Ajaran jawa 1
Menurut serat kadilangu, sebelum menjadi wali, wali songo yaitu
para pimpinan spiritual, mereka yaitu ulama yang mencapai tingkatan
tertinggi sehingga mengetahui segala hal gaib yang ada dalam setiap
agama, termasuk agama hindu. Dan mereka kemudian membuat sebuah
kita yang disebut Kitab Walisanga, dan dalam kitab ini bukan hanya
ajaran Islam semata, melainkan ajaran spiritual Hindu juga, dan
kemungkinan mereka mengharapkan pemahaman cara berpikir Hindu Jawa
ini dipakai sebagai dasar untuk menyebarkan islam.
Proses penyusunan kitab itu sendiri dilakukan melalui pertemuan
rahasia, dan tidak dilakukan secara fisik. Dan Kitab Walisongo merupakan
pengungkapan Ilmu Rahasia orang Jawa mengenai wujud badaniah, roh,
kekuatan terpendam dan kekuatan kemauan.
(1) MANUSIA DALAM BADAN JASMANIAHNYA
Memasuki dunia nyata manusia memakai tubuh jasad atau
jasmani, tanpa jasad tidak akan mungkin itu terjadi, dan dalam jasad
ini ada ruh atau jiwa yaitu pemberi kekuatan dan pemberi
kehidupan pada badan jasmani ini dan tanpa jiwa atau roh maka manusia
akan sama saja dengan benda mati, sebab roh yaitu pemberi kekuatan,
kekuasaan dan daya pemelihara badan jasmani (selaput) dan badan
jasmaniah menyimpan dan memelihara isinya (roh).
Jiwa Dan Budi
Roh yang disebut jiwa atau Atma yaitu permulaan Dzat yang
memiliki pertalian dengan Dzat Ketuhanan, yang merupakan mula
tertinggi. Roh dicerminkan sebagai daya cipta dan daya imajinasi manusia
yang meneruskan, yang memelihara, yang menjaga dan melindungi. Dalam
tubuh jasmani, roh memiliki kendaraan (sarana) untuk berkomunikasi
dengan dunia fisik yang disebut sebagai Budhi atau jiwa rohani, budhi
mengahamba pada roh. Jiwa rohani ini tidak memilki kesenangan dan
nafsu, sebab mengembangkan sisi baik manusia, dan menjadi sumber
suara bathin.
Pada saat kedatangannya dialam kehidupan, jiwa kerohanian ini
mendapat selaput yang dinamakan Kama atau Kamarupa atau sifat baik
(sifat kemanusiaan) dan nafsu buruk (sifat kebinatangan), dan ini
merupakan badan halus yang akan tetap lengket pada roh selama roh
berada didaerah astral sesudah meninggalnya manusia. Akan namun badan
halus ini akan ditanggalkan jika roh memasuki daerah kelangitan.
Sepeninggal roh, badan halus (kama) akan menjadi bayangan yang
akan menguap dan hilang. Badan halus (kamarupa) memiliki pertalian
langsung dengan dunia fisik, nafsu, kesenangan dan keinginan yang
menghinggapi badan halus merupakan sumber kekuatan untuk bertindak
dan pertumbuhan fisik manusia. Penggalian keinginan dan nafsu akan
melahirkan tindakan fisik melalui badan kasar, yang baik maupun yang
buruk.
Didalam nafsu yang melekat pada badan halus, ada jiwa
kebinatangan yang memunculkan keinginandan rasa (senang-susah, cinta-
benci, dsb) dan ini merupakan sebuah keburukan yang melekat pada
manusia namun ini memberi kekuatan untuk bergulat dan berjuang dalam
kehidupan di dunia. Lapisan di luar Kamarupa yaitu badan jasmaniah atau
badan kasar. Biasanya jika ada kecenderungan dari jiwa kebinatangan
terlalu kuat maka budhi akan memberi peringatan, dan pergulatan jiwa
kebinatangan dengan jiwa kerohanian menentukan perkembangan moral
dan intelektual manusia. .
Roh, Budhi, kamarupa yaitu unsure kehidupan dan di luar unsur-
unsur ini berkembanglah badan kasar manusia yaitu badan fisik yang
kasat mata, pengikat atau jembatan antara unsure kehidupan dan badan
kasar manusia yaitu Nafas atau Prana
Kekuatan pemikiran atau pertimbangannya disebut Manas, jiwa
kerohanian akan cenderung melekat dengan Manas yang lebih tinggi (aku
yang tinggi) dan jiwa kebinatangan cenderung melekat pada manas yang
rendah (aku yang rendah). Oleh sebab itu merupakan suatu kesatuan,
keduanya akan terbagi menjadi dua kekuatan terpisah dan memiliki
kecenderungan yang berbeda. Dan sebetulnya diluar badan kasar
berkembang selaput yang disebut Lingga Sharira atau lapisan kedua yang
merupakan selaput struktur halus yang menyelimuti badan manusia yang
sering disebut sebagai kulit halus, dan sesudah kematian manusia akan
berubah menjadi kulit yang secara perlahan-lahan akan lenyap.
1.1. Kulit Halus
Disebab kan menyelimuti badan kasar maka ukuran kulit halus lebih
besar dari badan kasar, yang merupakan sarana jiwa kebinatnagan manusia
menguasai daerah astral, dan kulit halus ini tidak hanya menyelimuti
bagian luar tubuh manusia, melainkan juga merasuk ke dalam tubuh fisik
dan melapisi semua organ tubuh kasar, dan menyerap magnet-magnet
alamiah dari atmosfir kedalam badan manusia, cara kerjanya sama dengan
spons penyerap yang menghisap air.
Dan pada saat menyerap berbagai kekuatan di atmosfir, kulit halus
juga terkena pengaruh daya tarik jiwa, zat yang memang lebih kuat dan
halus bila dibandingkan magnet badaniahnya. namun kemampuan kulit
halus untuk menyerap magnetis badaniah dari orang lain akan berkurang
dengan bertambahnya umur, disebakan sifat penyerapannya saat orang
lebih tua bersentuhan dengan orang lebih muda, maka “etheris ganda” dari
orang yang lebih tua akan menyerap magnet badaniah orang yang lebih
muda dan memang orang yang lebih tua memerlukan magnet ini
untuk daya tahan tubuh kasarnya. Oleh sebab itu hindarilah agar orang
muda jangan tidur bersama dengan yang sudah berumur. Bila orang yang
lebih lemah berhubungan dengan orang lebih kuat, maka yang kuat akan
memberikan magnet badaniahnya kepada yang lebih lemah, pada saat
orang sakit maka umumnya kulit halusnya tidak berfungsi.
Kekuatan fisik seseorang sangat ditentukan oleh pengaturan
keseimbangan antara daya menyerap magnet dari luar dan daya serap dari
luar, maka dari itu pada saat mengunjungi orang sakit seseorang harus
berusia 14 tahun agar cukup kuat menjaga keseimbangan antara menyerap
dan diserap sebab dibawah usia itu kulit halusnya harus dilindungi oleh
ibunya. Sama dengan orang lebih tua bersenggama dengan orang lebih
muda, maka daya magnet yang lebih tua akan menyerap daya magnet yang
lebih muda ini dan jika kekuatan magnet ini terus menerus diserap
sesorang akan dapat meninggal sebab kehabisan daya magnetnya.
ada orang yang memiliki daya magnet kuat luar biasa dan harus
dihindari sebab semuanya dari mulai manusia, binatang, tumbuhan akan
ditarik kekuatannya dan pada hari pertama meninggalnya kulit halus
menjadi “kulit” dan keluar dari jenasah.
1.2. Tali Jiwa
Keluarnya kulit halus ini akan memutuskan tali jiwa atau
“suratma” yaitu penghubung antara tubuh fisik dan unsur halus seseorang,
secara fisik suratma tampak dalam prana. Terputusnysa tali jiwa
sebenarnya merugikan badan halus yang masih memerlukan roh, namun
bagi roh, putusnya tali jiwa merupakan suatu keuntungan sebab roh akan
terlepas dari kulit halusnya dan bisa bebas menuju ke kelangitan dan
biasanya ini terjadi pada hari ke 3 meninggalnya seseorang dan jika
seseorang meninggal secara mendadak, pemutusan baru terjadi beberapa
tahun kemudian.
