gereja masehi 15

gereja masehi 15


 


Menekankan kunjungan khusus seperti digariskan di bawah ini. 

 

2. Berikan prioritas pertama mengunjungi mereka yang termasuk kelompok istimewa. Seorang pendeta 

yang sibuk sebab  dibebani dengan tugas perlawatan rutin untuk setiap orang mungkin saja mengabaikan 

mereka yang lebih banyak membutuhkan pertolongan. Kelompok istimewa termasuk peminat 

evangelisasi, yang patah semangat, yang sakit, yang berduka, yang baru menikah, yang pernikahannya 

berantakan, yang baru menggendong bayi, orang tua yang anak-anaknya lari dari rumah, dsb. Banyaklah 

yang termasuk kelompok ini dikunjungi pada siang hari untuk menyelamatkan waktu yang berharga pada 

malam hari. 

 

Latih dan doronglah anggota untuk menghubungi gereja. Sediakan dan bagikan selebaran “kapan Anda 

harus menghubungi pendetamu,” dengan mendaftarkan peristiwa khusus seperti: 

* Sebelum berangkat ke rumah sakit. 

* Ketika lahir seorang bayi 

* Bila terjadi kematian di keluarga 

* Bila ada reaksi berkepanjangan terhadap kesedihan hati 

* Sebelum memutuskan hubungan perkawinan 

* Apabila Anda ingin membicarakan atau mendoakan satu situasi yang sulit 

* Apabila Anda tertekan secara rohani 

* Bila Anda mengenal seseorang yang membutuhkan pertolongan secara kerohanian 

 

3. Hubungi (lawat) melalui telepon. Mungkin saja itu hanya separuh berpengaruh, tetapi jikalau Anda bisa 

menelepon 10 kali dalam satu jam, Anda sudah melaksanakan kunjungan 5 kali. 

 

4. Siapkanlah dirimu di gereja, terutama pada hari Sabat. Jenis perlawatan ini lebih menghemat waktu dan 

uang. Beryaitu  di serambi gereja setengah jam sebelum sekolah Sabat. Jika mungkin doronglah istrimu 

melakukan hal yang sama. 

 

Anggota yang datang kepada Anda memberikan lebih banyak waktu kepada setiap orang ketimbang 

hanya bersalaman ketika ,mereka pulang. Jangan absen dari sekolah Sabat, tetapi hadirlah di serambi 

gereja 30 menit sebelum acara dimulai. Setelah selesai acara sekolah Sabat, temuilah hanya mereka yang 

terlambat datang. Perlu Anda mengikat persahabatan dengan orang-orang ini. 

 

Maksud kunjungan ke rumah. — Kunjungan-kunjungan gembala bukanlah aspek sosial, bukan faedah, 

dan bukanlah untuk membuktikan bahwa Anda sudah kunjungi setiap rumah. Walaupun kunjungan sosial 

menambah kehadiran anggota di gereja, atau pengumpulan dana dapat dilibatkan dalam kunjungan 

pendeta, maksud utama kunjungan pastoral seharusnya urusan rohani. 

 

Merencanakan kunjungan ke rumah. — Sebelum kunjungan. Buatlah kartu arsip. Harus ditandai 

daftar orang yang memerlukan perhatian khusus. Pindahkan dari rak kartu-kartu mereka yang Anda ingin 

lawat. Tidak perlu lagi menyalin informasi. 

 

Sebagian gembala merencanakannya berdasarkan wilayah; membuat jadwal kunjungan semuanya di 

wilayah yang sama dan ini menghemat waktu. Yang lain lebih suka mengunjungi per kelompok. Di sini 

ada contoh: mereka memilih untuk mengunjungi yang baru berkabung dalam satu hari. Ini memberi 

persiapan diri dan pemikiran khususnya untuk kelompok itu. Yang lain lagi merancang paling sedikit satu 

hari dalam sepekan untuk mengunjungi calon anggota. 

 

Lawatlah sesuai perjanjian. Di beberapa bagian dunia ini, yaitu  satu tindakan yang salah kalau 

mengunjungi satu rumah tanpa lebih dulu membuat janji, dan itu dapat membuang waktu, sebab  Anda 

mengetuk pintu tetapi orangnya tidak ada. Namun Anda tidak harus menghabiskan waktu membuat 

perjanjian. Seorang anggota sukarelawan dapat melakukan ini dengan menghubungi anggota di gereja 

pada hari Sabat, atau dengan telepon, jika mungkin. Orang yang sudah pensiun atau yang cacat memiliki 

karunia dan waktu sehingga mereka dapat dilibatkan dalam penginjilan ini. 

 

Selama berkunjung. Ada tiga bagian dasar kunjungan seorang pendeta yang disusun di bawah ini: 

1. Jadilah seorang sahabat. Mulailah dengan satu tingkatan sosial. Bicaralah sedikit dan banyak 

mendengar. Sebagaimana Will Rogers mengatakan: “Setiap orang yaitu  bodoh–hanya atas pokok yang 

berbeda.” Duduklah dengan kebodohan sejati dan dengan lugu sementara orang menceritakan 

keinginannya kepadamu. Kebanyakan laki-laki membicarakan tentang pekerjaannya dan kebanyakan 

wanita menceritakan tentang keluarganya. 

 

Jangan berpacu dengan TV dan radio jika Anda dapat menghindarinya. Barangkali tidak sopan meminta 

TV itu dimatikan apalagi jika anak-anak dan tamu bukan anggota sedang menonton. Cobalah bicara 

dengan nada rendah agar dapat didengar mengatasi TV atau radio. Seringkali ada saja sukarelawan yang 

mematikan itu. 

 

2. Jadilah seorang sahabat Kristen. Bila sudah dibuka percakapan secara alamiah, alihkan pembicaraan 

dalam arah kerohanian. Apakah Alkitab dibaca atau tidak, itu tergantung kepada tuan rumah, budaya atau 

kepribadianmu. Banyak pendeta lebih lega dengan Alkitab saku. Mereka menyembunyikan ketika tiba 

supaya jangan tampak terlalu suci kepada yang bukan Kristen. Namun itu dapat dikeluarkan bila cocok 

dengan situasi. 

 

3. Jadilah seorang sahabat Kristen yang selalu berdoa. Bertelutlah bila sesuai. Jarang permisi berdoa, itu 

akan mengecewakan orang dengan menyimpulkan bahwa doa bukanlah tempatnya di rumah itu. 

Undanglah anak-anak atau orang lain yang hadir di situ supaya ikut serta dengan kelompok. Anda harus 

menghafal semua nama pada saat ini, dan doakanlah setiap orang secara perorangan. Libatkan mereka 

yang bukan Kristen, kalau ada, dalam rumah itu. 

 

Tinggalkanlah tempat itu hampir segera sementara nada rohani doa itu masih terngiang. Janganlah 

biarkan ada orang yang membuka jasmu ketika tiba. Anda akan kehilangan pengawasan ketika Anda 

sedang pulang. Mereka dapat menahanmu di sana selama menyimpan jasmu dan kunjungan itu bisa 

berakhir dengan pertemuan sosial saja. 

 

Kebanyakan kunjungan pendeta seharusnya 10 sampai 20 menit saja. Kadang-kadang 30 menit masih 

dapat diterima, terutama Anda baru saja mengenalnya. Kunjungan berlama-lama cenderung menjadi 

kunjungan sosial. Jangan memberi kesan kepada anggota bahwa Anda tak memiliki  pekerjaan selain 

duduk dan ngobrol sepanjang hari. 

 

Sebaliknya, janganlah duduk di pinggir kursimu selama itu seakan-akan Anda tak dapat menunggu lagi. 

Duduklah santai dan bersandar, dengar, tetapi hanya untuk waktu yang terbatas. Anda sedang 

melaksanakan tugas Raja, dan Anda harus meninggalkan kesan bahwa bisnis Raja itu berkembang dan 

mendesak. 

 

Sekalipun dalam semua perencanaanmu, jikalau tidak ada orang di rumah, tulislah catatan pribadi di balik 

kartu perlawatan. Itu sudah separuh sebaik satu kunjungan. Itu membuktikan bahwa Anda sudah datang. 

Itu menunjukkan bahwa Anda peduli. 

 

Setelah kunjungan. Turunlah ke jalan raya dan menyimpang sedikit, berhentilah dan catat tanggal baru di 

kartumu. Tulislah nama-nama kalau Anda belum memilikinya. Catatlah di mana anak yang tidak hadir. 

