gereja masehi 11
nferens? Alasan
yang paling masuk di akal untuk menentukan pertumbuhan profesi bukanlah posisi atau kebutuhan.
Bukanlah kalau mencapai tinggi badan atau besarnya orang lain. Itu semuanya yaitu jikalau Anda
menjadi seperti apa yang direncanakan Allah bagimu.
Ke Arah Mana Bertumbuh?
Evaluasi diperlukan. — Evaluasi berarti bagaimana Anda belajar tentang ke arah mana Anda
bertumbuh. Praktik pelaksanaan tidak selamanya menjadikan Anda sempurna. Bisa saja itu membuat
sesuatu permanen. Jikalau Anda terlalu sering melakukan kesalahan, itu menjadi satu-satunya cara merasa
diri benar. Kecakapan penggembalaan dipelajari dengan saksama dengan mempraktikkannya, diikuti
dengan evaluasi, diteruskan dengan rencana perbaikan.
Evaluasi menakutkan. — Hilangkanlah rasa takutmu terhadap keterbukaanmu. Menolak evaluasi itu
bukanlah hanya menyembunyikan kelemahanmu sendiri, tetapi juga kekuatanmu. Evaluasi mendorong
Anda dengan menunjukkan daerah dua atau lima talenta supaya Anda bisa membangun pelayananmu di
sekitar apa yang terbaik yang Anda boleh lakukan. Tetapi itu juga mendorong Anda supaya melihat
daerah satu talenta di mana Anda bersembunyi. Evaluasi ini menolong Anda membuat rencana untuk
melakukan yang terbaik dengan apa yang Anda miliki sekarang ini.
Evaluasi tersedia. — Anda akan mendapatkan alat evaluasi yang sangat berguna dalam buku Evaluation
Instrument for Pastors, Chruches and Chruch Administrators. Buku ini disediakan oleh Asosiasi
Kependetaan General Conference, dapat diperoleh dari General Conference melalui Divisi atau Uni di
Departemen Kependetaan.
Bagaimana Cara Bertumbuh?
Mahasiswa Abadi. — Sedikit banyaknya para pendeta berfungsi sebagai guru. Sebagaimana guru,
mereka harus belajar selama hidup. Latihan kependetaan seharusnya menolong mahasiswanya menjadi
pelajar mandiri. Seharusnya itu menciptakan rasa haus selama hidup untuk belajar dan bertumbuh.
Tahun 1986 Komite Tahunan mengambil keputusan sebagai berikut: “Mendorong Badan Pengelola
Organisasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh untuk memungkinkan pendeta Gereja Masehi Advent
Hari Ketujuh 20 jam kuliah pendidikan lanjutan setiap tahun, atau rata-rata 20 jam kuliah setiap tahun izin
kerja. (Contohnya, jikalau izin kerja atau kredensi pendeta itu berlaku untuk 3 tahun, selama waktu itu dia
harus mengumpulkan 60 jam kuliah). Mata pelajaran yang diambil seorang pendeta untuk kredit akademis
sehubungan dengan satu program pendidikan formal yang disetujui oleh organisasi yang mempekerjakan
itu dapat diterima sebagai pengganti unit pendidikan berkelanjutan. Jikalau dibarui izin kerja atau
kredensi pendeta itu, unit CEU-nya kurang dari rata-rata 20 jam kuliah sebagai standar, maka wakil dari
organisasi pengelola harus secara pribadi menasihati dan mendorong dia supaya terlibat dalam program
Pendidikan lanjutan demi pelayanan penginjilan.
Pendidikan berkelanjutan bisa saja diperoleh dalam bentuk program tingkat pendidikan yang diakui, atau
kelas padat yang diberikan oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, atau kadang kala institusi
pendidikan non-Advent. Kelas padat ini dapat diadakan di kampus atau di luar kampus. Pertemuan
pendeta yang diatur dengan tepat juga mencakup pendidikan berkelanjutan. Asosiasi Kependetaan GC
telah menyediakan kursus dalam bentuk audio visual untuk maksud ini. Kursus belajar sendiri yang
dilengkapi dengan buku dan penuntun pelajaran dan kadang-kadang dengan VCD atau CD disediakan
oleh General Conference Miniterial Supply Center atau Asosiasi Kependetaan Divisi atau Uni.
Jadilah seorang pendeta yang keranjingan. Manfaatkanlah Perpustakaan Umum, pinjamlah dari rekanmu
pendeta, kunjungilah toko buku sesering-seringnya termasuk buku bekas di kaki lima. Pastikanlah bagi
dirimu satu tujuan bacaan mingguan. Masukkanlah bacaan buku luar dalam tujuan itu. Para pendeta yang
pekabarannya dituduh tidak relevan biasanya tidak membaca tentang minat pendengarnya atau tidak
merasakannya sementara menyampaikan firman Allah.
Kebangunan Rohani yang terus-menerus. — Bagi sang pendeta, pertumbuhan rohani itu selamanya untuk
Allah. Kita harus mengalahkan penggodaan pikiran bahwa, sebab kita melakukan perkara-perkara
rohani, kita harus bersifat rohani. Paulus memberi amaran: “ . . . supaya sesudah memberitakan Injil
kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak” (1 Kor. 9:27b). Penyerahannya haruslah menjadi miliknya
sendiri: “Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu sekali Yesus
Kristus, yaitu Dia yang disalibkan” (1 Kor. 2:2).
Berbicara mengenai Yohanes Pembaptis, Kitab Injil mengumumkan: “Datanglah seorang yang diutus
Allah, namanya Yohanes” (Yoh. 1:6). Mereka yang diutus Allah yaitu orang-orang yang tidak berubah-
ubah dan paling bersedia untuk menuntun orang lain kepada Allah.
Di dalam penginjilan yang melebihi profesi lainnya terdapat: “rahasia sukses yaitu penyatuan kuasa
Ilahi dengan usaha manusia. Mereka yang bergantung secara mutlak pada lengan Yang Mahakuasa . . .
Orang yang berdoa yaitu orang yang berkuasa” (Patriarchs and Prophets, hlm. 509).
Pasal 11
Contoh Kekristenan
“Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan
bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan
menjadi malu, sebab tidak ada hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita” (Titus 2:7, 8).
Jadilah Seperti yang Anda Ajarkan
Apa yang diajarkan Yesus, begitulah Dia. Itulah yang membuat pengajaran-pengajaran-Nya begitu
berkuasa. Selaku pengkhotbah, kita harus menjadi seperti yang kita minta orang lain melakukannya,
percaya kepada apa yang kita harapkan supaya mereka mempercayainya dan mengasihi Kristus sebagai
kita ingin supaya mereka melakukannya.
Barangkali lebih daripada profesi lainnya, orang mengira dalam penginjilan bahwa lapangan kerjamu dan
kehidupanmu tidak terpisahkan. Dalam memilih seorang ahli bedah atau seorang montir, barangkali Anda
memerlukan persaingan lebih daripada tabiat. Bukan begitu halnya dengan para pendeta. Kepribadianmu
mendahului apa yang Anda lakukan selaku pendeta.
Kita selaku pendeta orang Kristen hidup di tengah-tengah warga bukan hanya untuk maksud
mengkhotbahkan Kristus, tetapi menunjukkan sedapat mungkin seperti apa Kristus itu. Kita mengenakan
kulit Kekristenan. Kita bukanlah orang yang sempurna, tetapi seharusnyalah kita seperti orang-orang
yang berprinsip seperti Kristus.
Allah membutuhkan para pendeta yang baik dan mampu. Tetapi dalam jangka waktu yang panjang,
sebuah jemaat lebih suka ditolong oleh orang yang baik lebih daripada oleh orang yang sanggup.
Waspadai Kemanusiaanmu
Pendeta harus mengalahkan kesombongannya. — waspada terhadap anggapan bahwa
panggilanmu yang kudus membuat engkau kudus. Anggota jemaatmu mengira bahwa Anda yaitu
“orang kudus” di tempat itu. “Itulah sebabnya maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-
saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah. . .
