Ajaran jawa 2

Tampilkan postingan dengan label Ajaran jawa 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ajaran jawa 2. Tampilkan semua postingan

Ajaran jawa 2


 


atau neraka yang pertama memiliki  lapisan yang paling kurang panas 

dan terhalus, yang sesuai untuk berbagai jenis manusia hidup yang ada dib 

u,I, akan namun  jika  dibandingkan dengan bola-bola lain di kamaloka, 

bumi terlalu kasar, oleh sebab  itu sangat berat makhluk-mahkluk halus 

untuk hidup di bumi. 

Lapisan-lapisan uap dari 6 bola dari naraka dibawah bumi lebih kasar 

dan lebih berat lagi, sebab nya juga lebih panas, oleh sebab  itu naraka dan 

kamaloka dibedakan dengan istilah neraka panas dan dingin. Lapisan uap 

dari bola 2,3 dan 4 dari naraka memiliki  sifat sedemikian rupa sehingga 

manusia hidup tidak akan dapat bertahan disan, sedangkan lapisan uap dari 

bola ke 5,6 dan 7 sedemikian berat dan panas sehingga manusia hidup akan 

langsung mati disana. 

Ketujuh bola dari naraka diberi nama Saptaloka (7 tempat tinggal), ketujuh 

bola (lingkungan hidup) diberi nama secara berurut :  

1. Jambu,  

2. Kasha,  

3. Plaksha,  

4. Shamalia,  

5. Krauntsha,  

6. Shaka,  

7. Puskhara.  

Ketujuh lapisan uap secara berurut dinamakan : 

1. Mahatala,  

2. Rahatala, 

3. Atala,  

4. Sutala,  

5. Witala,  

6. Tala-Tala, dan  

7. Patala. 

sesudah  meninggalnya manusia, badan halus (astral) dari badan jasad 

akan memasuki suatu tempat yang sesuai, apakah ke lingkungan Naraka 

(dibawah bumi) atau kelingkungan kamaloka (kelangitan). Neraka yaitu  

tempat tinggal setan, iblis yang saat  masa hidupnya sebagai manusia 

tidak baik. sebab  takut jatuh ke lembah yang lebih dalam lagi maka 

mereka memaksakan diri untuk mengekang nafsu, kesenangan, dan 

keinginannya.  

 

Penyaringan di dalam narakan yaitu  dengan keadaan yang tidak 

menyenangkan yaitu kegelapan yang mencekam atau panas yang 

menghancurkan. Dineraka tindak penyiksaan terhadap roh jahat, roh yang 

masuk dalam neraka lama kelamaan akan biasa, bakhan keadaan disana 

dapat lebih baik disbanding saat  masih hidup di dunia. saat  di dunia 

mungkin manusia yang memiliki roh ini  hidup miskin, sakit-sakitan, 

atau tidak memiliki  tempat tinggal 

 

8.2.  Lingkugan Kamaloka 

Ketujuh bola dari lingkungan kamaloka (kediamn roh) sesuai nomor 

urut :  

1. Lokantarika,  

2. Mahakala,  

3. Ambarisha,  

4. Raurawa,  

5. Maharaurawa,  

6. kalasutra,  

7. Andathasamisra.  

Bola-bola astral ini berbeda banyak dalam lapisan udaranya. Lapisan 

udara dari bola ke 1, 2, 3 dan 4 tidak berbeda banyak dengan lapisan udara 

di bumi. Lapisan udara dari bola ke 5 dan 6 lebih tipis, sedangkan lapisan 

udara dari bola ke 7 tidak berbeda banyak dengan lapisan udara dari lapisan 

udara pertama. 

Semua bola dari kediaman roh halus mendapat cahaya dari matahari, 

tempat kediaman ro-roh halus diperuntukkan bagi roh-roh orang yang 

semasa hidupnya berlaku baik, disini mereka mendapat kesempatan untuk 

melaksanakan pikiran dan niatnya, bahkan kesenangannya. Tempat tinggal 

roh-roh halus dapat juga dianggap sebagai tempat belajar dari roh yang 

sesuai dengan perkembangannya untuk melakukan pekerjaan di surga. 

Waktu dari pendidikan dan waktu beberpa kali roh harus dilahirkan 

kembali sehingga cukup untuk berdiam di lapisan pertama surga sangat 

bergantung dari kelakuannya sebagai manusia sewaktu dilahirkan kembali 

secara berkali-kali. Juga berapa banyak ilmu yang dapat di lakukan dalam 

beberapa kali kelahirannya. 

Ilmu yang diserap dan pengalaman yang didapat di dalam dunia roh 

halus akan dikembangkan lagi, oleh sebab  itu manusia di bumi pada tiap 

kelahirannya akan diberi kesempatan untuk mengikuti pendidikan yang 

lebih tinggi, roh halus tidak perlu menjalani semua tingakat di dunia roh 

halu. Sesuai perkembangan kebaikan dan ketaatannya akan ditempatkan 

dalam bagian dimana ia akan berada. Roh halus yang melakukan perjalanan 

dari bumi ke dunia roh harus melewati jembatan yang menghubungkan 

antara Naraka dan kamaloka yang disebut wot agil-agil, sebab  roh badan 

astral sangat ringa maka daapt melayang hingga mencapai dunia roh. Roh 

manusia yang masih hidup tidak baik, yang separuh badan halusnya masih 

hidup, tidak sesuai untuk berdiam di Kamaloka. Sesuai dengan bagian 

tubuhnya, badan halus akan menuju suatu lingkungan di neraka yang 

lapisan udaranya sesuai. 

 

8.3.  Lingkungan Naraka 

Lingkungan Naraka dibagi menjadi enam bulatan yang hanya separo 

atau seluruhnya gelap, bentuk dan rupanya sama dengan yang ada di bumi. 

Demikian pula bola (lingkungan) di kamaloka juga sama dengan keadaan 

di bumi sebab  hukum pantulan, akan namun  perbedaannya yang ada di 

lingkungan kamaloka semuanya terbuat dari bahan astral. 

Kehidupan di Naraka dibagi dalam 5 bagian dimana berdiam roh-roh 

dari bangsa putih, kunign, coklat, merah dan hitam. Tiap bagian naraka 

dibagi lagi ke dalam bagian sesuai bahasa yang berlaku dan dibicarakan. 

Selanjutnya tiap bagian Naraka dibagi lagi ke dalam Negara, kota, 

kampong jalanan, daerah, dan lainnya, seperti ap yang ada  di bumi 

Di dalam Naraka di bagi tumbuh tanaman hidup, sedangkan dalam 

dunia roh halus tumbuh pepohonan astral, didalam naraka ada  gunung 

dan bukit yang sebenarnya, sedangkan di dunia roh halus ada  gunung 

gunung astral dan lainnya yang serba astral, semua tampak dan dapat 

diraba, serta dapat dihuni oleh roh-roh halus yang tinggal di sana. 

Tiap lingkungan dari neraka  dan dari roh halus dipimpin oleh roh 

tertinggi, yang dibantu oleh roh-roh lainnya, roh yang meemrintah di 

naraka tidak tinggal disana sebab  di naraka semua dikendalikan oleh 

hukum-hukum alam. Pengendalian naraka hanya melihat apa yang terjadi 

dan mengatur kelahiran kembali. 

 

8.4.  Kamaloka 

Kamaloka disebut juga daerah kelangitan yang merupakan daerah 

yang memiliki gambaran seperti orang berdiri. Langit dibagi dua bagian 

utama, yaitu langit bagian dalam atau “daerah arupa” (langit dalam)dan 

langit bagian luar atau daerah “rupa‟ (langit luar) yaitu  bagian dengan 

bentuk. Daerah langit luar di bentuk serupa benda langit yang terletak pada:  

1. bagian kaki kiri,  

2. bagian kaki kanan,  

3. bagian lengan kiri,  

4. bagian lengan kanan.  

Bagian langit luar juga dinamakan langit depan atau bagian pikiran, 

bagian langit dalam serupa bagian benda langit yang terletak :  

5. didalam perut,  

6. di dalam dada,  

7. di dalam kepala. Bagian langit dalam dibagi lagi ke dalam 2 bagian 

yang terpisah, yaitu badan dan kepala. 

