Tentang hewan 9
hatkan kepada mereka tanda-
tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan
pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi
mereka bahwa Al-Qur'an itu yaitu benar. Tidak
cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi
saksi atas segala sesuatu? (Fușșilāt/41: 53)
Dan (ingatlah) pada hari (saat ) Kami bangkitkan
pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari
mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau
(Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan
Kami turunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu untuk
menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk,
serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang
berserah diri (muslim). (an-Naĥl/16: 89)
Surah an-Naĥl yaitu salah satu
surah berkategori Makiyah, yang ditu-
runkan di Mekah. Seperti surah-surah
Dia (Musa) menjawab, “Tuhan kami ialah (Tuhan)
yang telah memberikan bentuk kejadian kepada
segala sesuatu, lalu memberinya petunjuk.”
(Ţāhā/20: 50)
Maksud dari frasa “memberinya
petunjuk” pada ayat ini yaitu mem-
berinya akal atau insting (naluri) dan
kodrat alamiah untuk kelanjutan hi-
dupnya masing-masing. Lebah pada
dasarnya telah menunjukkan diri bah-
wa mereka yaitu umat-umat juga
layaknya manusia. Allah menegaskan
hal ini dalam firman-Nya,
Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di
bumi dan burung-burung yang terbang dengan
kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan
umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu
pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, lalu
kepada Tuhan mereka dikumpulkan. (al-An‘ām/6:
38)
Menurut sebagian mufasir, kata
“Kitab” pada ayat di atas yaitu Lauh
Mahfuz. Bila demikian adanya maka
ayat ini hendak menegaskan bahwa
nasib semua makhluk sudah dituliskan
(ditetapkan) dalam Lauh Mahfuz ter-
sebut. Sebagian mufasir yang lain
menafsirkan kata ini sebagai
Al-Qur'an. Menurut tafsiran demikian,
ayat ini menegaskan bahwa dalam Al-
Qur'an telah termaktub pokok-pokok
agama, norma-norma, hukum-hukum,
hikmah-hikmah, dan petunjuk untuk
kebahagiaan manusia di dunia dan
akhirat, demikian pula kebahagiaan
makhluk pada umumnya.
Pada Surah an-Naĥl/16: 68 ter-
dapat kata auĥā yang kadang diter-
jemahkan menjadi “mengilhamkan”
dan tidak jarang pula diartikan “me-
wahyukan”. Terjemah yang pertama
terasa lebih tepat dipakai di sini,
sebab bila diterjemahkan menjadi
“mewahyukan” maka kita perlu mem-
beri penjelasan lebih lanjut. Yang demi-
kian itu sebab makna harfiah dari kata
wahyu itu sendiri bermacam-macam
sesuai konteks kalimatnya. Ia bisa ber-
arti ilham, petunjuk, pengajaran, isya-
rat, bahkan bisikan setan.
Pada ayat ini pula Allah menye-
but kata buyūt, yang kadang diterje-
mahkan menjadi “sarang”. Terjemah
yang demikian tampaknya masih perlu
dipertimbangkan. Dalam Tafsir al-
Mishbah karya M. Quraish Shihab, kata
ini diterjemahkan menjadi “rumah”.
Dalam bahasa Indonesia, sarang bila
dikaitkan dengan binatang yaitu
tempat yang dibuat atau dipilih untuk
tempat tinggal atau memelihara anak.
Bila sekadar makna ini yang dimaksud
maka terjemah pertama bisa dikatakan
sudah tepat. Sebaliknya, jika yang
dimaksudkan lebih dari sekadar makna
ini terjemah maka terjemah ke-
dua lebih tepat.
Kata rumah bila diasosiasikan
dengan manusia yaitu suatu tempat
yang diatur sedemikian rupa agar se-
suai dengan peruntukannya; di sana
ada kamar tamu, kamar tidur, kamar
tidur anak, dapur, kamar mandi, dan
seterusnya; serta dimaksudkan untuk
dapat “menghasilkan” manusia yang
berperilaku baik dan berguna bagi
warga , dengan adanya proses
pendidikan dan pengajaran di dalam
rumah ini . jika diperhatikan,
sarang lebah memiliki fungi dan tujuan
yang mirip dengan rumah manusia.
Sarang lebah memiliki desain yang
sangat maju. Ruangan-ruangan di sana
diatur sedemikian rupa sehingga me-
mungkinkan pengaturan suhu dengan
optimal. Di dalamnya ada banyak
ruangan dengan fungsi tertentu. Tiap
ruangan memiliki bentuk heksagonal
alis segi 6 yang merupakan satu-satu-
nya struktur geometrik yang dapat
memaksimumkan ruang. Sarang ju-
ga dibuat dari bahan-bahan pilihan,
dikerjakan dengan kerja sama yang
baik, serta menghasilkan sesuatu yang
berguna, seperti madu, lilin, dan lain-
nya. jika demikian halnya maka
kata buyūt pada ayat ini lebih tepat
diterjemahkan menjadi “rumah” dari-
pada sarang. Wallāhu a�lam. Lebah,
khususnya lebah madu sering dijadikan
analogi bagi orang yang beriman. Ra-
sulullah bersabda,
َمَثُل اْلُْؤِمِن َمَثُل النَّْحَلِة ، الَ َتْأُكُل إاِلَّ َطيًِّبا ، َوالَ
َتَضُع إاِلَّ َطيًِّبا . )رواه ابن حبان عن أب رزين(
Perumpamaan orang beriman yaitu seperti lebah.
Lebah tidak makan kecuali makanan yang baik, dan
ia juga tidak mengeluarkan sesuatu kecuali yang
baik. (Riwayat Ibnu Ĥibbān dari Abū Razīn)
Subjek lain yang perlu mendapat
perhatian dari ayat di atas yaitu
penggalan terjemah yang berbunyi “di
gunung-gunung, di pohon-pohon kayu,
dan di tempat-tempat yang dibikin
manusia”. Frasa “di tempat-tempat
yang dibikin manusia” mungkin saja
berarti suatu tempat yang khusus
dibuat manusia untuk lebah bersarang.
Dengan demikian, penggalan kalimat
ini berkaitan dengan usaha manusia
memelihara lebah. Bila benar demikian
maka penggalan ayat itu menyebut
dua tempat bagi lebah bersarang,
satunya tempat alami (gunung dan
pohon), dan satunya lagi non-alami,
yakni yang disediakan manusia untuk
memelihara lebah. Maksud yang demi-
kian ini tersampaikan dengan dengan
baik oleh terjemahan ayat ini dalam
bahasa Inggris berikut.
“And your Lord inspired the bee: build homes in
mountains and trees, and in (the hives) they build
for you. Then eat from all the fruits, following the
design of your Lord, precisely. From their bellies
comes a drink of different colors, wherein there is
healing for the people. This should be (sufficient)
proof for people who reflect”. (An-Naĥl/16: 68–69)
Ada juga yang menerjemahkan
penggalan ini dengan “di tem-
pat-tempat yang mereka (manusia)
tinggikan”. Mungkin saja kata “tinggi”
pada terjemah itu berarti yang terpilih,
terbaik, atau khusus. Terjemah ini da-
pat diterima sebab pemelihara lebah
akan meletakkan kotak lebahnya di
lingkungan yang cocok bagi perikehi-
dupan lebah; ditempatkan dekat la-
dang bunga, sumber air, dan faktor-
faktor pendukung lainnya. Dengan
demikian, kata “tinggi” tidak dipahami
secara denotatif.
Pada ayat selanjutnya, ayat 69,
Allah memberikan isyarat ilmiah lain-
nya. Di sana disebutkan, “lalu tem-
puhlah jalan-jalan Tuhanmu yang telah
dimudahkan (bagimu)”. Penggalan ini
memberikan informasi bahwa Tuhan
mengilhamkan kepada lebah cara yang
mudah dan efisien untuk menemukan
dan memanfaatkan nektar dari ladang
bunga yang baik. Bentuk ilhamnya
yaitu berkomunikasi dengan sesama
lebah melalui gerakan-gerakan yang
dapat dimengerti. Topik utamanya
ada-lah informasi tentang letak dan
poten-si ladang bunga yang disurvei.
Sistem ini dikenal sebagai “tarian
lebah”.
Perikehidupan Lebah
Lebah muncul di dunia pada sekitar
100 juta tahun yang lalu. Kelompok ini
muncul bersamaan dengan munculnya
tumbuhan berbunga sempurna. Pa-da
sistem yang diciptakan Allah,
bunga dan lebah saling
bergantung satu
dengan lainny. Bau
dan warna bunga
yang beraneka ra-gam
sebenarnya bukan
ditujukan untuk
kenikmatan manusia, namun
lebih untuk menarik perhatian lebah
agar terjadi proses penyerbukan pada
tumbuhan ini . Namun demikian,
manusia memperoleh keuntungan
sekunder berupa keuntungan ekono-
mi, nikmat keindahan, dan kepuasan
batin dari hubungan antara kedua
makhluk Tuhan ini.
Lebah termasuk bangsa Hyme-
noptera yang masih berkerabat de-
ngan kelompok semut, tawon, dan
gonteng. Jumlah jenis dalam kelompok
lebah tidak kurang dari 20.000 jenis, itu
pun baru sebatas yang telah dipelajari
dan diberi nama oleh manusia. Masih
banyak lagi yang belum dieksplorasi
dengan baik. Sebelas jenis di antaranya
yaitu lebah madu (true honey bees)
dari marga Apis. Dari dua belas jenis
itu, tujuh di antaranya ada di
Indonesia.