Sebab oleh sebab Ia sendiri telah menderita sebab pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang
dicobai” (Ibrani 2:17, 18).
Yesus menjadi “seperti saudara-saudara-Nya” supaya Ia dapat berbelas kasihan dan setiap melayani
mereka. Para pendeta-Nya harus menerima kemanusiaannya supaya mereka dapat lebih berhasil melayani
jemaatnya. Yesus menderita dan “tergoda.” Ini menyanggupkan-Nya untuk menolong mereka yang
tergoda. Para pendeta-Nya harus, melalui Kristus menghadapi dan mengalahkan penggodaan mereka
supaya menyanggupkan mereka menghadapi dan mengalahkan penggodaan.
Pendeta harus mengenal keterbatasannya. — Sesuai dengan keahlian yang meliputi nasihat terhadap
pendeta, masalah pendeta yang paling umum dihadapi ialah harga diri, rasa ragu-ragu sendiri, dan merasa
rendah diri. Barangkali ini terjadi sebab pandangan jemaat terhadap pendeta terlalu ideal dan terhadap
pelayanannya. Jemaat mengharapkan lebih daripada kemampuan mereka. Pendeta mencoba hidup sesuai
pengharapan itu dengan berpura-pura melebihi keadaan yang sebenarnya. kepura-puraan ini
mengecewakan dan tidak terelakkan lagi. Ini benar-benar munafik,. Ini merongrong harga diri.
Ketahuilah keterbatasan kerohanianmu. — Jikalau Anda mau memimpin jemaatmu ke surga, Anda
harus berada di jalan itu, tetapi janganlah berpura-pura sudah sampai di sana. Sebenarnya Anda yaitu
manusia bukan Allah. Bagus kalau Anda mengakuinya.
Ketahuilah keterbatasan fisikmu. Janganlah menyesatkan jemaatmu bahwa tinggi badanmu 3 meter dan
sanggup berjalan di atas air. Anda tidak dapat bekerja 20 jam sehari dan tetap manis. Anda tak dapat
melakukan segala sesuatu yang dikehendaki setiap orang. Lagi pula Anda tidak perlu melakukannya.
Pendeta harus membagikan pelayanannya. Anda tidak perlu mengawasi segala sesuatu di gerejamu.
Kemahakuasaan yaitu salah satu sifat Allah yang tidak diberikan kepadamu. Maksud karunia guru-
gembala itulah untuk melengkapi “orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan” (Efesus 4:12). Akuilah
kemanusiaanmu dengan membagikan pelayananmu kepada anggota jemaatmu. Anda yaitu teman
sekerja dalam pelayanan penginjilan. Hanya perananmulah yang berbeda. Melayanilah bersama mereka,
bukan hanya kepada mereka.
Rela Mengakui Kesalahanmu
Bagi Allah, satu-satunya “dosa yang tak diampuni” ialah dosa yang tidak diakui. Bagi anggota jemaat,
kesalahan kependetaan yang paling tidak dapat diampuni ialah barangkali sesuatu yang telah diketahui
setiap orang, tetapi Anda tak dapat mengakuinya. Allah dengan bebas mengampuni dosa-dosa yang kita
akui. Anggota jemaat biasanya mengampuni kesalahan yang kita telah akui.
Jadilah seorang teladan Kristen bagi domba-dombamu, tetapi ingatlah bahwa langkah pertama dalam
Kekristenan ialah mengaku salah kalau Anda memang benar-benar bersalah.
BAGIAN KEDUA
Pendeta dan Gereja Sedunia
12. Hubungannya dengan Konferens
13. Kebijakan Jemaat
14. Mandat Tugas
15. Pengurapan
16. ritual Pengurapan
17. Mengorganisasi Jemaat Baru
18. Menyatukan Dua Jemaat atau Lebih
19. Membubarkan Jemaat
Pasal 12
Hubungannya dengan Konferens
Diperlukan Organisasi
Diperlukan organisasi dengan alasan keagamaan. — Allah senantiasa memakai organisasi. Di mana
saja Allah berada, di sana ada organisasi. Surga organisasi. “Keteraturan yaitu hukum surgawi, dan
seharusnyalah itu menjadi hukum umat Allah di dunia” (Testimonies to Ministers, hlm. 26). Alam sejagat
kita ini diorganisasi. Apakah Anda memusatkan lensa mikroskop pada sel tunggal, atau lensa teleskop
pada bintang, Anda dapat melihat organisasi yang persis dan dapat diramalkan. “Sistem dan keteraturan
dinyatakan dalam segala pekerjaan Allah di seluruh alam jagad” (TM, 26).
Allah senantiasa mengorganisasi gereja-Nya. Dia telah menurunkan satu sistem organisasi yang menawan
kepada bangsa Israel kuno. Yesus telah meletakkan satu organisasi gereja dan mengurapi para
pimpinannya. Roh Kudus menuntun gereja Perjanjian Baru dalam memilih para pimpinan dan
mengorganisasinya sendiri.
Gereja ini sama dengan perahu Nuh. Tidak disangsikan lagi bahwa perahu itu satu kapal yang tidak
sempurna, sebab dibuat oleh manusia, tetapi itu menolong Allah untuk menyelamatkan umat-Nya,
sebab itu yaitu sebagian dari rencana Allah.
Menjadi orang Kristen berarti mengasihi gereja-Nya, sebab Kristus “telah mengasihi jemaat dan
menyerahkan diri-Nya baginya” (Efesus 5:25). “Saya menyaksikan kepada saudara-saudaraku laki-laki
dan perempuan, walaupun lemah dan cacar sebagaimana adanya, gereja Kristus yaitu satu-satunya
tujuan di dunia kepada siapa diberikan-Nya penghormatan yang setinggi-tingginya” (Testimonies to
Ministers, hlm. 15).
Organisasi diberikan dengan alasan yang praktis. — Satu bangsa satu perusahaan, bahkan tubuh
manusia akan jatuh tanpa organisasi. Sebuah gereja tanpa melaksanakan pekabaran tiga malaikat ke dunia
ini akan pasti gagal tanpa organisasi. Sesuatu kelompok yang bepergian ke mana saja harus diorganisasi.
Dengan demikian, kendatipun mereka merasa takut akan agama yang terorganisasi, orang-orang Advent
yang mula-mula telah mengorganisasi gereja ini. Ny. E.G. White menyimpulkan sebagai berikut:
“Sementara jumlah keanggotaan kita bertambah, ternyata bahwa tanpa sebentuk organisasi, akan ada
kekacauan besar, dan pekerjaan itu tidak bisa dilanjutkan dengan sukses. Untuk menyediakan dukungan
penginjilan, yaitu dalam melaksanakan pekerjaan itu di ladang-ladang baru, untuk melindungi gereja dari
anggota-anggota yang tidak layak, untuk melindungi hak milik, untuk penerbitan kebenaran melalui
percetakan, dan untuk banyak hal lain, maka organisasi sangat diperlukan” (TM, 15).
Pendeta Membantu Konferens
Posisi ketua konferens atau daerah itu sama dengan Paulus, yang menuliskan: “ . . . urusanku sehari-hari,
yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat” (2 Kor. 11:28). Ketua konferens yaitu pengawas semua
gereja di bawah pimpinan organisasi gereja yang lebih tinggi, tetapi lebih banyak tergantung pada
gembala jemaat dalam melaksanakan rencana dan kebijakan konferens itu. Tidak ada dalam konferens
yang bergerak tanpa partisipasi kependetaan.
Tanggung jawab pendeta dan ketua jemaat berada di gereja setempat, di mana mereka “mengurus jemaat
Allah” (1 Tim. 3:5). Mereka menggembalakan kawanan domba itu. “sebab itu jagalah dirimu dan
jagalah seluruh kawanan, mereka kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk
menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah anak-Nya sendiri” (Kisah 20:28).
Hampir secara keseluruhan konferens bergantung kepada para pendeta dalam hal pertumbuhan dan
pemeliharaan jemaat. Uang konferens berasal dari jemaat. Pemasukan uang konferens tergantung kepada
penginjilan para pendetanya.
