tanda akhir zaman 1
Al-Qur’an dengan tegas melarang persahabatan dan aliansi
Muslim dengan aliansi Yahudi-Kristen. Namun di seluruh dunia
Islam saat ini kebanyakan pemerintah melanggar larangan ilahi
itu. Mereka, pendukung dan pengikutnya, mendapatkan balasan
untuk tindakan seperti itu. Mereka kehilangan Islam dan
menjadi bagian dari aliansi Euro-Yahudi / Euro-Kristen yang
berperang melawan Islam. Ini yaitu aliansi pertama yang
muncul dalam sejarah, dan mengobarkan perang ini demi
kepentingan Negara Euro-Yahudi Israel. Al-Qur’an dan Nabi
Muhammad telah memberi informasi yang memungkinkan
kita untuk menemukan Yakjuj dan Makjuj dalam barisan kedua
aktor ini , yaitu, Euro-Kristen dan Euro-Yahudi, yang
berperang melawan Islam.
aya dan Shaikh Ali Mustafa dari Suriname mendaki sebuah
bukit di Morvant (di pulau asal saya di Karibia, Trinidad) ke
puncak di mana sebuah Gereja Kristen berada, dan kami
lalu duduk untuk mengatur napas (bagi saya) dan akhirnya
berpartisipasi dalam apa yang kami harapkan dapat menjadi
pertukaran pandangan Kristen-Muslim yang bersahabat.
Serangan palsu dan ganas terhadap Al-Qur’an dan sisi
personal Nabi Muhammad (shala Allahu ‘alaihi wa salam), yang
kami tanggapi, hampir tidak bersahabat. Sungguh mengejutkan
dan sangat berdosa. Namun, kami segera menemukan sumber
dari perilaku jelas non-Kristen dalam ‘perang melawan Islam’
yang dilakukan oleh Yakjuj dan Makjuj sebagai aliansi adikuasa
di seluruh dunia. Kami pun memahami motif perilaku aneh itu
dalam kepanikan mereka untuk menahan penyebaran Islam di
antara kaum miskin di perbukitan Laventille dan Morvant.
"Persahabatan antara Kristen dan Muslim dilarang oleh Al-
Qur’an sendiri", kata pembicara Kristen itu disambut tepuk
tangan meriah dari jemaahnya. Dia, tentu saja, bergantung pada
terjemahan sebuah ayat Al-Qur’an yang sering disalahpahami.
Inilah ayat yang diterjemahkan oleh penulis ini:
“Wahai orang-orang yang beriman (pada Al-Qur’an ini),
janganlah kamu menjadikan golongan Yahudi dan Kristen
(tertentu) sebagai teman dan sekutu yang mereka sendiri
menjadi teman dan sekutu bagi satu sama lain. Barangsiapa
di antara kamu (Muslim) yang menjadikan mereka (teman
dan sekutu), maka sesungguhnya dia termasuk golongan
mereka; Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim.”
(Al-Qur’an Surat Al-Maidah, 5: 51)
Pada saat Al-Qur’an diturunkan, dan selama lebih dari
seribu tahun sesudah nya, Kristen dan Yahudi terkunci dalam
hubungan kebencian timbal balik sedemikian rupa sehingga
tidak mungkin untuk membayangkan rekonsiliasi Kristen-
Yahudi pada masa selanjutnya, dengan persaudaraan dan aliansi
timbal balik. Meski demikian, Injil sendiri telah mencatat peran
eksklusif Yahudi dalam tuntutan penyaliban Kristus, selain fakta
bahwa pemerintah Romawi telah menentangnya (Yohanes, 19:
4-7). Kekristenan secara konsisten, dan secara tepat,
menyalahkan orang-orang Yahudi yang menuntut penyaliban
itu. Itu menciptakan permusuhan abadi di antara dua umat
beragama.
Namun, ayat Al-Qur’an yang luar biasa ini sebenarnya
mengantisipasi saat dunia akan menyaksikan rekonsiliasi yang
aneh dan misterius antara dua musuh ini, dan munculnya aliansi
Yahudi-Kristen. Hanya di zaman modern, saat Yakjuj dan
Makjuj menyerang Euro-Kristen dan Euro-Yahudi dan telah
mengubah Eropa menjadi warga sekuler yang pada
dasarnya tidak bertuhan di mana pria dapat menikahi pria secara
sah, dunia telah menyaksikan terwujudnya nubuwah ilahi yang
menakjubkan dalam ayat Al-Qur’an ini (lihat Bab mengenai
Yakjuj dan Makjuj dalam artikel ‘Yerusalem dalam Al-Qur’an’).
Seharusnya jelas bahwa Al-Qur’an melarang Muslim untuk
memelihara hubungan persahabatan hanya dengan aliansi
Kristen-Yahudi dan tidak dengan semua orang Kristen maupun
semua Yahudi. Al-Qur’an juga telah memperingatkan orang-
orang Muslim yang menjalin hubungan persahabatan dengan
aliansi Yahudi-Kristen yang sekarang menguasai dunia, bahwa
Allah Subhanahu wa Ta’ala mengakui mereka sebagai anggota
aliansi itu (bukan komunitas Muslim), dan dengan demikian
mempertimbangkan perilaku seperti itu merupakan
pengkhianatan utama terhadap Islam.
Euro-Kristen dan Euro-Yahudi hari ini telah bergabung
dalam aliansi jahat untuk menaklukkan dan menguasai dunia
dari London, Washington dan Yerusalem sembari berperang
melawan Islam. Mereka melakukannya untuk memberi
kekuasaan atas dunia kepada Negara Euro-Yahudi Israel palsu -
sebuah Negara yang mereka ciptakan sendiri, dan lalu
membujuk orang-orang Yahudi oriental (yaitu, Yahudi Israel)
untuk menerimanya. Aliansi itu juga mengobarkan perang
terhadap cara hidup religius dan dalam prosesnya mengubah
hampir seluruh dunia menjadi suka bermaksiat dan sekuler.
❖ Terjemahan Lain dari Ayat Ini
Dalam terjemahan Al-Qur’an yang banyak dibaca, Abdullah
Yusuf Ali menerjemahkan ayat 51 Surat Al-Maidah sebagai
berikut:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jangan jadikan
orang Yahudi dan Kristen sebagai teman dan
pelindungmu: mereka hanyalah teman dan pelindung
satu sama lain. Dan barangsiapa yang berpaling kepada
mereka (untuk persahabatan) maka dia yaitu salah satu
dari mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi
petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”
Muhammad Asad, seorang Muslim Eropa penerjemah Al-
Qur’an yang sangat dihormati dan seorang ulama Islam
terkemuka, menerjemahkan ayat ini sebagai berikut:
“Wahai orang-orang yang telah mencapai keimanan!
Jangan jadikan orang Yahudi dan Kristen sebagai sekutu
bagimu: mereka hanyalah sekutu bagi satu sama lain -
dan barangsiapa yang bersekutu dengan mereka,
8
sesungguhnya, menjadi salah satu dari mereka;
sesungguhnya, Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim.”
Muhammad Marmaduke Pickthall, Muslim Inggris
penerjemah Al-Qur’an, tidak berbeda dalam terjemahannya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jangan jadikan
orang Yahudi dan Kristen sebagai teman. Mereka
berteman satu sama lain. Dia di antara kamu yang
menjadikannya sebagai teman yaitu (salah satu) dari
mereka. Sesungguhnya! Allah tidak memberi petunjuk
kepada orang-orang yang berbuat salah.”
M. Shakir, seorang Muslim Pakistan, menerjemahkan ayat
ini dengan cara yang sama:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jangan jadikan
orang Yahudi dan Kristen sebagai teman; mereka yaitu
teman bagi satu sama lain; dan barangsiapa di antara
kamu yang menjadikannya sebagai teman, maka
sesungguhnya dia yaitu salah satu dari mereka;
sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim.”
T. B. Irving, Muslim Amerika penerjemah Al-Qur’an,
memiliki terjemahan yang serupa:
“Kamu yang beriman, jangan menerima orang Yahudi
atau Kristen sebagai penyokong; sebagian dari mereka
bertindak sebagai penyokong bagi satu sama lain.
