Ajaran jawa 1

Ajaran jawa 1



Menurut serat kadilangu, sebelum menjadi wali, wali songo yaitu  

para pimpinan spiritual, mereka yaitu  ulama yang mencapai tingkatan 

tertinggi sehingga mengetahui segala hal gaib yang ada  dalam setiap 

agama, termasuk agama hindu. Dan mereka kemudian membuat sebuah 

kita yang disebut Kitab Walisanga, dan dalam kitab ini  bukan hanya 

ajaran Islam semata, melainkan ajaran spiritual Hindu juga, dan 

kemungkinan mereka mengharapkan pemahaman cara berpikir Hindu Jawa 

ini dipakai  sebagai dasar untuk menyebarkan islam.  

Proses penyusunan kitab itu sendiri dilakukan melalui pertemuan 

rahasia, dan tidak dilakukan secara fisik. Dan Kitab Walisongo merupakan 

pengungkapan Ilmu Rahasia orang Jawa mengenai wujud badaniah, roh, 

kekuatan terpendam dan kekuatan kemauan. 

 

(1) MANUSIA DALAM BADAN JASMANIAHNYA 

 

Memasuki dunia nyata manusia memakai  tubuh jasad atau 

jasmani, tanpa jasad tidak akan mungkin itu terjadi, dan dalam jasad 

ini  ada  ruh atau jiwa yaitu  pemberi kekuatan dan pemberi 

kehidupan pada badan jasmani ini dan tanpa jiwa atau roh maka manusia 

akan sama saja dengan benda mati, sebab  roh yaitu  pemberi kekuatan, 

kekuasaan dan daya pemelihara badan jasmani (selaput) dan badan 

jasmaniah menyimpan dan memelihara isinya (roh). 

 

Jiwa Dan Budi 

Roh yang disebut jiwa atau Atma yaitu  permulaan Dzat yang 

memiliki pertalian dengan Dzat Ketuhanan, yang merupakan mula 

tertinggi. Roh dicerminkan sebagai daya cipta dan daya imajinasi manusia 

yang meneruskan, yang memelihara, yang menjaga dan melindungi. Dalam 

tubuh jasmani, roh memiliki kendaraan (sarana) untuk berkomunikasi 

dengan dunia fisik yang disebut sebagai Budhi atau jiwa rohani, budhi 

mengahamba pada roh. Jiwa rohani ini tidak memilki kesenangan dan 

nafsu, sebab  mengembangkan sisi baik manusia, dan menjadi sumber 

suara bathin. 

Pada saat kedatangannya dialam kehidupan, jiwa kerohanian ini 

mendapat selaput yang dinamakan Kama atau Kamarupa  atau sifat baik 

(sifat kemanusiaan) dan nafsu buruk (sifat kebinatangan), dan ini 

merupakan badan halus yang akan tetap lengket pada roh selama roh 

berada didaerah astral sesudah  meninggalnya manusia. Akan namun  badan 

halus ini akan ditanggalkan jika  roh memasuki daerah kelangitan.  

Sepeninggal roh, badan halus (kama) akan menjadi bayangan yang 

akan menguap dan hilang. Badan halus (kamarupa) memiliki pertalian 

langsung dengan dunia fisik, nafsu, kesenangan dan keinginan yang 

menghinggapi badan halus merupakan sumber kekuatan untuk bertindak 

dan pertumbuhan fisik manusia. Penggalian keinginan dan nafsu akan 

melahirkan tindakan fisik melalui badan kasar, yang baik maupun yang 

buruk. 

Didalam nafsu yang melekat pada badan halus, ada  jiwa 

kebinatangan yang memunculkan keinginandan rasa (senang-susah, cinta-

benci, dsb) dan ini merupakan sebuah keburukan yang melekat pada 

manusia namun  ini memberi kekuatan untuk bergulat dan berjuang dalam 

kehidupan di dunia. Lapisan di luar Kamarupa yaitu  badan jasmaniah atau 

badan kasar. Biasanya jika  ada kecenderungan dari jiwa kebinatangan 

terlalu kuat maka budhi akan memberi peringatan, dan pergulatan jiwa 

kebinatangan dengan jiwa kerohanian menentukan perkembangan moral 

dan intelektual manusia. . 

Roh, Budhi, kamarupa yaitu  unsure kehidupan dan di luar unsur-

unsur ini  berkembanglah badan kasar manusia yaitu badan fisik yang 

kasat mata, pengikat atau jembatan antara unsure kehidupan dan badan 

kasar manusia yaitu  Nafas atau Prana 

Kekuatan pemikiran atau pertimbangannya disebut Manas, jiwa 

kerohanian akan cenderung melekat dengan Manas yang lebih tinggi (aku 

yang tinggi) dan jiwa kebinatangan cenderung melekat pada manas yang 

rendah (aku yang rendah). Oleh sebab  itu merupakan suatu kesatuan, 

keduanya akan terbagi menjadi dua kekuatan terpisah dan memiliki  

kecenderungan yang berbeda. Dan sebetulnya diluar badan kasar 

berkembang selaput yang disebut Lingga Sharira atau lapisan kedua yang 

merupakan selaput struktur halus yang menyelimuti badan manusia yang 

sering disebut sebagai kulit halus, dan sesudah  kematian manusia akan 

berubah menjadi kulit yang secara perlahan-lahan akan lenyap. 

 

1.1.  Kulit Halus 

Disebab kan menyelimuti badan kasar maka ukuran kulit halus lebih 

besar dari badan kasar, yang merupakan sarana jiwa kebinatnagan manusia 

menguasai daerah astral, dan kulit halus ini tidak hanya menyelimuti 

bagian luar tubuh manusia, melainkan juga merasuk ke dalam tubuh fisik 

dan melapisi semua organ tubuh kasar, dan menyerap magnet-magnet 

alamiah dari atmosfir kedalam badan manusia, cara kerjanya sama dengan 

spons penyerap yang menghisap air.  

Dan pada saat menyerap berbagai kekuatan di atmosfir, kulit halus 

juga terkena pengaruh daya tarik jiwa, zat yang memang lebih kuat dan 

halus bila dibandingkan magnet badaniahnya. namun  kemampuan kulit 

halus untuk menyerap magnetis badaniah dari orang lain akan berkurang 

dengan bertambahnya umur, disebakan sifat penyerapannya saat  orang 

lebih tua bersentuhan dengan orang lebih muda, maka “etheris ganda” dari 

orang yang lebih tua akan menyerap magnet badaniah orang yang lebih 

muda dan memang orang yang lebih tua memerlukan magnet ini  

untuk daya tahan tubuh kasarnya. Oleh sebab  itu hindarilah agar orang 

muda jangan tidur bersama dengan yang sudah berumur. Bila orang yang 

lebih lemah berhubungan dengan orang lebih kuat, maka yang kuat akan 

memberikan magnet badaniahnya kepada yang lebih lemah, pada saat 

orang sakit maka umumnya kulit halusnya tidak berfungsi. 

Kekuatan fisik seseorang sangat ditentukan oleh pengaturan 

keseimbangan antara daya menyerap magnet dari luar dan daya serap dari 

luar, maka dari itu pada saat mengunjungi orang sakit seseorang harus 

berusia 14 tahun agar cukup kuat menjaga keseimbangan antara menyerap 

dan diserap sebab  dibawah usia itu kulit halusnya harus dilindungi oleh 

ibunya. Sama dengan orang lebih tua bersenggama dengan orang lebih 

muda, maka daya magnet yang lebih tua akan menyerap daya magnet yang 

lebih muda ini  dan jika  kekuatan magnet ini terus menerus diserap 

sesorang akan dapat meninggal sebab  kehabisan daya magnetnya. 

ada  orang yang memiliki daya magnet kuat luar biasa dan harus 

dihindari sebab  semuanya dari mulai manusia, binatang, tumbuhan akan 

ditarik kekuatannya dan pada hari pertama meninggalnya kulit halus 

menjadi “kulit” dan keluar dari jenasah. 

 

1.2.  Tali Jiwa 

Keluarnya kulit halus ini  akan memutuskan tali jiwa atau 

“suratma” yaitu penghubung antara tubuh fisik dan unsur halus seseorang, 

secara fisik suratma tampak dalam prana. Terputusnysa tali jiwa 

sebenarnya merugikan badan halus yang masih memerlukan  roh, namun  

bagi roh, putusnya tali jiwa merupakan suatu keuntungan sebab  roh akan 

terlepas dari kulit halusnya dan bisa bebas menuju ke kelangitan dan 

biasanya ini terjadi pada hari ke 3 meninggalnya seseorang dan jika  

seseorang meninggal secara mendadak, pemutusan baru terjadi beberapa 

tahun kemudian.  