Konferens Membantu Para Pendeta
Para pemimpin membantu. — Berdasarkan keputusan Komite Eksekutif Konferens, pemimpin
menyediakan bantuan keuangan yang berarti bagi pendetanya. Bukan seperti banyak pendeta lain,
pendeta Advent tidak perlu mencari uang untuk upahnya sendiri. Tidak selamanya gaji itu tampak
melimpah, tetapi hampir selamanya dapat diandalkan.
Ketua Konferens atau daerah menolong para pendetanya dengan menyediakan kesejahteraan berarti
dalam tugas. Tidak ada golongan oposisi dalam gerejamu yang dapat memberhentikan Anda. Jikalau
Anda mendapat kesulitan, diharapkan pimpinan konferens akan membicarakannya dan menolong Anda.
Jika perlu dipindahkan, hampir selamanya mereka dapat mengatur tugas baru.
Departemen membantu. — Para pendeta menangani masalah umum. Direktur departemen menangani
masalah khusus, yang dapat membagikan keahliannya kepada para pendeta dan bekerja sama dengan
mereka dalam melatih anggota. Mereka tidak mengatur pendeta secara langsung mereka yaitu sumber
bahan dan nasihat, bukan bos.
Departemen seharusnya menyadarkan para pendeta tentang acara dan bahan yang ada. Dengan adanya
informasi ini dalam pikiran, pendeta harus memimpin jemaatnya untuk mengembangkan rencana dan
tujuan. Kemudian bertanya kepada departemen nasihat dan bantuan.
Asosiasi Kependetaan Konferens atau daerah harus menaruh perhatian khusus kepada para pendeta dan
menyediakan pelayanan penting bagi mereka, seperti: kunjungan pribadi, telinga yang mendengar, satu
tugas yang memenuhi kebutuhan pendidikan, melatih dalam evangelisasi kependetaan, langganan majalah
Ministry yang melengkapi Anda dengan berita kependetaan, kesempatan untuk pendidikan berkelanjutan.,
pertolongan untuk melatih ketua jemaat, dan satu latihan dan dukungan untuk istrimu.
Kuncinya ialah Kerjasama
Organisasi membatasi kebebasan. — Anda bebas membuat pilihanmu sendiri dalam menerima
pekerjaan melayani jemaat. Namun, kalau Anda sudah menjadi pekerja dan pemimpin di dalam gereja,
Anda menerima tanggung jawab bagi gereja yang dapat membatasi kebebasanmu pribadi. Anda
mewajibkan diri untuk:
1. Mempercayai para pemimpinmu. Mereka mungkin memiliki kelemahan, tetapi tidak sebanyak
kelemahanmu. Mereka boleh saja membuat kesalahan, demikian juga Anda. Perbincangkanlah mengenai
perbedaan. Hanya sedikit kebahagiaan dan lebih kecil Kekristenan dalam bekerjasama tanpa saling
mempercayai satu dengan yang lain. “Marilah kita menyukai roh kepercayaan dalam kebijakan saudara-
saudara kita” (Testimonies to Ministers, hlm. 500).
2. Dukunglah pemimpinmu. Sekalipun Anda berbeda, berikanlah dukunganmu dalam cara yang tidak
bertentangan kepada hati nuranimu sendiri.
3. Mintalah nasihat pemimpinmu. Mintalah nasihat ke pimpinan konferens atau daerah sebelum Anda
memasuki kegiatan apa pun yang membuka jalan pada waktu normal yang dimaksudkan dalam tugasmu
yang utama. Mintalah nasihat mereka sebelum Anda membeli atau membangun rumah, atau mendaftarkan
diri dalam pendidikan. Konsultasi itu memastikan keamanan di kemudian hari.
4. Biarlah pimpinanmu bertanggung jawab. Organisasi kita memiliki satu bentuk perwakilan
pemerintahan gerejani. Pada waktu pemilihan, proses demokratis dapat memberikan kepada Anda satu
kewajiban untuk meminta pertanggungjawaban para pimpinanmu.
Bebaslah berpikir, tetapi setialah berbicara. — Pendeta memiliki kebebasan belajar sendiri untuk
“membuktikan segala perkara.” Gereja tidak pernah menyatakan telah menemukan segala kebenaran.
Belajarlah. Berbincanglah dengan kawan sebayamu. Berdiskusilah dengan para pakar teologi yang ada di
jemaatmu. Tetapi harus ditarik garis pemisah antara kebebasan dan tanggung jawab. Anda tidak berhak
memperbincangkan pelajaran pribadimu begitu rupa sehingga merongrong iman anggota jemaat.
Sementara dalam pekerjaan melayani satu umat, sesuatu yang diserahkan dengan benar ialah kebebasan
berkhotbah, mencetak atau menyebarkan pendapat yang bertentangan dengan yang resmi atau posisi
gereja yang berterima. Meskipun Roh Kudus menuntun perorangan, Dia juga mengajar umat Allah
seluruhnya supaya pengertian baru menghasilkan keharmonisan di antara orang-orang percaya. Cari dan
terimalah nasihat. “Janganlah seorang pekerja menganggapnya sebagai keuntungan kalau posisi
kebebasannya selalu diperbaiki, yang bertentangan dengan keputusan umum dari tubuh jemaat itu”
(Testimonies, jld. 9, hlm. 260).
Ketika Allah menciptakan kita semua bebas dan merdeka, kebebasan itu diberikan kepada gereja atas
dasar kerjasama agar pekerjaan Allah terlaksana dengan kuasa. Karunia hasrat pribadi kita, demi kebaikan
seluruh umat, yaitu dasar organisasi. Itu berasal dari Allah. Jika Anda mendapat “terang baru” yang tak
dapat dikuatkan oleh para pimpinan lainnya yang bertanggung jawab, barulah Anda harus secara serius
mempertanyakannya dan akhirnya menolak pendirianmu yang bebas itu. Allah tidak membuka tabir
kebenaran hanya kepadamu.
Pasal 13
Kebijakan Jemaat
Peraturan Program Kerja General Conference yang disesuaikan oleh Kantor Divisi Anda
menyediakan garis penuntun tertentu untuk konferens atau daerahmu. Para pemimpin konferens atau
daerah harus memiliki kedua buku peraturan ini dan menerima satu tanggung jawab khusus untuk
menerapkannya di ladang sendiri. Peraturan itu dibarui General Conference oleh komite tahunan, dan di
divisi pada rapat akhir tahun.
Peraturan Gereja menyediakan garis penuntun tertentu untuk gereja-gerejanya. Pendeta harus menerima
tanggung jawab untuk menerapkan peraturan ini di gerejanya. Mereka tidak bebas mengabaikannya lebih
daripada kebebasan para pemimpin untuk mengabaikan peraturan yang secara langsung paling banyak
diterapkan di konferens atau daerah.
Buku Peraturan Gereja itulah buku peraturan yang paling penting dalam organisasi. Itu disahkan oleh
rapat General Conference dan dapat dibarui hanya pada rapat General Conference yang dilaksanakan
hanya setiap lima tahun.
Buku Pedoman Kependetaan menyediakan garis penuntun kependetaan tambahan. Itu disediakan oleh
Asosiasi Kependetaan General Conference dalam konsultasi dengan para pendeta dan para pemimpin
lainnya di seluruh dunia. Buku itu dibarui seperlunya. Penting sekali setiap pendeta harus memiliki kedua
buku peraturan itu.
Peraturan Gereja
Wewenang. — Oleh sebab buku Peraturan Gereja telah disahkan oleh gereja sedunia dalam rapat, buku
itu membawa semua wewenang gereja. “Di dalam rapat General Conference, apabila diberlakukan semua
pertimbangan seluruh saudara-saudara yang hadir dari seluruh dunia, kebebasan pribadi dan
pertimbangan sendiri seharusnya tidak dipertahankan, tetapi diserahkan” (Testimonies, jld. 9, hlm. 260).