Dan juga kulit halusnya belum terbebaskan dari ikatan dengan roh
selama beberapa tahun, dan dalam kondisi ini belum dapat
melepaskan diri secara alamiah semacam itu, kulit dan badan halus akan
mengembara dan amat mudah dimasuki oleh pemikiran sehingga akan
memiliki kehidupan sendiri. Badan halus yang masih mengandung roh
ini biasanya akan kembali kerumah tempat kediamannya saat dia
hidup dan mencoba meneruskan kehidupannya sementara sebagai makhluk
halus dengan mengambil magnet badaniah dari para penghuni rumah
ini , dan ini membahayakan bagi orang yang masih hidup.
Beberapa orang dapat tanpa sadar melepaskan kulit halusnya untuk
sementara, dan kulit halus akan tampak seperti badan kasar, perginya kulit
halus dapat terjadi sesaat atau sebelum dan sesuadah kematian, pada
kematian mendadak atau kecelakaan, kulit halus dapat segera keluar dari
badan kasar. Bila keluar sebelum kematiannya, kulit halus akan mirip
sosok hidup termasuk luka-lukanya jika mengalami cedera. Bila keluar
sesudah kematian, kulit halus akan kelihatan sebagai orang yang mati itu.
Sering kali sosok kulit halus ini akan muncul pada tempat yang jauh dari
tempat meninggalnya, yaitu tempat dimana yang diingat seseorang sebelum
meninggalnya.
Kulit halus tanpa badan halus menjadikan badan halus tanpa
pemikiran dan tergantung dari setiap pemikiran atau niat dari pemiliknya,
dan selama tidur, kulit halus juga sering meninggalkan badan namuan
disertai dengan badan halusnya dan saat orang terbangun ia ingat apa
yang ada dalam mimpinya, yaitu suatu bukti bahwa badan halusnya telah
keluar dari badan jasmaniahnya. Melalui suatu latihan seseorang dapat
mengeluarkan „etheris ganda‟ berikut badan astralnya dari badan kasar,
dengan cara ini orang dapat muncul di suatu tempat yang dikehendaki dan
tampat seperti badan kasarnya, sementara badan kasarnya yang
ditinggalkannya seolah mati suri di tempatnya.
Walaupun dalam praktek ini ada bahayanya, yaitu badan kasar yang
ditinggalkan badan halus dan kulit halus akan berada dalam kondisi tanpa
magnet alamiah yang diperlukan dan tidak bisa bertahan terlalu lama tanpa
perlindungan magnet dan badan halus, namun bila dapat melatih supaya roh
keluar namun tetap meningalkan badan halus dan kulit halus maka kondisi
badan halusnya tidak begitu berbahaya, sebab badan halus dan kulit halus
dapat melindungi dan memberi makan badan kasar yang ditinggalkannya,
dan ini dapat terjadi bila sering dilatih secara keras.
Dalam kondisi ini jiwa tetap terikat dengan tali kejiwaan pada badan
kasarnya, pemutusan sedikit saja dari ikatan tali jiwa dapat mengakibatkan
kematian pada badan kasarnya. Artinya selama jiwa diluar, ikatan tali jiwa
harus dijaga, dengan cara badan kasar harus dijauhkan dari banyak orang,
tidak ada keributan disekitar badan kasar atau menyentuh tubuh yang mati
suri itu. Tali kejiwaan jangan dipandang sebagai tali atau benang
keduniawian, suratma yaitu kekuatan jiwa yang menhubungkan jiwa
dengan badan kasar dan berasal dari hukum Kshetrjna (hukum kekuatan
yang membentuk).
1.3 Proses Kematian
Jiwa di selimuti oleh 4 lapisan, yaitu;
Roh kerohanian dan badan kejiwaan (budhi).
Jiwa kemanusiaan atau kebinatangan yang disebut juga badan halus,
Badan kasar jasmani.
Selaput halus yang menyelimutinya yang disebut “kulit halus” atau
„pancaran magnet‟.
Dalam proses kematian seseorang, secara berurutan lapisan-lapisan
ini akan mengalami kematian dan proses perubahan : badan kasar
(mati fisik, biologis). Selaput halus (kulit halus) sesudah keluar dari badan
menjadi “kulit” dan lenyap.
Badan halus pada kematiannya yang kedua dan dalam peralihan ke
kelangitan yang pertama dan Roh sesudah peralihan ke kelangitan yang
kelima. Melalui proses inilah, roh atau jiwa mengalami pemurnian,
meninggalkan semua cacat, dan roh yang murni akhirnya sesudah melalui
kelangitan yang kelima, keenam dan ketujuh kembali kepada Tuhan.
(2) KEKUATAN PENGHIDUPAN
2.1. Unsur Kehidupan Badan Kasar
Kekuatan yang menghidupkan jasmaniah (badan kasar) manusia
terdiri dari 3 unsur utama, yaitu :
Prana (kekuatan yang menggerakkan bagian tubuh),
Saman (kekuatan magnet badaniah), dan
Karma atau naluri (hukum dari perbuatan sebab dan akibat).
Tubuh jasmani dan magnet badaniah merupakan kesatuan yang tidak
dapat dipisahkan yang membentuk kepribadian. Tubuh jasmaniah sendiri
terdiri dari aliran berbagai zat kecil yang tidak terlihat, gas yang
dipadatkan, dan udara yang merupakan campuran antara gas zat asam, gas
zat nitrogen, gas zat air, dan gas zat asam arang. Zat gas-gas ini yaitu
unsur-unsur yang berdiri sendiri, namun sebab kerja sama dari kedua
unsure utama, maka menjadi satu kesatuan, dan dengan cara ini maka
semua bagian tubuh akan selalu ada penggantian dan dalam selang jeda
waktu 3 bulan akan diperbaharui atau diganti lagi.
Organ tubuh terdiri dari 4 kekuasaan, yaitu pernapasan, panas tubuh,
peredaran darah, dan pencernaan makanan. Seluruh kekuatan ini berjalan
sebab magnet badaniah, dan pada kelahiran seorang bayi saat bayi
terkena udara yang disebabkan daya tarik magnet badaniah, terjadilah
gerakan naik turun paru-paru dan gerakan mengembang mengempis
jantung, dan dengan gerakan ini maka zat asam akan masuk dalam tubuh.
Dalam makanan yang masuk kedalam tubuh, ada asam arang
yang akan dikeluarkan lagi oleh udara yang masuk, sebab pernapasan
menghirup zat asam arang maka hasilnya bukan hanya panas tubuh,
melainkan juga darah akan mengalir disebabkan makan yang dimakan.
Darah dialirkan melalui pembuluh darah dan pencernaan akan bekerja
untuk mengeluarkan sisa-sisa sari makanan dan air dari dalam tubuh.
Kerjasama dari 4 kekuatan tubuh ini memicu darah, dan sebab ini,
timbul daging dan menyusul lagi terjadinya lemak, tulang, rambut, kuku,
air mata, dan keringat.
Sebetulnya darah yaitu penjelmaan dari kekuatan hidup dan dalam
darah ada rahasia kehidupan, bila seseorang sedang sakit maka
kekuatan dalam darah melemah, namun kekuatan magnet dapat
menguatkan kembali, dan saat seorang meninggal, selama darahnya
belum berubah menjadi air, orang ini belum meninggal secara keseluruhan.
Kulit bukan hanya selaput pelindung tubuh manusia, melainkan juga
merupakan organ tubuh utama, susunan kulit cukup rumit, terdiri dari 2
lapis yaitu kulit luar dan kulit dalam. Bagian kulit luar yang kuat memiliki
banyak lubang kecil-kecil yang menghubungkan dengan kulit dalam. Kulit
bagian dalam terdiri dari pembuluh darah dan syaraf yang dijalankan oleh
gerakan naik-futon dari tubuh disebabkan pernafasan.