Catat keprihatinan keluarga dan kesanmu. Mengingat keterangan ini pada kunjungan yang berikut itu 

akan meyakinkan keluarga tentang minatmu yang sejati. 

 

 

Perlawatan Anggota Awam 

 

Setiap anggota awam jemaatmu harus menerima kunjungan dari jemaat setiap tahun, tetapi tidak 

selamanya oleh pendeta. 

 

Rencana wilayah. — Buatlah rencana wilayah atau rencana wakil pendeta, membagi anggotamu ke 

dalam wilayah distrik, barangkali atas dasar ilmu bumi. Seorang ketua jemaat, dibantu oleh seorang 

diaken atau diakenes, dapat bertanggung jawab atas sebuah wilayah distrik. Ketua itu akan memimpin 

perencanaan perlawatan begitu juga program lainnya yang membangun kekuatan rohani kelompok itu. 

Namun, tidak adil untuk menganggap bahwa setiap ketua, diaken atau diakenes memiliki karunia atau 

minat dalam penginjilan seperti itu. Setiap orang harus diizinkan untuk bergumul dalam bagi 

perlengkapannya sendiri. 

 

Penyelarasan. — Para pengunjung yang diselaraskan tepat dengan yang dikunjungi memberikan 

kekuatan yang melampaui apa yang dihasilkan oleh kunjungan pendeta. Mereka yang pernah kemalangan 

akan melawat yang kemalangan. Yang masih sendirian dapat mengunjungi yang belum menikah, dsb. 

 

Latihan. Tawarkan latihan khusus perlawatan. Anda bisa menawarkan kelas-kelas singkat diikuti dengan 

jenis perlawatan anggota biasa, kenalan baru, anggota yang tidak aktif, penghuni penjara, rumah 

perlawatan, rumah sakit. Biarlah anggota memilih kelasnya dan perlawatan khusus yang cocok dengan 

pengalaman, minat dan karunia. 

 

Yang terbaik ialah “latihan di tempat kerja.” Bawalah seorang sewaktu Anda melawat–teristimewa ketua 

jemaat, yang kemudian akan melatih anggota lain untuk melawat. Tunjukkanlah kepada mereka 

bagaimana satu perlawatan dapat ditingkatkan dari segi sosial ke tingkat rohani lalu ke tingkat doa. 

 

Milikilah daya cipta. — Manfaatkanlah papan pengumuman gereja secara kreatif. Cobalah membuat 

satu pengumuman “Lawatlah penghuni penjara hari ini. Balikkan kartu orang yang akan kamu lawat.” 

Gantungkanlah kartu ada setiap cantolkan di papan pengumuman. pada satu sisi setiap kartu tertulis 

“lawatlah saya” dan berisi nama dan alat seorang narapidana. Sisi lainnya kartu itu berisi “terima kasih.” 

 

Buatlah Sabat Perjamuan satu hari bagi ketua-ketua, diaken dan diakenes melawat dan mengadakan 

Perjamuan Kudus bagi mereka yang pasti datang ke gereja kalau tidak ada halangan. 

 

Ajarlah jemaatmu untuk menerima pekabaran penginjilan dari sesama anggota awam. Anggota harus 

ditolong supaya melihat bahwa kunjungan kerohanian anggota jemaat lainnya yaitu  kunjungan 

“kependetaan.” 

 

Bantulah jemaatmu belajar peduli. Rencana organisasi apa pun akan buyar jika anggota jemaatmu tidak 

benar-benar peduli satu dengan yang lain. Sebaliknya, sangat menakjubkan betapa banyak yang 

dihasilkan dengan perlawatan ketimbang betapa sedikit peraturan jikalau saja anggota-anggota saling 

mengasihi. 

 

 

Perlawatan ke Rumah Sakit 

 

Garis penuntun untuk satu kunjungan ke rumah sakit. —  

1. Ubahlah pergunjingan menjadi satu karunia. Tugaskan anggota-anggota yang nampaknya selalu 

mengetahui segala sesuatu yang berkaitan dengan tanggung jawab mengetahui segala sesuatu yang 

berkaitan dengan tanggung jawab mengingatkan Anda bilamana ada seorang anggota yang sedang 

diopname di rumah sakit. 

 

2. Pergilah dengan segera. Tinggal di rumah sakit akan semakin singkat dan semakin singkat, dan orang 

merasa diabaikan bahkan merasa ditolak bilamana tidak ada orang yang mewakili gereja yang melawat 

dia. 

 

3. Pergilah di sore hari kalau mungkin sebelumnya. Pada sore hari biasanya ada pengunjung lain, yang 

mungkin akan mengganggu satu kunjungan rohani. Sisihkanlah sore hari untuk pekerjaan yang tak dapat 

diselesaikan pada siang hari. 

 

4. Mampirlah di kantor perawatan sebagai satu penghormatan kepada para perawat yang bertugas. Anda 

juga bisa mengetahui sedikit tentang penyakit si pasien, dan pastikan bahwa kunjungan itu tidak di luar 

peraturan. Ini teristimewa penting di ruang kebidanan, di mana ada aturan kunjungan. 

 

5. Tunjukkanlah sikap bersahabat kepada orang lain di ruangan itu. 

 

6. Jangan bangunkan pasien itu. Sulit beristirahat di rumah sakit. Tuliskan satu dua kalimat di kartu 

kunjungan dan tinggalkan itu di tempat tidur. 

 

7. Jangan duduk atau bersandar di tempat tidur. Ini dapat membuat kurang nyaman bagi tubuh yang sakit. 

 

8. Jamahlah dengan berjabatan tangan agak lama sewaktu memulai kunjunganmu., Itu menunjukkan 

kepedulianmu. 

 

9. Berhati-hatilah menanyakan tentang penyakit. Lebih baik mendapat informasi ini di kantor 

keperawatan. Namun, tujuan kunjunganmu terarah kepada sebab mengapa pasien itu berada di sana, dan 

perawat mungkin tidak dapat atau tidak mau memberitahukan itu kepadamu. Pasien mungkin menghadapi 

operasi yang segera akan dilaksanakan atau diagnosis yang parah atau penyakit berbahaya. Mungkin 

Anda bertanya: “Apakah Anda dirawat sebab  sesuatu yang serius?” atau “Apa yang sedang terjadi 

padamu?” Anda akan mengetahui apa saja yang dapat dia ceritakan padamu tentang penyakit itu. Atau 

tanyakan, “Bagaimana perasaanmu?” Jawabnya akan memberikan petunjuk bagaimana And akan 

melayani atau berapa lama Anda berada di sana. Tinggalkanlah tempat itu segera jika pasien itu merasa 

sakit. 

Anda harus peka terhadap perasaan yang direkayasa. Sebagian orang berpikir bahwa orang Kristen yang 

benar-benar baik tidak harus mengalami rasa takut atau rasa cemas. teristimewa kepada mereka, mereka 

pura-pura berani dan tegar yang sebenarnya mereka tidak rasakan. 

 

10 Berpikirlah secara positif. Rumah sakit bukanlah satu tempat yang sembrono. pasien yang sedang 

menderita ingin agar perasaan negatifnya dihargai, tetapi masukkanlah sedikit sinar matahari. 

 

11. Dengarlah banyak dan bicaralah sedikit. Tetapi biarlah pasien itu mengetahui bahwa Anda sudah 

mendengar dan memahaminya. Kehadiranmu saja sudah mengingatkan pasien tentang apa yang Anda 

sudah ajarkan kepada mereka. 

 

12. Bacaan ayat Alkitab bila cocok dengan suasana. Bawalah Alkitab kantong. 

 

13. Kunjungan singkat. Kunjungan 5 sampai 10 menit biasanya sudah cukup. 

 

14. Berdoa. Peganglah tangan pasien dan berdoalah khusus untuk kebutuhan yang sudah diutarakan. 

Layangkanlah sebuah doa khusus untuk ibu yang baru, memberkati bayi mereka. 

 

15. Tinggalkanlah tempat itu segera, sementara gema doa itu masih mengiang di telinga. 

 

Membaca Alkitab. — Simpanlah dalam lembaran Alkitab sakumu ayat-ayat yang cocok untuk pelbagai 

situasi kunjungan. Untuk kunjungan rumah sakit, ayat di bawah ini termasuk di sana: 

 

Ayat-ayat Umum 

Mzm. 23; 46; 103; 121 

Yer. 30:17 

Mat. 11:28-30; 15:30, 31. 

