Alkitab akhir zaman

Alkitab akhir zaman


 


Istilah akhir zaman dalam PL hanya kita jumpai dalam

Kitab Daniel (Dan 8:19, 11:27,35, 12:4,9,13), dan ternyata tid-

ak semua kata-kata “akhir zaman” menunjuk pada berakhirnya

kehidupan makhluk di bumi ini. Sedangkan dalam PB

dibedakan istilah “zaman akhir” (1Kor. 10:11; Ibr. 1:2, 9:26;

1Ptr. 1:5,20; 2Ptr. 3:3) dengan “akhir zaman” (Mat. 13:39-40,

28:20; Yoh. 6:39,54, 11:24, 12:48; 1Yoh. 2:18).

Dari ayat-ayat itu, kita akan mendapatkan kesan yang

jelas bahwa kata “zaman akhir” menunjuk pada suatu zaman/

masa waktu tertentu, yang diawali dengan kedatangan Kristus

yang pertama kali dan diakhiri dengan kedatangan Kristus

yang kedua kali. Sedangkan “akhir zaman” adalah akhir dari

“zaman akhir” tersebut. Akhir zaman yang ditandai dengan

kedatangan Kristus yang kedua kali, mempunyai makna yang

bukan sekedar mengakhiri “zaman akhir,” tetapi juga merupa-

kan musim penuaian untuk memisahkan yang baik dan yang

jahat (Mat. 13:39,40,49, 24:3, 28:20) dan kegenapan waktu

untuk mempersatukan segala sesuatu di dalam Kristus sebagai

Kepala, baik yang di surga maupun yang di bumi (Ef. 1:10).

Maka bisa dikatakan bahwa akhir zaman merupakan puncak

segala sesuatu.

Dari sekian banyak pengajaran mengenai “zaman

akhir”, maka Matius 24:4-14 merupakan salah-satu pengajaran

Tuhan Yesus mengenai apa yang terjadi ketika zaman akhir itu

tiba. Hal itu dapat digambarkan  sebagai berikut:

Hal itu memberikan indikasi bahwa ada suatu masa ter-

tentu dengan kondisi tertentu yang terjadi di antara kedua peri-

stiwa kedatangan Kristus ke dalam dunia. Dan tanda-tanda za-

man ini “already but not yet” (sudah berjalan tapi masih belum

selesai/genap).

Kerajaan Allah

Kerajaan Allah dalam PL diawali dengan perjanjian an-

tara Allah dengan Abraham, yaitu Allah akan menjadikan

Abraham dan keturunannya umat Allah. Allah akan member-

kati mereka, dan mereka akan menjadi berkat bagi bangsa-

bangsa sekitarnya. Akan tetapi sejarah membuktikan bagaima-

na Bangsa Israel berkali-kali memberontak dan menolak untuk

tunduk pada Allah (Rm. 9:1-10:3,16-21).

Anugerah itu kemudian diberikan kepada bangsa-bangsa

lain juga, sehingga mereka yang “mengaku dengan mulut bah-

wa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hati bahwa Allah

telah membangkitkan Dia dari antara orang mati akan

diselamatkan” (Rm. 10:9-10). Maka  Kerajaan Allah ini men-

capai puncak pemenuhannya pada akhir zaman, ketika Kristus

datang sebagai Raja. Pada masa itulah umat-Nya mendapatkan

keselamatan yang sempurna di dalam Kerajaan-Nya.


Deru Perang dan Perang

(ayat 6,7)

Kelaparan dan Gempa Bumi (ayat

7)

Penyiksaan Orang Kristen

(ayat 9)

Pemberitaan Injil ke Seluruh Dunia

(ayat 14)

Kedatangan Kristus Kembali

Dalam PB istilah yang dipakai untuk menyatakan ked-

atangan Kristus kembali adalah “kedatangan-Nya” atau “waktu

kedatangan-Nya” (1Kor. 15:23; 1Tes. 2:19, 3:13, 4:15, 5:23;

2Tes. 2:1,8). Istilah “kedatangan yang kedua” dipakai oleh Jus-

tin Martyr pada abad kedua, tetapi walaupun secara eksplisit

tidak dituliskan, namun secara konseptual hal itu ditegaskan

oleh Tuhan Yesus sendiri (Mat. 24:3-25:46; bdk. Mrk. 13:3-47;

Luk. 21:7-38).

Setelah kedatangan-Nya yang pertama, yaitu sebagai

manusia yang akan menderita demi penebusan dosa-dosa

manusia, maka Dia akan datang kembali dalam kemuliaan (Kis.

1:11). Dalam Kitab Wahyu yang merupakan kitab nubuatan

dari penglihatan yang diberikan kepada Yohanes, Tuhan Yesus

memberikan kekuatan kepada jemaat yang pada waktu itu men-

galami aniaya yang demikian berat. Dia meneguhkan iman

mereka dengan menyatakan berkali-kali bahwa kebahagiaan

akan menjadi milik mereka yang setia kepada Kristus, walau-

pun mereka harus mengalami aniaya yang berat. Tuhan Yesus

juga menyatakan bahwa Dia akan segera datang mengakhiri

penderitaan itu (Why. 22:6-21).

Makna Kematian Orang Percaya

Kematian kekal atau maut adalah upah dari dosa (Rm.

3:23; bdk. Kej. 2:16-17). Dalam Alkitab ada beberapa istilah

yang dipakai untuk menjelaskan “kematian”, yaitu:

1. Kematian fisik, yaitu terpisahnya roh dari tubuh (Kej. 2:7,

3:19, bdk. Pkh. 12:7; Yak. 2:26).

2. Kematian di dalam roh, yaitu terpisahnya seseorang dari Al-

lah (Ef. 2:1-2; bdk. Rm. 8:6).

3. Kematian kekal, yaitu kondisi akhir keterpisahan seseorang

dengan Allah (Why. 21:8).

4. Kematian kedua, yaitu periode tanpa akhir dari penghuku-

man dan keterpisahan seseorang dari kehadiran Allah. Itu

berarti suatu kondisi seseorang yang mengalami kematian

roh pada waktu dia mengalami kematian fisik (Yud. 12,13;

Why. 2:11, 20:6).

