Tentang hewan 4
di antaranya Perang
Badar dan Perang Uhud. Ali bin
Abi Talib yaitu sepupu sekaligus
menantu Nabi Muhammad yang
sangat disayanginya. Ali meninggal
pada tahun 40 H akibat ditusuk saat
menunaikan salat di Masjid Kufah, Irak.
Singa dalam warga Arab
memiliki takwil tersendiri bila hadir
dalam mimpi. Singa merepresentasi-
kan seorang penguasa yang kejam dan
zalim, kematian, kesembuhan, atau
warisan. Dikisahkan dalam sebuah
dongeng,
Seseorang bermimpi seekor singa datang
mengejarnya. Ia lari dan memanjat sebatang
pohon di dekatnya. Ia duduk pada salah
satu cabang pohon itu. Saat ia melihat ke
bawah, dilihatnya singa itu sedang duduk
menunggunya di tanah, di bawah pohon. Ia
memandang sekeliling dan tiba pada pangkal
cabang tempatnya duduk. Dilihatnya dua
ekor tikus berwarna hitam dan putih sedang
berputar-putar, sibuk mengerat pangkal
cabang. Ia sangat gelisah sebab jika
cabang itu habis dikerat tikus maka ia akan
jatuh ke bawah. Ia lalu memandang ke
bawah, dan tepat pada cabang di bawahnya,
seekor ular besar merayap mendekatinya dan
membuka mulutnya, seakan siap menelannya
jika ia jatuh ke arahnya. Orang itu
lalu memandang ke atas. Tepat di
atasnya ada sebuah sarang lebah madu.
Dari waktu ke waktu, ada saja madu yang
menetes ke bawah. Ia menggeser duduknya
dan membuka mulut untuk menampung
madu yang menetes itu. Ia lakukan itu terus-
menerus sehingga lupa akan semua hewan
buas itu dan akibat buruk yang dapat mereka
timbulkan. Tiba-tiba saja cabang pohon
itu mulai patah, dan saat itulah ia baru
teringat kembali akan bahaya yang bisa
menimpanya. Dengan bercucuran peluh ia
terbangun dari mimpinya. sebab mimpinya
ini sangat menakutkan, ia mendatangi
seorang ulama untuk menanyakan takwil
mimpinya itu. Sang ulama berkata, “Singa
mewakili kematian. Ia selalu mengejarmu dan
mengikutimu kemana pun engkau pergi. Dua
tikus, berwarna hitam dan putih, mewakili
waktu: siang dan malam. Mereka beputar-
putar menggigit pangkal batang, artinya
memakan waktumu dan mendekatkanmu
kepada kematian. Ular besar dengan mulut
lebar yang hitam yaitu liang kubur yang
menunggu kamu memasukinya. Sarang lebah
yaitu dunia ini, dan madu yang menetes
yaitu kenikmatan duniawi. Engkau sangat
menyukai kenikmatan dunia itu, sehingga
engkau lupa akan hal lain, termasuk kematian
dan liang kubur yang menantimu.
Semoga Allah membangungkan
manusia dari tidur dan menyelamatkan
kita semua. Amin.
3. UNTA
Salah satu ayat dalam Al-Qur'an
meminta manusia untuk memper-
hatikan bagaimana Allah menciptakan
unta. yaitu sangat menarik jika Al-
Qur'an memilih unta untuk ditafakuri,
bukannya hewan lain. Allah berfirman,
80 Hewan dalam Perspektif Al-Qur'an & Sains
Maka tidakkah mereka memperhatikan unta,
bagaimana diciptakan? (al-Gāsyiyah/88: 17)
Unta bukanlah hewan yang
cantik dan sedap dipandang, bukan
pula hewan yang gesit dan paling kuat,
pun bukan hewan peliharaan yang setia
kepada pemiliknya. Sifat unta agak
sulit ditebak, namun pada dasarnya
mereka jinak jika diperlakukan
dengan baik, dan berubah menjadi
keras kepala dan cepat marah apa-
bila diperlakukan dengan keras.
sebab sifatnya demikian ini unta
mendapatkan respek dari manusia.
Unta hanya punya bagian kecil
dari sifat-sifat yang tadi disebut,
namun itulah yang justru membuat
karakternya berbeda. Betapa tidak;
kondisi ini justru sangat membantu
mereka bertahan hidup di kawasan
yang memiliki lingkungan marginal.
Allah menyatukan bagian-bagian kecil
dari semua sifat itu, ditambah dengan
sifat-sifat lain, pada diri hewan yang
sangat cocok untuk hidup dalam
kondisi kering bergurun. Penciptaan
unta mengajari manusia agar menerima
apa pun yang menjadi kehendak
Allah, dan menerima di mana mereka
ditempatkan di dunia ini, dengan tetap
bersyukur kepada-Nya dan beradaptasi
dengan lingkungannya.
Unta dipilih Allah untuk diban-
dingkan dengan makhluk lainnya, untuk
ditafakuri dan dijadikan peringatan
dari Allah. Hal ini dapat disimak dalam
rangkaian ayat selanjutnya.
Maka tidakkah mereka memperhatikan unta,
bagaimana diciptakan? Dan langit, bagaimana
ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana
ditegakkan? Dan bumi bagaimana dihamparkan?
Maka berilah peringatan, sebab sesungguhnya
engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringat-
an. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas
mereka. (al-Gāsyiyah/88: 17-22)
Unta yaitu hewan yang sangat
sesuai untuk membantu manusia
memenuhi keperluan dan menjalankan
aktivitasnya. Unta yaitu hewan
pengangkut beban yang cukup kuat
dan tahan terhadap cuaca ekstrem.
Tentang hal ini Allah berfirman,
Dan hewan ternak telah diciptakan-Nya, untuk
kamu padanya ada (bulu) yang menghangatkan
dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-
orang yang berbuat jahat. (al-A‘rāf/7: 40)
Unta betina juga muncul dalam
kisah tentang mukjizat Nabi Salih.
Unta betina yaitu hewan peliharaan
yang paling bermanfaat pada masa
itu, sehingga pantaslah hewan ini
dijadikan sebagai bukti kekuasaan
Allah. Unta betina dapat dipakai
sebagai alat transportasi, penghasil
daging, penghasil kulit dan bulu,
bahkan dapat pula menghasilkan susu.
Kisah unta betina Nabi Salih dapat
disimak dalam ayat-ayat berikut.
makan. Dan kamu memperoleh keindahan
padanya, saat kamu membawanya kembali ke
kandang dan saat kamu melepaskannya (ke
tempat penggembalaan). Dan ia mengangkut
beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak
sanggup mencapainya, kecuali dengan susah
payah. Sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha
Penyayang. (an-Naĥl/16: 5–7)
Tanpa bantuan unta perjalanan
melewati gurun akan sangat sulit dila-
kukan. Sudah berabad-abad lamanya
manusia mengarungi gurun di Jazirah
Arab dan Afrika dengan bantuan hewan
tangguh ini. Sampai saat ini pun unta
masih dipakai sebagai tunggangan
untuk menempuh perjalanan-perjalan-
an pendek di kawasan ini. Unta sebagai
metafor ditemukan dalam banyak ayat
Al-Qur'an. Allah mengumpamakan
kemustahilan orang-orang yang men-
dustakan ayat-ayat Allah untuk masuk
surga bagaikan mustahilnya unta
dapat menembus lubang jarum. Pintu
langit tidak sama sekali akan dibukakan
untuk mereka yang mendustakan
Allah. Doa dan amal mereka tidak akan
diterima oleh-Nya.
Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara
mereka Salih. Dia berkata, “Wahai kaumku!
Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan)
bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang
kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini
(seekor) unta betina dari Allah sebagai tanda
untukmu. Biarkanlah ia makan di bumi Allah,
janganlah kamu menyakitinya, nanti akibatnya
kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih.” (al-
A‘rāf/7: 73)
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan
ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terha-
dapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit
bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga,
sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum.
tanda kekuasaan Allah, seperti yang
Allah turunkan kepada umat-umat
terdahulu. Allah tidak menjawab
permintaan mereka sebab Dia tahu
orang-orang kafir itu tidak akan
beriman kendati permintaan mereka
dikabulkan. Kalau itu terjadi maka
Allah pasti akan mengazab mereka
sebab kekufuran itu, sedang Allah
telah berjanji kepada Rasulullah bahwa
Dia tidak akan mengazab kaum kafir
itu selama Rasulullah ada di tengah-
tengah mereka.
lalu mereka sembelih unta betina itu, dan
berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya.
Mereka berkata, “Wahai Salih! Buktikanlah ancam-
an kamu kepada kami, jika benar engkau salah
seorang rasul.” (al-A‘rāf:/7: 77)
Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah,
sebagai mukjizat untukmu, sebab itu biarkanlah
dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu
mengganggunya dengan gangguan apa pun yang
akan memicu kamu segera ditimpa (azab).”