Mengenai lapisan udaranya di tiap-tiap benda langit, benda langit ke 7 

memiliki  lapisan udara yang sangat tipis dan memiliki  sifat 

sedemikian rupa sehingga para roh tertinggi dari lingkungan (bulatan) 

kamaloka ke 1, 2, 3 dan 4 tidak dapat berdiam disana. Benda langit ke 6 

dan 5 memiliki  lapisan udara yang sama, namun banyak bedanya dengan 

lapisan udara benda langit ke 7, daerah benda langit ke 4,3,2 dan 1 

memiliki  lapisan udara yang sama, namun bila dibedakan dengan lapisan 

udara di bagian langit ke 6 dan 5 menjadi kasar sekali. 

 

8.5.  Swarga 

Bentuk badan manusia dari daerah langit  yaitu  contoh persamaan 

yang ada dalam Swarga atau surga, dimana persamaannya yaitu  

sedemikian eratnya dengan penataan alam semesta, dan hal ini juga sama 

dengan gerakan badan manusia yang saling kerjasama dalam melakukan 

suatu gerakan. Roh tertinggi utama dan roh-roh tertinggi yang ada dalam ke 

7 daerah langit dalam mengendalikan alam semesta memiliki  tugas 

melaksanakan pekerjaan yang hamper sama dengan kerja dari anggota 

badan manusia, dengan demikian para roh tertinggi yang berada dalam 

 

daerah “rupa” memiliki  tugas mengatur alam semesta, dan roh tertinggi 

yang berada di daerah “arupa” mengendalikannya. 

Seperti juga di bumi, dimana para pegawai ada yang menjalankan dan 

mengatur tugas administrative, para roh tertinggi di di ke7 daerah langit 

menjalankan pemerintahan. Tuhan dan para malikat utama memiliki  

tempat di langit yang ke 7. Kuasa, langit, dan malaikat bawahannya 

memiliki  tempat di jantung dan paru-paru, yaitu di dada atau daerah 

langit ke 6, tempat didaerah langit yang diumpamakan jantung dan paru-

paru mendapat nama khusus yaitu “Suralaya”. 

Pembagian kerja di dunia kelangitan juga sama dengan di bumi, 

perbedaannya hanyalah bahwa di daerah langit (surga) tidak ada perbedaan 

status dan kepangkatan. Tiap tempat di bagi ke dalam kelompok yang tidak 

terhitung jumlahnya. Tiap kelompok dibagi lagi ke dalam 7 kumpulan dan 

tiap kumpulan terdiri dari roh tertinggi yang memiliki  kesengan yang 

berbeda-beda. Kelompok-kelompok dan kumpulan-kumpulan ini mem-

punyai bentuk manusia dan berhubungan sangat erat satu sama lainnya , 

seperti bagian aggota tubuh manusia, tiap kelompok harus menjalankan 1 

tugas. 

Nama dari bagian langit secara berurut yaitu  :  

1. Sukhawati,  

2. Hukhta,  

3. Tribhuwana,  

4. Howarst,  

5. Pariwana,  

6. Amithaba,  

7. Nirwana.  

Keadaan di langit ke 7 ini  dinamakan juga “Apawarga“ artinya 

yaitu  kedamaian yang abadi dan kehidupan yang kekal, serta pemusnahan 

dari semuanya yang tidak murni yang mungkin dapat mencemari roh 

tertinggi utama yang berada disana dan mungkin dapat menghalangi untuk 

menikmati kebahagiaan yang sedang dirasakan.  

Ke 7 bola (tempat tinggal) dalam Swarga secara berurut dinamakan :  

1. Bhurloka,  

2. Bhuwarloka,  

3. Swarloka,  

4. Maharloka,  

5. Yanarloka,  

6. Taparloka, dan  

7. Satyaloka.  

Hanya ke 7 surga ini yang diketahui namanya. 

 

(9) KEMATIAN JASAD MANUSIA 

 

Kematian badan jasmani dari orang berusia lanjut berlangsung tanpa 

sakit. Peralihan dari kehidupan nyata k eke hidupan lain, seperti seorang 

yang terbangun dari tidur lelap. sesudah  dikubur dan mayatnya membusuk 

maka kulit halus atau kulit keduanya ( yang disebut Wethala) tidak mati. 

Dalam jangka waktu 7 hari, lapisan wethala ini akan meninggalkan badan 

yang membusuk. Wethala atau badan halus ini dan jiwanya akan tetap 

terikat pada mayat oleh kekuatan tali jiwa (Suratma) selama magnet 

badabiah mayat belum hilang sama sekali. Magnet badaniah ini yang 

menjaga mayat tidak cepat membusuk. 

Bila magnet badaniah yang tertinggal dalam mayat telah musnah 

maka darah dalam mayat berubah menjadi air. Pada saat itu kekuatan 

penghidupannya hilang dan kematian badaniah telah sempurna, saat itu 

pula ikatan antara roh dan badannya terputus akibat putusnya tali jiwa, 

pada kematian yang biasa, peristiwa ini terjadi 3 hari sesudah kematian. 

Pada orang mat8i mendadak, bunuh diri atau kecelakaan, wethala 

masih dapat terikat dengan badannya sebab  kekuatannya sendiri dan 

kondisi ini memungkinkan wethala untuk dapat menyerap magnet badabiah 

dan pada orang sakit biasa dan belum ada organ tubuh yang rusak berat, 

selama tali jiwa belum putus, orang ini  masih dapat disembuhkan 

memakai  mantra ilmu putih. Dan pada orang mati mendadak 

disebabkan magnet badaniahnya dipakai terlalu banyak untuk meng-

hamburkan hawa nafsu dan kesenangan, dalam hal ini wethala masih 

sangat dan masih mungkin untuk bisa menyerap magnet badaniah tubuhnya 

sehingga wethala tetap terikat pada mayat. Pencairan wethala baru dapat 

terjadi bila wethala musnah sendiri sebab  tua. 

saat  orang meninggal sebebnarnya roh dan badan halus masih 

terikat pada wethala sehingga roh tidak dapat meninggalkan bumi. 

Bilamana orang meninggal semasa hidupnya berkelakuan baik dan 

akhirnya meninggal secara mendadak maka rohnya tetap berada dalam 

keadaan tidur sampai wethalanya musnah.tapi bila sebaliknya maka rohnya 

akan terbangun dari tidur kematiannya dan selanjutnya roh memendam 

masuk ke badan halus berikut roh kebinatangannya, sebab  kebiasaan 

jeleknya, roh akan tetap berkeliaran, melalui tali jiwanya masih melekat, 

roh ini akan berusaha tetap menghubungi manusia yang memiliki  

kebiasaan jelak yang sama. 

sesudah  wethala sebab  tua maka dengan kekuatan tali jiwanya, roh 

akan bergabung dalam badan halus, dengan masa persiapan 4 hari, roh 

sudah harus berpisah dari badan halusnya dan meninggalkan kehidupan  

dunia. Jiwa yang sudah terlepas dari wethala dan badan halus akan banyak 

kehilangan tanda kehidupannya. Roh tanpa wethala dan tanpa badan halus 

ini tidak dapat melihat makhluk halus yang masih terikat pada wethalanya, 

demikian pula sebaliknya, roh yang sudah tidak berwethala dan tidak 

berbadan halus juga tidak tampak oleh roh yang masih berbadan halus. 

Mahkluk-mahkluk halus hanya akan saling menampakkan diri bila 

memiliki  persamaan. 

Wethala orang meninggalterkadang dapat dilihat sebagai hantu, 

namun tidak memiliki  pikiran, oleh sebab  itu dengan bantuan mantra 

wethala dapat diisi dan menjadi wujud bayangan, bisa juga pertemuan 

wethala dengan buah pikiran berlangsung secara tidak sengaja dan 

menghasilkan bayangan, pertemuan demikian sering terjadi bilamana 

wethala sudah terlepas dari mayat dan selama 4 hari melayang tanpa tujuan 

sebelum menghilang dan sesudah  wethala menghilang, mayat akan berhenti 

sebagai manusia dan menjadi mahkluk alam . 