Berpegang teguh kepada buku Peraturan Gereja itu bukan hanya tanggung jawabmu selaku pendeta,
tetapi itu juga keuntunganmu. Jikalau Anda mendukungnya, walaupun Anda ingin melihat pergantiannya,
Anda bisa bergantung kepada kewenangannya mendukung Anda sementara orang-orang lain menekan
untuk tidak menerima perubahan. Sebaliknya jika Anda menganggap enteng peraturan gereja sedunia,
para anggota jemaatmu akan belajar menganggap enteng peraturan yang Anda kemukakan di gerejamu.
Perubahan yang ideal seharusnya datang dari jemaat, bukan turun dari penguasa yang ada. Dengan
demikian, jika Anda merasa perlu ada perubahan peraturan gereja itu, Anda berhak dan bertanggung
jawab untuk mengusulkan perubahan itu dengan mengirim surat ke General Conference melalui
konferens atau daerah.
Pemindahan Keanggotaan
Periksalah buku Peraturan Gereja tentang pemindahan keanggotaan. Kita memperhatikan di sini hanya
yang berkaitan dengan pendeta.
Arti keanggotaan gereja. — Keanggotaan gereja yaitu satu kesempatan yang dimaksudkan Ilahi.
Melindungi daftar keanggotaan gereja dan anggotanya menggambarkan satu tanggung jawab yang kudus.
Gereja lokal dan gereja sedunia perlu mengevaluasi dirinya sendiri senantiasa, dan ini dilakukan
kebanyakan demi laporan gereja lokal. Kecuali pendeta dan sekretaris jemaat memelihara catatan lokal
yang pasti dan yang dibarui, gereja sedunia tidak dapat menilai dengan tepat kemajuannya atau
kemundurannya. Juga itu yaitu tidak etis dengan gereja lokal lainnya apakah merekomendasikan atau
menerima anggota, jikalau gereja Anda tidak bertindak tepat memindahkan keanggotaan dengan surat.
Memindahkan dengan surat. — Buku Peraturan Gereja mengusulkan supaya jika seorang anggota jemaat
pindah dan sudah absen dari gereja lokal lebih dari enam bulan, keanggotaannya haruslah dipindahkan.
Demi anggota yang bersangkutan, baiklah dianjurkan demikian. Namun, janganlah seseorang merasa
ditolak. Perpindahan nama itu janganlah bertentangan dengan keinginan atau pengetahuan anggota itu.
Janganlah majelis gereja melangkahi kekuasaannya dalam menangani status keanggotaan. Majelis dapat
menasihatkan, tetapi hanya rapat anggota yang memutuskan.
Tidak layak dan tidak bijaksana memilih seseorang menjadi pegawai jemaat sebelum selesai pemindahan
keanggotaannya. Bagaimana kalau gereja semula tidak dapat merekomendasikan sesuatu nama dalam
utuh dan baik? Lebih baik berhati-hati daripada nanti kecewa.
Memindahkan anggota yang terkena disiplin. — Bagaimanapun gereja tidak akan memutuskan untuk
memberikan surat pindah kepada seorang yang terkena disiplin. Ini yaitu ketidaksopanan besar kepada
gereja yang akan menerimanya.
Hati-hatilah menerima dengan pengakuan iman seseorang yang pernah menjadi anggota lain gereja, atau
dengan baptisan pun juga. Hal yang aman dan sopan ialah menghubungi pendeta atau ketua jemaat itu
dan menyelidiki mengapa anggota itu dipecat.
Pasal 14
Mandat Tugas
Maksud dan Tujuan
“Gereja-gereja dalam kapasitas mereka bersama melalui konferens memberikan kekuasaan kepada orang
tertentu untuk mewakili dan berbicara demi gereja selaku pendeta atau pekerja Injil. Kekuasaan ini
dinyatakan dengan memberikan surat tugas, yaitu jabatan/pangkat tertulis, jangka waktu dan tanggal,
ditandatangani oleh ketua konferens atau daerah” (Peraturan Gereja, pasal 9).
Uni menyandang tanggung jawab secara khusus untuk mengawasi penyerahan surat tugas. “Uni dan
daerah/konferens membagi tanggung jawab bersama untuk melindungi integritas penginjilan dan mereka
diperlukan oleh keputusan rapat organisasi dan praktiknya dalam memastikan surat tugas yang
dikeluarkan dalam wilayah masing-masing, bahwa pemilik surat tugas itu ada dalam status yang tidak
diragukan, dan mau dipanggil untuk melayani wilayah lain” (GC Policy L. 60 05).
Surat tugas melindungi anggota jemaat dari mereka yang mungkin menuntun gereja itu ke jalan yang
salah. “Supaya musuh pekerjaan ini tidak menerobos mimbar, sangat dianjurkan dengan tegas bahwa
tidak seorang diizinkan untuk berkhotbah kepada jemaat kecuali dia menunjukkan surat tugas yang masih
berlaku dari organisasi. Namun diakui juga bahwa adakalanya pegawai pemerintahan atau pemimpin sipil
layak berbicara di hadapan jemaat kita; tetapi orang-orang yang tidak diberi hak harus disingkirkan dari
mimbar” (Peraturan Gereja, Pasal 9). Tentu saja ini tidak dimaksudkan untuk melarang anggota teras
jemaat itu untuk berbicara dari mimbar.
Pendeta yang terkena disiplin. — Seorang pendeta bisa saja dikenakan disiplin sebab kemerosotan
moral, kemurtadan (terseret ke dunia, terus-menerus mendukung satu kegiatan merongrong organisasi
gereja, dan selalu menolak untuk mengakui kekuasaan gereja), atau terus tidak sepakat dengan dasar
kepercayaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (baca GC Policy L 60 15).
Disiplin pendeta dapat mengakibatkan empat hal: (1) penarikan surat tugas/lisensi dalam hal kebejatan
moral atau kemurtadan, atau tidak sepakat; (2) pembatalan pengurapan dalam kasus kejatuhan moral atau
kemurtadan; (3) keanggotaannya dalam gereja, dan (4) kehilangan pekerjaan dalam pelayanan
penginjilan, dalam mengajar Injil atau pimpinan organisasi (baca GC Policy L 60 20).
Namun untuk memutuskan hubungan seorang pendeta dengan penginjilan itu seharusnya dilakukan
dengan sangat berhati-hati dan dengan doa yang sungguh-sungguh. Bila Anda kehilangan sebelah lengan,
itu menyakitkan sebab Anda sangat membutuhkannya. Kehilangan seorang rekan pendeta seharusnya
sama rasa sakitnya dengan itu. Telah diadakan persediaan untuk menjangkau pendeta yang terkena
disiplin. “Di mana saja dapat dipraktikkan, organisasi terkait harus menyediakan satu program keahlian
menasihati atau menuntun karier bagi pendeta dan keluarga untuk menolong mereka dalam masa transisi”
(GC Policy L 60 22).
Surat tugas yang kedaluwarsa. — “Surat tugas diberikan dalam jangka waktu dua konferensi daerah,
apakah setiap tahun, sekali dua tahun atau tiga tahun, atau empat tahun. Jikalau oleh alasan apa pun, tidak
dianjurkan untuk membarui surat tugas kepada pendeta mana pun kalau dia sudah berhenti berfungsi
selaku seorang pekerja di konferens. Kalaupun memiliki surat tugas yang kedaluwarsa tanggal
berlakunya, itu tidak memberi hak kepadanya untuk berfungsi dalam tugas apa pun di konferens atau
daerah sebagai pendeta. Dalam kasus seperti itu dia tidak lagi berkedudukan atau berkuasa lebih daripada
seorang anggota jemaat biasa” (Buku Peraturan Jemaat, pasal 9).
Kepada Siapa Mandat Diberikan?
Para Pekerja. — “Surat tugas akan diberikan hanya kepada pekerja penuh organisasi atau mereka yang
disponsori oleh konferens atau daerah atau institusi milik organisasi. Surat itu tidak berlaku lagi kalau
yang bersangkutan sudah dibebastugaskan oleh organisasi. Dalam kasus khusus, surat tugas dapat
dikeluarkan kepada seseorang yang bekerja di luar organisasi sementara melayani jemaat di bawah
pengawasan di bawah pengawasan satu organisasi agama” (GC Policy D 10 70). Surat tugas dapat juga
diberikan kepada imam atau pendeta yang sedang mengikuti kuliah (baca GC Policy D 10 71-73).