Barangsiapa yang berteman dengan mereka maka dia
menjadi salah satu dari mereka. Tuhan tidak
9
membimbing orang-orang yang melakukan kesalahan
seperti itu.”
❖ IMPLIKASI DARI TERJEMAHAN SEMACAM ITU
Jika kita menerima salah satu terjemahan ayat di atas yaitu
benar, kontradiksi berat dengan Al-Qur’an dan teladan Nabi
(shala Allahu ‘alaihi wa salam) akan muncul.
Pertimbangkan hal-hal berikut ini:
▪ Al-Qur'an secara khusus mengizinkan pernikahan seorang
pria Muslim dengan seorang wanita Kristen atau Yahudi:
“Pada hari ini dihalalkan bagimu segala yang baik-baik.
Makanan (sembelihan) Ahli Kitab (yakni umat Kristen dan
Yahudi yang memiliki kitab suci yang diwahyukan) itu
halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka. Dan
(dihalalkan bagimu menikahi) wanita -wanita yang
menjaga kehormatan di antara wanita -wanita yang
beriman dan wanita -wanita yang menjaga
kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab
sebelum kamu, apabila kamu membayar mas kawin mereka
untuk menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan
bukan untuk menjadikan wanita piaraan. Barangsiapa
kafir sesudah beriman, maka sungguh, sia-sia amal mereka,
dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.”
(Al-Qur’an Surat Al-Maidah, 5: 5)
Jika kita menerima terjemahan ayat di atas yaitu benar,
seorang pria Muslim harus memberi tahu istrinya yang Kristen
dan Yahudi bahwa meskipun dia bisa menjadi istrinya,
‘persahabatan’ di antara mereka sangat dilarang.
▪ Al-Qur’an juga mengizinkan Muslim untuk makan
makanan Kristen dan Yahudi (asalkan makanan ini
diHalalkan bagi Kristen dan Yahudi) dan membalas dengan
mengizinkan mereka untuk makan makanan Muslim (Al-
Qur’an Surat Al-Maidah, 5: 5). Seorang Muslim yang
mengundang tetangganya yang beragama Kristen untuk
makan harus mengaku kepadanya, dengan rasa malu yang
cukup, bahwa meskipun Al-Qur’an mengizinkannya untuk
berbagi roti dengan tetangganya yang beragama Kristen
(yaitu, berbagi makanan dengannya), Al-Qur’an melarang
keras persahabatan diantara mereka.
▪ Nabi Muhammad (shala Allahu ‘alaihi wa salam) menasihati
para pengikut terlemahnya, yang dianiaya dengan kejam
oleh orang-orang Arab pagan, untuk melarikan diri ke
Abyssinia Kristen kulit hitam dan mencari keamanan dan
perlindungan di sana. Mereka melakukannya, dan Raja
Kristen yang adil menyambut dan melindungi mereka.
Bertahun-tahun lalu saat Nabi (shala Allahu ‘alaihi wa
salam) mendapat kabar tentang kematian Raja Kristen itu,
dia benar-benar mendirikan shalat jenazah untuknya dari
kota Madinah yang jauh. Tingkah laku seperti itu akan
sangat tidak konsisten dengan Al-Qur’an jika terjemahan
ini diterima sebagai benar.
▪ Nabi Muhammad (shala Allahu ‘alaihi wa salam) membangun
aliansi politik dan konstitusional dengan orang-orang
Yahudi di Madinah sehingga menjadikan kota itu - Negara
Madinah; namun, terjemahan ayat Al-Qur’an di atas
melarang aliansi semacam itu.
▪ Akhirnya, Al-Qur’an secara spesifik menyatakan bahwa
tidak ada larangan bagi umat Islam yang mencegah mereka
untuk mempertahankan hubungan persahabatan dengan
setiap orang (Hindu, Kristen, Budha, Yahudi, kulit putih,
hitam, coklat atau kuning) yang tidak berperang melawan
Islam dan tidak menindas Muslim dengan mengusir mereka
dari rumah dan wilayah tempat tinggal mereka:
“Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku
adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu
dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari
kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai
orang-orang yang berlaku adil.”
(Al-Qur’an Surat Al-Mumtahanah, 60: 8)
Seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya, ayat Al-
Qur’an (5: 51) tidak melarang Muslim untuk menjaga hubungan
persahabatan dengan semua orang Kristen dan Yahudi.
Sebaliknya ayat itu melarang persahabatan hanya dengan orang-
orang Kristen dan Yahudi yang masuk ke dalam aliansi Kristen-
Yahudi (Zionis). Itu terjadi sebab mereka yaitu termasuk
golongan pemerintah dunia Yakjuj dan Makjuj yang akan
berperang melawan Islam dan mengusir Muslim dari rumah
mereka dan dari wilayah di mana mereka tinggal.
Al-Qur’an cukup eksplisit dalam memperkirakan saat-saat
saat orang Yahudi akan menjadi yang paling memusuhi umat
Islam dari semua kaum. Pada saat itu, firman dalam Al-Qur’an,
akan ada orang-orang Kristen yang akan menjadi sahabatmu:
Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras
permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman
(pada Al-Qur’an ini), yaitu orang-orang Yahudi dan
orang-orang musyrik (yaitu orang-orang yang
menyembah berhala). Dan pasti akan kamu dapati orang
yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang
yang beriman (pada Al-Qur’an ini) ialah orang-orang
yang berkata, “Sesungguhnya kami yaitu orang
Kristen.”: yang demikian itu sebab di antara mereka
terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) sebab
mereka tidak menyombongkan diri.”
(Al-Qur’an Surat Al-Maidah, 5: 82)
Hal di atas bukan merupakan dakwaan bagi semua orang
Yahudi. Melainkan hanya berlaku untuk orang-orang Yahudi
yang berperang melawan Islam dan yang mengusir Muslim dari
rumah dan wilayah mereka (seperti yang terjadi di Tanah Suci).
Ini juga memberi umat Islam sarana di mana mereka dapat
mengenali orang-orang yang diakui Al-Qur’an, pada zaman itu,
sebagai umat Kristen. Mereka akan menjadi orang-orang yang
akan menunjukkan kasih sayang yang paling dekat kepada
Muslim pada saat kaum Yahudi dan penyembah berhala
menunjukkan kebencian yang besar terhadap Islam dan Muslim.
Terjemahan (5: 51) berdasarkan kesalahpahaman Al-Qur'an
pasti akan menghalangi perkembangan hubungan persaudaraan
antara Muslim dan Kristen dan Yahudi ini (dan dengan
implikasi Hindu dan Budha) di sisi lain, yang tidak berpartisipasi
dalam perang melawan Islam saat ini.
❖ IKAN HIU DAN IKAN SARDEN
Negarawan Amerika Latin, Juan Domingo Alvarado,
pernah menyatakan bahwa dunia saat ini terdiri dari ‘ikan hiu’
dan ‘ikan sarden’. Kaum Kristen Morvan, yang semuanya
berasal dari Afrika, yaitu ‘ikan sarden’. Begitu pula kami umat
Islam yang naik ke atas bukit untuk bertemu dengan mereka.
Dengan demikian kami bersusah payah untuk berpisah dari
mereka tanpa permusuhan. Kami berharap dapat menjangkau
mereka untuk bersatu dalam menentang perang ini, tidak hanya
terhadap Islam tetapi juga terhadap segala hal yang sakral. Kami
berharap dapat bergandengan tangan dan hati dalam perjuangan
bersama melawan ‘ikan hiu’ dunia yang sekarang melancarkan
perang bahkan dengan bom yang meledak di tempat sampah dan
tempat pembuangan sampah di pusat kota Port of Spain.
Aliansi ‘hiu’ telah menginvasi dan menduduki Afghanistan
dan Irak, dan mengancam akan menyerang Iran pula. Ada
banyak orang di dunia saat ini, orang Kristen, Hindu, Yahudi
dan lainnya, yang menyadari kezaliman besar dalam perang
terhadap Islam dan Muslim, yang menentang perang yang tidak
adil itu, dan oleh sebab itu akan menyambut esai penjelasan
singkat ini.
Ada juga Muslim, biasanya dalam pemerintahan, yang
menuai hasil dari persahabatan mereka dengan aliansi ‘hiu’ yang
menguasai dunia dari London, Washington, dan Yerusalem.
