gereja masehi 10

gereja masehi 10


 


tmu 

mengetahui bahwa engkau bersedia menerima atau menjawab telepon supaya Anda atau keluarga tidak 

terganggu berkali-kali sepanjang hari. Gunakanlah teleponmu lebih banyak untuk perlawatan. Satu 

panggilan telepon bernilai setengah perlawatan, dan biasanya Anda dapat menelepon lima sampai sepuluh 

kali pada saat mengambil waktu untuk satu perlawatan. 

 

Kalau ada seseorang yang sakit di gereja satelit, Anda tidak dapat berkunjung setiap hari; tetapi jika 

memungkinkan, hubungilah dia dengan telepon. 

 

6. Laksanakan sekarang juga. Cepatlah atasi hal-hal yang sepele. Jadilah demokratis, tetapi janganlah 

memanggil komite untuk mengambil keputusan kecil yang dapat diselesaikan oleh satu dua orang. 

Jadikanlah satu tujuan untuk menangani secarik kertas hanya satu kali. Jangan mengganggu surat-surat 

sampai Anda memiliki  waktu untuk memperhatikannya sepenuhnya. Kemudian, jika sepucuk surat 

perlu dibalas, lakukanlah itu segera sampai selesai. Jika sesuatu dapat diserahkan, sampaikanlah itu pada 

saat itu juga. 

 

Ketepatgunaan dan keefektifan yaitu  kembar yang berkuasa. Ketepatgunaan mengatakan: “Lakukanlah 

tugas itu dengan benar.” Janganlah terdesak olah waktu sehingga Anda melakukan tugas itu kurang baik 

hasilnya dan berakhir dengan pemborosan waktu dengan melakukannya kembali. Efektivitas mengatakan: 

“Lakukanlah tugas yang tepat dengan benar.” Janganlah membuang waktu dalam penginjilanmu dengan 

memusatkan pada tugas-tugas kecil sebab  lebih mudah melakukannya. Lakukanlah tugas yang paling 

penting, walaupun itu yang paling sukar. Kerjakanlah itu dan selesaikanlah itu dulu. 

 

7. Gunakan waktu dua kali. — Kebanyakan pendeta memakai  banyak waktunya dalam perjalanan. 

Semua pasangan dan orang tua menunggu di sana sini anggota keluarga. Gunakanlah waktu seperti itu 

untuk membaca, mendengar rekaman, membalas surat, mendengar siaran radio, dan sebagainya. 

 

8. Serahkan tugas. — Hindarkanlah hal-hal yang seharusnya engkau tidak lakukan. Supaya berhasil, 

pendeta harus dapat memantulkan. Anda harus memakai  waktu berpikir, belajar, berdoa dan 

berencana. Ny. E. G. White menasihatkan: “yaitu  satu kesalahan besar bila seorang pendeta yang 

memiliki  karunia kuasa berkhotbah dalam penginjilan senantiasa ditahan dalam urusan bisnis. Dia 

yang memegang firman kehidupan janganlah dibebani terlalu banyak urusan” (Evangelism, hlm. 91, 92). 

 

Para rasul telah belajar melakukannya dengan gigih. Apabila mereka mencoba melakukan tugas 

pelayanan jemaat sendirian, pekerjaan itu tidak terlaksana. Dengan demikian mereka menyerahkan tugas 

yang tidak langsung berkaitan, dengan mengatakan: “Dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran 

dalam doa dan pelayanan firman” (Kisah 6:4). Hasilnya? “Firman Allah makin tersebar, dan jumlah 

murid di Yerusalem makin bertambah banyak” (ayat 7). 

Pasal 5 

 

Kesehatan Pribadi 

 

 

“Hati yang gembira yaitu  obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang” (Amsal 

17:22). Nampaknya orang-orang yang berhubungan dengan Allah lebih tidak suka terserang penyakit. 

Bila terjadi, mereka lebih sanggup menghadapinya. sebab  bisnismu ialah memajukan agama, sebab  

agama dan kesehatan begitu erat hubungannya, Anda harus mengajarkannya dan mengamalkannya secara 

pribadi. 

 

 

Kesehatan Jasmani 

 

Periksalah kesehatan tubuh berdasarkan pengaturan daerah atau konferens Anda. Kebanyakan masalah 

dapat ditanggulangi jika itu ditemukan secara dini. Ketidakrelaan menjalani pemeriksaan kesehatan yang 

teratur itu bukanlah gejala kekuatan unggul, tetapi itu yaitu  pandangan yang sempit.  

 

Ada tiga unsur kesehatan tubuh yang baik. 

 

1. Makanan. — Makanlah makanan yang menyehatkan. Makanlah makanan yang berserat tinggi, rendah 

dalam gula, garam dan lemak hewani. “Banyak di antara pendeta kita yang menggali kuburannya dengan 

gigi” (Testimonies, jld. 4, hlm. 408). “Melebihi yang lain, para pendeta harus menghemat tenaga otak dan 

saraf. Mereka harus sama sekali menghindarkan semua jenis makanan dan minuman yang cenderung 

merangsang atau membangkitkan saraf . . . .   Allah tidak dapat membiarkan Roh Kudus-Nya dalam 

mereka yang mengetahui apa yang harus dimakan supaya sehat, tetapi masih mempertahankan satu 

haluan yang melemahkan tubuh dan pikiran” (Counsels on Diet and Foods, hlm. 55, 56). 

 

Makanlah makanan yang benar dalam jumlah yang benar pula. Mungkin Anda sanggup menutupi 

banyak hal tentang hidup pribadi Anda. Kelebihan berat badan bukanlah salah satunya. Bila 

penampilanmu tidak serasi dengan pengajaranmu, menyedihkan kalau mengkhotbahkan dan mengajarkan 

pertarakan dan pengendalian diri. Lagi pula lebih susah melaksanakan pekerjaan itu jika Anda membawa-

bawa berat badan yang berlebihan ke mana saja Anda pergi. 

 

2. Gerak Badan. — Kalau bentuk tubuh pendeta itu jelek, bagaimanakah dia mengharapkan kredibilitas 

sewaktu memberikan nasihat tentang kehidupan sekarang dan yang akan datang? “Seluruh jaringan 

memerlukan pengaruh gerak badan di udara terbuka yang menguatkan. Beberapa jam setiap hari bekerja 

dengan tangan cenderung membarui kekuatan tubuh, mengendorkan dan menenteramkan pikiran. Dengan 

cara ini, kesehatan tubuh pada umumnya akan ditingkatkan, dan lebih banyak tugas kependetaan dapat 

dilaksanakan” (Testimonies, jld. 4, hlm. 264, 265). 

 

3. Istirahat. — Terlalu banyak pendeta Advent berkhotbah memerangi masalah kecanduan, sedangkan 

diri mereka terlibat kecanduan–untuk bekerja! Jika Anda membanggakan kerja lembur, Anda mungkin 

memiliki masalah egois membengkak atau masalah teologi. Tidurlah setiap malam. Ambillah satu hari 

libur setiap minggu. Ambillah liburan setiap tahun. Yesus mau melakukannya. Sekalipun Dia hanya 

memiliki  tiga setengah tahun untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya, Dia pastikan yang murid-murid-

Nya tidur atau beristirahat. Pada saat-saat tertentu, Dia membawa mereka ke tempat sepi untuk 

beristirahat. 

 

Dia juga melakukan saat jenis sumber istirahat yang kita tidak terlalu pahami, namun harus selalu 

merencanakannya. Pada suatu hari Sabat saja, Dia setelah berkhotbah di bait suci menyembuhkan seorang 

yang dirasuk Setan, menyembuhkan ibu mertua Petrus, mengajar murid-murid-Nya; setelah matahari 

terbenam, Dia menyembuhkan banyak orang sakit di kota (baca Markus 1). Bukanlah ini mirip dengan 

sebagian hari-hari Sabat Anda? 

 

Bagaimanakah Yesus beristirahat setelah sehari-harian begitu sibuk? Nyatanya Dia tidur sejenak, Dia 

kembali kepada metode peremajaan khusus kebiasaan-Nya: “Pagi-pagi benar, waktu hai masih gelap, Ia 

bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana” (Markus 1:35). Doa pribadi 

yaitu  salah satu cara keberhasilan Yesus untuk beristirahat dan mengisi kembali jiwa-Nya ketika Dia 

paling membutuhkan tenaga paling khusus. 