“Organisasi mana pun yang berwenang mengeluarkan surat tugas atau surat izin kerja dapat menarik
kembali kartu yang telah diserahkan” (GC Policy D 10 75).
Pensiun. — “Surat/kartu kredensi kehormatan, sehubungan dengan kartu kredensi yang dipegangnya
selama dalam pelayanan aktif, dapat diberikan kepada para pensiun yang tetap menjadi anggota Gereja
Masehi Advent Hari Ketujuh” (GC Policy D 05 35). Dalam kebanyakan hal, “pekerja yang menerima
uang pensiun dari Rencana Pensiunan dan pendeta tentara yang sudah pensiun yang masih menerima
uang pensiun tentara, jikalau layak menerima surat izin kerja atau kredensi, dia menerima surat tugas
yang sama dari Uni dari mana mereka mendapatkan pensiun” (GC Policy D 10 60).
Pendeta pensiunan biasanya menjadi anggota jemaat dekat tempat tinggalnya, Hubungannya dengan
gereja sama seperti anggota lainnya kecuali dia masih dipanggil untuk membaptiskan, melaksanakan
pemberkatan nikah, mengurapi ketua jemaat, dll., kecuali bila pendeta itu tidak diberi wewenang untuk
itu. Mereka dapat dipilih sebagai pegawai apa pun dalam jemaat.
Jenis Mandat
Kredensi pendeta. — Kredensi pendeta hanya diberikan kepada pendeta yang sudah diurapi.
Lisensi kependetaan. — Lisensi kependetaan diberikan kepada pendeta yang belum diurapi, evangelis,
dan guru Alkitab yang dalam jalur pengurapan.
Tanggung jawab dan kekuasaan pemegang kredensi kependetaan, dalam keadaan tertentu, dapat diperluas
untuk mencakup pelaksanaan fungsi tertentu seorang pendeta yang sudah diurapi dalam jemaat yang dia
sudah mendapat tugas pelayanan. Kuasa memperluas tanggung jawab ini ada di Komite Divisi yang harus
menjelaskan batas wilayah fungsi kependetaan yang dapat diwakilkan kepada pemegang lisensi
kependetaan” (GC Policy : 25 50).
Contohnya, Divisi Amerika Utara memiliki kebijakan ini: “Seorang pemegang lisensi kependetaan
diberi kuasa oleh konferens pada pokoknya untuk melaksanakan semua fungsi pendeta yang sudah
diurapi bagi anggota dalam gereja atau cabang di mana dia sudah diutus dan terpilih sebagai ketua jemaat,
dan untuk warga yang dilayani” (NAD Policy L 20 10). Namun, pemegang lisensi kependetaan tidak
dibenarkan mengorganisasi gereja atau mempersatukan gereja-gereja mengurapi ketua jemaat atau diaken
(baca NAD Policy L 25 15).
Tuntutan minimum yang harus dipenuhi oleh pemegang lisensi kependetaan sebelum diserahi tugas
kependetaan yaitu: telah menyelesaikan program latihan kependetaan, memegang lisensi kependetaan
yang masih berlaku, satu pengangkatan kepada tanggung jawab kependetaan atau penggembalaan,
pemilihan menjadi ketua jemaat di setiap gereja yang dilayaninya, dan pengurapan sebagai ketua jemaat
(baca GC Policy, L 25 10).
Kredensi pendeta angkatan. — Working Policy General Conference tidak menunjuk secara khusus
seorang pendeta angkatan kredensi. Namun, Divisi bebas memberikan kredensi seperti itu jika mereka
menginginkannya. Sebagai contoh, Divisi Amerika Utara memberikan lisensi dan kredensi kepada
pendeta angkatan itu sebagai berikut: “Untuk mendampingi dalam pemeliharaan penggembalaan; guru
Alkitab; direktur departemen dan bendahara General Conference, Divisi, Uni dan konferens atau daerah
termasuk wakil dan asisten direktur; rohaniwan institusi; ketua dan wakil ketua lembaga utama; akuntan
(direktur dan wakil direktur untuk General Conference, wilayah dan distrik); direktur wilayah Christian
Record Services” (NAD Policy D 05 10).
Bila kredensi pendeta angkatan diberikan, pelayanan angkatan yang sesuai harus dilaksanakan.
Lisensi pendeta angkatan. — Lisensi ini diberikan kepada pekerja dalam kategori pendeta angkatan di
atas yang berpengalaman di bawah lima tahun. Bukan praktik normal untuk mengurapi seseorang
pemegang lisensi seperti ini (baca NAD Policy D 05 10). Biasanya seorang rekan dalam pemeliharaan
penggembalaan diberikan lisensi pendeta angkatan setelah melayani organisasi selama empat tahun (baca
NAD Policy L 21 25).
Pekerja Alkitab. — Guru Alkitab begitu penting dalam organisasi agama sehingga pembagian tugasnya
termaktub dalam pasal 9 buku Peraturan Gereja. Walaupun dalam buku Penuntun Pendeta ini tidak ditulis
secara khusus tentang pekerja Alkitab, banyak dari itu berlaku bagi mereka.
Guru Alkitab biasanya memegang lisensi pengabar Injil empat sampai lima tahun, kemudian menerima
kredensi pengabar Injil. Bila telah diberikan lisensi atau kredensi pendeta angkatan, pekerja Alkitab
seharusnya termasuk dalam kategori itu.
Pendeta Muda
Pendeta muda menerima satu “lisensi” bukan “kredensi” bukan hanya sebab mereka masih baru dalam
pelayanan penginjilan, tetapi juga mengatakan bahwa latihan kependetaan mereka tidak lengkap sampai
selesai masa belajar sebagai satu keahlian. Penyerahan lisensi kependetaan bukan satu jaminan di pihak
konferens bahwa pengurapan sudah akan menyusul. Itu hanya memberikan kesempatan kepada pemegang
lisensi untuk membuktikan panggilannya.
Maksud. — Maksud masa belajar ini “menunjuk pada satu masa pelayanan yang dilakukan dalam latihan
praktis kependetaan, untuk dimasuki setelah menyelesaikan kursus kependetaan yang ditentukan, masa
pelatihan ini akan dilayani di bawah pengawasan konferens atau daerah, dengan gaji yang terbatas,
dengan maksud membuktikan panggilan Ilahi kepada pelayanan penginjilan: (GC Policy L 10 20).
Sementara masa belajar membatasi pendeta pemula itu dalam beberapa hal, hal itu menyediakan
kesempatan penting. Di sini ada dia:
1. Pengalaman dalam semua tahap penginjilan. “Konferens atau daerah akan menempatkan pendeta
pemula di konferens atau daerah di mana ada kemungkinan menyeluruh dalam semua tahap penginjilan–
evangelisasi, penggembalaan, mengajar (yakni pengajaran pribadi dan kelompok) dan pelbagai kegiatan
departemen” (GC Policy L 15 40).
2. Pengawasan. Bila konferens menyerahkan lisensi kependetaan kepada seorang pemuda, seharusnya itu
dianggap sebagai satu janji di pihak pimpinan konferens untuk membantu pengembangan pekerja itu”
(GC Policy L 35 35).
Satu rencana pendanaan khusus memungkinkan konferens memenuhi janji itu: “Rencana itu dibentuk
untuk menolong konferens atau daerah dalam latihan kependetaan seperti itu dengan membagikan gaji
dan pengeluaran oleh Divisi, uni, konferens atau daerah sesuai dengan keputusan Komite Divisi” (GC
Policy L 15 25). Masa pelatihan ini dilayani di bawah pengawasan, “Konferens atau daerah memikul
kewajiban untuk pengawasan langsung pelatihan pendeta pemula tersebut” (GC Policy L 15 40).
