Ajaran jawa 2
atau neraka yang pertama memiliki lapisan yang paling kurang panas
dan terhalus, yang sesuai untuk berbagai jenis manusia hidup yang ada dib
u,I, akan namun jika dibandingkan dengan bola-bola lain di kamaloka,
bumi terlalu kasar, oleh sebab itu sangat berat makhluk-mahkluk halus
untuk hidup di bumi.
Lapisan-lapisan uap dari 6 bola dari naraka dibawah bumi lebih kasar
dan lebih berat lagi, sebab nya juga lebih panas, oleh sebab itu naraka dan
kamaloka dibedakan dengan istilah neraka panas dan dingin. Lapisan uap
dari bola 2,3 dan 4 dari naraka memiliki sifat sedemikian rupa sehingga
manusia hidup tidak akan dapat bertahan disan, sedangkan lapisan uap dari
bola ke 5,6 dan 7 sedemikian berat dan panas sehingga manusia hidup akan
langsung mati disana.
Ketujuh bola dari naraka diberi nama Saptaloka (7 tempat tinggal), ketujuh
bola (lingkungan hidup) diberi nama secara berurut :
1. Jambu,
2. Kasha,
3. Plaksha,
4. Shamalia,
5. Krauntsha,
6. Shaka,
7. Puskhara.
Ketujuh lapisan uap secara berurut dinamakan :
1. Mahatala,
2. Rahatala,
3. Atala,
4. Sutala,
5. Witala,
6. Tala-Tala, dan
7. Patala.
sesudah meninggalnya manusia, badan halus (astral) dari badan jasad
akan memasuki suatu tempat yang sesuai, apakah ke lingkungan Naraka
(dibawah bumi) atau kelingkungan kamaloka (kelangitan). Neraka yaitu
tempat tinggal setan, iblis yang saat masa hidupnya sebagai manusia
tidak baik. sebab takut jatuh ke lembah yang lebih dalam lagi maka
mereka memaksakan diri untuk mengekang nafsu, kesenangan, dan
keinginannya.
Penyaringan di dalam narakan yaitu dengan keadaan yang tidak
menyenangkan yaitu kegelapan yang mencekam atau panas yang
menghancurkan. Dineraka tindak penyiksaan terhadap roh jahat, roh yang
masuk dalam neraka lama kelamaan akan biasa, bakhan keadaan disana
dapat lebih baik disbanding saat masih hidup di dunia. saat di dunia
mungkin manusia yang memiliki roh ini hidup miskin, sakit-sakitan,
atau tidak memiliki tempat tinggal
8.2. Lingkugan Kamaloka
Ketujuh bola dari lingkungan kamaloka (kediamn roh) sesuai nomor
urut :
1. Lokantarika,
2. Mahakala,
3. Ambarisha,
4. Raurawa,
5. Maharaurawa,
6. kalasutra,
7. Andathasamisra.
Bola-bola astral ini berbeda banyak dalam lapisan udaranya. Lapisan
udara dari bola ke 1, 2, 3 dan 4 tidak berbeda banyak dengan lapisan udara
di bumi. Lapisan udara dari bola ke 5 dan 6 lebih tipis, sedangkan lapisan
udara dari bola ke 7 tidak berbeda banyak dengan lapisan udara dari lapisan
udara pertama.
Semua bola dari kediaman roh halus mendapat cahaya dari matahari,
tempat kediaman ro-roh halus diperuntukkan bagi roh-roh orang yang
semasa hidupnya berlaku baik, disini mereka mendapat kesempatan untuk
melaksanakan pikiran dan niatnya, bahkan kesenangannya. Tempat tinggal
roh-roh halus dapat juga dianggap sebagai tempat belajar dari roh yang
sesuai dengan perkembangannya untuk melakukan pekerjaan di surga.
Waktu dari pendidikan dan waktu beberpa kali roh harus dilahirkan
kembali sehingga cukup untuk berdiam di lapisan pertama surga sangat
bergantung dari kelakuannya sebagai manusia sewaktu dilahirkan kembali
secara berkali-kali. Juga berapa banyak ilmu yang dapat di lakukan dalam
beberapa kali kelahirannya.
Ilmu yang diserap dan pengalaman yang didapat di dalam dunia roh
halus akan dikembangkan lagi, oleh sebab itu manusia di bumi pada tiap
kelahirannya akan diberi kesempatan untuk mengikuti pendidikan yang
lebih tinggi, roh halus tidak perlu menjalani semua tingakat di dunia roh
halu. Sesuai perkembangan kebaikan dan ketaatannya akan ditempatkan
dalam bagian dimana ia akan berada. Roh halus yang melakukan perjalanan
dari bumi ke dunia roh harus melewati jembatan yang menghubungkan
antara Naraka dan kamaloka yang disebut wot agil-agil, sebab roh badan
astral sangat ringa maka daapt melayang hingga mencapai dunia roh. Roh
manusia yang masih hidup tidak baik, yang separuh badan halusnya masih
hidup, tidak sesuai untuk berdiam di Kamaloka. Sesuai dengan bagian
tubuhnya, badan halus akan menuju suatu lingkungan di neraka yang
lapisan udaranya sesuai.
8.3. Lingkungan Naraka
Lingkungan Naraka dibagi menjadi enam bulatan yang hanya separo
atau seluruhnya gelap, bentuk dan rupanya sama dengan yang ada di bumi.
Demikian pula bola (lingkungan) di kamaloka juga sama dengan keadaan
di bumi sebab hukum pantulan, akan namun perbedaannya yang ada di
lingkungan kamaloka semuanya terbuat dari bahan astral.
Kehidupan di Naraka dibagi dalam 5 bagian dimana berdiam roh-roh
dari bangsa putih, kunign, coklat, merah dan hitam. Tiap bagian naraka
dibagi lagi ke dalam bagian sesuai bahasa yang berlaku dan dibicarakan.
Selanjutnya tiap bagian Naraka dibagi lagi ke dalam Negara, kota,
kampong jalanan, daerah, dan lainnya, seperti ap yang ada di bumi
Di dalam Naraka di bagi tumbuh tanaman hidup, sedangkan dalam
dunia roh halus tumbuh pepohonan astral, didalam naraka ada gunung
dan bukit yang sebenarnya, sedangkan di dunia roh halus ada gunung
gunung astral dan lainnya yang serba astral, semua tampak dan dapat
diraba, serta dapat dihuni oleh roh-roh halus yang tinggal di sana.
Tiap lingkungan dari neraka dan dari roh halus dipimpin oleh roh
tertinggi, yang dibantu oleh roh-roh lainnya, roh yang meemrintah di
naraka tidak tinggal disana sebab di naraka semua dikendalikan oleh
hukum-hukum alam. Pengendalian naraka hanya melihat apa yang terjadi
dan mengatur kelahiran kembali.
8.4. Kamaloka
Kamaloka disebut juga daerah kelangitan yang merupakan daerah
yang memiliki gambaran seperti orang berdiri. Langit dibagi dua bagian
utama, yaitu langit bagian dalam atau “daerah arupa” (langit dalam)dan
langit bagian luar atau daerah “rupa‟ (langit luar) yaitu bagian dengan
bentuk. Daerah langit luar di bentuk serupa benda langit yang terletak pada:
1. bagian kaki kiri,
2. bagian kaki kanan,
3. bagian lengan kiri,
4. bagian lengan kanan.
Bagian langit luar juga dinamakan langit depan atau bagian pikiran,
bagian langit dalam serupa bagian benda langit yang terletak :
5. didalam perut,
6. di dalam dada,
7. di dalam kepala. Bagian langit dalam dibagi lagi ke dalam 2 bagian
yang terpisah, yaitu badan dan kepala.
Mengenai lapisan udaranya di tiap-tiap benda langit, benda langit ke 7
memiliki lapisan udara yang sangat tipis dan memiliki sifat
sedemikian rupa sehingga para roh tertinggi dari lingkungan (bulatan)
kamaloka ke 1, 2, 3 dan 4 tidak dapat berdiam disana. Benda langit ke 6
dan 5 memiliki lapisan udara yang sama, namun banyak bedanya dengan
lapisan udara benda langit ke 7, daerah benda langit ke 4,3,2 dan 1
memiliki lapisan udara yang sama, namun bila dibedakan dengan lapisan
udara di bagian langit ke 6 dan 5 menjadi kasar sekali.