 

Kesehatan Jiwa 

 

Penginjilan yaitu  satu tugas yang menegangkan. Ketegangan itu sendiri tidak buruk. Jikalau Anda 

santai, Anda akan jatuh tertidur. Pekerjaanmu lebih tepat guna di bawah sesuatu ketegangan. Yang harus 

dihindari ialah ketegangan keterlaluan dan yang tak dapat diatasi. Satu hasil penyelidikan menunjukkan 

yang 75% dari pendeta mengalami ketegangan berat. Penyelidikan lain telah menunjukkan bahwa 

gembala wanita mengalami stres pribadi yang lebih berat ketimbang gembala laki-laki. 

 

Habis Terbakar. — Stres berat menghabiskan seluruh cadangan tenaga. Tenaga yang habis terbakar itu 

dimaksudkan dengan kelelahan fisik, mental dan emosi. Itu yaitu  akibat dari pembangkitan emosi yang 

berulang-ulang sebab  senantiasa terlibat dengan manusia. 

 

Penggembalaan itu menegangkan sebab  itu yaitu  satu tugas yang berpusat pada manusia, dan manusia 

mendatangkan stres. Begitu juga lebih banyak pekerjaan melebihi yang dapat dilaksanakan. Anda 

diharapkan lebih terampil dalam beberapa bidang melebihi kemampuanmu. 

 

Terlebih lagi Anda sedan berdiri di antara pengharapan jemaatmu dan kantor konferens atau daerah, dan 

sangat disesalkan bahwa kedua pengharapan ini sering berbeda. Ini membawa dampak “jam pasir-gelas” 

sehingga Anda merasa sedang berada di tengah-tengah sebuah jam gelas pasir di mana pasir itu tercurah 

padamu dari dua arah. 

 

Penggembalaan menegangkan sebab  pada umumnya para pendeta cenderung melakukan lebih sedikit 

rekreasi ketimbang orang kebanyakan. 

 

Mencegah kehabisan tenaga. — Di sisi positif, penyelidikan menunjukkan bahwa para pendeta cenderung 

memiliki  lebih banyak akal untuk mengatasi stres ketimbang penduduk pada umumnya. Pengalaman 

iman yang kuat yaitu  pelindung yang paling tahan mencegah kehabisan tenaga. 

 

Yesus mengajarkan satu pelajaran yang nampaknya terlalu banyak pendeta tidak mempelajarinya. 

Menurut Dia, kepuasan datang bukan dari apa yang kita lakukan, tetapi dari keadaan kita yang 

sebenarnya, selaku anak-anak Allah yang sangat dikasihi-Nya. Orang-orang Kristen harus merasa sudah 

diampuni, sudah diselamatkan dikasihi. Dengan demikian Kekristenan cenderung membuat kita optimis 

ketimbang pesimis. Sikap negatif orang yang pesimis sering membutakannya sehingga tidak membuat 

solusi. Orang yang optimis lebih gembira, lebih sehat, dan merekalah yang dapat menangani masalah 

lebih baik. 

 

Namun demikian, Anda memerlukan bantuan khusus dari orang tertentu pada saat-saat tertentu pula. Ini 

boleh saja datang dari pasanganmu, dari rekan pendeta, dari seorang sahabat atau dukungan satu 

kelompok. Beberapa konferens atau daerah memiliki  satu rencana membayar tanpa nama paling sedikit 

sebagian dari biasa penyuluhan seorang penasihat ahli. Janganlah merasa terlalu bersedih atau sombong 

menerima nasihat. Rencanakanlah hidupmu dengan pengharapan bahwa “kita semua kadang-kadang 

memerlukan pertolongan.” 

Pasal 6 

 

Penampilan Pribadi 

 

“Dalam hal perilaku dan pakaian, Allah mengharapkan para pendeta untuk memberikan satu penampilan 

prinsip kebenaran dan kekudusan jabatannya” (Gospel Workers, hlm. 174). 

 

 

Penampilan Penting 

 

Bila Anda pertama kali bertemu dengan seseorang, bahkan sebelum engkau mulai mengucapkan sepatah 

kata pun, orang itu membuat satu penilaian terhadap Anda berdasarkan penampilan pribadi. Cara 

penampilan Anda bukan hanya mengesankan orang yang Anda temui, tetapi mempengaruhi cara mereka 

memperlakukan Anda. 

 

“Tetapi penampilan tidak banyak mempermasalahkan saya,” kata Anda membela diri. Apakah orang 

berpengaruh tidak penting bagimu? Jika demikian, penampilan pribadi harus dipentingkan, sebab  apa 

yang dilihat orang kadang-kadang berbicara begitu keras sehingga mereka tidak dapat mendengar apa 

yang Anda sedang katakan. “Seorang pendeta yang lengah menjaga penampilan pakaiannya sering 

melukai hati mereka yang memiliki  perasaan halus dan selera baik.” (2 T, hlm 613). 

 

Pakaian meningkatkan derajat dan profesi Anda. Jika pakaianmu tergolong kelas dua dibanding dengan 

rekan satu profesi di tengah-tengah warga , warga  itu sendiri akan menilai profesi Anda 

tergolong kelas dua. 

 

 

Penampilan harus Menarik Orang Kepada Kristus. 

 

Rasul Paulus memberikan nasihat ini: “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau 

melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1 Kor. 10:31). 

Berpakaianlah begitu mengesankan–bagi Kristus. “Allah surgawi . . .  Dihormati atau tidak dihormati 

dengan cara berpakaian orang yang bertugas demi kehormatan-Nya” (Gospel Workers, hlm. 173). 

 

Pakaian akan membuka atau menutup pintu kepada Kristus. Jika manusia mengharapkan orang-orang 

yang berprofesi khusus berpakaian dengan cara khusus, manusia itu lebih cenderung mempercayai 

mereka jika mereka berpakaian seperti yang diharapkan. Riset juga membuktikan bahwa pakaian khusus 

menerobos ke dalam kepercayaan orang. Orang-orang hampir tidak mengetahui apakah akan meyakini 

atau mempercayai seseorang yang berpakaian cara lain berbeda dari yang mereka harapkan. 

Janganlah beli pakaian murahan; pakaian itu kadang-kadang menjadi yang termahal. Pakaian yang 

berkualitas tinggi bertahan lebih lama. Bentuknya juga lebih bagus, dengan demikian itu kelihatan lebih 

rapi. 

 

Ada tiga macam faktor penampilan yang paling banyak menarik orang kepada Kristus: 

1. Selera yang baik. — Aturan berpakaian yang pertama ialah pertimbangan sehat. Hindari mode. 

Sebagai contoh, pakaian kependetaan yang dihormati ialah yang konservatif berdasarkan budaya lokal 

 

Selera yang baik seharusnya bukan hanya yang cocok, tetapi harus cocok kepada ritual  saat itu. Pakaian 

yang konservatif sangat cocok di mimbar, dan tentu saja di acara pernikahan atau ritual  penguburan, 

tetapi jangan berpakaian terlalu konservatif di hadapan orang muda sehingga mereka berpikir bahwa 

Anda termasuk orang zaman dulu saja. 

 

Laki-laki harus cukup dapat disadarkan untuk mendengar nasihat istri sendiri tentang bagaimana cara 

berpakaian. Perempuan cenderung lebih tertarik pada penampilan pribadi, dan lebih cerdas dalam hal 

selera yang baik. 

 

2. Kerapian. — Anda susah mengajarkan kerapian atau berkhotbah tentang disiplin diri sementara 

pakaian Anda seperti tempat tidur yang berantakan. “Kehilangan akan jiwa-jiwa akhirnya dapat ditelusuri 

ke belakang kepada pakaian pendeta yang tidak rapi” (2 T, hlm. 613). Kerapian tidak perlu mahal-mahal. 

Ini mencakup pakaian yang diseterika dengan rapi dan sepatu yang mengkilap. 

3. Kebersihan. — Pakaian pendeta haruslah dipelihara kebersihannya, begitu juga seharusnya sanga 

pendeta. Berkhotbah dan tugas kita yang lainnya cenderung merangsang saraf sehingga kita berkeringat. 

Ketika peluh kita semakin basi, itu akan mengeluarkan bau yang tidak sedap yang menyengat hidung. 

