gereja masehi 11

gereja masehi 11


 


nferens? Alasan 

yang paling masuk di akal untuk menentukan pertumbuhan profesi bukanlah posisi atau kebutuhan. 

Bukanlah kalau mencapai tinggi badan atau besarnya orang lain. Itu semuanya yaitu  jikalau Anda 

menjadi seperti apa yang direncanakan Allah bagimu. 

 

 

Ke Arah Mana Bertumbuh? 

 

Evaluasi diperlukan. — Evaluasi berarti bagaimana Anda belajar tentang ke arah mana Anda 

bertumbuh. Praktik pelaksanaan tidak selamanya menjadikan Anda sempurna. Bisa saja itu membuat 

sesuatu permanen. Jikalau Anda terlalu sering melakukan kesalahan, itu menjadi satu-satunya cara merasa 

diri benar. Kecakapan penggembalaan dipelajari dengan saksama dengan mempraktikkannya, diikuti 

dengan evaluasi, diteruskan dengan rencana perbaikan. 

 

Evaluasi menakutkan. — Hilangkanlah rasa takutmu terhadap keterbukaanmu. Menolak evaluasi itu 

bukanlah hanya menyembunyikan kelemahanmu sendiri, tetapi juga kekuatanmu. Evaluasi mendorong 

Anda dengan menunjukkan daerah dua atau lima talenta supaya Anda bisa membangun pelayananmu di 

sekitar apa yang terbaik yang Anda boleh lakukan. Tetapi itu juga mendorong Anda supaya melihat 

daerah satu talenta di mana Anda bersembunyi. Evaluasi ini menolong Anda membuat rencana untuk 

melakukan yang terbaik dengan apa yang Anda miliki sekarang ini. 

 

Evaluasi tersedia. — Anda akan mendapatkan alat evaluasi yang sangat berguna dalam buku Evaluation 

Instrument for Pastors, Chruches and Chruch Administrators. Buku ini disediakan oleh Asosiasi 

Kependetaan General Conference, dapat diperoleh dari General Conference melalui Divisi atau Uni di 

Departemen Kependetaan. 

 

 

Bagaimana Cara Bertumbuh? 

 

Mahasiswa Abadi. — Sedikit banyaknya para pendeta berfungsi sebagai guru. Sebagaimana guru, 

mereka harus belajar selama hidup. Latihan kependetaan seharusnya menolong mahasiswanya menjadi 

pelajar mandiri. Seharusnya itu menciptakan rasa haus selama hidup untuk belajar dan bertumbuh. 

 

Tahun 1986 Komite Tahunan mengambil keputusan sebagai berikut: “Mendorong Badan Pengelola 

Organisasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh untuk memungkinkan pendeta Gereja Masehi Advent 

Hari Ketujuh 20 jam kuliah pendidikan lanjutan setiap tahun, atau rata-rata 20 jam kuliah setiap tahun izin 

kerja. (Contohnya, jikalau izin kerja atau kredensi pendeta itu berlaku untuk 3 tahun, selama waktu itu dia 

harus mengumpulkan 60 jam kuliah). Mata pelajaran yang diambil seorang pendeta untuk kredit akademis 

sehubungan dengan satu program pendidikan formal yang disetujui oleh organisasi yang mempekerjakan 

itu dapat diterima sebagai pengganti unit pendidikan berkelanjutan. Jikalau dibarui izin kerja atau 

kredensi pendeta itu, unit CEU-nya kurang dari rata-rata 20 jam kuliah sebagai standar, maka wakil dari 

organisasi pengelola harus secara pribadi menasihati dan mendorong dia supaya terlibat dalam program 

Pendidikan lanjutan demi pelayanan penginjilan. 

 

Pendidikan berkelanjutan bisa saja diperoleh dalam bentuk program tingkat pendidikan yang diakui, atau 

kelas padat yang diberikan oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, atau kadang kala institusi 

pendidikan non-Advent. Kelas padat ini dapat diadakan di kampus atau di luar kampus. Pertemuan 

pendeta yang diatur dengan tepat juga mencakup pendidikan berkelanjutan. Asosiasi Kependetaan GC 

telah menyediakan kursus dalam bentuk audio visual untuk maksud ini. Kursus belajar sendiri yang 

dilengkapi dengan buku dan penuntun pelajaran dan kadang-kadang dengan VCD atau CD disediakan 

oleh General Conference Miniterial Supply Center atau Asosiasi Kependetaan Divisi atau Uni. 

 

Jadilah seorang pendeta yang keranjingan. Manfaatkanlah Perpustakaan Umum, pinjamlah dari rekanmu 

pendeta, kunjungilah toko buku sesering-seringnya termasuk buku bekas di kaki lima. Pastikanlah bagi 

dirimu satu tujuan bacaan mingguan. Masukkanlah bacaan buku luar dalam tujuan itu. Para pendeta yang 

pekabarannya dituduh tidak relevan biasanya tidak membaca tentang minat pendengarnya atau tidak 

merasakannya sementara menyampaikan firman Allah. 

 

Kebangunan Rohani yang terus-menerus. — Bagi sang pendeta, pertumbuhan rohani itu selamanya untuk 

Allah. Kita harus mengalahkan penggodaan pikiran bahwa, sebab  kita melakukan perkara-perkara 

rohani, kita harus bersifat rohani. Paulus memberi amaran: “ . . . supaya sesudah memberitakan Injil 

kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak” (1 Kor. 9:27b). Penyerahannya haruslah menjadi miliknya 

sendiri: “Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu sekali Yesus 

Kristus, yaitu Dia yang disalibkan” (1 Kor. 2:2). 

 

Berbicara mengenai Yohanes Pembaptis, Kitab Injil mengumumkan: “Datanglah seorang yang diutus 

Allah, namanya Yohanes” (Yoh. 1:6). Mereka yang diutus Allah yaitu  orang-orang yang tidak berubah-

ubah dan paling bersedia untuk menuntun orang lain kepada Allah. 

 

Di dalam penginjilan yang melebihi profesi lainnya terdapat: “rahasia sukses yaitu  penyatuan kuasa 

Ilahi dengan usaha manusia. Mereka yang bergantung secara mutlak pada lengan Yang Mahakuasa . . .  

Orang yang berdoa yaitu  orang yang berkuasa” (Patriarchs and Prophets, hlm. 509). 

Pasal 11 

 

 

Contoh Kekristenan 

 

 

 

“Dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan 

bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu, sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan 

menjadi malu, sebab  tidak ada hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita” (Titus 2:7, 8). 

 

 

Jadilah Seperti yang Anda Ajarkan 

 

Apa yang diajarkan Yesus, begitulah Dia. Itulah yang membuat pengajaran-pengajaran-Nya begitu 

berkuasa. Selaku pengkhotbah, kita harus menjadi seperti yang kita minta orang lain melakukannya, 

percaya kepada apa yang kita harapkan supaya mereka mempercayainya dan mengasihi Kristus sebagai 

kita ingin supaya mereka melakukannya. 

 

Barangkali lebih daripada profesi lainnya, orang mengira dalam penginjilan bahwa lapangan kerjamu dan 

kehidupanmu tidak terpisahkan. Dalam memilih seorang ahli bedah atau seorang montir, barangkali Anda 

memerlukan persaingan lebih daripada tabiat. Bukan begitu halnya dengan para pendeta. Kepribadianmu 

mendahului apa yang Anda lakukan selaku pendeta. 

 

Kita selaku pendeta orang Kristen hidup di tengah-tengah warga  bukan hanya untuk maksud 

mengkhotbahkan Kristus, tetapi menunjukkan sedapat mungkin seperti apa Kristus itu. Kita mengenakan 

kulit Kekristenan. Kita bukanlah orang yang sempurna, tetapi seharusnyalah kita seperti orang-orang 

yang berprinsip seperti Kristus. 

 

Allah membutuhkan para pendeta yang baik dan mampu. Tetapi dalam jangka waktu yang panjang, 

sebuah jemaat lebih suka ditolong oleh orang yang baik lebih daripada oleh orang yang sanggup. 

 

Waspadai Kemanusiaanmu 

 

Pendeta harus mengalahkan kesombongannya. — waspada   terhadap anggapan bahwa 

panggilanmu yang kudus membuat engkau kudus. Anggota jemaatmu mengira bahwa Anda yaitu  

“orang kudus” di tempat itu. “Itulah sebabnya maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-

saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah. . . 