Kelompok lebah madu dikenal
baik oleh manusia. Hubungan di anta-
ra keduanya sudah berlangsung sejak
ki disebut sebagai ratu atau lebah
betina, lebah ini tidak memiliki
naluri keibuan. Tugasnya hanya melulu
menghasilkan telur, sedang tugas
memelihara telur hingga menjadi le-
bah dewasa diserahkan kepada lebah
pekerja.
Dalam sebuah sarang ada
40.000–80.000 ekor lebah pekerja
yang semuanya berkelamin betina.
Tugas lebah pekerja didistribusikan
untuk berbagai bidang secara sangat
rinci dan sempurna. Bagaimana masing-
masing individu mengetahui tugas dan
fungsinya dalam kelompok secara
tepat, hanya Tuhan yang tahu. Lebah
pekerja berganti-ganti pekerjaan, se-
lama. Dalam gambar prasejarah di
dinding gua, yang diperkirakan dibuat
pada 8.000–15.000 tahun lalu, digam-
barkan bagaimana cara manusia me-
manen sarang lebah. Pemeliharaan
lebah itu sendiri diperkirakan dimulai
di Mesir pada sekitar 2.400 tahun SM.
Dari Mesir, ternak lebah lalu de-
ngan cepat menyebar ke kawasan Laut
Tengah lainnya dan daratan Eropa.
Aristoteles tercatat sebagai
peneliti pertama yang secara serius
meneliti perilaku lebah madu, meski
banyak teorinya yang terbukti kurang
tepat. Di antaranya yaitu teorinya
bahwa larva (anakan) lebah madu
dihasilkan oleh bunga zaitun, bahwa
madu dipanen langsung dari bunga,
dan bahwa kelompok lebah dipimpin
oleh seekor lebah jantan. Sekitar 1.800
tahun lalu teori lebah jantan
sebagai pemimpin kelompok baru ber-
hasil dipatahkan.
Lebah termasuk serangga sosial.
Mereka hidup berkelompok dengan
anggota hingga 30.000 individu da-
lam tiap sarang. Dalam sarang lebah
madu ada beberapa kasta, yaitu
ratu yang berkelamin betina, lebah
pekerja, dan lebah jantan. Satu sarang
hanya boleh dihuni oleh satu ratu. Ia
dipelihara, diberi makan, dan dilin-
dungi oleh lebah pekerja agar tugas
khususnya, yaitu memproduksi telur,
dapat dilaksanakan dengan baik. Mes-
jalan dengan umurnya. Setengah dari
masa hidup dewasanya, yaitu tiga
pekan pertama, dihabiskan untuk be-
kerja sepenuhnya sebagai “pelayan
rumah”. Sebabnya, salah satunya, ka-
rena hanya para lebah pekerja pada
umur inilah yang memiliki kelenjar
yang dapat mengeluarkan suatu cairan
yang disebut royal jelly. Royal jelly
yaitu cairan khusus yang menjadi
makanan larva dan anak lebah. Di sam-
ping makanan itu, pada umur ini pula
lebah pekerja memiliki kelenjar peng-
hasil lilin, bahan dasar sarang.
Pada hari-hari pertama mereka
bekerja membersihkan sarang, me-
mastikannya bersih dari kotoran dan
debu. Berikutnya, mereka akan naik
pangkat menjadi pemberi makan
larva atau anakan lebah. Ini yaitu
pekerjaan yang sangat melelahkan
sebab seekor larva harus diberi ma-
kan sebanyak 1.300 kali per hari. Pada
hari ke-10 mereka berganti tugas lagi,
menerima nektar dan benangsari
dan menyimpannya di dalam lubang-
lubang sarang. Mereka juga bekerja
memperbaiki dan memperluas sarang,
di samping memelihara ratu.
Lepas dari tugas-tugas di atas,
mereka lantas bertugas sebagai lebah
penjaga. Tidak hanya menjaga pintu
depan sarang, mereka juga ditugasi
melakukan eksplorasi di sekitar
sarang. Pada umur tiga minggu
mereka ditugasi mengumpulkan
nektar dan benangsari (polen)
sebagai makanan, suatu tugas yang
dilakukannya dari subuh sampai
senja. Inilah tugas terakhir lebah
pekerja sebelum ajalnya datang,
yaitu pada minggu keenam.
Saat berperan sebagai pelayan
rumah, lebah pekerja sangat lihai
memelihara telur. Merekalah yang ber-
bekal insting yang dimiliki menentukan
apakah sarang yang mereka huni perlu
ratu baru atau tidak. Ini dilakukannya
dengan memberi individu larva ter-
tentu makanan berupa royal jelly
dalam kadar lebih banyak daripada
yang mereka berikan kepada larva
lainnya. Calon ratu ini juga ditempatkan
pada ruang khusus dengan ukuran
lebih besar daripada ruang larva pada
umumnya. Begitu calon ratu yang per-
tama menetas, dia akan membunuh,
dengan cara menyengat, semua telur
calon ratu lainnya. jika dua calon
ratu menetas pada saat yang bersa-
maan, keduanya akan bertarung sam-
pai salah satunya mati. Seiring muncul-
nya ratu baru, ratu lama akan pindah
dan membuat sarang baru. Sekali lagi,
tidak ada dua ratu dalam satu sarang.
Lebah madu membuat sarang
dari bahan lilin yang diproduksinya sen-
diri. Sarang terdiri dari ratusan ruangan
kecil berbentuk heksagonal, persegi
6, dengan ukuran sama. Mahakarya
konstruksi yang amat mengagumkan
ini yaitu hasil kerja komunal ribuan
lebah pekerja. Ruangan-ruangan itu
dipakai sebagai tempat menyimpan
makanan dan tempat tinggal larva
dan anakan lebah pada saat pertum-
buhannya. Mengapa mereka memilih
bentuk heksagonal untuk sel di sa-
rangnya, belum ada yang dapat men-
jelaskan. Namun demikian, dari
perspektif matematika, bangun heksa-
gonal yaitu bentuk geometrik yang
memungkinkan pemanfaatan ruang
secara efisien. jika lebah memilih
bentuk lain maka akan ada ruang-ruang
kosong yang mubazir sebab tidak
termanfaatkan. Berkat pemanfaatan
ruang yang maksimal, jumlah madu
yang tersimpan dalam satuan luas
tertentu juga menjadi optimum. Tidak
melulu soal efisiensi pemanfaatan
ruang, pemilihan bentuk heksagonal
juga dapat meminimalisasi jumlah
material pembuat ruang dalam sarang.
Perhitungan matematis menunjukkan
bahwa jumlah lilin yang diperlukan un-
tuk membuat ruang berbentuk heksa-
gonal lebih sedikit daripada yang
diperlukan untuk membuat ruang ber-
bentuk bangun lain.
Pengamatan dan penelitian me-
nunjukkan bahwa lebah yaitu satu-
satunya makhluk yang dapat mem-
buat madu. Beberapa percobaan
untuk membuat madu sintetis selalu
menemui jalan buntu. Tahap pertama
dari perjalanan panjang proses pem-
buatan madu berawal saat lebah pe-
kerja memperoleh nektar dari bunga
dan menelannya ke dalam perut,
dengan menambahkan satu jenis
enzim. Proses berikutnya berlangsung
saat lebah kembali ke sarang. Lebah
pengumpul akan memuntahkan cam-
puran nektar dan enzim ini ke-
pada lebah penerima. Lebah pene-
rima lantas “mengunyahnya” dan
berkali-kali membuka mulutnya agar
campuran nektar ini terkena
udara. Kegiatan ini dapat dilakukannya
selama 20 menit. sesudah itu, bahan
dimuntahkan ke lubang sarang dan
dibiarkan hingga mengental, menjadi
madu.
Data-data berikut akan mem-
buat manusia lebih menghargai ki-
nerja makhluk kecil ini dan produk
yang dihasilkannya. Lebah madu di-
perkirakan harus mengumpulkan nek-
tar dari dua juta bunga untuk meng-
hasilkan hanya satu pon madu. Untuk
menghasilkan jumlah madu yang sa-
ma sekumpulan lebah pekerja harus
menempuh perjalanan dengan total
jarak 55.000 mil. Demikian pula dengan
polen yang merupakan makanan lain
lebah. Sepanjang hidupnya seekor
lebah pekerja rata-rata hanya meng-
hasilkan 1/12 sendok teh madu.
Tarian Lebah
Kumpulan lebah pekerja yang bera-
sal dari satu sarang diperkirakan me-
ngunjungi empat juta bunga per hari.
Mereka benar-benar membanting tu-
lang dalam hidupnya yang sangat sing-
kat. Bagaimana binatang kecil yang
hidup di bumi yang amat luas ini dapat
menemukan padang bunga penghasil
nektar dan benangsari dengan mudah
dan efisien, yaitu suatu hal yang
mencengangkan. Ada suatu proses
indah yang berlangsung di sini, yang
biasa disebut tarian lebah. Sistem ini
telah dipelajari manusia selama 100
tahun belakangan, namun masih ba-
nyak hal yang belum dapat dijelaskan
dengan memuaskan. Manusia hanya
dapat mengagumi presisi yang sangat
tinggi dalam proses ini. Tarian yang
dapat saja dikatakan sebagai “bahasa”
ini dipelajari manusia dari jenis lebah
madu Apis melifera. Ini benar-benar
mukjizat dari alam. Mula-mula lebah
pekerja pionir alias senior membentuk
tim kecil yang bertugas keluar dari
sarang untuk mencari kawasan ladang
bunga yang menjanjikan. Bila tim
pencari ini tidak dibentuk maka akan
ada puluhan ribu lebah yang serentak
keluar dari sarang dan masing-masing
mencari ladang penyedia
nektar bunga. Hal ini
akan menimbulkan
keka-cauan, selain
juga sangat tidak
efisien sebab
m e n g h a b i s k a n
energi dan waktu.