Tanda-tanda yang Mengawali Kedatangan Kristus

Kembali

Memang kalau dicermati, kondisi yang diungkapkan

oleh Tuhan Yesus yang dicatat dalam Injil Matius, Markus dan

Lukas tersebut, adalah kondisi yang pernah terjadi di segala za-

man. Peperangan, gempa bumi, kelaparan, penyiksaan kepada

orang-orang percaya dan nabi- nabi palsu sudah ada sejak za-

man PL. Akan tetapi di sini Tuhan Yesus memberikan

penekanan bahwa intensitasnya akan terus meningkat. Dan sa-

lah satu tanda yang khas pada masa menjelang kedatangan Tu-

han Yesus yang kedua kali tersebut adalah munculnya mesias-

mesias palsu, atau sering disebut sebagai Antikris (singkatan

dari Antikristus).

Antikristus

Sebagaimana dikatakan bahwa salah-satu tanda kedatan-

gan Tuhan Yesus yang kedua kali adalah munculnya Anti-

kristus. Menurut 1Yoh. 2:22 yang dimaksud dengan si Anti-

kristus adalah “orang yang menyangkal bahwa Yesus itu

Kristus,” dan juga menyangkal Allah Bapa. Sejak Tuhan Yesus

naik ke surga, Antikristus itu sudah ada,  ada yang menafsirkan

bahwa Antikristus itu adalah oknum yang anti kekristenan yang

menyebarkan ajaran yang menghancurkan kekristenan, namun

ada juga yang menafsirkannya sebagai suatu ajaran sesat yang

masuk ke Gereja.

Baik sebagai oknum atau ajaran yang menyesatkan ada-

lah sama saja, sebagai jemaat harus berhati-hati jangan  sampai

terlalu  mudah untuk percaya kepada penafsiran-penafsiran

yang menyesatkan. Beberapa ciri Antikristus adalah ia sangat

melawan Allah dan kebenaran-Nya, dan ia meninggikan dirinya

serta mengaku dirinya Allah. Iblis memberinya kuasa yang san-

gat besar. Kapan ia akan datang untuk mengacau agama,

ekonomi, atau politik, tidak ada yang tahu (Why. 13:18; 2Tes.

2:3).

Beberapa Pendapat tentang Millenium

Secara umum, ada 4 pendapat mengenai millenium:

1. Premillenialisme Historis. Dunia ini dianggap sudah ber-

jalan sepanjang 6.000 tahun, karena menafsirkan 1.000 tahun

diwakili 1 hari penciptaan (Kej. 1). Menjelang akhir masa

hari ke-6, diawali dengan kedatangan Kristus yang pertama

kali, penderitaan dan penganiayaan terhadap umat percaya

meningkat sampai pada puncaknya yaitu bangkitnya Anti-

kristus (1Tes. 2:3-10; 1Yoh. 2:18). Ketika Antikristus terse-

but berkuasa penuh, Kristus akan datang dengan kemuliaan-

Nya mengatasi semua musuh-musuh-Nya. Dia juga akan

membangkitkan orang Kristen yang telah meninggal dan

mendirikan Kerajaan 1.000 Tahun (inilah hari “ketujuh” yai-

tu Sabat). Pada akhir periode ini, si jahat akan bangkit untuk

menghadapi penghakiman terakhir. Dan akhir dari semuanya

ini ciptaan baru akan tampak (2Ptr. 3; Why. 22).

2. Premillenialisme Dispensasional. Sistem ini mempunyai

pemahaman:

a. Bangsa Israel akan menduduki tempat istimewa di bidang

ekonomi, dan ini merupakan bentuk sementara dari Kera-

jaan Allah. Tetapi karena mereka murtad, maka kera-

jaannya digulingkan dan menunggu pemulihannya, yaitu

pada waktu Mesias datang.

b. Gereja hanya merupakan sisipan di dalam sejarah kera-

jaan.

c. Kedatangan Kristus sudah dekat, dan Ia akan datang ka-

pan saja.

d. Kedatangan Kristus yang kedua terdiri dari dua peristiwa

yang terpisah yang diselangi tujuh tahun. Yang pertama

adalah bagi para umat-Nya, sedang yang kedua bagi kaum

Israel.

e. Setelah itu, Kristus akan datang kembali bersama orang

kudus-Nya. Bangsa-bangsa yang masih hidup akan diha-

kimi, para suci yang mati pada penganiayaan besar akan

dibangkitkan, Antikristus dihancurkan dan Iblis diikat

(Why. 20:1-2).

f. Kerajaan 1.000 Tahun akan didirikan di bumi. Warga

yang sesungguhnya adalah orang Yahudi, sedangkan yang

lainnya adalah karena diadopsi. Kristus akan bertakhta di

Yerusalem. Bait Allah akan dibangun kembali dan

persembahan dilakukan lagi. Menyusul kemudian mun-

culnya perdamaian dan kemakmuran.

g. Pada akhir Kerajaan 1000 Tahun, Iblis akan dilepaskan

sejenak. Gog dan Magog akan bangkit melawan kota suci,

tetapi Allah akan mengalahkan Iblis, lalu membuangnya

ke lautan api. Semua orang mati yang belum bangkit akan

dibangkitkan dan menghadap takhta pengadilan Allah.

h. Munculnya Kerajaan Surga yang kekal.

3. Postmillenialisme. Kristus akan datang kembali setelah Ke-

rajaan 1000 Tahun. Pada waktu itu Kerajaan Allah diperluas

melalui Pekabaran Injil dan pekerjaan Roh Kudus. Ketika

Kristus datang kembali, terjadi kebangkitan umum, disusul

dengan penghakiman umum, setelah itu mulailah Kerajaan

Kekal. Kerajaan Allah sekarang ini bersifat rohani, se-

dangkan gereja adalah lembaga ilahi yang mengakibatkan

kedatangan Kristus dalam kuasa Kerajaan-Nya.

4. Amillenialisme. Kedatangan Kristus yang kedua kali bisa

digambarkan berupa tindakan tepat pada satu titik peristiwa,

dari garis tindakan linier sejarah kehidupan manusia. Ada

beberapa istilah yang sinonim dengan kedatangan Kristus

kedua kali, yaitu Hari Tuhan, Hari Tuhan Yesus, Hari Yesus

Kristus, Hari Kristus, Harinya Allah, Hari itu, Hari Terakhir,

Penyataan Kristus, Penampakan Kristus, Hari-Nya, Keda-

tangan Kristus, dll.

Semua istilah tersebut menunjuk kepada suatu kejadian

yang sama. Sedangkan akhir zaman yang terjadi tersebut meru-

pakan suatu masa yang meliputi sejumlah kejadian, yaitu ked-

atangan Tuhan kedua kali, kebangkitan, penghakiman, pem-

berian pahala bagi orang-orang kudus, penghukuman bagi

orang jahat dan ditutupnya sejarah serta menghantar kepada

keadaan final, penyempurnaan Kerajaan Allah dan penghuku-

man akhir bagi Iblis. GKI memegang pemahaman eskatologi

Amillenialisme.