Roma 5:3-5; 8:16-39 

Yak. 5:13-16 

3 Yoh 2 

 

Sebelum Operasi 

Mzm. 91; 103:1-5 

Yes. 43:1-3; 38:8, 9 

 

Dalam penderitaan 

Yes. 26:3, 4 

Mat. 11:28, 29 

Yoh. 14:27 

 

Menghadapi Kematian 

Mzm. 23; 90:1-6, 10 

Yes. 56:11 

Yoh. 3:14-16 

Yoh. 14:1-4; 25-27 

Roma 8:35-39 

2 Kor. 5:1-4 

 

Setelah sembuh 

Mzm. 34:4-8; 107:1-9 

Lukas 17:12-18. 

 

Kelahiran anak 

Mat. 18:1-6 

Markus 10:13-16 

Lukas 1:46-49 

Pasal 27 

 

Penyuluhan 

 

 

 

Tentang mereka yang mengalami kesulitan emosi, dalam penduduk pada umumnya ada 40 sampai 50 

persen pertama-tama akan mencari seorang pendeta atau pimpinan agama untuk pertolongan. Tentu saja 

lebih tinggi persentase di antara pengunjung gereja. Pendeta itu biasanya dapat menangani 80 persen dari 

semua kasus. 

 

 

Pembatasan Penyuluhan 

 

Pengurapan kependetaan tidaklah memberikan kesempatan hadir di mana-mana atau mengetahui 

segalanya. Selaku pelayan penginjilan, kita harus mengenal batas kemampuan kita. 

 

Pembatasan waktu. — Bisnis kita yang utama ialah berkhotbah tentang Injil. Semua yang lainnya itu, 

termasuk konseling pribadi, yaitu  sekunder. Pendeta harus menghormati dan menangani masalah emosi 

para anggota jemaatnya, tetapi yang berdasarkan Alkitab, khotbah yang berpusat kepada Kristus, yang 

menekankan pengharapan dan pengampunan, itu akan mencegah banyak kesulitan untuk mana anggota 

mencari nasihat. 

 

Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. Pendeta mengutamakan pencegahan bilamana mereka 

mensponsori program seperti mempertinggi nilai pernikahan, yang dapat menghalangi atau menolong 

mengatasi masalah. 

Dalam memberikan nasihat, pendeta perlu mengingat amaran tertentu. Lebih daripada para penasihat 

lainnya, pendeta selalu berhadapan dengan orang-orang yang suka mengeluh. Sebagian hanya mencari 

rasa simpati dan perhatian ketimbang pertolongan. Mereka datang sebab  pendeta bersimpati–dan bebas. 

Sebagian yang lain mencari seseorang yang bisa bersungguh-sungguh dengannya. Mencari seseorang 

yang mau mengakui apa yang mereka akan lakukan, mereka akan mencatat bahwa sisa hidupnya menjadi 

maaf bagi tabiatnya. Pendeta kadang-kadang mudah menjadi kurang baik, kurang ahli di bidang 

konseling, sebab  egonya sendiri–ingin dibutuhkan. 

 

Kasihilah mereka yang mencari rasa simpati atau menginginkan pengakuanmu, tetapi janganlah 

membiarkannya menyita waktumu. Batasi nasihatmu kepada empat atau lima pertemuan paling banyak, 

supaya keahlianmu dan waktumu dapat dibagi-bagi kepada lebih banyak orang. 

 

Keterbatasan keahlian. — Ketahuilah kapan berkenan dikunjungi. Berpura-pura ahli padahal Anda 

tidak punya sama sekali bukan hanya berbahaya kepada pencari nasihat, tetapi akan menuntun kepada 

kesulitan yang legal bagimu dan bagi gereja. 

 

Pertimbangkan faktor-faktor berikut bilamana memutuskan apakah Anda berkenan atau tidak. Berapa 

dalam si pencari nasihat mengalami kesedihan, amarah, kecemburuan, rasa bersalah, kesepian, 

kejengkelan, atau kebingungan. Apakah orang itu begitu kewalahan dengan semua perasaan ini sehingga 

dia tidak dapat berfungsi secara normal. Atau apakah itu hanya satu kepedulian bahwa itu yaitu  

pergumulan pribadi sementara dia masih dapat berfungsi secara normal? Apakah masalah itu baru saja 

timbul atau sudah menjadi pola hidup yang bertele-tele? 

 

waspada   terhadap reaksi yang kurang pantas seperti mengungkapkan kata-kata yang tidak logis, emosi 

yang tak terkendali menerawang ke angkasa tanpa mendengar, patah semangat yang terlalu dalam, tidak 

sanggup mengambil keputusan sederhana, percaya bahwa orang lain sedang mengejarnya, dan hilang 

kendali kebiasaan makan dan lain-lainnya? Ini dapat menjadi gejala kejiwaan dan orang yang 

menunjukkan sifat ini seharusnya dikirim kepada penasihat profesional atau psikiater yang telah terlatih 

menghadapi keadaan yang parah. 

 

Sadarilah jauh-jauh sebelumnya apa kesanggupanmu dalam bidangmu sehingga Anda dapat mengalihkan 

kasus kepada orang lain yaitu masalah yang tak dapat Anda tangani sendiri. Biasanya And dapat tertolong 

dengan menanyakan bagian kesehatan mental lokal atau kantor bidang rohani di rumah sakit. 

 

Penyuluhan Masa Krisis 

 

Kebanyakan pemberian nasihat oleh kebanyakan pendeta haruslah dibatasi menjadi penyuluhan krisis 

singkat. Ada lima anjuran untuk penyuluhan krisis: 

 

1. Belajar mendengar. — Mendengar berarti merayu. Itu menunjukkan kepedulianmu terhadap yang 

dinasihati. Pembicaraan menjelaskan permasalahan kepada yang dinasihati dan itu sendiri menjadi 

pengobatan yang terbaik. Dengan menerjemahkan perasaannya ke dalam kata-kata, orang beranjak dari 

tingkat emosi ke sesuatu yang lebih masuk akal, di mara mereka menemukan jawaban sendiri. 

 

Mendengar berarti menjelaskan masalah kepada penasihat. Sementara Anda berbicara, Anda tidak belajar, 

Bilamana Anda terlalu banyak memusatkan pemikiran pada jawabanmu, Anda akan salah mengerti 

pertanyaan itu sebagian. Satu kata yang kelihatannya lebih berhasil dalam memberikan nasihat lebih 

daripada seluruh kata-kata digabungkan ialah “ahaaa.” Itu menunjukkan yang Anda sedang 

mendengarkan dan mendorong supaya ia meneruskan pembicaraannya. 

 

Janganlah merasa kaget dan terimalah seluruhnya apa yang Anda dengar. Jadilah pendengar yang baik 

tanpa menghakimi seperti Yesus telah lakukan kepada perempuan pelacur yang tertangkap basah itu. 

 

Dengarlah dari dua sisi. Dalam masalah hubungan apa pun janganlah menyimpulkan apa yang Anda 

dengan dari satu sisi sudah benar sama sekali–atau orang itu yang bebas berbohong. Lebih tepat lagi, itu 

yaitu  satu kasus yang benar dalam pandangan matanya sendiri. Sanjungan yang diberikan kepada Anda 

sebab  telah dipilih menjadi penasihat cenderung membuat pikiran Anda berat sebelah kepada yang 

dinasihati. Lagi pula, siapa pun yang berperasaan baik mencari nasihat Anda tidak dapat jauh dari 

kesalahan. Jangan pernah membuat putusan penghakiman tanpa mendengar dari dua belah pihak. 

 

2. Pusatkan pikiran pada jalan keluar. — Gunakanlah lebih banyak waktumu mencari jalan keluar, 

bukan pada masalah. Sebagian orang mengulas-ulas masalah hanya menginginkan rasa simpati dan tidak 

mau berusaha mencari jalan keluar. Jikalau mereka sudah memecahkan persoalan mereka, mereka tidak 

lagi merasa dirinya penting. Mereka sudah kehilangan alasan untuk datang. Bukan hanya membuang 

waktumu melayani orang yang demikian; Anda sangat menyakiti hari mereka dengan menuangkan rasa 

simpati yang berlebihan. Anda menjadi tongkat mereka, dan bisa saja menghalangi mereka supaya tidak 

berjalan/.. 

 

Jangan coba memecahkan persoalan orang. Tolonglah mereka menganalisa masalah yang sebenarnya, 

kemudian biarlah mereka melakukan pemecahannya. 

