Tentang hewan 9

Tentang hewan 9




 hatkan kepada mereka tanda-

tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan 

pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi 

mereka bahwa Al-Qur'an itu yaitu  benar. Tidak 

cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi 

saksi atas segala sesuatu? (Fușșilāt/41: 53)

Dan (ingatlah) pada hari (saat ) Kami bangkitkan 

pada setiap umat seorang saksi atas mereka dari 

mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau 

(Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan 

Kami turunkan Kitab (Al-Qur'an) kepadamu untuk 

menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk, 

serta rahmat dan kabar gembira bagi orang yang 

berserah diri (muslim). (an-Naĥl/16: 89)

Surah an-Naĥl yaitu  salah satu 

surah berkategori Makiyah, yang ditu-

runkan di Mekah. Seperti surah-surah 

Dia (Musa) menjawab, “Tuhan kami ialah (Tuhan) 

yang telah memberikan bentuk kejadian kepada 

segala sesuatu, lalu  memberinya petunjuk.” 

(Ţāhā/20: 50)

Maksud dari frasa “memberinya 

petunjuk” pada ayat ini yaitu  mem-

berinya akal atau insting (naluri) dan 

kodrat alamiah untuk kelanjutan hi-

dupnya masing-masing. Lebah pada 

dasarnya telah menunjukkan diri bah-

wa mereka yaitu  umat-umat juga 

layaknya manusia. Allah menegaskan 

hal ini  dalam firman-Nya,


Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di 

bumi dan burung-burung yang terbang dengan 

kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan 

umat-umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu 

pun yang Kami luputkan di dalam Kitab, lalu  

kepada Tuhan mereka dikumpulkan. (al-An‘ām/6: 

38)

Menurut sebagian mufasir, kata 

“Kitab” pada ayat di atas yaitu  Lauh 

Mahfuz. Bila demikian adanya maka 

ayat ini hendak menegaskan bahwa 

nasib semua makhluk sudah dituliskan 

(ditetapkan) dalam Lauh Mahfuz ter-

sebut. Sebagian mufasir yang lain 

menafsirkan kata ini  sebagai 

Al-Qur'an. Menurut tafsiran demikian, 

ayat ini menegaskan bahwa dalam Al-

Qur'an telah termaktub pokok-pokok 

agama, norma-norma, hukum-hukum, 

hikmah-hikmah, dan petunjuk untuk 

kebahagiaan manusia di dunia dan 

akhirat, demikian pula kebahagiaan 

makhluk pada umumnya.

Pada Surah an-Naĥl/16: 68 ter-

dapat kata auĥā yang kadang diter-

jemahkan menjadi “mengilhamkan” 

dan tidak jarang pula diartikan “me-

wahyukan”. Terjemah yang pertama 

terasa lebih tepat dipakai  di sini, 

sebab  bila diterjemahkan menjadi 

“mewahyukan” maka kita perlu mem-

beri penjelasan lebih lanjut. Yang demi-

kian itu sebab  makna harfiah dari kata 

wahyu itu sendiri bermacam-macam 

sesuai konteks kalimatnya. Ia bisa ber-

arti ilham, petunjuk, pengajaran, isya-

rat, bahkan bisikan setan. 

Pada ayat ini pula Allah menye-

but kata buyūt, yang kadang diterje-

mahkan menjadi “sarang”. Terjemah 

yang demikian tampaknya masih perlu 

dipertimbangkan. Dalam Tafsir al-

Mishbah karya M. Quraish Shihab, kata 

ini diterjemahkan menjadi “rumah”. 

Dalam bahasa Indonesia, sarang bila 

dikaitkan dengan binatang yaitu  

tempat yang dibuat atau dipilih untuk 

tempat tinggal atau memelihara anak. 

Bila sekadar makna ini yang dimaksud 

maka terjemah pertama bisa dikatakan 

sudah tepat. Sebaliknya, jika  yang 

dimaksudkan lebih dari sekadar makna 

ini  terjemah maka terjemah ke-

dua lebih tepat. 

Kata rumah bila diasosiasikan 

dengan manusia yaitu  suatu tempat 

yang diatur sedemikian rupa agar se-

suai dengan peruntukannya; di sana 

ada kamar tamu, kamar tidur, kamar 

tidur anak, dapur, kamar mandi, dan 

seterusnya; serta dimaksudkan untuk 

dapat “menghasilkan” manusia yang 

berperilaku baik dan berguna bagi 

warga , dengan adanya proses 

pendidikan dan pengajaran di dalam 

rumah ini . jika  diperhatikan, 


sarang lebah memiliki fungi dan tujuan 

yang mirip dengan rumah manusia. 

Sarang lebah memiliki desain yang 

sangat maju. Ruangan-ruangan di sana 

diatur sedemikian rupa sehingga  me-

mungkinkan pengaturan suhu dengan 

optimal. Di dalamnya ada banyak 

ruangan dengan fungsi tertentu. Tiap 

ruangan memiliki bentuk heksagonal 

alis segi 6 yang merupakan satu-satu-

nya struktur geometrik yang dapat 

memaksimumkan ruang. Sarang ju-

ga dibuat dari bahan-bahan pilihan, 

dikerjakan dengan kerja sama yang 

baik, serta menghasilkan sesuatu yang 

berguna, seperti madu, lilin, dan lain-

nya. jika  demikian halnya maka 

kata buyūt pada ayat ini lebih tepat 

diterjemahkan menjadi “rumah” dari-

pada sarang. Wallāhu a�lam. Lebah, 

khususnya lebah madu sering dijadikan 

analogi bagi orang yang beriman. Ra-

sulullah bersabda, 

َمَثُل اْلُْؤِمِن َمَثُل النَّْحَلِة ، الَ َتْأُكُل إاِلَّ َطيًِّبا ، َوالَ 

َتَضُع إاِلَّ َطيًِّبا . )رواه ابن حبان عن أب رزين(

Perumpamaan orang beriman yaitu  seperti lebah. 

Lebah tidak makan kecuali makanan yang baik, dan 

ia juga tidak mengeluarkan sesuatu kecuali yang 

baik. (Riwayat Ibnu Ĥibbān dari Abū Razīn)

Subjek lain yang perlu mendapat 

perhatian dari ayat di atas yaitu  

penggalan terjemah yang berbunyi “di 

gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, 

dan di tempat-tempat yang dibikin 

manusia”. Frasa “di tempat-tempat 

yang dibikin manusia” mungkin saja 

berarti suatu tempat yang khusus 

dibuat manusia untuk lebah bersarang. 

Dengan demikian, penggalan kalimat 

ini berkaitan dengan usaha manusia 

memelihara lebah. Bila benar demikian 

maka penggalan ayat itu menyebut 

dua tempat bagi lebah bersarang, 

satunya tempat alami (gunung dan 

pohon), dan satunya lagi non-alami, 

yakni yang disediakan manusia untuk 

memelihara lebah. Maksud yang demi-

kian ini tersampaikan dengan dengan 

baik oleh terjemahan ayat ini dalam 

bahasa Inggris berikut. 

“And your Lord inspired the bee: build homes in 

mountains and trees, and in (the hives) they build 

for you. Then eat from all the fruits, following the 

design of your Lord, precisely. From their bellies 

comes a drink of different colors, wherein there is 

healing for the people. This should be (sufficient) 

proof for people who reflect”. (An-Naĥl/16: 68–69) 

Ada juga yang menerjemahkan 

penggalan ini  dengan “di tem-

pat-tempat yang mereka (manusia) 

tinggikan”. Mungkin saja kata “tinggi” 

pada terjemah itu berarti yang terpilih, 

terbaik, atau khusus. Terjemah ini da-

pat diterima sebab  pemelihara lebah 

akan meletakkan kotak lebahnya di 

lingkungan yang cocok bagi perikehi-

dupan lebah; ditempatkan dekat la-

dang bunga, sumber air, dan faktor-

faktor pendukung lainnya. Dengan 

demikian, kata “tinggi” tidak dipahami 

secara denotatif. 

Pada ayat selanjutnya, ayat 69, 

Allah memberikan isyarat ilmiah lain-

nya. Di sana disebutkan, “lalu tem-

puhlah jalan-jalan Tuhanmu yang telah 

dimudahkan (bagimu)”. Penggalan ini 

memberikan informasi bahwa Tuhan 

mengilhamkan kepada lebah cara yang 

mudah dan efisien untuk menemukan 

dan memanfaatkan nektar dari ladang 

bunga yang baik. Bentuk ilhamnya 

yaitu  berkomunikasi dengan sesama 

lebah melalui gerakan-gerakan yang 

dapat dimengerti. Topik utamanya 

ada-lah informasi tentang letak dan 

poten-si ladang bunga yang disurvei. 

Sistem ini dikenal sebagai “tarian 

lebah”. 

Perikehidupan Lebah

Lebah muncul di dunia pada sekitar 

100 juta tahun yang lalu. Kelompok ini 

muncul bersamaan dengan munculnya 

tumbuhan berbunga sempurna. Pa-da 

sistem yang diciptakan Allah, 

bunga dan lebah saling 

bergantung satu 

dengan lainny. Bau 

dan warna bunga 

yang beraneka ra-gam 

sebenarnya bukan 

ditujukan untuk 

kenikmatan manusia, namun  

lebih untuk menarik perhatian lebah 

agar terjadi proses penyerbukan pada 

tumbuhan ini . Namun demikian, 

manusia memperoleh keuntungan 

sekunder berupa keuntungan ekono-

mi, nikmat keindahan, dan kepuasan 

batin dari hubungan antara kedua 

makhluk Tuhan ini. 

Lebah termasuk bangsa Hyme-

noptera yang masih berkerabat de-

ngan kelompok semut, tawon, dan 

gonteng. Jumlah jenis dalam kelompok 

lebah tidak kurang dari 20.000 jenis, itu 

pun baru sebatas yang telah dipelajari 

dan diberi nama oleh manusia. Masih 

banyak lagi yang belum dieksplorasi 

dengan baik.  Sebelas jenis di antaranya 

yaitu  lebah madu (true honey bees) 

dari marga Apis. Dari dua belas jenis 

itu, tujuh di antaranya ada  di 

Indonesia. 