Tim pencari
ladang bunga terdiri dari
beberapa ekor lebah pekerja senior
saja. Mereka terbang sejauh kira-kira
5 mil dari sarang untuk mencari ladang
bunga. Kendati begitu, umumnya
me-reka sudah menemukan ladang
bunga yang baik hanya dalam radius
1 mil dari sarang. Ladang bunga yang
ditemukan ini mungkin hanya dapat
menghasilkan nektar untuk dua atau
tiga hari, selanjutnya mereka mencari
ladang baru.
sesudah menemukan ladang bu-
nga yang mereka rasa baik, tim kecil
ini akan membawa pulang sejumlah
nektar sebagai contoh. Di sarang ia
akan mengiklankan temuannya. Nek-
tar itu lantas diberikan kepada lebah
pekerja yang bertugas menerima
nektar dan polen, untuk lalu diuji
kualitasnya. jika nektar diterima
tidak dengan antusias maka itu berarti
kualitasnya rendah. Ini memaksa le-
bah pencari untuk mencari ladang
lainnya. Sebaliknya, jika nektar
diterima dengan antuasias maka itu
berarti mutunya sangat bagus. Dalam
kondisi seperti ini lebah pencari ladang
bunga melanjutkan tugasnya dengan
memberikan informasi lain melalui
“tariannya”. Inilah proses pertama
dalam pengambilan keputusan. Bila
temuannya dianggap prospektif maka
ia akan mempromosikannya dan men-
dorong semua lebah pekerja pergi
ke ladang bunga temuannya. Ia akan
mulai melakukan tarian yang sangat
kompleks namun mudah dimengerti.
Tarian lebah dilakukan di dinding
sisiran (comb) sarang. saat menari
mereka menggoyang perut sambil ber-
putar-putar dan mengepak-ngepakkan
sayap. Arah gerakan dapat dilihat pada
gambar 166. Masing-masing koreografi
tarian dan variasi-variasinya memiliki
makna komunikatif tertentu, seperti
diuraikan di bawah ini.
1. Gerakan cepat membentuk lingkar-
an dengan sedikit goyang perut
dan getaran sayap menunjukkan
bahwa lokasi sumber pakan tidak
terlalu jauh;
2. Gerakan mengibas-ngibaskan ekor
sambil berjalan membentuk ang-
ka 8 menyatakan bahwa jarak la-
dang bunga yang dimaksud agak
jauh. Adapun gerakan mengibas
menunjukkan arah kemana mereka
harus terbang. Semua gerakan ini
dilakukan dengan mempertimbang-
kan posisi matahari saat itu;
3. Gerakan menggoyang perut secara
erotis dan bergerak lurus vertikal
ke atas searah terbitnya matahari,
dan berputar kembali, serta diulang
beberapa kali menunjukkan bahwa
posisi sumber pakan berada searah
dengan terbitnya matahari;
4. Gerakan menggoyang perut secara
erotis dan bergerak lurus vertikal
ke bawah, berlawanan arah ter-
bitnya matahari, dan berputar
kembali, serta diulang beberapa
kali menunjukkan posisi sumber
pakan berlawanan dengan arah
terbitnya matahari;
5. Gerakan menggoyang perut seca-
ra erotis dan bergerak dengan
sudut 40o vertikal searah terbit-
nya matahari, dan berputar kem-
bali, serta diulang beberapa kali
menunjukkan posisi sumber pakan
berada di arah 40o terbitnya mata-
249Hewan dalam Al-Qur'an
hari; demikian seterusnya sesuai
dengan berapa derajat sudut gerak-
an yang mereka buat.
Makna koreografi tarian lebah
yang berpatokan posisi matahari seba-
gai petunjuk posisi dan jarak sumber
pakan pertama kali dikemukakan oleh
ahli serangga bernama Karl von Frisch.
Ia lantas meraih nobel pada tahun
1960 berkat temuannya ini. Tarian ini
memberitahukan kepada para pe-
nonton arah, jarak, kuantitas, dan
kualitas nektar di ladang bunga temu-
annya. Manusia perlu waktu sekitar
20 menit untuk dapat memahami
pesan dari gerakan tarian lebah itu,
sedang lebah sudah bisa meng-
interpretasikannya hanya dalam waktu
satu menit bahkan kurang.
Tarian lebah ini tidak hanya dila-
kukan dalam usaha mengumpulkan
nektar, tapi juga dalam mencari sum-
ber air. Hal terakhir ini dilakukan hanya
pada saat hari sangat terik. Air yang
ditemukan akan dibawa ke sarang
dan didistribusikan ke lubang-lubang
sarang, lalu “dikipasi” dengan
sayapnya. Sistem pendinginan ini sa-
ngat efektif. Pada suhu udara 130 ˚F
sistem ini dapat mendinginkan sarang
sampai titik 90 ˚F.
Tarian juga dilakukan saat ter-
jadi pemecahan kelompok. Sebelum
kelompok memecah diri dan pindah
dari sarang utama, mereka memben-
tuk tim pencari lokasi sarang baru.
Beberapa ekor lebah akan mengik-
lankan temuannya untuk dimusyawa-
rahkan demi menentukan lokasi yang
dianggap paling strategis. sesudah
mendapat persetujuan, barulah ratu
akan terbang memimpin kelompoknya
ke arah yang telah disetujui bersama.
Dengan cara ini risiko hilangnya ratu
akibat diajak terbang kesana-kemari
untuk mencari sarang baru akan
sangat kecil, bahkan tidak ada sama
sekali.
Madu dan Produk Ikutannya
Banyak manfaat yang diperoleh
dari dunia tumbuhan. Beberapa di
antaranya sangat bermanfaat sesudah
diproses lebih lanjut oleh binatang,
misalnya madu hasil aktivitas lebah
madu. Madu dan manfaatnya disebut
dengan jelas pada ayat berikut.
Dari perut lebah itu keluar minuman (madu)
yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya
ada obat yang menyembuhkan bagi manusia.
(an-Naĥl/16: 69)
Madu dikenal sebagai bahan
alami yang sangat baik untuk makanan
tambahan. Unsur-unsur yang dikan-
dungnya dipercaya dapat menyehatkan
mereka yang mengkonsumsinya. Madu
murni yaitu material yang sehat,
mudah dicerna, dan makanan alami
yang penuh energi. Ia mengandung
karbohidrat, protein, lemak, enzim,
dan beberapa vitamin. Satu sendok
teh madu dapat memberikan 60 kalori
dan mengandung 11 gram karbohidrat,
1 miligram kalsium, 0,2 miligram besi,
0,1 miligram vitamin B, dan 1 miligram
vitamin C.
Beberapa tahun terakhir hasil-
hasil penelitian yang dilakukan me-
ngonfirmasi apa yang diindikasikan
oleh Al-Qur'an mengenai manfaat
madu. Kegunaan-kegunaan madu di
antaranya:
1. Menghambat pertumbuhan jamur
dan bakteri. Madu yang tidak di-
encerkan menghambat tumbuh-
nya bakteri patogen, seperti Sta-
phylococcus aureas, dan jamur,
seperti Candida albicans, yang hidup
di usus. Madu dengan keenceran
30–50% diketahui masih lebih man-
jur daripada antibiotik konvensio-
nal untuk menyembuhkan infeksi
saluran kencing. Bagaimana cara
kerja madu sebagai antibakteri be-
lum diketahui secara jelas. Mung-
kin saja efek madu, yang lebih
bersifat asam, menghalangi proses
osmosis dari bakteri;
2. Menjadi obat antidiare dan me-
ningkatkan imunitas. Madu de-
ngan tingkat konsentrasi 40%
memiliki efek mematikan bagi
banyak bakteri penyebab diare
dan disentri, seperti Salmonella,
Shigella, E. coli, dan Vibrio chole-
ra. Madu juga meningkatkan keta-
hanan tubuh dengan cepat; ia
mampu proses mempercepat pe-
nyembuhan pada anak kecil dan
bayi yang terserang diare.
3. Menjadi obat luka biasa dan luka
bakar. Madu menyerap air di se-
kitar luka biasa dan luka bakar,
dan mempercepat proses penyem-
buhan. Madu juga berguna meng-
hilangkan bau tidak sedap dari luka
akibat penyakit lepra.
4. Menjadi obat batuk. Madu ber-
fungsi sebagai pengencer dahak
(ekspektoran) di tenggorokan dan
meningkatkan fungsi dinding salur-
an pernafasan.
Selain madu, material ikutannya
juga memiliki kandungan nutrisi
dan vitamin yang tidak kalah tinggi.
Berikut yaitu penjelasan khasiat ma-
terial-material ikutan madu.
1. Bee Pollen
Bee polen yaitu material serupa bedak
yang terdiri dari kumpulan benangsari
yang dikumpulkan dari bunga oleh lebah.
Semula peneliti memperkirakan polen
secara tidak sengaja terbawa pada bulu-
bulu kaki lebah madu ke sarangnya pada
saat proses pengumpulan nektar. Asumsi
ini ternyata tidak seluruhnya benar.
Penelitian lebih lanjut menunjukkan
bahwa lebah “memilih” benangsari
mana yang akan ditaruhnya di rambut-
rambut yang tumbuh di tubuhnya.
Lebah hanya memilih benangsari yang
sehat dan baik. Dengan demikian, ha-nya
benangsari (jantan) berkualitas tinggi
yang akan membuahi putik (betina)
dengan jasa lebah ini. Hasil-nya, buah
dan biji yang nantinya akan menjadi
tumbuhan baru, juga memiliki kualitas
tinggi. Benangsari berkualitas tinggi
ini pulalah yang di bawa ke sarangnya
untuk dipakai sebagai makanan.