8.5. Swarga
Bentuk badan manusia dari daerah langit yaitu contoh persamaan
yang ada dalam Swarga atau surga, dimana persamaannya yaitu
sedemikian eratnya dengan penataan alam semesta, dan hal ini juga sama
dengan gerakan badan manusia yang saling kerjasama dalam melakukan
suatu gerakan. Roh tertinggi utama dan roh-roh tertinggi yang ada dalam ke
7 daerah langit dalam mengendalikan alam semesta memiliki tugas
melaksanakan pekerjaan yang hamper sama dengan kerja dari anggota
badan manusia, dengan demikian para roh tertinggi yang berada dalam
daerah “rupa” memiliki tugas mengatur alam semesta, dan roh tertinggi
yang berada di daerah “arupa” mengendalikannya.
Seperti juga di bumi, dimana para pegawai ada yang menjalankan dan
mengatur tugas administrative, para roh tertinggi di di ke7 daerah langit
menjalankan pemerintahan. Tuhan dan para malikat utama memiliki
tempat di langit yang ke 7. Kuasa, langit, dan malaikat bawahannya
memiliki tempat di jantung dan paru-paru, yaitu di dada atau daerah
langit ke 6, tempat didaerah langit yang diumpamakan jantung dan paru-
paru mendapat nama khusus yaitu “Suralaya”.
Pembagian kerja di dunia kelangitan juga sama dengan di bumi,
perbedaannya hanyalah bahwa di daerah langit (surga) tidak ada perbedaan
status dan kepangkatan. Tiap tempat di bagi ke dalam kelompok yang tidak
terhitung jumlahnya. Tiap kelompok dibagi lagi ke dalam 7 kumpulan dan
tiap kumpulan terdiri dari roh tertinggi yang memiliki kesengan yang
berbeda-beda. Kelompok-kelompok dan kumpulan-kumpulan ini mem-
punyai bentuk manusia dan berhubungan sangat erat satu sama lainnya ,
seperti bagian aggota tubuh manusia, tiap kelompok harus menjalankan 1
tugas.
Nama dari bagian langit secara berurut yaitu :
1. Sukhawati,
2. Hukhta,
3. Tribhuwana,
4. Howarst,
5. Pariwana,
6. Amithaba,
7. Nirwana.
Keadaan di langit ke 7 ini dinamakan juga “Apawarga“ artinya
yaitu kedamaian yang abadi dan kehidupan yang kekal, serta pemusnahan
dari semuanya yang tidak murni yang mungkin dapat mencemari roh
tertinggi utama yang berada disana dan mungkin dapat menghalangi untuk
menikmati kebahagiaan yang sedang dirasakan.
Ke 7 bola (tempat tinggal) dalam Swarga secara berurut dinamakan :
1. Bhurloka,
2. Bhuwarloka,
3. Swarloka,
4. Maharloka,
5. Yanarloka,
6. Taparloka, dan
7. Satyaloka.
Hanya ke 7 surga ini yang diketahui namanya.
(9) KEMATIAN JASAD MANUSIA
Kematian badan jasmani dari orang berusia lanjut berlangsung tanpa
sakit. Peralihan dari kehidupan nyata k eke hidupan lain, seperti seorang
yang terbangun dari tidur lelap. sesudah dikubur dan mayatnya membusuk
maka kulit halus atau kulit keduanya ( yang disebut Wethala) tidak mati.
Dalam jangka waktu 7 hari, lapisan wethala ini akan meninggalkan badan
yang membusuk. Wethala atau badan halus ini dan jiwanya akan tetap
terikat pada mayat oleh kekuatan tali jiwa (Suratma) selama magnet
badabiah mayat belum hilang sama sekali. Magnet badaniah ini yang
menjaga mayat tidak cepat membusuk.
Bila magnet badaniah yang tertinggal dalam mayat telah musnah
maka darah dalam mayat berubah menjadi air. Pada saat itu kekuatan
penghidupannya hilang dan kematian badaniah telah sempurna, saat itu
pula ikatan antara roh dan badannya terputus akibat putusnya tali jiwa,
pada kematian yang biasa, peristiwa ini terjadi 3 hari sesudah kematian.
Pada orang mat8i mendadak, bunuh diri atau kecelakaan, wethala
masih dapat terikat dengan badannya sebab kekuatannya sendiri dan
kondisi ini memungkinkan wethala untuk dapat menyerap magnet badabiah
dan pada orang sakit biasa dan belum ada organ tubuh yang rusak berat,
selama tali jiwa belum putus, orang ini masih dapat disembuhkan
memakai mantra ilmu putih. Dan pada orang mati mendadak
disebabkan magnet badaniahnya dipakai terlalu banyak untuk meng-
hamburkan hawa nafsu dan kesenangan, dalam hal ini wethala masih
sangat dan masih mungkin untuk bisa menyerap magnet badaniah tubuhnya
sehingga wethala tetap terikat pada mayat. Pencairan wethala baru dapat
terjadi bila wethala musnah sendiri sebab tua.
saat orang meninggal sebebnarnya roh dan badan halus masih
terikat pada wethala sehingga roh tidak dapat meninggalkan bumi.
Bilamana orang meninggal semasa hidupnya berkelakuan baik dan
akhirnya meninggal secara mendadak maka rohnya tetap berada dalam
keadaan tidur sampai wethalanya musnah.tapi bila sebaliknya maka rohnya
akan terbangun dari tidur kematiannya dan selanjutnya roh memendam
masuk ke badan halus berikut roh kebinatangannya, sebab kebiasaan
jeleknya, roh akan tetap berkeliaran, melalui tali jiwanya masih melekat,
roh ini akan berusaha tetap menghubungi manusia yang memiliki
kebiasaan jelak yang sama.
sesudah wethala sebab tua maka dengan kekuatan tali jiwanya, roh
akan bergabung dalam badan halus, dengan masa persiapan 4 hari, roh
sudah harus berpisah dari badan halusnya dan meninggalkan kehidupan
dunia. Jiwa yang sudah terlepas dari wethala dan badan halus akan banyak
kehilangan tanda kehidupannya. Roh tanpa wethala dan tanpa badan halus
ini tidak dapat melihat makhluk halus yang masih terikat pada wethalanya,
demikian pula sebaliknya, roh yang sudah tidak berwethala dan tidak
berbadan halus juga tidak tampak oleh roh yang masih berbadan halus.
Mahkluk-mahkluk halus hanya akan saling menampakkan diri bila
memiliki persamaan.
Wethala orang meninggalterkadang dapat dilihat sebagai hantu,
namun tidak memiliki pikiran, oleh sebab itu dengan bantuan mantra
wethala dapat diisi dan menjadi wujud bayangan, bisa juga pertemuan
wethala dengan buah pikiran berlangsung secara tidak sengaja dan
menghasilkan bayangan, pertemuan demikian sering terjadi bilamana
wethala sudah terlepas dari mayat dan selama 4 hari melayang tanpa tujuan
sebelum menghilang dan sesudah wethala menghilang, mayat akan berhenti
sebagai manusia dan menjadi mahkluk alam .
Wethala yang terisi untuk sementara waktu akan mendapat kehidupan
tersendiri dan memiliki kekuatan untuk memperlihatkan dirinya sebagai
bayangan manusia akan namun penampakan ini berbentuk bayangan atau
sebagai hantu berdasar buah pikiran yang telah dirasukinya. Menjiwai
sebuah wethala dapat dilakukan untuk tujuan baik yaitu, untuk membantu
roh dan badan halus segera lepas dari Wethalanya. Akan namun bantuan itu
dapat dilakukan dengan mengirim doa. Doa yang diucapkan sebelum atau
sesudah waktu meninggalnya seseorang akan mewujudkan buah pikiran
yang tidak hanya memutuskan tali jiwa , namun juga melindungi rohnya
Orang dapat berdoa kepada Tuhan supaya jiwa orang yang mati
selamat, yaitu supaya rohnya segera meninggalkan nafsu dan kesenangan
yang masih tertinggal. Sifat roh merupakan bukti bahwa kekuatan hidup
badaniah manusia akan berhenti dengan putusnya tali kejiwaan. Dalam
waktu 7 hari sesudah kematian manusia, rohnya masih belum sadar akan
kehilangan wujud badaniahnya. Roh akan tetap berusaha berada di dalam
rumah tempat kediaman meskipun sudah terlepas dari wethala. Baru
sesudah dari 7 hari roh sadar bahwa ia tidak memiliki wujud lagi, kini
hanya badan halus dank arena hukum alam maka ia harus meninggalkan
rumah tempat tinggal dan dunia, bila manusia selama hidup di dunia
memakai waktunya untuk membersihkan diri dari segala keburukan,
sesudah 7 hari kematian dari badannya, roh akan melayang langsung ke
Kamaloka tanpa kesukaran.