 

 

Penampilan Seharusnya Tidak Menarik Perhatian 

 

Pakaianmu harus disesuaikan dengan budaya setempat di mana Anda bekerja. Jika ada gangguan udara di 

siaran radio Anda, Anda mungkin merasa gelisah dan mencoba untuk menyetel radio itu untuk sementara 

sambil menghilangkan suara ribut, tetapi kalau keributan itu berlanjut, Anda akan mematikan radio itu. 

Satu penampilan pribadi yang tidak diinginkan, bahwa pakaian dan gerak-gerik pengkhotbah yang tidak 

disenangi, semuanya itu akan menimbulkan gangguan. Itu akan mengganggu apa yang Anda mau supaya 

didengar oleh hadirin. Bila terlalu banyak gangguan, maka para pendengar akan memastikan suara 

pengkhotbah itu. 

 

Riset menunjukkan bahwa 7% dari apa yang disampaikan pembicara datang dari kata-katanya, 38% dari 

cara berbicara, dan 55% dari ekspresi wajah dan gerakan tubuh. Mungkin Anda tidak menyukainya, tetapi 

bahasa tubuhmu dapat berbicara begitu nyaring sehingga orang-orang susah mendengar khotbahmu. 

 

Anda tak dapat menggambarkan kebahagiaan mengikut Kristus jikalau Anda berkhotbah dengan muka 

cemberut. Wajah pengkhotbah yang pucat pasi yaitu  gambaran yang menakutkan dari wajah Yesus yang 

sehat walafiat. 

 

Lebih baik kalau penampilan wajahmu tidak banyak diperhatikan. Apakah cocok mengenakan jam tangan 

emas atau kacamata yang berbingkai emas? Bagaimana dengan penjepit dasi yang berkilau-kilauan, 

kancing manset, rambut mode trendi atau jenggot? Tujuannya ialah, berpakaianlah sehingga orang-orang 

tidak memperhatikannya. Jika penampilanmu terlalu mencolok atau terlalu molek, orang pasti 

memperhatikannya. Janganlah menimbulkan gangguan dengan pakaianmu. Berpakaianlah begitu rupa 

sehingga tidak mengganggu pekabaranmu. 

Pasal 7 

 

Keuangan Pribadi 

 

 

“Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat 

dipercaya” (1 Kor. 4:2). Di sini ada 10 aturan main yang baik bagi seorang penatalayan yang setia tentang 

keuangan pribadi. 

 

1. Nikmatilah kesederhanaan. — Para pekerja Kristen, termasuk Yesus dan para pendiri gereja-Nya, 

selalu beruntung sebab  beroleh hanya sedikit upah. Jadi, jika Anda hidup dengan gaji seorang pendeta, 

belajarlah menikmati kesederhanaan dan penghematan. Terapkanlah doa kepuasan hati Salomo sebagai 

doamu sendiri: “ . . .  Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan” (Ams. 30:6). Sebaliknya, 

apabila Anda menganggap diri terutama sebagai seorang ahli yang berhak hidup setara dengan para ahli 

lainnya di jemaatmu, pasti Anda akan sangat kecewa. Seorang pendeta Kristen, berdasarkan panggilan 

Ilahi, yaitu  seorang pemimpin pelayan untuk dengan perekonomian anggota jemaat secara keseluruhan. 

Sistem persepuluhan diciptakan untuk memungkinkan hal ini pada umumnya. 

 

Anggota jemaat tersinggung menyangkal diri dalam memberikan dana kepada pemimpin yang taraf 

hidupnya lebih tinggi dari si pemberi dana. Mereka tidak ingin memberi uang kepada pemimpin untuk 

memperoleh barang-barang yang tak dapat dibeli oleh anggota pemberi dana. Jika engkau tidak merasa 

puas dengan dana yang ada, janganlah merasa terlalu pasti bahwa dana yang lebih besar dapat 

menyelesaikan persoalan. Betapapun besar atau kecilnya pendapatan, hampir setiap orang berpikir 

demikian. Penyelesaian masalah keuangan bukanlah sekadar memperoleh lebih banyak uang, tetapi 

belajar mengatur uang yang ada padamu. Itu mulai dengan mengetahui perbedaan antara apa yang engkau 

mau dengan apa yang engkau butuhkan. Itu termasuk mencari jalan keluarnya. Mengatur anggaran 

belanja itu dapat menantang kreativitas seorang ahli dan itu juga dapat berhasil. 

 

Seorang istri pendeta yang menyimpulkan kewajibannya untuk hidup sederhana berkata demikian: “Gaji 

suami saya bukanlah seperti yang selayaknya, tetapi saya tidak akan membiarkan hal ini merampas rasa 

kepuasan saya. Dengan hati-hati saya menjaga sikap terhadap barang-barang dan keuangan, berbelanja 

dengan bijak, dan memperhatikan berkat yang saya nikmati selaku seorang istri pendeta sebagai kekayaan 

yang tak terbatas. Sikapku terhadap gaji suamiku dapat menghasilkan satu berkat atau satu kutuk dalam 

hidupku, dan saya menentukan sikap terhadap berkat.” 

 

2. Jadilah jujur sepenuhnya. — sebab  mereka berusaha menjadi jujur, para pendeta terlalu banyak 

menganggap kejujuran itu boleh-boleh saja. Godaanmu ialah menipu sedikit tentang pajak pendapatan, 

salah menggambarkan apa yang sedang engkau jual, atau mengubah pembukuan dana gereja. Disiplinlah 

diri Anda supaya jujur sepenuhnya. 

 

Janganlah pernah mengambil keuntungan pribadi dari dana gereja yang Anda sedang tangani. Dana itu 

bukan milikmu, tetapi milik jemaat, bahkan milik Allah! Dana gereja haruslah ditangani dengan satu rasa 

tanggung jawab yang lebih besar dan dalam keadaan yang dapat dipertanggungjawabkan lebih daripada 

mengatur dana sendiri. 

 

Daerah, Uni dan General Conference memberikan uang jalan kepada para pemimpin mereka begitu juga 

anggaran belanja lain. Janganlah memakai  dana ini untuk kepentingan pribadi yang tak dapat 

diperoleh seorang pendeta. 

 

3. Bayarlah rekening dengan segera. — Bukan hanya nama baikmu sendiri, tetapi juga nama baik 

jemaatmu, itu tergantung pada pembayaran rekening pada waktunya. Jika berpindah ke daerah atau 

konferens lain, kalau ada utangmu ke daerah atau konferens Anda, bayarlah itu dengan jujur. 

 

4. Berbelanjalah dengan bijak–tetapi bukan dengan kikir. — Janganlah Anda menjadi ahli diskon 

yang selalu memohon pada pedagang supaya memberikan potongan khusus kepada pendeta. Itu 

merendahkan panggilanmu dan Anda dapat tergolong orang yang mementingkan diri sendiri. Pedagang 

itu juga harus dapat hidup. 

 

5. Hindari Utang. — Ny. E. G. White menasihatkan para pimpinan gereja demikian, “Biarlah mereka 

membatasi diri terhadap kecenderungan berutang seperti menghindari sebuah pagar kawat berduri” (5T, 

hlm. 235, 236). Pinjamlah sesedikit mungkin, dengan bunga yang paling rendah yang dapat diperoleh, 

untuk jangka waktu yang paling singkat yang Anda peroleh. Hiduplah dengan anggaran belanja walaupun 

itu sangat minim. Satu anggaran belanja akan mengajarkan disiplin padamu dalam perkara keuangan. 

 

waspada   terhadap kartu kredit (kalau ada). Itu yaitu  satu berkat hanya kalau engkau dapat membayar 

utang sebelum ditambahkan bunganya. Dengan gaji seorang pendeta, engkau tak dapat membayar bunga 

kartu kredit yang melebihi biasanya. 

Milikilah asuransi secukupnya. Ny. E. G. White memberi amaran terhadap asuransi jiwa yang bersifat 

untung-untungan, di mana Anda menabung sejumlah besar uang dengan pengharapan agar Anda atau 

pewaris Anda menjadi kaya. Tetapi asuransi yang masuk akal itu perlu untuk melindungi keuangan 

pribadimu. 

 

6. Hindari kerja sambilan. — Pemimpin dan anggota organisasi jemaat bertanggung jawab 

menyediakan gaji yang cukup untuk penghidupan bagi para pendetanya. Seorang pendeta bertanggung 

jawab untuk hidup dengan gajinya agar dia dapat mengerahkan segenap tenaga dalam pelayanan 

penginjilan. “Seorang pendeta yang mengabdikan diri sepenuh kepada Allah menolak untuk melibatkan 

diri dalam bisnis yang akan menghalanginya dari penyerahan diri sepenuhnya kepada panggilannya yang 

kudus” (The Acts of the Apostles, hlm. 366). 