Kelompok lebah madu dikenal 

baik oleh manusia. Hubungan di anta-

ra keduanya sudah berlangsung sejak 


ki disebut sebagai ratu atau lebah 

betina, lebah ini tidak memiliki  

naluri keibuan. Tugasnya hanya melulu 

menghasilkan telur, sedang  tugas 

memelihara telur hingga menjadi le-

bah dewasa diserahkan kepada lebah 

pekerja.

Dalam sebuah sarang ada  

40.000–80.000 ekor lebah pekerja 

yang semuanya berkelamin betina. 

Tugas lebah pekerja didistribusikan 

untuk berbagai bidang secara sangat 

rinci dan sempurna. Bagaimana masing-

masing individu mengetahui tugas dan 

fungsinya dalam kelompok secara 

tepat, hanya Tuhan yang tahu. Lebah 

pekerja berganti-ganti pekerjaan, se-

lama. Dalam gambar prasejarah di 

dinding gua, yang diperkirakan dibuat 

pada 8.000–15.000 tahun lalu, digam-

barkan bagaimana cara manusia me-

manen sarang lebah. Pemeliharaan 

lebah itu sendiri diperkirakan dimulai 

di Mesir pada sekitar 2.400 tahun SM. 

Dari Mesir, ternak lebah lalu  de-

ngan cepat menyebar ke kawasan Laut 

Tengah lainnya dan daratan Eropa.

Aristoteles tercatat sebagai 

peneliti pertama yang secara serius 

meneliti perilaku lebah madu, meski 

banyak teorinya yang terbukti kurang 

tepat. Di antaranya yaitu  teorinya 

bahwa larva (anakan) lebah madu 

dihasilkan oleh bunga zaitun, bahwa 

madu dipanen langsung dari bunga, 

dan bahwa kelompok lebah dipimpin 

oleh seekor lebah jantan. Sekitar 1.800 

tahun lalu  teori lebah jantan 

sebagai pemimpin kelompok baru ber-

hasil dipatahkan.

Lebah termasuk serangga sosial. 

Mereka hidup berkelompok dengan 

anggota hingga 30.000 individu da-

lam tiap sarang. Dalam sarang lebah 

madu ada  beberapa kasta, yaitu 

ratu yang berkelamin betina, lebah 

pekerja, dan lebah jantan. Satu sarang 

hanya boleh dihuni oleh satu ratu. Ia 

dipelihara, diberi makan, dan dilin-

dungi oleh lebah pekerja agar tugas 

khususnya, yaitu memproduksi telur, 

dapat dilaksanakan dengan baik. Mes-


jalan dengan umurnya. Setengah dari 

masa hidup dewasanya, yaitu tiga 

pekan pertama, dihabiskan untuk be-

kerja sepenuhnya sebagai “pelayan 

rumah”. Sebabnya, salah satunya, ka-

rena hanya para lebah pekerja pada 

umur inilah yang memiliki  kelenjar 

yang dapat mengeluarkan suatu cairan 

yang disebut royal jelly. Royal jelly 

yaitu  cairan khusus yang menjadi 

makanan larva dan anak lebah. Di sam-

ping makanan itu, pada umur ini pula 

lebah pekerja memiliki kelenjar peng-

hasil lilin, bahan dasar sarang. 

Pada hari-hari pertama mereka 

bekerja membersihkan sarang, me-

mastikannya bersih dari kotoran dan 

debu. Berikutnya, mereka akan naik 

pangkat menjadi pemberi makan 

larva atau anakan lebah. Ini yaitu  

pekerjaan yang sangat melelahkan 

sebab  seekor larva harus diberi ma-

kan sebanyak 1.300 kali per hari. Pada 

hari ke-10 mereka berganti tugas lagi, 

menerima nektar dan benangsari 

dan menyimpannya di dalam lubang-

lubang sarang. Mereka juga bekerja 

memperbaiki dan memperluas sarang, 

di samping memelihara ratu.

Lepas dari tugas-tugas di atas, 

mereka lantas bertugas sebagai lebah 

penjaga. Tidak hanya menjaga pintu 

depan sarang, mereka juga ditugasi 

melakukan eksplorasi di sekitar 

sarang. Pada umur tiga minggu 

mereka ditugasi mengumpulkan 

nektar dan benangsari (polen) 

sebagai makanan, suatu tugas yang 

dilakukannya dari subuh sampai 

senja. Inilah tugas terakhir lebah 


pekerja sebelum ajalnya datang, 

yaitu pada minggu keenam.

Saat berperan sebagai pelayan 

rumah, lebah pekerja sangat lihai 

memelihara telur. Merekalah yang ber-

bekal insting yang dimiliki menentukan 

apakah sarang yang mereka huni perlu 

ratu baru atau tidak. Ini dilakukannya 

dengan memberi individu larva ter-

tentu makanan berupa royal jelly 

dalam kadar lebih banyak daripada 

yang mereka berikan kepada larva 

lainnya. Calon ratu ini juga ditempatkan 

pada ruang khusus dengan ukuran 

lebih besar daripada ruang larva pada 

umumnya. Begitu calon ratu yang per-

tama menetas, dia akan membunuh, 

dengan cara menyengat, semua telur 

calon ratu lainnya. jika  dua calon 

ratu menetas pada saat yang bersa-

maan, keduanya akan bertarung sam-

pai salah satunya mati. Seiring muncul-

nya ratu baru, ratu lama akan pindah 

dan membuat sarang baru. Sekali lagi, 

tidak ada dua ratu dalam satu sarang.

Lebah madu membuat sarang 

dari bahan lilin yang diproduksinya sen-

diri. Sarang terdiri dari ratusan ruangan 

kecil berbentuk heksagonal, persegi 

6, dengan ukuran sama. Mahakarya 

konstruksi yang amat mengagumkan 

ini yaitu  hasil kerja komunal ribuan 

lebah pekerja. Ruangan-ruangan itu 

dipakai  sebagai tempat menyimpan 

makanan dan tempat tinggal larva 

dan anakan lebah pada saat pertum-

buhannya. Mengapa mereka memilih 

bentuk heksagonal untuk sel di sa-

rangnya, belum ada yang dapat men-

jelaskan. Namun demikian, dari 

perspektif matematika, bangun heksa-

gonal yaitu  bentuk geometrik yang 

memungkinkan pemanfaatan ruang 

secara efisien. jika  lebah memilih 

bentuk lain maka akan ada ruang-ruang 

kosong yang mubazir sebab  tidak 

termanfaatkan. Berkat pemanfaatan 

ruang yang maksimal, jumlah madu 

yang tersimpan dalam satuan luas 

tertentu juga menjadi optimum. Tidak 

melulu soal efisiensi pemanfaatan 


ruang, pemilihan bentuk heksagonal 

juga dapat meminimalisasi jumlah 

material pembuat ruang dalam sarang. 

Perhitungan matematis menunjukkan 

bahwa jumlah lilin yang diperlukan un-

tuk membuat ruang berbentuk heksa-

gonal lebih sedikit daripada yang 

diperlukan untuk membuat ruang ber-

bentuk bangun lain.

Pengamatan dan penelitian me-

nunjukkan bahwa lebah yaitu  satu-

satunya makhluk yang dapat mem-

buat madu. Beberapa percobaan 

untuk membuat madu sintetis selalu 

menemui jalan buntu. Tahap pertama 

dari perjalanan panjang proses pem-

buatan madu berawal saat lebah pe-

kerja memperoleh nektar dari bunga 

dan menelannya ke dalam perut, 

dengan menambahkan satu jenis 

enzim. Proses berikutnya berlangsung 

saat lebah kembali ke sarang. Lebah 

pengumpul akan memuntahkan cam-

puran nektar dan enzim ini  ke-

pada lebah penerima. Lebah pene-

rima lantas “mengunyahnya” dan 

berkali-kali membuka mulutnya agar 

campuran nektar ini  terkena 

udara. Kegiatan ini dapat dilakukannya 

selama 20 menit. sesudah  itu, bahan 

dimuntahkan ke lubang sarang dan 

dibiarkan hingga mengental, menjadi 

madu.

Data-data berikut akan mem-

buat manusia lebih menghargai ki-

nerja makhluk kecil ini dan produk 

yang dihasilkannya. Lebah madu di-

perkirakan harus mengumpulkan nek-

tar dari dua juta bunga untuk meng-

hasilkan hanya satu pon madu. Untuk 

menghasilkan jumlah madu yang sa-

ma sekumpulan lebah pekerja harus 

menempuh perjalanan dengan total 

jarak 55.000 mil. Demikian pula dengan 

polen yang merupakan makanan lain 

lebah. Sepanjang hidupnya seekor 

lebah pekerja rata-rata hanya meng-

hasilkan 1/12 sendok teh madu.

Tarian Lebah

Kumpulan lebah pekerja yang bera-

sal dari satu sarang diperkirakan me-

ngunjungi empat juta bunga per hari. 

Mereka benar-benar membanting tu-

lang dalam hidupnya yang sangat sing-

kat. Bagaimana binatang kecil yang 


hidup di bumi yang amat luas ini dapat 

menemukan padang bunga penghasil 

nektar dan benangsari dengan mudah 

dan efisien, yaitu  suatu hal yang 

mencengangkan. Ada suatu proses 

indah yang berlangsung di sini, yang 

biasa disebut tarian lebah. Sistem ini 

telah dipelajari manusia selama 100 

tahun belakangan, namun masih ba-

nyak hal yang belum dapat dijelaskan 

dengan memuaskan. Manusia hanya 

dapat mengagumi presisi yang sangat 

tinggi dalam proses ini. Tarian yang 

dapat saja dikatakan sebagai “bahasa” 

ini dipelajari manusia dari jenis lebah 

madu Apis melifera. Ini benar-benar 

mukjizat dari alam. Mula-mula lebah 

pekerja pionir alias senior membentuk 

tim kecil yang bertugas keluar dari 

sarang untuk mencari kawasan ladang 

bunga yang menjanjikan. Bila tim 

pencari ini tidak dibentuk maka akan 

ada puluhan ribu lebah yang serentak 

keluar dari sarang dan masing-masing 

mencari ladang penyedia 

nektar bunga. Hal ini 

akan menimbulkan 

keka-cauan, selain 

juga sangat tidak 

efisien sebab  

m e n g h a b i s k a n 

energi dan waktu.  