(Hūd/11: 64)
Dia (Salih) menjawab, “Ini seekor unta betina, yang
berhak mendapatkan (giliran) minum, dan kamu
juga berhak mendapatkan minum pada hari yang
ditentukan. (asy-Syu‘arā'/26: 155)
Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina
sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah
mereka dan bersabarlah (Salih). (al-Qamar/54: 27)
Allah memastikan bahwa orang-
orang yang mendustakan tanda-
tanda kekuasaan-Nya seperti apa
yang diberikan kepada rasul-rasul
terdahulu akan dimusnahkan. Kaum
kafir Mekah juga pernah meminta
kepada Nabi Muhammad supaya
diturunkan pula kepada mereka tanda-
Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk
mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan
Kami), melainkan sebab (tanda-tanda) itu telah
didustakan oleh orang terdahulu. Dan telah Kami
berikan kepada kaum Samud unta betina (sebagai
mukjizat) yang dapat dilihat, namun mereka
menganiaya (unta betina itu). Dan Kami tidak
mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk
menakut-nakuti. (al-Isrā'/17: 59)
Penyebutan unta juga muncul
dalam petunjuk Allah mengenai pem-
bagian harta rampasan (fai'). Allah
berfirman,
Dan dari unta sepasang dan dari sapi sepasang.
Katakanlah, “Apakah yang diharamkan dua
yang jantan atau dua yang betina, atau yang ada
dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu
menjadi saksi saat Allah menetapkan ini bagimu?
Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang
yang mengada-adakan kebohongan terhadap
Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa
pengetahuan?” Sesungguhnya Allah tidak akan
memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
(al-An‘ām/6: 144)
mereka yang sudah kaya, namun
kepada fakir, miskin, anak yatim, dan
musafir. Adapun cara pembagian
ganimah diuraikan pada Surah al-
Anfāl/8: 41. Ayat ini menjelaskan bahwa
empat per lima dari harta ganimah
dibagikan kepada mereka yang ikut
berperang, sedang seperlima sisa-
nya dibagikan kepada kelompok yang
sudah ditentukan.
Cukup banyak hadis yang meng-
gunakan unta sebagai subjek. Bebe-
rapa di antaranya yaitu :
َلَا ُيَقاُل َم َوَسلَّ َعَلْيِه اهللُ َصلَّ النَّبِيِّ َناَقُة َكاَنْت
اْلَعْضَباُء . )رواه البخاري عن أنس(
Unta betina Rasulullah dinamai al-‘Aďbā' (unta
yang sobek telinganya). (Riwayat al-Bukhāri dari
Anas)
ى ُتَسمَّ َناَقٌة َم َوَسلَّ َعَلْيِه اهللُ َصلَّ لِلنَّبِيِّ َكاَن
َتَكاُد الَ َأْو : مُحَْيٌد َقاَل ُتْسَبُق، الَ ، الَعْضَباَء
َفَشقَّ ، َفَسَبَقَها َقُعْوٍد َعَل َأْعَراِبٌّ َفَجاَء ُتْسَبُق،
َحقٌّ : َفَقاَل ، َعَرَفُه َحتَّى اْلُْسِلِمْيَ َعَل َذلَِك
َوَضَعُه إاِلَّ ْنَيا الدُّ ِمَن ٌء َيْرَتِفَع َشْ َأْن الَ َعَل اهللِ
. )رواه البخاري عن أنس(
Rasulullah memiliki seekor unta betina
bernama al-‘Aďbā'. Unta ini (berlari sangat cepat
sehingga) tidak tersalip―dalam riwayat Ĥumaid:
hampir tidak tersalip. Suatu saat seorang badui
mengendarai untanya dan dapat menyalip al-
‘Aďbā'. Hal itu membuat kaum muslim menjadi
gerah, dan sampailah kegerahan mereka ke telinga
Dan harta rampasan fai' dari mereka yang diberikan
Allah kepada Rasul-Nya, kamu tidak memerlukan
kuda atau unta untuk mendapatkannya, namun
Allah memberikan kekuasaan kepada rasul-rasul-
Nya terhadap siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah
Mahakuasa atas segala sesuatu. (al-Ĥasyr/59: 6)
Fai' yaitu harta rampasan
yang diperoleh dari musuh tanpa per-
tempuran. Metode pembagiannya
berbeda dari cara pembagian ganimah
(harta rampasan yang diperoleh dari
musuh sesudah terjadi pertempuran).
Pembagian fai' diuraikan pada Surah al-
Ĥasyr/59: 7. Di sana disebutkan bahwa
harta fai' tidak untuk dibagikan kepada
Rasulullah. Nabi berkata, “Hanya Allah yang
berhak menetukan bahwa sesuatu yang diangkat
tinggi di dunia ini akan diturunkan-Nya.” (Riwayat
al-Bukhāri dari Anas)
َرُجاًل َرَأى َم َوَسلَّ َعَلْيِه اهللُ اهللَِّ َصلَّ َرُسوَل إِنَّ
َا َبَدَنٌة ، َيُسْوُق َبَدَنًة ، َفَقاَل : اْرَكْبَها ! َفَقاَل : إِنَّ
َا َبَدَنٌة ، َقاَل : اْرَكْبَها ، َفَقاَل : اْرَكْبَها ! َقاَل : إِنَّ
َوْيَلَك ! ِف الثَّالَِثِة َأْو ِف الثَّانَِيِة . )رواه البخاري
ومسلم عن أب هريرة(
Sesungguhnya Rasulullah melihat seorang pria
menuntun unta betina (yang akan dijadikan hewan
kurban). “Naikilah untamu!” perintah Rasulullah
kepada pria itu. Ia menjawab, “Ini yaitu unta
yang akan aku kurbankan.” “Naikilah untamu!”
ulang Rasulullah. “Ini yaitu unta yang akan aku
kurbankan,” jawab pria itu. “Naikilah untamu!
Kasihan dirimu!” pungkas Rasulullah pada ucapan
yang kedua atau ketiga. (Riwayat al-Bukhāri dan
Muslim dari Abū Hurairah)
َعَل بِاْلَبْيِت َم َوَسلَّ َعَلْيِه اهللُ َصلَّ النَّبِيُّ َطاَف
ٍء َكاَن ِعنَْدُه ْكَن َأَشاَر إَِلْيِه بَِشْ َم َأَتى الرُّ َبِعْيٍ ، ُكلَّ
َ . )رواه البخاري عن ابن عباس( َوَكبَّ
Suatu saat Rasulullah tawaf mengelilingi Baitullah
dengan menaiki unta. Tiap kali beliau menghampiri
sudut (yang di sana ada Hajar Aswad),
beliau menunjuk ke arahnya dengan sesuatu yang
beliau pegang, sambil mengumandangkan takbir.
(Riwayat al-Bukhāri dari Ibnu ‘Abbās)
ِذْي َمْن َنَصَ َقْوَمُه َعَل َغْيِ اْلَقِّ َفُهَو َكاْلَبِعْيِ الَّ
َي ، َفُهَو ُينَْزُع بَِذَنبِِه. )رواه أبو داود عن ابن ُردِّ
مسعود موقوفا ، ورفعه أمحد(
Barang siapa membantu kaumnya (yakni: orang
lain) untuk berbuat tidak benar maka ia bagaikan
unta yang terperosok, lalu diangkat ke atas dengan
ditarik ekornya. (Riwayat Abū Dāwūd dari Ibnu
Mas‘ūd)
َق َم بَِبِعْيٍ َقْد َلِ َمرَّ َرُسوُل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ
اْلَبَهاِئِم َهِذِه ِفْ اهللَ ُقوا اتَّ : َفَقاَل ، بَِبْطنِِه َظْهُرُه
. َصاِلًَة َوُكُلْوَها َصاِلًَة َفاْرَكُبْوَها ، اْلُْعَجَمِة
)رواه أبو داود عن سهل ابن النظلية(
Suatu saat Rasulullah berjalan melewati
seekor unta yang (begitu kurus sehingga seolah)
punggung dan perutnya menempel. Beliau berkata,
“Bertakwalah kalian kepada Allah terkait (hak)
hewan-hewan yang polos ini. Naikilah dengan cara
yang baik dan makanlah (sembelihlah) dengan cara
yang baik. (Riwayat Abū Dāwūd dari Sahl bin al-
Ĥanžaliyah)
َم َعِن اْلَالََّلِة َنَى َرُسْوُل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ
َأْلَباِنَا. َب ِمْن َأْو ُيْشَ ُيْرَكَب َعَلْيَها َأْن ِف اإِلبِِل
)رواه أبو داود عن ابن عمر(
Rasulullah melarang kami menaiki dan meminum
susu unta yang memakan kotoran (yakni: jika
tubuh dan susunya berbau tidak sedap). (Riwayat
Abū Dāwūd dari Ibnu ‘Umar)
Perikehidupan Unta
Unta yaitu hewan menyusui berkuku
genap yang masuk dalam marga
Camelus, yang memiliki simpanan
lemak dalam tubuhnya dalam bentuk
punuk di punggungnya. Ada dua
jenis unta yang dikenal, yaitu Camelus
dromedarius atau unta Arab yang
berpunuk satu, dan Camelus bactrianus
yang berpunuk dua. Unta berpunuk
satu hidup di kawasan gurun di Asia
Barat dan Afrika, sedang unta
berpunuk dua hidup alami di Asia
Tengah dan Asia Timur. Kedua jenis
unta ini telah didomestikasi dan digu-
nakan sebagai pengangkut beban, alat
transportasi, juga penghasil daging
dan susu.
Kata dromedarius berasal dari
kosakata Yunani dromos yang berarti
jalanan, dan secara teknis menunjuk
pada mengendarai unta berpunuk
satu. Adapun kata camel berasal dari
kata berbahasa Arab yang terdiri dari
tiga konsonan: jim, mim, dan lam—
jamal, yang berarti cantik/indah. Secara
umum kata camel dipakai untuk
dua jenis unta di atas, juga untuk suku
Camelidae lain yang hidup di Amerika
Selatan, yaitu llama, Alpaca, Guanaco,
Unta berpunuk satu mencapai
kedewasaan saat berumur antara 6–7,
saat di mana ia memiliki berat badan
antara 250–680 kg dan tinggi dari
telapak kaki hingga bahu mencapai 1,8–
2 meter. Bulunya yang tebal,terutama
pada musim dingin, membuat unta
terlihat lebih gemuk.
