Tentang hewan 4

Tentang hewan 4


 



di antaranya Perang 

Badar dan Perang Uhud. Ali bin 

Abi Talib yaitu  sepupu sekaligus 

menantu Nabi Muhammad yang 

sangat disayanginya. Ali meninggal 

pada tahun 40 H akibat ditusuk saat 

menunaikan salat di Masjid Kufah, Irak.

Singa dalam warga  Arab 

memiliki takwil tersendiri bila hadir 

dalam  mimpi. Singa merepresentasi-

kan seorang penguasa yang kejam dan 

zalim, kematian, kesembuhan, atau 

warisan. Dikisahkan dalam sebuah 

dongeng,

Seseorang bermimpi seekor singa datang 

mengejarnya. Ia lari dan memanjat sebatang 

pohon di dekatnya. Ia duduk pada salah 

satu cabang pohon itu. Saat ia melihat ke 

bawah, dilihatnya singa itu sedang duduk 

menunggunya di tanah, di bawah pohon. Ia 

memandang sekeliling dan tiba pada pangkal 

cabang tempatnya duduk. Dilihatnya dua 

ekor tikus berwarna hitam dan putih sedang 

berputar-putar, sibuk mengerat pangkal 

cabang. Ia sangat gelisah sebab  jika  

cabang itu habis dikerat tikus maka ia akan 

jatuh ke bawah. Ia lalu  memandang ke 

bawah, dan tepat pada cabang di bawahnya, 

seekor ular besar merayap mendekatinya dan 

membuka mulutnya, seakan siap menelannya 

jika  ia jatuh ke arahnya. Orang itu 

lalu  memandang ke atas. Tepat di 

atasnya ada sebuah sarang lebah madu. 

Dari waktu ke waktu, ada  saja madu yang 

menetes ke bawah. Ia menggeser duduknya 

dan membuka mulut untuk menampung 

madu yang menetes itu. Ia lakukan itu terus-

menerus sehingga lupa akan semua hewan 

buas itu dan akibat buruk yang dapat mereka 

timbulkan. Tiba-tiba saja cabang pohon 

itu mulai patah, dan saat  itulah ia baru 

teringat kembali akan bahaya yang bisa 

menimpanya. Dengan bercucuran peluh ia 

terbangun dari mimpinya. sebab  mimpinya 

ini sangat menakutkan, ia mendatangi 

seorang ulama untuk menanyakan takwil 

mimpinya itu. Sang ulama berkata, “Singa 

mewakili kematian. Ia selalu mengejarmu dan 

mengikutimu kemana pun engkau pergi. Dua 

tikus, berwarna hitam dan putih, mewakili 

waktu: siang dan malam. Mereka beputar-

putar menggigit pangkal batang, artinya 

memakan waktumu dan mendekatkanmu 

kepada kematian. Ular besar dengan mulut 

lebar yang hitam yaitu  liang kubur yang 

menunggu kamu memasukinya. Sarang lebah 

yaitu  dunia ini, dan madu yang menetes 

yaitu  kenikmatan duniawi. Engkau sangat 

menyukai kenikmatan dunia itu, sehingga 

engkau lupa akan hal lain, termasuk  kematian 

dan liang kubur yang menantimu.

Semoga Allah membangungkan 

manusia dari tidur dan menyelamatkan 

kita semua. Amin.

3. UNTA

Salah satu ayat dalam Al-Qur'an 

meminta manusia untuk memper-

hatikan bagaimana Allah menciptakan 

unta. yaitu  sangat menarik jika Al-

Qur'an memilih unta untuk ditafakuri, 

bukannya hewan lain. Allah berfirman, 

80 Hewan dalam Perspektif Al-Qur'an  &  Sains

Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, 

bagaimana diciptakan? (al-Gāsyiyah/88: 17)

Unta bukanlah hewan yang 

cantik dan sedap dipandang, bukan 

pula hewan yang gesit dan paling kuat, 

pun bukan hewan peliharaan yang setia 

kepada pemiliknya. Sifat unta agak 

sulit ditebak, namun pada dasarnya 

mereka jinak jika  diperlakukan 

dengan baik, dan berubah menjadi 

keras kepala dan cepat marah apa-

bila diperlakukan dengan keras. 

sebab  sifatnya demikian ini unta 

mendapatkan respek dari manusia.

Unta hanya punya bagian kecil 

dari sifat-sifat yang tadi disebut, 

namun itulah yang justru membuat 

karakternya berbeda. Betapa tidak; 

kondisi ini justru sangat membantu 

mereka bertahan hidup di kawasan 

yang memiliki lingkungan marginal. 

Allah menyatukan bagian-bagian kecil 

dari semua sifat itu, ditambah dengan 

sifat-sifat lain, pada diri hewan yang 

sangat cocok untuk hidup dalam 

kondisi kering bergurun. Penciptaan 

unta mengajari manusia agar menerima 

apa pun yang menjadi kehendak 

Allah, dan menerima di mana mereka 

ditempatkan di dunia ini, dengan tetap 

bersyukur kepada-Nya dan beradaptasi 

dengan lingkungannya. 

Unta dipilih Allah untuk diban-

dingkan dengan makhluk lainnya, untuk 

ditafakuri dan dijadikan peringatan 

dari Allah. Hal ini dapat disimak dalam 

rangkaian ayat selanjutnya.

Maka tidakkah mereka memperhatikan unta, 

bagaimana diciptakan? Dan langit, bagaimana 

ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana 

ditegakkan? Dan bumi bagaimana dihamparkan? 

Maka berilah peringatan, sebab  sesungguhnya 

engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringat-

an. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas 

mereka. (al-Gāsyiyah/88: 17-22)

Unta yaitu  hewan yang sangat 

sesuai untuk membantu manusia 

memenuhi keperluan dan menjalankan 

aktivitasnya. Unta yaitu  hewan 

pengangkut beban yang cukup kuat 

dan tahan terhadap cuaca ekstrem. 

Tentang hal ini Allah berfirman,

Dan hewan ternak telah diciptakan-Nya, untuk 

kamu padanya ada (bulu) yang menghangatkan 

dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kamu 


Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-

orang yang berbuat jahat. (al-A‘rāf/7: 40)

Unta betina juga muncul dalam 

kisah tentang mukjizat Nabi Salih. 

Unta betina yaitu  hewan peliharaan 

yang paling bermanfaat pada masa 

itu, sehingga pantaslah hewan ini 

dijadikan sebagai bukti kekuasaan 

Allah. Unta betina dapat dipakai  

sebagai alat transportasi, penghasil 

daging, penghasil kulit dan bulu, 

bahkan dapat pula menghasilkan susu. 

Kisah unta betina Nabi Salih dapat 

disimak dalam ayat-ayat berikut.

makan. Dan kamu memperoleh keindahan 

padanya, saat  kamu membawanya kembali ke 

kandang dan saat  kamu melepaskannya (ke 

tempat penggembalaan). Dan ia mengangkut 

beban-bebanmu ke suatu negeri yang kamu tidak 

sanggup mencapainya, kecuali dengan susah 

payah. Sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha 

Penyayang.  (an-Naĥl/16: 5–7)

Tanpa bantuan unta perjalanan 

melewati gurun akan sangat sulit dila-

kukan. Sudah berabad-abad lamanya 

manusia mengarungi gurun di Jazirah 

Arab dan Afrika dengan bantuan hewan 

tangguh ini. Sampai saat ini pun unta 

masih dipakai  sebagai tunggangan 

untuk menempuh perjalanan-perjalan-

an pendek di kawasan ini. Unta sebagai 

metafor ditemukan dalam banyak ayat 

Al-Qur'an. Allah mengumpamakan 

kemustahilan orang-orang yang men-

dustakan ayat-ayat Allah untuk masuk 

surga bagaikan mustahilnya unta 

dapat menembus lubang jarum. Pintu 

langit tidak sama sekali akan dibukakan 

untuk mereka yang mendustakan 

Allah. Doa dan amal mereka tidak akan 

diterima oleh-Nya.

Dan kepada kaum Samud (Kami utus) saudara 

mereka Salih. Dia berkata, “Wahai kaumku! 

Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) 

bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang 

kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Ini 

(seekor) unta betina dari Allah sebagai tanda 

untukmu. Biarkanlah ia makan di bumi Allah, 

janganlah kamu menyakitinya, nanti akibatnya 

kamu akan mendapatkan siksaan yang pedih.” (al-

A‘rāf/7: 73)

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan 

ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terha-

dapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit 

bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, 

sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. 


tanda kekuasaan Allah, seperti yang 

Allah turunkan kepada umat-umat 

terdahulu. Allah tidak menjawab 

permintaan mereka sebab  Dia tahu 

orang-orang kafir itu tidak akan 

beriman kendati permintaan mereka 

dikabulkan. Kalau itu terjadi maka 

Allah pasti akan mengazab mereka 

sebab  kekufuran itu, sedang  Allah 

telah berjanji kepada Rasulullah bahwa 

Dia tidak akan mengazab kaum kafir 

itu selama Rasulullah ada di tengah-

tengah mereka.

lalu  mereka sembelih unta betina itu, dan 

berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya. 

Mereka berkata, “Wahai Salih! Buktikanlah ancam-

an kamu kepada kami, jika benar engkau salah 

seorang rasul.” (al-A‘rāf:/7: 77)

Dan wahai kaumku! Inilah unta betina dari Allah, 

sebagai mukjizat untukmu, sebab itu biarkanlah 

dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu 

mengganggunya dengan gangguan apa pun yang 

akan memicu  kamu segera ditimpa (azab).” 