Khasiat dan kegunaan bee pollen
bagi manusia di antaranya:
a. Bee pollen yaitu bahan makanan
yang mudah dicerna. Di dalam bee
pollen terkandung 14 mineral, 13
vitamin, trace mineral, protein, 15
asam amino, enzim, co-enzim (ber-
jumlah sekitar 5.000 macam), dan
hormon. Bee pollen juga menjadi
sumber protein yang dapat me-
ningkatkan kandungan gamma-
glubolin, suatu bahan yang mening-
katkan imunitas tubuh.
b. Membantu mengatasi kelelahan
fisik maupun psikologis, mengatasi
berkurangnya kadar imun tubuh,
menambah darah bagi penderita
anemia, mengatasi insomnia, me-
nyeimbangkan kadar gula darah,
menurunkan kadar kolesterol, serta
menyembuhkan diare dan rematik.
Orang yang mengalami obesitas
dianjurkan mengonsumsi bee pol-
len sebelum makan untuk mengu-
rangi berat tubuhnya. Sebaliknya,
bagi mereka yang ingin menambah
berat badannya dianjurkan mengon-
sumsi bee pollen sesudah makan.
c. Menurunkan stress dan memper-
baiki kinerja saraf. Tubuh yang
mengalami tekanan umumnya me-
merlukan vitamin dalam jumlah
banyak, terutama vitamin B dan
C. jika tubuh tidak memiliki
kedua vitamin ini secara reguler
maka sistem kelenjar dalam tubuh
akan terganggu. Gangguan ini akan
segera hilang dengan mengon-
sumsi bee pollen yang mudah dan
cepat diserap tubuh.
d. Menjadi suplemen yang baik bagi
penderita kanker. Kesimpulan ini
disampaikan oleh sebuah klinik di
Austria yang khusus menangani
penyakit wanita dari hasil studinya.
berdasar hasil studi bee pollen
juga diketahui efektif mengurangi
pembengkakan prostat pada pasi-
en pria.
2. Propolis
Lebah membuat propolis dari getah
tumbuhan yang dibawanya ke sarang.
Material ini dimanfaatkan lebah untuk
mencegah masuknya virus dan bakteri
ke sarang. Bahan ini yaitu antibiotik
yang sangat baik bagi manusia, dapat
dipakai untuk menetralisir racun
dan bahan pencemar yang telanjur
masuk ke dalam tubuh. Bahan ini ju-
ga membantu seseorang melepaskan
diri dari ketergantungan terhadap
obat, sekaligus memperkuat imuni-
tas. Penelitian menunjukkan bahwa
asam caffeic dalam propolis sangat
efektif mencegah timbulnya kanker
usus. Propolis diketahui juga dapat
mencegah pertumbuhan bakteri, teru-
tama yang memicu pnemonia
(penyakit saluran pernafasan), dan
infeksi pada bekas luka bedah sisa
operasi. Antioksidan dalam propolis
dapat juga berperan seperti vitamin E
yang baik untuk mengobati penyakit
kulit dan penyakit keturunan seperti
kanker, diabetes, dan sakit jantung.
3. Royal Jelly
Royal jelly yaitu cairan kental ber-
warna putih yang dihasilkan oleh
kelenjar air ludah lebah pekerja.
Royal jelly yang disintesis saat
pengolahan bee pollen di dalam
perut lebah pekerja yaitu campuran
dari berbagai protein dan air. Bahan
ini dikenal warga luas sebagai
obat awet muda. hal ini masuk akal
253Hewan dalam Al-Qur'an
Madu dan produk lebah lainnya
sampai saat ini hanya diposisikan
sebagai suplemen makanan. Kini sudah
saatnya kita menjadikannya sumber
vitamin yang dapat dikonsumsi setiap
hari, sebagai makanan dan sekaligus
sebagai obat.
Uraian di atas menegaskan beta-
pa pentingnya lebah bagi kehidupan
manusia, tidak hanya sebab jasa
mereka dalam menghasilkan madu
dan lilin, tapi juga peran mereka dalam
membantu proses polinasi (pembuah-
an) pada tumbuhan. Pohon penghasil
buah dan tumbuhan lainnya tidak
akan menghasilkan buah tanpa jasa
polinator. sebab itu, untuk menarik
perhatian lebah, pohon bersiasat
dengan menghasilkan bunga yang ber-
warna dan berbentuk beraneka ma-
cam. Tertarik dengan warna dan ben-
tuk bunga itu, lebah sang polinator
datang untuk memperoleh nektar, dan
sebab royal jelly mengandung banyak
vitamin B, terutama B5, yang dapat
mengendurkan syaraf yang me-
negang. Royal jelly juga berkhasiat
mencegah pertumbuhan tumor dan
mencegah aktivitas bakteri sebab
kandungan antibakterinya.
Madu dan produk turunannya
selain bagus untuk suplemen juga
memiliki kedudukan khusus dalam
pengobatan tradisional di hampir se-
mua tempat di dunia. warga
kuno di Mesir, Asyiria, Cina, Yunani,
dan Roma memakai madu untuk
mengobati luka dan nyeri lambung.
Pada saat Bani Israil mengungsi dari
Mesir melalui padang pasir pada masa
Nabi Musa, janji yang menguatkan hati
mereka yaitu bahwa mereka akan
tiba di kawasan yang dialiri oleh susu
dan madu. Madu sebagai penyembuh
sudah disebutkan dalam ayat di atas.
Hal itu dikuatkan oleh riwayat berikut.
اْلُقْرآُن ، َواْلَعَسُل اْلُقْرآُن : ِشَفاَءاِن اْلُقْرآِن ِف
ُكلِّ ِمْن ِشَفاٌء َواْلَعَسُل ، ُدوِر الصُّ ِف لَِا ِشَفاٌء
َداٍء . )رواه البيهقي ف الكبى عن ابن مسعود
موقوفا(
Di dalam Al-Qur'an ada dua obat: Al-Qur'an itu
sendiri dan madu. Al-Qur'an yaitu obat bagi
penyakit dada (hati), dan madu yaitu obat bagi
semua penyakit (lahiriyah). (Riwayat al-Baihaqi
dalam as-Sunan al-Kubrā dari Ibnu Mas‘ūd secara
mauquf)
dalam waktu yang sama melakukan
pembuahan dengan menyatukan sel
jantan (polen) dan sel betina (benang
sari). Metode transportasi polen dari
satu bunga ke bunga lain dapat dilihat
pada gambar 170. Polen secara tidak
sengaja akan tersangkut di bulu-bulu
pada badan lebah.
َمَثُل اْلُْؤِمِن َمَثُل النَّْحَلِة ، الَ َتْأُكُل إاِلَّ َطيًِّبا ، َوالَ
َتَضُع إاِلَّ َطيًِّبا . )رواه ابن حبان عن أب رزين(
Perumpamaan orang beriman yaitu seperti lebah.
Lebah tidak makan kecuali makanan yang baik, dan
ia juga tidak mengeluarkan sesuatu kecuali yang
baik. (Riwayat Ibnu Ĥibbān dari Abū Razīn)
Begitulah profil mukmin ideal.
Mereka seharusnya memberi manfaat
berlimpah sebagaimana lebah meng-
hasilkan madu yang memiliki kompo-
sisi nutrisi lengkap dan mudah dicer-
na. Madu juga potensial sebagai
antioksidan, antimikroba, antijamur,
zat untuk merawat kecantikan tubuh,
pengawet makanan, bahkan sebagai
obat luka. Mencermati pola kehidupan
lebah, setidaknya ada enam sifat yang
bisa dijadikan pelajaran bagi kaum
muslim, yaitu: (1) memiliki banyak
manfaat; (2) bekerja keras, seperti
dicontohkan lebah pekerja dalam
mengumpulkan nektar; (3) Bekerja
dengan profesional dan fungsional,
sebagaimana pembagian tugas yang
dipraktikkan dalam koloni lebah; (4)
bekerja sesuai keahlian; (5) menghor-
mati pemimpin; lebah ratu merupakan
satu-satunya pemimpin dalam koloni;
dan (6) rela berkorban demi orang
lain, sebagaimana ditunjukkan oleh le-
bah pekerja.
3. SEMUT
Al-Qur'an menyebut semut dalam
rangkaian kisah perjalanan Sulaiman
melintasi suatu lembah.
Hingga saat mereka sampai di lembah semut,
berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Ma-
suklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak
diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedang-
kan mereka tidak menyadari.” (an-Naml/27: 18)
Bila kita mengikuti pendapat
ulama yang menafsirkan kata żarrah
sebagai semut, maka semut tidak
hanya disebut dalam ayat di atas, tapi
juga dalam Surah az-Zalzalah/99: 7–8.
Dua ini berbicara mengenai tentang
adanya balasan dari Allah bagi siapa
saja yang berbuat baik atau berbuat
jahat, sekecil apa pun perbuatan baik
atau jahat itu.
Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat
zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,
dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat
zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (az-
Zalzalah/99: 7–8)
Berikut ini yaitu beberapa hadis
yang juga menjadikan semut sebagai
objek pembicaraan.