 

7. Jangan pernah meminjam apa-apa dari anggota. — Meminjam dari anggota cenderung menuntun 

kita kepada salah satu dari dua masalah: (1) kesalahpahaman di kemudian hari dan hubungan yang tegang 

dengan yang meminjamkan, atau (2) Sikap pilih kasih terhadap siapa engkau berutang. 

 

8. Jangan mencari hadiah dari anggota. — Bermain di atas rasa simpati anggotamu menyangkut 

keuntungan keuangan itu tidak adil bagi anggota yang juga meremehkan panggilanmu. 

 

9. Jadilah seorang pemberi yang patut dicontoh. — Tidak dipekerjakan seorang pendeta yang tidak 

membayar persepuluhan dengan setia. Berilah persembahan dengan murah hati. Janganlah meminta 

anggota jemaat supaya berkorban untuk gereja lebih daripada yang engkau lakukan. 

 

10. Menabunglah sedikit. — Rencanakan untuk hal-hal yang tak terduga, untuk perbaikan darurat, untuk 

pergantian alat-alat dan untuk biaya pengobatan mendadak. Anda juga perlu bergantung kepada tabungan 

untuk membayar kontan barang-barang besar, pendidikan anak-anak, dan persiapan untuk pensiun. 

 

Kadang-kadang boleh saja Anda tidak sanggup menabung jumlah yang besar, tetapi kebiasaan menabung 

lebih penting dari jumlah yang ditabung. Berikanlah pertama-tama kepada Allah, kemudian barulah 

berikan kepada dirimu–masukkan sesuatu sebagai tabungan. Taktiknya ialah supaya hidup sedikit di 

bawah kesanggupanmu. Satu cara yang lebih tidak menyakitkan dalam memulai tabungan ialah 

menunggu sampai kenaikan gaji. Jika Anda aman-aman saja dengan gaji sebelumnya, masukkanlah uang 

tambahan itu ke dalam tabungan. 

 

Bagaimana caranya mengatur keuangan pribadi? Lakukanlah yang terbaik, kemudian percayalah kepada 

Allah yang akan menyelesaikannya. “Allah akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan 

kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:19). 

Pasal 8 

 

Kehidupan Keluarga 

 

Penginjilan Dimulai di Rumah Tangga 

 

 

Menurut tradisi, keluarga pendeta mengalami stres khusus. — Pendeta mengalami ketegangan. Umumnya 

pendeta itu berbeban berat. Malahan sebagian mereka bersalah kalau mereka menyisihkan waktu untuk 

keluarga. Mereka bekerja sepanjang hari sebagai “orang kudus” walaupun mereka bukan demikian. 

Mereka harus senyum dan penuh kasih bagaimanapun mereka diperlakukan. Hanya kalau sudah tiba di 

rumah, mereka berani meledak melepaskan perasaan dan kebingungan terhadap keluarganya. 

 

Tiada tempat lain selain di rumah yang mengingatkan pendeta begitu tegas tentang kemanusiaan dan 

keberdosaannya dalam hubungan kekeluargaan. Tidak peduli betapa berhasil mereka dalam menolong 

mereka memecahkan masalah hubungan; jika mereka tidak dapat memecahkan masalah sendiri, pasti 

mereka akan merasakan satu kegagalan. 

 

Istri pendeta mengalami ketegangan. Ketegangan melayani penginjilan juga mempengaruhi sang istri. 

Jika sering pindah tempat, itu akan menuntun kepada satu pengalaman merasa kesepian dan terisolasi. 

Istri boleh merasa bersalah untuk menolak sikap suami yang mendahulukan tugas gerejani. Mereka 

mungkin menghadapi faktor-faktor ketegangan lainnya seperti tidak memiliki  cukup waktu untuk 

keluarga, masalah keuangan, perasaan akan ketidaksanggupan pribadi, kritikan dari anggota jemaat, dan 

keprihatinan tentang keputusan komite daerah/konferens. 

 

Anak-anak pendeta mengalami ketegangan. Kadang-kadang anak-anak mereka bingung menanggapi 

perbedaan antara apa yang dikhotbahkan si pengkhotbah dengan bagaimana kehidupan pengkhotbah itu. 

Satu contoh terbatas anak-anak pendeta seusia SMU atau Perguruan Tinggi, kebanyakan mereka merasa 

sangat tertekan untuk menyesuaikan diri dengan apa yang diharapkan anggota gereja. Delapan puluh 

delapan persen orang dewasa memperlakukan mereka dengan cara berbeda sebab  mereka yaitu  AP 

(anak pendeta). Lima puluh enam persen menjawab bahwa peraturan di rumah mereka berbeda dengan 

teman-temannya. 

 

Di sisi yang positif, 88% mengharapkan agar sikap kepercayaan dewasa dan sikap moral akan banyak 

bersamaan dengan orang tuanya. Delapan puluh persen mengatakan bahwa secara keseluruhan, mereka 

menikmati hidup selaku AP (anak pendeta). 

 

Menurut sejarah, keluarga pendeta telah diabaikan. — Kalau para rasul memiliki  keluarga, nampaknya 

mereka kurang memperhatikannya. Rasul Paulus mungkin pernah menikah, tetapi dia menekankan 

keuntungan pendeta kalau tidak menikah. Gereja Katolik Roma mempertahankan pastornya tetap 

bujangan. Orang-orang Advent menelusuri akarnya ke Gereja Metodis. John Wesley selaku pendirinya 

tidak menikah sampai usia 48 tahun. Kendatipun demikian, dia mempersingkat bulan madunya dengan 

keterangan bahwa seorang pengkhotbah Metodis tidak harus mengurangi satu pun khotbahnya, atau 

mengurangi perjalanan satu hari lebih singkat waktu menikah atau semasa masih bujangan. 

 

Latar belakang sejarah nampaknya memaafkan pendeta modern untuk mengabaikan keluarga. Namun 

argumentasi yang berlawanan lebih kuat lagi. Keluarga yaitu  orientasi Yesus dalam hubungan-Nya 

dengan ibu-Nya. Para rasul tidak memiliki  hubungan keluarga yang normal, sebab  mereka terikat 

dengan pelayanan penginjilan berkeliling yang unik. 

 

Sebagaimana model pendeta dalam Perjanjian Baru, kita patut lebih tepat mengambil benteng 1 Timotius 

3, yang biasanya dianggap sebagai seorang ketua jemaat. Di sini rasul itu dengan tegas mengemukakan 

konsep keluarga pendeta (ayat 2). Sebenarnya ayat itu memberi kesan bahwa kegagalan di rumah tangga 

yaitu  indikasi kegagalan pendeta dalam pelayanan. “Jika seorang tidak tahu mengepalai keluarganya 

sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus jemaat Allah?” (Ayat 5). 

 

“Tugas seorang pendeta ada di sekitarnya, dekat dan jauh; tetapi tugas utamanya yaitu  anak-anaknya. . . 

.   Dunia tidak begitu membutuhkan otak besar, seperti otak laki-laki yang baik, yang menjadi satu berkat 

dalam keluarganya” (Gospel Workers, hlm. 204). 

Secara teologi, keluarga pendeta yaitu  pelayanan penginjilan pendeta itu yang pertama. — 

Teologi Kristen seharusnya menjadi pendeta itu satu suami model. Mengapa? 

1. Kekristenan yaitu  hidup yang berpusat pada kasih. “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak 

mengenal Allah, sebab Allah yaitu  kasih” (1 Yoh. 4:8). 

 

2. Kasih yaitu  kesanggupan yang dikembangkan. Tidak ada orang yang dilahirkan mengasihi, 

biarpun ketika kita “dilahirkan kembali.” Kita dilahirkan dengan kebutuhan akan kasih dan dengan 

kesanggupan memperoleh kasih, tetapi kasih itu sendiri yaitu  tabiat yang sudah terdidik. Begitulah Allah 

menciptakan rumah tangga. 

 

3. Rumah tangga yaitu  sebuah tempat ujian kasih. Di sanalah kita mempelajari ketidaksempurnaan 

kasih kita terus-menerus dengan sungguh-sungguh. 

