan mengembalikan orang-orang Yahudi ke Tanah itu. 

Namun alasan kedua yaitu  untuk memungkinkan model baru 

negara sekuler Eropa merusak seluruh umat manusia dengan 

Syirik. saat  Khilafah dihancurkan, Negara sekuler modern 

Turki menggantikannya di pusat Khilafah. lalu  muncul 

‘negara’ serupa di Iran, di pusat Islam Syiah, dan ‘negara’ 

serupa di Arab Saudi di pusat Islam Sunni. Akhirnya Muslim 

India ditipu untuk menerima Republik Pakistan yang sekuler. 

Ketiga, Khilafah harus dihancurkan sebab  menghalangi 

realisasi tujuan akhir dalam agenda baru Eropa sekuler. Tujuan 

Eropa itu yaitu  untuk mendirikan Israel Yahudi sebagai 'negara 

adikuasa' dunia, menguasai dunia dari Yerusalem.   

209 

 

 

Nabi Muhammad (shala Allahu ‘alaihi wa salam) 

menubuwahkan bahwa Khilafah akan lenyap. Dia 

melakukannya dalam hadits berikut: 

 

"Betapa bahagianya kalian pada saat putra Maryam turun di 

tengah-tengah kalian dan Imam kalian (yaitu Amirul 

Mukminin atau Khalifah) akan berasal dari kalangan kalian 

(yaitu dia yaitu  seorang Muslim)?" 

 

(Sahih, Bukhari) 

 

Hadits ini mengungkapkan tiga hal: 

 

Pertama, menginformasikan kepada kita bahwa Khilafah 

akan hadir di dunia pada ‘Akhir Zaman’. Ini sama dengan 

nubuwah bahwa Khilafah akan menghilang dari dunia tetapi 

suatu hari akan dipulihkan. Kedua, sebelum restorasi Khilafah, 

umat Islam akan hidup selama jangka waktu tertentu di bawah 

kekuasaan, kendali, dan kekuasaan orang-orang yang bukan 

Muslim. Itulah tepatnya dunia tempat kita hidup saat ini. Ketiga, 

kembalinya Khilafah akan menjadi peristiwa yang akan terjadi 

sezaman dengan kembalinya putra Maryam. Dan sebab  kita 

tahu bahwa saat  Nabi ‘Isa (‘alaihi salam) kembali, dia akan 

memerintah dunia dari Yerusalem sebagai penguasa yang adil 

yang menegakkan Hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala, 

implikasinya yaitu Negara Israel sekuler modern akan 

digantikan di Tanah Suci oleh negara Islam otentik yang akan 

dimerdekakan dari Syirik Israel sekuler. 

 

Mereka yang dengan gigih mempertahankan status quo 

negara-bangsa Islam sekuler harus berhenti sejenak untuk 

merenungkan nubuwah Nabi Muhammad (shala Allahu ‘alaihi wa 

salam) tentang pemulihan Khilafah. Berdasarkan perhitungan 

kami, nubuwah itu kemungkinan besar akan segera terjadi. 

210 

 

 

❖ PENJELASAN AL-QUR'AN MENGENAI SYIRIK 

UNIVERSAL NEGARA SEKULER MODERN 

 

Hanya Quran yang dapat menjelaskan, dan telah menjelaskan, 

perubahan politik penting yang mengambil alih dunia Kristen 

dan Yahudi Eropa, dan lalu  mengambil alih umat manusia 

lainnya. Apa penjelasan itu? Al-Qur’an telah mengajarkan 

bahwa proses sejarah suatu hari akan berakhir saat  Allah, 

Yang Maha Tinggi, menetapkan bahwa ‘Hari Akhir’ akan 

datang kepada umat manusia dan dunia. Namun, sebelum ‘Hari 

Akhir’ itu terjadi, akan ada Akhir Zaman yang akan dipenuhi 

dengan banyak Tanda dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang 

menunjukkan bahwa itu yaitu  ‘Zaman Terakhir’. D