 

3. Tolonglah mereka dalam memilih satu rencana.– Orang yang dinasihati menemukan lebih mudah 

memusatkan pikiran pada jalan keluar kalau mereka bisa melihat beberapa pilihan. Tolonglah mereka 

menentukan pilihan mana yang terbaik, dan membentuk rencana bagaimana memulainya. Sebagian 

penasihat membuat kontak tertulis yang sebenarnya pada titik waktu ini. Tugas gembala kebanyakan 

mendorong mereka untuk menerapkan keputusan mereka sendiri. Jikalau pasien penyuluhan tidak 

mengikuti rencananya, janganlah memakai  banyak waktu tambahan untuk mereka. 

 

4. Ketahuilah kapan menghubunginya. 

 

5. Pegang rahasia paling dekat. — Bagi gembala, ini yaitu  satu tuntutan resmi yang sah. 

 

Berdoalah untuk pasien penyuluhanmu. Doa memusatkan perhatian pada sumber pertolongan yang paling 

pasti dan paling abadi, yaitu Allah. 

 

 

Penyuluhan Anggota Awam 

 

Hasil riset mengherankan sebab  menunjukkan bahwa penasihat anggota awam yang peduli, dilatih atau 

tidak, yaitu  menolong bagi para pasien penyuluhan selaku tenaga ahli. 

 

Istri. — Istri pendeta dapat menjadi penasihat ulung. Mereka sering memiliki kepekaan memahami 

masalah hubungan lebih baik dari pasangannya. Buatlah persetujuan dengan pasanganmu jika dia mau 

menolong dalam penyuluhan, Anda akan memakai  jumlah waktu tambahan yang sama dengan 

keluarga. 

 

Tenaga ahli. — Kadang-kadang jemaat Anda memiliki orang-orang yang terdidik di bidang penyuluhan. 

Pendeta harus menampung keahlian ini, dan jangan sampai ada kecemburuan keahlian atau kompetisi 

antara pendeta dan orang awam. Manfaatkanlah orang itu bukan hanya menghubungi pasien penyuluhan, 

tetapi juga melatih anggota yang mau membagi beban penyuluhan. 

 

Jemaat. — Anggota memberi penyuluhan kepada anggota yaitu  tugas Kekristenan, “Bertolong-

tolonglah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” Gal 6:2. Pendeta boleh 

mengorganisasi satu “klinik penyembuhan” berdasarkan kesimpulan bahwa sebagian di antara jemaat 

telah menghadapi dan mengalahkan masalah yang sekarang ini dihadapi oleh pasien penyuluhan. Jikalau 

pendeta dapat mengidentifikasikan orang ini, berilah sedikit latihan kepada mereka, dan biarkanlah 

mereka bersama-sama dengan orang-orang yang bermasalah, mereka bukan hanya menyediakan 

pertolongan bila diperlukan, tetapi menjadikan gereja itu satu wadah yang benar-benar menyembuhkan 

warga . 

 

Kelompok pendukung dapat juga dibentuk di mana orang-orang yang memiliki  kebutuhan yang sama 

bukan hanya membagikan dan mencari jalan keluar untuk masalah, tetapi saling mendoakan dan 

mendukung satu dengan yang lain. Gereja juga dapat membentuk pusat narasumber. Perpustakaan kecil 

yang berisi buku-buku dan risalah dengan informasi praktis dan penuntun bagaimana mengatasi masalah 

tertentu ini semua akan menolong. 

Pasal 28 

 

 

 

Persekutuan Jemaat 

 

 

Kesatuan 

 

 

 

Bisnis gembala yang terutama ialah mempersatukan kawanan domba. Orang-orang memerlukan 

persekutuan. Jika mereka tidak menemukannya dalam gereja, mereka akan pergi ke mana saja untuk 

mencarinya. 

 

Kekristenan menuntut kasih dan kesatuan. “Kita tahu, bahwa kita telah berpindah dari dalam maut ke 

dalam hidup, yaitu sebab  kita mengasihi saudara kita. Barang siapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam 

maut” (1 Yoh. 3:14). “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu yaitu  murid-murid-Ku, 

yaitu jikalau kamu saling mengasihi” (Yoh. 13:35). 

 

Kesatuan memenuhi jemaat dengan kuasa. “Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul 

di satu tempat (dalam kesatuan hati–penerjemah) Kisah 2:1. “Apabila terdapat kesatuan tindakan di antara 

masing-masing anggota jemaat, apabila terdapat pernyataan kasih dan keyakinan oleh seorang saudara 

kepada saudara yang lain, maka akan ada kekuatan yang seimbang dan kuasa dalam pekerjaan kita demi 

keselamatan umat manusia” (TM, 188). 

 

Kasih Kekristenan menghasilkan kesatuan gantinya perpecahan. “Tetapi yang terutama: kasihilah 

sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa” (1Petrus 4:8). Api 

kasih Kekristenan menghancurkan rongsokan kebencian akan golongan, perselisihan suku, buruk sosial, 

dan perselisihan kecil pendapat teologi. 

 

Sebaliknya, benih perpecahan dan ketidaksetiaan mudah menyebar. Jikalau Anda selalu gembala tidak 

setia kepada pimpinan konferens, nampaknya Anda sedang menabur bibit yang akan berakar dalam 

jemaatmu sendiri dan akan melahirkan satu jemaat yang tidak setia kepada pimpinanmu. Sampai engkau 

belajar bagaimana menolong jemaatmu untuk menghadapi dan mengatasi dengan kuasa, yakni mereka 

yang menarik ke arah yang berbeda, sehingga mereka tak dapat menggerakkan gereja itu. 

 

 

Bergaul dengan Anggota 

 

Persekutuan bertumbuh apabila jemaat memiliki banyak persamaan. Kata “berhubungan” datang dari kata 

yang sama “yang bersamaan.” Komunikasi yang baik antara anggota menimbulkan pemahaman yang 

lebih baik dan kebersamaan di antara mereka. Ini meningkatkan persekutuan. Di bawah ini ada beberapa 

cara jemaatmu berkomunikasi: 

 

Buletin gereja–komunikasi–mingguan. — Sebagian informasi dalam buletin gereja yaitu  patokan 

yang tidak memerlukan perubahan; nama jemaat, alamat dan nomor telepon; pendeta, pegawai inti; 

pernyataan dasar iman; segi informasi untuk pendeta. 

 

Informasi lainnya biasanya termasuk ke dalam tiga bagian: “Jemaat Belajar” (Sekolah Sabat), “Jemaat 

Berbakti” (jam kebaktian), dan “Jemaat melayani” (Kegiatan yang akan datang, tentang keuangan, dsb.). 

 

Laporan gereja berkala–komunikasi bulanan. — Kebanyakan gereja membagikan laporan melalui 

pos. Ini menolong anggota reguler, yang suka mangkir, pengunjung dari wilayah sekitar yang telah 

menandatangani buku tamu supaya berhubungan dengan program gereja, rencana dan kegiatannya. Itu 

juga menyediakan satu jalan membagikan acara yang terlalu duniawi, jika disajikan pada Sabat pagi 

menurut perasaan sebagian anggota. 

 

Adakan perlombaan memposkan laporan gereja berkala. Anda sebaiknya mendorong khususnya anggota 

yang lebih tua supaya datang. Mereka memiliki  waktu, dan mereka memerlukan persekutuan. 

 

Laporan bulan gereja itu menolong: (1) memberikan informasi, (2) mempromosikan, (3) menghemat 

waktu pengumuman pada jam kebaktian dan (4) menggalang persekutuan. Untuk menekankan yang 

terakhir, perkenalkan nama-nama di buletin tersebut. Jika Anda menggembalakan banyak gereja, 

gunakanlah hanya satu buletin berkala, tetapi tujukan bagian-bagiannya ke gereja masing-masing. 

 

Ini menciptakan persekutuan antar gereja, dan gereja-gereja juga akan memiliki  pengharapan yang 

lebih baik terhadap pendeta yang begitu sibuk. 

 

Artikel yang disarankan untuk dimuat dalam laporan berkala:  

Pojok Gembala. Inilah ruangan untuk berbicara dari hatimu. Ingat mereka khususnya yang tidak hadir. Di 

sini ada satu jalan yang jelas bagaimana Anda dapat berkomunikasi dengan mereka. Tanpa 

menyombongkan diri, boleh juga memasukkan kegiatanmu dalam bulan itu; jumlah khotbah, kumpulan 

evangelisasi, belajar Alkitab, lawatan kependetaan, dsb. 