 

4. Rumah tangga yang aman sentosa yaitu  sebuah tempat belajar kasih. Anak-anak mempelajari 

kasih bila mereka diliputi kasih. Orang dewasa belajar mengasihi lebih sempurna bila mereka dikelilingi 

oleh kekasih dengan siapa mereka berani terbuka. 

 

Dengan demikian, jika kasih itu berada di hati Kekristenan, dan jika rumah tangga itu tempat 

pengembangan dan ujian kasih, maka rumah tangga itu pastilah menjadi pusat Kekristenan. Jika kasih 

Kristen tidak berhasil di rumah tangga, itu tidak akan berhasil di mana-mana. 

 

Sebagaimana pentingnya hari Sabat, lebih banyaklah rumah tangga ketimbang hari Sabat dalam Sepuluh 

Hukum. Lima dari hukum itu menyangkut rumah tangga secara langsung atau tidak langsung. 

 

— Kedua–Anak-anak cenderung mengikuti teladan dari orang tua. 

— Keempat–Sabat perhentian melibatkan orang tua, anak laki-laki dan perempuan. 

— Kelima–Anak-anak pada semua umur memiliki  satu tanggung jawab kepada orangtua mereka. 

— Ketujuh–Perzinaan masih disebut dosa. 

— Kesepuluh–Kagumilah istri atau suami sendiri, bukan milik tetanggamu. 

 

sebab  lebih banyak disinggung tentang rumah tangga ketimbang hari Sabat dalam Sepuluh Hukum, 

hanya pembaru rumah tanggalah yang menyebut diri sebagai pemelihara hukum. 

 

Pada acara pernikahan pertama Allah mengatakan: “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan 

ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging” (Kej. 2:24). 

Hubungan suami istri lebih rapat satu dengan yang lain ketimbang hubungan dengan apa pun atau dengan 

siapa pun di dunia ini. Hai pendeta, hubungan itu mendahului hubunganmu dengan anggota gereja, 

dengan pelajaranmu, dengan hobimu, dengan tujuan konferensmu, di atas segala sesuatu, kecuali Allah 

sendiri. 

 

 

Resep untuk Keluarga Pendeta Bahagia 

 

1. Gunakanlah waktu yang baik secara teratur. — Berikan waktu. Sebuah penelitian terhadap ara istri 

pendeta Advent menunjukkan bahwa mereka merasa yang waktu suami mereka diprioritaskan sebagai 

berikut: (1) tugas pelayanan gereja, (2) waktu bersama Allah, (3) kesehatannya, (4) istri, (5) anak-anak. 

Tujuh puluh dua persen merasa cemas sebab  tidak memiliki  cukup waktu untuk keluarga. 

 

Hadiah yang paling besar yang engkau dapat berikan kepada keluargamu ialah dirimu sendiri. “Tidak ada 

yang dapat memaafkan pendeta sebab  mengabaikan lingkaran dalam untuk melayani lingkaran yang 

lebih besar di luar. Kesejahteraan keluarganyalah yang didahulukan” (Gospel Workers, hlm. 204). 

 

Berikan waktu yang dapat diandalkan. Keluarga pendeta mengeluh lebih sedikit tentang pendeta yang 

gagal menyediakan cukup waktu daripada tentang mereka yang gagal memberikan waktu yang dapat 

diandalkan. Bila Anda menjanjikan waktu untuk keluarga tetapi kemudian membatalkannya sebab  

keadaan darurat urusan gereja, keluarga itu akan merasa tergolong kelas dua dalam persaingan dengan 

gereja. Jaranglah menunda; jikalau terpaksa, pastikanlah memenuhi janji itu pada kesempatan pertama. 

 

Berikan waktu yang bermutu. Sisihkan waktu bila Anda belum merasa kehabisan tenaga. Gunakanlah 

waktu itu untuk anak-anak. Berikanlah perhatianmu sepenuhnya, lebih baik daripada bersama-sama di 

dalam satu ruangan tetapi Anda melakukan urusanmu sendiri. Istri memerlukan waktu untuk menjauh dari 

anak-anak, di mana Anda berdua bersama menyendiri. 

 

Ketika Martin Luther menjemur popok, tetangga tertawa. Tetapi Luther berseru: “Biarkanlah mereka 

tertawa. Allah bersama malaikat tersenyum di surga.” 

 

2. Berkomunikasi secara mendalam. — Berkomunikasilah dengan anakmu. Kata “komunikasi” datang 

dari akar yang sama dengan “biasa.” Berapa banyak kebiasaan kita dengan anak-anak kita itu tergantung 

pada berapa dalam kita berkomunikasi dengan mereka. Komunikasi lisan seharusnya mencakup berbicara 

dan mendengar. Kita berbicara kepada (atau lewat) anak-anak terlalu banyak dan mendengar terlalu 

sedikit. Bahasa tubuh juga alat komunikasi. Kebutuhan anak-anak tidak pernah lebih daripada dijamah 

atau dipeluk. 

 

Berkomunikasilah dengan istrimu. Istrimu memerlukan telingamu, bukan hanya hatimu. Rasul Paulus 

menasihatkan: “Hai suami-suami, kasihilah istrimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia” (Kolose 

3:19). Dengarkanlah dia dengan penuh kasih. Dengarlah dia tanpa menghakimi. 

 

Bercakap-cakaplah. Bila Anda mendapat kegembiraan sebab  berhasil dalam pelayanan, bagikanlah itu 

kepada istrimu. Sang istri mendengar terlalu banyak masalah gereja, tetapi terlalu sedikit mendengar 

keberhasilan jemaat. 

 

Berkomunikasilah dalam satu tingkat perasaan yang lebih mendalam. hanya sedikit komunikasi 

kekeluargaan yang berlaku ketika kita berbicara tentang berbelanja atau membayar rekening. Kita 

mengenal orang secara intim hanya sampai batas situasi bila kita mengetahui perasaan-perasaan terdalam. 

Orang-orang tidak berani membuka diri dan membicarakan hal seperti itu. Mereka berani hanya kalau 

merasa pasti yang mereka tidak akan merasa malu, atau dipermalukan, atau dianggap bodoh. 

 

Pendeta harus membicarakan tentang posisi istrinya di jemaat. Di manakah istri itu paling cocok? Apakah 

mereka merasa nyaman dalam tugasnya? 

 

Berbicaralah tentang percintaan dan cara berkasih-kasihan. Supaya merasa puas sepenuhnya, keintiman 

fisik harus didahului dengan keintiman mental dan spiritual. Bila Anda cukup dekat untuk melakukan 

keintiman seksual, Anda harus cukup dekat untuk membicarakannya. 

 

2. Seringlah saling mendukung. — Buatlah satu kebiasaan untuk melihat sesuatu yang baik dan indah 

dalam diri istrimu dan anak-anakmu setiap hari, dan beritahukanlah itu kepada mereka. Tuliskanlah 

memo-satu-menit kepada anak-anakmu. Memo semenit ini mengambil waktu hanya satu menit 

menuliskannya dan kurang dari satu menit membacanya. Gunakanlah itu untuk ucapan penghargaan, 

ucapan terima kasih atau pemikiran inspirasi atau biarlah keluargamu mengetahui bahwa Anda sedang 

memikirkan mereka. 

 

Bersama-samalah dengan istrimu di tempat umum. Istrimu akan menyenanginya, dan anggota jemaat 

akan memperhatikan bahwa Anda tidak memerlukan lebih banyak lagi percintaan dibanding dengan yang 

sudah dimiliki. Jika Anda berdua merasa enak melakukannya, sementara Anda keluar menuju pintu 

selesai khotbah pada Sabat pagi, berhentilah sejenak di ujung bangku istrimu, lalu berjalan keluar 

bersama. Salamilah anggota jemaatmu di pintu bersama dia. Ucapkanlah dari mimbar dengan lembut 

hanya kata-kata penghargaan terhadap pasanganmu. Dalam khotbahmu, janganlah mendukung anak-

anakmu sebagai contoh yang baik, atau membuat ilustrasi tentang kegagalan mereka. Jadi, dukunglah 

keluargamu dengan baik. 

 

4. Berdoa setiap hari. — Prioritaskanlah kebaktian keluarga setiap hari. Namun, buatlah kebaktian 

keluarga itu satu pengalaman yang berbahagia. Jadilah imam, tetapi tidak selamanya menjadi mahaguru. 