Tim pencari 

ladang bunga terdiri dari 

beberapa ekor lebah pekerja senior 

saja. Mereka terbang sejauh kira-kira 

5 mil dari sarang untuk mencari ladang 

bunga. Kendati begitu, umumnya 

me-reka sudah menemukan ladang 

bunga yang baik hanya dalam radius 

1 mil dari sarang. Ladang bunga yang 

ditemukan ini mungkin hanya dapat 

menghasilkan nektar untuk dua atau 

tiga hari, selanjutnya mereka mencari 

ladang baru. 

sesudah  menemukan ladang bu-

nga yang mereka rasa baik, tim kecil 

ini akan membawa pulang sejumlah 

nektar sebagai contoh. Di sarang ia 

akan mengiklankan temuannya. Nek-

tar itu lantas diberikan kepada lebah 

pekerja yang bertugas menerima 

nektar dan polen, untuk lalu  diuji 

kualitasnya. jika  nektar diterima 

tidak dengan antusias maka itu berarti 

kualitasnya rendah. Ini memaksa le-

bah pencari untuk mencari ladang 

lainnya. Sebaliknya, jika  nektar 

diterima dengan antuasias maka itu 


berarti mutunya sangat bagus. Dalam 

kondisi seperti ini lebah pencari ladang 

bunga melanjutkan tugasnya dengan 

memberikan informasi lain melalui 

“tariannya”. Inilah proses pertama 

dalam pengambilan keputusan. Bila 

temuannya dianggap prospektif maka 

ia akan mempromosikannya dan men-

dorong semua lebah pekerja pergi 

ke ladang bunga temuannya. Ia akan 

mulai melakukan tarian yang sangat 

kompleks namun mudah dimengerti.  

Tarian lebah dilakukan di dinding 

sisiran (comb) sarang. saat  menari 

mereka menggoyang perut sambil  ber-

putar-putar dan mengepak-ngepakkan 

sayap. Arah gerakan dapat dilihat pada 

gambar 166. Masing-masing koreografi 

tarian dan variasi-variasinya memiliki 

makna komunikatif tertentu, seperti 

diuraikan di bawah ini. 

1. Gerakan cepat membentuk lingkar-

an dengan sedikit goyang perut 

dan getaran sayap menunjukkan 

bahwa lokasi sumber pakan tidak 

terlalu jauh;

2. Gerakan mengibas-ngibaskan ekor 

sambil berjalan membentuk ang-

ka 8 menyatakan bahwa jarak la-

dang bunga yang dimaksud agak 

jauh. Adapun gerakan mengibas 

menunjukkan arah kemana mereka 

harus terbang. Semua gerakan ini 

dilakukan dengan mempertimbang-

kan posisi matahari saat itu; 

3. Gerakan menggoyang perut secara 

erotis dan bergerak lurus vertikal 

ke atas searah terbitnya matahari, 

dan berputar kembali, serta diulang 

beberapa kali menunjukkan bahwa 

posisi sumber pakan berada searah 

dengan terbitnya matahari; 

4. Gerakan menggoyang perut secara 

erotis dan bergerak lurus vertikal 

ke bawah, berlawanan arah ter-

bitnya matahari, dan berputar 

kembali, serta diulang beberapa 

kali menunjukkan posisi sumber 

pakan berlawanan dengan arah 

terbitnya matahari; 

5. Gerakan menggoyang perut seca-

ra erotis dan bergerak dengan 

sudut 40o vertikal searah terbit-

nya matahari, dan berputar kem-

bali, serta diulang beberapa kali 

menunjukkan posisi sumber pakan 

berada di  arah 40o terbitnya mata-

249Hewan dalam Al-Qur'an

hari; demikian seterusnya sesuai 

dengan berapa derajat sudut gerak-

an yang mereka buat.

Makna koreografi tarian lebah 

yang berpatokan posisi matahari seba-

gai petunjuk posisi dan jarak sumber 

pakan pertama kali dikemukakan oleh 

ahli serangga bernama Karl von Frisch. 

Ia lantas meraih nobel pada tahun 

1960 berkat temuannya ini. Tarian ini 

memberitahukan kepada para pe-

nonton arah, jarak, kuantitas, dan 

kualitas nektar di ladang bunga temu-

annya. Manusia perlu waktu sekitar 

20 menit untuk dapat memahami 

pesan dari gerakan tarian lebah itu, 

sedang  lebah sudah bisa meng-

interpretasikannya hanya dalam waktu 

satu menit bahkan kurang. 

Tarian lebah ini tidak hanya dila-

kukan dalam usaha mengumpulkan 

nektar, tapi juga dalam mencari sum-

ber air. Hal terakhir ini dilakukan hanya 

pada saat hari sangat terik. Air yang 

ditemukan akan dibawa ke sarang 

dan didistribusikan ke lubang-lubang 

sarang, lalu  “dikipasi” dengan 

sayapnya. Sistem pendinginan ini sa-

ngat efektif. Pada suhu udara 130 ˚F 

sistem ini dapat mendinginkan sarang 

sampai titik 90 ˚F.

Tarian juga dilakukan saat ter-

jadi pemecahan kelompok. Sebelum 

kelompok memecah diri dan pindah 

dari sarang utama, mereka memben-

tuk tim pencari lokasi sarang baru. 

Beberapa ekor lebah akan mengik-

lankan temuannya untuk dimusyawa-

rahkan demi menentukan lokasi yang 

dianggap paling strategis. sesudah  

mendapat persetujuan, barulah ratu 

akan terbang memimpin kelompoknya 

ke arah yang telah disetujui bersama. 

Dengan cara ini risiko hilangnya ratu 

akibat diajak terbang kesana-kemari 

untuk mencari sarang baru akan 

sangat kecil, bahkan tidak ada sama 

sekali. 

Madu dan Produk Ikutannya

Banyak manfaat yang diperoleh 

dari dunia tumbuhan. Beberapa di 

antaranya sangat bermanfaat sesudah  

diproses lebih lanjut oleh binatang, 

misalnya madu hasil aktivitas lebah 

madu. Madu dan manfaatnya disebut 

dengan jelas pada ayat berikut.

Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) 

yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya 

ada  obat yang menyembuhkan bagi manusia. 

(an-Naĥl/16: 69)

Madu dikenal sebagai bahan 

alami yang sangat baik untuk makanan 

tambahan. Unsur-unsur yang dikan-


dungnya dipercaya dapat menyehatkan 

mereka yang mengkonsumsinya. Madu 

murni yaitu  material yang sehat, 

mudah dicerna, dan makanan alami 

yang penuh energi. Ia mengandung 

karbohidrat, protein, lemak, enzim, 

dan beberapa vitamin. Satu sendok 

teh madu dapat memberikan 60 kalori 

dan mengandung 11 gram karbohidrat, 

1 miligram kalsium, 0,2 miligram besi, 

0,1 miligram vitamin B, dan 1 miligram 

vitamin C.

Beberapa tahun terakhir hasil-

hasil penelitian yang dilakukan me-

ngonfirmasi apa yang diindikasikan 

oleh Al-Qur'an mengenai manfaat 

madu. Kegunaan-kegunaan madu di 

antaranya: 

1. Menghambat pertumbuhan jamur 

dan bakteri. Madu yang tidak di-

encerkan menghambat tumbuh-

nya bakteri patogen, seperti Sta-

phylococcus aureas, dan jamur, 

seperti Candida albicans, yang hidup 

di usus. Madu dengan keenceran 

30–50% diketahui masih lebih man-

jur daripada antibiotik konvensio-

nal untuk menyembuhkan infeksi 

saluran kencing. Bagaimana cara 

kerja madu sebagai antibakteri be-

lum diketahui secara jelas. Mung-

kin saja efek madu, yang lebih 

bersifat asam, menghalangi proses 

osmosis dari bakteri;

2. Menjadi obat antidiare dan me-

ningkatkan imunitas. Madu de-

ngan tingkat konsentrasi 40% 

memiliki  efek mematikan bagi 

banyak bakteri penyebab diare 

dan disentri, seperti Salmonella, 

Shigella, E. coli, dan Vibrio chole-

ra. Madu juga meningkatkan keta-

hanan tubuh dengan cepat; ia 

mampu proses mempercepat pe-

nyembuhan pada anak kecil dan 

bayi yang terserang diare.

3. Menjadi obat luka biasa dan luka 

bakar. Madu menyerap air di se-

kitar luka biasa dan luka bakar, 

dan mempercepat proses penyem-

buhan. Madu juga berguna meng-

hilangkan bau tidak sedap dari luka 

akibat penyakit lepra.

4. Menjadi obat batuk. Madu ber-

fungsi sebagai pengencer dahak 


(ekspektoran) di tenggorokan dan 

meningkatkan fungsi dinding salur-

an pernafasan.

Selain madu, material ikutannya 

juga memiliki  kandungan nutrisi 

dan vitamin yang tidak kalah tinggi. 

Berikut yaitu  penjelasan khasiat ma-

terial-material ikutan madu.

1.  Bee Pollen 

Bee polen yaitu  material serupa bedak 

yang terdiri dari kumpulan benangsari 

yang dikumpulkan dari bunga oleh lebah. 

Semula peneliti memperkirakan polen 

secara tidak sengaja terbawa pada bulu-

bulu kaki lebah madu ke sarangnya pada 

saat proses pengumpulan nektar. Asumsi 

ini ternyata tidak seluruhnya benar. 

Penelitian lebih lanjut menunjukkan 

bahwa lebah “memilih” benangsari 

mana yang akan ditaruhnya di rambut-

rambut yang tumbuh di tubuhnya. 

Lebah hanya memilih benangsari yang 

sehat dan baik. Dengan demikian, ha-nya 

benangsari (jantan) berkualitas tinggi 

yang akan membuahi putik (betina) 

dengan jasa lebah ini. Hasil-nya, buah 

dan biji yang nantinya akan menjadi 

tumbuhan baru, juga memiliki kualitas 

tinggi. Benangsari berkualitas tinggi 

ini pulalah yang di bawa ke sarangnya 

untuk dipakai  sebagai makanan.