Mereka tidak ingin memahami topik ini sebab rasa malu
mereka yang luar biasa sebab Al-Qur'an dengan jelas
mengungkap pengkhianatan mereka kepada Allah Subhanahu wa
Ta’ala, dan telah menyatakan mereka sebagai bagian dari aliansi
Yahudi-Kristen dan bukan sebagai bagian dari umat Muslim.
***
apankah orang-orang Afrika ‘Afro-Saxon’ di Karibia
belajar menghormati Malcolm X dan dengan berani
mengikuti jejaknya dalam menanggapi penindasan di
dunia saat ini? Kapankah mereka belajar ‘hidup’ untuk Allah
Subhanahu wa Ta’ala, seperti yang dia lakukan? Kapan mereka
akan belajar ‘mati’ untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, seperti yang
dia lakukan?
Malcolm ‘hidup’ untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Malcolm
‘mati’ untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala! Dan saya menulis dengan
doa semoga melalui kata-kata yang sederhana ini. Islam dapat
menyentuh jiwa mereka seperti jiwanya tersentuh, dan
lalu dia menjadi seorang pangeran di antara orang-orang
yang beriman.
Al-Qur’an menyatakan: “Jangan katakan pada mereka
yang terbunuh di jalan Allah bahwa mereka sudah mati.
Sebaliknya mereka hidup, tetapi kamu tidak dapat melihat
mereka”. Malcolm X dibunuh pada 21 Februari 1965. Musuh-
musuhnya mengira bahwa mereka akhirnya menebang pohon
itu. Tetapi yang mengejutkan dan kesedihan bagi mereka, pohon
itu terus tumbuh. Itu menjelaskan mengapa sebagian dari kita
masih hidup sampai sekarang. Satu Malcolm seperti itu sudah
cukup bagi majikan budak dunia! Tetapi jika Malcolm masih
hidup hari ini, dapat dipastikan bahwa dia akan dinyatakan
sebagai “teroris” dan “resiko keamanan yang besar”. Masuknya
dia ke sebagian besar negara bagian Karibia ‘Afro-Saxon’ pasti
akan dilarang.
Saya melakukan kunjungan kehormatan kepada Gubernur
Jenderal Kepulauan Karibia di Negara Grenada beberapa tahun
yang lalu. Menanggapi pertanyaannya mengenai tujuan
kunjungan saya ke pulau itu, saya menyebutkan ibu Malcolm X,
Louise, sebagai penduduk Grenada (dia tidak mengetahui hal
itu), dan bahwa saya merasa terhormat untuk melakukan kontak
dengan keluarganya di Grenada selama kunjungan singkat saya.
Gubernur Jenderal menanggapi dengan cukup terus terang
mengenai pendapatnya bahwa Malcolm yaitu “penjahat”. Saya
tidak heran. Ini yaitu sifat dari tatanan dunia-Eropa modern
yang menjelekkan dan berusaha untuk memberangus dan
mencekik semua orang yang menolak dominasi dan
pemerintahan imperiumnya di dunia. Jauh lebih rumit untuk
memahami kecaman pahit Louis Farrakhan terhadap Malcolm
sebagai “pengkhianat bagi kaumnya”, dan “kami telah
menghadapinya dengan cara kami menangani pengkhianat.”
Saya mencintai Malcolm, seorang Muslim. Dia yaitu
Pangeran di antara orang-orang beriman. Dia menangkap esensi
Islam dengan tanggapan anti-sistemiknya terhadap penindasan
tatanan dunia kulit putih. Dia telah menjadi pahlawan saya sejak
saya masih remaja, dan dia mengancam akan membawa AS ke
Majelis Umum PBB untuk mempertanggungjawabkan kasus
genosida.
Malcolm X, sang guru, mengajari saya perbedaan yang
sangat penting antara ‘budak rumahan’ dengan ‘budak
lapangan’. Keduanya tanpa kebebasan ‘fisik’, dan sebab nya
dalam perbudakan ‘fisik’. Tapi sementara ‘budak lapangan’
membenci penindasan dan perbudakan itu, ‘budak rumahan’
tunduk padanya, diidentifikasi bersama dengan tuan budak, dan
menerima perbudakannya. Dia begitu dicuci otak dan ‘mata
hatinya’ buta sehingga dia menjadi pelengkap dari tuan budak
(Al-Qur’an Surat Al-Maidah, 5: 51). Dia selalu ada untuk
melayani tuan budak, apapun yang diminta, dan kapanpun tuan
budak membutuhkannya. saat tuannya sakit, ‘budak
rumahan’ akan merasakan sakit dan penderitaan tuannya dan
akan menyatakan kepada tuannya: “Kita sakit!” ‘Budak
rumahan’ yaitu budak ‘internal’ dan ‘eksternal’, yaitu budak
secara fisik dan psikologis. Ia menjadi bagian dari sistem
perbudakan (orang yang buta ‘mata hatinya’ selalu berakhir
sebagai budak). Tuan budak menghadiahi ‘budak rumahan’ atas
pelayanannya yang setia.
Tetapi tidak demikian halnya dengan ‘budak lapangan’
yang mungkin secara ‘eksternal’ yaitu budak tetapi ‘secara
internal’ yaitu orang merdeka. sebab kebebasan ‘internal’ itu,
‘budak lapangan’ memiliki kapasitas untuk ‘melihat’, dan
dengan demikian menyadari penindasan dan kejahatan, dan dia
membencinya dengan segenap hati dan jiwanya. ‘Budak
lapangan’ tidak akan pernah tunduk pada penindasan, melainkan
ingin mendapatkan kembali kebebasannya dan menghancurkan
perbudakan. Maka ‘budak lapangan’ menanggapi penindasan
dan perbudakan dengan cara yang anti-sistemik. Tuan budak
yang merupakan penindas yaitu ‘musuhnya’. saat rumah
majikan budak terbakar, ‘budak lapangan’ akan berdoa kepada
Tuhan agar mengirimkan angin kencang yang akan “membakar
rumah ini ”. Tuan budak membenci ‘budak lapangan’ dan
membuatnya menerima balasan atas pembangkangannya.
Para majikan budak saat ini yang sekarang berusaha untuk
mewujudkan perbudakan terbesar yang pernah ada (dan itu
yaitu tanda utama Hari Akhir yang berhubungan dengan Dajjal
Al-Masih palsu), menjelekkan ‘budak lapangan’ sebagai teroris,
dan mencari undang-undang anti-terorisme yang akan
memberangus dan mencekik mereka. Tetapi mereka harus tahu
bahwa darah Malcolm menggetarkan hati jutaan orang di
seluruh dunia yang ingin mengikuti jejak keberaniannya.
Seluruh Amerika Selatan, dari Venezuela hingga Argentina,
saat ini menerapkan politik ‘budak lapangan’. Hugo Chavez dari
Venezuela bukanlah penyimpangan. Sebaliknya, ia yaitu
perwujudan dari kebencian yang dirasakan oleh massa kulit
berwarna Amerika Selatan dalam menanggapi kezaliman yang
telah lama mereka alami dari para penindas ‘kulit putih’. Di
antara kezaliman ini yaitu pembunuhan, berkali-kali,
terhadap para pemimpin Amerika Selatan pemberani yang
berusaha melindungi rakyat mereka dari penindasan ‘kulit
putih’. Omar Torrijos dari Panama, Jaime Roldos dari Ekuador,
Salvador Allende dari Chili semuanya terbunuh melalui aksi
terorisme yang direncanakan dan dieksekusi oleh mereka yang
sekarang secara sesat dan menipu menyatakan diri berupaya
memerangi terorisme. (Jika kami ingin memperluas cakupan
esai kami, kami harus menyertakan Zia Ul Haq dari Pakistan dan
Raja Faisal dari Arab Saudi di antara para pemimpin yang juga
dibunuh. Dan lalu ada intelektual Palestina, Prof.Dr.Ismail
Faruqi, yang menjadi duri bagi pihak mereka. Dia juga dibunuh.
Dan daftar ini pun terus bertambah.)