Umur unta rata-rata mencapai
40–50 tahun. Unta dewasa rata-rata
memiliki tinggi bahu (dari per-
mukaan tanah sampai bahu) sekitar
1,85 meter dan tinggi punuk (dari
permukaan tanah sampai puncak
punuk) sekitar 2,15 meter. Tinggi punuk
itu sendiri dapat mencapai 75 cm dari
punggung. Unta berpunuk satu dan
pengendaranya dapat menempuh
jarak 120–190 km per hari.
Tipe unta yang lebih kekar
biasanya dipakai untuk membawa
beban. Ia mampu mengangkut beban
hingga seberat 450 kg, tapi umumnya
hanya diberi beban sampai 200 kg. Unta
pengangkut beban ini dapat berjalan
hingga 60 kilometer per hari. Variasi
jarak dapat diatur berdasar kondisi
hewan dan berapa total jarak yang
akan ditempuh. Untuk jarak dekat,
unta dapat berlari dengan kecepatan
40 km/jam, dengan start mencapai 65
km/jam. Gambaran perjalanan caravan
berunta dapat dilihat dalam lukisan di
bawah.
Hidup unta berpunuk satu hasil
domestikasi bergantung sepenuhnya
kepada bantuan manusia yang biasa
memberinya pakan berupa kurma,
rumput, dan biji- bijian seperti gandum
dan jelai. Sebetulnya unta juga mampu
memakan berbagai bagian tumbuhan
liar, seperti semak berduri, daun
kering, dan biji-bijian tanaman liar.
Pada dasarnya unta yaitu pemakan
segala (omnivora). Mereka memakan
tumbuhan, daging, bahkan tulang.
Populasi unta berpunuk satu
di dunia saat ini tercatat sekitar 14
juta ekor. Hampir semua unta jenis
ini telah dijinakkan. Sekitar 25% dari
populasi hidup di Somalia. Di kawasan
ini unta masih menjadi hewan yang
amat krusial bagi kehidupan suku-
suku nomad di sini. Unta menyediakan
bagi mereka daging, susu, dan alat
transportasi. Sekitar 75% sisanya
banyak ditemukan di beberapa kawa-
san Sahel, Magrib, Timur Tengah, dan
anak benua India. Unta berpunuk satu
yang hidup liar hanya ditemukan di
gurun dan kawasan kering Australia
Tengah. Populasinya mencapai 1 juta
ekor. Mereka ini yaitu keturunan
dari unta yang didatangkan dari luar
Austalia untuk keperluan transportasi
di abad ke-19 dan permulaan abad
ke-20. Populasi unta ini terus naik
sekitar 18% per tahun. Pemerintah
Australia mengganggap populasi unta
ini mengganggu peternakan domba
yang lebih bernilai komersial. Atas
alasan ini pemerintah melakukan
upaya pengurangan populasi unta
dengan menembakinya dari udara. Di
Amerika bagian barat juga ditemukan
populasi kecil unta berpunuk satu dan
dua. Awalnya mereka didatangkan
dari Turki untuk diuji coba menjadi
pengangkut akomodasi peperangan.
Unta berpunuk dua ditemukan
di kawasan Mongolia dan Asia Tengah.
Dibandingkan unta berpunuk satu,
tubuh unta berpunuk dua relatif lebih
pendek, lebih kekar, dan lebih dapat
beradaptasi di kawasan berbatu dan
suhu yang relatif lebih dingin. Kekuat-
an dan daya tahannya sangat besar. Ia
dapat mengangkat beban sampai 450
kg. Dengan beban seberat itu hewan
ini dapat menempuh jarak hingga lebih
dari 40 km per hari.
Tinggi bahu unta berpunuk dua
dewasa dapat mencapai 1,8–2,3 m,
dengan panjang tubuh sekitar 3 m.
Berat unta dewasa berkisar antara
600–1.000 kg. Berat punuk masing-
masingnya dapat mencapai 32 kg.
Masa hidupnya antara 25–45 tahun.
Semula banyak yang mengira unta
berpunuk dua sudah punah, hingga
akhirnya ditemukan hidup liar dalam
kelompok kecil di Gurun Gobi, Cina,
pada 1957. Drastisnya penurunan
populasi jenis ini diakibatkan peralihan
peruntukan lahan untuk keperluan
manusia, perburuan, pemangsaan oleh
predator (terutama serigala), atau pe-
musnahan secara sengaja oleh manusia
sebab dianggap menjadi pesaing bagi
ternak sapi dan domba. Saat ini diduga
populasi unta liar berpunuk dua hanya
tersisa di Gurun Gobi. Jumlahnya di-
perkirakan tinggal 400–700 ekor di
Mongolia, dan 200 ekor di Cina.
Unta berpunuk dua mulai diper-
kirakan sudah didomestikasi sekitar
2.500 tahun SM di kawasan Bactria,
perbatasan Iran–Afghanistan saat ini.
Unta ini lalu menyebar ke Rusia
89Hewan dalam Al-Qur'an
(1.700–1.200 tahun SM), Siberia Barat
(1.000 tahun SM). Pada tahun 300
SM unta ini sudah dipakai sebagai
moda transportasi pendukung akivitas
perdagangan di Jalur Sutra.
Hidup di kawasan ekstrem ini
secara alami hanya dapat dilakukan oleh
unta. Hewan berukuran besar lainnya
tidak bisa sebab mereka perlu sumber
daya yang besar, seperti pakan dan air,
untuk menunjang kehidupannya. Unta
mampu “mengakali” hal ini dan
menjadikannya sebagai suatu strategi
hidup yang ampuh. Dengan hidup di
kawasan gurun, pegunungan berbatu,
atau di kawasan kering lainnya, unta
dapat menghindari hewan-hewan pe-
mangsa dan pesaing, baik dalam hal
makanan maupun ruang. Hanya unta
yang dapat memanfaatkan kondisi
marginal demikian ini.
Semua bagian tubuh unta seolah
disiapkan untuk hidup di kawasan
yang sulit. Kakinya memiliki dua jari
kaki yang terhubung oleh engsel
fleksibel. Telapak kaki unta dilengkapi
empat bantalan lemak. Struktur yang
demikian ini membuat kaki unta
dapat mencengkeram dengan kuat,
serta memungkinkannya berjalan di
pasir yang halus tanpa terperosok ke
dalamnya. Kukunya melindungi kaki
dari benda keras jika tersandung.
Pada tulang kering kaki depan
unta ada penebalan kulit yang
disebut Callous. Penebalan kulit ini
juga ada pada dada dan bagian
depan kaki belakang. Callous ini sangat
berguna saat unta beristirahat di atas
pasir yang panas. Bagian ini mulai
terbentuk saat anak unta mencapai
umur 5 bulanan. Untuk berdiri dari
posisi istirahat unta meluruskan kaki
belakangnya terlebih dahulu, disusul
lalu oleh kaki depannya. Cara
ini membuatnya dapat berdiri dengan
mudah meski masih ada beban berat
di punggungnya. Mukanya diciptakan
sedemikian rupa agar dapat terlindung
dari panas matahari dan siratan debu
pasir. Kelopak mata unta berlapis dua
yang tebal dan berbulu mata panjang
dan kasar, yang melindungi bola mata
dari debu pasir. Bulu mata unta bekerja
mirip dua buah sisir dengan mata sisir
yang saling menutup, sehingga sebutir
pasir pun tidak akan masuk ke bola
matanya. Lubang hidung unta dapat
ditutup memakai otot tertentu
untuk menghindari masuknya debu
dan pasir. Telinganya memiliki bulu,
baik pada bagian dalam maupun bagi-
an luar agar dapat menyaring pasir
supaya tidak masuk ke bagian dalam
telinga.
Unta tidak menyimpan air di
punuknya sebagaimana dipercaya
oleh sebagian warga . Punuknya
yaitu persediaan lemak yang dapat
dimanfaatkannya saat ia kesulitan
mendapat makanan. Dengan memu-
satkan penyimpanan lemak maka
penyebaran panas di tubuhnya akan
minimum. saat terjadi metabolisme
dalam otot maka satu gram air
akan diperlukan oleh oksigen dalam
memecah satu gram lemak. jika
lemak tersebar di seluruh tubuh
maka air yang diperlukan akan sangat
banyak. sebab proses metabolisme
tadi menghasilkan energi maka
panas yang dihasilkannya juga sangat
banyak dan akan meningkatkan suhu
badan. Dengan persediaan lemak
yang demikian ini unta dapat makan
30–50 kg per hari, namun ia dapat
pula bertahan hidup dengan hanya 2
kg rumput yang didapatnya hari itu.
Dengan sistem demikian unta dapat
hidup tanpa air selama 3 minggu, saat
di mana ia akan kehilangan sepertiga
dari berat tubuhnya. Pada kondisi
yang sama—tanpa air—manusia akan
kehilangan berat badan hanya sebe-
sar 8%, namun hanya akan mampu
bertahan hidup selama 36 jam.
sebab hidup di kawasan yang
sulit maka tubuh unta telah dirancang
sedemikian rupa agar dapat makan apa
saja. Bagian luar mulutnya sangat kuat
dan serupa dengan karet, tidak akan
terluka walaupun dipakai untuk
mengunyah ranting liat atau batang
kaktus yang berduri yang cukup tajam
untuk sekadar menusuk dan melu-
bangi kulit. Saluran pencernaan unta
juga cukup kuat untuk menerima
plastik tebal, bahkan segulung kawat
tembaga.