Dan juga kulit halusnya belum terbebaskan dari ikatan dengan roh 

selama beberapa tahun, dan dalam kondisi ini  belum dapat 

melepaskan diri secara alamiah semacam itu, kulit dan badan halus akan 

mengembara dan amat mudah dimasuki oleh pemikiran sehingga akan 

memiliki  kehidupan sendiri. Badan halus yang masih mengandung roh 

ini  biasanya akan kembali kerumah tempat kediamannya saat  dia 

hidup dan mencoba meneruskan kehidupannya sementara sebagai makhluk 

halus dengan mengambil magnet badaniah dari para penghuni rumah 

ini , dan ini membahayakan bagi orang yang masih hidup. 

Beberapa orang dapat tanpa sadar melepaskan kulit halusnya untuk 

sementara, dan kulit halus akan tampak seperti badan kasar, perginya kulit 

halus dapat terjadi sesaat atau sebelum dan sesuadah kematian, pada 

kematian mendadak atau kecelakaan, kulit halus dapat segera keluar dari 

badan kasar. Bila keluar sebelum kematiannya, kulit halus akan mirip 

sosok hidup termasuk luka-lukanya jika  mengalami cedera. Bila keluar 

sesudah kematian, kulit halus akan kelihatan sebagai orang yang mati itu. 

Sering kali sosok kulit halus ini akan muncul pada tempat yang jauh dari 

tempat meninggalnya, yaitu tempat dimana yang diingat seseorang sebelum 

meninggalnya. 

Kulit halus tanpa badan halus menjadikan badan halus tanpa 

pemikiran dan tergantung dari setiap pemikiran atau niat dari pemiliknya, 

dan selama tidur, kulit halus juga sering meninggalkan badan namuan 

disertai dengan badan halusnya dan saat  orang terbangun ia ingat apa 

yang ada dalam mimpinya, yaitu  suatu bukti bahwa badan halusnya telah 

keluar dari badan jasmaniahnya. Melalui suatu latihan seseorang dapat 

mengeluarkan „etheris ganda‟  berikut badan astralnya dari badan kasar, 

dengan cara ini orang dapat muncul di suatu tempat yang dikehendaki dan 

tampat seperti badan kasarnya, sementara badan kasarnya yang 

ditinggalkannya seolah mati suri di tempatnya. 

Walaupun dalam praktek ini ada bahayanya, yaitu badan kasar yang 

ditinggalkan badan halus dan kulit halus akan berada dalam kondisi tanpa 

magnet alamiah yang diperlukan dan tidak bisa bertahan terlalu lama tanpa 

perlindungan magnet dan badan halus, namun  bila dapat melatih supaya roh 

keluar namun tetap meningalkan badan halus dan kulit halus maka kondisi 

badan halusnya tidak begitu berbahaya, sebab  badan halus dan kulit halus 

dapat melindungi dan memberi makan badan kasar yang ditinggalkannya, 

dan ini dapat terjadi bila sering dilatih secara keras.  

Dalam kondisi ini jiwa tetap terikat dengan tali kejiwaan pada badan 

kasarnya, pemutusan sedikit saja dari ikatan tali jiwa dapat mengakibatkan 

kematian pada badan kasarnya. Artinya selama jiwa diluar, ikatan tali jiwa 

harus dijaga, dengan cara badan kasar harus dijauhkan dari banyak orang, 

tidak ada keributan disekitar badan kasar atau menyentuh tubuh yang mati 

suri itu. Tali kejiwaan jangan dipandang sebagai tali atau benang 

keduniawian, suratma yaitu  kekuatan jiwa yang menhubungkan jiwa 

dengan badan kasar dan berasal dari hukum Kshetrjna (hukum kekuatan 

yang membentuk). 

 

1.3  Proses Kematian  

Jiwa di selimuti oleh 4 lapisan, yaitu; 

   Roh kerohanian dan badan kejiwaan (budhi).  

   Jiwa kemanusiaan atau kebinatangan yang disebut juga badan halus,  

   Badan kasar jasmani.  

   Selaput halus yang menyelimutinya yang disebut “kulit halus” atau 

„pancaran magnet‟.  

Dalam proses kematian seseorang, secara berurutan lapisan-lapisan 

ini  akan mengalami kematian dan proses perubahan : badan kasar 

(mati fisik, biologis). Selaput halus (kulit halus) sesudah  keluar dari badan 

menjadi “kulit” dan lenyap. 

Badan halus pada kematiannya yang kedua dan dalam peralihan ke 

kelangitan yang pertama dan Roh sesudah  peralihan ke kelangitan yang 

kelima. Melalui proses inilah, roh atau jiwa mengalami pemurnian, 

meninggalkan semua cacat, dan roh yang murni akhirnya sesudah  melalui 

kelangitan yang kelima, keenam dan ketujuh kembali kepada Tuhan. 

 

(2) KEKUATAN PENGHIDUPAN 

 

2.1.  Unsur Kehidupan Badan Kasar 

Kekuatan yang menghidupkan jasmaniah (badan kasar) manusia 

terdiri dari 3 unsur utama, yaitu :  

   Prana  (kekuatan yang menggerakkan bagian tubuh),  

   Saman  (kekuatan magnet badaniah), dan  

   Karma atau naluri  (hukum dari perbuatan sebab dan akibat).  

Tubuh jasmani dan magnet badaniah merupakan kesatuan yang tidak 

dapat dipisahkan yang membentuk kepribadian. Tubuh jasmaniah sendiri 

terdiri dari aliran berbagai zat kecil yang tidak terlihat, gas yang 

dipadatkan, dan udara yang merupakan campuran antara gas zat asam, gas 

zat nitrogen, gas zat air, dan gas zat asam arang. Zat gas-gas ini yaitu  

unsur-unsur yang berdiri sendiri, namun sebab  kerja sama dari kedua 

unsure utama, maka menjadi satu kesatuan, dan dengan cara ini maka 

semua bagian tubuh akan selalu ada penggantian dan dalam selang jeda 

waktu 3 bulan akan diperbaharui atau diganti lagi. 

Organ tubuh terdiri dari 4 kekuasaan, yaitu pernapasan, panas tubuh, 

peredaran darah, dan pencernaan makanan. Seluruh kekuatan ini berjalan 

sebab  magnet badaniah, dan pada kelahiran seorang bayi saat  bayi 

terkena udara yang disebabkan daya tarik magnet badaniah, terjadilah 

gerakan naik turun paru-paru dan gerakan mengembang mengempis 

jantung, dan dengan gerakan ini maka zat asam akan masuk dalam tubuh. 

Dalam makanan yang masuk kedalam tubuh, ada  asam arang 

yang akan dikeluarkan lagi oleh udara yang masuk, sebab  pernapasan 

menghirup zat asam arang maka hasilnya bukan hanya panas tubuh, 

melainkan juga darah akan mengalir disebabkan makan yang dimakan.  

Darah dialirkan melalui pembuluh darah dan pencernaan akan bekerja 

untuk mengeluarkan sisa-sisa sari makanan dan air dari dalam tubuh. 

Kerjasama dari 4 kekuatan tubuh ini memicu  darah, dan sebab  ini, 

timbul daging dan menyusul lagi terjadinya lemak, tulang, rambut, kuku, 

air mata, dan keringat.  

Sebetulnya darah yaitu  penjelmaan dari kekuatan hidup dan dalam 

darah ada  rahasia kehidupan, bila seseorang sedang sakit maka 

kekuatan dalam darah melemah, namun kekuatan magnet dapat 

menguatkan kembali, dan saat  seorang meninggal, selama darahnya 

belum berubah menjadi air, orang ini belum meninggal secara keseluruhan. 

Kulit bukan hanya selaput pelindung tubuh manusia, melainkan juga 

merupakan organ tubuh utama, susunan kulit cukup rumit, terdiri dari 2 

lapis yaitu kulit luar dan kulit dalam. Bagian kulit luar yang kuat memiliki 

banyak lubang kecil-kecil yang menghubungkan dengan kulit dalam. Kulit 

bagian dalam terdiri dari pembuluh darah dan syaraf yang dijalankan oleh 

gerakan naik-futon dari tubuh disebabkan pernafasan. 