Di sisi lain, hampir seluruh dunia Muslim saat ini diatur oleh
pemerintah ‘budak rumahan’. Dan majikan budak ‘kulit putih’
yang secara licik menggambarkan dirinya sedang memerangi
terorisme, dirinya selalu siap untuk melakukan teror untuk
memastikan kelangsungan hidup bagi ‘budak rumahan’ yang
memerintah Muslim demi kepentingannya.
18
Meskipun kita mengingat Malcolm X empat puluh tahun
lalu , kita juga pun mengingat dan menghormati istri
tercintanya, Dr. Betty Shabazz. Saya bertemu dengannya dua
kali. Kali kedua yaitu saat dia terbaring di peti mati di samping
makam Malcolm, dan enam putrinya menghormati saya dengan
meminta saya untuk membaca Al-Qur’an dan berdoa di atas
jenazahnya sebelum diturunkan ke dalam makam bersama
suaminya.
Saya ingat diri saya sendiri gemetar seperti daun saat saya
berdiri di samping makam Malcolm untuk pertama kalinya, dan
saat saya melihat istri tercintanya bergabung kembali
dengannya sesudah melewati cobaan sulit dalam hidup.
Karakteristik dominan dalam hidupnya, sesudah kematian
Malcolm, yaitu kesetiaannya yang kuat dan pengabdiannya
yang tak tergoyahkan pada kenangan bersama suaminya dan
misinya dalam hidup. Dan ini membawa saya ke pertemuan
pertama saya dengannya yang merupakan pokok bahasan esai
ini.
Saat itu tanggal 22 September 1996, hanya delapan bulan
sebelum kematiannya, dan saya diantar ke belakang sebuah aula
besar di tengah kota Manhattan untuk diperkenalkan kepadanya.
Dia tidak tersenyum untuk menyambut saya. Ada sesuatu yang
jauh dan kesepian dalam dirinya, seolah-olah dia berasal dari
tempat yang jauh dan di lain waktu - bukan tipe wanita yang
akan membuat nyaman di hadapannya. Tetapi saya hampir bisa
merasakan kekuatan dan keteguhannya yang tenang saat dia
menunggu dengan kesabaran yang tak terbatas untuk waktu
berikutnya saat dia akan pulang kepada kekasihnya. Dia
duduk di bagian belakang aula, dia dengan tenang menjelaskan
kepada saya, agar lebih mampu menilai empat pembicara yang
dijadwalkan untuk berbicara malam itu mengenai topik yang
19
menantang ‘sesudah Malcolm X - Masa Depan Kepemimpinan
Islam di Amerika Utara’. Dia telah mendengar tentang saya,
tentang asal Trinidad saya, dan referensi saya di New York dan
di tempat lain tentang suaminya, dan dia ingin sekali
mendengarkan malam itu apa yang saya katakan tentang topik
ini .
Dalam pidato ini , saya mencurahkan perhatian untuk
menjelaskan keimanan yang teguh kepada Allah Subhanahu wa
Ta’ala yang merupakan hakikat manusia. Dia hidup untuk Allah
Subhanahu wa Ta’ala, dan dia mati untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dan itulah jenis kepemimpinan Islam yang dibutuhkan Muslim
Amerika Utara. Namun saya pun mengambil waktu untuk
mengenang integritasnya yang tiada tara. Komitmennya yang
penuh semangat terhadap kebenaran dan keadilan sedemikian
rupa sehingga dia benar-benar membenci oportunisme dan
kelicikan. Dan nilai-nilai dalam hidupnya merupakan inti ajaran
Islam.
Saya lalu mengamati bahwa Malcolm, mungkin, tidak
tahu tentang larangan riba (menerima atau memberi
pinjaman uang dengan bunga) dalam Islam. Bagaimana lagi kita
bisa menjelaskan komentar Alex Haley dalam artikel
‘Autobiografi' bahwa Malcolm mengambil uang darinya untuk
membayar uang muka sebuah rumah di Elmhurst, New York,
sesudah rumahnya dibom oleh musuh Islam? Dan itu yaitu
komentar yang membuat saya kesulitan.
sesudah keempat pembicara memberi presentasi mereka,
Betty maju, dengan sangat lambat dan sengaja, ke podium
depan, untuk berpidato di pertemuan ini . Dia mulai dengan
mengutip kata-kata saya: “Imam berkata bahwa suamiku hidup
untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Imam berkata bahwa suamiku
mati untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Imam itu benar.” Tapi
20
lalu dia berbalik menghadap ke arah saya, dan menatap
mata saya, dan dengan tegas menyatakan, “Tapi Imam, dia tidak
menandatangani perjanjian itu. Dia meninggal sebelum dia bisa
melakukan itu. Jadi dia tidak terlibat dalam Riba!” Hanya
sesudah dia dengan penuh semangat membela suaminya, dia
menjadi tenang. Tetapi cara dia memandang saya (jangan
berani-berani mengkritik suami saya!) sedemikian rupa
sehingga saya butuh waktu lebih lama untuk tenang. Jarang
dalam hidup ini, saya pernah menyaksikan pengabdian yang
begitu penuh semangat pada kenangan dan warisan seorang
pemimpin. Dan contoh menakjubkan yang dia tinggalkan untuk
wanita muslimah saat ini.
Dia lalu memohon kepada para pemimpin Islam agar
menjadi pria yang berani dan berintegritas, pria yang, seperti
suaminya, akan menentang penindas dunia. Tetapi dia juga
berbicara tentang iman, dan tentang pencarian ilmu
pengetahuan. Malam itu, sesudah saya meninggalkan aula untuk
pergi ke janji pertemuan lain, dia menandatangani salinan
'Autobiografi' untuk saya. Dan inilah yang dia tulis: “Anda
yaitu pemimpin bagi pria dan wanita dari segala usia dan
sepanjang waktu. Semoga kedamaian dan berkah Allah
selamanya membimbing Anda.” Dan dia menandatangani
Hajjah B. Shabazz / Mrs. MX. Itu membuat saya meneteskan air
mata.
Semoga makam mereka nyaman, sejuk dan luas bagi
mereka, serta dipenuhi dengan cahaya. Dan semoga mereka
berdua beristirahat dengan tenang bersama di makam itu.
Aamiin!
ejarah lebih dari sekedar catatan peristiwa. Sejarah tidak
hanya mencatat perubahan konstan yang terjadi di dunia
tetapi juga berupaya menafsirkan fenomena perubahan
itu. Analisis proses sejarah, pergerakan sejarah, dan akhir
sejarah, muncul dari interpretasi perubahan dunia. Hal ini
menjawab banyak pertanyaan yang penting.
Apakah perubahan terjadi secara acak, atau adakah pola
dalam perubahan? Apakah proses sejarah itu akan bertahan
sampai kekekalan, atau akankah ada Akhir Zaman dan akhir
sejarah? Tatanan dunia-Eropa yang aneh dan misterius kini
mengendalikan seluruh dunia dalam cengkeraman besinya. Ia
telah memperoleh kekuatan yang belum pernah terjadi
sebelumnya dari revolusi ilmiah dan teknologi yang terus
berlanjut yang benar-benar mengubah seluruh dunia. Namun
kekuatannya bertumpu pada fondasi yang pada dasarnya
sekuler, maksiat dan korup. Ia memiliki kekuatan penipuan yang
besar sehingga membuat kebohongan tampak sebagai kebenaran
dan sebaliknya. Ia menceritakan kebohongan yang mengerikan
sementara tanpa henti dan zalim mengejar tujuan untuk
menindas semua orang yang menolak otoritas tertingginya. Ia
mendirikan pemerintahan dunia atas nama demokrasi universal
namun sebaliknya, justru memaksakan kediktatoran universal
atas seluruh umat manusia. Ia memproklamasikan doktrin
perdagangan bebas namun justru membangun ekonomi riba
yang menghancurkan pasar yang adil. Ia merenggut umat
manusia melalui proses pencurian yang dilegalkan yang
membuat massa di seluruh dunia terjerumus ke dalam
kemiskinan dan kemelaratan permanen. Ia meraup jauh lebih
banyak pendapatan berlumuran darah dalam kapasitasnya
sebagai pemberi pinjaman uang paling istimewa di dunia
dibandingkan yang secara licik dibagikannya dalam bentuk bantuan
penyelamat muka dan pengampunan utang. Ia arogan secara
rasial, budaya dan intelektual dan menganggap dirinya tidak
hanya lebih unggul dari orang non-Eropa tetapi juga menjadi
‘tanggung jawab orang kulit putih’ untuk ‘membangun
peradaban’ bangsa manusia lainnya. Hanya jika orang non-
Eropa meniru cara hidup Eropa, mereka akan diakui sebagai
orang yang beradab. Ini membawa umat manusia kepada
revolusi feminis dan seksual yang membawa mereka ke dalam
pergaulan bebas dan penyimpangan seksual sehingga institusi
keluarga itu sendiri mulai gagal dan menghancurkan diri sendiri.