Konferens atau daerah seharusnya tidak memakai subsidi pelatihan untuk mengisi lowongan
penggembalaan dengan pendeta pemula. Sementara penggodaan seperti itu dapat dipahami, perlakuan itu
tidak hanya bertentangan dengan kebijakan gereja, tetapi melumpuhkan daya pengembangan profesi
kependetaan. Pengelola konferens atau daerah harus memastikan bahwa pendeta pemula harus mendapat
cukup pengalaman bervariasi yang diawasi oleh para pendeta terlatih yang berpengalaman. Asosiasi
Kependetaan General Conference telah mengembangkan sebuah buku Manual for Ministerial Intern and
Intern Supervisors. Buku peraturan ini pertama-tama melatih para pengawas, untuk menolong mereka
melatih pendeta pemula.
Setiap pendeta pemula harus memakai waktu penting dengan seorang atau lebih dari satu pengawas
selama masa belajar. Sang pengawas harus terampil untuk mengawasi hanya setelah mengikuti latihan
khusus seperti yang disediakan oleh buku pedoman itu.
Pasal 15
Pengurapan
“Pendeta pemegang lisensi kependetaan biasanya diurapi untuk pelayanan penginjilan setelah dia dengan
memuaskan memenuhi pelayanan penggembalaan/evangelisasi setelah pada masa itu dia telah
membuktikan panggilannya ke dalam pelayanan kependetaan. Ritus rohani pengurapan mencakup
pengakuan resmi oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh tentang panggilan Ilahi ke penginjilan sebagai
satu hidup penyerahan, dan sebagai satu persetujuannya untuk melayani selaku seorang pelayan
penginjilan di bagian mana bumi ini” (GC Policy L 25 30).
Tidak dapat ditentukan lamanya pelayanan sebelum pengurapan, sebab terlalu banyak faktor tak tetap.
Namun biasanya seorang pendeta pemegang lisensi kependetaan diurapi setelah kira-kira empat tahun
berpengalaman di ladang penginjilan.
Pengurapan yaitu Satu Pernyataan
“Gereja Kristen ialah tubuh umat yang telah diperdamaikan dengan Allah dan dengan sesama manusia
oleh Yesus Kristus” (Efesus 2:16; Roma 12:5). Dipersatukan dengan Allah oleh baptisan (Mat. 28:19),
orang-orang Kristen tergabung dalam pekerjaan penebusan-Nya sebagai “satu imamat yang rajani, untuk
menyatakan perbuatan Dia yang telah memanggil (mereka) dari dalam kegelapan ke dalam terang-Nya
yang ajaib” (1 Ptr. 2:9). Ini berarti di antara yang lainnya bahwa orang-orang Kristen yaitu menjadi
pelayan yang diperdamaikan, memajukan misi Allah di dunia (2 Kor 5:18, 20). sebab itu, pelayanan
penginjilan yaitu fungsi setiap orang Kristen begitu juga gabungan gereja dan dilaksanakan oleh karunia
yang diberikan oleh Roh Kudus (Roma 12:4-8; 1 Kor 12:4-7; Ef 4:8-16; 1 Ptr 4:10).
Pengurapan untuk pelayanan tertentu. Sementara semua orang Kristen memberikan pelayanan rohani,
Perjanjian Baru menggambarkan sebuah gereja terorganisasi, diawasi dan dipelihara oleh orang-orang
yang dipanggil Allah secara khusus, diasingkan dengan tumpangan tangan bagi pelayanan tertentu.
terpisah dari pengangkatan dan pengurapan kedua belas rasul untuk peranan yang unik dan tak dapat
diulangi (Mrk.3:13, 14; The Desire of Ages, hlm. 296), Alkitab membedakan tiga golongan pekerja yang
sudah diurapi: (1) pelayan Injil, yang peranannya dapat dilihat seperti berkhotbah, mengajar, melakukan
pengurapan, penggembalaan dan pemeliharaan jiwa-jiwa dan jemaat (1 Tim 4:14; 2 Tim 4:1-5); (2)
penatua, kadang-kadang Alkitab menyebutnya penilik jemaat), yang melakukan pemantauan sebuah
jemaat sambil melaksanakan fungsi penggembalaan seperlunya (Kis. 14:23; 20:17; Titus 1:5, 9); 1 Tim
3:2, 5); dan (3) diaken yang memelihara orang-orang miskin dan kepada mereka dipercayakan pekerjaan
kebajikan jemaat (Fil 1:1; Kis. 6:1-6; 1 Tim 3:8-13).
“Penatua dan diaken yang sudah diurapi melayani kesejahteraan jemaat, menjangkau mereka. Tetapi,
barangkali memantulkan peranan unik para rasul, tanggung jawab yang lebih besar diletakkan di atas para
pelayan Injil yang sudah diurapi. Didukung oleh para penatua dan diaken, mereka di mana saja melayani
jemaat dalam perkataan dan ordinansi, senantiasa mengingatkannya tentang dasar Alkitab (2 Tim 4:1-5).
“Pelayanan Injil: satu panggilan khusus. Sementara para penatua dan diaken diangkat atas dasar
pengalaman rohani dan keterampilan (Titus 1:5; Kis. 6:3), Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh percaya
bahwa pelayanan penginjilan yaitu satu panggilan khusus dari Allah. Sekalipun Allah telah memulainya
dengan apa saja, panggilan-Nya itu menyerap semua keinginan besar, dorongan hati yang kuat yang
menuntun pemiliknya supaya berseru: “. . . . Sebab itu yaitu keharusan bagiku. Celakalah aku jika aku
tidak memberitakan Injil!” (1 Kor. 9:16). Keyakinan itu menjadi “api yang menyala-nyala terkurung
dalam tulangku” yang tak tertahankan (Yer. 20:9). Berdasarkan sejarah, Gereja Masehi Advent Hari
Ketujuh mempertahankan prosedur pengurapan bagi mereka yang terpanggil demikian.
“Makna pengurapan. Sebagaimana para nabi, iman dan raja diurapi dengan minyak untuk peranan
khusus, begitulah ritus pengurapan dengan tumpangan tangan mengakui bahwa Allah memanggil
sebagian yang telah menjadi milik-Nya untuk maksud tertentu (bandingkan dengan Mrk. 3:13, 14).
Pengurapan kepada pelayanan penginjilan mengakui satu kebutuhan istimewa di dalam tubuh gereja: (1)
kebutuhan akan kepemimpinan yang menyediakan kepada anggota teladan dan tantangan untuk bergerak
maju dalam program Allah (1 Kor 11:1; 1 Tim 4:12); (2) kebutuhan akan pengawal di “tembok Sion”
yang sarat dengan rasa tanggung jawab untuk memberitahukan dan menyiagakan umat Allah (Yeh. 3:17-
19; 2 Kor 11:2, 3); (3) kebutuhan akan firman dan dengan kuasa mengkhotbahkan kehendak Allah kepada
anggota jemaat, dan dalam jangkauan evangelisasi kepada orang yang belum selamat yang muncul setelah
mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh (Kis. 6:2-4; 2 Tim 4:2-4).
“Pengurapan sebagai satu tindakan penyerahan mengakui panggilan Allah, mengasingkan pribadi orang
itu, dan mengangkat dia melayani jemaat dalam kapasitas khusus. Pengurapan mensahkan orang yang
diasingkan begitu sebagai wakil gereja yang berkuasa. Dengan tindakan ini, gereja menyerahkan
kekuasaannya kepada pendeta untuk menyiarkan Injil secara terbuka, untuk mengawasi ordonansinya,
untuk mengorganisasi jemaat baru, dan dalam para meter menegakkan firman Allah, memberi petunjuk
kepada orang-orang percaya (Mat 16:19; Ibr. 13:17). Dengan singkat, pengurapan menginvestasikan para
pelayan dengan kuasa gerejani yang penuh kekuasaan untuk bertindak demi gereja di mana saja ladang
dunia di mana mereka dipekerjakan oleh gereja (The Acts of the Apostles, hlm. 161). Gereja Masehi
Advent Hari Ketujuh percaya bahwa pengurapan itu yaitu sakramen dalam arti menganugerahkan satu
tabiat yang tidak terhapuskan atau kuasa istimewa atau kesanggupan untuk merumuskan ajaran yang
benar. Itu tidak menambahkan kemurahan baru atau kecakapan yang sebenarnya’ (ibid, hlm 162).