Melalui lubang kecil kulit luar inilah darah yang tidak terpakai atau 

berakibat buruk, seperti uap dan keringat akan dikeluarkan. Dikulit luar ada 

selaput serupa minyak yang harus selalu di bersihkan, bila tidak maka 

lubang-lubang kecil pada kulit luar akan tertutup dan akan berakibat buruk 

bagi darahdan dapat memicu  seseorang akan sakit, bahkan 

penyumbatan akan memicu  kematian, sebab  lubang pori dilindungi 

oleh lapisan halus yang membentuk daya magnet maka sebenarnya lubang 

itu tidak tertutup sepenuhnya. 

Lapisan kulit halus membawa magnet alam ke dalam badan dan dapat 

mempengaruhi badan dari daya tarik magnet asteral dari roh sebab  badan 

halus merupakan jembatan antara badan kasar dan jiwa, kerja dari kekuatan 

ini secara bersamaan melahirkan pancaran aliran magnetis yang mengalir 

ke otak dan memicu  magnet kepribadian dan memicu  terjadinya 

tenaga syaraf, tenaga otot dan energi manusia, dan juga dapat terjadi 

pemikiran, raut muka, pendengaran, bunyi suara, perasaan, penciuman dan 

rasa. 

sebab  daya-daya ini maka terjadilah tindakan yang dapat dibagi ke 

dalam beberapa macam. Organ tubuh dan magnet alam bekerja secara 

alamiah dan dibawah pengaruh hukum alam yang memicu  manusia 

makan, minum, dan tidur yang di perlukan untuk bertahan hidup oleh 

badan kasar. 

Magnet kepribadian melalui daya pikiran dari seorang manusia bersih 

dan tindakan baik maka bentuk badannya akan baik dan halus, bila 

seseorang selalu berpikir buruk dan bertindak jahat maka bentuknya akan 

menjadi kasar dan jelek, dan bila seseorang melakukan perbaikan tindakan 

maka badannya juga akan membaik. Dan dalam keadaan normal sebetulnya 

lemahnya organ manusia dan kurangnya pengaruh dari magnet alami akan 

memicu  penyakit dan bila unsure organic tubuh dan magnet keduanya 

tidak bekerja akan memicu  kematian, walaupun dengan latihan 

seseorang dapat meniadakan kekuatan organiknya yang memicu  

msuri. 

 

2.2.  Gangguan Badan Kasar 

Kerja organic kita jelek bila lapisan halus kurang membawa magnet 

alam kedalam tubuh seseorang, bila pemasukannya terhenti maka 

keseimbangan astral dan magnetis alami akan terputus sehingga gerakan 

pernafasan dari paru-paru dan gerakan mengembang mengempis dari 

jantung berhenti. Dan ini dapat di perbaiki dengan mengambil nafas dalam-

dalam dan mengeluarkannyadan gerakan ini dilakukan dalam keadaan 

berbaring, sebab  tarikan nafas yang kemudian masuk dalam tubuh akan 

membakar benih-benih penyakit dan akan mengalirkan banyak magnet 

alam kedalam tubuh seseorang, dana penyaklit serta gangguan peredaran 

darah dapat dihindari dengan latihan pernafasan “ Pranaijama”. 

 

2.3.  Naluri 

Naluri yaitu  tindakan kejiwaan yang tidak disengaja, sebab  itu 

tindakan ini sering dianggap sebagai tindakan di luar kendali pikiran sadar 

manusia, dan naluri itu muncul sebab  memang tidak ada tindakan lain 

yang dapat dilakukan untuk selamat, dengan melihat, mendengar, merasa 

adanya bahaya, secara otomatis badan digerakkan, kekuatan indera berasal 

dari magnet kepribadian yang merupaka kekuatan rohaniah atau kekuatan 

jiwa seseorang. 

Naluri bekerja tanpa pemikiran dan tidak memihak, dan me-

ngendalikan pemakaian magnetisme kepribadian dan tindakan baik dan 

buruk sehingga dalam pelaksanaan juga hukum dari sebab akibat, dan 

naluri berasal dari ingatan luar atau jaringan ingatan alaminya jiwa dan 

ingatan bagian dalam atau ingatan kejiwaan roh. 

Ingatan luar merekan segala sesuatu selama hidup di dunia; apa yang 

dilihat, didengar atau dirasakan, sesudah  kematian ini akan tetap menyertai 

jiwanya, akan namun  ingatan ini tidak akan mempengaruhi evolusi dari jiwa 

kebinatangannya, ingatan ini akan hilang bersama dengan jiwanya bila 

rohnya sudah mencapai daerah kelangitan.. 

Ingatan dalam atau ingatan kerohanian merekan semua pikiran 

manusia, tindakan baik buruk, apa yang dibaca, dialaminya, perilaku dalam 

keseharian dan dipengaruhi oleh pergaulannya dengan orang lain dan tidak 

akan hilang meski manusia berupaya melupakan pikiran dan tindakan di 

masa lalu, dan saat  ajl tiba ingatan akan muncul kembali dan menjadi 

saksi atas semua kejadian, pikiran dan tindakan yang dialaminya, dan 

ingatan akan mempengaruhi bentuk wajah baik dan buruk sesuai ingatan 

yang disimpannya dan ini sangat berpengaruh besar dalam perkembangan 

jiwa seseorang 

Dan sebagai hukuman atas mereka yang berbuat tidak baik selama 

hidupnya maka ingatan akan dimunculkan kembali dalam bentuk nyata dan 

dengan ini akan timbul penyesalan. 

 

2.4.  Ikatan Roh Dan Badan Kasar 

Pengikat dari semua kekuatan, daya dan upaya dari badaniah 

seseorang yaitu  jiwanya. Manusia yaitu  makhluk yang punya roh, untuk 

sementara diselimuti oleh lapisan badaniah yang tiap waktu dapat musnah, 

akan namun  daya piker dan kemauan manusia selalu diperbaharui lagi, ini 

akan berlangsung terus menerus hingga akhirnya selaput ini rusak dan 

ditinggalkan oleh rohnya. Meskipun demikian, kematian tidak lain daripada 

kelahiran dari rohnya yang yang akan berpindah dalam kehidupan lai, 

sebab  roh tidak dapat musnah dan akan mempertahankan kepribadiannya. 

Lapisan organic hanya dipinjam untuk tampil sementara di daerah 

kehidupan seseorang, jadi badan hanya alat, sebab  mata dan syarafnya 

akan terikat pada aether dan bagian magnet yang lebih halus melalui telinga 

dan paru-paru dengan atmosfir, dengan indera lainnya yang merupakan alat 

perasaan akan berhubungan dengan badan kasar dan dunia fisik, baik yang 

keras maupun yang cair. 

Hubungan jiwa dengan badaniah memicu  manusia yang 

berwujud organic dapat berhubungan dengan dunia rohaniah, saat  

meninggalkan badan organic, rohnya tidak berubah dalam bentuk, 

kemampuan, sifat, dan juga dalam ilmu yang diperoleh. saat  manusia 

meninggalkan selimutnya akan menjadi ringan tanpa ada perubahan pada 

badan rohaniahnya, badan rohaninya tidak akan lebih baik atau lebih buruk. 

Seperti badan organic, badan rohaniah juga memiliki indera, akan 

namun  berbeda dengan organic, cara kerja indera rohaniah lebih tajam dan 

lebih menyenangkan dengan daya serap pikiran yang lebih tinggi. 

sesudah  kematiannya, roh binatang seperti manusia, tetap memiliki 

kepribadian. Hanya saja roh ini tidak memiliki kesadaran Aku. Kadar 

intelektualnya tetap dan tidak berkembang, sesuai dengan hukum 

kehidupan, bila seekor binatang mati maka rohnya akan masuk ke badan 

organic lainnya, tumbuh-tumbuhan, logam, dan batu, sesudah  kematiannya 

akan berada dalam keadaan yang sama meskipun badan halusnya tidak 

begitu sempurna seperti binatang. 

 

(3) KEKUATAN PEMIKIRAN 

 

Baik buruk perbuatan manusia tergantung pada perkembangan magnet 

pribadinya dan perkembangan magnet pribadi sangat tergantung pad hati 

nurani atau perasaan manusia pada saat itu. 

Bila kekuatan magnet manusia sama maka semua manusia akan 

memiliki  kekuatan bdan sama, pemikiran yang sam, dan energi tindakan 

yang sama, tettapi pada kenyataannya tidak demikian sebab  sangat 

bergantung pada perkembangan kemauan dan pemikirannya. Magnet 

pribadi manusia terletak di otak, melalui daya piker otak daya magnet 

memicu  getaran-getaranyang mengalir melalui syaraf-syaraf ke 

seluruh badan dan ini akan menetukan gerakan tubuh berupa tindakan, daya 

piker juga menentukan perbuatan baik buruk dan ini tergantung dari nurani 

atau perasaan hati. 