Ia membawa aliansi misterius antara orang Kristen dengan
Yahudi, ini yaitu sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak
mungkin. Ia lalu menggunakan aliansi misterius Euro-
Kristen / Euro-Yahudi untuk membebaskan Tanah Suci,
membawa orang Yahudi Israel kembali ke Tanah Suci sesudah
2000 tahun pengasingan yang ditetapkan oleh Tuhan, lalu
mendirikan Negara Israel di Tanah Suci.
Sama sekali tidak ada dalam sejarah yang dapat
menjelaskan kemunculan tatanan dunia Eropa yang aneh dan
misterius itu. Apakah itu merupakan tanda Hari Akhir? Dan
dapatkah peradaban dan tatanan dunia seperti itu terus
mendominasi dunia tanpa batas? atau apakah dunia yaitu
tatanan moral dengan proses historis yang pada akhirnya harus
berujung dengan kemenangan kebenaran, keadilan, perdamaian,
kebahagiaan, kebenaran, kesucian dan kesederhanaan,
persaudaraan, kebebasan, dan kesetaraan?
Periode 1955-1956 yaitu yang paling menarik dari semua
kehidupan mahasiswa kami di Institut Studi Islam Aleemiyah di
Karachi, Pakistan. Rektor Institut sekaligus guru saya yang
terpelajar dengan kenangan yang diberkahi, Maulana Dr.
Muhammad Fazlur Rahman Ansari, berhasil membujuk
rekannya yang terhormat, filsuf sejarah, Dr. Burhan Ahmad
Faruqi, untuk meninggalkan kota Lahore dan bergabung dengan
staf dosen Institut di Karachi. Dr. Faruqi dan Dr.Ansari yaitu
kolega di Universitas Muslim Aligarh pada tahun 1930-an di
mana mereka berdua belajar filsafat di bawah bimbingan filsuf
Muslim terkemuka, Profesor Dr. Syed Zafarul Hassan. Faruqi,
menulis disertasi doktoralnya di bidang Metafisika Islam dengan
topik, ‘Konsepsi Tauhid Seorang Mujjadid’. Dia dengan berani,
dalam artikel itu, melakukan evaluasi komparatif kritis teori
Muhyiddin Ibnu ‘Arabi tentang ‘wahdah al-wujud’ (yaitu,
bahwa semua keberadaan yaitu satu kesatuan yang nyata)
dengan teori saingan Syaikh Ahmad Sirhindi tentang ‘wahdah
ash-shuhud’ ( yaitu, bahwa semua eksistensi hanya tampak
sebagai satu kesatuan). Lebih dari setengah abad telah berlalu
sejak beliau menulis artikel itu dan tetap tak tertandingi sebagai
tengara dalam metafisika Islam modern. Sedangkan disertasi
doktor Dr. Ansari ditulis dengan topik ‘Landasan dan Struktur
warga Muslim Berdasarkan Al-Qur’an’ (dalam dua
volume) dan artikel itu tetap tak tertandingi sebagai tengara ilmu
pengetahuan modern dalam filsafat moral Islam. (Jika berkenan,
saya merekomendasikan kedua artikel ini kepada para pembaca
yang budiman.)
Kedua kekuatan intelektual ini, Dr. Faruqi dan Dr. Ansari,
berinteraksi satu sama lain di Institut dengan bunga cahaya
terbang ke segala arah. Kami, para mahasiswa, sangat
24
terstimulasi oleh interaksi mereka. Dr. Faruqi mengajari kami
filosofi sejarah Islam selama dua tahun yang tak terlupakan
sebelum dia kembali ke Lahore. Pandangan jauh Dr. Ansari-lah
yang membukakan pintu-pintu bagi kami menuju konsepsi
Islam tentang filsafat sejarah. Studi semacam itu secara
mencolok tidak ada di Darul Ulum hari ini di mana pembelajaran
hafalan diterapkan setiap hari.
Dengan filsafat sejarah itulah kini kami mencoba
menjelaskan pandangan Islam tentang akhir sejarah dan
mengenali ‘Tanda-tanda Hari Akhir’ dalam skema segala hal
yang terjadi. Mari kita mulai dengan menjelaskan bahwa Islam
memahami ‘akhir sejarah’ dan ‘akhir dunia’ sebagai dua hal
yang sangat berbeda.
‘Akhir dunia’ akan terjadi dengan bumi, dan langit di atas,
berubah menjadi sesuatu yang berbeda secara ruang dan waktu.
Umat manusia lalu akan dibangkitkan ke alam baru untuk
menghadapi penghakiman.
Sementara itu, ‘akhir sejarah’ akan terjadi beberapa saat
sebelum ‘akhir dunia’, dan saat terjadi, itu akan menutup pintu
pilihan bebas di mana manusia dapat menerima kebenaran yang
diwahyukan secara ilahi dan diberkahi hadiah untuk mengambil
pilihan ini . Islam telah menyediakan banyak informasi
yang dikenal sebagai ‘Tanda-tanda Hari Akhir’ mengenai
peristiwa yang akan mencapai puncaknya dengan ‘akhir
sejarah’. Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala, tentu saja, yang
mengetahui kapan alam dunia ini akan berakhir.
Al-Qur’an telah mengungkapkan bahwa tanda tertinggi dari
akhir sejarah yaitu kembalinya Al-Masih sejati, Nabi ‘Isa
(‘alaihi salam), putra perawan Maryam. Dan Nabi Muhammad
(shala Allahu ‘alaihi wa salam) selanjutnya menginformasikan
25
bahwa kembalinya Al-Masih akan menandai kemenangan akhir
kebenaran atas kebatilan, dan keadilan atas penindasan dan
tirani. Perang Eropa melawan Islam yang dimulai dengan perang
salib Eropa yang biadab, dan yang menyaksikan fase buruknya
saat ini dengan pendudukan dan penindasan brutal dan berdarah
Barat di Afghanistan dan Irak, lalu akan berakhir dengan
kehancuran pihak penindas yang ditetapkan oleh Tuhan.
Peradaban Barat yang pada dasarnya sekuler dan suka
bermaksiat akan menghancurkan dirinya sendiri melalui wabah
penyakit. Tentara Muslim yang tak terhentikan yang akan
muncul dari Khurasan (yaitu, Afghanistan dan wilayah di
sekitarnya), pada akhirnya akan menyapu setiap rintangan yang
menghalangi jalannya saat membebaskan semua wilayah yang
diduduki hingga ke Yerusalem. Dengan demikian sejarah akan
berakhir dengan kemenangan bagi Islam.
Para pembaca non-Muslim sebaiknya berhenti sejenak
untuk bertanya pada dirinya sendiri. Apa akibat baginya jika
Nabi Muhammad (shala Allahu ‘alaihi wa salam) benar-benar jujur
saat dia menyatakan bahwa dia yaitu seorang Nabi, seperti
halnya Ibrahim, Musa, dan ‘Isa (‘alaihim salam), dan bahwa Al-
Qur’an yang dia sampaikan kepada umat manusia memang
benar dan merupakan firman otentik dari Tuhan Yang Maha
Esa?
Mari kita perhatikan pada saat penulisan esai ini bahwa
perlawanan Islam bersenjata terhadap penindas di Afghanistan
dan Irak tidak hanya muncul tetapi sudah menunjukkan
kapasitas untuk tetap berada di jalur selama 20 atau 30 tahun ke
depan sampai kemenangan tercapai. Saya ragu apakah perang
terakhir dari semua perang ini akan memakan waktu lebih lama
dari itu untuk berakhir.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyatakan akhir
dari sejarah, dan ‘Firman’ Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah
berubah:
“Bagi mereka (orang-orang yang beriman kepada Allah
Subhanahu wa Ta’ala, seperti, menentang perang terhadap
Islam) Berita Gembira di dalam kehidupan di dunia
(yakni, kemenangan Islam) dan di akhirat (balasan
surga). Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah.