Berarti, Anda harus menjadi pemimpin rohani dalam keluarga. Tetapi janganlah menganggap bahwa 

hanya dirimu yang mengetahui jawaban. Kekristenan dimaksudkan menjadi satu pengalaman pribadi 

yang intensif. Tidak ada orang yang mengetahui semua jawaban untuk setiap orang. Keluarga perlu 

membicarakan kepercayaan dan ukuran iman, bukan hanya menentukannya sebagai tradisi keluarga atau 

aturan gereja. 

 

Pada saat tertentu dalam kebaktian keluarga, tentukanlah seorang dari setiap keluarga anggota dan 

mengundang mereka untuk mengusulkan satu ciri tabiat seorang Kristen yang Anda sudah perhatikan 

dalam diri orang itu. Sebelum berdoa, tanyakanlah: “Apakah yang perlu saya doakan untuk Anda hari 

ini?” Sementara Anda berdoa, gunakanlah pendekatan sesuai budaya untuk menyatakan kesatuan 

keluarga itu. 

 

 

Keuntungan Keluarga Pendeta 

 

Benar bahwa ada ketegangan unik dalam keluarga pendeta. Tetapi ada juga keuntungan khusus. Hasil 

riset menunjukkan hanya 10 sampai 15 persen dari anak-anak pendeta yang menghadapi kesusahan dalam 

tugas mereka. Telah diteliti bahwa anak-anak pendeta memiliki  penampilan yang lebih luas kepada 

orang-orang dan pendapat, dan biasanya satu keluarga yang lebih aman dalam melakukan tugas rohani 

dalam mengajak orang Kristen supaya mencintai pekerjaan. 

 

Keuntungan-keuntungan lain yang didaftarkan keluarga pendeta: 

— Satu maksud dan tujuan yang pasti dan misi dalam hidup. 

— Kesempatan bekerja sebagai satu tim dalam arti kekekalan. 

— Orang yang sudah disesuaikan alam pekerjaan dan memiliki jawaban. 

— Kepuasan menolong orang lain dalam cara yang terbaik menolong orang lain untuk menemukan kasih 

Allah. 

— Diliputi oleh kasih dari sahabat-sahabat Kristen. 

 

Untuk mempertahankan satu keluarga pendeta yang berbahagia supaya menantang, itu mengundang 

cukup banyak masalah, tetapi akan berhasil jika diusahakan. Jika ada sesuatu yang salah, janganlah 

selesaikan dengan memutuskan tali hubungan keluarga sampai mati. Jadilah seorang Kristen. Carilah satu 

kebangkitan. Itu akan memberkati keluargamu dan melipatgandakan pengaruh pelayanan penginjilanmu. 

“Sebab keluarga yang teratur dan berdisiplin ketat akan berbicara lebih banyak tentang Kekristenan 

ketimbang semua khotbah yang dapat dikhotbahkan” (The Adventitst Home, hlm. 32). 

Pasal 9 

 

Etika Kependetaan 

 

 

Kode Etik 

 

Dengan nasihat dari para pendeta dan para pengurus organisasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di 

seluruh dunia, Asosiasi Kependetaan General Conference telah menyediakan dan merekomendasikan 

kode etik kepada setiap pendeta Advent. 

 

 

Kode Etik Pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh 

 

Saya mengakui bahwa sebuah panggilan melayani penginjilan dari Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh 

bukanlah dimaksudkan untuk memberikan satu kesempatan atau posisi khusus, tetapi untuk 

menghidupkan satu kehidupan pengabdian dan pelayanan bagi Allah, Gereja-Nya dan dunia ini. Saya 

menegaskan bahwa hidupku pribadi dan semua kegiatan profesi harus berakar di dalam firman Allah dan 

tunduk kepada kekuasaan Kristus. Saya secara keseluruhan mengakui dasar-dasar kepercayaan Gereja 

Masehi Advent Hari Ketujuh. 

 

Saya ditahbiskan untuk mempertahankan standar tabiat profesi dan kecakapan dalam pelayananku. Saya 

bermaksud untuk membangun hubungan berdasarkan prinsip yang digariskan dalam hidup dan 

pengajaran Kristus. 

Dengan rahmat Allah, saya akan memakai standar ini dalam hidupku dengan memasukkan hal-hal 

berikut: 

1. Mempertahankan satu kehidupan yang sangat berarti bagi diriku dan bagi keluargaku. 

2. Memberikan perhatian dan waktu sepenuhnya kepada pelayanan penginjilan yang menjadi kejuruanku 

satu-satunya. 

3. Menyerahkan diriku kepada satu pertumbuhan profesi yang berkesinambungan. 

4. Memprakarsai dan mempertahankan hubungan dengan sesama pendeta yang mendukung profesi. 

5. Melindungi kerahasiaan profesi yang paling ketat. 

6. Mendukung gereja sedunia dan organisasi yang mempekerjakanku. 

7. Mengatur keuangan gereja dan pribadi dengan ketulusan hati. 

8. Memahami dan memperlakukan keluargaku sebagai bagian utama dari pelayanan penginjilanku. 

9. Mempraktikkan hidup sehat. 

10. Memperlakukan lawan jenis dengan sopan. 

11. Menghormati kepribadian setiap orang secara jujur tanpa prasangka. 

12. Mengasihi mereka untuk siapa saja melayani dan menyerahkan hidupku demi pertumbuhan 

kerohanian mereka. 

 

Sesama rekan pendeta. — Kita selaku pendeta mengasihi Tuhan kita. Kita mengasihi pekerjaan kita, 

dan kita mengasihi jemaat kita. Tetapi kita harus saling mengasihi satu dengan yang lain lebih daripada 

yang telah dilakukan. Kita harus mengurangi roh persaingan di antara kita, dan meningkatkan roh kerja 

sama. Kita harus saling mendukung. Kita perlu mengadakan pertemuan pendeta bukan hanya sekadar 

bertemu untuk mendapat petunjuk, tetapi satu saat suasana yang menghangatkan. Kita perlu saling 

menanggung masalah di antara rekan pendeta. Kita perlu merasakan pedihnya luka pendeta yang lain. 

 

Pengawas-seniormu. — Hai pendeta muda, dukunglah pengawas-senior Anda dan pelayanan penginjilan 

mereka. Mungkin tingkat pendidikanmu lebih tinggi, kepribadianmu mungkin lebih menawan, dan 

talentamu lebih besar, tetapi jangan pernah menganggap remeh nilai kebijakan yang diraihnya melalui 

pengalaman. Pendeta pengawas selalu memiliki orang-orang yang tidak setuju dengannya. Pendeta itu 

boleh jadi harus berterus terang kepada mereka. Jangan biarkan hal ini memperoleh pendengar yang tidak 

setia bila mereka memuji Anda dan mencela pendeta seniormu. 

 

Asosiasi Kependetaan General Conference telah menyediakan Buku Pedoman Bagi Pendeta Muda dan 

Pengawas-Senior untuk membantu selama proses pelatihan. Ini dapat dipesan dari GC Ministerial Supply 

Center. 

 

Pendahulu Anda. — Bila Anda pindah ke distrik baru, jangan terlalu cepat membuang rencana kerja 

pendeta pendahulumu. Rencana Anda bukanlah yang terbaik hanya sebab  itu yaitu  milikmu. 

Tunjukkanlah kebijaksanaan dan rasa hormat dengan melanjutkan rencana kerja yang sudah ada. 

 

Yang menggantikanmu. — Tinggalkanlah catatan gereja yang baik, seperti peta lokasi keanggotaan, 

wilayah baru, dsb., daftar pegawai jemaat dan anggota komite, peminat ceramah dan catatan pungutan 

derma. 

 

Bagikanlah informasi penting seperti tempat berbelanja, dokter dan dokter gigi, rumah sakit dan toko 

buku, dsb. Aturan mainnya: “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang lain perbuat kepadamu, 

perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Matius 7:12). 

 

Rekan pendeta yang didisiplin. — Pendeta yang kena disiplin janganlah “dikucilkan” oleh para pendeta 

lainnya. Janganlah mengambil sikap “lebih suci dari Anda” terhadap mereka yang telah dikeluarkan dari 

kependetaan. Biasanya mereka sudah merasa gagal, dan kegagalan sangat menyakitkan. Seringkali rumah 

tangga mereka berantakan. Mereka tiba-tiba diasingkan dari kelompok teman-teman semua dan merasa 

sangat kesepian. Mereka memerlukan seorang gembala. Mereka membutuhkan seorang sahabat. 