Perasaan hati manusia dapat dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu 

yang membuat gembira dan magnet pribadi bekerja sehingga memicu  

perasaan nyaman pada otak dan perasaan ini akan disalurkan ke seluruh 

badan dan yang membuat sedih akan terjadi sebaliknya yaitu akan 

membuat lesu di seluruh badan dan atau sakit.  

Orang yang selalu gembira dapat menyalurkan energi pada orang lain 

tanpa merugikan dirinya. Aliran magnet yang terkuat ada  pada ujung 

jari atau melalui mata dan dari mulut. Perlu diketahui bahwa orang yang 

magnetis badan halusnya lebih kuat disbanding magnet badan kasarnya 

akan memiliki  pengaruh buruk pad manusia, binatang dan tumbuh-

tumbuhan  dan oleh orang hindu disebut “jettatura” dan oleh orang jawa 

dinamakan “mata nasar” atau tangan panas. 

Penyerahan diri dari orang yang daya magnetisnya lemah ke yang 

kuat  dapat dilakukan dengan meniup mukanya, dan inilah yang disebut 

terhipnotis atau dharana, dan dalam keadaan demikian sebenarnya orang 

yang terhipnotis kesadaran atau jiwanya terlepas dari tubuhnya, dan pasti 

tidak berdaya sama sekali dan sebab  kepribadiannya hilang maka dapat 

dihinggapi roh lain. Dan dalam keadaan ini roh juga akan ingat pada semua 

kejadian masa lalu, kebangkitannya kembali sebagai manusia, mencerita-

kan rasa sakitnya dimasa itu, dan pengobatan sampai kesembuhannya.  

Tubuh jasmaniah sedemikian aneh sehingga dapat dianggap 

berlawanan dengan hukum alam yang ada.  Orang yang terhipnotis 

disebab kan syaraf organiknya tidak aktif (tertidur), kesadaran hilang 

sehingga tidak ada lagi kemauannya.  

Beberapa sifat (kemampuan) ini  juga dapat dimiliki oleh orang 

yang meninggal, beberpa jam sebelum meninggal tubuh seorang ini  

dalam keadaan tidur secara organic, rohnya sebab  ingin mengucapkan 

selamat tinggal kepada keluarganya atau teman, daya pikirnya memiliki 

kekuatan untuk mewujudkan diri, oleh sebab  itu dapat menampakkan diri 

pada teman atau keluarga.  

saat  roh orang yang hampir meninggal merasuk ke seseorang bisa 

terjadi orang itu bisa berbicara bahasa roh, melukis, mengetok-ketok pintu, 

menggerakkan benda sebab  roh halus ini memakai  magnet pribadi 

orang lain, dan ini menunjukkan bahwa tindakan manusia tidak tergantung 

dari badaniahnya. Semua tindakan manusia berasal dari kecerdasan yang 

tidak tampak. 

Apa yang memicu  orang kehilangan magnet pribadi, diantaranya 

yaitu  terlalu sering melakukan seks, hidup tidak teratur, menghamburkan 

nafsu, tidak menjaga badan, sedih, terharu yang berlebihan, marah-marah, 

minuman keras, bumbu pedas, tembakau, dan terlalu banyak kopi, teh atau 

daging dan untuk mengembangkan magnet pribadi hidup teratur, makan 

sayur, buah, dan minuman air asli. Kemampuan memakai  pertimbang-

an (rasa) saat  hendak memakai  pikiran, yang merupakan asal-usul 

dari magnet kepribadian yang memicu  magnet kepribadian 

berkembang, kekuatan hidup juga akan memperkuat pengembangan otot 

dan syaraf, kehilangan dari magnet kepribadian memicu  seseorang 

sakit syaraf dan mengendor kekuatan fisiknya. 

 

(4) KEKUATAN TERPENDAM 

 

Setiap perbuatan manusia yang dilakukan dengan sadar, baik maupun 

buruk pasti didahului oleh pemikiran, dan dalam lingkungan aura setiap 

pemikiran akan memicu  getaran. Lingkungan aura yaitu  dunia debu 

material atau lingkungan magnetisme manusia, getaran ini  akan 

memicu  warna yang akan menciptakan bayangan, bukankah Tuhan 

menciptakan alam semesta melalui daya pemikiranNya? 

 

4.1.  Warna Buah Pikiran ( Aura) 

Dapat dibagi dalam 3 jenis ;  

   Buruk  

   Biasa  

   Baik.  

Pikiran yang biasa dapat dibagi lagi menjadi pemikiran yang condong 

pada keburukan dan kebaikan, dengan demikian buah pemikiran dapat 

dibagi menjadi buruk, biasa condong ke buruk, biasa, biasa condong ke 

baik, dan baik, dalam lingkungan auranya pemikiran ini  memicu  

warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu dan memiliki  arti 

sbb : 

1. Coklat kemerahan : nafsu dan tamak 

2. Merah jambu : nafsu kemarahan 

3. Merah muda : nafsu dalam cinta 

4. Merah jambu : nafsu cinta kasih 

5. Jingga    : Keberanian 

6. Kuning    : Daya pikiran 

7. Hijau  : Simpati 

8. Biru, biru nila  : Rasa ketuhanan, keberagamaan 

9. Ungu      : Kerohanian, pertalian dengan jiwa 

10. Hitam atau gelap (tidak menunjukkan warna) : perasaan iri, warna ini 

muncul pada orang yang tidak beradab atau sedang sakit 

11. Putih, seperti bulan : menjukkan keimanan 

 

4.2.  Gerak Dan Daya Buah Pikiran 

Bayangan buah pikiran dapat keluar dan dapat masuk kedalam 

manusia, dan dapat secara alamiah, yaitu pada saat seseorang melihat, 

mendengar, merasakan sesuatu. Meski begitu penyerapan juga dapat 

berjalan secara tidak alamiah, yaitu saat  bayangan buah pikiran seorang 

memiliki daya magnet sehingga dapat menarik bayangan buah pikiran 

orang lain yang punya sifat sama dan lalu bercampur jadi satu dan kondisi 

ini yang dapat memicu  ikatan dan memunculkan rasa simpati dan 

senang, dan ini bisa terjadi juga pada manusia dengan makhluk halus dan 

yang perlu di waspadai bahwa adanya daya pengaruh dapat berakibat baik 

ataupun buruk. 

Buah pikiran sifat laten (tersembunyi), dan agar menjadi kekuatan 

nyata harus disatukan dengan kekuatan, bila pemikiran tidak disatukan 

dengan kemauan maka buah pikiran akan padam dengan sendirinya kecuali 

bila dapat disalurkan ke buah pikiran orang lain yang sejenis, bila pikiran 

banyak orang memiliki  sifat sama dapat tarik menarik, saling 

memperkuat, dan menyatu sehingga menjadi satu bayangan dengan 

kekuatan yang dahsyat. Berbagai bencana nasional, kekacauan, 

peperangan, perseteruan dan bencana alam merupakan dampak dari saling 

tarik mjenarik buah pikiran banyak orang. 

4.3.  Mantra Dan Kekuatan Terpendam 

Dan kekuatan pikiran dapat dihasilkan dengan mengucapkan mantra 

sebab  dengan ini seseorang dapat menyerap kekuatan buah pikiran. 

Mantra dapat dipakai  untuk menciptakan buah pikiran yang diarahkan 

pada orang lain untuk mempengaruhi orang yang dituju, dan tergantung 

mantra yang diucapkan dan mantra yang baik akan menjadi pelindung 

orang atau roh yang didoakan, dan mantra yang buruk akan berakibat 

sebaliknya, dan seseorang yang hidupnya lurus dan bersih serta tidak punya 

pikiran jahat akan dilindungi oleh makhluk-makhluk yang menjaganya dari 

dampak sumpah serapah. 

Bayangan buah pikiran akan dapat merasuk dan mempengaruhi badan 

halus (astral) orang yang sudah meninggal (mayat astral) yang mengembara 

tanpa tujuan, mayat astral dapat disebut sebagai roh “tanpa jiwa” dan ini 

berasal dari orang yang semasa hidup bersifat jahat, mengumbar nafsu dan 

kesenangan atau roh orang yang meninggal sebelum waktunya yang 

disebabkan bunuh diri, dibunuh atau kecelakaan, dan roh seperti ini akan 

tetap terikat dalam jasadnya di kuburan hingga akhir kulitnya rusak 

disebabkan ketuaan dan rohnya terus mengembara dan tidak dapat 

meninggalkan dunia.  