Wethala yang terisi untuk sementara waktu akan mendapat kehidupan 

tersendiri dan memiliki  kekuatan untuk memperlihatkan dirinya sebagai 

bayangan manusia akan namun  penampakan ini berbentuk bayangan atau 

sebagai hantu berdasar  buah pikiran yang telah dirasukinya. Menjiwai 

sebuah wethala dapat dilakukan untuk tujuan baik yaitu, untuk membantu 

roh dan badan halus segera lepas dari Wethalanya. Akan namun  bantuan itu 

dapat dilakukan dengan mengirim doa. Doa yang diucapkan sebelum atau 

sesudah  waktu meninggalnya seseorang akan mewujudkan buah pikiran 

yang tidak hanya memutuskan tali jiwa , namun  juga melindungi rohnya 

 

Orang dapat berdoa kepada Tuhan supaya jiwa orang yang mati 

selamat, yaitu supaya rohnya segera meninggalkan nafsu dan kesenangan 

yang masih tertinggal. Sifat roh merupakan bukti bahwa kekuatan hidup 

badaniah manusia akan berhenti dengan putusnya tali kejiwaan. Dalam 

waktu 7 hari sesudah  kematian manusia, rohnya masih belum sadar akan 

kehilangan wujud badaniahnya. Roh akan tetap berusaha berada di dalam 

rumah tempat kediaman meskipun sudah terlepas dari wethala. Baru 

sesudah  dari 7 hari roh sadar bahwa ia tidak memiliki  wujud lagi, kini 

hanya badan halus dank arena hukum alam maka ia harus meninggalkan 

rumah tempat tinggal dan dunia, bila manusia selama hidup di dunia 

memakai  waktunya untuk membersihkan diri dari segala keburukan, 

sesudah  7 hari kematian dari badannya, roh akan melayang langsung ke 

Kamaloka tanpa kesukaran. 

Kamaloka yaitu  tempat tinggal roh-roh manusia yang sudah 

meninggal dan di tempat inilah roh yang baru tiba akan belajar untuk 

menanggalkan pikiran dan kesenangan(kama) dan roh yang sudah berhasil 

melepas sifat kebinatangannya dan melalui kematian kedua, berpindah 

tempat ke bumi yang terletak pada lapisan langit pertama. Badan ini 

merupakan sebuah roh( ajal) yang disebabkan hukum alam ditarik kea lam 

dunia dan akan melebur disana secara perlahan-lahan. Bayangan yang diisi 

akan menjadi sebuah makhluk alam dan berhenti menjadi manusia, pikiran 

dan kekuatan tindakannya didapat dari pikiran yang dimaksudkan di 

dalamnya dan tidak akan mengingat lagi kehidupannya terdahulu.   

Manusia yang selam hidupnya mengumbar nafsu dan terbiasa dengan 

cara hidup semacam itu, rohnya dihinggapi dengan berbagai keburukan dan 

sesudah  meninggal keburukan ini mempengaruhi badan halusnya dan saat  

roh dan badan halus terlepas dari wethala pada hari ke 3 hingga 7, sifat 

badan halusnya tidak akan mengalami perubahan artinya badan halus itu 

tetap berada dalam keadaan kecenderungan ke kehidupan yang ada 

sehingga menjadi terlalu berat untuk berpindah ke Kamaloka. 

Dalam perjalanan menuju dunia roh halus, roh dan badan halus orang 

yang sudah mati akan melewati terlebih dahulu jembatan wot agil-agil, dan 

selanjutnya badan halus berikut rohnya akan menuju ke salah satu wilayah 

di Naraka, badan halus akan menuju lingkungan neraka yang sesuai. 

Bila terjadi roh (yang diselimuti badan halus) terlalyu baik untuk 

masuk kedalam neraka kedua, namun belum selesai untuk masuk kedalam 

kelangitan lapisan pertama. Ada beberapa sebab mengapa hal itu bisa 

terjadi, sebab  semasa menjadi manusia orang ini  memiliki cita-cita 

dan belum tercapai hingga meninggalnya atau saat  ajal tiba orang 

ini  masih mengkhawatirkan keluarganya yang terbengkalai atau 

semasa hidup orang ini  terpaut pada satu kesenangan yang 

menghalangi rohnya untuk berpindah ke kamaloka, dan pada kejadian 

seperti ini roh akan tetap tinggal di bumi, pada bola wilayah pertama 

neraka hingga ikatan kesenangannya di bumi berhenti. Banyak roh yang 

berada dalam keadaan seperti ini belum memiliki  kesem[patan untuk 

berpindah ke dunia roh halus dan mereka yang semasa hidup berbuat jahat 

dan badan halusnya sudah berbentuk sesuai untuk keadaan neraka wilayah 

7 maka akan langsung menuju ke tempat ini . 

Roh yang tinggal di bulatan wilayah lapisan pertama Naraka tidak 

akan lebih lama dari 30 tahun, sebab  sifatnya yang sangat berbeda dengan 

bumi, roh yang berada di lapisan neraka kedua sampai tujuh merasa tidak 

nyaman, dan semakin rendah posisi neraka, semakin tidak nyaman roh 

ini  dan maik tidak nyaman bila letak bulatan ini lebih rendah lagi. 

Pendek kata roh , baik yang tinggal di tempat hunian roh(kamaloka) 

maupun yang di naraka, merasa tidak senyaman tinggal di bumi. 

Mereka yang dilahirkan kembali, namun juga belum lunas menebus 

karmanya sesudah  kematiannya dapat menempati ligkungan yang terletak 

pada lapisan langit pertama. Lamanya tinggal di neraka atau alanm roh 

tidak hanya tergantung pada umur semasa meninggal sebagai manusia, 

namun  juga cara hidupnya sebgai manusia. Lama tinggal di tiap-tiap alam 

bila meninggal pada umur yang sangat tua tidak akan melebihi 1500 tahun 

matahari. Anak-anak yang meninggal pada usia belum mengerti sifat 

buruk, baik, akan dilahirkan kembali dalam waktu beebrapa bulan, 

kemungkinan anak ini  akan dilahirkan kembali dari ibu yang sama. 

Binatang-binatang yang mati dalam umur dewasa, seperti manusia, 

memerlukan waktu untuk mengembangkan dirinya, mereka akan dilahirkan 

kembali dengan panca indera yang lebih tajam, tumbuhan yang atau batuan 

juga memerlukan waktu dalam pepengembangannya dan akan dibentuk 

kembali berupa batuan yang lebih mulia.  

Bila manusia sudah beberapa kali dilahirkan kembali dan tetap tidak 

dapat menanggalkan nafsu buruk manusia, akan meninggl dengan karma 

yang terakhir. Sesudah tiu akan dipindahkan ke dalam alam roh halus 

 

tertinggi. sesudah  33 hari hari persiapan, roh ini  akan mengalami 

kematian yang kedua dan rohnya akan selalu bersama badan kerohaniannya 

dan akan pindah kedaerah bumi yang terletak dalam lapisan langit pertama 

menjadi salah satu tertinggi atau sering disebut “malaikat”. Disana akan 

diberi tugas untuk mengatur salah satu bagian alam semesta.  

Bilamaan roh tertinggi dalam perbuatan kebaikan, pengembangan dan 

kesadaran telah berkembang  sedemikian rupa hingga dapat menempati 

salah satu bagian langit yang terletak di lapisan langit yang kedua, dia akan 

dilahirkan kembali diatas planet yang terletak menyerupai keadaan 

sebagaimana dilapisan langit kedua.  

Bilaman disini telah dicapai pengetahuan yang layak agar dapat 

berpindah tempat dilapisan langit yang kedua, akan berpindah tempat 

sesudah  kematiannya ke sebuah planet yang menyerupai tempat tinggal 

planet dimana sebagai manusia ia pernah hidup. Dengan cara demikian roh 

akan terus berkembang untuk mencapai lapisan langit yang lebih tinggi 

sehingga sesudah  mencapai lapisan langit yang lebih tinggi lagi akhirnya 

akan tiba di langit yang ke tujuh, dan disinilah roh tertinggi tidak akan 

dilahirkan kembali, dan disinlah roh manusia kembali ke Tuhannya. 

Selama bertempat tinggal di daerah luar kelangitan  atau bertempat 

tinggal di lapisan pertama, lapisan kedua, ketiga, keempat, roh akan berada 

dalam wujud yang dinamakan “ rupa “ atau berbentuk, yaitu  masih 

memiliki  badan halus yang masih berwujud. Bila roh dengan beberap 

kali kelahirannya akhirnya tiba di lingkungan yang terletak di lapisan langit 

kelima atau  lapisan langit dalam yang terendah maka bentuknya hilang 

atau menjadi “arupa” atau tidak tampak. 

Roh akan memiliki  bentuk seperti yang diciptakan oleh Tuhan. 

Wujudnya dapat seperti bentuk manusia, namun begitu agung hingga tidak 

tampak, sehingga layak untuk tinggal dilapisan udara yang paling halus. 

Harus dimaklumi bahwa di daerah “rupa “ pikiran masih memiliki  

bentuk, namun di daerah “arupa “ tidak memiliki  bentuk lagi. 