Unta mampu mengatasi perso-
alan panas yang begitu menyengat
dan kurangnya persediaan air, sua-
tu kondisi alami kawasan gurun.
Pertama, unta mampu menurunkan
kerja metabolismenya, yang berarti
pemakaian energi yang ada dilakukan
secara perlahan. Suhu tubuhnya
memiliki kisaran yang besar, yang
memungkinkan mampu berfungsi
normal walau pada suhu udara yang
tinggi. Unta hanya minum jika
perlu. Jumlah yang diminumnya pun
tidak berlebihan, hanya sejumlah air
yang hilang dari tubuhnya. Mereka
dapat minum sebanyak 100–150
liter air dalam sekali tenggak. Unta
sanggup minum air sebanyak 160 liter
hanya dalam 10 menit. Pada hewan
lain, cara minum yang demikian pasti
akan membuatnya mati. Uniknya, unta
dapat meminum air payau yang tidak
dapat dikonsumsi hewan lainnya.
Air yang diminum unta mengalir
di saluran darah. Hemoglobin dalam
sel darah merah unta memiliki
sifat hydrophilic—menarik air. Saat
air tersedia dalam jumlah banyak di
tubuh unta, hemoglobin ini membesar
lebih dari 240% ukuran semula. Selain
bersifat hydrophilic, hemoglobin unta
juga memiliki sifat hyperhydration,
suatu mekanisme yang menghindarkan
unta dari problem osmotik saat unta
minum air dalam jumlah banyak. Pada
binatang lain, terlalu banyak minum
hampir selalu berakhir pada kematian.
Berbeda dari mitos warga bahwa
air disimpan di salah satu bagian
perut unta, air yang ada di saluran
darah akan disebar ke semua otot
dan organ tubuh unta. Unta dapat
memproses air di dalam tubuhnya
dengan sangat efisien. Unta hanya
mengalami penguapan air yang ada
pada otot, tidak pada darah. Dengan
demikian, darah unta akan tetap
cukup cair untuk dapat bersirkulasi
dengan baik saat membuang panas
tubuhnya. Unta berbeda dari manusia,
misalnya, yang darahnya akan menjadi
kental begitu mengalami dehidrasi.
Unta mengkonservasi air dengan
meminimalisasi seefisien mungkin
air yang keluar melalui urin. Ginjal
unta dapat membuat air kencing
menjadi sekental sirup, dengan kadar
garam hingga dua kali lipat kadar
garam dalam air laut. Kotoran unta
juga sangat kering, dapat langsung
dijadikan perapian untuk memasak.
Unta yaitu salah satu hewan
yang dapat berkeringat. Dengan cara
ini cairan tubuh yang hilang dapat
diperkecil dan sistem pendinginan
tubuh dapat berjalan. Pancaran sinar
matahari dapat dicegah dengan adanya
bulu tubuh yang tebal, demikian pula
saat suhu sangat dingin. Bulu ini juga
berperan menunda proses berkeringat
sampai pada puncak kisaran panas
tubuh yang dimilikinya. Unta dapat
menaikkan suhu tubuh sampai 41 ˚C,
yang itu membantunya dalam konser-
vasi air tubuh yang sangat berharga.
Dengan bulunya yang tebal unta
berpunuk dua dapat hidup pada suhu
hingga 50 ˚C pada musim panas, dan -
50 ˚C pada musim dingin.
Selain sebagai alat transportasi,
unta juga dimanfaatkan daging dan
susunya. Daging unta, walaupun agak
liat, memilki rasa yang enak. Kulitnya
disamak untuk dijadikan berbagai per-
alatan. Bulunya yang tebal dan gugur
dari waktu ke waktu diuntai untuk
dijadikan tali atau bahan baju hangat.
Unta dapat menghasilkan 20 liter susu
sehari tanpa minum air sampai 10
hari. Unta khusus perah bahkan dapat
memproduksi susu antara 30–40 liter
per hari. Secara Unsur kimiawi dalam
susu unta sama dengan susu sapi,
namun memiliki kandungan vitamin
C lebih tinggi. Kandungan lemak,
protein, dan mineral dalam susu unta
juga lebih tinggi daripada susu sapi
atau susu kambing. Walaupun saat
ini manusia di hampir seluruh penjuru
dunia menjadikan daging ayam sebagai
pilihan pertama untuk dikonsumsi,
namun bukan tidak mungkin suatu
saat nanti warga akan mulai
melirik daging unta. Benar, sebab
daging unta bebas dari kolesterol dan
hampir tidak memiliki lemak. Lemak di
tubuh unta ditimbun di satu tempat,
yaitu punuk.
Sejak 1.200 SM unta tercatat
sudah dimanfaatkan menjadi alat
transportasi. Pada 500–100 SM unta
berpunuk dua mulai dijadikan kenda-
raan perang. Pada abad ke-7 M manusia
mulai menciptakan pelana unta khusus
untuk berperang. Pasukan kavaleri
menunggang unta banyak dijumpai
di Afrika, Timur Tengah, bahkan
pada masa modern ini di India. Unta
juga lebih dipilih menjadi pembawa
akomodasi perang dibandingkan
keledai atau bahkan kuda. Sampai saat
ini unta masih menjadi alat transportasi
yang cukup penting. Hingga dewasa
ini unta dimanfaatkan menjadi penarik
gerobak di Pakistan. Pada masa lalu,
unta bahkan dijadikan penarik rumah,
seperti dijumpai di Kalgorie, Australia
(lihat gambar di bawah). Di samping
itu, unta juga banyak terlibat dalam
beberapa olah raga, seperti adu unta
di Turki dan lomba lari unta di Australia.
Namun, tidak ada tempat lain di dunia
di mana hubungan antara manusia
dengan unta sangat dekat, kecuali di
Jazirah Arab. Sedemikian penting unta
dalam budaya Arab sampai-sampai
ada sekitar 160 kata yang orang Arab
gunakan untuk menunjuk unta.
Sejak 1.800 tahun SM rute perda-
gangan antara Asia/Afrika ke Eropa
selalu melalui Jazirah Arab. Dari Asia
atau Afrika mereka membawa rempah-
rempah, gading, emas, dan sutra.
Unta diperkirakan telah dipakai
oleh warga Nabatea sebagai
hewan pengangkut beban sejak satu
abad SM, melintasi Teluk Aqaba ke
Petra, Yordania. Unta juga dipakai
pasukan Islam saat menaklukkan
Byzantium dan Persia pada abad
ke-7 M. Perang, perdagangan, dan
peradaban, semuanya “menunggang”
punggung unta. Sedemikian penting
peran unta sampai-sampai warga
Bedoin menjulukinya �Ațā'ullāh, karu-
nia Allah.
dirinya untuk menjadi “kapal gurun
pasir”?
Seperti semua mahluk hidup lain,
unta tentu tidak dapat menentukan
semua kondisi sebagaimana disebut.
Unta juga tidak dapat menjadikan
dirinya sendiri berguna bagi kemanu-
siaan. sebab diciptakan dengan
fisik yang demikian superior itu unta
dapat membaktikan diri kepada
kemanusiaan. Di pihak lain, manusia
dibebani tanggung jawab mempelajari
dan memahami tanda kekuasaan
Tuhan yang mewujud dalam diri unta
(Al-Gāsyiyah/88: 17) dan juga dalam
alam semesta ini—bahwa pencipta
semua itu hanyalah Allah.
4. BAGAL
Bagal disebut hanya satu kali dalam Al-
Qur'an, yaitu dalam Surah an-Naĥl/16: 8.
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah
telah menundukkan apa yang ada di langit dan
apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu
dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir
dan batin. namun di antara manusia ada yang
membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu
atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi
penerangan. (Luqmān/31: 20)
Apa yang dapat dipetik dari ayat
di atas terkait perikehidupan unta?
Mampukah unta dengan sendirinya
mengadaptasikan diri dengan ling-
kungan gurun yang ekstrem? Apa-
kah unta itu sendiri yang memben-
tuk punuk di punggungnya, lalu
mengfungsikannya penyimpan
lemak? Untakah yang merancang
mata dan hidungnya agar aman saat
terjadi badai di gurun? Unta sendirikah
yang merancang darah dan bentuk sel
hemoglobin yang berbentuk oval, dan
tidak bulat, untuk dapat mengurangi
hilangnya air tubuhnya? Apakah
unta itu sendiri yang memilih untuk
memiliki bulu yang demikian ini?