(Hūd/11: 64)

Dia (Salih) menjawab, “Ini seekor unta betina, yang 

berhak mendapatkan (giliran) minum, dan kamu 

juga berhak mendapatkan minum pada hari yang 

ditentukan. (asy-Syu‘arā'/26: 155)

Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina 

sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah 

mereka dan bersabarlah (Salih). (al-Qamar/54: 27)

Allah memastikan bahwa orang-

orang yang mendustakan tanda-

tanda kekuasaan-Nya seperti apa 

yang diberikan kepada rasul-rasul 

terdahulu akan dimusnahkan. Kaum 

kafir Mekah juga pernah meminta 

kepada Nabi Muhammad supaya 

diturunkan pula kepada mereka tanda-

Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk 

mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan 

Kami), melainkan sebab  (tanda-tanda) itu telah 

didustakan oleh orang terdahulu. Dan telah Kami 

berikan kepada kaum Samud unta betina (sebagai 

mukjizat) yang dapat dilihat, namun  mereka 

menganiaya (unta betina itu). Dan Kami tidak 

mengirimkan tanda-tanda itu melainkan untuk 

menakut-nakuti. (al-Isrā'/17: 59)

Penyebutan unta juga muncul 

dalam petunjuk Allah mengenai pem-

bagian harta rampasan (fai'). Allah 

berfirman,


Dan dari unta sepasang dan dari sapi sepasang. 

Katakanlah, “Apakah yang diharamkan dua 

yang jantan atau dua yang betina, atau yang ada 

dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu 

menjadi saksi saat  Allah menetapkan ini bagimu? 

Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang 

yang mengada-adakan kebohongan terhadap 

Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa 

pengetahuan?” Sesungguhnya Allah tidak akan 

memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. 

(al-An‘ām/6: 144)

mereka yang sudah kaya, namun 

kepada fakir, miskin, anak yatim, dan 

musafir. Adapun cara pembagian 

ganimah diuraikan pada Surah al-

Anfāl/8: 41. Ayat ini menjelaskan bahwa 

empat per lima dari harta ganimah 

dibagikan kepada mereka yang ikut 

berperang, sedang  seperlima sisa-

nya dibagikan kepada kelompok yang 

sudah ditentukan. 

Cukup banyak hadis yang meng-

gunakan unta sebagai subjek. Bebe-

rapa di antaranya yaitu :

َلَا  ُيَقاُل  َم  َوَسلَّ َعَلْيِه  اهللُ  َصلَّ  النَّبِيِّ  َناَقُة  َكاَنْت 

اْلَعْضَباُء . )رواه البخاري عن أنس( 

Unta betina Rasulullah dinamai al-‘Aďbā' (unta 

yang sobek telinganya). (Riwayat al-Bukhāri dari 

Anas)

ى  ُتَسمَّ َناَقٌة  َم  َوَسلَّ َعَلْيِه  اهللُ  َصلَّ  لِلنَّبِيِّ  َكاَن 

َتَكاُد  الَ  َأْو   : مُحَْيٌد  َقاَل  ُتْسَبُق،  الَ   ، الَعْضَباَء 

َفَشقَّ   ، َفَسَبَقَها  َقُعْوٍد  َعَل  َأْعَراِبٌّ  َفَجاَء  ُتْسَبُق، 

َحقٌّ   : َفَقاَل   ، َعَرَفُه  َحتَّى  اْلُْسِلِمْيَ  َعَل  َذلَِك 

َوَضَعُه  إاِلَّ  ْنَيا  الدُّ ِمَن  ٌء  َيْرَتِفَع َشْ َأْن الَ  َعَل اهللِ 

. )رواه البخاري عن أنس( 

Rasulullah memiliki  seekor unta betina 

bernama al-‘Aďbā'. Unta ini (berlari sangat cepat 

sehingga) tidak tersalip―dalam riwayat Ĥumaid: 

hampir tidak tersalip. Suatu saat seorang badui 

mengendarai untanya dan dapat menyalip al-

‘Aďbā'. Hal itu membuat kaum muslim menjadi 

gerah, dan sampailah kegerahan mereka ke telinga 

Dan harta rampasan fai'  dari mereka yang diberikan 

Allah kepada Rasul-Nya, kamu tidak memerlukan 

kuda atau unta untuk mendapatkannya, namun  

Allah memberikan kekuasaan kepada rasul-rasul-

Nya terhadap siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah 

Mahakuasa atas segala sesuatu. (al-Ĥasyr/59: 6)

Fai' yaitu  harta rampasan 

yang diperoleh dari musuh tanpa per-

tempuran. Metode pembagiannya 

berbeda dari cara pembagian ganimah 

(harta rampasan yang diperoleh dari 

musuh sesudah  terjadi pertempuran). 

Pembagian fai' diuraikan pada Surah al-

Ĥasyr/59: 7. Di sana disebutkan bahwa 

harta fai' tidak untuk dibagikan kepada 

Rasulullah. Nabi berkata, “Hanya Allah yang 

berhak menetukan bahwa sesuatu yang diangkat 

tinggi di dunia ini akan diturunkan-Nya.” (Riwayat 

al-Bukhāri dari Anas) 

َرُجاًل  َرَأى  َم  َوَسلَّ َعَلْيِه  اهللُ  اهللَِّ َصلَّ  َرُسوَل  إِنَّ 

َا َبَدَنٌة ،  َيُسْوُق َبَدَنًة ، َفَقاَل : اْرَكْبَها ! َفَقاَل : إِنَّ

َا َبَدَنٌة ، َقاَل : اْرَكْبَها ،  َفَقاَل : اْرَكْبَها ! َقاَل : إِنَّ

َوْيَلَك ! ِف الثَّالَِثِة َأْو ِف الثَّانَِيِة . )رواه البخاري 

ومسلم عن أب هريرة( 

Sesungguhnya Rasulullah melihat seorang pria 

menuntun unta betina (yang akan dijadikan hewan 

kurban). “Naikilah untamu!” perintah Rasulullah 

kepada pria itu. Ia menjawab, “Ini yaitu  unta 

yang akan aku kurbankan.” “Naikilah untamu!” 

ulang Rasulullah. “Ini yaitu  unta yang akan aku 

kurbankan,” jawab pria itu. “Naikilah untamu! 

Kasihan dirimu!” pungkas Rasulullah pada ucapan 

yang kedua atau ketiga. (Riwayat al-Bukhāri dan 

Muslim dari Abū Hurairah) 

َعَل  بِاْلَبْيِت  َم  َوَسلَّ َعَلْيِه  اهللُ  َصلَّ  النَّبِيُّ  َطاَف 

ٍء َكاَن ِعنَْدُه  ْكَن َأَشاَر إَِلْيِه بَِشْ َم َأَتى الرُّ َبِعْيٍ ، ُكلَّ

َ . )رواه البخاري عن ابن عباس(  َوَكبَّ

Suatu saat Rasulullah tawaf mengelilingi Baitullah 

dengan menaiki unta. Tiap kali beliau menghampiri 

sudut (yang di sana ada  Hajar Aswad), 

beliau menunjuk ke arahnya dengan sesuatu yang 

beliau pegang, sambil mengumandangkan takbir. 

(Riwayat al-Bukhāri dari Ibnu ‘Abbās) 

ِذْي  َمْن َنَصَ َقْوَمُه َعَل َغْيِ اْلَقِّ َفُهَو َكاْلَبِعْيِ الَّ

َي ، َفُهَو ُينَْزُع بَِذَنبِِه. )رواه أبو داود عن ابن  ُردِّ

مسعود موقوفا ، ورفعه أمحد( 

Barang siapa membantu kaumnya (yakni: orang 

lain) untuk berbuat tidak benar maka ia bagaikan 

unta yang terperosok, lalu diangkat ke atas dengan 

ditarik ekornya. (Riwayat Abū Dāwūd dari Ibnu 

Mas‘ūd) 

َق  َم بَِبِعْيٍ َقْد َلِ َمرَّ َرُسوُل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ

اْلَبَهاِئِم  َهِذِه  ِفْ  اهللَ  ُقوا  اتَّ  : َفَقاَل   ، بَِبْطنِِه  َظْهُرُه 

 . َصاِلًَة  َوُكُلْوَها  َصاِلًَة  َفاْرَكُبْوَها   ، اْلُْعَجَمِة 

)رواه أبو داود عن سهل ابن النظلية( 

Suatu saat  Rasulullah berjalan melewati 

seekor unta yang (begitu kurus sehingga seolah) 

punggung dan perutnya menempel. Beliau berkata, 

“Bertakwalah kalian kepada Allah terkait (hak) 

hewan-hewan yang polos ini. Naikilah dengan cara 

yang baik dan makanlah (sembelihlah) dengan cara 

yang baik. (Riwayat Abū Dāwūd dari Sahl bin al-

Ĥanžaliyah) 

َم َعِن اْلَالََّلِة  َنَى َرُسْوُل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ

َأْلَباِنَا.  َب ِمْن  َأْو ُيْشَ ُيْرَكَب َعَلْيَها  َأْن  ِف اإِلبِِل 

)رواه أبو داود عن ابن عمر( 

Rasulullah melarang kami menaiki dan meminum 

susu unta yang memakan kotoran (yakni: jika  

tubuh dan susunya berbau tidak sedap). (Riwayat 

Abū Dāwūd dari Ibnu ‘Umar)

Perikehidupan Unta

Unta yaitu  hewan menyusui berkuku 

genap yang masuk dalam marga 

Camelus, yang memiliki simpanan 

lemak dalam tubuhnya dalam bentuk 

punuk di punggungnya. Ada dua 

jenis unta yang dikenal, yaitu Camelus 


dromedarius atau unta Arab yang 

berpunuk satu, dan Camelus bactrianus 

yang berpunuk dua. Unta berpunuk 

satu hidup di kawasan gurun di Asia 

Barat dan Afrika, sedang  unta 

berpunuk dua hidup alami di Asia 

Tengah dan Asia Timur. Kedua jenis 

unta ini telah didomestikasi dan digu-

nakan sebagai pengangkut beban, alat 

transportasi, juga penghasil daging 

dan susu.

Kata dromedarius berasal dari 

kosakata Yunani dromos yang berarti 

jalanan, dan secara teknis menunjuk 

pada mengendarai unta berpunuk 

satu. Adapun kata camel berasal dari 

kata berbahasa Arab yang terdiri dari 

tiga konsonan: jim, mim, dan lam—

jamal, yang berarti cantik/indah. Secara 

umum kata camel dipakai  untuk 

dua jenis unta di atas, juga untuk suku 

Camelidae lain yang hidup di Amerika 

Selatan, yaitu llama, Alpaca, Guanaco, 

Unta berpunuk satu mencapai 

kedewasaan saat  berumur antara 6–7, 

saat di mana ia memiliki berat badan 

antara 250–680 kg dan tinggi dari 

telapak kaki hingga bahu mencapai 1,8–

2 meter. Bulunya yang tebal,terutama 

pada musim dingin, membuat unta 

terlihat lebih gemuk.

