Agama Hindu
Berbicara asal usul Agama Hindu, ini awal munculnya agama hindu dimulai
ketika 6.000 tahun lalu dengan dua peradaban terbesar yaitu Sungai Saraswati dan
Indus yang kawasannya terbentang dari Sri Lanka sampai Pegunungan Himalaya di
Utara dari Laut Arab hingga Teluk Bengal. Peradaban Saraswati-Indus berkembang
pesat melebihi perdaban Mesir, Mesopotamia dan Cina.Peradaban Saraswati-Indus ini
juga disebut dengan kebudayaan Weda yang ada dalam teks suci Hindu dan dikenal
juga sebagai kebudayaan Harappa yang ditemukan kembali pada tahun 1920.Orang
perkotaan tinggal di daerah perdagangan yang terorganisir dengan populasi 80.000
orang.Kota ini dihubungkan dengan jalur perdagangan yang diperluas dari barat
Mesopotamia sampai timur Asia Tengah.
5000 tahun kemudian para arkeolog menemukan benda-benda kuno seperti
tembikar, rekaman cap, patung, manik-manik, perhiasan, alat pertukangan, mainan,
dadu dan kereta miniatur. Benda-benda ini merupakan proses transisi menuju
peradaban india modern. Pada rekaman cap, terdapat lukisan dewa-dewi, upacara adat
simbol-simbol, manusia maupun hewan, yang sampai saat ini belum bisa kita pahami.
Dari artefak ini bahwasannya kita belajar bahwa agama dan praktik Hindu
identic dengan benda-benda ini .Adapula relevansi antara jaman dulu dengan
sekarang, misalnya adalah lambang swastika. Pemujaan terhadap Siwa Lingga,
pemandian suci, imam, hewan-hewan suci, dan symbol-simbol dalam tarian, salam
Namaste, sindur untuk upacara pernikahan. Ketika kedua sungai ini mongering sekitar
2000 SM, masyarakat akhirnya pindah ke tempat yang lebih subur di wilayah India
Timur dan Tengah khususnya di sepanjang Sungai Gangga dan bahkan keluar dari
benua kecil India. Akhirnya kebudayaan Saraswati-Indus pun mulai merosot.
B. Rumusan Masalah
1. Asal-usul agama hindu
2. Pembawa (para Rsi, Sapta Rsi)
3. Intekraksi dengan Peradaban Dravida Dan Arya
C. Tujuan Penulisan Makalah
1. Agar bisa mengetahui asal usulnya agama hindu
2. Agar mengetahui Sapta Rsi
3. Agar bisa menegtahui Peradaban Dravida dan Arya
Berbicara asal usul Agama Hindu, ini awal munculnya agama hindu dimulai ketika
6.000 tahun lalu dengan dua peradaban terbesar yaitu Sungai Saraswati dan Indus yang
kawasannya terbentang dari Sri Lanka sampai Pegunungan Himalaya di Utara dari Laut
Arab hingga Teluk Bengal. Peradaban Saraswati-Indus berkembang pesat melebihi
perdaban Mesir, Mesopotamia dan Cina.Peradaban Saraswati-Indus ini juga disebut
dengan kebudayaan Weda yang ada dalam teks suci Hindu dan dikenal juga sebagai
kebudayaan Harappa yang ditemukan kembali pada tahun 1920.Orang perkotaan tinggal
di daerah perdagangan yang terorganisir dengan populasi 80.000 orang.Kota ini
dihubungkan dengan jalur perdagangan yang diperluas dari barat Mesopotamia sampai
timur Asia Tengah.1
Perkembangan agama Hindu di India, pada hakekatnya dapat dibagi menjadi 4 fase,
yakni Jaman Weda, Jaman Brahmana, Jaman Upanisad dan Jaman Budha. Dari
peninggalan benda-benda purbakala di Mohenjodaro dan Harappa, menunjukkan bahwa
orang-orang yang tinggal di India pada jamam dahulu telah mempunyai peradaban yang
tinggi. Salah satu peninggalan yang menarik, ialah sebuah patung yang menunjukkan
perwujudan Siwa. Peninggalan ini erat hubungannya dengan ajaran Weda, karena
pada jaman ini telah dikenal adanya penyembahan terhadap Dewa-dewa.
Jaman Weda dimulai pada waktu bangsa Arya berada di Punjab di Lembah Sungai
Sindhu, sekitar 2500 s.d 1500 tahun sebelum Masehi, setelah mendesak bangsa Dravida
kesebelah Selatan sampai ke dataran tinggi Dekkan. bangsa Arya telah memiliki
peradaban tinggi, mereka menyembah Dewa-dewa seperti Agni, Varuna, Vayu, Indra,
Siwa dan sebagainya. Walaupun Dewa-dewa itu banyak, namun semuanya adalah
manifestasi dan perwujudan Tuhan Yang Maha Tunggal. Tuhan yang Tunggal dan Maha
Kuasa dipandang sebagai pengatur tertib alam semesta, yang disebut “Rta”. Pada jaman
ini, masyarakat dibagi atas kaum Brahmana, Ksatriya, Vaisya dan Sudra.