Makna Kedatangan Kristus Kembali

Berbeda dengan kedatangan Kristus yang pertama ke

dalam dunia ini, maka kedatangan-Nya yang kedua merupakan

manifestasi dari kuasa yang telah diberikan Allah Bapa kepada

Allah Putra. Dia akan menyatakan penghakiman yang adil

secara nyata dalam kemuliaan. Sebagai konsekuensinya, bagi

mereka yang didapati setia kepada Kristus akan masuk dalam

kebahagiaan dan kemuliaan Kristus. Tetapi sebaliknya, bagi

mereka yang memberontak dan tidak percaya kepada-Nya, ked-

atangan-Nya yang kedua kali akan menjadi petaka besar karena

mereka akan dicampakkan ke dalam “kegelapan yang paling

gelap” di mana di sana hanya ada ratap dan kertak gigi.

Surga

Orang yang menerima Tuhan Yesus, setelah mati akan

bersama dengan Allah di surga, Taman Firdaus, atau dalam

Kitab Wahyu disebut sebagai Langit dan Bumi yang Baru atau

Yerusalem Baru, tempat di mana Allah ada kita juga ada.

Keadaan Surga tidaklah mungkin dapat dilukiskan atau

dikatakan dengan kata-kata manusia sebab keadaan surga

bukanlah seperti tempat tinggal manusia di bumi. Dalam

2Korintus 12:2, Paulus menceritakan tentang langit tingkat

yang ketiga, namun kita tidak mengetahuinya secara pasti

apakah benar langit tingkat ketiga adalah surga.

Neraka

Allah tidak menciptakan neraka untuk manusia, karena

neraka adalah tempat bagi Iblis dan para pengikutnya. Namun

karena manusia lebih taat dan mendengar kehendak Iblis, maka

tempat yang seharusnya untuk menghukum Iblis itu juga dijadi-

kan tempat untuk menghukum manusia yang berdosa dan tidak

mau bertobat. Alkitab menyebut neraka sebagai lautan api, ju-

rang maut, dan tempat Iblis dikurung.

Pegangan ajaran GKI

Apa yang dimaksud dengan istilah Pegangan Ajaran

Gereja Kristen Indonesia dengan Ajaran? Bedanya sangat seder-

hana yaitu GKI tidak bermaksud membuat sendiri ajarannya

secara eksklusif. Ia mau mengakui semua ajaran dan tradisi yang

diwariskan oleh kekayaan sejarah Gereja. Di dalam pengakuan-

nya itu GKI memilih ajaran yang dianggapnya sesuai untuk di-

pegang sebagai ajarannya.

Dengan penjelasan ini berarti GKI melihat dirinya se-

bagai Gereja yang memiliki sikap terbuka sekaligus kritis ter-

hadap perbedaan yang ada. Karenanya istilah yang digunakan

oleh kita bukanlah membuang segala yang dianggap tidak benar

karena berbeda dengan apa yang kita yakini tetapi 'pemantapan

pegangan ajaran'.

Pegangan  Ajaran GKI Mengenai Akhir Zaman

Tanda-tanda Zaman

a. Bilamana Yesus Kristus datang kembali dan kesudahan za-

man terjadi, tidak ada seorang pun yang dapat menge-

tahuinya. Perjanjian Baru menyatakan bahwa kedatangan

Kristus kembali itu adalah seperti pencuri (Mat 24:43; Luk

12:39-40; 1Tes 5:2, 4; 2Pet 3:10; Why 3:3; 16:15). Ini dinya-

takan secara tegas, supaya kita senantiasa berjaga-jaga.

“Tentang hari kedatangan Kristus, Perjanjian Baru berbicara

dengan sederhana, tanpa menggambarkannya dengan

meluas, tetapi juga dengan tegas. Kita tidak mengetahui hari

dan ketikanya (Mat 24:36). Tak dapat kita menghitung-

hitungnya; hari itu datang sekonyong-konyong, seperti

seorang pencuri pada malam (1Tes 5:2).”

b. Dalam kaitan dengan sikap berjaga-jaga, Alkitab pun

menyatakan hal-hal yang terjadi menjelang kesudahan za-

man. Hal-hal yang terjadi menjelang kesudahan zaman itu

disebut “tanda-tanda zaman”. Paling tidak, empat hal berikut

ini patut kita ingat sehubungan dengan tanda-tanda zaman:

(1) tanda-tanda zaman tidak saja dipahami sebagai peristiwa-

peristiwa yang secara eksklusif hanya akan terjadi pada masa

depan, seolah-olah tanda-tanda itu tidak bersangkut paut

dengan masa kini; (2) tanda-tanda zaman tidak dipandang

melulu dalam peristiwa-peristiwa spektakuler dan abnormal;

(3) tanda-tanda zaman tidak dipandang sebagai alat bantu

untuk menghitung waktu kedatangan Tuhan Yesus kembali;

dan (4) tanda-tanda zaman tidak diyakini sebagai skema

periode waktu tertentu yang menunjukkan urutan-urutan

sampai kesudahan zaman.

c. Membaca tanda-tanda zaman merupakan salah satu upaya

dalam rangka kita berjaga-jaga menjelang kedatangan

Kristus kembali. Kita hidup dalam tegangan antara harapan

dan realisme. Dalam keadaan seperti itu, kita perlu terus-

menerus membaca tanda-tanda zaman, menganalisis

kekuatan-kekuatan merusak yang mengasingkan dunia dan

umat manusia dari kekuatan kasih Allah sambil menawarkan

pemikiran, tindakan, dan cara hidup alternatif sebagai repre-

sentasi harapan. Harapan ini memberi motivasi yang kuat

dan landasan yang kokoh untuk berjuang dengan penuh se-

mangat mengarungi kehidupan masa kini dan terlibat dalam

perjuangan menegakkan Kerajaan Allah.

Banyak tanda zaman mestinya mendorong kita untuk

merenungkan langkah perjalanan hidup kita. Kalau kita mem-

baca situasi yang terjadi di tengah-tengah kehidupan kita, lalu

kita merasakan itu sebagai tanda-tanda zaman, maka niscaya

lahir suatu semangat untuk bersikap atas kehidupan yang kita

jalani ini berdasarkan iman dan pengharapan kita. Kita akan

selalu berjaga-jaga, dalam arti berusaha “tinggal di dalam

Kristus”.