 

Rekan pendeta yang bukan Advent. — Anda memiliki  lebih banyak lagi hal-hal yang bersamaan 

dengan pendeta-pendeta ini, lebih banyak dari yang Anda sadari. Berkenalanlah dengan mereka. Jika 

mungkin, ikutilah persekutuan atau kelompok persaudaraan mereka. 

 

 

Etika dan Penempatan Kerja 

 

Jangan mencari promosi. — Jangan biarkan kaki yang resah membuat engkau lebih menginginkan 

promosi daripada prinsip. Dalam pekerjaan Allah, promosi yaitu  urusannya, yaitu promosi dalam bisnis-

Nya, bukan milikmu, sebab  promosi datang “bukan dari timur, bukan dari barat, atau dari utara atau dari 

selatan. Tetapi Allah yaitu  Hakim; Ditinggikan-Nya yang satu, direndahkan-Nya yang lain” (Mazmur 

75:6, 7). 

 

Hindari mengasihani diri. — Jika Anda merasa disisihkan atau dilampaui, sabarlah. Giliranmu akan 

datang. Gantinya mengasihi diri, manfaatkanlah pengalaman itu untuk mengoreksi diri apakah kesalahan 

itu terletak pada diri Anda. “Jika ada yang pantas untuk posisi yang lebih tinggi, Tuhan akan meletakkan 

beban, bukan hanya di atas mereka, tetapi di atas mereka yang telah menguji mereka, yang mengenal 

nilainya, dan yang dapat mendorong mereka supaya maju dengan penuh pengertian” (The Ministry of 

Healing, hlm. 477). 

 

Carilah standar yang tinggi, bukan posisi tinggi. — Bidiklah yang tinggi, tetapi sasaranmu ialah 

standar yang tinggi, bukan posisi tinggi. Jagalah standar pelaksanaanmu tetap tinggi, dan di bawah 

tuntunan Allah, posisi itu akan mengatur dirinya sendiri. Cara terbaik supaya keluar dari posisi rendah 

ialah menjadi senantiasa berguna di dalamnya. Bekerja keraslah di mana engkau berada, berkembanglah 

di sana; biarlah Allah yang mengurus promosi itu. 

 

 

Etika dan Ras 

 

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dari kepercayaan berada dalam gereja sedunia kepada keadaan 

benar-benar menjadi gereja sedunia. Lebih dari 89 persen anggotanya sekarang berdomisili di luar Divisi 

Amerika Utara, di mana gerakan itu mulai. Mereka yang merasa gereja ini akan kehilangan misinya 

seharusnya merasa pasti oleh bukti pasti ini bahwa pekabaran misinya seharusnya merasa pasti oleh bukti 

pasti ini bahwa pekabaran tiga malaikat benar-benar pergi “kepada semua bangsa dan suku dan bahasa 

dan kaum” (Wahyu 14:6). Bahkan di Amerika Utara sendiri, pertumbuhan keanggotaan di antara etnis 

minoritas pun sangat pesat luar biasa. Diperlukan banyak kasih Kristen bagi kaum mayoritas untuk 

berubah menjadi minoritas secara anggun. 

 

Rasialisme yaitu  dosa. Kasih Kekristenan merubuhkan penghalang-penghalang yang memisahkan 

bangsa. “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, 

tidak ada laki-laki atau perempuan, sebab  kamu semua yaitu  satu di dalam Kristus Yesus” (Galatia 

3:28). Jika Yesus yaitu  saudaramu dan saudaraku, lalu Anda dan saya bersaudara; dan warna kulit atau 

kasta atau suku atau bahasa atau kebangsaan, itu tidak relevan. 

 

 

Etika dan Seks 

 

Nasihat Paulus kepada Timotius yang masih muda seharusnya menjadi milik kita.  “ . . .  Jadilah teladan 

bagi orang-orang percaya dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu 

dan dalam kesucianmu” (1 Tim. 4:12). 

 

Oleh sebab  sebagian pendeta yaitu  wanita, kita berusaha untuk menghapuskan jenis kelamin dalam 

buku pedoman ini sebanyak mungkin. Namun demikian, sebab  nampaknya pendeta laki-laki lebih sering 

bersalah dalam hal tabiat seksual yang tidak etis, kita menunjukkan bagian ini khusus untuk laki-laki 

terutama. 

 

Pendeta yang ahli di bidang khusus masalah seksual telah menggambarkan golongan pendeta yang paling 

tunduk kepada kejatuhan moral. Dia cenderung sebagai laki-laki setengah baya yang merasa kecewa 

dengan panggilannya lalu mengabaikan pernikahannya sendiri. Dialah seorang penjaga keamanan yang 

kesepian sebab  dikucilkan dari rekan-rekan pendeta, lalu menemukan seorang wanita yang 

membutuhkannya. 

 

Ini terlalu sering terjadi. Ada laporan tentang penelitian terhadap para pendeta Protestan bahwa 13 persen 

terlibat hubungan gelap dengan seorang wanita anggota jemaatnya. Insiden seperti itu terjadi hampir dua 

kali lipat, menurut laporan, terjadi di antara pendeta ahli penasihat. Ini menunjukkan bahwa pendeta 

mudah diserang dalam hal ini. Marilah kita melihat beberapa sebab masalah ini terjadi di antara pendeta. 

 

Permasalahan. — Beberapa ahli kelakuan telah menyebutkan lima sifat selain daya tarik fisik yang 

membuat seseorang tampak tertarik secara romantis kepada jenis seks yang berlawanan. Kelima sifat ini 

tidak dimaksudkan hanya untuk kaum pendeta khususnya, tetapi perhatikanlah betapa dekat dengan 

mereka. 

 

1. Percaya diri sendiri. Tentu saja tidak semua pendeta merasa percaya diri sendiri, tetapi umumnya 

mereka merasa yakin. Keyakinan menarik. 

 

2. Kuasa. Orang-orang tertarik bukan hanya kepada kuasa, tetapi kepada orang yang berkuasa. Pendeta 

itu biasanya dianggap sebagai orang yang berkuasa di lingkungan gereja. Kuasa ini diperbesar sebab  dia 

berbicara dengan kuasa, yaitu kuasa yang berasal dari Allah dan firman-Nya. 

 

3. Pengakuan Umum. Pendeta menikmati setingkat status kemasyhuran dalam rangka pemilihan. 

Kemasyhuran yaitu  sesuatu perangsang seks. Pendeta cenderung memiliki satu kerinduan khusus dan 

kebutuhan untuk dikasihi. Jika mereka tidak menerima kasih sayang dan pengakuan dari jemaat 

sebagaimana sangat dibutuhkan, maka mereka terbuai oleh seseorang yang mengakuinya. 

 

 

4. Menunjukkan minat dan perhatian. Pendeta diharapkan menjadi pendengar yang baik, tertarik dan 

mau mendengar saran. Hanya satu langkah dari komunikasi intim ke kelakuan intim Konseling yang 

sukses memerlukan seorang penasihat yang benar-benar peduli dipertemukan dengan seorang yang 

membutuhkannya. Secara alami, percintaan hampir dapat menjadi langkah yang berikut. 

 

5. Kelembutan. Kelembutan yaitu  salah satu kualitas roman. Itu juga modal kerja seorang pendeta. 

 

Kelima sifat ini yang mendukung penarikan romantis yaitu  khas sifat seorang pendeta. Jabatan dan 

panggilan kita selaku pendeta memberikan tambahan sifat yang menarik yang biasanya tidak dimiliki 

orang biasa. Tanpa kesadaran kita akan hal itu, atau kalau ada wanita yang merencanakannya, kita dapat 

menjadi sasaran romantika dan fantasi. 

 

Jalan keluar. — Di bawah ini ada beberapa jalan keluar. 

 

1. Jatuh cintalah dengan istrimu–dan tunjukkanlah itu. Bekerjalah untuk melakukan pekerjaan 

rumah. Rumput di seberang pagar tidak selamanya tampak lebih hijau jika Anda sudah menyiram rumput 

di pekaranganmu. Biarlah Anda sering menyatakan rasa kasih sayang kepada istrimu sejauh kepantasan 

budaya setempat. 