 Sebab oleh sebab  Ia sendiri telah menderita sebab  pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang 

dicobai” (Ibrani 2:17, 18). 

 

Yesus menjadi “seperti saudara-saudara-Nya” supaya Ia dapat berbelas kasihan dan setiap melayani 

mereka. Para pendeta-Nya harus menerima kemanusiaannya supaya mereka dapat lebih berhasil melayani 

jemaatnya. Yesus menderita dan “tergoda.” Ini menyanggupkan-Nya untuk menolong mereka yang 

tergoda. Para pendeta-Nya harus, melalui Kristus menghadapi dan mengalahkan penggodaan mereka 

supaya menyanggupkan mereka menghadapi dan mengalahkan penggodaan. 

 

Pendeta harus mengenal keterbatasannya. — Sesuai dengan keahlian yang meliputi nasihat terhadap 

pendeta, masalah pendeta yang paling umum dihadapi ialah harga diri, rasa ragu-ragu sendiri, dan merasa 

rendah diri. Barangkali ini terjadi sebab  pandangan jemaat terhadap pendeta terlalu ideal dan terhadap 

pelayanannya. Jemaat mengharapkan lebih daripada kemampuan mereka. Pendeta mencoba hidup sesuai 

pengharapan itu dengan berpura-pura melebihi keadaan yang sebenarnya. kepura-puraan ini 

mengecewakan dan tidak terelakkan lagi. Ini benar-benar munafik,. Ini merongrong harga diri. 

 

Ketahuilah keterbatasan kerohanianmu. — Jikalau Anda mau memimpin jemaatmu ke surga, Anda 

harus berada di jalan itu, tetapi janganlah berpura-pura sudah sampai di sana. Sebenarnya Anda yaitu  

manusia bukan Allah. Bagus kalau Anda mengakuinya. 

 

Ketahuilah keterbatasan fisikmu. Janganlah menyesatkan jemaatmu bahwa tinggi badanmu 3 meter dan 

sanggup berjalan di atas air. Anda tidak dapat bekerja 20 jam sehari dan tetap manis. Anda tak dapat 

melakukan segala sesuatu yang dikehendaki setiap orang. Lagi pula Anda tidak perlu melakukannya. 

 

Pendeta harus membagikan pelayanannya. Anda tidak perlu mengawasi segala sesuatu di gerejamu. 

Kemahakuasaan yaitu  salah satu sifat Allah yang tidak diberikan kepadamu. Maksud karunia guru-

gembala itulah untuk melengkapi “orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan” (Efesus 4:12). Akuilah 

kemanusiaanmu dengan membagikan pelayananmu kepada anggota jemaatmu. Anda yaitu  teman 

sekerja dalam pelayanan penginjilan. Hanya perananmulah yang berbeda. Melayanilah bersama mereka, 

bukan hanya kepada mereka. 

 

 

Rela Mengakui Kesalahanmu 

 

Bagi Allah, satu-satunya “dosa yang tak diampuni” ialah dosa yang tidak diakui. Bagi anggota jemaat, 

kesalahan kependetaan yang paling tidak dapat diampuni ialah barangkali sesuatu yang telah diketahui 

setiap orang, tetapi Anda tak dapat mengakuinya. Allah dengan bebas mengampuni dosa-dosa yang kita 

akui. Anggota jemaat biasanya mengampuni kesalahan yang kita telah akui. 

 

Jadilah seorang teladan Kristen bagi domba-dombamu, tetapi ingatlah bahwa langkah pertama dalam 

Kekristenan ialah mengaku salah kalau Anda memang benar-benar bersalah. 

BAGIAN KEDUA 

 

Pendeta dan Gereja Sedunia 

 

 

 

12. Hubungannya dengan Konferens 

 

 

13. Kebijakan Jemaat 

 

 

14. Mandat Tugas 

 

 

15. Pengurapan 

 

 

16. ritual  Pengurapan 

 

 

17. Mengorganisasi Jemaat Baru 

 

 

18. Menyatukan Dua Jemaat atau Lebih 

 

 

19. Membubarkan Jemaat 

Pasal 12 

 

Hubungannya dengan Konferens 

 

 

Diperlukan Organisasi 

 

 

 

Diperlukan organisasi dengan alasan keagamaan. — Allah senantiasa memakai  organisasi. Di mana 

saja Allah berada, di sana ada organisasi. Surga organisasi. “Keteraturan yaitu  hukum surgawi, dan 

seharusnyalah itu menjadi hukum umat Allah di dunia” (Testimonies to Ministers, hlm. 26). Alam sejagat 

kita ini diorganisasi. Apakah Anda memusatkan lensa mikroskop pada sel tunggal, atau lensa teleskop 

pada bintang, Anda dapat melihat organisasi yang persis dan dapat diramalkan. “Sistem dan keteraturan 

dinyatakan dalam segala pekerjaan Allah di seluruh alam jagad” (TM, 26). 

 

Allah senantiasa mengorganisasi gereja-Nya. Dia telah menurunkan satu sistem organisasi yang menawan 

kepada bangsa Israel kuno. Yesus telah meletakkan satu organisasi gereja dan mengurapi para 

pimpinannya. Roh Kudus menuntun gereja Perjanjian Baru dalam memilih para pimpinan dan 

mengorganisasinya sendiri. 

 

Gereja ini sama dengan perahu Nuh. Tidak disangsikan lagi bahwa perahu itu satu kapal yang tidak 

sempurna, sebab  dibuat oleh manusia, tetapi itu menolong Allah untuk menyelamatkan umat-Nya, 

sebab  itu yaitu  sebagian dari rencana Allah. 

 

Menjadi orang Kristen berarti mengasihi gereja-Nya, sebab  Kristus “telah mengasihi jemaat dan 

menyerahkan diri-Nya baginya” (Efesus 5:25). “Saya menyaksikan kepada saudara-saudaraku laki-laki 

dan perempuan, walaupun lemah dan cacar sebagaimana adanya, gereja Kristus yaitu  satu-satunya 

tujuan di dunia kepada siapa diberikan-Nya penghormatan yang setinggi-tingginya” (Testimonies to 

Ministers, hlm. 15). 

 

 

Organisasi diberikan dengan alasan yang praktis. — Satu bangsa satu perusahaan, bahkan tubuh 

manusia akan jatuh tanpa organisasi. Sebuah gereja tanpa melaksanakan pekabaran tiga malaikat ke dunia 

ini akan pasti gagal tanpa organisasi. Sesuatu kelompok yang bepergian ke mana saja harus diorganisasi. 

Dengan demikian, kendatipun mereka merasa takut akan agama yang terorganisasi, orang-orang Advent 

yang mula-mula telah mengorganisasi gereja ini. Ny. E.G. White menyimpulkan sebagai berikut: 

“Sementara jumlah keanggotaan kita bertambah, ternyata bahwa tanpa sebentuk organisasi, akan ada 

kekacauan besar, dan pekerjaan itu tidak bisa dilanjutkan dengan sukses. Untuk menyediakan dukungan 

penginjilan, yaitu dalam melaksanakan pekerjaan itu di ladang-ladang baru, untuk melindungi gereja dari 

anggota-anggota yang tidak layak, untuk melindungi hak milik, untuk penerbitan kebenaran melalui 

percetakan, dan untuk banyak hal lain, maka organisasi sangat diperlukan” (TM, 15). 

 

 

Pendeta Membantu Konferens 

 

Posisi ketua konferens atau daerah itu sama dengan Paulus, yang menuliskan: “ . . . urusanku sehari-hari, 

yaitu untuk memelihara semua jemaat-jemaat” (2 Kor. 11:28). Ketua konferens yaitu  pengawas semua 

gereja di bawah pimpinan organisasi gereja yang lebih tinggi, tetapi lebih banyak tergantung pada 

gembala jemaat dalam melaksanakan rencana dan kebijakan konferens itu. Tidak ada dalam konferens 

yang bergerak tanpa partisipasi kependetaan. 

 

Tanggung jawab pendeta dan ketua jemaat berada di gereja setempat, di mana mereka “mengurus jemaat 

Allah” (1 Tim. 3:5). Mereka menggembalakan kawanan domba itu. “sebab  itu jagalah dirimu dan 

jagalah seluruh kawanan, mereka kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk 

menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah anak-Nya sendiri” (Kisah 20:28). 