Umur unta rata-rata mencapai 

40–50 tahun. Unta dewasa rata-rata 

memiliki  tinggi bahu (dari per-

mukaan tanah sampai bahu) sekitar 

1,85 meter dan tinggi punuk (dari 

permukaan tanah sampai puncak 

punuk) sekitar 2,15 meter. Tinggi punuk 

itu sendiri dapat mencapai 75 cm dari 

punggung. Unta berpunuk satu dan 

pengendaranya dapat menempuh 

jarak 120–190 km per hari. 

Tipe unta yang lebih kekar 

biasanya dipakai  untuk membawa 

beban. Ia mampu mengangkut beban 

hingga seberat 450 kg, tapi umumnya 

hanya diberi beban sampai 200 kg. Unta 

pengangkut beban ini dapat berjalan 

hingga 60 kilometer per hari. Variasi 

jarak dapat diatur berdasar  kondisi 

hewan dan berapa total jarak yang 

akan ditempuh. Untuk jarak dekat, 

unta dapat berlari dengan kecepatan 

40 km/jam, dengan start mencapai 65 

km/jam. Gambaran perjalanan caravan 

berunta dapat dilihat dalam lukisan di 

bawah.

Hidup unta berpunuk satu hasil 

domestikasi bergantung sepenuhnya 

kepada bantuan manusia yang biasa 

memberinya pakan berupa kurma, 

rumput, dan biji- bijian seperti gandum 

dan jelai. Sebetulnya unta juga mampu 

memakan berbagai bagian tumbuhan 

liar, seperti semak berduri, daun 

kering, dan biji-bijian tanaman liar. 

Pada dasarnya unta yaitu  pemakan 

segala (omnivora). Mereka memakan 

tumbuhan, daging, bahkan tulang. 

Populasi unta berpunuk satu 

di dunia saat ini tercatat sekitar 14 

juta ekor. Hampir semua unta jenis 

ini telah dijinakkan. Sekitar 25% dari 

populasi hidup di Somalia. Di kawasan 

ini unta masih menjadi hewan yang 

amat krusial bagi kehidupan suku-

suku nomad di sini. Unta menyediakan 

bagi mereka daging, susu, dan alat 

transportasi. Sekitar 75% sisanya 

banyak ditemukan di beberapa kawa-

san Sahel, Magrib, Timur Tengah, dan 

anak benua India. Unta berpunuk satu 

yang hidup liar hanya ditemukan di 

gurun dan kawasan kering Australia 

Tengah. Populasinya mencapai 1 juta 

ekor. Mereka ini yaitu  keturunan 

dari unta yang didatangkan dari luar 

Austalia untuk keperluan transportasi 

di abad ke-19 dan permulaan abad 

ke-20. Populasi unta ini terus naik 

sekitar 18% per tahun. Pemerintah 

Australia mengganggap populasi unta 

ini mengganggu peternakan domba 

yang lebih bernilai komersial. Atas 

alasan ini pemerintah melakukan 

upaya pengurangan populasi unta 

dengan menembakinya dari udara. Di 

Amerika bagian barat juga ditemukan 

populasi kecil unta berpunuk satu dan 

dua. Awalnya mereka didatangkan 

dari Turki untuk diuji coba menjadi 

pengangkut akomodasi peperangan.

Unta berpunuk dua ditemukan 

di kawasan Mongolia dan Asia Tengah. 

Dibandingkan unta berpunuk satu, 

tubuh unta berpunuk dua relatif lebih 

pendek, lebih kekar, dan lebih dapat 

beradaptasi di kawasan berbatu dan 

suhu yang relatif lebih dingin. Kekuat-

an dan daya tahannya  sangat  besar. Ia 

dapat mengangkat beban sampai 450 

kg. Dengan beban seberat itu hewan 

ini dapat menempuh jarak hingga lebih 

dari 40 km per hari.


Tinggi bahu unta berpunuk dua 

dewasa dapat mencapai 1,8–2,3 m, 

dengan panjang tubuh sekitar 3 m. 

Berat unta dewasa berkisar antara 

600–1.000 kg. Berat punuk masing-

masingnya dapat mencapai 32 kg. 

Masa hidupnya antara 25–45 tahun.

Semula banyak yang mengira unta 

berpunuk dua sudah punah, hingga 

akhirnya ditemukan hidup liar dalam 

kelompok kecil di Gurun Gobi, Cina, 

pada 1957. Drastisnya penurunan 

populasi jenis ini diakibatkan peralihan 

peruntukan lahan untuk keperluan 


manusia, perburuan, pemangsaan oleh 

predator (terutama serigala), atau pe-

musnahan secara sengaja oleh manusia 

sebab  dianggap menjadi pesaing bagi 

ternak sapi dan domba. Saat ini diduga 

populasi unta liar berpunuk dua hanya 

tersisa di Gurun Gobi. Jumlahnya di-

perkirakan tinggal 400–700 ekor di 

Mongolia, dan 200 ekor di Cina.  

Unta berpunuk dua mulai diper-

kirakan sudah didomestikasi sekitar 

2.500 tahun SM di kawasan Bactria, 

perbatasan Iran–Afghanistan saat ini. 

Unta ini lalu  menyebar ke Rusia 

89Hewan dalam Al-Qur'an

(1.700–1.200 tahun SM), Siberia Barat 

(1.000 tahun SM). Pada tahun 300 

SM unta ini sudah dipakai  sebagai 

moda transportasi pendukung akivitas 

perdagangan di Jalur Sutra.

Hidup di kawasan ekstrem ini 

secara alami hanya dapat dilakukan oleh 

unta. Hewan berukuran besar lainnya 

tidak bisa sebab  mereka perlu sumber 

daya yang besar, seperti pakan dan air, 

untuk menunjang kehidupannya. Unta 

mampu “mengakali” hal ini  dan 

menjadikannya sebagai suatu strategi 

hidup yang ampuh. Dengan hidup di 

kawasan gurun, pegunungan berbatu, 

atau di kawasan kering lainnya, unta 

dapat menghindari hewan-hewan pe-

mangsa dan pesaing, baik dalam hal 

makanan maupun ruang. Hanya unta 

yang dapat memanfaatkan kondisi 

marginal demikian ini. 

Semua bagian tubuh unta seolah 

disiapkan untuk hidup di kawasan 

yang sulit. Kakinya memiliki dua jari 

kaki yang terhubung oleh engsel 

fleksibel. Telapak kaki unta dilengkapi 

empat bantalan lemak. Struktur yang 

demikian ini membuat kaki unta 

dapat mencengkeram dengan kuat, 

serta memungkinkannya berjalan di 

pasir yang halus tanpa terperosok ke 

dalamnya. Kukunya melindungi kaki 

dari benda keras jika  tersandung. 

Pada tulang kering kaki depan 

unta ada  penebalan kulit yang 

disebut Callous. Penebalan kulit ini 

juga ada  pada dada dan bagian 

depan kaki belakang. Callous ini sangat 

berguna saat unta beristirahat di atas 

pasir yang panas. Bagian ini mulai 

terbentuk saat anak unta mencapai 

umur 5 bulanan. Untuk berdiri dari 

posisi  istirahat unta meluruskan  kaki 

belakangnya terlebih dahulu, disusul 

lalu  oleh kaki depannya. Cara 

ini membuatnya dapat berdiri dengan 

mudah meski masih ada beban berat 

di punggungnya. Mukanya diciptakan 

sedemikian rupa agar dapat terlindung 

dari panas matahari dan siratan debu 

pasir. Kelopak mata unta berlapis dua 

yang tebal dan berbulu mata panjang 

dan kasar, yang melindungi bola mata 

dari debu pasir. Bulu mata unta bekerja 

mirip dua buah sisir dengan mata sisir 

yang saling menutup, sehingga sebutir 

pasir pun tidak akan masuk ke bola 

matanya. Lubang hidung unta dapat 

ditutup memakai  otot tertentu 

untuk menghindari masuknya debu 

dan pasir. Telinganya memiliki bulu, 

baik pada bagian dalam maupun bagi-

an luar agar dapat menyaring pasir 

supaya tidak masuk ke bagian dalam 

telinga. 

Unta tidak menyimpan air di 

punuknya sebagaimana dipercaya 

oleh sebagian warga . Punuknya 

yaitu  persediaan lemak yang dapat 

dimanfaatkannya saat  ia kesulitan 

mendapat makanan. Dengan memu-

satkan penyimpanan lemak maka 

penyebaran panas di tubuhnya akan 

minimum. saat  terjadi metabolisme 

dalam otot maka satu gram air 

akan diperlukan oleh oksigen dalam 

memecah satu gram lemak. jika  

lemak tersebar di seluruh tubuh 

maka air yang diperlukan akan sangat 

banyak. sebab  proses metabolisme 

tadi menghasilkan energi maka 

panas yang dihasilkannya juga sangat 

banyak dan akan meningkatkan suhu 

badan. Dengan persediaan lemak 

yang demikian ini unta dapat makan 

30–50 kg per hari, namun ia dapat 

pula bertahan hidup dengan hanya 2 

kg rumput yang didapatnya hari itu. 

Dengan sistem demikian unta dapat 

hidup tanpa air selama 3 minggu, saat 

di mana ia akan kehilangan sepertiga 

dari berat tubuhnya. Pada kondisi 

yang sama—tanpa air—manusia akan 

kehilangan berat badan hanya sebe-

sar 8%, namun hanya akan mampu 

bertahan hidup selama 36 jam.

sebab  hidup di kawasan yang 

sulit maka tubuh unta telah dirancang 

sedemikian rupa agar dapat makan apa 

saja. Bagian luar mulutnya sangat kuat 

dan serupa dengan karet, tidak akan 

terluka walaupun dipakai  untuk 

mengunyah ranting liat atau batang 

kaktus yang berduri yang cukup tajam 

untuk sekadar menusuk dan melu-

bangi kulit. Saluran pencernaan unta 


juga cukup kuat untuk menerima 

plastik tebal, bahkan segulung kawat 

tembaga.  