Kamaloka yaitu tempat tinggal roh-roh manusia yang sudah
meninggal dan di tempat inilah roh yang baru tiba akan belajar untuk
menanggalkan pikiran dan kesenangan(kama) dan roh yang sudah berhasil
melepas sifat kebinatangannya dan melalui kematian kedua, berpindah
tempat ke bumi yang terletak pada lapisan langit pertama. Badan ini
merupakan sebuah roh( ajal) yang disebabkan hukum alam ditarik kea lam
dunia dan akan melebur disana secara perlahan-lahan. Bayangan yang diisi
akan menjadi sebuah makhluk alam dan berhenti menjadi manusia, pikiran
dan kekuatan tindakannya didapat dari pikiran yang dimaksudkan di
dalamnya dan tidak akan mengingat lagi kehidupannya terdahulu.
Manusia yang selam hidupnya mengumbar nafsu dan terbiasa dengan
cara hidup semacam itu, rohnya dihinggapi dengan berbagai keburukan dan
sesudah meninggal keburukan ini mempengaruhi badan halusnya dan saat
roh dan badan halus terlepas dari wethala pada hari ke 3 hingga 7, sifat
badan halusnya tidak akan mengalami perubahan artinya badan halus itu
tetap berada dalam keadaan kecenderungan ke kehidupan yang ada
sehingga menjadi terlalu berat untuk berpindah ke Kamaloka.
Dalam perjalanan menuju dunia roh halus, roh dan badan halus orang
yang sudah mati akan melewati terlebih dahulu jembatan wot agil-agil, dan
selanjutnya badan halus berikut rohnya akan menuju ke salah satu wilayah
di Naraka, badan halus akan menuju lingkungan neraka yang sesuai.
Bila terjadi roh (yang diselimuti badan halus) terlalyu baik untuk
masuk kedalam neraka kedua, namun belum selesai untuk masuk kedalam
kelangitan lapisan pertama. Ada beberapa sebab mengapa hal itu bisa
terjadi, sebab semasa menjadi manusia orang ini memiliki cita-cita
dan belum tercapai hingga meninggalnya atau saat ajal tiba orang
ini masih mengkhawatirkan keluarganya yang terbengkalai atau
semasa hidup orang ini terpaut pada satu kesenangan yang
menghalangi rohnya untuk berpindah ke kamaloka, dan pada kejadian
seperti ini roh akan tetap tinggal di bumi, pada bola wilayah pertama
neraka hingga ikatan kesenangannya di bumi berhenti. Banyak roh yang
berada dalam keadaan seperti ini belum memiliki kesem[patan untuk
berpindah ke dunia roh halus dan mereka yang semasa hidup berbuat jahat
dan badan halusnya sudah berbentuk sesuai untuk keadaan neraka wilayah
7 maka akan langsung menuju ke tempat ini .
Roh yang tinggal di bulatan wilayah lapisan pertama Naraka tidak
akan lebih lama dari 30 tahun, sebab sifatnya yang sangat berbeda dengan
bumi, roh yang berada di lapisan neraka kedua sampai tujuh merasa tidak
nyaman, dan semakin rendah posisi neraka, semakin tidak nyaman roh
ini dan maik tidak nyaman bila letak bulatan ini lebih rendah lagi.
Pendek kata roh , baik yang tinggal di tempat hunian roh(kamaloka)
maupun yang di naraka, merasa tidak senyaman tinggal di bumi.
Mereka yang dilahirkan kembali, namun juga belum lunas menebus
karmanya sesudah kematiannya dapat menempati ligkungan yang terletak
pada lapisan langit pertama. Lamanya tinggal di neraka atau alanm roh
tidak hanya tergantung pada umur semasa meninggal sebagai manusia,
namun juga cara hidupnya sebgai manusia. Lama tinggal di tiap-tiap alam
bila meninggal pada umur yang sangat tua tidak akan melebihi 1500 tahun
matahari. Anak-anak yang meninggal pada usia belum mengerti sifat
buruk, baik, akan dilahirkan kembali dalam waktu beebrapa bulan,
kemungkinan anak ini akan dilahirkan kembali dari ibu yang sama.
Binatang-binatang yang mati dalam umur dewasa, seperti manusia,
memerlukan waktu untuk mengembangkan dirinya, mereka akan dilahirkan
kembali dengan panca indera yang lebih tajam, tumbuhan yang atau batuan
juga memerlukan waktu dalam pepengembangannya dan akan dibentuk
kembali berupa batuan yang lebih mulia.
Bila manusia sudah beberapa kali dilahirkan kembali dan tetap tidak
dapat menanggalkan nafsu buruk manusia, akan meninggl dengan karma
yang terakhir. Sesudah tiu akan dipindahkan ke dalam alam roh halus
tertinggi. sesudah 33 hari hari persiapan, roh ini akan mengalami
kematian yang kedua dan rohnya akan selalu bersama badan kerohaniannya
dan akan pindah kedaerah bumi yang terletak dalam lapisan langit pertama
menjadi salah satu tertinggi atau sering disebut “malaikat”. Disana akan
diberi tugas untuk mengatur salah satu bagian alam semesta.
Bilamaan roh tertinggi dalam perbuatan kebaikan, pengembangan dan
kesadaran telah berkembang sedemikian rupa hingga dapat menempati
salah satu bagian langit yang terletak di lapisan langit yang kedua, dia akan
dilahirkan kembali diatas planet yang terletak menyerupai keadaan
sebagaimana dilapisan langit kedua.
Bilaman disini telah dicapai pengetahuan yang layak agar dapat
berpindah tempat dilapisan langit yang kedua, akan berpindah tempat
sesudah kematiannya ke sebuah planet yang menyerupai tempat tinggal
planet dimana sebagai manusia ia pernah hidup. Dengan cara demikian roh
akan terus berkembang untuk mencapai lapisan langit yang lebih tinggi
sehingga sesudah mencapai lapisan langit yang lebih tinggi lagi akhirnya
akan tiba di langit yang ke tujuh, dan disinilah roh tertinggi tidak akan
dilahirkan kembali, dan disinlah roh manusia kembali ke Tuhannya.
Selama bertempat tinggal di daerah luar kelangitan atau bertempat
tinggal di lapisan pertama, lapisan kedua, ketiga, keempat, roh akan berada
dalam wujud yang dinamakan “ rupa “ atau berbentuk, yaitu masih
memiliki badan halus yang masih berwujud. Bila roh dengan beberap
kali kelahirannya akhirnya tiba di lingkungan yang terletak di lapisan langit
kelima atau lapisan langit dalam yang terendah maka bentuknya hilang
atau menjadi “arupa” atau tidak tampak.
Roh akan memiliki bentuk seperti yang diciptakan oleh Tuhan.
Wujudnya dapat seperti bentuk manusia, namun begitu agung hingga tidak
tampak, sehingga layak untuk tinggal dilapisan udara yang paling halus.
Harus dimaklumi bahwa di daerah “rupa “ pikiran masih memiliki
bentuk, namun di daerah “arupa “ tidak memiliki bentuk lagi.
Roh-roh halus yang tinggal di daerah halus akan menjadi”roh
tertinggi”, roh halus yang tinggal di daerah astral akan menjadi “jin” dan
yang tinggal di daerah kehidupan dinamakan “setan. Mengenai roh halus
akan dijelaskan pada bab selanjutnya .