Khasiat dan kegunaan bee pollen 

bagi manusia di antaranya:  

a. Bee pollen yaitu  bahan makanan 

yang mudah dicerna. Di dalam bee 

pollen terkandung 14 mineral, 13 

vitamin, trace mineral, protein, 15 

asam amino, enzim, co-enzim (ber-

jumlah sekitar 5.000 macam), dan 

hormon. Bee pollen juga menjadi 

sumber protein yang dapat me-

ningkatkan kandungan gamma-

glubolin, suatu bahan yang mening-

katkan imunitas tubuh.

b. Membantu mengatasi kelelahan 

fisik maupun psikologis, mengatasi 

berkurangnya kadar imun tubuh, 

menambah darah bagi penderita 

anemia, mengatasi insomnia, me-

nyeimbangkan kadar gula darah, 

menurunkan kadar kolesterol, serta 

menyembuhkan diare dan rematik. 

Orang yang mengalami obesitas 

dianjurkan mengonsumsi bee pol-

len sebelum makan untuk mengu-

rangi berat tubuhnya. Sebaliknya, 

bagi mereka yang ingin menambah 

berat badannya dianjurkan mengon-

sumsi bee pollen sesudah makan.

c. Menurunkan stress dan memper-

baiki kinerja saraf. Tubuh yang 

mengalami tekanan umumnya me-

merlukan vitamin dalam jumlah 

banyak, terutama vitamin B dan 

C. jika  tubuh tidak memiliki 

kedua vitamin ini secara reguler 

maka sistem kelenjar dalam tubuh 

akan terganggu. Gangguan ini akan 

segera hilang dengan mengon-

sumsi bee pollen yang mudah dan 

cepat diserap tubuh.  

d. Menjadi suplemen yang baik bagi 

penderita kanker. Kesimpulan ini 

disampaikan oleh sebuah klinik di 

Austria yang khusus menangani 

penyakit wanita dari hasil studinya. 

berdasar  hasil studi bee pollen 

juga diketahui efektif mengurangi 

pembengkakan prostat pada pasi-

en pria.

    

2.   Propolis

Lebah membuat propolis dari getah 

tumbuhan yang dibawanya ke sarang. 

Material ini dimanfaatkan lebah untuk 

mencegah masuknya virus dan bakteri 

ke sarang. Bahan ini yaitu  antibiotik 

yang sangat baik bagi manusia, dapat 

dipakai  untuk menetralisir racun 

dan bahan pencemar yang telanjur 

masuk ke dalam tubuh. Bahan ini ju-

ga membantu seseorang melepaskan 

diri dari ketergantungan terhadap 

obat, sekaligus memperkuat imuni-

tas. Penelitian menunjukkan bahwa 

asam caffeic dalam propolis sangat 

efektif mencegah timbulnya kanker 

usus. Propolis diketahui juga dapat 

mencegah pertumbuhan bakteri, teru-

tama yang memicu  pnemonia 

(penyakit saluran pernafasan), dan 

infeksi pada bekas luka bedah sisa 

operasi. Antioksidan dalam propolis 

dapat juga berperan seperti vitamin E 

yang baik untuk mengobati penyakit 

kulit dan penyakit keturunan seperti 

kanker, diabetes, dan sakit jantung.

3.   Royal Jelly

Royal jelly yaitu  cairan kental ber-

warna putih yang dihasilkan oleh 

kelenjar air ludah lebah pekerja. 

Royal jelly yang disintesis saat 

pengolahan bee pollen di dalam 

perut lebah pekerja yaitu  campuran 

dari berbagai protein dan air. Bahan 

ini dikenal warga  luas sebagai 

obat awet muda. hal ini masuk akal 

253Hewan dalam Al-Qur'an

Madu dan produk lebah lainnya 

sampai saat ini hanya diposisikan 

sebagai suplemen makanan. Kini sudah 

saatnya kita menjadikannya sumber 

vitamin yang dapat dikonsumsi setiap 

hari, sebagai makanan dan sekaligus 

sebagai obat.

Uraian di atas menegaskan beta-

pa pentingnya lebah bagi kehidupan 

manusia, tidak hanya sebab  jasa 

mereka dalam menghasilkan madu 

dan lilin, tapi juga peran mereka dalam 

membantu proses polinasi (pembuah-

an) pada tumbuhan. Pohon penghasil 

buah dan tumbuhan lainnya tidak 

akan menghasilkan buah tanpa jasa 

polinator. sebab  itu, untuk menarik 

perhatian lebah, pohon bersiasat 

dengan menghasilkan bunga yang ber-

warna dan berbentuk beraneka ma-

cam. Tertarik dengan warna dan ben-

tuk bunga itu, lebah sang polinator 

datang untuk memperoleh nektar, dan 

sebab  royal jelly mengandung banyak 

vitamin B, terutama B5, yang dapat 

mengendurkan syaraf yang me-

negang. Royal jelly juga berkhasiat 

mencegah pertumbuhan tumor dan 

mencegah aktivitas bakteri sebab  

kandungan antibakterinya.  

Madu dan produk turunannya 

selain bagus untuk suplemen juga 

memiliki  kedudukan khusus dalam 

pengobatan tradisional di hampir se-

mua tempat di dunia. warga  

kuno di Mesir, Asyiria, Cina, Yunani, 

dan Roma memakai  madu untuk 

mengobati luka dan nyeri lambung. 

Pada saat Bani Israil mengungsi dari 

Mesir melalui padang pasir pada masa 

Nabi Musa, janji yang menguatkan hati 

mereka yaitu  bahwa mereka akan 

tiba di kawasan yang  dialiri oleh susu 

dan madu. Madu sebagai penyembuh 

sudah disebutkan dalam ayat di atas. 

Hal itu dikuatkan oleh riwayat berikut. 

اْلُقْرآُن   ، َواْلَعَسُل  اْلُقْرآُن   : ِشَفاَءاِن  اْلُقْرآِن  ِف 

ُكلِّ  ِمْن  ِشَفاٌء  َواْلَعَسُل   ، ُدوِر  الصُّ ِف  لَِا  ِشَفاٌء 

َداٍء . )رواه البيهقي ف الكبى عن ابن مسعود 

موقوفا(

Di dalam Al-Qur'an ada dua obat: Al-Qur'an itu 

sendiri dan madu. Al-Qur'an yaitu  obat bagi 

penyakit dada (hati), dan madu yaitu  obat bagi 

semua penyakit (lahiriyah). (Riwayat al-Baihaqi 

dalam as-Sunan al-Kubrā dari Ibnu Mas‘ūd secara 

mauquf)


dalam waktu yang sama melakukan 

pembuahan dengan menyatukan sel 

jantan (polen) dan sel betina (benang 

sari). Metode transportasi polen dari 

satu bunga ke bunga lain dapat dilihat 

pada gambar 170. Polen secara tidak 

sengaja akan tersangkut di bulu-bulu 

pada badan lebah. 

َمَثُل اْلُْؤِمِن َمَثُل النَّْحَلِة ، الَ َتْأُكُل إاِلَّ َطيًِّبا ، َوالَ 

َتَضُع إاِلَّ َطيًِّبا . )رواه ابن حبان عن أب رزين(

Perumpamaan orang beriman yaitu  seperti lebah. 

Lebah tidak makan kecuali makanan yang baik, dan 

ia juga tidak mengeluarkan sesuatu kecuali yang 

baik. (Riwayat Ibnu Ĥibbān dari Abū Razīn)

Begitulah profil mukmin ideal. 

Mereka seharusnya memberi manfaat 

berlimpah sebagaimana lebah meng-

hasilkan madu yang memiliki kompo-

sisi nutrisi lengkap dan mudah dicer-

na. Madu juga potensial sebagai 

antioksidan, antimikroba, antijamur, 

zat untuk merawat kecantikan tubuh, 

pengawet makanan, bahkan sebagai 

obat luka. Mencermati pola kehidupan 

lebah, setidaknya ada enam sifat yang 

bisa dijadikan pelajaran bagi kaum 

muslim, yaitu: (1) memiliki  banyak 

manfaat; (2) bekerja keras, seperti 

dicontohkan lebah pekerja dalam 

mengumpulkan nektar; (3) Bekerja 

dengan profesional dan fungsional, 

sebagaimana pembagian tugas yang 

dipraktikkan dalam koloni lebah; (4)

bekerja sesuai keahlian; (5) menghor-

mati pemimpin; lebah ratu merupakan 

satu-satunya pemimpin dalam koloni; 

dan (6) rela berkorban demi orang 

lain, sebagaimana ditunjukkan oleh  le-

bah pekerja. 

3. SEMUT

Al-Qur'an menyebut semut dalam 

rangkaian kisah perjalanan Sulaiman 

melintasi suatu lembah.

Hingga saat  mereka sampai di lembah semut, 

berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Ma-

suklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak 

diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedang-

kan mereka tidak menyadari.” (an-Naml/27: 18)

Bila kita mengikuti pendapat 

ulama yang menafsirkan kata żarrah 

sebagai semut, maka semut tidak 

hanya disebut dalam ayat di atas, tapi 

juga dalam Surah az-Zalzalah/99: 7–8. 

Dua ini berbicara mengenai tentang 

adanya balasan dari Allah bagi siapa 

saja yang berbuat baik atau berbuat 

jahat, sekecil apa pun perbuatan baik 

atau jahat itu.


Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat 

zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, 

dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat 

zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (az-

Zalzalah/99: 7–8)

Berikut ini yaitu  beberapa hadis 

yang juga menjadikan semut sebagai 

objek pembicaraan. 