Unta mampu mengatasi perso-

alan panas yang begitu menyengat 

dan kurangnya persediaan air, sua-

tu kondisi alami kawasan gurun. 

Pertama, unta mampu menurunkan 

kerja metabolismenya, yang berarti 

pemakaian  energi yang ada dilakukan 

secara perlahan. Suhu tubuhnya 

memiliki kisaran yang besar, yang 

memungkinkan mampu berfungsi 

normal walau pada suhu udara yang 

tinggi. Unta hanya minum jika  

perlu. Jumlah yang diminumnya pun 

tidak berlebihan, hanya sejumlah air 

yang hilang dari tubuhnya. Mereka 

dapat minum sebanyak 100–150 

liter air dalam sekali tenggak. Unta 

sanggup minum air sebanyak 160 liter 

hanya dalam 10 menit. Pada hewan 

lain, cara minum yang demikian pasti 

akan membuatnya mati. Uniknya, unta 

dapat meminum air payau yang tidak 

dapat dikonsumsi hewan lainnya.

Air yang diminum unta mengalir 

di saluran darah. Hemoglobin dalam 

sel darah merah unta memiliki  

sifat hydrophilic—menarik air. Saat 

air tersedia dalam jumlah banyak di 

tubuh unta, hemoglobin ini membesar 

lebih dari 240% ukuran semula. Selain 

bersifat hydrophilic, hemoglobin unta 

juga memiliki  sifat hyperhydration, 

suatu mekanisme yang menghindarkan 

unta dari problem osmotik saat unta 

minum air dalam jumlah banyak. Pada 

binatang lain, terlalu banyak minum 

hampir selalu berakhir pada kematian. 

Berbeda dari mitos warga  bahwa 

air disimpan di salah satu bagian 

perut unta, air yang ada di saluran 

darah akan disebar ke semua otot 

dan organ tubuh unta. Unta dapat 

memproses air di dalam tubuhnya 

dengan sangat efisien. Unta hanya 

mengalami penguapan air yang ada 

pada otot, tidak pada darah. Dengan 

demikian, darah unta akan tetap 

cukup cair untuk dapat bersirkulasi 

dengan baik saat membuang panas 

tubuhnya. Unta berbeda dari manusia, 

misalnya, yang darahnya akan menjadi 

kental begitu mengalami dehidrasi. 

Unta mengkonservasi air dengan 

meminimalisasi seefisien mungkin 

air yang keluar melalui urin. Ginjal 

unta dapat membuat air kencing 

menjadi  sekental sirup, dengan kadar 

garam hingga dua kali lipat kadar 

garam dalam air laut. Kotoran unta 

juga sangat kering, dapat langsung 

dijadikan perapian untuk memasak.

Unta yaitu  salah satu hewan 

yang dapat berkeringat. Dengan cara 

ini cairan tubuh yang hilang dapat 

diperkecil dan sistem pendinginan 

tubuh dapat berjalan. Pancaran sinar 

matahari dapat dicegah dengan adanya 


bulu tubuh yang tebal, demikian pula 

saat suhu sangat dingin. Bulu ini juga 

berperan menunda proses berkeringat 

sampai pada puncak kisaran panas 

tubuh yang dimilikinya. Unta dapat 

menaikkan suhu tubuh sampai 41 ˚C, 

yang itu membantunya dalam konser-

vasi air tubuh yang sangat berharga. 

Dengan bulunya yang tebal unta 

berpunuk dua dapat hidup pada suhu 

hingga 50 ˚C pada musim panas, dan - 

50 ˚C pada musim dingin.

Selain sebagai alat transportasi, 

unta juga dimanfaatkan daging dan 

susunya. Daging unta, walaupun agak 

liat, memilki rasa yang enak. Kulitnya 

disamak untuk dijadikan berbagai per-

alatan. Bulunya yang tebal dan gugur 

dari waktu ke waktu diuntai untuk 

dijadikan tali atau bahan baju hangat. 

Unta dapat menghasilkan 20 liter susu 

sehari tanpa minum air sampai 10 

hari. Unta khusus perah bahkan dapat 

memproduksi susu antara 30–40 liter 

per hari. Secara Unsur kimiawi dalam 

susu unta sama dengan susu sapi, 

namun memiliki kandungan vitamin 

C lebih tinggi. Kandungan lemak, 

protein, dan mineral dalam susu unta 

juga lebih tinggi daripada susu sapi 

atau susu kambing. Walaupun saat 

ini manusia di hampir seluruh penjuru 

dunia menjadikan daging ayam sebagai 

pilihan pertama untuk dikonsumsi, 

namun bukan tidak mungkin suatu 

saat nanti warga  akan mulai 

melirik daging unta. Benar, sebab  

daging unta bebas dari kolesterol dan 

hampir tidak memiliki lemak. Lemak di 

tubuh unta ditimbun di satu tempat, 

yaitu punuk.  

Sejak 1.200 SM unta tercatat 

sudah dimanfaatkan menjadi alat 

transportasi. Pada 500–100 SM unta 

berpunuk dua mulai dijadikan kenda-

raan perang. Pada abad ke-7 M manusia 

mulai menciptakan pelana unta khusus 

untuk berperang. Pasukan kavaleri 

menunggang unta banyak dijumpai 

di Afrika, Timur Tengah, bahkan 

pada masa modern ini di India. Unta 

juga lebih dipilih menjadi pembawa 

akomodasi perang dibandingkan 

keledai atau bahkan kuda. Sampai saat 

ini unta masih menjadi alat transportasi 

yang cukup penting. Hingga dewasa 

ini unta dimanfaatkan menjadi penarik 

gerobak di Pakistan. Pada masa lalu, 

unta bahkan dijadikan penarik rumah, 


seperti dijumpai di Kalgorie, Australia 

(lihat gambar di bawah). Di samping 

itu, unta juga banyak terlibat dalam 

beberapa olah raga, seperti adu unta 

di Turki dan lomba lari unta di Australia. 

Namun, tidak ada tempat lain di dunia 

di mana hubungan antara manusia 

dengan unta sangat dekat, kecuali di 

Jazirah Arab. Sedemikian penting unta 

dalam budaya Arab sampai-sampai 

ada sekitar 160 kata yang orang Arab 

gunakan untuk menunjuk unta. 

Sejak 1.800 tahun SM rute perda-

gangan antara Asia/Afrika ke Eropa 

selalu melalui Jazirah Arab. Dari Asia 

atau Afrika mereka membawa rempah-

rempah, gading, emas, dan sutra. 

Unta diperkirakan telah dipakai  

oleh warga  Nabatea sebagai 

hewan pengangkut beban sejak satu 

abad SM, melintasi Teluk Aqaba ke 

Petra, Yordania. Unta juga dipakai  

pasukan Islam saat menaklukkan 

Byzantium dan Persia pada abad 

ke-7 M. Perang, perdagangan, dan 

peradaban, semuanya “menunggang” 


punggung unta. Sedemikian penting 

peran unta sampai-sampai warga  

Bedoin menjulukinya �Ațā'ullāh, karu-

nia Allah.

dirinya untuk menjadi “kapal gurun 

pasir”?

Seperti semua mahluk hidup lain, 

unta tentu tidak dapat menentukan 

semua kondisi sebagaimana disebut. 

Unta juga tidak dapat menjadikan 

dirinya sendiri berguna bagi kemanu-

siaan. sebab  diciptakan dengan 

fisik yang demikian superior itu unta 

dapat membaktikan diri kepada 

kemanusiaan. Di pihak lain, manusia 

dibebani tanggung jawab mempelajari 

dan memahami tanda kekuasaan 

Tuhan yang mewujud dalam diri unta 

(Al-Gāsyiyah/88: 17) dan juga dalam 

alam semesta ini—bahwa pencipta 

semua itu hanyalah Allah.

                                                                                                                                       

4. BAGAL

Bagal disebut hanya satu kali dalam Al-

Qur'an, yaitu dalam Surah an-Naĥl/16: 8.

Tidakkah kamu memperhatikan bahwa Allah 

telah menundukkan apa yang ada di langit dan 

apa yang ada di bumi untuk (kepentingan)mu 

dan menyempurnakan nikmat-Nya untukmu lahir 

dan batin. namun  di antara manusia ada yang 

membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu 

atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi 

penerangan. (Luqmān/31: 20)

Apa yang dapat dipetik dari ayat 

di atas terkait perikehidupan unta? 

Mampukah unta dengan sendirinya 

mengadaptasikan diri dengan ling-

kungan gurun yang ekstrem? Apa-

kah unta itu sendiri yang memben-

tuk punuk di punggungnya, lalu 

mengfungsikannya penyimpan 

lemak? Untakah yang merancang 

mata dan hidungnya agar aman saat 

terjadi badai di gurun? Unta sendirikah 

yang merancang darah dan bentuk sel 

hemoglobin yang berbentuk oval, dan 

tidak bulat, untuk dapat mengurangi 

hilangnya air tubuhnya? Apakah 

unta itu sendiri yang memilih untuk 

memiliki bulu yang demikian ini? 