(10) BADAN HALUS MANUSIA
saat seseorang menghadapi kematian, pengalaman pertama roh
yaitu ingatan atas segala perbuatan yang pernah dilakukan selama
hidupnya. Seluruh pengalaman yang pernah dilakoni akan tampak sebagai
bayangan panorama yang melewati mata kalbunya, Dirinya seperti men-
dapat pantulan dari buku besar Agna Sandhani, dimana segala perbuatan
atau pikran selama kehidupannya, seperti cermin yang dipantulkan kem-
bali, rasukan kedalam sebagai ingatan diperlukan sebab rekaman tindakan
selama hidup sebagai manusia memang ditunggu oleh rohnya di daerah
astral. Kebaikan dan keburukan yang dialami selama menjelang kematian
bukanlah hukuman, semua yaitu hasil kerja perbuatan sendiri selama
hidup, sebagai bagian dari hukum karma (manusai akan menerima dan
mempertanggung jawabkan akibat dari semua perbuatannya).
saat Prana atau napas atau kekuatan hidup telah hilang dari badan
kasar, semua yang pernah dimiliki akan hilang, isinya pindah ke badab
halus, badan jasmani atau badan kasa rseolah menjadi sebuah baju yang
ditanggalkan dan tidak dipakai lagi. Keadaan ini tidak segera di sadari oleh
manusai yang telah berbadan halus, hal ini sebab sifat kebiasaan dan juga
nafsu kesenangannya ikut berpindah ke badan halusnya.
Pada saaat bangun dari tidur kematian selam 3 hari, dia masih belum
merasa kehilangan badan kasarnya, tindak tanduknya masih menyerupai
saat dia hidup, sesudah 7 hari barulah badan halus akan mengalami
perubahan besar, lepasnya lapisan kulit halus dari kulit kasar memicu
semua aliran magnetisme bumi yang mengikat pada badan halus ke dunia
nyata berhenti secara total.
Badan halus hanya akan menerima magnetisme astral (dunia halus)
yang memicu dari hari ke hari menjadi semakin dingin, akhirnya
sesuai dengan hukum karma, badan halus ini akan berubah bentuk sesuai
dengan perbuatan yang dilakukannya saat hidup di dunia nyata.
Dalam proses ini badan halus diubah dan dibentuk melalui pemurnian
pikiran secara paksa. berdasar hukum alam yang tidak berubah,
keadaan ini hamper sama dengan keadaan manusia yang jatuh ke air dan
mencoba untuk mencapai tepi daratan dengan berenang demi keselamatan
dirinya. Hukum ala mini yang memaksakan roh dalam badan halus
39
menyadari bahwa dirinya tidak lagi memiliki badan sebagai manusia. Bagi
manusia yang semasa hidupnya bertingkah laku baik, proses perubahan ini
dinamakan Iyatama yaitu badan halus berubah menjadi bentuk yang sesuai
untuk bertempat tinggal di dunia roh halus atau dunia kelangitan. Roh yang
badan halusnya telah bebas dari hawa nafsu dan kesenangan dinama-
kan Moksha, dan roh ini menuju ke kelangitan pertama.
Proses perubahan badan halus dari manusia yang selama hidup
berbuat jahat dinamakan Dhruwan yaitu badan halus akan berubah bentuk
aksar, roh dengan badan halus yang “kasar” leboh cocok untuk tinggal di
lingkungan Naraka (suatu lingkungan yang digambarkan memiliki ke-
dudukan lebih rendah dari bumi tempat kehidupan nyata). ada roh-roh
yang terlalu baik untuk menempati daerah neraka, namun belum cukup
baik untuk memasuki lapisan pertama Kamaloka (kelangitan). Ada juga
roh yang masih ingin tinggal di bumi yang sukar ditinggalkannya.
Dalam kejadian ini, badan halus tidak akan mengalami perubahan,
sebagaimana yang dijelaskan diatas, namun akan tetap berada dlam wujud
biasa. Badan halus ini baru dapat meninggalkan dunia dengan cara
menghilangkan keinginan atau nafsu yang mengikatnya sehingga sesuai
untuk bertempat tinggal di Kamaloka. Perubahan badan halus pada roh
semacam itu berjalan lambat, yaitu sekitar 30 tahun, sebenarnya perubahan
badan halus sudah dimulai saat manusia masih hidup, perubahan badan
halus ini tampak pada badan kasarnya.
Tiap nafsu dan keinginan akan membawa tanda-tanda pengenal
tersendiri, secara perlahan tanda pengenal ini akan tampak dan dengan
garis-garis yang nyata akhirnya menjadi tanda yang tetap bagi seluruh
tubuh yang menggambarkan nafsu dan keinginan itu. Perbuatan yang telah
dan akan dijalankan manusia juga terlihat dalam gerak-gerik badannya
ataupun nada bicaranya. Nafsu dan keinginan ini selalu membentuk diri
manusia sebab jiwa yang dijalankan oleh nafsu dan keinginan akan diubah
menjadi bentuk fisik manusia. Oleh sebab itu bisa disebut badan manusia
yaitu gambaran jiwa. Jiwa kebinatangan mengubah manusia dan badan
manusia menyesuaikan diri denga jiwa ini . Kemaksiatan dan
kejahatan yaitu penyebab yang membentuk garis – garis menyeramkan
pada wajah manusia yang dapat dilihat oleh semua orang. Akan namun
kebaikan juga dapat mengubah bentuk muka manusia yang buruk menjadi
tampak menarik
Oleh sebab itu sesudah kematian manusia maka badan halus akan
memiliki bentuk yang sama saat badannya masih hidup dan
memiliki sifat yang sama yang dibentuk oleh nafsu dan keinginannya.
Semasa hidup sebab ajaran dan pendidikan, manusia berusaha
menyembunyikan sifat yang sebenarnya, disebabkan hukum karma maka
sesudah kematiannya dan kebangkitan kembali, rohnya akan menyatu
kembali dengan pikiran dan kemauan sehingga menjadi satu kesatuan.
Dalam dunia halus(astral), semua kekuatan yang ada lebih kuat dari
kekuatan badan halusnya, oleh sebab itu, manusia akan memperlihatkan
sifat sesungguhnya tanpa malu-malu, bilamana manusia itu memiliki sifat
buruk maka keburukan ini akan di pancarkan keluar melalui badan halus
dan perbuatannya, dalam dunia halus tiap roh akan berbuat sesuai sifatnya.
Bagi manusia yang baik, sebab keadaan terpaksa berbuat jahat, tidak
akan menampakkan keburukan. Sifat aslinyalah yang di tunjukkan, oelh
hukum karma , keburukannya dihapus dan akan menunjukkan sifat
murninya, semuanya akan tampak dalam gerakan badan halusnya, edngan
demikian melalui badan halus sesudah kematian dan kebangkitan, roh akan
tampak seperti sifat asli seseorang.
Bagaimana bila roh yang jahat dan roh yang bai,k bertemu ? dalam
hukum karma, roh sesudah perubahan badan halus seakan dipaksa untuk
sukarela berpindah ke daerah yang sesuai dengan sifat dan kelakuannya.
Hukum karma bekerja untuk mengubah badan halus seseorang sesuai
dengan gambaran yang dibuat oleh manusia saat ia masih hidup. Dan
hukum karma ini sangat kuat sehingga menempatkan tiap manusia pada
tempat yang seharusnya, dan akibat dari hukum ini, kelahiran kembali
memberi kesempatan kepada setiap manusia untuk memperbaiki dirinya
dan juga untuk melakukan perjalanan yang panjang untuk sampai ke daerah
di kelangitan pertama, demikianlah manusia dinilai sesuadah kematiannya.
Roh tidak akan langsung menghadap Tuhan, namun mereka harus
melewati saringan dan hukuman yang mengikuti hukum, sebab dan akibat,
dan darisinilah manusia menentukan nasib dan kebahagiaannya sendiri.