َنْمَلٌة  َفَلَدَغْتُه  َشَجَرٍة  َت  َتْ األَْنبَِياِء  ِمَن  َنبِيٌّ  َنَزَل 

بَِبْيتَِها  َأَمَر  ُثمَّ   ، تَِها  َتْ ِمْن  َفُأْخِرَج  بَِجَهاِزِه  َفَأَمَر 

َنْمَلًة  َفَهالَّ   : إَِلْيِه  اهللُ  َفَأْوَحى   ، بِالنَّاِر  َفَأْحَرَق 

َواِحَدًة ؟ )رواه البخاري ومسلم عن أب هريرة(

Pada suatu saat, seorang nabi di antara para nabi 

beristirahat di bawah pohon. Tiba-tiba seekor 

semut menggigitnya. Dia lantas menyuruh teman-

nya untuk memindahkan barang-barangnya dari 

bawah pohon itu, dan meminta agar sarang semut 

itu dibakar. Allah lalu mewahyukan kepadanya, 

“Mengapa tidak kaubunuh satu semut saja?” (Ri-

wayat al-Bukhārī dan Muslim dari Abu Hurairāh) 

ُلُق  َيْ َذَهَب  ِمَّْن  َأْظَلُم  َوَمْن   : َعزَّ َوَجلَّ  َقاَل اهللُ 

َحبًَّة  لَِيْخُلُقْوا  َأْو  ًة  َذرَّ َفْلَيْخُلُقْوا   ، َكَخْلِقْي  َخْلًقا 

َأْو لَِيْخُلُقْوا َشِعَيًة . )رواه البخاري ومسلم عن 

أب هريرة(

Allah berfirman, “Tidak ada yang lebih zalim 

daripada orang yang mencoba menciptakan apa 

yang telah Ku-ciptakan. Aku tantang mereka untuk 

menciptakan semut yang paling kecil, sebutir 

gandum, atau sebutir jelai.” (Riwayat al-Bukhārī 

dan Muslim dari Abu Hurairāh)

Bila kita mengikuti pendapat 

mereka yang memahami kata qarșah 

sebagai semut (beberapa ulama lain 

memahaminya sebagai cubitan), maka 

semut juga disebut dalam hadis beri-

kut. 

ِهيُد ِمْن َمسِّ اْلَقْتِل إاِلَّ َكَم َيُِد َأَحُدُكْم  َما َيُِد الشَّ

أب  عن  والتمذي  أمحد  )رواه   . اْلَقْرَصِة  َمسِّ 

هريرة(

Orang yang mati syahid tidak merasakan sakitnya 

mati kecuali sebagaimana salah seorang dari kali-

an merasakan sakitnya digigit semut. (Riwayat 

Aĥmad dan At-Turmużi dari Abu Hurairāh)

Perikehidupan Semut

Semut hidup berkelompok, dengan 

struktur sosial dan pembagian kerja 

yang sangat efisien. Banyak hal yang 

dapat direnungkan sesudah  kita me-

ngetahui perikehidupan semut, seperti 

kesediaan berkorban bagi sesama dan 

tidak adanya diskriminasi. Penelitian-

penelitian yang dilakukan hingga saat 

ini belum sanggup mengungkap semua 

perikehidupan sosial semut. sebab  

itu, bagaimana semut dapat mengelola 

kelompoknya yang kadangkala terdiri 

dari individu-individu yang sangat ba-

nyak, belum seluruhnya terungkap.

Koloni semut tidak memerlukan 

polisi untuk mengatur kehidupannya. 

jika  kita berpikir semut ratu yaitu  

pimpinan tertinggi kelompok maka ke-

nyataannya tidaklah demikian. Tugas 

ratu hanyalah menjamin keberlanjutan 


jenis. Tampaknya tidak ada struktur 

kepemimpinan yang berdasar  rantai 

komando dalam koloni semut. Jika 

begitu, siapa yang memberi perintah?

S e m u t  m e n g e n a l  s i s t e m 

kasta. Ada tiga kasta besar dalam 

tiap koloni. Menduduki kasta 

pertama yaitu  ratu dan 

pejantan. Dalam satu 

koloni dapat didapati 

satu ratu atau lebih, 

berbeda dari lebah 

yang hanya memiliki satu ratu dalam 

tiap sarang. Satu-satunya tugas ratu 

semut yaitu  bereproduksi. Ukuran 

tubuh ratu lebih besar daripada semut lain-nya. Sementara itu, pejantan bertu-

gas mengawini ratu. Kebanyakan pe-

jantan akan mati sesudah  melakukan 

tugasnya ini. Kasta kedua ditempati 

semut prajurit. Tugas mereka yaitu  

berburu, mencari daerah baru untuk 

tempat tinggal, juga membangun sa-

rang. Menempati kasta ketiga ada-

lah semut pekerja, yang semuanya 

merupakan betina mandul. Tugas pri-

mer semut pekerja yaitu  melayani 

(membersihkan dan memberi makan) 

ratu dan larva. Mereka juga mencari 

makan dan membersihkan sarang se-

bagai tugas tambahan. Kadan mere-

ka juga bertugas memperluas sarang 

jika  hal itu dirasa perlu. Kasta 

prajurit dan pekerja memiliki  bebe-

rapa tingkatan di bawahnya. Tiap sub-

kelompok memiliki  tugas yang je-


las, misalnya satu kelompok bertugas 

melawan musuh, satu kelompok ber-

buru, kelompok lain membangun sa-

rang, yang lain lagi memelihara sarang, 

dan seterusnya. 

Mereka tidak mempersoalkan 

posisi dan pekerjaan yang harus mereka 

jalani. Keberlanjutan koloni yaitu  hal 

yang paling penting bagi mereka. Jelas 

tidak ada istilah atasan-bawahan dalam 

sistem yang dianut oleh kelompok se-

mut. Sistem komando dalam koloni 

semut diketahui tidak terpusat, na-

mun bagaimana kegiatan di sana tidak 

simpang siur dan saling tumpang tin-

dih, belum dapat diungkapkan oleh 

ilmu pengetahuan.

Semut yaitu  pekerja keras. 

Semut pemotong daun mengangkut 

daun untuk dijadikan media bagi per-

kebunan jamur. Mereka juga mem-

buat rumah dari daun yang dijahit 

satu sama lain. Makanan semut bisa 

berupa hewan, misalnya serangga dan 

hewan kecil lainnya. Semut juga sudah 

mengenal cara beternak, misalnya 

beternak kutu daun penghasil cairan 

gula, dan ulat kupu tertentu yang 

sangat mereka sukai. Sebagai ganti 

dari layanan yang diberikan oleh ku-

tu daun atau ulat kupu itu, semut 

memberi mereka perlindungan dari 

pemangsa dan parasit. Penelitian 

menemukan bahwa untuk menjalani 

kehidupan sosial yang sangat teror-

ganisasi ini semut dibekali kemampuan 

berkomunikasi yang canggih.

Di bagian kepala semut ada  

seperangkat alat peraba yang dapat 

mengenali sinyal kimia maupun visual. 


Otaknya terdiri dari sekitar setengah 

juta simpul saraf. Mereka juga dibekali 

mata yang berfungsi baik dan sungut 

yang bisa berfungsi sekaligus sebagai 

hidung untuk mencium maupun ujung 

jari untuk meraba. Tonjolan-tonjolan 

di bawah mulutnya berfungsi sebagai 

pencecap, sedang rambut-rambut di 

tubuhnya bereaksi terhadap benda-

benda di sekitarnya sebagai organ pe-

nyentuh.  

Banyak hal mengejutkan akan 

ditemui bila manusia memperhatikan 

lebih saksama hewan ini. Di antaranya 

yaitu  kenyataan bahwa semut telah 

mengenal konservasi energi, dengan 

cara menggendong semut pekerja lain 

saat tidak membawa beban, sehingga 

energi dapat dihemat untuk kesem-

patan lain. Meski semut memiliki  

banyak organ untuk berkomunikasi, 

namun komunikasi utama yang di-

lakukannya bersifat kimiawi. Mereka 

berkomunikasi dengan feromon, sua-

tu hormon yang mengeluarkan bau 

dan dihasilkan oleh salah satu kelenjar 

pada semut. Begitu seekor semut 

mengeluarkan feromon maka semut 

lainnya akan menerimanya dengan cara 

mencium baunya atau menyentuhnya, 

lantas bereaksi terhadapnya.


Dalam dunia hewan, feromon 

bermanfaat lebih dari sekadar untuk 

menarik lawan jenis. Feromon bisa 

mereka gunakan sebagai penanda ja-

lan. Untuk maksud ini, cairan feromon 

dijatuhkan semut di sepanjang jalan 

yang dipilihnya. Cairan ini lalu  

diciri oleh sungut penerima sinyal 

feromon pada semut lainnya. Itulah 

sebabnya, jika  diperhatikan,  baris-

an semut terlihat berjalan zigzag; me-

reka menyeimbangkan sinyal yang 

diterima oleh sungut kiri dan sungut 

kanan. jika  salah satu atau kedua 

sungut itu hilang, mereka akan meng-

alami disorientasi dan tidak dapat 

tetap berada dalam kelompoknya. 

Tidak semua jenis semut dapat “me-

manggil” semut lainnya. Ada jenis 

yang tidak dapat memanggil semut 

lainnya untuk membantu melakukan 

sesuatu, misalnya meminta bantuan 

untuk mengangkut makanan yang 

berukuran besar. Semut-semut yang 

paling maju dalam hal pemakaian  

feromon yaitu  mereka yang masuk 

dalam kasta tentara. Dikatakan paling 

canggih sebab  hanya dengan satu 

sinyal kimia, seekor semut tentara 

dapat memanggil kawan sejawatnya 

dalam jumlah ribuan ekor.

Dari penjelasan di atas terlihat 

bahwa semut mestilah punya penge-

tahuan kimia yang sangat canggih 

untuk melakukan apa yang dikerjakan-

nya. Faktanya, Al-Qur'an telah meng-

ungkapkan hal itu lebih dari 1.400 tahun 

lalu, saat  pengetahuan tentangnya 

belum dikuasai manusia. Diperlukan 

inspirasi dari “supervisor” tertentu 

bagi semut untuk sampai pada capaian 

demikian. Dia-lah Allah, supervisor atas 

apa saja yang dikerjakan oleh makhluk 

hidup, seperti yang dinyatakan dalam 

firman-Nya,

Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Tuhan-

ku dan Tuhanmu. Tidak satu pun makhluk bergerak 

yang bernyawa melainkan Dialah yang memegang 

ubun-ubunnya (menguasainya). Sungguh, Tuhanku 

di jalan yang lurus (adil). (Hūd/11: 56)

4. BELALANG

Belalang disebut dua kali dalam Al-

Qur'an, yaitu dalam kisah Nabi Musa 

pada Surah al-A‘rāf/7: 133, dan dalam 

gambaran kejadian pada Hari Kebang-

kitan pada Surah al-Qamar/54: 7.