Apakah unta itu sendiri yang memilih
dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, ) dan
keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi)
perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu
ketahui. (an-Naĥl/16: 8)
Nabi Muhammad dikisahkan
menunggang bagal dalam berbagai
kesempatan. Beberapa riwayat yang
menyebut Nabi bersamaan dengan
bagal di antaranya:
95Hewan dalam Al-Qur'an
َم َواْلََسِن َلَقْد ُقْدُت بِنَبِيِّ اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ
ْهَباَء ، َحتَّى َأْدَخْلُتُهْم ُحْجَرَة َواْلَُسْيِ َبْغَلَتُه الشَّ
َوَهَذا اَمُه ُقدَّ َهَذا ، َم َوَسلَّ َعَلْيِه اهللُ َصلَّ النَّبِيِّ
َخْلَفُه . )رواه مسلم عن إياس بن سلمة(
Aku (Iyās bin Salamah) menuntun bagal putih
yang ditunggangi Rasulullah, Ĥasan, dan Ĥusain,
hingga masuk ke kamar Rasulullah. Salah satu dari
keduanya berada di depan, dan yang lain berada di
belakang Rasulullah. (Riwayat Muslim dari Iyās bin
Salamah)
َم َيْوَم َشِهْدُت َمَع َرُسْوِل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ
ْبِن اْلَاِرِث ْبُن ُسْفَياَن َوَأُبْو َأَنا َفَلِزْمُت ، ُحنَْيٍ
َم َفَلْم َعْبِد اْلُطَِّلِب َرُسْوَل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ
َعَل َم َوَسلَّ َعَلْيِه اهللُ اهللِ َصلَّ َوَرُسْوُل ، ُنَفاِرْقُه
َبْغَلٍة َلُه َبْيَضاَء َأْهَداَها َلُه َفْرَوُة ْبُن ُنَفاَثَة اْلَُذاِميُّ
اْلُْسِلُمْوَن َولَّ اُر َواْلُكفَّ اْلُْسِلُمْوَن اْلَتَقى َفَلمَّ ،
َم ُمْدبِِرْيَن ، َفَطِفَق َرُسْوُل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ
اِر ، َقاَل َعبَّاٌس : َوَأَنا آِخٌذ َيْرُكُض َبْغَلَتُه ِقَبَل اْلُكفَّ
َها َم َأُكفُّ بِِلَجاِم َبْغَلِة َرُسْوِل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ
بِِرَكاِب آِخٌذ ُسْفَياَن َوَأُبْو ، َع ُتْسِ الَ َأْن إَِراَدَة
. الديث ... َم َوَسلَّ َعَلْيِه اهللُ َصلَّ اهللِ َرُسْوِل
)رواه مسلم عن عباس بن عبد الطلب(
Aku (‘Abbās bin ‘Abdul Muțțalib) turut serta
dalam Perang Hunain bersama Rasulullah. Aku dan
(keponakanku) Abū Sufyān bin al-Ĥāriš bin ‘Abdul
Muțțalib bertugas melindungi Rasulullah dan tidak
sedikit pun berpisah dari beliau. Pada saat itu
beliau menunggangi bagal putih miliknya, hadiah
dari Farwah bin Nufāšah al-Jużāmi. saat pasukan
muslim dan kafir berhadap-hadapan, pasukan
muslim lari mundur. Melihat hal itu, Rasulullah
menunggangi bagalnya berjalan ke arah pasukan
kafir. Sementara itu, aku terus saja memegangi
tali kekang bagal itu dengan sedikit menariknya
ke belakang agar hewan itu tidak berjalan
terlalu cepat, sementara Abū Sufyān memegangi
perlengkapan milik Rasulullah… al-hadis. (Riwayat
Muslim dari ‘Abbās bin ‘Abdul Muţţalib)
َأَفَرْرُتْم : َقْيٍس ِمْن َرُجٌل َسَأَلُه ُه َأنَّ اِء اْلَبَّ َعِن
ُحنَْيٍ َيْوَم َم َوَسلَّ َعَلْيِه اهللُ َصلَّ اهللِ َرُسْوِل َعْن
َم َوَسلَّ َعَلْيِه َرُسْوَل اهللِ َصلَّ اهللُ َلِكنَّ : َفَقاَل ؟
ا َلَّا مَحَْلنَا َعَلْيِهْم َلْ َيِفرَّ ، َكاَنْت َهَواِزُن ُرَماًة ، َوإِنَّ
َفاْسُتْقبِْلنَا ، اْلَغنَاِئِم َعَل َفَأْكَبْبنَا ، اْنَكَشُفوا
َهاِم ، َوَلَقْد َرَأْيُت َرُسْوَل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه بِالسِّ
ْبَن ُسْفَياَن َأَبا َوإِنَّ ، اْلَبْيَضاِء َبْغَلتِِه َعَل َم َوَسلَّ
َأَنا النَّبِيُّ الَ اْلَاِرِث آِخٌذ بِِزَماِمَها ، َوُهَو َيُقوُل:
: َنَزَل النَّبِيُّ َصلَّ اهللُ اِئيُل َوُزَهْيٌ َكِذْب ! َقاَل إِْسَ
َم َعْن َبْغَلتِِه . )رواه البخاري ومسلم َعَلْيِه َوَسلَّ
عن الباء بن عازب(
Diriwayatkan dari al-Barrā' (bin ‘Āzib), bahwa
seseorang dari Bani Qais menanyainya, “Apakah
kalian lari meninggalkan Rasulullah pada Perang
Hunain?” Ia menjawab, “(Ya), tapi Rasul tidak.
Kaum Hawazin yaitu para pemanah ulung. saat
kami menyerang, mereka lari, lantas kami bergegas
memunguti jarahan. Namun saat itu kami
dihadang oleh panah-panah (musuh). Aku lihat
Nabi mengendarai bagal putihnya, Abū Sufyān bin
al-Ĥāriš memegangi tali kendalinya. Nabi berkata,
“Aku yaitu Nabi; tidak perlu dipertanyakan.”
Isrā'īl dan Zuhair (dua perawi hadis ini) berkata,
“Nabi turun dari bagalnya.” (Riwayat al-Bukhāri
dan Muslim dari al-Barrā' bin ‘Āzib)
96 Hewan dalam Perspektif Al-Qur'an & Sains
َأْو ، َعَقَبٍة ِفْ َم َوَسلَّ َعَلْيِه اهللُ َصلَّ النَّبِيُّ َأَخَذ
َفَلمَّ َعاَل َعَلْيَها َرُجٌل َناَدى َثنِيٍَّة ، َقاَل : َقاَل: ِف
: َقاَل ، َأْكَبُ َواهللُ اهللُ إاِلَّ إَِلَه الَ : َصْوَتُه َفَرَفَع
َم َعَل َبْغَلتِِه ، َقاَل َوَرُسوُل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ
: َفإِنَُّكْم الَ َتْدُعْوَن َأَصمَّ َوالَ َغاِئًبا . ُثمَّ َقاَل : َيا
َك َعَل َكِلَمٍة َأَبا ُمْوَسى ، َأْو: َيا َعْبَد اهللِ ، َأالَ َأُدلُّ
ِمْن َكنِْز اْلَنَِّة ؟ ُقْلُت : َبَل ، َقاَل : الَ َحْوَل َوالَ
أب عن ومسلم البخاري )رواه . بِاهللِ إاِلَّ َة ُقوَّ
موسى األشعري(
Suatu saat Rasulullah tiba di suatu bukit. saat
itu seorang pria naik ke atas bukit dan berteriak
kencang, mengatakan “Tidak ada Tuhan selain
Allah; Allah Mahabesar!” saat itu Rasulullah
sedang menunggangi bagalnya, dan bersabda,
“(Tidak perlu berteriak seperti itu), sebab
sesungguhnya kalian tidak sedang memanggil
Tuhan yang tuli dan jauh.” Beberapa saat lalu
beliau bersabda, “Wahai Abū Mūsā―atau: Wahai
‘Abdullāh―maukah engkau aku tunjukkan
sebuah kalimat yang merupakan sebagian dari
perbendaharaan surga?” “Mau,” jawab Abū Mūsā.
Rasulullah bersabda, “(Kalimat itu yaitu ) lā
ĥaula walā quwwata illā billāh―tiada daya dan
kekuatan kecuali atas kehendak Allah.” (Riwayat
al-Bukhāri dan Muslim dari Abū Mūsā al-Asy‘ari)
َم َيُعْوُديِنْ ، َلْيَس َجاَءيِن النَّبِيُّ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ
عن البخاري )رواه . بِْرَذْوٍن َوالَ َبْغٍل بَِراِكِب
جابر بن عبد اهلل(
Suatu hari Rasulullah datang menjengukku (Jābir
bin ‘Abdullāh). Pada saat itu beliau tidak mengen-
darai bagal maupun kuda. (Riwayat al-Bukhāri dari
Jābir bin ‘Abdullāh)
َم ِعنَْد َمْوتِِه َما َتَرَك َرُسْوُل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ
ا َوالَ ِدينَاًرا َوالَ َعْبًدا َوالَ َأَمًة َوالَ َشْيًئا ، إاِلَّ ِدْرَهً
َصَدَقًة َجَعَلَها َوَأْرًضا َوِساَلَحُه الَبْيَضاَء َبْغَلَتُه
أخي الارث بن عمرو عن البخاري )رواه .
جويرية أم الؤمني(
Rasullah saat wafat tidak meninggalkan uang
dinar, dirham, budak lelaki, budak perempuan,
dan tidak sesuatu pun. Beliau hanya meninggalkan
seekor bagal putih, sebilah pedang, dan sepetak
tanah yang dijadikannya sebagai sedekah. (Riwayat
al-Bukhāri dari ‘Amr bin al-Ĥāriš, saudara lelaki
Juwairiyah, istri Rasulullah)
، َتُبْوَك َم َوَسلَّ َعَلْيِه اهللُ َصلَّ النَّبِيِّ َمَع َغَزْوَنا
َم َوَسلَّ َعَلْيِه اهللُ َصلَّ لِلنَّبِيِّ َأْيَلَة َمِلُك َوَأْهَدى
َبْغَلًة َبْيَضاَء ، َوَكَساُه ُبْرًدا ، َوَكَتَب َلُه بَِبْحِرِهْم .