“Tinggal di dalam Kristus” bukanlah suatu tindakan me-

larikan diri dari kenyataan kehidupan, tetapi tindakan bersandar

pada Kristus dan menghasilkan buah sebagai murid Yesus

Kristus. Ini terus kita lakukan seiring kita menanti-nantikan ked-

atangan Tuhan Yesus Kristus kembali. Penantian kita itulah

yang menjadi daya motivasi kuat dan landasan kokoh tatkala

kita berjuang mengarungi kehidupan masa kini dan menegakkan

Kerajaan Allah. Maka, marilah kita berkata: “Amin, datanglah,

Tuhan Yesus!” (Why 22:20)“AKHIR ZAMAN”

(ESKATOLOGI)

Kotbah Pengajaran

GKI Kota Wisata, 22 Sept 2019

Pdt. Daniel K Listijabudi, Ph.D

F.Teologi  UK Duta Wacana, Yogyakarta

Referensi:

- Alister Mc Grath, Theology the Basics, Blackwell, 2008

- Carl R. Holladay, A Critical Introduction to the New

Testament, Abingdon Press, 2005

- Daniel K Listijabudi, Mendulang Sabda:15 Refleksi

Alkitabiah tentang Ziarah Hidup Batin, TPK, 2011.

-Eugene Boring, Revelation, John Knox Press, 1989

- I. Suharyo, Kitab Wahyu, Kanisius

- Y. Bambang Mulyono, Teologi Ketabahan, BPK GM

 http://www.jesuschristis.com

 http://katolisitas.org/2009/06/27/rapture-menurut-

sudut-pandang-ajaran-gereja-katolik

INTENSI

Gereja arus utama merasa

perlu memiliki pengetahuan

tentang apa yang disebut

Eskatologi (Teologi tentang hal-

hal akhir/eskhata yang benar

dan sesuai dengan kesaksian

Alkitab).

Beberapa tema yang

biasanya muncul di sekitar

tema Estatologi, adalah :

Tanda-Tanda Zaman Akhir,

Hari Tuhan, Kedatangan Tuhan

(“Parousia”), Kiamat, Kerajaan

1000 tahun, Tubuh

Kebangkitan, Surga-Neraka,

dll.

(Catatan: Kitab-kitab PB, yang

sering dirujuk untuk menggali

dimensi eskatologi antara lain:

Kitab Wahyu, 1 Tesalonika, dll

selain beberapa ucapan Yesus

dalam Injil, misalnya Lukas 21)

Sebab musabab

kegairahan

Grath mensinyalir bahwa orang

kristen memang gemar

membicarakan tentang awal dan

akhir segala sesuatu

 Debat tentang topik eskatologis

(tentang hal-hal akhir) tertentu

mengemuka di kalangan Kristen

Protestan Amerika pada abad 19.

Kebanyakan debat itu

berpusat pada gagasan

“Millennium” atau lazim

disebut dengan istilah

Kerajaan 1000 Tahun.

 Ide “M” ini disebutkan dalam

kitab Wahyu 20: 2-5.

Selain Kerajaan 1000 tahun,

yang digemari juga ide

tentang Parousia (Kedatangan

Tuhan) yang dikaitkan dengan

Pengangkatan atau “Rapture”

(ingat film Left Behind)

 Jika tentang Kerajaan 1000 tahun,

rujukannya adalah kitab Wahyu

 Jika tentang Rapture, rujukannya

antara lain adalah 1 Tesalonika 4, 5

dan Lukas 17: 34-37; Lukas 21.

Sementara kita fokus ke

Kerajaan 1000 tahun

 (jika waktu cukup, bisa merujuk

ke Parousia, Rapture, angka

666 dll)

MILLENIUM (KERAJAAN

1000 TAHUN)

Milenium merujuk pada

pengharapan akan pemulihan

Kerajaan Allah di bumi yang

berlangsung selama periode 1000

tahun, lalu hadirlah kedatangan

Kristus yang kedua (Parousia),  dan

diteruskan dengan didirikannya

tata pemerintahan semesta yang

baru.

Teks: Wahyu 20: 2-5

 2 ia menangkap naga, si ular tua itu,

yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya

seribu tahun lamanya,

 3 lalu melemparkannya ke dalam jurang

maut, dan menutup jurang maut itu dan

memeteraikannya di atasnya, supaya ia

jangan lagi menyesatkan bangsa-

bangsa, sebelum berakhir masa seribu

tahun itu; kemudian dari pada itu ia akan

dilepaskan untuk sedikit waktu lamanya.

 4 Lalu aku melihat takhta-takhta dan

orang-orang yang duduk di atasnya;

kepada mereka diserahkan kuasa untuk

menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa

mereka, yang telah dipenggal

kepalanya karena kesaksian tentang

Yesus dan karena firman Allah; yang

tidak menyembah binatang itu dan

patungnya dan yang tidak juga

menerima tandanya pada dahi dan

tangan mereka; dan mereka hidup

kembali dan memerintah sebagai raja

bersama-sama dengan Kristus untuk

masa seribu tahun.

 5 Tetapi orang-orang

mati yang lain tidak

bangkit sebelum

berakhir masa yang

seribu tahun itu. Inilah

kebangkitan pertama.

Sejarah Penafsiran

Mewakili penulis-penulis

Kristen awal, Irenaeus dari

Lyons (130-200 CE)

menafsirkan ayat-ayat ini

secara literal/harfiah.

Namun dalam

perkembangannya ada

konsensus bahwa

semestinya hal ini mesti

dipahami secara figuratif

(sebagai

gambaran/kiasan).

 Rujukan atas istilah “1000 tahun”

jangan dipahami sebagai sesuatu

yang harfiah yakni sebagai rentang

waktu sebanyak 1000 tahun

berdirinya Kerajaan itu di bumi,

namun lebih sebagai petunjuk

alegoris mengenai kemegahan

Kerajaan surgawi.

Perkembangan Ide

Sejak abad 19 gagasan

Kerajaan 1000 tahun ini telah

kembali meramaikan dunia

kekristenan terutama di

kelompok Protestantisme

populer di Amerika Utara.

Bahkan ramainya

kembali topik ini menjadi

ciri paling menonjol dari

kelompok Protestan

Konservatif.