َنْمَلٌة َفَلَدَغْتُه َشَجَرٍة َت َتْ األَْنبَِياِء ِمَن َنبِيٌّ َنَزَل
بَِبْيتَِها َأَمَر ُثمَّ ، تَِها َتْ ِمْن َفُأْخِرَج بَِجَهاِزِه َفَأَمَر
َنْمَلًة َفَهالَّ : إَِلْيِه اهللُ َفَأْوَحى ، بِالنَّاِر َفَأْحَرَق
َواِحَدًة ؟ )رواه البخاري ومسلم عن أب هريرة(
Pada suatu saat, seorang nabi di antara para nabi
beristirahat di bawah pohon. Tiba-tiba seekor
semut menggigitnya. Dia lantas menyuruh teman-
nya untuk memindahkan barang-barangnya dari
bawah pohon itu, dan meminta agar sarang semut
itu dibakar. Allah lalu mewahyukan kepadanya,
“Mengapa tidak kaubunuh satu semut saja?” (Ri-
wayat al-Bukhārī dan Muslim dari Abu Hurairāh)
ُلُق َيْ َذَهَب ِمَّْن َأْظَلُم َوَمْن : َعزَّ َوَجلَّ َقاَل اهللُ
َحبًَّة لَِيْخُلُقْوا َأْو ًة َذرَّ َفْلَيْخُلُقْوا ، َكَخْلِقْي َخْلًقا
َأْو لَِيْخُلُقْوا َشِعَيًة . )رواه البخاري ومسلم عن
أب هريرة(
Allah berfirman, “Tidak ada yang lebih zalim
daripada orang yang mencoba menciptakan apa
yang telah Ku-ciptakan. Aku tantang mereka untuk
menciptakan semut yang paling kecil, sebutir
gandum, atau sebutir jelai.” (Riwayat al-Bukhārī
dan Muslim dari Abu Hurairāh)
Bila kita mengikuti pendapat
mereka yang memahami kata qarșah
sebagai semut (beberapa ulama lain
memahaminya sebagai cubitan), maka
semut juga disebut dalam hadis beri-
kut.
ِهيُد ِمْن َمسِّ اْلَقْتِل إاِلَّ َكَم َيُِد َأَحُدُكْم َما َيُِد الشَّ
أب عن والتمذي أمحد )رواه . اْلَقْرَصِة َمسِّ
هريرة(
Orang yang mati syahid tidak merasakan sakitnya
mati kecuali sebagaimana salah seorang dari kali-
an merasakan sakitnya digigit semut. (Riwayat
Aĥmad dan At-Turmużi dari Abu Hurairāh)
Perikehidupan Semut
Semut hidup berkelompok, dengan
struktur sosial dan pembagian kerja
yang sangat efisien. Banyak hal yang
dapat direnungkan sesudah kita me-
ngetahui perikehidupan semut, seperti
kesediaan berkorban bagi sesama dan
tidak adanya diskriminasi. Penelitian-
penelitian yang dilakukan hingga saat
ini belum sanggup mengungkap semua
perikehidupan sosial semut. sebab
itu, bagaimana semut dapat mengelola
kelompoknya yang kadangkala terdiri
dari individu-individu yang sangat ba-
nyak, belum seluruhnya terungkap.
Koloni semut tidak memerlukan
polisi untuk mengatur kehidupannya.
jika kita berpikir semut ratu yaitu
pimpinan tertinggi kelompok maka ke-
nyataannya tidaklah demikian. Tugas
ratu hanyalah menjamin keberlanjutan
jenis. Tampaknya tidak ada struktur
kepemimpinan yang berdasar rantai
komando dalam koloni semut. Jika
begitu, siapa yang memberi perintah?
S e m u t m e n g e n a l s i s t e m
kasta. Ada tiga kasta besar dalam
tiap koloni. Menduduki kasta
pertama yaitu ratu dan
pejantan. Dalam satu
koloni dapat didapati
satu ratu atau lebih,
berbeda dari lebah
yang hanya memiliki satu ratu dalam
tiap sarang. Satu-satunya tugas ratu
semut yaitu bereproduksi. Ukuran
tubuh ratu lebih besar daripada semut lain-nya. Sementara itu, pejantan bertu-
gas mengawini ratu. Kebanyakan pe-
jantan akan mati sesudah melakukan
tugasnya ini. Kasta kedua ditempati
semut prajurit. Tugas mereka yaitu
berburu, mencari daerah baru untuk
tempat tinggal, juga membangun sa-
rang. Menempati kasta ketiga ada-
lah semut pekerja, yang semuanya
merupakan betina mandul. Tugas pri-
mer semut pekerja yaitu melayani
(membersihkan dan memberi makan)
ratu dan larva. Mereka juga mencari
makan dan membersihkan sarang se-
bagai tugas tambahan. Kadan mere-
ka juga bertugas memperluas sarang
jika hal itu dirasa perlu. Kasta
prajurit dan pekerja memiliki bebe-
rapa tingkatan di bawahnya. Tiap sub-
kelompok memiliki tugas yang je-
las, misalnya satu kelompok bertugas
melawan musuh, satu kelompok ber-
buru, kelompok lain membangun sa-
rang, yang lain lagi memelihara sarang,
dan seterusnya.
Mereka tidak mempersoalkan
posisi dan pekerjaan yang harus mereka
jalani. Keberlanjutan koloni yaitu hal
yang paling penting bagi mereka. Jelas
tidak ada istilah atasan-bawahan dalam
sistem yang dianut oleh kelompok se-
mut. Sistem komando dalam koloni
semut diketahui tidak terpusat, na-
mun bagaimana kegiatan di sana tidak
simpang siur dan saling tumpang tin-
dih, belum dapat diungkapkan oleh
ilmu pengetahuan.
Semut yaitu pekerja keras.
Semut pemotong daun mengangkut
daun untuk dijadikan media bagi per-
kebunan jamur. Mereka juga mem-
buat rumah dari daun yang dijahit
satu sama lain. Makanan semut bisa
berupa hewan, misalnya serangga dan
hewan kecil lainnya. Semut juga sudah
mengenal cara beternak, misalnya
beternak kutu daun penghasil cairan
gula, dan ulat kupu tertentu yang
sangat mereka sukai. Sebagai ganti
dari layanan yang diberikan oleh ku-
tu daun atau ulat kupu itu, semut
memberi mereka perlindungan dari
pemangsa dan parasit. Penelitian
menemukan bahwa untuk menjalani
kehidupan sosial yang sangat teror-
ganisasi ini semut dibekali kemampuan
berkomunikasi yang canggih.
Di bagian kepala semut ada
seperangkat alat peraba yang dapat
mengenali sinyal kimia maupun visual.
Otaknya terdiri dari sekitar setengah
juta simpul saraf. Mereka juga dibekali
mata yang berfungsi baik dan sungut
yang bisa berfungsi sekaligus sebagai
hidung untuk mencium maupun ujung
jari untuk meraba. Tonjolan-tonjolan
di bawah mulutnya berfungsi sebagai
pencecap, sedang rambut-rambut di
tubuhnya bereaksi terhadap benda-
benda di sekitarnya sebagai organ pe-
nyentuh.
Banyak hal mengejutkan akan
ditemui bila manusia memperhatikan
lebih saksama hewan ini. Di antaranya
yaitu kenyataan bahwa semut telah
mengenal konservasi energi, dengan
cara menggendong semut pekerja lain
saat tidak membawa beban, sehingga
energi dapat dihemat untuk kesem-
patan lain. Meski semut memiliki
banyak organ untuk berkomunikasi,
namun komunikasi utama yang di-
lakukannya bersifat kimiawi. Mereka
berkomunikasi dengan feromon, sua-
tu hormon yang mengeluarkan bau
dan dihasilkan oleh salah satu kelenjar
pada semut. Begitu seekor semut
mengeluarkan feromon maka semut
lainnya akan menerimanya dengan cara
mencium baunya atau menyentuhnya,
lantas bereaksi terhadapnya.
Dalam dunia hewan, feromon
bermanfaat lebih dari sekadar untuk
menarik lawan jenis. Feromon bisa
mereka gunakan sebagai penanda ja-
lan. Untuk maksud ini, cairan feromon
dijatuhkan semut di sepanjang jalan
yang dipilihnya. Cairan ini lalu
diciri oleh sungut penerima sinyal
feromon pada semut lainnya. Itulah
sebabnya, jika diperhatikan, baris-
an semut terlihat berjalan zigzag; me-
reka menyeimbangkan sinyal yang
diterima oleh sungut kiri dan sungut
kanan. jika salah satu atau kedua
sungut itu hilang, mereka akan meng-
alami disorientasi dan tidak dapat
tetap berada dalam kelompoknya.
Tidak semua jenis semut dapat “me-
manggil” semut lainnya. Ada jenis
yang tidak dapat memanggil semut
lainnya untuk membantu melakukan
sesuatu, misalnya meminta bantuan
untuk mengangkut makanan yang
berukuran besar. Semut-semut yang
paling maju dalam hal pemakaian
feromon yaitu mereka yang masuk
dalam kasta tentara. Dikatakan paling
canggih sebab hanya dengan satu
sinyal kimia, seekor semut tentara
dapat memanggil kawan sejawatnya
dalam jumlah ribuan ekor.
Dari penjelasan di atas terlihat
bahwa semut mestilah punya penge-
tahuan kimia yang sangat canggih
untuk melakukan apa yang dikerjakan-
nya. Faktanya, Al-Qur'an telah meng-
ungkapkan hal itu lebih dari 1.400 tahun
lalu, saat pengetahuan tentangnya
belum dikuasai manusia. Diperlukan
inspirasi dari “supervisor” tertentu
bagi semut untuk sampai pada capaian
demikian. Dia-lah Allah, supervisor atas
apa saja yang dikerjakan oleh makhluk
hidup, seperti yang dinyatakan dalam
firman-Nya,
Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhan-
ku dan Tuhanmu. Tidak satu pun makhluk bergerak
yang bernyawa melainkan Dialah yang memegang
ubun-ubunnya (menguasainya). Sungguh, Tuhanku
di jalan yang lurus (adil). (Hūd/11: 56)
4. BELALANG
Belalang disebut dua kali dalam Al-
Qur'an, yaitu dalam kisah Nabi Musa
pada Surah al-A‘rāf/7: 133, dan dalam
gambaran kejadian pada Hari Kebang-
kitan pada Surah al-Qamar/54: 7.