Apakah unta itu sendiri yang memilih 

dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, ) dan 

keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) 

perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu 

ketahui. (an-Naĥl/16: 8)

Nabi Muhammad dikisahkan 

menunggang bagal dalam berbagai 

kesempatan. Beberapa riwayat yang 

menyebut Nabi bersamaan dengan 

bagal di antaranya: 

95Hewan dalam Al-Qur'an

َم َواْلََسِن  َلَقْد ُقْدُت بِنَبِيِّ اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ

ْهَباَء ، َحتَّى َأْدَخْلُتُهْم ُحْجَرَة  َواْلَُسْيِ َبْغَلَتُه الشَّ

َوَهَذا  اَمُه  ُقدَّ َهَذا   ، َم  َوَسلَّ َعَلْيِه  اهللُ  َصلَّ  النَّبِيِّ 

َخْلَفُه . )رواه مسلم عن إياس بن سلمة( 

Aku (Iyās bin Salamah) menuntun bagal putih 

yang ditunggangi Rasulullah, Ĥasan, dan Ĥusain, 

hingga masuk ke kamar Rasulullah. Salah satu dari 

keduanya berada di depan, dan yang lain berada di 

belakang Rasulullah. (Riwayat Muslim dari Iyās bin 

Salamah) 

َم َيْوَم  َشِهْدُت َمَع َرُسْوِل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ

ْبِن  اْلَاِرِث  ْبُن  ُسْفَياَن  َوَأُبْو  َأَنا  َفَلِزْمُت   ، ُحنَْيٍ

َم َفَلْم  َعْبِد اْلُطَِّلِب َرُسْوَل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ

َعَل  َم  َوَسلَّ َعَلْيِه  اهللُ  اهللِ َصلَّ  َوَرُسْوُل   ، ُنَفاِرْقُه 

َبْغَلٍة َلُه َبْيَضاَء َأْهَداَها َلُه َفْرَوُة ْبُن ُنَفاَثَة اْلَُذاِميُّ 

اْلُْسِلُمْوَن  َولَّ  اُر  َواْلُكفَّ اْلُْسِلُمْوَن  اْلَتَقى  َفَلمَّ   ،

َم  ُمْدبِِرْيَن ، َفَطِفَق َرُسْوُل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ

اِر ، َقاَل َعبَّاٌس : َوَأَنا آِخٌذ  َيْرُكُض َبْغَلَتُه ِقَبَل اْلُكفَّ

َها  َم َأُكفُّ بِِلَجاِم َبْغَلِة َرُسْوِل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ

بِِرَكاِب  آِخٌذ  ُسْفَياَن  َوَأُبْو   ، َع  ُتْسِ الَ  َأْن  إَِراَدَة 

 . الديث   ... َم  َوَسلَّ َعَلْيِه  اهللُ  َصلَّ  اهللِ  َرُسْوِل 

)رواه مسلم عن عباس بن عبد الطلب( 

Aku (‘Abbās bin ‘Abdul Muțțalib) turut serta 

dalam Perang Hunain bersama Rasulullah. Aku dan 

(keponakanku) Abū Sufyān bin al-Ĥāriš bin ‘Abdul 

Muțțalib bertugas melindungi Rasulullah dan tidak 

sedikit pun berpisah dari beliau. Pada saat itu 

beliau menunggangi bagal putih miliknya, hadiah 

dari Farwah bin Nufāšah al-Jużāmi. saat  pasukan 

muslim dan kafir berhadap-hadapan, pasukan 

muslim lari mundur. Melihat hal itu, Rasulullah 

menunggangi bagalnya berjalan ke arah pasukan 

kafir. Sementara itu, aku terus saja memegangi 

tali kekang bagal itu dengan sedikit menariknya 

ke belakang agar hewan itu tidak berjalan 

terlalu cepat, sementara Abū Sufyān memegangi 

perlengkapan milik Rasulullah… al-hadis. (Riwayat 

Muslim dari ‘Abbās bin ‘Abdul Muţţalib)

َأَفَرْرُتْم   : َقْيٍس  ِمْن  َرُجٌل  َسَأَلُه  ُه  َأنَّ اِء  اْلَبَّ َعِن 

ُحنَْيٍ  َيْوَم  َم  َوَسلَّ َعَلْيِه  اهللُ  َصلَّ  اهللِ  َرُسْوِل  َعْن 

َم  َوَسلَّ َعَلْيِه  َرُسْوَل اهللِ َصلَّ اهللُ  َلِكنَّ   : َفَقاَل  ؟ 

ا َلَّا مَحَْلنَا َعَلْيِهْم  َلْ َيِفرَّ ، َكاَنْت َهَواِزُن ُرَماًة ، َوإِنَّ

َفاْسُتْقبِْلنَا   ، اْلَغنَاِئِم  َعَل  َفَأْكَبْبنَا   ، اْنَكَشُفوا 

َهاِم ، َوَلَقْد َرَأْيُت َرُسْوَل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه  بِالسِّ

ْبَن  ُسْفَياَن  َأَبا  َوإِنَّ   ، اْلَبْيَضاِء  َبْغَلتِِه  َعَل  َم  َوَسلَّ

َأَنا النَّبِيُّ الَ  اْلَاِرِث آِخٌذ بِِزَماِمَها ، َوُهَو َيُقوُل: 

: َنَزَل النَّبِيُّ َصلَّ اهللُ  اِئيُل َوُزَهْيٌ َكِذْب ! َقاَل إِْسَ

َم َعْن َبْغَلتِِه . )رواه البخاري ومسلم  َعَلْيِه َوَسلَّ

عن الباء بن عازب( 

Diriwayatkan dari al-Barrā' (bin ‘Āzib), bahwa 

seseorang dari Bani Qais menanyainya, “Apakah 

kalian lari meninggalkan Rasulullah pada Perang 

Hunain?” Ia menjawab, “(Ya), tapi Rasul tidak. 

Kaum Hawazin yaitu  para pemanah ulung. saat  

kami menyerang, mereka lari, lantas kami bergegas 

memunguti jarahan. Namun saat  itu kami 

dihadang oleh panah-panah (musuh). Aku lihat 

Nabi mengendarai bagal putihnya, Abū Sufyān bin 

al-Ĥāriš memegangi tali kendalinya. Nabi berkata, 

“Aku yaitu  Nabi; tidak perlu dipertanyakan.” 

Isrā'īl dan Zuhair (dua perawi hadis ini) berkata, 

“Nabi turun dari bagalnya.” (Riwayat al-Bukhāri 

dan Muslim dari al-Barrā' bin ‘Āzib) 

96 Hewan dalam Perspektif Al-Qur'an  &  Sains

َأْو   ، َعَقَبٍة  ِفْ  َم  َوَسلَّ َعَلْيِه  اهللُ  َصلَّ  النَّبِيُّ  َأَخَذ 

َفَلمَّ َعاَل َعَلْيَها َرُجٌل َناَدى  َثنِيٍَّة ، َقاَل :  َقاَل: ِف 

 : َقاَل   ، َأْكَبُ  َواهللُ  اهللُ  إاِلَّ  إَِلَه  الَ   : َصْوَتُه  َفَرَفَع 

َم َعَل َبْغَلتِِه ، َقاَل  َوَرُسوُل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ

: َفإِنَُّكْم الَ َتْدُعْوَن َأَصمَّ َوالَ َغاِئًبا . ُثمَّ َقاَل : َيا 

َك َعَل َكِلَمٍة  َأَبا ُمْوَسى ، َأْو: َيا َعْبَد اهللِ ، َأالَ َأُدلُّ

ِمْن َكنِْز اْلَنَِّة ؟ ُقْلُت : َبَل ، َقاَل : الَ َحْوَل َوالَ 

أب  عن  ومسلم  البخاري  )رواه   . بِاهللِ  إاِلَّ  َة  ُقوَّ

موسى األشعري( 

Suatu saat  Rasulullah tiba di suatu bukit. saat  

itu seorang pria naik ke atas bukit dan berteriak 

kencang, mengatakan “Tidak ada Tuhan selain 

Allah; Allah Mahabesar!” saat  itu Rasulullah 

sedang menunggangi bagalnya, dan bersabda, 

“(Tidak perlu berteriak seperti itu), sebab  

sesungguhnya kalian tidak sedang memanggil 

Tuhan yang tuli dan jauh.” Beberapa saat lalu  

beliau bersabda, “Wahai Abū Mūsā―atau: Wahai 

‘Abdullāh―maukah engkau aku tunjukkan 

sebuah kalimat yang merupakan sebagian dari 

perbendaharaan surga?” “Mau,” jawab Abū Mūsā. 

Rasulullah bersabda, “(Kalimat itu yaitu ) lā 

ĥaula walā quwwata illā billāh―tiada daya dan 

kekuatan kecuali atas kehendak Allah.” (Riwayat 

al-Bukhāri dan Muslim dari Abū Mūsā al-Asy‘ari) 

َم َيُعْوُديِنْ ، َلْيَس  َجاَءيِن النَّبِيُّ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ

عن  البخاري  )رواه   . بِْرَذْوٍن  َوالَ  َبْغٍل  بَِراِكِب 

جابر بن عبد اهلل( 

Suatu hari Rasulullah datang menjengukku (Jābir 

bin ‘Abdullāh). Pada saat itu beliau tidak mengen-

darai bagal maupun kuda. (Riwayat al-Bukhāri dari 

Jābir bin ‘Abdullāh) 

َم ِعنَْد َمْوتِِه  َما َتَرَك َرُسْوُل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ

ا َوالَ ِدينَاًرا َوالَ َعْبًدا َوالَ َأَمًة َوالَ َشْيًئا ، إاِلَّ  ِدْرَهً

َصَدَقًة  َجَعَلَها  َوَأْرًضا  َوِساَلَحُه  الَبْيَضاَء  َبْغَلَتُه 

أخي  الارث  بن  عمرو  عن  البخاري  )رواه   .

جويرية أم الؤمني( 

Rasullah saat  wafat tidak meninggalkan uang 

dinar, dirham, budak lelaki, budak perempuan, 

dan tidak sesuatu pun. Beliau hanya meninggalkan 

seekor bagal putih, sebilah pedang, dan sepetak 

tanah yang dijadikannya sebagai sedekah. (Riwayat 

al-Bukhāri dari ‘Amr bin al-Ĥāriš, saudara lelaki 

Juwairiyah, istri Rasulullah) 

 ، َتُبْوَك  َم  َوَسلَّ َعَلْيِه  اهللُ  َصلَّ  النَّبِيِّ  َمَع  َغَزْوَنا 

َم  َوَسلَّ َعَلْيِه  اهللُ  َصلَّ  لِلنَّبِيِّ  َأْيَلَة  َمِلُك  َوَأْهَدى 

َبْغَلًة َبْيَضاَء ، َوَكَساُه ُبْرًدا ، َوَكَتَب َلُه بَِبْحِرِهْم . 