Tiga pandangan utama

Di kelompok Protestan Amerika Utara

setidaknya ada 3 pandangan utama

yang berbeda-beda tentang topik

Kerajaan 1000 Tahun/Milenium ini:

1. Amillennial

2. Postmillennial

3. Premillennial

Pandangan Amillennial

 Posisi pandangan ini adalah

menolak terlibat dalam spekulasi

tentang zaman akhir. Spekulasi

semacam ini dapat mengalihkan

perhatian orang dari urusan yang

lebih penting yakni mengarahkan

orang Kristen mengelola

permasalahan dan pergumulan

hidup di dunia ini.

Sikap ini dapat ditemui

pada pemikiran

Protestantisme arus utama

di sepanjang abad 16.

Luther dan Calvin,

misalnya, menolak terlibat

dalam debat yang tak

berguna ini.

Meskipun kelompok Anabaptis

waktu itu gemar mengharapkan

adanya revolusi sosial sebgai buah

dari intervensi apokaliptik illahi,

namun sebagian besar orang

Protestan di zaman itu tak terlalu

menaruh perhatian tentang pokok

ini, hingga pada pertengahan

abad 19 ketika minat baru

mengenai Millennium mulai muncul.

Postmillennial

Pandangan ini amat berpengaruh

di kalangan Protestantisme Amerika

abad 19.

Postmillenial meyakini bahwa

kedatangan Tuhan atau

Parousia Kristus akan muncul

segera dalam suatu masa

panjang yang penuh damai

dan kebenaran. Masa ini

disebut sebagai Kerajaan 1000

tahun.

 Di masa ini Allah menegakkan

kehendakNya dengan cara

meneguhkan kemenangan

manusia atas kejahatan, yang

memuncak pada dunia yang

terkristenkan.

Menurut pandangan ini gereja

memainkan peran yang penting

dalam mentransformasi seluruh

struktur sosial sebelum Kedatangan

Kristus yang kedua dan berikhtiar

menghadirkan masa keemasan

dari perdamaian dan kemakmuran

yang berdampak hebat pada

pendidikan, seni, ilmu

pengetahuan dan pengobatan.

 Selama proses ini, gereja akan

semakin memiliki pengaruh dalam

mengemban tugas sebagai

pembawa Kerajaan Allah yang akan

datang itu di dunia.

 (Namun) kredibilitas gereja benar-

benar dirusak oleh penderitaan dan

kehancuran yang dibawa oleh ke

dua Perang Dunia, yang kemudian

menimbulkan munculnya pendekatan

PreMillenniallis, terutama di Amerika

Utara.

PreMillennialis

Pandangan ini menegaskan akan

datangnya figur “Antikris” di dunia ini,

yang akan menghantarkan suatu

masa tujuh penderitaan tahun yang

disebut dengan “Tribulation” (Masa

Kesengsaraan).

Masa kehancuran besar-besaran,

perang dan bencana di dunia ini

pada akhirnya akan dihentikan oleh

Allah dengan mengalahkan si Jahat

dalam peperangan Harmageddon.

Setelah itu, Kristus akan datang

kembali ke bumi untuk

memerintah dalam periode

1000 tahun (millennium), dan

selama ini daya-daya

kejahatan akan benar-benar

ditundukkan dan dipatahkan.

 Premillennium menawarkan

pandangan yang amat pesimis

terhadap dunia ini, dengan

meyakini bahwa segala sesuatu

akan memburuk di dunia dan akan

tetap sedemikian hingga Allah

menghantar sejarah ini sampai

pada kesudahannya.

 Pandangan ini dengan kuat

menggemakan suatu pengasingan

budaya di dalam tubuh

Protentantisme konservatif di

Amerika, terutama dalam hal

keyakinannya bahwa daya-daya

anti Kristen sedang menang angin

di Amerika sebagaimana terjadi di

banyak belahan dunia lain secara

umum.

Degenerasi dunia ini dilihat

sebagai tanda bahwa akhir

dunia ini sudah dekat, dan

dengan demikian

membolehkan perkembangan

negatif ini dipahami sebagai

suatu penanda dari sesuatu

yang positif.

 Eugene Boring memahami bahwa

Millennium dan juga hal

Kedatangan Yesus yang Kedua

(keduanya hanya mendapatkan

porsi kecil dalam kitab Wahyu)

adalah hanya salah satu dari

banyak cara yang dipakai penulis

Wahyu (Yohanes) memikirkan

tentang akhir zaman.

Dalam galeri lukisan eskatologi

Yohanes, peristiwa Kerajaan 1000

tahun terjadi di dunia ini.

Langit baru dan bumi yang baru

muncul di 21: 1- 22:5, juga

bersetting di dunia ini sebagai akhir

dan pemenuhan dari sejarah dunia.

 Inilah cara Yohanes

menegaskan bahwa dunia ini

adalah ciptaan Allah yang

baik, yang tak selamanya

terpenjara oleh kekuatan asing

namun yang pada akhirnya

menjadi milik Allah.

Lalu, bagaimana dengan

posisi-posisi tadi ?

E. Boring menunjukkan

bahwa banyak penafsir

menyalahpahami

bahasa figuratif Yohanes

sebagai sesuatu yang

objektif, proporsional

dan kronologis.

 Para penafsir inilah yang

mengembangkan istilah “Pre-millenial

(Kedatangan Kristus yang ke 2 di dunia

terjadi SEBELUM millenium);

 “Post-millennium” (Kedatangan

Kristus/parousia itu terjadi SETELAH

kejayaan Kerajaan Allah di dumi selama

1000 tahun); dan

 “A-millenial” (TAK akan ada Kerajaan

1000 tahun yang HARFIAH, baik setelah

maupun sebelum kedatangan Kristus).

Yohanes ada di posisi

mana?

 Bila dipaksa masuk ke skema, maka

Yohanes dapat dimasukkan ke Pre-

millenial sebab Parousia/Kedatangan

Yesus muncul dalam 19: 11-16

sementara Kerajaan 1000 tahun baru di

pasal 20.

Sementara posisi Boring jika dipaksa

masuk ke skema ini adalah “a-

millenial”.

INGAT!

 Namun, yang harus diingat adalah

bahwa pemaksaaan 3 posisi ini

bisa salah kaprah dan tidak fair

terhadap maksud Yohanes dalam

Wahyu.

 Alasan : Bahasa Yohanes adalah

bahasa yang hakikatnya adalah

bersifat figuratif-eskatologis.


b. Konteks Kitab Wahyu.

Kitab ini ditulis dalam konteks

penganiayaan di bawah

pemerintahan Kaisar Dometianus.

Dalam situasi inilah Yohanes

mensharingkan visinya. Jemaat

teraniaya dengan berat, banyak

yang menjadi martir, banyak yang

disiksa, banyak yang menderita.