Maka Kami kirimkan kepada mereka topan,
belalang, kutu, katak dan darah (air minum ber-
ubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang
jelas, namun mereka tetap menyombongkan diri
dan mereka yaitu kaum yang berdosa. (al-A‘rāf/7:
133)
Ayat di atas menceritakan kisah
Nabi Musa saat berada di Mesir untuk
membebaskan kaumnya, Bani Israil,
dari siksaan Firaun. Sebagai bukti ke-
benaran Musa, Allah mengirimkan
kepada mereka topan, katak, kutu,
dan belalang dalam jumlah banyak
sehingga ladang pertanian dan kehi-
dupan warga Mesir terganggu.
Allah juga mengubah air di sana, ter-
masuk air minum, menjadi darah. Ayat
berikutnya yang menyebut belalang
yaitu firman Allah,
yang keluar bersama dapat menca-
pai 40 juta sampai 80 juta ekor per
kilometer persegi. Menurut suatu pe-
ngamatan satu kelompok belalang
dapat melingkup sekitar 1.200 km per-
segi lahan.
Perilaku belalang oleh Allah dija-
dikan gambaran kondisi makhluk pada
Hari Kebangkitan. sesudah sekian lama
berada di bawah tanah dalam bentuk
tulang-belulang, mereka dibangkitkan
secara bersama-sama dan dimunculkan
ke permukaan tanah.
Selain dalam Al-Qur'an, belalang
juga beberapa kali disebut dalam hadis
dan asar (perkataan sahabat). Berikut
ini yaitu dua di antaranya.
ا اْلَْيَتَتاِن : َفاْلََراُد ُأِحلَّْت َلنَا َمْيَتَتاِن َوَدَماِن ، َفَأمَّ
. َواْلَكبُِد َفالطَُّحاُل : َماِن الدَّ ا َوَأمَّ ، َواْلُوُت
)رواه البيهقي عن ابن عمر(
Telah dihalalkan bagi kita dua jenis bangkai dan
dua jenis darah. Dua jenis bangkai yaitu bangkai
ikan paus dan bangkai belalang. Adapun dua jenis
darah yaitu hati dan limpa. (Riwayat al-Baihaqi
dari Ibnu ‘Umar)
َيا : َفَقاَل ، اْلَطَّاِب ْبِن ُعَمَر إَِل َجاَء َرُجاًل إِنَّ
َأِمْيَ اْلُْؤِمنِْيَ ، إيِنِّ َأَصْبُت َجَراَداٍت بَِسْوطِْي َوَأَنا
. َطَعاٍم ِمْن َقْبَضًة َأْطِعْم : ُعَمُر َلُه َفَقاَل ، ُمِْرٌم
)رواه مالك عن زيد بن أسلم(
Seorang laki-laki menemui ‘Umar bin Khațțāb dan
bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, saya telah
Pandangan mereka tertunduk, saat mereka ke-
luar dari kuburan, seakan-akan mereka belalang
yang beterbangan. (al-Qamar/54: 7)
Ayat di atas menggambarkan
kondisi pada Hari Kebangkitan yang
dikiaskan dengan keluarnya kelompok
belalang dari tanah. Seperti diketahui,
belalang menanamkan telurnya di
tanah berpasir. Belalang betina akan
menggali lubang sedalam 10–15 cm,
dan tiap ekor dapat menghasilkan telur
90–160 butir. Belalang betina dapat
menghasilkan telur tiga kali selama
hidupnya. sesudah telur menetas dan
menjadi anak belalang, dalam kurun
waktu 10–45 hari, tergantung suhu
tanah, mereka keluar dari tanah ber-
sama-sama. Ini yaitu kejadian yang
sangat spektakuler. Jumlah belalang
membunuh beberapa belalang dengan cemetiku,
padahal saya sedang ihram?” Umar berkata, “Kalau
begitu, berilah makan (orang miskin) segenggam
kurma.” (Riwayat Mālik dari Zaid bin Aslam)
Perikehidupan Belalang
Belalang yang dimaksud dalam ayat di
atas kemungkinan besar yaitu dari
jenis Locusta migratoria yang dapat
ditemukan di kawasan yang cukup luas.
Persebarannya mulai dari Afrika, Asia,
Australia, sampai ke Selandia Baru.
Jenis ini juga pernah ditemukan hidup
di Eropa, namun sekarang ini sudah
jarang didapati. sebab kawasan dan
ekosistem yang dihuninya sangat luas,
belalang migrasi ini dibagi menjadi
empat anak jenis berdasar lokasi
hidupnya, yaitu Locusta migratoria
migratoria (hidup di Asia Barat, Asia
Tengah, dan Eropa Timur), Locusta
migratoria migratotiodes (hidup di
Afrika dan pulau-pulau di Samudra
Atlantik), Locusta migratoria capito
(hidup di Madagaskar), dan Locusta
migratoria manilensis (hidup di Asia
Timur).
Belalang migratoria ini umumnya
memiliki panjang tubuh 40–60 cm.
Selama hidupnya mereka mengalami
perubahan perilaku hidup. Mula-mula
mereka hidup menyendiri (solitary),
berubah menjadi hidup berkelompok
(gregarious), dan akhirnya menjadi
penyendiri kembali. Pada belalang
migratori yang sedang dalam tahap
menyendiri, larvanya berwarna hijau
atau coklat. Begitu memasuki usia
dewasa tubuh mereka akan berwarna
dasar coklat dengan beberapa bercak
kehijauan. Pada belalang migratori
yang sedang dalam tahap berkelompok,
larvanya berwarna kuning kemerahan
dengan bercak hitam. Begitu mema-
suki usia dewasa, tubuh mereka berwar-
na kecoklatan dengan sentuhan keku-
ningan. Sentuhan kekuningan ini akan
semakin kentara sejalan dengan per-
tambahan umurnya.
Secara ekonomi, kerusakan yang
diakibatkan oleh serangan belalang di
bidang pertanian cukup besar. Belalang
migratori ini bergerak sangat cepat.
Mereka dapat terbang mengikuti arah
angin dengan kecepatan 15–20 km
per jam. Kelompoknya yang berjum-
lah antara 40–80 juta ekor dapat
melingkup kawasan dari 5–130 km per
hari. Seekor belalang dewasa dapat
menghabiskan tanaman segar seberat
badannya (2 gram). Ini berarti seti-
ap satu juta ekor belalang mampu
menghabiskan dua ton tanaman peng-
hasil bahan makanan manusia.
Oleh Allah, belalang dijadikan
metafor dari kejadian pada saat Hari
Kebangkitan, di mana semua manusia
dibangkitkan dari kubur mereka. Ini
yaitu satu aspek dalam kebangkitan,
saat semua manusia secara seren-
tak dibangkitkan. Kejadian ini dium-
pamakan keluarnya jutaan ekor anak-
an belalang dalam luasan ribuan
kilometer persegi lahan, dari dalam
tanah. Sulit untuk membayangkan
suatu presisi yang tinggi dari kondisi
alam (suhu, kekeringan,
angin, dan sebagai-
nya) berada dalam
kondisi optimum
agar larva-larva
belalang yang
jumlahnya jutaan
dapat menetas dan berkembang
dalam waktu yang sama, sampai pada
saat yang sama untuk terbang keluar
dari tanah. Tidak ada seekor anakan
pun yang tertinggal. Manusia mana
pun tidak akan dapat mengatur kondisi
lingkungan yang demikian itu, meski
dibantu alat-alat yang tercanggih dan
modern sekalipun. Hanya Allah yang
dapat mengatur hal ini, yang lantas
dijadikan-Nya sebagai contoh bagi
umat manusia. Wallāhu a�lam.
5. LALAT
Lalat disebut dua kali dalam Al-Qur'an;
dua-duanya berada dalam satu ayat.
Allah berfirman dalam Surah al-Ĥajj/22:
73,
kamu seru selain Allah tak dapat menciptakan se-
ekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk
menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas
sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat
merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya
yang menyembah dan yang disembah. (al-Ĥajj/22: 73)
Melalui ayat ini Allah memastikan
berhala dan apa pun yang disembah
selain Allah oleh manusia tidak akan
dapat menciptakan satu pun makhluk,
bahkan yang hanya berukuran sekecil
lalat, meskipun mereka bersatu padu
untuk mencoba menciptakannya. Lalat
dalam kehidupan sehari-hari memiliki
citra buruk dan biasa dikaitkan dengan
hal-hal yang kotor dan penyakit. Se-
akan ingin menampik anggapan itu,
Rasulullah justru memberi petunjuk
kepada para sahabatnya untuk men-
celupkan lalat sekaligus bila jatuh ke
dalam gelas. Itu sebab lalat tidak ha-
nya membawa penyakit, tapi juga pe-
nawar penyakit yang dibawanya itu.
َفْلَيْغِمْسُه َأَحِدُكْم اِب َشَ ِفْ َباُب َالذُّ َوَقَع إَِذا
ُثمَّ لَِينِْزْعُه ، َفإِنَّ ِفْ َأَحِد َجنَاَحْيِه َداًء َوِف اآلَخِر
ِشَفاًء . )رواه البخاري عن أب هريرة(
jika seekor lalat jatuh ke dalam gelas minum-
mu, tenggelamkan ia sepenuhnya ke dalam air, lalu
angkatlah. Sesungguhnya pada salah satu sayap-
nya ada penyakit, dan pada sayap lainnya
ada penyembuhnya. (Riwayat al-Bukhārī dari
Abū Hurairah)
Pernyataan Rasul bahwa lalat
memiliki semacam penawar bukan-
lah omong kosong belaka yang tidak
disertai bukti ilmiah. Ilmu pengetahuan
membuktikan bahwa lalat berperan
besar dalam dunia pengobatan. Lalat
memiliki antidote, suatu bahan dalam
bentuk antibakteria atau antibiotik
yang sangat penting bagi manusia.