Badan halus sesuadah mengalami perubahan dapat menjadi indah, halus,
ringan namun juga dapat sebaliknya. saat roh meninggalkan alam nyata
akan tergantung dari derajat kehidupan badan halusnya, bila badan halus
tiba dalam keadaan Iyatana maka rohnya akan “terbang”menuju wilayah di
kelangitan ke tujuh. Bila badan halus berada dalam keadaan Dhruwan maka
badan halus beserta rohnya akan masuk ke wilayah neraka sebab lapisan
hawa yang menahan berat roh ini.
Ada juga keadaan yang lebih tinggi dari Moksha, yaitu bila roh dapat
mencapai lapisan langit yang keempat, yang kemudian sampai didaerah
langit yang kelima. Disini, roh dalam badan halus berubah dari “rupa” ke
“arupa”. Keadaan ini dinamakan Saiyadiyam, yaitu mencapai satu
kiesatuan dengan Tuhan.
Bilamana roh telah sampai dalam keadaan ini maka sesudah kematian
dalam wujudnya akan sampai pada daerah di kelangitan kelima, dan
jiwanya telah murni atau”arupa”. Roh-roh dari daerah “arupa” ini dikirim
kemabli ke bumi melalui proses kelahiran kembali, dan dalam proses ini
mereka dilahirkan kembali sebagai manusia dan seperti manusia biasa,
memiliki badan hidup dan jiwa kebinatangan, bila sudah mencapai umur
dewasa, melalui sebuah proses akan menanggalkan jiwa kebinatangannya
yang hanya diketahui oleh mereka sendiri, dan selanjutnya bersama dengan
roh keluhuran yang mulia, mereka didunia dalam keadaan suci dan bebas
dari nafsu, kesenangan, dan keinginan.
Keadaan ini dinamakan Muti dan mereka dapat berkomunikasi dengan
daerah halus dan daerah roh, hal ini terjadi sebab rohnya tidak mengalami
hambatan dan bebas untuk meninggalkan badannya untuk beberpa waktu.
Manusia-manusia semacam ini menyadari keadaaanya dan jarang
meninggalkan tempat tinggalnya, mereka bebas dari penyakit dan
kesedihan.
Tujuan hidup orang dengan roh dari daerah “arupa” yaitu untuk
menolong orang lain, dan orang ini memiliki kekuatan dan kemampuan
yang tidak mungkin dilakukan olehnya pada kehidupan sebelumnya.
Kemampuan istimewa ini juga tidak dimiliki oleh orang pada umumnya,
bila tugasnya di bumi selesai maka rohnya akan meninggalkan badan
keduniawian-nya dan akan berada kembali dalam keada-
an Saiyadiyam untuk kembali lagi ke daerah kelangitan.
Roh tertinggi mendapat tempat di kelangitan ke tujuh, mereka dikirim
ke bumi sebagai manusia terpilih, memakai badan wujud keduniaan
untuk mengajarkan agama di dunia, akan meninggalkannya kembali bila
tugasnya di bumi sudah selesai, dan kembali lagi ke langit ke tujuh. Roh
para “utusan” tidak akan dilahirkan kembali di bumi, mereka menjadi roh
utama dilangit ke tujuh yang dinamakan Wikhonddham, yaitu
Kesempurnaan yang paling sempurna.
(11) KEADAAN DI NARAKA
Roh badan astral dari orang yang mati dalam keadaan Dhruwan tidak
dapat memasuki daerah kamaloka, roh ini akan tergiring masuk ke
dalam lingkungan di Naraka yang sesuai untuk menampung badan
halusnya.
11.1. Roh Dalam 7 Lingkungan Naraka
Lingkungan dalam Naraka terdiri dari 7 jenis, yaitu lingkungan ke 7, 6
dan 5 secara keseluruhan yaitu lingkungan “nafsu” dan “kesenangan”
yang dinamakan juga “nerakanya Naraka”. Disana tinggal roh-roh manusia
yang memiliki sifat kebinatangan, roh yang tinggal disini merupaakan roh
manusia yang derajatnya paling rendah.
Naraka ke 7 ditempati para pembunuh yang melakukan kejahatan
berencana dengan maksud mencari keuntungan, termasuk mereka yang
menghuni naraka ke 7 yaitu orang yang memilih kejahatan sebagai
pilihannya, diantaranya yaitu para pencuri.
Bola atau lingkungan ke 6 naraka ditempati roh-roh dari orang yang
ketagihan madat, termasuk juga golongan ini yaitu manusia yang
mengumbar hawa nafsu dan kesenangan, mereka yaitu orang yang
sewaktu semasa hidup telah memilih untuk membiasakan diri hidup buruk.
Bola ke 5 ditempati roh-roh dari manusia yang semasa hidupnya
menjalankan kehidupan bengis dan kasar, mereka tidak mengenal sifat baik
dan hanya mencari kesenangan untuk mengumbar nafsu kebinatangannya
dan pada saat kematiannya tidak mengubah sifat-sifatnya, dan sesudah
kematiannya roh ini akan merana sebab telah kehilangan bentuk
badaniahnya, dengan demikian mereka tidak dapat lagi mengumbar hawa
nafsunya, keadaan mereka seperti orang yang memakai obat bius dan
secara tiba-tiba harus berhenti, roh-roh ini secara terus menerus merasakan
kesengsaraannya.
Sebenarnya istilah “kehilangan” kesenangan mereka tidaklah tepat,
sebab pengalaman hidup di naraka yaitu merupakan hasil perbuatannya
sendiri semasa hidupnya berperilaku buruk, inilah hukum alam baka bahwa
perilaku buruk akan menghasilkan akibat buruk bagi pelakunya, dan
sesudah kematiannya bila nafsu dan keinginannya telah padam maka badan
halus juga akan terasa ringan dan memnuhi syarat untuk dilahirkan kembali
sebagai manusia, oleh sebab hukum karma, hal yang sama menimpa roh
halus yang menghuni lingkungan Naraka yang lain.
Bola Naraka ke 4 di tempati oleh makhluk-makhluk halus dari
manusia yang selama hidupnya hanya mengenal kepentingannya sendiri
dan memiliki sifat rendah, selalu merugikan orang lain, tidak perduli
terhadap kesenian, ilmu pengetahuan dan hanya mengahbiskan waktu
untuk mengobrol kesana sini tanpa tujuan, senang membicarakan orang
lain, atau mencelakakan orang lain, pembohong, dan mereka selalu melihat
bayangan dari roang-orang yang dirugikan oleh perbuatannya, bayangan itu
begitu kerasnya sehingga memicu penyesalan tiada henti.
Bola atau lingkungan Naraka ke 3 ditempati oleh roh-roh orang yang
semasa hidupnya menjadi manusia fanatic atau keras meskipun dalam
kehidupan sehari-hari kelakuannya baik, dalam melakukan ibadah mereka
menyimpang sehingga menjadikannya egois, serta berpandangan sempit
terhadap orang-orang di sekitarnya. saat hidup di dunia mereka selalu
berbicara Naraka dan dosa serta menuduh orang disekitarnya tidak
beragama, dengan selimut keshalehan mereka berbuat tidak senonoh,
mulutnya selalu menyebut nama Tuhan namun hatinya iblis, mereka
memandang agama hanya sebagai kepercayaan yang daapt memberi
keuntungan bagi dirinya.
Bola atau lingkungan naraka ke 2 ditempati roh yang saat semasa
hidupnya mengembangkan pikiran hanya untuk kepentingan dunia semata,
kemampuannya hanya untuk mengejar duniawi saja, materialistis, merek
tidak percaya Tuhan dan utusannya, roh ini bisa segera dibebaskan dari
jalan menyimpang sebab sebagai roh dapat segera melihat akibat yang
diderita oleh yang lain. Merka di taruh di naraka ke 2 agar untuk
menginsyafkan dari pikiran menyimpangnya, sebab sebebnarnya pikiran
mereka berkembang dengan baik, dan sesudah insyaf badan halusnya
menjadi lebih ringan sehingga dapat mudah mencapai bumi untuk memberi
pertolongan pada orang yang memerlukan , dengan keinsyafannya mereka
mencoba menyadarkan orang-orang di bumi menuju jalan yang baik.