 Iman jemaat goncang

dikarenakan pedih, perih dan

tajamnya lembing, pedang,

ganasnya singa dan jahatnya para

tentara. Di tengah-tengah situasi

inilah kitab Wahyu memesan :

”Sekarang kita menderita amat

sangat, namun jangan menyerah,

jangan menggugurkan

iman......melainkan TABAHlah,

tahanlah derita, jagalah

iman...walau kematian

Siapa yang bertahan hingga

akhir, mungkin saja ia

mati,...namun pada akhirnya

ia akan menang bersama

kemenangan

TUHAN....Sekarang ini seolah-

olah kejahatan menang, tapi

itu tidak benar. Allah adalah

pemenang akhirnya....oleh

karena itu

TABAHlah....HUPOMONE-lah......

Siapa yang tak setia akan

binasa, siapa yang setia

mungkin saja memang mati

secara badaniah, namun ia

akan berjaya pada akhirnya

bersama dengan TUHANnya

yang menang itu,....Orang

yang setia akan mengalami

pengalaman Illahiah yang luar

biasa (Wahyu 22 : 1-5).

Orang-orang yang setia

dan masih hidup di

didunia ini akan

menyaksikan Yesus

datang kembali (22:7).

Itulah upah kesetiaan

ditengah penderitaan.

 Yang masih hidup melihat Tuhan

datang kembali...dan bersama

dengan yang setia dalam iman

hingga mati dalam ketabahan

(hupomone), mereka akan

mengalami kehidupan bahagia

penuh makna di dalam rahmat

TUHAN yang tiada tara.

 Jadi, bertahanlah....sekalipun hidup

sulit.....jangan menyerah....Tuhan akan

datang kembali, maka setiap orang

yang beriman akan menang. Merekalah

yang akan menyambut Tuhan.

INTI KITAB WAHiYU (dalam

bahasa figuratif)

TABAHLAH (Hupomone) dalam

penderitaan yang sekarang dialami

(oleh gereja waktu itu dan sepanjang

zaman), mungkin kamu menderita

dan bahkan mati, tapi siapa yang

setia akan Menang, sebab pada

akhirnya TUHAN adalah Ia yang JAYA

dan Menjadikan Langit Baru dan Bumi

baru….

TABAHLAH dalam segala realitas ini.

DISKUSI tentang

“PAROUSIA”- “RAPTURE”

 Laris di kalangan Fundamentalis

 Karena unsur heboh, adi kodrati,

extravaganza-nya!

Mungkin ada hubungannya

dengan world view yang

mengutamakan “dunia sana”

ketimbang “dunia sini dan dunia

ini.”

Dalam surat Tesalonika ,

“parousia” dikaitkan

dengan “rapture”

(pengangkatan) yang

memang gberasal dari

kata-kata Paulus di 1

Tesalonika 4:17 “diangkat”.

Kata “diangkat”

diterjemahkan dari bahasa

Yunani harpazo, yang

berarti “merebut”,

“membawa dengan diam-

diam”, atau “mengambil

dengan cepat”.

 Terjemahan dari harpazo ke

“rapture” melibatkan dua

langkah: pertama, harpazo

menjadi kata Latin raptus;

kedua, raptus menjadi kata

Inggris “rapture”.

INFO

http://katolisitas.org/2009/06/27/rapture-menurut-sudut-

pandang-ajaran-gereja-katolik

 Teori “secret rapture” adalah

bagian dari ajaran

Dispensationalism, yang pertama

diajarkan oleh John Nelson Darby

(1859-1874) dan dipopulerkan di

Schofield Study Bible pada tahun

1909, serta belum lama ini menjadi

‘hit’ melalui buku seri dan film Left

Behind.

Pandangan Protestan

Fundamentalis tentang “secret

rapture”

Pada abad ke 19, di Amerika

berkembang banyak aliran

yang memusatkan perhatian

pada kedatangan Yesus yang

kedua. Salah satunya yang

terkenal adalah yang dikenal

dengan Dispensationalism.

 Dispensationalism, adalah

pengajaran yang dipelopori oleh

John Nelson Darby (1859-1874),

pemimpin sekte Kristen di Inggris,

yang bernama Plymouth Brethern.

Dinamakan ‘dispensationalism’

karena ia membagi sejarah

manusia menjadi 7 masa

dispensasi/ tahap dimana

Tuhan menyatakan wahyu-

Nya kepada manusia.

Namun di setiap tahap,

manusia gagal dalam ujian,

sehingga penghakiman terjadi

di akhir setiap tahap, dan

tahap baru akan menyusul

sesudahnya

Kita hanya akan membahas 2

aspek saja dalam tulisannya

yang berkaitan dengan

parousia-rapture, yaitu:

1) pandangannya tentang

kedatangan Kristus;

2) pandangannya tentang

Gereja.

Menurut Darby terdapat

perbedaan tak terseberangi

antara bangsa Israel dan Gereja,

sehingga ia membagi misalnya,

bahwa nubuat Perjanjian Lama

hanya diperuntukkan bagi bangsa

Israel, dan tak ada satu pun untuk

Gereja.

Menurut para dispensationalists,

karena bangsa Israel menolak

pembentukan Kerajaan Mesias di

dunia dengan menolak Kristus,

maka Tuhan menunda

pembentukan Kerajaan tersebut,

dan berpaling pada bangsa-

bangsa non-Yahudi.

Karena itu, jam/ lonceng

nubuatan Yahudi berhenti

berdetak ketika Yesus wafat;

dan karena itu, semua

nubuatan Perjanjian Lama

bagi bangsa Israel ditunda.

Setelah waktu pemenuhan

bangsa-bangsa non Yahudi

(Luk 21:24), menurut Darby,

Yesus akan kembali dengan

rahasia untuk mengangkat

Gereja yang terdiri dari orang-

orang beriman non-Yahudi- ke

surga. Mereka akan diangkat

untuk bertemu dengan Yesus

di surga.

Setelah kedatangan Yesus ini,

dimulailah masa tujuh tahun

penderitaan/ tribulation dan

perusakan dunia, di mana

Antikristus akan berjaya.

Setelah tujuh tahun

penderitaan, baru Yesus akan

datang secara publik dan

mengalahkan Antikristus.

 Selanjutnya, orang-orang Yahudi

akan menerima Kristus sebagai

Penyelamat mereka. Kristus akan

memimpin dunia selama 1000

tahun (Millennium menurut Why

20:4) yang memerintah atas

bangsa Israel yang telah

dipulihkan. Pada masa ini

nubuatan Perjanjian Lama akan

bangsa Israel akan dipenuhi..