Maka Kami kirimkan kepada mereka topan, 

belalang, kutu, katak dan darah (air minum ber-

ubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang 

jelas, namun  mereka tetap menyombongkan diri 

dan mereka yaitu  kaum yang berdosa. (al-A‘rāf/7: 

133)


Ayat di atas menceritakan kisah 

Nabi Musa saat berada di Mesir untuk 

membebaskan kaumnya, Bani Israil, 

dari siksaan Firaun. Sebagai bukti ke-

benaran Musa, Allah mengirimkan 

kepada mereka topan, katak, kutu, 

dan belalang dalam jumlah banyak 

sehingga ladang pertanian dan kehi-

dupan warga  Mesir terganggu. 

Allah juga mengubah air di sana, ter-

masuk air minum, menjadi darah. Ayat 

berikutnya yang menyebut belalang 

yaitu  firman Allah,

yang keluar bersama dapat menca-

pai 40 juta sampai 80 juta ekor per 

kilometer persegi. Menurut suatu pe-

ngamatan satu kelompok belalang 

dapat melingkup sekitar 1.200 km per-

segi lahan.

Perilaku belalang oleh Allah dija-

dikan gambaran kondisi makhluk pada 

Hari Kebangkitan. sesudah  sekian lama 

berada di bawah tanah dalam bentuk 

tulang-belulang, mereka dibangkitkan 

secara bersama-sama dan dimunculkan 

ke permukaan tanah. 

Selain dalam Al-Qur'an, belalang 

juga beberapa kali disebut dalam hadis 

dan asar (perkataan sahabat). Berikut 

ini yaitu  dua di antaranya. 

ا اْلَْيَتَتاِن : َفاْلََراُد  ُأِحلَّْت َلنَا َمْيَتَتاِن َوَدَماِن ، َفَأمَّ

 . َواْلَكبُِد  َفالطَُّحاُل   : َماِن  الدَّ ا  َوَأمَّ  ، َواْلُوُت 

)رواه البيهقي عن ابن عمر(

Telah dihalalkan bagi kita dua jenis bangkai dan 

dua jenis darah. Dua jenis bangkai yaitu  bangkai 

ikan paus dan bangkai belalang. Adapun dua jenis 

darah yaitu  hati dan limpa. (Riwayat al-Baihaqi 

dari Ibnu ‘Umar) 

َيا   : َفَقاَل   ، اْلَطَّاِب  ْبِن  ُعَمَر  إَِل  َجاَء  َرُجاًل  إِنَّ 

َأِمْيَ اْلُْؤِمنِْيَ ، إيِنِّ َأَصْبُت َجَراَداٍت بَِسْوطِْي َوَأَنا 

 . َطَعاٍم  ِمْن  َقْبَضًة  َأْطِعْم   : ُعَمُر  َلُه  َفَقاَل   ، ُمِْرٌم 

)رواه مالك عن زيد بن أسلم(

Seorang laki-laki menemui ‘Umar bin Khațțāb dan 

bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, saya telah 

Pandangan mereka tertunduk, saat  mereka ke-

luar dari kuburan, seakan-akan mereka belalang 

yang beterbangan. (al-Qamar/54: 7)

Ayat di atas menggambarkan 

kondisi pada Hari Kebangkitan yang 

dikiaskan dengan keluarnya kelompok 

belalang dari tanah. Seperti diketahui, 

belalang menanamkan telurnya di 

tanah berpasir. Belalang betina akan 

menggali lubang sedalam 10–15 cm, 

dan tiap ekor dapat menghasilkan telur 

90–160 butir. Belalang betina dapat 

menghasilkan telur tiga kali selama 

hidupnya. sesudah  telur menetas dan 

menjadi anak belalang, dalam kurun 

waktu 10–45 hari, tergantung suhu 

tanah, mereka keluar dari tanah ber-

sama-sama. Ini yaitu  kejadian yang 

sangat spektakuler. Jumlah belalang 


membunuh beberapa belalang dengan cemetiku, 

padahal saya sedang ihram?” Umar berkata, “Kalau 

begitu, berilah makan (orang miskin) segenggam 

kurma.” (Riwayat Mālik dari Zaid bin Aslam)

Perikehidupan Belalang

Belalang yang dimaksud dalam ayat di 

atas kemungkinan besar yaitu  dari 

jenis Locusta migratoria yang dapat 

ditemukan di kawasan yang cukup luas. 

Persebarannya mulai dari Afrika, Asia, 

Australia, sampai ke Selandia Baru. 

Jenis ini juga pernah ditemukan hidup 

di Eropa, namun sekarang ini sudah 

jarang didapati. sebab  kawasan dan 

ekosistem yang dihuninya sangat luas, 

belalang migrasi ini dibagi menjadi 

empat anak jenis berdasar  lokasi 

hidupnya, yaitu Locusta migratoria 

migratoria (hidup di Asia Barat, Asia 

Tengah, dan Eropa Timur), Locusta 

migratoria migratotiodes (hidup di 

Afrika dan pulau-pulau di Samudra 

Atlantik), Locusta migratoria capito 

(hidup di Madagaskar), dan Locusta 

migratoria manilensis (hidup di Asia 

Timur).

Belalang migratoria ini umumnya 

memiliki  panjang tubuh 40–60 cm. 

Selama hidupnya mereka mengalami 

perubahan perilaku hidup. Mula-mula 

mereka hidup menyendiri (solitary), 

berubah menjadi hidup berkelompok 

(gregarious), dan akhirnya menjadi 

penyendiri kembali. Pada belalang 

migratori yang sedang dalam tahap  

menyendiri, larvanya berwarna hijau 

atau coklat. Begitu memasuki usia 

dewasa tubuh mereka akan berwarna 

dasar coklat dengan beberapa bercak 

kehijauan. Pada belalang migratori 

yang sedang dalam tahap  berkelompok, 

larvanya berwarna kuning kemerahan 

dengan bercak hitam. Begitu mema-

suki usia dewasa, tubuh mereka berwar-

na kecoklatan dengan sentuhan keku-

ningan. Sentuhan kekuningan ini akan 

semakin kentara sejalan dengan per-

tambahan umurnya. 


Secara ekonomi, kerusakan yang 

diakibatkan oleh serangan belalang di 

bidang pertanian cukup besar. Belalang 

migratori ini bergerak sangat cepat. 

Mereka dapat terbang mengikuti arah 

angin dengan kecepatan 15–20 km 

per jam. Kelompoknya yang berjum-

lah antara 40–80 juta ekor dapat 

melingkup kawasan dari 5–130 km per 

hari. Seekor belalang dewasa dapat 

menghabiskan tanaman segar seberat 

badannya (2 gram). Ini berarti seti-

ap satu juta ekor belalang mampu 

menghabiskan dua ton tanaman peng-

hasil bahan makanan manusia.

Oleh Allah, belalang dijadikan 

metafor dari kejadian pada saat Hari 

Kebangkitan, di mana semua manusia 

dibangkitkan dari kubur mereka. Ini 

yaitu  satu aspek dalam kebangkitan, 

saat  semua manusia secara seren-

tak dibangkitkan. Kejadian ini dium-

pamakan keluarnya jutaan ekor anak-

an belalang dalam luasan ribuan 

kilometer persegi lahan, dari dalam 

tanah. Sulit untuk membayangkan 

suatu presisi yang tinggi dari kondisi 

alam (suhu, kekeringan, 

angin, dan sebagai-

nya) berada dalam 

kondisi optimum 

agar larva-larva 

belalang yang 

jumlahnya jutaan 

dapat menetas dan berkembang 

dalam waktu yang sama, sampai pada 

saat yang sama untuk terbang keluar 

dari tanah. Tidak ada seekor anakan 

pun yang tertinggal. Manusia mana 

pun tidak akan dapat mengatur kondisi 

lingkungan yang demikian itu, meski 

dibantu alat-alat yang tercanggih dan 

modern sekalipun. Hanya Allah yang 

dapat mengatur hal ini, yang lantas 

dijadikan-Nya sebagai contoh bagi 

umat manusia. Wallāhu a�lam.

5. LALAT

Lalat disebut dua kali dalam Al-Qur'an; 

dua-duanya berada dalam satu ayat. 

Allah berfirman dalam Surah al-Ĥajj/22: 

73,


kamu seru selain Allah tak dapat menciptakan se-

ekor lalat pun, walaupun mereka bersatu untuk 

menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas 

sesuatu dari mereka, mereka tidak akan dapat 

merebutnya kembali dari lalat itu. Sama lemahnya 

yang menyembah dan yang disembah. (al-Ĥajj/22: 73)

Melalui ayat ini Allah memastikan 

berhala dan apa pun yang disembah 

selain Allah oleh manusia tidak akan 

dapat menciptakan satu pun makhluk, 

bahkan yang hanya berukuran  sekecil 

lalat, meskipun mereka bersatu padu 

untuk mencoba menciptakannya. Lalat 

dalam kehidupan sehari-hari memiliki 

citra buruk dan biasa dikaitkan dengan 

hal-hal yang kotor dan penyakit. Se-

akan ingin menampik anggapan itu, 

Rasulullah justru memberi petunjuk 

kepada para sahabatnya untuk men-

celupkan lalat sekaligus bila jatuh ke 

dalam gelas. Itu sebab  lalat tidak ha-

nya membawa penyakit, tapi juga pe-

nawar penyakit yang dibawanya itu. 

َفْلَيْغِمْسُه  َأَحِدُكْم  اِب  َشَ ِفْ  َباُب  َالذُّ َوَقَع  إَِذا 

ُثمَّ لَِينِْزْعُه ، َفإِنَّ ِفْ َأَحِد َجنَاَحْيِه َداًء َوِف اآلَخِر 

ِشَفاًء . )رواه البخاري عن أب هريرة(

jika  seekor lalat jatuh ke dalam gelas minum-

mu, tenggelamkan ia sepenuhnya ke dalam air, lalu 

angkatlah. Sesungguhnya pada salah satu sayap-

nya ada  penyakit, dan pada sayap lainnya 

ada  penyembuhnya. (Riwayat  al-Bukhārī dari 

Abū Hurairah)

Pernyataan Rasul bahwa lalat 

memiliki  semacam penawar bukan-

lah omong kosong belaka yang tidak 

disertai bukti ilmiah. Ilmu pengetahuan 

membuktikan bahwa lalat berperan 

besar dalam dunia pengobatan. Lalat 

memiliki antidote, suatu bahan dalam 

bentuk antibakteria atau antibiotik 

yang sangat penting bagi manusia. 