Bila mayat astral ini bertemu dengan hasil bayangan daya pikir buruk 

maka dapat menjelma menjadi setan jahat dan memiliki sifat, seperti 

mantra yang diucapkan oleh pembuatnya dan dapat dipakai untuk segala 

tujuan, inilah kekuatan terpendam dan mantra ini disebut “wethala siddhi”, 

dan biasa disebut jimat, sarat,  guna-guna, atau tumbal. 

Kekuatan pikiran dapat mengubah roh tak berjiwa yang tanpa wujud 

ini  menjadi berwujud, dengan dihinggapi buah pikiran hasil mantra, 

roh tanpa jiwa menjadi hamba dari mantra ini dan dapat dipakai  untuk 

maksud apapun. Dalam ilmu kekuatan terpendam, roh jahatdapat dibagi ke 

dalam beebrapa jenis, seperti; awici, ngalu, dan kasasar dan roh yang 

berbuat baik dinamakan saija dan mengenai cara kerja kekuatan terpendam 

dan pemanfaatannya tidak dapat diceritakan lebih lanjut sebab  alasan 

keselamatan (ada dalam beberapa kitab lainnya). 

Pikiran menghasilkan bayangan dan bila digabung dengan kemauan 

disebut Issha, dan pikiran menghasilkan perbuatan baik dan buruk 

Keluarnya bayangan pikiran demikian dan akibatnya dinamakan “karma” 

manusia, bila manusia dapat menguasai bayangan buah pikiran maka hawa 

nafsunya akan dapat dikendalikan dan karmanya dapat dikuasai.  

Orang dengan sifat yang baik bila meninggal selubung halusnya atau 

kamarupa akan lepas dengan mudah, dan rohnya akan terbang menuju ke 

daerah kelangitan, roh yang tidak dapat melepas selubung halusnya tetap 

diselubungi badan halus dan mengembara di dunia menjadi roh tak berjiwa. 

Tugas hidup orang di dunia yaitu  menolak setiap buah pikiran jahat 

yang timbul, sebab  dorongan jahat akan melahirkan perbuatan, daya pikir 

bisa dikembangkan sedemikian tinggi sehingga dapat mengerjakan sesuatu 

yang tidak dapat dilakukan oleh manusia biasa. 

 

(5) KEKUATAN KEMAUAN 

 

saat  dilahirkan, manusia tidak memiliki pengetahuan dan belum 

mengenal keadaan sekitarnya, dan seiring dengan pertumbuhannya 

manusia mulai belajar tentang kejadian, dan tindakan mana yang berakibat 

menguntungkan dan merugikan. Bedasar hukum sebab akibat itulah, 

manusia kemudian mengenal baik dan buruk, dan pikiranlah yang merekam 

semua kejadian. Meskipun demikian, pikiran sifatnya belum terjadi, potensi 

ini berubah menjadi tindakan saat  pikiran bergabung dengan kemauan, 

kemauan berasal dari jiwa kebinatangan yang melahirkan keinginan, nafsu, 

dan kesenangan, kemauan akan menerima yang baik berdasar  perintah 

pikiran, dan melawan sesuatu yang berdasar  pikiran tidak baik. 

Pemahaman manusia berdasar  daya pikirannya dinamakan 

“kenyataan” atau “kebenaran”. Sesuatu yang diinginkan (kemauan) 

dinamakan sebagai “baik”. Manusia akan melakukan tindakan baik sesudah  

melalui pertimbangan pikiran, pada orang yang daya pikirannya belum 

berkembang tindakannya didasarkan atas pertimbangan baik buruk 

perbuatan hanya berdasar  dorongan keinginan semata, demikian pula 

pada orang yang berpikiran picik, mereka berbuat atas dasar nafsu semata 

tanpa memperhitungkan bahwa tindakan akan mencelakakan diri sendiri. 

Pemikiran dan kemauan mengalir menjadi satu dalam tindakan dan 

membentuk manusia yang hidup dalam tindakannya.  

Kemauan sifatnya netral, dan akan mejadi tindakan baik atau buruk 

tergantung pada pengembangan kesadaran pikirannya. sebab  perbedaan 

adanya perkembangan daya pikir membuat setiap manusia berbeda dan 

disitu akan terjadi sesuatu tindakan yang baik oleh orang lain akan 

menganggap buruk oleh lainnya. Perkembanga manusia akan menentukan 

kesadaran dirinya, akan timbul penyesalan pada manusia yang melakukan 

kesalahan bila daya pikirnya berkembang baik dan juga sebaliknya. 

Perkembangan diri yaitu  pengalaman dimana manusia belajar untuk 

berpikir lebih baik, bertindak lebih baik, dan menjaga agar tidak melakukan 

sesuatu yang dapat merugikan atau menyakitkan dirinya, semakin baik 

daya pikir seseorang semakin merasa dirinya lebih bebas dan tidak 

terganutng kepada orang lain. 

 

5.1.  Kemauan Bebas 

Setiap manusia pada dasarnya memiliki  kemauan bebas, yaitu 

dorongan untuk tidak tergantung pada sesuatu diluar dirinya, kemauan 

bebas berhubungan dengan tanggung jawab atas tindakan. Hal ini 

bertentangan dengan pandangan yang keliru terhadap takdir, manusia 

mempercayai takdir juga akan mempercayai hukum alam yang tidak 

berubah.  

Bumi dan benda-benda langit terjadi dan akan musnah, disebabkan 

oleh hukum alam. Oleh sebab  itu hidup binatang, tumbuhan dan yang 

berhubungan dengannya, nasibnya sudah ditentukan sebelumnya. 

Kemungkinan matinya seseorang dimedan perang sama saja dengan yang 

mati di rumah; tidak akan meninggal sebelum waktu yang di tentukan 

artnya manusia yaitu  makhluk lemah, sebab  tindakannya sudah 

ditentukan sebelumnya maka mereka tidak bertanggung jawab atas 

kemauannya dan keyakinan semacam itu tidak sepenuhnya benar. 

Tuhan yaitu  sumber kebenaran, kebaikan dan kecintaan. Tidak ada 

makhluk yang diciptakan untuk menjadi jahat, bila manusia dalam keadaan 

yang tidak menguntungkan membunuh, maka dia akan mempertanggung 

jawabkan perbuatannya dan yang dipandang sebagai nasib, kesialan. 

Kesempatan atau kebetulan sebetulnya merupakan kumpulan perbuatan 

yang dilakukan pada waktu masa sekarang, sebelumnya, dan mungkin juga 

kehidupan selanjutnya. Dan segala tindakan akan pasti kembali pada 

pelakunya dan setiap perbuatan ada kaitannya dengan kejadian sebelumnya 

dan akibat sesudahnya dan inilah yang menentukan nasib seseorang. 

 

5.2.  Hukum Karma 

Ini yaitu  hukum perbuatan dan akibat, yang pada intinya setiap 

perbuatan ada akibatnya (perbuatan dating dari kesadaran kemauan) dan ini 

hanya ada pada manusia, karma hanya berlaku pada manusia, namun  

merupakan hukum alam yang memang harus ada, secara umum, hukum 

karma dapat dibagi sebagai berikut : 

   Karma perbuatan baik, yaitu bila seseorang melakukan perbuatan 

baik maka akan dihormati dan disegani oleh orang lain. 

   Karma tidak melakukan perbuatan baik, yaitu orang hidup 

menyendiri, tidak menjadi anggota warga  yang berguna bagi 

orang sekitar. 

   Karma kejahatan, yaitu tindakan dari orang yang menjadi beban dan 

berbuat jahat terhadap orang lain sehingga dia dibenci dan dihina 

orang lain. 

   Karma keluarga atau kelompok, yaitu karma yang dibentuk oleh 

kebiasaan atau adapt istiadat, ini dimiliki keluarga, suku atau suatu 

bangsa dan Negara. 