Perikehidupan Lalat
Lalat termasuk bangsa Diptera (di=dua,
dan ptera=sayap), yakni hewan yang
memiliki sepasang sayap. Bangsa
Diptera diperkirakan memiliki sekitar
240.000 jenis, termasuk di dalamnya
nyamuk. Sekitar 120.000 di antaranya
telah dipertelakan dan diketahui nama
jenisnya. Dalam berbagai kebudayaan
dan agama lalat umumnya dipercaya
merepresentasikan penyakit dan ke-
matian. Hal ini dapat ditemui dalam
berbagai kisah, termasuk dalam mito-
logi Yunani dan Mesir kuno.
Kebanyakan orang mulai menge-
nal lalat dari belatung (larva lalat) yang
biasa mereka jumpai di tempat sampah
atau bangkai hewan. Dua tempat yang
oleh manusia dianggap menjijikkan
dan menjadi sumber penyakit ini justru
menjadi tempat yang tepat bagi larva
lalat. Lalat dewasa menjadikan sediaan
makanan ini tempat meletakkan telur-
nya. Dengan demikian, larva yang beru-
pa belatung akan mendapat jaminan
ketersediaan makanan.
Lalat bertahan hidup hanya da-
lam hitungan minggu. Lalat betina
yang mengandung telur masak akan
mendatangi luka, bangkai, sampah,
atau buah busuk untuk bertelur. Setiap
ekor lalat Blow Fly betina, misalnya,
memproduksi sekitar 250 telur dalam
sekali berkunjung. Telur menetas dan
menjadi belatung dalam kurun waktu
24 jam. Selama menjadi belatung,
larva lalat ini berganti kulit sebanyak
tiga kali hanya dalam hitungan jam.
Sesudah berganti kulit untuk kali yang
ketiga, mereka bermetamorfosis men-
jadi lalat dewasa.
jika seseorang atau seekor
hewan terluka dan tidak segera men-
dapat perawatan, lalat akan segera
hinggap untuk secepatnya bertelur
di sana. jika hal ini dibiarkan ma-
ka yang terjadi lalu yaitu
infeksi. Dalam waktu yang tidak ter-
lalu lama akan muncul larva yang
berupa belatung dalam luka itu. Belajar
dari pengalaman, manusia mengubah
hal yang merugikan tadi menjadi
menguntungkan. Dengan menempat-
kan belatung ke dalam luka yang ter-
kena infeksi, maka luka akan bersih
dan infeksinya hilang. Cara ini disebut
Maggot therapy. Terapi demikian ini
sudah banyak dipraktikkan dokter mi-
liter sejak 100 tahun lalu. Dari penga-
laman diketahui bahwa luka para
prajurit yang mencapai tahap infeksi
dapat dengan mudah dibersihkan
melalui introduksi belatung lalat ke
dalamnya. Mereka percaya bahwa be-
latung akan “membersihkan” luka dan
menghindarkan infeksi. Penelitian saat
ini lantas mengonfirmasi hal ini
sebagai metode yang benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Pada tahun 2002 para peneliti
Australia mulai menduga bahwa pada
tubuh lalat ada antibiotik. Dugaan
ini muncul dari kenyataan bahwa
lalat biasa hidup dan mengkonsumsi
hal-hal yang kotor dan mengandung
bakteri penyakit. Adanya mereka tidak
mengalami efek buruk dari cara hidup
yang demikian tentu sebab memiliki
penangkalnya. Pada tubuh lalat, baik
pada bagian luar maupun bagian da-
lam, diduga ada sesuatu yang
mereka gunakan untuk pertahanan
tubuh. Hal yang ilmiah yaitu dugaan
hadirnya zat berupa antibakteri untuk
mengantisipasi lingkungan yang beru-
pa buah busuk, kotoran hewan, atau
bangkai. Dari pengamatan beberapa
jenis lalat ditemukan bahwa lalat ru-
mah dan lalat sapi, yang makanannya
bangkai dan kotoran lainnya, ternyata
memiliki antibakteri. Berveda dari ke-
duanya, pada tubuh lalat buah yang
memakanan cairan buah dan larva-
nya hidup pada buah segar, tidak
ditemukan antibakteri. Penelitian lain
juga membuktikan bahwa lalat pema-
kan daging tahan terhadap serangan
banyak bakteri penyebab penyakit.
Penelitian terhadap lalat di AS
sudah lebih maju. Para peneliti di sana
bahkan secara praktis memakai
belatung lalat untuk praktik kedok-
teran, dan hal itu sudah dilegalkan.
Sejak 1989 sejumlah rumah sakit
di California, AS, telah memulai pe-
nelitian pemakaian belatung untuk
penyembuhan. Penelitian ini mene-
mukan bahwa terapi belatung ter-
nyata lebih efisien dalam member-
sihkan luka yang sulit disembuhkan
dibandingkan cara lain yang ada. Sejak
1995 jumlah rumah sakit di dunia yang
melakukan terapi belatung meningkat
hingga melebihi seribu rumah sakit.
Lalat juga dapat menjadi sum-
ber informasi untuk mengungkap keja-
hatan, misalnya untuk menganalisis
waktu dan tempat terjadinya suatu
pembunuhan. Dengan menciri stadium
belatung lalat pada luka korban dapat
diperkirakan waktu kejadian perkara.
Kehadiran jenis dari belatung lalat
juga dapat memperkirakan lokasi keja-
dian itu berlangsung, sebab tiap jenis
lalat memiliki habitat kesukannya sen-
diri. Kepolisian di beberapa negara
telah membentuk satu divisi yang
bertugas mempelajari belatung dan
serangga dewasa dalam kaitan dengan
kejahatan. Divisi ini dinamai Forensic
Entomology.
Hal ini mengakhiri kisah inter-
aksi cinta-benci yang telah berlang-
sung beratus tahun antara manusia
dengan lalat; akhir kisah yang manis.
Pada tahun 2004 American Food
and Drug Administration telah me-
nyetujui pemakaian belatung lalat,
juga lintah, sebagai bahan dalam
bidang kedokteran. Banyak dokter
lalu memakai nya serta me-
rekomendasi pasien untuk menggu-
nakannya. Lalat juga banyak dipakai
dalam bidang penelitian. Para peneliti
di berbagai negara 100 tahun terakhir
ini telah memakai makhluk kecil
ini untuk mengungkap rahasia ilmu
genetika.
Lalat buah merupakan hewan
yang paling tepat dijadikan objek
penelitian ilmu genetika. akhir-akhir
ini lalat buah bahkan sering diguna-
kan banyak peneliti dalam upaya pe-
ngobatan kanker dan Alzheimer. Lalat
buah, yang memiliki panjang tubuh
beberapa milimeter saja, ditandai
dengan dua buah mata yang sama
besar dengan ukuran kepalanya. Masa
hidupnya sangat singkat. Mula-mula
lalat buah betina meletakkan telurnya
pada buah busuk. 24 jam lalu
buah itu akan dipenuhi belatung. Be-
latung-belatung ini memakan jasad
dan jamur renik yang tumbuh pada
media buah yang membusuk. Belatung
akan berganti kulit dan akhirnya secara
radikal bentuk tubuhnya berubah
sama sekali. Pada tahap berikutnya
sayap lalat akan tumbuh. sesudah
itu, mereka akan hidup sebagai lalat
dewasa selama beberapa hari saja.
Masa dewasanya ini dihabiskan untuk
mencari makan dan bereproduksi, se-
belum akhirnya mati.
Ada tiga sebab mengapa lalat
buah, khususnya Drosophila, disukai
peneliti. Pertama, lalat ini memiliki
ukuran yang kecil sehingga tidak
memerlukan ruang terlampau besar
untuk menyimpan beberapa ribu ekor
sekaligus. Kedua, lalat ini cepat sekali
bereproduksi, sebab satu generasi
lalat buah tidak akan hidup lebih dari
dua minggu. Ketiga, Drosophila telah
diteliti sejak lama sehingga data untuk
dasar penelitiannya mudah dicari.
Kembali ke hadis yang menya-
takan lalat membawa penyakit sekali-
gus obatnya. Selama ini banyak pihak
meragukan hal itu, tentunya sebelum
ada bukti-bukti ilmiah yang menyatakan
dalam tubuh lalat ada atau
terkandung banyak kuman penyakit
sekaligus bahan yang dapat mengobati
penyakit. Uraian di atas membuktikan
bahwa pada lalat memang ada
bahan antidote, suatu temuan yang
tidak kalah spektakuler dibanding
penemuan penisilin. Semua ini telah
diindikasikan oleh Rasulullah, suatu
bukti bahwa Allah yang mengutus
beliau menciptakan segala sesuatu
tidak dengan sia-sia. jika manusia
mau mempelajari ciptaan Allah dan
berusaha mengungkap rahasia-rahasia
di dalamnya maka ia akan tahu bahkan
lalat pun diciptakan untuk membantu
kesejahteraan manusia, khususnya da-
lam dunia kesehatan.
6. NYAMUK
Nyamuk disebut dalam Surah al-
Baqarah/2: 26. Pada ayat ini Allah
menegaskan betapa Dia tidak segan
membuat perumpamaan dengan nya-
muk. Itu sebab meski hewan ini ber-
tubuh kecil, nyatanya tidak ada satu
pun manusia yang dapat mencipta-
kannya. Hanya Allah yang mampu
menciptakannya dan menyertai cipta-
an itu dengan manfaat-manfaat yang
ditujukan bagi kehidupan manusia.