Melalui lubang kecil kulit luar inilah darah yang tidak terpakai atau
berakibat buruk, seperti uap dan keringat akan dikeluarkan. Dikulit luar ada
selaput serupa minyak yang harus selalu di bersihkan, bila tidak maka
lubang-lubang kecil pada kulit luar akan tertutup dan akan berakibat buruk
bagi darahdan dapat memicu seseorang akan sakit, bahkan
penyumbatan akan memicu kematian, sebab lubang pori dilindungi
oleh lapisan halus yang membentuk daya magnet maka sebenarnya lubang
itu tidak tertutup sepenuhnya.
Lapisan kulit halus membawa magnet alam ke dalam badan dan dapat
mempengaruhi badan dari daya tarik magnet asteral dari roh sebab badan
halus merupakan jembatan antara badan kasar dan jiwa, kerja dari kekuatan
ini secara bersamaan melahirkan pancaran aliran magnetis yang mengalir
ke otak dan memicu magnet kepribadian dan memicu terjadinya
tenaga syaraf, tenaga otot dan energi manusia, dan juga dapat terjadi
pemikiran, raut muka, pendengaran, bunyi suara, perasaan, penciuman dan
rasa.
sebab daya-daya ini maka terjadilah tindakan yang dapat dibagi ke
dalam beberapa macam. Organ tubuh dan magnet alam bekerja secara
alamiah dan dibawah pengaruh hukum alam yang memicu manusia
makan, minum, dan tidur yang di perlukan untuk bertahan hidup oleh
badan kasar.
Magnet kepribadian melalui daya pikiran dari seorang manusia bersih
dan tindakan baik maka bentuk badannya akan baik dan halus, bila
seseorang selalu berpikir buruk dan bertindak jahat maka bentuknya akan
menjadi kasar dan jelek, dan bila seseorang melakukan perbaikan tindakan
maka badannya juga akan membaik. Dan dalam keadaan normal sebetulnya
lemahnya organ manusia dan kurangnya pengaruh dari magnet alami akan
memicu penyakit dan bila unsure organic tubuh dan magnet keduanya
tidak bekerja akan memicu kematian, walaupun dengan latihan
seseorang dapat meniadakan kekuatan organiknya yang memicu
msuri.
2.2. Gangguan Badan Kasar
Kerja organic kita jelek bila lapisan halus kurang membawa magnet
alam kedalam tubuh seseorang, bila pemasukannya terhenti maka
keseimbangan astral dan magnetis alami akan terputus sehingga gerakan
pernafasan dari paru-paru dan gerakan mengembang mengempis dari
jantung berhenti. Dan ini dapat di perbaiki dengan mengambil nafas dalam-
dalam dan mengeluarkannyadan gerakan ini dilakukan dalam keadaan
berbaring, sebab tarikan nafas yang kemudian masuk dalam tubuh akan
membakar benih-benih penyakit dan akan mengalirkan banyak magnet
alam kedalam tubuh seseorang, dana penyaklit serta gangguan peredaran
darah dapat dihindari dengan latihan pernafasan “ Pranaijama”.
2.3. Naluri
Naluri yaitu tindakan kejiwaan yang tidak disengaja, sebab itu
tindakan ini sering dianggap sebagai tindakan di luar kendali pikiran sadar
manusia, dan naluri itu muncul sebab memang tidak ada tindakan lain
yang dapat dilakukan untuk selamat, dengan melihat, mendengar, merasa
adanya bahaya, secara otomatis badan digerakkan, kekuatan indera berasal
dari magnet kepribadian yang merupaka kekuatan rohaniah atau kekuatan
jiwa seseorang.
Naluri bekerja tanpa pemikiran dan tidak memihak, dan me-
ngendalikan pemakaian magnetisme kepribadian dan tindakan baik dan
buruk sehingga dalam pelaksanaan juga hukum dari sebab akibat, dan
naluri berasal dari ingatan luar atau jaringan ingatan alaminya jiwa dan
ingatan bagian dalam atau ingatan kejiwaan roh.
Ingatan luar merekan segala sesuatu selama hidup di dunia; apa yang
dilihat, didengar atau dirasakan, sesudah kematian ini akan tetap menyertai
jiwanya, akan namun ingatan ini tidak akan mempengaruhi evolusi dari jiwa
kebinatangannya, ingatan ini akan hilang bersama dengan jiwanya bila
rohnya sudah mencapai daerah kelangitan..
Ingatan dalam atau ingatan kerohanian merekan semua pikiran
manusia, tindakan baik buruk, apa yang dibaca, dialaminya, perilaku dalam
keseharian dan dipengaruhi oleh pergaulannya dengan orang lain dan tidak
akan hilang meski manusia berupaya melupakan pikiran dan tindakan di
masa lalu, dan saat ajl tiba ingatan akan muncul kembali dan menjadi
saksi atas semua kejadian, pikiran dan tindakan yang dialaminya, dan
ingatan akan mempengaruhi bentuk wajah baik dan buruk sesuai ingatan
yang disimpannya dan ini sangat berpengaruh besar dalam perkembangan
jiwa seseorang
Dan sebagai hukuman atas mereka yang berbuat tidak baik selama
hidupnya maka ingatan akan dimunculkan kembali dalam bentuk nyata dan
dengan ini akan timbul penyesalan.
2.4. Ikatan Roh Dan Badan Kasar
Pengikat dari semua kekuatan, daya dan upaya dari badaniah
seseorang yaitu jiwanya. Manusia yaitu makhluk yang punya roh, untuk
sementara diselimuti oleh lapisan badaniah yang tiap waktu dapat musnah,
akan namun daya piker dan kemauan manusia selalu diperbaharui lagi, ini
akan berlangsung terus menerus hingga akhirnya selaput ini rusak dan
ditinggalkan oleh rohnya. Meskipun demikian, kematian tidak lain daripada
kelahiran dari rohnya yang yang akan berpindah dalam kehidupan lai,
sebab roh tidak dapat musnah dan akan mempertahankan kepribadiannya.
Lapisan organic hanya dipinjam untuk tampil sementara di daerah
kehidupan seseorang, jadi badan hanya alat, sebab mata dan syarafnya
akan terikat pada aether dan bagian magnet yang lebih halus melalui telinga
dan paru-paru dengan atmosfir, dengan indera lainnya yang merupakan alat
perasaan akan berhubungan dengan badan kasar dan dunia fisik, baik yang
keras maupun yang cair.
Hubungan jiwa dengan badaniah memicu manusia yang
berwujud organic dapat berhubungan dengan dunia rohaniah, saat
meninggalkan badan organic, rohnya tidak berubah dalam bentuk,
kemampuan, sifat, dan juga dalam ilmu yang diperoleh. saat manusia
meninggalkan selimutnya akan menjadi ringan tanpa ada perubahan pada
badan rohaniahnya, badan rohaninya tidak akan lebih baik atau lebih buruk.
Seperti badan organic, badan rohaniah juga memiliki indera, akan
namun berbeda dengan organic, cara kerja indera rohaniah lebih tajam dan
lebih menyenangkan dengan daya serap pikiran yang lebih tinggi.
sesudah kematiannya, roh binatang seperti manusia, tetap memiliki
kepribadian. Hanya saja roh ini tidak memiliki kesadaran Aku. Kadar
intelektualnya tetap dan tidak berkembang, sesuai dengan hukum
kehidupan, bila seekor binatang mati maka rohnya akan masuk ke badan
organic lainnya, tumbuh-tumbuhan, logam, dan batu, sesudah kematiannya
akan berada dalam keadaan yang sama meskipun badan halusnya tidak
begitu sempurna seperti binatang.
(3) KEKUATAN PEMIKIRAN
Baik buruk perbuatan manusia tergantung pada perkembangan magnet
pribadinya dan perkembangan magnet pribadi sangat tergantung pad hati
nurani atau perasaan manusia pada saat itu.
Bila kekuatan magnet manusia sama maka semua manusia akan
memiliki kekuatan bdan sama, pemikiran yang sam, dan energi tindakan
yang sama, tettapi pada kenyataannya tidak demikian sebab sangat
bergantung pada perkembangan kemauan dan pemikirannya. Magnet
pribadi manusia terletak di otak, melalui daya piker otak daya magnet
memicu getaran-getaranyang mengalir melalui syaraf-syaraf ke
seluruh badan dan ini akan menetukan gerakan tubuh berupa tindakan, daya
piker juga menentukan perbuatan baik buruk dan ini tergantung dari nurani
atau perasaan hati.