Pada Jaman Brahmana, kekuasaan kaum Brahmana amat besar pada kehidupan
keagamaan, kaum brahmanalah yang mengantarkan persembahan orang kepada para
1 https://youtu.be/nB2toz5p5Mw
Dewa pada waktu itu. Jaman Brahmana ini ditandai pula mulai tersusunnya “Tata Cara
Upacara” beragama yang teratur. Kitab Brahmana, adalah kitab yang menguraikan
tentang saji dan upacaranya. Penyusunan tentang Tata Cara Upacara agama berdasarkan
wahyu-wahyu Tuhan yang termuat di dalam ayat-ayat Kitab Suci Weda.
Sedangkan pada Jaman Upanisad, yang dipentingkan tidak hanya terbatas pada
Upacara dan Saji saja, akan tetapi lebih meningkat pada pengetahuan bathin yang lebih
tinggi, yang dapat membuka tabir rahasia alam gaib. Jaman Upanisad ini adalah jaman
pengembangan dan penyusunan falsafah agama, yaitu jaman orang berfilsafat atas dasar
Weda. Pada jaman ini muncullah ajaran filsafat yang tinggi-tinggi, yang kemudian
dikembangkan pula pada ajaran Darsana, Itihasa dan Purana. Sejak jaman Purana,
pemujaan Tuhan sebagai Tri Murti menjadi umum.
Selanjutnya, pada Jaman Budha ini, dimulai ketika putra Raja Sudhodana yang bernama
“Sidharta”, menafsirkan Weda dari sudut logika dan mengembangkan sistem yoga dan
semadhi, sebagai jalan untuk menghubungkan diri dengan Tuhan.
Agama Hindu, dari India Selatan menyebar sampai keluar India melalui beberapa
cara. Dari sekian arah penyebaran ajaran agama Hindu sampai juga di Nusantara.2
B. Pembawa (para Rsi, Sapta Rsi)
Dalam agama Hindu ada kepercayaan bahwa agama itu “diwahyukan” melalui
“orang-orang yang melihat dan tahu akan kebenaran”, yang disebut Rsi.3 Kata Sapta Rsi
berasal dari bahasa Sanskerta dari kata Sapta dan Rsi.
Kata Sapta artinya tujuh dan Rsi artinya bijaksana, pendeta, seorang pertapa, penulis,
penyair dan orang suci. Jadi, Sapta Rsi artinya tujuh orang pendeta atau orang suci yang
menulis wahyu-wahyu Veda dari Sang Hyang Widhi. Berikut Sapta Rsi
1. Rsi Grtsamada
Rsi Grtsamada adalah Maharsi yang banyak dihubungkan dengan turunnya mantra-
mantra Veda, terutama reg Veda Mandala II. Maha Rsi Grtsamada merupakan keturunan dari
Sunahotra, keluarga Angira, ada pula yang menjelaskan bahwa Maharsi Grtsamada adalah
keturunan Bhrgu. Oleh karena itulah sejarah Maharsi Grtsamada tidak diketahui secara pasti.
Di carita Mahabharata ia disebutkan keturunan Maharsi Saunaka.
2. Rsi Visvamitra
Rsi Visvamitra adalah Maharsi yang banyak disebut-sebut namanya dan dikaitkan
dengan seluruh mandala III Reg Veda yang terdiri dari 58 Sukta. Namun setelah dilakukan
penelitian ternyata tidak semua Sukta dikaitkan dengan nama Rsi Vivamitra. Visvamitra
adalah putra dari Rsi Kusika. Namun keterangan lain ada yang menyebutkan bahwa Rsi
Visvamitra bukan termasuk golongan Brahmana melainkan golongan kesatriya.
3. Rsi Vamadewa
Maharsi Vamadewa banyak dikaitkan dengan Mandala IV Reg Veda. Kurang banyak
diketahui riwayat Maharsi Vamadewa ini. Dalam kitab-kitab Purana diceritakan bahwa
Vamadewa sempat mengadakan dialog dengan Dewa Indra. Sehingga Maharsi Vamadewa
disebut pemberi petunjuk untuk mencapai kesempurnaan sejati.
4. Rsi Atri
Maharsi Atri banyak dikaitkan dengan turunnya mantra-mantra Mandala V Reg Veda.