Demikian itulah kemenangan yang agung.”
(Al-Qur’an Surat Yunus, 10: 64)
Sebelum kita beralih ke esai-esai lain dalam artikel ini dan
‘Tanda-tanda Hari Akhir’ dalam Islam, kami mencoba untuk
membuat tinjauan komparatif yang sangat singkat tentang
berbagai konsepsi proses sejarah, pergerakan sejarah, dan akhir
dari sejarah. Sejarah dalam Hindu, Yahudi, Kristen, dan
akhirnya, dalam pandangan peradaban Barat modern.
Pandangan Hindu yaitu bahwa pergerakan sejarah terus
berputar. Pandangan Yahudi bersifat linier dan regresif, begitu
pula pandangan Kristen. Peradaban Barat memandang
pergerakan sejarah sebagai gerakan linier dan progresif,
sedangkan pandangan Islam yaitu zig-zag sebab dikondisikan
oleh kemenangan dan kegagalan dalam perjuangan moral
dilakukan oleh agen moral yang pada dasarnya bebas.
❖ PANDANGAN HINDU TENTANG PERGERAKAN
DAN AKHIR SEJARAH
Agama Hindu menyatakan bahwa pergerakan sejarah yaitu
siklus, yaitu berputar-putar dan dengan demikian terus berulang.
saat satu siklus selesai, siklus lainnya dimulai. Dalam
pandangan banyak cendekiawan Hindu saat ini, pergerakan
27
sejarah sekarang berada pada titik waktu saat satu siklus akan
segera berakhir dan siklus lainnya akan segera dimulai. Jadi bagi
orang Hindu, dalam arti tertentu, ini yaitu zaman akhir, yaitu
akhir dari siklus sejarah saat ini.
Sementara agama Hindu siap untuk mengakui kebenaran
yang memanifestasikan dirinya dalam bentuk banyak sungai
yang semuanya mengalir ke laut yang sama, kenyataannya
yaitu bahwa agama Hindu juga dengan tegas bersikeras bahwa
saat sungai-sungai itu semua mencapai laut umum ini ,
konsep Hindu tentang kebenaranlah yang pasti. untuk menang.
Implikasi logisnya yaitu bahwa suatu siklus tidak dapat
berakhir tanpa validasi konsep Hindu tentang kebenaran.
Apa konsep kebenaran dalam agama Hindu? Dan apa
implikasinya bagi umat manusia lainnya jika konsepsi
kebenaran seperti itu ingin divalidasi? Untuk keperluan esai ini,
kami perlu melihat tidak lebih dari satu atau dua implikasi
ini .
❖ HINDUISME DAN TANAH SUCI BHARAT
Agama Hindu dibangun di atas konsep tanah suci, yaitu Bharat,
yang tidak hanya mencakup India saat ini, tetapi juga sebagian
besar wilayah regional sekitarnya. Agama Hindu berpegang
teguh pada nostalgia pada zaman keemasan di masa lalu yang
jauh di mana para dewa dan dewi Hindu hidup di bumi dan
kebenaran Hindu mendominasi dunia yang saat itu dikenal di
tanah suci itu. Umat Hindu percaya bahwa agama Hindu
memiliki hak agama eksklusif untuk mendominasi di tanah suci
Bharat itu, dan oleh sebab itu umat Hindu memiliki kewajiban
agama untuk memastikan bahwa konsep Hindu tentang
kebenaran berlaku di tanah suci ini .
Delapan abad pemerintahan Muslim atas tanah suci itu,
diikuti dengan pembagian tanah suci untuk menampung
penciptaan Negara Muslim Pakistan, Muslim Bangladesh,
Muslim Maladewa dan Negara Budha Sri Lanka, melukai
integritas tanah suci itu dan, implikasinya, pada kesadaran
agama Hindu. Hal ini pun mengatur panggung bagi perjuangan
untuk memulihkan integritas 'Bharat' suci. Sejarah akan
berakhir, dalam pandangan agama Hindu, dengan validasi
konsep Hindu tentang kebenaran yang akan mengharuskan
Muslim Pakistan dan Bangladesh dan wilayah sekitarnya
lainnya yang dulunya ‘Bharat’ untuk diserap kembali dalam
tanah suci, dan yang suci tidak terbagi. Tanah 'Bharat' di bawah
kekuasaan politik, ekonomi dan agama Hindu Brahmana
direstorasi.
Konsep kebenaran Hindu Brahmana dengan tegas
didasarkan pada keyakinan bahwa umat manusia diciptakan
secara tidak setara. Brahmana Hindu dilahirkan dalam kasta
tertinggi dan dengan demikian merupakan elit umat manusia.
Manusia non-Brahmana lainnya lebih rendah darinya.
Keyakinan pada superioritas dan inferioritas yang melekat pada
manusia secara alami cocok untuk pembentukan sistem
dominasi. Implikasinya, sejauh menyangkut proses sejarah,
yaitu bahwa sejarah tidak dapat berakhir tanpa dominasi politik
‘Bharat’ yang diperintah oleh Brahman atas semua yang lain
dalam lingkup pengaruhnya. Kehidupan politik dan ekonomi
Asia Selatan bergerak tepat ke arah itu.
Ada implikasi politik yang muncul dari konsep Hindu
tentang akhir sejarah ini. Pertama yaitu bahwa pendekatan akhir
dari siklus ini akan dengan sendirinya memunculkan munculnya
nasionalisme religius Hindu yang akan berdampak buruk pada
hubungan politik dan ekonomi dengan non-Hindu (khususnya
Muslim). Hal ini sudah terjadi.
29
Kedua, hal ini menjadi tak terelakkan bahwa orang-orang
Hindu dengan keyakinan pada konsep Hindu tentang akhir
sejarah akan membuat tujuan yang sama dengan mereka yang
kini sedang mengobarkan perang terhadap Islam di seluruh
dunia. Mereka melakukannya sebab menganggap Islam sebagai
penghalang utama yang menghalangi agama Hindu untuk
merealisasikan takdir sejarahnya. Mereka akan melakukannya
untuk mewujudkan akhir sejarah yang akan memvalidasi agama
Hindu dengan cara merestorasi integritas dan kesatuan tak
terpecah tanah air suci Hindu ‘Maa Bharat’ (Ibu India). Justru
sebab alasan inilah India kini, sesudah AS, menjadi sekutu
paling strategis Israel di dunia.
Mari kita segera memperhatikan bahwa ada orang Hindu
yang menolak konsep akhir sejarah ini dengan dominasi
Brahmana atas umat manusia lainnya, dan akan bersikeras
bahwa keadilan, dan persaudaraan dengan semua umat manusia
yang sesuai dengan nilai-nilai ini , harus menjadi tujuan
agama Hindu pada akhir sejarah. Maka akan selalu
memungkinkan bagi umat Islam untuk membangun
persahabatan dan aliansi dengan orang Hindu seperti itu.
❖ AGAMA HINDU DAN REINKARNASI
Selain kepercayaan bahwa sejarah bergerak dalam siklus, agama
Hindu juga dilandasi oleh keyakinan bahwa kehidupan itu
sendiri yaitu siklus. Kita dilahirkan, kita hidup, kita mati, dan
lalu kita dilahirkan kembali atau kita bereinkarnasi.
Tidak pernah ada bukti nyata yang mendukung kepercayaan
pada reinkarnasi. Seseorang di Swedia mungkin mengklaim
mengingat kehidupan sebelumnya saat dia tinggal di tempat
ini dan itu, dan lalu mungkin menghasilkan ingatan
30
tentang kehidupan sebelumnya yang biasanya tidak dapat
dijelaskan. Umat Hindu sering menggunakan bukti seperti ini
untuk menunjukkan validitas reinkarnasi. Tetapi tidak
meyakinkan bagi orang lain bahwa seseorang di Swedia
memiliki ingatan seperti itu tentang kehidupan sebelumnya.
Bagaimana pengaruhnya terhadap umat manusia lainnya?