Perasaan hati manusia dapat dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu
yang membuat gembira dan magnet pribadi bekerja sehingga memicu
perasaan nyaman pada otak dan perasaan ini akan disalurkan ke seluruh
badan dan yang membuat sedih akan terjadi sebaliknya yaitu akan
membuat lesu di seluruh badan dan atau sakit.
Orang yang selalu gembira dapat menyalurkan energi pada orang lain
tanpa merugikan dirinya. Aliran magnet yang terkuat ada pada ujung
jari atau melalui mata dan dari mulut. Perlu diketahui bahwa orang yang
magnetis badan halusnya lebih kuat disbanding magnet badan kasarnya
akan memiliki pengaruh buruk pad manusia, binatang dan tumbuh-
tumbuhan dan oleh orang hindu disebut “jettatura” dan oleh orang jawa
dinamakan “mata nasar” atau tangan panas.
Penyerahan diri dari orang yang daya magnetisnya lemah ke yang
kuat dapat dilakukan dengan meniup mukanya, dan inilah yang disebut
terhipnotis atau dharana, dan dalam keadaan demikian sebenarnya orang
yang terhipnotis kesadaran atau jiwanya terlepas dari tubuhnya, dan pasti
tidak berdaya sama sekali dan sebab kepribadiannya hilang maka dapat
dihinggapi roh lain. Dan dalam keadaan ini roh juga akan ingat pada semua
kejadian masa lalu, kebangkitannya kembali sebagai manusia, mencerita-
kan rasa sakitnya dimasa itu, dan pengobatan sampai kesembuhannya.
Tubuh jasmaniah sedemikian aneh sehingga dapat dianggap
berlawanan dengan hukum alam yang ada. Orang yang terhipnotis
disebab kan syaraf organiknya tidak aktif (tertidur), kesadaran hilang
sehingga tidak ada lagi kemauannya.
Beberapa sifat (kemampuan) ini juga dapat dimiliki oleh orang
yang meninggal, beberpa jam sebelum meninggal tubuh seorang ini
dalam keadaan tidur secara organic, rohnya sebab ingin mengucapkan
selamat tinggal kepada keluarganya atau teman, daya pikirnya memiliki
kekuatan untuk mewujudkan diri, oleh sebab itu dapat menampakkan diri
pada teman atau keluarga.
saat roh orang yang hampir meninggal merasuk ke seseorang bisa
terjadi orang itu bisa berbicara bahasa roh, melukis, mengetok-ketok pintu,
menggerakkan benda sebab roh halus ini memakai magnet pribadi
orang lain, dan ini menunjukkan bahwa tindakan manusia tidak tergantung
dari badaniahnya. Semua tindakan manusia berasal dari kecerdasan yang
tidak tampak.
Apa yang memicu orang kehilangan magnet pribadi, diantaranya
yaitu terlalu sering melakukan seks, hidup tidak teratur, menghamburkan
nafsu, tidak menjaga badan, sedih, terharu yang berlebihan, marah-marah,
minuman keras, bumbu pedas, tembakau, dan terlalu banyak kopi, teh atau
daging dan untuk mengembangkan magnet pribadi hidup teratur, makan
sayur, buah, dan minuman air asli. Kemampuan memakai pertimbang-
an (rasa) saat hendak memakai pikiran, yang merupakan asal-usul
dari magnet kepribadian yang memicu magnet kepribadian
berkembang, kekuatan hidup juga akan memperkuat pengembangan otot
dan syaraf, kehilangan dari magnet kepribadian memicu seseorang
sakit syaraf dan mengendor kekuatan fisiknya.
(4) KEKUATAN TERPENDAM
Setiap perbuatan manusia yang dilakukan dengan sadar, baik maupun
buruk pasti didahului oleh pemikiran, dan dalam lingkungan aura setiap
pemikiran akan memicu getaran. Lingkungan aura yaitu dunia debu
material atau lingkungan magnetisme manusia, getaran ini akan
memicu warna yang akan menciptakan bayangan, bukankah Tuhan
menciptakan alam semesta melalui daya pemikiranNya?
4.1. Warna Buah Pikiran ( Aura)
Dapat dibagi dalam 3 jenis ;
Buruk
Biasa
Baik.
Pikiran yang biasa dapat dibagi lagi menjadi pemikiran yang condong
pada keburukan dan kebaikan, dengan demikian buah pemikiran dapat
dibagi menjadi buruk, biasa condong ke buruk, biasa, biasa condong ke
baik, dan baik, dalam lingkungan auranya pemikiran ini memicu
warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu dan memiliki arti
sbb :
1. Coklat kemerahan : nafsu dan tamak
2. Merah jambu : nafsu kemarahan
3. Merah muda : nafsu dalam cinta
4. Merah jambu : nafsu cinta kasih
5. Jingga : Keberanian
6. Kuning : Daya pikiran
7. Hijau : Simpati
8. Biru, biru nila : Rasa ketuhanan, keberagamaan
9. Ungu : Kerohanian, pertalian dengan jiwa
10. Hitam atau gelap (tidak menunjukkan warna) : perasaan iri, warna ini
muncul pada orang yang tidak beradab atau sedang sakit
11. Putih, seperti bulan : menjukkan keimanan
4.2. Gerak Dan Daya Buah Pikiran
Bayangan buah pikiran dapat keluar dan dapat masuk kedalam
manusia, dan dapat secara alamiah, yaitu pada saat seseorang melihat,
mendengar, merasakan sesuatu. Meski begitu penyerapan juga dapat
berjalan secara tidak alamiah, yaitu saat bayangan buah pikiran seorang
memiliki daya magnet sehingga dapat menarik bayangan buah pikiran
orang lain yang punya sifat sama dan lalu bercampur jadi satu dan kondisi
ini yang dapat memicu ikatan dan memunculkan rasa simpati dan
senang, dan ini bisa terjadi juga pada manusia dengan makhluk halus dan
yang perlu di waspadai bahwa adanya daya pengaruh dapat berakibat baik
ataupun buruk.
Buah pikiran sifat laten (tersembunyi), dan agar menjadi kekuatan
nyata harus disatukan dengan kekuatan, bila pemikiran tidak disatukan
dengan kemauan maka buah pikiran akan padam dengan sendirinya kecuali
bila dapat disalurkan ke buah pikiran orang lain yang sejenis, bila pikiran
banyak orang memiliki sifat sama dapat tarik menarik, saling
memperkuat, dan menyatu sehingga menjadi satu bayangan dengan
kekuatan yang dahsyat. Berbagai bencana nasional, kekacauan,
peperangan, perseteruan dan bencana alam merupakan dampak dari saling
tarik mjenarik buah pikiran banyak orang.
4.3. Mantra Dan Kekuatan Terpendam
Dan kekuatan pikiran dapat dihasilkan dengan mengucapkan mantra
sebab dengan ini seseorang dapat menyerap kekuatan buah pikiran.
Mantra dapat dipakai untuk menciptakan buah pikiran yang diarahkan
pada orang lain untuk mempengaruhi orang yang dituju, dan tergantung
mantra yang diucapkan dan mantra yang baik akan menjadi pelindung
orang atau roh yang didoakan, dan mantra yang buruk akan berakibat
sebaliknya, dan seseorang yang hidupnya lurus dan bersih serta tidak punya
pikiran jahat akan dilindungi oleh makhluk-makhluk yang menjaganya dari
dampak sumpah serapah.
Bayangan buah pikiran akan dapat merasuk dan mempengaruhi badan
halus (astral) orang yang sudah meninggal (mayat astral) yang mengembara
tanpa tujuan, mayat astral dapat disebut sebagai roh “tanpa jiwa” dan ini
berasal dari orang yang semasa hidup bersifat jahat, mengumbar nafsu dan
kesenangan atau roh orang yang meninggal sebelum waktunya yang
disebabkan bunuh diri, dibunuh atau kecelakaan, dan roh seperti ini akan
tetap terikat dalam jasadnya di kuburan hingga akhir kulitnya rusak
disebabkan ketuaan dan rohnya terus mengembara dan tidak dapat
meninggalkan dunia.