 

Hampir secara keseluruhan konferens bergantung kepada para pendeta dalam hal pertumbuhan dan 

pemeliharaan jemaat. Uang konferens berasal dari jemaat. Pemasukan uang konferens tergantung kepada 

penginjilan para pendetanya. 

 

 

Konferens Membantu Para Pendeta 

 

Para pemimpin membantu. — Berdasarkan keputusan Komite Eksekutif Konferens, pemimpin 

menyediakan bantuan keuangan yang berarti bagi pendetanya. Bukan seperti banyak pendeta lain, 

pendeta Advent tidak perlu mencari uang untuk upahnya sendiri. Tidak selamanya gaji itu tampak 

melimpah, tetapi hampir selamanya dapat diandalkan. 

 

Ketua Konferens atau daerah menolong para pendetanya dengan menyediakan kesejahteraan berarti 

dalam tugas. Tidak ada golongan oposisi dalam gerejamu yang dapat memberhentikan Anda. Jikalau 

Anda mendapat kesulitan, diharapkan pimpinan konferens akan membicarakannya dan menolong Anda. 

Jika perlu dipindahkan, hampir selamanya mereka dapat mengatur tugas baru. 

 

Departemen membantu. — Para pendeta menangani masalah umum. Direktur departemen menangani 

masalah khusus, yang dapat membagikan keahliannya kepada para pendeta dan bekerja sama dengan 

mereka dalam melatih anggota. Mereka tidak mengatur pendeta secara langsung mereka yaitu  sumber 

bahan dan nasihat, bukan bos. 

 

Departemen seharusnya menyadarkan para pendeta tentang acara dan bahan yang ada. Dengan adanya 

informasi ini dalam pikiran, pendeta harus memimpin jemaatnya untuk mengembangkan rencana dan 

tujuan. Kemudian bertanya kepada departemen nasihat dan bantuan. 

 

Asosiasi Kependetaan Konferens atau daerah harus menaruh perhatian khusus kepada para pendeta dan 

menyediakan pelayanan penting bagi mereka, seperti: kunjungan pribadi, telinga yang mendengar, satu 

tugas yang memenuhi kebutuhan pendidikan, melatih dalam evangelisasi kependetaan, langganan majalah 

Ministry yang melengkapi Anda dengan berita kependetaan, kesempatan untuk pendidikan berkelanjutan., 

pertolongan untuk melatih ketua jemaat, dan satu latihan dan dukungan untuk istrimu. 

 

 

Kuncinya ialah Kerjasama 

 

Organisasi membatasi kebebasan. — Anda bebas membuat pilihanmu sendiri dalam menerima 

pekerjaan melayani jemaat. Namun, kalau Anda sudah menjadi pekerja dan pemimpin di dalam gereja, 

Anda menerima tanggung jawab bagi gereja yang dapat membatasi kebebasanmu pribadi. Anda 

mewajibkan diri untuk: 

1. Mempercayai para pemimpinmu. Mereka mungkin memiliki  kelemahan, tetapi tidak sebanyak 

kelemahanmu. Mereka boleh saja membuat kesalahan, demikian juga Anda. Perbincangkanlah mengenai 

perbedaan. Hanya sedikit kebahagiaan dan lebih kecil Kekristenan dalam bekerjasama tanpa saling 

mempercayai satu dengan yang lain. “Marilah kita menyukai roh kepercayaan dalam kebijakan saudara-

saudara kita” (Testimonies to Ministers, hlm. 500). 

 

2. Dukunglah pemimpinmu. Sekalipun Anda berbeda, berikanlah dukunganmu dalam cara yang tidak 

bertentangan kepada hati nuranimu sendiri. 

 

3. Mintalah nasihat pemimpinmu. Mintalah nasihat ke pimpinan konferens atau daerah sebelum Anda 

memasuki kegiatan apa pun yang membuka jalan pada waktu normal yang dimaksudkan dalam tugasmu 

yang utama. Mintalah nasihat mereka sebelum Anda membeli atau membangun rumah, atau mendaftarkan 

diri dalam pendidikan. Konsultasi itu memastikan keamanan di kemudian hari. 

 

4. Biarlah pimpinanmu bertanggung jawab. Organisasi kita memiliki  satu bentuk perwakilan 

pemerintahan gerejani. Pada waktu pemilihan, proses demokratis dapat memberikan kepada Anda satu 

kewajiban untuk meminta pertanggungjawaban para pimpinanmu. 

 

Bebaslah berpikir, tetapi setialah berbicara. — Pendeta memiliki  kebebasan belajar sendiri untuk 

“membuktikan segala perkara.” Gereja tidak pernah menyatakan telah menemukan segala kebenaran. 

Belajarlah. Berbincanglah dengan kawan sebayamu. Berdiskusilah dengan para pakar teologi yang ada di 

jemaatmu. Tetapi harus ditarik garis pemisah antara kebebasan dan tanggung jawab. Anda tidak berhak 

memperbincangkan pelajaran pribadimu begitu rupa sehingga merongrong iman anggota jemaat. 

 

Sementara dalam pekerjaan melayani satu umat, sesuatu yang diserahkan dengan benar ialah kebebasan 

berkhotbah, mencetak atau menyebarkan pendapat yang bertentangan dengan yang resmi atau posisi 

gereja yang berterima. Meskipun Roh Kudus menuntun perorangan, Dia juga mengajar umat Allah 

seluruhnya supaya pengertian baru menghasilkan keharmonisan di antara orang-orang percaya. Cari dan 

terimalah nasihat. “Janganlah seorang pekerja menganggapnya sebagai keuntungan kalau posisi 

kebebasannya selalu diperbaiki, yang bertentangan dengan keputusan umum dari tubuh jemaat itu” 

(Testimonies, jld. 9, hlm. 260). 

 

Ketika Allah menciptakan kita semua bebas dan merdeka, kebebasan itu diberikan kepada gereja atas 

dasar kerjasama agar pekerjaan Allah terlaksana dengan kuasa. Karunia hasrat pribadi kita, demi kebaikan 

seluruh umat, yaitu  dasar organisasi. Itu berasal dari Allah. Jika Anda mendapat “terang baru” yang tak 

dapat dikuatkan oleh para pimpinan lainnya yang bertanggung jawab, barulah Anda harus secara serius 

mempertanyakannya dan akhirnya menolak pendirianmu yang bebas itu. Allah tidak membuka tabir 

kebenaran hanya kepadamu. 

Pasal 13 

 

 

Kebijakan Jemaat 

 

 

Peraturan Program Kerja General Conference yang disesuaikan oleh Kantor Divisi Anda 

menyediakan garis penuntun tertentu untuk konferens atau daerahmu. Para pemimpin konferens atau 

daerah harus memiliki kedua buku peraturan ini dan menerima satu tanggung jawab khusus untuk 

menerapkannya di ladang sendiri. Peraturan itu dibarui General Conference oleh komite tahunan, dan di 

divisi pada rapat akhir tahun. 

 

Peraturan Gereja menyediakan garis penuntun tertentu untuk gereja-gerejanya. Pendeta harus menerima 

tanggung jawab untuk menerapkan peraturan ini di gerejanya. Mereka tidak bebas mengabaikannya lebih 

daripada kebebasan para pemimpin untuk mengabaikan peraturan yang secara langsung paling banyak 

diterapkan di konferens atau daerah. 

 

Buku Peraturan Gereja itulah buku peraturan yang paling penting dalam organisasi. Itu disahkan oleh 

rapat General Conference dan dapat dibarui hanya pada rapat General Conference yang dilaksanakan 

hanya setiap lima tahun. 

 

Buku Pedoman Kependetaan menyediakan garis penuntun kependetaan tambahan. Itu disediakan oleh 

Asosiasi Kependetaan General Conference dalam konsultasi dengan para pendeta dan para pemimpin 

lainnya di seluruh dunia. Buku itu dibarui seperlunya. Penting sekali setiap pendeta harus memiliki kedua 

buku peraturan itu. 

 

 

Peraturan Gereja 

 

Wewenang. — Oleh sebab  buku Peraturan Gereja telah disahkan oleh gereja sedunia dalam rapat, buku 

itu membawa semua wewenang gereja. “Di dalam rapat General Conference, apabila diberlakukan semua 

pertimbangan seluruh saudara-saudara yang hadir dari seluruh dunia, kebebasan pribadi dan 

pertimbangan sendiri seharusnya tidak dipertahankan, tetapi diserahkan” (Testimonies, jld. 9, hlm. 260). 