)رواه البخاري عن أب مُحيد الساعدي( 

Kami turut serta bersama Rasulullah pada Perang 

Tabuk. saat  itu penguasa Ailah (bernama Baĥnah 

bin Ru'bah) menghadiahi Rasulullah seekor bagal 

putih (meminta beliau agar tidak mencopotnya 

dari kursi kepemimpinannya). Sebagai balasannya, 

Rasulullah memberinya pakaian dan memutuskan 

untuk melakukan perjanjian damai dengannya 

(dengan kewajiban membayar jizyah). (Riwayat al-

Bukhāri dari Abū Ĥumaid as-Sā‘idi) 

َيُْطُب  َم  َوَسلَّ َعَلْيِه  اهللُ  َصلَّ  اهللِ  َرُسْوَل  َرَأْيُت 

َبْغَلٍة  َعَل  َحى  الضُّ اْرَتَفَع  ِحْيَ  بِِمنَى  النَّاَس 

ُ َعنُْه ، َوالنَّاُس  َشْهَباَء ، َوَعِلٌّ َرِضَ اهللُ َعنُْه ُيَعبِّ

أبو داود عن رافع بن  . )رواه  َوَقاِئٍم  َقاِعٍد  َبْيَ 

عمرو الزنى( 


Aku melihat Rasulullah sambil menunggangi seekor 

bagal putih, berpidato di hadapan orang banyak di 

Mina, saat  matahari naik sejengkalan. saat  itu 

Ali yaitu  orang yang menyampaikan pesan beliau 

dengan suara lantang, sementara orang-orang ada 

yang duduk dan ada pula yang berdiri. (Riwayat 

Abū Dāwūd dari Rāfi‘ bin ‘Amr al-Muzani) 

َم ِف اْلَنِْيِ  َقَض َرُسْوُل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ

ٍة َعْبٍد ، َأْو َأَمٍة ، َأْو َفَرٍس، َأْو َبْغٍل . )رواه أبو  بُِغرَّ

داود عن أب هريرة( 

Dalam perkara pengguguran janin, Rasulullah 

memutuskan bahwa diyatnya yaitu  memberikan 

seorang budak lelaki, budak wanita, seekor kuda, 

atau seekor bagal. (Riwayat Abū Dāwūd dari Abū 

Hurairah)

Bagal juga disebut dalam kisah 

Khalifah Ali bin Abi Talib. Menjelang 

berangkat perang Ali mengendarai 

bagal. sebab  penasaran orang-

orang menanyainya mengapa ia lebih 

memilih bagal daripada kuda yang 

dapat membawanya berlari jauh lebih 

cepat. Mendengar pertanyaan itu, 

ia dengan tegas menjawab bahwa ia 

tidak berniat melarikan diri dari medan 

pertempuran.

Perikehidupan Bagal

Bagal yaitu  anak hasil kawin silang 

antara keledai jantan (Equus africanus 

asinus) dan kuda betina (Equus ferus 

cabalus). Kuda dan keledai yaitu  

jenis yang berbeda, dengan susunan 

kromosom yang juga berbeda. Penam-

pilan bagal beragam, bergantung pada 

kombinasi tipe kuda betina dan tipe 

keledai jantan yang dikawinsilangkan. 

Penampilan bagal yang berbeda 

berbuntut pada penamaan yang juga 

berbeda. Ada bagal yang dinamai 

Quarter Horse Mule, Belgian Mule, 

Appaloosa Mule, Tennessee Walker 

Mule, Miniature Mule, dan seterusnya. 

Sebagai contoh, seekor keledai jantan 

berperawakan kecil jika  dikawinkan 

dengan kuda betina bertubuh kecil 

akan menghasilkan, di antaranya, 

varietas yang disebut sebagai bagal 

miniatur (Miniature Mule). 

Persilangan antara kuda dan 

keledai tidak hanya melahirkan bagal. 

Bila pasangannya dibalik, yakni kuda 

jantan dikawinkan dengan keledai 

betina, maka akan menghasilkan hewan 

yang disebut hinny. Hinny umumnya 

bertubuh lebih kecil daripada bagal. 


terletak pada kuda jantan yang sangat 

pemilih dalam mencari jodohnya, 

berbeda dengan keledai jantan yang 

cenderung tidak terlalu pemilih. 

Sejak kapan bagal “dibentuk” 

oleh manusia, tidak ada yang dapat 

memastikan. Diduga persilangan ini 

sudah dilakukan sejak lama, mengingat 

domestikasi kuda dan keledai sudah 

dilakukan sejak 4.000 SM. Kendati 

demikian, tidak ada catatan yang 

menunjukkan pada masa peradaban 

mana manusia mulai mengawinkan 

keledai dan kuda. Bagal juga hanya 

sedikit tercatat mempengaruhi budaya 

manusia.

Bagal memiliki kesabaran, daya 

tahan tinggi, dan pandai memilih 

jalan yang aman, terutama di ling-

kungan pegunungan―sifat-sifat yang 

diwarisinya dari keledai. Dari kuda 


Ditengarai hal itu disebabkan oleh 

hal yang bersifat fisiologis, di mana 

kandungan keledai betina lebih kecil 

daripada kuda, atau oleh hal-hal yang 

bersifat genetik. Pada umumnya hinny 

agak sulit dijumpai sebab  jumlahnya 

tidak terlalu banyak. Masalah utama 

dalam perkawinan silang model ini 

99Hewan dalam Al-Qur'an

mereka mewarisi kekuatan dan kebera-

nian. Mereka yang pernah bekerja 

dengan bagal dan kuda tentu akan lebih 

memilih bagal sebab  kesabarannya 

dalam membawa beban yang berat. 

Kelebihan lainnya yaitu  dalam hal 

kesehatan dan daya tahan tubuh. Kulit 

bagal lebih tidak sensitif terhadap 

penyakit, gangguan serangga, dan 

cuaca dibanding kuda. Kukunya yang 

tunggal jauh lebih keras daripada 

kuku kuda, dan dapat dipakai nya 

untuk menyepak. Hal ini sangat 

membantunya mempertahankan diri 

dari pemangsa. Bagal tidak saja dapat 

menyepak ke depan atau belakang, 

tapi juga ke samping.

Berat standar bagal sangat ber-

variasi, antara 20–500 kg. Kemampu-

annya dalam mengangkat beban 

sangat tergantung pada kemampuan 

individu. Bagal dengan perawakan 

besar dan kekar, yang biasa dipakai  

sebagai pengangkat akomodasi militer, 

tercatat mampu mengangkat beban 

seberat 72 kilogram dan berjalan sejauh 

26 km tanpa berhenti. Umumnya bagal 

dapat mengangkat beban mati seberat 

20% dari berat tubuhnya, atau hingga 

sekitar 90 kg. Bila mengangkut beban 

hidup, misalnya manusia, bagal dapat 

mengangkat beban setara dengan 30% 

berat tubuhnya. Dalam hal jarak yang 

mampu ditempuh, bagal relatif lebih 

kuat daripada kuda. 

Variasi  perawakan dan warna 

bulu bagal cukup banyak. Dari sudut 

genetika, kromosom bagal berjumlah 

ganjil, suatu hal yang memicu nya 

mandul, tidak dapat menghasilkan 

keturunan. Kromosom keledai berju-

mlah genap (62) dan kromosom kuda 

juga genap (64). Hasil perkawinan 

keduanya, bagal, memiliki jumlah 

kromosom 63. Kondisi yang sama juga 

dialami hinny. Pada dasarnya semua 

organ yang diperlukan dalam proses 

reproduksi tersedia lengkap, baik pada 

bagal maupun hinny. Kendati begitu, 

jika  mereka kawin, baik dengan 

jenisnya sendiri maupun dengan kuda 

atau keledai, perkawinan itu tidak 

akan menghasilkan keturunan. Meski 

begitu, bagal masih saja memiliki 

nafsu berahi, sebab  memang organ 

reproduksinya lengkap. Pada musim 

kawin bagal jantan akan berperilaku 

berlebihan dan tidak terkontrol. Untuk 

mengatasinya, umumnya bagal jantan 

dikebiri.  

Kendati umumnya mandul, 

namun dari 1527 sampai sekarang 

tercatat ada sekitar 60 bagal betina 

yang menghasilkan anakan. Di Cina 

pada 1984, misalnya, dilaporkan ada 

seekor bagal betina melahirkan anak, 

demikian juga di Maroko pada 2002. 

Sayangnya laporan-laporan itu tidak 

disertai bukti yang kuat. Akhirnya 

konfirmasi tentang hal ini  secara 

ilmiah didapatkan seiring lahirnya 

anakan jantan dari seekor bagal betina 

pada 2007 di Colorado, Amerika 

Serikat. Hasil tes darah dan bulu 

anak bagal ini membuktikan bahwa 

kedua hewan itu memang anakan 

dan indukan. Dengan demikian, bagal 

betina masih dapat melahirkan anak, 

akan namun  kejadiannya sangat langka. 

Anakan hasil  kawin si lang 

antara kuda betina dengan keledai 

jantan seringkali sulit diprediksi. Ada 

perjudian genetik di sini. Seekor kuda 

betina jika  dikawinkan dengan 

keledai yang sama akan menghasilkan 

anak-anak yang mirip satu sama 

lain. Akan namun  ada kuda betina 

yang menghasilkan anak-anak yang 

berbeda walaupun dikawinkan dengan 

keledai jantan yang sama. Bagal 

dapat ditemukan dalam berbagai 

penampilan. Ada pencinta bagal yang 

ingin bagalnya lebih mirip kuda, namun 

bertelinga mirip keledai. Hal ini menjadi 

ladang bisnis tersendiri bagi para 

peternak bagal. Saat ini mereka sudah 

dapat mengetahui berbagai indukan 

kuda yang baik untuk menghasilkan 

berbagai bentuk bagal yang laku di 

pasaran.