Karma pribadi dibagi lagi ke dalam 3 bagian, yaitu : 

   Akibat segera yang tidak dapat dicegah lagi disebabkan oleh 

tindakan yang dilakukan dalam kehidupan sekarang, disebut karma 

Prarabdha 

   Penumpukan keinginan akibat pengalaman yang akibatnya masih 

dapat diubah oleh karma, disebut karma Sancita 

   Perbuatan masa kini yang berakibat pada kehidupan  di masa yang 

akan dating atau Kriypmana 

Jadi karma yaitu  merupakan evolusi dari jiwa kebinatangan manusia 

beberapa waktu sesudah  meninggal, manusia tetap harus menanggung akibat 

perbuatannya. Bila waktu kelahirannya kembali tiba maka bayangan 

pikiran yang diciptakan sebelumnya akan membentuk dirinya sesuai 

hukum karma.  

Wajahnya akan terbentuk sesuai perbuatannya terdahulu, dan akan 

menentukan sifat, temperamen, bakat, dan kepribadian baru sesudah  ke-

lahirannya, bahkan perbuatannya terdahulu ikut menentukan dilingkung-an 

seperti apa dia akan hidup. Hukum karma membuat manusia sadar bahwa 

dia tidak menjadi boneka dari nasib yang tidak menentu, dan mengajari 

manusi untuk memakai  suara batinnya untuk mendapatkan ke-

bahagiaan.  

Tuhan mengatur hukum alam yang berlaku untuk semua, termasuk 

yang ada dalam diri manusia, pada manusia ada kebebasan untuk memakai 

anugerah kekuatan dari Tuhan untuk dipergunakan dengan baik atau buruk 

dan disamping itu manusia akan dilindungi oleh malaikat dari 8 bahaya, 

dimana tanpa pertolongannya manusia dapat terjerumus ke dalam bahaya, 

manusia juga telah dilengkapi dengtan suara batin (budhi) yang akan 

memperingatkannya jika  hendak berbuat jahat 

 

(6) ILMU RAHASIA 

 

Dalam mempelajari Ilmu rahasia  harus dibiasakan tenang dalam 

segala keadaan yang dilihat, didengar, atau dirasakan. Rasa tegang 

rohaniah ataupun badaniah akan memicu  hilangnya magnetisme 

pribadi atau daya pikirnya 

Kekuatan daya pikir manusia akan tampak bila seseorang melakukan 

tindakan dengan penuh keyakinan, bila seseorang melakukan tindakan 

sembunyi-sembunyi maka sebuah aliran dingin akan keluar dari otak 

melalui syaraf-syarafnya, hal ini akan membuat tubuh tidak mengikuti 

perintah otak. Bila manusia berbuat baik maka aliran hangat akan keluar 

dari otaknya dan melalui syaraf akan mempengaruhi keseluruh badan, dan 

hasilnya pipinya berubah kemerahan dan matanya menyinarkan sinar 

percaya diri.  

Alam semesta menyatu dengan Aku yang Tinggi, disebabkan hukum 

getarannya maka alam menjadi obat penyembuh terhadap niat buruk dan 

keinginan Aku yang rendah. Cara terbaik mempelajari dan melatihnya 

yaitu  dengan menaruih perhatian pada orang lain berdasar  Keadilan 

dan Kejujuran, menolong orang lain dengan itikad baik, sebab  dengan 

begini maka Aku tertinggi tengah menolong dengan kuat si manusia 

ini , bahkan untuk masalah sesulit apapun maka orang ini  akan 

bisa menyelesaikannya. Syarat utama dalam mempelajari ilmu rahasia 

yaitu  mengarahkan buah pikiran ke satu tujuan baik dan pikirannya harus 

terpusat (konsentrasi). 

 

(7) KEKUASAAN RAHASIA 

 

7.1. Asal Muasal Kehidupan 

Ilmu rahasia berasal dari Nabhas Tala yaitu, tempat dimana benda-

benda langit bergerak, tidak ada permulaan, tidak ada akhirnya, sesuatu 

yang tidak terjangkau, dan akan ada selam-lamanya. Dalam ruanagn ini ada 

sesuatu yang kekakl, taka dapat diduga dan tanpa batas, yang berkuasa dan 

bekerja sebagai kekuatan abadi, yang mengetahui semuanya dan penyebab 

semua yang ada, dan yang berada di luar jangkauan manusia. Inilah yang 

disebut Tuhan 

Alam semesta berasal dari Adi Tattwa, kekuatan dasar penciptaan 

alam semesta, masa penciptaan alam semesta berasal dari Sat, yang 

melahirkan Anupadaka Tattwa, atau asal Dzat roh yang merupakan ikatan 

antara Dzat roh dan debu.  

Dari Anupadaka Tattwa terjadi 5 kekuatan alam yang besar, yaitu 

Akasha Tattwa, yaitu Dzat aether yang memberikan bunyi, Wayu Tattwa 

atau Dzat aether berupa gas, Teyas Tattwa atau Dzat aether yang 

memberikan terang, pas tattwa atau Dzat aether yang cair, dan Prithiwi 

Tattwa atau aether yang padat.  

Dalam setiap Tattwa ada  7 jenis karma yang menghasilkan 49 

kekuatan alam. Dari 49 kekuatan ala mini terjadi lagi 2400 kekuatan lagi 

dan tergantung dari keadaan Dzat alam, benda langit dan semua yang 

berada disana, juga manusia, binatang, tumbuhan, logam, batu berasal dari 

tattwa dan akhirnya akan kembali ke tattwa.  Kerja sama dari 5 Tattwa 

menhasilkan Prana sebagai asal muasal kehidupan. Pda permulaan 

kehidupan di bumi ada  60.000 juta makhluk halus berupa manhusia 

dan 330 juta makhluk alam. 

Makhluk halus manusia akan selamanya berada di dunia sebagai 

orang dan bayangannya atau sebagai setan sesuai keadaan yang 

dimungkinkan, sedangkan makhluk halus alam akan menjaga bumi dan 

bayangannya sesuai keadaan dirinya sebagai penjaga. 

sebab  pengaruh kerja dari 5 Tattwa pada Prana, terjadilah 10 

kumpulan kekuatan, kekuasaan dan kemampuan yang memberi kekuatan 

hidup dan kemampuan gerak pada tubuh yang hidup. Hukum evolusi 

perkembangan tiap makhluk akan berjalan dari logam atau batu hingga 

tumbuh-tumbuhan, dari tumbuhan hingga binatang dan dari binatang 

hingga manusia dari manusia hingga roh. Pemimpin roh tertinggi disebut 

juga sebagai malaikat yang membantu Tuhan mengatur segala sesuatu yang 

ada di dunia ini. Perbedaan antara malaikat dan manusia sangatlah jauh, 

sama dengan perbedaan manusia pada tingkat yang paling rendah dengan 

binatang. 

 

7.2.  Wilayah Alam Semesta 

Terdiri dari 3 wilayah besar, yaitu : 

   Daerah kehidupan, yaitu daerah kita hidup,  

   Daerah astral, daerah peralihan dimana badan halus manusia yang 

sudah meninggal masih melekat pada rohnya dan  

   Daerah halus, yang merupakan tempat berdiamnya para roh. 

Mereka yang hidup di daerah astral dapat memperlihatkan diri dalam 

daerah halus, juga mereka yang hidup di daerah kehidupan juga dapat 

memperlihatkan diri di daerah halus sebab  manusia memerlukan zat-zat 

“roh halus” dalam perkembangan jiwanya. Daerah halus dinamakan “yang 

ada”, daerah astral dinamakan “daerah antara”, sedangkan daerah 

kehidupan dinamakan “alam yang kelihatan” dan daerah kehidupan dan 

astral dibagi lagi masing-masing ke dalam 3 daerah sehingga akan ada  

 . 

 

 

Dalam daerah ini ada  beberapa kelompok tata surya, yang terdiri 

dari 7 kelompok yang mengelilingi 1 matahari sebagai pusat, satu 

peredaran mengelilingi matahari dilakukan dalam 31.200 tahun matahari. 

Tiap tata surya terdiri dari 7 kelompok planet, tiap kelompok planet 

terdiri dari anak planet dalam formasi yang sama dan lapisan uap yang 

mengelilinginya. Tata surya terdiri dari  planet : Merkurius dan Bumi 

sebagai kelompok yang paling tidak berkembang, Venus, Mars, Jupiter, 

Saturnus, Uranus, Neptunus. Planet beredar mengelilingi matahari sebagai 

pusat, tergantung dari jarak terhadapnya. 

Planet-planet menerima kehidupan dan kekuatan serta penerangan dari 

matahari, akan namun  kehidupan alam tidak hanya tergantung pada 

matahari, namun  saling tergantung satu sama lain. Masing–masing planet 

dihuni oleh makhluk yang berbeda-beda perkembangannya, tiap planet 

dinamakan “naraka” yaitu tempat perkembangan. Dan planet yang tidak 

berkembang yaitu  planet yang dikelilingi oleh 7 bola (lingkungan 

kehidupan) yang sebab  hukum alam berada di seputarnya.  