 

Jadwal. Hamparkan kalender, daftarkanlah kegiatan gereja setiap hari. Sebagian anggota menempelkan 

kalender itu di rumah supaya tidak kehilangan acara gereja. Mungkin juga Anda memasukkan judul 

khotbah Sabat pagi; kadang-kadang satu jadwal akan menggoda seorang anggota yang tidak aktif supaya 

datang berbakti. 

 

Artikel Berita. Masukkanlah acara khusus gereja dan acara sosial gereja. Tekankan acara pribadi seperti: 

pernikahan, hari lahir/kelahiran, penyerahan anak, baptisan, penamatan, ulang tahun, sakit, kematian. 

Anda mungkin memasukkan daftar ulah tahun bulan berikut atau hari peringatan lainnya. Ajaklah 

anggota untuk mengirimkan salam pribadi. 

 

Utamakan sebuah keluarga pada bulan itu. Biarlah redaksi mewawancarai keluarga itu. Pelajari tentang 

latar belakangnya, karier, anak-anak, keinginan dan apa arti gereja bagi mereka. Jangan ragu-ragu 

mewawancarai yang tidak berkeluarga dalam rubrik ini. 

 

Artikel Orang Muda. Tekankan minatmu dalam orang muda dengan menyediakan sebagian dari laporan 

itu untuk kegiatan orang muda. Masukkan halaman untuk anak-anak dengan kuis Alkitab, teka-teki, dan 

permainan. Biarkan anak-anak atau orang muda menuliskan beberapa alinea yang menyatakan bagaimana 

perasaan mereka terhadap gereja. 

 

Buku Petunjuk Gereja–Komunikasi Tahunan. — Buku Petunjuk gereja dapat menjadi satu alat yang 

sangat efektif dalam mendorong persekutuan sesama anggota warga  gereja. Memiliki semua nama 

anggota gereja di tangan mereka itu akan menyanggupkan anggota untuk berkenalan lebih baik atau satu 

dengan yang lain. Buku Petunjuk berkala yang bergambar akan menjadi sangat menolong. 

 

Waktu yang tepat menyediakan buku petunjuk berkala ialah setelah pemilihan pegawai dan membuat 

rencana tahun berikut. Kemudian buku petunjuk itu dapat digunakan memuat garis besar acara tahunan. 

Hal-hal yang terutama dapat mencakup: 

 

* Pernyataan misi gereja 

* Uraian ringkas sejarah gereja 

* Pesan gembala. Ini bisa mencakup tujuan khusus dalam tahun baru 

* Jadwal acara sekolah Sabat, termasuk Sabat Perjamuan kudus 

* Seminar atau acara khusus dan kapan itu dilaksanakan 

* Nama-nama pegawai jemaat 

* Komite, dan kapan bertemu 

* Tanggal lahir anggota, mulai dari 1 Januari (jangan tuliskan tahun kelahiran). 

* Jadwal harian atau mingguan gembala, termasuk hari libur keluarga. (Pastikan setiap jam dapat 

dihubungi untuk keadaan darurat). 

* Nomor telepon yang sering dipanggil: pegawai gereja, rumah pendeta, sekolah, kantor konferens, 

perkemahan pemuda, kantor BBA 

* Nama-nama pegawai konferens dan direktur departemen 

* Alamat dan nomor telepon bisnis lokal, reparasi, atau institusi yang dijalankan Gereja Masehi Advent 

Hari Ketujuh. 

Saran lain untuk komunikasi. — Doronglah anggota supaya bersekutu melalui rencana yang demikian. 

 

Penelitian Jemaat. Sebenarnya, komunikasi terjadi ketika mereka yang terlibat saling berbicara dan 

saling mendengar. Janganlah para pimpinan gereja memborong pembicaraan. Penelitian jemaat yaitu  

satu usaha untuk mendengar. Penelitian seperti itu menghasilkan yang terbaik kalau dilaksanakan pada 

Sabat pagi. Secara ideal, penelitian itu harus dilaksanakan pada waktu dimulai proses perencanaan 

tahunan. 

 

Bagikan formulir berisi dua atau tiga pertanyaan (termasuk pembuka dan penutup) tentang masing-

masing wilayah program kerja gereja, seperti: perbaktian, khotbah dan kegiatan anggota awam. Sekolah 

Sabat, orang muda, kumpulan permintaan doa, pertemuan sosial, dsb. Redaksi yang tidak dikenal dapat 

menghasilkan jawaban yang lebih berani, tetapi Anda harus dapat menerka usia dan jenis kelamin si 

penanya. 

 

Paket anggota baru. Berikan kepada setiap anggota baru satu paket seperti itu. Paket itu harus mencakup 

sepucuk surat dari gembala yang mengucapkan selamat datang, rencana umum gereja yang menunjukkan 

pelbagai fasilitas, dan jika mungkin, laporan gereja berkala dan buku petunjuk gereja. Ajaklah setiap 

departemen membuat selebaran yang menerangkan rencana departemen begitu rupa untuk menarik 

perhatian anggota baru. 

 

Riwayat keanggotaan. Aturlah satu program perlawatan dan lengkapi riwayat keanggotaan dan keluarga, 

masukkan riwayat latar belakang keluarga, latar belakang keanggotaan, nama-nama, tanggal hari-hari 

libur, tanggal baptisan, pekerjaan, minat khusus, dan minat untuk kepemimpinan jemaat atau pengalaman. 

(Software komputer seperti ini tersedia di Pusat Penyediaan Asosiasi Kependetaan GC)? 

 

Kartu Pendaftaran Bangku. Tempatkan kartu-kartu di bangku yang mengajak orang-orang yang berbakti 

untuk mendaftarkan kehadiran, laporan tentang yang sakit, permintaan perlawatan gembala untuk mereka 

sendiri atau untuk seorang sahabat, permohonan baptisan, pemindahan keanggotaan, dsb. Informasi 

seperti dapat diminta atau dirobek dari berita acara. 

 

Sistem yang lebih lengkap ialah menyediakan kartu besar di setiap ujung bangku, jika mungkin dalam 

map. Setiap anggota yang hadir diminta untuk mendaftar. Semua anggota menuliskan nama-nama 

mereka, dan periksalah apakah mereka anggota, tamu, memiliki  permohonan khusus, dsb. Setelah 

beredar kartu itu sepanjang bangku, kartu itu dikembalikan, dan setiap orang diajak untuk memeriksa 

setiap nama dan berkenalan dengan setiap orang yang duduk di bangku itu pada pagi itu. 

 

Telepon. Bentuk sebuah komite telepon, terdiri dari para orang yang sudah lanjut usia, yang cacat, atau 

yang lain yang biasanya tinggal di rumah dan tidak dapat mengikuti banyak acar gereja. Apabila ada 

masalah khusus, penyakit, dsb., hadapkanlah kepada jemaat, anggota-anggota komite menghubungi 

mereka yang ditugaskan untuk itu dan memberikan perhatiannya. 

 

Satu lagi rencana ialah memakai  telepon dengan mesin penjawab. Sediakan satu nomor khusus dan 

sebutlah namanya nomor telepon peduli. Catatan singkat dicatat setiap hari setelah para penelepon 

meninggalkan pesannya. Cara ini juga dapat mengingatkan anggota tentang pengumuman khusus, seperti 

perubahan jadwal, perawatan darurat, kedatangan anak-anak dari perkemahan, atau komite gereja darurat. 

 

ritual  khusus. Sediakan setumpuk kartu di kantormu untuk dikirim sebagai kartu hari lahir, ulang 

tahun, penamatan atau perawatan di rumah sakit. Kartu itu tidak perlu yang mahal-mahal., tetapi nota 

kecil pribadi dari gembala yang sangat berarti bagi mereka. 

 

Surat. Tulislah sepucuk surat untuk setiap anak yang baru dilahirkan, memakai  tanggal kelahiran 

anak itu, menyambut dia ke dunia yang besar ini dan menguatkan bahwa orang tuanya hebat. Undanglah 

anak itu berkenaan dengan Yesus pada usia dini, dan menjadikan Dia sahabat yang terdekat. Surat yang 

pertama itu hampir dapat dipastikan masuk ke dalam buku catatan bayi itu. 

 

Tulislah sepucuk surat pada ulang tahun pertama kematian seseorang. Pada saat itu setiap orang lain 

mungkin sudah lupa akan kekasih yang sudah hilang, tetapi kekasih yang masih hidup, belum. Itu sangat 

berarti bagi orang itu bahwa Anda tidak melupakannya. 