)رواه البخاري عن أب مُحيد الساعدي(
Kami turut serta bersama Rasulullah pada Perang
Tabuk. saat itu penguasa Ailah (bernama Baĥnah
bin Ru'bah) menghadiahi Rasulullah seekor bagal
putih (meminta beliau agar tidak mencopotnya
dari kursi kepemimpinannya). Sebagai balasannya,
Rasulullah memberinya pakaian dan memutuskan
untuk melakukan perjanjian damai dengannya
(dengan kewajiban membayar jizyah). (Riwayat al-
Bukhāri dari Abū Ĥumaid as-Sā‘idi)
َيُْطُب َم َوَسلَّ َعَلْيِه اهللُ َصلَّ اهللِ َرُسْوَل َرَأْيُت
َبْغَلٍة َعَل َحى الضُّ اْرَتَفَع ِحْيَ بِِمنَى النَّاَس
ُ َعنُْه ، َوالنَّاُس َشْهَباَء ، َوَعِلٌّ َرِضَ اهللُ َعنُْه ُيَعبِّ
أبو داود عن رافع بن . )رواه َوَقاِئٍم َقاِعٍد َبْيَ
عمرو الزنى(
Aku melihat Rasulullah sambil menunggangi seekor
bagal putih, berpidato di hadapan orang banyak di
Mina, saat matahari naik sejengkalan. saat itu
Ali yaitu orang yang menyampaikan pesan beliau
dengan suara lantang, sementara orang-orang ada
yang duduk dan ada pula yang berdiri. (Riwayat
Abū Dāwūd dari Rāfi‘ bin ‘Amr al-Muzani)
َم ِف اْلَنِْيِ َقَض َرُسْوُل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ
ٍة َعْبٍد ، َأْو َأَمٍة ، َأْو َفَرٍس، َأْو َبْغٍل . )رواه أبو بُِغرَّ
داود عن أب هريرة(
Dalam perkara pengguguran janin, Rasulullah
memutuskan bahwa diyatnya yaitu memberikan
seorang budak lelaki, budak wanita, seekor kuda,
atau seekor bagal. (Riwayat Abū Dāwūd dari Abū
Hurairah)
Bagal juga disebut dalam kisah
Khalifah Ali bin Abi Talib. Menjelang
berangkat perang Ali mengendarai
bagal. sebab penasaran orang-
orang menanyainya mengapa ia lebih
memilih bagal daripada kuda yang
dapat membawanya berlari jauh lebih
cepat. Mendengar pertanyaan itu,
ia dengan tegas menjawab bahwa ia
tidak berniat melarikan diri dari medan
pertempuran.
Perikehidupan Bagal
Bagal yaitu anak hasil kawin silang
antara keledai jantan (Equus africanus
asinus) dan kuda betina (Equus ferus
cabalus). Kuda dan keledai yaitu
jenis yang berbeda, dengan susunan
kromosom yang juga berbeda. Penam-
pilan bagal beragam, bergantung pada
kombinasi tipe kuda betina dan tipe
keledai jantan yang dikawinsilangkan.
Penampilan bagal yang berbeda
berbuntut pada penamaan yang juga
berbeda. Ada bagal yang dinamai
Quarter Horse Mule, Belgian Mule,
Appaloosa Mule, Tennessee Walker
Mule, Miniature Mule, dan seterusnya.
Sebagai contoh, seekor keledai jantan
berperawakan kecil jika dikawinkan
dengan kuda betina bertubuh kecil
akan menghasilkan, di antaranya,
varietas yang disebut sebagai bagal
miniatur (Miniature Mule).
Persilangan antara kuda dan
keledai tidak hanya melahirkan bagal.
Bila pasangannya dibalik, yakni kuda
jantan dikawinkan dengan keledai
betina, maka akan menghasilkan hewan
yang disebut hinny. Hinny umumnya
bertubuh lebih kecil daripada bagal.
terletak pada kuda jantan yang sangat
pemilih dalam mencari jodohnya,
berbeda dengan keledai jantan yang
cenderung tidak terlalu pemilih.
Sejak kapan bagal “dibentuk”
oleh manusia, tidak ada yang dapat
memastikan. Diduga persilangan ini
sudah dilakukan sejak lama, mengingat
domestikasi kuda dan keledai sudah
dilakukan sejak 4.000 SM. Kendati
demikian, tidak ada catatan yang
menunjukkan pada masa peradaban
mana manusia mulai mengawinkan
keledai dan kuda. Bagal juga hanya
sedikit tercatat mempengaruhi budaya
manusia.
Bagal memiliki kesabaran, daya
tahan tinggi, dan pandai memilih
jalan yang aman, terutama di ling-
kungan pegunungan―sifat-sifat yang
diwarisinya dari keledai. Dari kuda
Ditengarai hal itu disebabkan oleh
hal yang bersifat fisiologis, di mana
kandungan keledai betina lebih kecil
daripada kuda, atau oleh hal-hal yang
bersifat genetik. Pada umumnya hinny
agak sulit dijumpai sebab jumlahnya
tidak terlalu banyak. Masalah utama
dalam perkawinan silang model ini
99Hewan dalam Al-Qur'an
mereka mewarisi kekuatan dan kebera-
nian. Mereka yang pernah bekerja
dengan bagal dan kuda tentu akan lebih
memilih bagal sebab kesabarannya
dalam membawa beban yang berat.
Kelebihan lainnya yaitu dalam hal
kesehatan dan daya tahan tubuh. Kulit
bagal lebih tidak sensitif terhadap
penyakit, gangguan serangga, dan
cuaca dibanding kuda. Kukunya yang
tunggal jauh lebih keras daripada
kuku kuda, dan dapat dipakai nya
untuk menyepak. Hal ini sangat
membantunya mempertahankan diri
dari pemangsa. Bagal tidak saja dapat
menyepak ke depan atau belakang,
tapi juga ke samping.
Berat standar bagal sangat ber-
variasi, antara 20–500 kg. Kemampu-
annya dalam mengangkat beban
sangat tergantung pada kemampuan
individu. Bagal dengan perawakan
besar dan kekar, yang biasa dipakai
sebagai pengangkat akomodasi militer,
tercatat mampu mengangkat beban
seberat 72 kilogram dan berjalan sejauh
26 km tanpa berhenti. Umumnya bagal
dapat mengangkat beban mati seberat
20% dari berat tubuhnya, atau hingga
sekitar 90 kg. Bila mengangkut beban
hidup, misalnya manusia, bagal dapat
mengangkat beban setara dengan 30%
berat tubuhnya. Dalam hal jarak yang
mampu ditempuh, bagal relatif lebih
kuat daripada kuda.
Variasi perawakan dan warna
bulu bagal cukup banyak. Dari sudut
genetika, kromosom bagal berjumlah
ganjil, suatu hal yang memicu nya
mandul, tidak dapat menghasilkan
keturunan. Kromosom keledai berju-
mlah genap (62) dan kromosom kuda
juga genap (64). Hasil perkawinan
keduanya, bagal, memiliki jumlah
kromosom 63. Kondisi yang sama juga
dialami hinny. Pada dasarnya semua
organ yang diperlukan dalam proses
reproduksi tersedia lengkap, baik pada
bagal maupun hinny. Kendati begitu,
jika mereka kawin, baik dengan
jenisnya sendiri maupun dengan kuda
atau keledai, perkawinan itu tidak
akan menghasilkan keturunan. Meski
begitu, bagal masih saja memiliki
nafsu berahi, sebab memang organ
reproduksinya lengkap. Pada musim
kawin bagal jantan akan berperilaku
berlebihan dan tidak terkontrol. Untuk
mengatasinya, umumnya bagal jantan
dikebiri.
Kendati umumnya mandul,
namun dari 1527 sampai sekarang
tercatat ada sekitar 60 bagal betina
yang menghasilkan anakan. Di Cina
pada 1984, misalnya, dilaporkan ada
seekor bagal betina melahirkan anak,
demikian juga di Maroko pada 2002.
Sayangnya laporan-laporan itu tidak
disertai bukti yang kuat. Akhirnya
konfirmasi tentang hal ini secara
ilmiah didapatkan seiring lahirnya
anakan jantan dari seekor bagal betina
pada 2007 di Colorado, Amerika
Serikat. Hasil tes darah dan bulu
anak bagal ini membuktikan bahwa
kedua hewan itu memang anakan
dan indukan. Dengan demikian, bagal
betina masih dapat melahirkan anak,
akan namun kejadiannya sangat langka.
Anakan hasil kawin si lang
antara kuda betina dengan keledai
jantan seringkali sulit diprediksi. Ada
perjudian genetik di sini. Seekor kuda
betina jika dikawinkan dengan
keledai yang sama akan menghasilkan
anak-anak yang mirip satu sama
lain. Akan namun ada kuda betina
yang menghasilkan anak-anak yang
berbeda walaupun dikawinkan dengan
keledai jantan yang sama. Bagal
dapat ditemukan dalam berbagai
penampilan. Ada pencinta bagal yang
ingin bagalnya lebih mirip kuda, namun
bertelinga mirip keledai. Hal ini menjadi
ladang bisnis tersendiri bagi para
peternak bagal. Saat ini mereka sudah
dapat mengetahui berbagai indukan
kuda yang baik untuk menghasilkan
berbagai bentuk bagal yang laku di
pasaran.