Bola yang dimaksud ini yaitu  lingkungan kehidupan makhluk dan 

dari 7 bola ini hanya satu yang diterangi matahari, sedangkan 6 lainnya 

berada dalam kegelapan atau daerah bayangan sehingga tidak kelihatan. 

Planet-planet yang paling tidak berkembang memiliki  lapisan udara 

yang kasar sekelilingnya dan dihuni manusia yang baru mengalami 

perubahan dari binatang menjadi manusia. 

 

7.4.  Angka 108 

Planet-planet yang lebih berkembang hanya terdiri dari satu bola yang 

di beri penerangan oleh matahari, dan planet-planet ini memiliki  lapisan 

udara yang lebih halus dan dihuni oleh manusia yang dulunya pernah 

mendiami planet –planet yang tidak berkembang namun telah mengalami 

kemajuan. Semakin mengalami kemajuan manusia akan mendiami planet 

dengan lapisan udaranya lebih halus dan lebih baik keadaannya, alam 

semesta di bentuk sesuai rencana yang sudah tetap , diatur dan ditata oleh 

hukum-hukum umum. 

Ukuran lingkar sebuah planet yaitu  108, dan ditata surya kita bila 

diameter bumi dikalikan 108 kita akan mendapatkan diameter matahari, 

jika  angka yang didapat dikalikan dengan 108 maka kita akan mendapat 

jarak antara bumi dan matahari, bila mana diameter dari bulan dkalikan 108 

maka kita akan mendapatkan jarak dari bumi ke bulan. 

Susunan dari semua yang berada dalam tiap planet, juga susunan 

tubuh manusia dan susunan tubuh binatang berdasar perbandingan dari 

1:1.618 yang dinamakan “kecil” dan “besar”, oleh sebab  itu kita mengenal 

jagad besar dan jagad kecil, perbandingan ini akan kita dapat di alam dari 

ukran yang paling kecil hingga ukuran paling besar di dunia ini. 

 

7.5.  Kekuatan Penciptaan 

Kekuatan penciptaan mengikuti dalil-dalil yang tetap, ukuran itulah 

yang telah membentuk alam yang ada sekarang ini. Meskipun demikian, 

kekuatan saja tidaklah cukup untuk membentuk ini semua maka dari itu 

diperlukan kemauan yang dituntun oleh kecerdasan untuk menggerakkan 

kekuatan itu. Kekuatan kemauan yaitu  kekuatan dasar yang dapat 

membuat semuanya terjadi, kemauan dan kecerdasan hanya dapat terwujud 

oleh sesuatu yang memiliki  kekuatan, kemampuan, dan daya tertinggi. 

Kekuatan kemauan dan kecerdasan yang juga mengatur alam semesta 

berasal dari tuhan Sang Pencipta, yaitu kekuatan Tuhan yang ada  

dimana-mana yang tidak mengenal waktu dan tempat, dan setiap planet 

diciptakan pada waktu dan kedudukan serta gerak yang teratur terhadap 

yang lain . 

Tiap makhluk yang diciptakan, bahkan batu telah diisi dengan 

kekuatan ini , tiap mahkluk dimana kekuatan Tuhan berada, akan 

hidup kekal, kematian hanyalah proses berkembang dan beralih. 

 

7.6.  Hukum Pantulan 

Dari hasil kerja 5 Tattwa terhadap Prana , yaitu permulaan kehidupan 

akan terjadi hukum pantulan atau persamaan. Semua planet, segala benda 

dan keadaan diatas planet, cahaya, bunyi, penciuman, dan semua perbuatan 

serta pikiran manusia yang berada di daerah kehidupan akan dipantulkan ke 

dalam daerah astral dan daerah halus. Pantulan atau persamaan ini 

merupakan pancaran yang tidak tampak, atom-atom yang bila sampai ke 

daerah astral dan daerah makhluk halus akan memadatkan diri menjadi 

bentuk, seolah saat  mereka masih hidup, yang dapat diraba ataupun 

dipegang oleh makhluk halus dan jin-jin atau malaikat. 

Oleh sebab  itu, dunia astral dan dunia makhluk halus terdiri dari 

planet-planet astral dan planet-planet halus dengan segala isinya, seperti 

gunung, bebtauan, sungai, tumbuhan dan semua benda serta peralatan yang 

sama seperti masih berada di dunia. Planet yang kurang berkembang 

disebabkan pantulannya di dunia keastralan akan membentuk 7 bola yang 

sama dengan 7 bola di alam kehidupan.  

Bola-bola yang memantulkan ini semua dikenai cahaya matahari dan 

mempeunyai lapisan udara yang lebih halus dari bola-bola kehidupan. 

Bola-bola ini merupakan hunian dari roh-roh halus atau neraka-neraka yang 

ada diatas dunia kehidupan (Kamaloka). Bola-bola ini terletak dalam 

lingkaran dan ikatan dengan bola-bola dari kehidupan berdasar  hukum 

alam dan juga dari jalan astralnya. Planet-planet yang kurang berkembang 

memiliki pantulan ke dunia astral dan terus memantul ke dunia halus, akan 

namun  untuk planet yang berkembang, hanya ada stau planet besar yang 

memantul ke dunia astral, lainnya langsung memantul ke dunia halus. 

 

7.6.  Daerah Kelangitan 

Dalam dunia halus, pantulan dunia kehidupan akan membentuk 7 

daerah kelangitan yang dinamakan “Swarga”. Pantulan planet yang 

berkembang dari tiap kelompok, yang juga memiliki  lapisan udara yang 

lebih halus terletak di daerah langit ke 7(tujuh), yang perkembangannya 

kurang akan diletakkan didaerah langit ke 6, dan begitu seterusnya hingga 

pantulan dari planet yang itdak berkembang dari tiap kelompok akan 

terletak didaerah langit pertama. 

Tiap benda atau sesuatu pada planet yang paling tidak berkembang 

dari tiap golongan dipantulkan ke dunia halus dan daerah kelangitan hingga 

ke langit ke 7, sedang setiap benda atau sesuatu pada daerah kelangitan 

yang lebih berkembang hanya dipantulkan di daerah kelangitan hingga ke 

langit ke 7. Juga dari benda atau sesuatu yang dulunya pernah ada, namun 

musnah atau tidak terpakai lagi masih ada  pantulan-pantulan 

cahayanyayang tetap. Kekuatan dari pantulannya sedemikian kuatnya 

sehinggas tiap bekas benda yang musnah masih secara nyata di pantulkan 

pada benda-benda sekelilingnya yang ada sehingga tampak oleh roh-roh 

 

yang ada dan juga yang tampak oleh manusia yang memiliki  penglihatan 

halus (astral). 

 

7.7.  Pantulan Buah Pikiran 

Disebabkan hukum pantulan maka tiap perbuatan atau pikiran dapat 

diibaratkan dengan batu yang dilempar ke permukaan air yang membentuk 

lingkaran yang makin lama makin membesar, yang juga menggetarkan 

udara yang di teruskan dari lapisan-ke lapisannya. Disebab kan oleh 

pikiran atau perbuatan maka aether mendapat tekanan yang diteruskan 

hingga ke daerah astral dan daerah halus. Cermin pikiran dan perbuatan 

ini  akan ditampakkanpada sebuah kitab besar yang dinamakan Agna 

Sandhani dan membentuk sebuah bayangan nyata dari pikiran dan 

pebuatan. Agna sandhani dapat dianggap hasil penerapan hukum pantulan. 

sebab  hukumini pula maka tiap perbuatan atau pikiran ada akibatnya yang 

cepat atau lambat akan tampak dalam bentuk sekarang atau yang akan 

datang dan akan mempengaruhi pada kelahiran kembali yang kelak akan 

terjadi. 

Tiap bunyi akan dipantulkan dan menghasilkan bunyi yang sama 

dalam dunia astral dan dunia halus dan pantulannya berakibat baik atau 

buruk, sebuah bunyi yang harmoni akan menghasilkan getaran halus dalam 

atmosfir  dan menciptakan suasana segar sekelilingnya, serta berpengaruh 

kuat pada jiwa dan tubuh dari segala sesuatu yang hidup di muka bumi ini. 