Roh-roh ini juga menempati lingkungan Naraka pertama, ke2, ke 3
dan ke 4 dapat kembali ke bumi untuk memberi tahu manusia mengenai
datangnya suatu bencana dan disampaikan melalui mimpi dan dialami
pukul 02.00 hingga 06.00 dan ini disebut Daradasih, yaitu sebab jiwa
meninggalkan badan dan bertemu dengan roh yang kembali ke bumi dari
lingkungan naraka, para roh dari naraka juga dapat memberi peringatan
memakai “medium” yaitu orang yang dijadikan sarana oleh roh untuk
menyampaikan berita. Bila roh-roh yang berdiam di naraka ke 2 mampu
melihat kesalahan yang telah dibuatnya dan memperbaikinya mereka akan
bahagia tinggal disana.
Bagi mereka yang telah menyadari kesalahannya, tinggal
dilingkungan pertama Naraka, Lingkungan pertama yaitu bumi tempat
kita berdiam, ditempat ini roh berdiam dalam bahasa kehidupannya dan
oleh hukum karma diberikan kesempatan untuk mengambangkan dirinya
untuk menjadi lebih tinggi lagi, dengan cara ini akan dilahirkan kembali
dan akan terus-menerus demikian sehingga sesudah kematiannya akan
berdiam di tempat hunian roh-roh (Kamaloka). Roh tidak perlu mendiami
semua lingkungan Naraka, roh yang telah dilahirkan kembali sebagai
manusia, sesudah kematiannya akan menempati lingkungan yang sesuai
dengan perilakunya di bumi sesudah kelahiran kembali ini
11.2. Bumi Dan Kematian
Selama bediam di bumi atau neraka pertama, para roh dimana jiwa
masih terikat pada badannya, jiwanya masih mencari kesana kesini tanpa
tujuan, roh akan berkelana hingga akhirnya kulit halus(wethala) tidak dapat
menjalankan fungsinya lagi, sesudah sekian lama, badan halus akan bersatu
lagi dengan rohnya dan dalam 4 hari sesuadah pertemuan ini, akan
dilahirkan kembali sebagai manusia.
Roh-roh yang telah dilahirkan kembali, sesudah kematiannya menjadi
2 jenis. Pertama, roh sebagai manusia yang tidak mengumbar nafsunya dan
sesuai cara hidupnya, kemudian ditempatkan disalah satu dari 7 bola atau
lingkungan dari dunia roh halus (kamaloka). Kedua, kemungkinan roh akan
ditempatkan dilingkungan kedua, ketiga atau keempat Naraka. Mereka
yang semasa hidup mengumbar nafsu habis-habisan akan tinggal di
lingkungan Naraka ke 5, keenam atau ketujuh, bagi mereka yang
mengumbar nafsu, akan direnggut dari tidur kematiannya.
sesudah kematian seseorang sebab roh terikat pada kulitnya dan tidak
dapat melepaskan dirinya sebelum tali jiwa di putus, rohnya akan
berkelanan dan hanya berhubungan dengan roh kebinatangannya melalui
tali jiwanya, dan disebut roh”tanpa jiwa”, dan ini dapat dipengaruhi oleh
pikiran buruk atau mantra yang memicu roh menjadi hantu atau
sebaliknya dapat dipengaruhi oleh pikiran yang baik. Bila la kulitnya tua
maka roh dan jiwanya akan bersatu lagi, sesudah bersatu selama 4 hari
rohnya akan berada dalam lingkungan yang sesuai dengan badan halusnya.
Bagaimana roh dari orang yang belajar ilmu hitam ? sebenarnya
mereka sudah mengetahui bila ia mati, mereka tidak dapat menunda atau
hindari akibat yang akan diterimanya, oleh sebab itu, jalan satu-satunya
yaitu mencoba mempraktikkan ilmunya terhadap dirinya sendiri, dan
sesudah kematiannya maka badan berada dalam keadaan mati suri, selama
itu badan tidak dapat hancu dan hukum karma tidak akan berpengaruh
terhadapnya, bila ia meninggal, badannya tidak “rusak” sehingga kulit
halusnya dipaksa untuk tetap berfungsi.
Roh akan tetap terikat dibumi, sedangkan badannya akan berada
dalam keadaan tidak sadar, dalam keadaan dimana badan keduniawiaan
berusaha agar tetap hidup, diperlukan zat-zat kehidupan, dan ini diperoleh
dari dengan menghisap darah dari orang yang sedang tidur untuk dialirkan
kedalam badannya, hantu demikian dinamakan hantu penghisap darah dan
banyak melakukan kejahatan dengan memanfaatkan mantra ilmu hitam.
Dan ini berada dalam kuburan kering, dalam kondisi mati suri dan
berlangsung lama hingga akhirnya selaput keduanya (kulit halus) tidak
berfungsi lagi, badannya hancur menjadi tanah.
Sesungguhnya setalh 7 hari kematian, rohnya dipaksa meninggalkan
bumi dan tunduk pada hukum karma dan salah astu cara agar mau
meninggalkan dunia yaitu mengeluarkan jasadnya dari kubur dan
membakarnya, dan umumnya badan mati suri yang dikeluarkan dari kubur
tergenang darah.
sesudah dibakar jasadnya, barulah proses hukum karma berlaku dan
sebagai akibat menahan hukum karma terlalu lama badan halusnya akan
masuk lingkungan ke 7 Naraka dalam keadaan lumpuh dan tidak berdaya,
sebab lumpuh maka mereka merangkak selama berabad-abad sebelum
sampai kediamannya di Naraka, dan diperlukan menunggu berabda-abad
lagi untuk menunggu kelahirannya kembali sebagai manusia.
Makhluk celaka demikian disisa waktu dariKalpa (waktu beribu-ribu
tahun menurut perhitungan dunia) akan tetap tinggal di Naraka yang ke 7,
kemajuan menuju kebaikan sangat lambat
11.3. Keadaan Naraka
Sebagai bagian dari hukum karma, roh dalam lingkungan naraka
mengalami perubahan sebagai berikut. Apa yang dikerjakan oleh manusia
selam ini akan menentukan keberadaan badan halusnya sesudah kematian.
Kejadian tidak menyenangkan yang terjadi di narka yaitu sebab roh tidak
menanggalkan sifat buruknyadan akan selalu mencoba untuk memuaskan
nafsu dan kesenangannya, bila bisa menanggalkan maka keadaan di naraka
tidak yang tidak menyenangkan akan berhenti dengan sendirinya.
Karea hukum karma maka roh di Naraka akan diajarkan untuk
menghilangkan nafsu kebinatangannya, bila sudah dalam demikian jauh
maka nafsu dan keinginan akan berhenti dan badan halusnya mati untuk
dilahirkan kembali sebagai manusia dan ini yaitu kesempatan untuk
melaksanakan kehidupan yang lebih baik.
Keenam lingkungan Naraka bagian bawah, masing-masing dibagi
menjadi lima bagian daratan, seperti hunian dibumi. Dalam setiap
lingkungan juga seperti di bumi, akan terjadi sore dan malam hari,
disebabkan oleh kegelapan yang ada, keadaan disana sanagt buruk, air yang
ada di danau dan sungai dalam keadaan kotor, tanahnya lembab, basah dan
berbau busuk.
Burung yang ada disana yaitu burung malam pemangsa, binatang
berkaki empat dan melata yaitu binatang yang ada di bumi, hanya saja
dising hari mereka bersembunyi dan malam hari mencari mangsa, serangga
juga hanya terbang dimalam hari, binatang buas sering menyerang,
merusak dan memangsa penghuni neraka. sebab badan halus yaitu
badan yang berkeinginan dan nafsu artinya, dapat hidup dan mati, maka
mahkluk-mahkluk halus disana juga dapat mati sebab perbuatan
kekerasan.
sebab menurut hukum roh akan abadi maka 3 hari sesudah kematian
ini badan halusnya harus dihidupkan lagi, seluruh luka sembuh, ini
akan berlaku untuk pakaian yang dipakai roh halus di neraka, bila
47
pakaiannya terpotong-potong maka lubang akibat potongan ini dengan
sendirinya akan menutup, seperti keadaan sebelumnya..