 Jam nubuatan bagi Israel kembali

berdetak. Israel akan kembali

membentuk agama yang sesuai

dengan ritual dan kurban-kurban

sesuai dengan Perjanjian Lama.

Inilah kerajaan yang diajarkan oleh

Yesus di Injil. Israel akan menjadi

bangsa pilihan Allah lagi.

Maka Gereja hanya menjadi solusi

sementara, ‘pengisi masa

kekosongan’ sampai Israel kembali

kepada Tuhan. Setelah 1000 tahun,

maka setan akan dilepaskan dan

segera dikalahkan, dan dunia akan

sampai pada akhirnya.

 Dengan ide seperti ini, maka tak

heran, bahwa orang-orang Kristen

Fundamentalis memiliki pandangan

yang rendah tentang Gereja,

sebab hanya dianggap sebagai

pengisi kekosongan masa saja.

Dengan berpegang pada ide di

atas, maka banyak dari mereka

menganggap bahwa pendirian

negara Israel pada tahun 1948

adalah sebagai sesuatu yang

sangat penting.

Mereka berpendapat bahwa saat

itulah maka jam nubuatan Israel

kembali berdetak lagi. Israel akan

kembali menjadi bangsa pilihan,

“rapture” akan segera terjadi, dan

para beriman yang tergabung

dalam Gereja akan segera

‘diangkat’.

 Dikutip dari

http://katolisitas.org/2009/06/27/ra

pture-menurut-sudut-pandang-

ajaran-gereja-katolik/

Kasus terbaru : Harold

Camping!!!

Di pertengahan tahun 2011

seorang pemuka agama dan

penyiar radio di US bernama

Harold Camping membuat

berita di US dan beberapa

negara (juga di sebagian di

Belanda), menurutnya 21 Mei

2011 adalah hari

Pengangkatan, yang

diselamatkan hanya 200 juta.

Sehari sebelum hari itu saya

masih di Amsterdam dan

melihat ada beberapa

orang berbaju putih

bernyanyi-nyanyi di tengah

kota dan membawa

spanduk dan brosur untuk

mengabarkan hal ini.

 Lalu saat itu saya menulis di facebook :

Di Amerika lagi rame ramalan

kiamat tanggal 21 Mei

2011....hehehehehe.....

(Kalau para mahasiswa/i teologi

ikut-ikutan resah dan gelisah, saya

hampir yakin tafsir PB nya pasti tak

pernah lebih dari C !)

Dari mana logika si Camping ini?

Demikian :

“Dia yakin Yesus disalib pada 1 April

tahun 33 Masehi, atau 722.500 hari

sampai 21 Mei 2011”

 Angka tersebut adalah kuadrat

dari 5 x 10 x 17.

 Dalam sistem numerologi miliknya,

angka lima merepresentasikan

‘penebusan’, angka 10 adalah

‘kesempurnaan’, dan 17 berarti

‘surga’. “Lima kali 10 kali 17 adalah

sebuah cerita di mana Yesus

membayar semua dosa-dosa

Anda,” kata Camping.

Orang yang mengenal

peringatan Tuhan Yesus

bahwa ”Tak seorang pun tahu

waktunya kecuali Bapa” tak

akan bingung. Tapi yang

kurang paham Kitab Suci,

tentu bisa cemas bukan main.

 Pembelajar sejarah tentu tak boleh

terpengaruh sebab matematika

Camping berawal dari data yang

keliru : Yesus di salib tahun 29 bukan

33, sebab ia lahir 4 atauE) 6 seb M

(waktu Herodes Agung masih

hidup, dan mati di tahun 4 Seb M/

BCE)

 Pendek kata, isu kedatangan

Tuhan, kiamat atau pengangkatan

(rapture), selalu memikat perhatian

orang. Pemerhati Alkitab dan

teologi tentu akan lebih santai

menghadapi issu macam ini,

sementara itu yang kurang

membaca pesan Yesus di Alkitab

sangat mungkin amat terganggu.

Kita dapat menyimpulkan

tema kedatangan Tuhan

memang adalah tema yang

mengandung ketegangan,

membuat orang berperasaan

kompleks : cemas, deg-degan,

takut, tenang, mantap, was-

was....campur baur. Nano-

nano!

IDE Sejenis dari SSY (Saksi-Saksi

Yehuwa/Yehova)

 Pemahaman mereka akan

kedatangan Kristus yang kedua

bersifat : Pre-Millenium (Kristus

datang sebelum Kerajaan 1000

tahun). Akan ada perang

Harmedegon di bumi,lalu Kristus

datang dan memerintah 1000

tahun di dampingi 144.000 orang

pilihan yang masuk surga.

 Umat lain yang tidak termasuk

144.000 orang itu disebut kelompok

atau kaum ”Yonadab” yang hanya

akan tinggal di bumi yang baru,

namun tidak akan masuk ke surga.

 (Kedatangan Yesus tanpa terlihat

terjadi pada 1914).

Memahami ide dasar:

 Tak seorangpun tahu kapan waktunya

 Tulisan Paulus ingin menegaskan pada

perlunya berjaga ketimbang menghitung

waktu

 Referensi “waktu” dalam kitab Wahyu

mesti dikembalikan ke konteks penulisan

Wahyu agar maksud utama diketahui,

bahasa simbolik dimengerti dalam

kesadaran akan misteri iman dan

sekaligus dalam kesadaran situasi real

waktu itu.

Kajian teks A: 1 Tesalonika 10, 1 Tes 4:

7 et al

 Paulus  memberitakan bahwa Tuhan

Yesus akan datang segera (sangat

mungkin Paulus yakin hal itu terjadi pada

zamannya).

 Ada 3 yang ditekankan Paulus, yakni (a)

kebangkitan Kristus, (b) kedatangan

Kristus /parousia dan (c) kebangkitan dari

orang-orang percaya.

Pertanyaan orang-orang

Tesalonika adalah “jika orang-

orang yang percaya

meninggal sebelum

kedatangan Kristus, dapatkah

mereka “hidup bersama

Kristus” atau terlewatkan?

 Jawab Paulus ada di 1 Tes 4 : 13-18

 Paulus meyakinkan umat Tesalonika

bahwa : Sebagaimana Allah

membangkitkan Yesus, Allah pun

akan melakukan yang sama

kepada mereka yang

meninggalnya “di dalam Kristus”.