Bila mayat astral ini bertemu dengan hasil bayangan daya pikir buruk
maka dapat menjelma menjadi setan jahat dan memiliki sifat, seperti
mantra yang diucapkan oleh pembuatnya dan dapat dipakai untuk segala
tujuan, inilah kekuatan terpendam dan mantra ini disebut “wethala siddhi”,
dan biasa disebut jimat, sarat, guna-guna, atau tumbal.
Kekuatan pikiran dapat mengubah roh tak berjiwa yang tanpa wujud
ini menjadi berwujud, dengan dihinggapi buah pikiran hasil mantra,
roh tanpa jiwa menjadi hamba dari mantra ini dan dapat dipakai untuk
maksud apapun. Dalam ilmu kekuatan terpendam, roh jahatdapat dibagi ke
dalam beebrapa jenis, seperti; awici, ngalu, dan kasasar dan roh yang
berbuat baik dinamakan saija dan mengenai cara kerja kekuatan terpendam
dan pemanfaatannya tidak dapat diceritakan lebih lanjut sebab alasan
keselamatan (ada dalam beberapa kitab lainnya).
Pikiran menghasilkan bayangan dan bila digabung dengan kemauan
disebut Issha, dan pikiran menghasilkan perbuatan baik dan buruk
Keluarnya bayangan pikiran demikian dan akibatnya dinamakan “karma”
manusia, bila manusia dapat menguasai bayangan buah pikiran maka hawa
nafsunya akan dapat dikendalikan dan karmanya dapat dikuasai.
Orang dengan sifat yang baik bila meninggal selubung halusnya atau
kamarupa akan lepas dengan mudah, dan rohnya akan terbang menuju ke
daerah kelangitan, roh yang tidak dapat melepas selubung halusnya tetap
diselubungi badan halus dan mengembara di dunia menjadi roh tak berjiwa.
Tugas hidup orang di dunia yaitu menolak setiap buah pikiran jahat
yang timbul, sebab dorongan jahat akan melahirkan perbuatan, daya pikir
bisa dikembangkan sedemikian tinggi sehingga dapat mengerjakan sesuatu
yang tidak dapat dilakukan oleh manusia biasa.
(5) KEKUATAN KEMAUAN
saat dilahirkan, manusia tidak memiliki pengetahuan dan belum
mengenal keadaan sekitarnya, dan seiring dengan pertumbuhannya
manusia mulai belajar tentang kejadian, dan tindakan mana yang berakibat
menguntungkan dan merugikan. Bedasar hukum sebab akibat itulah,
manusia kemudian mengenal baik dan buruk, dan pikiranlah yang merekam
semua kejadian. Meskipun demikian, pikiran sifatnya belum terjadi, potensi
ini berubah menjadi tindakan saat pikiran bergabung dengan kemauan,
kemauan berasal dari jiwa kebinatangan yang melahirkan keinginan, nafsu,
dan kesenangan, kemauan akan menerima yang baik berdasar perintah
pikiran, dan melawan sesuatu yang berdasar pikiran tidak baik.
Pemahaman manusia berdasar daya pikirannya dinamakan
“kenyataan” atau “kebenaran”. Sesuatu yang diinginkan (kemauan)
dinamakan sebagai “baik”. Manusia akan melakukan tindakan baik sesudah
melalui pertimbangan pikiran, pada orang yang daya pikirannya belum
berkembang tindakannya didasarkan atas pertimbangan baik buruk
perbuatan hanya berdasar dorongan keinginan semata, demikian pula
pada orang yang berpikiran picik, mereka berbuat atas dasar nafsu semata
tanpa memperhitungkan bahwa tindakan akan mencelakakan diri sendiri.
Pemikiran dan kemauan mengalir menjadi satu dalam tindakan dan
membentuk manusia yang hidup dalam tindakannya.
Kemauan sifatnya netral, dan akan mejadi tindakan baik atau buruk
tergantung pada pengembangan kesadaran pikirannya. sebab perbedaan
adanya perkembangan daya pikir membuat setiap manusia berbeda dan
disitu akan terjadi sesuatu tindakan yang baik oleh orang lain akan
menganggap buruk oleh lainnya. Perkembanga manusia akan menentukan
kesadaran dirinya, akan timbul penyesalan pada manusia yang melakukan
kesalahan bila daya pikirnya berkembang baik dan juga sebaliknya.
Perkembangan diri yaitu pengalaman dimana manusia belajar untuk
berpikir lebih baik, bertindak lebih baik, dan menjaga agar tidak melakukan
sesuatu yang dapat merugikan atau menyakitkan dirinya, semakin baik
daya pikir seseorang semakin merasa dirinya lebih bebas dan tidak
terganutng kepada orang lain.
5.1. Kemauan Bebas
Setiap manusia pada dasarnya memiliki kemauan bebas, yaitu
dorongan untuk tidak tergantung pada sesuatu diluar dirinya, kemauan
bebas berhubungan dengan tanggung jawab atas tindakan. Hal ini
bertentangan dengan pandangan yang keliru terhadap takdir, manusia
mempercayai takdir juga akan mempercayai hukum alam yang tidak
berubah.
Bumi dan benda-benda langit terjadi dan akan musnah, disebabkan
oleh hukum alam. Oleh sebab itu hidup binatang, tumbuhan dan yang
berhubungan dengannya, nasibnya sudah ditentukan sebelumnya.
Kemungkinan matinya seseorang dimedan perang sama saja dengan yang
mati di rumah; tidak akan meninggal sebelum waktu yang di tentukan
artnya manusia yaitu makhluk lemah, sebab tindakannya sudah
ditentukan sebelumnya maka mereka tidak bertanggung jawab atas
kemauannya dan keyakinan semacam itu tidak sepenuhnya benar.
Tuhan yaitu sumber kebenaran, kebaikan dan kecintaan. Tidak ada
makhluk yang diciptakan untuk menjadi jahat, bila manusia dalam keadaan
yang tidak menguntungkan membunuh, maka dia akan mempertanggung
jawabkan perbuatannya dan yang dipandang sebagai nasib, kesialan.
Kesempatan atau kebetulan sebetulnya merupakan kumpulan perbuatan
yang dilakukan pada waktu masa sekarang, sebelumnya, dan mungkin juga
kehidupan selanjutnya. Dan segala tindakan akan pasti kembali pada
pelakunya dan setiap perbuatan ada kaitannya dengan kejadian sebelumnya
dan akibat sesudahnya dan inilah yang menentukan nasib seseorang.
5.2. Hukum Karma
Ini yaitu hukum perbuatan dan akibat, yang pada intinya setiap
perbuatan ada akibatnya (perbuatan dating dari kesadaran kemauan) dan ini
hanya ada pada manusia, karma hanya berlaku pada manusia, namun
merupakan hukum alam yang memang harus ada, secara umum, hukum
karma dapat dibagi sebagai berikut :
Karma perbuatan baik, yaitu bila seseorang melakukan perbuatan
baik maka akan dihormati dan disegani oleh orang lain.
Karma tidak melakukan perbuatan baik, yaitu orang hidup
menyendiri, tidak menjadi anggota warga yang berguna bagi
orang sekitar.
Karma kejahatan, yaitu tindakan dari orang yang menjadi beban dan
berbuat jahat terhadap orang lain sehingga dia dibenci dan dihina
orang lain.
Karma keluarga atau kelompok, yaitu karma yang dibentuk oleh
kebiasaan atau adapt istiadat, ini dimiliki keluarga, suku atau suatu
bangsa dan Negara.
Karma pribadi dibagi lagi ke dalam 3 bagian, yaitu :
Akibat segera yang tidak dapat dicegah lagi disebabkan oleh
tindakan yang dilakukan dalam kehidupan sekarang, disebut karma
Prarabdha
Penumpukan keinginan akibat pengalaman yang akibatnya masih
dapat diubah oleh karma, disebut karma Sancita
Perbuatan masa kini yang berakibat pada kehidupan di masa yang
akan dating atau Kriypmana
Jadi karma yaitu merupakan evolusi dari jiwa kebinatangan manusia
beberapa waktu sesudah meninggal, manusia tetap harus menanggung akibat
perbuatannya. Bila waktu kelahirannya kembali tiba maka bayangan
pikiran yang diciptakan sebelumnya akan membentuk dirinya sesuai
hukum karma.