Bagal bukanlah hewan yang 

keras kepala. Begitu menemukan 

situasi yang berbahaya, ia cenderung 

memilih berhenti dan berdiam diri, 

atau kalaupun lari pastilah tidak 

terlalu jauh. Hal ini membuat bagal 

sangat aman dikendarai dan menjadi 

kesukaan mereka yang menyukai 

perjalanan wisata alam. Hampir selama 

100 tahun pengelola Taman Nasional 

Grand Canyon di Amerika Serikat 

selalu memakai  bagal bagi para 

pelanggannya. Perilaku bagal sangat 

tepat untuk dijadikan kendaraan 

dalam perjalanan melintasi lingkungan 

pegunungan yang cukup berbahaya. 

Bagal ternyata lebih kuat dan 

tidak terlalu memilih-milih makanan, 

tidak seperti kuda. Layaknya keledai, 

bagal hanya perlu makanan dalam 


jumlah sedikit dan tidak menuntut 

pakan berkualitas baik. Umumnya jam 

kerja bagal lebih panjang daripada 

kuda, demikian juga masa hidupnya. 

Bagal cenderung lebih berhati-hati 

dan menjaga diri dari kecelakaan 

yang dapat melukai dirinya. Seperti 

halnya gajah, bagal memiliki memori 

yang kuat. Bagal ingat dengan baik 

siapa yang pernah menyakitinya, 

walaupun itu sudah lama terjadi. Bagal 

yaitu  hewan sosial seperti induknya, 

kuda. Meski demikian, tidak terlalu 

mengherankan jika  ada bagal muda 

memisahkan diri dari rombongan, 

lebih suka menyendiri, atau bahkan 

berkumpul dengan manusia. Bagal 

termasuk hewan yang sangat dekat 

dan bergantung kepada manusia, 

terutama mereka yang memeliharanya 

dengan baik. Bagal juga jauh lebih 

toleran terhadap kehadiran anjing 

daripada kuda.

Pada pertengahan abad XX 

pemakaian  bagal untuk berbagai 


keperluan menurun seiring munculnya 

industrialisasi di berbagai belahan 

dunia. pemakaian  bagal sebagai 

penarik bajak dalam ranah pertanian, 

penarik kayu dalam industri kehutan-

an, dan penarik gerobak untuk meng-

angkut hasil bumi, telah digantikan 

posisinya oleh mesin. Namun, untuk 

alasan tertentu, di beberapa bagian 

dunia manusia masih memanfaatkan 

jasa bagal. Seperti sudah disebutkan, 

bagal masih dijadikan alat transportasi 

pendukung wisata alam di Taman 

Nasional Grand Canyon, AS, sebab  


hewan ini sangat aman ditunggangi.

Para penggemar bagal di Amerika 

Serikat juga cukup banyak sehingga 

industri peternakan bagal dapat terus 

eksis. Berbagai kompetisi bagal juga 

terus dilestarikan di sana untuk tetap 

menghidupkan kegemaran mereka 

akan hewan ini.

Dalam industri pariwisata bagal 

dimanfaatkan sebagai hewan tung-

gangan sekaligus pengangkut barang. 

Di objek wisata pendakian gunung 

di Sierra Nevada, California, Amerika 

Serikat, bagal dipakai  untuk 

mengangkut akomodasi pendakian. 

Jasa angkut dengan bagal sangat 

diperlukan di sini. Bagal juga menjadi 


hewan yang penting bagi kalangan 

Amish, suatu kelompok keagamaan 

yang eksklusif di Amerika Serikat, yang 

menolak memakai  mesin sama 

sekali. Mereka memakai  bagal 

untuk membajak sawah, menarik ke-

reta, dan pekerjaan lainnya.

Di banyak negara, di antaranya di 

Maroko, bagal juga masih dipakai , 

demikian pula di Cina dan beberapa 

negara lainnya. Bagal juga memainkan 

peran sebagai pengangkut logistik 

dalam beberapa peperangan, tidak 

saja dalam perang saudara di AS, tapi 

juga dalam perang Afghanistan. Baik 

pihak gerilyawan Afghanistan, Rusia, 

maupun AS banyak memakai  jasa 

103Hewan dalam Al-Qur'an

bagal untuk mengangkut peralatan 

perang di lingkungan pegunungan 

di negara ini. Lebih dari 1.000 tahun 

yang lalu karavan kuda melewati jalur 

sutra dengan membawa garam dan 

teh. Di saat yang sama karavan bagal 

membawa bahan bangunan sampai 

ke lokasi pada ketinggian 1.000 meter 

di atas permukaan laut di Yichang, 

provinsi Hubei, Cina.

Kehadiran gagal di dunia ini 

bukanlah suatu kebetulan. Bahwa 

manusia mengawinkan dua jenis hewan 

yang berbeda, yakni kuda dan keledai, 

juga tidak terjadi dengan sendiri dan 

merupakan suatu kebetulan. Semua 

itu tentu sudah ada yang mengatur dan 

menulis “skenarionya”; Dialah Allah 

Yang Mahakuasa. Allah berfirman,

Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan 

keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) 

perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu 

ketahui. (an-Naĥl/16: 8)

5. KELEDAI

Keledai (ĥimār) disebutkan dalam Al-

Qur'an sebanyak lima kali, umumnya 

dipakai  sebagai metafora. Allah 

berfirman,


Atau seperti orang yang melewati suatu negeri 

yang (bangunan-bangunannya) telah roboh hingga 

menutupi (reruntuhan) atap-atapnya, dia berkata, 

“Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) 

ini sesudah  hancur?” Lalu Allah mematikannya 

(orang itu) selama seratus tahun, lalu  mem-

bangkitkannya (menghidupkannya) kembali. Dan 

(Allah) bertanya, “Berapa lama engkau tinggal (di 

sini)?” Dia (orang itu) menjawab, “Aku tinggal (di 

sini) sehari atau setengah hari.” Allah berfirman, 

“Tidak! Engkau telah tinggal seratus tahun. 

Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum 

berubah, namun  lihatlah keledaimu (yang telah 

104 Hewan dalam Perspektif Al-Qur'an  &  Sains

menjadi tulang belulang). Dan agar Kami jadikan 

engkau tanda kekuasaan Kami bagi manusia. 

Lihatlah tulang belulang (keledai itu), bagaimana 

Kami menyusunnya kembali, lalu  Kami 

membalutnya dengan daging.” Maka saat  telah 

nyata baginya, dia pun berkata, “Saya mengetahui 

bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (al-

Baqarah/2: 259)

ada  beberapa pesan moral 

dalam ayat di atas, yaitu:

1. Bahwa waktu bukanlah suatu 

halangan bagi Allah; 

2. Bahwa waktu dalam perspektif 

Allah dapat berakibat berbeda 

pada benda yang berbeda; 

3. Kunci kehidupan dan kematian 

ada di tangan Allah; dan 

4. Bahwa manusia bukanlah siapa-

siapa di hadapan kekuasaan 

Allah. sebab  itu sudah seharus-

nya mereka beriman kepada 

Allah.

Ini dicontohkan kepada mereka 

yang menyatakan telah beriman kepa-

da Kitab Allah (dalam hal ini Taurat) 

namun enggan melaksanakan apa 

yang ada di dalamnya. Keburukan akan 

menimpa mereka yang meninggalkan 

ayat-ayat Allah, dan mereka tidak akan 

diberi petunjuk sedikit pun.

Umumnya yang tebersit di pikir-

an manusia saat  mendengar kata 

“keledai” yaitu  gambaran hewan 

yang dungu, bebal, kurang sopan, dan 

tidak berperasaan. Kesan inilah pula 

yang Allah sampaikan dalam Surah 

al-Jumu‘ah/62: 5. Dalam ayat ini Allah 

menyamakan orang-orang Yahudi 

yang enggan mengamalkan ajaran 

Taurat dengan keledai yang tidak tahu 

pentingnya buku-buku yang sedang 

dipikulnya. Alangkah dungunya manu-

sia yang hanya memiliki kecerdasan 

setingkat dengan keledai.

Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas 

membawa Taurat, lalu  mereka tidak 

membawanya (tidak mengamalkannya) yaitu  

seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang 

tebal. Sangat buruk perumpamaan kaum yang 

mendustakan ayat-ayat Allah. Dan Allah tidak 

memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. 

(al-Jumu‘ah/62: 5)

Ayat lain yang juga menyebut 

keledai yaitu  firman Allah,

Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal, dan 

keledai, untuk kamu tunggangi dan (menjadi) 

perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kamu 

ketahui. (an-Naĥl/16: 8)

105Hewan dalam Al-Qur'an

Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkan-

lah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara 

ialah suara keledai.” (Luqmān/31: 19)

(Riwayat al-Bukhāri dan Muslim dari Usāmah bin 

Zaid) 

َم َنَى َيْوَم َخْيَبَ  إِنَّ َرُسوَل اهللِ َصلَّ اهللُ َعَلْيِه َوَسلَّ

َعْن ُلُْوِم اْلُُمِر األَْهِليَِّة ، َوَأِذَن ِفْ ُلُْوِم اْلَْيِل . 

)رواه البخاري ومسلم عن جابر بن عبد اهلل(

Pada saat Perang Khaibar Rasulullah melarang 

kami mengkonsumsi daging keledai piaraan, dan 

memperbolehkan mengkonsumsi daging kuda. 

(Riwayat al-Bukhāri dan Muslim dari Jābir bin 

‘Abdullāh)

Keledai juga disebut dalam 

hadis-hadis lainnya, seperti hadis yang 

berisi anjuran mengendarai keledai 

(Riwayat at-Turmużi), kisah keledai 

yang hilang dan memicu  satu 

kelompok kaum Ansar dapat masuk 

ke benteng untuk membunuh Abū 

Rāfi� (Riwayat al-Bukhāri);   seseorang 

yang mendapat julukan keledai dan 

selalu dihukum oleh Nabi (Riwayat 

al-Bukhāri); Rasulullah salat sunah di 

atas keledai (Riwayat al-Bukhāri dan 

Mālik); persepsi yang salah bahwa 

berlalunya keledai, anjing, dan wanita 

di depan jamaah yang menunaikan 

salah akan membatalkan salat mereka 

(Riwayat al-Bukhāri); perbandingan 

ukuran keledai dengan buraq (Riwayat 

al-Bukhāri); perbandingan bagian yang 

tidak berbulu dan yang berbulu dari 

kaki depan keledai sebagai gambaran 

perbandingan antara muslim dan 

non-muslim (Riwayat al-Bukhāri); dan 

Seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut. 