Seorang pria mungkin membantah, “Jika saya ingin diyakinkan
tentang siklus kehidupan di mana seseorang terlahir kembali lagi
dan lagi, maka saya harus memiliki pengetahuan pribadi tentang
kehidupan saya sebelumnya (jika saya memilikinya). Tetapi
kenyataannya yaitu saya tidak memiliki ingatan seperti itu.”
Nabi Muhammad (shala Allahu ‘alaihi wa salam) telah
meramalkan sebuah peristiwa yang akan terjadi pada Akhir
Zaman yang pasti akan dielu-elukan oleh umat Hindu sebagai
validasi spektakuler dari klaim Hindu atas kebenaran. Apa itu?
Nabi (shala Allahu ‘alaihi wa salam) telah menyatakan,
sebagaimana hanya seorang Nabi sejati yang dapat menyatakan,
bahwa seorang pria yang akan tampak seperti ayah seseorang
(yang meninggal sekitar 30 atau 40 tahun yang lalu) akan berdiri
di depannya. Dia akan memiliki penampilan fisik ayah yang
mati itu. Dia akan berbicara dengan suara ayah itu dan dia akan
mengatakan hal-hal yang hanya bisa diketahui mendiang
ayahnya. saat itu terjadi, sebagian besar umat manusia akan
sepenuhnya yakin bahwa orang mati dilahirkan kembali.
Akankah hal seperti itu benar-benar terjadi? Nabi Muhammad
(shala Allahu ‘alaihi wa salam) telah menubuwahkan ‘Tanda Akhir
Zaman ‘ seperti itu. Inilah sabdanya:
“Dan akan dibangkitkan bersamanya (yaitu, dengan
Dajjal Al-Masih Palsu atau Antikristus) Setan yang akan
mengambil wujud dari mereka yang sudah mati, dan
lalu akan berbicara kepada mereka yang masih
31
hidup (yaitu, kepada kerabat dekat dari orang mati) “Apa
kau tidak mengenalku? Aku ayahmu; atau aku
saudaramu; atau kerabat dekat lainnya.”
(Kanz al-Ummal)
Setan yang akan dibangkitkan bersama Dajjal yaitu jin
(yaitu, makhluk tak terlihat yang diciptakan dari api tanpa asap)
yang Kafir. Jin inilah yang akan mengambil wujud manusia dan
akan muncul di hadapan seseorang dalam wujud ayahnya yang
telah meninggal dan lalu akan berbicara dengan suara
ayahnya dan akan mengklaim, “Aku ayahmu. Tidakkah kamu
mengenaliku nak?”
Bagi saya, kloning merupakan langkah pertama dari jalan
yang akan mengarah pada peristiwa penting itu. sesudah kloning
domba, kloning manusia akan menjadi perkembangan yang
alami. saat itu terjadi, dalam dua puluh lima tahun atau lebih,
sel yang diawetkan dari ayah yang sudah lama mati akan
digunakan untuk membuat tiruannya, dan jin lalu akan
berbicara melalui klon itu dalam suara dan dengan ingatan
tentang ayah aslinya. Maka menjadi mungkin nubuwah Nabi
Muhammad (shala Allahu ‘alaihi wa salam) ini akan terpenuhi. Umat
Hindu pasti akan menanggapi peristiwa semacam itu dengan
secara antusias menerimanya sebagai validasi klaim agama
Hindu atas kebenaran. Tetapi Muslim yang memiliki
pengetahuan akan dapat mengenali penipuan ini .
❖ PANDANGAN YAHUDI TENTANG PERGERAKAN
DAN AKHIR SEJARAH
Pandangan Brahmana Hindu dan Yahudi tentang pergerakan
sejarah dan akhir sejarah sangat mirip. Baik Yahudi dan
32
Brahmana Hindu menganggap diri mereka sebagai elit umat
manusia dan menganggap semua non-Hindu atau non-Yahudi
pada awalnya diciptakan dengan status yang lebih rendah. Dan
sebab nya keduanya berusaha untuk membangun sistem
dominasi politik, ekonomi, sosial dan agama yang akan
memastikan bahwa kaum elit akan mendominasi yang lainnya.
Keduanya menghargai kenangan masa keemasan saat
dominasi politik, ekonomi dan agama mereka atas semua bangsa
lain dalam lingkungan pengaruh mereka terwujud dalam sejarah.
Keduanya percaya pada tanah suci di mana masa keemasan
masing-masing terwujud saat mereka akan kembali
mendominasi dunia di sekitar wilayah tanah suci mereka
masing-masing.
Orang Israel diusir dari tanah suci mereka lebih dari 2000
tahun yang lalu, dan mereka hidup dalam pengasingan yang
menyedihkan untuk jangka waktu yang lama. Tapi itu sangat
penting dan sejarah yang penting bahwa mereka kini telah
kembali ke jantung tanah suci itu untuk mengklaimnya kembali
sebagai milik mereka. Sangatlah penting bahwa mereka
mencapai kepulangan itu dengan menunggangi kaum Yahudi
Eropa yang mengejar tujuan mereka tanpa mempedulikan nilai-
nilai kebenaran atau keadilan.
Sejarah mencapai puncaknya pada zaman keemasan
Yudaisme saat Daud dan Sulaiman memerintah dunia dari
Israel Suci. Sejarah sesudah zaman keemasan menyaksikan dua
periode pengkhianatan Yahudi terhadap perjanjian dengan Allah
Subhanahu wa Ta’ala dan akibatnya, dua periode keruntuhan
historis dan pengasingan Yahudi dari Tanah Suci. Yang pertama
yaitu pengasingan di Babilonia. Yang kedua, yang dimulai
tidak lama sesudah kaum Yahudi menolak klaim Nabi ‘Isa (‘alaihi
salam) sebagai Al-Masih dan lalu menyombongkan diri
33
bahwa mereka telah membunuhnya (Al-Qur’an Surat An-Nisa,
4: 159), mengakibatkan pengasingan selama dua ribu tahun.
2000 tahun itu merupakan, dari sudut pandang mereka, Zaman
Kegelapan Yahudi. Proses sejarah dengan demikian linier dan
regresif. Tetapi kemunduran diselingi oleh intervensi ilahi yang
pernah membawa kaum Yahudi kembali dari Babilonia untuk
merebut kembali Tanah Suci, dan yang sekali lagi akan
memenuhi janji Ilahi mengenai kedatangan Al-Masih yang
melaluinya kaum Yahudi akan menyadari kembalinya zaman
keemasan saat Israel Suci memerintah dunia.
Agama Yahudi percaya dirinya sebagai kekuatan dominan
yang berdampak pada proses sejarah pada awal dan akhir
sejarah. Sejarah utama yaitu sejarah kaum Yahudi. Namun
sejarah khususnya sejarah orang-orang Yahudi dalam hubungan
mereka dengan Tanah Suci yang mereka yakini diberikan secara
ilahiah kepada mereka secara eksklusif dan tanpa syarat, dan
dengan Negara Suci Israel yang pernah memerintah dunia dari
tanah suci itu. Sejarah tidak dapat berakhir sampai kaum Yahudi
membebaskan sisa tanah suci di luar perbatasan Negara Israel
saat ini. Alkitab sendiri menyatakan bahwa tanah suci
membentang “dari sungai Mesir sampai sungai Efrat” di Irak.
Sejarah tidak dapat berakhir sampai Negara suci Israel
memulihkan kendali atas seluruh tanah suci, dan memerintah
dunia sebagai negara yang berkuasa sekali lagi.