Perikehidupan Lalat

Lalat termasuk bangsa Diptera (di=dua, 

dan ptera=sayap), yakni hewan yang 

memiliki sepasang sayap. Bangsa 

Diptera diperkirakan memiliki sekitar 

240.000 jenis, termasuk di dalamnya 

nyamuk. Sekitar 120.000 di antaranya 

telah dipertelakan dan diketahui nama 

jenisnya. Dalam berbagai kebudayaan 

dan agama lalat umumnya dipercaya 

merepresentasikan penyakit dan ke-

matian. Hal ini dapat ditemui dalam 

berbagai kisah, termasuk dalam mito-

logi Yunani dan Mesir kuno.  

Kebanyakan orang mulai menge-

nal lalat dari belatung (larva lalat) yang 

biasa mereka jumpai di tempat sampah 

atau bangkai hewan. Dua tempat yang 

oleh manusia dianggap menjijikkan 

dan menjadi sumber penyakit ini justru 

menjadi tempat yang tepat bagi larva 

lalat. Lalat dewasa menjadikan sediaan 

makanan ini tempat meletakkan telur-

nya. Dengan demikian, larva yang beru-

pa belatung akan mendapat jaminan 

ketersediaan makanan.  


Lalat bertahan hidup hanya da-

lam hitungan minggu. Lalat betina 

yang mengandung telur masak akan 

mendatangi luka, bangkai, sampah, 

atau buah busuk untuk bertelur. Setiap 

ekor lalat Blow Fly betina, misalnya, 

memproduksi sekitar 250 telur dalam 

sekali berkunjung. Telur menetas dan 

menjadi belatung dalam kurun waktu 

24 jam. Selama menjadi belatung, 

larva lalat ini berganti kulit sebanyak 

tiga kali hanya dalam hitungan jam. 

Sesudah berganti kulit untuk kali yang 

ketiga, mereka bermetamorfosis men-

jadi lalat dewasa.

jika  seseorang atau seekor 

hewan terluka dan tidak segera men-

dapat perawatan, lalat akan segera 

hinggap untuk secepatnya bertelur 

di sana. jika  hal ini dibiarkan ma-

ka yang terjadi lalu  yaitu  

infeksi. Dalam waktu yang tidak ter-

lalu lama akan muncul larva yang 

berupa belatung dalam luka itu. Belajar 

dari pengalaman, manusia mengubah 

hal yang merugikan tadi menjadi 

menguntungkan. Dengan menempat-

kan belatung ke dalam luka yang ter-

kena infeksi, maka luka akan bersih 

dan infeksinya hilang. Cara ini disebut 

Maggot therapy. Terapi demikian ini 

sudah banyak dipraktikkan dokter mi-

liter sejak 100 tahun lalu. Dari penga-

laman diketahui bahwa luka para 

prajurit yang mencapai tahap infeksi 

dapat dengan mudah dibersihkan 

melalui introduksi belatung lalat ke 

dalamnya. Mereka percaya bahwa be-

latung akan “membersihkan” luka dan 

menghindarkan infeksi. Penelitian saat 

ini lantas mengonfirmasi hal ini  

sebagai metode yang benar dan dapat 

dipertanggungjawabkan secara ilmiah. 

Pada tahun 2002 para peneliti 

Australia mulai menduga bahwa pada 

tubuh lalat ada  antibiotik. Dugaan 

ini muncul dari kenyataan bahwa 

lalat biasa hidup dan mengkonsumsi 

hal-hal yang kotor dan mengandung 

bakteri penyakit. Adanya mereka tidak 


mengalami efek buruk dari cara hidup 

yang demikian tentu sebab  memiliki 

penangkalnya. Pada tubuh lalat, baik 

pada bagian luar maupun bagian da-

lam, diduga ada  sesuatu yang 

mereka gunakan untuk pertahanan 

tubuh. Hal yang ilmiah yaitu  dugaan 

hadirnya zat berupa antibakteri untuk 

mengantisipasi lingkungan yang beru-

pa buah busuk, kotoran hewan, atau 

bangkai. Dari pengamatan beberapa 

jenis lalat ditemukan bahwa lalat ru-

mah dan lalat sapi, yang makanannya 

bangkai dan kotoran lainnya, ternyata 

memiliki antibakteri. Berveda dari ke-

duanya, pada tubuh lalat buah yang 

memakanan cairan buah dan larva-

nya hidup pada buah segar, tidak 

ditemukan antibakteri. Penelitian lain 

juga membuktikan bahwa lalat pema-

kan daging tahan terhadap serangan 

banyak bakteri penyebab penyakit.

Penelitian terhadap lalat di AS 

sudah lebih maju. Para peneliti di sana 

bahkan secara praktis memakai  

belatung lalat untuk praktik kedok-

teran, dan hal itu sudah dilegalkan. 

Sejak 1989 sejumlah rumah sakit 

di California, AS, telah memulai pe-

nelitian pemakaian  belatung untuk 

penyembuhan. Penelitian ini mene-

mukan bahwa terapi belatung ter-

nyata lebih efisien dalam member-

sihkan luka yang sulit disembuhkan 

dibandingkan cara lain yang ada. Sejak 

1995 jumlah rumah sakit di dunia yang 

melakukan terapi belatung meningkat 

hingga melebihi seribu rumah sakit.

Lalat juga dapat menjadi sum-

ber informasi untuk mengungkap keja-

hatan, misalnya untuk menganalisis 

waktu dan tempat terjadinya suatu 

pembunuhan. Dengan menciri stadium 

belatung lalat pada luka korban dapat 

diperkirakan waktu kejadian perkara. 

Kehadiran jenis dari belatung lalat 

juga dapat memperkirakan lokasi keja-


dian itu berlangsung, sebab  tiap jenis 

lalat memiliki habitat kesukannya sen-

diri. Kepolisian di beberapa negara 

telah membentuk satu divisi yang 

bertugas mempelajari belatung dan 

serangga dewasa dalam kaitan dengan 

kejahatan. Divisi ini dinamai Forensic 

Entomology.

Hal ini mengakhiri kisah inter-

aksi cinta-benci yang telah berlang-

sung beratus tahun antara manusia 

dengan lalat; akhir kisah yang manis. 

Pada tahun 2004 American Food 

and Drug Administration telah me-

nyetujui pemakaian  belatung lalat, 

juga lintah, sebagai bahan dalam 

bidang kedokteran. Banyak dokter 

lalu  memakai nya serta me-

rekomendasi pasien untuk menggu-

nakannya. Lalat juga banyak dipakai  

dalam bidang penelitian. Para peneliti 

di berbagai negara 100 tahun terakhir 

ini telah memakai  makhluk kecil 

ini untuk mengungkap rahasia ilmu 

genetika. 

Lalat buah merupakan hewan 

yang paling tepat dijadikan objek 

penelitian ilmu genetika. akhir-akhir 

ini lalat buah bahkan sering diguna-

kan banyak peneliti dalam upaya pe-

ngobatan kanker dan Alzheimer. Lalat 

buah, yang memiliki  panjang tubuh 

beberapa milimeter saja, ditandai 

dengan dua buah mata yang sama 

besar dengan ukuran kepalanya. Masa 

hidupnya sangat singkat. Mula-mula 

lalat buah betina meletakkan telurnya 

pada buah busuk. 24 jam lalu  

buah itu akan dipenuhi belatung. Be-

latung-belatung ini memakan jasad 

dan jamur renik yang tumbuh pada 

media buah yang membusuk. Belatung 

akan berganti kulit dan akhirnya secara 

radikal bentuk tubuhnya berubah 

sama sekali. Pada tahap berikutnya 

sayap lalat akan tumbuh. sesudah  

itu, mereka akan hidup sebagai lalat 

dewasa selama beberapa hari saja. 

Masa dewasanya ini dihabiskan untuk 

mencari makan dan bereproduksi, se-

belum akhirnya mati. 

Ada tiga sebab mengapa lalat 

buah, khususnya Drosophila, disukai 

peneliti. Pertama, lalat ini memiliki  

ukuran yang kecil sehingga tidak 

memerlukan ruang terlampau besar 

untuk menyimpan beberapa ribu ekor 

sekaligus. Kedua, lalat ini cepat sekali 

bereproduksi, sebab  satu generasi 

lalat buah tidak akan hidup lebih dari 

dua minggu. Ketiga, Drosophila telah 

diteliti sejak lama sehingga data untuk 

dasar penelitiannya mudah dicari. 

Kembali ke hadis yang menya-

takan lalat membawa penyakit sekali-

gus obatnya. Selama ini banyak pihak 

meragukan hal itu, tentunya sebelum 

ada bukti-bukti ilmiah yang menyatakan 

dalam tubuh lalat ada  atau 

terkandung banyak kuman penyakit 


sekaligus bahan yang dapat mengobati 

penyakit. Uraian di atas membuktikan 

bahwa pada lalat memang ada  

bahan antidote, suatu temuan yang 

tidak kalah spektakuler dibanding 

penemuan penisilin. Semua ini telah 

diindikasikan oleh Rasulullah, suatu 

bukti bahwa Allah yang mengutus 

beliau menciptakan segala sesuatu 

tidak dengan sia-sia. jika  manusia 

mau mempelajari ciptaan Allah dan 

berusaha mengungkap rahasia-rahasia 

di dalamnya maka ia akan tahu bahkan 

lalat pun diciptakan untuk membantu 

kesejahteraan manusia, khususnya da-

lam dunia kesehatan.


6. NYAMUK

Nyamuk disebut dalam Surah al-

Baqarah/2: 26. Pada ayat ini Allah 

menegaskan betapa Dia tidak segan 

membuat perumpamaan dengan nya-

muk. Itu sebab  meski hewan ini ber-

tubuh kecil, nyatanya tidak ada satu 

pun manusia yang dapat mencipta-

kannya. Hanya Allah yang mampu 

menciptakannya dan menyertai cipta-

an itu dengan manfaat-manfaat yang 

ditujukan bagi kehidupan manusia. 