Bagal bukanlah hewan yang
keras kepala. Begitu menemukan
situasi yang berbahaya, ia cenderung
memilih berhenti dan berdiam diri,
atau kalaupun lari pastilah tidak
terlalu jauh. Hal ini membuat bagal
sangat aman dikendarai dan menjadi
kesukaan mereka yang menyukai
perjalanan wisata alam. Hampir selama
100 tahun pengelola Taman Nasional
Grand Canyon di Amerika Serikat
selalu memakai bagal bagi para
pelanggannya. Perilaku bagal sangat
tepat untuk dijadikan kendaraan
dalam perjalanan melintasi lingkungan
pegunungan yang cukup berbahaya.
Bagal ternyata lebih kuat dan
tidak terlalu memilih-milih makanan,
tidak seperti kuda. Layaknya keledai,
bagal hanya perlu makanan dalam
jumlah sedikit dan tidak menuntut
pakan berkualitas baik. Umumnya jam
kerja bagal lebih panjang daripada
kuda, demikian juga masa hidupnya.
Bagal cenderung lebih berhati-hati
dan menjaga diri dari kecelakaan
yang dapat melukai dirinya. Seperti
halnya gajah, bagal memiliki memori
yang kuat. Bagal ingat dengan baik
siapa yang pernah menyakitinya,
walaupun itu sudah lama terjadi. Bagal
yaitu hewan sosial seperti induknya,
kuda. Meski demikian, tidak terlalu
mengherankan jika ada bagal muda
memisahkan diri dari rombongan,
lebih suka menyendiri, atau bahkan
berkumpul dengan manusia. Bagal
termasuk hewan yang sangat dekat
dan bergantung kepada manusia,
terutama mereka yang memeliharanya
dengan baik. Bagal juga jauh lebih
toleran terhadap kehadiran anjing
daripada kuda.
Pada pertengahan abad XX
pemakaian bagal untuk berbagai
keperluan menurun seiring munculnya
industrialisasi di berbagai belahan
dunia. pemakaian bagal sebagai
penarik bajak dalam ranah pertanian,
penarik kayu dalam industri kehutan-
an, dan penarik gerobak untuk meng-
angkut hasil bumi, telah digantikan
posisinya oleh mesin. Namun, untuk
alasan tertentu, di beberapa bagian
dunia manusia masih memanfaatkan
jasa bagal. Seperti sudah disebutkan,
bagal masih dijadikan alat transportasi
pendukung wisata alam di Taman
Nasional Grand Canyon, AS, sebab
hewan ini sangat aman ditunggangi.
Para penggemar bagal di Amerika
Serikat juga cukup banyak sehingga
industri peternakan bagal dapat terus
eksis. Berbagai kompetisi bagal juga
terus dilestarikan di sana untuk tetap
menghidupkan kegemaran mereka
akan hewan ini.
Dalam industri pariwisata bagal
dimanfaatkan sebagai hewan tung-
gangan sekaligus pengangkut barang.
Di objek wisata pendakian gunung
di Sierra Nevada, California, Amerika
Serikat, bagal dipakai untuk
mengangkut akomodasi pendakian.
Jasa angkut dengan bagal sangat
diperlukan di sini. Bagal juga menjadi
hewan yang penting bagi kalangan
Amish, suatu kelompok keagamaan
yang eksklusif di Amerika Serikat, yang
menolak memakai mesin sama
sekali. Mereka memakai bagal
untuk membajak sawah, menarik ke-
reta, dan pekerjaan lainnya.
Di banyak negara, di antaranya di
Maroko, bagal juga masih dipakai ,
demikian pula di Cina dan beberapa
negara lainnya. Bagal juga memainkan
peran sebagai pengangkut logistik
dalam beberapa peperangan, tidak
saja dalam perang saudara di AS, tapi
juga dalam perang Afghanistan. Baik
pihak gerilyawan Afghanistan, Rusia,
maupun AS banyak memakai jasa
103Hewan dalam Al-Qur'an
bagal untuk mengangkut peralatan
perang di lingkungan pegunungan
di negara ini. Lebih dari 1.000 tahun
yang lalu karavan kuda melewati jalur
sutra dengan membawa garam dan
teh. Di saat yang sama karavan bagal
membawa bahan bangunan sampai
ke lokasi pada ketinggian 1.000 meter
di atas permukaan laut di Yichang,
provinsi Hubei, Cina.
Kehadiran gagal di dunia ini
bukanlah suatu kebetulan. Bahwa
manusia mengawinkan dua jenis hewan
yang berbeda, yakni kuda dan keledai,
juga tidak terjadi dengan sendiri dan
merupakan suatu kebetulan. Semua
itu tentu sudah ada yang mengatur dan
menulis “skenarionya”; Dialah Allah
Yang Mahakuasa. Allah berfirman,
Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan
keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi)
perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu
ketahui. (an-Naĥl/16: 8)
5. KELEDAI
Keledai (ĥimār) disebutkan dalam Al-
Qur'an sebanyak lima kali, umumnya
dipakai sebagai metafora. Allah
berfirman,
Atau seperti orang yang melewati suatu negeri
yang (bangunan-bangunannya) telah roboh hingga
menutupi (reruntuhan) atap-atapnya, dia berkata,
“Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri)
ini sesudah hancur?” Lalu Allah mematikannya
(orang itu) selama seratus tahun, lalu mem-
bangkitkannya (menghidupkannya) kembali. Dan
(Allah) bertanya, “Berapa lama engkau tinggal (di
sini)?” Dia (orang itu) menjawab, “Aku tinggal (di
sini) sehari atau setengah hari.” Allah berfirman,
“Tidak! Engkau telah tinggal seratus tahun.
Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum
berubah, namun lihatlah keledaimu (yang telah
104 Hewan dalam Perspektif Al-Qur'an & Sains
menjadi tulang belulang). Dan agar Kami jadikan
engkau tanda kekuasaan Kami bagi manusia.
Lihatlah tulang belulang (keledai itu), bagaimana
Kami menyusunnya kembali, lalu Kami
membalutnya dengan daging.” Maka saat telah
nyata baginya, dia pun berkata, “Saya mengetahui
bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (al-
Baqarah/2: 259)
ada beberapa pesan moral
dalam ayat di atas, yaitu:
1. Bahwa waktu bukanlah suatu
halangan bagi Allah;
2. Bahwa waktu dalam perspektif
Allah dapat berakibat berbeda
pada benda yang berbeda;
3. Kunci kehidupan dan kematian
ada di tangan Allah; dan
4. Bahwa manusia bukanlah siapa-
siapa di hadapan kekuasaan
Allah. sebab itu sudah seharus-
nya mereka beriman kepada
Allah.
Ini dicontohkan kepada mereka
yang menyatakan telah beriman kepa-
da Kitab Allah (dalam hal ini Taurat)
namun enggan melaksanakan apa
yang ada di dalamnya. Keburukan akan
menimpa mereka yang meninggalkan
ayat-ayat Allah, dan mereka tidak akan
diberi petunjuk sedikit pun.
Umumnya yang tebersit di pikir-
an manusia saat mendengar kata
“keledai” yaitu gambaran hewan
yang dungu, bebal, kurang sopan, dan
tidak berperasaan. Kesan inilah pula
yang Allah sampaikan dalam Surah
al-Jumu‘ah/62: 5. Dalam ayat ini Allah
menyamakan orang-orang Yahudi
yang enggan mengamalkan ajaran
Taurat dengan keledai yang tidak tahu
pentingnya buku-buku yang sedang
dipikulnya. Alangkah dungunya manu-
sia yang hanya memiliki kecerdasan
setingkat dengan keledai.
Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas
membawa Taurat, lalu mereka tidak
membawanya (tidak mengamalkannya) yaitu
seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang
tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang
mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak
memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
(al-Jumu‘ah/62: 5)
Ayat lain yang juga menyebut
keledai yaitu firman Allah,
Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan
keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi)
perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu
ketahui. (an-Naĥl/16: 8)
105Hewan dalam Al-Qur'an
Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkan-
lah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara
ialah suara keledai.” (Luqmān/31: 19)
(Riwayat al-Bukhāri dan Muslim dari Usāmah bin
Zaid)
َم َنَى َيْوَم َخْيَبَ إِنَّ َرُسوَل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ
َعْن ُلُْوِم اْلُُمِر األَْهِليَِّة ، َوَأِذَن ِفْ ُلُْوِم اْلَْيِل .
)رواه البخاري ومسلم عن جابر بن عبد اهلل(
Pada saat Perang Khaibar Rasulullah melarang
kami mengkonsumsi daging keledai piaraan, dan
memperbolehkan mengkonsumsi daging kuda.
(Riwayat al-Bukhāri dan Muslim dari Jābir bin
‘Abdullāh)
Keledai juga disebut dalam
hadis-hadis lainnya, seperti hadis yang
berisi anjuran mengendarai keledai
(Riwayat at-Turmużi), kisah keledai
yang hilang dan memicu satu
kelompok kaum Ansar dapat masuk
ke benteng untuk membunuh Abū
Rāfi� (Riwayat al-Bukhāri); seseorang
yang mendapat julukan keledai dan
selalu dihukum oleh Nabi (Riwayat
al-Bukhāri); Rasulullah salat sunah di
atas keledai (Riwayat al-Bukhāri dan
Mālik); persepsi yang salah bahwa
berlalunya keledai, anjing, dan wanita
di depan jamaah yang menunaikan
salah akan membatalkan salat mereka
(Riwayat al-Bukhāri); perbandingan
ukuran keledai dengan buraq (Riwayat
al-Bukhāri); perbandingan bagian yang
tidak berbulu dan yang berbulu dari
kaki depan keledai sebagai gambaran
perbandingan antara muslim dan
non-muslim (Riwayat al-Bukhāri); dan
Seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut.