 Skenario 1 Tesalonika (istilah Holladay)

memuat 3 tahap:

(a) Kristus turun dari surga, disertai tanda-

tanda apokaliptik yang biasanya

diidentikkan dengan hadirnya “the end

of time”

(b) Kebangkitan dari orang-orang yang

mati “di dalam Kristus”, dan

(c) “terangkatnya” mereka yang masih

hidup.

 Hasil dari hal-hal ini adalah :

penyatuan abadi mereka yang

berada “di dalam Kristus” dengan

Kristus, sehingga “kita akan

bersama dengan Tuhan

selamanya” (1 Tes 4: 17, Holladay,

p. 411).

Masalahnya adalah :”KAPAN?”

Paulus merespon pertanyaan

“kapan” ini pada 1 Tes 5 : 1-11.

Bagi Paulus, hal itu akan

segera tiba. Namun kapannya,

tak seorang pun tahu...sebab

Hari Tuhan datang seperti

pencuri....

Metafor ini menggarisbawahi 2

hal : kesegeraan dan

ketidakterdugaan dari

Parousia/Kedatangan Tuhan

itu.

Yang penting : BERJAGALAH,

BE ALERT!

 CATATAN :

 Gambaran peristiwa akhir zaman dalam

1 dan 2 Tesalonika, berbeda.

 2 Tesalonika 2: 1-12 banyak mengadopsi

bayangan apokaliptik Yahudi : ada

pemberontakan kosmis sebelum hari

akhir tiba, di mana pendurhaka akan

dibunuh oleh nafas mulut Tuhan Yesus.

Sedangkan di 1 Tes 4: 13-18 tidak ada

peperangan kosmis.

Di Tes 1, peran orang kudus,

mereka yang “di dalam Kristus”

adalah sentral. Hal ini tidak

ada dalam 2 Tes. sementara

topik tentang “mereka yang

akan binasa” menonjol dalam

2 Tes.

 Hal (perbedaan-perbedaan) ini yang

membuat para ahli menduga bahwa

pengarang 2 Tes berbeda dengan 1 Tes.

Karena ide di 2 Tes tidak muncul di surat

Paulus lain, maka kepengarangan Paulus

untuk 2 Tes diragukan para ahli (Holladay,

p. 412)

Sungguh menarik

memperhatikan komentar

seorang Yahudi tentang

kedatangan Yesus.

Sebagai informasi, orang

Yahudi tidak beriman sama

dengan orang Kristen

tentang Yesus Kristus.

Mereka tidak

menganggap Yesus

sebagai Tuhan dan

Juruselamat.

Sampai sekarang mereka

masih menunggu

kedatangan Mesias untuk

pertama kali. Dalam

ibadah Paskah Yahudi,

mereka masih

menyediakan 1 kursi

kosong sebagai tempat

untuk Elia...(sebagai

 Dalam konteks ini teolog Yahudi ini

berkata, ”Orang-Orang Kristen

menunggu kedatangan Juruselamat

untuk kedua kalinya, kami orang Yahudi

menunggu kedatangan Juruselamat

untuk pertama kalinya.....akan tetapi, jika

nanti yang datang adalah orang yang

sama.....kami tidak akan keberatan!!!

Sikap kita yang

semestinya

 Kita mesti jelas bahwa pentingnya kedatangan

Yesus bukan sekedar soal bahwa Tuhan pasti

suatu saat akan datang, namun juga bagaimana

menyambut Tuhan yang datang dalam hidup

yang bertahan teguh dalam mengolah

penderitaan.  Tuhan akan pasti datang, kita

dapat memastikan bahwa Ia akan datang,

namun kita tidak tahu persis kapan ia

datang......tentu saja!!!

 Tapi ada yang bisa kita perbuat : yakni TABAH

dalam hidup beriman di tengah kesulitan-

kesulitan hidup ini.....jangan menjual

iman....jagalah iman dengan murni dan

berani....sebab siapa yang TABAH akan pada

akhirnya berjaya bersama dengan Yesus Kristus

yang akan datang itu.....

Mengenai soal"rapture", titik berat

permasalahannya bukan soal

"beneran" atau "tidak beneran"

(alias metaforik), namun soal

bagaimana sikap batin yg tepat

memasuki atau menghayati apa

yang dipersepsi sbg masa akhir.

Walaupun, kebiasaan

untuk memeriksa batin

mestinya tak usah dikaitkan

dgn masa akhir semacam

itu....pemeriksaan batin

adalah kebutuhan agar

bening, tenang dan segar.

Waspadalah…(periksalah selalu batin Anda)

Dan jangan lupa :

Lakukan pekerjaan dan kehidupan Anda dengan

hati riang, gembira, tenang dan teguh….(ini lebih

berguna daripada “berhitung-hitung” tentang

waktu rapture dan kiamat!)

LAGU : “TAPI  JAM TAK KAU TAHU” (Franklin Belden 1886)

Tak seorang tahu jam waktu Yesus kembali

tetapi kenang tanda waktu dan tilik

Yang tunjuk t'rus terang, waktu Dia  klak

balik...

Tapi jam tak kau tahu

Ref:

Hendaklah kau berjaga  Ketika datangnya

Haleluya ...2x

Maka orangnya klak,  Ramai ramai

bersuka...

Baik dengan sabar kau berjaga dan nanti

DiberiNya segera, seg'ra kuat tak brenti

Klak prang yang besar, dengan sorak

diganti...

Tapi jam tak kau tahu

Ref:

Hendaklah kau berjaga  Ketika datangnya

Haleluya ...2x

Maka orangnya klak,  Ramai ramai

bersuka...

Tapi jam tak kau tau

 We know not the hour of the Master’s

appearing;

Yet signs all foretell that the moment is

nearing

When He shall return ’tis the promise most

cheering....

But we know not the hour.

 Refrain

He will come, let us watch and be ready;

He will come, hallelujah! hallelujah!

He will come in the clouds of His Father’s

bright glory ....but we know not the hour.

 There’s light for the wise who are seeking

salvation;

There’s truth in the book of the Lord’s

revelation;

Each prophecy points to the great

comsummation....

But we know not the hour.

 Refrain

He will come, let us watch and be ready;

He will come, hallelujah! hallelujah!

He will come in the clouds of His Father’s

bright glory ....but we know not the hour.

 We’ll watch and we’ll pray, with our lamps

trimmed and burning;

We’ll work and we’ll wait till the Master’s

returning;

We’ll sing and rejoice, every omen

discerning....

But we know not the hour.

 Refrain

He will come, let us watch and be ready;

He will come, hallelujah! hallelujah!

He will come in the clouds of His Father’s

bright glory ....but we know not the hour.