 

Berpegang teguh kepada buku Peraturan Gereja itu bukan hanya tanggung jawabmu selaku pendeta, 

tetapi itu juga keuntunganmu. Jikalau Anda mendukungnya, walaupun Anda ingin melihat pergantiannya, 

Anda bisa bergantung kepada kewenangannya mendukung Anda sementara orang-orang lain menekan 

untuk tidak menerima perubahan. Sebaliknya jika Anda menganggap enteng peraturan gereja sedunia, 

para anggota jemaatmu akan belajar menganggap enteng peraturan yang Anda kemukakan di gerejamu. 

 

Perubahan yang ideal seharusnya datang dari jemaat, bukan turun dari penguasa yang ada. Dengan 

demikian, jika Anda merasa perlu ada perubahan peraturan gereja itu, Anda berhak dan bertanggung 

jawab untuk mengusulkan perubahan itu dengan mengirim surat ke General Conference melalui 

konferens atau daerah. 

 

 

Pemindahan Keanggotaan 

 

Periksalah buku Peraturan Gereja tentang  pemindahan keanggotaan. Kita memperhatikan di sini hanya 

yang berkaitan dengan pendeta. 

 

Arti keanggotaan gereja. — Keanggotaan gereja yaitu  satu kesempatan yang dimaksudkan Ilahi. 

Melindungi daftar keanggotaan gereja dan anggotanya menggambarkan satu tanggung jawab yang kudus. 

Gereja lokal dan gereja sedunia perlu mengevaluasi dirinya sendiri senantiasa, dan ini dilakukan 

kebanyakan demi laporan gereja lokal. Kecuali pendeta dan sekretaris jemaat memelihara catatan lokal 

yang pasti dan yang dibarui, gereja sedunia tidak dapat menilai dengan tepat kemajuannya atau 

kemundurannya. Juga itu yaitu  tidak etis dengan gereja lokal lainnya apakah merekomendasikan atau 

menerima anggota, jikalau gereja Anda tidak bertindak tepat memindahkan keanggotaan dengan surat. 

 

Memindahkan dengan surat. — Buku Peraturan Gereja mengusulkan supaya jika seorang anggota jemaat 

pindah dan sudah absen dari gereja lokal lebih dari enam bulan, keanggotaannya haruslah dipindahkan. 

Demi anggota yang bersangkutan, baiklah dianjurkan demikian. Namun, janganlah seseorang merasa 

ditolak. Perpindahan nama itu janganlah bertentangan dengan keinginan atau pengetahuan anggota itu. 

 

Janganlah majelis gereja melangkahi kekuasaannya dalam menangani status keanggotaan. Majelis dapat 

menasihatkan, tetapi hanya rapat anggota yang memutuskan. 

 

Tidak layak dan tidak bijaksana memilih seseorang menjadi pegawai jemaat sebelum selesai pemindahan 

keanggotaannya. Bagaimana kalau gereja semula tidak dapat merekomendasikan sesuatu nama dalam 

utuh dan baik? Lebih baik berhati-hati daripada nanti kecewa. 

 

Memindahkan anggota yang terkena disiplin. — Bagaimanapun gereja tidak akan memutuskan untuk 

memberikan surat pindah kepada seorang yang terkena disiplin. Ini yaitu  ketidaksopanan besar kepada 

gereja yang akan menerimanya. 

 

Hati-hatilah menerima dengan pengakuan iman seseorang yang pernah menjadi anggota lain gereja, atau 

dengan baptisan pun juga. Hal yang aman dan sopan ialah menghubungi pendeta atau ketua jemaat itu 

dan menyelidiki mengapa anggota itu dipecat. 

Pasal 14 

 

Mandat Tugas 

 

 

Maksud dan Tujuan 

 

“Gereja-gereja dalam kapasitas mereka bersama melalui konferens memberikan kekuasaan kepada orang 

tertentu untuk mewakili dan berbicara demi gereja selaku pendeta atau pekerja Injil. Kekuasaan ini 

dinyatakan dengan memberikan surat tugas, yaitu jabatan/pangkat tertulis, jangka waktu dan tanggal, 

ditandatangani oleh ketua konferens atau daerah” (Peraturan Gereja, pasal 9). 

 

Uni menyandang tanggung jawab secara khusus untuk mengawasi penyerahan surat tugas. “Uni dan 

daerah/konferens membagi tanggung jawab bersama untuk melindungi integritas penginjilan dan mereka 

diperlukan oleh keputusan rapat organisasi dan praktiknya dalam memastikan surat tugas yang 

dikeluarkan dalam wilayah masing-masing, bahwa pemilik surat tugas itu ada dalam status yang tidak 

diragukan, dan mau dipanggil untuk melayani wilayah lain” (GC Policy L. 60 05). 

 

Surat tugas melindungi anggota jemaat dari mereka yang mungkin menuntun gereja itu ke jalan yang 

salah. “Supaya musuh pekerjaan ini tidak menerobos mimbar, sangat dianjurkan dengan tegas bahwa 

tidak seorang diizinkan untuk berkhotbah kepada jemaat kecuali dia menunjukkan surat tugas yang masih 

berlaku dari organisasi. Namun diakui juga bahwa adakalanya pegawai pemerintahan atau pemimpin sipil 

layak berbicara di hadapan jemaat kita; tetapi orang-orang yang tidak diberi hak harus disingkirkan dari 

mimbar” (Peraturan Gereja, Pasal 9). Tentu saja ini tidak dimaksudkan untuk melarang anggota teras 

jemaat itu untuk berbicara dari mimbar. 

 

Pendeta yang terkena disiplin. — Seorang pendeta bisa saja dikenakan disiplin sebab  kemerosotan 

moral, kemurtadan (terseret ke dunia, terus-menerus mendukung satu kegiatan merongrong organisasi 

gereja, dan selalu menolak untuk mengakui kekuasaan gereja), atau terus tidak sepakat dengan dasar 

kepercayaan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (baca GC Policy L 60 15). 

 

Disiplin pendeta dapat mengakibatkan empat hal: (1) penarikan surat tugas/lisensi dalam hal kebejatan 

moral atau kemurtadan, atau tidak sepakat; (2) pembatalan pengurapan dalam kasus kejatuhan moral atau 

kemurtadan; (3) keanggotaannya dalam gereja, dan (4) kehilangan pekerjaan dalam pelayanan 

penginjilan, dalam mengajar Injil atau pimpinan organisasi (baca GC Policy L 60 20). 

 

Namun untuk memutuskan hubungan seorang pendeta dengan penginjilan itu seharusnya dilakukan 

dengan sangat berhati-hati dan dengan doa yang sungguh-sungguh. Bila Anda kehilangan sebelah lengan, 

itu menyakitkan sebab  Anda sangat membutuhkannya. Kehilangan seorang rekan pendeta seharusnya 

sama rasa sakitnya dengan itu. Telah diadakan persediaan untuk menjangkau pendeta yang terkena 

disiplin. “Di mana saja dapat dipraktikkan, organisasi terkait harus menyediakan satu program keahlian 

menasihati atau menuntun karier bagi pendeta dan keluarga untuk menolong mereka dalam masa transisi” 

(GC Policy L 60 22). 

 

Surat tugas yang kedaluwarsa. — “Surat tugas diberikan dalam jangka waktu dua konferensi daerah, 

apakah setiap tahun, sekali dua tahun atau tiga tahun, atau empat tahun. Jikalau oleh alasan apa pun, tidak 

dianjurkan untuk membarui surat tugas kepada pendeta mana pun kalau dia sudah berhenti berfungsi 

selaku seorang pekerja di konferens. Kalaupun memiliki surat tugas yang kedaluwarsa tanggal 

berlakunya, itu tidak memberi hak kepadanya untuk berfungsi dalam tugas apa pun di konferens atau 

daerah sebagai pendeta. Dalam kasus seperti itu dia tidak lagi berkedudukan atau berkuasa lebih daripada 

seorang anggota jemaat biasa” (Buku Peraturan Jemaat, pasal 9). 

 

 

Kepada Siapa Mandat Diberikan? 