 

2. Sadarilah Kelemahanmu. Terlalu banyak pendeta yang mengatakan: “Itu tidak akan pernah terjadi 

pada saya” dan yang mengatakan itu sekarang menjadi mantan pendeta. Itu bisa saja terjadi pada Anda 

jika Anda berpendapat bahwa Anda dapat bermain dengan sedikit cumbuan dan fantasi seksual dan tetap 

tidak sakit hati. Hormatilah dorongan seksual yang kuat secara alamiah. Jika itu dimanjakan, maka 

kerinduan yang romantis berbau nafsu berahi tidak dapat lagi dielakkan dan akan menang mengatasi akal 

sehat. 

 

3. Jadilah orang cerdik. Hendaklah Anda memahami perasaanmu sendiri. Jujurlah menghadapi satu 

permulaan penarikan seperti saling berpandangan, satu keinginan untuk bersama dengan dia. 

Perhatikanlah bendera merah jika Anda sedang asyik memperhatikan kehadiran seorang tamu wanita, 

pakaiannya atau sinyalemen erotis. 

 

Cerdiklah menanggapi perasaan-perasaan wanita. Bila seorang pendeta memiliki  hubungan cinta, tidak 

perlu dengan seorang wanita penggoda yang berencana. Lebih tepat lagi, yaitu hubungan dengan seorang 

yang sedang terluka, yang memiliki  harga diri rendah, yang merasa tertarik kepada seorang yang 

mendengar dan menasihati. Jika Anda tidak menanggapi perasaan wanita yang romantis, percayalah pada 

istrimu–dia juga sama. Jika Anda merasakan satu penarikan berarti, beritahukanlah ini kepada istrimu. 

Mengungkapkan perasaan dengan kata-kata itu akan menolong Anda untuk menghilangkannya. Bila 

istrimu mengetahuinya, tidak ada kejadian yang mungkin akan mengembang. 

 

4. Bertanggung jawablah. Pendeta berani mengambil risiko yang penasihat dunia tidak berani 

mengambilnya. Para penasihat ahli secara khas dikehendaki supaya melaporkan secara berkala kepada 

seseorang lain tentang setiap klien. Secara teratur beritahukanlah kepada orang lain tentang hubunganmu 

dengan konseling. 

Sedapat mungkin janganlah melaksanakan konseling dengan wanita sendirian. Di beberapa negara, hanya 

pendetalah tenaga ahli yang dipanggil ke rumah-rumah. Seseorang lain harus hadir sewaktu Anda 

mengadakan konseling dengan wanita sendirian di rumah. Janganlah menjalankan konseling di ruang 

kantormu jikalau tidak ada orang lain di rumah itu. Bukalah pintu atau jendela kantormu. Konseling 

memerlukan keleluasaan pribadi dari suara, bukan dari pandangan orang. 

 

5. Hati-hatilah memberi nasihat tentang masalah seks. Laki-laki menemukan kesukaran berbicara 

dengan wanita tentang masalah seks tanpa dia sendiri terangsang. Lebih bijak wanita membicarakan itu 

dengan wanita lain. 

 

6. Bersiaplah untuk lari. Silakan dengan tegas memisahkan dirimu dari situasi yang menggoda. Klien 

itu seharusnya tidak merasa ditolak atau tidak ditolong, tetapi Anda harus mengatur seorang penasihat 

lain untuk dia. 

 

Salomo pasti mengetahui banyak dari pengalaman tentang bagaimana sampai tergoda oleh wanita. Dia 

menekankan: “Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan janganlah menghampiri pintu rumahnya, supaya 

engkau tidak menyerahkan keremajaanmu kepada orang lain, dan tahun-tahun umurmu kepada orang 

kejam” (Ams. 4:8, 9). yaitu  tawar-menawar orang bodoh untuk menjual keluargamu dan masa depanmu 

untuk kenikmatan sejenak. 

 

7. Jadilah tegar secara rohani. Junjunglah tinggi daya tolak rohanimu. Ingatkanlah dirimu yang 

“janganlah berbuat zina” berarti bagimu. Rasakanlah itu sebagaimana Yusuf melakukannya: “. . . 

Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah? (Kej. 

39:9). Lihatlah bahwa perzinaan yaitu  satu dosa, bukan hanya melawan dirimu dan keluargamu, tetapi 

melawan Allahmu! 

 

 

Etika dan Hukum 

 

Gugatan terhadap gereja. — Pemisahan antara gereja dan negara cenderung tidak melindungi gereja 

dari tuntutan hukum bila terjadi pelecehan seks oleh seorang pendeta atau oleh pimpinan gereja lainnya. 

Para korban, jemaat dan para pengelola organisasi gereja, berdasarkan catatan sejarah, telah mencoba 

melindungi gereja dengan menyembunyikan perbuatan amoral ini. Namun hukum dan warga  

menjadi semakin aktif melindungi yang tidak berkuasa dari yang berkuasa. 

Sekarang hukum menuntut agar bertanggung jawab penuh seorang pendeta yang melakukan keintiman 

seksual dengan kliennya walaupun kliennya itu pasrah atas apa yang telah terjadi. Posisi kekuasaan 

pendeta dan kedewasaan emosi yang terduga itu sering memaksa hukum menuntut doa bersama 

organisasi yang mempekerjakannya supaya bertanggung jawab atas perbuatan itu. 

 

Para ahli terapi menegaskan bahwa penasihat yang berhubungan seks dengan kliennya seharusnya 

dituntut melakukan tindakan perkosaan sekalipun klien itu pasrah. Perkosaan terjadi ketika seseorang 

menguasai orang lain. Ini dibenarkan dengan argumentasi, apakah dikuasai secara fisik atau secara psikis. 

 

Organisasi gereja dan konferens juga diadukan sebab  perlakukan tidak senonoh terhadap pimpinan 

gereja, terutama pelecehan seks terhadap anak-anak. Pelecehan seperti itu bisa saja terjadi di area 

perkemahan pandu, penataran sekolah Sabat atau sekolah gereja, dan lain sebagainya. Bila ini terjadi, 

orang tua cukup marah untuk mengadukannya ke pengadilan yang cenderung merasa simpati. 

 

Umumnya penegak hukum menuntut pertanggungjawaban gereja hanya sebab  cacat kecelakaan akibat 

kelalaian. Biasanya tuntutan terhadap gereja berdasarkan kelengahan dalam mempekerjakan yang 

bersangkutan atau kelalaian dalam pembinaan. 

 

Kelalaian dalam penempatan kerja. — Apabila seorang sukarelawan atau pekerja menetap melakukan 

pelecehan, gereja bertanggung jawab sebab  telah menempatkan seseorang tanpa kesungguh-sungguhan 

untuk membuka atau menanggulangi tindakan pelecehan sebelumnya. Ada dua contoh yang dapat 

diterapkan dalam banyak negara. 

 

1. Apabila konferens atau daerah memindahkan seorang pendeta ke jemaat lain sedangkan sudah 

diketahui bahwa pendeta itu sudah bersalah dengan cacat moral di jemaat sebelumnya, dan apabila jemaat 

baru tidak diberi informasi dan pendeta itu belum dibimbing dalam konseling, konferens itu bertanggung 

jawab atas dasar hukum tentang perlakuan tidak senonoh berikut pendeta itu. 

 

2. Jikalau seorang pemimpin PA yang pernah terlibat pelecehan seksual terhadap anak-anak dan tidak 

belajar memperbaiki tabiat dalam hal ini, maka darah atau konferens bertanggung jawab atas kesalahan 

yang sama di kemudian hari. 

 

Kelalaian dalam hal bimbingan. Kelalaian dalam hal bimbingan berarti bahwa gereja tidak cukup 

peduli dalam bimbingan seorang pekerja. Kalau hal ini terbukti, gereja setempat atau konferens 

mempertanggungjawabkan tindakan amoral pendeta itu. 

Pasal 10 

 

Pertumbuhan Profesi 

 

Mengapa Bertumbuh? 

 

Kapankah seorang anak bertumbuh? Apakah setelah mencapai tinggi badan semeter lima puluh? Atau 

semeter delapan puluh? Itu semua tergantung atas pola Allah berapa tinggi anak itu seharusnya. 

Kapankah seorang pendeta bertumbuh dewasa? Apakah pada waktu Anda ditugaskan menggembalakan 

sebuah jemaat besar? Apakah pada waktu Anda diberi meja kerja di kantor daerah atau ko