Proses sejarah tidak dapat berakhir tanpa validasi agama
Yahudi sebagai kebenaran. Namun agar validasi seperti itu
tercapai, pertama-tama orang Yahudi perlu kembali ke Tanah
Suci untuk mengklaimnya kembali sebagai milik mereka. Ini
sudah mereka lakukan. Kedua, Negara Israel juga harus
direstorasi. Ini dicapai pada tahun 1948. Ketiga, Negara Israel
harus diperluas untuk mencakup seluruh wilayah tanah suci, dan
Kuil Sulaiman harus dibangun kembali (yang berarti Israel harus
34
menghancurkan Masjid Al-Aqsha untuk membangun kembali
Bait Suci) . Keempat, Negara suzci Israel harus sekali lagi
menjadi negara penguasa di dunia. Ini kemungkinan besar akan
segera terjadi. Akhirnya, seorang Yahudi harus menguasai dunia
dari Yerusalem dengan klaim kekuasaan abadi dan menyatakan
dirinya Al-Masih. saat kaum Yahudi mengakui dia sebagai
Al-Masih, maka itu merupakan akhir bagi sejarah agama
Yahudi.
sebab kaum Yahudi sekarang telah kembali ke Tanah Suci
untuk mengklaimnya kembali sebagai milik mereka, dan Negara
Israel telah direstorasi, dan Bait Sulaiman kemungkinan akan
segera dibangun kembali, kebanyakan orang Yahudi percaya
bahwa proses sejarah mendekati akhir. Jadi pandangan Hindu,
seperti pandangan Yahudi, yaitu bahwa kita sekarang berada
pada tahap terakhir sejarah. Keyakinan bahwa proses sejarah
akan segera berakhir telah berdampak pada agama Yahudi
dengan cara yang sama seperti yang telah berdampak pada
agama Hindu, dan sebab itu kami melihat nasionalisme sekuler
digantikan di Israel oleh nasionalisme agama Yahudi dengan
semua dampak yang menyertainya pada politik Negara.
Satu-satunya kekuatan penting di dunia yang dianggap
menghalangi kaum Yahudi untuk mewujudkan takdir sejarah
agama Yahudi yaitu Islam. Ini menjelaskan perang saat ini
yang dilakukan terhadap Islam untuk menghilangkan
penghalang jalan itu.
Ada beberapa orang Yahudi yang benar-benar merasa ngeri
dengan kezaliman dan penindasan Israel terhadap orang-orang
Arab Muslim dan Kristen yang tinggal di Tanah Suci sebelum
kelahiran Negara Euro-Yahudi. Mereka menentang Negara
Zionis dan mendukung hak-hak kaum Muslim dan Kristen yang
tertindas di Tanah Suci dan sekitarnya. Sangat tidak mungkin
35
bahwa orang-orang Yahudi ini akan menerima klaim Al-Masih
yang mencapai kekuasaannya atas seluruh dunia melalui
penipuan, kebohongan, pembunuhan, terorisme, kezaliman, dan
penindasan.
Maka dimungkinkan bagi umat Islam untuk membangun
persahabatan dan aliansi dengan orang-orang Yahudi seperti itu.
❖ PANDANGAN KRISTEN TENTANG
PERGERAKAN DAN AKHIR SEJARAH
Pandangan Kristen yaitu bahwa semua sejarah sebelum
kedatangan Yesus bersifat persiapan, dan sejarah itu mencapai
zamannya saat Tuhan berinkarnasi dalam pribadi Yesus, ‘anak
Tuhan’, pribadi kedua dalam ‘trinitas’. Sejarah akan mencapai
puncaknya saat ‘Tuhan’ itu kembali untuk menghakimi
seluruh umat manusia pada Hari Penghakiman. Pandangan
Kristen tentang proses sejarah dengan demikian linier dan
regresif, tetapi ia memahami sejarah yang diakhiri dengan
intervensi ilahi lain yang akan memvalidasi klaim Kristen atas
kebenaran.
Sejarah memang sejarah kebenaran. Proses sejarah dan
pergerakan sejarah, menurut agama Kristen, ditentukan oleh
inkarnasi kebenaran dalam sejarah. Tuhan, yang yaitu
kebenaran, mengambil bentuk manusia dan datang untuk hidup
di bumi dalam pribadi putra satu-satunya, Yesus, yang juga
dikenal sebagai putra dari perawan Maria. Fakta bahwa Tuhan
muncul dalam sejarah dan hidup di bumi menyiratkan bahwa
zaman di mana dia hidup yaitu zaman keemasan, dan bahwa
sesudah kepergiannya setiap zaman berturut-turut menyaksikan
kemunduran historis dan penyimpangan dari kebenaran.
36
Ada konsensus di antara orang-orang Kristen bahwa
kedatangan kembali Yesus Kristus (yaitu, Al-Masih atau Al-
Masih) sekarang sudah dekat, dan sebagai konsekuensinya kita
mendekati akhir sejarah. Banyak orang Kristen non-Eropa
diyakinkan oleh argumen Euro-Kristen yang dominan bahwa
kelahiran Negara Israel yaitu pemenuhan nubuwah Alkitab dan
oleh sebab itu orang Kristen memiliki kewajiban agama untuk
memfasilitasi kembalinya Yesus dengan memberi dukungan
mereka kepada Israel dan dengan melawan orang-orang yang
menentang Israel. Mereka tetap buta dengan mudahnya terhadap
kezaliman, kebohongan dan penipuan yang dengannya apa yang
disebut nubuwah Alkitab sedang diwujudkan.
Sungguh kelahiran Israel itu sendiri yaitu hasil dari
perkawinan aneh Yahudi-Kristen yang juga membentuk tatanan
dunia pada saat ini.
Saat kembalinya Yesus semakin dekat, dunia sudah
menyaksikan kebangkitan nasionalisme agama Kristen yang
berdampak pada pemikiran politik Kristen dengan implikasi
penting. Tidak ada tempat di dunia ini yang memiliki dampak
kebangkitan kembali nasionalisme Kristen pada akhir zaman
yang membuat dampak yang lebih tidak menyenangkan di dunia
selain dalam pembentukan pemerintahan George Bush di AS.
Tinjauan singkat dari sudut pandang ketiga agama ini cukup
untuk menunjukkan bahwa mereka semua percaya pada akhir
sejarah dan, lebih jauh, bahwa akhir sejarah sudah dekat.
❖ PANDANGAN PERADABAN BARAT MODERN
TENTANG PERGERAKAN DAN AKHIR SEJARAH
Barangkali filsuf terkemuka dalam sejarah peradaban Barat
modern yaitu filsuf Jerman, Friedrich Hegel. Ia memberi
37
gambaran tentang proses sejarah yang dimulai dengan tesis. Ini
memprovokasi antitesis. Dan keduanya lalu didamaikan
melalui munculnya sintesis. Sintesis dalam filosofi sejarahnya
mewakili tahap sejarah yang lebih tinggi dan sebab nya,
merupakan kemajuan. Dengan demikian, pergerakan sejarah
menyaksikan kemajuan yang konstan. Gerakan sejarah itu linier
dan progresif, dan yang terbaru selalu yang terbaik.
Dalam filsafat sejarah Hegelian, kekuasaan dan dominasi
yang tak tertandingi dari peradaban Barat modern mewakili
sintesis dari semua yang mendahuluinya. Fakta bahwa Barat
dominan, tetap dominan, dan berkembang dalam dominasinya,
menunjukkan bahwa klaimnya terhadap kebenaran yaitu valid.
Ini juga menyiratkan bahwa semua peradaban sebelumnya
dengan konsep kebenaran dan sejarah mereka yang berbeda,
termasuk Islam, kini telah menjadi mubazir dan hampir mati
sebab telah disintesis dan digantikan oleh dispensasi Barat saat
ini. sebab Barat modern itu sekuler, maka implikasinya yaitu
agama ditakdirkan untuk masuk ke museum sejarah.
Peradaban Barat modern tidak hanya mengklaim bahwa ia
yaitu yang terbaru dan oleh sebab itu yang terbaik, tetapi
anehnya ia juga mengklaim bahwa ia yaitu yang terakhir
sebab ia mewakili sintesis terakhir dalam sejarah. Mereka
percaya peradaban mereka telah bertahan dan tidak akan pernah
terlampaui. Kepercayaan bahwa proses sejarah telah mencapai
klimaksnya dan bahwa akhirnya, kapan pun itu datang, akan
memvalidasi klaim mereka atas kebenaran.
Francis Fukuyama mengakui naiknya peradaban Barat
modern sebagai akhir sejarah. Samuel Huntington berbeda
pendapat. Dia percaya bahwa ada beberapa operasi pembersihan
yang tersisa sebab peradaban selain peradaban Barat modern
masih memiliki kehidupan di dalamnya. Dia membayangkan
38
benturan peradaban sebelum akhir sejarah. Dia memperingatkan
bahwa bentrokan pada dasarnya akan terjadi antara Islam