Roh-roh halus yang tinggal di daerah halus akan menjadi”roh 

tertinggi”, roh halus yang tinggal di daerah astral akan menjadi “jin” dan 

yang tinggal di daerah kehidupan dinamakan “setan. Mengenai roh halus 

akan dijelaskan pada bab selanjutnya . 

 

(10) BADAN HALUS MANUSIA 

 

 saat  seseorang menghadapi kematian, pengalaman pertama roh 

yaitu  ingatan atas segala perbuatan yang pernah dilakukan selama 

hidupnya. Seluruh pengalaman yang pernah dilakoni akan tampak sebagai 

bayangan panorama yang melewati mata kalbunya, Dirinya seperti men-

dapat pantulan dari buku besar Agna Sandhani, dimana segala perbuatan 

atau pikran selama kehidupannya, seperti cermin yang dipantulkan kem-

bali, rasukan kedalam sebagai ingatan diperlukan sebab  rekaman tindakan 

selama hidup sebagai manusia memang ditunggu oleh rohnya di daerah 

astral. Kebaikan dan keburukan yang dialami selama menjelang kematian 

bukanlah hukuman, semua yaitu  hasil kerja perbuatan sendiri selama 

hidup, sebagai bagian dari hukum karma (manusai akan menerima dan 

mempertanggung jawabkan akibat dari semua perbuatannya). 

saat  Prana atau napas atau kekuatan hidup telah hilang dari badan 

kasar, semua yang pernah dimiliki akan hilang, isinya pindah ke badab 

halus, badan jasmani atau badan kasa rseolah menjadi sebuah baju yang 

ditanggalkan dan tidak dipakai lagi. Keadaan ini tidak segera di sadari oleh 

manusai yang telah berbadan halus, hal ini sebab  sifat kebiasaan dan juga 

nafsu kesenangannya ikut berpindah ke badan halusnya.  

Pada saaat bangun dari tidur kematian selam 3 hari, dia masih belum 

merasa kehilangan badan kasarnya, tindak tanduknya masih menyerupai 

saat  dia hidup, sesudah  7 hari barulah badan halus akan mengalami 

perubahan besar, lepasnya lapisan kulit halus dari kulit kasar memicu  

semua aliran magnetisme bumi yang mengikat pada badan halus ke dunia 

nyata berhenti secara total.  

Badan halus hanya akan menerima magnetisme astral (dunia halus) 

yang memicu  dari hari ke hari menjadi semakin dingin, akhirnya 

sesuai dengan hukum karma, badan halus ini akan berubah bentuk sesuai 

dengan perbuatan yang dilakukannya saat  hidup di dunia nyata. 

Dalam proses ini badan halus diubah dan dibentuk melalui pemurnian 

pikiran secara paksa. berdasar  hukum alam yang tidak berubah, 

keadaan ini hamper sama dengan keadaan manusia yang jatuh ke air dan 

mencoba untuk mencapai tepi daratan dengan berenang demi keselamatan 

dirinya. Hukum ala mini yang memaksakan roh dalam badan halus 

39 

 

menyadari bahwa dirinya tidak lagi memiliki badan sebagai manusia. Bagi 

manusia yang semasa hidupnya bertingkah laku baik, proses perubahan ini 

dinamakan Iyatama yaitu badan halus berubah menjadi bentuk yang sesuai 

untuk bertempat tinggal di dunia roh halus atau dunia kelangitan. Roh yang 

badan halusnya telah bebas dari hawa nafsu dan kesenangan dinama-

kan Moksha, dan roh ini menuju ke kelangitan pertama. 

Proses perubahan badan halus dari manusia yang selama hidup 

berbuat jahat dinamakan Dhruwan yaitu badan halus  akan berubah bentuk 

aksar, roh dengan badan halus yang “kasar” leboh cocok untuk tinggal di 

lingkungan Naraka (suatu lingkungan yang digambarkan memiliki ke-

dudukan lebih rendah dari bumi tempat kehidupan nyata). ada  roh-roh 

yang terlalu baik untuk menempati daerah neraka, namun belum cukup 

baik untuk memasuki lapisan pertama  Kamaloka (kelangitan). Ada juga 

roh yang masih ingin tinggal di bumi yang sukar ditinggalkannya.  

Dalam kejadian ini, badan halus tidak akan mengalami perubahan, 

sebagaimana yang dijelaskan diatas, namun  akan tetap berada dlam wujud 

biasa. Badan halus ini  baru dapat meninggalkan dunia dengan cara 

menghilangkan keinginan atau nafsu yang mengikatnya sehingga sesuai 

untuk bertempat tinggal di Kamaloka. Perubahan badan halus pada roh 

semacam itu berjalan lambat, yaitu sekitar 30 tahun, sebenarnya perubahan 

badan halus sudah dimulai saat  manusia masih hidup, perubahan badan 

halus ini  tampak pada badan kasarnya. 

Tiap nafsu dan keinginan akan membawa tanda-tanda pengenal 

tersendiri, secara perlahan tanda pengenal ini akan tampak dan dengan 

garis-garis yang nyata akhirnya menjadi tanda yang tetap bagi seluruh 

tubuh yang menggambarkan nafsu dan keinginan itu.  Perbuatan yang telah 

dan akan dijalankan manusia juga terlihat dalam gerak-gerik badannya 

ataupun nada bicaranya. Nafsu dan keinginan ini selalu membentuk diri 

manusia sebab  jiwa yang dijalankan oleh nafsu dan keinginan akan diubah 

menjadi bentuk fisik manusia. Oleh sebab  itu bisa disebut badan manusia 

yaitu  gambaran jiwa. Jiwa kebinatangan mengubah manusia dan badan 

manusia menyesuaikan diri denga jiwa ini . Kemaksiatan dan 

kejahatan yaitu  penyebab yang membentuk garis – garis menyeramkan 

pada wajah manusia yang dapat dilihat oleh semua orang. Akan namun  

kebaikan juga dapat mengubah bentuk muka manusia yang buruk menjadi 

tampak menarik 

   Oleh sebab  itu sesudah  kematian manusia maka badan halus akan 

memiliki  bentuk yang sama saat  badannya masih hidup dan 

memiliki  sifat yang sama yang dibentuk oleh nafsu dan keinginannya. 

Semasa hidup sebab  ajaran dan pendidikan, manusia berusaha 

menyembunyikan sifat yang sebenarnya, disebabkan hukum karma maka 

sesudah  kematiannya dan kebangkitan kembali, rohnya akan menyatu 

kembali dengan pikiran dan kemauan sehingga menjadi satu kesatuan. 

Dalam dunia halus(astral), semua kekuatan yang ada lebih kuat dari 

kekuatan badan halusnya, oleh sebab  itu, manusia akan memperlihatkan 

sifat sesungguhnya tanpa malu-malu, bilamana manusia itu memiliki sifat 

buruk maka keburukan ini akan di pancarkan keluar melalui badan halus 

dan perbuatannya, dalam dunia halus tiap roh akan berbuat sesuai sifatnya. 

Bagi manusia yang baik, sebab  keadaan terpaksa berbuat jahat, tidak 

akan menampakkan keburukan. Sifat aslinyalah yang di tunjukkan, oelh 

hukum karma , keburukannya dihapus dan akan menunjukkan sifat 

murninya, semuanya akan tampak dalam gerakan badan halusnya, edngan 

demikian melalui badan halus sesudah  kematian dan kebangkitan, roh akan 

tampak seperti sifat asli seseorang. 

   Bagaimana bila roh yang jahat dan roh yang bai,k bertemu ? dalam 

hukum karma, roh sesudah perubahan badan halus seakan dipaksa untuk 

sukarela berpindah ke daerah yang sesuai dengan sifat dan kelakuannya. 

Hukum karma bekerja untuk mengubah badan halus seseorang sesuai 

dengan gambaran yang dibuat oleh manusia saat  ia masih hidup. Dan 

hukum karma ini sangat kuat sehingga menempatkan tiap manusia pada 

tempat yang seharusnya, dan akibat dari hukum ini, kelahiran kembali 

memberi kesempatan kepada setiap manusia untuk memperbaiki dirinya 

dan juga untuk melakukan perjalanan yang panjang untuk sampai ke daerah 

di kelangitan pertama, demikianlah manusia dinilai sesuadah kematiannya. 

   Roh tidak akan langsung menghadap Tuhan, namun  mereka harus 

melewati saringan dan hukuman yang mengikuti hukum, sebab dan akibat, 

dan darisinilah manusia menentukan nasib dan kebahagiaannya sendiri. 