Sekali lagi, tidak ada yang sia-sia dalam
ciptaan Allah. Allah berfirman,
maan, di antaranya dua hadis berikut
ini.
الَ اْلِقَياَمِة َيْوَم ِمْيُ السَّ اْلَعظِْيُم ُجُل الرَّ َلَيْأِت ُه إِنَّ
ُنِقْيُم َفاَل : اِْقَرُءْوا ، َبُعْوَضٍة َجنَاَح ِعنَْد اهللِ َيِزُن
البخاري ومسلم . )رواه َوْزًنا اْلِقَياَمِة َيْوَم َلُْم
عن أب هريرة(
Pada hari kiamat, datanglah seorang lelaki gemuk
yang bobotnya bahkan tidak mampu menandingi
berat sayap nyamuk. Bacalah oleh kalian, “Dan
Kami tidak memberikan penimbangan terhadap
(amal) mereka pada hari Kiamat.” (Riwayat al-
Bukhārī dan Muslim dari Abū Hurairah)
َبُعْوَضٍة َما َتْعِدُل ِعنَْد اهللِ َجنَاَح ْنَيا َلْو َكاَنِت الدُّ
َبِة َماٍء . )رواه التمذي عن َسَقى َكافًِرا ِمْن َشْ
سهل بن سعد(
Andaikata dunia ini dalam pandangan Allah sama
dengan bobot satu sayap nyamuk saja, maka Dia
tidak akan memberi orang kafir seteguk air pun.
(Riwayat at-Turmużi dari Sahl bin Sa‘d)
Perikehidupan Nyamuk
Saat manusia diundang untuk mem-
perhatikan penciptaan dirinya, Al-
Qur'an dalam banyak ayatnya juga
mendorong manusia untuk meneliti
alam dan melihat tanda-tanda kekua-
saan Allah di dalamnya. Alam semesta
dengan elemen benda-benda hidup
dan tak hidup merupakan tanda-tanda
adanya Pencipta. Semua ciptaan itu
hadir untuk memperlihatkan kepada
Sesungguhnya Allah tidak segan membuat per-
umpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil
dari itu. Adapun orang-orang yang beriman,
mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan.
namun mereka yang kafir berkata, “Apa maksud
Allah dengan perumpamaan ini?” Dengan (perum-
pamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya
sesat, ) dan dengan itu banyak (pula) orang yang
diberi-Nya petunjuk. namun tidak ada yang Dia
sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-
orang fasik. (al-Baqarah/2: 26)
Ada beberapa hadis yang meng-
gunakan nyamuk sebagai perumpa-
269Hewan dalam Al-Qur'an
yang dihasilkan Electron Microscope
dapat menggugah nurani kita untuk
mengakui ciptaan Allah yang sangat
rumit dan canggih ini.
Nyamuk selalu digambarkan
sebagai hewan pengisap darah, na-
mun gambaran ini tidak sepenuhnya
benar. Pada kenyataannya hanya
nyamuk betina yang mengisap darah,
sedang jantan tidak. Mereka
mengisap darah untuk memperoleh
protein guna mematangkan telur yang
dikandungnya. Pada dasarnya nyamuk
jantan maupun betina makan nektar
bunga. Kata ba‘ūďah dalam Surah Al-
manusia kekuasaan, pengetahuan, dan
seni yang dimiliki oleh Pencipta, Allah.
Termasuk dalam ciptaan-ciptaan itu
yaitu nyamuk dan makhluk-makhluk
yang lebih kecil darinya.
Makhluk yang berukuran kecil
bahkan renik tidak berarti memiliki
komponen, organ, dan cara kerja or-
gan yang lebih sederhana dibanding-
kan yang berukuran besar. Binatang
seperti nyamuk, misalnya, memiliki
organ tubuh dan fungsi khususnya
yang amat rumit. Gambar 181 yang
memperlihatkan bagian tubuh nyamuk
yang begitu rinci berdasar citra
Baqarah/2: 26 dalam edisi terjemah
berbahasa Inggris diartikan nyamuk
betina (Surely Allah disdains not to set
forth any parable - (that of) a (female)
gnat or any thing above that...). Di sini
terlihat jelas pentingnya nyamuk betina
mengisap darah untuk kepentingan
meneruskan keturunannya telah tertu-
lis dalam Al-Qur'an 14 abad lalu, suatu
hal yang belum diketahui manusia
pada saat itu.
Gambar 183 memperlihatkan
secaara rinci alat yang dipakai
oleh nyamuk betina untuk menghisap
darah manusia dan hewan. Nyamuk
dilengkapi suatu organ yang tidak
ditemukan pada makhluk lainnya, yak-
ni enam buah “pisau” pengiris yang
bekerja seperti gergaji. Alat ini terle-
tak di ujung proboscis, suatu organ
berbentuk tabung yang terletak di
kepala nyamuk. Pada saat proses
pengirisan berlangsung, nyamuk me-
nyiramkan suatu cairan ke luka. Cair-
an ini berfungsi membuat daerah di
sekitar luka menjadi mati rasa, seka-
ligus mencegah darah membeku. De-
ngan begitu, korban tidak akan merasa
terganggu oleh gigitan nyamuk, se-
hingga proses pengisapan darah ber-
jalan lancar.
Proses pertumbuhan nyamuk
yaitu salah satu aspek yang sangat
mengagumkan. Hewan ini berubah
dari larva berupa jentik-jentik menjadi
nyamuk dewasa sesudah melalui bebe-
rapa tahap. Nyamuk betina meletakkan
telurnya di tempat yang lembap dan
berair. Telur yang berukuran kurang
dari satu milimeter dan berjumlah
sekitar 300 buah ini umumnya ditaruh
berkelompok dalam bentuk rakit.
Telur yang mulanya berwarna putih
hanya dalam beberapa jam lalu
sudah berubah menjadi hitam, suatu
bentuk kamuflase untuk menghindari
pemangsa. Larva yang menetas lang-
sung berenang; inilah awal hari-hari
hidup nyamuk di dalam air sebagai
jentik-jentik. Jentik berganti kulit agar
dapat berkembang membesar. Selama
masa jentik ini mereka berganti kulit
dua kali.
Makanan jentik yaitu jasad
renik yang ada dalam kolom air. Jasad
renik ini dipandu masuk ke mulut
jentik oleh semacam kipas di sekitar
mulutnya. Untuk bernafas di dalam air,
jentik memiliki organ serupa snorkel
yang biasa dipakai para penyelam.
Dengan organ ini jentik dapat menya-
ring oksigen dari udara, meski ia
sendiri hidup di dalam air. Pada akhir
masa hidupnya di air jentik berubah
bentuk menjadi hewan yang berbeda
dari sebelumnya. Bersamaan dengan
itu mereka siap untuk menjadi nyamuk
dewasa.
Nyamuk diketahui dapat berpe-
ran sebagai inang antara bagi beberapa
penyakit yang menyerang manusia,
seperti malaria, demam berdarah, kaki
gajah, dan beberapa penyakit lainnya.
Kondisi ini tentu saja harus membuat
manusia makin termotivasi untuk te-
rus mempelajari makhluk Allah, tidak
peduli makhluk itu memiliki ukuran
sekecil nyamuk atau bahkan lebih
kecil lagi. Harus diakui bahwa seiring
perkembangan ilmu pengetahuan,
manusia telah menemukan berbagai
obat dari jasad renik seperti mikroba.
Dengan demikian, sekecil apa pun cip-
taan Allah pasti ada gunanya; tidak ada
yang sia-sia dalam ciptaan Allah.
juga untuk bertasbih menyucikan
nama-Nya. Memang perlu ikhtiar un-
tuk memahami hal ini dengan baik.
Di antara bentuk ikhtiar itu yaitu
mengamati segala sesuatu yang ada,
merenungkannya, dan berusaha me-
mahami pesan yang dikandungnya.
Segala sesuatu, khususnya makhluk
di alam semesta ini, merupakan tanda
keberadaan Allah dan menjadi saksi
atas keesaan dan kekuasaan-Nya.
Allah mengajak manusia mere-
nungkan ayat berikut yang disampai-
kan-Nya untuk menunjukkan jalan
yang benar kepada manusia.
(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil
berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan
mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan
bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah
Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci
Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (Āli-
‘Imrān/3: 191)
E. LABA-LABA
Allah menyempurnakan kehidupan di
bumi tidak saja dengan menghadirkan
makhluk-makhluk berukuran besar,
tapi juga dengan makhluk-makhluk
kecil bahkan renik. Mereka semua
hadir di bumi untuk menunjukkan ke-
beradaan Tuhan dan kekuasaan-Nya,
Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi,
pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar
di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi
manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit
berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi
sesudah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya
bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin
dan awan yang dikendalikan antara langit dan
bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-
tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang
mengerti. (al-Baqarah/2: 164)
Sekilas apa yang tersaji dalam
ayat di atas tampak sebagai peristiwa
yang biasa-biasa saja; semuanya dapat
dijelaskan dengan sains dan logika me-
kanis. Namun yang pasti, sains mem-
bahas kebenaran-kebenaran material
semata. Sains tidak pernah mampu
memberi jawaban terkait makna lain
di balik yang bersifat materi tadi.
Benar saja, Al-Qur'an sendiri sudah
memastikan bahwa hakikat pesan
yang disampaikan melalui ayat-ayat
ini hanya bisa dipahami oleh orang-
orang yang berpikir. Hanya dengan
berbekal pemahaman terhadap objek
yang sederhana dan sangat kecil saja
terkadang sudah cukup bagi seseorang
untuk sam