(al-Muddaššir/74: 50)

Selain dalam Al-Qur'an, keledai 

juga disebut dalam beberapa hadis, di 

antaranya: 

َوَرُسوُل اهللِ َصلَّ اهللُ   ، مِحَاٍر  َعَل  َيِسْيُ  َأْقَبَل  ُه  إِنَّ

 ْ ُيَصلِّ اْلَوَداِع  ِة  َحجَّ ِفْ  بِِمنًى  َقاِئٌم  َم  َوَسلَّ َعَلْيِه 

فِّ ،  َبْعِض الصَّ َيَدْي  َبْيَ  َمُر  اْلِ َفَساَر  بِالنَّاِس ، 

ُثمَّ َنَزَل َعنُْه َفَصفَّ َمَع النَّاِس . )رواه البخاري 

ومسلم عن ابن عباس( 

Suatu saat  ia (Ibnu ‘Abbās) datang menunggang 

keledai. Pada saat yang sama, Rasulullah yang 

sedang berada di Mina saat  menunaikan Haji 

Wada’ sedang menunaikan salat bersama para 

sahabat. Keledai itu berjalan di depan sebagian saf, 

lalu Ibnu ‘Abbās turun dan ikut berbaris mengikuti 

salat bersama jamaah yang lain. (Riwayat al-

Bukhāri dan Muslim dari Ibnu ‘Abbās) 

َعَل  َرِكَب  َم  َوَسلَّ َعَلْيِه  اهللُ  َصلَّ  اهللِ  َرُسوَل  إِنَّ 

َوَأْرَدَف   ، َفَدِكيٌَّة  َقطِْيَفٌة  َعَلْيِه  إَِكاٍف  َعَل   ، مِحَاٍر 

عن  ومسلم  البخاري  )رواه   . َوَراَءُه  ُأَساَمَة 

أسامة بن زيد(

Suatu saat  Rasulullah menunggang keledai 

dengan pelana yang ditutupi sutra dari Fadak, 

dan memboncengkan Usāmah di belakangnya. 


pembolehan memberi nama kepada 

binatang seperti keledai (Riwayat al-

Bukhāri).

Perikehidupan Keledai

Keledai (Equus africanus asinus) yaitu  

salah satu jenis dalam kelompok 

kuda (Equidae) yang telah dipelihara 

manusia sejak lama. Nenek moyang 

keledai yaitu  keledai liar (Equus afri-

canus) yang hidup di beberapa bagian 

Afrika.

Jenis-jenis yang ada dalam 

kelompok suku Equidae dapat kawin 

silang, di mana anakan hasil kawin 

silang itu hampir selalu dalam keadaan 

mandul. Kendati mandul, keledai, 

seperti halnya bagal, terkenal dengan 

kekuatan dan kemampuannya yang 

tinggi.

Keledai pertama kali didomes-

tikasi manusia pada sekitar 3.000 

tahun SM, kira-kira hampir bersamaan 

dengan domestikasi kuda. Sampai 

saat ini keledai masih menjadi salah 

satu hewan yang punya posisi pen-

ting dalam kehidupan manusia. Di 

Pulau Hydra di Laut Mediterania 

keledai bahkan menjadi satu-satunya 

alat transportasi akibat larangan peng-

operasian mobil di pulau ini.  

Bebeda nasib dari keledai yang 

telah didomestikasi, keledai liar berada 

dalam status konservasi dan perlu 

dilindungi. Populasinya terus menurun 

di alam liar. Beberapa anak jenis 

dari keledai liar Afrika ini, misalnya 

yang hidup di kawasan Ethiopia dan 

Somalia, Equus africanus somaliensis, 

juga mengalami nasib yang sama. 

Kondisinya sangat memprihatinkan 

dan diduga hanya tersisa beberapa 

ratus ekor. Konflik yang terjadi di 

kawasan ini dituding menjadi salah 

satu penyebabnya. Konflik berbuntut 

meningkatnya jumlah senjata yang 

ada di tangan warga . Akibatnya 

sudah dapat ditebak; perburuan 

meningkat pesat, di mana keledai 


liar yaitu  salah satu sasarannya. 

Konflik berkepanjangan ini semakin 

menambah beban hidup yang harus 

dipikul oleh keledai liar, di samping 

beban-beban hidup yang mereka 

tanggung sebelumnya. Mereka mesti 


mengalami penyempitan ruang hidup 

sebab  peralihan peruntukan lahan 

atau membesarnya lahan usaha untuk 

peternakan. 

Keledai liar lainnya yaitu  

keledai liar Asia (Equus africanus 

asinus), yang hidup di Asia Tengah, 

Mongolia, dan India. Keledai liar hidup 

menyendiri, tidak seperti kuda liar 

yang hidup berkelompok. Keledai 

liar mampu beradaptasi dengan 

baik terhadap lingkungan pinggiran 

gurun. sebab  hidup menyendiri maka 

keledai dibekali suara yang sangat 

nyaring agar dapat berhubungan satu 

sama lain. Suara yang dikeluarkannya 

dapat terdengar sampai radius tiga 

kilometer. 

Keledai memiliki daun telinga 

yang lebih besar daripada kuda, mung-

kin agar hewan ini dapat menang-

kap suara dengan lebih baik. Yang 

jelas, sebagaimana telinga gajah, 

telinga keledai juga berguna untuk 

mendinginkan darah yang mengalir di 

tubuhnya.  

Keledai yang telah didomestikasi 

memiliki tinggi badan berkisar antara 

0,9–1,6 m. Keledai dengan perawakan 

besar dan tinggi ditemui di bagian 

selatan Spanyol (ras Andalucian-

Cordobesan). Umur keledai dapat men-

capai 30–50 tahun. Nenek moyang 

keledai peliharaan yang ada saat ini 

yaitu  hasil domestikasi dari keledai 

Nubia dan Somalia. Upaya domesti-

kasi ini, seperti telah dijelaskan sebe-

lumnya, mulai dilakukan pada 4.000 

tahun SM.  

Daya tahan dan kekuatannya 

menjadikan keledai sebagai pembawa 

beban yang tangguh. Mereka mampu 

Gambar 98

Keledai Andalucian-Cordobesan. (Sumber: ipernity.com; 

satromaranch.com)

Gambar 99–100

Keledai sebagai alat transportasi wanita di Sudan 

(kanan), dan keledai sebagai pembawa beban maupun 

penarik kereta di Pakistan. (Sumber: bp.blogspot.com; 

cahyono-adi.blogspot.com; blog.travel-culture.com) 

membawa barang seberat 20% hingga 

30% dari berat badannya. Keledai juga 

dapat dipakai  untuk kepentingan 

pertanian, seperti menarik bajak, atau 

menghasilkan air susu. Pada sekitar 

1.800 SM, keledai telah sampai di 

Timur Tengah sehingga kota dagang 

Damaskus sempat dijuluki “Kota Kele-

dai”. Suriah dikenal menghasilkan tiga 

macam keledai, salah satunya disebut 

“keledai tunggang” yang nyaman 

dikendarai para wanita.

Bangsa Yunani mengasosiasikan 

keledai dengan dengan Dewa Anggur 

(Dionysus), sedang  bangsa Roma-

wi memakai  keledai sebagai 

hewan persembahan. Keledai mulai 

muncul di benua Amerika pada 1495 

saat Christopher Columbus membawa 

empat ekor keledai liar jantan dan 

dua kuda betina dalam pelayarannya 

menemukan benua Amerika. saat  

menjadi presiden pertama Amerika, 

George Washington mendatangkan 

keledai dari Spanyol dan Perancis 

dalam jumlah besar. Keledai banyak 

dipakai  sebagai pembawa beban 

saat terjadinya “demam emas” di 

California, AS, pada pertengahan abad 

XIX. saat  usaha-usaha penggalian 

emas mulai surut keledai-keledai ke-

mudian dilepaskan dan menjadi liar 

kembali di kawasan Gurun California 

sampai saat ini.

  Selama Perang Dunia I keledai 

banyak dipakai  sebagai pembawa 

beban, tunggangan, dan penarik me-

riam. Dalam Perang Afghanistan, 

pernah ditemukan pada tahun 2006 

seekor keledai yang akan dipakai  

sebagai pengangkut bom yang renca-

nanya akan diledakan di tengah keru-

munan warga  sipil.

Saat ini diperkirakan ada sekitar 

44 juta keledai hidup di dunia. Jumlah 

terbanyak ada  di Cina (11 juta 

ekor), disusul lalu  di Pakistan, 

Ethiopia, dan Meksiko. Penggunaaanya 

masih sama dengan apa yang dilakukan 

manusia 6.000 tahun yang lalu. Peran 

utamanya yaitu  untuk transportasi, 

baik untuk ditunggangi, sebagai pem-

bawa beban, atau menarik kereta. 

Keledai juga dipakai  untuk menarik 

bajak, memutar alat penggiling biji-

bijian, atau menarik pengerek air dari 

sumur. Keledai tidak terlalu banyak 

dimanfaatkan susu atau dagingnya.  

Keledai banyak disebut dalam 

kaitannya dengan agama dan mitos. 

Dalam mitologi Yunani ada satu 

kisah di mana Raja Midas berselisih 

dengan Dewa Apollo saat  keduanya 


menjadi juri dalam suatu kontes musik. 

Apollo lalu  mengganti telinga 

Midas dengan telinga keledai sebagai 

hukuman. Dalam tradisi Yahudi dan 

Kristen, Yesus digambarkan hampir 

selalu mengendarai keledai. Keledai 

dianggap sebagai suatu kemewahan 

dalam kitab-kitab Yahudi. Saat itu, 

rakyat jelata hanya mampu  berjalan 

kaki. Keadaan mulai berbalik saat  

para bangsawan beralih menunggangi 

kuda. saat  itu keledai dianggap 

mewakili kesederhanaan atau melam-

bangkan cara hidup yang lebih baik 

daripada mengejar kemewah