Badan halus sesuadah mengalami perubahan dapat menjadi indah, halus, 

ringan namun juga dapat sebaliknya. saat  roh meninggalkan alam nyata 

akan tergantung dari derajat kehidupan badan halusnya, bila badan halus 

tiba dalam keadaan Iyatana maka rohnya akan “terbang”menuju wilayah di 

kelangitan ke tujuh. Bila badan halus berada dalam keadaan Dhruwan maka 

badan halus beserta rohnya akan masuk ke wilayah neraka sebab  lapisan 

hawa yang menahan berat roh ini. 

Ada juga keadaan yang lebih tinggi dari Moksha, yaitu bila roh dapat 

mencapai lapisan langit yang keempat, yang kemudian sampai didaerah 

langit yang kelima. Disini, roh dalam badan halus berubah dari “rupa” ke 

“arupa”. Keadaan ini dinamakan Saiyadiyam, yaitu mencapai satu 

kiesatuan dengan Tuhan.  

Bilamana roh telah sampai dalam keadaan ini maka sesudah  kematian 

dalam wujudnya akan sampai pada daerah di kelangitan kelima, dan 

jiwanya telah murni atau”arupa”. Roh-roh dari daerah “arupa” ini dikirim 

kemabli ke bumi melalui proses kelahiran kembali, dan dalam proses ini 

mereka dilahirkan kembali sebagai manusia dan seperti manusia biasa, 

memiliki  badan hidup dan jiwa kebinatangan, bila sudah mencapai umur 

dewasa, melalui sebuah proses akan menanggalkan jiwa kebinatangannya 

yang hanya diketahui oleh mereka sendiri, dan selanjutnya bersama dengan 

roh keluhuran yang mulia, mereka didunia dalam keadaan suci dan bebas 

dari nafsu, kesenangan, dan keinginan.  

Keadaan ini dinamakan Muti dan mereka dapat berkomunikasi dengan 

daerah halus dan daerah roh, hal ini terjadi sebab  rohnya tidak mengalami 

hambatan dan bebas untuk meninggalkan badannya untuk beberpa waktu. 

Manusia-manusia semacam ini menyadari keadaaanya dan jarang 

meninggalkan tempat tinggalnya, mereka bebas dari penyakit dan 

kesedihan. 

    Tujuan hidup orang dengan roh dari daerah “arupa” yaitu  untuk 

menolong orang lain, dan orang ini memiliki kekuatan dan kemampuan 

yang tidak mungkin dilakukan olehnya pada kehidupan sebelumnya. 

Kemampuan istimewa ini juga tidak dimiliki oleh orang pada umumnya, 

bila tugasnya di bumi selesai maka rohnya akan meninggalkan badan 

keduniawian-nya dan akan berada kembali dalam keada-

an Saiyadiyam untuk kembali lagi ke daerah kelangitan. 

Roh tertinggi mendapat tempat di kelangitan ke tujuh, mereka dikirim 

ke bumi sebagai manusia terpilih, memakai  badan wujud keduniaan 

untuk mengajarkan agama di dunia, akan meninggalkannya kembali bila 

tugasnya di bumi sudah selesai, dan kembali lagi ke langit ke tujuh. Roh 

para “utusan” tidak akan dilahirkan kembali di bumi, mereka menjadi roh 

utama dilangit ke tujuh yang dinamakan Wikhonddham, yaitu 

Kesempurnaan yang paling sempurna. 

 

(11) KEADAAN DI NARAKA 

 

Roh badan astral dari orang yang mati dalam keadaan Dhruwan tidak 

dapat memasuki daerah kamaloka, roh ini  akan tergiring masuk ke 

dalam lingkungan di Naraka yang sesuai untuk menampung badan 

halusnya. 

 

11.1.  Roh Dalam 7 Lingkungan Naraka 

Lingkungan dalam Naraka terdiri dari 7 jenis, yaitu lingkungan ke 7, 6 

dan 5 secara keseluruhan yaitu  lingkungan “nafsu” dan “kesenangan” 

yang dinamakan juga “nerakanya Naraka”. Disana tinggal roh-roh manusia 

yang memiliki sifat kebinatangan, roh yang tinggal disini merupaakan roh 

manusia yang derajatnya paling rendah. 

Naraka ke 7 ditempati para pembunuh yang melakukan kejahatan 

berencana dengan maksud mencari keuntungan, termasuk mereka yang 

menghuni naraka ke 7 yaitu  orang yang memilih kejahatan sebagai 

pilihannya, diantaranya yaitu  para pencuri. 

Bola atau lingkungan ke 6 naraka ditempati roh-roh dari orang yang 

ketagihan madat, termasuk juga golongan ini yaitu  manusia yang 

mengumbar hawa nafsu dan kesenangan, mereka yaitu  orang yang 

sewaktu semasa hidup telah memilih untuk membiasakan diri hidup buruk. 

Bola ke 5  ditempati roh-roh dari manusia yang semasa hidupnya 

menjalankan kehidupan bengis dan kasar, mereka tidak mengenal sifat baik 

dan hanya mencari kesenangan untuk mengumbar nafsu kebinatangannya 

dan pada saat kematiannya tidak mengubah sifat-sifatnya, dan sesudah  

kematiannya roh ini akan merana sebab  telah kehilangan bentuk 

badaniahnya, dengan demikian mereka tidak dapat lagi mengumbar hawa 

nafsunya, keadaan mereka seperti orang yang memakai obat bius dan 

secara tiba-tiba harus berhenti, roh-roh ini secara terus menerus merasakan 

kesengsaraannya. 

Sebenarnya istilah “kehilangan” kesenangan mereka tidaklah tepat, 

sebab  pengalaman hidup di naraka yaitu  merupakan hasil perbuatannya 

sendiri semasa hidupnya berperilaku buruk, inilah hukum alam baka bahwa 

perilaku buruk akan menghasilkan akibat buruk bagi pelakunya, dan 

sesudah  kematiannya bila nafsu dan keinginannya telah padam maka badan 

halus juga akan terasa ringan dan memnuhi syarat untuk dilahirkan kembali 

sebagai manusia, oleh sebab  hukum karma, hal yang sama menimpa roh 

halus yang menghuni lingkungan Naraka yang lain. 

Bola Naraka ke 4 di tempati oleh makhluk-makhluk halus dari 

manusia yang selama hidupnya hanya mengenal kepentingannya sendiri 

dan memiliki sifat rendah, selalu merugikan orang lain, tidak perduli 

terhadap kesenian, ilmu pengetahuan dan hanya mengahbiskan waktu 

untuk mengobrol kesana sini tanpa tujuan, senang membicarakan orang 

lain, atau mencelakakan orang lain, pembohong, dan mereka selalu melihat 

bayangan dari roang-orang yang dirugikan oleh perbuatannya, bayangan itu 

begitu kerasnya sehingga memicu  penyesalan tiada henti. 

Bola atau lingkungan Naraka ke 3 ditempati oleh roh-roh orang yang 

semasa hidupnya menjadi manusia fanatic atau keras meskipun dalam 

kehidupan sehari-hari kelakuannya baik, dalam melakukan ibadah mereka 

menyimpang sehingga menjadikannya egois, serta berpandangan sempit 

terhadap orang-orang di sekitarnya. saat  hidup di dunia mereka selalu 

berbicara Naraka dan dosa serta menuduh orang disekitarnya tidak 

beragama, dengan selimut keshalehan mereka berbuat tidak senonoh, 

mulutnya selalu menyebut nama Tuhan namun hatinya iblis, mereka 

memandang agama hanya sebagai kepercayaan yang daapt memberi 

keuntungan bagi dirinya. 

Bola atau lingkungan naraka ke 2 ditempati roh yang saat  semasa 

hidupnya mengembangkan pikiran hanya untuk kepentingan dunia semata, 

kemampuannya hanya untuk mengejar duniawi saja, materialistis, merek 

tidak percaya Tuhan dan utusannya, roh ini bisa segera dibebaskan dari 

jalan menyimpang sebab  sebagai roh dapat segera melihat akibat yang 

diderita oleh yang lain. Merka di taruh di naraka ke 2 agar untuk 

menginsyafkan dari pikiran menyimpangnya, sebab  sebebnarnya pikiran 

mereka berkembang dengan baik, dan sesudah  insyaf badan halusnya 

menjadi lebih ringan sehingga dapat mudah mencapai bumi untuk memberi 

pertolongan pada orang yang memerlukan , dengan keinsyafannya mereka 

mencoba menyadarkan orang-orang di bumi menuju jalan yang baik. 