 

Para Pekerja. — “Surat tugas akan diberikan hanya kepada pekerja penuh organisasi atau mereka yang 

disponsori oleh konferens atau daerah atau institusi milik organisasi. Surat itu tidak berlaku lagi kalau 

yang bersangkutan sudah dibebastugaskan oleh organisasi. Dalam kasus khusus, surat tugas dapat 

dikeluarkan kepada seseorang yang bekerja di luar organisasi sementara melayani jemaat di bawah 

pengawasan di bawah pengawasan satu organisasi agama” (GC Policy D 10 70). Surat tugas dapat juga 

diberikan kepada imam atau pendeta yang sedang mengikuti kuliah (baca GC Policy D 10 71-73). 

 

“Organisasi mana pun yang berwenang mengeluarkan surat tugas atau surat izin kerja dapat menarik 

kembali kartu yang telah diserahkan” (GC Policy D 10 75). 

 

Pensiun. — “Surat/kartu kredensi kehormatan, sehubungan dengan kartu kredensi yang dipegangnya 

selama dalam pelayanan aktif, dapat diberikan kepada para pensiun  yang tetap menjadi anggota Gereja 

Masehi Advent Hari Ketujuh” (GC Policy D 05 35). Dalam kebanyakan hal, “pekerja yang menerima 

uang pensiun dari Rencana Pensiunan dan pendeta tentara yang sudah pensiun yang masih menerima 

uang pensiun tentara, jikalau layak menerima surat izin kerja atau kredensi, dia menerima surat tugas 

yang sama dari Uni dari mana mereka mendapatkan pensiun” (GC Policy D 10 60). 

 

Pendeta pensiunan biasanya menjadi anggota jemaat dekat tempat tinggalnya, Hubungannya dengan 

gereja sama seperti anggota lainnya kecuali dia masih dipanggil untuk membaptiskan, melaksanakan 

pemberkatan nikah, mengurapi ketua jemaat, dll., kecuali bila pendeta itu tidak diberi wewenang untuk 

itu. Mereka dapat dipilih sebagai pegawai apa pun dalam jemaat. 

 

 

Jenis Mandat 

 

Kredensi pendeta. — Kredensi pendeta hanya diberikan kepada pendeta yang sudah diurapi. 

 

Lisensi kependetaan. — Lisensi kependetaan diberikan kepada pendeta yang belum diurapi, evangelis, 

dan guru Alkitab yang dalam jalur pengurapan. 

 

Tanggung jawab dan kekuasaan pemegang kredensi kependetaan, dalam keadaan tertentu, dapat diperluas 

untuk mencakup pelaksanaan fungsi tertentu seorang pendeta yang sudah diurapi dalam jemaat yang dia 

sudah mendapat tugas pelayanan. Kuasa memperluas tanggung jawab ini ada di Komite Divisi yang harus 

menjelaskan batas wilayah fungsi kependetaan yang dapat diwakilkan kepada pemegang lisensi 

kependetaan” (GC Policy : 25 50). 

 

Contohnya, Divisi Amerika Utara memiliki  kebijakan ini: “Seorang pemegang lisensi kependetaan 

diberi kuasa oleh konferens pada pokoknya untuk melaksanakan semua fungsi pendeta yang sudah 

diurapi bagi anggota dalam gereja atau cabang di mana dia sudah diutus dan terpilih sebagai ketua jemaat, 

dan untuk warga  yang dilayani” (NAD Policy L 20 10). Namun, pemegang lisensi kependetaan tidak 

dibenarkan mengorganisasi gereja atau mempersatukan gereja-gereja mengurapi ketua jemaat atau diaken 

(baca NAD Policy L 25 15). 

 

Tuntutan minimum yang harus dipenuhi oleh pemegang lisensi kependetaan sebelum diserahi tugas 

kependetaan yaitu: telah menyelesaikan program latihan kependetaan, memegang lisensi kependetaan 

yang masih berlaku, satu pengangkatan kepada tanggung jawab kependetaan atau penggembalaan, 

pemilihan menjadi ketua jemaat di setiap gereja yang dilayaninya, dan pengurapan sebagai ketua jemaat 

(baca GC Policy, L 25 10). 

 

Kredensi pendeta angkatan. — Working Policy General Conference tidak menunjuk secara khusus 

seorang pendeta angkatan kredensi. Namun, Divisi bebas memberikan kredensi seperti itu jika mereka 

menginginkannya. Sebagai contoh, Divisi Amerika Utara memberikan lisensi dan kredensi kepada 

pendeta angkatan itu sebagai berikut: “Untuk mendampingi dalam pemeliharaan penggembalaan; guru 

Alkitab; direktur departemen dan bendahara General Conference, Divisi, Uni dan konferens atau daerah 

termasuk wakil dan asisten direktur; rohaniwan institusi; ketua dan wakil ketua lembaga utama; akuntan 

(direktur dan wakil direktur untuk General Conference, wilayah dan distrik); direktur wilayah Christian 

Record Services” (NAD Policy D 05 10). 

 

Bila kredensi pendeta angkatan diberikan, pelayanan angkatan yang sesuai harus dilaksanakan. 

 

Lisensi pendeta angkatan. — Lisensi ini diberikan kepada pekerja dalam kategori pendeta angkatan di 

atas yang berpengalaman di bawah lima tahun. Bukan praktik normal untuk mengurapi seseorang 

pemegang lisensi seperti ini (baca NAD Policy D 05 10). Biasanya seorang rekan dalam pemeliharaan 

penggembalaan diberikan lisensi pendeta angkatan setelah melayani organisasi selama empat tahun (baca 

NAD Policy L 21 25). 

 

Pekerja Alkitab. — Guru Alkitab begitu penting dalam organisasi agama sehingga pembagian tugasnya 

termaktub dalam pasal 9 buku Peraturan Gereja. Walaupun dalam buku Penuntun Pendeta ini tidak ditulis 

secara khusus tentang pekerja Alkitab, banyak dari itu berlaku bagi mereka. 

 

Guru Alkitab biasanya memegang lisensi pengabar Injil empat sampai lima tahun, kemudian menerima 

kredensi pengabar Injil. Bila telah diberikan lisensi atau kredensi pendeta angkatan, pekerja Alkitab 

seharusnya termasuk dalam kategori itu. 

 

 

Pendeta Muda 

 

Pendeta muda menerima satu “lisensi” bukan “kredensi” bukan hanya sebab  mereka masih baru dalam 

pelayanan penginjilan, tetapi juga mengatakan bahwa latihan kependetaan mereka tidak lengkap sampai 

selesai masa belajar sebagai satu keahlian. Penyerahan lisensi kependetaan bukan satu jaminan di pihak 

konferens bahwa pengurapan sudah akan menyusul. Itu hanya memberikan kesempatan kepada pemegang 

lisensi untuk membuktikan panggilannya. 

 

Maksud. — Maksud masa belajar ini “menunjuk pada satu masa pelayanan yang dilakukan dalam latihan 

praktis kependetaan, untuk dimasuki setelah menyelesaikan kursus kependetaan yang ditentukan, masa 

pelatihan ini akan dilayani di bawah pengawasan konferens atau daerah, dengan gaji yang terbatas, 

dengan maksud membuktikan panggilan Ilahi kepada pelayanan penginjilan: (GC Policy L 10 20). 

 

Sementara masa belajar membatasi pendeta pemula itu dalam beberapa hal, hal itu menyediakan 

kesempatan penting. Di sini ada dia: 

1. Pengalaman dalam semua tahap penginjilan. “Konferens atau daerah akan menempatkan pendeta 

pemula di konferens atau daerah di mana ada kemungkinan menyeluruh dalam semua tahap penginjilan–

evangelisasi, penggembalaan, mengajar (yakni pengajaran pribadi dan kelompok) dan pelbagai kegiatan 

departemen” (GC Policy L 15 40). 

 

2. Pengawasan. Bila konferens menyerahkan lisensi kependetaan kepada seorang pemuda, seharusnya itu 

dianggap sebagai satu janji di pihak pimpinan konferens untuk membantu pengembangan pekerja itu” 

(GC Policy L 35 35). 

 

Satu rencana pendanaan khusus memungkinkan konferens memenuhi janji itu: “Rencana itu dibentuk 

untuk menolong konferens atau daerah dalam latihan kependetaan seperti itu dengan membagikan gaji 

dan pengeluaran oleh Divisi, uni, konferens atau daerah sesuai dengan keputusan Komite Divisi” (GC 

Policy L 15 25). Masa pelatihan ini dilayani di bawah pengawasan, “Konferens atau daerah memikul 

kewajiban untuk pengawasan langsung pelatihan pendeta pemula tersebut” (GC Policy L 15 40). 