 

Seorang istri gembala dapat menulis surat kepada para wanita di jemaat itu, membagikan minatnya dalam 

kasih kepada mereka. Ini terutama efektif dalam penggembalaan baru, dan lebih-lebih lagi jika istri itu 

pemalu dan enggan bertemu dengan orang. 

 

 

Kelompok-kelompok Kecil 

 

Musa mengatur bangsa Israel ke dalam kelompok 10 (Kel. 18).  Yesus memilih kelompok 12 dan 

menghabiskan kebanyakan waktu penginjilan-Nya bersama mereka. Dia sering mengajar di rumah-rumah 

pribadi (Mat. 13:36; 17:25; Mrk. 9:33; 10:10). Gereja Perjanjian Baru memusatkan kegiatannya pada 

kelompok-kelompok kecil, dalam persekutuan, pelajaran, berdoa, dan makan bersama (Kis.. 2:42, 46). 

Buku Kisah memiliki  sembilan catatan tentang orang-orang Kristen berbakti di rumah-rumah. 

 

Ellen G. White menekankan, “Pembentukan kelompok-kelompok kecil sebagai basis usaha Kekristenan 

yaitu  satu rencana yang telah dihadapkan kepada saya oleh seorang yang tidak dapat salah., Jikalau ada 

sejumlah besar dalam jemaat, biarlah anggota itu dibagi kepada kelompok-kelompok kecil, untuk bekerja 

bukan hanya bagi anggota jemaat tetapi juga bagi orang-orang yang tidak percaya” (Evangelism, hlm. 

115). 

 

Kesepuluh gereja Kristen terbesar di dunia telah bertumbuh sebesar yang sekarang melalui kelompok-

kelompok kecil. Sebenarnya, sebuah gereja yang besar keanggotaannya akan kehilangan banyak 

kerugiannya jikalau di bagi ke dalam kelompok besar. Di dalamnya ada lingkaran-lingkaran kecil 

menggambarkan kelompok sel kecil. Anggota-anggota yang menjadi bagian dari lingkaran yang lebih 

kecil jarang meninggalkan lingkaran yang besar. Seorang gembala dari sebuah gereja yang besar 

keanggotaannya merasa heran dan senang ketika mempelajari kesehatan kerohanian dari orang-orang 

yang baru bertobat, didapatinya bahwa tidak seorang pun yang terlibat dalam kelompok kecil 

meninggalkan gereja. 

 

Hidup tubuh itu ada di dalam sel. Jikalau sel itu mati, tubuh mati. Jika sel-sel itu sehat, tubuh pasti sehat. 

Jika sel-sel itu bertambah, tubuh bertumbuh. Satu penyelidikan tentang pergerakan gereja menunjukkan 

bahwa setiap kebangunan rohani telah dipengaruhi oleh kesiapan belajar Alkitab dan penggabungan 

orang-orang percaya dalam kelompok kecil yang kompak. 

 

Waktu dan warga  kita dikenal sebab  pergerakan massa dan perpindahan. Orang-orang dicabut dari 

keluarga dan sahabat, banyak di antara mereka pindah ke kota yang jauh. Kesepian yaitu  kata kunci di 

zaman kita ini. Kelompok kecil menjadi pengganti keluarga, dan itu memenuhi kebutuhan khusus. Orang-

orang asing diterima tanpa memikirkan budaya, etnis, atau latar belakang agama. Mereka dikasihi tanpa 

memandang dosa dan warna kulit. 

 

Kelompok rumah tangga–Maksud. — Kelompok belajar di rumah-rumah bertujuan membangun 

kerohanian anggota dan menarik yang bukan anggota. Mereka menyediakan sarana terbaik memenangkan 

kembali anggota-anggota yang tidak aktif.  Penyelidikan menunjukkan bahwa kebanyakan anggota 

mengikuti kebaktian gereja, tidak begitu banyak dengan alasan pengajaran, tetapi dengan mengikuti 

gereja mereka memperoleh sistem dukungan gerejani. Sebaliknya, kebanyakan anggota meninggalkan 

gereja bukan sebab  mereka tidak percaya kepada doktrin, tetapi sebab  mereka tidak menemukan di 

dalam gereja dukungan yang mereka perlukan. Satu sistem dukungan Kristiani yang teruji sepanjang 

masa ialah kelompok kecil di rumah. 

 

Penekanan kuat kelompok kecil itu ialah persekutuan. Apakah kelompok kecil atau lingkaran rumah 

tangga keduanya lebih kondusif bagi persekutuan ketimbang kelompok gereja. Mereka yang tidak siap 

menggabungkan diri dengan gereja senang dalam suasana tak terusik dalam kelompok rumah tangga. 

 

Ukuran. Satu kelompok barangkali tidak lebih kecil dari empat orang atau lebih besar dari 15 orang. 

Kebanyakan bertemu setiap Minggu. Pertemuan berlangsung satu jam dan acara dibagi ke dalam tiga 

bagian. 

 

1. Membagikan iman. Kebanyakan kelompok membagikan iman pada permulaan pertemuan kelompok. 

Membagikan kebahagiaan, berkat atau kekecewaan yaitu  cara alami untuk memulai pertemuan. Itu 

menghilangkan ketegangan, menyediakan dukungan yang jujur, dan menciptakan roh hangat kelompok. 

Percakapan yaitu  kunci kepada kemajuan. Tidak seorang pun harus diizinkan untuk menguasai 

kelompok.  

 

2. Belajar. Lebih dikehendaki pelajari pelajaran Alkitab. Kelompok bisa memilih sebuah buku Alkitab. 

Para anggota mempelajari hanya itu sepanjang Minggu, dan memperbincangkannya bersama anggota 

kelompok pada pertemuan mingguan. Pemimpin diskusi meraba jawabannya berdasarkan pertanyaan ini: 

“Apakah kata penulis dalam ayat ini?” Dan “Apakah yang dikatakan Allah kepadaku melalui ayat ini?” 

 

3. Doa. Buatlah daftar doa. Mintalah kepada anggota untuk mengingat setiap nama anggota setiap hari 

dalam kebaktian pribadi. 

 

Bagaimana cara memulai. Pendeta tidak perlu menjadi anggota permanen satu kelompok. Sebenarnya, 

kehadiran Anda dapat memicu perbincangan terbuka. Anda boleh berkunjung keliling dari satu kelompok 

yang satu ke kelompok yang lain. Sumbangsih Anda yang terbesar ialah menempatkan dan melatih 

pimpinan kelompok. Para pimpinan akan mengundang anggota yang berdekatan untuk membentuk 

kelompok. Pertemuan pertama biasanya menyediakan ikrar kelompok. Ini mungkin mencakup 

persetujuan seperti: 

* Bertemu setiap Minggu selama beberapa Minggu. 

* Mengikuti setiap pertemuan berseri kecuali sakit atau keluar kota. 

* Mempelajari setiap pelajaran yang telah ditentukan pada setiap pertemuan. 

* Lindungi kepercayaan orang lain. 

* Hindari kalimat negatif tentang orang lain atau organisasi. 

* Undanglah orang lain ke dalam kelompok itu. 

 

Mereka yang tidak sanggup mendukung perjanjian yang sudah disepakati pada pertemuan pertama harus 

diizinkan menarik diri dengan hormat. 

 

Kelompok Gereja. — Tentu saja kelompok-kelompok kecil dapat bertemu di gereja dan terdiri dari 

mereka yang memiliki  kebutuhan khusus atau minat khusus. Contohnya: 

 

Kelompok Seminar. Orang menunjukkan banyak perhatian dalam mengikuti acar gereja setelah 

menikah, kelahiran seorang anak, pergantian alamat tinggal, perceraian, kematian seorang kekasih, dsb. 

Dengan demikian, sebuah gereja mau mensponsori program rutin seminar untuk menarik mereka yang 

berminat khusus. Cobalah seminar kehidupan keluarga, kelas-kelas orang tua, seminar penanggulangan, 

kelas-kelas Alkitab, dan seminar lainnya yang menyangkut kesehatan fisik, mental dan rohani. 

 

Sisipkan acara khusus dengan kebaktian Sabat. Contohnya, pada hari bapa atau hari ibu, khotbahkanlah 

khotbah tentang rumah tangga dan umumkan permulaan kelas orang tua. 

 

Kelompok Pendukung. Aturlah satu kelanjutan hidup keluarga atau kelompok pendukung memperkaya 

pernikahan. Perhatikan kelompok pendukung ini untuk yang sendiri, wanita, penduduk senior, dan 

mereka yang baru sembuh dari penyakit/kemalangan. 