Roh-roh ini juga menempati lingkungan Naraka pertama, ke2, ke 3 

dan ke 4 dapat kembali ke bumi untuk memberi tahu manusia mengenai 

datangnya suatu bencana dan disampaikan melalui mimpi dan dialami 

pukul 02.00 hingga 06.00 dan ini disebut Daradasih, yaitu sebab  jiwa 

meninggalkan badan dan bertemu dengan roh yang kembali ke bumi dari 

lingkungan naraka, para roh dari naraka juga dapat memberi peringatan 

memakai  “medium” yaitu orang yang dijadikan sarana oleh roh untuk 

menyampaikan berita. Bila roh-roh yang berdiam di naraka ke 2 mampu 

melihat kesalahan  yang telah dibuatnya dan memperbaikinya mereka akan 

bahagia tinggal disana.  

Bagi mereka yang telah menyadari kesalahannya, tinggal 

dilingkungan pertama Naraka, Lingkungan pertama yaitu  bumi tempat 

kita berdiam, ditempat ini roh berdiam dalam bahasa kehidupannya dan 

oleh hukum karma diberikan kesempatan untuk mengambangkan dirinya 

untuk menjadi lebih tinggi lagi, dengan cara ini akan dilahirkan kembali 

dan akan terus-menerus demikian sehingga sesudah  kematiannya akan 

berdiam di tempat hunian roh-roh (Kamaloka). Roh tidak perlu mendiami 

semua lingkungan Naraka, roh yang telah dilahirkan kembali sebagai 

manusia, sesudah  kematiannya akan menempati lingkungan yang sesuai 

dengan perilakunya di bumi sesudah  kelahiran kembali ini  

 

11.2.  Bumi Dan Kematian 

Selama bediam di bumi atau neraka pertama, para roh dimana jiwa 

masih terikat pada badannya, jiwanya masih mencari kesana kesini tanpa 

tujuan, roh akan berkelana hingga akhirnya kulit halus(wethala) tidak dapat 

menjalankan fungsinya lagi, sesudah  sekian lama, badan halus akan bersatu 

lagi dengan rohnya dan dalam 4 hari sesuadah pertemuan ini, akan 

dilahirkan kembali sebagai manusia. 

Roh-roh yang telah dilahirkan kembali, sesudah  kematiannya menjadi 

2 jenis. Pertama, roh sebagai manusia yang tidak mengumbar nafsunya dan 

sesuai cara hidupnya, kemudian ditempatkan disalah satu dari 7 bola atau 

lingkungan dari dunia roh halus (kamaloka). Kedua, kemungkinan roh akan 

ditempatkan dilingkungan kedua, ketiga atau keempat Naraka. Mereka 

yang semasa hidup mengumbar nafsu habis-habisan akan tinggal di 

lingkungan Naraka ke 5, keenam atau ketujuh, bagi mereka yang 

mengumbar nafsu, akan direnggut dari tidur kematiannya. 

sesudah  kematian seseorang sebab  roh terikat pada kulitnya dan tidak 

dapat melepaskan dirinya sebelum tali jiwa di putus, rohnya akan 

berkelanan dan hanya berhubungan dengan roh kebinatangannya melalui 

tali jiwanya, dan disebut roh”tanpa jiwa”, dan ini dapat dipengaruhi oleh 

pikiran buruk atau mantra yang memicu  roh menjadi hantu atau 

sebaliknya dapat dipengaruhi oleh pikiran yang baik. Bila la kulitnya tua 

maka roh dan jiwanya akan bersatu lagi, sesudah  bersatu selama 4 hari 

rohnya akan berada dalam lingkungan yang sesuai dengan badan halusnya. 

Bagaimana roh dari orang yang belajar ilmu hitam ? sebenarnya 

mereka sudah mengetahui bila ia mati, mereka tidak dapat menunda atau 

hindari akibat yang akan diterimanya, oleh sebab  itu, jalan satu-satunya 

yaitu  mencoba mempraktikkan ilmunya terhadap dirinya sendiri, dan 

sesudah  kematiannya maka badan berada dalam keadaan mati suri, selama 

itu badan tidak dapat hancu dan hukum karma tidak akan berpengaruh 

terhadapnya, bila ia meninggal, badannya tidak “rusak” sehingga kulit 

halusnya dipaksa untuk tetap berfungsi.  

Roh akan tetap terikat dibumi, sedangkan badannya akan berada 

dalam keadaan tidak sadar, dalam keadaan dimana badan keduniawiaan 

berusaha agar tetap hidup, diperlukan zat-zat kehidupan, dan ini diperoleh 

dari dengan menghisap darah dari orang yang sedang tidur untuk dialirkan 

kedalam badannya, hantu demikian dinamakan hantu penghisap darah dan 

banyak melakukan kejahatan dengan memanfaatkan mantra ilmu hitam. 

Dan ini berada dalam kuburan kering, dalam kondisi mati suri dan 

berlangsung lama hingga akhirnya selaput keduanya (kulit halus) tidak 

berfungsi lagi, badannya hancur menjadi tanah.  

Sesungguhnya setalh 7 hari kematian, rohnya dipaksa meninggalkan 

bumi dan tunduk pada hukum karma  dan salah astu cara agar mau 

meninggalkan dunia yaitu  mengeluarkan jasadnya dari kubur dan 

membakarnya, dan umumnya badan mati suri yang dikeluarkan dari kubur 

tergenang darah.  

sesudah  dibakar jasadnya, barulah proses hukum karma berlaku dan 

sebagai akibat menahan hukum karma terlalu lama badan halusnya akan 

masuk lingkungan ke 7 Naraka dalam keadaan lumpuh dan tidak berdaya, 

sebab  lumpuh maka mereka merangkak selama berabad-abad sebelum 

sampai kediamannya di Naraka, dan diperlukan menunggu berabda-abad 

lagi untuk menunggu kelahirannya kembali sebagai manusia. 

Makhluk celaka demikian disisa waktu dariKalpa (waktu beribu-ribu 

tahun menurut perhitungan dunia) akan tetap tinggal di Naraka yang ke 7, 

kemajuan menuju kebaikan sangat lambat 

 

11.3.  Keadaan Naraka 

Sebagai bagian dari hukum karma, roh dalam lingkungan naraka 

mengalami perubahan sebagai berikut. Apa yang dikerjakan oleh manusia 

selam ini akan menentukan keberadaan badan halusnya sesudah  kematian. 

Kejadian tidak menyenangkan yang terjadi di narka yaitu  sebab  roh tidak 

menanggalkan sifat buruknyadan akan selalu mencoba untuk memuaskan 

nafsu dan kesenangannya, bila bisa menanggalkan maka keadaan di naraka 

tidak yang tidak menyenangkan akan berhenti dengan sendirinya. 

Karea hukum karma maka roh di Naraka akan diajarkan untuk 

menghilangkan nafsu kebinatangannya, bila sudah dalam demikian jauh 

maka nafsu dan keinginan akan berhenti dan badan halusnya mati untuk 

dilahirkan kembali sebagai manusia dan ini yaitu  kesempatan untuk 

melaksanakan kehidupan yang lebih baik. 

Keenam lingkungan Naraka bagian bawah, masing-masing dibagi 

menjadi lima bagian daratan, seperti hunian dibumi. Dalam setiap 

lingkungan juga seperti di bumi, akan terjadi sore dan malam hari, 

disebabkan oleh kegelapan yang ada, keadaan disana sanagt buruk, air yang 

ada di danau dan sungai dalam keadaan kotor, tanahnya lembab, basah dan 

berbau busuk.  

Burung yang ada disana yaitu  burung malam pemangsa, binatang 

berkaki empat dan melata yaitu  binatang  yang ada di bumi, hanya saja 

dising hari mereka bersembunyi dan malam hari mencari mangsa, serangga 

juga hanya terbang dimalam hari, binatang buas sering menyerang, 

merusak dan memangsa penghuni neraka. sebab  badan halus yaitu  

badan yang berkeinginan dan nafsu artinya, dapat hidup dan mati, maka 

mahkluk-mahkluk halus disana juga dapat mati sebab  perbuatan 

kekerasan. 

sebab  menurut hukum roh akan abadi maka 3 hari sesudah  kematian 

ini  badan halusnya harus dihidupkan lagi, seluruh luka sembuh, ini 

akan berlaku untuk pakaian yang dipakai roh halus di neraka, bila 

47 

 

pakaiannya terpotong-potong maka lubang akibat potongan ini  dengan 

sendirinya akan menutup, seperti keadaan sebelumnya.. 