 

Konferens atau daerah seharusnya tidak memakai  subsidi pelatihan untuk mengisi lowongan 

penggembalaan dengan pendeta pemula. Sementara penggodaan seperti itu dapat dipahami, perlakuan itu 

tidak hanya bertentangan dengan kebijakan gereja, tetapi melumpuhkan daya pengembangan profesi 

kependetaan. Pengelola konferens atau daerah harus memastikan bahwa pendeta pemula harus mendapat 

cukup pengalaman bervariasi yang diawasi oleh para pendeta terlatih yang berpengalaman. Asosiasi 

Kependetaan General Conference telah mengembangkan sebuah buku Manual for Ministerial Intern and 

Intern Supervisors. Buku peraturan ini pertama-tama melatih para pengawas, untuk menolong mereka 

melatih pendeta pemula. 

 

Setiap pendeta pemula harus memakai  waktu penting dengan seorang atau lebih dari satu pengawas 

selama masa belajar. Sang pengawas harus terampil untuk mengawasi hanya setelah mengikuti latihan 

khusus seperti yang disediakan oleh buku pedoman itu. 

Pasal 15 

 

 

Pengurapan 

 

 

 

“Pendeta pemegang lisensi kependetaan biasanya diurapi untuk pelayanan penginjilan setelah dia dengan 

memuaskan memenuhi pelayanan penggembalaan/evangelisasi setelah pada masa itu dia telah 

membuktikan panggilannya ke dalam pelayanan kependetaan. Ritus rohani pengurapan mencakup 

pengakuan resmi oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh tentang panggilan Ilahi ke penginjilan sebagai 

satu hidup penyerahan, dan sebagai satu persetujuannya untuk melayani selaku seorang pelayan 

penginjilan di bagian mana bumi ini” (GC Policy L 25 30). 

 

Tidak dapat ditentukan lamanya pelayanan sebelum pengurapan, sebab  terlalu banyak faktor tak tetap. 

Namun biasanya seorang pendeta pemegang lisensi kependetaan diurapi setelah kira-kira empat tahun 

berpengalaman di ladang penginjilan. 

 

 

Pengurapan yaitu Satu Pernyataan 

 

“Gereja Kristen ialah tubuh umat yang telah diperdamaikan dengan Allah dan dengan sesama manusia 

oleh Yesus Kristus” (Efesus 2:16; Roma 12:5). Dipersatukan dengan Allah oleh baptisan (Mat. 28:19), 

orang-orang Kristen tergabung dalam pekerjaan penebusan-Nya sebagai “satu imamat yang rajani, untuk 

menyatakan perbuatan Dia yang telah memanggil (mereka) dari dalam kegelapan ke dalam terang-Nya 

yang ajaib” (1 Ptr. 2:9). Ini berarti di antara yang lainnya bahwa orang-orang Kristen yaitu  menjadi 

pelayan yang diperdamaikan, memajukan misi Allah di dunia (2 Kor 5:18, 20). sebab  itu, pelayanan 

penginjilan yaitu  fungsi setiap orang Kristen begitu juga gabungan gereja dan dilaksanakan oleh karunia 

yang diberikan oleh Roh Kudus (Roma 12:4-8; 1 Kor 12:4-7; Ef 4:8-16; 1 Ptr 4:10). 

 

Pengurapan untuk pelayanan tertentu. Sementara semua orang Kristen memberikan pelayanan rohani, 

Perjanjian Baru menggambarkan sebuah gereja terorganisasi, diawasi dan dipelihara oleh orang-orang 

yang dipanggil Allah secara khusus, diasingkan dengan tumpangan tangan bagi pelayanan tertentu. 

terpisah dari pengangkatan dan pengurapan kedua belas rasul untuk peranan yang unik dan tak dapat 

diulangi (Mrk.3:13, 14; The Desire of Ages, hlm. 296), Alkitab membedakan tiga golongan pekerja yang 

sudah diurapi: (1) pelayan Injil, yang peranannya dapat dilihat seperti berkhotbah, mengajar, melakukan 

pengurapan, penggembalaan dan pemeliharaan jiwa-jiwa dan jemaat (1 Tim 4:14; 2 Tim 4:1-5); (2) 

penatua, kadang-kadang Alkitab menyebutnya penilik jemaat), yang melakukan pemantauan sebuah 

jemaat sambil melaksanakan fungsi penggembalaan seperlunya (Kis. 14:23; 20:17; Titus 1:5, 9); 1 Tim 

3:2, 5); dan (3) diaken yang memelihara orang-orang miskin dan kepada mereka dipercayakan pekerjaan 

kebajikan jemaat (Fil 1:1; Kis. 6:1-6; 1 Tim 3:8-13). 

 

“Penatua dan diaken yang sudah diurapi melayani kesejahteraan jemaat, menjangkau mereka. Tetapi, 

barangkali memantulkan peranan unik para rasul, tanggung jawab yang lebih besar diletakkan di atas para 

pelayan Injil yang sudah diurapi. Didukung oleh para penatua dan diaken, mereka di mana saja melayani 

jemaat dalam perkataan dan ordinansi, senantiasa mengingatkannya tentang dasar Alkitab (2 Tim 4:1-5). 

 

“Pelayanan Injil: satu panggilan khusus. Sementara para penatua dan diaken diangkat atas dasar 

pengalaman rohani dan keterampilan (Titus 1:5; Kis. 6:3), Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh percaya 

bahwa pelayanan penginjilan yaitu  satu panggilan khusus dari Allah. Sekalipun Allah telah memulainya 

dengan apa saja, panggilan-Nya itu menyerap semua keinginan besar, dorongan hati yang kuat yang 

menuntun pemiliknya supaya berseru: “. . . . Sebab itu yaitu  keharusan bagiku. Celakalah aku jika aku 

tidak memberitakan Injil!” (1 Kor. 9:16). Keyakinan itu menjadi “api yang menyala-nyala terkurung 

dalam tulangku” yang tak tertahankan (Yer. 20:9). Berdasarkan sejarah, Gereja Masehi Advent Hari 

Ketujuh mempertahankan prosedur pengurapan bagi mereka yang terpanggil demikian. 

 

“Makna pengurapan. Sebagaimana para nabi, iman dan raja diurapi dengan minyak untuk peranan 

khusus, begitulah ritus pengurapan dengan tumpangan tangan mengakui bahwa Allah memanggil 

sebagian yang telah menjadi milik-Nya untuk maksud tertentu (bandingkan dengan Mrk. 3:13, 14). 

Pengurapan kepada pelayanan penginjilan mengakui satu kebutuhan istimewa di dalam tubuh gereja: (1) 

kebutuhan akan kepemimpinan yang menyediakan kepada anggota teladan dan tantangan untuk bergerak 

maju dalam program Allah (1 Kor 11:1; 1 Tim 4:12); (2) kebutuhan akan pengawal di “tembok Sion” 

yang sarat dengan rasa tanggung jawab untuk memberitahukan dan menyiagakan umat Allah (Yeh. 3:17-

19; 2 Kor 11:2, 3); (3) kebutuhan akan firman dan dengan kuasa mengkhotbahkan kehendak Allah kepada 

anggota jemaat, dan dalam jangkauan evangelisasi kepada orang yang belum selamat yang muncul setelah 

mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh (Kis. 6:2-4; 2 Tim 4:2-4). 

 

“Pengurapan sebagai satu tindakan penyerahan mengakui panggilan Allah, mengasingkan pribadi orang 

itu, dan mengangkat dia melayani jemaat dalam kapasitas khusus. Pengurapan mensahkan orang yang 

diasingkan begitu sebagai wakil gereja yang berkuasa. Dengan tindakan ini, gereja menyerahkan 

kekuasaannya kepada pendeta untuk menyiarkan Injil secara terbuka, untuk mengawasi ordonansinya, 

untuk mengorganisasi jemaat baru, dan dalam para meter menegakkan firman Allah, memberi petunjuk 

kepada orang-orang percaya (Mat 16:19; Ibr. 13:17). Dengan singkat, pengurapan menginvestasikan para 

pelayan dengan kuasa gerejani yang penuh kekuasaan untuk bertindak demi gereja di mana saja ladang 

dunia di mana mereka dipekerjakan oleh gereja (The Acts of the Apostles, hlm. 161). Gereja Masehi 

Advent Hari Ketujuh percaya bahwa pengurapan itu yaitu  sakramen dalam arti menganugerahkan satu 

tabiat yang tidak terhapuskan atau kuasa istimewa atau kesanggupan untuk merumuskan ajaran yang 

benar. Itu tidak menambahkan kemurahan baru atau kecakapan yang sebenarnya’ (ibid, hlm 162). 