(al-Muddaššir/74: 50)
Selain dalam Al-Qur'an, keledai
juga disebut dalam beberapa hadis, di
antaranya:
َوَرُسوُل اهللِ َصلَّ اهللُ ، مِحَاٍر َعَل َيِسْيُ َأْقَبَل ُه إِنَّ
ْ ُيَصلِّ اْلَوَداِع ِة َحجَّ ِفْ بِِمنًى َقاِئٌم َم َوَسلَّ َعَلْيِه
فِّ ، َبْعِض الصَّ َيَدْي َبْيَ َمُر اْلِ َفَساَر بِالنَّاِس ،
ُثمَّ َنَزَل َعنُْه َفَصفَّ َمَع النَّاِس . )رواه البخاري
ومسلم عن ابن عباس(
Suatu saat ia (Ibnu ‘Abbās) datang menunggang
keledai. Pada saat yang sama, Rasulullah yang
sedang berada di Mina saat menunaikan Haji
Wada’ sedang menunaikan salat bersama para
sahabat. Keledai itu berjalan di depan sebagian saf,
lalu Ibnu ‘Abbās turun dan ikut berbaris mengikuti
salat bersama jamaah yang lain. (Riwayat al-
Bukhāri dan Muslim dari Ibnu ‘Abbās)
َعَل َرِكَب َم َوَسلَّ َعَلْيِه اهللُ َصلَّ اهللِ َرُسوَل إِنَّ
َوَأْرَدَف ، َفَدِكيٌَّة َقطِْيَفٌة َعَلْيِه إَِكاٍف َعَل ، مِحَاٍر
عن ومسلم البخاري )رواه . َوَراَءُه ُأَساَمَة
أسامة بن زيد(
Suatu saat Rasulullah menunggang keledai
dengan pelana yang ditutupi sutra dari Fadak,
dan memboncengkan Usāmah di belakangnya.
pembolehan memberi nama kepada
binatang seperti keledai (Riwayat al-
Bukhāri).
Perikehidupan Keledai
Keledai (Equus africanus asinus) yaitu
salah satu jenis dalam kelompok
kuda (Equidae) yang telah dipelihara
manusia sejak lama. Nenek moyang
keledai yaitu keledai liar (Equus afri-
canus) yang hidup di beberapa bagian
Afrika.
Jenis-jenis yang ada dalam
kelompok suku Equidae dapat kawin
silang, di mana anakan hasil kawin
silang itu hampir selalu dalam keadaan
mandul. Kendati mandul, keledai,
seperti halnya bagal, terkenal dengan
kekuatan dan kemampuannya yang
tinggi.
Keledai pertama kali didomes-
tikasi manusia pada sekitar 3.000
tahun SM, kira-kira hampir bersamaan
dengan domestikasi kuda. Sampai
saat ini keledai masih menjadi salah
satu hewan yang punya posisi pen-
ting dalam kehidupan manusia. Di
Pulau Hydra di Laut Mediterania
keledai bahkan menjadi satu-satunya
alat transportasi akibat larangan peng-
operasian mobil di pulau ini.
Bebeda nasib dari keledai yang
telah didomestikasi, keledai liar berada
dalam status konservasi dan perlu
dilindungi. Populasinya terus menurun
di alam liar. Beberapa anak jenis
dari keledai liar Afrika ini, misalnya
yang hidup di kawasan Ethiopia dan
Somalia, Equus africanus somaliensis,
juga mengalami nasib yang sama.
Kondisinya sangat memprihatinkan
dan diduga hanya tersisa beberapa
ratus ekor. Konflik yang terjadi di
kawasan ini dituding menjadi salah
satu penyebabnya. Konflik berbuntut
meningkatnya jumlah senjata yang
ada di tangan warga . Akibatnya
sudah dapat ditebak; perburuan
meningkat pesat, di mana keledai
liar yaitu salah satu sasarannya.
Konflik berkepanjangan ini semakin
menambah beban hidup yang harus
dipikul oleh keledai liar, di samping
beban-beban hidup yang mereka
tanggung sebelumnya. Mereka mesti
mengalami penyempitan ruang hidup
sebab peralihan peruntukan lahan
atau membesarnya lahan usaha untuk
peternakan.
Keledai liar lainnya yaitu
keledai liar Asia (Equus africanus
asinus), yang hidup di Asia Tengah,
Mongolia, dan India. Keledai liar hidup
menyendiri, tidak seperti kuda liar
yang hidup berkelompok. Keledai
liar mampu beradaptasi dengan
baik terhadap lingkungan pinggiran
gurun. sebab hidup menyendiri maka
keledai dibekali suara yang sangat
nyaring agar dapat berhubungan satu
sama lain. Suara yang dikeluarkannya
dapat terdengar sampai radius tiga
kilometer.
Keledai memiliki daun telinga
yang lebih besar daripada kuda, mung-
kin agar hewan ini dapat menang-
kap suara dengan lebih baik. Yang
jelas, sebagaimana telinga gajah,
telinga keledai juga berguna untuk
mendinginkan darah yang mengalir di
tubuhnya.
Keledai yang telah didomestikasi
memiliki tinggi badan berkisar antara
0,9–1,6 m. Keledai dengan perawakan
besar dan tinggi ditemui di bagian
selatan Spanyol (ras Andalucian-
Cordobesan). Umur keledai dapat men-
capai 30–50 tahun. Nenek moyang
keledai peliharaan yang ada saat ini
yaitu hasil domestikasi dari keledai
Nubia dan Somalia. Upaya domesti-
kasi ini, seperti telah dijelaskan sebe-
lumnya, mulai dilakukan pada 4.000
tahun SM.
Daya tahan dan kekuatannya
menjadikan keledai sebagai pembawa
beban yang tangguh. Mereka mampu
Gambar 98
Keledai Andalucian-Cordobesan. (Sumber: ipernity.com;
satromaranch.com)
Gambar 99–100
Keledai sebagai alat transportasi wanita di Sudan
(kanan), dan keledai sebagai pembawa beban maupun
penarik kereta di Pakistan. (Sumber: bp.blogspot.com;
cahyono-adi.blogspot.com; blog.travel-culture.com)
membawa barang seberat 20% hingga
30% dari berat badannya. Keledai juga
dapat dipakai untuk kepentingan
pertanian, seperti menarik bajak, atau
menghasilkan air susu. Pada sekitar
1.800 SM, keledai telah sampai di
Timur Tengah sehingga kota dagang
Damaskus sempat dijuluki “Kota Kele-
dai”. Suriah dikenal menghasilkan tiga
macam keledai, salah satunya disebut
“keledai tunggang” yang nyaman
dikendarai para wanita.
Bangsa Yunani mengasosiasikan
keledai dengan dengan Dewa Anggur
(Dionysus), sedang bangsa Roma-
wi memakai keledai sebagai
hewan persembahan. Keledai mulai
muncul di benua Amerika pada 1495
saat Christopher Columbus membawa
empat ekor keledai liar jantan dan
dua kuda betina dalam pelayarannya
menemukan benua Amerika. saat
menjadi presiden pertama Amerika,
George Washington mendatangkan
keledai dari Spanyol dan Perancis
dalam jumlah besar. Keledai banyak
dipakai sebagai pembawa beban
saat terjadinya “demam emas” di
California, AS, pada pertengahan abad
XIX. saat usaha-usaha penggalian
emas mulai surut keledai-keledai ke-
mudian dilepaskan dan menjadi liar
kembali di kawasan Gurun California
sampai saat ini.
Selama Perang Dunia I keledai
banyak dipakai sebagai pembawa
beban, tunggangan, dan penarik me-
riam. Dalam Perang Afghanistan,
pernah ditemukan pada tahun 2006
seekor keledai yang akan dipakai
sebagai pengangkut bom yang renca-
nanya akan diledakan di tengah keru-
munan warga sipil.
Saat ini diperkirakan ada sekitar
44 juta keledai hidup di dunia. Jumlah
terbanyak ada di Cina (11 juta
ekor), disusul lalu di Pakistan,
Ethiopia, dan Meksiko. Penggunaaanya
masih sama dengan apa yang dilakukan
manusia 6.000 tahun yang lalu. Peran
utamanya yaitu untuk transportasi,
baik untuk ditunggangi, sebagai pem-
bawa beban, atau menarik kereta.
Keledai juga dipakai untuk menarik
bajak, memutar alat penggiling biji-
bijian, atau menarik pengerek air dari
sumur. Keledai tidak terlalu banyak
dimanfaatkan susu atau dagingnya.
Keledai banyak disebut dalam
kaitannya dengan agama dan mitos.
Dalam mitologi Yunani ada satu
kisah di mana Raja Midas berselisih
dengan Dewa Apollo saat keduanya
menjadi juri dalam suatu kontes musik.
Apollo lalu mengganti telinga
Midas dengan telinga keledai sebagai
hukuman. Dalam tradisi Yahudi dan
Kristen, Yesus digambarkan hampir
selalu mengendarai keledai. Keledai
dianggap sebagai suatu kemewahan
dalam kitab-kitab Yahudi. Saat itu,
rakyat jelata hanya mampu berjalan
kaki. Keadaan mulai berbalik saat
para bangsawan beralih menunggangi
kuda. saat itu keledai dianggap
mewakili kesederhanaan atau melam-
bangkan cara hidup yang lebih baik
daripada mengejar kemewah