Wajahnya akan terbentuk sesuai perbuatannya terdahulu, dan akan
menentukan sifat, temperamen, bakat, dan kepribadian baru sesudah ke-
lahirannya, bahkan perbuatannya terdahulu ikut menentukan dilingkung-an
seperti apa dia akan hidup. Hukum karma membuat manusia sadar bahwa
dia tidak menjadi boneka dari nasib yang tidak menentu, dan mengajari
manusi untuk memakai suara batinnya untuk mendapatkan ke-
bahagiaan.
Tuhan mengatur hukum alam yang berlaku untuk semua, termasuk
yang ada dalam diri manusia, pada manusia ada kebebasan untuk memakai
anugerah kekuatan dari Tuhan untuk dipergunakan dengan baik atau buruk
dan disamping itu manusia akan dilindungi oleh malaikat dari 8 bahaya,
dimana tanpa pertolongannya manusia dapat terjerumus ke dalam bahaya,
manusia juga telah dilengkapi dengtan suara batin (budhi) yang akan
memperingatkannya jika hendak berbuat jahat
(6) ILMU RAHASIA
Dalam mempelajari Ilmu rahasia harus dibiasakan tenang dalam
segala keadaan yang dilihat, didengar, atau dirasakan. Rasa tegang
rohaniah ataupun badaniah akan memicu hilangnya magnetisme
pribadi atau daya pikirnya
Kekuatan daya pikir manusia akan tampak bila seseorang melakukan
tindakan dengan penuh keyakinan, bila seseorang melakukan tindakan
sembunyi-sembunyi maka sebuah aliran dingin akan keluar dari otak
melalui syaraf-syarafnya, hal ini akan membuat tubuh tidak mengikuti
perintah otak. Bila manusia berbuat baik maka aliran hangat akan keluar
dari otaknya dan melalui syaraf akan mempengaruhi keseluruh badan, dan
hasilnya pipinya berubah kemerahan dan matanya menyinarkan sinar
percaya diri.
Alam semesta menyatu dengan Aku yang Tinggi, disebabkan hukum
getarannya maka alam menjadi obat penyembuh terhadap niat buruk dan
keinginan Aku yang rendah. Cara terbaik mempelajari dan melatihnya
yaitu dengan menaruih perhatian pada orang lain berdasar Keadilan
dan Kejujuran, menolong orang lain dengan itikad baik, sebab dengan
begini maka Aku tertinggi tengah menolong dengan kuat si manusia
ini , bahkan untuk masalah sesulit apapun maka orang ini akan
bisa menyelesaikannya. Syarat utama dalam mempelajari ilmu rahasia
yaitu mengarahkan buah pikiran ke satu tujuan baik dan pikirannya harus
terpusat (konsentrasi).
(7) KEKUASAAN RAHASIA
7.1. Asal Muasal Kehidupan
Ilmu rahasia berasal dari Nabhas Tala yaitu, tempat dimana benda-
benda langit bergerak, tidak ada permulaan, tidak ada akhirnya, sesuatu
yang tidak terjangkau, dan akan ada selam-lamanya. Dalam ruanagn ini ada
sesuatu yang kekakl, taka dapat diduga dan tanpa batas, yang berkuasa dan
bekerja sebagai kekuatan abadi, yang mengetahui semuanya dan penyebab
semua yang ada, dan yang berada di luar jangkauan manusia. Inilah yang
disebut Tuhan
Alam semesta berasal dari Adi Tattwa, kekuatan dasar penciptaan
alam semesta, masa penciptaan alam semesta berasal dari Sat, yang
melahirkan Anupadaka Tattwa, atau asal Dzat roh yang merupakan ikatan
antara Dzat roh dan debu.
Dari Anupadaka Tattwa terjadi 5 kekuatan alam yang besar, yaitu
Akasha Tattwa, yaitu Dzat aether yang memberikan bunyi, Wayu Tattwa
atau Dzat aether berupa gas, Teyas Tattwa atau Dzat aether yang
memberikan terang, pas tattwa atau Dzat aether yang cair, dan Prithiwi
Tattwa atau aether yang padat.
Dalam setiap Tattwa ada 7 jenis karma yang menghasilkan 49
kekuatan alam. Dari 49 kekuatan ala mini terjadi lagi 2400 kekuatan lagi
dan tergantung dari keadaan Dzat alam, benda langit dan semua yang
berada disana, juga manusia, binatang, tumbuhan, logam, batu berasal dari
tattwa dan akhirnya akan kembali ke tattwa. Kerja sama dari 5 Tattwa
menhasilkan Prana sebagai asal muasal kehidupan. Pda permulaan
kehidupan di bumi ada 60.000 juta makhluk halus berupa manhusia
dan 330 juta makhluk alam.
Makhluk halus manusia akan selamanya berada di dunia sebagai
orang dan bayangannya atau sebagai setan sesuai keadaan yang
dimungkinkan, sedangkan makhluk halus alam akan menjaga bumi dan
bayangannya sesuai keadaan dirinya sebagai penjaga.
sebab pengaruh kerja dari 5 Tattwa pada Prana, terjadilah 10
kumpulan kekuatan, kekuasaan dan kemampuan yang memberi kekuatan
hidup dan kemampuan gerak pada tubuh yang hidup. Hukum evolusi
perkembangan tiap makhluk akan berjalan dari logam atau batu hingga
tumbuh-tumbuhan, dari tumbuhan hingga binatang dan dari binatang
hingga manusia dari manusia hingga roh. Pemimpin roh tertinggi disebut
juga sebagai malaikat yang membantu Tuhan mengatur segala sesuatu yang
ada di dunia ini. Perbedaan antara malaikat dan manusia sangatlah jauh,
sama dengan perbedaan manusia pada tingkat yang paling rendah dengan
binatang.
7.2. Wilayah Alam Semesta
Terdiri dari 3 wilayah besar, yaitu :
Daerah kehidupan, yaitu daerah kita hidup,
Daerah astral, daerah peralihan dimana badan halus manusia yang
sudah meninggal masih melekat pada rohnya dan
Daerah halus, yang merupakan tempat berdiamnya para roh.
Mereka yang hidup di daerah astral dapat memperlihatkan diri dalam
daerah halus, juga mereka yang hidup di daerah kehidupan juga dapat
memperlihatkan diri di daerah halus sebab manusia memerlukan zat-zat
“roh halus” dalam perkembangan jiwanya. Daerah halus dinamakan “yang
ada”, daerah astral dinamakan “daerah antara”, sedangkan daerah
kehidupan dinamakan “alam yang kelihatan” dan daerah kehidupan dan
astral dibagi lagi masing-masing ke dalam 3 daerah sehingga akan ada
.
Dalam daerah ini ada beberapa kelompok tata surya, yang terdiri
dari 7 kelompok yang mengelilingi 1 matahari sebagai pusat, satu
peredaran mengelilingi matahari dilakukan dalam 31.200 tahun matahari.
Tiap tata surya terdiri dari 7 kelompok planet, tiap kelompok planet
terdiri dari anak planet dalam formasi yang sama dan lapisan uap yang
mengelilinginya. Tata surya terdiri dari planet : Merkurius dan Bumi
sebagai kelompok yang paling tidak berkembang, Venus, Mars, Jupiter,
Saturnus, Uranus, Neptunus. Planet beredar mengelilingi matahari sebagai
pusat, tergantung dari jarak terhadapnya.
Planet-planet menerima kehidupan dan kekuatan serta penerangan dari
matahari, akan namun kehidupan alam tidak hanya tergantung pada
matahari, namun saling tergantung satu sama lain. Masing–masing planet
dihuni oleh makhluk yang berbeda-beda perkembangannya, tiap planet
dinamakan “naraka” yaitu tempat perkembangan. Dan planet yang tidak
berkembang yaitu planet yang dikelilingi oleh 7 bola (lingkungan
kehidupan) yang sebab hukum alam berada di seputarnya.