Sekali lagi, tidak ada yang sia-sia dalam 

ciptaan Allah. Allah berfirman,

maan, di antaranya dua hadis berikut 

ini. 

الَ  اْلِقَياَمِة  َيْوَم  ِمْيُ  السَّ اْلَعظِْيُم  ُجُل  الرَّ َلَيْأِت  ُه  إِنَّ

ُنِقْيُم  َفاَل   : اِْقَرُءْوا   ، َبُعْوَضٍة  َجنَاَح  ِعنَْد اهللِ  َيِزُن 

البخاري ومسلم  . )رواه  َوْزًنا  اْلِقَياَمِة  َيْوَم  َلُْم 

عن أب هريرة(

Pada hari kiamat, datanglah seorang lelaki gemuk 

yang bobotnya bahkan tidak mampu menandingi 

berat sayap nyamuk. Bacalah oleh kalian, “Dan 

Kami tidak memberikan penimbangan terhadap 

(amal) mereka pada hari Kiamat.” (Riwayat al-

Bukhārī dan Muslim dari Abū Hurairah) 

َبُعْوَضٍة َما  َتْعِدُل ِعنَْد اهللِ َجنَاَح  ْنَيا  َلْو َكاَنِت الدُّ

َبِة َماٍء . )رواه التمذي عن  َسَقى َكافًِرا ِمْن َشْ

سهل بن سعد(

Andaikata dunia ini dalam pandangan Allah sama 

dengan bobot satu sayap nyamuk saja, maka Dia 

tidak akan memberi orang kafir seteguk air pun. 

(Riwayat at-Turmużi dari Sahl bin Sa‘d)

Perikehidupan Nyamuk

Saat manusia diundang untuk mem-

perhatikan penciptaan dirinya, Al-

Qur'an dalam banyak ayatnya juga 

mendorong manusia untuk meneliti 

alam dan melihat tanda-tanda kekua-

saan Allah di dalamnya. Alam semesta 

dengan elemen benda-benda hidup 

dan tak hidup merupakan tanda-tanda 

adanya Pencipta. Semua ciptaan itu 

hadir untuk memperlihatkan kepada 

Sesungguhnya Allah tidak segan membuat per-

umpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil 

dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, 

mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. 

namun  mereka yang kafir berkata, “Apa maksud 

Allah dengan perumpamaan ini?” Dengan (perum-

pamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya 

sesat, ) dan dengan itu banyak (pula) orang yang 

diberi-Nya petunjuk. namun  tidak ada yang Dia 

sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-

orang fasik. (al-Baqarah/2: 26)

Ada beberapa hadis yang meng-

gunakan nyamuk sebagai perumpa-

269Hewan dalam Al-Qur'an

yang dihasilkan Electron Microscope 

dapat menggugah nurani kita untuk 

mengakui ciptaan Allah yang sangat 

rumit dan canggih ini.

Nyamuk selalu digambarkan 

sebagai  hewan pengisap darah, na-

mun gambaran ini tidak sepenuhnya 

benar. Pada kenyataannya hanya 

nyamuk betina yang mengisap darah, 

sedang  jantan tidak. Mereka 

mengisap darah untuk memperoleh 

protein guna mematangkan telur yang 

dikandungnya. Pada dasarnya nyamuk 

jantan maupun betina makan nektar 

bunga. Kata ba‘ūďah dalam Surah Al-

manusia kekuasaan, pengetahuan, dan 

seni yang dimiliki oleh Pencipta, Allah. 

Termasuk dalam ciptaan-ciptaan itu 

yaitu  nyamuk dan makhluk-makhluk 

yang lebih kecil darinya.

Makhluk yang berukuran kecil 

bahkan renik tidak berarti memiliki 

komponen, organ, dan cara kerja or-

gan yang lebih sederhana dibanding-

kan yang berukuran besar. Binatang 

seperti nyamuk, misalnya, memiliki 

organ tubuh dan fungsi khususnya 

yang amat rumit. Gambar 181 yang 

memperlihatkan bagian tubuh nyamuk 

yang begitu rinci berdasar  citra 


Baqarah/2: 26 dalam edisi terjemah 

berbahasa Inggris diartikan nyamuk 

betina (Surely Allah disdains not to set 

forth any parable - (that of) a (female) 

gnat or any thing above that...). Di sini 

terlihat jelas pentingnya nyamuk betina 

mengisap darah untuk kepentingan 

meneruskan keturunannya telah tertu-

lis dalam Al-Qur'an 14 abad lalu, suatu 

hal yang belum diketahui manusia 

pada saat itu.

Gambar 183 memperlihatkan 

secaara rinci alat yang dipakai  

oleh nyamuk betina untuk menghisap 

darah manusia dan hewan. Nyamuk 

dilengkapi suatu organ yang tidak 

ditemukan pada makhluk lainnya, yak-

ni enam buah “pisau” pengiris yang 

bekerja seperti gergaji. Alat ini terle-

tak di ujung proboscis, suatu organ 

berbentuk tabung yang terletak di 

kepala nyamuk. Pada saat proses 


pengirisan berlangsung, nyamuk me-

nyiramkan suatu cairan ke luka. Cair-

an ini berfungsi membuat daerah di 

sekitar luka menjadi mati rasa, seka-

ligus mencegah darah membeku. De-

ngan begitu, korban tidak akan merasa 

terganggu oleh gigitan nyamuk, se-

hingga proses pengisapan darah ber-

jalan lancar.

Proses pertumbuhan nyamuk 

yaitu  salah satu aspek yang sangat 

mengagumkan. Hewan ini berubah 

dari larva berupa jentik-jentik menjadi 

nyamuk dewasa sesudah  melalui bebe-

rapa tahap. Nyamuk betina meletakkan 

telurnya di tempat yang lembap dan 

berair. Telur yang berukuran kurang 

dari satu milimeter dan berjumlah 

sekitar 300 buah ini umumnya ditaruh 

berkelompok dalam bentuk rakit. 

Telur yang mulanya berwarna putih 

hanya dalam beberapa jam lalu  

sudah berubah menjadi hitam, suatu 

bentuk kamuflase untuk menghindari 

pemangsa. Larva yang menetas lang-

sung berenang; inilah awal hari-hari 

hidup nyamuk di dalam air sebagai 

jentik-jentik. Jentik berganti kulit agar 

dapat berkembang membesar. Selama 

masa jentik ini mereka berganti kulit 

dua kali.

Makanan jentik yaitu  jasad 

renik yang ada dalam kolom air. Jasad 

renik ini dipandu masuk ke mulut 

jentik oleh semacam kipas di sekitar 

mulutnya. Untuk bernafas di dalam air, 

jentik memiliki organ serupa snorkel 

yang biasa dipakai para penyelam. 

Dengan organ ini jentik dapat menya-

ring oksigen dari udara, meski ia 

sendiri hidup di dalam air. Pada akhir 

masa hidupnya di air jentik berubah 

bentuk menjadi hewan yang berbeda 

dari sebelumnya. Bersamaan dengan 

itu mereka siap untuk menjadi nyamuk 

dewasa.

Nyamuk diketahui dapat berpe-

ran sebagai inang antara bagi beberapa 

penyakit yang menyerang manusia, 


seperti malaria, demam berdarah, kaki 

gajah, dan beberapa penyakit lainnya. 

Kondisi ini tentu saja harus membuat 

manusia makin termotivasi untuk te-

rus mempelajari makhluk Allah, tidak 

peduli makhluk itu memiliki ukuran 

sekecil nyamuk atau bahkan lebih 

kecil lagi. Harus diakui bahwa seiring 

perkembangan ilmu pengetahuan, 

manusia telah menemukan berbagai 

obat dari jasad renik seperti mikroba. 

Dengan demikian, sekecil apa pun cip-

taan Allah pasti ada gunanya; tidak ada 

yang sia-sia dalam ciptaan Allah.

juga untuk bertasbih menyucikan 

nama-Nya. Memang perlu ikhtiar un-

tuk memahami hal ini dengan baik. 

Di antara bentuk ikhtiar itu yaitu  

mengamati segala sesuatu yang ada, 

merenungkannya, dan berusaha me-

mahami pesan yang dikandungnya. 

Segala sesuatu, khususnya makhluk 

di alam semesta ini, merupakan tanda 

keberadaan Allah dan menjadi saksi 

atas keesaan dan kekuasaan-Nya.

Allah mengajak manusia mere-

nungkan ayat berikut yang disampai-

kan-Nya untuk menunjukkan jalan 

yang benar kepada manusia.

(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil 

berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan 

mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan 

bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah 

Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci 

Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (Āli- 

‘Imrān/3: 191)

E.  LABA-LABA

Allah menyempurnakan kehidupan di 

bumi tidak saja dengan menghadirkan 

makhluk-makhluk berukuran besar, 

tapi juga dengan makhluk-makhluk 

kecil bahkan renik. Mereka semua 

hadir di bumi untuk menunjukkan ke-

beradaan Tuhan dan kekuasaan-Nya, 

Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, 

pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar 

di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi 

manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit 

berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi 

sesudah  mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya 

bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin 

dan awan yang dikendalikan antara langit dan 

bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-

tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang 

mengerti. (al-Baqarah/2: 164)

Sekilas apa yang tersaji dalam 

ayat di atas tampak sebagai peristiwa 


yang biasa-biasa saja; semuanya dapat 

dijelaskan dengan sains dan logika me-

kanis. Namun yang pasti, sains  mem-

bahas kebenaran-kebenaran material 

semata. Sains tidak pernah mampu 

memberi jawaban terkait makna lain 

di balik yang bersifat materi tadi. 

Benar saja, Al-Qur'an sendiri sudah 

memastikan bahwa hakikat pesan 

yang disampaikan melalui ayat-ayat 

ini hanya bisa dipahami oleh orang-

orang yang berpikir. Hanya dengan 

berbekal pemahaman terhadap objek 

yang sederhana dan sangat kecil saja 

terkadang sudah cukup bagi seseorang 

untuk sam