Wujud roh, melalui badan halusnya, di naraka mencerminkan nafsu, 

keinginan, dan kesenangan yang ada pada padanya, oleh sebab  itu roh 

halus yang ada disana akan berwujud sebagai mahkluk yang mengerikan 

dan dinamakan setan. Roh-roh halus yang di neraka ini berdiam di celah-

celah rumah yang hamper ambruk, seperti orang kere di kota besar, dank 

arena panca indera dari setan lebih tajam maka kesenangan atau kesusahan 

yang dialami akan memberikan kesan yang jauh lebih mendalam daripad di 

bumi, dan setan dalam naraka tidak memiliki “rasa bersalah”, sebab  sesuai 

hukum karma, rasa bersalah akan memicu  dilahirkan kembali ke 

bumi. Setan di naraka tidak pernah menyesalsehingga tidak dilahirkan 

kembali ke bumi, sebagaimana manusia.  

Akan namun  kesenangan disini berbentuk kasar dan tidak beradab, 

pengaturan roh-roh halus di Naraka dilakukan oleh malaikat yang juga 

akan menentukan kapan roh dapa tdilahirkan kembali, dan pengaturan oleh 

malaikat hanya bersifat sementara, penghuni narka selalu dilanda 

“ketakutan”  seperti orang jahat di bumi takut pada penjara maka penghuni 

naraka juga takut pada hukum karma.   

 

(12) KEADAAN DUNIA ROH 

 

 Dalam waktu 7 hari sesudah  seseorang meninggal, roh dan badan 

halusnya akan menuju ke dunia lain, dan dalam badan halusnya roh 

memiliki  kemampuan melayang dan ini tergantung derajat berat 

ringannya badan halus. Roh akan melayang sedemikian tinggi hingga 

akhirnya akan masuk ke salah satu lingkungan dalam Kamaloka atau dunia 

roh, dan berat ringannya badan halus akan menentukan jenis lingkungan 

(bola) dunia roh halus yang sesuai. 

ada  7 lingkungan yang dihuni oleh makhluk halus, dalam 

lingkungan ini , roh belum dapat meninggalkan seluruh nafsu, 

keinginan, dan kesenangan, akan namun  mereka telah mengetahui baik 

buruk prilakunya, dalam kehidupan sebagai manusia mereka telah mencoba 

menghilangkan sifat-sifat buruk ini , namun belum berhasil 

seluruhnya.  

Derajat kesempurnaan yang telah dicapai sebagi manusia akan 

menentukan tinggi rendahnya lingkungan yang akan dihuni, ditempat 

ini  juga tinggal roh-roh halus dari manusia yang semasa hidup hanya 

dipengaruhi sedikit nafsu dari keinginan dan kesenangan, oleh sebab  itu 

roh-roh itu akan bergerak dari bola bagian bawah ke arah atas yang paling 

sesuai dengan perkembangan dan derajat kesempurnaannya, jadi disini juga 

berlaku hukum karma. 

1. Dalam bola pertama berdiam roh-roh yang semasa hidupnya sebagai 

manusia dikaruniai kepandaian, hanya saja kepandaian ini  

hanya dimanfaatkan untuk diri sendiri, mencapai kemakmuran tanpa 

peduli manusia lainnya. 

2. Dilingkungan ke dua bertempat tinggal roh-roh yang dikaruniai 

kepandaian dan mengatur dirinya sesuai pemikiran bersama dalam 

hidupnya sebagai manusia 

3. Dilingkungan ketiga bertempat tinggal roh-roh dari manusia yang 

dikaruniai kepandaian namun memanfaatkan nya untuk mencari 

ketenaran diri semata. 

4. Dilingkungan keempat bertempat tinggal roh-roh yang berbakat 

dengan kepandaian demi kepentingannya sendiri. 

5. Dilingkungan kelima bertempat tinggal roh yang dari manusia yang 

berbakat dengan kepintaran yang murni dan sebagai manusia 

menjalankan hidup bersihtanpa mementingkan diri sendiri dengan 

menolong orang lain. 

6. Dilingkungan keenam bertempat tinggal roh-roh dari manusia 

dengan kepandaian sempurna dengan kepandaian, menjalankan 

hidup baik murni dan murni dan menghambakan hidupnya demi 

kepentingan orang lain. 

7. Dilingkungan ketujuh bertempat itnggal roh-roh dari manusia dengan 

kepandaian yang sempurna dan sesuai untuk memberi pelajaran 

kepada orang banyak, sebagai manusia dia banyak berkorban untuk 

orang banyak agar orang lain tidak berbuat jahat. Roh-roh di 

lingkungan ke 7 sebenarnya telah mendapat anugerah dari swarga 

(surga), mereka hidup di dunia roh tertinggi untuk mempersiapkan 

kematiannya yang kedua agar dapat menanggalkan badan halus atau 

jiwa kebinatangannya 

ada  manusia yang memanfaatkan kekeuatan terpendamnya untuk 

kepentingan kebaikan manusia “ilmu putih” dan dapat dipakai untuk mati 

suri, dan saat itu roh dapat melakukan penyelidikan ke dunia halus para 

roh, seseorang yang menjalankan hidup penuh kesucian  dan hidup 

menyendiri telah mendapat rahmat kesurgaan, dan dengan kekuatan 

terpendamnya mereka dapat berdiam dalam waktu yang lama di bumi 

untuk melayani kepentingan orang-orang yang ada. Tujuh hari sesudah  

kematiannya, rohnya akan mencapai langit atau lingkungan ke 7 dan disini 

roh melakukan persiapan untuk berpindah ke kelangitan yang pertama 

Kondisi dalam dunia roh lebih menyenangkan dari pada di bumi, 

kebahagiaan dalam dunia roh disini disebabkan sebab  roh-roh halus lebih 

mudah bergerak, pancaindera dan pikirannya menjadi lebih tajam dan 

berkembang. sebab  disini hubungan antara pikiran dan kemauan bersifat 

murni maka semua hal yang sifatnya mengganggu, seperti basa basi, malu, 

ketakutan dan berpura-pura akan hilang sehingga tiap roh akan bertindak 

seperti apa adanya ( yang ada pada roh yaitu  Kebenaran) 

sebab  keadaan ini maka roh tidak dapat berbuat dosa meskipun 

nafsu, kepentingan dan keinginannya di dunia roh belum hilang sama 

sekali, segala nafsu dan keinginan baru akan hilang bila roh berada dalam 

peralihan ke daerah yang sama dengan bumi yang terletak di lapisan langit 

pertama, ditempat hunian, roh-roh harus belajar untuk pekerjaan yang akan 

dilakukan kemudian di dunia kelangitan. 

Dunia roh dalam hal ini dapat dianggap sebagai kawah pendidikan  

tertinggi roh, dimana roh diberi pelajaran untuk melakukan sesuatu yang 

lebih tinggi. Dibeberapa bagian kediaman roh-roh, ada perpustakaan 

berikut buku-bukunya yang berisi masalah dan persoalan yang belum 

dikenal di bumi untuk kemudian hari akan disiarkan di sana oleh roh yang 

akan ditunjuk. Bila roh sudah menjalani dan menamatkan suatu kelas maka 

ia akan dilahirkan kembali sebagai manusia untuk menyebarluaskan di 

bumi apa yang telah dipelajari, dengan cara ini secara bertingkat ia dapat 

menyebarkan ilmunya dibumi secara terus-menerus akan dilakukan 

kembali untuk menyebarkan ilmu yang lebih tinggi lagi bila ia dilahirkan 

kembali sebagai manusia . APapbila dengan cara menyebarkan ilmu di 

bumi tidak berhasil maka manusia ini sesudah  kematioannya akan berada 

kembali di lingkungan dimana ia dulunya berada. Dengan pengalamannya 

dibumi semula, ia akan lebih mudah belajar untuk menjalankan tugas 

berikutnya. Smeua yang dipelajari dan dilakukan oleh manusia sewaktu 

hidup di bumi, dalam dunia roh akan terus dikembangkan sehingga ia akan 

lebih maju, dan hidup di dunia roh hampir sama dengan hidupdi bumi, 

untuk roh menjadi 365% lebih ringan. Perbandingan ini juga berlaku dalam 

hal kemampuan untuk melakukan sesuatu, seperti penglihatan, 

pendengaran, perasaan, gerakan dari imamnya, dan semua yang 

berhubungan dengan penghidupan roh-roh 

Walau di tempat hunian, roh-roh berjalan lebih cepat  daripada di 

bumi, waktu 1 hari di dunia roh sama dengan waktu 1 tahun matahari 

dibumi, meski demikian percepatan waktu di dunia roh tidak dapat 

diterangkan, apa yang dinyatakan kekal di bumi, didunia roh menjadi 

“waktu sekarang” 

Badan halus dalam dunia roh halus sama dengan badan dari manusia 

yaitu dari zat padat, namun lebih halus dan dari sifat yang berlawanan. 