Bola yang dimaksud ini yaitu lingkungan kehidupan makhluk dan
dari 7 bola ini hanya satu yang diterangi matahari, sedangkan 6 lainnya
berada dalam kegelapan atau daerah bayangan sehingga tidak kelihatan.
Planet-planet yang paling tidak berkembang memiliki lapisan udara
yang kasar sekelilingnya dan dihuni manusia yang baru mengalami
perubahan dari binatang menjadi manusia.
7.4. Angka 108
Planet-planet yang lebih berkembang hanya terdiri dari satu bola yang
di beri penerangan oleh matahari, dan planet-planet ini memiliki lapisan
udara yang lebih halus dan dihuni oleh manusia yang dulunya pernah
mendiami planet –planet yang tidak berkembang namun telah mengalami
kemajuan. Semakin mengalami kemajuan manusia akan mendiami planet
dengan lapisan udaranya lebih halus dan lebih baik keadaannya, alam
semesta di bentuk sesuai rencana yang sudah tetap , diatur dan ditata oleh
hukum-hukum umum.
Ukuran lingkar sebuah planet yaitu 108, dan ditata surya kita bila
diameter bumi dikalikan 108 kita akan mendapatkan diameter matahari,
jika angka yang didapat dikalikan dengan 108 maka kita akan mendapat
jarak antara bumi dan matahari, bila mana diameter dari bulan dkalikan 108
maka kita akan mendapatkan jarak dari bumi ke bulan.
Susunan dari semua yang berada dalam tiap planet, juga susunan
tubuh manusia dan susunan tubuh binatang berdasar perbandingan dari
1:1.618 yang dinamakan “kecil” dan “besar”, oleh sebab itu kita mengenal
jagad besar dan jagad kecil, perbandingan ini akan kita dapat di alam dari
ukran yang paling kecil hingga ukuran paling besar di dunia ini.
7.5. Kekuatan Penciptaan
Kekuatan penciptaan mengikuti dalil-dalil yang tetap, ukuran itulah
yang telah membentuk alam yang ada sekarang ini. Meskipun demikian,
kekuatan saja tidaklah cukup untuk membentuk ini semua maka dari itu
diperlukan kemauan yang dituntun oleh kecerdasan untuk menggerakkan
kekuatan itu. Kekuatan kemauan yaitu kekuatan dasar yang dapat
membuat semuanya terjadi, kemauan dan kecerdasan hanya dapat terwujud
oleh sesuatu yang memiliki kekuatan, kemampuan, dan daya tertinggi.
Kekuatan kemauan dan kecerdasan yang juga mengatur alam semesta
berasal dari tuhan Sang Pencipta, yaitu kekuatan Tuhan yang ada
dimana-mana yang tidak mengenal waktu dan tempat, dan setiap planet
diciptakan pada waktu dan kedudukan serta gerak yang teratur terhadap
yang lain .
Tiap makhluk yang diciptakan, bahkan batu telah diisi dengan
kekuatan ini , tiap mahkluk dimana kekuatan Tuhan berada, akan
hidup kekal, kematian hanyalah proses berkembang dan beralih.
7.6. Hukum Pantulan
Dari hasil kerja 5 Tattwa terhadap Prana , yaitu permulaan kehidupan
akan terjadi hukum pantulan atau persamaan. Semua planet, segala benda
dan keadaan diatas planet, cahaya, bunyi, penciuman, dan semua perbuatan
serta pikiran manusia yang berada di daerah kehidupan akan dipantulkan ke
dalam daerah astral dan daerah halus. Pantulan atau persamaan ini
merupakan pancaran yang tidak tampak, atom-atom yang bila sampai ke
daerah astral dan daerah makhluk halus akan memadatkan diri menjadi
bentuk, seolah saat mereka masih hidup, yang dapat diraba ataupun
dipegang oleh makhluk halus dan jin-jin atau malaikat.
Oleh sebab itu, dunia astral dan dunia makhluk halus terdiri dari
planet-planet astral dan planet-planet halus dengan segala isinya, seperti
gunung, bebtauan, sungai, tumbuhan dan semua benda serta peralatan yang
sama seperti masih berada di dunia. Planet yang kurang berkembang
disebabkan pantulannya di dunia keastralan akan membentuk 7 bola yang
sama dengan 7 bola di alam kehidupan.
Bola-bola yang memantulkan ini semua dikenai cahaya matahari dan
mempeunyai lapisan udara yang lebih halus dari bola-bola kehidupan.
Bola-bola ini merupakan hunian dari roh-roh halus atau neraka-neraka yang
ada diatas dunia kehidupan (Kamaloka). Bola-bola ini terletak dalam
lingkaran dan ikatan dengan bola-bola dari kehidupan berdasar hukum
alam dan juga dari jalan astralnya. Planet-planet yang kurang berkembang
memiliki pantulan ke dunia astral dan terus memantul ke dunia halus, akan
namun untuk planet yang berkembang, hanya ada stau planet besar yang
memantul ke dunia astral, lainnya langsung memantul ke dunia halus.
7.6. Daerah Kelangitan
Dalam dunia halus, pantulan dunia kehidupan akan membentuk 7
daerah kelangitan yang dinamakan “Swarga”. Pantulan planet yang
berkembang dari tiap kelompok, yang juga memiliki lapisan udara yang
lebih halus terletak di daerah langit ke 7(tujuh), yang perkembangannya
kurang akan diletakkan didaerah langit ke 6, dan begitu seterusnya hingga
pantulan dari planet yang itdak berkembang dari tiap kelompok akan
terletak didaerah langit pertama.
Tiap benda atau sesuatu pada planet yang paling tidak berkembang
dari tiap golongan dipantulkan ke dunia halus dan daerah kelangitan hingga
ke langit ke 7, sedang setiap benda atau sesuatu pada daerah kelangitan
yang lebih berkembang hanya dipantulkan di daerah kelangitan hingga ke
langit ke 7. Juga dari benda atau sesuatu yang dulunya pernah ada, namun
musnah atau tidak terpakai lagi masih ada pantulan-pantulan
cahayanyayang tetap. Kekuatan dari pantulannya sedemikian kuatnya
sehinggas tiap bekas benda yang musnah masih secara nyata di pantulkan
pada benda-benda sekelilingnya yang ada sehingga tampak oleh roh-roh
yang ada dan juga yang tampak oleh manusia yang memiliki penglihatan
halus (astral).
7.7. Pantulan Buah Pikiran
Disebabkan hukum pantulan maka tiap perbuatan atau pikiran dapat
diibaratkan dengan batu yang dilempar ke permukaan air yang membentuk
lingkaran yang makin lama makin membesar, yang juga menggetarkan
udara yang di teruskan dari lapisan-ke lapisannya. Disebab kan oleh
pikiran atau perbuatan maka aether mendapat tekanan yang diteruskan
hingga ke daerah astral dan daerah halus. Cermin pikiran dan perbuatan
ini akan ditampakkanpada sebuah kitab besar yang dinamakan Agna
Sandhani dan membentuk sebuah bayangan nyata dari pikiran dan
pebuatan. Agna sandhani dapat dianggap hasil penerapan hukum pantulan.
sebab hukumini pula maka tiap perbuatan atau pikiran ada akibatnya yang
cepat atau lambat akan tampak dalam bentuk sekarang atau yang akan
datang dan akan mempengaruhi pada kelahiran kembali yang kelak akan
terjadi.
Tiap bunyi akan dipantulkan dan menghasilkan bunyi yang sama
dalam dunia astral dan dunia halus dan pantulannya berakibat baik atau
buruk, sebuah bunyi yang harmoni akan menghasilkan getaran halus dalam
atmosfir dan menciptakan suasana segar sekelilingnya, serta berpengaruh
kuat pada jiwa dan tubuh dari segala sesuatu yang hidup di muka bumi ini.