Wujud roh, melalui badan halusnya, di naraka mencerminkan nafsu,
keinginan, dan kesenangan yang ada pada padanya, oleh sebab itu roh
halus yang ada disana akan berwujud sebagai mahkluk yang mengerikan
dan dinamakan setan. Roh-roh halus yang di neraka ini berdiam di celah-
celah rumah yang hamper ambruk, seperti orang kere di kota besar, dank
arena panca indera dari setan lebih tajam maka kesenangan atau kesusahan
yang dialami akan memberikan kesan yang jauh lebih mendalam daripad di
bumi, dan setan dalam naraka tidak memiliki “rasa bersalah”, sebab sesuai
hukum karma, rasa bersalah akan memicu dilahirkan kembali ke
bumi. Setan di naraka tidak pernah menyesalsehingga tidak dilahirkan
kembali ke bumi, sebagaimana manusia.
Akan namun kesenangan disini berbentuk kasar dan tidak beradab,
pengaturan roh-roh halus di Naraka dilakukan oleh malaikat yang juga
akan menentukan kapan roh dapa tdilahirkan kembali, dan pengaturan oleh
malaikat hanya bersifat sementara, penghuni narka selalu dilanda
“ketakutan” seperti orang jahat di bumi takut pada penjara maka penghuni
naraka juga takut pada hukum karma.
(12) KEADAAN DUNIA ROH
Dalam waktu 7 hari sesudah seseorang meninggal, roh dan badan
halusnya akan menuju ke dunia lain, dan dalam badan halusnya roh
memiliki kemampuan melayang dan ini tergantung derajat berat
ringannya badan halus. Roh akan melayang sedemikian tinggi hingga
akhirnya akan masuk ke salah satu lingkungan dalam Kamaloka atau dunia
roh, dan berat ringannya badan halus akan menentukan jenis lingkungan
(bola) dunia roh halus yang sesuai.
ada 7 lingkungan yang dihuni oleh makhluk halus, dalam
lingkungan ini , roh belum dapat meninggalkan seluruh nafsu,
keinginan, dan kesenangan, akan namun mereka telah mengetahui baik
buruk prilakunya, dalam kehidupan sebagai manusia mereka telah mencoba
menghilangkan sifat-sifat buruk ini , namun belum berhasil
seluruhnya.
Derajat kesempurnaan yang telah dicapai sebagi manusia akan
menentukan tinggi rendahnya lingkungan yang akan dihuni, ditempat
ini juga tinggal roh-roh halus dari manusia yang semasa hidup hanya
dipengaruhi sedikit nafsu dari keinginan dan kesenangan, oleh sebab itu
roh-roh itu akan bergerak dari bola bagian bawah ke arah atas yang paling
sesuai dengan perkembangan dan derajat kesempurnaannya, jadi disini juga
berlaku hukum karma.
1. Dalam bola pertama berdiam roh-roh yang semasa hidupnya sebagai
manusia dikaruniai kepandaian, hanya saja kepandaian ini
hanya dimanfaatkan untuk diri sendiri, mencapai kemakmuran tanpa
peduli manusia lainnya.
2. Dilingkungan ke dua bertempat tinggal roh-roh yang dikaruniai
kepandaian dan mengatur dirinya sesuai pemikiran bersama dalam
hidupnya sebagai manusia
3. Dilingkungan ketiga bertempat tinggal roh-roh dari manusia yang
dikaruniai kepandaian namun memanfaatkan nya untuk mencari
ketenaran diri semata.
4. Dilingkungan keempat bertempat tinggal roh-roh yang berbakat
dengan kepandaian demi kepentingannya sendiri.
5. Dilingkungan kelima bertempat tinggal roh yang dari manusia yang
berbakat dengan kepintaran yang murni dan sebagai manusia
menjalankan hidup bersihtanpa mementingkan diri sendiri dengan
menolong orang lain.
6. Dilingkungan keenam bertempat tinggal roh-roh dari manusia
dengan kepandaian sempurna dengan kepandaian, menjalankan
hidup baik murni dan murni dan menghambakan hidupnya demi
kepentingan orang lain.
7. Dilingkungan ketujuh bertempat itnggal roh-roh dari manusia dengan
kepandaian yang sempurna dan sesuai untuk memberi pelajaran
kepada orang banyak, sebagai manusia dia banyak berkorban untuk
orang banyak agar orang lain tidak berbuat jahat. Roh-roh di
lingkungan ke 7 sebenarnya telah mendapat anugerah dari swarga
(surga), mereka hidup di dunia roh tertinggi untuk mempersiapkan
kematiannya yang kedua agar dapat menanggalkan badan halus atau
jiwa kebinatangannya
ada manusia yang memanfaatkan kekeuatan terpendamnya untuk
kepentingan kebaikan manusia “ilmu putih” dan dapat dipakai untuk mati
suri, dan saat itu roh dapat melakukan penyelidikan ke dunia halus para
roh, seseorang yang menjalankan hidup penuh kesucian dan hidup
menyendiri telah mendapat rahmat kesurgaan, dan dengan kekuatan
terpendamnya mereka dapat berdiam dalam waktu yang lama di bumi
untuk melayani kepentingan orang-orang yang ada. Tujuh hari sesudah
kematiannya, rohnya akan mencapai langit atau lingkungan ke 7 dan disini
roh melakukan persiapan untuk berpindah ke kelangitan yang pertama
Kondisi dalam dunia roh lebih menyenangkan dari pada di bumi,
kebahagiaan dalam dunia roh disini disebabkan sebab roh-roh halus lebih
mudah bergerak, pancaindera dan pikirannya menjadi lebih tajam dan
berkembang. sebab disini hubungan antara pikiran dan kemauan bersifat
murni maka semua hal yang sifatnya mengganggu, seperti basa basi, malu,
ketakutan dan berpura-pura akan hilang sehingga tiap roh akan bertindak
seperti apa adanya ( yang ada pada roh yaitu Kebenaran)
sebab keadaan ini maka roh tidak dapat berbuat dosa meskipun
nafsu, kepentingan dan keinginannya di dunia roh belum hilang sama
sekali, segala nafsu dan keinginan baru akan hilang bila roh berada dalam
peralihan ke daerah yang sama dengan bumi yang terletak di lapisan langit
pertama, ditempat hunian, roh-roh harus belajar untuk pekerjaan yang akan
dilakukan kemudian di dunia kelangitan.
Dunia roh dalam hal ini dapat dianggap sebagai kawah pendidikan
tertinggi roh, dimana roh diberi pelajaran untuk melakukan sesuatu yang
lebih tinggi. Dibeberapa bagian kediaman roh-roh, ada perpustakaan
berikut buku-bukunya yang berisi masalah dan persoalan yang belum
dikenal di bumi untuk kemudian hari akan disiarkan di sana oleh roh yang
akan ditunjuk. Bila roh sudah menjalani dan menamatkan suatu kelas maka
ia akan dilahirkan kembali sebagai manusia untuk menyebarluaskan di
bumi apa yang telah dipelajari, dengan cara ini secara bertingkat ia dapat
menyebarkan ilmunya dibumi secara terus-menerus akan dilakukan
kembali untuk menyebarkan ilmu yang lebih tinggi lagi bila ia dilahirkan
kembali sebagai manusia . APapbila dengan cara menyebarkan ilmu di
bumi tidak berhasil maka manusia ini sesudah kematioannya akan berada
kembali di lingkungan dimana ia dulunya berada. Dengan pengalamannya
dibumi semula, ia akan lebih mudah belajar untuk menjalankan tugas
berikutnya. Smeua yang dipelajari dan dilakukan oleh manusia sewaktu
hidup di bumi, dalam dunia roh akan terus dikembangkan sehingga ia akan
lebih maju, dan hidup di dunia roh hampir sama dengan hidupdi bumi,
untuk roh menjadi 365% lebih ringan. Perbandingan ini juga berlaku dalam
hal kemampuan untuk melakukan sesuatu, seperti penglihatan,
pendengaran, perasaan, gerakan dari imamnya, dan semua yang
berhubungan dengan penghidupan roh-roh
Walau di tempat hunian, roh-roh berjalan lebih cepat daripada di
bumi, waktu 1 hari di dunia roh sama dengan waktu 1 tahun matahari
dibumi, meski demikian percepatan waktu di dunia roh tidak dapat
diterangkan, apa yang dinyatakan kekal di bumi, didunia roh menjadi
“waktu sekarang”
Badan halus dalam dunia roh halus sama dengan badan dari manusia
yaitu dari zat padat, namun lebih halus dan dari sifat yang berlawanan.