Tanpa memiliki kemampuan khusus, manusia berbadan kasar tidak dapat 

melihat roh halus, juga roh halus dari lingkungan yang rendah tidak dapat 

melihat tidak dapa tmelihat roh halus dari lingkungan yang lebih tinggi 

sebelum roh yang lebih tinggi menyelimuti roh yang rendahdengan 

auranya.  

Roh didunia, roh menjalani kehidupan seperti dibumi dan jga 

melakukan kesenangan antar sesamanya, mereka memiliki  kekautan 

untuk mewujudkan apa yang sedang dipikirkan atau yang sedang 

diinginkan dan diperlukan.  

Dengan cara ini, pakaian yang dipakai diciptakan melalui pikirannya, 

kemauan dalam pikirannya sendiri dapat menciptakan sesuatu yang 

diinginkan, cara menciptakan ini menjadi salah satu dan kebahagiaannya, 

jika barang yang diinginkan tidak diperlukan lagi maka barang ini  

akan lenyap, percakapan diantara para roh dilakukan melalui jalan 

pikirannya, cara berpikir dalam daerah halus merupakan latihan yang berat 

seperti juga menguasai pikiran sebagai manusia . 

Tiap pikiran yaitu  bentuk di dunia halus disebabkan daerah halus 

yaitu  dunia pikiran, sebagaimana seorang anak dibumi yang harus belajar 

bicara, maka tiap roh halus yang berasal dari badan keduniawian harus 

belajar untuk memakai  pikirannya sebagai alat bicara. 

Mereka juga harus belajar untuk melihat dengan baik, pada awalnya 

semua yang mereka lihat tampak sebagai kabut, demikian pula pikirannya, 

pada awalnya pada awalnya tampak semua sebagia kabur. Bila roh sudah 

biasa memersatukan pikirannya untuk mewujudkan sesuatu maka bentuk 

ini  terwujud, seperti zat ether yang menebal. Berwujud nya pikiran 

disebabkan dikelilinginya buah pikiran oleh aura jiwa. Demikian jug yang 

terjadi bila melihat sesuatu, roh perlu melihat benda-benda berwujud, baik 

jarak jauh maupun pendek agar jiwanya dapat dikelilingi oleh aura. 

Roh halus makan minum sesuai dengan saat  mereka hidup dibumi, 

sebab  makanan yang dimakan oleh roh-roh yaitu  makan yang ada 

dibumi. Jatuhnya buh yang belum matang dari pohon atau matinya tumbuh-

tumbuhan sebelum waktunya yaitu  sebab  dimakan oleh roh halus. 

Bila roh sudah mencapai daerah astral maka badannya dihidupkan 

oleh 7 unsur, yang dilakukan oleh jiwa hanya mengambil pernafasan untuk 

mengambil magnet astralnya. Dengan cra ini roh mengambil energi dan 

kekuatan untuk mewujudkan buah pikirannya, bila roh halus dalam 

lingkungannya ingin bergerak maka buah pikiran membentuk tempat yang 

dikehendaki, cukup dengan berpikir saja. Mereka akan berpindah sesuai 

dengan kecepatan buah pikirannya.  

Daya cipta roh-roh ini dapat berkembang sedemikian rupa sehingga 

dengan mewujudkan buah pikirannya saja dapat memberi peringatan kepda 

seorang manusia di bumi. Merek juga dapat mengirimkan buah pikirannya 

dan merasuk kepada orang yang hidup dibumu, roh yang dimasa hidupnya 

pernah menjalankan pembunuhan, dengan buah pikirannya yang keras 

dapat mewujudkan sejenak.  

Daya lihat roh jauh lebih tajam, lebih jauh dari manusai dan dapat 

menembus barang-barang yang padat. Sebuah benda boleh dikata dapat 

dilihat dari semua sudut, bagian dalamnya juga dapat kelihatan dengan 

jelas seperti bagian luarnya, sebab  dari daerah astral dapat melihat semua 

kejdian di bumi maka penglihatan jauh dari sebuah roh yang baru bangun 

dari mati surinya akan mengalami kesukaran untuk mengerti apa yang 

dilihatnya. 

Dengan beebrpa persyaratan, roh yang telah berkembang dengan 

pikirannya saja dapat mewujudkan badan halusnya supaya tampak dalam 

sekejap. Hal ini dapat dilakukan tanpa perantaraan, roh berubah menjadi 

manusia, dapat berbicara atau menampakkan diri, mengeluarkan bunyi-

bunyian atau membuat tulisan yang tampak. Roh-roh dari kalangan yang 

lebih tinggi dapat mengadakan hubungan dengan roh-roh dari kalangan 

rendah, akan namun  sebaliknya roh dari kalangan yang lebih rendah tidak 

dapat berhubungan dengan roh dari kalangan yang lebih tinggi. 

Untuk roh-roh yang berdiam dilingkungan kelima dan keenam, sulit 

untuk mengunjungi lingkungan roh di bawahnya sebab  keringanan 

tubuhnya memicu  sulit untuk turun, roh-roh yang tinggal 

dilingkungan yang ke 7, yang menuju ke dunia kelangitan, tidak dapat lagi 

mengunjungi bumi sebab  lingkungan mereka tidak memiliki  hubungan 

sama sekali dengan bumi. 

sebab  ke 7 lingkungan hunian roh yaitu  pencerminan dari bumi 

maka keadaan disana sama dengan yang di bumi, tiap lingkungan hunian 

dibagi sama sesuai dengan bumi, yaitu dalam 5 bagian dimana 5 golongan 

bangsa berada. Tiap bagian dibagi lagi kedalam beberapa Negara dan 

bahasa, seperti yang ada di bumi. Tiap Negara memiliki  kota, desa dan 

kampong, seperti yang ada di bumi, dan tiap tempat dibagi lagi ke dalam 

golongan sesuai dengan tingkat di warga  dan kelompok keluarga, 

seperti di bumi.  

Cahaya di dunia astral lebih lembut daripada di bumi, tidak 

memicu  dingin atau panas, disana juga tidak ada perubahan suhu. 

Cahaya matahari yang dipantulkan ke dunai roh tidak membedakan antara 

siang dan malam, namun  memberika cahaya yang tidak menyilaukan 

pandangan. Selanjutnya ditemukan didaerah astral gunung, bukit, laut, 

danau, sungai, rawa, hutan, kebun dan lainnya, seperti di bumi sesuai 

bentuk dan tempat di bumi. 

Semua dipantulkan kembali, juga gedung,, rumah dan barang-barang, 

dibuat seperti yang ada di bumi, disana juga terdpat “pantulan barang dan 

benda yang pernah dibuat, namun sudah tidak ada dibumi. Pemerintahan 

terhadap 7 bola atau lingkungannya ditugaskan kepada roh tertinggi yang 

berasal dari daerah “arupa”, sedangkan pengawasan terhadap kelompok-

kelompok dari roh halus akan dilakukan oleh para roh tertinggi dari jenis 

yang sama, seperti roh-roh yang ada. Roh tertinggi ini memberi pelajaran 

terhadap roh-roh halus pada waktu tertentu dan juga menentukan kelahiran 

kembali dari roh. 

 

(13)  KEADAAAN DI SWARGA 

 

Seseorang yang meninggal pada hari ke tujuh sesudah  kematiannya, 

ada yang rohnya dalam keadaan Moksha, terbebas dari nafsu, kemauan dan 

 

keinginan dan memungkinkan roh dan badan halusnya berada pada 

lingkungan bola ke tujuh dalam alam roh, dan ini merupakan lingkungan 

peralihan ke kelangitan pertama. 

sesudah  melewati waktu persiapan selama 33 hari, yaitu 40 hari 

matinya badan kasar, badan halusnya akan binasa. Roh bersama-sama 

badan kerohaniannya akan tiba di daerah sejenis bumi yang terletak di 

lapisan pertama dan disanalah mereka menjadi roh tertinggi atau roh 

kahyangan.  

Berdasar kecakapannya, mereka akan diberi tugas untuk membantu 

mengatur alam semesta dan diangkat lagi ke lapisan yang lebih tinggi 

berdasar  tingkat kecakapannya. Semuanya akan diatur oleh hukum alam 

yang tetap dimana roh