Bila dibaca secara seksama, Reg Veda Mandala V tampaknya tidak hanya Maharsi Atri saja
yang menerima Wahyu , tetapi juga Rsi Druva, Prabhuvasu, Samvarana, Gauraviti dan Putra
Sakti. Tetapi kemungkinan nama-nama itu merupakan keturunan dari Maharsi Atri.
5. Rsi Bharadvaja
Maharsi Bharadvaja adalah Maharsi yang banyak dikaitkan dengan turunnya mantra-
mantra dari mandala VI Reg Veda. Adapun nama-nama lain, seperti Nara, Gargajisva adalah
nama Rsi penerima wahyu dari keluarga Bharadvaja. Dalam kitab-kitab Purana dijelaskan
bahwa Rsi Bharadvaja adalah putra Brihaspati.
6. Rsi Vasistha
Maharsi Vasistha banyak dikaitkan dengan turunnya mantra-mantra Mandala VII Reg
Veda. Salah seorang keturunannya, Rsi Sakti juga dikenal sebagai penerima Wahyu. Dalam
kitab Purana, dinyatakan bahwa Rsi Vasistha menikah dengan Arundhati, sudara perempuan
Devarsi Narada. Dari pernikahan itu lahir seorang putra bernama Sakti.
7. Rsi Kanva
Maharsi Kanva adalah penerima wahyudan banyak dikaitkan dengan Mandala VIII
Reg Veda. Mandala ini isinya bermacam-macam Sukta. Kanva adalah nama pribadi dan juga
nama keluarga. Mandala VIII dinyatakan diterima oleh Maharsi Kanva atau merupakan
wahyu yang diterima oleh keluarga Sakuntala. Disamping rsi Kanva terdapat pula nama-
nama rsi lainnya seperti Kasyapa, Putra Marici. Maharsi Kanva mempunyai puta bernama
Praskanva. Dan banyak nama Rsi yang dijumpai di mandala VII.4
C. Interaksi dengan Peradaban Dravida dan Arya
Pada tahun 1500 SM, bangsa Arya yang berasal dari Asia Tengah masuk ke wilayah
India melalui Celah Khaibar. Kedatangan mereka mendesak bangsa Dravida. Bangsa Arya
yang merupakan bangsa penggembala berkulit putih dan badan tinggi besar berperang
beberapa lamanya dengan bangsa Dravida. Peperangan ini mengakibatkan bangsa
Dravida pindah ke selatan, namun ada juga yang tetap bertahan dan melakukan interaksi
dengan bangsa pendatang ini . Interaksi yang terus-menerus itu menimbulkan asimilasi
kebudayaan, yaitu lahirnya kebudayaan Hindu yang merupakan percampuran kebudayaan
Dravida dan Arya.5
Pada waktu bangsa Arya menyerbu ke India, di sana telah tinggal penduduk India
yang asli, termasuk bangsa Dravida. Bangsa ini berbadan kecil kulitnya kehitam-hitaman
bahkan ada juga yang hitam, hidungnya pipih dan rambutnya ikal, mula-mula bangsa asli
ini tersebar di seluruh India Selatan saja. Bangsa Dravida itu tinggal di kota-kota,
bercocok tanam, dan pandai berlayar menyusuri pantai.
Sifat bangsa Arya berlainan dengan bangsa Dravida. Bangsa Arya berkulit putih,
badannya tinggi dan besar, rambutnya kemerah-merahan, hidungnya besar dan mancung, dan
matanya biru. Sifat yang paling istimewa dari bangsa Arya ini adalah pandai berperang
daripada bangsa Dravida. Mereka menggunakan bahasa Sansekerta. Mereka tidak lagi
5 Budiyanto, Peradaban Lembah Sungai Indus
menjadi bangsa pengembara, melainkan sebaliknya. Mereka menetap menjadi masyarakat
desa, bercocok tanam, dan berdagang. Mereka mempunyai tiga macam pekerjaan utama
yakni menjalankan agama, berperang, dan berdagang. Ketiga pekerjaan itu menimbulkan tiga
golongan dalam pergaulan hidup mereka, yaitu golongan pendeta, golongan prajurit, dan
golongan gpedagang. Lambat laun ketiga golongan ini berubah menjadi kasta
Brahmana, kasta Ksatria, dan kasta Waisya. bangsa asli (Dravida( yang telah ditaklukkan,
oleh bangsa Arya, mereka dimasukkan ke dalam kasta yang keempat yakni kasta Sudra.
Sedang bangsa asli yang terdesak ke selatan, tidak dimasukkan ke dalam kasta apapun.
Mereka oleh bangsa Arya disebut kasta Pariah, artinya orang yang tidak termasuk ke dalam
lingkungan pergaulan hidup tertentu.