Tanpa memiliki kemampuan khusus, manusia berbadan kasar tidak dapat
melihat roh halus, juga roh halus dari lingkungan yang rendah tidak dapat
melihat tidak dapa tmelihat roh halus dari lingkungan yang lebih tinggi
sebelum roh yang lebih tinggi menyelimuti roh yang rendahdengan
auranya.
Roh didunia, roh menjalani kehidupan seperti dibumi dan jga
melakukan kesenangan antar sesamanya, mereka memiliki kekautan
untuk mewujudkan apa yang sedang dipikirkan atau yang sedang
diinginkan dan diperlukan.
Dengan cara ini, pakaian yang dipakai diciptakan melalui pikirannya,
kemauan dalam pikirannya sendiri dapat menciptakan sesuatu yang
diinginkan, cara menciptakan ini menjadi salah satu dan kebahagiaannya,
jika barang yang diinginkan tidak diperlukan lagi maka barang ini
akan lenyap, percakapan diantara para roh dilakukan melalui jalan
pikirannya, cara berpikir dalam daerah halus merupakan latihan yang berat
seperti juga menguasai pikiran sebagai manusia .
Tiap pikiran yaitu bentuk di dunia halus disebabkan daerah halus
yaitu dunia pikiran, sebagaimana seorang anak dibumi yang harus belajar
bicara, maka tiap roh halus yang berasal dari badan keduniawian harus
belajar untuk memakai pikirannya sebagai alat bicara.
Mereka juga harus belajar untuk melihat dengan baik, pada awalnya
semua yang mereka lihat tampak sebagai kabut, demikian pula pikirannya,
pada awalnya pada awalnya tampak semua sebagia kabur. Bila roh sudah
biasa memersatukan pikirannya untuk mewujudkan sesuatu maka bentuk
ini terwujud, seperti zat ether yang menebal. Berwujud nya pikiran
disebabkan dikelilinginya buah pikiran oleh aura jiwa. Demikian jug yang
terjadi bila melihat sesuatu, roh perlu melihat benda-benda berwujud, baik
jarak jauh maupun pendek agar jiwanya dapat dikelilingi oleh aura.
Roh halus makan minum sesuai dengan saat mereka hidup dibumi,
sebab makanan yang dimakan oleh roh-roh yaitu makan yang ada
dibumi. Jatuhnya buh yang belum matang dari pohon atau matinya tumbuh-
tumbuhan sebelum waktunya yaitu sebab dimakan oleh roh halus.
Bila roh sudah mencapai daerah astral maka badannya dihidupkan
oleh 7 unsur, yang dilakukan oleh jiwa hanya mengambil pernafasan untuk
mengambil magnet astralnya. Dengan cra ini roh mengambil energi dan
kekuatan untuk mewujudkan buah pikirannya, bila roh halus dalam
lingkungannya ingin bergerak maka buah pikiran membentuk tempat yang
dikehendaki, cukup dengan berpikir saja. Mereka akan berpindah sesuai
dengan kecepatan buah pikirannya.
Daya cipta roh-roh ini dapat berkembang sedemikian rupa sehingga
dengan mewujudkan buah pikirannya saja dapat memberi peringatan kepda
seorang manusia di bumi. Merek juga dapat mengirimkan buah pikirannya
dan merasuk kepada orang yang hidup dibumu, roh yang dimasa hidupnya
pernah menjalankan pembunuhan, dengan buah pikirannya yang keras
dapat mewujudkan sejenak.
Daya lihat roh jauh lebih tajam, lebih jauh dari manusai dan dapat
menembus barang-barang yang padat. Sebuah benda boleh dikata dapat
dilihat dari semua sudut, bagian dalamnya juga dapat kelihatan dengan
jelas seperti bagian luarnya, sebab dari daerah astral dapat melihat semua
kejdian di bumi maka penglihatan jauh dari sebuah roh yang baru bangun
dari mati surinya akan mengalami kesukaran untuk mengerti apa yang
dilihatnya.
Dengan beebrpa persyaratan, roh yang telah berkembang dengan
pikirannya saja dapat mewujudkan badan halusnya supaya tampak dalam
sekejap. Hal ini dapat dilakukan tanpa perantaraan, roh berubah menjadi
manusia, dapat berbicara atau menampakkan diri, mengeluarkan bunyi-
bunyian atau membuat tulisan yang tampak. Roh-roh dari kalangan yang
lebih tinggi dapat mengadakan hubungan dengan roh-roh dari kalangan
rendah, akan namun sebaliknya roh dari kalangan yang lebih rendah tidak
dapat berhubungan dengan roh dari kalangan yang lebih tinggi.
Untuk roh-roh yang berdiam dilingkungan kelima dan keenam, sulit
untuk mengunjungi lingkungan roh di bawahnya sebab keringanan
tubuhnya memicu sulit untuk turun, roh-roh yang tinggal
dilingkungan yang ke 7, yang menuju ke dunia kelangitan, tidak dapat lagi
mengunjungi bumi sebab lingkungan mereka tidak memiliki hubungan
sama sekali dengan bumi.
sebab ke 7 lingkungan hunian roh yaitu pencerminan dari bumi
maka keadaan disana sama dengan yang di bumi, tiap lingkungan hunian
dibagi sama sesuai dengan bumi, yaitu dalam 5 bagian dimana 5 golongan
bangsa berada. Tiap bagian dibagi lagi kedalam beberapa Negara dan
bahasa, seperti yang ada di bumi. Tiap Negara memiliki kota, desa dan
kampong, seperti yang ada di bumi, dan tiap tempat dibagi lagi ke dalam
golongan sesuai dengan tingkat di warga dan kelompok keluarga,
seperti di bumi.
Cahaya di dunia astral lebih lembut daripada di bumi, tidak
memicu dingin atau panas, disana juga tidak ada perubahan suhu.
Cahaya matahari yang dipantulkan ke dunai roh tidak membedakan antara
siang dan malam, namun memberika cahaya yang tidak menyilaukan
pandangan. Selanjutnya ditemukan didaerah astral gunung, bukit, laut,
danau, sungai, rawa, hutan, kebun dan lainnya, seperti di bumi sesuai
bentuk dan tempat di bumi.
Semua dipantulkan kembali, juga gedung,, rumah dan barang-barang,
dibuat seperti yang ada di bumi, disana juga terdpat “pantulan barang dan
benda yang pernah dibuat, namun sudah tidak ada dibumi. Pemerintahan
terhadap 7 bola atau lingkungannya ditugaskan kepada roh tertinggi yang
berasal dari daerah “arupa”, sedangkan pengawasan terhadap kelompok-
kelompok dari roh halus akan dilakukan oleh para roh tertinggi dari jenis
yang sama, seperti roh-roh yang ada. Roh tertinggi ini memberi pelajaran
terhadap roh-roh halus pada waktu tertentu dan juga menentukan kelahiran
kembali dari roh.
(13) KEADAAAN DI SWARGA
Seseorang yang meninggal pada hari ke tujuh sesudah kematiannya,
ada yang rohnya dalam keadaan Moksha, terbebas dari nafsu, kemauan dan
keinginan dan memungkinkan roh dan badan halusnya berada pada
lingkungan bola ke tujuh dalam alam roh, dan ini merupakan lingkungan
peralihan ke kelangitan pertama.
sesudah melewati waktu persiapan selama 33 hari, yaitu 40 hari
matinya badan kasar, badan halusnya akan binasa. Roh bersama-sama
badan kerohaniannya akan tiba di daerah sejenis bumi yang terletak di
lapisan pertama dan disanalah mereka menjadi roh tertinggi atau roh
kahyangan.
Berdasar kecakapannya, mereka akan diberi tugas untuk membantu
mengatur alam semesta dan diangkat lagi ke lapisan yang lebih tinggi
berdasar tingkat kecakapannya. Semuanya akan diatur oleh hukum alam
yang tetap dimana roh
.jpg)