 

“Latar belakang Alkitabiah ritus ini menunjukkan bahwa ‘itu satu bentuk penunjukan yang sudah diakui 

kepada jabatan yang sudah ditentukan dan satu pengakuan seseorang dalam jabatan itu’ (ibid). Dengan 

cara ini gereja memeteraikan pekerjaan Allah yang dilakukan melalui pekerja-pekerja0-Nya dan wakil-

wakil mereka. Dalam pengurapan gereja memohon berkat Allah ke atas orang-orang yang telah dipilih-

Nya dan yang mengabdikan diri pada pekerjaan penginjilan yang istimewa ini. 

 

“Persyaratan untuk pengurapan. Allah memenuhkan persyaratan mereka yang dipanggil untuk satu 

pelayanan yang istimewa 9Kel 31:1-5; 1 Tim 4:14; 2 Tim 1:6). Gereja mengakui pekerjaan Kristus 

dengan pengurapan–Dia yang yaitu  kepala gereja, dalam menciptakan seorang pekerja. sebab  pendeta 

menjalankan pelayanannya dalam organisasi dunia, organisasi itu haus menentukan apakah keyakinan 

pribadi orang itu hanyalah satu panggilan umum untuk melayani Kristus sebagaimana seharusnya semua 

anggota, atau sebenarnya itu satu panggilan murni kepada pelayanan penginjilan. Panggilan Allah dan 

perlengkapan-Nya merupakan langkah pertama kepada pelayanan penginjilan; pengakuan dan 

pengukuhan panggilan itu oleh mereka yang diberi kuasa untuk menilai keabsahannya itulah yang kedua 

(1 Tim 5:22). 

 

“Calon pelayan penginjilan harus menunjukkan dengan jelas: 

“1. Pengalaman rohani. Mereka harus mengetahui satu pengetahuan pengalaman yang mendalam 

tentang pengabdian orang itu kepada Tuhan Yesus Kristus sehingga menyatakan dirinya dalam reputasi 

dan teladan pola hidup, dalam pertimbangan sehat, dalam kehidupan rumah tangga yang bersifat panutan, 

dan dalam pembawaan tabiat yang positif (1 Tim 3:1-7; Titus 1:6-11). 

 

“2. Pengenalan akan Kitab Suci. Pendeta Kristen dipanggil terutama melayani firman. sebab  itu 

pelayan yang ditahbiskan harus memiliki satu pikiran yang dilengkapi dengan kebenaran, semata-mata 

tunduk kepada firman Allah, dan bersedia menerobos dan menjelaskan maknanya yang sebenarnya. 

Mereka mau membuktikannya bahwa mereka sudah menguasai dan sanggup menerapkan disiplin teologi 

dalam khotbah, pengajaran dan nasihatnya (Titus 1:9; 2 Tim 2:15, 24-026; 2 Kor 4:1, 2; bandingkan 

dengan Gospel Workers, hlm. 105). 

 

“3. Kecakapan untuk tugas pelayanan penginjilan. Orang yang sudah ditahbiskan harus menyatakan 

bahwa Allah telah melengkapi mereka dengan karunia yang diperlukan dalam penginjilan–intelektual-

intelektualitas dan ungkapan yang menyanggupkan mereka untuk menyatakan, mempertahankan dan 

mengajarkan iman (Ef. 4:12; 1 Tim 3:1; Titus 1:9; 2 Tim 2:2) dan karunia kepemimpinan yang 

menyanggupkan untuk memimpin, mendorong dan melatih anggota jemaat yang dipercayakan kepada 

pemeliharaan mereka (1 Ptr. 5:1-4). 

 

“4. Pelayanan penginjilan yang berhasil. Tidak dapat dipikirkan bahwa Kristus mau memanggil dan 

melengkapi hamba-hamba-Nya tanpa memberkati usahanya. Orang-orang yang telah ditahbiskan akan 

menyatakan panggilannya kepada penginjilan dengan kesuksesan penarikan jiwa dan dengan mengasuh 

mereka yang berada di bawah pemeliharaannya (1 Kor. 9:2). 

“Tanggung jawab pengurapan. Sekalipun pengurapan tidak membawa kuasa istimewa kepada si 

penerima, tetapi itu memberikan tanggung jawab yang khidmat dan untuk itulah pengurapan tidak 

dianggap enteng. Pendeta yang sudah diurapi yaitu  milik Allah, bukan miliknya sendiri. Waktu, talenta 

dan hidupnya dipersembahkan kepada-Nya tanpa syarat, sebab  pendeta yang diurapi itu yaitu  

jurubicara Allah dari gereja-Nya. Para pendeta menyatakan firman Tuhan kepada orang-orang yang 

terikat dengan pertimbangan yang tujuan akhirnya sedang diragukan. Pemeliharaan dan penyelamatan 

jiwa yaitu  satu tugas yang berat yang dipercayakan kepada mereka ‘baik atau tidak baik waktunya’ (2 

Tim 4:2). yaitu  maksud Allah supaya tidak ada pembebasan dari tugas ini selama hayat dan kekuatan 

dikandung badan sampai Tuhan, ‘;Hakim yang adil,’ akan menganugerahkan ‘mahkota kebenaran’ 

kepada semua hamba-Nya yang setia ‘pada hari-Nya’ yaitu kedatangan-Nya (ayat 8). 

 

 

Hak Pengurapan 

 

Setelah mereka yang dipanggil Yesus sudah membuktikan panggilannya kepada pelayanan Injil, Dia 

memilih orang tertentu untuk pengurapan. “Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-

orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk 

menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil’ (Mrk. 3:13, 14). Dengan demikian, teladan 

Yesus itu memberi kuasa kepada gereja-Nya untuk mengurapi mereka yang mengalami kedekatan dengan 

Kristus, yaitu mereka yang telah dipersiapkan untuk mengkhotbahkan Kristus. 

 

Barnabas dan Saulus bekerja di dalam penginjilan untuk sementara waktu, dan cap kemajuan ada pada 

pekerjaannya selaku evangelis penarik jiwa. Kemudian Roh Kudus mengesahkan pengurapan mereka. 

“Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: 

“Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Ku-tentukan bagi mereka.’ 

Kemudian, setelah berpuasa dan berdoa, menumpangkan tangan atas mereka, mereka membiarkan 

keduanya pergi” (Kis. 13:2, 3). 

 

Ny. E.G. White memberi komentar: “Allah dengan limpahnya memberkati pekerjaan Paulus dan 

Barnabas sepanjang tahun selama mereka bersama orang-orang percaya di Antiokhia. Tetapi belum ada di 

antara mereka yang diurapi secara formal ke dalam pelayanan penginjilan . . . .  Sebelum diutus selaku 

pengabar Injil ke dunia orang kafir, kedua rasul ini dengan khidmat telah diserahkan kepada Allah dengan 

berpuasa dan berdoa dan dengan tumpangan tangan. Dengan demikian, mereka disahkan oleh gereja, 

bukan hanya mengajarkan kebenaran., tetapi melaksanakan ritus baptisan dan mengorganisasi gereja 

setelah diisi dengan kekuasaan gerejani sepenuhnya. . . .  Paulus dan Barnabas sudah menerima tugas dari 

Allah sendiri, dan ritual  tumpang tangan tidak menambah anugerah baru atau kecakapan yang 

sebenarnya” (The Acts of the Apostles, hlm. 160-162). Dengan demikian, gereja sekarang ini harus 

mengesahkan pengurapan hanya bagi mereka yang telah dipilih dan diuji oleh Allah. 

 

Pengurapan bukanlah satu hadiah. — “Janganlah pengurapan itu dijadikan hanya sebagai satu hadiah 

sebab  pelayanan yang setia atau dianggap sebagai satu kesempatan menambah gelar dan kehormatan 

kepada seorang pekerja. Itu juga bukan satu penghormatan yang harus dicari orangnya atau keluarganya 

atau pun sahabatnya untuk dia (GC Policy L 35 50). 