Benda yang dalam keadaaan membusuk akan dipantulkan dalam dunia 

astral dan dunia roh halus dan akan membentuk atom-atom yang 

membentuk suatu benda. Matahari dalam dunia kehidupan juga dipantulkan 

ke dunia astral dan roh halus, tapi cahaya matahari di daerah astral tidak 

memberikan panas atau dingin dan juga tidak ada pergantian siang maupun 

malam serta tidak begitu menyengat seperti yang dalam dunia nyata ( 

segala sesuatu yang terjadi dalam alam kehidupan dipantulkan kea lam lain 

dan menjadi suatu “benda‟ dialam lain) 

Bumi kita termasuk planet yang disinari oleh matahari dan merupakan 

salah satu dari planet yang kurang berkembangh. Bumi memiliki  lapisan 

udara paling kasar dan terdiri dari 7 bola  dimana hanya bumi yang 

diberikan cahaya oleh matahari , sedangkan bola lainnya berada dalam 

kegelapan. Bentuk bumi semacam ini diperlukan untuk perkembangan 

penghuninya, pantulan dalam daerah astral dari bumi dengan ke 6 bolanya 

yang lain terletak di sebelah kiri matahari. Diatas bumi merupakan hunian 

dari 7 daerah roh halus yang disinari matahari, sedangkan pantulan dari 

bumi terletak daerah roh halus di langit yang pertama. 

Bumi dihuni oleh makhluk manusia, disamping beberapa pemimpin 

roh tertinggi yang dikirim ke bumi untuk membimbing manusia. Manusia 

yang baru mengalami perubahan dari binatnag ke manusia (melalui proses 

kelahiran kembali) sesudah  kematiannya tidak dapat pergi ke kelangitan 

sebelum berusaha meninggalkan kebinatangannya dan Rohilla menjadi 

murni.  

Proses pemurnian ini berjalan berangsur-angsur di Naraka. Naraka 

yaitu  bola atau lingkunga kehidupan yang posisinya “dibawah” 

lingkungan kehidupan bumi. sesudah  kematiannya roh manusia men-

jalankan kehidupan di neraka “dibawah tanah” diaman ia akan belajar 

sebab  dipaksakan dan ketakutannya untuk tidak jatuh lagi ke keadaan 

yang lebih buruk dalam mengekang nafsu kebinatangannya. 

Bila sudah mencapai kemajuan dalam perkembangannya sehingga 

sadar bahwa nafsu dan kesenangan akan mencelakakannya maka sesudah  

kematian, rohnya akan berdiam di nerka diatas tanah atau dalam dunia 

halus, dengan ini oikiran akan belajar untuk sukarela menhilangkan 

keseluruhan nafsu kebinatangan, sehingga manusia bila mencapai tahap ini 

maka akan dilahirkan kembali dalam pantulam bumi ke kelangitan yang 

pertama( Swarga) 

Bumi dihuni oleh berbagai manusia, pada tingkat yang paling rendah, 

yang dala warna, baud an secara kemakhlukannya belum menanggalkan 

sifat kebinatangannya, bila dalam kehidupan selanjutnya memperoleh 

kenajuan dia akan menempati sebuah lingkungan kehidupan kelangitan 

yang pertama, sesudah  kematiannya dan mengalami kemajuan maka 

manusia akan menempati planet di kelangitan yang kedua, ketiga, ini 

terjadi terus menerus sampai pada kematian terakhir akan berada dalam 

bentuknya untuk mendiamai “planet utama” yang terletak di langit ke 7 

(tujuh), disini manusia sudah mencapai tingkat sebagai roh tertinggi, 

pendidikan dari manusia dengan sifat kebinatangannya hingga menjadi roh 

tertinggi memerlukan waktu berjta-juta tahun 

Pengaturan bumi diserahkan pada Prithu yang mengatur bumi sesuai 

dasar kelakiannya dan memiliki  istri yang dinamakan Prithiwi yang 

mengatur sesuai sifat keperempuannya, didlam mengatur dan melindungi 

manusia, Tuhan dibantu oleh berjuta-juta malaikat, segal tindak tanduk dan 

kejadian pada manusia yang terpantul akan dilaporkan oleh malaikat 

kepada Tuhan. Dalam mengatur alam, Maha tertinggi dibantu oleh malaikat 

alam yang dinamakan Agni, Pawana, Waruna dan Kshiti yang berkuasa 

atas elemen api, udara, air dan tanah, dan dalam pengaturannya mereka 

dibantu lagi oleh berjuta-juta roh halus dengan pangkat atau tingkatan yang 

berbeda-beda yang dinamakan Salamandala atau jin api, Gandaruwa atau 

jin udara, Apsara atau jin air dan Yaksha atau jin tanah. 

 

7.9.  Naraka 

Naraka bukanlah tempat hukuman dimana manusia disiksa atau 

disakiti, sebab  naraka diperlukan utuk membentuk manusia ke kehidupan 

yang lebih tinggi, dimana pembentukannya tidak dapat dilakukan di daerah 

kelangitan sebab  tempat-tempat ini merupakan tempat dimana alam 

semesta di kendalikan, manusia untuk pembentukannya akan dilahirkan 

kembali. 

Di bumi, manusia belum dapat menjadi manusia dalam arti 

sebenarnya jika  tidak dapat meninggalkan nafsu kebinatangannya, 

sebab  sifat ini akan menghalangi manusia untuk menikmati kebahagiaan 

sebenarny. Alasannya yaitu  sebab  di bumi masih berlaku hukum “siapa 

yang kuat”. Sebelum roh manusia dapat masuk dalam kelangitan pertama 

yang ada di bumi, sifat ini  harus di tinggalkan. Wilayah kehidupan di 

daerah kelangitan hanya dapat di huni oleh roh yang semasa menjadi 

manusia hatinya bersih. 

 

(8) NARAKA, DUNIA ROH HALUS DAN SWARGA 

 

Alam semesta terdiri dari 3 daerah besar, yaitu daerah kehidupan, 

astral, halus. Daerah kehidupan yaitu  daerah dimana kita hidup, astral 

yaitu  daerah peralihan dimana badan halus manusia yang sudah 

meninggal masih melekat pada rohnya, alam halus yaitu  alam tempat 

berdiam para roh, juga disebut daerah langitan atau swarga. 

Dilingkungan bumi ada  2 wilayah yang disebut sebagai 

kehidupan nyata yang berada pada bumi kitadan dan daerah astral yang 

terbagi dalam Kamaloka dan Naraka. Naraka terbagi terdiri dari 7 bola 

(wilayah kehidupan) dan sesuai hukum pantulan, kamaloka juga terdiri dari 

bola. 

Bumi kita yaitu  bola 1 dilingkungan naraka dan bumi ke 1 di 

kamaloka. Bola ke 1 di naraka yaitu  bumi yang menjadi daerah kehidupan 

manusia. Bola ke 1 di Kamaloka yaitu  bumi kita juga, namun wilayah 

astral tempat rohberbadan halus hidup. Jadi kedua bola ke 1 ini  yaitu  

bumi, namun di wilayah kehidupan yang berbeda. 

Diwilayah naraka, hanya bumi kita disinari matahari pada siang hari. 

Bola-bola yang ke 2,3 dan 4 hanya sebagian dapat penerangan dari 

matahari, sedangkan bola-bola ke 5,6,dan 7 selalu berada dalam kegelapan. 

Tujuh bola di lingkungan naraka dinamakan neraka-neraka hidup, 

juga disebut neraka yang berada di bawah bumi. Pantulan dari ke 7 bola 

ini  ke daerah astral akan membentuk 7 bola lain yang disebut bola-

bola astral, yang sebab  hukum alam tidak saja terikat satu sama lainnya, 

namun  juga berhubungan dengan bola-bola di naraka. Bola-bola astral ini 

bersama-sama membentuk satu bola yang dinamakan kamaloka (tempat 

tinggal roh halus ), yang juga merupakan neraka, namun berbeda dengan 

nerka yang berada di bawah bumi. 

Jarak dari bola yang ke 1 dari Naraka dan bola ke 1 dari kamaloka 

yaitu  jalan astral. Jalan ini juga dinamakan jembatan Wot-agil-agil yaitu 

jembatan yang terdiri dari rambut-rambut perempuan yang dipecahmenjadi 

7 dan diikat kembali menjadi 1, dan ini yaitu  jembatan bayangan dan ini 

bisa dianggap sebagai hukum alam yang akan membawakan roh sesudah 

kematian badaniahnya menuju suatu bola yang sesuai. 

 

8.1.  Wilayah Di Naraka 

Lapisan-lapisan uap dari berbagai bola di Naraka berbeda-beda, bumi