“Latar belakang Alkitabiah ritus ini menunjukkan bahwa ‘itu satu bentuk penunjukan yang sudah diakui
kepada jabatan yang sudah ditentukan dan satu pengakuan seseorang dalam jabatan itu’ (ibid). Dengan
cara ini gereja memeteraikan pekerjaan Allah yang dilakukan melalui pekerja-pekerja0-Nya dan wakil-
wakil mereka. Dalam pengurapan gereja memohon berkat Allah ke atas orang-orang yang telah dipilih-
Nya dan yang mengabdikan diri pada pekerjaan penginjilan yang istimewa ini.
“Persyaratan untuk pengurapan. Allah memenuhkan persyaratan mereka yang dipanggil untuk satu
pelayanan yang istimewa 9Kel 31:1-5; 1 Tim 4:14; 2 Tim 1:6). Gereja mengakui pekerjaan Kristus
dengan pengurapan–Dia yang yaitu kepala gereja, dalam menciptakan seorang pekerja. sebab pendeta
menjalankan pelayanannya dalam organisasi dunia, organisasi itu haus menentukan apakah keyakinan
pribadi orang itu hanyalah satu panggilan umum untuk melayani Kristus sebagaimana seharusnya semua
anggota, atau sebenarnya itu satu panggilan murni kepada pelayanan penginjilan. Panggilan Allah dan
perlengkapan-Nya merupakan langkah pertama kepada pelayanan penginjilan; pengakuan dan
pengukuhan panggilan itu oleh mereka yang diberi kuasa untuk menilai keabsahannya itulah yang kedua
(1 Tim 5:22).
“Calon pelayan penginjilan harus menunjukkan dengan jelas:
“1. Pengalaman rohani. Mereka harus mengetahui satu pengetahuan pengalaman yang mendalam
tentang pengabdian orang itu kepada Tuhan Yesus Kristus sehingga menyatakan dirinya dalam reputasi
dan teladan pola hidup, dalam pertimbangan sehat, dalam kehidupan rumah tangga yang bersifat panutan,
dan dalam pembawaan tabiat yang positif (1 Tim 3:1-7; Titus 1:6-11).
“2. Pengenalan akan Kitab Suci. Pendeta Kristen dipanggil terutama melayani firman. sebab itu
pelayan yang ditahbiskan harus memiliki satu pikiran yang dilengkapi dengan kebenaran, semata-mata
tunduk kepada firman Allah, dan bersedia menerobos dan menjelaskan maknanya yang sebenarnya.
Mereka mau membuktikannya bahwa mereka sudah menguasai dan sanggup menerapkan disiplin teologi
dalam khotbah, pengajaran dan nasihatnya (Titus 1:9; 2 Tim 2:15, 24-026; 2 Kor 4:1, 2; bandingkan
dengan Gospel Workers, hlm. 105).
“3. Kecakapan untuk tugas pelayanan penginjilan. Orang yang sudah ditahbiskan harus menyatakan
bahwa Allah telah melengkapi mereka dengan karunia yang diperlukan dalam penginjilan–intelektual-
intelektualitas dan ungkapan yang menyanggupkan mereka untuk menyatakan, mempertahankan dan
mengajarkan iman (Ef. 4:12; 1 Tim 3:1; Titus 1:9; 2 Tim 2:2) dan karunia kepemimpinan yang
menyanggupkan untuk memimpin, mendorong dan melatih anggota jemaat yang dipercayakan kepada
pemeliharaan mereka (1 Ptr. 5:1-4).
“4. Pelayanan penginjilan yang berhasil. Tidak dapat dipikirkan bahwa Kristus mau memanggil dan
melengkapi hamba-hamba-Nya tanpa memberkati usahanya. Orang-orang yang telah ditahbiskan akan
menyatakan panggilannya kepada penginjilan dengan kesuksesan penarikan jiwa dan dengan mengasuh
mereka yang berada di bawah pemeliharaannya (1 Kor. 9:2).
“Tanggung jawab pengurapan. Sekalipun pengurapan tidak membawa kuasa istimewa kepada si
penerima, tetapi itu memberikan tanggung jawab yang khidmat dan untuk itulah pengurapan tidak
dianggap enteng. Pendeta yang sudah diurapi yaitu milik Allah, bukan miliknya sendiri. Waktu, talenta
dan hidupnya dipersembahkan kepada-Nya tanpa syarat, sebab pendeta yang diurapi itu yaitu
jurubicara Allah dari gereja-Nya. Para pendeta menyatakan firman Tuhan kepada orang-orang yang
terikat dengan pertimbangan yang tujuan akhirnya sedang diragukan. Pemeliharaan dan penyelamatan
jiwa yaitu satu tugas yang berat yang dipercayakan kepada mereka ‘baik atau tidak baik waktunya’ (2
Tim 4:2). yaitu maksud Allah supaya tidak ada pembebasan dari tugas ini selama hayat dan kekuatan
dikandung badan sampai Tuhan, ‘;Hakim yang adil,’ akan menganugerahkan ‘mahkota kebenaran’
kepada semua hamba-Nya yang setia ‘pada hari-Nya’ yaitu kedatangan-Nya (ayat 8).
Hak Pengurapan
Setelah mereka yang dipanggil Yesus sudah membuktikan panggilannya kepada pelayanan Injil, Dia
memilih orang tertentu untuk pengurapan. “Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-
orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk
menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil’ (Mrk. 3:13, 14). Dengan demikian, teladan
Yesus itu memberi kuasa kepada gereja-Nya untuk mengurapi mereka yang mengalami kedekatan dengan
Kristus, yaitu mereka yang telah dipersiapkan untuk mengkhotbahkan Kristus.
Barnabas dan Saulus bekerja di dalam penginjilan untuk sementara waktu, dan cap kemajuan ada pada
pekerjaannya selaku evangelis penarik jiwa. Kemudian Roh Kudus mengesahkan pengurapan mereka.
“Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus:
“Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Ku-tentukan bagi mereka.’
Kemudian, setelah berpuasa dan berdoa, menumpangkan tangan atas mereka, mereka membiarkan
keduanya pergi” (Kis. 13:2, 3).
Ny. E.G. White memberi komentar: “Allah dengan limpahnya memberkati pekerjaan Paulus dan
Barnabas sepanjang tahun selama mereka bersama orang-orang percaya di Antiokhia. Tetapi belum ada di
antara mereka yang diurapi secara formal ke dalam pelayanan penginjilan . . . . Sebelum diutus selaku
pengabar Injil ke dunia orang kafir, kedua rasul ini dengan khidmat telah diserahkan kepada Allah dengan
berpuasa dan berdoa dan dengan tumpangan tangan. Dengan demikian, mereka disahkan oleh gereja,
bukan hanya mengajarkan kebenaran., tetapi melaksanakan ritus baptisan dan mengorganisasi gereja
setelah diisi dengan kekuasaan gerejani sepenuhnya. . . . Paulus dan Barnabas sudah menerima tugas dari
Allah sendiri, dan ritual tumpang tangan tidak menambah anugerah baru atau kecakapan yang
sebenarnya” (The Acts of the Apostles, hlm. 160-162). Dengan demikian, gereja sekarang ini harus
mengesahkan pengurapan hanya bagi mereka yang telah dipilih dan diuji oleh Allah.
Pengurapan bukanlah satu hadiah. — “Janganlah pengurapan itu dijadikan hanya sebagai satu hadiah
sebab pelayanan yang setia atau dianggap sebagai satu kesempatan menambah gelar dan kehormatan
kepada seorang pekerja. Itu juga bukan satu penghormatan yang harus dicari orangnya atau keluarganya
atau pun sahabatnya untuk dia (GC Policy L 35 50).