 

Mengurapi yang bukan gembala. — Para pekerja yang diurapi kepada pelayanan penginjilan 

diasingkan untuk melayani gereja sedunia, terutama selaku gembala dan pengkhotbah firman, dan 

mereka di bawah pengaturan gereja sehubungan dengan jenis pelayanan dan tempat pelayanan. Dengan 

demikian perlu dipahami bahwa mereka yang mendapat pengurapan dan yang dipekerjakan untuk 

pelayanan khusus seperti urusan administrasi, mengajar, pimpinan departemen, supaya mereka 

dipekerjakan oleh gereja untuk penggembalaan, berkhotbah dan tugas-tugas evangelisasi” (GC Policy L 

40). 

 

Panggilan melayani gereja selain dari pelayanan penggembalaan boleh saja bersifat Ilahi pada mulanya, 

tetapi dalam beberapa hal harus diakui bahwa itu pengurapan selain untuk pelayanan penginjilan. 

 

Siapa yang mengesahkan pengurapan. “Pengurapan kepada pelayanan ialah pengasingan pekerja itu 

untuk satu panggilan yang kudus, bukan hanya untuk satu daerah saja, tetapi untuk gereja sedunia 

sehingga itu perlu dilaksanakan dengan nasihat yang meluas” (GC Policy L 45 05). Prosedur yang tepat 

yaitu  sebagai berikut: 

1. Pemeriksaan pendahuluan oleh administrasi konferens atau daerah. 

2. Rekomendasi komite konferens atau daerah. 

 

3. Persetujuan oleh uni. 

 

4. Pemeriksaan terakhir. 

 

“Waktu dan tempat untuk acara pengurapan, termasuk pemeriksaan calon, bersama istrinya, akan diatur 

oleh organisasi yang mengakui setelah mendapat nasihat dari uni” (GC Policy L 45 10). Pemeriksaan 

terakhir ini biasanya dilakukan oleh kelompok pendeta termasuk tamu yang datang dari luar konferens 

atau daerah dan uni dengan demikian menekankan bahwa pengurapan itu dilakukan oleh dan untuk gereja 

sedunia. 

 

“Pemeriksaan calon pengurapan dilaksanakan oleh para pendeta yang sudah diurapi. Wakil 

konferens/daerah, uni, divisi atau General Conference yang sudah diurapi, kalau mereka hadir, dapat 

diundang untuk membantu pemeriksaan. Di mana dianggap perlu diingatkan oleh komite pelaksana 

konferens/daerah, satu atau lebih anggota awam dapat dipilih untuk mengambil bagian” (GC Policy L 

50). 

 

Penting pemeriksaan mendalam. “Sebelum sesuatu pengurapan dilaksanakan, harus ada penyelidikan 

teliti, tidak terburu-buru dan disertai doa yang sungguh-sungguh terhadap calon apakah dia cocok untuk 

pekerjaan pelayanan penginjilan atau tidak. Hasil usaha mereka sebagai pemegang lisensi haruslah 

ditinjau kembali, dan pemeriksaan itu harus mencakup fakta dasar Injil yang agung itu” (GC Policy L 50). 

 

“Terlalu sedikit yang dilakukan dalam pemeriksaan para pekerja; dan sebab  sebab ini, gereja diusahakan 

oleh orang-orang yang tidak bertobat, orang yang tidak terampil, yang meninabobokan anggota jemaat, 

gantinya membangunkan mereka untuk kesungguh-sungguhan dan kegiatan yang lebih besar dalam 

pekerjaan Allah” (Gospel Workers, hlm. 437). 

 

Tempat terbaik untuk penyelidikan mendalam atas calon pengurapan ialah langkah di bawah No. 1 di 

atas, pemeriksaan pendahuluan oleh administrasi konferens/daerah. Di sinilah waktu yang paling cukup, 

dan lebih banyak informasi didapat. Sekretaris Kependetaan harus mengumpulkan informasi terinci 

tentang kehidupan dan pelayanan sang calon. Calon dapat diperiksa secara perorangan oleh pimpinan 

konferens/daerah, termasuk sekretaris kependetaan. 

 

Pemeriksaan oleh pekerja yang sedang melawat dari organisasi yang lebih tinggi hanya sebelum 

berlangsung pengurapan, itu sudah sangat terlambat dalam proses pengurapan. Calon sudah diberitahukan 

tentang pengurapannya. Rencana sudah diadakan. keluarga dan sahabat sudah diundang. Hampir terlalu 

terlambat untuk membatalkan pengurapan. Waktu itu bukanlah untuk membuat keputusan pengurapan, 

tetapi memberikan pengukuhan, nasihat dan dorongan. 

 

Pernikahan sebelum pengurapan itu dianjurkan, bukan diwajibkan. Jikalau calon pengurapan itu sudah 

menikah, harus dipertimbangkan kehidupannya di rumah tangga dan penyerahan istrinya. Beberapa riset 

menunjukkan bahwa lebih banyak pendeta yang meninggalkan pelayanan penginjilan sebab  istri yang 

tidak berbahagia lebih daripada sebab lain. 

 

Pengurapan jangan dipercepat atau ditunda. “Tindakan baru-baru yang tidak perlu kadang-kadang 

nyata dalam menganjurkan calon untuk diurapi. Sebaliknya, ada juga penundaan yang tidak perlu, 

berkepanjangan sampai 20 tahun atau lebih. Kedua sikap ini salah. Walaupun tidak ada pekerja yang 

harus buru-buru diurapi, sama pentingnya bahwa bila seseorang sudah siap untuk diasingkan, tidak perlu 

menunda ritual  itu” (GC Policy L 35 25). 

 

Menghubungi yang mungkin dapat diurapi. — Pengurapan pendeta bukanlah sesuatu yang dikejar. 

Sebaliknya, gereja dengan jelas mengajarkan bahwa itulah ritus yang dengan apa gereja menyatakan 

pengakuan tentang pelayanan penginjilan seorang pemegang lisensi. Pekerja pemegang lisensi bersama 

keluarga tidak harus dipersalahkan kalau merasa betul-betul prihatin apakah pelayanan mereka diakui 

atau tidak. Para pimpinan konferens/daerah harus berkomunikasi dengan mereka secara terbuka. Hapuslah 

rahasia yang meliputi pengurapan. Itulah satu langkah yang khidmat, bukan sesuatu yang dirahasiakan. 

 

Mengurapi kembali pendeta yang bertobat. — “Apabila seorang pendeta agama lain menerima 

pekabaran Advent dan rindu menjadi pendeta Advent, sebelum dia terlibat dalam program pelajaran 

formal, dia diharapkan membuktikan stabilitasnya dalam pekabaran dan kesanggupannya selaku seorang 

calon penginjil Advent dengan berpartisipasi aktif di gereja” (GC Policy L 30). 

 

Setelah enam bulan sampai setahun bekerja di bawah bimbingan pendeta setempat, pendeta seperti itu 

dapat dikirim ke sebuah Perguruan Tinggi atau Seminari Advent untuk paling sedikit satu tahun. 

Kemudian mereka dapat dipertimbangkan untuk menerima panggilan melayani penginjilan gereja Advent. 

 

“Pendeta dari agama lain yang sudah atau belum diurapi, yang telah menerima pekabaran Advent dan 

melanjutkan pelayanan, dapat diberikan lisensi kepadanya setelah menyelesaikan masa belajar dan 

orientasi. Dia sudah memasuki pekerjaan tetap di konferens, daerah atau institusi. Pendeta yang sudah 

diurapi dan yang sudah diterima dengan cara demikian akan diurapi untuk pelayanan penginjilan Gereja 

Masehi Advent hari Ketujuh sebelum diserahkan kredensi kependetaan kepadanya” (ibid, L 30). 

 

 

Pemeriksaan Sebelum Pengurapan 

 

Pemeriksaan diri sendiri. — Pemeriksaan yang paling saksama dari calon pengurapan itu sendiri 

bukanlah oleh suatu komite atau kelompok, tetapi dari dirinya sendiri. Ny. E. G. White menulis kepada 

seorang pendeta demikian: “Engkau tidak menyelidiki hatimu dengan saksama. Engkau telah mempelajari 

banyak pekerjaan supaya pembicaraanmu mantap, sanggup dan menyenangkan; tetapi engkau telah 

mengabaikan pelajaran yang paling penting dan terbesar, mempelajari dirimu sendiri” (Testimonies, jld. 

1, hlm. 453, huruf miring dicantumkan). 

 

Pemeriksaan resmi. — Di bawah ini ada tiga sumber yang mendaftarkan bidang yang dimasukkan 

dalam pemeriksaan pengurapan. Pemeri