 

Menyelenggarakan penginjilan seperti itu semata-mata memikat orang ke dalam keanggotaan yaitu  

manipulasi dan tidak sesuai dengan Kristus. Tetapi sama saja tidak bertanggung jawab menyelenggarakan 

acara seperti itu tanpa maksud yang jelas dalam membangun persekutuan yang kuat dan saling peduli di 

jemaat. 

 

Kelompok Sekolah Sabat. Kelas Sekolah Sabat kecil yang diajar dengan teratur memiliki  satu potensi 

hampir tak terbatas demi kebaikan. Malang sekali, terlalu sedikit kelas sekolah Sabat yang betul-betul 

berhasil. Bentuklah kelas itu kecil dan latihlah guru-guru menjadi pemimpin diskusi Alkitab yang 

rasional. 

 

 

Peristiwa Sosial 

 

Manusia yaitu  makhluk empat sisi. Gereja tertarik akan pengembangannya bukan hanya bidang rohani 

dan mental tetapi juga bidang fisik dan sosial. Peristiwa-peristiwa sosial membantu pengembangannya 

yang seimbang. Gereja juga mencari keseimbangan antara yang muda dengan yang tua. Tidak selamanya 

mereka tertarik pada peristiwa yang sama, tetapi keduanya memerlukan acara sosial. Janganlah pernah 

mengabaikan orang muda, jangan pula menyia-nyiakan orang tua. Banyak orang yang sendirian dan 

hampir tidak pernah bersekutu kecuali melalui gereja. 

 

Pertemuan sosial yang menolong Anda supaya mengenal orang. Pada satu fungsi sosial, keadaan alami 

manusia menunjukkan perbedaan dibandingkan dengan jika berada pada acara gereja. Pertemuan sosial 

menarik keluarga dan sahabat-sahabat kepada fungsi gereja. 

 

Pertemuan sosial membagikan pengalaman, dan dengan membagikan pengalaman terjalinlah ikatan batin. 

Kelompok yang bertemu untuk belajar atau bersaksi dapat juga merencanakan pertemuan sosial. 

Sementara orang-orang melakukan sesuatu dengan bersama, mereka merasa lebih dekat satu dengan yang 

lain. 

 

 

Pilihan Tambahan Persekutuan 

 

Saran untuk Sabat pagi. — Kadang-kadang para tamu mendapat lebih banyak perhatian yang 

menyenangkan. Kadang-kadang mereka sama sekali tidak diperhatikan. Para tamu penting; bilamana 

mereka datang ke gereja, mereka sedang mencari sesuatu, itulah bisnis gereja menolong mereka 

mendapatkannya. Setiap acara gereja harus direncanakan seolah-olah tamu akan hadir. 

 

Tugaskanlah seseorang menjemput tamu di tempat parkir. Tugaskan seseorang membawa tamu anak-anak 

ke kelas anak-anak. Tempatkan seseorang penyambut tamu di serambi. Daftarkan nama-nama di buku 

tamu dan membacakannya di jam khotbah sebagai ucapan selamat datang. Berikan waktu dalam 

kebaktian supaya anggota jemaat saling bersalaman dan menyambut tamu. Di beberapa wilayah budaya 

tamu merasa kecewa kalau disuruh berdiri waktu diperkenalkan. Sebagian menyukainya, tetapi sebagian 

tidak. 

 

Dalam satu sisi, kehangatan tidak bisa diatur. Persekutuan palsu menjijikkan. Sambutan yang tidak formal 

nampaknya meninggalkan kesan positif. Sambutan terbaik dari satu anggota ialah dari yang tidak diatur 

untuk itu, tetapi peduli sama orang. Bangkitkan anggota yang memiliki  roh keramahtamahan untuk 

mendekati tamu secara informal, bukan sebab  diingatkan tentang tamu, tetapi sebab  ingin berkenalan 

dengan mereka. Jangan tanyakan pertanyaan yang tidak disukai, namun cobalah mempelajari situasi 

mereka dengan perkenalan dan pertanyaan yang menyenangkan: “Namaku _______________________. 

Siapa mengajak Anda kemari? Ini akan menolong tamu untuk memberikan informasi apa saja yang 

mereka mau bagikan. Jikalau mereka tidak ingin membagikan banyak, hormatilah keleluasaan pribadi 

mereka. Biarlah naluri sosial melanjutkannya. 

 

Kebanyakan gereja tidak mengetahui apakah mereka ramah atau tidak. Lucu juga, gereja yang anggota-

anggotanya merasakan persekutuan yang paling hangat sesama anggota sering orang yang paling dingin 

terhadap tamu. Anggota begitu menyenangi satu dengan yang lain, mereka tidak menyadari bahwa 

tamunya merasa tersisihkan. Mintalah seseorang mengunjungi gerejamu tanpa diumumkan, dan isilah 

daftar laporan reaksi terhadap: parkir, penyambut tamu, bawab-bawab, acara kebaktian, sambutan 

anggota secara perorangan, dsb. 

 

Tempatkan kartu sebesar kartu pos di bangku. Anda boleh menamainya “Kartu Dorongan” (baca Ibrani 

10:24, 25RSV). Catat di buletin nama-nama orang sakit dan narapidana. Undanglah anggota menuliskan 

kata-kata penghiburan kepada satu orang atau lebih dan kartu itu dikumpulkan. Sebagian anggota dapat 

membuatnya satu penginjilan khusus menyerahkan atau memposkannya. 

 

Buatlah penerimaan anggota baru itu satu peristiwa besar. Jika ketua jemaat menanyakan apakah orang 

itu hadir atau tidak. Itu berarti memberitahukan kepada mereka bahwa siapa saja yang menggabungkan 

diri dengan kelompok itu tidak terlalu penting bagi kelompok. 

 

 

Nyanyikan satu lagu yang cocok (seperti “Perhubungan Kita”) sementara para pimpinan gereja 

menyambut anggota baru itu. Biarlah mereka berdiri di pintu setelah acara gereja di mana mereka 

diperkenalkan secara pribadi dan disambut oleh jemaat. Janganlah membiarkan dia sendirian di sana 

tanpa pelayan. Jikalau mereka merasa malu-malu, orang-orang akan lupa dan melewatinya tanpa 

bersalaman, dan Anda melakukan lebih banyak yang buruk daripada yang baiknya. 

 

Di hari Sabat, mintalah agar jemaat menyanyikan “Yesus Cinta Kanak-kanak” dan pemain musik 

memainkan alatnya.  Undanglah orang dewasa mencari anak-anak di ruangan, sambutlah mereka, dan 

biarlah mereka mengetahui bahwa betapa besar kasih sayang mereka terhadap anak-anak dalam gereja. 

 

Adakanlah satu ritual  peringatan setiap tahun. Bacakan nama-nama mereka yang meninggal tahun itu. 

Mintalah keluarga berdiri dan menerima karangan bunga. Khotbahkan tentang pengharapan orang Kristen 

waktu hari kebangkitan. 

 

 

Dua atau tiga kali setahun, buatlah satu hari pengakuan khusus di mana dinyatakan penghargaan kepada 

anggota teladan yang melayani jemaat dengan baik. 

 

Kapan saja pilihlah satu keluarga minggu itu. Masukkan dalam buletin sejarah singkat keluarga itu. 

Nyanyikan nyanyian kegemaran mereka, sebutkan namanya dalam doa pagi, dan biarlah mereka berdiri di 

pintu sementara orang-orang keluar. 

 

Wawancarailah seseorang di antara anggota jemaat tentang pertobatannya, keahliannya, jangkauannya, 

dsb. Jikalau ada seseorang yang doanya telah dijawab secara khusus, jikalau ada sesuatu yang khusus 

terjadi, biarkan orang itu membagikan kebahagiaan kepada jemaat. 

 

VCD anggota di rumah atau di tempat kerja, yang menceritakan bagaimana mereka membagikan iman 

tentang pekerjaan itu. VCD anggota narapidana membagikan imannya dan pengharapan dalam Kristus 

sekalipun suasana sulit. Rekam kebaktian gereja dan berikan copy tapenya kepada orang narapidana. 

 

Rencanakan makan siang persekutuan hari Sabat. 

 

Pelbagai Saran. – Tempatkan satu nomor telepon “Transportasi” di buletin bagi mereka yang memerlukan 

transportasi dalam keadaan darurat untuk fungsi gereja. Mungkin ada seseorang di gereja yang tidak 

melakukan banyak untuk gereja tetapi ahli di bidang transportasi. 