Mengurapi yang bukan gembala. — Para pekerja yang diurapi kepada pelayanan penginjilan
diasingkan untuk melayani gereja sedunia, terutama selaku gembala dan pengkhotbah firman, dan
mereka di bawah pengaturan gereja sehubungan dengan jenis pelayanan dan tempat pelayanan. Dengan
demikian perlu dipahami bahwa mereka yang mendapat pengurapan dan yang dipekerjakan untuk
pelayanan khusus seperti urusan administrasi, mengajar, pimpinan departemen, supaya mereka
dipekerjakan oleh gereja untuk penggembalaan, berkhotbah dan tugas-tugas evangelisasi” (GC Policy L
40).
Panggilan melayani gereja selain dari pelayanan penggembalaan boleh saja bersifat Ilahi pada mulanya,
tetapi dalam beberapa hal harus diakui bahwa itu pengurapan selain untuk pelayanan penginjilan.
Siapa yang mengesahkan pengurapan. “Pengurapan kepada pelayanan ialah pengasingan pekerja itu
untuk satu panggilan yang kudus, bukan hanya untuk satu daerah saja, tetapi untuk gereja sedunia
sehingga itu perlu dilaksanakan dengan nasihat yang meluas” (GC Policy L 45 05). Prosedur yang tepat
yaitu sebagai berikut:
1. Pemeriksaan pendahuluan oleh administrasi konferens atau daerah.
2. Rekomendasi komite konferens atau daerah.
3. Persetujuan oleh uni.
4. Pemeriksaan terakhir.
“Waktu dan tempat untuk acara pengurapan, termasuk pemeriksaan calon, bersama istrinya, akan diatur
oleh organisasi yang mengakui setelah mendapat nasihat dari uni” (GC Policy L 45 10). Pemeriksaan
terakhir ini biasanya dilakukan oleh kelompok pendeta termasuk tamu yang datang dari luar konferens
atau daerah dan uni dengan demikian menekankan bahwa pengurapan itu dilakukan oleh dan untuk gereja
sedunia.
“Pemeriksaan calon pengurapan dilaksanakan oleh para pendeta yang sudah diurapi. Wakil
konferens/daerah, uni, divisi atau General Conference yang sudah diurapi, kalau mereka hadir, dapat
diundang untuk membantu pemeriksaan. Di mana dianggap perlu diingatkan oleh komite pelaksana
konferens/daerah, satu atau lebih anggota awam dapat dipilih untuk mengambil bagian” (GC Policy L
50).
Penting pemeriksaan mendalam. “Sebelum sesuatu pengurapan dilaksanakan, harus ada penyelidikan
teliti, tidak terburu-buru dan disertai doa yang sungguh-sungguh terhadap calon apakah dia cocok untuk
pekerjaan pelayanan penginjilan atau tidak. Hasil usaha mereka sebagai pemegang lisensi haruslah
ditinjau kembali, dan pemeriksaan itu harus mencakup fakta dasar Injil yang agung itu” (GC Policy L 50).
“Terlalu sedikit yang dilakukan dalam pemeriksaan para pekerja; dan sebab sebab ini, gereja diusahakan
oleh orang-orang yang tidak bertobat, orang yang tidak terampil, yang meninabobokan anggota jemaat,
gantinya membangunkan mereka untuk kesungguh-sungguhan dan kegiatan yang lebih besar dalam
pekerjaan Allah” (Gospel Workers, hlm. 437).
Tempat terbaik untuk penyelidikan mendalam atas calon pengurapan ialah langkah di bawah No. 1 di
atas, pemeriksaan pendahuluan oleh administrasi konferens/daerah. Di sinilah waktu yang paling cukup,
dan lebih banyak informasi didapat. Sekretaris Kependetaan harus mengumpulkan informasi terinci
tentang kehidupan dan pelayanan sang calon. Calon dapat diperiksa secara perorangan oleh pimpinan
konferens/daerah, termasuk sekretaris kependetaan.
Pemeriksaan oleh pekerja yang sedang melawat dari organisasi yang lebih tinggi hanya sebelum
berlangsung pengurapan, itu sudah sangat terlambat dalam proses pengurapan. Calon sudah diberitahukan
tentang pengurapannya. Rencana sudah diadakan. keluarga dan sahabat sudah diundang. Hampir terlalu
terlambat untuk membatalkan pengurapan. Waktu itu bukanlah untuk membuat keputusan pengurapan,
tetapi memberikan pengukuhan, nasihat dan dorongan.
Pernikahan sebelum pengurapan itu dianjurkan, bukan diwajibkan. Jikalau calon pengurapan itu sudah
menikah, harus dipertimbangkan kehidupannya di rumah tangga dan penyerahan istrinya. Beberapa riset
menunjukkan bahwa lebih banyak pendeta yang meninggalkan pelayanan penginjilan sebab istri yang
tidak berbahagia lebih daripada sebab lain.
Pengurapan jangan dipercepat atau ditunda. “Tindakan baru-baru yang tidak perlu kadang-kadang
nyata dalam menganjurkan calon untuk diurapi. Sebaliknya, ada juga penundaan yang tidak perlu,
berkepanjangan sampai 20 tahun atau lebih. Kedua sikap ini salah. Walaupun tidak ada pekerja yang
harus buru-buru diurapi, sama pentingnya bahwa bila seseorang sudah siap untuk diasingkan, tidak perlu
menunda ritual itu” (GC Policy L 35 25).
Menghubungi yang mungkin dapat diurapi. — Pengurapan pendeta bukanlah sesuatu yang dikejar.
Sebaliknya, gereja dengan jelas mengajarkan bahwa itulah ritus yang dengan apa gereja menyatakan
pengakuan tentang pelayanan penginjilan seorang pemegang lisensi. Pekerja pemegang lisensi bersama
keluarga tidak harus dipersalahkan kalau merasa betul-betul prihatin apakah pelayanan mereka diakui
atau tidak. Para pimpinan konferens/daerah harus berkomunikasi dengan mereka secara terbuka. Hapuslah
rahasia yang meliputi pengurapan. Itulah satu langkah yang khidmat, bukan sesuatu yang dirahasiakan.
Mengurapi kembali pendeta yang bertobat. — “Apabila seorang pendeta agama lain menerima
pekabaran Advent dan rindu menjadi pendeta Advent, sebelum dia terlibat dalam program pelajaran
formal, dia diharapkan membuktikan stabilitasnya dalam pekabaran dan kesanggupannya selaku seorang
calon penginjil Advent dengan berpartisipasi aktif di gereja” (GC Policy L 30).
Setelah enam bulan sampai setahun bekerja di bawah bimbingan pendeta setempat, pendeta seperti itu
dapat dikirim ke sebuah Perguruan Tinggi atau Seminari Advent untuk paling sedikit satu tahun.
Kemudian mereka dapat dipertimbangkan untuk menerima panggilan melayani penginjilan gereja Advent.
“Pendeta dari agama lain yang sudah atau belum diurapi, yang telah menerima pekabaran Advent dan
melanjutkan pelayanan, dapat diberikan lisensi kepadanya setelah menyelesaikan masa belajar dan
orientasi. Dia sudah memasuki pekerjaan tetap di konferens, daerah atau institusi. Pendeta yang sudah
diurapi dan yang sudah diterima dengan cara demikian akan diurapi untuk pelayanan penginjilan Gereja
Masehi Advent hari Ketujuh sebelum diserahkan kredensi kependetaan kepadanya” (ibid, L 30).
Pemeriksaan Sebelum Pengurapan
Pemeriksaan diri sendiri. — Pemeriksaan yang paling saksama dari calon pengurapan itu sendiri
bukanlah oleh suatu komite atau kelompok, tetapi dari dirinya sendiri. Ny. E. G. White menulis kepada
seorang pendeta demikian: “Engkau tidak menyelidiki hatimu dengan saksama. Engkau telah mempelajari
banyak pekerjaan supaya pembicaraanmu mantap, sanggup dan menyenangkan; tetapi engkau telah
mengabaikan pelajaran yang paling penting dan terbesar, mempelajari dirimu sendiri” (Testimonies, jld.
1, hlm. 453, huruf miring dicantumkan).
Pemeriksaan resmi. — Di bawah ini ada tiga sumber yang mendaftarkan bidang yang dimasukkan
dalam pemeriksaan pengurapan. Pemeri