Benda yang dalam keadaaan membusuk akan dipantulkan dalam dunia
astral dan dunia roh halus dan akan membentuk atom-atom yang
membentuk suatu benda. Matahari dalam dunia kehidupan juga dipantulkan
ke dunia astral dan roh halus, tapi cahaya matahari di daerah astral tidak
memberikan panas atau dingin dan juga tidak ada pergantian siang maupun
malam serta tidak begitu menyengat seperti yang dalam dunia nyata (
segala sesuatu yang terjadi dalam alam kehidupan dipantulkan kea lam lain
dan menjadi suatu “benda‟ dialam lain)
Bumi kita termasuk planet yang disinari oleh matahari dan merupakan
salah satu dari planet yang kurang berkembangh. Bumi memiliki lapisan
udara paling kasar dan terdiri dari 7 bola dimana hanya bumi yang
diberikan cahaya oleh matahari , sedangkan bola lainnya berada dalam
kegelapan. Bentuk bumi semacam ini diperlukan untuk perkembangan
penghuninya, pantulan dalam daerah astral dari bumi dengan ke 6 bolanya
yang lain terletak di sebelah kiri matahari. Diatas bumi merupakan hunian
dari 7 daerah roh halus yang disinari matahari, sedangkan pantulan dari
bumi terletak daerah roh halus di langit yang pertama.
Bumi dihuni oleh makhluk manusia, disamping beberapa pemimpin
roh tertinggi yang dikirim ke bumi untuk membimbing manusia. Manusia
yang baru mengalami perubahan dari binatnag ke manusia (melalui proses
kelahiran kembali) sesudah kematiannya tidak dapat pergi ke kelangitan
sebelum berusaha meninggalkan kebinatangannya dan Rohilla menjadi
murni.
Proses pemurnian ini berjalan berangsur-angsur di Naraka. Naraka
yaitu bola atau lingkunga kehidupan yang posisinya “dibawah”
lingkungan kehidupan bumi. sesudah kematiannya roh manusia men-
jalankan kehidupan di neraka “dibawah tanah” diaman ia akan belajar
sebab dipaksakan dan ketakutannya untuk tidak jatuh lagi ke keadaan
yang lebih buruk dalam mengekang nafsu kebinatangannya.
Bila sudah mencapai kemajuan dalam perkembangannya sehingga
sadar bahwa nafsu dan kesenangan akan mencelakakannya maka sesudah
kematian, rohnya akan berdiam di nerka diatas tanah atau dalam dunia
halus, dengan ini oikiran akan belajar untuk sukarela menhilangkan
keseluruhan nafsu kebinatangan, sehingga manusia bila mencapai tahap ini
maka akan dilahirkan kembali dalam pantulam bumi ke kelangitan yang
pertama( Swarga)
Bumi dihuni oleh berbagai manusia, pada tingkat yang paling rendah,
yang dala warna, baud an secara kemakhlukannya belum menanggalkan
sifat kebinatangannya, bila dalam kehidupan selanjutnya memperoleh
kenajuan dia akan menempati sebuah lingkungan kehidupan kelangitan
yang pertama, sesudah kematiannya dan mengalami kemajuan maka
manusia akan menempati planet di kelangitan yang kedua, ketiga, ini
terjadi terus menerus sampai pada kematian terakhir akan berada dalam
bentuknya untuk mendiamai “planet utama” yang terletak di langit ke 7
(tujuh), disini manusia sudah mencapai tingkat sebagai roh tertinggi,
pendidikan dari manusia dengan sifat kebinatangannya hingga menjadi roh
tertinggi memerlukan waktu berjta-juta tahun
Pengaturan bumi diserahkan pada Prithu yang mengatur bumi sesuai
dasar kelakiannya dan memiliki istri yang dinamakan Prithiwi yang
mengatur sesuai sifat keperempuannya, didlam mengatur dan melindungi
manusia, Tuhan dibantu oleh berjuta-juta malaikat, segal tindak tanduk dan
kejadian pada manusia yang terpantul akan dilaporkan oleh malaikat
kepada Tuhan. Dalam mengatur alam, Maha tertinggi dibantu oleh malaikat
alam yang dinamakan Agni, Pawana, Waruna dan Kshiti yang berkuasa
atas elemen api, udara, air dan tanah, dan dalam pengaturannya mereka
dibantu lagi oleh berjuta-juta roh halus dengan pangkat atau tingkatan yang
berbeda-beda yang dinamakan Salamandala atau jin api, Gandaruwa atau
jin udara, Apsara atau jin air dan Yaksha atau jin tanah.
7.9. Naraka
Naraka bukanlah tempat hukuman dimana manusia disiksa atau
disakiti, sebab naraka diperlukan utuk membentuk manusia ke kehidupan
yang lebih tinggi, dimana pembentukannya tidak dapat dilakukan di daerah
kelangitan sebab tempat-tempat ini merupakan tempat dimana alam
semesta di kendalikan, manusia untuk pembentukannya akan dilahirkan
kembali.
Di bumi, manusia belum dapat menjadi manusia dalam arti
sebenarnya jika tidak dapat meninggalkan nafsu kebinatangannya,
sebab sifat ini akan menghalangi manusia untuk menikmati kebahagiaan
sebenarny. Alasannya yaitu sebab di bumi masih berlaku hukum “siapa
yang kuat”. Sebelum roh manusia dapat masuk dalam kelangitan pertama
yang ada di bumi, sifat ini harus di tinggalkan. Wilayah kehidupan di
daerah kelangitan hanya dapat di huni oleh roh yang semasa menjadi
manusia hatinya bersih.
(8) NARAKA, DUNIA ROH HALUS DAN SWARGA
Alam semesta terdiri dari 3 daerah besar, yaitu daerah kehidupan,
astral, halus. Daerah kehidupan yaitu daerah dimana kita hidup, astral
yaitu daerah peralihan dimana badan halus manusia yang sudah
meninggal masih melekat pada rohnya, alam halus yaitu alam tempat
berdiam para roh, juga disebut daerah langitan atau swarga.
Dilingkungan bumi ada 2 wilayah yang disebut sebagai
kehidupan nyata yang berada pada bumi kitadan dan daerah astral yang
terbagi dalam Kamaloka dan Naraka. Naraka terbagi terdiri dari 7 bola
(wilayah kehidupan) dan sesuai hukum pantulan, kamaloka juga terdiri dari
bola.
Bumi kita yaitu bola 1 dilingkungan naraka dan bumi ke 1 di
kamaloka. Bola ke 1 di naraka yaitu bumi yang menjadi daerah kehidupan
manusia. Bola ke 1 di Kamaloka yaitu bumi kita juga, namun wilayah
astral tempat rohberbadan halus hidup. Jadi kedua bola ke 1 ini yaitu
bumi, namun di wilayah kehidupan yang berbeda.
Diwilayah naraka, hanya bumi kita disinari matahari pada siang hari.
Bola-bola yang ke 2,3 dan 4 hanya sebagian dapat penerangan dari
matahari, sedangkan bola-bola ke 5,6,dan 7 selalu berada dalam kegelapan.
Tujuh bola di lingkungan naraka dinamakan neraka-neraka hidup,
juga disebut neraka yang berada di bawah bumi. Pantulan dari ke 7 bola
ini ke daerah astral akan membentuk 7 bola lain yang disebut bola-
bola astral, yang sebab hukum alam tidak saja terikat satu sama lainnya,
namun juga berhubungan dengan bola-bola di naraka. Bola-bola astral ini
bersama-sama membentuk satu bola yang dinamakan kamaloka (tempat
tinggal roh halus ), yang juga merupakan neraka, namun berbeda dengan
nerka yang berada di bawah bumi.
Jarak dari bola yang ke 1 dari Naraka dan bola ke 1 dari kamaloka
yaitu jalan astral. Jalan ini juga dinamakan jembatan Wot-agil-agil yaitu
jembatan yang terdiri dari rambut-rambut perempuan yang dipecahmenjadi
7 dan diikat kembali menjadi 1, dan ini yaitu jembatan bayangan dan ini
bisa dianggap sebagai hukum alam yang akan membawakan roh sesudah
kematian badaniahnya menuju suatu bola yang sesuai.
8.1. Wilayah Di Naraka
Lapisan-lapisan uap dari berbagai bola di Naraka berbeda-beda, bumi