 

Undanglah seorang anggota yang memiliki  hobi foto untuk mengambil gambar kegiatan gereja 

sepanjang tahun. Sekali setahun pada pertemuan sosial (dan lebih baik lagi pada rapat jemaat), 

tunjukkanlah ini di layar untuk meningkatkan semangat anggota dengan melihat hal-hal yang baik yang 

dilakukan bersama. 

 

Hafal nama-nama anggota. Anda tidak dapat meyakinkan orang bahwa Anda mempedulikan mereka 

kalau tidak mengetahui namanya. Buatlah albummu sendiri tentang anggota gereja. Berikan selembar 

kertas kepada setiap keluarga untuk menyediakan informasi yang Anda perlukan dan selembar foto 

keluarga. Tempelkanlah lembaran ini di buku catatan. Gunakanlah album itu untuk mempelajari lebih 

banyak tentang anggotamu. 

 

Jadikanlah satu peristiwa besar tentang kejadian penting dalam kehidupan anggotamu, seperti ulang tahun 

kelima puluh pernikahan. Pada perayaan seperti itu Anda mungkin mau memberikan satu janji khusus 

menghormati mereka yang terkait dalam hal ini. 

 

Disiplin 

Pentingnya Disiplin. – Dalam disiplin gereja ada dua hal yang keterlaluan sering dipraktikkan: 

mengabaikan dalam bagian sebagian orang, kekasaran dan kekerasan terhadap sebagian orang lain. 

Namun alkitab mengajarkan bahwa disiplin gereja untuk memelihara integritas gereja. 

 

* Matius 18:15-20 mengajarkan bahwa anggota yang berdosa perlu 

1. Dikonfrontasi 

2. Ditegur, dan 

3. Dikeluarkan dari gereja jika tidak mau bertobat. 

 

* Kisah 5:1-11 menggambarkan 

1. Keseriusan dosa dalam gereja, 

2. Kepekaan Roh Kudus terhadap dosa, dan  

3. Penghakiman Allah yang cepat terhadap dosa. 

 

*  1 Korintus 5:1-5 mengajarkan dalam kejadian melakukan dosa terus menerus dan tidak bertobat, 

gereja harus 

1. Bersedih, 

2. Terbuka, 

3. Menghakimi dosa, dan 

4. Mengeluarkan anggota yang tidak bertobat itu. 

(Baca juga 1 Tes. 5; 2 Tes. 3; 1 Tim. 5; Titus. 1:3). 

 

Kemacetan disiplin yaitu  tanda utama kemerosotan satu gereja atau organisasi. Mengapa menjadi 

sebagian dari kelompok yang tidak berdiri teguh menghadapi apa pun yang membuat satu perbedaan? 

Dan juga siapa yang bertanggung jawab atas disiplin gereja? 

Para pendeta memiliki satu tanggung jawab disiplin. Allah memanggil pendeta itu selaku pengawal 

kerohanian. Dia mengumumkan bahwa “jika engkau tidak berbicara memberi amaran kepada orang jahat 

supaya berbalik dari kejahatannya, orang jahat itu akan mati dalam dosanya; tetapi aku akan menuntut 

darahnya dari padamu” (Yehezkiel 33:8). 

 

Jemaat memiliki  satu tanggung jawab untuk mendisiplin. “Allah memegang umat-Nya sebagai satu 

tubuh, bertanggung jawab atas dosa-dosa yang ada di dalam diri orang yang diantara mereka” (3T269). 

  

 

Disiplin gereja memerlukan tulang belakang dan juga keseimbangan. “Kita harus menjaga diri dari 

kekerasan terhadap orang yang bersalah, tetapi kita harus juga berhati-hati agar tidak kehilangan 

pandangan atas keterlaluan kedosaan dosa itu. Perlu ditunjukkan kesabaran seperti yang dimiliki Kristus 

dan kasih-Nya kepada orang yang bersalah, tetapi ada juga bahaya besar kalau menunjukkan toleransi 

yang berlebihan terhadap kesalahannya sehingga melihat dirinya tidak perlu ditegur, dan akan 

menolaknya sebagai yang tidak jujur dan tidak diperlukan.” (AA 503, 504). 

 

Maksud Disiplin. – Apakah seharusnya maksud gereja mendisiplin anggota? Disebutkan lima keperluan: 

1. Menghormati Kristus. “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu 

pelanggaran, maka kamu yang rohani harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh 

lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. 

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” 

(Gal. 6:1,2). Pemulihan yang lemah lembut menghormati Kristus. Namun proses pendisiplinan 

mencakup penggodaan tertentu; penggodaan kepada kekasaran, kepura-puraan, penghakiman dan 

ketidaksabaran. 

 

2. Memulihkan orang berdosa. Kata “disiplin” datang dari akar kata yang sama “disciple” atau 

murid. Tujuan disiplin ialah menjadikan murid. Gembala yang baik memberikan prioritas pertama 

kepada seekor domba yang hilang. Dia mencarinya, bukan mempermalukannya, bukan pula 

menyakitinya, tetapi membawanya pulang. Tindakan disiplin berarti permulaan jalan pulang bagi 

seorang yang sudah menyimpang. 

 

3. Mempertahankan kemurnian. Satu tanda pengenal umat Kristus yang kudus dekat sebelum ia 

kembali bahwa “mereka memelihara hukum Allah” Wahyu 12:17). Kita tidak berani menganggap 

sepele tanggung jawab kita untuk menghormati dan menjunjung hukum Kristus. 

 

Dosa yang dianggap enteng mempengaruhi dan menantang seluruh gereja. “... tidak tahukah 

kamu bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan? Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu 

menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba kita telah disembelih, 

yaitu Kristus.” (1 Kor. 5:6,7). 

 

4. Mengecilkan hati orang supaya tidak berbuat dosa. Satu maksud menegur orang yang sedang 

melakukan dosa ialah “supaya yang lainnya merasa takut.” (1 Tim. 5:20). 

5. Menunjukkan kepedulian. Untuk mendisiplin siapa pun yang engkau tidak kasihi bukanlah 

bersifat Kristiani. Disiplin harus selalu didahului dengan perluasan pikiran, diskusi, dan 

pemeriksaan diri. Apakah kita memiliki roh balas dendam? Apakah kita tergoda oleh cinta akan 

kekuasaan? Apakah kita mempertahankan orang lain mengikuti standar yang kita sendiri tidak 

ikuti? Apakah egoisme kita mendorong kita supaya merendahkan orang lain dan mengangkat diri 

kita? Sebuah gereja yang mendisiplin tanpa mengasihi yaitu  dosa yang lebih buruk dari dosa 

yang melanggar itu. 

Sebaliknya, kasih sejati tidak meniadakan, tetapi memerlukan disiplin, sebagaimana setiap orang tua 

mengetahuinya. Allah mengatakan, “seberapa banyak yang Kukasihi, Kuhajar” (Wahyu 3:19). Sementara 

kasih sejati kadang-kadang memerlukan hajaran, tindakan mengasihi harus mendahului tindakan 

menghajar. 

 

Ada kekasih yang tidak mau dikritik, dan ada kritik yang tidak mengasihi. Yang pertama menimbulkan 

stagnasi dalam gereja: “Aku menerima Anda, tetapi aku tidak ingin menyetujui untuk membantu Anda.” 

Yang kedua menimbulkan sakit hati: “Aku dapat membantu Anda, tetapi aku tidak dapat menerima 

Anda.” Apa yang diperlukan gereja ialah kasih yang mau mengritik yang menerima orang-orang berdosa 

pada dasarnya, kemudian mengorbankan diri untuk membantu mereka. 

 

Menjalankan Disiplin. – Buku Peraturan Gereja sangat luas mengurusi disiplin gereja, memberikan 

definisi, sebab musabab, dan prosedur pelaksanaannya. Hal ini tidak perlu diulangi di sini. Namun di sini 

ada tujuh saran yang berguna bagi gembala dalam proses pelaksanaan disiplin: 

1. Bergantunglah pada buku peraturan gereja. Buku peraturan gereja memperkenalkan pemahaman 

tentang prinsip disiplin Alkitabiah dan kebijakan yang dikeluarkan melalui praktik dan diskusi. Itu tidak 

dapat dirombak oleh siapa pun kecuali oleh gereja sedunia, yang rapat pertemuannya di General 

Conference. Mengabaikannya berarti di atas kebijaksanaan gereja dunia ya